P. 1
IPS_kelas_VIII_smt_1

IPS_kelas_VIII_smt_1

5.0

|Views: 103,736|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

1) Kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh faktor alam (bencana alam)

a) Letusan Gunung Api

Letusan gunung api merupakan gejala alam, yang dapat merusak

lingkungan hidup. Contohnya : merusak perumahan, daerah pertanian,

hutan ,perkebunan, fasilitas umum, dan mengancam keselamatan mahluk

hidup

b) Gempa Bumi

Getaran bumi dapat mengakibatkan gempa sehingga dapat merusak

lingkungan hidup. Contohnya : merusak perumahan, daerah pertanian,

hutan, perkebunan, fasilitas umum, dan mengancam keselamatan makhluk

hidup

c) Kemarau Panjang

Terjadinya musim kemarau panjang juga dapat merusak lingkungan hidup.

Contohnya : dimana-mana terjadi bencana kekeringan, akibatnya

kekurangan air untuk pertanian, untuk air minum dan lain-lain.

71

d) Badai atau angin bertiup sangat kencang

Di daerah-daerah tertentu, seperti di Amerika Serikat, Cina, Filipina yang

sering terjadi bencana alam akibat badai. Akibatnya dapat merusak

lingkungan dan mengancam keselamatan mahluk hidup.

e) Banjir

Di daerah-daerah sekitar aliran sungai, sering terjadi bencana alam akibat

banjir, sehingga dapat merusak lingkungan hidup dan mengancam

keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Kamu sudah paham ? Kamu tahu bentuk kerusakan yang lain ?

2) Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia

a) Penebangan hutan yang semena-mena.

Penebangan hutan yang tidak diperhitungkan, serta tidak dibarengi dengan

usaha mereboisasikan atau menghutankan kembali maka akan timbul

berbagai gangguan/ketimpangan pada lingkungan hidup, antara lain :

- Musnahnya tumbuh-tumbuhan yang ada di daerah hutan tersebut

- Musnahnya sumber kayu dalam kurun waktu yang lama.

- Rusaknya tanah-tanah di daerah hutan tersebut sebagai akibat dari

proses pengikisan dan erosi, dan terjadi tanah longsor atau banjir

bandang

- Terganggunya kesinambungan dari siklus air, bahkan berakibat akan

terjadi kekurangan air pada musim kemarau dan banjir pada saat musim

penghujan.

- Terusirnya berbagai jenis hewan yang hidup di dalam hutan tersebut.

b) Timbunan sampah

Timbunan sampah yang berceceran di sekitar pemukiman penduduk dapat

juga mengakibatkan pencemaran pada lingkungan hidup daerah tersebut.

Hal ini bisa terbukti antara lain :

- Tersumbatnya saluran air yang mengakibatkan bahaya banjir pada

daerah tersebut diwaktu musim penghujan.

- Daerah sekitar itu akan jadi lembab dan timbunan sampahnya akan

membusuk, sehingga dipakai sarang bakteri patogen yang dapat

menimbulkan penyakit muntaber, kolera, penyakit kulit dan penyakit-

penyakit yang lainnya, berbau busuk, mengganggu pemandangan.

- Demikian pula jika timbunan sampah terdapat di air tergenang akan

menimbulkan daerah permukiman menjadi lebih kotor, bahkan akhirnya

berkembang biak nyamuk malaria, penyebab wabah penyakit malaria.

Karena hal itulah maka sampah di kota-kota merupakan salah satu masalah

ekologi yang perlu mendapat perhatian .

c) Dampak Negatif Teknologi

Pertumbuhan penduduk dapat menyebabkan penggalian dan pemanfaatan

sumber daya sangat besar. Kegiatan ini akan menyebabkan gangguan

keseimbangan ekosistem (ruang di mana terbentuk hubungan timbal balik

antara mahluk hidup dengan lingkungannya). Memang, manusia berusaha

mencari dan menggunakan teknologi untuk mencukupi kebutuhan

72

hidupnya, akan tetapi selain menguntungkan, teknologi juga membawa

dampak-dampak negatif.

Dengan makin bertambahnya kepadatan penduduk dan berlangsungnya

mobilitas penduduk, perluasan industrialisasi dan bertambahnya terus

penggunaan hasil teknologi, akan menambah masalah pelestarian

lingkungan. Masalah-masalah ini misalnya penggalian tanah, perubahan

fungsi lahan dan erosi tanah. Hingga kini masalah yang telah lama

berkembang, masih sedikit sekali yang dapat terpecahkan.

Masalah-masalah itu bertambah lagi dengan perubahan komposisi kimiawi

tanah, air dan udara yang diakibatkan oleh pencemaran atau polusi. Polusi

dapat terjadi pada udara, air dan tanah.

Beberapa sumber polusi antara lain :

- Racun dari limbah industri dan rembesan dari daerah pertambangan

- Bahan-bahan organik limbah melalui air dan limbah industri dari

pengolahan bahan makanan, pabrik kertas, pabrik tekstil dan pabrik

kimia.

- Bahan-bahan padat yang tidak terurai dari sisa-sisa organik yang tidak

hilang dari pertambangan, penggalian, pertanian dan lain-lain

- Pemanasan air dalam proses pendinginan, terutama generator listrik.

- Garam non-toksis sebagai hasil limbah industri, termasuk pengeboran

minyak bumi.

- Pestisida yang dipakai dalam pertanian.

- Isotop radioaktif dari reaktor industri, sebagai tenaga nuklir

menggantikan tenaga bahan bakar.

Pusat-pusat kota industri dan kota-kota sangat menderita karena polusi.

Lingkungan udara di kota-kota sudah tidak segar lagi, sampah menjadi

masalah yang belum terpecahkan terutama di kota-kota besar, juga di

Indonesia, lebih-lebih lagi sampah yang terdiri dari berbagai jenis bahan,

ada jenis sampah yang mudah busuk dan ada yang tidak.

Untuk meningkatkan produksi, banyak digunakan pestisida dan pupuk

buatan, pupuk penyubur tanah, akan tetapi setelah itu tanah menjadi miskin

kembali terutama jika penggunaannya tidak tepat . Pestisida juga cenderung

meninggalkan bahan kimiawi yang mengganggu bahan makanan yang

berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pestisida dapat mematikan sejumlah

kehidupan mahluk yang berguna ataupun insek yang berupa hama tanaman.

Polusi air terjadi dimana-mana, terutama di daerah industri maupun kota-

kota besar, menyebabkan matinya ikan, di kolam, sungai, danau dan laut,

serta tidak menutup kemungkinan punahnya dari spesies jenis ikan tertentu.

d) Perpindahan penduduk dalam jumlah besar dari desa ke kota-kota yang

padat sekali penduduknya, menyebabkan lingkungan hidup di kota menjadi

rusak atau buruk. Hal ini dapat dilihat dari tidak teraturnya perumahan dan

banyaknya hunian atau tempat tinggal yang keadaannya kumuh, sungai-

sungai yang tercemar oleh sampah dan kotoran lainnya.

e) Penangkapan ikan di laut atau laut dangkal sekitar pantai secara besar-

besaran, tanpa diikuti upaya pencegahan perusakan, akan menyebabkan

lingkungan laut rusak, karena peralatan yang digunakan tidak memenuhi

persyaratan yang telah ditentukan. Akibatnya sumber daya ikan cepat habis.

73

Dengan majunya pengembangan teknologi tidaklah mengarah pada dampak

negatip saja, tetapi sangat besar pula dampak positip pada lingkungan tempat

manusia hidup. Upaya mengurangi dampak negatip teknologi, terus dilakukan,

dicari jalan bagaimana caranya agar kesuburan tanah tidak berkurang dan

sumber daya alam yang lain tetap lestari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->