P. 1
askep

askep

|Views: 3,929|Likes:
Published by titi sitihunah

More info:

Published by: titi sitihunah on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

10

1. Grapes Grate or blend a cucumber. Apply this over the face, eyes Grapes have various vitamins Tomatoes have lots of pectin, a and neck for 15 to 20 minutes. other than glucose and vegetable fiber. They help blood It is a great tonic for the facial fructose. These enhance the circulation, which is vital for a skin and regular use prevents action of skin cells, are good good complexion. pimples, blackheads, for reviving skin and have Apply the pulp of a tomato wrinkles, and dryness of the detoxification effects. liberally to the face and leave face. By applying cucumber 2. Watermelon for an hour. Then wash off with slices onto your skin, you can warm water. Repeating this have soothed, smoothed and Watermelons provide water daily produces a good cooled skin. to skin that is exhausted by complexion and quickly 5. Corn strong heat and are also good removes ugly-looking pimples. Corn is effective for for easing fatigue their large 4. Cucumber preventing dryness and aging great amounts of glucose and of your skin since it has lots fructose. Cucumber is a surprising beauty of lecithin and vitamin E. secret for the skin, with its hydrating, nourishing and astringent properties. 6. Blueberries Cucumbers have the same pH as the skin so they help restore the Blueberries are one of the skin¶s protective and natural best fruits out there because acid mantle. 9. Avocado of the high amount of Avocado is an effective facial antioxidants that are found in mask. them. Antioxidants are known to help prevent aging 8. Bananas of the skin. So, add some of 10. Apples these berries to your diet on a Fresh, ripe bananas make Apple juice - is an effective daily basis excellent face masks. Bananas home remedy for healing don¶t only tighten and cleanse wrinkles, itching and 7. Lemons pores, they also revitalise dry inflammation, they can also skin. be used as conditioner and Lemons are the most popular Mash two ripe bananas with a toner. For many centuries, home beauty ingredient. tablespoon of honey. Smooth apples have been used in skinPeople preferred using over the face and leave for 10- healing. When taking a bath, lemons to cleanse and 15 minutes. Rinse with cold remember to add a cup of freshen the skin and hair. A water to reveal soft, supple and apple juice and that will helps few lemon slices to soften hydrated skin. to cleanse and soften your rough skin spots such as skin. After each time you elbows and heels. shampooing your hair, don t forget to put a final rise with apple juice, because its power can prevent dandruff. Semester IV B Marwah 032001DO7518 10 Fruit Good for Your Skin 3. Tomatoes

Posted by marwah chu under Uncategories | Comment( 0) | 25 Mei

Medulla Spinal

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit tumor sumsum tulang belakang ( medulla spinalis ) merupakan penyakit yang berbahaya, dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan, sementara banyak masyarakat belum mengetahui tanda-tanda, gejala dan cara pengobatan penyakit ini. Untuk memastikan diagnosa dibutuhkan pemeriksaan dengan alat-alat diagnostik bedah saraf, seperti; CT-scan, MRI, Stereotatic Radiosurgery, Micro- neurosurgery, Minimal invasive atau Gamma knife surgery disamping pemeriksaan laboratorium, neurologi klinis dan patologi anatomi. Cara penanggulangan bisa secara operatif atau konservatif tetapi yang terbaik adalah tindakan operasi di sertai dengan radioterapi dan kemoterapi. Prognosa penyakit tumor sumsum tulang belakang ( medulla spinalis ) tergantung dari jenis, lokasi tumor dan sifatnya setelah dioperasi ( reseksi ) dan dilanjutkan dengan radioterapi, didapati hasilnya 80 % baik. 2. Tujuan Makalah ini dibuat dengan tujuan: · Mengetahui dan mempelajari tentang Keperawatan Medikal Bedah tentang tumor medulla spinalis. · Memenuhi tugas Keperawatan Medikal Bedah. 1.

BAB II TUMOR MEDULA SPINALIS A.ANATOMI DAN FISIOLOGI MEDULLA SPINALIS Medula spinalis tersusun dalam kanalis spinalis dan diselubungi oleh sebuah lapisan jaringan konektif, dura mater. Dari batang otak berjalan suatu silinder jaringan saraf panjang dan ramping, yaitu medulla spinalis, dengan ukuran panjang 45 cm (18 inci) dan garis tengah 2 cm (seukuran kelingking). Medulla spinalis, yang keluar dari sebuah lubang besar di dasar tengkorak, dilindungi oleh kolumna vertebralis sewaktu turun melalui kanalis vertebralis. Dari medulla spinalis spinalis keluar saraf-saraf spinalis berpasangan melalui ruang-ruang yang dibentuk oleh lengkunglengkung tulang mirip sayap vertebra yang berdekatan.

Saraf spinal berjumlah 31 pasang dapat diperinci sebagai berikut : 8 pasang saraf servikal, 12 pasang saraf thorakal, 5 pasang saraf lumbal, 5 pasang saraf sakral, dan 1 pasang saraf koksigeal. Selama perkembangan, kolumna vertebra tumbuh sekitar 25 cm lebih panjang daripada medulla spinalis. Karena perbedaan pertumbuhan tersebut, segmen-segmen medulla spinalis yang merupakan pangkal dari saraf-saraf spinal tidak bersatu dengan ruang-ruang antar vertebra yang sesuai. Sebagian besar akar saraf spinalis harus turun bersama medulla spinalis sebelum keluar dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai. Medulla spinalis itu sendiri hanya berjalan sampai setinggi vertebra lumbal pertama atau kedua (setinggi sekitar pinggang), sehingga akar-akar saraf sisanya sangat memanjang untuk dapat keluar dari kolumna vertebralis di lubang yang sesuai. Berkas tebal akar-akar saraf yang memanjang di dalam kanalis vertebralis yang lebih bawah itu dikenal sebagai kauda ekuina (´ekor kuda´) karena penampakannya. Walaupun terdapat variasi regional ringan, anatomi potongan melintang dari medulla spinalis umumnya sama di seluruh panjangnya. Substansia grisea di medulla spinalis membentuk daerah seperti kupu-kupu di bagian dalam dan dikelilingi oleh substansia alba di sebelah luar. Seperti di otak, substansia grisea medulla spinalis terutama terdiri dari badan-badan sel saraf serta dendritnya antarneuron pendek, dan sel-sel glia. Substansia alba tersusun menjadi traktus ( jaras ), yaitu berkas serat-serat saraf (akson-akson dari antarneuron yang panjang ) dengan fungsi serupa. Berkas-berkas itu dikelompokkan menjadi kolumna yang berjalan di sepanjang medulla spinalis. Setiap traktus ini berawal atau berakhir di dalam daerah tertentu di otak, dan masing-masing memiliki kekhususan dalam mengenai informasi yang disampaikannya. Perlu diketahui bahwa di dalam medulla spinalis berbagai jenis sinyal dipisahkan, dengan demikian kerusakan daerah tertentu di medulla spinalis dapat mengganggu sebagian fungsi tetapi fungsi lain tetap utuh. Substansia grisea yang terletak di bagian tengah secara fungsional juga mengalami organisasi. Kanalis sentralis, yang terisi oleh cairan serebrospinal, terletak di tengah substansia grisea. Tiap-tiap belahan substansia grisea dibagi menjadi kornu

dorsalis ( posterior ), kornu ventralis ( anterior ), dan kornu lateralis. Kornu dorsalis mengandung badan-badan sel antarneuron tempat berakhirnya neuron aferen. Kornu ventralis mengandung badan sel neuron motorik eferen yang mempersarafi otot rangka. Serat-serat otonom yang mempersarafi otot jantung dan otot polos serta kelenjar eksokrin berasal dari badan-badan sel yang terletak di tanduk lateralis. Saraf-saraf spinalis berkaitan dengan tiap-tiap sisi medulla spinalis melalui akar spinalis dan akar ventral. Serat-serat aferen membawa sinyal datang masuk ke medulla spinalis melalui akar dorsal; serat-serat eferen membawa sinyal keluar meninggalkan medulla melalui akar ventral. Badan-badan sel untuk neuron-neuronaferen pada setiap tingkat berkelompok bersama di dalam ganglion akar dorsal. Badan-badan sel untuk neuron-neuron eferen berpangkal di substansia grisea dan mengirim akson ke luar melalui akar ventral. Akar ventral dan dorsal di setiap tingkat menyatu membentuk sebuah saraf spinalis yang keluar dari kolumna vertebralis. Sebuah saraf spinalis mengandung serat-serat aferen dan eferen yang berjalan diantara bagian tubuh tertentu dan medulla spinalis spinalis. Sebuah saraf adalah berkas akson neuron perifer, sebagian aferen dan sebagian eferen, yang dibungkus oleh suatu selaput jaringan ikat dan mengikuti jalur yang sama. Sebagaian saraf tidak mengandung sel saraf secara utuh, hanya bagian-bagian akson dari banyak neuron. Tiap-tiap serat di dalam sebuah saraf umumnya tidak memiliki pengaruh satu sama lain. Mereka berjalan bersama untuk kemudahan, seperti banyak sambungan telepon yang berjalan dalam satu kabel, nemun tiap-tiap sambungan telepon dapat bersifat pribadi dan tidak mengganggu atau mempengaruhi sambungan yang lain dalam kabel yang sama. Dalam medulla spinalis lewat dua traktus dengan fungsi tertentu, yaitu traktus desenden dan asenden. Traktus desenden berfungsi membawa sensasi yang bersifat perintah yang akan berlanjut ke perifer. Sedangkan traktus asenden secara umum berfungsi untuk mengantarkan informasi aferen yang dapat atau tidak dapat mencapai kesadaran. Informasi ini dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu : a. informasi eksteroseptif, yang berasal dari luar tubuh, seperti rasa nyeri, suhu, dan raba, dan b. informasi proprioseptif, yang berasal dari dalam tubuh, misalnya otot dan sendi · Traktus desenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari: 1. Traktus kortikospinalis, merupakan lintasan yang berkaitan dengan gerakan-gerakan terlatih, berbatas jelas, volunter, terutama pada bagian distal anggota gerak. 2. Traktus retikulospinalis, dapat mempermudah atau menghambat aktivitas neuron motorik alpha dan gamma pada columna grisea anterior dan karena itu, kemungkinan mempermudah atau menghambat gerakan volunter atau aktivitas refleks. 3. Traktus spinotektalis, berkaitan dengan gerakan-gerakan refleks postural sebagai respon terhadap stimulus verbal. 4. Traktus rubrospinalis bertidak baik pada neuron-neuron motorik alpha dan gamma pada columna grisea anterior dan mempermudah aktivitas otot-otot ekstensor atau otot-otot antigravitasi. 5. Traktus vestibulospinalis, akan mempermudah otot-otot ekstensor, menghambat aktivitas otot-otot fleksor, dan berkaitan dengan aktivitas postural yang berhubungan dengan keseimbangan. 6. Traktus olivospinalis, berperan dalam aktivitas muskuler · Traktus asenden yang melewati medulla spinalis terdiri dari: 1. Kolumna dorsalis, berfungsi dalam membawa sensasi raba, proprioseptif, dan berperan dalam diskriminasi lokasi. 2. Traktus spinotalamikus anterior berfungsi membawa sensasi raba dan tekanan ringan. 3. Traktus spinotalamikus lateral berfungsi membawa sensasi nyeri dan suhu.

Kelompok yang dominan dari tumor medula spinalis adalah metastasis dari proses keganasan di tempat lain. ETIOLOGI Patogenesis dari neoplasma medula spinalis belum diketahui. Pertama.Sel yang rusak secara otomatis diganti dan disingkirkan dari tubuh karena berpotensi menimbulkan penyakit. Jika keseimbangan jumlah antara sel baru dan yang mati terganggu. berdasarkan letak anatomi dari massa tumor. tumor ini dapat menyebabkan disfungsi anggota gerak. B. Astrositoma dan neuroependymoma merupakan jenis yang tersering pada pasien dengan neurofibromatosis tipe 2. bibit tumor tercetus ketika ada semacam masalah dalam pertumbuhan dan pergantian sel di dalam tubuh. yang merupakan kelainan pada kromosom 22. Setiap hari sel mengalami regenerasi. kemungkinan besar tumor akan terjadi. Secara umum. Hal ini mengakibatkan sistem imunitas tubuh akan terganggu. Selanjutnya. Riwayat genetik terlihat sangat berperan dalam peningkatan insiden pada keluarga tertentu atau syndromic group (neurofibromatosis).PENGERTIAN Tumor adalah pertumbuhan abnormal yang terjadi pada suatu jaringan tubuh. Traktus spinoretikularis berfungsi membawa sensasi nyeri yang dalam dan lama. kelumpuhan dan hilangnya sensasi. 5.yang merupakan abnormalitas dari kromosom D. kelompok ini dibagi dari hubungannya dengan selaput menings spinal. tetapi kebanyakan muncul dari pertumbuhan sel normal pada tempat tersebut. jika lesi tumor tumbuh dan menekan medula spinalis. Namun. membentuk massa dalam ruang sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Spinal hemangioblastoma dapat terjadi pada 30% pasien dengan von hippel-lindou syndrome sebelumnya. Ekstra dural Chondroblastoma Chondroma Hemangioma Lipoma Lymphoma Meningioma Metastasis Neuroblastoma Neurofibroma Osteoblastoma Osteochondroma Intradural ekstramedular Ependymoma myxopapillary Epidermoid Lipoma Meningioma Neurofibroma Paraganglioma Schwanoma Intardural intramedular Astrocytoma Ependymoma Ganglioglioma Hemangioblastoma Hemangioma Lipoma Medulloblastoma Neuroblastoma Neurofibroma Oligodendroglioma Teratoma . Tumor medulla spinalis adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna).4. tumor intradural sendiri dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu tumor yang tumbuh pada substansi dari medula spinalis itu sendiri intramedullary tumours serta tumor yang tumbuh pada ruang subarachnoid (extramedullary). dan hanya sedikit ditemukan dalam populasi. Memang tidak mudah mengukur bagaimana tumor dapat timbul di dalam tubuh kita. Tumor medula spinalis dapat dibagi menjadi tiga kelompok. sel baru diproduksi untuk menggantikan sel lain yang telah tidak berfungsi dengan baik. Traktus spinoserebellaris ventralis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan. diklasifikasikan menjadi tumor intradural dan tumor ekstradural. C. Tumor medula spinalis merupakan suatu kelainan yang tidak lazim. KLASIFIKASI Tumor pada medulla spinalis dapat dibagi menjadi tumor primer dan tumor metastasis. traktus spinoserebellaris dorsalis berperan dalam menentukan posisi dan perpindahan.

2. Sindroma Bladder-Rectum . ie = intradural ekstramedular. dan seperti semua tumor pada aksis saraf. Gejala-gejala redikulair : hiperestesi. refleks vasomotor ( pucat kalau kulit ditusuk ). kecuali pada meningioma yang pada umumnya terdapat pada wanita. (SSP). yaitu sebagai berikut . ekstradural atau intrameduler.Osteosarcoma Sarcoma Vertebral hemangioma Table 1 distribusi anatomi dari tumor medulla spinalis berdasarkan gambaran histologisnya Gambar 2. F. ii = intradural intramedular* E. retensio urine. serta ependymoma yang lebih sering pada laki-laki. Peninggian refleks-refleks fisiologi dan timbulnya refleks patologis 6. Sekitar 70% dari tumor intradural merupakan ekstramedular dan 30% merupakan intramedular. Gangguan saraf simphatis . GEJALA-GEJALA KLINIS Tumor-tumor ini umumnya mempunyai gejala-gejala klinis yang hamper kebanyakan sama satu dengan yang lainnya. refleks pilomotor ( merinding ). baik intradural ekstra-medural. ed = ekstradural. inkontinensia urine. nyeri akar Gejala-gejala segmental Gejala-gejala penekanan Disosiasi sensorik ( = sindroma brown-sequard ) terutama pada tumor-tumor ekstradural 5. 1. letak tumor medulla spinalis. Histologi Tumor sel glia Insiden 23 % . Prevalensi pada jenis kelamin tertentu hampir semuanya sama. konstipasi 7. 4. EPIDEMOLOGI Insiden dari semua tumor primer medula spinalis sekitar 10% sampai 19% dari semua tumor primer susunan saraf pusat. insidennya meningkat seiring dengan umur. berkeringat. 3.

Ependymoma merupakan tumor intramedular yang paling sering pada orang dewasa. · Tumor intradural ekstramedular Tumor intradural ekstramedular yang tersering adalah schwanoma. jenis kelamin dan lokasi tersering. distribusi tumor intradural ekstramedular berdasarkan umur. insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan lokasi · Tumor intradural intramedular Tumor intradural intramedular yang tersering adalah ependymoma. tetapi yang tersering pada tiga dekade pertama. distribusi insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan histology Jenis tumor Schwanoma Meningioma Ependymoma Total insiden 53. Sekitar 80% dari . Meningioma menempati kira-kira 25% dari semua tumor spinal. pada usia 40-60 tahun dan tersering pada daerah lumbal.8 : 1. lumbosakral atau pada conus medialis.9% Umur 40-60 tahun 40-60 tahun <> Jenis kelamin > Laki-laki >perempuan Laki-laki=perempuan Lokasi anatomis >lumbal >thorakal >lumbal Tabel 3. namun pada pasien dengan von Hippel-Lindau syndrome (VHLS) biasanya muncul pada dekade awal dan mempunyai tumor yang multipel. tercatat sekitar 90% dari tumor intramedular pada anak-anak dibawah umur 10 tahun. Diperkirakan 60% dari astrositoma spinalis berlokasi di segmen servikal dan servikotorakal. Rasio laki-laki dengan perempuan 1. Diperkirakan 3% dari frekuensi astrositoma pada susunan saraf pusat tumbuh pada medula spinalis. astrositoma dan hemangioblastoma.7 % 31.Ependymoma Astrositoma Schwanoma Meningioma Lesi vascular Chondroma/chondrosarkoma Jenis tumor yang lain 13%-15% 7%-11% 22%-30% 25%-46% 6% 4% 3%-4% Table 2. Dua per tiga dari ependydoma muncul pada daerah lumbosakral.7%) dengan insidensi laki-laki lebih sering dari pada perempuan. Lokasi Insiden Thorakal 50%-55% Lumbal 25%-30% Servikal + Foramen magnum 15%-25% Tabel 4. schwanoma merupakan jenis yang tersering (53. Tumor ini dapat muncul pada semua umur. Tumor ini jarang ditemukan pada segmen torakal. Meningioma merupakan tumor kedua tersering pada kelompok intradural-ekstramedullar tumor. Tumor ini lebih sering didapatkan pada orang dewasa pada usia pertengahan(30-39 tahun) dan lebih jarang terjadi pada usia anak-anak.3% 14. dan meningioma. Rata-rata terdapat pada usia 36 tahun. Hemangioblastoma merupakan tumor vaskular yang tumbuh lambat dengan prevalensi 3% sampai 13% dari semua tumor intramedular medula spinalis. dan sekitar 60% pada remaja. Astrositoma juga merupakan tumor spinal intramedular yang tersering pada usia anak-anak. insidensi ependidoma kira-kira sama dengan astrositoma. Berdasarkan table 3.

Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan kesulitan menulis atau memasang kancing. namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah. Lesi yang terletak jauh didalam medula apinalis mungkin tidak menyerang serabut-serabut yang terletak sperfisial. disatria. G. Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen. Pada umumnya terdapat kelemahan dan artrofi gelang bahu dan lengan. Tumor medulla spinalis dapat menyebabkan gejala lokal dan distal dari segmen spinal yang terkena ( melalui keterlibatan traktus sensorik dan motorik pada medula spinalis. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7.brakhioradialis. mengangkat barang atau bersin) dapat memperburuk nyeri. disfagia. Nyeri umunya dialihkan ke selangkangan. triseps). Keterlibatan tangan pada lesi servikalis bagian atas diduga disebabkn oleh kompresi suplai darah ke kornu anterior melaui arteria spinalis anterior. dan kelemahan ekstremitas. batuk. Kompresi medula spinalis akan mengakibatkan ataksia karena mengganggu sensasi posisi. serta atrofi otot sternokleidomastiodeus dan trapezius. yang mungkin dikacaukan dengan nyeri akibat intrathorakal dan intraabdominal.spinal meningioma terlokasi pada segmen thorakal.IX sampai XI. dan sensasi raba yang masih utuh. Setiap aktivitas yang meningkatkan tekanan intrakranial (misal. GAMBARAN KLINIS Gambaran klinik dari tumor pada aksis spinal tergantung dari fungsi pada daerah anatomis yang terkena. rigiditas nuchal. nistagmus. Juga terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan kaki dan tanda babynski bilateral. refleks perut bagian bawah dan tanda beevor dapat menghilang. · Tumor daerah servikal Lesi daerah servikal menimbulkan gejala sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga melibatkan tangan. Gejala klinik berdasarkan lokasi tumor · Tumor foramen magnum Gejala awal dan tersering adalah nyeri servikalis posterior yang disertai dengan hiperestesi dermatom daerah vertebra servikalis 2 (C2). gaya berjalan spastic. 25% pada daerah servikal. · Tumor daerah lumbosakral Kompresi segmen lumbal bagian atas tidak mempengaruhi refleks perut. dan 2% pada foramen magnum. Gambaran klinik pada tumor medulla spinalis sangat ditentukan oleh lokasi serta posisi pertumbuhan tumor dalam kanalis spinalis. Lesi yang melibatkan lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan . dan hanya menimbulkan disosiaasi sensorik. Gejala lainnya adalah pusing. · Tumor daerah thorakal Penderita lesi daerah thorakal seringkali datang dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dan kemudian mengalami parastesia. C6. kesulitan bernafas. C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas (biseps. 3% pada daerah lumbal. Tingkat gangguan sensorik naik secara berangsur-angsur bersama dengan meningkatnya kompresi.) akibat organisasi anatomik dalam medula spinalis. palsy N. dan melibatkan daerah yang lebih dalam. Tumor servikalis yang lebih rendah ( C5. yaitu sensasi nyeri dan suhu yang hilang. a. Perluasan tumor menyebabkan kuadraplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna. Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. Temuan neurologik tidak selalu timbul tetapi dapat mencakup hiperrefleksia. Pada lesi thorakal bagian bawah. mual dan muntah. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah. maka kompresi lesi-lesi diluar medula spinalis biasanya menimbulkan gejala dibawah tingkat lesi. mengedan.

gastrocnemius. Sensasi raba. Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. gerak.atrofi otot-otot perineum. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Sindrom Brown-Sequard mungkin disebabkan oleh kompresi lateral medula spinalis. batuk. impotensi pada pria dan gangguan sfingter. Perubahan fungsi refleks renggangan otot terjadi kerusakan pada sel-sel kornu anterior. Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi dibawah tingkat lesi merupakan tanda awal kompresi medula spinalis. maka dengan cepat fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali. Kerusakan serabutserabut yang menyilang ini mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral bagian bawah.Sindrom akibat kerusakan separuh medula spenalis ini ditandai dengan tanda-tanda disfungsi traktus kortikospinalis dan kolumna posterior ipsilateral di bawah tingkat lesi. otot perut. dan otot anterior tibialis. kelemahan dan atrofi dari otot-otot termasuk gluteus. kolaps kolumna vertebralis. betis dan kaki. mula-mula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Gejala dan tanda lainnya adalah nyeri tumpul sesuai dengan tinggi lesi. b. Tanda-tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum dan perineum yang kadang-kadang menjalar ke tungkai. nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. Intradural Intramedular Tumor-tumor intramedular tumbuh ke bagian tengah dari medula spinalis dan merusak serabut-serabut yang menyilang serta neuron-neuron substansia grisea. · Lesi Ekstradural Perjalanan klinis yang lazim dari tumor ektradural adalah kompresi cepat akibat invasi tumor pada medula spinalis. Refleks APR mungkin menghilang.. Defisit ini berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat segmen medula spinalis. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer. · Lesi Intradural 1. Refleks lain dapat terpengaruh tergantung letak lesi. Tumor yang terletak anterior dapat menyebabkan defisit sensorik ringan tetapi dapat menyebabkan gangguan motorik yang hebat. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. Begitu timbul gejala kompresi medula spinlis. dan paling berat terjadi pada malam hari. Seperti pada tumor ekstradural. Defisit sensorik mula-mula tidak jelas dan terjadi di bawah tingkat lesi (karena tumpah tindih dermaton). Kelemahan yang disertai atrofi dan fasikulasi disebabkan oleh keterlibatan neuron-neuron motorik bagian bawah. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris. H. Perjalanan klinis tumor berdasarkan letak tumor dalam kanalis spinalis . muncul gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. · Tumor kauda ekuina Lesi dapat menyebabkan nyeri radikular yang dalam. atau perdarahan dari dalam metastasis. yang menambahkan ataksia pada kelemahan. Intradural Ekstramedular Lesi medula spinalis ekstramedular menyebabkan kompresi medula spinalis dan radiks saraf pada segmen yang terkena. 2. Pasien mengeluh nyeri. Radiologi . bersin atau mengedan. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas sensasi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. Tumor pada sisi posterior dapat bermanifestasi sebagai parestesia dan selanjutnya defisit sensorik proprioseptif.

Gambar 3. Apabila terjadi obstruksi dari aliran CSS . Tumor pada pembungkus saraf dapat menyebabkan pembesaran foramen intervertebralis. Alat ini dapat menunjukkan gambaran ruang dan kontras pada struktur medula spinalis dimana gambaran ini tidak dapat dilihat dengan pemeriksaan yang lain. Lesi intramedular menyebabkan pelebaran fokal pada bayangan medula spinalis. gambaran MRI tumor medula spinalis (intradural intramedular) Gambar 4. gambaran MRI tumor intradural ekstramedular b. Lesi intra medular yang memanjang dapat menyebabkan erosi atau tampak berlekuk-lekuk (scalloping) pada bagian posterior korpus vertebra serta pelebaran jarak interpendikular. tumor intradural-ekstramedular memberikan gambaran filling defect yang berbentuk bulat pada pemeriksaan myelogram.CSF Pada pasien dengan tumor spinal. Mielografi selalu digabungkan dengan pemeriksaan CT.Modalitas utama dalam pemeriksaan radiologis untuk mediagnosis semua tipe tumor medula spinalis adalah MRI. pemeriksaan CSS dapat bermanfaat untuk differensial diagnosis ataupun untuk memonitor respon terapi.

myelogram. posisi dan getar umumnya utuh kecuali lesinya besar. dan MRI sangat penting untuk menentukan letak yang tepat. J. CT scan. Sensasi raba. Radiogram akan memperlihatkan pelebaran kanalis vertebralis dan erosi pedikulus.sebagai akibat dari ekspansi tumor. Radiografi spinal dapat memperlihatkan pembesaran foramen dan penipisan pedikulus yang berdekatan. dan paling berat terjadi pada malam hari. Defisit sensasi nyeri dan suhu dengan utuhnya modalitas senssi yang lain dikenal sebagai defisit sensorik yang terdisosiasi. Pada myelogram. sehingga yang paling awal tampak adalah nyeri.hati pada pasien tumor medula spinalis dengan sakit kepala (terjadi peninggian tekasan intrakranial). protein dan glukosa. Punksi lumbal harus dipertimbangkan secara hati. Steroid diberikan dalam dosis tinggi dalam tiga hari dan kemudian dengan cepat menurunkannya. Beberapa diferensial diagnosis meliputi : transverse myelitis. K. kadar glukosa didapatkan rendah dan sitologi yang menunjukkan malignansi. Defisit sensorik berangsur-angsur naik hingga di bawah tingkat segmen medulla spinalis. batuk. kadar proteid CSS hampir selalu meningkat. Myelogram dapat memastikan letak tumor. multiple sklerosis. Adanya xanthocromic CSS dengan tidak terdapatnya eritrosit merupakan karakteristik dari tumor medula spinalis yang menyumbat ruang subarachnoid dan menyebabkan CSS yang statis pada daerah kaudal tekal sac. Tumor ekstradural mempunyai perjalanan klinis berupa fungsi medula spinalis akan hilang sama sekali disertai Kelemahan spastik dan hilangnya sensasi getar dan posisi sendi dibawah tingkat lesi yang berlangsung cepat. Nyeri yang menghebat pada malam hari disebabkan oleh traksi pada radiks saraf yang sakit. yaitu sewaktu tulang belakang memanjang setelah hilangnya efek pemendekan dari gravitasi. seperti Dexamethasone ( decadrone ) adalah mengatur pengontrolan edema pada medulla spinalis. Jika nyeri akut dan hasil dari metastasis tumor. tampak pembesaran medulla spinalis. I. Seperti pada tumor ekstradural. Pemeriksaan CSS meliputi pemeriksaan sel-sel malignan (sitologi). nyeri diperberat oleh traksi oleh gerakan. . Kerusakan serabut-serabut yang menyilang pada substansia grisea mengakibatkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu bilateral yang meluas ke seluruh segmen yang terkena. boleh diberikan analgesik narkotik. Konsentrasi protein yang tinggi serta kadar glukosa dan sitologi yang normal didapatkan pada tumor-tumor medula spinalis. CT scan. DIAGNOSIS BANDING Tumor medula spinalis harus dibedakan dari kelainan-kelainan lainnya pada medula spinalis. pasien dapat menderita hidrosefalus. mula-mula di punggung dan kemudian di sepanjang radiks spinal. Pada tomor ekstramedular. PENGOBATAN Pasien dengan tumor medulla spinal diberikan pengobatan untuk meringankan nyeri dan mengontrol edema. Penanganan nyeri untuk pasien dengan tumor medulla spinalis diberikan analgesik narkotik. yang pada gilirannya akan menyebabkan kerusakan pada kulit perifer. Pada tumor intramedular. Pada pemeriksaan radiogram tulang belakang. bersin atau mengedan. sebagian besar penderita tumor akan memperlihatkan gejala osteoporosis atau kerusakan nyata pada pedikulus dan korpus vertebra. Seperti pada tumor ekstradural. dan MRI. gejala yang mendominasi adalah kompresi serabut saraf spinalis. Pada tumor ekstramedular. Steroid. DIAGNOSIS Diagnosis tumor medula spinalis diambil berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisis serta penunjang. walaupun apabila telah menyebar ke selaput otak. gerak.

Diferensial diagnosis antara syringomielia dan tumor intramedular sangat rumit. dengan tujuan mengangkat tumor seluruhnya. Osteoarthritis dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. terdapat peningkatan protein CSS yang sangat berarti.syringomielia. serta dapat menyelamatkan dan memperbaiki fungsi neurologik. adanya fasikulasi. Pada pengamatan kurang lebih 8. Spondilosis servikal. Tumor jinak pada medulla spinalis mempunyai ciri khas berupa pertumbuhan yang lambat namun progresif selama bertahun-tahun. Pembedahan Pembedahan sejak dulu merupakan terapi utama pada tumor medulla spinalis. karena kista intramedular pada umumnya berhubungan dengan tumor tersebut.5 bulan. · Terapi yang dapat dilakukan pada tumor medulla spinalis adalah : a. Multiple sklerosis dapat dibedakan dari tumor medula spinalis dari sifatnya yang mempunyai masa remisi dan relaps. Sebaliknya. rupture diskus intervertebralis. dan atrofi pada otot-otot kaki. 40% pada astrositoma dan 100% pada hemangioblastoma. Tumor dapat disingkirkan apabila didapatkan fungsi sensorik yang normal. Tumor-tumor yang mempunyai pola pertumbuhan yang cepat dan agresif secara histologist dan tidak secara total di hilangkan melalui operasi dapat diterapi dengan terapi radiasi post operasi. anomali pada vertebra servikal dan dasar tengkorak. dengan atau tanpa nyeri. seperti karsinoma metastasis atau limfoma. Tarapi radiasi juga digunakan pada reseksi tumor yang inkomplit yang dilakukan pada daerah yang terkena. seperti platybasia atau klippel-feil syndrome dapat didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi. Pembedahan juga merupakan penatalaksanaan terpilih untuk tumor ekstramedular. Anomali pada daerah servikal atau pada dasar tengkorak. syphilis. radiculitis cauda ekuina. b. akan terasa nyeri yang menjalar selama bertahun-tahun sebelum tumor ini menunjukkan gejala-gejala lainnya yang dikenali dan didiagnosis sebagai tumor. Kombinasi antara atrofi otot-otot lengan dan kelemahan spastic pada kaki pada ALS mungkin dapat membingungkan kita dengan tumor servikal. mayoritas pasien terbebas secara keseluruhan dari gejala dan dapat beraktifitas kembali. arthritis hipertopik. Terapi radiasi Tujuan dari terapi radiasi pada penatalaksanaan tumor medulla spinalis adalah untuk memperbaiki kontrol lokal. dan anomaly vascular. Kebanyakan tumor intraduralekstramedular dapat direseksi secara total dengan gangguan neurologis yang minimal atau bahkan tidak ada post operatif. Apabila sebuah neurofibroma tumbuh pada radiks dorsalis. Pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal. . dengan atau tanpa rupture diskus intervertebralis dapat menyebabkan gejala iritasi serabut saraf dan kompresi medulla spinalis. onset yang tiba-tiba dengan defisit neurologis yang berat. Transverse myelitis akut dapat menyebabkan pembesaran korda spinalis yang mungkin hampir sama dengan tumor intramedular. spondilosis.amyotropik lateral sklerosis (ALS). TERAPI Penatalaksanaan untuk sebagian besar tumor baik intramedular maupun ekstramedular adalah dengan pembedahan. Pengangkatan yang lengkap dan defisit minimal post operasi. adhesive arachnoiditis. Gejala klinis yang disebabkan oleh lesi yang multiple serta adanya oligoklonal CSS merujuk pada multiple sklerosis. aman dan merupakan pilihan yang efektif. Pada arakhnoiditis. hampir selalu mengindikasikan suatu tumor ekstradural malignan. dapat mencapai 90% pada ependymoma. L. Kadang kadang arakhnoiditis dapat memasuki sirkulasi dalam medulla spinalis yang dapat menunjukkan gejala seperti lesi langsung pada medulla spinalis.

Walaupun steroid dapat menurunkan edema vasogenik.c. Gerakan dada diobservasi untuk pernafasan simetri dan abdominal dan dada diauskultasi untuk bunyi nafas abnormal. kecepatan gejala yang timbul dan asala mula tumor. obat-obatan ini tidak dapat menanggulangi gejala akibat kondisi tersebut. Pasien dikaji terhadap kemungkinan masalah paru. Kortikosteroid intravena dengan dosis tinggi dapat meningkatkan fungsi neurologis untuk sementara tetapi pengobatan ini tidak dilakukan untuk jangkawaktu yang lama. Selain itu ausluktasi bising usus . PROGNOSIS Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. Ajarkan dan demonstrasikan latihan nafas dalam sebelum operasi · Penatalaksanaan pembedahan Tekhnik bedah mikro meningkatkan prognosis pengobatan melalui pembedahan pada tumor intra medular. Nafas dalam dan batuk dianjurkan Area diatas kandung kemih pasien dipalpasi untuk mengetahui adanya retensi urine. kekuatannya dan sensasi. Jika pasien mengalami kompresi medulla spinalis epidural yang disebabkan metastase kanker ( dari payudara. kaki dan batang tubuh untuk menentukan jika terjadi kehilangan rasa dan juga tingkatannya. Riwayat penggunaan aspirin yang diberikan dan dilaporkan karena penggunaan aspirin dapat menimbulkan masalah-masalah hemostasis setelah operasi. Jika tumor didaerah servikalis maka ada kemungkinan gangguan pernafasan pasca operasi. Tanda vital dipantau dengan teratur. M. Prognosis dihubungkan dengan derajat kerusakan neurologik pada saat dibedah. Modalitas pengobatan lain mencakup pengangkatan sebagian tumor dekompresi medulla spinalis. Pasien juga dievaluasi terhadap adanya defisiensi koagulasi. Penggunaan steroid dalam jangka waktu lama dapat menyababkan ulkus gaster. PENATALAKSANAAN · Penatalaksanaan pra.operasi Pasien dipantau untuk adanya penyimpangan status neurologi. Dilakukan pemeriksaan neurologik dengan penekanan pada gerakan tangan dan kaki. Gangguan fungsi urinarius biasanya menimbulkan dekompensasi yang berarti terhadap medulla spinalis. Fungsi neurologis setelah pembedahan sangat bergantung pada status pre operatif pasien. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya sawar darah otak yang membatasi masuknya agen kemotaksis pada CSS. Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama. Pembedahan radikal mungkin dilakukan pada kasus-kasus ini. Fungsi sensori dikaji dengan mencubit kulit tangan. terutama pada tumor servikal. kejang dan gangguan sensori atau sfingter. kemoterapi dan terapi radiasi. Kemoterapi Penatalaksanaan farmakologi pada tumor intramedular hanya mempunyai sedikit manfaat.operasi Pasien dikaji terhadap adanya kelemahan. prostat atau paru-paru ) maka kombinasi deksametason dosis tinggi dengan terapi radiasi efektif dalam mengurangi nyeri. Asupan dan pengeluaran tetap dicatat. hiperglikemia dan penekanan system imun dengan resiko cushing symdrome dikemudian hari. · Penatalaksanaan Pasca. Awitan tiba-tiba defisit neurologik dapat terjadi dikarenakan adanya kolaps vertebral yang dihubungkan dengan infrak medulla spinalis. Prognosis semakin buruk seiring meningkatnya umur (>60 tahun) N. Regimen kemoterapi hanya meunjukkan angka keberhasilan yang kecil pada terapi tumor medulla spinalis.

rileks. tunjukkan sikap tak menilai. rasa takut. Bantal ditempatkan dinatara lutut pasien pada posisi berbaring miring dan hindari lutut fleksi berlebihan Balutan yang kotor dapat mengindikasikan adanya kebocoran CSS.nyeri adalah tanda dari metastasis spinal. dan anjurkan pilihan sesuai kebutuhan . Ansietas berhubungan dengan keganasan tumor medulla spinalis Konstipasi berhubungan dengan efek kompensasi dari medulla spinalis Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan ekstremitas Nyeri akut berhubungan dengan kompresi saraf spinal Disfungsi seksual berhubungan dengan efek komprersi medulla spinal Retensi urinarius berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal P. memberikan informasi yang diperlukan. 1. pertahankan bahu dan pinggul tetap sejajar. Pertahankan situasi yang tenang. kesalahan konsepsi. Pasien dibalik posisinya sebagai satu kesatuan. Pasien dengan keterlibatan ridiks sensori atau kolaps vertebra dapat mengalmi nyari hebat dan memerlukan penatalaksanaan yang efektif Tempat tidur biasanya dipertahankan datar. Pungggung dipertahankan lurus. sikap. menurunkan ansietas pasien dan meningkatkan kemampuan untuk mengasimilasi informasi y Anjurkan orang terdekat atau keluarga pasien untuk ikut berperan serta dalam perawatan pasien Rasional : memberikan motivasi agar pasien tidak ansietas y Berikan kesempatan untuk pasien mengungkapkan perasaan dan beban yang dirasakannya.Medikasi nyeri yang diresepkan harus diberikan dalam jumlah adekuat dan pada interval yang tepat untuk meredakan nyeri dan mencegah kekambuhannya. adalah . O. dan kesenjangan pengetahuan tentang tumor y Berikan informasi yang jelas dan akurat tentang tumor medulla spinal Rasional : Membantu penilaian diagnosa tumor. Posisi berbaring miring biasanya paling nyaman karena ini menghindari tekanan pada luka. Adanya kebocoran CSS dari sisi pembedahan dapat menimbulkan infeksi serius atau reaksi radang disekitar jaringan yang dapat menyebabkan nyeri hebat dalam periode pasca operasi. dan mendengarkan dengan penuh perhatian. 4. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan tumor medulla spinal. INTERVENSI 1. Ansietas berhubungan dengan keganasan tumor medulla spinalis y Tentukan persepsi pasien tentang tumor dan pengobatan tumor . 3. tanyakan tentang pengalaman pasien sendiri/sebelumnya atau pemgalaman orang lain yang mempunyai ( pernah mengalami ) kanker Rasional : Membantu identifikasi ide. Identifikasi sistem pendukung pasien dan mekanisme koping. 2. 5. 6.

masalah mengenai penyembuhan Rasional : Memberikan kesempatan untuk mengkaji persepsi informasi yang salah dari pasien dan memberikan jalan dalam pemecehan masalah yang diharapkan 2. kematian. catat lokasi dan karakteristiknya Rasional : Bising usus mungkin tidak ada selama syok spinal. meningkatkan mobilisasi sendi dan mencegah kontraktur. kehilangan fungsi.Rasional : Pengungkapan perasaan secara terbuka memudahkan rasa percaya dan membantu mengurangi ansietas. Konstipasi berhubungan dengan efek kompensasi dari medulla spinalis y Auskultasi bising usus. karakteristik dan jumlah feses Rasional : Mengidentifikasikan derajat gangguan/ disfungsi dan intervensi selanjutnya y Anjurkan pasien untuk makan makanan yang sehat dan berserat. memberikan kesempatan untuk berperan serta / melakukan upaya maksimal . suppsitoria. y Diskusikan adanya perubahan citra diri. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan ekstremitas y Kaji secara teratur fungsi motorik Rasional : Mengevakuasi keadaan secara khusus dan menentukan intervensi y Bantu atau lakukan latihan ROM pada semua ekstremitas dan sendi secara teratur ( periodik ) Rasional : Meningkatkan sirkulasi. enema. Hilangnya bising menandakan adanya paralitik ileus y Observasi adanya distensi abdomen jika bising usus tidak ada atau berkurang Rasional : Hilangnya peristaltic ( karena gangguan saraf ) melumpuhkan usus. mempertahankan tonus otot dan mobilisasi sebi. membuat ditensi ileus dan usus y Catat frekuensi. pemasukan cairan yang lebih banyak Rasional : Meningkatkan konsistensi feses untuk dapat melewati usus dengan mudah y Berikan obat Laksatif. pelunak feses Rasional : Menstimulasi peristaltic dan pengeluaran feses secara rutin 3. atropi otot y Anjurkan pasien untuk berperan srrta dalam aktivitas sesuai dengan kemampuan / intoleransi Rasional : mencegah kelelahan. ketakutan akan kehilangan kemampuan yang menetap.

misalnya perubahan posisi. Nyeri akut berhubungan dengan kompresi saraf spinal y Kaji terhadap adanya nyeri misalnya lokasi. Memendam perasaan ini ssecara negatif mempengaruhi hubungan . kompres hangat atau dingin sesuai indikasi Rasional : Menurunkan spasme otot dan menurunkan penekanan pada bagian tubuh tertentu y Berikan posisi senyaman mungkin ( berbaring miring ) Rasional : Menghindari tekanan pada medulla spinalis y Ajarkan tekhnik relaksasi atau visualisasi Rasional : Memfokuskan perhatian pasien. membantu menurunkan tegangan otot dan meningkatkan proses penyembuhan y Batasi aktivitas selama fase akut sesuai dengan kebutuhan Rasional : Menurunkan gerak yang dapat menghilangkan spasme otot dan menurunkan tekanan pada struktur sekitar discus intervertebralis yang terkena y Kolaborasi pemberian obat analgesic Rasional : Membantu menghilangkan nyeri dan meningkatkan istirahat 5.y Ganti posisi secara periodik Rasional : Mengurangi tekanan pada salah satu area dan meningkatkan sirkulasi perifer 4. masase. tipe dan intensitas nyeri Rasional : Membantu menentukan pilihan intervensi dan evaluasi terhadap terapi y Berikan tindakan kenyamanan. Disfungsi seksual berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal y Lakukan pembahasan mengenai masalah yang berhubungan dengan fungsi seksual dan seksualitas Rasional : Banyak pasien enggan untuk mendiskusikan masalah seksual dengan melakukan menunjukkan empati dan perhatian anda y Berikan informasi akurat tentang efek tumor medulla spinalis terhadap fungsi seksual Rasional : Informasi akurat dapat mencegah harapan yang salah atau memberikan harapan yang nyata dengan tepat y Tekankan kembali tentang pentingnya diskusi terbuka diantara pasangan seksual Rasional : Kedua pasangan mengalami rasa takut dan masalah tentang aktivitas seksual.

ekstremitas dingin dan pucat. Retensi urine. Distensi abdomen. Melena. hipotensi postural. mencegah infeksi dan pembentukan batu · Mulailah latihan kandung kemih bila diperlukan Rasional : Meningkatkan kemampuan pengeluaran urine DASAR DATA PENGKAJIAN PASIEN TUMOR MEDULLA SPINALIS AKTIVITAS / ISTIRAHAT Tanda : Kelumpuhan otot ( terjadi kelemahan selama syok spinal ) pada / dibawah lesi Kelemahan umum / kelemahan otot ( trauma dan adanya kompresi saraf ) SIRKULASI Gejala : Berdebar-debar.y Jelaskan bagaimana pasien dan pasangan dapat menggunakan bermain peran untuk mengungkapkan masalah tentang seksual secara terbuka Rasional : Bermain peran membantu individu dapat pandangan dengan menempatkan dirinya sendiri pada posisi orang lain dan memungkinkan pengungkapkan secara spontan tentang rasa takut dan masalah y Rujuk pasien dan pasangan pada profesional kesehatan seksual dan mental bersertifikat. bila diinginkan Rasional : Masalah seksual tertentu memerlukan terapi berkelanjutan. Hilangnya keringat pada daerah yang terkena. Bandingkan pengeluaran urine dan pemasukan cairan Rasional : Mengidentifikasi fungsi kandung kemih · Palpasi adanya distensi kandung kemih dan abserpasi pengeluaran urine Rasional : Ketidakmampuan berhubungan dengan hilangnya kontraksi kandung kemih untuk merilekskan springter urinarius · Anjurkan pasien untuk minum atau masukan cairan ( 2 ± 4 liter/hari ) Rasional : Membantu mempertahankan fungsi ginjal. Peristaltik usus hilang. ELIMINASI Tanda : Inkontinensia defekasi dan berkemih. pusing saat melakukan perubahan posisi atau bergerak Tanda : Hiopotensi. Retensi urinarius berhubungan dengan efek kompresi medulla spinal · Kaji pola berkemih seperti frekuensi dan jumlahnya. bradikardi. 6. emesis berwarna seperti kopitanah / hematemesis .

cemas. sianosis. membentuk massa dalam ruang sumsum tulang belakang (medulla spinalis). marah Tanda : Takut. ptosis. periode apnea. KEAMANAN Gejala : Suhu yang berfluktuasi ( suhu tubuh ini diambil dalam suhu kamar ).INTEGRITAS EGO Gejala : Menyangkal. pucat. tumor ini dapat menyebabkan disfungsi anggota gerak. gelisah. hilangnya keringat dari bagian tubuh yang terkena karena pengaruh tumor medulla spinal NYERI / KENYAMANAN Gejala : Nyeri / nyeri tekan otot. Kehilangan sensasi ( derajat bervariai dapat kembali normal setelah syok spinal sembuh ) Kehilangan tonus otot / vasomotor Kehilangan refleks / refleks asimetris termasuk tendon dalam.Tumor medula spinalis merupakan suatu kelainan yang tidak lazim. SEKSUALITAS Gejala : Keinginan untuk kembali seperti fungsi normal Tanda : Ereksi tidak terkendali ( priapisme ) menstruasi tidak teratur. Paralisis flaksid / spastisitas dapat terjadi saat syok spnal teratasi.sulit bernafas Tanda : Pernafasan dangkal / labored. kelemahan ( kejang dapat berkembang saat terjadi perubahan pada syok spinal ). KESIMPULAN Tumor medulla spinalis adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna). Namun. postur. dan hanya sedikit ditemukan dalam populasi. BAB III PENUTUP A. kelumpuhan dan hilangnya sensasi. peristaltik usus hilang ( ileus Paralitik ) HIGIENE Tanda : Sangat ketergantungan dalam melakukan aktivitas sehari-hari ( bervariasi ) NEUROSENSORI Gejala : Kebas. raa terbakar pada lengan / kaki. manarik diri MAKANAN / CAIRAN Tanda : Mengalami distensi abdomen. jika lesi tumor tumbuh dan menekan medula spinalis. ronchi. PERNAFASAN Gejala : Nafas pendek. Perubahan reaksi pupil. sedih. tergantung pada area spinal yang sakit Tanda : Kelumpuhan. kesemutan. ³lapar udara´. tidak percaya. hiperestesia tepat diatas daerah tumor Tanda : Mengalami deformitas. nyeri tekan vertebral. . penurunan bunyi nafas.

Lynda Juall. Dipikirkan menderita tumor medulla spinalis bila didapat adanya gangguan cerebral umum yang bersifat progresif. Adril Arsyad Hakim. B. Jakarta : EGC Satyanegara. kecepatan tumbuhnya. H. Missouri C. Medical surgical nursing critical thinking in client care third edition. 2002. 2000. Jakarta Doenges. Sp BS (K). Keperawatan Medical Bedah Volume 3 edisi 8. adanya gejala tekanan tinggi intrakranial dan adanya gejala sindrom otak yang spesifik. kecepatan terjadi tekanan tinggi intrakranial dan efek masa tumor ke jaringan otak.google. Permasalahan serta Penanggulangan Tumor Otak dan Sumsum Tulang Belakang . DAFTAR PUSTAKA Lemone. Posted by marwah chu under Medulla spinalis | Comment( 0) | 15 Mei Malaria Bumil . karena gejala yang timbul ditentukan pula oleh lokasi tumor. 2001. Dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Pemeriksaan radiologi. Jakarta : EGC www.Smeltzer. Sp S. Suzanne.Tumor medulla spinalis termasuk penyakit yang sulit terdiagnosa secara dini. dalam hal ini CT Scan berperan dalam diagnosa tumor medulla spinalis. SARAN Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis sendiri.com http : Prof. Diagnosa keperawatan edisi 8. 2000. dr. Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3. Priscilla. sedang diagnosa pasti tumor medulla spinalis benigna atau maligna dengan pemeriksaan patologi-anatomi. 2006. Ilmu Bedah Saraf edisi kedua. Jakarta : EGC Carpenito. Marilynn. Secara klinis sukar membedakan antara tumor medulla spinalis yang benigna atau yang maligna.

Pada janin menyebabkan abortus. Infeksi malaria pada wanita hamil sangat mudah terjadi karena adanya perubahan sistim imunitas ibu selama kehamilan. Infeksi ini dapat menyerang semua masyarakat. malaria serebral. Di Indonesia penyakit malaria masih merupakan penyakit infeksi utama di kawasan Indonesia bagian Timur. termasuk Indonesia.BAB I PENDAHULUAN 1. persalinan prematur. . baik imunitas seluler maupun imunitas humoral. gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian. berat badan lahir rendah. Latar Belakang Infeksi malaria sampai saat ini masih merupakan problem klinik di negara-negara berkembang terutama negara yang beriklim tropis. karena dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. edema paru. Pada ibu menyebabkan anemi. dan kematian janin. Infeksi malaria pada kehamilan sangat merugikan baik bagi ibu dan janin yang dikandungnya. termasuk golongan yang paling rentan seperti wanita hamil. serta diduga juga akibat peningkatan horman kortisol pada wanita selama kehamilan.

yaitu sekitar 9% dari kasus rawat inap di rumah sakit. disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium yang ditandai dengan demam. sedangkan menurut ahli lain malaria adalah penyakit infeksi parasit yang . perlu dipahami bahwa wanita hamil membutuhkan perhatian ketat bila terjangkit infeksi malaria selama periode kehamilan. 2. anemia dan pembesaran limpa.Kejadian infeksi malaria di berbagai daerah sampai saat ini masih cukup tinggi. Tujuan Makalah ini dibuat dengan tujuan: · Mengetahui dan mempelajari tentang Keperawatan Maternitas tentang Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Malaria · Memenuhi tugas Keperawatan Maternitas. · Agar makalah ini bermanfaat bagi orang lain BAB II Asuhan Keperawatan Ibu Hamil dengan Malaria A. persalinan maupun nifas. Pengertian Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat akut maupun kronik. Berdasarkan hal tersebut.

Plasmodium ovale ( P. vivax menyebabkan malaria tertiana. suatu protozoa darah yang termasuk dalam phyllum Apicomplexa. Etiologi Malaria disebabkan parasit malaria. P. Plasmodium malariae ( P. Empat spesies Plasmodium penyebab malaria pada manusia adalah : 1. Plasmodium falciparum ( P. kelas Sporozoa.falciparum menyebabkan malaria tropika. ordo Eucoccidides. subkelas Coccidiida. dengan gejala demam. splenomegali yang dapat berlangsung akut ataupun kronik B. Ovale ) 4. anemia. Vivax ) 3. P. genus Plasmodium4. Spesies terkhir ini paling berbahaya karena malaria yang ditimbulkan .ovale menyebabkan malaria ovale.disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual didalam darah. subordo Haemosporidiidea. Falciparum ) 2. Malariae ) Penularan manusia dapat dilakukan oleh nyamuk betina dari tribus anopheles. Selain itu juga dapat ditularkan secara langsung melalui transfusi darah atau jarum suntik yang tercemar serta ibu hamil kepada bayinya .malaria merupakan penyebab malaria kuartana. menggigil. sedangkan P. Plasmodium vivax ( P. P. famili Plasmodiidae.

000 sampai 30.000 merozoit hati. Hipnozoit tersebut dapat tinggal di dalam sel hati selama berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. sebagian tropozoit hati tidak langsung berkembang menjadi skizon. sehingga menimbulkan berbagai komplikasi di dalam organ-organ tubuh.dapat menjadi berat. C. Setelah itu sporozoit akan masuk ke dalam sel hati dan menjadi tropozoit hati. Hal ini disebabkan dalam waktu singkat dapat menyerang eritrosit dalam jumlah besar. Siklus pada manusia Pada waktu nyamuk anopheles infektif menghisap darah manusia.vivax dan P.ovale. yaitu manusia dan nyamuk anopheles betina. Merozoit yang berasal dari skizon hati yang pecah akan masuk ke dalam peredaran darah dan . Siklus ini disebut siklus eksoeritrositer yang berlangsung selama lebih kurang 2 minggu. Pada suatu saat bila imunitas tubuh menurun. sporozoit yang berada dalam kelenjar liur nyamuk akan masuk ke dalam peredaran darah selama lebih kurang 30 menit. Pada P. 1. akan menjadi aktif sehingga dapat menimbulkan relaps ( kambuh ) . Siklus Hidup Plasmodium Parasit malaria memerlukan dua hospes untuk siklus hidupnya. Kemudian berkembang menjadi skizon hati yang terdiri dari 10. tetapi ada yang menjadi bentuk dorman yang disebut hipnozoit.

menginfeksi sel darah merah. Di dalam sel darah merah, parasit tersebut berkembang dari stadium tropozoit sampai skizon ( 8 sampai 30 merozoit ). Proses perkembangan aseksual ini disebut skizogoni. Selanjutnya eritrosit yang terinfeksi (skizon) pecah dan merozoit yang keluar akan menginfeksi sel darah merah lainnya. Siklus ini disebut siklus eritrositer. Setelah 2 sampai 3 siklus skizogoni darah, sebagian merozoit yang menginfeksi sel darah merah dan membentuk stadium seksual yaitu gametosit jantan dan betina. 2. Siklus pada nyamuk anopheles betina

Apabila nyamuk anopheles betina menghisap darah yang mengandung gametosit, di dalam tubuh nyamuk, gamet jantan dan betina melakukan pembuahan menjadi zigot. Zigot berkembang menjadi ookinet kemudian menembus dinding lambung nyamuk. Pada dinding luar lambung nyamuk ookinet akan menjadi ookista dan selanjutnya menjadi sporozoit. Sporozoit

ini akan bersifat infektif dan siap ditularkan ke manusia. Masa inkubasi adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai timbulnya gejala klinis yang ditandai dengan demam. Masa inkubasi bervariasi tergantung spesies Plasmodium. Masa prepaten adalah rentang waktu sejak sporozoit masuk sampai parasit dapat dideteksi dalam darah dengan pemeriksaan mikroskopik. Tabel 1. Masa inkubasi penyakit malaria. Plasmodium Masa inkubasi ( hari ) P. falciparum 9 - 14 ( 12 ) P.vivax 12 - 17 ( 15 ) P.ovale 16 - 18 ( 17 ) P. malariae 18 - 40 ( 28 ) Gambar.1Siklus Hidup Plasmodium3. D. Patologi malaria Sporozoit pada fase eksoeritrosit bermultiplikasi dalam sel hepar tanpa menyebabkan reaksi inflamasi, kemudian merozoit yang dihasilkan menginfeksi eritrosit yang merupakan proses patologi dari penyakit malaria. Infeksi eritrosit ini mengakibatkan 250 juta kasus malaria dan 2 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia 5.Proses terjadinya patologi malaria serebral yang merupakan salah satu dari

malaria berat adalah terjadinya perdarahan dan nekrosis sekitar venula dan kapiler. Kapiler dipenuhi leukosit dan monosit, terjadi sumbatan pembuluh darah oleh roset eritrosit yang terinfeksi 5,10. E. Epidemiologi Pada dasarnya setiap orang dapat terkena malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin lebih berkaitan dengan perbedaan derajat kekebalan karena variasi keterpaparan gigitan nyamuk. Beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang dapat terinfeksi malaria adalah :
1.

Ras atau suku bangsa

Prevalensi Hemoglobin S ( HbS ) pada penduduk Afrika cukup tinggi sehingga lebih tahan terhadap infeksi P.falciparum karena HbS menghambat perkembangbiakan P.falciparum.
2.

Kurangnya enzim tertentu

Kurangnya enzim Glukosa 6 Phospat Dehidrogenase ( G6PD ) memberikan perlindungan terhadap infeksi P.falciparum yang berat. Defisiensi enzim G6PD ini merupakan penyakit genetik dengan manifestasi utama pada wanita.

3. Kekebalan pada malaria terjadi apabila tubuh mampu menghancurkan Plasmodium yang masuk atau menghalangi perkembangbiakannya. F. Immunopatologi A. Respon Imun Terhadap Infeksi Malaria Selama Kehamilan Respon imun spesifik terdiri dari imunitas seluler oleh limfosit T dan imunitas humoral oleh limfosit B. Limfosit T dibedakan menjadi limfosit T helper ( CD4+ ) dan sitotoksik ( CD8+ ) sedangkan berdasarkan sitokin yang dihasilkannya dibedakan menjadi subset Th-1 ( menghasilkan IFN-dan TNF- ) dan subset Th-2 ( menghasilkan IL-4, IL-5, IL-6, IL10 ). Sitokin tersebut berperan mengaktifkan imunitas humoral. CD4+ berfungsi sebagai regulator dengan membantu produksi antibodi dan aktivasi fagosit lain sedangkan CD8+ berperan sebagai efektor langsung untuk fagositosis parasit dan menghambat perkembangan parasit dengan menghasilkan IFN-. Epitop-epitop antigen parasit akan berikatan dengan reseptor limfosit B yang berperan sebagai sel penyaji antigen kepada sel limfosit T dalam hal ini CD4+. Selanjutnya sel T akan berdiferensiasi menjadi sel Th-1 dan Th-2. Sel Th-2 akan menghasilkan IL-4 dan IL-5 yang memacu pembentukan Ig oleh limfosit B. Ig

B. Peranan Sitokin Pada Infeksi Malaria Antigen-antigen parasit merupakan pemicu pelepasan zat-zat tertentu dari sel-sel pertahanan tubuh yang disebut sitokin. Hal tersebut berhubungan dengan supresi sistim imun baik humoral maupun seluler selama kehamilan sehubungan dengan keberadaan fetus sebagai "benda asing" di dalam tubuh ibu.yang mengaktifkan komponen imunitas seluler seperti makrofag dan monosit serta sel NK. IL-1 dan IL-6 sedangkan . Supresi sistim imun selama kehamilan berhubungan dengan keadaan hormonal. Sel Th-1 menghasilkan IFN-dan TNF. Konsentrasi eritrosit yang terinfeksi parasit banyak ditemukan di plasenta sehingga diduga respon imun terhadap parasit di bagian tersebut mengalami supresi.tersebut juga meningkatkan kemampuan fagositosis makrofag. Konsentrasi hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan berefek menghambat aktifasi limfosit T terhadap stimulasi antigen. Sitokin dihasilkan oleh makrofag atau monosit dan limfosit T. Sitokin yang dihasilkan oleh makrofag adalah TNF. Selain itu efek imunosupresi kortisol juga berperan dalam menghambat respon imun. Wanita hamil memiliki risiko terserang malaria falciparum lebih sering dan lebih beratdibandingkan wanita tidak hamil.

adhesi dan migrasi kemotaktik. TNF. IFN-. ekspresi reseptor permukaan seperti reseptor Fc dan integrin. IL-4.menginduksi terjadinya perubahan pada netrofil yaitu pelepasan enzim lisosomal. TNF. IL-12. sitokin diduga juga berperan menyebabkan gangguan dalam kehamilan.berfungsi memacu pembentukan TNF. IL10 dan IL-12 Sitokin yang diduga banyak berperan pada mekanisme patologi dari malaria adalah TNF (tumor necrosis factor). IL-8. Selanjutnya terjadi peningkatan daya adheren sel netrofil terhadap berbagai substrat dan sel sehingga daya bunuh netrofil terhadap parasit meningkat. IL-1 bekerja sinergis dengan TNFsedangkan IL-6 memacu produksi Ig oleh sel limfosit B dan memacu proliferasi dan deferensiasi sel limfosit T. IL-6. Pada wanita hamil yang .limfosit T menghasilkan TNF-.juga meningkatkan ekspresi molekul adhesi seperti ICAM1 dan CD36 pada sel-sel endotel kapiler sehingga meningkatkan sitoadheren eritrosit yang terinfeksi parasit. Peningkatan sitoadheren tersebut meningkatkan risiko malaria serebral. IFN.dan meningkatkan sintesis prostaglandin. Selain itu TNFjuga memacu pembentukan sitokin lain seperti Il-1.dan juga meningkatkan daya bunuh netrofil. IFN. Selain berperan pada mekanisme patologi malaria.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa selain kenaikan TNF-. selama kehamilan juga didapatkan peningkatan IL-6. Pada infeksi aktif. Kadar TNFplasenta yang tinggi akan memacu proses penempelan eritrosit berparasit pada kapiler plasenta dan selanjutnya akan menimbulkan gangguan aliran darah plasenta dan akhirnya gangguan nutrisi fetus. Bila proses berlanjut dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan fetus sehingga bayi yang dilahirkan memiliki berat badan rendah. plasenta . IL-1 dan IL-8 yang sangat nyata pada jaringan plasenta dibandingkan wanita hamil yang tidak menderita malaria.plasenta diduga dapat menyebabkan kelahiran prematur. eritrosit berparasit dijumpai di plasenta sisi maternal dari sirkulasi tetapi tidak di sisi fetal. Sitokin-sitokin tersebut terutama dihasilkan oleh makrofag hemozoin yang terdapat di plasenta. G. Il-2 dan IL-4. Histopatologi Pada wanita hamil yang terinfeksi malaria. Telah dijelaskan bahwa kadar TNF. IL-1 dan IL-8.menderita malaria terdapat kenaikan TNF-. Selain itu peningkatan sintesis prostaglandin seiring dengan peningkatan konsentrasi TNF. kecuali pada penyakit plasenta.yang tinggi dapat meningkatkan sitoadheren eritrosit yang terinfeksi parasit terhadap sel-sel endotel kapiler.

Gejala Klinis Gejala utama infeksi malaria adalah demam yang diduga berhubungan dengan proses skizogoni ( pecahnya merozoit/ skizon ) dan terbentuknya sitokin . Terjadi nekrosis sinsitiotrofoblas. simpul sinsitial (syncitial knotting). nekrosis fibrinoid. maka aliran darah plasenta akan berkurang dan ini dapat menyebabkan abortus. monosit mengandung pigmen. kehilangan mikrovilli dan penebalan membrana basalis trofoblas akan menyebabkan aliran darah ke janin berkurang dan akan terjadi gangguan nutrisi pada janin. Bila villi plasenta dan sinus venosum mengalami kongesti dan terisi eritrosit berparasit dan makrofag. H. pengurusan mikrovilli fokal menahun. lahir mati ataupun berat badan lahir rendah. infiltrasi mononuklear. kerusakan trofoblas dan penebalan membrana basalis trofoblas. lahir prematur. Lesi bermakna yang ditemukan adalah penebalan membrana basalis trofoblas.terlihat hitam atau abu-abu dan sinusoid padat dengan eritrosit terinfeksi. Secara histologis ditandai oleh sel eritrosit berparasit dan pigmen malaria dalam ruang intervilli plasenta.

Gambaran karakteristik dari malaria ialah demam periodik. Sering terdapat gejala prodromal seperti malaise. Stable transmission / transmisi stabil.dan atau toksin lainnya. epidemik atau non-endemik ( contoh : Asia Tenggara dan Amerika Selatan ) . sakit kepala. anoreksi dan diare ringan.Orang-orang di daerah ini terus-menerus terpapar malaria karena sering menerima gigitan nyamuk infektif setiap bulannya . Wanita hamil ( semi-imun ) di daerah transmisi stabil/ endemik tinggi akan mengalami: . anemi dan splenomegali.Kekebalan terhadap malaria terbentuk secara signifikan 2. Pada daerah hiperendemik sering ditemukan penderita dengan parasitemia tanpa gejala demam. Unstable transmission / transmisi tidak stabil. sedangkan kekebalan terhadap malaria lebih banyak ditentukan dari tingkat transmisi malaria tempat wanita hamil tinggal/ berasal. atau endemik( contoh : Afrika Sub-Sahara ) . yang dibagi menjadi 2 golongan besar : 1. nyeri pada tulang/otot.Orang-orang di daerah ini jarang terpapar malaria dan hanya menerima rata-rata < 1 gigitan nyamuk infektif/tahun.Namun sebenarnya efek klinik malaria pada ibu hamil lebih tergantung pada tingkat kekebalan ibu hamil terhadap penyakit itu.

Peningkatan parasite rate ( pada primigravida di Afrika parasite rate pada wanita hamil meningkat 3040% dibandingkan wanita tidak hamil ) . kelahiran prematur dan kematian perinatal. I.Menyebabkan efek klinis lebih sedikit. kematian janin. DIAGNOSIS MALARIA DIAGNOSIS KLINIS ( Tanpa Pemeriksaan Laboratorium ) 1. kehamilan akan meningkatkan risiko penyakit maternal berat. Anemi tersebut dapat memburuk sehingga menyebabkan akibat serius bagi ibu dan janin.Peningkatan kepadatan ( densitas ) parasitemi perifer . kecuali efek anemi maternal sebagai komplikasi utama yang sering terjadi pada primigravida. Ibu hamil yang menderita malaria berat di daerah ini memiliki risiko fatal lebih dari 10 kali dibandingkan ibu tidak hamil yang menderita malaria berat di daerah yang sama. Malaria klinis berat / dengan komplikasi y Malaria ringan / tanpa komplikasi Pada anamnesis : . Sebaliknya di daerah tidak stabil/nonendemik/endemik rendah yang sebagian besar populasinya merupakan orang-orang non-imun terhadap malaria.. Malaria klinis ringan / tanpa komplikasi 2.

Oleh karena itu pengenalan tanda-tanda dan ..Suhu > 37. yang memerlukan penanganan segera dan intensif. y Malaria berat Malaria berat / severe malaria / complicated malaria adalah bentuk malaria falsiparum serius dan berbahaya.Dapat ditemukan anemi . dapat juga disertai gejala lain/gejala khas setempat. seperti lemas.dan diare. gejala klasik di atas tidak timbul berurutan.5oC . mialgia. demam ( 2-6 jam ).Riwayat tinggal di daerah malaria . pada penderita yang telah mempunyai imunitas terhadap malaria.Adanya riwayat perjalanan ke daerah endemis malaria dalam 2 minggu terakhir .Riwayat pernah mendapat pengobatan malaria Pada pemeriksaan fisik : .Gejala klasik malaria khas terdiri dari 3 stadia yang berurutan. sakit kepala. sakit perut. yaitu menggigil ( 15 60 menit ).Dapat ditemukan pembesaran limpa . berkeringat ( 2-4 jam ) Di daerah endemis malaria. dengan / tanpa gejala-gejala lain . Selain gejala klasik di atas. mual/muntah.Harus dicurigai malaria pada seseorang yang berasal dari daerah endemis malaria dengan demam akut dalam segala bentuk. bahkan tidak semua gejala tersebut dapat ditemukan.

Udem paru / ARDS 5. Kolaps sirkulasi. Ht < 15 % ) 3. 6. Kejang umum berulang ( > 3 kali/24 jam ) 9. Hal ini menyebabkan pemeriksaan laboratorium sangat dibutuhkan untuk menambah kekuatan diagnosis. hipotensi ( sistolik < 70 mmHg pada dewasa dan < 50 mmHg pada anak-anak ). Perdarahan abnormal dan gangguan pembekuan darah. elektrolit dan asam-basa. Hipoglikemi ( kadar gula darah < 40 mg% ) 4. ensefalitis. . dll. Gangguan keseimbangan cairan. algid malaria dan septikemia. Gagal ginjal akut ( ARF ) 7. Beberapa penyakit penting yang mirip dengan malaria berat adalah meningitis. demam tifoid. Asidosis metabolik 10. 11. Gangguan kesadaran sampai koma ( malaria serebral ) 2. yaitu : 1. WHO mendefinisikan Malaria berat sebagai ditemukannya P. syok. septikemi. infeksi viral. Jaundice ( bilirubin > 3 mg% ) 8. Anemi berat ( Hb < 5 g%.gejala-gejala malaria berat sangat penting bagi unit pelayanan kesehatan untuk menurunkan mortalitas malaria. falciparum bentuk aseksual dengan satu atau beberapa komplikasi/manifestasi klinik berat.

misal : demam .Darah maternal . DIAGNOSIS MALARIA PADA KEHAMILAN Malaria pada kehamilan dipastikan dengan ditemukannya parasit malaria di dalam: . Hiperparasitemi 15. Hiperpireksi ( suhu > 40oC ) Malaria falsiparum tanpa komplikasi ( uncomplicated ) dapat menjadi berat (complicated) jika tidak diobati secara dini dan semestinya. Kelemahan yang sangat ( severe prostration ) 14. sehingga : . . Hemoglobinuri 13. J.Malaria ringan tanpa komplikasi ( uncomplicated malaria ) dengan demam tinggi.Malaria berat ( complicated malaria ) dengan risiko tinggi pada ibu dan janin ( maternal mortality rate 20-50 % dan sering fatal bagi janin ).Darah plasenta / melalui biopsi. Sedangkan gambaran klinik malaria pada wanita di daerah endemik sering tidak jelas.Tidak dapat didiagnosis klinik .Tidak menimbulkan gejala.12. Gambaran klinik malaria pada wanita non-imun ( di daerah non-endemik ) bervariasi dari: . mereka biasanya memiliki kekebalan yang semi-imun.

Metode diagnostik yang lain adalah deteksi antigen HRP II dari parasit dengan metode Dipstick test. DIAGNOSIS LABORATORIUM ( dengan Pemeriksaan Sediaan Darah ) Pemeriksaan mikroskopikmasih merupakan yang terpentingpada penyakit malaria karena selain dapat mengidentifikasi jenis plasmodium secara tepat sekaligus juga dapat menghitung jumlah parasit sehingga derajat parasitemi dapat diketahui.Tera immuno enzimatik ( ELISA ) Adapun pemeriksaan genetika dan biomolekuler yang dapat dilakukan adalah dengan mendeteksi DNA .Tera radio immunologik ( RIA ) .Pemeriksaan Fluoresensi Quantitative Buffy Coat ( QBC ) Sedangkan pemeriksaan sediaan darah ( SD ) tebal dan tipis di puskesmas/lapangan/rumah sakit digunakan untuk menentukan nilai ambang parasit dan mengetahui kepadatan parasit (terutama penderita rawat inap) pada sediaan darah.Pewarnaan Giemsa pada sediaan apusan darah untuk melihat parasit .K. Pemeriksaan dengan mikroskop: . seperti: . selain itu dapat pula dilakukan uji immunoserologis yang lain.Pewarnaan Acridin Orange untuk melihat eritrosit yang terinfeksi .

dalam hal ini urutan nukleotida parasit yang spesifik. vivax kronik menunjukkan adanya penyebab immunopatologik. Di daerah yang tidak mempunyai sarana laboratorium dan tenaga mikroskopis. PENGARUH MALARIA TERHADAP IBU HAMIL 1. falciparum dapat terjadi anemi berat karena semua umur eritrosit dapat diserang. Anemia Infeksi malaria akan menyebabkan lisis sel darah merah yang mengandung parasit sehingga akan menyebabkan anemi. Jenis anemi yang ditemukan adalah hemolitik normokrom. . diagnosis malaria ditegakkan hanya berdasarkan pemeriksaan klinis ( anamnesis dan pemeriksaan fisik ) tanpa pemeriksaan laboratorium.parasit. Pada infeksi P. L. melalui pemeriksaan Reaksi Rantai Polimerase ( PCR ). vivax tidak terjadi destruksi darah yang berat karena hanya retikulosit yang diserang. Eritrosit berparasit maupun tidak berparasit mengalami hemolisis karena fragilitas osmotik meningkat. Pada infeksi P. Anemi berat pada infeksi P. Selain itu juga dapat disebabkan peningkatan autohemolisis baik pada eritrosit berparasit maupun tidak berparasit sehingga masa hidup eritrosit menjadi lebih singkat dan anemi lebih cepat terjadi.

3. falciparum. Hal ini akan menyebabkan disfungsi mikrosirkulasi paru. Pada infeksi P. berwarna merah tua dan konsistensi keras dengan bercak perdarahan.Malaria pada kehamilan dapat menyebabkan anemi berat terutama di daerah endemis dan merupakan penyebab mortalitas penting. Edema pulmonum Pada infeksi P. protein dan diapedesis eritrosit. hal ini akan memperberat keadaan anoksi. 2. Anemi hemolitik dan megaloblastik pada kehamilan mungkin akibat sebab nutrisional atau parasit terutama sekali pada wanita primipara. pneumonia merupakan komplikasi yang sering dan umumnya akibat aspirasi atau bakteremia yang menyebar dari tempat infeksi lain. . Gangguan perfusi organ akan meningkatan permeabilitas kapiler sehingga terjadi edema interstitial. Gambaran makroskopik paru berupa reaksi edematik. falciparum sering dijumpai hipotensi ortostatik. Sistem sirkulasi Bila terjadi blokade kapiler oleh eritrosit berparasit maka akan terjadi anoksi jaringan terutama di otak. Kerusakan endotel kapiler sering terjadi pada malaria falciparum yang berat karena terjadi peningkatan permeabilitas cairan. Kegagalan lebih lanjut aliran darah ke jaringan dan organ disebabkan vasokonstriksi arteri kecil dan dilatasi kapiler.

Gambaran mikroskopik tergantung derajat parasitemi pada saat meninggal. Hipoglikemi Pada wanita hamil umumnya terjadi perubahan metabolisme karbohidrat yang menyebabkan kecenderungan hipoglikemi terutama saat trimester terakhir. malaria serebral. hipoglikemi dapat juga terjadi pada penderita malaria yang diberi kina secara intravena. Selain itu. fenomena alergi. Pada orang dewasa hipoglikemi sering berhubungan dengan pengobatan kina. hipotensi. asidosis dan uremia. Terdapat gambaran hemozoin dalam makrofag pada septa alveoli. 4. Di samping faktor tersebut. sedangkan pada anak-anak . Alveoli menunjukkan gambaran hemoragik disertai penebalan septa alveoli dan penekanan dinding alveoli serta infiltrasi sel radang. kehamilan. terapi cairan yang berlebihan bersamaan dengan gangguan fungsi kapiler alveoli. disfungsi berat mikrosirkulasi. tingkat parasitemi yang tinggi. sel darah merah yang terinfeksi memerlukan glukosa 75 kali lebih banyak daripada sel darah normal. Hipoglikemi karena kebutuhan metabolik parasit yang meningkat menyebabkan habisnya cadangan glikogen hati. Edema paru dapat terjadi karena beberapa sebab yaitu peningkatan permeabilitas vaskuler sekunder terhadap emboli dan DIC.

Juga ditemukan nekrosis sinsisial dan proliferasi sel-sel sitotrofoblas. Hipoglikemi sering terjadi pada wanita hamil khususnya pada primipara. Malaria serebral Malaria serebral merupakan ensefalopati simetrik pada infeksi P. Mortalitas hipoglikemi pada malaria berat di Minahasa adalah 45%.sering disebabkan penyakit itu sendiri. Gejala hipoglikemi juga dapat terjadi karena sekresi adrenalin yang berlebihan dan disfungsi susunan saraf pusat. 5. Gangguan elektrolit Rasio natrium/kalium di eritrosit dan otot meningkat dan pada beberapa kasus terjadi peningkatan kalium plasma pada saat lisis berat. Infeksi plasenta Pada penelitian terhadap plasenta wanita hamil yang terinfeksi berat oleh falciparum ditemukan banyak timbunan eritrosit yang terinfeksi parasit dan monosit yang berisi pigmen di daerah intervilli. lebih baik daripada Irian Jaya sebesar 75%. falciparum dan memiliki mortalitas 20- . 7. Hiponatremi sering ditemukan pada penderita sakit berat dan karena ginjal terlibat dapat terjadi peningkatan serum kreatinin dan BUN. 6. Adanya kelainan plasenta dengan penimbunan pigmen tetapi tidak ditemukan parasit menunjukkan adanya infeksi yang sudah sembuh atau inaktif. Rasio natrium/kalium urin sering terbalik.

Pada anak-anak sekitar 10% terjadi sekuele neurologik. . Serangan sangat mendadak walaupun biasanya didahului oleh episode demam malaria. edema serebral dan menginduksi respon radang pada dan di sekitar pembuluh darah serebral. Sejumlah mekanisme patofisiologi ditemukan antara lain obstruksi mekanis pembuluh darah serebral akibat berkurangnya kemampuan deformabilitas eritrosit berparasit atau akibat adhesi eritrosit berparasit pada endotel vaskuler yang akan melepaskan faktorfaktor toksik dan akhirnya menyebabkan permeabilitas vaskuler meningkat. sawar darah otak rusak. Maluku dan Irian Jaya. Kematian janin dalam kandungan Kematian janin intrauterin dapat terjadi akibat hiperpireksi. Sulawesi Utara. Kematian dapat terjadi dalam beberapa jam.5% sedangkan di RSUP Manado 50%.50%. Malaria serebral sering dijumpai pada daerah endemik seperti Jawa Tengah (Jepara ). M. Akan tetapi banyak dari mereka yang selamat mengalami penyembuhan sempurna dalam beberapa hari. anemi berat. PENGARUH MALARIA PADA JANIN 1. penimbunan parasit di dalam plasenta yang menyebabkan gangguan sirkulasi ataupun akibat infeksi transplasental. Di Sulawesi Utara mortalitasnya 30.

Malaria plasenta Plasenta mempunyai fungsi sebagai barier protektif dari berbagai kelainan yang terdapat dalam darah ibu sehingga parasit malaria akan ditemukan di plasenta bagian maternal dan hanya dapat masuk ke sirkulasi janin bila terdapat kerusakan plasenta misalnya pada persalinan sehingga terjadi malaria kongenital. Beberapa hal yang menyebabkan persalinan prematur adalah febris. Persalinan prematur Umumnya terjadi sewaktu atau tidak lama setelah serangan malaria. dehidrasi. Berat badan lahir rendah Penderita malaria biasanya menderita anemi sehingga akan menyebabkan gangguan sirkulasi nutrisi pada janin dan berakibat terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. 3. 5. hal ini mungkin karena plasenta merupakan tempat parasit bermultiplikasi. Abortus Abortus pada usia kehamilan trimester I lebih sering terjadi karena demam tinggi sedangkan abortus pada usia trimester II disebabkan oleh anemia berat. asidosis atau infeksi plasenta. 4. Prevalensi malaria plasenta biasanya ditemukan lebih tinggi daripada malaria pada sediaan darah tepi wanita hamil.2. Diagnosis malaria plasenta ditegakkan dengan menemukan parasit malaria dalam sel darah merah atau pigmen .

sinusoid padat dengan eritrosit terinfeksi. Malaria kongenital Gejala klinik malaria kongenital antara lain iritabilitas. lahir mati. eritrosit terinfeksi pada sisi maternal dan tidak pada sisi fetal kecuali pada beberapa penyakit plasenta. Gambaran histologik infeksi aktif berupa plasenta yang bewarna hitam/abu-abu. Tampak pigmen hemozoin dalam ruang intervilli dan makrofag disertai infiltrasi sel radang. Parasit malaria ditemukan pada darah perifer bayi dalam 48 jam . pembesaran hati dan limpa ( hepatosplenomegali ) dan anemia tanpa retikulositosis dan tanpa ikterus. Dapat terjadi simpul sinsitial disertai nekrosis fibrinoid dan kerusakan serta penebalan membrana basalis trofoblas. True Congenital Malaria( acquired during pregnancy ) Pada malaria kongenital ini sudah terjadi kerusakan plasenta sebelum bayi dilahirkan. Infeksi P.malaria dalam monosit pada sediaan darah yang diambil dari plasenta bagian maternal atau darah tali pusat. Malaria kongenital dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: a. partus prematur. falciparum sering mengakibatkan anemi maternal. 6. abortus. demam. BBLR serta kematian maternal. tidak mau menyusu.

False Congenital Malaria( acquired during labor ) Malaria kongenital ini paling banyak dilaporkan dan terjadi karena pelepasan plasenta diikuti transmisi parasit malaria ke janin. hipoglikemi. ANC teratur adalah dasar keberhasilan penatalaksanaan malaria dalam kehamilan. anemi.setelah lahir dan gejalanya ditemukan pada saat lahir atau 1-2 hari setelah lahir. Gejala-gejalanya muncul 3-5 minggu setelah bayi lahir. PENANGANAN MALARIA PADA KEHAMILAN y Pengontrolan Malaria Pengontrolan malaria dalam kehamilan tergantung derajat transmisi. Kemoprofilaksis 3. pertumbuhan janin terhambat. abortus. N. yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan termasuk penyuluhan tentang malaria dan dampaknya ( malaria serebral. b. termasuk anemia berat 4. prematuritas. Diagnosis dan pengobatan malaria ringan dan anemia ringan sampai moderat 2. . Pendidikan kesehatan dan kunjungan yang teratur untuk ante natal care ( ANC ). berdasarkan gabungan hal-hal di bawah ini : 1. Penatalaksanaan komplikasi malaria berat. edema paru.

Bukan malaria berat c. Pemeriksaan hemoglobin dan parasitologi malaria setiap bulan. Puskesmas dan Rumah Sakit ). Pada daerah non resisten klorokuin : .Memantau kesehatan ibu dan janin. 8. .Ibu hamil non-imun diberi Klorokuin 2 tablet atau minggu dari pertama datang atau setelah sakit sampai masa nifas . serta kemajuan kehamilan . 6. Pemberian tablet besi dan asam folat serta imunisasi TT lengkap. misal : pemakaian kelambu.kematian janin dalam rahim. Gejala klinis malaria tanpa komplikasi b. Perlindungan pribadi untuk mencegah kontak dengan vektor.Diagnosis dan pengobatan yang tepat ( tepat waktu ) . Kriteria rawat jalan a. dll ) pada kehamilan di semua lini kesehatan ( Posyandu.Memberikan ibu suplai obat untuk kemoprofilaksis 5. Pustu. 7. Pada daerah resisten klorokuin semua ibu hamil baik non imun maupun semi imun diberi SP pada trimester II dan III awal Penanganan Malaria di Puskesmas dan Rumah Sakit 1.Ibu hamil semi imun diberi sulfadoksin-pirimetamin ( SP ) pada trimester II dan III awal 9. Parasitemia < 5% .

maraknya binatang peliharaan. iritan. Kehadiran dermatitis atopi terkadang juga menyebabkan masalah psikologis yang cukup besar. Salah satu dermatitis yang sering mendapat perhatian khusus adalah dermatitis atopi. Gejala umum dermatitis atopi yang sering dijumpai adalah rasa gatal yang hebat. mengingat angka kejadiannya yang cenderung terus meningkat dan dampaknya yang berakibat pada kualitas hidup pasien maupun keluarganya. Padahal dengan menggaruk justru akan menambah gambaran klinis bahkan dapat memperparah . Disamping itu dermatitis atopi juga sangat jelas faktor herediternya. Penyakit ini secara khas timbul pada orang ± orang dengan riwayat atopi dalam keluarga ataupun atopi pada orang itu sendiri. Gejala klinis malaria dengan komplikasi b. 2007 by farmakoterapi-info| 4 Comments Cara Aman Penggunaan Kortikosteroid Topikal pada Dermatitis Atopi Anak (Yuda Kristama ± 078115073) Dermatitis merupakan masalah kulit yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari ± hari.2. Parasitemia > 5% Cara Aman Penggunaan Kortikosteroid Topikal pada Dermatitis Atopi Anak Posted on December 31. Lima puluh persen kasus penderita dermatitis atopi pada anak dapat menghilang saat remaja. kejadian dermatitis atopi pada anak di negara maju adalah satu berbanding sepuluh dan angka ini terus meningkat. Seperti ditulis Barnetson RSC dan Rogers M dalam British Medical Journal. dan bulu binatang. Peningkatan disebabkan diantaranya oleh tingginya tingkat polusi udara. Beberapa faktor yang dapat mencetuskan terjadinya atopi di antaranya adalah alergen inhalan dan ingestan. Atopi sendiri diartikan sebagai kelainan dasar genetik yang ditandai oleh kecenderungan individu untuk membentuk antibodi berupa imunoglobulin E (IgE) spesifik bila berhadapan dengan alergen yang umum dijumpai. Secara sederhana dermatitis atopi dapat dipahami sebagai suatu kondisi inflamasi dari kulit yang tidak diketahui penyebabnya dan secara primer terjadi pada bayi dan anak-anak. dan banyaknya jenis makanan yang beredar. usia tua saat hamil. Malaria berat c. Bahkan apabila gejala yang muncul cukup parah dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. namun dapat juga menetap atau bahkan baru terjadi pada usia dewasa. serta intoleransi. serbuk rumput. Kebanyakan dermatitis atopi terjadi pada anak karena alergi terhadap debu rumah. Kritera rawat tinggal a.

Berbagai faktor dapat memicu dematitis atopi. maka peran alergen makanan akan digantikan oleh alergen hirup. Diantara obat ± obat tersebut kortikosteroid topikal menjadi pilihan utama untuk dermatitis atopi karena merupakan imunosupressan yang kuat dan sebagai anti inflamasi. infeksi dsb). Kekuatan kortikosteroid yang dipilih harus memperhatikan pada keparahan gejala dan lokasi lesi. Semakin tinggi potensinya. kosmetik. Walaupun berbagai cara pengobatan dasar telah digunakan masih banyak kasus tertentu yang memerlukan pengobatan khusus. dsb. Tujuanya untuk menghidari adanya potensi efek samping yang dimungkinkan muncul. Patogenesis dermatitis atopi sampai saat ini belum diketahui secara pasti sehingga belum ada pengobatan yang dapat memberikan kesembuhan total pada penderita. yang dikenal sebagai dematitis atopi tipe intrinsik. dan daerah lipatan tubuh. menghindari zat iritatif (deterjen. antibiotik. disertai inflamasi dan eksudasi yang dapat kambuh sewaktu ± waktu. Keberhasilan pengobatan dermatitis atopi memerlukan pendekatan sistematik dan menyeluruh. dan stress. tetapi tidak selalu dijumpai korelasi dengan kondisi klinisnya. keringat. Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan melakukan identifikasi dan eliminasi faktor pencetus seperti menggunting kuku. antara lain alergen makanan. Selain itu juga kulit menjadi kering dan menebal (likenifikasi). Secara umum. Yang menjadi sasaran terapi pada penderita ini adalah inflamasi kulit (lesi dermatitis atopi) beserta tanda dan gejala penyakit yang muncul. tetapi lebih menggambarkan bahwa pasien telah tersensitasi terhadapnya. Strategi terapi untuk penatalaksanaan penyakit ini meliputi terapi non farmakologi dan terapi secara farmakologi. alergen makanan lebih berperan pada dermatitis atopi usia dini. Sedangkan penatalaksanaan terapi ini ditujukan untuk mengurangi dan mengatasi inflamasi beserta tanda dan gejala penyakit yang menyertainya seperti kekeringan kulit. alergen hirup. berbagai bahan iritan. dan yang tak kalah penting yaitu mengidentifikasi sekaligus mengeliminasi faktor pencetus. gatal ± gatal. Untuk daerah ± daerah tersebut obat yang secara umum direkomendasikan merupakan obat dengan potensi ringan. semakin besar pula kemungkinan terjadi efek samping. tidak selalu menyatakan alergen tersebut sebagai pemicu dermatitis atopi. . cukup dengan emolient untuk menghindari kulit kering dan proses inflamasi.keadaan dengan kemungkinan timbulnya infeksi sekunder. Meski pada pasien dermatitis atopi kerap dijumpai peningkatan IgE spesifik terhadap kedua jenis alergen ini. Hasil tes positif terhadap suatu alergen. Penggunaan steroid topikal ini juga hanya ditekankan pada daerah lesi dermatitis atopi saja sedangkan pada kulit yang tidak terlibat. memang terdapat sekitar 20% penderita dermatitis atopi tanpa peningkatan IgE spesifik. akan tetapi seberapa besar peran alergen makanan dan alergen hirup ini masih kontroversial. Untuk terapi farmakologi dapat dilakukan dengan memberikan obat seperti kortikosteroid topikal. debu. Sebagai contoh pemakaian kortikosteroid topikal dengan potensi kuat harus dihindarkan dari daerah wajah. Disamping itu juga untuk mencegah/mengurangi kekambuhan. Selain itu. genitalia. stres. anti gatal.). Saat ini penatalaksanaan dermatitis atopi memerlukan pendekatan secara sistemik dan multidimensional. kortikosteroid topikal cukup aman. Penggunaan steroid topikal yang bersifat anti-inflamasi merupakan dasar terapi untuk pengobatan lesi ± lesi dermatitis atopi dan bila digunakan sesuai anjuran. sinar matahari dan beberapa alergen spesifik (makanan. Dalam perkembangannya seiring dengan penambahan usia. dan krim hidrasi kulit.

Terdapat 7 golongan kortikosteroid berdasarkan potensinya yang tentunya juga mempunyai potensi efek samping yang berbeda pada penggunaannya.25%/0.064% krim. lotion.127% krim Methylprednisolone 0. 0.03% salep Fluocinolone acetonide 0. 0.1% krim.05% krim.025% krim Betamethasone valerate 0. salep 0. gel. salep.05% krim.25%/0. cair 0.25% krim caproate Fluocortolone pivalate/ 0.25% salep fluocortolone caproate Fluticasone propionate 0. Steroid potensi sedang dapat digunakan untuk periode yang lebih lama dan ditujukan penggunaannya untuk lesi di badan dan ekstremitas. tidak untuk wajah dan daerah lipatan. solution Betamethasone valerate 0. aplikasi kulit 1 ± 2 x/hari kepala 0. 05% krim.3% salep berlemak Difluocortolone valerate 0. salep.05% gel.05% krim. solution Desoximetasone 0. salep aceponate Mometasone furoate 0.025% krim Fluocinolone acetonide 0.1% krim Beclometasone dipropionate 0. salep Difluocortolone valerate 0.25% krim Potensi Sedang Alclometasone dipropionate 0. Untuk potensi obat yang sangat kuat maka hanya untuk digunakan dalam waktu yang sangat singkat dan hanya pada lokasi yang mengalami penebalan (likenifikasi) berat.1% krim.025% krim Betamethasone dipropionate 0.2% krim Fluocinolone acetonide 0.025% krim. gel.0125% krim Fluocinonide 0. salep 0. salep Fluocortolone/ fluocortolone 0.1% krim.025% krim. POTENSI KORTIKOSTEROID TOPIKAL Nama Potensi Sangat Tinggi Clobetasol Propionate Konsentrasi dan Bentuk Sediaan Dosis Halcinonide Potensi Tinggi Amcinonide 0.1% krim. lotion Prednicarbate 0. salep. salep berlemak.01% krim. salep Clobetasone butyrate 0. salep. salep. salep 0. salep berlemak. solution 2 ± 3 x/hari 2 -3 x/hari 2 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 2x/ hari 1 ± 3 x/hari 2 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 3 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 ± 2 x/hari 1 x/hari 1 ± 2 x/hari 2 ± 3 x/hari Sampai 4 x/hari .1% krim.005% krim 0. terutama jika digunakan dalam jangka panjang.05% krim. salep Fluclorolone acetonide 0.05% krim.005% salep Hydrocortisone aceponate 0.

dapat pula dipertimbangkan obat-obatan oral. Indonesia.05% krim. Maret 2002 menyoroti kekhawatiran tentang potensi membahayakan efek samping steroid lokal yang digunakan untuk mengatasi masalah kulit anak. 2006. Selain obat-obatan topikal. 0. 2000. Dalam studi Fase IV. gel. salep 2. meliputi penipisan kulit yang dapat membaik dengan penghentian obat.Desonide Fluprednidene acetate Triamcinolone acetonide Potensi Rendah Hydrocortisone Hydrocortisone acetate 0.02% krim 0. edisi 6.5% krim.1% krim. Rata-rata kulit tubuh luar yang diterapi mencapai 64% tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan. 0. salep. Sedangkan efek sistemiknya dapat berupa penyerapan melalui kulit yang dapat menyebabkan supresi sumbu pituitari ± adrenal. Untuk daerah telapak tangan dan kaki dapat diberikan lebih sering. gangguan pertumbuhan dan Sindroma Cushing. Info Master. Semua anak mengalami dermatitis atopi dari tingkat moderat hingga berat dan menimpa 35% atau lebih kulit tubuh mereka. dermatitisnya menjadi tidak stabil.5% krim 2 x/hari 2 x/hari 2 ± 3x/hari 2 ± 3 x/hari 2 ± 3 x/hari Dalam aplikasinya sebagian besar obat sebaiknya diberikan 1 ± 2 x/hari. Penggunaan kortikosteroid topikal dengan potensi sangat tinggi hanya direkomendasikan selama 1 ± 2 minggu (paling lama 3 minggu) kemudian beralih ke potensi yang lebih ringan seiring dengan perbaikan kondisi dan emolient untuk mencapai hidrasi kulit.05% dua kali sehari selama 3 hingga 4 minggu. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi.2% krim. lotion 0. lotion 0. salep. Dalam prakteknya kortikosteroid topikal dengan potensi rendah jarang menimbulkan efek samping begitu pula dengan potensi sedang dan tinggi juga jarang menimbulkan masalah jika digunakan kurang dari 3 bulan. Steroid oral digunakan sebagai pilihan terakhir dan sebisa mungkin dihindari karena efek rebound yang parah saat penghentian obat. Karenanya anak-anak ini harus diobati dengan adekuat. Departemen Kesehatan RI. 1% lotion.05% terbukti aman untuk berbagai masalah kulit meski dipakai dalam jangka waktu lebih dari 4 minggu pada anak usia mulai 3 bulan. perburukan kondisi infeksi. dermatitis kontak. krim 2. Dermatitis atopi berat merupakan kondisi yang serius yang dapat menurunkan kualitas hidup anak. . Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of the American Academy of Dermatology. solution 0.1% krim. Efek Samping yang mungkin terjadi selama pemakaian kortikosteroid dan senantiasa harus dikendalikan adalah efek lokal. serta efek samping jangka panjang yang cukup besar. Sebaiknya obat dengan potensi sangat tinggi tidak digunakan untuk anak di bawah 1 tahun. jerawat pada tempat pemberian. Anonim. dan hipopigmentasi reversibel. yaitu. Jakarta. Friedlander dkk menggunakan fluticasone topikal untuk mengatasi dermatitis pada anak. Fluticasone propionate krim 0. sebanyak 51 anak berusia antara 3 bulan hingga 6 tahun menerima terapi dengan krim fluticasone propionate. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Pustaka Anonim.5% krim 1% krim.

Amiruddin M D. Amiruddin M D.T. 2005. Asthma & Immunology. Serangan atonik.L. Li. 26 No. tonik. (partial seizure) dimana jenis kejang ini melibatkan sebagian kecil daerah di otak. tonik-klonik. Volume 93. Tipe serangan klonik adalah campuran gelombang cepat dan lambat dengan hilangnya ketegangan dan ketegapan sikap diikuti klonik bilateral. and Bernstein. Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUH.. D. klonik. dan serangan kejang merata (generalized seizure) dimana jenis ini melibatkan seluruh otak sejak otak aktif. Makassar : LkiS Yogyakarta.4 juta kasus setiap tahunnya. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Penggunaan Carbamazepine pada Pasien Pediatri Yosepha Henny Ermawati 078115072 Epilepsi adalah suatu gangguan pada susunan saraf pusat yang timbul secara spontan dalam episode singkat dengan gejala utama kesadaran menurun sampai hilang dan biasanya disertai kejang (konvulsi).Ciri serangan tipe klonik adalah aktivitas cepat.I. voltase rendah atau irama cepat.A. Data WHO menunjukkan bahwa lebih dari 50 juta penderita epilepsi di seluruh dunia dimana 85% dari total penderita hidup di negara berkembang. Beberapa kejadian seperti trauma fisik (benturan atau memar) pada otak. Ilmu Penyakit Kulit. J. Dermatitis Atopi dan Penanganannya. Kejang yang dialami oleh pasien epilepsi disebabkan adanya perubahan aktivitas syaraf yang berupa pelepasan muatan listrik secara berlebihan. New York : Marcel Dekker Inc. Setengah dari total kasus epilepsi telah diderita semenjak pasien masih anak-anak atau remaja. Leung. berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen ke otak. dan salah satunya adalah Indonesia. 1 Januari-Maret 2005. Penderita epilepsi selalu bertambah setiap tahunnya dan diperkirakan pertambahan 2.Y. Serangan epilepsi pada dasarnya dibedakan menjadi dua. Perubahan anatomis dan biokimiawi ini yang nantinya akan menyebabkan perubahan aktivitas syaraf yang kemudian menyebabkan kejang. sclerosis jaringan otak dipercaya sebagai penyebab terjadinya perubahan anatomis (meliputi bentuk dan struktur) dan perubahan biokimiawi pada sel-sel atau lingkungan sekitarnya. September. dan unilateral adalah tipe serangan epilepsi generalized seizure yang sering terjadi pada anak-anak. Annals Of Allergy. Penatalaksanaan Dermatitis Atopik.M. Jurnal Med Nus Vol.. Nicklas. Penyebab epilepsi yang sering dialami oleh pasien anak adalah karena . 4 Comments Posted in Sistem Integumen Penggunaan Carbamazepine pada Pasien Pediatri Posted on December 31. 2004. R. yaitu serangan kejang sebagian. 2003 : 297-312. pendesakan karena tumor.

Ada banyak pertimbangan dalam memilih obat yang sesuai untuk pasien epilepsi. dan menghambat aktivitas eksitatori (glutamatergik).bawaan lahir. dan faktor keluarga. Kontraindikasi Carbamazepine dikontraindikasikan untuk pasien yang hipersensitivitas terhadap carbamazepine. dalam terapi dengan inhibitor MAO selama 14 hari. kejang tonik-klonik (grand mal). Tujuan terapinya adalah aktivitas listrik syaraf yang berlebihan. Terapi secara non farmakologi dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi (pada pasien pediatric disarankan untuk melakukan diet ketogenik). trauma. temporal lobe). ketidakseimbangan neuro chemical. Jika kejang yang terjadi semakin parah maka dosis ditingkatkan hingga mencapai dosis terapi maksimum. kecenderungan genetik. Unlabelled use: mengobati schizophrenia resisten. maka digunakan politerapi. Penggantian dengan obat antiepilepsi yang baru harus dilakukan monitoring. pembedahan syaraf. Beberapa anak yang mendapatkan pengobatan dengan antiepilepsi dilaporkan mengalami kesulitan untuk berbicara. pola hidup. Sasaran terapi untuk penderita epilepsi dengan mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan mencegah keparahan penyakit. kehamilan. inflamasi yang didapat. Strategi dalam pengobatan epilepsi strategi terapi yang dapat digunakan ada dua. neuralgia trigeminal. umur pasien. menghambat transmisi GABAergik. gangguan atau stress traumatis. Menurut Kalra obat antiepilepsi yang digunakan pada pediatri sebaiknya obat tunggal dengan peningkatan dosis yang bertahap. . jenis kelamin. Selama dua sampai tiga minggu dosis terapi yang digunakan adalah dosis rendah. dan menghindari stress karena akan memacu terjadinya serangan. subselluler neurotransmitter. diantaranya tipe seizure (kejang). yaitu farmakologi dan non farmakologi. faktor ekonomi. Penggunaan carbamazepine pada bayi sebaiknya dihindari karena akan memacu keparahan terjadinya kejang tipe kompleks. Pengobatan epilepsi pada anak sangat perlu diperhatikan karena berkaitan dengan perkembangan otak pada masa pertumbuhan. pola kejang campuran. antidepressant trisiklik. dan proses neoplastik. Secara farmakologi dengan memberikan obat yang mempunyai mekanisme kerja dengan memodifikasi penghantaran ion. OBAT PILIHAN Carbamazepine Indikasi Carbamazepin diindikasikan untuk kejang sebagian dengan gejala yang kompleks (psychomotor. penghentian alcohol. depresi sumsum tulang belakang. Dosis Penggunaan dosis berdasarkan respons pasien dan konsentrasi carbazepine dalam serum. Jika keadaan tidak membaik maka obat dapat diganti dengan obat antiepilepsi yang lain. Jika kejang tetap terjadi dan tidak ada perbaikan. infeksi.

nausea. hiper/hypotension. Penggunaan pada ibu menyusui perlu diperhatikan karena carbazepine dapat memasuki ASI. bradikardi.Epilepsi: Anak < 6 tahun. Dosis maksimum yang direkomendasikan. steven-johnson syndrome. uji fungsi hati menunjukkan abnormal. tablet kunyah Tablet lepas control : jangan digunakan jika terdapat kerusakan. nyeri. Carbamazepine dapat melewati sawar plasenta sehingga menyebabkan kerusakan tulang tengkorak. Pada pasien dengan riwayat gagal jantung. tromboembolisme. lymphadenopathy. konjungtivitis. dan 4 kali pemberian (sirup) dosis ditingkatkan setiap minggu sampai respon optimal dan tingkat terapi didapatkan. Hati: jaundice. ataksia. hati. jangan dihancurkan atau dikunyah. Bentuk Sediaan: Tablet. Resiko khusus: Pada wanita hamil dengan factor resiko D.4 g/hari. Mata: pandangan kabur. sedasi. kebingungan. Sirup : Penggunaan bentuk sediaan sirup carbamazepine sebaiknya hindari penggunaan bersamaan dengan obat cair atau diluen yang lain. Maintenance: terbagi dalam 3-4 kali pemberian dengan dosis mksimum yang direkomendasikan 35 mg/kg/hari. Anak 6-12 tahun. tromboplebitis. reaksi fotosensitivitas. ansietas. Dermatologi: perubahan pigmentasi kulit. anak (> 15 tahun): 1200 mg/hari. awal: 10-20 mg/kg/hari terbagi dalam 3 kali pemberian (tablet). Neuromuskular & tulang: nyeri punggung. dosis awal: 200 mg dua kali sehari (tablet) atau 400 mg sehari terbagi menjadi 4 kali pemberian. CHF. sakit kepala. vomiting. konstipasi. Anak < 12 tahun yang menerima • 400 mg/hari dapat menggunakan sediaan lepas control. anak (12-15 tahun) 1000 mg/hari. Kapsul salut selaput : dapat diberikan dengan atau tanpa makanan.6-2. tinnitus. dewasa 1600 mg/hari dan beberapa pasien membutuhkan 1. dyspepsia. kerusakan jantung. Telinga: hiperakusis. Jika digunakan bentuk sediaan sirup maka dosis awal yang diberikan sebaiknya dalam dosis yang rendah dan naik bertahap secara . Anak > 12 tahun dan dewasa. anoreksia. diare. nyeri dada. atau ginjal berpotensi menyebabkan abnormalitas sel darah yang fatal. frekuensi terjadinya efek samping tidak dilaporkan Kardiovaskular: Arrhytmia. CNS: Amnesia. Gastrointestinal: nyeri pada perut. urtikaria. edema. dosis maksimum yang direkomendasikan 1000 mg/hari. pankreatitis. nystagmus. Efek Samping. erythema multiforme. awal: 100 mg dua kali sehari (tablet atau tablet lepas kontrol) atau 200 mg sirup dalam 4 kali pemberian Maintenance: 400-800 mg/hari.

.P. McGraw Hill Inc. penyakit ginjal. 2006. DiPiro. 14 th Edition. L. Semua ini timbul akibat defisiensi sintesis dan sekresi insulin.. G. Jakarta.. 2005. Carbamazepine Indofarma® tablet 200 mg. Penggunaannya sebaiknya bersamaan dengan makan. ditandai dengan kelompok gejala hiperglikemia. Matzke. tablet kunyah 100 mg.G. Nama Dagang y y y y Bamgetol® (Mersifarma TM) kapsul salut selaput 200 mg. Talbert. Goldman. Yee. L. dan Lance. L...F. C. serta . sirup 100 mg/5 ml. Armstrong. Inc. Teril® (Merck) tablet 200 mg DAFTAR PUSTAKA Anonim 2007.C. Info Master. oleh karena itu minum air yang banyak atau makanan dalam jumlah yang cukup untuk menghindari ketidaknyamanan pada saluran pencernaan. 2003.perlahan untuk menghindari efek samping yang tidak diharapkan.J. Pharmacoteraphy: A Pathophysiological Approach.M. Management of Childhood Epilepsi. USA Kalra. Informasi tambahan Carbamazepine dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.. Indian Journal of Pediatrics. Volume 70. Edisi 6. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Oleh: Sinta Kiranawati (078115030) Diabetes Melitus Diabetes Melitus (DM) atau sering dikenal sebagai kencing manis. sekitar 18. dan protein. http: www. serta meningkatnya resiko komplikasi penyakit vaskuler baik makrovaskuler (penyakit kardiovaskuler) dan mikrovaskuler (nefropati.L. DM merupakan penyebab utama terjadinya kebutaan pada usia sekitar 20±74 tahun..L. V. Di Amerika. Pasey. 6th Edition. karbohidrat. Wells.ijppediatricsindia.org Lacy... USA Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS Posted on December 31. retinopati dan neuropati). perubahan metabolisme lemak.L. Tegretol ® (Novartis) tablet 200 mg. tablet lepas control 200 mg.2 juta penduduknya menderita DM dan hanya dua pertiganya saja yang dapat terdiagnosa. B.. G.R.. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Drug Information Handbook. Lexicomp. M.. T. R.

Faktor genetik dan lingkungan berperan dalam timbulnya kedua tipe DM. Kemampuan sekresi insulin prandial berkaitan erat dengan kemampuan ambilan glukosa oleh jaringan perifer. DMG biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga. tetapi kini telah dapat disintesis dengan teknologi rekombinan DNA menggunakan E. namun biasanya glukosa darah akan kembali normal setelah melahirkan. Selain itu. Insulin Insulin termasuk hormon polipeptida yang awalnya diekstraksi dari pankreas babi maupun sapi. Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. kegemukan. Terapi insulin yang intensif dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien DM. faktor genetik berhubungan dengan pengaturan genetik pada respon imun sehingga IDDM sering muncul pada penyakit autoimun terhadap sel beta pankreas. waktu malam hari dan keadaan puasa. serta gaya hidup. terdapat jenis diabetes mellitus gestasional (DMG) yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. dimana sel beta pankreas dihancurkan sehingga tidak mampu memproduksi insulin endogen yang bertanggung jawab terhadap peningkatan glukosa darah. Prevalensi terjadinya DM tipe 1 hanya sekitar 5-10% dari semua kasus diabetes jika dibandingkan dengan DM tipe 2 yang mencapai 90-95%. DM tipe 1 merupakan penyakit autoimun yang biasa dialami oleh anak-anak atau remaja. menjaga agar kadar lipid dan tekanan darah tetap normal juga mencegah meningkatnya resiko tersebut. lemak dan hati (terutama pada obesitas viseral). ginjal. Insulin eksogen dan obat antidiabetik oral dapat diberikan untuk mempertahankan kadar gula darah normal. ras. Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi. dan bersamaan itu disertai gangguan sekresi insulin sel beta pankreas yang lambat laun menjadi defisiensi insulin yang permanen. Pada IDDM. Komplikasi DM pada retina. serta meningkatnya mortalitas dan resiko penyakit vaskular dapat dicegah dengan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal. tetapi faktor genetik lebih nyata pada NIDDM.coli. Komponen pertama yaitu: sekresi insulin basal kira-kira 1 unit/jam dan terjadi diantara waktu makan. dan sistem saraf perifer. glukosa tersebut selanjutnya diabsorbsi di saluran pencernaan menuju ke aliran darah untuk dioksidasi di otot skelet sehingga menghasilkan . DM diklasifikasikan menjadi dua yaitu DM tipe 1 yang bergantung pada insulin (IDDM). Penyebab terjadinya DM sangat bervariasi. Umumnya. Saat ini insulin biosintetik tersedia di Indonesia. terjadi defisiensi insulin yang didahului oleh adanya resistensi insulin di otot. DM tipe 2. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.75% dapat menyebabkan kematian karena DM tipe 2. terapi insulin diberikan pada pasien DM tipe 2 apabila pengobatan dengan antidiabetik oral gagal. dan DM tipe 2 yang tidak bergantung pada insulin (NIDDM). apabila tidak ada insulin maka sel tidak dapat menggunakan glukosa sehingga proses metabolisme menjadi terganggu. Proses yang terjadi yaitu karbohidrat dimetabolisme oleh tubuh untuk menghasilkan glukosa. bisa karena faktor keturunan. Sekresi insulin terdiri dari 2 komponen. insulin rekombinan dibuat sesuai dengan susunan insulin manusia sehingga disebut sebagai human insulin. Komponen kedua yaitu: sekresi insulin prandial yang menghasilkan kadar insulin 5-10 kali lebih besar dari kadar insulin basal dan diproduksi secara pulsatif dalam waktu 0. usia. kemudian menurun dengan cepat mengikuti penurunan kadar glukosa basal. Pasien DMG juga diberi terapi dengan insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas dan digunakan untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Susunan asam amino insulin manusia berbeda dengan susunan insulin hewani. Saat ini insulin dipergunakan untuk DM tipe 1 dan DM tipe 2 dengan berbagai macam indikasi.5-1 jam sesudah makan dan mencapai puncak dalam 30-45 menit.

PZI Insulin bentuk ini diperlukan untuk tujuan mempertahankan insulin basal yang konstan. Humulin R. LANTUS® juga memiliki keuntungan karena memberikan kenyamanan untuk pasien dengan satu kali suntikan per hari dan pasien dapat dengan mudah dan aman mentitrasi LANTUS®. c) subkutan: penyerapanya tergantung lokasi penyuntikan. Insulin sebaiknya disuntikkan di tempat yang berbeda. tetapi paling baik dibawah kulit perut. Merupakan satu-satunya insulin yang dapat dipergunakan secara intra vena. Insulin Ultralente. konsentrasi. LANTUS® (PT Sanofi-Aventis) bisa menjadi pilihan karena insulin glargine telah diuji dan dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus DM tipe 1 dan tipe 2 oleh FDA dan oleh ¶the European Agency for the Evaluation of Medical Products¶. Monotard. Insulin sampai saat ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain: 1. 3. Setiap unit merupakan jumlah yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula darah kelinci sebanyak 45 mg% dalam bioassay. meningkatkan level glikogen dalam hati. sebab apabila tidak murni akan memicu imunogenitas. (2) Vials: 10 ml vials (1000 IU insulin glargine). pemijatan. kedalaman. b) intramuskuler: penyerapannya lebih cepat 2 kali lipat daripada subkutan. Lokasi abdomen lebih cepat dari paha maupun lengan. meningkatkan sintesis asam lemak. Salah satu insulin yang dapat menjadi pilihan untuk terapi DM yaitu LANTUS®(nama dagang) dengan nama generik insulin glargine. . Bentuk NPH tidak imunogenik karena protamin bukanlah protein. dosis insulin dinyatakan dalam unit (U). Bisa dicampur dengan insulin kerja menengah atau insulin kerja panjang. efek samping yang mungkin terjadi yaitu nyeri pada sisi injeksi dan hipoglikemia. box cartridges 5 x 3 ml. Insulin Lente Dengan menambah protamin (NPH / Neutral Protamin Hagedom) atau zinc (pada insulin lente). Insulin akan meningkatkan pengikatan glukosa oleh jaringan. indikasi dari LANTUS® yaitu untuk DM tipe 1 dan tipe 2.Reguler Insulin (Crystal Zinc Insulin) Bentuknya larutan jernih. maka sesekali kadar ini mungkin lebih dari 180 mg% (10 mmol/liter). Jenis insulin human lebih cepat dari insulin animal. resistensi. efek puncak 2-4 jam setelah penyuntikan. Kerja menengah (intermediate acting) Contoh: Insulatard. Insulin memfasilitasi proses tersebut. mengurangi pemecahan glikogen (glikogenolisis) di hati. Karena kadar gula darah memang naik turun sepanjang hari. NPH. menurunkan pemecahan asam lemak menjadi badan keton.energi. durasi kerja sampai 6 jam. Sediaan homogen human insulin mengandung 25-30 IU/mg. dan membantu penggabungan asam amino menjadi protein. 2. maka bentuknya menjadi suspensi yang akan memperlambat absorpsi sehingga efek menjadi lebih panjang. Cara pemberian insulin ada beberapa macam: a) intra vena: bekerja sangat cepat yakni dalam 2-5 menit akan terjadi penurunan glukosa darah. Kerja cepat (rapid acting) Contoh: Actrapid. Humulin N. Untuk pasien usia diatas 60 tahun batas ini lebih tinggi yaitu puasa kurang dari 150 mg% dan kurang dari 200 mg% setelah makan. Kerja panjang ( long acting) Contoh: Insulin Glargine. insulin analog lebih cepat dari insulin human. Insulin diberikan subkutan dengan tujuan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal sepanjang hari yaitu 80-120 mg% saat puasa dan 80-160 mg% setelah makan. lipoatrofi atau lipohipertrofi. Untuk tujuan pengobatan. Bentuk sediaan LANTUS® yaitu (1) Cartridges: 3 ml untuk digunakan OptiPen Pro (300 IU insulin glargine). tetapi kadar lembah (through) dalam sehari harus diusahakan tidak lebih rendah dari 70 mg% (4 mmol/liter). Semua jenis insulin yang beredar saat ini sudah sangat murni. Glukosa juga disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen kemudian diubah dalam jaringan adiposa menjadi lemak dan trigliserida. Dosis dan frekuensi penyuntikan ditentukan berdasarkan kebutuhan setiap pasien akan insulin. LANTUS® dikontraindikasikan bagi pasien yang hipersensitif terhadap insulin glargine.

dan trimester ketiga 0. dalam Simposium ³Insulin Sahabat Diabetisi´ Dalam Rangka Memperingati Hari Diabetes Nasional IV (12 Juli 2007). Dosis LANTUS® yaitu pasien tipe 2 yang telah diobati dengan obat hiperglikemia oral. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Insulin glargine adalah ¶long-acting basal insulin analouge¶ yang pertama kali dipergunakan dalam pengobatan DM baik tipe-1 maupun tipe-2. max dose/inj = 40 IU. Anonim. 263.R. yaitu glukosa puasa ” 95 mg/dl. J. 1333-1363.htm. and William L.l. yang mencapai hampir 24 jam efektif.. disposable pen (pen sekali pakai) dengan nama OptiSet®. maka dosis awal insulin glargine dikurangi sekitar 20% untuk menghindari kemungkinan hipoglikemia. Anonim. J. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan..mobi/id/Diabetes_mellitus.7-0. Wells. 2007. Preparat ini dibuat dari modifikasi struktur biokimiawi ¶native human insulin¶ yang menghasilkan khasiat klinik yang baru yaitu ¶delayed onset of action and a constant. Insulin Therapy for Type 2 Diabetes: Rescue.). Augmentation. Hasil penelitian pada dasarnya menjelaskan bahwa insulin glargine berhasil mengendalikan glukosa darah pada kasus-kasus DMG sesuai target seperti tersebut di atas. Appleton & Lange. optiset 5×3 ml. 2007. Diakses pada 21 Desember 2007. and Replacement of Beta-Cell Function. Pustaka Anonim. Reasner. (e) dosis perhari dalam trimester pertama adalah 0. (c) dosis waktu partus bervariasi 18-78 unit.. Yee.T. tanpa terjadi hipoglikemi. R. Dosis selanjutnya diatur menurut kebutuhan pasien. Jakarta. Pengobatan Insulin Glargine (Long-Acting Insulin Analouge) Pada . 2004. Target pengendalian glukosa darah pada penggunaan monoterapi insulin glargine pada kasuskasus DMG mengacu pada ¶American Collage of Obstetricians and Gynecologist for Women with GDM¶. dengan beberapa catatan sebagai berikut: (a) glukosa 2 jam pp sebelum perlakuan tidak lebih dari 150 mg/dl. (Eds. Insulin glargine tidak diberikan secara intra vena karena dapat menyebabkan hipoglikemia. G. 1999.G.M. CMP Medika.C. 2 jam pp ” 120 mg/dl. 2000. Darmono. edisi 6. Diabetes Mellitus in Dipiro. L. 2007. and Posey.postgradmed. Tjokorda Gde Dalem Pemanyun.6 unit/kg. disuntikkan pagi hari sebelum makan pagi. Rasionalisasi Terapi Kombinasi Insulin dengan OHO. (b) dosis awal bervariasi 10-50 unit. Curtis L. http://wapedia. Stamford. disuntikkan subkutan malam hari menjelang tidur.A.dengan dosis total harian berkisar dari 2-100 IU. trimester kedua 0.. Jakarta. tak perlu melakukan perubahan dosis awal.com/issues/ 1997/02_97/skyler. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi.Pasien yang mau menukar insulin kerja sedang atau panjang sekali sehari menjadi insulin glargine sekali sehari. namun lebih aman oleh karena ¶peakless effect¶ tersebut dapat mengurangi kejadian hipoglikemi malam hari.(3) Pre-filled pens: 3 ml Optiset pre-filled. 251. http://www. G. Mayfield.5-0. Preparat ini dinyatakan efektif dan aman untuk diberikan kepada kasus-kasus diabetes melitus tipe-1 maupun tipe-2. memulai dengan insulin glargine dengan dosis 10 IU sekali sehari... 2006. ditingkatkan 3-5 unit bertahap untuk mencapai target pengendalian glukosa darah. peakless effect¶. Matzke. Memiliki potensi yang setara dengan insulin NPH dalam menurunkan HbA1c dan kadar glukosa darah. incremental dose = 2 IU.. 3th edition. Tapi jika pemberian sebelumnya dua kali sehari. Isley.5 unit/kg. dan tidak ada yang mengalami hipoglikemi. (d) waktu dilahirkan tidak ada bayi dengan berat badan lebih dari normal. Charles A.8 unit/ kg.4-0. dan mampu memenuhi kebutuhan insulin basal. Triplitt. B. Untuk selanjutnya dosis diatur sesuai kebutuhan pasien. Diakses pada 21 Desember 2007. Diabetes Mellitus. Talbert. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach.

beliau meminta ijin permisi dari kami untuk menerangkan materi dari kursinya karena katanya migrain nya kambuh lagi. (Salut untuk Guru kami tercinta) .). MUNGKINKAH? Posted on December 31. Jadilah lembar jawaban yang masih kosong itu kami kumpulkan. Menit demi menit berlalu dan tak satu soal pun yang terpecahkan. terlebih lagi karena kami harus mengerjakan soal-soal yang lumayan rumit. yang ada hanyalah desahan dan keluhan-keluhan kesal yang keluar dari mulut kami. jadi kami ditinggal deh. Siang itu. sepertinya kami belum pernah menerima teorinya (ya emang«soalnya itu adalah semacam pre-test untuk materi selanjutnya he..soalnya susah banget. tapi a pa daya. Kami sungguh tidak tahu seberapa sakit nyeri yang dialaminya. seperti yang baru saja Ia alami di ruangan kepala sekolah kami yang ber-AC. dalam Simposium ³Insulin Sahabat Diabetisi´ Dalam Rangka Memperingati Hari Diabetes Nasional IV (12 Juli 2007). ³Haaaaaah«««´sontak kami berbarengan. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment (by: Dewi Anggraini/07-8115-048) Cerita ini merupakan kejadian nyata yang saya alami saat berada di bangku SMA. tetapi sepertinya kami sudah benar ± benar merasa kepanasan. Sueeer«. ³Waaah««kesempatan emas nich´ pikir kami. Alhasil kami hanya bisa saling pandang sambil mengira-ira jawabannya. Beliau akan langsung merasa mual dan ingin muntah tetapi kata beliau itu tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan rasa nyeri yang akan menyerang pada satu sisi kepalanya.he. Sambil duduk di kursinya. jam dinding di kelas kami belum lagi menunjuk angka 12. guru kami sudah kembali ke kelas sesaat kemudian beliau meminta kami untuk mengumpulkan lembar jawaban kuis di mejanya. Jumlah soalnya sih sedikit tapi jawabannya itu loh yang panjang dan susah.. yang membuat kami tambah berkeringat. tak pelak lagi aktivitasnya akan sedikit terganggu.Penderita Diabetes Melitus. Maklumlah saat itu adalah hari-hari terpanas di bulan agustus. Ia paling tidak tahan dengan A C. Guru bilang.. Baginya. meskipun Ia sudah terbiasa dengan kondisi migrain yang dideritanya tapi jika nyeri migrain itu datang menyerang. Tidak sampai 30 menit berlalu. yang jelas Ia tetap berusaha untuk mengajar dengan penuh semangat. apalagi bila Ia baru berada di ruang yang panas dan tiba-tiba berpindah ke ruangan ber-AC. tapi siapa yang mengira jika ternyata tidak satu pun dari kami yang tahu jawaban yang sebenarnya. Kebetulan guru kami sedang ada urusan di kantor kepala sekolah. Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon MENCEGAH MIGRAIN.

faktor yang berhubungan dengan perubahan siklus harian. namun saat memasuki usia pubertas. seperti yang selama ini dikenal awam. begadang. alkoholik. seperti telat makan. sedangkan pada anak ± anak. yaitu gejala-gejala yang samar pada pagi hari waktu bangun tidur atau pada setiap saat di siang hari (Asdie dan Dahlan. padahal menurut Headache Classification Committee dari International Headache Society. Faktor lainnya adalah faktor yang berhubungan dengan lingkungan dan diet. Selain faktor pencetus. 2007). Hemikrania. ³Migraine is a familial disorder characterized by recurrent attacks of headache widely variable in intensity. Bahkan WHO menempatkan migrain sebagai penyakit medis yang paling melumpuhkan.Serangan migrain juga tidak timbul secara mendadak. atau penggunaan obat-obat tertentu yang menyebabkan munculnya serangan migrain seperti kokain. seperti sakit kepala yang disebabkan oleh karena adanya gangguan pada mata (Anonim.World Federation of Neurology (cit. Kebanyakan masyarakat hanya mengenal migrain sebagai ³rasa nyeri yang menyerang separo kepala dan timbul secara mendadak´ saja. Attacks are commonly unilateral and are usually associated with anorexia. faktor pencetus timbulnya migrain bisa berupa. seperti cuaca. lesu atau perasaan menginginkan makanan tertentu (seperti orang menyidam) dan bahkan ada pula yang justru membenci makanan tertentu. nausea and vomiting´ . migrain dapat dibagi menjadi 3 tipe: (1) migrain biasa yang tidak diawali dengan adanya aura. dan siklus menstruasi. migrain memiliki ratio perbandingan yang sama antara anak laki-laki dengan anak perempuan. 2007). pada migrain klasik biasanya serangan migrain diawali dengan prodrome. . 2007). 2007). Serangan migrain tidak akan menjadi ³Petir di siang bolong´ jika kita berhasil menemukan atau tahu pencetusnya sebab sebenarnya serangan migrain itu dapat dicegah dan dihindari. Kata migrain sendiri berasal dari perkataan Yunani. (2) migrain klasik yang timbulnya didahului dengan aura. Meskipun sebagian dari mereka mengaku sudah terbiasa dengan kondisi migrainnya tetapi tetap saja serangan migrain yang terjadi itu ibarat ³Petir di siang bolong´. 15 ± 20 % wanita dan 10 ± 15 % pria di dunia menderita migrain. Dan yang terakhir adalah faktor yang berhubungan dengan kondisi psikologi atau keadaan mental seseorang (Anonim. resiko terjadinya migrain lebih mengarah pada anak perempuan (Anonim. yaitu signal sebelum terjadinya serangan sakit kepala. merasa tidak tahan dengan nyeri yang menyerangnya. frequency and duration. Anonim. Aura akan terjadi selama 15-30 menit (Anonim. rokok. biasanya berupa kesulitan konsentrasi. Menurut The National Headache Foundation (NHF). selalu ada faktor pencetusnya. dan yang terakhir adalah migrain yang tidak termasuk ke dalam 2 tipe migrain sebelumnya. terlalu banyak tidur. Migrain bisa terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita. yang berarti ³Separo Kepala´. Faktor pemicu inilah yang harus segera dikenali oleh masing-masing individu agar serangan migrain dapat dicegah atau diantisipasi.Banyak orang yang memiliki riwayat migrain. terjadi gangguan penglihatan seperti berkunang-kunang atau garis-garis silang. Berdasarkan data NEJM (2002) dan IHS (2004). dengan perbandingan wanita : pria adalah 2 : 1. tua maupun muda. 2001) berupa depresi. 2007). migrain memang kerap muncul di satu sisi kepala saja (Unilateral). Prodrome ini akan berlangsung selama 15-20 menit yang berlanjut menjadi sebuah aura.

2007).Satu hal yang terpenting adalah bahwa pada masing-masing individu gejala yang timbul mungkin hanya satu atau lebih dan bisa timbul dalam berbagai macam kombinasi pada setiap serangan migrain (Asdie dan Dahlan. Anonim. dan durasi serangan migrain dan faktanya. Obat yang telah mendapatkan persetujuan FDA (semacam Balai POM di Amerika) sebagai ³Gold Standard´ bagi preventif migrain ini (Anonim. Mengapa terapi preventif semacam ini diperlukan ? Karena pencegahan migrain untuk jangka panjang mampu meningkatkan kualitas hidup pasien dengan mengurangi frekuensi. selain sebagai vasokonstriktor. et all. 2004). 2007). 2000). 2000. yang sudah tentu akan sangat mengganggu aktivitas dan mengurangi kualitas hidupnya. keparahan. 80% penderita migrain memang membutuhkan terapi preventif ini bagi migrainnya (Anonim. Mengapa Propranolol ? Beberapa obat seperti pindolol. praktolol.US Headache Consortium Guidelines (cit. juga sangat disarankan bagi mereka yang mempunyai penyakit hipertensi dan ansietas disamping penyakit migrainnya. 2000. propranolol juga memiliki aksi ansiolitik dan mampu menurunkan aktivitas simpatetik (Anonim. apaan tuh? Ya. Mencegah migrain. Serangan migrain membutuhkan penanganan yang tidak hanya mampu meredakan nyeri sesaat saja tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengurangi frekuensi dan durasi serangannya. 2001). juga dengan menggunakan suatu obat -obatan yang mampu mengurangi frekuensi serangan migrain. . sehingga tidak bisa . Selain itu. Terapi demikian dikenal juga sebagai terapi preventif. mungkinkah? Hal tersebut sangat mungkin terjadi selain dengan mengenali faktor pencetusnya. Sehingga seseorang yang menderita migrain tidak pelu berkali-kali merasakan serangan migrain yang maha hebat. et all. 2007). yaitu beta-blocker. Asdie dan Dahlan. namun obatobat tersebut tidak memiliki efek terapeutik untuk migrain. 2001). Terapi ini terutamanya ditujukan bagi mereka yang menderita : Serangan migrain lebih dari 2 kali dalam satu minggu Durasi serangannya lebih dari 48 jam Nyeri yang dirasakan sangat ekstrim Serangannya disertai dengan aura yang berkepanjangan Atau bagi mereka yang di kontraindikasikan terhadap obat-obat yang digunakan untuk serangan migrain akut. dan aprenolol meskipun masih satu keluarga dengan propranolol. Sebagian besar dari mereka yang mengalami serangan migrain biasanya tidak bisa berbuat banyak ketika rasa nyeri itu kembali datang selain mencoba untuk tidur atau sekedar minum obat anti sakit kepala atau antimigrain saja. Obat yang termasuk dalam golongan beta blocker ini dilaporkan dapat mencegah timbulnya serangan migrain karena mempunyai efek mencegah vasodilatasi kranial (Dipiro. et all. propranolol adalah salah satu obat yang digunakan dalam terapi preventif migrain ini. terapi ini juga mampu meningkatkan fungsi dan mengurangi ketidakmampuan penderita (Lewis. Dipiro. Karena. Propranolol.

2001). ada juga Liblok (Holi) atau Inderal (Astra Zeneca). 2000). et all. Sedangkan untuk dosis hari berikutnya adalah dimulai dari 40 mg. dengan sediaan tablet seperti ini. diambil dari http:// www. Pada propranolol. dan maksimum 320 mg dalam satu hari dengan 2-3 kali minum (Anonim. Berhati-hati pula bagi wanita hamil dan menyusui atau mereka yang memiliki penyakit hati dan gangguan ginjal bila menggunakan obat ini.Headaches. 2000). 2000). Dipiro. bisa juga digunakan sebagai preventif migrain namun propranolol lah yang paling sering digunakan (Anonim. yaitu suatu kondisi dimana denyut jantung kita berada di bawah 60 denyutan/menit (Anonim. Propadex (Dexa Medica). Hal ini akan sangat membantu penderita migrain dalam menentukan jenis obat seperti apa yang tepat untuk migrainnya. atau bradikardi . harga dari masing-masing obat tersebut bisa sangat berbeda. sangat disarankan oleh FDA (Dipiro. dan maksimum dosis yang boleh dikonsumsi saat pertama kali adalah sebesar 240 mg untuk satu harinya. Masyarakat bisa memilih obat-obat tersebut yang sesuai dengan kondisi finansialnya. 2000). Efek samping yang bisa ditimbulkan dari propranolol ini adalah gagal jantung.org/consumer/presentations/migraine. fatigue. Obat ini bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dengan nama dagang Propranolol (generik). sediaan dalam bentuk tablet sustained-release/tablet lepas-lambat. Karena. karena kita tentu tidak ingin mendapatkan penyakit baru setelah meminum obat ini sebagai akibat dari efek sampingnya. Sayangnya. DAFTAR PUSTAKA Anonim. obat ini tidak bisa digunakan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit asma dan penyakit paru sebab obat ini di kontraindikasikan terhadap kondisi tersebut. Sedangkan obat lainnya seperti Flunarizine dari golongan calcium channel blockers. 2000). Namun demikian. sehingga tidak perlu repot untuk sering-sering minum obat ini setiap beberapa jam sekali. Sebab diagnosis yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. terserah saja sebab meskipun dengan efek yang sama. Disarankan setiap penderita migrain untuk tidak segan-segan berkonsultasi dengan dokter atau provider kesehatan lainnya. 2007). Farmadral (Pratapa Nirmala). Dengan dosis awal atau dosis pada waktu pertama kali pemakaian yaitu sebesar 40 mg untuk satu kali pemakaian. karena ada peringatan tertentu bagi kondisi ± kondisi khusus di atas. propranolol memiliki konsentrasi yang stabil dalam waktu 24 jam. dan hal ini tentu akan meningkatkan kepatuhan seseorang dalam terapinya (Anonim. What You Can Do For Your Migraine Headache. mau yang generik atau yang bermerk. gangguan tidur. 2007. Hal lain yang perlu dicermati adalah efek samping dari obat ini. meskipun obat ini digunakan untuk pencegahan jangka panjang . seperti apoteker. tetapi sebenarnya terapi jangka panjang bukanlah sesuatu yang diharapkan maka terapi ini harus diulang setiap 6 bulan sekali (Anonim.digunakan untuk terapi preventif migrain (Asdie dan Dahlan.ppt . bronkospasme. 2000. gangguan saluran cerna.

Practice Parameter : Pharmacological Treatment Of Migraine Headache In Children And Adolescents : Report Of The American Academy Of Neurology Quality Standard Subcommittee And The Practice Committee Of The Child Neurology Society. diakses pada tanggal 23 Desember 2007 dari http:// www. frontal. Dipiro. Informatorium Obat Nasional Indonesia. 594-603. Ilmu Penyakit Dalam. McGraw Hill.org/consumer/educationindex. 2000. et all.htm Anonim. American Academy of Neurology Enterprises. 2004. 755-759. 2001. Balai FKUI. Inc. second edition. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment Penggunaan Antibiotika Golongan Penisilin (Ampisilin) Dalam Terapi Sinusitis Akut Ferry Mahardika. Lewis. Bila terjadi pada beberapa sinus maka disebut multisinusitis sedangkan bila mengenai seluruhnya disebut pansinusitis. S. Management of Migraine. Sinus maksila adalah sinus yang terbesar. Buku Ajar.html#typehead.http:// www.Farm. Pada sinusitis akut. Jilid II. Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. di sekitar hiatus semilunaris yang sempit sehingga sering tersumbat. (078115051) Sinusitis adalah radang sinus pranasal. USA. mukosa sinus masih reversible sehingga masih dapat disembuhkan dan dengan tindakan konservatif. 2000. letak ostiumnya lebih tinggi dari dasar. Depkes RI. Jakarta. Jakarta. Asdie dan Dahlan. Sinus maksila merupakan salah satu sinus yang sering diderita. Berdasarkan perjalanan penyakitnya.Headaches. tanggal 22 Desember 2007 Anonim. kemudian etmoid. Edisi Ketiga. Neurology. USA. sinusitis akut merupakan infeksi yang berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu dan . 2215-223. dan sfenoid. dasarnya adalah dasar akar gigi sehingga dapat berasal dari infeksi gigi dan ostiumnya terletak di meatus medius.cipladoc. Leave a comment Posted in Sistem Saraf-Hormon Penggunaan Antibiotika Golongan Penisilin (Ampisilin) Dalam Terapi Sinusitis Akut Posted on December 30. et all. 2007. Pharmacotherapy Handbook.com/slides/migraine/management_of_migraine_files/frame. 64-64. 196-197.

Pada anak yang sedang demam tinggi diatas 39° C. halitosis. dicurigai adanya sinusitis akut terutama jika tampak edema periorbital yang ringan. Pemilihannya hampir selalu empirik karena kultur nasal tidak dapat diandalkan dan aspirasi sinus maksila merupakan kontra indikasi. sefaklor monohidrat. Pemberian antihistamin pada sinusitis akut purulen tidak dianjurkan karena merupakan penyakit infeksi dan dapat menyebabkan sekret menjadi kental dan menghambat drainase sinus. Jenis amoksisilin.berdasarkan gejalanya disebut akut apabila terdapat tanda-tanda radang akut. penisilinase. Ampisilin diekskresi ke dalam empedu dan urin. Pada sinusitis maksila terlihat di pipi dan kelopak mata bawah. Pada sinus maksila. . Jika dalam 48-72 jam tidak ada perbaikan klinis. ingus kental. Pada sinusitis etmoid jarang bengkak kecuali bila ada komplikasi. Pada sinusitis frontal. Dalam terapi diberikan antibiotika selama 10-14 hari.-aminopenisilin dan punya mekanisme aksi yang sama. trimetoprim-sulfametoksazol. yaitu demam dan lesu. Dari anamnesis biasanya didahului oleh infeksi saluran pernafasan atas (terutama pada anak kecil). nyeri terasa pada di bawah kelopak mata dan kadang menyebar ke alveolus dan terasa di gigi. Absorpsi lebih rendah lagi jika terdapat makanan di dalam lambung. pneumonia dan H. berupa pilek dan batuk yang lama. kadang disertai mengi. nyeri pada daerah sinus. Gejala obyektif tampak pembengkakan di daerah muka. asetil sefuroksim. Semua jenis penisilin memberikan reaksi alergi silang. amoksisilin-asam klavulanat dan klaritromisin telah terbukti secara klinis. nyeri di pangkal hidung dan kantus medius. retro orbital dan di sfenoid. oksipital. Khusus pada anak akan terdapat gejala batuk berat di siang hari dan sangat mengganggu pada malam hari. serta gejala lokal yaitu hidung tersumbat. Obat ini terutama diindikasikan untuk pengobatan eksaserbasi bronkitis kronis dan otitis media yang biasanya disebabkan oleh Str. maka dapat diganti dengan antibiotika jenis ampisilin atau amoksisilin dikombinasikan dengan asam klavulanat yang digunakan pada kuman penghasil beta laktamase. lebih dari 7 hari. Kuman penyebab sinusitis akut yang tersering adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. sakit kepala yang lebih berat pada pagi hari. ampisilin. nyeri di verteks. Perbedaan signifikan diantara jenis penisilin adalah resistensinya terhadap inaktivasi asam lambung. eritromisin. influenzae. kadang nyeri di bagian mata terutama jika digerakkan. namun dapat diperpanjang sampai semua gejala hilang. ingus purulen dan sebelumnya menderita infeksi saluran nafas atas. nyeri terpusat di dahi atau seluruh kepala. dan spektrum antimikroba. Golongan penisilin merupakan antibiotik bakterisidal yang termasuk derivat natural dan semisintetis. Pada sinusitis sfenoid. Semua golongan penisilin memiliki inti asam 6. pada sinusitis frontal terlihat di dahi dan kelopak mata atas. Pada sinusitis etmoid. Ampisilin dapat diberikan per oral tapi yang diabsorpsi tidak lebih dari separonya. Gejala subyektif terbagi atas gejala sistemik.

Bimapen (Bima Mitra). staphylococcus nonpenisilinase dan produksi penisilinase. P. Opicillin (Otto). Tablet 250 mg. Itrapen (Itrasal).250 mg/vial. Ronexol (Zenith). enterococcus. dan salmonella lain. Dancillin (Dankos). Bannsipen (Darya Varia). 500 mg. Dexypen (Dexa Medica). Serbuk Inj. obat sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan atau 2 jam setelah makan agar absorbsi dapat meningkat. 1g/vial. 500 mg. Decapen (Harsen). Tiphosa. 250 mg/5 ml. staphylococcus. P. Biopenam (Micosin). S. 500 mg. Kalpicillin (Kalbe Farma). Binotal (Bayer Farma Indonesia). E coli.Obat Nama Generik : Ampicilin Nama Dagang : Ambiopi (Mersifarma). 2 g/vial. Kaptab 250 mg. Kontraindikasi : sejarah hipersensitivitas terhadap penisilin Bentuk sediaan : Kapsul 250 mg. Arcocillin (Armoxindo). Viccillin (Meiji Indonesia). Septikemi dan endokarditis (injeksi) : infeksi karena Streptococcus. 500 mg/vial. Standacillin (Novartis Indonesia). mirabilis. dan Listeria monocytogenes. Sirup 125 mg/5 ml. coli. Pharocillin (Pharos). Amcillin (Dumex Alpharma Indonesia). Sanpicillin (Sanbe). Endokarditis karena enterococcus : 12 g/hari iv dalam dosis terbagi tiap 4 jam ditambah gentamisin 1 mg/kg im atau iv tiap 8 jam selama 4-6 minggu. Proteus mirabilis dan enterococcus. E. dan Salmonella sp. Cetacillin (Soho). Salmonella typhosa dan lainnya. Shigella. Meningitis (injeksi) : infeksi karena Neisseria meningitides. Pada saluran Gastro Intestinal (GI) : infeksi karena Shigella. Dosis dan aturan pakai : Rute parenteral ( im atau iv) digunakan untuk infeksi moderat sampai berat dan bagi pasien yang tidak bisa minum obat. Penbiotic (Bernofarm). . coli. serta Neisseria gonorrhoeae nonpenisilinase. Bintapen (Bintang Toedjoe). Ampi (Interbat). Mirabilis. streptococcus termasuk Streptococcus pneumoniae. E. Streptococcus grup B. Pada saluran Genito Urinari (GU) : infeksi karena E coli. Dalam pemakaian oral. Primacillin (Medikon). Ampex (Pharmac Apex). Ambripen (Infarmind). Parpicillin (Prafa). enterococcus. Indikasi : Pada saluran nafas : infeksi karena Haemophylus influenzae nonpenisilinase.

< 40 kg 50 mg/kg/hari iv atau im dalam dosis terbagi dengan interval 6-8 jam Adverse reaction : Kardiovaskuler : cardiac arrest. pyuri) jarang terjadi. < 40 kg 25-50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi. proteinuri. hiperiritasi neuromuskuler. < 20 kg 100 mg/kg/hari tiap 6 jam. impotensi. Renal : nefritis interstisial (misal oliguri. rasa lidah tidak enak. Penggunaan selama kehamilan sebaiknya dihindari. hipotensi. neurogenik bladder. N gonorrhoeae : oral 3. reaksi vasovagal. Geniro Urinari : vaginitis. sinkop. Lokal : nyeri pada tempat injeksi. Gastro Intestinal : glossitis. Penisilin lewat plasenta. halusinasi. berikan iv selama 3 hari. vasodilatasi. ganngren. Resiko khusus : Reaksi hipersensitivitas : reaksi hipersensitivitas berat sampai fatal terjadi. konvulsi dan seizure ). atropi. hipertensi pulmoner. interval 6-8 jam. mulut kering. ulser kulit. Kehamilan : kategori B. kolitis pseudomembran. CNS : neurotoksisitas ( manifestasi : lethargy. sianosis pada ekstrimitas dan kerusakan neuromuskuler. gagal ginjal. Meningitis bakterial : dewasa/anak 150 -200 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 3-4 jam Septikemi : dewasa/anak 150-200 mg/kg/hari. Hematologi : pendarahan abnormal lebih sering terjadi pada pasien gagal ginjal. . diare. muntah. emboli paru.Infeksi saluran nafas dan jaringan lunak : pasien • 40 kg 250-500 mg tiap 6 jam. takikardi palpitasi.5 g diberikan bersama 1g probenesid. stomatitis. proteinuri. hematuri. Reaksi anafilaksis lebih sering terjadi pada pemberian parenteral dibanding oral. Tidak cukup bukti pada pemberian wanita hamil. mual. nyeri perut. dilanjutkan im tiap 3-4 jam Infeksi GI dan GU selain N gonorrhoeae : oral > 20 kg 500 mg tiap 6 jam. gastritis. parenteral • 40 kg 500 mg iv atau im tiap 6 jam. hematuri.

. 1997. W. Mansjoer. Arif. Obat-Obat Penting Untuk Pelayanan Kefarmasian. Daftar Pustaka Anonim. 2007 by farmakoterapi-info| 7 Comments PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL SEBAGAI TERAPI PENYAKIT TIFUS ( DEMAM TIFOID ) Adrianus Arinawa Yulianta ( 07 8115 041 ) 1. Jakarta. Thomas. kandidiasis atau alergi pada bayi yang minum asi. Jakarta. Jakarta. Dapat menyebabkan diare. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada. Dirjend POM. Mackay.. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. Bakteri ini dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan dan air yang tercemar. dkk. selain itu bakteri . Media Aesculapius FKUI. Leave a comment Posted in Sistem Pernapasan PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KLORAMFENIKOL SEBAGAI TERAPI PENYAKIT TIFUS ( DEMAM TIFOID Posted on December 30. edisi ketiga jilid pertama. Sebagian bakteri ini dapat dimusnahkan oleh asam lambung tetapi ada sebagian lagi yang masuk ke usus halus dan mencapai jaringan limfoid dan bersarang di jaringan tersebut. C. Departemen Kesehatan.. 2006. 2001. Pendahuluan Demam Tifoid atau Tifus merupakan penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN.Laktasi : penisilin diekskresi di asi pada kadar rendah. edisi revisi. Masa inkubasi sampai 18 hari. Yogyakarta. Peter. Hayes. Disebarkan melalui perpindahan dari manusia ke manusia terutama pada keadaan hygiene buruk. Anonim. Diagnosis dan Terapi. 2000.

Sefalosporin generasi II dan III biasanya demam mereda pada hari ke-3 atau menjelang hari ke-4 ( obat yang dipakai seftriakson 4 g/hari selama 3 hari. gangguan kesadaran berupa samnolen sampai koma. nyeri otot. pakaian. Endotoksin atau racun dari Salmonella typhi berperan dalam proses inflamasi lokal pada jaringan tempat bakteri tersebut berkembang biak. Gejala-gejala yang muncul bervariasi. B. pefloksasin 400 mg/hari selama 7 hari. ofloksasin 600 mg/hari selama 7 hari. Selama penyembuhan harus dijaga kebersihan badan. anoreksia. Pasien har s istirahat total sampai u minimal 7 hari bebas demam atau kurang lebih selama 14 hari.ini juga bersarang di limpa. mual. Juga diperlukan pemberian vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung keadaan umum pasien. meteorismus. pusing. dalam minggu pertama sama dengan penyakit infeksi akut pada umumnya yaitu demam. Farsycol (Ifars). muntah. hepatomegali.Obat 1. perasaan tidak enak pada perut. tempat tidur. fleroksasin 400 mg/hari selama 7 hari). Penggunaan antibiotik untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran bakteri. splenomegali. lidah tifoid (kotor ditengah. norfloksasin 2 x 400 mg/hari selama 14 hari. sehingga terjadi demam. diberikan selama 2 minggu ). Ampisilin/Amoksisilin ( dosis 50-150 mg/kg BB. Aktifitas dilakukan bertahap sesuai dengan pulihnya kekuatan pasien. dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. dan peralatan yang dipakai. hati dan bagian-bagian lain system retikuloendotelial. diberikan selama 2 minggu). Lanacetine (Landson) . Antibiotik yang dapat digunakan adalah klorafenikol ( dosis hari pertama 4 x 250 mg. kemudian dosis diturunkan menjadi 2 x 250mg selama 5 hari kemudian ). bradikardi relative. konstipasi atau diare. hari kedua 4 x 500mg. Nama generik : Klorafenikol Nama dagang Indonesia : Combisetin (Combiphar). Diet dan terapi penunjang pertama pasien diberi bubur halus. Salmonella typhi dan endotoksinnya merangsang sistesis dan pelepasan zat pirogen dan leukosit pada jaringan yang meradangt. kemudian bubur kasar. sakit kepala. diberikan selama demam dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam. batuk dan peningkata suhu n badan. Istirahat dan perawatan yang profesional ini bertujuan untuk mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. siprofloksasin 2 x 500 mg/hari selama 6 hari. tepid an ujung merah dan tremor). Kalmicetine (Kalbe Farma). Penatalaksanaan terapi demam tifoid. Kotimoksazol 2 x 2 tablet ( 1 tablet mengandung 400mg sulafametoksazol-80mg trimetropin. Dalam minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam.

hemoglobinuria nocturnal. rickettzia. Klorafenikol terakumulasi dalam darah pada bayi khususnya ketika pemberian dalam dosis tinggi ini yang menyebabkan Gray-baby syndrome. influenza (terutama meningitis). 2000. terjadi hanya 1 pada 25. Setelah umur 2 minggu bayi dapat menerima dosis sampai 50 mg/kgBB/ hari dalam 4 dosis tiap 6 jam. anemia. neuritis perifer. limfogranuloma. eritema multiforme. Bayi < 2 minggu: 25 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi tiap 6 jam. serbuk injek. pasien porfiria Bentuk sediaan : Kapsul 250 mg. Informatorium Obat Nasional Indonesia 2000. menyusui. DepKes RI. diare. diperkirakan karena pengaruh genetic dan terjadi tidak secara langsung pada saat menggunakan kloramfenikol tetapi muncul setelah beberapa minggu atau beberapa bulan setelah pemakaian Gray-baby syndrome : terjadi pada bayi yang lahir premature dan pada bayi umur < 2 minggu dengan gangguan hepar dan ginjal. Efek samping : Kelainan darah reversible dan ireversibel seperti anemia aplastik anemia (dapat berlanjut menjadi leukemia). Dosis dan aturan pakai : Dewasa : 50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. Berikan dosis lebih tinggi untuk infeksi lebih berat. suspensi 125 mg/5 ml. stomatitis. neuritis optic. gastroenteristis. 1g/vail. reaksi hipersensitivitas misalnya anafalitik dan urtikaria. Daftar Pustaka Anonim. disentri.000 penggunaan klorafenikol. bruselosis. glositis.Indikasi : Pengobatan tifus (demam tifoid) dan paratifoid. mual. H. Kontraindikasi : Hipersensitif. Anak : 50-75 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.000-40. depresi sumsum tulang Resiko khusus : Anemia aplastik : jarang terjadi. kehamilan. sindrom grey pada bayi premature dan bayi baru lahir. 500 mg. sirup 125 ml/5 ml. Jakarta. . muntah. psitakosis. infeksi berat karena Salmonella sp.

Farm. untuk mempertahankan selektivitasnya. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada. STRATEGI TERAPI a. pada dosis tinggi (>20 mg) bisoprolol juga menghambat adrenoreseptor 2 yang terutama terdapat pada otot-otot bronkus dan pembuluh darah. TUJUAN TERAPI Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga taraf yang direkomendasikan. sifat kardioselektifnya tidak mutlak. W.. 2000. Media Aeculapius FKUI. Sasaran terapinya selektif pada adrenoreseptor 1 (kardioselektif) tanpa aktivitas stabilisasi membran yang signifikan atau aktivitas simpatomimetik intrinsik pada dosis terapi. F. USA. III. edisis revisi. Handbook of Antibiotics. 2007 by farmakoterapi-info| 2 Comments I. EGC. Thomas. Betts. Gumustop. Untuk pasien hipertensi disarankan untuk:  mengurangi makan makanan berlemak . Philadelphia. penting untuk menggunakan dosis efektif terendah. Reese. Mansjooer. 1997. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN .. SASARAN TERAPI Bisoprolol adalah zat penyekat (blocker) adrenoreseptor . Mackay. Diagnosis dan Terapi. Adistyawan Yoga Wicaksono S.(078115040) Posted on December 30. E.. Robert. Namun demikian. Lippncott Williams & Wilkins. edisi ketiga jilid pertama. 3rd Edition.. dkk. II. Bora. Hayes. Menurut JNC7 tekanan yang disarankan yaitu di bawah 140/90 mmHg. 7 Comments Posted in Infeksi PENGGUNAAN BISOPROLOL FUMARAT PADA PASIEN HIPERTENSI. Jakarta. 2001. Penerbit Buku Kedokteran.. Obat-Obat Penting ´Untuk Pelayanan Kefarmasian. C. Terapi non farmakologi Terapi non fermakologis adalah terapi tanpa menggunakan obat.. Arif. 2006.Anonim. Richard. Peter.

D. Bekerja dengan menghambat reseptor 1 di otak. HAPSEN® (Pharos). bisa juga digunakan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan antihipertensi golongan lain. Nama Generik: Bisoprolol B. OBAT PILIHAN A.25 mg) untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan sampai sedang. CONCOR ® (Merck). Efek maksimum terjadi dalam waktu 1-4 jam setelah pemakain. IV. E. Kontraindikasi  Pasien yang hipersensitif terhadap bisoprolol.5 mg dan 5 mg. di mana 1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin.Pada orang sehat.dan hidroklorotiazid dosis rendah (6. E. Dengan berkurangnya produksi renin. Bisoprolol juga dapat diberikan bersamaan dengan diuretik tiazid. maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah. Bentuk sediaan Bisoprolol yang beredar di pasaran semuanya berada dalam bentuk sediaan tablet salut selaput dengan kekuatan 2. ginjal dan neuron adrenergik perifer. D. Terapi Farmakologis Terapi farmakologi yaitu penanganan penyakit dengan menggunakan obat. Dosis dan Aturan Pakai Dosis awal yang biasa digunakan yaitu 5 mg sekali sehari. MAINTATE® (Tanabe Indonesia) BISOPROLOL FUMARAT OGB dexa (Dexa Medica). Obat golongan ini merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. kelainan jantung. Nama Dagang di Indonesia: B-BETA® (Ferron). C. Efek Samping . pengobatan dengan bisoprolol menurunkan kejadian takikardia yang diinduksi oleh aktivitas fisik dan isoproterenol.     tidak merokok tidak mengkonsumsi alkohol kurangi makan makanan yang banyak mengandung garam olah raga ringan secara teratur hindari aktivitas yang berlebih b.  Bisoprolol dikontraindikasikan pada penderita cardiogenic shock. bradikardia sinus. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mg sekali sehari. Efek tersebut menetap selama 24 jam pada dosis • 5 mg. Indikasi: Bisoprolol diindikasikan untuk pengobatan hipertensi. Salah satu obat pilihan yang dapat digunakan yaitu obat golongan -blocker (bisoprolol).

Pada kardiovaskular: bradikardia. Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach. J.iritasi kulit. sakit dada. USA Katzung.. CMP Medica. konsentrasi berkurang. G. Resiko Khusus y y y y Hati-hati bila diberikan pada pasien dengan kelainan ginjal dan hati. gatal-gatal. M.T. 2007. jerawat. David S. MIMS 103rd edition. dan Bertram.. 6th edition. palpitasi. Pharm D. Penggunaan bisoprolol dapat menutupi beberapa bentuk hipoglikemia khususnya takikardia. batuk. konstipasi. muntah. Basic and Clinical Pharmacology. Oleh karena itu penderita hipoglikemia atau diabetes yang mendapat insulin atau obat-obatan hipoglikemia harus hati-hati. Pada gastrointestinal: nyeri perut. Inc.. 2005. Interaksi Obat y y y Bisoprolol sebaiknya tidak dikombinasikan bersama obat-obatan golongan -blocker Bisoprolol sebaiknya digunakan secara berhati-hati bila diberikan bersama dengan obat-obat penekan otot jantung atau konduksi AV seperti kalsium antagonis khususnya fenilalkilamin (verapamil) dan golongan benzotiazepin (diltiazem) atau obat-obat antiaritmik seperti disopiramid. Indonesia. diare. Wolters Kluwer Health. Penggunaan bersama rifampisin dapat meningkatkan bersihan metabolit bisoprolol. tetapi bisoprolol dapat digunakan secara hati-hati pada penderita bronkospastik yang tidak menunjukkan respon atau tidak toleran terhadap pengobatan antihipertensi lain. 10th edition. ansietas. A to Z Drug Facts. The McGraw-Hill Company.. 2004. G. The McGrawHill Company. PUSTAKA Anonim. bronkospasme. 2007 by farmakoterapi-info| Leave a comment . vertigo. mual.y y y y y Pada sistem saraf pusat: sakit kepala. dermatitis eksfoliatif Pada pernafasan: asma. Pada kulit: kulit kemerahan. USA 2 Comments Posted in sistem Kardiovaskular PENGGUNAAN NNRTIs (NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITORS)-Based Regimens UNTUK PENGOBATAN HIV (Human Immunodeficiency Virus) PADA PEDIATRI Posted on December 30. cold extremities. Dipiro. V. Obat ini sebaiknya tidak diberikan pada penderita dengan kelainan jantung Pada penderita bronkospastik sebaiknya tidak diberikan obat-obat golongan -blocker karena sifat selektivitas beta-1 yang relatif. 2006. hipotensi dan gagal jantung. USA Tatro. sinusitis F. gastritis. 5th edition.

Bayi yang dihasilkan dari hubungan sex antara orang tua yang salah satunya atau kedua-duanya mengidap HIV tersebut akan mengidap HIV semenjak bayi tersebut ada dikandungan dan akan terus berlangsung ketika bayi tersebut dilahirkan. Penurunnya jumlah CD4 akibat HIV adalah sekitar 50-100/mm3 /tahun sehingga bila tanpa pengobatan rata-rata masa infeksi HIV sampai menjadi AIDS adalah 8 ± 10 tahun. CD4 adalah reseptor pada limfosit T4 yang menjadi target sel utama HIV. Salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi HIV adalah CD4. terutama CD4+ T cell dan macrophage .PENGGUNAAN NNRTIs (NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITORS)-Based Regimens UNTUK PENGOBATAN HIV (Human Immunodeficiency Virus) PADA PEDIATRI Bernadus Gallaeh Rama Erga Satria (078115005) (Download Guideline) PENDAHULUAN HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. serta transmisi dari ibu ke anak. dimana jumlah CD4 akan mencapai kurang dari 200/mm3. komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. . Virus tersebut masuk ketubuh manusia terutama melalui darah. semen dan sekret vagina. HIV merupakan penyebab dasar AIDS (Acquired immune Deficiency Syndrome) yang merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh secara bertahap yang disebabkan infeksi HIV. Penurunan sistem kekebalan tubuh ini akan memudahkan tubuh terserang penyakit ± penyakit yang lain terutama penyakit yang berhubungan dengan infeksi. Pada saat ini pasien HIV yang mendapat perhatian cukup besar adalah pasien pediatri. Tidak bisa kita pungkiri bahwa HIV dapat menular melalui transmisi antara ibu dengan anak. Infeksi HIV menyebabkan pengurangan sistem kekebalan tubuh dengan cepat (pengurangan imun).

STRATEGI TERAPI A. Kapan terapi dimulai Masalah yang timbul pertama kali dalam pelaksanaan terapi ARV adalah kapan terapi tersebut dimulai.SASARAN TERAPI Sasaran dari terapi ARV pada pediatri adalah HIV (human immunodeficiency virus) yang merupakan retrovirus penginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia TUJUAN TERAPI Terapi ARV yang ada pada saat ini belum mampu menghilangkan HIV karena lamanya waktu paro dari sel CD4 yang terinfeksi. Berdasarkan ARV yang ada pada saat ini. tujuan dari terapi ARV pada pediatri adalah untuk menekan perkembangbiakan atau replikasi virus HIV. Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat memulai terapi pada pediatri) adalah: y y y Tingkat HIV RNA Jumlah CD4 Simtom / gejala klinis Berikut adalah tabel kriteria pelaksanaan terapi ARV pada pediatri: . Ada beberapa pilihan pelaksanaan terapai yaitu memulai terapi sejak dini atau menunggung sampai muncul tanda ± tanda atau gejala HIV.

Terapi yang dianjurkan pada anak ± anak adalah antiretroviral kombinasi yang terdiri dari 3 obat dan minimal berasal dari 2 golongan obat karena terapi dengan ARV kombinasi terbukti . NtRTIs). dan C B. dan virologik. dan fusion inhibitor. non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs). y y Asimtomatik : CDC clinical category N Simtomatik : CDC clinical category A. imunologik. B. Obat apa yang harus digunakan Sejak September 2006 sudah ada 22 antiretroviral yang dapat digunakan pada pengobatan HIV pada orang dewasa namun hanya 13 antiretroviral yang disetujui untuk digunakan pada anak-anak.(Lihat ukuran sebenarnya) Keterangan: y y Perawatan ditunda: data klinis dan data lab harus dievaluasi setiap 3 ± 4 bulan Dipertimbangkan : Karena infeksi HIV berkembang lebih cepat pada anak ± anak dibandingkan orang dewasa. protease inhibitor . Obat ± obat tersebut terbagi dalam beberapa golongan: Nucleoside analogue atau nucleotide analogue reverse transcriptase inhibitor (NRTIs. maka perlu dipertimbangkan penggunaan ARV berdasarkan parameter klinis.

NNRTI akan berikatan dengan enzim reverse transcriptase sehingga dapat memperlambat kecepatan sintesis DNA HIV atau menghambat replikasi (penggandaan) virus. Obat ini merupakan salah satu obat pilihan terapi HIV pada pediatri. Keuntungan NNRTI: y Resiko dislipidemia dan fat maldistribution lebih rendah dibandingkan protese inhibitor (PI) y Mudah digunakan karena ada dalam bentuk sediaan cair Kerugian NNRTI: y y Resiko terjadinya kasus Steven-Johnson syndrome dan hepatic toxicity Potensial terhadap interaksi obat karena NNRTI mempengaruhi hepatic enzim seperti CYP3A4 meskipun pengaruhnya lebih rendah dibandingkan PI Obat yang dianjurkan: y Efavirenz dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak ± anak usia > 3 tahun . NNRTI-based dan PI-based merupakan first line pengobatan HIV pada pediatri sedangkan NRTI-based merupakan second line yang digunakan bila pengobatan first line tidak dapat menunjukkan hasil yang optimal. Antiretoviral kombinasi yang digunakan untuk terapi HIV pada pediatri terbagi menjadi tiga golongan: NNRTI-based (2 NRTIs + NNRTI). PI-based (2 NRTIs + PI). dan NRTI-based (3 NRTI drug). NNRTI-Based Regimens (1 NNRTI + 2NRTI backbone): NNRTI atau non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor merupakan salah satu golongan ARV yang bekerja pada tahap replikasi virus.dapat menjaga imun (sistem kekebalan tubuh) dan menghambat perkembangan penyakit (HIV).

dan aturan pakai: Bentuk sediaan : kapsul: 50 mg. dosis.y Nevirapine dikombinasikan dengan 2 NRTIs untuk anak ± anak usia < 3 tahun atau untuk pasien yang membutuhkan bentuk sediaan cair Obat yang tidak dianjurkan: Delavirdine Efavirenz Keuntungan: y Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. Pediatric dose: Aturan pakai: Diberikan satu kali sehari (once daily) Efek samping: . dan 200 mg. Lebih baik diberikan saat perut kosong y y Pemberian dilakukan satu kali sehari (once daily) Aktivitas antireoviral cukup kuat Kerugian: y Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur) Nama dagang di Indonesia: Sustiva (Bristol-myers) Indikasi: HIV Infection Kontra indikasi: Breast feeding Bentuk sediaan. 100 mg. Tablet: 600 mg.

Lebih baik diberikan saat perut kosong y y Tersedia dalam bentuk sediaan cair Aktivitas antireoviral cukup kuat Kerugian: y y Neuropsychiatric side effects (dapat diatasi dengan pemberian sebelum tidur) Resiko reaksi hipersensitifitas dan rash atau ruam lebih tinggi dibandingakan NNRTIs yang lain y y Resiko Hepatic toksisitas lebih tinggi dibandingkan efavirenz Dosis awal rendah kemudian ditingkatkan secara bertahap Nama dagang di Indonesia: Viramune (Bohringer-ingelheim) Indikasi: HIV Infection Kontra indikasi: Breast feeding Bentuk sediaan. Suspensi: 10 mg/mL. nausea. Jika tidak terjadi efeksamping seperi rash / ruam dosis dapat ditingkatkan menjadi 200mg per m2 diberikan dua kali sehari atau 7mg/KgBB dua kali sehari untuk anak dengan usia <8 tahun. anxiety. Pediatric dose: 120 ± 200 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan dua kali sehari. depression. dosis. 4 mg/KgBB untuk anak dengan usia > 8 tahun. Dosis awal 120 mg per m2 luas permukaan tubuh diberikan sekali sehari selama 14 hari. dizziness Nevirapine Keuntungan: y Dapat diberikan bersamaan dengan makanan tapi hindari makanan berlemak. diarrhea.Steven-johnson syndrom. dan aturan pakai: y y Bentuk sediaan : Tablet: 200 mg. vomiting. abdominal pain. y Aturan pakai : Diberikan satu kali sehari sebagai dosis awal dan dapat ditingkatkan menjadi dua kali sehari .

dizziness NRTI backbone NRTI atau Nucleoside/Nucleotide Reverse Transcriptase Inhibitors merupakan ARV yang juga bekerja pada tahap replikasi virus. neuropathy. Tablet: 300 mg. Aturan pakai : Diberikan diberikan setiap 8 jam y y Efek samping: Anemia. drowsiness Lamivudine . DNA yang dihasilkan oleh reverse transcriptase akan rusak sehingga menghambat replikasi virus. didanosine + lamivudine. anxiety. diarrhea. nausea. Dengan menggunakan nucleotide dari NRTI. Kombinasi NRTI yang dianjurkan adalah zidovudine + lamivudine. vomiting. Syrup: 10 mg/mL Pediatric dose: 160 mg per m2 luas permukaan tubuh. depression. dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Kapsul: 100 mg.Efek samping: Steven-johnson syndrom. dosis. hyperbilirubinemia Bentuk sediaan. dizziness. Perbedaan antara NRTI dengan NNRTI terletak pada mekanisme kerjanya. NRTI mengandung nucleotide yang digunakan oleh enzim reverse transcriptase untuk mengubah RNA menjadi DNA. abdominal pain. dan zidovudine + didanosine. neutrofil rendah. NRTI backbone adalah kombinasi 2 NRTI yang digunakan bersamaan dengan NNRTI yang fungsinya menguatkan kerja antiretroviral. Zidovudine Nama dagang di Indonesia: Retrovir (GlaxoSmithKline) Indikasi: Infeksi HIV asimtomatik Kontra indikasi: Haemoglobin rendah.

hipoglikemi. www. 300mg Pediatric dose: 90 .Nama dagang di Indonesia: 3TC ( GlaxoSmithKline) Indikasi: Infeksi HIV Kontra indikasi: Hipersensitifitas. 233. 5mg/mL. diare. Tablet: 100mg. dosis. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Jakarta. Guidelines for the use of Antiretroviral Agents in Pediatric HIV Infection. dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL. pasien dengan neutrofil yang rendah Bentuk sediaan. hipoglikemi. Edisi 6. mual DAFTAR PUSTAKA Anonim 2007. dosis. dosis maksimal 150 mg Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari y y Efek samping: Pancreasistis.gov . Tablet kunyah: 100mg Pediatric dose: 4 mg/KgBB. Info Master. rhabdomyolysis Didanosine Nama dagang di Indonesia: Videx (Bristol-Myers Squibb) Indikasi: Terapi pada dewasa dan anak ± anak dengan infeksi HIV lanjut Kontra indikasi: Hipersensitivitas Bentuk sediaan.150mg per m2 luas permukaan tubuh Aturan pakai : Diberikan diberikan dua kali sehari(setiap 12 jam) y y Efek samping: Pancreasistis. neuropathy. Anonim 2006. rhabdomyolysis. dan aturan pakai: y Bentuk sediaan : Solution: 10mg/mL.aidsinfo. 150mg. neuropathy.

British Medical Association. Infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat. di sekitar puting payudara wanita. sikut. 328. Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan. Tungau betina membuat terowongan di bawah lapisan kulit paling atas dan menyimpan telurnya dalam lubang. alat kelamin pria (penis dan kantung zakar). Leave a comment Posted in Sistem Imun Krim Permethrin 5% untuk Pengobatan Scabies Posted on December 30. 2007 by farmakoterapi-info| 2 Comments Krim Permethrin 5% untuk Pengobatan Scabies Disusun oleh : Liana Yuliawati Sadana. di sepanjang garis ika t pinggang dan bokong bagian bawah. Scabies mites tertarik pada bau dan kehangatan dari manusia. Beberapa hari kemudian akan menetas tungau muda (larva). Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan. Tungau ini ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Kadang tungau ditularkan melalui pakaian. 2006. 078115017 Scabies disebabkan oleh mite (tungau). kemungkinan merupakan suatu reaksi alergi terhadap tungau. Sarcoptes scabiei. . seprei dan benda-benda lainnya yang digunakan secara bersama-sama. Ciri khas dari scabies adalah gatal-gatal hebat. pada pergelangan tangan. Farm. British National Formulary. kecuali pada anak -anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air. S. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2. ketiak. Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil.Anonim.5 cm. Infeksi jarang mengenai wajah. yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. Edisi 52. masa hidupnya hanya sebentar dan pencucian biasa bisa menghancurkan tungau ini.

Apabila pyoderma lanjutan ada. Selimut dan baju harus dicuci atau dibersihkan atau disingkirkan selama 14 hari dalam kantong plastic. .1% cream untuk mengobati dermatitis nya. kelipatan dosis dari ivermectin ( setiap 2 minggu untuk 2-3 dosis) ditambah terapi topikal dengan permethrin sekali setiap minggu bisa efektif ketika pengobatan secara topikal dan oral terapi gagal dilakukan. Pengobatan scabies harus dilakukan secara menyeluruh pada semua penderita dalam satu lingkungan seperti semua anggota keluarga dalam satu waktu. ulangi pengobatan dengan permethrin sekali setiap minggu untuk 2 minggu.Ada banyak infeksi tungau (mite) yang bukan merupakan scabies. yang akan bertahan untuk beberapa bulan setelah pemberantasan tungau. Pada orang-orang immunocompetent. Pruritic papules yang berkepanjangan bisa diobat dengan kortikosteroid berkekuatan sedang-tinggi atau dengan intralesional triamcolone acetonide (2. Kebanyakan gagalnya pengobatan scabies berhubungan dengan salah penguna n obat atau a pengobatan yang tidak tuntas. Pasien yang hamil harus diobati hanya bila mereka punya riwayat penyakit scabies.5-5 mg/mL). Kemudian bisa diulangi dalam kurun 1 minggu. Sarcopic mange mites bisa terbawa pada manusia tetapi tidak bisa menggali kulit manusia. Dalam kasus ini. Permethrin 5% cream efektif dan aman digunakan dalam terapi manajemen scabies. pengobatan menggunakan ivermectin pada dosis 200 mcg/kg efektif pada sekitar 75% kasus dengan dosis tunggal dan 95% dari kasus dengan dua kali dosis setiap 2 minggu sekali. Permethrin 5% cream bisa diaplikasikan sekali untuk 12 jam atau sulfur 5% ± 6% dalam petrolatum diaplikasikan setiap malam selama 3 malam dari tulang selangkang kebawah bisa digunakan. Tungau scabies pada manusia (Human scabies mites) bukan merupakan sarcopic mange mites yang mengenai hewan. dengan disertai edukasi mengenai metode dan luas permukaan yang diaplikasikan. Jika hewan terinfeksi tungau mange. Maka dari itu harus dilakukan biopsy untuk memastikan infeksi disebabkan oleh apa. Pasien akan terus mengalami gatal-gatal selama beberapa minggu setelah pengobatan. Pada immunosuppressed host dan mereka dengan crusted (hyperkeratotic) scabies. Kecuali kalau pengobat n ditujukan kepada semua a anggota keluarga yang terkena maka infestasi kembali akan terjadi. maka meraka harus diobati secara terpisah. Pengobatan ditujukan untuk membunuh tungau scabies dan mengkontrol dermatitis. Pengobatan terdirei dari aplikasi tunggal selama 8-12 jam. maka harus diobati dengan sistemik antibiotic. Bisa digunakan triamcolone 0. Hal yang da dilakukan adalah pat mencuci benda-benda yang kontak langsung dengan penderita pada suhu di atas 50 °C atau menggunakan obat topikal.

Oleskan Permethrin cream merata pada seluruh permukaan kulit mulai dari kepala sampai ke jari-jari kaki. d. Lama pemakaian selama 8-12 jam.Farmakologi Permethrin bekerja dengan cara mengganggu polarisasi dinding sel syaraf parasit yaitu melalui ikatan dengan Natrium.Kontra indikasi Hipersensitif terhadap Permethrin. Pirethroid sintetis atau Pirethrin. b. hasil metabolisme yang bersifat tidak aktif akan segera diekskresi melalui urine. a. e. c.Bentuk sediaan Cream 5% x 10 g.Indikasi Permethrin cream 5% digunakan untuk terapi investasi Sarcoptes scabiei. Dianjurkan pengolesan pada malam hari kemudian dicuci pada keesokan harinya. f. 30 g.Obat pilihan yang disarankan untuk terapi Scabies adalah Scabimite cream dengan bahan aktif nya permethrin 5%. Pengaplikasian berusalng dibutuhkan untuk mengobati penyakit scabies diantara komunitas orang. terutama daerah belakang telinga. Permethrin dimetabolisir dengan cepat di kulit. Pengaplikasian 5% permethrin cream biasanya cukup untuk mebuat hilang ektoparasit dan pengurangan dari simptom (biasanya pruritus).Nama dagang di Indonesia Scabimite cream 5% dari Galenium Pharmacia. tetapi kulit juga merupakan sebuah tempat metabolisme dan konjugasi metabolit.Cara pemakaian Permethrin cream digunakan untuk sekali pemakaian. lipatan bokong dan sela-sela jari kaki. . Hal ini memperlambat repolarisasi dinding sel dan akhirnya terjadi paralise parasit. Permethrin juga diabsorbsi setelah pengaplikasian secara topikal.

level dari permethrin dalam air susu setelah diaplikasikan secara topikal diketahui sangat rendah.Efek samping Dapat timbul rasa panas seperti terbakar yang ringan.g.Keuntungan yAman dan efektif untuk digunakan dalam beberapa tingkat scabies. i. gatal. hipestesi serta ruam kulit. h. Efek samping ini bersifat sementara dan akan menghilang sendiri. pedih. yKeamanan dan keefektifan pada anak-anak berumur kurang dari 2 bulan belum diumumkan. tetapi Wellcome mengadakan penelitian spesifik tentang penggunaan perm.Resiko khusus yNeonates Tidak ada penelitian yang secara spesifik dilakukan untuk pengujian keamanan permethrin pada neonates.ethrin pada anak-anak berumur dibawah 12 tahun. yDiaplikasikan secara tunggal (sekali pemakaian) yNon-neurotoxic scabicide. j. Pengobatan dengan Scabimite bisa secara sementara memperburuk kondisi ini. eritema. yIbu menyusui Perhatian ditujukan pada ibu yang sedang menyusui apabila menggunakan permethrin cream 5%. . yPenggunaan selama kehamilan dan menyusui harus berdasarkan rekomendasi dokter.Peringatan yInfestasi Scabies kadang diikuti dengan adanya pruritus. edema dan erythema. yAnak-anak Permethrin telah diketahui aman dan efektif bila digunakan pada anak-anak.

A.. 1999. 6. P. Dollery. Current Medical Diagnosis and Treatment. Lange. C. McGrwawHill. S. Toronto. permethrin diketahui dapat mencapai janin pada tikus.. 2nd edition. yOrang tua Tidak ada precaution spesial yang diindikasikan DAFTAR PUSTAKA Anonim. Ed. 2007.yWanita hamil Walaupun tidak menunjukkan adanya toksisitas reproduksi pada hewan. Maxine. Harcourt Brace and company limited. Info Master. Karena tidak adanya penelitian tentang penggunaan permethrin pada wanita hamil maka penggunaannya pada saat ke hamilan hanya diperbolehkan menurut saran dokter. Therapeutic Drug. 2 Comments Posted in Sistem Integumen TERAPI KOMBINASI UNTUK ERADIKASI HELICOBACTER PYLORI PADA PEPTIC ULCER DISEASE Posted on December 30. McPhee.. J. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Jakarta. Akan tetapi efek teratogenik tidak akan diantisipasi. 2007 by farmakoterapi-info| 7 Comments TERAPI KOMBINASI UNTUK ERADIKASI HELICOBACTER PYLORI PADA PEPTIC ULCER DISEASE Penulis : Heribertus Rinto Wibowo (078115053) . 2007.

Helicobacter pylori ditetapkan sebagai tersangka utama nomor dua sebagai penyebab utama terjadinya tukak lambung dan tukak duodenum setelah asam lambung. Jangan pernah menganggap remeh rasa nyeri itu sebelum semuanya menjadi terlambat untuk diatasi.pylori merupakan bakteri Gram negatif yang berbentuk spiralyang membentuk koloni pada bagian bawah lambung (pada bagian pylorus atau pada daerah perbatasan dengan usus)(4). Berkat jasanya menemukan bakteri H. Enzim ini akan menghasilkan amonia yang bersifat toksik dan merusak pertahanan mukosa lambung(4). Helicobacter pylori ditemukan pada lebih dari 90% pasien yang mengalami tukak duodenum dan 70% pasien yang mengalami tukak lambung(4). sebaiknya Anda perlu lebih waspada mulai dari sekarang. ketika Barry Marshall dan Robin Warren menemukan bakteri ini. Nyeri merupakan suatu pertanda telah terjadi sesuatu yang tidak beres dalam tubuh Anda.pylori sebagai penyebab baru tukak lambung dan tukak duodenum. Marshall dan Warren terus menerus meneliti bakteri ini dan akhirnya mendapatkan hubungan antara bakteri ini dengan tukak. stress dan gaya hidup masih dianggap sebagai penyebab utama tukak. Marshall dan Warren mendapatkan hadiah nobel dalam bidang kesehatan (Noble Prize in Physiology or Medicine) pada tahun 2005. Asam lambung merupakan salah satu faktor yang biasanya menjadi kambing hitam untuk gangguan pada saluran cerna. terutama di bagian lambung dan usus. Sel-sel mukosa tak mampu menahan serangan dari asam lambung dan akhirnya sel-sel ini pun mati. stress dan infeksi bakteri Helicobacter pylori juga memicu terjadinya luka pada mukosa lambung dan usus(3). Regenerasi sel mukosa tak mampu mengimbangi . Apa yang menjadi sasaran utama terapi tukak lambung dan tukak duodenum? Sasaran terapi ini adalah bakteri Helicobacter pylori dan asam lambung. Selain asam lambung yang berlebih. Kerusakan mukosa diperparah dengan hadirnya asam lambung berlebih yang juga ikut ambil bagian untuk menyerang pertahanan di daerah ini. H. obat yang diberikan adalah obat antasid (anti acid atau anti asam). Kemungkinan telah terjadi sesuatu di dalam saluran pencernaan Anda.Mahasiswa Program Studi Apoteker Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Apakah Anda sering mengalami nyeri pada saluran cerna? Apakah Anda mempunyai riwayat sakit maag? Ataukah Anda sering merasa mual dan muntah serta sering terbangun di malam hari karena mengalami rasa nyeri yang hebat di bagian lambung atau di ulu hati? Jika iya. tetapi ada faktor lain yang perlu dicurigai sebagai penyebab sakit di saluran pencernaan. Pada tahun 1982. setiap ada nyeri pada bagian lambung atau usus. Bagaimana bakteri ini mampu menyebabkan luka pada dinding lambung? Jawabannya terdapat pada enzim urease yang dihasilkan oleh bakteri ini. Akibatnya. Luka inilah yang dikenal sebagai tukak lambung dan tukak duodenum (peptic ulcer disease)(2). Faktor-faktor penyebab nyeri pada lambung atau usus harus diketahui untuk menentukan terapi pengobatan yang akan dilakukan. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Seringkali kita menganggap sakit atau nyeri yang sering terjadi di saluran cerna sebagai sakit maag yang disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan.

Luka menjadi semakin melebar dan dalam. sehingga suatu saat akan terjadi pendarahan pada dinding lambung dan usus (bleeding). Tujuan dari terapi adalah menghilangkan atau mengeradikasi bakteri H.pylori maka cukup digunakan obat penekan jumlah asam lambung dan tidak perlu digunakan antibiotika. metronidazole (Farizol(R)-Ifars. esomeprazole (Nexium(R)-AstraZeneca. Reaksi alergi dapat terjadi dengan semua antibiotik tetapi yang paling sering terjadi adalah alergi antibiotik golongan penisilin atau sulfa. kapsul 20 mg)(1).perlawanan asam lambung dan invasi bakteri H. dan menipis. Selain pendarahan. ibu hamil dan menyusui (tetrasikiln) (5).pylori di saluran cerna. tes serum darah dan tes feses. Beberapa macam obat ini yaitu omeprazole (OMZ(R) -Ferron. Oleh sebab itu. diperlukan suatu kombinasi terapi yang terdiri dari antibiotika ditambah dengan obatobat yang mampu menurunkan kadar asam lambung (misalnya penghambat pompa proton atau antagonis reseptor H2) untuk pasien yang positif H. PPI (Proton Pump Inhibitor) bekerja dengan cara menghambat atau memblok langsung tempat yang menghasilkan asam(3). Berikut ini adalah obat-obat yang digunakan untuk eradikasi bakteri H.pylori. kapsul 250 mg dan 500 mg) (1). Efek samping yang paling umum terjadi dari penggunaan antibiotik adalah permasalahan di saluran pencernaan misalnya mual. Antibodi IgG merupakan zat yang dikeluarkan oleh tubuh sebagai mekanisme pertahanan diri jika terdapat infeksi bakteri. biasanya jarang. Walaupun agak memakan biaya.H. Terapi tunggal antibiotik atau terapi tunggal obat penurun kadar asam telah terbukti tidak optimal untuk mengobati tukak yang disebabkan karena infeksi bakteri H. jika semakin parah akan terbentuk lubang (dinding lambung mengalami perforasi) sehingga makanan di dalam lambung dapat tumpah ke rongga perut. Bagaimana kita mengetahui telah terjadi infeksi bakteri H. Tes yang dilakukan meliputi tes yang invasif yaitu dengan endoskopi. tes napas untuk mengetahui apakah terdapat urea dalam napas.pylori dan mengontrol jumlah asam lambung berlebih yang dapat memperparah tukak. Antibiotik lini kedua yang digunakan yaitu tetrasiklin (Tetrin (R)-Interbat.pylori.pylori dan mengobati tukak : ANTIBIOTIK. keduanya untuk mendeteksi antibodi IgG terhadap bakteri ini(2). tetapi tes ini sangat penting dilakukan untuk menentukan strategi terapi yang tepat. lansoprazole (Nufaprazol(R) - . namun parah dan mengancam jiwa karena menyebabkan shock anafilaksis(5). Salah satu indikasi semua obat golongan ini adalah untuk mengeradikasi bakteri H. tablet salut selaput 250 mg) (1). Jika tidak terdapat bakteri H. Terdeteksinya antibodi IgG dalam serum darah dan feses menunjukkan terdapat infeksi bakteri H. Obat-obat golongan ini meliputi penghambat pompa proton (PPI/ proton pump inhibitor). OBAT PENEKAN JUMLAH ASAM LAMBUNG.dan antasid.pylori(4) . antagonis reseptor H2 (H2RA/ H2 reseptor antagonist). kapsul 250 mg dan kaplet 500 mg) (1) . Kontraindikasi : pasien yang mengalami hipersensitivitas terhadap antibiotik. dan ciprofloxacin (Cetafloxo(R) -Soho. muntah dan diare(5).pylori sehingga semakin lama dinding lambung dan usus akan terus menerus terkikis. kaplet 250 mg dan 500 mg) (1). Reaksi alergi yang terjadi mulai dari bercak merah pada kulit.pylori? Cara untuk mengetahuinya adalah dengan serangkaian tes di laboratorium. tablet salut selaput 20 dan 40 mg) (1). kapsul 500 mg)(1)dan antibiotik golongan makrolida misalnya clarithromycin (Comtro(R) -Combiphar.pylori sensitif dengan antibiotik tertentu misalnya amoxicillin (Amoxillin (R)-Pharos.

Kombinasi ini terdiri dari bismut. tablet 200 mg dan 400 mg) (1). Efek samping obat golongan ini jarang. PPIMC. kapsul 30 mg)(1). kantuk. Dengan diblokirnya tempat ikatan antara histamin dan reseptor. dan nizatidine (Axid (R)-Eli Lily. Bila histamin berikatan dengan reseptor H2. tablet 20 mg)(1). digantikan dengan obat-obat ini. lesu. Terapi 7 hari tidak disarankan oleh FDA karena kurang efektif dibandingkan terapi selama 10-14 hari. Metronidazole 500 mg dapat digunakan sebagai pengganti amoksisilin karena memiliki daya eradikasi yang sama. Kombinasi ini terdiri dari PPI. Beberapa macam obat yang mengandung bismut yaitu Diotame(R) dan Pepto-Bismol(R). dan clarithromycin yang mempunyai keefektifan 90-95% dalam eradikasi H. keduanya dalam bentuk tablet kunyah 262 mg (5).pylori dan menjaga agar tidak terjadi sekresi asam berlebih yang dapat memperparah tukak (4): PPIAC. kapsul 150 mg) (1). Kombinasi ini terdiri dari PPI. amoksisilin 1000 mg dua kali sehari bersama dengan makanan selama 14 hari. ditambah dengan antagonis reseptor H2. Bismut biasanya dikombinasikan dengan obat penekan jumlah asam pada terapi tukak yang disertai infeksi bakteri H. Antagonis reseptor H2 diberikan selama 30 hari untuk . Bismut dikontraindikasikan untuk pasien yang hipersensitif terhadap bismut. Bismut yang diberikan adalah bismuth salisilat 262 mg. Tetrasiklin 500 mg diberikan empat kali sehari selama 14 hari diminum bersama makanan dan sebelum tidur. dan clarithromycin. Ketika menggunakan terapi ini. Antagonis reseptor H2 sebaiknya tidak ditambahkan pada kombinasi yang menggunakan PPI. PPI diminum dua kali sehari sebelum makan selama 14 hari.pylori. muntah. dan ruam merah pada kulit (3). dan terasiklin. BMT-H2.pylori. ranitidine (Tricker(R)-Meprofarm. diare.pylori. tablet salut enterik 10 mg dan 20 mg) (1). Bismut aktif melawan H. dan clarithromycin 500 mg dua kali sehari diminum bersama dengan makanan selama 14 hari. Efek samping obat golongan ini yaitu diare. meliputi sakit kepala. metronidazole.pylori dengan konsentrasi hambat minimal yaitu 16 mg/ml (4). dan pantoprazole (Pantozol(R)-Pharos. Antagonis Reseptor H2 mengurangi sekresi asam lambung dengan cara berkompetisi dengan histamin untuk berikatan dengan reseptor H2 pada sel parietal lambung. amoksisilin. tablet 20 dan 40 mg)(1). FDA sudah membuktikan bahwa terapi selama 10 hari juga sudah efektif. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan PPI. dua tablet empat kali sehari dengan cara dikunyah selama 14 hari diminum bersama makanan dan sebelum tidur. sakit pada otot. metronidazole. maka asam tidak akan dihasilkan. konstipasi.Nufarindo. maka akan dihasilkan asam(3). Efektivitas kombinasi ini yaitu antara 88-95% untuk memeberantas bakteri H. famotidine (Ifamul (R)-Guardian Pharmatama. Terapi ini agak rumit karena menggunakan empat macam obat yang diberikan empat kali sehari selama dua minggu dan masih dilanjutkan terapi dengan obat antagonis reseptor H2 selama 16 hari. sakit kepala. rabeprazole (Pariet(R)-Eisai. Metronidazole 250 mg diminum empat kali sehari selama dua minggu diminum bersama makanan dan sebelum tidur. Berikut ini adalah terapi kombinasi beserta dosis obat yang direkomendasikan dan telah disetujui oleh Food And Drugs Association (FDA) untuk melawan bakteri H. dan konstipasi. tablet salut selaput 150 mg) (1). Beberapa macam obat ini yaitu cimetidine (Corsamet (R) Corsa. BISMUT.

Kita tinggal di Indonesia. Ranitidine 150 mg ditambah bismut sitrat 240 mg diminum dua kali sehari selama empat min ggu dikombinasikan dengan clarithromycin 500 mg diminum tiga kali sehari untuk dua minggu pertama. Jakarta.. Edisi 6.. Kombinasi ini kurang efektif dibanding kombinasi lainnya di atas. M..J.E. tetapi harga yang harus dibayar di waktu kemudian bisa tak terhingga mahalnya jika semuanya sudah terlambat untuk diatasi. 5).. DiPiro. B. The Pharmacological Basic of Therapeutics. Jangan abaikan rasa nyeri di dalam tubuh Anda sebelum terjadi sesuatu yang lebih parah dalam tubuh Anda.pylori? Bakteri ini banyak ditemukan di negara-negara berkembang.L. L. T. Kombinasi ini terdiri dari ranitidine. Bukan bermaksud menakut-nakuti. 4)...C. Limbird.meningkatkan kesembuhan. USA. USA.. USA. durasinya lama (empat minggu)..M. G. Drug Information Handbook.. The McGraw-Hill Companies Inc.L. Lexicomp Inc.. P. 14th Ed. dan angka kejadian tukak karena infeksi bakteri ini sangat tinggi di negara berkembang yang padat penduduknya. Selain itu. Matzke. 2).. Dengan kata lain. L. Corelli. 8th Ed.B.. Guglielmo. 3). L. kita pun akan mudah terserang infeksi bakteri ini. ekonomi lemah dan sanitasi lingkungannya yang buruk.A. Info Master. 2005. G. R. membentuk keluarga bakteri yang hidup dengan nyaman di dalam saluran cerna Anda. Armstrong. Mengapa kita harus waspada terhadap bakteri H. Hardman. L. negara yang sanitasi lingkungannya cukup amburadul. 2006. Yee.J. R.. Applied Therapeutics : The Clinical Use of Drugs.. bismut citrat.A. Anonim. RBC merupakan pilihan untuk pasien yang alergi terhadap penisilin.G.pylori yang menyebabkan tukak dan memperparah tukak.. B. Jangan sampai masa tua Anda menjadi sengsara karena serangan asam lambung yang berlebihan dan ulah jahat bakteri H.. Ruddon. Obati sebelum terlambat! PUSTAKA 1).L. 9th Ed. R. Young. Molinof.E. l.. Goldman. B.. Pas ey.R. dan clarithromycin.pylori yang tinggal dengan enaknya.K. ditambah lagi hanya satu antibiotik yang digunakan. waktu pemberiannya juga agak merepotkan. PPI yang diminum dua kali sehari dapat digunakan untuk mengganti antagonis reseptor H2.. J... Satu-satunya cara adalah dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan perubahan gaya hidup dan pola makan Anda. . M.. 6th Ed. Kimble. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi 2006/2007.. 2005. Lacy. C. 2006.. Kradjan. dan Lance. Talbert. Alldredge.L. Wells.F..G. Pharmacotherapy : A Pathophysiological Approach.. Terapi kombinasi tersebut akan mampu membunuh bakteri H.w. The McGraw-Hill Inc.. Lippincot Williams & Wilkins.P. USA. W. RBC-C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->