BIAYA

AKUNTANSI BIAYA
Oleh Cover Design & Lay Out Ibnu Subiyanto Bambang Suripto : QX Graphic Design : QX Graphic Design
:

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma O Hak cipta dilindungi Undang-undang Jakarta, 1993

DAFTAR IS1

BAGIAN 1
BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS
A. B. C. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA TA!iAPAN PROSES PRODUKSI KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN D. E. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL
-

2
2

3

9
11

18

BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI
A. B. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
F.

23
23 25

C.
D. E.

28 32

37

MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN
-

42 45

G.

PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA

BAB m PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK, DAN PRODUK CACAD
A.
B. C.

47
47

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK RUSAK PERLAKUAN PRODUK CACAD

56 64

BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA

68

BAB V PENEN'rUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK PRODUK SAMPINGAN
A. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN -

77
78 83
-

B.
,
\

PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA PEMBEBANAN BIAYA PRODUKSI PRODUK BERSAMA --SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK

C.

87

BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR
A. B.
C.

89
89
--

JENIS-JENIS STANDAR PENENTUAN STANDAR ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN STANDAR

90
91

BAGIAN 2
BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK
A. B. SOAL-SOAL BIAYAOVERHEAD PABRIK -

100
100 -

PENYELESAIAN

117

BAB VIII METODE HARGA POKOK PESANAN
A. B. SOAL-SOAL, METODE HARGA POKOK PESANAN PENYELESAIAN
-

133
133
-

156

BAB 1X METODE HARGA POKOK PROSES
A. -

172
-

-

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES -

-

-

-- --

- -- - - . -

172

B.- PENYELESAIAN -

-

-

--

204

BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
A.
.
-- -

243
--

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA
- - --

DAN PRODUK SAMPINGAN - -PENYELESAIAN .
-

- --

-

-- - ---

- -

-

243 - -252

-

B.

-

-

BAB XI METODE HARGA POKOK STANDAR
A. B. SOAL-SOAL METODE HARGA p------.-pp POKOK--STANDAR . - - - - . ~ ~

261
26 1 285

PENYELESAIAN.-.----p-..-p- -.p -

BAB I
AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS

A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA
Manajemen puncak terdiri dari orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perenCanaan{ pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mengarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam watu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien. Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (nccountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalarn rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balk Cfeedback)sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telahdigunakan dengan sebaik-baknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapat memberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan &an berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

sampai dengan penyelesaian meja tulis tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang saja. untuk membuat sebuah meja tulis. Aktivitas mengubah bahan. berarti suatu proses kerja yang membutuhkan pengorbanan ekonomis guna memperoleh nilai ekonomis yang dipandang lebih tinggi. pekerjaan dibagi menjadi beberapadepartemen sesuaidengan pentahapan pembuatan meja tulis tersebut. Oleh karenanya biaya-biaya yang terjadi di departemen pembantupun juga hams ikut dibebankan dalam penentuan kos produk. Sebagai contoh. Biaya-biaya yang terjadi pada departemen pembantu pada dasarnya juga ikut memberi kontribusi pembuatan suatu produk. Cara produksi semacam itu menjadi tidak ekonomis. Peranan departemen pembantu dalam menghasilkan suatu produk harus diakui. sejak pembuatan design. Spesialisasipenanganan tugas semacam ini akan menjadi lebih ekonomis apabila produk yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. B. TAHAPAN PROSES PRODUKSI Produksi dimaksudkan sebagai aktivitas mengubah sesuatu produk (bahan). menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.Apabila umpan balk tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan ballk dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Sebagai akibatnya pengerjakan sebuah meja tulis tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Departemen pembantu adalah departemen yang memberikan layanan pada departemen produksi sesuai dengan fungsinya. Setiap tahapan proses produksi tersebut pada dasamya tidak dapat berdiri sendirisendiri. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan. karena hasil kerja yang diperoleh sedikit. Departemen pembantu biasanya berupa departemen listrik. departemen air dan sanitasi. perangkaian komponen meja tulis. dan lain-lain. Hal ini agar tidak terjadi penyumbatan dalam salah satu tahapan proses produksi tersebut. Proses produksi pada umumnya melalui beberapa tahapan. Departemen semacam ini disebut departemen pembantu. departemen pemeliharaan peralatan. Oleh karenanya untuk meningkatkan kuantitas meja tillis yangdihasilkan. proses produksi akan tetap lebih dinamis. Hal ini dilakukan dengan maksudmengadakan spesialisasipengerjaan produk yang dihasilkan. . proses penggergajian kayu. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Kesemuanya harus merupakan satu rangkaian yang terkoordinasikan. Meskipun antara meja tulis yang satu dengan yang lain terdapat variasi bentuk.Spesialisasitersebut mengakibatkan adanyadepartemenisasi proses produksi. Dengan adanya koordinasi tersebut alur produk dari departemen yang satu ke departemen lainnya hams sarna. Setiap tahapan proses produksi tersebut harus dibantu oleh departemen lain yang membantu berfungsinya suatu departemen.

wama. Perbedaan teknologi pembuatan suatu barang yang berbeda mengakibatkan cara-cara berproduksi yang berbeda pula. bahkan ha1ini menunjukkan semua produk yang dihasilkan membutuhkan kesamaan bentuk. Terlebih dahulu hams dilakukan alokasi biaya ke departemen produksi yang menikmati jasa yang diserahkan oleh departemen pembantu tersebut. Cara produksi yang digunakan tergantung oleh: a. Sifat-sifat produk yang dihasilkan. maka pembuatan produk tersebut dapat dibuat secara massal dan produk bersifat standard. dan kesamaan fungsi. Alasan ekonomis. Produk semacam ini diolah dengan metode job. maka produk tersebut diproses secara khusus pula. industri mobil pada mulanya dibuat satu per satu dengan memperhatikan spesifikasi permintaan pelanggan. . c. Dalam artian homogen ini. namun setelah ditemukan teknologi robot dengan proses ban berjalan. Sifat pengolahan produk. Jadi. dicampur dan dibentuk menjadi suatu produk baik bempa komponen maupun produk akhir. mengingat besarnya permintaan pasar serta skala produksi yang dikehendaki. Pembahasan di atas menunjukkan metode produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan dua alasan. artinya setiap job hams inemperhatikan spesifikasi yang diminta oleh langganan (konsumen). b. produk yang dlhasilkan bersifat standard. berbagai komponen yang ada (baik dibuat sendiri maupun diperoleh dari pihak lain) digabungkan menjadi suatu produk. Dalam proses perakitan (assembling). maka dipilih teknologi maju agar produk yang dihasilkan mampu meraih pasar yang dikehendaki. Kadangkala teknologi yang digunakan menunjukkan satu-satunya cara dalam pembuatan produk tersebut. yaitu: a. ukuran. antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat perbedaan yang berarti. Teknologi yang digunakan. Produk yang diolah dengan metode proses menunjukkan bahwa barang yang dihasilkan tidak memerlukan spesifikasi tertentu sehingga produk bersifat homogen. Sebagai contoh. ha1 ini akan kita temukan dalam industri kimia. Pembebanan biaya dari departemen pembantu langsung ke produk akan mengakibatkan kos produk terlalu tinggi dan sebaliknya kos produk yang masih dalam proses menjadi lebih rendah (understated). Sedangkan dalam proses reaksi kimiawi beberapa bahan digabung. Proses produksi suatu barang selalu menggunakan cara-cara tertentu agar tujuan ekonomis perusahaan dapat dicapai. Pengolahan produk terdiri dari dua sifat yaitu merakit komponen menjadi suatu produk dan membentuk produk melalui proses reaksi hmiawi. Apabila produk yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus sehingga masingmasing produk mempunyai spesifikasi tertentu.Namun demikian pembebanan biaya yang terjadi pada departemen pembantu ke produk yang dihasilkan tidak dapat dilakukan secara langsung ke produk.

Departemen Produksi. penggabungan produk dalam proses dan penyempumaan produk. pernrosesan dan mesin-mesin. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. yakni departemen-departemen yang secara langsung ikut menangani pembuatan suatu produk. Departemen ~ e m b a n t u . untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu pula disusun tarip overhead untuk tiap departemen secara cermat. dan lain-lain. Jurnlah departemen dan pusat-pusat biaya. Kesamaan operasi. Kelompok utama dalum 3 departementalisasi ini dibagi menjadi dua. Pengelompokan selanjutnya didasarkan pada fungsilbidangtugas masing-masing. Pengelompokan ini di samping sebagai alat pengawasan berperan pula sebagai pusat pertanggungjawabanbaik kuantitas maupun kualitasnya. Departemen tersebut meliputi aktivitas pengolahan bahan. Hubungan operasi terhadap arus produk. . Kelompok utama tersebut meninjau dari sudut peranan dalam penanganan produk. 3. Hal ini akan ditemukan untuk industri kimia. Sebagai contoh: industri semen. industri gula. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. 5. Di sarnping itu. Alasan teknologi. Lokasi operasi. Sebagian besar industri kimia harm diolah dengan metode proses. Proses produksi rnenghendaki adanya spesialisasi pelaksanaan pekerjaan diantara karyawan yang terlibat. 4. Spesialisasi menyebabkan penibuatan suatu produk tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu orang saja. 2. yaitu: 1. Pengelompokan secara vertikal menunjukkan adanya departementalisasi pelaksanaan operasi. Jadi pelaporan biaya yang terjadi pada masing-masing departemen mempunyai peranan sangat penting. 2.yakni departemen yang tidak langsung menangani pembuatan produk. mengingat industri senlacam ini membutuhkan proses produksi yang benifat tertutup. Teknologi yang digunakan merupakan satu-satunya cara untuk menghasilkan suatu produk. Hal ini dimaksudkan agar pengendalian tugas dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan dapat diselenggarakan dengan mudah.Pengukuran unjuk-kerjamasingmasing bagianJdepartemen tersebut dinilai seberapakah variasi biaya yang terjadi.b. Pembagian kerja pada suatu industri baik secara horisontal maupun vertikal dikelompokkan menurut fungsi/tugas masing-masing. proses dan mesin dalam suatu departemen. Faktor yang dipertimbangkan dalam departemenisasi antara lain: 1. tetapi diselcsaikan oleh suatu team kerjn dengan pernbagian tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. tetapi output yang dihasilkan membantu departemen produksi dalam pengolahan produk.

Pentahapan proses ini sesuai dengan tehnologi dan rancangan pabrik yang disusun sebelum pabrik itu dibangun.Dalarn departemen inidihasilkan kristal gula. Teknlk pengolahan aliran produk bertahap. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan bagi proses di departemen kedua dan seterusnya. Periksa bagan di halaman berikut ini. Tahap keempat. Berbagai tahapan proses produksi tersebut membentuk departemenisasi proses pengolahan tebu menjadi gula. yaitu: 1. Tahap ketiga. Selanjutnya departemenisasi organisasi pengolahan produk pada departemen produksi hams pula disesuaikan dengan pentahapan proses pengolahan produk tersebut. Dalam tahapan ini departemen penggilingan menghasilkan air nira dan ampas tebu. Teknlk pengolahan aliran produk selektip. Dengan pengolahan produk tersebut bahan yang masuk di departemen pertama akan menjadi out dari departemen pertama. Sebagai contoh. Apabila diamati pentahapan proses produksi dapat dibagi menjadi tiga macam sekuen proses produksi. Dengan demikian produk yang diolah mengalir secara tems menerus dari waktu ke waktu tanpa berhenti. tetes dan blotong. 2. penggilingan tebu menjadi air nira. pencalnpuran air niradengan bahan lainnya sekaligus dengan sekaligus dengan pencucian air nira dari kotoran. dalam industri gula proses pengolahan tebu menjadi gula dilakukan rnelalui beberapa tahapan proses produksi sebagai berikut: Tahap pertama. . 3. Teknik Pengolahan Aliran Produk Bertahap Proses produksi dilakukan setahap demi setahap sejak departemen pertama sampai produk diselesaikan di bagian penyelesaian dan akhimya diserahkan kepada bagian gudang. Teknik pengolahan aliran paralel. penyelesaian produk dan pengantongan.Spesialisasi pekerjaan menyebabkan proses pengolahan barang dilakukan melalui beberapa departemen. Tahap kedua. Spesialisasi dilakukan agar pengolahan produk menjadi lebih efisien atau teknologipengolahan produk memang menghendalu beberapa tahapan proses secara berumtan. Sehingga pentahapan proses produksi hams disesuaikan dengannya. pemasakan airniradalam tungkureaksi. 1.

yaitu: 1. Proses ketiga ini merupakan proses yang mernbentuk joint cost (biaya bersama). Agar masing-masing departemen diatas dapat dideteksi biaya-biaya yang layak dibebankan kepadanya maka bagian akuntansi hams pula menyediakan rekening untuk masing-masing departemen tersebut. Tetes. Rekening PDP. Rekening PDP-Departemen Penyelesaian. . Blotong.I penggilingan 1 1 tebu pemasakan nira ! limbah industri ampas blotong tetes I I tebu j I I kristal gula 1 pengantongan LISTRIK ALKOHOL. Proses pengolahan gula Dalam contoh pengolahan gula tersebut di atas.3. Rekening PDP-Departemen Penggilingan. Rekening PDP-Departemen Pemasakan. GULA PASIK Gumbar. 3. Bagan proses produksi digambarkan sebagai berikut: Proses pengolahan data biaya hams memperhatikan sekuen pengolahan produk tersebut.1. 2. 3. 2. Blotong sebagzi produk sampingan karena tidak mempunyai nilai ekonomis merupakan limbah industri.Departemen Pencampuran.Tetes sebagai produk sampingan selanjutnyadapat diolah menjadi alkohol atau langsung dijual ke konsumen. 4. Kristal gula. menghasilkan beberapa macam produk yang keluar dari proses ketiga. Ktistal gula selanjutnya disempurnakan menjadi gula pasir dan dikantongkan pada departemen penyelesaian. antara lain: 1.

Teknik Pengolahan Aliran Seleksi produk Teknik yang ketiga adalah selective product tlow. Bahan minuman minuman 7 Bahan penyiapan bvhnn pembuatan kemasan 1 I A kemawn dan penyelesaian 7 MINUMAN KEMASAN Dalam gambar tersebut ditunjukkan ada dua produk yang diolah secara bersamaan pada waktu. menggunakan teknik pengolahan aliran produk paralel. menjadi satu produk akhir. Dengan demikian departemen sebelumnyamenseleksi produk yang memenuhi standard mutu untuk diserahkan/diproses lanjut di departemen penyempurnaan. dan pabrik yang sama.ulel p1. Dalam teknik ini terdapat beberapa departemen yang bertugas nienyempurnakan produk yang dihasilkan dari departemen sebelumnya. Cara pengolahan yang kedua. Kedua produk tersebut sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain. Memperhatikan teknik produksi dan sifat-sifat bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pengolahan bahan dilakukan secara paralel untuk akhirnya digabungkan dalam satu unit pabrik rnenjadi satu produk.t f l o ~ . sehingga pada akhir proses di pabrik tersebut keterkaitan antara produk yang satu dengan lainnya digabungkan menjadi satu. )Industri minuman dan makanan dalam kemasan kebanyakan . kuantita\. Gambar 1. Departemen berikutnya juga menghasilkan produk yang sama dengan mengolah lagi produk yang . disebut teknik pengolahan aliran produk paralel (pu~. 3. Teknik Pengolahan Aliran Produk Paralel Teknik pengolahan produk tidak selalu setahap demi setahap seperti halnya dalam industri gula.2 berikut ini menunjuk cara lain dalam pengolahan produk.2.odzrc.

metode produksi berkaitan dengan cara-cara perusahaan melaksanakan pembuatan suatu barang (produk) sedangkan metode penentuan kos berkaitan dengan pencatatan dan penentuan kos pembuatan produk tersebut. Teknik pengolalzan produk selektip C.diterima dari departemen sebelurnnya. sedangkan produk yang belum sempuma diserahkan ke departemen berikutnya untuk diproses ulang. 2 - Departemen Penyelesaian Dept. Penggabungan dari kedua penentuan kos tersebut seMg terjadi tergantung dari kasus proses pengolahan di pabrik tersebut. Dalam praktek seMg kali dijumpai masing-masing metode penentuan kos tersebut tidak diterapkan secara mumi. Produk yang baik diserahkan ke departemen penyelesaian. Bagan proses produksi semacam ini adalah sebagai berikut: P Dept. . dan penyajian laporan biaya yang timbul dari transaksi-transaksi biaya sebagai akibat proses produksi suatu barang. yaitu job order costing (dikenal dengan penentuan kos pesanan) dan process costing (penentuan kos proses). 3 Limbah Industri Output Gambar 3. Keduanya mengandung aspek yang berbeda. 1 - Dept. pengklasifkasian. Penentuan kos dibedakan secara ekstrim menjadi dua.pengertian penentuankos seringdikacaukan dengan metode produksi suatu barang. Metode penentuan kos (baik metode proses maupun pesanan) berkaitan dengan pencatatan. KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN Dalam pembahasanmetodepenentuankos. Proses semacam dilakukan terus berulang-ulang.

Sifat produk yang diolah menunjukkan keseragaman antara produk yang satu dengan yang lainnya. permesinan. 4. 3. mebel dan lain-lain. Tingkat kesamaannya membutuhkan presisi yang tinggi sehingga sulit dibedakan antara produk yang satu dengan lainnya. aircraft. sehingga antara periode yang satu dengan periode yang lain tidak dibatasi oleh jarak waktu tertentu (time lug). dapat dilihat perbedaan dengan karakter metode penentuan kos pesanan (job cost). Dengan demikian cukup beralasan apabila dalam metode penentuan kos proses. Laporan kos produksi disusun/dihitung secara periodik. Industri yang banyak menggunakan metode ini. Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu. Tetapi dalarn metode penentuan kos proses. 2. justru meninlbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan. Tiada jarak waktu tersebut disebabkan penghentian suatu proses produksi yang ditu-jukan hanya untuk menghitung kos produk menjadi tidak ekonomis.Pengertian contineuoustersebut adalah suatu proses akm berjalan tanpa berhenti untuk satu kelompok produk yang dirancang (satu batch). Produksi dilaksanakan untuk nlengisi gudang dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu. tahunan dan lain-lain). Karakter metode ini adalah: I. Memperhatikan kelima karakter tersebut di atas. Metode proses dapat ditemukan untuk hampir semua industri kimia. Produk diolah secara masal dalam jumlah yang cukup besar dan sesuai dengan kapasitas produksi mesin-mesin yang ada. Metode ini digunakan untuk perusaham yang memprodusir secara massal dengan proses produksi yang dilaksanakan secara contineuous. adalah penentuan penentuan kos produk yang penetapan penentuan kos produk (baik total maupun unit) ditetapkan atas dasar periode waktu. mengingat berakhirnya suatu proses produksi tidak dibatasi oleh periode akuntansi. Mengingat proses produksi tidak boleh dihentikan pada setiap saat (setup costnya sangat mahal) maka manajemen harus menganggarkan jumlah yang harus diproduksi dalam kurun waktu tertentu.h) serta memerlukan kecakapan dan perhatian khusus. . percetakan.Metode penentuan kos proses. antara lain: industri konstruksi. penentuan kos produknya dengan membagi dalarn periode tertentu (bulanan. Produk diolah secara terus menerus (c~ontinuous). Bahkan untuk industri semen suatu siklus proses produksi membutuhkan waktu lebih dari satu periode. Dalarn metode penentuan kos pesanan penentuan kos tiap unit produk dapat ditetapkan dengan mudah setelah produk tersebut diselesaikan. Antara periode yang satu dengan yang lainnya hams ditetapkan batasan waktu tertentu (cut oj'f). perusahaan tidak mungkin melakukan penentuan kos. Metode job order digunakan untuk perusahaan yang mernproduksi barang-barang yang tiap unitnya memerlukan spesifikasi khusus atau dalam kelompok produk (batc. 5.

ketelitian. sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.Kenyataan tersebut mengakibatkanproses produksi barang-barang kimia dalam skala kecil menjadi sangat mahal. a. Begitu pula apabila ditinjau dari periIaku masing-masing dalam membentuk kos produk. Produk yang dihasilkan tidak dapat dibuat secara standard. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS Elemen-demen biaya yang membentuk kos produk adalah biaya bahan. adanya manusia yang mengerjakannya disertai dukungan fasilitas lain yang membantu terwujudnya produk tersebut. Di sarnping itu akibat sampingan yang tidak terkendali dapat muncul apabila sisa-sisa reaksi kimia tersebut tumpah. Metode penentuan kos pesanan dirancang untuk digunakan bagi industri yang menghasilkan produk dalam skala kecillindividual. Biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada umumnya mempunyai perilaku sebagai biaya variabel. disebabkan oleh cara-cara yang ditempuh dalam menghasilkan produk tersebut memang berbeda. permasalahan dan perilaku tersebut sangat berpengaruh dalarn pengakuan dan pencatatan transaksi biaya yang terjadi dalarn suatu perjode akuntansi.telah tiba dan diterima di bagian gudang.konfigurasi yang sangat besar. Kebanyakan industri kimia menggunakanproses produksi yang bersifat tertutup. bocor dan lain-lain. sedangkan biaya overhead mempunyai perilaku baik sebagai biaya tetap maupun sebagai biaya variabel. Sifat. proses produksi barang-barang kimia harus dikerjakan dengan . Produk yang dihasilkan lebih membutuhkan perhatian. Hal ini dimaksudkan agar produksi menjadi lebih ekonomis. Pemakaian bahan terjadi pada saat bahan baku ataupun bahan pembantu diserahkan dari bagian gudang kepada bagian produksi. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Narnun realisasi pembelian baru akan terwujud pada saat barang-barang yang dibeli .Perbedaan di antara kedua metode ini. dengan maksud reaksikimia sebagai akibat pencampuran dan pemanasan beberapa bahan tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur kimia lain yang tidak dikehendaki. Ketiga elemen biaya tersebut terlekat pada produk yang dihasilkanmengingat suatu produk terbentuk karena adanya bahan. Sebaliknya ongkos produksi akan mahal sekali kalau konfigurasi proses produksi dalam skala besar. D. Transaksi ini bersifat intern. Meskipun transaksi ini hanya sekedarmernindahkan barang dari gudang ke bagian produksi tetapi mempunyai makna yang cukup berarti sebagai pengakuan . Oleh karena itu. Saat terjadinya pembelian bahan menunjukkan bahwa perusahaan telah mempunyai kesepakatan dengan pihak lain. Pencatatan dan pembebanan biaya bahan. oleh karenanya transaksi ini hanya pernindahan asset dari bagian yang satu kepada bagian yang lain. Proses reaksi lumia semacam ini harus dikendalikan agar reaksi kimia dapat membentuk produk seperti yang diiehendaki. Masing-masing elemen biaya tersebut mempunyai sifat dan permasalahan yang berbeda. Transaksi biaya bahan terjadi pada saat bahan-bahan tersebut dibeli dari pemasok dan pada saat pemakaian bahan tersebut.

Bahan baku adalah bahan yang diubah dalam proses produksi untuk membentuk suatu produk. Komponen kos bahan terdiri dari: a. Pada umumnya bahan baku suatu produk terdiri dari satu macam bahan saja. Bahan untuk memproduksi suatu produk terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu. 4. namun mempunyai peranan dalam membentuk suatu produk. . bahan-bahan yang digunakan untukmembantu terbentuknya suatu produk. biaya pengangkutan bahan sampai ke gudang. Bahan yang masuk kategori bahan baku. 3. Tujuan pengendalian biaya bahan. adalah bahan utama yang secara langsung ikut membentuk produk. Agar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menangani persediaan dapat dihemat. Bahan tersebut secara langsung terlekat pada produk dan merupakan komponen yang terbesar. Agar dana yang digunakan untuk membiayai pembelian bahan dapat dihernat untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat. Bahan-bahan hams dilindungi terhadap kemungkinan-kemungkinan pencurian ataupun resiko kehilangan. 1. Pada umumnya bahan pembantu suatu produk terdiri dari beberapa macam. 2. kos pembelian bahan. Bahan ini merupakan bagian kecil dari suatu produk.berapa kos bahan-bahan dalarn ikut membentuk tenvujudnya sesuatu produk. biaya assuransi bahan-bahan. Agar barang-barang di gudang siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. b. Menghindarkan resiko cacat/rusak. Agar resiko terhadap munculnya barang cacat maupun kadaluwarsa dapat dihindarkan. Memberikan perlindungan terhadap resiko kecurian dan menjaga berfungsinya bahan sesuai dengan mutu yang diharapkan. Bahan pembantu adalah. . 1. tetapi dapat pula terdiri dari beberapa macam bahan baku. dan c. 5. Agar bahan-bahan yang dibeli dalam jumlah yang tepat dan digunakan untuk kepentingan produksi sesuai dengan waktu yang direncanakan. 3. 2. Tujuan pengendalian barang di gudang.

200 8.Contoh pencatatan transaksi yang terkait denganbiaya bahan.700 Jumal pencatatannya adalah sbb: Persediaan bahan baku Utang Dagang Kas Rp 13.Masalah ini dibahasdalam mata kuliah Akuntansi Keuangan. saat Pembelian (dicatat oleh bagian akuntansi finansial).200 Total kos bahan Digunakan dalam proses produksi Rp Rp 13. Kos bahan (sesuai faktur) Biaya angkut masuk Biaya assuransi Rp 10. Penentuankos danpenilaiannya. Dengan demikian bahan-bahan yang dipakai sesuai dengan mutu yang dikehendaki. . Prosedur Pembelian bahan dan pencatatan persediaan.200 Rp 10.000 3.000 I -1. Pengembalian ini akan dicatat dalam jurnal pengembalian bahan. Harus memperhatikan kwalitas bahan-bahan yang ada sehingga apabila terdapat bahan-bahan yang tidak memenuhi standard dapat segera mengembalikannya kepada suplier. Masalah penting yang terkait dalarn pengadaan bahan adalah: 1. Masalah ini dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi.200 Saat Pemakaian bahan (dicatat oleh bagian akuntansi biaya) Produk dalam proses .BB Persediaan bahan baku Rp 8. 2.000 2.700 Pengendalian pemakaian bahan.

500 . dan tunjangan hari raya.500 2. upah buruh. perhitungan pajak yang hams dibayarkan oleh karyawan serta berapa besarnya penghasilan bersih yang diterima karyawan. insentip'lembur dan insentip prestasi kerja. 2.000 7. departemen dan lain-lain klasifikasi. tantiem. Jurnal transak\i kedua ini dicatat sebagai berikut: PDP-biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Rp 15. Tahapan pengumpulan data gaji. Macam-macam pembayaran gaji dan upah yang masuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: gaji karyawan. Termasukdalam katego~i biaya produksi adalah semua upah buruhdan insentipdalam rangka memproduksi suatu produk. Pencatatan dan pembebanan biaya tenaga kerja. Rp 25. Biaya tenaga kerja. perhitungan pendapatan. Komponen pembayaran jasa kepada karyawanhuruh yang tidak termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah:jasa produksi.000 2.500 Biuyn tennga kcljlr Rp 22. Biaya Komersial (terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor). adalah semua biaya yang dieluarkan untuk membayar upah pada karyawan perusahaan. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dala~n . Pencatatan biaya tenaga kerja melalui dua tahapan penting yang terdiri dari: 1.500 Riaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macatn. Klasifiasi biaya tnaga kerja dalam proses produksi antara lain: (a) biaya tenaga kerja langsung. antara lain sebagai berikut: 1. Jumal transaksi tersebut adalah sebagai berikut: Biaya Tenaga Kerja Pajak penghasilan karyawan Hutang gnji h n ~rpah ka~:~trcc~crn Rp 22. bonus Produksi. dan tunjangan kesehatan. Tahapan keduamerupakan prosesdistribusidan alokasi biaya tenaga kerja kepada masing-masing job. Biaya Produksi (terdiri dari biaya TK Langsung dan biaya TK tak langsung).b.Termasukdalam kategori biaya komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetapftidaktetap) guna mempertahankan eksistensioperasional perusahaan.

Masalah yang tirnbul dalam pembayaran biaya tenaga kerja. . berikut: 1. Pajak ditanggung bersarna. Seorang buruh memperoleh penghasilan sebesar Rp 200. Penentuan PPH 2 1untuk buruh tersebut adalah sebagai berikut: Besarnya penghasilan per bulan Pendapatan tidak kena pajak buruh sebagai kepala keluarga 1 orang isteri 120. Contoh kasus. Dengan dernikian pendapatan kena pajak buruh tersebut Rp 80.000 2 orang anak @ Rp 60. karypwan (buruh) dan perusahaan.000 per bulan. Berarti PPH 21 yang harm dikenakan kepada buruh tersebut sebesar 15% X Rp 80.000.rangka memproduksi produk yang secara langsung membentuk produk dalam suatu perusahaan dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi cli departemen produksi. Pajak PPH 21 menjadi beban masing-masing karyawan. Biaya tenaga kerja talc langsung. Perlakuan akuntansi terhadap pajak berdasarkan kebijaksanaan mahagemen sebagairnana diutarakan dalam alinea di atas. RD 300. adalah kewajiban membayar PPH 21 dan asuransi sosial. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak.000 60. 2.000. 3.000 120. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka memproduksi produk yang secara tidak langsung ikut membentuk produk dalam suatu perusahaan.000 sebesar Rp 12.000 total penghasilan tidak kena pajak Pendapatan tidak kena Pajak Jadi buruh tersebut tidak dapat dikenai PPH 21.000. Masalah ini dipecahkan dengan 3 cara sebagai . Pajak menjadi beban perusahaan.000 Apabila buruh tersebut belurn berkeluarga (bujangan) besarnya pendapatan tidak kena pajak sebesar Rp 120. Biaya tenaga kerja talc langsung terjadi di departemen pewbantu (service departement).

Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada k:+rpawan dan pcruxahaal~. a.000 b. Saat Pembebanan kepada psoduk. a.000 Kp 200.000 12. Produk dalam Proses .000 2.BTK Biuya tenaga kelju Rp 1 94. a.000 Rp 12.000 KIT 194.000 3. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.1.000 188. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada perusahaan saja. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan.000 Rp 12.000 1811. Produk dalam proses . Biaya Tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang PPH 21 RP 188. Biaya tenaga kerja Utang PPH 2 1 Urcing gajilupcrh RP 200. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 Rp 12.000 .000 Utang gajilupah 188.BTK Biaya terluga kerja Rp 200. Saat Pelnbebanan kepada produk.000 b. Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang 21 Ut~lr~g gajilupah RP 1 04 400 6.

500 Macam-macam biaya yang lainnya Pembebananbiayaoverheadpabrikkeproduk harusmemperhatikanapakahperusahaan memakai rekening biaya overhead pabrik dibebankan. Pencatatan biaya tenaga kerja.BOP. Pencatatan dan pengakuan biaya overhead. Pencatatan kehadiran karyawan. 2. Hal-ha1 tersebut.000 Rp 5.000 Rp 3. Saat Pembebanan kepada produk. Biaya overhead pabrik Biaya tenaga kerja tak langsung Akumulasi peralatan pabrik Biaya assuransi kebakaran Rp 20.000 Rp Biaya tenaga kerja 188.000 Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian biaya tenaga kerja. dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi. -4. Pembayaran upah dan insentip.b. Penghitungan upah dan insentip. 1. Pencatatan waktu kerja. c. Pencatatan dilakukan dengan talcsiran biaya overhead pabrik. Rekening semacam ini digunakan untuk menampung pembebanan biaya overhead yang terjadi dalam satu periode kepada rekening Produk dalam proses . Pernisahan biaya tersebutdimaksudkanuntuk memudahkan dalamanalisispengambilan keputusan. Produk dalam Proses . Pencatatan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut: Pengakuan terhadap biaya overhead. dengan dernikian pembebanan BOP tidak perlu menunggu perhitungan .BTK Rp 188. adalah prosedur penggajian dan pengupahan yang meliputi.000 Rp 7. Pengelompokan ini dilakukan mengingat jenis biaya overhead sangat banyak. 5. Pencatatan biaya overhead pabrik terdiri dari dua kelompok.500 Rp 4. Di samping itu apabila ditinjau dari tingkah laku terjadinya biaya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu biaya variabel dan biaya tetap. 3. Apabila ditinjau dari saat terjadinya maka biaya overhead dapat ditinjau dari biaya overhead tunai dan biaya overhead yang dibebankan untuk berbagai penode yang menikrnati.

Pemisahan biaya ini sebenamya mengandung kelemahan. Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan diperoleh selisih antara BOP yang ditaksirkan dengan BOP yang sesungguhnya.mengingat tidak ada metode yang dianggap tepat dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.dibebankan Rp 19. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya.000 Selanjutnyarekening BOP-dibebankan pada saldokredit. Selisih tersebut di akhir periode akan disesuaikan dengan terlebih dahulu dianalisis apakah terjadi over1 under applied BOP. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL Biaya overhead pabrik adalah semua biaya-biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. . Selanjutnya selisih tersebut akan dibebankan kembali ke rekeningrekening Kos barang terjual/HPP.BOP yang sesungguhnya terjadi. sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya.sesurzgguhnya Rp 19.000. E.dibebankan BOP . Biaya ini terdiri dari biaya bahan tak langsung. harus dipertemukan dengan rekening BOP-sesungguhnyapada saldo debit.BOP BOP .000 Rp 19. Pembebanan BOP ke rekening Produk dalam Proses: PDP .000 Rp 19. maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Adapun jumalnya adalah sebagai berikut: BOP . rekening persediaan produk selesai dan persediaan produk dalam proses akhir. Item biaya overhead pabrik sangat banyak. dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel.Meskipun padadasamya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job.Perbedaan ini disebut under-applied overhead pabrik.000 Dengan pencatatan tersebut di atas maka akan terlihat bahwa dalam rekening BOP sesungguhnya akan terdapat selisih sebesar Rp 1.

Garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Dari perpotongan sumbu tegak dengan garis tersebut ditarik garis lurus sejajar dengan sumbu datar. 1. Gambar di halaman 18 berikut ini me~~. garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Besamya biaya variabel dihitung dengan membagi selisih biaya semi variabel tertinggi dan terendah dibagi dengan selisih aktivitas tertinggi dan terendah. Teknik ini menggunakan dasar aktivitas tertinggi dan terendah sebagai dasar analisis semivariabel. Dalam teknik ini hubungan antar biaya dengan volume produksi digambarkan dalarn sebuah diagram. antara lain: (1) teknik grafis. Perhatikan contoh berikut ini: .Beberapa teknik pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Di antara berbagai titik tersebut ditarik garis lurus sampai memotong sumbu tegak. (3) teknik analisis kuadrat terkecil (least square). Variabilitasbiayadiperlihatkan oleh garis miring yang sebetulnyamerupakan fungsi dari produk yang dihadkan. dan (4) teknik analisis korelasiJregresi. Sedangkan biaya tetap digambarkan dengan garis mendatar sejajar dengan kuantitas produk. Biaya Tetap 0 unit 2.jelaskan uraian tersebut di atas. Mathematical high low point. Dari gatnbar tersebut dapat diketahui berapa besamya biaya tetapdan berapa besamya biayavariabel. Teknik grafis. (2) matematical high low point.

066. Sedangkan aktivitas terendahnya terjadi di bulan Maret menunjukkan waktu kerja 2.776.000 684.000 Tarip variabel = Rp 1.066.736 jam 4.104 jam = Rp 250.026.104 jam Total Biaya Rp 2.776.736 jam X Rp 250 Biaya tetap Rp 1.000 1.000.dapat dihitung hesamya biaya tetap sebagai berikut: Aktivitas tertinggi Total biaya semi variabel Biaya variabel (Rp 250ljam) 6.000 Rp 1.000. Teknik kuadrat terkecil.736 jam dengan biaya sebesar Rp 1.750. Berdasarkan data tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: No 1 2 Aktivitas perusahaan Aktivitas tertinggi Aktivitas terendah Selisihlperbedaan Aktivitas 6.: 4. Selanjutnya setelah besarnya biaya variabel per unit dapat diketahui.000 3.840 jam dengan biaya Rp 2.7 10.750. Persamaannya adalah: .000 I .776. Teknik ini hubungan antara biaya dengan volume produksi sebagai hubungan persamaan linear.026.000 Rp 2.000 Aktivitas terendah Rp 1.750.480 jam X Kp 250 2.000 Rp 1.I 1 Dalam tahun anggaran 1986 aktivitas tertinggi perusahaan susu Mamiek menunjukkan waktu kerja sebanyak 6..000.840 jam 2.-/jam.

jam mesin. jam tenaga kerja langsung.000. Sebagai contoh: Anggaran biaya overhead pabrik pada perusallaan Nickiesusu. Tarip biaya overhead pabrik.250 Rp 291. terdiri dari biaya tetap Rp 125.000 dan biaya variabel Rp 300. dan menunjukkan arah garis (slope) sebagai komponen biaya variabel. maka pada akhir periode &an terdapat selisih dalam rekening biayaoverhead pabrik sesungguhnya (actual) dengan tarip yang telah ditentukan di muka. biaya tenaga kerja. agar tarip tersebut dapat digunakan secara tepat baik untuk penentukan kos maupun untuk kepentingan pengendalian biaya.000 sehingga terdapat selisih sebesar Rp 7. 3. Sebagai akibat penggunaan tarip biaya overhead pabrik tersebut. unit produksi. 2. biaya bahan yang digunakan. Jadi tarip per jam kerja adalah Rp 1.625 dan untuk biaya overhead variabel sebesar Rp 0.875.875) Rp 125.250 Rp 292. 3. Selisih tersebut (baik under ataupun over applied) harus dianalisis untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.000 Selisih pengeluaran (rugi) . Pada periode tersebut jam kerja sesungguhnya sebesar 190. bahwa untuk mempermudah perhitungan digunakan tarip yang ditetapkan di muka. Tarip biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja sebesar 200.SO. Selisih tersebut dianalisis dengan analisis dua selisih sebagai berikut: Selisih pengeluaran: Biaya overhead sesungguhnya Anggaran s/d kapasitas yang digunakan: Biaya tetap dianggarkan Biaya overhead (190 X Rp 0.000 166. Pada akhir periode diketahui besamya biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah Rp 292. Tarip yang digunakan harus berdasar pada alasan yang rasional.000 jam. 5.Y menunjukkan besamya biaya variabel pada volume X a b menunjukkan komponen biaya tetap.000 (under applied). Telah disebutkan di muka. ditentukan atas dasar: 1. Tarip untuk biaya overhead tetap Rp 0.000 jam kerja.

X 100 %. atau: Income summary Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 7.000 Persediaan produksi jadi Biaya overhead pabrik sesungguhnya.. komponen biaya apa saja yang mengalami penyimpangan. Terhadap selisih yang terjadi. ha1 ini perlu diteliti lebih lanjut penyebab kesenjangan antara kapasitas produksi dengan kemampuan pasar menyerap produk yang dihasilkan perusahaan. Besarnya kapasitas menganggur ini sebesar 5%. dihitung dengan cara sebagai berikut: (10. pada setiap akhir periode hams dibebankan kembali ke rekening Kos Produksi atau langsung ke income summary. Demikian halnya dalam selisih kapasitas.000 Terhadap tarip biaya overhead.000jam kerja. Dari data di atas dapat diketahui terdapat kapasitas jam kerja yang masih belum digunakan sebanyak 10.000. Dengandemikian tarip biaya overhead pabrik harus ditetapkan kembali dengan dasar pengalaman di masa yang lalu.000 jam X 0. manajemen dapat mengetahui sampai seberapa jauh tingkat efektivitas pekerjaan pada departemen produksi. sangat dimungkinkan di kelak kemudian hari tarip biaya overhead pabrik menjadi tidak tepat. . Namun.000 Rp 7.625) :Rp 125. Dalarn artian tarip yang ditetapkan di masa lalu tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai alat pengukuran.000 Rp 7.= 5 % Pejabat yang bertanggungjawab terhadap adanyakapasitas yang menganggur tersebut adalah orang yang secara langsung menangani proses produksi.Selisih Kapasitas: Anggaran sld kapasitas yang digunakan Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk (rekening PDP-BOP) Selisih kapasitas (rugi) Terhadap selisih pengeluaran dapat dirinci lebih jauh. Hal ini hams dikoreksi kembali. Dengan demikian manager dapat mengetahui pada elemen apa saja dia harus melakukan tindakan koreksilperbaikan. dengan jurnal sebagai berikut: Rp 7.

PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI Unit ekuivalen produksi (selanjutnya disebut unit ekuivalen) hams dihitung untuk menentukan berapa besa~nya produk yang layak diperhitungkan dalam rangka penentuan kos produk per unit.biaya tenaga kerja langsung 90%. Berapa besamya biaya yang terserap dalam produk yang masih dalarn proses baik di awal maupun di akhir periode tergantung pada taksiran tingkat penyelesaian komponenkomponen biaya yang membentuk terjadinya sesuatu produk atas produk dalam proses. Tingkat penyelesaian produk mencerminkan berapa banyak biaya yang terserap di dalam produk dalam proses tersebut. Hal ini mengingat adanya produk yang masih dalanl proses baik di awal maupun di akhir periode telah ikut menyerap kos yang terjadi dalam periode tersebut.400 unit . perusahaan XYZ dalam bulan Mei menghasilkan 2.000 unit 2. Keadaan dalam satu periode tersebut apabila dirinci akan menunjukkan kuantitas produk yang diselesaikan sebagai berikut: proses awal Produk dala~n Produk yang masuk di dalam proses 200 unit 2. Di akhir periode masih terdapat 400 unit produk yang masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan sebesar I OO%.000 unit produk X. dan biaya overhead pabrik 80%.BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI A. Di awal bulan terdapat produk yang rnasih dalaln proses produksi 200 unit dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan baku 100%'.200 unit 2. Sebagai contoh.400 unit Produk dalam proses akhir Produk yang diselesaikan periode ini 400 unit 2. biaya tenaga kerja 80% dan biaya overhead pabrik sebesar 90%.

Apabila menggunakan metode tersebut besarnya unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Unit ekuiv. 2. bahan baku. biaya tenaga kerja langsung.200 unit Produk selesai dalam bulan Mei 2.000). Metode rata-rata (average method). 2.200) sama dengan output (400 + 2. Bagan berikut ini memperjelas proses transformasi input dan output dalarn suatu proses produksi. Begitu pula halnya produk dalam proses di akhir bulan Mei akan menjadi produk dalam proses di awal bulan Juni.400 unit 2.000 + 400 (80 % Unit ekuiv. Sebagai akibatnya kos padaperiode yang satu dan periode yang lain tidak akan terjadi fluktuasi. biaya overhead pabrik.320 unit 2. 2.000 unit Peraga 2.360 unit . Komposisi penyelesaian produk dalam proses di awal maupun di akhir proses sebagaimana digambarkan dalam gambar di atas akan mempengaruhi unit ekuivalen pada bulan Mei. Metode ini menganggap bahwa tingkat penyelesaian produk dalam proses baik di awal maupun di akhir proses dari periode yang satu ke periode berikutnya tidak menunjukkan perbedaan yang siknifikan.000 + 400 (90 %) = - 2.000 + 400 (100 %) Unit ekuiv.Dalam menghitung kuantitas produk yang diprodusir selama satu periode harus dapat ditunjukkan bahwa input (200 + 2. awal bulan Mei ! awal bulan Juni ! 200 unit 400 unit Masuk dalam proses dalam bulan Mei 2. Kos yang terserap dalam produk dalam proses awal maupun akhir proses menunjukkan jumlah yang relative sama. Penghitungan unit ekuivalen dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut: 1 .1 Aliran input dan ouput produksi Dan gambar tersebut di atas ditunjukkan bahwa 200 unit produk dalam proses awal sebetulnya merupakan produk dalam proses di akhir bulan April.

Perbedaan tingkat penyelesaian dari waktu ke waktu tersebut akan sangat mernpengaruhi besarnya komposisi kos produk dari periode yang satu dengan periode lainnya.000 . Misalnya. MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK Dalam menghitung kos per unit produk hams memperhatikan unit ekuivalen produksi untuk masing-masing komponen biaya. . Konsep ini sangat berbeda dengan metode rata-rata yang menganggap komporlen kos semua produk sama.biaya tenaga kerja langsung Rp 15. ' Periksa kembaii bab I. Kos per unit. = 2. Perhitungan kos per unit produk berdasarkan salah satu dari keduametode penghitungan unit ekuivalen. Perhitungan unit ekuivalen dengan menggunakan metode FIFO adalah sebagai berikut: Unit ekuivalen biaya bahan. 200 ( 10 %) + (2.Metode masuk pertama keluar pertama (first in first out).000 . Kos yang terserap dalam setiap produk di awal dan di akhir periode jumlahnya tidak sama.200) +400 (90 '3) 6 = 2.300 unit. = 2. mengenai filosofi produksi.200 biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 34.000 .200) + 400 (100 %) 6 Unit ekuivalen biaya tenaga kerja. sebagai akibatnya kos balk yang terjadi di awal maupun di akhir proses akan diidentifikasi secennat mungkin. produk pada bulan April adalah sebagai berikut: biaya bahan baku RD 19. Meskipun demikian keputusan untuk menggunakan salah satu dari kedua metode tersebut. B. 200 (0 9 )+ (2.140 unit. Metode ini menganggap terdapat perbedaan yang siknifikan antara tingkat penyelesaian antara produk dalam proses di awal periode dengan produk dalam proses di akhir periode.200 unit.560. Perhitungan unit ekuivalen tersebut di atas memperhatikan perhedaan penyerapan kos di awal dan di akhir proses produksi.dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 11. biaya bahan baku bulan tersebut sebesar Rp 44. tidak boleh sembarangan mengingat karakter proses produksi hams diperhatikan Dengan mengambil contoh perhitungan subbab A di atas serta data biaya berlkut digambarkanperhitungan kosper unit tersebut.420 dan biaya overhead pabrik Rp 26. 200 (20 9 )+ (2.200) + 400 (80 %) Unit ekuivalen biaya overhead pabrik.

Sebelummenghitung kos per unit produk terlebih dahulu dihitung berapa besarnya kos yang terlekat pada produk dalarn proses awal. 200 x 90 % x 15 Biaya overhead pabrik.800 2.Dari informasi tersebut di atas dapat dihitung kos per unit produk.260 Apabila menggunakan metode rata-rata perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: Perhitungan kos per unit kedua metode tersebut akan menghasilkan kos per unit yang berbeda.700 1. Dengan menggunakan metode rata-rata besamya kos per unit lebih kecil dibandingkan dengan metode FIFO. 200 x 100 % X 19 Biaya tenaga kerja langsung.760 - Rp 8. perhitungannya adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku. 200 x 80 % x 11 Total kost produk dalam proses awal = Rp = 3. Apabila menggunakan metode FIFO perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: .

Berdasarkan perhitungan di atas selanjutnya dapat dihitung berapa besamya kos yang dibebankan terhadap produk selesai maupun produk yang masih dalam proses di akhir periode. Rincian perhitungan berikut ini sangat penting mengingat jumlah tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke dalam rekening-rekening produk dalam proses. Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya TKL, 400 x 80 % x 16 Biaya Overhead Pabrik, 4OOx90%x12 Total biaya yang dibebankan Rp 8.000 5.120 Rp 96.000

4.320

17.440 Rp 113.440

Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode FIFO adalah sebagai berikut:

Kos produk selesai:
Produk d b proses awal

Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Ppbrik: 200 x 20 5% x 12,07 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei: 1.800 @ Rp 48,25 Total kos produk selesai bulan Mei Rp 95.914,40
= Rp 321,60

=

482.80

804.40

Kos produk dalam proses akhir:
Biaya bahan baku, 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Overhead Pabnk, 400 x 90 %x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang dibebankan bulan ini Rp 8.040 4.345.20 Rp 17.530.80 Rp 1 13.445,20
% Biaya Tenaga Kerja Langsung, 400 x 80 5 x 16,08 Rp 5.145,60

Dalam perhitungan menurut metode FIFO, di atas terdapat selisih lebih sebesar Rp 5,20. Selisih tersebut sebagai akibat pembulatan pada waktu perhitungan kos per unit. Rincian pembulatan tiga angka di belakang koma adalah sebagai berikut: Biaya bahan 12.0909 menjadi 12.10 atau sebesar BTKL 16.0841 menjadi 16.08 atau sebesar BOP 12.0727 menjadi 12.07 atau sebesar (0.009 1) (0.0041) (0.0027) Rp 5,06

Total pembulatan = 0.0023
Perhitungan pembulatan adalah: 2.200 x Rp 023
=

C. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI
Laporan kos produksi untuk periode yang baru saja berakhir disusun pada hari-hari awal periode berikutnya. Jadi laporan kos produksi untuk bulan Mei dibuat pada awal bulan Juni, demlkian seterusnya. Laporan ini memuat tigamasalah pokok yang terdiri dari:

1. Laporan kuantitas produksi selama satu periode, berisi perhitungan kuantitas produk baik yang masuk dalam proses maupun produk yang dihasilkan serta segala bentuk keluaran lainnya. Laporan semacam ini menggarnbarkan berapa kuantitas yang layak diperhitungkan dalam penentuan kos produk.

2. Perhitungan kos per unit produk, berisi perhitungan kos per unit produk untuk semua komponen produk yang dihasilkan selama satu periode produksi.
3. Perhitungan pembebanan kos produk selesai dan produk yang masih dalam proses (akhir), berisi perhitungan berapa besarnya kos untuk produk selesai dan produk dalam proses yang dihasilkan dalam satu periode produksi.
Laporan Kos Produksi tersebut disajikan dengan maksud menyajukan informasi kepada manajemen sebagai alat pengendalian biaya produksi dan sebagai dasar membukukan kos produksi ke dalam rekening kontrol. Berikut ini disajikan contoh laporan kos produksi dengan menggunakan metode ratarata (periksa halaman 24).

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A.

Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang masuk dalam proses 200 unit

2.200

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalarn proses akhir hoduk selesai bulan Mei

400

2.000

B. Perhitungan Kos per unit produk,

C. Pernbebanan biaya kepada produk.

Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung. 400 x 80 O/r x 16 Biaya Overhead Pabrik, 400 x 90 %x 12

= =

Rp Rp
8.000 5.120 4.320

96.000

-

Total biaya yang dibebankarl

Percrgu 2.2 Lupor.urr Kos Prodrrksi detrLqut7 Rerorlc, Rota-r.nru

Laporan kos prroduksi yang disajikan dengan metode FIFO disajikan pada halaman berikutnya. Perhatikan, terdapat perbedaan yang khas penyajian metode ini yang sangat berbeda dengan metode Rata-rata. Dalam metode FIFO, perhitungannya jauh lebih rumit daripada metode rata-rata terutama laporan bagian C, pembebanan biaya kepada produk.

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A. Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang rnasuk dalarn proses

200

unit

2.200
400

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalam proses akhir Produk selesai bulan Mei

2.000

B. Perhitungan kos per h i t ,

C. Pembebanan biaya kepada produk: Produk dalam proses awal Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Pb., 200 x 20 % x 12,07
Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei, 1.800 @ Rp 48,25

Rp 8.260
= Rp 321,60 = 428.80

804.40

Total kos produk selesai bulan Mei Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Tenaga Kerja Langsung: 400x 80 % x 16,08

Rp 95.914,40
= Rp 8.040,00 = 5.145,60

Biaya Overhead Pabrik: 400 x 90 % x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang, dibebankan bulan ini

Peraga 2.4 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO

Apabila kita kita perhatikan, a1 antara kedua laporan kos produksi tersebut tefdapat perbedaan pokok, yaitu: 1. Dalam metode rata-rata biaya yang terjadi pada bulan sebelurnnya yang tercermin dalam PDP awal digabung menjadi satu dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei. Penentuan kos per unit dilakukan dengan membagi total bulan lalu dan bulan Mei dibagi dengan unit ekuivalennya. Berbeda dengan metode FIFO, maka biaya yang berasal dari bulan lalu tidak digabung dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei.

2. Penggunaan salah satu dari kedua metode tersebut harus mempertimbangkan ha1 -ha1 sebagai berikut:
a. Fluktuasi produksi dari periode ke periode. b. Apakah produk yang melekat masih dalam proses tidak tentu.

D. MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR
Akuntansi biaya mempunyai tugas untuk mencatat, melaksanakan klasifikasi biaya, membebankan perhitungan biaya pada produk, dan melaporkannya kepada manajemen. Bentuk pelaporan biaya telah dipelajari dalam subbab sebelurnnya, dan selanjutnya akan dibahas proses pencatatan transaksi biaya ke dalam jumal dan postingnya dalam buku besar. Skema proses pencatatan transaksi biaya adalah sebagai berikut:

-

Buku Jurnal

Buku besar

-

Neraca Lajur

r

-Buku Pembantu

Laporan Biaya

Biaya

I

Bagan 2.5 Proses pengolahan data akuntansz

Pencatatan biaya lain-lain: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya tenaga kerja tak langsung Depresiasi Biaya asuransi xxxx xxxx xxxx xxxx XlCXX Biaya tunai lainnya .260 Persediaan PDP awal Pencatatan transaksi keuangan.Berdasarkan bagan tersebut di atas. a. PDP biaya bahan PDP biaya tenaga kerja langsung PDP biaya overhead pabrik Rp 3.800 2.Pada awal bulan Mei harus dibuat jurnal penyesuaian kembali. Dengan demikian saldo semuarekening Produk Dalam Proses sudah seimbang (0). Pengakuan adanya upah tenaga kerja dicatat sebagai berikut: Biaya tenaga kerja xxxx XYXX Hutang guji c. biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain selain kedua klasifikasi tersebut.700 11760 Rp 8.xx Hutang &gang b. Pencatatan jurnal penyesuaian kembali. Cara pencatatannya antara lain. Pencatatan jumal penyesuaian kembali ini dibuat mengingat pada akhir bulan yang lalu telah dilakukan tutup buku. Pembelian bahan baku (dengan metode perpetual) dicatat sebagai berikut: Persediaan bahan xxxx . Transaksi keuangan yang terkait dengan transaksi biaya terdiri dari pencatatan pembelian bahan-bahan. guna mengakui adanya produk dalam proses awal yang sebetulnya merupakan persediaan akhir pada periode bulan yang lalu. langkah-langkah pencatatan transaksi adalah sebagai berikut: 1.lx..

a.120 4. Pencatatan transaksi akuntansi biaya.BTKL Rp 34.200 Biaya tenaga kerja langsung c.biaya bahan Rp 44. biaya tenaga kerja langsung.320 PDP .200 b. 1.000 Rp 40.biaya tenaga kerja langsung 32.560 Rp 34.biaya bahan baku Rp 17.biaya overhead pabrik Pembebanan biaya produks~ kepada PDP akhir dengan jumal sebagai berikut: Persedimn produk dalam proses PDP . Transfer produk jadi tersebut hams diikuti pencatatan pembebanan biaya atas produk yang telah diselesaikantersebut.dibebunkan Rp 26.000 PDP . Pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk: Produk dalam proses .000 PDP . Bila menggunakan metode rata-rata.560 Setelah proses produksi selesai. Pembebanan biaya bahan baku kepada produk: Produk dalam Proses . Transaksiini meliputi pembebanan biay a bahan baku.000 24. Terhadap produk yang masih melekat dalam proses produksijuga hams dihitung berapa biaya yang hams dibebankankepadanya.b i q tenaga kerja langsung PDP .3.420 Biaya overhead .BOP Rp 26.biaya averheadpabrik . produk yang diselesaikan diserahkan ke gudang sebagai produk jadi. dan biaya over-head pabrik.biaya bahan baku Rp 96.000 5.440 Rp 8. Pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk: Produk dalam proses .200 Persediaan bahan baku Rp 44. Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai dengan jumal sebagai berikut: Persediaan produk selesai PDP .

