P. 1
ASUHAN KEBIDANAN

ASUHAN KEBIDANAN

|Views: 533|Likes:
Published by tustus
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL 37 MINGGU G1P0A0
DIBIDAN PRAKTIK SWASTA
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU HAMIL 37 MINGGU G1P0A0
DIBIDAN PRAKTIK SWASTA

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: tustus on May 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL 37 MINGGU G1P0A0 DIBIDAN PRAKTIK SWASTA YULI MARLIANTI MARTAPURA

PEMBIMBING : NOOR HAYYUN CHOIRIYAH AM.Keb

DISUSUN OLEH NAMA NIM : NORHASANAH : 032401508095

AKADEMIKEBIDANAN MARTAPURA YAYASAN KORPRI KABUPATEN BANJAR 2010

LANDASAN TEORI KEHAMILAN A. Pengertian Kehamilan Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulan) yang ditangkap oleh umbai-umbai (flmbrioe) dan masuk kedalam saluran telur. Waktu persetubuhan, cairan sperma tumpah kedalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk kesaluran telur. Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi dibagian yang menggembung dan tuba falopi. Disekitar sel telur, banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi

untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum, kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki. Masuklah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi = pertilisasi). Ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh rambur getar tuba) menuju ruang rahim, kemudian melekat pada mukosa rahim untuk selanjutnya bersarang di ruang rahim. Peristiwa ini disebut nidasi (implantasi). Dari pembuahan sampai nidasi diperlukan waktu kira-kira 6-7 hari. Untuk menyuplai darah dan zat-zat makanan bagi …… dan janin, dipersiapkan uri (plasenta). Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi=fertilisasi), nidasi, dan plasentasi. B. Etiologi Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari : • • • • • • Ovulasi pelepasan ovum Terjadinya migrasi spermatozoa dan ovum Terjadinya konsepsi + pertumbuhan zigot Terjadinya nidasi (implementasi) pada uterus Pembentukan plasenta Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm

1.

Ovulasi Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh system hormonal yang komplek. Selama masa subur yang berlangsung 20 – 35 tahun hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuto proses pematangan dan terjadi ovulasi. a. Proses pertumbuhan ovum (oogenesis) Asalnya : Epitel germinal

Oogenium

Folikel Primer

Proses Pematangan Pertama b. Dengan pengaruh FSH, folikel primer mengalami perubahan menjadi folikel de graff yang menuju ke permukaan ovarium disertai pembentukan cairan uguor folikulu. c. Desakan folikel de graff ke permukaan ovarium menyebabkan penipisan dan disertai devaskularisasi. d. Selama pertumbuhan menjadi folikel de graff ovarium mengeluarkan hormone estrogen yang dapat mempengaruhi : • • • Gerak dari tuba yang makin mendekati ovarium Gerak sel rambut lumen tuba makin tinggi Paristaltik tuba makin aktif

e. Dengan pengaruh LH yang semaikn besar dan fluktuasi yang mendadak, terjadi proses pelepasan ovum yang disebut ovulasi. f. Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai umbai, maka ovum yang telah dilepaskan segera ditangkap oleh umbai tuba. g. Ovum yang tertangkap terus berjalan mengikuti tuba menuju uterus,. Dalam bentuk pematangan pertama, artinya telah siap untuk dibuahi.

2.

Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang komplek. • • • • • • • • Spermatoqonium berasal dari sel primitive tubulus Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatosit pertama Menjadi spermatid Akhirnya spermatozoa

Bentuk spermatozoa seperti cebonh yang terdiri atas : Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengandung inti Leher Ekor : penghubung antara kepala dan ekor : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi sehingga dapat bergerak 3. Konsepsi Proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : a. Ovum yang dilepaskan mengandung persediaan nutrisi. b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaphase. c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona pelusida. d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam. 4. Proses Nidas atau Implantasi Nidas adalah masuk atau tertanamnya hasil konsepsi kedalam endometrium. Bila nidas telah terjadi, dimulailah dierensiasi selsel lotastula. Selsel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan selsel yang lebih besar menjadi entoderm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lemeng embrional diantara amniom dan yolk sac. 5. embentukan lasenta uri berbentuk bundar atau oval ukuran diameter 1520 cm, tebal 23 cm berat 500600 gram. Biasanya lasenta atau uri akan terbentuk ada kehamilan kirakira 16 minggu, dimana ruang amnio telah mengisi seluruh

rongga rahim. Terletak pada korus uteri bagian dean atau belakang agak kearah kudus uteri. 6. Tubuh kembang hasil konsesi Pertumbuhan perkembangan janin dalam rahim sangat kompleks,

dipengaruhi oleh kesehatan ibu, janin dan plasenta sebagai akar yang akan memberikan nutrisi. Pertumbuhan hasil konsepsi ditetapkan tiga tahap penting : a. Tingkat ovum (telur) umur 0-2 minggu dan belum tampak berbentuk dalam pertumbuhan. b. Embrio (mudiqah), sudah terdapat rancangan bentuk alat-alat tubuh dan berumur 3-5 minggu. c. Janin (fetus), sudah berbentuk manusia dan berumur diatas 5 minggu.

C.

Tanda-Tanda Kehamila I. Tanda-tanda dugaan hamil : a. Amorea (terlambat dating bulan) b. Mual (nausea) dan muntah (emesis) − Pengaruh esteogen dan proqesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan − Akibat mual muntah nafsu makan berkurang − Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi c. Ngidam Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam d. Sinkope atau pingsan − Terjadinya gangguan sikulasi kedaerah kepala menyebabkan iskemia susunan sarap pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan − Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu e. Payudara tegang

Pengaruh estrogen-proqesteron dan somatomamotropin menimbulkan deposit lemak, air, dan garam dalam payudara f. Serung miski Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miski. Pada triwulan kedua sudah menghilang g. Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesterone dapat mengambat peristal usus menyebabkan kesulitan untuk buang air besar h. Pigmentasi kulit Oleh pengaruh hormone kortikosteroid plasenta, di jumpai di muka sekitar pipi (chloasma gravidarum), areola payudara, leher, leher dan dinding perut (linea nigra = grisea) i. Epulis Hipertropi gusi disebut epulis dapat terjadi bila hamil j. Varices atau penampakan pembuluh darah vena dapat terjadi pada kaki, betis dan vulua biasanya di jumpai pada triwulan akhir dan akan menghilang setelah persalinan

II.

Tanda tidak pasti kehamilan Dapat di tentukan dengan jalan : a. Rahim membesar, sesuai dengan tua nya hamil b. Pemeriksaan dalam di jumai : Tanda hegartanda chadwiks Tanda piscaseks Tanda Braxton hicks Teraba ballottement c. Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif sebagian kemungkinan positif pasu

III.

Tanda pasti kehamilan a. Gerakan janin dalam rahim

Terlihat atau teraba gerakan janin Teraba bagian-bagian janin b. Denyut jantung janin Didengar dengan stetoskop-monoral laennec Dicatat dan di dengar dengan alat Doppler Dicatat dengan feto-elektro kardiogram c. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen

D.

Diagnosis Banding Kehamilan 1. Hamil palsu (pseudocyesis) atau kehamilan spuria Dijumpai dugaan hamil, tetapi dengan pemeriksaan alat canggih dan tes biologis tidak menunjukan kehamilan 2. Tumor kandungan atau mioma uteri Terdapat pembesaran rahim, tetapi tidak disertai tanda hamil Bentuk pembesaran tidak merata Perdarahan banyak saat menstruasi 3. Kista ovanum Pembesaran perut, tetapi tidak disertai tanda kehamilan Dating bulan terus berlangsung Lamanya pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan Pemeriksaan tes biologis kehamilan dengan hasil negative 4. Hemato metra Terlambat dating bulan sakit setiap bulan Terjadi tumpukan darah dalam rahim Tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukan hasil yang positif Sebab hime in perforate 5. kandung kemih yang penuh dengan melakukan kateterisasi,maka pembesaran perut akan menghilang

E.

Patofisiologi Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai pertus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur (cukup bulan). Bila kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut kehamilan premature, bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut kehamilan postmatur. Kehamilan premature akan mempengaruhi viabilitas (kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bai yang terlalu muda mempunyai prognosis buruk. Ditujukan dari tuanya kehamilan,kehamilan dibagi menjadi : a) b) c) Kehamilan triwulan pertama (antara 0-12 minggu) Kehamilan triwulan kedua (antara 12-28 minggu) Kehamilan triwulan terakhir ( antara 28-40 minggu)

Dalam triwulan pertama alat-alat mulai terbentuk. Dalam triulan kedua alat-alat telah dibentuk, tetapi belum sempurna dan viabilitas janin masih disangsikan. Janin yang dilahirkan dalam trimester terakhir telah viable (dapat hidup). Bila hasil konsepsi dikeluarkan dari kauum uteri pada kehamilan di bawah 20 minggu, disebut abortus (keguguran). Bila terjadi di bawah 36 minggu disebut partus prematurus (persalinan premature).kelahiran dari 38 minggu sampai 40 minggu disebut partus aterm.

F.

Penatalaksanaan 1) Anamnesa Data biologis Keluhan hamil Fisiologis Patologis (abnormal) 2) Pemeriksaan fisik a. b. Pemeriksaan fisik umum Pemeriksaan fisik khusus Obstetric Pemeriksaan dalam atau rectal

Pemeriksaan ultrasonografi 3) Pemeriksaan psikologis Kewajiban dalam menghadapi kehamilan 4) Pemeriksaan laboraterium a. Laboraterium rutin Darah lengkap Tes kehamilan b. Laboraterium khusus Pemeriksaan TORCH Pemeriksaan serologis Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal Pemeriksaan protein darah Pemeriksaan golongan darah Pemeriksaan factor Rh Pemeriksaan air ketuban Pemeriksaan infeksi hepatitis B ibu dan bayui Pemeriksaan estriol dalam urine Pemeriksaan infeksi AIDS 5) Diagnosis kehamilan a. Kehamilan normal Tampa keluhan Hasil pemeriksaan laboraterium baik b. Kehamilan dengan resiko Tinggi atau sangat tinggi Yang meragukan Rendah c. d. e. f. Kehamilan disertai penyakit ibu yang mempengaruhi janin Kehamilan disertai komplikasi Kehamilan dengan nilai nutrisi kurang Diagnosis diferensial Amenorea sekunder

Pseodocyesis Tumor ginekologis 6) Penatalaksanaan lebih lanjut a. b. c. d. Pengobatan penyakit yang menyertai hamil Pengobatan penyulit kehamilan Memberikan pemberian vaksinasi Memberikan preparat penunjang kesehatan Vitamin : obimin AF,Prenafit,Vicanatal,Barralat,Biosanbe dan tambahan preparat fe e. Menjadwalkan pemeriksaan ulang

G.

Komplikasi pada kehamilan I. Komplikasi kehamilan muda a. Hiperemesis gravidium “ Morning sickness” dengan muntah terus menerus,makan kurang dapat menyebabkan gangguan suasana kehidupan sehari-hari. Hiperemisis sulit dirawat dengan pengobatan biasa dan perlu dirawat dirumah sakit, untuk mendapatkan”cairan pengganti” sehingga sirkulasi daerah segera kembali, serta meningkatkan metabolisme tubuh. b. Keguguran kandungan Keguguran adalah terhentinya kehamilan sebelum janin mampu hidup diluar kandungan pada umur kurang dari 28 minggu. Bentuk klinis keguguran Abortus insiplens Abortus inkompletus Abortus kompletus Missed abortion c. Kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas Adalah penyimpangan kehamilan dengan terjadi degenerasi hidrofik dari jonjot koreon,sehingga berupa buah anggur, dengan mengandung banyak cairan dan hormone.

d. Kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektropik) Kehamilan ektropik merupakan salah satu “keadaan darurat” yang segera harus mendapatkan tindakan pembedahan, untuk mengambil sumber perdarahan sehinga bahaya lebih lanjut dapat diatas.

II.

Komplikasi kehamilan trimester ketiga a. Persalinan prematuritas Persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu,dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. b. Kehamilan ganda (kembar) Kehamilan ganda sering terjadi dengan frekuensi 1 : 89 kehamilan. Kehamilan ganda sejak umur muda sudah dapat ditetapkan dengan jalan melakukan pemeriksaan USG c. Kehamilan dengan perdahan 1) Perdarahan plasenta previa Adalah keadaan implantasi plasenta demikian rupa sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim, sehingga pembuluh darah besar ada pada sekitar mulut rahim. 2) Perdarahan solusio plasenta Adalah lepasnya plasenta dan implantasi yang normal (fundus uteri) sehingga menimbulkan rasa sakit dan gangguan nutrisi pada janin. 3) Perdarahan pada sinus marginalis Terjadi menjelang persalinan,jumlah nya tidak terlalu banyak, dan tidak membahayakan janin dan ibunya. 4) Perdarahan vasa previa Adalah penyilangan pembuluhan darah pada mulut rahim yang berasal dari insersio vilamentosa plasenta d. Kehamilan dengan ketuban pecah dini Sebab terjadinya ketuban pecah : 1) Karena trauma langsung pada perut ibu 2) Kelainan letak janin dalam rahim

3) Pada kehamilan grande multi para (hamil lebih dari 5 kali) e. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim Setelah umur hamil diatas 16 minggu, dapat dirasakan gerak janin dalam rahim yang disebut”guk kening” sebagai gerakan pertama penyebab kematian janin dalam rahim : 1) Kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan penyakit kencing gula (diabetes mellitus) 2) Lilitan tali pusat yang mematikan 3) Terjadi simpul tali pusat 4) Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan 5) Kehamilan dengan perdarahan 6) Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari f. Kehamilan lewat waktu persalinan Bila berhadapan dengan kehamilan lwat waktu, dimana tanggal rencana persalinan di tampaui atau sebagian besar hamil yang sebaya telah lahir. Sebaiknya berkonsultasi dengan bidan atau dokter g. Kehamilan dengan pre-eklampsia dan eklampsia Gejala klinik pre-eklampsia ringan : 1) Tekanan darah sekitar 140/90 mmhg 2) Terdapat pengeluaran urine 0,3 g/liter atau kualitatif +1++2 3) Edema (bengkak kaki,tangan) 4) Kenaikan berat badan lebih dari 1 kg / minggu Gejala klinik pre –eklampsia berat : 1) Tekanan darah 160/110 mmhg atau lebih 2) Pengeluaran protein dalam urine lebih dari 5 gr 24 jam 3) Terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc 124 jam 4) Terjadi edema paru dan sianosis (kebiruan) dan terasa sejak nafas 5) Terjadi gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan,nyeri didaerah perut atas)

H.

Nasihat-Nasihat untuk Ibu Hamil

1. Makanan (Diet) ibu hamil Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia,abortus, dan partus prematurus. Sedangkan makanan berlebih, karena dianggap untuk 2 orangibu dan janin, dapat mengakibatkan komlikasi seperti gemuk,preeklamsi,dan janin besar. Kebutuhan makanan sehari-hari ibu tidak hamil,dan menyusui Kalori dan Zat makanan Kalori Protein Kalsium (Ca) Zat besi (fe) Vitamin A Vitamin D Tiamin Riboflavin Niasin Vitamin C 2000 55 g 0,5 g 12 g 5000 Iu 400 Iu 0,8 mg 1,2 mg 13 mg 60 mg 2300 659 1g 1 7g 6000 Iu 600 Iu 1 mg 1,3 mg 15 mg 90 mg 3000 80 gr 1g 17 g 7000 Iu 800 Iu 1,2 mg 1,5 mg 18 mg 90 mg Tidak hamil Hamil Menyusui

2. Merokok Jelas bahwa bayi dari ibu-ibu perokok mempunyai berat badan lebih kecil. Karena itu wanita hamil dilarang merokok.

3. Obat-obatan Prinsip : Jika mungkin dilahirkan pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama dalam triwulan 1. Perlu di pertanyakan mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahayanya terhadap janin, oleh karena itu harus dipertimbangkan pemakaian obat-obatan tersebut.

4. Lingkungan Saat sekarang,bahaya polusi udara,air dan makanan terhadap ibu dan anak sudah mulai di selidiki seperti halnya merokok 5. Gerak badan Berguna : Sirkulasi darah menjadi baik, nafsu makan bertambah,pencernaan lebih baik, dan tidur lebih nyenyak.

6. Kerja Boleh bekerja seperti biasa Cukup istirahat dan makan teratur Pemeriksaan hamil yang teratur

7. Bepergian Jangan terlalu lama dan melelahkan Duduk lama-statis vena menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak Bepergian dengan pesawat dengan udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia dan tekanan oksigen yang cukup dalam pesawat udara

8. Pakaian Pakaian harus longgar dan bersih Pakailah kutang yang mennyandang payudara Memakai sepatu dengan tumit yang tidak terlalu tinggi Pakaian dalam yang selalu bersih

9. Istirahat dan rekreasi Wanita pekerja harus sering istirahat. Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan

10. Mandi

Mandi diperlukan untuk kebersihan / hygiene terutama perawatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Douche dan mandi berendam tidak dianjurkan.

11. Koitus Koitus tidak dihalangi kecuali bila ada sejarah : Sering abortus atau premature Perdarahan pervaginampada minggu terakhir kehamilan, koitus harus hati-hati Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang Dikatakan orgasme pada hamil tua dapat menyebabkan kontraksi uteruspartus prematurus

12. Kesehatan jiwa Untuk menghilangkan cemas harus ditanamkan kerjasama pasien penolong (dokter,bidan) dan diberikan penerangan selagi hamil dengan tujuan : Menghilangkan ketidaktahuan Latihan-latihan fisik dan kejiwaan Mendidik cara-cara perawatan bayi Berdiskusi tentang peristiwa persalinan fisiologik

13. Perawatan buah dada Buah dada merupakan sumber air susu ibu yang akan menjadi makanan utama bagi bayi, karena itu jauh sebelumnya harus dirawat. Kutang yang di pakai harus sesuai dengan pembesaran buah dada, yang sifatnya adalah menyokong buah dada dari bawah suspension, bukan menekan dari depan.

I.

Daftar Pustaka 1. Llewellyn-Jones Derek : Dasar-dasar ilmu kebidanan dan kandungan E/6.Jakarta,Hipokrates,1998. 2. Hacker,Neville F./J.George Moore,M:D:Intisari Ilmu Kebidanan dan

Kandungan E/2.Jakarta,Widya Medika,1998. 3. Prawiroharjo,sarwono : Ilmu Kebidanan.Jakarta,Yayasan Bina Pustaka, 1976 4. Beckmann,Charles R.B et al : obstetric adid Gynecology Z/E.baltimone wiliams and wilkins,1995. 5. Sciarra,J.J : Gynecology and obytetric Vol. 2 & 3 Revised Edotions. Philadelphia,Harper & Row Publisher, 1983.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU G1P0A0 HAMIL 37 MINGGU DI BIDAN PRAKTEK SWASTA YULI MARWANTY MARTAPURA

I.

