P. 1
Definisi UML

Definisi UML

|Views: 1,659|Likes:
Published by Ahmad Dimyati

More info:

Published by: Ahmad Dimyati on May 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun

, dan

pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (ObjectOriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software (http://www.omg.org).

Case Tool Pengembangan Perangkat Lunak Berorientasi-objek menggunakan Unified Modeling Language (UML)

Nurokhim P2PLR - Badan Tenaga Nuklir Nasional Puspiptek Serpong Tangerang

Ratnasari Nur Rohmah Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta

Abstrak Metode objek-oriented banyak digunakan dalam pengembangan perangkat

lunak.Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa yang dapat digunakan untuk spesifikasi, visualisasi dan dokumentasi sistem software pada fase pengembangan. UML merupakan unifikasi metode-metode Booch, OMT dan Objectory serta beberapa metode lainnya, de facto UML merupakan standar bidang analisis dan desain sistem objek-oriented. View adalah jendela (window) yang merupakan aspek pandang UML terhadap sistem. UML memperkenalkan lima buah view untuk memandang sistem yaitu : Use-Case View, Logical View, Component view, Deployment View dan Concurrency View (Eriksson dan Penker, 1998). Booch (1998) menyebut view ini sebagai ³Arsitektur 4+1´ dan menyebut Concurrency View sebagai Process View. Tahap pengembangan sistem perang kat lunak didalam UML meliputi: Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis), Analisis Sistem (Analysis), Desain (Design), Implementasi (Implementation) dan Testing. Kata Kunci: Unified Modeling Languge, orientasi-objek.

1. Pendahuluan Teknologi rancang bangun perangkat lunak telah berkembang pesat, dari peran-cangan strukturprosedural berbasis fungsi-onal menuju perancangan

para desainer perangkat lunak diharapkan dapat ³meninggalkan´ kerumitan user inter-face.berorientasi-objek yang didukung oleh perkembangan visual modeling dengan implementasi pemro-graman berbasis/berorientasi-objek. Seiring dengan per-kembangan itu literatur dan alat bantu (case tool) untuk rancang bangun ber-orientasi-objek juga telah banyak di rilis para pakar teknologi objek-oriented. misalnya penanganan menu. Di sisi . klik button. Disainer dapat lebih berkonsentrasi pada penanganan persoalan utama (problem domain). penga-turan frame untuk tampilan. Dengan prasarana yang tersedia. dan lain-lain. ataupun penanganan event driven. Meyer (1997) menyatakan bahwa rancang bangun berorientasi-objek merupakan komplemen dan dalam banyak kasus menggantikan kedudukan rancang bangun terstruktur sebagai teknologi tinggi yang bagus (³good´).

Oleh karena itu proses pengem-bangan perangkat lunak akan menentukan . programmer tidak lagi diharapkan untuk menuliskan program record per record. Namun demikian ke-mudahan yang diberikan bahasa pemro-graman berorientasi-objek khususnya visual programing tidak otomatis menjamin bahwa produk yang dihasilkan dari pemrograman merupakan perangkat lunak yang objek-oriented.pemrograman. Booch (1998) pada journal (whitepaper) Rational Rose secara implisit menyatakan bahwa aplikasi/software berorientasi-objek bersifat arsitektur driven. tetapi diharapkan menggunakan program-program (komponen) yang sudah ada (reuse). dapat dikatakan bahwa pemrograman mengarah ke µperakitan pogram¶. hal ini berarti objek oriented atau tidaknya software yang telah dibuat sangat tergantung pada disain rancang bangun atau arsitek-turnya.

Eriksson dan Panker (1998). dikembangkan. akan mudah dipahami. diubah. jika disusun dengan benar. antara lain: memungkinkan penggunaan . No. mempunyai JURNAL TEKNIK ELEKTRO EMITOR Vol. dilakukan verifikasi dan validasi. Jauh sebelumnya Taylor (1992) menyatakan bahwa membangun software menggunaan pendekatan teknologi objek memberikan beberapa keuntungan. Jika dilakukan dengan benar. Maret 2002 40 arsitektur yang terdefinisi dengan baik dan memungkinkan untuk membentuk reusable component. 1.apakah perangkat lunak yang dihasilkan objekoriented atau bukan. memberikan pandangan bahwa model perangkat lunak objekoriented. 2. sistem yang dibangun dengan menggunakan teknologi objekoriented akan fleksibel untuk diubah.

visualisasi dan dokumentasi sistem pada fase pengembangan (Eriksson dan Panker. Unified Modeling Language (UML) merupakan alat bantu.kembali objek yang ada (reusable). . bahasa pemodelan yang dapat digunakan untuk rancang bangun berorientsi-objek. Walaupun banyak alat bantu pemodelan berorientasi-objek lain. konsorsium terbesar dibidang bisnis-objek.1998). UML dapat dikatakan merupakan alat bantu standar dalam bahasa pemodelan. UML dapat digunakan untuk spesifikasi. software berorientasi objek secara umum lebih mudah dimodifikasi dan dirawat karena sebuah objek dapat dimodifikasi tanpa banyak berpengaruh pada objek yang lain. Hal ini terbukti dengan diterimanya UML sebagai standar oleh Object Management Group (OMG). memungkinkan software yang baru dengan konstruksi yang lebih besar.

untuk mem-bentuk model (kelas dan komponen) dari software yang telah jadi. Dengan menyatukan notasi metode-metode objek oriented tersebut. UML . UML (Rational Rose 2000) menyediakan implementasi desain pada pemrograman C++. Disamping itu UML menyedia-kan tool revers engineering.sehingga UML banyak diadop-si dan digunakan oleh banyak produsen perangkat lunak. serta ide-ide terbaik metodologi lainnya seperti terlihat pada Gambar 1. dan notasi Objectory. ³UML adalah bahasa yang dapat digunakan untuk spesifikasi. Java. dan dokumentasi sistem objek-oriented software pada fase pengembangan. CORBA. dan Visual Basic. 2. OMT. UML merupakan unifikasi dari metode Booch. Unified Modeling Language (UML) Unified Modeling Language (UML) adalah alat bantu (tool) untuk pemodelan sistem. visualisasi.

Sistem dijelaskan oleh sejumlah view. 1998). UML memperkenalkan lima buah view untuk memandang sistem yaitu: Use-Case View. dimana masing-masing view merupakan proyeksi dari sistem secara komplit yang memperlihatkan aspek tertentu dari sistem. misalnya aspek fungsional (struktur statik dan interaksi dinamik). Sebuah sistem harus dijelaskan dengan sejumlah aspek/pandangan yang berbeda. dan modul). reliability. dan aspek organisasional (pengorganisasian pekerjaan. View dan Diagram UML View adalah jendela (window) yang merupakan aspek pandang UML terhadap sistem. 3. mapping ke kode. Logical . deployment). aspek non-fungsional (timing requirement.merupakan standar dasar dalam bidang analisis dan desain berorientasi-objek´ (Quatrani.

Component view. karena itu use-case view mempengaruhi seluruh view lainnya. designer. Tujuan akhir dari sebuah sistem adalah untuk menyedia-kan fungsi-fungsi yang dijelaskan dalam use-case view. 1998). Use-case View juga . Untuk menampilkan fungsifungsi dari sistem berkaitan dengan aktor eksternal. Booch (1998) menyebut view ini sebagai ³Arsitektur 4+1´ dan menyebut Concurrency View sebagai Process View. Use-case view merupakan bagian sentral dari view karena isinya menjadi pengen-dali view yang lain. Use-case view ditujukan untuk para cus-tomer. 1. dan tester. Aktor yang ber-interaksi dengan sistem dapat berupa seorang user atau sistem lainnya. Deployment View dan Concurrency View (Eriksson dan Penker.View. developer. Use-Case View.

3. diagram kola-borasi dan diagram aktivity. Logical view menjelaskan bagaimana fungsi-fungsi sistem di sediakan.digunakan untuk validasi dan verifikasi sistem 2. Struktur statik di visualisasikan dalam diagram kelas dan objek. sedang model dinamiknya divisualisasi dalam diagram state. dalam kaitannya dengan struktur statik dan perilaku dinamik sistem. Berbeda dengan use case view. objek. Untuk menampilkan . terutama berguna bagi para designer dan developer. Sistem dijelaskan dengan struktur statik (kelas. Untuk menampilkan bagaimana fungsi-fungsi didisain didalam sistem . logical view melihat bagian dalam dari sistem. Component View. Logical View. diagram sekuen. dan relasi) dan kolaborasi dinamik yang terjadi ketika objek-objek mengirim pesan satu sama lain.

Nurokhim. Concurrency/Prosess view ditujukan bagi para pengembang dan integrator sistem. view berisi diagram komponen. sekuen. Component View terutama untuk para pengembang. Untuk menampilkan concurrency di dalam sistem.pengorganisasian program (code) dari komponen code. Concurrency/Process View. dan aktivity) dan diagram implementasi (diagram komponen dan deployment) Gambar 1. menjelaskan implementasi dari modulmodul yang tersedia dan dependensinya. berisi diagram dinamik (state. kolaborasi. 4. Unifikasi berbagai metode pengembangan objek kedalamUML. khususnya pada persoalan yang berhubungan dengan komunikasi dan sinkronisasi yang muncul dalam sistem concurrent. Case Tool Pengembangan Perangkat Lunak Berorientasi Objek Menggunakan UML .

integrator. isi view berupa diagram deployment. Sebuah model sistem secara . Diagram adalah visualisasi grafik yang memperlihatkan susunan dari simbol-simbol elemen yang disusun untuk menggambarkan bagian atau aspek tertentu dari sistem. Deploymen view ditujukan bagi pengembang. dan tester. Memperlihatkan deployment sistem pada arsitektur fisik dengan komputer dan piranti pendukung yang diperkenalkan sebagai nodes. Deployment View.41 5. View ini juga mencakup mapping yang memperlihatkan bagaimana komponen-komponen di-deployment pada arsitektur fisik. misalnya program atau objek yang mana di eksekusi pada komputer tertentu.

tipikal mem-punyai beberapa diagram. tergantung pada isi diagram. Analisis Sistem (Analysis). Aktivity. apabila digambarkan akan mengambil tempat pada view tertentu. Tabel 1 memperlihatkan penempatan diagram dalam view UML. Kom-ponen dan diagram Deployment. Beberapa jenis diagram dapat menjadi bagian dari beberapa view. UML memperkenalkan sembilan macam diagram yaitu: diagram Use Case. kolaborasi. Tahap Pengembangan Perangkat Lunak Tahap pengembangan sistem perangkat lunak didalam UML meliputi: Analisis Kebutuhan (Requirement Analysis). Desain (Design). Kelas. Implementasi ( Implementation) dan Testing. Sekuen. 4. State. . Objek. Sebuah diagram adalah bagian spesifik dari view.

1. Actor dan use cases ditampilkan dalam bentuk diagram beserta dokumentasinya pada view diagram Use case. . Aktor dan use cases dihubungkan dengan suatu relasi (relationship). Dokumentasi use cases dalam bentuk text diberikan secara terpisah (file) untuk memperjelas use cases. Melalui Use cases aktor luar yang berinteraksi dengan sistem dimodelkan bersama dengan fungsi-fungsi yang mereka perlukan dari sistem (use cases). dan ditampilkan pada diagram kelas. Kelas-kelas diidentifikasi bersama dengan relasinya satu sama lain. 2. Analisis sistem: Fase analisis konsen dengan abstraksi primer (kelas dan objek) dan mekanisme yang muncul dalam problem domain. Analisis Kebutuhan: UML menggunakan Use cases untuk menangkap kebutuhan customer/user.

interfacing dengan peralatan dalam sistem ditambahkan. Implementasi/programming: Pada tahap programming kelas-kelas yang dibentuk pada tahap desain dikonversi menjadi code sesungguhnya dalam bahasa pemrograman objek-oriented melalui proses generate.Kolaborasi antar kelas untuk mengerjakan use case juga dijelaskan melalui model dinamik UML. Hasil generate berupa . 3. penanganan database untuk menyimpan objek kedalam database. 4. Desain: Pada tahap desain hasil analisis didetailkan untuk solusi teknik. Pada fase analisis ini hanya kelas-kelas dalam problem domain yang dimodelkan. bukan kelaskelas implementasi teknik. komunikasi dengan sistem lain. Kelas-kelas baru ditambahkan untuk menyediakan infrastruktur teknik: user interface.

5. Testing: Testing terhadap sistem software biasanya berupa tes unit. Tes acceptance dilakukan oleh customer untuk verifikasi bahwa sistem sesuai dengan kebutuhan.skeleton dari program. Tes sistem memandang sistem sebagai kotak hitam (black box) dalam rangka validasi bahwa sistem berfungsi sesuai dengan harapan end user. Selanjutnya menjadi tugas programmer untuk menyelesaikan program hasil generate. Tes integrasi mengintegrasikan komponen dan kelaskelas dalam rangka verifikasi. dan tes acceptance. biasanya dilakukan oleh programmer. tes integrasi. Editing yang dilakukan oleh programmer tidak akan di dihapus (ditimpa) saat model di generate ulang. Tes unit adalah tes terhadap kelas individual atau terhadap sekelompok kelas. . tes sistem.

C++. Sedangkan implementasi desain dila-kukan dengan µgenerate¶ program dari diagram kelas atau diagram komponen ke bahasa pemrograman yang diinginkan.sama seperti tes sistem. yaitu: analisis kebutuhan. Penutup Secara umum proses pengembangan perangkat lunak mencakup lima tahap. Bahasa pemrogaraman yang bisa digunakan diantaranya Java. test integrasi menggunakan diagram komponen dan diagram kolaborasi. deployment) ditampilkan dalam view-view UML seperti telah dibicarakan diatas. dan Visual Basic. . komponen. 6. dan tes sistem menggunakan diagram use-case untuk melakukan validasi. 5. Model Desain dan Implementasi Model desain (diagram kelas. Test unit menggunakan diagram kelas dan spesifikasi kelas.

UML menyediakan abstraksi untuk pembentukan klas serta diagram klas. UML menyediakan detail desain spesifikasi klasklas/komponen-komponen hasil analisis untuk solusi teknik. UML menye-diakan notasi dan diagram untuk menjelaskan masing-masing tahap proses pengembangan. JURNAL TEKNIK ELEKTRO EMITOR Vol. Tabel 1. UML menyediakan fasilitas untuk generate program (code) dari kelas- . Pada tahap analisis sistem. Maret 2002 42 menggunakan objek-objek yang berkolaborasi mengerjakan use case melalui model dinamik diagram sekuen dan diagram kolaborasi. Pada tahap implementasi. Pada tahap desain.analisis sistem. Penempatan diagram dalam view UML. 2. implementasi dan testing. UML mengunakan model Use Case untuk menangkap kebutuhan Customer/ User. desain. No. 1. Pada tahap analisis kebutuhan.

Architectures. Daftar Pustaka Booch G.com. Addison-Weslay Longman. Meyer B. whitepapers.rational. (1997). John Wiley & Son Inc. (1998). (1991). et. Architectural Patterns. and Implementations. prentice-Hall. Penggunaan Unified Modeling Languagepada Rancang Bangun Sistem Inventori Bahan Radioaktif. Englewood Cliffs. diagram komponen dan kolaborasi untuk tes integrasi dan use case untuk tes sistem. New Jersey. Eriksson H-E and Penker M. diagram dan spesifikasi klas dapat digunakan untuk verifikasi/tes unit. (1998).. Rational Rose. Practical Object-Oriented design. al. UML Toolkit. prentice Hall PTR Upper Saddle River New Jersey 07458. Rumbough J. Object-Oriented Design. USA. Nurokhim (2001). 2nd. Sedangkan pada tahap testing. (1998). The McGraw-Hill Company. . Object-oriented Software construction. Inc. www. Tesis Magister Teknik Informatika Institut teknologi Sepuluh November Surabaya. (1997). Heinckiens Peter M. Priestley M. Object-Oriented Modeling and Design.kelas atau komponen-komponen detail desain. Building Scalable Database Applications.

www. Addison wesley Longman.rational. Rational Rose (1998). Visual Modeling With Rational Rose and UML. Integrating Object and Relational Technologies. whitepapers. whitepapers. Indianapolis. www. Rational Rose (1998). 201 West 103rd street. Inc.rational. IN 46290 USA.Quatrani Terry (1998).0. . A Rational Approach to Software Development Using Rational Rose 4.com. Designing Flexible Object-Oriented System with UML. Macmillan Technical Publishing.com. Richter Charles (1999).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->