P. 1
IPS_kelas_VIII_smt_1

IPS_kelas_VIII_smt_1

5.0

|Views: 103,736|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

Terjadinya Perang Bali disebabkan oleh :

Pertama :Belanda memaksa kerajaan-kerajaan yang ada di Bali untuk tunduk

kepada kekuasaan Belanda.

Pada abad ke 19 di Bali sudah berdiri beberapa kerajaan diantaranya : Buleleng,

Karangasem, Klungkung, Gianyar, Badung,Jembrana, Tabanan, Mangwi dan

Bangli. Hubungan antara Belanda dengan kerajaan-kerajaan tersebut sudah

berlangsung sejak abad ke 17. Kapal-kapal Belanda banyak yang berlabuh di

Bali dengan tujuan berdagang. Agar lebih jelas mengenai letak kerajaan-

kerajaan tersebut, amatilah peta di bawah ini !

Pada abad ke 19 Pemerintah Belanda berusaha untuk menguasai Pulau Bali.

Pada tahun 1841, raja-raja Buleleng, Klungkung dan Karangasem dipaksa

dengan kekuatan senjata untuk menandatangani perjanjian. Isi perjanjian antara

lain adalah bahwa :

- Kerajaan-kerajaan di Bali harus takluk kepada pemerintah Belanda yang

berpusat di Batavia. Namun mereka masih tidak mau takluk kepada

Belanda.

- Belanda tidak mau mengakui hukum Tawan Karang yang berlaku di

kerajaan Bali atas kapal Belanda yang terdampar di pantai Bali.

Gambar 5.10 Peta kerajaan-kerajaan di Bali

121

Di Bali sejak dahulu ada sebuah hukum adat yang disebut Hukum adat Tawan

Karang. Dalam hukum tersebut ditetapkan bahwa apabila ada kapal dari luar

terdampar di Pantai Bali, maka semua isi dan muatannya menjadi milik

kerajaan yang menguasai pantai tersebut.

Pada tahun 1844 ada sebuah kapal Belanda terdampar di pantai Buleleng.

Sesuai dengan hukum adat Tawan karang maka kapal Belanda yang terdampar

itu menjadi milik Kerajaan Buleleng. Akan tetapi pemerintah Belanda menuntut

agar kerajaan Buleleng mengembalikan kapal tersebut kepada Belanda.

Tuntutan tersebut ditolak oleh kerajaan Buleleng. Bahkan raja Buleleng

bersama patihnya yang bernama Gusti Ketut Jelantik mempersiapkan

pasukannya untuk menghadapi Belanda. Hal ini dilakukan karena Belanda

mengancam akan menggunakan kekerasan. Kerajaan Karangasem

mempersiapkan pasukan untuk membantu Kerajaan Buleleng.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->