KEDUDUKAN ANAK KANDUNG SAH DAN ANAK LUAR KAWIN MENURUT HUKUM ADAT SERTA HUKUM PERDATA

Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Kriteria Penilaian Dalam Mata Kuliah Hukum Adat

OLEH : Sandy Muslim Hery Purnomo Jurusan : 0910611047 0910611052 S1 Ilmu Hukum

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2010

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulisan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul dari makalah ini adalah ”Kedudukan Anak Kandung Sah dan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Serta Hukum Perdata”. Penulisan makalah ini ditujukan intuk memenuhi salah satu kriteria penilaian dalam mata kuliah Hukum Adat semester ganjil di Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta. Makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya dukungan moril dan materiil dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Kedua orang tua, yang telah memberi dukungan dan membantu

dalam pembuatan makalah ini. 2. Dwi Aryanti Ramadhani, S.H., M.H. , selaku dosen Hukum Adat. 3. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah ini, yang namanya tidak bisa penulis sebutkan satupersatu. Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Namun, makalah ini mungkin memiliki kekurangan. Karena itu, sangat diperlukannya kritik dan saran yang dapat membangun makalah ini sehingga menjadi lebih baik lagi. Akhir kata, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang mungkin ada didalam makalah ini.

Jakarta,Desember 2010 Penulis

.2......................................................................... Metode dan Teknik Penulisan 3 BAB II PEMBAHASAN 2......................................................3................... 1 1.......................................................................1....... Tujuan Penulisan 3 1...........................................................2.....................................................1............................... 1 1....................................................................................1....... ii BAB I PENDAHULUAN 1........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................... i DAFTAR ISI .1 Definisi Anak Kandung Sah ............... Latar Belakang .................................................. ..................................................... Rumusan Masalah ..............................................4.... Definisi Anak Luar Kawin ........1.. Definisi Anak 2... 5 2.................

................. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Perdata .... 10 2.................................................. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat dan Perdata 2.....3.. 8 2.............. 13 BAB III PENUTUP .......................................................................................................................................... 19 Lampiran ....................................1...................................................................... 6 2........................................ 20 ............................. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat .................................................................................2.........................................2...........2.......... Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Dan Perdata 2.........................................................................................3.1...3........................................ 18 Daftar Pustaka ........................................................................................................2........................... 9 2....................2......... Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat ........................ Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Perdata ...............................

BAB I PENDAHULUAN .

anak itu dilihat sebagai generasi penerus. anak merupakan amanah Allah dan tidak bias dianggap sebagai harta benda yang bisa diperlakukan sekehendak hati orang tuanya. bagaimana kedudukan dan hak-haknya dalam keluarga dan bagaimana seharusnya dia diperlakukan oleh kedua orang tuanya. Rumusan Masalah Anak kandung sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah. juga dipandang sebagai wadah atau tempat tumpuan dimana semua harapan orang tuanya kelak kemudian hari. Anak adalah manusia yang memiliki nilai kemanusiaan yang tidak mungkin bisa dihilangkan dengan alasan apapun. . bahkan juga dalam kehidupan masyarakat dan Negara. Latar Belakang Anak merupakan persoalan yang selalu menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. 1.1. . Menurut ajaran islam. Sebagai amanah.1. Wajib ditumpahkan juga dipandang sebagai pelindung orang tuanya disaat orang tua itu sudah tidak mampu lagi secara fisik untuk mencari nafkah sendiri. Hal ini lah yang melatarbelakangi pemilihan judul makalah ini yaitu “KEDUDUKAN ANAK KANDUNG SAH DAN ANAK LUAR KAWIN MENURUT HUKUM ADAT SERTA HUKUM PERDATA”. Melalui kebijakan-kebijakan dalam mengayomi anak. anak harus diperlakukan dan dijaga sebaik mungkin oleh orang yang memegangnya yaitu orang tua. mempunyai ibu yang melahirkannya (ibu biologis) dan ayah yang menikahi ibu yang melahirkannya (ayah biologis) serta memiliki kedudukan yang terpenting di dalam keluarga somah (gezin) masyarakat adat. Disamping oleh orang tuanya.2.

merupakan masalah yang penting pada kehidupan individu keluarganya maupun dalam masyarakat. Sebagai anak tidak sah atau diluar kawin. dianggap (fiksi) tidak mempunyai bapak dan oleh karenanya juga tidak memiliki hubungan kekeluargaan dari pihak bapak. Jika didalam kehidupan masyarakat ternyata ada seorang wanita yang melahirkan anak dan tidak mempunyai seorang suami. menurut hukum adat di Jawa Tengah. Kehadiran seorang anak di luar perkawinan akan menjadikan suatu permasalahan yang cukup memprihatinkan baik bagi seorang wanita yang melahirkan maupun bagi lingkungan masyarakat setempat.Namun tidak semua anak lahir dari perkawinan yang sah. tetapi merupakan kajian yang menarik bila ternyata cela hukum adat terhadap anak luar kawin justru dapat dikesampingkan. Seorang anak luar kawin. dan keluarga ibunya. karena anak luar kawin itu akan hidup ke dalam kehidupan masyarakat seperti halnya anak sah. tidak ada perbedaan antara anak yang sah dan anak di luar perkawinan dalam hal pemeliharaan dalam kehidupan bermasyarakat. Anak tersebut hanya mempunyai hubungan dengan ibunya. Seperti yang kita ketahui bersama anak luar kawin secara prinsip hukum adat dicela. kedudukan hukum yaitu yang berkaitan dengan hak-hak . Di mana dengan adanya anak lahir di luar perkawinan itu akan menimbulkan banyak pertentangan-pertentangan diantara keluarga maupun di dalam masyarakat mengenai kedudukan hak dan kewajiban anak tersebut. di mana pada kenyataannya penyimpangan yang dimaksud terjadi juga dengan berlandas kepercayaan akan petaka adat yang bersumber dari kentalnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang ada.

Mengetahui hak-hak keperdataan yang hilang pada anak luar kawin. 3. Studi pustaka digunakan untuk . Bagaimana cara memperoleh hubungan hukum terhadap ayah bagi anak luar nikah? 1. Apa saja hak-hak keperdataan yang hilang dari anak luar nikah? 3. Metode Dan Teknik Penulisan Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi pustaka. 1. Bagaimana kedudukan anak kandung sah serta anak luar kawin menurut hukum adat dan hukum perdata? 2.4. Berdasarkan penjelasan di atas.3.keperdataan mereka tentu saja sangat tidak menguntungkan. 2. Mengetahui kedudukan anak kandung sah serta anak luar kawin menurut hukum adat dan hukum perdata. Mengetahui cara memperoleh hubungan hukum terhadap ayah bagi anak luar kawin.1 tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan “bahwa anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya”. dimana berdasarkan pasal 43 ayat 1 undang-undang no. penulis dapat mengemukakan beberapa permasalahan sebagai berikut : 1. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.

Sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam karya ilmiah ini diperoleh dari berbagai sumber bacaan.mendapatkan data dan informasi yang bersifat teoritis untuk disesuaikan dengan fakta yang terjadi sebagai penyebab permasalahan yang terjadi dalam karya ilmiah ini. . baik itu buku referensi maupu situs-situs internet.

b. 2. Menurut hukum adat. Selain itu.1 tahun 1974 tentang perkawinan yang berbunyi “Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah”. memperoleh si suami sebagai ayahnya.BAB II PEMBAHASAN 2. Hasil pembuahan suami isteri yang sah di luar rahim dan dilahirkan oleh isteri tersebut. Anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah.” Dalam pasal 42 undang-undang no. Definisi Anak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia di artikan sebagai keturunan. Definisi Anak Kandung Sah Dalam pasal 250 KUH Perdata yang berbunyi anak sah adalah “anak yang dilahirkan atau dibesarkan selama perkawinan. anak kandung sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan sah.1. anak pada hakekatnya seorang yang berada pada satu masa perkembangan tertentu dan mempunyai potensi untuk menjadi dewasa. anak juga mengandung pengertian sebagai manusia yang masih kecil.1. mempunyai ibu .1. Dalam kompilasi hukum islam pasal 99: Anak yang sah adalah : a.

