P. 1
IPS_kelas_VIII_smt_1

IPS_kelas_VIII_smt_1

5.0

|Views: 103,749|Likes:
Published by 12ndhamster

More info:

Published by: 12ndhamster on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

Terbentuknya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia diawali dengan berdirinya

VOC pada tahun 1602. Dengan hak-hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah

Belanda, VOC yang merupakan organisasi para pedagang menjadi organisasi

pemerintahan yang menguasai Indonesia.

Pada awal abad ke 19 kekuasaan VOC diambil alih oleh pemerintah Perancis. Untuk

menjalankan pemerintahan di Indonesia diangkat Gubernur Jenderal Herman Willem

Daendels. Kebijakan-kebijakan Daendels banyak yang menyengsarakan rakyat

diantaranya kerja paksa Rodi, pembuatan jalan dari Anyer sampai Panarukan yang

berjarak kurang lebih 100 Km.

Sejak 1811 wilayah Indonesia dikuasai Inggris. Pada waktu itu ditempatkan Gubernur

Thomas Stmpord Rafless. Salah satu kebijakan Rafles adalah memberlakukan sistem

Sewa Tanah ( Land Rent)

Pada tahun 1816 Indonesia kembali dikuasai oleh Belanda. Pada kurun waktu tahun

1830-1900 pemerintah Belanda menerapkan dua kebijakan yaitu sistem Tanam Paksa

dan Politik Pintu terbuka yang keduanya tidak berpihak kepada kepentingan rakyat

Indonesia. Akibatnya kehidupan rakyat selama masa kolonial tidak mengalami

perbaikan.

Pada awal abad ke- 20 pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan Politik Etis.

Kebijakan ini ditujukan untuk mengkat kehidupan rakyat Indonesia. Namun dalam

pelaksanaanya kebijakan politik etis lebih ditujukan untuk memenuhi kepentingan

pemerintah kolonial. Meskipun demikian kebijakan politik etis memberi dampak

positif bagi bangsa Indonesia terutama dalam bidang edukasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->