LAPORAN PENDAHULUAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kelembagaan (Organisasi) Pembudidaya Ikan Kelembagaan merupakan sebagai suatu sistem norma yang diperlukan untuk mencapai sejumlah tujuan yang dianggap penting oleh masyarakat (Horton dan Hunt,1984. (1981) bahwa Sedangkan menurut Mubyarto organisasi atau kelembagaan (institution) merupakan

kaidah-kaidah, baik formil maupun non formil, yang mengatur perilaku dan tindakan anggota masyarakat tertentu baik dalam kegiatan-kegiatan rutin sehari-hari maupun dalam usahanya untuk mencapai tujuan tertentu Salah satu kelembagaan petani adalah tergabung dalam kelompok. Menurut Sherif (1962:4) : kelompok adalah unit sosial yang terdiri atas sejumlah individu yang mempunyai hubungan saling ketergantungan sesuai dengan status dan perannya. Sedangkan menurut Bales (1950) kelompok adalah sejumlah orang yang melakukan interaksi sehingga saling menerima kesan atau persepsi walaupun kesan itu hanya berupa ingatan. Selanjutnya Mc. Davis (1968) menyatakan bahwa kelompok adalah suatu sistem yang terorganisasi terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berhubungan sehingga sistem tersebut melakukan fungsi. Homans (1950) menyatakan bahwa kelompok merupakan sekumpulan individu yang keberadaannya individu-individu. sebagai suatu kumpulan Crech yang (1968) menguntungkan Selanjutnya David

menyatakan bahwa kelompok merupakan kumpulan orang-orang yang melakukan interaksi kerjasama dalam rangka mencapai tujuan. Lembaga yang bergerak dalam agribisnis perikanan salah satunya adalah kelompok tani yang merupakan kumpulan petani yang terikat secara informal atas dasar keserasian, kesamaan kondisi lingkungan, keakraban., kepentingan bersama, saling percaya, dan mempunyai pimpinan untuk mencapai tujuan bersama (Samsudin (1987:125). Menurut David Crech, (1968) Ciri-Ciri Kelompok adalah :
Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER )

10

LAPORAN PENDAHULUAN

1. adanya interaksi keanggotaan kelompok 2. adanya tujuan, perasaan dan sikap bersama 3. adanya norma atau aturan kelompok 4. adanya peran dan status 5. adanya rasa ketergantungan satu sama lain 6. adanya motivasi dan kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan Pada umumnya sesorang memasuki sebuah kelompok, karena kepercayaan bahwa dengan bersama-sama dengan orang lain, kalau tumbuh kebutuhannya akan bisa terpenuhi dibandingkan dengan diusahakan sendiri. Kelompok tani merupakan kumpulan petani yang berdasarkan keakraban dan keserasian serta kesamaan kepentingan dalam memanfaatkan sumberdaya pertanian untuk bekerjasama meningkatkan produktivitas usahatani dan kesejahteraan anggotanya. Fungsi kelompok Tani yaitu sebagai kelas belajar mengajar, sebagai unit produksi, sebagai wadah kerjasama, dan sebagai kelompok usaha. Beberapa alasan Petani untuk membentuk kelompok tani adalah : 1. Banyak masalah yang harus diatasi masalah tersebut mudah di atasi sarana produksi dan kredit, pemerintah. 2. Organisasi dapat memberikan kelanggengan usaha, karena dengan adanya organisasi , anggota dapat bekerjasama pengembangan teknologi, dan kegiatan sosial ekonomi lainnya. 3. Agar mampu bersaing dengan dunia luar karena itu harus terorganisir dengan baik, sehingga mempunyai kepekaan yang tinggi setiap menghadapi derasnya perubahan yang terjadi setiap saat. Oleh karena itu dalam pembentukan kelompok tani harus berdasarkan kepada : Apakah ada kebutuhan nyata yang mampu 11 dalam di dalam usahatani dan oleh suatu lembaga seperti

menyangkut modal usaha, pengendalian hama penyakit, pengadaan pemasaran dan komunikasi dengan

Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER )

LAPORAN PENDAHULUAN

dipenuhi bersama, Apakah layak dari segi keuangan, Apakah dapat memberikan hasil dalam waktu singkat, Apakah sesuai dengan tatanan sosial setempat, Apakah lembaga tersebut sumberdaya manusaia yang tersedia. Pendirian kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan kekuatan penawaran (bargainning position), peningkatan skala usaha bersama, pengadaan pelayanan yang selama ini tidak ada serta pengembangan kegiatan lanjutan (pengolahan, pemasaran). Selain itu karena adanya peluang untuk mengembangkan potensi usaha tertentu, atau karena memanfaatkan fasilitas yang disediakan pihak lain (pemerintah) yang mensyaratkan kelembagaan kelompok tani/gapoktan. Fungsi-fungsi Kelompok tani dalam pengembangan usaha anggota sebagai berikut : 1) Perlindungan terhadap sangsi-sangsi yang dapat timbul dari pengaruh lingkungan 2) Keuntungan dari kerjasama melalui usaha bersama ini terutama berkaitan dengan realisasi “economic of large scale” 3) Perbaikan posisi pasar 4) Kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar dalam berkomunikasi 5) Memperlancar jalinan informasi dan melaksanakan berbagai inovasi mudah dijalankan dengan

2.2

Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan merupakan upaya mendorong dan memberikan

individu untuk mengambil tanggungjawab pribadi untuk meningkatkan cara mereka melakukan pekerjaan dan kontribusinya guna mencapai tujuan organisasi. (David Clutterbuck, 1995). Pemberdayaan adalah upaya membebaskan seseorang dari kendali yang kaku dan memberinya kebebasan untuk bertanggungjawab terhadap ide-idenya, dan keputusan-keputusannya, dan tindakantindakannya. (Jan Carlzon, dalam Sarah Cook & Steve Macaulay, 1996)
Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER )

12

bila tidak hati-hati akan menjadi kelompok elite baru. Sedangkan kelompok yang selama ini berkuasa akan sangat sulit membagikan sumber kekuasaannya kepada pihak lain. tentu saja partisipasi masyarakat menjadi penting. Karena sebagai itu Chambers mengartikan penguasaan masyarakat pengambilalihan terhadap pengetahuan dan informasi. Robert Chambers. Sedangkan bagi kelompok elite dengan berpartisipasi Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 13 . Proses power sharing dilakukan dengan cara memperbesar daya (empowerment) kepada pihak yang tidak/kurang berdaya. menjadi satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut. sebagai salah satu sumber kekuasaan yang penting. Untuk mewujudkan hal di atas. tidak pernah terlibat dalam sektor publik dan menjadi penerima informasi kedua. seringkali ketika sekelompok masyarakat berhasil diberdayakan. Partisipasi dalam proses pembangunan memungkinkan kelompok marginal termasuk kaum miskin dan perempuan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan informasi dan diperlakukan dengan adil dan setara. dan mengurangi daya pihak yang terlalu berkuasa (disempower). mereka memiliki akses dan kontrol terhadap sumber kekuasaan. Oleh karena itu pemberdayaan merupakan upaya power sharing antara masyarakat yang selama ini memiliki akses dan kontrol terhadap sumber-sumber kekuasaan (kaum elite/dominan) dengan kelompok yang terpinggirkan. Pendekatan yang dilakukan dengan penyadaran kritis terhadap nilai-nilai kemanusiaan sebagai kontrol sikap dan perilaku. mengartikan kekuasaan sebagai kontrol terhadap berbagai sumber kekuasaan. termasuk ilmu pengetahuan pemberdayaan dan informasi. Power sharing bukanlah hal yang mudah.LAPORAN PENDAHULUAN Pemberdayaan (empowerment) adalah konsep yang berhubungan dengan kekuasaan (power). Kaum miskin dan perempuan dalam hal ini termasuk ke dalam kelompok yang terpinggirkan.

dll) kepada kelompok lainnya. dalam proses pengambilan keputusan publik. maka keswadayaan merupakan konsep sosial-politik. dalam program pembangunan. Bentuk-bentuk partisipasi warga yaitu keterlibatan masyarakat dalam organisasi sosial kemasyarakatan (organisasi sipil). sosial. menyampaikan aspirasi dan memberikan masukkan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan warga (publik). Yang dimaksud disini adalah tingkat yang biasanya disebut “enabling environment”. Dengan menyoroti keswadayaan yang berkembang dan terwujud pada individu dan/atau kelompok. informasi. politik – yang mencakup individu maupun kelompok. dalam segala aspek kehidupan . kesediaan masyarakat untuk memberikan opini yang menyangkut kepentingan publik. Dengan mencakup konsep independen.LAPORAN PENDAHULUAN merupakan salah satu upaya membagikan demokrasi. legislatif.dalam pemilihan kepemimpinan lokal. yudikatif) dan “elit” politik (tingkat yang mempunyai kekuasaan untuk mengambil keputusan) yang kondusif bagi terbentuknya keswadayaan tersebut. Kemudian pada tingkat makro dengan melihat kepada lingkungan pemerintahan (eksekutif. Sebagai salah satu prinsip partisipasi merupakan keharusan untuk mengontrol penyalahgunaan kekuasaan oleh para pemimpin. Dalam kontek pemberdayaan mekankan pada membangkitkan kesadayaan masyarakat . dan diperluas kepada masyarakat dan negara. “berdiri atas kaki sendiri”. seperti kelompok/organisasi akar rumput (communitybased organizations atau CBO). budaya. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 14 . sumber kekuasaan warga (pengetahuan.dsb. Keswadayaan bertalian dengan proses menjadikan berdaya. “self-supporting” atau “selfreliant”. serta kelompok/organisasi yang sekarang lebih dimasukkan dalam kategori “civil society organizations” atau CSO.ekonomi. Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM. yang dengan sendirinya mengandung makna kekuasaan atau hubungan kekuasaan.