1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan : Undang-undang ini tidak secara tegas memberikan pengertian tentang istilah “anak luar kawin” tetapi hanya menjelaskan pengertian anak sah dan kedudukan anak luar nikah. Anak yang dilahirkan di luar pernikahan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”. 2.2. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Menurut Undang-Undang No. Dilihat dari bunyi pasal tersebut di atas kiranya dapat ditarik pengertian bahwa anak luar kawin adalah anak yang dilahirkan diluar pernikahan dan hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya saja. Predikat sebagai anak luar kawin tentunya akan melekat pada anak yang dilahirkan diluar pernikahan tersebut.1.yaitu wanita yang melahirkannya dan mempunyai bapak yaitu suami dari wanita yang melahirkannya. . hal ini sebagaimana bunyi pasal 42-43 yang pada pokoknya menyatakan : “Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat pernikahan yang sah. 2. Anak luar kawin merupakan anak yang dilahirkan dari hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan diluar pernikahan yang sah. Definisi Anak Luar Kawin 1.

. berhubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah ataupun ke atas. d. antara seorang dengan saudara orang tua dan antara seorang dengan saudara neneknya. berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping yaitu antara saudara. b. berhubungan semenda. anak susuan. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan melarang Perkawinan antara dua orang yang: a. berhubungan susuan. yaitu mertua.Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata pengertian anak luar kawin dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut: A. antara laki-laki dan perempuan dimana salah satunya atau kedua-duanya terikat pernikahan dengan orang lain sementara Anak Sumbang adalah Anak yang dilahirkan dari hubungan antara laki-laki dan seorang perempuan yang antara keduanya berdasarkan ketentuan undang-undang ada larangan untuk saling menikahi. Anak luar kawin dalam arti luas adalah anak luar pernikahan karena perzinahan dan sumbang. Anak Zina adalah Anak-anak yang dilahirkan dari hubungan luar nikah. c. Pasal 8 Undang-Undang No. saudara susuan dan bibi/paman susuan. Sebagaimana kita ketahui. anak tiri menantu dan ibu/bapak tiri. yaitu orang tua susuan.

2. B. Anak luar kawin dalam arti sempit adalah anak yang dilahirkan diluar pernikahan yang sah. bahkan kemudian dalam pertumbuhan selanjutnya dalam masyarakat adat . Di samping oleh orang tuanya anak itu dilihat sebagai generasi penerus serta dipandang sebagai tempat tumpuan bagi orang tuanya. Namun pada prakteknya dijumpai hal-hal yang meringankan. karena biasanya hakikat zina dan sumbang itu hanya diketahui oleh pelaku zina itu sendiri.2. bahwa anak kandung sah memiliki kedudukan yang terpenting di dalam setiap somah (gezin) masyarakat adat.e.1. Anak zina dan anak sumbang tidak bisa memiliki hubungan dengan ayah dan ibunya. Orang karenanya maka sejak anak itu masih di dalam kandungan hingga dia dilahirkan . mempunyai hubungan yang oleh agamanya atau peraturan lain yang berlaku. dalam hal seorang suami beristeri lebih dari seorang. Kedudukan anak itu menyedihkan. Bila anak itu terpaksa disahkan pun tidak ada akibat hukumnya (Pasal 288 KUHPerdata). 2. Kedudukan Anak Kandung Dalam Hukum Adat dan Perdata 2. Kedudukan Anak Kandung Menurut Hukum Adat Sebagaimana telah di jelaskan sebelumnya pada perumusan masalah. berhubungan saudara dengan isteri atau sebagai bibi atau kemenakan dari isteri. dilarang nikah. f.

2. perwalian nikah. Kedudukan Anak Kandung Menurut Hukum Perdata Kedudukan anak kandung dalam KUH Perdata merupakan kedudukan tertinggi. dan perwakilan di dalam ataupun di luar pengadilan serta segala hak anak dari kedua orangtuanya dengan sendirinya . pewarisan. Dan seterusnya 2. Contoh : dalam masyarakat adat priangan (Jawa Barat) a. ke-tujuh. b.2. dan pada bulan ke-tujuh kehamilan upacaranya dinamakan tingkeb. dimana si anak berhak atas pemenuhan kebutuhan dari kedua orang tuanya baik pendidikan. ke-lima. Ketika anak masih dalam kandungan pada bulan ke-tiga. Pada saat anak lahir diadakan upacara penanaman bali (plasenta) atau kalau tidak ditanam dilakukan upacara penghanyutan kearah laut. c. serta kelak setalah anak dilahirkan agar dapat menjelma menjadi anak yang dapat memenuhi harapan orang tua yang melahirkannya dan mengurusnya.terdapat banyak upacara-upacara adat yang sifatnya religio magis yang menyelenggarakannya berurutan mengikuti perkembangan fisik anak tersebut yang semua itu bertujuan untuk melindungi anak beserta ibu yang mengandung serta melahirkannya dari segala bahaya dan gangguan-gangguan. dan ke-sembilan dilakukan. pemeliharaan.

Timor. sedangkan dengan lelaki yang menyebabkan ia lahir tidak terdapat hubungan hukum. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat dan Perdata 2. Jadi anak itu pada dasarnya mempunyai hubungan hukum sebagai anak dengan dengan orang tuanya hanya terhadap wanita yang melahirkannya. .1. Hal ini sangat berbeda dengan kedudukan anak luar kawin yang meletakkan kedudukan anak luar nikah hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya. Minahasa. dan Ambon wanita yang melahirkannya itu adalah ibu dari anak yang bersangkutan sehingga biasa saja seperti kejadian normal dimana seorang wanita melahirkan anak dalam perkawinan sah. 2. Kita dapat memproyeksikan kedudukan anak luar kawin dengan melihat kepada masyarakat adat di beberapa daerah seperti di Mentawai. Akan tetapi di beberapa daerah lainnya ada pendapat yang wajib mencela dengan keras terhadap si ibu yang tidak kawin melahirkan serta terhadap anaknya yang dilahirkannya tersebut.melekat kepadanya. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Adat Kedudukan hukum dari seorang anak yang dilahirkan di luar ikatan perkawinan menurut hukum adat adalah sama seperti seorang anak sah dalam hubungan terhadap ibunya.3.3.

demikian pula di Bali bahkan apabila pria tersebut tidak mau mengawini wanita yang telah mengandung dan melahirkan anak karenanya maka ia dapat dijatuhi hukuman.Namun dengan perkembangan kebudayaan maka terciptalah aturan-aturan untuk mencegah si ibu dan si anak tersebut tertimpa nasib yang malang dengan terbentuknya lembaga hokum tertentu dalam pergaulan suasana hukum adat yang disebut lembaga hukum kawin penutup malu (Schaamte Bedekking) yang dapat di bedakan : 1. Kawin Paksa (Gedwongen Huwelijk) Ialah perkawinan dimana seorang wanita yang tidak dalam keadaan kawin tetapi mengandung dengan lelaki yang menyebabkan wanita itu mengandung (Kapang Tubas-Lampung). Dan apabila tidak ada yang mau maka wanita itu dikawinkan dengan kepala suku atau kepala desa. 2. Tindakan demikian misalnya di Sumatera Selatan selalu di ambil dalam rapat marga. a) Pada orang Jawa kawin darurat (Lap Huwlijk) ini dinamakan nikah tambelan. Kawin Sempurna (Nood Huwelijk)(Lap Huwelijk) Adalah perkawinan dimana seorang wanita yang tidak kawin tetapi mengandung dengan laki-laki siapa saja yang mau menjadi suami dengan maksud agar kelahiran bayi jatuh dalam perkawinan. .

anak ini hanya dapat mewaris dari ibunya atau keluarga ibunya.b) Pada orang Bugis disebut Pattiongkoq Siriq. menurut hukum adat yang hukum keluarganya bersistem parental. 216 K/Sip/1958 dasarnya setiap anak yang lahir didalam ikatan meskipun kelahirannya disebabkan oleh laki-laki lain. Dalam hak kewarisan anak luar nikah. dan c) Di Jawa Barat disebut Kawin Tambe(a)lan atau kawin liwat atau kawin bapak angkat Berdasarkan Putusan menyatakan perkawinan bahwa adalah “didalam sah Mahkamah Agung hukum adat pada tanggal 3 September 1958 No. Oleh karena anak tersebut dapat mewaris secara penuh dari ibunya maupun menggantikan kedudukan ibunya dalam mewaris dari neneknya. Walaupun demikian apabila kemudian ibunya setelah anak itu lahir kawin dengan lelaki yang membenih anak tersebut dan anak itu tinggal bersama ayah kandungnya . Secara yuridis ibu dari anak tersebut adalah wanita yang melahirkannya dan ayah anak tersebut adalah suami dari wanita itu”. Di daerah Jawa anak yang lahir di luar perkawinan yang sah adalah anak kowar. kiranya tidak memberi kesulitan.

Ketentuan ini dipertegas pula dengan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia bahwa anak yang lahir di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. c. namun sesungguhnya . Sebagai konsekuensinya akta kelahiran anak tersebut hanya mencantumkan anak dari ibu kandungnya. Begitu pula anak yang lahir dari ayah ibunya yang kemudian cerai kemudian rujuk kembali secara diamdiam tanpa dilakukan di hadapan pejabat negara atau agama. Kedudukan Anak Luar Kawin Menurut Hukum Perdata Pasal 43 ayat (1) UU No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan telah mengatur bahwa anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya da keluarga ibunya. Sekalipun akta kelahirnya terkesan kurang lengkap. ia hanya bisa menjadi ahli waris dari ibu dan keluarga ibu.3. Jika ia melenyapkan atau memalsu surat wasiat dari pewaris.itu. 2. Anak Luar Kawin yang tidak layak menjadi ahli waris apabila : a. si anak tetap tidak dapat mewaris dari bapaknya. Jika oleh hakim ia dihukum karena membunuh pewaris. d. Jika ia secara paksa mencegah kemauan pewaris untuk membuat wasiat. Juga tentang hak waris. b. jadi wajib ada putusan hakim yang menghukumnya. Melanggar ketentuan adat yang berlaku bagi pewaris. ia tetap anak kowar dan tidak bersah sebagai ahli waris.2.

misal untuk melanjutkan studi. Sejalan dengan ini Pasal 272 KUHP Perdata memberikan rumusan. menjadi anak sah apabila sebelum perkawinan orang tuanya telah mengakui anak luar nikah itu sebagai anaknya. Undang-undang perkawinan mengatur hal ini dalam pasal 45 dan pasal 46 sebagai berikut : Pasal 45 (1) Kedua orang tua wajib memelihara dan menddidik anak-anak mereka sebaik-baiknya (2) Kewajiban orang tua yang dimaksud dalam ayat (1) pasal ini berlaku sampai anak itu kawin atau dapat . melamar pekerjaan.memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta kelahiran dari anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah. lalu menikahi ibu anak tersebut. Berikut merupakan hak-hak keperdataan yang hilang bagi seorang anak luar kawin : 1. dan sebagainya. maka akan memiliki status keperdataan yang lengkap. hak memakai nama. menjadi ahli waris dari ayah dan ibu serta keluarga ayah dan ibu dan sebagainya. bilamana seorang anak dibenihkan di luar perkawinan. Alimentasi atau tunjangan nafkah yang ditujukan bagi keluarga sedarah di dalam garis lurus ke bawah atau ke atas. di antaranya tentang tentang kewajiban dalam pemberian nafkah. Pengakuan ini membawa serta akibat yuridis. perwalian. sehingga akta anak tersebut bisa ditingkatkan menjadi anak ayah dan ibu. Bila suatu ketika ayah biologis mengakui bahwa itu anaknya. Dalam praktiknya akta tersebut bisa dipergunakan untuk berbagai kepentingan.

Hal ini dapat dilihat pada pasal 852 KUH Perdata yang isinya “Anak-anak atau Keturunanketurunan. Hak untuk mendapatkan warisan Andaikan si ayah biologis dari anak luar kawin tersebut meninggal dunia. Ahli waris yang sah menurut hokum adalah anak yang sah dari pewaris (orang yang telah meninggalkan harta warisan). Seperti yang dijelaskan di atas bahwa anak luar kawin hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibu dan keluarga ibu. sekalipun dilahirkan dari berbagai perkawinan. 2. sebab dia bukan merupakan ahli waris. atau keluargakeluarga sedarah mereka selanjutnya dalam garis ke . (2) Jika anak telah dewasa. sehingga secara hukum ayah biologis anak tidak memiliki kewajiban untuk membiayai kehidupan dan pendidikannya.berdiri Pasal 46 sendiri kewajiban mana berlaku terus meskipun perkawinan antara kedua orang tua putus. Begitu pula sebaliknya si anak tidak memiliki kewajiban untuk memelihara ayahnya. ia wajib memelihara menurut kemampuannya. orang tua dan keluarga dalam garis lurus ke atas bila mereka itu memerlukan bantuannya. si anak tidak akan mendapatkan warisan. (1) Anak wajib menghormati orang tua dan mentaati kehendak mereka yang baik. mewarisi harta peninggalan para orangtua mereka. kakek dan nenek mereka.

tanpa membedakan jenis kelamin atau kelahiran yang lebih dulu…. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengakuan anak yaitu pengakuan tersebut haruslah disertai dengan persetujuan ibu selama ia masih hidup.4. meskipun ibu itu termasuk golongan Indonesia atau yang disamakan dengan golongan itu. maka si anak yang diakui warisan anak yang diakui tersebut diatur dengan cara tersendiri dan berbeda dengan anak sah. yaitu dengan melakukan pengakuan anak.” 2. Akta otentik yang dilakukan di hadapan catatan sipil. bila si ibu tidak menyetujui pengakuan itu…. Melalui akta kelahiran si anak pada waktu pelaksanaan perkawinan. maka secara hukum dia berhak atas warisan si ayah.atas. 3. misalkan akta notaris yang khusus dibuat untuk keperluan itu dan ditulis dalam surat wasiat yang kemudian akan dicantumkan di dalam akta lahir si anak. anak luar kawin tidak memiliki hubungan hukum dengan ayahnya dan keluarga ayahnya sama sekali. hokum sudah menyediakan jalan keluarnya. Jika si ayah ingin mendapatkan hubungan hukum dengan si anak. Akta lainnya. Bagian warisan anak luar kawin yang diakui setelah seorang anak diakui.”.. Pengakuan menurut pasal 281 KUH Perdata harus dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : 1. Pengakuan Anak Luar Kawin Menurut peraturan perundang-undangan . mengenai pembagiannya diatur seperti di bawah ini : .. yang mana diatur dalam pasal 284 KUH Perdata yang menyebutkan “tiada pengakuan anak luar kawin dapat diterima selama ibunya hidup. 2. Jika suatu hari si ayah meninggal.

Jika si meninggal tak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri. maka mereka mewaris setengah dari warisan. akan tetapi meninggalkan keluarga sedarah. tetapi meninggalkan keluarga sedarah. Namun jika hanya terdapat saudara dalam derajat yang lebih jauh. ataupun saudara laki dan perempuan atau keturunan mereka. maka mereka memperoleh seluruh warisan. maka anak-anak luar kawin mewarisi 1/3 bagian dari bagian yang seharusnya mereka terima jika mereka sebagai anak-anak yang sah. Jika yang meninggal tidak meninggalkan keturunan maupun suami atau istri.... Jika yang meninggal tidak meninggalkan ahli waris yang sah. tida perempat”. maka sekalian anak luar kawin mendapat seluruh warisan”).1. 2. . maka anak-anak yang diakui tersebut mendapat 3/4. 3. dalam garis ke atas (ibu. maka anak-anak luar kawin mewaris sepertiga dari bagian yang sedianya mereka terima seandainya mereka anak-anak yang sah menurut undang-undang……”. Seperti dalam bunyi pasal 863 KUHPerdata yang menyebutkan : “Jika yang meninggal itu meninggalkan keturunan yang sah menurut undang-undang atau seorang suami atau istri. Jika yang meninggal meninggalkan keturunan yang sah atau seorang suami atau istri. nenek. bapak. Diatur dalam pasal 865 KUHPerdata yang berbunyi :” Jika si meninggal tak meninggalkan ahli waris yang sah. dan jika hanya ada sanak saudara dalam derajat yang lebih jauh.. dalam garis ke atas. Dimana hal ini diatur dalam pasal 863 KUHPerdata yang isinya : “. dst) atau saudara laki-laki dan perempuan atau keturunannya. maka anak-anak yang diakui tersebut mewaris 1/2 dari warisan.

2. untuk mengantisipasi terjadinya anak luar kawin maka dibentuklah lembaga hokum kawin penutup malu (Schaamte Bedekking) yang dapat di bedakan :  Kawin Paksa (Gedwongen Huwelijk) .1 tahun 1974 tentang Perkawinan.BAB III PENUTUP Dari hasil pembahasan di atas maka dapat penulis simpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. Dalam hukum adat. Bahwa kedudukan anak kandung dari sudut pandang hukum adat dan hukum perdata adalah sama. Hal ini berlawanan dengan anak luar kawin dimana hanya dapat mewaris dari ibu dan keluarga ibunya. dimana anak kandung memiliki hak kewarisan dari kedua orang tuanya. Dalam hukum perdata dimungkinkan anak luar kawin untuk mendapatkan hubungan hukum dengan ayahnya dengan cara pengakuan anak luar kawin sebagaimana di jelaskan pada BAB II. 3. Pasal 43 ayat 1 Undang-undang No.

M. Bandung.. Kawin Sempurna (Nood Huwelijk)(Lap Huwelijk) Daftar Pustaka Tolib setiady. Prof. “Pokok-Pokok Hukum Perdata”. Jakarta. . Bey. PT Intermasa. (2001)..H. S. (2008).1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Kitab Undang-undang Hukum Perdata Subekti. Penerbit Alfabeta. S.Pd.H. Undang-undang No. “Intisari Hukum Adat Indonesia (dalam kajian kepustakaan)”.

Setelah heboh kehamilan Sarah Amalia. kini vokalis Peter Pan tersebut kembali dilanda gosip tak sedap. Sang istri pun hanya pasrah. Ariel "Peter Pan" malah dikabarkan (masih) menjalin hubungan dengan model cantik. Ariel Peter Pan seolah tak habis membuat berita. Satu harapannya. Luna Maya. 30 Januari lalu. pertengahan minggu lalu. Ariel bahkan berani membawa Luna menginap di Bandung. Bahkan. INGIN DITEMANI SUAMI Di saat sang istri tengah hamil 7 bulan.LAMPIRAN Sarah Amalia SAAT MELAHIRKAN. sementara dengan sang istri. Ariel menemani saat proses persalinan. Gosipnya. ia tak kunjung tinggal seatap. Luna Maya. kabarnya Ariel berani membawa Luna menginap di rumah keluarganya di Bandung. kekasih yang akhirnya dinikahi Ariel secara resmi. Luna dikabarkan sempat menginap selama 2 hari di kediaman keluarga Ariel. . Ia disebut-sebut masih saja terus menjalin hubungan kasih dengan seorang model.

dan tak dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan. Kamis (7/4) ia bertolak ke Malaysia. ketika NOVA menanyakan kabar burung tersebut kepada Sarah alias Lia. sengaja bersikap cuek. Setegar fisiknya yang masih beraktivitas seperti biasa dan mengendarai mobil sendiri ke manapun ia pergi. Aku mau konsentrasi ke bayiku aja. Justru wanita kelahiran 16 Desember 1979 ini. Sepulang dari Bandung. . Biar Tuhan saja yang membalas." ujar Lia tenang. lagi. Lia ingin mempercayai sang suami sepenuhnya. masa sih?" ujarnya dari seberang telepon. "Kalau aku stres. istri sah Ariel. Sebagai istri. sibuk. Lalu bagaimanakah Sarah Amalia. bisa apa?" ujarnya pasrah. "Kalau itu benar aku enggak akan bikin apa-apa. Aku toh. Meski begitu. Lia memilih bersikap bijak. wanita cantik ini mengaku terkejut. Lia tak protes. hingga kini Lia belum juga tinggal satu atap dengan sang suami. Ngidam Pasta dan Keju Ketegaran Lia ini mau tak mau mengundang decak kagum." Begitulah. "Enggak apa-apa. "Aku enggak mau termakan gosip. Dengan nada bercanda Lia melanjutkan. Kaget dan kecewa. Ariel. Kamis (7/4) siang. sejak resmi menikah 30 Januari lalu. menanggapi kabar ini? BERUSAHA TEGAR Semula." sambung Lia lewat pesan singkat yang dikirimnya Jumat (8/4). Hehe. kan. "Aku enggak mau banyak pikiran. nanti bayiku keluarnya enggak bisa senyum. Lia berusaha tetap tegar.Keduanya bahkan sempat berjalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan di kota kembang. Bayangkan saja. Enggak selalu ada di Jakarta. Namun. Hal ini tentu saja mengundang tanya. Nanti malah runyam. jelas terdengar dari nada bicara wanita yang tengah mengandung 7 bulan ini. "Ah. Ariel hanya sebentar singgah di Jakarta. Jadi.

senang aja. Sekarang. sih. saking eneknya. "Sempat aku enggak bisa minum susu. "Tapi sekarang sudah seperti ibu-ibu hamil lainnya. minimal sebulan sekali." Karena kerap mual dan muntah. "Kehamilanku udah masuk 7 bulan. Di beberapa kesempatan." Lia pribadi mengaku tak memusingkan berbagai detail upacara adat. pengajiannya. berat badan Lia di awal kehamilan malah susut 4 kg. Lia selalu menghindari wawancara dengan wartawan. Alhamdulillah. baru belanja. "Setelah tujuh bulanan." ujar Lia yang hingga saat ini belum membeli baju dan perlengkapan bayi. Ditemani beberapa anggota keluarganya. "Mungkin nanti. sih.saat ini biar saja tinggal sendiri-sendiri. Jadi suka makan aneka pasta dan keju. "Aku rutin periksa ke dokter. tak seperti perempuan hamil lain. Jumat (8/4) sore." cerita Lia ceria yang sejak hamil tak tahan dengan bau susu. "Kalau ngidam. Setelah berkali-kali menolak wawancara. "Aku." ujar Lia yang mengaku sering mual-mual pada 4 bulan pertama kehamilan. Lia ternyata pintar mengontrol emosi. Kadangkadang malah aku suka bikin sendiri. sih." ucap Lia yang mengaku belum tahu kapan akan menggelar acara Nujuh Bulanan. Uniknya." Demi sang suami pula. ia menyiratkan sikapnya ini karena tak ingin salah berucap. mengalirlah cerita dari mulut Lia. sudah bisa. sih. alhamdulillah. meski hanya mau bercerita tentang kondisi kehamilannya." Yang ada di benak Lia hanya menjaga kesehatannya dan sang jabang bayi dikandungannya. aku ada. Jakarta Selatan. saat aku ada waktu. Tapi yang paling penting." ujar Lia . akhirnya Lia bersedia ditemui. Pun ketika beberapa wartawan mendatangi kantornya di Kemang. dari awal sampai sekarang. semuanya baik-baik saja.

orang-orang yang menyayangi aku. enggak boleh sedih. menemani aku. sedang hamil besar tapi tak pernah ditemani suami? "Orang hamil. Tak sedihkah Lia. cerita Lia. "Tapi banyak. dirinya punya beberapa sahabat yang selalu siap menemani." ujarnya tersenyum. kan." ujar Lia.yang ternyata tak pernah ditemani Ariel saat ke dokter. . kok. Jika tante atau keluarganya tak bisa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful