P. 1
alsintan

alsintan

|Views: 355|Likes:
Published by DeyandaAnnisaRizka

More info:

Published by: DeyandaAnnisaRizka on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

PERKEMBANGAN DAN KEGUNAAN ALAT PASCA PANEN TANAMAN PANGAN DI INDONESIA

Di susun oleh : Anandeya Satrio S H0709006 AGT D

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

Dalam bidang pertanian istilah pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai comoditas berada di tangan konsumen. yaitu pasca panen (postharvest) dan pengolahan (processing). pencucian. ubi-ubian dan kacangan yang umumnya dapat tahan agak lama . Istilah tersebut secara keilmuan lebih tepat disebut Pasca produksi (Postproduction) yang dapat dibagi dalam dua bagian atau tahapan.. teh. Pengolahan (secondary processing) merupakan tindakan yang mengubah hasil tanaman ke kondisi lain atau bentuk lain dengan tujuan dapat tahan lebih lama (pengawetan). • Penanganan pasca panen pada komoditas tanaman pangan yang berupa biji-bijian (cereal/grains). dll. Penanganan pasca panen (postharvest) sering disebut juga sebagai pengolahan primer (primary processing)merupakan istilah yang digunakan untuk semua perlakuan dari mulai panen sampaikomoditas dapat dikonsumsi “segar” atau untuk persiapan pengolahan berikutnya. penjemuran. pengupasan. Teknologi benih meliputi pemilihan buah. pengemasan. penjemuran. perlakuannya bisa berupa pelayuan. tembakau dll. pengambilan biji. kedalamnya termasuk berbagai aspek dari pemasaran dan distribusi. sortasi. Prosedur/perlakuan dari penanganan pasca panen berbeda untuk berbagai bidang kajian antara lain: • Penanganan pasca panen pada komoditas perkebunan yang ditanam dalam skala luas seperti kopi. penyimpanan. Ke dalamnya termasuk pengolahan pangan dan pengolahan industri. Penanganan pasca panen bertujuan agar hasil tanaman tersebut dalam kondisi baik dan sesuai/tepat untuk dapat segera dikonsumsi atau untuk bahan baku pengolahan.Umumnya perlakuan tersebut tidak mengubah bentuk penampilan atau penampakan. fermentasi dll. pembersihan. • Penanganan pasca panen pada produksi benih bertujuan mendapatkan benih yang baik dan mempertahankan daya kecambah benih dan vigornya sampai waktu penanaman. bertujuan menyiapkan hasil tanaman untuk industri pengolahan. sering disebut pengolahan primer. mencegah perubahan yang tidak dikehendaki atau untuk penggunaan lain.

pengupasan.Teknologi penangan pasca panen yang sesuai Keuntungan melakukan penanganan pasca panen yang baik: 1. ubi berwarna hijau (greening).Dasar-dasar fisiologi pasca panen : respirasi. terlalu matang. dll. pertumbuhan akar. Dibanding dengan melakukan usaha peningkatan produksi. melakukan penanganan pasca panen yang baik mempunyai beberapa keuntungan antara lain: . yaitu mulai dari penurunan kualitas sampai komoditas tersebut tidak layak pasar (not marketable) atau tidak layak dikonsumsi. pencucian. pengemasan) dibanding peningkatan produksi yang membutuhkan input tambahan (misal pestisida. bertujuan mempertahankan kondisi segarnya dan mencegah perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki selama penyimpanan. pelilinan. penyimpanan.disimpan. bertujuan mempertahankan komoditas yang telah dipanen dalam kondisi baik serta layak dan tetap enak dikonsumsi. pembersihan.Lebih murah melakukan penanganan pasca panen (misal dengan penangan yang hati-hati. dll.Jumlah pangan yang dapat dikonsumsi lebih banyak . Penanganannya dapat berupa pemipilan/perontokan. buah keriput. dll). seperti pertumbuhan tunas. . Untuk menekan kehilangan tersebut perlu diketahui : .Risiko kegagalan lebih kecil. grading. pengemasan. penyimpanan dingin. baik dalam kualitas maupun kuantitas. batang bengkok. curing. pencegahan serangan hama dan penyakit. transpirasi. Penanganan pasca panen yang baik akan menekan KEHILANGAN (losses). dll. pengeringan (curing / drying). Input yang diberikan pada peningkatan produksi . pupuk.Sifat biologi hasil tanaman yang ditangani : struktur dan komposisi hasil tanaman . polong alot. sortasi. • Penanganan pasca panen hasil hortikultura yang umumnya dikonsumsi segar dan mudah “rusak” (perishable). pengikatan. pengemasan. Perlakuan dapat berupa: pembersihan. produksi etilen .

yaitu : 1. Pada dasarnya yang dituju pada perlakuan panen adalah mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman. . bentuk buah. dapat dilakukan berbagai cara. . tetapi hanya dapat diperlambat Keberhasilan penanganan pasca panen sangat ditentukan dari tidakan awalnya.bila gagal bisa berarti gagal panen. yaitu segera setelah panen. yaitu panen dan penanganan pasca panen yang baik harus dimulai sedini mungkin. Yaitu menentukan “kematangan” yang tepat dan saat panen yang sesuai. Mengurangi sampah. yaitu : * Cara visual / penampakan : misal dengan melihat warna kulit. sampai berada di tangan konsumen. Komoditas yang dipanen tersebut selanjutnya akan melalui jalur-jalur tataniaga. Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Pada penanganan pasca panen. 3. dilakukan secepat mungkin dan dengan biaya yang “rendah”. bila gagal umumnya tidak menambah “kehilangan”. yaitu melakukan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Meningkatkan nutrisi Melakukan penanganan pasca panen yang baik dapat mencegah kehilangan nutrisi. Energi yang digunakan untuk memproduksi hasil yang kemudian “hilang” dapat dihemat.Menghemat energi. Perubahan-perubahan yang terjadi pada pasca panen hasil tanaman tidak dapat dihentikan. pengaruh penanganan pasca panen dapat terlihat 1 – 7 hari setelah perlakuan) 2. . yaitu saat panen. berarti perbaikan nutrisi bagi masyarakat.Waktu yang diperlukan lebih singkat (pengaruh perlakuan untuk peningkatan produksi baru terlihat 1 – 3 bulan kemudian. Panjang-pendeknya jalur tataniaga tersebut menentukan tindakan panen dan pasca panen yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan. tapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen. Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam). terutama di kota-kota dan ikut mengatasi masalah pencemaran lingkungan. 2 hal utama yang perlu diperhatikan pada pemanenan. dengan kerusakan yang minimal. pada taraf kematangan yang tepat. Menentukan waktu panen yang tepat.

kadar asam. Pada bawang merah. yaitu dengan melakukan pengukuran/analisis kandungan zat atau senyawa yang ada dalam komoditas. proses pertumbuhannya dari buah terbentuk. Dalam suatu usaha pertanian (bisnis) cara-cara panen yang dipilih perlu diperhitungankan. umbi keras. buah kecil.ukuran.hijau kemerahan – merah merata merah tua Kentang adalah umbi batang. Ini merupakan ciri umbi telah tua. kemudian baru terjadi perubahan warna buah yang dapat terlihat sebagai kriteria matang. perubahan bagian tanaman seperti daun mengering dan lain-lain * Cara fisik : misal dengan perabaan. yaitu menghitung umur tanaman sejak tanam atau umur buah dari mulai bunga mekar. aroma dan lain-lain. * Cara kimia. Melakukan penanganan panen yang baik. Misal: Tomat dan Cabai adalah sayuran buah. Pembesaran umbi terjadi selama daun tanaman masih hijau. Perubahan warna pada tomat dari hijau . disesuaikan dengan kecepatan atau waktu yang diperlukan (sesingkat mungkin) dan dengan biaya yang rendah. kulit yang tadinya mudah terkelupas akan melekat/ lengket. membesar sampai suatu ketika ukurannya tidak bertambah lagi. kadar tepung.kuning kemerahan merah merata. buah mudah dipetik dan lain-lain. pematangan . Pembesaran umbi terjadi selama daun masih hijau.hijau kekuningan . seperti: kadar gula. Umbi dalam tanah dapat mulai terbentuk pada umur tanaman 3 minggu . Yaitu menekan kerusakan yang dapat terjadi. 2. jadi berlapis-lapis. Untuk menetukan waktu panen mana atau kombinasi cara mana yang sesuai untuk menentukan kematangan suatu komoditas. * Cara komputasi. Pada cabai : buah warna hijau . buah lunak. umbi bawang merupakan pembesaran dari pelepah daun. kita harus mengetahui proses pertumbuhan dan kematangan dari bagian tanaman yang akan dipanen. Pematangan umbi terjadi setelah daun tanaman menguning dan kering.

Lapisan paling luar akan mengering dan berfungsi sebagai kulit yang melindungi bagian dalam dari umbi. hindari kerusakan mekanis dengan melakukan panen secara hati-hati. Pada pemanenan. begitu juga bila panen terlambat. . Panen sebaiknya dilakukan dengan tangan atau menggunakan alat bantu yang sesuai. tanah di sekitar tanaman dibongkar dengan menggunakan cangkul atau kored dan umbi dkieluarkan dari dalam tanah. tapi untuk pemasaran jarak jauh atau untuk dapat disimpan lama. Misal tomat dan cabai dipetik dengan tangan. jagung sayur. Menentukan waktu panen atau kematangan yang tepat juga tergantung dari komoditas dan tujuan/ jarak pemasarannya atau untuk tujuan disimpan. komoditas dapat dipanen saat sudah matang benar dan ini umumnya tidak sulit untuk ditentukan. Pada buah-buahan. Untuk serealia (biji-bijian). kualitas hasil akan rendah. Hnidari kerusakan/luka pada umbi saat pembongkaran tanah. Memperhatikan bagian tanaman yang dipanen. Bila panen terlalu awal. Jagung dapat dipanen sebagai jagung semi (baby corn = bunga betina yang belum terserbuki). Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penanganan panen : 1. Ciri-ciri kematangan dari masing-masing sesuai dengan stadia pertumbuhan buah. Misal: Tomat dipanen tanpa tangkai untuk menghindari luka yang dapat terjadi karena tangkai buah yang mengering menusuk buah yang ada di atasnya.dicirikan dari pertumbuhan yang terhenti. komoditas tidak tahan lama disimpan. kemudian “leher” mengecil/lunak/menutup. hasil tanaman dipanen saat biji sudak tua dan mengering. bawang merah dicabut dan pada kentang. untuk pemasaran jarak dekat. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan. 2. 3. jagung putri. kita harus mempertimbangkan jarak atau waktu tersebut dengan proses kematangan yang terjadi dari tiap komoditas. tempat penampungan hasil dan wadah-wadah panen. serta pemanen yang terampil dan tidak ceroboh. jagung biji kering dan jagung untuk benih. Lakukan persiapan panen dengan baik .

precooling ini sebaiknya dilakukan pada temperatur rendah (sekitar 10°C) dalam waktu 1 – 2 jam. agar kerusakan tersebut tidak menulari buah atau umbi yang sehat.Pendinginan pendahuluan (precooling) untuk buah-buahan dan sayuran buah. memar atau yang kena penyakit atau hama. tindakan tersebut bila tidak dilakukan segera. dilepaskan dari tangkai yang masih menempel. sehingga kesegaran buah dapat bertahan lebih lama. jahe dan kentang dilakukan pemulihan dengan cara dijemur selama 1 – 2 jam sampai tanah . Sedapat mungkin pada waktu panen pisahkan buah atau umbi yang baik dari buah atau umbi yang luka. . umbi dan rhizom. Meletakan buah dengan hati-hati. Pada penanganan hasil tanaman. .Pengeringan (drying) bertujuan mengurangi kadar air dari komoditas. akan menurunkan kualitas dan mempercepat kerusakan sehingga komoditas tidak tahan lama disimpan.Pemulihan (curing) untuk ubi. tidak terkena sinar matahari. Pada bawang merah pengeringan hanya dilakukan sampai kulit mengering. 5. Perlakuan tersebut antara lain: . tidak dengan cara dilempar-lempar. agar panas yang terbawa dari kebun dapat segera didinginkan dan mengurangi penguapan. Gunakan tempat / wadah panen yang sesuai dan bersih. Bila fasilitas tersedia. tidak meletakkan hasil panen di atas tanah atau di lantai dan usahakan tidak menumpuk hasil panen terlalu tinggi. 4. Jagung sayur dipanen berikut klobotnya. Pada bawang merah. Pada tomat. ada beberapa tindakan yang harus dilakukan segera setelah panen. kentang dipanen umbinya. Pada bijibijian pengeringan dilakukan sampai kadar air tertentu agar dapat disimpan lama. Hindari tindakan kasar pada pewadahan dan usahakan tidak terlalu banyak melakukan pemindahan wadah. 6. bawang merah dicabut dengan menyertakan daunnya yang mengering. terjadi gesekan atau tekanan antar buah atau antar buah dengan wadah. Buah setelah dipanen segera disimpan di tempat yang dingin/sejuk. hindari memar atau lecet dari buah karena terjatuh.Cabai dipetik dengan tangkainya.

pelilinan. PENANGANAN PASCA PANEN Penanganan pasca panen umumnya meliputi pekerjaan: . .Pengikatan (bunching) dilakukan pada sayuran daun. Untuk kentang segera disimpan di tempat gelap (tidak ada penyinaran) ! Curing juga berperan menutup luka yang terjadi pada saat panen. Pada pisang pencucian dapat menunda kematangan. . trimming) yaitu membersihkan dari kotoran atau benda asing lain. Kentang dan ubi jalar tidak disarankan untuk dicuci.Sortasi yaitu pemisahan komoditas yang layak pasar (marketable) dengan yang tidak layak pasar. Pada mentimun pencucian berakibat buah tidak tahan simpan. . mengambil bagian-bagian yang tidak dikehendaki seperti daun. Pada beberapa komoditas ada yang diberi perlakuan tambahan antara lain : pemberian bahan kimia. tangkai atau akar yang tidak dikehendaki.Pencucian (washing) dilakukan pada sayuran daun yang tumbuh dekat tanah untuk membersihkan kotoran yang menempel dan memberi kesegaran. pemeraman. . karena lapisan lilin pada permukaan buah ikut tercuci. Pengikatan dilakukan untuk memudahkan penanganan dan mengurangi kerusakan. .yang menempel pada umbi kering dan mudah dilepaskan/ umbi dibersihkan. lengkeng dll.Grading (pengkelasan) dan standarisasi . Selain itu dengan pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida dan hama penyakit yang terbawa.Pembersihan ( cleaning. penggunaan desinfektan pada air pencuci sangat dianjurkan. telah itu juga segera disimpan di tempat yang dingin / sejuk dan kering. terutama yang cacat dan terkena hama atau penyakit agar tidak menular pada yang sehat. Pencucian disarankan menggunakan air yang bersih. umbi akar (wortel) dan pada buah yang bertangkai seperti rambutan.Pengangkutan.Pengemasan dan pelabelan .Penyimpanan .

Penggunaan label dapat menerangkan cara penggunaan dan cara melindungi produk yang dikemas .Memudahkan penanganan : Penggunaan berbagai fasilitas pengemasan memudahkan penanganan Memberikan kesinambungan dalam penanganan Mengacu pada standarisasi wadah / kontainer . tekanan. Grading dan Standarisasi Grading adalah pemilahan berdasarkan kelas kualitas. angin Melindungi dari kotoran / pencemaran : sanitasi Melindungi dari kehilangan (pencurian) : memudahkan pengontrolan . kelas 3 dan seterusnya. Standarisasi pada dasarnya dibuat atas persetujuan antara konsumen dan produsen. kelembaban. Standard yang digunakan untuk pemilahan (kriteria ) dari masing-masing kualitas tergantung dari permintaan pasar. atau kelas A. kelas C dan seterusnya. Standarisasi merupakan ketentuan mengenai kualitas atau kondisi komoditas berikut kemasannya yang dibuat untuk kelancaran tataniaga/pemasaran. Pengemasan / pengepakan / pembungkusan Keuntungan dari pengemasan yang baik: . getaran Melindungi dari pengaruh lingkungan : temperatur.Melindungi komoditas dari kerusakan Melindungi dari kerusakan mekanis : gesekan. kelas 2.1. 2. kelas B. Pada beberapa komoditas ada kelas super-nya. dapat mencakup kelompok tertentu atau wilayah / negara / daerah pemasaran tertentu.Meningkatkan pelayanan dalam pemasaran Praktis untuk konsumen (pengemasan dalam skala kecil) Lebih menarik Dapat untuk menyampaikan informasi produk yang dikemas 3. Tujuan dari tindakan grading ini adalah untuk memberikan nilai lebih ( harga yang lebih tinggi) untuk kualitas yang lebih baik. Biasanya dibagi dalam kelas 1.

Menyediakan komoditas tertentu sepanjang tahun . plastik transparan dan lain-lain. terjatuh atau kerusakan lain.Mengendalikan repirasi . Pengemasan sebaiknya dilakukan pada tiap grad kualitas secara terpisah. .Membantu dalam pengaturan pemasaran . Pada beberapa negara ada peraturan khusus mengenai bahan pengemas yang diperbolehkan.Mempertahankan kualiatas dari komoditas yang disimpan Prinsip dari perlakuan penyimpanan : .Mengendalikan laju transpirasi .Hanya komoditas yang baik yang dikemas (melalui sortasi) . juga dalam hubungannya dengan penggunaan bahan kimia setelah panen.Pengemasan pada beberapa komoditas dilakukan setelah precooling .Bahan pengemas harus kuat.. harus yang baru. Penyimpanan (Storage operation) Tujuan / guna penyimpanan .Container atau wadah dan bahan pengemas lain. harus bersih atau untuk yang tidak “didaur pakai” seperti kardus. . juga “pengisi” atau pelindung. 4. sesuai dengan sifat dan kondisi produk yang dikemas dan lama penyimpanan/pengangkutan. .Menampung produk yang melimpah . meningkatkan kualitas) .Mengurangi / menekan biaya transportasi / biaya tataniaga Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pengemasan: .Mengendalikan / mencegah serangan penyakit .Tempat pengemasan harus bersih dan hindari kontaminasi .Meningkatkan keuntungan finansial bagi produsen .Pengemasan harus dilakukan dengan hati-hati terutama mencegah terluka.Memperpanjang kegunaan (dalam beberapa kasus.

Penyimpanan dingin (refrigeration) Penyimpanan dingin merupakan cara penyimpanan yang murah (terjangkau).Mengontrol penyakit yang timbul setelah panen . namun untuk kondisi daerah tropis yang mempunyai temperatur udara rata-rata cukup tinggi. penyimpanan hasil pertanian dalam temperatur rendah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: . .Kebersihan . kondisi tempat penyimpanan.Memcegah perubahan-perubahan yang tidak dikehendaki konsumen Lama penyimpanan (ketahanan simpan) dapat diperpanjang dengan . Faktor yang berpengaruh pada keberhasilan penyimpanan .. efektif (bisa digunakan untuk semua komoditas) dan efisien (dapat dikombinasikan dengan cara-cara penyimpanan yang lain). cara penyimpanan dan lama penyimpanan. temperatur penyimpanan dingin umumnya tidak berada di bawah 12oC.Varietas /kultivar hasil tanaman dan tingkat kematangannya Pengangkutan: Pengangkutan umumnya diartikan sebagai penyimpanan berjalan.Hindari chilling injury.“Don’t break the cold-chains” Penyimpanan dingin dari suatu hasil tanaman harus berkelanjutan (dalam tataniaga) sampai di tangan konsumen.Perlakuan penyinaran (irradiation) .Precooling .Mengatur kondisi atmosfer (C. .Panen dan penanganan panen . Tanaman yang berasal dari daerah tropis umumnya tidak tahan temperatur rendah. (Kerusakan hasil tanaman karena temperature rendah). storage) . Penyebab chilling injury bisa karena kepekaan komoditas terhadap temperatur rendah.Perlakuan sebelum panen .Perlakuan kimia (chemical treatment) .A. Semua kondisi .Sifat hasil tanaman. Ketahanan terhadap temperatur rendah dari berbagai bagian tanaman juga berbeda.

Hasil pertanian yang telah dipanen masih hidup.Insektisida atau Fungisida untuk mencegah serangan hama dan penyakit setelah panen. sehingga penanganan pasca panen yang dilakukan harus selalu memperhatikan hal ini. antara lain: .Bagian tanaman yang dimanfaatkan juga berbeda-beda sifatnya (daun.Pemberian kapur pada tangkai kubis (bekas potongan) untuk mencegah pembusukan. . . perlakuan pasca panen yang tepat untuk tiap komoditas akan berbeda.Pemberian etilen untuk mempercepat pematangan atau untuk pemeraman. .penyimpanan pada komoditas yang diangkut harus diterapkan. .Pemberian senyawa tertentu untuk warna yang lebih baik Prinsip dasar dari penanganan pasca panen yang baik: 1. Pemberian bahan kimia: Berbagai tujuan pemberian bahan kimia.Jarak yang ditempuh atau lama perjalanan . . Faktor pengangkutan yang perlu diperhatikan adalah: . buah. akar). Mengenali sifat biologis hasil tanaman yang akan ditangani .Pemberian zat penghambat pertunasan untuk menekan tumbuhnya tunas . dan transpirasi. batang. . masih melakukan respirasi. . bunga.Perlakuan “bongkar-muat” yang diterapkan.Kondisi jalan dan kondisi lingkungan selama pengangkutan .Penyerap etilen (ethylene absorber) untuk mengikat gas etilen yang timbul selama penyimpanan buah agar pematangan buah dapat diperlambat.Pelilinan untuk mengganti atau menambah lapisan lilin yang ada dipermukaan buah.Sifat biologi setiap hasil pertanian berbeda. .Fasilitas angkutannya .

Kerusakan ini umumnya disebabkan tindakan manusia yang dengan sengaja atau tidak sengaja dilakukan. gesekan.menguning • • • • • • • • • • • • Bunga – layu Batang – memanjang atau mengeras Buah matang – ranum. alot. keriput.“bonyok” Buah muda – jagung manis – biji keriput mentimun – keriput atau menguning polong – alot. perubahan rasa. Juga bisa terjadi timbul aroma. Atau karena kondisi hasil tanaman tersebut (permukaan tidak halus atau merata. Perubahan-perubahan yang terjadi dari bagian tanaman setelah panen. a.Struktur dan komposisi hasil tanaman dari tiap bagian tanaman berbeda.berkurang 2. bentuk tidak . tekanan.. bentuk. Perubahan fisik / morfologis : Daun . baik antar hasil tanaman tersebut atau dengan benda lain.menjadi tengik vitamin dan mineral – hilang / berkurang timbul aroma / bau b. dll.terurai lemak . bersisik. Perubahan komposisi : kadar air . * Kerusakan Mekanis Kerusakan disebabkan benturan. menguning Umbi dan ubi – bertunas / berakar karbohidrat . keras. . lunak. Mengetahui jenis kerusakan yang dapat terjadi * Kerusakan Fisik – Fisiologis Perubahan-perubahan terjadi karena proses fisiologi (hidup) yang terlihat sebagai perubahan fisiknya seperti perubahan warna. ukuran. berduri.pati menjadi gula dan sebaliknya protein . tusukan. peningkatan zat-zat tertentu dalam hasil tanaman tersebut.

Faktor biologis : repirasi. Faktor yang berpengaruh pada kerusakan hasil tanaman : . bobot tinggi.Menggunakan teknologi yang baik dan menyesuaikan dengan tujuan penanganan .beraturan. transpirasi. komposisi udara. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah yang ditentukan . tanah/media . Melakukan penanganan yang baik .Hindari kerusakan apapun penyebabnya dalam penanganan pasca panen.Faktor lingkungan : Temperatur. cahaya. angin. produksi etilen. pertumbuhan lanjut. kelembaban.Mempertimbangkan hubungan biaya dan pemanfaatan. hama penyakit . dll.). kulit tipis. Kerusakan mekanis (primer) sering diikuti dengan kerusakan biologis (sekunder) * Kerusakan Biologis Penyebab kerusakan biologis dari dalam tanaman : pengaruh etilen Penyebab kerusakan biologis dari luar : Hama dan penyakit 3.

Postharvest Physiology. USA.DAFTAR PUSTAKA Bautista. Kader.. 1990. Ofelia K. Los Banos. Hyde Park Press. 1998. Wills. The AVI Publ. R. J. Handling and Utilization of Tropical and Subtropical Fruits and Vegetables. Technology and Livelifood Resource Centre. B.Inc. The Philippines. Postharvest Technology of Horticultural Crops. Westport. Unpad – Bandung. USA. Marcel Dekker. 1981. D. Postharvest. Vegetables and Ornamentals. 1987. NY. 1975. An Introduction to the Physiology and Handling of Fruit.G. Weichmann. The Regents of the University of California. A. Pantastico. Hong Seok-In 2006. . Postharvest Physiology of Vegetables. Co. 1992. Packaging Technology for Fresh Produce. McGlasson.A. F. D.Connecticut. FTIP. Postharvest Technology for Southeast Asian Perishable Crops. Fisiology Lepas Panen. South Australia. Inc.B. Winarno. Er. One Day International Seminar “Post-Harvest Losses of Cole Crops (Brassica vegetables) Causes and Solutions. Joyce. Sastra Hudaya Jakarta. Graham. Adelaide.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->