P. 1
Pedoman Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau

Pedoman Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau

|Views: 728|Likes:
Published by Nur Farish Malawat

More info:

Published by: Nur Farish Malawat on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

Instruksi Menteri Dalam Negeri No.

14 Tahun 1988 Tentang : Penataan Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah Perkotaan
MENTERI DALAM NEGERI,

Menimbang: 1. bahwa untuk mendukung kebijaksanaan Pemerintah dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, maka dalam rangka meningkatkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi mendatang serta diperoleh mutu lingkungan hidup yang sebaik-baiknya, perlu diupayakan adanya keserasian dan keseimbangan lingkungan; bahwa dengan meningkatnya pembangunan di berbagai bidang, terutama pembangunan di wilayah perkotaan, yang telah menghasilkan peningkatan kesejahteraan hidup Masyarakat Kota, masih menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan aspek tata ruang kota, berupa berkurangnya ruang terbuka hijau yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem kota; bahwa untuk mengatasi hal tersebut cliperlukan langkah-langkah pencegahan dengan mewujudkan ruang terbuka hijau yang serasi di wilayah perkotaan, maka dipandang perlu dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri.

2.

3.

Mengingat : 1. 2. 3. 4. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor104); Undang-undang t4omor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuai ketentuan Pokok Kehutanan (Lembaran NegaraTahun 1967 Nomor 8); Undang-undang Nomor 5 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38); Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1982 Nomor 12) Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak lingkungan (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 42), Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1982 tentang Pedornan Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan di Daerah;

5. 6.

Walikota. KETIGA: Melaksanakan pengelolaan dan pengendalian dalam rangka meningkatkan fungsi dan peranan Ruang Terbuka Hijau Kota dengan melarang atau membatasi perubahan penggunaannya untuk kepentingan lain. 3.7. 4. Ibukota Kabupaten. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I. Kota Administratif dan kota-kota lain dengan pedoman sebagaimana tersebut dalam Lampiran Instruksi ini. supaya melakukan penyesuaian dengan prioritas untuk kawasan hijau pertamanan Kota. KEEMPAT: Instruksi ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan supaya dilaksanakan sebaik baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab guna tercapainya pembangunan yang berwawasan lingkungan. kawasan hijau hutan kota dan kawasan hijau rekreasi kota. seluruh Indonesia. Ditetapkan di: JAKARTA Padatanggal : 6 Oktober 1988 . melaksanakan dan mengendalikan penyelenggaraan penataan Ruang Terbuka Hijau di wilayah perkotaan sebagai bagian dan tindak lanjut pelaksanaan Rencana Umum Tata Ruang Kota di Ibukota Propinsi/Kotamadya. Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II. Walikotamadya. Untuk: PERTAMA: Merencanakan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kota. MENGINSTRUKSIKAN: Kepada: 1. KEDUA: Bagi Daerah-daerah yang telah memiliki Rencana Ruang Terbuka Hijau Kota. 2.

kawasan jalur sungai dan bentuk ruang terbuka hijau lainnya. kawasan hijau pertanian. PENGERTIAN-PENGERTIAN. kawasa hijau hutan kota.MENTERI DALAM NEGERI. 14 Tahun 1988 Tanggal 6 Oktober 1988 PEDOMAN TENTANG PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI WILAYAH PERKOTAAN I. kawasi jalur hijau pesisir pantai. Dalam Instruksi ini yang dimaksud dengan: 1. indah dan mendukung kehidupan masyarakat kota. ruang angkasa dan kekayaan yang terkandung di dalamnya maka diperlukan upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan kawasa kawasan hijau. kawasan hijau rekreasi kota. II. Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup di wilayah perkotaan yang mencakup bumi. kawasan hijau kegiatan olahraga kawasan hijau dan kawasan hijau pekarangan. air. Dengan terwujudnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan. Ruang Terbuka adalah ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas. baik produktif maupun non produktif dapat berupa kawasan hijau pertamanan kota. PENDAHULUAN. Ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan merupakan bagian dari penataan ruang kota yang berfungsi sebagai kawasan hijau pertamanan kota. sehingga mendudukkan tata lingkungan kota yang serasi nyaman. Pengembangan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan dititik beratkan pada hijau sebagai unsur kota. ttd RUDINI Lampiran Instruksi Menteri Dalam Negeri No. terbuka peluang terciptanya kawasan hijau yang bersifat alami dengan vegetasi jenis tanaman yang khas daerah. baik dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk area memanjang/jalur dimana di dalam .

keserasian dan kehidupan lingkungan. IV. Pemerintah Daerah yang dimaksud dalam Instruksi ini adalah Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II. 8. 3. atau suatu bentuk ciri atau watak kehidupan kota. Perkotaan adalah suatu kumpulan pusat-pusat pemukiman yang berperan di dalam wilayah pengembangan dan atau wilayah Nasional sebagai simpul jasa. indah. . Kawasan adalah suatu area yang dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu di wilayah perkotaan. b. Meningkatkan inutu lingkungan perkotaan yang nyaman.penggunaannya lebih bersifat terbuka pada dasarnya tanpa bangunan. 5. III. bersih dan sebagal sarana pengainan Iingkungan perkotaan. 4. Tanaman lokal adalah jenis tanaman khas daerah. pertamanan. 6. Sebagai sarana rekreasi. Kota adalah pusat pemukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan wilayah administratif yang diatur dalam peraturan perundangan serta pemukiman yang telah memperlihatkan watak ciri kekotaan. segar. Sebagai sarana untuk menciptakan kebersihan. c. 7. 2. Menciptakan keserasianlingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. Sebagai areal perlindungan berlangsungnya fungsi ekosistem dan pe nyangga kehidupan. perkebunan dan sebagainya. Dalam Ruang Terbuka Hljau(RTH) pemanfatannya lebih bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman seperti lahan pertanian. kesehatan. Vegetasi adalah keseluruhan tetumbuhan dan suatu kawasan dalam kaitan dengan lingkungan secara menurut urutan derajat dalam ruang yang telah diambil sebagai tempat kehidupan tetumbuhan. TUJUAN Tujuan pembentukan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan adalah 1. FUNGSI DAN MANFAAT 1. Gubemur Kepala Daerah Tingkat I selanjutnya disebut Gubernur. Ruang Terbuka Hijau Kota mempunyai fungsi: a. 2.

2) Kawasan pemukiman kepadatan sedang. 11) Kawasan jalur pengaman utilitas/instalasi. perairan maupun udara. Memberikan lingkungan yang bersih dan sehat bagi penduduk kota. e. kenyamanan dan keindahan lihgkungan. 8) Kawasan jalur jalan. c. f. Manfaat yang dapat diperoleh dan Ruang Terbuka Hijàu Kota antara lain: a. V. KRITERIA UMUM Kritenia pengembangan kawasan yang terbuka hijau merupakan suatu keterkaitan hubungan antara bentang alam atau peruntukan kriteria vegetasi. 7) Kawasan perdagangan. Sebagai tempat perlindungan plasma nuftah Sebagai sarana untuk mempengaruhi dan memperbaildiklim mikro. h. 4) Kawasan Industri. g. b. Sebagai pengaman lingkungan hidup perkotaan terhadap berbagai macam pencemaran baik di darat. Sebagai pengatur tata air.d. yaitu: 1) Kawasan pemukiman kepadatan tinggi. . Sebagai sarana penelitian danpendidikan serta penyuiuhan bagi ma syarakat untuk membentuk kesadaran Iingkungan. 10) Kawasan jalur pesisir pantai. daun. 9) Kawasan jalur sungai. Memberikan hasil produksi berupa kayu. 3) Kawasan pemukiman kepadatan rendah. Memberikan kesegaran. 6) Kawasan sekolah/Kampus Perguruan Tinggi. 1. 2. 5) Kawasan Perkantoran. Letak Lokasi : a. Ruang Terbuka Hijau dikembangkan sesuai dengan kawasan-kawasan peruntukan ruang kota. bunga dan buah.

Pada tanah di wilayah perkotaan yang dikuasai Badan Hukum atau perorangan yang tidak dimanfaatkan dan atau diterlantarkan. dahan tidak mudahi patah. Jarak tanaman setengah rapat. Berupa habitat tanaman lokal dan tanaman budidaya. memiliki peredam intensif. Pemilihan vegetasi untuk peruntukan Ruang Terbuka Hijau Kota dengai kriteria umum adalah : bentuk morphologi. 90% dari luas harus dihijaukan. pemeliharaannya tidak intensif sedangkan untuk jenis vegetasi sesuai dengan sifat dan bentuk serta peruntukannya: a. daya resapan air tinggi. Jenis ketinggian bervaniasi. Jenis Vegetasi: Yang dimaksud jenis vegetasi adalah rumput. Pada tanah yang bentang alamnya bervariasi menurut keadaan lereng dan ketinggian di atas permukaan laut serta penduduknya terhadaf jalur sungai. pohon dan lain-lain. perakaran tidak 2) 3) 4) 5) 6) b. c. 90% . dan Jarak tanaman rapat. tahan cuaca dan hama penyakit. Berupa habitat tanaman lokal. jalur jalan dan jalur pengaman utilitas. perakanan tidak mengganggu pondasi. Karakteristik tanaman : tidak bergetah/beracun dahan tidak mudah patah. penghasil oksigen tinggi. 2. Kriteria vegetasi untuk kawasan hijau hutan kota: 1) 2) 3) 4) 5) c. Karakteristik tanaman struktur daun rapat ketinggian vegetasi bervariasi. evariasi memiliki nilai keindahan.b. Dominan jenis tanaman tahunan. semak. Kriteria vegetasi untuk kawasan hijau pertamanan kota: 1) Karaktenistik tanaman : tidak bergetah/beracun. Karakteristik vegetasi untuk kawasan hijau rekreasi kota: 1) . warna hijau dan variasi warna lain seimbang.100% dari luas areal harus dihijaukan. struktur daun tengah rapat sampai rapat. Kecepatan tumbuhnya cepat. Jenis tanaman tahunan atau musiman. Kecepatan tumbuhnya sedang.

struktur daun setengah rapat. struktur daun renggang sampai setengah rapat. warna dominan hijau. Jenis tanaman tahunan atau musiman. dominan warna hijau. Karakteristik tanaman : tidak bergetah/beracun. Berupa habitat tanaman lokal dan tanaman budidaya. 2) 3) 4) 5) d. dan Sekitar 40% — 60% dan luas areal harus dihijaukan. sekitar 50% dan luas areal harus dihijaukan. Kecepatan tumbuhnya sedang. dan Jarak tanaman renggang sampai setengah rapat. Karakteristik tanaman: struktur daun rapat.mengganggu pondasi. Jenis tanaman tahunan atau musiman. ketinggian vegetasi bervariasi. Kecepatan tumbuhnya bervariasi dengan pola tanam diarahikan sesingkat mungkin lahan terbuka. perakaran tidak mengganggu pondasi. Kritenia vegetasi untuk kawasan hijau pemakaman: 1) 2) 3) 4) f. jenis tanaman tahunan atau musiman. Kriteria tanaman : perakaran tidak mengganggu pondasi. Kniteria vegetasi untuk kawasan hijau kegiatan olah raga: 1) 2) 3) 4) e. dahan tidak mudah patah. dan Jarak tanaman setengah rapat sampai 80% — 90% dan luas areal harus dihijaukan.: warna hijau dan variasi warna lain seimbang. Kriteria vegetasi untuk kawasan hijau pertanian: 1) 2) 3) 4) 5) . Berupa habitat tanaman budidaya. dan Jarak tanaman tidak rapat. Jenis tanaman tahunan atau musiman. Berupa habitat tanaman lokal dan tanaman budidaya. Berupa habitat tanaman lokal. 40% — 60% dan luas areal harus dihijaukan.

dan Jarak tanaman setengah rapat sampai rapat. Menurut kondisi dan potensi wilayah. Jenis tanaman tahunan atau tanaman musiman. Dalam penyusunan rencana tersebut Pemerintah Daerah dibantu Instansi terkait sesuai dengan fungsi dan bidang tugasnya. 4. Kriteria vegetasi untuk kawasan hijau perakaran : 1) 2) 3) 4) 5) 3. 2) . persentase hijau disesuakan dengan intersitas kepadatan penduduk. penetapan rencana dan peninjauan kembali Ruang Terbuka Hijau Kota. Dominan jenis tanamnan tahunan.g. Kecepatan tumbuhnya bervariasi. Perencanaan. Jenis Jarak tanaman bervariasi. Berupa habitat tanamnan lokal dan tanaman budidaya. 1. Kriteria vegetasi untuk kawasan hijau jalur hijau: 1) Kriteria tanaman : struktur daun setengah rapat sampai rapat. V. kecuali Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. sekitar 90% dan luas areal harus dihijaukan. b. Penyusunan perencanaan pembangunan ruang Terbuka Hijau Kota merupakan wewenang Pemerintah Daerah. dominan warna hijau. Berupa habitat tanaman lokal atau tanaman budidaya 2) 3) 4) 5) h. WEWENANG DAN PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA. a. Pemeliharnan relatif. Kecepatan tumbuhnya tanaman tahunan. Melaksanakan program kegiatan Ruang Terbuka Hijau Kota sesuai dengan ciri dan watak wilayah kota. perakaran tidak mengganggu pondasi. supaya dipertahankan jenis-jenis tanaman yang khas Daerah dan atau tanaman yang langka. Tugas dan tanggungjawab Pemerintah Daerah tersebut meliputi: 1) Penelitian. penyusunan rencana.

Pengendalian a. Pemerintah Daerah diwajibkan menampung kebijaksanaan dan Pemerintah Daerah yang lebih tinggi. Dalam perencanaan Ruang Terbuka Hijau Kota. Pola Dasar Pembangunan Daerah. b. Pemerintah Daerah menyediakan prasarana dan sarana yang diperlukan berupa tenaga ahli. Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kota dilaksanakan di bawah tanggung jawab Dinas Pertamanan dan atau Dinas/satuan Kerja yang ditunjuk melaksanakan kegiatan tersebut. Pemerintah Daerah melakukan pengendalian secara ketat tentang pemberian dan pencabutan ijin pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kota. integrasi dan sinkronisasi dengan berbagai instansi Pemerintah terkait. Pemerintah Daerah mengendalikan seluruh kegiatan pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kota dengan tidak memberikan ijin perubahan penggunaan Ruang Terbuka Hijau Kota untuk kepentingan/peruntukan lainnya. Pelaksanaan kegiatan pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kota selain dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. a. pusat pendidikan dan latihan pembibitan dengan dibantu oleh Dinas/Instansi yang terkait untuk menunjang keberhasilan program pengembangan Ruang Terbuka Hijau Kota. serta berpedoman pada Garis-garis Besan Haluan Negara (GBHN). juga menuntut peran serta swasta dan masyarakat. Penyediaan atau pengadaan tanah untuk keperluan Ruang Terbuka Hijau Kota dilaksanakan melalui tata cara penguasaan tanah baik perseorangan maupun Badan Hukum yang tanahnya dalam keadaan terlantar dan atau digunakan.c. Rencana Detail Tata Ruang Kota dan Rencana Tehnik Ruang Kota. a. Pengelolaan. Repelita Daerah. dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. d. Rencana Umum Tata Ruang Kota. 4. 2. kecuali Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pelaksanaan. Pemerintah Daerah menyediakan dana yang dialokasikan dalam Anuggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta mendorong dana dan swadaya ini untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kota. b. . 3. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan koordinasi. b.

VII. Pemerintah Daerah Tingkat I melakukan pengendalian terhadap penyusunan rencana dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Wilayah Perkotaan secara terpadu di bawah koordinasi BAPPEDA dengan dibantu oleh Biro Bina Kependudukan dan Lingkungan Hidup (BKLH). Direktur Jenderal Pembangunan Daerah. Instansi Agraria serta Instansi terkait lainnya. Gubernur melaporkan rencana Ruang Terbuka Hijau yang telah ditetapkan oleh Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II kepada Menteri Dalam Negeri u. LAIN— LAIN 1. 2.c. MENTERI DALAM NEGERI ttd RUDINI ______________________________________ . d. e. Penjabaran instruksi ini dikembangkan dalam bentuk peraturan perundangan pada Tingkat Daerah.p. Hal yang helum tercakup dalam Instruksi ini akan diatur lebih lanjut. Dalam pelaksanaan pengendalian dimaksud mengikut sertakan Instansi Teknis sesuai dengan bidang tugasnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->