40 Rp 38.rat^ 2. Bila menggunakan metode FIFO Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai: Persediaan produk selesai PDP .40 23.000 48.974.Bagan proses pencatatan transaksi biaya dalam metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan PDP .BTKL Raj.974.biaya overhead pabrik Rp 95.OO 3 1.000 Biaya Tenaga Kerja PDP .700 BOP Dibebankan PDP .4 Aliran Biaya Produksi dengan Metode Rara.914.BB Persediaan produk selesai 48.960.80 (Catatan: terdapat pernbulatan angka sebesar Rp 520) . 2.BOP :: :I : Persediaan PDP Akhir Peraga 2.biaya bahan baku PDP -biaya tenaga kerja langsung PDP .

biaya tenaga kerja langsung PDP .530.040.OO 17.6 Aliran Biaya Produksi dengan Metode FIFO .BTKL BOP Dibebankan PDP .Pembebanan biaya produksi kepada PDP akhir: Persediaan produk dalam proses PDP .biaya bahan baku PDP .80 Peraga 2.530.320.20 Bagan proses pencatatan transaksi biaya dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan 'PDP .145.biaya overhead pabrik Rp 17.80 Rp 8.BB Persediaan produk selesai 95.40 Biaya Tenaga Kerja PDP .5.974.60 4.00 5.34.BOP Persediaan PDP Akhir 28.

Di departemen I1 biaya tenaga kerja langsung Rp 25 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 16.000 D e ~ tI1 . Produk diolah melalui dua departemen produksi yang diolah secara bertahap.450 . biaya bahan Rp 19. berikut ini disajikan contoh kasus PT XYZ. Agarpembahasan lebih mudah dipahami. biaya tenaga kerja sebesar Rp 10. Hampir tidak ada proses produksi yang tidak menggunakan departemenisasi tersebut. Rp 100. Tentu saja banyaknya departemen tersebut sangat berpengaruh terhadap cara-cara penentuan kos per unit produk. Dalam bulan ini komposisi biaya adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik D e ~ tI. BK 80%) PDP awal dept I1 (BB LOO%. maka produk diolah melalui beberapa departemen. BK 80%) Produk masuk dalam proses dept.OOO 4. PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI Mengingat setiap proses produksi membutuhkan spesialisasipekerjaan. Penghitungan kos produk menggunakan metode FIFO.800 400 -- ---- 150 Biaya produksi per unit produk dalam bulan yang lalu adalah sebagai berikut: di departemen I. BK 90%) PDP akhir dept I1 (BB 100%. I 200 -- Depart. Industri XYZ menghasilkan satu macam produk X dengan metode proses.000 Rp 216. BK 80%) Depart. Untuk menggambarkan bagaimana penentuan kos produk yang diolah melalui beberapa departemen produksi. Total biaya Rp 198. I1 -- 200 5 . Komposisi produk yang dihasilkan dalam bulan Mei 1988 adalah sebagai berikut: Keterangan PDP awal dept I (BB loo%. I Produk selesai di dept. dan biaya overhead pabrik Rp 11.E. I PDP akhir dept 1 (BB 100%. diambil kasus teknik aliran produksi bertahap.

OOO Catatan: I. dalam kedudukan sebagai bahan di departemen 11. 200 (20%) + (4. Keterangan D e ~ t1 . kos persediaan produk dalam proses awal belum diketahui.000 unit Departemen 1 .850 . Jumlah yang diselesaikan di departemen I1 sebesar 4.200) + 400 (100%) Biaya Konversi. 1 Biaya Konversi = 200 (20%) + ( 4.200 5.200) + 150 (80%) = 4.800 .800 unit. Dalarn praktek ha1 tersebut dapat diketahuidengan melihat perhitungan kos dari bulan yang lalu.800 -200) + 400 (90%) = = 5. 200 (0%) + (4. Biaya bahan.810 unit Sering kali dalam kasus yang disajlkan. Dalam kasus ini besarnya kos PDP awal adalah sebagai berikut: . Jumlah produk yang diselesaikan di departemen I sebesar 4.Dari informasi tersebut buatlah laporan kos produksi dan pembukuan transaksi tersebut dalam rekening yang terkait! Perhitungan kuantitas produksi dalam bulan ini adalah sebagai berikut: . 2.000 unit 5. Setiap produk yang telah diselesaikan tersebut langsung masuk dalam proses di departemen 11.000 PDP akhir Produk selesai Output 5. Perhitungan unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Departemen I. Produk tersebut langsung masuk ke gudang.800 5. PDP awal Masuk dalam proses Input ' 200 200 4. D e ~ tI1 . Jumlah tersebut hams dihitung lebih dahulu dengan cara mendeteksi berapa besarnya komponen biaya yang mendukung kos tersebut.850 unit.

Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan. Biaya tenaga kerja.560 Rp 14.160 KosIUnit Rp -- -- Rp 198. 1 Eavl. 200 (100%) x Rp 19 BTKL.160 Setelahkos per unit produkdihitung.160 PDP awal di departemen 1 .000 4. selanjutnyadapat dihitungpembebanan kos pada produk yang selesaikan di departemen I yang ditransfer ke departemen I1 dan kos produk dalam proses akhir di departemen I. 200 (80%) x 10 BOP.560 Berdasar informasi yang telah diperoleh tersebut dapat dihitung kos per unit produk. 200 x Rp 40 BTKL. 200 (80%) x 25 BOP. 200 (80%) x 11 Kos PDP awal departemen I - Rp 3.60 Rp 205. Biaya overhead pabrik Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I Total Kos Rp 7.760 Rp 7.000 Rp 39. I. Perhitungannya adalah sebagai berikut: . 200 (80%) x 16 Kos PDP awal departemen I1 - Rp 8. bak untuk departemen I maupun untuk departemen 1 .800 1.PDP awal di departemen I: biaya bahan.600 1. 1 Biaya dari dept.000 2.

80 BOP.60 PDP awal bulan Kos dari departemen I Biaya yang ditambahkan di departemen 1 : 1 .605 dan besarnya kos produk selesai bulan ini sebesar Rp 190. 200 (20%) x Rp 10. 400 (90%) x 10.104 KosfUnit Rp -39.60 = I Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini = 1 - I - 1 Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui Kos per unit Rp 190.104 :4. Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.80 = - Total biaya PDP awal 1 . 200 (20%) x 8.800 = Rp 39.80 BOP.600 x Rp 39..104 Perhitungan kos per unit untuk departemen I1 adalah sebagai berikut: Keterangan Eqvl. 400 (100%) x Rp 20 BTKL. 400 (90%) x 8.560 190.Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL. Total Kos Rp 14.

200 (20%) x Rp 15 = Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.25 : 4850 = Rp 84.810 144.00 Rp 16.114.OO 15. Jadi perhitungan kos per unit = Rp 409. I.650 x Rp 84.49 . 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.300 72. 150 (100%) x Rp 39.605 = Rp 5.810 4.150 Rp 216.605 Kos produk selesai bulan ini.00 Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.00 Rp 84.25 BTKL. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos PDP awal Biaya Penyelesaian PDP awal: BTKL.80. Kos produk dalarn proses akhir: Dari dept.OO 1.00 Rp 45.75 Rp42 1. 150 (80%) x 30 BOP.773.413. 200 (20%) x Rp 30 = BOP.360.60 -- Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dihitung pembebanan kos produk yang diselesaikandi departemen I1 yang ditransfer ke gudang dan pembebanan pada persediaan produk dalam proses akhir di departemen 11.773.60.25 - Rp 409.Biaya tenaga kerja langsung Biaya verhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan 4. - RD 11.940.450 Rp 406.00 393.75 3.340.114 30.554 Rp 421.

Peraga 2. F. maka dalam departemen I1 juga hams disajikan berapa biaya-biaya yang terjadi di departemen I1 tersebut. Kos yang ditransfer ke departemen I1 mencerminkan berapa biaya-biaya yang terserap ke dalam produk di departemen 11. Laporan kos produksi pada departemen I1 disajikan di halaman berikut. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN Laporan kos produksi harus disajikan untuk tiap-tiap departemen produksi yang ada. Dalam kedua laporan tersebut dapat digambarkan hubungan transaksi biaya yang terjadi di departemen I dan departemen 11. Sedangkan kos produk yang masih dalam proses mencerminkan berapa persediaan produk dalam proses yang h a s disajikan dalam neraca akhir. Hubungan tersebut dapat dilihat pada bagian C laporan kos produksi departemen I yang memuat berapa perhitungan kos produk yang ditransferke departemen I1 dan perhitungan kos produk yang masih dalam proses akhir.Untuk selanjutnyadigabungkandengan biayabiaya yang terjadi di departemen I1 &an merupakan kos produk yang diselesaikandalam bulan tersebut. langkah berikutnya adalah menyusun Laporan Kos Produksi dan membukukantransaksi biaya padarekening-rekeningyang terkait.6 di halaman berikut ini menyajikan laporan kos produksi di departemen I. Sehingga untuk departemen I dan I1 harus dibuat laporan sendiri-sendiri. Sebagai kelanjutan penyajian laporan kos produksi di departemen I. .Setelah perhitungan di atas diselesaikan.

400 (90%) x 10.PTX LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I A. Biaya tenaga kerja. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalam proses PDP akhir Produk selesai B. 200 (20%) x Rp 10.60 Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku. Perhitungan kos per unit: Keterangan Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan.7 Luporan Kos Produksi Departernen I . Pembebanan biaya kepada produk.160 C. 400 (90%) x 8.000 Rp 205.944 - 182. 200 (20%) x 9.056 Peraga 2.600 x Rp 39.80 Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.000 44.000 5.000 5.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini Rp 7. Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.000 54. Biaya overhead pabrik 1 -- Total Kos Rp7.80 5.80 Rr.160 15.80 BOP.Q00 Kos/Unit Rp -20 10.160 100. 400 (100%) x Rp 20 BTKL. 39.60 Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I RD 198.80 BOP.000 8.160 = Rp 432 - 352 784 Rp 7.

800.8 10 4.605 . 150 (80%) x 30 .OO Rp 45. Rp 409.114 KosNnit Rp -39.00 Rp 84.810 C. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.650 x Rp 84.594 Rp 421.940~75 = = 3. PDP awal bulan Kos dari departemen I .300 72.BOP. 150 (100%) x Rp 39. Pembebanan biaya kepada produk selesai: Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: . Perhitungan kos per unit: Eqvl.Dari dept.25 = R~5.150 Rp 216.Biaya yang ditarnbahkan di departemen 11: .00 Peraga 2.560 190. 200 (20%) x Rp 30 .00 1.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 A.BOP. Kos produk dalam proses akhir: . I.773. 200 (20%) x Rp 15 - Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalarn bulan ini: 4. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalarn proses PDP akhir Produk selesai B.BTKL.605 Kos produk selesai bulan ini.450 Rp 406.61 4.104 44.Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan Total Kos Rp 14.BTKL.OO 15.61 30. Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.600.8 Laporan Kos Produksi di Departemen II .

000 Rp 8.Biaya bahan. I1 b.dept.000 Rp 100.000 Rp 54.BOP .G. Jurnalnya adalah sebagai berikut: a.biaya overheadpabrik Rp 190. Mencatat jurnal penyesuaian kembali rekening produk dalam proses di awal periode: PDP .600 I .dept.000 Rp 54.dept.000 4 .560 Rp 3.biaya tenaga kerja langsung Biaya renaga kerja PDP . I PDP .BTKL .biaya bahan .104 . I Persediaan PDP .160 c.dept.000 Rp 44. I PDP . I PDP .biaya bahan baku PDP . dept.BTKL . I1 PDP . PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA Jurnal pencatatan transaksi biaya dalarn bulan ini dilakukan pada akhir periode baik menyangkut pengakuan biaya maupun pembebanan biaya yang terjadi di masing-masing departemen.biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik dibebankan Rp 44. 11 PDP . Mencatat transfer produk yang diselesaikan di departemen I masuk ke departemen 11: PDP .biaya bahan baku Persediaan bahan baku PDP .560 Rp 13. Mencatat pembebanan biaya yang terjadi di departemen I: PDP .OOO 1.000 Rp 100.dept.760 Rp 7.biaya tenaga kerja langsung PDP .11 PDP .BORp .dept. II Persediaan PDP r dept.800 1.biaya bahan .dept.

I1 Biaya tenaga kerja PDP .dept.BORp. II PDP .600) + 432 PDP .biaya overhead pabrik Rp 409.25 gudang: Rp 192.depr.biaya bahan.BORp .OO 72.biaya tenaga kerja langsung PDP . Mencatat pembebanan biaya di departemen 11: PDP .163. Mencatat pembebanan produk selesai yang telah ditransfer ke Persediaan Produk Selesai PDP .592 - + 352 Jurnlah.biaya tenaga kerja langsung PDP . 1.700.056 Rp 8. Mencatat pembebanan produk dalarn proses yang masih melekat dalam mesin-mesin di akhir periode: Persediaan PDP .BTKL .800 - Rp 15.dibebankan Rp 144.dept.910.800 51.600) - = Rp 95.BTKL.600+ 10.biaya tenaga kerja langsung PDP .940.300 Rp 144.600) PDP .800 + 20 (4.Biaya overhead pabrik Rp 11.OO f.888 3.340.s (4.760 + 8.dept.168 .biaya bahan baku PDP .000 3.biaya overhead pabrik Persediaan PDP .Rincian perhitungan: PDP .712 42. I PDP biaya bahan baku PDP . 3.s (4.50 RIJ5. 1.50 3 .300 e.25 144.biaya bahan baku PDP .GOO 1.11 BOP .773. d.

PRODUK HILANG DALAM PROSES Dalam suatu proses produksi selalu ditemukan adanya partikel yang hilang.5 kg. bahkan munglun adanya faktor kesengajaan. mengingat komponen biaya sebagai akibat hilangnya produk tersebut bisa terpengaruh. Setelah dirnasak (dengan melalui proses pemanasan) kedua bahan tersebut bereaksi dan menghasilkan nasi dengan berat 1.5 kg. Hilang dalam proses secara normal. Partikel yang lepas tersebut hilang menguap dan tentunya tidak dapat ditelusuri ke mana jejaknya. disebabkan alasan alami. Dalam penentuan kos produk adanya produk yang hilang dalam proses menjadi perhatian. Dari contoh tersebut di atas dapat diketahui adanya input yang hilang secara wajar (normal).Tentunya sesuatu yang hilang secara normal dan tidak normal tersebut akan sangat berbeda perlakuannya dalam penentuan kos produk. dalam industri gula. terdapat partikel yang lepas selama reaksi pemanasan dan pengkristalan bahan cair menjadi gula kristal. Ini berarti ada partikel yang hilang dalam proses berupa air (H20) yang menguap bersarnaan dengan 'proses produksi' tersebut seberat 0.Tetapi bila . Dengan demikian produk yang hilang tersebut tidak dapat dihindarkan terjadinya. Partikel yang hilang tersebut hilang bukan karena faktor kesengajaan. Sebagai contoh. Dengan demikian dalam suatu proses input suatu produk akan lebih besar dari outputnya. ada pula produk yang hilang karena alasan yang tidak dapat terduga (unpredicted). Contoh yang sederhanadan seringdijumpai.kalaibu-ibusedangmenanaknasi. DAN PRODUK CACAD A. artinya bahan-bahan yang masuk dalam proses seberat 2 kg. Sehinggaterdapat produk yang hilang tidak secaranormal. Di samping adanya produk yang hilang secara normal. Carnpurkan beras dan air masing-masing dengan berat 1 liter. tetapi karena secara alami reaksi kimia dalam teknik pengolahan tersebut menghendaki adanya partikel yang lepas dan hilang secara wajar. Hal ini disebut produk hilang dalam proses secara normal. Apabila nilai yang hilang tidak material mungkin dapatdiabaikan. Produk yang hilang karena alasan yang tidak normal tentunya akan diperlakukan sebagai kerugian bagi perusahaan.BAB I11 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK.

Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di akhir proses.nilai yang hilang tersebut dipandang cukup materiil. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Jadi berapa nilai yang hilang dalarn suaku proses harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap penentuan kos produk. Dianggap tidak ada produk dalarn proses awal. Dengan kata lain kapan sesuatu produk hilang secaranormal dalam suatu proses produksi. Apabila proses produksi diteliti/ditelusuri jejaknya satu persatu. Anggapan ini membawa konsekuensi bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap belum ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Perusahaan ini memproduksi produk X melalui tiga departemen produksi. Anggapan ini membawa konsekuensi. Bahan baku yang dibutuhkan adalah X dan bahan pembantu Yd. PT RADITYA memproduksi produk melalui 3 departemen produksi. terdapat produk yang hilang dan terjadi pada awal proses produksi di departemen tersebut. Untuk menggarnbarkan adanya produk yang hilang dalam proses berikut ini disajikan kasus PT RADITY A. terdapat produk yang hilang dan terjadi di akhir proses produksi di departemen tersebut. dengan bahan pembantu "Y pallet". Mengingat kenyataan tersebut produk hilang dalam proses secara normal digunakan anggapan sebagai berikut: a. Dalarn periode tersebut tidak ditemukan adanya produk dalam proses awal. tentunya ha1 tersebut tidak dapat diabaikan. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di awal proses. bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap telah ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Produk X diolah dari bahan departemen "X drops". sulit dideteksi. Informasi biaya dan produksi pada bulan Januari 1980 disajikan pada halaman berikut: Keterangan Produk yang ditransfer ke B Produk yang ditransfer ke C Produk yang ditransfer ke gudang Produk yang masih dalam proses: . b. Mengingat mesin-mesin baru saja direparasi besar (overhaul). maka produksi di bulan Januari tersebut adalah periode produksi pertarna kali dalarn tahun 1980. kesemuanya masuk dalarn departemen A. maka akan sulit diketahui di manakah dan kapankah sesuatu partikel lepas dalam suatu reaksi kimia.

2.i bahan baku & penolong biay a konversi unit hilang di awal proses unit hilang di akhir proses Komponen biaya produksi: Biaya bahan baku Biaya bahan pembantu Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya produksi Dari informasi di atas. Perlakuan terhadap unit yang hllang dalam proses di akhir periode dalam departemen C. A Masuk dalam proses Produk selesai bulan ini PDP akhir periode Hilang dalam proses Total output Deut. C 400 kg 300 kg 75 kg 400 kg 9 0 5 550 kg 250kg 150 kg 950 kg . 3. Jawaban: Komposisi produk yang dihasilkan dalam ketiga departemen tersebut adalah sebagai berikut: Deut. B 550kg 400 kg 100kg 550 kg Deut. diminta menghitung kos produksi dan menyusun laporan produksi bulan Januari 1980 untuk ketiga departemen produksi tersebut. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen A (initial departement). Kasus di atas menggarnbarkan hal-ha1 sebagai berikut: 1. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen B (departemen berikutnya).

175.000.OO 15.50 2. Perhitungan kos produksi di departemen B hams memperhatikan adanya produk yang hilang di awal proses di departemen B. 250 kg.125.75 Kos Produk Dalam Proses Dept. 250 kg x 100% x Rp 25.OO 19. Total Biaya eku.OO 3.00 3.OO 10. Produk yang diserahkan dari departemen B adalah 400 kg produk jadi dan 100 kg produk dalam proses (output sebesar 500 kg).750 .ha1 ini dianggap bahwa produk yang hilang tersebut belum rkut menyerap biaya yang terjadi di departemen tersebut.75 Unit yang hilang di awal proses awal dari Departemen A tidak diperhitungkan dalam unit ekuivalen. 250 kg x 60% x Rp 2750 BOP.925.50 Rp.50 = - Rp 6.00 65.1.75 = 800 800 700 700 87. Perhitungan kos yang ditransfer ke Departemen B.262. 250 kg x 100% x Rp 1230 BTKL. 16.250.41 2. Biaya Overhead Pabrik. Perhitungan Kos Produk per unit di Departemen A: Unit Jenis Biava Biaya bahan. 550 kg + Rp 87. x 60% x Rp 22.125.000. 550 + 250 Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja 550 + 250 (60%).912.250. Dengan demikian produk yang diserahkan dari Dept. A hams disesualkan (adjusment) sebesar 50 kg sebagai berikut: Kos per unit dari Dept.OO 4.50 Bahan pembantu.75 Produk dalam proses di Departemen A adalah sebagai berikut: Bahan baku. A - Rp 48.00 KostUnit -L @O 2500 12. A Kos per unit yang disesuaikan Rp 87.(kg) Total Kos(Ru) 20.50 2750 22.

25 ekuivalen Total Biava (RD) Kos/ Unit (RD) Kos per unit produk yang ditransfer ke Departemen C adalah: Rp 61.75 = Ru 14.775 Perhitungan kos per unit yang ditambahkan di departemen B adalah sebagai berikut: Unit Jenis Biaya Biaya Tenaga Kerja: 400 + 100 (75%)= Biaya Overhead Pabrik: Total Biaya 475 475 16.093. B: Rp 48.OO = Rp 157.625.75 3500 26.25 Total Kos Produk dalam Proses Departemen B = Rp = Rp 63.525 Jadi.525 Biaya Tenaga Kerja.625.25 + Rp 96. Dengan dernikian komponen unit ekuivalen terdiri dari: - produk yang telah diselesaikan produk yang masih dalam proses produk yang hilang dalam proses (30%2) (7%) (25 kg) - . Produk yang hilang dalam proses dianggap telah menyerap biaya yang terjadi pada suatu periode dalam departemen tertentu (d. 100 kg (75%) x 26.25 3. 100 kg (75%) x 35 Biaya Overhead Pabrik.652. 100 kg x Rp 96.OO 12. departemen 1 1.26230 : 500 kg = Jumlah Kos yang disesuaikan 96.775 9.468.75 29.246.25 61.968.525 Rp 8.h.110. Dari Departemen A. Berbeda dengan 1) perlakuan produk yang hilang di awal proses justru diperhitungkan dalam unit ekuivalennya secara penuh.775 Perhitungan Kos Produk dalam Proses (akhir).50 2. kos produk yang ditransfer ke Departemen C: 400 kg x Rp 157.di Dept.OO 1.

= Rp 11.575 ekvlkg) Bia~a(Rp) Total unit@) 82.525 17.Perhitungan harga produk per unit adalah sebagai berikut: I Unit Kos Jenis B i a ~ a Biaya Tng.7 12.125 .683. Rp 93.50 Total kos produk dalam proses di dept C.332.500 2.775) 25 kg x (Rp 130 + Rp 157.500 Rp 17.100 130.875 : 300 kg = Rp 31 1.125 = 3.76 Kos Produk dalam proses di departemen C: Dari Departemen B: 75kg x Rp 157. biaya yang dibebankan untuk produk selesai adalah sebagai berikut: Kos Produk Selesai.50 Total Biaya 48.OO Jadi.526. = 7. Kerja 300 + 75 (60%) + 25 = Biaya Overhead Pabrik 370 370 30.194.775) = Rp 86.37 Rp 93.50 Biaya Overhead Pabrik: 75kg (60%) x Rp 47.50 4'7.833.775 Biaya Tenaga Kerja: 75kg (60%) x Rp 82. 300 kg x (Rp 130 + Rp 157.50 Kos Produk yang Hilang dalam proses .87 Total biaya yang dibebankan pada produk Kos per unit produk yang diselesaikan.137.526.75625 dibulatkan ke atas = Rp 311.

00 3.OO 1230 2730 22.75 Rp 6.50 B.B.B.00 Rp 65.000.75 Biaya produk yang ditransfer ke departemen B: 550 kg x Rp 87. Perhitungan biaya di departemen A: - Total biaya Biaya/unit Rp 20.925.50 = B.00 15.000.O. A Unit yang masih dalam proses Unit yang hilang dalam proses (awal) B.00 10.912.250.00 3.B.125.K.175. Unit yang diproduksi: Unit yang masuk dalam proses Unit yang diselesaikan di Dept.00 Total Biaya ~roduksi Departemen A di .262. 250 kg (60%) x 22.125.T.50 - Biaya produk yang masih dalam proses: B.50 Rp 48. 250 kg (60%) x 12.175.00 Rv Rp 25.250.412.B.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A A.75 = = Total biaya produk dalam proses: Rv 16.00 4.00 19.50 Ru 65.75 87. 250 kg (100%) x Rp 25 = B. 250 kg (60%) x 27.P. Biaya produksi yang dibebankan di departemen A: Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya C.

Dengan adanya penyempumaan ini produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sama dengan produk yang tidak cacad.: 75 kg (60%) x Rp 8230 = Biaya overhead: 75 kg x 60% x Rp 47.775 = Rp 11. Selain unsur hardware adanya produk rusak dan cacad dapat pula disebabkan oleh faktor bahan bakunya yang di bawah standard atau dapat pula disebabkan ketelitian kerja para karyawan rendah. Sebagai contoh.875 Biaya produk dalam proses di Departemen C: Kos dari dept. secara ekonomis masih dapat dipertanggungjawabkan.500 Total Biaya Produksi di Departemen C B.500 2. Meskipun kesemuanya itu tanpa adanya unsur kesengajaan. dapat pula disebabkan oleh mesin-mesin yang tidak sempuma. Cetakan yang rusak atau cacad tersebut bisa dipengaruhi oleh bahan kertas terlalu lembab. Pengertian produk rusak adalah produk yang tidak sempurnadalam proses produksinya d m secara ekonomis tidak akan dapat diperbaikikembali.712.C. dalam bidang percetakan akan ditemukan beberapa lembat hasil cetakan yang tidak sempuma. PRODUK RUSAK Dalam setiap proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak ataupun cacad produksi akan selalu ada.526. Perhitungan biaya di Departemen C: Biaya produk selesai yang ditransfer ke gudang: 300kgx Rp311.: 75 kg x Rp 157.76 - Rp93.137.L. A. 3. . Sehingga produk tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku. Jadi. Dengan adanya berbagai kemungkinan tersebut mengakibatkan adanya produk yang tidak sempurna dalam proses produksinya. adanya human error tidak dapat dihindarkan. Adanya ketidaksempumaan dalam sdlah satu komponen tentunya akan mengganggu mekanisme kerja mesin lainnya.833.K. Hal ini disebabkan dalam setiap penyetelan (fiting) mesin-mesin belum tentu dapat menciptakan kerjasama yang sempuma. Pengertianprodukcacad adalah produk yang tidak sempurnadalam prosesproduksinya yang mash dapat diperbaiki dengan melalui proses penyempurnaan produk.125 Biaya T. Di samping itu daya tahan dan unjuk kerja berbagai komponen mesin akan berbeda-beda.50 = Total biaya produk dalarn proses.

000 (0. sebesar Rp 74 per unit.9) Kos yang diterima dari departemen A = 82.000 (0.000 unit.000 x 74 = = 8 2 .80) x Rp 25 = Rp 600. Produk rusak dalam proses 4. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menutut FIFO dan rata-rata. Produk rusak tidak laku dijual 1 i I Apabila produk rusak dalam suatu industri tidak laku dijual. produk rusak tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.000) +4.000 (0.000 unit. 8.977.600.000 (0.8.000 . SALINDRI memprodusir satu produk melalui tiga departemen produksi.400 unit BOP = 8.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%.000+6.2) + (80.000 (0. Untuk menggambarkan kasus ini disajikan kasus berikut.000 160.000 - .8) = 82.000 + 4. A Rp 25 30 20 Dept. Produk yang masih dalam proses di &ir bulan sebesar 6.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908. B Dept. 8. C -- -Rp 25 10 Rp 20 15 I Biaya overhead pabrik Komposisi biaya di departemen B dalam bulan ini adalah sebagai berikut: I Biaya yang diterima dari departemen A.15) + 72.068. Perlakuan akuntansi terhadap produk rusak tersebut tidak ada bedanya dengan perlakuan terhadap produk yang hilang di akhir proses.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80% dan untuk BOP 90%. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik.T. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya. Biaya tenaga kerja langsung Rp 1. 6 0 unit Rp 6. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80.K.000 + 6. P. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung I I I I Dept.000 x Rp 75 Biaya T. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. Penyelesaiannya sebagai berikut: Unit ekuivalen dengan metode FIFO: BTKL = 8. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Kos di dept A. Langsung.000 Kos produk dalam proses awal di departemen B.1.

800 unit = 89.000 BOP = 82.200 : 80.85)+ 4.162. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.000 = 88. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.100unit = 90. sebagai berikut: Rp 9.000 Jumlah kos PDP awal Rp 828.000 + 6.000 unit Berdasarkan perhitungan unit ekuivalen tersebut dapat disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 60.000 (0. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.000 (0.000 unit = Rp 114.Biaya Overhead Pabrik.000 (0. maka unit ekuivalen produksinya adalah sebagai berikut: BTKL = 82.000 BBB = 80. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C. sebagai berikut: Rp 9.85) x 10 = 68. .8)+ 4.O) + 4.000 + 600 (0.000 unit = Rp 114. 8.000 + 6.53.54 Apabila perhitungan unit ekuivalen menggunakan metode rata-rata.782.720 : 80.000 Berdasarkan perhitungan di atas dapat disusun-laporankos produksi yang disajlkan pada halaman 59.

000 (0.848.000 unit 90.068.000 618.200 Rp 5 1.000 x 0.200 Kos/unit -& & I 24 11 Rp 35 Rp 9. Perhitungan kos yang dibebankan pada produk: Kos produk selesai yang ditransfer ke departemen C: Kos produk dalarn proses awal Tambahan biaya penyelesaian PDP awal: BTKL: 8.600 7.000 unit 90.000 1.8 x Rp 24 = BOP: 6.000 436.000 x Rp 74 = BTKL: 6.600 Peraga 4. .000 unit 4. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diserahkan ke dept.15) x 1 l = Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan bulan ini.977.000 (0.000 6. C Kos produk dalam proses akhir: Kos dari dept A 6.000 unit B.000 x Rp log Kos produk rusak: 4. Perhitungan kos per unit produk: Jenis biaya PDP awal Kos dari departemen A: Kos yang ditambahkan di departemen B: Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total Kos yang ditambahkan di departemen B. Total kos bulan ini Total kos yang djbebankan pada produk Eqvl.000 Rp 38. 72. C.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.782.400 82.000 unit 80.000 x 0.9 x Rp 11 = Total kos PDP akhir Total kos produk yang dibebankan bulan ini Rp 828.200 C.000 x Rp 109 = Total Kos produk yang ditransfer ke dept.20) x Rp 24 = BOP: 8.000 82.400 13.600 Total biaya Rp 828.886. -82.000 unit 8. Produk rusak PDP akhir 82.600 879.600 Rp 2.000 unit 6.600 908.

Maka nilai jual produk msak tersebut hams mengurangi komponen biaya produksi yang terjadi pada bulan Maret tersebut. 90. 6.100 -- 908.08 BOP Jumlah 89.320 9.068.000 160.000 unit 80. unt ek.137.08 Total Kos yang ditransfer ke dept C.000 8.78 1.000 88.800 .92 Total produk dalam proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8. PDP awal 600.000 x Rp 74.000 unit 90. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalan~ proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82. -.000 unit 4.000 2.. 6.92 109.000 x Rp 109.9) x 10.000 x (0. Perhitungan kos per unit produk: r I Jenis btaya B taya dari A BTKL -.000 unit 90.400 36. Nilai jual produk rusak mengurangi biaya produksi Seandainya dalam kasus PT SALINDRI.000 unit B.07 BOP.P.977.000 68.162.764 2.000 x (O. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.-. 4. C.000 unit x Rp 109.536 58.09 BTKL.726.668.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.044 Rp9.968 Rp 619.000 Kos bln ini 6. Pada umumnya . Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 80.600 - Total kos 6.200 .600 9.600 976.200 koalunit 74.720 - Rp 444.000 1.000 828. di atas produk rusak dijual dengan harga Rp 55 per unit (Rp 220. 6.000 unit 6.09 24.07 10.5408 1 15.000 unit 8.12 Kos produk rusak.782.954.000).) x 24.

sehingga tidak dapat diketahui berapa komponen masing-masing biaya. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Dari perhitungan di atas selanjutnya dapat disusun laporan kos produksi sebagai berikut: . Alokasi dilakukan dengan harga relatip komponen biaya yang dikeluarkan pada bulan Maret tersebut.penjualan produk rusak dilakukan secara borongan. Oleh karenanya hams dilakukan alokasi nilai jual produk rusak kepada masing-masing komponen biaya sebagai pengurang kos yang dibebankan bulan tersebut.

006 72. Perhitungan kos yang dibebankat~ kepada produk: Produk dalam proses awal. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 828.- Alokasi . Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A: 6.000 8 kos . Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.73 I I I 2.. 8.000 unit 80. Riaya untuk penyelesaian PDP awal: Biaya Te~iaga Kerja Langs.928 220.178 106.958.876 Rp 50.9 8. total kos ditanibahkan Total Kos dibehanka~i Total 828.000 i0.456 12.000 L koslunt 67.000 (0.000 unit 4.000 unit 90.-Il 10.000 (0.002 886.330 70.080 1 12. .200 32.954. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biay a KDP awal Kos dari dept.598 22.000 (0.09 10. 8.000 x 72.200 8.lS) x Rp10. Total kos 828.040 425.8) x 23.15 1 I 48.390 - .2) x Rp 23.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPA'RTEMEN B A.368 57.73 = Total kos PDP awal Kos produk yang diselesaikan di departctnen B: Bulan ini: 82.1.332 878.886.270 1 23.8 5 1 8.18 Biaya TK Langsung.000 unit 8.655.600 1 I 22.000 R p 37.9) x 10.332 - 7.24 100.002 1 1.000 6.73 Total kos produk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Peraga 3.280 Rp 8.77 139.32 Kos produk rusak Kos produk yang ditransfer ke dept.977.18 1 1 1. 6.000 unit 6.I 1 2.41 Biaya overhead Pb.942 603.094 5.73-4.929. 6. C.652 Rp433.068.000 unit - 90.600 908.000 x Rp 106.41 Biaya overhead pabrik.000 unit B.32 C. A Biaya Tenaga k. Biaya overhead p.

000 unit B.66 Total kos yang ditransfer ke departernen C: Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.959. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal 82.000 x Rp 106.621 Rp 603.66 Kos produk rusak: 4.000 unit 90.8) x 2332 Biaya overhead Pb.000 unit 4.037 Rp 9.562. 6.000 unit 8. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata .477 Peraga 3. 6..440 - 434. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.896 55.000 x Rp 72.71 Total kos produk dalarn proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.000 (0.000 unit x Rp 106.42 BTKL.000 unit 90.85) x 10.000 unit Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 80.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. 6. Perhitungan kos per unit produk: C.OCO (0.520 112.000 unit 6.

berikut ini disajikan kasus P.000 unit.000 unit. Departernen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk clan ~nelakukan pengepakannya. disebabkan produk tersebut tidak disebabkan oleh faktor kesengajaan. Di samping itu menggunakan peralatan khusus dan tenaga kerja yang produkdianggap secara khusus bettugas untukmemperbaiki produk cacad tersebut. karena proses yang normal.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80%. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Dept B Dept C -- Jenis Biaya Biaya bahan baku Biaya. Suati~ cacad kalau biaya yang dikeluarkan untuk metnperbaikinya secara ekoiiornis masih dimungkinkan. PERLAKUAN PRODUK CACAD Produk cacad diperbaiki dengan menambah sedikit bahan dalam departemen yang bersangkutan. Produk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. C.3. maka semuabiaya yang dikeluarkanuntukmemperbaiki produk cacad terscbut dibebankan pul. Perusahaan ini mempunyai tiga departetnen produksi.T. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80. Mengingat adanya tarnbahan biaya dalam memproses produk cacad tersebut. Untuk menggambarkan perlakuan akuntansi terhadap produk cacad tersebut. maka total nilai jual produk rusak langsung dikurangkan dalarn laporan rugi-laba yang disajikan di akhir bulan Maret 1985 tersebut. Demikian halnya bila hasil penjualan produk rusak tersebut akan diper-lakukan sebagai pendapatan lain-lain. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept A Rp 25 30 20 -25 10 Rp 20 15 . Alasan kerlapa titlak dibebankan itu kepada produk n~sak sendiri. XYZ. dan untuk BOP 90%.l pada produk yang tidak mengalami cacad produksi. Produk tersebut cacad. produk rusak tersebut lebih baik dianggap sebagai produk rusak dan diproses ulang atau dijual langsung sebagai produk rusak. Nilai jual produk rusak mengurangi kos penjualan Apabila nilai jual diperlakukan sebagai pengurangan kos penjualan. Maka dalam laporan rugi-laba nilai jual produk rusak tersebut langsung disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan di luar usaha.000 unit. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. Produk cacad dalam proses 4. Apabila tidak.

000 82.000 24.000 unit x Rp 6 Biaya overhead pabrik. Biaya tenaga kerja langsung Rp 6 per unit dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 10 per unit.088. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menurut metode FIFO dan rata-rata.000 = Rp 40. 82.000 Total Kos Rp 6.000 unit x Rp 5 Biaya tenaga kerja langsung.000 84.600 948.000 84. Pemecahan masalah: Perhitungan tambahan biaya terhadap produk cacad: Biaya bahan.001. Biaya untuk memperbaiki produk cacad tersebut adalah penambahan bahan Rp 5 per unit. 4.000.000 64.950. 4.000 24.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.068.600 --- Koslunt Rp 74.600 908.24 24.200 8.400 82.977.01 Dari perhitungan di atas dapat disusun laporan kos produk berdasarkan metode ratarata sebagai berikut: .Komposisi biaya dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya bahan tenaga kerja langsung Rp 1. 4.038.954.200 un.200 9.000 40. Total Total Total Kos Rp 6. langsung Biaya overhead Pb.977.000 2.K.200 Tambahan Rp 20.2 11.000 1.000 Rincian perhitungan kos per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Kos dari dept A Biaya T.600 2.600 2.000 x Rp 10 Jumlah biaya perbaikan produk cacad = Rp 20.77 110.48 35.886. Eql.

440 116.000 unit 4. 72.000 (0.000 (0.000 unit 6.060 x 74.000 unit 80. .640 880..29 BOP.24 1.000 38.000 (0.000 .000 = Rp Apabila laporan menggunakan metode rata-rata. 6.000 2.9) x 1 1.241.592 6 1.000 Total 828.865.000 unit B. tlari dept A.720 440.000 f-1.001. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produlc yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82. 8.400 : 80.48 Total penyelesaian PDP awal.992 Rp 624.864 13.000 unit --8.T.600 Tambah .48 proses akhir Total kos produk dalan~ Total biaya dibebankan di departemen B Rp 828.000 x Rp 1 10.776 52.C24 Rp 9.29 C. Kos produk yang tliselesaikan di departemen B: Bulan ini. 6. Rp 9. -82.15) x Rp 1 1.8) x 24.000 x Rp 110.P.. 4.24 24.52 .000 unit 90.040 Rp 9.2) x Rp 24.977.000 unit 90.24 BTKL. 6.400 Koslunt -74.000 (0.068. XYZ LAPORAN KOS PRODIJKSI DEPARTEMEN B A. Perhitnnqan kos per unit: Jcnis biaya Toial PI)P awal 828. 1. Pcrhitungan kos yang tlibebankan kepada produk: PDP awal.Ol Kos produk cacad. 8. RTK:.920.640 7.000 82.29 BOP.600 Eql.000 6.000 24. Biaya untuk per~yelesaian PDP awal: B'l-Kt. 20.088. 6.400 Rp 445.424 Catatan: kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C: adalah. 115.P.Ol Kos produk yang ditransfer ke gudang Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A.

000 unit 8.000 (0. langsung. Perhitungan biaya per unit: C.000 unit 4.000 (0.000 unit x Rp 110. Hal ini mengingat komponen biaya yang membentuk kos produk relatif sama antara periode yang lalu dan periode sekarang. 6. 6.000 x Rp 74. PT XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.000 unit 80..tidak perlu memperhatikan berapa komponen biaya yang bzrasal dari proses produksi bulan lalu yang tercermin dalam produk dalarn proses di awal bulan. 6.000 unit 6. 4. C.34 Biaya overhead Pb.85) x 11. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.000 unit 90.s Total kos yang ditransfer ke dept.000 unit B.40 Total kos yang dibebankan - - .8) x 24. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.Laporankos produksiyang disusundenganmetoderata-rata.31 Biaya T.000 x Rp 110.K.s Kos produk rusak.000 unit 90.

Adanya tambahan bahan tidak menambah produk yang masuk dari departemen sebelumnya. CONTOH KASUS. Hal ini berarti dalam departemen ke dua atau departemen berikutnya terjadi penambahan komponen biaya bahan. Produk dalam proses awal sebanyak . Kedua kemungkinan di atas juga berpengaruh dalam penentuan kos produk dalam departemen tersebut. Apabila tambahan bahan tersebut tidakmenambah produk yang masukdaridepartemen sebelumnyamaka tambahan bahan tersebut hanya akan menambah komponen biaya bahan di departemen yang bersangkutan. 2. Tugas Departemen I1 membuat kertas koran dan departemen 1 1bertugas menyelesaikan produk dan membungkusnya dalam bentuk kertas 1 rool. Bahan baku di departemen I adalah ampas tebu (bargas) dengan bahan pembantu caustic soda dan kaporit. Informasi yang diperoleh mengenai departemen ke dua adalah sebagai berikut. Penambahan bahan baku ini secara teknis akan menghasilkan dua kemungkinan.000 ton. Bahan yang diterima dari departemen I sebesar 6. Apabila tambahan bahan tersebut menambahproduk yang dihasilkan. Departemen I bertugas membuat bubur kertas (pulp) yang semua hasilnya diserahkan ke departemen 11. yaitu: 1.BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA Tambahan bahan baku dapat dilakukan dalam departemen berikut apabila teknik proses produksi mengharuskan demikian. Adanya tambahan bahan menyebabkan tambahan produk yang diterima dari departemen sebelumnya (initial departement). gondomkem dan zat pemutih bubur kertas (pulp). serta bahan pembantu berupa tapioka. maka membawa akibat kos per unit produk yang diterima dari departemen sebelumnya harus disesuaikan mengingat outputnya menjadi lebih banyak. Pabrik kertas PLAYEN memprodusir kertas koran melalui tiga departemen produksi. Proses produksi di departemen ke dua tersebut membutuhkan penarnbahan bahan yang berasal dari serat kayu (woodpulp).

dapat dihitung komposisi biaya per kg kertas dalam bulan Februari 1986 adalah sebagai benkut: Jenis Biaya Biaya bahan baku Bahan pembantu Biaya tenaga kerja langsung Dept I Rp 225 20 D e ~ I1 t Rp 100 5 Dept 1 1 1 Rp -- 25 40 ~ 30 S O -~ . . Bila tambahan di departemen 11 menambah produk yang diterima dari departemen I. Biaya tenaga kerja langsung selama bulan Maret 1986 sebesar Rp 217.500. .000. 2. biaya tenaga kerja langsung 90%. dengan altematip. Berdasarkan kasus di atas buatlah laporan kos produksi di departemen I1 untuk periode Maret 1986 tersebut. Total biaya bahan pembantu yang terjadi di departemen ke dua sebesar Rp 37. Tambaharl bahan tersebut menambah jumlah produk yang diterima dari departemen sebelumnya. dan biaya overhead sebesar 80%... p-. Komposisi campuran bahan adalah setiap 1 kg bubur serat kayu dicampur dengan 4 kg bubur serat bargas. biaya tenaga kerja langsung Rp 45 dan biaya overhead pabrik Rp 70. Dalam kasus ini setiap 1 kg bahan akan menghasilkan 1 kg kertas koran. Harga bahan baku serat kertas (diimpor dari luar negeri dengan harga franko gudang pabrik) sebesar Rp 5 10per kg. 75 Rp 360 Total biaya bulan Februari Rp 185 Rp 95 Berdasar informasi yang diperoleh pada bulan Maret 1986.000. 1. biaya yang diterima dari departemen I untuk setiap 1 kg produk yang diserahkan pada departemen 11 adalah: biaya bahan Rp 220. Produk yang masih dalam proses diakhir bulan Maret 1986 sebesar 400 ton.--- 30 40 ~-~ B iaya overhead pabrik ---. Dari informasi di atas. biaya tenaga kerja langsung 80% dan biaya overhead sebesar 85%. biaya bahan pembantu Rp 25. -. Laporan kos produksi dapat dibuat dengan kemungkinan-kemungkinan sebagai krikut : a.000dan biayaoverheadpabrik sebesar Rp 357.600.200 ton dengan tingkat penyelesaian biaya bahan loo%. dengan metode FIFO (masuk pertama keluar pertama). Dengan demikian tambahan bahan di departemen I1 "dianggap" dengan komposisi tersebut. dengan metode Rata-rata. . dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100%.500.

dan 2.000 8.000 (15%) + 7. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode FIFO dengan anggapantambahan bahan menambah produk.000 Rp106.300.000 kg 200.000 kg Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.000 kg 2(j0. 11.450.000 kg 7.000.000 (85%) x Rp 50 Jurnlah kos PDP awal = 72.000 = 1.100.000 kg x Rp 36 Tambahan bahan di dept.700. a.000 kg 1. dengan metode Rata-rata.000. dengan metode FIFO. 200. 200.000 (90%) = 7.000 kg Produk dalam proses akhir - 2.500. adalah sebagai berikut: Biaya bahan = BTKL BOP = = 70. dengan alternatip.'100.000 (80%) x Rp30 = .500.000 Biaya tenaga kerja langsung.000.000 + 400.800. Bahan pembantu.700.500.000.000 kg 7.000 x Rp 5 Biaya Overhead Pabrik. 200.000 4. I11 7. 1. 1.000 kg Jumlah Perhitungan kos produk dalam proses awal: Biaya yang diterima dari departernen I.000 kg 6.000 + 400. 200.000 (80%) = 7.000 (20%) + 7.000.b. Bila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang diterima dari departemen I.300.000 kg 400.

Jenis Biaya unit eqvl.900 Rincian perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik. 400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung. totai kos PDP awal bulan Diterima di departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan departemen I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan Rp 3.Perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut. 200 x 15% x 48 = Kos produk yang diselesaikan di departemen 11.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di departemen 11: Kos produk dalarn proses akhir: dari departemen I.400 x 9 0 % 29 ~ Biaya overhead pabrik. 7. 400 x Rp 288 biaya bahan.613.4OO x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan - .

200. Bila tambahan bahan mengakibatkantambahan produk yang ditenma dari departemen I dengan metode rata-rata. b. b.200.000 .000 (15%) + 5.000 kg BTKL.000 (20%) + 5.000 kg 6.000. Apabila kasus tarnbahan bahan tidak menambah proauk ini disusun dengan metode rata-rata.000 kg - Lapolan kos produksi disajikan pada halaman 76.000 (90%) = 6.000 (80%) Laporan kos produksi disajlkan pada halaman 75.160.Apabila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang dihasilkan dari departemen I dengan metode FIFO.000 + 400. .200.600. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode rata-rata sebagai berikut: Biayabahan BTKL BOP = = 5. Periksa halaman 74.000 kg 6.Berdasarkan rincian perhitungan di atas disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 73 berikut. 1.950.2.140.000 + 400.2. Dengan menggunakan metode FIFO maka perhitungan unit ekuivalen dan adalah sebagai berikut: Biaya bahan = 6.000 kg BOP = 200.000 kg 6.000.800. a.

600 Rp 3.537.500 7.400 x Rp 288 biaya bahan.643.000 765.377. I11 Produk dalam proses akhir Jumlah B.600 RD 3.7.1 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO . 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik.400 x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan Peraga 4.160.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.500 7. Perhitungan kos per unit produk: Biaya PDP awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept. 7.900 C. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.200 x 15% x 48 Kos produk yang diselesaikan di departemen II.450 total kos (000) Rp 106.500 7. I1 Bulan Maret 1986 A.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di dept.600 Rp 1. I1 Kos produk dalam proses akhir: dari departemen 1.500 217.500 357. 400 x 90% x 29 Biaya overhead pabrik. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung.000 37.500 7.300 2. I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan unit eqvl.

2 Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata RD 184. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke dept 111.BOP.700.000 kg 6.000 kg 400- 7. Perhitungan kos per unit produk: C. 400 x Up 289.00 40. 7.000.000.BTKL. 400 x 5 2. 400 x 90% x 29.OO .95 .20 .780.300 kg x Rp473.372.000 kg 7.OO .948.dari departemen I.000 kg 1. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di depzrtemen I1 Produk selesai yang ditransfer ke departemen I11 Produk dalam proses akhir 200.biaya bahan.biaya bahan pembantu.88 Rp 3.0000 7.87 Rp 115.300.459 324 Kos produk dalam proses akhir: .700.500.548 Rp 3.000 kg B.643.02 10. 400 x 80% x 48.80 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.04 15.872 .447.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A. 400 x 101.

900 C. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Rp 106..300 Biaya penyelesaian produk dalam proses (PDP) awal: BTKL.00 3.642.600 x Rp590. 400 x 90% x 36. 200 x 20% x Rp 36.253 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan di departemen 11: 5.10 = Rp 1. 400 x 80% x 60.10 = Total biaya produk selesai di departemen 11 Kos produk dalam proses akhir: .Biaya Tenaga kerja Langsung. 400 x Rp 360 .Dari departemen I. 200 x 15% x 60.950 357.. dengan Metode FIFO.3.560.553.377.058.600 ~ Jumlah biaya di departemen I1 .~ ~ Rp Rp 3.-~ .60 .Biaya bahan.500 6. 227.304.3 Laporan Kos Produks.000 37.1 13. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Produk selesai yang ditransfer ke departemen 111 Produk dalam proses akhir B. -~ ~ -~.00 Rp 21. tambahan bahan tidak menambah produk (output).00 49.395.537.000.600 .IO - Rp 109.00 3.25 = Rp 1.000 6.945.00 Rp Rp 144.160. 100 x 123.500. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biaya PDP awal buian Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept I1 ~- . . ~ -- Unit eqvl.000 2 17.60 Rp 3.000 2.803 -.25 .000 6.Biaya Overhead Pabrik. Total biaya (000) (000) Rp 106. - - Total biaya yang dibebankan 3.60 RD Total Produk Dalam Proses ahhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.600 Rp 1.75 .000 765.050.300 -6.500 5.643.414.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.00 13.450 BOP.

896.000 .200.600 1.900 3.500 33.500 357.K.600 222.000 kg 6.61 2.82 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan RD 29.644 . Rp 3.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.800 kg x Rp 588.000 kg Produk selesai yang ditransfer ke departemen 1 1 5. Biaya Overhead Pb. Jumlah Total 4.biaya bahan:400 x 126.09 19.300 217.900 6.BTKL: 400 x 90% x 36.09 5932 228.000 106.biaya bahan pembantu:400 x 6.BOP: 400 x 80% x 59.800 8.000 kg Produk dalam proses akhir 6.41 1.80 .80 b3.600 3.414. I1 Bulan Maret 1986 A.73 Kos produk dalam proses akhir: Rp 144.73 C.643.643.377.dari departemen I:400 x Rp360 50.800.73 588.200.160 6.537.000 kg B. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalarn proses awal Diterima dari departemen I 200.100 1.000 kg 6.000.634 5.142.40 . Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke departemen 111.21 12.40 .300 366. Langs. Perhitungan kos per unit produk (dalam 000): Biaya T.262.992.454 .120 36.000 kg 1 400.

maka akan timbul masalah dalam penentuan berapa kos untukmasing-masing produk yang dihasilkanoleh departemen tersebut. Dalam bab dua. produk sampingan adalah suatu proses yang nilai total produk atau produk-produk tersebut relatip kecil dibanding dengan produk utama. Bahkan untuk blotong sama sekali tidak mempunyai nilai guna apapun sehingga dikategorikan sebagai limbah industri. Meskipun sebenarnya berapa biaya yang diserap akan berbeda-beda tetapi produk yang dihasilkan akan menunjukkan kuantitas yang tidak akan jauh berbeda. . Hal ini disebabkan input produksi akan menghasilkan secara langsung dan simultan dalam suatu reaksi kimia. Jadi dapat disimpulkan. Secara kebetulan komposisi tonase ketiga macam produk yang dikeluarkan dari departemen 111tersebut hampir sama.Sehingga produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis dianggap sebagai limbah industri. Produk sampingan sebetulnya tidak dikehendalu tetapi temyatamasih mempunyai nilai ekonomis bagi pihak lain. Persoalannya akan menjadi lain apabila ketiga produk yang dihasilkan dalam proses ketiga tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative sama. Tentunya ketiga produk tersebut akan dianggap sebagai produk bersama. Sehingga krislal gula menjadi produk utama. Namun bila ditinjau dari nilai ekonomisnya (nilai jual) maka kristal gula mempunyai peran yang sangat dominan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan secara simultan dalam suatu proses yang nilai total masing-masing produk tersebut relatip sama. Hanya saja tujuan dan nilai produk yang dihasilkan tersebut mungkin secaraekonornis tidak bermanfaat bagi perusahaaqlmasyarakat. telah disajikan bagan proses produksi pabrik gula. Ketiga macam produk tersebut dihasilkan secara simultan dalam suatu proses di departemen 111. Proses tersebut menghasilkan beberapa macam produk yang perlakuannya terhadap masing-masing produk tersebut berbeda-beda.BAB V PENENTUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN Perusahaan yang mengolah produk dengan proses kimia selalu menghasilkan lebih dari satu produk. sedangkan terhadap tetes yang nilai ekonomisnya jauh lebih rendah daripada gula diperlakukan sebagai produk sampingan. Apabila suatu proses produksi menghasilkan bekferapamacam produk.

Apabila dernikian halnya maka disebut biaya overhead bersama (joint ovei.head cost). namun kornponen biaya overheadtip sama. Biaya bersama semacam ini terjadi dalam industri yang menggunakan proses produksi dengan metode pesanan (job order) atau proses asembling. Biaya bersama semacam ini mempunyai komponen biaya bahan dan biaya lcnaga kerja yang berbeda untuk masing-masing produk. tambahan terhadap pendapatan penjualan. hanya saja bentuk output yang dihasilkan tidak berupa produk sampingan ataupun produk bersama. Biaya bersama timbul sejak dimulainya proses produksi sampai saat terjadinya pemisahan produk (split ofl menjadi beberapa produk. A. tetapi kebersamaan biaya dapat pula timbul karena penggunaan fasilitas produksi yang sarna. Oleh karena komponen biayanya sama maka kos untuk kasus semacam ini disebut sebagai biaya bersama (join cost). Biaya bersama tidak dialokasikan kepada produk sa~npingan Metode X 1: hasil penjualan produk sampingan langsung n~asuk laporan rugike laba sebagai: pendapatan lain-lain.&an sebagaipengurangan kos produksi. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN Penentuan kos produk sampingan sebetulnya sangat sulit. Metode alokasi yang dapat diterima dalam akuntansi produk sarnpingan dapat dibagi dalam dua kategori. Menggunakan metode kos pengganti (replacement cost). Hasil penjualan produk sampingan setelah dikurangi dengan biaya penjualan produk sampingandan tambahan biayadalampenyempurnaan produk sampingan langsung masuk ke laporan rugi-laba dengan cara i yang sama dengan metode 1. karena biaya bersarna yang terjadi sebetulnya sangat sulit dipecah untuk dialokasikan kepada beberapa produk yang dihasilkannya. Dengan demikian komponen biaya untuk ketiga macam produk tersebut terdiri dari komponen biaya yang s m a pula. yaitu: 1. Kebersamaan biaya dapat terbentuk bukan karena kesamaan proses sejak awal proses sampai saat split off. kiranya perlu dipecahkan dengan rasional. Dalarn kasus lain dapat pula terjadi biaya bersama. Metode 2: Metode 3: . sebagaipengurangan kos penjualan. Biaya bersama tidak selalu terjadi dalam industri yang menggunakan metode proses saja.Baik produk sampingan maupun produk bersarna diolah dalam satu proses produksi yang sama pula. Namun mengingat manajemen memerlukan inforniasi yang dapat menggambarkan berapa komposisi biaya produk sampingan dalatn seluruh kornpoilen kos produk.

