Komunikasi antarbudaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. [1] Menurut Stewart L. Tubbs,komunikasi antarbudaya adalahkomunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaanperbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi. [1] Hamid Mowlana menyebutkan komunikasi antarbudaya sebagai human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain. [2] Sedangkan Fred E. Jandt mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka di antara orangorang yang berbeda budayanya.[3] Intercultural communication generally refers to face-to-face interaction among people of diverse culture.[3] Guo-Ming Chen dan William J. Sartosa mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok.[4] Selanjutnya komunikasi antarbudaya itu dilakukan: 1. Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan; [4] Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama; [4] Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita;[4] Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan pelbagai cara. [4]

2. 3. 4.

Hakikat Komunikasi Antarbudaya
[sunting]Enkulturasi

Tarian adalah salah satu bentuk enkulturasi budaya yang ditransmisikan sejak kecil

Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur. Enkulturasi terjadi melalui mereka. [5]

Berangsur-angsur. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasabaik secara verbal dan nonverbal. serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu.[4] Pendeta Budha Jepang menyatakan identitas melalui baju yang dikenakan  Menyatakan Identitas Sosial[4] Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial. maupun tingkatpendidikan seseorang. [5] Misalnya. Pada waktu yang sama.[5] [sunting]Fungsi-Fungsi [sunting]Fungsi Komunikasi Antarbudaya Pribadi Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu. kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. . agama.[sunting]Akulturasi Cina dan Inggris yang berakulturasi Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial. bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah). kultur tuan rumah pun ikut berubah. cara berperilaku. nilai-nilai. misalnya dapat diketahui asal-usul suku bangsa.

Hiburan tersebut termasuk dalam kategori hiburan antarbudaya. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan. maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakanjembatan atas perbedaan di antara mereka. [sunting]Prinsip-Prinsip Komunkasi Antarbudaya  (( terdapatnya golongan ningrat sebagai budaya yang tertinggi)) hal ini terlihat dari adanya ketimpangan pemlihan calon gubernur yang mengharuskan dari keturunan darah biru. saling mempelajari kebudayaan masing-masing.[4] Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya. Hubungan komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang berbeda. Dan prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Misalnya menonton tarian hula-hula dan "Hawaian" di taman kota yang terletak di depan Honolulu Zaw. Dalam kasus komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan komunikan. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan.  Relativitas Bahasa[5] . [4] [sunting]Fungsi Sosial  Pengawasan[4] Funsi sosial yang pertama adalah pengawasan.  Menambah Pengetahuan[4] Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya menambah pengetahuan bersama. keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Honolulu. Hawai.  Melepaskan Diri atau Jalan Keluar [4] Kadang-kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau mencri jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Praktek komunikasi antarbudaya di antara komunikator dan komunikan yang berbada kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Pilihan komunikasi seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yangsimetris.  Menjembatani[4] Dalam proses komunikasi antarbudaya. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan"perkembangan" tentang lingkungan. perbedaan di antara dua pihak dimaksimumkan. Menyatakan Integrasi Sosial[4] Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi.[4] Perilaku seseorang berfungsi sebagaistimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer.  Menghibur[4] Fungsi menghibur juga sering tampil dalam proses komunikasi antarbudaya. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka. antarkelompoknamun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur.[4]Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang saling bercermin pada perilaku lainnya. maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Fungsi ini dijalankan pula oleh pelbagai konteks komunikasi termasuk komunikasi massa.  Sosialisasi Nilai[4] Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.

2003. London. An Introduction. 36 Alo Liliweri. Universitas Muhammadiyah Surakarta. kita mebuat prediksi tentang mana perilaku kita yang akan menghasilkan hasil positif. 123 ^ ab Fred E.  Kesadaran Diri dan Perbedaan Antarbudaya[5] Makin besar perbedaan antarbudaya. Ini mempunyai konsekuensi positif dan negatif. 1996. Negatifnya. 1994. kita terus melibatkan diri dan meningkatkan komunikasi kita. Makin besar perbedaan budaya. dirumuskan bahwa karakteristik bahasa memengaruhi proses kognitif kita. Dan karena bahasa-bahasa di dunia sangat berbeda-beda dalam hal karakteristik semantik dan strukturnya. 11-12. diperlukan lebih banyak waktu dan upaya untuk mengurangi ketidak-pastian dan untuk berkomunikasi secara lebih bermakna. 5. anda mungkin menghindarinya. memprediksi.  Interaksi Awal dan Perbedaan Antarbudaya[5] Perbedaan antarbudaya terutama penting dalam interaksi awal dan secara berangsur berkurang tingkat kepentingannya ketika hubungan menjadi lebih akrab. Definisi yang pertama dikemukakan didalam buku ³Intercultural Communication: A Reader´ dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter. Kedua.[5] [sunting]Refenrensi ab 1. makin sulit komunikasi dilakukan. Tiga konsekuensi yang dibahas oleh Sunnafrank (1989) mengisyaratkan implikasi yang penting bagi komunikasi antarbudaya. 3. tampaknya masuk akal untuk mengatakan bahwa orang yang menggunakan bahasa yang berbeda juga akan berbeda dalam cara mereka memandang dan berpikir tentang dunia. 236-238 ^ Andrik Purwasito. bila kita mendapatkan hasil yang positif. misalnya. lebih besar kemungkinan salah paham. kemungkinan ini khususnya besar dalam situasi komunikasi antarbudaya. lebih banyak kesalahan kalimat. posisisi yang anda ambil. ini membuat kita terlalu berhati-hati. makin banyak salah persepsi.[5] Bila kita memperoleh hasil negatif. Walaupun kita selalu menghadapi kemungkinan salah persepsi dan salah menilai orang lain. misalnya. tidak spontan. Yogyakarta. dan menjelaskan perilaku orang lain. misalnya anda akan memilih berbicara dengan rekan sekelas yang banyak kemiripannya dengan anda ketimbang orang yang sangat berbeda. pilihan topik. Hal. Komunikasi Antarmanusia. Intercultural Communication. Human Communication :Konteks-konteks Komunikasi. 2. Jakarta. 4. dan sebagainya. makin besarlah ketidak-pastian dam ambiguitas dalam komunikasi. perilaku nonverbal yang anda tunjukkan. Hal. kesadaran diri ini barangkali membuat kita lebih waspada. Komunikasi Multikultural.[5] Ketiga. Surakarta. Devito.seperti dalam semua komunikasi . Makin besar perbedaan antara budaya (dan. Karena komunikasi antarbudaya itu sulit. Definisi lain diberikan oleh Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi . Jandt. makin besar perbedaan komunikasi).  Bahasa Sebagai Cermin Budaya[5] Bahasa mencerminkan budaya. Positifnya. Hal. lebih banyak kesalahan komunikasi. Banyak dari komunikasi kita berusaha mengurangi ketidak-pastian ini sehingga kita dapat lebih baik menguraikan. ^ Stewart L. Professional Books. Tubbs dan Sylvia Moss. karenanya. 1998. Sage Publication. dan makin banyak potong kompas (bypassing).36-42 ^ 479-488 abcdefghijklmnopqr abcdefghijklmn Joseph A. makin perbedaan komunikasi baik dalam bahasa maupun dalamisyarat-isyarat nonverbal.kita berusaha memaksimalkan hasil interaksi.  Mengurangi Ketidak-pastian[5] Makin besar perbedaan antarbudaya. Pada akhir tahun 1920-an dan disepanjang tahun 1930-an. 2003. p. Pustaka Pelajar. Remaja Rosdakarya. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya.  Memaksimalkan Hasil Interaksi[5] Dalam komunikasi antarbudaya . kita mulai menarik diri dan mengurangi komunikasi. Kuliah Dasar. 19). ini mencegah kita mengatakan hal-hal yang mungkin terasa tidak peka atau tidak patut.Gagasan umum bahwa bahasa memengaruhi pemikiran dan perilaku paling banyak disuarakan oleh para antropologis linguistik.[5] dalam komunikasi. anda mencoba memprediksi hasil dari. Bandung. makin besar kesadaran diri (mindfulness) para partisipan selama komunikasi.[5] Anda kemudian melakukan apa yang menurut anda akan memberikan hasil positif dan berusaha tidak melakkan apa yang menurut anda akan memberikan hasil negatif. Karena letidak-pasrtian dan ambiguitas yang lebih besar ini. Hal.Kesulitan ini dapat mengakibatkan. Sebagai contoh. dan kurang percaya diri. orang akan berintraksi dengan orang lain yang mereka perkirakan akan memberikan hasil positif. Dengan demikian. ^ Hal.

Sehingga untuk mengartikan sesuatu setiap budaya akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda. Sedangkan terdapat 9 (sembilan) jenis hambatan komunikasi antar budaya yang berada diatas air (above waterline).antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003. Jenis-jenis hambatan semacam ini adalah persepsi (perceptions). aturan (rules). Wajah marah yang dibuat tersebut dapat menjadi penghambat komunikasi karena mungkin saja pengirim pesan akan merasa tidak maksimal atau takut untuk mengirimkan pesan kepada penerima pesan. p. 2. maksudnya adalah apakah pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau apakah pendengar tersebut sedang malas dan tidak punya motivasi sehingga dapat menjadi hambatan komunikasi. . agama. dimana di Amerika Serikat anggukan kepala mempunyai arti bahwa orang tersebut mengerti sedangkan di Jepang anggukan kepala tidak berarti seseorang setuju melainkan hanya berarti bahwa orang tersebut mendengarkan. 7. agama. 4. Latar Belakang Masalah Di Indonesia. Hambatan-hambatan tersebut adalah (Chaney & Martin. Kompetisi (Competition) Hambatan semacam ini muncul apabila penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain sambil mendengarkan. kebutuhan diri. 13). Bahasa (Linguistic) Hambatan komunikasi yang berikut ini terjadi apabila pengirim pesan (sender)dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan. sehingga sampai saat ini masih sulit ditemui buku yang menjelaskan secara lengkap tentang definisi dari komunikasi antar budaya itu sendiri. Dengan kenyataan tersebut tidaklah mudah bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan suatu integrasi dan menghindari konflik atau bahkan perpecahan (DeVito 1997). 2004. Faktor-faktor hambatan komunikasi antar budaya yang berada dibawah air (below waterline) adalah faktor-faktor yang membentuk perilaku atau sikap seseorang. Padahal komunikasi antar budaya di Indonesia sangatlah penting karena pada kenyataannya kehidupan masyarakat dan budaya Indonesia sangatlah heterogen yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Jenis-Jenis Hambatan Komunikasi Antar Budaya Hambatan komunikasi (communication barrier) dalam komunikasi antar budaya (intercultural communication) mempunyai bentuk seperti sebuah gunung es yang terbenam di dalam air. budaya. 3. Kehidupan majemuk bangsa Indonesia yang kompleks ditandai dengan kenyataan latar belakang social budaya etnis yang berbeda-beda. Budaya (Cultural) Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda. Contoh dari hambatan komunikasi antabudaya adalah kasus anggukan kepala. filosofi bisnis (businessphilosophy). p. norma (norms). 11 ± 12): 1. Contohnya adalah wajah marah yang dibuat oleh penerima pesan (receiver) ketika pengirim pesan (sender) melakukan komunikasi. hambatan semacam ini cukup sulit untuk dilihat atau diperhatikan. Emosi (Emotional) Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Contohnya adalah menerima telepon selular sambil menyetir. bahasa. ras. 5.jaringan (networks). BAB I PENDAHULUAN 1. dan grup cabang (subcultures group). Lebih dari 350 bahasa daerah berkembang di Indonesia dan ratusan etnis tersebar diberbagai wilayah. stereotip (stereotypes). Sebagaimana dituangkan dalam semboyang Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda tetapi tetap satu. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui. Fisik (Physical) Hambatan komunikasi semacam ini berasal dari hambatan waktu. lingkungan. Persepsi (Perceptual) Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai suatu hal. 11). Hambatan komunikasi semacam ini lebih mudah untuk dilihat karena hambatan-hambatan ini banyak yang berbentuk fisik. Dimana hambatan komunikasi yang ada terbagi dua menjadi yang diatas air (above waterline) dan dibawah air (below waterline). 6. Motivasi (Motivational) Hambatan semacam ini berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar. 9. dan juga media fisik. dan juga perbedaan sosial yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya. 8. Nonverbal Hambatan nonverbal adalah hambatan komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi. dan istiadat. 2004. Pengalaman (Experiantial) Experiental adalah jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga setiap individu mempunyai persepsi dan juga konsep yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu. 1. Komunikasi antara budaya belum secara serius mendapatkan tempat sebagai suatu kajian penting. Dengan memahami mengenai komunikasi antar budaya maka hambatan komunikasi (communication barrier) semacam ini dapat kita lalui. nilai (values). p. karena melakukan 2 (dua) kegiatan sekaligus maka penerima pesan tidak akan mendengarkan pesan yang disampaikan melalui telepon selularnya secara maksimal. Hambatan Komunikasi Antar Budaya Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinyakomunikasi yang efektif (Chaney & Martin. Apapun definisi yang ada mengenai komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.

Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan adanya perbedaan budaya seperti bahasa. budaya kaum gelandangan. baik secara langsung atau tidak langsung. (Young Yung Kim. studi komparatif lintas budaya mengenai fenomena-fenomena komunikasi. Jawa. 1974). adat. pola-pola komunikasi dalam kebudayaan-kebudayaan tertentu. Asia Tenggara. Subkawasan-kawasan di dunia. penggunaan pesan-pesan verbal dan non-verbal serta hubungan-hubungan antaranya. buakan studi-studi intercultural dari komunikasi. Dimensi pertama menunjukan bahwa istilah kebudayaan telah digunakan untuk merujuk pada macammacam tingkat lingkupan dan kompleksitas dari organisasi sosial. Negro Macam-macam subkelompok sosiologis berdasarkan kategori jenis kelamin. Sejauh ini upaya pemerhati Komunikasi Antar-Budaya lebih banyak diarahkan pada aspek intracultural atau pun crosscultural. akulturasi imigran politik. norma-norma dan aturan tingkah laku yang khusus. kelas sosial (budaya hippiis. Kelompok-kelompok etnik-ras dalam negeri seperti.2. Kawasan di dunia. 1970). meliputi bisnis. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari partisipan. 1974). saling ketergantungan Ekonomi diantara banyak Negara. Dengan demikian. kemajuan Teknologi Komunikasi. pendidikan. (Stewart. kebiasaan. misalnya budaya Indonesia. 3. budaya Amerika Utara. (Rich. Komunikasi dalam semua konteks sosial tersebut pada dasarnya memilih persamaan dalam hal unsur-unsur dasar an proses komunikasi (misalnya menyangkut penyampaian. dan sebagainya. organisasi. konteks sosial memberikan tempat khusus pada para partisipan. budaya penjara) Dimensi kedua menyangkut Konteks Sosial. perubahan pola imigrasi dan politik membutuhkan pemahaman atas kultur yang berbeda-beda (DeVito 1997). 5. Ketika A dan B dengan budaya yang berbeda bercakap-cakap itulah yang disebut Komunikasi antar Budaya karena dua pihak ³menerima´ perbedaan diantara mereka sehingga bermanfaat untuk menurunkan tingkat ketidakpastian dan kecemasan dalam relasi antar pribadi. ada tiga dimensi yang perlu diperhatikan: 1. 4. Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan Komunikasi Antar-Budaya (baik yang verbal maupun nonverbal).Komunikasi antar budaya kala menjadi semakin penting karena meningkatnya mobilitas orang diseluruh dunia. misalnya.1. Cina. . penerimaan dan pemrosesan). ekspektasi-ekspektasi. Maka variasi kontekstual misalnya. komunikasi antara orang Indonesia dengan Jepang dalam suatu transaksi dagang akan berbeda dengan interaksi dalam peran sebagai dua orang mahasiswa. nilai-nilai. budaya Perancis. (Sitaram. 1984) Dari defenisi tersebut nampak jelas penekanannya pada perbedaan kebudayaan sebagai faktor yang menentukan dalam berlangsungnya proses komunikasi dan interaksi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi bersifat budaya apabila terjadi diantara orang-orang yang berbeda kebudayaan. 1. Tujuan Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang komunikasi antar budaya yang terjadi diantara dua orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda berarti mereka memiliki perbedaan kepribadian dan persepsi terhadap relasi antar pribadi. Konteks sosial tempat terjadinya Komunikasi Antar-Budaya 3. Karena itu dua konsep terpenting di sini adalah kontak dan komunikasi merupakan ciri yang membedakan studi Komunikasi Antar-Budaya dari studi-studi antropologi dan psikologi lintas budaya yang berupaya mendeskripsikan kebudayaan-kebudayaan antarbudaya. kebanyakan dari kegiatan penelitian memusatkan perhatian pada . 2. budaya Timur. 1. Penjelasan Komunikasi antar budaya adalah seni untuk memahami dan dipahami oleh khalayak yang memiliki kebudayaan lain. budaya Barat. Komuniasi antara budaya sendiri lebih menekankan aspek utama yakni komunikasi antar pribadi diantara Komunikator dan Komunikan yang kebudayaannya berbeda (Mulyana 1990) . Nasional/negara. Umumnya istilah kebudayaan mencakup beberapa pengertian sebagai berikut: 1. 1. 2. BAB II PEMBAHASAN 1. budaya Jepang. Sebagaimana tradisi penelitian antropologi dan psikologi lintas budaya (cross-cultural psycology). Dimensi Komunikasi Antar-Budaya Untuk mencari kejelasan dan mengintegrasikan berbagai konseptualisasi tentang kebudayaan dalam konteks Komunikasi Antar-Budaya. hubungan-hubungan antarperan. konsultasi terapi. Tetapi adanya pengaruh kebudayaan yang tercakup dalam latarbelakang pengalaman individu membentuk pola-pola persepsi pemikiran. Komunikasi antarbudaya menunjuk pada suatu fenomena komunikasi di mana para pesertanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda terlibat dalam suatu kontak antara satu dengan lainnya.

Misalnya kita dapat mengambarkan komunikasi antara presiden Indonesia dengan dubes baru dari Nigeria sebagai komunikasi internasional. 1. yang selanjutnya menentukan tingkah laku komunikasi. Pemahaman dan penghargaan akan perbedaan persepsi diperlukan jika ingin meningkatkan kemampuan menjalin hubungan dengan orang yang berbeda budaya. Samovar (1981) membagi berbagai aspek kebudayaan kedalam tiga pembagian besar unsur-unsur sosial budaya yang secara langsung sangat mempengaruhi penciptaan makna untuk persepsi. Ketiga dimensi di atas dapat digunakan secara terpisah ataupun bersamaan. Antarpribadi 2. antarpribadi dalam konteks politik. Kita semua mungkin akan mlihat suatu obbjek atau peristiwa sosial yanng sama dan memberikan makna objektif yang sama. 2) Pandangan hidup tentang dunia. Dimensi ini menunjukan tentang saluran apa yang dipergunakan dalam Komunikasi Antar-Budaya. Pengaruh-pengaruh terhadap komunikasi ini sangat beragam dan mencakup semua segi kegiatan sosial manusia. orang.Dimensi ketiga berkaitan dengan saluran komunikasi. Pengaruh ketiga unsur kebudayaan tersebut pada makna untuk persepsi terutama pada aspek individual dan subjektifnya. Tetapi kemungkinan besar keduanya akan berbeda pendapat tentang bagaimana wanita itu dalam makna sosialnya. benda.4. Misalnya orang Indonesia menonton melalui TV keadaan kehidupan di Afrika. Media massa 3. saluran komunikasi juga mempengaruhi proses dan hasil keseluruhan dari Komunikasi Antar-Budaya. Orang Amerika memandang nilai kesetaraan antara pria dengan wanita. 1. dan peristiwa mempengaruhi berlangsungnya Komunikasi Antar-Budaya. 3) Organisasi sosial. dlam mengklasifikasi fenomena Komunikasi Antar-Budaya. unsur-unsur tersebut dipisahpisahkan agar dapat diidentifikasi dan ditinjau secara satu persatu. 2) Kesamaan tingkah laku antara satu generasi dengan generasi berikutnya hanya dimungkinkan berkat digunakannya sarana-sarana komunikasi. Dalam proses Komunikasi Antar-Budaya unsur-unsur yang sangat menentukan ini bekerja dan berfungsi secara terpadu bersama-sama seperti komponen dari suatu sistem stereo. 3. sehingga kita akan mampu memberikan reaksi yang sesuai dengan . tetapi makna individualnya tidak mustahil akan berbeda. Kita harus belajar memahami referensi perseptual mereka. Unsur-unsur Kebudayaan Karena kebudayaan memberikan identitas pada sekelompok manusia. Untuk lebih mengerti hubungan komunikasi dengan kebudayaan bisa ditinjau dari sudut pandang perkembangan masyarakat. Perkembangan mencerminkan hubungan terus menerus dan berlangsung dan di mana simbol dan lambang berlangsung dalam proses resiprokal (timbal-balik) antara orang-orang didalamnya. karena masingmaasing saling membutuhkan dan berkaitan. apabila ia sendiri berada di sana dan melihat dengan keala sendiri. Sementara Smith (1966) menerangkan hubungan yang tidak terpisahkan antara komunikasi dan budaya sebagai berikut: 1) Kebudayaan meruakan suatu kode atau kumpulan peraturan yang dipelajari dan dimiliki bersama. sedangkan komunikasi memerlukan kode-kode dan lambang-lambang yang harus dipelajari dan dimiliki bersama. Secara garis besar saluran dapat dibagi atas: 1. 2) Untuk mempelajari dan memiliki bersama diperlukan komunikasi.5 Peranan Persepsi Dalam Komunikasi Antar Budaya Persepsi individu mengenai dunia sekelilingnya. akan memiliki pengalaman yang berbeda dengan keadaan. Tetapi dalam penelaahan. Misalnya orang Amerika dengan Arab sepakat menyatakan seseorang wanita berdasarkan wujud fisiknya. Umumnya pengalaman antarpribadi dianggap dapat memberikan dampak yanng lebih mendalam. Saling ketergantungan ini dapat terbukti apabila disadari bahwa: 1) Pola-pola komunikasi yang khas dapat berkembang atau berubah dalam suatu keompok kebudayaan tertentu. komunikasi dianggap antarbudaya apabila para komunikator yang menjalin kontak dan interaksi mempunyai latarbelakang pengalaman budaya berbeda. Hubungan Tmbal Balik antara Komunikasi dengan Kebudayaan Unsur-unsur pokok yang mendasari proses komunikasi antarbudaya adalah konsep-konsep tentang µkebudayaan¶ dan µkomunikasi¶. sementara orang Arab memendang wanita cenderung menekankan wanita sebagai ibu rumah tangga. Unsur-unsur sosial budaya tersebut adalah: 1) Sistem keyakinan. Maka apapun tingkat keanggotaan kelompok konteks sosial dan saluran komunikasi. perkembangan kebudayaan. maka muncul suatu persoalan yakni bagaimana cara kita mengidentifikasi aspek-aspek atau unsur-unsur kebudayaan yang membedakan satu kelompok masyarakat budaya dari kelompok masyarakat budaya lainnya. nilai dan sikap. dan peranan komunikasi dalam proses perkembangan tersebut. Bersama-sama dengan dua dimensi sebelumnya. Hal ini ditekankan oleh Sarbaugh (1979) yang menyatakan bahwa pengertian tentang komunikasi antarbudaya memerlukan suatu pemahaman tentang konsep-konsep komunikasi dan kebudayaan serta adanyasaling ketergantungan antar keduanya.

Kategorisasi untuk mengkalsifikasikan lingkungan ini dapat berbeda-beda antara orang yang satu dengan lainnya. memalingkan muka dan dan kemudian membuka mata. dan lain-lain. Misalnya kata µrumah¶ konsep fisiknya akan berbeda antara orang asia dengan orang eskimo. sehingga pengertian tentangnya akan memberi gambaran tentang bagaimana persepsi terjadi. Bayangan kita mengenai lingkungan merupakan hasil dari kegiatan kita secara aktif memproses informasi. Dan akibatnya kita akan selalu berada dalam keadaan heran/terkejut/aneh dan gtiak ada yag nampak familiar bagi kita. tetapi untuk tujuan kita mempelajari KAB. Jika tidak. warna. Dalam membeli pena kita mempunyai beberpa kategori seperti warna. Dimensi ini . Apa yang kita hadapi mempunyai bentuk. Untuk memahami bekerjanya proses tersebut. kita dapat mengingat. Dengan kemampuan bahasa. yang mencakup seleksi dan kategorisasi input/masukan. memanipulasi. Kedua dimensi ini secara bersama-sama bertanggungjawab atas hasil-hasil persepsi. Kategori tergantung pada sejarah pengalaman dan pengetahuan kita. kita belajar untuk memberi makna pada persepsi-persepsi kita yang dianggap masuk akal jika dihubungkan dengan pengalaman masa lalu. Dengan memberi kode secara linguistik pada pengalaman-pengalaman. Kegiatan internal perseptual ini dipelajari. Objek-objek sosial dan fisik juga akan mempunyai struktur yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan saat itu. melihat. ukuran dan sebagainya. Pengembangan ini mencakup kegiatan-kegiatan internal yang mengubah sistem stimuli menjadi impulsimpuls (rangsangan) yang bergerak melalui sistem syaraf ke otak. Struktur Jika kita menutup mata. dan membagi bersama dengan orang lain. dan mengatur stimuli yang datang dari luar. Walaupun alat-alat panca indera kita sangat sensitif. dan makna bagi persepsinya. Makna Persepsi bermakna dimungkinkan karena persepsi-persepsi terstruktur dan stabil tidak terasingkan/terlepas satu sama lain. Secara sederhana persepsi dapat dikatakan sebagai proses individu dalam melakukan kontak/hubungan dengan dunia sekelilingnya. tidak dapat dilepaskan dari kemampuan bahasa dan tergantung pada penggunaan kta atas katakata yang dapat memberi gambaran secara tepat 1. stabilitas. ukuran. 3. Dalam hal ini masing-masing individu berusaha untuk memahami lingkungan melalui pengembangan struktur. seperti halnya dengan alat untuk mampu berjalan. Dimensi-dimensi Persepsi Kita telah membahas sebelumnya bahwa persepsi tentang lingkungan fisik dan sosial merupakan kegiatan internal dalam menangkap stimuli dan kemudian memrosesnya melalui sistem syaraf dan otak sampai akhirnya tercipta struktur. Dengan atruan-aturan ini kita kita bertindak sebagai pemroses aktif dari stimulasi kita mengkategorisaikan peristiwa-peristiwa di masa lalau dan sekarang. Makna berkembang dari pelajaran dan pengalaman kita masa lalu. Karenanya pengertian secara umum tentang persepsi diperlukan sebagai landasan memahami hubungan antara kebudayaan dan persepsi. stabilitas. kita mampu untuk secara intern menghaluskan perbedaan-perbedaan atau perubahanperubahan dari input sehingga dunia luar tidak berubah-ubah. mencium dan merasa kita dapat mengenal lingkungan dan sadar apa yang terjadi di luar diri kita. tekstur. dan makna darinya. meraba. dan antisipasi kita tentang masa depan. dan dalam kegiatan yang ada tujuannya. Suatu hal yang pokok dalam makna ini adalah sistem kode bahasa. kita harus menyadari akan adanya dua dimensi pokok fundamental dari persepsi: 1) Dimensi fisik (mengatur/mengorganisasi) 2) Dimensi psikologis (menafsirkan). karenanya. Artinya. Makna. serta mengubahnya lagi ke dalam pengalaman-pengalaman yang bermakna. Dalam hal ini orang haru belajar untuk mencapai kemampuan tersebut. Kita belajar mengemangkan aturan-atruan bagi usaha dan tujuan yang ingin dicapai. maka setiap masukan yang sifatnya perseptualakan ditangkap sebagai sesuatu yang baru. kita dapat menangkap stimulasi eksternal dan menghasilkan makna dengan memberi warna dan merumuskan kategorinya. Kita mngembangkan kemampuan membentuk struktur ini dengan mempelajari kategorisasi-kategorisasi untuk memilah-milah stimjulasi eksternal. Persepsi merupakan proses internal yang dilalui individu dalam menseleksi. tindakan dan tujuan masa sekarang. Fungsi misalnya bisa digunakan sebagai kategori. Setiap orang lahir sudah dengan alat-alat fisik yang penring bagi persepsi. 2. Dengan cara mendengar. Stabilitas Dunia realitas yanng berstruktur tadi mempunyai kelanggengan.6. melainkan berhubungan setelah selang beberapa waktu. walajupun dari bayangan terfokus pada mata kita berubah seiring dengan perbedaan jarak. 1) Dimensi Persepsi secara Fisik Sekaliun dimensi fisik ini merupakan tahp penting dari persepsi. kita akan melihat lingkungan yanng terstruktur dan terorganisasikan.ekspektasi dalam budaya mereka. Apa yang terjadi sebenarnya ialah bahwa kita menciptakan bayang-bayang internal tentang objek fisik dan sosial serta peristiwa-peristiwa yang dihadapi dalam lingkungan. hanya merupakan tahap permulaan dan tidak berapa perlu untuk terlali didalami. Melalui pengalaman kita mengetahui bahwa tingi/besar seseorang tetap . dalam arti tidak selalu berubah-ubah. serta menghubungkan mereka pada pengalamanpengalaman lain melalui penggunaan kata-kata yang mencerminkan pengalaman-pengalaman itu. Kita menjadi pemecah masalah yang aktif dalam usaha mencari makna dari lingkunagan kita. Secara umum proses persepsi melibatkan tiga aspek : 1. intensitas.

Adanya saling memahami dan pengertian di antara orang-orang berbeda budaya akan mengurangi konflik yang selama ini sering terjadi. Proses seleksi dalam persepsi mengenai suatu objek dan lingkungan sekelilingnya. Dalam tahap ini. 1. hakikat dan fungsi mekanisme penerimaan manusia (mata. suara air di kamar mandi. Dan ini adalah tantangan bagi kita. Bagaimana bekerjanya anggota tubuh manusia pada tahap ini dapat dikatakan sama antara satu orang dengan orang lainnya. Sebab dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. terutama bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang ilmu komunikasi SARAN-SARAN Dengan selesainya Makalah Komunikasi Antar-Budaya ini. telinga.2008. dan berbagai stimulus lainnya yang ada di sekitar kita.menggambarkan perolehan kita akan informasi tentang dunia luar. keadaan individu (seperti kepribadian. baik selaku individu ataupun selaku anggota dari suatu kelompok kebudayaan tertentu. Karena pada dasarnya. Tapi kita harus optimis mengenai perbedaan budaya di Indonesia. menurut Samovar (1981) secara umum melibatkan tiga yang saling berkaitan yakni: 1. Selective exposure (seleksi terhadap pengenaan pesan/ stimulus) 2. sehingga Makalah kami dapat lebih sempurna. kita juga akan menerima pesanlainnya seperti suhu udara dalam ruangan tempat kita berada. Mulyana. setiap individu menciptakan struktur.Si.dagdigdug. Sebenarnya keanekaragaman budaya bukanlah sesuatu yang akan hilang pada waktu mendatang yang memungkinkan kita merencanakan strategi berdasarkan asumsi saling memahami. Proses penseleksian ini terjadi secara cepat (dalam beberapa detik saja). Ini berarti bahwa kebudayaan memang mempunyai pengruh pada proses dan hasil persepsi. baik yang berasal dari kebudayaan yang sama ataupun berbeda. Karena setiap orang pada dasarnya memiliki mekanisme anatomis dan biologis yang sama. M. Semus stimulus ini secara bermasaan akan ikut mempengaruhi proses kegiatan kita dalam membaca buku. yang menghubungkan mereka dengan lingkungannya. 2) Dimensi Persepsi secara Psikologis Dibandingkan denga penanganan stimuli secara fisik. Selective attention (seleksi dalam hal perhatian) 3. Konflik biasanya terjadi karena berbedanya persepsi mengenai nilai. kondisi kursi yang diduduki. untuk kemudian diubah ke dalam bentuk yang bermakna. dan kulit) serta transmisi data melalui syaraf menuju otak. Dari interaksi ini selanjutnya akan cenderung terjadi relasi. pendidikan. suara anak yang menangis.nilai antarbudaya. keyakinan. dan makna dalam persepsinya. Teori Komunikasi-modul 14. Dalam kehidupan sehari-hari. Hj. KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM BERBAGAI SITUASI PERBEDAAN KEBUDAYAAN . serta memberikan sifat yang pribadi dan penafsiran mengenai dunia luar. Dengan kata lain kita melakukan penyeleksian terhadap semua stimulus yang kita terima. Tahap permulaan ini mencakup karateristik-karakteristik stimuli yang berupa energi. selain kata-kata yang ada dalam buku tersebut. hal itu merupakan salah satu kekayaan dari Negara Republik Indonesia. kuliah. kita menerima begitu sbanyak masukanpesan. memberikan kepada kita wawasan terlebih dahulu dan memudahkan kita untuk berinteraksi dengan suku bangsa lain yang sebelumnya sulit kita lakukan. stabilitas. Selective retention (seleksi yang menyangkut retensi/ ingatan). nilai. motivasi dan lain-lain) mempunyai dampak yang jauh lebih menentukan terhadap persepsi mengenai lingkungan dan perilaku. kecerdasan. sikap. Keputusan untuk menyeleksi semua masukan pesan yang akan diberi makna secara langsung berhubungan dengan kebudayaan kita. A. dalam praktiknya tidak mungkin kita mengolah semua masukan pesan yang kita terima. Dari sini kemudian akan timbul empathy dari diri kita terhadap orang-orang dari suku bangsa lain.com Komunikasi Antarbudaya Oleh : Dra.dan mungkin secara spontan atau dalam keadaan tidak sadar. maka kami dari penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Selama hidup kita telah belajar. 1. emosi. hidung. DAFTAR PUSTAKA Drs. Dewi Widowati. Namun demikian. Misalnya ketika membaca buku. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dengan mengetahui ciri dasar budaya dari tiap-tiap suku bangsa akan mengurangi keterkejutan budaya (gegar budaya). mulut.

terutama dalam keadaan-keadaaan krisis dan menentukan. Situasi Komunikasi Antar Pribadi ± Antar Budaya Jika kita bicara tentang komunikasi antar pribadi. Jiwa sosial : derajat keramahan yang dipersepsikan. 1. pandangan politik. Penelitian telah menunjukkan hubungan erat antara kesediaan membuka diri dengan kepercayaan. 1. Karakter : persepsi tentang moral.1. moral dan lain-lain. unsur.1. Dalam hubungan antar pribadi ada beberapa konsep mendasar : 1. (d).1. Seringkali kita mendapatkan bahwa kita lebih percaya pada orang-orang yang sudah dikenal dari pada orang yang masih asing.1 Prinsip-prinsip Hubungan Antar Pribadi : KAB sangat berkaitan dengan persepsi mengenai orang lain dan akibat dari persepsi tersebut dapat sifat hubungan yang terbentuk. pendidikan. (e).3 Kesediaan membukan diri (Self-Disclosure) : Terjadi bilamana seseorang menyampaikan informasi tentang dirinya sendiri pada orang lain. Salah satu hal yang dapat menjelaskan keadaan ini adalah persepsi akan identifikasi. maka yang dimaksud adalah dua atau lebih orang terlibat dalam komunikasi verbal atau nonverbal secara langsung.1. etika.2 Kredibilitas : Percaya tidaknya seseorang kepada orang lain tergantung kepada beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas komunikasi : (a). yakni dirasakan terdapat semacam hubungan karena adanya kesamaan. Misalnya. Sebaliknya. nilai-nilai. maka lebih besar kemungkinannya bahwa ›2002 digitized by USU digital library 28 kesukaan terhadap orang lain akan terjadi. tempat tinggal atau wilayah geografik. selain bersifat ramah.1. 1. kesukaan dan sama-sama membuka diri. tetapi iklim kesediaan membuka diri dapat menghasilkan kepercayaan sebagaimana kepercayaan membuka diri pada salah satu pihak cenderung untuk mendorong kesediaan . Ko-orientasi : derajat kesamaan yang dipersepsikan mengenai tujuan-tujuan dan nilai-nilai. Kharisma : derajat kepercayaan akan kualitas-kualitas kepemimpinan khusus yang dipersepsikan. (b). Dinamika : derajat tentang entusiasme dan perilaku-perilaku nonverbal yang dipersepsikan. maka kita akan lebih tertarik padanya. jika kita mempersiapkan orang lain memiliki nilai-nilai yang sama dengan kita sendiri. Homofilli : Yakni derajat kesamaan antara individu-individu yang terlibat dalam interaksi antar pribaid. (f). maka kesediaaan membuka diri juga semakin meningkat. Apabila kita tambahkan dimensi perbedaan kebudayaan ke dalamnya. maka kita berbicara tentang komunikasi antar budaya. Jika saling percaya antar pribadi meningkat. Atau kadan-kadang sesudah berkenalan dengan seseorang. Kompetensi : dengan kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu yang dipersepsikan dengan orang lain. baik dalam segi penampilan. Walaupun belum tentu setiap keterbukaan diri pasti menghasilkan dampak positif. kita merasakan telah menemukan kecocokan dengannya. etnisitas. Atau kita mendapatkan bahwa seseorang. maka komunikasi antar pribadi meningkat dan terus berkembang berdasarkan persepsi tadi. dengan adanya kesediaan membuka diri. Maka acapkali dikakatakan juga bahwa KAB merupakan komunikasi antar pribadi dengan perhatian khusus pada faktor-faktor kebudayaan yang mempengaruhinya. dan integritas dari komunikasi (c). juga luas pengetahuannya mengenai sesuatu topik yang kita senangi.

Afrika dan Timur Tengah. agar mengikuti dan menghargai norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat. Seringkali dinasehatkan pada orang-orang AS yang bekerja dalam situasi internasional. Konsep formalitas ± informalitas juga penting artinya dalam KAB. orang tua-anak. umur merupakan indikator status. tidak saja ditentukan secara pribadi. ternyata dapat berlaku simpatik dan menyenangkan dengan keluarga dan temantemannya. misalnya antara majikan dan bawahan. Lebih jauh lagi. Hal demikian akan menimbulkan suasana tidak nyaman bahkan memalukan. kehidupan manusia diwarnai oleh sifat. penghargaan terhadap kemampuannya dan kekaguman akan penampilan. Penelitian-penelitian tentang homofili menunjukkan bahwa ketertarikan antar pribadi dapat didasarkan pada similititas etnik atau rasial. sedangkan orang kedua lebih memilih untuk dipanggil dengan titel lengkap. tetapi juga banyak oleh norma-norma budaya.1.7 Hubungan-hubungan kerja secara antar pribadi : Banyak prinsip-prinsip management dan prosedur-prosedur kerja standard yang ternyata tidak dapat diterapkan dalam situasi-situasi antar budaya. dengan kawan sejawat. 1. bertemu dengan seseorang yang menganggap hubungan sebaiknya bersifat sejajar. guru-murid. Sifat hubungan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan kebudayaan seperti : (a) Peranan : seseorang akan berkomunikasi dan berperilaku tertentu karena peranan sosialnya menuntut demikian.6 Ketertarikan antar Pribadi (interpersonal attraction) Orang biasanya mengembangkan sikap positif terhadap orang-orang lain dari segi kehadirannya. dll. Orang pertama akan berbicara secara informal dengan menggunakan nama kecil. Dalam kebudayaan-kebudayaan Asia. Beberapa penelitian telah menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok pria dan wanita di AS. sehingga acapkali diperlukan restrukturisasi organisasi dan perubahan gaya ›2002 digitized by USU digital library 29 management untuk memenuhi kebuthan-kebutuhan kebudayaan. Misalnya orang-orang yang mempunyai profesi sama sebagai tukang becak akan memiliki solidaritas yang besar karena merasakan senasib dalam penderitaan. misalnya. Tidak demikian halnya dengan di AS. Dari segi pandangan antar budaya. Misalnya.5 Formalitas : Persepsi mengenai derajat formalitas yang kita anggap sesuai bagi sifat hubungan. Keindahan fisik. seseorang yang berasal dari kebudayaan yang memandang hpenting struktur hierarki dalam hubungan antar pribadi. dominasi-submisi. Wanita cenderung lebih bersedia membuka diri dibandingkan dengan pria.membuka diri pada pihak lainnya. tidak perlu formalitas. dokterpasien.1. maka akan timbul kesulitan. 1.4 Dominasi dan Submisi : Sebagaimana halnya dengan dunia binatang. 1.Kecepatan kerja dan efisiensi . 1.1. faktorfaktor penarikan tersebut dapat dilihat secara tersendiri. apalagi terhadap orang-orang yang sudah mereka kenal. Dapat disebutkan antara lain beberapa hal yang perlu untuk dipahamai karena faktor perbedaan kebudayaan : . Status : Persepsi mengenai status orang lain dapat mempengaruhi sifat hubungan dominasi-submisi. Contohnya.1. ketertarikan antar pribadi antar budaya disebabkan oleh adanya tujuan ataupun situasi bersama. Misalnya seseorang yang nampaknya galak dan keras dalam melaksanakan pekerjaannya di kantor. (b).

karena menghemat waktu yang sangat berharga. Dalam menjalani proses komunikasi antar budaya pasti akan mengalami suatu keterkejutan budaya yang berbeda dengan budaya kita. Menurut Dedi Mulyana dalam buku komunikasi antar budaya mengatakan bahwa Gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan yang disebabkan oleh kehilangan tanda-tanda dan lambang-lambang dalam pergaulan sosial.Cara membicarakan masalah : Beberapa kebudayaan. Menurut Stewart (1974) Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi dibawah suatu kondisi kebudayaan yang berbeda bahasa. pengetahuan ataupun budaya di sekitarnya. komunikasi antar budaya | by dossuwanda 7 Votes Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berinteraksi satu sama lain. pihak management diharapkan dapat turut bertanggung jawab juga atas keseluruhan penghidupan bawahannya. ada kebudayaan-kebudayaan yang secara tegas memisahkan pekerjaan dan kehidupan sosial. . itu pertanyaan yang saya lontarkan ke murid saya . norma-norma. Setelah beberapa lama mengajar di tempat yang baru dengan lingkungan dan dialek bahasa yang sedikit berbeda dengan daerah asal saya yaitu dari Bandung. Setelah bertanya-tanya akhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Berikut ini adalah cerita dari salah satu keterkejutan budaya atau gegar budaya yang dialami saat berada di tempat tugas yang jauh dari daerah asal. termasuk masalah-masalah pribadi. saya pergi ke tempat tugas sesuai dengan SK penempatan yaitu di SMP yang ada di daerah Rangkasbitung. . Cerita pertama : Dua hari setelah di lantik dan menerima SK. kesehatan. . tetapi saya kaget mendengar jawaban anak yang menurut saya (kebiasan di Bandung) itu adalah kata-kata melawan . Tetapi tidak sedikit juga kebudayaan yang menganggap tidak sopan untuk berbicara langsung membicarakan masalah tanpa sebelumnya berbasa-basi. baik itu dengan sesama. kebiasan yang berbeda dari seorang teman yang berbeda asal daerah atau cara-cara yang menjadi kebiasaan (bahasa. penyelesaian sesuatu pekerjaaan tidak seberapa dipentingkan untuk mengejar waktu dengan berpatokan pada efisiensi. adat istiadat.Kerja dan Persahabatan/Pergaulan : Ada kebudayaan-kebudayaan yang mencampurkan kerja dengan hiburan dan membina persahabatan dalam kehidupan sosial. Pada prose belajar mengajar saya pernah memarahi seorang murid yang selalu nakal saat belajar di kelas walau sudah beberapa kali diperingatkan tetapi masih juga membandel.Peranan yang diharapkan dari seorang manager : Dalam beberapa kebudayaan. Dipihak lain. seperti masalah perkembangan teknologi. Akhirnya saya panggil murid tersebut ke ruang guru lalu saya tanya dengan menggunakan bahasa Sunda : Heh ari maneh kunaon di kelas baong-baong teuing. kesejahteraan anak. adat istiadat dan kebiasaan. gegar budaya. tradisi atau norma) dari suatu daerah sementara kita berasal dari daerah lain. . dan lain-lain. seperti Amerika dan Eropa Utara mengharapkan orang untuk berbicara langsung menuju sasaran. tetapi lebih dipentingkan faktor saling menghargai satu sama lain antara para pekerjaannya dan usaha untuk membina hubungan antar pribadi dengan sedapatnya melibatkan semua pihak dalam proyek.Dalam beberapa kebudayaan. Afrika dan Amerika Latin yang tidak memandang waktu sebagai sesuatu yang sangat dipentingkan seperti uang.Konsep tentang waktu : Banyak kebudayaan-kebudayaan seperti di Asia. norma. menunggu saatnya yang tepat. Pada kenyataanya seringkali kita tidak bisa menerima atau merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaan yang terjadi akibat interaksi tersebut. Gegar Budaya sebagai proses Komunikasi Antar Budaya 4 April 2008 in Komunikasi | Tags: culture shock.

tetapi juga menggali akibat-akibat dari kesadaran mengenai pesan. Dan akhirnya selesai dia ketawa lalu menjelaskan maksud dari kata mantog. Pak. timbul memacam kegelisahan dalam dirinya. difusi merupakan penyebaran informasi baru pada tingkat ³grass roots´ yang biasanya diarahkan untuk perubahan sosial. ari baong mah abdi moal bisa sakola atuh´ artinya kalo tidak melihat dia tidak akan sekolah. Penelitian tentang Difusi tidak saja mempelajari sejumlah variabel komunikasi variabel. itu katanya. 3. atau teknologi. tetapi tidak lama kemudian saya melihat orang tua yang berkata sambil agak mebentak ke anak-anak yang kebetulan saat itu banyak anak-anak yang duduk dekat tiang bedug yang ngobrol sambil beracanda. tekanan dan frustasi. ³mantog´ geura. Besoknya saya menceritakan kejadian di mesjid mengenai anak yang di bilang mantog ke teman kerja saya yang sudah lama bekerja. Difusi inovasi menunjukkan pada penyebaran suatu gagasan. sosial dan demografik dalam proses Difusi. yang disebut difusi. yaitu perubahan sosial pandangan komunikasi yang mendasari dari perubahan sosial ialah mengenai proses komunikasi antara orang dengan orang lain tentang suatu pesan. Ini perkataan orang tua ke anak-anak yang sedang ngobrol: Hey dak ulang deukeut teuing tihang. Dan akhirnya saya juga ikut tersenyum karena sikap saya tentang kata mantog. Apabila hal demikian terjadi pada seseorang. maka dikatakan ia sedang mengalami ³culture shock´. itu katanya. saya desak untuk menjawabnya. ari baong mah abdi moal bisa sakola atuh. Komunikasi Antar Budaya dan Akulturasi : Jika seseorang memasuki alam kebudayaan baru. tidak percaya diri. yakni masa khusus transisi serta perasaan-perasaan unik yang timbul dalam diri orang setelah ia memasuki suatu kebudayaan baru. dan mungkin andapun pernah mengalami walau dalam kontek yang berbeda. mendorong perubahan sosial atau perkembangan masyarakat. . Maka. Komunikasi Antar Budaya dan Perubahan Sosial : Penelaah tentang KAB tidak akan lengkap tanpa memperhatikan salah satu bidang penelitian dalam komunikasi. Saya Cuma bisa bilang ohh! begitu. Setelah saya cerita ternyata teman saya malah tertawa. Kebaruan ini bersifat relatif. ternyata mantog di Bandung bukan berarti mantog di Rangkas. baong disini berbeda dengan baong di Bandung. tetapi terlebih lagi merupakan proses komunikasi antar pribadi yang diterapkan dengan tujuan membujuk. Kecenderungan dalam menghadapi sesuatu yang baru ini bersifat alami dan normal. Itulah sebagian kecil dari cerita pengalaman yang dialami yang berhubungan dengan keterkejutan /gegar budaya. Tetapi perasaan itu dapat mengarah pada rasa takut.«. pantas aja anak menjawab ³Pak. mantog di Rangkas artinya terbentur (ti dagor) jadi yang dimaksud di atas artinya ³Jangan dekat kayu penyangga bedug nanti terbentur kayu´. karena orang terkena dan memberikan reaksi terhadap pesan dan waktu-waktu yang berlainan. Setelah sholat sunat saya bersalaman dan duduk. Cerita kedua : Hari itu saya pergi ke mesjid dekat rumah kontrakan untuk sholat jumat. 4. Tadinya saya mau marah karena merasa dilawan. yang dianggap ³baru´ dalam suatu kebudayaan. karena suatu inovasi dapat dianggap baru oleh suatu kebudayaan tetapi tidak asing lagi untuk kebudayaan lain. yakni penerimaan (³adoption´) atau penolakan (³rejections´) suatu inovasi. Dia bilang baong di Rangkas katanya ³tidak melihat´. Tapi seorang rekan guru yang kebetulan ada di sana manggil saya dan bilang. Kalao marahin anak jangan bilang baong. karena agak terlambat akhirnya saya kebagian di teras dekat bedug. tergantung dari wilayah geografik sistem sosial budayanya. lalu saya tanya memang apa artinya baong di Rangkas.guru. Saya mendengar dan sedikit agak bingung juga karena saya pikir kenapa Anak yang mau sembahyang disuruh ³mantog´ (dalam bahasa sunda di Bandung mantog adalah bahasa kasar yang artinya pulang atau pergi). Difusi tidak saja menyangkut ³siapa berbicara dengan siapa´. Saya bingung ko cerita begitu malah ditertawakan. Keseluruhan proses memakan beberapa waktu. Jawabnya seperti ini : Pak.

ketidak-puasan. ³culture shock´. Dari penelitian-penelitian diketahuui bahwa tahap ini biasanya berlangsung beberapa minggu sampai enam bulan.1 Tahap-Tahap ³Culture Shock´ Tahap-tahap yang dilalui seseorang dalam mengalami proses transisi tersebut telah diteliti oleh beberapa ahli (Dodd. Setelah beberapa lama. Sekarang segala sesuatu telah terasa tidak menyenangkan. d. 1982:98) : a. . Walaupun mungkin beberapa gejala seperti tidak bisa tidur atau perasaan gelisah dialami. sakit perut. memandang rendah dan bertindak secara etnosentrik. tidak bisa tidur. sehingga dapat menimbulkan kesulitan hukum bagi dirinya sendiri. tetapi rasa keingin ± tahuan dan entusiasme dengan cepat dapat mengatasi perasaan tersebut. melamun. ³Semua begitu indah´ ( everything is beautiful´) : Dalam tahap ini segala sesuatu yang baru terasa menyenangkan. menghambat KAB yang efektif. takut ditipu. ia dengan optimis menghadapi masa depan dan perencanaan dilanjutkan. Tahap selanjutnya melarikan diri dan mengadakan penyaringan serta pelenturan. ›2002 digitized by USU digital library 31 kegelisahan mulai terasa. ketakutan yang berlebihan terhadap hal yang kurang bersih dan kurang sehat. kesepian. walaupun ada perasaan was-was dalam menyongsong kemungkinan yang bisa terjadi. Akhirnya ia telah mempelajari banyak tentang kebudayaan baru di luar kebudayaannya. dilukai. Nampaknya semakin sulit untuk berkomunikasi dan segalanya terasa asing. tidak berdaya dan menarik diri. dirampok.Orang yang mengalami fenomena ³culture shock´ ini akan merasakan gejala-gejala fisik seperti pusing. orang tersebut menemukan dirinya dalam keadaan dapat menilai hal yang positif dan negatif secara seimbang. 4. Untuk mengatasi ras ini ada beberapa cara yang ditempuh. Rencana tersebut dibuatnya dengan bersemangat. (Dodd. disorientasi dll. kadang-kadang juga melakukan kekerasan dengan merusah benda-benda secara fisik. 1982:97-98). c. Karena sifatnya yang cenderung disorientasi. Beberapa ahli menyebut tahap ini sebagai ³bula madu´. ³Semua tidak menyenangkan´ (³everything is awful´) Masa bulan madu telah usai. ³Harapan besar´ (³eager expectation´) : Dalam tahap ini. Seperti dengan cara melawan yaitu dengan mengejek. ³ Semua berjalan lancar´ (everything is ok) Setelah beberap bulan berselang. b. orang tersebbt merencanakan untuk memasuki kebudayaan kedua atau kebudayaan baru. ketidak-sabaran. Sekalipun demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful