RANCANGAN DAN LANGKAHLANGKAHLANGKAH PENELITIAN

Oleh : Team sosiologi SMAN 3 Cimahi

Latar belakang masalah
Fenomena sosial Gejala sosial Keterlibatan antar aspek atau variabel (didukung data) Menarik peneliti (argumentasikan bahwa fakta dibalik fenomena itu menarik u diteliti) Penting bagi orang lain (argumentatif) Masih tergolong langka Oleh karena itu, peneliti berminat untuk mencari jawaban-jawabannya. jawaban-

Pengertian masalah penelitian
Adanya kesenjangan antara kenyataan dan harapan Bandingkan dengan pengertian kebutuhan (perorangan, kelompok, sosial) Masalah: kebutuhan dalam prioritas tinggi, memerlukan pemecahan segera

Perumusan dan pembatasan masalah
Perumusan masalah: pertanyaan generik tentang fakta dibalik fenomena Pembatasan masalah: fokuskan, tidak boleh terlalu luas atau sempit

Syarat masalah yang baik: Observable Managable Berarti Relevansi .

Identifikasi masalah Masalah yang sudah dirumuskan tadi. Banyaknya submasalah yang akan dimunculkan. . Yang penting tidak boleh keluar dari masalah inti yang tampak dalam perumusan masalah di atas. pecah ke dalam masalah-masalah yang masalahlebih kecil. bergantung kepada sifat dari masalah utamanya.

Sedangkan tujuan khusus adalah tujuantujuan-tujuan yang lebih sempit. Yang umum berkaitan dengan target pencapaian tema atau masalah utama. produk Harus jelas dan sejalan dengan masalah yang dirumuskan Tujuan umum dan tujuan khusus. Orientasinya kepada produk. Apa yang akan Anda cari Hasil. hasil. proses. teori. Targetnya adalah hasil dari penelitian setelah selesai.Tujuan penelitian Bukan tujuan peneliti. yaitu yang sejalan dengan identikasi masalah yang dirumuskan. .

Kegunaan atau manfaat penelitian Kegunaan teoretis Berkait dengan pengembangan ilmu Kegunaan praktis Berkaitan dengan manfaat dan kontribusi langsung kepada kepentingan lembaga. profesi. atau perorangan dalam tataran praktis .

konsep. dan atau telaah pustaka Pengertian kerangka berfikir dan fungsinya Kerangka berpikir teoretis Kerangka pemikiran Kerangka konseptual Contoh model diagram Alur berfikir peneliti yang didukung oleh data hasil penelitian terdahulu sehingga menghasilkan rumusan paradigm atis tentang masalahmasalah-masalah. Kerangka berpikir teoretis.. dan variabel secara terintegrasi .

Kalau sudah tahu. bagaimana. pragmatis. Pertanyaan penelitian ini nantinya dikembangkan dalam bentuk kuesioner atau pedoman wawancara. dsb. sejauh mana. Peneliti terus bertanya. deskriptif. Pertanyakan apapun yang berada di balik fenomena Bisa menggunakan sebagian besar kata tanya: apa. . mengapa.Pertanyaan Penelitian Terutama untuk pendekatan kualitatif. naturalistik. grounded theory. tidak perlu betanya lagi. adakah. karena memang belum tahu. pasca positivistik.

positivistik. empirisme logis Pengertian hipotesis dan fungsinya .Hipotesis Terutama untuk pendekatan kuantitaif.

. Setiap kita sering melakukan dugaan-dugaan tertentu terhadap dugaansuatu kejadian atau fenomena. ada lagi hipotesis yang emosional misalnya: lulusan STPDN tidak tepat jika ditempatkan sebagai pamong praja di wilayah RI yang sekarang sudah mulai menampak demokratisasinya. reaksi masyarakat bermunculan. Dari kasus itu.Secara generik. Ketika kasus kekerasan di lembaga pendidikan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor Sumedang Jawa Barat sempat muncul ke permukaan (baca: media massa) hingga ke tingkat nasional sekitar pertengahan kedua bulan September 2003 akibat adanya kasus kematian praja (mahasiswa tingkat II) Wahyu Hidayat. kita pun banyak yang berhipotesis: Sistem pendidikan di STPDN tidak tepat dan perlu diubah dari pola pendidikan ala militer ke pola pendidikan model pendidikan tinggi umum. Ada yang salah dalam penerapan sistem pendidikan di STPDN. Hujatan dan tanggapan pun bermunculan. hipotesis adalah pernyataan tentang hubungan antar sesuatu yang belum teruji kebenarannya. dsb. namun dugaan yang mempolahubungkan antar konsep. Hipotesis memang bersifat dugaan atau lebih tepatnya berupa semacam kesimpulan sementara. Umumnya berupa tanggapan yang emosional. yang belum teruji kebenarannya. baik fenomena sosial maupun alamiah. Ia baru bersifat dugaan.

Selanjutnya sub-sub dari subproposisi meliputi hipotesis. aksioma. sedangkan proposisi adalah blok bangunan teori. generalisasi empiris. .Kembali kepada konsep. dan teorema. postulat. Konsep adalah blok bangunan proposisi.

Hipotesis dan bentuk-bentuk bentukproposisi Sekali lagi. . jika kita menatapkan ada hubungan tertentu antara dua variabel atau lebih dan dinyatakan dalam kalimat pernyataan (disebut kalimat hipotesis). maka langkah selanjutnya adalah mengujinya di lapangan. hipotesis adalah proposisi yang ditetapkan dalam bentuk pernyataan yang bisa diuji (testable) dan meramalkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan kata lain.

menonton. bergantung dari pengalaman dan kemampuan orang yang melahirkannya. pengamatan lapangan langsung. dsb. .Lahirnya sebuah hipotesis bisa beragam. Bisa dilatarbelakangi dari hasil membaca.

Konsep kebahagiaan sulit diuji.Contoh menulis hipotesis yang sulit diuji dan yang dapat diuji sebagai berikut: Terdapat hubungan yang jelas antara tingkat kecerdasan seseorang dengan kebahagiannya di masa yang akan datang. . sulit diuji. Bagaimana mungkin mengukur kebahagiaan seseorang dilihat dari aspek banyaknya senyum dan tertawa setiap hari. Ini tidak testable. bisa diukur dengan bantuan pengukuran model skor IQ. Namun untuk variabel tingkat kecerdasan.

dan prestasi anak-anak anakdi sekolah juga bisa diukur melalui laporan pendidikan di sekolah. . Hipotesis dalam contoh yang kedua ini termasuk yang bisa diuji.Banyaknya bahan bacaan yang dimilki oleh suatu keluarga berhubungan secara positif dengan prestasi anak-anaknya di sekolah. anakBanyaknya buku di suatu keluarga bisa diukur.

Ia merupakan suatu pernyataan adanya hubungan yang dibangun dari pengamatan pertama adanya kasus hubungan-hubungan hubungantertentu di lapangan. pengalaman masa lalu. Contoh kasus: Semakin rapatnya penduduk akan semakin meningkat tingkat kejahatan. dan dari hasil membaca berbagai media.Generalisasi empiris. Hasil dugaan ini dari pengamatan. Adalah hubungan yang menggambarkan proses induktif. .

dan teorema. aksioma. KomponenTiga komponen aksiomatis yakni: postulat.Komponen-komponen aksiomatis. Contoh hubungan antar proposisi dalam teori eksiomatis dalam bentuk silogisme berikut: Proposisi 1: Jika A maka B Proposisi 2: Jika B maka C Karena itu: Proposisi 3: Jika A maka C .

Dalam teori ini. Anda juga bisa memberi contoh model teori ini sesuai dengan pengalaman Anda sehari-hari. sehari- . maka akan diikuti oleh deduksi bahwa proposisi 3 juga benar. ada ketentuan bahwa jika proposisi 1 dan proposisi 2 benar.

hipotesis akan muncul dengan sedirinya. Hipotesis seperti ini bukan untuk diuji namun hanya untuk kepentingan kerja dan analisis data. Disebut juga dengan hipotesis kerja.Untuk penelitian-penelitian tertentu penelitiantidak diperlukan hipotesis Terutama pada penelitian deskriptif. Nantinya. kalau sudah melakukan penelitian di lapangan. naturalistik. grounded theory. kualitatif. Di sini tidak diperlukan hipotesis formal sejak awal. .

baik secara kuantitatif maupun kualitatif .SyaratSyarat-syarat hipotesis Menghubungkan dua variabel atau lebih Harus bisa diuji Terukur.

penelitianinformasi dan perpustakaan. kebahagiaan. yakni: pendekatan klasik pendekatan grounded theory. komunikasi. terutama dalam penelitian-penelitian sosial. Di sini ada beberapa strategi yang dapat membantu merumuskan dan memverifikasi hipotesis. . dan operasionalisasi secara cermat (strict).Variasi merumuskan hipotesis Banyak cara dalam merumuskan hipotesis. dsb. Banyak konsep demikian abstrak sehingga sangat sulit diukur secara empiris kuantitatif. Untuk itu ada tiga pendekatan untuk membantu memecahkan masalah ini. misalnya konsep tentang kemerdekaan. kemarahan.

tahap mengumpulkan data di lapangan guna mencoba menganalisis dan memverifikasi hipotesis. Sedangkan langkah ketiga adalah. Berikut adalah contoh hubungan antara tahap konseptual dan tahap empiris. Lihat gambar berikut: . yang meliputi pembatasan konsep dan menetapkan proposisi hubungan antar variabel. yang menghubungkan pengukuran-pengukuran empiris dari pengukurandua konsep.Pendekatan klasik Terdiri atas tiga langkah tegas. menjembatani kesenjangan antara tingkat konseptual dan empiris. Pertama. Kedua. seluruhnya terjadi pada tingkat konseptual. yang meliputi menulis hipotesis yang testable.

X (kecerdasan) (prestasi) Tahap konseptual r1 r2 r3 Y Tahap empiris X¶ (skor) r¶1 Y¶ (skor) .

Ia dikembangkan dengan langkah sebagai berikut: memulai dengan kegiatan lapangan tanpa membawa hipotesis. dan kejadianmemformulasikan eksplanasi mengenai mengapa ia terjadi. atau apakejadian-kejadian apa saja yang ada di lapangan.Pendekatan grounded theory Grounded theory adalah suatu pendekatan atau teori yang diungkapkan atau diturunkan dari data (yang ada) dan bukannya dari abstraksi dan dari tentatif. dan semua itu atas dasar observasi atau pengamatan langsung. Dan memang sebagian besar peneliti yang menggunakan pendekatan grounded ini mengandalkan ketelitian observasi sebagai dasar pengumpulan datanya. atau tanpa dilengkapi dengan hipotesis formal menjelaskan apa-apa saja yang terjadi di lapangan. .

dan variabel. meskipun bisa juga dengan menggunakan data kualitatif. angkakarena biasanya pengukuran lebih dekat dengan data kuantitatif. Pengukuran terhadap variabel juga dirinci secara tegas.Pendekatan operasionalisasi Istilah operasionalisasi merujuk kepada operasi yang bisa diukur konsepnya. Peneliti kuantitatif biasa mengoperasionalkan variabel penelitiannya sedetil dan serinci mungkin. Ini banyak berkaitan dengan angka-angka (kuantitatif). hingga tampak jelas. Mulai dari konsep. konstruk. seperti contoh berikut: Variabel: Variabel : kecerdasan Indikator : prestasi lokal Alat ukur : Skor IQ .

atau kesakitan?. bisa diukur secara kuantitatif. bisa sedih. apa maksud dari fenomena seorang perempuan yang sedang menangis. berapa nilainya. benci. Konsep-konsep seperti itu sulit diukur Konsepsecara kuantitatif. dengan alasan tidak semua konsep. dsb. . bagaimana bentuk kebahagiaan seseorang. terutama yang abstrak. bahagia.Kritik terhadap operasionalisasi Hal ukur mengukur ini memang banyak juga yang memberikan kritik. Lagi contoh. Misalnya seberapa besar tingkat kemarahan seseorang.

dan (2) ia dapat menggunakan konsep-konsep abstrak yang konsepmempunyai generalibilitas serta dapat menggunakan kemampuan deduksi untuk menurunkan konsep-konsep. .Perbandingan antar pendekatan Keuntungan pendekatan klasik antara lain adalah: (1) lengkap. Sementara itu kelemahan dari grounded theory antara lain adalah lemah dalam verifikasi. konsepSedangkan kelemahannya adala pengukuran yang sering terjadi dalam mengukur konsep-konsep abstrak serta konsepmengukur konsep yang melibatkan aspek perasaan manusia sebagai subjek penelitian. dan mendapatkan keunggulan maksimum dari teori dan analisis data. meliputi semua tahap.

. semakin jarang membaca Kinerja seorang pustakawan banyak dipengaruhi oleh faktor motivasinya dalam memilih profesinya sebagai pustakawan.Contoh-contoh hip otesis ContohLebih dari 40% pelajar SMU kelas tiga di Bandung pernah terlibat dengan minuman keras Ada hubungan yang jelas antara sistem pengasuhan siswa junior oleh siswa senior di lingkungan perguruan tinggi dengan tindak kekerasan pada lembaga pendidikan tinggi yang bersangkutan Semakin tinggi pangkat dan jabatan seseorang. atau dibalik kalimatnya menjadi: Faktor motivasi besar pengaruhnya terhadap kinerja pustakawan. Pandangan masyarakat terhadap profesi pustakawan banyak ditentukan oleh performens pustakawan dalam mengaktualisasikan dirinya di lingkungan masyarakat.

searah.Pertanyaan penelitian Lihat di bagian yang lalu. identikasi masalah. . Pertanyaan penelitian ini juga akan dikembangkan pada instrumen penelitian atau alat pengumpul data seperti kuesioner atau pedoman wawancara. atau yang jelas tampak benang merah nya. Bandingkan dengan perumusan masalah. Semua itu harus tampak sejalah. tujuan penelitian. dan hipotesis.

konstruk. dan variabel. . maka yang perlu dipahami adalah langkah-langkah langkahkonvensional sebagai berikut: memahami hubungan konsep.8. Variabel penelitian Terutama jika dikaitkan dengan cara membangun suatu teori. lantas pembatasan proposisi. dan akhirnya merancang hubungan antar variabel.

3 ton. terutama untuk tujuan analisis data dan perhitungan statistik. dm3. dst. Sedangkan satu kg. Dikaitkan dengan teknik penelitian. digenalalisasikan sebagai berat. .Hubungan konsep. yang dimaksud dengan konsep adalah abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasikan hal-hal yang halkhusus. dst. 2 kwintal. Dalam hal ini pengertian konsep masih umum atau general. digeralalisasikan sebagai volume.. cm3. konstruk. m3. Misalnya.. baik benda atau objek yang konkret ataupun yang abstrak. 2 kg. dan variabel Konsep adalah ide tentang suatu benda atau objek.

Selanjutnya dalam penelitian-penelitian awal penelitianterutama pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. sedangkan variabel atribut tetap . Ada variabel benas (independent variable). variabel terikat (dependent variable). Mengukur konsep yang abstrak menjadi konstruk yang dapat diukur disebut operasionalisasi. Variabel aktif bisa berubah. dan variabel atribut.Sementara itu. Variabel adalah konstruk yang sifat-sifatnya sifatsudah diberi nilai dalam bentuk bilangan. sering muncul operasionalisasi variabel. Maksudnya adalah menurunkan konsep menjadi konstruk dan akhirnya menjadi variabel. baik bilangan kualitatif ataupun bilangan kuantitatif. konstruk adalah adalah konsep yang dapat diamati dan dapat diukur. variabel aktif.

Dan terakhir adalah multivariat. Setelah konsep dasar diformulasikan. Contoh proposisi yang multivariat antara lain adalah: Sedikitnya 40% dari mahasiswa di kota Bandung pernah menggunakan obat­obatan terlarang . Proposisi yang membahas variabel tunggal disebut univariat.Pembatasan proposisi. yakni proposisi yang menghubungkan lebih dari dua variabel. atau Sedikit banyak tindak kekerasan yang sering terjadi di masyarakat kita diakibatkan oleh keterpurukan ekonomi pada kalangan berpenghasilan rendah . langkah selanjutnya dalam membangun teori adalah menulis satu atau lebih proposisi. Secara generik proposisi adalah pernyataan tentang satu atau lebih variabel atau konsep. Sedangkan bivariat adalah proposisi yang mengubungkan dua variabel. .

dan sejauh mana tingkat hubungannya. . Bagaimana pola hubungan tersebut.Hubungan antar variabel Dalam proposisi disebutkan ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Maksudnya adalah bahwa perubahan yang terjadi pada variabel X bisa mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya perubahan pada kondisi variabel Y. bisa diukur dengan bantuan perhitungan statistik.

Hubungan-hubungan bivariat HubunganMaksudnya adalah hubungan kebalikannya, yakni kuatkuatlemah, besar-kecil, kaya-miskin, simetris-asimetris, dsb. besarkayasimetrisBerikut adalah beberapa contoh pola hubungan bivariat: Hubungan positif-negatif: Peningkatan pada variabel positifyang satu akan diikuti oleh peningkatan pada variabel lainnya, itu menunjukkan hubungan positif. Sebaliknya, jika adanya peningkatan pada variabel satu malahan menurunkan nilai pada variabel lainnya, itu disebut hubungan negatif. Contoh yang pertama, semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, akan semakin tinggi pula prestasi akademiknya di sekolah. Sedangkan contoh untuk yang berpola hubungan negatifnya adalah, semakin banyak guru menjelaskan kepada muridmuridmuridnya, semakin sulit murid memahaminya.

Kekuatan atau tingkat hubungan: Dalam statistika, tingkat hubungan antar variabel bisa diukur, dengan patokan atau lambang 1 hingga +1. Minus satu menunjukkan hubungan sempurna negatif, sedangkan plus satu menunjukkan hubungan sempurna positif. Sementara itu angka kosong (0) menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel. Hubungan simetri dan asimetri: Hubungan simetri adalah hubungan yang terjadi pada perubahan kondisi A kemudian diikuti oleh perubahan pada kondisi B, dan juga berlaku sebaliknya. Kata orang disebut juga hubungan timbal balik. Sedangkan hubungan asimetri adalah hubungan searah. Artinya, perubahan yang terjadi pada variabel A diikuti oleh perubahan pada variabel B, namun tidak sebaliknya. Contoh yang pertama, ada hubungan yang erat antara banyaknya buku yang tersedia di rumah dengan prestasi anak di sekolah. Sedangkan yang kedua contohnya, tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah.

Variabel bebas dan variabel terikat: Variabel yang mampu mempengaruhi perubahan kondisi pada variabel lain disebut variabel bebas. Dalam contoh hipotesis, tingkat pendidikan ibu berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah , yang termasuk kategori variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan ibu , bukan sebaliknya. Sedangkan variabel yang perubahannya dipengaruhi oleh variabel lain namun ia sendiri tidak bisa mempengaruhi kondisi variabel lain, disebut variabel terikat atau variabel tergantung, atau disebut juga variabel tak bebas (independent variable). Pemisahan variabel bebas dan variabel terikat: Variabel tergantung adalah variabel yang ingin kita jelaskan. Sedangkan variabel bebas merupakan eksplanasi hipotesis.

Hubungan kausal: Mirip dengan pola hubungan asimetri. Variabel yang satu menjadi penyebab perubahan pada variabel yang lain, namun tidak sebaliknya. Hubungan linear dan nonlinear: Hubungan linear menggambarkan pola garis lurus, sedangkan yang nonlinear tidak menggambarkan pola hubungan model garis lurus. Lihat gambar berikut:

. Misalnya.hubungan spurious (palsu): Hubungan antar dua variabel atau lebih yang tampak erat dan nyata adanya. Ini yang disebut dengan hubungan palsu. murid kelas A pandai karena diajar oleh guru C. Di sini tampak jelas bahwa adanya hubungan tertentu itu karena keterlibatan guru C. paling tidak dalam hal kecerdasannya. bahkan tidak ada hubungan sama sekali. Kelas B pun ternyata pandai karena diajar oleh guru yang sama. sering bukan benar-benar benaradanya. Padahal mereka tidak ada sangkut pautnya satu sama lain. Di sini tampak ada hubungan tertentu antara kelas A dan kelas B. bukan benar­benar hubungan antara variabel pada kelas A dan kelas B. Hanya kebetulan gurunya orang yang sama.

baru kemudian menyebabkan perubahan pada variabel B. Misalnya variabel A dan B saling berhubungan secara erat. namun keeratan ini sebenarnya tidak langsung.Hubungan intervening (penyela): Adalah hubungan yang terjadi karena adanya selaan variabel lain. yakni variabel A menyebabkan perubahan pada variabel C. Perhatikan gambar berikut: C A B Spurious B A intervening .

Pengukuran (skala pengukuran) Proses pengukuran merupakan bagian integral dalam penelitian sosial. daerah. penggalan informasi khas. Untuk mengukur unit analisis berupa orang. kita harus membatasi unit analisisnya kemudian mengkhususnkan karakteristik dari konsep yang akan diukur. . desa. dsb. jajaran kartu katalog. Pengukuran sering melibatkan angkaangkaangka untuk suatu konsep atau variabel. seperti misalnya kelompok. Sebagian besar unit analisis dalam penelitian sosial adalah orang.9. namun unit lain pun sering terjadi dan digunakan. kutipankutipan-kutipan dalam karya ilmiah.

Sementara itu variabel kuantitatif merupakan angka-angka angkaatau nomor untuk memberi nilai terhadap variabel tersebut. dsb. itu merupakan contoh variabel kualitatif. 3 km. nama barang.Perbedaan kuantitatif dan kualitatif dalam skala pengukuran Variabel kualitatif lebih merupakan label atau nama dan bukannya nomor atau angka-angka. Misalnya 3 cm. angkaIni berkenaan dengan kategori atau pengelompokan nama-nama variabel khusus.. 2 jam. dsb. kecil. besar. namaWarna. .

kategori variabelnya sudah diberi urutan atau ranking. 1987:61) mengklasifikasikan skala pengukuran sebagai berikut: nominal. dan ratio. Perhatikan gambar berikut: . interval. setengah keranjang. berdiri sendiri atau lepas. membentuk urutan satu sama lain. yakni ordinal.Tingkat pengukuran Stevens (dalam Bailey. Ia bersifat mutually exclusive. tanpa memperhatikan apakah itu berupa nama yang mengandung angka ataupun tingkatan. (b) Ordinal: Ketiga tingkat skala pengukuran yang lain yakni ordinal. seperti contohnya. (a) Nominal: Semua pengukuran kualitatif termasuk ke dalam skala pengukuran nominal. yakni dua-duanya bersifat mutually exclusive. interval dan terakhir ratio. ordinal. yang dimulai dari tingkat terendah. dan ratio. Sebenarnya skala pengukuran ordinal hampir sama dengan skala pengukuran nominal. duanamun pada skala ordinal. interval. kamar nomor 20.

TIM A B C D E F G H I J Menang 4 6 8 10 0 5 8 4 9 4 Kalah 6 2 2 0 10 5 2 6 1 6 .

5 5 6 8 8 8 10 .TIM D I C G B F H J A E Ranking 1 2 3.5 3.

5 untuk peserta C dan G.Dalam praktek biasanya sering terjadi dalam ranking ada yang mempunyai ranking sama (urutan yang sama). yang dalam contoh di atas adalah yang memiliki ranking 3. Dalam perhitungan statistik. hal ini ada rumusnya tersendiri. .

bisa berjarak 4 tahunan.101520Rasio (ratio): Skala pengukuran ini membolehkan kita menambahkan. terdapat jarak tertentu antar kategori yang diurutkan.5. Misalnya dalam mengurutkan kategori umur orang. 15-19. Contoh: 0-4. 10-14.5 tahun. . membagi. misalnya jumlah anak di suatu keluarga. 21. mengurangkan. 5-9. atau banyaknya siswa perempuan di suatu kelas. untuk penghitungan interval.5 meter. Sedangkan kontinum membolehkan adanya angka pecahan di dalamnya. Sepuluh kg adalah dua kali lebih besar dari 5 kg.Interval: Disamping diurutkan berdasarkan seperti ordinal tadi. dst. 5 tahun. 0. Contoh: Umur 10 tahun adalah dua lali lipat umur 5 tahun. Diskrit dan kontinum: Pengukuran diskrit tidak ada pecahan di dalamnya. atau panjang tongkat itu adalah 105. misalnya umur seseorang bisa 19. 20-24. atau mengalikan nilainilainilainya.

Pengukuran validitas dan reliabilitas pengukuran Dalam konteks penelitian ilmiah. sebenarnya kita mengukur konsep dalam pertanyaan. Ada dua hal yang bisa menjelskan validitas. yakni: dalam pengukuran konsep. dan bukan mengukur konsep yang lain. dan konsep yang diukur secara akurat. .10. suatu pengukuran dianggap valid jika ia berhasil mengukur fenomena yang memang ditentukan akan diukur. Orang hanya bisa mengukur konsep secara akurat jika pada saat yang sama tidak mengukur konsep yang lain.

baik berulangoleh diri sendiri maupun oleh orang lain. mempunyai hasil yang relatif sama. maka itu namanya alat ukur yang reliabel (dapat dipercaya). .Sementara itu yang dimaksud dengan reliabilitas pengukuran berkaitan dengan kekonsistenan alat pengukuran yang bersangkutan. jika dilakukan berulang-ulang. atau tepatnya mengukur sifatsifat-sifat dari konsep. Kalau suatu alat pengukuran digunakan untuk mengukur konsep.

Yang terakhir ini dibedakan antara validitas concurrent dan validitas prediktif. validitas isi. Ada juga validitas kriteria yang juga sering disebut sebagai validitas fragmatis. . validitas logika.Penetapan validitas Banyak nama tentang validitas ini. misalnya ada validitas permukaan. Ketiga bentuk utama validasi tersebut dianggap sebagai konstruk validasi.

atau validitas prediktif.al. meliputi pengukuran multipel dari konsep yang sama. .Validitas permukaan (face validity): Validitas ini biasanya mudah dijelaskan namun sangat sulit dilaksanakan di lapangan. Validitas permukaan menurut Selltiz at. Disebut prediktif karena bisa meramalkan peristiwa yang belum terjadi. validitas concurrent (yang berbarengan dengan terjadinya). (dalam Bailey 1987: 67) adalah kirakira-kira tentang penaksiran (judgment) seperti dengan cara menggunakan dua pertanyaan berikut: (1) apakah instrumen benarbenar-benar mengukur bentuk prilaku yang diasumsikan oleh peneliti. Misalnya nilai indeks prestasi atau nilai ujian akhir SMU bisa dijadikan alat prediksi untuk indeks prestasinya kelak pada saat kuliah di pendidikan tinggi. Validitas kriteria: Disebut juga dengan validitas pragmatik. dan (2) apakah ia menyediakan atau memberikan sampel yang memadai untuk jenis perilaku tersebut.

berbedasebab variabel marah sulit sekali diukur secara operasional. Validitas ini sering diteliti terutama jika peneliti tidak mempunyai ukuran kritweria yang pasti tentang nilai variabel yang dihipotesiskan. Berikut adalah gambar yang menunjukkan tiga bentuk prosedur validasi: .Validitas konstruk: Validitas ini menggambarkan sejauh mana suatu alat ukur dapat mengukur konstruk teoretis tertentu yang diasumsikan atau dihipotesiskan sebelumnya. Misalnya konsep marah akan diukur dengan menggunakan berbagai konsep dan alat ukur yang berbeda-beda.

.

Ada dua bentuk alat untuk menguji reliabilitas. Artinya hasil pengukurannya akan tetap sama jika pengukuran diulang-ulang baik oleh sendiri maupun diulangoleh orang lain. berulang- . dan metode aplikasi pengulangan. Ini sering disebut dengan bentuk multipel atau alternatif.Penetapan reliabilitas Telah disebutkan di muka bahwa reliabilitas berkaitan dengan kekonsistenan alat pengukuran. dua bentuk kuesioner dengan pertanyaan yang berbeda namun untuk mengukur konsep yang sama. Yang pertama misalnya. yakni: metode paralel. atau bentuk pengukuran yang sama namun dilakukan secara serempak. Sedangkan yang kedua merupakan alat ukur yang sama digunakan untuk mengukur konsep secara berulang-ulang.

Namun di sini kita akan membicarakannya sebagian saja yang paling sering digunakan di dunia penelitian. Metode dan teknik memang masih semakna. Lebih tepatnya adalah bahwa metode penelitian adalah cara atau teknik untuk mencari tahu tentang fakta di balik fenomena. Banyak sekali jenis metode penelitian atau bahkan teknik penelitian.11. Metode-metode penelitian MetodeBanyak ahli berbeda dalam mengklasifikasikan metode penelitian. Bahkan ada juga yang memposisikan konsep metode menjadi teknik. Metode penelitian berguna untuk mengetahui fakta dibalik fenomena. Bedanya metode lebih luas cakupannya sedangkan teknik lebih sempit. . Karena terkadang apa yang tampak di permukaan tidak selalu seperti itu jika diteliti dengan benar.

Meskipun demikian. kemudian menyimpulkannya dalam bentuk gambaran deskriptif. kondisi dan situasi pada masa lalu pun seperti itu. . kondisi. karena melibatkan semua unsur manusia dengan segala prilakunya. metode ini bermaksud merekonstruksi situasi. dengan cara menghimpun. untuk tujuan-tujuan yang tujuanlebih bermanfaat. memverifikasi data guna menetapkan fakta.Metode penelitian historis Bertujuan untuk menggambarkan kondisi dan situasi masa lalu secara sistematis dan onjektif. Seperti halnya masa sekarang. yang apabila diamati lebih saksama demikian rumit kondisi dan situasinya. dan aspek-aspek lain dari penggalan kehisupan aspekmanusia dan kelompoknya. mengevaluasi.

penelitian.LangkahLangkah-langkah dalam metode historis secara umum akan sama dengan langkah-langkah berpikir ilmiah yang diformalkan. misalnya langkahmulai dari perumusan masalah. Penetapan tema atau permasalahan dan atau judul penelitian Perumusan masalah penelitian Pertanyaan penelitian Observasi dan atau pengumpulan data Evaluasi data dan penelitian data Penetapan strategi analisa data Interpretasi data Rumusan kesimpulan Laporan hasil penelitian lengkap . sampai dengan penulisan laporan akhir. tujuan.

dan juga tidak bermaksud mencari dan menjelaskan hubungan-hubungan antar variabel. juga penelitian observasional. Penelitian ini tidak bermaksud menguji hipotesis. . 1997). hubunganDalam hal ini beberapa ahli bahkan memperluas pengertian deskriptif ini dengan menyebut kepada segala penelitian kecuali penelitian historis dan eksperimental (lihat Rachmat. Penelitian survey juga adalah jenis penelitian deskriptif. Namun demikian. hubungansesuai dengan makna deskriptif yakni penjelasan. Metode ini hanyalah berusaha memaparkan atau mendeskripsikan atau menjelaskan situasi dan kondisi sosial tertentu pada suatu saat di suatu tempat di masa sekarang atau pada saat berlangsungnya penelitian. maka tentu melibatkan hubungan-hubungan tertentu antar aspek yang diteliti. tidak bermaksud memprediksi keadaan.Metode penelitian deskriptif Berbeda antara ahli dalam mendefinisikan penelitian deskriptif.

Hanya untuk jenis penelitian ini biasanya tidak disertai dengan pembuatan hipotesis formal dalam usulannya. atau bahkan jika penelitian sudah dalam tahap analisis data dan interpretasinya. dll. Hipotesis akan muncul pada saat sedang berlangsungnya penelitian. bagaimana pola hubungan antar aspek dan sejauh mana tingkat hubungannya. Jenis pertanyaan yang terakhir ini hanya bisa dijawab melalui penelitian verifikatif atau eksplanatori. dll. Penelitian ini tidak mampu secara jelas menjawab pertanyaan: mengapa hal itu bisa terjadi. hal-hal apa yang menonjol dari situasi seperti halini. bagaimana ia terjadi (proses). faktorfaktor-faktor apa saja yang menyebabkan peristiwa teserbut bisa terjadi. .Penelitian deskriptif hanya mampu menjawab pertanyaan: apa yang sedang terjadi pasa saat ini (saat berlangsungnya penelitian). LangkahLangkah-langkah dalam penelitian deskriptif pada umumnya hampir sama dengan penelitian-penelitian penelitianilmiah lainnya.

dibicarakan pada babbab-bab terpisah.Metode penelitian lainnya Secara lengkap metode penelitian dan langkahlangkah-langkah penelitian serta jenis­jenisnya yang lain. .

sistematika penulisan laporan penelitian  Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran .

Pendahuluan  A. Latar Belakang Penelitian/Pengamatan (mengapa kita mengamati Pengolahan Manisan Rumput Laut) B. Kegunaan Pengamatan (apa gunanya kita melakukan pengamatan. Tujuan Pengamatan (untuk apa kita mengamati Pengolahan Manisan Rumput Laut) C.Bab I. baik untuk kita sendiri maupun untuk orang ain) .

pemasaran. berapa alatbiaya yang diperlukan dll). hasil dari pengolahan. siapa yang membelinya dan lain-lain yang menurut anda lainberhubungan dengan pengolahan manisan rumput laut.Bab II. . alat-alat yang digunakan.  Pengolahan Manisan Rumput Laut (disini dibahas mengenai cara pengolahan (termasuk bahan-bahan untuk pembuatan bahanmanisan.

 Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan (ringkasan dari pengamatan) B. Saran (ditujukan untuk pembuat manisan.Bab III. dan untuk penulis laporan) .

dan lainbahanlainlain yang dikeluarkan oleh pembuat manisan) .koran dll) LampiranLampiran-Lampiran (catatan-catatan yang kita (catatanperoleh dari orang yang kita teliti seperti daftar harga bahan-bahan pembuat manisan. Daftar Pustaka (daftar sumber-sumber dari sumberbuku.majalah.

bisa  orang. benda hidup. sedangkan untuk barang berupa jumlah koleksi suatu perpustakaan. dsb. dsb. huruf-huruf di surat kabar. jumlah kutipan ilmiah di tulisan-tulisan ilmiah pada  jurnal.  Yang berupa orang misalnya jumlah penduduk yang ada di suatu tempat pada suatu  saat. objek. banyaknya  kartu katalog di lemari katalog. atau sesuatu yang ada. jajaran kartu katalog.POPULASI DAN SAMPLING  Populasi adalah jumlah keseluruhan subjek. benda mati. .

terutama jika populasinya sangat besar. Untuk itu dilakukan  sampling.Pengertian sampling  Idealnya kita meneliti semua unit analisis dalam populasi. diharapkan  jumlah atau besarnya ukuran sampel yang ditetapkan. atau bahkan satu negara. yaknik metode atau teknik pengambilan unit analisis dari populasi untuk  dijadikan bahan studi lebih lanjut. . akan bisa mewakili semua  unsur dalam populasi. Namun itu sering  tidak mungkin dilaksanakan. misalnya jumlah  penduduk satu kabupaten. satu provinsi. Meskipun hanya diambil sebagian.

dan bahkan kelemahan sampling sebagai dasar pelaksanaan penelitian survey. keunggulan.Efisiensi sampling            Hal ini banyak berkaitan dengan masalah keberhasilan. Bandingkan dengan jika tidak dilakukan sampling. termasuk perhitunganperhitungan statistik yang semakin maju. (a) Keuntungan sampling: Yang jelas bisa menghemat waktu. dan biaya. Di Indonesia. hasilnya tidak meleset. (b) Keberhasilan sampling: Meskipun hanya dilakukan sampling sebanyak 2000 orang guna meramalkan peristiwa pada pemilihan presiden di AS. tenaga. Dengan teknik yang benar dan dengan pertimbangan berbagai aspek. teknik sampling juga banyak digunakan di berbagai jenis penelitian. termasuk dalam survey . atau setidaknya tidak terpaut jauh dengan dugaannya. pengambilan sampling sangat mudah dilakukan.

Membuat kerangka sampling  Akan lebih akurat lagi jika diadakan sampling dengan membuat kerangka  sampling lebih dahulu. Jika sampling element sama dengan sampling unit. kerangka samplingnya adalah daftar semua objek dalam sampel  (misalnya orang). Dari  daftar tersebut baru dipilih berdasarkan cara undian atau random. maka  secara teori. Setiap orang dalam populasi harus didaftar (hanya sekali).  ‡ .

maka secara teori hal ini tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasikan kondisi populasi. Unit analisis pada sampel dalam suatu populasi dipilih secara langsung oleh peneliti tanpa memperhatikan sistem undian atau peluang. tidak berlaku untuk semua jenis perhitungan-perhitungan statistik. yakni sampling probabilitas dan sampling nonprobabilitas. . Biasanya sampling seperti ini hanya untuk kepentingan studi lanjutan saja. Yang pertama merupakan teknik pengambilan sampel yang mendasarkan diri pada prinsip undian atau prinsip kerandoman. Samping nonprobabilitas adalah sampling yang tidak didasarkan pada prinsip kerandoman (tidak acak). Karena prinsip sampling seperti itu tidak mempertimbangkan prinsip kerandoman. Semua sampling yang tidak berdasarkan prinsip kerandoman. sedangkan yang kedua merupakan teknik sampling yang didasarkan atas pertimbangan tertentu yang 1 bukan berdasar prinsip kerandoman.Sampling nonprobabilitas              Dikenal ada dua metode sampling.

Memang sangat efisien dalam waktu maupun biaya. (b) Sampling quota: Sampling kuota terjadi pada sampling strata. (c) Sampling purposif: Peneliti tidak perlu memiliki kuota. akan tetapi dengan memilih orang-orang tertentu saja. Misalnya mengambil sampel dengan menetapkan kepala sekolah saja untuk diwawancarai perihal kebijakankebijakan sekolah dan peraturan-peraturannya. bisa dianggap mewakili populasi. Bedanya di sini peneliti hanya menetapkan jumlah tertentu dalam pengambilan sampelnya untuk masing-masing strata. karena berdasarkan pertimbangan tertentu pula. Peneliti hanya memilih orang-orang terdekat saja yang dijadikan responden. sehingga terpenuhi jumlah yang diinginkan. Jadi jumlah dan sampelnya ditetapkan lebih awal. namun tentu saja tidak akurat.Berikut adalah jenis-jenis sampling nonprobabilitas:              (a) Convenience sampling (sampling seenaknya): Disebut juga sampling kebetukan (insidental sampling). .

Sampling probabilitas  ‡ Di muka sudah disebut bahwa sampling probabilitas adalah sampling yang  didasarkan atas prinsip kerandoman atau undian. Semua unit analisis mempunyai  peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Sampling probabilitas ini bisa digunakan  untuk mendukung perhitungan-perhitungan statistik inferensial. .

 presisi yang dikehendaki. dalam Rachmat. . rencana analisa data. dan fasilitas yang tersedia  (Singarimbun dan Effendi. tidak ada patokan yang  tegas untuk menentukan besarnya ukuran sampel. termasuk  homogenitas dan atau heterogenitasnya. Besarnya ukuran sampel banyak  bergantung kepada banyak faktor. sulit atau paling tidak. juga pada tujuan dari studi yang  bersangkutan.‡ Ukuran sampel (Contoh perhitungan)  Dalam ilmu sosial umumnya. Selain itu ukuran sampel juga bergantung pada derajat keseragaman. antara lain pada sifat dari populasi. 1989:111). 1982.

ia hanya bisa menghitungnya melalui sampel. Namun jika sifat populasi bersifat heterogen. Secara sederhana. estimasi adalah metode pendugaan atau metode menduga nilai parameter dari statistik. .           Jika peneliti ingin melakukan tabulasi silang maka ukuran sampel lebih banyak lebih baik. Selain itu jika sifat dari populasi dalam konteks tertentu dianggap seragam (homogen) maka ukuran sampel yang sedikit juga sudah memenuhi syarat). sebab akan mengurangi kolom-kolom yang kosong. ukuran sampel yang lebih besar akan lebih baik. Peneliti sangat sulit menduga nilai rata-rata dalam populasi. Presisi bisa dipahami dengan cara memahami lebih dulu konsep estimasi dalam statistik. Jadi nilai rata-rata dalam sampel merupakan penduga nilai rata-rata dalam populasi.

Kalau standar deviasi telah diketahui.58). 99% = 2. atau bisa juga dihitung dari sampel percobaan yang kita lakukan. S adalah standar deviasi. atau standar deviasi dari sampel yang lalu. maka ukuran sampel bisa dihitung. dalam Rachmat. sebagai berikut: N n = --------Nd2 + 1 . dan tingkat kepercayaan.96. (Z S)2 n = ----------d2 Standar deviasi populasi perlu dicari lebih dahulu.65. misalnya dari hasil penelitian terdahulu. maka kita bisa menghitung besarnya ukuran sampel dengan cara berikut: (a) Ukuran sampel dengan menggunakan rumus di bawah ini.                    Dengan mengetahui konsep presisi. (b) Ukuran sampel dengan cara yang lebih sederhana perhitungannya didasarkan pada pendugaan proporsi populasi. selang kepercayaan. Rumus sederhana ini adalah (Yamane. 1989:113). Keterangan untuk rumus berikut adalah: Z adalah koefisien reliabilitas pada distribusi normal (90% = 1. 95% = 1. 1967. dan d adalah presisi.

= -------.01) +1 13  Ukuran sampel minimal yang diperlukan adalah 93 orang (dibulatkan ke atas).10)2 + 1 (1200 x 0. Contoh: Populasi (N) = 1200 orang. maka  hasil perhitungannya adalah:  1200 1200 1200  n = ------------------.= 92. Dengan rumus sederhana seperti itu maka kita bisa menghitung besarnya  ukuran sampel. .3  1200(0.= ---------------------. presisi (d) = 10%.

OUTLINE TUGAS AKHIR             Lembar Judul Tugas Akhir Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir Lembar Penguji Tugas Akhir Abstraksi (Indonesia) Abstract (in English) Kata Pengantar Halaman persembahan (jika ada) Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Simbol (jika ada) Daftar Lampiran .

4. Rumusan Masalah 1. Batasan Masalah 1.5.Latar Belakang 1. Metodologi . Tujuan 1.1.3.BAB I PENDAHULUAN      1.2.

BAB II LANDASAN TEORI 2 BAB II LANDASAN TEORI BAB III PERANCANGAN BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN BAB V PENUTUP 6.1 Kesimpulan 6.2 Saran Daftar Referensi (jika ada) Daftar Pustaka LAMPIRAN .

Naskah tugas akhir diserahkan juga dalam bentuk soft copy berupa CD dengan format PDF dan DOC.TATA CARA PENULISAN         Tugas Akhir dicetak pada kertas HVS berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dan berat 80 g/m2 (HVS 80 GSM). Naskah Tugas Akhir dicetak dengan batas 4 cm dari tepi kiri kertas. tepi atas dan tepi bawah kertas. Naskah asli Tugas Akhir dalam bentuk final dicetak sebanyak 4 eksemplar untuk diserahkan Perpustakaan POLITEKNIK UNAND dan dapat diperbanyak dengan membuat fotocopi pada kertas HVS 80 GSM berukuran sama untuk keperluan lain. dan 3 cm dari tepi kanan. .

Pencetakan dan Penjilidan     Naskah Tugas Akhir dibuat dengan bantuan komputer menggunakan pencetak (printer) dengan tinta berwarna hitam (bukan dot matrix) dan dengan huruf jenis Times New Roman. dengan ukuran Font 12. Khusus untuk pencetakan gambar-gambar berwarna. . pada naskah asli harus dicetak berwarna.

dan daftar pustaka berjarak satu spasi. (3) Huruf pertama paragraf baru dimulai dari batas tepi kiri naskah. diagram. titik-koma (. tabel. Jangan memulai paragraf baru pada dasar halaman.). (6) Nomor halaman terletak pada kanan atas kecuali halaman pertama setiap bab terletak pada tengah bawah. kecuali apabila cukup tempat untuk sedikitnya dua baris. (2) Baris-baris kalimat naskah Tugas Akhir berjarak dua spasi kecuali Abstraksi. . judul (beserta isi) gambar.                (1) Naskah dicetak pada satu muka halaman (tidak bolak-balik). tinggalkan baris terakhir tersebut pada dasar halaman.) dicetak dengan menyisihkan suatu rongak (ruangan antara dua huruf) di belakang tanda-baca tersebut. (7) Bentuk penjilidan adalah jilid buku hard cover warna orange. titik-ganda (:) dan titik (. (5) Bab baru diawali dengan nomor halaman baru. Baris terakhir sebuah paragraf jangan diletakkan pada halaman baru berikutnya. (8) Antar bab dipisah dengan kertas HVS warna biru muda dengan objek logo TI posisi tengah (ukuran menyesuaikan).). (4) Huruf pertama sesudah tanda-baca koma (.

judul. nama lengkap mahasiswa. Jurusan Teknologi Informasi. Pada sampul tersebut dicetak judul Tugas Akhir. dan program studi. nama lengkap mahasiswa dan baris POLITEKNIK UNIVERSTAS ANDALAS ditulis dengan huruf kapital dan dicetak dengan tinta hitam. . Pada punggung sampul dituliskan nama penulis. POLITEKNIK UNIVERSTAS ANDALAS dan tahun penyelesaian.Sampul        Sampul Tugas Akhir dicetak dengan warna orange untuk tiap program studi. tahun Tugas Akhir. Judul Tugas Akhir. baris Program Studi.

cetak tebal Nama mahasiswa : ukuran 14.              Jenis dan ukuran huruf ditentukan sebagai berikut: Judul Tugas Akhir: Jenis huruf (font) : Times New Roman Capital (huruf besar) Ukuran huruf : ukuran (font) 14. cetak tebal. . cetak tebal Jurusan : ukuran 14.5 cm POLITEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS dan tahun penyelesaian : ukuran 14. cetak tebal Program Studi : ukuran 14. cetak tebal (bold) Kata TUGAS AKHIR : sama dengan judul Kalimat di bawah Tugas Akhir jenis huruf sama. cetak tebal BP dan nomor BP : ukuran 14. cetak tebal Lambang POLITEKNIK UNAND : ukuran tinggi 3. cetak tebal Kata oleh : ukuran 12. ukuran 12.

Ucapan terima kasih agar dibuat tidak berlebihan dan dibatasi hanya yang berhubungan secara keilmuan ( scientifically related ). dan sebagainya.Halaman Kata Pengantar         Halaman kata pengantar dicetak pada halaman baru. nasihat. Pada halaman ini mahasiswa DIPLOMA III berkesempatan untuk menyatakan terima kasih secara tertulis kepada pembimbing dan perorangan lain yang telah memberi bimbingan. saran dan kritik. Cara menulis kata pengantar beraneka ragam. tetapi semuanya hendaknya menggunakan kalimat yang baku. kepada perorangan atau badan yang telah memberi bantuan keuangan. kepada mereka yang telah membantu melakukan penelitian. .

sebab judul bukanlah sebuah kalimat. sebaiknya bukan diketik. daftar lampiran dst. Judul bab dan judul anak-bab tidak diakhiri dengan titik. Ketiganya masingmasing dituliskan pada tiga kolom yang berurutan. tetapi dibangkitkan dengan memakai fasilitas yang tersedia pada Word processor. judul bab dan judul anak-bab dan nomor halaman tempat judul bab dan judul anak bab dimuat. . Halaman ini memuat nomor bab. nomor anak bab. gambar dst Daftar isi. Gambar dsb            Halaman daftar isi dicetak pada halaman baru dan diberi judul DAFTAR ISI yang ditulis dengan huruf kapital dan tidak diakhiri dengan titik. Judul bab. Ini juga berlaku untuk daftar lampiran. judul anak-bab dan anak pada anak-bab ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama dari setiap kata yang ditulis dengan huruf kapital.Halaman Daftar Isi. Lampiran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful