RANCANGAN DAN LANGKAHLANGKAHLANGKAH PENELITIAN

Oleh : Team sosiologi SMAN 3 Cimahi

Latar belakang masalah
Fenomena sosial Gejala sosial Keterlibatan antar aspek atau variabel (didukung data) Menarik peneliti (argumentasikan bahwa fakta dibalik fenomena itu menarik u diteliti) Penting bagi orang lain (argumentatif) Masih tergolong langka Oleh karena itu, peneliti berminat untuk mencari jawaban-jawabannya. jawaban-

Pengertian masalah penelitian
Adanya kesenjangan antara kenyataan dan harapan Bandingkan dengan pengertian kebutuhan (perorangan, kelompok, sosial) Masalah: kebutuhan dalam prioritas tinggi, memerlukan pemecahan segera

Perumusan dan pembatasan masalah
Perumusan masalah: pertanyaan generik tentang fakta dibalik fenomena Pembatasan masalah: fokuskan, tidak boleh terlalu luas atau sempit

Syarat masalah yang baik: Observable Managable Berarti Relevansi .

bergantung kepada sifat dari masalah utamanya.Identifikasi masalah Masalah yang sudah dirumuskan tadi. pecah ke dalam masalah-masalah yang masalahlebih kecil. . Banyaknya submasalah yang akan dimunculkan. Yang penting tidak boleh keluar dari masalah inti yang tampak dalam perumusan masalah di atas.

Apa yang akan Anda cari Hasil. proses. Targetnya adalah hasil dari penelitian setelah selesai. hasil.Tujuan penelitian Bukan tujuan peneliti. produk Harus jelas dan sejalan dengan masalah yang dirumuskan Tujuan umum dan tujuan khusus. Yang umum berkaitan dengan target pencapaian tema atau masalah utama. Sedangkan tujuan khusus adalah tujuantujuan-tujuan yang lebih sempit. Orientasinya kepada produk. . teori. yaitu yang sejalan dengan identikasi masalah yang dirumuskan.

profesi.Kegunaan atau manfaat penelitian Kegunaan teoretis Berkait dengan pengembangan ilmu Kegunaan praktis Berkaitan dengan manfaat dan kontribusi langsung kepada kepentingan lembaga. atau perorangan dalam tataran praktis .

dan variabel secara terintegrasi .. Kerangka berpikir teoretis. dan atau telaah pustaka Pengertian kerangka berfikir dan fungsinya Kerangka berpikir teoretis Kerangka pemikiran Kerangka konseptual Contoh model diagram Alur berfikir peneliti yang didukung oleh data hasil penelitian terdahulu sehingga menghasilkan rumusan paradigm atis tentang masalahmasalah-masalah. konsep.

dsb. mengapa. tidak perlu betanya lagi. adakah. Pertanyaan penelitian ini nantinya dikembangkan dalam bentuk kuesioner atau pedoman wawancara. sejauh mana. karena memang belum tahu. Kalau sudah tahu. . grounded theory. bagaimana. deskriptif. pragmatis. naturalistik. pasca positivistik. Peneliti terus bertanya.Pertanyaan Penelitian Terutama untuk pendekatan kualitatif. Pertanyakan apapun yang berada di balik fenomena Bisa menggunakan sebagian besar kata tanya: apa.

Hipotesis Terutama untuk pendekatan kuantitaif. empirisme logis Pengertian hipotesis dan fungsinya . positivistik.

ada lagi hipotesis yang emosional misalnya: lulusan STPDN tidak tepat jika ditempatkan sebagai pamong praja di wilayah RI yang sekarang sudah mulai menampak demokratisasinya. Dari kasus itu. hipotesis adalah pernyataan tentang hubungan antar sesuatu yang belum teruji kebenarannya. Ada yang salah dalam penerapan sistem pendidikan di STPDN. namun dugaan yang mempolahubungkan antar konsep. dsb.Secara generik. Ketika kasus kekerasan di lembaga pendidikan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor Sumedang Jawa Barat sempat muncul ke permukaan (baca: media massa) hingga ke tingkat nasional sekitar pertengahan kedua bulan September 2003 akibat adanya kasus kematian praja (mahasiswa tingkat II) Wahyu Hidayat. . yang belum teruji kebenarannya. Ia baru bersifat dugaan. reaksi masyarakat bermunculan. Hipotesis memang bersifat dugaan atau lebih tepatnya berupa semacam kesimpulan sementara. kita pun banyak yang berhipotesis: Sistem pendidikan di STPDN tidak tepat dan perlu diubah dari pola pendidikan ala militer ke pola pendidikan model pendidikan tinggi umum. Hujatan dan tanggapan pun bermunculan. baik fenomena sosial maupun alamiah. Setiap kita sering melakukan dugaan-dugaan tertentu terhadap dugaansuatu kejadian atau fenomena. Umumnya berupa tanggapan yang emosional.

postulat. Selanjutnya sub-sub dari subproposisi meliputi hipotesis. . Konsep adalah blok bangunan proposisi. aksioma. generalisasi empiris. sedangkan proposisi adalah blok bangunan teori. dan teorema.Kembali kepada konsep.

. jika kita menatapkan ada hubungan tertentu antara dua variabel atau lebih dan dinyatakan dalam kalimat pernyataan (disebut kalimat hipotesis). Dengan kata lain. maka langkah selanjutnya adalah mengujinya di lapangan.Hipotesis dan bentuk-bentuk bentukproposisi Sekali lagi. hipotesis adalah proposisi yang ditetapkan dalam bentuk pernyataan yang bisa diuji (testable) dan meramalkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.

pengamatan lapangan langsung. bergantung dari pengalaman dan kemampuan orang yang melahirkannya. Bisa dilatarbelakangi dari hasil membaca. dsb. menonton.Lahirnya sebuah hipotesis bisa beragam. .

Ini tidak testable. sulit diuji. Konsep kebahagiaan sulit diuji. Bagaimana mungkin mengukur kebahagiaan seseorang dilihat dari aspek banyaknya senyum dan tertawa setiap hari.Contoh menulis hipotesis yang sulit diuji dan yang dapat diuji sebagai berikut: Terdapat hubungan yang jelas antara tingkat kecerdasan seseorang dengan kebahagiannya di masa yang akan datang. Namun untuk variabel tingkat kecerdasan. . bisa diukur dengan bantuan pengukuran model skor IQ.

Banyaknya bahan bacaan yang dimilki oleh suatu keluarga berhubungan secara positif dengan prestasi anak-anaknya di sekolah. anakBanyaknya buku di suatu keluarga bisa diukur. dan prestasi anak-anak anakdi sekolah juga bisa diukur melalui laporan pendidikan di sekolah. . Hipotesis dalam contoh yang kedua ini termasuk yang bisa diuji.

Ia merupakan suatu pernyataan adanya hubungan yang dibangun dari pengamatan pertama adanya kasus hubungan-hubungan hubungantertentu di lapangan. Adalah hubungan yang menggambarkan proses induktif. Hasil dugaan ini dari pengamatan. pengalaman masa lalu. . Contoh kasus: Semakin rapatnya penduduk akan semakin meningkat tingkat kejahatan.Generalisasi empiris. dan dari hasil membaca berbagai media.

dan teorema. aksioma. Contoh hubungan antar proposisi dalam teori eksiomatis dalam bentuk silogisme berikut: Proposisi 1: Jika A maka B Proposisi 2: Jika B maka C Karena itu: Proposisi 3: Jika A maka C .Komponen-komponen aksiomatis. KomponenTiga komponen aksiomatis yakni: postulat.

sehari- . Anda juga bisa memberi contoh model teori ini sesuai dengan pengalaman Anda sehari-hari. ada ketentuan bahwa jika proposisi 1 dan proposisi 2 benar. maka akan diikuti oleh deduksi bahwa proposisi 3 juga benar.Dalam teori ini.

Disebut juga dengan hipotesis kerja. grounded theory. Hipotesis seperti ini bukan untuk diuji namun hanya untuk kepentingan kerja dan analisis data. hipotesis akan muncul dengan sedirinya. kalau sudah melakukan penelitian di lapangan. naturalistik. Nantinya. kualitatif.Untuk penelitian-penelitian tertentu penelitiantidak diperlukan hipotesis Terutama pada penelitian deskriptif. Di sini tidak diperlukan hipotesis formal sejak awal. .

SyaratSyarat-syarat hipotesis Menghubungkan dua variabel atau lebih Harus bisa diuji Terukur. baik secara kuantitatif maupun kualitatif .

. penelitianinformasi dan perpustakaan.Variasi merumuskan hipotesis Banyak cara dalam merumuskan hipotesis. dan operasionalisasi secara cermat (strict). terutama dalam penelitian-penelitian sosial. dsb. misalnya konsep tentang kemerdekaan. yakni: pendekatan klasik pendekatan grounded theory. kemarahan. kebahagiaan. komunikasi. Di sini ada beberapa strategi yang dapat membantu merumuskan dan memverifikasi hipotesis. Banyak konsep demikian abstrak sehingga sangat sulit diukur secara empiris kuantitatif. Untuk itu ada tiga pendekatan untuk membantu memecahkan masalah ini.

Lihat gambar berikut: . Kedua. Sedangkan langkah ketiga adalah. Berikut adalah contoh hubungan antara tahap konseptual dan tahap empiris. menjembatani kesenjangan antara tingkat konseptual dan empiris.Pendekatan klasik Terdiri atas tiga langkah tegas. Pertama. seluruhnya terjadi pada tingkat konseptual. yang menghubungkan pengukuran-pengukuran empiris dari pengukurandua konsep. yang meliputi menulis hipotesis yang testable. yang meliputi pembatasan konsep dan menetapkan proposisi hubungan antar variabel. tahap mengumpulkan data di lapangan guna mencoba menganalisis dan memverifikasi hipotesis.

X (kecerdasan) (prestasi) Tahap konseptual r1 r2 r3 Y Tahap empiris X¶ (skor) r¶1 Y¶ (skor) .

dan kejadianmemformulasikan eksplanasi mengenai mengapa ia terjadi. Dan memang sebagian besar peneliti yang menggunakan pendekatan grounded ini mengandalkan ketelitian observasi sebagai dasar pengumpulan datanya. Ia dikembangkan dengan langkah sebagai berikut: memulai dengan kegiatan lapangan tanpa membawa hipotesis. . atau tanpa dilengkapi dengan hipotesis formal menjelaskan apa-apa saja yang terjadi di lapangan. atau apakejadian-kejadian apa saja yang ada di lapangan.Pendekatan grounded theory Grounded theory adalah suatu pendekatan atau teori yang diungkapkan atau diturunkan dari data (yang ada) dan bukannya dari abstraksi dan dari tentatif. dan semua itu atas dasar observasi atau pengamatan langsung.

Pendekatan operasionalisasi Istilah operasionalisasi merujuk kepada operasi yang bisa diukur konsepnya. konstruk. Ini banyak berkaitan dengan angka-angka (kuantitatif). meskipun bisa juga dengan menggunakan data kualitatif. angkakarena biasanya pengukuran lebih dekat dengan data kuantitatif. dan variabel. Mulai dari konsep. hingga tampak jelas. Pengukuran terhadap variabel juga dirinci secara tegas. seperti contoh berikut: Variabel: Variabel : kecerdasan Indikator : prestasi lokal Alat ukur : Skor IQ . Peneliti kuantitatif biasa mengoperasionalkan variabel penelitiannya sedetil dan serinci mungkin.

Konsep-konsep seperti itu sulit diukur Konsepsecara kuantitatif. bisa diukur secara kuantitatif. atau kesakitan?. berapa nilainya. dengan alasan tidak semua konsep.Kritik terhadap operasionalisasi Hal ukur mengukur ini memang banyak juga yang memberikan kritik. . Misalnya seberapa besar tingkat kemarahan seseorang. terutama yang abstrak. apa maksud dari fenomena seorang perempuan yang sedang menangis. dsb. bisa sedih. bagaimana bentuk kebahagiaan seseorang. bahagia. Lagi contoh. benci.

konsepSedangkan kelemahannya adala pengukuran yang sering terjadi dalam mengukur konsep-konsep abstrak serta konsepmengukur konsep yang melibatkan aspek perasaan manusia sebagai subjek penelitian. dan (2) ia dapat menggunakan konsep-konsep abstrak yang konsepmempunyai generalibilitas serta dapat menggunakan kemampuan deduksi untuk menurunkan konsep-konsep. . dan mendapatkan keunggulan maksimum dari teori dan analisis data.Perbandingan antar pendekatan Keuntungan pendekatan klasik antara lain adalah: (1) lengkap. Sementara itu kelemahan dari grounded theory antara lain adalah lemah dalam verifikasi. meliputi semua tahap.

. semakin jarang membaca Kinerja seorang pustakawan banyak dipengaruhi oleh faktor motivasinya dalam memilih profesinya sebagai pustakawan. Pandangan masyarakat terhadap profesi pustakawan banyak ditentukan oleh performens pustakawan dalam mengaktualisasikan dirinya di lingkungan masyarakat.Contoh-contoh hip otesis ContohLebih dari 40% pelajar SMU kelas tiga di Bandung pernah terlibat dengan minuman keras Ada hubungan yang jelas antara sistem pengasuhan siswa junior oleh siswa senior di lingkungan perguruan tinggi dengan tindak kekerasan pada lembaga pendidikan tinggi yang bersangkutan Semakin tinggi pangkat dan jabatan seseorang. atau dibalik kalimatnya menjadi: Faktor motivasi besar pengaruhnya terhadap kinerja pustakawan.

atau yang jelas tampak benang merah nya. Bandingkan dengan perumusan masalah. . identikasi masalah. searah. Semua itu harus tampak sejalah. tujuan penelitian. Pertanyaan penelitian ini juga akan dikembangkan pada instrumen penelitian atau alat pengumpul data seperti kuesioner atau pedoman wawancara.Pertanyaan penelitian Lihat di bagian yang lalu. dan hipotesis.

Variabel penelitian Terutama jika dikaitkan dengan cara membangun suatu teori. maka yang perlu dipahami adalah langkah-langkah langkahkonvensional sebagai berikut: memahami hubungan konsep. lantas pembatasan proposisi. konstruk.8. dan akhirnya merancang hubungan antar variabel. dan variabel. .

Dalam hal ini pengertian konsep masih umum atau general. 2 kwintal. dst. baik benda atau objek yang konkret ataupun yang abstrak. Dikaitkan dengan teknik penelitian. dan variabel Konsep adalah ide tentang suatu benda atau objek. cm3. .. digenalalisasikan sebagai berat. Sedangkan satu kg. terutama untuk tujuan analisis data dan perhitungan statistik. dm3. dst. konstruk. Misalnya. yang dimaksud dengan konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal yang halkhusus. m3.. 2 kg. digeralalisasikan sebagai volume. 3 ton.Hubungan konsep.

Ada variabel benas (independent variable). baik bilangan kualitatif ataupun bilangan kuantitatif. sering muncul operasionalisasi variabel. Variabel aktif bisa berubah. sedangkan variabel atribut tetap . dan variabel atribut. variabel aktif. konstruk adalah adalah konsep yang dapat diamati dan dapat diukur. Maksudnya adalah menurunkan konsep menjadi konstruk dan akhirnya menjadi variabel. Variabel adalah konstruk yang sifat-sifatnya sifatsudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. variabel terikat (dependent variable).Sementara itu. Mengukur konsep yang abstrak menjadi konstruk yang dapat diukur disebut operasionalisasi. Selanjutnya dalam penelitian-penelitian awal penelitianterutama pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.

Sedangkan bivariat adalah proposisi yang mengubungkan dua variabel. atau Sedikit banyak tindak kekerasan yang sering terjadi di masyarakat kita diakibatkan oleh keterpurukan ekonomi pada kalangan berpenghasilan rendah .Pembatasan proposisi. Secara generik proposisi adalah pernyataan tentang satu atau lebih variabel atau konsep. Dan terakhir adalah multivariat. Proposisi yang membahas variabel tunggal disebut univariat. Contoh proposisi yang multivariat antara lain adalah: Sedikitnya 40% dari mahasiswa di kota Bandung pernah menggunakan obat­obatan terlarang . yakni proposisi yang menghubungkan lebih dari dua variabel. langkah selanjutnya dalam membangun teori adalah menulis satu atau lebih proposisi. . Setelah konsep dasar diformulasikan.

Hubungan antar variabel Dalam proposisi disebutkan ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y. . bisa diukur dengan bantuan perhitungan statistik. dan sejauh mana tingkat hubungannya. Bagaimana pola hubungan tersebut. Maksudnya adalah bahwa perubahan yang terjadi pada variabel X bisa mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya perubahan pada kondisi variabel Y.

Hubungan-hubungan bivariat HubunganMaksudnya adalah hubungan kebalikannya, yakni kuatkuatlemah, besar-kecil, kaya-miskin, simetris-asimetris, dsb. besarkayasimetrisBerikut adalah beberapa contoh pola hubungan bivariat: Hubungan positif-negatif: Peningkatan pada variabel positifyang satu akan diikuti oleh peningkatan pada variabel lainnya, itu menunjukkan hubungan positif. Sebaliknya, jika adanya peningkatan pada variabel satu malahan menurunkan nilai pada variabel lainnya, itu disebut hubungan negatif. Contoh yang pertama, semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, akan semakin tinggi pula prestasi akademiknya di sekolah. Sedangkan contoh untuk yang berpola hubungan negatifnya adalah, semakin banyak guru menjelaskan kepada muridmuridmuridnya, semakin sulit murid memahaminya.

Kekuatan atau tingkat hubungan: Dalam statistika, tingkat hubungan antar variabel bisa diukur, dengan patokan atau lambang 1 hingga +1. Minus satu menunjukkan hubungan sempurna negatif, sedangkan plus satu menunjukkan hubungan sempurna positif. Sementara itu angka kosong (0) menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel. Hubungan simetri dan asimetri: Hubungan simetri adalah hubungan yang terjadi pada perubahan kondisi A kemudian diikuti oleh perubahan pada kondisi B, dan juga berlaku sebaliknya. Kata orang disebut juga hubungan timbal balik. Sedangkan hubungan asimetri adalah hubungan searah. Artinya, perubahan yang terjadi pada variabel A diikuti oleh perubahan pada variabel B, namun tidak sebaliknya. Contoh yang pertama, ada hubungan yang erat antara banyaknya buku yang tersedia di rumah dengan prestasi anak di sekolah. Sedangkan yang kedua contohnya, tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah.

Variabel bebas dan variabel terikat: Variabel yang mampu mempengaruhi perubahan kondisi pada variabel lain disebut variabel bebas. Dalam contoh hipotesis, tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah , yang termasuk kategori variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan ibu , bukan sebaliknya. Sedangkan variabel yang perubahannya dipengaruhi oleh variabel lain namun ia sendiri tidak bisa mempengaruhi kondisi variabel lain, disebut variabel terikat atau variabel tergantung, atau disebut juga variabel tak bebas (independent variable). Pemisahan variabel bebas dan variabel terikat: Variabel tergantung adalah variabel yang ingin kita jelaskan. Sedangkan variabel bebas merupakan eksplanasi hipotesis.

Hubungan kausal: Mirip dengan pola hubungan asimetri. Variabel yang satu menjadi penyebab perubahan pada variabel yang lain, namun tidak sebaliknya. Hubungan linear dan nonlinear: Hubungan linear menggambarkan pola garis lurus, sedangkan yang nonlinear tidak menggambarkan pola hubungan model garis lurus. Lihat gambar berikut:

Di sini tampak jelas bahwa adanya hubungan tertentu itu karena keterlibatan guru C. murid kelas A pandai karena diajar oleh guru C. paling tidak dalam hal kecerdasannya.hubungan spurious (palsu): Hubungan antar dua variabel atau lebih yang tampak erat dan nyata adanya. . Ini yang disebut dengan hubungan palsu. bukan benar­benar hubungan antara variabel pada kelas A dan kelas B. Hanya kebetulan gurunya orang yang sama. sering bukan benar-benar benaradanya. Di sini tampak ada hubungan tertentu antara kelas A dan kelas B. Kelas B pun ternyata pandai karena diajar oleh guru yang sama. bahkan tidak ada hubungan sama sekali. Misalnya. Padahal mereka tidak ada sangkut pautnya satu sama lain.

namun keeratan ini sebenarnya tidak langsung. Perhatikan gambar berikut: C A B Spurious B A intervening . baru kemudian menyebabkan perubahan pada variabel B. yakni variabel A menyebabkan perubahan pada variabel C.Hubungan intervening (penyela): Adalah hubungan yang terjadi karena adanya selaan variabel lain. Misalnya variabel A dan B saling berhubungan secara erat.

penggalan informasi khas. Pengukuran (skala pengukuran) Proses pengukuran merupakan bagian integral dalam penelitian sosial. namun unit lain pun sering terjadi dan digunakan. kita harus membatasi unit analisisnya kemudian mengkhususnkan karakteristik dari konsep yang akan diukur. Sebagian besar unit analisis dalam penelitian sosial adalah orang. dsb. Pengukuran sering melibatkan angkaangkaangka untuk suatu konsep atau variabel. . desa. kutipankutipan-kutipan dalam karya ilmiah.9. seperti misalnya kelompok. jajaran kartu katalog. Untuk mengukur unit analisis berupa orang. daerah.

3 km. nama barang.Perbedaan kuantitatif dan kualitatif dalam skala pengukuran Variabel kualitatif lebih merupakan label atau nama dan bukannya nomor atau angka-angka. itu merupakan contoh variabel kualitatif. kecil. namaWarna. dsb. besar. Sementara itu variabel kuantitatif merupakan angka-angka angkaatau nomor untuk memberi nilai terhadap variabel tersebut. angkaIni berkenaan dengan kategori atau pengelompokan nama-nama variabel khusus. . 2 jam. Misalnya 3 cm.. dsb.

yakni dua-duanya bersifat mutually exclusive. interval. berdiri sendiri atau lepas. (b) Ordinal: Ketiga tingkat skala pengukuran yang lain yakni ordinal.Tingkat pengukuran Stevens (dalam Bailey. yakni ordinal. Ia bersifat mutually exclusive. ordinal. yang dimulai dari tingkat terendah. Perhatikan gambar berikut: . (a) Nominal: Semua pengukuran kualitatif termasuk ke dalam skala pengukuran nominal. dan ratio. duanamun pada skala ordinal. kategori variabelnya sudah diberi urutan atau ranking. kamar nomor 20. tanpa memperhatikan apakah itu berupa nama yang mengandung angka ataupun tingkatan. 1987:61) mengklasifikasikan skala pengukuran sebagai berikut: nominal. interval dan terakhir ratio. interval. dan ratio. membentuk urutan satu sama lain. setengah keranjang. Sebenarnya skala pengukuran ordinal hampir sama dengan skala pengukuran nominal. seperti contohnya.

TIM A B C D E F G H I J Menang 4 6 8 10 0 5 8 4 9 4 Kalah 6 2 2 0 10 5 2 6 1 6 .

5 3.TIM D I C G B F H J A E Ranking 1 2 3.5 5 6 8 8 8 10 .

Dalam perhitungan statistik. yang dalam contoh di atas adalah yang memiliki ranking 3.Dalam praktek biasanya sering terjadi dalam ranking ada yang mempunyai ranking sama (urutan yang sama). hal ini ada rumusnya tersendiri. .5 untuk peserta C dan G.

0. membagi. misalnya umur seseorang bisa 19. atau banyaknya siswa perempuan di suatu kelas. Sedangkan kontinum membolehkan adanya angka pecahan di dalamnya. 10-14. Diskrit dan kontinum: Pengukuran diskrit tidak ada pecahan di dalamnya. atau panjang tongkat itu adalah 105. 5-9. 20-24.5 meter.5 tahun. 15-19. Sepuluh kg adalah dua kali lebih besar dari 5 kg.5. 21. misalnya jumlah anak di suatu keluarga.Interval: Disamping diurutkan berdasarkan seperti ordinal tadi. atau mengalikan nilainilainilainya. mengurangkan.101520Rasio (ratio): Skala pengukuran ini membolehkan kita menambahkan. Misalnya dalam mengurutkan kategori umur orang. 5 tahun. dst. Contoh: Umur 10 tahun adalah dua lali lipat umur 5 tahun. bisa berjarak 4 tahunan. terdapat jarak tertentu antar kategori yang diurutkan. untuk penghitungan interval. . Contoh: 0-4.

10. . sebenarnya kita mengukur konsep dalam pertanyaan. dan konsep yang diukur secara akurat. Pengukuran validitas dan reliabilitas pengukuran Dalam konteks penelitian ilmiah. Orang hanya bisa mengukur konsep secara akurat jika pada saat yang sama tidak mengukur konsep yang lain. Ada dua hal yang bisa menjelskan validitas. dan bukan mengukur konsep yang lain. yakni: dalam pengukuran konsep. suatu pengukuran dianggap valid jika ia berhasil mengukur fenomena yang memang ditentukan akan diukur.

atau tepatnya mengukur sifatsifat-sifat dari konsep. baik berulangoleh diri sendiri maupun oleh orang lain. jika dilakukan berulang-ulang. Kalau suatu alat pengukuran digunakan untuk mengukur konsep.Sementara itu yang dimaksud dengan reliabilitas pengukuran berkaitan dengan kekonsistenan alat pengukuran yang bersangkutan. . maka itu namanya alat ukur yang reliabel (dapat dipercaya). mempunyai hasil yang relatif sama.

Ketiga bentuk utama validasi tersebut dianggap sebagai konstruk validasi. validitas logika. misalnya ada validitas permukaan. Ada juga validitas kriteria yang juga sering disebut sebagai validitas fragmatis. validitas isi. Yang terakhir ini dibedakan antara validitas concurrent dan validitas prediktif.Penetapan validitas Banyak nama tentang validitas ini. .

(dalam Bailey 1987: 67) adalah kirakira-kira tentang penaksiran (judgment) seperti dengan cara menggunakan dua pertanyaan berikut: (1) apakah instrumen benarbenar-benar mengukur bentuk prilaku yang diasumsikan oleh peneliti.al. . Validitas permukaan menurut Selltiz at. Validitas kriteria: Disebut juga dengan validitas pragmatik. meliputi pengukuran multipel dari konsep yang sama.Validitas permukaan (face validity): Validitas ini biasanya mudah dijelaskan namun sangat sulit dilaksanakan di lapangan. validitas concurrent (yang berbarengan dengan terjadinya). Disebut prediktif karena bisa meramalkan peristiwa yang belum terjadi. atau validitas prediktif. Misalnya nilai indeks prestasi atau nilai ujian akhir SMU bisa dijadikan alat prediksi untuk indeks prestasinya kelak pada saat kuliah di pendidikan tinggi. dan (2) apakah ia menyediakan atau memberikan sampel yang memadai untuk jenis perilaku tersebut.

Validitas ini sering diteliti terutama jika peneliti tidak mempunyai ukuran kritweria yang pasti tentang nilai variabel yang dihipotesiskan. berbedasebab variabel marah sulit sekali diukur secara operasional. Berikut adalah gambar yang menunjukkan tiga bentuk prosedur validasi: .Validitas konstruk: Validitas ini menggambarkan sejauh mana suatu alat ukur dapat mengukur konstruk teoretis tertentu yang diasumsikan atau dihipotesiskan sebelumnya. Misalnya konsep marah akan diukur dengan menggunakan berbagai konsep dan alat ukur yang berbeda-beda.

.

Penetapan reliabilitas Telah disebutkan di muka bahwa reliabilitas berkaitan dengan kekonsistenan alat pengukuran. Yang pertama misalnya. Ada dua bentuk alat untuk menguji reliabilitas. atau bentuk pengukuran yang sama namun dilakukan secara serempak. Artinya hasil pengukurannya akan tetap sama jika pengukuran diulang-ulang baik oleh sendiri maupun diulangoleh orang lain. dua bentuk kuesioner dengan pertanyaan yang berbeda namun untuk mengukur konsep yang sama. Sedangkan yang kedua merupakan alat ukur yang sama digunakan untuk mengukur konsep secara berulang-ulang. Ini sering disebut dengan bentuk multipel atau alternatif. dan metode aplikasi pengulangan. berulang- . yakni: metode paralel.

. Karena terkadang apa yang tampak di permukaan tidak selalu seperti itu jika diteliti dengan benar.11. Namun di sini kita akan membicarakannya sebagian saja yang paling sering digunakan di dunia penelitian. Metode dan teknik memang masih semakna. Bedanya metode lebih luas cakupannya sedangkan teknik lebih sempit. Banyak sekali jenis metode penelitian atau bahkan teknik penelitian. Lebih tepatnya adalah bahwa metode penelitian adalah cara atau teknik untuk mencari tahu tentang fakta di balik fenomena. Metode penelitian berguna untuk mengetahui fakta dibalik fenomena. Bahkan ada juga yang memposisikan konsep metode menjadi teknik. Metode-metode penelitian MetodeBanyak ahli berbeda dalam mengklasifikasikan metode penelitian.

.Metode penelitian historis Bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan situasi masa lalu secara sistematis dan onjektif. dengan cara menghimpun. kemudian menyimpulkannya dalam bentuk gambaran deskriptif. mengevaluasi. Meskipun demikian. yang apabila diamati lebih saksama demikian rumit kondisi dan situasinya. untuk tujuan-tujuan yang tujuanlebih bermanfaat. memverifikasi data guna menetapkan fakta. dan aspek-aspek lain dari penggalan kehisupan aspekmanusia dan kelompoknya. Seperti halnya masa sekarang. karena melibatkan semua unsur manusia dengan segala prilakunya. kondisi dan situasi pada masa lalu pun seperti itu. kondisi. metode ini bermaksud merekonstruksi situasi.

LangkahLangkah-langkah dalam metode historis secara umum akan sama dengan langkah-langkah berpikir ilmiah yang diformalkan. tujuan. sampai dengan penulisan laporan akhir. Penetapan tema atau permasalahan dan atau judul penelitian Perumusan masalah penelitian Pertanyaan penelitian Observasi dan atau pengumpulan data Evaluasi data dan penelitian data Penetapan strategi analisa data Interpretasi data Rumusan kesimpulan Laporan hasil penelitian lengkap . penelitian. misalnya langkahmulai dari perumusan masalah.

Penelitian ini tidak bermaksud menguji hipotesis. tidak bermaksud memprediksi keadaan. hubungansesuai dengan makna deskriptif yakni penjelasan. dan juga tidak bermaksud mencari dan menjelaskan hubungan-hubungan antar variabel. Penelitian survey juga adalah jenis penelitian deskriptif. maka tentu melibatkan hubungan-hubungan tertentu antar aspek yang diteliti. hubunganDalam hal ini beberapa ahli bahkan memperluas pengertian deskriptif ini dengan menyebut kepada segala penelitian kecuali penelitian historis dan eksperimental (lihat Rachmat. Namun demikian. juga penelitian observasional. . Metode ini hanyalah berusaha memaparkan atau mendeskripsikan atau menjelaskan situasi dan kondisi sosial tertentu pada suatu saat di suatu tempat di masa sekarang atau pada saat berlangsungnya penelitian. 1997).Metode penelitian deskriptif Berbeda antara ahli dalam mendefinisikan penelitian deskriptif.

faktorfaktor-faktor apa saja yang menyebabkan peristiwa teserbut bisa terjadi.Penelitian deskriptif hanya mampu menjawab pertanyaan: apa yang sedang terjadi pasa saat ini (saat berlangsungnya penelitian). hal-hal apa yang menonjol dari situasi seperti halini. Hanya untuk jenis penelitian ini biasanya tidak disertai dengan pembuatan hipotesis formal dalam usulannya. . atau bahkan jika penelitian sudah dalam tahap analisis data dan interpretasinya. bagaimana pola hubungan antar aspek dan sejauh mana tingkat hubungannya. bagaimana ia terjadi (proses). Hipotesis akan muncul pada saat sedang berlangsungnya penelitian. Penelitian ini tidak mampu secara jelas menjawab pertanyaan: mengapa hal itu bisa terjadi. dll. LangkahLangkah-langkah dalam penelitian deskriptif pada umumnya hampir sama dengan penelitian-penelitian penelitianilmiah lainnya. dll. Jenis pertanyaan yang terakhir ini hanya bisa dijawab melalui penelitian verifikatif atau eksplanatori.

dibicarakan pada babbab-bab terpisah.Metode penelitian lainnya Secara lengkap metode penelitian dan langkahlangkah-langkah penelitian serta jenis­jenisnya yang lain. .

sistematika penulisan laporan penelitian  Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran .

Tujuan Pengamatan (untuk apa kita mengamati Pengolahan Manisan Rumput Laut) C. Kegunaan Pengamatan (apa gunanya kita melakukan pengamatan. Pendahuluan  A. baik untuk kita sendiri maupun untuk orang ain) . Latar Belakang Penelitian/Pengamatan (mengapa kita mengamati Pengolahan Manisan Rumput Laut) B.Bab I.

siapa yang membelinya dan lain-lain yang menurut anda lainberhubungan dengan pengolahan manisan rumput laut. berapa alatbiaya yang diperlukan dll).  Pengolahan Manisan Rumput Laut (disini dibahas mengenai cara pengolahan (termasuk bahan-bahan untuk pembuatan bahanmanisan. . pemasaran. alat-alat yang digunakan. hasil dari pengolahan.Bab II.

dan untuk penulis laporan) .  Kesimpulan dan Saran A. Saran (ditujukan untuk pembuat manisan. Kesimpulan (ringkasan dari pengamatan) B.Bab III.

majalah. dan lainbahanlainlain yang dikeluarkan oleh pembuat manisan) . Daftar Pustaka (daftar sumber-sumber dari sumberbuku.koran dll) LampiranLampiran-Lampiran (catatan-catatan yang kita (catatanperoleh dari orang yang kita teliti seperti daftar harga bahan-bahan pembuat manisan.

POPULASI DAN SAMPLING  Populasi adalah jumlah keseluruhan subjek. benda mati. sedangkan untuk barang berupa jumlah koleksi suatu perpustakaan. jajaran kartu katalog. jumlah kutipan ilmiah di tulisan-tulisan ilmiah pada  jurnal. benda hidup. . dsb.  Yang berupa orang misalnya jumlah penduduk yang ada di suatu tempat pada suatu  saat. dsb. objek. bisa  orang. banyaknya  kartu katalog di lemari katalog. atau sesuatu yang ada. huruf-huruf di surat kabar.

Pengertian sampling  Idealnya kita meneliti semua unit analisis dalam populasi. Namun itu sering  tidak mungkin dilaksanakan. misalnya jumlah  penduduk satu kabupaten. diharapkan  jumlah atau besarnya ukuran sampel yang ditetapkan. terutama jika populasinya sangat besar. yaknik metode atau teknik pengambilan unit analisis dari populasi untuk  dijadikan bahan studi lebih lanjut. satu provinsi. atau bahkan satu negara. Untuk itu dilakukan  sampling. Meskipun hanya diambil sebagian. . akan bisa mewakili semua  unsur dalam populasi.

Efisiensi sampling            Hal ini banyak berkaitan dengan masalah keberhasilan. teknik sampling juga banyak digunakan di berbagai jenis penelitian. Dengan teknik yang benar dan dengan pertimbangan berbagai aspek. (a) Keuntungan sampling: Yang jelas bisa menghemat waktu. atau setidaknya tidak terpaut jauh dengan dugaannya. termasuk dalam survey . Di Indonesia. keunggulan. tenaga. dan biaya. termasuk perhitunganperhitungan statistik yang semakin maju. dan bahkan kelemahan sampling sebagai dasar pelaksanaan penelitian survey. Bandingkan dengan jika tidak dilakukan sampling. hasilnya tidak meleset. pengambilan sampling sangat mudah dilakukan. (b) Keberhasilan sampling: Meskipun hanya dilakukan sampling sebanyak 2000 orang guna meramalkan peristiwa pada pemilihan presiden di AS.

maka  secara teori. kerangka samplingnya adalah daftar semua objek dalam sampel  (misalnya orang).Membuat kerangka sampling  Akan lebih akurat lagi jika diadakan sampling dengan membuat kerangka  sampling lebih dahulu. Setiap orang dalam populasi harus didaftar (hanya sekali).  ‡ . Dari  daftar tersebut baru dipilih berdasarkan cara undian atau random. Jika sampling element sama dengan sampling unit.

yakni sampling probabilitas dan sampling nonprobabilitas. . Unit analisis pada sampel dalam suatu populasi dipilih secara langsung oleh peneliti tanpa memperhatikan sistem undian atau peluang. Semua sampling yang tidak berdasarkan prinsip kerandoman. sedangkan yang kedua merupakan teknik sampling yang didasarkan atas pertimbangan tertentu yang 1 bukan berdasar prinsip kerandoman. Karena prinsip sampling seperti itu tidak mempertimbangkan prinsip kerandoman. maka secara teori hal ini tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasikan kondisi populasi. Yang pertama merupakan teknik pengambilan sampel yang mendasarkan diri pada prinsip undian atau prinsip kerandoman. tidak berlaku untuk semua jenis perhitungan-perhitungan statistik. Samping nonprobabilitas adalah sampling yang tidak didasarkan pada prinsip kerandoman (tidak acak). Biasanya sampling seperti ini hanya untuk kepentingan studi lanjutan saja.Sampling nonprobabilitas              Dikenal ada dua metode sampling.

. sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. Peneliti hanya memilih orang-orang terdekat saja yang dijadikan responden.Berikut adalah jenis-jenis sampling nonprobabilitas:              (a) Convenience sampling (sampling seenaknya): Disebut juga sampling kebetukan (insidental sampling). Memang sangat efisien dalam waktu maupun biaya. namun tentu saja tidak akurat. Jadi jumlah dan sampelnya ditetapkan lebih awal. akan tetapi dengan memilih orang-orang tertentu saja. Bedanya di sini peneliti hanya menetapkan jumlah tertentu dalam pengambilan sampelnya untuk masing-masing strata. (b) Sampling quota: Sampling kuota terjadi pada sampling strata. karena berdasarkan pertimbangan tertentu pula. Misalnya mengambil sampel dengan menetapkan kepala sekolah saja untuk diwawancarai perihal kebijakankebijakan sekolah dan peraturan-peraturannya. (c) Sampling purposif: Peneliti tidak perlu memiliki kuota. bisa dianggap mewakili populasi.

Sampling probabilitas ini bisa digunakan  untuk mendukung perhitungan-perhitungan statistik inferensial. Semua unit analisis mempunyai  peluang yang sama untuk dijadikan sampel. .Sampling probabilitas  ‡ Di muka sudah disebut bahwa sampling probabilitas adalah sampling yang  didasarkan atas prinsip kerandoman atau undian.

juga pada tujuan dari studi yang  bersangkutan.  presisi yang dikehendaki. rencana analisa data. 1989:111). dan fasilitas yang tersedia  (Singarimbun dan Effendi. dalam Rachmat. tidak ada patokan yang  tegas untuk menentukan besarnya ukuran sampel. sulit atau paling tidak. 1982. . antara lain pada sifat dari populasi. termasuk  homogenitas dan atau heterogenitasnya.‡ Ukuran sampel (Contoh perhitungan)  Dalam ilmu sosial umumnya. Selain itu ukuran sampel juga bergantung pada derajat keseragaman. Besarnya ukuran sampel banyak  bergantung kepada banyak faktor.

Presisi bisa dipahami dengan cara memahami lebih dulu konsep estimasi dalam statistik. Peneliti sangat sulit menduga nilai rata-rata dalam populasi. . ukuran sampel yang lebih besar akan lebih baik.           Jika peneliti ingin melakukan tabulasi silang maka ukuran sampel lebih banyak lebih baik. Secara sederhana. estimasi adalah metode pendugaan atau metode menduga nilai parameter dari statistik. ia hanya bisa menghitungnya melalui sampel. Namun jika sifat populasi bersifat heterogen. Selain itu jika sifat dari populasi dalam konteks tertentu dianggap seragam (homogen) maka ukuran sampel yang sedikit juga sudah memenuhi syarat). Jadi nilai rata-rata dalam sampel merupakan penduga nilai rata-rata dalam populasi. sebab akan mengurangi kolom-kolom yang kosong.

maka ukuran sampel bisa dihitung. dan tingkat kepercayaan. atau standar deviasi dari sampel yang lalu. sebagai berikut: N n = --------Nd2 + 1 . 95% = 1. 1967.65. Kalau standar deviasi telah diketahui.58). Rumus sederhana ini adalah (Yamane. S adalah standar deviasi.                    Dengan mengetahui konsep presisi. (Z S)2 n = ----------d2 Standar deviasi populasi perlu dicari lebih dahulu. selang kepercayaan. 99% = 2. misalnya dari hasil penelitian terdahulu. 1989:113). (b) Ukuran sampel dengan cara yang lebih sederhana perhitungannya didasarkan pada pendugaan proporsi populasi.96. maka kita bisa menghitung besarnya ukuran sampel dengan cara berikut: (a) Ukuran sampel dengan menggunakan rumus di bawah ini. Keterangan untuk rumus berikut adalah: Z adalah koefisien reliabilitas pada distribusi normal (90% = 1. dan d adalah presisi. dalam Rachmat. atau bisa juga dihitung dari sampel percobaan yang kita lakukan.

01) +1 13  Ukuran sampel minimal yang diperlukan adalah 93 orang (dibulatkan ke atas). presisi (d) = 10%.3  1200(0. .= -------.10)2 + 1 (1200 x 0. Contoh: Populasi (N) = 1200 orang.= 92. Dengan rumus sederhana seperti itu maka kita bisa menghitung besarnya  ukuran sampel.= ---------------------. maka  hasil perhitungannya adalah:  1200 1200 1200  n = ------------------.

OUTLINE TUGAS AKHIR             Lembar Judul Tugas Akhir Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir Lembar Penguji Tugas Akhir Abstraksi (Indonesia) Abstract (in English) Kata Pengantar Halaman persembahan (jika ada) Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Simbol (jika ada) Daftar Lampiran .

4.Latar Belakang 1. Metodologi .5.2. Tujuan 1. Batasan Masalah 1. Rumusan Masalah 1.1.3.BAB I PENDAHULUAN      1.

2 Saran Daftar Referensi (jika ada) Daftar Pustaka LAMPIRAN .1 Kesimpulan 6.BAB II LANDASAN TEORI 2 BAB II LANDASAN TEORI BAB III PERANCANGAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB V PENUTUP 6.

dan 3 cm dari tepi kanan.TATA CARA PENULISAN         Tugas Akhir dicetak pada kertas HVS berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM). tepi atas dan tepi bawah kertas. Naskah tugas akhir diserahkan juga dalam bentuk soft copy berupa CD dengan format PDF dan DOC. Naskah asli Tugas Akhir dalam bentuk final dicetak sebanyak 4 eksemplar untuk diserahkan Perpustakaan POLITEKNIK UNAND dan dapat diperbanyak dengan membuat fotocopi pada kertas HVS 80 GSM berukuran sama untuk keperluan lain. . Naskah Tugas Akhir dicetak dengan batas 4 cm dari tepi kiri kertas.

Pencetakan dan Penjilidan     Naskah Tugas Akhir dibuat dengan bantuan komputer menggunakan pencetak (printer) dengan tinta berwarna hitam (bukan dot matrix) dan dengan huruf jenis Times New Roman. Khusus untuk pencetakan gambar-gambar berwarna. dengan ukuran Font 12. . pada naskah asli harus dicetak berwarna.

Jangan memulai paragraf baru pada dasar halaman. tabel.). judul (beserta isi) gambar.). dan daftar pustaka berjarak satu spasi. tinggalkan baris terakhir tersebut pada dasar halaman. . (5) Bab baru diawali dengan nomor halaman baru. Baris terakhir sebuah paragraf jangan diletakkan pada halaman baru berikutnya. (4) Huruf pertama sesudah tanda-baca koma (. diagram. (8) Antar bab dipisah dengan kertas HVS warna biru muda dengan objek logo TI posisi tengah (ukuran menyesuaikan). titik-ganda (:) dan titik (. (2) Baris-baris kalimat naskah Tugas Akhir berjarak dua spasi kecuali Abstraksi. (3) Huruf pertama paragraf baru dimulai dari batas tepi kiri naskah.) dicetak dengan menyisihkan suatu rongak (ruangan antara dua huruf) di belakang tanda-baca tersebut. titik-koma (.                (1) Naskah dicetak pada satu muka halaman (tidak bolak-balik). (7) Bentuk penjilidan adalah jilid buku hard cover warna orange. (6) Nomor halaman terletak pada kanan atas kecuali halaman pertama setiap bab terletak pada tengah bawah. kecuali apabila cukup tempat untuk sedikitnya dua baris.

Jurusan Teknologi Informasi. dan program studi. Pada sampul tersebut dicetak judul Tugas Akhir. baris Program Studi. nama lengkap mahasiswa. tahun Tugas Akhir.Sampul        Sampul Tugas Akhir dicetak dengan warna orange untuk tiap program studi. POLITEKNIK UNIVERSTAS ANDALAS dan tahun penyelesaian. Judul Tugas Akhir. nama lengkap mahasiswa dan baris POLITEKNIK UNIVERSTAS ANDALAS ditulis dengan huruf kapital dan dicetak dengan tinta hitam. . judul. Pada punggung sampul dituliskan nama penulis.

cetak tebal Lambang POLITEKNIK UNAND : ukuran tinggi 3. cetak tebal Program Studi : ukuran 14.              Jenis dan ukuran huruf ditentukan sebagai berikut: Judul Tugas Akhir: Jenis huruf (font) : Times New Roman Capital (huruf besar) Ukuran huruf : ukuran (font) 14. cetak tebal BP dan nomor BP : ukuran 14.5 cm POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS dan tahun penyelesaian : ukuran 14. ukuran 12. cetak tebal Jurusan : ukuran 14. cetak tebal Nama mahasiswa : ukuran 14. . cetak tebal. cetak tebal (bold) Kata TUGAS AKHIR : sama dengan judul Kalimat di bawah Tugas Akhir jenis huruf sama. cetak tebal Kata oleh : ukuran 12.

Ucapan terima kasih agar dibuat tidak berlebihan dan dibatasi hanya yang berhubungan secara keilmuan ( scientifically related ). saran dan kritik. nasihat. . kepada perorangan atau badan yang telah memberi bantuan keuangan. dan sebagainya. tetapi semuanya hendaknya menggunakan kalimat yang baku.Halaman Kata Pengantar         Halaman kata pengantar dicetak pada halaman baru. Pada halaman ini mahasiswa DIPLOMA III berkesempatan untuk menyatakan terima kasih secara tertulis kepada pembimbing dan perorangan lain yang telah memberi bimbingan. kepada mereka yang telah membantu melakukan penelitian. Cara menulis kata pengantar beraneka ragam.

judul bab dan judul anak-bab dan nomor halaman tempat judul bab dan judul anak bab dimuat. sebab judul bukanlah sebuah kalimat. Halaman ini memuat nomor bab. Lampiran. Gambar dsb            Halaman daftar isi dicetak pada halaman baru dan diberi judul DAFTAR ISI yang ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhiri dengan titik. . Judul bab dan judul anak-bab tidak diakhiri dengan titik. nomor anak bab. judul anak-bab dan anak pada anak-bab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dengan huruf kapital. Judul bab. gambar dst Daftar isi.Halaman Daftar Isi. daftar lampiran dst. Ketiganya masingmasing dituliskan pada tiga kolom yang berurutan. sebaiknya bukan diketik. Ini juga berlaku untuk daftar lampiran. tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful