BAB I PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG Agama sebagai pengetahuan kerohanian yang menyangkut soal-soal

rohani yang bersifat gaib dan methafisika secara ethimologinya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata "A" dan "gam". "A" berarti tidak dan "gam" berarti pergi atau bergerak. Jadi kata agama berarti sesuatu yang tidak pergi atau bergerak dan bersifat langgeng. Agama merupakan sesuatu yang bersifat stagnan, tetap tidak bergerak karena akan dianggap melanggar apabila ada sesuatu yang melenceng dalam perjalanannya. Namun dengan berjalannya roda kehidupan serta adanya perputaran zaman, suatu agama maupun kepercayaan itu sendiri dituntut agar dapat menyesuaikan diri dengan merelevansikan butir-butir beserta nilai-nilai hakikat yang berhubungan umat terhadap Tuhannya, sehingga suatu kepercayaan akan sangat dianggap fleksibel dan memenuhi akan jiwa umatnya yang tengah berada dalam pusaran hidup beserta hal spiritual. Semua filosofi itu dijalankan secara menurut Hindu karena yang dimaksudkan memiliki sifat langgeng (kekal, abadi dan tidak berubah-ubah) hanyalah Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Demikian pula ajaran-ajaran yang diwahyukan-Nya adalah kebenaran abadi yang berlaku selalu, dimana saja dan kapan saja. Agama Hindu berasal dari Bahasa Sanskerta: San tana Dharma yaitu "kebenaran abadi", dan Vaidika-Dharma ("pengetahuan kebenaran") dimana agama Hindu adalah sebuah agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan bangsa Indo-Iran (Arya). Agama ini diperkirakan muncul antara tahun 3102 SM sampai 1300 SM dan merupakan agama tertua di dunia yang masih bertahan hingga kini. Perkembangan agama Hindu di India, pada hakekatnya dapat dibagi menjadi 4 fase, yakni Jaman Weda, Jaman Brahmana, Jaman Upanisad dan Jaman Budha. Dari peninggalan benda-benda purbakala di Mohenjodaro dan Harappa, menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di India pada jaman dahulu telah mempunyai peradaban yang tinggi. Salah satu

1

peninggalan yang menarik, ialah sebuah patung yang menunjukkan perwujudan Siwa. Peninggalan tersebut erat hubungannya dengan ajaran Weda, karena pada jaman ini telah dikenal adanya penyembahan terhadap Dewa-dewa. Jaman Weda dimulai pada waktu bangsa Arya berada di Punjab di Lembah Sungai Sindhu, sekitar 2500 s.d. 1500 tahun sebelum Masehi, setelah mendesak bangsa Dravida kesebelah Selatan sampai ke dataran tinggi Dekkan. bangsa Arya telah memiliki peradaban tinggi, mereka menyembah Dewa-dewa seperti Agni, Varuna, Vayu, Indra, Siwa dan sebagainya. Walaupun Dewa-dewa itu banyak, namun semuanya adalah manifestasi dan perwujudan Tuhan Yang Maha Tunggal. Tuhan yang Tunggal dan Maha Kuasa dipandang sebagai pengatur tertib alam semesta, yang disebut "Rta". Pada jaman ini, masyarakat dibagi atas kaum atau 4 kasta (kelas berbeda) yaitu kasta Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra. Sementara perkembangan Agama Hindu di Indonesia dimulai dengan masuknya agama Hindu ke Indonesia terjadi pada awal tahun Masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis atau benda-benda purbakala pada abad ke 4 Masehi denngan diketemukannya tujuh buah Yupa peningalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur serta beberapa kerajaan Hindu yang cukup terkenal yaitu Kerajaan Singasari dan Kerajaan Majapahit. Perkembangan Agama Hindu yang pesat membuahkan suatu ajaran yang yang bersifat universal dimana tujuan agama Hindu telah dirumuskan sejak Weda mulai diwahyukan adalah "Moksartham Jagadhitaya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa. Sementara Pokok-pokok Keimanan Agama Hindu adalah percaya dengan adanya Tuhan, Atman, Karma Phala, Reinkarnasi, dan Moksa. Perkembangan agama Hindu tidak lepas dari keberadaan teknologi dan seni yang saling melengkapi satu sama lain. Teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut Dictionary of Science, teknologi adalah penerapan pengetahuan teoritis pada masalah-masalah praktis. Teknologi sebagai barang buatan karena Tidak ada manusia yang sempurna, semua pasti memiliki kelemahan. Kelemahan yang ada pada diri manusia itu

2

Tetapi barang-barang buatan tidak hanya terbatas pada kelemahan manusia saja tetapi sesuatu yang tadinya belum terpikirkan. yang diwujudkan atau di ekspresikan melalui unsur unsur tertentu yang bersifat indah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Leo Tolstoy Seni adalah menimbulkan kembali perasaan yang pernah dialami. Pembahasan yang bulat dan menyeluruh akan tercapai kalau te knologi dtinjau sebagai suatu sistem. suara hati. Ki Hajar Dewantara Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya. 5. oleh karena itu menjadikan penikmat merasa dalam 3 . Alexander Baum Garton mengatakan Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif kebahagiaan. Memahami teknologi tidak dapat dipisahkan dari ilmu pengetahuan alam (nature science) dan rekayasa (engineering). Aktivitas manusia menumbuhkan banyak sekali ide-ide maupun pikiran yang tentunya dapat ditunjang oleh teknologi itu sendiri. Sedangkan seni adalah ide. 2. Ilmu pengetahuan alam adalah input bagi proses ilmu rekayasa sedangkan teknolo adalah hasil gi proses rekayasa. Ilmu tersebut merupakan kumpulan dari pengetahuan yang didapat manusia dari berbagai sumber. Di bawah ini pengertian seni menurut beberapa ahli yaitu : 1. Kegiatan membuat dan menggunakan pasti tidak akan lepas dari ilmu membuat (produk) dan ilmu menggunakan (komsumsi). persasaan. Emanuel Kant Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan. Ini berarti teknologi dibahas sebagai suatu kebulatan unsur-unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam lingkungan system itu sendiri. Aristoteles Seni adalah bentuk pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam .kemudian diminimalisir dengan adanya teknologi agar kelemahan yang dimiliki manusiapun menjadi sedikit berkurang. 3. 4. Teknologi merupakan salah satu kegiatan manusia yang tidak akan bisa lepas dari seluruh aktivitas manusia itu sendiri. gejolak jiwa. gagasan.

Teknologi dan seni berkembang sejalan searah dengan agama yang bersifat saling melengkapi satu sama lain. Namun dibawah bayang-bayang dampak positif yang ada tentu ada dampak buruk yang mengimbanginya. Manusia hidup tidak lepas dari keberadaan teknologi yang dapat membuat hidup manusia menjadi jauh lebih efisien.perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni. Begitu juga seni manusia hidup dalam lingkaran kehidupan sosial dimana manusia selalu berusaha untuk mengejawantahkan perasaan dan mengungkapkannya dengan jalan ide-ide maupun gagasan yang bersifat indah serta mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia baik untuk dirinya sendiri maupun atau untuk keberadaan orang-orang disekitar lingkungannya. Seni juga mampu memberikan 4 . Dampak negatif teknologi salah satu contohnya adalah malfungsi penggunaan internet. Manusia hidup menggunakan teknologi dapat terkena dampak positif maupun negatif. Dampak positif tentu saja dapat membuat manusia jauh lebih mudah untuk mengadakan komunikasi dan tentu dapat membuat manusia mampu menjelajahi cakrawala tanpa harus menguras banyak uang. Dampak negatif tersebut biasanya mengincar seluruh kalanngan pengguna teknologi. terutama bagi mereka yang tidak bijaksana dalam menggunakannya. Semua dapat menimbulkan kerugian baik bersifat merugikan satu pihak maupun banyak pihak. Lantas seni juga dapat memberikan pengaruh yang sifatnya sama dengan teknologi. Namun seiring berjalannya waktu perjalanan teknologi dan seni kadang keluar dari lingkaran sifat-sifat welas asih ajaran-Nya yang berupa suatu pengaruh dan bersifat berkelanjutan. Sehingga dibutuhkanlah manusia yang mampu untuk menggunakan teknologi secara bijak untuk mengurangi dampak negatif dari teknologi itu sendiri dan memaksimalkan hal-hal positif yang mampu membawa manusia itu sendiri tidak terjebak dalam arus minus teknologi. telekomunikasi maupun yang lainnya. Dampak teknologi dan seni begitu kuat mempengaruhi gaya hidup manusia abad ini. Adanya pengaruh keberadaan teknologi maupun seni dalam kehidupan manusia tentu saja memberi dapat memberikan suatu pengaruh yang dampaknya berbeda-beda pada setiap orang. Teknologi mampu membuat sang pemakai jauh lebih berpikir terbuka dan lebih termotivasi untuk selalu mengembangkan wawasan jauh lebih terbuka.

Namun segala sesuatunya yang bersifat negatif tentu seni juga menawarkan keberadaan dampak positif yang tetntunya dapat membuat manusia itu sendiri mengalami kepuasaan dari adanya hiburan seni itu sendiri. 2. Seni itu sendiri merupakan hasil ekspresi dari segala ide maupun gagasan yang terdapat dalam diri manusia. Untuk mengetahui seberapa besar peran agama dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. 1. ilmu pengetahuan 5 . Karena baik dampak positif maupun negatif semuanya dapat berjalan seimbang bilamana manusia itu sendiri mampu mengarahkan pikirannya secara logis dan tidak terlepas dengan adanya garis pembatas dalam memulai melakukan suatu hal itu sendiri. Tentunya keberadaan seni dan teknologi baik yang berdampak positif maupun negatif harusnya dapat disikapi oleh manusia itu sendiri. Sehingga manusia akan terhibur dengan adanya keberadaan seni yang bersifat mndukung jiwa manusia secara keseluruhan. agama. Untuk mengetahui hubungan antara etika. Zaman ini banyak sekali berita yang mengabarkan adanya beberapa seni yang berupa tari-tarian daerah yang dipergunakan sebagai salah satu sumber penghasil materi yang bersifat besarbesaran diman tari-tarian daerah tersebut disulap menjadi tari-tarian yang berkonotasi negatif. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu contoh kasus yang dapat mencirikan bahwa dampak negatif dari hal yang berbau seni juga dapat terjadi secara terang-terangan dan dapat memberikan pengaruh buruk yang sangat luas. TUJUAN Adapun tujuan dari penulisan ini antara lain: 1.2. Mirisnya lagi tari-tarian daerah yang dipentaskan tidak hanya pada orang-orang dewasa namun juga anak di bawah umur. Maka perlunya beretika dan berwawasan luas dalam menghadapi pengaruh serta dampak teknologi dan seni yang bersifat negatif haruslah diikuti oleh bekal serta kearifan fondasi agama terutama agama Hindu yang dapat menghantarkan manusia itu sendiri menuju jalan yang lebih yang lebih baik serta menuntun manusia agar selalu melakukan yang terbaik dalam hidupnya yang tidak terlepas dari ajaran agama itu sendiri.pengaruh yang buruk bagi manusia.

1. Pengertian Etika secara Umum Etika merupakan ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.1. Etika sebagai bagian dari filsafat berusaha memecahkan beragam persoalan dalam kehidupan secara radikal. TINJAUAN PUSTAKA 1. Bagi akademisi.3. 2. Cara berfikir demikian membedakan cara berfikir dalam filsafat dengan cara berfikir yang lain.4. agar dapat memberikan kontribusi dalam penerapan etika di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi masyarakat. yang berarti sampai ke akar-akarnya. Tentu berfikir radikal bukan berarti berfikir yang asal kritis. MANFAAT Manfaat dari penulisan ini antara lain: 1. Dengan demikian kata radikal dapat dipahami sebagai cara berfikir yang mendalam sampai ke akar persoalan. 6 . 1. Tujuan dari mempelajari etika itu sendiri adalah untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu. agar dapat memahami dan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak dan tidak menyimpang dari ajaran etika yang berasaskan agama.4.dan teknologi. Terminologi radikal berasal dari bahasa Inggis radical yang diserap dari Bahasa Yunani radix. 3. namun juga merupakan corak berfikir yang kritis. Untuk mengetahui manfaat agama dengan fungsinya sebagai pembentuk etika dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. metodis dan sistematis.

maka kita hanya melihat bagaimana etika protestan dapat diterapkan dalam masyarakat Kristen Protestan dari mahzab Calvinisme. 2005 : 26). pada hal yang secara faktual dapat dilakukan. yakni tingkah laku yang baik dan benar untuk kebahagiaan hidup. maka filsafat lebih jauh berusaha menyingkap apa yang ada di balik fenomena empiris. Filsafat akan membongkar. Berita infotainment yang kerapkali menjadi sebuah bentuk pengadilan oleh pers (trial by press) dapat dijadikan sebuah contoh mengenai kekhasan etika. serta umat manusia agar mengenal jati dirinya untuk berusaha menjadi manusia yang berperikemanusiaan yang secara ideal disebut manusia ³Dharmika´ (Manava Madhava). Jika kita belajar tentang etika protestan yang dirumuskan oleh Max Weber dari sisi ilmu ekonomi. serta keharmonisan antara manusia dengan Tuhan Yang 7 . Relasi antara etika dengan bidang keilmuan yang lain yakni saling komprehensif. jika tidak dipahami dulu sisi keilmiahnya yang bersifat empiris.Lalu apa yang membedakan filsafat dengan ilmu (science)? Jika ilmu hanya membatasi kajiannya terhadap fenomena yang bersifat empiris. tetapi ia bertanya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. tentang yang baik atau buruk untuk dilakukan (Bertens.2. Ajaran etika (Moralitas).4. maka bukan hanya realitas empiris yang ditelaah berkaitan dengan etika protestan. Etika itu sendiri lebih jauh bergerak ke arah pertanyaan yang bernilai normatif dan evaluatif. Etika tidak berhenti pada hal yang empiris atau kongkret. atau Tata Susila. Namun jika melihatnya dari sisi refleksi filosofis. 1. Pengertian Etika menurut Hindu Salah satu tugas suci bagi umat Hindu ialah untuk menata dirinya sendiri serta masyarakat. bagaimana pengetahuan ilmiah tersebut dapat dijalankan? Syarat-syarat apa yang harus dipenuhi agar pengetahuan ilmiah tersebut dapat dilaksanakan? Ciri khas filsafat tersebut juga nampak dalam etika. Etika tidak dapat eksis.

kemajuan. kewaspadaan. Etika Teknologi Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia. Perubahan yang terjadi pada cara berpikir manusia akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma norma dalam kehidupannya. 1. perencanaan. Jadi. membenci sifat buruk. pergaulan dengan orang-orang. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya. pantang berjudi. Oleh karena itu. Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup. membina hubungan yang serasi. Ada beberapa dampak pemanfaatan teknologi informasi yang tidak tepat 8 .4. tanpa kekerasan. kesucian hati. baik dalam usaha pemecahan masalah.Maha Esa. menjalankan kebajikan. dan masih banyak lagi yang lainnya. Ajaran etika di dalam Weda mencakup bidang yang sangat luas meliputi: kebenaran. mengembangkan sifat-sifat ramah dan manis. seperti revolusi yang memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia. faktor manusia dalam teknologi sangat penting. ketekunan. melakukan komunikasi secara langsung dengan orang lain. serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap teknologi belaka. m aupun dalam pengambilan keputusan.3. kasih. kebajikan. antara sesama manusia dengan alam semesta dan ciptaann-Nya. wiweka (kemampuan membedakan sifat baik dan buruk). kemurahan hati. kemashyuran. mengendalikan diri. pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaan tetap harus berada pada peringkat teratas. mementingkan persatuan. Orang yang biasanya berinteraksi secara fisik. keluhuran budhi pekerti. karena perkembangan teknologi internet dan email maka interaksi tersebut menjadi berkurang. percaya diri.

Adanya pendidikan yang mengenalkan teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kemajuan teknologi informasi. 1.Perkembangan teknologi akan semakin meningkat namun hal ini harus di sesuaikan dengan hukum yang berlaku sehingga etika dalam berprofesi di bidang teknologi informasi dapat berjalan dengan baik. Etika Pemanfaatan Teknologi Informasi Menurut James H. Kelenturan logika (logical malleability).Jika adanya peningkatan pendidikan maka akan adanya umpan balik dan imbalan yang diberikan oleh suatu organisasi . kompleksitas dapat ditangani dengan Teknologi Informasi .yaitu : Ketakutan terhadap teknologi informasi yang akan menggantikan fungsi manusia sebagai pekerja Tingkat kompleksitas serata kecepatan yang sudah tidak dapat di tangani secara manual Pengangguran dan pemindahan kerja Kurangnya tanggung jawab profesi Adanya golongan minoritas yang miskin informasi mengenai teknologi informasi Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut maka dapat dilakukan : Di rancang sebuah teknologi yang berpusat pada manusia Adanya dukungan dari suatu organisasi. Moor ada tiga alasan utama mengapa masyarakat berminat untuk menggunakan komputer yaitu. 9 . .

menurut H. 2. Kebenaran yang dikejar dalam ilmu pengetahuan tetap menuntut suatu sikap akademis yang tinggi. 3. etik. dan religius yang akan memurnikan intensitas dan memandu penggunaan kebebasan manusia.4. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berdiri lepas dari hidup manusia. Seperti halnya ciptaan manusia yang tak pernah sempurna. Keterbatasan itulah yang telah membuka mata manusia pada dimensihidup yang lain. Marcuse. sebagai the love of perfection. 1. Memiliki kemampuan untuk menyembunyikan semua operasi internal computer sehingga tidak ada peluang bagi penyusup untuk menyalahgunakan operasi tersebut. maka tidak pernah luput dari pengaruh pihak (subjek) yang mengembangkannya serta berniat memanfaatkannya juga. Faktor Transformasi (transformation factors) Memiliki kemampuan untuk bergerak dengan cepat kemanapun pengguna akan menuju ke suatu tempat. ialah membuat suatu analisis serta kritik sosial atas gejala tersebut agar ilmu dan teknologi bisa benar-benar dijadikan alat pembangunan bagi kemanusiaan yang lebih adil dan beradab. Faktor tak kasat mata (invisibility factors).Memiliki kemampuan untuk membuat suatu aplikasi untuk melakukan apapun yang diinginkan oleh programmer untuk penggunannya. Peranan agama. ilmu dan teknologi itu tetap bergantung pada sikap moral serta konteks sosial manusia yang mengembangkan serta menggunakannya. Tugas filsafat. akan tetapi pengaruh atau titipan faktor-faktor pribadi serta sosial tidak mungkin dilenyapkan sama sekali.4. ilmu pengetahuan dan teknologi juga memiliki keterbatasan tersendiri. yakni dimensi aksial: nilai-nilai dan norma-norma estetik. ialah meraut kemanusiaan kita agar makin peka dan tanggap pada norma dan nilai hidup 10 . Itu sebabnya. Hubungan Etika dengan Agama.

Teori Bregson tentang moral yang terbuka dan agama yang dinamis adalah suatu model guna mengembangkan sikap mental yang tepat untuk mewujudkan persaudaraan universal antar umat manusia. Agama berusaha menjembatani ketegngan kratif di antara fakta dan ideal. bahkan menjembatani kehidupn fana dan kehidupan baka tempat manusia akan mencapai kesempurnaan evolusi hidupnya.1 Sumber dan Jenis Data Data ± data yang dipergunakan dalam karya tulis ini bersumber dari berbagai referensi atau literatur yang relevan dengan topik permasalahan yang dibahas. sebuah kota dunia. Laju perkembangan ilmu dan teknologi. moral dan agama demi perkembangan umat manusia dan kemanusiaan. Henri Bregson (1859-1941). Oleh karena itu. perlu terjadi suatu perubahan orientasi moral guna mengimbangi laju ilmu teknologi. 11 . Dengan kata lain. Namun. kemungkinan yang telah dibuka oleh ilmu dan teknologi ini sering kali justru dijegal oleh sikap mental dan moral yang sempit. dalam arti yang agak harfiah. ilmu dan teknologi bisa bekerja sama dengan etika. moral. 1. seorang filsuf Prancis.yang luhur. melihat adanya kemungkinan adanya kerja sama yang kental antara ilmu dan teknologi. Singkatnya. telah membuat dunia menjadi sebuah ³kosmopolis´. METODELOGI PENULISAN 1.5. dan agama guna mewujudkan persaudaraan universal dalam dunia yang lebih adil dan damai. ilmu dan teknologi secara teknis telah memungkinkan terwujudnya impian universal umat manusia utnuk hidup bertetangga dan bersaudara satu sama lain. Validitas dan relevansi sumber data dapat dipertanggungjawabkan.5. etika.

5.5.5.5. yang terkait satu sama lain. B. dengan menghasilkan tulisan yang bersifat deskriptif. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data A.2 Pengumpulan Data Dalam penulisan makalah ini digunakan metode studi / tinjauan pustaka yang didasarkan atas hasil studi dari berbagai literatur.3. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif argumentatif. 1.1. 1. kemudian diolah dengan menyusun secara sistematis dan logis. 1. yang mendukung uraian ± uraian dalam karya tulis ini.4 Materi Pengumpulan Data Materi-materi yang penulis kumpulkan untuk menyusun karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1) Kajian mengenai pengertian agama Hindu secara universal 2) Kajian mengenai teknologi dan seni 3) Kajian mengenai dampak teknologi dan seni 4) Kajian mengenai perlunya beretika dalam meminimalisasi dampak negatif teknologi dan seni. menggambarkan tentang peranan etika beragama dalam 12 .5 Analisis Data Data ± data yang terkumpul dari berbagai sumber. Waktu Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penyusunan karya tulis ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2011 sampai 25 Maret 2011. serta beberapa sumber diperoleh dari beberapa perpustakaan daerah Denpasar. Tempat Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penyusunan karya tulis ini dilaksanakan di rumah penulis.

dilakukan proses sintesis dengan menghimpun dan menghubungkan latar belakang.penggunaan teknologi di era globalisasi. 1. tujuan penulisan serta pembahasan yang dilakukan.6.5. Penarikan Kesimpulan Setelah proses analisis. Berikutnya ditarik simpulan yang bersifat umum kemudian direkomendasikan beberapa hal sebagai upaya transfer gagasan. \ 13 .

Ada 2 bentuk bhakti. dalam aspek inilah ia dikenal dengan nama banyak dewa. dan Raja Marga Yoga. lupa dengan kesejatiannya sehingga hanyut dalam lingkaran lahir berulang-ulang. Pemahaman agama Hindu dapat dilakukan melalui tiga pendekatan yaitu pemahaman tentang tatwa atau filsafat agama. Upanisad mengajarkan tentang dua aspek Tuhan. 14 . disebut juga Para Brahman atau Sada Siva. seperti Brahma aspek penciptaan (utphatti). berada di mana-mana dan meliputi segalanya. Masih dalam aspek Ketuhanan. Apabila atman telah dapat mencapai kesadaran Brahman barulah dapat menyatu kembali dengan Brahman. Pada dasarnya Veda mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Maha Esa. dan upakara atau upacara. pemahaman tentang Tuhan itu penting dan perlu karena dengan mengenal Tuhan secara tepat dan baik dapat mengantarkan kepada jalan kesempurnaan sampai kepada moksa. Karma Marga Yoga. Akibatnya. Ia merupakan sumber segala yang ada. tetapi dinyatakan lebih rendah dari saguna Brahman disebut Atman. Mendekatkan diri kepada Tuhan dilaksanakan dengan mengamalkan catur marga yoga yang terdiri dari Bhakti Marga Yoga. Nirguna Brahman disebut juga Para Brahman atau Brahman yang tertinggi. yaitu Nirguna Brahman dan Saguna Brahman. namun Yang Maha Esa itu dikenal dengan banyak nama dewa-dewa. Visnu aspek pemeliharaan (sthiti) dan Siva atau Rudra aspek peleburan (pralina). ialah Brahman yang sudah dikuasai oleh pengaruh maya. Saguna Brahman adalah Brahman yang sudah terkena pengaruh maya. Ia berada di luar jangkauan pikir manusia karenanya disebut Brahman yang transenden. yaitu apara bhakti. Ia menjadi objek pemujaan yang distanakan di padmasana pada saat umat memuja -Nya. Jnana Marga Yoga. bebas dari guna atau segala bentuk aktivitas.BAB II PEMBAHASAN Brahmavidya adalah pengetahuan tentang Ketuhanan dalam Agama Hindu. susila atau etika.

Dalam keadaan samadhi pikiran menyatu dengan Brahman.yakni bhakti yang masih disertai dengan permohonan-permohonan dan apara bhakti. Tiga hubungan baik ini dikenal dengan istilah Tri Hita Karana. Dalam konsep Hindu. 15 . Manusia juga dikatakan sebagai makhluk Tri Pramana karena memiliki sekaligus tiga kemampuan utama yaitu berpikir. Martabat adalah harkat kemanusiaan atau harga diri orang yang bermartabat disegani dan dihormati orang banyak karena selalu berperilaku baik. berkata dan berbuat. dengan cara aktif berbuat dengan tulus karena yakin akan mendapat pahala yang baik pula. manusia melakukan perbuatan baik dan perbuatan buruk yang disebut subha asubha karma. Raja Marga Yoga diamalkan dengan astangga yoga yang berawal dari suatu disiplin penahanan diri terhadap nafsu dan puncaknya mencapai samadhi penyatuan pikiran pada objek. Dalam upaya manusia untuk mencapai tujuan hidup yaitu kesejahteran lahir bathin (suka tan pawali dukha). masyarakat Hindu melakukan dengan menjaga hubungan baik dengan alam dan lingkungannya. Menjaga perilaku baik perlu selalu diupayakan dengan menghindari keburukan walaupun tidak selalu mudah. manusia adalah kesatuan antara badan dan jiwa (atman) menjadikan ia secara psikopisik terus berkembang. Inilah keutamaan lahir menjadi manusia. Demikian pula mereka menjaga hubungan baik dengan Tuhan yang menciptakan dunia dengan segala isinya dan juga dengan sesama manusia. Secara etimologi kata manusia berasal dari kata manu yang artinya pikiran atau berpikir. cendrung merusak Menyesuaikan dengan Alam. dalam bentuk genetif menjadi kata ³manusya´. yang artinya makhluk berpikir pertama yang menjadikan dirinya sendiri. yaitu bhakti yang tidak disertai dengan permohonan-permohonan. berkata dan berbuat atau idep wak dan kaya yang menyebabkan ia berbeda dengan makhluk lainnya. manusia pertama adalah Svambhu. tetapi disertai dengan penyerahan diri. Dengan kemampuan berpikir. cendrung melestarikan. artinya ia yang berpikir atau menggunakan pikirannya. Dengan mengutamakan perbuatan baik yang disebut subha karma manusia mampu menolong dirinya sendiri mengangkat dari kesengsaraan. Menurut konsep Hindu. Dalam setiap usahanya untuk mengolah alam perlu diingat bahwa Menguasai Alam.

yaitu kata hati yang selalu menyuarakan kejujuran dan kebenaran. Kecenderungan-kecenderungan sifat manusia dipengaruhi oleh tri guna. seperti etika jurnalistik atau kode etik wartawan. demikian pula jiwatma setiap manusia. Kedua sifat ini berdampingan dalam diri manusia. Dalam setiap perbuatannya ada baiknya setiap manusia selalu mempunyai motto mendasar Bekerja merupakan alat untuk mencapai kepuasan yang maksimum (homoeconomicus) dan Bekerja itu kewajiban dan dharma untuk mencapai moksha. yaitu indriya penyadar yang menghubungkan alam pikiran dengan objek dunia ini. (homotatwamasi) Manusia dalam berbuat hendaknya berpedoman pada tata susila di masyarakat. yaitu sifat-sifat kedewataan atau daiwi sampad dan sifat keraksaan. hanya saja khusus dalam etika. demikian pula uraian dalam Chandogya Upanisad Tat Twam Asi. semua 16 . Pengertian etika pada dasarnya tidak berbeda dengan pengertian tata susila. etika bisnis dan lain-lain. perkataan dan perbuatan. serta berpedoman pada bisikan Sang Hyang Atma. Kecenderungan manusia juga dipengaruhi oleh indriya. Ada Buddhindriya namanya. artinya Brahma dan Atma pada hakikatnya tunggal. Secara garis besar sifat manusia ada dua macam. melalui pengendalian pikiran. yaitu sattwam. Untuk mendapatkan kebahagiaan dan menjaga martabat dalam hidup ini orang harus mampu mengendalikan dirinya. Intinya adalah mengendalikan pikiran agar selalu terarah pada hal-hal kebaikan dan menghindari hal-hal yang mengarah pada keburukan.Manusia mempunyai Wiweka yang berarti kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan benar dengan yang buruk dan salah. yaitu keinginan untuk mendapat kepuasan. Ketiga sifat ini dalam diri setiap manusia dalam keadaan yang berbeda-beda. artinya engkau adalah itu. ada etika yang hanya dianut oleh sekelompok masyarakat. Ada indriya penggerak disebut panca Karmendriya. berpengaruh pada pikiran. ajaran pengendalian diri tersebar dalam pustaka Hindu. Tata susila adalah peraturan-peraturan tentang tingkah laku yang baik dan mulia. Tata susila Hindu berangkat dari ajaran agama bahwa pada hakikatnya jiwatma setiap makhluk adalah sama. Penjelasan ini bersumber dan Upanisad yang menyatakan Brahma atma aikyam. rajas dan tamas.

misalnya pengetahuan tentang hakikat Tuhan itu sendiri (Brahman Vidya). Menilai baik buruk tingkah laku tidaklah mudah. wacika perkataan yang baik dan benar. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia. memilih kebaikan dan kebenaran dalam perilakunya. Bhagawadgita. antarmanusia dengan alam bahkan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. benar dan salah. Tujuan tata susila untuk membina hubungan yang baik. serta pralaya. Ajaran etika atau moralitas adalah tingkah laku yang baik dan benar untuk kebahagiaan hidup serta keharmonisan hidup antarsesama manusia. yang lahir dari dalam hati nurani. Ajaran tata susila tersebar dalam pustaka-pustaka Hindu seperti dalam Veda. Orang yang memiliki pengetahuan terutama pengetahuan rohani tentu memiliki kebijaksanaan. pengetahuan tentang surga dan neraka. Umat Hindu yakin bahwa ilmu pengetahuan ditemukan oleh Sang Yang Widhi Wasa adalah untuk menyadarkan umat manusia dan juga untuk pedoman umat manusia dalam membangun kesejahteraan hidupnya. mampu membedakan baik dan buruk. Orang bijaksana meninggalkan yang buruk dan salah. yaitu sifat murah hati dan suka menolong berbuat kebaikan. dan manacika. Manawa dharma sastra. rukun dan selaras antara seseorang dengan sesama makhluk hidup di sekitarnya. Ada dua jenis ilmu pengetahuan yaitu pengetahuan tentang segala sesuatu mengenai ciptaan-Nya yang disebut Avara Vidya seperti ilmu pengetahuan tentang alam semesta dengan segala aspeknya. sedangkan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan 17 . yaitu pikiran yang baik dan benar. misalnya bagaimana dan apa penyebab terjadinya gelombang laut atau tsunami Kemudian menjelaskan tentang Sang Pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa dengan segala aspeknya. antara satu bangsa dengan bangsa yang lain dan antara manusia dengan alam sekitar. bukan karena kekayaan. Orang yang berperilaku berpegang pada tata susila dan dharma pantas mendapat kehormatan dan disegani.makhluk adalah engkau. kepintaran atau keturunan. Kayika perbuatan yang baik dan benar. antara keluarga dengan masyarakat. Kebajikan. Sarasamuccaya dan lain-lain. diantaranya ajaran Trikaya Parisudha. Dalam usaha mendapatkan kemuliaan akhlak ada beberapa ajaran yang berkaitan dengan pengendalian diri untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

metodik. aktivis Hindu I Nyoman Mardika mengatakan dalam perkembangan masyarakat Hindu yang semakin terbuka dalam menerima informasi dan komunikasi. dengan berpikir positif kita dapat melaksanakan dharma agama dan melaksanakan tradisi upacara dengan baik 18 . Ini merupakan suatu yang positif. pengetahuan yang didapat dengan pengamatan langsung. yaitu pengetahuan yang didapat dengan pengambilan kesimpulan bertentangan. tidak jarang menimbulkan benturan di antara keyakinan dan rasionalitas masyarakat Bali. (b) Pendidikan masyarakat yang berkembang memunculkan masyarakat menengah yang lebih kritis dalam menyikapi fenomena adat dan agama. salah satu faktor penyebabnya. yaitu pengetahuan yang diajarkan oleh para guru atau Rsi. Manusia Hindu hendaknya mampu berpikir positif terhadap proses perkembangan masyarakat yang dinilai riligius. Agama pramana. Sebab. seperti membandingkan kucing dengan harimau. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut diantaranya (a) Kondisi sosial masyarakat yang berkembang pada masyarakat saat ini. Di situ ada perubahan nilai-nilai dan cara pandang orang Bali terhadap hidup dan kehidupan umat Hindu. Akan tetapi. sistematik dan berlaku umum. Seiring dengan perkembangan zaman ilmu pengetahuan pun semakin banyak diterapkan dalam usahanya menyejahterakan kehidupan manusia. masih ada lagi yang disebut arthapatti. (c) Dengan munculnya berbagai macam informasi yang semakin terbuka. masyarakat mencoba menjaga eksistensinya atau jati dirinya sebagai masyarakat kedaerahan. Anumana pramana. seperti trisamaya dan dharma sidhyatha. pengetahuan yang didapat dengan mengoptimalkan tanda-tanda yang dapat diamati. Di samping itu. Upamana pramana adalah pengetahuan dengan cara membandingkan. Sementara itu. Menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam modernisasi agama Hindu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan sraddha dan bhakti dengan berbagai pedoman. ditambah dengan heterogenitas masyarakat. Praktyaksa pramana. Prinsip ini disebarluaskan dengan menanamkan pemahaman adat dan agama Hindu yang diyakini dalam menghadapi dunia global yang tanpa batas.yang memenuhi empat syarat yaitu objektif. mengindikasikan ada perubahan pola kehidupan masyarakat Hindu. bergerak dinamis. Dalam ajaran Hindu ada empat sumber pengetahuan yaitu.

tantangan masyarakat Hindu pada masa yang akan datang adalah perkembangan global. secara fisik dan didukung oleh nilai-nilai spiritual keagamaan yang diyakininya. Dalam upaya mencapai tujuan agama dan tujuan hidup manusia dalam praktiknya bentuk-bentuk etos kerja dimulai dari mengerti tentang makna kerja. kerja keras. Setelah menciptakan segala ciptaannya Tuhan Yang Maha Ada menciptakan hukum untuk mengatur hubungan antarpartikel-partikel yang diciptakan-Nya. Dharma juga dapat berupa undang-undang yang diciptakan penguasa sifatnya sangat tergantung pada keadaan tempat setempat. jadi amat relatif. Etos kerja adalah sifat-sifat khas yang sudah membudaya dari sekelompok masyarakat dalam menilai suatu aktivitas kerja. berkomunikasi dan berinteraksi satu dengan yang lain. Masyarakat adalah sekelompok orang yang selalu bergaul. Dengan pemahaman demikian. sedangkan pengingkaran berpahala pada kesedihan dan kehancuran. Berpikir kritis dilaksanakan dengan berpikir logis sesuai dengan pedoman Anumana pramana dan Artha patti pramana. Dalam perkembangan teknologi tersebut perlu dibarengi dengan etos kerja yang dapat diterapkan secara maksimal. yaitu hukum alam yang bersifat absolut tidak ada yang dapat menentangnya dan berlaku seperti itu untuk selama-lamanya. dengan menempatkan pikiran sebagai yang menentukan dan mengendalikan. kerja tanpa pamrih pribadi semata-mata. Dari Rta. seharusnya secara sadar orang lebih memilih ketaatan pada hukum. Jika hal itu tidak diantisipasi akan menggilas nilai nilai sosial masyarakat.sebagai persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Hukum itu disebut Rta. bersikap jujur. Kepatuhan terhadap hukum berpahala kebahagiaan dan keselamatan. Manusia hendaknya sudah mempersiapkan diri dan mampu berkompetisi dalam dunia global dan tidak terjebak pada pola pikir yang sempit dan lelah bertikai dengan sesama komponen masyarakat itu sendiri. bekerja harus sesuai profesi masing-masing. bekerja atas kehendak hukum alam. Apabila berpikir Dikatakannya. kemudian lahir dharma yang bersifat hukum untuk mengatur kehidupan makhluk di dunia ini. dan fair. dengan berbagai unsur yang ada di 19 . Dalam bekerja diperlukan pemikiran-pemikiran mantap dan kritis. bekerja merupakan pangkal kehidupan.

yaitu untuk mencapai kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. peran serta dalam penggalangan dana. Agama Hindu mengajarkan bahwa kesejahteraan adalah yang menyangkut kehidupan material dan spiritual berdasar atas dharma artha dan kama yang disebut tri warga.dalamnya. peran serta dalam penyediaan tenaga dan peran serta dalam penggalian berbagai sumber kekayaan. yaitu suatu proses yang menunjukkan adanya suatu kegiatan guna mencapai kondisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. penggalangan dana. Masyarakat Hindu ditandai oleh kekhasan dengan ciri-ciri kehinduannya. Ada keselarasan antara tujuan pembangunan dengan tujuan agama Hindu. Bentuk -bentuk peran serta umat Hindu di antaranya peran serta dalam pemikiran. Untuk mewujudkan kesejahteraan harus ada pembangunan. untuk mewujudkan kesejahteraan harus dilaksanakan pembangunan masyarakat. penyediaan tenaga dan peran serta dalam penggalian sumber-sumber kekayaan. dengan identitas bersama. Peran serta umat Hindu dalam pembangunan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan meliputi peran serta dalam pemikiran. 20 .

1.BAB III PENUTUP 3.1.2 Dalam bidang keilmuan. oleh sebab itu sebagai makhluk yang beradab. 3.2 Manusia dalam usaha memenuhi kebutuhannya diperlukan selalu menjaga keseimbangan kehidupan berdasarkan ajaran Tri Hita Karana 3. 21 .2. kita wajib menerapkan ajaran etika dalam kehidupan baik dalam lingkungan keluarga. etika sangat penting untuk diterapkan karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijalankan tanpa etika dapat merusak keberadaan ilmu itu sendiri.3 Manusia dalam bekerja harus berpedoman teguh pada etos kerja. dan akademik guna mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan ini. masyarakat.2 Saran 3.2.1 Setiap kehidupan pasti memiliki aturan-aturannya tersendiri.1. 3. 3.1 Pencerminan etika beragama dan tata tertib beragama akan sangat berguna dalam setiap perilaku yang manusia lakukan 3.1 Simpulan Simpulan yang dapat ditarik dari pembahasan makalah ini diantaranya sebagai berikut.

Sila. Tim Dosen Agama Hindu. Gde. (2003). Sura. I Ketut. Bhagawadgita. (2003). Bantas. Rudia Adi Putra. Dharma Nusantara. (1992). Jakarta: Universitas Terbuka. Jakarta: Hanuman Sakti. I Gede. Nyoman S. Tata Susila Hindu Dharma. Jakarta: Daya Prana Press. I Made. Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi. (1989). Jakarta: Dharma Sarathi. Denpasar: Udayana University Press. dan Etika Hindu. Pengetahuan Dasar Agama Hindu. Pengendalian Diri dan Etika Dalam Ajaran Agama Hindu. (1993). 22 . Jakarta: Dirjen Bimas Hindu dan Buddha dan Universitas Terbuka. Mantra. Jakarta: Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH). (2009). (1988).DAFTAR PUSTAKA Awanita. Buku Materi Pokok Agama Hindu. Pendit. Ida Bagus. Materi Pokok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful