KEDUDUKAN ANAK KANDUNG SAH DAN ANAK LUAR KAWIN MENURUT HUKUM ADAT SERTA HUKUM PERDATA

Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Kriteria Penilaian Dalam Mata Kuliah Hukum Adat

OLEH : Sandy Muslim Hery Purnomo Jurusan : 0910611047 0910611052 S1 Ilmu Hukum

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul dari makalah ini adalah ”Kedudukan Anak Kandung Sah dan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Serta Hukum Perdata”. Penulisan makalah ini ditujukan intuk memenuhi salah satu kriteria penilaian dalam mata kuliah Hukum Adat semester ganjil di Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. Makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya dukungan moril dan materiil dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tua, yang telah memberi dukungan dan membantu

dalam pembuatan makalah ini. 2. Dwi Aryanti Ramadhani, S.H., M.H. , selaku dosen Hukum Adat. 3. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini, yang namanya tidak bisa penulis sebutkan satupersatu. Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Namun, makalah ini mungkin memiliki kekurangan. Karena itu, sangat diperlukannya kritik dan saran yang dapat membangun makalah ini sehingga menjadi lebih baik lagi. Akhir kata, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang mungkin ada didalam makalah ini.

Jakarta,Desember 2010 Penulis

........................................................................................................ i DAFTAR ISI ...............................1................. ii BAB I PENDAHULUAN 1...............................................................4.................. Metode dan Teknik Penulisan 3 BAB II PEMBAHASAN 2..........................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ ............................ 1 1...............................1........... Definisi Anak Luar Kawin ............... 1 1..............................2. Tujuan Penulisan 3 1.....................................1...................................................................... Latar Belakang .1..........1 Definisi Anak Kandung Sah .. Definisi Anak 2....................................... 5 2.....................3.........................................................................2..................................... Rumusan Masalah ................

............................... 6 2................. 8 2............... 19 Lampiran ............... Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Dan Perdata 2............................................................... 20 .....................................................................................3.....................................2.................1.........................2..................................................................................... 13 BAB III PENUTUP ........................... 10 2........................... Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Perdata ........... 9 2......3.............................2................................. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Perdata .............. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat ............. 18 Daftar Pustaka ...........2...............................................................3.......................................................................................2...... Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat ...................................................................................................... Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat dan Perdata 2....................1.........................................................

BAB I PENDAHULUAN .

anak merupakan amanah Allah dan tidak bias dianggap sebagai harta benda yang bisa diperlakukan sekehendak hati orang tuanya. Menurut ajaran islam. anak itu dilihat sebagai generasi penerus. mempunyai ibu yang melahirkannya (ibu biologis) dan ayah yang menikahi ibu yang melahirkannya (ayah biologis) serta memiliki kedudukan yang terpenting di dalam keluarga somah (gezin) masyarakat adat. 1. Hal ini lah yang melatarbelakangi pemilihan judul makalah ini yaitu “KEDUDUKAN ANAK KANDUNG SAH DAN ANAK LUAR KAWIN MENURUT HUKUM ADAT SERTA HUKUM PERDATA”. Anak adalah manusia yang memiliki nilai kemanusiaan yang tidak mungkin bisa dihilangkan dengan alasan apapun. . . anak harus diperlakukan dan dijaga sebaik mungkin oleh orang yang memegangnya yaitu orang tua. Melalui kebijakan-kebijakan dalam mengayomi anak.1. bahkan juga dalam kehidupan masyarakat dan Negara.2. juga dipandang sebagai wadah atau tempat tumpuan dimana semua harapan orang tuanya kelak kemudian hari. Latar Belakang Anak merupakan persoalan yang selalu menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Wajib ditumpahkan juga dipandang sebagai pelindung orang tuanya disaat orang tua itu sudah tidak mampu lagi secara fisik untuk mencari nafkah sendiri. Rumusan Masalah Anak kandung sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah. Sebagai amanah.1. Disamping oleh orang tuanya. bagaimana kedudukan dan hak-haknya dalam keluarga dan bagaimana seharusnya dia diperlakukan oleh kedua orang tuanya.

dianggap (fiksi) tidak mempunyai bapak dan oleh karenanya juga tidak memiliki hubungan kekeluargaan dari pihak bapak. Kehadiran seorang anak di luar perkawinan akan menjadikan suatu permasalahan yang cukup memprihatinkan baik bagi seorang wanita yang melahirkan maupun bagi lingkungan masyarakat setempat. kedudukan hukum yaitu yang berkaitan dengan hak-hak . dan keluarga ibunya. Jika didalam kehidupan masyarakat ternyata ada seorang wanita yang melahirkan anak dan tidak mempunyai seorang suami. di mana pada kenyataannya penyimpangan yang dimaksud terjadi juga dengan berlandas kepercayaan akan petaka adat yang bersumber dari kentalnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang ada. Seorang anak luar kawin. Sebagai anak tidak sah atau diluar kawin. merupakan masalah yang penting pada kehidupan individu keluarganya maupun dalam masyarakat. Di mana dengan adanya anak lahir di luar perkawinan itu akan menimbulkan banyak pertentangan-pertentangan diantara keluarga maupun di dalam masyarakat mengenai kedudukan hak dan kewajiban anak tersebut. karena anak luar kawin itu akan hidup ke dalam kehidupan masyarakat seperti halnya anak sah.Namun tidak semua anak lahir dari perkawinan yang sah. Anak tersebut hanya mempunyai hubungan dengan ibunya. tetapi merupakan kajian yang menarik bila ternyata cela hukum adat terhadap anak luar kawin justru dapat dikesampingkan. menurut hukum adat di Jawa Tengah. tidak ada perbedaan antara anak yang sah dan anak di luar perkawinan dalam hal pemeliharaan dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti yang kita ketahui bersama anak luar kawin secara prinsip hukum adat dicela.

Studi pustaka digunakan untuk . 1. Bagaimana cara memperoleh hubungan hukum terhadap ayah bagi anak luar nikah? 1. dimana berdasarkan pasal 43 ayat 1 undang-undang no. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan penjelasan di atas. Metode Dan Teknik Penulisan Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi pustaka. 2. Mengetahui hak-hak keperdataan yang hilang pada anak luar kawin. Mengetahui cara memperoleh hubungan hukum terhadap ayah bagi anak luar kawin.keperdataan mereka tentu saja sangat tidak menguntungkan. Apa saja hak-hak keperdataan yang hilang dari anak luar nikah? 3.4. Mengetahui kedudukan anak kandung sah serta anak luar kawin menurut hukum adat dan hukum perdata.3. penulis dapat mengemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut : 1.1 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan “bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya”. 3. Bagaimana kedudukan anak kandung sah serta anak luar kawin menurut hukum adat dan hukum perdata? 2.

.mendapatkan data dan informasi yang bersifat teoritis untuk disesuaikan dengan fakta yang terjadi sebagai penyebab permasalahan yang terjadi dalam karya ilmiah ini. Sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam karya ilmiah ini diperoleh dari berbagai sumber bacaan. baik itu buku referensi maupu situs-situs internet.

1. memperoleh si suami sebagai ayahnya. anak pada hakekatnya seorang yang berada pada satu masa perkembangan tertentu dan mempunyai potensi untuk menjadi dewasa. 2. Definisi Anak Kandung Sah Dalam pasal 250 KUH Perdata yang berbunyi anak sah adalah “anak yang dilahirkan atau dibesarkan selama perkawinan. anak juga mengandung pengertian sebagai manusia yang masih kecil. Anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah. Menurut hukum adat.1. anak kandung sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan sah. Dalam kompilasi hukum islam pasal 99: Anak yang sah adalah : a. Hasil pembuahan suami isteri yang sah di luar rahim dan dilahirkan oleh isteri tersebut. Definisi Anak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di artikan sebagai keturunan. b.1 tahun 1974 tentang perkawinan yang berbunyi “Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah”.BAB II PEMBAHASAN 2.” Dalam pasal 42 undang-undang no.1. mempunyai ibu . Selain itu.

2. hal ini sebagaimana bunyi pasal 42-43 yang pada pokoknya menyatakan : “Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat pernikahan yang sah. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dilihat dari bunyi pasal tersebut di atas kiranya dapat ditarik pengertian bahwa anak luar kawin adalah anak yang dilahirkan diluar pernikahan dan hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya saja. Menurut Undang-Undang No.yaitu wanita yang melahirkannya dan mempunyai bapak yaitu suami dari wanita yang melahirkannya. Predikat sebagai anak luar kawin tentunya akan melekat pada anak yang dilahirkan diluar pernikahan tersebut.1.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan : Undang-undang ini tidak secara tegas memberikan pengertian tentang istilah “anak luar kawin” tetapi hanya menjelaskan pengertian anak sah dan kedudukan anak luar nikah.2. 2. Anak luar kawin merupakan anak yang dilahirkan dari hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan diluar pernikahan yang sah. . Anak yang dilahirkan di luar pernikahan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”. Definisi Anak Luar Kawin 1.

antara seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya. berhubungan susuan. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan melarang Perkawinan antara dua orang yang: a. saudara susuan dan bibi/paman susuan. Anak Zina adalah Anak-anak yang dilahirkan dari hubungan luar nikah. yaitu orang tua susuan. b. berhubungan semenda. Anak luar kawin dalam arti luas adalah anak luar pernikahan karena perzinahan dan sumbang. . anak tiri menantu dan ibu/bapak tiri. antara laki-laki dan perempuan dimana salah satunya atau kedua-duanya terikat pernikahan dengan orang lain sementara Anak Sumbang adalah Anak yang dilahirkan dari hubungan antara laki-laki dan seorang perempuan yang antara keduanya berdasarkan ketentuan undang-undang ada larangan untuk saling menikahi. Sebagaimana kita ketahui. Pasal 8 Undang-Undang No. berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas. berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara. d. c. anak susuan.Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata pengertian anak luar kawin dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: A. yaitu mertua.

Orang karenanya maka sejak anak itu masih di dalam kandungan hingga dia dilahirkan .1. bahkan kemudian dalam pertumbuhan selanjutnya dalam masyarakat adat . karena biasanya hakikat zina dan sumbang itu hanya diketahui oleh pelaku zina itu sendiri. f. dilarang nikah. B.e. 2.2. Kedudukan Anak Kandung Menurut Hukum Adat Sebagaimana telah di jelaskan sebelumnya pada perumusan masalah. Bila anak itu terpaksa disahkan pun tidak ada akibat hukumnya (Pasal 288 KUHPerdata). bahwa anak kandung sah memiliki kedudukan yang terpenting di dalam setiap somah (gezin) masyarakat adat. dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat dan Perdata 2. Di samping oleh orang tuanya anak itu dilihat sebagai generasi penerus serta dipandang sebagai tempat tumpuan bagi orang tuanya. Anak zina dan anak sumbang tidak bisa memiliki hubungan dengan ayah dan ibunya. berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri. Anak luar kawin dalam arti sempit adalah anak yang dilahirkan diluar pernikahan yang sah. Namun pada prakteknya dijumpai hal-hal yang meringankan. Kedudukan anak itu menyedihkan.2. mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku.

perwalian nikah. dimana si anak berhak atas pemenuhan kebutuhan dari kedua orang tuanya baik pendidikan. serta kelak setalah anak dilahirkan agar dapat menjelma menjadi anak yang dapat memenuhi harapan orang tua yang melahirkannya dan mengurusnya. Dan seterusnya 2. pewarisan. Kedudukan Anak Kandung Menurut Hukum Perdata Kedudukan anak kandung dalam KUH Perdata merupakan kedudukan tertinggi. b. dan ke-sembilan dilakukan. c. Contoh : dalam masyarakat adat priangan (Jawa Barat) a. ke-tujuh.2.2. dan pada bulan ke-tujuh kehamilan upacaranya dinamakan tingkeb. Ketika anak masih dalam kandungan pada bulan ke-tiga. dan perwakilan di dalam ataupun di luar pengadilan serta segala hak anak dari kedua orangtuanya dengan sendirinya . pemeliharaan.terdapat banyak upacara-upacara adat yang sifatnya religio magis yang menyelenggarakannya berurutan mengikuti perkembangan fisik anak tersebut yang semua itu bertujuan untuk melindungi anak beserta ibu yang mengandung serta melahirkannya dari segala bahaya dan gangguan-gangguan. ke-lima. Pada saat anak lahir diadakan upacara penanaman bali (plasenta) atau kalau tidak ditanam dilakukan upacara penghanyutan kearah laut.

. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat dan Perdata 2. 2. sedangkan dengan lelaki yang menyebabkan ia lahir tidak terdapat hubungan hukum.melekat kepadanya.3.1. Hal ini sangat berbeda dengan kedudukan anak luar kawin yang meletakkan kedudukan anak luar nikah hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya. Kita dapat memproyeksikan kedudukan anak luar kawin dengan melihat kepada masyarakat adat di beberapa daerah seperti di Mentawai. Minahasa. Jadi anak itu pada dasarnya mempunyai hubungan hukum sebagai anak dengan dengan orang tuanya hanya terhadap wanita yang melahirkannya. dan Ambon wanita yang melahirkannya itu adalah ibu dari anak yang bersangkutan sehingga biasa saja seperti kejadian normal dimana seorang wanita melahirkan anak dalam perkawinan sah.3. Akan tetapi di beberapa daerah lainnya ada pendapat yang wajib mencela dengan keras terhadap si ibu yang tidak kawin melahirkan serta terhadap anaknya yang dilahirkannya tersebut. Timor. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Kedudukan hukum dari seorang anak yang dilahirkan di luar ikatan perkawinan menurut hukum adat adalah sama seperti seorang anak sah dalam hubungan terhadap ibunya.

a) Pada orang Jawa kawin darurat (Lap Huwlijk) ini dinamakan nikah tambelan. Kawin Sempurna (Nood Huwelijk)(Lap Huwelijk) Adalah perkawinan dimana seorang wanita yang tidak kawin tetapi mengandung dengan laki-laki siapa saja yang mau menjadi suami dengan maksud agar kelahiran bayi jatuh dalam perkawinan. demikian pula di Bali bahkan apabila pria tersebut tidak mau mengawini wanita yang telah mengandung dan melahirkan anak karenanya maka ia dapat dijatuhi hukuman.Namun dengan perkembangan kebudayaan maka terciptalah aturan-aturan untuk mencegah si ibu dan si anak tersebut tertimpa nasib yang malang dengan terbentuknya lembaga hokum tertentu dalam pergaulan suasana hukum adat yang disebut lembaga hukum kawin penutup malu (Schaamte Bedekking) yang dapat di bedakan : 1. Dan apabila tidak ada yang mau maka wanita itu dikawinkan dengan kepala suku atau kepala desa. Tindakan demikian misalnya di Sumatera Selatan selalu di ambil dalam rapat marga. 2. Kawin Paksa (Gedwongen Huwelijk) Ialah perkawinan dimana seorang wanita yang tidak dalam keadaan kawin tetapi mengandung dengan lelaki yang menyebabkan wanita itu mengandung (Kapang Tubas-Lampung). .

anak ini hanya dapat mewaris dari ibunya atau keluarga ibunya. 216 K/Sip/1958 dasarnya setiap anak yang lahir didalam ikatan meskipun kelahirannya disebabkan oleh laki-laki lain.b) Pada orang Bugis disebut Pattiongkoq Siriq. dan c) Di Jawa Barat disebut Kawin Tambe(a)lan atau kawin liwat atau kawin bapak angkat Berdasarkan Putusan menyatakan perkawinan bahwa adalah “didalam sah Mahkamah Agung hukum adat pada tanggal 3 September 1958 No. Dalam hak kewarisan anak luar nikah. Secara yuridis ibu dari anak tersebut adalah wanita yang melahirkannya dan ayah anak tersebut adalah suami dari wanita itu”. Oleh karena anak tersebut dapat mewaris secara penuh dari ibunya maupun menggantikan kedudukan ibunya dalam mewaris dari neneknya. Walaupun demikian apabila kemudian ibunya setelah anak itu lahir kawin dengan lelaki yang membenih anak tersebut dan anak itu tinggal bersama ayah kandungnya . Di daerah Jawa anak yang lahir di luar perkawinan yang sah adalah anak kowar. kiranya tidak memberi kesulitan. menurut hukum adat yang hukum keluarganya bersistem parental.

si anak tetap tidak dapat mewaris dari bapaknya. b. ia hanya bisa menjadi ahli waris dari ibu dan keluarga ibu. ia tetap anak kowar dan tidak bersah sebagai ahli waris. jadi wajib ada putusan hakim yang menghukumnya. Juga tentang hak waris. Melanggar ketentuan adat yang berlaku bagi pewaris. c. 2. Anak Luar Kawin yang tidak layak menjadi ahli waris apabila : a. Begitu pula anak yang lahir dari ayah ibunya yang kemudian cerai kemudian rujuk kembali secara diamdiam tanpa dilakukan di hadapan pejabat negara atau agama. Sebagai konsekuensinya akta kelahiran anak tersebut hanya mencantumkan anak dari ibu kandungnya.2. Jika oleh hakim ia dihukum karena membunuh pewaris. Jika ia secara paksa mencegah kemauan pewaris untuk membuat wasiat. Sekalipun akta kelahirnya terkesan kurang lengkap.itu. d. Jika ia melenyapkan atau memalsu surat wasiat dari pewaris. Ketentuan ini dipertegas pula dengan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia bahwa anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. namun sesungguhnya . Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Perdata Pasal 43 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan telah mengatur bahwa anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya da keluarga ibunya.3.

Alimentasi atau tunjangan nafkah yang ditujukan bagi keluarga sedarah di dalam garis lurus ke bawah atau ke atas. misal untuk melanjutkan studi. sehingga akta anak tersebut bisa ditingkatkan menjadi anak ayah dan ibu. lalu menikahi ibu anak tersebut. hak memakai nama. dan sebagainya. Bila suatu ketika ayah biologis mengakui bahwa itu anaknya.memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta kelahiran dari anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah. Undang-undang perkawinan mengatur hal ini dalam pasal 45 dan pasal 46 sebagai berikut : Pasal 45 (1) Kedua orang tua wajib memelihara dan menddidik anak-anak mereka sebaik-baiknya (2) Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat . menjadi anak sah apabila sebelum perkawinan orang tuanya telah mengakui anak luar nikah itu sebagai anaknya. Dalam praktiknya akta tersebut bisa dipergunakan untuk berbagai kepentingan. perwalian. menjadi ahli waris dari ayah dan ibu serta keluarga ayah dan ibu dan sebagainya. Berikut merupakan hak-hak keperdataan yang hilang bagi seorang anak luar kawin : 1. maka akan memiliki status keperdataan yang lengkap. bilamana seorang anak dibenihkan di luar perkawinan. melamar pekerjaan. Pengakuan ini membawa serta akibat yuridis. di antaranya tentang tentang kewajiban dalam pemberian nafkah. Sejalan dengan ini Pasal 272 KUHP Perdata memberikan rumusan.

atau keluargakeluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis ke . si anak tidak akan mendapatkan warisan. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa anak luar kawin hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibu dan keluarga ibu. sekalipun dilahirkan dari berbagai perkawinan. orang tua dan keluarga dalam garis lurus ke atas bila mereka itu memerlukan bantuannya. ia wajib memelihara menurut kemampuannya. Ahli waris yang sah menurut hokum adalah anak yang sah dari pewaris (orang yang telah meninggalkan harta warisan). (2) Jika anak telah dewasa. Begitu pula sebaliknya si anak tidak memiliki kewajiban untuk memelihara ayahnya. (1) Anak wajib menghormati orang tua dan mentaati kehendak mereka yang baik.berdiri Pasal 46 sendiri kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tua putus. sehingga secara hukum ayah biologis anak tidak memiliki kewajiban untuk membiayai kehidupan dan pendidikannya. 2. Hal ini dapat dilihat pada pasal 852 KUH Perdata yang isinya “Anak-anak atau Keturunanketurunan. sebab dia bukan merupakan ahli waris. kakek dan nenek mereka. mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka. Hak untuk mendapatkan warisan Andaikan si ayah biologis dari anak luar kawin tersebut meninggal dunia.

anak luar kawin tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya dan keluarga ayahnya sama sekali. 2. misalkan akta notaris yang khusus dibuat untuk keperluan itu dan ditulis dalam surat wasiat yang kemudian akan dicantumkan di dalam akta lahir si anak. Pengakuan menurut pasal 281 KUH Perdata harus dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1. yaitu dengan melakukan pengakuan anak. yang mana diatur dalam pasal 284 KUH Perdata yang menyebutkan “tiada pengakuan anak luar kawin dapat diterima selama ibunya hidup. Bagian warisan anak luar kawin yang diakui setelah seorang anak diakui.”.atas. 3. Jika suatu hari si ayah meninggal. mengenai pembagiannya diatur seperti di bawah ini : . bila si ibu tidak menyetujui pengakuan itu…. Pengakuan Anak Luar Kawin Menurut peraturan perundang-undangan . meskipun ibu itu termasuk golongan Indonesia atau yang disamakan dengan golongan itu. Akta otentik yang dilakukan di hadapan catatan sipil... Melalui akta kelahiran si anak pada waktu pelaksanaan perkawinan. tanpa membedakan jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu….” 2. maka si anak yang diakui warisan anak yang diakui tersebut diatur dengan cara tersendiri dan berbeda dengan anak sah. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengakuan anak yaitu pengakuan tersebut haruslah disertai dengan persetujuan ibu selama ia masih hidup.4. maka secara hukum dia berhak atas warisan si ayah. Akta lainnya. hokum sudah menyediakan jalan keluarnya. Jika si ayah ingin mendapatkan hubungan hukum dengan si anak.

. maka sekalian anak luar kawin mendapat seluruh warisan”). 2. maka anak-anak yang diakui tersebut mendapat 3/4. 3. maka mereka memperoleh seluruh warisan. dan jika hanya ada sanak saudara dalam derajat yang lebih jauh.. tetapi meninggalkan keluarga sedarah... Jika yang meninggal tidak meninggalkan ahli waris yang sah. tida perempat”. bapak. maka anak-anak luar kawin mewarisi 1/3 bagian dari bagian yang seharusnya mereka terima jika mereka sebagai anak-anak yang sah. Jika yang meninggal meninggalkan keturunan yang sah atau seorang suami atau istri. dalam garis ke atas (ibu. maka anak-anak yang diakui tersebut mewaris 1/2 dari warisan.1. . Namun jika hanya terdapat saudara dalam derajat yang lebih jauh. maka mereka mewaris setengah dari warisan. dalam garis ke atas. maka anak-anak luar kawin mewaris sepertiga dari bagian yang sedianya mereka terima seandainya mereka anak-anak yang sah menurut undang-undang……”. Seperti dalam bunyi pasal 863 KUHPerdata yang menyebutkan : “Jika yang meninggal itu meninggalkan keturunan yang sah menurut undang-undang atau seorang suami atau istri. Diatur dalam pasal 865 KUHPerdata yang berbunyi :” Jika si meninggal tak meninggalkan ahli waris yang sah. Jika yang meninggal tidak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri. dst) atau saudara laki-laki dan perempuan atau keturunannya. akan tetapi meninggalkan keluarga sedarah. Dimana hal ini diatur dalam pasal 863 KUHPerdata yang isinya : “. nenek. ataupun saudara laki dan perempuan atau keturunan mereka. Jika si meninggal tak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri.

untuk mengantisipasi terjadinya anak luar kawin maka dibentuklah lembaga hokum kawin penutup malu (Schaamte Bedekking) yang dapat di bedakan :  Kawin Paksa (Gedwongen Huwelijk) . dimana anak kandung memiliki hak kewarisan dari kedua orang tuanya. Pasal 43 ayat 1 Undang-undang No. Bahwa kedudukan anak kandung dari sudut pandang hukum adat dan hukum perdata adalah sama. Hal ini berlawanan dengan anak luar kawin dimana hanya dapat mewaris dari ibu dan keluarga ibunya.1 tahun 1974 tentang Perkawinan. 3.BAB III PENUTUP Dari hasil pembahasan di atas maka dapat penulis simpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Dalam hukum adat. 2. Dalam hukum perdata dimungkinkan anak luar kawin untuk mendapatkan hubungan hukum dengan ayahnya dengan cara pengakuan anak luar kawin sebagaimana di jelaskan pada BAB II.

S. “Pokok-Pokok Hukum Perdata”.Pd.H. (2001).. Undang-undang No. Bey. Jakarta. PT Intermasa. Bandung. Penerbit Alfabeta. “Intisari Hukum Adat Indonesia (dalam kajian kepustakaan)”.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Kitab Undang-undang Hukum Perdata Subekti.. (2008). M. S. Kawin Sempurna (Nood Huwelijk)(Lap Huwelijk) Daftar Pustaka Tolib setiady. Prof. .H.

kekasih yang akhirnya dinikahi Ariel secara resmi. Setelah heboh kehamilan Sarah Amalia. Luna Maya. Satu harapannya. Ariel menemani saat proses persalinan. Gosipnya. Luna Maya. ia tak kunjung tinggal seatap. Sang istri pun hanya pasrah. Ariel bahkan berani membawa Luna menginap di Bandung. sementara dengan sang istri. INGIN DITEMANI SUAMI Di saat sang istri tengah hamil 7 bulan. kini vokalis Peter Pan tersebut kembali dilanda gosip tak sedap. Ariel "Peter Pan" malah dikabarkan (masih) menjalin hubungan dengan model cantik. Bahkan. kabarnya Ariel berani membawa Luna menginap di rumah keluarganya di Bandung. pertengahan minggu lalu. Ia disebut-sebut masih saja terus menjalin hubungan kasih dengan seorang model. .LAMPIRAN Sarah Amalia SAAT MELAHIRKAN. Luna dikabarkan sempat menginap selama 2 hari di kediaman keluarga Ariel. Ariel Peter Pan seolah tak habis membuat berita. 30 Januari lalu.

Aku toh." sambung Lia lewat pesan singkat yang dikirimnya Jumat (8/4). Enggak selalu ada di Jakarta." ujar Lia tenang. sengaja bersikap cuek. Biar Tuhan saja yang membalas. nanti bayiku keluarnya enggak bisa senyum. Lia ingin mempercayai sang suami sepenuhnya.Keduanya bahkan sempat berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di kota kembang. Nanti malah runyam. Kamis (7/4) siang. jelas terdengar dari nada bicara wanita yang tengah mengandung 7 bulan ini. Namun. Sepulang dari Bandung. Meski begitu. menanggapi kabar ini? BERUSAHA TEGAR Semula. "Kalau itu benar aku enggak akan bikin apa-apa. sibuk." Begitulah. wanita cantik ini mengaku terkejut. Sebagai istri. Lia berusaha tetap tegar. Aku mau konsentrasi ke bayiku aja. Ariel hanya sebentar singgah di Jakarta. ketika NOVA menanyakan kabar burung tersebut kepada Sarah alias Lia. Hehe. masa sih?" ujarnya dari seberang telepon. dan tak dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan. "Ah. "Kalau aku stres. hingga kini Lia belum juga tinggal satu atap dengan sang suami. Ngidam Pasta dan Keju Ketegaran Lia ini mau tak mau mengundang decak kagum. "Enggak apa-apa. "Aku enggak mau banyak pikiran. Hal ini tentu saja mengundang tanya. Kaget dan kecewa. Lia tak protes. "Aku enggak mau termakan gosip. Jadi. kan. Lalu bagaimanakah Sarah Amalia. sejak resmi menikah 30 Januari lalu. istri sah Ariel. Bayangkan saja. Dengan nada bercanda Lia melanjutkan. . bisa apa?" ujarnya pasrah. Setegar fisiknya yang masih beraktivitas seperti biasa dan mengendarai mobil sendiri ke manapun ia pergi. lagi. Kamis (7/4) ia bertolak ke Malaysia. Lia memilih bersikap bijak. Justru wanita kelahiran 16 Desember 1979 ini. Ariel.

"Kehamilanku udah masuk 7 bulan. Tapi yang paling penting. "Sempat aku enggak bisa minum susu. semuanya baik-baik saja. Lia selalu menghindari wawancara dengan wartawan." ucap Lia yang mengaku belum tahu kapan akan menggelar acara Nujuh Bulanan. ia menyiratkan sikapnya ini karena tak ingin salah berucap. dari awal sampai sekarang. sih. "Aku. "Aku rutin periksa ke dokter. Jumat (8/4) sore. Di beberapa kesempatan. Ditemani beberapa anggota keluarganya. sih. saat aku ada waktu." Yang ada di benak Lia hanya menjaga kesehatannya dan sang jabang bayi dikandungannya. sudah bisa.saat ini biar saja tinggal sendiri-sendiri. sih. "Kalau ngidam. Alhamdulillah. Lia ternyata pintar mengontrol emosi. senang aja. Jakarta Selatan. "Tapi sekarang sudah seperti ibu-ibu hamil lainnya. baru belanja. aku ada." ujar Lia . mengalirlah cerita dari mulut Lia. alhamdulillah. "Mungkin nanti. tak seperti perempuan hamil lain. sih. meski hanya mau bercerita tentang kondisi kehamilannya. "Setelah tujuh bulanan. Pun ketika beberapa wartawan mendatangi kantornya di Kemang. Uniknya. pengajiannya." ujar Lia yang hingga saat ini belum membeli baju dan perlengkapan bayi. Kadangkadang malah aku suka bikin sendiri." ujar Lia yang mengaku sering mual-mual pada 4 bulan pertama kehamilan. Setelah berkali-kali menolak wawancara. berat badan Lia di awal kehamilan malah susut 4 kg. minimal sebulan sekali. saking eneknya." Karena kerap mual dan muntah. Sekarang. Jadi suka makan aneka pasta dan keju." Lia pribadi mengaku tak memusingkan berbagai detail upacara adat. akhirnya Lia bersedia ditemui." Demi sang suami pula." cerita Lia ceria yang sejak hamil tak tahan dengan bau susu.

Jika tante atau keluarganya tak bisa. "Tapi banyak." ujar Lia." ujarnya tersenyum. kok.yang ternyata tak pernah ditemani Ariel saat ke dokter. menemani aku. cerita Lia. orang-orang yang menyayangi aku. sedang hamil besar tapi tak pernah ditemani suami? "Orang hamil. Tak sedihkah Lia. kan. . enggak boleh sedih. dirinya punya beberapa sahabat yang selalu siap menemani.