P. 1
ANALISIS PERSAJAKAN PUISI

ANALISIS PERSAJAKAN PUISI

|Views: 2,131|Likes:
Published by Joni Rakhmadi

More info:

Published by: Joni Rakhmadi on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

Daftar isi

JUDUL DAFTAR ISI Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Pembahasan Bab II Pembahasan 2.1 Puisi Lama 2.2 Puisi Baru 2.3 Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Bab III Penutup

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan sekarang ini, kita sering membaca facebooker menuliskan puisi.Puisi apakah itu? Apakah puisi-puisi yang kita baca itu termasuk puisi? Bila termasuk puisi, jenis apakah puisi yang kita baca itu? Dalam makalah ini, saya mencoba untuk sedikit membeda apa itu puisi. Adapun judul yang saya ambil mengenai puisi adalah Puisi Lama dan Puisi Baru. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu Puisi Lama? 2. Bagaimana Ciri-Ciri Puisi Lama? 3. Jenis-Jenis Puisi Lama. 4. Contoh Puisi Lama. 5. Apa itu Puisi Baru? 6. Bagaimana Ciri-Ciri Puisi Baru? 7. Jenis-Jenis Puisi Baru.

Bab II Pembahasan 2. Seloka adalah pantun berikat 5.8. berisi nasehat atau cerita. jumlah suku kata maupun rima Macam-macam puisi lama 1.3 Tujuan Pembahasan 1. Untuk kembali mengingat kembali jenis-jenis puisi. Mantra Mantra merupakan puisi tua. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait. keberadaannya dalam masyarakat melayu pada mulanya bukanlah sebuah karya sastra. karmina adalah pantun kilat seperti pantun tapi pendek 4. persajakan ( rima ) 4. 2. teka-teki.1 Puisi Lama Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. bersajak a-a-a-a. 1. Disampaikan lewat mulut ke mulut. . melainkan lebih berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya. jadi merupakan sastra lisan c. tiap bait 4 baris. Untuk mengetahui apakah puisi-puisi yang kita baca itu termasuk dalam jenis puisi lama atau puisi baru. 2 baris awal sebagai sampiran. dan jenaka 3. Gurindam merupakan puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri-ciri bait 4 baris. 3. Pantun Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b. 2. b. Contoh Puisi Baru. tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak. Jumlah baris dalam 1 bait 3. Irama Ciri-ciri puisi lama : a. Banyaknya suku kata tiap baris 5. 6. bersajak a-a-a-a. Jumlah kata dalam 1 baris 2. 2 baris berikutnya sebagai isi. mudamudi. berisi nasihat. Adapun aturan-aturan yang mengikat puisi lama adalah 1. Untuk mengetahui apa itu puisi. agama/nasehat.

• Elegi. Sajak atau puisi yang berisi tentang ajaran-ajaran moral. yang dilukiskan dengan ringkas. o Tarzina. Persajakan ode tidak beraturan atau bebas. Isi. dan bentuk persajakan dalam puisi lama sudah berubah dalam puisi baru. Sajak atau puisi yang isinya mengandung pujian kepada seseorang. pengarangnya bebas menyatakan perasaannya tanpa menghiraukan persajakan atau rima bunyi. • Epigram. o Kuatrin. artinya terdiri atas enam buah kalimat dalam setiap baitnya. Contoh-Contoh Puisi lama akan saya ambil dari sebuah pantun yang cukup terkenal yaitu : Kalau ada jarum patah Jangan dimasukkan ke dalam peti Kalau ada kataku yang salah Jangan dimasukan ke dalam hati 2. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6. 8. nilai-nilai hidup yang baik dan benar. bentuk. yaitu puji-pujian kepada Tuhan Yang Mahakuasa. ode disebut juga sebagai puji-pujian.2 Puisi Baru Puisi baru tidak sama dengan puisi lama. Sektet mempunyai persajakan yang tidak beraturan. ataupun 10 baris. • Satire. o Stanza. persajakan septina tidak berurutan. Persajakan stanza tidak beraturan. o Kuint. Elegi merupakan sajak duka nestapa. Himne disebut juga sajak atau puisi ketuhanan. • Himne. mendayu-dayu dan mengharu-biru. bangsa dan Negara. bersajak aa. o Septina. a-b-c. Kuatrin bersajak ab\ab. Kuint bersajak a-a-a-a-a. Sajak tiga seuntai. Sajak atau puisi yang terdiri atas lima baris kalimat dalam setiap baitnya. a-b-b. Sajak atau puisi yang isinya mengecam. mengejek dengan kasar (sarkasme) dan tajam (sinis) suatu kepincangan atau ketidakadilan yang ada dalam masyarakat. Sama halnya dengan sektet. ab\ab atau aa\bb. Sajak tujuh seuntai yang setiap baitnya terdiri atas tujuh buah kalimat. Sajak atau puisi enam seuntai. Bentuk-bentuk puisi baru berdasarkan isi yang terkandung di dalamnya adalah: • Ode. atau pun sesuatu yang dianggap mulia. puisi baru dibagi dalam beberapa bentuk puisi. Sajak pujaan.Tarzina bersajak a-a-a. Stanza disebut juga oktava. Berdasarkan jumlah baris dalam kalimat pada setiap baitnya. Isi sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang menyayat hati. sajak yang berisi dua baris kalimat dalam setiap baitnya.7. Sajak delapan seuntai yang setiap baitnya terdiri atas delapan buah kalimat. yaitu: o Distikon. aa-aa. Dalam sektet. o Sektet. Karena isinya itulah. Terkadang ditulis dengan kata-kata atau kalimat-kalimat sindiran atau kecaman pahit. . artinya setiap baitnya terdiri atas tiga buah kalimat. sajak empat seuntai yang setiap baitnya terdiri atas empat buah kalimat. irama.

Soneta yang asli terdiri atas empat belas kalimat seluruhnya.• Romance. • Balada. terutama Belanda. Namun sonata yang ada di Indonesia jumlah barisnya lebih dari empat belas kalimat. Sajak atau puisi yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja. • Soneta. Maret 1943) 2.Tokoh sonata terkenal dan dianggap sebagai bapak sonata Indonesia adalah Mohammad Yamin dan Rustam Effendi. cinta terhadap bangsa dan Negara juga cinta kepada Tuhan. tetapi juga cinta kasih dalam bentuk lainnya. Misalnya cinta terhadap suasana damai dan tentram. adalah salah satu bentuk puisi baru yang berasal dari Italia dan masuk ke Indonesia melalui pemuda terpelajar Indonesia yang belajar di Eropa. Romance adalah sajak atau puisi yang berisi tentang cinta kasih. yang judulnya Aku karya Chairil Anwar Aku Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang 'kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (oleh Chairil Anwar.3 Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Bila kita berbicara mengenal perbedaan antara puisi lama dan puisi baru. cinta keadilan. Karena begitu beragamnya puisi baru. Kita perlu melihat puisi di Indonesia yang digolongkan ke dalam dua kategori besar. dan tidak mungkin saya paparkan di makalah ini. . maka saya akan memilih 1 puisi baru dari jenis puisi baru soneta. Tambahan baris kalimat dalam sonata tersebut dinamakan koda atau ekor. Cinta kasih ini tidak hanya cinta kasih antara dua orang kekasih.

Bentuk puisi-puisi baru mengambil bentuk dari Barat karena keadaan di barat lebih maju daripada di Timur. Yogyakarta: Adicitra Karya Nusa. Sedangkan puisi bentuk puisi lama lebih terikat pada aturan-aturan yang ada. (Nursisto. Penutup Demikian pembahasan dalam makalah ini semoga dapat memberikan pemahaman mengenai apa itu puisi lama dan puisi baru. Puisi baru mempunyai bentuk-bentuk yang berbeda dari puisi lama. . serta dapat melihat perbedaan antara puisi lama dan puisi baru. yaitu adanya keterikatan pada aturan dalam puisi lama dan kebebasan dalam puisi baru. termasuk Indonesia. Ikhtisar Kesusastraan Indonesia. Hal. 2000. III.28) Sedangkan bentuk puisi lama terikat pada tradisi (aturan-aturan).yaitu puisi lama dan puisi baru. Adapun kesusasteraan hasil karya bangsa Indonesia (Melayu) sendiri sendiri adalah pantun.Dari hal ini kita dapat melihat perbedaan antara puisi baru dan puisi lama. Semoga pula dengan makalah ini dapat memotivasi pembaca untuk lebih mencintai puisi.

Sebab karya sastra mempunyai kebulatan makna intiristik yang dapat digali dari karya itu sendiri. Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra.4 Manfaat Pembahasan Tidak dipungkiri lagi bahwa dalam setiap pembahasan pasti mempunyai tujuan tertentu. “ Analisis Puisi Berdasarkan Pendekatan Struktural “ 1. majas. Tujuan dalam pembahasan ini adalah untuk mendiskripsikan secara objektif tentang. bahasa khias. 5 Batasan Istilah Dalam Judul Batasan istilah ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap . Untuk menunjang menganalisis puisi. Apa arti dari analisis puisi? 3. gaya bahasa teknik penceritaan dan sebagainya. secara lebih terinci rumusan masalah tersebut di fokuskan pada pokok masalah dan dijabarkan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: 1. citraan. melainkan ditujukan pula kepada hubungan antar unsurnya. Apa pengertian pendekatan struktural? 2. nilai bunyi. bait dan baris.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. emosi. Pendekatan struktural yaitu suatu metode atau cara pencarian terhadap suatu fakta yang sasarannya tidak hanya ditujukan kepada salah satu unsur sebagai individu yang berdiri sendiri di luar kesatuannya. gaya bahasa. yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktural itu.1 Latar Belakang Masalah Struktural merupakan keseluruhan yang bulat. 3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan dan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui dan mengenal secara mendetail serta universal dalam Analisis Puisi Berdasarkan Pendekatan Struktural.BAB I PENDAHULUAN 1. sarana retorika. narasi. dan ide yang digunakan dalam menulis puisinya. analisis struktur ceruta. 1. Apa hasil dari menganalisis puisi berdasarkan pendekatan struktural? 1. Pendekatan struktural dalam analisis puisi dab kritik sastra berguna untuk pengembangan dan pembinaan ilmu sastra (teori sastra). makalah yang berjudul “ Aalisis Puisi Berdasarkan Pendekatan Struktural. persajakan. 1. akan menghasilkan gambaran yang jelas terhadap diksi. Pendekatan struktural yang dipergunakan. Analisis struktural merupakan tugas prioritas atau tugas pendahuluan.

6 Sistematika Dalam Judul Dalam pembahasan pada makalah ini. BAB II : KAJIAN TEORI menguraikan tentang pengertian pendekatan struktural dan analisis puisi. Termasuk didalamnya Bab Pendahuluan. dan sistematika dalam judul. BAB III : ANALISIS PUISI BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTURAL menganalasis puisi berdasarkan pendekatan struktural. analisis puisi adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. tujuan penulisan. Bab Analisis. . 2) Arti istilah dan pengertian analisis puisi. penulis membagi penulisan makalah ini menjadi 4 Bab. manfaat pembahasan. melaikan ditujukan pula kepada hubungan antar unsurnya. 1. dan Bab Penutup secara berturut-turut penulis uraikan sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN berisi mengenai latar belakang masalah. BAB IV : PENUTUP berisi tentang kesimpulan dan saran. Bab Kajian teori. batasan istilah dalam judul. Dalam linguistik. rumusan masalah.judul makalah ini sedangkan yang perlu di batasi dalam istilah tersebut meliputi: 1) Pendekatan Struktural adalah suatu metode atau cara pencarian terhadap suatu fakta yang sasarannya tidak hanya ditujukan kepada salah satu unsur sebagai individu yang berdiri sendiri diluar kesatuannya.

adalah sebuah struktur. termasuk puisi. 1 Pengertian Pendekatan Struktural Pendekatan struktural adalah suatu metode atau cara pencarian terhadap suatu fakta yang sasarannya tidak hanya ditujukan kepada salah satu unsur sebagai individu yang berdiri sendiri di luar kesatuannya. Evaluasi merupakan tahap pertama dimana system engineering menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan system dalam bidang komunikasi dan komputerisasi. tidak semua analisis sama baiknya. . Dalam linguistik. yaitu mempunyai tugas (fungsi) tertentu dalam menyusun struktur. Oleh karena itu. termasuk di dalamnya peninjauan dari berbagai aspek dan sudut pandang. 2 Pengertian Analisis Puisi Arti istilah analisis (analysis) dianggap berkaitan erat dengan pengertian evaluasi terhadap situasi dari sebuah permasalahan yang dibahas. kata analisa atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. Karya sastra. Unsur-unsur itu tidak berdiri sendiri-sendiri.BAB II KAJIAN TEORI 2. 2. Tidak jarang ditemui permasalahan besar dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat diteliti dan ditangani lebih mudah. Sebuah unsur hanya mempunyai arti dalam kaitannya dengan unsur-unsur lainnya di dalam struktur itu dan kaitannya dengan keseluruhannya. yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktural itu. Puisi adalah sebuah struktur yang kompleks. Lihat juga flow analysis. Puisi adalah sebuah struktur yang kompleks. analisis ini biasanya mencakup segi kontrol arus. system analysis. Struktural merupakan keseluruhan yang bulat. untuk dapat memahaminya haruslah dianalisis. analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. numerical analysis. yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berjalinan dengan erat. Sebuah struktur menyiratkan adanya unsur-unsur pembentuk. Unsur koleksi bukanlah bagian struktur yang sesungguhnya. kontrol kesalahan dan penelitian efisiensi. melainkan ditujukan pula kepada hubungan antar unsurnya. Analisis yang tidak benar akan menghasilkan kumpulan fragmen atau koleksi fragmen. Sedangkan pada kegiatan laboratorium. Unsur dalam struktur adalah unsur fungsional. Akan tetapi. Dalam komputasi.

Dalam puisi. Satuan-satuan estetik lapis arti di antaranya berupa diksi. satuan-satuan bunyi itu saling berjalinan untuk mendapatkan ekspresivitas yang intensif. Dalam puisi Pujangga Baru masih dipergunakan pola sajak akhir. Unsur-unsur karya sastra tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai mengingat karya seni sastra adalah karya seni yang fungsi estesisnya dominan. Orkestrasi adalah bunyi musik pada puisi. Ingarden masih menambahkan dua lapis norma lagi. Begitu seterusnya. tetapi tidak mengikat. Analisis bentuk dan isi itu tidak menggambarkan wujud puisi yang sebenarnya karena bentuk dan isi puisi itu tidak dapat dipisahkan secara mutlak. Analisis Ingarden ini adalah analisis yang sangat maju. sarana ekspresinya yang utama berupa satuan bunyi dan satuan arti. Lapis norma yang pertama adalah lapis bunyi. ada kecenderungan untuk tidak mempergunakan 1990 karena sajak persajakan pada periode 1970 formal prosa. Oleh karena itu. lapis dunia pengarang. Karya sastra itu terdiri atas lapis-lapis norma.Oleh karena itu. sajak dalam. Satuan-satuan estetik bunyi adalah persajakan. tidak usah harus terpola. baik berupa asonansi. dalam analisis haruslah dilihat hubungan antarbagiannya. Orkestrasi bunyi yang merdu disebut efoni. yaitu analisis fenomenologis. Analisis lapis bunyi dan lapis arti itu sarana yang terpenting untuk memahami puisi. ditunjukkan satuan-satuan estesis dari tiap-tiap lapis norma dan fungsinya dalam struktur tersebut. dan . Oleh karena itu. yaitu lapis dunia implisit dan lapis metafika yang menurut Wellek dapat disatukan dengan lapis ketiga. Sajak adalah ulangan bunyi. Di antara satuan estetik bunyi adalah sajak. boleh dibuat variasi pola-polanya. Bahkan. sajak awal. sajak akhir maupun sajak tengah. dalam menganalisis karya sastra termasuk puisi. Untuk mengatasi masalah analisis bentuk dan isi itu ada usaha lain. yaitu lapis arti. Hal ini disebabkan oleh puisi itu bersifat liris. kiasan bunyi. Lapis bunyi menimbulkan lapis kedua. Analisis fenomenologis itu dibuat oleh Roman Ingarden. tidak berasal dari luar. Bahkan juga satuan estetik bunyi itu berjalinan erat dengan satuan-satuan estetik lapis arti untuk mendapatkan nilai seni sebanyakbanyaknya. Bentuk dan isi itu bercampur hingga mana yang bentuk dan mana yang isi itu tidak jelas. Orkestrasi ini berupa penggabungan unsur-unsur kepuitisan bunyi yang menyebabkan merdu dan berirama. Karya sastra itu sesungguhnya merupakan struktur lapis norma karya sastra. Norma karya sastra itu adalah implisit dalam karya sastra sendiri. sedangkan orkestrasi bunyi parau disebut kakafoni. mengingat unsur dalam struktur adalah unsur yang fungsional. Dalam puisi lama ada pola sajak (sajak akhir) yang mengikat. Sampai sekarang dikenal analisis dikotomis bentuk dan isi karya sastra. Analisis Ingarden itu dikemukakan oleh Renne Wellek dan Austin Warren sebagai berikut. Di− ditulis seperti bentuk samping persajakan sarana kepuitisan bunyi berupa orkestrasi. Lapis norma yang di atas menimbulkan lapis norma yang di bawahnya. Dalam arti. seorang filsuf dan ahli seni Polandia. bahasa kiasan. Dalam puisi periode berikutnya persajakan sebagai sarana kepuitisan. tetapi ada kekurangannya karena tidak menghubungkan dengan penilaian. aliterasi. tetapi disesuaikan dengan fungsi ekspresivitasnya. dan orkestrasi. Lapis norma ketiga adalah lapis dunia pengarang.

misal patung atau lukisan) yang penuh dengan unsur keindahan (rasa-emosi). lengkaplah pengembangan potensi individu tersebut di atas. analisis struktur cerita. akan menghasilkan gambaran yang jelas terhadap diksi. PUISI TOBAT . bait dan baris. bait dan baris. konsep estetik. *) Analisis Puisi Berdasarkan Pendekatan Struktural Analisis struktural merupakan tugas prioritas atau tugas pendahuluan. gaya bahasa teknik penceritaan dan sebagainya. melainkan karya tulis biasa seperti halnya pengumuman. Pendekatan struktural dalam analisis puisi dab kritik sastra berguna untuk pengembangan dan pembinaan ilmu sastra (teori sastra). dan ide yang digunakan pengarang dalam menulis puisinya. baik waktu menulis. Diksi adalah pemilihan kata setepat-tepatnya. Mengapa dikatakan demikian ? Karena puisi adalah hasil buah fikir manusia (karya) dalam bentuk tertulis (tidak dalam bentuk lain. citraan. ada nuansa khusus sehingga emosional penulis. Pemilihan kata itu disesuaikan dengan ekspresi bunyi. emosi. karena ketiganya selalu terbawa serta. melalui berpuisi sekaligus dapat membangkitkan dan mengembangkan (Bloom. nilai dan bunyi. Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra. ataupun pendengarnya terbawa hanyut oleh jiwa dari puisi itu. Sebab karya sastra mempunyai kebulatan makna intiristik yang dapat digali dari karya itu sendiri.sarana retorika. emosi. citraan. sarana retorika. pembaca. Jika salah satu saja dari karakteristik tersebut hilang. majas. 2003) potensi emosional (affektive. Pendekatan struktural yang dipergunakan. gaya bahasa. Dengan demikian. Dengan berpuisi. laporan. akan menghasilkan gambaran yang jelas terhadap diksi. narasi. persajakan. bahasa kias. BAB III ANALISIS PUISI BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTURAL Di bawah ini akan disajikan sebuah puisi yang dianalisis berdasarkan pendekatan struktural. Dalam berpuisi. atau berita. Lain halnya dengan sajian bahasa yang sifatnya informasi (mungkin) tidak akan menyentuh unsur afektif individu. BS dalam Erman. Pendekatan struktural yang dipergunakan. sarana retorika. tidak lagi disebut puisi. ketepatan arti yang sesuai dengan gagasan sajak. dan warna setempat (local colour Puisi dapat diartikan sebagai hasil karya tulis yang mengandung unsur seni. Untuk menunjang menganalisis puisi. rasa-budi) sekaligus kemampuan berfikir (cognitive. majas. maupun mendengarkannya. akal-fikir). dan ide yang digunakan dalam menulis puisinya. mambaca. persajakan. dan ketrampilan psikis (psychomotoric). narasi. nilai bunyi. misalkan unsur seni. bahasa khias.

pembaca akan lebih mudah mengetahui makna sebenarnya dan puisi tersebut. ya Tuhanku Tobat atas segala dosaku” Dalam menggunakan kata-kata aku tobat. kata yang digunakan adalah kata dengan makna sebenamya. BAIT II “Jantungku adalah biji kentang . padat dan kaya akan nuansa makna dan suasana sehingga mampu rnengembangkan dan mempengaruhi daya irnajinasi pembaca (Fajahono. Kata-kata yang digunakan oleh penyair mudah dipahami. Tuhanku. ya Tuhanku Telah kuinjak mulutmu Dan juga jantungku. Seperti pada BAIT I pada baris I dan 2 “Aku tobat. (Rendra. terdapat beberapa pilihan kata yang digunakan oleh pengarang yang sangat sederhana seperti yang dapat dilihat dalam puisi tersebut. Diksi (pilihan kata) Diksi merupakan pemilihan kata yang tepat.Aku tobat. Masmur Mawar) a. ya Tuhanku Tobat atas segala dosaku Burung-burung kecil di belukar Batang pimping menggeiiat Mulutmu daisi di hutan Sederhana dan naif sekali Mulutmu daisi di hutan Diinjak kaki petani Aku tobat. ya. Dalam puisi “TOBAT” disamping. ya Tuhanku Tobat atas segala dosaku Kacang-kacang berkembang Daun kobis segar di Iadang Jantungku adalah biji kentang Digigit oleh tanah Subur dan menderita Digigit oleh tanah Aku tobat. begitu pula pada kata-kata dalam kalimat tobat atas segala dosaku. 1990: 59).

Pada puisi “TOBAT” kata konkret terdapat pada bait: II : “Jantwigku adalah biji kentang” Di mana penyair di sini menghiaskan bahwa jantungnya disamakan dengan biji kentang. Pengimajian (citraan) Pengimajian adalah kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensonis seperti penglihatan. Pada puisi “T0BAT’ pengimajian yang digunakan oleh pengarang terdapat pada: *) Citraan Penglihatan terdapat pada bait: I : “Kacang-kacang berkembang” Daun habis segar di ladang II : “Jantungku adalah biji kentang” IV : “Telah kuinjak mulutmu” Dan juga jantungku. Bahasa Figuratif (Majas) Bahasa ftguratif atau majas adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara yang biasa. b. yakni suara yang langsung . *) Citraan Pendengaran terdapat pada bait I dan III II : “digigit oleb tanab” Subur dan meaderita Digigit oleh tanah IV : “Mulutmu daisi di hutan” Sederhana dan naif sekali Mulutmu daisi di hutan. d.ini bisa dilihat jelas pada kata “jantungku adalah biji kacang”. pendengaran dan perasaan. Kata Konkret Kata konkret adalah kata-kata yang dapat menyarankan kepada arti yang menyeluruh.Digigit oleh tanah Subur dan menderita Digigit oleh tanah” Kata-kata yang digunakan dalam kalimat puisi di atas menggunakan kata-kata yang mengandung unsur perumpamaan. peagembangan dan pengiasan. Pengonkretan kata berhubungan erat dengan pengimajinasian. II : “digigit oleh tanah” Di mana penyair menghiaskan atau mempersarnakan tanah dengan rnatiusia atau hewan yang bisa meuggigit sedangkan tanah merupakan benda mati. BAIT III dan BAIT IV juga menggunakan kata-kata dengan makna sebenanya. c.

pengulangan bunyi. Puisi “TOBAT” tidak mempunyai bahasa figuratif perbandingan b) Metafora adalah bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain tetapi tidak menggunakan kata-kata pembanding. suasana perasaan sang penyair yang diekspresikan dan harus dihayati oleh pembaca. e) Venfikasi (rima. Pada puisi “TOBAT” majas yang digunakan: a) Perbandingan. c) Perumpamaan epos. Aku tobat ya Tuhanku Tobat atas segala dosaku Kacang-kacang berkembang Daun kobis segar di Iadang ¬ Ritma. kiasan mi mempersamakan benda dengan manusia. f) Tata wajah (Tipografi). Pada puisi “TOBAT” personifikasi terdapat pada bait II “digigit oleh tanah” Di mana penyair mempersamakan tanah dengan manusia yang dapat rnenggigit padahal tanah itti merupakan benda mati. perbandingan yang dilanjutkan atan diperpanjang yaitu dibentuk dengan cara rnelanjutkan sifat-sifat pembandingnya lebih lanjut dalam kalimat atau frase berturut-turut “Jantungku adalah kentang” Digigit oleh tanah Subur dan menderita Digigit oleh tanah d) Personifikasi. frase dan kalimat pada puisi “TOBAT” ritma terciapat pada bait II dan IV yaitu pengulangan kalimat: II : “digigitoleh tanah” IV: “Mulutmu daisi di hutan” Metrum. pengulangan bunyi dalam puisi¬ Pada puisi “TOBAT’ rima terdapat pada bait I yaitu pengulangan bunyi ku dan ang. karena terdapat pada beberapa bait sang penyair mengatakan tobat atau sang penyair ingin tobat dan segala apa yang telah dia lakukan. 2. Perasaan (Feeling). pengulangan tekanan kata yang tetap path puisi “TOBAT” metrum tidak terdapat pada puisi tersebut. mempakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Pada puisi “TOBAT” metafora terdapat pada: Bait II : “Jantungku adalah biji kentang” Di mana dalam puisi üü penyair menyatakan bahwa jantungnya adalah biji dipersamakan dengan biji kentang. tipografi wig zag. berituk yang khas dan puisi Pada puisi yang beRjudul “ TOBAT “ mempunyai. *) Analisis Berdasarkan Struktur Batin 1. berpikir dan sebagainya seperti manusia. kata. Pada puisi “TOBAT” sang penyair merasa sedih karena dalam puisi tersebut penyair nengungkapkan semua kesalahan yang dia lakukaii dan akan bertobat . bendabenda mati dibuat dapat berbuat. Tema.mengungkapkan makna. Pada puisi “TOBAT “ penyair menggunakan tema ketuhanan. ritme dan metrum) Rima.

. sikap penyair terhadap pembaca Puisi “TOBAT” sikap penyair terhadap pembaca yaitu : lembut dan halus karena dia memohon agar tobat yang dilakukan dapat diterima .3. serta merenungkan semua apa yang dia lakukan sama dengan penyair lakukan. keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi yaitu : pembaca merasa sedih dan terharu. Pada puisi “TOBAT” arnanat yang terkandung yaitu : segala sesuatu yang kita lakukan baik itu yang bermanfaat atau tidak. . pastinya kita akan minta ampun kepada Tuhan.Suasana. Nada dan Suasana .Nada.Amanat (pesan) Amanat merupakan hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisinya.

Apa hasil dari menganalisis puisi menggunakan pendekatan struktural? . Lihat juga flow analysis. dan ide yang digunakan dalam menulis puisinya. Apa pengertian pendekatan struktural? . . Evaluasi merupakan tahap pertama dimana system engineering menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan system dalam bidang komunikasi dan komputerisasi. narasi.1 Simpulan Struktural merupakan keseluruhan yang bulat. emosi.BAB IV PENUTUP 4. Dalam komputasi. melainkan ditujukan pula kepada hubungan antar unsurnya. sarana retorika. bahasa khias. Sedangkan pada kegiatan laboratorium.Arti istilah analisis (analysis) dianggap berkaitan erat dengan pengertian evaluasi terhadap situasi dari sebuah permasalahan yang dibahas. persajakan. citraan. majas. Sebab karya sastra mempunyai kebulatan makna intiristik yang dapat digali dari karya itu sendiri. kata analisa atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. Perumusan masalah dari Analisis Puisi Berdasarkan Pendekatan Struktural adalah: 1.Hasil dari analisis puisi menggunakan pendekatan struktural adalah akan menghasilkan gambaran yang jelas terhadap diksi. analisis ini biasanya mencakup segi kontrol arus. bait dan baris. 3.Pendekatan struktural adalah suatu metode atau cara pencarian terhadap suatu fakta yang sasarannya tidak hanya ditujukan kepada salah satu unsur sebagai individu yang berdiri sendiri di luar kesatuannya. kontrol kesalahan dan penelitian efisiensi. termasuk di dalamnya peninjauan dari berbagai aspek dan sudut pandang. Analisis struktural merupakan tugas prioritas atau tugas pendahuluan. yaitu bagian-bagian yang membentuknya tidak dapat berdiri sendiri di luar struktural itu. Apa arti dari analisis puisi? . 2. nilai bunyi. system analysis. analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Tidak jarang ditemui permasalahan besar dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat diteliti dan ditangani lebih mudah. Dalam linguistik. numerical analysis.

Dengan demikian ia dapat menerangkan hakikat karya sastra yang bersangkutan sebagaimana Ia dapat menangkap dan merasakannya. Untuk menunjang ilmu sastra. analisis struktur cerita.4. Kritikus dalam hal mi dapat menjadi pemandu pembaca dalam menikmati karya sastra. Bahkan bagi pengarang. gaya bahasa teknik penceritaan dan sebagainya. semakin kaya pula Ia dengan pengetahuan dan pengalaman batin. Seorang kritikus tidak akan terbawa hanyut oleh keterpakuannya terhadap apa yang dinikmati dan dihayati atau terbius dan terbuai oleh kesan-kesan belaka sehingga apa yang ditulisnya bukanlah sebuah kritik melainkan rekaman kesankesan. kritik sastra dapat pula dijadikan alat pemandu bakat para penulis muda dan dapat mematangkan penuhs yang telah berkarya. Kritik sastra berguna pula untuk pengembangan dan pembinaan ilmu sastra (teori sastra) Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra. .2 Saran Kritik sastra memiliki peran sebagai jembatan penghubung antara karya sastra dengan masyarakat penikmat sastra. Di samping itu. Demikian. saran dari penulis makalah ini secara nyata memberi sumbangan pula dalam meningkatkan mutu karya sastrawan. Dalam mengembang misinya . Sumbangan pikiran dan analisis kritikus yang baik bisa menimbulkan minat yang menyala-nyala bagi pembaca-pembaca lain untuk membaca karya sastra tersebut. Kritikus dapat menjadi. Dengan demikian ia memberi sumbangan besar kepada para ahIi sastra dalam mengernbangkan sastra memberi sumbangan pula kepada kritikus yang belurn dijelajahi oleh pengarang. propaganda yang balk untuk karya-karya mereka. atau laporan perjalanan batin di dalam keterbuaiannya dengan kesankesan itu. Ia harus memiliki kemampuan nasional berkat pengetahuan dan pengalaman batinnya yang telah diperkaya oieh banyaknya jenis karya yang telah dibacanya dan ditelaahnya. serta semakin tajam pula pengamatan dan kemampuannya merasionalkan kesimpulan-kesimpulan yang ditariknya dan apa yang dibacanya itu. para kritikus dituntut memiliki rasa tanggung jawab dan kejujuran dalain rnengembangkan profesi dan kejujuran terhadap hati nurani sendiri. Semakin banyak ia membaca.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->