BZ tidak laku dijual dan diperlakukan sebagai limbah industri.OO Kos bulan ini Rp 2. Sebagian biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan dengan memberhatikan berapa biaya yang dialokasikan dan tambahan biaya untuk penyempurnaan produk sampingan tersebut.000.00 Hargajual produk utama AZ adalah = Rp 1.00 26.OO 238. Metode 4: Metode nilai pasar (reversal cost) CO'NTOH KASUS PT XYZ memprodusir produk melalui tiga departemen produksi.OO per ton. produk yang masih dalan proses awal 150ton (Biaya bahan 100%. biaya konversi 85%).000.000.180 ton.000. Dalam kategori ini dikenal metode yang keempat . 2. . Produk sampingan CZ laku dijual dengah harga Rp 400. Pada departemen 111dihasilkanbeberapaproduk AZ. BX 50 ton dan CX 220 ton.biaya konversi 80%).OO 202.690.190. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi 100%.00 Rp 3.500per ton. JAWABAN KASUS Pembebanan kos produk terlebih dahulu harus memperhatikan laporan kos produksi pada periode yang bersangkutan.000. Laporan kos produksi di departemen 111 disajikan dalam halaman berikut. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos produk utama.00 24.000. BZ. Selanjutnya apabila telah diketahui berapa biaya bersama yang timbul dalarn produksi tersebut baru dapat ditentukan berapa pembebanan kos produksi pada produk utama.000. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalarn bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2. Komposisi biaya dalam bulan ini adalah: Jenis Biaya Biaya dari dept.00 Rp 275.500 ton.200.2. dan CZ. I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP Awal Rp 225. Produk yang dihasilkanAX.

OO Rp 3. I11 Bulan Maret 1980 A.209.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept. 200 x 85% x Rp100.200 ton x Rp1. Produk BZ.2. Produk CZ.OO Total H. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersarna. C.500 ton 1 SO ton 2.500.3 10.00 18. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk rnasuk dalam proses Produk dalam proses (awal) Produk selesai bulan ini: Produk AZ.Nilai penjualan produksampingantersebutdianggap sebagaipenghasilan tambahan yang secara langsung dapat dilaporkan dalarn laporan rugi-laba.700. Produk dalam proses (akhir) 2.P.650 ton 2.00 Rp 220. yang dibebankan bulan ini.OO Metode pertama Berapa besarnya kos produk sampingan yang terjadi selama satu periode tidak perlu dihitung. Pencatatan hasil penjualan produk sarnpingan dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut: .650 ton B.200.Hal ini mengingat tujuan utama produksidalarnproses tersebutuntukmenghasilkan produkutamasaja.700.000.1 80 ton 50 ton 220 ton 700 ton 2.00 Biaya overhead. Perhitungan kos per unit produk (dalam ribuan rupiah): Biaya overhead Pb.450 ton x Rp 1. 200 x 85% x Rpl10. Rp 3.00 17.100. 11.00 Total Kos PDP akhir 255.465.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.000.00 Biaya tenaga kerja.

Selanjutnyadalampenyajian laporanrugflabaakan diperlakukan sebagai pengurang kos produk utarna. namun biaya-biaya yang timbul dalam rangka menjual produk sampingan tersebut tidak boleh ikut dibebankan sebagai pengurangan terhadap hasil penjualan produk utama. Metode kedua Berbeda dengan metode pertama. Dalam metode kedua ini berapa besarnya kos produk sampingan tidak perlu dihitung.800. Misalnyauntuk pembungkusan. Sebagai pengurangan kos penjualan.OO Biaya-biaya yang timbul dalam penjualanproduk sampingan tersebut akan ditampung dalarnrekeningtersendiri. dalam metode kedua dihadapkan masalah bahwa penjualan produk sampingantersebut membutuhkansejurnlahbiayauntukmemasarkannya. . c.00 3. Sebagai salah satu unsur pendapatan lain-lain.penyimpanan produk sampingan dan pengiriman barang.KaslPiutang Dagang Penjualan produk sampingan Rekening penjualan produk sampingan tersebut di atas pada akhir periode dapat disajikan dengan salah satu cara berikut: a.200. Hal ini mengingatbiaya-biaya yang timbul karenapenjualan produk sampingan tersebut dapat ditelusuri jejaknya.400.00 Rp 8. Sebagai contoh kasus di atas. Sebagaisalah satuunsurpendapatandan langsung disajikansebagaielemenpendapatan. b. apabila biaya-biaya yang timbul dari penjualan produk sampingan diketahui sebagai berikut: Biaya pembungkusan Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Rp 4. Sebagai unsur pengurang kos produksi periode tersebut. d.

Untuk selanjutnya kos produk sampingan ditentukan dengan nilai jual (market value) produk sejenis yang berlaku saat itu.00 8. Dalam kasus di atas diperoleh informasi tambahan sebagai berikut: Perusahaan mengambil profit margin sebesar 20% dari harga jual masing-masing produk sampingan.000.00 Rp 22. Bahan-bahan tersebut telah tersedia dari dalam perusahaan sendiri sebagai sisa proses produk lainnya atau sebagai produk sampingan dari sesuatu proses prduksi. namun bahan baku yang dibutuhkan dalam proses tersebut tidak memerlukan dari luar perusahaan.800. Dengan demikian diperlukan nilai pengganti untuk jenis bahan yang sama dengan mernperbandingkannyadengan nilai jual yang berlaku di pasaran terhadap bahan yang sama.600.00 Rp 88.Metode ketiga Metode ketiga terjadi untuk perusahaan yang memproduksi produk.00 Berdasarkan kasus tersebut di atas maka biaya bersarna yang terjadi dapat dihitung dengan cara sebagai kxikut: Jenis biaya Kos produk bersama Nilai jual produk sampingan Taksiran laba kotor produk sampingan: Produk utama Rp 3.00 Produk sampingan .500. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menghitung berapa besarnya kos produk sampingan dan sampai sejauh mana keuntungan yang diperoleh dengan penjualan produk sarnpingan tersebut. Metode keempat Metocle keempat ditemukan dalam suatu perusahaan yang menghasilkan produk sampingan yang masih memerlukan proses lanjutan agar produk sampingan tersebut dapat dijual kepada konsumen.209.000. Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Jumlah biaya 3.

I Laba 25% dari nilai jual Biaya pemasaran(Rp8.180 ton 1.600 + Rp3. Alokasi biaya bersama kepada masing-masing produk bersama dapal dilakukan ~nelalui salah satu dari keernpat metode berikut: . inaka dalam produk bersamapun ditemukan kesulitan dalam menentukan cara yang tepat untuk menentukan alokasi hiaya bersama tersebut.800) Total taksiran laba kotor Taksiran biaya setelah pemisahan produk: Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Total taksiran biaya setelah pemisahan Jumlah penilaian produk utarna Kos produk utama (taksiran) Ditambah: Biaya sesungguhnya setelah pemisahan produk Total biaya dibebankan pada produk sampingan Tokl kuantitas produksi Kos per unit produk Rp 2.00 200 ton 278. PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA Seperti halnya dalam akuntansi produk sampingan.00 B. Disadari tidak ada cara yang tepat untuk melakukan alokasi biaya bersama kepada produk bersama.600. Namun demikian gambaran komposisi biaya produk sampingan yang disajikan dengan rasional kiranya akan membantu manajemen dalam mengendalikan operasi perusahaan.451.88 Rp Rp 53.

terlebih dahulu harus ditentukan berapa besarnya biaya bersama selama satu periode.00 275. dan CX. metode nilai jual relatif. biaya konversi 85%). CONTOH KASUS PT XYZ memproduksi produk melalui tiga departemen produksi. .000. produk yang masih dalam proses awal150 ton (biaya bahan loo%.000.00 per ton. Kos biaya bersama dalarn perhitungan berikut ini berdasarkan metode metode rata-rata. Komposisi biaia dalam bulan ini adalah: Jenis biaya Biaya dari departemen I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP awal 225. metode rata-rata biaya per satuan. Produk yang masih dalarn proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi loo%.000.OO 262. 1.OO 238.190.1.500 ton. Jawaban kasus Sebelum alokasi biaya bersama dilakukan.200.OO 24.00 per ton dan CX = Rp 1. BX.00 3. 2.400. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos untuk masing-masing produk.500 per ton. biaya konversi 80%). BX 700 ton dan CX 750 ton.000 ton. 3.000. metode rata-rata tertimbang.000.OO Harga jual masing-masing produk di pasar adalah AX = Rp 1. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalam bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2. 4. Produk yang dihasilkan AX. BX = Rp 1. Pada departemen I11 dihasilkan beberapa produk AX.000.300. metode satuan phisik.00 Kos bulan ini 2.690.000.00 26.

500.000 500.00 Biaya tenaga kerja.620 Kos/ unit 1. Biaya overhead pabrik Jurnlah 50.000 3.000 288.650 2. 2.00 Rp 3.000 C.500 ton 150 ton 2.200 2.200 Total biaya dibebankan 275.00 200 ton x 85% x Rp110. I11 Bulan Maret 1980 A.00 1.310.650 ton Produk selesai bulan ini: Produk AX Produk BX Produk CX Produk dalam proses (akhir) 1.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept II.00 210.000 26.465.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.620 2.00 100. = Rp 220.690.00 .3 10.650 ton B. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk masuk dalam proses Produk dalam proses (awal) 2.200 3.000 Biaya di dept.200 ton x Rp1. sebelumnya 225.915.700. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersama.100.00 Kos dept.000 262.200 238.190.000.000 250.00 110.000 262.2.00 - 18.000 ton 700 ton 750 ton 200 ton 2.000 24.450 ton x Rp1.209.200 Ekvl. 11: Biaya tenaga kerja 1s.100. Perhitungan kos per unit produk (rata-rata): Jenis biaya PDP awal Kos bln ini Total 2.

000. 750 x 1. Alokasi biaya bersama (metode relative): Jenis produk kuantitas Hg.3084 4.P.OO Rp 255.25 Rp1.400.310.00 Apabila alokasi biaya bersama disajikan berdasarkan kuantitas produk yans dihasilkan maka dalarn Laporan Kos Produksi disajikan ctengan rincian sebag~i berikut: Jenis produk Kuanl~tas Produk Alokasi R m Produk AX Produk BX Produk CX Total 1.500. 100.OO Apabila alokasi biaya bersama dihitung berdasarkan kos per unit produk yang dihasilkan maka alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk adalah: Produk AX.Biaya overhead 200 x 85% x Rpl.OO Produk CX. 1.391.OO Rp Rp 982.500.298. Bobot tessebut ditentukan manajemen secara relative dengan memperhatikan nilai bakan yang .OO Total - Rp 1.00 Rp 3.OO 100. yang dibebankan bulan ini = Rp 17.050.00 total Kos PDP akhir total H.000 1.450 ton Kp 1.000.000 ton 700 ton 750 ton 2.000.P per ton ProdukAX 1.000.OO 3.25 1.000 x Rp 1.205. 700 x 1.32 Produk BX Produk CX total 700 1.00 9 17.300. jual Nilai jual% n.39 1.500.OO 9 17.OO Up 982.00 1.?09.500.318.500.50 4.00 910.310.00 26.00 30.098.310.465.700.3597 3.86 1.460.OO 43.OO 3.083.000.500. jual alokasi H.000.000.310.78 750 1.OO Produk BX.i)O Rp 3.200.209.351.OO D.00 1. maka untuk masingmasing produk diberikan suatu bobot sebagai angka pengimbang.000.OO Apabila alokasi menggunakan metode rata-rata tertimbang.209.500.000.310.

000. B.51 8. Perusahaan mengeluarkan biaya produksi setelah departemen pemisahan (after separable cost) untuk masing-masing produk adalah. waktu yang digunakan. Keempat produk tersebut dihasilkan secara simultan di departemen I1 dengan menyerap biaya sebesar Rp 40. Berdasarkaninformasitersebut hams dilakukanalokasibiayaapabilaalokasididasarkan pada nilai jual relatip perhitungannya adalah sebagai berikut: . produk B Rp 10.796. produk A Rp 0.209. tingkat kesulitan proses produksi.50 dan produk D Rp 8.00. C sebesar 10. produk A Rp 2.00.00.600 Rp 3.000. Proses lanjutan ini ditnaksudkan untuk tnenyempurnakan produk agar dapat menarik para konsumen.500 Rp 1.715.00 dan produk D sebesar Rp 28.00 Dari keempat altematipmetodetersebut di atas dapat dipilihsalah satudiantaranya.000 2.00. Produk yang dihasilkan dari departemen I1 untuk keempat produk masing-masing A sebesar 20.50. BX 3 dan CX 2 maka alokasi biaya adalah sebagai berikut: Jenis produk jumlah produk bobot bobot x alokasi biaya jumlah produk bersama Produk AX Produk BX Produk CX Jumlah 1. Pernilihan metode tersebut harus memperhatikan kondisi yang ada dalam proses produksi dan penjualan produk bersama. PEMBEBANAN BIAYA PROIIUKSI BERSAMA SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK Baik terhadap produk sampingan maupun produk bersama dapat diproses lebih lanjut sebelum produk tersebut dijual pada konsumen.000 unit.000 ton 700 ton 750 ton 5 3 2 5. Laba kotor diketahui rata-rata sebesar 60 %.100 1.000 unit.000. Sebagai contoh. produk B 15. Biaya yang terjadi di departemen I sebesar Rp 80. jumlah tenaga kerja yang digunakan dan lain-lain.000. produk C Rp 10.digunakan. C. Nilai jual per unit produk setelah melalui proses lanjutan adalah.000unit.00.000.37 783.12 J R 559. Seandainya produk AX mempunyai total bobot 5. PT XYZ menghasilkan produk bersama A. C. produk B Rp $00 produk C Rp 4.988.000 unit dan produk D sebesar 15. Adanya proses lanjutan tersebut menyebabkan tarnbahan biaya yang harus dibebankan pada produk tersebut.500.865.00. D.000.

O .000 (Re) 10.00 65.000.00 10.00 4.000.00 10.OO 35.00 31.000.000.000.00 Total 250..00 8.00 49.000.000.000.000.200.00 28.00 4.000.OO 120.P.00 39.000 45.000.00 2.000 120.OO 21.000.- total harga biaya setelah nilai jual jual pernisahan H.000.3 683 69.800.200.000.000.1 ProdukA ProdukB Produk C Produk D 0.OO 170.000.OO 68.O 65.00 52.000.00 68.000.00 6.00 83.00 10.P 60% Total nilai jual % biaya - (Rp) .-- - (unit) 20.00 92.000 15.00 50.800.50 5.00 70.00 15.000.Jenis hrg jual kuantitas produk per unit produksi .000.OO 200.50 8.000.

untuk memudahkan pencatatan kos produksi dan lain-lain. Dengan demikian manager produksi terbantu dalam upaya menekan kos produksi serendah mungkin. Adanya kos standard dapat memberikan garnbaran mengenai penyimpangan produksi dibandingkan dengan norma yang ditetapkan. 4. artinya suatu standard yang dibentuk sebagai norma pengukuran kos produksi. Membantu dalam pengendalian biaya. tanpa menunggu berakhirnya satu periode proses produksi untuk metode Proses Costing atau untuk satu job (batch production)untuk metode Job Order Costing. antara lain: 1. 3. sehingga sangat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Manfaat lainnya antara lain untuk Inventory pricing. manajemen dihadapkan pada persoalan estimasi terhadap kejadian-kejadian yang belum pasti. Dalam ha1 ini kos produksi dapat ditentukan dimuka (terlebih dahulu). Ini berarti mengupayakan efisiensi proses produksi dan meningkatkankeuntungan perusahaan. Anggaran adalah perencanaan operasi perusahaan di masa yang akan datang dan diwujudkan dalam satuan mata uang. Dengan demikianinformasikos produksi dapat disajikan dengan lebih cepat. Standard kos ditetapkan dengan berbagai tujuan.BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR Kata standard memberikan suatu pengertian norma yang digunakanuntuk melakukan pengukuran. Sebagai dasar penentuan kos produksi. Dalarn upaya menyusun anggaran. Informasi berapa besarnya penyimpangan (variance) tersebut sangat membantu bagian produksi untuk memperbaikinya. . 2. Membantu dalam perumusan anggaran perusahaan. Dalarn hubungannya dengan akuntansi biaya dikenal pengertian standard cost. Perencanaan kegiatan tersebut akan mudah ditetapkan bila menggunakan norma atau ukuran yang lebih tepat.

Dapat pula berdasarkan rumus kimia dalam proses produksi suatu barang. PENENTUAN STANDARD Kos standard terdiri dari dua kategori yaitu kuantitas standar dan t~arga standard (tarip standar). Yaitu. Standar untuk bahan baku 1. Standard ideal (standard teoritis). Berdasarkan rumusan kimia dengan memperhatikan kemampuan teknis produksi mesin yang terpasang. Kuantitas standar ditetapkan berdasarkan penelitian di rnasa yang lalu mengenai kuantitas hasil produksi (unit produksi. jam mesin. kebutuhan bahan dan lain-lain). Melakukan test dengan kondisi tertentu. 3. Yaitu. Actual standard. JENIS-JENIS STANDAR 1. Komponen biaya yang ditetapkan sebagai standard menggunakankapasitasoptimal (kapasitas 100%). 2. standard yang didasarkan pada tingkat efisiensi tertinggi sesuai dengan kemampuan operasional peralatan dan aparat personel yang mendukungnya. Kos standard ditetapkan berdasarkan harga (normal) yang terjadi di masa yang lalu 1. . 4. standardyang dihitung atas dasarkondisi yang diharzpkanyang diharapkan dalarn suatu proses produksi. Yaitu. Standard kuantitas penggunaan bahan (material usage standard) ditetapkan berdasarkan hal-ha1 sebagai berikut: a. Basic standard. jam produksi. Standard ini ditetapkan karena manajemen menghendaki pemanfaatan secara optimal terhadap suatu proses produksi dalam kumn waktu tertentu.Meskipun dalam kenyataannya ideal standard tidak bisa pemah dicapai. c. Berdasarkan penelitian di bagian produksi mengenai hasil produksi dimasa yang lalu. b. Yaitu standard yang ditetapkan sebagai basic tidak akan dirubah.A. standard yang digunskan d m berlaku pada pcriode produksi tertentu. Attainable standard. Basic standard disebut pula sebagai Fixed standard. B. Standard tersebut digunakan sesuai dengan rcncarla produksi dalam kunin waktu tertentu saja.

2. Standar untuk biaya tenaga kerja langsung (BTKL) 1.000 kg a Rp 2.ditetapkanberdasarkanpenelitianmengenai gerakdanwaktu dengan memperhatikan ratio industri. tetapi pernisahan biaya tersebut tetap harus diakukan. Kuantitas sesungguhnya x (tarip sesungguhnya . Tarip upah standar. (perhatikan 2.2.600 . Meskipun biaya semi variabel padadasarnyasulit dipisahkanmenjadi biaya n tetap dan biaya variabel. Perhitungan selisih.350 Rp 8.500 kg. Standar untuk biaya overhead pabrik 1. Biaya bahan sesungguhnya Biaya bahan menurut standard Selisih biaya bahan Selisih harga pembelian bahan. Bahan baku yang dibelidalambulan ii5. Harga (tarip) standard. terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besarnya biaya tetap dan biaya variabel sebagai standar. Hal ii untuk mempermudah proses analisis terjadinya variasi biaya overhead pabrik dalam proses produksi.47. Jam standar. Bahan yang digunakan 3.550 kg selama satu bulan. Dalam rangka penentuan tarip biaya overheadpabrik harus diperhatikanadanya biaya semi variabel. standard n kos bahan baku per kg Rp 2.50. Harga standar. C. Jam (kuantitas) standar. Standard untuk biaya overhead pabrik menggunakan flexible budget. Standard kuantitas pemakaian bahan baku untuk produksi bulan ini 3.750 Rp 3. 3.1) 2. ditetapkan berdasarkan pengalaman di masa yang lalu dan memperhatikan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN 1. Analisis Selisih kos bahan baku Inforrnasiyang diperolehdari bagian akuntansibiaya adalah sebagaiberikut. ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan buruh (labor bargaining) atau peraturan perburuhan yang berlaku).tarip standard) = Rp 12. 2.

000 kg x (Rp 2.5.50 = Rp 125 (selisih rugi) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih kuantitas bahan: 1. Terdapat kesalahan di dalam perencanaan produksi.Rp 2. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan harga adalah bagian pembelian. terutama bila harga bahan baku sangat dipengaruhi oleh keadaan pasar. 3. Terjadi kesalahan dalam kebijaksanaan pembelian bahan. bila bagian ini tidak mampu memperoleh bahan baku dengan kualitas yang ditetapkan. Kepala bagian produksi 3. Seringkali ditemukan faktor-faktor di luar kekuasaan perusahaan (bagian pembelian). Pelaksana (mandor) yang menyimpang dari rencana produksi yang telah ditetapkan.50) = Rp 150 (selisih laba) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih harga pembelian bahan: 1. Material purchase price variance .47 . Ada tendensi harga-hargaumum yang memang mengalamikenaikan atau penurunan.3. 4. 2. 2. Bagian pembelian.550 kg . (kuantitas sesungguhnya .kuantitas standard) x tarip standard = (3. Bagian production control 2. Pencatatan dengan metode single plan PDP biaya bahan Material quantity variance Persediaan bahan baku Persediaan bahan baku Utang dagang. Ditemukan bahan-bahan subtitusi yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien. Selisih kuantitas (pemakaian) bahan.550 kg) x Rp 2. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan: 1. Terdapat efisiensilinefisiensidalam penggunaan bahan.

47 .50) = Rp 106. .50 (selisih laba).550 unit x (Rp 2. Rp 150 Utang dagang Rp 12.tarip sesungguhnya) = 3.350 Persediaan Bahan Baku Pencatatan dengan metode partial plan Persediaan bahan baku Utang dagang PDP Persediaan bahan baku Material quantity variance Material price variance Persediaan bahan baku Selisih kuantitas Selisih harga pmbelian Rp 150 -T-PDP biaya bahan Utang dagang l Persediaan Bahan Baku Perhitungan material usage variance Bahan yang dipakai x (tarip standard .Rp 2.Selisih hargl pmbelian - .

Rp 6.50 per jam.500 jam dengan tarip standard sebesar Rp 6.50 .2.880 jam . (jam sesungguhnya -jam standard) x tarip standard = (1. Standard waktu untuk produksi pada bulan ini 1.tarip standard) = 1. Perhitungan total selisih: Biaya tenaga kerja langsung (actual) Biaya tenaga kerja yang dibebankan Total selisih Perhitungan selisih upah.00 = Rp 1.1. sebagai berikut: Biaya gaji dan upah Hutang gaji PDP .880jam.OO) = Rp 940.00 per jam. I Tarip sesungguhnya (actual paid) Rp 6. Analisis selisih biaya tenaga kerja langsung.00 (selisih rugi). jam sesungguhnya x (tarip sesungguhnya .500jam) x Rp 6.880jam x (Rp 6.OO (selisih rugi). Informasimengenaikos BTKL adalahsebagaiberikut. Selisih efisiensi.740.biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Biaya upah .Jam kerja sesungguhnya 1. Jumal yang hams dibuat.

Pencatatan dengan metode single plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Rp 1.tenaga kerja Biaya gaji dan upah Pencatatan dengan metode partial plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu R T PDP b i a r tenaga kerja Rp 9. Di dalarn analisis selisih untuk biaya overhead pabrik terdiri dari tiga macam tarip. . Sehingga apabila perusahaan dalam suatu periode merencanakan untuk memproduksi dengan kapasitas tertentu. Selisih biaya overhead pabrik. yaitu: .740 I PDP biaya. maka standard yang digunakan sesuai dengan anggaran untuk kapasitas yang direncanakan dalam anggaran fleksibel tersebut. dan tarip yang sesungguhnya. Analisa selisih untuk biaya overhead pabrik menggunakan anggaran fleksibel.tarip standard pada kapasitas yang dianggarkan. Misalnya. terdapat tiga macam metode analisis selisih.maka standard yang digunakan adalah segala tarip yang berlaku dalam kapasitas tersebut. produksi dengan kapasitas 80%. Di dalam anggaran fleksibel tersebut disusun rancangan produksi untuk berbagai kapasitas. yaitu tarip standardpada kapasitasnormal.540 Biaya gaji dan upah 3. Untuk mengetahui selisih yang terjadi dalam kos standard.

Pertajaman analisis tersebut dengan melihat apakah kapasitasyang menganggur disebabkanoleh faktor biaya tetap ataukah biaya variabel. Biaya overhead pabrik tetap Kapasitas normal sebesar 4. Pembahasan metode ini disajikan di halaman 8 berikut ini. Contoh ilustrasi perhitungan selisih biaya overhead pabrik. Metode analisis tiga selisih mempertajam dengan melakukan analisis terhadap adanyakapasitasyang menganggur (idlecapacity variance).OO (rugi). Metode analisis empat selisih merupakan pengembangan dari analisis tiga selisih dengan mempertajam terhadap analisis kapasitas yang menganggur.pada dasarnya mempunyaitujuan yang berbeda-beda. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam standard. Rp 1. Biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp 7. Metode analisis tiga selisih. 1. . Metode analisis dua selisih. Metode analisis empat selisih. Waktu (jam) yang sesungguhnya 3. a. dan 3. Selisih terkendali. Biaya overhead pabrik variabel Rp 1. Total selisih biaya overhead pabrik Rp 584. 2.20 Rp 0.400 jam.00.450 jam.1 Metode analisis dua selisih. b. Waktu (jam) standard yang dianggarkan 3. Tarip kos standard per jam produksi. Penggunaan masing-masing metode tersebut.00.384.384 . analisispengeluaran (spending variance). dan analisis terhadap efisiensi.80. Metode analisis dua selisih melakukan analisis terhadap penyimpanganpenyimpangan yang terjadi dengan hanyamemperhatikan selisihvolume dan selisih yang dapat dikendalikan.000 jam Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa total selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik standard adalah Rp 584.

400 x Rp1. . Spending variance.280 .3.400 jam x Rp0.170 Rp Selisih rugi 2.400 jam x Rp2. Efficiency variance (selisih rugi). Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya. Rp 7.384 Rp 3.370 RD 6.3. Rp 7.475 jam x Rp1.OO = Idle capacity variance (rugi) 420 3.- BOP tetap. Rp 6. 3.3. Jam sesungguhnya x tarip standard. Selisih volume.200 RD 4.anggaran biaya tetap - Biaya variabe1.080 RD 7.370 14 Rp .20 = 7. BOP yang dianggarkan a/d jam standard.800 Rp 480 Rp 7.BOP variabe1. .3.475 x Rp2.00 = Selisih volume (rugi) Metode analisis tiga selisih.280 1.200 Ru 4.20 Selisih terkendali Rp 104 2. BOP yg dibebankan pada produksi. Idle capacity variance.80 Rp 3.950 Rp Biaya yang dianggarkan a/d jamm sesungguhnya Jam s e s u n g w y a x tarip stand.

80 = Fixed efficiency variance (rugi) .400 jam x Rp0.280 Rp 90 Jam standard x tarip tetap. Idle capacity variance.475 jam x Rp0. Spending variance.800 150 Rekapitulasi perhitungan selisih: Spending variance Idle capacity variance Efficiency variance Total selisih (rugi) Metode analisis empat selisih 1. Fixed efficiency variance. 3. 3. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya Variable efficiency Variance 4. 3.700 jam x ~p 2.00 Selisih efisiensi (rugi) - Rp Rp 6.Biaya overhead yang dibebankan ke produk. (lihat metode analisa tiga selisih) 2. Variable efficiency variance. Jam sesungguhnya x tarip tetap.370 Rp 7. (lihat metode analisa tiga selisih) 3.80 = Rp 7.

BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK A. b. 4. dan biaya sesungguhnya dimasukkan rekening overhead sesungguhnya b. SOAL-SOAL BIAYA OVERHEAD PABRIK 1. Berikut ini adalah elemen biaya overhead pabrik. Dibebankan langsung ke laporan rugi-laba Tujuan alokasi dan penggunaan tarip biaya overhead pabrik adalah: a. 3. Gaji pegawai produksi c. Ongkos angkut pembelian mesin pabrik d. . Biaya bahan penolong b. Pengendalian biaya produksi c. Penyusutan gedung pabrik Akuntansi untuk biaya overhead pabrik relatif lebih kompleks daripada akuntansi untuk biaya produksi yang lain karena: a. Penentuan harga jual 2. Diakui sebagai biaya periode d. Biaya overhead pabrik tidak bisa dihubungkan dengan secara langsungdengan produk c. KECUALI: a. Jenis biaya overhead pabrik banyak b. Langsung dibebankan ke dalam harga pokok penjualan c. Penentuan harga pokok produk d. dan c benar Biaya produksi selain biaya bahan baku dan upah Iangsung akan: a. Jawaban a. Dibebankan dengan tarip. Analisa biaya untuk pengambilan keputusan b. Sebagian biaya overhead pabrik terjadi secara sporadis d.

dapat dihindarikarena hambatan-hambatan intern perusahaan dan trend penjualan di masa yang akan datang Kapasitasteoritis pabrik atau departemenuntuk menghasikan kecepatan b.5. dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam d. Jam kerja mesin Suatu flexible budget adalah: Cocok untuk mengendalikan factory overhead tetapi tidak cocok untuk a. Biaya tetap tidak diperhitungkan dalam anggaran fleksibel d. Kapasitas praktis b. Cocok untuk setiap kegiatan Dalam menggunakan anggaran fleksibel. batas-batas tertentu d. Jam kerja langsung d. Anggaran kapasitas yang didasarkan atas kapasitas teoritis dikurangi hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena faktor internal dan eksternal disebut: a. akan sangat kecil bilarnana tarip biaya overhead yang dibebankan dibuat berdasarkan: a. Biaya tetap per unit akan meningkat c. 8. Kapasitas harapan c. 9. Kapasitas yang direncanakan c. tahun yang akan datang Dalamjangka waktu tertentu. Kapasitas normal d. perbedaan antara biaya overhead yang dibebankan dengan biaya overhead yang sesungguhnya. 7. penuhtanpa berhenti selama jangka waktu tertentu Kapasitasteoritisdikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak c. Kapasitas teoritis Kapasitas praktis adalah: Kapasitas teoritis dikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak a. langsung. Kapasitas normal b. mengendalikan bahan langsung dan upah langsung Cocok digunakan untuk mengendalikan bahan langsung dan upah b. Biaya tetap per unit tidak terpengaruh b. apa yang terjadi terhadap biaya tetap per unit apabila jumlah produksi meningkat dalam relevant range? Biaya tetap per unit akan turun a. 6. tetapi tidak cocok untuk mengendalikan factory overhead Tidak cocok jika biaya dan beban dipengaruhi oleh fluktuasi dalam c. .

Analisa Pengertian istilah tarip distribusi. Jumlah biaya overhead pabrik variabel per unit b. kepada produk yang diolah melalui departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Kapasitas sebenamya yang diharapkan d. adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tak langsung departemen c. 13. b. Biaya upah langsung dan hasil produksi c. Jika suatu flexible budget digunakan. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam penetapan tarip biaya produksi tak langsung yang ditentukan di muka. Distribusi d.10. c. Jam kerja mesin Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik. tnaka unsur penentu adalah: Total aktivitas yang diperkirakan periode akuntansi ~nendatang a. kepada departemen yang bersangkutan 11. Mengurangi biaya total c. 14. Biaya bahan baku tidak langsung b. . Kapasitas normal c. Pembebanan Alokasi b. 15. ke departemen-departemen yang menikrnati manfaatnya Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik langsung departmen d. Jam kerja buruh langsung d. Jumlah biaya overhead total perperiode c. Semua jawaban tcrsebut dipcrlukan Pembagian elemen biaya overhead pabrik pada setiap dcpartctnen disebut: a. disebutkan di bawah ini: a. Dasar yang digunakan b. KECUALI: a. 12. Meningkatkan total biaya hidup Meningkatkan biaya variabel per unit d. d. Biaya bahan yang digunakan Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membebankan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut. suatu pengurangan (decrease) dalam tingkatan produksi di dalam relevant range akan: Mengurangi biaya variabel per unit a.

aljabar (algebraic method) Metode alokasi kontinyu dan metode urutan alokasi yang diatur b. c. . KECUALI: a. Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) Metode alokasi langsung (direct allocation method) b. departemen-departemenyang menikmati manfaatnya Tarip untuk membagikan biay a overhead pabrik langsung departemen d. Metode aljabar (algebraic method) Manakah diantara metode alokasi biaya overhead pabrik berikut ini termasuk dalam metode alokasi bertahap yang memperhitungkantransferjasa timbal balk antar departemen pembantu? Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) dan metode a. kepada produk yang diolah pada departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Berikut ini adalah metode alokasi bertahap (step method) biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi. 20. tingkatkapasitas yang sesungguhnyadipakaiuntukmengerjakanpesanan tertentu Membagi total biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan c. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung kepada c. Semua elemen biaya overhead langsung dan tidak langsung departemen b.maka anggaranbiaya overhead pabrik yang dimasukkan ke dalam perhitungan tarip meliputi: Semua biaya overhead langsung departemen saja a. c.16. (specified order to closing method) 17. Semua biaya overhead variabel Semua biaya overhead pabrik variabel dan tetap d. yang sesungguhnya dicapai dalam periode anggaran Jika digunakankonsep direct costing. Metode urutan alokasi yang diatur (specified order of closing method) d. kapasitas yang direncanakan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan b. 18. kepada departemen yang bersangkutan Tarip biaya overhead pabrik ditentukan di muka dihitung dengan cara: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan tingkat a. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. taksiran dasar pembebanan dalam periode anggaran Membagibiayaoverhead pabrik sesungguhnyadengantingkat kapasitas d. 19.

tanpa ada jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen pembantu lainnya. maka metode alokasi biaya overhead departemenpembantu ke departemenproduksi yang sebaiknyadigunakanadalah: Metode aljabar a. Metode alokasi kontinyu b. 24. d. Distribusi biaya-biaya dilakukan pada akhirperiode pembukuan. Di antara metode alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi yang mempertimbangkan transfer jasa timbal balik antar departemen pembantu adalah: Metode alokasi langsung (direct alocation method) a. b. 22. c. . Biaya depresiasi c. Metode alokasi langsung Metode alokasi urutan alokasi yang diatur d.c. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan Distribusibiaya overhead pabrik sesungguhnyakepada departemen-departemen. 25. Mengalikan tarip biayaoverhead pabrikdengan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan dalarn tahun anggaran b. kapasitas yang dicapai d. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dihitung dengan cara: a. Metode identifikasi khusus (spesific identification method) d. Biaya Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik d. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan dasar pembebanan biaya overhead pabrik Mengalikan tarip biaya overhead pabrik dengan jumlah sesungguhnya c. Biaya overhead pabrik sesungguhnya b. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan jumlah sesungguhnya kapasitas yang dicapai Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalarn perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan: a. setelah data-data rnengenai biaya overhead pabrik sebsungguhnya (aktual) dicatat dan dikumpulkan dalarn pembukuan 23. kemudian alokasi biaya dari departemen pembantu kepada departemen produksi dilakukan dengan cara: a. Metode aljabar (algebraic method) Metode urutan alokasi yang diatur (spesified order of closing) c. Metode urutan alokasi yang diatur dan metode aljabar Metode aljabar dan metode alokasi langung (direct allocation method) Jika jasa departemen-departemen pembantu hanya dinikmati oleh semua departemen produksi saja.

29. Distribusibiaya-biaya dilakukanpada awal periode pembukuan dimana data-data mengenai biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam memproduksi barang sebelumnya telah diketahui yang dicatat dalam pembukuan Biaya overhead pabrik hanya akan dapat diperhitungkan setelah melihat perbandingan antara yang diperhitungkan dan ditaksir Biaya overhead pabrik tidak akan dilakukan distribusi apabila terdapat lebih diperhitungkan (over applied) yang menimbulkan laba biaya overhead pabrik 26. Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo debit pada akhir periode akuntansi Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo kredit pada b. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk d. c. c. Dibebankan kurang c. b. Anggaran statik (static budget) a. maka terbukti bahwa overhead pabrik itu: a. akhir periode 27. . Pabrik beroperasi pada kapasitas di bawah kapasitas normal b. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi lebih tinggi dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk Jika terjadi pembebanan kurang biaya overhead pabrik (underapplied factory overhead cost) dalam suatu periode akuntansi. d. Bersifat variabel Pembebanan lebih biaya overhead pabrik (Overapplied factory overhead) terjadi sebagai akibat: a. Dalam mengadakan analisis selisihbiaya overhead pabrik neto/keseluruhan (net1 overall factory overhead cost variance).b. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fmed budget) b. Bila perkiraan kontrol overhead pabrik mempunyai saldo akhir debit. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang diperkirakan c. 28. diperlukan adanya: a. Bersifat tetap d. dan c benar d. akhir periode Rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan bersaldo debit pada c. Dibebankan berlebihan b. berarti: a. akhir periode RekeningBiaya OverheadPabrik yang Dibebankanbersaldo kredit pada d.

Apabila selisih terjadi disebabkan k m n a ketidak efisienan pabrik aku kegiatan perusahaan di atas atau di bawah normal. 36 Data untuk tahun 19 X 2: DEPARTEMEN A Anggaran biaya overhead pabrik Rp561. Manambah rekening harga pokok persediaan produk jadi Data untuk menjawab soal no. DepartemenB menggunakanbiaya tenaga kerjalangsung. penyimpangan anggaran adalah: a.d.200 14. Rp 41 per jam 110% dari biaya tenaga kerja langsung d. b.000 Rp 7 12. Rp 27. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik di Departemen A adalah: a. Apabila suatu perusahaan menggunakan tarip pembebanan overhead di muka. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Perlakuan selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya penyimpangan tersebut.000 14. Menaikkan harga pokok persediaan produk jadi c. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik tetap c.000 Anggaran biaya tenaga kerja langsung Rp 605.5 per jam b.000 Taksiran jam kerja langsung 20. 32. maka selisih tersebut diperlakukan sebagai: Pehgurang atau penambahan rekening harga pokok penjualan a.000 Taksiran jam B Rp495.100 mesin2 22. Dibagi rata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses d.000 17. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam aktual d. Diketahui data sesungguhnya tzhun 19x2 sebagai berikut: 33.5 per jam c.000 15. .700 Departemen A menggunakan jam mesin sebagai dasar untuk membebankan biaya overheadpabrik. Rp 25. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik variabel b. 32 s.000 C Rp615.30.dan Departemen C menggunakan jam kerja langsung.000 Rp 450.

Rp 37. Rp 37.000 d. Rp 5.000 lebih dibebankan b.000 Diketahuibiayaoverhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkanoleh Departemen A. dan Rp600.000 kurang dibebankan 35. Rp454.920 24.000 Rp 876.000 dan 2.720 c.200 lebih dibebankan c.200 lebih dibebankan c. jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen C pada tahun 19x2 adalah: a.000 untuk memproduksi 100.d. Rp 612. Rp 5. 38 Perusahaan "MENEEN" memproduksi boneka mainan anak-anak. Jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen A pada 19x2 adalah: a.500 kg plastik @ Rp 2.000 satuan boneka. Anggaran biaya overhead pabrik untuk skedul produksi ini adalah: .000 d. Manajemenjuga merencanakan memproduksi 5. Rp 528.Biaya overhead pabrik tetap: . Rp 693.720 lebih dibebankan d.000 liter cat @ Rp 6.000 buah boneka untuk persediaan. 37 s.DEPARTEMEN A B C Biaya tenaga kerja langsung Rp 744. Rp 528. Departemen B. Rp 93.720 lebih dibebankan d.000 lebih dibebankan b.200 13. dan Departemen C pada tahun 19x2 secara berturut-turut adalah Rp575.800.800 Jam mesin Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen B pada tahun 19x2 adalah: a. Rp 693. Rp 93. Survei pendahuluan dari panitia anggaran perusahaan menunjukkan suatu peramalan penjualan tahunan sebesar 95.000.000.000 kurang dibebankan Dengan data yang sama dengan soal no.000 16.000 13.000 buah boneka plastik.000 b. Rp 73. Bagian pembelian menentukan bahwa diperlukanpembelian 3.000 Jam kerja langsung 15. Rp 330. Rp 73.000 34. Data untuk mengerjakan soal no. 36. Rp 612. 8.jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen B pada tahun 19 X 2 adalah: a.720 c.000 Rp 480.000 b. 10. Dengan data yang sama dengan soal no.000 12. Rp 330.

B. 39 s.380.000 jam Pengwat 1. Rp 59. I @ Rp 6.000 .000 b. . 47 PT SARI memiliki 3 departemenproduksi yaitu A.200 d.d. Rp500.200.Biaya overhead variabel: Biaya upah tidak langsung Rp 250 per jamkerja langsung Biaya perlengkapan tak langsung Rp 4 per satuan Biaya pabrik umum (gerleral factory) Rp 50 per jarnkerja langsung . Rp 2. Rp 3.700. BOP Departemen X setelah menerima alokasi dari departemen Y adalah: a. Rp 2. anggaranproduksi (manufacturingbudget)perusahaan MENEEN berjumlah: a.000.00 per jam @ Rp 6.000 d. Rp 6.Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan peralatan Biaya pengawas Biaya asuransi . Rp 1. Rp 19.000 Tarip pembebanan biaya overhead pabrik yang didasarkan pada jam kerja langsung berjumlah: a. Data untuk menjawab soal no.00 per jam Dari datadiatas.Jam kerja dan taripnya untuk dua operasi adalah: Pencetak plastik 2.000 c.900 c. serta memiliki 2 departemen jasa yaitu Xdan Y.000 b.200jam 37. Biaya overhead pabrik (BOP) sebelum alokasi dan dasar alokasi departemenjasa adalah sebagai berikut: Keterangan Jam Langsung Luas Lantai BOP (RP) 39. Perusahaanmengpakanmetode alokasialjabaruntuk mengalokasikan biaya departemenjasa. Rp 588.600.900 38. Biaya departemenjasa X dialokasikan berdasar jam listrik dan Y berdasar luas lantai. dan C.200 b. Rp 33.080.

000 d.000 d. Rp 1. Rp 480.d. dan Y sebesar: a. Rp 590.000 Jumlah BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen X.000 b.000 c.000 c.40.000 d.760. Rp 600.000 d.000 Departemen A menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 300. Rp 660. Rp 540. Rp 380. Rp 540.000 c. Rp 440. 53 PT Adhi mempunyai 3 departemen produksi dan 3 departemen jasa di dalam pabrik.000 c.000 c.000 b.000 c.000 41. Rp 100. Rp 530.000 c.000 b. BOP Departemen Y setelah menerima alokasi dari Dpartemen X adalah: a. Rp 280. Alokasi biaya overhead pabrik (BOP) departemen jasa menggunakan metode alokasi bertahap yang tidak timbal balik.000 b. Rp 500. 44.000 d. Rp 600. Rp 540. Rp 1. Rp 440. Data untuk menjawab soal no. Rp 520.000 d. I 45.000 Departemen C menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 510.000 c. Z atas dasar jam . I 46.000 Jumlah BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen X.000 Jumlah BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen X. 48 s. Rp 490.000 Departemen B menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 200.100. Rp 1. Rp 120. I 42 I 1 43. p p 110. 47.000 b. dan Y sebesar: a. Rp 450.000 a. Rp 144.000 d. dan Y sebesar: a.000 b.000 d. Rp 250.000 b.000 Total BOP seluruh pabrik setelah ada alokasi dari departemen jasa: b. Rp 500.600. Rp 550. dengan urutan alokasi pertama Dep. Rp 580. Rp 125.

0 12.000 3 .500.000 9.200. Rp 500. Rp 1.000 1.000 d. Departemen A menerima alokasiBOP sesungguhnya dari Departemen Z sebesar: b.000 a. Rp 9.500 Jam Tenaga Uap 20. keduaDep.000 c.500. Rp 10.000 Rp 32.000.000 48.000 1. Rp 11.000 d.000 20. Rp 750.000 d. Rp 11.750.500.000 a. Rp 9. 59 F KLM membebankan biaya overhead pabrik dengan tarip yang ditentukan di muka. Rp 400.000. Rp 11.950.000 Departemen C menerima alokasi BOP sesungguhnya dari Departemen Y sebesar: b.000 5.000 10.d.500.400.000 Jumlah Karyawan 100 50 150 25 25 50 400 - Luas Lantai 2. 50.000 b.200. 51. Rp 1.800. 54 s.000 d. Rp 500. 53.000 1.ooo 2. Rp 400. Y atas dasar luas lantai.000 c.000 30.300.000 a. ketiga Dep. T .000.000 BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: a.750.000 3.000 d.000 c.000 110. Rp 8. BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b.000 c. Rp 10.000 c. Rp 500.500.000 .500 100 .300.000 b. X atas dasar jumlah karyawan. Up 750.tenagauap. l 52.000 a.500.000 20. BOP sesungguhnya dan hasil penelitian pabrik pada akhir tahun 1988 adalah sebagai berikut: Departemen BOP Sesungguhnya Rp 7. Rp 250. Rp 10.000 BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b.000. Rp 9.000 Departemen B menerima alokasi BOP Sesungguhnya dari Departemen X sebesar: a. Rp 1. Rp 9.500.250.000 7. Rp 10.000 10.400.000 d.000 I I 1 I 49. Data untuk menjawab soal no. Rp 800.000 c.

Perusahaan tersebut mempunyai 2 departemen produksi dan 2 departerrlen pembantu. Dalarn mengalokasikananggarandepartemenpembantu perusahaan menggunakanmetode aljabar. Anggaran biaya overhead pabrik masing-masing departemen untuk tahun 1990 adalah:

Departemen Anggaran Departemen produksi Rp 12.000.000 -A -B 14.200.000 Departemen pembantu -X 10.000.000 -Y 8.800.000 Dari penelitianpabrikdiperoleh informasimengena pemakaianjasadepartemen pembantu: Departemen jasa Departemen X A 50% B 40% X Y 10% Kapasitas normal: Departemen A: 10.000jam tenaga kerja Departemen B: 12.000 jam tenaga kerja
54.

Departemen Y 40% 40% 20%

-

Departemen X akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 2.000.000 b. Rp 2.400.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen Y akan menerima alokasi dari deparetemen X sebesar: b. Rp 2.400.000 a. Rp 2.000.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen A menerima alokasi dari departemen X sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 5.000.000 c. Rp 4.OQ0.000 d. Rp 4.800.000 Departemen A akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 3.520.000 c. Rp 4.000.000 c. Rp 4.800.000 Departemen B akan menerima alokasi dari departemen X sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

55.

56.

57.

58.

59.

Departemen B akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

Data untuk menjawab soal no. 60 s.d. 64
Data untuk 2 departemenjasa sebagai berikut:

DepartemenJasa Budget Bulanan JamJasa Biaya sesungguhnya A Rp 10.000 4.000 Rp 9.300 B 15.000 5.000 13.400 Kedua departemen jasa itu melayani 3 departemen produksi. Data budget, biaya sesungguhnya, dan jam-jam jasa sebagai berikut:

Estimasi Jasa Jasa Sesungguhnya Departemen Produksi A B A B X 1.200 jam 1.800jam 800 jam 2.000 jam Y 1.500 jam 2.000 jam 1.600 jam 1700jam Z 1.300 jam 1.200 jam 900jam l.lp0 jam Budget biaya departemen jasa tersebut masing-masing 60% merupakan biaya tefap.
60.

Tarip jasa A per jam: Rp 2,00 a. C. Rp 1,00 Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Rp 8.520 a. Rp 8.000 b. c. Rp 7.950 d. Rp 8.250 Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: a. Rp 15.400 b. Rp 14.500 c. Rp '14.600 d. Rp 15.300 Jumlah jasa yang diterima oleh departemen Y dari departemenjasa adalah: a. Rp 9.000 b. Rp 9.500 C. Rp 9.100 d. Rp 5.100 Spending variance departemen B adalah: b. a. Rp 1.630 (mgi) c. Rp 1.360 (rugi) c.

61.

62

63.

64.

Rp 1.630 (laba) Rp 1.360 (laba)

Data untuk menjawab soal no. 65 s.d. 67
Biaya overhead pabrik dianggarkan Biaya overhead pabrik sesungguhnya \ Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 65. Rp 44.000.000 46.200.000 10.000.000 jam 11.000.000jam

Tarip biaya overhead pabrik adalah: Rp 4,40 per jam tenaga kerja langsung a. b. Rp 4,00 per jam tenaga kerja langsung c. Rp 4,62 per jam tenaga kerja langsung d. Rp 4,20 per jam tenaga kerja langsung Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk adalah: a. Rp 46.200.000 b. Rp 44.000.000 c. Rp 48.400.000 d. Rp 50.820.000 Dalarn periode tersebut telah terjadi: Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapplied) a. Rp 2.200.000 b. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 2.200.000 c. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 4.400.000 d. Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapllied) Rp 4.400.000

66.

67.

Data untuk mengerjakan soal no. 68 s/d 71
Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik, Perusahaan JELITA memberikan datadata sebagai berikut: Perusahaan Jelita menetapkan tarip biaya overhead pabrik Rp500 per jam mesin Budget biaya overhead pabrik untuk 6.000 jam mesin per bulan: Rp 1.600.000 dan untuk 14.000 jam misin: Rp 2.400.000 Biaya overheadpabrik yang sesungguhnyaterjadi bulan Mei 1989adalah sebesar Rp 1.800.000 pada kapasitas sesungguhnya 5.000 jam 68. Berdasarkan data-data tersebut di atas besarnya tarip biaya overhead pabrik variabel adalah; b. Rp 172ljam mesin a. Rp 400ljam mesin c. Rp 1Ooljarn mesin d. Rp 267/jam mesin Sedangkan besamya budget biaya overhead pabrik tetap adalah sebesar: a. Rp 1.000.000 b. Rp 1.032.000 c. Rp 2.400.000 d. Rp 1.602.000

69.

Perusahaan JELITA, dengantarip biaya overhead yang telah dihitung mempunyai kapasitas normal: a. 6.000 jam mesin b. 8.500 jam mesin c. 5.000 jam mesin d. 2.500 jam mesin Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a Rp 2.500.000 b. Rp 1.250.000 c. Rp 3.000.000 c. Rp 4.250.000

PT Indah menganggarkan overhead pabrik tahun 1990 sebesar Rp1.530.000 untuk Departemen I berdasarkan volume kegiatan sebesar 100.000 jam kerja langsung.Pada akhir I 990perkiraanOverhead Pabrik Departemen I mempunyai saldodebitRp1.620.000.Jumlahjamkerjaakhlal adalah 105.000jam. Kelebihan (kekurangan) pembebanan overhead pabrik tahun 1990 untuk Departemen I adalah: a. Rp 13.500 b. Rp (13.500) c. Rp 90.000 d. Rp (90.000 )
Biaya overhead yang dibebankan adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Spending variance sama dengan: a. Rp 150.000 (rugi) b. c. Rp 200.000 (laba) d. Idle Capacity Variance sama dengan: a. Rp 150.000 (laba) b. c. Rp 200.000 (rugi) d.

Rp 150.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Rp 200.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Jurnal untuk pembebanan biaya overhead adalah: Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Berbagai macarn pengkreditan Jawaban a, b, dan c benarl

Rp 5.500.000 Rp 5.500.000 Rp 5.150.00

Data untuk menjawab soal no. 78 s.d. 79 PT DIAN memiliki kapasitas normal 8.000 jam per bulan. Anggaran fleksibel BOP pada kapasitas 6.000 jam sebesar: Rp34.000 sedangkan pada kapasitas 7.500 jam: Rp 38.500. Pada bulan Januari 1987 besarnya kapasitas sesungguhnya 7.800 jam dan BOP sesungguhnya Rp 37.500.
78. Besarnya selisih anggaran bulan Januari adalah: b. a. Rp 1.000 (laba) c. Rp 3.500 (rugi) d. Besarnya selisih kapasitas bulan Januari adalah: a. Rp 2 0 (rugi) b. c. Rp 2.500 (laba) d.

Rp 1.500 (laba) Rp 2.500 (laba)

79.

Rp 2.000 (rugi) Rp 400 (rugi)

Data untuk menjawab soal no. 80 s.d. 84
Catatan dan analisis biaya overhead pabrik PT NATALIA dalam bulan Januari 1989 menunjukkan: BOP Sesungguhnya Rp2.160.000, Jam mesin sesungguhnya 8.000 jam; Selisihkapasitas RpO; Selisih anggaran Rp160.000 (rugi). Catatan dan analisisBOP bulan Pebruari menunjukkan: Jam mesin sesungguhnya 8.400 jam; Selisih anggaran RpO; Selisih kapasitas Rp60.000 (laba). 80. Dalam bulan Pebruari besarnya BOP Sesungguhnya adalah: a. Rp 2.160.000 b. Rp 2.100.000 c. Rp 2.040.000 d. Rp 2.060.000 Besarnya total tarip BOP per jam mesin adalah: b. a. Rp 150 c. Rp 200 d.

81.

Rp 400 Rp 100

82.

Besarnya tarip BOP variabel per jam mesin adalah: a. Rp 100 b. Rp 250 c. Rp 150 d. Rp 300 Jika BOP Sesungguhnya bulan Maret sebesar Rp1.960.000 dan jam mesin sesungguhnya 7.800 jam, maka total selisih BOP adalah: b. Rp 120.000 (laba) a. Rp 40.000 (laba) c. Rp 10.000 (rugi) d. Rp 30.000 (rugi) Besarnya selisih anggaran untuk bulan Maret adalah: a. Rp 20.000 (rugi) b. Rp 10.000 (laba) c. Rp 30.000 (rugi) d. Rp 20.000 (laba)

83.

84.

Data untuk menjawab soal no. s.d.
Dalam bulan Agustus 1989 selisih anggaran biaya overhead pabrik pada PT POWER sebesar RplOO.OOO (rugi), kapasitas sesungguhnya sebesar 8.000 jam mesin, biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp4.500.000. Dalam bulan September 1989 besamya selisih kapasitas RpO, kapasitas sesungguhnya 10.000jam mesin, biaya overhead pabrik dibebankan Rp5.000.000. Dalam bulan Oktober 1989 besamya kapasitas sesungguhnya 9.000 jam mesin dan BOP sesungguhnya Rp4.450.000. 85. Besarnya total biaya tetap adalah: a. Rp 3.000.000 c. Rp 2.500.000

b. d.

Rp 2.000.oOO Rp 2.600.OOO

86.

Besamya tarip biaya overhead pabrik variabel per jam adalah: a. Rp 200 b. Rp 300 c. Rp 250 d. Rp 240 Besamya tarip biaya overhead pabrik tetap per jam adalah: a. Rp 250 b. Rp 300 C. Rp 200 d. Rp 260 Besamya kapasitas normal dalam jam mesin adalah: a. 12.500 b. 8.000 c. 10.000 d. 5.OOO Besarnya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 100.000 (rugi) b. Rp 200.000 (laba) c. Rp 50.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi) Besamya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (laba) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 75.000 (laba) d. Rp 150.000 (rug2 Besamya selisih kapasitas biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (rugi) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 300.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi)

87.

88.

89.

90.

91.

600.B PENYELESAIAN .000 .000 Proporsi 45.200 jam (pencetak plastik 2.000 jam dan pengecat 1.200.000 jam x Rp 6. Rp 500.080.700.200) Rp 12.Perlengkapan tidak langsung (100.Upah tidak langsung (3.360.Pengecat (1.Pencetak plastik (2.000 .Plastik (3.Penyusutan bangunan .080.000 800.720.000 3.0% 22.380.200jam) . d Anggaran Biaya Produksi: Anggaran Biaya Bahan: .Umum pabrik (3.500 kg x Rp 2. atas dasar jam listrik. 36 s/d 37 37.200 jam x Rp 50) 160.5% 22.Cat (2.000 Anggaran Biaya Overhead Pabrik: Variabel: .000 b Tarip pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan jam kerja langsung: . Pengertian untuk menjawab soal no.000 RD 59.000 x Rp 4) 400.0% . 39 s/d 47 Metode alokasi aljabar.000 liter x Rp 6.200 jam x Rp 6.000. Jam Listrik Ke Departemen A 900 B 450 450 C Y 200 Jumlah 2.000 220. dengan dasar alokasi sebagai berikut Alokasi Departemen Jasa.000) Rp 21.200 jam = Rp 1.000 19.000 Anggaran Biaya Tenaga Kerja: .Biaya pengawas .000) 7.000 6.5% 10.900per jam kerja langsung Pengertian untuk menjawab soal no.000 Rp 1.000) 12.000 .000 Rp 33.Taksiran jam kerja langsung: 3.Biaya asuransi Jumlah Anggaran Biaya Produksi 38.000/3.200 jam x Rp 250)Rp 800.400.200.0% 100.000 Rp 4.000 .700.Anggaran biaya overhead pabrik: Rp 6.000 Tetap: .000 .Penyusutan peralatan .Tarip pembebanan: Rp 6.080.

000 (biaya departemen X setelah mendapatkan alokasi dari departemen Y) Setelah nilai X diperoleh.000 X 0.000+ 20% Y X : Rp 500.000 + Rp88.02X 0.000 Rp 588.000 + 10% Y Dari kedua persamaan di atas.000 + 10% Y) X : Rp 500.000 X .98 X : Rp600.02 Y : Rp 588.000) :Rp 500.000 + 10% (Rp600.000 + 0.000 Alokasian dari Departemen Jasa X: 10% Atau.Alokasi Departemen Jasa Y.000 + 10% Y Y : Rp 440.0. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 500.98 X : Rp 588. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 440. setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen E dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa X sebelum alokasi: Rp 500. atas dasar luas lantai. 0 00 Proporsi 10% 50% 20% 20% 100% ' Biaya Departemen Jasa X. Y : Rp440.000 + 0.000 (biaya departemenY setelah mendapatkan alokasi Z dari departemen Z) . Biaya Departemen Jasa Y.02 Y X : Rp 588. setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen X dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa Y sebelum alokasi: Rp440.000 + 20% (Rp440. Ke Departemen Luas Lantai A 100 B 500 C 200 200 X Jumlah 1.000 Alokasian dari Departemen Jasa Y: 20% Atau.

Biaya departemen X sebesar P. ke departemen C 20%: RplOO.000 KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 500.000 Rp 620. Biaya departemen Y sebesar Rp500.000 135.000) RP 0 RPO 1 .5% A 62.0% RD440. ke departemen B 50%: Rp250.000 Rp 545.000 X Rp 500.000 110.000 500 B 25.000 60.000 B Rp 160.000 C 450 Jumlah 180 .OOO.000 dialokasikan sebagai benkut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Jam Listrik Rp 250.000 (440.0 100% Rp 500.000.000 55.000 450 25% B 25% 125.000 100.p600.000 Rp 435.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 45%: Rp270.000 (600.000 Rp 560.000.000) RP 0 DENGAN METODE LANGSUNG Biaya departemen X sebesar Rp500.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000.000 (500.000 250.0 00 270.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000 Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp 300.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 10%: Rp50.000.000) Y Rp440. dan ke departemen Y 10%: Rp60. ke departemen B 22.0% 110.000 (500.000 125.000. ke departemen C 22.000) 100.000 50.5%: Rp135. dan ke departemen X 20%: Rp100.000 Rp 435.000 Rp 160. Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.000 RP 0 Y Rp440.000 250.000 Rp 605.000 125.000 900 50% A 125.000 dialokasikan sebagai berikut: Alokasi Luas Lantai Proporsi Ke Departemen Rp 55.000.000 135.000 275.000.5%: Rp135.5% 275.000 Biaya departemen Y sebesar Rp440.000 C 200 Jumlah 800 100.000 100 l2.

0% Rp500. dengan urutan clan dasar alokasi sebagai berilcut: .250 B Rp 160.500 306.500 22.000) RP 0 Y Rp440.250 Rp 586.000) RP 0 (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 47.000 X Rp 500.5% 306.500 112.250 100 A 500 62.000 (500.0% 122.m (490.5% Rp61.000 1 12.000 1 12.5% 112.000 5O.500 450 C 50.250 Rp 578.500 Rp 435.000 61.000 Y 200 10.5% 112.0% Rp225.0% Rv490.0% Jurnlah 2000 100.000 Jumlah Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.i DENGAN METODE ALOKASI BERTAI-IAP (alokasi pertama departemenjqsa X) Biaya departemen X sebesar Rp500.000 dialokasikan sebagai berikut: Ke Departemen Jam Liitrik Proporsi Alokasi A 90 0 45.250 B 25.000 L Biaya departemen Y sebesar Rp440.500 C 200 800 100. c (lihat tabel) Pengerjaan untuk menjawab sod no.000 dialokasikan sebagai berikut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Luas Lantai 12.000 225. 48 s/d 53 Metode alokasi bertahap tidak timbal balik.750 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000 B 450 22.

000 Ke Departemen Tenaga uap A 20.000 1.500.000.000 X 20.000 1.000 2.000.000 Jumlah 10.000 Rp3.000 500.500.000.000 750.000 Rp .000 Proporsi 20% 30% 30% Alokasi Rp.500.000 (3. B.000 1. C.000.X A.000 1. 500. B.000 (5.000 C 3.000 Alokasi biaya Departemen Z: Rp5. Y A.000 10.A 7.Y 1.000 B 30.500.000 500. C.300.000) DEP.000.000.000 DEP.000.000 DEP.000 1.000 Jurnlah 100.000.000 DEP.000 C 10.B 9.000 750.250.000) < ' 10.500.000 Alokasi biaya Departemen Y: Biaya departemen Y Biaya alokasian dari Z Jumlah 20% 100% Rp Q 1.950.X 1. X.000 500.000 (2.000 500.000.Z 5.000 750.000 DEP.C 7.000.500.500.000 Ke Departemen Luas lantai A 2.000 - 0 0 0 .800.500.2.000 1.500.om X 2.000 500.000 Alokasi biaya Departemen X: Ke Departemen Jumlah karyawan A 100 B 50 C 150 Jurnlah 300 Tabel alokasi 20% 100% Proporsi 1001300 501300 1501300 3001300 - KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen Z Alokasi Departemen Y Alokasi Departemen X Biaya setelah alokasi DEP.000 B 3.000 11.500.000.000.000 Alokasi Rp1.000) 1.000.000 750.000 Y 20.000 500.000.000 1.000 Rp 5.000 1. B. C Proporsi 20% 30% 10% 20% Dasar Alokasi Tenaga uap Luas lantai Jumlah karyawan Alokasi Rp 1.Urutan Alokasi ke 1 ke 2 ke 3 Dari Departemen Z Y X Ke Departemen A.200.000.500.000 500.000 1.000 1.

000.000 4. dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: X :Rp 10.000.000) 2.800.000 + 10%X) X : Rp 12.000 6. 52.48. c .000.500.000.000 + 20% (Rp8.000 1. b (lihat contoh) b (lihat contoh) Biaya departemen X Biaya alokasian dari Z Biaya alokasian dari Y Jumlah e (lihat tabel) b (lihat tabel) a (lihat tabel) d (lihat tabel) Rp 1.000. 54 s/d 59 Dengan cara yang sama dengan soal.000 (12.000.800.000 Rp 23.000.000 Rp 22.000 Rp 3.800.000. 57. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 10.000 1. 5 1.800.000.000.000 Rp 14.200. 49.000.000 Tabel alokasi: DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp12.000 50.000. a e b (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 55.000 + 20% Y Y : Rp 8.000 DEPARTEMEN PEMBANTU KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 10.ooO) Rp 0 54.000 Rp 0 Y Rp 8.200.000 4. 53. 56.000. Pengerjaan untuk menjawab soal no.000 (lO.000 + 10% X Dari kedua persamaan di atas.OOO 500.000.000 + 10% (12. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 8.000.000 Setelah nilai X diketahui.000) Y : Rp 10.000.~.000 4.800.

5 per jam 4.600jarn z = 9oojam Jumlah = 3.000 jam (60% x Rp 15.O per jam 61. 59.58.000) Tarip variabel 5.000 Tarip departemen jasa B : 5.000) Tarip tetap 4. 60 s/d 64 60.8 perjam =Rp1.000 jam Tarip tersebut bisa dirinci menjadi: (40% x Rp 10.300 jam Jumlah jasa dibebankan: 3.000 Tarip total departemen jasa A : = Rp 2.5 perjam = Rp1.000 jam =Rp1. d c (lihat tabel) (lihat tabel) Pengertian untuk menjawab soal no. d Rp 10.2perjam =Rp 3.300 jam x Rp2.000 jam Tarip tersebut bisa d i i c i menjadi: (40% x Rp 15.000) Tarip tetap 5.5 = Rp8. d Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen A dinikrnati oleh: X = 800 jam Departemen produksi Y = 1.Operjam =Rp 1.000) Tarip variabel 4.000 jam (60% x Rp 10.250 .000 jam Rp15.

400.2) 5.40 per jam kerja langsung Tarip total : 10.000jam x Rp 490 48.600 jam x Rp 2. 67. 65 s/d 67 65.800 jam Jumlah jasa dibebankan: 4.40 = Rp 48.200.760 Rv 1.000 jam Y = 1.100 64.000 Selisih total RD2.O = 5.000.800 jam x Rp 3.200.700jam z = 1.360 (laba) Selisih anggaran Pengertian untuk menjawab soal no. 63.700 jam x Rp 3.100 jam Jumlah = 4.5 = Rp 4.000 jam x Rpl.800 jam x Rp1.62.8)Rp 9.000jam c Jumlah BOP dibebankan: 11.100 Jumlah RD 9.000 BOP dibebankan: 11. d Spending variance (selisih anggaran) departemen B: BOP sesungguhnya Rp 13. e Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen B dinikrnati oleh: Departemenproduksi X 2.000 Dari departemen B: 1.760 14.400 BOP dianggarkan pada jam sesungguhnya: Tetap : (5. .000 Variabel: (4.000.000 = Rp 4.000. a Tarip pembebanan BOP dihitung sebagai berikut: Rp44.O = Rp 14.400 c Jumlah jasa yang diterima departemen Y dari departemen jasa: - Dari departemen A: 1.000jam x Rp 4.400.000 (lebih dibebankanbaba) 66.000 b Selisih pembebanan BOP: BOP sesungguhnya Rp 46.

Rp100 = Rp 400 per jam mesin a Anggaran BOP tetap: BOP Dianggarkan pada kapasitas 14.000 b Tarip pernbebanan BOP: Rp1S30.500 per jam mesin 70.Pengertian untuk menjawab soal no.000jam 8.000 berjumlah 1.000 Taripvariabel Tarip tetap 69. BOP dep.000 BOP dibebankan: (105.400.000 jam Rp 500 -.000jam Rp 2. I debit) Rp 1.000.30) 1.000 Kapasitas normal: RP 400 = 2. Tarip total -g dibebankan) .600.30 per jam mesin 100.000jam x Rp100) 1. 71.000 jam Rp800.000 Rp 800. : : = Rpl00 perjam mesin 8.000 = Rp15. a Jurnlah BOPdibebankanpada bulanmei 1989:Rp 500x 5.400.500 (rugil 72.606.000 BOP tetap RD 1. 68 s/d 72 68. c Tarip BOP variabel: Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas Selisih 14.000jam 6.500 Selisih total Rp 13.000 d Jumlah kapasita's normal: Rp 1.000 jam BOP sesungguhnya (rek.000jam x Rp15.000 (-) BOP variabel: (14.000 berjumlah Rp 2.500.620.400.000.000jam =Rp2.

000.200. Tarip total: Rp3+Rp2=Rp5perjam = Rp 2 per jam = Rp 3 per jam Jumlah BOP dibebankan: 1.000 Rp 5.I Pengertian untuk menjawab soal no.000 77.000 (laba) Rp 5.000jam. c Rp 3.000 Rp 5.000 74.000 RD 50.000jam x Rp 5 = Rp 5.000. Dengan data yang ada pada soal tersebut.100.500.000 5. Pengertian untuk menjawab soal no.000. tarip pembebanan dihitung sebagai berikut: .200.000 jam x Rp 2) Jumlah b Spending variance (selisih anggaran): BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Selisih anggaran b Idle capacity variance (selisih kapasitas): BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Selisih kapasitas e Barang Dalam Proses Biaya Overhead Dibebankan Rp 3. 73 s/d 77 73.000.000 (laba) 76. b Anggaran BOP pada kapasitas sesungguhnya: Tetap : (1.000 75.000 Tarip Variabel: 1.000 jam x Rp 3) Variabel: (1.000.000 Rp 300.000 5.000 Tarip tetap: 1.500.000jam Rp 2.200.000.500. Rp 5. 78 s/d 79 Untuk dapat menganalisis selisih biaya overhead.200.000 2.150.100. Rp 5. hams diketahui dahulu tarip pembebanan baik tarip tetap maupun tarip variabel.500.

400 39.500 Tarip Variabel: = Rp 3 per jam 1.500 berjumlah Rp 38.400 Selisih anggaran Ru 1. e Selisih tersebut kemudian dianalisis menjadi selisih anggaran dan selisih kapasitas: Selisih anggaran: d p 37. Selisih total BOP merupakan perbedaan antara BOP sesungguhnya dengan BOP dibebankan: Rp 37.Anggaran BOP pada kapasitas 7. oleh karena itu tarip pembebanan BOP tetap dapat dihitung sebagai berikut: Rp 16.500 Perbedaanjumlah anggaran BOPpada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya overhead variabel. jumlah BOP tetap total dapat dihitung dengan mengambil salah satu BOP dianggarkan di atas.500 x Rp3) Anggaran BOP tetap R 16.500jam Setelah tarip BOP variabel diketahui.000 berjumlah Selisih 150 .000 Tetap: (8.000 Anggaran BOP pada kapasitas 6. Anggaran BOP total pada kapasitas 7.500 BOP sesungguhnya bulan Januari BOP dibebankan bulan Januari: (7.800 x Rp5) 39.500 Anggaram BOP variabel(7.500 (laba) Selisih total 78.800 jam x Rp3) 23.000 w Jumlah BOP tetap tersebut me~upakanhasil dari perkalian antara tarip tetap dengan kapasitas normal.500 BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya: Rp16. baru kemudian bisa menganalisis selisih.000 jam Tarip total: Rp 3 + Rp 2 = Rp 5 Setelah diperoleh tarip pembebanan baik tetap maupun variabel.500 34. sehingga tarip biaya variabel per jam dapat dihitung sebagai berikut: Rp4.500 jam Rp 38.900 (laba) .000 RD 1.000 Tarip Tetap: = Rp2 per jam 1 I 8.0 R w 4.000 jam x Rp2) Variabel: (7.500 22.

400 jam RP 0 Rp 60.160.000 jam RP 0 Rp 160. BOP dibebankan adalah merupakan perkalian antara tarip pembebanan dengan jam sesunggunya. Jumlah BOP yang dapat dihitung jumlahnya dengan data yang ada adalah BOP dibebankan pada bulan Februari.160. 80 sld 84 Data bulan Januari 1989: BOP sesungguhnya Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Data bulan Februari 1989: Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Rp 2. Oleh karena jumlah tarip belum diketahui.000 (rugi) 8.000 Selisih anggaran (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya Selisih kapasitas (-) BOP Dibebankan Rp 2.000 Rv 400(rugi) Pengertian untuk menjawab soal no. maka harus dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan data bulan Januari.000 . harus diketahui jumlah salah satu dari ketiga jenis BOP di atas.400 39. dengan cara sebagai berikut: Analisis BOP bulan Januari: BOP Sesungguhnya Rp 2.Selisih kapasitas: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (7.800 jam x Rp 5) Selisih kapasitas Rp 39.000 (laba) Untuk dapat menjawab pertanyaan. harus dipahami urutan analisis selisih BOP sebagai berikut: BOP Sesungguhnya (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya (-) BOP Dibebankan Selisih Anggaran Selisih kapasitas Sehingga untuk menjawab pertanyaan soal ini.000.000 8.

000jam dan Februari 8.000 (laba) (-) BOP Dibebankan Rp 2.Tarip pembebanan BOP kemudian dihitung sebagai berikut: Rp 2. diperoleh jumlah BOP dianggarakanpada dua tingkat kapasitas (Januari 8.400).000 81. Anggaran BOP pada kap'asitas Rnggaran BOP pada kapasitas Selisih 8. c Selisih BOP bulan Maret: BOP Sesungguhnya .000. BOP sesungguhnyabulan Februari dihitung sebagai berikut: BOP Dibebankan: (8.000 (-) Selisih kapasitas (laba) 60.000 BOP Sesungguhnya Rp 2.000 Tarip variabel : Tarip tetap : = RplOO per jam 400 jam Rp250 -Rp100 = Rp 150 per jam 83.000 2. sehingga tarip variabel dapat dihitung sebagai berikut: +r 82.040.400 jam x Rp 250) Rp 2.000 Tarip : = Rp 250 per jam 8. a Dari analisis yang dilakukan untuk menjawab sod no.400 jam 8.000 jam c 80. 89. Perbedaan jumlah BOP pada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya variabel.000 jam 400 jam Rp 40.040.100.000 RD 40.000 Untuk lebih jelasnya disajikan sebagai berikut: BOP Sesungguhnya Selisih anggaran Rp 0 (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Selisih kapasitas Rp 60. e Lihat jawaban di atas.000 berjumlah berjumlah Rp 2.100. Setelah tarip pembebanan diketahui.000.

000 jam x Rp 150) Rp 1.000. diperlukan data tentang jumlah kapasitas normal.TT) = (KN .000 (laba) Pengertian untuk menjawab soal no.000 Rp 1.000 10.200.000 BOP Dianggarkan pada kapasitas 8.000 (laha) 84.800 jam x Rp 100) 780.KS) TT Keterangan: = Kapasitas Normal KN = Kapasitas Sesungguhnya KS TT = Tarip Tetap = Tarip Variabel TV Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagai berikut: Rp 2.000 (rugi) 8.000 jam x Rp 100) BOP Cetap * Ru 1. Hal tersebut hanya nlungkin terjadi apabila kapasitas normal sarna dengan kapasitas sesungguhnya.200.050.(KS .000 .000 Selisih anggaran Rp 20.980. d Untuk dapat menghitung selisih anggaran. sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kapasitas nonnal adalah 8.{ (KS x TT) + (KS x TV) ] = (KN x TT) .BOP Dibebankan: (7.006 jam 800.000 jam mesin berjumlah RpO.000 jam mesin Rp 4.000 Variabel : (7.000 Rp 1.000 jam Rp150 Biaya Overhead sesungguhnya Rp 1.000 jam mesin. 85 s/d 91 Data bulan Agustus: Selisih anggaran Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya Data bulan September: Rp 100. Logika tersebut diturunkan dari rumus perhitungan selisih kapasitas sebagai berilcut:' Selisih kapasitas = { (KN x TT) + (KS x TV) ) . Hasil pada analisis BOP pada bulan Januari diketahui selisih kapasitas pada kapasitas sesungguhnya 8.960.000 Biaya Overhead dianggarkan : Tetap : (8.000 Kapasitas Normal: = 8.800 jam x Rp250) Selisih total KP 1.200.500.000 (-) BOP variabel: (8.

000 Rp 4.000jam berjumlah Rp 5.000 (-) Selisih anggaran (rugi) 100.000 jam RD 600.000 Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas 8 0 0jam berjumlah 4.000. b Jumlah BOP tetap dihitung sebagai berikut: BOP Dianggarkan pada kapasitas 10.000jam Tarip BOP variabel: 10.Selisih kapasitas Kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Data bulan Oktober: Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya RP 0 10.000.Rp300 = Rp200 .000. 87.000 jam mesin Rp 5.000 Tarip total : Tarip tetap = Rp 500 per jam 10.000 9.000.000 jam mesin Rp 4.000 .400.000 BOP dibebankan (+/-) Selisih kapasitas 0 Rp 5.400.450.000 Rp 2.000 Jumlah BOP dianggarkan pada dua tingkat kapasitas. dihitung sebagai berikut: Bulan Agustus: BOP sesungguhnya Rp 4.000 jam : Rp500 .000.000 jam Bulan September: Rp 5. c Rp 5.000 jam x Rp300) BOP tetap b Lihat no.0 Selisih 2.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 8.000 86.500. Tarip BOP tetap: Rp 5.000jam (-) BOP variabel: (10.000 jam 85.000 Taripvariabel : = Rp 300 per jam 2.000 3.000.000 Rp 600. 94.000.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 10.000.

450.000 jam x Rp 300) 2.000 jam x Rp500) Selisih total 91.000 Variabel: (9.000 Kapasitas normal: Rp 200 Atau.000 4.000 4.000jam.000 Rp 250.000 jam 89.700.500. yaitu 10. Rp 4.000 Rv 200.000 BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Tetap : (10.000 4.700. c Selisih BOP bulan Oktober: BOP sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000. c Besarnya kapasitas normal: Rp 2. Karena selisih kapasitas pada bulan September RpO.000 (rugi) .450.000. = 10.500.000 jam x Rp 200)Rp 2.88.000 jam x Rp500) Selisih total Rp 4.000 (laba) Selisih anggaran b Selisih kapasitas bulan Oktober: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (9. maka kapasitas normal sama dengan kapasitas sesungguhnya bulan tersebut.700.000 Rv 50. a Selisih anggaran pada bulan Oktober: BOP sesungguhnya Rp 4.000 (laba) 90.

pesanan selesai diproduksi c.OK PESANAN A. yang berproduksi masa Manakah di antara pemyataan yang bersangkutan dengan metode harga pokok pesanan berikut ini yang SALAH? Metode harga pokok pesanan digunakan untuk mengumpulkan biaya a. Metode harga pokok proses menghitung harga pokok produk pada saat b. bumbu masak 3. produksi dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan yang diterima dari l u x atau bagian dalam perusahaan sendiri Metode harga pokok pesanan menghitung biaya produksi per satuan b. kapal terbang. metode harga pokok pesanan menghendaki dipisahkannya biaya produksi ke dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk Metode harga pokok pesanan cocok digunakan di dalarn perusahaan d. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PESANAN 1. Manakah diantara pemyataan berikut ini yang BENAR? Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok per satuan a. percetakan. dok kapal Metode harga pokok pesanan digunakan dalam perusahaan semen. dengan cara membagi total biaya selama satu periode dengan jumlah produk yang dihasilkan di dalam periode yang bersangkutan. dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasikan untuk memenuhi pesanan yang bersangkutan Metode harga pokok pesanan digunakan oleh perusahaan-perusahaan c.BAB VIII METODE HARGA POK. pupuk. Apa prosedur akumuiasi biaya yang paling baik digunakanjika banyak pesanan yang masing-masing berbeda dalam spesifikasi produk hams diproduksi? . d. Untuk keperluan penentuan harga pokok produk.

upah langsung. Surat pemesanan (pembelian) c. c. d. Job cost sheet Manakah diantara buku pembantu berikut ini yang merupakan rincian rekening kontrol Barang Dalam Proses (Work in Process)? b. Kartu biaya a. Mengumpulkanbiaya bahan. Jawaban a dan b benar Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet) digunakan untuk: a. Perusahaan percetakan Dalam job order costing. Job order Actual b. b. Sheet permintaan bahan d. Perusahaan pupuk urea b. Process Standard Manakah diantaraperusahaan berikut ini yang kemungkinan besar menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya? Perusahaan semen a.dan biaya overhead pabrik untuk setiap pesanan b. yang termasuk persediaan dalam proses akhir periode.a. Kartu piutang Dalam sistem kalkulasibiaya pesanan. jumlah biaya suatu pesanan sama dengan: Bahan baku yang digunakan a. Barang yang aktif diproses dan barang jadi yang belum dipindah ke gudang barang jadi. Biaya tenaga langsung d. Hanya barang yang sedang diproses saja c. Perusahaan penyulingan rninyak d. Jawaban a dan b benar Dalam metode harga pokok pesanan. meliputi: a. dan c benar . Kartu persediaan c. Jawaban a. b. Kartu harga pokok d. Biaya konversi yang untuk pesanan yang bersangkutan c. karena masih memerlukan test kualitas b. b. dokumen dasar untuk mengakumulasi biaya untuk setiap order adalah: Faktur a. c. Kartu pembantu rekening Barang Dalam Proses c. Barang yang sedang diproses dan barang yang dipesan tapi belum diproses d.

10.

I

Direct labor ticket digunakan untuk memberi informasi tentang: Besarnya biaya upah tiap pesanan a. Besarnya biaya upah dalam rekening Barang Dalam Proses secara b. keseluruhan Biaya upah yang dimasukkan ke dalarn kartu harga pokok dan yang tidak c. dimasukkan ke dalam kartu harga pokok Jawaban a, b, dan c benar d.

1 1.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat upah tenaga kerja tak langsung dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. c. Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam metode harga pokok pesanan, untuk menjurnal distribusi gaji manajer pabrik didebit rekening: Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja a. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung b. c. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya d. Biaya Gaji dan Upah Dalam kalkulasi biaya pekerjaan pesanan, pajak penghasilan pegawai ditanggung dan dibayar oleh perusahaan atas karyawan pabrik sebaiknya diperhitungkan sebagai: a. Biaya tenaga kerja langsung b. Overhead Pabrik Biaya tenaga kerja tidak langsung c. d. Biaya administratif Pernakaian biaya tenaga kerja langsung untuk mengerjakan pesanan no. 456 di dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dicatat dengan mendebit rekening: a. Biaya Tenaga Kerja Langsung b. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Langsung c. Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan d.

12.
l I

13.

14.

I

15.

1

Pada metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik dibebankan pada pesanan atas dasar tarip ditentukan di muka karena: Pada metode harga pokok pesanan informasi biaya overhead pabrik a. sesungguhnya tidak penting

b.

c. d. 16.

Biaya overhead pabrik yang sesungguhnyabaru bisa diketahuibesarnya pada akhir periode, sedangkan harga pokok pesanan harus diketahui pada saat pesanan selesai, tanpa menunggu sampai pada akhir period Sudah diatur demikian oleh GAAP Jawaban a, b, dan c benar

Dalam perusahaan yang menggunakan harga pokok pesanan, pembebanan biaya overhead pabrik produk adalah atas dasar tarip yang ditentukan di muka. Alasan pembebanan tersebut adalah: a. Pembebananbiaya overheadpabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya seringkali mengakibatkan berubah harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain Manajemen memerlukan informasiharga pokok produk per satuan pada b. saat pesanan selesai dikerjakan Berubah-ubahnya tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan dan c. adanya perubahan tingkat efisiensi produksi Jawaban a, b, dan c benar d. Dalam perusahaan yang produksinyaberdasarkanpesanan, biaya overhead yang dibebankan kepada produk dihitung sebagai berikut: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka a. dengan tingkat kapasitas yang direncanakan dalam periode yang bersangku tan Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka b. dengan tingkat kapasitasyang sesungguhnyadipakai untuk mengerjakan pesanan tertentu Membagi total biaya overheadpabrik yang dianggarkandengan taksiran c. dasar pembebanan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka d. dengan tingkat kapasitas teoritis yang diperkirakan dalam periode yang bersangkutan

18.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankankepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik c. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam suatu Job order cost system yang menggunakan taripfactory overhead yang ditentukan lebih dahulu, bahan tidak langsung biasanya semula dicatat sebagai suatu kenaikan dalam:

19.

a. b. c. d.

Work in process control Factory overhead applied Factory overhead control Stores control

20.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya depresiasi mesin dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Biaya Depresiasi c. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Untuk mencatat biaya depresiasi mesin pada metode harga pokok pesanan ayat jurnalnya adalah: a. Barang Dalam Proses xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx b. Barang dalam proses-Overhead xx Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan xx c. Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx d. Jawaban a, b, dan c benar Dalam rangka akumulasibiayajob order,makajumlah rupiah yang terlibatdalam pengalihan persediaan barang dari rekening Barang Dalam Proses kepada rekening BarangJadi ialah hasil penjumlahan dari biaya yang dibebankankepada setiap job, Yang dimulai prosesnya selama masa yang bersangkutan a. Yang berada dalam proses selarna masa yang bersangkutan b. Yang diselesaikan dan yang terjual selama masa yang bersangkutan c. Yang diselesaikan dalam kurun masa yang bersangkutan d.

2 1.

23.

Jika suatu pesanan selesai dikerjakan, total biaya produksi yang dicatat dalam kartu harga pokok produk dicatat dengan jumal: a. Barang Dalam Proses xx Persediaan Produk Jadi xx b. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx c. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx d. Harga Pokok Penjualan xx Barang Dalam Proses xx

Jika pembebanan kurang biaya overhead pabrik dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan, maka ha1 itu akan: a. Menambah harga pokok produksi b. Menambah harga pokok produksi yang dijual c. Mengurangi harga pokok produksi Mengurangi harga pokok produk yang dijual d. Jika sisa bahan (scrap materials) diperlakukan sebagai pengurang biaya bahan baku dalam pesanan di mana sisa bahan tersebut terjadi, maka jurnal yang dibuat pada saat sisa bahan tersebut dijual adalah: a. Debit: Kas; Kredit: Hasil Penjualan Sisa bahan Debit: Kas; Kredit: Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Debit: Kas; Kredit: Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku c. Debit: Kas; Kredit: Persediaan Bahan Baku d. Produk hilang dalam proses yang biasa terjadi,pada metode harga pokok pesanan akan berakibat: Naiknya harga pokok produk pesanan yang bersangkutan a. Naiknya biaya produksi pesanan yang bersangkutan b. Diperhitungkan harga pokok produk yang hilang tersebut dalam tarip c. biaya overhead pabrik d. Turunnya harga jual produk Perbedaan antara produk cacat dan produk rusak adalah: Produk rusak dapat diperbaiki, produk cacat tidak bisa diperbaiki a. Produk rusak dapat dijual, produk cacat tidak dapat dijual b. Produk cacat dapat dijual, produk rusak tidak dapat dijual c. Terjadinyaprodukrusak normal, terjadinyaproduk cacat karenakesalahan d. Apabila terjadi produkrusak yang disebabkanoleh karena sulitnya suatu pesanan dan produk rusak tersebut laku dijual, maka hasil penjualan produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai: Penamball harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang a. bersangkutan b. Sebagai penghasilan diluar usaha Sebagai pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya c. Sebagaipengurang biayaoverhead pabrikdepartemen yang bersangkutan d. Sebuah perusahaan memakai metode harga pokok pesanan. Pada tahun 19A perusahaan tersebut mengerjakan pesanan yang sangat spesifik sehingga sebagian rusak. Harga pokok produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan: a. Sebagai kerugian Sebagai elemen overhead pabrik sesungguhnya b.

C.

d.,

Ditambahkan ke harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang bersangkutan Ditambahkan ke harga pokok produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan

30.

PT. X menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya. Biaya overhead pabrik untuk tahun 19x1 diperkirakan sebesar Rp50.000 pada tingkat kapasitas yang direncanakan sebanyak 20.000 jam tenaga kerja langsung. Dalam bulan Mei 19x1 pesanan no. 46 1 telah selesai dikerjakan. Biaya bahan baku untuk pesanan tersebut berjumlah Rp4.000 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp1.500 dengan tarip Rp5 per jam. Pada akhir tahun ternyata perusahaan telah beroperasi 24.000jam tenaga kerja langsung dan biay a overhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkan sebesarRp54.000. Jika pesanan no. 461 terdiri dari 100 unit produk, maka harga pokok per unit produk dalam pesanan tersebut adalah:

Data untuk menjawab soal no. 31 s.d. 33 Pembebanan Biaya Overhead Ke Pesanan, Selisih Pembebanan, dan Alokasi Selisih
Perusahaan A menggunakan metode harga pokok pesanan dalam menga~umulasikan biaya produksinya, Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk dengan tarip yang ditentukan di muka atas dasar jam tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan kapasitas produksi sesungguhnya yang diharapkan dalam menganggarkan biaya overhead pabrik. Dalam tahun 19x2 kapasitas sesungguhnya yang diharapkan diperkirakan 50.000 jam tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik pada kapasitas tersebut dianggarkan sebesar Rp300.000. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: Jam tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik sesungguhnya Harga pokok persediaan bahan baku Harga pokok persediaan produk dalam proses Harga pokok persediaan produk jadi Harga pokok produk yang terjual 3 1. 40.000 jam Rp 365.000 290.000 14.000 50.000 150.000 800.OOO

Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 240.000 b. Rp 290.000 C. RP - 6 d. Rp 20.000

32.

Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 270.000 b. Rp 290.000 c. RP 6 d. Rp 50.000 Jika pernbebanan kurang biaya overhead pabnk dialokasikan kepada persediaan dan harga pokok penjualan, maka harga pokok produk yang dijual sesungguhnya tahun 19x2 adalah: a. Rp 840.000 b. Rp 784.000 c. Rp 816.000 d. Rp 820.000

33.

Data untuk menjawab soal no. 34 s.d 35 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dan Selisih Pembebanan
Perusahaan A memproduksiproduknya berdasarkan pesanan, semua pesanan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan yang diterima. Dalam tahun 19x2 perusahaan menetapkan biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar 150% dari biaya tenaga kerja langsung. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: 1.475 jam Jam tenaga kerja langsung Rp 4.00Oljam Tarip biaya tenaga kerja langsung Rp 9.000.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya 34. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 8.850.000 b. Rp 13.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000 Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalarn tahun 19x2 adalah: a. Rp 3.100.000 b. Rp 4.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000

35.

Data untuk menjawab soal no. 36 s.d. 42 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik, Analisis Selisih, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor
Pada bulan Nopember 1984 PT Cinta Nusa menerima dua macam pesanan yaitu pesanan A dan B. Pesanan A sebanyak 1.000 buah dan B sebanyak 800 buah. Harga jual pesanan Pesanan A Rp 4.000 per buah dan Pesanan B Rp 2.500 per buah. Tarip biaya overhead pabrik (BOP) didasarkan pada jam kerja langsung (JKL) dengan kapasitas 2.000 jam, besarnya tarip per jam terdii dari tarip tetap Rp300 dan tarip variabel Rp500. Data untuk bulan Nopember 1984 adalah: Bahan dipakaiuntuk pesanan A Rp 800.000 dan Pesanan B Rpl.000.000. a).

000 d. Rp 1. Rp 1. 45 Jurnal Pencatatan dan Selisih Pembebanan PT X berusaha dalam bisnis mebel.056.875 Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a.296.Data biaya dan data operasi selarna bulan Mei 19x1 adalah sebagai berikut: Harga pokok bahan baku yang dibeli Rp 228. Rp 2. Rp 2.000 Besamya anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya: a.120.000 b. Rp 1. 41. 2.000 d.000 b.140. 1. 38.944.296.d. Tarip upah langsung Rp 1.880.236. c). Rp 1.000 d.576.33.000 c.200. c.500.800. Rp 1.744.000 37.b). Rp 1.000 Besarnya laba kotor atas penjualan sebelum diperhitungkan selisih BOP adalah: b.000 c. 1. Pesanan A telah selesai dan langsung dijual.000 b.664. Data untuk menjawab soal no.000. 42.000 c. Rp 1.800 d.000 c.460. Rp 2. Rp 2.256.000 (rugi).000 b.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp60.000 d.000 a. Rp 1.316.000 d.000 a. Pesanan B masih dalam proses pada akhir periode.875.720. Rp 2. 43 s. I Besarnya selisih anggaranRp40. JKL sesungguhnya dinikrnati oleh Pesanan A 60% dan Pesanan B 40%.000 d. 1 I 40.000 b.000 Besamya laba kotor atas penjualan setelah diperhitungkan selisih BOP adalah: a. Rp 1.000 Besarnya harga pokok produk dalam proses adalah: a.000 c. d). Rp 2. Pengumpulan biaya produksi dilakukan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (joborder cost method).800 .600.6. 36. Rp 1.956. Rp 1. Rp 2. Rp 1.000 c. Rp 2.000. Besarnya jam kerja langsung sesungguhnya adalah: 2. Rp 1.440. Rp 2. Rp 1. Biaya komersial Rp 200. I 39.000 per jam.000 Besarnya total narga pokok produk selesai adalah: a. Rp 1.200 b.

08. Rp 228. Rp 27. pesanan nomor 67.400 dalani Biayaoverhead pabrik dibebankan lebih rendah (iinderzrl~plic~ bulan Mei 19x1 sebesar: a. pesanan nomor 69.00 per jam mesin. Persediaan produk jadi 83. Rp 4.000.400 I I 44. Persediaan produk dalam proses 43.800 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi (termasuk biaya depresiasi Rp17.800 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi Rp 212. Rp 19.000. Rp 172.600) Rp 177.200 Persediaan produk jadi akhir Mei 19x1 adalah Rp 64. Rp 590.000 43. Rp 177.000.800 c. pesanan nomor 68.600 (a).600 b.400 Untuk mencatat harga pokok produk yang dijunl dabm bulan Mei 19X I .800 d. Rp 83. Data untuk menjawab soal no.000 d.000 Biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesanan nomor 67.200 b. pesanan nomor 69.000. dan 70. Persediaan yang ada pada awal bulan Mei 19x1 adalah: Persedian bahan baku Rp 25. Pesanan nomor 66 mulai dikerjakan dalam bulan Pebruari 19x1. Untuk mencatat harga pokok produk jadi yang telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1.000.800 b.000. Rp 590.600 c. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar: a. 45. dan biayaoverhead pabrik yang diperhitungkan atas dasar tarip Rp 9. pesanan nomor 70. Rp 20. dan pada tanggal 1 Maret 19x1 masih merupakan produk dalam proses yang telah menelan biaya bahan baku sebesar Rp 30. 69.000. Rp 42.000 Perusahaan membebankanhiaya overhead pabrik kepada produk dengan tarip Rp 4.200 (b).I I . rekening Barang Dalam proses dikredit sebesar: a.000. Rp 590. perusahaan mebel X mulai mengerjakanpesanan nomor 67. R p 7.600 Harga pokok produksi Rp 609. Rp 51.000. Biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesman nomor 66. biaya tenaga kerja langsungRp12.800 c. pesanan nomor 68.000. Rp 236.600 Jam mesin 43. . Rp 28. Rp 42.d 48 Dalam bulan Maret 19X1.OW. Rp 10. pesanan nomor 70. 46 s. (c). Kp 172. Biaya tenaga kerja langsung Rp 236.200 jam Pendapatan penjualan Rp 672. Rp 609. Rp 212.800 d.

Rp 6. Rp 124.000 c.250 c. Rp 7.Biaya overhead pabrik dibebankhn kepada produk atas dasar tarip 75% dari biaya tenaga kerja langsung.500. Rp 17.68. 48. didistribusikan sebagai berikut: pesanan nomor 503.500 Bahan baku yang dikeluarkan dari gudang dibebankan kepada pesanan berikut b). dan 70 telah selesai dikerjakan dan telah diserahkan kepada pemesan dalam bulan maret 19x1. I Data untuk menjawab soal no.000. Rp 6. a. Rp 77.000 b.900.000 d. 46. Rp 9. pesanan nomor 504. ini: pesanan nomor 503.500 c. yang d). 3 0 Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar f). Rp 2.35 per jam tenaga kerja langsung. Rp 3. Rp 80. Rp 76.250 b.d 51 Perhitungan Harga Pokok dan Selisih Pembebanan Perusahaan Y mengolah biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Rp 301.218 b.250 b. 49 s. upah tidak langsung. Harga pokok produk yang dijual dalam bulan Maret 19x1 adalah: a.350.000 47. Total harga pokok produk yang telah selesai diproduksi dalam bulan Juni 19x1 adalah: . pesanan nomor 505.000 Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam bulan Maret 19X 1 adalah: a. Rp 8. Rp 7. 49.000 d.500.025.000 Harga pokok produk yang masih dalam proses pada akhir bulan Maret 19x1 adalah: a. c).67.5 per jam sebesar Rp 24. Rp 4 . Rp 139. Pesanan nomor 66. Rp 18. Upah yang dibayarkan dengan tarip Rp 7.375. Data produksi dan biaya bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: a). Pesanan nomor 503 dan 504 telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke gudang. g). . Rp 36. Rp 320. pesanan nomor 504. Bahan penolong yang digunakan sebesar Rp 3. Pesanan nomor 503 masih dalam proses awal bulan Juni dengan jumlah biaya Rp 8. Rp 124. Rp 63. Rp 77.500. Biaya overhead pabrik lain yang terjadi dalam bulan Juni 19x1 adalah sebesar e).000 c.100.482 . Pesanan nomor 503 telah diserahkan kepada pemesan dengan harga jual sebesar biaya produksi ditambah 50%. dan pesanan nomor 505. R p 25.

50.

Harga pokok produk yang rnasih dalam proses pada akhir bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 20.133 b. Rp 25.482 c. Rp 43.700 d. Rp 18.218 Dalam bulan Juni 19x1terjadi pembebanan lebih biaya overhead pabrik sebesar: a. Rp 9.825 b. Rp 9.983 c. Rp 265 d. Rp 158

5 1.

i
I

Data untuk menjawab soal no. 52 s.d. 56 Perhitungan Harga Pokok Produk Dalam Proses, Produk Selesai, Produk Terjual
Data biaya yang dieluarkan untuk pesanan nomor 1 sampai dengan 10 dalam bulan Mei dan Juni 19x1 adalah sebagai berikut.

Pesanan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Biaya yang dikeluarkan s/d tnl3 1 Mei 19x1 Rp 5.040.000 4.440.000 3.120.000 2.280.000 2.640.000

Biaya produksi bulan Juni 19 X 1

Rp 960.000 2.520.000 4.440.000 5.532.000 1.949.000 1.548.000 948.000

Pesanan No. 1 s.d. 3 telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1 Pesanan No. 4 s.d. 7 telah selesai diproduksi dalarn bulan Juni 19x1 Pesanan No. 8 s.d. 10 belum selesai diproduksi pada tanggal 30 Juni 19x1 Pesanan 1, 3,5,7 telah dijual kepada pembeli. 52. Harga pokok produk dalain proses pada tanggal 1 Juni 19X1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok produk dalam proses pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.796.000 b. Rp 4.344.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000

53.

54.

Harga pokok produk persediaan produk jadi tanggal 1 Juni 19x1 adalah: Rp 2 1.000.000 a. Rp 17.520.000 b. C. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 12.120.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok penjualan bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. c. Rp 12.600.000 d.

55.

56.

Rp 12.120.000 Rp 18.852.000

I
1

Data untuk menjawab soal no. 57 s.d. 62 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Dibebankan, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor

PT NUSA mengolah produk atas dasar pesanan. Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar tarip yang didasarkan atas anggaran biaya overhead pabrik (BOP) per bulan sebesar Rp 200.000 dan kapasitas normal 5.000 jam kerja langsung (JKL). Sesuai perjanjian dengan Serikat Pekerja Indonesia, biaya tenaga kerja langsung dibayar dengan tarip upah Rp 60 per JKL. Transaksi yang terjadi selarna bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Diterimapesananno. 101 sebanyak 1.000 unit dengan harga jual Rp 500 a). per unit; pesanan no. 102 sebanyak 2.000 unit dengan harga jual Rp 400 per unit, pesanan no. 103 sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 600 per unit. Pemakaian bahan baku untuk pesanan no. 101: RplOO.OOO; no. 102: b). Rp150.000; dan no. 103: Rp 50.000. JKL yang sesungguhnya dinikmati oleh pesanan no. 101 sebesar 30%; c). no. 102 sebesar 50%; dan no. 103 sebesar 20%. BOP yang sesungguhnya terjadi Rp150.000; besarnya selisih BOP d). RplO.OOO (laba).
57. Besarnya JKL sesungguhnya adalah: a. 5.000 Jam c. 6.000 Jam

b. d.

4.000 Jam 5.250 Jam

58.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya terjadi sebesar: a. Rp 200.000 b. Rp 240.000 c. Rp 300.000 d. Rp 150.000 Besarnya BOP Dibebankan kepada pesanan adalah: b. a. Rp 160.000 c. Rp 200.000 d.

59.

Rp 150.000 Rp 210.000

60.

Total harga pokok pesanan no. 101 adalah: a. Rp 500.000 c. Rp 220.000

b. d.

Rp 250.000 Rp 200.000

61.

Jika pesanan no. 102 dijual maka total laba brutonya: a. Rp 800.000 b. C. Rp 350.000 d.

Rp 450.000 Rp 250.000

62.

Jika pesanan no. 103 telah selesai, harga pokok per unitnya: a. Rp 260 b. Rp c. Rp 175 d. Rp

200 300

Data untuk menjawab soal no. 63 s.d. 68 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Pabrik, Harga Pokok Pesanan, dan Laba Bruto PT BUD1 mengolah produk atas dasar pesanan. Bcsarnya kapasitas norrnal 8.000 jam kerja langsung per bulan. Tarip BOP besxnya Rp 250 per jam kerja langsung terdiri aras tarip tetap Rp 100 dan tarip variabel Rp 150. Tarip upah langsung yang disetujui dengan serikat pekerja Rp 400 per jam kerja langsung. Transaksi bulan Oktober 1989 adalnh: (a). Diterima pesanan A sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 16.000 per unit dan pesanan B 200 unit dengan harga jual Rp 25.000 per unit. Bahan yang digunakan untuk pesanan A Rp 2.200.000 dan B Rp 1.800.000. (b). Analisis selisih biaya overhead pabrik bulan Ohtober r~~enunjukkan selisih (c). anggaran Rp 75.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp 50.000 irugi). JKL sesungguhnya dinikmati oleh pesanan A: 60% &an B: 40%. (d).
63.

-Jam kerja langsung sesungguhnya adalah: a. 8.000 c. 8.750

b. d.

8.500 7.500

64.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A adalah: a. Rp 800.000 b. Rp 750.000 C. Rp 850.000 d. Rp 875.000 Besarnya total biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah: b. Rp 5.050.000 a. Rp 1.975.000 c. Rp 1.875.000 d. Rp 1.800.000 Total harga pokok pesanan A adalah: a. Rp 4.250.000 C. Rp 5.125.000

65.

66.

b. d.

Rp 5.500.000 Rp 4.875.000

67.

Jika pesanan B telah selesai maka harga pokok per unitnya dalah: a. Rp 25.000 b. Rp 18.750 c. Rp 16.250 d. Rp 20.000 Jika pesanan A telah dijual, maka laba bruto per unitnya adalah: a. Rp 5.750 b. Rp c. Rp 5.000 d. Rp

68.

6.000 4.750

Data untuk menjawab soal no. 69 s.d. 84 Jurnal Pencatatan, Biaya Overhead Pabrik, dan Harga Pokok Pesanan PT Arnin memiliki persediaan pada tanggal 1 Mei sebagai berikut: Rp 15.009 Barang Jadi Barang Dalam Proses 19.070 Material (bahan-bahan) 14.000 Dalam rekening Barang Dalam Proses terdapat tiga pesanan: Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan263 Material Rp 2.800 Rp 3.400 Rp 1.800 Tenaga kerja 2.100 2.700 1.350 Overhead pabrik dibebankan 1.680 2.160 1.080 Rp 6.580 Rp 8.260 Rp 4.230 Jumlah
Berikut ini adalah transaksi selama bulan Mei: Dibeli material dengan syarat n/30 Rp 22.000 a). Permintaan bahan untuk produksi Rp 21.000. Dari jumlah ini Rp 2.400 b). untuk bahan tidak langsung, sedangkan selisihnya digunakan dengan rincian sebagai berikut: Pesanan 261 Rp 5.300 Pesanan 262 7.400 Pesanan 263 5.900 Pengembalianbahan dari pabrik ke gudang Rp 600, darijumlah ini yang c). Rp 200 berupa bahan tidak langsung, sedangkan yang sisanya berasal dari pesanan 262. Pengembalian bahan ke pemasok (supplier) Rp 800. d). Gaji pegawai setelah dikurangi Pajak Penghasilan 15 persen Rp 32.300. e). Jumlah ini dibayar dalam bulan Mei juga. f). Rincian gaji pegawai adal&: 55 % tenaga kerja langsung, dengan rincian 261: 35 %, 2 6 2 45 %, dan 263: 20 %. 20% gaji tenaga kerja langsung 15% gaji bagian penjualan, dan 10% gaji bagian adrninistrasi dan umum.

g).

h). i). j).

k). 69.

Biaya overhead pabrik, selain yang disebutkan di muka berjumlah Rp 5.500.Termasuk dalam jumlah ini adalah biaya depresiasi untuk bangunan clan mesin pabrik Rp 2.000, dan asuransi pabrik terpakai Rp 250. Sisa dari overhead pabrik ini belum dibayar sampai dengan akhir Mei. Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi: 80 persen dari biaya tenaga kerja langsung ke tiga pesanan selama bulan Mei. Pesanan 261 dan pesanan 262 selesai dan dikirim ke gudang. Kedua Pesanan 261 dan Pesanan 262 dikirim ke pemesan, untuk itu pemesan ditagih dengan harga 40% di atas harga pokok penjualan. Penagihan piutang selama bulan Mei Rp 69.500.

Salah satu ayatjumal yang hams dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 Rp 18.600 b. Debit - Barang Dalam proses c. Debit - Material Rp 21.000 Rp 18.600 d. Debit - Material Salah satu ayatjurnal yang harus dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 a. b. Kredit - Barang Dalam proses Rp 18.600 c. Kredit - Material Rp 21.000 d. Kredit - Material Rp 18.600 Jumlah Rp7.400 dalam transaksi (b) akan dipostingkan (dibukukan) ke: Buku besar Barang Dalam proses a. b. Buku besar Material Buku pembantu Barang Dalam Proses c. Buku besar Biaya Overhead Pabrik Kontrol (Sesungguhnya) d. Salah satu ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (c) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses RP a. b. Kredit - Barang Dalam Proses RP c. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp d. Jawaban b dan c benar

70.

7 1.

72.

600 400 200

73.

Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (e) adalah: a. Debit - Biaya Gaji dan Upah Rp 38.000 Kredit - Utang Gaji dan Upah Rp 32.300 b. c. Kredit - Utang Pajak Penghasilan Rp 5.700 d. Jawaban a, b, dan c benar

74.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (f) adalah: Rp 20.900 a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 17.765 b. Debit - Barang Dalam Proses c. Kredit- Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 7.600 d. Jawaban a dan c benar Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Debit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol b. Debit - Biaya Overhead Pabrik Applied c. Debit - Biaya Depresiasi d. Debit - Biaya Asuransi

75.

Rp 5.500 Rp 5.500 Rp 2.000 Rp 250

76.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 5.500 b. Kredit - Akumulasi Depresiasi Rp 2.000 c. Kredit - Utang Biaya Rp 3.250 d. Jawaban b dan c benar Berapakahjumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi selama bulan Mei? a. Rp 30.400 b. Rp 16.720 c. Rp 34.000 d. Rp17.620 Rekening yang didebit sehubungan dengan transaksi (h) adalah: a. Barang Dalarn proses b. Overhead Pabrik Yang Dibebankan (Applied) c. Overhead Pabrik Sesungguhnya (actual) Kartu harga Pokok Pesanan d. Berapakah harga jual pesanan no. 261 : a. Rp 29.948 c. Rp 32.180 Berapakah harga pokok pesanan no. 262: a. Rp 29.948 c . Rp 32.589

77.

78.

79.

b. d.

Rp 32.8 10,40 Rp 35.065,80

80.

b. d.

Rp 28.994 Rp 29.498

8 1.

Berapakah saldo rekening Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan Mei: a. Rp 15.000 b. Rp 38.160 c. Rp 20.160 d. Rp 26.5 10

Rp 15. Kredit. Rp 15.500 Barang Dalam Proses Rp 16. Debit .000 Ru 2. Rp 14.500 Overhead Pabrik-Kontrol Overhead Pabrik-Applied Rp 16. 89 Berikut ini adalah ikhtisar dari Job Order Cost Sheet per 31 Desember 1990 dari perusahaan ABC: Job Order No: 123 124 125 126 Pemakaian Bahan Baku Rp1.OOO Status pesanan selesai sudah Status pergiriman Rp 2.500 belum a - - Ru 8..700 d.720 c.d.636 d.500 Bahan Tidak Langsung 500 Tenaga Kerja Langsung 3. Rp 19.000 Rp18. Pada saat membebankan biaya overhead pabrik. Debit .500 Rp 21.000 Overhead Pabrik Jumlah Rpll.620 83. Rp 17.Barang Dalam Proses Rp 57.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. perusahaan akan membuat jumal: Barang Dalam Proses Rp 21.250 Rp 750 250 500 1.500 Overhead Applied Rp 21. Rp 36.000 6.000 c.636 Berapakah jumlah persediaan material pada akhir bulan Mei: a. Rp 16.000 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.800 b.636 a.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 21. 85 s.000 d.000 5 .000 10.000 750 2.000 .500 selesai belum Rp 1. Data untuk menjawab soal no. 84.636 b.500 belum 85.600 Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya pada akhir bulan Mei sama dengan (saldo awal Mei dianggap sama dengan nol): a.500 1.82.900 b.Harga Pokok Pesanan Rp 57.Harga Pokok Penjualan Rp 57. Rp 17.Persediaan Barang Jadi c. Kredit. Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (i) adalah: Rp 57.

000 Bila :arip biaya overhead pabrik didasarkan pada upah tenaga kerja langsung.000) 90.000) 63.SO0 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.000.500 c. Rp 18. Data untuk menjawab soal no.d. 88. Rp 29.33 persen d.000.000.500 d.000 Berapakah jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun? a.000 diselesaikan pada bulan Juli. 20 persen 87.000 Barang dalam proses 1 Juli 1989 Transaksi bulan Juli 1) Bahan baku yang dibeli 8 1. 90 s.000. Pembelian bahan baku b.500 Pada akhir tahun perlu dibuat jumal penutup dengan mendebit rekening: Overhead Pabrik-Kontrol Rp 2 1. Biaya overhead pabnk .86.000 2) Bahan yang dipakai (bahan pembantu Rp9. 89.500 b. Rp 40. Persediaan bahan baku c.500 b.000. berarti besamya biaya overhead pabrik sama dengan: b. Rp 40.500 Overhead Pabrik-Applied Rp 2 1 . Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 1) adalah: a. 400 persen c. 6) Pesanan dengan biaya Rp252.000 3) 4) Biaya overhead pabrik sesungguhnya 108.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. 18. 200 persen a. Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan jumlah sebesar: a.000 dikirim ke pemesan dengan mark up 25% 7) di atas biaya 90.000. 97 Jurnal Pencatatan dan Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir Perusahaan "ASIA JAYA" menggunakan sistem hargapokokpesanan.000. Rp 11.000 d.500 C. Berikut ini adalah data biaya bulan Juli 1989: Rp 63.000.000 Biaya overhead pabrik dibebankan ke produksi sebesar 120% dari upah langsung 5) Pesanan dengan biaya 198.000. Rp 18. Rp 29.000 Gaji dan upah (upah tidak langsung Rp 18. Barang dalam proses d. Rp 1 1.

96. Rp 43. 97. Biaya gaji clan upah b.000. Biaya overhead pabrik dibebankan d.9 1.000 b. Rp 97. 95.000 c.000. 93. Biaya overhead pabrik dibebankan Harga pokok barang dalam proses pada akhir bulan Juli berjumlah: a. Harga pokok penjualan d.000. Rp 63. Persediaan barang jadi c. Rp 34.0'00 92. Harga pokok penjualan d. Barang dalam proses b. Barang dalam proses b. .000 d. Biaya overhead pabrik dibebankan Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 7) adalah: a. Persediaan barang jadi Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 6) adalah: Barang dalam proses a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. Kas Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 4) adalah: a. Barang dalam proses b. Barang dalam proses c. Persediaan bahan baku b. I Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 2) adalah: a. Persediaan barang jadi c. Biaya upah langsung c. Persediaan barang jadi Rekening yang diiedit untuk mencatat transaksi 5) adalah: a. b. 94. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. Biaya overhead pabrik sesungguhnya d. Utang gaji dan upah d. Biaya overhead pabrik dibebankan d. b dan c benar Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 3) adalah: a.000.

000 32.000 Persediaan Produk Selesai A-4 5.000 Biaya tenaga kerja langsung 30. 98 s.000 20.000 30.000 120.000' 10.000 120.000 unit 46 1.000 16.d.000 60. 100 Jurnal Pencatatan dan Perhitungan Jam Kerja Langsung Data persediaan yang ada di PT DIASWATI.000 Produk Selesai 150.000 Data produksi dan biaya per 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-1 Nomor pesanan Jumlah produk 3.000 unit Rp 60.000 unit Rp 50 A-2 4.000 Tenaga Kerja Rp 10.000 Data produksi dan biaya per 3 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-6 Nomor pesanan Jumiah produk 2.1 A-2 A-3 A-5 Bahan baku - Rp 30.000 unit A-3 60 A-4 5.000 Produk dalam proses 80.000 unit Biaya bahan baku Rp. adalah sebagai berikut: Persediaan Per 31 Desember 1986 Per 1 Januari 1986 Bahan baku Rp 40.000 60.Data untuk menjawab soal no.000 240.000 12.000 Jurnlah pesanan yang diserahkan kepada pemesan selalna bulan Januari 1986: Nomor pesanan Jumlah Produksi Harga Jual per Unit A. 30.500 unit A-5 56 A-8 2.000 unit 48 1.500 unit Biaya bahan langsung Rp 40.000 . 50.000 Biaya overhead pabrik 50.l 3.000 60.000 Overhead Pabrik Dibebankan Rp 30.000 10.000 40.000 unit 55 Biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan Januari 1986: Nomor pesanan A.000 Biaya overhead pabrik 30.000 Biaya tenaga kerja langsung 20.000 Rp 50.000 Persediaan Produk Selesai A-7 5.000 unit Rp.

3 Jam Kerja Langsung d.0 00 Ru 180. 4. Barang Dalarn Proses b.000 50. Persediaan Produk Jadi c.000 48.583.000 Di dalarn neraca perusahaan per 31 Desember 19x1 akan disajikan persediaan sisa bahan sebesar: 102. Rp 1.000 b.000 satuan dengan harga Rp 275 per satuan. Rp 825. Hasil penjualan atas sisa bahan yang dilaporkan dalam laporan rugi-laba tahun tersebut adalah: a. 102 Perlakuan Sisa Bahan F ABC memperlakukan hasil penjualan sisabahan (scrapmaterials) sebagaipenghasilan T lain-lain. 101 s. Persediaan Produk Jadi c.375.000 120. Data untuk menjawab soal no.750 Jam Kerja Langsung c. Rekening yang didebit untuk mencatathargapokokpesanan yang telah diserahkan 98.000 -24.000 18.000 RD 360. jumlah jam kerja langsung yang dikonsumsi selama bulan Januari 1986 adalah: a. Tidak Risa Dihitung 100. Harga Pokok Penjualan d. 2.000 60.000 30.000 60. Rp 750. Dalam kenyataanyaselamatahun tersebut perusahaan dapat berhasil menjual3. Biaya Overhead Dibebankan 99.000 c.000 Rp 170. kepada pemesan selama bulan Januari adalah: a. .000 satuan sisa bahan yang ditaksir dapat dijual dengan harga Rp 250 per satuan. Rekening yang didebit untuk mencatat biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari adalah: a.500 Jam Kerja Langsung b.d.250. 3. Rp 1.000 Perusahaan menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaan bahan baku. Harga Pokok Penjualan d. S e l m a tahun 19x1 perusahaan tersebut menghasilkan 5. Biaya Overhead Dibebankan Apabila tarip upah tenaga kerja langsung sebesar Rp72 per jam.000 d. 101. Barang Dalam Proses b.A-6 A-7 A-8 Jumlah 40.

000 Didebit ke rekening Barang Dalarn Proses sebesar Rp 50. PT.Biaya bahan baku Rp 500 .000 Didebit ke rekening Biaya OverheadPabrik SesungguhnyasebesarRp 20.000 . Di dalam menatung tarip biayaoverheadpabrikperusahaantersebutmemasukkantaksiraanbiayaperbaikan produk cacat.103.000 Didebitke rekening Biaya Overhead Pabrik SesungguhnyasebesarRp 50.Biaya tenaga kerja langsung RP 400 .Biaya overhead pabrik Rp 600 (150% dari biaya tenaga kerja langsung) SelamabulanApril 19x1produk cacat adalah200 satuandandalam memperbaiki produk cacat tersebut diperlukan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 100per satuan. Biaya produksi per satuan untuk pesanan no. RETEKI memakai metode harga pokok pesanan. 1211 adalah: . Jurnlah biaya perbailcan produk cacat dan pencatatannya adalah: Didebit ke rekening Barang Dalam Proses sebesar Rp 200.

250 Harga pokok per unit: Rp6. Jawab: a Rp 300. Jawab: b Rp 50.B.000 jam Jam kerja langsung yang konsumsi pesanan no.000.50 3 1.000 240. .00 (kurang dibebankan) 33.Jumlah RD 6.000 Biaya tenaga kerja langsung 1.000 x Rp 6 = Rp 240.BOP sesungguhnya BOP dibebankan Selisih total Jawab: a Rp 290. Jawab: d . Alokasi selisih BOP Rp 50.000 Tarip pert$xbanan BOP: = Rp 2.000 + Rp 40.000 Ru 50.000 .000 Rp 1. PENYELESAIAN 30.500 750 Biaya overhead dibebankan: (300jam x Rp2.000 = Rp 840.000 jam Jumlah BOP dibebankan: 40.000 RD 50.500/Rp 5 = Rp 300 jam Harga pokok pesanan no.000 Persediaan produk jadi 150. 461: Rp 1.000 ke persediaan dan harga pokok penjualan: Elemen yang mendapat alokasi Jumlah Proporsi Alokasi Selisih Persediaan barang dalarn proses Rp 50.000 5% 15% 80% 100% Rp 2.500 7.5 per jam kerja langsung I \ 20.000 Harga pokok penjualan setelah mendapat alokasian selisih: Rp 800.000 Harga pokok penjualan 800.000 32. 461: Biaya bahan baku Rp4.5) .000 Tarip pembebanan BOP: = Rp 6 per jam kerja langsung 50.500 40.250/100 unit = Rp62.

000 (kurang dibebankan) Jawab: c Jumlah jam kerja langsung: Selisih kapasitas =(Volume dianggarkan -Volume sesungguhnya) Tarip tetap 60.000 8.000 .000 = Rp 8.000.000 1.60. Jawab: a BOP dibebankan: 1.800 jam x Rp800 864.000 Jawab: e BOP dianggarkan pada JKL sesungguhnya: Tetap (2. Rp 9.800 jam kerja langsung 300 JKL 37.440.900. sehingga harga pokok produk selesai berjumlah Rp2.744.34.080.744.000 300 JKL 540.000 = Rp 5.000 .000 B :4 0 % 1. 600.OOO 1.500.000 Elemen Biaya Pesanan A Pesanan B Bahan baku Rp 800.900.000 Overhead pabrik: A :60% x 1.000 900.000 JKL sesungguhnya = = 1.000 .850.000 Jawab: c BOP sesungguhnya BOP dibebankan Jumlah selisih I 35.000 Tenaga kerja langsung: A:60%~1.800jamxRp1.000 jam x Rp300) Variabel(1.800jamxRp800 ~ Jumlah harga pokok produksi Ru 2.000 RD 150.800 jam x Rp500) Jumlah Jawab: d 38. Jawab: a Jumlah biaya tenaga kerja langsung: 1.800jam x Rp800 = Rp1.475 jam x Rp 4.300 JKL 60.850. Rp RD ~ 39.000 B : 40% x 1.000 Jumlah BOP dibebankan: 150% x Rp 5.000 Pesanan yang telah selesai adalah pesanan A.800 jam x Rp1.JKL sesungguhnya) 300 600.000 600.000 jam .000 (2.

800 (kurang dibebankan) Jawab: b ki Perhitungan harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan a h r Maret 19x1: 44.000 (J Persediaan produk jadi a h r bulan Mei ki Rp 628. Elemen Biaya Pesanan 66 Pesanan 67 Pesanan 68 Pesanan 69 Pesanan 70 Bulan Februari: Bahan baku Rp30.40.800 Selisih Rp 4.000 Overhead pabrik 9.256.?jualan pesanan B Harga p ~ k o k penjualan B Jumlah laba kotor (-) Selisih BOP Jurnlah laba kotor setelah selisih Rp 1.000 Jawab: d Hasil pe. Jawab: e Jumlah harga pokok penjualan bulan Mei 19X1: Rp 609.QOO Jawab: d Hasil penjualan pesanan B: (1.600 Harga pokok produksi bulan Mei 83. Jawab: d (lihat no.800 (=) Barang tersedia untuk dijual 64. yaitu: Rp609.000) Harga pokok penjualan B Jumlah laba kotor Rp 1.256. Jawab: c BOP sesungguhnya Rp177.000. sehingga harga pokok produk dalam proses berjumlah Rp2.236.000 150.744.000 2. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar Rp628. 42. 46) Pesanan yang belum selesai adalah pesanan B.600.600 BOP dibebankan: 43.800 Jumlah harga pokok penjualan Untuk mencatat harga pokok penjualan selama bulan Mei.000 43. 46.000 Rp 1.000 2.000 Tenaga kerja 12.200 (+) Persediaan produk jadi awal bulan Mei Rp 692. 45.000 buah x Rp4.296.OOO.000 .200 jam x Rp4 172.000 41.000 Rp 4.800. Jawab: b Rekening Barang Dalam Proses dikredit sebesar harga pokok produksi pesanan yang diselesaikan pada bulan Mei. Rp 4.744.

67.000 Rp51.250 Pesanan 67 77.5) x Rp3.350/7.000 Overhead pabrik Tarip: 75% BTK 5.000 15. Jawab: a Jumlah BOP dibebankan selama bulan Maret 19x1: Pesanan 66 Rp5.100/7.500 Rv77.000 28.000 20.000 3 1.000 21.000 Rp27. 49.250 Jurnlah Rp63.500 Pesanan 504 Pesanan 505 . sehingga jumlah harga pokok produk yang dijual adalah: Pesanan 66 Rp 63.250 Rp42.250 Jawab: d Pesanan yang sampai akhir bulan Maret belum selesai adalah no.500 I Pesanan yang telah selesai dan diserahkan ke pemesan selama bulan Maret adalah 66. Elemen Biaya Awal Juni Selama bulan Juni: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik.500 Jumlah R~80.900/7.35 504: (8.509 RD36.500 7. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir Juni 19x1: I 48.500 Jumlah RD 301.000 Pesanan 68 124. 503 : (6.5) x Rp3.000 Ru76.000.68.5) x Rp3.500 Pesanan 69 21.000 Rp19.250 Pesanan 67 15.Bulan Maret: Bahan baku Tenaga kerja 7.000 Pesanan 68 3 1.35 Jumlah Pesanan 503 Rp 8.000 Rv124.500 47. dan 70.000 Pesanan 70 7.35 505 : (7.000 10.500 Pesanan 70 36. 79.000 42.sehingga jurnlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp76.

503 dan 504.000 Jawab: c Persediaan produk jadi pada awal Juni.000 Jumlah Rp 4. Jawab: d BOP sesungguhnya bulan Juni: Bahan penolong Rp 3.300 Overhead lainnya Jumlah BOP dibebankan bulan Juni: Pesanan 503 Rp 3. sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Mei atau awal Juni adalah: Pesanan No. 5 2. 10 948. Jumlah harga pokok produk yang telah selesai: Pesanan 503 Rp 25.082 Pesanan 504 3. 4 Rp 2.280.700 Jumlah 50.920.yaitu pesananno.133.000 Pesanan No.000 Rv 4.482 Pesanan 504 18.000 Pesanan No.9 dan 10.2dan 3.000 Jumlah Jawab: e Pesanan yang diolah dalam bulan Juni 19x1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 30 Juni adalah no. 505. sehingga jumlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp20.283 9. 9 1S48.618 Pesanan 505 Jumlah Selisih pembebanan Rp 9. 4 dan 5.sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Juni adalah: Rp 1. Hargapokokmasingmasing pesanan adalah: .983 Rp 158 (lebih dibebankan) Jawab: d Pesanan yang diolah dalam bulan Mei 19X1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Mei adalah no. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei tetapibelum dikirim.445.949.025 4. 8.000 Pesanan No. 1.640.218 Rp 43.500 Upah tidak langsung 2.Pesanan yang selesai dalam bulan Juni adalah no. Jawab: a Pesanan yang sampai akhii bulan Juni belum selesai adalah no. 8 Pesanan No.825 3.

440. 3 3.000 Pesanan No.120.000 Jumlah Rp 12.640.000 Juni Pesanan No. = 4. Pesanan No. sehinggaJKL sesunggunyadapat dihitung sebagai berikut : Rp 160. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei (1 s.5.000 Pesanan No.000 Jumlah Jawab: b Data mengenai jam kerja langsung sesungguhnya.600.d 7) tetapi belum dikirim.000 Juni 4.000 = Rp 40 per jam kerja langsung Tarip pembebanan 5.000 Pesanan No.000' Jumlah Jawab : d Harga pokok penjualan dalam bulan Juni adalah harga pokok produk yang telah selesai dan sudah diiirim pada bulan Juni.440.000 Ru18. dapat dihitung berdasarkan analisis BOP: Rp 200.532. dan 7 Pesanan No.440.00 3.00 960. yaitu pesanan no. Harga pokok masing-masing pesanan adalah : Pesanan No.000 jam kerja langsung Rp 40 .000 Pesanan No.00 Mei 2.000 Jumlah BOP dibebankan pada bulan April 1989: BOP sesungguhnya Rp 150.000 ! Pesanan No.000 Pesanan No.000 Jawab: a Persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni.120. 1.4 Mei Rp2.3.000 BOP dibebankan BOP dibebankan adalah hasil perkalian antara tarip pembebanan dengan jam kerjalangsung sesungguhnya. 2 dan 6.55. 6 Rp 12.040.852.d 3) dan Juni (4 s.520.240.280. 3 3. 57.000 JKL Sesungguhnya : 56. 7 5.000 (=) Selisih BOP (laba) RD 160. 5 Rp 2.160. yaitu pesanan no. 1 Rp 5.040. 2 4.120. 1 Rp 5. 2 Rp 4.00 5.000 10.

000 RIJ450.000 Jawab: a Harga pokok per unit pesanan 103: Rp 130.000/500 = Jawab: d Selisih kapasitas = 50.000.000 x Rp60) Overhead pabrik: 101: (30% x 4.000 jam x Rp60 = Rp240.KS) 100 800. 102: Penjualan pesanan 102: (1.000.000 x Rp500) Harga pokok produksi no. 70) Jurnlah laba bruto Rp 800.000 . Jawab: b Laba bruto pesanan no. Jawab: a Lihat no.000 Total harga pokok produksi 500 unit Jumlah dipesan Rp 260 Harga pokok per unit : Rp130.000 . 102 (lihat no.000 x Rp40) 101: (20% x 4.000 = 50.000 = KS = (KN -KS) Tarip Tetap (8.000 x Rp60) 101: (20% x 4. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Elemen Biaya Bahan baku Tenaga kerja: 101: (30% x 4. 67.000 x Rp60) 102: (50% x 4.000 x Rp40) 102: (50% x 4. 101 Psn 102 Psn 103 Harga pokok produksi pesanan no.100 KS 7.000 350.000 x Rp40) Jumlah Psn.Jawab: b Jumlah biaya tenaga kerja langsung yang terjadi dalarn bulan April 1989 adalah merupakan perkalian antara JKL sesungguhnya dengan tarip upah: 4. 101 adalah Rp 220.500 .

750 Rp 18.500 jam x Rp250) Jumlah Jawab: b Harga pokok per unit pesanan B: Total harga pokok produksi pesanan B Jurnlah dipesan Harga pokok per unit: Rp3.875.000 500 unit Rp 5.200.000 Rp3.125.000 Rp 3.000 1.500 jam x Rp250) Pesanan B: (40% x 7.000 R~2.750.000 1.000.875.750.600 .800.Jawab: e Biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A: 60% x 7.000 5.000 Jawab: c Harga pokok masing-masing pesanan sarnpai dengan akhir bulan Oktober 1989: Elemen Biaya Bahan baku Upah langsung: Pesanan A: (60%x 7.200.500 jam x Rp400) Pesanan B: (40% x 7.000 200 unit Rp 18.850.875.125.800.000 R~5.000 Pesanan B Rp1.000 25.750 Rp8. Harga jual pesanan A: (500 unit x Rp16.500 jam x Rp250) Selisih total: Selisih anggaran (laba) Selisih efisiensi (mgi) BOP sesungguhnya Rp1.000) Harga pokok produksi pesanan A Jumlah laba kotor Jumlah dipesan Laba kotor per unit: (Rp2.000/200 = Jawab: a Laba kotor pesanan A.750.800.000 Rp 1.000 50.000 1.0001500 unit) Jawab: b Jurnal pencatatan transaksi (b): Barang Dalam Proses Pesanan A Rp2.000 750.000 Jawab: e BOP dibebankan: (7.000 Rp 75.500 jam x Rp400 = Rp1.125.500 jam x Rp400) Overhead pabrik: Pesanan A: (60% x 7.

000 250 3.700 Rp 2.Biaya Overhead Pabrik Kontrol Material Jawab: c Lihat no. 85 Jawab: b Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dengan tarip 80% dari biaya tenaga kerja langsung: Rp20. 79 Jawab: a Lihat no.300 5. 79 Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (c): Material Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (e): Biaya Gaji dan Upah Utang Gaji dan Upah Utang Pajak Penghasilan Jawab: a Jumal pencatatan transaksi ( f ) : Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Biaya Gaji dan Upah Jawab: a Jumal pencatatan transaksi (g): Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 5.900 Biaya tenaga kerja langsung Rp 600 Rp 400 200 Rp 38.500 Akumulasi Depresiasi Asuransi Dibayar Di Muka Utang Biaya Jawab: d Lihat no.000 Rp 32.250 .

.400 9.852 RD25.720 Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 16.405 Rp 4. Jawab: e Lihat no.047 Rp 8.047 Pesanan 262 32. Pesanan 261 : 140% x Rp25.589 (=) Barang tersedia untuk dijual (-) Harga pokok penjualan (pesanan 261 & 262) Persediaan barang jadi .300 7.900 4.akhir Jawab: e Jurnal pencatatan transaksi (i): Rp 6.636 Rp 15.344 RD17.589 Pesanan 293: 80.580 5. I 7.624.260 7.636 57.230 5.315 5.000 82.720 78.000 Rp 57.065.654 79.60 Belum Selesai 8 1. Jawab: a Jurnal pencatatan transaksi (h): Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 16.524 RD32.900= Rp16.720 Jawab: e Perhitungan harga pokok dan harga masing-masing pesanan pada akhir bulan Mei: Perhitungan harga pokok.180 3. 89 Jawab: a Persediaan barang jadi pada akhir Mei: Persediaan barang jadi-awal (+) Harga pokok produk selesai selarna bulan Mei: Pesanan 261 Rp 25.589 Rv35.80 R-p45. Rp 15. Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan 263 Biaya barang dalarn proses-awal Biaya selama bulan Mei: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan: 80% dari tenaga kerja langsung Jumlah Perhitungan harga jual: 40% dari harga pokok.636 Rp 72.Tarip pembebanan 80% Biaya overhead pabrik dibebankan: 80% x Rp20.047 Pesanan 262: 140% x Rp32.

85. 124 dengan harga pokok Rp 18.600 Biaya overhead lainnya-transaksi (g) 5. yaitu pesanan no.000 Jumlah 84.000 Pesanan 124 10. a 86.500 RQ 15. Jawab: a Persediaan material pada akhir bulan Mei: Persediaan material-awal (+) Pembelian material-transaksi (a) (=) Material tersedia untuk dipakai (-) Pemakaian bahan-transaksi (b) (+) Pengenlbalian dari pabrik-transaksi (c) (-) Pengembalian ke pemasok-transaksi (d) Jumlah persediaan material-akhir Jawab: e Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Kontrol pada akhir bulan Mei: Pemakaian bahan tidak langsungtransaksi (b) Rp 2.400 (200) Pengembalian ke gudang-transaksi (c) Biaya tenaga kerja tidak langsungtransaksi (f) 7.500 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp 21.500 Ro11. Jawab: a Jurnal penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke 88. Jawab: b Jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun.500 Pesanan 125 Pesanan 126 2. .000 4. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.700 Jumlah Jawab: a Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Rp 6. yaitu: Rp8.Persediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses 83.500. 87.500 Jawab: d Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 3 1 Desember 1990.

124 dengan harga pokok Rp 18.oOO 2 1.500 BOP Sesungguhnya (applied) 89.500 Pada akhir tahun rekening Barang Dalarn Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Desember 1990.500 Pesanan 126 2.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Tarip pembebanan Rp 3. maka besarnya tarip adalah: Rp 6.000 4.000 10. Jumlah penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 2 1.500 1.000 Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Pesanan 124 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp RD 6. Rp 21. yaitu : Pesanan 125 Rp 8.rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 21.500 RP 21.000 Jumlah Persediaan barang jadi pada akhir tahun.500 Jumlah Ru 11.500 Jawab: b Bila tarip pembebanan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. maka besarnya tarip adalah : Rp6000 Tarippembebanan : Rp3. yaitu pesanan no. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Jurnal pencatatan .500 BOP Sesungguhnya (applied) Bila tarip pembebasan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung.500.

000. b Jurnal transaksi 7) Mencatat hasii Penjualan .000 Rp63.000 Rp108.400. b Jurnal transaksi 1) Persediaan Bahan Baku Utang DagangIKas 91.90.000.000.000 18. a Jurnal transaksi 6) Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses 96. b Jurnal transaksi 4) Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Berbagai Rekening Dikredit 94.000.000 Rp90. C Rp108.000 9.000. c Jurnal transaksi 3) Barang Dalarn Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Utang Gaji dan Upah Rp72.000 92. d Jurnal transaksi 2) Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Persediaan Bahan Baku Rp54.000.000 95.000 Jurnal transaksi 5) Barang Dalarn Proses Rp86.000 Biaya Overhead Pabrik Dibebarlkan Rp86.000.000 93.400.000.

000 Harga pokok persediaan produk cialam proses 3 1 Juli RD97.400.000.000 Rp 74.000 Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Juli 198.000.000 Mencatat psanan yang diselesaikan selama bulan Januari: Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses .000.Piutang Daganmas Pendapatan Penjualan Mencatat harga pokok penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi 97.000 Rp 232.400.000 98-100 Jurnal pencatatan 98. Rp3 15.000.000 72.000.000 Rp252.000. c Mencatat pemakaian bahan baku selama bulan Januari: Barang Dalarn Proses Persediaan Mencatat biaya tenaga kerja selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Utang Gaji dan Upah Mencatat biaya overhead pabrik dibebankan selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp360.000.000 Rp360.000 Rp 295.000 ~~252~000.00.000 86.000 Rp315.000 e Perhitungan harga pokok barang dalam proses akhir: Persediaan produk dalam proses 1 Juli Biaya yang dikeluarkan selama bulan Juli: Bahan bku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan Rp 63.400.

000 84.000 230.000 Persediaan barang dalam proses 31 Januari (pesanan no. A-7) Harga pokok penjualan dalam bulan Januari Rp 150. A-4) Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Januari Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual Persediaan barang jadi 3 1 Januari (pesanan no.000 Overhead pabrik dibebankan 360.Perhitunpan: Persediaan barang dalam proses 1 Januari (pesanan no.1) Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari: Rp 170.000 680.000 192.000 110.000 99. A-6) Harga pokok pesman yang selesai dalam bulan Januari Rp 80.000 . A.500 unit x Rp56) Pesanan A-8 (2.000 Rp 670.000 unit x Rp60) Pesanan A-4 (5.000 Rp 826. 98) a Perhitunganjam kerja langsung: Jumlah biaya tenaga kerja langsung selama bulan Januari Rp180.000 unit x Rp55) Jumlah Jumal harga pokok penjualan: Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi Perhitungan: Persediaan barang jadi 1 Januari (pesanan no.000 Rp 790.000 unit x Rp50) Pesanan A-2 (4.000 Rp 830. a (Lihat no.000 60.000 7 10.000 unit x Rp46) Pesanan A-5 (1.000 240.000 Ru 590.000 Rp 150.000 Mencatat penyerahan pesanan kepada pemesan selama bulan Januari: Jumal hasil penjualan: Piutang DagangIKas Pendapatan Penjualan Perhitungan: Pesanan A-1 (3.000 Bahan baku Tenaga kerja 180. 100.000 120.000 unit x Rp48) Pesanan A-3 (1.

000.000 Jawab: d Karena hasil penjualan diperlakukan sebagai penghasilan lain-lain.5000 jam Hasil penjualan sisa bahan: 3.000. maka pada saat pengeluaran biaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rp 100 = Rp20.makapersediaan tidak ada harga pokoknya. Jawab:d Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudahdiperhitungkan.000 satuan x Rp275 = Rp825. 103.000 satuan x Rp 275 = Rp 825. 101.000 Karena hasilpenjualan diperlakukan sebagaipenghasilan lain-lain. maka persediaan tidak ada harga pokoknya. Jawab:d Hasil penjualan sisa bahan: 3.Tarip upah per jam Rp72 Jumlah jam kerja langsung: Rp180. 102.maka pada saatpengeluaranbiaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rpl00 = Rp20. .000/Rp72 = 2. Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudah diperhitungkan.

Lebih cocok untuk perusahaan yang besar d.BAB IX METODE HARGA POKOK PROSES A. Benkut ini adalah perbedaan antara metode harga pokok pesanan dengan metode harga pokok proses. Tujuan produksi untuk persediaan yang kemudian dijual Karakteristik metode harga pokok proses sangat berbeda dengan karakteristik metode harga pokok pesanan. Berikut ini adalah karakteristik metode harga pokok proses KECUALI : Biaya satuan dihitung pada saat produk selesai agar jika dijual dapat a. Hams dipilih salah satu yang sesuai c. Saat perhitungan harga pokok b. KECUALI: a. Kontraktor bangunan a. Obyek pembebanan biaya produksi Pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarip c. c. segera ditentukan harga pokok penjualannya Produk yang dihasilkan bersifat homogen b. Kegiatan produksi berda~ar~anggaran produksi d. Jenis biay a produksi Metode harga pokok proses cocok digunakan pada perusahaan: a. Percetakan Pabrik pupuk b. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES 1.. b. sehingga penerapannya dalam pemsahaan manufaktur: a. . c. 4. Lebih sederhana Lebih sesuai untuk pemsahaan kecil b. d. 3. 2. dan c benar d.

Standar b.biayabahanbaku tidalcharus dipisahkan dari biaya bahan penolong b. Pengalokasian biaya overhead Laporan harga pokok produksi per departemenmerupakanlaporanyang d. dalam satuan produksi setara (equivalentproduction units) Dapat juga digunakan dalam kalkulasi biaya pesanan b. Sistem harga pokok standar Sistem harga pokok estimasi d. b.Manakah yang benar? a. Menganggap bahwa persediaan barang dalam proses tidak ada c.first out dalam kalkulasi biaya proses berbeda dengan metode rata-rata tertimbang. KECUALI: a. Jumlah bahan baku yang ditarnbahkan d. Jumlah produk yang selesai Jurnlah produk yang masih dalam proses awal b. Informasi berikut ini diperlukan untuk menentukan besamya unit ekuivalen yangdi~lahdalamde~artemen produksipadaperiodetertentu. dalam hal bahwa metodefirst in. . Padametodehargapokokproses. Sistem harga pokok pesanan c.KECUALI: a.hasilkan pada perusahaan yang menerapkan: a. Jawaban a. Pada metode harga pokok proses. Metodefirst in. kalkulasi hargapokokprodukdilakukan c. Perhitungan biaya menurut departemen c. pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar tarip tidak merupakan keharusan Padametodeharga pokok proses. dan c benar Berikut ini yang tidak akan digunakan dalam kalkulasi biaya proses adalah: a. Jumlah produk yang biasanya hilang dalam proses produksi c. Biaya yang dibayarkan Biaya dihitung sebagai berikut (Perhitungan biaya) d. Judul-judul informasi yang dapat digunakan dan tercantum dalam laporan biaya produksi (production cost report) pada perusahaan yang menerapkan process costing method adalah tersebut dibawah ini. pada akhir periode d.first out: Menyaratkan bahwa persediaan akhir barang dalam proses dinyatakan a. Data produksi b. Sistem harga pokok proses b. Direct costing d. Biaya yang dibebankan c.

terjadinya produk yang hilang tersebut Barang-barang yang dalarn proses produksi mengalami beberapa ketidak sempurnaan. karena ha1 itu mengakibatkan: Bertambahnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. Mengurangi harga pokok produk selesai pada departemen tersebut b. Jika ada tambahan bahan-bahan bagian pabrik selain dari bagian pabnk awal (pertama) dan tambahan itu mengakibatkan bertambahnya jumlah unit. namun tidak C. Defective material 14. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan 13. barangbarang demikian dlkenal dengan nama: a. akan tetapi dengan menambah upah buruh dan mungkin bahanbahan baku masih dapat diperbaiki menjadi barang jadi yang sempurna. Tambahanbahan yang terjadididepartemen lanjutandanmempengaruhitambahan output pada departemen tersebut. perlu disesuaikan biaya unit yang dialihkan Berkurangnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. akan: Menambah harga pokok produk selesai pada departemen tersebut a. Biaya Overhead Pabrik C. sehingga a. namun tidak d. Pada metode harga pokok proses. ha1 ini mempengaruhi biaya per unit dalam suatu laporan biaya-biaya produksi. 15. sehingga diperlukan b. penyesuaian biaya per unit yang dialihkan Bertambahnya biaya per unit dari bagian pabrik terdal~ulu. Tidak memperhatikan tingkatan penyelesaian persediaan barang dalam proses awal ketika menghitung satuan produksi setara 1 1. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan kepada bagian ini Berkurangnyabiaya per unit dari bagian terdahulu. Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja b. Biaya Tenaga Kerja Langsung d. Manaikkan produktifitas Belum menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalarn periode d. Asumsinya lebih realistis b. Mengurangi output di departemen tersebut d.d. Menaikkan biaya produksi C.biaya tenaga kerja untuk departemen pembanlu di debit ke rekening: a. Menambah output produksi di departemen tersebut c. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Produk yang hilang pada awal proses produksi di departemen produksi berbeda dengan produk yang hilang pada akhir proses produksi. terutama karena: a. .

d 21 Metode RATA-RATA &n FIFO FT. Biaya periode (period cost) c. Dibebankan pada produk selesai yang diserahkan ke departemen c. kegagalan/kerusakan itu harm diklasifikasikan sebagai: Beban yang ditangguhkan (deferred charge) a. Produknya diolah secara beruutan melalui dua departemen produksi. b.000 unit 2. 19. 16. 20 s. X menggunakan metode harga pokok proses dalam pengumpulan biaya produksinya.b. Biaya gabungan (jqint cost) d. rekening yang di debit untuk mencatat biaya pengerjaan kembali adalah: Barang Dalam Proses (biaya bahan baku) a. Jika jumlah kegagalankerusakan dalarn proses-proses manufaktur melebihi tingkat normal.000 unit Produk dalam proses awal Diterirna dari Departemen 150. Bagaimana memperlakukan hasil penjualan produk cacat tersebut Bagaimana memperlakukan persediaan produk cacat tersebut d. Dibebankan pada produk dalam proses akhir b. Persediaan Produk Cacat d. Biaya produk (product cost) Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Data untuk menjawab soal no. 18.000 unit Produk dalam proses akhir . Bagaimana memperlakukan kerugian yang timbul akibat adanya produk cacat c. Spoiled material Scrap material Waste material Masalah akuntansi yang timbul akibat adanya produk cacat adalah: a. Data produksi bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: 7. yaitu Departemen 1 dan Departemen 2. Persediaan Bahan Baku Perlakuan produk rusak dalam suatu proses produksi yang normal adalah: Dibebankan kepada produk yang tidak rusak a. b. 17. Bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan kembali b. Jika biaya pengerjaan kembali produk cacat dibebankan kepada produk secara keseluruhan. c. d. berikutnya Dibebankan ke produk rusak itu sendii d. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya c.

000 50.350 55.600 55.000 satuan d. biaya konversi: 75%. 55. unit 20.600 satuan Metode RATA-RATA Bahan ditambahkan pada permulaan proses dalam bagian pencampuran PT. maka unit ekuivalen biaya konversi adalah: a.350 55.000 50.000 50.000 satuan.000 50.000 satuan.000 50.000 50.600 57. tahap pertama dari siklus proses produksi. Jika perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. 80% biaya konversi Apabila perusahaan memakai metode harga pokok rata-rata tertimbang. 15. Pada akhir tahun masih ada produk dalam proses sebanyak 12.Tingkat penyelesaian produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100%. 23. Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100% .350 Metode RATA-RATA Selama tahun 1984PT.000 50.Akhir periode: 100% biaya bahan. 63.unit ekuivalensi biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19X1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biaya konversi 50.000 satuan c. 60. biaya konversi: 30%.350 Jika perusahaan menggunakan metode masuk pertama-keluar pertama Vrst in. XYZ menghasilkan 60.200 satuan b. Berikut ini informasi untuk bulan Juli 19X1: . Tingkat penyelesaian produk dalam proses adalah: . 57.600 55.000 satuan diantaranya berasal dari produk dalam proses awal. Dari produk tersebut 22. MEKAR JAYA.Awal periode : 100% biaya bahan. first out). 60% biaya konversi .350 50. ekuivalensi (equivalentunit) biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19x1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi 65.600 57.

000 b.000 40.000 Dipindahkan (transfer) ke bagian berikutnyal Hilang dalam proses produksi 30. berapa satuan ekuivalen untuk perhitungan biaya satuan bahan? a. dengan tingkat penyelesaian bahan 100% clan konversi 80%. FT.000 36.d.800 b.000 c. 48. 1 September 1989 Dari produksi bulan September 1989 10.000 44.MERDEKA menghitung arus fisik barang yang selesai pada Departemen A untuk bulan September 1989 sebagai berikut: Unit yang diselesaikan: Dari barang dalam proses. 48.000 c. Berapakah unit produksi ekuivalen untuk bulan September 1989 berdasarkan metode FIFO? Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi a. sedangkan barang dalam proses pada 30 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 60% untuk biaya konversi. 25 s.MEKAR JAYA biaya yang terjadi untuk satuan yang hilang diserap oleh satuan baik yang tersedia.000 Dimulai dalam bulan Juli 150.Produkdalamprosesakhirperiodesebanyak 15. 38.000 d. 210.000 d.000 38.000 Pekerjaan dalam pelaksanaan 3 1 Juli (50% selesai untuk biaya konversi) 70. 120.000 buah.Satuan Pekerjaan dalam pel&sanaan 1 Juli (60% selesai untuk biaya konversi) 60. 345.000 Menurut sistem akuntansibiaya FT. Barang dalam proses pada 1 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 80% untuk biaya konversi.000 unit. 180. Barang dalam proses pada 30 September 1989 adalah 8.000buah. 27 Metode FIFO dari RATA-RATA Dari sebuah laporan harga pokok produksi diketahui besarnya produk dalam proses awal periode jumlahnya 10.000 Data untuk menjawab soal no.000 30.dengantingkatpenyelesaian . 38. Dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.800 48.000 Metode FIFO 24.000 10.000 Bahan ditarnbahkan pada awal proses.

Dari data pada sod di atas berarti jumlah produk jadi adalah: a. 88.000 satuan d.500 buah c.000 buah 27.000 satuan b. 90.000 satuan d. 95. 90. 110.000 satuan c. 100.500 buah b.000 satuan b.000 satuan Tingkat penyelesaian . Jika dengan metode FIFO.000 buah. maka unit ekuivalensi biaya bahan baku pada masuk pertama keluar pertama (FIFO method) adalah: a.000 satuan c. Produksi ekuivalen bahan dengan metode rata-rata adalah 100. 100.000 satuan 15.000 buah b. 90.000 buah 95. Besamya produk selesai adalah: a.d. Dan sebuah perusahaan diperoleh informasi mengenai produk dalarn proses sebagai berikut: Awal Periode Akhir Periode Jumlah produk dalam proses 10. yaitu: .000 buah 87.000 satuan 29.000 buah b. 30 s. besamya produksi ekuivalen adalah: Biaya Bahan Biaya Konversi a. 93. 100. T ABC yang mengolah produk melalui satu departemen menggunakan 3 jenis bahan.bahan 80% dan biaya konversi 50%.000 buah 85. 90.000 buah c.000 satuan. 88.Biaya bahan baku 100% 60% . 100. Metode FIFO dari RATA-RATA 28. 90.Biaya konversi 60% 50% Apabila unit ekuivalensi biaya bahan baku dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang (weighted average cost method) adalah 100.500 buah d.000 buah 92. d.000 buah 87.500 buah C. 25. 85.000 satuan Data untuk menjawab soal no. 100.500 buah Besarnya produksi ekuivalen biaya konversi dengan metode rata-rata adalah: a.000 buah d. 88. 32 Metode FIFO I.000 buah 26. 100. 88.

000 unit c. Produk jadi yang dipindahkan ke gudang 25.000 unit d. 35. . 27.d. Produk dalam proses akhir 10. 35. 32. 23.000 unit d. 34 Metode FIFO PT AYO MAJU. 24 jam sehari. Sementara itu tidak terjadi kerusakan didepartemen . menghasilkan produk kirnia yang untuk tujuan akuntansi prosesnya dibagi menjadi dua departemen.000 unit b. Dalam beberapa detik pertama zat X hilang sebanyak 5 persen. Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 25.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 60%. setelah itu dipindahkan ke Departemen B. Disini zat Y ditarnbahkan ketika proses produksi sudah mencapai 50 persen.B Di departemen A biaya konversi mencakup seluruh kegiatan pengolahan dan 2). karena kerusakan yang terjadi adalah normal. 25. 27.000 unit c.Bahan A: pada awal proses Bahan B: pada tingkat penyelesaian 50% Bahan C: pada tingkat penyelesaian 75% Informasi untuk kegiatan bulan Mei 1990 adalah: Produk dalam proses awal 10. 35. 23. dialokasikan hanya pada produk yang baik saja. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku C adalah: a. Proses ini berlangsung terus menerus. 25. Pertama-tama zat X diproses di departemen A.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. jumlah unit ekuivalen biaya tenaga kerja adalah: a. Keterangan lainnya: 1).000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 40%.000 unit b. Di departemen B biaya konversi dialokasikan merata ke setiap ekuivalen unit produksi.000 unit 3 1. Satuan yang digunakan untuk mengukur/menghitung barang dalarn proses dan 3). Data untuk menjawab soal no. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku B adalah: a. barang jadi adalah kg. 30. 27. 33 s. Produk selesai dipindahkan ke persediaan barang jadi.000 unit b. Departemen A dan B. Kerusakan normal terjadi di Departemen A.000 unit. 23. Fomula ramuannya terdiri dari satu bagian zat X dan satu bagian zat Y.000 unit d.000 unit C.

500 kg Barang dalam proses.000 kg . Data untuk bulan .000 kg - 6.4).500 kg 423. 869. 38 Dua Departemen PT. 522.500 kg 511.000 kg 979. 40% biaya konversi 1/3 biaya konversi 46.500 kg b.d. 979.000 kg b.500 kg Ekuivalen produksi bagi departemen B untuk bulan Oktober 1985dengan metode FIFO adalah: Konversi Bahan X a. X rnenggunakan metode harga pokok proses.500 kg 478.000 kg Tingkat penyelesaian pada 314 persediaan awal Mulai diproses/diterima dari departemen sebelumnya 550. Perhitungan Harga Pokok Tidak Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no. Departemen B 110.500 kg Ekuivalen produksi bagi Depatemen A untuk bulan Oktober 1985 dengan metode FIFO adalah: Bahan X Konversi 478. 511.000 kg 869. 869.000 kg Tidak bisa dihitung d. 423.000 kg Dipindahkan ke departemen berikut 511.500 kg a. 34. 522.500 kg c.000 kg - Departemen B - 40.000 kg 3110 ? ? ? 115 489.000 kg 14. 1 Oktober 88. 35 s.Oktober 1985: Departemen A Barang dalarn proses.000 kg 979.500 kg d. 3 1 Oktober ? Tingkat penyelesaian persediaan akhir 113 Bahan yang ditambahkan di departemen B 33. Berikut ini data produksi dan biaya produksi pada bulan Juni 1987: Departemen A Data produksi: Ditransfer ke Departemen B Ditransfer ke Gudang Barang dalam proses akhir: 100% bahan baku.000 kg c.

Biaya bahan baku Departemen A b. 39 s.000. Departemen Pertama PT. dan 213 biaya overhead pabrik 15.650 d.61 a.89 b. Rp14. AR menggunakan sistem harga pokok proses. Rp14. Rp140.600.000 b. Berikut ini adalah biaya dan data produksi bulan Januari 19x1 Departemen A yang merupakan departemen pertarna dalam proses produksi. biayaoverhead pabrik: Rp39. b.000 unit Jumlah produk dalam proses pada akhir bulan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan.200 36.000 60.572 Rp 35. b. Biaya konversi Departemen B 42.920 Manakah yang benar dari hasil perhitungan jumlah ekuivalen produk yang diselesaikan pada bulan Juni 1987 berikut ini? Jurnlah vroduk ekuivalen 60. 65.700 3 1. Biaya bahan: Rp52. Produknya diproses melalui dua departemen produksi A dan B. 37.000 60. Unit ekuivalen bahan. tenaga kerja.675 c. Biaya tenaga kerja: Rp42. dan c benar Harga pokok persediaan barang dalam proses akhir di Departemen A adalah: a. Data untuk menjawab soal no.000 60. dan c benar 36.600 unit c. Jumlah produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: 50. Jawaban a.000 b. 55. c. b.000 unit a. b. dan overhead pabrik bulan Januari 19x1 di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead pabrik a.120 34. Jawaban a. Jawaban a. Rp 3 1. Rp86. dan c benar Biaya yang ditambahkan di Departemen B per unit adalah: Rp1.560 b.000 c. 38.Data biaya: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik 35.000 65. Rp3. 213 biaya tenaga kerja.000 65. Biaya konversi Departemen A 51. 60.000 .000 60. 60.50 d. Rp145.940 d.000 60. dan c benar d.952 c. Rp24.d 40 Dua Departemen.000 unit 39.000 60.000 unit Jawaban a. Harga pokok produk setengah jadi yang ditransfer ke Departemen B adalah: a. Rp1.650.000 d.

75 c. Rp 0. Rp 752. Rp259.560 d.81 Rp 0.90 Rp 0. c. .200 c. Informasi yang diperoleh mengenai proses produksi di Departemen A pada bulan Maret 1990 adalah sebagai berikut: Produk yang diserahkan dari Departemen A ke Departemen B sebesar 15. Rp 85. biaya tenaga kerja langsung 80%.000 c.600 Data untuk rnenjawab soal no. Produk yang masih dalarn proses akhir 1. X menghasilkan satu macam produk bemama Y yang diolah melalui dua departemen produksi dengan menggunakan metode proses. Rp 60. Departemen Pertama Sebuah perusahaan mengolah produk melalui dua departemen produksi.70 Rp 0.200 42. Produkdalam proses akhir bulan adalah 1.81 Rp 0.000unit.66 Rp 0. a. Rp 0. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18.66 b. dan biayaoverheadpabrik sebesar90%.8 1 Rp 0. 43 Dua Departemen.400 b. Rp 684.70 Rp 0.200 kg dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80%.66 d. Biaya produksi per unit produk yang diproduksi bulan Januari di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead uabrik a.70 Data untuk rnenjawab soal no. Pada akhir bulan Maret 1990 diketahui biaya per unit produk adalah sebagai berikut: biaya bahan baku Rp22. Rp 196. Total biaya bahan adalah: . Rp 0.d. Rp 60.50. Departemen Pertama PT. Produk yang dihasilkan departemen 1 dalam bulan Januari 1990adalah 12. b. Rp 702.50.000 Rp 137.760 b. Rp 846.00. 41 s. Hargapokokproduksi per unit adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung 15 Biaya overhead pabrik 22 Total Rv 57 41.98 Rp 0.260 43.d. Rp 0.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir adalah: a. biaya tenaga kerja langsung Rp12.200 unit (biaya bahan baku 100%.40.000 d. d. adalah: a. dan biaya overhead pabrik 90%). Harga pokok produk yang ditransfer ke departemen 2. Rp 295. biaya tenaga kerja langsung 85%. 44 s. 46 Dua Departemen.760 Rp 58.000kg.

'Departemen Lanjutan.480 Total harga pokok produk dalam proses akhir dan produk selesai adalah: a. Rp 1. 47 s. Rp 1. Rp 1. Biaya bahan baku yang ditambahkan Departemen 2 dalam bulan Maret adalah sebesar: b. 47.160 Biaya produksi per unit yang ditambahkan dalam Departemen 2 dalam bulan maret adalah: a.440 c. 213 biaya konversi. Ada Tambahan Bahan F'T. Di dalam Departemen 2 ditambahkan 4 roda karet untuk setiap mobil pada akhir proses. Berikut ini adalah kegiatan Departemen 2 dalam bulan Maret: Unit yang diterima dari Departemen 1 15.160. Rp 750.995 c.120.500 b.440 c. .000.44.750 d. Rp 858.d. Rp 1. Rp 959.200.750 c.000 Produk dalam proses akhir 3. Rp 795. Rp 1. Rp 1.000 c. BULAKSUMUR memproduksi mobil mainan anak-anak. Rp 56.500. 49.380 b.090. Rp 1.000 Harga pokok per unit produk yang ditransfer ke gudang produk selesai adalah: a.000 d. Rp 58.995 d.000 a.160 48.480 45.095 b. Rp 884. Rp 2.000 unit dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan baku. Rp 54.000 Harga pokok pmduk dalam proses akhir bulan Maret 1990 adalah: a.280 d. Rp 1. Data untuk menjawab soal no.600 b.OOO c. Rp 57. Rp 853. Rp 916. 50 Dua Departemen.000 d.OOO Biaya produksi dari Departemen 1 Rp 13. Rp 1. Rp 1.440 d.780 b. Total harga pokok produk selesai yang diserahkan ke gudang adalah: a. Rp 938.000 Biaya overhead pabrik Rp 6. Di dalam Departemen 1 body mobil dicetak dengan bahan plastik. Rp 901. 46.000 Biaya yang ditambahkan Departemen 2: Bahan baku Rp20 untuk setiap roda karet Tenaga kerja langsung Rp 8.

637. Bagian akuntansi biaya perusahaan tersebut mengumpulkan data sebagai berikut ini untuk bulan Januari 19X1: Departemen A Dimasukkan ke dalam proses 35.970.000 kg Produk hilang dalam proses awal 1.d.000 Data untuk menjawab soal no. Rp 4. Rp 32.400 d. RP 20 a.800 c. Rp 1. .000 616.000 b.470. 34.000 kg Diterima dari Departemen A Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir 4. RP 45 Total harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen A ke Departemen B dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.000 kg Biaya yang dikeluarkan dalam bulan Januari 19x1: Biaya b a h baku ~ Rp 340. Total harga pokok produk dalarn proses akhir bulan adalah: b. 23. RP 15 d. Harga pokok per kg produk ymg diproduksi Departemen A dalam bulan Januari 19x1 adalah: RP 10 b.000 Departemen B 52.000 Biaya overhead pabrik Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 5 1.000 23. Rp 616. Rp 1. dan Penjurnalan PT. 51 s.000 c. c. 9 4 0 c. Unit ekuivalensi biaya Departemen A adalah: Konversi Bahan Baku a. PAMAN SAM memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya: Departemen A dan Departemen B. 57 Dua Departemen.000 c. 27. Rp 2 4 .000 b.800 34.000 a.000 d.418. Rp 9.000 Biaya tenaga kerja 462.50.350.940. 30. Rp 2. Ada Produk Hilang pada A wal Proses.000 30.000 53.400 27.

000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.Persediaan Produk Jadi Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. yaitu bagian produksi A. RP 45 Penyesuaian (adjustment) terhadap harga pokok per kg produk yang diterima oleh Departemen B dari Departemen A karena adanya produk yang hilang pada awal proses di Departemen B adalah sebesar: RP 25kg b.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 616.637.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. 56. B 525. B d.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 1.205.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Jurnal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen B yang ditransfer ke gudang dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. RP l o k g a.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept. B 60. B 165. RP 51kg d.Barang Dalam proses-~e~akemen B Rp 1. c. B Rp 40.000 Barang Dalam Proses-TenBga Kerja Dept. c. Harga pokok per kg produk yang ditambahkan dalam Departemen B bulan Januari 19x1 adalah: RP 55 b. B. RP 25 a. Rp 15kg Jumal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen A yang ditransfer ke Departemen B dalam bulan Juli 19x1 adalah: a.000 bBarang Dalam Proses-Departemen B Rp 2.350.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.000 Tiga Deparfemen PT MATAHU rnmengolah produknya melalui tiga bagian produksi.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.000 Barang Dalarn Proses-Departemen A Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.000 b. .350.000 Rp 616.637.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Rp 1.Persediaan Produk Jadi Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.050. B 72.000 630. B 600.54.000 d.418.000 c. B Rp 300.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.Persediaan Produk Jadi Rp 68.000 Barang Dalam Proses Departemen A Rp 2. B Rp 1. B 12. B Rp 585. Data 55. RP 30 d.418.Persediaan Produk Jadi Rp 432. dan C dengan menggunakarn metode harga pokok proses. 58. 57.000 c.350.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. B 16.

000 satuan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi. Setiap liter produk yang diterima dari Departemen I pada awal proses di DepartemenI1 ditarnbahbahan sebanyak4 liter@ Rp 10.300 Rp 3.500 Rp 1.000 Rp 300 Data untuk menjawab soal no. di mana 8.4 berikut ini diperoleh dari Bagian Akuntansi Biaya.Pada periode tersebutDepartemen I1 menerima dari Departemen I sebanyak 5.000 satuan masih merupakan produkdalam proses dengan tingkat penyelesaian60% biaya konversi. 2.000 dengan rincian sebagai berikut: biaya bahan Rp 4.000. Bagian Produksi A Produk yang dimasukkan dalam proses 10.750.Dari proses bagian produksi B ini dihasilkan 7.000 dan biaya overhead pabrik Rp 1.000 satuan diolah selanjutnya dalam Bagian Produksi C. Ada Tambahan Bahan yang Menambah Unit PT.000. 61 Dua Departemen.560. Bagian Produksi A Rp 1.000.500 untuk biaya overhead pabrik.720. $00 satuan masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian 75% untuk biaya konvetsi. BAKTI NUSA mengolah produk melalui dua departemen.900. Tambahan biaya pada Bagian Produksi C ini adalah sebesar Rp 9.500 satuan. 59 s. Pi-oduk dalam proses akhir periode sebanyak 5.900. di mana 5. d. Bagian Produksi C Produk selesai dan siap dijual sebanyak 4. yaitu Departemen I dan 1 Departemen 1 .100 Rp 700 Bagian Produksi B Rp 2.d. Departemen Lanjutan. c. dan Biaya overhead pabrik Rp 6. Jumlah biaya produksi adalah sebesar Rp 14.000. b.000 satuan.000 satuan selesai dan diolah lebih lanjut pada Bagian Produksi B. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1988 adalah: a. Biaya konversi besarnya Rp 72.300 Rp 2. yaitu data yang berhubungan dengan produksi dan biaya selama bulan Oktober 1988.000 liter dengan harga pokok Rp 20 per liter.462.000 satuan. Produk yang masih dalam proses pada akhir bulan sebesar 2. Bagian Produksi B Biaya yang ditambahkan pada Bagian Produksi B adalah biaya tenaga kerja Rp 1.500 Rp 1. .000 dengan tingkat penyelesaian 80%.000.000 Rp 500 Rp 500 Rp 250 Bagian Produksi C Rp 4.000untuk biaya tenaga kerja dan Rp 1.000 satuan dipindahkan ke gudang dan 1.840. biaya tenaga kerja Rp 3.000.

000 kg Data biaya produksi: Harga pokok yang diterima dari Departemen A 40.800 62. Rp 222. X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: Departemen A dan Departemen B.400 Biaya overhead pabrik 19. Rp 52. Rp 5.000 b.000 d. Berikut ini adalah data produksi dan biaya produksi Departemen B bulan Januari 19X1. Rp 75.000 kg Jumlah produk yang masih dalam proses pada akhir Januari 19X 1 dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 50% dan biaya konversi 25% 4.400 Tarnbahan biaya bahan baku yang tidak menyebabkan tambahan produk yang dihasilkan oleh Departemen B 17. Rp 20 Rp 40 Rp 14. Besarnya harga pokok untuk setiap liter produk selesai di Departemen I1 adalah: Bahan Konversi Dari Dep.000 c. Rp 72.d 65 Dua Departemen. 62 s.000 kg Jumlah produk jadi yang ditransfer ke gudang produk jadi 35. Data produksi: Jumlah produk yang diterima dari Departemen A 40. sebab tidak tahu jumlah produk selesai Besarnya total harga pokok produk dalam proses akhir adalah: c. Rp 300.000 kg @ Rp 3. sebab tidak tahu jumlah produk selesai 60.4 c.s 1 Rp 140. Tidak dapat dihitung. Rp 3.000 a.59.60 .5 1 a.5 1 c. Ada Tambahan Bahan yang Tidak Menamhah Unit PT. b.91 d. Ada Produk Hilang pada Awol Plnsrs. RP 5 Rp 10 RP 4 d. Tidak dapat dihitung. Rp 1.020 Biaya tenaga kerja 32. Data untuk menjawab soal no. 1 RP 4 RP 8 RP 3 a. Departemen Lanjutan. Rp 375.000 d. 6 1. Rp 3.000 kg Jumlah produk yang hilang dalam proses (dianggap terjadi pada awal proses) 1.000 a. Tidak bisa dihitung Besarnya total harga pokok produk selesai adalah: b. Biaya produksi per unit yang berasal dari Departemen A setelah adjustment dengan adanya produk yang hilang dalarn proses di Departemen B adalah: b.

000 kg Jumlah produk yang hilang pada awal proses10.l Biaya konversi yang melekat pada produk dalam proses tanggal 31 Maret 1989 3) adalah: Biaya tenaga kerja: 20. Rp 0. dan Departemen Penyempurnaan. Rp192.000 d. Ada Produk Hilang Pada A wal Proses I.000 kg Jumlah produk dalam proses pada tanggal 3 1 Maret 1989 (60% biaya konversi)20. Rp69. 69 Dua Departemen.220 Total harga pokok produk dalam proses yang ada di Departemen B pada &hir bulan Januari 19x1 adalah: a.000 kg Harga pokok produk yang diterima dari Departemen Pulp sebelum disesuaikan 2) adanya produk yang hilang adalah sebesar Rp8.850 b.770 c. 66 s.000 unit b.600 unit Harga pokok produksi selesai yang ditransfer ke departmen penyempurnaan adalah: a.000 c.000 Biaya overhead pabrik: 20. 65.000 unit c. Biaya produksi per unit yang ditarnbahkan oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 sebelum adjustment dengan adanya produk hilang dalam proses adalah: a.620 d.63. Rp910. Rp69.OOO kg 1) Jumlah produk yang ditransfer ke Departemen Penyempurnaan70.000 66.000 67. RpL120. 74.220 c.46 Total harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 ke gudang produk jadi adalah: a. 70. 70. Rp209.770 64.000 x 60% x Rp4 Rp48.91 d.000 x 60% x Rp2 Rp24.050. Rp 1. Rp2 16. Departemen Kertas. Rp 3.51 b. Rp209.000 b.51 c. Berikut ini adalah data yang diambil dari laporan biaya produksi Departemen Kertas untuk bulan Maret 1989: Jumlah produk yang diterima dari Departemen PulplOO. Rp1.200 unit d. Data untuk menjawab soal no.850 b. Rp192. Dari data di atas banyaknya ekuivalen unit untuk biaya konversi adalah: a.620 d. . TINDONESIA JAYA memproduksi kertas melalui tiga departmen produksi yakni Departemen Pulp. Rp 5. Rp16. Rp770.d. Departemen Lanjutun. 82.

160.52 Rp 697.400 kg 3.674.52 Rp 1. C.500 BAGIAN Pengujian 10.000 Rp 2. Data produksi dan biaya selama bulan Agustus 1986 adalah sebagai berikut: 69. Ada Produk Hilang A wal Proses PT "MEJAMPU suatu perusahaan farmasi.000 b. 70.52 Rp 1.644.000 a.800 kg Dalam proses (bahan 100%.000 Unit yang hilang dianggap normal dan dibebankan untuk semua unit yang diproduksi.35 Rp 401.75 Rp 401.000 342.800kg 6.100.800 kg Ditransfer ke gudang produk jadi 4.68.563.52 Rp 743.25 Rp 433. biaya konversi 113) 4.000 d. Rp423.000 837. Rp252. Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam produksi 16.400 RD 4.197.000 b.600 kg Rp 3.05 Rp 743.400 1.000 756.000 d. Besamya biaya konversi untuk unit ekuivalen yang diperhitungkan adalah sebesar: Rp420.500 Rp 1.05 Peram~ungan Rp 743. d. Rp445.200 kg Dalam proses (bahan loo%.52 a.35 Rp 697.000 Tiga Departemen.61 1. biaya konversi 213) Biaya yang dibebankan pada bagian: Bahan upah Overhead pabrik Rp 5.600 Besamya harga pokok produk dalam proses akhir adalah sebesar: Rp392.000 752.000 a.25 Peneuiian Rp 433.563. . Rp292. b. Rp492. c. c. Rp332. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1996 adalah: Pencamuuran Rp 198.400 kg Perampungan 6.000 Rp 2.000 1. memproduksi suatu jenis obat dalarn tiga bagian produksi.29 1.728.000kg Ditransfer ke bagian berikutnya 10.

d. biaya yang telah diserap dari bulan sebelurnnya terdiri atas: bahan Rp 40. Dalam bulan Februari 1989 bagian produksi mengemukakan data sebagai berikut: Produk yang diselesaikan di Produk yang hilang di awal proses Produk rusak (tidak laku dijual) Produk dalarn proses dengan tingkat penyelesaian: . Rp 48 Rp 98 Rp 338 d. Produk yang baru masukproses 34.000 144. Persediaan produk dalam proses 3 1 Desember 1989 sebanyak 4. konversi 50% .000.000.Biaya overhead Jumlah biaya Departemen A 2.000 117. . Rp 80 Rp 180 c. pada tanggal 1 Oktober 1989 perusahaan tersebut memiliki persediaan produk dalam proses sebanyak 8.000.000 Rp 594.7 1.Upah langsung .000unit.500 unit 500 unit Departeman B 2.upah langsung 50%. 80 Satu Departemen. Ada Produk Rusak PerusahaanXYZmenghasilkanbarang Y melalui 2departemen.yaitu departemen A dan B.500 Biaya per unit untuk masing-masing departemen pada bulan Februari 1989 adalah: De~artemen A Departemen B a.000 Rp 210. Metode RATA-RATA dun FIFO PT.500 Rp 352. overhead 50% Jumlah biaya yang dikeluarkan: . Rp 60 Rp 188 b.000 unit dengan tingkat penyelesaian bahan 40% dan konversi 50%.Bahan baku . Biaya yang terjadi dalarn bulan Oktober 1989terdiri atas: bahan Rp 920.000 unit 200 unit 1. SABDA mengolah produk melalui satu tahap.000 unit. 72 s.000 Rp 235. tenaga kerja Rp 555.000.000. dan overhead pabrik Rp 370. dan overhead pabrikRp 81. produkselesai 38. Dua Departemen. Rp 188 Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no.000.bahan baku 100%.000 unit - 300 unit 240.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50% dan konversi 75%. tenaga kerja Rp 101.

76.000 d. 77. 74.800 41.72.000 c. 36.938.000 c. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai yang berasal dari produk dalam proses awal dengan metode FIFO adalah: a. 36.000 Produksi ekuivalen dengan metode FIFO adalah: Bahan Konversi a.000 d. Rp 129.000.000 c. .000 d.000 c. Rp 1. 40. 78. 40. 44. Rp 24 Rp 16 Rp 11 b. Rp RP 11 24 Rp 16 b.000 b.800 37. Rp 1. Rp RP 10 22 Rp 15 c. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai dengan metode rata-rata adalah: b. Rp 331.000 Harga pokok per unit dengan metode rata-rata adalah: Bahan Tenana Keria Overhead Pabrik a. 75. 40.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode rata-rata adalah: a. Rp 167. Produksi ekuivalen dengan metode rata-rata adalah: Bahan Konversi a.000 c.000 45. Rp RP 10 25 Rp 15 d. Rp 400. Rp 25 Rp 15 Rp 10 d.000 b. Rp 425.976.800 37.000 41. RP 357 Harga pokok per unit dengan metode FIFO adalah: Tenaga Ker_ia OverheadPabrik Bahan a.900.710.000 d. Rp 22 Rp 15 Rp 10 c.000 41. 44.800 41. 40. Rp 1.000 d.000 a.000 73.000 b. Rp 1.000 45.000 b. Rp 442. Rp 91.

000 d.INDAH KIAT memproduksiproduknyamelaluiduadepartemenproduksi: Departemen 1 dan Departemen 2. Total harga pokok selesai yang berasal dari produksi sekarang (current) dengan metode FIFO adalah: a.560. overhead pabrik 8070Harga Pokok Produk Dalam ProsesAwal: Harga pokok dari Departemen 1 Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya-biaya Produksi: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik 49. 88 Dua Departemen. 5. Rp 145.500.942. xR .000 d.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode FIFO adalah: a.500. biaya konversi 70% 10.000 b.500.p 125. Rp 1.d.900.000 Departemen 2 6. Rp 130. Data produksi dan biaya produksi bulan Januari 19x1 di kedua departemen produksi tersebut tercantum dalam tabel produksi berikut ini: Departemen 1 Data produksi: Produk dalam proses awal.000 kg Unit yang diterima dari Departemen 1 Produk yang ditransfer ke gudang -Produk dalam proses akhir biaya bahan 100 % . biaya konversi 40% biaya tenaga kerja 30%.000 b.000.000 kg Dimasukkan ke dalam proses bulan in Unit yang ditransfer ke Departemen 2 45.000 32.000 kg biaya tenaga kerja 40%.000 kg 45.000.000.000 Rp 2.000 kg 42.000 1.000.000 c. overhead pabrik 50. Perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang dalam penghitungan harga pokok produknya.000 3.79.000 kg Rp 12.000 2. Metode RATA-RATA \\ FT.000 kg biaya bahan 60%.000 c.000 . Rp 1. 81 s.990.000 4. Rp 110. Data untuk menjawab soal no.000 kg -- 9. Rp 1.000 80. Rp 1.440.

250. 51. Rp 27.000 45.000 b.000 c. Rp 27.000 42.000 52. Rp 1.000 52. Rp 17.000 d.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 2: a.850.500.250.720.000 b.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 1: a.720.590 b. 55. Rp 178.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhir bulan Januari 19X1 di Departemen 1 adalah: a.200 15.500.000 42.500.250 d. Rp 101.000 45.000 d. Rp 31.000 52.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 1 ke Departemen 2 adalah: a.000 52.250.200 45.000 42.000 b. Rp 101. 51.250.600 b.000 Unit ekuivalensi biaya Departemen 2 adalah: Overhead Pabrik Bahan Baku Tenaga Ker!a a. Rp 161.250.000 .000 d.000 d.590 b.350 c. 55. 55.000 45.500. Rp 2. Rp 101.000 c.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhirbulan Januari 19X1di Departemen 2 adalah: a.--\ Unit ekuivalensi biaya Departemen 1 adalah: Tenaga Keria Bahan Baku a. Rp 118.000 d. Rp 161.350 c.250 d. Rp 178.000 d.550.000 c.000 b. Rp 1.OOO c.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 2 ke Departemen gudang adalah: a.850. 55. Rp 101. 51. Rp 1..000 45 .600 49. Rp 31. Rp 3.000 c.550. Rp 2.000 42. Rp 1. Rp 118. 51. Rp 3.000 Overhead Pabrik 49.000 c. Rp 17.250.000 b.

000 c. 4) Produk dalam proses akhir 500 unit.800 d. overhead pabrik Rp18. tenaga kerja Rp55. Jika digunakanmetode FIFO.800 b.s Rp 6 7 Rp 2 2 Rp 1. Jika digunakan metode FIFO. XY yang disajikan sebagai berikut: Perhitungan harga pokok yang dibebankan pada produk (FlFO).29 d.500 unit. biaya bahan per unit adalah: Overhead Pabrik Bahan Tenaga Ker_ia a. RP 3. Rp 4. 2) Produk yang baru dimasukkan proses 9.200 b. rusak bersifat normal dan tidak laku dijual500 unit.8 c.000 unit dengan penyelesaian bahan 80% dan konversi 50%.7 ' 90. 89 s. Rp 4.d.O b.000 Jika digunakanmetode FIFO. 93 s. Rp 15. Produk hilang dan rusak dianggap berasal dari produk yang baru masuk proses. Rp 130. Biaya produksi yang terjadi periode ini terdiri dari: bahan Rp36.200 d. Data untuk menjawab soal no. Rp 11 Jika digunakan metode FIFO. 3) Produk selesai 8. hilang akhir proses 500 unit.600.200 c.800. Rp 26. 97 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi Inforrnasi berikut ini adalah bagian ketiga dari laporan harga pokok produksi FT.000. penyelesaian bahan 90% dan konversi 60%. .9 d. 92. total harga pokok produk dalam proses pada akhir periode adalah: a.000 unit. Rp 9. Rp 125. harga pokok produk selesaiper unit yang dipindahkan ke rekening produk selesai adalah: a. Rp 28. Rp 12 b. Rp 102. Rp 4.000 9 1. NUSA pada bulan Nopember 1986 adalah: 1) Produk dalam proses awal1. Rp 14. Rp 113.2 Rp 6 3 Rp 2. Rp 4. telah menikrnati harga pokok Rp19. Produk Hilung Akhir Proses.l c. 89.7 RP 5.600.d.Data untuk menjawab soal no.O Rp 6. total harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke rekening persediaan produk selesai adalah: a. 92 Satu Departemen.0 Rp 2. Metode FIFO Data kegiatan produksi dan biaya produksi PT.

4.600 b.000 c.000 b. 4.Harga pokok produk selesai.800 unit c. 4.000 Biaya overhead pabrik (200 x 30% x Rp250) 15. 4.200 Tenaga Keria 4.314.200 x Rp950) Total harga pokok produk selesai Harga pokok produk dalam proses akhir.000 Rp 188.000 Total biaya produksi bulan ini 93.000 Biaya tenaga kerja langsung (400 x 85% x Rp300) 102.550 unit Bila diketahui harga pokok per unit pada bulan yang lalu untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp290 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp240.000 Rp 4. Unit ekuivalen produksi adalah: Bahan a.600 Tidak bisa dihitung d. RP 410 d.000 d.580 4.200 3.000 Total biaya overhead pabrik pada bulan ini adalah: a. Rp 1.374.200 c. Produk dalarn proses awal Penyelesaian produk dalam proses awal Biaya tenaga kerja langsung (200 x 20% x Rp300) Rp12. Rp 2. maka harga pokok per unit biaya bahan pada bulan yang lalu adalah: RP 400 b.374. Rp 1. RP 405 Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini adalah: a. RP 390 a.990. Rp 1.245. Biaya bahan (400 x 100% x Rp400) Rp 160.3 14.178. Rp 161:200 27.200 342. 4.295. 4. Rp 1.520 94. c.000 c.145. Rp 1.540 Overhead Pabrik 4.580 4.400 unit d.240 4. 4.000 Biaya overhead pabrik (400 x 80% x Rp250) 80.520.000 Rp 4.095.000 95. Rp 1.000 b.260 4.000 Total harga pokok produk dalam proses awal Harga pokok produk yang diselesaikan dari bulan ini (4.000 d. 97. .600 unit b. Rp 2. Produk yang masuk dalam proses pada bulan ini adalah: a. 96.

220 RQ ? ? ? ? ? Perhitungan biaya: Ditransfer ke departemen berikutnya Persediaan barang dalam proses akhir.800 Rp 74. 4. dapat diketahui bahwa perusahaan menggunakan metode: a. 107 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi 1 Berikut adalah laporan harga pokok produksi yang tidak lengkap dari PT. Pencatatan Persediaan Fisik b. Pencatatan Persediaan Perpetual c.620 65.d.000 unit Ditransfer ke departemen berikutnya Masih dalam proses (113 biaya konversi) 6.Data untuk menjawab soal no. 6. LEILA Departemen Pengujian Laporan Harga Pokok Produksi Bulan Nopember 1990 Data Kuantitas: Diterima dari departemen sebelurnnya 80. 98 s.000 unit d.000 unit ? Unit hilang dalam proses (akhir proses) Biaya yang diperhitungkan: 90.000 unit c.000 unit b. Dr departemen sebelumnya ai Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Total biaya yang diperhitungkan 98. Harga Pokok Produksi 99. Rp RD ? ? ? Ru ? ? Dari laporan harga pokok produksi ini. Harga Pdcok Pesanan d. 3.000 unit Biaya Total Biaya dari departemen sebelumnya: Transfer selama bulan h i Biaya yang ditambahkan departemen hi: Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Jurnlah penambahan biaya Jumlah biaya yang dihitung I Biayalunit Ru 154.600 Ru 140. LEILA: PT. 5.000 unit . Unit yang hilang dalarn proses produksi berjurnlah: a.

Overhead pabrik b. 86.400 a.000 unit 82.76 c. .000 unit d.100 d.70 Unit ekuivalen (setara) produksi untuk Departemen Pengujian selama bulan Nopember tersebut berjumiah: Tenalra Keria Overhead P a b r a.25 Berapakah biaya unit yang ditransfer ke departemen berikutnya? Rp270. 86. Rp 13. 82. C.000 d.185 d. Rp10. Rp20. Rp6. Rp 1. C. maka biaya unit yang hilang ini sebaiknya dibebankan sebagai: a.27 c.700 b.31 a.400 b.72 b.790 c.400 a. Rp3. Rp0. Rp26. Rp 17. Rp3.000 unit c.000 unit Berapakah biaya tenaga kerja per unit Departemen Pengujian selama bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen) ? a.000 unit 82.800 Berapakah harga pokok dari persediaan barang dalam proses pada akhir bulan Nopember? a.83 b. Rp274. Bagian dari produk selesai c. Rp 1.35 d.53 b. Rp0. Rp5. Rp0.87 Berapakah biaya overhead pabrik per unit Departemen Pengujian selatna bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen)? Rp3. Dialokasikan proporsional pada persediaan Dibebankan sebagai rugi lain-lain d.000 Berapakah biaya unit yang hilang dalam proses? Rp6. Rp0. 90. Rp13.000 unit 86. Rp3.395 b.20 d. Rp 12.000 unit 86.000 unit b. C.Berapakah biaya per unit yang diterima dari departemen sebelun~nya: a.580 Jika unit hilang pada kasus di atas merupakan kejadian yang tidak biasa (abnormal). Rp28 1. Rp218.78 d.

600 unit b. yang memproduksi T TS produk AQ dengan melalui dua departemen produksi.50.400 unit 140. adalah: Tenaga Keria Bahan a.050. biaya tenaga kerja langsung Rp12.000 unit (bahan 100%.869.diperoleh informasi dari Departemen A.00.200 c.908.600 unit Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei 1990 adalah: a. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 20.000 unit c.400 d.00. dan biaya overhead pabrik 90%). Rp 1. Pada akhir bulan April 1990. 108. 112. Rp 578. adalah sebagai berikut: Unit yang diselesaikan clan diserahkan ke departemen B adalah 150. digunakan metodeFIFO.000 109. .000 c.067.000 b. 164. 182. Dari informasi tersebutdi atas dapat diketahuibahwa unit ekuivalen di departemen A pada bulan Mei 1990.687.738. 108 s. Rp 3. biaya tenaga kerja langsung 80%.00. biaya tenaga kerja langsung Rp 11. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak24. 110. Rp 3.400 b.D e w e m e n Pertama. Rp 7.040.000 Biaya produk yang masih dalam proses akhir dalam produksi bulan Mei sebesar: a. sebagai berikut: Produk yang diserahkan ke Departemen B sebesar 170. 162.000 unit 179.000 b.50. Metode FIFO Berikut ini disajikan informasi mengenai proses produksi I . Rp 531. Rp 1. Rp 584. Rp 9.408.132. Rp 1. Rp 9. 111. A Ada Produk Rusak.000 c. Rincian informasiprosesproduksi di Departemen A pada akhir bulan Mei 1990.010.400 c. dan biaya konversi 80%). Rp 539. Produk rusak dalam proses diketahui 20.745.000 d. Pada akhirbulan Mei 1990diketahui biaya per unit produk adalah: biaya bahan baku Rp22.400 unit d. Komposisi biaya per unit produk: biaya bahan baku Rp 22.000unit. Rp 2.Data untuk menjawab soal no.000 unit 159.00.000 unit. Baik di Departemen A maupun DepartemenB.000 Biaya produk rusak yang dihasilkan oleh produksi pada bulan Mei 1990adalah: a. Rp 2.000 unit 164.000 d.009 unit. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18. Rp 1.060.800 Biaya produk yang ditransfer ke Departemen B adalah: a.200 b. Rp 2.000 d.d. 112 Dua Departemen. Produk yang masih dalam proses akhir sebesar 12. 140. Produk rusak dalam proses sebanyak 500 unit.000 unit (biaya bahan 90%.

272 - 192 Ru 4.840 Rp 40.90 Rp 15.d 119 Tiga Departemen.800 Biaya bahan baku Biaya konversi 4.85 b. Produk diolah melalui 3 departemenproduksi: Departemen A.8001 30 17. Rp 13.35 Rp 16. Data bulan April adalah sebagai berikut : Persediaan% Penyeleawal saian Unit dimasukkan dalam Persediaan % Penyeleproses akhir saian 25 20 30 Dep.400 ? 5.W Rp 13.120 Rp 22.W Rp 13. 114 s.9.35 Rp 18.264 Rp 29. B 40 ? 30 ? 3. 13 TigaDepartemen. Dalam bulan April 19X2.MetodeRATARATA Perusahaan PRIMA menggunakan metode harga pokok proses. Bahan baku digunakandalam awal proses Departemen 1 dan ditarnbahkan pada akhir proses departemen 3.400 2.35 Rp 16.096 113.520 Dep.600 Dep.65 d.464 Biaya bulan April 19x2 adalah sebagai berikut: Dep. Rp 11.80 c. A Dep.Data untuk menjawab soal no.680 Biaya produksi per unit produk yang dihasikan oleh masing-masing dperatemen dalarn bulan April 19x2 adalah: Departemen A De~artemen B Departemen C a. B.400 21. C Harga pokok persediaan produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: Dep.Ada TambahanBahan yang TidakMenambah Unit. Metode RATA-RATA I. dan Departemen 3. A Rp149. Rp 11.h2& Rp 14.520 Dep. B Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 27.600 6.600unit produk ditransferke gudang. IkILB - l. Rp 13.Perusahaanmenggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. Perusahaan menggunakan metode . Departemen 2.680 Total Rp 45.464 1.600 Biaya bahan baku Biaya konversi 50. dan C.35 Rp 18. A 4.70 Data untuk menjawab soal no.W Rp 15. TKUTILANGmemproduksiproduknyamelalui 3 departemenproduksisecaraberurutan: Departemen 1. C Rp 4.

136.000 Unit ekuivalensibiaya konversi di Departemen 1.000 b.000 a. 129.400 a.600 c. Bahan baku dimasukkan dalam proses secara terus menerus sepanjang proses di Departemen 1.600 c. dan ditarnbahkan pada awal proses di Departemen 3. 111. 1 11.400 d.000 129. .600 1 12.280 Biaya produksi bulan Nopember 19x1 adalah sebagai benkut: Biaya-biaya Departemen 1 Departemen 2 Biaya bahan baku Rp 251.552 Rp 15.600 Rp 89.200 20 40 20 24.200 136. 136.Departemen 2.520 Biaya konversi 183.200 112.400 12.200 129. Pada awal bulan Nopember 19X1terdapat persediaan produk dalam proses dengan biaya sebagai berikut: Keterangan Harga pokok dari departemen sebelurnnya Biaya bahan baku Biaya konversi Total harga pokok Departemen 1 - Departemen 2 Rp 79.900 Data produksi dalam bulan Nopember 19x1 adalah sebagai berikut: Persediaan awal Persediaan akhir Departemen 3 Rp 65. 129.360 11.000 14.680 - Departemen 3 Rp 146.000 115.000 Departemen 2 19.400 d.800 30 25 50 104.600 129.200 136.000 ? ? 1 14.400 b. 112. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: Deuartemen 1 Departemen 2 Departemen 3 112. 123.harga pokok rata-rata tertimbang.880 16.560 9.200 Departemen 3 27. Unit ekuivalen biaya bahan baku di Departemen 1dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19X1 adalah: Departemen 1 Departemen 3 136.320 4.328 Departemen -- Produk selesaidan Jumlah (kg) % Pe~yelesaian Jumlah (kg) Penyelesaian ditransfer Departemen 1 32.352 Rp 167.600 112.400 129.600 111.200 Ru 26.400 Rp 130.280 99.

300 Ditransfer masuk Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Rp 2. 120 s.280 c.000 Ru 64.500 Rp 20.000 3. Rp 29.960 117. Rp 29.280 b.500 RD25.600 a.Departemen 1 ice Departemen 2 dalam bulan Nopembr 19X 1 adalah: a.900 17.400 Biaya ma! Rp 6.d. Rp 17. Rp 12.400 15.000 37 . Departemen Lanjutan.960 Biaya bahan baku yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19x1 adalah: b. Total biaya produksi per unit komulatif di Departemen 1. Rp 4.50 Rp 11.35 Rp 4. Rp 44.000 Ru 18. 121 Dua Departemen.960 Biaya konversi yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19X1 adalah: a.40 Rp 10. Rp 43 1. Rp 2.35 c. Metode RATA-RATA Informasi mengenai bagian B PT. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: De~artemen 1 De~artemen 2 Departemen 3 a.480 b.000 35.880 d.116.300 . Rp 17.000 Rp 64. Rp 44.880 d. Rp 2.60 Rp 13.600 c. Rp 12.600 c.400 Bahan konversi Rp 3.15 Rp11. 118.880 d. TULUS adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Satudunit yang selesai Produk dalarn proses akhir Satuanlunit 5.60 Rp 13. Rp 11. Rp 29. Data untuk menjawab soal no.60 d.15 b.35 Harga pokok produk jadi yang ditransfer dari.500 Biaya Rp 6. Rp 46 1.40 Rp 8.000 Bahan unit baku Rp 25. 119. Departemen 2.00 Rp 13.300 58.300 58.000 40. Rp 244.

000 unit dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 80% dan biaya konversi 50%.000 satuan .46 a.000 RP 0 Rp 86.000 Satu Departemen. Satu Departemen.000 50.000 satuan.Unit ekuivalen dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang 100.000. Rp 0. 1 Desember 1984 sebanyak 1. Rp 0.800.000 Rp 6. Bahan digunakan pada akhir proses. Data kegiatan produksi dan biaya produksi pada perusahaan " M E C pada bulan Desember 1984 adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal.000 Rp 79.000 Rp 6. Harga pokok produk jadi dan produk dalam proses akhir adalah: Produk Dalam Proses Produk Jadi Rp 79. Harga pokok produksi barang tersebut: Biaya bahan baku Rp 80.800.000 Biaya tenaga kerja 60. terdekat) adalah: Rp ()A-4 b. Rp 1. Metode RATA-RATA Dari sebuah perusahaan yang memakai metode harga pokok proses diperoleh informasi sebagai berikut: Biava Bahan BakuBiava Konversi .000.000 satuan dan produk dalam proses akhir adalah 10. Rp 1.000 Rp 6. c.000 Biaya overhead pabrik Jumlah RD 190. 120.000satuan 95.000 .000 .000 Rp 88.000. c.000.350 d. Rp 1.000 Rp 8. Rp 0.650 121.200. Biaya per satuan ekuivalen untuk biaya konversi (dibulatkan ke sen.500 a. Tulus menggunakan metode rata-rata tertimbang.48 d. Ada Produk Hilang Pada Akhir Proses.000. FIFO 123.Produk dalam proses awal Rp 8.Biaya per satuan Rp 480 Rp 400 Jumlah produk jadi periode tersebut 90.000.800.200.000 .50 Porsibagian dari biaya total dalam sisa pekerjaan dalam pelaksanaan akhir yang menyangkut biaya transfer masuk adalah: RP 0 b.000 Rp 32.Biaya produksi Rp40. PT.Biaya konversi adalah 20% selesaiuntuk produk dalam proses awal dan 40% selesai untuk produk dalam proses akhir.

800. Perusahaan menggunakan metode rata-rata dalarn menentukan harga pokok produksinya.000. biaya tenaga kerja Rp480. Produk selesai yang baik sebanyak 9. 20 kg produk dinyatakan hilang pada awal proses.000 Data untuk menjawab soal no.000 b.000 unit. 60% biaya konversi). Rp 238. Rp 1. Biaya yang dikeluarkan pada periode ini ( Desember 1984 ) adalah: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah harga pokok produk selesai yang dikirirnkan ke gudang. 124 Dua Departemen.000. Rp 960. Produk selesaidan ditransferke departemen selanjutnya 900 kg.198.300. dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 90% dan biaya konversi 60%.Produk yang masuk dalarn produksi periode ini sebanyak 9.000 d. Sedangkan biaya yang ditambahkan di departemen yang bersangkutan adalah: dari departemen sebelumnya Rp 800. Produk rusak ini tidak laku dijual. terdiri dari biaya dari departemen sebelumnya Rp 140. Ada Produk Hilung Pada Awal Proses. Rp 1. dan biaya overhead pabrik Rp 420.440.000.000 unit Produk yang hilang pada akhir proses sebanyak 500 unit.biaya tenaga kerja Rp 480. 3 1 Desember 1984 sebanyak 500 unit.000. jika perusahaan menggunakan metode harga pokok FWO adalah: a. Departemen Lanjutan. dan biaya overhead pabrik Rp 23. Metode RA TA -RATA Persediaan barang dalarn proses awal bulan 200 kg (100% biaya bahan. 124. Produk dalarn proses akhir.000 c. Biaya per unit untuk masing-masing elemen biaya adalah: Dari De~artemen Sebelumnva Rp 964 Rp 960 Rp 460 Rp 980 Tenaga Keria Rp 964 Rp 540 Rp 540 Rp 964 OverheadPabrik Rp 980 Rp 460 Rp 960 Rp 964 . 80 kg masih dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi.

000 Biaya bahan (12.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: 12.000 48.000 55.000 2.000 2.600 .000 (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: Biaya bahan baku (7.000 x 25%) (+) Unit produk dalam proses akhir: 2. Biaya Bahan 55.600 Biaya konversi (12.000 50.I B. PENYELESAIAN 20.000 x 100%) 9.000 Biaya Konversi 55.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 57. I Biaya Bahan Unit produk selesai 55.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 x 30%) Jumlah 2 1.000 7.000 x 0%) Biaya konversi (7.000 (-) Unit produk dalarn proses awal Unit masuk proses dan selesai 48.000 69.000 x 30%) Jumlah 50.000 Ekuivalen produksi biaya bahan dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Biaya Konversi Unit produk selesai 60. Jawab: c Data produksi: Unit produk dalam proses awal Unit diterima dari Departemen 1 Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: I 7.000 Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 22.000 Biaya bahan baku (2.000 60.000 x 80%) Jurnlah 72. Jawab: e rn Biaya Konversi 55.000 Unit produk selesai Unit ptoduk dalam proses akhir: Biaya bahan baku(2.

Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit selesai 40.000 x 20%) Biaya Konversi 40. Biaya Bahan 88.000 (-) Unit dalam proses awal 10. Jawab: a Unit produk selesai: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata Unit produk dalam proses akhir (15.000 (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 x 80%) Jumlah unit produk selesai Jawab: a Unit ekuivalen FIFO.000 Biaya konversi (8.000 10.000 Unit masuk proses dan selesai 30.000 x 60%) Jumlah 38.000 78.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (70.000 0 2.000 .000 30.000 70.000 Biaya Konversi 88.000 x 100%) 8.000 10.000 x 0%) Biaya konversi (30.000 x 0%) 0 Biaya konversi (10.000 78.000 25.000 x 100%) Biaya konversi (70. (-1 Unit produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai (+) Penyelesian unit produk dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 0 Biaya Konversi 110. Jawab: c Perhitungan unit ekuivalen: Unit selesai dan ditransfer Unit hilang dalam proses produksi: Biaya bahan (30.000 24.000 180.000 10. ~ n i produk selesai .000 x 50%) Jumlah Biaya Bahan 110.000 x 20%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (8.000 x 0%) Biaya konversi (10.23.000 26.

500 87. memerlukan data tentang unit produk selesai yang dihitung sebagai berikut: Ekuivalen bahan dengan metode rata-rata (-) Unit dalarn proses akhir (15.000 Biaya Konversi 91.500 Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Unit produk selesai 88.000 10.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 x 80%) Biaya konversi (15.000 x 80%) Biaya konversi (15.000 x 100%) Biaya konversi (10.000 7.500 Jawab: c Untuk dapat menghitung ekuivalen produksi dengan metode FIFO.000 Biaya Konversi 88.000 x 60%) Jurnlah 100.000 9.000 x 40%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (15.000 Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit produk selesai 91.500 6.000 x 50%) Jumlah 90.000 90.000 x 60%) 9.000 x 60%) (=) Unit produk selesai 100.500 98.000 x 50%) Jumlah 12.(+) Unit produk dalarn proses akhir: Biaya bahan (15.000 81.000 10.000 Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: 0 Biaya bahan (10.000 Biaya konversi (15.000 atau: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata (-) Unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 Biaya bahan (15.000 92.000 x 50%) Jumlah 100.000 x 0%) Biaya konversi (10.500 .000 Unit produk dalam proses akhir: 12.000 7.000 4.500 92.500 95.000 91.000 90.000 8 1.000 7.

000 (-)Unit produk dalam proses awal 10.000 Catatan: Persediaan awal pada periode sebelurnnya belum menggunakan bahan B karena baru mencapai tingkat penyelesaian 40%.000 x 0%) 0 Konversi (10.000 15.000 35.000 x 100%) 10. BDP akhir Pemakaian bahan B Tingkat penyelesaian BDP awal BDP = Barang Dalam Proses . Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode FIFO. Jawab: e Lihat no.000 Unit masuk proses dan selesai 15.000 (+)Penyelesaian produk dalam proses awal: 0 Bahan A (10. sedangkan bahan B digunakan apabila produk telah mencapai tingkat penyelesaian 50%. Biaya Koversi 25.000 27. Produk dalam proses akhir telah menyerap bahan B 100% karena telah mencapai tingkat penyelesaian 60% (lihat gambar) I I 31.000 x 60%) Jumlah 25.000 Bahan C (10.000 x 100%) Bahan C (10. Biaya Biaya Biaya Bahan A Bahan B Bahan C Unit produk selesai 25.000 x 100%) 10.000 Bahan B (10. Jawab: b Lihat no.000 6. 28 ' Tingkat penyel. 38.000 6.000 x 0%) 10.000 10.29.000 15.000 Bahan B (10.000 25.000 30.000 10.000 Konversi (10.000 x 100%) 10.000 x 60%) (+)Unit produk dalam dalam proses akhir: Bahan A (10.000 10.000 25.000 25.000 15.

000 kg 1. Produk dalam proses akhir 110.111.500 423. Konversi (88.500 0 99. 638. Jawab: a Departemen A Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk masuk proses (95%) Produk ditransfer keluar Produk dalam proses akhir 88. Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Departemen A Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (88.000 kg 550.. 28 33.500 kg 979.500 511.000 kg 132.000 x 113) Jumlah ekuivalen produksi Bahan Konversi 511.500 88.000 kg.500 kg tambahan zat Z).000 kg * Zat Z &an ditambahkan departemen B setelah produk mencapai tingkat penyelesaian 50%. 638.000 522. Jawab: c Lihat no. berarti jumlah produk yang selesai sejumlah 979.500 kg.111.500 kg.500 kg 89.000 kg 511.000 x O%).000 x 114) i Produk dalam proses M : Bahan (99.000 kg (dari A 489.000 kg 1.500 kg 126.000 88. Departemen B Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk ditransfer masuk Tambahan bahan Produk selesai yang ditransfer.000 kg. sedangkan dalam data diketahui bahwa produk yang masih dalam proses akhir departemen B baru mencapai tingkat penyelesaian 10%(1/5). sehinggadapatdisimpulkan bahwa produk yang diselesaikan departemen B adalah meliputi semua produk yang ditambah zat Z.500 kg + 489.000 kg 511. Produk dari departemen A 5 11300 kg yang ditambah zat Z 489.500 1 "Bahan X digunakan pada awal proses .000 x 100%) Konversi (99.32.000 423.

000 x 100%).892 Ekuivalen Produksi 60.52 0.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Biaya Konversi 46.000 42.000 869.000 x 7/10) Produk dalam proses akhir: Bahan (132.34..000 869.000 110.000 Biaya konversi (14.000 110.000 x 113) Jumlah ekuivalensi produksi 40.000 51.600 Biaya per Unit Rp 0.89 .000 akhir: Unit dalam proses Biaya bahan (14..000 5.000 Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1 10. Jawab: b Departemen B Bahan 979. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya Jumlah Biaya Rp 31.000 Konversi 979.600 5 1.000 x 100%) 14.000 2.70 0.000 x 40%) Jurnlah ekuivalensi produksi 60.200 36. Konversi (110.000 x 115) Jumlah ekuivalen produksi 1 "* Bahan Z digunakan pada proses tingkat 50% 35.000 x 0%) Konversi (132. Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan Unit selesai dan ditransfer 46.572 Ru 101.600 51.000 36.120 34.600 Biaya Konversi Unit selesai dan ditransfer Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.67 Ru 1.

920 Biaya tenaga kerja (14.000 x Rp1.76 1.89) Rp 86.000 x 40% x Rp0.52) 3.000 Biaya per unit Rp 0.000 60.920 Rv 67.67) 14.752 Biaya overhead pabrik (14.89 35.280 Biaya bahan (14.000 Tenaga kerja (15. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: Biaya Tng Kerja 50.70) 3. Jawab: b Lihat no.000 0.8 1 .000 x 213) Overhead (15.952 Jumlah harga pokok produk dalarn proses Rp 101.000 Biaya Overhead 50.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: Bahan (15.000 40. Jawab: c Unit ekuivalen.700 31.85 0.000 Elemen Biaya Bahan baku Total Biaya Rp 52.892 Total biaya yang diperhitungkan 37.000 x 100% x Rp0.000 x 100%) 15.000 10.000 Biaya per Unit RD 1.560 42. Jumlah Biaya Rp 86.940 Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 7.Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: (46.000 60.000 42. 58 Jawab: b Perhitungan biaya per unit Departemen B: Elemen Biaya Biaya dari Departemen A Biaya ditambahkan oleh Departemen B: Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 39. 38.650 Ekuivalen 65.620 Rv 154.940 Ekuivalen Produksi 46.000 x 213) Jumlah 65.000x 40% x Rp0.000 10.61 Ru 3-50 Biaya Bahan Unit produk selesai 50.

200 x 90% x Rp18. 126 Jawab: b Biaya bahan baku yang ditambahkan di Departemen 2: Unit yang diterima dari Departemen 1 Kebutuhan roda setiap unit Jurnlah roda yang ditambahkan Biaya setiap roda Jumlah biaya bahan yang ditarnbahkan Rp 27.000 x Rp57) Jawab: d Harga pokok produk dalam proses akhk Biaya bahan baku (1.Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jawab: b Harga pokok produk yang ditransfer ke Departemen 2 (12.50) Tenaga kerja (1.50) Overhead pabrik (1.200 x 100% x Rp22.000 x Rp53.200 x 80% x Rp20) Jumlah Jawab: d Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (15.440 .200 x 80% x Rp12.200 x 90% x Rp22) Jumlah Jawab: a Total biaya bahan: Biaya bahan untuk produk selesai (12.00) Harga pokok produk dalam proses akhk Bahan baku (1.00) Total biaya yang diperhitungkan Jawab: c Lihat no.000 19.000 x Rp20) Biaya bahan untuk produk dalam proses (1.200 x 85% x Rp15) Biaya overhead pabrik (1.000 12.200 x 80% x Rp20) Biaya tenaga kerja (1. 124 Jawab: b Lihat no.

500.000 Ekuivalen Produksi 15.000 x 100% x Rp80) 1. Jawab: a Lihat no.160.940.000 Biaya per unit Ru 900 50.000 0 Biaya Konversi 21.000 x 40%) Jumlah ekuivalensi produksi Biaya Konversi 30.000 0 .700.OOO x 0%) Unit dalam proses akhir: 4.000 Total biaya Jawab: a Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan 30.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.910.000 Biaya overhead pabrik (3.000 Biaya tenaga kerja (3. Jawab: d Perhitungan harga pokok: Rp 23.000 x Rp900) Biaya ditambahkan Departemen 2: 240.000 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi 34. 48 Jumlah Biaya RD 13. Jawab: b Harga pokok per unit: Elemen Biaya Biaya produksi dari Dep.000 Biaya bahan (3.000 x Rp1.000 x 100%) Biaya konversi (4.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit hilang dalam proses awal(3.000 x 213 x Rp580) 870.000 Unit selesai dan ditransfer ke Dep. 1 Biaya ditambahkan Dep.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Rp 28. 2: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 49.000 Biaya dari departemen 1 (3.000 Harga pokok produk selesai (12.000 Biaya bahan (4.000 x 213 x Rp435) 4.970.48.995) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 2. B 0 Unit hilang dalam proses awal(l.

000 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen B : Elemen Biaya Jumlah Biaya 54.418.000 Overhead pabrik (4.000 23. B (30.000 Ekuivalen Produksi 34.000 23.000 x Rp 105) Harga pokok produk dalam proses akhir: 56 57. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dep. Jawab: d Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya yang dihitung Rp 340.350.000 x 100% x RplO) Rp 40. Ekuivalen Produksi Biaya dari Departemen A RD 1.400 702.000 616.600 Jumlah harga pokok produk dalam proses 68. .000 .RD1.400 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditambahkan RD 1.52.350.000 Biaya Per Unit Rp 45 5 Rp 50 55.000 27. Jawab: c Lihat no.000 Biaya ditarnbahkan Departemen B: Tenaga kerja 585.287.800 Biaya Per Unit Rp 10 15 20 RD 45 53.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (4.000 x 20% x Rp15) 12.000 Total biaya yang diperhitungkan Rv 1.000 x Rp45) Rp 1.800 30.000 30.000 Penyesuaian adanya produk hilang 3.000 Tenaga kerja (4.000 x 20% x Rp20) 1. 54 Jawab: c Jawab: e Perhitungan harga pokok Departemen B: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (21.418.000 Jurnlah biaya yang dihitung Rv 2.000 462.000 30.637.

000 x 80% x Rp400) 2.000 Jumlah & 14.Biaya dari Departemen A (6.000 2.000 Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (2.000 Tenaga kerja (2.000 10.000 432.000 x Rp50) Rp 300.000 6.000 Tambahan biaya di Departemen B: Tenaga kerja (6.000 10.000 2.000 x 100% x Rp400) Rp 800.000 .000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (2.000 10.560.560.000 Ovehead pabrik (2.000 x 8Wo x Rp700) 1.000 3.000 - 1.000 x 40% x Rp25) 60.000 Ru 2.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Total biaya yang diperhitungkan 58.600 9.600 Perhitunnan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Rp 4.000 640.000.120.000 x 80%) Biaya Konversi 8.000 x 100%) Konversi (2.720.000 9.000 8.000 Overhead pabrik (6.560.637.000 Rv 14.000 x Rp1.000.000 x 40% x Rp30) 72.500 Perhitunnan Harna Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (8. Jawab: a Bagian A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 8.840.500) Rp 12.600 Biaya Per Unit Rp 400 400 700 Rv 1.

000.000 Rp 1.000 Rp 15.000) Rp Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.000 x Rp1.000 x 60%) Perhitunaan Biaya Per Unit.500)Rp 1.600 250 250 Rp 2.Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian A Ditransfer ke C Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 5.600 Elemen Biaya Harga pokok ditransfer rnasuk Biaya tambahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 12.000) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (1. Biaya Konversi 5.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke C (5.500 500 5.000 15.000 150.500 1.000 2.000 2.000 x 60% x Rp250) Jumlah Rp Bagian C Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir 10.000 10.900.000 1.000 5.000 x 60% x Rp250) 150.000 x Rp2.000.000 Tenaga kerja (1.600 7.ooo .000 8.000 4.000 7.000 - 600 7.000 1.000.000 x 100%) Konversi (1.000 Produk selesai ditransfer ke C Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses: Bah'm (1.900.800.800.000 x Rp2.500.000 4.000 1.000 Overhead pabrik (1.800.

500 Rp 21.500 4.000 5.000) Jumlah setelah penyesuaian Biaya ditarnbahkan oleh Departemen 11: Biaya bahan baku 200.000 Perhitun~a~i Biaya Per Unit: Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Biaya tanibahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jurnlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 10.000.500 500 375 5.300 4.000 Ovcrhead p a h i k (500 x 75% x Rp300) 1 12.Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (500 x 100%) Konversi (500 x 75%) Biaya Bahan 4.000.000 20.000 x Rp15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I (5.300) Harga pokok PI-odukdalam proses akhir: Ilarga pol<oh d.000 Biaya per Unit Rp 20 Rp 4 16 8 3 RD 15 60.000 300 4.000 x Rp4) Rp 300.000 Ekuivalen Total Biaya Produksi Rp 100.000 25.500 Perhitungan 14ar~a Pokok Produksi: ~argapokok produk yangdiiransferkc gudang (4.862.i~-i (500 x Rp2.000 25. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 11: Harga pokok produk selesai (20.000 Biay a konversi 72.000 24.500 59.000 1.500~ Rp4.000 Rp 2.875 Biaya Konversi 4.212.000 Jumlah biaya dihitung Rv 372.000 5.500 Rp 21. Jawab: a I'erhitungan biay.875 4.750.212.875 Rp 2.r per unit Departemen 11: I'iemen Riaya Biaya dari Depatlcmen I Pcnyesuaian akihat tanlbahan bahan (4 x 5.000 .350.462.000) 750.000 9.500 Jumlah Rp 19.000 Rp 20.000 1.000 'I'c~iaga kerja (500 x 75%)x Rp2.000) R Rp 1.

Biaya ditambahkan Departemen 11: Biaya bahan baku (5.000 15.000 62.620 64.51 0.000 Elemen Biaya Dari Departemen A Penyesuaian produk hilang Jumlah Biaya @ 140.OW x 0%) Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.020 32. 62 17.51) Rp 192.000 Biaya'konversi (4.220 209.000 1 . 60 Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi: Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 35.000 x Rp3) Jumlah harga pokok produk dalam proses Jumlah biaya yang diperhitungkan 6 1.60 Ditarnbahkan oleh Departemen B: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Rp Jurnlah Rp 63. Biaya Konversi 35.49 Rp 3.000 Biaya Per Unit Rp 3.000 Rv 75.om 39. Jawab: c Lihat no. Jawab: a Lihat no.000 x 50%) 2.000 x Rp5. Jawab: a Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (35.OOO Perhitungan biaya per unit: 40.850 .800 69.000 x 0%) 0 Biaya konversi (1.400 Ekuivalen Produksi 40.000 x 25%) Jumlah 37 .000 Unit produk hilang awal proses: Biaya bahan (1.000 x Rp 8) Biaya konversi (5.000 Rp 375.400 19.

55) 550 Jurnlah 65. Jawab: c Lihat no. 156 .000 82.000 Overhead pabrik (20.620 Biaya Konversi 70.000 328.46) 900 Tenaga kerja (4.000 0 12.000 x 50% x Rp0.000 x Rp8. Jawab:d Lihat no.Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen A (4.l) Penyesuaian produk hilang Total Biaya Q Ekuivalen Produksi 100. 66.000 x 0%) Unit produk dalam proses akhir (20.000 Harga pokok produk selesai (70.000 10.400 Biaya ditarnbahkan: 920 Bahan baku (4.000 x 60% x Rp2) 48.000 Biaya ditambahkan: Tenaga kerja 164.60) Rp 14.000 82.000 x 60% x Rp4) & 1.000 Jumlah 68.000 252.000 Perhitungan harga pokok produksi: Rp 1.000 x 25% x Rp0.000 x 60%) Jurnlah 67.302.90) Overhead pabrik (4.000 90.000 Biaya per Unit 810.000 x Rp9.000 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditarnbahkan Ru 492.000 Elemen Biaya Biaya dari departemen Pulp: (100.770 RR 209.000 Tenaga kerja (20.000 Jurnlah Rv 1. 64 Jawab: b Unit ekuivalen: Unit produk selesai Unit hilang awal proses (10.000 82. Jawab: a Biaya per unit: 16.000 x Rp150) Harga pokok produk dalam proses: Biaya dari departemen Pulp (20.000 x Rp3.050.000 x 25% x Rp0.302.000 Biaya ditambahkan: 24.O) Rp 180.

800 kg x 100%) Konversi (4.75) Rp 954.00) Overhead pabrik (4. Jaivab: d Lihat no.000 2 16.800 kg x 113 x Rp135.600 kg Biaya Konversi 10.800 kg 15.69.800 kg x 113 x Rp67.400 kg 3.800 kg x 113) Biaya Bahan 10.800 kg 4.800 kg 4. 70.5) 108.800 kg x Rp401. 156 Jawab: b Bagian Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: 10.000 Jumlah Bagian Pengujian Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Hilang awal proses (normal) 6.800kg Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabri Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Perhitunvan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (10.800 kg 400kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (4.800 kg x 100% x Rp198.25) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (4.600 kg 800 kg .000 Tenaga kerja (4.

600 kg 342.Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 6.600 kg x 113 x Rp45.800 kg 400 kg 6.400 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (3.400 kg 4.600 kg x 113 x Rp99.560.3 Bahan (3.900 Biaya Per Unit Rv40 1.OO 45.800 kg 800 kg 10.000 Jumlah Bagian Perampungan Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelumnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 4.000 kg Perhitunaan Biaya Per Unit: 1.600 kg Biaya Konversi 6.000 kg 1.200 kg .35 119.920 Tenaga kerja (3.060 (3.600 kg 10.400 kg x Rp697.200 kg Rp 4.461.600 kg x 100% x Rpl19.400 7.500 10.25 Rp 433.600 kg x Rp433.163.120 2.200 kg 1.900 6.05 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (6.70 99.600 kg x 113) Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Penyesuaian produk hilang Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 4.400 kg Produk selesai ditransfer Biaya Konversi 4.200 kg 7.00 Rp 697.624.OO) 118.00) 54.000 kg 752.624.197.000 10.05) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.780 Rp 6.70) 430.600 kg x 100%) Konversi (3.333.000 7 600 kg Rp 6.800 Overhead pabrik (3.400 kg 3.

336 Jurnlah & 9.52) Bahan (1. Jawab: b Departemen A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Produk hilang proses awal Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (1.00 Overhead pabrik 756.Produk dalam proses: Bahan (1.566.120 Rp 1.52) Rp 6.800 kg x 213 x Rp320.00 Jumlah Rp 9.000 x 100%) Konversi (1.000 2.338.538.000 Tenaga kerja (1.500 unit 500 unit 1.000 unit Biaya Bahan 2.563.160.000 unit 2.800 kg x 100%) Konversi (1.05 Penyesuaian produk hilang 400 kg 6.400 kg 320.52 Perhitunpan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (4.728.000 5.200 kg x Rp1.000 unit 4.000 kg 1.52 Bahan 2.00) 648.400 kg Ru 697.800 kg x 100% x Rp360.400 kg Perhitungan Biava Per Unit: 1 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit H q a pokok ditransfer masuk Rp 4.563.500 Biaya Konversi 2.461.500 .800 kg x Rp743.000 kg 360.120 71.000 x 50%) 4.000 Overhead pabrik (1300 kg x 213 x Rp140.800 kg 6.000 kg Rp 743.000 6.800 kg x 213) 1.336 (1.400 kg 140.000 5.00) 168.105.200 kg 5.OO) 384.784 Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.105.00 Tenaga kerja 1.I20 6.

500 2.000 Tenaga kerja (1.350 Overhead pabrik 117.000 Rp 594.350 Jumlah 822.000 124.500 x Rp188) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 60.000 3.000 3.000 3.000 2.000 x 50% x Rp80) 24.500 unit Upah Langsung Overhead Pabrik Produk selesai ditransfer ke gudang 2.500 240.000 .1 Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 210.000 Bahan (1.000 Biaya Per Unit RP 60 80 48 Ru 188 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (2.000 x Rp338) Rp 676.000 2.000 Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian departemen A Ditransfer ke gudang Produk rusak Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: 2.000 Overhead pabrik (1.500 Biaya tambahan: Tenaga kerja 235.500 unit 2.000 144.500 Biaya Per Unit Rp 188 100 50 Rp 338 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.000 unit 200 unit 300 unit 2.350 2.000 RD 594.000 200 200 Produk rusak Produk dalam proses: Upah langsung (300 x 50%) 150 150 Overhead (300 x 50%) 2.000 x 50% x Rp48) Jurnlah I Rp 470.350 Perhitunpan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Rp 470.000 x 100% x Rp60) 40.000 2.

000 x 50%) Tenaga kerja (4.000 4.000 x 60%) Biaya konversi (8.000 8.000 Biaya Bahan Unit produk selesai C ) Unit dalarn proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (8.000 41.000 8.000 30.000 x 75%) Ekuivalen produksi 73.800 3.000 30.400 Tenaga kerja (300 x 50% x Rp100) 15.000 36.000 7.000 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Tenaga kerja: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Biaya Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .900 RD 822.500 Overhead pabrik (300 x 50% x Rp50) Jumlah 72.000 3 3.000 x 50%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (4.Harga pokok produk rusak (200 x Rp338) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (300 x Rp188) Rp 56.000 2.000 2. Jawab: a Ekuivalensi produksi dengan metode rata-rata: 67.600 78.000 x 50%) Biaya konversi (4.000 40. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: 38.500 Biaya Bahan Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Bahan baku (4. Jawab: c Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: 38.000 4.000 37.000 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 74.800 Biaya Konversi 38.000 Biaya Konversi 38.

000 Rp 41. 89 Jawab: c Perhitungan biaya per unit dengan metode FIFO: Elemen Biaya Jumlah Biaya Harga pokok produk dalarn proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya Rp 1.000 x 75% x Rpl 1) Overhead pabrik (4.0000 129.000 x 75% x Rp16) 33. 77.000 x Rp 5 1) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp48.000 . Jawab: b Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai: Dr unit dalam proses awal ai Biaya periode sebelumnya Biaya penyelesaian: Rp 120.Overhead pabrik: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah dihitung 8 1.000 x 50% x RplO) Jurnlah harga pokok produk selesai dari persediaan awal Rp 222.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit Rp 222.000 Rp442.000 11 Ru 51 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (38.000 Overhead pabrik (8.000 Bahan baku (4. Jawab: a Lihat no.000 x 50% x Rp15) 40.067.000 220.938.000 x 50% x Rp24) 48.000 x 60% x Rp25) 60.000 Rv 2.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jumlah liiaya yang diperhitungkan 76.000 370. O OO Rv 2.067.000 555.000 Rp130.000 Tenaga kerja (8.000 Tenaga kerja (4.000 920.000 Rv 451.000 Bahan baku (8.000 370.000 78.

500.000 x 40%) x 80%) Overhead pabrik (9. 94 Jawab: d Ekuivalen produksi dengan metode rata-rata tertimbang.Dari unit mulai diperoses dan selesai (30.600 82. 94 Jawab: d Lihat no.200 49.200 Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku: Biaya persediaan-awal Rp 2.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000. 2 Unit dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 x 75% x RplO) 30.000 45.000 Biaya ditarnbahkan periode ini 25.000 Rp 1.OOO Total biaya yang diperhitungkan Rv 2. Departemen 1: 80.000 Biaya tenaga kerja (4.000 x Rp50) Total harga pokok produk selesai 1.000 Biaya Konversi 45.000 Jurnlah harga pokok produk dalam proses akhir 125.000 x 70%) Ekuivalen produksi Departemen 2: Biaya Bahan 45. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen 1: Biaya Overhead 42.000 x 75% x Rp15) Biaya overhead pabrik (4.942.600 Tenaga kerja (9. 81.000 55. Unit yang ditransfer ke Dep.000 Unit dalam proses akhir: 3.000 7.000 52.500.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 x 50% x Rp25) Rp 50.000 x 100%) Tenaga kerja (10.067. Jawab: d Lihat no.000 79.000 7.000 10.000 Ekuivalen produksi 45.000 Biaya Tenaga Kerja Unit yang ditransfer ke gudang 42.

000 1.000.Rv 27..250) Rp 101.500.000 Rp 3.000.250.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir l7.240.000 Tenaga kerja (10.360.000 55.000 Rp500 52. 75 Jawab: a Lihat no.600 600 .000 Rp 84.250.118.500. 86.000 85.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 Rp 2.250 Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 1: Harga pokok produk yang dih-ansfer ke Departemen 2: (45.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Rp 1.000 36.000 49.000 Ru 114. B iay a per Produksi - Vnit 5 1.000 x 70% x Rp1. 81 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen 2: Ekuivalen Elemen Biava Jumlah Biaya Harga Pokok dari Dep.000.000 Rp 39. Jawab: a Lihat no. Rp 2.000 Rp 27.500.500.860.250.240 45.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Overhead pabrk Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Jumlah dihitung 83.000 Biaya ditransfer periode ini 101.000 750 52.000.500.000.500.000 Rp 2. I: Biaya persediaan-awal Rp 12.250.000.000) 7.000 x 70% x Rp750) Overhead pabrik (10.990.000 Rp 118.000 5.000 Biaya ditambahkan periode hi 25.000 x 100% x Rp500) Rp 5.000 Rv 52.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan .000 x RpRp2.

000 x 40% x Rp 600) 2.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Rp 27. Rp 4.000 49.000 32.000 Overhead Pabrik (9.Overhead Pabrik: Biaya persediaan-awal Biaya ditarnbahkan periode ini Jumlah dihitung 87.000 x 80% x Rp 750) 5.400.600 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit 9.000 x 20%) Biaya konversi (1. 87 Jawab: a Ekuivalen produksi dengan metode FIFO: Unit produk selesai (-) Unit dalam proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (1.200 750 Ru 3590 Jawab: e Perhitungan harga Pokok Departemen 2: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (42.590) Rp 150.000 kg x Rp 3.000 Ru 36.500 Elemen Biaya Harga pokok produk dalam proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Jumlah Biaya Rp 19. 89.150 RP 4 .000 Tenaga kerja (9.78.000 36.000 x Rp 224) Rp 20.000 Jawab: d Lihat no.0 7.160.500 Biaya Konversi 8.000 Rp 178.000.500 100 .000 Harga pokok produk dalarn proses akhir : Dari departemen 1 (9.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan Rp 178. Biaya Bahan 8.500 1.000 7.500.160.000 x 50%) (+) Unit hilang akhir proses (+) Unit rusak normal (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90%) Biaya konversi (500 x 60%) (=) Jumlah produksi ekuivalen Harga pokok produksi per unit: 88.900.900.720.500.

200 unit 4.500 x Rp12) Harga pokok produk selesai Rp113. Rp113.000 x 20% x Rp4) 3.39 92.200 93.80018.500 unit Rp 13. 200 unit 200 unit 4.000 (7.000 Tenaga kerja (1.800 dari persediaan awal Dari unit mulai diperoses dan selesai 90.800 8.000 x 50% x Rp6) Overhead pabrik (1.500) Jawab: b Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90% x Rp4) Biaya tenaga kerja (500 x 60% x Rp6) Biaya overhead pabrik (500 x 60% x Rp2) Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jawab: a Unit produk dalam proses awal Unit produk selesai: dari persediaan awal dari periode ini Unit produk dalarn proses akhir 9 1. Jawab: a Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai: Dari unit dalam proses awal Rp 19.Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya 90.400 4.000 4.800 1. Rp 1.000 x 50% x Rp2) 1.000 Biaya periode sebelurnnya Biaya penyelesaian: Rp 800 Bahan (1.800 600 Rv 4.800 Jawab: e Harga pokok produk selesai per unit: Total harga pokok produk selesai Unit produk selesai Harga pokok per unit (Rpl13.800 Jumlah harga pakok produk selesai Rp 23.400 unit 400 unit Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: Biaya Bahan Biaya Tenaga Biaya Overhead Baku Kerja Pabrik Unit produk selesai 4.400 4.400 .

000 .200 80.(-) Unit dalam proses awal 200 (=) Unit masuk proses dan selesai 4.000 97.000 102.200 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 0 Biaya bahan baku (200 x 0%) Biaya tenaga kerja (200 x 20%) 40 Biaya overhead pabrik (200 x 30%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (400 x 100%) 400 Biaya tenaga kerja (400 x 85%) Biaya konversi (400 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 4.000 Ru 1. Rp15.600 Jumlah biaya bahan baku yang melekat Unit ekuivalen bahan baku produk dalam proses awal: 200 unit (200 x 100%) Biaya bahan baku per unit bulan sebelumnya: (Rp8 1. Jawab: a Jumlah unit produk rnasuk proses: Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Jumlah unit diproses Unit dalarn proses awal Unit masul proses bulan ini 4. Jawab:e Biaya bahan baku per unit bulan sebelurnnya: Jurnlah harga pokok produk dalam proses awal (-) Biaya tenaga kerja (200 x 80% x Rp290) Rp46.000 Rp8 1.200 x Rp300) Untuk persediaan produk dalarn proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini Jawab: b Total biaya overhead pabrik pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai Rp161.200 96 Rp 12.374.600 94.400 Biaya overhead pabrik (200 x 70% xRp240) 33.400 unit 400 unit 4.000 1.800 unit 200 unit 4.2001200 unit) Rp406 Jawab: b Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai (4.600 unit 95.260.

620 86.000 2.200 x Rp250) Untuk persediaan produk dalam proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini 98.63 R~3.(4.000 Jumlah biaya yang ditambahkan RD140. Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi: 1.000) : Rp1.145.800 90. Unit produk selesai dan ditransfer Unit hilang dalam akhir proses Unit dalam proses akhir: Biaya bahan tenaga kerja (6.72 0. Jawab: d Perhitungan biaya per unit: Riaya Biaya Tenaga Kerja Overhead Pabrik 80.000 Rp 1.000 - 86.000 Biaya yang ditambahkan departemen ini: 74.72 101.000 80.020 Biaya per Per Unit Rp 1.800190.000 2.76 Rp 1.050.220 Total biaya yang diperhitungkan Rp295.000 Ekuivalen Elemen Biaya Jumlah Biaya Produksi Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 154.600 86.000 Tenaga kerja Overhead pabrik 65.000 4. Jawab: b Pencatatan persediaan perpetual Jawab: b Jumlah unit yang hilang dalam proses produksi: Unit diterima dari departemen sebelumnya Unit selesai ditransfer ke departemen berikutnya ( ) Unit masih dalam proses akhir Unit yang hilang dalam proses Jawab: a Biaya per unit yang diterima dari departemen sebelurnnya (Rp 154.35 . 1 I 100.000 4.000 x 113) Ekuivalen produksi 102.000 99.000 x 1/3) Biaya overhead pabrik (6.ooo 86.000 80.87 0.

000 x 20%) 4.000 106. sehingga hams dibebankan ke Rugi .35) Rp268.000 x 113 x RpO.000 x Rp1.76) Jumlah harga pokok produk dalam proses 13.000 x Rp3.000 126. 102 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya (8O. 107.35) 13. Selisih akibat pembulatan Total biaya yang diperhitungkan 105.400 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari departemen sebelumnya (6. 104 Jawab: d Lihat no.000 24.103. .320 Biaya ditambahkan: 1. B 150. Jawab: b Lihat no.000 20.800 (+) Unit rusak dalarn proses 20.000 24.000 Harga pokok produk hilang dalam proses (3.Laba Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi bulan Mei 1990: Biaya Tenaga Biaya Overh Biaya Bahan Kerja Pabrik Unit selesai d m ditransfer ke Dep.000 150.800 4.000 126.000 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 2.000 x 113 x R?0.000 x 10%) Biaya konversi (24.000 20. Jawab: e Lihat no. 104 Jawab: d Hilang abnormal diakibatkan oleh kesalahan.740 Tenaga kerja langsung (6.400 Biaya bahan baku (24.580 104.520 Overhead pabrik (6. 108.000 150.000 (-) Unit dalam proses awal (akhir April) 24.72) R~ 10.000 (=) Unit masuk proses dan selesai 126.OOO x Rp3.87) 1.

200 persediaan awal Dari produk masuk proses periode sekarang dan selesai 6.000 x Rp18) Untuk produk rusak dalam proses (20.600 Total biaya yang diperhitungkan Jawab: a Lihat no.000 x 80% x Rp20.615.200 Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak dalam proses (20.000 (126. 110 .400 78.000 x 20% x Rp12.50) 7.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp264.000 x 90% x Rp18) ~umlah produk dalam proses akhir 9.400 199.400 Overhead pabrik (12.000 Bahan baku (12.50)120.000 x Rp52.000 x 90% x Rp22.000 Biaya tenaga kerja (12.279.080.OO) Biaya penyelesaian Bahan baku (24.OO) Jumlah harga pokok produk selesai dari 1.(+) Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (12.000 x 80% x Rp12.000 x 20% x Rp 18.000 x Rp 18) Unit produk dalam proses akhir (12.000 x 100%) 12.800 161.800 60.00) RD9.000 Overhead pabrik (24.000 x 10% x Rp22.050.000 x 100% x Rp22.OO) Tenaga kerja (24.800 384.522.000 x 80%) Biaya overhead pabrik (12.000 x 80% x Rpl1.200 Bahan baku (24.000 x Rp52.400 10.000 x 90%) Jumlah ekuivalensi produksi 160.00) Tenaga kerja (12.000 x 90% x Rp 18.894.200 Overhead pabrik (24.000 Rp 1.50) 86.50) 220.400 Jawab: a Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei: Untuk penyelesaian unit produk dalam proses awal (24.000 Tenaga kerja (24.600 160.000 x 20% x Rp18) Untuk produk selesai dari periode ini (126.600 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai Dari persediaan awal Biaya periode sebelumnya Rp 475.50) 1.000 194.OO) Rp 52.

600 & I 59.400 22.400 x 25%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 113.400 Biaya bahan (6.60) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 54.960 .000 22.112.000 x Rp11. Jawab: a Lihat no.lO) 4.960 Total biaya yang diperhitungkan Rp 185.400 x 100% x Rp8.400 Biaya Bahan 16.400 x 25% x Rp3. B Unit dalarn proses akhir Ekuivalen produksi Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (6. 4. 110 Jawab:a Departemen A Data produksi Unit dalam proses awal Unit dimasukkan dalam proses Unit selesai ditransfer ke Dep.600 17.000 6.50) Biaya konversi (6.800 7.400 Biaya Konversi 16.400 1. persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B (16.400 22.400 x 100%) Biaya konversi (6.360 244.600 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya.600 16.000 6.

800 x Rp13. C Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 2. 1. A: Biava persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Ekuivalen Total Biaya Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen C (12.600 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit Biaya Konversi 12.600 x 20%xRp.800 110 .920 Elemen Biaya Biaya dari Dep.600 Unit produk selesai ditransfer ke Dep. C Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (5.35) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Biaya dari Departemen A (5.75) Total biaya yang diperhitungkan Departemen C Data produksi .000 12.60) Rp 64.960 Biaya konversi (5.2 13.600 x Rp11.960 Biaya ditambahkan: 1.800 5.400 16.Departemen B Data produksi Unit dalam proses Unit ditransfer dari Departemen A Unit selesai ditransfer ke Dep.

056 10. B: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang dilransfer ke gudang (9.120 Biaya Bahan Unit produk selesai Biaya Konversi 9.85) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen B (3.520 x 30%) Jurnlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 9.864 .600 3 520 I 0 13.600 Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (3.520 x Rp 13.520 x 0% x Rp1.992 Biaya ditambahkan: Biaya bahan (3.50) 0 Biaya konversi (3.760 - 49.Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen B Unit selesai ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 320 12 800 9.600 1.520 x 0%) Biaya konversi (3.104 RV 210.120 13.600 x Rp16.35) Rp46.656 9.OO) 2 112 Total biaya yang diperhitungkan Rp 161.520 x 30% x Rp2.600 Elemen Biaya Biaya dari Dep.

400 Unit dalam proses akhir 123.400 x 25%) Jumlah Departemen I11 Data produksi: Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: Biaya Konversi 108.200 .200 Biaya Konversi 123.000 24.200 Unit dalam proses awal 104.114.000 Unit produk dalam proses akhir: 7.200 Unit produk selesai dan ditransfer Unit produk dalam proses akhir: Biaya konversi (14.000 96.200 Departemen I1 Data produksi: 19.800 14.800 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer ke gudang 123.000 1 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 104.200 Biaya bahan (24.200 123.200 111. Jawab: b Departemen I Data produksi: Unit dalam proses awal Unit masuk dalam proses Unit selesai dan ditransfer ke Departemen I1 Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: 32.000 x 30%) Jumlah 7.000 x 30%) Biaya konversi (24.000 104.000 Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke Departemen 111108.

200 Rp 4.15 . Jawab: a Lihat no.75) 12.15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (24.Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (12.800 x 50%) Jurnlah 115.280 123.600 511.800 x 100%) Biaya konversi (12.600 29. Jawab:e Perhitungan biaya per unit dan harga pokok produksi: Departemen I Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode h i ' Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (104.600 Jumlah Departemen I1 Perhitungan biaya per unit: Rp 431.880 Ru 46 1. 114 12.000 x Rp4.280 Biaya konversi (24.680 43 1.40) Rp 17.800 136 000 6.000 x 30% x Rp2.480 Ekuivalen Elemen Biaya Dari Departemen I: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya Per Unit Total Biaya Produksi Rp & 79.400 129.600 116.000 x 30% x Rp1.

120 Biaya konversi (12.800 x Rp5.15) Rp59.80) Jumlah .60) 7.25) Jumlah Departemen 111 Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Dari Departemen 11: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Ditarnbahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (123.680 5.500 Biaya konversi (14.80) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen 2 (12.Ditarnbahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Rp Rv Rv 9.120 Biaya bahan (12.780 112.400 x Rp4.800 x 50% x Rp0.40) Rp 69.400 x 25% x Rp1.900 140.600 130.760 4.800 x Rp5.800 x 100% x Rp0.200 x Rp6.40) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I1 (14.400 Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (108.500 651.

900 17.300 Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit 40. Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (37.000 RD 18.48 1.000 0.500 Ru 25.68) Harga pokok produk dalam proses akhir: . 132 Jawab: a Lihat no.117.200 Elemen Biaya Total Biaya Dari departemen sebelurnnya: Biaya persediaan awal Rp 2. 132 Jawab: b Lihat no.400 Jurnlah RD 64.000 Rp 0.000 Perhitungan harga pokok: BiayaKoversi 37.000 1.000 Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (3.000 x Rp1.400 Biaya periode h i 15. 132 Jawab: c Perhitungan ekuivalensi produksi: 118 119. .400 Ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode h i Rv 25.200 RD 0.500 Biaya periode ini Rp 20. Jawab:b Lihat no.000 x 40%) Jurnlah 37.000 x 0%) 0 Biaya konversi (3.500 Konversi: Biaya persediaan awal Rp 3.51 37.69 38.68 121. 120 Biaya Bahan Baku Unit produk selesai 37.200 38.

B ~ d a r i ~ s e b e h m m y a ( 3 .000 unit 9.106 Rp 64. Unit ekuivalen biaya konversi 95.Produk dalam proses awal 1.000 Q 123.000 8.000 satuan Unit produk selesai 10.000 F 85. 2.300 Jawab: a Data produksi: 90.000 x 40% x Rp0.000 x Rp880) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10. berarti tingkat penyelesaian biaya konversi unit produk dalam proses akhir 50%.000 satuan Unit dalam proses akhir Unit ekuivalen biaya bahan 100.000 8.61) 576 Konversi (3.000 Produk selesai ditransfer ( .OW Produk masuk proses yang selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1.000 x Rp480) Rp 4.000 x 20%) 200 Biaya Konversi 9.000 x 50% x Rp400) 2.800.000 unit I 500 unit Produk rusak 500 unit Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 9. Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai (90.48) Selisih akibat pembulatan Jumlah 122. Jawab : b Data Produksi: Persediaan produk dalam proses awal 1.000 satuan.000 unit 10.000 Jumlah Rp 79.530 1 Biaya ditambahkan: 0 Bahan baku (3. berarti tingkat penyelesaian biaya bahan unit produk dalarn proses akhir 100%. 0 0 0 ~ ~Rp) 1.200.000 unit Dimasukkan dalarn proses Ditransfer ke gudang 9.000 1.800.000.000 satuan.000 x 0% x Rp0.000 unit .000 6.800.266 3 Rp 64.000 10.000 Konversi (10.

000 Jurnlah 124.000 9. Jawab: b Data Produksi: Persediaan dalam poses awal Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Hilang pada awal proses Dalam proses akhir Biaya Per Unit 200 kg 980 kg 900 kg 20 kg .000 Tenaga kerja (1.000 x 50% x Rp20) 10.000 9.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk selesai: Dari persediaan awal: Harga pokok awal Rp 190.000 Dari produk yang masuk dalarn bulan Desember: (8.Konversi (1.000 Biaya bulan Desember: Bahan 366.300 186.000 x 20% x Rp40) 8.5 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok persediaan awa 1Rp 190.000 x 50%) Produk rusak Produk dalarn proses akhk Bahan (500 x 90%) Konversi (500 x 60%) Jumlah Perhitungan Biava Per Unit: 500 500 - 910 .000 Overhead pabrik (500 x 60% x Rp20) 6.000 x Rp120) Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak (500 x Rp120) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (500 x 90% x Rp40) Rp18.000 Tenaga kerja (500 x 60% x Rp60) 18.300 Overhead pabrik Jumlah Rv 1.000 30.000 Biaya penyelesaian: Bahan (1.300.000 9.150 Tenaga kerja 558.000 x 50% x Rp60) Overhead pabrik (1.

000 .Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 900 kg 80 kg Biaya Konversi 900 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (80 kg x 100%) Konversi (80 kg x 80%) Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Persediaan awal Rp 140.800 800.000 Periode sekwang RP 520.000 RD 443.440 Periode sekarang .000 Periode sekarang 9130 R 940.000 Biaya Per Unit .443 964 Jumlah Rp 1.904.560 964 Biaya overhead pabrik: Persediaan awal Rp 23.560 480.420.---Biaya tenaga kerja: Persediaan awal Rp 40.

Suatu produk yang dihasilkan secara serentak dengan produk utarna dari proses produksi yang sama dan jumlah nilai penjualannya lebih rendah dari produk utarna Joint product adalah: a. Dua buah produk atau lebih yang dibuat secara serentak bersamaan d. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN 1. Produk sampingan b. Dua buah produk atau lebih yang dikombinasikan untuk membuat satu jenis produk yang baru Sebuah produk yang dibuat bersama-sama antara dua atau lebih b. yang masing-masing mempunyai nilai penjualan yang berarti. perusahaan atau devisi dari sebuah perusahaan Sebuah produk yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan c. Mana dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat menggambarkan produk gabungan? Suatu produk yang dihasilkan dari bahan-bahan sisa a. Produk utarna c. b. clan c benar d. . 2. 3. yang dihasilkan dengan serentak dikenal sebagai: a. b. Produk-produk. Produk bersarna Jawab a. Suatu produk yang mempunyai harga jual lebih rendah dari produk utama Suatu produk yang dihasilkanbersama-samadengan prod& utama yang c. nilai jualnya tidak menutup biaya produksi d.BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN A.

5 penyulingan bahan tambang tertentu.suatu pnlx. 6. Proses biaya campuran h. d. Total nilai jual relatifnya Perbandingan jumlah tiap jenis produk yang diproduksi b.4 Jika suatu perusahaan memperoleh dua produk yang dapat dijual dari. Produk sampingan d. Separable products Perusahaan yang menghasilkan beberapa janis produk dengan menggunakan fasilitas yang sama tetapi dalam waktu yang tidak sama dan bahan baku serta tenaga kerja dapat diidentifikasikan untuk setiap jenis produk. Proses operasi Dua atau beberapa macam barang-barang yang dihasilkan dari suatu proses pnduksi yang sama pada waktu yang sama pula. 9. 7. Departemen produksi d. Proses ekstratip d. Harga jual per unit tiap jenis produk c. Joint-products d. Volume c. bila k l a s i f h i biaya didasarkan pada hubungannya dengan: Produk a. Produk ko b. maka produk tersebut dinamakan: a. Proses produksi biasa C. Hal tersebut timbul dalam proses cost method dikenal a denpan: a. Produk common Di dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk dari satu proses produksi dan dari bahan baku yang sama. Co-products c. Produk bersama c.i. akan tetapi tidak menggunakan M n haku yang sama. b. proses penyulingan tersebut harus d~perlakulian sebagai: . Harga jual hipotetis 5. By-products h. . 8. Istilah biaya bersama (common cost) dan biaya bergabung (joint cost) akan timbul. Periode akuntansi Tujuan pokok alokasi biaya bersarna kepada produk bersama ialah: Untuk menghitung selisih biaya (cost variance) a. pembedaan apakah suatu produk merupakan produk utama ataukah sampingan didasarkan pada: a.

Tujuan penentuan harga pokok produk b. 13. c. Tujuan alokasi biaya bersama adalah: a. Alokasi joint cost ke setiap produk tidak bermanfaat untuk: Tujuan perencanaan dan pengendalian biaya a. Pengendalian biaya bersarna Jawaban a. titik terpisah (split-off point) Berdasarkan nilai jualrelatif. 5. Jawaban a. dan c benar Biaya bersarna (joint cost) dialokasikan: a. Jam kerja tenaga langsung 11. b. metode-metode alokasi biaya bersama yang paling tepat adalah: a. Profitabilitas relatif d. Benar b. 12. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan biaya adalah perlu untuk melakukan identifkasi biaya pengolahan sesudah saat pemisahan (split-off) a. Tujuan penentuan nilai persediaan Ketiga jawaban di atas betul semua d. Penentuan harga pokok persediaan dan perhitungan rugi-laba yang sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia c. satuan fisik. b. off point) Biaya-biaya joint product pada umurnnya dialokasi dengan menggunakan: Nilai penjualan relatif pada split-off a. c.b. atau c.. Metode volume relatif d. Biaya tarnbahan setelah split-off c. Kepada produk sampingan (by-product) Berdasarkan perbandingan biaya tambahan (separable costs) setelah b. 14. d. rata-rata tertimbang Berdasarkan nilai jual masing-masing produk pada titik terpisah (splitd. dan c benar d. Salah Untuk pengambilan keputusan memproses lebih lanjut atau tidak satu atau lebih produk bersama. Untuk mengendalikan biaya Untuk penentuan harga pokok produk Untuk keperluan pajak 10. rata-rata biaya per satuan. Metode harga jual relatif b. . Metode berat relatif c. Penentuan harga pokok produk untuk pengambilan keputusan b. b.

000 10. b. Y dan 1jenis produk sampingan Z. Jika perusahaan menghasilkan joint product.200.000 10. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukansebagai penghasilan di luar usaha (otherincome). 18. 21 s. X. c. Metode satuan fisik Metode rata-rata biaya per bulan d. Profitability b. Perusahaan yang menghasilkan produk utama dan sampingan d.d. Sales value Metode alokasi biaya bersama (joint cost) kepada produkbersama (joint product) yang akan menghasilkan laba bruto yang sama besamya ialah: Metode nilai jual relatif a. Jawaban a. Data untuk ~lenjawab no. Produk utama dapat laku dijual saat dipisah atau setelah diproses lebih b. Conversion cost c. 19. Data mengenai produk yang dihasilkanperusahaan dengan biayabersama tersebut adalah: Jenis Produk W X Y Z Jumlah produksi unit 20. Perbedaan kemarnpuan produk bersama (joint product) untuk menghasilkan pendapatan diakui bila alokasi biaya bersama didasarkan: a.000.000 50. Besarbiayabersama (joint costs) adalah sebesarRp1.16.50 Harga jual per unit Rp 20 16 40 5 . Joint cost paling sering dialokasikan berdasarkan relative: a. Jumlah pisik Harga jual relatif b.000 Berat produk per unit (kg) 3 2 4 2. 23 soal Alohasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual RelatiJ Rata-rata Tertimbang. metode harga jual hipotetis cocok untuk: Produk utama yang laku dijual saat dapat dipisah a. Laba bersih d. Pnme cost d. b. Metode rata-rata tertimbang c. lanjut Produk utama dapat dijual setelah diolah lebih lanjut c.dan Ratarata Biaya Persatuan PT Merdeka menghasilkan 3 jenis produk utama (main products) yaitu W. c benar 17.

25. 26. C 50 67.20. maka biaya yang dialokasikan ke produk Y adalah sebesar: a. . Rp 127.500 90. Produk B a. 24 s. Produk C d. Rp266.000 40 D 90 ? ? Total 240 7 75 400. Rp 133. Rp 230. Produk B a. Rp300. Produk C d. Produk C d. Produk D Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terkecil adalah: Produk A b. Produk B a. 28 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif I "MDJ" menghasikaq 4 jenis produk bersama.750 c. yaitu A.333 b.000 Produk dijual (kg) 30 45 23. ~naka a.000 Jika alokasi biaya bersama didasarkan metode ratalrata tertimbang.667 c. Rp 150. Rp 213.500 b. Rp 240. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terbesar adalah: Produk A b. Data untuk menjawab soal no. Rp290. Jika :~lokasi biaya bersama didasarkan pada metode ~ ~ i ljual relatif produk ai alokasi biaya bersama ke proodk Y adalah sebesar: bersarna. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a.909 d. Produk B a.000 d. Informasi untuk kegiatan bulan April 1990 adalah: Keterangan A B Produk yang dihasilakan (kg) ? 60 Harga pokok produk bersama (Rp) 60. Rp287. 22. Rp 143. Rp 300. Produk C d. c.3 ? Nilai pasar (Rp) ? 110.000 190 Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terbesar adalah: Produk A b.000 Jika biaya bersama dialokasikan dengan metode rata-rata blaya per satuan. c. B. Produk D 24. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terkecil adalah: Produk A b. c.000 21.000 c. C dan D. dengan berat produk sebagai angka penimbang.d.333 b.777 d. Selarna ini T perusahaan mengalokasikan harga pokok bersama dengan nilai jual relatif.0CM. c.

Rp 58.000 untuk R b. Rp 16. Rp 12.000 ? Q 2.000 c. Data untuk menjawab soal no.berapa joint cost yang akan dialokasi pada barang produk Q dan R? a.333 b. 33 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif Sebuahperusahaan membeli bahan baku bernarna Z dengan harga Rp 0.000 untuk Q dan Rp 9.Nilai penjualan pada titik pisah/split-off .d. Rp 14.600 untuk R c. 25% dari penjualan c.000 29.80per liter.oOO ? ToTAL 7 .000 Rp 3.Satuadunit diproduksi .000 Rp 5.Biaya gabungan ('joint cost) . Rp 15.000 Rp120. 31 s.27.000 Rp 30. Produk A dijual pada titik terpisah (split-off point) tanpa memerlukan .000 Rp 36.000 Rp100.000 Rp 7.000 untuk Q dan Rp 8.000 Rp 70. dan R melalui proses tergabung (joint process).400 untuk Q dan Rp . 16 213 dari harga pokok Data untuk menjawab soal no.000 untuk Q dan Rp 12.OOO Rp 60. 25% dari harga pokok a. Rp 59.000 Rp 15. Q.d.500 d.000 untuk R d. B. berapa nilai jual pada split-off untuk produk P ? a. 14 217% dari harga pokok d. 30 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif FT Badai Timur memproduksi barang P. Rp 60.000 Umpama biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah split-off. 9.000 Rp20.Nilai penjualan jika telah diproses lanjut 28.000 ? E 1. dan C. Dengannilaipasar relatif tersebutmasing-masingjenis produk akan menghasilkan laba kotor: b.000 untuk R Umparna biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah spit-off.000 ? Rp15. Bahan ini diproses di Departemen I dan pada akhir pernrosesan diperoleh tiga macarn produk yaitu A. Rp 63. P 4. 29 s. Inforrnasi tarnbahan adalah sebagai berikut: .Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut .

272.909. Rp 24. Berikut ini ialah data untuk tahun 19B: Harga beli Z Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik I Rp96.000 liter - Rp 96.64 a.000 21. Rp 40.000 33. Rp17.000 Rp 36. dan W dari suatu proses gabungan T (joint process) Biaya gabungan (joint Costs ) di alokasi berdasarkan harga jual relatif pada pernisahaan (split-off). Informasi tarnbahan untuk kegiatan produksi bulan Juli 19x1 adalah sebagai berikut: .09 32.000 Penjualan Persediaan akhir Penjualan A 20.000 c. b. Rp 27. produk B diproses di Departemen I1 dan produk C diproses di Departemen 111.000 B 30. sedangkanproduk B dan C memerlukan proses tambahan sebelum dapat dijual.73 b. Alokasi biaya bersama untuk produk A ialah: Rp16.000 14. d.000 10.000 Departemen I1 Rp45. F Cemara membuat produk F. d. Untuk mengalokasikan biaya sebelum titik terpisah (split-off point) digunakan metode harga relatif (relative market value).000 liter Rp 30. Rp 35.000 c. G.000 3 1.pernrosesan tambahan. d. Rp 24.200 Rp 34.500 Alokasi biaya bersama untuk produk B ialah: a.000 liter 15.000 C 4 5.750 Tidak terdapat persediaan pada awal tahun. sedangkan pada akhir tahun tidak ada persediaan bahan baku Z maupun persediaan produk dalam proses.500 Alokasi biaya bersama untuk produk C ialah: a.000 Rp 20. Rp 60. b. Rp 27. c. 30.000 liter 10.000 liter Rp 141.363.

37 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilui Jual Relutif Biaya bersarna Rpl. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut.00 88.000 320.000 538. Rp 200.000 Dengan asumsi bahwa 10.000 ? G 40.000 12.000 78. Rp 400. dan c benar Apakah sebaiknya A diproses lebih lanjut? a.000 satuan W diproses lebih lanjut dan dijual seharga Rp 78.000 Rp60. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode berat relatif adalah: a.OOO.000 b. Rp 30.000 Rp 420.000 c. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode harga jual relatif adalah: a. b. Rp 200. produk A sebaiknya tidakdiproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan rugi Rp 80.000 Total 100.OOO Jenis Berat Nilai jual (kg) setelah terpisah Biaya memproses Iebih lanjut Nilai jual setelah diproses Lebih lanjut 34.000 c.Satuan produksi Biaya gabungan (Joint Costs) Harga jual pada pemisahan (Split-off) Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Harga jual apabila diproses lebih lanjut F 50. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. Rp 300.000 936.000 Rp 270.000 d. .000 Rp 750.000 130.000 Rp 450.000 b. Jawaban a.000 c.d.000 Data untuk menjawab soal no.000 d.000.000 d.000 30. berapa laba kotor (bruto) PT Cemara atas penjualan ini? b. Rp 300. Rp 400. Rp 66.000 36. Semuajawaban di atas benar 35.000 ? Produk W 10. Apabila alokasi biaya bersarnanya memakai metode berat relatif. Rp 28.500 a. Rp 21. 35 s.

000 Rp 1.000 Rp 45.500 .1 PU-2 PS Kuantitas Harga Jual 6.500 1.500 Diminta: Menghitung hargapokok satuanproduk PU.000 Jenis biaya Bahan baku Upah tenaga kerja Overhead pabrik Biaya setelah pemisahan PU-1 PU-2 Ps Rp130.000 750 550 7. Terhadap penjualan produk PS diperhitungkan laba sebesar 20% dari harga jualnya.100 90 0 13.000 3.000 5.000 satuan @Rp 112. c.000 80. d. dan c benar PT KARUGO suatu perusahaan industri yang menghasilkan tiga macam produk berupa dua macam produk utama yaitu PU-1 dan PU-2 serta satu macam produk sampingan yaitu PS. PU Rp 75.b.000 90.00 Biaya produksi bulan Desember 1985 adalah sebagai berikut: Biaya bersama Rp 320. Selama bulan Desember 1985. Produk sampingan yang dihasilkan memerlukan proses lebih lanjut agar laku dijual. 37.PU-2 danPS dengan menggunakan metode harga jual relatif dalam mengalokasikan biaya bersarna. produk A sebaiknya diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan untung Rp 120.300 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan 37. b.00 450 satuan @Rp 55.1. Perusahaan industri ATAKANA memproduksi produk utama PU dan dua produk sampingan yaitu PSI dan PS2.000 30. 38.500 Jumlah Rp 84.000 150.500 satuan @Rp 225.500 Besarnya laba untuk PS 1 dan PS 2 masing-masing adalah 15% dan 12%.50 1. &ketahui data produksi sebagai berikut: Produk PU. Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode harga jual relatif. Data untuk bulan Agustus 1988 yang tersedia adalah sebagai berikut (angka dalam ribuan rupiah): Penjualan Biaya pabrikasi setelah pemisahan 11.500 75.000 Sebaiknya A tidak diproses lebih lanjut karena incremental cost apabila diproses lebih lanjut lebih besar dari incremental revenuenya Jawaban a.500 Biaya pemasaran dan Adrninistrasi 6.000 PSI Rp 6.000 225.000 PS2 Rp 3.

000 kg x Rp 1.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: 40.000 800.000 Y 10.200. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000/Rp 1.000/200.200.000 ke produk-produk utarna berdasarkan metode rata-rata tertimbang: Jumlah Unit Berat per Berat Biaya Jenis Produk Diproduksi Unit (kg) Total (kg) Alokasian 3 60.000 Rp 360.000 * Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp400.000 Harga Jual per Unit Rp20 16 40 Harga Jual Total Rp400.000 Jumlah 200. PENYELESAIAN 20.000 x Rp 1.200.000 x Rp 1.000 * 600.600.000 400.000 x Rp 1.600.200.200.000 = = = Rp 360.000 Rp600.200.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: Rp800.000 kg/200.000 600.200.000 4 40.000 *** Rp 1.000 2 100.000 * ** *** * Joint cost yang dialokasikan ke W: 60.000 x Rp1.200. PS 1 dan PS 2.600.000 x Rp 1. = Jawab: b Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.600.000/Rp 1. 2 B.000 ** 300.000 = = Biaya Alokasian Rp300.000 Rpl .Diminta: Hitung biaya pabrikasi sebelum pemisahan untuk PS 1 dan PS2 dengan 1 menggunakan market value method Buat perhitungan labdrugi untuk PU.000/200.000 10.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: 100.000/Rp 1.000 Rp 240.000 240.000 Ru 1.000 2 1.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode nilai jual relatif: Jenis Produk W X Z Jumlah Jumlah Unit Diproduksi 20.200.000 .000 50.000 W 20.200.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp400.000 X 50.

000 x Rp1.(60 + 50 + 90) = 40. Total joint cost yang dialokasikan ke masing-masing produk.000 x d = c.000 f 400.0001400. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 *** Y 10.200.000 Rp 1.22.200.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 50.000 50.200. Jawab: c Untuk memudahkan pemahaman..000180. Jumlahjoint cost yang dialokasikan ke produk B (menjadiharga pokok B).200.000 * 750.000 Produk dijual (kg) 30 45 40 75 190 Keterangan:' = a b c d e f = = = - Jumlah kg produk A yang diproduksi. Nilai jual produk D.000 unit = Rp15 Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp15 x 20.000x d = b.000= Rp 300. berikut ini disajikan kembali data soal yang telah dimodifikasi dengan mengganti data yang tidak diketahui dengan huruf: Keterangan A B D n ! h ! Produk dihasikan (kg) a 60 50 90 240 Harga pokok (Rp) 60.000 Rp 300.000180.000 ** X 50.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata biaya per satuan: Jumlah Unit Biaya Jenis Produk Diproduksi Alokasian W 20. yang dihitung dengan cara: fl400.000 x Rp1. Nilai jual produk A.000 Jumlah 80. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk C (menjadi harga pokok C). yang dihitung dengan cara: 110. yang secara mudah dapat dihitung dengan cara: 240 .000 unit = Rp150.000 10.000180.000 x Rp 1.000 150.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 10.000 20.000180.000 b 67.000 I * Joint cost yang dialokasikan ke W: ** Joint cost yang dialokasikan ke X: *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Atau dapat juga dihitung sebagai berikut: Biaya rata-rata per unit: Rp1.500 c d Nilai pasar (Rp) e 110. .000 = Rp150.200.000 unit = Rp750.200.000 90.000 = Rp750.000 unit = Rp300.000 23.

000 d Setelah nilai d diketahui. nilai c dapat dihitung sebagai berikut: 300. yang terlengkap adalah data mengenai prodlik C.000 80.Dari data tersebut.500 * 25.000 + 82.000 90.(60.000 90 1. Jawab: a Lihat no. 23 Jawab: a Perhitungan harga pokok per kg: Keterangan A Harga pokok (Rp) 60.0001400.500 67.000 82. nilai b dapat dihitung sebagai berikut: b 110.000 60.000 36. B C 82.000 x 300.000 e e Jumlah f: = - - 60. nilai pasar yang tidak diketahui dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah e: e /400.500) = 90.000 **** .500 67. sehingga dari data produk tersebut dapat digunakan untuk inenghitung data-data yang tidak diketahui. Data produk C dapat digunakan untuk mencari jumlah d dengan cara sebagai berikut: 90.000 (nilai pasar produk A) f 1400.500 60 50 1.000 Produk dihasikan (kg) 40 Harga pokok per unit (Rp) 1.000 e 300.500 0.225 d 300.000 x 400.000 x d = 67.500 b Setelah nilai d dan b diketahui.000 (nilai pasar produk D) 24.000 f f = - 90.000 300.000 120.000 Setelah data-data biaya yang dialokasikan ke masing-masing produk.000.000 x 300.800 x 300.500 + 67.000 .000.350 *** I2 90.375 ** 1.000 24.000 f 300.000 x 400.000 300.000/400.

000 = b b 9.000 2.000 1.000 Jumlah b: 15.000 x 60. nilai yang didak diketahui dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Data yang diperlukan: P Q R TOTAL Satuanlunit dip~oduksi 4. 28 .600.000 15.000 25.000 x 60.000 a a b Rp.000 60.000 1.000x60.000 Rp 100. 60.000/100.000 Nilai jual pada titik split-off c d Rp15.000 3.000 60.Jawab: d Lihat no.000 7.000 60. 25 Jawab: a Keteran~an Harga pokok (RP) Harga jual (Rp) Laba Kotor (Rp) Persentase laba kotor dari penjualan *) *) Laba Kotor X 100% Harga Jual Jawab: c Dengan logika yang sarna dengan sod sebelurnnya.000 Jumlah d: d/100.000 Jumlah a: Jumlah c: c/100.000 d d - Jawab: c Lihat no.500.000 ~ i a i gabungan (joint cost) Rp36.000 c C = = - 36.

000 30.750 Harga Jual per Liter Rp 1.000 Blaya tenaga kerja 14.000 liter 3 0.000 liter Harga jual per liter: Jenis Produk Produk Terjual A 20. 33.000 liter B 30.15 Alokasi joint cost berdasarkan nilai jual relatiel3 Jenis Produk A B C Jumlah Jumlah Diproduksi 30. Jawab: a Lihat no. Jurnlah joint cost adalah biaya-biaya yang diieluarkan oleh Departemen I: Biaya bahan (Z) Rp 96.000 liter 15.000 Ru 150.000 60.000 Jumlah Rp 120.000 141.000 60.000 30.000 liter C 45.000 Ru 330. 30 Jawab: c Data yang dapat digunakan untuk alokasijoint cost bedasar harga jual relatif pada saat plit-off: 32.000 liter Jumlah Nilai Penjualan Rp 30.30.50 3.000 Biaya Penjualan Biaya Tambahan Relatif Alokasian Rp 0 Rp 45.000 189.000 75.000 Harga Per Unit Rp 1.000*** Ru 180.000 Biaya overhead pabrik 10.000 liter C 45.000 96.000 31.000 Rp36. 30 Jawab: b Lihat no.000 liter B 30.000" 66.20 5.15 Total Penjualan Rp 45.000 24.000 Ru120.000 liter 10. .000 Jurnlah liter produk yang diproduksi: Jenis Produk Produk Jumlah Produk Terjual dalam Persediaan Diproduksi A 20.000 liter 0 liter 30.50 3.000 120.000 liter 6 0.000 96.20 5.000"" 114.

000 Rp 270.OOO dengan metode harga jual relatifi Jenis Nilai Jual Alokasian Biaya A Rp 300.OOO.000 Alokasi total joint cost ke produk G: b = 270.00d unit) Harga pokok penjualan (10.000* B 600.000 RD30.000 (+) Biaya pernrosesan lanjut 12. Jawab: b Alokasi biaya bersama Rpl.000 = Rp162.000 *** Jumlah 100 kg Rp 1.500.000 400.E Satuan produksi Biaya gabungan Biaya jual pada saat pemisahan G w Total 40.000 35.000 * R 40 kg 400.000 Rp 78.000 ** C 20 kg 200.000 Perhitungan laba kotor produk W:Penjualan (10.000 .000 100.000 10.000/750.000.000 x 450.000/750.000.000 Biaya yang dialokasikan ke produk C: 20 kg x Rp 10.000 48.000 400.000 x 450.000 = Rp 200.000 Rp 60.000 RD 1.000 50.000 c Rp 450.000 a b Rp 420.000.000 Biaya yang dialokasikan ke produk A: 40 kg x Rp 10.000/100 kg = Rp 10.000 Alokasi total joint cost ke produk W:b = 60.000 dengan metode berat relatif: Jenis Berat Alokasian Biaya A 40 kg Rp 400.000t750.OOO *** Jurnlah RD 1.000 unit): Alokasian joint cost Rp 36.000 Biaya yang dialokasikan ke produk B: 40 kg x Rp 10.000 750.000 Rp 200.000 ** C 600. Jawab:a Alokasi biaya bersama Rp 1.000.000 Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagaio berikut: Biaya rata-rata per kg: Rp 1.000 = Rp 400.000 = Rp 36.000 = Rp 400.000 Jumlah laba kotor 34.000 = Rp 252.000 x 450.000 Alokasi total joint cost ke produk F:a = 420.

000 Ru 417.000 Rp 430.500 Overhead pabrik 3.000 80.36.000 300.000 150.950 20% x Rp24.000 Rp 120.1 dan PU-2: Biaya Pengolahan Harga Jual Alokasi Produk Harga Jual Lanjutan Hipotetis Biaya Rp 3 17. Jawab: c Pertimbangan untuk menentukan apakah akan diperoses lanjutltidak dengan membandingkan tarnbahan pendapatan dengan tarnbahan biaya: Tambahan pendapatan: Pendapatan bila diproses lanjut Pendapatan bila tidak diproses lanjut Tambahan biaya: Biaya memroses lebih lanjut Jumlah kenaikan laba pernrosesn lanjut Rp 420.000 Laba kotor: 4.200 Perhitungan alokasi biaya bersama sebesar Rp 540.000.750 Rp 550.6* PU-1 Rp 675.950 14.800 Rp 540.196.000 Rp 320.200.500 Rp 595.000 Rp 245.003. 37 37.750 Jumlah biaya produk PS sebelum pemisahan ~umlah biaya bersama produk PU-1 dan PU-2 9.500 Ru 540. maka sebalknya diproses lanjut.500 223.000 Karena apabila produk A diproses lanjut akan menghasilkan kenaikan laba sebesar Rp 20.012.4** Rp 1.0 .000 Rp 24.000 Tenaga kerja 5.200 ke produk PU.000 PU-2 165. Jumlah biaya bersama: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik (-) Biaya produk PS sebelum pemisahan: Penjualan produk PS (-) Biaya proses lanjutan: Bahan baku Rp 1. Pengerjaan untuk menjawab no.000 172.500 Rp 10.

616.003.800 Biaya per unit: Rp19.500/Rp417.100 900 2.000 Rp 3.0 Ru 388.003.80 Produk PS Jumlah biaya pengolahan Biaya produk PS sebelum pemisahan Rp 9.Perhitungan: *Rp245.180 .000 Rp 1.500 Rp 9000 420 1.003.000 Rp 4.320 RD 2.4 Biaya pernrosesan lanjutan 165.200 **R172.196.500 x Rp540.000.196.8001450 satuan = Rp44.50 Produk PU-2: Jurnlah biaya pengolahan Biaya alokasian Rp 223.000 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Produk PS2 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 12% x Rp3.500 satuan = Rp258.000 Jumlah Rv 19.4/1.1: Jumlah biaya pengolahan Biaya pengolahan Rp 317.4 Jumlah Biaya per unit:.0 Jumlah Ru 747.00 Pengerjaan untuk menjawab soal no.500 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 6.000.200 Perhitungan biaya per unit: Produk PU.800 Biaya pengolahan lanjutan 10.6 Biaya alokasian 430.6 Biaya per unit: Rp747. Rp388.000/Rp417. 38 Perhitungan biaya pabrikasi sebelum pernisahan: Produk PS 1 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 15% x Rp6.000 satuan = Rp124.500 x Rp540.

Perhitungan rugi-laba: Penjualan produk PU Penjualan produk PSI & PS2 Harga pokok penjualan produk PU: Rp 37.180 .100 psl: (Rp4.5000 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan (-) Biaya sebelum pernisahan produk PS 1 Rp 4.180 6.2.100) PS2: (Rp2.3.080 Jurnlah harga pokok penjualan Laba kotor Biaya pemaran clan 'administrasi Laba bersih 8.OOO+Rp1.320 (+) Biaya pengolahan lanjutan 11.820 Harga pokok penjualan produk sampingan: Rp 5.000 Biaya sebelum pernisahan produk PS2 2.38.180 Rp 3 1.500 Rp 42.180 + Rp900) -.

Pengendalian biaya b. Untuk menggantikan anggaran Sebagai basis kalkulasi biaya produk untuk pelaporan ekstemal c. Mengalokasikan biaya secara lebih tepat d. motivasi kepada karyawan Semua penyimpangan terhadap standar hams ditelaah lebih lanjut c. sedangkan penyimpangan yang penting yang menguntungkan tidak perlu Yang bukan merupakan manfaat sistem harga pokok standar adalah: a. sekaligusberartipengurangan a. Untuk meniadakan perlunya perhitungan kelebihan/kekurangan d. d. Tujuan standarisasi biaya (cost standard) adalah: Menentukan break-even point tertinggi tingkat produksi a. d.BAB XI I 1 METODE PENENTUAN HARGA POKOK STANDAR A. Pengawasan biaya Menghindarkankeputusan-keputusanmanajemen yang bersifat subyektif c. tersedianya laporan biaya b. pembebanan biaya overhead pabrik Mana dari yang berikut ini menggambarkan secara paling tepat karakteristik sistem biaya standar? Biaya standarmeliputipengendalianbiaya. Semuapenyimpanganpenting yang tidak menguntungkanharus ditelaah. 2. Penentuan harga pokok produk Administrasi barang yang lebih sederhana c. Mana dari berikut ini yang merupakan salah satu dari tujuan biaya standar? Untuk menyederhanakan prosedur kalkulasi biaya dan mempercepat a. biaya Standar dapat menegaskan tanggung jawab dan dapat memberikan b. 4. . SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK STANDAR 1. Pengukuran efisiensi bagian produksi 3. b.

Biaya &an lebih baik terawasi daripadajika standar yang lebih longgar (lunak) dipergunakan Metodeharga pokok standarmerupakan metode untuk menentukanjumlah biaya yang seharusnyauntuk membiayaiproses produksi tertentu. Varian yang terjadi pada umurnnya tidak menguntungkan c. Selisih kuantitas . Para pegawai akan didorong keras untuk mencapai standar d. para pelaksana Standar rata-rata biaya waktu lalu didasarkan atas dukungan saat c. dan selisih: Pengeluaran a. didasarkan atas tingkat efisiensiyang dapat dicapai oleh b. seluruh selisih (variance) dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utarna: selisih harga. dan c benar Untuk tujuan pengawasan. Volume Selisih efisiensi sering disebut dengan nama a.Sistem harga pokok standar dapat diterapkan pada: Sitem harga pokok pesanan saja a. di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal Standar teoritis. Berikut ini golongan standar mana yang banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan: Standar normal. b. b. Sitem harga pokok proses saja c. Jawaban a. Suatu perangsang besar yang bempa bonus akan dibayarkan b. Selisih pemakaian b. Tidak dapat diterapkan pada kedua sistem harga pokok di atas Biaya standar terutarna efektif untuk mengendalikan biaya yang mana: a. Semua alternatif jawaban benar Sebuah perusahaan yang menggunakan standar yang sangat kaku (teoritis)pada suatu sistem biaya standar akan mengalami: a. selisih efisiensi. Biaya tenaga kerja langsung b. Biaya rapat direksi d. didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang a. Kuantitas d. Biaya promosi penjualan c. permulaan menentukan harga pokok standar d. Tarip c. b. Sistem harga pokok pesanan atau sistem harga p k o k proses d.

c. d. Analisis terhadap selisih harga pokok memerlukan bantuan informasi yang tidak tersedia dalam rekening buku besar Rekening selisih biaya standar yang menguntungkan (laba) akan mempunyai saldo: a. 16 Jika diketahui: HS: Harga sesungguhnya per unit HSt: Harga standar per unit KSDib: Kuantitas sesungguhnya yang dibeli KSDip: Kuantitas sesungguhnya yang dipakai KStDip: Kuantitas standar yang dipakai 1: Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. (HSt . Debit Kredit b.HS) x HS C. d.andar d. manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih pemakaian bahan baku (materials quantity variance)? (HSt . (KSt -KS) x HSt 14. Rekening Barang Dalam Proses didebit dengan biaya sesungguhnyadan dikredit dengan biaya standar b. Persediaan bahan baku dicatat pada biaya sesungguhnyadan persediaan produk jadi dicatat pada harga pokok st. manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan baku yang dipakai (materials price usage variance)? (HSt . KECUALI: a. Selisih pemakaian dan selisih kuantitas Selisih kualitas 1 1.Metode pencatatan harga pokok standar ada dua bentuk pokok yaitu single plan dan partial plan. Selisih hargapokok standardicatat (dihitung)atas dasar input biaya yaitu pada saat biaya terjadi selama periode akuntansi c. . b.HS) x KSDip a.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. b. 13 s.HS) x KSDip a.d.HS) x KStDip C. (HSt . . c. Berikut ini adalah karakteristik metode partial plan. (KSt . Iawaban a dan b benar 12.HS) x KStDip (KSt . Data untuk menjawab soal no.

(HSt . Laba Rugi d. Laba Laba c. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Rugi Laba b.manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga pembelian bahan baku (materials purchase price variance)? (HSt . Laba Rugi d. Rugi Rugi b. (KSt . (KSt -KS) x HSt d. Rugi Laba c.HS) x KStDip b.550 Biaya pembelian aktual per kg Kuantitas aktual yang dibeli 2. 18.KS) x HS a. (KSt . Informasi mengenai bahan baku untuk produk BRI untuk bulan Oktober 1990 adalah sebagai berikut: Rp 1. 17. Selisih biaya bahan baku yang terjadi adalah: Selisih kuantitas Selisih harga a.HS) x KSDip a. b. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Rugi Rugi 16.600 Biaya standar per kg Rp1.HS) x HS C. 19.000 kg Kuantitas sesungguhnya dipakai 1. PT Binsar Jaya menggunakan sistem biaya standar. Laba Laba Selisih apakah yang timbul jika jumlah berat bahan baku yang sesungguhnya digunakanmelebihijumlah bahan baku yang dipakai menurut standartetapi biaya bahan baku sesungguhnyalebih rendah dari biaya bahan baku menurut standar? Selisih Efisiensi Selisih Harga a.HS) x KStDip C.900 kg Kuantitas standar yang diperkenankan atas produksi aktual 1.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. Harga bahan baku yang sesungguhnya lebih kecil daripada harga bahan baku standar akan tetapi biaya bahan baku yang susungguhnya lebih besar daripada biaya bahan baku standar. manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan yang dipakai (materials pfice usage variance)? (KSt .15. (HSt .800 kg .

000 (tidak menguntungkan) b. Rp 500 (laba) d.000 (tidak menguntungkan) 20.500. Rp450 (rugi) Semua alternatif jawaban benar . Dalam kenyataan (aktual) satuan produk yang memerlukan45. Rp 5.500.000 unit x.000 unfavorable Rp 10. Rp 5.Berapakah penyimpangan (selisih) harga pembelian? Rp90. Rp 700 (rugi) C. C. PT Trubus menganggarkan 50. d.000favorable Rp 4. Rp 175 (rugi) Semua altematif jawaban benar 22.70 3. Rp 4.500 kg Rp 0.100 per satuan.000.000.d.000. Rp 10.000 satuan bahan baku dengan harga Rp 2.500. Rp 200 (rugi) b.50 kg Rp 0.000favorable b.000unfavorable C.000 unfavorable Rp 10.000 favorable Rp 10.000 favorable d. Semua altematif jawaban benar Selisih hasil (yield) sama dengan: Rp450 (laba) a. Berikut ini data yang menyangkut biaya bahan: Bahan A Kuantitas bahan standar per unit x I kg Biaya bahan per kg RP 1 Kuantitas bahan yang dipakai Biaya bahan sesungguhnya per kg 2 1. Rp 100. 21 s.000. b.500. Pada bulan diproduksi 5.000 satuan produk dengan menggunakan 50.75 b.000. Selisih kuantitas bahan yang dipakai sama dengan: a. Rp 450 (laba) C. Rp 275 (laba) 4. Rp90. C. Selisih harga bahan sama dengan: a. Rp540 (laba) 23. 25 Untuk membuat produk x diperlukan bahan baku A dan B.000 (menguntungkan) d.000 satuan bahan baku dengan total biaya bahan Rp100. Rp 100.000.500 kg Rp 0.000 (menguntungkan) a.000 favorable Data untuk menjawab soal no.90 Juni 1987 Bahan B 0. d. Variance harga bahan langsung dan variance penggunaan adalah: Harrra (price) Penggunaan (usage) a.

800 (rugi) Rp 2. Rp 1..750 200 Selisih Kuantitas Pemakaian Bahan d.200 Harga Rp 11 19 22 ' Selisih harga bahan baku bulan Januari adalah: a. Rp250 (laba) c. Rp 2.lo0 (rugi) c. Barang Dalam Proses Rp 6. bagaimanakah ayat jumal untuk pemakaian bahan? a. d. Persediaan Bahan Rp 6.675 Rp 6. 26 s. Barang Dalam Proses Rp 6.675 Persediaan Bahan c. Rp520 (laba) Semua alternatif jawaban benar 25. 30 Biaya bahan baku standar untuk membuat produk Y sebagai berikut: Jenis bahan A B C Total Kuantitas (I .200 190 . Semua altematif jawaban benar Data untuk menjawab soal no.750 Selisih Hasil Bahan 450 Rp 275 Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan 250 6.0 5. Rp 3. d. Selisih komposisi sama dengan: a.100 2. Kuantitas ( k ~ ) 1. Rp520 (rugi) b.d.24.200 (laba) b. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (Single plan).675 Selisih Harga Bahan 275 Barang Dalam Proses Rp 6.700 (rugi) .675 Persediaan Bahan b.& 10 20 20 50 Harga Rp 10 20 20 Jumlah Rp 100 400 400 Rv 900 Selarna bulan Januari dibuat 100unit produk Y dengan biaya bahan sesungguhnyasebagai berikut: Jenis bahan A B C Total 26.

Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (single plan). Rp 1 18. Penggunaan bahan sesungguhnya dan total biayanya dalam bulan Nopember 1989 adaiah: bahan A 1.425. 33 Biaya standar bahan baku untuk membuat 250 kaleng cat adalah sebagai berikut: bahan A 300 kg atau Rp90.d. Cat yang sesungguhnya dihasilkan 1.000 (rugi) b.500 (laba) Rp 125. Rp 125.600 (laba) Rp 93. Rp 47. Rp 10.000. Rp 47. Rp 93. d.000 (laba) 32.000. d. Rp 3.600 (laba) Rp 93.750 kg Ryl90. Rp 95.700 b. Rp 10.600 (rugi) 28.000 (rugi) Selisih hasil (yield) bahan adalah: a.550 kaleng. Selisih komposisi bahan baku bulan Januari adalah: b.500 (rugi) c.600 (Iaba) c. dan bahan C 200 kg atau Rp250.27. Selisih harga bahan sebesar: a. a. Rp 93.000.700 b. Rp 83.600 (rugi) d.500 (laba) Rp 125.600 c.500 (rugi) c.600 c. Selisih hasil bahan baku bulan Januari adalah: a. Rp 47. bahan B 750 kg Rp1.000 (rugi) c.600 (laba) 29.000 (rugi) Selisih komposisi (mix) bahan adalah: a.000 d.600 (rugi) Rp 3. Rp 83. d. 31 s. Rp 10. Rp 95. dan bahan C 1.000.750. 3 1.600 (rugi) c.000 Apabila dipakai metode pembukuan parsial (partial plan).000 (laba) . Rp 125.000 d.000 (laba) 33.000. a. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalarn Proses adalah: . Rp 10. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalam Proses adalah: a. Rp 90. bahan B 125 kg atau Rp250. b.000. b.000 30. Rp 118. Rp 90.250 kg Rp1. Rp 125.000 (laba) Rp 125. b. Data untuk menjawab soal no. Rp 47. d.

5 kg @ Rp 140. Rp 15. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih hasil (yield variance) sebesar: b.00 -Z 2.OO Rp 30.00 -Z 0.OO 70. Rugi Laba c.000. Data untuk menjawab soal no.00 (rugi) 36.500 @ Rp 120.400 @ Rp 150. Rp 84.OO Rp 150.000.000. Rp 12. d.000.500. Laba Rugi Laba Laba d. Rp 50.000.00 (laba) Selisih komposisi bahan baku a.00 (laba) c.00 -Y 0. d. Rp 45.00 (rugi) Rp 12.00 (rugi) 35.00 (laba) adalah: b.2 kg @ Rp 125. Rp 12. Rp 15. Rp 12.100 unit produk dengan biaya bahan: -X 2.OO (rugi) 37 Rp 84.OO (laba) c.Data untuk menjawab soal no.300 @ Rp 90.OO (rugi) 38. b.500.3 kg @ Rp 100.00 (laba) c.000.OO (laba) d.500.00 50.00 1. 38 PT XYZ telah menyusun biaya biaya bahan standar untuk setiap unit produk sebagai berikut: -X 0. c. Rp 12.OO (rugi) a.4 kg @ Rp 125.500.OO (rugi) Rp 90.d. 34 s. Rp 45. 40 Jss : Jam kerja sesungguhnya Jst : Jam kerja standar .000. Selisih komposisi bahan baku X adalah: a.OO 34.d.OO Untuk bulan Mei 1990perusahaan tersebut menghasilkan 6. 39 s.00 (laba) C. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih biaya bahan baku: Selisihkuantitas Selisih harga a.000. Rp 12.00 (rugi) Rp 50.00 (laba) b. Selisih komposisi bahan baku Y adalah: a.000.000.000. Rp 90. Rugi Rugi b.000.00 -Y 2.

(Jst x Tss) c.Tss : Tarip upah sesungguhnya Tst : Tarip upah standar 39.(Jss x Tst) Selisih efisiensi upah langsung adalah sama dengan: a. (Jss x Tst) . Selisih biaya tenaga kerja adalah sama dengan: a. Mana dari keempat jenis standar tersebut yang menggambarkan biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya terjadi dalam tingkat operasi seperti yang selama ini dapat dicapai? a. Jumlah unit yang diproduksi dalam periode yang bersangkutan kurang dari jurnlah unit yang dianggarkan 40. 43.(Jst x Tst) b. c. (Jss x Tss) . Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam standar b.(Jst x Tst) b. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan tarip standar Pebedaan antara tarip standar dengan tarip aktual d~kalikan dengan . Total biaya upah sesungguhnya kurang dibanding biaya upah standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi d. (Jss x Tss) . (Jss x Tst) . Currently attainable standard Penyimpangan efisiensi upah langsung merupakan: a.(Jst x Tst) d. Maximum-efficiency standard d. (Jss x Tss) . Jam tenaga kerja langsung standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi lebih besar daripada jam tenaga kerja langsung sesungguhnya dipergunakan c.(Jst x Tst) d.(Jss x Tst) Dibawah ini dicantumkan empat nama jenis standar berbeda yang dihubungkan dengan sistem biaya standar. Perbedaan antara jumlah jam standar dan tarip aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Varians efisiensi upah yang menguntungkan menunjukkan: a.(Jst x Tss) c. Rata-rata upah yang dibayarkan kurang dari tarip standar b. Basic standard c. (Jss x Tss) . (Jss x Tst) . 41. . (Jss x Tst) . Ideal standard b. 42. jumlah jam aktual d.

Selisih tarip upah (laba) Mana dari yang berikut ini merupakan alasan paling mungkin dari terjadinya penyimpangan tarip upah tak menguntungkan dan penyimpangan efisiensi menguntungkan? Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian a. upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Tarip upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya d.44. pekerja dari bidang produksi lainnya c. Selisih biaya tenaga kerja yang terjadi adalah: Selisih tarig Selisih efisiensi Rugi a. Selisih tarip upah (rugi) c. Selisih efisiensi upah (laba) d. 47. Rugi Rugi c. Laba Laba d. kerja langsung standar Tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar melebihi tarip c. Data untuk menjawab soal no. 48 s. besar terdiri dari tenaga berpengalaman dengan pembayaran tinggi Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian b. besar terdiri dari tenaga muda dengan pembayaran rendah Untuk memenuhi jadual produksi.d. 50 F LIELANI yang menggunakan sistem harga pokok standar memeliki data akuntansi T sebagai berikut: 200 unit Unit yang diproduksi 5 jam Jam kerja standar per unit Tarip upah standar per jam Rp600 . Rugi Laba b. melebihi tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar Jikajam tenagakerjalangsung sesungguhnyamelebihijam tenaga kerja langsung standar jenis selisih (variance) yang akan terjadi adalah: a. ditugaskan membantu pekerjaan tertentu Bahan baku yang cacat menyebabkanlebih banyak tenagakerjadigunakan d. Selisih efisiensi upah (rugi) b. 46. Laba ~ l 45. sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya melebihi jam tenaga b. Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya ternyata lebih besar daripada jam tenaga kerja standar dan biaya tenaga kerja sesungguhnya lebih kecildaripada biaya tenaga kerja standar. Saldo debit dalam rekening selisih efisiensi upah menunjukkan: Jam tenaga kerja langsung standar melebihi jam tenaga kerja langsung a.

000 Selisih Efisiensi Upah ' Utang Gaji dan Upah d.000 (laba) c. d.000 (rugi) d. Rp 55. d.000 (laba) c. Rp 60.000 (laba) Selisih efisiensi upah: a.000 (rugi) Rp 55. 4.000 Rp 60. 51 s. Selisih Efisiensi Upah 60.000 (laba) b. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah: Barang Dalam Proses Rp 600. Rp 60. Rp50. Rp45. Rp 60. Barang Dalam Proses Rp 600.000 Selisih Tarip Upah Utang Gaji dan Upah b.000 Semua alternaiif jawaban benar . b.000 Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah c.000 Selisih Tarip Upah 55.500 jam Rp45.000 (rugi) 49. 50. Barang Dalarn Proses Rp 600. Selisih tarip upah: a.000 Selisih Tarip Upah Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah Data untuk menjawab soal no. c.d. Rp 55.Tarip upah sesungguhnya per jam Total jam kerja langsung sesungguhnya 48.000 (rugi) Rp 60.000 a.100 jam b. Barang Dalam Proses Rp 600. 53 Perusahaan X menggunakan sistem biaya standar.000 Selisih Tarip Upah 55.000 (laba) Rp550 1. Selisih tarip upah sama dengan: a.000 (rugi) Rp 55. Berikut ini data yang berkaitan dengan biaya tenaga kerja langsung untuk bulan Juni 1997: Jam tenaga kerja langsung standar per unit produkl Jam Tarip upah standar per jam kerja Rpl00 Jumlah produk X yang dihasilkan pada bulan Juni 500 unit Tarip upah sesungguhnya per jam kerja Rp90 Jam kerja sesungguhnya 5 1.

FT Seni Jaya menggunakan sistem biaya standar.ah (laba) Rp6. Rp 260. 1.600 b. Rp50.400jam b.52. Barang Dalam Proses Rp 500. c.000 jam Jam tenaga kerja langsung menurut standar .600jam 56.000 Jam tenaga kerja langsung standar 40. PT X menggunakan sistem biaya standar.000 Gaji dan Upah d. 1.400 Selisih tarip up. 1. Rp 244.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 8. Rp 260. Selisih efisiensi tenaga kerja sama dengan: Rp45.000 (rugi) b.000 Selisih tarip Upah Rp 45. Rp 243.000 (rugi) a. Informasi mengenai biaya tenaga kerja langsung bulan September 19x2 adalah sebagai berikut: Tarip upah standar Rp 6.000 c. Barang Dalam Proses Rp 500.598 jam d. 54.000 Rp 500.400 53.000 jam Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21.402jam c.000 a. Semua alternatif jawaban benar Biaya tenaga kerja langsung PT X bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: 42. Informasi mengenai tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut: 30.500 jam Rp 600.000 Gaji dan Upah b.000 c.000perjam 6.000 (laba) d. Rp50. Rp 405.100 per jam Tarip upah sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar untuk mengerjakan produksi sesungguhnya 1. Semua alternatif jawaban benar Jurnal distribusi gaji dan upah yang bisa dibuat dari data di atas apabila dipakai metode berat sebelah (partial plan) dalam penerapan sistem harga pokok standar adalah: Barang Dalam Proses Rp 405.000 d. 55. 1.000 Selisih Efisiensi 50.30 Tarip upah langsung standar per jam Upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dalam bulan Maret 19x2 adalah sebesar: a.000 Gaji dan Upah 405.000 Selisih efisiensi upah (rugi) Jumlah jam kerja sesungguhnya dalam bulan September 19x2 adalah: a.

000 Variance tarip upah langsung (favorable) Rp 420. Rp 5.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21.150 (laba) Rp 6. Rp 6.000 (laba) b.450 (laba) Data untuk menjawab soal no. Rp3. Rp 4. Rp 6. Rp 3. Rp1. 57 s.300 (laba) d. biaya material dan upah buruh umurnnya dihitung berdasarkan kondisi normal dan kondisi sekarang yang memungkinkan adanya perubahan harga dan tarip.200 57. Rp 3. Rp 3. 59. Rp 5. Rp1. 58 Data biaya tenaga kerja langsung PT Karanggayam selama bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: Jam kerja standar 30. Rpl.000 jam Jam kerja sesungguhnya 29.80 Informasi mengenai biaya upah langsung PT Aroma untuk bulan Mei 19x1 adalah sebagai benkut: Tarip upah langsung standar Rp 600 Rp 580 Tarip upah langsung sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar 20.000 Dalam standar costing.000 Rp 6. 170.80 a.000 jam Selisih efisiensi biaya tenaga kerja langsung Rp 4. Rp1.80 Tarip upah standar per jam tenaga kerja langsung adalah: b. Kondisi Harga dan Tarip 58.000 Rp126. Rp 3 3 4 c.Selisih tarip upah (rugi) Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Selisih efisiensi upah F Seni Jaya adalah: T a.000 Berapaupah langsungtotal yang hams dibayarF T Aroma untukbelan Mei 19X1? a.60 c.800 laba Selisih tarip upah tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 110. c. sedangkan biaya tidak langsung pabrik dihitung berdasarkan: a. Kondisi Operasi dan Motivasi c.000 d. 60. Rp 4.160.000 laba Rp 5.000 c.OO d.80 a.000 b. . Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung adalah: b.218.d. Kondisi Efisiensi d m Volume Normal d.OO d.200. Kondisi Ideal dan Maksimum b.

selisih antara actual factory overhead dan factory applied pada produksi adalah: a. Dalam metode dua variance untuk menganalisis factory overhead. 63. Dalam mengadakan analisis selisih biaya overhead pabrik neto/keseluruhan (nevoverall factory overhead cost variance). Menguntungkan c. pabrik standar Menurut metode 2 variance untuk menganalisis overhead pabrik. Ya Ya Tidak Tidak Volume J'ariance Ya Tidak Tidak Ya . Kapasitas normal berbeda dengan kapasitas standar c. Volume Variance Tarip pembebanan overhed tetap adalah fungsi dari tingkat kegiatan "normal" yang ditetapkan di muka. tergantung jumlah d. Biaya overhead pabrik sesungguhnyaberbeda dengan biaya overhead d. diperlukan adanya: a. b. Apabila jumlah jam standar atas produksi aktual sama dengan tingkat kegiatan "normal" ini selama satu periode tertentu. dan c benar d.61. Efisiency Variance d. Tidak menguntungkan Bisa menguntungkan atau tidak menguntungkan. Anggaran statik (static budget) Jawaban a. overhead yang dianggarkan Di dalam metode harga pokok standar akan terjadi selisih kapasitas biaya overhead pabrik adalah: Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas standar a. 64. Controllable (budget) variance a. Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas normal b. b. . penyimpangan volume akan: No1 a. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fixed budget) b. 65. Controllable Variance b. b. d. c. budget allowance yang didasarkan atas jam standar digunakan dalam perhitungan: 62. c. Spending Variance c.

000 Variance overhead menyeluruh-favorable "Applied factory overhead" untuk bulan Agustus 19 X 1 adalah: a. .475 jam 3.000 b. Rp 104 (laba) c. Rp 195.500.500 Jam standar tenaga kerja langsung yang disediakan untuk produksi aktual 39.000 Jam aktual tenaga kerja langsung 39. Rp 104 (rugi) 69. Rp 480 (laba) Selisih volume (volume variance) yang terjadi dalarn tahun 19x1adalah sebesar: b. Controllable variance c.80 Data kegiatan dan biaya overhead pabrik dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Selisih terkendalikan (controllable variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.66.400 jam Rp 7. Spending variance 67. 68 s.200 3. Rp 14 (laba) a.20 0.000 Tarip standar overhead variabel per jam upah langsung Jam tenaga kerja langsung bulanan dianggarkan 40 .000 jam mesin adalah sebag 1' / Jenis biavp Biaya overhead pabrik variabel Biaya overhead pabrik tetap Jurnlah jam mesin sesungguhnya Jumlah jam mesin standar Biaya overhead pabrik sesungguhnya 68. Rp 480 (rugi) d. Efficiency variance d. Dalam metode 3 variance untuk menganalisis overhead pabrik. Rp 197. Rp 197.000.d.000 Rp2. Rp 199.800 3. Rp 14 (rugi) c.000. Net overhead variance b. Rp 480 (rugi) d.500. selisih antara overhead pabrik sebenarnya (actual) dan overhead pabrik yang diterapkan (applied) pada produksi adalah: a.000 d.000 c. I-! !& Rp 4.000. 72 Biaya overhead pabrik y dalam tahun 19x1 pada kapasitas normal 4. PT Larekat menggunakan sistem akuntansi standar.000 Tarip standar overhead tetap per jam upah langsung Rp 4. Rp 104 (rugi) b. Data biaya overhead dan produksi bulan Agustus 19x1 seperti berikut ini: Rp 1.384 Tarip Rp 1.000 Data untuk menjawab soal no.

Rp 730 (laba) c.000 kg @Rp1.900 kg.70.500. c. Rp 540 (rugi) Rp 5OO(rugi) Rp 1. 71. d.4 6 Ru 15 Jumlah Dalam bulan Januari 1987 dibeli bahan baku 5. Rp 104 (rugi) b.9 dan bahan baku yang dipakai 4.000 unit dan produk dalarn proses akhir bulan 500 unit dengan tingkat penyelesaian 80% bahan baku dan konversi. Rp 150 (rugi) b. Rp 400 (rugi) Selisih tarip upah langsung adalah: a. Rp 420 (rugi) d.000jam kerja langsung per bulan. Rp 490 (rugi) d. d. Selisih kuantitas bahan baku adalah: a. Rp 480 (rugi) d.800 (laba) 74. 73. b. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp14. Biaya standar untuk pengolahan satu unit produk adalah: Bahan baku 2 kg @Rp2 RP 4 5 Tenaga kerja langsung 4 jam @Rp1. Total upah Rpl 1.d. Produk terjual sebanyak 1.460 dengan tarip upah sesungguhnyaRp1.2 per jam. Rp 4773 (laba) Rp 500 (laba) . 73 s. Rp 420 (laba) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.25 Biaya overhead pabrik berdasar jam kerja langsung: Tetap 4 jam @ Rp05 RP 2 Variabel4 jam @ Rp 1' .800unit @Rp25. Rp 200 (rugi) c. 80 PTNUSA JAYAmenggunakan sistemharga pokok standar. Rp 14 (rugi) b Rp 14 (laba) c. Selisih harga bahan baku yang dipakai adalah: a.Perusahaan tersebut memiliki kapasitas normal 10. Rp 200 (laba) Rp 400 (laba) 75. Selisih pengeluaran (spending variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a. Data untuk menjawab soal no. Rp 14 (laba) c. Rp 14 (laba) c. Rp 480 (rugi) d. Jumlah produk yang diselesaikan periode tersebut 2. Rp 420 (rugi) Selisih efisiensi (efficiency variance) yang terjadi tahun 19x1 adalah sebesar: a. Rp 500 (laba) b. b. Rp 104 (rugi) 72.

Rp 15. perusahaan membeli 6.8 jam C. Rp 10. 5. Data untuk menjawab soal no. Rp 11. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik didebit sebesar: a.OO c. Rp 12.500 b.000 C.Selisih (penyimpangan)yang terjadi dalam bulan Mei 19x4 adalah sebagai berikut: Selisih efisiensi tenaga kerja langsungRp1.000unit produk. b. Rp 12. Rp 14. 3. Rp 75 (laba) b. 4. Rp 0. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung didebit sebesar: a.5 (laba) Selisih terkendalikan adalah: a. Rp 50 (laba) Rp 100 (laba) 78. Rp 12.O jam .8 jam b. d. Biayatenagakcrjalangsung sesungguhnyadalarnbulantersebutsebesarRp19. 3. Jika menggunakan rancangan tunggal (singgle plan).000 b.5 (rugi) Rp 3. Jam tenaga kerja langsung standar per unit produk adalah: a.5 (laba) C.400 d.000 Jika menggunakan metode rancangan berat sebelah (partial plan).000 kg bahan baku dengan harga Rp 5 1.050(rugi) Selisih bahan baku (total)Rp620 (laba) 8 1.500 d.248.Seluruhbahan baku tersebut digunakan untuk memproduksi 1.76. Rp 62. Rp 1.000.1 jam d. Rp 562. d.d 84 Perusahaan B menggunakan sistem biaya standar. Rp 200 (rugi) Rp 675 (laba) 79. Perusahaan telah menetapkan standar untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sebagai berikut: Bahan BakuKeria Tarip atau harga standar Kuantitas atau jam standar per unit Biaya standar per unit ? Tenaga Langsung RP 5 ? 53 ? Rp 19 Dalam bulan Mei 19x4. Rp 14. Selisih efisiensi upah langsung adalah: a. b. d.000 80.937. Rp 225 (rugi) C.460 c. Rp 200 (rugi) Selisih volume adalah: a. 81 s.500 (rugi) 77.

d. 87 s.500 kg bahan baku.50 jam Harga Standar RP 4 RplO Bahan baku Tenaga kerja langsung Total selisih biaya bahan baku dalam bulan Januari 19x1 adalah Rp4.O a. Rp 900 (laba) Selisih kuantitas bahan dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp1. 86 PT Y menggunakan sistem biaya standar. Rp 34. Rp 900 (rugi) b. 4 Memproduksi 1.780 (rugi) .850 b. Rp 1. Rp 802 (rugi) d.000 kg bahan baku untuk produksi. Data untuk menjawab soal no.20 d.000 d. Rp 34. sedangkan total selisih biaya tenaga kerja langsung adalah Rp 9 15.90 86. Rp 802 (laba) c. Rp 6 0 Selisih tarip upah yang terjadi dalarn t ~ l a n 19x4 adalah: Mei a. c.82. 84. 85 s.d. 85. RP 4.050 (laba) 83. Rp 1. b.500 unit produk jadi. 3 Menggunakan 825 jam tenaga kerja langsung untuk produksi. Tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya per jam dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp 5. Rp 36.000 c.8 d. 96 Berikut ini adalah biaya bahan baku standar untuk memproduksi 1. c. perusahaan mencatat informasi berikut ini: 1 Membeli 8.OO c. Rp 10.O b.850. Rp 4. Dalam bulan Januari 19x1.050 (rugi) d. 5 Biaya standar per unit produk adalah sebagai benkut: Kuantitas Standar 5 kg 0. Rp 32. Rp 15.000 Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung dalarn bulan Januari 19x1 adalah: b. Rp 1. Total harga sesungguhnya bahan baku yang dibeli dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. 2 Menggunakan 8. Rp 30.780 (laba) a. Data untuk menjawab soal no.000 kg produk X: .00 a. Rp 165.

30/kg Biaya standar per kg produk X adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku (llhat perhitungan di atas) Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya standar * ** Untuk menghasilkan 1.250 (rugi) d. Rp2 tarip biaya overhead pabrik variabel).produksi sesungguhnya dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Produksi sesungguhnya Bahan baku yang sesungguhnya dipakai: Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya 87. 200. Rp 300 (rugi) b.000 jam tenaga kerja langsung adalah Rp20. Rp 2. Rp 300 (rugi) b.250 (laba) c. Rp 300 (laba) c. Rp 2. Data kegiatan dan biaya .000 kg produk diperllkan 20 jam tenaga kerja langsung dengan tarip upah Rp3 per jam atau Rp0. Rp 2.60 per kg produk jadi Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung dengan tarip Rp5 per jam (Rp3 tarip biaya overhead tetap.000 kg 38.Ja w Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jurnlah bahan baku Jumlah produksi Kuantitas 800 kg 200 kg 200 kg 1.25/kg 0.000 (laba) Selisih hasil bahan baku (materials yield variance) yang terjadi dalarn tahun 19 X1 adalah sebesar: a.000 Selisih komposisi bahan baku (materialsmix variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a.000 kg 36.25 0. .552 Rp 22. Rp 250 (rugi) 88.40 0.250 (rugi) d. Rp 2.000 kg 157.000 kg 3.000.000kg Rp 200 80 20 Ru 300 Rp Rp 300 Rp 0.10 1.800 jam Rp 11. Harga ~ e k~ r Rp 0. Biaya overhead pabrik pada kapasitas normal 4.

&an Persediaan Barang Dalam Proses Selisih biaya standar harus dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan. Rp 750 (laba) b. Ideal b. Rp 600 (rugi) c. Harga Pokok Penjualan.250 (laba) a. maka pengalokasiannya harus didasarkan pada: Biaya sesungguhnya yang ada dalam buku besar a. Rp 250 (rugi) Selisih efisiensi tenaga kerja langsung (labor efficiency variance) yang terjadi dalam tahun 19X 1 adalah sebesar: a. Biaya standar yang ada pada buku besar b. c.250 (laba) c. Jawaban a dan b benar Jika selisih biaya standar hams dialokasikan dalarli beberapa rekening. Jawaban a dan b benar Jika seluruh selisih biaya standar dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan. Ditutup ke rekening Persediaan Rarang Jadi.Selisih hasil tenaga kerja langsung (labor yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: b. Rp 150 (laba) Perlakuan atas selisih yang material antara biaya sesungguhnyadan biaya standar adalah: a. c. Rp 600 (laba) d. Betul b. maka laba yang dilaporkan akan sama sebagaimana kalau menggunakan prosedur biaya historis: a. Salah . Rp 750 (rugi) d. Rp 600 (rugi) b. Rp 300 (rugi) b. Diperlakukan sebagai beban atau pendapatan lain-lain Ditutup ke rckening Persediaan Barang Jadi dan Barang Dalam Proses b. Rp 750 (rugi) d.250 (rugi) d. Rp 300 (rugi) c. Rp 2. Usang (tidak cocok lagi) c. Rp 2. Rp 250 (rugi) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi tahun 19X 1adalah sebesar: a. Rp 2. Rp 450 (laba) Selisih hasil overhead pabrik (overhead yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Ditutup ke rekening Persediaan Barang Jadi dan HargaPokok Penjualan d. bila selisih ini disebabkan karena perlggunaan standar yang: a. Rp 450 (laba) c.

400 Hitung selisih standar net0 yang ada: a. 102 s.260 d.360 Data untuk menjawab soal no.Data untuk menjawab soal no. Rp 6. Rp 1.200 Jumlah unit yang diproduksi 2. pada bulan . Rp 1. c. Rp 2. Rp 9.160 a. Rp 400 Bila selisih diperlakukan sebagai biaya. b. Rp 3.200 a. maka laba bersih: b.600 unit Persediaan barang jadi awal tidak ada Persediaan barang jadi akhir 400 unit Persediaan barang dalam proses tidak ada Pajak penjualan abaikan 97.000 b. Karena permintaan akan produk ini menurun. d. Rp 2.000 unit Jumlah unit yang dijual 1. 99. Rp 4. Rp 3.000 Standar harga pokok produksi (CGM) 20. d. Rp 800 d. FT TITANIUM menghasilkan larutan kimia yang digunakan untuk perawatan barang-barang industri.000 c. RP 000 Hitung persediaan akhir barang jadi: a.d. Rp 3. Rp 2. maka jumlah laba bersih setelah memperhitungkan adanya selislh: a.000 c. Bila selisih net0 dialokasikan pada persediaan dan harga pokok penjualan. Rp 4. Larutan ini dijual di dalam drum dan biasanya memiliki harga penjualan stabil. b. 97 s.610 c. Jumlah laba bersih sebelum diperhitungkan adanya selisih: Rp1.200 d. Rp 4.200 Rp 400 100. 104 102. 101 Berikut ini adalah data biaya PT Awan Biru yang menggunakan sistem harga pokok standar: Penjualan Rp 25.000 101. Rp 3.000 Selisih Tarip Upah-menguntungkan (laba) 400 Selisih Efisiensi Upah-merugikan (rugi) 1.000 Biaya administrasi dan penjualan 6.000 b.200 c.000 98.d.000 Rp 3.

Digunakan 700.000 Rp 230. Drum kosong: . Tenaga langsung: .Biaya tidak langsung lainnya (variabel) Total 3.000jam kerja dengan biaya Biaya tidak langsung: .500.000 drum.000 drum.000.000 drum.Depresiasi bangunan dan mesin (tetap) . Dalarnbulan Nopember 1985perusahaan beroperasi pada tingkatkapasitas normal yaitu dengan memproduksi 120.Digunakan 60.00 Anggaran biaya tidak langsung tetap untuk tingkat produksi bulan Desember 1985 adalah Rp275.Dibeli 85. Rp 470.000. Informasi tambahan tentang operasi perusahaan selarna Desember 1985: 1. 4.000.000. Biaya standar untuk setiap drum larutan kimia (dalam ribuan) Bahan baku: Rp 20 1 10 kg bahan baku 1 drum kosong Rp 21 Tenaga langsung: 1jam RP 7 Biaya tidak langsung (tetap): RP 4 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya tidak langsung (variabel): RP 6 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya yang terjadi selarna Desember 1995: Bahan baku: .00 Rp 666.000. Semua fungsi biaya adalah linier.000 76.500.000 kg.Penyelia (supervisor) dan tenaga tidak langsung (semi variabel) .Dibeli 600.000. Biaya penyelia dan tenaga tidak langsung adalah Rp680.Desember 1985 perusahaan hanya menggunakan 50 persen kapasitas normal dengan memproduksi dan menjual60.Digunakan 65.000.000 kg dengan harga .000 260. Diminta: Buatlah daftar perhitungan untuk menetapkan penyimpangan (variances) bulan .000 drum dengan harga .

000 --.000 -.000 unit.000 jam kerja. 103. Material usage variance c. b.000 3.000 Persediaan bahan (10.000 -. Pembebanan biaya overhead pabrik menurut jam kerja.000 -Rp 125.500 jam) Selisih tarif upah Selisih jam kerja Produk dalarn proses-biaya overhead Selisih controllable overhead Selisih volume overhead Biaya overhead pabrik tetap actual Biaya overhead pabrik variable actual Rp12.Rp 195.Rp 196. Produksi sebenamya c. 3.600 Rp 735. Produk dalam proses-upah Utang gajilupah (19. Kapasitas normal :24.000 -.000 -. Jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarif upah standar per unit.000 -Selisih harga bahan Rp 100. Dari perusahaan MEDIAN. d.000. diperoleh data pembukuan berupa jurnal-jurnal per periode tertentu. b. .000.000 kg) 2. Labor rate variance d. Produk dalam proses-bahan Rp 5.1 10. Tunjukkan pula apakah masing-masing penyimpangan di atas menguntungkan (favorable) atau tidak menguntungkan (unfavorable). e.Rp 5. Labor usage (efficiency) variance Factory overhead variance dengan menggunakan four-variancemethod. Lakukan pembuktian dalarn perthitungan atas kebenaran selisih biaya overhead di atas dalarn jurnal ke 3. 8. Tarip biaya overhead pabrik tetap maupun variable per jam.096.000 -Selisih kuantum bahan -. -Rp 4.Rp11. Jumlah pemakaian bahan standar per unit dan harga bahan stnadar per unit. 2.Desember 1985: Material price variance (dihitung pada saat pembelian) a. Hitunglah: 1.000 300.505.Rp 4. Perusahaan menggunakan standar costing. sebagai berikut: Debet Kredit 1.Rp -.000 Data lainnya: a.000. 4.Rp 750.

000 Rp 800.000 Rp 120.000 unit Rp2. Pembuktian atas selisih terkendali dan volume dari giaya overhead B.kg.000 -- Rp200.000 u p 78.6 kg @ Rp500 per. d. c. Dalam bulan Januari 1989 telah diperoleh informasi sebagai berikut: Di Debet a.000 Rp 1. f. b. Buatlah jurnal pembebanan biaya-biaya standar (bahan. Kuantitas pemakaian bahan scsungguhnya 3. 2. Selisih harga bahan baku Selisih kuar~titas bahan Selisih jam kerja langsung Selisih tarip langsung Selisih terkendali overhead Selisih volume overhead -- Di Kredit Rp 145.000 Hitunglah: Harga pokok stanilar seluruh hasil procluksi bulan Januari 1989 A. PT.638. e.104. Biaya overhead pabrik dibebankan pada produk atas dasar jam kerja langsung normal.000 Rp 80. Harga bahan sesungguhnya 6.4 jam @ Rp400 per jam kerja.oduksi standar pada jam kerja normal 4. Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesunggullnya 5.755. Biaya standar per unit produk adalah: Bahan baku 0.000 ---- Biaya bahan baku sesungguhnya Upah langsung sesungguhnya Overhead pabrik tetap sesungguhnya Hasil produksi billan Jani~ari1989 9. Upah langsung 0. tenaga kerja. Jarn kerja normal dan jurnlah pr. menghasilkan sejenis produk dengan menggunakan sistem harga pokok standar. Tarip overhead pabr~k variabel Rp400 per jam kerja langsung. I .000 --Rp 240. Tarip overhead pabrik tetap Rp200 per jam kerja langsung. Budget overhead tetap pada jam kerja normal 7. AUDI. dan overhead) ke dalam proses produksi dan jurnal hasil produksi .

000 = Rp 4.000 merugikan = Rp 10.500 kg Bahan B: Kuantitas dipakai sesungguhnya 4.000 x 1) 50.000 menguntungkan 21.Rp 2.000 .000.000 Kuantits sesungguhnya dipakai 45.000 .550) 2. Jawab: d Data harga: Harga standar per kg: Harga sesungguhnya per kg: Data kuantitas: Kuantitas dibeli: Kuantitas dipakai sesungguhnya: Kuantitas dipakai standax Rp 1.90 Rp 0.000) 1 satuan Kuanitas standar untuk sejumlah yang diproduksi (50.000 Selisih penggunaan = ( 45. PENYELESAIAN 19.500 kg .Rp 1.000/50.100 ) 45. Jawab: c Data harga: Harga standar per kg Harga sesungguhnya per kg Bahan A: Bahan B: Bahan A: Bahan B: RP 1.550 2.000J50.50.600 Rp 1.B.000 kg = RplOO.000.100 Data kuantitas: Kuantitas standar per satuan bahan ( 50.50 kg): 2.000 unit x 0.000 kg 1.000 kg Bahan A: (5.500.000 ) Rp 2.OOO (menguntungkan) 20.000 unit x 1 kg:5.500 kg Bahan A: Bahan B: 3.m Rp 0. Jawab: a Data harga: Harga standar per satuan bahan (Rp100.600 .000 Selisih harga = ( Rp 2.75 Data kuantitas: Kuantitas dipakai standar (5.000 Harga sesungguhnya per satuan bahan = R p 2.70 Rp 0.800 kg Selisih harga pembelian = ( Rp 1.000) = Rp 2.900 kg 1.

950 5.050 2.35) Jumlah Rp 7.675 1.450 Komposisi menurut standar: Bahan A: 8.Rp 1.35) Hasil sesungguhnya (5.750 Q6.OO: Rp500 menguntungkan Bahan B: (3.867 7.000 x 1/1.35/1.200 6.000 6.500 Rp 6.625 Rp Rp5.000 kg x Rp1.OO) 4.90) Bahan B: (3.OO) Bahan B: (2.50 kg) Perhitungan selisih komposisi: Komposisi menurut sesungguhnya: Bahan A: 4.90 Rp4.500 kg x Rp0.75) Biaya bahan menurut standar: Bahan A: (5.50 kg @Kp0. Jawab: b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut*standar(8.500:Rp450menguntungkan Bahan A: Bahan B: (Rp0.500 .5 x Rp 1.000/1.50 x Rp0.750 Rp450merugikan .00 03 .500 kg x Rp0.I Perhitungan total selisih biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A: (4.500 .500 kg x Rp0.333 1.500:R~ 1 5 merugikan 7 Jumlah selisih RD 275menguntungkan 22. Jawab: a Perhitungan selisih kuantitas: Bahan A: (4.000) Rp1.500 x Rp 1.5.75 .2.750 menguntungkan Perhitungan selisih harga: (Rp0.70) Jumlah Rp4.70 2.200 Rp250 menguntungkan 24.70 Jumlah 1.00 Bahan B: 3.90 .70) 3.70: Ru700 merugikan Jumlah selisih Ru 200 merugikan Jawab: a Komposisi standar satu unit produk: Bahan A: 1 kg @Rpl Bahan B: 0.50 x 1 :Rp Bahan B: 8.Rp0.35 Rp0.70 : Jumlah Rp 1.000 x 0.5 Ru 1.500) Rp0.50/1.50 kg Harga rata-rata menurut standar (Rp1.500 x Rp0.000 x Rp1.

100 kg Rp 1.000 kg x Rp20) Jumlah 26.100merugikan .000 kg Bahan C (100 x 20 kg) Data sesungguhnya untuk bulan Januari: Harga sesunggubnya: Bahan A per kg Bahan B per kg Bahan C per kg Kuantitas sesungguhnya: Bahan A Bahan B Bahan C ' Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A(1. Rpl 1 19 22 Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A (Rpll . Jawab: b Jurnal pencatatan dengan single plan: Barang Dalarn Proses Selisih Hasil Bahan Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan Jawab: d Data standar untuk produk Y yang dibuat (100 unit): Harga s t a n k Bahan A per kg RplO Bahan B per kg 20 Bahan C per kg 20 Kuantitas standar: 1 .900 kg x Rp22) Biaya bahan menurut s t a n k Bahan A (1.000 kg x RplO) Bahan B (2.25.000 kg Bahan A (100 x 10 kg) 2.000 kg x Rp20) Bahan C (2.RplO) 1.100kgxRpll) Bahan B (2.000 kg Bahan B (100 x 20 kg) 2.200 kg x Rp19) Bahan C (1.

200150 x Rp900) Hasil sesungguhnya (100 x Rp900) Jumlah RP & 93.400 41.600 Ru93.200menguntungkan 3.000 2.~1 90.700 Selisih Hasil Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan 30.200 kg x 10150 x Rp 10) Bahan B (5.200 kg x 20150 x Rp20) Bahan C (5.Rp20) 2.200 kg x 20150 x Rp20) Jumlah 2.000 3. Jawab: a Jurnal pencatatan biaya bahan dengan partial plan: Barang Dalam Proses Rp Persediaan Bahan 95.900 kg Jurnlah Jawab: e Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada Komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.900 kg x Rp20) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (5.700 31.Rp20) 1.700merugikan Rp 10.600 Rp600 menguntungkan 28.200 kg Bahan C (Rp22 .600 merugikan 29.000 Rp300 Bahan B 125 kg 250.100 kg x RplO) Bahan B (2. Jawab: e Data menurut standar untuk membuat 250 kaleng cat: Kuantitas Harga Total Harga per kg Bahan A 300 kg Rp90.600 41.800 merugikan Rv2.700 Rp95. Jawab: d Jumal pencatatan biaya bahan dengan metode single plan: Barang Dalam Proses Rp 90. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (5.Bahan B (Rp19 .200 kg x Rp20) Bahan C (1.000 Selisih Harga Bahan 2.000 .

0001.000 Rp 3.900 Bahan C 1.750 kg Bahan B: (Rp1.000 menguntungkan 187.5501250 x 300 kg) 1.000 Rp47.000 3.000 Rp 3.750.000 1.400) Biaya bahan menurut standar: Bahan A (1360 kg x Rp300) Bahan B (775 kg x Rp2.000 1.000 1S50.400 Rp 490.500 merugikan Rt177.900) Bahan C (1.000) Bahan C (3.500 merugikan .5.5501250 x 200 kg) 1.550.540.750 x 2001625 x Rp1.500.550 Harga rata-rata per kg menurut standar: (Rp590.500.250) Jurnlah Harga per kg 280 1.000 Rp Rp 35.5501250 x 125 kg) 775 kg Bahan C (1.000 Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A (1.240 kg x Rp1.42. Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.250 kg x Rp1.750 kgRp 490.000) B@an C (1.500 merugikan Rp540.200 kg 250.750 x 1251625 x Rp2.250 kg x Rp1.000 1.400 .250 Bahan C Jurnlah 625 kg Rv590.0001625) : Rp944 Data kuantitas menurut m d a r untuk menghasilkan 1.000 Rv3.000 1.000Rp Bahan B 750 kg 1.750 kg x Rp300) Bahan B (750 kg x Rp2.240 kg Data biaya bahan sesungguhnya untuk bulan Nopember: Kuantitas Harga Total Bahan A 1.658.250 Jumlah Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A: (Rp280 .250) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (3.000 1.425.250) 1.Rp1.250 kg Jumlah 32.665.860 kg Bahan B (1.750.750 x 3001625 x Rp300) Bahan B (3.000) 750 kg Bahan C: (Rp1.550 kaleng: Bahan A (1.000 1.Rp300) 1.000 menguntungkan Rp 75.Rp2.000 Ru7.900 .000) Bahan C (1.750 kg x Rp280) Bahan B (750 kg x Rp1.000 558.250 kg 1.

100 x 0.000) Jumlah Rp3.000 3.33.200 kg 7.830 kg Bahan Y: (6.000 Rp2 1.000) Hasil sesungguhnya (1.100 x 0.750/625 x Rp590.000 915. r Jawab: c Data harga standar per kg bahan: Jenis Bahan Harga per kg X Rpl00 Y 125 Z 140 Data kuantitas standar untuk 6. 38.000 menguntungkan 35. Jawab:b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut standar (3. .440 kg Bahan Z: (6.400 kg Rp 125 Z 2.000menguntungkan 34.100 x Rpl5O) Jurnlah Rv 15.5 kg) 3.300 kg 1.3 kg) 1.800 kg Rpl00 Y 2.200 kg 36.5501250 x RpS90.500 kg 2. Jawab: d Lihat no.400 kg 3. 35 Selisih Komposisi 50.000 Rp 118. Jawab: d Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Komposisi Komposisi Harga Jenis Sesungguhnya Standar Standar X 2.000 Hasil sesungguhnya (6.000 12.500 Sifat Selisih rugi rugi laba laba 37. 35 Jawab: d Lihat no.658.200/1.540.000 kg Rp 140 Jumlah 7. 35 Jawab: a Lihat no.500 84.050 kg Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (7.100 unit produk: Bahan X: (6.2 x Rp150) Rp 900.100 x 0.4 kg) 2.

500) 6.600 = 6.500) Rpl00 = Rp50. Jawab: a Untuk mengetahui jumlah biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya.000 TS .000 = 40.400 = 243. harus diketahui terlebih dahulujam sesungguhnyadan tarip sesungguhnya.1.000 (rugi) Rp 600.8.6.09.000 (laba) Jawab: c Selisih efisiensi = (5.000 jam x Rp6.000 Rp 55.000 .000 (laba) Jawab: b Selisih efisiensi = Jawab: a Barang Dalam Proses Selisih Efisiensi upah Selisih tarif upah Utang gaji & upah Jawab: a Selisih tarip = Rp60.4.500 jam x Rp90 =Rp405.09 tarip sesungguhnya sebesar Rp6.100) Rp600 = Rp55.Rp550) 1.30) 40.000 60.000.000 TS TS TS = Tarip upah sesungguhnya. Selisih tarip = .600.Jawab: c Selisih tarip = (Rp600 . Jawab: Selisih efisiensi = (JS .000 .8.000 = (Rp100 -Rp90) 4.000 40.Dari kedua data tersebut yang telah tersedia hanya jam sesungguhnya.400 = .000 .000 605.1.09 = Rp243.000 (laba) Jawab: a Dengan metode partial plan. rekening Barang Dalarn Proses didebit sebesarbiaya sesungguhnya: 4. Karena kedua data yang diperlukan telah temdia rnaka biiya tenaga kerja langsung sesungguhnyadapat dihitung sebagai berikut: Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya = 40. sedang tarip sesungguhnya dihitung sebagai berikut: = (TS .100 jam (1.252.500 jam = Rp45.

000 jam) Rp4.500x Rp5. = -5.000 110.400.20 per jam Selisih tarip: (4.9.21.000= Rp12. Jawab: Upah yang dibayar adalah upah sesungguhnya.80 per jam 58.000 .000.000jam) = Rp4.30.000 Jawab: a Data-data: Jam normal: jam Jam standar: Jam sesungguhnya: sesungguhnya: 67.000 TSt TSt Tarip standar = Rp4.000 Jawab: c Jumlah biayaoverhead pabrik dibebankan (39.200/29.800 = -5. 68.20per Tarip tetap: Biaya overhead Perhitungan selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp7.000 jam 3.10 Selisih efisiensi: (30.TSt) 30.200 .000 JS .000 jam) Jawab: Selisih tarip: (3.475 jam Rp7. 56.TSt) 29.000 jam) .000 126.000 = 8.900 (merugikan) Jawab: Tarip sesungguhnya (Rpll0. = Rp3.000 jam .000 TSt = 4.180.000 JS JS JS = Jam kerja langsung sesungguhnya.29.80 x 4.lO = Rp36.800 =4 59.384 Biaya overhead pabrih dianggarkan pada jam standar: Rp3. = 600.OO 57.000130.000 = 1.000 TSt = 3. 4.80 .384 Tarip variabel: Rpl.SO per jam 3.500.000) = Rp197.000 = 3.400 jam Rp0. yaitu sebesar Rp580 x 2 1.400 Jawab: e Tarip sesungguhnya (Rp126.6.000 6.200 Tetap (Rp0.20 .10 Tarip standar = Rp4.

384 7.475 jam) 4. .370 (merugikan) 71.400 jam) Rp2.80 = Rp420 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih efisiensi: Rp6. 73.000 jam) Variabel (Rp1. Selisih volume: (4.475 jam .00) 6. Rp7.170 Jurnlah 70.200 Tetap (Rp0.400 jam x Rp2.3.00 = Rp150 (merugrkan) Jawab: e Data-data: Harga standar: Rp2.800 Jurnlah R-480 (merugikm) Atau.080 7.475 jam x Rp2.400 jam) Jumlah 69.20 x 3.800 Jumlah 150 (merugikan) Atau.3.950 Biaya overhead pabrik dibebankan (3.3.400 jam x Rp2) 6.370 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya 6.OO) Jumlah R0420 (merugikan) Atau.900 kg Kuantitas bahan sesungguhnya dipKuantitas bahan dipakai menurut stands: 72.470 jam) Rp0.280 RplM (merugikan) Jawab: c Perhitungan selisih vol~~tne: Rp7. 4.400 jam) Rp0.000 jain .80 x 4.90 per kg 4. Selisih efisiensi: (3.20 x 3.Variabel (Rp1.00 per kg Harga sesungguhnya: Rp1.80 = Rp480 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih pengeluaran: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp3. Selisih kapasitas: (4.950 Biaya overhead pabrik dibebankan Biaya overhead pabrik standar (3.000 jam .280 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam standar Biaya overhead pabrik standar (3. Jawab: c Perhitungan selisih kapasitas: Rp 7.

20): 9.400 x 2 kg) = 4.900 kg .400 Selisih harga bahan dipakai: (Rp1.550 jam Jam dipakai menurut standar: Unit ekuivalen biaya tenaga kerja: F'roduk selesai 2.600 14600 Jumlah RD100 (menguntungkan) -- .600 jam Selisih tarip: (Rp1.Rp2. * 75.50 (menguntungkan) 76. 77.90 .Rp1.550 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Biaya overhead pabrik sesungguhnya: Rp14.900 kg = Rp490 (menguntungkan) 74.20 .000 400 2.20 per jam Jam sesungguhnya dipakai (Rp11.25 per jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1. Jawab: b Data-data: Tarip upah standar: Rp1.800 kg) Rp2.4.000 Variabel(9.600 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Jam sesungguhnya: 9.000 F'roduk dalam proses (500 x 80%) 400 Jumlah 2.550 jam .550 jam = Rp477.400 x 4 jam) = 9.25) 9.800 kg 2.OO)4.9.50) Rp5.500 Selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 14.500 Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Tetap (10.25 = Rp62.600jam x Rpl) 9.600 jam) Rp1.50 (menguntungkan) Jawab: d Data-data: Tarip variabel: Rpl per jam Tarip tetap: Rp0.W = F Q 2 0 @&ru@an) +. Jawab: a Selisih efisiensi: (9.Unit ekuivalen biaya bahan: F'roduk selesai Produk dalam proses (500 x 80%) Jumlah Kuantitas standar: (2.400 Jam standar: (2. Jawab: a Selisih kuantitas: (4.000jam Jam standar: 9.000 jam x Rp0.460/Rp1.50 per jam Jam normal: 10.

600 Biaya overhead pabrik menurut standar: 14.000 x 5.00) 4.500 79.010 jam.248J4.78.800 kg Biaya bahan baku menurut standar: Rp5 1. Jawab: b Selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp14.19.800) 5 5 JS .800jam 3.050 JS = 4. Selisih volume: (10.80 .8 jam Jawab: c Jam tenagakerjalangsung standaruntuk 1.000 unit: = 1. sehingga tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dahitung sebagai berikut: (Rp19.010 JS = Jam sesungguhnya = 4.3.000~ jam) = 3.010 jam = Rp802 (menguntungkan) Jawab: a Kuantitas bahan baku dipakai menurut standar: (1. 83.000 jam .600 jam) Rp0.80 82. 80.600 x Rp1.460 Rp 11.9.400 200 Rpl 00 14.000unit: (1.620 ~ 84. Jawab: b Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Upah dan Gaji Rp11.8) = 5.000 = 1.50 = R p 2 0 (merugikan) Jawab: c Jurnal pencatatan biaya overhead pabrik apabila digunakan partial plan: Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Selisih Volume Selisih Terkendalikan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp14.460 81. .8 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya untuk 1..50) Jumlah R ~ 2 0 0 (menlgikan) Atau.010 jam) = Rp4.050 Selisih efisiensi: (JS . Jawab: b Selisih tarip upah: (Rp4.Rp5. Jawab: b Jam tenaga kerja langsung standar per unit (Rp19IRp5) = 3.400 (9.000 Biaya bahan sesungguhnya 620 (+) Selisih total biaya bahan (laba) Jdah R D1.

415 Tarip upah sesungguhnya : Rp 8.30) Jumlah Rp 57.000 kg x Rp0.250 15.050 57.600 Biaya bahan baku pada komposisi menurut standar: Bahan A (231.780 (merugikan) 85.125 Jawab: c Biaya tenaga kerja standar (0.750 60.Harga bahan baku standar per kg: (Rp5 1.000 kg x 800/1200 x Rp0. Kp58.850 = Rp 37.400 12.40) 15.000 RD 2.90 = Rp1. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya tenaga kerja: Hasil menurut standar (3.200 x Rp300) Hasil sesungguhnya (200.2 87.5. Rp 10.06) Jumlah Rp 11.000 kg x 200/1200 x Rp0.850 Jumlah 86.10) 3.151825 jam Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan baku pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1 57.028.62015.000 kg x Rp0.850 Selisih biaya bahan (rugi) Biaya bahan sesungguhnya dipakai RD34.40) Bahan C (36.200 Rahan B (38.850 Total biaya bahan dibeli : 850018000 x Rp 34.400 Bahan C (231.000 4.800120 x Rp60) Hasil sesungguhnya (200.lO) 3.250 (menguntungkan) 89. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan baku: Hasil bahan menurut standar (23 1.000 Rv600 (menguntungkan) .000 kg11.750 Rp300 (merugikan) 88.25) Rp39.000 x Rp0. Jawab: e Biaya bahan standar (5kg x 1500 x Rp4) Rp 30.500 Selisih biaya tenaga kerja 9 15 Biaya tenaga kerja sesungguhnya Ru 8.25)Rp 38.90 Selisih kuantatitas bahan baku: (6.000 x Rp0.000 kg x Rp0.800 kg) = Rp8.800 kg) Rp8.500 Bahan B (231.000 kg x 20011200 x Rp0.000 kg .5jam x 1500 x RplO) Rp 7.

97.000 20 000 RD1.800120 x Rp100) Hasil sesungguhnya (200.800jam x Rp2) 7. . 89 Jawab: a Harga pokok produksi per unit: (Rp20.000 unit) = Rp 10 Perhitungan rugiilaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.3.90. Rp25.000 x Rp0.000) = 4.000/2.000 x 2011.800 jam x Rp5) Jumlah RD 600 (merugikan) Atau.lO) Jumlah A Rp19.000 jam x Rp3) Variabel(3.000 6.000 Tetap (4.000 98.000 9. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya overhead pabrk Hasil menurut standar (3.000 Selisih biaya: Selisih tarip upah Selisih efisiensi upah Laba bersih sebelum selisih 92.000 jam .600 19.000 (menguntungkan) 91.000 R~3.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualan Laba bersih sebelum selisih Jawab: c Perhitungan rugflaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1. Selisih kapasitas: (4.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualanRp6.000 jam Perhitungan selisih kapasitas: Biaya overhead dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp12.600 Rp 19. Jawab: b Jam kerja menurut standar: (200.000 16.000 Biaya overhead dibebankan (3.800 jam) Rp3 = Rp600 (merugikan) Jawab: c Sama dengan no.

25) 3.5 jam Jumlah tarip upah per unit: 2.000 kg = RplOO.Kp3 I .10.20.000/20.000 jam) Rp600 = Rp300.000 Biaya overhead pabrik standar (20.000 jain x Rp3 1.KSl) ' I T (24.125.75) Rp 735.00. Kp 196.7.500jam = Rp195.Perhitungan jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarip upah standar per unit: Selisih tarip upah: (TS .400 kg) Rp.500 = -195.375.000 lam = Rp300 Selisih volume .000 jam/S. Jumlah jam kerja standar: Rp 12.000.000-2O.590 .000 TSt = 600 Jadi tarip upah standar per jam = Rp600 -----. Jumlah jam kerja standar per unit: 20.25 Jadi tanp BOP temp: Rp.25 Tarip BOP variable: Rp200 .7'5 Perhitungan pemb\~ktian: Biilya bahan baku Selisih harga bahan: (Rp500 .000 jam x Rp168.006 (laba) Selisih efisiensi upah: (19.000 Jumlah (~ugi) Selisih volume Biaya overhead dianggarkan pada volume standar Rp 4.000 Viariabel(20. (KN . .3 1.860.TSt) JS Tarip sesungguhnya: Rpl1.s jam x Rp600 = Rp 1 .000 jam .OOO)TT' = 125.500jam Tarip standar per jam : (590-TSt)19.Rp490) 10.25 -= Kp 168.000/19.SO0 Perhitungan tarip hiaya overhead patfrik tetap (Ian variable per jam: Tarip biaya overhead pabrtk total: Rp4.000 Biaya overhead dianggarkan pada volume standar: Rp 750.000 (laba) Biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah: (Rp.000 jam x Rp200) 4.000 .500 TSt = 11.125.500 jam .000 aT = 125.000 Tetap (24.000 TT -= 11.000 4.505.000 unit = 2.000 Jumlah (rugi) RD 125.000.000.000 kg .000 4.000/Rp600 = 20. '.Rp600) 10.OOO (rugi) Selisih kuantitas bahan: (10.000 (laba) Biaya overhead pabrik: Selisih controllable Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp4.500 jam = Rp590 Jam sesungguhnya: 19.000 19.190 -.

440.000 Biaya overhead standar (3.240.3.000 Biaya overhead (9.000 KS = 5.600 jam x Rp600) Jumlah selisih (rugi) 2.600) 400 = 120.000 Jadi jumlah jam normal adalah 4.JSt) TT (JN .4 jam x Rp400) 1.3.000 unit x 0.5.000 jam Jumlah produksi standar pada jam normal adalah 4.600 jam x R e ) Jumlah selisih (laba) Pembuktian selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp2.JSt) TSt (JS .000 JS = 3.000/3.000 RD 240.000 JN = 4.4 jam x Rp600) 2.000 Variabel(3.638.900 jam = Rp420 Jumlah anggaran biaya overhead pabrik tetap pada jam kerja normal: 4.800 kg = Rp475 Jam kerja normal dan jumlah produksi standar pada jam normal: Selisih volume: (JN .900.000 jam x Rp200 = Rp800.000 200JN = 800.560.000. Harga pokok standar seluruh hasil produksi: Rp2.000 unit x 0.300.4 = 10.700.900 jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1.000 Biaya bahan (9.800 Jadi pemakaian bahan sesungguhnya adalah 5.755.000 unit Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesungguhnya: Selisih jam: (JS .160.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Rp 800.000 lumlah Ru 6.440.000 .800 kg Harga bahan baku sesungguhnya: Rp2.6 kg x Rp500 Biaya tenaga kerja (9.104.000 Tetap 1.000 Kuantitas pemakaian bahan sesungguhnya: Selisih kuantitas bahan : (KS .000 jam/0.KSt) (KS .240.00015.400) 500 = 200.000 400 JS = 1.600) 200 = 80.900 Jadi jam sesungguhnya: 3.000 Pembuktian selisih terkendali: Rp2.000 unit x 0.000 500KS = 2.

Pemakaian bahan: Barang Dalarn Proses Selisih Kuantitas Bahan Selisih Harga bahan Persediaan bahan Pembebanan biaya tenaga kerja: Barang Dalam Proses Selisih Jam Kerja Langsung Selisih Tarip Langsung Utang Gaji dan Upah Pembebanan biaya overhead pabrik: Barang Dalam Proses Selisih Volume Overhead Selisih Overhead Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Mencatat hasil produksi Persediaan Barang Jadi Barang Dalaln Proses .

com .multiply.Buku ini dipublikasikan melalui Grup Jurusan Manajemen S1 http://s1manajemen.