HAKI

Makin meluasnya penggunaan teknologi komputer untuk kantor maupun pribadi memungkinkan setiap individu di seluruh dunia untuk menggandakan software tanpa diketahui oleh pemilik hak cipta sehingga pembajakan software sulit untuk diawasi dan ditindak. Namun sejauh ini berbagai upaya tengah dilakukan pemerintah dan produsen software untuk melindungi properti intelektual hasil inovasi mereka dari pembajakan. Pemerintah mengeluarkan aturan hukum berkaitan dengan undang-undang tentang hak cipta kekayaan intelektual (HAKI) yang berisi tentang tata cara perlindungan software, berbagai bentuk pembajakan serta sanksi bagi pelaku pembajakan software.

Hak Kekayaan Intelektual (“HAKI” atau “HaKI”) adalah konsepsi yang sederhana dan logis. Sebab pada intinya HAKI mengatur tentang penghargaan atas karya orang lain, yang berguna bagi masyarakat banyak. Ini merupakan titik awal dari pengembangan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan kreasi, desain dan lain-lain bentuk karya intelektual. Hak kekayaan intelektual bersifat private.

Prospek dan tantangan aspek hukum HAKI di bidang IT

Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif yang diberikan suatu peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup Hak Cipta, Hak Paten dan Hak Merk. Namun jika dilihat lebih rinci HAKI merupakan bagian dai benda (Saidin : 1995), yaitu benda tidak berwujud (benda imateriil). Keberadaan HAKI ke depan sangat prospektif, hal ini tidak terkecuali bagi kalangan yang kini mendalami aspek hukum dalam bidang HAKI. Pemahaman ini didasarkan pada beberapa alasan, yakni; Bahwa dari hari kehari kesadaran hukum dari individu atau para pelaku usaha untuk melindungi HAKI mereka kian meningkat. Tingkat pelanggaran HAKI di Indonesia masih sangat tinggi. Beberapa indikasi terhadap kenyataan ini dapat dilihat dari berbagai laporan yang dikeluarkan oleh masyarakat internasional atau organisasi internasional yang concern dalam bidang ini.

5. Dari penjelasan atas prospek HAKI ini. Oleh karenanya perkembangan kedua bidang ini dapat diambil kesimpulan akan menjadi lahan baru dalam bidang HAKI dan secara otomatis hal ini akan memberikan tawaran baru dalam bidang HAKI dan menjadikan HAKI berkembang dengan dinamis. Sebagai tujuan akhir diharapkan melalui mekanisme perlindungan HKI dan pemanfaatan HKI ini tingkat kesejahteraan bangsa Indonesia dapat diwujudkan. Tidak saja dibutuhkan untuk pengadaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan. perguruan tinggi sebagai pihak yang dapat berposisi sebagai kreator dan sekaligus sebagai pihak yang menjadi mediator. Sumber daya manusia dalam bidang HAKI sendiri di Indonesia saat ini masih dibutuhkan sangat banyak. Dengan memahami HAKI. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang dengan pesat. namun juga di sektor privat. industry dan pihak-pihak lainnya. Pelaku HAKI yang dimaksudkan tidak saja dari kalangan kreator-kreator dan inventor saja. Sehingga hal ini akan memajukan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. pada akhirnya hal ini sekaligus akan menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan pelaku HAKI. Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan penemuan baru di berbagai bidang teknologi. maka diharapkan juga akan memunculkan kreatifitas-kreatifitas baru. Peran HAKI di bidang IT Peranan HAKI di bidang IT yaitu 1. seperti pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal HAKI. 3. Hal ini bukanlah menjadi suatu keniscayaan mengingat besarnya potensi bangsa yang dimiliki saat ini.Hal lain untuk memperkuat hal ini juga dapat dicermati pada banyaknya peringatan-peringatan yang dikeluarkan oleh pemegang HAKI di berbagai media akhir-ahkir ini. namun dalam konteks ini melibatkan seluruh pihak yang punya hubungan langsung dengan masalah HAKI. namun dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Berkembangannya ilmu pengetahuan dan teknologi ini berhubungan erat dengan permasalahan HAKI. Sumber daya manusia disini tidak saja hanya dari disiplin ilmu hukum. . 4. maka sudah menjadi suatu kebutuhan adanya suatu gerakan yang serempak di antara pelaku-pelaku HAKI dalam mengoptimalisasikan upaya perlindungan dan pemanfaatan dari HKI. Dalam menghadapi tantangan ini.

Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu: Hak Cipta Hak Kekayaan Industri. Hukum harus dapat memberikan .Sistem paten akan memperkaya pengetahuan masyarakat dan melahirkan penemu-penemu baru. Meningkatkan perkembangan teknologi. Permasalahan mengenai Hak Kekayaan Intelektual akan menyentuh berbagai aspek seperti aspek teknologi. Rahasia Dagang dan Varietas Tanaman. Pengakuan HAKI Keberadaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam hubungan antar manusia dan antar negara merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. dan berbagai aspek lainnya. Paten dan Merek. Namun aspek terpenting jika dihubungkan dengan upaya perlindungan bagi karya intelektual adalah aspek hukum. Begitu pula halnya dengan masyarakat dan bangsa Indonesia yang mau tidak mau bersinggungan dan terlibat langsung dengan masalah HAKI. Keberadaannya senantiasa mengikuti dinamika perkembangan masyarakat itu sendiri. industri. Rahasia Dagang. Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi Merek. Hukum diharapkan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang timbul berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual tersebut. Desain Industri. HAKI juga merupakan sesuatu yang given dan inheren dalam sebuah masyarakat industri atau yang sedang mengarah ke sana. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. sosial. budaya. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Desain Industri. Hal ini juga akibat dari telah diratifikasinya konvensi-konvensi internasional di bidang Hak Kekayaan Intelektual dan juga telah menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang diharuskan yaitu Undangundang tentang Hak Cipta. Sebagai konsekuensi dari keikutsertaan Indonesia sebagai anggota WTO (World Trade Organization ) mengharuskan Indonesia menyesuaikan segala peraturan perundangannya di bidang Hak Kekayaan Intelektual dengan standar TRIP's (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) yang dimulai sejak tahun 1997 dan diperbaharui kemudian pada tahun 2000 dan tahun 2001.

HKI. . Sinergi antara keduanya. Instansi yang berwenang dalam mengelola Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen. pada akhirnya akan membawa bangsa Indonesia kepada kehidupan yang lebih beradab. HKI) yang berada di bawah Departemen Kehakiman dan HAM Republik Indonesia. Namun demikian peran serta dan dukungan masyarakat secara aktif tetap merupakan kunci sukses dalam penegakan Hak Kekayaan Intelektual secara keseluruhan. diharapkan tingkat permohonan pendaftaran Hak Kekayaan Indonesia di Indonesia semakin meningkat. Dengan adanya sebuah sistem informasi Hak Kekayaan Intelektual yang integral dan mudah diakses oleh masyarakat. sistem informasi Hak Kekayaan Intelektual dan penegakan hukum yang integral. Sekali lagi menunjukkan bahwa pengakuan HAKI di Indonesia benar-benar mendapat perhatian yang serius. Hal ini disebabkan Hak Kekayaan Intelektual merupakan hak monopoli yang dapat digunakan untuk melindungi investasi dan dapat dialihkan haknya. informasi dapat dengan mudah dan cepat tersebar ke seluruh pelosok dunia. yang menghormati hasil karya cipta orang lain. Sedangkan dengan penegakan hukum secara integral (dimana termasuk di dalamnya Hak Kekayaan Intelektual). Aspek teknologi juga merupakan faktor yang sangat dominan dalam perkembangan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat saat ini telah menyebabkan dunia terasa semakin sempit. Dan khusus untuk mengelola informasi HAKI juga telah dibentuk Direktorat Teknologi Informasi di bawah Ditjen. Pada keadaan seperti ini Hak Kekayaan Intelektual menjadi semakin penting. sehingga mampu mengembangkan daya kreasi masyarakat yang akhirnya bermuara pada tujuan berhasilnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.perlindungan bagi karya intelektual. pelanggaran dalam bentuk pembajakan hasil karya intelektual yang dilindungi undang-undang akan semakin berkurang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful