P. 1
IPS_kelas_VIII_smt_1

IPS_kelas_VIII_smt_1

5.0

|Views: 103,749|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

Kedatangan bangsa-bangsa Eropa khususnya bangsa Spanyol, sangat berkaitan

dengan penyebaran agama Kristen (Nasrani) di Indonesia, baik Kristen Katholik

maupun Kristen Protestan. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan awal kedatangan

mereka ke Indonesia

Tokoh penyebar agama Katolik yang termasyur adalah seorang misionaris bernama

Fransiskus Xaverius. Pada tahun 1546, Fransiskus Xaverius berangkat dengan

kapal dagang yang berlayar melalui Banda ke Ambon. Ia juga mengunjungi tempat

lainnya seperti Ternate, Halmahera dan Merauke. Di tempat-tempat itu, ia

mengenalkan ajaran Kristen. Diantara penduduk setempat yang

mendengarkannnya, ada yang tertarik untuk memeluk agama Katolik.

Misionaris lain adalah para biarawan Fransiskus dan Dominikus, yang

mengenalkan agama Kristen Katolik di Nusa Tenggara Timur (Flores Timur)

dengan pusatnya di Larantuka.Selain mengenalkan ajaran Kristen Katholik, para

misionaris juga mengorganisasi pembangunan gereja, rumah sakit, sekolah-sekolah

Gambar 4. 10 Bangunan Gereja

merupakan salah satu peninggalan

kebudayaan zaman kolonial Belanda

98

dan panti-panti asuhan. Selanjutnya, misionaris menyebarkan agama Katholik ke

Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangir Talaud.

Kegiatan penyebaran agama Katholik di Indonesia agak menyusut sejak

kedatangan Belanda dengan VOC nya. Kebanyakan orang Belanda beragama

Kristen Protestan. Orang-orang Belanda secara tidak langsung juga menyebarkan

agama Protestan di Indonesia. Organisasi penyebaran agama Protestan disebut

Zending.

Pada kapal-kapal VOC, ikut serta para pendeta.. Mereka dibiayai oleh kantor pusat

VOC di negeri Belanda, untuk memulihkan kehidupan rohani para penguasa VOC.

Di tempat-tempat persinggahannya di Indonesia, para pendeta itu lalu mengenalkan

juga ajaran Kristen Protestan kepada penduduk setempat.

Seperti halnya penyebaran agama Katholik, pada umumnya agama Protestan

diterima di wilayah yang belum terjangkau kerajaan-kerajaan Islam Penyebaran

agama Protestan dilakukan dengan menyesuaikan diri dengan budaya setempat.

Sehingga penganut agama di wilayah tertentu memiliki ciri khas tersendiri. Ritual

agama lebih dominan menggunakan bahasa daerah setempat. Dengan penyebaran

agama Kristen tersebut, maka berdirilah gereja-gereja di Maluku, Minahasa, Sangir

Talaud, Ternate serta beberapa daerah tertentu di pulau Jawa, Sumatera Utara,

kalimantan dan sebagainya.

Penyebaran agama Kristen Protestan juga diiringi dengan pendirian sekolah-

sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan sebagainya. Tokohnya antara lain DR.

Nomensen Immanuel.Akan tetapi, baik missi maupun Zending dicemari oleh sikap

orang-orang Portugis dan VOC (Belanda) yang membeda-bedakan tingkatan dan

masyarakat berbuat kasar. Hal itu menimbulkan kesan buruk penduduk setempat

terhadap agama Kristen dan mengidentikan agama Kristen dengan penjajah. Itulah

sebabnya kedatangan misionaris disambut curiga, bahkan ditolak oleh penduduk

setempat.

Nah, siswa SMP Terbuka, itulah uraian tentan perkembangan Agama Kristen di

Indonesia. Saya yakin kalian bisa memahaminya. Sebelum melanjutkan pada uraian

materi selanjutnya, kerjakan tugas-tugas untuk kegiatan ini!

Kosakata

Eksekutif

: Lembaga pelaksana undang-undang (pemerintah)

Feodalisme

: Sistem sosial atau politik yang memberi kekuasaan yang besar

kepada golongan bangsawan

Legislatif

: Lembaga pembuat undang-undang (di negara kita DPR)

Yudikatif

: Lembaga pengawas pelaksanaan Undang-undang

Rangkuman

Kolonialisme dan imperialisme telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan

peradaban bangsa Indonesia. Bentuk dan besarnya pengaruh kolonialisme di berbagai

daerah berbeda-beda. Hal itu disebabkan oleh perbedaan sikap para raja, tokoh

masyarakat ,dan budaya masyarakat terhadap kedatangan bangsa-bangsa Barat.

Pengaruh kolonialisme di Indonesia nampak dalam adat istiadat, agama, kesenian,

hukum pemerintahan dan lain-lain

99

Salah satu dampak kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia adalah tersebarnya

Agama Kristen di Indonesia. Pada umumnya agama Kristen tersebar dan diterima oleh

masyarakat yang belum tersentuh oleh pengaruh Agama Islam,Hindu atau

Budha.Agama Kristen Katholik di sebarkan oleh Missionaris Spanyol sedangkan

Agama Kristen Protestan disebarkan oleh Zending Belanda.

100

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->