P. 1
KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI

KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI

5.0

|Views: 3,997|Likes:
Published by Ayu Puspo Sari

More info:

Published by: Ayu Puspo Sari on May 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

KARAKTERISTIK MASYARAKAT MADANI Konsep masyarakat madani bila di tinjau dari segi nilai-nilai Islam merupakan sebuah

gagasan yang sangat Islami. Ia merupakan cita-cita Islam. Sejarah telah mencatat bahwa masyarakat madani pernah dibangun Rasulullah ketika beliau mendirikan komunitas muslim di kota Madinah. Sebelum terbentuk kota Madinah, daerah tersebut bernama Yastrib, kota wahah atau oase yang subur
sekitar 400 km sebelah utara Mekkah. Nabi Muhammad-lah yang kemudian

mengubah namanya menjadi Madinah, setelah hijrah ke kota itu. Sesampai di
Yastrib, setelah perjalanan berhari-hari yang amat melelahkan dan penuh kerahasiaan, Nabi disambut oleh penduduk kota itu, dan para gadisnya menyanyikan lagu Thala'a albadru 'alaina (Bulan Purnama telah menyingsing di atas kita), untaian syair dan lagu yang kelak menjadi amat terkenal di seluruh dunia. Kemudian setelah mapan dalam kota hijrah itu, Nabi mengubah nama Yastrib menjadi al-Madinat al-nabiy (kota nabi).

Menurut Nurcholish Madjid, perubahan nama dari Yastrib menjadi Madinah pada hakikatnya adalah sebuah pernyataan niat atau proklamasi untuk mendirikan dan membangun masyarakat berperadaban di kota itu. Di kota Madinah inilah Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat berperadaban berlandaskan ajaran Islam, masyarakat yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara konvensional, perkataan "madinah" memang diartikan
sebagai "kota". Tetapi secara ilmu kebahasaan, perkataan itu mengandung makna "peradaban". Dalam bahasa Arab, "peradaban" memang dinyatakan dalam kata-kata "madaniyah" atau "tamaddun", selain dalam kata-kata "hadharah". Karena itu tindakan Nabi mengubah nama Yastrib menjadi Madinah, pada hakikatnya adalah sebuah pernyataan niat, atau proklamasi, bahwa beliau bersama para pendukungnya yang terdiri dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar hendak mendirikan dan membangun mansyarakat beradab. Tak lama

setelah menetap di Madinah itulah, Nabi bersama semua penduduk
Madinah secara konkret meletakkan dasar-dasar masyarakat madani, dengan menggariskan ketentuan hidup bersama dalam suatu dokumen yang dikenal sebagai piagam Madinah (Mitsaq al-Madinah). Dalam dokumen itulah umat manusia untuk pertama kalinya diperkenalkan, antara lain, kepada wawasan kebebasan, terutama di bidang agama 1

2000). Untuk itu Nabi Muhammad SAW telah memberikan keteladanan dalam mewujudkan suatu masyarakat seperti ciri-ciri masyarakat madani di atas. diperlukan manusia-manusia yang secara pribadi berpandangan hidup dengan semangat ketuhanan. Misalnya. Masyarakat madani yang dibangun Nabi Muhammad Saw tersebut bercirikan antara lain : egalitarianisme. yang antara lain bersendikan keteguhan berpegang kepada hukum (Gaus. sebagai pembelaan terhadap masyarakat madani. Dalam mewujudkan masyarakat madani seperti yang dikemukakan di atas. Mengingat setipa manusia sebagai makhluk yang lemah mungkin saja mengalami kekeliruan dan kekhilafan . ras dan lain-lain). Dengan keterbukaan ini. dan ketentuan kepemimpinan melalui pemilihan umum. penghargaan kepada manusia berdasarkan prestasi (bukan prestise seperti keturunan. Tindakan itu harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. secara bersama-sama. Masyarakat madani membutuhkan adanya pribadi-pribadi yang tulus yang mengikat jiwa pada kebaikan bersama. maka ia juga akan dihukum dengan ketentuan yang berlaku. khususnya pertahanan. perang membela diri dan menghadapi musuh-musuh peradaban. Dan di Madinah itu pula. Nabi Muhammad SAW tidak membedakan antara semua orang. dengan konsekuensi tindakan kebaikan kepada sesama manusia. kesukuan. keterbukaan partisipasi seluruh anggota masyarakat.dan politik. tetapi harus diiringi dengan tindakan nyata yang terwujud dalam bentuk amal shaleh. setiap orang 2 . bukan berdasarkan keturunan. dalam tatanan kehidupan kolektif yang memberi peluang adanya pengawasan. komitmen pribadi saja tidak cukup. Masyarakat madani tegak berdiri di atas landasan keadilan. Sekiranya saja Fatimah putri Nabi melakukan kejahatan. Nabi dan kaum beriman diizinkan mengangkat senjata. Semuanya berpangkal pada pandangan hidup berketuhanan dengan konsekuensi tindakan kebaikan kepada sesama manusia. Namun. Dalam mewujudkan pengawasan inilah dibutuhkan keterbukaan dalam masyarakat. dalam rangka penegakan hukum dan keadilan.

masyarakat madani sebagai masyarakat yang ideal juga memiliki karaktersitik. Landasan hukum Tuhan dalam kehidupan sosial itu lebih objektif dan adil.mempunyai potensi untuk menyatakan pendapat dan untuk didengar. Toleransi. Prinsip tolong-menolong antar anggota masyarakat didasarkan pada aspekemanusiaan karena kesulitan hidup yang dihadapi oleh sebagian anggota masyarakat tertentu. yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial. artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang bergama. 4. sehingga komitmen terhada kehiduan sosial juga dilandasi oleh relativitas manusia dihadapan Tuhan. 3. Kelompok sosial mayoritas hidup berdampingan dengan kelompok minoritas sehingga tidak muncul kecemburuan sosial. sehingga tirani kelompok minoritas dan anarki mayoritas dapat dihindarkan. sementara dari pihak pendengar ada kesediaan untuk mendengar dengan rendah hati untuk merasa tidak selalu benar. artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberika oleh Aloh sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu orang lain yang berbeda tersebut. Bertuhan. Kelompok yang kuat tidak menganiaya kelompok yang lemah. Damai. karena tidak ada kepentingan kelompok tertentu yang diutamakan dan tidak ada kelompok lainn yang diabaikan. artinya masing-masing elemen masyarakat. bak secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. Selain ciri-ciri yang telah dikemukakan di atas. 2. bersedia mendengar pendapat orang lain untuk diikuti mana yang terbaik. Tolong-menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya. Dengan kata lain. sebagai berikut : 1. Masalah yang menonjol 3 . Manusia secara universal mempunyai posisi yang sama menurut fitrah kebebasan dalam hidupnya. sedangkan pihak lain memiliki kemampuan embantu untuk meringankan kesulitan hidup tersebut.

Keseimbangan hak dan kewajiban itu berlaku pada seluruh aspek kehidupan sosial. 5. (Akram. dimana setiap manusia memliki kebebasan dalam beragama dan tidak ada hak bagi orang lain yang berbeda agama untuk mencampurinya. 6.dari sikap toleran ini adalah sikap keagamaan. Oleh karena itu. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosia. tetapi relativitas manusia dapat menyebabkan terjebaknya konsep akhlak yang relatif. 1999). Aspek ketuhanan dalam aplikasi akhlak memotivasi manusia untuk berbuat tanpa menggantungkan reaksi serupa dan pihak lain. Berakhlak mulia. Namun si sisi lain. bahkan memmbahayakan lingungan hidup bila pemanfaatannya tidak disertai dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. 4 . sehingga substansi dan aplikasinya tidak terjadi penyimpangan. Ilmu pengetahuan memberi kemudahan dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sekalipun pembentukkan akhlak masyarakat dapat dilakukan nerdasarkan nilai-nilai kemanusiaan semata. Keyakinan beragama tidak daat dipaksakan. disampig emberikan kesadaran akan posisinya sebagai khalifah Alloh. ilmu pengetahua juga bisa menjadi ancaman yang membahayakan kehidupan manusai. artinya masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan hidup manusai. Setiap anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk menciptakan kedamaian. sehingga tidak ada kelompok sosial yang lain sekedar karena ia mayoritas. Berperadaban tinggi. Akal dan pengalaman hidup keagamaan manusia mampu menentukan sendiri manusia yang mampu menentukan sendiri agama yang dianggap benar. kesejahteraan dan keutuhan masyarakat sesuai dengan kondisi asng-masing. konsep akhlak tidak boleh dipisahkan dengan nilai-nilai ketuhanan. 7. Sifat subjektif manusia serig sukar dihindarkan. Ilmu pengetahuan mempunya peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia.

intan. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Semua keanekaragaman budaya itu harus disadari sebagai suatu realitas yang ada di negara Indonesia. Keanekaragaman lain adalah beranekaragaman agama penduduk Indonesia. Ada yang menganut agama Islam. tetapi ada juga daerah yang tandus. 1985). Di atas keragaman itulah. negara Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945. dan budaya daerah Melayu. Hindu. budaya daerah Bugis. batu bara. Persatuan Islam pada tahun 1923. Ada juga yang memiliki kkekayaan hutan yang lebat. Di Sumatera ada lingkungan budaya daerah Aceh. dan Persatuan Tarbiyah Islam pada tahun 1930. kesehatan. budaya daerah Minang. dan budaya daerah Madura. Muhammadiyah pada tahun 1912. Kristen Khatolik. budaya daerah Jawa.Dalam kontek keindonesiaan.027. dimana terdapat lebih kurang 3. tetapi ada juga daerah yang sedikit memiliki sumber daya alam.000 pulau besar dan kecil. seperti tambang emas. Di Kalimantan ada budaya daerah Dayak dan budaya daerah Banjar. Organisasi sosial tersebut bergerak diberbagai bidang seerti bidang pendidikan. Kristen Protestan. Ada daerah yang memiliki kekayaan alam. 5 . Dengan luas wilayah 2. Budha. masyarakat Indonesia telah membentuk berbagai organisasi sosial seperti Jami’at Khair pada tahun 1905. Al-Irsyad pada tahun 1913. sehingga menyebabkan kebhinekaan dalam masyarakat Indonesia (Abu Ahmadi. Di Sulawesi ada budaya daerah Minahasa. Mereka melakukan aktivitas dengan tingkat kemandirian yang sangat tinggi bahkan hampir tidak ada sama sekali campur tangan penguasa. budaya daerah Toraja. Tiap-tiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda. Ini berlangsung selama ribuan tahun. dan gas alam. Disamping itu terdapat juga keanekaragaman di bidang sumber daya alam. maka masyarakat madani yang akan dibangun berada di atas keanekaragaman dalam berbagai hal.07 km² yang terisah-pisah oleh lautan. maka masyarakat Indonesia terbagi-bagi menjadi kelompok-kelompok suku yang terpisah satu sama lain dan masingmasing tumbuh sesuai dengan alam lingkungannya. NU pada tahun 1926. ekonoi dan pelayanan-pelayanan sosial lainnya. Di Jawa ada budaya daerah Sunda. minyak. Ada daerah yang subur.

Dengan demikian prinsip dasar masyarakat madani sudah terpenuhi oleh negara Indonesia. Kristen. Oleh karena itu. yang berarti bahwa setiap pemegang jabatan yang dipilih oleh rakyat. eksekutif atau yudikatif harus dapat mempertanggung jawabkan kebijakan apa yang dipilihnya untuk dilaksanakandalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak. dan marxisme/komunisme. ketiga ideologi yang jam masih eksis dan selalu memberi warna bahakn terkadang terjadi ketegangan-ketegangan dalam lembaga legislatif. 1996). baik dalam undang-undang maupun dalam bentuk pelaksanaan teknis lainnya. Kecuali marxismekomunisme. Walaupun demikian. dan mengakui adanya kewajiban utuk mendengarkan pendapat orang lain. prinsip-prinsip demokratisasi tersebut di antaranya adalah : 1. Nasionalisme.Kemudian pada awal-awal kemerdekaan. Demokrasi di berbagai bidang sudah dijamin pada UUD 1945. Ada emapt ideologi masyarakat yang saling berebut pengaruh daam menentukan dasar penyelenggaraan negara. Untuk menciptakan demokratisasi di berbagai bidang. perbedaan ideologi tersebut masih dapat diikat oleh ideologi negara yakni Pancasila yang dianggap menaungi perbedaan ideologi-ideologi yang ada. pergumulan ideologi masyarakat dalam penetuan dasar negara mulai terjadi. Ideologi tersebut adalah Islam. Akuntabilitas. Perbedaan ideologi ini sering mewarnai perdebatan dalam setiap penentuan kebijakan penyelenggaraan negara Indonesia khususnya dalam pembuatan konstitusi negara (Djaelani. Musyawarah pada hakikatnya menginterpretasi berbagai individu dalam masyarakat yang saling memberi hak untuk menyatkan pendapat. baik jabatan legislatif. 6 . masyarakat madani haruslah masyarakat yang demokratis yang terbangun dengan menegakkan musyawarah. Dalam bidang politik. Akan tetapi rumusan itu merupakan rumusan yang masih bersifat umum dan memerlukan perincian lagi. maka semua aturan yang dibuat harus memenuhi prinsip-prinsip demokrasi.

serta berhak untuk melakukan kegiatan ekonomi dimana pun dalam wilayah Indonesia. dari seorang penguasa kepenguasa yang lain. yang dapat mendominasi dalam tatanan masyarakat (madjid. Pemilihan umum. melarang melakukan kecurangan dan lain-lain. hak untuk berserikat dan berkumpul dan hak menikamti pers yang bebas.2. yakni dalam hidup bernegara dan bermasyarakat setiap individu mempunyai peluang untuk menikmati hak-hak dasar. 3. yaitu hak menyatakan pendapat. Rekrutmen politik yang terbuka. 5. 1994). Masing-masing organisasi masyarakat memiliki hak otonom untuk mengatur dirinya. Menikmati hak-hak dasar manusia. 4. 7 . Negara hanya memberikan batas-batas yang ditujukan untuk menjamin agar hak warga negara dapat terlindungi. walaupun tidak memungkiri peran negara dalam melindungi dan menjaga dari berbagai kepentingan-kepentingan besar. yang berarti setiap orang yang memenuhi syarat untuk memegang sebuah jabatan politik mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk berkompetisi guna mengisi jabatan tersebut. Rotasi kekuasaan. Dalam bidang sosial. maksudnya bahwa warga negara yag memenuhi syarat mempunyai hak memilih dan dipilih untuk menduduki jabatan eksekutif dan legislatif yang dilaksanakn secara teratur dengan tenggang waktu jelas. Dalam bidang ekonomi prinsip demokrasi mempersyaratkan bahwa masyarakat mendapat kesempatan untuk melakukan aktivitas ekonomi tanpa ada hambatan dari negara. Masing-masing warga negara mendapat hak untuk berusaha sesuai dengan kemampuan dan minat yang dimiliki. yang berarti terjadinya pergantian pemerintahan secara teratur dengna cara yang damai dari satu pemerintahan ke pemerintahan yang lain. misalnya melarang monopoli. masyarakat madani menghendaki agar hak-hak individu dan kelompok dijamin dan terlindungi dari pengaruh intervensi negara.

bahwa umat Islam harus menyadari dan menghargai adanya keanekaragaman itu.Dengan adanya keanekaragaman di Indonesia. Di sinilah peran negara (pemerintah) untuk menjembatani agar tidak ada kelompok masyarakat tertentu yang merasa dirugikan. agama dan suku. mungkin saja akan terjadi benturan-benturan kepentingan. sehingga akan muncul hubungan sosial yang luhur yang dilandasi oleh toleransi dalam keanekaragaman. baik karena perbedaan budaya. Islam telah memberikan garisan solusi. 8 . Hal-hal yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan hendaknya dibicarakan secara musyawarah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->