Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong

MAKALAH

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH
Di sampaikan pada Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru

Disusun oleh : ABDUL BASIR NPA-PGRI : 1203014214 PGRI Ranting PURPEAYU

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA PGRI CABANG TONJONG KABUPATEN BREBES PROVINSI JAWA TENGAH © 2011

Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. Tonjong Kab. Brebes Jateng

memberikan keteladanan. Acapkali terdengar ungkapan bahwa baik atau buruknya karakter seseorang merupakan warisan atau bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah. Latar Belakang “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. merupakan buah dari karakter yang melekat pada diri kita. for your character becomes your destiny. menentukan prioritas.” (Ali bin Abi Thalib) Pesan bijak di atas kiranya perlu kita renungkan. Semua itu terjadi karena mulai hilangnya karakter bangsa ini. Sebuah penggalan pepatah mengatakan. dan ini bisa dilakukan disekolah. “Berhati-hatilah dengan karaktermu. Tonjong Kab.” Sadar atau tidak sadar. Disekolah tersebut bisa diterapkan lima metode pendidikan karakter yakni mengajarkan pengetahuan tentang nilai. Peneliti dan Konsultan Pendidikan) menganggap bahwa jiwa manusia bisa dirubah dengan pendidikan. Brebes Jateng . termasuk diri kita. Banyaknya peristiwa yang tidak bermoral yang sering melanda negeri ini baik yang dilakukan para pejabat maupun rakyat. ada orang yang dulunya baik tapi kemudian berubah menjadi jahat. Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. “be careful of your character.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong BAB I PENDAHULUAN A.” Jika diterjemahkan. sesungguhnya apa yang terjadi di dalam hidup seseorang. Mengapa? Karena karakter yang dimiliki oleh manusia tidak bersifat statis tetapi dinamis. karena karaktermu akan menentukan nasibmu. Bermula dari itu penulis bermaksud mengumpulkan artikel dari berbagai sumber menjadi sebuah makalah yang disajikan dalam seminar dan workshop peningkatan profesionalitas guru. arti pepatah tersebut berbunyi demikian. Menurut Doni Koesoema A (Penulis. ucapan itu berasal dari pribadi yang luhur dan saleh. Sebaliknya. Pandangan tersebut tentu saja keliru. praksis prioritas dan refleksi. Itu sebabnya kita bisa melihat bahwa ada orang yang dulunya jahat sekarang menjadi baik.

D. Bahan bacaan di perpustakaan. Peningkatan karir. Menyebarluaskan perkembangan dunia pendidikan. B. BAB II Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. Referensi. 2. 4. Tujuan 1. Mengembangkan keterampilan menulis. Tonjong Kab. Membuka pengetahuan pembaca tentang pendidikan karakter. 3.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong Semua metode itu dilaksanakan dalam setiap momen disekolah. 2. Meningkatkan profesionalitas guru. 3. kemudian diaktualisasikan di lingkungan masyarakat supaya mereka bisa mengontrolnya dan juga turut serta mempraktekkan. Manfaat 1. Masalah Bagaimana penerapan pendidikan karakter di sekolah? C. Brebes Jateng .

baik dalam lingkup keluarga. Karakter dan akhlak mempunyai arti sama yaitu suatu kehendak yang sudah biasa dan sering dilakukan secara spontan. Maka maksud dan tujuan pendidikan karakter dan pendidikan akhlak semakna dan sejalan. masyarakat. Karakter dapat diartikan cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama. pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai upaya membentuk pola perilaku moral individu yang baik lewat proses berkesinambungan. Tonjong Kab. Pendidikan karakter tersebut diwujudkan mulai dari kurikulum sampai dengan membangun kultur budaya di sekolah.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH A. kita perlu mengetahui terlebih dahulu arti dari karakter dan definisi dari pendidikan karakter. Hakikat Pendidikan Karakter "Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa (Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti)" Slogan di atas merupakan tema Hardiknas tahun 2011 yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas). Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. yakni suatu usaha sadar untuk membantu individu mempunyai kehendak untuk berbuat sesuai dengan nilai dan norma (baik dalam agama maupun di masyarakat) serta membiasakan perbuatan tersebut dalam kehidupannya. Sebelum melangkah lebih jauh dalam pembicaraan tentang pendidikan karakter. Saat ini mulai marak dibicarakan mengenai pendidikan karakter. Ditinjau dari sudut etimologi. Brebes Jateng . Pemerintah akan menerapkan pendidikan karakter pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi mulai tahun ajaran baru 2011/2012. bangsa dan negara. Tetapi yang masih umum diterapkan mengenai pendidikan karakter ini masih pada Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec.” Oleh karena itu. kata “karakter” atau dalam bahasa Inggris disebut “character” berasal dari kata Yunani “charassein” diartikan sebagai “pola perilaku moral individu.

Memahami Pendidikan Karakter Pendidikan karakter yang paling utama sejatinya diberikan kepada seorang anak. tapi itu masih sebatas teori dan tidak dalam tataran aplikatif. seorang anak akan dibentuk karakter atau pola perilaku moralnya oleh orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu. Dalam lingkup keluarga. pendidikan karakter tidak cukup hanya menyentuh akal pikiran tapi juga hati setiap peserta didik agar mereka mampu menghayati dengan benar dan pada akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan serta memiliki karakter yang baik dalam hidupnya. B. yaitu keluarga. sekolah mulai dari jenjang pendidikan awal hingga jenjang pendidikan tinggi berkewajiban untuk Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. dan lain sebagainya. Siswa mengerti tentang kualitas karakter yang baik seperti kejujuran. apalagi melakukan kualitas karakter tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Kurikulum pendidikan di Indonesia masih belum menyentuh aspek karakter ini. ada institusi pendidikan lain yang bisa dilibatkan oleh orang tua untuk menanamkan karakter yang baik dalam diri anak-anak mereka. siswa yang bolos sekolah.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong taraf jenjang pendidikan pra sekolah (taman bermain dan taman kanakkanak). Tidak heran jika kita masih menjumpai siswa antar sekolah yang terlibat tawuran. Sementara pada jenjang sekolah dasar dan seterusnya masih sangatsangat jarang sekali. Oleh karena itu. Sebagai institusi pendidikan formal. karakter yang baik baru sebatas teori dalam kepala mereka. meskipun ada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan semisalnya. Dengan kata lain. siswa yang mengucapkan kata-kata kasar kepada guru bahkan berani menganiaya gurunya sendiri. ketaatan. dalam institusi pendidikan yang paling kecil namun berperan paling penting. memiliki keinginan. sejak usia dini. siswa yang terjerumus dalam pemakaian narkoba. Tonjong Kab. Brebes Jateng . tanggung jawab. tapi hal tersebut tidak meresap di dalam hati sehingga siswa tidak mampu merasakan. siswa yang terlibat dalam pergaulan bebas. Institusi pendidikan yang dimaksud adalah sekolah. Selain keluarga.

Tonjong Kab. Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. Karakter toleransi. 8. orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal. Doing good (melakukan yang baik). Setelah terbiasa melakukan kebajikan. Kemandirian dan tanggungjawab. Setelah knowing good harus ditumbuhkan feeling good (merasakan yang baik). Kesembilan pilar karakter itu. dan. Ketiga tahapan Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. Baik dan rendah hati. kedamaian. maka doing good (melakukan yang baik) itu berubah menjadi kebiasaan. dan kesatuan. Feeling good (merasakan yang baik). Hal ini dikarenakan sekolah merupakan partner orang tua dalam mendidik anak-anaknya. 5. 9. 6. 3. yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Knowing good (mengetahui yang baik).Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong membentuk karakter setiap peserta didiknya. 2. Kepemimpinan dan keadilan. 3. Knowing good (mengetahui yang baik) bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. diplomatis. Dermawan. diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik melalui tiga tahapan penting yang harus dicapai oleh setiap peserta didik agar mampu menjadi pribadi yang berkarakter baik dalam hidupnya. 4. Kejujuran/amanah. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa. 7. Brebes Jateng . yaitu: 1. Tiga tahapan penting tersebut adalah : 1. 2. Percaya diri dan pekerja keras. dan. suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama. Hormat dan santun.

tidaklah logis jika tuntutan itu hanya dialamatkan pada peserta didik. Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. pendidikan karakter juga mengajarkan kepada siswa tentang kemampuan dan kebiasaan bekerja keras serta selalu berupaya untuk melakukan yang terbaik dalam proses belajar mereka (Thomas Lickona. 2004). Pernyataan ini didasari pada dua alasan. Bila pendidikan karakter di sekolah dapat berjalan sebagaimana mestinya. serta hubungan antara anak didik dengan orang lain. karena bagaimana pun setiap peserta didik atau siswa yang kita bina akan melihat contoh nyata pelaksanaan karakter yang kita ajarkan tidak lain dari perilaku maupun perkataan kita sehari-hari. Demi tercapainya pendidikan karakter yang berhasil di sekolah. jika program pendidikan karakter di sekolah mengembangkan kualitas hubungan antara guru dan anak didik. program pendidikan karakter di sekolah hanya menjadi wacana semata. Tanpa tiga basis itu. Brebes Jateng . maka secara tidak langsung akan tercipta lingkungan yang baik untuk mengajar dan belajar. Hal ini penting agar guru dapat bekerja sama dengan orang tua untuk memantau kekonsistenan perkembangan karakter peserta didik baik di sekolah maupun di rumah. guru juga harus menjalin relasi yang baik dengan orang tua peserta didik. C. setiap peserta didik bukan hanya berkembang dalam hal perilaku moral atau karakternya saja tetapi berdampak juga pada perkembangan akademisnya. Kedua.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong tersebut harus dicapai seluruhnya oleh setiap peserta didik dan tidak bisa diabaikan salah satunya. para guru. Oleh sebab itu. Desain Pendidikan Karakter Pendidikan karakter jika ingin efektif dan utuh mesti menyertakan tiga basis desain dalam pemrogramannya. guru harus menjadi teladan atau pelaku pertama dari karakter yang diajarkan kepada setiap anak didiknya. Tanggung jawab yang seharusnya lebih besar lagi justru terletak di pundak kita. Selain keteladanan. Tonjong Kab. Pertama.

Memberikan pemahaman dan pengertian akan keutamaan yang benar terjadi dalam konteks pengajaran ini. Brebes Jateng . seperti keluarga. Desain pendidikan karakter berbasis kelas. pendidikan kita hanya akan bersifat parsial. Desain ini mencoba membangun kultur sekolah yang mampu membentuk karakter anak didik dengan bantuan pranata sosial sekolah agar nilai tertentu terbentuk dan terbatinkan dalam diri siswa. seperti manajemen kelas. yang membantu terciptanya suasana belajar yang nyaman.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong 1. Pesan moral ini mesti diperkuat dengan penciptaan kultur kejujuran melalui pembuatan tata peraturan sekolah yang tegas dan konsisten terhadap setiap perilaku ketidakjujuran. Desain ini berbasis pada relasi guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pembelajar di dalam kelas. melainkan dialog dengan banyak arah sebab komunitas kelas terdiri dari guru dan siswa yang sama-sama berinteraksi dengan materi. Tanpanya. Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. 3. konsensus kelas. komunitas sekolah tidak berjuang sendirian. termasuk di dalamnya pula adalah ranah noninstruksional. dan lain-lain. masyarakat umum. Dalam mendidik. Konteks pendidikan karakter adalah proses relasional komunitas kelas dalam konteks pembelajaran. Untuk menanamkan nilai kejujuran tidak cukup hanya dengan memberikan pesan-pesan moral kepada anak didik. Pendidikan karakter hanya akan bisa efektif jika tiga desain pendidikan karakter ini dilaksanakan secara simultan dan sinergis. dan negara. inkonsisten. 2. Tonjong Kab. dan tidak efektif. Desain pendidikan karakter berbasis kultur sekolah. Desain pendidikan karakter berbasis komunitas. Relasi guru-pembelajar bukan monolog. Masyarakat di luar lembaga pendidikan. juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengintegrasikan pembentukan karakter dalam konteks kehidupan mereka.

Komunikasi keluarga-sekolah.itu adalah tujuan akhir dari pendidikan sebenarnya). Martin Luther King juga pernah berkata: “Intelligence plus character…. 4. perasaan (feeling). Mahatma Gandhi memperingatkan tentang salah satu tujuh dosa fatal. bangsa dan negara. B. Brebes Jateng . alangkah baiknya jika setiap jenjang sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu strong point atau pilar kekuatan sekolah dengan memperhatikan hal-hal berikut : 1. Kesehatan pertumbuhan peserta didik. Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. 2. Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama. Juga Theodore Roosevelt yang mengatakan: “To educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat). Kreatifitas anak. Saran Setelah melihat pentingnya pendidikan karakter di sekolah. 3. Dr. 5. Kenyamanan belajar.that is the goal of true education” (Kecerdasan plus karakter…. masyarakat. dan tindakan (action). baik dalam lingkup keluarga. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. yaitu “education without character” (pendidikan tanpa karakter). Tonjong Kab.. Keceriaan peserta didik. yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive).Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong BAB III PENUTUP A. Simpulan Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus.

( 2010 ).php?p=4_6 Koesoema A. Saktia. Dampak Pendidikan Karakter Terhadap Akademi Anak. (2010). Dapat diakses pada URL: http://pondokibu.org/index.mandikdasmen.depdiknas.go. Dapat diakses pada URL:(http://www. Mengembangkan Pendidikan Karakter di Sekolah.org/index.php?p=4_5 atau http://suaramerdeka.php?p=4_4 Joseph.pendidikankarakter. Dapat diakses pada URL: http://www. (2011). Pendidikan Karakter Integral. Membandingkan Konsep Pendidikan Karakter Doni Koesoema A dengan Ibnu Miskawaih. Jumat 23 Juli 2010. Dapat diakses pada URL: http://suaramerdeka. Brebes Jateng .php/read/cetak/2010/04/30/107670/Pendi dikan-Karakter- Abdul Basir Guru SD Negarayu 02 Kec. Urgensi Pendidikan Karakter. Pendidikan Karakter di Sekolah.php/read/news/2011/05/02/84523/Men diknas-Pendidikan-Karakter-Segera-Diterapkan Suyanto. 9.pendidikankarakter. Hardiknas Tahun ini Bertema Pendidikan Karakter. (2010).id/web/pages/urgensi. Dapat diakses pada URL: http://www. Tonjong Kab.php?news&nid=19 Koesoema A. Dapat diakses pada URL: http://www.com/parenting/pendidikanpsikologi-anak/dampak-pendidikan-karakter-terhadap-akademi-anak/ Nuridin.php?news&nid=25 ) Andri Susilo.Makalah dalam Seminar dan Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru PGRI Cabang Tonjong DAFTAR PUSTAKA ___________.org/index.php? p=2_2 Aline. Koran Harian Anak BERANI. (2009).org/index.pendidikankarakter. (2011). Dapat diakses pada URL: http://www. Dapat diakses pada URL: http://www. Masa Depan Cerah.pendidikankarakter.pendidikankarakter.pendidikankarakter. Doni.com/v1/index. Dapat diakses pada URL: http://www. Doni.com/v1/index.org/index. Pendidikan Karakter. Mendiknas : Pendidikan Karakter Segera Diterapkan.org/index.html ___________. (2010). (2010). Hal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful