P. 1
Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

|Views: 188|Likes:
Published by Rustadi Setya Budy

More info:

Published by: Rustadi Setya Budy on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2014

pdf

text

original

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Setelah Anda membaca tulisan ini, Anda dapat memahami poin-poin berikut ini: 1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam.
• • • •

Siapakah Tuhan itu? Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan. Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu. Pembuktian Wujud Tuhan.

2. Keimanan dan Ketakwaan
• • • • •

Pengertian Iman Wujud Iman Proses Terbentuknya Iman Tanda Orang Beriman Korelasi Keimanan dan Ketakwaan

3. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern.
• •

Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern. Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern.

Istilah-istilah Penting:
• • • • •

Ibadah Mahdhah: ibadah yang sudah ditentukan macam, cara, waktu, dan bacaannya. Spiritualistis Islam: Ciri/kerohanian Islam Karakter Islam: Watak/sifat/tabiat Islam. Pola pikir teologis: pola pikir berkenaan dengan ilmu ke-Tuhanan. Bersifat azali: wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.

Sasaran Pembelajaran: 1. Menjelaskan perbedaan pandangan Max Muller, Andrew Lang, dan Agama Wahyu tentang monoteisme. 2. Berpikir dan bersikap sesuai dengan aliran teologis yang dapat menunjang perkembangan IPTEK dan peningkatan etos kerja. 3. Membuktikan adanya Tuhan melalui kajian ilmiah, sehingga dapat memantapkan iman. 4. Bersikap dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman 5. Bersifat dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman. 6. Mengimplementasikan iman dengan ibadah dan amal saleh dalam kehidupan seharihari. 7. Menerangkan peranan iman dan takwa dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, sehingga meyakini benar perlunya beriman dan bertakwa. A. Pendahuluan

yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya…. maka perlu segera diambil tindakan. yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidangbidang ilmu eksakta. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam. pandangan akal dan hatinya tajam. cinta. Kecintaan kepada Allah. Filsafat Ketuhanan dalam Islam Siapakah Tuhan itu? Perkataan ilah. jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan. agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam. dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang. Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar. yang diterjemahkan “Tuhan”. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Agama seseorang tidak sempurna. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan. akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia. B. egoisme. kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. misalnya dalam QS 45 (AlJatsiiyah): 23. Sebab nilainilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian. maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. ikhlas beramal hanya karena Allah. perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: . serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu. Selain itu Islam adalah agama ibadah. merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan.?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38. Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus. sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. pikir dan akal budi mereka”. “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar. dan sikap ingin menang sendiri. karena dalam segi akidah.Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah aspek kejiwaan dan nilai. serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya. Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Bila ini terjadi. Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi.

Imaduddin. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. Tercakup di dalamnya yang dipuja. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. manusia tidak mungkin ateis. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. dicintai.“Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku. yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. Dengan begitu. dan mengharapkannya. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. ganda (mutsanna:ilaahaini). Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat. Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan 1. yaitu “tidak ada Tuhan”. Dalam literatur sejarah agama. tunduk kepada-Nya. dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut: . yaitu Allah. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. Tuhan itu bisa berbentuk apa saja. setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. dan banyak (jama’: aalihatun). Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. meminta perlindungan dari padanya. 1989:56) Atas dasar definisi ini. Lubbock dan Javens. lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. Berdasarkan logika AlQuran. takut. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor. berdoa. diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan. merendahkan diri di hadapannya. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau anganangan (utopia) mereka. tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. yang dipentingkan manusia. Yang pasti. dikenal teori evolusionisme.” Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda. Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun). Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah. diagungkan. Robertson Smith. kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan.

Setiap benda yang dianggap benda baik. ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen.• Dinamisme Menurut paham ini. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. yaitu: deisme. Mereka . Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). mempunyai rasa senang. dan teisme. • Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan ini. Meskipun nama tidak dapat diindera. Oleh karena itu. manusia harus menyediakan kebutuhan roh. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. • Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. panteisme. Oleh masyarakat primitif. • Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. seperti mana (Melanesia). agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. ada yangmembidangi masalah air. dan syakti (India). Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. tuah (Melayu). manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. • Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan. roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. Taylor (1877). Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. mempunyai roh. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional). ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif.

mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka. Mu’tazilah yang merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. tetapi dengan relevansi atau wahyu. Secara garis besar. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf. mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. tidak kafir dan tidak mukmin. yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. b. sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. Ilmu Kalam. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Orang islam yang berbuat dosa besar. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliranaliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya. Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. Qodariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. 1993:26-27). atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. tradisional. Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. . Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. 2. satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. c. Aliran tersebut yaitu: a. ada aliran yang bersifat liberal. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. d. Dalam menganalisis ketuhanan.

Sebab Tuhan merupakan sesuatu yang ghaib. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka. Perhatikan antara lain surat Hud ayat 84 dan surat alMaidah ayat 72. Yang Maha Esa. tidak akan pernah benar. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. QS 5 (Al-Maidah):72. yaitu agama Tauhid. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya. 3. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya. Adam sebagai Rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. dan . umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. 2. jika nama Allah diterjemahkan dengan kata “Tuhan”. Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan manusia. Kata Allah adalah nama isim jumid atau personal name. tetapi mereka telah berpecah belah. Ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada manusia bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang. surat Shad 35 dan 65. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”. Tuhan Allah adalah esa sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Ankabut ayat 46. tidak akan benar. Tuhan yang haq dalam konsep al-Quran adalah Allah. Dia-lah Allah.Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. “Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhaku dan Tuhanmu. maka menurut informasi al-Quran. QS 112 (Al-Ikhlas): 1-4. yang hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia. Thaha ayat 98. Dalam al-quran diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan yang diberikan kepada Nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga.” Dari ungkapan ayat-ayat tersebut. dan tempat mereka adalah neraka. Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam: 1. Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas. maka pasti mengharamkan kepadanya syurga. karena dianggap sebagai isim musytaq. “Katakanlah. dan Shad ayat 4. surat Muhammad ayat 19. sehingga informasi tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia biarpun dinyatakan sebagai hasil renungan maupun pemikiran rasional. jelas bahwa Tuhan adalah Allah. merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar. “Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu. yang dibawa para Rasul. Melalui Rasul-rasul-Nya. Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu Pengkajian manusia tentang Tuhan. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62. Merupakan suatu pendapat yang keliru. QS 21 (Al-Anbiya): 92.

Sebagai umat Islam. Teori yang disimpulkan dari pengamatan merupakan hal-hal yang tidak punya jalan untuk mengobservasi. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi.kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Keduanya percaya sesuai dengan bidangnya pada sebab-sebab yang tidak diketahui. sedang akidah agama berhubungan dengan alam di luar indera. karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada persoalan yang dapat diamati dengan hanya penelitian secara empiris saja. Metode ini mengenal hakikat melalui percobaan dan pengamatan. “Energy”. sama seperti ahli teologi yang tidak mampu memberikan penjelasan tentang sifat Tuhan. “alam” (nature). energi. Pembuktian Wujud Tuhan 1. Oleh karena itu banyak sarjana percaya padanya hakikat yang tidak dapat diindera secara langsung. Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern. Demikian pula suatu analogi tidak dapat dianggap salah. Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah “iman kepada yang ghaib” dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada “pengamatan ilmiah”. walaupun belum diuji secara empiris. Metode baru tidak mengingkari wujud sesuatu. yang tidak berasal dari bagianbagiandan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. dan hukum alam”. sebab agama tidak mempunyai landasan ilmiah. Kemungkinan benar dan salah dari keduanya berada pada tingkat yang sama. Sebenarnya sebagian ilmu modern juga batal. Suatu percobaan dipandang sebagai kenyataan ilmiah. baik agama maupun ilmu . Percobaan dan pengamatan bukanlah metode sains yang pasti. alam. Sarjana tersebut tidak mampu memberikan penjelasan terhadap kata-kata tersebut secara sempurna. Sarjana mana pun tidak mampu melangkah lebih jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: “Gaya” (force). Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. tidak hanya karena percobaan itu dapat diamati secara langsung. Esa menurut al-Quran adalah esa yang sebenar-benarnya esa. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya. yang tidak mungkin dilakukan percobaan (agama didasarkan pada analogi dan induksi). Sebab. Keesaan Allah adalah mutlak. hanya karena dia analogi. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa itu: “Gaya. sebab juga tidak mempunyai landasan ilmiah. Metode Pembuktian Ilmiah Tantangan zaman modern terhadap agama terletak dalam masalah metode pembuktian. Hal inilah yang menyebabkan menurut metode ini agama batal. Di samping itu metode ini juga tidak menolak analogi antara sesuatu yang tidak terlihat dengan sesuatu yang telah diamati secara empiris. Hal ini disebut dengan “analogi ilmiah” dan dianggap sama dengan percobaan empiris. dan “hukum alam”. Konsepsi kalimat La ilaaha illa Allah yang bersumber dari al-quran memberi petunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal itu akan kelihatan dalam sikap dan praktik menjalani kehidupan.

pernyataan ini telah kehilangan landasan berpijak. Oleh sebab itu harus ditempuh bidang lain. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung. Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas. sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan ciri-ciri luar saja. yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak panas menjadi panas. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik. tetapi menolak adanya Khaliq>> adalah suatu pernyataan yang tidak benar.pengetahuan kedua-duanya berlandaskan pada keimanan pada yang ghaib. Perubahan energi panas dikendalikan oleh keseimbangan antara “energi yang ada” dengan “energi yang tidak ada”. Seandainya alam ini azali. 2. berarti ilmu pengetahuan telah menempuh jalan iman kepada yang ghaib. Hal itu membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya “ada” dan percaya pula bahwa alam ini “ada”. adalah iman kepada hakikat yang tidak dapat diamati. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang demikian luasnya. maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Pernyataan yang mengatakan: <<Percaya adanya makhluk. Para sarjana masih menganggap bahwa hipotesis yang menafsirkan pengamatan tidak kurang nilainya dari hakikat yang diamati. Belum pernah diketahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Tetapi setelah ditemukan “hukum kedua termodinamika” (Second law of Thermodynamics). Hukum tersebut yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan. pasti ada penyebabnya. sebab tidak dapat diamati. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri (alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya. yang sebenarnya adalah bidang agama. Kalau ilmu pengtahuan memasuki bidang penentuan hakikat. serta kehidupan tetap berjalan. tetapi justru merupakan interpretasi yang terbaik terhadap kenyataan yang tidak dapat diamati oleh para sarjana. Mereka tidak dapat mengatakan: Kenyataan yang diamati adalah satu-satunya “ilmu” dan semua hal yang berada di luar kenyataan bukan ilmu. sesuai dengan hukum tersebut dan tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini. maka sejak dulu alam sudah kehilangan energinya. . Sebenarnya apa yang disebut dengan iman kepada yang ghaib oleh orang mukmin. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan. Jika percaya tentang eksistensi alam. Sedang kebalikannya tidak mungkin. ada dengan sendirinya tanpa pencipta? 3. Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup “penentuan hakikat” terakhir dan asli. tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. Hal ini tidak berarti satu kepercayaan buta. suatu “Akal” yang tidak ada batasnya.

yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa.000. termasuk bumi. bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut. Demikian pula bumi yang terletak 93.4.000. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita.000 mil per jam. Logika manusia dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti. akan berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya.000 mil.000. Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu. yang jaraknya dari bumi sekitar 240. tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.wordpress. Di samping bumi terdapat gugus sembilan planet tata surya.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190. yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama dua puluh sembilan hari sekali. beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200.000 mil setiap setahun sekali.000. http://agungsukses.000 tahun cahaya.com/2008/07/24/konsep-ketuhanan-dalam-islam/ . kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain “sistem tata surya” kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri. Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->