P. 1
sahli

sahli

|Views: 73|Likes:
Published by Haposan Simatupang

More info:

Published by: Haposan Simatupang on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Hemoglobin (Hb) Hemoglobin adalah metalprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi (Wikipedia, 2007). Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi. Memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu membentuk oxihemoglobin di dalam sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini maka oksigen dibawa dari paruparu ke jaringan-jaringan (Evelyn, 2009). Hemoglobin merupakan senyawa pembawa oksigen pada sel darah merah. Hemoglobin dapat diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indeks kapasitas pembawa oksigen pada darah. Hemoglobin adalah kompleks protein-pigmen yang mengandung zat besi. Kompleks tersebut berwarna merah dan terdapat didalam eritrosit. Sebuah molekul hemoglobin memiliki empat gugus haeme yang mengandung besi fero dan empat rantai globin (Brooker, 2001). Hemoglobin adalah suatu senyawa protein dengan Fe yang dinamakan conjugated protein. Sebagai intinya Fe dan dengan rangka protoperphyrin dan globin (tetra phirin) menyebabkan warna darah merah karena Fe ini.

Universitas Sumatera Utara

Eryt Hb berikatan dengan karbondioksida menjadi karboxy hemoglobin dan warnanya merah tua. Darah arteri mengandung oksigen dan darah vena mengandung karbondioksida (Depkes RI dalam Widayanti, 2008). Menurut William, Hemoglobin adalah suatu molekul yang berbentuk bulat yang terdiri dari 4 subunit. Setiap subunit mengandung satu bagian heme yang berkonjugasi dengan suatu polipeptida. Heme adalah suatu derivat porfirin yang mengandung besi. Polipeptida itu secara kolektif disebut sebagai bagian globin dari molekul hemoglobin (Shinta, 2005). 2.1.1 Kadar Hemoglobin (Hb) Kadar hemoglobin ialah ukuran pigmenrespiratorik dalam butiran-butiran darah merah (Costill, 1998). Jumlah hemoglobin dalam darah normal adalah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah dan jumlah ini biasanya disebut “100 persen” (Evelyn, 2009). Batas normal nilai hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan karena kadar hemoglobin bervariasi diantara setiap suku bangsa. Namun WHO telah menetapkan batas kadar hemoglobin normal berdasarkan umur dan jenis kelamin (WHO dalam Arisman, 2002). Tabel 2.1.1 Batas Kadar Hemoglobin Kelompok Umur Anak 6 bulan - 6 tahun Anak 6 tahun - 14 tahun Pria dewasa Ibu hamil Wanita dewasa Sumber : WHO dalam arisman 2002 Batas Nilai Hemoglobin (gr/dl) 11,0 12,0 13,0 11,0 12,0

Universitas Sumatera Utara

Tiap sub unit memiliki berat molekul kurang lebih 16. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin. 1999 (Zarianis. Ada beberapa protein mengandung heme dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan banyak dipelajari. sehingga berat molekul total tetramernya menjadi 64.1. Laki-laki 2. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Wanita hamil Sumber : Depkes RI. Wanita 3. atom besi ini merupakan situs/lokal ikatan oksigen. 6-14 tahun Hb (gr/100ml) 11 12 13 12 11 Dewasa 1. 2007).Tabel 2. 6 bulan sampai 6 tahun 2.000 Dalton. sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen (Wikipedia. Tiap sub unit hemoglobin mengandung satu heme. globin sebagai istilah generik untuk protein globular. 2006) 2. Universitas Sumatera Utara . yang terdiri dari dari masing-masing dua sub unit alfa dan beta yang terikat secara non kovalen.2 Struktur Hemoglobin (Hb) Pada pusat molekul terdiri dari cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi. Pada manusia dewasa.000 Dalton. Sub unitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama.1.2 Batas Normal Kadar Hemoglobin Setiap kelompok Umur Kelompok Anak Umur 1. hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 submit protein).

3.1. 2. 2001).1.3 Guna Hemoglobin (Hb) Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Kecukupan Besi dalam Tubuh Menurut Parakkasi. 2. Penurunan kadar hemoglobin dari normal berarti kekurangan darah yang disebut anemia (Widayanti. Sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada di dalam hemoglobin (Sunita. menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot.2. sehingga anemia gizi besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan hemoglobin yang rendah. 2008).4 Faktor-Faktor Mempengaruhi Kadar Hemoglobin Beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah : 1. Mioglobin berperan sebagai reservoir oksigen : menerima. Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke Universitas Sumatera Utara . Menurut Depkes RI adapun guna hemoglobin antara lain : 1. dapat diketahui dengan pengukuran kadar hemoglobin. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringanjaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar. Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringanjaringan tubuh. untuk mengetahui apakah seseorang itu kekurangan darah atau tidak.

dan peroksidase. dan komponen lain pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom oksidase. Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah Universitas Sumatera Utara . Kecukupan besi yang direkomendasikan adalah jumlah minimum besi yang berasal dari makanan yang dapat menyediakan cukup besi untuk setiap individu yang sehat pada 95% populasi. 2006). flavoprotein. Kandungan ± 0. memegang peranan penting dalam proses oksidasi menghasilkan Adenosin Tri Phosphat (ATP) yang merupakan molekul berenergi tinggi. Mioglobin ikut dalam transportasi oksigen menerobos sel-sel membran masuk kedalam sel-sel otot.004 % berat tubuh (60-70%) terdapat dalam hemoglobin yang disimpan sebagai ferritin di dalam hati. Besi berperan dalam sintesis hemoglobin dalam sel darah merah dan mioglobin dalam sel otot. 2006). Sitokrom. Pada anak sekolah berdampak pada peningkatan absen sekolah dan penurunan prestasi belajar (WHO dalam Zarianis. Menurut Kartono J dan Soekatri M. katalase. 2006). Besi yang terdapat di dalam tubuh orang dewasa sehat berjumlah lebih dari 4 gram.jaringan tubuh. sehingga dapat terhindar kemungkinan anemia kekurangan besi (Zarianis. Metabolisme Besi dalam Tubuh Menurut Wirakusumah. Sehingga apabila tubuh mengalami anemia gizi besi maka terjadi penurunan kemampuan bekerja. untuk dieksresikan ke dalam udara pernafasan. sitokrom. Walaupun jumlahnya sangat kecil namun mempunyai peranan yang sangat penting. 2. hemosiderin di dalam limpa dan sumsum tulang (Zarianis. dan senyawa-senyawa mitokondria yang mengandung besi lainnya. Kurang lebih 4% besi di dalam tubuh berada sebagai mioglobin dan senyawasenyawa besi sebagai enzim oksidatif seperti sitokrom dan flavoprotein.

serta enzim hem dan nonhem adalah bentuk besi fungsional dan berjumlah antara 25-55 mg/kg berat badan. maka subjektivitas sangat Universitas Sumatera Utara . Ada dua bagian besi dalam tubuh. 2002) Pada metode Sahli. sitokrom. Ferroheme oleh oksigen yang ada di udara dioksidasi menjadi ferriheme yang akan segera bereaksi dengan ion Cl membentuk ferrihemechlorid yang juga disebut hematin atau hemin yang berwarna cokelat. yaitu bagian fungsional yang dipakai untuk keperluan metabolik dan bagian yang merupakan cadangan. dan yang lebih canggih adalah metode cyanmethemoglobin. limpa sumsum tulang (> 200-1500 mg). penyimpanan dan pengeluaran (Zarianis. yang diubah adalah warna hemin yang terbentuk. warna standar dibuat konstan. 2. mioglobin. hati. limpa dan sumsum tulang. hemoglobin dihidrolisi dengan HCl menjadi globin ferroheme. Warna yang terbentuk ini dibandingkan dengan warna standar (hanya dengan mata telanjang). phorphyrin cytochrome. Hemoglobin.1. (Bachyar.5 Metode Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb) Diantara metode yang paling sering digunakan di laboratorium dan yang paling sederhana adalah metode sahli. myoglobin (150 mg). pengangkutan. Perubahan warna hemin dibuat dengan cara pengenceran sedemikian rupa sehingga warnanya sama dengan warna standar. Metabolisme besi dalam tubuh terdiri dari proses absorpsi. pemanfaatan.5 g). Karena yang membandingkan adalah dengan mata telanjang. Ferritin dan hemosiderin adalah bentuk besi cadangan yang biasanya terdapat dalam hati.atau hemoglobin (lebih dari 2. 2006). Sedangkan besi cadangan apabila dibutuhkan untuk fungsi-fungsi fisiologis dan jumlahnya 5-25 mg/kg berat badan. Untuk memudahkan perbandingan.

berpengaruh. HCl 0. a. Meskipun demikian untuk pemeriksaan di daerah yang belum mempunyai peralatan canggih atau pemeriksaan di lapangan. Pipet pastur 4. Di samping faktor mata. Karena yang membandingkan alat elektronik. Namun. misalnya ketajaman. Metode yang lebih canggih adalah metode cyanmethemoglobin. Aquadest Alat/sarana : 1. maka hasilnya lebih objektif. sehingga belum semua laboratorium memilikinya. metode sahli ini masih memadai dan bila pemeriksaannya telat terlatih hasilnya dapat diandalkan. fotometer saat ini masih cukup mahal. penyinaran dan sebagainya dapat mempengaruhi hasil pembacaan. Pengaduk Universitas Sumatera Utara . Pada metode ini hemoglobin dioksidasi oleh kalium ferrosianida menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan ion sianida membentuk sian-methemoglobin yang berwarna merah. Prosedur pemeriksaan dengan metode sahli Reagensia : 1. faktor lain. Alat sahli 3. Intensitas warna dibaca dengan fotometer dan dibandingkan dengan standar.1 N 2. Pipet hemoglobin 2.

1 N ke dalam tabung Sahli sampai angka 2 2. Masukkan HCl 0. kemudian tiup pelan-pelan. Bersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan larutan desinfektan (alcohol 70%.6 mmol/l 2. 4. betadin dan sebagainya). Bila sudah sama. b. Larutan kalium ferrosianida (K3Fe(CN)6 0. 6. bersihkan ujung pipet. baca kadar hemoglobin pada skala tabung. Isap dengan pipet hemoglobin sampai melewati batas. Larutan kalium sianida (KCN) 1. encerkan dengan aquadest tetes demi tetes sampai warna larutan (setelah diaduk sampai homogen) sama dengan warna gelas dari alat pembanding. Masukkan ke dalam alat pembanding. Prosedur pemeriksaan dengan metode sian-methemoglobin Reagnesia : 1.Prosedur kerja : 1. kemudian tusuk dengan lancet atau alat lain 3. sampai ujung pipet menempel pada dasar tabung. Campur sampai rata dan diamkan selama kurang lebih 10 menit. 5. Usahakan agar tidak timbul gelembung udara. Masukkan pipet yang berisi darah ke dalam tabung hemoglobin. kemudian teteskan darah sampai ke tanda batas dengan cara menggeserkan ujung pipet ke kertas saring/kertas tisu.0 mmol/l Universitas Sumatera Utara . Bilas sisa darah yang menempel pada dinding pipet dengan cara menghisap HCl dan meniupnya lagi sebanyak 3-4 kali.

Kadar Hb = absorbs x 36. Kadar Hb = absorbs x 22.Alat/sarana : 1. 2008).2 Anemia Anemia merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin. Tabung cuvet 3. Anemia adalah berkurangnya kadar eritrosit (sel darah merah) dan kadar hemoglobin (Hb) dalam setiap milimeter kubik darah dalam tubuh manusia. Baca dengan kolorimeter pada lambda 546 Perhitungan : 1. hematokrit dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal yang dipatok untuk perorangan (Arisman.8 mmol/l 2. Anemia sebagai keadaan dimana level hemoglobin rendah karena kondisi patologis. 2007). Kolorimeter Prosedur kerja : 1. Masukkan campuran reagen sebanyak 5 ml ke dalam cuvet 2. Hampir semua gangguan pada sistem peredaran darah disertai dengan anemia yang ditandai dengan warna kepucatan pada tubuh. Ambil darah kapiler seperti pada metode sahli sebanyak 0. Pipet darah 2. kocok dan diamkan selama 3 menit 3. Defisiensi Fe merupakan salah satu penyebab anemia. penurunan kerja fisik. Universitas Sumatera Utara .8 gr/dl/100 ml 2. tetapi bukanlah satu-satunya penyebab anemia (Fatmah dalam FKM UI.02 ml dan masukkan ke dalam cuvet diatas. Menurut Nursalam.

Menurut Wirakusumah. kadar besi serum dan jenuh transferin menurun. Apabila cadangan besi dalam hati menurun tetapi belum parah. 2009).penurunan daya tahan tubuh. Pada pendertita anemia lebih sering disebut kurang darah. Menurut Soekirman. 2006). dan jumlah hemoglobin masih normal. anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin. sehingga jumlah hemoglobin darah menurun dibawah normal. yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh. kadar sel darah merah atau hemoglobin dibawah normal. maka seseorang dikatakan mengalami kurang gizi besi saja (tidak disertai anemia gizi besi). Keadaan kurang gizi besi yang berlanjut dan semakin parah akan mengakibatkan anemia gizi besi. diawali lebih dulu dengan keadaan kurang gizi besi (KGB). Penyebab anemia bermacam-macam diantaranya adalah anemia defisiensi zat besi (Murgiyanta. kapasitas ikat besi total meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali (Oppusungu. Sebelum terjadi anemia gizi besi. Universitas Sumatera Utara . Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi. asam folat dan vitamin B12. anemia gizi besi adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan cadangan besi dalam hati. sehingga kebutuhan zat besi untuk eritropoesis tidak cukup. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. 2006). dimana tubuh tidak lagi mempunyai cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin yang diperlukan dalam sel-sel darah yang baru (Wulansari. hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah normal.

1 Penyebab Anemia Ada tiga penyebab anemia defisiensi zat besi. Jika darah yang keluar selama haid sangat banyak akan terjadi anemia defisiensi zat besi. Sementara pada wanita. jumlah zat besi yang hilang per seribu adalah sekitar 0. Hal ini sering terjadi di negara tropis. Darah yang hilang akibat infestasi cacing tambang bervariasi antara 2-100 cc/hari. terjadi kehilangan darah secara alamiah setiap bulan. serapan zat besi dari sumber makanan tersebut mempunyai angka keterserapan sebesar 20-30%. kehilangan zat besi dapat pula diakibatkan oleh infestasi parasit. Selain banyak mengandung zat besi. Jika jumlah zat besi dihitung berdasarkan banyaknya telur cacing yang terdapat dalam tinja.2. Kehilangan darah secara kronis Pada pria dewasa. Selain itu. 2008) a. Universitas Sumatera Utara . sebagian besar kehilangan darah disebabkan oleh proses perdarahan akibat penyakit atau akibat pengobatan suatu penyakit. Kebiasaan konsumsi makanan yang dapat mengganggu penyerapan zat besi seperti kopi dan teh secara bersamaan pada waktu makan menyebabkan serapan zat besi semakin rendah.2. seperti cacing tambang. yaitu : (Arisman. b. lembab dan keadaan sanitasi yang buruk. tergantung pada beratnya infestasi.8 mg untuk necator americanus sampai 1. schistosoma dan trichuris trichiura. Asupan dan serapan tidak adekuat Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah bahan makanan yang berasal dari daging hewan.2 mg untuk ancylostoma duodenale. Sebagian besar penduduk di negara yang sedang berkembang tidak mampu menghadirkan bahan makanan tersebut.

hipokloridia. Tanda yang khas meliputi anemia.c. 2008). pemberian suplementasi pada masa-masa ini menjadi sangat penting. daya konsentrasi menurun. berdebar dan sesak napas. Selain itu. disfagia. glositis. kurang energi. lelah. stamina tubuh menurun. serta peningkatan adaptif jumlah persentase zat besi yang terserap melalui saluran cerna. selaput lendir kelopak mata. angular stomatitis. 2006).2 Tanda dan Gejala Anemia Tanda dan gejala anemia biasanya tidak khas dan sering tidak jelas. Sebagian peningkatan ini dapat terpenuhi dari cadangan zat besi. mudah lelah. kinerja intelektual serta kemampuan kerja menurun (Arisman. Universitas Sumatera Utara . kepekaan terhadap infeksi meningkat. air seni dan kulit. Namun. kelainan perilaku tertentu. Kepucatan bisa diperiksa pada telapak tangan. mudah terinfeksi penyakit. jika cadangan zat besi sangat sedikit sedangkan kandungan dan serapan zat besi dalam dan dari makanan sedikit. Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah. dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk. 2. Tanda yang kurang khas berupa kelelahan. bibir. dapat berakibat penderita sesak napas bahkan lemah jantung (Zarianis. Kalau anemia sangat berat. kehilangan zat besi untuk pria dewasa mendekati 0. koilonikia dan pafofagia. Berdasarkan jenis kelamin. seperti pucat.2. Peningkatan kebutuhan Asupan zat besi harian diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja. wajah. sakit kepala. dan kuku penderita tampak pucat. kuku dan konjungtiva palbera. anoreksia.8 untuk wanita.9 mg dan 0. kurang nafsu makan.

pandangan sering berkunang-kunang terutama dari keadaan duduk kemudian berdiri. Tubuh tidak dapat menyerap zat besi (Fe) dari makanan sebanyak itu setiap hari.3 Pencegahan Anemia Sejauh ini ada empat pendekatan dasar pencegahan anemia defisiensi besi. karena kehidupan sel darah merah hanya sekitar 3 bulan atau kehidupan eritrosit hanya berlangsung selama 120 hari. 2. maka 1/20 sel eritrosit harus diganti setiap hari atau tubuh memerlukan 20 mg zat besi perhari.2. lesu.Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini. 2008) : 1. kurang nafsu makan. 2008) . Tanda lainnya adalah kelopak mata. Gejala lemah. kurang energi. kurang tenaga dan kepala terasa melayang. lelah. ujung jari dan bibir biasanya tampak pucat (Syafitri. letih. maka suplementasi zat besi tablet tambah darah sangat penting dilakukan. wajah. Universitas Sumatera Utara . Pemberian tablet atau suntikan zat besi Pemberian tablet tambah darah pada pekerja atau lama suplementasi selama 34 bulan untuk meningkatkan kadar hemoglobin. lelah. bervariasi. kelemahan. 2007). Anemia bisa menyebabkan kelelahan. yaitu (Arisman. Gejala awal anemia kurang zat besi adalah keluhan badan lemah. Gejala yang lain adalah mata berkunang-kunang. daya konsentrasi menurun. sakit kepala. Jika anemia bertambah berat. lunglai atau yang biasa disebut 5L juga merupakan salah satu gejala Anemia. bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. berkurangnya daya konsentrasi dan menurunnya daya tahan tubuh (Wikipedia.

pelayanan pengobatan yang tepat telah terbukti dapat menyusutkan lama serta beratnya infeksi. Meskipun. yaitu dengan jalan mempromosikan makanan yang dapat memacu dan menghindarkan pangan yang bisa mereduksi penyerapan zat besi. Pengawasan penyakit infeksi Pengobatan yang efektif dan tepat waktu dapat mengurangi dampak gizi yang tidak diingini.Suplementasi dijalankan dengan memberikan zat gizi yang dapat menolong untuk mengoreksi keadaan anemia gizi. dan harus pula diyakinkan bahwa salah satu penyebab anemia adalah defisiensi zat besi. Karena menurut hasil penelitian anemia gizi di Indonesia sebagian besar disebabkan karena kekurangan zat besi. 3. Pemastian konsumsi makanan yang cukup mengandung kalori sebesar yang semestinya dikonsumsi. 2. Agar mengerti. Asupan zat besi dari makanan dapat ditingkatkan melalui dua cara : a. jumlah episode penyakit tidak berhasil dikurangi. Tindakan yang penting sekali dilakukan selama penyakit berlangsung adalah mendidik keluarga penderita tentang cara makan yang sehat selama dan sesudah Universitas Sumatera Utara . Pendidikan dan upaya yang ada kaitannya dengan peningkatan asupan zat besi melalui makanan Konsumsi tablet zat besi dapat menimbulkan efek samping yang mengganggu sehingga orang cenderung menolak tablet yang diberikan. harus diberikan pendidikan yang tepat misalnya tentang bahaya yang mungkin terjadi akibat anemia. Meningkatkan ketersediaan hayati zat besi yang dimakan. b.

perbaikan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan. kadar hemoglobin akan bertambah meskipun parasitnya sendiri belum tereliminasi. tetapi manfaatnya di tingkat hemoglobin sangat sedikit.sakit. Fortifikasi makanan merupakan salah satu cara terampuh dalam pencegahan defisiensi zat besi. Jika terjadi infeksi parasit. Fortifikasi makanan pokok dengan zat besi Fortifikasi makanan yang banyak dikonsumsi dan yang diproses secara terpusat merupakan inti pengawasan anemia di berbagai negara. Universitas Sumatera Utara . Di negara sedang berkembang lain telah dipertimbangkan untuk memfortifikasi garam. Bagaimanapun juga. 4. jika pemusnahan parasit usus tidak dibarengi dengan langkah pelenyapan sumber infeksi. bahwa parasit parasit dalam jumlah besar dapat menggaggu penyerapan berbagai zat gizi. parasit harus dimusnahkan secara rutin. beras dan saus ikan. gula. bahwa cacing tambang (Ancylostoma dan Necator) serta Schistosoma yang menjadi penyebabnya. Jika asupan zat besi bertambah. produk makana fortifikasi yang lazim adalah tepung gandum serta roti makanan yang terbuat dari jagung dan bubur jagung. baik melalui pemberian suplementasi maupun fortifikasi makanan. tidak bisa disangkal lagi. Ada banyak bukti tertulis. Pemusnahan cacing itu sendiri dapat efektif dalam hal menurunkan parasit. Di negara industri. Pengawasan penyakit infeksi memerlukan upaya kesehatan seperti penyediaan air bersih. Karena itu. Sementara peran parasit usus yang lain terbukti sangat kecil. reinfeksi dapat terjadi sehingga memerlukan obat lebih banyak.

Perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil b. karena makna produktivitas adalah keinginan untuk dan upaya manusia untuk selalu meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan di segala bidang. produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja di sini adalah penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien (Sutrisno. Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. 2008).2. Perbedaan antara kumpulan jumlah pengeluaran dan masukan yang dinyatakan dalam satu-satuan (unit) umum. Masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja. Greenberg. bahwa filsafat mengenai produktivitas sudah ada sejak awal peradaban manusia. Suatu perbandingan antara hasil keluaran (output) dan masukan (input). Dengan kata lain filsafat produktivitas adalah keinginan manusia untuk Universitas Sumatera Utara . 2008). Menurut Kussrianto. Produktivitas adalah suatu konsep yang bersifat universal yang bertujuan untuk menyediakan lebih banyak barang dan jasa untuk lebih banyak manusia. produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut. 2009).3 Produktivitas Produktivitas diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik (barang-barang dan jasa) dengan masuknya yang sebenarnya. Menurut Aigner. sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik bentuk dan nilai (Muchdarsyah. Menurut L. dengan menggunakan sumber-sumber riil yang makin sedikit (Konferensi Oslo dalam Muchdarsyah. Produktivitas juga diartikan sebagai (Muchdarsyah. 2008) : a.

produktivitasmengandung pengertian pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan (Pajar. dan teknis operasional. Universitas Sumatera Utara . Menurut dewan produktivitas Nasional RI. secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan atau rasio antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (Oppusungu. Tingkat keefektifan dari manajer industri di dalam penggunaan aktivitas untuk produksi c. definisi kerja. uang). sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik. 2009). Menurut Webster. Menurut Suprihanto. produktivitas mengandung pengertian filosofis. Masukan sering dibatasi dengan tenaga kerja. 2009). Produktivitas secara umum diartikan sebagai hubungan antara keluaran (barang dan jasa) dengan masukan (tenaga kerja. Keefektifan dalam menggunakan tenaga kerja dan peralatan. Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif.membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin dan membuat hari esok lebih baik dari hari ini (Sutrisno. bahan. bentuk dan nilai (Sutrisno. 2008). Keseluruhan fisik dibagi unit dari usaha produksi b. produktivitas diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau diartikan juga sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output) (Pajar. memberikan batasan tentang produktivitas yaitu (Sutrisno. Suatu perbandingan antara hasil keluaran dan masukan. Menurut Simanjuntak. 2008). 2009) : a. Secara filosofis. 2009).

apalagi untuk dikelola (Andreas dalam Pandji. Sebagai masukan maka produktivitas dapat disebut sebagai suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari sekarang dan hari esok lebih baik dari hari ini. sekaligus juga yang paling sulit untuk dimengerti.3. 2001). produktivitas dapat dianggap sebagai keluaran atau sebagai masukan dari suatu sistem.Peter F. 2009). Berdasarkan pengertian produktivitas sebagai keluaran maka produktivitas dapat dibedakan kedalam berbagai tingkatan yaitu produktivitas tingkat individu (tenaga kerja). Drucker mendefinisikan produktivitas adalah keseimbangan antara seluruh faktor-faktor produksi yang memberikan keluaran yang lebih banyak melalui penggunaan sumber daya yang lebih sedikit (Pajar. Dapat dikatakan bahwa produktivitas merupakan ukuran dari kemampuan (baik individu.1 Produktivitas Kerja Produktivitas kerja adalah rasio dari hasil kerja dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja (Sutrisno. Namun Produktivitas tenaga kerja adalah yang paling menentukan. Produktivitas sebagai hasil keluaran biasanya dirumuskan sebagai rasio dari apa yang dihasilkan terhadap keseluruhan masukan. 2006). kelompok maupun dari organisasi perusahaan) untuk menghasilkan suatu produk barang dan jasa dalam kondisi dan situasi tertentu. Universitas Sumatera Utara . 2. Menurut Ravianto. Produktivitas tenaga kerja sebenarnya hanya sebagian dari seluruh produktivitas suatu usaha. sistem maupun supra sistem) (Murgiyanta. tingkat satuan (kelompok kerja) dan tingkat organisasi perusahaan (produktivitas sub sistem. 2008).

produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu (Gautama. Menurut Kussrianto. materi atau bahan baku dan peralatan (Almigo. Suatu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan lebih baik hari ini dari pada hari kemarin dann hari esok lebih baik dari hari ini (Sutrisno. produktivitas kerja adalah rasio dari hasil kerja dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja (Sutrisno. Menurut Sedarmayanti. produktivitas kerja merupakan sikap mental. 2009). Menurut Ravianto. 2001). Produktivitas kerja adalah suatu ukuran dari pada hasil kerja atau kinerja seseorang dengan proses input sebagai masukan dan output sebagai keluarannya yang merupakan indikator daripada kinerja karyawan dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi. 2009). Menurut ILO. (Almigo.2004). Produktivitas kerja menurut Cascio sebagai pengukuran output berupa barang atau jasa dalam hubungannya dengan input yang berupa karyawan. 2006). 2004).Menurut Tohardi. menunjukkan adanya kaitan anatara hasil kerja seorang tenaga kerja dengan satuan waktu yang dibutuhkannya untuk menghasilkan suatu produk (Elviana. produktivitas kerja menunjukkan bahwa individu merupakan perbandingan dari efektivitas keluaran (pencapaian unjuk kerja maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan (tenaga kerja) yang mencangkup kuantitas. produktivitas tenaga kerja sebagai suatu konsep. Sikap mental yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang telah ada. Seorang tenaga kerja dianggap produktif jika seorang tenaga kerja menghasilkan keluaran Universitas Sumatera Utara . kualitas dalam waktu tertentu. modal.

Sikap seperti ini akan mendorong munculnya suatu kerja yang efektif dan produktif. 2002). produktivitas diartikan sebagai hasil pengukuran suatu kinerja dengan memperhitungkan sumber daya yang digunakan. Bila seorang tenaga kerja menghasilkan keluaran yang sama dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang lain. produktivitas kerja adalah jumlah output atau keluaran yang dihasilkan seseorang secara utuh dalam satuan waktu kerja yang meliputi kegiatan Universitas Sumatera Utara . yang sangat diperlukan dalam rangka peningkatan produktivitas kerja (Daryatmi. 2001). Produktivitas juga mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai efektivitas dan efisiensi kinerja dalam kaitannya dengan penggunaan sumber daya. kelompok maupun organisasi. termasuk sumber daya manusia. Orang sebagai sumber daya manusia di tempat kerja termasuk sumber daya yang sangat penting dan perlu diperhitungkan (Daryatmi. Menurut Putra.(output) yang lebih banyak dibandingkan dengan tenaga kerja lain dalam satuan waktu yang sama. Menurut Schermerharn. 2002). Menurut Sinungan menyatakan bahwa produktivitas mencakup sikap mental patriotik yang memandang hari depan secara optimis dengan berakar pada keyakinan diri bahwa kehidupan hari ini adalah lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Produktivitas dapat diukur pada tingkat individual. Dengan kata lain seorang tenaga kerja menunjukkan tingkat produktivitas yang lebih tinggi bila ia mampu menghasilkan produk yang sesuai standar yang telah ditentukan dalam satuan waktu yang lebih singkat atau menggunakan sumber daya yang lebih sedikit (Elviana.

Aktivitas yang boleh dilakukan manusia adalah sangat dipengaruhi zat gizi yang dikonsumsinya serta kesehatannya. 2009). Menurut Pandji.dalam mencapai hasil atau prestasi kerja bersumber dari penggunaan bahan secara effisien (Pajar.3.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Menurut Putra. produktivitas disini adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dari setiap jumlah sumber daya yang dipergunakan selama proses berlangsung (Wahyu. Antara kesehatan. Menurut Sugeng. Gizi dan Kesehatan Bagi manusia dalam bekerja. Faktor tersebut antara lain (Elviana. 2001) : 1. produktivitas seringkali juga diidentifikasikan dengan efisiensi dalam arti suatu rasio antara keluaran (output) dan masukan (input). Menurut Sritomo. mineral dan zat besi berperan sebagai pelindung. ketahan fisik dan produktivitas kerja terdapat korelasi yang sangat nyata. gizi dengan kalori yang memadai menjadi syarat utama yang menentukan produktivitas kerja. 2008). Gizi yang cukup dan badan yang sehat merupakan syarat bagi produktivitas kerja yang tinggi. Bagi pekerja fisik yang berat. 2. zat gizi seperti karbohidrat. produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari tenaga kerja itu sendiri maupun yang berasal dari lingkungan perusahaan. Universitas Sumatera Utara . protein dan lemak berperan sebagai sumber tenaga dan vitamin. produktivitas kerja adalah efisiensi proses menghasilkan dari sumber daya yang digunakan.

Tingkat pendidikan yang lebih tinggi memberi peluang penghasilan yang lebih tinggi serta produktivitas yang lebih tinggi. Pada tingkat upah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang layak.2. Kesempatan Kesempatan yang terbuka untuk seseorang untuk berbuat yang lebih baik. Universitas Sumatera Utara . Penghasilan dan Jaminan Sosial Upah yang dapat diartikan sebagai imbalan yang diterima tenaga kerja dalam hubungan kerja berupa uang. 3. Imbalan yang diperuntukkan bagi pemenuhan sebagian besar kebutuhan dirinya beserta keluarganya. produktivitas kerja memperoleh peluang untuk meningkat. Pendidikan dan Pelatihan Kemampuan seseorang untuk bekerja berawal dari pendidikan dan pelatihan yang dialaminya. yaitu pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan ketrampilan serta minat dan kesemapatan untuk berprestasi serta mengembangkan potensi diri. dengan kata lain produktivitas meningkat. kreatif dan inovatif juga merupakan persyaratan untuk perbaikan produktivitas kerja. Hal ini terbukti dari tingginya rata-rata pendidikan di negara maju dan produktivitas yang tinggi. Upah yang minimal hanya untuk memenuhi tingkat hidup yang minimal. pekerjaannya akan semakin bermutu dan cepat selesai. 4. Pendidikan dan pelatihan yang ditambah dengan praktek yang terus menerus akan menambah kecakapan seseorang. Kesempatan dalam hal ini sekaligus mencakup kesempatan kerja.

Faktor manajerial ini berpengaruh pada semangat kerja tenaga kerja melalui gaya kepemimpinan. Kadar hemoglobin yang rendah akan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh (Oppusungu. maka tenaga yang dihasilkan oleh tubuh akan berkurang dan badan menjadi cepat lelah sehingga produktivitas kerja juga rendah (Oppusungu. ketatalaksanaan. 2009) Universitas Sumatera Utara . investasi.5. bila defisiensi zat besi ini maka pembentukan hemoglobin akan berkurang yang dapat menyebabkan anemia zat besi. Ferum (zat besi) adalah salah satu unsur untuk pembentukan hemoglobin. Kebijakan Pemerintah Upaya perbaikan produktivitas dapat didorong oleh kebijakan penanaman modal. cara dan lingkungan kerja harus betul-betul serasi kemampuan.4 Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Produktivitas Kerja Menurut De Maeyer. untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi. Apabila tenaga kerja kekurangan kadar hemoglobin. kebijaksanaan dan peraturan-peraturan perusahaan. salah satu faktor yang menentukan produktivitas adalah status gizi tenaga pekerja yang baik yang salah satunya adalah ferum (zat besi) didalam tubuh jumlahnya harus mencukupi. Manajemen Produktivitas kerja juga dipengaruhi oleh manajemen dari kepemimpinan organisasi perusahaan. teknologi. Menurut Mahdin. 2009). 2. 6. maka faktor alat. kebolehan dan batasan manusia pekerja. moneter dan perkreditan serta dorongan eksport yang menciptakan iklim berusaha yang merangsang perbaikan produktivitas.

Pada kondisi anemia. Dengan demikian hasil kerjanya akan rendah sehingga produktivitas kerja menurun. b. menurunkan produktivitas kerja. 2006). Menurut Husaini. 1993). 1999). Berkurangnya enzim-enzim mengandung besi dan besi sebagai kofaktor enzimenzim yang terlibat dalam metabolisme energi. Menurut Soekirman. menurunkan sumber daya manusia dan menurunkan kebugaran. 2003) : a. Rasa cepat lelah terjadi karena metabolisme energi oleh otot tidak berjalan dengan sempurna karena otot kekurangan oksigen. Anemia gizi besi erat kaitannya dengan penurunan kemampuan motorik (dampak fisik) yang dapat menyebabkan rasa cepat lelah. Menurunnya hemoglobin darah. akibatnya metabolisme energi didalam otot terganggu dan terjadi penumpukan asam laktat yang menyebabkan rasa lelah.Menurunnya produktivitas kerja pada kekurangan besi disebabkan oleh dua hal yaitu (Almatsier. di Indonesia ditemukan bahwa dengan pemberian tablet tambah Universitas Sumatera Utara . kesanggupan dan daya kerja menurun secara bermakna (Sediaoetama. dimana oksigen yang dibutuhkan oleh selsel otot ini diangkut oleh zat besi dalam darah yaitu hemoglobin (Wulansari. Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah sakit. Diantara para buruh perkebunan telah pula ditunjukkan adanya korelasi erat antara kadar hemoglobin dan kesanggupan atau prestasi kerja. Pekerja yang membutuhkan tenaga besar merasa cepat lelah karena anemia menyebabkan tenaga berkurang. Ketahanan dan kemampuan tubuh untuk melakukan pekerjaan dengan produktivitas yang memadai akan lebih dipunyai oleh individu yang tidak anemia (Wirakusumah.

konstipasi dan diare (Rosyida. 2008). Menurut Widayani defisiensi besi merupakan defisiensi yang paling umum terjadi karena daya serap tubuh manusia terhadap Fe relatif sulit. 2010). Dalam hal ini zat besi memiliki peranan penting dalam produktivitas kerja dengan peranan sebagai kofaktor enzim dalam metabolisme energi.darah dapat meningkatkan hemoglobin sehingga pekerja tidak anemia dan diikuti dengan meningkatnya produktivitas kerja yang lebih baik (Oppusungu. 2010). Salah satu gejala fisik yang terjadi pada anemia gizi besi adalah penurunan kemampuan kerja. Defisiensi besi dapat berakibat menurunkan produktivitas dan kapasitas fisik saat bekerja dan menurunkan imunitas seluler dan meningkatkan kesakitan (Rosyida. seperti anak-anak. gangguan gastrointestinal. Wardani mengemukakan bahwa produktivitas pekerja yang kekurangan zat besi menurun 10-30% daripada pekerja yang sehat. sehingga pekerja yang membutuhkan tenaga besar akan merasa cepat Universitas Sumatera Utara . ibu hamil dan menyusui serta pekerja berpenghasilan rendah. zat besi berkaitan dengan pembentukan hemoglobin. remaja. anemia gizi besi dapat menyebabkan tenaga berkurang. besi dapat mempercepat metabolisme energi sehingga dapat mengganti secara cepat kekurangan energi untuk beraktivitas secara fit (Syafitri.2009). Defisiesi Fe terutama menyerang golongan rentan. Menurut Guyton dan Hall. kekurangan zat besi akan menurunkan ketahanan tubuh terhadap penyakit infeksi. Menurut Wirakusumah. anemia gizi besi dapat ditimbulkan akibat terjadinya defisiensi zat besi. Dua pertiga besi dalam tubuh terdapat dalam bentuk hemoglobin. Efek fisik lainnya adalah peningkatan sensitivitas terhadap penyakit flu.

kesuburan tanah.5 Pemanen Kelapa Sawit Panen harus dilakukan pada saat kematangan buah optimum. 2 hari untuk pemeliharaan alat.25 % buah luar memberondol 2. Universitas Sumatera Utara . 1994) Adapun cara panen kelapa sawit yaitu : 1. Tandan buah dinyatakan matang jika brondolannya telah lepas atau jatuh secara alami dari tandannya (Suyatno. 2010). 2. Potong pelepah daun yang menyangga buah 3. Bertanda di bekas potongan dengan nama atau tanggal panen 5. Tandan dipotong 4.lelah. agar diperoleh tingkat kandungan minyak dalam daging buah yang maksimum dan dengan mutu yang baik.75 % buah luar memberondol atau kurang matang dengan 12.5 . Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil kerja yang rendah karena produktivitas kerjanya menurun (Rosyida. Tumpuk pelepah daun yang dipotong secara teratur di gawangan dengan cara ditelungkupkan Panen dilakukan 5 hari dalam seminggu. pemeliharaan tanaman dan serangan hama . Tandan matang dipanen semuanya dengan kriteria 25 . keadaan iklim.penyakit. umur tanaman. Tingkat produksi dipengaruhi kualitas tanaman.

Ha : Ada hubungan kadar hemoglobin dengan produktivitas kerja pemanen kelapa sawit di PT. Universitas Sumatera Utara . Peputra Supra Jaya Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau Tahun 2010.7 Hipotesis Penelitian Ho : Tidak ada hubungan kadar hemoglobin dengan produktivitas kerja pemanen kelapa sawit di PT. Peputra Supra Jaya Kecamatan Langgam Tahun Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau 2010.6 Kerangka Konsep Pemanen Kelapa Sawit Kadar Hemoglobin Produktivitas Kerja 2.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->