PENGKAJIAN Hari atau tanggal Jam : Rabu, 04 Agustus 2010 : 10.00 Wita

A. DATA SUBJEKTIF a. Identitas Isteri Nama Umur Suku/Bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Bekerja Alamat Rumah : Ny. L : 19 tahun : Banjar/Indonesia : Islam : SMA : Ibu Rumah Tangga : : Jl. Mentri 4 Martapura Suami Tn. R 20 Tahun Banjar/Indonesia Islam SMA Wiraswasta Martapura Jl. Mentri 4 Martapura

b.

Keluhan Utama Ibu datang ingin memeriksa kehamilan

c.

Riwayat Kehamilan Sekarang 1. Riwayat Haid Menarche Siklus Lamanya Banyaknya : 14 Tahun : ± 28 hari : ± 5 – 6 hari : ± 2 – 3 kali ganti pembalut/hari

Disminorhoe : tidak ada

2. Riwayat Hamil Sekarang

-

HPHT TP Kehamilan yang ke

: 19-11-2009 : 27-08-2010 : 1 (pertama)

Mulai merasakan gerakan janin : pada usia kehamilan 20 minggu (5 bulan)

3. Pola aktivitas Ibu masih melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah dan lain-lain 4. Pola eliminasi BAB Frekwensi Warna : 1 kali sehari : kuning

Konsistensi : lembek Masalah BAK Frekwensi Warna : 4 – 6 kali sehari : kuning jernih : tidak ada

Konsistensi : amoniak Masalah : tidak ada

5. Pola tidur dan istirahat Tidur siang : ± 2 jam (14.00 – 16.00 wita)

Tidur malam : ± 8 jam (21.00 – 05.00 wita) Masalah 6. Pola seksual Sebelum hamil Frekuensi Masalah Setelah hamil Frekuensi : 1 kali seminggu : 3 kali seminggu : tidak ada : tidak ada

Masalah

: ibu cemas dengan keadaan janinnya sehingga ibu dan suami mengurangi frekuensi hubungan

seksual

7. Merokok, minuman keras dan obat terlarang Ibu tidak pernah merokok, mengkonsumsi minuman keras dan obat terlarang. d. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu Ini merupakan kehamilan yang pertama e. Riwayat kesehatan a. Riwayat kesehatan ibu Ibu tidak menderita penyakit keturunan seperti kencing manis, tekanan darah tinggi dan asma ataupun penyakit kronis seperti jantung, hati dan ginjal dan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC dan hepatitis b. Riwayat kesehatan keluarga Dari puhak keluarga tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, dan asma ataupun penyakit kronis seperti jantung, hati dan ginjal dan tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC dan hepatitis f. Riwayat Sosial Ekonomi a. Status perkawinan Kawin Usia kawin Lama perkawinan Dengan suami sekarang : ya : 17 tahun : 2 tahun : ya

Istri ke berapa dengan suami sekarang : pertama b. Riwayat KB Metode Lamanya Alasan : suntuk 1 bulan : 1 tahun : ingin punya anak

g.

Kebiasaan hidup sehat 1) Pola nutrisi Jenis makanan : nasi, lauk-paik, sayur, buah, ikan, dan susu Porsi : 1 piring nasi, 1 potong ikan, ½ mangkuk sayur, buah pisang, dan 1 gelas susu Frekuensi Pantangan : 3 kali sehari : tidak ada

2) Personal hygiene Frekuensi mandi Frekuensi gosok gigi : 2 kali sehari : 3 kali sehari

Frekuensi ganti pakaian : 2 kali sehari Kebersihan vulva : dibersihkan saat mandi, habis BAK dan BAB h. Rencana melahirkan Tempat untuk persalinan : rumah BPS (Bidan Praktek Swasta) Penolong persalinan i. Data Psikologis a) Respon ibu terhadap kehamilan Ibu merespon sangat bahagia atas kehamilannya karena ini merupakan kehamilan pertama b) Respon suami terhadap kehamilan Suami sangat bahagia dengan kehamilan ibu karena suami sangat ingin punya anak tetapi sedikit khawatir terhadap kondisi ibu yang sekarang c) Dukungan keluarga lain terhadap kehamilan Keluarga juga merasa bahagia dan turut mendukung dengan adanya kehamilan ibu j. Data Spiritual Selama kehamilannya ibu tetap melakukan sholat 5 waktu dan ikut dalam yasinan k. Data sosial budaya : Bidan

Ibu mengatakan bahwa pada umur kehamilannya 7 bulan diadakan mandi 7 bulanan B. Data Objektif 1. Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional b. Tanda-tanda vital TD Nadi Pernapasan Suhu c. Tinggi badan d. Berat badan Sebelum hamil Saat hamil e. Lila 2. Pemeriksaan khusus a. Inspeksi - kepala/rambut : terlihat bersih, tidak ada ketombe dan rambut tidak rontok - muka - mata : tidak oedema, tidak ada closmo gravidarum : bentuk mata simetris, kunjungtiva merah muda, sclera tidak ikterik - hidung : bentuk simetris, bersih, tidak ada secret, tidak ada pembersaran polip - mulut : tidak kelainan bentuk pada mulut, tidak terdapat stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada caries dentis pada gigi, lidah bersih - telinga : bentuk simetris, bersih, tidak ada kotoran : 44 kg : 52 kg : 24 cm : 100/60 mm Hg : 80 x / menit : 22 x / menit : 370 C : 155 cm : compos mentis : baik

- leher

: tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada pembengkakan vena jugularis

- dada

: bentuk simetris kanan dan kiri, putting menonjol tapi colostrums belum keluar, keadaan payudara bersih, terdapat

hyeperpigmentasi areola mammae - abdomen : keadaan pembesaran abdomen sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linea nigra, tidak ada bekas operasi - genetalia : tidak ada fluoi aibus, tidak ada oedem, tidak ada haemoroid ekstremitas - atas : bentuk simetris, keadaan kuku bersih dan tidak pucat, jumlah jari lengkap, tidak ada cacat - bawah : bentuk simetris, keadaan kuku bersih dan tidak pucat, jumlah jari lengkap, tidak ada cacat, tidak varices b. palpasi - muka - leher : tidak herabaoedem : tidak teraba adanya pembesaran kelenjar thyroid, tidak teraba pembesaran kelenjar limfe, tidak teraba pembengkakan venjuglaris - mammae : tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan - abdomen - lepoid : TFU 3 jari bawah Pr x(processus x poideus) (33 cm) pada fundus teraba lunak dan tidak melinting yang berarti bokong. TBJ : (33-12) x 155 = 3255 gr

- lepoid II

: pada perut sebelah kiri ibu teraba bagianbagian janin seperti tangan dan kaki. Pada perut sebelah kiri ibu teraba keras, datar memanjang yang berarti punggung janin (puka)

- lepoid III

: bagian terbawah janin teraba bulat, keras dan melinting bila digoyang (pres-kep)

- lepoid IV ANC - Trimester I Frekuensi Tempat Masalah

: bagian teraba janin sudah masuk PAP

: 1 kali : BPS (bidan praktek swasta) : mual, pusing, sering kencing, dan kurang nafsu makan

Obat-obatan

: vit B6 3x1 tablet, b.compleks 3x1, antacid 3x1 tablet

Penyuluhan

: - menganjurkan ibu untuk banyak istirahat dan jangan terlalu lelah bekerja - menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, ikan dan ditambah dengan susu - menganjurkan ibu agar makan dalam porsi kecil tetapi sering

Imunisasi - Trisemester II Frekuensi Tempat Masalah Obat-obatan

: tidak ada

: 1 kali : BPS (bidan praktek swasta) : tidak ada : sf3x1 tablet, vit. C 250 mg, kalk 1x1 tablet

Penyuluhan

: - menganjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi yaitu makanan 4 sehat 5 sempurna - menganjurkan kunjungan ulang - menganjurkan ibu untuk memakai pakaian yang longgar - menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup agar ibu tidak merasa lelah dan lemas ibu untuk melakukan

Imunisasi

:

TT I

- Trisemester III Frekuensi Tempat Masalah Obat-obatan Penyuluhan : 1 kali : BPS (bidan praktek swasta) : sering kencing : sf3x1 tablet, vit. C 250 mg, kalk 1x1 tablet : - menganjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi dan bervariasi - menganjurkan ibu untuk menjaga

kebersihan diri dan merawat payudara untuk mempersiapkan Asi - menganjurkan ibu untuk mengontrol ulang bulan depan atau apabila ada keluhan Imunisasi : TT II

c.

Auskultasi DJJ terdengar pada daerah 3 jari bawah pusat sebelah kanan, dengan frekuensi 11 + 12 + 12 = 140 x / menit : teratur

d.

Perkusi Refleks patella : kiri : (+) positif

kanan : (+) positif Nyeri ginjal kiri : (-) negative

kanan : (-) negatif II. ASSASMENT Ibu G1P0A0 hamil 37 minggu, janin tunggal hidup intra uterin fisiologis III. PLANNING 1. Membangun hubungan saling percaya dengan ibu, dengan cara bersikap ramah dan hangat 2. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu seperti usia kehamilan 37 minggu, nadi 80x/menit, suhu 370C, pernapasan 22x/menit, tekanan darah 100/60 mmHg, kepala janin sudah masuk PAP. Ibu mengerti dengan hal yang disampaikan. 3. Menganjurkan ibu untuk makan dalam porsi kecil tetapi sering agar asupan gizi ibu dan janin dapat terpenuhi. Ibu mengerti dan berjanji akan melakukan apa yang telah disampaikan. 4. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan tidak melakukanj pekerjaan yang berat yang membuat badan cepat lelah. Ibu berjanji akan melakukan pekerjaan yang ringan saja serta istirahat yang cukup. 5. Memberikan therapy dan menjelaskan cara meminum mp, yaitu : a. Sf sebanyak 30 tablet, dosis 1x1 tablet/hari, untuk menambahkan zat besi cara meminumnya yaitu dengan air putih atau air jeruk. Jangan meminum air teh, kopi, atau susu karena dapatmenghambat

penyerapannya. Sebaiknya diminum saat malam sebelum tidur, untuk mengurangi rasa mual yang ditimbulkannya. Adapun efek sampngnya dari tablet sf yaitu BAB keras dan berwarna kehitaman, namun itu hal yang wajar. b. Vit C 250 mg sebanyak 10 tablet, minu, bersamaan dengan tablet SF untuk memaksimalkan penyerapan zat besi. c. Kalk sebanyak 10 tablet 1x1 perhari, diminum setelah makan untuk membantu pertumbuhan tulang janin serta untuk mencegah defense kalsium pada ibu.

Ibu telah diberi obat dan bersedia meminumnya secara teratur. 6. Memberitahukan informasi tanda bahaya, seperti : a. pusing yang hebat b. tidak mau makan dan BB turun drastis. Serta menganjurkan untuk menghubungi dokter atau bidan jika terjadi suatu hal yang dianggap menghawatirkan, ibu mengerti apa yang telah disampaikan dan berjanji kan segera menghubungi dokter atau bidan terdekat, jika terjadi sesuatu hal yang tidak wajar. 7. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu lagi dari kunjungan sekarang atau segera jika ada keluhan. Ibu bersedia datang lagi sesuai anjuran. 8. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan Pendokumentasian sudah dilakukan dengan menggunakan SOAP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->