yang semuanya termasuk rendah. but God helps those. Dasar filsafat konsep keswadayaan adalah ungkapan-ungkapan yang sudah umum diketahui. kesehatan fisik dan keadaan ekonomi. “Lebih baik menjadi ‘bos’ kecil. yang biasanya diukur dengan “human development index” (HDI) atau Indeks pengembangan manusia (IPM).LAPORAN PENDAHULUAN Dalam pengembangan ekonomi masyarakat. John (1994 : 124). mudah tergoda untuk melakukan tindakan korupsi. Indonesia termasuk negara dengan HDI rendah. tapi berilah kail”. “Everything is in God’s hands. yang bertalian dengan tingkat pendidikan. keuletan rendah. kita melihat ada hubungan erat dengan keadaan kwalitas manusia dalam suatu masyarakat. kecenderungan memilih jalan pintas (Koentjaraningrat). agar dapat keuntungan di hari kemudian”. pengetahuan tentang pranata (institutions) dan kebudayaan suatu masyarakat dalam perkembangan ekonominya sangat diperlukan. dan keluar dari keterpurukan yang berkepanjangan ini. Ciri-ciri ini adalah keengganan untuk “menangguhkan kenikmatan sekarang. janganlah beri ikan.3 Partisipasi Anggota Kelompok Partisipasi anggota merupakan salah satu wujud peran serta anggota dalam Kelompok. Partisipasi mengandung potensi untuk Menurut Davis dan dan membina kerja sebuah kelompok atau organisasi. kecenderungan boros dan hidup bergaya konsumtif. serakah dan ingin untung sendiri. Mulai dengan keswadayaan pada tingkat individu. who help themselves”. seperti: “ Untuk membantu seseorang/sekelompok agar maju. partisipasi merupakan keterlibatan mental emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 15 . egois. Pada hemat saya masih ada ciri-ciri lain yang menyulitkan berkembangnya masyarakat Indonesia dengan lebih cepat. 2. daripada pegawai/kuli (dengan gaji) besar”.

1. 1995 Para anggota yang tidak terbagi dalam benefit tidak akan menggiurkan sumberdaya. seperti dapat dilihat pada Gambar 2.1 Tipe partisipasi Anggota Sumber : Ropke. 3) Adanya kesesuaian antara anggota dengan pengurus yaitu pihak pengurus dalam mengambil keputusan harus sesuai permintaan Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 16 . dan pembagian benefit. yaitu antara kebutuhan dan pelayanan dengan sumber daya yang tersedia sebagai output program 2) Adanya kesesuaian antara program dengan manajemen yaitu program yang ditugaskan oleh anggota dengan kemampuan manajemen. Partisipasi anggota pada kelompok dapat dipertahankan dan meningkat. benefit tidak akan diproduksikan buat anggota. pengambilan keputusan. Tipe partisipasi menurut Ropke (1995 : 82 –83) dapat dibagi menjadi tiga tipe yaitu kontribusi sumber daya. Sumberdaya Partisipasi Pembuat Keputusan Benefit Gambar 2. jika mereka tidak bersedia untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. jika ada kesesuaian pada ketiga jalur tersebut di atas yaitu : 1) Adanya kesesuaian antara anggota dengan program.LAPORAN PENDAHULUAN untuk memberikan kontribusi pada tujuan kelompok dan berbagai tanggung jawab pencapaian tujuan.

tergantung dari latar belakang orang yang memaknainya. partisipasi juga tidak selalu mendorong proses pemberdayaan. bisa saja dilakukan tanpa pemberdayaan . karena ada jenis-jenis partisipasi yang bersifat teknis/instrumental. partisipasi teknis tidak dapat dihubungkan jelas tidak dengan akan pemberdayaan terjadi tanpa karena adanya proses agenda pemberdayaan demokratisasi komunitas. Berdasarkan pengalaman di Indonesia.LAPORAN PENDAHULUAN anggota. cenderung menjadi semakin teknis (instrumental) meskipun seringkali dihubungkan dengan konsep pemberdayaan dan perubahan sosial. Sebab pengembangan partisipasi. menjadi Sama seperti konsep partisipasi. apabila pengertian tentang terminologi tersebut berbeda. dimana program pembangunan dianggap berhasil mendorong partisipasi apabila bisa mengerahkan keterlibatan masyarakat dalam jumlah besar (massal) meskipun dengan cara-cara yang tidak partisipatif. Pemaknaan konsep partisipasi dalam wacana pembangunan. mengapa terminologi partisipasi sangat melekat dengan terminologi pemberdayaan? Apakah disertai pengembangan partisipasi berarti dengan sendirinya adalah proses pemberdayaan? Ataukah pengembangan partisipasi harus dengan proses pemberdayaan? Dalam kenyataannya. Terjadi gradasi perbedaan pengertian terhadap peristilahan ini. Dalam wacana pembangunan. Jika ketiga jalur tersebut terjadi kesesuaian maka akan terjadi efektivitas partisipasi. pengertian partisipasi yang diartikan sebagai mobilisasi masih sering terjadi. Karena itu. diartikan konsep sebagai pemberdayaan dalam pembangunan seringkali disalahartikan (dikebiri pemaknaannya) teknis. Pemberdayaan peningkatan kemampuan (bahkan keterampilan masyarakat yang tidak dalam konteks perubahan komunitas dan demokratisasi. pengembangan partisipasi tidak selalu berarti demokratisasi. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 17 . Akhirnya bagaimana aplikasi partisipasi akan berbeda.

disebut masyarakat yang tidak berdaya. Pengembangan demokrasi hanya akan berhasil jika masyarakat berhasil mengidentifikasi hal-hal yang tidak demokratis dan secara bertahap melakukan perubahan terhadapnya agar menjadi lebih demokratis. adalah proses yang sangat politis. yang memiliki kepentingan dan kemungkinan besar akan menolak usaha-usaha perubahan tersebut. Sedangkan negara. dibandingkan orang yang lain merupakan struktur ketimpangan. Adanya sebagian orang yang memiliki akses dan kontrol besar terhadap sumber-sumber kekuasaan. agenda besar pemberdayaan berarti upaya untuk mengembalikan pola hubungan kekuasaan antara rakyat dengan elite politik ke dalam kerangka demokrasi. sedangkan orang yang dirugikan disebut sebagai kelompok terpinggirkan yang atau kelompok untuk orang lemah. bahkan tidak memiliki kesadaran kritis terhadap hak-hak dan kedaulatannya.LAPORAN PENDAHULUAN Pemberdayaan. tidak mampu melindungi kekuasaannya. Hal ini membutuhkan kesadaran masyarakat mengenai adanya aktor-aktor yang sangat berkuasa (powerfull). di berbagai level yang berbeda. karena berhubungan dengan upaya mengubah pola kekuasaan dan mereka bekerja dengan kerangka pemberdayaan berarti menentang kelompok pro-status quo yang pastinya tidak begitu saja bersedia melakukan perubahan (dalam arti power sharing). atau sebaliknya proses demokratisasi selalu memerlukan proses pemberdayaan. atau dalam hal ini elite politik yang memiliki Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 18 . Masyarakat yang lemah. Proses pemberdayaan selalu memerlukan proses demokratisasi. Pemberdayaan adalah upaya yang ditujukan untuk orang atau sekelompok orang yang terpinggirkan. Di tingkat negara. atau Pemberdayaan adalah upaya ditujukan sekelompok orang yang mempunyai akses dan kontrol yang terbatas terhadap berbagai sumber kekuasaan. Tujuan pembedayaan adalah untuk mengembangkan struktur masyarakat yang seimbang dan adil.

dan mengurangi kekuasaan (disempower) kepada pihak yang terlalu berkuasa sehingga terjadi keseimbangan. dengan cara memperbesar daya (empowerment) kepada pihak yang tidak/kurang berdaya.  Membutuhkan pembagian kekuasaan (power sharing) antara yang adil berarti adalah penyelenggaraan sistem kepemimpinan lokal dengan masyarakat secara adil. Pemberdayaan memerlukan proses kewajibannya. Pemberdayaan memerlukan proses pengembangan kepemimpinan lokal yang egaliter dan memiliki legitimasi pada rakyatnya.  Proses untuk memberi daya/kekuasaan (power) kepada pihak yang lemah. yang berarti adalah berbagi kekuasaan (power sharing) untuk mengembangkan keseimbangan. dan penyadaran kritis masyarakat juga tentang hak-hak dan tanpa dominasi di suatu komunitas. Pembagian kekuasaan demokrasi di tataran komunitas (community democracy). adil. mengapa terminologi partisipasi sangat melekat dengan terminologi pemberdayaan? Apakah disertai pengembangan partisipasi berarti dengan sendirinya adalah proses pemberdayaan? Ataukah pengembangan partisipasi harus dengan proses pemberdayaan? Dalam kenyataannya. disebut sebagai pihak yang sangat berkuasa. maupun global). sedangkan kelompok elite yang dominan adalah kelompok yang sangat berkuasa. di tingkat komunitas. Pengertian Pemberdayaan di Tingkat Komunitas Lokal adalah :  Proses pengembangan hubungan yang lebih setara. Menurut Chambers. Pemberdayaan adalah upaya untuk mewujudkan power sharing.nasional. Dan mengurangi daya pihak yang terlalu berkuasa.LAPORAN PENDAHULUAN kekuasaan tanpa terbatas. Sementara. Dalam wacana pembangunan. masyarakat miskin yang marjinal adalah kelompok yang tidak berdaya. pembangunan adalah upaya untuk mengembangkan tatanan hidup yang lebih baik (komunitas. pengembangan Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 19 .

Sebab. Proses pemberdayaan selalu memerlukan proses demokratisasi. partisipasi teknis tidak dapat dihubungkan dengan pemberdayaan karena proses pemberdayaan jelas tidak akan terjadi tanpa adanya agenda demokratisasi komunitas. Pembedayaan seringkali diartikan sebagai peningkatan kemampuan (bahkan keterampilan) masyarakat yang tidak dalam konteks perubahan komunitas dan demokratisasi. karena berhubungan dengan upaya mengubah pola kekuasaan dan mereka yang bekerja dengan kerangka pemberdayaan berarti menantang kelompok pro status quo yang pastinya tidak begitu saja bersedia melakukan perubahan (dalam arti power sharing). atau sebaliknya. yang memiliki kepentingan dan kemungkinan besar akan menolak usaha-usaha perubahan tersebut. Sama seperti konsep partisipasi. dimana pelatihan ditujukan untuk pegawai pelaksana dan pengawas. (2000) membedakan antara istilah pelatihan (training) dan pengembangan (development). Partisipasi juga tidak selalu mendorong proses pemberdayaan. pengembangan partisipasi bisa saja dijalankan tanpa pemberdayaan. Karena itu. Hal ini membutuhkan kesadaran masyarakat mengenai adanya aktor-aktor yang sangat berkuasa. karena ada jenis-jenis partisipasi yang bersifat teknis/instrumental. Pemberdayaan adalah proses yang sangat politis. Sedangkan pengembangan ditujukan untuk pegawai tingkat manajemen. Sementara itu Umar (2000). melihatnya dari segi waktu. konsep pemberdayaan seringkali dikebiri pemaknaannya menjadi teknis. Pengembangan demokrasi hanya akan berhasil jika masyarakat berhasil mengidentifikasi hal-hal yang tidak bersifat demokratis dan secara bertahap melakukan perubahan terhadapnya agar menjadi lebih demokratis.LAPORAN PENDAHULUAN partisipasi tidak selalu demokratisasi. dimana pelatihan (training) ditujukan pada Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 20 . di berbagai level yang berbeda.4 Pelatihan Yoder Mangkunegara. proses demokratisasi selalu memerlukan proses pemberdayaan. 2.

Jangka waktu pelaksanaan 4.  Education : learning to prepare the individual for a different but identified job (belajar untuk persiapan melakukan pekerjaan yang berbeda tetapi  teridentifikasi). Pengembangan kemampuan 2. 1998 Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 21 . Metode belajar 6. tetapi  tidak berhubungan dengan pekerjaan tertentu saat ini atau yang akan  datang).1 Perbedaan antara Pendidikan dengan Pelatihan Faktor pembeda 1. Tabel 3. membedakan antara pengertian Training. Nadler sebagai orang yang pertama kali mencetuskan istilah Human Resource Development (HRD) tahun 1969. Area kemampuan (penekanan) 3. Penghargaan akhir proses Pendidikan Menyeluruh (overall) Kognitif.  Development : learning for growth of the individual but not related to a specific present or future job (belajar untuk perkembangan individu.1.afektif.psikomotor Panjang Lebih umum Konvensional Gelar (degree) Pelatihan Khusus (specific) Psikomotor Pendek Lebih khusus Inkonvensional Sertifikat Sumber : Notoatmodjo. sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya agar siap memangku jabatan dimasa yang akan datang. dan Development (dalam Atmosoeprapto. Materi yang diberikan 5.LAPORAN PENDAHULUAN kebutuhan saat ini untuk dapat menguasasi berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja. Education. Selanjutnya Notoatmodjo (1998) membedakan pendidikan dengan pelatihan seperti terlihat dalam tabel 2. 2000) sebagai berikut :  Training : learning to present job (belajar yang ada kaitannya dengan pekerjaan yang ditangani saat ini).

Menkes RI Nomor 725 / Menkes / SK / V / 2003: Pelatihan adalah proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kinerja. Karena pelatihan hanya bermanfaat dalam situasi pada saat para pegawai kekurangan kecakapan dan pengetahuan (Gomes. 2001). antara lain sebagai berikut :  Menurut Inpres Nomor 15 tahun 1974 tentang Pelaksanaan Keppres Nomor 34 tahun 1972: Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ketrampilan diluar sistem pendidikan yang berlaku. pelatihan dan pengembangan merupakan istilah yang berhubungan dengan usaha-usaha berencana yang diselenggarakan untuk mencapai pemuasan skill. Berikut ini ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian pelatihan. dalam waktu yang relatif singkat dan metodenya mengutamakan praktek daripada teori”. waktu dan segala usaha tidak terbuang percuma (dalam Irianto. Dampak lain yang akan ditimbulkan adalah peningkatan produktivitas kerja baik secara kualitas maupun kuantitas. Sedangkan menurut Tovey. profesionalisme dan atau menunjang pengembangan karier tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 22 . Pendidikan menghasilkan dan latihan adalah suatu proses yang yang akan suatu perubahan perilaku peserta berbentuk peningkatan kemampuan kognitif.LAPORAN PENDAHULUAN Jadi pendidikan. meningkatnya semangat kerja (Asnawi. pengetahuan dan sikapsikap pegawai atau anggota organisasi. 2000). 1999). afektif ataupun psikomotor. Pelatihan akan bermanfaat bagi sebuah organisasi apabila kebutuhan pelatihan itu dianalisis pada saat dan waktu yang tepat (Irianto. 2001). analisis kebutuhan pelatihan merupakan upaya pemahaman analitis tentang situasi tempat kerja untuk secara spesific menentukan kebutuhan pelatihan apa yang harus dipenuhi sehingga dana.  Berdasarkan Kep.

”  Menurut Bernardin & Russell (dalam Gomes.  Menurut Nitisemito (1994) “ Pelatihan adalah suatu kegiatan dari usaha yang bermaksud untuk dapat memperbaiki dan mengembangkan sikap.A. atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya. Pemahaman tentang teori belajar akan sangat berguna dalam menjamin keberhasilan suatu program pelatihan. tingkah laku. Grill Hills. (1994) : Pendidikan atau belajar merupakan perubahan tingkah laku secara relatif permanen. knowledge or skill behavior through learning experience to achieve effective peformance in an activity or of activities’  Menurut Bambang Wahyudi. Mc. Agar efektif pelatihan harus melibatkan pengalaman belajar. Russel. merupakan rencana organisasi dan dibentuk untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan. sebagai hasil dari pengalaman dan pelatihan yang dilakukannya”. 2000) pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performan pekerja pada pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya. ketrampilan dan pengetahuan dari para karyawan yang sesuai dengan keinginan usaha yang bersangkutan.  Menurut Armstrong (1991) “ Training is A planned process to modify attitude. Jadi pelatihan harus dirancang untuk memenuhi tujuan organisasi yang dihubungkan dengan tujuan pegawai”. Pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan keterampilan karyawan yang sudah Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 23 .LAPORAN PENDAHULUAN  Menurut H. (1993): Pelatihan merupakan beberapa usaha untuk memperbaiki performance pegawai di tempat kerjanya atau yang berhubungan dengan hal tersebut.”  Menurut Simamora (1997) “Pelatihan adalah proses sistematik pengubahan perilaku para karyawan dalam suatu arah guna meningkatkan tujuan-tujuan organisasional. John Bernadin dan Joyce E.

tetapi merupakan suatu usaha untuk meningkatkan tanggung jawab mencapai tujuan usaha. Pelatihan merupakan cara terpadu yang diorientasikan pada tuntutan kerja aktual. sehingga hasil pembangunan bukan saja tidak dapat dinikmati oleh masyarakat bahkan masyarakat banyak menanggung beban masalah lingkungan akibat pembangunan. pengetahuan dan perilaku yang spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan. knowledge dan ability. dengan penekanan pada pengembangan skill. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 24 .5 Perubahan Paradigma dan Pendekatan Pembangunan Perikanan Pembangunan ekonomi sebelum ini dilaksanakan dengan berorentasi pada pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam (resource – based – development). system tata nilai norma dan hakhak adat masyarakat (entitlement) banyak terabaikan. oleh karena itu dalam pelatihan seharusnya diciptakan suatu lingkungan di mana para petani/kelompok tani dapat memperoleh atau mempelajari sikap. Dengan pendekatan resource based development tersebut.LAPORAN PENDAHULUAN menduduki suatu pekerjaan atau tugas tertentu sehingga lebih menekankan pada keterampilan (skill). Pelatihan merupakan proses keterampilan kerja timbal balik yang bersifat membantu. Pelatihan adalah suatu proses yang sistematis untuk mengembangkan pengetahuan. ketrampilan dari sikap yang diperlukan dalam melaksanakan tugas seseorang serta diharapkan akan dapat mempengaruhi penampilan kerja baik orang yang bersangkutan maupun organisasi tempat bekerja. kemampuan. Dari berbagai pendapat di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan bukanlah merupakan suatu tujuan. keahlian. sehingga dapat mendorong mereka untuk dapat bekerja lebih baik. 2. terutama SDA dengan cara pengolahan yang terpusat pada pemerintahan pusat.

pengolahan dan pemasaran akan memberikan beberapa keuntungan yaitu: pertama. mengoptimalkan pemanfaatan SDA.LAPORAN PENDAHULUAN Dalam kaitan ini. kedua. yang melibatkan masyarakat dalam semua proses pembangunan. hak ulayat (territorial user right) dan hak-hak perolehan rakyat (entitlement) serta kelembagaan lokal (local instution) lainnya menjadi perhatian utama. memberi nilai tambah bagi petani dalam melakukan usaha taninya. seperti hak-hak kepemulihan (property right). sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah hasil perikanan dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan bahan baku industri Untuk dapat berkembangnya system dan usaha agribisnis baik kelembagaan Perikanan memerlukan penguatan kelembagaan sesuai dengan perannya masing-masing. masyarakat hanya sebagai obyek bukan sebagai obyek atau pelaku pembangunan. dapat mendorong dalam mengembangkan dan memperkuat organisasi petani. mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi main stakeholders yang akan memperoleh manfaat sosial (social Benefit) terbesar dalam pembangunan menjadi sangat penting. Di dalam paradigma ini. Paradigma dengan pendekatan seperti ini lebih dikenal dengan paradigma eksklusif sosial. ketiga. kearifan lokal (Indigeneous Knowledge). Kebalikan dari paradigma eksklusif sosial adalah paradigma inklusi sosial (social Inclusion Paradigma) dengan orientasi pada sosial based development. sebagai berikut: Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) petani. kelima. Model kelembagaan dalam pengembanagn agribisnis Perikanan dibangun dengan mempertimbangkan tujuh prinsip dasar. maupun kelembagaan usaha dengan pemerintah yang berfungsi 25 . 2.6 Model Kelembagaan Agribisnis Perikanan Pengembangan agribisnis Perikanan secara utuh dan menyeluruh dari mulai penyediaan sarana produksi. keempat. mendorong dan memperkuat kemampuan petani untuk meningkatkan kinerja. proses produksi.

Sedangkan kelompok tani Gapoktan merupakan wadah kerjasama antara yang yaitu kumpulan dari beberapa kelompok tani mempunyai kepentingan bersama dalam pengembangan komoditas usaha untuk menggalang kepentingan bersama. Untuk meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah komersial kelompok tani dapat dikembangkan melalui kelompok kerjasama dengan membentuk Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 26 .LAPORAN PENDAHULUAN 1) Prinsip kebutuhan. yaitu yang relatif paling murah. dan sederhana namun tetap mampu mendukung pencapaian tujuan. Kelembagaan yang dikembangkan disesuaikan dengan sumberdaya yang tersedia dan budaya setempat. Kelembagaan yang dibangun dibutuhkan secara fungsional. Kelembagaan agribisnis Perikanan yang dikembangkan diharapkan akan terus berjalan meskipun keterlibatan lembaga jasa penunjang (lembaga pemerintah daerah dan lembaga keuangan) secara langsung telah berkurang. 4) Prinsip fleksibilitas. 6) Prinsip pemerataan. bukan tujuan. Kelembagaan yang dikembangkan memberikan pembagian benefit (sharing system) secara proporsional kepada setiap petani dan pelaku agribisnis lainnya di pedesaan. jika fungsi-fungsi dalam setiap subsistem agribisnis telah memenuhi kebutuhan. 5) Prinsip manfaat. 7) Prinsip keberlanjutan. Sebagai alat maka elemen kelembagaan yang dikembangkan di setiap subsistem agribisnis haruslah efektif untuk upaya pencapaian tujuan yang diinginkan. Kelembagaan yang dikembangkan adalah yang mampu memberikan manfaat paling besar bagi petani dan masyarakat pedesaan. Penumbuhan elemen kelembagaan harus dipilih opsi yang paling efisien. 2) Prinsip efektivitas. mudah. Kelembagaan hanyalah sebuah alat. Keberadaannya tidak dipaksakan. 3) Prinsip efisiensi. Soal nama lembagapun tidak boleh dipaksakan jika sudah ada nama yang melembaga di masyarakat.

Memecahkan Tantangan Jaringan Usaha Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) kleompok atau Gapoktan dengan 27 . d. b. manajemen konsultasi atau jasa konsultasi ahli. Gapoktan merupakan suatu proses lanjut dari lembaga petani yang sudah berjalan baik. penilangkatkan nilai tambah Sangat menentukan. informasi. peralatan. peningkatan tenaga kerja.7 Pengembangan Jaringan Usaha Berbagai jenis jaringan usaha antara kelompok pembudiadaya dapat ikan atau Gapoktan dalam pengembangan usaha Perikanan berbentuk antara lain: a. teknologi. Jaringan pemasaran Bekerja sama untuk memperkuat posisi tawar-menawar dengan pembeli dan memenangkan persaingan pemasaran. pengembangan produk dan kerja sama produk. Jaringan Kerja Sama Kerja sama pembelian.LAPORAN PENDAHULUAN Gapoktan. serta memperbaiki proses produksi. * Menggabungkan keahlian khusus masing-masing usaha membentuk produk baru. misalnya : Pelatihan bersama dan lain-lain. kerja sama penjualan dan pemasaran e. Jaringan pelayanan Kelompok perusahaan kecil bergabung dalam pembiayaan untuk jasa tertentu: pelatihan. Jaringan produksi * Kegiatan sebuah jaringan untuk mengkoordinasikan perencanaan dan pengembangan produk. Oleh karena itu keberadaan Gapoktan dalam meningkatkan efiensni pemasaran dan 2. Tugas gapoktan adalah mengkoordinasi lembaga-lembaga fungsional yang ada dibawahnya. membuat produk unggul yang memiliki daya saing. c. sistem produksi dan lainnya.

Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 28 . Peran Pemerintah agar menciptakan iklim yang kondusif berupa model kemitraan atau pola kemitraan. Jaringan usaha yang akan menghubung-hubungkan sentra-sentra usaha Gapoktan dan anggotanya ke dalam suatu jaringan yang berbasis teknologi informasi untuk terbentuknya jaringan pasar domestik dan antara sentra-sentra usaha Gapoktan. Jaringan kerja sama di bidang harga dan mutu pelayanan. sistem pembayaran. cara pemasaran. menyediakan lembaga pendidikan dan pelatihan guna mempersiapkan Gapoktan hingga siap bermitra. Terbatasnya untuk memperoleh informasi pasar. Swasta dan BUMN. akses untuk memperoleh modal. permodalan dan pengadaan barang dan bidang lainnya. Jaringan antar kelompok/Gapoktan. Akuntansi. maka pengembangan jaringan antara Gapoktan perlu di tingkatkan. pembelian bersama. Penelitian Pasar dan konsultasi lainnya. cara pengepakan.LAPORAN PENDAHULUAN Tantangan berupa terbatasnya akses terhadap jasa profesional : Konsultasi Manajemen. terbatasnya memperoleh kontrak besar karena kekurangan sumber daya handal dan terbatasnya kemampuan untuk bersaing dengan perusahaan lain yang masuk ke pasar lokal. cara pengiriman barang. sarana prasarana berupa lembaga konsultan dan advokasi. Suatu jaringan yang diusahakan untuk siap bersaing dalam era global dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan sistem manajemen yang relatif modern sebagaimana dimiliki perusahaanperusahaan swasta yang besar. Dalam rangka mengoptimlakan dan mengatasi masalah kekurangan permodalan dan pengembangan usaha kelompok/Gapoktan. Hal ini penting agar supaya usaha besar tidak enggan atau harus bekerja keras membina kelompok tani atau gapoktan hingga pantas menjadi mitranya. f. melalui : 1. 2.

kelembagaan sosial dan agen pembaharu dengan program pembaharuannya. tepat dan akurat. infrastruktur jaringan pendukung usaha. Jaringan usaha akan menghimpun para pelaku usaha anggota dan usaha Gapoktan di dalam jaringan yang terhubung secara elektronik. Jaringan telekomomunikasi terbukti berperan penting dalam pengembangan ekonomi. Tinggi rendahnya partisipasi merupakan hasil interaksi Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 29 . Melihat potensi ekonomi Gapoktan dan anggotanya perlu didukung oleh beberapa pembangunan infrastruktutt usaha yang memadai. infrastruktur jaringan pembiayaan yang pada gilirannya aka mendorog pengembangan infrastruktur jaringan perdagangan dan jasa.8 Membangkitkan Partisipasi Anggota Dalam Kelompok Pola pengembangan partisipasi Anggota. jaringan usaha dan perdagangan. 4. jaringan advokasi usaha. perlu dirancang dengan pendekatan "sistem". Oleh sebab itu salah sdatu upaya yang harus digalang oleh Gapoktan. informasi pasar. terutama pembudiaya ikan. Jaringan usaha antara Gapoktan ini harus didukung oleh oleh jaringan telekomunijkasi. Infratruktur yang dimaksud adalah infrastruktu telekomunikasi. kebijakan dan intelejen usaha yang adil dan merata. Dengan dukungan informasi yang cepat. jaringan saling ajar serta jaringan sumberdaya lainnya seperti jaringan hasil riset dan tenologi berbagai inovasi baru. Di antaranya adalah petani (individu atau kelompok). Dengan pendekatan ini. Ada korelasi positif antara pengembangan telekomunikasi dengan perkembangan ekonomi. jaringan pembiayaan. setidak-tidaknya melibatkan beberapa komponen terkait.LAPORAN PENDAHULUAN 3. 2. sistem nilai dan norma. akan sangat bermafaat dalam pengembangan usaha Gapoktan. Misalnya kontrol kualitas dan koordinasi produksi perlu didukung sistem informasi.

bidang kemauan kemampuan yang diharapkan partisipasinya adalah merupakan syarat keharusan. Hal ini dimaksudkan bahwa motivasi berpartisipasi merupakan swakarsa untuk menolong diri sendiri dalam mengatasi kesulitan ekonominya. Aspek kesesuaian normatif antara nilai yang terkandung dalam program dengan norma-norma pokok yang berlaku dalam masyarakat.  Aspek kelayakan program ditinjau dari kemampuan individu/kelompok yang akan berpartisipasi dan daya dukung potensi-potensi ekonomi yang dimilikinya. yang hendak dikembangkan perlu memperhatikan:  Kebutuhan petani dan masalah-masalah yang sedang dihadapi. selain petani. adalah merupakan ikhtiarnya sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Partisipasi perlu dikembangkan dengan pola prosesional. sampai pada penilaian dan menikmati hasilnya. sehingga keikutsertaan mereka dalam merencanakan. Program-program pembangunan sosial ekonomi. tersebut Pola pengembangan suatu kesatuan partisipasi fungsional. dapat digunakan kerangka konsep berikut ini: a. yang Untuk sesungguhnya adalah membina keharmonisan di antara komponensebagai meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.  Aspek keterwakilan kelompok kepentingan dari pihak-pihak yang berpartisipasi. upaya petani meningkatkan atau dalam kesadaran. c. membatasi bahkan ada yang bersifat komponen menghambat.LAPORAN PENDAHULUAN antara komponen-komponen tersebut. yakni komunitas atau kelompok sasaran diharapkan berperan serta aktif pada b. mendorong. melaksanakan dan seterusnya. Untuk berbagai itu tahap dalam proses aktivitas. mulai dari dan perencanaan. Dalam hal ini diperlukan Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 30 . Masing-masing komponen tersebut mungkin bersifat menarik. sesuai model yang diajukan.

keterampilan. 2. Pola pengembangan kelembagaan seperti telah dikemukakan itu pada dasarnya dimaksudkan untuk menggerakkan pola partisipasi prosesional bagi semua pihak yang diharapkan keikutsertaannya. karena dipengarhui oleh budaya. Agar dapat meningkatkan partisipasi maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Menciptakan semangat karena semangat adalah pemacu untuk untuk menggerakan kegiatan.  Aspek stimulus yang secara langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak dalam jangka pendek. Semangat dapat dimantapkan Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 31 . 4. kepercayaan diri. sehingga kemandirian kelompok sasaran secara efektif terbentuk melalui proses-proses manajemen. Partisipasi anggota dalam kelompok akan meningkatkan kepercayaan diri. Perlu di sadari bahwa partisipasi berjalan secara bertahap .LAPORAN PENDAHULUAN program yang dapat membawa dampak perubahan sistem norma sosial secara tidak langsung dan dapat membentuk sikap dan perilaku yang lebih terbuka dalam menerima perubahan. Terutama bagi kelompok sasaran (petani). perlu diberikan peran-peran tenentu yang memungkinkan mereka belajar meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam keikutsertaannya. di samping melalui upaya pendidikan dan latihan khusus yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut. d. Keberhasilan usaha yang nyata merupakan unsur yang menentukan tingkat partisipasi. kejujuran dan perhatian terhadap orang lain. Keterlibatan agen pembaharu dari luar komunitas hanya sejauh memberikan dorongan dan membantu kemudahan warga komunitas. dan bukan berperan sebagai pelaku utama. 3. kebanggaan dan kepuasan atas hasil yang dicapai. Harus ada usaha pembinaan agar anggota dapat berpartisipasi yang membangun.

6. Rasa terima kasih. Berhati-hatilah dengan peran pihak luar. membangun menggambakan banyaknya pengalaman dalam pelaksanaan dan umpan balik yang 2. positif. Di dalam Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 32 . mesin dan pasar. pembagian wewenang dan tugas yang jelas. Mulailah dengan program yang kecil-Kecilan. pengaturan keuangan yang transparan. keputusan diambil secara musyawarah dan mufakat. Ciri-ciri keterbukaan antara lain : tidak ada bawahan. 5. Diupayakan program 9. mengganggu keharmonisan kelompok. dengan percobaan kecil-kecilan jenjang kepemimpinan menyakini teknologi yang akan diterapkan. dan akan adanya kecenderungan untuk korupsi. yang ada adalah mitra kerja.lajar dan adanya pengakuan. . uang. Pelaksanaan manajemen harus dibaregi keterbukaan. berdaya cipta. 7.LAPORAN PENDAHULUAN dengan kebebasan menentukan tujuan. Ajarilah petani dengan 8. metode. Jangan memamerkan kekayaan priogram. didorong dan dihargai kreatifitasnya. bahan. karena dengan bantuan dana yang besar semangat kesukarelaan akan turun. dan adanya sifat keteladanan dari pengurus.9 Strategi Pemantapan Dan Perkuatan Kelompok Sumberdaya yang perlu dikelola oleh kelompok tani atau Gapoktan adalah manusia. dengan program yang dimulai secara sederhana akan dapat hasil yang lebih baik karena pengelolaan lebih mudah dan intennsif yang dalam mungkin untuk yang mengelolanya. be.

Seni dan Ilmu pengetahuan digabung untuk memaksimalkan potensi dari perusahaan. 2. 3. analisis dan disiplin. sebagai seni pemasaran mencakup kreativitas dan wawasan. Keunggulan biaya dan differensiasi pada gilirannya berasal dari struktur organisasi Rencana implementasi pemasaran yang baik memperlihatkan aktivitas yang akan diimplementasikan. sebagai ilmu pengetahuan pemasaran mencakup perencanaan. baru menetukan wadahnya. siapa yang bertanggung jawab dalam mengimplementasikan. dan menciptakan relasi-relasi yang personal dengan mitra usaha. 5. Gapoktan harus merancang diri sebagai sebuah kelembagaan ekonomi dengan karakteristiknya yang mengutamakan keuntungan. pelaksanaan program Strategi dalam pemantapan dan opsi bukan keharusan. Kelembagaan merupakan sebuah Rumuskan dulu aktivitas kegiatannya. 4. perkuatan kelompok/Gapoktan adalah : 1. hendaknya mampu menumbuhkan kegairahan kerja. efisiensi.9 Efisiensi Pemasaran Perikanan Melalui Kelompok/Gapoktan Pemasaran merupakan seni sekaligus ilmu pengetahuan. pemberdayaan masyarakat dan penumbuhan kemandirian lokal. Keunggulan bersaing yang dapat dimiliki perusahaan yaitu biaya rendah dan differensiasi. memacu tubuhnya kreatifitas kerja dan produktivitas kerja. Perlu di bangunan jaringan usaha dengan kelompok lain.LAPORAN PENDAHULUAN mengelola kelompok tani yang partisipasitif. Kemampuan implementasi pemasaran yang diinginkan meliputi : Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 33 . Pembentukan dan pemantapan Gapoktan harus berada dalam kontek semangat ekonomi daerah. waktu dan lokasi implementasi dan bagaimana cara mengimplementasikan. Sediakan waktu yang cukup untuk mengembangkan kelembagaan. 2.

maka daya beli akan meningkat. skala ekonomi. 2) Kekuatan untuk teguh dan jujur dalam menempatkan orang dan sumber daya lebih efektif. 3) Keefektifan memfokuskan diri dalam aspek kinerja terpenting untuk mengelola aktivitas pemasaran. Dengan adanya efisiensi pemasaran dan adanya upaya memperbaiki mutu Perikanan memalaui penanganan pasca panen yang di koordinir oleh Gapoktan diharapkan nilai tambah dan pendapatan petani meningkat. melakukan integrasi vertikal dan horizontal. Potensi peningkatan kinerja usaha diperoleh melalui biaya transaksi. Volume usaha yang layak. semakin rendah biaya produksinya atau semakin efisien usahanya semakin besar kemampuannya untuk bersaing di pasar. pasar yang telah tersedia (Captive market). Hal ini juga berlaku bagi Gapoktan. megurangi biaya transaksi. dengan meningkatnya daya beli maka akan membantu dalam upaya mengentaskan kemiskinan. semakin efisien sebuah perusahaan akan semakin tinggi kemampuannya dalam bersaing.LAPORAN PENDAHULUAN 1) Kemampuan memahami bagaimana orang lain dan kemampuan tawar-menawar yang baik. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 34 . mengurangi ketidakpastian. Dengan meningkatnya pendapatan. modal perwalian. Kelompok Tani/Gapoktan memiliki keunggulan komparatif dan dapat diperoleh jika keunggulan kompetitif. Pemasaran Perikanan melalui Gapoktan dapat tercapai efisiensi dengan memperpendek saluran pemasaran. Dalam persaingan di pasar. Harga yang diputuskan mestinya memberikan dampak harga jual yang lebih tinggi untuk input yang dijual oleh anggota atau harga yang lebih rendah untuk barang/jasa yang dibeli oleh anggota kelompok. Keunggulan komparatif pengelola Gapoktan mampu melakukan efisiensi ekonomi khusunya dalam pemasaran sehingga mampu menghasilkan keuntungan dan nilai tambah yang optimal. dan Inovasi. dan biaya informasi.

merupakan metamorfosis dari RRA. Kondisi ini dapat dimungkinkan kalau pada Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 35 . Inovasi PRA. melainkan sebagai sebuah kerangka kerja pengembangan program partisipatif. berbagi sumberdaya. berbagi peluang. harfiah diterjemahkan menjadi pengkajian desa secara partisipatif. perubahan sikap dan perilaku diharapkan terjadi pada semua pihak (baik orang dalam maupun orang luar) yang terlibat dalam proses kegiatan. ditujukan pada perubahan sikap dan perilaku dari para pelaku. berbagi informasi. Kata-kata partisipatif menunjuk kepada pelaku utama (aktor utama) di dalam proses pembangunan. Chambers lebih menekankan pada perubahan sikap dan perilaku orang luar. PRA. dan tentu saja berbagi ‘sumber kekuasaan’. yaitu berbagi pengetahuan. berbagi nilai-nilai. Pada awalnya PRA digunakan hanya untuk pengkajian. Salah satu unsur PRA adalah “saling berbagi”. Oleh karena itu tujuan utama dari PRA adalah pemberdayaan masyarakat. menekankan pada ‘orang dalam’ (baca: masyarakat) sebagai aktor utama. PRA. Perubahan sikap dan perilaku dimungkinkan dalam penerapan prosesnya. orang luar hanya bertindak sebagai fasilitator.LAPORAN PENDAHULUAN 2. sehingga dapat terjadi ‘power sharing’. dan seharusnya tejadi dalam konteks perubahan (transformasi) sosial. . pada awal perkembangannya disebut sebagai RRA partisipatif. pada perkembangan berikutnya PRA menjadi metodologi pendekatan program yang lebih dari sekedar pengkajian untuk masyarakat.pada penerapannya merupakan sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat (pedesaan) untuk turut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan”.10 secara Pemberdayaan Masyarakat dengan PRA PRA merupakan singkatan dari Participatory Rural Appraisal.

hal ini sejalan dengan proses pembelajaran pembangunan sikap dan perilaku yang . maka pada PRA. sebagai proses refleksi kritis masyarakat tentang situasi dan persoalan Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 36 . PRA merupakan singkatan dari Participatory Rural Appraisal yang secara harfiah artinya pengkajian ( keadaan ) desa (secara ) partisipatif. mungkin tidak perlu untuk memberikan definisi final. seharusnya menjadi kerangka konseptual dalam keseluruhan daur program partisipatif. sehingga menurut Robert Chambers yang mempromotori dan mengembangkannya. PRA senantiasa berkembang. Robert Chambers mendefinisikannya sebagai: “Sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat (pedesaan) untuk turut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan”.LAPORAN PENDAHULUAN proses penerapan PRA. di sinilah pola-pola hubungan masyarakat yang setara dan sekat-sekat sosial diharapkan dapat terbongkar. PRA bukanlah PRA kalau hanya sekedar ‘seremonial’ penggunaan alat dan teknik tanpa didasari oleh prinsip-prinsipnya dan pembalikan (reversal). karena berbicara PRA berbicara soal sikap dan perilaku. mengacu pada prinsip-prinsipnya dan modelmodel reversal. PRA pada awalnya berkembang sebagai suatu alternative bagi penelitian sosial yang dikritik sebagai tindakan tidak bermanfaat bagi masyrakat karena hanya menggunaklan masyarakat sebagai obyek penelitian. agenda penelitian adalah milik ‘orang luar’. seperti yang didefinisikan oleh Robert Chambers di atas. sehingga dominasi dari kelompok elite atau kelompok tertentu dapat diminimalkan. PRA sebagai sebuah metodologi pendekatan. Pada awalnya PRA berkembang sebagai kumpulan metode atau teknik-teknik ‘penelitian’ yang dilakukan oleh masyarakat oleh masyarakat sendiri. agenda ‘penelitian’ dikembangkan oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh orang luar. Kalau pada penelitian sosial.. informasi yang hasil penelitian dibawa oleh ‘orang luar’ untuk kepentingannya sendiri maupun kalangannya.

melainkan sebagai sebuah kerangka kerja pengembangan program partisipatif. khususnya metode survai. Chambers memperkenalkan metode Rapid Rural Appraisal (RRA) sebagai alternative bagi para praktisi pembangunan yang memerlukan sebuah metodologi ‘penelitian’ yang bisa membantu mereka memahami masyarakat secara cepat. Pada buku pertamanya itu. Chambers menyampaikan kritik terhadap penelitian sosial. sehingga rasanya perlu dipahami peran Robert Chambers dalam pengembangan PRA. banyak kalangan menggunakan PRA hanya untuk proses pengkajian saja. dan biaya murah. dan mahal. Informasi hasilnya.LAPORAN PENDAHULUAN yang mereka hadapi. Participatory Rural Appraisal (PRA) seringkali dilekatkan dengan nama Robert Chambers. dan meningkatkan pengetahuannya. serta untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan mereka sendiri. Pada bukunya yang pertama (Chambers. digunakan oleh masyarakat untuk mengembangkan program aksi mereka. Pada tahun 1990-an penggunaan PRA berkembang pesat dalam upaya menemukan sebuah metodologi pendekatan yang bisa mendukung proses perencanaan yang lebih terdesentralisasi dan pengambilan keputusan secara lebih demokratis . menganalisis. dengan informasi actual. Robert Chambers adalah seorang akademisi yang gencar memperkenalkan konsep partisipasi dan PRA. Pada pendekatan perkembangan program yang berikutnya lebih dari PRA menjadi metodologi untuk sekedar pengkajian masyarakat. Karena proses perkembangan PRA pada walanya seperti ini. Biasanya seringkali terlalu lama diterbitkan sebagai laporan sehingga sudah ketinggalan. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 37 . 1983). yang dianggapnya kurang atau bahkan tidak bermanfaat bagi masyarakat yang dijadikan sasaran penelitian. serta bisa mengajak masyarakat sebagai pelaku penelitian itu sendiri. yang memungkinkan masyarakat untuk ‘belajar bersama’.

wilayah) maupun makro (nasional. kerangka kerjanya adalah konfrontasi oleh kelompok tertindas terhadap sistem dominasi. nampaknya PRA termasuk ke dalam kelompok PAR di dalam pengembangan masyarakat. yaitu: pengkajian. Tetapi ada pihak lain yang menganggap bahwa PRA adalah PAR yang berkembang di Negara-negara Selatan. pendekatan ini cenderung berorientasi pada konflik. Tujuan utamanya adalah memecahkan masalah praktis yang dirumuskan. Menurut Daniel Selener. Pada dasarnya ada 3 agenda utama PAR. dianalisa.  Artinya. Tujuan strategis yang ingin dicapai adalah melakukan perubahan (transformasi social). Asumsi-asumsi penting yang mendasari PAR:  Masyarakat dan perubahan sosial seharusnya dilihat dalam perspektif struktural.  Tujuan riset aksi partisipatif adalah perubahan sosial secara radikal yang dilakukan melalui mobilisasi masyarakat basis (akar rumput) sebagai pelaku transformasi sosial itu sendiri. pembelajaran dan aksi. dan diselesaikan oleh masyarakat sendiri.  Pengetahuan masyarakat (indegenous knowlede) adalah dasar kerja yang paling penting untuk menggeser kekuasaan kelompok perilaku individu-individu yang bekerja di dalam pengembangan masyarakat. dimana pihak yang paling lemah dan tertindas dikuatkan.internasional). merupakan salah satu sumber PRA. Sedangkan dalam PRA lebih ditekankan pada perubahan tujuan PAR. ketimbang pada perubahan sosial seperti Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 38 .  Perubahan sosial itu berarti perubahan atau pergeseran kekuasaan yang ada di masyarakat.LAPORAN PENDAHULUAN Robert Chambers menyatakan bahwa Participatory Action Research (PAR) atau sering disebut Kaji Tindak Partisipatif. baik mikro (komunitas.

LAPORAN PENDAHULUAN elite/kuat yang mendominasi pengetahuan ilmiah. Tiga pilar (unsur). PRA sebagai metodologi pengembangan program partisipatif merupakan pendekatan pembelajaran Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 39 . teknik belajar verbal (misalnya ceramah) menjadi visual. pengalaman. informasi. dan sumberdaya lain. dan sekaligus sebagai basis dasar terjadinya perubahan sosial yang menyeluruh. mengembangkan. penyuluh). Tiga unsur PRA (menurut Robert Chambers) Memfasilitasi Tidak terburu–burru Gembira Santai dan informal Mengalihkan pada masyarakat Percaya bahwa masyarakat bisa Mengembangkan proses dan improvisasi Duduk bersama.  Berbagi (sharing) pengetahuan. utama PRA menurut Robert Chambers. sebagai alat untuk mengubah fasilitator. yaitu:  Sikap perilaku orang luar yang seharusnya berperan sebagai Metode-metode/teknik-teknik PRA. belajar Sikap–Perilaku Metode Metode Saling Berbagi Wawancara Pemetaan Mengurut Menilai Membuat diagram Presentasi Pelaksanaan kegiatan Observasi Mendaftar Membandingkan Memperkirakan Menghitung Informasi Pengetahuan Nilai – nilai Sumberdaya Perkawanan Proses pembelajaran sebenarnya terjadi dalam keseluruhan proses-proses pengembangan masyarakat . pendekatan individu menjadi pendekatan kelompok.  pendekatan searah (tertutup) menjadi pendekatan multi-arah (terbuka). di antara orang luar dan masyarakat. dan teknik analisa dengan mengukur atau menghitung menjadi teknik membandingkan. bukan mendominasi (seperti instruktur.

Beberapa prinsip PRA yang dikembangkan oleh Robert Chambers.LAPORAN PENDAHULUAN bersama masyarakat. Kelompok masyarakat yang terabaikan ini harus diutamakan sebagai pemanfaat dan pemeran pembangunan. Keberpihakan adalah kosa kata yang sangat ideologis digunakan sebagai idiom gerakkan pembebasan kaum tertindas dan perjuangan emansipasi manusia. di Indonesia mengalami perkembangan disesuaikan dengan pengalaman penerapan PRA di lapangan. Prinsip (empowerment) pemberdayaan adalah upaya masyarakat. terdapat prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam memfasilitasi proses pembelajaran masyarakat. Pemberdayaan kelompok memperkuat kemampuan masyarakat yang lemah agar bisa mengontrol dan menentukan pilihan di dalam kehidupannya ( otonomi ). Sebagai sebuah metodologi. Pernyataan ini bukanlah kata-kata biasa atau hanya sekedar anjuran agar para agen pembangunan bersikap rendah hati dan mau belajar dari pengetahuan lokal. Dengan demikian. ”penyuluh”. Prinsip masyarakat sebagai pelaku. orang luar sebagai fasilitator: ”orang luar” harus menyadari perannya sebagai Fasilitator dan bukannya sebagai ”guru”. Bahwa di masyarakat ada kelompok masyarakat-biasanya merupakan bagian terbesar-yang terpinggirkan dan terabaikan oleh pembangunan. Prinsip-prinsip tersebut adalah: Prinsip mengutamakan yang terabaikan (keberpihakan). Keberpihakan ini ditujukan untuk membangun keseimbangan pola hubungan antara kelompok dominan dengan kelompok termarjinal dan miskin. Prinsip ini merupakan suatu sikap Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 40 . pemberdayaan berarti mengubah pola hubungan kekuasaan (power relationship) di antara kelompok dominan/berkuasa (powerfull) dan kelompok lemah (powerless) di masyarakat melalui peningkatan posisi kelompok masyarakat lemah. Pembedayaan hanya bisa dikatakan terjadi apabila perubahan pola hubungan kekuasaan itu terjadi. ”instruktur” bahkan atasan atau penguasa.

tidak memaksa. Prinsip santai dan informal. Pengalaman dan pengetahuan masyarakat dan orang luar bisa saling melengkapi dan sama bernilainya selama masyarakat yang menentukan pilihan. Hal ini bukanlah berarti bahwa masayrakat selamanya benar dan harus dibiarkan tidak berubah. Orang luar (agen pembangunan. Dominasi orang luar juga merupakan penindasan. melainkan juga upaya untuk mendorong terbangunnya ilmu pengetahuan dan kearifan lokal. Intinya: masyarakat didorong untuk mengenali lebih banyak pilihan. dan informal. Prinsip saling belajar dan menghargai perbedaan: Prinsip ini muncul dari kritik terhadap dominasi ilmu pengetahuan oleh kalangan akademisi atau agen pembangunan. Atau justru menjadi bagian dari pelaku dominasi. karena dominasi akan melemahkan dan meminggirkan masyarakat. Tujuannya Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 41 . sengaja maupun tidak sengaja.LAPORAN PENDAHULUAN ideologis anti dominasi: yaitu dominasi para agen pembangunan terhadap masyarakat marjinal. atau anti pada pengetahuan dan teknologi baru (dari luar). peneliti sosial) seharusnya membantu masyarakat untuk menyusun pengalaman dan pengetahuan lokal yang ada. pengalaman. dan ilmu pengetahuan. melakukan dialog dengan berbagai sumber pengetahuan. akrab. menjadi tetapi bagian hal dari ini sebenarnya prinsipil karena menunjukkan sikap nilai orang luar: apakah datang ke masyarakat untuk melebur masyarakat dan bersam-sama memperjuangkan praktek-praktek yang mendominasi dan melemahkan masyarakat. sebaiknya mengembangkan suasana yang bersifat luwes. agar bisa melakukan analisa dan menentukan pilihan secara tepat. Agen pembangunan dan pihak-pihak yang bekerja bersama masyarakat. Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan penghargaan dan pengembangan ilmu pengetahuan lokal (kearfian lokal). Prinsip triangulasi. Barangkali bersikap santai dan informal ini seperti sekedar tips bagi para agen pembangunan. . terbuka. Belajar bukanlah hanya pertukaran informasi.

keragaman tempat. Untuk membangun ilmu pengetahuan yang tepat guna kita bisa menggunakan triangulasi yang merupakan bentuk ”pemerikasaan dan pemerikasaan ulang” ( ”check and re-check). Triangulasi dilakukan antara lain melalui penganekaragaman perspektif orang luar (keragaman disiplin ilmu atau pengalaman). Prinsip orientasi praktis. tetapi diperkirakan bahwa informasi itu cenderung mendekati kebenaran (appropriate imprecision). Belajar bersama masyarakat.  Lebih baik kita tidak tahu apakah informasi itu bisa disebutkan benar seratus persen. ketahui secukupnya saja (optimal ignorance). melainkan untuk memperbaiki kehidupannya yang baik bagi kepentingan generasi sekarang maupun generasi selanjutnya.LAPORAN PENDAHULUAN adalah untuk melawan hegemoni ilmu pengetahuan ’luar’ yang dalam jangka panjang bisa membunuh inovasi dan kearifan lokal. karena tidak dimaksudkan untuk menyusun ilmu demi ilmu belaka. dan variasi metode/teknik pembelajaran yang digunakan. Penyusunan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal bukanlah didasarkan pada obyektivitas ilmiah. Artinya: ilmu pengetahuan disusun secara subyektif berdasarkan atas kesepakatan masayrakat yang berkepentingan. PRA seringkali diartikan hanya sekedar kumpulan metode dan teknik untuk pengkajian (appraisal) atau penggalian Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 42 . golongan masyarakat. kehilangan inovasi. jenis kelamin). bukanlah untuk belajar itu sendiri. penganekaragaman perspektif orang dalam (keragaman latar belakang. Berikut ini adalah prinsip-prinsip dalam penyusunan ilmu pengetahuan lokal:  Lebih baik kita tidak tahu tentang apa yang tidak perlu kita ketahui. dan anti perubahan. tetapi menuduh masyarakat sebagai statis. Artinya: ilmu pengetahuan disusun untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup komunitas yang bersangkutan. Prinsip mengoptimalkan hasil.

sempurna dan pasti benar.LAPORAN PENDAHULUAN informasi. bukanlah sesuatu yang status tetapi terus berkembang. yang tentu sukar dicapai. dan orang luar yang memfasilitasi kegiatan pergi dari wilayah sasaran. Kata partisipasi dalam PRA kemudian menjadi sempit ( abuse) menjadi ’penggalian informasi dengan cara-cara partisipatif’. teknologi. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 43 . tetapi penerapan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada dan kemudian belajar dari kekurangan-kekurangan/kesalahan yang terjadi . Agen pembangunan mengembangkan proses pembelajaran agar masyarakat mampu bersikap adaptif dan inovatif terhadap perubahan yang terjadi terus menerus. Satu hal yang paling penting diperhatikan adalah bahwa belajar dari kesalahan bukanlah berarti “coba-coba”. Prinsip terbuka. PRA juga bukan sebuah metodologi pendekatan yang telah selesai . Belajar adalah proses yang berlanjut seumur hidup. kritis)-dan pengembangan program aksi. bukan hanya metode dan teknik pengumpulan informasi. dari jaman ke jaman. keberlanjutan Kepentingankepentingan dan masalah-masalah masyarakat tidaklah tetap. paradigma dan ideologi. Terdapat tiga (3) agenda utama dalam PRA: pengkajian (yang tidak bersifat ekstraktif atau penggalian data)pembelajaran Prinsip (yang menitikberatkan dan pada selang penyadaran waktu. Prinsip belajar dari kesalahan. agar pada kegiatan berikutnya menjadi lebih baik. dari generasi ke generasi. PRA bukanlah sebuah ‘paket kegiatan PRA’ yang selesai setelah kegiatan penggalian informasi dianggap cukup. metode dan teknik. teori. Prinsip ‘orientasi praktis’ adalah mengingatkan kembali bahwa PRA. tetapi berubah dan bergeser menurut waktu sesuai dengan perkembangan baru dalam masyarakat itu sendiri. Ilmu pengetahuan. Pengayaan metode/teknik-tekniknya. melainkan suatu proses pembelajaran bertahap. Melakukan kesalahan adalah sesuatu yang wajar. melainkan terintegrasi pada pengembangan kegiatan (aksi). Yang penting bukanlah kesempurnaan dalam penerapan.

Pelatihan perencanaan pembukaan pasar dan perluasan jaringan. yang didasari oleh pemikiran bahwa latar belakang perserta pelatihan sangat beragam baik pengalaman. 2.LAPORAN PENDAHULUAN senantiasa bisa dikembangkan oleh para praktisinya. Orang dewasa ingin segera menerapkan hasil belajarnya. meliputi :       Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan.11 Pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Beberapa jenis kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan. Success Story Usaha perikanan Pengelolaan usaha Pelatihan administrasi dan keuangan. dimana peserta dapat mengemukakan masalah yang dihadapi dalam pekerjaannya dan bersama sama peserta lainnya melakukan analisa pemecahan masalah yang sesuai dan dapat diterapkan.    Berdasarkan pada kebutuhan dan pengalaman para peserta pelatihan. Orang dewasa mempunyai konsep diri 2. maupun pendidikannya. 1. Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 44 . Menggunkan pendekatan pemecahan masalah. umur. pengetahuan. Mendorong partisipasi dan dinamika peserta pelatihan. Selain beberapa azas tersebut di atas. Orang dewasa kaya pengalaman 3. meliputi. antara lain (tidak terbatas dengan ini). juga ada beberapa prinsip pembelajaran bagi orang dewasa yang perlu diperhatikan. Andragogy mempunyai azas seperti. Pelatihan tentang teknis Produksi Budidaya dan pengolahan ikan Metode pembelajaran orang dewasa “andragogy” dengan prinsipprinsip “participatory”. artinya PRA terbuka terhadap adaptasi dan innováis baru sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi muatannya.

(v) kesalahan dalam proses belajar-mengajar adalah hal biasa. membuat kesimpulan dan menarik prinsip-prinsip dari pembelajaran tersebut untuk diterapkan. Menggunakan prinsip umpan balik. prinsip dan suasana proses belajarpelatihan tersebut di atas diperlukan agar para tenaga ahli/pelatih dan nara sumber dalam menyampaikan materi pelatihan mempunyai anggapan dan motto bahwa. karena pembelajaran yang efektif memerlukan umpan balik yang bersifat mengkoreksi dan mendukung. serta diharapkan akan berlangsung penggalian dan perumusan masalah bersama-sama pelatih-peserta pelatihan. yaitu (i) bersifat non formal. peserta pelatihan bukanlah orang yang tidak tahu dan pelatih bukanlah orang yang paling tahu. dan (vi) membuat kesepakatan bersama atau kontrak-pelatihan dalam kelas.LAPORAN PENDAHULUAN  Bersifat reaktif karena proses pembelajaran akan lebih bermanfaat apabila peserta pelatihan dapat merefleksikan apa yang telah dipelajari. Pemilihan lokasi dan situasi yang nyaman. perasaan dan gagasan peserta pelatihan. (iv) menciptakan suasana saling belajar. (ii) bervariasi kegiatan pembelajarannya. Pada pelaksanaannya ”andragogy” juga menuntut suasana proses    belajar-pelatihan yang perlu diterapkan. 2. Tujuan pemahaman ini adalah agar terjadi proses saling belajar antara pelatih dengan peserta pelatihan tentang aspek-aspek yang terkait dengan proses pelaksanaan pelatihan. Menerapkan system saling menghormati antar dan antara peserta dengan pelatih/nara sumber.12 Pola Pengembangan Agribisnis Perikanan Dalam upaya percepatan pembangunan agribisnis perlu dilihat dari 2 unsur yang saling terkait yaitu unsur pengusaha/petani sebagai pelaku usaha Agribisnis dan unsur usaha atau komoditas perikanan yang Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 45 . Pemahaman akan azas. (iii) menghargai fikiran.

Sosial. teknologi. Perusahaan yang besar biasanya lemah dalam kewirausahaan tapi kuat dalam manajerial. pemasok. Pengembangan secara Horizontal yaitu pengembangan agribisnis dengan skala kecil tapi jumlahnya banyak. dan kelembagaan (organisasi) Secara umum pola percepatan pembangunan agribisnis dapat dilakukan dalam dua cara yaitu : 1. Unsur usaha ditinjau dari faktor daya tarik pasar dan sumber daya. Unsur pengusaha/petani dilihat dari unsur komitmen dan kompetensi. perubahan. Unsur Pengusaha/Pembudidaya Ikan a. Untuk menentukan pola pembangunan agribisnis faktor-faktor yang dianalisis sebagai berikut : 1. Unsur Usaha (Komoditi perikanan) a. Kompetensi meliputi : Human Skill (Trainning). Learning (proses belajar). Daya tarik Pasar meliputi : potensi konsumen. dan Psikologis). Para pelaku agribisnis perikanan diharapkan memiliki kompetensi dalam menjalankan usahanya yang meliputi pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang ditekuninya saat ini dan bidang usaha Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 46 . dan Eksperience (pengalaman) b. modal. sumber daya manusia (tenaga ahli). dan kebijakan. Eksperience (Pengembangan) dan Manajerial Skill (kemampuan mengelola) 2. Komitmen meliputi : Motivasi (Ekonomi.LAPORAN PENDAHULUAN diusahakan. pedagang : sumber perantara. 2. Pengembangan secara vertikal yaitu pengembangan usaha agribisnis yang berskala usaha kecil diarahkan untuk menjadi usaha menengah dan besar dengan motif komersial. Para pelaku Agribisnis perikanan pada umumnya tidak mempunyai keinginan untuk menjadi besar karena kendala manajerial. Sumber daya meliputi daya alam (pengolahan). sebaliknya para agribisnis yang kecil kuat dalam kewirausahaan tetapi lemah dalam manajerial. b. pesaing.

maka para pelaku agribisnis dituntut untuk mencapai keseimbangan antara sumber daya internal yang dimiliki dengan gejolak perubahan lingkungan eksternal agribisnis. teknologi. 3. sosial budaya. 5. 8.LAPORAN PENDAHULUAN lainnya serta kompetensi kewirausahaan (keahlian teknik. 1. Keinginan untuk mencurahkan segenap upaya dan bakat guna mencapai dan mewujudkan tujuan-tujuan organisasi. 7. Keseimbangan antara komitmen dan kompetensi ini akan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka dalam menjalankan usahanya secara baik. Agribisnis diharapkan memiliki fleksibilitas dalam menghadapi tuntutan lingkungan agar dapat memiliki keunggulan bersaing. Keinginan untuk menyesuaikan dirinya pada perilaku dan sikap guna menyesuaikan diri dengan tuntutan usahanya. Kemauan untuk berkinerja di atas target yang telah ditentukan sebelumnya. 6. keahlian konsep dan keahlian dalam mengelola sumber daya manusia). Pandangan yang positif dan keterkaitan psikologis pada usaha yang sedang dikelolanya. 2. 4. Di samping kompetensi. politik. kebijakan pemerintah. Keberpihakan pada usaha yang sedang dikelola dan kesediaan diri untuk berkorban demi usaha yang dikelolanya saat ini. Untuk menciptakan keunggulan. persaingan dan tuntutan konsumen. Hasrat untuk berusaha yang sedang ditekuni saat ini. Kesediaan untuk mengambil risiko yang lebih besar. kepercayaan dan dedikasi yang lebih tinggi dan lebih bersemangat dalam menjalankan usahanya. Hasrat berkontribusi secara efektif pada keseluruhan aktivitas usaha agribisnis yang ditekuninya. perlu menguasai informasi tentang perkembangan faktor-faktor lingkungan seperti ekonomi. pelaku agribisnis dituntut untuk memiliki komitmen yang tinggi pada bidang usahanya yang meliputi . Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 47 .

ketersediaan teknologi dan kelembagaan (organisasi) usaha. permodalan. Potensi sumber daya meliputi potensi sumber daya alam. Kesimbangan antara daya tarik pasar dengan potensi sumber daya akan menumbuhkan usaha Sustainable Aquaculture Development For Food Security and Poverty Reduction (SAFVER ) 48 . Kesuksesan usaha agribisnis perikanan sangat ditentukan oleh sejauh mana para pelaku agribisnis mampu menciptakan daya tarik pasar. maka perlu memperhatikan potensi sumber daya yang akan menjadi keunggulan bagi usaha agribisnis. tapi di lain saat akan menjadi ancaman bagi para pelaku agribisnis perikanan. yang unggul. Dalam menjalankan usahanya agar menjadi usaha yang unggul. Oleh karena para pelaku agribisnis perlu menetapkan strategi persaingan. Dalam menghadapi kondisi tersebut perlu ditingkatkan kemampuan sumber daya internal seperti SDM (manajemen dan operasional) dan fasilitas (sarana dan prasarana penunjang).LAPORAN PENDAHULUAN Faktor-faktor tersebut pada saat tertentu biasa menjadi peluang. sumber daya manusia. Penciptaan daya tarik pasar tidak terlepas dari kemampuan para pelaku agribisnis menentukan posisi dalam persaingan pasar yang makin kompetitif.