Elektroforesis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari

Pita DNA Setelah Elektroforesis dan Diamati di Bawah Sinar UV Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik .[1] Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. [2] Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. [2] Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. [2] Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya.[2] Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifatsifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:

F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik. Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA. [3]

[sunting] Jenis elektroforesis

Perangkat elektroforesis gel Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. [4] Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. [4] Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut. [5] Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. [6] Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. [6] Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media. [6]

[sunting] Lihat pula
y

Elektroforesis gel

[sunting] Referensi

1. ^ (en) Westermeier. 2004. Electrophoresis in Practice: A Guide to Theory and Practice. New Jersey: John Wiley & Sons inc. 2. ^ a b c d Yuwono T. 2005. Biologi Molekuler. Jakarta: Erlangga. 3. ^ Fatchiyah. 2006. Gel Elektroforesis. Malang: Brawijaya Press 4. ^ a b Sulaiman, Hardi A & Kundari NA. 2007. Pemisahan dan karakterisasi spesi senyawa kompleks ytrium-90 dan sstronsium-90 dengan elektroforesis kertas. JFN, Vol.1 No.2 5. ^ Khopkar SM. 2002. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI-Press. 6. ^ a b c Yepyhardi. 2009. Elektroforesis; Pintu Gerbang Penelitian Biologi Molekular. Sciencebiotech.net[web]. http://sciencebiotech.net/elektroforesis-pintu-gerbangpenelitian-biologi-molekular

7.Elektroforesis gel
8. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas 9. Belum Diperiksa 10. Langsung ke: navigasi, cari 11. Elektroforesis gel merupakan suatu teknik analisis penting dan sangat sering dipakai dalam bidang biokimia dan biologi molekular. Secara prinsip, teknik ini mirip dengan kromatografi: memisahkan campuran bahan-bahan berdasarkan perbedaan sifatnya. Dalam elektroforesis gel, pemisahan dilakukan terhadap campuran bahan dengan muatan listrik yang berbeda-beda (menggunakan prinsip dalam elektroforesis.

12.

[sunting] Cara kerja

13. 14. 15. Hasil elektroforesis gel terhadap hasil PCR menggunakan primer mikrosatelit. Berkas (band) mendatar merupakan sekumpulan DNA yang setiap kolomnya bergerak dengan kecepatan berbeda. Semakin pendek DNA semakin cepat bergerak. 16. Dalam elektroforesis gel terdapat dua material dasar yang disebut fase diam dan fase bergerak (eluen). Fase diam berfungsi "menyaring" objek yang akan dipisah, sementara fase bergerak berfungsi membawa objek yang akan dipisah. Sering kali ditambahkan larutan penyangga pada fase bergerak untuk menjaga kestabilan objek elektroforesis gel. Elektroda positif dan negatif diletakkan pada masing-masing ujung aparat elektroforesis gel. 17. Zat yang akan dielektroforesis dimuat pada kolom (disebut well) pada sisi elektroda negatif. Apabila aliran listrik diberikan, terjadi aliran elektron dan zat objek akan bergerak dari elektroda negatif ke arah sisi elektroda positif. Kecepatan pergerakan ini berbeda-beda, tergantung dari muatan dan berat molekul DNA. Kisi-kisi gel berfungsi sebagai pemisah. Objek yang berberat molekul lebih besar akan lebih lambat berpindah.

Artikel bertopik biokimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Banyak molekul biologis seperti asam amino, peptida, protein, nukleotida dan asam-asam nukleat memiliki gugus yang dapat engion sehingga bermuatan listrik, baik sebagai kation (+) atau anion (-). Bahkan senyawa yang non polar seperti karbohidrat dapat diberi muatan. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Kecepatan molekul yang bergerak pada medan lisrtik tergantung pada muatan, bentuk dan ukuran. Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat di deteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi, atau pun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer. Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. Bila berada dalam suatu medan listrik, molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi keelektroda negative dan sebaliknya. Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatanya. Oleh karena partikel sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis. Jika sistem koloid bermuatan negative, maka partikel itu akan menuju elektrode positif Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik . Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan: Fe = qE F= gaya Lorentz, q= muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik. Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA. Pergerakan molekul terutama tergantung di muatan yang ada pada permukaan partikel, tanda dan besarnya muatan pembawa oleh variasi group ionogenik. Tergantung kepada kekuatan molekul listrik dan pH dari medium dalam mengkateristik, sehingga pemisahan molekul dapat terjadi

. yaitu : . Pemisahan sempurna suatu campuran dapat terjadi efektif dalam zona tertentu. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. pH. 2. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media. Efek penguapan juga dapat diturunkan minimal jika elektroforesis dilakukan di medium pendukung yang dicelupkan dengan larutan buffer. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. yang kesemuanya mempengaruhi kecepatan gerak senyawa. viskositas. sehingga memperlambat geraknya. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan medium pendukung yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Kedua pengaruh dapat terjadi pada senyawa seperti asam aminoyang memiliki sifat asam dan basa 3.pH Tingkat ionisasi asam-asam organik akan bertambah apabila pH bertambah.oleh sebab itu tingkat kecepatan geraknya juga terpengaruh oleh pH. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut. Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. . Medium Pendukung Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan medium pendukung untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan. biasanya dipilih 0. Cellulose asetat 2. Medan elektrik Apabila voltase diberikan diantara dua elektroda.Komposisi Buffer harus tidak mengikat senyawa yang dipisahkan karena akan mempengaruhi kecepatan gerak. .05 -0. arus ditentukan oleh tahanan dalam medium. Buffer borat dipakai untuk memisahkan karbohidrat. kekuatan ion. konsentrasi elektrolit. Buffer juga dapat mempengaruhi kecepatan gerak senyawa karena beberapa hal. sebaliknya untuk basa-basa organik. Meskipun medium pendukung relatif stabil (inert).10M. Larutan Buffer Larutan buffer (penyangga) ini menstabilkan pH medium pendukung. luas penampang. karena dapat membentuk gabungan yang bermuatan listrik dengan karbohidrat. Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak.Voltase Apabila jarak antara dua elektroda adalah 1 meter dan perbedaan potensial antara keduanya . Kekuatan ion tinggi dalam buffer akan meningkatkan arus keseluruhan sehingga panas juga meningkat. komposisinya mungkin akan menyebabkan penyerapan. migrasi elektron (elektro osmosis) atau penyaringan berdasarkan ukuran molekulnya.Konsentrasi Dengan naiknya kekuatan ion buffer. dan adsorpsivitas zat terlarut. terutama ialah ion-ion kompleks.karena efek seleksi dan medium yang sesuai. 1. jumlah arus listrik yang terbawa meningkat dan bagian aliran yang dibawa sampel menurun. tegangan yang digunakan. Jenis Elektroforesis 1.

Elektroforesis adalah salah satu teknik pemisahan paling populer. Jarak yang ditempuh ion akan sebanding dengan waktunya. Lebih lanjut tentang: Pengertian Elektroforesis Elektroforesis.Tahanan Medium elektroforesa menimbulkan pada aliran ion sebanding dengan jenis medium. maka tak heran jika elektroforesis disebut sebagai pintu . Kenaikan gradient potensial akan menyebabkan kecepatan gerak ion. 2009 Biotechnology. . jenis buffer dan konsentrasinya.com/culture/health/electrophoresisgel. namun berkurang dengan bertambahnya luas permukaan elektroda dan konsentrasi ion dalam buffer. Elektroforesis 37 comments Gel Electrophoresis. Kenaikan voltase akan meningkatkan jumlah muatan yang dipindahkan setiap detik kearah elektroda.adalah V volt sehingga gradient potensialnya adalah V/1m. Pintu Gerbang Penelitian Biologi Molekular y y y May 19. .jpg Saat ini.Aliran listrik Arus aliran listrik dalam larutan antara dua elektroda disebabkan umumnya oleh ion buffer dan sedikit oleh ion dalam sampel. Hampir semua penelitian DNA/RNA mesti melibatkan pemisahan dan pemurnian yang tekniknya cukup beragam. Tahanan akan meningkat dengan bertambahnya jarak antara elektroda. image from http://clearlyexplained. teknik pemisahan dan pemurnian DNA/RNA merupakan teknik yang tidak dapat dipisahkan dari biologi molekular.

sebuah tangki kecil dan berbagai larutan penyangga (buffer). Oh ya. yang dibuat dari kertas saring Whatman nomor 3. . pada prinsipnya elektroforesis itu adalah teknik pemisahan campuran molekul yang didasarkan pada perbedaan muatan listriknya sehingga pergerakan molekul-molekul tersebut pada suatu fasa diam (stationary phase) dalam sebuah medan listrik akan berbeda-beda. Saat itu. sekarang ada baiknya kita telusuri dulu teknik-teknik tersebut dari masa ke masa. Elektroforesis dengan Kertas Saring Smithies menerima hadiah Nobel Smithies menerima hadiah Nobel Kisah teknik pemisahan DNA/RNA ini berawal dari sekelompok ilmuwan biokimia di awal tahun 1950-an yang sedang meneliti mekanisme molekular DNA/RNA hidrolisis. Image from www. Nah. kemudian arus listrik dialirkan melalui kedua ujung alat elektroforesis. salah satunya yaitu nukleotida µsiklik¶ yang membawa pada kesimpulan bahwa hidrolisis RNA terjadi melalui pembentukan intermediate posfat siklik.funsci. Nukleotida yang sudah terhidrolisis ditaruh di atas kertas saring. Markham dan Smith mempublikasikan bahwa hidrolisis RNA terjadi melalui mekanisme pembentukan zat antara (intermediate) posfat siklik.com Ternyata mereka menggunakan suatu peralatan yang dapat memisahkan komponen campuran reaksi hidrolisis tadi.funsci. Peralatan itu mereka namakan µelektroforesisµ. tepatnya tahun 1952. yang kemudian menghasilkan nukleosida 2 -monoposfat dan 3 -monoposfat. Bagaimana keduanya bisa mengungkap rahasia ini? Paper Electrophoresis.com Paper Electrophoresis.gerbang dari berbagai penelitian biologi molekular. Image from www.

Image from www. setelah dibiarkan mendingin kanji tersebut akan membentuk gel yang padat namun rapuh. Dan penemuan elektroforesis gel kanji di awal karir Smithies membawanya menerima hadiah nobel bidang kedokteran tahun 2007. Image from http://www.jp Starch Gel Electrophoresis. ini akibat adanya perbedaan minor antara struktur molekul RNA yang belum terhidrolisis. Karena pada akhir proses elektroforesis komponen tersebut terpisah-pisah.edu . mereka dapat mengisolasi dan mengidentifikasi setiap komponen tersebut.terrapub. Image from http://www.jp Selanjutnya teknik elektroforesis dikembangkan untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar. Polyacrilamide Gel Electrophoresis (PAGE) Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE).siumed.co. seperti agarosa dan polimer akrilamida.co.Arus listrik yang dialirkan ini ternyata dapat memisahkan campuran kompleks reaksi tadi menjadi komponen-komponennya. Caranya yaitu dengan menuangkan larutan kanji panas ke dalam cetakan plastik. zat antara (intermediate) dan hasil reaksi (nukleosida 2 monoposfat dan nukleosida 3 -monoposfat) yang menyebabkan mobilitas alias pergerakan mereka pada kertas saring berbeda-beda kecepatannya.terrapub. Gel kanji berperan sebagai fasa diam (stationary phase) menggantikan kertas saring Whatman pada teknik terdahulu. Ternyata elektroforesis gel yang diperkenalkan Smithies memicu para ilmuwan untuk menemukan bahan kimia lain yang dapat digunakan sebagai bahan gel yang lebih baik. Elektroforesis Gel Kanji Starch Gel Electrophoresis. Tahun 1955 Smithies mendemonstrasikan bahwa gel yang terbuat dari larutan kanji dapat digunakan untuk memisahkan protein-protein serum manusia.

edu Teknik elektroforesis gel makin berkembang dan disempurnakan. DNA/RNA yang sedang kita teliti akan bercampur dengan kontaminan yang tidak kita inginkan. namun ternyata teknik ini masih menyerah jika digunakan untuk memisahkan DNA dengan ukuran yang super besar. Terima kasih kepada Markham dan Smith yang telah mencoba meneteskan RNA hidrolisat pada selembar kertas saring dan memisahkannya dengan arus listrik. Keempat teknik di atas merupakan pintu masuk bagi penelitian-penelitian lainnya dalam bidang biologi molekular yang kini berkembang sangat pesat. Image from www. Teknik PFGE kini digunakan secara luas oleh para ahli biologi dalam studi genotyping berskala masif. Schwartz dan Cantor membeberkan ide cerdasnya untuk memisahkan campuran DNA berukuran super besar menggunakan teknik yang dinamakan Pulse-field Gradient Gel Electrophoresis (PFGE).html . Nature Publishing Group. Campuran DNA kromosom tidak dapat dipisahkan meskipun ukuran mereka berbeda-beda. bahkan teknik DNA sequencing modern sekalipun sangat bergantung pada teknik elektroforesis ini. Meskipun aplikasi elektroforesis makin berkembang luas.siumed. Tanpa elektroforesis. Pulse-Field Gel Electrophoresis (PFGE) Skema Pulsed Field Gel Electrophoresis (PFGE) Skema Pulsed Field Gel Electrophoresis (PFGE) Pertengahan 1980-an. Nature Milestones. hingga 12 tahun kemudian ditemukan gel poliakrilamida (PAGE = Polyacrilamide Gel Electrophoresis) yang terbentuk melalui proses polimerisasi akrilamida dan bis-akrilamida. PAGE ini sanggup memisahkan campuran DNA/RNA atau protein dengan ukuran lebih besar. http://dukeresearch.com/2009/04/flipping-through-chronicles-of-nobel. DNA Technologies. Sumber: y y Finkelstein.Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE). juga analisa epidemiologi molekular pada patogen. Sulit dibayangkan sebuah laboratorium biologi molekular dapat menghasilkan sesuatu tanpa teknik elektroforesis. sulit pula membayangkan cara mengetahui ukuran DNA/RNA/protein yang lebih praktis selain dengan elektroforesis. yang menggunakan pulsa-pulsa pendek medan listrik tegak lurus yang arahnya berganti-ganti. misalnya DNA kromosom.blogspot. 2007.

Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik.posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat di deteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan matriks penyangga yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat elektroforesis yang dibahas di bawah ini menggunakan matriks berupa gel poliakrilamida (PAGE=poli-acrilamida gel electrophoresis) untuk separasi sampel protein. Bila berada dalam suatu medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis.dengan demikian elektroforesis dapat di gunakan untuk separasi makromolekul (seperti protein dan asam nukleat). maka pertikel itu akan menuju elktrode positif Elektroforesis merupakan pergerakan zat bermuatan listrik akibat adanya pengaruh medan listrik. q adalah muatan yang dibawa oleh objek. Oleh karena partikel sol bermuatan listrik. atau pun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer. molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi keelektroda negative dan sebaliknya. Jenis elektroforesis yang paling lazim digunakan untuk protein ialah elektroforesis zonan (zonal electrophoresis) di mana protein dipisahkan dari satu campuran yang kompleks kepada jalur (band) melalui migrasi didalam larutan penimbal berair melalui satu matrik polimer dipanggil gel. Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatanya.Elektroforesis Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Jika sistem koloid bermuatan negative. Elektrotoresis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan partikel koloid. bentuk dan ukuran. Elektroforesis gel poliakrilamid (PAGE) Prinsip: Elektroforesis ditakrifkan sebagai migrasi molekul bercas didalam satu larutan melalui suatu medan elektrik. Jika partikel koloid berkumpul di elektroda positif berarti koloid bermuatan negatif dan jika partikel koloid berkumpul di elektroda negatif berarti koloid bermuatan positif. walaupun matrik lain . E adalah medan listrik Elektroferesis adalah peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke salah satu elektroda. Gel poliakrilamid merupakan matrik yang paling lazim didalam elektroforesis protein. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz. Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap dalam suatu industri dengan alat Cottrell 1. yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan: F adalah gaya Lorentz. Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan matriks penyangga untuk mencega terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan. Kcepatan molekul yang bergerak pada medan lisrtik tergantung pada muatan.

voltan atau kuasa yang konstan. Semakin tinggi voltan dan semakin besar cas yang terdapat pada protein. Saiz dan bentuk molekul yang menentukan jejari Stokes suatu protein. Contoh gel keping dan unit elektroforesis ditunjukkan didalam Rajah 2. protein dipisahkan dalam bentuk aslinya berdasarkan cas. Gel boleh disediakan didalam makmal atau dibeli siap diacu (pre-cast). protein yang lebig kecil bergerak lebih pantas didalam matrik gel. Protein boleh bercas positif atau negatif. dan bentuk molekul tersebut. Matrik tak selanjar terdiri dari satu gel penimbun (stacking gel) dengan saiz liang yang besar (selalunya 3-4% akrilamid) dan satu gel pelerai (resolving gel) yang mempunyai saiz liang yang kecil. sodium dodesil sulfat (SDS) digunakan untuk memisahkan subunit protein mengikut saiz. manakala suatu protein itu bercas positif sekiranya pH larutan dibawah pI nya. bergantung kepada pH larutan dan pI nya. Sumber kuasa digunakan untuk menwujudkan medan elektrik dengan menyediakan suatu sumber arus. Elektroforesis gel poliakrilamid (PAGE) dengan suatu detergen anion.3. pengurangan dalam saiz liang (pore) matrik gel akan memperlahankan pergerakan. Pergerakan protein perlahan apabila pergeseran molekul meningkat akibat dari mertambahnya jejari Stokes. saiz. merkaptoetanol atau ditiotreitol. maka semakin besarlah pergerakan didalam medan elektrik. untuk menceraikan protein menjadi subunit dan menurunkan ikatan disulfat (Rajah 1). seperti yang dimaksudkan dengan namanya. Penimbal elektrod mengawal pH bagi mengekalkan cas yang sesuai pada protein dan menkonduksikan arus melalui gel poliakrilamid. Matrik gel boleh dibentuk sama ada didalam tiub kaca atau keping (slab) diantara dua kepingan kaca. juga menentukan jarak pergerakan didalam matrik gel tersebut. dan dipisahkan hanya berdasarkan saiz. Tatakerja: Sebuah pembekal kuasa dan radas elektroforesis mengandungi matrik gel poliakrilamid dan dua takungan (reservoir) larutan penimbal adalah diperlukan ubtuk menjalankan satu pemisahan.N¶-metilen-bisakrilamid dengan kehadiran satu mangkin.8 dan penimbal asetat yang kationik pada pH 4.seperti kanji dan agaros juga digunakan. digunakan untuk menimbunkan atau memekatkan protein menjadi satu jalur yang sempit sebelum protein itu . amonium persulfat seperti ditunjukkan didalam Rajah 3. tetrametiletilendiamin (TEMED) dan sumber radikal bebas. Bagitu juga. Gel penimbun. Didalam elektroforesis tak-penyahaslian (nondenaturing) atau elektroforesis natif. Protein bergabung dengan SDS lalu bercas negartif. Matrik gel poliakrilamid terbentuk melalui pempolimeran akrilamid dengan sedikit (selalunya 5% atau kurang) reagen pempaut silang (cross-linking) N. Satu lagi bentuk elektroforesis yang selalu digunakan bagi pemisahan protein ialah elektroforesis penyahaslian. Matrik gel tak selanjar (discontinuous) selalunya digunakan untuk memperbaikki peleraian (resolution) protein didalam campuran yang kompleks. Banyaknya cas dan voltan yang diberikan akan menentukan berapa jauhnya suatu protein itu akan bergerak didalam suatu medan elektrik. Suatu protein bercas negatif sekiranya pH larutan diatas pI nya. Sistem penimbal yang biasa digunakan termasuklah penimbal anionik tris(hidroksimetil)amino metan dengan gel pelerai (desolving gel) pada pH 8. Protein dilarutkan didalam suatu larutan penimbal yang mengandungi SDS dan agen penurun. dengan demikian.

Bagi menjalankan sesuatu pemisahan. Untuk menyediakan satu lengkok piawai. walaupun protein yang bercas tinggi atau glikoprotein mungkin tertakluk kepada ralat yang besar. perbezaan yang terdapat didalam komposisi protein dari protein pekatan kacang soya dan pekatan protein weiyang dihasilkan melalui teknik pemisahan yang berlainan boleh dikesan.000. Maka berat molekul protein tak diketahui ditentukan dari Rm nya dengan menggunakan lengkok piawai. Pemfokusan Isoelektrik (Isoelectric Focusing) Prinsip: .9) mengganggu kecerunan voltan ini lalu membenarkan pemisahan protein menjadi jalur-jalur yang diskrit. Pewarna enzim spesifik atau antibodi boleh juga digunakan untuk mengesan sesuatu protein. Pada pH 6. jalur-jalur yang terdapat pada gel umumnya divisualkan dengan menggunakan pewarna (stain) protein seperti Coomassie Brilliant Blue atau pewarna timah (silver stain). Satu gel kecerunan (gradient gel) dimana kepekatan akrilamis meningkat dari atas kebawah gel selalunya digunakan untuk memisahkan satu campuran protein yang mempunyai banjaran berat molekul yang luas. Berat molekul ditentukan dengan membandingkan Rm subunit protein dengan Rm protein piawai yang diketahui berat molekulnya (Rajah 5). protein didalam penimbal yang sesuai pHnya dimuatkan disebelah atas gel penimbun. Kegunaan: Elektroforesis selalunya digunakan untuk menentukan komposisi protein sesuatu produk makanan. Piawai protein yang disediakan secara komersial boleh didapati dalam beberapa banjaran berat molekul. Pewarna penjejak (tracking dye) bromofenol biru ditambahkan kedalam larutan protein. 2.8. Kepekatan akrilamid 15 peratus selalunya digunakan untuk memisahkan protein yang mempunyai berat molekul dibawah 50. logaritma berat molekul protein piawai diplotkan melawan padanan Rm nya. Sebagai contohnya. Protein selalunya boleh dipisahkan pada gel pelarian yang mengandungi 4 ke 15 peratus akrilamid.memasukki gel pelerai (Rajah 4). satu kecerunan voltan terbentuk diantara ion klorid (cas negatif tinggi) dan glisin (cas negatif rendah) didalam penimbal elektrod yang bertujuan menimbunkan protein menjadi jalur-jalur sempit diantara ion-ion. Selepas sesuatu larian (run) elektroforesis. SDS-PAGE digunakan untuk menentukan komposisi subunit sesuatu protein dan untuk menganggar berat molekul subunit sehingga + 5 peratus ralat. Saiz liang gel pelarian dipilih berdasarkan berat molekul protein yang hendak dipisahkan dan boleh diubah dengan cara menukar kepekatan akrilamid didalam larutan. Protein yang mempunyai berat molekul lebih besar dari 50.000 lazimnya dipisahkan pada gel yang kepekatan akrilamidnya dibawah 7 peratus. Pewarna ini molekul kecil yang migrasi terdahulu daripada dan digunakan untuk memonitor kemajuan sesuatu pemisahan. Elektroforesis boleh juga digunakan untuk menentukan ketulenan sesuatu ekstrak protein. Migrasi kedalam gel pelarian (running gel) yang mempunyai pH berlainan (pH 8.

Peleraian yang diperolehi adalah diantara yang paling tertinggi untuk sebarang teknik pemisahan protein dan boleh digunakan untuk memisahkan protein yang mempunyai pI berbeza kurang dari 0. Campuran amfolit boleh diperolehi yang merangkumi banjaran pH yang sempit (2-3 unit) atau satu banjaran yang lebar (pH 3-10) dan perlulah dipilih untuk digunakan berdasarkan ciri-ciri protein yang hendak dipisahkan. kloning. namun dapat pula digunakan sebagai teknik preparatif untuk memurnikan molekul sebelum digunakan dalam metode-metode lain seperti spektrometri massa. Suatu campuran amfolit terdiri dari beribu-ribu polimer yang mempamirkan satubanjaran nilai pK. pemisahan dilakukan terhadap campuran bahan dengan muatan listrik yang berbeda-beda (menggunakan prinsip dalam elektroforesis Gel yang digunakan biasanya merupakan polimer bertautan silang (crosslinked) yang porositasnya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Amfolit ditambahkan kedalam larutan gel sebelum pempolimeran dijalankan. Pemfokusan isoelektrik juga digunakan untuk membedakan spesis ikan yang berhubungan rapat dengan berdasarkan corak proteinnya. Dalam hal ini. Protein difokuskan atau migrasi ke lokasi didalam kecerunan dimana pH sama dengan pI protein tersebut (Rajah 6). protein dipisahkan oleh cas didalam suatu medan elektrik pada matrik gel yang telah diwujudkan kecerunan pH menggunakan amfolit (ampholytes). RNA. manakala yang bercas positif kearah katod. Kegunaan: Pemfokusan isoelektrik merupakan kaedah pilihan untuk menentukan titik isoelektrik sesuatu protein dan sZt. Laju perpindahan tersebut bergantung pada ukuran molekul bersangkutan. atau oligonukleotida). PCR. Dalam kes ini. Secara prinsip. atau protein dapat dipisahkan oleh medan listrik. gel yang digunakan biasanya merupakan gel .02 unit pH. iaitu polimer kecil (berat molekul kira-kira 5000 dalton) yang mengandungi kedua-dua kumpulan bercas positif dan negatif.Pemfokusan isoelektrik adalah merupakan satu modifikasi elektroforesis. ELEKTROFORESIS GEL Elektroforesis gel merupakan salah satu teknik utama dalam biologi molekular. Untuk memisahkan protein atau asam nukleat berukuran kecil (DNA. atau immuno-blotting yang merupakan metode-metode karakterisasi lebih lanjut. Selepas gel terbentuk dan arus dialirkan. RNA. Dalam elektroforesis gel. molekul-molekul tersebut dipisahkan berdasarkan laju perpindahannya oleh gaya gerak listrik di dalam matriks gel. Elektroforesis gel biasanya dilakukan untuk tujuan analisis. Tatakerja: Satu kecerunan pH diwujudkan menggunakan amfolit. sekuensing DNA. Elektroforesis gel merupakan suatu teknik analisis penting dan sangat sering dipakai dalam bidang biokimia dan biologi molekular. teknik ini mirip dengan kromatografi: memisahkan campuran bahan-bahan berdasarkan perbedaan sifatnya. amfolit yang bercas negatif akan migrasi kearah anod. Prinsip dasar teknik ini adalah bahwa DNA. amfolit ini bermigrasi lalu membentuk kecerunan pH.

gel yang digunakan adalah agarosa (dari ekstrak rumput laut) yang sudah dimurnikan.poliakrilamida. Dalam proses elektroforesis. Untuk memisahkan asam nukleat yang lebih besar (lebih besar dari beberapa ratus basa). dibuat dengan konsentrasi berbeda-beda antara akrilamida dan zat yang memungkinkan pertautan silang (cross-linker). sampel molekul ditempatkan ke dalam sumur (well) pada gel yang ditempatkan di dalam larutan penyangga. protein didenaturasi dengan deterjen (misalnya natrium dodesil sulfat. Cara lain untuk melihat visualisasi DNA adalah gel direndam di dalam larutan etidium bromid sebelum dipaparkan di atas sinar ultraviolet. Molekul DNA bermuatan negatif sehingga di dalam medan listrik akan bermigrasi melalui matriks gel menuju kutub positif (anode). Gel yang biasa digunakan antara lain agarosa. TUJUAN Melakukan elektroforesis DNA menggunakan teknik elektroforesis gel agarosa BAHAN DAN ALAT . Elektroforesis gel agarosa dapat dilakukan untuk memisahkan sampel DNA dengan ukuran dari beberapa ratus hingga 20.000 pasang basa (bp). Elektroforesis Gel Agarosa LANDASAN TEORI Elektroforesis DNA merupakan teknik untuk memisahkan sampel DNA berdasarkan atas ukuran (berat molekul) dan struktur fisik molekulnya. Dalam hal asam nukleat. gel difoto di bawah sinar ultraviolet. Visulisasi DNA selanjutnya dilakukan di bawah paparan sinar ultraviolet setelah terlebih dahulu gel dalam pembuatannya ditambahkan larutan etidium bromid. Sementara itu. Jika molekul sampel mengandung atom radioaktif. Berat molekul suatu fragmen DNA dapat diperkirakan dengan membandingkan laju migrasinya dengan laju migrasi fragmen-fragmen molekul DNA standar (DNA marker) yang telah diketahui ukurannya. menghasilkan jaringan poliakrilamida dengan ukuran rongga berbedabeda. Jika molekul sampel berpendar dalam sinar ultraviolet (misalnya setelah "diwarnai" dengan etidium bromida). Setelah proses elektroforesis selesai. Makin besar ukuran molekulnya. autoradiogram gel tersebut dibuat. atau pewarna "biru Coomassie" (Coomassie blue) dapat digunakan untuk keperluan ini. Molekul-molekul sampel tersebut akan bergerak di dalam matriks gel ke arah salah satu kutub listrik sesuai dengan muatannya. dan listrik dialirkan kepadanya. makin rendah laju migrasinya. Etidium bromida. Untuk menjaga agar laju perpindahan asam nukleat benar-benar hanya berdasarkan ukuran (yaitu panjangnya). SDS) untuk membuat protein tersebut berbentuk lurus dan bermuatan negatif. dilakukan proses pewarnaan (staining) agar molekul sampel yang telah terpisah dapat dilihat. disebabkan oleh muatan negatif alami pada rangka gula-fosfat yang dimilikinya. arah pergerakan adalah menuju elektroda positif. perak. 3. zat seperti natrium hidroksida atau formamida digunakan untuk menjaga agar asam nukleat berbentuk lurus.

100 ml EDTA 0.DNA marker. lepaskan selotip dari ujung-ujung baki. 15% ficoll tipe 4000. Sarung tangan 13. DNA plasmid hasil isolasi (uncut) DNA plasmid hasil restriksi (cut) Agarosa Larutan buffer TAE 50x (242 g tris-base. EDTA 120 mM) 17. 1. 5. Tabung mikrosentrifuga 12. kemudian tuangkan larutan ke dalam baki gel agarosa.25% xylene cyalol. masukkan 10 l sampel DNA dan 2 l loading dye 6x ke dalam sumuran gel agarosa dengan cara mencampurkan kedua bahan tersebut terlebih dahulu secara merata pada kertas parafilm menggunakan mikropipet. Larutan agarosa dihomogenkan sebentar. Periksalah suhu larutan agarosa dengan cara menempelkan erlenmeyer ke tangan. 3. jika suhunya sudah turun hingga sekitar 50-60 0C.2 g untuk dilarutkan ke dalam bufer TAE 1x hingga volume 20 ml. kamera digital CARA KERJA 1. Buat gel agarosa 1% dengan cara menimbang agarosa 0.5 M pH 8. . Labu Erlenmeyer 50 ml 11. ambil sisir dengan hati-hati.1 g asam asetat glacial. Seperangkat mikropipet beserta tipnya (Bio-Rad dan Axygen Scientific) 14. Loading dye 6x (0. 10. biarkan hingga larutan berubah menjadi gel yang padat. Pasang sisir elektroforesis di salah satu ujung baki gel agarosa dengan posisi hampir menyentuh dasar baki 5. seperangkat alat elektroforesis 16. masukkan baki yang telah berisi gel agarosa ke dalam tangki elektroforesis yang telah diisi dengan larutan bufer TAE 1x (pastikan bahwa gel terendam seluruhnya dalam TAE). tambahkan 1 l etidium bromid (PERINGATAN KERAS!!. Akuades 9. Buat 250 ml larutan buffer TAE 1x dengan cara mencamnpurkan 5 ml TAE 50x ke dalam 245 ml akuades. Larutan agarosa dididihkan hingga larut sempurna. misalnya DNA yang dipotong dengan HindIII Sampel DNA. Siapkan baki gel agarosa. 8. siapkan sekitar 5 cm kertas parafilm di dekat tangki elektroforesis. 0. 7.25% bromophenol blue. 7. misalnya : DNA kromosom bakteri. 57. larutan Etidium Bromid (EtBr) 18. gunakan sarung tangan karena bersifat karsinogenik). Kertas parafilm 15. 3. Gelas Ukur 1000 ml 10. lekatkan selotip di tiap ujung baki gel agarosa (pastikan bahwa selotip melekat kuat dan tidak ada lubang pada masing-masing ujung baki) 4. UV transluminator 19. dilarutkan dalam akuades hingga 1000 ml) 8. 2. 6. 2. Kaca mata UV 20. 6. 4. 9.

maka partikel ini akan bergerak da ini disebut elektroforesis. 14. amati pita-pita DNA yang tervisualisasi. nyalakan sumber arus. buatlah catatan mengenai nomor sumuran dan jenis sampel DNA yang dimasukkan. Jika sistem koloid berm itu akan menuju elektrode positif Animasi Koloid Terjadinya Elektroforesis Peristiwa Elektroforesis Elektroforesis . 17. Matikan sumber arus dan angkatlah baki dari tangki elektroforesis. terlihat bahwa partikel-partikel koloid bermuatan positif terseb dengan muatan berlawanan. Elektroforesis Sifat-sifat Koloid Efek Tyndall Gerak Brown Adsorpsi Koloid Elektroforesis Koagulasi Koloid Emulsi Liofil dan Liofob Oleh karena partikel sol bermuatan listrik. 15.11. keluarkan gel dan letakkan di atas UV transluminator (letakkan selubung kaca hitam di atas UV transluminator). jalankan elektroforesis (lakukan running) dengan cara menekan tombol run pada sumber arus. ubahlah posisi baki/gel ke arah sebaliknya). 16. 13. Untuk lebih jelas. 12. elektroforesis akan berhenti apabila waktu yang ditetapkan sudah habis. hubungkan kabel dari sumber arus ke tangki elektroforesis (pastikan bahwa kabel yang tersambung ke kutub negatif berada di dekat sumuran. jika tidak demikian. mari kita lihat tabung berikut di s Pada gambar. yaitu elektrode negatif. HASIL Gambarlah pita-pita DNA hasil elektroforesis dengan nomor sumuran dan jenis sampelnya. yang ditandai oleh adanya bunyi alarm. nyalakan UV transluminator. Perkirakan ukuran masing-masing fragmen/pita dengan membandingkannya dengan posisi migrasi pada DNA marker. aturlah volatase dan waktu running hingga diperoleh angka 70 V dan 45 menit dengan cara menekan tombol yang sesuai pada sumber arus.

Kecepatan molekul yang bergerak pada medan listrik tergantung pada muatan. dan selang. mereka akan turun ke dasar sumuran. Densitas muatan molekul . 2. 2004). column. Dengan demikian elektroforesis dapat digunakan untuk separasi makromolekul (seperti protein dan asam nukleat).berbeda diantara pH media dan pl molekul. karena itu tekniknya jauh lebih rumit. Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat dideteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi. 3. Pengaruh buffer pH .akan mempengaruhi densitas muatan protein dan akibatnya mempengaruhi tingkat dan arah pergerakannya Kekuatan ionik . Beberapa faktor yang mempengaruhi pemisahan komponen pada elektroforesis protein : 1. elektroforesis protein memungkinkan kita untuk memisahkan protein berdasarkan ukurannya dan memperlihatkan hasilnya. Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. 2009 · 2 Comments Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen/molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik (Westermeier. molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi ke elektroda negatif dan sebaliknya. slab. bentuk dan ukuran. Sampel protein dimasukkan ke dalam slot atau sumuran pada ujung agar. Akan tetapi protein jauh lebih beragam dalam ukuran dan strukturnya. Pada dasarnya alat elektroforesis terdiri atas 2 bagian utama yaitu bagian electric transformer yang mengubah arus AC ke DC dan bagian tanki elektroforesis yang berisi flat bed.bisa berinteraksi dengan protein menyebabkan perubahan dalam densitas muatan sebagai contoh ion borak dan glikoprotein. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan matriks penyangga yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan matriks penyangga untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan.Posted by admin on Friday. Bila berada dalam suatu medan listrik. atau pun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer. Bentuk dan ukuran molekul . Karena sampel ini memiliki berat.mempengaruhi tingkat pemisahan Komposisi . Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatannya. Elektroforesis Protein Seperti halnya dengan elektroforesis DNA. Dalam hal ini protein diberi muatan negatif. June 19.

mempunyai pengaruh pada porositas gel akhir kimia alam untuk Cross-linker . 2. media pendukung Restriksi pada mobilitas Pengaruh difusi Elektroendosmosis Mikro-heterogenitas molekuler spesies Polyacrilamide Gel Elektroforesis (PAGE) Sistem yang digunakan dalam PAGE Flat Bed Rod atau Column Vertical Slab Capillary Faktor yang mempengaruhi resolusi 1. Buffer pH Penggunaan sistem buffer kontnyu atau diskontinyu Komposisi buffer Inklusi agen disosiasi : Urea.sering terkontaminasi dengan asam akrilat yang menyebakan efek elektroendosmosis pada gel final.dapat mempengaruhi porositas dan penangan selanjutnya pada gel akhir Kemurnian monomer . Sodium Dodecyl Sulphate (SDS) . detergen non ionic. Konsentrasi Gel Poliakrilamid Konsentrasi monomer .proporsional terhadap porositas gel akhir Persentase Cross-linker pada Monomer .4.

Seperti halnya pada elektroforesis DNA. akibat ikatan hidrogen.Tris. kita memerlukan matriks yang terang/bening untuk memisahkan molekul. Dalam kasus ini.Buffer sistem Buffer ini dapat digunakan dengan atau tanpa SDS meskipun inklusi SDS sering umum digunakan belakangan ini. Penggunaan agen disosiasi 1. protein berada dalam bentuk 3 dimensional. ini dikenal dengan sebutan struktur tersier protein. molekul yang lebih kecil akan bergerak lebih cepat dan karena itu akan lebih jauh pada gel. Sodium Dodecyl Sulphate (SDS) Resolusi pemisahan tinggi Estimasi berat molekuler Urea atau Detergen Non Ionik (Tween 20) Membantu melarutkan material yang tidak larut dalam media cair seperti protein membran sel Struktur Protein Di dalam sel. Struktur protein juga dapat lebih lanjut terpengaruhi oleh interaksi elektrostatik dan hidrofobik. 2. Pada laboratorium sederhana kita bisa menggunakan gel agarose utnuk memisahkan fragmen DNA. Resolusinya sangat jelek dengan ukuran MW dibawah 10KDa. . Salah satu cara paling umum untuk melakukannya dikenal dengan SDS-PAGE (sodium dodecylsulfate polyacrylamide gel electrophoresis). Struktur primer protein merupakan sekuen sederhana dari asam amino. kita perlu mengurutkan dan memvisualisasikannya. Sehingga PAGE diartikan sebagai proses pemisahan protein dalam sebuah gel akrilamid melalui aplikasi arus listrik.Tricine. Teknik elektroforesis Untuk mempelajari protein. Laemmli Buffer .adalah buffer yang banyak digunakan secara luas terutama dengan SDS. Asam amino ini dapat membentuk struktur umum seperti alpha heliks. Schaegger & Von Jagow Buffer system . Tris . Matriks yang bening ini terbuat dari polimer akrilamid. sekaligus juga gaya yang lebih kuat seperti ikatan kovalen disulfide. HCl buffer . Semua teknik elektroforesis membutuhkan arus listrik untuk menggerakkan molekul bermuatan melalui matriks atau gel.dengan komposisi gel yang benar sistem buffer ini dapat menguraikan peptida hingga 1 KDa dan umumnya memberikan memberikan reolusi yang lebih baik hingga 100 KDa. Glycine HCl buffer .

viskositas. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. bentuk dan ukuran. temperatur. Untuk memisahkan protein secara akurat berdasarkan ukurannya. kita juga harus memanaskan beberapa sampel hingga 95oC untuk membantu mendenaturasi protein secara sempurna. Kecepatan molekul yang bergerak pada medan listrik tergantung pada muatan. konsentrasi elektrolit. muatan. tegangan yang digunakan. dan adsorpsivitas zat terlarut. Selain itu untuk mempergunakan 2 agen kimia untuk mendenaturasi protein. Untuk melakukan hal ini. menghasilkan molekul linier yang akan bermigrasi berdasarkan bobot molekulnya. Ion yang berpindah pada suatu arah juga mempengaruhi mobilitas ion-ion lain yang bergerak pada arah yang berlawanan Ada beberapa jenis Elekroforesis. tegangan yang digunakan. pH. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. terutama ialah ion-ion kompleks. Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. luas penampang. diantaranya: 1. Elektroforesis dengan Kertas Saring . konsentrasi elektrolit. ELEKTROFORESIS RINGKASAN ELEKTROFORESIS Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. yang memungkinkan mereka bergerak menuju ujung positif arus listrik. viskositas. permukaan. SDS dan DTT (ditiotreitol).Tidak seperti DNA. protein yang diisolasi ini tidak akan memiliki muatan negatif yang sama. Karena itu perlu untuk melindungi semua protein dengan sesuatu untuk memberikan muatan negatif. kuat io. Jenis elektroforesis Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak. Perpindahan partikel bermuatan dalam kertas tergantung pada tanda dan besarnya muatan pada zat terlarut. adsortiitas zat terlarut dan sifat-sifat fisika kimia lainnya medium migrasi. akan sangat penting jika kita mendenaturasi protein sebelum mengisikannya dalam gel. kekuatan ion. DTT adalah agen pereduksi yang kuat yang memutus ikatan disulfida. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media. kita akan menggunakan loading buffer dengan 2 bahan penting. pH.

logaritma berat molekul protein piawai diplotkan melawan padanan Rm nya. selulosa. Piawai protein yang disediakan secara komersial boleh didapati dalam beberapa banjaran berat molekul. 3. seperti agarosa dan polimer akrilamida. temperature. asetat. Suatu aplikator digunakan untuk meneteskan sampel. tipe resolusinya. Berat molekul ditentukan dengan membandingkan Rm subunit protein dengan Rm protein piawai yang diketahui berat molekulnya (Rajah 5). Medium yang umum digunakan adalah kertas saring. walaupun protein yang bercas tinggi atau glikoprotein mungkin tertakluk kepada ralat yang besar. Kedua ujung kertas saring dalam bentuk alur tercelup dalam dua ruang . macam larutan buffernya.Pada akhir proses elektroforesis komponen dengan elektroforesis kertas saring tersebut terpisah-pisah. Elektroforesis Gel Kanji Ternyata elektroforesis gel yang diperkenalkan Smithies memicu para ilmuwan untuk menemukan bahan kimia lain yang dapat digunakan sebagai bahan gel yang lebih baik. Elekroforesis Wilayah Ada berbagai factor yang mempengaruhi laju perpindahan elektroforesis wilayah. pH yang digunakan. gel seperti kanji. Sampel masuk dalam aplikator dari suatu reservoir sampel. 4. poliakrilamida dan bubuk gel. Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE) SDS-PAGE digunakan untuk menentukan komposisi subunit sesuatu protein dan untuk menganggar berat molekul subunit sehingga + 5 peratus ralat. 2. Elektroforesis Tirai (Elektroforesis Kontinyu) Elektroforesis kontinyu yaitu suatu elektroforesis yang dilakukan secara kontinyu. Untuk menyediakan satu lengkok piawai. mereka dapat mengisolasi dan mengidentifikasi setiap komponen tersebut. kuat ion zat terlarut. Suatu tirai dari kertas saring digunakan yang mana terendam dalam larutan buffer. Factorfaktor yang mempengaruhi pergerakan ion adalah mobilitas ion. ada atau tidaknya fenomena elektrolisis atau elektroosmosis. 5. Maka berat molekul protein tak diketahui ditentukan dari Rm nya dengan menggunakan lengkok piawai.

diberi beda potensial. . Lembaran kertas diletakkan diantara dua lempeng kaca untuk mencegah penguapan elektrolit.elektroda. fase tersebut akan berpindah sepanjang medium yang kontinyu kearah katoda atau anoda sesuai dengan muatan partikel. Dengan pemberian tegangan. Sampel diletakkan ditengah-tengah lembaran kertas. Fenomena ini adalah elektroforesis Peralatan Dan Metodologi Secarik kertas saring dibasahi dengan suatu elektrolit dan direntangkan secara horizontal diantara dua ruang elektroda yang berbeda potensial. partikel zat terlarut mulai bergerak dan komponen terpisahkan dalam berbagai permukaan Prinsip Elektroforesis Jika suatu fase zat bermuatan.

Aplikasi Aplikasi analisis dengan Elektroforesis ini adalah seperti dalam EKSPRESI PROTEIN PADA MIKROORGANISME RESISTEN LOGAM BERAT Cr DENGAN METODE ELEKTROFORESIS Elektroforesis SDS-PAGE untuk mengetahui ekspresi protein mikroorganisme. dan supernatant PBS dibuang. kemudian dimasukkan ke dalam es selama + 5 menit. Sebelum diloading ke dalam sumuran. 1990). Untuk memecah sel digunakan sonikasi selama 30 detik sebanyak 4 kali. Pelet kemudian ditambahkan 1 mL PBS. setelah itu sampel siap dirunning.Arus searah digunakan pada beda teganan sekitar 100-300 volt. disentrifuse ulang dan diambil supernatannya untuk dirunning dengan menambahkan buffer sampel (4:1/v:v). elektroda yang digunakan karbon dari platina. campuran sampel dan buffer sampel direbus dalam air mendidih selama 2 menit. kemudian disentrifuse kembali. zat-zat inik juga telah . dipindahkan ke dalam tangki elektroforesis (Hames & Rickwood.000 rpm. Endapan sel dibersihkan dari media LB cair dengan membuang supernatannya. Gel yang sudah terbentuk (discontinous ge 10 % dan stacking gel 3%). pelet sel yang mengendap disuspensi dengan Phospat Buffered Saline Solution (PBS) sebanyak dua kali. Sebanyak 5 mL kultur bakteri dituangkan kedalam tabung ependorf 1.5 mL dan sel-selnya diendapakan dengan disentrifugasi selama 5 menit 13. Kombinasi elektromatografi dengan aliran pelarut yang simultan untuk memisahkan dikembangkan.

90 menit).1990). (Hames & Rickwood. putida (M4). Marker protein yang digunakan memiliki rentang beratmolekul 212 kDa11. aeruginosa (M3) dan P. H.P. Dari hasil elektroforesis terdapat sejumlah pita protein yangmemiliki ketebalan berbeda-beda. Letakkan 10 L mikropipet campuran sampel dan buffer sampel dan masukkan dalam sumuran elektroforesis secara hati-hati. dan 105 kDa. Pewarnaan dengan menggunakan metode Comassie Blue untuk pewarnaan protein. Berat molekul dari protein mayor ini berkisar 148. Pantoea sp. Protein marker digunakan untuk mengidentifikasi berat molekul dari campuran polypeptida (Hames & Rickwood. Dua macam konsentrasi ini dipilih untuk membedakan antara populasi mikroorganisme yang resisten dengan yang tidak resisten. Ekpresi Protein pada Mikroorganisme Resisten Logam Berat Cr dengan Metode SDS-PAGE Hasil running dari lima macam mikroorganisme diantaranya K.19 M Glycine. 121. kemudian diencerkan dengan penambahan akuades hingga mencapai volume 1 L). pneumonia. Bolon di 21:49 . Blue dilarutkan dalam 1 L larutan destaining (100 ml asam asetat. Protein yang memiliki ketebalan dan intensitas warna yang lebih besar dibandingkan protein lain dan selalu ada di setiap variaetas disebut protein mayor (Wijaya & Rahman: 2005).7 kDa.0248 M Tris dalam 1 Liter) hingga penuh. Pada hasil elektroforesis di atas terdapat beberapa buah protein mayor pada spesies P. Setelah semua sampel masuk dalam sumuran pasang tutup tanki dan atur voltase (100V. 400 mL metanol. aeruginosa. Kedua species ini memiliki protein mayor yang intensitas warna dan ketebalan yang hampir sama karena kedua mikroorganisme ini masih termasuk dalam genus yang sama yaitu Pseudomonas. Tp.P. Larutan dibuat dengan komposisi 1 g zat warna Comassie. 10 ml SDS 10 %. dan S. kemudian dicuci dengan destainig sebanyak 3-4 kali selama 2 jam hingga didapatkan pola pita protein yang terbentuk. Setelah dirunning.3 kDa. P. Diposkan oleh Jamson.6 kDa. Cerevisieae yang masing-masing sampelnya diekstrak dari sel-sel mikroorganisme yang ditumbuhkan dalam kultur LB cair dengan konsentrasi Cr(VI) 0 ppm dan 10 ppm. P. dan 0.Selanjutnya tangki elektroforesis diisi dengan running buffer (0. gel direndam dalamlarutan pewarna Comassie Blue selama 12 jam. putida. Pola Pita protein hasil running dengan menggunakan gel polyakrilamid seperti terlihat pada Gambar 3. 1990).

ensiklopedia bebas Jump to: navigation . sehingga DNA bermigrasi ke arah kamera. Terminal negatif adalah di ujung (kabel hitam).0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Gel elektroforesis From Wikipedia. cari Gel electrophoresis Gel elektroforesis Gel electrophoresis apparatus An agarose gel is placed in this buffer-filled box and electrical field is applied via the power supply to the rear. Electrophoresis Elektroforesis Classification . so DNA migrates toward the camera. The negative terminal is at the far end (black wire). search Langsung ke: navigasi . the free encyclopedia Dari Wikipedia. Gel elektroforesis aparatus Sebuah gel agarosa ditempatkan dalam kotak penuh buffer dan medan listrik diterapkan melalui catu daya ke belakang.

Gel elektroforesis adalah teknik yang digunakan untuk pemisahan asam deoksiribonukleat (DNA). DNA sequencing . Contents Isi [hide] y y y y y y y 1 Separation 1 Pemisahan 2 Visualization 2 Visualisasi 3 Applications 3 Aplikasi o 3.1 Nucleic acids 3. [ a ] DNA Gel electrophoresis is usually performed for analytical purposes.Klasifikasi Other techniques Lain teknik Capillary electrophoresis Elektroforesis kapiler SDS-PAGE SDS-PAGE Related Terkait Two-dimensional gel electrophoresis Dua dimensi elektroforesis gel Temperature gradient gel electrophoresis Temperatur gradien elektroforesis gel Gel electrophoresis is a technique used for the separation of deoxyribonucleic acid (DNA). or protein molecules using an electric field applied to a gel matrix. atau Southern blotting untuk karakterisasi lebih lanjut. seringkali setelah amplifikasi DNA melalui PCR . or Southern blotting for further characterization.2 Protein 4 History 4 Sejarah 5 See also 5 Lihat juga 6 References 6 Referensi 7 External links 7 Pranala luar Separation Pemisahan . PCR . often after amplification of DNA via PCR . PCR . cloning .1 Asam Nukleat o 3.2 Proteins 3. atau protein molekul menggunakan medan listrik diterapkan pada gel matriks. tetapi dapat digunakan sebagai teknik preparatif sebelum penggunaan metode lain seperti spektrometri massa . [a] Gel elektroforesis DNA biasanya dilakukan untuk tujuan analisis. but may be used as a preparative technique prior to use of other methods such as mass spectrometry . sekuensing DNA . RFLP . ribonucleic acid (RNA). asam ribonukleat (RNA). RFLP . kloning .

ditentukan terutama oleh massa mereka ketika muatan terhadap massa (Z) dari semua spesies yang seragam. gel bentuk solid. which is then connected to a power source. menuju anoda jika dibebankan atau negatif terhadap katoda jika bermuatan positif. In both cases. RNA . Molekul-molekul yang disortir bergerak melalui ruang dalam bahan gel. or oligonucleotides ) the gel is usually composed of different concentrations of acrylamide and a cross-linker . the gel forms a solid. kemudian memisahkan molekul target. The molecules being sorted move through the space in gel material. yet porous matrix. The gel is placed in an electrophoresis chamber. Acrylamide . then separate the target molecules. [ b ] Dengan menempatkan molekul dalam sumur pada gel dan menerapkan medan listrik. Ketika memisahkan protein atau kecil asam nukleat ( DNA . Gel ditempatkan dalam ruang elektroforesis. adalah neurotoxin dan harus ditangani dengan menggunakan tindakan pencegahan keselamatan yang tepat untuk menghindari keracunan. " Elektroforesis "mengacu pada gaya gerak listrik (EMF) yang digunakan untuk memindahkan molekul melalui matriks gel. the larger molecules move more slowly through the gel while the smaller molecules move faster. atau oligonukleotida ) gel biasanya terdiri dari konsentrasi yang berbeda akrilamida dan linker-lintas . matriks disukai adalah dimurnikan agarosa . the gel is a crosslinked polymer whose composition and porosity is chosen based on the specific weight and composition of the target to be analyzed. Ketika memisahkan asam nukleat yang lebih besar (lebih besar dari beberapa ratus basa ). When separating larger nucleic acids (greater than a few hundred bases ). [b] In simple terms: Electrophoresis is a procedure which enables the sorting of molecules based on size and charge. Agarose terdiri dari rantai bercabang panjang bermuatan karbohidrat tanpa hubungan silang yang dihasilkan dalam gel dengan pori-pori besar memungkinkan untuk pemisahan makromolekul dan kompleks makromolekul . Menggunakan medan listrik. is a neurotoxin and must be handled using appropriate safety precautions to avoid poisoning. [ rujukan? ] " Electrophoresis " refers to the electromotive force (EMF) that is used to move the molecules through the gel matrix. Secara sederhana: Elektroforesis adalah prosedur yang memungkinkan pemilahan molekul berdasarkan ukuran dan biaya. molekul akan bergerak melalui matriks pada tingkat yang berbeda. Agarose is composed of long unbranched chains of uncharged carbohydrate without cross links resulting in a gel with large pores allowing for the separation of macromolecules and macromolecular complexes . the molecules will move through the matrix at different rates. In most cases. Dalam kebanyakan kasus. molekul (seperti DNA) dapat dibuat untuk bergerak melalui gel yang terbuat dari agar. berbeda dengan poliakrilamida . When separating proteins or small nucleic acids ( DNA . gel adalah polimer crosslinked dengan komposisi dan porositas dipilih berdasarkan berat jenis dan komposisi dari target akan dianalisis. yang kemudian dihubungkan ke sumber listrik. determined largely by their mass when the charge to mass ratio (Z) of all species is uniform. menghasilkan jaringan mesh ukuran berbeda poliakrilamida . producing different sized mesh networks of polyacrylamide . the preferred matrix is purified agarose . molecules (such as DNA) can be made to move through a gel made of agar. RNA . namun keropos matriks. When the electric current is applied.The term " gel " in this instance refers to the matrix used to contain. Using an electric field. [ citation needed ] Dalam kedua kasus. Istilah " gel "dalam hal ini mengacu pada matriks yang digunakan untuk mengandung. Akrilamida . toward the anode if negatively charged or toward the cathode if positively charged. in contrast to polyacrylamide . Ketika arus listrik . By placing the molecules in wells in the gel and applying an electric field.

[ rujukan? ] Visualization Visualisasi Gel electrophoresis Gel elektroforesis After the electrophoresis is complete. satu band per komponen. [ citation needed ] pemisahan lengkap komponen dapat menyebabkan band tumpang tindih. mereka akan berjalan paralel di jalur masing-masing. [ rujukan? ] If several samples have been loaded into adjacent wells in the gel. atau noda bisa dibedakan mewakili beberapa komponen yang belum terselesaikan. If the analyte molecules fluoresce under ultraviolet light. [ citation needed ] Jika molekul untuk dipisahkan mengandung radioaktivitas tambah bagi visibilitas. often using a Gel Doc . Jika beberapa contoh telah dimuat ke dalam sumur yang berdekatan di gel. molekul pada gel dapat diwarnai untuk membuat mereka terlihat. or to indistinguishable smears representing multiple unresolved components. sebuah foto dapat diambil dari gel di bawah kondisi pencahayaan ultraviolet. [ rujukan? ] . or Coomassie Brilliant Blue dye may be used for this process.diterapkan. The different sized molecules form distinct bands on the gel. silver. a photograph can be taken of the gel under ultraviolet lighting conditions. atau Coomassie Brilliant Blue pewarna dapat digunakan untuk proses ini. If the molecules to be separated contain radioactivity added for visibility. Jika molekul analit fluoresce bawah ultraviolet cahaya. Tergantung pada jumlah molekul yang berbeda. one band per component. Metode lain juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan pemisahan komponen campuran di gel. masing-masing jalur menunjukkan pemisahan komponen dari campuran asli sebagai satu atau lebih band yang berbeda. sebuah autoradiogram dapat direkam dari gel. Other methods may also be used to visualize the separation of the mixture's components on the gel. Depending on the number of different molecules. perak. yang sering menggunakan Doc Gel . the molecules in the gel can be stained to make them visible. each lane shows separation of the components from the original mixture as one or more distinct bands. etidium bromida . Setelah elektroforesis selesai. [ citation needed ] Molekul-molekul yang berbeda ukuran bentuk band yang berbeda pada gel. Incomplete separation of the components can lead to overlapping bands. Ethidium bromide . an autoradiogram can be recorded of the gel. they will run parallel in individual lanes. molekul besar bergerak lebih lambat melalui gel sedangkan molekul yang lebih kecil bergerak lebih cepat.

Hasil dapat dianalisis secara kuantitatif dengan memvisualisasikan gel dengan sinar UV dan perangkat pencitraan gel. which usually means they are approximately the same size. If such a marker was run on one lane in the gel parallel to the unknown samples. Band di jalur berbeda yang berakhir pada jarak yang sama dari atas mengandung molekul yang melewati gel dengan kecepatan yang sama. Depending on the type of analysis being performed. [ citation needed ] Jarak perjalanan band adalah sekitar berbanding terbalik dengan logaritma ukuran molekul.Bands in different lanes that end up at the same distance from the top contain molecules that passed through the gel with the same speed. The results can be analyzed quantitatively by visualizing the gel with UV light and a gel imaging device. and the intensity of the band or spot of interest is measured and compared against standard or markers loaded on the same gel. The distance a band travels is approximately inversely proportional to the logarithm of the size of the molecule. biologi molekuler . genetics . Gambar akan direkam dengan kamera komputer dioperasikan. menyediakan berbagai macam aplikasi lapangan khusus. microbiology and biochemistry . Ada penanda ukuran berat molekul yang tersedia yang mengandung campuran molekul ukuran diketahui. dan intensitas dari band atau spot kepentingan diukur dan dibandingkan dengan standar atau spidol dimuat pada gel yang sama. The measurement and analysis are mostly done with specialized software. There are molecular weight size markers available that contain a mixture of molecules of known sizes. The image is recorded with a computer operated camera. [ rujukan? ] Applications Aplikasi Gel electrophoresis is used in forensics . the bands observed can be compared to those of the unknown in order to determine their size. Apabila penanda dijalankan pada satu jalur dalam gel paralel dengan sampel yang tidak diketahui. teknik lain yang sering diimplementasikan dalam hubungannya dengan hasil elektroforesis gel. yang biasanya berarti mereka adalah kira-kira ukuran yang sama. providing a wide range of field-specific applications. molecular biology . Tergantung pada jenis analisis yang dilakukan. Gel elektroforesis digunakan dalam forensik . . Pengukuran dan analisa sebagian besar dilakukan dengan perangkat lunak khusus. other techniques are often implemented in conjunction with the results of gel electrophoresis. genetika . mikrobiologi dan biokimia . band-band yang diamati dapat dibandingkan dengan mereka yang tidak diketahui untuk menentukan ukurannya.

Gel elektroforesis besar DNA atau RNA biasanya dilakukan dengan elektroforesis gel agarosa . Therefore. such as sodium hydroxide or formamide . Single-stranded DNA atau RNA cenderung melipat menjadi molekul dengan bentuk yang kompleks dan bermigrasi melalui gel dengan cara yang rumit berdasarkan struktur tersier mereka. Sebuah gel agarosa dari PCR produk dibandingkan dengan tangga DNA. for cyclic fragments. adalah karena terjadi negatif biaya-alami yang dibawa oleh mereka gula . In the case of nucleic acids. agents that disrupt the hydrogen bonds . untuk fragmen siklik. Characterization through ligand interaction of nucleic acids or fragments may be performed by . [ d ] Oleh karena itu. sehingga migrasi mereka melalui gel relatif terhadap ukuran mereka atau. so their migration through the gel is relative to their size or. [d] Gel electrophoresis of large DNA or RNA is usually done by agarose gel electrophoresis . from negative to positive electrodes. seperti natrium hidroksida atau formamida . their radius of gyration . Double-stranded DNA fragmen alami berperilaku seperti batang panjang. [ c ] Dalam hal asam nukleat.phosphate backbone. digunakan untuk mengubah sifat sesuatu benda asam nukleat dan menyebabkan mereka untuk berperilaku sebagai batang panjang lagi. Lihat " Rantai metode penghentian "halaman untuk contoh poliakrilamida gel sekuensing DNA. arah migrasi. dari negatif ke elektroda positif. agen yang mengganggu ikatan hidrogen .Nucleic acids Asam nukleat An agarose gel of a PCR product compared to a DNA ladder. the direction of migration. Single-stranded DNA or RNA tend to fold up into molecules with complex shapes and migrate through the gel in a complicated manner based on their tertiary structure. is due to the naturally-occurring negative charge carried by their sugar .fosfat . are used to denature the nucleic acids and cause them to behave as long rods again. See the " Chain termination method " page for an example of a polyacrylamide DNA sequencing gel. backbone [c] Double-stranded DNA fragments naturally behave as long rods. mereka radius rotasi .

RNA terdegradasi memiliki kurang band sharpely didefinisikan. Degraded RNA has less sharpely defined bands. seperti asam nukleat. Proteins therefore. Since denatured proteins act like long rods instead of . atau sama sekali. Proteins . so that the resulting denatured proteins have an overall negative charge. Karakterisasi melalui interaksi ligan asam nukleat atau fragmen dapat dilakukan oleh pergeseran mobilitas elektroforesis afinitas . [a] Secara umum. memiliki penampilan yang diolesi.4g SDS per gram of protein). dapat memiliki berbagai biaya dan bentuk kompleks. karena itu mereka tidak dapat bermigrasi ke dalam gel poliakrilamid dengan tingkat yang sama. when placing a negative to positive EMF on the sample. [ a ] Generally. dan semua protein memiliki muatan yang mirip dengan rasio massa. can have varying charges and complex shapes. biasanya terdenaturasi di hadapan sebuah deterjen seperti dodecyl sulfat natrium / sodium fosfat dodesil (SDS / SDP) yang melapisi protein dengan muatan negatif. the 28s band being approximately twice as intense as the 18s band. sehingga protein didenaturasi yang dihasilkan memiliki muatan negatif secara keseluruhan. Electrophoresis of RNA samples can be used to check for genomic DNA contamination and also for RNA degradation. or at all. Protein . and intensity ratio is less than 2:1. SDS-PAGE autoradiografi . unlike nucleic acids.4g SDS per gram protein). has a smeared appearance. therefore they may not migrate into the polyacrylamide gel at similar rates. and all the proteins have a similar charge to mass ratio. Elektroforesis RNA sampel dapat digunakan untuk memeriksa kontaminasi DNA genomik dan juga untuk degradasi RNA. the amount of SDS bound is relative to the size of the protein (usually 1. ketika menempatkan negatif untuk EMF positif pada sampel. are usually denatured in the presence of a detergent such as sodium dodecyl sulfate / sodium dodecyl phosphate (SDS/SDP) that coats the proteins with a negative charge. 28S band yang kira-kira dua kali lebih intens sebagai band 18. Protein Oleh karena itu. RNA dari organisme eukariotik menunjukkan pita berbeda 28S dan 18 rRNA. Proteins Protein SDS-PAGE autoradiography The indicated proteins are present in different concentrations in the two samples.mobility shift affinity electrophoresis . jumlah SDS terikat relatif ke ukuran protein (biasanya 1.Protein ditunjukkan yang hadir dalam konsentrasi yang berbeda dalam dua sampel. dan rasio intensitas kurang dari 2:1. RNA from eukaryotic organisms shows distinct bands of 28s and 18s rRNA.

Protein biasanya dianalisis dengan sulfat gel dodesil poliakrilamid elektroforesis natrium ( SDS-PAGE ). Fenomena ini adalah elektroforesis. dengan kuantitatif preparatif gel elektroforesis kontinyu poliakrilamid asli ( QPNC-PAGE ). diberi beda potensial. [ a ] Karena protein didenaturasi bertindak seperti batang panjang daripada memiliki bentuk tersier yang kompleks. [a] Proteins are usually analyzed by sodium dodecyl sulfate polyacrylamide gel electrophoresis ( SDS-PAGE ). Keterbatasan elektroforesis free boundary dapat diatasi secara parsial dengan melakuka kromatografi pendahuluan sebelum proses elektroforesisnya sendiri. tingkat di mana SDS dilapisi protein yang dihasilkan bermigrasi dalam gel relatif hanya untuk ukuran dan tidak dikenakan biaya atau bentuk. Pemisahan dapat dilakukan bila senyawa-senyawa yang telah terpisah tidak secara spontan bercampur kembali akibat sirkulasi konvektif. . Karakterisasi melalui interaksi ligan dapat dilakukan oleh electroblotting atau elektroforesis afinitas di agarosa atau dengan elektroforesis kapiler sebagai untuk estimasi konstanta mengikat dan penentuan fitur struktural seperti glycan konten melalui lektin mengikat. dengan elektroforesis gel asli . kemudian biarkan merayap vertical pada tabung elektroforesis yang akan digunakan. atau oleh -D elektroforesis 2 . ELEKTROFORESIS Definisi Tehnik pemisahan komponen-komponen dengan pengaruh arus listrik sehingga terjadi laju perpindahan disebut sebagai suatu elektroforesis atau elektrokromatografi. fase tersebut akan berpindah sepanjang medium yang kontinyu kearah katoda atau anoda sesuai dengan muatan partikel. elektroforesis wilayah dan elektroforesis kontinyu. Characterization through ligand interaction may be performed by electroblotting or by affinity electrophoresis in agarose or by capillary electrophoresis as for estimation of binding constants and determination of structural features like glycan content through lectin binding. Dasar elektroforesis adalah pembentukan suatu ketidakhomogenan atau gradasi konsentrasi sepanjang system. protein enzim menunjukkan mobilitas elektroforesis spesifik dan titik isoelektrik yang dapat digunakan untuk identifikasi zat-zat spesifik. sehingga terbentuk gradient perbedaan kerapatan akibat gravitasi. Inidilakukan dengan mencampurkan larutan buffer dan memvariasikan konsentrasi nonelektrolit yang larut. Secara luas teknik ini diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu elektroforesis free boundary. Koloid. by quantitative preparative native continuous polyacrylamide gel electrophoresis ( QPNC-PAGE ). or by 2-D electrophoresis . Prinsip Elektroforesis Jika suatu fase zat bermuatan.having a complex tertiary shape. the rate at which the resulting SDS coated proteins migrate in the gel is relative only to its size and not its charge or shape. by native gel electrophoresis .

Pada medium tersebut aliran cairan dalam tabung berbanding terbalik terhadap kuadrat dari jari-jari penampang melintang tabung. Arus searah digunakan pada beda teganan sekitar 100-300 volt. Sampel diletakkan ditengah-tengah lembaran kertas. Elektroforesis Tirai (Elektroforesis Kontinyu) Elektroforesis kontinyu yaitu suatu elektroforesis yang dilakukan secara kontinyu. Pemisahan dapat dilakukan baik horizontal ataupun erikal dan interferensi anomaly paling kecil pada boundary. wilayah perpindahannya tidak dipengaruhi oleh gradient kerapatan dan temperature. Dengan pemberian tegangan. poliakrilamida dan bubuk gel. Sampel masuk dalam aplikator dari suatu reservoir sampel. muatan. gelatin. Elekroforesis Wilayah Ada berbagai factor yang mempengaruhi laju perpindahan elektroforesis wilayah. asetat. agar.Di pihak lain bila perpindahan elektroforesis dilakukan pada suatu medium berpori. Lembaran kertas diletakkan diantara dua lempeng kaca untuk mencegah penguapan elektrolit. Perpindahan partikel bermuatan dalam kertas tergantung pada tanda dan besarnya muatan pada zat terlarut. Pemakaian Analitik Elektrokromatografi Homogenitas wilayah elektrokromatografi adalah suatu criteria penting untuk memperoleh kemurnian. partikel zat terlarut mulai bergerak dan komponen terpisahkan dalam berbagai permukaan. temperature. kanji. macam larutan buffernya. viskositas. pH. konsentrasi elektrolit. ada atau tidaknya fenomena elektrolisis atau elektroosmosis. Peralatan dan Metodologi Secarik kertas saring dibasahi dengan suatu elektrolit dan direntangkan secara horizontal diantara dua ruang elektroda yang berbeda potensial. selulosa. Kertas saring. Kombinasi elektromatografi dengan aliran pelarut yang simultan untuk memisahkan zat-zat inik juga telah dikembangkan. adsortiitas zat terlarut dan sifat-sifat fisika kimia lainnya medium migrasi. Kertas penyaringlah yang palng sering digunakan karena pemisahan yang sempurna dapat dilakukan dan mudah dikelola. Ion yang berpindah pada suatu arah juga mempengaruhi mobilitas ion-ion lain yang bergerak pada arah yang berlawanan. kuat ion zat terlarut. elektroda yang digunakan karbon dari platina. Suatu tirai dari kertas saring digunakan yang mana terendam dalam larutan buffer. tegangan yang digunakan. permukaan. pH yang digunakan. Kedua ujung kertas saring dalam bentuk alur tercelup dalam dua ruang elektroda. gel seperti kanji. . Pada umumnya istilah elektrokromatografi digunakan untuk pemisahan berdasarka perbedaan transport fisik zatterlarut yang bermuatan di dalam medium kertas akibat pengaruh gradient potensial. temperatur. Medium yang umum digunakan adalah kertas saring. Suatu aplikator digunakan untuk meneteskan sampel. kuat io. tipe resolusinya. butiran-butiran kaca umumnya digunakan karena memiliki rongga kapiler. Factor-faktor yang mempengaruhi pergerakan ion adalah mobilitas ion.

Ir. yang mana ion-ion positif dan negative dalam suatu aliran air rawa-rawa dipisahkan dengan melakukannya sepanjang membrane penukar ion dibawah pengaruh medan listrik. Ni berpindah kearah katoda.tetapi dengan cara ini justru air diperas keluardari limbah air.teknik ini sebenarnya dasar pengembangan tekik osmosis terbalik. Ni saja yang pindah ke anoda. Biasanya air dibersihkan dengan mengeluarkan kotoran dari air.Teknik elektrokromatografi pada kertas telah digunakan untuk pemisahan komponen-komponen yang sulit dipisahkan. Air segar cenderung untuk bergerak melalui membrane semi permeable menuju bagian yang konsentrasi garamnya tinggi. Pt.air rawa-rawa dimasukkan melalui tiga saluran pada bagian atas sel. Elektrodialisis Metode ini merupakan metode yang masih dapat dikembangkan. dan Au secara kuantitatif pada secarik kertas diperoleh dengan elektrokromatografi dalam berbagai larutan elektrolit. Rh. Teknik elektrokromatografi banyak digunakan pada pemisahan ionion anorganik dan diagnosis klinik. Dengan pengaturan kondisi aliran. Ru. Pada bagian bawah air garam akan tersekat oleh suatu membrane semipermeabel yang umumnya terbuat dari polistirena. maka dimungkinkan menjadikan membrane kation permeable terhadap kation dan penukar anion yang permeable terhadap anion. air yang keluar sebagai efluen pada penyalur bagian tengah akan mengandung garam yang lebih rendah disbanding kedua penyalur lainnya. tetapi dengan penambahan EDTA. Agen ini mempengaruhi laju kromatografi sedangkan kompleks elektromigrasi mempunyai afinitas adsorbsi yang berbeda terhadap medium migrasi serta berbagai bentukion sederhana misalkan Ag. Setelah kertas. Logam-logam alkali dan magnesium juga dipisahkan. Pemisahan Pb. Os. Diantara pemakaiannya adalah pengolahan air limbah. Dengan pemilihan membrane penukar ion yang tepat. medium lain yang tepat untuk percobaan elektromigrasi adalah kanji. BAB IV REPLIKASI DNA . Limbah berupa air garam dimasukkan melalui bagian celah sel. Pemisahan anorganik segera dapat dil. berarti aliran dan keluar pada saluran bagian bawah. Pemisahan pada umumnya dilaksanakan dalam kolom. Osmosis Terbalik Teknik ini adalah teknik yang sedang berkembang.akukan melalui agen pengompleks. Osmosis terbalik tidak mempunyai pemakaian analitik. tekanan osmosis normalinya dapat dibalik. tetapi dengan memberikan tekanan yang cukup tinggi pada bagian air garamnya. dan kadangkala untuk sejumlah komponen mempunyai beberapa kelebihan disbanding dengan kertas. cellophane polivinil klorida atau etil selulosa. Suatu medan listrik dengan kutub membuat ion positif dan ion negative bergeser pada arah yang berlawanan.

1. yang dilaksanakan melalui peristiwa mutasi (Bab VIII). Fungsi ini merupakan fungsi genotipik. 2. dan struktur molekuler kromosom.Di dalam bab ini akan dibahas tiga fungsi DNA sebagai materi genetik pada sebagian besar organisme serta cara replikasi DNA baik pada sistem prokariot maupun eukariot. Fungsi DNA sebagai Materi Genetik DNA sebagai materi genetik pada sebagian besar organisme harus dapat menjalankan tiga macam fungsi pokok berikut ini. mekanisme replikasi semikonservatif. materi genetik harus mengarahkan pertumbuhan dan diferensiasi organisme mulai dari zigot hingga individu dewasa. 3. 2. Tanpa perubahan semacam ini. dan termini. Fungsi ini merupakan fungsi evolusioner. 3. ori. Inilah materi yang akan dibahas di dalam bab ini. yang dilaksanakan melalui ekspresi gen (Bab V hingga Bab VII). 1. Fungsi ini merupakan fungsi fenotipik. mekanisme replikasi lingkaran menggulung. DNA harus mengatur perkembangan fenotipe organisme. evolusi tidak akan pernah berlangsung. cara replikasi DNA pada prokariot. yang masing-masing telah dijelaskan pada Bab II dan Bab III. DNA sewaktu-waktu harus dapat mengalami perubahan sehingga organisme yang bersangkutan akan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah. Pengetahuan awal yang diperlukan oleh mahasiswa agar dapat mempelajari pokok bahasan ini dengan lebih baik adalah struktur asam nukleat. khususnya DNA. DNA harus mampu menyimpan informasi genetik dan dengan tepat dapat meneruskan informasi tersebut dari tetua kepada keturunannya. Selain itu. tiga fungsi DNA sebagai materi genetik. garpu replikasi. yang dilaksanakan melalui replikasi. Setelah mempelajari pokok bahasan di dalam bab ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. dan 1. 2. dari generasi ke generasi. Dengan mempelajari pokok bahasan ini akan diperoleh gambaran mengenai perbedaan cara replikasi DNA di antara kedua kelompok organisme tersebut. konsep dasar tentang replikasi DNA yang telah diperoleh pada mata kuliah Genetika juga sangat mendukung pemahaman materi bahasan di dalam bab ini. cara replikasi DNA pada eukariot. . pengertian replikon. Artinya.

Namun. pada replikasi dispersif kedua untai polinukleotida mengalami fragmentasi di sejumlah tempat. dan dispersif. Kemudian.724 g/cm3. Sementara itu.708 g/cm3 dan 1. Oleh karena molekul-molekul dengan tingkat kerapatan yang berbeda dapat dipisahkan dengan cara sentrifugasi tersebut di atas. dalam waktu 48 hingga 72 jam.000 hingga 50. Tiga cara teoretis replikasi DNA = untai lama = untai baru Di antara ketiga cara replikasi DNA yang diusulkan tersebut. Mereka menumbuhkan bakteri Escherichia coli selama beberapa generasi di dalam medium yang mengandung isotop nitrogen 15N untuk menggantikan isotop nitrogen normal 14N yang lebih ringan.Mekanisme Replikasi Semikonservatif Ada tiga cara teoretis replikasi DNA yang pernah diusulkan. katakanlah 30.coli dengan basa nitrogen yang mengandung isotop 14N dan 15N masing-masing adalah 1. maka akan terjadi keseimbangan tingkat kerapatan. yaitu konservatif. masing-masing untai ini tetap dipertahankan dan akan bertindak sebagai cetakan (template) bagi pembentukan untai polinukleotida baru. sedangkan kerapatan larutan 6M CsCl adalah 1. Meselson dan F. Stahl. sementara di sisi lain difusi akan menggerakkan molekul-molekul garam kembali ke atas tabung. Molekul DNA dengan basa nitrogen yang mengandung 15N mempunyai tingkat kerapatan (berat per satuan volume) yang lebih tinggi daripada DNA normal (14N). semikonservatif. basa-basa nitrogen pada molekul DNA sel-sel bakteri tersebut akan memiliki 15 N yang berat. Ketika larutan 6M CsCl yang di dalamnya terdapat molekul DNA disentrifugasi dengan kecepatan sangat tinggi.000 rpm. Molekul DNA mempunyai kerapatan yang lebih kurang sama dengan kerapatan larutan garam yang sangat pekat seperti larutan 6M CsCl (sesium khlorida). konservatif semikonservatif dispersif Gambar 4. kemudian dikembalikan ke medium normal 14N selama beberapa generasi berikutnya. Molekul .1.W. fragmen-fragmen polinukleotida yang terbentuk akan menjadi cetakan bagi fragmen nukleotida baru sehingga fragmen lama dan baru akan dijumpai berselang-seling di dalam tangga berpilin yang baru.S. Hal ini karena molekul-molekul garam tersebut akan mengendap ke dasar tabung sentrifuga akibat adanya gaya sentrifugal. Pada replikasi semikonservatif tangga berpilin mengalami pembukaan terlebih dahulu sehingga kedua untai polinukleotida akan saling terpisah. Sebagai perbandingan. Percobaan ini dilaporkan hasilnya pada tahun 1958 oleh M. maka Meselson dan Stahl dapat mengikuti perubahan tingkat kerapatan DNA sel-sel bakteri E. Akibatnya. hanya cara semikonservatif yang dapat dibuktikan kebenarannya melalui percobaan yang dikenal dengan nama sentrifugasi seimbang dalam tingkat kerapatan atau equilibrium density-gradient centrifugation. kerapatan DNA E.700 g/cm3. coli yang semula ditumbuhkan pada medium 15N selama beberapa generasi. Pada replikasi konservatif seluruh tangga berpilin DNA awal tetap dipertahankan dan akan mengarahkan pembentukan tangga berpilin baru.

Pada Gambar 4. Pada generasi kedua setelah E. Pada generasi 2 DNA hibridnya masih ada. sedangkan DNA yang berada di bagian tengah tabung tetap. Pada percobaan Meselson dan Stahl ekstrak DNA yang diperoleh dari sel-sel E.2 terlihat bahwa interpretasi data hasil percobaan sentrifugasi ini jelas sejalan dengan cara pembentukan molekul DNA melalui replikasi semikonservatif. Demikian seterusnya. DNA hibrid akan tetap jumlahnya. DNAnya merupakan hibrid antara DNA dengan kerapatan tinggi dan rendah. Selanjutnya. atau dianggap sebagai generasi 0. Kemudian. atau disebut sebagai generasi 1.coli yang pertama kali dipindahkan kembali ke medium 14N terlihat menempati bagian tengah tabung. Meselson dan Stahl menjelaskan bahwa pada generasi 15N. pada generasi 14N yang pertama. coli yang ditumbuhkan pada medium 15N terlihat menempati dasar tabung. Replikasi DNA kromosom dalam keadaan utuh _ yang pada prokariot ternyata berbentuk melingkar atau sirkular _ baru dapat diamati menggunakan teknik . Diagram percobaan Meselson dan Stahl yang memperlihatkan replikasi DNA secara semikonservatif DNA yang diekstrak dari sel E. DNAnya nampak makin banyak berada di bagian atas tabung. coli berada dalam keadaan terfragmentasi sehingga replikasi molekul DNA dalam bentuknya yang utuh sebenarnya belum diketahui. DNA yang diekstrak dari sel E. sedangkan DNA baru dengan kerapatan rendah akan makin banyak dijumpai.coli telah ditumbuhkan selama beberapa generasi pada medium 14N. DNAnya mempunyai kerapatan tinggi. medium 15N (generasi 0) ekstrak DNA medium 14N ekstrak DNA (generasi 2) medium 14N ekstrak DNA medium 14N (generasi 3) (generasi 1) ekstrak DNA interpretasi data hasil sentrifugasi DNA Gambar 4.DNA dengan tingkat kerapatan tertentu akan menempati kedudukan yang sama dengan kedudukan larutan garam yang tingkat kerapatannya sama dengannya. tetapi muncul pula DNA baru dengan kerapatan rendah.coli ditumbuhkan pada medium 14N ternyata DNAnya menempati bagian tengah dan atas tabung. Ketika E.2.

Replikasi lingkaran menggulung = untai lama = untai baru pemanjangan ¶ekor¶ Replikon. dan mitokhondria melakukan replikasi yang dikenal sebagai replikasi (theta) karena autoradiogramnya menghasilkan gambaran seperti huruf Yunani tersebut. Pembentukan (sintesis) untai DNA baru terjadi dengan penambahan deoksinukleotida pada ujung 3¶ yang diikuti oleh pelepasan ujung 5¶ dari lingkaran molekul DNA. Sintesis DNA baru pada untai pengarah ini berlangsung secara kontinyu dari ujung 5¶ ke ujung 3¶ atau bergerak di sepanjang untai pengarah dari ujung 3¶ ke ujung 5¶. Pada eukariot. . terjadi dua arah (bidireksional). Dalam hal ini dua garpu replikasi akan bergerak melebar dari ori menuju dua arah yang berlawanan hingga tercapai suatu ujung (terminus). Replikasi pada kedua untai DNA Proses replikasi DNA yang kita bicarakan di atas sebenarnya barulah proses yang terjadi pada salah satu untai DNA. Sejalan dengan berlangsungnya replikasi di seputar lingkaran DNA. dan Termini Setiap molekul DNA yang melakukan replikasi sebagai suatu satuan tunggal dinamakan replikon. Garpu Replikasi. Replikasi ini diawali dengan pemotongan ikatan fosfodiester pada daerah tertentu yang menghasilkan ujung 3¶ dan ujung 5¶.3. ujung 5¶ akan makin terlepas dari lingkaran tersebut sehingga membentuk ¶ekor¶ yang makin memanjang (Gambar 4. Ori. inisiasi replikasi DNA. Biasanya. Proses inisiasi ini ditandai oleh saling memisahnya kedua untai DNA. Dimulainya (inisiasi) replikasi DNA terjadi di suatu tempat tertentu di dalam molekul DNA yang dinamakan titik awal replikasi atau origin of replication (ori). penambahan nukleotida ujung 3¶ tempat ujung 5¶ pelepasan ujung 5¶ terpotongnya ikatan fosfodiester Gambar 4. yang masing-masing akan berperan sebagai cetakan bagi pembentukan untai DNA baru sehingga akan diperoleh suatu gambaran yang disebut sebagai garpu replikasi. ori dapat ditemukan di beberapa tempat. pada sejumlah bakteri dan organisme eukariot dikenal pula replikasi yang dinamakan replikasi lingkaran menggulung (rolling circle replication). khloroplas. Selain replikasi . Dengan kedua teknik ini terlihat bahwa DNA berbagai virus.3).autoradiografi dan mikroskopi elektron. Untai DNA tersebut sering dinamakan untai pengarah (leading strand). selain terjadi replikasi dua arah. baik pada prokariot maupun eukariot.

DNA kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk. Fragmen-fragmen Okazaki akan disatukan menjadi sebuah untai DNA yang utuh dengan bantuan enzim DNA ligase. sesuai dengan nama penemunya. khususnya bakteri. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi. Superkoiling negatif akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetitif sepanjang 13 pb yang kaya dengan AT sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan protein DnaB. Akibatnya. coli. Namun. fragmen-fragmen DNA yang dihasilkan dari sintesis yang tidak kontinyu dinamakan fragmen Okazaki. Protein DnaA membentuk struktur kompleks yang terdiri atas 30 hingga 40 buah molekul. sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi.4. Sintesis protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. misalnya. Sementara itu. yang merupakan enzim helikase. fragmen-fragmen 3¶ 5¶ untai pengarah Gambar 4. Proses ini memerlukan kondisi superkoiling negatif DNA (pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga terbuka). yang masing-masing akan terikat pada molekul ATP. sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya.Pada untai DNA pasangannya ternyata juga terjadi sintesis DNA baru dari ujung 5¶ ke ujung 3¶ atau bergerak di sepanjang untai DNA cetakannya ini dari ujung 3¶ ke ujung 5¶. yang masing-masing mempunyai arah 5¶ 3¶. berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DnaA. Daerah ori pada E. Daerah ori akan mengelilingi kompleks DnaAATP tersebut. yaitu enzim yang akan menggunakan energi ATP hasil hidrolisis untuk bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan memisahkannya. sintesis DNA pada untai yang satu ini tidak berjalan kontinyu sehingga menghasilkan fragmen terputusputus. yang masing-masing panjangnya 9 pb. Untai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein (Ssb) untuk melindungi DNA . Terjadinya sintesis DNA yang tidak kontinyu sebenarnya disebabkan oleh sifat enzim DNA polimerase yang hanya dapat menyintesis DNA dari arah 5¶ ke 3¶ serta ketidakmampuannya untuk melakukan inisiasi sintesis DNA. Diagram replikasi pada kedua untai DNA 3¶ untai tertinggal Okazaki 5¶ 3¶ 5¶ Replikasi DNA prokariot Replikasi DNA kromosom prokariot. sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Untai DNA yang menjadi cetakan bagi sintesis DNA tidak kontinyu itu disebut untai tertinggal (lagging strand).

000 hingga 2. Enzim DNA girase ini merupakan target serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik dapat mencegah berlanjutnya replikasi DNA bakteri. Pada untai tertinggal suatu kompleks yang disebut primosom akan menyintesis sejumlah RNA primer dengan interval 1. terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA. Seperti telah dijelaskan di atas.000 basa. Eksonuklease 5¶ ® 3¶ membuang primer. Primer baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal akan mengalami elongasi dengan bantuan holoenzim DNA polimerase III. dan eksonuklease penyuntingan 3¶ ® 5¶. Terminator tersebut antara lain berupa produk gen tus. yang mempunyai fungsi penyuntingan berupa eksonuklease 3¶® 5¶. Untuk memasuki fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan kinase tergantung . Replikasi DNA eukariot Pada eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. Masing-masing lingkaran hasil replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan. Kompleks multisubunit ini merupakan dimer. yaitu topoisomerase tipe II yang disebut dengan DNA girase. yang mempunyai aktivitas polimerase 5¶® 3¶. sintesis pada kedua untai akan berjalan dengan kecepatan yang sama. Dengan demikian. Kedua garpu replikasi akan bertemu kira-kira pada posisi 180°C dari ori. Akhirnya. separuh akan bekerja pada untai pengarah dan separuh lainnya bekerja pada untai tertinggal. diperlukan enzim helikase selain DnaB. Primosom terdiri atas helikase DnaB dan DNA primase. Dengan adanya replisom sintesis DNA akan berlangsung dengan kecepatan 900 pb tiap detik. Begitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase III. Agar replikasi dapat terus berjalan menjauhi ori. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbanginya sehingga diperlukan enzim lain. dimer holoenzim DNA polimerase III dan primosom diyakini membentuk kompleks berukuran besar yang disebut dengan replisom. fragmen-fragmen Okazaki akan dipersatukan oleh enzim DNA ligase. Di sekitar daerah ini terdapat sejumlah terminator yang akan menghentikan gerakan garpu replikasi. suatu inhibitor bagi helikase DnaB. Pemisahan dilakukan oleh enzim topoisomerase IV. Secara in vivo. Enzim DNA primase kemudian akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah. replikasi DNA terjadi baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal. mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase I. kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu. Ketika replikasi selesai. yang mempunyai fungsi polimerase sesungguhnya. Masing-masing bagian dimer pada kedua untai tersebut terdiri atas subunit a. Hal ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. Selain itu. dan subunit e. sedangkan polimerase akan mengisi celah yang ditimbulkan. eksonuklease 5¶ ® 3¶.untai tunggal dari kerusakan fisik dan mencegah renaturasi.

kandungan histon di dalam sel juga mengalami penggandaan selama fase S. Pola semacam ini mencerminkan aksesibilitas struktur kromatin yang berbeda-beda terhadap faktor inisiasi. yang sebagian sekuensnya komplementer dengan sekuens repetitif tersebut. sedangkan deretan yang agak lambat adalah heterokromatin. Enzim telomerase mengandung molekul RNA pendek.siklin atau cyclin-dependent protein kinases (CDKs). Baik DNA polimerase d maupun e mempunyai fungsi penyuntingan. Mesin-mesin tersebut dapat divisualisasikan menggunakan mikroskop dengan melabeli DNA yang sedang bereplikasi. Untai pengarah dan masing-masing fragmen untai tertinggal diinisiasi oleh RNA primer dengan bantuan aktivitas primase yang merupakan bagian integral enzim DNA polimerase a. Seperti halnya pada prokariot. Ujung kromosom linier tidak dapat direplikasi sepenuhnya karena tidak ada DNA yang dapat menggantikan RNA primer yang dibuang dari ujung 5¶ untai tertinggal. Dengan kecepatan seperti ini diperlukan waktu sekitar 30 hari untuk menyalin molekul DNA kromosom pada kebanyakan mamalia. Hal yang menarik adalah bahwa aktivitas telomerase mengalami penekanan di dalam sel-sel somatis pada organisme multiseluler. tiga DNA polimerase yang berbeda terlibat dalam elongasi. Sederetan sekuens tandem yang terdiri atas 20 hingga 50 replikon mengalami inisiasi secara serempak pada waktu tertentu selama fase S. coli. satu atau beberapa DNA helikase dan Ssb yang disebut dengan protein replikasi A atau replication protein A (RP-A) diperlukan untuk memisahkan kedua untai DNA. Pelabelan dilakukan menggunakan analog timidin. DNA harus dilepaskan dari nukleosom pada garpu replikasi sehingga gerakan garpu replikasi akan diperlambat menjadi sekitar 50 pb tiap detik. yaitu bromodeoksiuridin (BUdR). yang fungsinya setara dengan subunit b holoenzim DNA polimerase III pada E. Mesin replikasi yang terdiri atas semua enzim dan DNA yang berkaitan dengan garpu replikasi akan diimobilisasi di dalam matriks nuklear. Berhubung dengan kompleksitas struktur kromatin. RNA ini akan bertindak sebagai cetakan (templat) bagi penambahan sekuens repetitif pada ujung 3¶. Untuk mengatasi hal ini. ujung kromosom eukariot (telomir) mengandung beratus-ratus sekuens repetitif sederhana yang tidak berisi informasi genetik dengan ujung 3¶ melampaui ujung 5¶. dan visualisasi DNA yang dilabeli tersebut dilakukan dengan imunofloresensi menggunakan antibodi yang mengenali BUdR. garpu replikasi pada eukariot bergerak hanya dengan kecepatan 50 pb tiap detik. Sebelum melakukan penyalinan. Kemampuan DNA polimerase d untuk menyintesis DNA yang panjang disebabkan oleh adanya antigen perbanyakan nuklear sel atau proliferating cell nuclear antigen (PCNA). Deretan yang mengalami inisasi paling awal adalah eukomatin. Enzim ini akan meneruskan elongasi replikasi tetapi kemudian segera digantikan oleh DNA polimerase d pada untai pengarah dan DNA polimerase e pada untai tertinggal. Selanjutnya. Beberapa CDKs akan melakukan fosforilasi dan mengaktifkan protein-protein yang diperlukan untuk inisiasi pada masing-masing ori. DNA sentromir dan telomir bereplikasi paling lambat. informasi genetik dapat hilang dari DNA. yang lambat laun akan menyebabkan pemendekan . Dengan demikian. yang berturut-turut akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel. Selain terjadi penggandaan DNA.

Inidilakukan dengan mencampurkan larutan buffer dan memvariasikan konsentrasi nonelektrolit yang larut. Kertas penyaringlah yang palng sering digunakan karena pemisahan yang sempurna dapat dilakukan dan mudah dikelola. diberi beda potensial. kanji. sel-sel akan menjadi layu dan mati. Kertas saring. viskositas.kromosom pada tiap generasi sel. pH. Secara luas teknik ini diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu elektroforesis free boundary. konsentrasi elektrolit. Pemisahan dapat dilakukan bila senyawa-senyawa yang telah terpisah tidak secara spontan bercampur kembali akibat sirkulasi konvektif. protein enzim menunjukkan mobilitas elektroforesis spesifik dan titik isoelektrik yang dapat digunakan untuk identifikasi zat-zat spesifik. Di pihak lain bila perpindahan elektroforesis dilakukan pada suatu medium berpori. muatan. sehingga terbentuk gradient perbedaan kerapatan akibat gravitasi. wilayah perpindahannya tidak dipengaruhi oleh gradient kerapatan dan temperature. Perpindahan partikel bermuatan dalam kertas tergantung pada tanda dan besarnya muatan pada zat terlarut. permukaan. adsortiitas zat terlarut dan sifat-sifat fisika kimia lainnya medium migrasi. Selain itu. Keterbatasan elektroforesis free boundary dapat diatasi secara parsial dengan melakuka kromatografi pendahuluan sebelum proses elektroforesisnya sendiri. Fenomena ini diduga sangat penting di dalam proses penuaan sel. Ion yang berpindah pada suatu arah juga mempengaruhi mobilitas ion-ion lain yang bergerak pada arah yang berlawanan. Koloid. . Pada umumnya istilah elektrokromatografi digunakan untuk pemisahan berdasarka perbedaan transport fisik zatterlarut yang bermuatan di dalam medium kertas akibat pengaruh gradient potensial. agar. kuat io. temperatur. tegangan yang digunakan. elektroforesis wilayah dan elektroforesis kontinyu. butiran-butiran kaca umumnya digunakan karena memiliki rongga kapiler. Pada medium tersebut aliran cairan dalam tabung berbanding terbalik terhadap kuadrat dari jari-jari penampang melintang tabung. Fenomena ini adalah elektroforesis. fase tersebut akan berpindah sepanjang medium yang kontinyu kearah katoda atau anoda sesuai dengan muatan partikel. Pemisahan dapat dilakukan baik horizontal ataupun erikal dan interferensi anomaly paling kecil pada boundary. Ketika pemendekan mencapai DNA yang membawa informasi genetik. Prinsip Elektroforesis Jika suatu fase zat bermuatan. Dasar elektroforesis adalah pembentukan suatu ketidakhomogenan atau gradasi konsentrasi sepanjang system. gelatin. ELEKTROFORESIS Definisi Tehnik pemisahan komponen-komponen dengan pengaruh arus listrik sehingga terjadi laju perpindahan disebut sebagai suatu elektroforesis atau elektrokromatografi. kemampuan penggandaan yang tidak terkendali pada kebanyakan sel kanker juga berkaitan dengan reaktivasi enzim telomerase. kemudian biarkan merayap vertical pada tabung elektroforesis yang akan digunakan.

Kombinasi elektromatografi dengan aliran pelarut yang simultan untuk memisahkan zat-zat inik juga telah dikembangkan. Teknik elektrokromatografi pada kertas telah digunakan untuk pemisahan komponen-komponen yang sulit dipisahkan. pH yang digunakan. dan kadangkala untuk sejumlah komponen mempunyai beberapa kelebihan disbanding dengan kertas. partikel zat terlarut mulai bergerak dan komponen terpisahkan dalam berbagai permukaan.Peralatan dan Metodologi Secarik kertas saring dibasahi dengan suatu elektrolit dan direntangkan secara horizontal diantara dua ruang elektroda yang berbeda potensial. Osmosis Terbalik Teknik ini adalah teknik yang sedang berkembang. Pemisahan anorganik segera dapat dil. tipe resolusinya. Teknik elektrokromatografi banyak digunakan pada pemisahan ion-ion anorganik dan diagnosis klinik. dan Au secara kuantitatif pada secarik kertas diperoleh dengan elektrokromatografi dalam berbagai larutan elektrolit. Logam-logam alkali dan magnesium juga dipisahkan. Sampel masuk dalam aplikator dari suatu reservoir sampel. Ru. Arus searah digunakan pada beda teganan sekitar 100-300 volt. ada atau tidaknya fenomena elektrolisis atau elektroosmosis. temperature. gel seperti kanji. Medium yang umum digunakan adalah kertas saring. kuat ion zat terlarut. Ni saja yang pindah ke anoda. Suatu tirai dari kertas saring digunakan yang mana terendam dalam larutan buffer. Lembaran kertas diletakkan diantara dua lempeng kaca untuk mencegah penguapan elektrolit. macam larutan buffernya. Dengan pemberian tegangan. Setelah kertas. tetapi dengan penambahan EDTA. selulosa. medium lain yang tepat untuk percobaan elektromigrasi adalah kanji. Os. Rh. asetat.tetapi dengan cara ini justru air diperas keluardari limbah air. Ir. Pemisahan pada umumnya dilaksanakan dalam kolom. Suatu aplikator digunakan untuk meneteskan sampel. Sampel diletakkan ditengah-tengah lembaran kertas. Elektroforesis Tirai (Elektroforesis Kontinyu) Elektroforesis kontinyu yaitu suatu elektroforesis yang dilakukan secara kontinyu. Ni berpindah kearah katoda. Biasanya air dibersihkan dengan mengeluarkan kotoran dari air. Factor-faktor yang mempengaruhi pergerakan ion adalah mobilitas ion. poliakrilamida dan bubuk gel. elektroda yang digunakan karbon dari platina. Pemisahan Pb. Agen ini mempengaruhi laju kromatografi sedangkan kompleks elektromigrasi mempunyai afinitas adsorbsi yang berbeda terhadap medium migrasi serta berbagai bentukion sederhana misalkan Ag.akukan melalui agen pengompleks. Kedua ujung kertas saring dalam bentuk alur tercelup dalam dua ruang elektroda. Elekroforesis Wilayah Ada berbagai factor yang mempengaruhi laju perpindahan elektroforesis wilayah. Pt. Diantara pemakaiannya adalah pengolahan air limbah. Limbah berupa air garam dimasukkan melalui bagian . Pemakaian Analitik Elektrokromatografi Homogenitas wilayah elektrokromatografi adalah suatu criteria penting untuk memperoleh kemurnian.

Disamping itu. Pada kromatografi cair pembatasan yang bersesuaian ialah komponen cairan harus mempunyai kelarutan yang berarti didalam fase gerak yang berupa cairan. pada KG. air yang keluar sebagai efluen pada penyalur bagian tengah akan mengandung garam yang lebih rendah disbanding kedua penyalur lainnya. Suatu medan listrik dengan kutub membuat ion positif dan ion negative bergeser pada arah yang berlawanan. Tekanan uap atau keatsirian memungkinkan komponen menguap danbergerak bersama-sama dengan fase gerak yang berupa gas. Link ke posting ini Diposkan oleh ADEWIRLI PUTRA di 10:08 0 komentar Label: ELEKTROFORESIS (Gas Chromatography ) Kromatografi Gas adalah metode kromatografi pertama yang dikembangkan pada jaman instrument dan elektronika yang telah merevolusikan keilmuan selama lebih dari 30 tahun. Pemisahan tercapai dengan partisi sampel antara fase gas bergerak dan fase diam berupa cairan dengan titik didih tinggi (tidak mudah menguap) yang terikat pada zat padat penunjangnya. tetapi dengan memberikan tekanan yang cukup tinggi pada bagian air garamnya. yang mana ion-ion positif dan negative dalam suatu aliran air rawa-rawa dipisahkan dengan melakukannya sepanjang membrane penukar ion dibawah pengaruh medan listrik. GC dapat dipakai untuk setiap campuran yang komponennya atau akan lebih baik lagi jika semua komponennya mempunyai tekanan uap yang berarti pada suhu yang dipakai untuk pemisahan. Dengan pemilihan membrane penukar ion yang tepat. senyawa yang tak atsiri sering dapat dibah menjadi turunan yang lebih atsiri dan lebih stabil sebelum kromatografi. . Akan tetapi. Secara sepintas tampaknya pembatasan tekanan uap pada Kromatografi gas lebih serius daripada pembatasan kelarutan pada kromatografi cair. tekanan osmosis normalinya dapat dibalik. maka dimungkinkan menjadikan membrane kation permeable terhadap kation dan penukar anion yang permeable terhadap anion. Air segar cenderung untuk bergerak melalui membrane semi permeable menuju bagian yang konsentrasi garamnya tinggi. Dengan pengaturan kondisi aliran. Dalam kromatografi gas. fase bergeraknya adalah gas dan zat terlarut terpisah sebagai uap.celah sel. cellophane polivinil klorida atau etil selulosa. Osmosis terbalik tidak mempunyai pemakaian analitik.air rawa-rawa dimasukkan melalui tiga saluran pada bagian atas sel. jika kita ingat bahwa suhu sampai 400¬0C dapat dipakai pada kromatografi gas dan bahwa kromatografi dilakukan secara cepat untuk meminimumkan penguraian. Sekarang GC dipakai secara rutin di sebagian besar laboratorium industri dan perguruan inggi.teknik ini sebenarnya dasar pengembangan tekik osmosis terbalik. Elektrodialisis Metode ini merupakan metode yang masih dapat dikembangkan. secara keseluruhan memang demikian. pembatasan itu menjadi tidak begitu perlu. berarti aliran dan keluar pada saluran bagian bawah. Pada bagian bawah air garam akan tersekat oleh suatu membrane semipermeabel yang umumnya terbuat dari polistirena.

pemisahan campuran pada tingkat g mungkin dilakukan. Pemisahan pada tingkat mg mudah dilakukan. atau S merupakan hal yang sangat penting pula. kolom dapat dipakai kembali dan jika dirawat dengan baik dapat tahan lama. Fase diam pada KG biasanya berupa cairan yang disaputkan pada bahan penyangga padat yang lembab . N. Komponen campuran dapat diidentifikasikan dengan menggunakan waktu tambat (waktu retensi) yang khas pada kondisi yang tepat. kekurangan utama KG adalah bahwa ia tidak mudah dipakai untuk memisahkan campuran dalam jumlah besar. Ini berbeda dengan KCKT yang hanya menyediakan lebih sedikit jenis detector dan kurang peka. bukan senyawa padat yang berfungsi sebagai permukaan yang menyerap (kromatografi gas-padat). tetapi pemisahan dalam tingkat pon atau ton sukar dilakukan kecuali jika tidak ada metode lain. misalnya detector yang hanya mendeteksi senyawa yang mengandung P.waktu tambat diukur dari jejak pencatat pada kromatogram dan serupa dengan volumetambat dalam KCKT dan Rf dalam KLT. pemakaiannya yang umum untuk banyak jenis senyawa. demikian juga kesetimbangan partisi antara gas dan cairan berlangsung cepat. Waktu yang dibutuhkan beragam. Pemakaian detector untuk menganalisis efluen kromatograf secara sinambung telah memungkinkan adanya KG dan KCKT. keadaan ini berubah akibat pengembangan fase terikat dan pemakaian kolo kapiler atau kolom tabung terbuka yang sangat efisien. mulai dari beberapa detik utnuk campuran sederhana sampai berjam-jam untuk campuran yang mengandung 500-1000 komponen. diantaranya kita dapat menggunakan kolom lebih panjang untuk menghasilkan efisiensi pemisahan yang tinggi. Dengan kalibrasi yang patut. Pemakaian fase cair memungkinkan kita memilih dari sejumlah fase diam yang sangat beragam yang akan memisahkan hampir segala macam cmapuran. Sistem gas-padat telah dipakai secara luas dalam pemurnian gas dan penghilangan asap. cairan sebenarnya terikat pada penyangga padat atau pada dinding koplom kapiler. dan tingkat kepekaannya yang tinggi telah memungkinkan penentuan secara teliti berbagai jenis komponen dalam kisaran yang besar. kadang-kadang dalam jumlah yang sangat kecil. Waktu tambat ialah waktu yang menunjukkan berapa lama suatu senyawa tertahan dalam kolom. tidak hanya disaputkan begitu saja. Tersedianya detector selektif. sehingga analisis relative cepat dan sensitifitasnya tinggi. banyaknya (kuantitas) komponen campuran dapat pula diukur secara teliti . Kromatografi gas merupakan metode yang tepat dan cepat untuk memisahkan campuran yang sangat rumit. Pada fase terikat.Ada beberapa kelebihan kromatografi gas. Akan tetapi. Satu-satunya pembatas pada pemilihan cairan yang demikian ialah bahwa zat cair itu harus stabil dan tidak atsiri pada kondisi kromatografi. Fase gas dibandingkan sebagian besar fase cair tidak bersifat reaktif terhadap fase diam dan zat-zat terlarut. Petunjuk cara kerja . tetapi kurang kegunaannya dalam kromatografi. Pada KG dan KCKT. Kelemahannya adalah tehnik ini terbatas unruk zat yang mudah menguap. Pada KG. tersedianya berbagai detector. Perawatan harus dilakukan karena kolom dapat sangat mahal. Gs dan uap mempunyai viskositas yang rendah.

Diposkan oleh ADEWIRLI PUTRA di 10:07 0 komentar Link ke posting ini ( High Performance Liquid Chromatography) Dalam beberapa tahun ini teknologi HPLC dan pemakaiannya sangat berkembang da walaupun nisbi mahal.Walaupun beberapa system KG sangat rumit.atau dapat juga dengan larutan pendeteksi kebocoran niaga. HPLC telah menjadi metode analisis rutin dan bahkan preparative pada banyak laboratorium. dan apakah detector yang terpasang sesuai. seringkali. sambungan system (terutama sambungan kolom) harus dicek dengan larutan sabun untuk mengetahui apakah ada yang bocor. hasil dapat diperoleh dalam beberapa menit dan ditafsirkan secara kuantitatif dengan ketepatan yang lumayan. apakah semua bagian listrik bekerja dengan baik. atau dapat dimasukkan melalui modul pengendali berlandas mikroprosesor. aliran gas dapat diatur dengan rotameter atau aliran otomatis atau pengendali tekanan. Sedikit banyak HPLC dan GC saling melengkapi. Ini dilakukan dengan membukan katup utama pada tangki gas dan kemudian memutar katup (diafragma) sekunder kesekitar 15psi dan membuka katup jarum sedikit. atau dengan larutan khusus untuk mendeteksi kebocoran (SNOOP). apakah septum injector tidak rusak (apakah ada lubang besar atau bocor karena sering dipakai). seluruh radas itu dipimpin dan dikendalikan oleh mikroprosesor. apakah tutup tanur tertutup rapat. Yang paling sering ditemukan. Cuplikan dapat dipisahkan secara preparative. istrumen diperiksa. pada dasarnya cara kerjanya sama. 2. Dalam banyak instrument modern. pada instrument buatan lama. Ini dilakukan. Jika KG telah dinyalakan maka dapat dilakukan beberapa langkah berikut ini . kolom yang mengandung fase diam (atau lebih tepat penyangga). 3. apakah sambungan saluran gas kedap. 1. dan system pendeteki sinambung yang bermacammacam jenisnya. pompa yang mampu menghasilkan tekanan sampai 6000psi atau 10. Apapun jenisnya. kolom dipanaskan sampai suhu awal yang dikehendaki. Alat HPLC niaga terdiri atas system pencampur pelarut yang sangat canggih yang mampu menghasilkan campuran landaian yang mengandung sampai empat linarut yang berbeda. GC telah dilengkapi instrumen dan dikembangkan demikian rupa sehingga daya pisah yang tinggi dan hasil kuantitatif mudah . Kolom yang tersedia mempunyai banyak sekali pelat teori (lebih dari 100. dengan memutar transformator tegangan peubah yang mengendalikan gelungan pemanas dalam tanur kesekitar 90 V.000 psi. terutama jika tidak dipakai terus-menerus. Ini dilakukan untuk mengecek apakah telah dipasang kolom yang tepat. Ini memungkinkan aliran gas yang lambat (2-5 ml)/menit untuk kolom kemas dan sekitar 0.000 untuk kolom 100cm). dan kromatografi dilakukan dalam kondisi yang mendekati kondisi ideal demikian rupa sehingga dapat diperoleh pemisahan yang sangat baik.5ml/menit untuk kolom kapiler melewati system dan melindungi kolom dan detector terhadap perusakan secara oksidasi. aliran gas kekolom dimulai atau disesuaikan.

HPLC mempunyai pembatas yang sebanding yaitu cuplikan harus larut didalam zat cair. Akan tetapi. Jadi. Penyusutan volume akan terjadi sehingga permeabilitasnya turun dan akibatnya efisiensi pemisahan menurun. Struktur dengan pori-pori yang besar akan rusak bila diberi tekanan tinggi. GC mensyaratkan bahwa seyawa yang dipisahkan haruslah atsiri. yang sebagian besar tidak atsiri. Selain itu HPLC dapat dipakai untuk senyawa anorganik.. Penunjang yang baik adalah silica gel dan alumina.karena mudah terkompresi. Prinsip HPLC Luas puncak kromatografi pada kurva elusi dipengaruhi oleh tiga proses perpindahan massa yaitu difusi Eddy. difusi longitudinal dan transfer massa tidak setimbang. HPLC biasanya dilakukan pada suhu kamar. Penunjang Penunjang fase diam harus tahan erhadap tekanan. Secara keseluruhan pemisahan ini memakan waktu lama. Fase diam terikat secara kovalen dengan permukaan zat padat penunjang sehingga diharapkan tidak mudah lepas dan mengkontaminasi eluen. Akan tetapi ini bukan pembatas yang berat. Penukar ion. Penurunan ukuran partikel penunjang stasioner tidak selalu menguntungkan. Biasanya penunjang anorganik bersifat stabil dan tahan sampai tekanan 600 atm. Penunjang dengan bahan kimia di permukaannya (bonded phase) mempunyai kelebihan karena tidak perlu dijenuhkan lagi permukaannya oleh fase cair dan idak memerlukan prekolom.diperoleh. 2-8 mm dengan ukuran partikel penunjang . Sedangkanparameterparameter yang menentukan proses berlangsungnya proses-prosess tersebut adalah : laju aliran. laju difusi dan ketebalan stasioner. Hamper semua ipe gel dalam kolom untuk jenis eksklusi tidak tahan tekanan. Resin demikian mempunyai kapasitas penukar ion antara 3 sampai 5 meq/g. Banyaknya cairan pada kolom jumlahnya sedemikian rupa sehingga hanya cukup menghasilkan sedikit tekanan untuk memelihara aliran fase bergerak yang seragam. Kromatografi cair kinerja tinggi atau High Performance Liquid Chromatography (HPLC) berbeda dari kromatografi cair klasik. mempunyai permeabilitas yang rendah bila diberi tekanan.tetapi saat ini bermacam resin sintetis yang taha tekanan sampai 200 amosfer sudah dapat diperoleh.parikel dengan dimensi yang bervariasi digunakan sebagai penunjang stasioner. Pemakaian . HPLC menggunakan kolom dengan diameter umumnya kecil. dan setidaknya HPLC dapat dipakai untuk sebagia besar senyawa tak atsiri dan senyawa berbobot molekul tinggi. Penunjang fase diam untuk kromatografi eksklusi lebih rumit daripada resin penukar ion. sedangkan laju aliran dipertinggi dengan tekanan yang tinggi. senyawa yang tidak tahan panas dapat diangani dengan mudah. ukuran partikel. Penunjang dengan kemampuan penukar ion pemakaiannya terbatas. Pada metode kromatografi cair ini digunakan kolom tabung gelas denganberacam diameter. Berbagai usaha telah dilakukan untuk menambah laju aliran tanpa mengubah tinggi piringan teoritis kolom.

mulai skala konvensional (ukuran diameter dalam milimeter) sampai skala mikro yang biasa juga disebut microcolumn Sehingga walaupun hanya dengan jumlah sampel yang sangat sedikit. sebenarnya yang lebih penting adalah memberikan andil dengan maksimal dalam perhatian kepada kondisi lingkungan (environmental efforts) yang dari hari ke hari jumlah sampel yang mau dianalisis (untuk diketahui kandungan apa saja di dalamnya) semakin bertambah Itulah sebabnya. Zat-zat dengan kepolaran berbeda. Pemakaian HPLC pada kromatografi eksklusi dilakukan dengan kolom panjang. Pada umumnya teknik ini dapat digunakan pada setiap metode kolom kromatografi. heroin dan semacamnya telah dapat dipisahkan pada resin Zipax-SAX. Diposkan oleh ADEWIRLI PUTRA di 10:05 0 komentar Link ke posting ini kromatografi ion Aplikasi kromatografi ion modern di banyak bidang keilmuan menjadikan teknik ini lebih favorit digunakan dibanding dengan teknik deteksi ion lainnya. Morfin. Asam-asam nukleat telah terpisahkan pada PLB. tujuan utama kerjanya tetap sama yaitu penentuan berat molekul polimer dan masalah-masalah biokimia. semisal 10 yang diinjetkan ke dalam sistem kromatografi. teknik ini terus dikembangkan orang untuk mendapatkan teknik pemisahan/pendeteksian yang lebih praktis dengan biaya yang relatif murah Sebagai tambahan pula bahwa limbah (waste) yang dihasilkan dari penggunaan eluen dapat dikurangi. Asam-asam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang dikombinasikan dengan kolom butiran berlapiskan zat berpori. yaitu antara sedikit polar sampai polar dapat dipisahkan dengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair. waktu analisisnya lebih pendek. Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia mempunyai kapsitas tukar tinggi. mulailah orang mengkombinasikannya dengan efisiensi kolom pemisah. Sensitivitas (sensitivity): Dengan berkembangnnya teknologi mikroprosessor. b. di antaranya : a. Penukar ion gel silica yang dimodifikasi secara kimia dan penukar ion klasik. ion-ion yang ada dalam sampel tersebut dapat terdeteksi dengan baik c.HPLC dengan prinsip kromatografi adsorpsi banyak digunakan pada industri farmasi dan pestisida. Selektivitas (selectivity): . vitamin-vitamin yang larut dalam air misalkan telah dapat dipisahkan. Kecepatan (speed): Kecepatan dalam analisis suatu sampel menjadi aspek yang sangat penting dalam hal analisis ion Salah satu yang menyebabkannya adalah masalah klasik yaitu untuk mengurangi biaya dan bisa menghasilkan data-data analisis yang akurat dan cepat Namun lebih daripada itu. Beberapa kelebihan yang dimiliki kromatografi ion sehingga menjadikan ³the best choice´ dalam dunia penentuan/pemisahan ion/logam.

Saari-Nordhaus. Takeuchi. Takeuchi. 2nd ed. Talanta. J. [3] R. Takeuchi. T. Gjerde. Amin. S. VCH. A. Lim. misalnya konsentrasi suatu ion terlalu tinggi. Chromatogr. . B.-Y. 71 (2007) 1470. 381 (2005) 1426. L. W. L. Anderson. J. bisa dilakukan pemisahan berdasarkan keinginan. 384 (2006) 839. T. Ion chromatography. diakui bahwa ada juga kolom pemisah yang mempunyai waktu penggunaan yang tidak terlalu lama. misalnya kation/anion organik saja atau kation/anion anorganik yang ingin dipisahkan Itu dapat dilakukan dengan memilih kolom pemisah yang tepat Ataupun hanya ion tertentu yang ingin diukur walaupun banyak ion lain yang ada dalam sampel d. tidak akan mempengaruhi kestabilan material penyusun kolom Namun.. memperpendek waktu analisis (short time analysis) serta dapat memaksimalkan hasil yang diinginkan e. J. kolom pemisah bisa bertahan pada perubahan yang terjadi pada sampel. ketahanan kolom ini berdasarkan pada paking (packing) material yang diisikan ke dalam kolom pemisah Namun kebanyakan.. Jin. T. [4] K. L. J. Weinheim (1999). Anal. A 995 (2003) 153. [7] M. [5] M Amin. VCH. Chromatogr. Chem. 602 (1992) 127.. T. Weiss. anion dan kation dipisahkan/dideteksi terpisah dengan menggunakan sistem analisis yang terpisah (different systems) pula Padahal sangat penting dilakukan pendeteksian secara serempak (simultaneous) antara anion dan kation dalam dalam sekali injek untuk sebuah sampel Tentunya. Ion chromatography. beberapa kelebihan di antaranya dapat menekan biaya operasional. L. Amin.Dengan sistem ini. J. Pendeteksian yang serempak (simultaneous detection): Secara umum. Fritz. W. Jr. D. Chem. Bioanal.. Bioanal. Lim. W. 3rd ed. Anal. memperkecil jumlah limbah saat analisis berlangsung. Kestabilan pada kolom pemisah (stability of the separator column): Walaupun sebenarnya. [2] J. Nair. dikarenakan paking kolom yang kurang baik atau karena faktor internal lainnya Literatur [1] J. Takeuchi. T. [6] M. Weinheim (1995). pendekatan yang terakhir ini punya sejumlah kelebihan dibanding pemisahan terpisah Sebagaimana telah diulas di atas. Lim. Karim. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful