P. 1
Proposal Skripsi penjaskes

Proposal Skripsi penjaskes

|Views: 9,148|Likes:
tugas seminar penjas
tugas seminar penjas

More info:

Published by: Ratno Ambuzak Pangalayo on May 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

PROPOSAL

³ HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN, PANJANG LENGANDAN VO 2 MAX DENGAN KECEPATAN RENANG GAYA CRAWL50 METER PADASISWA KELAS XI SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP TAHUN 2010´

DISUSUN OLEH NAMA : Ratno Sandi NIM : 42.0800.323 KELAS / SEMESTER : A sore / VI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA ( STKIP-PGRI ) PONTIANAK 2011

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang Salah satu bagian dari peningkatan kwalitas manusia adalah pembinaan dan pengembangan olahraga di mana kwalitas olahraga yang diarahkan kepada kesehatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, serta ditujukan pada pembentukan watak dan kepribadian, disiplin dan sportivitas yang tinggi. Lagi pula prestasi olahraga dapat membangkitkan rasa kebangsaan yang tinggi. ( GBHN Tap MPR No. II/MPR/1999 ) Salah satu jenis olahraga yang populer di masyarakat adalah renang. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang dapat diajarkan pada anak- anak dan dewasa, bahkan bayi umur beberapa bulan sudah dapat mulai diajarkan renang( Kasiyo Dwijowinoto, 1979 : 1 ). renang yang biasa dilakukan oleh para perenang, yang juga selalu muncul dalam setiap lomba terdiri dari empat gaya, yang meliputi : 1) gaya bebas atau crawl stroke, 2) gaya dada atau breast stroke, 3) gaya kupu-kupu atau butterfly stroke dan, 4) gaya punggung atau back stroke. Keempat gaya tersebut masing- masing mempunyai tingkat kesulitan sendiri-sendiri. Gaya crawl oleh sebagian orang disebu gaya bebas. Sebetulnya istilah ini salah, sebab gaya bebas merupakan nama nomor perlombaan renang sedangkan gaya crawl merupakan salah satu tekni renang. Pada setiap perlombaan nomor gaya bebas hampir semua perenang memilih gaya crawl maka gaya crawl sering dinamakan gaya bebas Banyaknya perenang memilih gaya crawl saat mengikuti perlombaan dalam nomor gaya bebas karena gayacrawl merupakan gaya renang tercepat dibandingkan dengan ketiga gaya yang lain ialah gaya dada, gaya punggung dan gaya kupu-kupu ( Maglischo,1993:15 ). Hal ini sesuai dengan pendapat Thomas ( 2000 : 13 ) yang mengatakan bahwa Gaya Rimau atau Crawl atau lebih sering disebut gaya bebas adalah satusatunya gambaran mengenai berenang. Gaya ini merupakan gaya yang tercepat dan berdasarkan gaya ini pula kehebatan berenang seseorang akan dinilai. Untuk bisa menguasai renang gaya bebas ini harus dikuasai dahulu teknik dasar gayacrawl atau gaya bebas. Teknik dasar tersebut adalah: posisi tubuh di air atau mengapung, gerakan kaki atau mengayun kaki, mengayuh atau gerakan tangan, koordinasi tangan dan kaki, dan sistem pernapasan (Thomas, 2000 : 13 ). Hal ini senada dengan Tri Tunggal Setiawan ( 2004 : 9 ) yang mengatakan bahwa teknik dasar renang gayacrawl meliputi: posisi tubuh, gerakan lengan, gerakan tungkai, gerakan pengambilan nafas dan gerakan koordinasi.

Perenang berprestasi harus memperhatikan teknik dan mekanika renang yang disebutkan secara benar, selain mental, kematangan juara dan fisik. Perenang yang berprestasi harus ditunjang oleh kesegaran fisik antara lain kekuatan atau strenght, kecepatan atau speed, daya tahan atau endurance, daya otot atau muscular power, daya lentur atau flexibility, koordinasi atau coordination, kelincahan atau agility, keseimbangan atau balance, ketepatan atau accuracy, reaksi atau reaction. ( M. Sajoto, 1995 : 8 ± 10 ). Ada tiga kelompok unsur utama dari kondisi fisik yang dibutuhkan untuk dapat melakukan unjuk kerja pada olahraga renang, yaitu: kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelentukan, koordinasi, jkeseimbangan dan reaksi (Counsilman yang dikutip Soejoko H, 1992 :13 ). Dalam cabang olahraga renang, seseorang mengikuti perlombaan tentu akan menempuh suatu jarak oleh karena itu seorang perenang untuk mencapai jarak tersebut akan melibatkan panjang badannya. Dan panjang badan ini berhubungandengan tinggi badan, sehingga seorang perenangyang badannya panjang akan mencapai jarak lebih cepat bila dibandingkan mereka yang berbadan pendek sehingga untuk memperoleh perenang yang berkualitas yang mampu mencapai prestasi yang optimal perlu mengetahui seberapa besar faktor tersebut berpengaruh terhadap hasil kecepatan renang gayacrawl. Sehingga prestasi renang akan dapat tercapai dengan optimal. Dalam renang diperlukan lengan yang panjang yang keseluruhannya keseluruhan berfungsi sebagai pendayung. Untuk mendorong maju dibutuhkan gerakan mendayung dengan gerakan memutar seakan-akan melewati tabung atau tabung imajinasi (Thomas, 2000 : 16 ). Dengan demikian semakin panjang lengan keseluruhan seseorang akan semakin jauh jangkauannya. Semakin jauh jangkauannya, bila diasumsikan kekuatan dan kecepatannya sama, maka akan semakin pendek waktu yang ditempuh untuk jarak tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa panjang atau pendeknya lengan keseluruhan berpengaruh terhadap kecepatan renangnya. Faktor lain yang sangat diperlukan pada olahraga renang adalah faktor daya tahan. Daya tahan pada umumnya, yaitu cardiorespyratory endurance yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seluruh tubuh untuk selalu bergerak dalam tempo sedang sampai cepat, yang cukup lama ini dilakukan pada olahraga lari, bersepeda, dan berenang, setiap cabang olahraga memerlukan tingkat daya tahan tertentu yang memenuhi syarat untuk cabang tersebut menurut Wilmore dan Costill seperti yang dikutip oleh M.Sajoto ( 1995:122 ) mengatakan sekarang telah berkembang pendapat bahwa cardiorespyratory endurance tinggi dapat meningkatkan kemampuan prestasi dan mengurangi cidera. Keadaan sistem cardiovascular yang baik akan menyuplai kebutuhan biologis tubuh pada waktu istirahat maupun saat kerja keras akan di perlancar. Kelancaran tersebut dimungkinkan apabila alat-alat peredaran darah yang mengalirkan darah, sebagai media penghantar untuk memberikan zat-zat makanan dan oksigen yang sangat diperlukan jaringan tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan sempurna dan efisien apabila memperoleh latihan-latihan dengan dosis yang benar dan tepat.

SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP adalah salah satu sekolah yang mempunyai bayak siswa berprestasi dalam bidang olahraga,salah satunya adalah sepak bola,voly,tenis meja,atletik,dan renang. Selain itu,ditinjau ndari fisik. Kebanyakan dari siswa mereka mempunyain postur badan yang besar. Dalam penelitian ini sebagai populasi dan sampelnya adalah siswa kelas XI SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP, hal ini terkait dengan prestasi, artinya apabila penelitian ini dilakukan di sekolah maka secara teknik ketrampilan yang dimiliki belum tentu dikuasai dengan baik oleh semua siswa hal ini mempunyai pengaruh terhadap hasil penelitian yaitu prestasi. Berbeda halnya jika sampelnya benar-benar atlet, minimal secara teknik ketrampilan tersebut telah dikuasai. Dan disinilah siswa siswa tersebut dibina, oleh karena itu SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP dipilih sebagai tempat, populasi dan sampel dalam penelitian ini. Bertolak dari uraian diatas maka penulis tertarik ingin mengadakan penelitian dengan judul : ³ Hubungan antara Tinggi badan, Panjang Lengan dan VO 2 Max Dengan Kecepatan RenangGayaCrawl 50 Meter pada Siswa kelas XI SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP Tahun 2010. 1.2.Alasan pemilihan judul Berdasarkan uraian diatas bahwa alasan pemilihan judul dalam penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: 1.1.1 Sepengetahuan penulis belum ada judul dan penelitian mengenai hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan VO 2 Max dengan kecepatan renang GayaCrawl 50 meter 1.1.2 Seorang perenang dituntut meningkatkan kemampuan fisik untuk keberhasilan perenang dalam berprestasi. 1.1.3 Sebagai wujud nyata kepedulian masyarakat ilmiah dalam perkembangan olahraga renang. Dengan diadakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan bidang olahraga pada umumnya dan cabang olahraga renang khususnya.

2. Permasalahan

Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 2.1 Apakah ada hubungan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gayacrawl 50 meter pada Siswa kelas XI sma santo petrus nyarungkup Tahun 2010. Apakah ada hubungan antara panjang lengan dengan kecepatan renang gayacrawl 50 meter pada Siswa kelas XI sma santo petrus nyarungkup Tahun 2010 Apakah ada hubungan antara VO 2 Max dengan kecepatan renang gayacrawl 50 meter pada Siswa kelas XI sma santo petrus nyarungkup Tahun 2010. Apakah ada hubungan antara tinggi badan, panjang lengan dan VO 2 Max dengankecepatan renang gayacrawl 50 meter pada Siswa kelas XI sma santo petrus nyarungkup Tahun 2010.

2.2

2.3

2.4

3. Tujuan Penelitian Berkaitan dengan hasil penelitian yang akan dicapai, maka tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 3.1. Hubungan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter 3.2. Hubungan antara panjang lengan dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter 3.3. Hubungan antara VO 2 MAX dengan kecepatan renang gaya crawl 50 meter 3.4. Untuk mengetahui seberapa sumbangan dari tinggi badan,panjang lengan,dan VO 2 MAX terhadap kecepatanrenang gaya crawl 50 meter

penelitian ini diharapkan memberikan umpan balik untuk mengukur dan menguji kemampuan penulis dalam menyumbangkan pemikirannya terhadap olahraga renang,terutama dalam proses pelaksanaan kegiatan.

4. Manfaat penelitian 4.1 manfaat teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan guna mengembangkan keaktifan latihan dan disiplin siswa dalam mengikuti pelajaran 4.2 manfaat praktis a. bagi pelajar penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi siswa berkenaan dengan kedisiplinan saat belajar b. bagi pelatih penelitian ini diharapkan memberikan latihan pada siswa c. bagi penulis Secara urnum manfaat yang dapat diambil dari hasil pelaksanaan penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi ilmiah dalam pelatihan cabang olahraga renang dapat memberikan masukan bagi peneliti dalam rangka

5. Hipotesis Menurut sutrisno hadi ( 1992:257 ) hipotesis adalah ³ pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kebenarannya ´ Adapun yang menjadi rumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah hipotesis alternatif ( HA )terdapat hubungan antara keaktipan latihan renang dengan dengan fisikli siswa kelas XI sma santo petrus nyarungkup. 6. Metode penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan dalam pemecahan masalah penelitian. Dalam penelitian ini akan digunakan metode deskriptif yaitu melihat kenyataan dilapangan sebagaimana kenyataan yang ada dan sebagaimana adanya. Hal ini sejalan dengan

pendapat Hadari Nawawi ( 2001 : 63 ) yang mengemukakan bahwa ³ metode deskritif adalah prosedur pemecah masalah yang diselingi dengan menggambarkan subjek atau objek penelitian seseorang, lembaga, masyarakat dan nilai nilai ) pada saat sekarng berdasarkkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya Selanjutnya,Babbie dan kkerlinger ( dalam harun rasyid, 2002 : 38 ) mengatakan bahwa ³ penelitian deskriptif adalah penelitian yang meliputi pengumpulan data dalam kaitannyapenggambaran data untuk menjawab pertanyaan mengenai status subjek yang diteliti ³. Berdasarkan beberapa pendapat,dapat dikatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu cara untuk memecahkan masalah berdasarkan fakta fakta pada saat penelitian berlangsungdan disajikan sebagaimana adanya pada saat sekarang. Berdasarkan pendapat diatas,maka metode yang tepat digunakan dalam penelitian tentang Hubungan antara Tinggi badan, Panjang Lengan dan VO 2 Max Dengan Kecepatan RenangGayaCrawl 50 Meter pada Siswa kelas XI SMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP Tahun 2010 adalah metode deskriptif.

7. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putera kelas XISMA SANTO PETRUS NYARUNGKUP yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi variabel bebas (prediktor) terdiri dari 1) tinggi badan (X1), 2) panjang lengan (X2) dan (kriterium) atau Y adalah kecepatan renang gaya crawl 50 meter. Populasi penelitian sebanyak 30 orang, dengan menggunakan teknik total sampling diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Data kemampuan penelitian diolah menggunakan teknik regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS versi 10, menggunakan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data penelitian dengan uji F untuk rX1 ± Y = 10,811 • Ftabel 4,20 atau signifikansi 0,003; uji F untuk rX2-Y = 4,880 • Ftabel 4,20 atau signifikansi 0,036; dan rX12-Y = 7,773 • Ftabel 3,25 atau signifikansi 0,002, dan sumbangan rX12 terhadap Y sebesar 36,5%. Berdasar hasil uji F tersebut dapat disimpulkan 1) Ada hubungan antara tinggi badan dengan kecepatan renang gaya crawl, 2) Ada hubungan antara panjang lengan dengan kecepatan renang gaya crawl, 3) Ada hubungan antara VO 2 MAX dengan kecepatan renang gaya crawl 4) Ada sumbangan antara tinggi badan dan panjang lengan kecepatan renang gaya crawl. Berdasar pada simpulan kemampuan penelitian ini, disarakan kepada para guru SMA santo petrus nyarungkup bahwa dalam penelitian hasil kecepatan renang gaya crawl 50 meter

aspek tinggi badan, panjang lengan, dan VO 2 MAX dapat dijadikan sebagai materi pendukung didalam penyusunan program latihan pada siswa, agar proses pelatihan melakukan renang gaya crawl yang dilakukan dapat berhasil guna dan berdaya guna.

8. Penegasan Istilah Untuk menghindari agar persoalan yang dibicarakan dalam penelitian ini tidak menyimpang dari tujuan semula dan agar dalam penelitian ini tidak terjadi salah penafsiran istilah, maka perlu adanya penegasan istilah yang meliputi : Tinggi badanyang dimaksud dalam penelitian ini adalah keseluruhan panjang tubuh yang di ukur mulai dari telapak kaki sampai dengan ujujng kepala. panjang lengan adalah bagian tubuh sepanjang lengan atas, lengan bawah, telapak tangan dan berakhir pada ujung jari tengah.VO 2 MAX adalah .renang gaya crawl adalah merupakan salah satu tekni renang,gaya ini merupakan gaya yang tercepat dan berdasarkan gaya ini pula kehebatan berenang seseorang akan dinilai

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->