P. 1
Isi Audit an

Isi Audit an

|Views: 5,172|Likes:
Published by Deva Dwi Adhitya

More info:

Published by: Deva Dwi Adhitya on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • Tabel 1
  • Bulan Jenis Villa Jumlah
  • 1.2 Pokok Permasalahan
  • 1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • 1.3.1 Tujuan Penelitian
  • 1.3.2 Kegunaan Penelitian
  • 1.4 Metodologi Penelitian
  • 1.5 Teknik Analisis
  • BAB II
  • LANDASAN TEORI
  • 2.1 Pengertian Hotel dan Resort
  • 2.2 Definisi Pendapatan
  • 2.3 Pengertian Auditing
  • 2.4 Standar Auditing
  • 2.4.1 Pengertian Standar Auditing
  • 2.4.2 Pembagian Standar Auditing
  • 2.5 Pengujian dalam Audit
  • 2.6 Prosedur Audit dan Materialitas
  • 2.7 Penyajian dalam Laporan Keuangan
  • 2.8 Kertas Kerja Pemeriksaan
  • BAB III
  • GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
  • 3.1 Sejarah Berdirinya Royal Jimbaran Bay
  • 3.2 Fasilitas-fasilitas pada Royal Jimbaran Bay
  • 3.3 Struktur Organisasi pada Royal Jimbaran Bay
  • 1. All Department
  • 2. Accounting Department
  • BAB IV
  • PEMBAHASAN
  • 4.1 Definisi Operational Variable
  • 4.1.1 Pendapatan Kamar
  • 4.1.2 Wajar
  • Asersi Manajemen Royal Jimbaran Bay
  • 4.2.1 Iktisar Kebijakan Akuntansi Penetapan Harga Kamar
  • 4.2.2 Penyajian dalam Laporan Keuangan
  • 4.2.3 Asersi Manajemen
  • 4.3 Pemahaman terhadap Pengendalian Intern (SPI) Penjualan Kamar pada
  • Royal Jimbaran Bay
  • 4.4 Pengujian Pendapatan Kamar pada Royal Jimbaran Bay
  • Tabel 3
  • Prosedur Audit Awal
  • Prosedur Analitik
  • Pengujian Kewajaran Penyajian Pendapatan Kamar dalam Laporan Laba-Rugi
  • Bulan Jumlah
  • Tabel 6
  • ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESEMBER 2004
  • Keterangan Tahun 2004
  • Tabel 7
  • No. Keterangan Jumlah
  • e. Pengujian Kewajaran Penyajian dalam Laporan Laba Rugi
  • BAB V
  • PENUTUP
  • 5.1 Simpulan
  • 5.2 Saran

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Bali sebagai salah satu daerah tujuan utama di Indonesia, dimana jutaan wisatawan baik asing maupun domestik dating berkunjung setiap tahunnya. Hal itu merupakan salah satu yang mendorong investor baik asing maupun lokal untuk melakukan penanaman modal di Bali, baik itu dalam bidang usaha kepariwisataan maupun non kepariwisataan. Bidang usaha kepariwisataan yang banyak bermunculan adalah jasa penginapan. Saat ini, lebih dari 1000 hotel, baik hotel melati maupun hotel berbintang dengan berbagai tipe, yaitu : hotel, resort, villa, Inn, motel, dan sebagainya. Hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan aneka fasilitas antara lain pelayanan penginapan, pelayanan makan dan minum, serta pelayanan lainnya untuk umum dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memberikan kepuasan kepada tamu. Jasa akomodasi memegang peranan yang sangat penting dalam hal penerimaan pendapatan hotel, karena pendapatan utama dari hotel berasal dari jasa penjualan kamar, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pendapatan dari

sektor lain juga sangat memberikan masukan bagi pendapatan hotel. Salah satu hotel yang memberikan fasilitas penginapan kepada wisatawan adalah Royal Jimbaran Bay, dimana merupakan perpaduan antara Beach dan Hill hotel, karena berada diantara daerah yang unik yaitu di teluk Jimbaran dan dekat perbukitan. Dalam hal jasa akomodasi, Royal Jimbaran Bay berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada tamunya, karena kepuasan dari tamu merupakan faktor utama dalam menunjang pendapatan yang berasal dari penjualan kamar. Apabila terjadi kekeliruan dari tamu terhadap pelayanan hotel, manajemen harus segera tanggap dan mencari solusinya, sebab bisnis di bidang ini sangat rawan dengan persaingan.

1

Persaingan seperti itu akan berpengaruh pada reputasi hotel dan spread harga yang diberikan kepada tamu. Beberapa hal yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam menetapkan pemberian harga kamar kepada tamu antara lain : 1. Lamanya tamu menginap Room rate yang diberikan kepada tamu kadang-kadang tidak sesuai dengan harga standar yang ditetapkan manajemen. Semakin lama tamu menginap, rate yang diberikan lebih rendah dari harga standar, demikian sebaliknya. Room rate yang diberikan dapat lebih tinggi apabila tamu hanya menginap beberapa malam saja. Hal tersebut dikarenakan dari penjualan kamar harus dapat menutup biaya operasional yang tinggi. 2. Jenis Villa yang dipilih Rate yang ditetapkan untuk setiap jenis villa adalah berbeda disesuaikan dengan jumlah kamar dan fasilitas yang diberikan kepada tamu. Royal Jimbaran Bay memiliki 2 jenis tamu, yaitu : 1. Rent Back Villa yang diserahkan kepada owner-nya untuk dikelola manajemen. Segala fasilitas yang mereka gunakan akan mereka bayar pada saat check out baik itu dengan cash maupun dengan credit card. 2. Non Rent Back (Compliment) Tamu yang tidak membayar atas fasilitas pelayanan kamar yang mereka gunakan, karena sebagian besar dari mereka merupakan tamu yang direkomendasikan oleh Holding Company, tetapi tidak semua fasilitas yang mereka gunakan free.

Berdasarkan penjelasan di atas, pendapatan yang berasal dari penjualan kamar sering tidak dapat menutupi biaya operasional yang tinggi. Sebagian besar dari tamu yang menginap merupakan tamu compliment atau non rent back sehingga tidak ada penagihan atas jasa penjualan kamar dan segala biaya operasional perusahaan masih ditanggung oleh PT Asia Vakansi. Berikut ini disajikan pendapatan yang berasal dari penjualan kamar ari bulan Agustus – Desember 2004 yaitu :

2

Tabel 1 Pendapatan Kamar Royal Jimbaran Bay Periode Bulan Agustus-Desember 2004 Bulan Jenis Villa Agustus Courtyard 3 Bedroom September Courtyard 3 Bedroom Oktober Courtyard 3 Bedroom November Courtyard 3 Bedroom Desember Courtyard 3 Bedroom Sumber : Royal Jimbaran Bay Resort Jumlah 50,920,000 29,238,000 17,662,314 21,624,546 129,517,679

Rp Rp Rp Rp Rp

Dari tabel di atas dapat dilihat perbandingan pendapatan dari penjualan kamar yaitu terjadi penurunan. Dari bulan Agustus-September terjadi penurunan pendapatan sebesar Rp 21.682.000,00. Penurunan pendapatan hotel berlanjut pada bulan September-Oktober sebesar Rp 11.575.686,00. Pada bulan OktoberNovember terjadi peningkatan untuk pendapatan kamar sebesar Rp 3.962.232,00. Untuk bulan November-Desember terjadi peningkatan yang cukut dramatic sebesar Rp 107.893.133,00. Penurunan pendapatan dari penjualan kamar disebabkan karena sebagian besar dari tamu non rent back dan perusahaan masih dalam rangka promosi, sedangkan peningkatan yang terjadi pada bulan-bulan terakhirdikarenakan banyak tamu yang menyambut dan merayakan Natal dan Tahun Baru di Royal Jimbaran Bay. Meskipun terjadi peningkatan pendapatan yang cukup besar, tetapi dalam laporan laba-rugi yang tersaji, dimana selama lima bulan, yakni dari bulan Agustus-Desember, hotel mengalami kerugian sebesar Rp 3.187.224.657,00 sehingga perlu dilakukan pengujian terhadap saldo pendapatan kamar dan agar diketahui bahwa pendapatan dari penjualan kamar tersebut apakah telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh manajemen sehingga nilai yang tersaji dalam laporan laba-rugi telah menunjukkan nilai yang wajar.

3

Bagaimana popularitas pendekatan utilitarianisme tersebut? 4. Apakah saldo pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir 31 Desember 2004 telah mencerminkan keadaan yang wajar? 3. b. Kritik dan dukungan apa saja yang ditimbulkan oleh pendekatan utilitarian? 1. 4 .1. 1. Apa saja keuntungan dan kerugian dari etika utilitarianisme? 6.2 Kegunaan Penelitian a. b. Untuk mengetahui penerapan struktur pengendalian intern atas penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui dan membuktikan kewajaran nilai pendapatan kamar yang tercantum dalam laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir 31 desember 2004. maka yang menjadi pokok permasalahan adalah : 1.3. Apakah terdapat pengendalian intern yang baik atas penjualan kamar pada Royal jimbaran Bay? 2.1 Tujuan Penelitian a. Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan akan dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam mengambil kebijakan-kebijakan oleh manajemen di masa mendatang. Bagaimana penggunaan utilitarianisme dalam dunia bisnis? 5.3. Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan.2 Pokok Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan di atas. sehingga mampu membandingkan dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan penerapannya di lapangan.

diamati. Studi Dokumentasi Yaitu pengumpulan data dengan jalan mencari dokumen-dokumen yang memuat tentang pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay. Observasi Yaitu pengumpulan data dengan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti. 5 .1. atau data yang diperoleh langsung dari sumbernya. 4. dan dicatat untuk pertama kalinya. b. Data Primer Yaitu data yang dikumpulkan sendiri oleh perorangan atau suatu organisasi langsung melalui objeknya. seperti Registration Card. b. 3. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Royal Jimbaran Bay. Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi berupa publikasi atau data yang tidak diusahakan sendiri oleh peneliti tetapi dikumpulkan oleh instansi bersangkutan. Sumber Data a. Hotel ini memiliki lokasi yang sangat strategis di Jalan Karang Mas Sejahtera Jimbaran. 2. khususnya rekening pendapatan kamar untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara Yaitu pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung maupun secara terstruktur dengan pihak perusahaan. c. seperti neraca dan laba-rugi. Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian adalah laporan laba-rugi. yang bergerak dalam bidang perhotelan.4 Metodologi Penelitian 1.

meliputi : a. dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1) Dengan membandingkan Villa Sale dengan Total Revenue. Data Kualitatif Yaitu data yang tidak berbentuk angka dan tidak mempunyai satuan ukur tertentu. 1. Melakukan Prosedur Analitik (Analitical Review) Yaitu melakukan deteksi awal terhadap pendapatan kamar.5.5 Teknik Analisis Teknik menganalisis permasalahan yang telah diuraikan dalam menyusun tugas ini adalah : 1.  Ratio Villa Sale dengan Total Revenue yang sesungguhnya = 𝑉𝑖𝑙𝑙𝑎 𝑆𝑎𝑙𝑒 𝑥 100% 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒  Ratio Villa Sale dengan Total Revenue menurut budget = 𝑅𝑜𝑜𝑚 𝑆𝑎𝑙𝑒 𝐵𝑢𝑑𝑔𝑒𝑡 𝑥 100% 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑅𝑒𝑣𝑒𝑛𝑢𝑒 𝐵𝑢𝑑𝑔𝑒𝑡 2) Membandingkan antara target penjualan kamar dengan realisasi pendapatan kamar selama 5 bulan. b. Analisis Kuantitatif Yaitu teknik analisis dengan menggunakan data-data yang berupa angkaangka atau perhitungan-perhitungan yang diperlukan untuk menentukan tingkat kewajaran nilai pendapatan kamar dengan melakukan pengujian substantif. Jenis Data a. 6 . Data Kuantitatif Yaitu data yang pada umumnya berbentuk angka dan dapat dihitung serta memiliki satuan ukur tertentu. seperti struktur organisasi perusahaan dan sejarah berdirinya perusahaan.

2. c. melalui prosedur tracing yakni penelusuran nilai pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi ke dalam catatan akuntansi penjualan.b. 7 . Melakukan Prosedur Audit Awal Yaitu pengujian terhadap keandalan catatan akuntansi atas pendapatan kamar. Melakukan pengujian kewajaran nilai pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi. Analisis ini dilakukan dengan mengadakan tes kepatuhan dengan menggunakan tabel kuisioner pengujian dan analisis kualitatif lainnya berupa penjelasan yang akan mendukung analisis kuantitatif. Analisis Kualitatif Yaitu analisis berupa keterangan-keterangan tertulis atau penjelasanpenjelasan yang mendukung analisis kuantitatif.

makan dan minum. 103/ MPPT/1987mengenai pengertian hotel. pelayanaan barang bawaan.  Beach Hotel yaitu hotel yang berada di daerah pinggiran pantai. 8 . serta lainnya bagi umum. fasilitas makan dan minum serta fasilitas lainnya kepada umum dengan tujuan yang bersifat komersial.BAB II LANDASAN TEORI 2. mereka dating hanya untuk menikmati liburan. uniformed service. Menparpostel No. pencucian pakaian dan dapat menggunakan fasilitas/perabotan dan menikmati hiasan-hiasan yang ada didalamnya. Dari dua definisi hotel di atas. room attendant service. Laundering of linens and use of furniture and fixtures. yang dikelola secara komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan di dalam keputusan pemerintah”. pelayanan kamar. Yang dapat diartikan sebagai berikut : Hotel dapat didefinisikan sebagai sebuah bangunan yang dikelola secara komersial dengan memberikan fasilitas penginapan untuk umum dengan fasilitas pelayanan sebagai berikut: pelayanan makan dan minum.1 Pengertian Hotel dan Resort Menurut SK. Resort Hotel adalah hotel yang terletak di kawasan wisata dimana sebagian besar dari tamu yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Macam-macam Resort hotel :  Mountain Hotel yaitu hotel yang berlokasi di daerah pegunungan. KM 34/HK. Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan. Menurut the American Hotel and Motel Association (AHMA) sebagaimana dikutif oleh Steadmon dan Kasavana: A hotel may be defined as an establishment whose primary business is providing lodging facilities for the general public and which furnishes one or more of the following services: food and beverage service. ada persamaan yaitu hotel pada dasarnya merupakan suatu tempat yang memberikan fasilitas penginapan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2000:PSAK No.3 Pengertian Auditing Saat ini pengertian auditing dapat berarti suatu penyelidikan yang sistematis atau penilaian prosedur atau operasi untuk menentukan kesesuaian dengan kriteria yang ditentukan atau inspeksi oleh pihak ketiga mengenai catatan akuntansi termasuk analisis. konfirmasi. 23 paragraf 06) “Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”. 2. atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha”. Lake Hotel yaitu hotel yang berada di tepi danau. Sedangkan menurut Kieso & Weygandt (1995:595). 9 . pemberian atau aktivitas pencarian laba lainnya yang merupakan operasi yang utama atau besar yang berkesinambungan selama suatu periode”. berikut ini akan dikemukakan beberapa pengertian pendapatan : Menurut Zaki Baridwan dalam Buku Intermediate Accounting merumuskan pengertian pendapatan adalah “Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badn usaha atau pelunasan utang (atau kombinasi dari keduanya) selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang. dimana arus masuk ini tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.2 Definisi Pendapatan Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan pendapatan. Dari beberapa pengertian mengenai pendapatan dapat dikatakan bahwa pendapatan merupakan arus masuk aktiva yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama suatu periode. 2. pengujian.  Hill Hotel yaitu hotel yang berlokasi di puncak perbukitan. penyerahan jasa. “Pendapatan adalah arus masuk aktiva dan atau penyelesaian kewajiban dari penyerahan atau produksi barang. atau pembuktian lainnya.  Forest Hotel yaitu hotel yang berada dalam kawasan hutan lindung.

Bahasa komunikasi antara akuntan dan pihak yang berkepentingan adalah prinsip akuntansi yang berterima umum. b. logis. Berhubungan dengan kegiatan ekonomis Aspek pemeriksaan akuntan adalah kegiatan dan kejadian ekonomi yang dinyatakan dalam informasi akuntansi dari suatu lembaga untuk periode tertentu. Bambang Hartadi. sebelum memberikan pendapatnya mengenai laporan keuangan dari kesatuan usaha tersebut. Sistematis proses berarti bertujuan. c.Apabila dikaitkan dengan akuntan publik maka auditing merupakan penyelidikan secara kritis oleh akuntan yang mendasarkan diri pada sistem pengendalian intern dan catatan akuntansi dari suatu kesatuan usaha. Sistematis proses Yaitu semua pengertian auditing menunjukkan suatu proses. Pencarian bukti didasarkan pada metode sistematis demikian juga cara mengevaluasinya. Proses merupakan suatu kejadian yang dinamis. Definisi auditing di atas memiliki beberapa unsur yang diuraikan sebagai berikut : a. Akt. dan didasarkan pada disiplin yang terencana dan pendekatan ilmiah untuk pengambilan keputusan. 10 . (1987:23) adalah sebagai berikut : “Auditing adalah suatu proses yang sistematis guna mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkenaan dengan kegiatan dan kejadian ekonomi untuk membuktikan atau memperhatikan tingkat atau sejauh mana hubungan antara kejadian tersebut dengan kriteria-kriteria yang dikatakan dan menyampaikan hasil tersebut kepada pihak yang berkepentingan”. Akuntan pemeriksa dalam dalam mengkordinasikan atau komunikasi laporan kepada yang berkepentingan secara efisien dan dapat dimengerti harus ada bahasa atau kriteria yang telah disepakati. Memastikan atau membuktikan tingkat pendapatan dalam departemen keuangan dengan kriteria yang telah ditentukan. Definisi umum auditing menurut American Accounting Association Committee on Basic Auditing Concepts (1971) yang dikutip oleh Drs. d. Secara objektif untuk mendapatkan dan evaluais bukti Maksudnya bukti terdiri dari seluruh pengaruh terhadap pikiran auditor yang pada akhirnya memberikan petunjuk berbagai pilihan keputusan.

dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut”. dengan tujuan menetapkan tingkat kesesuain antara pernyataan-pernyataan dengan criteria yang telah ditetapkan. seorang auditor harus berpedoman pada Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).e. 2. Laporan tersebut diserahkan kepada pihak yang berkepentingan. 11 . Menurut Sukrisno Agoes (1999:1) “Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis. Dari beberapa pengertian auditing di atas. terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen.4 Standar Auditing Dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya.4. beserta catatancatatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya. jadi dalam hal ini standar auditing mencakup mutu profesionalisme (Profesional Qualities) auditor independen dan pertimbangan (judgement) yang digunakan dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporan auditor”. dalam hal ini standar auditing. Mengkomunikasikan kepada pihak berkepentingan Hasil akhir auditing adalah laporan akuntan. serta penampaian hasilhasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”. 2.1 Pengertian Standar Auditing Menurut Mulyadi (2002:14) “Standar auditing adalah suatu ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit”. oleh pihak yang independen. dapat dijelaskan bahwa audit dilaksanakan oleh pihak yang independen terhadap laporan keuangan perusahaan untuk menilai kewajaran atas laporan keuangan perusahaan. Sedangkan menurut Sukrisno Agoes (2000:18) menyatakan pengertian standar auditing sebagai berikut : “Standar auditing adalah sebagai suatu yang berkenaan dengan kriteria atau ukuran mutu pelaksanaan serta dikaitkan dengan tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan prosedur yang bersangkutan. Menurut Mulyadi (2002:08) “Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti scara obyektif nmengenai pernyataanpernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi.

independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.  Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan.2.  Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus dapat diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat.  Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya. 3) Standar Pelaporan  Laporan auditor harus menyatakan apakah laporang keuangan telah disusun sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia.4. pengamatan. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. dan lingkup pengujian yang akan dilakukan.  Bukti audit kompeten yang cukup harus dapat diperoleh melalui inspeksi.  Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan jika ada ketidak konsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya. 2) Standar Pekerjaan Lapangan  Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.2 Pembagian Standar Auditing Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menetapkan dan mengesahkan standar audit dalam standar profesional akuntan publik (2001:150. 12 . pertanyaan.1) yang terdiri dari sepuluh standar yang dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : 1) Standar Umum  Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. pengajuan. dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. saat. kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.  Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai.

Bentuk program audit dan tingkat kerincian sangat bervariasi sesuai dengan keadaan. Laporan auditor harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. auditor harus diarahkan oleh hasil pertimbangan dan prosedur perencanaan auditnya. dan tindakan manajemen terhadap lingkungan pengendalian intern. Pada bab ini. Dalam standar yang kedua dimaksudkan bahwa auditor harus memperoleh pengetahuan yang memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap. lingkup. karena pengendalian mungkin dibangun namun tidak dilaksanakan (Standar Profesional Akuntan Publik. Selama berlangsungnya audit. laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor jika ada dan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya.8). Program audit harus menggariskan secara rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. lebih ditekankan pada Standar Pekerjaan Lapangan. Dalam mengembangkan program audit. dan saat pekerjaan yang harus dilaksanakan dan harus membuat suatu program audit secara tertulis untuk setiap audit. auditor harus mempertimbangkan sifat. Auditor harus memusatkan pada substansi pengendalian daripada bentuk luarnya. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan.2). perubahan kondisi dapat menyebabkan diperlukannya perubahan prosedur audit yang telah direncanakan tersebut (Standar Profesional Akuntan Publik. dimana sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan klien terdiri dari usaha untuk 13 . Sesuai dengan standar pekerjaan lapangan yang ketiga. kesadaran. 2001:311. 2001:319. dimana standar yang pertama dimaksudkan bahwa dalam perencanaan auditnya. sehingga pertimbangan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secara kolektif.

Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure) Asersi tantang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang satuan usaha pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu. keberadaan bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan. Dalam Standar Profesional Akuntan Publik (2001:319.8) dijelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan “asersi adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan”. seluruhnya berpengaruh terhadap kompetensi bukti (Standar Profesional Akuntan Publik. Pernyataan tersebut dapat berupa implisit atau eksplisit serta dapat diklasifikasikan berdasarkan penggolongan sebagai berikut : a. 2001:326. Ukuran keabsahan (validity) bukti tersebut untuk tujuan audit tergantung pada pertimbangan auditor independen.mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. Asersi tentang penilaian dan pengalokasian berhubungan dengan apakah komponen-komponen aktiva. objektivitas. pendapatan. Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak perusahaan dan hutang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Penilaian dan pengalokasian (evaluation and allocation) e. ketepatan waktu. dan biaya 14 . dalam hal ini bukti audit (audit evidence) berbeda dengan bukti hukum (legal evidence) yang diatur secara tegas oleh peraturan perundangan. kewajiban. Relevansi. Hak dan kewajiban (right and obligation) d.1). Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence) b. Kelengkapan (Completenness) c. Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya.

Penggunaan suatu prosedur itu terjadi karena faktor pertimbangan waktu. 2. dimana secara umum pengujian tersebut dapat dibagi menjadi 3 yaitu : a. tahap pengujian dan tahap penyimpulan hasil audit. Dengan didapatkan indikasi-indikasi yang diperoleh dalam pengujian ini pada tahap awal proses pemeriksaan. Menurut Mulyadi (2000 : 234) pengujian ini dilakukan oleh akuntan dengan cara mempelajari perbandingan antara data yang satu dengan data yang lain. Pengujian kepatuhan dilakukan oleh auditor untuk mengetahui efektivitas suatu sistem pengendalian intern yang diterapkan oleh perusahaan klien. biaya dan tenaga dalam pemeriksaan sehingga di dalam audit. Apabila sistem pengendalian internnya ada dan berfungsi dengan baik maka auditor dapat menyimpulkan laporan keuangan kemungkinannya salah saji 15 . Menurut Drs. pengujian terhadap suatu prosedur tidak dapat dihindari. dijelaskan dan diungkapkan dengan semestinya. Prosedur analitik menurut Abdul Halim (2003 : 93) adalah pengevaluasian informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan-hubungan yang masuk akan antara data keuangan dengan data no keuangan.5 Pengujian dalam Audit Dalam pelaksanaan pemeriksaan. Akt. Pengujian Kepatuhan (Compliance Test) c. Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu dalam laporan keuangan telah diklasifikasikan. Prosedur analitik dilakukan dalam 3 tahap audit yaitu : tahap perencanaan. (1987 : 221-222) menjelaskan bahwa pengujian kepatuhan untuk mengetahui apakah sistem akuntansi klien berfungsi secara efektif. auditor akan melakukan berbagai macam pengujian.sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang seharusnya. Prosedur Analitik (Analitical Review Procedure) b. Bambang Hartadi. Pengujian Substantif (Substantive Test) Tujuan pengujian analitik adalah untuk membantu auditor dalam menentukan luasnya pengujian audit yang lain yang diperlukan dalam situasi tertentu.

b. auditor bekerja berdasarkan program audit. Prosedur audit awal Peda tahap awal. auditor menempuh prosedur untuk memperoleh keyakinan bahwa informasi yang disajikan klien dalam laporan keuangan didukung dengan catatan akuntansi. c. Untuk memudahkan melakukan audit terhadap laporan keuangan. Pengujian transaksi rinci Auditor akan melakukan pemeriksaan terhadap transaksi. Menurut Sukrisno Agoes (1999 : 80) “Substantive test adalah tes terhadap kewajaran saldo-saldo perkiraan laporan keuangan. Dalam melakukan substantif test. 16 . Menurut Mulyadi (2002 : 143) “Substantif test adalah prosedur audit yang dirancang untuk menemukan kemungkinan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran keuangan”. d. Kemudian auditor harus menghitung kembali saldo akun tersebut dalam buku besar. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sampel yang diambil dari transaksi dan membuktikan bahwa transaksi tersebut benar-benar ada (exist). Verifikasi terhadap penyajian dan pengungkapan Auditor membuktikan kewajaran laporan keuangan yang dibuat klien dengan hasil perhitungan yang dilakukan oleh auditor. Pengujian akun rinci Auditor harus melakukan penelusuran terhadap akun rinci yang terdapat dalam buku besar. Program audit untuk pengujian substantif dilaksanakan dalam 5 tahap sebagai berikut : a. Prosedur analitik Auditor menghitung berbagai ratio dan perbandingan untuk memfokuskan kemana pengujian terhadap transaksi dan saldo akun rinci diarahkan. auditor perlu membuat kertas kerja dalam bentuk working sheet”. Pengujian substantif dilakukan oleh auditor untuk membuktikan kewajaran saldo-saldo perkiraan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan klien.secara material dibandingkan dengan tidak adanya sistem pengendalian atau tidak efektifnya pengendalian intern sehingga akan mempengaruhi sampel yang digunakan untuk memverifikasi kewajaran laporan keuangan. e.

1) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “Sampling audit adalah penerapan prosedur audit terhadap kurang dari seratus persen unsur dalam suatu saldo akun atau kelompok transaksi dengan tujuan untuk menilai beberapa karakteristik saldo akun atau kelompok transaksi tersebut”. transaksi-transaksi dan bukti-bukti diperiksa secara sampling.Dalam melakukan pengujian auditor harusmemperhitungkan waktu dan biaya. Pendekatan statistik maupun non statistik dengan metode sampling. maka auditor dapat memutuskan untuk memilih salah satu dari dua metode sampling tersebut.2) 2. 2001 :350. Dalam Standar Profesional Akuntan Publik (2001 : 350. audit sampling yang digunakan adalah audit sampling non statistik yaitu dengan menggunakan metode judgment sampling (Random sampling). Pada umumnya terdapat 2 pendekatan sampling audit yaitu statistik dan non statistik. Sedangkan menurut Sukrisno Agoes (1999 : 105) “Prosedur audit adalah langkah-langkah yang dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif”. Prosedur Audit Dalam standar pekerjaan lapangan yang ketiga menyebutkan beberapa prosedur audit yang harus dilaksanakan oleh auditor dalam mengumpulkan berbagai tipe bukti audit. Menurut Mulyadi (2002 : 82) “Prosedur audit adalah instruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti audit tertentu yang harus diperoleh pada saat audit tertentu”. Oleh Sukrisno Agoes (1999 : 81) disebutkan bahwa “Judgment sampling adalah pemilihan sampel yang dilakukan secara random dengan menggunakan pertimbangan (judgment) auditor”. 17 . jika diterapkan secara memadai akan menghasilkan bukti audit yang cukup relevan. Oleh karena itu. sehingga auditor melakukan sampel terhadap populasi. Di dalam pengujian ini.6 Prosedur Audit dan Materialitas a. setelah mempertimbangkan biaya dan efektivitas secara relatif dalam situasi tertentu (Standar Profesional Akuntan Publik.

2) Pengamatan (observation) Merupakan prosedur audit yang digunakan oleh auditor untuk melihat atau menyaksikan pelaksanaan kegiatan tertentu.Kedua pendapat tersebut memiliki kesamaan yaitu prosedur pemeriksaan merupakan langkah-langkah yang diambil dalam melaksanakan suatu pemeriksaan. 4) Wawancara Merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan. 6) Pemeriksaan bukti pendukung (vouching) Pemeriksaan ini meliputi inspeksi terhadap dokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menentukan kewajaran dan kebenarannya serta perbandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan. dilanjutkan dalam pelacakan pengolahan data tersebut dalam proses akuntansi. Prosedur pemeriksan yang biasa dilakukan oleh auditor meliputi : 1) Inspeksi Merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen atau kondisi fisik tertentu. 5) Penelusuran (tracing) Auditor melakukan pemeriksaan informasi sejak mula-mula data tersebut direkam pertama kali dalam dokumen. 7) Perhitungan Prosedur ini meliputi perhitungan dan rekonsiliasi yang dilakukan oleh auditor untuk membuktikan ketelitian perhitungan yang dilakukan oleh klien. Bukti pemeriksaan yang dihasilkan dari prosedur ini adalah bukti lisan dan bukti dokumenter. 18 . 3) Konfirmasi Merupakan penyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung yang pihak ketiga yang bebas.

adalah penting bagi kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia. yang mungkin dapat mengakibatkan perubahan atas atau suatu pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut karena adanya penghilangan atau salah saji tersebut”. karena auditor memverifikasi saldo akun dalam mencapai kesimpulan menyeluruh atas kewajaran laporan keuangan.8) Scanning Merupakan penelaah secara cepat terhadap dokumen. baik secara individu maupun secara keseluruhan. Pertimbangan mengenai materialitas digunakan oleh auditor dihubungkan dengan keadaan di sekitarnya dan 19 . karena pendapat auditor atas kewajaran mencakup laporan secara keseluruhan. auditor harus menetapkan materialitas pada 2 tingkat berikut : 1) Tingkat laporan keuangan. catatan dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelikan lebih lanjut. sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia” menunjukkan keyakinan auditor bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak mengandung salah saji material. dalam semua hal yang material. dilihat dari keadaan yang melingkupinya. b. Frase “menyajikan secara wajar. Menurut Mulyadi (2002 : 152) dalam perencanaan suatu audit. Konsep materialitas mengakui adanya beberapa hal. 2) Tingkat saldo akun. Materialitas Dalam Standar Profesional Akuntan Publik yang dikutip oleh Sukrisno Agoes (1999 : 106) “Materialitas ialah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasi akuntansi. Pertimbangan auditor mengenai materialitas merupakan pertimbangan profesional dan dipengaruhi oleh persepsi auditor atas kebutuhan ornga yang memiliki pengetahuan memadai dan yang akan meletakkan kepercayaan terhadap laporan keuangan tersebut. Karena pengujian ini hanya terbatas pada akun pendapatan kamar maka tingkat materialitas ditentukan hanya pada saldo akun tersebut.

4) Laporan keuangan dipandang mengandung salah saji material jika terdapat salah saji 1/2% sampai 1% dari pendapatn bruto.mencakup pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif. diperhitungkan sebesar <2%. Disebutkan pula sampai saat ini. Tetapi menurut Sugiarto dan bambang Hartadi (1987 : 19) menuliskan dalam bukunya bahwa besaran material yang digunakan secara kuantitatif. 2. Laporan keuangan mengandung salah saji material apabila laporan keuangan tersebut mengandung salah saji yang dampaknya secara individual maupun keseluruhan cukup signifikan. dalam semua hal yang material. sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia. Suatu salah saji yang secara kuantitatif tidak secara material dapat secara kualitatif material. Pertimbangan kualitatif berhubungan dengan penyebab salah saji. sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar. Berikut beberapa contoh panduan kuantitatif yang digunakan dalam praktek : 1) Laporan keuangan dipandang mengandung salah saji material jika terdapat salah saji 5% sampai 10% dari laba sebelum pajak. belum terdapat panduan yang resmi mengenai ukuran kuantitatif materialitas dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). 20 . 3) Laporan keuangan dipandang mengandung salah saji material jika terdapat salah saji 1% dari total aktiva.7 Penyajian dalam Laporan Keuangan Menurut pedoman Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia penyajian pendapatan kamar dalam laporan keuamgan yaitu : a. 2) Laporan keuangan dipandang mengandung salah saji material jika terdapat salah saji 1/2% sampai 1% dari total aktiva. Salah saji dapat terjadi sebagai akibat dari kekeliruan dan kecurangan. Pendapatan kamar disajikan dalam laporan laba-rugi secara terpisah sesuai dengan jenis villa yang dimiliki agar para pengguna laporan keuangan dapat menilai kinerja perusahaan dalam hal penjualan kamar. b. Penjualan kamar diakui sebagai pendapatan pada saat terjadi transaksi penjualan kamar kepada tamu oleh perusahaan.

2. informasi yang diperolehnya. Kriteria Pembuatan Kertas Kerja Menurut Sukrisno Agoes (1999 : 88) ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam pembuatan kertas kerja agar kertas kerja pemeriksaan mempunyai manfaat yang optimal. 3) Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit. pengujian yang dilakukannya. Tipe Kertas Kerja Menurut Mulyadi (2002 : 99) menyebutkan bahwa kertas kerja terdiri dari berbagai macam yang secara garis besar dapat dikelompokkan dalam 5 tipe kertas kerja yaitu : 1) Program audit (audit program) 2) Working trial balance 3) Ringkasan jurnal adjustment 4) Skedule utama (lead schedule atau top schedule) 5) Skedule pendukung (supporting schedule) d. 4) Memberikan pedoman dalam audit berikutnya. Definisi Kertas Kerja Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (2001 : 3392) “Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor tentang prosedur audit yang ditempuhnya. c. Kriteria-kriteria yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : 1) Kertas kerja pemeriksaan harus mempunyai tujuan. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya”. Tujuan Pembuatan Kertas Kerja Mulyadi (2002 : 99) menyebutkan bahwa tujuan pembuatan kertas kerja adalah sebagai berikut : 1) Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan.8 Kertas Kerja Pemeriksaan a. 21 . b. 2) Menguatkan kesimpulan-kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya.

Kertas kerja utama dan skedul utama diberi kode hurd. bahasa yang digunakan (Indonesia atau Ingris) harus baik. 6) Setiap pertanyaan yang timbul dalam review notes harus dijawab tidak boleh ada open question (pertanyaan yang belum terjawab). 4) Kertas kerja pemeriksaan harus diindex atau cross index. e.2) Harus dicegah menulis kembali kertas kerja pemeriksaan sebab banyak kerugiannya antara lain membuang waktu dan dapat salah saji menyalin. ringkasan jurnal (adjustment). skedul pendukung diberi kode angka. skedul utama. 2) Index kombinasi angka dan huruf Kertas kerja pemeriksaan diberi kode yang merupakan kombinasi huruf dan angka. dan kesimpulan mengenai kelayakan perkiraan yang diperiksa. Kertas kerja utama dan skedul utama diberi index dengan angka. sedangkan skedul pendukung diberi subindex dengan mencantumkan nomor kode skedul utama yang berkaitan. 22 . 5) Kertas kerja harus diparaf oleh orang yang membuat dan mereview kertas kerja sehingga diketahui siapa yang bertanggung jawab. 8) Kertas kerja pemeriksaan harus rapi dan bersih. jangan hanya meng-copy data klien tanpa diberi penjelasan. sedangkan skedul pendukungnya diberi kode kombinasi huruf dan angka. 3) Dalam kertas kerja pemeriksaan harus dijelaskan prosedur audit apa yang dilakukan dengan menggunakan tick mark. Metode Pemberian Index Mulyadi (2002 : 108) menyebutkan bahwa terdapat 3 metode pemberian kertas kerja yaitu : 1) Index angka Kertas kerja utama (program audit. harus mudah dibaca (jelas). 3) Index angka berurutan Kertas kerja pemeriksaan diberi kode dengan angka yang berurutan. working trial balance. 7) Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan sifat dari perkiraan yang diperiksa. prosedur pemeriksaan yang dilakukan.

Hotel yang berlokasi di Jalan Karang Mas Sejahtera Jimbaran adalah hotel yang memiliki letak sangat strategis.5 hektar yang terdiri dari 37 private residence. dimana memberikan kenyamanan bagi tamu hingga 8 orang. dimana pembangunan ini merupakan gagasan dari John Spence yang merupakan Chairman dari Royal Development International dan rencana tersebut disetujui oleh Holding Company yaitu PT Asia Vakansi. Courtyard villa 4 Bedroom Villa yang memiliki 4 kamar tidur yang berukuran 500 M2 dilengkapi pula dengan ruang tamu yang besar dan eksklusif berukuran 275 M2. 2. Didirikan di atas tanah seluas 3. karena berada di pinggir pantai dan bedekatan dengan perbukitan yang kokoh. dimana dapat memberikan kenyamanan bagi 8 23 . Courtyard villa 3 Bedroom Villa yang memiliki 3 kamar tidur dengan luas 350 M2 yang dilengkapi dengan ruang tamu eksklusif berukuran 225 M2. dimana dirancang dengan gaya Bali yang unik dan eksklusif dan menggunakan bahan-bahan lokal sehingga memberikan kenyamanan bagi tamu. The Grand Residence Villa yang memiliki ukuran 650 M2 dengan ruang tamu yang mewah dan besar berukuran 470 M2. Villa jenis ini memberikan kenyamanan sampai dengan 6 orang tamu. total villa jenis ini yang dimiliki ada 15 buah.1 Sejarah Berdirinya Royal Jimbaran Bay Royal Jimbaran Bay dibangun pada awal tahun 2002. Royal Jimbaran Bay dirancang oleh arsitek dari Jerman yaitu Ground Kent. Royal jimbaran Bay memiliki 9 buah villa untuk jenis ini. dimana beberapa tipe kamar yang dimiliki yaitu : 1. Pendirian villa ini dimaksudkan sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan di Bali dengan suasana Bali yang unik. Royal Jimbaran Bay dibuka pada bulan Agustus 2004 oleh John Spence selaku Chairman. 3.BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.

Royal Jimbaran Bay juga memiliki beberapa fasilitas pendukung antara lain : 1. bonus bagi yang berprestasi. 556 . Chakra Holistik Spa 24 . 3. jumlah karyawan Royal Jimbaran Bay adalah 50 orang.2 Fasilitas-fasilitas pada Royal Jimbaran Bay Selain fasilitas akomodasi. Royal Jimbaran Bay mulai beroperasi dan memberikan pelayanan kepada tamu dengan fasilitas pelayanan hotel bintang lima. Dengan izin Perda no. Royal Jimbaran Bay merupakan bagian dari Royal Development International sehingga segala izin yang berhubungan dengan perusahaan diurus oleh Holding Company. 7/1999 tentang izin pendirian usaha penginapan. Selain itu. Dengan Executive Chef dari Amerika yaitu Raymond Francis Saja. memberikan pelayanan makan dan minum baik itu Indonesian Food.5 atau 23 atau Diperda atau 2005 atas nama I Gusti Agung Sumardika. Seiring dengan bertambahnya jumlah tamu dan pendapatan yang diterima. Executive chef juga dibantu oleh Chef lokal yang berpengalaman sehingga kualitas makanan dan minuman dapat terjaga. Western Food. jaminan kecelakaan kerja. 2. Untuk memotivasi agar karyawan mau bekerja keras dan disiplin terhadap waktu kepada mereka diberikan tunjangan berupa : tunjangan kesehatan. Pada awal pembukaan.orang tamu serta dilengkapi pula dengan fasilitas gym pribadi. Dimare Restaurant dan Mini Bar Restaurant yang dibuka bersamaan dengan pembukaan hotel yaitu pada bulan Agustus 2004 dengan izin No. jumlah karyawan pun makin bertambah hingga sekarang jumlah karyawan yang dimiliki adalah 110 orang yang berstatus tetap dan 15 orang dalam masa percobaan termasuk daily worker. Royal Jimbaran Bay selalu berusaha menjaga kualitas makanan dan minuman yang disajikan sehingga memberikan kepuasan bagi para tamu. Chinese Food. Total villa jenis ini yang dimiliki adalah 3 buah. Seafood.

Afternoon Tea Fasilitas ini disediakan di perpustakaan setiap hari. sehingga pendapatan dari Spa bisa bertambah. Canapes. mereka diberi kesempatan untuk menyiapkan menu untuk mereka sendiri. karena dengan adanya susunan organisasi dan uraian tugas-tugas yang jelas.3 Struktur Organisasi pada Royal Jimbaran Bay Penerapan struktur organisasi beserta tugas dan wewenang dari suatu perusahaan sangat penting. Barbeque. Tamu akan diperkenalkan dengan bahan-bahan yang diperlukan dan diajarkan teknik memasaknya. 4. Kemudian. Cooking Classes Demonstrasi dan kelas memasak tersedia baik di restaurant atau secara pribadi di dalam villa. Dalam Gym tersebut terdapat berbagai macam alat-alat olahraga. wewenang dan tanggung jawab dapat berjalan dengan baik. 3. Pool and Beach Service Royal Jimbaran Bay memberikan pelayanan bagi tamu yang ingin berenang dan berjemur dengan menyediakan makanan dan minuman untuk penyegar dan tropical cocktail. 25 . Gymnasium Fasilitas olahraga ini dibuka bersamaan dengan pembukaan Spa. atau Hors’D overs dengan pemesanan terlebih dahulu. 3. Rasa eksotik dari tea tersebut dipadukan dengan kue-kue Bali yang manis dan dihias dalam keranjang-keranjang bambu.Spa dan Therapy yang dibuka pada bulan Oktober 2004 dimaksudkan untuk melengkapi fasilitas hotel yang sudah ada sehingga para tamu mendapatkan kepuasan dan mereka tidak perlu mencarinya di luar hotel. 6. baik yang import & lokal dan studio olahraga yang lengkap. pelaksanaan tugas. 7. 5. Personal Chef Service Juru masak pribadi dapat diatur untuk menyediakan makanan setiap hari seperti buah-buahan segar.

Dari struktur organisasi dapat diketahui informasi-informasi tentang kepada siapa seseorang harus bertanggung jawab. Dalam struktur organisasi garis dan staff perintah dan wewenang mengalir dari pimpinan kepada masing-masing bagian sedangkan tanggung jawab mengalir dari bawahan kepada atasan atau masingmasing kepada departement. struktur organisasi dari Royal Jimbaran Bay dapat dilihat dalam Gambar 1 berikut : 26 . tanggung jawab. Adapun struktur organisasi yang diterapkan oleh Royal Jimbaran Bay adalah struktur organisasi garis dan staff. kepada siapa seorang pimpinan dapat memerintah dan melakukan otorisasinya dan dengan siapa seorang karyawan dapat bekerjasama. dan tanggung jawab. tugas. sehingga nantinya struktur organisasi dapat dijadikan pegangan untuk tercapainya tujuan dari perusahaan sehingga tercipta suatu hubungan kerjasama yang baik antara bawahan dengan atasan menyangkut pelimpahan tugas.Struktur organisasi merupakan komponen sistem pengendalian intern yang menyangkut fungsi. dimana kepala departement akan langsung bertanggung jawab kepada General Manager. Untuk lebih jelasnya. antara orang-orang dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. wewenang.

27 .

28 .

 Menerima laporan dari kepala departemen dan melakukan evaluasi serta memberikan penilaian atas kinerja kepala departemen berdasarkan laporan tersebut.3. Director of Sales Tugas-tugas :  Merencanakan.  Memberikan laporan pertanggungjawaban kepada holding company atas kinerja operasional yang dilakukan. Tanggung jawab :  Merencanakan dan melaksanakan setiap usaha yang menyebabkan bertambahnya volume bisnis dan keuntungan bagi hotel. Executive Assistence Manager Tugas-tugas :  Mengawasi sistem kerja dari kepala depertemen dalam melaksanakan kegiatan operasional sehari-hari. dan mengawasi secara keseluruhan mengenai penjualan hotel. Tanggung Jawab Masing-masing Bagian Adapun uraian tugas. c. melaksanakan. b. Tanggung jawab :  Bertanggung jawab atas kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan. baik di dalam maupun di luar negeri sehingga omset penjualan dapat meningkat. General Manager Tugas-tugas :  Mengecek tugas yang dibebankan kepada kelapa departemen.  Menyediakan sarana operasional yang dibutuhkan oleh hotel. 29 . All Department a. wewenang dan tanggung jawab masing-masing bagian dapat dijabarkan sebagai berikut : 1.4 Tugas. Wewenang.  Melakukan promosi.

Tanggung jawab :  Bertanggung jawab secara langsung kepada General Manager dalam hal peningkatan volume penjualan produk hotel. e. F&B Manager Tugas-tugas :  Memberikan penjelasan mengenai cara penyajian makanan dan minuman kepada staffnya.  Menentukan cost price dari suatu menu. Sous Chef Tugas-tugas :  Mengkoordinasikan dan menyiapkan makanan yang dipesan oleh tamu. 30 . Executive Chef Tugas-tugas :  Merencanakan dan menyusun menu untuk tamu. Tanggung jawab :  Bertanggung jawab kepada Executive Chef dalam hal penyediaan makanan yang dipesan oleh tamu. d.  Mengkoordinasikan seluruh staff yang berada di dapur.  Mengkoordinasikan staffnya untuk melakukan stock opname terhadap inventory yang ada di restaurant dan melaporkan hasilnya kepada Chief Accountant. f.  Membuat rincian barang-barang yang diperlukan oleh kitchen. Tanggung jawab :  Bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan minuman yang dipesan oleh tamu berdasarkan standard food yang telah ditetapkan. Tanggung jawab :  Mengawasi dan mengkoordinir tindakan dan sopan santun karyawan serta mnilai efektifitas serta pelayanan kepada tamu.

Executive Secretary Tugas-tugas :  Menyiapkan segala dokumen-dokumen yang diperlukan untuk morning breafing oleh General Manager. Tanggung jawab :  Menerima an melayani tamu yang membutuhkan jasa akomodasi dan mengusahakan kepuasan tamu serta menawarkan aneka fasilitas yang dimiliki oleh hotel. Chief Accountant Tugas-tugas :  Mengurus dan mengawasi keuangan peruahaan baik dalam bentuk uang maupun bentuk lainnya.  Mengontrol staff dalam menyelesaikan tugas sehari-hari yakni dalam hal kebersihan hotel secara keseluruhan. j. Tanggung jawab :  Mempersiapkan fasilitas kamar dan fasilitas lainnya yang diperlukan oleh tamu sehingga sesuai dengan standar yang ditetapkan manajemen.  Mengecek setiap pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan oleh FO Cashier.  Melaksanakan administrasi keuangan perusahaan secara periodic. Front Office Manager Tugas-tugas :  Meneliti jumlah kamar yang dipesan sesuai dengan room reservation dan mengecek jumlah kamar yang terisi pada hari bersangkutan. 31 . House Keeping Manager Tugas-tugas :  Merencanakan mengenai pengadaan alat-alat untuk house keeping department sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. i. h.g.

 Mengatur segala skedul yang berhubungan dengan kegiatan General Manager.  Membuat dan menetapkan peraturan dan tata tertib untuk karyawan hotel. Spa Manager Tugas-tugas :  Menyiapkan dan mengawasi massage yang dilakukan oleh therapist. Tanggung jawab :  Mengecek skedul yang dilakukan oleh General Manager sehingga tidak terjadi benturan. air dan TV cable yang digunakan oleh tamu dan melaporkan hasilnya pada chief accountant. Tanggung jawab :  mengawasi dan mengkoordinir karyawan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh manajemen.  Memberikan latihan massage kepada therapist. k. Tanggung jawab :  Mengawasi semua oprasi teknis yang berhubungan dengan pemeliharaan dan perbaikan hotel secara keseluruhan.  Mengecek penggunaan listrik. Chief Engineering Tugas-tugas :  Melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas hotel yang mengalami kerusakan. m. l. Tanggung jawab :  Memberikan laporan pendapatan yang berasal dari Spa dan menyerahkannya ke accounting department. Human Resources Manager Tugas-tugas :  Merekrut karyawan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh hotel. 32 .

voucher pable  Mewakili atasan jika berhalangan hadir c. Accounting Department a. Income Auditor  Memeriksa laporan pendapatan harian dari folio tamu atau voucher yang diberikan oleh night audit supervisor  Menyeimbangkan antara total cek dengan voucher  Memeriksa dan melengkapi laporan pengeluaran uang tunai yang disiapkan oleh General Cashier  Menyiapkan laporan pendapatan harian  Mengoreksi voucher keuangan dan mengirimkan kepada Chief Accountant untuk mendapatkan persetujuan dari general manager 33 . Chief Accountant  Bertanggung jawab dan mengkoordinir seluruh staff yang berada di bawahnya  Bertanggung jawab untuk membuat peraturan dan prosedur dalam accounting department  Mengecek seluruh Sistem Internal Control yang diterapkan manajemen untuk seluruh operasi hotel  Mempersiapkan laporan keuangan secara periodik  Mempersiapkan proyeksi aliran kas setiap bulannya  Mempersiapkan pajak-pajak yang harus dibayar perusahaan dengan mendapat kordinasi dengan kantor pusat  Meyakinkan bahwa peraturan yang dtetapkan telah dijalankan oleh staff di bawahnya  Mentraining staff mengenai sistem yang digunakan hotel secara teratur b.2. Account Supervisor  Mengawasi dan mengkoordinasikan tugas-tugas bawahannya (di setiap seksi)  Memeriksa cash advance atau petty cash.

jumlah dan menerima salinan faktur dari supplier  Bertanggung jawab untuk mengontrol. Memasukkan semua catatan atau laporan hotel yang berhubungan dengan pendapatan d. mencatat penyetoran uang ke bank  Menyiapkan dana untuk pengantian petty cash yang telah digunakan dan menyiapkan laporan kas harian  Menyiapkan laporan rekonsiliasi bank  Menyimpan semua data mengenai keluar masuknya uang dan memberikan laporan terbaru f. meneruskan dan melakukan pembayaran secara teratur atas utang yang dimiliki hotel  Menyiapkan check untuk semua pembayaran termasuk pembayaran dengan voucher dan semua data pendukungnya 34 . Account Payable  Memeriksa semua data dalam Purchase Order yaitu : harga. Account Receivable  Memastikan atau menentukan agent yang berhak mendapat fasilitas kredit  Menyiapkan dan mengirimkan semua tagihan untuk city ledger tepat pada waktunya dan menangani penerimaan pembayaran  Menyiapkan laporan penerimaan bulanan  Menyimpan semua data penerimaan keuangan dan memberikan laporanlaporan terbaru  Memastikan semua informasi penting mengenai penerimaan dikomunikasikan dengan atasan e. menyiapkan uang kecil untuk kembalian. kuantitas. General Cashier  Memerima uang tunai dan cek harian.

35 . Receiving & Strokeeper  Memeriksa barang yang diterima dari supplier sesuai dengan purchase order  Menyiapkan dan menyetujui pengambilan barang  Memasukkan data barang-barang yang diterima ke dalam kartu persediaan  Mengatur stock untuk keperluan hotel. memberikan pengenal untuk barang yang diterima dan menata barang dengan rapi  Melakukan pemesanan barang harian yang diperlukan oleh FB Kitchen kepada supplier h. Purchasing  Memproses departemen  Selalu mencari harga yang terbaik untuk dipertimbangkan  Mengecek persediaan barang-barang untuk gudang dan mengontrol biaya  Mencari supplier yang bagus dan terbaik untuk menjadi supplier hotel semua permintaan pembelian barang untuk semua j. IT atau EDP  Memelihara semua fasilitas perangkat lunak dan keras yang ada di hotel. Cost Control  Bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan terhadap persediaan  Mendapatkan informasi pemakaian makanan dan minuman dari income auditor  Menyiapkan laporan cost control secara periodik i.g.

1.1 Definisi Operational Variable 4. Bebas dari keragu-raguan artinya saldo pendapatan kamar memang benar-benar berasal dari penjualan kamar oleh Royal Jimbaran Bay yang berasal dari penjualan kamar 3 Bedroom dan jumlah pendapatan kamar tersebut memang benar-benar ada serta sdidukung oleh bukti-bukti transaksi seperti night audit summary dan guest folio & settlement. b.1 Pendapatan Kamar a. Penerimaan pendapatan pada Royal Jimbaran Bay berasal dari :  Villa Revenue (Jasa Penginapan)  Food & Beverage (Jasa Makan dan Minum)  Telephone (Jasa Penggunaan Telepon oleh Tamu)  Laundry (Jasa Pencucian Baju)  Spa & Health Club (Jasa Treatment dan Yoga)  Maintenance Fee (Jasa Penyewaan Alat)  Other Revenue (Jasa Lain-lain dari Penyewaan Villa) b. Bebas dari ketidakjujuran artinya tidak terdapat unsur penggelapan serta pendapatan kamar atas jasa penginapan yang diberikan kepada tamu 36 . Pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay adalah jumlah yang diterima atas jasa penginapan yang diberikan kepada tamu. baik dalam bentuk rupiah maupun valuta asing. 4.2 Wajar Wajar berarti bebas dari keragu-raguan dan ketidakjujuran serta informasi yang disajikan lengkap.BAB IV PEMBAHASAN 4. Pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay untuk tahun 2004 berasal dari penjualan kamar 3 Bedroom yang tercantum dalam laporan labarugi sebagai Villa Revenue.1. Adapun yang dimaksud dengan kata wajar yaitu sebagai berikut : a.

hal ini dikarenakan spread harga dari pesaing dan negoisasi yang dilakukan oleh tamu dan ketentuan perubahan harga tersebut disetujui oleh Front Office Manager yang akan bertanggung jawab kepada manajemen. 4. Untuk Regular Season penetapan harga kamar standar adalah sebagai berikut :  3 Bedroom Villa  4 Bedroom Villa  Grand Residance = USD 910/night = USD 1215/night = USD 2430/night Untuk Peak Season antara 20 Desember 2004 – 10 Januari 2005 penetapan harga kamar standar oleh manajemen adalah :  3 Bedroom Villa  4 Bedroom Villa  Grand Residance = USD 1000/night = USD 1340/night = USD 2670/night Namun besarnya harga kamar standar yang ditetapkan oleh manajemen untuk tamu dapat berubah.2. Hal ini dilakukan agar 37 .2. 4. Pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi terpisah sesuai dengan jenis pendapatan yang diterima oleh hotel.1 Iktisar Kebijakan Akuntansi Penetapan Harga Kamar Menurut keputusan manajemen mengenai penetapan harga kamar standar yang diberikan kepada tamu adalah disesuaikan dengan jenis villa yang dipilih. Penyajian dalam Laporan Keuangan.2 Penyajian dalam Laporan Keuangan a. dan Asersi Manajemen Royal Jimbaran Bay 4.telah sesuai dengan prosedur-prosedur dan ketetapan-ketetapan oleh manajemen. Informasi yang disajikan lengkap artinya seluruh transaksi-transaksi finansial yang telah dilakukan oleh pihak hotel atau dalam hal ini menyangkut pendapatan kamar telah didukung oleh bukti-bukti atau catatan akuntansi. c.2 Iktisar Kebijakan Akuntansi.

dimana asersi manajemen dapat bersifat eksplisit dan implisit. Asersi manajemen yang bersifat eksplisit dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Hal ini dilakukan karena tidak semua tamu yang menginap di hotel melakukan pembayaran secara tunai.2.3 Asersi Manajemen Jumlah pendapatan kamar pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2004 adalah terlihat dalam Tabel 2. Asersi manajemen yang bersifat implisit dapat dijelaskan sebagai berikut : a. dimana pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi dicatat pada saat terjadinya penjualan kamar/penempatan kamar oleh tamu.539. Semua pendapatan kamar 3 Bedroom tersebut yang seharusnya telah dimasukkan dalam jumlah tersebut. karena lebih efisien dan tamu melakukan pembayaran pada saat mereka check out. Jumlah pendapatan kamar adalah benar sebesar Rp 248. b. b. b. Mereka lebih sering menggunakan kartu kredeit.manajemen sebagai pihak intern dapat menilai kinerja perusahaan dan Villa Owner sebagai pihak ekstern mengetahui keuntungan yang diperoleh dari penanaman saham pada Royal Jimbaran Bay. Pendapatan kamar memang benar-benar ada pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2004. Pengakuan pendapatan kamar diakui secara accrual basis. Semua pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi yang dimiliki oleh Royal Jimbaran Bay pada tanggal yang berakhir 31 Desember 2004 terlihat dalam Tabel 2 seperti berikut ini : 38 .00 yang dirinci pada Tabel 2. 4.962.

Tabel 2 JUMLAH PENDAPATAN KAMAR ROYAL JIMBARAN BAY PERIODE AGUSTUS-DESEMBER 2004 Bulan Agustus September Oktober November Desember Jenis Villa Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah 50,920,000 29,238,000 17,662,314 21,624,546 129,517,679 248,962,539

Courtyard 3 Bedroom Courtyard 3 Bedroom Courtyard 3 Bedroom Courtyard 3 Bedroom Courtyard 3 Bedroom Total Sumber : Lampiran 1.1

4.3

Pemahaman terhadap Pengendalian Intern (SPI) Penjualan Kamar pada Royal Jimbaran Bay Kontribusi pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay pada tahun 2004 tidak mampu menutupi biaya operasional perusahaan yang tinggi. Tahun 2004 income dari food & beverage lebih mendominasi total pendapatan, dimana seharusnya pendapatan kamar memberikan income utama bagi hotel. Oleh sebab itu, hal ini perlu diuji dalam dalam pengujian kepatuhan. Berikut ini akan diuraikan mengenai Pengendalian Intern Penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay yaitu sebagai berikut : 1. Diawali dengan tamu melakukan reservation ke hotel baik secara langsung maupun melalui telepon, dimana tamu akan meminta informasi mengenai fasilitas hotel dan melakukan negoisasi mengenai room rate. Reservation berisi data mengenai tamu yang akan menginap dan dicatat oleh guest assistant kemudian dilaporkan kepada front office supervisor. 2. Registration dilakukan oleh tamu pada saat tiba di hotel, dimana pengisian data dalam registration card ini dapat dilakukan di dalam villa maupun di kantor depan, dimana form ini berisikan data-data lengkap mengenai tamu yang menginap. Setelah tamu mengisi registration card, front office assistant akan menyerahkan kunci kepada tamu kemudian mengganti room rack status dan mengecek key rack untuk kamar yang sudah terisi.

39

3. Berdasarkan registration card, front office assistant membuat guest folio & settlement dan melaporkannya pada front office supervisor untuk meminta persetujuan dari front office manager. Guest folio & settlement akan digunakan oleh night audit assistant untuk membuat night audit summary dan invoice, yaitu rincian dari jumlah yang harus dibayar oleh tamu pada saat check out. 4. Front office manager akan melakukan cross check atas fasilitas yang digunakan tamu selama menginap dengan laporan dari Executive

Housekeeper, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam hal penggunaan fasilitas oleh tamu dan sesuai dengan yang tercantum dalam invoice. 5. Pada saat tamu check out, Income Auditor akan mengecek barang-barang milik tamu, dimana pembayaran yang dilakukan oleh tamu akan ditangani oleh front office cashier dengan mengecek bill-bill tamu berdasarkan fasilitas yang mereka gunakan selama menginap. Front office assistant akan membuat rekonsiliasi atas guest folio & settlement, mengubah room rack status dan key rack, serta meminta pengembalian kunci dari tamu. 6. Selanjutnya front office assistant akan mengirimkan night audit summary, invoice, bill-bill, bukti pembayaran, remittance of fund, kepada Income Auditor sebagai pertanggungjawaban kepada bagian Accounting Department bahwa telah terjadi transaksi pembayaran kamar oleh tamu. Income Auditor akan menginput data yang diberikan oleh front office assistant, sehingga apabila terjadi kekeliruan atas jumlah rupiah pendapatan yang seharusnya diterima oleh hotel, maka dapat dilakukan cross check antar departemen.

4.4

Pengujian Pendapatan Kamar pada Royal Jimbaran Bay Untuk mengetahui kewajaran saldo pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay yang tersaji dalam laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2004, maka perlu dilakukan berbagai pengujian antara lain : 1. Pengujian Kepatuhan (Compliance Test) Pengujian kepatuhan atau compliance test merupakan suatu ketentuan yang terdapat pada standar auditing yaitu standar yang mengharuskan auditor melakukan pengujian terhadap efektivitas pengendalian intern perusahaan

40

klien yang akan mempengaruhi auditor di dalam menentukan luasnya ruang lingkup pengujian. Luasnya ruang lingkup pengujian biasanya didasarkan atas hasil review terhadap sistem pengendalian intern (internal control) yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah terjadinya indikasi-indikasi kecurangan dan

penyimpangan yang terjadi. Lingkup audit akan dipengaruhi oleh kuat lemahnya pengendalian intern klien. Semakin kuat pengendalian intern klien, maka bukti audit yang harus dikumpulkan lebih sedikit dibandingkan dengan pengendalian intern yang lemah. a. Program dan hasil pengujian terhadap pengendalian intern penjualan kamar. Berdasarkan ketentuan yang telah diatur dalam standar auditing (standar pekerjaan lapanag yang pertama) dimana setiap proses pengujian harus direncanakan secara formal dan tertulis berupa program audit. Program audit adalah daftar prosedur audit untuk audit unsure tertentu. Setiap tahap dalam audit dilakukan sesuai dengan program audit yang telah dibuat, sehingga tidak terjadi pemborosan atas waktu dan biaya yang dikeluarkan. b. Program audit kepatuhan terhadap penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay terlihat pada Tabel 3. Hal ini dilakukan dengan meminta keterangan, pengamatan terhadap kegiatan prosedur penjualan kamar dan observasi kepada karyawan yang memiliki hubungan dengan penjualan kamar (front office). Hasil pengujian terhadap efektivitas pengendalian intern penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay terlihat sebagai berikut :

41

TDD = TIDAK DAPAT DITERAPKAN Y T TDD  2     3 4 5 6  7 8   9     10 11 12 42 .Tabel 3 PROGRAM AUDIT DAN HASIL PENGUJIAN SPI PENJUALAN KAMAR ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESEMBER 2004 ROYAL JIMBARAN BAY EVALUASI INTERNAL KONTROL PENJUALAN KAMAR (Front Office Department) PERIODE PEMERIKSAAN : 31 Desember 2004 NO. T= TIDAK. PERTANYAAN 1 Apakah staf kantor depan (FO) mempunyai pengetahuan dan kecakapan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya? Apakah telah terdapat pembagian tugas dan wewenang dalam hal penjualan kamar kepada tamu? Apakah di antara staf kantor depan (FO) terdapat pemisahan tugas yang tegas dan jelas? Apakah dalam hotel mengadakan hubungan kerjasama dengan Travel Agent? Apakah staf kantor depan (FO) memeriksa kelengkapan tamu? Apakah terdapat cross check antara satu departemen dengan departemen lain dalam hotel mengenai fasilitas yang digunakan tamu selama menginap? Apakah pelayanan dari guest assistant telah memberikan informasi mengenai fasilitas kamar? Apakah tamu mengisi registration card dengan lengkap dan benar. pihak hotel memberikan fasilitas istimewa pada tamu tertentu? Apakah room rate yang telah diberikan kepada tamu sesuai dengan harga standar yang ditetapkan oleh manajemen? Apakah tamu melakukan negoisasi atas harga standar yang ditetapkan manajemen? Y = YA. sesuai dengan petunjuk yang ada? Apakah ada tempat khusus untuk barang-barang tamu dan penyimpanan barang-barang berharga milik tamu? Apakah dalam penjualan kamar.

Namun. Ini berarti bahwa pengendalian intern atas penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay efektif. hal tersebut dikarenakan : a. Hal tersebut dikarenakan tamu melakukan negoisasi dengan pihak hotel. karena room rate yang diberikan kepada tamu sebagian besar tidak sesuai dengan room rate standard yang ditetapkan oleh manajemen. antara membuat guest folio & settlement.3 dijawab T (tidak). karena di antara staf kantor depan yaitu front office assistant dan operator biasanya tidak terjadi pemisahan tugas yang tegas. Terhadap pertanyaan No. dalam hal ini dilakukan oleh Front Office Department. 11 dijawab T (tidak). 43 . Terhadap pertanyaan No. adalah memadai. Disini terjadi penumpukan tugas oleh seorang karyawan. karena setiap penjualan kamar yang terjadi harus mendapatkan persetujuan dari front office supervisor.13 14 15 Apakah kantor depan memiliki catatan mengenai tamu yang menginap? Apakah kantor depan membuat laporan mengenai tamu yang menginap? Apakah staf kantor depan memberikan laporan kepada accounting department mengenai jumlah pendapatan yang diperoleh secara periodik?    Jumlah jawaban Y = 13 Jumlah jawaban T = 2 Jumlah jawaban TDD = 0 Kesimpulan : Memadai / Tidak Auditor Dari pengujian pengendalian intern atas penjualan kamar di atas terdapat 2 jawaban tidak. Dari hasil pengujian kepatuhan maka dapat diketahui pengendalian intern penjualan kamar. hal tersebut tidak mempengaruhi prosedur penjualan kamar. b. memposting jumlah yang harus dibayar oleh tamu per harinya dan menerima telepon dari luar.

Hitung ratio room sale dengan villa revenue b. Hitung kembali saldo akun pendapatan kamar dalam General Ledger. Pengujian ini mengharuskan auditor untuk melakukan pengujian terhadap keberadaan (existence) pendapatan kamar. Pengujian Substantif (Substantive Test) Pengujian substantif adalah prosedur audit yang dirancang untuk menemukan kemungkinan kesalahan-kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan.2. Hitung ratio room sale budget dengan total revenue budget 08/04/05 sampai 11/04/05 15/04/05 sampai 16/04/06 18/04/05 19/04/05 44 . b. yang dilaporkan pada laporan laba-rugi melalui proses pengumpulan bukti dengan melakukan pemeriksaan catatan-catatan akuntansi dan pemeriksaan bukti transaksi. Lakukan prosedur analitik a. Lakukan prosedur audit awal atas saldo akun pendapatan kamar : a. sehingga perlu dibuat program auditpengujian substantif seperti yang terlihat dalam Tabel 4 sebagai berikut : Tabel 4 PROGRAM AUDIT SUBSTANTIF PENDAPATAN KAMAR ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESMBER 2004 PROGRAM AUDIT KERTAS TANGGAL KERJA PELAKSANAAN PELAKSANA Prosedur Audit Awal 1. Prosedur Analitik 2. Hal ini sesuai dengan standar pekerjaan lapangan. Usut saldo pendapatan kamar yang tercantum dalam laporan laba-rugi ke saldo akun pendapatan kamar yang bersangkutan di General Ledger.

Hitung Average Room Rate per test sampel dari bulan Agustus . Pengujian Kewajaran Penyajian Pendapatan Kamar dalam Laporan Laba-Rugi 8. Lakukan pengujian kewajaran atas Room Rate yang diberikan kepada tamu : a. hal ini sangat penting dilakukan agar dapat diperoleh keyakinan bahwa saldo pendapatan kamar yang 45 . Telusuri data tamu menginap yang dijadikan sampel dari invoice ke guest folio & settlement 5. Lakukan pengujian transaksi rinci dan akun rinci terhadap penjualan kamar 4.Desember 7. Prosedur Audit Awal Sebelum membuktikan bahwa saldo pendapatan kamar pada laporan labarugi benar-benar ada (exist) terlebih dahulu dilakukan prosedur audit awal dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo pendapatan kamar laporan labarugi dengan catatan-catatan akuntansi pendukungnya. Periksa guest folio & settlement ke registration card. Lakukan pengujian kewajaran atas total pendapatan kamar.Pengujian terhadap Transaksi Rinci dan Akun Rinci 3. Bandingkan penyajian pendapatan kamar dalam laporan laba rugi dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) yang ditetapkan oleh IAI Y/2 Y 10/05/05 sampai 11/05/05 12/05/05 sampai 13/05/05 14/05/05 sampai 16/05/05 Prosedur audit substantif atas pendapatan kamar dapat dijelaskan sebagai berikut : a. 22/04/05 sampai 27/04/05 30/04/05 sampai 05/05/05 07/05/05 sampai 09/05/05 Y/2 Y/1-1 Y/1-2 Y/1-3 Pengujian Kewajaran Nilai Pendapatan Kamar 6.

539.624.000.00 29.00 dan jumlah tersebut telah sesuai dengan jumlah pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi pada periode yang berakhir 31 Desember 2004.962.2 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Jumlah 50.662. Mengusut saldo pendapatan kamar yang tercantum dalam laporan labarugi ke perkiraan pendapatan kamar yang bersngkutan dalam General Ledger (Buku Besar) Sesuai dengan data yang telah tersaji dalam laporan laba rugi untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2004 bahwa besarnya jumlah pendapatan kamar adalah Rp 248. maka dapat dilihat pada tabel 5 seperti di bawah ini : Tabel 5 PERHITUNGAN PENDAPATAN VILLA ROYAL JIMBARAN BAY UNTUK PERIODE BULAN AGUSTUS-DESEMBER 2004 Bulan Agustus September Oktober November Desember Total Sumber : Lampiran 1. Telusuri jumlah pendapatan kamar di General Ledger ke Night Audit Summary 46 .314.1 dan 1.962.00 248.238.00 3.517.539.539.00 129. 2.920.00 21.00 dimana jumlah tersebut telah ditelusur ke dalam General Ledger (Buku Besar) bulanan dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2004 dan telah menunjukkan jumlah sebesar Rp 248.679. Menghitung kembali saldo rekening pendapatan kamar dalam buku besar (General Ledger) Untuk memperoleh keyakinan tentang ketelitian perhitungan saldo pendapatan kamar yang dilakukan oleh klien.00 17.000. prosedur audit yang dilakukan sebagai berikut : 1. Untuk itu.546.962.tercantum dalam laporan laba-rugi didukung oleh catatan akuntansi yang andal dan dapat dipercaya.

Cara menghitung ratio ini yaitu dengan membandingkan antara villa yang terjual dengan total pendapatan hotel.00 Rp 1. Sesuai dengan tabel 5.00 21.539. b. terlihat bahwa setiap bulan dari bulan Agustus – Desember 2004 terdapat jumlah pendapatan kamar sebesar Rp 248. Perhitungan dan besarnya ratio ini dapat dilihat pada tabel 7 sebagai berikut : Tabel 6 RATIO VILLA SALE DENGAN TOTAL REVENUE ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESEMBER 2004 Keterangan Room Sale Total Revenue Ratio Sumber : Lampiran 1.4.546. Menghitung Ratio Room Sale dengan Total Revenue Ratio ini memperlihatkan besarnya pendapatan yang berasal dari penjualan kamar dengan total pendapatan yang diterima selama periode tersebut.998. Pada tabel 6 disajikan perhitungan dan besarnya ratio room sale dengan total revenue. Menghitung Ratio Room Sale Budget dengan Total Revenue Budget Ratio ini dapat dihitung dengan cara membandingkan antara room sale budget dengan total revenue budget.539.07089599% 47 . sehingga auditor dapat memberikan perhatian lebih dan menekankan pada pos yang terdeteksi tersebut.181.2 Tahun 2004 Rp 248. 2. Pengujian Analitik (Analitical Review) Pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu auditor untuk menemukan lebih awal bidang-bidang yang memerlukan audit intensif.962. 1.00 dan jumlah tersebut merupakan total dari rincian Night Audit Summary bulanan yang di-posting secara harian oleh income auditor ke dalam general ledger.962.

c. hal ini terjadi karena sebagian besar dari tamu yang menginap masih menjadi guest compliment dan tinggal di Royal Jimbaran Bay.11%. dimana dilengkapi dengan invoice dan bill sebagai bukti pendukung.00 41. pelayanan housekeeping dan dan penjualan lainnya yang menambah pendapatan bagi hotel.120. Night audit summary merupakan ringkasan dari pendapatan yang berasal dari penjualan kamar. penjualan makan dan minum.067. maka akan dipilih sejumlah tamu 48 .10613008% Sesuai dengan data yang tersaji dalam tabel 7 dapat dijelaskan bahwa manajemen menetapkan budget penjualan kamar untuk tahun 2004 terlalu tinggi yaitu sebesar 41.180.050.260. Ini berarti manajemen tidak mampu memenuhi target penjualan kamar dan perlu dilakukan revisi atas target yang telah ditetapkan.071% dari total pendapatan yang diterima oleh hotel selama 5 bulan yakni dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2004.00 3.04%.799. Untuk melakukan pengujian terhadap existence besarnya pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi.2 Rp Rp Tahun 2004 1. pelayanan spa.Hal ini menunjukkan bahwa income yang berasal dari pendapatan kamar hanya sebesar 21. Dari dua perhitungan ratio di atas antara pendapatan actual dengan pendapatan budget tanhu 2004 terdapat selisih 20. Pengujian terhadap transaksi rinci dan akun rinci atas pendapatan kamar Untuk membuktikan keberadaan (existence) pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi maka dilakukan pemeriksaan terhadap night audit summary. Tabel 7 RATIO ROOM SALE BUDGET DENGAN TOTAL REVENUE BUDGET ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESEMBER 2004 Keterangan Room Sale Budget Total Revenue Budget Ratio Sumber : Lampiran 1.

690.948 110 Rp 1. Alan Rp 5.000 2 Rp 5.000 Mr.5.251.Hurst Rp 3.440.796.049 Mr.000 October Mr.568.157 Mr.380. Skibenes Rp 2. Kay Rp 16.025 September Mr.225 9 Rp 700.000 1 Rp 3. Untuk sampel yang digunakan dalam pengujian dapat dilihat dalam tabel 8 seperti berikut ini : Tabel 8 PERHITUNGAN AVERAGE ROOM RATE PER-TEST ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESEMBER 2004 Index : Y/2 Guest Name Villa Sale Villa Night Villa Rate Month (1) (2) (3) (4)=(2/3) @ @ @ August Mr.250 5 Rp 3.083 Mr.342 14 Rp 619.920.040 14 Rp 711. Tim Jepson Rp 6.110 7 Rp 600.471 3 Rp 3.245 5 Rp 816.966. Xaferius Rp 11. Chiu Rp 8.288.570. Ramon Rp 13.453 December Mr.251.753.157 November Mr.050 Mr. Richard Rp 37.157 Mr.000 30 Rp 1.592.920.yang menginap sebagai sampel.000 Mr.140.827 to Y Sumber : Lampiran 4.034.300.471 3 Rp 802.672. Eichler Rp 31. Beurnier Rp 8.166 2 Rp 2.285. Yulie Lee Rp 4.6 ^ ^ Keterangan : @ = diperiksa ke register card ^ £ = test penjumlahan vertical = test hasil pembagian 49 .000 9 Rp 4.406.730 Average Room Rate Rp 172.080.205.260. Hagen Rp 9. Wong Su Yen Rp 4. Henry Rp 9.860 Mr.570.020.000 Mr.628 4 Rp 3. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan waktu dan biaya serta banyaknya jumlah tamu yang menginap di hotel dalam melakukan pengujian.000 Mr.004.000 2 Rp 4.

Biasanya invoice disiapkan oleh night audit assistant dan diserahkan kepada front office cashier untuk melakukan penagihan kepada tamu pada saat check out.Dari hasil pengujian nama sampel dan lamanya tamu menginap ternyata sebagian besar tamu diberikan harga di bawah harga standar oleh pihak hotel. Langkah-langkah yang ditempuh untuk melakukan pengujian antara lain : 1. 50 . Untuk membuktikan bahwa transaksi tersebut benar-benar terjadi pada periode yang bersangkutan. dimana invoice merupakan suatu daftar yang berisikan tentang besarnya jumlah yang harus ditagih kepada tamu atas penggunaan fasilitas hotel selama menginap. dan nilai rupiah atas fasilitas hotel yang mereka gunakan serta besarnya pajak dan service yang dikenakan kepada tamu. 2. maka dapat dilihat pada tabel 9. Guest folio & settlement merupakan ringkasan yang berisikan nama tamu yang menginap. Pengujian selanjutnya dilakukan penelusuran transaksi yang tercatat pada invoice ke guest folio & settlement Transaksi penjualan kamar yang tercatat pada invoice untuk setiap tamu yang menginap akan dipilih sebagai sampel untuk ditelusur ke guest folio & settlement. Untuk membuktikan kebenaran terjadinya transaksi penjualan kamar pada Royal Jimbaran Bay. Menelusuri data tamu menginap yang dijadikan sampel dari invoice. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 10. Hal tersebut nantinya akan diuji dalam pengujian kewajaran atas pendapatan kamar. maka akan diuji kebenaran angka-angka yang tercantum dalam invoice tersebut.

00 9.628.342.00 4. Henry Mr.570.00 13.966.471.Hurst Mr.570.225.00 9.00 8. Skibenes Mr.406.290.245.000. Alan Mr.004.244.00 16.00 31.753.000.00 2. 17 25 17 25 26 17 26 25 26 11 26 24 01 11 17 Arrival 19-Aug-04 13-Aug-04 18-Aug-04 1-Sep-04 12-Sep-04 17-Sep-04 11-Sep-04 14-Oct-04 16-Oct-04 2-Nov-04 11-Nov-04 10-Nov-04 14-Dec-04 11-Dec-04 11-Dec-04 Departure 28-Aug-04 15-Aug-04 25-Aug-04 29-Sep-04 26-Sep-04 18-Sep-04 13-Sep-04 17-Oct-04 20-Oct-04 7-Nov-04 14-Nov-04 24-Nov-04 16-Dec-04 18-Dec-04 18-Dec-04 Total Amount (Rp) 37.529. Ramon Mr.948.00 3.00 (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) (∞) Sumber : Lampiran 4 Keterangan : (∞) = Terdapat kesesuaian data yang tercantum dalam invoice dengan guest folio & settlement 51 .00 5. Kay Villa No. Wong Su Yen Mr.080.00 6.040. Eichler Mr.000. Hagen Mr.00 172. Tim Jepson Mr. Chiu Mr.672.300.020. Xaferius Mr. Beurnier Mr. Yulie Lee Mr.250.00 16. 408044 408035 408040 408054 409019 409021 409015 410047 410030 411042 411005 411046 412021 412020 412019 Guest Name Mr.440.00 8.000.DESEMBER 2004 Index : Y/1-1 No.166.000.Tabel 9 RINCIAN INVOICE ROYAL JIMBARAB BAY PERIODE AGUSTUS .00 11. of Inv.471. Richard Mr.440.260.380.

251.25 1.00 1.453.00 4.978.610.290.833.690.00 5.000.980.000.00 861.936.730.796.500.00 816.933.140.00 3.350.00 5.419.00 711.083.381.900.157.00 Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Including tax & serv Sumber : Lampiran 5 Keterangan : © = Terdapat kesesuaian data yang tercantum dalam Guest Folio & Settlement dengan Bill 52 .251.00 987.025.000.00 3.160.140.049.050.000.00 2.00 3. 408044 408035 408040 408054 409019 409021 409015 410047 410030 411042 411005 411046 412021 412020 412019 Date Bill Description Amount Guest Folio & Settlement 4.501.00 3.860.030.00 700.157.013.219.157.000.00 802.157.00 7.000.00 847.000.288.00 3.00 3.285.00 749.00 726.255.00 Remark (©) 19-Aug-04 13-Aug-04 16-Aug-04 30-Aug-04 16-Sep-04 17-Sep-04 11-Sep-04 14-Oct-04 16-Oct-04 2-Nov-04 11-Nov-04 10-Nov-04 14-Dec-04 11-Dec-04 11-Dec-04 02585 02578 02489 02594 02568 02625 02602 02687 02920 02982 02908 02985 03027 03051 03028 Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge Villa Charge 4.251.00 619.900.034.00 3.00 970.DESEMBER 2004 Index : Y/1-2 Invoice No.00 3.00 600.538.00 3.Tabel 10 RINCIAN GUEST FOLIO & SETTLEMENT ROYAL JIMBARAB BAY PERIODE AGUSTUS .

Hurst Oktober Mr. sehingga untuk membuktikan bahwa benar-benar terjadi transaksi penjualan kamar. Pengujian ini berhubungan dengan asersi keberadaan dan keterjadian. Pemeriksaan dan penelusuran registration file dilakukan terhadap masingmasing tamu yang dijadikan sampel. Memeriksa guest folio & settlement ke registration card (Registration File) Registration Card merupakan form pertama yang harus diisi oleh tamu pada saat check in. Hagen Mr. Alan Mr. dimana mencerminkan terjadinya transaksi penjualan kamar antara tamu dan pihak hotel. Chiu Mr. Kay Mr. Yulie Lee Sumber : Lampiran 6 53 . Ramon November Mr. Berikut ini disajikan kelengkapan mengenai registration card pada tabel 11. Henry Mr.3. Xaferius Mr. Richard Mr. Wong Su Yen Mr. Form ini berisi data lengkap mengenai tamu yang menginap di hotel. Eichler Mr. 17 25 17 25 26 17 26 25 26 11 26 24 01 11 17 Room Rate USD 450 USD 650 USD 81 USD 110 USD 85 USD 350 USD 450 USD 91 USD 350 USD 97 USD 1. Beurnier Desember Mr. Form-form yang telah diisi oleh tamu akan di-file oleh front office assistant berdasarkan tanggal terjadinya transaksi.365 USD 69 USD 350 USD 2. maka dalam pengujian ini dilakukan penelusuran (tracing) dan pemeriksaan ke file registration card. Tim Jepson September Mr. Skibenes Mr.139 USD 67 Registration Card Data 1 2 3 4 5 6                                                                                           Mr. Tabel 11 PENGUJIAN REGISTRATION FILE ROYAL JIMBARAB BAY PER 31 DESEMBER 2004 Index : Y/1-3 Month Agustus Guest Name Villa No. Registration File merupakan kumpulan dari registration card.

962. terlihat besarnya average room rate adalah sebesar Rp 1. sehingga pengujian difokuskan pada room rate yang diberikan kepada tamu yang menginap dan total pendapatan kamar tahun 2004. 1. Method of payment 5. Verifikasi kewajaran room rate yang diberikan kepada tamu Untuk melakukan pengujian atas kewajaran room rate yang diberikan kepada tamu yang menginap diambil 3 tamu yang menginap setiap bulan mulai dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2004.860.00  Mr.00.025. Setelah dibandingkan ternyata room rate per guest sample ternyata terdapat 7 0rang tamu yang diberikan rate di bawah room rate per guest sample. dimana besarnya pendapatan kamar untuk periode yang berakhir 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp 248.539. Hagen sebesar Rp 711.00 dan seluruhnya merupakan pendapatan dari penjualan kamar 3 bedroom (courtyard 3 bed). Departure date 4. Alamat 2. d. Verifikasi Kewajaran Pendapatan Kamar Besarnya pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba rugi tergantung pada room rate yang diberikan kepada tamu dan room occupancy.Keterangan : 1. seperti terlihat pada tabel 7 sebelumnya. Signatur Ada dan telah diperiksa ke register card Dari 15 tamu yang dijadikan sampel.00 54 . Skibenes pada bulan Oktober sebesar Rp 802. Dari data pada tabel tersebut.00 pada bulan September  Mr. yaitu :  Mr.157. ternyata semua dilengkapi dengan bukti pendukung dan semua transaksi penjualan kamar diurut berdasarkan tanggal transaksi.034. Tim Jepson pada bulan Agustus sebesar Rp 700.00 dan Mr.827.000. dan setelah dilakukan pengujian tidak ditemukan adanya penyimpangan terhadap prosedur penjualan kamar oleh manajemen.568. Eichler sebesar Rp 1. Arrival date 3.

2. Mr. Yulie Lee pada bulan Desember Rp 600.81% dimana selisih tersebut wajar atau tidak.00 dan Mr Beurnier Rp 619.00 165 Rp 258. Wong Su Yen sebesar Rp 816.00 Rp 9.81% (a) (b) (c) (d) 1 Average Room Rate per test 2 Villa Sold 3 Pendapatan Kamar per test 4 Pendapatan Kamar per book 5 Selisih 6 % Selisih Sumber : Lampiran 1.539.049. dimana merupakan tamu yang berasal dari RDI (Royal Development International) Package dan IVO (International Vacancy Organization) Guest. Untuk membuktikan kewajaran total pendapatan kamar dilakukan pengujian sebagai berikut : Tabel 12 PENGUJIAN KEWAJARAN PENDAPATAN KAMAR ROYAL JIMBARAN BAY PER 31 DESMBER 2004 Index : Y No.00 pada bulan November  Mr.860.1.455. Verifikasi kewajaran total pendapatan kamar Total pendapatan kamar hotel ditentukan oleh : Room occupied X Room Rate.823. terdapat selisih antar saldo per-test dengan per-book sebesar Rp 9.2 & Tabel 8 Keterangan : a b c d : Sesuai dengan data pada kertas kerja yand ber-index Y/2 : Telah ditelusur ke Statistic Villa Operation : Test perhitungan telah dilakukan : Telah ditelusur ke jurnal dan buku besar Berdasarkan atas data yang terdapat dalam tabel 10. Keterangan Rp Jumlah 1.00 Hal ini dikarenakan tamu-tamu tersebut merupakan tamu yang direkomendasikan oleh holding company.860.962.453.568.916.00 3. 1.00 atau 3.730. nantinya akan diuji lebih lanjut dalam 55 .627.916.00 Rp 248..

56 . Selisih tersebut terjadi kemungkinan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :  Kebanyakan dari tamu yang menginap dalam hotel melakukan negoisasi atas harga kamar standar yang ditetapkan manajemen. Mula-mula ditentukan materialitas gabungan pada tingkat laporan keuangan dan tahap berikutnya menentukan besaran materialitas pada tingkat saldo akun seperti di bawah ini : 1. Untuk setiap jenis villa yang dimiliki oleh Royal Jimbaran Bay mempunyai harga standar yang berbeda-beda yaitu : a. uji materialitas pada tingkat laporan keuangan adalah untuk menetukan tingkat salah saji gabungan yang terkecil yang dianggap material terhadap salah satu laporan kauangan.  Sebagian besar tamu-tamu yang menginap merupakan tamu yang direkomendasikan oleh kantor pusat. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan besaran material baik yang bersifat absolute maupun relatif.pengujian materialitas untuk mengetahui material atau tidaknya selisih tersebut. dimana hal ini dilakukan dalam rangka promosi. Menentukan materialitas pada tingkat laporan keuangan Berdasarkan tujuan perencanaan audit. Besaran materialitas secara absolut ditentukan melalui 2 tahap. Courtyard 3 Bedroom b. Grand Residence = USD 910/night = USD 1215/night = USD 2430/night Harga kamar yang diberikan setelah tamu melakukan negisasi dengan pihak hotel harus mendapatkan persetujuan dari Fron Office Manager yang akan bertanggunga jawab atas perubahan harga standar yang diberikan kepada tamu.  Pendapatan yang tersaji dalam laporan laba-rugi merupakan Net Villa Revenue dan kemungkinan pihak hotel memberikan Room Discount tambahan kepada tamu yang menginap. Courtyard 4 Bedroom c.

00 = Rp 15.468.Telephone .478.286 100% Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4. 2.905.856.120.852.561 234.114.Food & Beverage .089 2.Revenue .60 Jadi.Laundry . Uji materialitas pada aldo akun Pengujian ini menggunakan data materialitas data gabungan sebesar Rp 10.732 Rp 66.596.2 JUMLAH (Rp) Rp 1.Villa Revenue .273.985 Rp 33.290 Rp 3.684.Maintenance Fee TOTAL REVENUE Sumber : Lampiran 1. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut : 1) Alternatif 1 = 5% X Rp 205.253 111.905 Dari hasil pengujian materialitas pada tabel 11 maka besarnya materialitas untuk akun pendapatan kamar adalah sebesar Rp 57 .350 Rp 70.063 0.273.050 Rp 1.104.903 73.Penetapan dan penghitungan tingkat materialitas dilakukan dengan membandingkan tingkat materialitas pada laba-rugi budget tahun 2004 yaitu : (5% X Laba Sebelum Pajak) dan ( 1/2% X Pendapatan Bruto).799.404.223.00 maka besarnya materialitas pada tingkat saldo akan terlihat sebagai berikut : Tabel 13 PENETAPAN BATAS MATERIALITAS SALDO AKUN ROYAL JIMBARAN BAY BUDGET TAHUN 2004 % PROPORSI ALOKASI MATERIALITAS KETERANGAN Revenue : .191 5.106 52. diantara kedua alternative tersebut yang dipilih sebagai batas materialitas adalah alternatif terkecil yaitu alternatif 1 yaitu sebesar Rp 10.245 Rp 21.273.335.180.713 1.067.20 2) Alternatif 2 = 1/2% X Rp 3.Spa & Health Club Other Villa .273.57 2.120 41.260.883 223.067.173 0.905.252 58.20 karena memberikan salah saji terkecil.467 Rp 17.900.00 = Rp 10.180.905.861 10.348.

Sesuai dengan hasil pengujian maka nilai pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi secara kuantitatif adalah tidak wajar karena selisih antara budget penjualan kamar dengan penjualan kamar actual > Rp 4.10. besarnya selisih antara saldo per-book dengan saldo per-test adalah sebesar 3. 58 .223. namun harus dilihat pula analisis secara kualitatif yaitu faktor penyebab terjaninya selisih tersebut. manajemen juga memberikan room discount tambahan kepada tamu yang menginap dalam rangka promosi. Seperti data yang tersaji dalam tabel 10. sehingga pendapatan kamar menjadi lebih kecil dari yang seharusnya diterima. Development Uji materialitas tidak hanya ditentukan secara absolut tetapi juga secara relatif.00. Room rate yang diberikan kepada tamu di bawah harga standar.223.657.00 yang artinya apabila terdapat selisih ≥ Rp 4.00 maka selisih tersebut dinyatakan material atau secar signifikan berpengaruh terhadap akun tersebut.191. Tetapi untuk menentukan kewajaran tidaklah cukup hanya melihat analisis secara kuantitatif saja.187.273.224.00. Selain memberikan harga kamar di bawah standar.191. Menurut Bambang Sugiarto. selisih dianggap tidak material apabila selisih tersebut ≤ 2 %. karena sebagian tamu yang menginap pada Royal Jimbaran Bay merupakan tamu compliment oleh kantor (Non pusat Rent yaitu Back) Royal normal yang direkomendasikan International.905. Hal ini jauh menyimpang dari target yang telah dianggarkan oleh manajemen. 2.81% dan jika dibandingkan dengan ketentuan tersebut maka selisih sebesar itu adalah material sehingga pendapatan kamar pada Royal Jimbaran Bay adalah tidak wajar. dimana hal ini terjadi karena selama bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2004 Royal Jimbaran Bay mengalami kerugian yang cukup besar yaitu sebesar Rp 3. Kerugian ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu : 1.

59 . Dari uraian di atas. Pengujian Kewajaran Penyajian dalam Laporan Laba Rugi Pengujian Kewajaran Penyajian dalam Laporan Laba Rugi dilakukan dengan membandingkan jenis-jenis pendapatan yang diterima oleh hotel. dimana seluruh pendapatan kamar tahun 2004 berasal dri penjualan courtyard 3 bedroom. sehingga total pendapatan tidak mampu menutup biaya operasional hotel yang tinggi. dapat dinyatakan bahwa penyajian pendapatan kamar sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum (PABU). Banyaknya tamu compliement yang direkomendasiakn oleh kantor pusat akan mengurangi jumlah pendapatan yang berasal dari penjualan kamar. e. Adapun penyajian pendapatan kamar adalah : Pendapatan kamar yang disajikan dalam laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir 31 Desember 2004 adalah pendapatan kamar yang seluruhnya berasal dari penjualan villa jenis courtyard 3 bedroom.3.

1 Simpulan Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya. didukung oleh catatan akuntansi yang memadai. Dari hasil pengujian substantif yang telah dilakukan menunjukkan hasil sebagai berikut :  Saldo pendapatan kamar yang tercantum dalam laporan laba-rugi yang berakhir tanggal 31 Desember 2004.893. Walaupun terdapat 2 pertanyaan yang dijawab T (Tidak).916 antara saldo per-test dengan saldo per-book. Tetapi untuk ke depan diharapkan agar pemisahan tugas yang jelas harus dilakukan. maka dapat disimpulkan bahwa saldo pendapatan kamar yang disajikan dalam laporan laba-rugi untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 menunjukkan posisi yang tidak wajar. Pengujian Kepatuhan SPI penjualan kamar adalah memadai yang dibuktikan dengan pertanyaanpertanyaan yang diajukan dalam program pengujian. namun hal tersebut tidak berpengaruh pada pekerjaan yang diambil oleh front office assistant.  Dengan menggunakan random sampling diambil sebanyak 15 sampel secara acak dan menunjukkan bahwa saldo pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba-rugi kamar untuk periode yang berakhir 31 Desember 2004 adalah benar-benar ada dan didukung dengan terjadinya transaksi. baik diuji secara absolute maupun relative. tetapi setelah diadakan uji materialitas ternyata selisih tersebut material. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu : 60 . b. dimana semua pendapatan kamar yang disajikan adalah pendapatan kamar yang berasal dari Courtyard 3 Bedroom. Hal tersebut sesuai dengan hasil pengujian : a.  Tes kewajaran nilai pendapatan kamar yang tersaji dalam laporan laba rugi untuk periode yang berakhir 31 Desember 2004 adalah tidak wajar karena terdapat selisih yang cukup besar yaitu Rp 9.BAB V PENUTUP 5.

sebaiknya manajemen secara berangsur-angsur mengurangi jumlah tamu compliment yang menginap pada Royal Jimbaran Bay. 2) Pendapatan yang tersaji dalam laporan laba rugi adalah Net Villa Revenue dan kemungkinan pihak hotel memberikan Room discount tambahan kepada tamu yang menginap dalam rangka promosi guna meningkatkan volume penjualan kamar.2 Saran Berdasarkan hasil pengujian yang telah diuraikan di atas. karena hal tersebut akan berpengaruh pada pendapatan hotel secara keseluruhan. apabila manajemen telah memberikan harga kamar di bawah harga standar yang ditetapkan. 3.1) Room rate yang diberikan kepada tamu jauh berada di bawah harga standar yang ditetapkan manajemen. 61 . maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut : 1. Besarnya room rate yang diberikan kepada tamu diharapkan jangan terlalu jauh dari room rate standard yang ditetapkan manajemen. 5. Untuk dapat menutupi biaya operasional yang tinggi dan mengurangi rugi yang diderita oleh hotel. Manajemen sebaiknya tidak memberikan room discount tambahan kepada tamu yang menginap. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->