P. 1
makalah

makalah

4.0

|Views: 1,037|Likes:
Published by zoelkahfi

More info:

Published by: zoelkahfi on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2014

pdf

text

original

PEMBAHASAN Pengertian Khulafaurrasidin

Khulafaurrasyidin adalah pecahan dari kata Khulafa’ dan Al – Rasyidin, Kata Khulafa’ mengandung pengertian : cerdik, pandai dan pengganti. Sedangkan kata, Al – Rasyidin mengandung pengertian : Lurus Benar dan Mendapat petunjuk. Pengertian Khulafaurrasyidin adalah “ Pengganti yang cerdik dan benar serta para pemimpin pengganti Rasulullah dalam urusan kehidupan kaum muslimin, yang sangat adil dan bijaksana, pandai dan cerdik, dan dalam menjalankan tugasnya enantiasa pada jalur yang benar serta senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Para pemimpin Khulafaurrasyidin terdiri dari empat orang sahabat Rasulullah Yaitu: 1. Abu Bakar Siddiq 2. Umar Ibn Khattab 3. Utsman Ibn Affan. 4. Ali Ibn Abi Thalib. Dalam pemerintahannya mereka berjuang terus untuk agama Islam . mereka tidak pernah memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadinya ataua untuk mengeruk harta. Mereka adalah pemimpin – pemimpin yang baik dalam melaksanakan kekuasaan. Mereka mau menerima dan mengemban kekhalifahan, bukan karena untuk mengharapkan sesuatu yang akan menguntungkan pribadiya, tetapi semata – mata karena pengabdiannya terhadap Islam dan mencari Keridhaan Allah SWT semata. Setiap langkah yang dilakukan oleh Khulafaurrasyidin tidak pernah bertentangan dengan kemauan kaum muslimin selalu berjalan pada jalur yang benar.  ABU BAKAR (632-634 M) Pembentukan Kekhilafahan dan sistemnya Dahulu, nama aslinya adalah Abdus Syams. Tetapi, setelah masuk Islam namanya diganti oleh Rasulullah sehingga menjadi Abu Bakar. Gelar Ash- Shiddiq diberikan

1

sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar berkumpul di balai kota Bani Sa'idah. Umar bin Khattab. tidak lama setelah beliau wafat. Ia nampaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada kaum muslimin sendiri untuk menentukannya. Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan wasiat tentang siapa yang akan menggantikan beliau sebagai pemimpin politik umat Islam setelah beliau wafat. sebagian kalangan muslim Anshar dan beberapa orang dari pihak Muhajirin mengadakan pertemuan di Saqifah Bani Sa'idah. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Sempat terjadi perselisihan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Dan akhirnya. baik Muhajirin maupun Anshar.padanya karena ia adalah orang yang pertama mengakui peristiwa Isra' Mi'raj. yaitu pada masa pemerintahan Abu Bakar. Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul. Ketika Rasulullah wafat. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Madinah. Maka ditunjuklah Abu Bakar untuk menggantikannya. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad SAW dengan sendirinya batal setelah Nabi SAW wafat. Karena sikap keras kepala 2 . dimana sistem pemerintahan yang diterapkan adalah pemerintahan yang islami karena berundang-undangkan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang disebabkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah sepeninggal Rasulullah SAW. belum lagi jenazahnya dimakamkan. Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Mereka memusyawarahkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. sama-sama merasa berhak menjadi pemimpin umat Islam. Abu Bakar disebut Khalifah Rasulullah (Pengganti Rasul Allah) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Karena itulah. Khilafah Rasyidin merupakan para pemimpin ummat Islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat.Shiddiq (Orang yang dipercaya). akhirnya. dengan semangat ukhuwah Islamiyah yang tinggi. terpilihlah Abu Bakar as-Siddiq sebagai Khalifah pertama. Lalu. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. ini adalah indikasi bahwa suksesnya kepemimpinan Rasulullah SAW diteruskan kepada Abu Bakar. Bagi sebagian warga Madinah. ia pun diberi gelar Ash. Abu Bakar terpilih. Musyawarah itu berjalan cukup alot karena masing-masing pihak. Namun.

Usianya pun hampir sama dengan Rasulullah. Meluasnya islam semenjak kepemimpinan khalifah Abu Bkar Adapun urusan pemerintahan diluar kota madinah. Seorang yang rendah hati. ia berani menyerahkan seluruh hartanya kepada Rasulullah dan berkata. Tidak tanggung-tanggung. Mengenai praktek pemerintahan Abu Bakar di bidang pranata social ekonomi adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan social rakyat.untuk kemaslahatan rakyat 3 . Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Ia telah meletakkan garis-garis besar kepemimpinan yang menerangkan tentang sifat dan akhlak pemimpin yang baik. mempunyai pengaruh yang besar. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam 1. Mengumpulkan Al-Quran. maka dikumpulkanlah Al-Quran tersebut. Begitu pun dengan kemuliaan. tulang dan sebagainya. dan orang muslim pertama yang membebaskan budak. Untuk mencegah supaya Al-Quran. Sebelum datangnya Islam. namun terwujud dalam diri Abu Bakar. khalifah Abu Bakar membagi wilayah kekuasaan hukum Negara Madinah menjadi beberapa propinsi. dan setiap propinsi Ia menugaskan seorang amir atau wali (semacam jabatan gubernur). la seorang yang kaya. "Saya mewariskan Allah dan rasul-Nya untuk keluarga saya”. Tipe Kepemimpinan Abu bakar ash-Shiddiq adalah seorang pedagang yang selalu memelihara kehormatan dan harga dirinya. Memerangi Kemurtadan dan Nabi-Nabi palsu 2. karena semenjak menumpas kemurtadan dan nabi-nabi palsu banyak sahabat yang hafal Al-Quran men jadi syuhada dalam perang. dan keturunan. Khalid ibn Al-Walid adalah panglima yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini. kulit. lemah lembut. dan memiliki akhlak mulia. Kemudian disalin kedalm pelepah kurma. profesi.dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Tidak berlebihanjika ia terpilih menjadi khalifah pertama. 3. ia sudah menjadi kawan akrab Rasulullah.Garis kepemimpinan yang tidak hanya sekadar slogan.

Ia juga memperkenalkan istilah Amir al-Mu'minin (petinggi orang-orang yang beriman).  UMAR BIN KHATTAB (634-644 M) Pembentukan Kekhilafahan dan Sistemnya Ketika Abu Bakar merasakan sakitnya semakin berat. sadaqoh yang berasal dari kaum muslimin. 2. dan kerajaan Hirah. 3. ia bermusyawarah dengan para pemuka sahabat. Bahwa Abu Bakar dalam menunjuk Umar tidak meninggalkan azas musyawarah.ini ia mengolah zakat. sebagai sumber pendapatan baitul mal. infak. Pengukuhan Umar sebagai khalifah sepeniggal Abu Bakar berjalan baik dalam suatu bai’at umum dan terbuka tanpa ada pertentangan dikalangan kaum muslimin sehingga opsesi Abu Bakar untuk mempertahankan keutuhan umat Islam dengan cara penunjukkan itu terjamin. Umar Ra menyebut dirinya Khalifah Rasulullah (pengganti dari Rasulullah). ada hal yang perlu dicatat: 1. Abu Bakar tidak menunjuk salah seorang putranya atau kerabatnya melainkan memilih seseorang yang disegani oleh rakyat karena sifat-sifat terpuji yang dimilikinya. Dari penunjukkan Umar sebagai penggantinya. Penghasilan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan Negara ini di bagikan untuk kesejahteraan tentara. Umar ibn Khatthab al-Faruq . Para sahabat setuju dan Abu Bakar meninggalkan surat wasiat yang menunjuk Umar sebagai penggantinya 4 . Irak. Kebijaksanaan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat yang segera secara beramai-ramai membaiat Umar Ra. Ia diganti oleh "tangan kanan" nya. ia mengumpulkan para sahabat besar dan menunjuk Umar bin Khattab sebagai Khalifah. bagi para pegawai Negara. ghanimah harta rampasan perang dan jizyah dari warga Negara non-muslim. kemudian mengangkat Umar ibn Khatthab sebagai penggantinya dengan maksud untuk mencegah kemungkinan terjadinya perselisihan dan perpecahan di kalangan umat Islam. Ketika Abu Bakar sakit dan merasa ajalnya sudah dekat. sementara barisan depan pasukan Islam sedang mengancam Palestina. dan kepada rakyat yang berhak menerima sesuai ketentuan al-quran Pada saat Abu Bakar meninggal dunia.ia lebih dulu mengadakan konsultasi untuk mengetahui aspirasi rakyat melalui tokoh-tokoh kaum muslimin.

pemerintah juga harus berani menerima kritik dari siapapun sekalipun menyakitkan karena pemerintah lahir rakyat dan untuk rakyat. Menetapkan dasar-dasar pengelolaan Negara. adil. 4. Umar menjabat sebagai hakim.aturan praktis untuk menerapkan keadilan dan kejujuran dalam pemerintahan Sebelumnya.sebagai mana Abu Bakar. 5 . maka memberikan leherku untuk dipotong lebih aku sukai daripada memikul jabatan ini”. Bagian dari pidatonya adalah: “Aku telah dipilih jadi khalifah. Persyaratan bagi calon Negara. Tipe Kepemimpinan Umar ibnu Khatthab merupakan salah satu sosok pemimpin yang tegas. ia telah menggariskan: 1. dan tegas. andaikata aku tau ada orang yang lebih kuat daripada aku untuk memikul jabatan ini. Ia adalah khalifah kedua dalam Islam setelah Abu Bakar ash-Shiddiq. kerendahan hati abu Bakar selaras dengan jiwanya yang terbaik diantara kamu dan lebih kuat diantara kamu dan juga lebih mampu memikul urusan kamu yang penting-penting. Untuk menertibkan para pejabat bawahannya. aku diangkat dalam jabatan ini tidaklah sama seperti beliau. Pejabat yang dipegang seseorang adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada tuhan dan rakyat 5. di masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Mendidik rakyat supaya berani memberi nasihat dan kritik kepada pemerintah. Umar bin Khattab pun di bai’at dihadapan umat muslimin. Umar ibnulKhaththab menulis “Risalatul Qada” atau “Dustur Umar" yang berisi nasehat dan . Ia menjalankan amanah tersebut dengan begitu cerdas. Sebagai seorang negarawan yang patut diteladani. 2. jujur dan adil dalam Islam. 3. 6. Khalifah Umar telah meletakkan dasar-dasar pengadilan dalam islam. Mendorong para pejabat Negara agar benar-benar meperhatikan kemaslhatan rakyat dan melindungi hak-haknya karena mereka adalah pengabdi rakyat dan bagian dari rakyat itu sendiri.

tak peduli siapapun yang melakukannya. Penaklukan baitul mukaddas Tahun 18 H = 639 M c. 1. Dan kudeta selalu menunggu untuk merebut kekuasaan darinya. sehingga rakyat yang dipimpinnya menjadi sejahtera lahir dan batin. Pemimpin egois. Tak peduli apakah pelaku itu diri sendiri. Penaklukan Mesir 6 . Pemimpin seperti ini tidak berani bersikap tegas terhadap bawahannya. lni tipe pemimpin yang hanya mementingkan diri sendiri. la hanya mengeruk keuntungan untuk dirinya sendiri. atau orang-orang dekatnya sekali pun. Pemimpin yang tidak tegas terhadap dirinya sendiri. 2. la juga lemah dan tidak berwibawa di mata rakyatnya. Pemimpin seperti ini dibenci oleh bawahan dan rakyatnya.sehingga ia pernah mengajukan pengunduran diri dari jabatan tersebut kepada Abu . tanpa peduli terhadap dan rakyatnya. Yaitu pemimpin yang tegas bertindak terhadap segala bentuk kejahatan. keluarga. karena tak ada lagi perkara kejahatan yang bisa di urusinya Umar ibnu khattab membagi tipe pemimpin menjadi empat macam. Jika mereka salah.Bakar. Pemimpin seperti ini selalu di buntuti oleh bahaya. dan jika tidak diperbaiki maka kehancuran akan datang kepadanya. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam Hal-Hal yang telah dilakukan Umar bin Khattab pada masa kepemimpinannya a. Pemimpin yang berwibawa. 3. Pertempuran di Ajnadin Tahun 16 H = 636 M b. pemimpin yang berwibawa akan menghukumnya. 4. Pemimpin diktator yang bersama rezimnya menghancurkan keadilan dan merampas hak rakyat. Penaklukan Irak dan Persia d.

setelah tentara Bizantium kalah di pertempuran Yarmuk. ibu kota Syria. dan ini mengakibatkan kewafatannya. ia tidak bertindak sewenang-wenang dan memutuskan suatu urusan tanpa mengikutsertakan warga umat. al-Madain yang jatuh pada tahun itu juga. Zubair. Thalhah.Ia selalu mengadakan musyawarah dengan tokoh-tokoh ansar dan Muhajirin. Dengan demikian. jatuh tahun 635 M dan setahun kemudian. Untuk menentukan penggantinya. jatuh pada tahun 637 M. Syria. ibu kota Mesir. Palestina. Sumber-sumber keuangan Negara untuk mengisi baitul mal diperoleh dari alfarz. pada masa kepemimpinan Umar wilayah kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arabia. Al-Qadisiyah. Hasil musyawarah atau konsultasi khalifah diakhir hidupnya dengan sejumlah pemuka masyarakat madinah yang terpenting adalah terbentuknya “tim formatur”yang bertugas memilih khalifah setelah umar. zakat dan jizya. Umar memerintah selama sepuluh tahun (13-23 H / 634-644 M). Sa'ad ibn Abi Waqqash. Abdurrahman ibn 'Auf. Mesir jatuh ke bawah kekuasaan Islam. tim ini bermusyawarah dan berhasil menunjuk Utsman sebagai khalifah. Moshul dapat dikuasai. Dari sana serangan dilanjutkan ke ibu kota Persia. Setelah Umar wafat. melalui proses yang agak ketat dengan Ali bin Abi Thalib. Dia dibunuh oleh seorang majusi. Umar Ra tidak menempuh jalan yang dilakukan Abu Bakar. Damaskus. usyri. sebagian besar wilayah Persia. konsultasi ini terjadi ketika keadaan jiwanya akibat tikaman enam kali yang dilakukan Abu lu’luah karena dendam. Pada tahun 641 M . Dia menunjuk enam orang sahabat dan meminta kepada mereka untuk memilih salah seorang diantaranya menjadi khalifah. usyur. Dengan demikian. 7 . sebuah kota dekat Hirah di Iraq. ditaklukkan tahun 641 M. Ali. Di zaman Umar gelombang ekspansi (perluasan daerah kekuasaan) pertama terjadi. Dengan memakai Syria sebagai basis. Iskandariah/Alexandria. dengan rakyat dan dengan para administrator pemerintahan untuk memecahkan masalah-masalah umum dan kenegaraan. ekspansi diteruskan ke Mesir di bawah pimpinan 'Amr ibn 'Ash dan ke Irak di bawah pimpinan Sa'ad ibn Abi Waqqash. Enam orang tersebut adalah Usman. budak dari Persia bernama Abu Lu'lu'ah. Masa jabatannya berakhir dengan kematian. seluruh daerah Syria jatuh ke bawah kekuasaan Islam. dan Mesir.

Nafi’bin al-haris al-khuza’i. Umat islam boleh mengkririknya bila ia menyimpang dari ketentuan hokum Untuk pelaksanaan administrasi pemerintahan di daerah. Agar umat islam mau mengambil pelajaran dari masa lalu. Keenam Orang itu adalah Abdurrahman bin Auf. Sebagai jalan keluar.ia menyampaikan pidatonya yang menggambarkan dirinya sebagai sufi. Umar menunjuk enam orang Sahabat sebagai Dewan Formatur yang bertugas memilih Khalifah baru. 5. Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. muncul dua nama yang bersaing ketat yakni Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. khalifah usman mempercayakannya kepada seorang gubernur untuk setiap wilayah atau propinsi pada masanya kekuasaan wilayah madinah di bagi menjadi 10 propinsi: 1. 4. Di samping ia akan meneruskan apa yang telah dilkukan pendahulunya juga akan membuat hal baru yag akan membawa kepada kebajikan 6. Setelah melalui perdebatan yang cukup lama. Amir wilayah Shan’a 8 . Saad bin Abi Waqqash. Zubair bin Awwam. UTSMAN BIN AFFAN (644-656 M) Pembentukan Kekhilafahan Dan Sistemnya Umar bin Khattab tidak dapat memutuskan bagaimana cara terbaik menentukan khalifah penggantinya. Sebagai khalifah ia akan melaksanakan perintah al-quran dan sunnah rasul. 2. Agar umat islam terpedaya kemewahan hidup dunia yang penuh kepalsuan 3. Thalhah bin Ubaidillah. Agar umat islam berbuat baik sebagai bekal untuk hari kematian. Amir wilayah thaif 3. Setelah Usman bin Affan dilantik menjadi khlifah ketiga Negara madinah . Umar mempertimbangkan untuk tidak memilih pengganti sebagaimana dilakukan Rasulullah. Keputusan terakhir diserahkan kepada Abdurrahman bin Auf sebagai ketua Dewan yang kemudian menunjuk Utsman bin Affan sebagai Khalifah. 2. Namun Umar juga berpikir untuk meninggalkan wasiat seperti dilakukan Abu Bakar.dalam pidato itu usman mengingatkan beberapa hal yang penting: 1. seorang majusi persia. Ya’la bin Munabbih Halif Bani Nauful bin Abd Manaf. Sufyan bin Abdullah al-tsaqqfi. Amir wilayah mekkah. Segera setelah peristiwa penikaman dirinya oleh Fairuz. dan citra pemerintahannya lebih bercorak agama ketimbang politik belaka sebagai dominan.

Berani mengambil keputusan. 8. Sedangkan kekuasaan legislative dipegang oleh Dewan Penasehat Syura. 2.dan 10. Amir wilayah mesir. Bakat kepemimpinannya telah terlatih karena ia berpengalaman memimpin usaha dagang dan ternaknya. 4. Amr bin al-Ash al-Sahami. Teguh pendirian. Diantara sifat-sifat kepemimpinan yang dimilikinya yaitu: 1. Amir wilayah Basrah. 3. Tipe Kepemimpinan Ia adalah saudagar kain yang kaya raya dan juga memiliki ternak yang paling banyak diantara orang-orang Arab lainnya. Pandai memilih bawahannya yang kompeten. Lemah lembut dan sopan santun. Ia diangkat rnenjadi khalifah oleh Majelis Syuro ketika itu. Amir wilayah Kufah. Bertanggung jawab. Amir wilayah Himsh. 7. dan lain-lain. Umar bin Sa’ad . 8. Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari. Aspiratif terhadap pendapat rakyatnya. 6. Muawiyah bin Abi Sufyan . Al-Mughirah bin Syu’bah al-tsaqi.4. Bersikap Adil. 5. Usman bin Abi al-ashal-Tsaqafi. Amir wilayah Damaskus 9. Dermawan. Amir wilayah a-janad. Amir wilayah Bahrain. bahkan terhadap lawannya. Menjalankan Al-Qur’ an dan As-Sunnah. 9 . 7. Abdullah bin Abi Rabiah . 5. tempat khalifah mengadakan musyawarah dengan para sahabat terkemuka. 9. 10. 6. Kontribusi Khalifah Pada Masa Peradaban Islam Prestasi yang diraihnya sebagai hasil dari kepemimpinannya yang handal seperti : • Menaklukan Syria dan mengangkat Muawiyah sebagai gubernur di sana.

Menaklukan daerah Arjan dan Persia. Harta kekayaan negara. Utsman dibunuh oleh kaum pemberontak yang terdiri dari orang-orang yang berhasil dihasut oleh Abdullah bin Saba’ Tahun-tahun berikutnya. Akhirnya pada tahun 35 H/1655 M. • • • • Setiap hari Jumat beliau memerdekakan seorang budak (bila ada). Mushaf yang dibakukan ini dikenal dengan Mushaf Usmani dan dipakai hingga sekarang. Untuk mengisi baitul mal diperoleh dari alfarz. Salah satu faktor yang menyebabkan banyak rakyat berburuk sangka terhadap kepemimpinan Utsman adalah kebijaksanaannya mengangkat keluarga dalam kedudukan tinggi. Transoxania. Setelah banyak anggota keluarganya yang duduk dalam jabatan-jabatan penting. Menaklukan Khurasan dan Nashabur di Iran.• Menaklukan Afrika Utara dan mengangkat Amr ibnul¬-`Ash menjadi gubernur di wilayah tersebut. Dia juga tidak tegas terhadap kesalahan bawahan. usyri. Di masa pemerintahan Utsman (644-655 M). Rakyat di beberapa daerah terutama Kuffah. zakat dan jizya. Armenia.if. Ibnu Saba’ ini gemar berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya untuk menyebarkan fitnah kepada kaum muslimin yang baru masa keislamannya. pada paruh terakhir masa kekhalifahannya muncul perasaan tidak puas dan kecewa di kalangan umat Islam terhadapnya. Cyprus. Ekspansi Islam pertama berhenti sampai di sini. Ini karena fitnah dan hasutan dari Abdullah bin Saba’ Al-Yamani salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk islam. Tunisia. sedangkan Utsman hanya menyandang gelar Khalifah. oleh kerabatnya dibagi- 10 . dan bagian yang tersisa dari Persia. pemerintahannya Usman mulai goyah. Dialah pada dasarnya yang dianggap oleh orang-orang tersebut yang menjalankan pemerintahan. Basyrah dan Mesir mulai memprotes kepemimpinannya yang dinilai tidak adil. Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun. Rhodes. Yang terpenting diantaranya adalah Marwan ibn Hakam Rahimahullah. Membukukan Al-Qur`an ke dalam bentuk baku yang seragam sehingga tidak ada perselisihan lagi. dan Tabaristan berhasil direbut. Umar melengkapinya dengan beberapa jawatan. Kepemimpinan Utsman memang sangat berbeda dengan kepemimpinan Umar. usyur.

Ia telah ikut bersama Rasulaalah SAW. FAtimah. Ia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW. Itu semua akibat fitnah yang ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’. hampi seperti Umar bin Khattab.dan 5. Saling memelihara kehormatan di antara sesame muslim dan umat lain 4. Zubair dan Aisyah. Begitu menjadi khalifah para gubernur yang diangkat oleh usman diganti dan tanah-tanah yang dibagikan diambil kembali. tapi ia diangkat oleh para pemberontak. jembatan-jembatan. Alasan mereka. Taat dan patuh kepada pemerintah. Pengukuhan Ali menjadi khalifah tidak semulus pengukuhan tiga orang khalifah pendahulunya. Ali tidak mau menghukum para pembunuh Utsman. masjid-masjid dan memperluas masjid Nabi di Madinah. Terpanggil untuk berbuat kebajikan bagi kepentingan umum. Ali ibn Abi Thalib menghadapi pemberontakan Thalhah. Tetap berpegang teguh kepada al-quran dan sunnah rasul 2. 11 . dan mereka menuntut bela terhadap darah Utsman yang telah ditumpahkan secara zhalim.  ALI BIN ABI THALIB (656-661 M) Pembentukan Kekhilafahan Dan Sistemnya Ali adalah putra Abi Thalib ibn Abdul Muthalib. Taat dan bertaqwa kepada allah serta mengabdi kepada negara dan sesame manusia 3. sebab kaum pemberontak yang membunuh Usman mendaulat Ali supaya bersedia dibaiat menjadi khalifah.bagikan tanpa terkontrol oleh Usman sendiri. Tidak lama setelah itu. Ia adalah orang yang keras dan disiplin. Ali sebenarnya ingin sekali menghindari perang.ia dibai’at ditengah-tengah kematian usman. Yang kemudian menjadi menantunya karena menikahi putri Nabi Muhammad SAW. Dalam pidatonya khalifah Ali menggambarkan dan memerintahkan agar umat islam: 1. Dia mengirim surat kepada Thalhah dan Zubair agar keduanya mau berunding untuk menyelesaikan perkara itu secara damai. Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah bukan krena hasil keputusan musyawarah umat islam. Padahal Utsman yang paling berjasa membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota. Dia juga membangun jalanjalan. pertentangan dan kekacauan dan kebingungan umat islam Madinah.

Berteman dengan ibadah pada malam dan kegelapan. 15. Perang ini dikenal dengan nama Perang Jamal (Unta).namun Ameer Ali menyatakan:…ia berhasil memecat sebagian besar gubernur yang korupsi dan mengembalikan kebijaksanaan Umar pada setiap kesempatan yang memungkinkan. sedangkan Aisyah ditawan dan dikirim kembali ke Madinah. Dengan demikian masa pemerintahan Ali melalui masa-masa paling kritis karena pertentangan antar kelompok yang berpangkal dari pembunuhan Usman. Memenuhi panggilan apabila dipanggil. makanan orang fakir.ia membenahi dan menyusun arsip Negara untuk mengamankan dan menyelamatkan dokumen-dokumen khalifah dan kantor sahib-ushsurtah. serta mengordinir polisi dan menetapkan tugas-tugas mereka. Ilmu pengetahuan menyemburat dari seluruh sisinya (perbuatan dan perkataannya). Bawahannya tidak takut berbicara. 3. Banyak menangis karena takut kepada Allah. Akhirnya. 2. Berbicara dengan penuh hikmah (bijaksana) dari segala segi. 12 . seperti yang diungkapkan Dhirar bin Dhamrah kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan adalah sebagai berikut : 1. Menghukum dengan adil. Berpandangan jauh ke depan (visioner). 10. 11. pertempuran yang dahsyat pun berkobar. dan mendahulukan orang lain dalam berpendapat. 12. Menyukai pakaian kasar. Menyepi dari dunia dan segala perhiasannya. Sangat kuat (fisik). Selalu mengawali ucapan salam apabila bertemu. 9. 7. 8. Zubair dan Thalhah terbunuh. 14.Namun ajakan tersebut ditolak. Selalu menghitung-hitung kesalahan dirinya (muhasabah). dan berhasil mengalahkan lawannya. 5. karena Aisyah dalam pertempuran itu menunggang unta. Berbicara dengan sangat ringkas dan tepat. 13. Banyak bertafakur setelah berusaha. Tipe Kepemimpinan Karakter kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. 6. 4.

Munculnya kelompok al-khawarij menyebabkan tentaranya semakin lemah. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Amru Bin Wudd hendak menikamnya. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase). 13 . orang-orang yang lemah tidak akan berputus asa dari keadilannya. Kepemimpinannya telah teruji. Pasukannya bertemu dengan pasukan Mu'awiyah di Shiffin. Keadaan ini tidak menguntungkan Ali. orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Di tempat ibadah dia menangis seperti orang yang sedang bersedih. giginya terlihat seperti mutiara dan tersusun rapi. tapi tahkim ternyata tidak menyelesaikan masalah. Pada tanggal 20 ramadhan 40 H (660 M). dan al-Khawarij (orang-orang yang keluar dari barisan Ali). Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan nama perang shiffin. Tidak heran jika akhirnya ia mendapat sebutan sebagai orang yang tidak dapat dikalahkan oleh lawan. bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga. Kontribusi Khalifah Dalam Peradaban Islam Kebijaksanaan-kebijaksanaan Ali juga mengakibatkan timbulnya perlawanan dari para gubernur di Damaskus. 17. 19. Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Ali Ra terbunuh oleh salah seorang anggota Khawarij yaitu Abdullah bin Muljam. 18. 20. di ujung masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah menjadi tiga kekuatan politik. sementara posisi Mu'awiyah semakin kuat. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Zubair. Namun. Di hadapannya. Mu'awiyah yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat tinggi yang merasa kehilangan kedudukan dan kejayaan.16. Syi'ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-yahudi) yang menyusup pada barisan tentara Ali.000 prajurit. al-Khawarij. Akibatnya. Di hadapannya orang-orang yang kuat tidak akan berani berbuat batil. Ia berani menghadapi kaum musyrikin dalam perang Khandak yang berjumlah 24. Thalhah dan Aisyah. Belum lagi segudang kehebatan dan keberanian yang lainnya. Ali berhasil membunuhnya. Menghormati ahli agama dan mencintai kaum fakir miskin. Jika tersenyum. yaitu Mu'awiyah.

1) Pemilihan bebas dan terbuka melalui forum musyawarah tanpa ada seorang calon sebelumnya. Ketiga. 2) Pemilihan dengan cara pencalonan atau penunjukan oleh khalifah sebelumnya dengan terlebih dahulu mengadakan konsultasi dengan para sahabat terkemuka dan kemudian memberitahukan kepada umat islam. Keempat. Karena Rasulullah SAW tidak pernah menunjuk calon penggantinya.dasar dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan Negara Madinah adalah Al-Qur’an dan Sunnah rasul. Penunjukan itu tidak karena ada hubungan keluarga antara khalifah yang mencalonkan dan calon yang di tunjuk.Pemerintahan Khulafa’ al-Rasyidin tidak mempunyai konstitusi yang dibuat secara khusus sebagai dasar dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan. Kedua.dalampenyelenggaraan pemerintahan Negara Madinah khulafa al-Rasyidin telah melaksanakan prinsip musyawarah. mengenai pengangkatan empat orang sahabat Nabi terkemuka itu menjadi Khalifah dipilih dan di angkat dengan cara yang berbeda. prinsip keadilan social dan kesejahteraan rakyat. prinsip persamaanbagi semua lapisan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka tetap memegang jabatan itu selama berpegang kepada syariat islam. Anggota tem bertugas memilih salah seorang dari mereka menjadi khalifah. Cara ini terjadi pada penunjukan Umar oleh khalifah Abu Bakar. Cara ini terjadi pada musyawarah terpilihnya Abu Bakar dibalai pertemuan TsaqifahBani Syaidah. Undang-undang nya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul ditambah dengan hasil ijtihad khalifah dan keputusan Majelis Syura dalam menyelesaikan masalahmasalah yang timbul yang tidak ada penjelasannya dalam nash syariat.Kesimpulan Harus diakui ada beberapa kasus dan peristiwa pada masa khalifah Usman dan Ali yang tidak menyenangkan. 4) Pengangkatan spontanitas di tengah-tengah situasi yang kacau akibat pemberontakan sekelompok masyarakat muslim yang membunuh usman. prinsip kebebasan berpendapat.Pertama. Cara ini terjadi pada Usman melalui Majelis Syura yang dibentuk oleh khalifah Umar yang beranggotakan enam orang. dan mereka menyetujuinya.Pemerintahan khulafa al-Rasyidin juga tidak mempunyai ketentuan mengenai masa jabatan bagi setiap khalifah. Kelima.Cara ini terjadi pada Ali yang dipilih oleh kaum pemberontak dan umat Islam Madinah. 14 . 3) Pemilihan team atau Majelis Syura yang di bentuk khalifah.Tapi perlu dicatat secara umum mengenai beberapa hal yang dicontohkan oleh khulafa al-Rasyidin dalam memimpin Negara Madinah.

hasil ijtihad penguasa. dan hasil keputusan Majelis Syura. 15 . Karenanya corak Negara Madinah pada periode Khulafa al-Rasyidin tidak jauh berbeda daripada zaman Rasulullah.

16 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->