MAKANAN DAN MINUMAN DALAM ISLAM

Oleh: SRI WAHYUNINGSIH (09050113) NUR ALFIYANI AZIZAH (09050109) ITA FATHATUN NUFUS (09050106) ENI TRIMAWATI (09050118) III B PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Dosen Pembimbing: Haryono, S.Ag

SEKOLAH

TINGGI

KEGURUAN

ILMU

PENDIDIKAN

MUHAMMADIYAH PRINGSEWU 2010

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, tak lupa shalawat beserta salam kami sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini yang berjudul “MAKANAN DAN MINUMAN MENURUT ISLAM” Makalah ini disusun sebagai tugas pembelajaran mata kuliah fiqih. Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Atas segala kekurangan kami mohon ampun, dan kami ucapkan terima kasih.

Pringsewu, 2010

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL

........................................................................................................................ ........................................................................................................................ i

.................................................... 2 ........................................................KATA PENGANTAR ..................................................................................................... Makanan dan Minuman Halal ........................................................ ......................................................................................... 1 II...................2......................................... ii DAFTAR ISI ............................. Minuman Haram 2..........2....................... PENDAHULUAN ............. Makanan Haram 2............................................................................2................................................................................................. ...........................................2...... ..............................................................................................................................................1.......... .......... PEMBAHASAN .......................................3.....1.......... .................... 2....... Makanan dan Minuman Haram 2.................................................................................................................................................................................................................. Hikmah Diharamkannya Makanan dan Minuman III........................................................ 3 2................1.......................................1........... iii I.... Dasar Hukum Makanan Halal 2........2..................... Dasar Hukum Halalnya Minuman 2................................................ ..............................1......................... PENUTUP DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ................

Ada kemungkinan sesuatu itu menjadi haram karena memberi mudharat bagi kehidupan manusia seperti racun. buah-buahan ataupun binatang pada dasarnya adalah halal dimakan. Al-Baqarah : 17) . makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah.1. barang-barang yang menjijikan dan sebagainya. jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN 2.” (QS. jadi makanan yang halal ialah makanan yang dibolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syari’at Islam. kecuali apabila ada nash Al-Quran atau Al-Hadits yang mengharamkannya. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Makanan dan Minuman Halal Halal artinya boleh. segala sesuatu baik berupa tumbuhan.

keju dan kulit binatang yang dipergunakan untuk perhiasan atau tempat duduk. dan aqidah. Rasulullah SAW bersabda : Apa yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam Kitab-Nya adalah haram. moral. Allah Ta’ala berfirman : Hai para Rasul. (HR. tidak kotor dan tidak menjijikan. 3. makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi.“Hai sekalian manusia. 2.” (QS. Ibnu Majah dan Turmudzi). semua makanan yang tidak memberi mudharat. dan apa yang didiamkan (tidak diterangkan). tidak membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal. Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. makanlah dari rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kamu sekalian…”. 2. 4. Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW. “Menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. (HR. dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang mu’min sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Binatang yang hidup di dalam air. ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT adalah Zat Yang Maha Baik. Allah Ta’ala berfirman : Hai orang-orang yang beriman. dapat disimpulkan bahwa jenisjenis makanan yang halal ialah : 1.2 Minuman yang Halal Minuman yang halal pada dasarnya dapat dibagi menjadi 4 bagian : . Al-A’raf : 157) Dari Abu Hurairah RA. ditanya tentang minyak sanin. baik air laut maupun air tawar. Semua makanan yang baik. Al-Baqarah : 168). Muslim) Rasulullah SAW. makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal yang sholeh. tidak mau menerima kecuali yang baik. maka barang itu termasuk yang dimaafkan”.

Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik. BANGKAI Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih.” (Shahih. Air atau cairan itu bukan berupa benda najis atau benda suci yang terkena najis. 2. An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya (lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir). D. jiwa. 2. Air atau cairan yang suci itu didapatkan dengan cara-cara yang halal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam. akal. Air atau cairan yang tidak memabukkan walaupun sebelumnya pernah memabukkan seperti arak yang berubah menjadi cuka. Hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan badan manusia sangat nyata. sedang dua darah yaitu hati dan limpa. Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati. Semua jenis air atau cairan yang tidak membahayakan bagi kehidupan manusia. C. sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan.11) . B. Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak. baik membahayakan dari segi jasmani. Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits: “Dari Ibnu Umar berkata:” Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. maupun aqidah. Lihat Takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang. Bangkai ada beberapa macam sbb: A.1.3 Jenis Makanan HARAM: 1. 4. 3.

maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya. Adapun hadits tentang larangan memakan sesuatu yang terapung di atas laut tidaklah shahih. lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih. Oleh karena itulah. bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir.Semuanya itu hukumnya halal. Sekalipun darah adalah haram. . Shahih Al-Fauzan). Allah mengharamkan darah pada umat ini. (Lihat pula Al-Muhalla (6/60-65) oleh Ibnu Hazm dan Syarh Shahih Muslim (13/76) oleh An-Nawawi). Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Pendapat yang benar. Al-An’Am: 145) Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair. 2. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24). Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar. Adapun sisa darah yang menempel pada daging. DARAH Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya: “Atau darah yang mengalir” (QS. (Dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Lihat Takhrijnya dalam AlFurqan 26 edisi 3/Th 11) Syaikh Muhammad Nasiruddin Al–Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no.” (Shahih. maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang mengharamkannya”. maka beliau bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya.Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut. Daraqutni: 538). tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas tadi.480): “Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: “Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: “Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (HR.

serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudian mati karenanya. berhala dan lain sebagainya . BINATANG BUAS BERTARING Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan” (HR. Muslim no. Adapun hewan yang diterkam binatang buasa apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar’i. . maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin. 5.3. apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung. hadits dan ijma’ ulama. telah ditandaskan dalam al-Qur’an. maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal. jantan maupun betina. karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. 6. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. unta. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS Yakni hewan yang diterkam oleh harimau.sapi dsb. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. 4. maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama. 1933) Perlu diketahui bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (1/125) dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/118-119) Maksudnya “dziinaab” yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala. Tentang keharamannya. DAGING BABI Babi baik peliharaan maupun liar. Oleh karenanya. taghut. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH Yakni setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram. Orang-orang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing.

Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. Tirmidzi. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Demikianpula anjing. Dan hujjah adalah sabda Nabi saw bukan pendapat orang….”. (Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi). baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? ! Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I’lamul Muwaqqi’in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. Penjelasan ini disetujui oleh Al-Allamah Al-Mubarakfuri dalam . Nasa’i (5/191) dan dishahihkan Bukhari.anjing. (Shahih. (lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr. Semua itu haram dimakan”. Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507). HR. Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi’i berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang.beruang. Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Ibnu Khuzaimah. Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): “Saya tidak mengetahui persilangan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: “Ya”. Al-Hakim. Abu Daud (3801). Semuanya sama saja bagiku (keharamannya).singa. I’lamul Muwaqqi’in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. macan tutul. harimau. 476 oleh AlAlbani. Dan kami tidak mengetahui seorang ulama’pun yang membolehkan untuk memakannya. Tirmidzi (851). Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. Ibnu Hibban. Al.Baihaqi.kera dan sejenisnya.

Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: “Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi’i. Dalam hadits di atas terdapat dua masalah : Pertama : Haramnya keledai jinak. bighal dan khimar. Ahmad. (Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani). (HR Bukhori no. BURUNG YANG BERKUKU TAJAM Hal ini berdasarkan hadits : Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam” (HR Muslim no.Tuhfatul Ahwadzi (5/411) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani dalam At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3-28) 7. Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali. 1941) dalam riwayat lain disebutkan begini : “Pada perang Khaibar.” 8. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha’ bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: . Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. Kedua : Halalnya daging kuda. (Shahih. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK) Hal ini berdasarkan hadits: “Dari Jabir berkata: “Rasulullah melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda”. mereka menyembelih kuda. tabi’in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Abu Hanifah. 1934) Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234): “Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat. 2811). Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. Lalu Rasulullah melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda. Nasa’i (7/201). Ibnu Hibban (5272). Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam. Ahmad (3/356). HR Abu Daud (3789). Baihaqi (9/327). Adapaun keledai liar. elang dan sejenisnya”. Ahmad. 4219 dan Muslim no. Syafi’i. maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama.

Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189). (HR. Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki dua-yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manuasia/hewan dan sejenisnya. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-’Ied dari para fuqaha’ serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi. (Sanadnya shahih sebagaimana dikatakan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648). Ibnu Abi Syaiban dalam AlMushannaf (5/147/24598) meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengurung ayam yang makan kotoran selama tiga hari. Abu Daud : 3785. menaiki dan memakan dagingnya”(HR Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648). Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: “Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya…” Hukum jalalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi’iyyah dan Hanabilah.” (HR. “Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah melarang dari memakan jallalah dan susunya. bahkan hukumnya hahal secara yakin . Al-Juwaini. Abu Daud no. 2558 dengan sanad shahih). “Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah melarang dari keledai jinak dan jalalah. AlBaghawi dan Al-Ghozali. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan’ani). 9. Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya.” Salafmu biasa memakannya (daging kuda)”. (Lihat Fathul Bari (9/648) oleh Ibnu Hajar). (Fahul Bari 9/648). AL-JALLALAH Hal ini berdasarkan hadits : “Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki. Al-Qoffal. Ibnu Juraij berkata: “Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang. maka tidak lagi haram hukumnya. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang.

5536 dan Muslim no. ” (HR. 1198 dan Bukhari no. tikus. Hadits Abdullah bin Umar secara marfu’ (sampai pada nabi) “Dhab. baik di tanah halal maupun haram yaitu ular. . karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan” (Lihat pula AlMughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu’ Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi). AD-DHAB (HEWAN SEJENIS BIAWAK) BAGI YANG MERASA JIJIK DARINYA Berdasarkan hadits: “Dari Abdur Rahman bin Syibl berkata: Rasulullah melarang dari makan dhab (hewan sejenis biawak).dan tidak ada batas waktu tertentu.”. Baihaqi (9/326) dan dihasankan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/665) serta disetujui oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 1943) 11. anjing hitam. (Hasan. 1829 dengan lafadz “kalajengking: gantinya “ular” ) Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): “Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): “Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar. Diantaranya . Muslim no. 10. 2390). Benar terdapat beberapa hadits yang banyak sekali dalam Bukhari Muslim dan selainnya yang menjelaskan bolehnya makan dhob baik secara tegas berupa sabda Nabi maupun taqrir (persetujuan Nabi). Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa Tarikh (2/318). HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH “Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh. saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya. HR Abu Daud (3796). Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta’liqat Ar-Radhiyyah (3/32).” (HR Bukhari no.

(HR Ahmad (3/453). Bukhari no. tawon. Umar. nampaknya disepakati keharamannya.“Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak” (HR. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar As-Shidiq. Al-Mughni (13/345). (Lihat Subul Salam 4/156. tentu tidak akan dilarang membunuhnya. Imam Syafi’i dan para sahabatnya mengatakan: “Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan. Abu Daud (5267). Adhwaul Bayan (1/59) oleh Syaikh As-Syanqithi. HEWAN YANG DILARANG UNTUK DIBUNUH “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut. Faaidhul Qadir 6/414 oleh Al-Munawi). Abu Daud (5269). Ibnu Majah (3224). Nasa’i (4355). Nailul Authar 8/465468. burung hud-hud dan burung surad. Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129)” “Tokek/cecak telah disepakati keharaman memakannya”.” (Lihat Al-Majmu’ (9/23) oleh Nawawi). Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak (lihat pula Al-Majmu’ (9/35) . Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafe’i. 12. Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916).347). AlHakim (4/410-411).318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani). lalu Rasulullah melarang membunuhnya. ” (HR Ahmad (1/332. 3359 dan Muslim 2237). karena seandainya boleh dimakan. Baihaqi (9/258. Aunul Ma’bud (14/121) oleh Adzim Abadi dan Taudhihul Ahkam (6/26) oleh Al-Bassam) Berikut contoh beberapa dalil hewan hidup di dua alam : . Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut. “Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat.

Laits. Hasan Al-Bashri dan fuqaha’ Madinah.Jtami melihat bahwa pendapat yang rajih (unggul) dan mutamad (dijadikan pegangan) dalam Madzhab Hanafi tentang kadar haram pada minuman nabldz yang memabukkan. Muhammad bin Ali. Imam Muhammad bin al-Hasan memfatwakan haram . adalah haram. Thawus. Atha’. Syafe’i. sebagaimana penjelasan di atas. maka pendapat yang mengatakan bahwa kadar yang diharamkan dari minuman nabldz yang memabukkan adalah tegukan yang memabukkan itu sendiri. (Lihat Al-Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan AlMuhalla (6/84). Jika demikian. KURA-KURA dan PENYU – juga HALAL sebagaimana madzab Abu Hurairah. adalah pendapat yang mengatakan bahwa minuman tersebut. Karena Imam Abu Hanifah dan Imam Abu Yusuf. menghalalkan minuman nabidz tersebut untuk melan. Hal ini berdasarkan fatwa yang dijadikan sebagai pedoman (al-mutamad). Syai’bi dan Al-Auza’i (lihat Al-Mughni 13/346).(Lihat Al-Mughni 13/344 oleh Ibnu Qudamah dan Al-Muhalla 6/84 oleh Ibnu Hazm). baik sedikit maupun banyak.KEPITING – hukumnya HALAL sebagaimana pendapat Atha’ dan Imam Ahmad. KATAK/KODOK – hukumnya HARAM secara mutlak menurut pendapt yang rajih karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas Pendapat yang Kuat dalam Madzhab Hanafi 26 Mar 2010 • • Pelita Ragam DARI pendapat-pendapat ulama Hanafiyah di atas. dapat dipahami sebagai pendapat dari sebagian ulama Hanafiyah.carkan masuknya makanan ke dalam kerongkongan (Isbnvual-lhaam). ANJING LAUT – juga HALAL sebagaimana pendapat imam Malik.

maka klaim tersebut tidak benar. Dengan begitu. Yang telah dinasakh hanyalah kehalalan khamar. sementara kehalalal nabldz tidak dinasakh. 1. "Setelah ulama salaf memahami bahwa yang dimaksud dengan sakar adalah khamar dan minuman dari selain pcrasan anggur (nabldz)." 3. Wa Allahu a lam. kecuali ada indikasi yang mengarah ke sana. kemudian beliau mencium aromanya. Tidak diragukan lagi bahwa pendapat dari Uga imam di atas adalah pendapat yang mutamad dalam Madzhab Hanafi.bagi setiap minuman yang memabukkan. selagi tidak ada ayat yang menasakh kehalalal nabidz. Dan dOvuumkan yang memabukkan dari setiap minuman. berdasarkan makna eksplisit ayat tersebut." (al-Nahl 67). maka hal Itu menunjukkan atas halalnya nabidz. serta yang diharamkan dari hal itu. Dan dari huali kurma dan anggur. Firman Allah. Datu beliau tampak mengerut karena aroma nabidz (ersebut sangat keras . Hadis Nabi Saw. Imam al-Jashshash (w. Dalil Ulama Irak Para ulama Irak berargumentasi atas kehalalan minuman anggur dengan dalil-dalil sebagai berikut 1. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. 370 H) ketika beristidlal dengan ayat ini. Nabi Saw diberi minuman nabldz. Perkataan mereka bahwahal ini telah dinasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat yang mengharamkan khamar. baik sedikit maupun banyak. maka nama sakar tersebut temyata relevan untuk semuanya. Karena istilah khamar tidak mencakup makna nabldz. kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. berkata. beliau berkta. menunjukkan bahwa ayat di atas menghendaki halalnya minuman yang memabukkan dari khamar dan nabidz. Khamar diharamkan karena zal khamar itu sendiri baik sedikit maupun banyak. Siapa yang mengklaim bahwa ayat di atas dinasakh oleh ayat yang mengharamkan khamar. Hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra.

perintahkan olehmu agar mereka (penduduk Syam) tetap mengonsumsi minuman tersebut. Kemudian beliau meminta agar dberi air. c. Oleh karena itu. Hal ini tidak dapat terlaksana kecuali dengan meminum nabidz yang menyengat. Hukumnya pun menjadi halal. Di antara mereka ada seorang yang mabuk. Sayidina "Umar ra mengirim surat kepada Ammar bin Yasir ra. Di antaranya a. dua. Ia berkata. Maka Ali pun menghukumnya dengan dera (had). Sayidina Abdullah bin Abbas ra pernah ditanya tentang hukum nabldz. Dan ini adalah bidah. janganlah meminumnya. Minuman itu dimasak hingga 2/3 unsurnya hilang.Sayidina Umar ra meminum nabldz yang aromanya keras menyengat. Maka. sisanya tinggal 1/3. Teks surat ini menunjukkan atas kehalalan nabidz. Imam Abu Hanifah ralilmahullalr memasukkan halalnya nabidz yang menyusut . Berdasarkan alsar (praktik dan ucapan) shahabat Radhiyallahu anhum. b. Orang itu berkelit. Lalu air itu beliau tuangkan dan beliau pun meminumnya. karena keharamannya telah hilang dan tidak lagi membuat hilang pikiran. "Minumanlah satu." Imam al-Kasani berkata. Beliau menghl-dangkan minuman untuk mereka. Jika Anda takut mabuk. atau tiga gelas." d. kenapa sekarang Anda mau menderaku?" Sayidina Ali menjawab. "Aku diberi sebuah minuman yang berasal dari Syam. "Aku menderamu karena kamu mabuk. Sayidina "Ali ra menjamu suatu kaum. "Jika benar bahwa kehalalan minuman nabidz ini dinyatakan oleh para shahabat senior. "Anda sendiri yang menja-muku." 4. maka pendapat yang mengha-ramkannya berarti telah menuduh para shahabat tersebut fasik.menyengat. karena pembebasan budak diraih oleh keluarga Umar. Kami akan menyembelih unta. Beliau menjawab.

kalangan Hanafiyah. baik sedikit maupun banyak. Syafiiyah. berikut dalil-dalil mereka seputar kadar yang diharamkan pada minumanml-numan yang memabukkan. karena tidak ada keharusan (dharurahl untuk meminumnya. Imam Malik bin Anas na/iimo/uiUoh berkata. ke dalam kriteria Madzhab Ahl alSiinii. "Kami menetapkan bahw setiap orang yang meminum minuman yang memabukkan. maka maknanya harus dipahami bahwa kebolehannya mengkonsumsi minuman nabidz tersebut hanya untuk isttmra al-thaam (melancarkan masuknya makanan ke dalam tenggorokan). Karena mengharamkannya berarti menghukum! fasik kepada beberapa orang shahabat di atas. dan Hanabilah. Mayoritas (Jumhur) Ulama Mayoritas ulama fiqih di Hijaz. Maliki-yah. Seandainya aku diberi dunia dengan syarat harus meminum nabldz." Untuk menguatkan pendapat tersebut Imam Abu Hanifah ra berkata. Sebelum kami mengkaji dalil-dalil yang disuguhkan oleh para ulama Irak. bukan untuk mabuk-mabukkan dan permainan. perkenankan kami untuk menuturkan terlebih dahulu pendapat mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyah." . aku tetap tidak akan memfatwakan minuman nabidz itu haram. "Seandainya aku diberi dunia dengan segala kekayaannya. Jika pernyataan ini betul dikatakan oleh Imam Abu Hanifah rohimaluiSSah. kemudian ia mabuk atau tidak. aku tetap tidak akan meminumnya.ih wal al-Jamaah.menjadi sepertiga ketika dimasak. maka ia wajib dikenai had (dera). dan mayoritas ulama hadis berpendapat bahwa kadar yang diharamkan pada nabldz (pe-rasan-perasan dari bukan anggur) yang memabukkan adalah sama.

Yaitu apabll ketika meminumnya. maka la wajib dikenai had. ia dalam kondisi tidak tertekan atau terpaksa. "Setiap minuman yang kadar banyaknya dapat memabukkan. baik dari bahan anggur atau bukan. dan ia juga mengetaui bahwa mengonsumsi kadar yang banyak dari minuman tersebut dapat menjadikannya mabuk. "Hal ini. yang ada unsur memabukkan. Imam al-Khiraqi (w. baik sedikit maupun banyak. Dari kalangan Hanabilah.Jtami melihat bahwa pendapat yang rajih (unggul) dan mutamad (dijadikan pegangan) dalam Madzhab Hanafi tentang kadar haram pada . Dalam hal ini berlaku had dengan dasar mengqiyas-kannya kepada khamar. baik setelah ia dalam mabuk atau tidak. sebagamana yang la katakan. baik dimasak terlebih dahulu atau tidak. berarti bahwa orang yang meminum minuman yang memabukkan.Untuk menjelaskan pernyataan tersebut. daii Jenis apa saja. 334) berkata. baik meminumnya sedikit maupun banyak." Pernyataan serupa disampaikan pula oleh Imam al-Syirazi dan Imam alNawawi dari kalangan ulama Syafiiyah. "Siapa yang meminum minuman yang memabukkan. maka sedikitnya Juga haram. Imam al-BaJI berkata." Imam al-Syafii rahimalxullah berkata. maka la harus didera sebanyak 80 kali." Entitas terkaitAbbas | Abdullah | Ali | Ammar | Anas | Beliau | Datu | Firman | Hadis | Hanafiyah | Hasan | Hukumnya | Imam | Irak | Jashshash | Jenis | JI | Jtami | Kasani | Khamar | Khiraqi | Kuat | Madzhab | Mayoritas | Minuman | Minumanlah | Nahl | Nawawi | Ovuumkan | Pendapat | Perkataan | Pernyataan | Radhiyallahu | Sayidina | Sesungguhnya | Syafii | Syirazi | Teks | Uga | Ulama | Umar | Uoh | Yasir | Hadis Nabi | Imam Abu | Imam Malik | Imam Muhammad | Jika Anda | Madzhab Ahl | Madzhab Hanafi | Maka Ali | Nabi Saw | Sayidina Abdullah | Sayidina Ali | Sayidina Umar | Wa Allahu | Dalil Ulama Irak | Imam Abu Hanifah | Karena Imam Abu Hanifah | Ringkasan Artikel Ini DARI pendapat-pendapat ulama Hanafiyah di atas.

Siapa yang mengklaim bahwa ayat di atas dinasakh oleh ayat yang mengharamkan khamar. dapat dipahami sebagai pendapat dari sebagian ulama Hanafiyah. kalangan Hanafiyah. Jika demikian. sebagamana yang la katakan. ia dalam kondisi tidak tertekan atau terpaksa. Dan dari huali kurma dan anggur. February 10th. 2010 | Author: afandirizkyfirdiansyah Haram beberapa saat yang lalu. adalah haram. berarti bahwa orang yang meminum minuman yang memabukkan. baik sedikit maupun banyak. dan ia juga mengetaui bahwa mengonsumsi kadar yang banyak dari minuman tersebut dapat menjadikannya mabuk. Perkataan mereka bahwahal ini telah dinasakh (dihapus hukumnya) oleh ayat yang mengharamkan khamar. baik sedikit maupun banyak. maka klaim tersebut tidak benar. kecuali ada indikasi yang mengarah ke sana. Mayoritas (Jumhur) Ulama Mayoritas ulama fiqih di Hijaz. Yaitu apabll ketika meminumnya. "Kami menetapkan bahw setiap orang yang meminum minuman yang memabukkan. kamu buat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. dunia di gegerkan dengan penyakit flu babi. adalah pendapat yang mengatakan bahwa minuman tersebut. Korbannya sudah ratusan orang dan sudah ada ribuan orang ayng terinfeksi virus H1N1 tersebut. dan mayoritas ulama hadis berpendapat bahwa kadar yang diharamkan pada nabldz (pe-rasan-perasan dari bukan anggur) yang memabukkan adalah sama." Hikmah diharamkannya babi Wednesday.minuman nabldz yang memabukkan. maka pendapat yang mengatakan bahwa kadar yang diharamkan dari minuman nabldz yang memabukkan adalah tegukan yang memabukkan itu sendiri. Allah SWT mengharamkan babi sebagaimana firmannya yang berbunyi: . menunjukkan bahwa ayat di atas menghendaki halalnya minuman yang memabukkan dari khamar dan nabidz.

maka tidak halal seseorang memakan daging tertentu dari babi. baik daging. lemak. dibandingkan semua jenis hewan yang ada. tulang. kecuali bangkai atau darah yang mengalir atau daging Babi. dan disebutkannya kata “daging” di atas hanyalah mayoritas maksudnya adalah daging jika dimakan. “Sepakat seluruh ulama tentang keharaman memakannya. Sejumlah penelitian medis ilmiah telah menetapkan bahwa babi. Imam Nawawi dan Imam Ibn Qudamah Al – Maqdisi menyatakan ijma’ (kesepakatan ulama) tentang haramnya memakan satu bagian tertentu dari binatang babi. Oleh karena itu. Yang artinya “Diharamkan atas kalian adalah bangkai. sebab semua itu adalah nista (kotor) atau binatang yang di sembelih untuk selain Allah. darah.otak ataupun yang lainnya. urat.artinya: “ Tidak aku temukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku. termasuk daging yang mengandung behan berbahaya bagi tubuh manusia.S. (walaupun bukan dagingnya). maka sesungguhnya Rabb-mu Maha pengampun lagi maha penyayang. Imam Ibn Hazm menyatakan. Diantara penyakit yang muncul karena memakan babi adalah sebagai berikut: . sesuatau yang haram untuk memakannya. dan daging Babi” secara tekstual ayat diatas ayat ditas menerangkan akan haramnya memakan daging babi. maka barang siapa karena keadaan terpaksa dengan tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas.”(Q. Al-An’aam : 145) dan dalam ayat yang lain.

Dosentaria bisa menyebabkan leukimia. berbeda dengan daging lainnya. Diantaranya adalah berkembangnya cacing spiral (termasuk cacing yang paling berbahaya bagi manusia). Balharesia. penyakit parasit. juga bisa menyebabkan adanya cacing di otak orang yang memakan daging. . 2.. Oleh karena itu dalam Al-Quran mengharamkan kita untuk memakan babi. bisa menyebabkan sakit yang sangat. Oleh karena itu orang yang memakan daging babi mengandung lechitin jenis ini dan kelebihan kolesterol dalam darah mereka. babi mengandung minyak lechitin (minyak babi) yang sangat berbeda dengan hewan lainnya. dan penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian. Kemudian dampak buruknya lagi. paru-paru. hati. Dan satu lagi cacing yang berbahya adalah cacing pita yang panjangnya bisa mencapai 10 kaki. Juga bisa menambah kegemukan.jeroan dan lainnya. dll ditambah lagi. sehingga menambah kemungkianan terkena penyakit kanker. biasa menyebabkan disfungsi pada paru-paru dan komplikasi seluruh pencernaan. Cacing lainya adalah cacing Scars. Bisanya cacing ini berkumpul dalam otot-otot. dis-fungsi mulut sapi. jantung. seperti TBC (Tuberculosis). Cacing Engcalostoma. merasa sesak dan menambah lemahnya ingatan. seperti penyakit disfungsi saraf. penyakit dari virus. karna babi banyak merugikan bagi manusia yang memakannya. bisa menyebabkan kejangkejang perut dan darah rendah. perut akan sulit mencerna. karena daging babi di perut baru sekitar 4 jam bisa di cerna. Penyakit dari bakteri. demam tinggi yang cepat. yang semuanya bisa menyebabkan kematian secara mendadak. Cholera Tivudiah. kemudian mati. Maka orang yang memekan daging babi. Pharatefouid. pendarahan. disfungsi otot jantung (qalbu). Dan semua daging babi pasti mengandung cacing ini.influenza. Dan cacing jenis lainnya yang ada di dalam babi yang jumlahnya lebih dari 30 jenis dan bervariasi tingkat bahyanya.1. dan bisa menyerang diafragma sehingga menyebabkan nafas terhenti. dll 3. pendarahan dada.

dan mereka yang suka mengadu binatang. menurut apa yang kita ketahui. maksud diharamkannya disini. kemudian hal tersebut diharamkan Allah buat orang-orang mukmin. didalamnya--dan yang terpokok--terdapat unsur penghargaan bagi manusia dan kebersihan dari sisa makanan binatang buas. sapi dan sebagainya. Adapun binatang yang disergap (dimakan) oleh binatang buas.Hikmah diharamkannya macam-macam bangkai binatang seperti tertera sebelumnya agak kurang jelas disini. sekalipun terluka karena tanduk dan darahnya mengalir dari tempat penyembelihannya. kasih sayangnya dan pemeliharaannya. Maka diharamkannya binatang tersebut adalah merupakan suatu hukuman yang paling tepat. seperti kambing. yaitu sebagai hukuman bagi orang yang suka membiarkan binatang-binatang tersebut beradu sehingga satu sama lain bunuh-membunuh. maka para ulama ahli fiqih menetapkan haramnya binatang yang mati karena beradu. ialah: bahwa Allah SWT. Sebab. http://bataviase.co. dua kambing sehingga matilah binatangbinatang tersebut atau sekarat. misalnya mengadu antara dua kerbau. Oleh karena itu tidak pantas kalau manusia dibiarkan begitu saja dengan sesukanya untuk mencekik dan menyiksa binatang dengan memukul hingga mati seperti yang biasa dilakukan penggembala-penggembala yang keras hati. unta. mengetahui akan kebutuhan manusia kepada binatang. khususnya bagi mereka yang diupah. yaitu mereka makan sisa-sisa daging yang dimakan binatang buas.id/node/145770 . Tetapi hikmah yang lebih kuat. Dimana hal ini biasa dilakukan orang-orang jahiliyah. Dari hal ini.

.KESIMPULAN Makanan dan minuman yang halal adalah makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syari’at islam.

id/node/145770 .yang suka membiarkan binatang-binatang tersebut beradu sehingga satu sama lain bunuh-membunuh.co. Dimana hal ini bi sa a dilakukan orang-orang jahiliyah. kemudian hal tersebut diharamkan Allah buat orang-orang mukmin. Maka diharamkannya binatang tersebut adalah merupakan suatu hukuman yang paling tepat. unta. http://bataviase. didalamnya--dan yang terpokok--terdapat unsur penghargaan bagi manusia dan kebersihan dari sisa makanan binatang buas. sapi dan sebagainya. yaitu mereka makan sisa-sisa daging yang dimakan binatang buas. seperti kambing. Adapun binatang yang disergap (dimakan) oleh binatang buas.

.KESIMPULAN Makanan dan minuman yang halal adalah makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dimakan menurut ketentuan syari at islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful