BIAYA

AKUNTANSI BIAYA
Oleh Cover Design & Lay Out Ibnu Subiyanto Bambang Suripto : QX Graphic Design : QX Graphic Design
:

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma O Hak cipta dilindungi Undang-undang Jakarta, 1993

DAFTAR IS1

BAGIAN 1
BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS
A. B. C. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA TA!iAPAN PROSES PRODUKSI KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN D. E. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL
-

2
2

3

9
11

18

BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI
A. B. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
F.

23
23 25

C.
D. E.

28 32

37

MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN
-

42 45

G.

PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA

BAB m PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK, DAN PRODUK CACAD
A.
B. C.

47
47

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK RUSAK PERLAKUAN PRODUK CACAD

56 64

BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA

68

BAB V PENEN'rUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK PRODUK SAMPINGAN
A. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN -

77
78 83
-

B.
,
\

PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA PEMBEBANAN BIAYA PRODUKSI PRODUK BERSAMA --SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK

C.

87

BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR
A. B.
C.

89
89
--

JENIS-JENIS STANDAR PENENTUAN STANDAR ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN STANDAR

90
91

BAGIAN 2
BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK
A. B. SOAL-SOAL BIAYAOVERHEAD PABRIK -

100
100 -

PENYELESAIAN

117

BAB VIII METODE HARGA POKOK PESANAN
A. B. SOAL-SOAL, METODE HARGA POKOK PESANAN PENYELESAIAN
-

133
133
-

156

BAB 1X METODE HARGA POKOK PROSES
A. -

172
-

-

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES -

-

-

-- --

- -- - - . -

172

B.- PENYELESAIAN -

-

-

--

204

BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
A.
.
-- -

243
--

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA
- - --

DAN PRODUK SAMPINGAN - -PENYELESAIAN .
-

- --

-

-- - ---

- -

-

243 - -252

-

B.

-

-

BAB XI METODE HARGA POKOK STANDAR
A. B. SOAL-SOAL METODE HARGA p------.-pp POKOK--STANDAR . - - - - . ~ ~

261
26 1 285

PENYELESAIAN.-.----p-..-p- -.p -

BAB I
AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS

A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA
Manajemen puncak terdiri dari orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perenCanaan{ pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mengarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam watu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien. Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (nccountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalarn rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balk Cfeedback)sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telahdigunakan dengan sebaik-baknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapat memberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan &an berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Kesemuanya harus merupakan satu rangkaian yang terkoordinasikan. Spesialisasipenanganan tugas semacam ini akan menjadi lebih ekonomis apabila produk yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Cara produksi semacam itu menjadi tidak ekonomis. proses penggergajian kayu. berarti suatu proses kerja yang membutuhkan pengorbanan ekonomis guna memperoleh nilai ekonomis yang dipandang lebih tinggi. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan. Setiap tahapan proses produksi tersebut pada dasamya tidak dapat berdiri sendirisendiri. Sebagai contoh. TAHAPAN PROSES PRODUKSI Produksi dimaksudkan sebagai aktivitas mengubah sesuatu produk (bahan).Spesialisasitersebut mengakibatkan adanyadepartemenisasi proses produksi. Meskipun antara meja tulis yang satu dengan yang lain terdapat variasi bentuk. Departemen semacam ini disebut departemen pembantu. Aktivitas mengubah bahan. perangkaian komponen meja tulis. dan lain-lain. departemen air dan sanitasi. Dengan adanya koordinasi tersebut alur produk dari departemen yang satu ke departemen lainnya hams sarna. Oleh karenanya untuk meningkatkan kuantitas meja tillis yangdihasilkan. Departemen pembantu adalah departemen yang memberikan layanan pada departemen produksi sesuai dengan fungsinya. Departemen pembantu biasanya berupa departemen listrik. Proses produksi pada umumnya melalui beberapa tahapan. Sebagai akibatnya pengerjakan sebuah meja tulis tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Hal ini dilakukan dengan maksudmengadakan spesialisasipengerjaan produk yang dihasilkan. untuk membuat sebuah meja tulis. Hal ini agar tidak terjadi penyumbatan dalam salah satu tahapan proses produksi tersebut. Setiap tahapan proses produksi tersebut harus dibantu oleh departemen lain yang membantu berfungsinya suatu departemen. proses produksi akan tetap lebih dinamis. Biaya-biaya yang terjadi pada departemen pembantu pada dasarnya juga ikut memberi kontribusi pembuatan suatu produk. Oleh karenanya biaya-biaya yang terjadi di departemen pembantupun juga hams ikut dibebankan dalam penentuan kos produk. sejak pembuatan design. Peranan departemen pembantu dalam menghasilkan suatu produk harus diakui. sampai dengan penyelesaian meja tulis tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang saja. . departemen pemeliharaan peralatan. pekerjaan dibagi menjadi beberapadepartemen sesuaidengan pentahapan pembuatan meja tulis tersebut.Apabila umpan balk tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan ballk dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. B. karena hasil kerja yang diperoleh sedikit.

mengingat besarnya permintaan pasar serta skala produksi yang dikehendaki. Jadi. maka produk tersebut diproses secara khusus pula. Produk semacam ini diolah dengan metode job.Namun demikian pembebanan biaya yang terjadi pada departemen pembantu ke produk yang dihasilkan tidak dapat dilakukan secara langsung ke produk. . Perbedaan teknologi pembuatan suatu barang yang berbeda mengakibatkan cara-cara berproduksi yang berbeda pula. Sebagai contoh. Pembahasan di atas menunjukkan metode produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan dua alasan. Teknologi yang digunakan. Sifat pengolahan produk. dan kesamaan fungsi. dicampur dan dibentuk menjadi suatu produk baik bempa komponen maupun produk akhir. Kadangkala teknologi yang digunakan menunjukkan satu-satunya cara dalam pembuatan produk tersebut. bahkan ha1ini menunjukkan semua produk yang dihasilkan membutuhkan kesamaan bentuk. Terlebih dahulu hams dilakukan alokasi biaya ke departemen produksi yang menikmati jasa yang diserahkan oleh departemen pembantu tersebut. antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat perbedaan yang berarti. maka pembuatan produk tersebut dapat dibuat secara massal dan produk bersifat standard. yaitu: a. industri mobil pada mulanya dibuat satu per satu dengan memperhatikan spesifikasi permintaan pelanggan. Pengolahan produk terdiri dari dua sifat yaitu merakit komponen menjadi suatu produk dan membentuk produk melalui proses reaksi hmiawi. Cara produksi yang digunakan tergantung oleh: a. b. Apabila produk yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus sehingga masingmasing produk mempunyai spesifikasi tertentu. ukuran. ha1 ini akan kita temukan dalam industri kimia. Dalam artian homogen ini. Sedangkan dalam proses reaksi kimiawi beberapa bahan digabung. Dalam proses perakitan (assembling). Produk yang diolah dengan metode proses menunjukkan bahwa barang yang dihasilkan tidak memerlukan spesifikasi tertentu sehingga produk bersifat homogen. maka dipilih teknologi maju agar produk yang dihasilkan mampu meraih pasar yang dikehendaki. Sifat-sifat produk yang dihasilkan. namun setelah ditemukan teknologi robot dengan proses ban berjalan. Alasan ekonomis. wama. produk yang dlhasilkan bersifat standard. artinya setiap job hams inemperhatikan spesifikasi yang diminta oleh langganan (konsumen). Proses produksi suatu barang selalu menggunakan cara-cara tertentu agar tujuan ekonomis perusahaan dapat dicapai. berbagai komponen yang ada (baik dibuat sendiri maupun diperoleh dari pihak lain) digabungkan menjadi suatu produk. c. Pembebanan biaya dari departemen pembantu langsung ke produk akan mengakibatkan kos produk terlalu tinggi dan sebaliknya kos produk yang masih dalam proses menjadi lebih rendah (understated).

. proses dan mesin dalam suatu departemen. Departemen Produksi. Departemen tersebut meliputi aktivitas pengolahan bahan. pernrosesan dan mesin-mesin. Alasan teknologi. Spesialisasi menyebabkan penibuatan suatu produk tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu orang saja. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. Departemen ~ e m b a n t u . industri gula. Jurnlah departemen dan pusat-pusat biaya. 3. Pengelompokan selanjutnya didasarkan pada fungsilbidangtugas masing-masing. Proses produksi rnenghendaki adanya spesialisasi pelaksanaan pekerjaan diantara karyawan yang terlibat. Sebagian besar industri kimia harm diolah dengan metode proses. Hal ini dimaksudkan agar pengendalian tugas dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan dapat diselenggarakan dengan mudah. Hal ini akan ditemukan untuk industri kimia. Pengelompokan ini di samping sebagai alat pengawasan berperan pula sebagai pusat pertanggungjawabanbaik kuantitas maupun kualitasnya.b. tetapi diselcsaikan oleh suatu team kerjn dengan pernbagian tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. dan lain-lain. Pengelompokan secara vertikal menunjukkan adanya departementalisasi pelaksanaan operasi. 2. Pembagian kerja pada suatu industri baik secara horisontal maupun vertikal dikelompokkan menurut fungsi/tugas masing-masing. Kesamaan operasi. untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu pula disusun tarip overhead untuk tiap departemen secara cermat. penggabungan produk dalam proses dan penyempumaan produk. Lokasi operasi. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. Teknologi yang digunakan merupakan satu-satunya cara untuk menghasilkan suatu produk. mengingat industri senlacam ini membutuhkan proses produksi yang benifat tertutup. 5.yakni departemen yang tidak langsung menangani pembuatan produk. Sebagai contoh: industri semen. 4.Pengukuran unjuk-kerjamasingmasing bagianJdepartemen tersebut dinilai seberapakah variasi biaya yang terjadi. tetapi output yang dihasilkan membantu departemen produksi dalam pengolahan produk. 2. Faktor yang dipertimbangkan dalam departemenisasi antara lain: 1. yaitu: 1. Jadi pelaporan biaya yang terjadi pada masing-masing departemen mempunyai peranan sangat penting. yakni departemen-departemen yang secara langsung ikut menangani pembuatan suatu produk. Kelompok utama tersebut meninjau dari sudut peranan dalam penanganan produk. Di sarnping itu. Hubungan operasi terhadap arus produk. Kelompok utama dalum 3 departementalisasi ini dibagi menjadi dua.

tetes dan blotong. 3. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan bagi proses di departemen kedua dan seterusnya. .Dalarn departemen inidihasilkan kristal gula. pencalnpuran air niradengan bahan lainnya sekaligus dengan sekaligus dengan pencucian air nira dari kotoran. Dengan pengolahan produk tersebut bahan yang masuk di departemen pertama akan menjadi out dari departemen pertama. penyelesaian produk dan pengantongan. Selanjutnya departemenisasi organisasi pengolahan produk pada departemen produksi hams pula disesuaikan dengan pentahapan proses pengolahan produk tersebut. Dalam tahapan ini departemen penggilingan menghasilkan air nira dan ampas tebu. Teknlk pengolahan aliran produk bertahap. Dengan demikian produk yang diolah mengalir secara tems menerus dari waktu ke waktu tanpa berhenti. Tahap keempat. penggilingan tebu menjadi air nira. Sehingga pentahapan proses produksi hams disesuaikan dengannya. Periksa bagan di halaman berikut ini. Sebagai contoh. Spesialisasi dilakukan agar pengolahan produk menjadi lebih efisien atau teknologipengolahan produk memang menghendalu beberapa tahapan proses secara berumtan. Pentahapan proses ini sesuai dengan tehnologi dan rancangan pabrik yang disusun sebelum pabrik itu dibangun. Berbagai tahapan proses produksi tersebut membentuk departemenisasi proses pengolahan tebu menjadi gula. Teknlk pengolahan aliran produk selektip. Tahap kedua. 2. Apabila diamati pentahapan proses produksi dapat dibagi menjadi tiga macam sekuen proses produksi. pemasakan airniradalam tungkureaksi. dalam industri gula proses pengolahan tebu menjadi gula dilakukan rnelalui beberapa tahapan proses produksi sebagai berikut: Tahap pertama. yaitu: 1. Teknik pengolahan aliran paralel. Teknik Pengolahan Aliran Produk Bertahap Proses produksi dilakukan setahap demi setahap sejak departemen pertama sampai produk diselesaikan di bagian penyelesaian dan akhimya diserahkan kepada bagian gudang. Tahap ketiga.Spesialisasi pekerjaan menyebabkan proses pengolahan barang dilakukan melalui beberapa departemen. 1.

Bagan proses produksi digambarkan sebagai berikut: Proses pengolahan data biaya hams memperhatikan sekuen pengolahan produk tersebut. Rekening PDP-Departemen Pemasakan. Proses pengolahan gula Dalam contoh pengolahan gula tersebut di atas. 2. Kristal gula. Rekening PDP-Departemen Penggilingan.3.I penggilingan 1 1 tebu pemasakan nira ! limbah industri ampas blotong tetes I I tebu j I I kristal gula 1 pengantongan LISTRIK ALKOHOL. 3.Departemen Pencampuran. 3. 2. Tetes. GULA PASIK Gumbar. Rekening PDP. Rekening PDP-Departemen Penyelesaian. Ktistal gula selanjutnya disempurnakan menjadi gula pasir dan dikantongkan pada departemen penyelesaian.1. menghasilkan beberapa macam produk yang keluar dari proses ketiga. Agar masing-masing departemen diatas dapat dideteksi biaya-biaya yang layak dibebankan kepadanya maka bagian akuntansi hams pula menyediakan rekening untuk masing-masing departemen tersebut. yaitu: 1. Blotong. Blotong sebagzi produk sampingan karena tidak mempunyai nilai ekonomis merupakan limbah industri. 4. Proses ketiga ini merupakan proses yang mernbentuk joint cost (biaya bersama).Tetes sebagai produk sampingan selanjutnyadapat diolah menjadi alkohol atau langsung dijual ke konsumen. antara lain: 1. .

Cara pengolahan yang kedua. Dalam teknik ini terdapat beberapa departemen yang bertugas nienyempurnakan produk yang dihasilkan dari departemen sebelumnya. )Industri minuman dan makanan dalam kemasan kebanyakan . Departemen berikutnya juga menghasilkan produk yang sama dengan mengolah lagi produk yang . Memperhatikan teknik produksi dan sifat-sifat bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pengolahan bahan dilakukan secara paralel untuk akhirnya digabungkan dalam satu unit pabrik rnenjadi satu produk. Dengan demikian departemen sebelumnyamenseleksi produk yang memenuhi standard mutu untuk diserahkan/diproses lanjut di departemen penyempurnaan. menggunakan teknik pengolahan aliran produk paralel. Bahan minuman minuman 7 Bahan penyiapan bvhnn pembuatan kemasan 1 I A kemawn dan penyelesaian 7 MINUMAN KEMASAN Dalam gambar tersebut ditunjukkan ada dua produk yang diolah secara bersamaan pada waktu.ulel p1. kuantita\. Teknik Pengolahan Aliran Seleksi produk Teknik yang ketiga adalah selective product tlow. sehingga pada akhir proses di pabrik tersebut keterkaitan antara produk yang satu dengan lainnya digabungkan menjadi satu.2 berikut ini menunjuk cara lain dalam pengolahan produk. Kedua produk tersebut sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain. Teknik Pengolahan Aliran Produk Paralel Teknik pengolahan produk tidak selalu setahap demi setahap seperti halnya dalam industri gula.t f l o ~ .2. disebut teknik pengolahan aliran produk paralel (pu~. 3. menjadi satu produk akhir. Gambar 1.odzrc. dan pabrik yang sama.

KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN Dalam pembahasanmetodepenentuankos. Proses semacam dilakukan terus berulang-ulang. 3 Limbah Industri Output Gambar 3.diterima dari departemen sebelurnnya. pengklasifkasian. dan penyajian laporan biaya yang timbul dari transaksi-transaksi biaya sebagai akibat proses produksi suatu barang. Bagan proses produksi semacam ini adalah sebagai berikut: P Dept. Dalam praktek seMg kali dijumpai masing-masing metode penentuan kos tersebut tidak diterapkan secara mumi. 2 - Departemen Penyelesaian Dept. Metode penentuan kos (baik metode proses maupun pesanan) berkaitan dengan pencatatan. 1 - Dept. Produk yang baik diserahkan ke departemen penyelesaian. Penentuan kos dibedakan secara ekstrim menjadi dua. yaitu job order costing (dikenal dengan penentuan kos pesanan) dan process costing (penentuan kos proses).pengertian penentuankos seringdikacaukan dengan metode produksi suatu barang. . metode produksi berkaitan dengan cara-cara perusahaan melaksanakan pembuatan suatu barang (produk) sedangkan metode penentuan kos berkaitan dengan pencatatan dan penentuan kos pembuatan produk tersebut. Penggabungan dari kedua penentuan kos tersebut seMg terjadi tergantung dari kasus proses pengolahan di pabrik tersebut. Keduanya mengandung aspek yang berbeda. sedangkan produk yang belum sempuma diserahkan ke departemen berikutnya untuk diproses ulang. Teknik pengolalzan produk selektip C.

h) serta memerlukan kecakapan dan perhatian khusus. mebel dan lain-lain. Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu. Laporan kos produksi disusun/dihitung secara periodik. 2. adalah penentuan penentuan kos produk yang penetapan penentuan kos produk (baik total maupun unit) ditetapkan atas dasar periode waktu. . dapat dilihat perbedaan dengan karakter metode penentuan kos pesanan (job cost). penentuan kos produknya dengan membagi dalarn periode tertentu (bulanan. Tingkat kesamaannya membutuhkan presisi yang tinggi sehingga sulit dibedakan antara produk yang satu dengan lainnya. permesinan. Dalarn metode penentuan kos pesanan penentuan kos tiap unit produk dapat ditetapkan dengan mudah setelah produk tersebut diselesaikan. Sifat produk yang diolah menunjukkan keseragaman antara produk yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian cukup beralasan apabila dalam metode penentuan kos proses. Tiada jarak waktu tersebut disebabkan penghentian suatu proses produksi yang ditu-jukan hanya untuk menghitung kos produk menjadi tidak ekonomis. Produk diolah secara masal dalam jumlah yang cukup besar dan sesuai dengan kapasitas produksi mesin-mesin yang ada. 4. justru meninlbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan. Bahkan untuk industri semen suatu siklus proses produksi membutuhkan waktu lebih dari satu periode. Metode ini digunakan untuk perusaham yang memprodusir secara massal dengan proses produksi yang dilaksanakan secara contineuous. mengingat berakhirnya suatu proses produksi tidak dibatasi oleh periode akuntansi. Industri yang banyak menggunakan metode ini. antara lain: industri konstruksi. Memperhatikan kelima karakter tersebut di atas. tahunan dan lain-lain). Metode proses dapat ditemukan untuk hampir semua industri kimia. Karakter metode ini adalah: I. perusahaan tidak mungkin melakukan penentuan kos. Metode job order digunakan untuk perusahaan yang mernproduksi barang-barang yang tiap unitnya memerlukan spesifikasi khusus atau dalam kelompok produk (batc. Antara periode yang satu dengan yang lainnya hams ditetapkan batasan waktu tertentu (cut oj'f). Mengingat proses produksi tidak boleh dihentikan pada setiap saat (setup costnya sangat mahal) maka manajemen harus menganggarkan jumlah yang harus diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Produksi dilaksanakan untuk nlengisi gudang dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu. Tetapi dalarn metode penentuan kos proses.Metode penentuan kos proses. sehingga antara periode yang satu dengan periode yang lain tidak dibatasi oleh jarak waktu tertentu (time lug).Pengertian contineuoustersebut adalah suatu proses akm berjalan tanpa berhenti untuk satu kelompok produk yang dirancang (satu batch). Produk diolah secara terus menerus (c~ontinuous). 3. 5. percetakan. aircraft.

proses produksi barang-barang kimia harus dikerjakan dengan . Meskipun transaksi ini hanya sekedarmernindahkan barang dari gudang ke bagian produksi tetapi mempunyai makna yang cukup berarti sebagai pengakuan . Masing-masing elemen biaya tersebut mempunyai sifat dan permasalahan yang berbeda. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Sebaliknya ongkos produksi akan mahal sekali kalau konfigurasi proses produksi dalam skala besar. Di sarnping itu akibat sampingan yang tidak terkendali dapat muncul apabila sisa-sisa reaksi kimia tersebut tumpah.Kenyataan tersebut mengakibatkanproses produksi barang-barang kimia dalam skala kecil menjadi sangat mahal. Produk yang dihasilkan lebih membutuhkan perhatian. Produk yang dihasilkan tidak dapat dibuat secara standard. Transaksi biaya bahan terjadi pada saat bahan-bahan tersebut dibeli dari pemasok dan pada saat pemakaian bahan tersebut. dengan maksud reaksikimia sebagai akibat pencampuran dan pemanasan beberapa bahan tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur kimia lain yang tidak dikehendaki. Begitu pula apabila ditinjau dari periIaku masing-masing dalam membentuk kos produk. Hal ini dimaksudkan agar produksi menjadi lebih ekonomis. permasalahan dan perilaku tersebut sangat berpengaruh dalarn pengakuan dan pencatatan transaksi biaya yang terjadi dalarn suatu perjode akuntansi. sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Sifat. Proses reaksi lumia semacam ini harus dikendalikan agar reaksi kimia dapat membentuk produk seperti yang diiehendaki. sedangkan biaya overhead mempunyai perilaku baik sebagai biaya tetap maupun sebagai biaya variabel. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS Elemen-demen biaya yang membentuk kos produk adalah biaya bahan. Metode penentuan kos pesanan dirancang untuk digunakan bagi industri yang menghasilkan produk dalam skala kecillindividual.telah tiba dan diterima di bagian gudang.konfigurasi yang sangat besar.Perbedaan di antara kedua metode ini. D. ketelitian. disebabkan oleh cara-cara yang ditempuh dalam menghasilkan produk tersebut memang berbeda. Saat terjadinya pembelian bahan menunjukkan bahwa perusahaan telah mempunyai kesepakatan dengan pihak lain. Ketiga elemen biaya tersebut terlekat pada produk yang dihasilkanmengingat suatu produk terbentuk karena adanya bahan. Narnun realisasi pembelian baru akan terwujud pada saat barang-barang yang dibeli . Oleh karena itu. adanya manusia yang mengerjakannya disertai dukungan fasilitas lain yang membantu terwujudnya produk tersebut. Pemakaian bahan terjadi pada saat bahan baku ataupun bahan pembantu diserahkan dari bagian gudang kepada bagian produksi. oleh karenanya transaksi ini hanya pernindahan asset dari bagian yang satu kepada bagian yang lain. Pencatatan dan pembebanan biaya bahan. Transaksi ini bersifat intern. a. Kebanyakan industri kimia menggunakanproses produksi yang bersifat tertutup. bocor dan lain-lain. Biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada umumnya mempunyai perilaku sebagai biaya variabel.

Agar resiko terhadap munculnya barang cacat maupun kadaluwarsa dapat dihindarkan. tetapi dapat pula terdiri dari beberapa macam bahan baku. Menghindarkan resiko cacat/rusak. Agar barang-barang di gudang siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pada umumnya bahan baku suatu produk terdiri dari satu macam bahan saja. 4. biaya pengangkutan bahan sampai ke gudang. Bahan baku adalah bahan yang diubah dalam proses produksi untuk membentuk suatu produk. Bahan untuk memproduksi suatu produk terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu. Bahan tersebut secara langsung terlekat pada produk dan merupakan komponen yang terbesar. kos pembelian bahan. 1. . Tujuan pengendalian biaya bahan. dan c. 5. Memberikan perlindungan terhadap resiko kecurian dan menjaga berfungsinya bahan sesuai dengan mutu yang diharapkan. Bahan ini merupakan bagian kecil dari suatu produk. 3. 3. Agar dana yang digunakan untuk membiayai pembelian bahan dapat dihernat untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat. bahan-bahan yang digunakan untukmembantu terbentuknya suatu produk.berapa kos bahan-bahan dalarn ikut membentuk tenvujudnya sesuatu produk. Bahan-bahan hams dilindungi terhadap kemungkinan-kemungkinan pencurian ataupun resiko kehilangan. biaya assuransi bahan-bahan. . Agar bahan-bahan yang dibeli dalam jumlah yang tepat dan digunakan untuk kepentingan produksi sesuai dengan waktu yang direncanakan. Agar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menangani persediaan dapat dihemat. namun mempunyai peranan dalam membentuk suatu produk. Bahan pembantu adalah. Tujuan pengendalian barang di gudang. 1. Komponen kos bahan terdiri dari: a. 2. adalah bahan utama yang secara langsung ikut membentuk produk. 2. Bahan yang masuk kategori bahan baku. Pada umumnya bahan pembantu suatu produk terdiri dari beberapa macam. b.

Masalah penting yang terkait dalarn pengadaan bahan adalah: 1. saat Pembelian (dicatat oleh bagian akuntansi finansial). Dengan demikian bahan-bahan yang dipakai sesuai dengan mutu yang dikehendaki. Prosedur Pembelian bahan dan pencatatan persediaan. Harus memperhatikan kwalitas bahan-bahan yang ada sehingga apabila terdapat bahan-bahan yang tidak memenuhi standard dapat segera mengembalikannya kepada suplier. Pengembalian ini akan dicatat dalam jurnal pengembalian bahan.700 Pengendalian pemakaian bahan.Masalah ini dibahasdalam mata kuliah Akuntansi Keuangan. 2.700 Jumal pencatatannya adalah sbb: Persediaan bahan baku Utang Dagang Kas Rp 13.000 I -1.000 2.BB Persediaan bahan baku Rp 8.200 8.200 Saat Pemakaian bahan (dicatat oleh bagian akuntansi biaya) Produk dalam proses .000 3. . Kos bahan (sesuai faktur) Biaya angkut masuk Biaya assuransi Rp 10. Masalah ini dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi.200 Rp 10.200 Total kos bahan Digunakan dalam proses produksi Rp Rp 13. Penentuankos danpenilaiannya.Contoh pencatatan transaksi yang terkait denganbiaya bahan.

Biaya Produksi (terdiri dari biaya TK Langsung dan biaya TK tak langsung). 2. antara lain sebagai berikut: 1. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dala~n . insentip'lembur dan insentip prestasi kerja.b. Tahapan keduamerupakan prosesdistribusidan alokasi biaya tenaga kerja kepada masing-masing job. bonus Produksi.000 7. perhitungan pendapatan. Pencatatan biaya tenaga kerja melalui dua tahapan penting yang terdiri dari: 1.500 . Klasifiasi biaya tnaga kerja dalam proses produksi antara lain: (a) biaya tenaga kerja langsung. Jumal transaksi tersebut adalah sebagai berikut: Biaya Tenaga Kerja Pajak penghasilan karyawan Hutang gnji h n ~rpah ka~:~trcc~crn Rp 22. Rp 25. Termasukdalam katego~i biaya produksi adalah semua upah buruhdan insentipdalam rangka memproduksi suatu produk. Biaya tenaga kerja. tantiem. upah buruh. dan tunjangan kesehatan. Tahapan pengumpulan data gaji.500 Riaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macatn. perhitungan pajak yang hams dibayarkan oleh karyawan serta berapa besarnya penghasilan bersih yang diterima karyawan. departemen dan lain-lain klasifikasi.500 2. Jurnal transak\i kedua ini dicatat sebagai berikut: PDP-biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Rp 15. Komponen pembayaran jasa kepada karyawanhuruh yang tidak termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah:jasa produksi.500 Biuyn tennga kcljlr Rp 22. adalah semua biaya yang dieluarkan untuk membayar upah pada karyawan perusahaan.000 2. Biaya Komersial (terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor).Termasukdalam kategori biaya komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetapftidaktetap) guna mempertahankan eksistensioperasional perusahaan. dan tunjangan hari raya. Macam-macam pembayaran gaji dan upah yang masuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: gaji karyawan. Pencatatan dan pembebanan biaya tenaga kerja.

RD 300. Perlakuan akuntansi terhadap pajak berdasarkan kebijaksanaan mahagemen sebagairnana diutarakan dalam alinea di atas. Pajak PPH 21 menjadi beban masing-masing karyawan. 3.000 Apabila buruh tersebut belurn berkeluarga (bujangan) besarnya pendapatan tidak kena pajak sebesar Rp 120. Contoh kasus. Biaya tenaga kerja talc langsung terjadi di departemen pewbantu (service departement). Biaya tenaga kerja talc langsung.000 sebesar Rp 12. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak. .000. adalah kewajiban membayar PPH 21 dan asuransi sosial. Masalah ini dipecahkan dengan 3 cara sebagai . Pajak menjadi beban perusahaan.000.rangka memproduksi produk yang secara langsung membentuk produk dalam suatu perusahaan dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi cli departemen produksi.000 per bulan.000.000 120. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka memproduksi produk yang secara tidak langsung ikut membentuk produk dalam suatu perusahaan.000 2 orang anak @ Rp 60. Masalah yang tirnbul dalam pembayaran biaya tenaga kerja. Penentuan PPH 2 1untuk buruh tersebut adalah sebagai berikut: Besarnya penghasilan per bulan Pendapatan tidak kena pajak buruh sebagai kepala keluarga 1 orang isteri 120.000 total penghasilan tidak kena pajak Pendapatan tidak kena Pajak Jadi buruh tersebut tidak dapat dikenai PPH 21. berikut: 1. Dengan dernikian pendapatan kena pajak buruh tersebut Rp 80. karypwan (buruh) dan perusahaan. Seorang buruh memperoleh penghasilan sebesar Rp 200. 2. Pajak ditanggung bersarna.000 60. Berarti PPH 21 yang harm dikenakan kepada buruh tersebut sebesar 15% X Rp 80.

Produk dalam Proses . Saat Pembebanan kepada psoduk.000 12.BTK Biaya terluga kerja Rp 200.000 Kp 200. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 KIT 194. a.000 Rp 12.000 Utang gajilupah 188. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada perusahaan saja. a.000 Rp 12.000 b. Biaya Tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang PPH 21 RP 188.000 3.000 188.000 2. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 b. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 1811. Produk dalam proses .000 Rp 12. a.000 . Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan. Saat Pelnbebanan kepada produk.BTK Biuya tenaga kelju Rp 1 94.1. Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang 21 Ut~lr~g gajilupah RP 1 04 400 6. Biaya tenaga kerja Utang PPH 2 1 Urcing gajilupcrh RP 200. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada k:+rpawan dan pcruxahaal~.

Pembayaran upah dan insentip. Di samping itu apabila ditinjau dari tingkah laku terjadinya biaya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu biaya variabel dan biaya tetap.000 Rp 3.BTK Rp 188. 2. Pencatatan dan pengakuan biaya overhead. -4. dengan dernikian pembebanan BOP tidak perlu menunggu perhitungan . Pencatatan biaya overhead pabrik terdiri dari dua kelompok. Apabila ditinjau dari saat terjadinya maka biaya overhead dapat ditinjau dari biaya overhead tunai dan biaya overhead yang dibebankan untuk berbagai penode yang menikrnati. Pencatatan kehadiran karyawan. dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi. Biaya overhead pabrik Biaya tenaga kerja tak langsung Akumulasi peralatan pabrik Biaya assuransi kebakaran Rp 20.500 Rp 4.500 Macam-macam biaya yang lainnya Pembebananbiayaoverheadpabrikkeproduk harusmemperhatikanapakahperusahaan memakai rekening biaya overhead pabrik dibebankan. Pencatatan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut: Pengakuan terhadap biaya overhead. Rekening semacam ini digunakan untuk menampung pembebanan biaya overhead yang terjadi dalam satu periode kepada rekening Produk dalam proses . 5. Pencatatan dilakukan dengan talcsiran biaya overhead pabrik.000 Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian biaya tenaga kerja. 3.000 Rp 5. Hal-ha1 tersebut. c.b. Pengelompokan ini dilakukan mengingat jenis biaya overhead sangat banyak. Produk dalam Proses .000 Rp 7. Pencatatan biaya tenaga kerja.000 Rp Biaya tenaga kerja 188. adalah prosedur penggajian dan pengupahan yang meliputi.BOP. 1. Pencatatan waktu kerja. Pernisahan biaya tersebutdimaksudkanuntuk memudahkan dalamanalisispengambilan keputusan. Penghitungan upah dan insentip. Saat Pembebanan kepada produk.

Pemisahan biaya ini sebenamya mengandung kelemahan.000 Rp 19. Selanjutnya selisih tersebut akan dibebankan kembali ke rekeningrekening Kos barang terjual/HPP.000. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job.mengingat tidak ada metode yang dianggap tepat dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.dibebankan Rp 19. dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel. Biaya ini terdiri dari biaya bahan tak langsung.sesurzgguhnya Rp 19.000 Dengan pencatatan tersebut di atas maka akan terlihat bahwa dalam rekening BOP sesungguhnya akan terdapat selisih sebesar Rp 1. Item biaya overhead pabrik sangat banyak. sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya. rekening persediaan produk selesai dan persediaan produk dalam proses akhir. Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan diperoleh selisih antara BOP yang ditaksirkan dengan BOP yang sesungguhnya. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL Biaya overhead pabrik adalah semua biaya-biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.Meskipun padadasamya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap.BOP yang sesungguhnya terjadi.Perbedaan ini disebut under-applied overhead pabrik.000 Selanjutnyarekening BOP-dibebankan pada saldokredit.BOP BOP . Adapun jumalnya adalah sebagai berikut: BOP . Pembebanan BOP ke rekening Produk dalam Proses: PDP . harus dipertemukan dengan rekening BOP-sesungguhnyapada saldo debit.000 Rp 19. .dibebankan BOP . Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya. maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Selisih tersebut di akhir periode akan disesuaikan dengan terlebih dahulu dianalisis apakah terjadi over1 under applied BOP. E.

Gambar di halaman 18 berikut ini me~~.jelaskan uraian tersebut di atas. Variabilitasbiayadiperlihatkan oleh garis miring yang sebetulnyamerupakan fungsi dari produk yang dihadkan. (3) teknik analisis kuadrat terkecil (least square). antara lain: (1) teknik grafis. Sedangkan biaya tetap digambarkan dengan garis mendatar sejajar dengan kuantitas produk. Garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Besamya biaya variabel dihitung dengan membagi selisih biaya semi variabel tertinggi dan terendah dibagi dengan selisih aktivitas tertinggi dan terendah. Mathematical high low point. Teknik grafis. Di antara berbagai titik tersebut ditarik garis lurus sampai memotong sumbu tegak.Beberapa teknik pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Dalam teknik ini hubungan antar biaya dengan volume produksi digambarkan dalarn sebuah diagram. Perhatikan contoh berikut ini: . Dari perpotongan sumbu tegak dengan garis tersebut ditarik garis lurus sejajar dengan sumbu datar. Biaya Tetap 0 unit 2. dan (4) teknik analisis korelasiJregresi. 1. Teknik ini menggunakan dasar aktivitas tertinggi dan terendah sebagai dasar analisis semivariabel. (2) matematical high low point. Dari gatnbar tersebut dapat diketahui berapa besamya biaya tetapdan berapa besamya biayavariabel.

Sedangkan aktivitas terendahnya terjadi di bulan Maret menunjukkan waktu kerja 2.000 1.dapat dihitung hesamya biaya tetap sebagai berikut: Aktivitas tertinggi Total biaya semi variabel Biaya variabel (Rp 250ljam) 6.000 Aktivitas terendah Rp 1.000 Rp 1. Teknik kuadrat terkecil.000 Rp 1.840 jam dengan biaya Rp 2.: 4.000 Rp 2.026.026.7 10.840 jam 2. Persamaannya adalah: .736 jam dengan biaya sebesar Rp 1.066.000 684.736 jam 4.104 jam Total Biaya Rp 2.750.480 jam X Kp 250 2.000.I 1 Dalam tahun anggaran 1986 aktivitas tertinggi perusahaan susu Mamiek menunjukkan waktu kerja sebanyak 6.736 jam X Rp 250 Biaya tetap Rp 1.776.104 jam = Rp 250..750.776.750. Selanjutnya setelah besarnya biaya variabel per unit dapat diketahui.000 Tarip variabel = Rp 1.-/jam.066.000.000.776.000 I . Teknik ini hubungan antara biaya dengan volume produksi sebagai hubungan persamaan linear. Berdasarkan data tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: No 1 2 Aktivitas perusahaan Aktivitas tertinggi Aktivitas terendah Selisihlperbedaan Aktivitas 6.000 3.

000 jam kerja. Selisih tersebut (baik under ataupun over applied) harus dianalisis untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.000. unit produksi. bahwa untuk mempermudah perhitungan digunakan tarip yang ditetapkan di muka. terdiri dari biaya tetap Rp 125. Tarip yang digunakan harus berdasar pada alasan yang rasional.000 Selisih pengeluaran (rugi) . 3.625 dan untuk biaya overhead variabel sebesar Rp 0. jam tenaga kerja langsung. maka pada akhir periode &an terdapat selisih dalam rekening biayaoverhead pabrik sesungguhnya (actual) dengan tarip yang telah ditentukan di muka. Sebagai akibat penggunaan tarip biaya overhead pabrik tersebut. Tarip untuk biaya overhead tetap Rp 0. agar tarip tersebut dapat digunakan secara tepat baik untuk penentukan kos maupun untuk kepentingan pengendalian biaya. jam mesin.000 jam. biaya bahan yang digunakan. 5.SO. Pada akhir periode diketahui besamya biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah Rp 292. Jadi tarip per jam kerja adalah Rp 1. Sebagai contoh: Anggaran biaya overhead pabrik pada perusallaan Nickiesusu.875) Rp 125. dan menunjukkan arah garis (slope) sebagai komponen biaya variabel.Y menunjukkan besamya biaya variabel pada volume X a b menunjukkan komponen biaya tetap. biaya tenaga kerja. 3. Tarip biaya overhead pabrik.250 Rp 292.000 sehingga terdapat selisih sebesar Rp 7. Pada periode tersebut jam kerja sesungguhnya sebesar 190.000 (under applied).875. ditentukan atas dasar: 1. Tarip biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja sebesar 200. 2.000 166.250 Rp 291. Selisih tersebut dianalisis dengan analisis dua selisih sebagai berikut: Selisih pengeluaran: Biaya overhead sesungguhnya Anggaran s/d kapasitas yang digunakan: Biaya tetap dianggarkan Biaya overhead (190 X Rp 0.000 dan biaya variabel Rp 300. Telah disebutkan di muka.

625) :Rp 125.000 Rp 7.X 100 %.. dihitung dengan cara sebagai berikut: (10.000 jam X 0.000jam kerja. pada setiap akhir periode hams dibebankan kembali ke rekening Kos Produksi atau langsung ke income summary. Dengandemikian tarip biaya overhead pabrik harus ditetapkan kembali dengan dasar pengalaman di masa yang lalu. Dengan demikian manager dapat mengetahui pada elemen apa saja dia harus melakukan tindakan koreksilperbaikan. Terhadap selisih yang terjadi.000. manajemen dapat mengetahui sampai seberapa jauh tingkat efektivitas pekerjaan pada departemen produksi. Hal ini hams dikoreksi kembali.= 5 % Pejabat yang bertanggungjawab terhadap adanyakapasitas yang menganggur tersebut adalah orang yang secara langsung menangani proses produksi.000 Persediaan produksi jadi Biaya overhead pabrik sesungguhnya.000 Terhadap tarip biaya overhead. ha1 ini perlu diteliti lebih lanjut penyebab kesenjangan antara kapasitas produksi dengan kemampuan pasar menyerap produk yang dihasilkan perusahaan. . Dalarn artian tarip yang ditetapkan di masa lalu tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai alat pengukuran.000 Rp 7. Demikian halnya dalam selisih kapasitas. Besarnya kapasitas menganggur ini sebesar 5%. Dari data di atas dapat diketahui terdapat kapasitas jam kerja yang masih belum digunakan sebanyak 10. dengan jurnal sebagai berikut: Rp 7. Namun.Selisih Kapasitas: Anggaran sld kapasitas yang digunakan Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk (rekening PDP-BOP) Selisih kapasitas (rugi) Terhadap selisih pengeluaran dapat dirinci lebih jauh. komponen biaya apa saja yang mengalami penyimpangan. sangat dimungkinkan di kelak kemudian hari tarip biaya overhead pabrik menjadi tidak tepat. atau: Income summary Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 7.

000 unit 2.000 unit produk X. dan biaya overhead pabrik 80%.400 unit Produk dalam proses akhir Produk yang diselesaikan periode ini 400 unit 2.biaya tenaga kerja langsung 90%. Berapa besamya biaya yang terserap dalam produk yang masih dalarn proses baik di awal maupun di akhir periode tergantung pada taksiran tingkat penyelesaian komponenkomponen biaya yang membentuk terjadinya sesuatu produk atas produk dalam proses. Di awal bulan terdapat produk yang rnasih dalaln proses produksi 200 unit dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan baku 100%'. biaya tenaga kerja 80% dan biaya overhead pabrik sebesar 90%. Sebagai contoh. Hal ini mengingat adanya produk yang masih dalanl proses baik di awal maupun di akhir periode telah ikut menyerap kos yang terjadi dalam periode tersebut. Keadaan dalam satu periode tersebut apabila dirinci akan menunjukkan kuantitas produk yang diselesaikan sebagai berikut: proses awal Produk dala~n Produk yang masuk di dalam proses 200 unit 2. perusahaan XYZ dalam bulan Mei menghasilkan 2. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI Unit ekuivalen produksi (selanjutnya disebut unit ekuivalen) hams dihitung untuk menentukan berapa besa~nya produk yang layak diperhitungkan dalam rangka penentuan kos produk per unit.400 unit . Tingkat penyelesaian produk mencerminkan berapa banyak biaya yang terserap di dalam produk dalam proses tersebut.200 unit 2. Di akhir periode masih terdapat 400 unit produk yang masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan sebesar I OO%.BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI A.

bahan baku. Begitu pula halnya produk dalam proses di akhir bulan Mei akan menjadi produk dalam proses di awal bulan Juni. 2.320 unit 2. awal bulan Mei ! awal bulan Juni ! 200 unit 400 unit Masuk dalam proses dalam bulan Mei 2.000 + 400 (90 %) = - 2.000 + 400 (100 %) Unit ekuiv. Bagan berikut ini memperjelas proses transformasi input dan output dalarn suatu proses produksi. Apabila menggunakan metode tersebut besarnya unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Unit ekuiv. biaya tenaga kerja langsung. 2. Sebagai akibatnya kos padaperiode yang satu dan periode yang lain tidak akan terjadi fluktuasi. Komposisi penyelesaian produk dalam proses di awal maupun di akhir proses sebagaimana digambarkan dalam gambar di atas akan mempengaruhi unit ekuivalen pada bulan Mei. Penghitungan unit ekuivalen dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut: 1 .200) sama dengan output (400 + 2.000 + 400 (80 % Unit ekuiv.360 unit .200 unit Produk selesai dalam bulan Mei 2. 2.400 unit 2. Kos yang terserap dalam produk dalam proses awal maupun akhir proses menunjukkan jumlah yang relative sama. Metode rata-rata (average method). Metode ini menganggap bahwa tingkat penyelesaian produk dalam proses baik di awal maupun di akhir proses dari periode yang satu ke periode berikutnya tidak menunjukkan perbedaan yang siknifikan.1 Aliran input dan ouput produksi Dan gambar tersebut di atas ditunjukkan bahwa 200 unit produk dalam proses awal sebetulnya merupakan produk dalam proses di akhir bulan April.Dalam menghitung kuantitas produk yang diprodusir selama satu periode harus dapat ditunjukkan bahwa input (200 + 2.000 unit Peraga 2. biaya overhead pabrik.000).

MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK Dalam menghitung kos per unit produk hams memperhatikan unit ekuivalen produksi untuk masing-masing komponen biaya. = 2. Perhitungan unit ekuivalen dengan menggunakan metode FIFO adalah sebagai berikut: Unit ekuivalen biaya bahan.200 unit. 200 ( 10 %) + (2. Meskipun demikian keputusan untuk menggunakan salah satu dari kedua metode tersebut.000 .Metode masuk pertama keluar pertama (first in first out). sebagai akibatnya kos balk yang terjadi di awal maupun di akhir proses akan diidentifikasi secennat mungkin. Perbedaan tingkat penyelesaian dari waktu ke waktu tersebut akan sangat mernpengaruhi besarnya komposisi kos produk dari periode yang satu dengan periode lainnya. = 2.140 unit.300 unit.200) + 400 (80 %) Unit ekuivalen biaya overhead pabrik.000 . mengenai filosofi produksi. Kos yang terserap dalam setiap produk di awal dan di akhir periode jumlahnya tidak sama. 200 (20 9 )+ (2. biaya bahan baku bulan tersebut sebesar Rp 44.420 dan biaya overhead pabrik Rp 26. Perhitungan unit ekuivalen tersebut di atas memperhatikan perhedaan penyerapan kos di awal dan di akhir proses produksi. B.200) + 400 (100 %) 6 Unit ekuivalen biaya tenaga kerja. produk pada bulan April adalah sebagai berikut: biaya bahan baku RD 19. tidak boleh sembarangan mengingat karakter proses produksi hams diperhatikan Dengan mengambil contoh perhitungan subbab A di atas serta data biaya berlkut digambarkanperhitungan kosper unit tersebut. Kos per unit.560. 200 (0 9 )+ (2. ' Periksa kembaii bab I.200) +400 (90 '3) 6 = 2.000 .200 biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 34.biaya tenaga kerja langsung Rp 15. . Metode ini menganggap terdapat perbedaan yang siknifikan antara tingkat penyelesaian antara produk dalam proses di awal periode dengan produk dalam proses di akhir periode. Konsep ini sangat berbeda dengan metode rata-rata yang menganggap komporlen kos semua produk sama.dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 11. Perhitungan kos per unit produk berdasarkan salah satu dari keduametode penghitungan unit ekuivalen. Misalnya.

760 - Rp 8. 200 x 100 % X 19 Biaya tenaga kerja langsung.Dari informasi tersebut di atas dapat dihitung kos per unit produk.260 Apabila menggunakan metode rata-rata perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: Perhitungan kos per unit kedua metode tersebut akan menghasilkan kos per unit yang berbeda.700 1. Dengan menggunakan metode rata-rata besamya kos per unit lebih kecil dibandingkan dengan metode FIFO. Apabila menggunakan metode FIFO perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: . perhitungannya adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku.800 2. 200 x 80 % x 11 Total kost produk dalam proses awal = Rp = 3. 200 x 90 % x 15 Biaya overhead pabrik. Sebelummenghitung kos per unit produk terlebih dahulu dihitung berapa besarnya kos yang terlekat pada produk dalarn proses awal.

Berdasarkan perhitungan di atas selanjutnya dapat dihitung berapa besamya kos yang dibebankan terhadap produk selesai maupun produk yang masih dalam proses di akhir periode. Rincian perhitungan berikut ini sangat penting mengingat jumlah tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke dalam rekening-rekening produk dalam proses. Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya TKL, 400 x 80 % x 16 Biaya Overhead Pabrik, 4OOx90%x12 Total biaya yang dibebankan Rp 8.000 5.120 Rp 96.000

4.320

17.440 Rp 113.440

Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode FIFO adalah sebagai berikut:

Kos produk selesai:
Produk d b proses awal

Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Ppbrik: 200 x 20 5% x 12,07 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei: 1.800 @ Rp 48,25 Total kos produk selesai bulan Mei Rp 95.914,40
= Rp 321,60

=

482.80

804.40

Kos produk dalam proses akhir:
Biaya bahan baku, 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Overhead Pabnk, 400 x 90 %x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang dibebankan bulan ini Rp 8.040 4.345.20 Rp 17.530.80 Rp 1 13.445,20
% Biaya Tenaga Kerja Langsung, 400 x 80 5 x 16,08 Rp 5.145,60

Dalam perhitungan menurut metode FIFO, di atas terdapat selisih lebih sebesar Rp 5,20. Selisih tersebut sebagai akibat pembulatan pada waktu perhitungan kos per unit. Rincian pembulatan tiga angka di belakang koma adalah sebagai berikut: Biaya bahan 12.0909 menjadi 12.10 atau sebesar BTKL 16.0841 menjadi 16.08 atau sebesar BOP 12.0727 menjadi 12.07 atau sebesar (0.009 1) (0.0041) (0.0027) Rp 5,06

Total pembulatan = 0.0023
Perhitungan pembulatan adalah: 2.200 x Rp 023
=

C. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI
Laporan kos produksi untuk periode yang baru saja berakhir disusun pada hari-hari awal periode berikutnya. Jadi laporan kos produksi untuk bulan Mei dibuat pada awal bulan Juni, demlkian seterusnya. Laporan ini memuat tigamasalah pokok yang terdiri dari:

1. Laporan kuantitas produksi selama satu periode, berisi perhitungan kuantitas produk baik yang masuk dalam proses maupun produk yang dihasilkan serta segala bentuk keluaran lainnya. Laporan semacam ini menggarnbarkan berapa kuantitas yang layak diperhitungkan dalam penentuan kos produk.

2. Perhitungan kos per unit produk, berisi perhitungan kos per unit produk untuk semua komponen produk yang dihasilkan selama satu periode produksi.
3. Perhitungan pembebanan kos produk selesai dan produk yang masih dalam proses (akhir), berisi perhitungan berapa besarnya kos untuk produk selesai dan produk dalam proses yang dihasilkan dalam satu periode produksi.
Laporan Kos Produksi tersebut disajikan dengan maksud menyajukan informasi kepada manajemen sebagai alat pengendalian biaya produksi dan sebagai dasar membukukan kos produksi ke dalam rekening kontrol. Berikut ini disajikan contoh laporan kos produksi dengan menggunakan metode ratarata (periksa halaman 24).

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A.

Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang masuk dalam proses 200 unit

2.200

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalarn proses akhir hoduk selesai bulan Mei

400

2.000

B. Perhitungan Kos per unit produk,

C. Pernbebanan biaya kepada produk.

Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung. 400 x 80 O/r x 16 Biaya Overhead Pabrik, 400 x 90 %x 12

= =

Rp Rp
8.000 5.120 4.320

96.000

-

Total biaya yang dibebankarl

Percrgu 2.2 Lupor.urr Kos Prodrrksi detrLqut7 Rerorlc, Rota-r.nru

Laporan kos prroduksi yang disajikan dengan metode FIFO disajikan pada halaman berikutnya. Perhatikan, terdapat perbedaan yang khas penyajian metode ini yang sangat berbeda dengan metode Rata-rata. Dalam metode FIFO, perhitungannya jauh lebih rumit daripada metode rata-rata terutama laporan bagian C, pembebanan biaya kepada produk.

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A. Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang rnasuk dalarn proses

200

unit

2.200
400

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalam proses akhir Produk selesai bulan Mei

2.000

B. Perhitungan kos per h i t ,

C. Pembebanan biaya kepada produk: Produk dalam proses awal Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Pb., 200 x 20 % x 12,07
Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei, 1.800 @ Rp 48,25

Rp 8.260
= Rp 321,60 = 428.80

804.40

Total kos produk selesai bulan Mei Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Tenaga Kerja Langsung: 400x 80 % x 16,08

Rp 95.914,40
= Rp 8.040,00 = 5.145,60

Biaya Overhead Pabrik: 400 x 90 % x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang, dibebankan bulan ini

Peraga 2.4 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO

Apabila kita kita perhatikan, a1 antara kedua laporan kos produksi tersebut tefdapat perbedaan pokok, yaitu: 1. Dalam metode rata-rata biaya yang terjadi pada bulan sebelurnnya yang tercermin dalam PDP awal digabung menjadi satu dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei. Penentuan kos per unit dilakukan dengan membagi total bulan lalu dan bulan Mei dibagi dengan unit ekuivalennya. Berbeda dengan metode FIFO, maka biaya yang berasal dari bulan lalu tidak digabung dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei.

2. Penggunaan salah satu dari kedua metode tersebut harus mempertimbangkan ha1 -ha1 sebagai berikut:
a. Fluktuasi produksi dari periode ke periode. b. Apakah produk yang melekat masih dalam proses tidak tentu.

D. MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR
Akuntansi biaya mempunyai tugas untuk mencatat, melaksanakan klasifikasi biaya, membebankan perhitungan biaya pada produk, dan melaporkannya kepada manajemen. Bentuk pelaporan biaya telah dipelajari dalam subbab sebelurnnya, dan selanjutnya akan dibahas proses pencatatan transaksi biaya ke dalam jumal dan postingnya dalam buku besar. Skema proses pencatatan transaksi biaya adalah sebagai berikut:

-

Buku Jurnal

Buku besar

-

Neraca Lajur

r

-Buku Pembantu

Laporan Biaya

Biaya

I

Bagan 2.5 Proses pengolahan data akuntansz

PDP biaya bahan PDP biaya tenaga kerja langsung PDP biaya overhead pabrik Rp 3.lx.Pada awal bulan Mei harus dibuat jurnal penyesuaian kembali.xx Hutang &gang b.260 Persediaan PDP awal Pencatatan transaksi keuangan. Transaksi keuangan yang terkait dengan transaksi biaya terdiri dari pencatatan pembelian bahan-bahan. biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain selain kedua klasifikasi tersebut. langkah-langkah pencatatan transaksi adalah sebagai berikut: 1. Pembelian bahan baku (dengan metode perpetual) dicatat sebagai berikut: Persediaan bahan xxxx . Pencatatan jumal penyesuaian kembali ini dibuat mengingat pada akhir bulan yang lalu telah dilakukan tutup buku.Berdasarkan bagan tersebut di atas. Pengakuan adanya upah tenaga kerja dicatat sebagai berikut: Biaya tenaga kerja xxxx XYXX Hutang guji c. Pencatatan jurnal penyesuaian kembali. Dengan demikian saldo semuarekening Produk Dalam Proses sudah seimbang (0). Cara pencatatannya antara lain. guna mengakui adanya produk dalam proses awal yang sebetulnya merupakan persediaan akhir pada periode bulan yang lalu.. Pencatatan biaya lain-lain: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya tenaga kerja tak langsung Depresiasi Biaya asuransi xxxx xxxx xxxx xxxx XlCXX Biaya tunai lainnya .800 2. a.700 11760 Rp 8.

dan biaya over-head pabrik. Terhadap produk yang masih melekat dalam proses produksijuga hams dihitung berapa biaya yang hams dibebankankepadanya.biaya averheadpabrik .3.560 Rp 34. produk yang diselesaikan diserahkan ke gudang sebagai produk jadi.b i q tenaga kerja langsung PDP . biaya tenaga kerja langsung. Transaksiini meliputi pembebanan biay a bahan baku. a.320 PDP . Bila menggunakan metode rata-rata. Pencatatan transaksi akuntansi biaya.200 Biaya tenaga kerja langsung c.000 5.420 Biaya overhead . Pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk: Produk dalam proses .120 4.biaya bahan Rp 44.000 PDP . Pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk: Produk dalam proses .biaya overhead pabrik Pembebanan biaya produks~ kepada PDP akhir dengan jumal sebagai berikut: Persedimn produk dalam proses PDP .BTKL Rp 34.440 Rp 8.dibebunkan Rp 26.biaya tenaga kerja langsung 32.biaya bahan baku Rp 96. Transfer produk jadi tersebut hams diikuti pencatatan pembebanan biaya atas produk yang telah diselesaikantersebut. Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai dengan jumal sebagai berikut: Persediaan produk selesai PDP .560 Setelah proses produksi selesai.000 24.200 Persediaan bahan baku Rp 44.BOP Rp 26. Pembebanan biaya bahan baku kepada produk: Produk dalam Proses .200 b.biaya bahan baku Rp 17.000 Rp 40. 1.000 PDP .

rat^ 2.000 48.914.000 Biaya Tenaga Kerja PDP .OO 3 1.BOP :: :I : Persediaan PDP Akhir Peraga 2.960.biaya bahan baku PDP -biaya tenaga kerja langsung PDP .40 Rp 38.80 (Catatan: terdapat pernbulatan angka sebesar Rp 520) .BB Persediaan produk selesai 48. Bila menggunakan metode FIFO Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai: Persediaan produk selesai PDP .40 23.700 BOP Dibebankan PDP . 2.974.Bagan proses pencatatan transaksi biaya dalam metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan PDP .BTKL Raj.biaya overhead pabrik Rp 95.4 Aliran Biaya Produksi dengan Metode Rara.974.

biaya tenaga kerja langsung PDP .00 5.biaya overhead pabrik Rp 17.974.320.60 4.530.80 Peraga 2.5.34.145.20 Bagan proses pencatatan transaksi biaya dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan 'PDP .OO 17.BB Persediaan produk selesai 95.BOP Persediaan PDP Akhir 28.BTKL BOP Dibebankan PDP .biaya bahan baku PDP .6 Aliran Biaya Produksi dengan Metode FIFO .Pembebanan biaya produksi kepada PDP akhir: Persediaan produk dalam proses PDP .80 Rp 8.040.40 Biaya Tenaga Kerja PDP .530.

PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI Mengingat setiap proses produksi membutuhkan spesialisasipekerjaan. BK 90%) PDP akhir dept I1 (BB 100%. BK 80%) Depart. Tentu saja banyaknya departemen tersebut sangat berpengaruh terhadap cara-cara penentuan kos per unit produk. diambil kasus teknik aliran produksi bertahap.OOO 4. Penghitungan kos produk menggunakan metode FIFO. I 200 -- Depart. Produk diolah melalui dua departemen produksi yang diolah secara bertahap. Untuk menggambarkan bagaimana penentuan kos produk yang diolah melalui beberapa departemen produksi. I Produk selesai di dept. Hampir tidak ada proses produksi yang tidak menggunakan departemenisasi tersebut.000 D e ~ tI1 . I PDP akhir dept 1 (BB 100%. Komposisi produk yang dihasilkan dalam bulan Mei 1988 adalah sebagai berikut: Keterangan PDP awal dept I (BB loo%. Rp 100. Dalam bulan ini komposisi biaya adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik D e ~ tI. berikut ini disajikan contoh kasus PT XYZ. Agarpembahasan lebih mudah dipahami. biaya tenaga kerja sebesar Rp 10. BK 80%) Produk masuk dalam proses dept. I1 -- 200 5 . Industri XYZ menghasilkan satu macam produk X dengan metode proses. Di departemen I1 biaya tenaga kerja langsung Rp 25 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 16. BK 80%) PDP awal dept I1 (BB LOO%.450 . biaya bahan Rp 19. dan biaya overhead pabrik Rp 11.E.000 Rp 216.800 400 -- ---- 150 Biaya produksi per unit produk dalam bulan yang lalu adalah sebagai berikut: di departemen I. Total biaya Rp 198. maka produk diolah melalui beberapa departemen.

Perhitungan unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Departemen I.800 unit.000 PDP akhir Produk selesai Output 5. Dalam kasus ini besarnya kos PDP awal adalah sebagai berikut: . Jumlah produk yang diselesaikan di departemen I sebesar 4. dalam kedudukan sebagai bahan di departemen 11.800 -200) + 400 (90%) = = 5. Dalarn praktek ha1 tersebut dapat diketahuidengan melihat perhitungan kos dari bulan yang lalu. kos persediaan produk dalam proses awal belum diketahui.Dari informasi tersebut buatlah laporan kos produksi dan pembukuan transaksi tersebut dalam rekening yang terkait! Perhitungan kuantitas produksi dalam bulan ini adalah sebagai berikut: .000 unit 5. Produk tersebut langsung masuk ke gudang. Jumlah tersebut hams dihitung lebih dahulu dengan cara mendeteksi berapa besarnya komponen biaya yang mendukung kos tersebut. 200 (20%) + (4.OOO Catatan: I. Keterangan D e ~ t1 . Jumlah yang diselesaikan di departemen I1 sebesar 4. Setiap produk yang telah diselesaikan tersebut langsung masuk dalam proses di departemen 11.800 5.850 .200) + 400 (100%) Biaya Konversi. 2.850 unit. Biaya bahan.800 . D e ~ tI1 . 200 (0%) + (4.200 5.810 unit Sering kali dalam kasus yang disajlkan. 1 Biaya Konversi = 200 (20%) + ( 4.000 unit Departemen 1 .200) + 150 (80%) = 4. PDP awal Masuk dalam proses Input ' 200 200 4.

600 1.160 PDP awal di departemen 1 .560 Berdasar informasi yang telah diperoleh tersebut dapat dihitung kos per unit produk.60 Rp 205. 200 (80%) x 11 Kos PDP awal departemen I - Rp 3.760 Rp 7.160 Setelahkos per unit produkdihitung. bak untuk departemen I maupun untuk departemen 1 . Biaya overhead pabrik Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I Total Kos Rp 7. 200 x Rp 40 BTKL. 200 (80%) x 25 BOP. 1 Eavl.000 2.560 Rp 14. 200 (100%) x Rp 19 BTKL.PDP awal di departemen I: biaya bahan. Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan.800 1.000 Rp 39. 1 Biaya dari dept. selanjutnyadapat dihitungpembebanan kos pada produk yang selesaikan di departemen I yang ditransfer ke departemen I1 dan kos produk dalam proses akhir di departemen I. Perhitungannya adalah sebagai berikut: .160 KosIUnit Rp -- -- Rp 198. I. 200 (80%) x 10 BOP.000 4. 200 (80%) x 16 Kos PDP awal departemen I1 - Rp 8. Biaya tenaga kerja.

Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.605 dan besarnya kos produk selesai bulan ini sebesar Rp 190.Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.560 190.600 x Rp 39.800 = Rp 39. 200 (20%) x Rp 10.104 Perhitungan kos per unit untuk departemen I1 adalah sebagai berikut: Keterangan Eqvl.80 BOP.104 :4.104 KosfUnit Rp -39.60 = I Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku. 200 (20%) x 8.60 PDP awal bulan Kos dari departemen I Biaya yang ditambahkan di departemen 1 : 1 . 400 (90%) x 8.80 = - Total biaya PDP awal 1 ..80 BOP. Total Kos Rp 14. 400 (100%) x Rp 20 BTKL. 400 (90%) x 10.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini = 1 - I - 1 Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui Kos per unit Rp 190.

340.OO 1.810 4.00 Rp 45.554 Rp 421. 200 (20%) x Rp 15 = Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.60 -- Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dihitung pembebanan kos produk yang diselesaikandi departemen I1 yang ditransfer ke gudang dan pembebanan pada persediaan produk dalam proses akhir di departemen 11.450 Rp 406.300 72. Kos produk dalarn proses akhir: Dari dept.773.810 144.605 = Rp 5.Biaya tenaga kerja langsung Biaya verhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan 4.00 Rp 16. 200 (20%) x Rp 30 = BOP.75 3. I.650 x Rp 84.413. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.25 : 4850 = Rp 84.75 Rp42 1.25 - Rp 409.940.80.150 Rp 216. - RD 11.773.49 .OO 15.360.00 Rp 84. 150 (80%) x 30 BOP.00 393.605 Kos produk selesai bulan ini.114.25 BTKL.00 Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.60.114 30. 150 (100%) x Rp 39. Jadi perhitungan kos per unit = Rp 409. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos PDP awal Biaya Penyelesaian PDP awal: BTKL.

. maka dalam departemen I1 juga hams disajikan berapa biaya-biaya yang terjadi di departemen I1 tersebut. Peraga 2. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN Laporan kos produksi harus disajikan untuk tiap-tiap departemen produksi yang ada.Setelah perhitungan di atas diselesaikan. Sehingga untuk departemen I dan I1 harus dibuat laporan sendiri-sendiri. Kos yang ditransfer ke departemen I1 mencerminkan berapa biaya-biaya yang terserap ke dalam produk di departemen 11. langkah berikutnya adalah menyusun Laporan Kos Produksi dan membukukantransaksi biaya padarekening-rekeningyang terkait. Sedangkan kos produk yang masih dalam proses mencerminkan berapa persediaan produk dalam proses yang h a s disajikan dalam neraca akhir. Laporan kos produksi pada departemen I1 disajikan di halaman berikut. Sebagai kelanjutan penyajian laporan kos produksi di departemen I.Untuk selanjutnyadigabungkandengan biayabiaya yang terjadi di departemen I1 &an merupakan kos produk yang diselesaikandalam bulan tersebut. Hubungan tersebut dapat dilihat pada bagian C laporan kos produksi departemen I yang memuat berapa perhitungan kos produk yang ditransferke departemen I1 dan perhitungan kos produk yang masih dalam proses akhir. Dalam kedua laporan tersebut dapat digambarkan hubungan transaksi biaya yang terjadi di departemen I dan departemen 11.6 di halaman berikut ini menyajikan laporan kos produksi di departemen I. F.

Perhitungan kos per unit: Keterangan Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan. Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.600 x Rp 39. Biaya tenaga kerja.80 5.000 5.Q00 Kos/Unit Rp -20 10. 200 (20%) x 9.000 8. 39.80 BOP.944 - 182. 400 (90%) x 8.056 Peraga 2.60 Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I RD 198.160 C.60 Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku.PTX LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I A.000 54.000 5.160 100. Biaya overhead pabrik 1 -- Total Kos Rp7.7 Luporan Kos Produksi Departernen I .000 44. 200 (20%) x Rp 10.160 15.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini Rp 7. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalam proses PDP akhir Produk selesai B.000 Rp 205.80 Rr.80 BOP. 400 (100%) x Rp 20 BTKL.80 Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4. 400 (90%) x 10. Pembebanan biaya kepada produk.160 = Rp 432 - 352 784 Rp 7.

560 190. PDP awal bulan Kos dari departemen I .810 C.00 1. Kos produk dalam proses akhir: .25 = R~5.605 .300 72.594 Rp 421. 200 (20%) x Rp 30 . Rp 409.8 10 4.OO Rp 45.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 A.650 x Rp 84.BOP.600. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.61 30.Dari dept. 150 (80%) x 30 .940~75 = = 3.61 4.00 Rp 84.800.BTKL. Total biaya yang dibebankan pada bulan ini. Pembebanan biaya kepada produk selesai: Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: .104 44. Perhitungan kos per unit: Eqvl.BOP.Biaya yang ditarnbahkan di departemen 11: . I.114 KosNnit Rp -39.Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan Total Kos Rp 14. 200 (20%) x Rp 15 - Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalarn bulan ini: 4.BTKL. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalarn proses PDP akhir Produk selesai B.450 Rp 406.150 Rp 216.OO 15.00 Peraga 2.773.605 Kos produk selesai bulan ini.8 Laporan Kos Produksi di Departemen II . 150 (100%) x Rp 39.

11 PDP .000 Rp 54. II Persediaan PDP r dept. Jurnalnya adalah sebagai berikut: a.BORp .dept. Mencatat transfer produk yang diselesaikan di departemen I masuk ke departemen 11: PDP .dept.biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik dibebankan Rp 44. I PDP .560 Rp 13. 11 PDP .BTKL .dept.dept.dept.dept.000 Rp 100.104 .biaya bahan baku PDP . I1 PDP . Mencatat pembebanan biaya yang terjadi di departemen I: PDP .800 1.000 Rp 8. Mencatat jurnal penyesuaian kembali rekening produk dalam proses di awal periode: PDP .000 Rp 44.000 Rp 54.biaya bahan .dept.biaya bahan baku Persediaan bahan baku PDP . dept.760 Rp 7.000 4 .biaya tenaga kerja langsung Biaya renaga kerja PDP .BTKL .560 Rp 3. PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA Jurnal pencatatan transaksi biaya dalarn bulan ini dilakukan pada akhir periode baik menyangkut pengakuan biaya maupun pembebanan biaya yang terjadi di masing-masing departemen.OOO 1.160 c. I1 b. I Persediaan PDP .biaya overheadpabrik Rp 190.G. I PDP .000 Rp 100.biaya tenaga kerja langsung PDP . I PDP .600 I .biaya bahan .Biaya bahan.BOP .

600) - = Rp 95.biaya tenaga kerja langsung PDP .800 + 20 (4.s (4.600) + 432 PDP .dibebankan Rp 144.910.773. 1.biaya tenaga kerja langsung PDP .biaya bahan.800 51.OO 72.biaya overhead pabrik Persediaan PDP .dept.50 3 .800 - Rp 15. 1. II PDP .700.340. 3. Mencatat pembebanan biaya di departemen 11: PDP .dept. I1 Biaya tenaga kerja PDP .056 Rp 8.dept.biaya bahan baku PDP .BTKL .BORp .OO f. Mencatat pembebanan produk selesai yang telah ditransfer ke Persediaan Produk Selesai PDP .biaya bahan baku PDP .BTKL. Mencatat pembebanan produk dalarn proses yang masih melekat dalam mesin-mesin di akhir periode: Persediaan PDP .biaya overhead pabrik Rp 409.300 e. I PDP biaya bahan baku PDP .GOO 1.168 .760 + 8.Biaya overhead pabrik Rp 11.Rincian perhitungan: PDP .300 Rp 144.888 3.000 3.600+ 10.163.940.BORp.11 BOP .25 gudang: Rp 192.depr.712 42.biaya tenaga kerja langsung PDP . d.592 - + 352 Jurnlah.25 144.50 RIJ5.s (4.600) PDP .

Sehinggaterdapat produk yang hilang tidak secaranormal. ada pula produk yang hilang karena alasan yang tidak dapat terduga (unpredicted).5 kg. Produk yang hilang karena alasan yang tidak normal tentunya akan diperlakukan sebagai kerugian bagi perusahaan. Dalam penentuan kos produk adanya produk yang hilang dalam proses menjadi perhatian. Di samping adanya produk yang hilang secara normal. dalam industri gula. Contoh yang sederhanadan seringdijumpai. artinya bahan-bahan yang masuk dalam proses seberat 2 kg. Dari contoh tersebut di atas dapat diketahui adanya input yang hilang secara wajar (normal). Dengan demikian dalam suatu proses input suatu produk akan lebih besar dari outputnya. Setelah dirnasak (dengan melalui proses pemanasan) kedua bahan tersebut bereaksi dan menghasilkan nasi dengan berat 1. Sebagai contoh. Dengan demikian produk yang hilang tersebut tidak dapat dihindarkan terjadinya. Apabila nilai yang hilang tidak material mungkin dapatdiabaikan.kalaibu-ibusedangmenanaknasi. tetapi karena secara alami reaksi kimia dalam teknik pengolahan tersebut menghendaki adanya partikel yang lepas dan hilang secara wajar. Partikel yang lepas tersebut hilang menguap dan tentunya tidak dapat ditelusuri ke mana jejaknya.5 kg. terdapat partikel yang lepas selama reaksi pemanasan dan pengkristalan bahan cair menjadi gula kristal. bahkan munglun adanya faktor kesengajaan. Hilang dalam proses secara normal.Tetapi bila . Carnpurkan beras dan air masing-masing dengan berat 1 liter.Tentunya sesuatu yang hilang secara normal dan tidak normal tersebut akan sangat berbeda perlakuannya dalam penentuan kos produk. Hal ini disebut produk hilang dalam proses secara normal. Partikel yang hilang tersebut hilang bukan karena faktor kesengajaan. mengingat komponen biaya sebagai akibat hilangnya produk tersebut bisa terpengaruh. disebabkan alasan alami.BAB I11 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK. DAN PRODUK CACAD A. PRODUK HILANG DALAM PROSES Dalam suatu proses produksi selalu ditemukan adanya partikel yang hilang. Ini berarti ada partikel yang hilang dalam proses berupa air (H20) yang menguap bersarnaan dengan 'proses produksi' tersebut seberat 0.

Dalarn periode tersebut tidak ditemukan adanya produk dalam proses awal. Produk X diolah dari bahan departemen "X drops". Bahan baku yang dibutuhkan adalah X dan bahan pembantu Yd. tentunya ha1 tersebut tidak dapat diabaikan. Jadi berapa nilai yang hilang dalarn suaku proses harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap penentuan kos produk. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Apabila proses produksi diteliti/ditelusuri jejaknya satu persatu.nilai yang hilang tersebut dipandang cukup materiil. terdapat produk yang hilang dan terjadi pada awal proses produksi di departemen tersebut. Mengingat kenyataan tersebut produk hilang dalam proses secara normal digunakan anggapan sebagai berikut: a. bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap telah ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di akhir proses. b. Untuk menggarnbarkan adanya produk yang hilang dalam proses berikut ini disajikan kasus PT RADITY A. kesemuanya masuk dalarn departemen A. Dianggap tidak ada produk dalarn proses awal. PT RADITYA memproduksi produk melalui 3 departemen produksi. Mengingat mesin-mesin baru saja direparasi besar (overhaul). sulit dideteksi. dengan bahan pembantu "Y pallet". Perusahaan ini memproduksi produk X melalui tiga departemen produksi. Informasi biaya dan produksi pada bulan Januari 1980 disajikan pada halaman berikut: Keterangan Produk yang ditransfer ke B Produk yang ditransfer ke C Produk yang ditransfer ke gudang Produk yang masih dalam proses: . terdapat produk yang hilang dan terjadi di akhir proses produksi di departemen tersebut. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di awal proses. maka produksi di bulan Januari tersebut adalah periode produksi pertarna kali dalarn tahun 1980. maka akan sulit diketahui di manakah dan kapankah sesuatu partikel lepas dalam suatu reaksi kimia. Anggapan ini membawa konsekuensi. Dengan kata lain kapan sesuatu produk hilang secaranormal dalam suatu proses produksi. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Anggapan ini membawa konsekuensi bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap belum ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode.

Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen A (initial departement).i bahan baku & penolong biay a konversi unit hilang di awal proses unit hilang di akhir proses Komponen biaya produksi: Biaya bahan baku Biaya bahan pembantu Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya produksi Dari informasi di atas. A Masuk dalam proses Produk selesai bulan ini PDP akhir periode Hilang dalam proses Total output Deut. C 400 kg 300 kg 75 kg 400 kg 9 0 5 550 kg 250kg 150 kg 950 kg . 2. Kasus di atas menggarnbarkan hal-ha1 sebagai berikut: 1. B 550kg 400 kg 100kg 550 kg Deut. diminta menghitung kos produksi dan menyusun laporan produksi bulan Januari 1980 untuk ketiga departemen produksi tersebut. Jawaban: Komposisi produk yang dihasilkan dalam ketiga departemen tersebut adalah sebagai berikut: Deut. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen B (departemen berikutnya). Perlakuan terhadap unit yang hllang dalam proses di akhir periode dalam departemen C. 3.

Produk yang diserahkan dari departemen B adalah 400 kg produk jadi dan 100 kg produk dalam proses (output sebesar 500 kg).175. 250 kg x 100% x Rp 25.75 Produk dalam proses di Departemen A adalah sebagai berikut: Bahan baku.00 3.75 Unit yang hilang di awal proses awal dari Departemen A tidak diperhitungkan dalam unit ekuivalen. A - Rp 48.(kg) Total Kos(Ru) 20.OO 4.250.OO 19.50 = - Rp 6.750 .OO 10. 250 kg.125.00 65.75 Kos Produk Dalam Proses Dept.OO 3. 250 kg x 60% x Rp 2750 BOP.50 Bahan pembantu.262. A Kos per unit yang disesuaikan Rp 87. 250 kg x 100% x Rp 1230 BTKL.41 2.125.000.250. Perhitungan Kos Produk per unit di Departemen A: Unit Jenis Biava Biaya bahan.00 KostUnit -L @O 2500 12.000.OO 15.75 = 800 800 700 700 87.ha1 ini dianggap bahwa produk yang hilang tersebut belum rkut menyerap biaya yang terjadi di departemen tersebut. Total Biaya eku. Perhitungan kos produksi di departemen B hams memperhatikan adanya produk yang hilang di awal proses di departemen B.912. Biaya Overhead Pabrik.50 2. Perhitungan kos yang ditransfer ke Departemen B. Dengan demikian produk yang diserahkan dari Dept. x 60% x Rp 22.1. 550 + 250 Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja 550 + 250 (60%). 16.50 2750 22. A hams disesualkan (adjusment) sebesar 50 kg sebagai berikut: Kos per unit dari Dept. 550 kg + Rp 87.50 Rp.925.

25 3.di Dept. Dengan dernikian komponen unit ekuivalen terdiri dari: - produk yang telah diselesaikan produk yang masih dalam proses produk yang hilang dalam proses (30%2) (7%) (25 kg) - .525 Jadi.652.246.50 2. 100 kg (75%) x 35 Biaya Overhead Pabrik.h.625.26230 : 500 kg = Jumlah Kos yang disesuaikan 96. 100 kg x Rp 96.75 3500 26.110. Dari Departemen A.775 Perhitungan kos per unit yang ditambahkan di departemen B adalah sebagai berikut: Unit Jenis Biaya Biaya Tenaga Kerja: 400 + 100 (75%)= Biaya Overhead Pabrik: Total Biaya 475 475 16.775 9.25 + Rp 96.525 Rp 8.25 61.25 Total Kos Produk dalam Proses Departemen B = Rp = Rp 63. Produk yang hilang dalam proses dianggap telah menyerap biaya yang terjadi pada suatu periode dalam departemen tertentu (d.968. Berbeda dengan 1) perlakuan produk yang hilang di awal proses justru diperhitungkan dalam unit ekuivalennya secara penuh. departemen 1 1.468.25 ekuivalen Total Biava (RD) Kos/ Unit (RD) Kos per unit produk yang ditransfer ke Departemen C adalah: Rp 61.093.775 Perhitungan Kos Produk dalam Proses (akhir). 100 kg (75%) x 26.75 29.75 = Ru 14.OO = Rp 157. kos produk yang ditransfer ke Departemen C: 400 kg x Rp 157. B: Rp 48.625.OO 1.OO 12.525 Biaya Tenaga Kerja.

500 2.50 4'7.76 Kos Produk dalam proses di departemen C: Dari Departemen B: 75kg x Rp 157. Kerja 300 + 75 (60%) + 25 = Biaya Overhead Pabrik 370 370 30.75625 dibulatkan ke atas = Rp 311. Rp 93.833.525 17.50 Total kos produk dalam proses di dept C.125 = 3.50 Kos Produk yang Hilang dalam proses .87 Total biaya yang dibebankan pada produk Kos per unit produk yang diselesaikan.683.194.775 Biaya Tenaga Kerja: 75kg (60%) x Rp 82.OO Jadi.775) 25 kg x (Rp 130 + Rp 157.875 : 300 kg = Rp 31 1.125 .332. biaya yang dibebankan untuk produk selesai adalah sebagai berikut: Kos Produk Selesai.775) = Rp 86.137.Perhitungan harga produk per unit adalah sebagai berikut: I Unit Kos Jenis B i a ~ a Biaya Tng.575 ekvlkg) Bia~a(Rp) Total unit@) 82. = 7.50 Total Biaya 48.100 130. 300 kg x (Rp 130 + Rp 157.526.500 Rp 17.526.7 12.37 Rp 93. = Rp 11.50 Biaya Overhead Pabrik: 75kg (60%) x Rp 47.

125.412.00 15.B.125.00 Rv Rp 25.K.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A A.50 = B.B. 250 kg (100%) x Rp 25 = B.925.50 - Biaya produk yang masih dalam proses: B.50 B.175.O.50 Ru 65. Unit yang diproduksi: Unit yang masuk dalam proses Unit yang diselesaikan di Dept.262.OO 1230 2730 22.00 3.75 = = Total biaya produk dalam proses: Rv 16.00 10. A Unit yang masih dalam proses Unit yang hilang dalam proses (awal) B.250.00 Rp 65.50 Rp 48.75 Rp 6.000. Perhitungan biaya di departemen A: - Total biaya Biaya/unit Rp 20. 250 kg (60%) x 12. Biaya produksi yang dibebankan di departemen A: Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya C.912.75 Biaya produk yang ditransfer ke departemen B: 550 kg x Rp 87.B.T. 250 kg (60%) x 27.00 19.00 Total Biaya ~roduksi Departemen A di .175.00 4.P. 250 kg (60%) x 22.250.00 3.B.75 87.000.

C. Dengan adanya penyempumaan ini produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sama dengan produk yang tidak cacad. PRODUK RUSAK Dalam setiap proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak ataupun cacad produksi akan selalu ada.775 = Rp 11.712.500 2. Meskipun kesemuanya itu tanpa adanya unsur kesengajaan. 3.875 Biaya produk dalam proses di Departemen C: Kos dari dept.526.50 = Total biaya produk dalarn proses.L.76 - Rp93.125 Biaya T. Selain unsur hardware adanya produk rusak dan cacad dapat pula disebabkan oleh faktor bahan bakunya yang di bawah standard atau dapat pula disebabkan ketelitian kerja para karyawan rendah.137.: 75 kg (60%) x Rp 8230 = Biaya overhead: 75 kg x 60% x Rp 47. Jadi. adanya human error tidak dapat dihindarkan.: 75 kg x Rp 157.K. Adanya ketidaksempumaan dalam sdlah satu komponen tentunya akan mengganggu mekanisme kerja mesin lainnya. Perhitungan biaya di Departemen C: Biaya produk selesai yang ditransfer ke gudang: 300kgx Rp311. Pengertianprodukcacad adalah produk yang tidak sempurnadalam prosesproduksinya yang mash dapat diperbaiki dengan melalui proses penyempurnaan produk.500 Total Biaya Produksi di Departemen C B.833. Hal ini disebabkan dalam setiap penyetelan (fiting) mesin-mesin belum tentu dapat menciptakan kerjasama yang sempuma. . Sehingga produk tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku. Pengertian produk rusak adalah produk yang tidak sempurnadalam proses produksinya d m secara ekonomis tidak akan dapat diperbaikikembali. dalam bidang percetakan akan ditemukan beberapa lembat hasil cetakan yang tidak sempuma. Sebagai contoh. Di samping itu daya tahan dan unjuk kerja berbagai komponen mesin akan berbeda-beda. Dengan adanya berbagai kemungkinan tersebut mengakibatkan adanya produk yang tidak sempurna dalam proses produksinya. Cetakan yang rusak atau cacad tersebut bisa dipengaruhi oleh bahan kertas terlalu lembab. A. secara ekonomis masih dapat dipertanggungjawabkan. dapat pula disebabkan oleh mesin-mesin yang tidak sempuma.

000+6.000 160.T. 6 0 unit Rp 6.2) + (80. Penyelesaiannya sebagai berikut: Unit ekuivalen dengan metode FIFO: BTKL = 8.068.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80% dan untuk BOP 90%.000 + 6. Kos di dept A. Perlakuan akuntansi terhadap produk rusak tersebut tidak ada bedanya dengan perlakuan terhadap produk yang hilang di akhir proses. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya.000) +4. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik.000 x Rp 75 Biaya T.000 - . sebesar Rp 74 per unit. Produk yang masih dalam proses di &ir bulan sebesar 6. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menutut FIFO dan rata-rata.000 + 4.000 (0. P.8.80) x Rp 25 = Rp 600.000 (0. Langsung. produk rusak tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku. 8. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung I I I I Dept. C -- -Rp 25 10 Rp 20 15 I Biaya overhead pabrik Komposisi biaya di departemen B dalam bulan ini adalah sebagai berikut: I Biaya yang diterima dari departemen A.8) = 82.1.600.000 (0.9) Kos yang diterima dari departemen A = 82. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. 8. B Dept.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80.000 (0.K. Untuk menggambarkan kasus ini disajikan kasus berikut.000 x 74 = = 8 2 .000 unit.977.000 (0.000 unit.400 unit BOP = 8.000 . SALINDRI memprodusir satu produk melalui tiga departemen produksi. Produk rusak dalam proses 4.000 Kos produk dalam proses awal di departemen B. Biaya tenaga kerja langsung Rp 1.15) + 72. Produk rusak tidak laku dijual 1 i I Apabila produk rusak dalam suatu industri tidak laku dijual. A Rp 25 30 20 Dept.

720 : 80.8)+ 4.000 (0. sebagai berikut: Rp 9.85) x 10 = 68.782. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.53.000 unit Berdasarkan perhitungan unit ekuivalen tersebut dapat disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 60.54 Apabila perhitungan unit ekuivalen menggunakan metode rata-rata.000 (0.Biaya Overhead Pabrik.000 = 88.000 unit = Rp 114. .000 unit = Rp 114. sebagai berikut: Rp 9. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.200 : 80.000 + 6.000 + 6. maka unit ekuivalen produksinya adalah sebagai berikut: BTKL = 82.O) + 4.800 unit = 89.000 BOP = 82.100unit = 90.000 + 600 (0.000 Jumlah kos PDP awal Rp 828.000 Berdasarkan perhitungan di atas dapat disusun-laporankos produksi yang disajlkan pada halaman 59.000 BBB = 80.85)+ 4. 8.162. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.000 (0.

200 C.000 unit 8.000 unit 6.20) x Rp 24 = BOP: 8. -82.400 82.782.000 82.848.000 x Rp log Kos produk rusak: 4.000 unit 90.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.400 13. Perhitungan kos per unit produk: Jenis biaya PDP awal Kos dari departemen A: Kos yang ditambahkan di departemen B: Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total Kos yang ditambahkan di departemen B.000 (0. C. .000 6.600 7.000 x Rp 109 = Total Kos produk yang ditransfer ke dept.600 Peraga 4.200 Kos/unit -& & I 24 11 Rp 35 Rp 9. 72.000 436.9 x Rp 11 = Total kos PDP akhir Total kos produk yang dibebankan bulan ini Rp 828. Total kos bulan ini Total kos yang djbebankan pada produk Eqvl.600 879.600 Total biaya Rp 828.000 Rp 38.600 908.000 unit 80.000 618. Produk rusak PDP akhir 82.600 Rp 2.000 x 0.000 unit B. C Kos produk dalam proses akhir: Kos dari dept A 6.000 x 0.068.000 (0.15) x 1 l = Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan bulan ini. Perhitungan kos yang dibebankan pada produk: Kos produk selesai yang ditransfer ke departemen C: Kos produk dalarn proses awal Tambahan biaya penyelesaian PDP awal: BTKL: 8.000 unit 4.977.000 unit 90.200 Rp 5 1.886.8 x Rp 24 = BOP: 6.000 x Rp 74 = BTKL: 6. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diserahkan ke dept.000 1.

9) x 10.720 - Rp 444.137. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.78 1.400 36.000 unit 90. 6.08 Total Kos yang ditransfer ke dept C.000 x (O. 4.000 Kos bln ini 6.954.000 x Rp 74. di atas produk rusak dijual dengan harga Rp 55 per unit (Rp 220.07 BOP.000 unit 6.162.000 unit B. PDP awal 600.782. Maka nilai jual produk msak tersebut hams mengurangi komponen biaya produksi yang terjadi pada bulan Maret tersebut.-.800 .000). 90.P. 6. C. 6.000 88.044 Rp9.07 10.726.000 1. Perhitungan kos per unit produk: r I Jenis btaya B taya dari A BTKL -. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalan~ proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.600 976.000 unit 90.000 x (0.000 unit 8.000 x Rp 109.08 BOP Jumlah 89.668.977.000 unit 4.000 2.600 9.92 Total produk dalam proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.100 -- 908.536 58.968 Rp 619. Pada umumnya .320 9.000 160.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.000 68.200 .. unt ek.000 unit 80.000 828.5408 1 15. Nilai jual produk rusak mengurangi biaya produksi Seandainya dalam kasus PT SALINDRI.92 109.09 24.12 Kos produk rusak.) x 24.000 unit x Rp 109.764 2.068. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 80.09 BTKL.000 8.200 koalunit 74.600 - Total kos 6. -.

Alokasi dilakukan dengan harga relatip komponen biaya yang dikeluarkan pada bulan Maret tersebut. Oleh karenanya hams dilakukan alokasi nilai jual produk rusak kepada masing-masing komponen biaya sebagai pengurang kos yang dibebankan bulan tersebut. sehingga tidak dapat diketahui berapa komponen masing-masing biaya. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Dari perhitungan di atas selanjutnya dapat disusun laporan kos produksi sebagai berikut: .penjualan produk rusak dilakukan secara borongan.

002 886. Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A: 6.655.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPA'RTEMEN B A.600 1 I 22.9 8.-Il 10. 8.77 139.456 12. Perhitungan kos yang dibebankat~ kepada produk: Produk dalam proses awal.390 - .73-4. total kos ditanibahkan Total Kos dibehanka~i Total 828.73 I I I 2.32 C.942 603.006 72.598 22. 6.000 (0.886.73 = Total kos PDP awal Kos produk yang diselesaikan di departctnen B: Bulan ini: 82. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 828.040 425.000 unit 8.002 1 1.270 1 23.332 - 7.958. Total kos 828.200 32.24 100.876 Rp 50.73 Total kos produk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Peraga 3.330 70.929. A Biaya Tenaga k.000 x Rp 106.- Alokasi .000 x 72.09 10.41 Biaya overhead pabrik.000 R p 37. Riaya untuk penyelesaian PDP awal: Biaya Te~iaga Kerja Langs.000 unit 90.18 Biaya TK Langsung.977. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biay a KDP awal Kos dari dept.600 908.000 8 kos .lS) x Rp10..094 5.8) x 23.000 unit 4.2) x Rp 23.080 1 12.000 L koslunt 67.000 (0.8 5 1 8.280 Rp 8.9) x 10.068.928 220. 8.18 1 1 1.368 57.178 106.15 1 I 48.000 (0.000 unit 80.954.000 unit B.652 Rp433.41 Biaya overhead Pb.200 8. C.1.000 6.000 unit 6. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.I 1 2. .32 Kos produk rusak Kos produk yang ditransfer ke dept. 6.000 i0.000 unit - 90. Biaya overhead p.332 878.

000 unit 6.66 Kos produk rusak: 4.000 x Rp 72.000 unit 90. 6.037 Rp 9.959.85) x 10.71 Total kos produk dalarn proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.000 unit 4.OCO (0.000 (0.000 x Rp 106..000 unit 90. 6.520 112.562.477 Peraga 3. 6.8) x 2332 Biaya overhead Pb. Perhitungan kos per unit produk: C.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.66 Total kos yang ditransfer ke departernen C: Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.000 unit x Rp 106.000 unit B.896 55.000 unit Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 80.42 BTKL.440 - 434.000 unit 8. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal 82.621 Rp 603. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata .

Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Dept B Dept C -- Jenis Biaya Biaya bahan baku Biaya. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. PERLAKUAN PRODUK CACAD Produk cacad diperbaiki dengan menambah sedikit bahan dalam departemen yang bersangkutan. maka total nilai jual produk rusak langsung dikurangkan dalarn laporan rugi-laba yang disajikan di akhir bulan Maret 1985 tersebut.3. Produk tersebut cacad. Produk cacad dalam proses 4. Suati~ cacad kalau biaya yang dikeluarkan untuk metnperbaikinya secara ekoiiornis masih dimungkinkan. produk rusak tersebut lebih baik dianggap sebagai produk rusak dan diproses ulang atau dijual langsung sebagai produk rusak.000 unit.T. berikut ini disajikan kasus P. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik. dan untuk BOP 90%. Alasan kerlapa titlak dibebankan itu kepada produk n~sak sendiri. Di samping itu menggunakan peralatan khusus dan tenaga kerja yang produkdianggap secara khusus bettugas untukmemperbaiki produk cacad tersebut.000 unit. Maka dalam laporan rugi-laba nilai jual produk rusak tersebut langsung disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan di luar usaha. Departernen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk clan ~nelakukan pengepakannya. tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept A Rp 25 30 20 -25 10 Rp 20 15 .l pada produk yang tidak mengalami cacad produksi. Nilai jual produk rusak mengurangi kos penjualan Apabila nilai jual diperlakukan sebagai pengurangan kos penjualan. Mengingat adanya tarnbahan biaya dalam memproses produk cacad tersebut. disebabkan produk tersebut tidak disebabkan oleh faktor kesengajaan. Demikian halnya bila hasil penjualan produk rusak tersebut akan diper-lakukan sebagai pendapatan lain-lain. C. XYZ. Apabila tidak. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80. maka semuabiaya yang dikeluarkanuntukmemperbaiki produk cacad terscbut dibebankan pul.000 unit. Perusahaan ini mempunyai tiga departetnen produksi. Produk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Untuk menggambarkan perlakuan akuntansi terhadap produk cacad tersebut.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80%. karena proses yang normal.

77 110.600 2. 4. langsung Biaya overhead Pb.600 --- Koslunt Rp 74. 4.000 24.000 84.000 24.950.000 = Rp 40.000 x Rp 10 Jumlah biaya perbaikan produk cacad = Rp 20.200 8. 4.200 Tambahan Rp 20.000 64.600 2.001.600 908.000 82.886.2 11.K. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menurut metode FIFO dan rata-rata.000 Rincian perhitungan kos per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Kos dari dept A Biaya T.000 84.977.000 2. 82.Komposisi biaya dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya bahan tenaga kerja langsung Rp 1.088.01 Dari perhitungan di atas dapat disusun laporan kos produk berdasarkan metode ratarata sebagai berikut: . Eql.000 Total Kos Rp 6.000.000 unit x Rp 6 Biaya overhead pabrik.48 35.200 un. Biaya untuk memperbaiki produk cacad tersebut adalah penambahan bahan Rp 5 per unit. Pemecahan masalah: Perhitungan tambahan biaya terhadap produk cacad: Biaya bahan.24 24. Biaya tenaga kerja langsung Rp 6 per unit dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 10 per unit.000 unit x Rp 5 Biaya tenaga kerja langsung.600 948.000 1.954.068.400 82.200 9.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.000 40. Total Total Total Kos Rp 6.977.038.

9) x 1 1. 4. .440 116. XYZ LAPORAN KOS PRODIJKSI DEPARTEMEN B A.000 x Rp 110.P.400 Rp 445.24 24.Ol Kos produk cacad. 1.040 Rp 9.000 2.000 6. 115.000 unit --8. Rp 9.8) x 24.600 Tambah .48 proses akhir Total kos produk dalan~ Total biaya dibebankan di departemen B Rp 828.400 : 80.920.T.000 x Rp 1 10. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produlc yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82. 6.000 (0.776 52.865.424 Catatan: kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C: adalah..241. 8.000 Total 828.992 Rp 624.15) x Rp 1 1. 8. tlari dept A.000 (0.088. 6.592 6 1. Biaya untuk per~yelesaian PDP awal: B'l-Kt.000 f-1. RTK:. 6.640 880.000 unit 80.000 unit 6.C24 Rp 9.24 1.000 (0.000 (0.640 7.000 unit 90.864 13.29 BOP.52 .48 Total penyelesaian PDP awal.060 x 74. Pcrhitungan kos yang tlibebankan kepada produk: PDP awal.600 Eql.29 BOP.000 .2) x Rp 24.000 82.Ol Kos produk yang ditransfer ke gudang Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A. Perhitnnqan kos per unit: Jcnis biaya Toial PI)P awal 828. 72.068. Kos produk yang tliselesaikan di departemen B: Bulan ini.000 unit 90. -82. 6.400 Koslunt -74..000 24.29 C.000 unit B.P.000 = Rp Apabila laporan menggunakan metode rata-rata.977.24 BTKL.001. 20.000 38.720 440.000 unit 4.

tidak perlu memperhatikan berapa komponen biaya yang bzrasal dari proses produksi bulan lalu yang tercermin dalam produk dalarn proses di awal bulan.85) x 11.000 unit B. PT XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. C.8) x 24.000 (0.s Kos produk rusak.000 (0.000 unit 6. langsung.000 unit 8. 6. 6.000 unit 90.34 Biaya overhead Pb. Hal ini mengingat komponen biaya yang membentuk kos produk relatif sama antara periode yang lalu dan periode sekarang.000 unit 80.31 Biaya T.. 6.000 x Rp 74.000 unit x Rp 110. Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.000 unit 4.s Total kos yang ditransfer ke dept.000 unit 90. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82. 4.40 Total kos yang dibebankan - - .Laporankos produksiyang disusundenganmetoderata-rata.K.000 x Rp 110. Perhitungan biaya per unit: C. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.

Kedua kemungkinan di atas juga berpengaruh dalam penentuan kos produk dalam departemen tersebut. 2. Proses produksi di departemen ke dua tersebut membutuhkan penarnbahan bahan yang berasal dari serat kayu (woodpulp). Produk dalam proses awal sebanyak . Departemen I bertugas membuat bubur kertas (pulp) yang semua hasilnya diserahkan ke departemen 11. Bahan baku di departemen I adalah ampas tebu (bargas) dengan bahan pembantu caustic soda dan kaporit. Bahan yang diterima dari departemen I sebesar 6. CONTOH KASUS. Apabila tambahan bahan tersebut tidakmenambah produk yang masukdaridepartemen sebelumnyamaka tambahan bahan tersebut hanya akan menambah komponen biaya bahan di departemen yang bersangkutan. Informasi yang diperoleh mengenai departemen ke dua adalah sebagai berikut. gondomkem dan zat pemutih bubur kertas (pulp). yaitu: 1. Apabila tambahan bahan tersebut menambahproduk yang dihasilkan. serta bahan pembantu berupa tapioka. Hal ini berarti dalam departemen ke dua atau departemen berikutnya terjadi penambahan komponen biaya bahan. Pabrik kertas PLAYEN memprodusir kertas koran melalui tiga departemen produksi.000 ton.BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA Tambahan bahan baku dapat dilakukan dalam departemen berikut apabila teknik proses produksi mengharuskan demikian. Penambahan bahan baku ini secara teknis akan menghasilkan dua kemungkinan. maka membawa akibat kos per unit produk yang diterima dari departemen sebelumnya harus disesuaikan mengingat outputnya menjadi lebih banyak. Tugas Departemen I1 membuat kertas koran dan departemen 1 1bertugas menyelesaikan produk dan membungkusnya dalam bentuk kertas 1 rool. Adanya tambahan bahan menyebabkan tambahan produk yang diterima dari departemen sebelumnya (initial departement). Adanya tambahan bahan tidak menambah produk yang masuk dari departemen sebelumnya.

.. p-. dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100%. Harga bahan baku serat kertas (diimpor dari luar negeri dengan harga franko gudang pabrik) sebesar Rp 5 10per kg. Biaya tenaga kerja langsung selama bulan Maret 1986 sebesar Rp 217. Tambaharl bahan tersebut menambah jumlah produk yang diterima dari departemen sebelumnya.--- 30 40 ~-~ B iaya overhead pabrik ---.200 ton dengan tingkat penyelesaian biaya bahan loo%.000. biaya yang diterima dari departemen I untuk setiap 1 kg produk yang diserahkan pada departemen 11 adalah: biaya bahan Rp 220. Bila tambahan di departemen 11 menambah produk yang diterima dari departemen I. Dengan demikian tambahan bahan di departemen I1 "dianggap" dengan komposisi tersebut. Komposisi campuran bahan adalah setiap 1 kg bubur serat kayu dicampur dengan 4 kg bubur serat bargas. . biaya bahan pembantu Rp 25. 1. dengan metode FIFO (masuk pertama keluar pertama). biaya tenaga kerja langsung Rp 45 dan biaya overhead pabrik Rp 70. dengan altematip.000. Berdasarkan kasus di atas buatlah laporan kos produksi di departemen I1 untuk periode Maret 1986 tersebut. Total biaya bahan pembantu yang terjadi di departemen ke dua sebesar Rp 37.500. Dalam kasus ini setiap 1 kg bahan akan menghasilkan 1 kg kertas koran. -. dan biaya overhead sebesar 80%.500. Dari informasi di atas. Laporan kos produksi dapat dibuat dengan kemungkinan-kemungkinan sebagai krikut : a.000dan biayaoverheadpabrik sebesar Rp 357. Produk yang masih dalam proses diakhir bulan Maret 1986 sebesar 400 ton. biaya tenaga kerja langsung 90%. dengan metode Rata-rata..600. biaya tenaga kerja langsung 80% dan biaya overhead sebesar 85%. 75 Rp 360 Total biaya bulan Februari Rp 185 Rp 95 Berdasar informasi yang diperoleh pada bulan Maret 1986. dapat dihitung komposisi biaya per kg kertas dalam bulan Februari 1986 adalah sebagai benkut: Jenis Biaya Biaya bahan baku Bahan pembantu Biaya tenaga kerja langsung Dept I Rp 225 20 D e ~ I1 t Rp 100 5 Dept 1 1 1 Rp -- 25 40 ~ 30 S O -~ . . 2.

000 kg Produk dalam proses akhir - 2.000.500.b. a. Bahan pembantu. 200.000 (20%) + 7. 1.000 (80%) x Rp30 = .000 = 1. dengan metode FIFO.000 kg 2(j0.700. 200.700.000. dengan alternatip.450.000 x Rp 5 Biaya Overhead Pabrik.000 (15%) + 7.000 (90%) = 7.000 kg 200. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode FIFO dengan anggapantambahan bahan menambah produk.000. 200.000 Biaya tenaga kerja langsung.000 kg 7.100.000 kg 400.000 (85%) x Rp 50 Jurnlah kos PDP awal = 72.000 Rp106. 1.000.'100.500. Bila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang diterima dari departemen I.300. dengan metode Rata-rata.000 kg 7. I11 7. 200.000 kg 6.000 + 400.000 kg Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.000. dan 2.300. 11.000 4.000 kg x Rp 36 Tambahan bahan di dept.000 + 400.000 (80%) = 7.000 kg 1.000 kg Jumlah Perhitungan kos produk dalam proses awal: Biaya yang diterima dari departernen I.500. adalah sebagai berikut: Biaya bahan = BTKL BOP = = 70.000 8.800.

400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di departemen 11: Kos produk dalarn proses akhir: dari departemen I.613. 200 x 15% x 48 = Kos produk yang diselesaikan di departemen 11.Perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut. 7. 400 x Rp 288 biaya bahan.4OO x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan - .400 x 9 0 % 29 ~ Biaya overhead pabrik.900 Rincian perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. totai kos PDP awal bulan Diterima di departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan departemen I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan Rp 3. Jenis Biaya unit eqvl.

000 kg 6.2.000 (20%) + 5.950. 200. a.000 kg - Lapolan kos produksi disajikan pada halaman 76.000 (80%) Laporan kos produksi disajlkan pada halaman 75.000 (15%) + 5.160. Periksa halaman 74.000.000 kg BTKL. Dengan menggunakan metode FIFO maka perhitungan unit ekuivalen dan adalah sebagai berikut: Biaya bahan = 6. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode rata-rata sebagai berikut: Biayabahan BTKL BOP = = 5. b.000.000 + 400. Apabila kasus tarnbahan bahan tidak menambah proauk ini disusun dengan metode rata-rata. .600.000 kg 6.000 kg 6.000 (90%) = 6.000 .2.000 + 400.200.Berdasarkan rincian perhitungan di atas disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 73 berikut.Apabila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang dihasilkan dari departemen I dengan metode FIFO.000 kg BOP = 200.200. 1. Bila tambahan bahan mengakibatkantambahan produk yang ditenma dari departemen I dengan metode rata-rata. b.140.800.

200 x 15% x 48 Kos produk yang diselesaikan di departemen II.7.500 357.900 C.643.000 765. I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan unit eqvl.400 x Rp 288 biaya bahan.500 217. I1 Bulan Maret 1986 A.400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.300 2.537. 400 x 90% x 29 Biaya overhead pabrik. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept. Perhitungan kos per unit produk: Biaya PDP awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept.500 7.000 37.377.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.450 total kos (000) Rp 106.500 7.500 7.400 x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan Peraga 4.600 Rp 1.1 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO .500 7.600 RD 3. I11 Produk dalam proses akhir Jumlah B. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik. I1 Kos produk dalam proses akhir: dari departemen 1.160.600 Rp 3. 7.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di dept.

80 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.BTKL. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke dept 111.87 Rp 115.700.88 Rp 3.dari departemen I.biaya bahan pembantu.0000 7. 7.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.447.04 15. Perhitungan kos per unit produk: C.459 324 Kos produk dalam proses akhir: .300.872 .500.95 . 400 x 80% x 48.000 kg 6. 400 x 5 2.700.000.948.00 40.780. 400 x 90% x 29.BOP.biaya bahan.000.300 kg x Rp473.000 kg 400- 7. 400 x Up 289.2 Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata RD 184.OO .643.02 10.OO .000 kg 7.20 . Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di depzrtemen I1 Produk selesai yang ditransfer ke departemen I11 Produk dalam proses akhir 200.000 kg 1.548 Rp 3.372. 400 x 101.000 kg B.

60 .000 2.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.000 6.3 Laporan Kos Produks.25 = Rp 1.642.000 37.00 Rp Rp 144.000.253 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan di departemen 11: 5. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Produk selesai yang ditransfer ke departemen 111 Produk dalam proses akhir B.537. 227.395. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Rp 106.500 6.414.304.300 -6.~ ~ Rp Rp 3.160.60 Rp 3. ~ -- Unit eqvl.803 -.950 357. - - Total biaya yang dibebankan 3. 200 x 20% x Rp 36. tambahan bahan tidak menambah produk (output).10 = Total biaya produk selesai di departemen 11 Kos produk dalam proses akhir: . 400 x 90% x 36.Biaya Tenaga kerja Langsung.1 13.000 6.Biaya Overhead Pabrik.300 Biaya penyelesaian produk dalam proses (PDP) awal: BTKL.450 BOP.00 13.-~ .3.25 . Total biaya (000) (000) Rp 106.IO - Rp 109. 400 x Rp 360 .643.600 x Rp590.00 Rp 21.600 ~ Jumlah biaya di departemen I1 .500. 100 x 123.058.. dengan Metode FIFO. 400 x 80% x 60.050.00 3.00 49.Biaya bahan. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biaya PDP awal buian Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept I1 ~- .00 3.000 2 17.60 RD Total Produk Dalam Proses ahhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.Dari departemen I.560.000 765.600 .10 = Rp 1.900 C. 200 x 15% x 60..600 Rp 1. -~ ~ -~.945.377. .500 5.553.75 .

643.73 Kos produk dalam proses akhir: Rp 144.900 3.40 . I1 Bulan Maret 1986 A.200.600 3.377.dari departemen I:400 x Rp360 50.300 366.09 5932 228.000 . Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalarn proses awal Diterima dari departemen I 200.000 kg Produk selesai yang ditransfer ke departemen 1 1 5.800 8.643.262.600 1.000 kg 6.454 .000 kg Produk dalam proses akhir 6.BTKL: 400 x 90% x 36.73 C.800.40 .644 .160 6.82 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan RD 29.41 1.992. Biaya Overhead Pb.200.000 106.142.K.biaya bahan:400 x 126.BOP: 400 x 80% x 59.000 kg 6.000 kg 1 400.900 6.100 1.120 36.500 357.80 b3.61 2.500 33. Rp 3.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke departemen 111.414.09 19.000.21 12.600 222.000 kg B.80 .73 588.biaya bahan pembantu:400 x 6.537. Langs.896. Perhitungan kos per unit produk (dalam 000): Biaya T.800 kg x Rp 588.300 217. Jumlah Total 4.634 5.

Bahkan untuk blotong sama sekali tidak mempunyai nilai guna apapun sehingga dikategorikan sebagai limbah industri.BAB V PENENTUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN Perusahaan yang mengolah produk dengan proses kimia selalu menghasilkan lebih dari satu produk. Tentunya ketiga produk tersebut akan dianggap sebagai produk bersama. Hal ini disebabkan input produksi akan menghasilkan secara langsung dan simultan dalam suatu reaksi kimia. Proses tersebut menghasilkan beberapa macam produk yang perlakuannya terhadap masing-masing produk tersebut berbeda-beda. sedangkan terhadap tetes yang nilai ekonomisnya jauh lebih rendah daripada gula diperlakukan sebagai produk sampingan. Apabila suatu proses produksi menghasilkan bekferapamacam produk. maka akan timbul masalah dalam penentuan berapa kos untukmasing-masing produk yang dihasilkanoleh departemen tersebut. Hanya saja tujuan dan nilai produk yang dihasilkan tersebut mungkin secaraekonornis tidak bermanfaat bagi perusahaaqlmasyarakat. Sehingga krislal gula menjadi produk utama. Secara kebetulan komposisi tonase ketiga macam produk yang dikeluarkan dari departemen 111tersebut hampir sama. Persoalannya akan menjadi lain apabila ketiga produk yang dihasilkan dalam proses ketiga tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative sama. Jadi dapat disimpulkan. Produk sampingan sebetulnya tidak dikehendalu tetapi temyatamasih mempunyai nilai ekonomis bagi pihak lain. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan secara simultan dalam suatu proses yang nilai total masing-masing produk tersebut relatip sama. .Sehingga produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis dianggap sebagai limbah industri. Namun bila ditinjau dari nilai ekonomisnya (nilai jual) maka kristal gula mempunyai peran yang sangat dominan. Meskipun sebenarnya berapa biaya yang diserap akan berbeda-beda tetapi produk yang dihasilkan akan menunjukkan kuantitas yang tidak akan jauh berbeda. produk sampingan adalah suatu proses yang nilai total produk atau produk-produk tersebut relatip kecil dibanding dengan produk utama. Ketiga macam produk tersebut dihasilkan secara simultan dalam suatu proses di departemen 111. Dalam bab dua. telah disajikan bagan proses produksi pabrik gula.

Biaya bersama semacam ini terjadi dalam industri yang menggunakan proses produksi dengan metode pesanan (job order) atau proses asembling. tetapi kebersamaan biaya dapat pula timbul karena penggunaan fasilitas produksi yang sarna. kiranya perlu dipecahkan dengan rasional. Hasil penjualan produk sampingan setelah dikurangi dengan biaya penjualan produk sampingandan tambahan biayadalampenyempurnaan produk sampingan langsung masuk ke laporan rugi-laba dengan cara i yang sama dengan metode 1. Biaya bersama semacam ini mempunyai komponen biaya bahan dan biaya lcnaga kerja yang berbeda untuk masing-masing produk.&an sebagaipengurangan kos produksi.Baik produk sampingan maupun produk bersarna diolah dalam satu proses produksi yang sama pula. hanya saja bentuk output yang dihasilkan tidak berupa produk sampingan ataupun produk bersama. Metode alokasi yang dapat diterima dalam akuntansi produk sarnpingan dapat dibagi dalam dua kategori. A. Biaya bersama tidak dialokasikan kepada produk sa~npingan Metode X 1: hasil penjualan produk sampingan langsung n~asuk laporan rugike laba sebagai: pendapatan lain-lain. Namun mengingat manajemen memerlukan inforniasi yang dapat menggambarkan berapa komposisi biaya produk sampingan dalatn seluruh kornpoilen kos produk. Kebersamaan biaya dapat terbentuk bukan karena kesamaan proses sejak awal proses sampai saat split off. Menggunakan metode kos pengganti (replacement cost). tambahan terhadap pendapatan penjualan. Apabila dernikian halnya maka disebut biaya overhead bersama (joint ovei. Oleh karena komponen biayanya sama maka kos untuk kasus semacam ini disebut sebagai biaya bersama (join cost). Dengan demikian komponen biaya untuk ketiga macam produk tersebut terdiri dari komponen biaya yang s m a pula.head cost). Biaya bersama timbul sejak dimulainya proses produksi sampai saat terjadinya pemisahan produk (split ofl menjadi beberapa produk. sebagaipengurangan kos penjualan. Dalarn kasus lain dapat pula terjadi biaya bersama. karena biaya bersarna yang terjadi sebetulnya sangat sulit dipecah untuk dialokasikan kepada beberapa produk yang dihasilkannya. namun kornponen biaya overheadtip sama. Biaya bersama tidak selalu terjadi dalam industri yang menggunakan metode proses saja. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN Penentuan kos produk sampingan sebetulnya sangat sulit. Metode 2: Metode 3: . yaitu: 1.

190.500per ton.500 ton.00 Rp 275. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi 100%. Produk yang dihasilkanAX. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalarn bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2.00 Hargajual produk utama AZ adalah = Rp 1. BZ. Laporan kos produksi di departemen 111 disajikan dalam halaman berikut. Sebagian biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan dengan memberhatikan berapa biaya yang dialokasikan dan tambahan biaya untuk penyempurnaan produk sampingan tersebut.000.biaya konversi 80%). Produk sampingan CZ laku dijual dengah harga Rp 400.200.000.180 ton. dan CZ. . Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos produk utama.690. Komposisi biaya dalam bulan ini adalah: Jenis Biaya Biaya dari dept.OO 238.2. Pada departemen 111dihasilkanbeberapaproduk AZ. I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP Awal Rp 225. BX 50 ton dan CX 220 ton.000.00 26. Selanjutnya apabila telah diketahui berapa biaya bersama yang timbul dalarn produksi tersebut baru dapat ditentukan berapa pembebanan kos produksi pada produk utama.OO per ton. JAWABAN KASUS Pembebanan kos produk terlebih dahulu harus memperhatikan laporan kos produksi pada periode yang bersangkutan.OO 202.000. BZ tidak laku dijual dan diperlakukan sebagai limbah industri.000. Dalam kategori ini dikenal metode yang keempat .000. Metode 4: Metode nilai pasar (reversal cost) CO'NTOH KASUS PT XYZ memprodusir produk melalui tiga departemen produksi. biaya konversi 85%). produk yang masih dalan proses awal 150ton (Biaya bahan 100%.00 Rp 3.00 24. 2.OO Kos bulan ini Rp 2.000.

200 ton x Rp1.100.650 ton B.Hal ini mengingat tujuan utama produksidalarnproses tersebutuntukmenghasilkan produkutamasaja.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept.700.00 Biaya tenaga kerja.450 ton x Rp 1. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersarna.Nilai penjualan produksampingantersebutdianggap sebagaipenghasilan tambahan yang secara langsung dapat dilaporkan dalarn laporan rugi-laba.00 17. 11.P.465. Perhitungan kos per unit produk (dalam ribuan rupiah): Biaya overhead Pb.1 80 ton 50 ton 220 ton 700 ton 2.500.00 Rp 220. Produk dalam proses (akhir) 2.000.3 10. Rp 3.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT. I11 Bulan Maret 1980 A. Produk CZ. Pencatatan hasil penjualan produk sarnpingan dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut: .000.00 18.00 Biaya overhead. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk rnasuk dalam proses Produk dalam proses (awal) Produk selesai bulan ini: Produk AZ. 200 x 85% x Rpl10.200.00 Total Kos PDP akhir 255.500 ton 1 SO ton 2. 200 x 85% x Rp100.650 ton 2.OO Rp 3.2.OO Total H.209. yang dibebankan bulan ini.700. C.OO Metode pertama Berapa besarnya kos produk sampingan yang terjadi selama satu periode tidak perlu dihitung. Produk BZ.

b. Metode kedua Berbeda dengan metode pertama. Sebagai unsur pengurang kos produksi periode tersebut. Selanjutnyadalampenyajian laporanrugflabaakan diperlakukan sebagai pengurang kos produk utarna.KaslPiutang Dagang Penjualan produk sampingan Rekening penjualan produk sampingan tersebut di atas pada akhir periode dapat disajikan dengan salah satu cara berikut: a.OO Biaya-biaya yang timbul dalam penjualanproduk sampingan tersebut akan ditampung dalarnrekeningtersendiri.00 3. Misalnyauntuk pembungkusan.400. c.800. . Sebagai pengurangan kos penjualan.penyimpanan produk sampingan dan pengiriman barang. Sebagaisalah satuunsurpendapatandan langsung disajikansebagaielemenpendapatan. Hal ini mengingatbiaya-biaya yang timbul karenapenjualan produk sampingan tersebut dapat ditelusuri jejaknya. d. apabila biaya-biaya yang timbul dari penjualan produk sampingan diketahui sebagai berikut: Biaya pembungkusan Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Rp 4. Dalam metode kedua ini berapa besarnya kos produk sampingan tidak perlu dihitung.200. dalam metode kedua dihadapkan masalah bahwa penjualan produk sampingantersebut membutuhkansejurnlahbiayauntukmemasarkannya. Sebagai salah satu unsur pendapatan lain-lain. Sebagai contoh kasus di atas. namun biaya-biaya yang timbul dalam rangka menjual produk sampingan tersebut tidak boleh ikut dibebankan sebagai pengurangan terhadap hasil penjualan produk utama.00 Rp 8.

Metode ketiga Metode ketiga terjadi untuk perusahaan yang memproduksi produk. Dengan demikian diperlukan nilai pengganti untuk jenis bahan yang sama dengan mernperbandingkannyadengan nilai jual yang berlaku di pasaran terhadap bahan yang sama.00 Rp 88.00 Rp 22.00 Produk sampingan .00 8. Metode keempat Metocle keempat ditemukan dalam suatu perusahaan yang menghasilkan produk sampingan yang masih memerlukan proses lanjutan agar produk sampingan tersebut dapat dijual kepada konsumen.800. Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Jumlah biaya 3. Dalam kasus di atas diperoleh informasi tambahan sebagai berikut: Perusahaan mengambil profit margin sebesar 20% dari harga jual masing-masing produk sampingan. Bahan-bahan tersebut telah tersedia dari dalam perusahaan sendiri sebagai sisa proses produk lainnya atau sebagai produk sampingan dari sesuatu proses prduksi. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menghitung berapa besarnya kos produk sampingan dan sampai sejauh mana keuntungan yang diperoleh dengan penjualan produk sarnpingan tersebut.500. namun bahan baku yang dibutuhkan dalam proses tersebut tidak memerlukan dari luar perusahaan.00 Berdasarkan kasus tersebut di atas maka biaya bersarna yang terjadi dapat dihitung dengan cara sebagai kxikut: Jenis biaya Kos produk bersama Nilai jual produk sampingan Taksiran laba kotor produk sampingan: Produk utama Rp 3.209. Untuk selanjutnya kos produk sampingan ditentukan dengan nilai jual (market value) produk sejenis yang berlaku saat itu.000.000.600.

inaka dalam produk bersamapun ditemukan kesulitan dalam menentukan cara yang tepat untuk menentukan alokasi hiaya bersama tersebut.180 ton 1.00 B. Namun demikian gambaran komposisi biaya produk sampingan yang disajikan dengan rasional kiranya akan membantu manajemen dalam mengendalikan operasi perusahaan.600 + Rp3.I Laba 25% dari nilai jual Biaya pemasaran(Rp8. Alokasi biaya bersama kepada masing-masing produk bersama dapal dilakukan ~nelalui salah satu dari keernpat metode berikut: . Disadari tidak ada cara yang tepat untuk melakukan alokasi biaya bersama kepada produk bersama.800) Total taksiran laba kotor Taksiran biaya setelah pemisahan produk: Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Total taksiran biaya setelah pemisahan Jumlah penilaian produk utarna Kos produk utama (taksiran) Ditambah: Biaya sesungguhnya setelah pemisahan produk Total biaya dibebankan pada produk sampingan Tokl kuantitas produksi Kos per unit produk Rp 2. PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA Seperti halnya dalam akuntansi produk sampingan.451.600.88 Rp Rp 53.00 200 ton 278.

000. 3. produk yang masih dalam proses awal150 ton (biaya bahan loo%.OO 24. . CONTOH KASUS PT XYZ memproduksi produk melalui tiga departemen produksi.500 per ton. Komposisi biaia dalam bulan ini adalah: Jenis biaya Biaya dari departemen I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP awal 225.000. Pada departemen I11 dihasilkan beberapa produk AX.400.00 3.000.00 per ton.200.000. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalam bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2. Produk yang masih dalarn proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi loo%. 1.300.000.190.690. metode nilai jual relatif.00 Kos bulan ini 2. Produk yang dihasilkan AX. metode satuan phisik. 2. Jawaban kasus Sebelum alokasi biaya bersama dilakukan.000 ton. BX = Rp 1.00 275.OO 238.OO 262. terlebih dahulu harus ditentukan berapa besarnya biaya bersama selama satu periode. biaya konversi 80%). dan CX. metode rata-rata tertimbang. BX.1.000.500 ton. 4.00 26.00 per ton dan CX = Rp 1. Kos biaya bersama dalarn perhitungan berikut ini berdasarkan metode metode rata-rata. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos untuk masing-masing produk.OO Harga jual masing-masing produk di pasar adalah AX = Rp 1.000. biaya konversi 85%). BX 700 ton dan CX 750 ton. metode rata-rata biaya per satuan.

200 238.200 Total biaya dibebankan 275.000 500.3 10. 11: Biaya tenaga kerja 1s.00 Kos dept.620 2.00 Biaya tenaga kerja. Biaya overhead pabrik Jurnlah 50.650 ton Produk selesai bulan ini: Produk AX Produk BX Produk CX Produk dalam proses (akhir) 1.00 210. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersama.100.700.00 Rp 3. Perhitungan kos per unit produk (rata-rata): Jenis biaya PDP awal Kos bln ini Total 2.500 ton 150 ton 2.000 24.100.915.00 100.200 ton x Rp1.000 Biaya di dept.650 ton B.310.200 2.690.2.000 ton 700 ton 750 ton 200 ton 2.650 2.000 C.00 . I11 Bulan Maret 1980 A.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept II.000 262.500.00 - 18. = Rp 220.450 ton x Rp1.000 26.00 1.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.000 3.209.000 288.00 200 ton x 85% x Rp110.000 262.000. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk masuk dalam proses Produk dalam proses (awal) 2.200 Ekvl.00 110.190.465.200 3. 2. sebelumnya 225.620 Kos/ unit 1.000 250.

OO 3.78 750 1.000.OO Apabila alokasi menggunakan metode rata-rata tertimbang.500.000.00 total Kos PDP akhir total H.310.465.209. 700 x 1.351. Bobot tessebut ditentukan manajemen secara relative dengan memperhatikan nilai bakan yang . jual alokasi H.700.310.205.310.00 9 17.000.310.OO Up 982.500.00 1.OO Total - Rp 1.00 Apabila alokasi biaya bersama disajikan berdasarkan kuantitas produk yans dihasilkan maka dalarn Laporan Kos Produksi disajikan ctengan rincian sebag~i berikut: Jenis produk Kuanl~tas Produk Alokasi R m Produk AX Produk BX Produk CX Total 1.310.200.3597 3.000.450 ton Kp 1.25 Rp1.OO 9 17.OO Apabila alokasi biaya bersama dihitung berdasarkan kos per unit produk yang dihasilkan maka alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk adalah: Produk AX.300.25 1.Biaya overhead 200 x 85% x Rpl.3084 4.00 26.P per ton ProdukAX 1.000.000 ton 700 ton 750 ton 2.050.098.400.OO 3.000 x Rp 1.460.000.500. Alokasi biaya bersama (metode relative): Jenis produk kuantitas Hg.000.39 1.000.OO D.P. 1. 750 x 1.i)O Rp 3.OO Rp Rp 982.86 1.00 910.318.083.00 30.?09. jual Nilai jual% n.OO Rp 255.500.00 Rp 3.OO 43.500.00 1.500.391. yang dibebankan bulan ini = Rp 17.000 1. maka untuk masingmasing produk diberikan suatu bobot sebagai angka pengimbang.298.209.OO 100. 100.OO Produk BX.500.50 4.OO Produk CX.32 Produk BX Produk CX total 700 1.000.

PEMBEBANAN BIAYA PROIIUKSI BERSAMA SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK Baik terhadap produk sampingan maupun produk bersama dapat diproses lebih lanjut sebelum produk tersebut dijual pada konsumen.00. Seandainya produk AX mempunyai total bobot 5. Adanya proses lanjutan tersebut menyebabkan tarnbahan biaya yang harus dibebankan pada produk tersebut. Laba kotor diketahui rata-rata sebesar 60 %.988. Keempat produk tersebut dihasilkan secara simultan di departemen I1 dengan menyerap biaya sebesar Rp 40.000.209.715. produk A Rp 2. D. Perusahaan mengeluarkan biaya produksi setelah departemen pemisahan (after separable cost) untuk masing-masing produk adalah.000.000.digunakan.500. Biaya yang terjadi di departemen I sebesar Rp 80.000 2.100 1.00.796.000.600 Rp 3. Pernilihan metode tersebut harus memperhatikan kondisi yang ada dalam proses produksi dan penjualan produk bersama.000.00 dan produk D sebesar Rp 28. B. Berdasarkaninformasitersebut hams dilakukanalokasibiayaapabilaalokasididasarkan pada nilai jual relatip perhitungannya adalah sebagai berikut: . produk B Rp $00 produk C Rp 4.000 unit dan produk D sebesar 15.500 Rp 1.00 Dari keempat altematipmetodetersebut di atas dapat dipilihsalah satudiantaranya.50 dan produk D Rp 8.865. C.50. jumlah tenaga kerja yang digunakan dan lain-lain.000 ton 700 ton 750 ton 5 3 2 5. produk A Rp 0.000unit. PT XYZ menghasilkan produk bersama A.000 unit. C.00. produk B 15.51 8.00. Produk yang dihasilkan dari departemen I1 untuk keempat produk masing-masing A sebesar 20. produk B Rp 10.000. waktu yang digunakan. BX 3 dan CX 2 maka alokasi biaya adalah sebagai berikut: Jenis produk jumlah produk bobot bobot x alokasi biaya jumlah produk bersama Produk AX Produk BX Produk CX Jumlah 1.37 783.000 unit. produk C Rp 10.00. tingkat kesulitan proses produksi. C sebesar 10. Proses lanjutan ini ditnaksudkan untuk tnenyempurnakan produk agar dapat menarik para konsumen. Nilai jual per unit produk setelah melalui proses lanjutan adalah.12 J R 559.00. Sebagai contoh.

OO 21.00 39.00 31.- total harga biaya setelah nilai jual jual pernisahan H.000.P.000.OO 35.000.Jenis hrg jual kuantitas produk per unit produksi .000.-- - (unit) 20.000.000.P 60% Total nilai jual % biaya - (Rp) .00 10.800.000 45.00 50.000.00 92.00 83.000.00 28.OO 68.000.000 15.00 4.00 4.O .OO 170.50 8.O 65.200.00 2.00 6.000.00 70.00 10.000.000.000.000.000.000.OO 200.800..00 52.00 8.000.200.3 683 69.000 (Re) 10.00 10.00 49.50 5.00 65.000.00 68.OO 120.00 15.000.1 ProdukA ProdukB Produk C Produk D 0.000 120.000.000.00 Total 250.

Membantu dalam perumusan anggaran perusahaan. . Sebagai dasar penentuan kos produksi. Membantu dalam pengendalian biaya. Informasi berapa besarnya penyimpangan (variance) tersebut sangat membantu bagian produksi untuk memperbaikinya. Dengan demikianinformasikos produksi dapat disajikan dengan lebih cepat. Dengan demikian manager produksi terbantu dalam upaya menekan kos produksi serendah mungkin. 4. Dalarn hubungannya dengan akuntansi biaya dikenal pengertian standard cost. Manfaat lainnya antara lain untuk Inventory pricing. antara lain: 1. 2.BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR Kata standard memberikan suatu pengertian norma yang digunakanuntuk melakukan pengukuran. Dalarn upaya menyusun anggaran. Perencanaan kegiatan tersebut akan mudah ditetapkan bila menggunakan norma atau ukuran yang lebih tepat. tanpa menunggu berakhirnya satu periode proses produksi untuk metode Proses Costing atau untuk satu job (batch production)untuk metode Job Order Costing. Dalam ha1 ini kos produksi dapat ditentukan dimuka (terlebih dahulu). artinya suatu standard yang dibentuk sebagai norma pengukuran kos produksi. Ini berarti mengupayakan efisiensi proses produksi dan meningkatkankeuntungan perusahaan. manajemen dihadapkan pada persoalan estimasi terhadap kejadian-kejadian yang belum pasti. Adanya kos standard dapat memberikan garnbaran mengenai penyimpangan produksi dibandingkan dengan norma yang ditetapkan. Standard kos ditetapkan dengan berbagai tujuan. untuk memudahkan pencatatan kos produksi dan lain-lain. 3. sehingga sangat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Anggaran adalah perencanaan operasi perusahaan di masa yang akan datang dan diwujudkan dalam satuan mata uang.

2. Melakukan test dengan kondisi tertentu. Yaitu. Kuantitas standar ditetapkan berdasarkan penelitian di rnasa yang lalu mengenai kuantitas hasil produksi (unit produksi. Basic standard disebut pula sebagai Fixed standard. b.Meskipun dalam kenyataannya ideal standard tidak bisa pemah dicapai. Berdasarkan penelitian di bagian produksi mengenai hasil produksi dimasa yang lalu. Yaitu standard yang ditetapkan sebagai basic tidak akan dirubah. Komponen biaya yang ditetapkan sebagai standard menggunakankapasitasoptimal (kapasitas 100%). jam produksi. Berdasarkan rumusan kimia dengan memperhatikan kemampuan teknis produksi mesin yang terpasang. c. kebutuhan bahan dan lain-lain). Attainable standard. . JENIS-JENIS STANDAR 1. Basic standard. Kos standard ditetapkan berdasarkan harga (normal) yang terjadi di masa yang lalu 1. standardyang dihitung atas dasarkondisi yang diharzpkanyang diharapkan dalarn suatu proses produksi. jam mesin. Standard ini ditetapkan karena manajemen menghendaki pemanfaatan secara optimal terhadap suatu proses produksi dalam kumn waktu tertentu.A. standard yang digunskan d m berlaku pada pcriode produksi tertentu. PENENTUAN STANDARD Kos standard terdiri dari dua kategori yaitu kuantitas standar dan t~arga standard (tarip standar). Standard ideal (standard teoritis). Standar untuk bahan baku 1. Yaitu. B. standard yang didasarkan pada tingkat efisiensi tertinggi sesuai dengan kemampuan operasional peralatan dan aparat personel yang mendukungnya. Dapat pula berdasarkan rumus kimia dalam proses produksi suatu barang. Standard kuantitas penggunaan bahan (material usage standard) ditetapkan berdasarkan hal-ha1 sebagai berikut: a. Standard tersebut digunakan sesuai dengan rcncarla produksi dalam kunin waktu tertentu saja. Actual standard. 4. Yaitu. 3.

Standar untuk biaya tenaga kerja langsung (BTKL) 1. ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan buruh (labor bargaining) atau peraturan perburuhan yang berlaku). Harga standar.000 kg a Rp 2.550 kg selama satu bulan.1) 2. Tarip upah standar. 2. Hal ii untuk mempermudah proses analisis terjadinya variasi biaya overhead pabrik dalam proses produksi. 2. ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN 1. Biaya bahan sesungguhnya Biaya bahan menurut standard Selisih biaya bahan Selisih harga pembelian bahan. Standar untuk biaya overhead pabrik 1. (perhatikan 2.350 Rp 8.2.50. C. Meskipun biaya semi variabel padadasarnyasulit dipisahkanmenjadi biaya n tetap dan biaya variabel. Perhitungan selisih.tarip standard) = Rp 12.47. Jam standar.500 kg. Dalam rangka penentuan tarip biaya overheadpabrik harus diperhatikanadanya biaya semi variabel. Bahan baku yang dibelidalambulan ii5.750 Rp 3. terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besarnya biaya tetap dan biaya variabel sebagai standar. Kuantitas sesungguhnya x (tarip sesungguhnya . Standard untuk biaya overhead pabrik menggunakan flexible budget. Analisis Selisih kos bahan baku Inforrnasiyang diperolehdari bagian akuntansibiaya adalah sebagaiberikut. Harga (tarip) standard. Jam (kuantitas) standar. 3. Standard kuantitas pemakaian bahan baku untuk produksi bulan ini 3. ditetapkan berdasarkan pengalaman di masa yang lalu dan memperhatikan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. tetapi pernisahan biaya tersebut tetap harus diakukan.ditetapkanberdasarkanpenelitianmengenai gerakdanwaktu dengan memperhatikan ratio industri. standard n kos bahan baku per kg Rp 2. Bahan yang digunakan 3.600 .

kuantitas standard) x tarip standard = (3.3.47 . Kepala bagian produksi 3.000 kg x (Rp 2. 3. Seringkali ditemukan faktor-faktor di luar kekuasaan perusahaan (bagian pembelian). (kuantitas sesungguhnya .50) = Rp 150 (selisih laba) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih harga pembelian bahan: 1. Ada tendensi harga-hargaumum yang memang mengalamikenaikan atau penurunan. Ditemukan bahan-bahan subtitusi yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien.Rp 2. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan harga adalah bagian pembelian. Bagian production control 2. 4. bila bagian ini tidak mampu memperoleh bahan baku dengan kualitas yang ditetapkan. Pencatatan dengan metode single plan PDP biaya bahan Material quantity variance Persediaan bahan baku Persediaan bahan baku Utang dagang.50 = Rp 125 (selisih rugi) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih kuantitas bahan: 1. 2. Material purchase price variance . Terdapat kesalahan di dalam perencanaan produksi. Selisih kuantitas (pemakaian) bahan. Terdapat efisiensilinefisiensidalam penggunaan bahan. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan: 1. terutama bila harga bahan baku sangat dipengaruhi oleh keadaan pasar. Bagian pembelian.550 kg) x Rp 2. Terjadi kesalahan dalam kebijaksanaan pembelian bahan.5. Pelaksana (mandor) yang menyimpang dari rencana produksi yang telah ditetapkan.550 kg . 2.

Rp 150 Utang dagang Rp 12. .50) = Rp 106.350 Persediaan Bahan Baku Pencatatan dengan metode partial plan Persediaan bahan baku Utang dagang PDP Persediaan bahan baku Material quantity variance Material price variance Persediaan bahan baku Selisih kuantitas Selisih harga pmbelian Rp 150 -T-PDP biaya bahan Utang dagang l Persediaan Bahan Baku Perhitungan material usage variance Bahan yang dipakai x (tarip standard .Rp 2.Selisih hargl pmbelian - .50 (selisih laba).tarip sesungguhnya) = 3.47 .550 unit x (Rp 2.

Standard waktu untuk produksi pada bulan ini 1. Analisis selisih biaya tenaga kerja langsung.OO (selisih rugi). Selisih efisiensi.tarip standard) = 1.2. Jumal yang hams dibuat.740.biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Biaya upah .Jam kerja sesungguhnya 1.880 jam .00 = Rp 1. Informasimengenaikos BTKL adalahsebagaiberikut.880jam.Rp 6. (jam sesungguhnya -jam standard) x tarip standard = (1.1.880jam x (Rp 6.OO) = Rp 940.50 . Perhitungan total selisih: Biaya tenaga kerja langsung (actual) Biaya tenaga kerja yang dibebankan Total selisih Perhitungan selisih upah. sebagai berikut: Biaya gaji dan upah Hutang gaji PDP . I Tarip sesungguhnya (actual paid) Rp 6.50 per jam. jam sesungguhnya x (tarip sesungguhnya .500 jam dengan tarip standard sebesar Rp 6.00 per jam.00 (selisih rugi).500jam) x Rp 6.

yaitu: .Pencatatan dengan metode single plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Rp 1.540 Biaya gaji dan upah 3. dan tarip yang sesungguhnya. Selisih biaya overhead pabrik. maka standard yang digunakan sesuai dengan anggaran untuk kapasitas yang direncanakan dalam anggaran fleksibel tersebut.tarip standard pada kapasitas yang dianggarkan. produksi dengan kapasitas 80%. .tenaga kerja Biaya gaji dan upah Pencatatan dengan metode partial plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu R T PDP b i a r tenaga kerja Rp 9. Untuk mengetahui selisih yang terjadi dalam kos standard.maka standard yang digunakan adalah segala tarip yang berlaku dalam kapasitas tersebut. Misalnya. Di dalam anggaran fleksibel tersebut disusun rancangan produksi untuk berbagai kapasitas. yaitu tarip standardpada kapasitasnormal. Sehingga apabila perusahaan dalam suatu periode merencanakan untuk memproduksi dengan kapasitas tertentu.740 I PDP biaya. terdapat tiga macam metode analisis selisih. Analisa selisih untuk biaya overhead pabrik menggunakan anggaran fleksibel. Di dalarn analisis selisih untuk biaya overhead pabrik terdiri dari tiga macam tarip.

Metode analisis tiga selisih. b.1 Metode analisis dua selisih.00. Total selisih biaya overhead pabrik Rp 584.00. Waktu (jam) yang sesungguhnya 3. Metode analisis dua selisih melakukan analisis terhadap penyimpanganpenyimpangan yang terjadi dengan hanyamemperhatikan selisihvolume dan selisih yang dapat dikendalikan. 2. a. dan 3. Metode analisis empat selisih merupakan pengembangan dari analisis tiga selisih dengan mempertajam terhadap analisis kapasitas yang menganggur. Contoh ilustrasi perhitungan selisih biaya overhead pabrik. Metode analisis dua selisih. 1. dan analisis terhadap efisiensi.pada dasarnya mempunyaitujuan yang berbeda-beda. Penggunaan masing-masing metode tersebut. Biaya overhead pabrik tetap Kapasitas normal sebesar 4. Metode analisis tiga selisih mempertajam dengan melakukan analisis terhadap adanyakapasitasyang menganggur (idlecapacity variance). Selisih terkendali.384 . Waktu (jam) standard yang dianggarkan 3. Pertajaman analisis tersebut dengan melihat apakah kapasitasyang menganggur disebabkanoleh faktor biaya tetap ataukah biaya variabel. .384.000 jam Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa total selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik standard adalah Rp 584. Rp 1.450 jam. Biaya overhead pabrik variabel Rp 1. Biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp 7. Tarip kos standard per jam produksi. analisispengeluaran (spending variance). Pembahasan metode ini disajikan di halaman 8 berikut ini.400 jam. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam standard.80.20 Rp 0. Metode analisis empat selisih.OO (rugi).

80 Rp 3.800 Rp 480 Rp 7.280 .280 1. Idle capacity variance.anggaran biaya tetap - Biaya variabe1.200 RD 4.20 = 7.20 Selisih terkendali Rp 104 2. Spending variance. Efficiency variance (selisih rugi). Jam sesungguhnya x tarip standard.080 RD 7.370 RD 6. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya.170 Rp Selisih rugi 2.950 Rp Biaya yang dianggarkan a/d jamm sesungguhnya Jam s e s u n g w y a x tarip stand.200 Ru 4.OO = Idle capacity variance (rugi) 420 3.400 jam x Rp0. .384 Rp 3.3. BOP yang dianggarkan a/d jam standard.400 jam x Rp2.3.3.3. Rp 7. Rp 6. Selisih volume.- BOP tetap.370 14 Rp .BOP variabe1. .475 jam x Rp1.400 x Rp1.00 = Selisih volume (rugi) Metode analisis tiga selisih. BOP yg dibebankan pada produksi. Rp 7.475 x Rp2. 3.

Fixed efficiency variance.370 Rp 7. (lihat metode analisa tiga selisih) 2. (lihat metode analisa tiga selisih) 3.700 jam x ~p 2.80 = Fixed efficiency variance (rugi) . 3. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya Variable efficiency Variance 4. 3. 3.800 150 Rekapitulasi perhitungan selisih: Spending variance Idle capacity variance Efficiency variance Total selisih (rugi) Metode analisis empat selisih 1.280 Rp 90 Jam standard x tarip tetap. Spending variance. Idle capacity variance.00 Selisih efisiensi (rugi) - Rp Rp 6.400 jam x Rp0.475 jam x Rp0.Biaya overhead yang dibebankan ke produk.80 = Rp 7. Jam sesungguhnya x tarip tetap. Variable efficiency variance.

BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK A. Gaji pegawai produksi c. dan biaya sesungguhnya dimasukkan rekening overhead sesungguhnya b. Langsung dibebankan ke dalam harga pokok penjualan c. Biaya overhead pabrik tidak bisa dihubungkan dengan secara langsungdengan produk c. SOAL-SOAL BIAYA OVERHEAD PABRIK 1. Pengendalian biaya produksi c. dan c benar Biaya produksi selain biaya bahan baku dan upah Iangsung akan: a. Biaya bahan penolong b. Jawaban a. KECUALI: a. Analisa biaya untuk pengambilan keputusan b. Penyusutan gedung pabrik Akuntansi untuk biaya overhead pabrik relatif lebih kompleks daripada akuntansi untuk biaya produksi yang lain karena: a. . Dibebankan langsung ke laporan rugi-laba Tujuan alokasi dan penggunaan tarip biaya overhead pabrik adalah: a. b. Sebagian biaya overhead pabrik terjadi secara sporadis d. Jenis biaya overhead pabrik banyak b. Penentuan harga jual 2. Ongkos angkut pembelian mesin pabrik d. Diakui sebagai biaya periode d. Dibebankan dengan tarip. Berikut ini adalah elemen biaya overhead pabrik. 4. Penentuan harga pokok produk d. 3.

langsung. Biaya tetap per unit tidak terpengaruh b. Jam kerja langsung d. Biaya tetap tidak diperhitungkan dalam anggaran fleksibel d. dapat dihindarikarena hambatan-hambatan intern perusahaan dan trend penjualan di masa yang akan datang Kapasitasteoritis pabrik atau departemenuntuk menghasikan kecepatan b. 6. tetapi tidak cocok untuk mengendalikan factory overhead Tidak cocok jika biaya dan beban dipengaruhi oleh fluktuasi dalam c. Kapasitas teoritis Kapasitas praktis adalah: Kapasitas teoritis dikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak a. apa yang terjadi terhadap biaya tetap per unit apabila jumlah produksi meningkat dalam relevant range? Biaya tetap per unit akan turun a. akan sangat kecil bilarnana tarip biaya overhead yang dibebankan dibuat berdasarkan: a. Anggaran kapasitas yang didasarkan atas kapasitas teoritis dikurangi hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena faktor internal dan eksternal disebut: a. Cocok untuk setiap kegiatan Dalam menggunakan anggaran fleksibel. tahun yang akan datang Dalamjangka waktu tertentu. penuhtanpa berhenti selama jangka waktu tertentu Kapasitasteoritisdikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak c. batas-batas tertentu d. 8. dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam d. 9. . perbedaan antara biaya overhead yang dibebankan dengan biaya overhead yang sesungguhnya.5. Kapasitas praktis b. Kapasitas harapan c. Biaya tetap per unit akan meningkat c. Kapasitas normal d. Kapasitas yang direncanakan c. mengendalikan bahan langsung dan upah langsung Cocok digunakan untuk mengendalikan bahan langsung dan upah b. Kapasitas normal b. 7. Jam kerja mesin Suatu flexible budget adalah: Cocok untuk mengendalikan factory overhead tetapi tidak cocok untuk a.

disebutkan di bawah ini: a. Biaya bahan baku tidak langsung b. Analisa Pengertian istilah tarip distribusi.10. Jam kerja buruh langsung d. 15. adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. Pembebanan Alokasi b. tnaka unsur penentu adalah: Total aktivitas yang diperkirakan periode akuntansi ~nendatang a. . c. Distribusi d. ke departemen-departemen yang menikrnati manfaatnya Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik langsung departmen d. Jumlah biaya overhead pabrik variabel per unit b. kepada produk yang diolah melalui departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Biaya upah langsung dan hasil produksi c. kepada departemen yang bersangkutan 11. KECUALI: a. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam penetapan tarip biaya produksi tak langsung yang ditentukan di muka. Mengurangi biaya total c. Kapasitas sebenamya yang diharapkan d. d. Biaya bahan yang digunakan Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membebankan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut. Semua jawaban tcrsebut dipcrlukan Pembagian elemen biaya overhead pabrik pada setiap dcpartctnen disebut: a. Kapasitas normal c. 12. Meningkatkan total biaya hidup Meningkatkan biaya variabel per unit d. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tak langsung departemen c. b. Jumlah biaya overhead total perperiode c. Dasar yang digunakan b. Jam kerja mesin Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik. 13. Jika suatu flexible budget digunakan. 14. suatu pengurangan (decrease) dalam tingkatan produksi di dalam relevant range akan: Mengurangi biaya variabel per unit a.

kepada departemen yang bersangkutan Tarip biaya overhead pabrik ditentukan di muka dihitung dengan cara: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan tingkat a. tingkatkapasitas yang sesungguhnyadipakaiuntukmengerjakanpesanan tertentu Membagi total biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan c. . taksiran dasar pembebanan dalam periode anggaran Membagibiayaoverhead pabrik sesungguhnyadengantingkat kapasitas d. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung kepada c. c. kepada produk yang diolah pada departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Semua biaya overhead variabel Semua biaya overhead pabrik variabel dan tetap d. aljabar (algebraic method) Metode alokasi kontinyu dan metode urutan alokasi yang diatur b. Metode aljabar (algebraic method) Manakah diantara metode alokasi biaya overhead pabrik berikut ini termasuk dalam metode alokasi bertahap yang memperhitungkantransferjasa timbal balk antar departemen pembantu? Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) dan metode a.16. yang sesungguhnya dicapai dalam periode anggaran Jika digunakankonsep direct costing. 20. kapasitas yang direncanakan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan b. c. Metode urutan alokasi yang diatur (specified order of closing method) d. Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) Metode alokasi langsung (direct allocation method) b. departemen-departemenyang menikmati manfaatnya Tarip untuk membagikan biay a overhead pabrik langsung departemen d. 18.maka anggaranbiaya overhead pabrik yang dimasukkan ke dalam perhitungan tarip meliputi: Semua biaya overhead langsung departemen saja a. KECUALI: a. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. (specified order to closing method) 17. Semua elemen biaya overhead langsung dan tidak langsung departemen b. Berikut ini adalah metode alokasi bertahap (step method) biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi. 19.

c. b. Metode urutan alokasi yang diatur dan metode aljabar Metode aljabar dan metode alokasi langung (direct allocation method) Jika jasa departemen-departemen pembantu hanya dinikmati oleh semua departemen produksi saja. Metode alokasi langsung Metode alokasi urutan alokasi yang diatur d. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan Distribusibiaya overhead pabrik sesungguhnyakepada departemen-departemen. setelah data-data rnengenai biaya overhead pabrik sebsungguhnya (aktual) dicatat dan dikumpulkan dalarn pembukuan 23. 24.c. Mengalikan tarip biayaoverhead pabrikdengan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan dalarn tahun anggaran b. . d. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan jumlah sesungguhnya kapasitas yang dicapai Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalarn perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan: a. tanpa ada jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen pembantu lainnya. Metode alokasi kontinyu b. kemudian alokasi biaya dari departemen pembantu kepada departemen produksi dilakukan dengan cara: a. maka metode alokasi biaya overhead departemenpembantu ke departemenproduksi yang sebaiknyadigunakanadalah: Metode aljabar a. Biaya depresiasi c. Metode identifikasi khusus (spesific identification method) d. Metode aljabar (algebraic method) Metode urutan alokasi yang diatur (spesified order of closing) c. Biaya Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik d. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan dasar pembebanan biaya overhead pabrik Mengalikan tarip biaya overhead pabrik dengan jumlah sesungguhnya c. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dihitung dengan cara: a. 22. kapasitas yang dicapai d. Di antara metode alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi yang mempertimbangkan transfer jasa timbal balik antar departemen pembantu adalah: Metode alokasi langsung (direct alocation method) a. Distribusi biaya-biaya dilakukan pada akhirperiode pembukuan. 25. Biaya overhead pabrik sesungguhnya b.

c. Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo debit pada akhir periode akuntansi Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo kredit pada b. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fmed budget) b. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang diperkirakan c. Distribusibiaya-biaya dilakukanpada awal periode pembukuan dimana data-data mengenai biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam memproduksi barang sebelumnya telah diketahui yang dicatat dalam pembukuan Biaya overhead pabrik hanya akan dapat diperhitungkan setelah melihat perbandingan antara yang diperhitungkan dan ditaksir Biaya overhead pabrik tidak akan dilakukan distribusi apabila terdapat lebih diperhitungkan (over applied) yang menimbulkan laba biaya overhead pabrik 26. Anggaran statik (static budget) a. dan c benar d. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi lebih tinggi dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk Jika terjadi pembebanan kurang biaya overhead pabrik (underapplied factory overhead cost) dalam suatu periode akuntansi. 28. berarti: a. Bersifat tetap d. akhir periode 27. akhir periode RekeningBiaya OverheadPabrik yang Dibebankanbersaldo kredit pada d. diperlukan adanya: a. maka terbukti bahwa overhead pabrik itu: a. Dibebankan kurang c. Dalam mengadakan analisis selisihbiaya overhead pabrik neto/keseluruhan (net1 overall factory overhead cost variance). Bila perkiraan kontrol overhead pabrik mempunyai saldo akhir debit. Bersifat variabel Pembebanan lebih biaya overhead pabrik (Overapplied factory overhead) terjadi sebagai akibat: a. Pabrik beroperasi pada kapasitas di bawah kapasitas normal b.b. c. 29. . Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk d. Dibebankan berlebihan b. akhir periode Rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan bersaldo debit pada c. d. b.

dan Departemen C menggunakan jam kerja langsung. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Perlakuan selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya penyimpangan tersebut.000 Anggaran biaya tenaga kerja langsung Rp 605.700 Departemen A menggunakan jam mesin sebagai dasar untuk membebankan biaya overheadpabrik. Manambah rekening harga pokok persediaan produk jadi Data untuk menjawab soal no. Rp 41 per jam 110% dari biaya tenaga kerja langsung d. Menaikkan harga pokok persediaan produk jadi c. 32.000 14.100 mesin2 22.000 Taksiran jam kerja langsung 20. Rp 25. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik tetap c.000 Rp 450. 36 Data untuk tahun 19 X 2: DEPARTEMEN A Anggaran biaya overhead pabrik Rp561.5 per jam b.d. penyimpangan anggaran adalah: a. . Dibagi rata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses d.000 15.000 17. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam aktual d.000 Rp 7 12. Rp 27. Apabila selisih terjadi disebabkan k m n a ketidak efisienan pabrik aku kegiatan perusahaan di atas atau di bawah normal. DepartemenB menggunakanbiaya tenaga kerjalangsung.000 C Rp615.5 per jam c.000 Taksiran jam B Rp495. b. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik variabel b.200 14. Apabila suatu perusahaan menggunakan tarip pembebanan overhead di muka.30. 32 s. maka selisih tersebut diperlakukan sebagai: Pehgurang atau penambahan rekening harga pokok penjualan a. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik di Departemen A adalah: a. Diketahui data sesungguhnya tzhun 19x2 sebagai berikut: 33.

920 24. dan Departemen C pada tahun 19x2 secara berturut-turut adalah Rp575. 38 Perusahaan "MENEEN" memproduksi boneka mainan anak-anak. Rp 93. Rp 5. 8.000 untuk memproduksi 100.000 Rp 480. Rp 330. Rp 693.000 dan 2.Biaya overhead pabrik tetap: . Rp 528. Rp 330.000 lebih dibebankan b. Survei pendahuluan dari panitia anggaran perusahaan menunjukkan suatu peramalan penjualan tahunan sebesar 95. Rp454.000 kurang dibebankan 35.800. Rp 693.720 lebih dibebankan d.000 kurang dibebankan Dengan data yang sama dengan soal no.200 lebih dibebankan c.000 Diketahuibiayaoverhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkanoleh Departemen A.000 13.000 buah boneka plastik.000 d. Manajemenjuga merencanakan memproduksi 5. 36.800 Jam mesin Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen B pada tahun 19x2 adalah: a. Rp 93.000 34. Rp 73. Rp 5. 10.720 lebih dibebankan d.DEPARTEMEN A B C Biaya tenaga kerja langsung Rp 744.720 c.000.000 12. dan Rp600. Dengan data yang sama dengan soal no.000 b. jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen C pada tahun 19x2 adalah: a. 37 s. Anggaran biaya overhead pabrik untuk skedul produksi ini adalah: .200 13. Rp 37.000 16. Rp 528.500 kg plastik @ Rp 2.jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen B pada tahun 19 X 2 adalah: a. Data untuk mengerjakan soal no.d.720 c. Bagian pembelian menentukan bahwa diperlukanpembelian 3.000 b.000 d. Rp 612. Departemen B.200 lebih dibebankan c. Rp 37.000 Jam kerja langsung 15.000 liter cat @ Rp 6.000 satuan boneka. Rp 73. Rp 612.000 lebih dibebankan b.000 Rp 876. Jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen A pada 19x2 adalah: a.000.000 buah boneka untuk persediaan.

700. I @ Rp 6. Rp 2. Rp 19. BOP Departemen X setelah menerima alokasi dari departemen Y adalah: a. Biaya overhead pabrik (BOP) sebelum alokasi dan dasar alokasi departemenjasa adalah sebagai berikut: Keterangan Jam Langsung Luas Lantai BOP (RP) 39. Rp 588. anggaranproduksi (manufacturingbudget)perusahaan MENEEN berjumlah: a.900 38.080.000 Tarip pembebanan biaya overhead pabrik yang didasarkan pada jam kerja langsung berjumlah: a.00 per jam Dari datadiatas. Rp 3.200.900 c.000. Rp 2. 47 PT SARI memiliki 3 departemenproduksi yaitu A. Rp 33.000 c. Perusahaanmengpakanmetode alokasialjabaruntuk mengalokasikan biaya departemenjasa. B.600.Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan peralatan Biaya pengawas Biaya asuransi .000 d.000 b. serta memiliki 2 departemen jasa yaitu Xdan Y.000 . Rp 1.200 d.000 jam Pengwat 1. . dan C.000 b. Data untuk menjawab soal no. Biaya departemenjasa X dialokasikan berdasar jam listrik dan Y berdasar luas lantai. Rp 59.200jam 37. 39 s.380.Biaya overhead variabel: Biaya upah tidak langsung Rp 250 per jamkerja langsung Biaya perlengkapan tak langsung Rp 4 per satuan Biaya pabrik umum (gerleral factory) Rp 50 per jarnkerja langsung . Rp 6.d.200 b. Rp500.00 per jam @ Rp 6.Jam kerja dan taripnya untuk dua operasi adalah: Pencetak plastik 2.

000 c. Rp 120. Rp 440.000 d.000 d.000 b. Rp 440. p p 110. dan Y sebesar: a.000 c. Rp 200. Rp 600.000 Departemen C menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a.000 d. Rp 144. Rp 600.000 Departemen A menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 500. Rp 480.760.000 d.000 b. 48 s. dengan urutan alokasi pertama Dep. Rp 540.000 d.600.000 b. 44. 53 PT Adhi mempunyai 3 departemen produksi dan 3 departemen jasa di dalam pabrik. Rp 520. Rp 550. Rp 280. I 42 I 1 43.000 a. dan Y sebesar: a.40.000 d.000 d.000 c. Rp 540. Rp 540. Rp 490. Rp 580.000 b.000 b. I 46. BOP Departemen Y setelah menerima alokasi dari Dpartemen X adalah: a.000 c.000 c. Rp 1.000 Jumlah BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen X. dan Y sebesar: a.000 Departemen B menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 100.d.000 41. I 45.000 d. Rp 250. 47. Rp 1. Rp 125. Data untuk menjawab soal no. Rp 1.100.000 c. Z atas dasar jam . Rp 500. Rp 450. Rp 510. Rp 300. Rp 660.000 c.000 Jumlah BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen X. Alokasi biaya overhead pabrik (BOP) departemen jasa menggunakan metode alokasi bertahap yang tidak timbal balik.000 b.000 Jumlah BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen X. Rp 530. Rp 590. Rp 380.000 b.000 Total BOP seluruh pabrik setelah ada alokasi dari departemen jasa: b.000 c.

Y atas dasar luas lantai. 50. BOP sesungguhnya dan hasil penelitian pabrik pada akhir tahun 1988 adalah sebagai berikut: Departemen BOP Sesungguhnya Rp 7. Rp 1. ketiga Dep. Rp 1.000 d.000 1.000 BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: a. Rp 500. 53. Rp 400. Rp 500.000 c.000 BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b. Rp 10.000 d.000 c.500 Jam Tenaga Uap 20.d.000 b. Rp 500.000. Rp 10.000 30.000 7.500 100 .300. BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b. Data untuk menjawab soal no.800. Rp 11.250.000 Rp 32.000 c. 59 F KLM membebankan biaya overhead pabrik dengan tarip yang ditentukan di muka.000 1. Rp 9. Rp 1. Rp 9. Rp 10.000 Departemen C menerima alokasi BOP sesungguhnya dari Departemen Y sebesar: b.000 .000 48.500. Rp 400. Rp 750.400. Rp 11.000 20.500.200.500. l 52.000 c.000 Departemen B menerima alokasi BOP Sesungguhnya dari Departemen X sebesar: a.000.000 b.000 a.000.000 110.300.000 Jumlah Karyawan 100 50 150 25 25 50 400 - Luas Lantai 2.000 d.200.000 9. Rp 9.000.000 a.500.500.000 1. Rp 8.500.000 d.000 a.000 d. Departemen A menerima alokasiBOP sesungguhnya dari Departemen Z sebesar: b.500. Rp 9. X atas dasar jumlah karyawan.000 I I 1 I 49.0 12.ooo 2.000 10. Up 750.000 20.750. Rp 10.000 3.000 5.000 a. 51.000 d. Rp 800.000 c.000 c. keduaDep.400. Rp 250. T . Rp 11.950.000 10.tenagauap. 54 s.750.000 3 .

Perusahaan tersebut mempunyai 2 departemen produksi dan 2 departerrlen pembantu. Dalarn mengalokasikananggarandepartemenpembantu perusahaan menggunakanmetode aljabar. Anggaran biaya overhead pabrik masing-masing departemen untuk tahun 1990 adalah:

Departemen Anggaran Departemen produksi Rp 12.000.000 -A -B 14.200.000 Departemen pembantu -X 10.000.000 -Y 8.800.000 Dari penelitianpabrikdiperoleh informasimengena pemakaianjasadepartemen pembantu: Departemen jasa Departemen X A 50% B 40% X Y 10% Kapasitas normal: Departemen A: 10.000jam tenaga kerja Departemen B: 12.000 jam tenaga kerja
54.

Departemen Y 40% 40% 20%

-

Departemen X akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 2.000.000 b. Rp 2.400.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen Y akan menerima alokasi dari deparetemen X sebesar: b. Rp 2.400.000 a. Rp 2.000.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen A menerima alokasi dari departemen X sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 5.000.000 c. Rp 4.OQ0.000 d. Rp 4.800.000 Departemen A akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 3.520.000 c. Rp 4.000.000 c. Rp 4.800.000 Departemen B akan menerima alokasi dari departemen X sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

55.

56.

57.

58.

59.

Departemen B akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

Data untuk menjawab soal no. 60 s.d. 64
Data untuk 2 departemenjasa sebagai berikut:

DepartemenJasa Budget Bulanan JamJasa Biaya sesungguhnya A Rp 10.000 4.000 Rp 9.300 B 15.000 5.000 13.400 Kedua departemen jasa itu melayani 3 departemen produksi. Data budget, biaya sesungguhnya, dan jam-jam jasa sebagai berikut:

Estimasi Jasa Jasa Sesungguhnya Departemen Produksi A B A B X 1.200 jam 1.800jam 800 jam 2.000 jam Y 1.500 jam 2.000 jam 1.600 jam 1700jam Z 1.300 jam 1.200 jam 900jam l.lp0 jam Budget biaya departemen jasa tersebut masing-masing 60% merupakan biaya tefap.
60.

Tarip jasa A per jam: Rp 2,00 a. C. Rp 1,00 Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Rp 8.520 a. Rp 8.000 b. c. Rp 7.950 d. Rp 8.250 Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: a. Rp 15.400 b. Rp 14.500 c. Rp '14.600 d. Rp 15.300 Jumlah jasa yang diterima oleh departemen Y dari departemenjasa adalah: a. Rp 9.000 b. Rp 9.500 C. Rp 9.100 d. Rp 5.100 Spending variance departemen B adalah: b. a. Rp 1.630 (mgi) c. Rp 1.360 (rugi) c.

61.

62

63.

64.

Rp 1.630 (laba) Rp 1.360 (laba)

Data untuk menjawab soal no. 65 s.d. 67
Biaya overhead pabrik dianggarkan Biaya overhead pabrik sesungguhnya \ Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 65. Rp 44.000.000 46.200.000 10.000.000 jam 11.000.000jam

Tarip biaya overhead pabrik adalah: Rp 4,40 per jam tenaga kerja langsung a. b. Rp 4,00 per jam tenaga kerja langsung c. Rp 4,62 per jam tenaga kerja langsung d. Rp 4,20 per jam tenaga kerja langsung Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk adalah: a. Rp 46.200.000 b. Rp 44.000.000 c. Rp 48.400.000 d. Rp 50.820.000 Dalarn periode tersebut telah terjadi: Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapplied) a. Rp 2.200.000 b. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 2.200.000 c. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 4.400.000 d. Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapllied) Rp 4.400.000

66.

67.

Data untuk mengerjakan soal no. 68 s/d 71
Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik, Perusahaan JELITA memberikan datadata sebagai berikut: Perusahaan Jelita menetapkan tarip biaya overhead pabrik Rp500 per jam mesin Budget biaya overhead pabrik untuk 6.000 jam mesin per bulan: Rp 1.600.000 dan untuk 14.000 jam misin: Rp 2.400.000 Biaya overheadpabrik yang sesungguhnyaterjadi bulan Mei 1989adalah sebesar Rp 1.800.000 pada kapasitas sesungguhnya 5.000 jam 68. Berdasarkan data-data tersebut di atas besarnya tarip biaya overhead pabrik variabel adalah; b. Rp 172ljam mesin a. Rp 400ljam mesin c. Rp 1Ooljarn mesin d. Rp 267/jam mesin Sedangkan besamya budget biaya overhead pabrik tetap adalah sebesar: a. Rp 1.000.000 b. Rp 1.032.000 c. Rp 2.400.000 d. Rp 1.602.000

69.

Perusahaan JELITA, dengantarip biaya overhead yang telah dihitung mempunyai kapasitas normal: a. 6.000 jam mesin b. 8.500 jam mesin c. 5.000 jam mesin d. 2.500 jam mesin Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a Rp 2.500.000 b. Rp 1.250.000 c. Rp 3.000.000 c. Rp 4.250.000

PT Indah menganggarkan overhead pabrik tahun 1990 sebesar Rp1.530.000 untuk Departemen I berdasarkan volume kegiatan sebesar 100.000 jam kerja langsung.Pada akhir I 990perkiraanOverhead Pabrik Departemen I mempunyai saldodebitRp1.620.000.Jumlahjamkerjaakhlal adalah 105.000jam. Kelebihan (kekurangan) pembebanan overhead pabrik tahun 1990 untuk Departemen I adalah: a. Rp 13.500 b. Rp (13.500) c. Rp 90.000 d. Rp (90.000 )
Biaya overhead yang dibebankan adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Spending variance sama dengan: a. Rp 150.000 (rugi) b. c. Rp 200.000 (laba) d. Idle Capacity Variance sama dengan: a. Rp 150.000 (laba) b. c. Rp 200.000 (rugi) d.

Rp 150.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Rp 200.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Jurnal untuk pembebanan biaya overhead adalah: Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Berbagai macarn pengkreditan Jawaban a, b, dan c benarl

Rp 5.500.000 Rp 5.500.000 Rp 5.150.00

Data untuk menjawab soal no. 78 s.d. 79 PT DIAN memiliki kapasitas normal 8.000 jam per bulan. Anggaran fleksibel BOP pada kapasitas 6.000 jam sebesar: Rp34.000 sedangkan pada kapasitas 7.500 jam: Rp 38.500. Pada bulan Januari 1987 besarnya kapasitas sesungguhnya 7.800 jam dan BOP sesungguhnya Rp 37.500.
78. Besarnya selisih anggaran bulan Januari adalah: b. a. Rp 1.000 (laba) c. Rp 3.500 (rugi) d. Besarnya selisih kapasitas bulan Januari adalah: a. Rp 2 0 (rugi) b. c. Rp 2.500 (laba) d.

Rp 1.500 (laba) Rp 2.500 (laba)

79.

Rp 2.000 (rugi) Rp 400 (rugi)

Data untuk menjawab soal no. 80 s.d. 84
Catatan dan analisis biaya overhead pabrik PT NATALIA dalam bulan Januari 1989 menunjukkan: BOP Sesungguhnya Rp2.160.000, Jam mesin sesungguhnya 8.000 jam; Selisihkapasitas RpO; Selisih anggaran Rp160.000 (rugi). Catatan dan analisisBOP bulan Pebruari menunjukkan: Jam mesin sesungguhnya 8.400 jam; Selisih anggaran RpO; Selisih kapasitas Rp60.000 (laba). 80. Dalam bulan Pebruari besarnya BOP Sesungguhnya adalah: a. Rp 2.160.000 b. Rp 2.100.000 c. Rp 2.040.000 d. Rp 2.060.000 Besarnya total tarip BOP per jam mesin adalah: b. a. Rp 150 c. Rp 200 d.

81.

Rp 400 Rp 100

82.

Besarnya tarip BOP variabel per jam mesin adalah: a. Rp 100 b. Rp 250 c. Rp 150 d. Rp 300 Jika BOP Sesungguhnya bulan Maret sebesar Rp1.960.000 dan jam mesin sesungguhnya 7.800 jam, maka total selisih BOP adalah: b. Rp 120.000 (laba) a. Rp 40.000 (laba) c. Rp 10.000 (rugi) d. Rp 30.000 (rugi) Besarnya selisih anggaran untuk bulan Maret adalah: a. Rp 20.000 (rugi) b. Rp 10.000 (laba) c. Rp 30.000 (rugi) d. Rp 20.000 (laba)

83.

84.

Data untuk menjawab soal no. s.d.
Dalam bulan Agustus 1989 selisih anggaran biaya overhead pabrik pada PT POWER sebesar RplOO.OOO (rugi), kapasitas sesungguhnya sebesar 8.000 jam mesin, biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp4.500.000. Dalam bulan September 1989 besamya selisih kapasitas RpO, kapasitas sesungguhnya 10.000jam mesin, biaya overhead pabrik dibebankan Rp5.000.000. Dalam bulan Oktober 1989 besamya kapasitas sesungguhnya 9.000 jam mesin dan BOP sesungguhnya Rp4.450.000. 85. Besarnya total biaya tetap adalah: a. Rp 3.000.000 c. Rp 2.500.000

b. d.

Rp 2.000.oOO Rp 2.600.OOO

86.

Besamya tarip biaya overhead pabrik variabel per jam adalah: a. Rp 200 b. Rp 300 c. Rp 250 d. Rp 240 Besamya tarip biaya overhead pabrik tetap per jam adalah: a. Rp 250 b. Rp 300 C. Rp 200 d. Rp 260 Besamya kapasitas normal dalam jam mesin adalah: a. 12.500 b. 8.000 c. 10.000 d. 5.OOO Besarnya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 100.000 (rugi) b. Rp 200.000 (laba) c. Rp 50.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi) Besamya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (laba) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 75.000 (laba) d. Rp 150.000 (rug2 Besamya selisih kapasitas biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (rugi) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 300.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi)

87.

88.

89.

90.

91.

080. 36 s/d 37 37.200 jam = Rp 1.000 Rp 1.0% .000 .000) 7.000 liter x Rp 6.000 .600.000 x Rp 4) 400.000 800.000 Tetap: .700.000 jam dan pengecat 1.080.200) Rp 12.000.Pengecat (1.000 .000 RD 59.000 .Tarip pembebanan: Rp 6.0% 22.5% 10.700.000 220.Biaya pengawas .900per jam kerja langsung Pengertian untuk menjawab soal no.Taksiran jam kerja langsung: 3.5% 22.Perlengkapan tidak langsung (100.000 jam x Rp 6. atas dasar jam listrik.Anggaran biaya overhead pabrik: Rp 6.Upah tidak langsung (3.380.0% 100.000 Proporsi 45.000 Anggaran Biaya Tenaga Kerja: .B PENYELESAIAN .200.200 jam (pencetak plastik 2.000) 12.200jam) .200. dengan dasar alokasi sebagai berikut Alokasi Departemen Jasa. d Anggaran Biaya Produksi: Anggaran Biaya Bahan: .Penyusutan peralatan .500 kg x Rp 2.Plastik (3. Rp 500.Pencetak plastik (2.000 Anggaran Biaya Overhead Pabrik: Variabel: .360.Cat (2.000/3. 39 s/d 47 Metode alokasi aljabar.Umum pabrik (3.000 6. Jam Listrik Ke Departemen A 900 B 450 450 C Y 200 Jumlah 2.000 .200 jam x Rp 6.000 19.200 jam x Rp 50) 160.200 jam x Rp 250)Rp 800.000 Rp 33.080.000 b Tarip pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan jam kerja langsung: .000) Rp 21.400.000 3.000 Rp 4. Pengertian untuk menjawab soal no.Biaya asuransi Jumlah Anggaran Biaya Produksi 38.720.Penyusutan bangunan .

atas dasar luas lantai.000 Rp 588. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 440.02 Y : Rp 588.000 (biaya departemenY setelah mendapatkan alokasi Z dari departemen Z) .000 Alokasian dari Departemen Jasa X: 10% Atau.Alokasi Departemen Jasa Y.000 + 0.000 + 0.0.000+ 20% Y X : Rp 500. 0 00 Proporsi 10% 50% 20% 20% 100% ' Biaya Departemen Jasa X. Ke Departemen Luas Lantai A 100 B 500 C 200 200 X Jumlah 1.000 (biaya departemen X setelah mendapatkan alokasi dari departemen Y) Setelah nilai X diperoleh.000 + 20% (Rp440.000 + 10% Y Dari kedua persamaan di atas. Y : Rp440.000 + Rp88.000 Alokasian dari Departemen Jasa Y: 20% Atau.000) :Rp 500. setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen E dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa X sebelum alokasi: Rp 500.000 + 10% Y Y : Rp 440.02 Y X : Rp 588.000 X 0.000 X . setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen X dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa Y sebelum alokasi: Rp440.98 X : Rp 588.000 + 10% Y) X : Rp 500. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 500. Biaya Departemen Jasa Y.02X 0.98 X : Rp600.000 + 10% (Rp600.

dan ke departemen Y 10%: Rp60.000 (500.000 dialokasikan sebagai benkut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Jam Listrik Rp 250.000 275. dan ke departemen X 20%: Rp100.5% 275.000 Biaya departemen Y sebesar Rp440.000 X Rp 500.000.000.000 Rp 160. ke departemen C 20%: RplOO.000 135.000 Rp 545.000 KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 500. Biaya departemen Y sebesar Rp500.000.000.000 Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp 300.0% 110.5%: Rp135.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000 500 B 25.000 55.000.000 125.000) RP 0 DENGAN METODE LANGSUNG Biaya departemen X sebesar Rp500.000 100.000 60.000 450 25% B 25% 125.000.0 00 270. ke departemen B 50%: Rp250.000) 100.5%: Rp135.000 C 200 Jumlah 800 100.000 110. Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.000 250.000 B Rp 160.000) Y Rp440.0 100% Rp 500.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 45%: Rp270.OOO.000 Rp 605. ke departemen C 22.0% RD440.000) RP 0 RPO 1 .000 (600.000 Rp 435.000 (500.000 C 450 Jumlah 180 .000 Rp 560.000 250.000 (440.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 10%: Rp50.p600.000 dialokasikan sebagai berikut: Alokasi Luas Lantai Proporsi Ke Departemen Rp 55.000 Rp 620.000 50.000 RP 0 Y Rp440.000 900 50% A 125.000 125.000 135.5% A 62.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200. ke departemen B 22.Biaya departemen X sebesar P.000 100 l2.000 Rp 435.000.

250 Rp 578.000 Jumlah Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.0% Jurnlah 2000 100.000 5O.000 L Biaya departemen Y sebesar Rp440.250 100 A 500 62.500 C 200 800 100.000) RP 0 Y Rp440.500 450 C 50.500 22.5% Rp61.500 306.000 61.000 1 12.000 B 450 22.0% Rv490.i DENGAN METODE ALOKASI BERTAI-IAP (alokasi pertama departemenjqsa X) Biaya departemen X sebesar Rp500.000 1 12.500 Rp 435.0% 122.0% Rp500.0% Rp225.000 Y 200 10.000 dialokasikan sebagai berikut: Ke Departemen Jam Liitrik Proporsi Alokasi A 90 0 45.250 Rp 586.250 B Rp 160.250 B 25.5% 112.5% 112.5% 306.m (490.000 X Rp 500. 48 s/d 53 Metode alokasi bertahap tidak timbal balik.500 112. dengan urutan clan dasar alokasi sebagai berilcut: .000 (500. c (lihat tabel) Pengerjaan untuk menjawab sod no.000 225.750 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000) RP 0 (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 47.000 dialokasikan sebagai berikut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Luas Lantai 12.

500.000 C 10.000 Rp .000 (3.000 DEP.000 - 0 0 0 .om X 2.000.500. B.200.000 Rp3.2.000 Alokasi biaya Departemen X: Ke Departemen Jumlah karyawan A 100 B 50 C 150 Jurnlah 300 Tabel alokasi 20% 100% Proporsi 1001300 501300 1501300 3001300 - KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen Z Alokasi Departemen Y Alokasi Departemen X Biaya setelah alokasi DEP.000 1.000 Proporsi 20% 30% 30% Alokasi Rp.Urutan Alokasi ke 1 ke 2 ke 3 Dari Departemen Z Y X Ke Departemen A.000 11.000 500. X.000 1.000 DEP.000 Alokasi Rp1.000. C.800.C 7.250.000 Jumlah 10.000.000 DEP.000 1.000 Ke Departemen Luas lantai A 2.500. C. B.500.000 Jurnlah 100.Z 5.000 500.000) < ' 10.B 9. C Proporsi 20% 30% 10% 20% Dasar Alokasi Tenaga uap Luas lantai Jumlah karyawan Alokasi Rp 1.500. 500.000 10.000.000 500.000 750.000.000 Alokasi biaya Departemen Z: Rp5.000 750.000 1.000 B 30.000 X 20. Y A.000 Ke Departemen Tenaga uap A 20.000 B 3.000 1.000.000 500.000 750.000.000.000 Y 20.000 (2.X 1.000 1.000 750.950.000 1.000.X A.000 500.500.300.000 2.000 DEP.500. B.000.000 500.000) 1.000 Alokasi biaya Departemen Y: Biaya departemen Y Biaya alokasian dari Z Jumlah 20% 100% Rp Q 1.500.000 Rp 5.000 C 3.A 7.Y 1.000.000.500.000.000 1.500.000.000.000) DEP.000 500.000 (5.500.000 1.000 1.

Pengerjaan untuk menjawab soal no.000 Rp 23. a e b (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 55.000 + 10%X) X : Rp 12.000 Tabel alokasi: DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp12.000 Rp 22.000) Y : Rp 10.800.200.000. 49.000 (12.ooO) Rp 0 54.000.800.000 4. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 8.000 DEPARTEMEN PEMBANTU KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 10.000 1.000.000.000.000 1.000.000 4.~. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 10.000 (lO.000 4.000.000.000. 54 s/d 59 Dengan cara yang sama dengan soal.000.000 + 10% X Dari kedua persamaan di atas.000) 2.000 50.000 Rp 14. b (lihat contoh) b (lihat contoh) Biaya departemen X Biaya alokasian dari Z Biaya alokasian dari Y Jumlah e (lihat tabel) b (lihat tabel) a (lihat tabel) d (lihat tabel) Rp 1.000.000.800.800.000 Setelah nilai X diketahui.000 + 20% (Rp8.000.000 + 20% Y Y : Rp 8.200.000.500. c .OOO 500.48. 5 1.000 Rp 3. 53. 57. 52.000 + 10% (12.000 6.800.000.000. 56.000 Rp 0 Y Rp 8. dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: X :Rp 10.

000 jam (60% x Rp 15.000 jam Tarip tersebut bisa dirinci menjadi: (40% x Rp 10. d Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen A dinikrnati oleh: X = 800 jam Departemen produksi Y = 1. d c (lihat tabel) (lihat tabel) Pengertian untuk menjawab soal no.000) Tarip variabel 5.O per jam 61.58. d Rp 10.000 jam =Rp1.8 perjam =Rp1.000 Tarip total departemen jasa A : = Rp 2.5 = Rp8. 59.000 jam (60% x Rp 10.300 jam Jumlah jasa dibebankan: 3.000) Tarip variabel 4.5 per jam 4.Operjam =Rp 1.2perjam =Rp 3.000 jam Tarip tersebut bisa d i i c i menjadi: (40% x Rp 15.300 jam x Rp2. 60 s/d 64 60.5 perjam = Rp1.250 .000 Tarip departemen jasa B : 5.000 jam Rp15.600jarn z = 9oojam Jumlah = 3.000) Tarip tetap 4.000) Tarip tetap 5.

760 Rv 1.000. .000 = Rp 4.700 jam x Rp 3.800 jam x Rp 3.000. e Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen B dinikrnati oleh: Departemenproduksi X 2.000 jam x Rpl.000jam x Rp 490 48.000 BOP dibebankan: 11. 67.000 Variabel: (4.000jam x Rp 4.O = Rp 14.O = 5.800 jam x Rp1.40 per jam kerja langsung Tarip total : 10.600 jam x Rp 2.000 jam Y = 1. 63.360 (laba) Selisih anggaran Pengertian untuk menjawab soal no.000.000 Dari departemen B: 1. 65 s/d 67 65.000 (lebih dibebankanbaba) 66.400.000 Selisih total RD2. a Tarip pembebanan BOP dihitung sebagai berikut: Rp44.100 64.400 c Jumlah jasa yang diterima departemen Y dari departemen jasa: - Dari departemen A: 1.40 = Rp 48.8)Rp 9.5 = Rp 4.62.800 jam Jumlah jasa dibebankan: 4. d Spending variance (selisih anggaran) departemen B: BOP sesungguhnya Rp 13.100 jam Jumlah = 4.000 b Selisih pembebanan BOP: BOP sesungguhnya Rp 46.400 BOP dianggarkan pada jam sesungguhnya: Tetap : (5.700jam z = 1.2) 5.200.400.200.100 Jumlah RD 9.000jam c Jumlah BOP dibebankan: 11.760 14.

000jam 8. 68 s/d 72 68.000 berjumlah Rp 2. a Jurnlah BOPdibebankanpada bulanmei 1989:Rp 500x 5. c Tarip BOP variabel: Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas Selisih 14.000 Rp 800.000 b Tarip pernbebanan BOP: Rp1S30.000jam Rp 2.000 BOP dibebankan: (105.500 (rugil 72.500 per jam mesin 70.000.Rp100 = Rp 400 per jam mesin a Anggaran BOP tetap: BOP Dianggarkan pada kapasitas 14.600.000 berjumlah 1.400.000jam x Rp15.400.000 = Rp15.000 jam BOP sesungguhnya (rek.000jam =Rp2.000 jam Rp 500 -.000 jam Rp800.000 BOP tetap RD 1.000jam x Rp100) 1.000 (-) BOP variabel: (14.400. 71.30 per jam mesin 100.000 Taripvariabel Tarip tetap 69.606. Tarip total -g dibebankan) .000 d Jumlah kapasita's normal: Rp 1.500 Selisih total Rp 13.500. I debit) Rp 1.000. BOP dep. : : = Rpl00 perjam mesin 8.000jam 6.620.Pengertian untuk menjawab soal no.30) 1.000 Kapasitas normal: RP 400 = 2.

000 77.100.000 5.000. Tarip total: Rp3+Rp2=Rp5perjam = Rp 2 per jam = Rp 3 per jam Jumlah BOP dibebankan: 1.100.200.000.000 Rp 5.500. b Anggaran BOP pada kapasitas sesungguhnya: Tetap : (1.500.150.000 RD 50.000 Tarip tetap: 1.200.500.000jam Rp 2. Rp 5.000.000jam.500. 78 s/d 79 Untuk dapat menganalisis selisih biaya overhead. tarip pembebanan dihitung sebagai berikut: .000.I Pengertian untuk menjawab soal no. Rp 5. hams diketahui dahulu tarip pembebanan baik tarip tetap maupun tarip variabel.000 75.000 2. Dengan data yang ada pada soal tersebut.000jam x Rp 5 = Rp 5.000.000 (laba) Rp 5.200.000 5. 73 s/d 77 73.000 jam x Rp 3) Variabel: (1.000 Tarip Variabel: 1.000 74.000.000 (laba) 76.200.000 jam x Rp 2) Jumlah b Spending variance (selisih anggaran): BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Selisih anggaran b Idle capacity variance (selisih kapasitas): BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Selisih kapasitas e Barang Dalam Proses Biaya Overhead Dibebankan Rp 3.000 Rp 5. c Rp 3.000 Rp 300. Pengertian untuk menjawab soal no.

000 RD 1.0 R w 4.500 berjumlah Rp 38.000 berjumlah Selisih 150 .800 x Rp5) 39. jumlah BOP tetap total dapat dihitung dengan mengambil salah satu BOP dianggarkan di atas. e Selisih tersebut kemudian dianalisis menjadi selisih anggaran dan selisih kapasitas: Selisih anggaran: d p 37. baru kemudian bisa menganalisis selisih.000 w Jumlah BOP tetap tersebut me~upakanhasil dari perkalian antara tarip tetap dengan kapasitas normal. Anggaran BOP total pada kapasitas 7.500 34.800 jam x Rp3) 23.000 jam x Rp2) Variabel: (7.500 x Rp3) Anggaran BOP tetap R 16.000 Tarip Tetap: = Rp2 per jam 1 I 8.500 (laba) Selisih total 78.500 Perbedaanjumlah anggaran BOPpada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya overhead variabel.400 39. Selisih total BOP merupakan perbedaan antara BOP sesungguhnya dengan BOP dibebankan: Rp 37. sehingga tarip biaya variabel per jam dapat dihitung sebagai berikut: Rp4.500 BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya: Rp16.500 Anggaram BOP variabel(7.900 (laba) .400 Selisih anggaran Ru 1.000 Anggaran BOP pada kapasitas 6.000 Tetap: (8.500 22.Anggaran BOP pada kapasitas 7.500 BOP sesungguhnya bulan Januari BOP dibebankan bulan Januari: (7.500 jam Rp 38.500jam Setelah tarip BOP variabel diketahui.500 Tarip Variabel: = Rp 3 per jam 1.000 jam Tarip total: Rp 3 + Rp 2 = Rp 5 Setelah diperoleh tarip pembebanan baik tetap maupun variabel. oleh karena itu tarip pembebanan BOP tetap dapat dihitung sebagai berikut: Rp 16.

000 Rv 400(rugi) Pengertian untuk menjawab soal no.160. harus diketahui jumlah salah satu dari ketiga jenis BOP di atas.000. BOP dibebankan adalah merupakan perkalian antara tarip pembebanan dengan jam sesunggunya.000 8.000 (laba) Untuk dapat menjawab pertanyaan. maka harus dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan data bulan Januari. Jumlah BOP yang dapat dihitung jumlahnya dengan data yang ada adalah BOP dibebankan pada bulan Februari.000 (rugi) 8.400 39.000 Selisih anggaran (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya Selisih kapasitas (-) BOP Dibebankan Rp 2. harus dipahami urutan analisis selisih BOP sebagai berikut: BOP Sesungguhnya (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya (-) BOP Dibebankan Selisih Anggaran Selisih kapasitas Sehingga untuk menjawab pertanyaan soal ini.Selisih kapasitas: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (7.160. dengan cara sebagai berikut: Analisis BOP bulan Januari: BOP Sesungguhnya Rp 2.400 jam RP 0 Rp 60.800 jam x Rp 5) Selisih kapasitas Rp 39.000 .000 jam RP 0 Rp 160. Oleh karena jumlah tarip belum diketahui. 80 sld 84 Data bulan Januari 1989: BOP sesungguhnya Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Data bulan Februari 1989: Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Rp 2.

000 (-) Selisih kapasitas (laba) 60.000 Untuk lebih jelasnya disajikan sebagai berikut: BOP Sesungguhnya Selisih anggaran Rp 0 (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Selisih kapasitas Rp 60.040.000 BOP Sesungguhnya Rp 2.000 berjumlah berjumlah Rp 2. Anggaran BOP pada kap'asitas Rnggaran BOP pada kapasitas Selisih 8.000jam dan Februari 8.000 81.000. a Dari analisis yang dilakukan untuk menjawab sod no.000 2.100. sehingga tarip variabel dapat dihitung sebagai berikut: +r 82. 89. Setelah tarip pembebanan diketahui.100.000 jam c 80. Perbedaan jumlah BOP pada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya variabel.000 RD 40.000 Tarip variabel : Tarip tetap : = RplOO per jam 400 jam Rp250 -Rp100 = Rp 150 per jam 83.Tarip pembebanan BOP kemudian dihitung sebagai berikut: Rp 2.000 Tarip : = Rp 250 per jam 8.400 jam 8. diperoleh jumlah BOP dianggarakanpada dua tingkat kapasitas (Januari 8.400 jam x Rp 250) Rp 2. e Lihat jawaban di atas. c Selisih BOP bulan Maret: BOP Sesungguhnya .400).000 (laba) (-) BOP Dibebankan Rp 2.000 jam 400 jam Rp 40.040. BOP sesungguhnyabulan Februari dihitung sebagai berikut: BOP Dibebankan: (8.000.

000 Variabel : (7.050.000 Biaya Overhead dianggarkan : Tetap : (8.980. sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kapasitas nonnal adalah 8. d Untuk dapat menghitung selisih anggaran.800 jam x Rp 100) 780.000 BOP Dianggarkan pada kapasitas 8. diperlukan data tentang jumlah kapasitas normal.000 (laba) Pengertian untuk menjawab soal no.KS) TT Keterangan: = Kapasitas Normal KN = Kapasitas Sesungguhnya KS TT = Tarip Tetap = Tarip Variabel TV Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagai berikut: Rp 2.006 jam 800.000 jam mesin.000 10.000 Rp 1.000 jam Rp150 Biaya Overhead sesungguhnya Rp 1.(KS .200. Logika tersebut diturunkan dari rumus perhitungan selisih kapasitas sebagai berilcut:' Selisih kapasitas = { (KN x TT) + (KS x TV) ) .000 Selisih anggaran Rp 20.000 (laha) 84. 85 s/d 91 Data bulan Agustus: Selisih anggaran Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya Data bulan September: Rp 100.000 jam mesin Rp 4.200.000.{ (KS x TT) + (KS x TV) ] = (KN x TT) .BOP Dibebankan: (7.000 (-) BOP variabel: (8.000 jam x Rp 150) Rp 1.000 (rugi) 8.000 jam mesin berjumlah RpO.000 .200.960. Hal tersebut hanya nlungkin terjadi apabila kapasitas normal sarna dengan kapasitas sesungguhnya. Hasil pada analisis BOP pada bulan Januari diketahui selisih kapasitas pada kapasitas sesungguhnya 8.TT) = (KN .500.000 Rp 1.000 jam x Rp 100) BOP Cetap * Ru 1.000 Kapasitas Normal: = 8.800 jam x Rp250) Selisih total KP 1.

Rp300 = Rp200 . b Jumlah BOP tetap dihitung sebagai berikut: BOP Dianggarkan pada kapasitas 10.000 86.000jam Tarip BOP variabel: 10.400.000. c Rp 5.000.400.000 Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas 8 0 0jam berjumlah 4. 87.Selisih kapasitas Kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Data bulan Oktober: Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya RP 0 10.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 10.000 Jumlah BOP dianggarkan pada dua tingkat kapasitas.000.0 Selisih 2.000 jam RD 600.000 Rp 600.000 jam : Rp500 .450.000 3.000.000 Taripvariabel : = Rp 300 per jam 2.000 Rp 2.000 jam mesin Rp 4.000 BOP dibebankan (+/-) Selisih kapasitas 0 Rp 5.000jam (-) BOP variabel: (10.000 (-) Selisih anggaran (rugi) 100. Tarip BOP tetap: Rp 5.500.000 jam Bulan September: Rp 5.000.000 Tarip total : Tarip tetap = Rp 500 per jam 10.000. dihitung sebagai berikut: Bulan Agustus: BOP sesungguhnya Rp 4.000 9.000 .000. 94.000 jam mesin Rp 5.000 Rp 4.000jam berjumlah Rp 5.000.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 8.000 jam 85.000 jam x Rp300) BOP tetap b Lihat no.

000.500.000 jam x Rp 200)Rp 2.450.000 (rugi) .000 (laba) 90.000.000 Rv 200. yaitu 10. maka kapasitas normal sama dengan kapasitas sesungguhnya bulan tersebut.700.000jam.500.000 Variabel: (9.000 Kapasitas normal: Rp 200 Atau. c Selisih BOP bulan Oktober: BOP sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000 (laba) Selisih anggaran b Selisih kapasitas bulan Oktober: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000 Rv 50.700.000 Rp 250.450.000 4. a Selisih anggaran pada bulan Oktober: BOP sesungguhnya Rp 4. Karena selisih kapasitas pada bulan September RpO.88. = 10.000 4.000 jam x Rp 300) 2. Rp 4.000 BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Tetap : (10.000 jam x Rp500) Selisih total 91.000 4. c Besarnya kapasitas normal: Rp 2.000 jam 89.000 jam x Rp500) Selisih total Rp 4.700.

Apa prosedur akumuiasi biaya yang paling baik digunakanjika banyak pesanan yang masing-masing berbeda dalam spesifikasi produk hams diproduksi? . dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasikan untuk memenuhi pesanan yang bersangkutan Metode harga pokok pesanan digunakan oleh perusahaan-perusahaan c.OK PESANAN A. metode harga pokok pesanan menghendaki dipisahkannya biaya produksi ke dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk Metode harga pokok pesanan cocok digunakan di dalarn perusahaan d. percetakan. Metode harga pokok proses menghitung harga pokok produk pada saat b. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PESANAN 1. dok kapal Metode harga pokok pesanan digunakan dalam perusahaan semen. dengan cara membagi total biaya selama satu periode dengan jumlah produk yang dihasilkan di dalam periode yang bersangkutan.BAB VIII METODE HARGA POK. pupuk. bumbu masak 3. yang berproduksi masa Manakah di antara pemyataan yang bersangkutan dengan metode harga pokok pesanan berikut ini yang SALAH? Metode harga pokok pesanan digunakan untuk mengumpulkan biaya a. d. produksi dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan yang diterima dari l u x atau bagian dalam perusahaan sendiri Metode harga pokok pesanan menghitung biaya produksi per satuan b. Untuk keperluan penentuan harga pokok produk. Manakah diantara pemyataan berikut ini yang BENAR? Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok per satuan a. kapal terbang. pesanan selesai diproduksi c.

Biaya tenaga langsung d. Kartu harga pokok d. Perusahaan penyulingan rninyak d. Perusahaan percetakan Dalam job order costing. Jawaban a dan b benar Dalam metode harga pokok pesanan. Surat pemesanan (pembelian) c. Jawaban a. Kartu persediaan c. yang termasuk persediaan dalam proses akhir periode. Kartu pembantu rekening Barang Dalam Proses c. Barang yang sedang diproses dan barang yang dipesan tapi belum diproses d. jumlah biaya suatu pesanan sama dengan: Bahan baku yang digunakan a.dan biaya overhead pabrik untuk setiap pesanan b. b. Sheet permintaan bahan d. meliputi: a. Biaya konversi yang untuk pesanan yang bersangkutan c. Mengumpulkanbiaya bahan. Jawaban a dan b benar Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet) digunakan untuk: a. Job order Actual b. Kartu piutang Dalam sistem kalkulasibiaya pesanan. Perusahaan pupuk urea b. Hanya barang yang sedang diproses saja c. upah langsung. d. c. c. Process Standard Manakah diantaraperusahaan berikut ini yang kemungkinan besar menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya? Perusahaan semen a. b. karena masih memerlukan test kualitas b. b.a. dan c benar . Job cost sheet Manakah diantara buku pembantu berikut ini yang merupakan rincian rekening kontrol Barang Dalam Proses (Work in Process)? b. Kartu biaya a. dokumen dasar untuk mengakumulasi biaya untuk setiap order adalah: Faktur a. Barang yang aktif diproses dan barang jadi yang belum dipindah ke gudang barang jadi.

10.

I

Direct labor ticket digunakan untuk memberi informasi tentang: Besarnya biaya upah tiap pesanan a. Besarnya biaya upah dalam rekening Barang Dalam Proses secara b. keseluruhan Biaya upah yang dimasukkan ke dalarn kartu harga pokok dan yang tidak c. dimasukkan ke dalam kartu harga pokok Jawaban a, b, dan c benar d.

1 1.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat upah tenaga kerja tak langsung dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. c. Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam metode harga pokok pesanan, untuk menjurnal distribusi gaji manajer pabrik didebit rekening: Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja a. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung b. c. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya d. Biaya Gaji dan Upah Dalam kalkulasi biaya pekerjaan pesanan, pajak penghasilan pegawai ditanggung dan dibayar oleh perusahaan atas karyawan pabrik sebaiknya diperhitungkan sebagai: a. Biaya tenaga kerja langsung b. Overhead Pabrik Biaya tenaga kerja tidak langsung c. d. Biaya administratif Pernakaian biaya tenaga kerja langsung untuk mengerjakan pesanan no. 456 di dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dicatat dengan mendebit rekening: a. Biaya Tenaga Kerja Langsung b. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Langsung c. Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan d.

12.
l I

13.

14.

I

15.

1

Pada metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik dibebankan pada pesanan atas dasar tarip ditentukan di muka karena: Pada metode harga pokok pesanan informasi biaya overhead pabrik a. sesungguhnya tidak penting

b.

c. d. 16.

Biaya overhead pabrik yang sesungguhnyabaru bisa diketahuibesarnya pada akhir periode, sedangkan harga pokok pesanan harus diketahui pada saat pesanan selesai, tanpa menunggu sampai pada akhir period Sudah diatur demikian oleh GAAP Jawaban a, b, dan c benar

Dalam perusahaan yang menggunakan harga pokok pesanan, pembebanan biaya overhead pabrik produk adalah atas dasar tarip yang ditentukan di muka. Alasan pembebanan tersebut adalah: a. Pembebananbiaya overheadpabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya seringkali mengakibatkan berubah harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain Manajemen memerlukan informasiharga pokok produk per satuan pada b. saat pesanan selesai dikerjakan Berubah-ubahnya tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan dan c. adanya perubahan tingkat efisiensi produksi Jawaban a, b, dan c benar d. Dalam perusahaan yang produksinyaberdasarkanpesanan, biaya overhead yang dibebankan kepada produk dihitung sebagai berikut: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka a. dengan tingkat kapasitas yang direncanakan dalam periode yang bersangku tan Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka b. dengan tingkat kapasitasyang sesungguhnyadipakai untuk mengerjakan pesanan tertentu Membagi total biaya overheadpabrik yang dianggarkandengan taksiran c. dasar pembebanan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka d. dengan tingkat kapasitas teoritis yang diperkirakan dalam periode yang bersangkutan

18.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankankepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik c. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam suatu Job order cost system yang menggunakan taripfactory overhead yang ditentukan lebih dahulu, bahan tidak langsung biasanya semula dicatat sebagai suatu kenaikan dalam:

19.

a. b. c. d.

Work in process control Factory overhead applied Factory overhead control Stores control

20.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya depresiasi mesin dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Biaya Depresiasi c. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Untuk mencatat biaya depresiasi mesin pada metode harga pokok pesanan ayat jurnalnya adalah: a. Barang Dalam Proses xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx b. Barang dalam proses-Overhead xx Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan xx c. Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx d. Jawaban a, b, dan c benar Dalam rangka akumulasibiayajob order,makajumlah rupiah yang terlibatdalam pengalihan persediaan barang dari rekening Barang Dalam Proses kepada rekening BarangJadi ialah hasil penjumlahan dari biaya yang dibebankankepada setiap job, Yang dimulai prosesnya selama masa yang bersangkutan a. Yang berada dalam proses selarna masa yang bersangkutan b. Yang diselesaikan dan yang terjual selama masa yang bersangkutan c. Yang diselesaikan dalam kurun masa yang bersangkutan d.

2 1.

23.

Jika suatu pesanan selesai dikerjakan, total biaya produksi yang dicatat dalam kartu harga pokok produk dicatat dengan jumal: a. Barang Dalam Proses xx Persediaan Produk Jadi xx b. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx c. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx d. Harga Pokok Penjualan xx Barang Dalam Proses xx

Jika pembebanan kurang biaya overhead pabrik dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan, maka ha1 itu akan: a. Menambah harga pokok produksi b. Menambah harga pokok produksi yang dijual c. Mengurangi harga pokok produksi Mengurangi harga pokok produk yang dijual d. Jika sisa bahan (scrap materials) diperlakukan sebagai pengurang biaya bahan baku dalam pesanan di mana sisa bahan tersebut terjadi, maka jurnal yang dibuat pada saat sisa bahan tersebut dijual adalah: a. Debit: Kas; Kredit: Hasil Penjualan Sisa bahan Debit: Kas; Kredit: Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Debit: Kas; Kredit: Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku c. Debit: Kas; Kredit: Persediaan Bahan Baku d. Produk hilang dalam proses yang biasa terjadi,pada metode harga pokok pesanan akan berakibat: Naiknya harga pokok produk pesanan yang bersangkutan a. Naiknya biaya produksi pesanan yang bersangkutan b. Diperhitungkan harga pokok produk yang hilang tersebut dalam tarip c. biaya overhead pabrik d. Turunnya harga jual produk Perbedaan antara produk cacat dan produk rusak adalah: Produk rusak dapat diperbaiki, produk cacat tidak bisa diperbaiki a. Produk rusak dapat dijual, produk cacat tidak dapat dijual b. Produk cacat dapat dijual, produk rusak tidak dapat dijual c. Terjadinyaprodukrusak normal, terjadinyaproduk cacat karenakesalahan d. Apabila terjadi produkrusak yang disebabkanoleh karena sulitnya suatu pesanan dan produk rusak tersebut laku dijual, maka hasil penjualan produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai: Penamball harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang a. bersangkutan b. Sebagai penghasilan diluar usaha Sebagai pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya c. Sebagaipengurang biayaoverhead pabrikdepartemen yang bersangkutan d. Sebuah perusahaan memakai metode harga pokok pesanan. Pada tahun 19A perusahaan tersebut mengerjakan pesanan yang sangat spesifik sehingga sebagian rusak. Harga pokok produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan: a. Sebagai kerugian Sebagai elemen overhead pabrik sesungguhnya b.

C.

d.,

Ditambahkan ke harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang bersangkutan Ditambahkan ke harga pokok produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan

30.

PT. X menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya. Biaya overhead pabrik untuk tahun 19x1 diperkirakan sebesar Rp50.000 pada tingkat kapasitas yang direncanakan sebanyak 20.000 jam tenaga kerja langsung. Dalam bulan Mei 19x1 pesanan no. 46 1 telah selesai dikerjakan. Biaya bahan baku untuk pesanan tersebut berjumlah Rp4.000 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp1.500 dengan tarip Rp5 per jam. Pada akhir tahun ternyata perusahaan telah beroperasi 24.000jam tenaga kerja langsung dan biay a overhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkan sebesarRp54.000. Jika pesanan no. 461 terdiri dari 100 unit produk, maka harga pokok per unit produk dalam pesanan tersebut adalah:

Data untuk menjawab soal no. 31 s.d. 33 Pembebanan Biaya Overhead Ke Pesanan, Selisih Pembebanan, dan Alokasi Selisih
Perusahaan A menggunakan metode harga pokok pesanan dalam menga~umulasikan biaya produksinya, Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk dengan tarip yang ditentukan di muka atas dasar jam tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan kapasitas produksi sesungguhnya yang diharapkan dalam menganggarkan biaya overhead pabrik. Dalam tahun 19x2 kapasitas sesungguhnya yang diharapkan diperkirakan 50.000 jam tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik pada kapasitas tersebut dianggarkan sebesar Rp300.000. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: Jam tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik sesungguhnya Harga pokok persediaan bahan baku Harga pokok persediaan produk dalam proses Harga pokok persediaan produk jadi Harga pokok produk yang terjual 3 1. 40.000 jam Rp 365.000 290.000 14.000 50.000 150.000 800.OOO

Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 240.000 b. Rp 290.000 C. RP - 6 d. Rp 20.000

32.

Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 270.000 b. Rp 290.000 c. RP 6 d. Rp 50.000 Jika pernbebanan kurang biaya overhead pabnk dialokasikan kepada persediaan dan harga pokok penjualan, maka harga pokok produk yang dijual sesungguhnya tahun 19x2 adalah: a. Rp 840.000 b. Rp 784.000 c. Rp 816.000 d. Rp 820.000

33.

Data untuk menjawab soal no. 34 s.d 35 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dan Selisih Pembebanan
Perusahaan A memproduksiproduknya berdasarkan pesanan, semua pesanan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan yang diterima. Dalam tahun 19x2 perusahaan menetapkan biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar 150% dari biaya tenaga kerja langsung. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: 1.475 jam Jam tenaga kerja langsung Rp 4.00Oljam Tarip biaya tenaga kerja langsung Rp 9.000.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya 34. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 8.850.000 b. Rp 13.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000 Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalarn tahun 19x2 adalah: a. Rp 3.100.000 b. Rp 4.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000

35.

Data untuk menjawab soal no. 36 s.d. 42 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik, Analisis Selisih, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor
Pada bulan Nopember 1984 PT Cinta Nusa menerima dua macam pesanan yaitu pesanan A dan B. Pesanan A sebanyak 1.000 buah dan B sebanyak 800 buah. Harga jual pesanan Pesanan A Rp 4.000 per buah dan Pesanan B Rp 2.500 per buah. Tarip biaya overhead pabrik (BOP) didasarkan pada jam kerja langsung (JKL) dengan kapasitas 2.000 jam, besarnya tarip per jam terdii dari tarip tetap Rp300 dan tarip variabel Rp500. Data untuk bulan Nopember 1984 adalah: Bahan dipakaiuntuk pesanan A Rp 800.000 dan Pesanan B Rpl.000.000. a).

Rp 1. Rp 2.200.000 c.33.875. d). c). Rp 1. Rp 2. 1 I 40. Rp 1.000 c.256.Data biaya dan data operasi selarna bulan Mei 19x1 adalah sebagai berikut: Harga pokok bahan baku yang dibeli Rp 228.000 per jam.600.000 a.000 d. Rp 1. Rp 1.000 Besarnya laba kotor atas penjualan sebelum diperhitungkan selisih BOP adalah: b. 1. 38. Pengumpulan biaya produksi dilakukan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (joborder cost method).000 d. Pesanan A telah selesai dan langsung dijual. 2.800 .800.b).000 b.d. JKL sesungguhnya dinikrnati oleh Pesanan A 60% dan Pesanan B 40%. 45 Jurnal Pencatatan dan Selisih Pembebanan PT X berusaha dalam bisnis mebel. I Besarnya selisih anggaranRp40.000 Besarnya total narga pokok produk selesai adalah: a. I 39. Pesanan B masih dalam proses pada akhir periode.000 Besarnya harga pokok produk dalam proses adalah: a.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp60.000 c.296. Rp 1.576.000.000 c. Rp 1.236. c.000 d. Rp 2.296. 1.460.000 b.440.6. Rp 2.056.000 a. Rp 2.000 d.000 Besamya anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya: a.720. Rp 1.880. Tarip upah langsung Rp 1. 43 s. 42.664. Data untuk menjawab soal no. Biaya komersial Rp 200. 41.000 Besamya laba kotor atas penjualan setelah diperhitungkan selisih BOP adalah: a.000 37.316. Rp 2.000 d.000. Rp 1. Rp 1.120.000 b.744. Rp 1. Rp 2. Rp 2.000 b.956. Rp 1.200 b. Rp 1. Rp 1.500.000 d.000 (rugi). Besarnya jam kerja langsung sesungguhnya adalah: 2.000 b. Rp 1.000 c. Rp 2.800 d.140.000 c.875 Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a.944. 36.

Rp 177.200 b. Rp 20. 46 s. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar: a.000 43.800 c. Rp 27. 69.800 d.600 c. Rp 212.000.600) Rp 177.000. 45. Persediaan produk dalam proses 43. Rp 590. pesanan nomor 68. Biaya tenaga kerja langsung Rp 236.800 d. Rp 609. pesanan nomor 69.000.000.000 d. pesanan nomor 68.I I . (c).000 Biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesanan nomor 67. dan pada tanggal 1 Maret 19x1 masih merupakan produk dalam proses yang telah menelan biaya bahan baku sebesar Rp 30. pesanan nomor 67. R p 7. dan biayaoverhead pabrik yang diperhitungkan atas dasar tarip Rp 9.600 Harga pokok produksi Rp 609.600 (a). dan 70.600 Jam mesin 43.d 48 Dalam bulan Maret 19X1.000.200 jam Pendapatan penjualan Rp 672.400 dalani Biayaoverhead pabrik dibebankan lebih rendah (iinderzrl~plic~ bulan Mei 19x1 sebesar: a. Pesanan nomor 66 mulai dikerjakan dalam bulan Pebruari 19x1. Persediaan yang ada pada awal bulan Mei 19x1 adalah: Persedian bahan baku Rp 25.000.200 Persediaan produk jadi akhir Mei 19x1 adalah Rp 64. Rp 10.OW.000 Perusahaan membebankanhiaya overhead pabrik kepada produk dengan tarip Rp 4. pesanan nomor 69. Rp 19. Rp 28. Biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesman nomor 66. rekening Barang Dalam proses dikredit sebesar: a.000.200 (b).400 Untuk mencatat harga pokok produk yang dijunl dabm bulan Mei 19X I . Persediaan produk jadi 83. .800 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi Rp 212.800 c. perusahaan mebel X mulai mengerjakanpesanan nomor 67.000. Data untuk menjawab soal no.800 b. Rp 236. Rp 590.000.00 per jam mesin. Rp 228. Rp 172. Rp 42. biaya tenaga kerja langsungRp12. Untuk mencatat harga pokok produk jadi yang telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1.800 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi (termasuk biaya depresiasi Rp17. pesanan nomor 70.000.400 I I 44. pesanan nomor 70. Rp 590. Rp 4. Rp 83. Rp 42.600 b. Kp 172.08. Rp 51.

Upah yang dibayarkan dengan tarip Rp 7.68.482 . pesanan nomor 504. Rp 320. Rp 8. Rp 6. Rp 76. Rp 9. Harga pokok produk yang dijual dalam bulan Maret 19x1 adalah: a.218 b.000 d. 48.100. dan pesanan nomor 505.000 c. 49. Rp 80.000 Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam bulan Maret 19X 1 adalah: a. . ini: pesanan nomor 503. R p 25. I Data untuk menjawab soal no. pesanan nomor 504. Pesanan nomor 66.025.000 c. didistribusikan sebagai berikut: pesanan nomor 503.250 c. Rp 124. Rp 3. Rp 6. dan 70 telah selesai dikerjakan dan telah diserahkan kepada pemesan dalam bulan maret 19x1. a.000 47. c).350. Rp 17. Total harga pokok produk yang telah selesai diproduksi dalam bulan Juni 19x1 adalah: . Data produksi dan biaya bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: a). Biaya overhead pabrik lain yang terjadi dalam bulan Juni 19x1 adalah sebesar e). Pesanan nomor 503 masih dalam proses awal bulan Juni dengan jumlah biaya Rp 8. 46.000 d. upah tidak langsung.35 per jam tenaga kerja langsung.500. Rp 7.250 b. 3 0 Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar f).000 Harga pokok produk yang masih dalam proses pada akhir bulan Maret 19x1 adalah: a. Rp 301.5 per jam sebesar Rp 24. Rp 124. Rp 139.375. Rp 7. Rp 2. Rp 4 .500 c. Rp 77. 49 s.d 51 Perhitungan Harga Pokok dan Selisih Pembebanan Perusahaan Y mengolah biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Rp 36. Pesanan nomor 503 dan 504 telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke gudang. Rp 63. yang d).67.000.000 b.250 b. Bahan penolong yang digunakan sebesar Rp 3. pesanan nomor 505.500. g). Rp 18.900.Biaya overhead pabrik dibebankhn kepada produk atas dasar tarip 75% dari biaya tenaga kerja langsung. Rp 77. Pesanan nomor 503 telah diserahkan kepada pemesan dengan harga jual sebesar biaya produksi ditambah 50%.500 Bahan baku yang dikeluarkan dari gudang dibebankan kepada pesanan berikut b).500.

50.

Harga pokok produk yang rnasih dalam proses pada akhir bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 20.133 b. Rp 25.482 c. Rp 43.700 d. Rp 18.218 Dalam bulan Juni 19x1terjadi pembebanan lebih biaya overhead pabrik sebesar: a. Rp 9.825 b. Rp 9.983 c. Rp 265 d. Rp 158

5 1.

i
I

Data untuk menjawab soal no. 52 s.d. 56 Perhitungan Harga Pokok Produk Dalam Proses, Produk Selesai, Produk Terjual
Data biaya yang dieluarkan untuk pesanan nomor 1 sampai dengan 10 dalam bulan Mei dan Juni 19x1 adalah sebagai berikut.

Pesanan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Biaya yang dikeluarkan s/d tnl3 1 Mei 19x1 Rp 5.040.000 4.440.000 3.120.000 2.280.000 2.640.000

Biaya produksi bulan Juni 19 X 1

Rp 960.000 2.520.000 4.440.000 5.532.000 1.949.000 1.548.000 948.000

Pesanan No. 1 s.d. 3 telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1 Pesanan No. 4 s.d. 7 telah selesai diproduksi dalarn bulan Juni 19x1 Pesanan No. 8 s.d. 10 belum selesai diproduksi pada tanggal 30 Juni 19x1 Pesanan 1, 3,5,7 telah dijual kepada pembeli. 52. Harga pokok produk dalain proses pada tanggal 1 Juni 19X1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok produk dalam proses pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.796.000 b. Rp 4.344.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000

53.

54.

Harga pokok produk persediaan produk jadi tanggal 1 Juni 19x1 adalah: Rp 2 1.000.000 a. Rp 17.520.000 b. C. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 12.120.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok penjualan bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. c. Rp 12.600.000 d.

55.

56.

Rp 12.120.000 Rp 18.852.000

I
1

Data untuk menjawab soal no. 57 s.d. 62 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Dibebankan, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor

PT NUSA mengolah produk atas dasar pesanan. Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar tarip yang didasarkan atas anggaran biaya overhead pabrik (BOP) per bulan sebesar Rp 200.000 dan kapasitas normal 5.000 jam kerja langsung (JKL). Sesuai perjanjian dengan Serikat Pekerja Indonesia, biaya tenaga kerja langsung dibayar dengan tarip upah Rp 60 per JKL. Transaksi yang terjadi selarna bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Diterimapesananno. 101 sebanyak 1.000 unit dengan harga jual Rp 500 a). per unit; pesanan no. 102 sebanyak 2.000 unit dengan harga jual Rp 400 per unit, pesanan no. 103 sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 600 per unit. Pemakaian bahan baku untuk pesanan no. 101: RplOO.OOO; no. 102: b). Rp150.000; dan no. 103: Rp 50.000. JKL yang sesungguhnya dinikmati oleh pesanan no. 101 sebesar 30%; c). no. 102 sebesar 50%; dan no. 103 sebesar 20%. BOP yang sesungguhnya terjadi Rp150.000; besarnya selisih BOP d). RplO.OOO (laba).
57. Besarnya JKL sesungguhnya adalah: a. 5.000 Jam c. 6.000 Jam

b. d.

4.000 Jam 5.250 Jam

58.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya terjadi sebesar: a. Rp 200.000 b. Rp 240.000 c. Rp 300.000 d. Rp 150.000 Besarnya BOP Dibebankan kepada pesanan adalah: b. a. Rp 160.000 c. Rp 200.000 d.

59.

Rp 150.000 Rp 210.000

60.

Total harga pokok pesanan no. 101 adalah: a. Rp 500.000 c. Rp 220.000

b. d.

Rp 250.000 Rp 200.000

61.

Jika pesanan no. 102 dijual maka total laba brutonya: a. Rp 800.000 b. C. Rp 350.000 d.

Rp 450.000 Rp 250.000

62.

Jika pesanan no. 103 telah selesai, harga pokok per unitnya: a. Rp 260 b. Rp c. Rp 175 d. Rp

200 300

Data untuk menjawab soal no. 63 s.d. 68 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Pabrik, Harga Pokok Pesanan, dan Laba Bruto PT BUD1 mengolah produk atas dasar pesanan. Bcsarnya kapasitas norrnal 8.000 jam kerja langsung per bulan. Tarip BOP besxnya Rp 250 per jam kerja langsung terdiri aras tarip tetap Rp 100 dan tarip variabel Rp 150. Tarip upah langsung yang disetujui dengan serikat pekerja Rp 400 per jam kerja langsung. Transaksi bulan Oktober 1989 adalnh: (a). Diterima pesanan A sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 16.000 per unit dan pesanan B 200 unit dengan harga jual Rp 25.000 per unit. Bahan yang digunakan untuk pesanan A Rp 2.200.000 dan B Rp 1.800.000. (b). Analisis selisih biaya overhead pabrik bulan Ohtober r~~enunjukkan selisih (c). anggaran Rp 75.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp 50.000 irugi). JKL sesungguhnya dinikmati oleh pesanan A: 60% &an B: 40%. (d).
63.

-Jam kerja langsung sesungguhnya adalah: a. 8.000 c. 8.750

b. d.

8.500 7.500

64.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A adalah: a. Rp 800.000 b. Rp 750.000 C. Rp 850.000 d. Rp 875.000 Besarnya total biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah: b. Rp 5.050.000 a. Rp 1.975.000 c. Rp 1.875.000 d. Rp 1.800.000 Total harga pokok pesanan A adalah: a. Rp 4.250.000 C. Rp 5.125.000

65.

66.

b. d.

Rp 5.500.000 Rp 4.875.000

67.

Jika pesanan B telah selesai maka harga pokok per unitnya dalah: a. Rp 25.000 b. Rp 18.750 c. Rp 16.250 d. Rp 20.000 Jika pesanan A telah dijual, maka laba bruto per unitnya adalah: a. Rp 5.750 b. Rp c. Rp 5.000 d. Rp

68.

6.000 4.750

Data untuk menjawab soal no. 69 s.d. 84 Jurnal Pencatatan, Biaya Overhead Pabrik, dan Harga Pokok Pesanan PT Arnin memiliki persediaan pada tanggal 1 Mei sebagai berikut: Rp 15.009 Barang Jadi Barang Dalam Proses 19.070 Material (bahan-bahan) 14.000 Dalam rekening Barang Dalam Proses terdapat tiga pesanan: Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan263 Material Rp 2.800 Rp 3.400 Rp 1.800 Tenaga kerja 2.100 2.700 1.350 Overhead pabrik dibebankan 1.680 2.160 1.080 Rp 6.580 Rp 8.260 Rp 4.230 Jumlah
Berikut ini adalah transaksi selama bulan Mei: Dibeli material dengan syarat n/30 Rp 22.000 a). Permintaan bahan untuk produksi Rp 21.000. Dari jumlah ini Rp 2.400 b). untuk bahan tidak langsung, sedangkan selisihnya digunakan dengan rincian sebagai berikut: Pesanan 261 Rp 5.300 Pesanan 262 7.400 Pesanan 263 5.900 Pengembalianbahan dari pabrik ke gudang Rp 600, darijumlah ini yang c). Rp 200 berupa bahan tidak langsung, sedangkan yang sisanya berasal dari pesanan 262. Pengembalian bahan ke pemasok (supplier) Rp 800. d). Gaji pegawai setelah dikurangi Pajak Penghasilan 15 persen Rp 32.300. e). Jumlah ini dibayar dalam bulan Mei juga. f). Rincian gaji pegawai adal&: 55 % tenaga kerja langsung, dengan rincian 261: 35 %, 2 6 2 45 %, dan 263: 20 %. 20% gaji tenaga kerja langsung 15% gaji bagian penjualan, dan 10% gaji bagian adrninistrasi dan umum.

g).

h). i). j).

k). 69.

Biaya overhead pabrik, selain yang disebutkan di muka berjumlah Rp 5.500.Termasuk dalam jumlah ini adalah biaya depresiasi untuk bangunan clan mesin pabrik Rp 2.000, dan asuransi pabrik terpakai Rp 250. Sisa dari overhead pabrik ini belum dibayar sampai dengan akhir Mei. Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi: 80 persen dari biaya tenaga kerja langsung ke tiga pesanan selama bulan Mei. Pesanan 261 dan pesanan 262 selesai dan dikirim ke gudang. Kedua Pesanan 261 dan Pesanan 262 dikirim ke pemesan, untuk itu pemesan ditagih dengan harga 40% di atas harga pokok penjualan. Penagihan piutang selama bulan Mei Rp 69.500.

Salah satu ayatjumal yang hams dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 Rp 18.600 b. Debit - Barang Dalam proses c. Debit - Material Rp 21.000 Rp 18.600 d. Debit - Material Salah satu ayatjurnal yang harus dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 a. b. Kredit - Barang Dalam proses Rp 18.600 c. Kredit - Material Rp 21.000 d. Kredit - Material Rp 18.600 Jumlah Rp7.400 dalam transaksi (b) akan dipostingkan (dibukukan) ke: Buku besar Barang Dalam proses a. b. Buku besar Material Buku pembantu Barang Dalam Proses c. Buku besar Biaya Overhead Pabrik Kontrol (Sesungguhnya) d. Salah satu ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (c) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses RP a. b. Kredit - Barang Dalam Proses RP c. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp d. Jawaban b dan c benar

70.

7 1.

72.

600 400 200

73.

Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (e) adalah: a. Debit - Biaya Gaji dan Upah Rp 38.000 Kredit - Utang Gaji dan Upah Rp 32.300 b. c. Kredit - Utang Pajak Penghasilan Rp 5.700 d. Jawaban a, b, dan c benar

74.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (f) adalah: Rp 20.900 a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 17.765 b. Debit - Barang Dalam Proses c. Kredit- Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 7.600 d. Jawaban a dan c benar Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Debit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol b. Debit - Biaya Overhead Pabrik Applied c. Debit - Biaya Depresiasi d. Debit - Biaya Asuransi

75.

Rp 5.500 Rp 5.500 Rp 2.000 Rp 250

76.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 5.500 b. Kredit - Akumulasi Depresiasi Rp 2.000 c. Kredit - Utang Biaya Rp 3.250 d. Jawaban b dan c benar Berapakahjumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi selama bulan Mei? a. Rp 30.400 b. Rp 16.720 c. Rp 34.000 d. Rp17.620 Rekening yang didebit sehubungan dengan transaksi (h) adalah: a. Barang Dalarn proses b. Overhead Pabrik Yang Dibebankan (Applied) c. Overhead Pabrik Sesungguhnya (actual) Kartu harga Pokok Pesanan d. Berapakah harga jual pesanan no. 261 : a. Rp 29.948 c. Rp 32.180 Berapakah harga pokok pesanan no. 262: a. Rp 29.948 c . Rp 32.589

77.

78.

79.

b. d.

Rp 32.8 10,40 Rp 35.065,80

80.

b. d.

Rp 28.994 Rp 29.498

8 1.

Berapakah saldo rekening Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan Mei: a. Rp 15.000 b. Rp 38.160 c. Rp 20.160 d. Rp 26.5 10

000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. Rp 19.d.500 selesai belum Rp 1.000 6.Harga Pokok Pesanan Rp 57.720 c.500 Bahan Tidak Langsung 500 Tenaga Kerja Langsung 3.800 b. 89 Berikut ini adalah ikhtisar dari Job Order Cost Sheet per 31 Desember 1990 dari perusahaan ABC: Job Order No: 123 124 125 126 Pemakaian Bahan Baku Rp1. Rp 15.000 Rp18.000 . Pada saat membebankan biaya overhead pabrik.000 Ru 2.636 a.OOO Status pesanan selesai sudah Status pergiriman Rp 2.000 c. Rp 36. Rp 17.000 d.600 Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya pada akhir bulan Mei sama dengan (saldo awal Mei dianggap sama dengan nol): a. 85 s.500 1. Data untuk menjawab soal no.000 10.Persediaan Barang Jadi c.500 Overhead Applied Rp 21.250 Rp 750 250 500 1.Harga Pokok Penjualan Rp 57. Kredit.500 belum a - - Ru 8.900 b. Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (i) adalah: Rp 57. Rp 16.Barang Dalam Proses Rp 57..000 5 . Rp 17. Debit .500 belum 85. Debit . Rp 15.000 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.82.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 21. perusahaan akan membuat jumal: Barang Dalam Proses Rp 21. Kredit.636 b. 84.636 d.620 83.700 d.500 Barang Dalam Proses Rp 16. Rp 14.000 Overhead Pabrik Jumlah Rpll.500 Overhead Pabrik-Kontrol Overhead Pabrik-Applied Rp 16.000 750 2.636 Berapakah jumlah persediaan material pada akhir bulan Mei: a.500 Rp 21.

000.000.500 Pada akhir tahun perlu dibuat jumal penutup dengan mendebit rekening: Overhead Pabrik-Kontrol Rp 2 1. 18.000 Bila :arip biaya overhead pabrik didasarkan pada upah tenaga kerja langsung. 90 s.000) 90.000) 63. 20 persen 87.000. Rp 29. 97 Jurnal Pencatatan dan Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir Perusahaan "ASIA JAYA" menggunakan sistem hargapokokpesanan.000 Barang dalam proses 1 Juli 1989 Transaksi bulan Juli 1) Bahan baku yang dibeli 8 1. Pembelian bahan baku b.500 d.000. 89. Rp 11. Data untuk menjawab soal no.000 dikirim ke pemesan dengan mark up 25% 7) di atas biaya 90. 400 persen c. 200 persen a.000 Biaya overhead pabrik dibebankan ke produksi sebesar 120% dari upah langsung 5) Pesanan dengan biaya 198.500 b. Biaya overhead pabnk . Barang dalam proses d.SO0 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.000.500 C. Rp 18.86.000.000.000 Gaji dan upah (upah tidak langsung Rp 18. Rp 18.500 Overhead Pabrik-Applied Rp 2 1 . berarti besamya biaya overhead pabrik sama dengan: b. Rp 40.d.000 d.000 3) 4) Biaya overhead pabrik sesungguhnya 108. Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 1) adalah: a.000 2) Bahan yang dipakai (bahan pembantu Rp9. Rp 29.33 persen d. Rp 40. Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan jumlah sebesar: a. Persediaan bahan baku c. Berikut ini adalah data biaya bulan Juli 1989: Rp 63.000.000.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. Rp 1 1.000 Berapakah jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun? a.500 b. 6) Pesanan dengan biaya Rp252.000 diselesaikan pada bulan Juli.500 c. 88.

000 c.000. I Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 2) adalah: a.000.9 1. Biaya overhead pabrik dibebankan Harga pokok barang dalam proses pada akhir bulan Juli berjumlah: a. 93. Rp 43. Rp 97.000 d. Barang dalam proses b. Biaya overhead pabrik dibebankan Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 7) adalah: a.000 b. Barang dalam proses b. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. Biaya gaji clan upah b. Biaya overhead pabrik dibebankan d.000. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. 97. . Harga pokok penjualan d. 96. Persediaan barang jadi Rekening yang diiedit untuk mencatat transaksi 5) adalah: a. Biaya upah langsung c. Harga pokok penjualan d. Kas Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 4) adalah: a. b. Biaya overhead pabrik sesungguhnya d. b dan c benar Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 3) adalah: a.0'00 92. Persediaan bahan baku b. Biaya overhead pabrik dibebankan d.000. Persediaan barang jadi Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 6) adalah: Barang dalam proses a. Barang dalam proses b. 95. Rp 34. Persediaan barang jadi c. Rp 63. Persediaan barang jadi c. 94. Barang dalam proses c. Utang gaji dan upah d.

000 Produk dalam proses 80.1 A-2 A-3 A-5 Bahan baku - Rp 30.000 40.000 Data produksi dan biaya per 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-1 Nomor pesanan Jumlah produk 3.l 3.000 Biaya overhead pabrik 30. 100 Jurnal Pencatatan dan Perhitungan Jam Kerja Langsung Data persediaan yang ada di PT DIASWATI.000 .000 60.000 unit 46 1.000 60.000 32.000 unit 48 1.000 Biaya overhead pabrik 50.000 Persediaan Produk Selesai A-4 5.000 120.000 unit 55 Biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan Januari 1986: Nomor pesanan A.000 Data produksi dan biaya per 3 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-6 Nomor pesanan Jumiah produk 2. adalah sebagai berikut: Persediaan Per 31 Desember 1986 Per 1 Januari 1986 Bahan baku Rp 40.000 Biaya tenaga kerja langsung 30.000 unit Rp.500 unit Biaya bahan langsung Rp 40.000 16.000 Tenaga Kerja Rp 10.000 120.000 20.Data untuk menjawab soal no.000 unit Rp 60.000 Rp 50.000 Jurnlah pesanan yang diserahkan kepada pemesan selalna bulan Januari 1986: Nomor pesanan Jumlah Produksi Harga Jual per Unit A.000 60.000 10.000 Persediaan Produk Selesai A-7 5.000' 10.000 12.500 unit A-5 56 A-8 2.d.000 unit A-3 60 A-4 5.000 unit Biaya bahan baku Rp.000 unit Rp 50 A-2 4. 30.000 Biaya tenaga kerja langsung 20.000 240.000 Overhead Pabrik Dibebankan Rp 30. 50.000 Produk Selesai 150. 98 s.000 30.

500 Jam Kerja Langsung b.3 Jam Kerja Langsung d. 101 s. Rekening yang didebit untuk mencatat biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari adalah: a. Rp 825. 101. 2. Biaya Overhead Dibebankan 99.000 c.000 Di dalarn neraca perusahaan per 31 Desember 19x1 akan disajikan persediaan sisa bahan sebesar: 102.250.000 satuan dengan harga Rp 275 per satuan.000 18. Harga Pokok Penjualan d.000 b. Rekening yang didebit untuk mencatathargapokokpesanan yang telah diserahkan 98. 102 Perlakuan Sisa Bahan F ABC memperlakukan hasil penjualan sisabahan (scrapmaterials) sebagaipenghasilan T lain-lain.d.000 Rp 170. Biaya Overhead Dibebankan Apabila tarip upah tenaga kerja langsung sebesar Rp72 per jam.000 60. Rp 1.A-6 A-7 A-8 Jumlah 40.000 d. jumlah jam kerja langsung yang dikonsumsi selama bulan Januari 1986 adalah: a. Barang Dalarn Proses b.375.000 120.000 60.000 satuan sisa bahan yang ditaksir dapat dijual dengan harga Rp 250 per satuan. 4.000 Perusahaan menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaan bahan baku. Persediaan Produk Jadi c.0 00 Ru 180. 3. Barang Dalam Proses b.583. kepada pemesan selama bulan Januari adalah: a. Persediaan Produk Jadi c. Data untuk menjawab soal no. Tidak Risa Dihitung 100. Hasil penjualan atas sisa bahan yang dilaporkan dalam laporan rugi-laba tahun tersebut adalah: a. Harga Pokok Penjualan d.000 48.000 30.000 50. Rp 1. S e l m a tahun 19x1 perusahaan tersebut menghasilkan 5.750 Jam Kerja Langsung c.000 RD 360. . Rp 750.000 -24. Dalam kenyataanyaselamatahun tersebut perusahaan dapat berhasil menjual3.

Biaya bahan baku Rp 500 . Biaya produksi per satuan untuk pesanan no. RETEKI memakai metode harga pokok pesanan.000 Didebitke rekening Biaya Overhead Pabrik SesungguhnyasebesarRp 50.000 Didebit ke rekening Biaya OverheadPabrik SesungguhnyasebesarRp 20. Jurnlah biaya perbailcan produk cacat dan pencatatannya adalah: Didebit ke rekening Barang Dalam Proses sebesar Rp 200. Di dalam menatung tarip biayaoverheadpabrikperusahaantersebutmemasukkantaksiraanbiayaperbaikan produk cacat.000 Didebit ke rekening Barang Dalarn Proses sebesar Rp 50.Biaya overhead pabrik Rp 600 (150% dari biaya tenaga kerja langsung) SelamabulanApril 19x1produk cacat adalah200 satuandandalam memperbaiki produk cacat tersebut diperlukan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 100per satuan.103. PT.Biaya tenaga kerja langsung RP 400 .000 . 1211 adalah: .

500/Rp 5 = Rp 300 jam Harga pokok pesanan no.000 Rp 1.00 (kurang dibebankan) 33.000 Ru 50. Jawab: a Rp 300.5) .000.000 5% 15% 80% 100% Rp 2.BOP sesungguhnya BOP dibebankan Selisih total Jawab: a Rp 290.000 RD 50.000 x Rp 6 = Rp 240.000 Tarip pert$xbanan BOP: = Rp 2.000 = Rp 840.B. 461: Biaya bahan baku Rp4.000 ke persediaan dan harga pokok penjualan: Elemen yang mendapat alokasi Jumlah Proporsi Alokasi Selisih Persediaan barang dalarn proses Rp 50.500 7.500 750 Biaya overhead dibebankan: (300jam x Rp2.000 .250 Harga pokok per unit: Rp6. Jawab: b Rp 50.000 Harga pokok penjualan setelah mendapat alokasian selisih: Rp 800. Alokasi selisih BOP Rp 50.50 3 1. 461: Rp 1.Jumlah RD 6.000 Biaya tenaga kerja langsung 1.000 Persediaan produk jadi 150.000 jam Jam kerja langsung yang konsumsi pesanan no. Jawab: d .000 32. PENYELESAIAN 30. .000 Tarip pembebanan BOP: = Rp 6 per jam kerja langsung 50.500 40.000 + Rp 40.000 jam Jumlah BOP dibebankan: 40.000 240.5 per jam kerja langsung I \ 20.250/100 unit = Rp62.000 Harga pokok penjualan 800.

000 jam .000 1.JKL sesungguhnya) 300 600.850.000 600.000 .800 jam kerja langsung 300 JKL 37.OOO 1.850.60.000.800 jam x Rp800 864. Jawab: a BOP dibebankan: 1.800 jam x Rp1.000 JKL sesungguhnya = = 1.800jamxRp1.000 8.000 300 JKL 540.000 Jumlah BOP dibebankan: 150% x Rp 5.000 Pesanan yang telah selesai adalah pesanan A.000 Overhead pabrik: A :60% x 1.000 RD 150.000 = Rp 5.000 jam x Rp300) Variabel(1.000 B : 40% x 1.080.800jamxRp800 ~ Jumlah harga pokok produksi Ru 2.000 (2.000 .34.744.800 jam x Rp500) Jumlah Jawab: d 38.000 . Rp RD ~ 39.000 900.000 Jawab: e BOP dianggarkan pada JKL sesungguhnya: Tetap (2.800jam x Rp800 = Rp1. sehingga harga pokok produk selesai berjumlah Rp2.900.500.000 B :4 0 % 1.744. Jawab: a Jumlah biaya tenaga kerja langsung: 1. Rp 9.440.000 (kurang dibebankan) Jawab: c Jumlah jam kerja langsung: Selisih kapasitas =(Volume dianggarkan -Volume sesungguhnya) Tarip tetap 60.900.300 JKL 60.000 = Rp 8.000 Elemen Biaya Pesanan A Pesanan B Bahan baku Rp 800. 600.000 Tenaga kerja langsung: A:60%~1.475 jam x Rp 4.000 Jawab: c BOP sesungguhnya BOP dibebankan Jumlah selisih I 35.

800 (kurang dibebankan) Jawab: b ki Perhitungan harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan a h r Maret 19x1: 44.236. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar Rp628.000 buah x Rp4.000 41. 45.000 2.800 Jumlah harga pokok penjualan Untuk mencatat harga pokok penjualan selama bulan Mei. sehingga harga pokok produk dalam proses berjumlah Rp2.000 . Jawab: e Jumlah harga pokok penjualan bulan Mei 19X1: Rp 609.256.QOO Jawab: d Hasil penjualan pesanan B: (1.744.000 43. 46) Pesanan yang belum selesai adalah pesanan B. Rp 4. Elemen Biaya Pesanan 66 Pesanan 67 Pesanan 68 Pesanan 69 Pesanan 70 Bulan Februari: Bahan baku Rp30.600. Jawab: d (lihat no.200 jam x Rp4 172.800 Selisih Rp 4.200 (+) Persediaan produk jadi awal bulan Mei Rp 692.OOO.800 (=) Barang tersedia untuk dijual 64.000) Harga pokok penjualan B Jumlah laba kotor Rp 1.600 BOP dibebankan: 43.000 Tenaga kerja 12.296.000 Jawab: d Hasil pe.744.000 Overhead pabrik 9.600 Harga pokok produksi bulan Mei 83.256.000 (J Persediaan produk jadi a h r bulan Mei ki Rp 628.40.000 Rp 1.000 2.?jualan pesanan B Harga p ~ k o k penjualan B Jumlah laba kotor (-) Selisih BOP Jurnlah laba kotor setelah selisih Rp 1.000 Rp 4.000 150.800. 46. Jawab: c BOP sesungguhnya Rp177. 42.000. yaitu: Rp609. Jawab: b Rekening Barang Dalam Proses dikredit sebesar harga pokok produksi pesanan yang diselesaikan pada bulan Mei.

000.500 Jumlah RD 301.35 504: (8. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir Juni 19x1: I 48.500 47.5) x Rp3.000 Ru76.250 Pesanan 67 15.000 20.250 Jurnlah Rp63.250 Pesanan 67 77.000 21.sehingga jurnlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp76.000 Rp51.000 Rp19.000 10.100/7.000 Pesanan 70 7.67. dan 70. 503 : (6.000 Pesanan 68 124.250 Rp42. Elemen Biaya Awal Juni Selama bulan Juni: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik.500 I Pesanan yang telah selesai dan diserahkan ke pemesan selama bulan Maret adalah 66.000 Overhead pabrik Tarip: 75% BTK 5.500 Jumlah R~80.5) x Rp3.35 505 : (7.000 Pesanan 68 3 1. sehingga jumlah harga pokok produk yang dijual adalah: Pesanan 66 Rp 63.35 Jumlah Pesanan 503 Rp 8.68.Bulan Maret: Bahan baku Tenaga kerja 7.500 Pesanan 70 36. Jawab: a Jumlah BOP dibebankan selama bulan Maret 19x1: Pesanan 66 Rp5.000 28.500 Pesanan 69 21.000 42.500 Rv77.000 Rv124.900/7.350/7.500 Pesanan 504 Pesanan 505 .250 Jawab: d Pesanan yang sampai akhir bulan Maret belum selesai adalah no.500 7.000 Rp27. 49.5) x Rp3. 79.000 3 1.509 RD36.000 15.

949.445.2dan 3. Jawab: d BOP sesungguhnya bulan Juni: Bahan penolong Rp 3. Hargapokokmasingmasing pesanan adalah: . adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei tetapibelum dikirim.000 Pesanan No.000 Rv 4.082 Pesanan 504 3.920. 8 Pesanan No.Pesanan yang selesai dalam bulan Juni adalah no.9 dan 10.825 3.000 Jumlah Rp 4.640.000 Jumlah Jawab: e Pesanan yang diolah dalam bulan Juni 19x1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 30 Juni adalah no. 4 Rp 2.500 Upah tidak langsung 2. 1. 503 dan 504. 9 1S48. 5 2.618 Pesanan 505 Jumlah Selisih pembebanan Rp 9. 8.000 Pesanan No. 505.283 9.700 Jumlah 50.000 Pesanan No.025 4. 4 dan 5.133.280.000 Jawab: c Persediaan produk jadi pada awal Juni.sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Juni adalah: Rp 1. sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Mei atau awal Juni adalah: Pesanan No. Jumlah harga pokok produk yang telah selesai: Pesanan 503 Rp 25.482 Pesanan 504 18.300 Overhead lainnya Jumlah BOP dibebankan bulan Juni: Pesanan 503 Rp 3.yaitu pesananno.218 Rp 43.983 Rp 158 (lebih dibebankan) Jawab: d Pesanan yang diolah dalam bulan Mei 19X1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Mei adalah no. sehingga jumlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp20. 10 948. Jawab: a Pesanan yang sampai akhii bulan Juni belum selesai adalah no.

000 jam kerja langsung Rp 40 .440.000 Pesanan No. = 4.240.000 Jawab: a Persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni. Pesanan No.440.000 Pesanan No. 2 4.040.000 Jumlah Rp 12. dapat dihitung berdasarkan analisis BOP: Rp 200.280. yaitu pesanan no. 7 5.d 7) tetapi belum dikirim.852.00 3.000 Jumlah BOP dibebankan pada bulan April 1989: BOP sesungguhnya Rp 150.120.000 10.600.000 Pesanan No.000 ! Pesanan No.000 JKL Sesungguhnya : 56.000 Juni 4.00 960.000 Pesanan No.00 Mei 2.000 BOP dibebankan BOP dibebankan adalah hasil perkalian antara tarip pembebanan dengan jam kerjalangsung sesungguhnya.000 = Rp 40 per jam kerja langsung Tarip pembebanan 5.520.160. 57. dan 7 Pesanan No. 1 Rp 5. sehinggaJKL sesunggunyadapat dihitung sebagai berikut : Rp 160. 6 Rp 12.000 Pesanan No.120.532.000' Jumlah Jawab : d Harga pokok penjualan dalam bulan Juni adalah harga pokok produk yang telah selesai dan sudah diiirim pada bulan Juni.00 5. 1.3. 3 3. 1 Rp 5.000 Ru18. Harga pokok masing-masing pesanan adalah : Pesanan No.000 (=) Selisih BOP (laba) RD 160. 2 dan 6.440.5.000 Jumlah Jawab: b Data mengenai jam kerja langsung sesungguhnya. yaitu pesanan no.000 Juni Pesanan No.640. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei (1 s. 2 Rp 4.d 3) dan Juni (4 s. 3 3.55.120.040.4 Mei Rp2. 5 Rp 2.

102 (lihat no.000 Total harga pokok produksi 500 unit Jumlah dipesan Rp 260 Harga pokok per unit : Rp130. Jawab: b Laba bruto pesanan no.000 . 67.000 x Rp60) Overhead pabrik: 101: (30% x 4.000/500 = Jawab: d Selisih kapasitas = 50.000 jam x Rp60 = Rp240.100 KS 7.000.000 = KS = (KN -KS) Tarip Tetap (8.000 .000 RIJ450. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Elemen Biaya Bahan baku Tenaga kerja: 101: (30% x 4.KS) 100 800.000 Jawab: a Harga pokok per unit pesanan 103: Rp 130. 101 adalah Rp 220.500 . 102: Penjualan pesanan 102: (1.Jawab: b Jumlah biaya tenaga kerja langsung yang terjadi dalarn bulan April 1989 adalah merupakan perkalian antara JKL sesungguhnya dengan tarip upah: 4.000 x Rp500) Harga pokok produksi no. 70) Jurnlah laba bruto Rp 800.000 x Rp60) 102: (50% x 4.000 x Rp60) 101: (20% x 4.000 = 50.000 x Rp40) 101: (20% x 4.000 x Rp40) 102: (50% x 4. 101 Psn 102 Psn 103 Harga pokok produksi pesanan no.000 x Rp40) Jumlah Psn.000 350.000. Jawab: a Lihat no.

000 Rp 3.000 Rp3.750 Rp8.0001500 unit) Jawab: b Jurnal pencatatan transaksi (b): Barang Dalam Proses Pesanan A Rp2.500 jam x Rp250) Pesanan B: (40% x 7.Jawab: e Biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A: 60% x 7.750.000 50.200.000 1.000.000 1.000 5.000 1.850.000/200 = Jawab: a Laba kotor pesanan A.800.000 Rp 1.875.500 jam x Rp400 = Rp1.000) Harga pokok produksi pesanan A Jumlah laba kotor Jumlah dipesan Laba kotor per unit: (Rp2.000 Pesanan B Rp1.125.500 jam x Rp250) Selisih total: Selisih anggaran (laba) Selisih efisiensi (mgi) BOP sesungguhnya Rp1.500 jam x Rp250) Jumlah Jawab: b Harga pokok per unit pesanan B: Total harga pokok produksi pesanan B Jurnlah dipesan Harga pokok per unit: Rp3.000 R~5.750.500 jam x Rp400) Pesanan B: (40% x 7. Harga jual pesanan A: (500 unit x Rp16.000 Jawab: c Harga pokok masing-masing pesanan sarnpai dengan akhir bulan Oktober 1989: Elemen Biaya Bahan baku Upah langsung: Pesanan A: (60%x 7.000 200 unit Rp 18.125.000 25.600 .750 Rp 18.875.000 R~2.125.200.000 500 unit Rp 5.750.500 jam x Rp400) Overhead pabrik: Pesanan A: (60% x 7.000 750.000 Jawab: e BOP dibebankan: (7.800.800.875.000 Rp 75.

900 Biaya tenaga kerja langsung Rp 600 Rp 400 200 Rp 38.000 Rp 32. 79 Jawab: a Lihat no.300 5.700 Rp 2. 85 Jawab: b Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dengan tarip 80% dari biaya tenaga kerja langsung: Rp20. 79 Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (c): Material Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (e): Biaya Gaji dan Upah Utang Gaji dan Upah Utang Pajak Penghasilan Jawab: a Jumal pencatatan transaksi ( f ) : Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Biaya Gaji dan Upah Jawab: a Jumal pencatatan transaksi (g): Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 5.250 .500 Akumulasi Depresiasi Asuransi Dibayar Di Muka Utang Biaya Jawab: d Lihat no.000 250 3.Biaya Overhead Pabrik Kontrol Material Jawab: c Lihat no.

000 Rp 57.60 Belum Selesai 8 1.580 5.047 Pesanan 262: 140% x Rp32. Jawab: e Lihat no.624.900= Rp16.Tarip pembebanan 80% Biaya overhead pabrik dibebankan: 80% x Rp20.065.636 57.260 7. I 7.80 R-p45.405 Rp 4.589 Rv35.akhir Jawab: e Jurnal pencatatan transaksi (i): Rp 6.047 Pesanan 262 32.180 3.654 79. Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan 263 Biaya barang dalarn proses-awal Biaya selama bulan Mei: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan: 80% dari tenaga kerja langsung Jumlah Perhitungan harga jual: 40% dari harga pokok.636 Rp 15.852 RD25. .400 9.000 82.589 Pesanan 293: 80. Jawab: a Jurnal pencatatan transaksi (h): Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 16.636 Rp 72.315 5. 89 Jawab: a Persediaan barang jadi pada akhir Mei: Persediaan barang jadi-awal (+) Harga pokok produk selesai selarna bulan Mei: Pesanan 261 Rp 25.047 Rp 8.720 Jawab: e Perhitungan harga pokok dan harga masing-masing pesanan pada akhir bulan Mei: Perhitungan harga pokok.230 5.524 RD32. Pesanan 261 : 140% x Rp25.589 (=) Barang tersedia untuk dijual (-) Harga pokok penjualan (pesanan 261 & 262) Persediaan barang jadi . Rp 15.900 4.300 7.720 78.720 Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 16.344 RD17.

124 dengan harga pokok Rp 18.500 RQ 15. 85. yaitu pesanan no.700 Jumlah Jawab: a Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Rp 6.500 Jawab: d Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 3 1 Desember 1990. Jawab: b Jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun.400 (200) Pengembalian ke gudang-transaksi (c) Biaya tenaga kerja tidak langsungtransaksi (f) 7.500 Ro11.500 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp 21.000 4. yaitu: Rp8.000 Pesanan 124 10. a 86.500.000 Jumlah 84. Jawab: a Jurnal penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke 88. 87. Jawab: a Persediaan material pada akhir bulan Mei: Persediaan material-awal (+) Pembelian material-transaksi (a) (=) Material tersedia untuk dipakai (-) Pemakaian bahan-transaksi (b) (+) Pengenlbalian dari pabrik-transaksi (c) (-) Pengembalian ke pemasok-transaksi (d) Jumlah persediaan material-akhir Jawab: e Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Kontrol pada akhir bulan Mei: Pemakaian bahan tidak langsungtransaksi (b) Rp 2.500 Pesanan 125 Pesanan 126 2.Persediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses 83.600 Biaya overhead lainnya-transaksi (g) 5. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan. .

000 Jumlah Persediaan barang jadi pada akhir tahun.500 RP 21.500 1.500.500 Pesanan 126 2. 124 dengan harga pokok Rp 18. Rp 21.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Tarip pembebanan Rp 3.500 BOP Sesungguhnya (applied) 89.oOO 2 1. maka besarnya tarip adalah : Rp6000 Tarippembebanan : Rp3. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.500 BOP Sesungguhnya (applied) Bila tarip pembebasan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. yaitu pesanan no.500 Jumlah Ru 11.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Jurnal pencatatan . yaitu : Pesanan 125 Rp 8.000 10. Jumlah penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 2 1.000 4.rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 21.500 Jawab: b Bila tarip pembebanan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. maka besarnya tarip adalah: Rp 6.000 Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Pesanan 124 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp RD 6.500 Pada akhir tahun rekening Barang Dalarn Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Desember 1990.

b Jurnal transaksi 1) Persediaan Bahan Baku Utang DagangIKas 91.000.000 Rp63.000 Biaya Overhead Pabrik Dibebarlkan Rp86.000. b Jurnal transaksi 4) Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Berbagai Rekening Dikredit 94.000.400.000 95. b Jurnal transaksi 7) Mencatat hasii Penjualan .000 18.000 Rp108.000.000 Rp90.000.000. d Jurnal transaksi 2) Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Persediaan Bahan Baku Rp54.90. c Jurnal transaksi 3) Barang Dalarn Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Utang Gaji dan Upah Rp72.000 Jurnal transaksi 5) Barang Dalarn Proses Rp86.000 92.000. a Jurnal transaksi 6) Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses 96. C Rp108.000 93.000.400.000 9.

000 ~~252~000.000.000 86.000 Rp 74.000 Rp252.000 98-100 Jurnal pencatatan 98.000 Rp 232. Rp3 15.400.00.000.000.000 Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Juli 198.400.000 72.Piutang Daganmas Pendapatan Penjualan Mencatat harga pokok penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi 97.000 Harga pokok persediaan produk cialam proses 3 1 Juli RD97.000 Rp 295.000 Rp360.000.400.000 Rp315. c Mencatat pemakaian bahan baku selama bulan Januari: Barang Dalarn Proses Persediaan Mencatat biaya tenaga kerja selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Utang Gaji dan Upah Mencatat biaya overhead pabrik dibebankan selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp360.000.000.000.000 e Perhitungan harga pokok barang dalam proses akhir: Persediaan produk dalam proses 1 Juli Biaya yang dikeluarkan selama bulan Juli: Bahan bku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan Rp 63.000 Mencatat psanan yang diselesaikan selama bulan Januari: Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses .

a (Lihat no.000 Rp 150.000 unit x Rp46) Pesanan A-5 (1.000 unit x Rp55) Jumlah Jumal harga pokok penjualan: Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi Perhitungan: Persediaan barang jadi 1 Januari (pesanan no. 100.000 Mencatat penyerahan pesanan kepada pemesan selama bulan Januari: Jumal hasil penjualan: Piutang DagangIKas Pendapatan Penjualan Perhitungan: Pesanan A-1 (3.000 Persediaan barang dalam proses 31 Januari (pesanan no.000 Rp 790.000 Ru 590.000 192. A-7) Harga pokok penjualan dalam bulan Januari Rp 150.000 Overhead pabrik dibebankan 360.000 7 10. 98) a Perhitunganjam kerja langsung: Jumlah biaya tenaga kerja langsung selama bulan Januari Rp180. A-4) Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Januari Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual Persediaan barang jadi 3 1 Januari (pesanan no. A.500 unit x Rp56) Pesanan A-8 (2.000 99.000 .000 unit x Rp50) Pesanan A-2 (4.Perhitunpan: Persediaan barang dalam proses 1 Januari (pesanan no.000 60.000 Bahan baku Tenaga kerja 180.000 110.000 unit x Rp48) Pesanan A-3 (1.000 Rp 826.000 230.000 unit x Rp60) Pesanan A-4 (5.000 240.1) Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari: Rp 170.000 Rp 830.000 84.000 680.000 Rp 670.000 120. A-6) Harga pokok pesman yang selesai dalam bulan Januari Rp 80.

.000/Rp72 = 2. Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudah diperhitungkan. 102.000 satuan x Rp 275 = Rp 825. Jawab:d Hasil penjualan sisa bahan: 3.5000 jam Hasil penjualan sisa bahan: 3. maka persediaan tidak ada harga pokoknya. 101.makapersediaan tidak ada harga pokoknya.000. maka pada saat pengeluaran biaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rp 100 = Rp20.000 Karena hasilpenjualan diperlakukan sebagaipenghasilan lain-lain.Tarip upah per jam Rp72 Jumlah jam kerja langsung: Rp180. Jawab:d Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudahdiperhitungkan.000. 103.000 satuan x Rp275 = Rp825.000 Jawab: d Karena hasil penjualan diperlakukan sebagai penghasilan lain-lain.maka pada saatpengeluaranbiaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rpl00 = Rp20.

. c. Kegiatan produksi berda~ar~anggaran produksi d. Lebih cocok untuk perusahaan yang besar d. . SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES 1. Percetakan Pabrik pupuk b. d. b. Saat perhitungan harga pokok b. c. Obyek pembebanan biaya produksi Pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarip c. Berikut ini adalah karakteristik metode harga pokok proses KECUALI : Biaya satuan dihitung pada saat produk selesai agar jika dijual dapat a. Kontraktor bangunan a. 2. KECUALI: a. Benkut ini adalah perbedaan antara metode harga pokok pesanan dengan metode harga pokok proses. 3. Tujuan produksi untuk persediaan yang kemudian dijual Karakteristik metode harga pokok proses sangat berbeda dengan karakteristik metode harga pokok pesanan. Hams dipilih salah satu yang sesuai c. segera ditentukan harga pokok penjualannya Produk yang dihasilkan bersifat homogen b.BAB IX METODE HARGA POKOK PROSES A. dan c benar d. Jenis biay a produksi Metode harga pokok proses cocok digunakan pada perusahaan: a. sehingga penerapannya dalam pemsahaan manufaktur: a. 4. Lebih sederhana Lebih sesuai untuk pemsahaan kecil b.

Manakah yang benar? a. Biaya yang dibayarkan Biaya dihitung sebagai berikut (Perhitungan biaya) d. Judul-judul informasi yang dapat digunakan dan tercantum dalam laporan biaya produksi (production cost report) pada perusahaan yang menerapkan process costing method adalah tersebut dibawah ini. Padametodehargapokokproses.biayabahanbaku tidalcharus dipisahkan dari biaya bahan penolong b. Menganggap bahwa persediaan barang dalam proses tidak ada c. dalam hal bahwa metodefirst in. Metodefirst in.hasilkan pada perusahaan yang menerapkan: a. Perhitungan biaya menurut departemen c. . pada akhir periode d.first out: Menyaratkan bahwa persediaan akhir barang dalam proses dinyatakan a. Data produksi b. Jumlah bahan baku yang ditarnbahkan d. pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar tarip tidak merupakan keharusan Padametodeharga pokok proses. dalam satuan produksi setara (equivalentproduction units) Dapat juga digunakan dalam kalkulasi biaya pesanan b. b. kalkulasi hargapokokprodukdilakukan c. Jumlah produk yang selesai Jurnlah produk yang masih dalam proses awal b. Jawaban a. Sistem harga pokok proses b. dan c benar Berikut ini yang tidak akan digunakan dalam kalkulasi biaya proses adalah: a. Standar b.first out dalam kalkulasi biaya proses berbeda dengan metode rata-rata tertimbang. KECUALI: a.KECUALI: a. Pengalokasian biaya overhead Laporan harga pokok produksi per departemenmerupakanlaporanyang d. Jumlah produk yang biasanya hilang dalam proses produksi c. Direct costing d. Pada metode harga pokok proses. Sistem harga pokok standar Sistem harga pokok estimasi d. Informasi berikut ini diperlukan untuk menentukan besamya unit ekuivalen yangdi~lahdalamde~artemen produksipadaperiodetertentu. Sistem harga pokok pesanan c. Biaya yang dibebankan c.

terjadinya produk yang hilang tersebut Barang-barang yang dalarn proses produksi mengalami beberapa ketidak sempurnaan. . Menambah output produksi di departemen tersebut c. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Produk yang hilang pada awal proses produksi di departemen produksi berbeda dengan produk yang hilang pada akhir proses produksi. Manaikkan produktifitas Belum menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalarn periode d. penyesuaian biaya per unit yang dialihkan Bertambahnya biaya per unit dari bagian pabrik terdal~ulu. ha1 ini mempengaruhi biaya per unit dalam suatu laporan biaya-biaya produksi. Mengurangi output di departemen tersebut d. terutama karena: a. namun tidak C. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan 13. Tambahanbahan yang terjadididepartemen lanjutandanmempengaruhitambahan output pada departemen tersebut. namun tidak d. akan: Menambah harga pokok produk selesai pada departemen tersebut a. 15. Biaya Tenaga Kerja Langsung d. Biaya Overhead Pabrik C.biaya tenaga kerja untuk departemen pembanlu di debit ke rekening: a. Defective material 14. karena ha1 itu mengakibatkan: Bertambahnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. sehingga a. Tidak memperhatikan tingkatan penyelesaian persediaan barang dalam proses awal ketika menghitung satuan produksi setara 1 1. Jika ada tambahan bahan-bahan bagian pabrik selain dari bagian pabnk awal (pertama) dan tambahan itu mengakibatkan bertambahnya jumlah unit. akan tetapi dengan menambah upah buruh dan mungkin bahanbahan baku masih dapat diperbaiki menjadi barang jadi yang sempurna.d. Asumsinya lebih realistis b. Pada metode harga pokok proses. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan kepada bagian ini Berkurangnyabiaya per unit dari bagian terdahulu. Mengurangi harga pokok produk selesai pada departemen tersebut b. perlu disesuaikan biaya unit yang dialihkan Berkurangnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja b. sehingga diperlukan b. Menaikkan biaya produksi C. barangbarang demikian dlkenal dengan nama: a.

19.d 21 Metode RATA-RATA &n FIFO FT. b. Data produksi bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: 7. kegagalan/kerusakan itu harm diklasifikasikan sebagai: Beban yang ditangguhkan (deferred charge) a. d. b.000 unit 2. Biaya produk (product cost) Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Data untuk menjawab soal no. Dibebankan pada produk selesai yang diserahkan ke departemen c. 17. Bagaimana memperlakukan hasil penjualan produk cacat tersebut Bagaimana memperlakukan persediaan produk cacat tersebut d. Dibebankan pada produk dalam proses akhir b. Spoiled material Scrap material Waste material Masalah akuntansi yang timbul akibat adanya produk cacat adalah: a. Bagaimana memperlakukan kerugian yang timbul akibat adanya produk cacat c. X menggunakan metode harga pokok proses dalam pengumpulan biaya produksinya. Biaya gabungan (jqint cost) d. rekening yang di debit untuk mencatat biaya pengerjaan kembali adalah: Barang Dalam Proses (biaya bahan baku) a.b.000 unit Produk dalam proses akhir . Biaya periode (period cost) c. c. Persediaan Bahan Baku Perlakuan produk rusak dalam suatu proses produksi yang normal adalah: Dibebankan kepada produk yang tidak rusak a. yaitu Departemen 1 dan Departemen 2. 18. Produknya diolah secara beruutan melalui dua departemen produksi. Persediaan Produk Cacat d. Jika jumlah kegagalankerusakan dalarn proses-proses manufaktur melebihi tingkat normal.000 unit Produk dalam proses awal Diterirna dari Departemen 150. 16. 20 s. Bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan kembali b. Jika biaya pengerjaan kembali produk cacat dibebankan kepada produk secara keseluruhan. berikutnya Dibebankan ke produk rusak itu sendii d. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya c.

tahap pertama dari siklus proses produksi.600 satuan Metode RATA-RATA Bahan ditambahkan pada permulaan proses dalam bagian pencampuran PT.600 55. XYZ menghasilkan 60. Pada akhir tahun masih ada produk dalam proses sebanyak 12.000 satuan diantaranya berasal dari produk dalam proses awal. 63. Dari produk tersebut 22. ekuivalensi (equivalentunit) biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19x1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi 65. Jika perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100% . first out).350 55.000 satuan c.600 57. maka unit ekuivalen biaya konversi adalah: a.000 50. Berikut ini informasi untuk bulan Juli 19X1: .350 50.600 57. Tingkat penyelesaian produk dalam proses adalah: . MEKAR JAYA.000 50.unit ekuivalensi biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19X1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biaya konversi 50.600 55. 15.000 50. biaya konversi: 75%.350 Metode RATA-RATA Selama tahun 1984PT.000 50. 23.Tingkat penyelesaian produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100%.Awal periode : 100% biaya bahan. 60.000 50. 80% biaya konversi Apabila perusahaan memakai metode harga pokok rata-rata tertimbang.350 55.000 satuan d. 57. 55.000 50.350 Jika perusahaan menggunakan metode masuk pertama-keluar pertama Vrst in.000 50. 60% biaya konversi .Akhir periode: 100% biaya bahan.000 satuan. unit 20.200 satuan b. biaya konversi: 30%.000 satuan.

25 s.000 10. 38. 27 Metode FIFO dari RATA-RATA Dari sebuah laporan harga pokok produksi diketahui besarnya produk dalam proses awal periode jumlahnya 10.Satuan Pekerjaan dalam pel&sanaan 1 Juli (60% selesai untuk biaya konversi) 60.000 unit.000buah.800 b.000 c.MEKAR JAYA biaya yang terjadi untuk satuan yang hilang diserap oleh satuan baik yang tersedia.800 48.000 44. Barang dalam proses pada 1 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 80% untuk biaya konversi.000 d. 120.000 30. Berapakah unit produksi ekuivalen untuk bulan September 1989 berdasarkan metode FIFO? Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi a.000 b. Dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.000 Pekerjaan dalam pelaksanaan 3 1 Juli (50% selesai untuk biaya konversi) 70.MERDEKA menghitung arus fisik barang yang selesai pada Departemen A untuk bulan September 1989 sebagai berikut: Unit yang diselesaikan: Dari barang dalam proses.000 d.000 Menurut sistem akuntansibiaya FT.000 Dipindahkan (transfer) ke bagian berikutnyal Hilang dalam proses produksi 30. FT.000 40.000 Data untuk menjawab soal no.000 38. 48.dengantingkatpenyelesaian .000 Metode FIFO 24.000 c. 180. sedangkan barang dalam proses pada 30 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 60% untuk biaya konversi. Barang dalam proses pada 30 September 1989 adalah 8.000 Dimulai dalam bulan Juli 150. 1 September 1989 Dari produksi bulan September 1989 10. berapa satuan ekuivalen untuk perhitungan biaya satuan bahan? a. 48.Produkdalamprosesakhirperiodesebanyak 15. dengan tingkat penyelesaian bahan 100% clan konversi 80%. 210.000 buah. 345.d. 38.000 Bahan ditarnbahkan pada awal proses.000 36.

000 buah d.000 buah 92.Biaya konversi 60% 50% Apabila unit ekuivalensi biaya bahan baku dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang (weighted average cost method) adalah 100.500 buah C.000 buah c.500 buah c.000 satuan d.000 satuan d.000 buah 27. 85. Jika dengan metode FIFO. 90.bahan 80% dan biaya konversi 50%. 100.000 satuan 29. d.000 buah 87. yaitu: . 32 Metode FIFO I.000 satuan b. Besamya produk selesai adalah: a. 88. Metode FIFO dari RATA-RATA 28. Produksi ekuivalen bahan dengan metode rata-rata adalah 100.500 buah b.000 buah. 110. 90.000 buah 85.000 buah 26.000 buah 95. Dari data pada sod di atas berarti jumlah produk jadi adalah: a. maka unit ekuivalensi biaya bahan baku pada masuk pertama keluar pertama (FIFO method) adalah: a. 90. 30 s. 88. 25.000 satuan c.000 satuan c.000 satuan.000 buah b. 93.Biaya bahan baku 100% 60% . 95. 90.000 satuan b. 88. 88. 100. T ABC yang mengolah produk melalui satu departemen menggunakan 3 jenis bahan. 90.000 buah 87. 100.d.000 buah b. 100.500 buah Besarnya produksi ekuivalen biaya konversi dengan metode rata-rata adalah: a.500 buah d.000 satuan Data untuk menjawab soal no.000 satuan Tingkat penyelesaian .000 satuan 15. Dan sebuah perusahaan diperoleh informasi mengenai produk dalarn proses sebagai berikut: Awal Periode Akhir Periode Jumlah produk dalam proses 10. 100. besamya produksi ekuivalen adalah: Biaya Bahan Biaya Konversi a. 100.

34 Metode FIFO PT AYO MAJU.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 40%. Kerusakan normal terjadi di Departemen A. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku B adalah: a. . Satuan yang digunakan untuk mengukur/menghitung barang dalarn proses dan 3). 24 jam sehari. Produk selesai dipindahkan ke persediaan barang jadi.d. Data untuk menjawab soal no. jumlah unit ekuivalen biaya tenaga kerja adalah: a. Departemen A dan B. Pertama-tama zat X diproses di departemen A. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku C adalah: a. Keterangan lainnya: 1). Produk dalam proses akhir 10.000 unit b. 23. menghasilkan produk kirnia yang untuk tujuan akuntansi prosesnya dibagi menjadi dua departemen. 27. Dalam beberapa detik pertama zat X hilang sebanyak 5 persen.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 60%.000 unit b. 35.000 unit 3 1.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. Produk jadi yang dipindahkan ke gudang 25.000 unit c. 32.Bahan A: pada awal proses Bahan B: pada tingkat penyelesaian 50% Bahan C: pada tingkat penyelesaian 75% Informasi untuk kegiatan bulan Mei 1990 adalah: Produk dalam proses awal 10. 23. 33 s.000 unit C. Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 27. 25.000 unit d. Di departemen B biaya konversi dialokasikan merata ke setiap ekuivalen unit produksi. barang jadi adalah kg. setelah itu dipindahkan ke Departemen B. 30. 25. karena kerusakan yang terjadi adalah normal.000 unit. Fomula ramuannya terdiri dari satu bagian zat X dan satu bagian zat Y.B Di departemen A biaya konversi mencakup seluruh kegiatan pengolahan dan 2). 25.000 unit d.000 unit d.000 unit b.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 23. 27. dialokasikan hanya pada produk yang baik saja. 35. 35. Sementara itu tidak terjadi kerusakan didepartemen . Proses ini berlangsung terus menerus.000 unit c. Disini zat Y ditarnbahkan ketika proses produksi sudah mencapai 50 persen.

500 kg 511. 522. Berikut ini data produksi dan biaya produksi pada bulan Juni 1987: Departemen A Data produksi: Ditransfer ke Departemen B Ditransfer ke Gudang Barang dalam proses akhir: 100% bahan baku.500 kg Ekuivalen produksi bagi Depatemen A untuk bulan Oktober 1985 dengan metode FIFO adalah: Bahan X Konversi 478.Oktober 1985: Departemen A Barang dalarn proses.d.500 kg Ekuivalen produksi bagi departemen B untuk bulan Oktober 1985dengan metode FIFO adalah: Konversi Bahan X a.000 kg c. 869.500 kg d.000 kg b. 522. 40% biaya konversi 1/3 biaya konversi 46.000 kg . 979. X rnenggunakan metode harga pokok proses. 1 Oktober 88.000 kg 3110 ? ? ? 115 489.500 kg b. 38 Dua Departemen PT. 869. 34. 423.000 kg Tidak bisa dihitung d. 3 1 Oktober ? Tingkat penyelesaian persediaan akhir 113 Bahan yang ditambahkan di departemen B 33.500 kg 423. Departemen B 110.000 kg - Departemen B - 40.500 kg Barang dalam proses.000 kg 979.000 kg Dipindahkan ke departemen berikut 511.500 kg c.000 kg - 6.000 kg 979.500 kg 478.500 kg a.000 kg Tingkat penyelesaian pada 314 persediaan awal Mulai diproses/diterima dari departemen sebelumnya 550. 511.000 kg 869.000 kg 14. Perhitungan Harga Pokok Tidak Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no. 35 s. Data untuk bulan .4).

000 65.650 d.000 . Rp1.000 unit Jawaban a. Jawaban a.000 60. Biaya tenaga kerja: Rp42. tenaga kerja. Biaya konversi Departemen A 51.000 unit a. b. Jumlah produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: 50. Harga pokok produk setengah jadi yang ditransfer ke Departemen B adalah: a.700 3 1.952 c.940 d. 39 s. b.572 Rp 35. Biaya konversi Departemen B 42.000 b. Departemen Pertama PT.Data biaya: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik 35. dan c benar d. Rp140. Rp14.d 40 Dua Departemen. 213 biaya tenaga kerja. biayaoverhead pabrik: Rp39.200 36.000 60. c.000 unit Jumlah produk dalam proses pada akhir bulan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan. Rp145.000 60. 37. Unit ekuivalen bahan. Rp86. Produknya diproses melalui dua departemen produksi A dan B.000 b.000 d.650.120 34. b. Rp14.000 60.000 c.675 c.600. Jawaban a. 60. Rp 3 1. Berikut ini adalah biaya dan data produksi bulan Januari 19x1 Departemen A yang merupakan departemen pertarna dalam proses produksi.920 Manakah yang benar dari hasil perhitungan jumlah ekuivalen produk yang diselesaikan pada bulan Juni 1987 berikut ini? Jurnlah vroduk ekuivalen 60. 60.560 b. 65. b.000 unit 39.000 60. Biaya bahan: Rp52.000 60.89 b. AR menggunakan sistem harga pokok proses. dan overhead pabrik bulan Januari 19x1 di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead pabrik a.50 d. dan c benar Biaya yang ditambahkan di Departemen B per unit adalah: Rp1. Jawaban a. dan 213 biaya overhead pabrik 15.600 unit c. 55.61 a.000. Biaya bahan baku Departemen A b. 38. Rp3. dan c benar 36. Rp24. dan c benar Harga pokok persediaan barang dalam proses akhir di Departemen A adalah: a. Data untuk menjawab soal no.000 65.

200 42. Rp 85. Produkdalam proses akhir bulan adalah 1. Total biaya bahan adalah: . Rp 684. 43 Dua Departemen.50.66 Rp 0. Rp 0. Rp259.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir adalah: a. c.66 b.560 d.d. a. Biaya produksi per unit produk yang diproduksi bulan Januari di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead uabrik a. b.000unit. biaya tenaga kerja langsung 80%.00. Rp 60. dan biayaoverheadpabrik sebesar90%. Rp 0.8 1 Rp 0.760 Rp 58. Informasi yang diperoleh mengenai proses produksi di Departemen A pada bulan Maret 1990 adalah sebagai berikut: Produk yang diserahkan dari Departemen A ke Departemen B sebesar 15.200 kg dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80%.760 b. adalah: a.000kg.70 Rp 0. biaya tenaga kerja langsung 85%.81 Rp 0. Pada akhir bulan Maret 1990 diketahui biaya per unit produk adalah sebagai berikut: biaya bahan baku Rp22.98 Rp 0. 46 Dua Departemen.600 Data untuk rnenjawab soal no. Departemen Pertama Sebuah perusahaan mengolah produk melalui dua departemen produksi. Departemen Pertama PT. Rp 196. Rp 295. Hargapokokproduksi per unit adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung 15 Biaya overhead pabrik 22 Total Rv 57 41.000 d.90 Rp 0.400 b. Rp 846. biaya tenaga kerja langsung Rp12.81 Rp 0.40.50. Rp 702. Rp 0. Rp 0.000 c.000 Rp 137. 41 s.66 d.d. dan biaya overhead pabrik 90%). Produk yang masih dalarn proses akhir 1. .200 c. Rp 60.70 Rp 0. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18. Produk yang dihasilkan departemen 1 dalam bulan Januari 1990adalah 12.70 Data untuk rnenjawab soal no. X menghasilkan satu macam produk bemama Y yang diolah melalui dua departemen produksi dengan menggunakan metode proses. d.75 c. 44 s.200 unit (biaya bahan baku 100%. Harga pokok produk yang ditransfer ke departemen 2. Rp 752.260 43.

Berikut ini adalah kegiatan Departemen 2 dalam bulan Maret: Unit yang diterima dari Departemen 1 15. Data untuk menjawab soal no.750 d. Rp 795. Di dalam Departemen 2 ditambahkan 4 roda karet untuk setiap mobil pada akhir proses.000 Biaya overhead pabrik Rp 6.480 Total harga pokok produk dalam proses akhir dan produk selesai adalah: a. Biaya bahan baku yang ditambahkan Departemen 2 dalam bulan Maret adalah sebesar: b.500. Rp 938. 50 Dua Departemen.160 Biaya produksi per unit yang ditambahkan dalam Departemen 2 dalam bulan maret adalah: a. Rp 1.995 d.090.995 c.OOO c.095 b.000.000 c. 213 biaya konversi. Rp 750. 47. Rp 1.280 d.480 45.000 d.440 c. Rp 853. Total harga pokok produk selesai yang diserahkan ke gudang adalah: a. Rp 1.440 c.000 Biaya yang ditambahkan Departemen 2: Bahan baku Rp20 untuk setiap roda karet Tenaga kerja langsung Rp 8. Rp 884. .000 a. Rp 1. Rp 1. Rp 1. Rp 2.600 b. Rp 1. Rp 901. Rp 54. 47 s. Rp 58.120.780 b. Rp 1.'Departemen Lanjutan.000 Produk dalam proses akhir 3.200. Di dalam Departemen 1 body mobil dicetak dengan bahan plastik. Rp 1. 46.380 b.750 c.44.160 48.000 Harga pokok per unit produk yang ditransfer ke gudang produk selesai adalah: a. Rp 57.000 unit dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan baku. Rp 858. Ada Tambahan Bahan F'T. BULAKSUMUR memproduksi mobil mainan anak-anak.000 d. Rp 56. 49. Rp 916. Rp 959.500 b.000 Harga pokok pmduk dalam proses akhir bulan Maret 1990 adalah: a.d.160.440 d.OOO Biaya produksi dari Departemen 1 Rp 13. Rp 1.

Rp 9.000 b. Rp 1.400 d.000 kg Biaya yang dikeluarkan dalam bulan Januari 19x1: Biaya b a h baku ~ Rp 340.000 b. 27. dan Penjurnalan PT.800 c.d.000 kg Diterima dari Departemen A Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir 4. Harga pokok per kg produk ymg diproduksi Departemen A dalam bulan Januari 19x1 adalah: RP 10 b.000 c. Ada Produk Hilang pada A wal Proses.000 Departemen B 52.000 kg Produk hilang dalam proses awal 1.000 Biaya tenaga kerja 462. .418.350. Rp 2 4 .637.940. Rp 4. 34.000 30.800 34. RP 20 a.000 a.470.000 23. 9 4 0 c. 51 s. 30.000 d. Rp 32.000 Biaya overhead pabrik Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 5 1. Unit ekuivalensi biaya Departemen A adalah: Konversi Bahan Baku a. Rp 1. 57 Dua Departemen. Total harga pokok produk dalarn proses akhir bulan adalah: b. Rp 2. RP 45 Total harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen A ke Departemen B dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. Rp 616.400 27. 23.000 c. c.000 616.000 Data untuk menjawab soal no. RP 15 d.50.000 53. PAMAN SAM memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya: Departemen A dan Departemen B. Bagian akuntansi biaya perusahaan tersebut mengumpulkan data sebagai berikut ini untuk bulan Januari 19X1: Departemen A Dimasukkan ke dalam proses 35.970.

418.350.350.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept. B Rp 1. RP 25 a.000 c.Persediaan Produk Jadi Rp 432.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.637. c.Persediaan Produk Jadi Rp 68.Persediaan Produk Jadi Rp 1. B Rp 300. Data 55. RP 51kg d.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 616.000 Barang Dalam Proses-TenBga Kerja Dept.000 Barang Dalam Proses Departemen A Rp 2.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. B d.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 1. B 525. 58.000 630. 56.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept. dan C dengan menggunakarn metode harga pokok proses. Harga pokok per kg produk yang ditambahkan dalam Departemen B bulan Januari 19x1 adalah: RP 55 b.000 Tiga Deparfemen PT MATAHU rnmengolah produknya melalui tiga bagian produksi. B 72.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. B 60. RP l o k g a.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Rp 1. B 600. Rp 15kg Jumal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen A yang ditransfer ke Departemen B dalam bulan Juli 19x1 adalah: a.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.000 Rp 616.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.000 b.350. yaitu bagian produksi A.54.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. 57. RP 45 Penyesuaian (adjustment) terhadap harga pokok per kg produk yang diterima oleh Departemen B dari Departemen A karena adanya produk yang hilang pada awal proses di Departemen B adalah sebesar: RP 25kg b.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Jurnal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen B yang ditransfer ke gudang dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.Barang Dalam proses-~e~akemen B Rp 1.205. B 165.000 c. B 16. .050. B Rp 585.637. B 12.000 Barang Dalarn Proses-Departemen A Rp 1.Persediaan Produk Jadi Rp 1. c.000 bBarang Dalam Proses-Departemen B Rp 2.000 d. B Rp 40.418. B. RP 30 d.

500 untuk biaya overhead pabrik.000 dan biaya overhead pabrik Rp 1.000. di mana 5.900. c. Bagian Produksi A Rp 1. 59 s.000 satuan masih merupakan produkdalam proses dengan tingkat penyelesaian60% biaya konversi.720.000.000.300 Rp 3.d. Ada Tambahan Bahan yang Menambah Unit PT. yaitu Departemen I dan 1 Departemen 1 . b.4 berikut ini diperoleh dari Bagian Akuntansi Biaya. 2. Jumlah biaya produksi adalah sebesar Rp 14. yaitu data yang berhubungan dengan produksi dan biaya selama bulan Oktober 1988. 61 Dua Departemen. Produk yang masih dalam proses pada akhir bulan sebesar 2.000 satuan. BAKTI NUSA mengolah produk melalui dua departemen.000 dengan tingkat penyelesaian 80%. Biaya konversi besarnya Rp 72. Setiap liter produk yang diterima dari Departemen I pada awal proses di DepartemenI1 ditarnbahbahan sebanyak4 liter@ Rp 10.000 Rp 300 Data untuk menjawab soal no.560.000. biaya tenaga kerja Rp 3.000 satuan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi. di mana 8.000 satuan selesai dan diolah lebih lanjut pada Bagian Produksi B.500 Rp 1.000 satuan. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1988 adalah: a. Tambahan biaya pada Bagian Produksi C ini adalah sebesar Rp 9. .000 dengan rincian sebagai berikut: biaya bahan Rp 4. dan Biaya overhead pabrik Rp 6. Bagian Produksi A Produk yang dimasukkan dalam proses 10.300 Rp 2. Departemen Lanjutan.500 satuan.000 Rp 500 Rp 500 Rp 250 Bagian Produksi C Rp 4.500 Rp 1.000 satuan diolah selanjutnya dalam Bagian Produksi C.000 satuan dipindahkan ke gudang dan 1.750.Pada periode tersebutDepartemen I1 menerima dari Departemen I sebanyak 5. $00 satuan masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian 75% untuk biaya konvetsi.462.000untuk biaya tenaga kerja dan Rp 1.000. Bagian Produksi B Biaya yang ditambahkan pada Bagian Produksi B adalah biaya tenaga kerja Rp 1. d.Dari proses bagian produksi B ini dihasilkan 7.000 liter dengan harga pokok Rp 20 per liter. Bagian Produksi C Produk selesai dan siap dijual sebanyak 4.900.840. Pi-oduk dalam proses akhir periode sebanyak 5.100 Rp 700 Bagian Produksi B Rp 2.000.

sebab tidak tahu jumlah produk selesai Besarnya total harga pokok produk dalam proses akhir adalah: c.800 62. Data untuk menjawab soal no. Rp 1. Ada Tambahan Bahan yang Tidak Menamhah Unit PT.000 kg Data biaya produksi: Harga pokok yang diterima dari Departemen A 40.000 d. Rp 52.400 Biaya overhead pabrik 19.s 1 Rp 140. b.400 Tarnbahan biaya bahan baku yang tidak menyebabkan tambahan produk yang dihasilkan oleh Departemen B 17.000 d.60 .91 d.000 kg @ Rp 3. Rp 3. sebab tidak tahu jumlah produk selesai 60.5 1 c.000 a. Ada Produk Hilang pada Awol Plnsrs. Tidak bisa dihitung Besarnya total harga pokok produk selesai adalah: b.000 a.000 b.4 c.000 kg Jumlah produk jadi yang ditransfer ke gudang produk jadi 35. Rp 375. Rp 5. Tidak dapat dihitung.d 65 Dua Departemen. Departemen Lanjutan. Rp 3. 6 1. Rp 72.000 kg Jumlah produk yang hilang dalam proses (dianggap terjadi pada awal proses) 1. Data produksi: Jumlah produk yang diterima dari Departemen A 40.59.000 kg Jumlah produk yang masih dalam proses pada akhir Januari 19X 1 dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 50% dan biaya konversi 25% 4. Tidak dapat dihitung. Rp 300.000 c. Rp 20 Rp 40 Rp 14. X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: Departemen A dan Departemen B. 1 RP 4 RP 8 RP 3 a.020 Biaya tenaga kerja 32.5 1 a. RP 5 Rp 10 RP 4 d. Biaya produksi per unit yang berasal dari Departemen A setelah adjustment dengan adanya produk yang hilang dalarn proses di Departemen B adalah: b. Rp 222. 62 s. Rp 75. Berikut ini adalah data produksi dan biaya produksi Departemen B bulan Januari 19X1. Besarnya harga pokok untuk setiap liter produk selesai di Departemen I1 adalah: Bahan Konversi Dari Dep.

Rp 0.220 Total harga pokok produk dalam proses yang ada di Departemen B pada &hir bulan Januari 19x1 adalah: a. Ada Produk Hilang Pada A wal Proses I. Data untuk menjawab soal no.l Biaya konversi yang melekat pada produk dalam proses tanggal 31 Maret 1989 3) adalah: Biaya tenaga kerja: 20. Rp1. Biaya produksi per unit yang ditarnbahkan oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 sebelum adjustment dengan adanya produk hilang dalam proses adalah: a.51 c.91 d. Departemen Lanjutun. Rp209.000 kg Jumlah produk yang hilang pada awal proses10. Rp 3. RpL120.000 x 60% x Rp4 Rp48.770 64. Berikut ini adalah data yang diambil dari laporan biaya produksi Departemen Kertas untuk bulan Maret 1989: Jumlah produk yang diterima dari Departemen PulplOO.620 d. Rp192.46 Total harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 ke gudang produk jadi adalah: a. Rp16.050.000 unit b.600 unit Harga pokok produksi selesai yang ditransfer ke departmen penyempurnaan adalah: a.63.000 66. Rp2 16.850 b.000 unit c.000 kg Jumlah produk dalam proses pada tanggal 3 1 Maret 1989 (60% biaya konversi)20. Dari data di atas banyaknya ekuivalen unit untuk biaya konversi adalah: a.000 d. .000 kg Harga pokok produk yang diterima dari Departemen Pulp sebelum disesuaikan 2) adanya produk yang hilang adalah sebesar Rp8. TINDONESIA JAYA memproduksi kertas melalui tiga departmen produksi yakni Departemen Pulp.620 d.000 67. 82. 65.200 unit d. Rp209. Rp 5. 69 Dua Departemen. 70. Rp69. Rp69. dan Departemen Penyempurnaan.000 Biaya overhead pabrik: 20. 66 s. Rp 1. Rp910.850 b. Rp192. 70. Rp770.000 c.000 b.51 b.d.770 c.OOO kg 1) Jumlah produk yang ditransfer ke Departemen Penyempurnaan70. 74.220 c.000 x 60% x Rp2 Rp24. Departemen Kertas.

52 Rp 1.600 Besamya harga pokok produk dalam proses akhir adalah sebesar: Rp392. b.000 837. Rp292.728.000 Unit yang hilang dianggap normal dan dibebankan untuk semua unit yang diproduksi.68. Besamya biaya konversi untuk unit ekuivalen yang diperhitungkan adalah sebesar: Rp420.52 Rp 743.000 Tiga Departemen. Rp252.35 Rp 401.600 kg Rp 3.000 b. biaya konversi 113) 4. . Rp332. c.800kg 6.197.800 kg Ditransfer ke gudang produk jadi 4.000 752.500 Rp 1.563.000 b.800 kg Dalam proses (bahan 100%. c.000 756.75 Rp 401. Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam produksi 16.400 kg 3.25 Peneuiian Rp 433.100.000 1.29 1. 70.05 Rp 743.674. Ada Produk Hilang A wal Proses PT "MEJAMPU suatu perusahaan farmasi. Rp492.35 Rp 697. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1996 adalah: Pencamuuran Rp 198.000 a.61 1.000 a.160.200 kg Dalam proses (bahan loo%.25 Rp 433. memproduksi suatu jenis obat dalarn tiga bagian produksi.05 Peram~ungan Rp 743.644.500 BAGIAN Pengujian 10. Data produksi dan biaya selama bulan Agustus 1986 adalah sebagai berikut: 69.000kg Ditransfer ke bagian berikutnya 10.000 d.563.400 kg Perampungan 6.000 d.400 1.52 Rp 697.52 a.000 Rp 2. Rp423. C.52 Rp 1.400 RD 4. d. biaya konversi 213) Biaya yang dibebankan pada bagian: Bahan upah Overhead pabrik Rp 5.000 342. Rp445.000 Rp 2.

produkselesai 38. konversi 50% .500 Biaya per unit untuk masing-masing departemen pada bulan Februari 1989 adalah: De~artemen A Departemen B a. . Dua Departemen.000unit. Rp 60 Rp 188 b. overhead 50% Jumlah biaya yang dikeluarkan: . pada tanggal 1 Oktober 1989 perusahaan tersebut memiliki persediaan produk dalam proses sebanyak 8. Biaya yang terjadi dalarn bulan Oktober 1989terdiri atas: bahan Rp 920. SABDA mengolah produk melalui satu tahap.000.500 Rp 352.000.upah langsung 50%. Rp 80 Rp 180 c.7 1.bahan baku 100%. Dalam bulan Februari 1989 bagian produksi mengemukakan data sebagai berikut: Produk yang diselesaikan di Produk yang hilang di awal proses Produk rusak (tidak laku dijual) Produk dalarn proses dengan tingkat penyelesaian: .000.000 117.000. Rp 48 Rp 98 Rp 338 d.Bahan baku .000 Rp 235. Rp 188 Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no. dan overhead pabrik Rp 370.000 Rp 594.yaitu departemen A dan B. biaya yang telah diserap dari bulan sebelurnnya terdiri atas: bahan Rp 40. 80 Satu Departemen.000 unit 200 unit 1. tenaga kerja Rp 555.000 Rp 210.500 unit 500 unit Departeman B 2.Biaya overhead Jumlah biaya Departemen A 2.000 unit. 72 s. tenaga kerja Rp 101. Metode RATA-RATA dun FIFO PT.000 144.000 unit - 300 unit 240. Ada Produk Rusak PerusahaanXYZmenghasilkanbarang Y melalui 2departemen.d. Persediaan produk dalam proses 3 1 Desember 1989 sebanyak 4.000 unit dengan tingkat penyelesaian bahan 40% dan konversi 50%.000.Upah langsung . Produk yang baru masukproses 34.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50% dan konversi 75%.000. dan overhead pabrikRp 81.

Rp 129. 77.000 c.938. Rp 442. Rp 167.000 Produksi ekuivalen dengan metode FIFO adalah: Bahan Konversi a.000.800 37. Rp RP 10 25 Rp 15 d.000 c.000 c.000 d. Rp 400. 40. 78. Rp RP 11 24 Rp 16 b.000 d.000 c. Rp 1. Rp 25 Rp 15 Rp 10 d. 74. 40.000 d. Rp 24 Rp 16 Rp 11 b. RP 357 Harga pokok per unit dengan metode FIFO adalah: Tenaga Ker_ia OverheadPabrik Bahan a. 44.000 c. Rp 1.000 Harga pokok per unit dengan metode rata-rata adalah: Bahan Tenana Keria Overhead Pabrik a. Rp 91.000 d.000 a.000 41.000 45.000 b. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai yang berasal dari produk dalam proses awal dengan metode FIFO adalah: a.800 41. . 76.000 45.000 b.000 41. 44.710. Rp 425.976. Rp 1. Rp RP 10 22 Rp 15 c.72.000 b. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai dengan metode rata-rata adalah: b.000 73. Produksi ekuivalen dengan metode rata-rata adalah: Bahan Konversi a. Rp 22 Rp 15 Rp 10 c.800 37. Rp 1.800 41.000 d. 36.900. 75.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode rata-rata adalah: a. 40. 40.000 b. Rp 331. 36.

000 80.500.000 kg Rp 12. 81 s.942. Data untuk menjawab soal no.000 kg Dimasukkan ke dalam proses bulan in Unit yang ditransfer ke Departemen 2 45.000 kg biaya tenaga kerja 40%.000. biaya konversi 40% biaya tenaga kerja 30%. Rp 1. Rp 1.d. Data produksi dan biaya produksi bulan Januari 19x1 di kedua departemen produksi tersebut tercantum dalam tabel produksi berikut ini: Departemen 1 Data produksi: Produk dalam proses awal.000 kg biaya bahan 60%. 5.000 d.000.000 kg Unit yang diterima dari Departemen 1 Produk yang ditransfer ke gudang -Produk dalam proses akhir biaya bahan 100 % .000 d.000 b. overhead pabrik 50.440.000 32. 88 Dua Departemen. biaya konversi 70% 10.500.900.INDAH KIAT memproduksiproduknyamelaluiduadepartemenproduksi: Departemen 1 dan Departemen 2. Rp 1.p 125. Rp 110.79.000 Departemen 2 6.000.000 kg 42.000 kg 45.000 2. overhead pabrik 8070Harga Pokok Produk Dalam ProsesAwal: Harga pokok dari Departemen 1 Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya-biaya Produksi: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik 49.560.000 c.000 c.000 Rp 2.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode FIFO adalah: a.000 b.000.000 3.000 4.500. Metode RATA-RATA \\ FT. Perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang dalam penghitungan harga pokok produknya. Rp 1.990.000 kg -- 9. xR . Rp 130.000 1. Total harga pokok selesai yang berasal dari produksi sekarang (current) dengan metode FIFO adalah: a.000 . Rp 145.

590 b. Rp 101.000 b. Rp 2.OOO c.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 2 ke Departemen gudang adalah: a. Rp 161.000 42. Rp 27.000 d.000 d.000 . 51.250.250 d.500.000 52. 51.250 d.600 b. Rp 101. Rp 3. Rp 1.000 d.000 45.720. Rp 1. Rp 178. 55.250.000 d.000 c. Rp 31.500.000 b. 55.000 b.200 15. 55.250.720.000 42.250. 51.000 Overhead Pabrik 49.--\ Unit ekuivalensi biaya Departemen 1 adalah: Tenaga Keria Bahan Baku a.250. Rp 1. Rp 178. 55.000 45. Rp 118. Rp 118. 51. Rp 161.. Rp 3.500. Rp 17. Rp 1.000 b.500.000 b. Rp 27.550.000 42.850. Rp 17.350 c.000 52.000 c.590 b.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhirbulan Januari 19X1di Departemen 2 adalah: a.000 d.200 45. Rp 101.850. Rp 101. Rp 2.000 45 .600 49.000 c.000 Unit ekuivalensi biaya Departemen 2 adalah: Overhead Pabrik Bahan Baku Tenaga Ker!a a.000 42.550. Rp 31.000 45.000 52.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhir bulan Januari 19X1 di Departemen 1 adalah: a.350 c.000 c.000 c.000 52.250.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 1 ke Departemen 2 adalah: a.000 d.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 1: a.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 2: a.

9 d. 89.000 Jika digunakanmetode FIFO. . XY yang disajikan sebagai berikut: Perhitungan harga pokok yang dibebankan pada produk (FlFO).000 c.d. Metode FIFO Data kegiatan produksi dan biaya produksi PT. overhead pabrik Rp18.800 b. Rp 125. Rp 113.000 unit dengan penyelesaian bahan 80% dan konversi 50%. 2) Produk yang baru dimasukkan proses 9. Rp 4.8 c. NUSA pada bulan Nopember 1986 adalah: 1) Produk dalam proses awal1.O Rp 6. Rp 14. Biaya produksi yang terjadi periode ini terdiri dari: bahan Rp36. Produk hilang dan rusak dianggap berasal dari produk yang baru masuk proses.7 RP 5.200 d.2 Rp 6 3 Rp 2.000 9 1. Rp 12 b.0 Rp 2. total harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke rekening persediaan produk selesai adalah: a. Rp 28.29 d. rusak bersifat normal dan tidak laku dijual500 unit.s Rp 6 7 Rp 2 2 Rp 1. 3) Produk selesai 8. Rp 4.Data untuk menjawab soal no. hilang akhir proses 500 unit.000.l c.d.600.O b.800 d. Rp 15.200 c. penyelesaian bahan 90% dan konversi 60%.500 unit.200 b. Rp 130.600. 4) Produk dalam proses akhir 500 unit. total harga pokok produk dalam proses pada akhir periode adalah: a. telah menikrnati harga pokok Rp19. 92. Jika digunakanmetode FIFO. 89 s. 92 Satu Departemen. tenaga kerja Rp55. 93 s. Jika digunakan metode FIFO. Rp 11 Jika digunakan metode FIFO. Rp 4.000 unit. RP 3. harga pokok produk selesaiper unit yang dipindahkan ke rekening produk selesai adalah: a. Produk Hilung Akhir Proses. Rp 4.800. Rp 9. 97 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi Inforrnasi berikut ini adalah bagian ketiga dari laporan harga pokok produksi FT.7 ' 90. biaya bahan per unit adalah: Overhead Pabrik Bahan Tenaga Ker_ia a. Rp 102. Data untuk menjawab soal no. Rp 26.

000 Total biaya overhead pabrik pada bulan ini adalah: a. Rp 1.Harga pokok produk selesai.374.260 4.000 c.800 unit c.000 Rp 4.240 4.540 Overhead Pabrik 4.314.3 14. Rp 1. 4.095.200 3. RP 405 Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini adalah: a. Produk dalarn proses awal Penyelesaian produk dalam proses awal Biaya tenaga kerja langsung (200 x 20% x Rp300) Rp12. c.000 d. .990. Rp 2.520. Biaya bahan (400 x 100% x Rp400) Rp 160.000 b. 4. Unit ekuivalen produksi adalah: Bahan a.000 b.000 Biaya overhead pabrik (400 x 80% x Rp250) 80.200 Tenaga Keria 4.000 Biaya tenaga kerja langsung (400 x 85% x Rp300) 102.145.374.000 Total biaya produksi bulan ini 93.200 c. Rp 1.000 d.000 Biaya overhead pabrik (200 x 30% x Rp250) 15. 4. RP 390 a.000 c. 4.000 Rp 4. Rp 161:200 27. 4. Produk yang masuk dalam proses pada bulan ini adalah: a. Rp 1. 97.520 94.178.550 unit Bila diketahui harga pokok per unit pada bulan yang lalu untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp290 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp240.295.400 unit d.200 342. Rp 2.600 Tidak bisa dihitung d.200 x Rp950) Total harga pokok produk selesai Harga pokok produk dalam proses akhir.600 b.000 95.600 unit b. maka harga pokok per unit biaya bahan pada bulan yang lalu adalah: RP 400 b.580 4.245.000 Total harga pokok produk dalam proses awal Harga pokok produk yang diselesaikan dari bulan ini (4. RP 410 d. 96.000 Rp 188. Rp 1. 4. 4. Rp 1.580 4.

000 unit d.000 unit .600 Ru 140. Harga Pokok Produksi 99.000 unit ? Unit hilang dalam proses (akhir proses) Biaya yang diperhitungkan: 90. dapat diketahui bahwa perusahaan menggunakan metode: a. 98 s.Data untuk menjawab soal no.000 unit Biaya Total Biaya dari departemen sebelumnya: Transfer selama bulan h i Biaya yang ditambahkan departemen hi: Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Jurnlah penambahan biaya Jumlah biaya yang dihitung I Biayalunit Ru 154.000 unit b. Harga Pdcok Pesanan d. Pencatatan Persediaan Perpetual c. Pencatatan Persediaan Fisik b. 107 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi 1 Berikut adalah laporan harga pokok produksi yang tidak lengkap dari PT. 4.800 Rp 74.220 RQ ? ? ? ? ? Perhitungan biaya: Ditransfer ke departemen berikutnya Persediaan barang dalam proses akhir. Rp RD ? ? ? Ru ? ? Dari laporan harga pokok produksi ini.000 unit Ditransfer ke departemen berikutnya Masih dalam proses (113 biaya konversi) 6.d. Dr departemen sebelumnya ai Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Total biaya yang diperhitungkan 98. 6.620 65. LEILA Departemen Pengujian Laporan Harga Pokok Produksi Bulan Nopember 1990 Data Kuantitas: Diterima dari departemen sebelurnnya 80. LEILA: PT. 3. 5. Unit yang hilang dalarn proses produksi berjurnlah: a.000 unit c.

Rp3.700 b. Rp 13. 86.000 d.790 c. 86.Berapakah biaya per unit yang diterima dari departemen sebelun~nya: a. C. Rp6. Rp0.000 unit Berapakah biaya tenaga kerja per unit Departemen Pengujian selama bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen) ? a. Rp0. Rp 12.78 d. Rp218.27 c. Rp 1.25 Berapakah biaya unit yang ditransfer ke departemen berikutnya? Rp270.800 Berapakah harga pokok dari persediaan barang dalam proses pada akhir bulan Nopember? a.000 unit d.400 a.000 unit 82.000 unit 82.70 Unit ekuivalen (setara) produksi untuk Departemen Pengujian selama bulan Nopember tersebut berjumiah: Tenalra Keria Overhead P a b r a. Rp274. . Rp10. Rp 1.31 a.35 d. Rp 17.72 b.100 d. Rp28 1. Rp0. 82. maka biaya unit yang hilang ini sebaiknya dibebankan sebagai: a. Rp13.395 b.000 unit 86.53 b. Rp26.400 a.580 Jika unit hilang pada kasus di atas merupakan kejadian yang tidak biasa (abnormal). Rp0.000 unit b.76 c. Rp5.000 unit c. 90. Dialokasikan proporsional pada persediaan Dibebankan sebagai rugi lain-lain d.87 Berapakah biaya overhead pabrik per unit Departemen Pengujian selatna bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen)? Rp3. Bagian dari produk selesai c.83 b.400 b. Rp3.000 Berapakah biaya unit yang hilang dalam proses? Rp6.20 d. Rp3.185 d. Rp20. C. C. Overhead pabrik b.000 unit 86.

dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 20. .000 unit (bahan 100%.400 d.010. Rp 584. Produk rusak dalam proses diketahui 20.908. 108.00.000 d. 112 Dua Departemen. dan biaya overhead pabrik 90%).00. Rp 3.745. Rp 539. 182. Rp 9. Pada akhir bulan April 1990. Rp 9. Rp 531. biaya tenaga kerja langsung Rp 11.D e w e m e n Pertama.800 Biaya produk yang ditransfer ke Departemen B adalah: a.600 unit Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei 1990 adalah: a.400 b.000unit. Rp 1. Rp 1.50.000 109. Rp 3.50.869. Dari informasi tersebutdi atas dapat diketahuibahwa unit ekuivalen di departemen A pada bulan Mei 1990.400 c.000 unit c.600 unit b. 112. 110.d. 140. Produk yang masih dalam proses akhir sebesar 12.000 unit 164. Baik di Departemen A maupun DepartemenB. Rp 578.000 unit 159. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18.000 d.060. biaya tenaga kerja langsung 80%.067.687.408.200 c. Metode FIFO Berikut ini disajikan informasi mengenai proses produksi I . sebagai berikut: Produk yang diserahkan ke Departemen B sebesar 170. 111. Rincian informasiprosesproduksi di Departemen A pada akhir bulan Mei 1990.009 unit. Rp 1. yang memproduksi T TS produk AQ dengan melalui dua departemen produksi. dan biaya konversi 80%).200 b. Produk rusak dalam proses sebanyak 500 unit. Rp 2. Komposisi biaya per unit produk: biaya bahan baku Rp 22.738.000 c. 164.400 unit d. 162.050.Data untuk menjawab soal no. Rp 1.000 Biaya produk yang masih dalam proses akhir dalam produksi bulan Mei sebesar: a.000 unit 179. Rp 2.000 Biaya produk rusak yang dihasilkan oleh produksi pada bulan Mei 1990adalah: a.00.000 b.diperoleh informasi dari Departemen A.400 unit 140. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak24. A Ada Produk Rusak. Pada akhirbulan Mei 1990diketahui biaya per unit produk adalah: biaya bahan baku Rp22.000 b. 108 s.000 unit (biaya bahan 90%.040. biaya tenaga kerja langsung Rp12. adalah sebagai berikut: Unit yang diselesaikan clan diserahkan ke departemen B adalah 150. Rp 7.000 c. digunakan metodeFIFO. Rp 2.00.000 d.000 unit.132. adalah: Tenaga Keria Bahan a.

Rp 11.h2& Rp 14.70 Data untuk menjawab soal no.35 Rp 18.400 ? 5.264 Rp 29. Perusahaan menggunakan metode .35 Rp 16.MetodeRATARATA Perusahaan PRIMA menggunakan metode harga pokok proses.9.680 Total Rp 45. Produk diolah melalui 3 departemenproduksi: Departemen A. Rp 11.464 Biaya bulan April 19x2 adalah sebagai berikut: Dep. Metode RATA-RATA I.120 Rp 22.d 119 Tiga Departemen.85 b.520 Dep.90 Rp 15.W Rp 13. A 4. dan C.600unit produk ditransferke gudang.600 Biaya bahan baku Biaya konversi 50.400 21.Ada TambahanBahan yang TidakMenambah Unit.W Rp 15. A Dep. 114 s.520 Dep. 13 TigaDepartemen. Rp 13.Data untuk menjawab soal no.840 Rp 40. IkILB - l. B Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 27.680 Biaya produksi per unit produk yang dihasikan oleh masing-masing dperatemen dalarn bulan April 19x2 adalah: Departemen A De~artemen B Departemen C a. Rp 13. Data bulan April adalah sebagai berikut : Persediaan% Penyeleawal saian Unit dimasukkan dalam Persediaan % Penyeleproses akhir saian 25 20 30 Dep. Departemen 2.35 Rp 18. B.65 d.35 Rp 16.464 1. B 40 ? 30 ? 3. C Rp 4.W Rp 13.8001 30 17.600 6.Perusahaanmenggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang.800 Biaya bahan baku Biaya konversi 4. C Harga pokok persediaan produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: Dep. Dalam bulan April 19X2. Bahan baku digunakandalam awal proses Departemen 1 dan ditarnbahkan pada akhir proses departemen 3.80 c. TKUTILANGmemproduksiproduknyamelalui 3 departemenproduksisecaraberurutan: Departemen 1. A Rp149. dan Departemen 3.400 2.272 - 192 Ru 4.600 Dep.096 113.

129.560 9.600 c. 129.200 129.800 30 25 50 104. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: Deuartemen 1 Departemen 2 Departemen 3 112. Unit ekuivalen biaya bahan baku di Departemen 1dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19X1 adalah: Departemen 1 Departemen 3 136.200 136.600 112.400 d.200 112.400 12.400 d.280 99.000 b.200 Departemen 3 27.352 Rp 167.600 Rp 89.320 4. Bahan baku dimasukkan dalam proses secara terus menerus sepanjang proses di Departemen 1.600 111. 1 11.Departemen 2.600 c.280 Biaya produksi bulan Nopember 19x1 adalah sebagai benkut: Biaya-biaya Departemen 1 Departemen 2 Biaya bahan baku Rp 251.880 16. 136.000 a.200 Ru 26.900 Data produksi dalam bulan Nopember 19x1 adalah sebagai berikut: Persediaan awal Persediaan akhir Departemen 3 Rp 65. 111.400 b.400 129.328 Departemen -- Produk selesaidan Jumlah (kg) % Pe~yelesaian Jumlah (kg) Penyelesaian ditransfer Departemen 1 32. dan ditarnbahkan pada awal proses di Departemen 3.360 11.552 Rp 15. 136.600 129.520 Biaya konversi 183.400 Rp 130. .000 14. Pada awal bulan Nopember 19X1terdapat persediaan produk dalam proses dengan biaya sebagai berikut: Keterangan Harga pokok dari departemen sebelurnnya Biaya bahan baku Biaya konversi Total harga pokok Departemen 1 - Departemen 2 Rp 79.000 Departemen 2 19.harga pokok rata-rata tertimbang.680 - Departemen 3 Rp 146.200 20 40 20 24.400 a.000 ? ? 1 14.000 Unit ekuivalensibiaya konversi di Departemen 1.000 129.600 1 12. 123. 112.000 115.200 136.

000 Rp 64.400 Biaya ma! Rp 6. Departemen Lanjutan.116.000 Bahan unit baku Rp 25.300 Ditransfer masuk Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Rp 2. Rp 29.880 d.400 15. Metode RATA-RATA Informasi mengenai bagian B PT.960 Biaya konversi yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19X1 adalah: a.000 Ru 18. Rp 11. Rp 43 1.600 a.400 Bahan konversi Rp 3.000 Ru 64.40 Rp 10.000 3.15 b. TULUS adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Satudunit yang selesai Produk dalarn proses akhir Satuanlunit 5. Departemen 2. Rp 2. Total biaya produksi per unit komulatif di Departemen 1. Rp 44.280 c. 121 Dua Departemen. Rp 46 1. Rp 2.60 d.300 58.880 d.600 c.960 Biaya bahan baku yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19x1 adalah: b.480 b. Rp 244. Rp 44.300 .280 b. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: De~artemen 1 De~artemen 2 Departemen 3 a. Rp 4.35 c. 120 s.60 Rp 13.000 40.50 Rp 11.600 c.500 Biaya Rp 6.900 17. 118. Rp 12.Departemen 1 ice Departemen 2 dalam bulan Nopembr 19X 1 adalah: a.00 Rp 13.35 Rp 4. Data untuk menjawab soal no. Rp 29.000 35. Rp 29.15 Rp11.35 Harga pokok produk jadi yang ditransfer dari.300 58.d.500 Rp 20.000 37 .500 RD25.880 d. Rp 12.40 Rp 8.60 Rp 13. Rp 17.960 117. 119. Rp 17.

Biaya per satuan ekuivalen untuk biaya konversi (dibulatkan ke sen.46 a.000 Biaya tenaga kerja 60.000satuan 95. PT.000 .000 satuan .000 RP 0 Rp 86. Tulus menggunakan metode rata-rata tertimbang.Produk dalam proses awal Rp 8. Rp 0.Unit ekuivalen dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang 100.200. 1 Desember 1984 sebanyak 1.000.000 Rp 32. Bahan digunakan pada akhir proses. Satu Departemen.000.800. FIFO 123.350 d. terdekat) adalah: Rp ()A-4 b.500 a. Rp 0.Biaya per satuan Rp 480 Rp 400 Jumlah produk jadi periode tersebut 90.Biaya produksi Rp40.50 Porsibagian dari biaya total dalam sisa pekerjaan dalam pelaksanaan akhir yang menyangkut biaya transfer masuk adalah: RP 0 b.000 Rp 6.000 .000. Harga pokok produksi barang tersebut: Biaya bahan baku Rp 80.000 Rp 79.000.Biaya konversi adalah 20% selesaiuntuk produk dalam proses awal dan 40% selesai untuk produk dalam proses akhir.800. 120.000 50.000 Rp 88.000 satuan.000 . Rp 1. Rp 1.200. Rp 1.000.000 Biaya overhead pabrik Jumlah RD 190. Ada Produk Hilang Pada Akhir Proses.000 Satu Departemen.000 unit dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 80% dan biaya konversi 50%. c.000 Rp 8. c. Rp 0. Data kegiatan produksi dan biaya produksi pada perusahaan " M E C pada bulan Desember 1984 adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal.48 d.000.000 Rp 6.800. Metode RATA-RATA Dari sebuah perusahaan yang memakai metode harga pokok proses diperoleh informasi sebagai berikut: Biava Bahan BakuBiava Konversi .000 Rp 6.650 121. Harga pokok produk jadi dan produk dalam proses akhir adalah: Produk Dalam Proses Produk Jadi Rp 79.000 satuan dan produk dalam proses akhir adalah 10.

Rp 960.000.Produk yang masuk dalarn produksi periode ini sebanyak 9.000 unit Produk yang hilang pada akhir proses sebanyak 500 unit. Produk dalarn proses akhir. 124.000 Data untuk menjawab soal no. Biaya per unit untuk masing-masing elemen biaya adalah: Dari De~artemen Sebelumnva Rp 964 Rp 960 Rp 460 Rp 980 Tenaga Keria Rp 964 Rp 540 Rp 540 Rp 964 OverheadPabrik Rp 980 Rp 460 Rp 960 Rp 964 .000 b.biaya tenaga kerja Rp 480. jika perusahaan menggunakan metode harga pokok FWO adalah: a. Ada Produk Hilung Pada Awal Proses. Rp 1. 124 Dua Departemen.000 unit.440. 80 kg masih dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi. Perusahaan menggunakan metode rata-rata dalarn menentukan harga pokok produksinya. dan biaya overhead pabrik Rp 23. terdiri dari biaya dari departemen sebelumnya Rp 140.000.800. Produk selesaidan ditransferke departemen selanjutnya 900 kg.198.000. 60% biaya konversi).000 d. Produk selesai yang baik sebanyak 9. Biaya yang dikeluarkan pada periode ini ( Desember 1984 ) adalah: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah harga pokok produk selesai yang dikirirnkan ke gudang. Metode RA TA -RATA Persediaan barang dalarn proses awal bulan 200 kg (100% biaya bahan. Sedangkan biaya yang ditambahkan di departemen yang bersangkutan adalah: dari departemen sebelumnya Rp 800. Rp 1. dan biaya overhead pabrik Rp 420. 20 kg produk dinyatakan hilang pada awal proses.300. Rp 238. 3 1 Desember 1984 sebanyak 500 unit.000. Departemen Lanjutan.000 c. dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 90% dan biaya konversi 60%. biaya tenaga kerja Rp480. Produk rusak ini tidak laku dijual.

000 2.000 48.000 (-) Unit produk dalarn proses awal Unit masuk proses dan selesai 48.000 (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: Biaya bahan baku (7. I Biaya Bahan Unit produk selesai 55.000 Unit produk selesai Unit ptoduk dalam proses akhir: Biaya bahan baku(2.000 7.I B.000 Biaya bahan (12.000 Ekuivalen produksi biaya bahan dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Biaya Konversi Unit produk selesai 60.000 60.000 Biaya bahan baku (2.000 x 100%) 9.000 Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 22.000 x 80%) Jurnlah 72.000 x 0%) Biaya konversi (7.600 Biaya konversi (12.000 x 30%) Jumlah 50.000 x 100%) Biaya konversi (2. Jawab: e rn Biaya Konversi 55.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: 12.000 55.000 57.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 50.000 Biaya Konversi 55.600 . Jawab: c Data produksi: Unit produk dalam proses awal Unit diterima dari Departemen 1 Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: I 7.000 69.000 x 25%) (+) Unit produk dalam proses akhir: 2. Biaya Bahan 55.000 2.000 x 30%) Jumlah 2 1. PENYELESAIAN 20.

000 10.000 .000 24.000 0 Biaya Konversi 110.000 x 60%) Jumlah 38.000 (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 78.000 x 0%) Biaya konversi (10.000 78.000 25.000 x 20%) Biaya Konversi 40.000 Unit masuk proses dan selesai 30. Biaya Bahan 88.000 Biaya Konversi 88.23.000 10.000 0 2.000 x 0%) 0 Biaya konversi (10. (-1 Unit produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai (+) Penyelesian unit produk dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 x 20%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (8. ~ n i produk selesai .000 70.000 x 50%) Jumlah Biaya Bahan 110. Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit selesai 40. Jawab: c Perhitungan unit ekuivalen: Unit selesai dan ditransfer Unit hilang dalam proses produksi: Biaya bahan (30.000 180.000 30.000 Biaya konversi (8.000 10.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (70. Jawab: a Unit produk selesai: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata Unit produk dalam proses akhir (15.000 x 80%) Jumlah unit produk selesai Jawab: a Unit ekuivalen FIFO.000 x 100%) 8.000 x 100%) Biaya konversi (70.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 x 0%) Biaya konversi (30.000 26.

000 x 50%) Jumlah 12.500 6.000 7.(+) Unit produk dalarn proses akhir: Biaya bahan (15.000 x 100%) Biaya konversi (10.000 10.000 x 40%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (15.500 87. memerlukan data tentang unit produk selesai yang dihitung sebagai berikut: Ekuivalen bahan dengan metode rata-rata (-) Unit dalarn proses akhir (15.000 Unit produk dalam proses akhir: 12.000 x 60%) (=) Unit produk selesai 100.000 x 50%) Jumlah 90.000 90.000 7.000 81.500 98.500 Jawab: c Untuk dapat menghitung ekuivalen produksi dengan metode FIFO.000 Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit produk selesai 91.000 10.000 Biaya bahan (15.000 x 60%) Jurnlah 100.000 x 60%) 9.000 Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: 0 Biaya bahan (10.000 91.000 x 50%) Jumlah 100.000 4.500 95.000 90.000 x 80%) Biaya konversi (15.500 Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Unit produk selesai 88.000 7.000 Biaya Konversi 88.000 9.500 92.000 atau: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata (-) Unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 x 0%) Biaya konversi (10.000 Biaya Konversi 91.500 .000 8 1.000 x 80%) Biaya konversi (15.000 92.000 Biaya konversi (15.000 (-) Unit dalam proses awal 10.

000 x 100%) Bahan C (10.000 15.000 10. Jawab: e Lihat no.000 10.000 x 100%) 10.000 27. Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 Bahan B (10.000 25. Biaya Koversi 25.000 15.000 10. Jawab: b Lihat no.000 35.000 Bahan B (10.000 x 100%) 10. BDP akhir Pemakaian bahan B Tingkat penyelesaian BDP awal BDP = Barang Dalam Proses .29.000 Catatan: Persediaan awal pada periode sebelurnnya belum menggunakan bahan B karena baru mencapai tingkat penyelesaian 40%. 28 ' Tingkat penyel.000 25. 38.000 6.000 Konversi (10.000 6.000 Unit masuk proses dan selesai 15.000 25. sedangkan bahan B digunakan apabila produk telah mencapai tingkat penyelesaian 50%.000 30.000 15.000 x 0%) 10.000 x 60%) (+)Unit produk dalam dalam proses akhir: Bahan A (10.000 x 100%) 10.000 (+)Penyelesaian produk dalam proses awal: 0 Bahan A (10. Produk dalam proses akhir telah menyerap bahan B 100% karena telah mencapai tingkat penyelesaian 60% (lihat gambar) I I 31.000 Bahan C (10.000 x 60%) Jumlah 25. Biaya Biaya Biaya Bahan A Bahan B Bahan C Unit produk selesai 25.000 (-)Unit produk dalam proses awal 10.000 x 0%) 0 Konversi (10.

111.000 88. 28 33.000 kg * Zat Z &an ditambahkan departemen B setelah produk mencapai tingkat penyelesaian 50%. Produk dari departemen A 5 11300 kg yang ditambah zat Z 489.500 kg 979.000 kg (dari A 489.500 kg.500 kg tambahan zat Z). berarti jumlah produk yang selesai sejumlah 979.000 x 113) Jumlah ekuivalen produksi Bahan Konversi 511.500 0 99. Produk dalam proses akhir 110.500 kg + 489. Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Departemen A Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (88.500 88.500 kg.000 x 114) i Produk dalam proses M : Bahan (99.000 kg 550.500 511.000 kg.000 kg 511. sehinggadapatdisimpulkan bahwa produk yang diselesaikan departemen B adalah meliputi semua produk yang ditambah zat Z.111.000 kg 1.32. 638.500 1 "Bahan X digunakan pada awal proses . Departemen B Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk ditransfer masuk Tambahan bahan Produk selesai yang ditransfer.000 x 100%) Konversi (99.000 kg. sedangkan dalam data diketahui bahwa produk yang masih dalam proses akhir departemen B baru mencapai tingkat penyelesaian 10%(1/5)..500 kg 126.000 423.000 kg 1.000 x O%).500 423. Konversi (88.000 kg 132.000 522. Jawab: a Departemen A Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk masuk proses (95%) Produk ditransfer keluar Produk dalam proses akhir 88.500 kg 89. Jawab: c Lihat no. 638.000 kg 511.

. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya Jumlah Biaya Rp 31.000 869.000 x 115) Jumlah ekuivalen produksi 1 "* Bahan Z digunakan pada proses tingkat 50% 35. Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan Unit selesai dan ditransfer 46.000 110.000 x 7/10) Produk dalam proses akhir: Bahan (132.000 36.000 akhir: Unit dalam proses Biaya bahan (14.000 5.600 Biaya per Unit Rp 0.000 Konversi 979.600 51.000 869.120 34.52 0.000 42.000 Biaya konversi (14.000 x 40%) Jurnlah ekuivalensi produksi 60.000 51.000 x 100%). Konversi (110.000 x 100%) 14.89 . Jawab: b Departemen B Bahan 979.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Biaya Konversi 46.67 Ru 1.000 2.892 Ekuivalen Produksi 60.600 Biaya Konversi Unit selesai dan ditransfer Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.572 Ru 101.34.000 x 0%) Konversi (132.000 Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1 10.70 0.600 5 1.000 110.200 36..000 x 113) Jumlah ekuivalensi produksi 40.

Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: (46.000 x 40% x Rp0.000 10.000 Biaya per Unit RD 1.560 42. Jawab: b Lihat no. Jumlah Biaya Rp 86.650 Ekuivalen 65.52) 3.8 1 .89) Rp 86.940 Ekuivalen Produksi 46.700 31.76 1.920 Biaya tenaga kerja (14.000 x 100%) 15.70) 3.892 Total biaya yang diperhitungkan 37.920 Rv 67.000 60.752 Biaya overhead pabrik (14.000 Elemen Biaya Bahan baku Total Biaya Rp 52.620 Rv 154.000x 40% x Rp0. Jawab: c Unit ekuivalen.000 x 213) Overhead (15. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: Biaya Tng Kerja 50.280 Biaya bahan (14.952 Jumlah harga pokok produk dalarn proses Rp 101.85 0.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: Bahan (15.000 0.000 x 213) Jumlah 65. 38.000 Biaya per unit Rp 0.000 60.000 10.000 Biaya Overhead 50.940 Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 7.000 x 100% x Rp0.000 42.000 x Rp1.61 Ru 3-50 Biaya Bahan Unit produk selesai 50. 58 Jawab: b Perhitungan biaya per unit Departemen B: Elemen Biaya Biaya dari Departemen A Biaya ditambahkan oleh Departemen B: Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 39.67) 14.000 Tenaga kerja (15.89 35.000 40.

440 . 126 Jawab: b Biaya bahan baku yang ditambahkan di Departemen 2: Unit yang diterima dari Departemen 1 Kebutuhan roda setiap unit Jurnlah roda yang ditambahkan Biaya setiap roda Jumlah biaya bahan yang ditarnbahkan Rp 27.200 x 85% x Rp15) Biaya overhead pabrik (1. 124 Jawab: b Lihat no.50) Tenaga kerja (1.000 19.000 x Rp53.00) Harga pokok produk dalam proses akhk Bahan baku (1.200 x 80% x Rp20) Biaya tenaga kerja (1.000 x Rp57) Jawab: d Harga pokok produk dalam proses akhk Biaya bahan baku (1.200 x 90% x Rp18.000 x Rp20) Biaya bahan untuk produk dalam proses (1.00) Total biaya yang diperhitungkan Jawab: c Lihat no.200 x 90% x Rp22) Jumlah Jawab: a Total biaya bahan: Biaya bahan untuk produk selesai (12.200 x 100% x Rp22.200 x 80% x Rp20) Jumlah Jawab: d Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (15.000 12.Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jawab: b Harga pokok produk yang ditransfer ke Departemen 2 (12.200 x 80% x Rp12.50) Overhead pabrik (1.

000 x 40%) Jumlah ekuivalensi produksi Biaya Konversi 30.48. Jawab: a Lihat no.500.000 Biaya dari departemen 1 (3.000 0 Biaya Konversi 21. 1 Biaya ditambahkan Dep.940.000 Ekuivalen Produksi 15.160. Jawab: d Perhitungan harga pokok: Rp 23.000 Biaya tenaga kerja (3. 48 Jumlah Biaya RD 13. B 0 Unit hilang dalam proses awal(l.000 Biaya bahan (4.000 x 213 x Rp580) 870. 2: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 49.OOO x 0%) Unit dalam proses akhir: 4.000 x Rp900) Biaya ditambahkan Departemen 2: 240.910.000 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi 34.700.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.000 x Rp1. Jawab: b Harga pokok per unit: Elemen Biaya Biaya produksi dari Dep.000 Biaya overhead pabrik (3.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit hilang dalam proses awal(3.000 0 .000 Unit selesai dan ditransfer ke Dep.000 x 100%) Biaya konversi (4.970.995) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 2.000 x 100% x Rp80) 1.000 Biaya bahan (3.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Rp 28.000 x 213 x Rp435) 4.000 Total biaya Jawab: a Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan 30.000 Biaya per unit Ru 900 50.000 Harga pokok produk selesai (12.

54 Jawab: c Jawab: e Perhitungan harga pokok Departemen B: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (21.000 Total biaya yang diperhitungkan Rv 1.600 Jumlah harga pokok produk dalam proses 68.000 x Rp 105) Harga pokok produk dalam proses akhir: 56 57.000 Overhead pabrik (4.000 .000 616.400 702.800 Biaya Per Unit Rp 10 15 20 RD 45 53.52. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dep.350.000 Biaya ditarnbahkan Departemen B: Tenaga kerja 585.350.287.637.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (4.000 x Rp45) Rp 1. Ekuivalen Produksi Biaya dari Departemen A RD 1.418.000 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen B : Elemen Biaya Jumlah Biaya 54.000 Biaya Per Unit Rp 45 5 Rp 50 55. B (30.000 27. Jawab: c Lihat no.800 30. .000 Tenaga kerja (4.000 30.000 Penyesuaian adanya produk hilang 3. Jawab: d Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya yang dihitung Rp 340.000 Jurnlah biaya yang dihitung Rv 2.000 Ekuivalen Produksi 34.000 23.000 x 20% x Rp15) 12.418.000 23.400 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditambahkan RD 1.RD1.000 x 20% x Rp20) 1.000 30.000 x 100% x RplO) Rp 40.000 462.

000 3.000 Ru 2.000 9.637.600 9.000 10.000 Overhead pabrik (6.000 10.000 x 80% x Rp400) 2.000 x Rp50) Rp 300.000 640.560.000 x 100%) Konversi (2.000 x Rp1.000 432.000 10.000 8.000 Tenaga kerja (2.000 x 100% x Rp400) Rp 800.000 6.000 Rv 14.000.000 2. Jawab: a Bagian A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 8.000 x 40% x Rp30) 72.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (2.000 x 40% x Rp25) 60.840.600 Biaya Per Unit Rp 400 400 700 Rv 1.120.000 - 1.500 Perhitunnan Harna Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (8.560.Biaya dari Departemen A (6.000 x 80%) Biaya Konversi 8.000 Ovehead pabrik (2.000 .000 x 8Wo x Rp700) 1.000 Jumlah & 14.000 2.000 Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (2.560.500) Rp 12.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Total biaya yang diperhitungkan 58.720.000.000 Tambahan biaya di Departemen B: Tenaga kerja (6.600 Perhitunnan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Rp 4.

500)Rp 1.800.000.000 5.000 Rp 1.900.000 x 60% x Rp250) 150.000.000) Rp Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.600 Elemen Biaya Harga pokok ditransfer rnasuk Biaya tambahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 12.000 1.000 1.600 250 250 Rp 2.000 8.000 - 600 7.000 x Rp1.500.000 15.000 10.800.000 2.000) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (1.000 Produk selesai ditransfer ke C Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses: Bah'm (1.500 1.000 x 60% x Rp250) Jumlah Rp Bagian C Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir 10. Biaya Konversi 5.900.000 4.000 150.500 500 5.ooo .000 1.000.000 x 60%) Perhitunaan Biaya Per Unit.000 x Rp2.Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian A Ditransfer ke C Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 5.800.000 Rp 15.000 x 100%) Konversi (1.600 7.000 2.000 Overhead pabrik (1.000 Tenaga kerja (1.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke C (5.000 4.000 7.000 x Rp2.

000 Rp 2.000.000 300 4.r per unit Departemen 11: I'iemen Riaya Biaya dari Depatlcmen I Pcnyesuaian akihat tanlbahan bahan (4 x 5.750.500 Rp 21.000 24.300 4.000 Jumlah biaya dihitung Rv 372.862.000.000 1.500~ Rp4.212.000 20.875 4.000 Ovcrhead p a h i k (500 x 75% x Rp300) 1 12.000 1.000 9.Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (500 x 100%) Konversi (500 x 75%) Biaya Bahan 4.000 Biaya per Unit Rp 20 Rp 4 16 8 3 RD 15 60.500 Perhitungan 14ar~a Pokok Produksi: ~argapokok produk yangdiiransferkc gudang (4.350.875 Biaya Konversi 4.000 5.212.000 Perhitun~a~i Biaya Per Unit: Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Biaya tanibahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jurnlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 10.000) 750.000) Jumlah setelah penyesuaian Biaya ditarnbahkan oleh Departemen 11: Biaya bahan baku 200.000 'I'c~iaga kerja (500 x 75%)x Rp2.000 Rp 20.000 25.000 x Rp4) Rp 300.500 59.000 .875 Rp 2.500 Rp 21.000 Ekuivalen Total Biaya Produksi Rp 100.300) Harga pokok PI-odukdalam proses akhir: Ilarga pol<oh d. Jawab: a I'erhitungan biay.000) R Rp 1.000 5.000 Biay a konversi 72.000 x Rp15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I (5.500 500 375 5.500 4.000 25.i~-i (500 x Rp2.462. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 11: Harga pokok produk selesai (20.500 Jumlah Rp 19.

Jawab: a Lihat no.000 x Rp5.60 Ditarnbahkan oleh Departemen B: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Rp Jurnlah Rp 63.49 Rp 3. 60 Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi: Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 35.000 Elemen Biaya Dari Departemen A Penyesuaian produk hilang Jumlah Biaya @ 140.000 1 .400 19.400 Ekuivalen Produksi 40.850 . Jawab: a Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (35.000 x Rp3) Jumlah harga pokok produk dalam proses Jumlah biaya yang diperhitungkan 6 1.000 Biaya'konversi (4.000 Unit produk hilang awal proses: Biaya bahan (1. Biaya Konversi 35.OW x 0%) Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 x 0%) 0 Biaya konversi (1. 62 17.020 32.800 69.000 Rv 75.51 0.om 39.000 x 50%) 2.620 64.000 x 25%) Jumlah 37 .000 Biaya Per Unit Rp 3. Jawab: c Lihat no.OOO Perhitungan biaya per unit: 40.000 x Rp 8) Biaya konversi (5.Biaya ditambahkan Departemen 11: Biaya bahan baku (5.000 15.000 62.51) Rp 192.000 Rp 375.220 209.

60) Rp 14.l) Penyesuaian produk hilang Total Biaya Q Ekuivalen Produksi 100.000 0 12. 156 .000 Biaya per Unit 810.000 Biaya ditambahkan: 24.000 82.000 x Rp9. Jawab:d Lihat no.46) 900 Tenaga kerja (4.Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen A (4.000 x 25% x Rp0. 64 Jawab: b Unit ekuivalen: Unit produk selesai Unit hilang awal proses (10.000 x 60%) Jurnlah 67.000 Elemen Biaya Biaya dari departemen Pulp: (100.O) Rp 180. Jawab: c Lihat no.000 x 50% x Rp0.000 x 60% x Rp4) & 1.000 328.000 x 60% x Rp2) 48.400 Biaya ditarnbahkan: 920 Bahan baku (4.000 Jurnlah Rv 1.000 90.000 Jumlah 68.000 Tenaga kerja (20.000 82.000 Harga pokok produk selesai (70.000 Perhitungan harga pokok produksi: Rp 1.90) Overhead pabrik (4.55) 550 Jurnlah 65.302.302.000 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditarnbahkan Ru 492.050.000 x Rp8.000 x Rp150) Harga pokok produk dalam proses: Biaya dari departemen Pulp (20. 66.620 Biaya Konversi 70.000 Biaya ditambahkan: Tenaga kerja 164.000 82.000 252.000 10.000 x 25% x Rp0.000 Overhead pabrik (20.000 x Rp3.000 x 0%) Unit produk dalam proses akhir (20.770 RR 209. Jawab: a Biaya per unit: 16.

000 2 16.800 kg 4.800 kg 4.800 kg x 113 x Rp135.800 kg x 100%) Konversi (4.69.800 kg x 100% x Rp198. Jaivab: d Lihat no.800 kg 400kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (4.5) 108. 156 Jawab: b Bagian Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: 10.000 Jumlah Bagian Pengujian Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Hilang awal proses (normal) 6.400 kg 3.600 kg 800 kg .800 kg x 113) Biaya Bahan 10.25) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (4.00) Overhead pabrik (4.800 kg x Rp401.800kg Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabri Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Perhitunvan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (10.800 kg 15.800 kg x 113 x Rp67. 70.75) Rp 954.000 Tenaga kerja (4.600 kg Biaya Konversi 10.

70 99.600 kg x 113 x Rp99.Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 6.197.060 (3.400 kg x Rp697.05) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.OO 45.920 Tenaga kerja (3.000 Jumlah Bagian Perampungan Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelumnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 4.200 kg .000 kg 1.400 7.624.624.333.200 kg 1.00) 54.400 kg 4.900 6.600 kg x Rp433.800 kg 800 kg 10.600 kg 10.400 kg 3.600 kg x 113 x Rp45.600 kg 342.200 kg Rp 4.35 119.400 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (3.800 kg 400 kg 6.000 10.05 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (6.000 kg 752.120 2.600 kg x 113) Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Penyesuaian produk hilang Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 4.400 kg Produk selesai ditransfer Biaya Konversi 4.461.00 Rp 697.800 Overhead pabrik (3.70) 430.600 kg x 100%) Konversi (3.900 Biaya Per Unit Rv40 1.600 kg Biaya Konversi 6.500 10.560.000 7 600 kg Rp 6.000 kg Perhitunaan Biaya Per Unit: 1.3 Bahan (3.163.25 Rp 433.600 kg x 100% x Rpl19.200 kg 7.780 Rp 6.OO) 118.

200 kg x Rp1.461. Jawab: b Departemen A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Produk hilang proses awal Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (1.784 Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.000 kg 1.400 kg Ru 697.000 5.000 2.400 kg 320.000 kg Rp 743.120 Rp 1.400 kg Perhitungan Biava Per Unit: 1 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit H q a pokok ditransfer masuk Rp 4.160.563.000 6.000 Tenaga kerja (1.I20 6.000 x 100%) Konversi (1.120 71.00 Jumlah Rp 9.200 kg 5.52) Rp 6.000 5.500 .800 kg x 100%) Konversi (1.566.000 unit Biaya Bahan 2.105.105.000 unit 4.338.52 Bahan 2.800 kg x 100% x Rp360.800 kg x 213 x Rp320.538.800 kg x Rp743.000 unit 2.000 Overhead pabrik (1300 kg x 213 x Rp140.Produk dalam proses: Bahan (1.52) Bahan (1.500 Biaya Konversi 2.05 Penyesuaian produk hilang 400 kg 6.728.500 unit 500 unit 1.000 x 50%) 4.000 kg 360.800 kg x 213) 1.00 Tenaga kerja 1.563.336 (1.400 kg 140.336 Jurnlah & 9.00 Overhead pabrik 756.800 kg 6.00) 168.00) 648.52 Perhitunpan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (4.OO) 384.

350 Jumlah 822.000 2.000 3.500 2.350 2.000 3.500 unit Upah Langsung Overhead Pabrik Produk selesai ditransfer ke gudang 2.000 unit 200 unit 300 unit 2.500 x Rp188) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 60.000 2.000 3.350 Overhead pabrik 117.000 Biaya Per Unit RP 60 80 48 Ru 188 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (2.000 144.000 200 200 Produk rusak Produk dalam proses: Upah langsung (300 x 50%) 150 150 Overhead (300 x 50%) 2.000 Rp 594.1 Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 210.000 .000 RD 594.000 x Rp338) Rp 676.350 Perhitunpan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Rp 470.500 unit 2.000 Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian departemen A Ditransfer ke gudang Produk rusak Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: 2.000 x 50% x Rp48) Jurnlah I Rp 470.500 240.500 Biaya Per Unit Rp 188 100 50 Rp 338 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.000 Tenaga kerja (1.000 Overhead pabrik (1.000 124.500 Biaya tambahan: Tenaga kerja 235.000 2.000 x 50% x Rp80) 24.000 x 100% x Rp60) 40.000 Bahan (1.

000 37.000 7.000 2.000 36.000 4.000 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Tenaga kerja: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Biaya Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000 x 50%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 Biaya Bahan Unit produk selesai C ) Unit dalarn proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (8.000 41.000 x 50%) Tenaga kerja (4.Harga pokok produk rusak (200 x Rp338) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (300 x Rp188) Rp 56.000 8.000 30.500 Biaya Bahan Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Bahan baku (4.000 4.000 Biaya Konversi 38. Jawab: a Ekuivalensi produksi dengan metode rata-rata: 67. Jawab: c Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: 38.500 Overhead pabrik (300 x 50% x Rp50) Jumlah 72.000 40.800 3.000 3 3. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: 38.900 RD 822.000 8.000 x 60%) Biaya konversi (8.000 2.000 30.000 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 74.600 78.000 x 75%) Ekuivalen produksi 73.400 Tenaga kerja (300 x 50% x Rp100) 15.000 x 50%) Biaya konversi (4.800 Biaya Konversi 38.

000 x 50% x Rp24) 48.000 x 60% x Rp25) 60.000 Bahan baku (4.000 Rv 451.000 x 75% x Rpl 1) Overhead pabrik (4.000 370. 77.000 370.0000 129.000 920.000 220. O OO Rv 2.000 555.000 78.067.000 11 Ru 51 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (38.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit Rp 222.000 Tenaga kerja (4.000 Rp130.067.000 Rp442.000 x 50% x RplO) Jurnlah harga pokok produk selesai dari persediaan awal Rp 222.000 x 75% x Rp16) 33. Jawab: a Lihat no.938.000 x Rp 5 1) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp48.000 Rp 41.Overhead pabrik: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah dihitung 8 1.000 Bahan baku (8.000 Rv 2. 89 Jawab: c Perhitungan biaya per unit dengan metode FIFO: Elemen Biaya Jumlah Biaya Harga pokok produk dalarn proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya Rp 1. Jawab: b Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai: Dr unit dalam proses awal ai Biaya periode sebelumnya Biaya penyelesaian: Rp 120.000 Tenaga kerja (8.000 Overhead pabrik (8.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jumlah liiaya yang diperhitungkan 76.000 .000 x 50% x Rp15) 40.

81.000.500.000 x 75% x Rp15) Biaya overhead pabrik (4.067.000 Biaya tenaga kerja (4.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 x 75% x RplO) 30.000 Biaya Tenaga Kerja Unit yang ditransfer ke gudang 42. 2 Unit dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 x 70%) Ekuivalen produksi Departemen 2: Biaya Bahan 45.000 10.000 52.000 Biaya Konversi 45.000 x 40%) x 80%) Overhead pabrik (9.942.200 Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku: Biaya persediaan-awal Rp 2. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen 1: Biaya Overhead 42. Jawab: d Lihat no.600 Tenaga kerja (9.000 Ekuivalen produksi 45.OOO Total biaya yang diperhitungkan Rv 2.000 Rp 1.000 x Rp50) Total harga pokok produk selesai 1.000 x 100%) Tenaga kerja (10.000 55. Departemen 1: 80.000 Biaya ditarnbahkan periode ini 25.200 49.600 82.000 x 50% x Rp25) Rp 50.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000 7. 94 Jawab: d Lihat no.000 Jurnlah harga pokok produk dalam proses akhir 125.Dari unit mulai diperoses dan selesai (30.000 Unit dalam proses akhir: 3. 94 Jawab: d Ekuivalen produksi dengan metode rata-rata tertimbang.500.000 7. Unit yang ditransfer ke Dep.000 45.000 79.

000 Rp 118.360.000 Rp 84.000 Tenaga kerja (10.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Rp 1.000 Rp 2.000 Rp 3.000..250) Rp 101.000) 7.250.500.000 Biaya ditambahkan periode hi 25.000 Ru 114.600 600 . Jawab: a Lihat no.000 x 70% x Rp1. B iay a per Produksi - Vnit 5 1.000 Rp 2.500.250.250.000 Biaya ditransfer periode ini 101.000 Rp500 52.Rv 27.000 x RpRp2.240 45.000 1. 75 Jawab: a Lihat no.000.000 5.000 55.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.240.000 x 70% x Rp750) Overhead pabrik (10.000 85.000 Rp 39.000 49.000 750 52. 81 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen 2: Ekuivalen Elemen Biava Jumlah Biaya Harga Pokok dari Dep.000.250 Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 1: Harga pokok produk yang dih-ansfer ke Departemen 2: (45.118.000 36.000.000 x 100% x Rp500) Rp 5.500.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir l7.990.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Overhead pabrk Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Jumlah dihitung 83.500. Rp 2.250.860. I: Biaya persediaan-awal Rp 12.000 Rv 52. 86.000 Rp 27.000.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan .000.500.500.

78.150 RP 4 .000 36.000 Overhead Pabrik (9. 89.000.500.000 kg x Rp 3.900.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan Rp 178.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Rp 27.000 Tenaga kerja (9.160.500.600 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit 9.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir : Dari departemen 1 (9.500 1.000 x 80% x Rp 750) 5.000 Rp 178.000 Ru 36.000 7.000 32.000 49.720.160.500 100 . Biaya Bahan 8. 87 Jawab: a Ekuivalen produksi dengan metode FIFO: Unit produk selesai (-) Unit dalam proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (1.000 x Rp 224) Rp 20. Rp 4.500 Biaya Konversi 8.Overhead Pabrik: Biaya persediaan-awal Biaya ditarnbahkan periode ini Jumlah dihitung 87.590) Rp 150.900.000 x 20%) Biaya konversi (1.400.000 x 50%) (+) Unit hilang akhir proses (+) Unit rusak normal (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90%) Biaya konversi (500 x 60%) (=) Jumlah produksi ekuivalen Harga pokok produksi per unit: 88.200 750 Ru 3590 Jawab: e Perhitungan harga Pokok Departemen 2: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (42.0 7.000 x 40% x Rp 600) 2.500 Elemen Biaya Harga pokok produk dalam proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Jumlah Biaya Rp 19.000 Jawab: d Lihat no.

Rp113.000 x 20% x Rp4) 3.800 Jawab: e Harga pokok produk selesai per unit: Total harga pokok produk selesai Unit produk selesai Harga pokok per unit (Rpl13.500 unit Rp 13.000 4.500) Jawab: b Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90% x Rp4) Biaya tenaga kerja (500 x 60% x Rp6) Biaya overhead pabrik (500 x 60% x Rp2) Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jawab: a Unit produk dalam proses awal Unit produk selesai: dari persediaan awal dari periode ini Unit produk dalarn proses akhir 9 1.400 4.800 dari persediaan awal Dari unit mulai diperoses dan selesai 90.800 1.000 x 50% x Rp2) 1.400 unit 400 unit Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: Biaya Bahan Biaya Tenaga Biaya Overhead Baku Kerja Pabrik Unit produk selesai 4.200 93.800 Jumlah harga pakok produk selesai Rp 23.000 (7. 200 unit 200 unit 4.000 Biaya periode sebelurnnya Biaya penyelesaian: Rp 800 Bahan (1.000 x 50% x Rp6) Overhead pabrik (1.000 Tenaga kerja (1. Rp 1.80018.800 8.400 . Jawab: a Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai: Dari unit dalam proses awal Rp 19.39 92.Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya 90.500 x Rp12) Harga pokok produk selesai Rp113.400 4.200 unit 4.800 600 Rv 4.

600 unit 95.200 96 Rp 12.2001200 unit) Rp406 Jawab: b Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai (4.800 unit 200 unit 4.400 unit 400 unit 4.(-) Unit dalam proses awal 200 (=) Unit masuk proses dan selesai 4.000 Ru 1.374.200 x Rp300) Untuk persediaan produk dalarn proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini Jawab: b Total biaya overhead pabrik pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai Rp161.000 97. Jawab:e Biaya bahan baku per unit bulan sebelurnnya: Jurnlah harga pokok produk dalam proses awal (-) Biaya tenaga kerja (200 x 80% x Rp290) Rp46.200 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 0 Biaya bahan baku (200 x 0%) Biaya tenaga kerja (200 x 20%) 40 Biaya overhead pabrik (200 x 30%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (400 x 100%) 400 Biaya tenaga kerja (400 x 85%) Biaya konversi (400 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 4.260. Rp15.200 80. Jawab: a Jumlah unit produk rnasuk proses: Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Jumlah unit diproses Unit dalarn proses awal Unit masul proses bulan ini 4.000 Rp8 1.000 .600 Jumlah biaya bahan baku yang melekat Unit ekuivalen bahan baku produk dalam proses awal: 200 unit (200 x 100%) Biaya bahan baku per unit bulan sebelumnya: (Rp8 1.000 1.600 94.400 Biaya overhead pabrik (200 x 70% xRp240) 33.000 102.

000 Ekuivalen Elemen Biaya Jumlah Biaya Produksi Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 154.000 4.000 x 113) Ekuivalen produksi 102.000 99.000 4.000 Biaya yang ditambahkan departemen ini: 74.000 80.72 101.63 R~3.800190.72 0.800 90.000 2.000 Jumlah biaya yang ditambahkan RD140.220 Total biaya yang diperhitungkan Rp295. Jawab: d Perhitungan biaya per unit: Riaya Biaya Tenaga Kerja Overhead Pabrik 80.000) : Rp1.ooo 86.020 Biaya per Per Unit Rp 1.620 86.87 0.200 x Rp250) Untuk persediaan produk dalam proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini 98.145.000 - 86.000 Tenaga kerja Overhead pabrik 65. 1 I 100.76 Rp 1.000 Rp 1.35 . Jawab: b Pencatatan persediaan perpetual Jawab: b Jumlah unit yang hilang dalam proses produksi: Unit diterima dari departemen sebelumnya Unit selesai ditransfer ke departemen berikutnya ( ) Unit masih dalam proses akhir Unit yang hilang dalam proses Jawab: a Biaya per unit yang diterima dari departemen sebelurnnya (Rp 154.000 x 1/3) Biaya overhead pabrik (6. Unit produk selesai dan ditransfer Unit hilang dalam akhir proses Unit dalam proses akhir: Biaya bahan tenaga kerja (6.050.000 80. Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi: 1.600 86.000 2.(4.

000 x 20%) 4.000 20. 108. B 150. . Jawab: b Lihat no.35) 13.103. 104 Jawab: d Lihat no.000 150. Selisih akibat pembulatan Total biaya yang diperhitungkan 105. 104 Jawab: d Hilang abnormal diakibatkan oleh kesalahan.000 20.400 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari departemen sebelumnya (6.000 126.000 (=) Unit masuk proses dan selesai 126.000 24.000 106.000 x 10%) Biaya konversi (24.000 Harga pokok produk hilang dalam proses (3. 102 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya (8O.35) Rp268.000 x Rp3.800 (+) Unit rusak dalarn proses 20.72) R~ 10.000 (-) Unit dalam proses awal (akhir April) 24. sehingga hams dibebankan ke Rugi . 107.000 24.000 x Rp1.76) Jumlah harga pokok produk dalam proses 13.000 x 113 x RpO.520 Overhead pabrik (6.740 Tenaga kerja langsung (6.580 104. Jawab: e Lihat no.400 Biaya bahan baku (24.800 4.000 126.000 150.OOO x Rp3.87) 1.000 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 2.Laba Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi bulan Mei 1990: Biaya Tenaga Biaya Overh Biaya Bahan Kerja Pabrik Unit selesai d m ditransfer ke Dep.000 x 113 x R?0.320 Biaya ditambahkan: 1.

50)120.OO) Rp 52.522.50) 1.600 160.000 x 100%) 12.000 x 90%) Jumlah ekuivalensi produksi 160.50) 220.000 x Rp18) Untuk produk rusak dalam proses (20.000 x 80% x Rp12.400 78.50) 7.894.000 x Rp52.615.OO) Tenaga kerja (24.000 x 90% x Rp22.000 x 20% x Rp18) Untuk produk selesai dari periode ini (126.400 Jawab: a Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei: Untuk penyelesaian unit produk dalam proses awal (24.200 Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak dalam proses (20.400 10.000 Bahan baku (12.000 (126.200 Bahan baku (24.000 Rp 1.050.000 194.50) 86.000 x 10% x Rp22.600 Total biaya yang diperhitungkan Jawab: a Lihat no.800 161.200 persediaan awal Dari produk masuk proses periode sekarang dan selesai 6.000 x 90% x Rp18) ~umlah produk dalam proses akhir 9.000 x 80% x Rp20. 110 .000 x Rp 18) Unit produk dalam proses akhir (12.800 60.600 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai Dari persediaan awal Biaya periode sebelumnya Rp 475.000 x 80%) Biaya overhead pabrik (12.200 Overhead pabrik (24.000 x 100% x Rp22.279.000 Tenaga kerja (24.00) Tenaga kerja (12.000 x 90% x Rp 18.400 199.00) RD9.080.OO) Jumlah harga pokok produk selesai dari 1.000 x 20% x Rp 18.OO) Biaya penyelesaian Bahan baku (24.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp264.000 x 20% x Rp12.000 Overhead pabrik (24.(+) Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (12.000 x 80% x Rpl1.800 384.000 Biaya tenaga kerja (12.000 x Rp52.400 Overhead pabrik (12.

400 x 100%) Biaya konversi (6.400 22. B Unit dalarn proses akhir Ekuivalen produksi Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (6.600 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya.600 & I 59.000 6. 4.600 16.400 Biaya bahan (6.400 22.960 .000 22.400 Biaya Bahan 16. persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B (16.360 244.112.60) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 54.400 x 100% x Rp8.400 x 25%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 113.960 Total biaya yang diperhitungkan Rp 185. 110 Jawab:a Departemen A Data produksi Unit dalam proses awal Unit dimasukkan dalam proses Unit selesai ditransfer ke Dep.lO) 4.400 Biaya Konversi 16.800 7.000 x Rp11.50) Biaya konversi (6.400 x 25% x Rp3.400 1. Jawab: a Lihat no.600 17.000 6.

60) Rp 64.960 Biaya konversi (5.960 Biaya ditambahkan: 1.600 x 20%xRp.2 13.800 110 .800 x Rp13. C Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (5. 1. A: Biava persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Ekuivalen Total Biaya Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen C (12.600 Unit produk selesai ditransfer ke Dep.600 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit Biaya Konversi 12.800 5.75) Total biaya yang diperhitungkan Departemen C Data produksi .400 16.920 Elemen Biaya Biaya dari Dep.Departemen B Data produksi Unit dalam proses Unit ditransfer dari Departemen A Unit selesai ditransfer ke Dep.000 12.600 x Rp11. C Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 2.35) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Biaya dari Departemen A (5.

104 RV 210.520 x Rp 13.85) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen B (3.864 .Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen B Unit selesai ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 320 12 800 9.656 9.520 x 0% x Rp1.120 Biaya Bahan Unit produk selesai Biaya Konversi 9.520 x 30% x Rp2.600 Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (3.600 1.600 Elemen Biaya Biaya dari Dep.760 - 49.992 Biaya ditambahkan: Biaya bahan (3.600 3 520 I 0 13.520 x 0%) Biaya konversi (3. B: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang dilransfer ke gudang (9.056 10.520 x 30%) Jurnlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 9.OO) 2 112 Total biaya yang diperhitungkan Rp 161.35) Rp46.600 x Rp16.50) 0 Biaya konversi (3.120 13.

400 Unit dalam proses akhir 123. Jawab: b Departemen I Data produksi: Unit dalam proses awal Unit masuk dalam proses Unit selesai dan ditransfer ke Departemen I1 Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: 32.114.000 Unit produk dalam proses akhir: 7.000 104.000 x 30%) Jumlah 7.400 x 25%) Jumlah Departemen I11 Data produksi: Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: Biaya Konversi 108.200 111.000 x 30%) Biaya konversi (24.800 14.200 Unit dalam proses awal 104.000 1 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 104.200 123.200 Departemen I1 Data produksi: 19.000 24.000 Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke Departemen 111108.200 Unit produk selesai dan ditransfer Unit produk dalam proses akhir: Biaya konversi (14.200 .800 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer ke gudang 123.200 Biaya bahan (24.000 96.200 Biaya Konversi 123.

880 Ru 46 1.600 511.40) Rp 17.800 x 50%) Jurnlah 115.600 Jumlah Departemen I1 Perhitungan biaya per unit: Rp 431.280 Biaya konversi (24.000 x 30% x Rp2.75) 12.000 x 30% x Rp1.000 x Rp4. Jawab:e Perhitungan biaya per unit dan harga pokok produksi: Departemen I Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode h i ' Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (104.600 29.400 129.Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (12.680 43 1.15 . Jawab: a Lihat no.15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (24.480 Ekuivalen Elemen Biaya Dari Departemen I: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya Per Unit Total Biaya Produksi Rp & 79.280 123.200 Rp 4.600 116.800 136 000 6. 114 12.800 x 100%) Biaya konversi (12.

120 Biaya konversi (12.800 x Rp5.80) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen 2 (12.600 130.760 4.Ditarnbahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Rp Rv Rv 9.200 x Rp6.25) Jumlah Departemen 111 Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Dari Departemen 11: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Ditarnbahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (123.80) Jumlah .800 x 50% x Rp0.900 140.400 Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (108.400 x Rp4.400 x 25% x Rp1.15) Rp59.780 112.680 5.40) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I1 (14.120 Biaya bahan (12.800 x Rp5.500 651.60) 7.800 x 100% x Rp0.40) Rp 69.500 Biaya konversi (14.

000 x 0%) 0 Biaya konversi (3.000 0.000 1.000 RD 18.51 37.200 38.400 Jurnlah RD 64.68 121. 132 Jawab: c Perhitungan ekuivalensi produksi: 118 119. 132 Jawab: b Lihat no.400 Biaya periode h i 15.68) Harga pokok produk dalam proses akhir: .200 RD 0.000 Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (3.000 Perhitungan harga pokok: BiayaKoversi 37.117. .000 Rp 0.300 Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit 40.48 1.000 x Rp1.500 Ru 25.400 Ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode h i Rv 25.500 Konversi: Biaya persediaan awal Rp 3. Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (37.900 17.200 Elemen Biaya Total Biaya Dari departemen sebelurnnya: Biaya persediaan awal Rp 2. 120 Biaya Bahan Baku Unit produk selesai 37. 132 Jawab: a Lihat no. Jawab:b Lihat no.69 38.500 Biaya periode ini Rp 20.000 x 40%) Jurnlah 37.

48) Selisih akibat pembulatan Jumlah 122.B ~ d a r i ~ s e b e h m m y a ( 3 .000 x Rp880) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.266 3 Rp 64.800. Jawab : b Data Produksi: Persediaan produk dalam proses awal 1. Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai (90.000 Konversi (10.000 satuan Unit produk selesai 10.000 unit 10.000 satuan Unit dalam proses akhir Unit ekuivalen biaya bahan 100.OW Produk masuk proses yang selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1.000 unit .800.000 Q 123.000 8.200. berarti tingkat penyelesaian biaya bahan unit produk dalarn proses akhir 100%.000 x 20%) 200 Biaya Konversi 9.000 1.000 10.000 satuan.000 satuan.000.000 x 50% x Rp400) 2.000 Jumlah Rp 79.106 Rp 64.000 unit Dimasukkan dalarn proses Ditransfer ke gudang 9.Produk dalam proses awal 1.530 1 Biaya ditambahkan: 0 Bahan baku (3.000 unit I 500 unit Produk rusak 500 unit Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 9.000 6. 2.800.000 8.000 Produk selesai ditransfer ( .300 Jawab: a Data produksi: 90.000 F 85.61) 576 Konversi (3.000 unit 9.000 x 40% x Rp0. berarti tingkat penyelesaian biaya konversi unit produk dalam proses akhir 50%.000 x Rp480) Rp 4. 0 0 0 ~ ~Rp) 1. Unit ekuivalen biaya konversi 95.000 x 0% x Rp0.

000 Biaya penyelesaian: Bahan (1.000 9.000 x Rp120) Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak (500 x Rp120) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (500 x 90% x Rp40) Rp18.5 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok persediaan awa 1Rp 190.000 x 50% x Rp60) Overhead pabrik (1.000 9.000 Tenaga kerja (1.000 x 50% x Rp20) 10.Konversi (1.000 x 20% x Rp40) 8.000 Jurnlah 124. Jawab: b Data Produksi: Persediaan dalam poses awal Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Hilang pada awal proses Dalam proses akhir Biaya Per Unit 200 kg 980 kg 900 kg 20 kg .300 186.300.000 30.000 x 50%) Produk rusak Produk dalarn proses akhk Bahan (500 x 90%) Konversi (500 x 60%) Jumlah Perhitungan Biava Per Unit: 500 500 - 910 .000 Dari produk yang masuk dalarn bulan Desember: (8.000 Overhead pabrik (500 x 60% x Rp20) 6.000 Tenaga kerja (500 x 60% x Rp60) 18.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk selesai: Dari persediaan awal: Harga pokok awal Rp 190.300 Overhead pabrik Jumlah Rv 1.150 Tenaga kerja 558.000 9.000 Biaya bulan Desember: Bahan 366.

Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 900 kg 80 kg Biaya Konversi 900 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (80 kg x 100%) Konversi (80 kg x 80%) Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Persediaan awal Rp 140.443 964 Jumlah Rp 1.000 Periode sekarang 9130 R 940.560 480.---Biaya tenaga kerja: Persediaan awal Rp 40.000 RD 443.560 964 Biaya overhead pabrik: Persediaan awal Rp 23.000 Biaya Per Unit .000 .440 Periode sekarang .000 Periode sekwang RP 520.420.800 800.904.

clan c benar d. yang dihasilkan dengan serentak dikenal sebagai: a. 2. . yang masing-masing mempunyai nilai penjualan yang berarti. b. Mana dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat menggambarkan produk gabungan? Suatu produk yang dihasilkan dari bahan-bahan sisa a. Dua buah produk atau lebih yang dikombinasikan untuk membuat satu jenis produk yang baru Sebuah produk yang dibuat bersama-sama antara dua atau lebih b. 3. Produk-produk. Suatu produk yang dihasilkan secara serentak dengan produk utarna dari proses produksi yang sama dan jumlah nilai penjualannya lebih rendah dari produk utarna Joint product adalah: a. Produk bersarna Jawab a. Dua buah produk atau lebih yang dibuat secara serentak bersamaan d. Suatu produk yang mempunyai harga jual lebih rendah dari produk utama Suatu produk yang dihasilkanbersama-samadengan prod& utama yang c.BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN A. Produk sampingan b. nilai jualnya tidak menutup biaya produksi d. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN 1. Produk utarna c. b. perusahaan atau devisi dari sebuah perusahaan Sebuah produk yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan c.

Co-products c. 6. pembedaan apakah suatu produk merupakan produk utama ataukah sampingan didasarkan pada: a.i. Harga jual per unit tiap jenis produk c. Proses ekstratip d. By-products h. Istilah biaya bersama (common cost) dan biaya bergabung (joint cost) akan timbul. Departemen produksi d. . Separable products Perusahaan yang menghasilkan beberapa janis produk dengan menggunakan fasilitas yang sama tetapi dalam waktu yang tidak sama dan bahan baku serta tenaga kerja dapat diidentifikasikan untuk setiap jenis produk. Produk common Di dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk dari satu proses produksi dan dari bahan baku yang sama. d. Proses operasi Dua atau beberapa macam barang-barang yang dihasilkan dari suatu proses pnduksi yang sama pada waktu yang sama pula. proses penyulingan tersebut harus d~perlakulian sebagai: . Proses biaya campuran h. 8. akan tetapi tidak menggunakan M n haku yang sama. maka produk tersebut dinamakan: a. Total nilai jual relatifnya Perbandingan jumlah tiap jenis produk yang diproduksi b. Harga jual hipotetis 5. Hal tersebut timbul dalam proses cost method dikenal a denpan: a. Proses produksi biasa C. Periode akuntansi Tujuan pokok alokasi biaya bersarna kepada produk bersama ialah: Untuk menghitung selisih biaya (cost variance) a.5 penyulingan bahan tambang tertentu. Produk sampingan d.4 Jika suatu perusahaan memperoleh dua produk yang dapat dijual dari. Joint-products d. Volume c. Produk ko b. Produk bersama c.suatu pnlx. b. bila k l a s i f h i biaya didasarkan pada hubungannya dengan: Produk a. 7. 9.

Biaya tarnbahan setelah split-off c. Benar b. 13. 14. rata-rata biaya per satuan. Metode volume relatif d. c. Metode berat relatif c. rata-rata tertimbang Berdasarkan nilai jual masing-masing produk pada titik terpisah (splitd. Tujuan penentuan nilai persediaan Ketiga jawaban di atas betul semua d. Pengendalian biaya bersarna Jawaban a. dan c benar Biaya bersarna (joint cost) dialokasikan: a. Untuk mengendalikan biaya Untuk penentuan harga pokok produk Untuk keperluan pajak 10. Metode harga jual relatif b. b. Penentuan harga pokok produk untuk pengambilan keputusan b. Kepada produk sampingan (by-product) Berdasarkan perbandingan biaya tambahan (separable costs) setelah b. 5. Salah Untuk pengambilan keputusan memproses lebih lanjut atau tidak satu atau lebih produk bersama. titik terpisah (split-off point) Berdasarkan nilai jualrelatif. Tujuan penentuan harga pokok produk b. b. d. Profitabilitas relatif d. Penentuan harga pokok persediaan dan perhitungan rugi-laba yang sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia c. c. metode-metode alokasi biaya bersama yang paling tepat adalah: a. Tujuan alokasi biaya bersama adalah: a. dan c benar d. off point) Biaya-biaya joint product pada umurnnya dialokasi dengan menggunakan: Nilai penjualan relatif pada split-off a. satuan fisik.. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan biaya adalah perlu untuk melakukan identifkasi biaya pengolahan sesudah saat pemisahan (split-off) a. .b. Alokasi joint cost ke setiap produk tidak bermanfaat untuk: Tujuan perencanaan dan pengendalian biaya a. atau c. Jam kerja tenaga langsung 11. Jawaban a. 12. b.

d. Joint cost paling sering dialokasikan berdasarkan relative: a. 19. X. 18.000 10. Jawaban a.000 Berat produk per unit (kg) 3 2 4 2. 23 soal Alohasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual RelatiJ Rata-rata Tertimbang. Produk utama dapat laku dijual saat dipisah atau setelah diproses lebih b. b. Conversion cost c. Besarbiayabersama (joint costs) adalah sebesarRp1. Jumlah pisik Harga jual relatif b. b.dan Ratarata Biaya Persatuan PT Merdeka menghasilkan 3 jenis produk utama (main products) yaitu W.000 50. c benar 17.200. Pnme cost d. Laba bersih d. lanjut Produk utama dapat dijual setelah diolah lebih lanjut c. Data untuk ~lenjawab no.000 10. Data mengenai produk yang dihasilkanperusahaan dengan biayabersama tersebut adalah: Jenis Produk W X Y Z Jumlah produksi unit 20. Perusahaan yang menghasilkan produk utama dan sampingan d. metode harga jual hipotetis cocok untuk: Produk utama yang laku dijual saat dapat dipisah a. Sales value Metode alokasi biaya bersama (joint cost) kepada produkbersama (joint product) yang akan menghasilkan laba bruto yang sama besamya ialah: Metode nilai jual relatif a. 21 s. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukansebagai penghasilan di luar usaha (otherincome). Y dan 1jenis produk sampingan Z. Jika perusahaan menghasilkan joint product.16. Profitability b.000.50 Harga jual per unit Rp 20 16 40 5 . c. Perbedaan kemarnpuan produk bersama (joint product) untuk menghasilkan pendapatan diakui bila alokasi biaya bersama didasarkan: a. Metode rata-rata tertimbang c. Metode satuan fisik Metode rata-rata biaya per bulan d.

~naka a.3 ? Nilai pasar (Rp) ? 110.777 d. Rp290. yaitu A.500 b. Produk C d. C dan D. Data untuk menjawab soal no. Rp 143.667 c.000 Produk dijual (kg) 30 45 23. Informasi untuk kegiatan bulan April 1990 adalah: Keterangan A B Produk yang dihasilakan (kg) ? 60 Harga pokok produk bersama (Rp) 60.333 b. maka biaya yang dialokasikan ke produk Y adalah sebesar: a.0CM. Produk B a. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a. 26.000 d.000 190 Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terbesar adalah: Produk A b. Produk B a. c. Rp287.750 c. Produk C d.000 40 D 90 ? ? Total 240 7 75 400. Rp 133. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terkecil adalah: Produk A b.500 90.909 d.000 Jika biaya bersama dialokasikan dengan metode rata-rata blaya per satuan. 24 s. Rp 240.000 21. 28 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif I "MDJ" menghasikaq 4 jenis produk bersama. Produk B a.333 b. Selarna ini T perusahaan mengalokasikan harga pokok bersama dengan nilai jual relatif. . Produk D Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terkecil adalah: Produk A b.000 Jika alokasi biaya bersama didasarkan metode ratalrata tertimbang. 25. Rp 150.20.d. Rp 230. c. Produk B a. C 50 67. dengan berat produk sebagai angka penimbang. Jika :~lokasi biaya bersama didasarkan pada metode ~ ~ i ljual relatif produk ai alokasi biaya bersama ke proodk Y adalah sebesar: bersarna. Produk D 24. c. c. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terbesar adalah: Produk A b.000 c. Rp300. Produk C d. Rp 300. Rp 213. Rp266. Produk C d. Rp 127. B. 22.

oOO ? ToTAL 7 . 25% dari penjualan c.000 Rp 70.000 untuk Q dan Rp 9. 29 s.Nilai penjualan jika telah diproses lanjut 28. 14 217% dari harga pokok d.600 untuk R c. Rp 15. 9.400 untuk Q dan Rp .000 Rp20. Data untuk menjawab soal no. B. Rp 14. 16 213 dari harga pokok Data untuk menjawab soal no.000 Umpama biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah split-off. Q. Rp 16. berapa nilai jual pada split-off untuk produk P ? a. 30 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif FT Badai Timur memproduksi barang P.000 untuk Q dan Rp 12.000 untuk R d.000 ? Rp15.000 Rp 36. Rp 12.berapa joint cost yang akan dialokasi pada barang produk Q dan R? a. dan C. Rp 60.27. Dengannilaipasar relatif tersebutmasing-masingjenis produk akan menghasilkan laba kotor: b.d.000 Rp 7.000 Rp 30.000 Rp 15. dan R melalui proses tergabung (joint process).333 b. Rp 63.000 Rp 5.Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut . 33 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif Sebuahperusahaan membeli bahan baku bernarna Z dengan harga Rp 0.000 untuk R b.000 c. Produk A dijual pada titik terpisah (split-off point) tanpa memerlukan .000 ? E 1.Nilai penjualan pada titik pisah/split-off . P 4. Bahan ini diproses di Departemen I dan pada akhir pernrosesan diperoleh tiga macarn produk yaitu A.000 Rp100.500 d. 31 s. Rp 59.Biaya gabungan ('joint cost) .Satuadunit diproduksi .d.000 untuk Q dan Rp 8.000 29.OOO Rp 60. 25% dari harga pokok a. Inforrnasi tarnbahan adalah sebagai berikut: .000 Rp120.000 untuk R Umparna biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah spit-off.000 Rp 3.80per liter. Rp 58.000 ? Q 2.

64 a.000 liter 10. Rp 27.000 C 4 5.73 b. Untuk mengalokasikan biaya sebelum titik terpisah (split-off point) digunakan metode harga relatif (relative market value). b.000 liter - Rp 96. Rp 24. Rp 40.000 10.200 Rp 34.000 Rp 36.000 liter Rp 30.500 Alokasi biaya bersama untuk produk B ialah: a.363. Berikut ini ialah data untuk tahun 19B: Harga beli Z Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik I Rp96. b.000 Penjualan Persediaan akhir Penjualan A 20. Informasi tarnbahan untuk kegiatan produksi bulan Juli 19x1 adalah sebagai berikut: .500 Alokasi biaya bersama untuk produk C ialah: a. sedangkanproduk B dan C memerlukan proses tambahan sebelum dapat dijual. sedangkan pada akhir tahun tidak ada persediaan bahan baku Z maupun persediaan produk dalam proses. Rp17. Rp 35. Rp 24.000 3 1. dan W dari suatu proses gabungan T (joint process) Biaya gabungan (joint Costs ) di alokasi berdasarkan harga jual relatif pada pernisahaan (split-off). d.750 Tidak terdapat persediaan pada awal tahun.000 liter 15. c.000 B 30.272.09 32.909. Rp 27.000 c.000 c.000 Departemen I1 Rp45. G.pernrosesan tambahan. d. Alokasi biaya bersama untuk produk A ialah: Rp16.000 liter Rp 141.000 Rp 20. d.000 33.000 14. produk B diproses di Departemen I1 dan produk C diproses di Departemen 111. Rp 60.000 21. 30. F Cemara membuat produk F.

000 936.000 Data untuk menjawab soal no. Rp 400. 35 s. b.000 30.OOO Jenis Berat Nilai jual (kg) setelah terpisah Biaya memproses Iebih lanjut Nilai jual setelah diproses Lebih lanjut 34.00 88.000 d.000 Rp 750. Rp 30. Rp 21.000 320. produk A sebaiknya tidakdiproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan rugi Rp 80. Rp 28.000 Total 100. Rp 200.000 c.000 Rp60. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode harga jual relatif adalah: a.000 ? Produk W 10. berapa laba kotor (bruto) PT Cemara atas penjualan ini? b.000 c. Semuajawaban di atas benar 35.000 satuan W diproses lebih lanjut dan dijual seharga Rp 78.d. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. Rp 300. Apabila alokasi biaya bersarnanya memakai metode berat relatif.500 a.000 c.000 ? G 40.000 Dengan asumsi bahwa 10. .000 Rp 450.OOO. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode berat relatif adalah: a.000 Rp 270. Rp 200.000 538.000 12.000 b. dan c benar Apakah sebaiknya A diproses lebih lanjut? a. 37 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilui Jual Relutif Biaya bersarna Rpl.000 d. Jawaban a.000.000 Rp 420.000 130. Rp 66.Satuan produksi Biaya gabungan (Joint Costs) Harga jual pada pemisahan (Split-off) Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Harga jual apabila diproses lebih lanjut F 50.000 d. Rp 300.000 36. Rp 400.000 b.000 78.

300 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan 37.000 225.000 90. PU Rp 75.000 Rp 1.500 satuan @Rp 225. produk A sebaiknya diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan untung Rp 120.500 75. Perusahaan industri ATAKANA memproduksi produk utama PU dan dua produk sampingan yaitu PSI dan PS2. d. Selama bulan Desember 1985.1 PU-2 PS Kuantitas Harga Jual 6.500 .50 1.000 150.1.000 satuan @Rp 112.500 Besarnya laba untuk PS 1 dan PS 2 masing-masing adalah 15% dan 12%.000 Rp 45. 37. dan c benar PT KARUGO suatu perusahaan industri yang menghasilkan tiga macam produk berupa dua macam produk utama yaitu PU-1 dan PU-2 serta satu macam produk sampingan yaitu PS. Terhadap penjualan produk PS diperhitungkan laba sebesar 20% dari harga jualnya.500 1.000 750 550 7.00 450 satuan @Rp 55.000 Sebaiknya A tidak diproses lebih lanjut karena incremental cost apabila diproses lebih lanjut lebih besar dari incremental revenuenya Jawaban a.b.000 PSI Rp 6.500 Biaya pemasaran dan Adrninistrasi 6.00 Biaya produksi bulan Desember 1985 adalah sebagai berikut: Biaya bersama Rp 320. Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode harga jual relatif.000 Jenis biaya Bahan baku Upah tenaga kerja Overhead pabrik Biaya setelah pemisahan PU-1 PU-2 Ps Rp130.PU-2 danPS dengan menggunakan metode harga jual relatif dalam mengalokasikan biaya bersarna. Produk sampingan yang dihasilkan memerlukan proses lebih lanjut agar laku dijual.000 30.000 3.000 5.000 PS2 Rp 3. b.500 Diminta: Menghitung hargapokok satuanproduk PU. 38.000 80. Data untuk bulan Agustus 1988 yang tersedia adalah sebagai berikut (angka dalam ribuan rupiah): Penjualan Biaya pabrikasi setelah pemisahan 11. c.500 Jumlah Rp 84.100 90 0 13. &ketahui data produksi sebagai berikut: Produk PU.

000 x Rp1.000 *** Rp 1.000 kg x Rp 1. = Jawab: b Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 x Rp 1.000 Y 10.000 * Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp400.000 kg/200.000/Rp 1.000 50.600.200.000 .000 2 100.200.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: 100. PS 1 dan PS 2.600.200. PENYELESAIAN 20.000/200.600.000/Rp 1.000 x Rp 1.000 Jumlah 200.000 X 50.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp400.200.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode nilai jual relatif: Jenis Produk W X Z Jumlah Jumlah Unit Diproduksi 20.200.000 240.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: Rp800.000 Rp 240.000 ** 300.000 Rp600.Diminta: Hitung biaya pabrikasi sebelum pemisahan untuk PS 1 dan PS2 dengan 1 menggunakan market value method Buat perhitungan labdrugi untuk PU.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: 40.000 600.000 2 1.000/200. 2 B. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 Harga Jual per Unit Rp20 16 40 Harga Jual Total Rp400.600.000 400.000 * ** *** * Joint cost yang dialokasikan ke W: 60.000 10.000 x Rp 1.000 x Rp 1.000 Rp 360.200.000 = = Biaya Alokasian Rp300.200.000 800.200.000 W 20.000 4 40.000 Rpl .000 * 600.200.000 ke produk-produk utarna berdasarkan metode rata-rata tertimbang: Jumlah Unit Berat per Berat Biaya Jenis Produk Diproduksi Unit (kg) Total (kg) Alokasian 3 60.000/Rp 1.000 = = = Rp 360.200.000 Ru 1.

000 *** Y 10.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata biaya per satuan: Jumlah Unit Biaya Jenis Produk Diproduksi Alokasian W 20. Nilai jual produk D.200. berikut ini disajikan kembali data soal yang telah dimodifikasi dengan mengganti data yang tidak diketahui dengan huruf: Keterangan A B D n ! h ! Produk dihasikan (kg) a 60 50 90 240 Harga pokok (Rp) 60.000 x Rp1. .000 x Rp 1.500 c d Nilai pasar (Rp) e 110.000x d = b. Jumlahjoint cost yang dialokasikan ke produk B (menjadiharga pokok B).000 x Rp1.000 = Rp750.000 23.000 I * Joint cost yang dialokasikan ke W: ** Joint cost yang dialokasikan ke X: *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Atau dapat juga dihitung sebagai berikut: Biaya rata-rata per unit: Rp1.000 20.000 Rp 1.200.000 90. yang secara mudah dapat dihitung dengan cara: 240 .000 unit = Rp15 Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp15 x 20. yang dihitung dengan cara: fl400.0001400.000 Jumlah 80. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk C (menjadi harga pokok C)..000 50.000 b 67.000= Rp 300.000 * 750.000 150.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 10. Total joint cost yang dialokasikan ke masing-masing produk. Nilai jual produk A.000 ** X 50.(60 + 50 + 90) = 40.200.000180.000 = Rp150.000 f 400.000180.22.000 unit = Rp150.000 unit = Rp300.000 unit = Rp750.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 50.000 10.200.000 Produk dijual (kg) 30 45 40 75 190 Keterangan:' = a b c d e f = = = - Jumlah kg produk A yang diproduksi.200.000180.000180.000 Rp 300. Jawab: c Untuk memudahkan pemahaman. yang dihitung dengan cara: 110.200.000 x d = c.

000 300.500 * 25. Jawab: a Lihat no. nilai b dapat dihitung sebagai berikut: b 110.000 60. yang terlengkap adalah data mengenai prodlik C.225 d 300.000 x 400.000 e e Jumlah f: = - - 60.000 x 400.500 b Setelah nilai d dan b diketahui.000 Setelah data-data biaya yang dialokasikan ke masing-masing produk.000 + 82.000 90 1.500 67. sehingga dari data produk tersebut dapat digunakan untuk inenghitung data-data yang tidak diketahui.000 x 300.000 36.500 67.Dari data tersebut.000 120.000 Produk dihasikan (kg) 40 Harga pokok per unit (Rp) 1.800 x 300.000 .500) = 90. nilai c dapat dihitung sebagai berikut: 300.000 (nilai pasar produk D) 24. B C 82. nilai pasar yang tidak diketahui dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah e: e /400.0001400.000 80.000 f f = - 90.000 x d = 67.000 f 300.000/400.375 ** 1.000 **** .350 *** I2 90.000 d Setelah nilai d diketahui.000 82.000 e 300.000 300.(60.000 90. Data produk C dapat digunakan untuk mencari jumlah d dengan cara sebagai berikut: 90.000 (nilai pasar produk A) f 1400.500 60 50 1.000.000 x 300.500 + 67.500 0. 23 Jawab: a Perhitungan harga pokok per kg: Keterangan A Harga pokok (Rp) 60.000 24.000.

000 x 60.000 2.000 60. nilai yang didak diketahui dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Data yang diperlukan: P Q R TOTAL Satuanlunit dip~oduksi 4.000 15.000 3.000 x 60.000 25.000 1.000 60.000 c C = = - 36.000 Jumlah d: d/100.000 Rp 100.Jawab: d Lihat no. 25 Jawab: a Keteran~an Harga pokok (RP) Harga jual (Rp) Laba Kotor (Rp) Persentase laba kotor dari penjualan *) *) Laba Kotor X 100% Harga Jual Jawab: c Dengan logika yang sarna dengan sod sebelurnnya. 60.000 Nilai jual pada titik split-off c d Rp15.000 60.000/100.000 ~ i a i gabungan (joint cost) Rp36.500.600.000 a a b Rp.000 Jumlah a: Jumlah c: c/100. 28 .000 = b b 9.000 Jumlah b: 15.000 1.000 d d - Jawab: c Lihat no.000x60.000 7.

000 liter Jumlah Nilai Penjualan Rp 30.000 60.000 Blaya tenaga kerja 14.000 liter 0 liter 30.000 189.15 Total Penjualan Rp 45.000 120.000 liter B 30.000 24.000" 66. Jurnlah joint cost adalah biaya-biaya yang diieluarkan oleh Departemen I: Biaya bahan (Z) Rp 96.000 liter C 45.20 5. Jawab: a Lihat no.000*** Ru 180.000 Jumlah Rp 120.20 5.30.000 liter 10.000 Ru 330.000 Biaya Penjualan Biaya Tambahan Relatif Alokasian Rp 0 Rp 45.50 3.000 30.000 liter 15.000"" 114.000 Ru120.000 liter 6 0.000 31. 30 Jawab: b Lihat no.50 3.000 liter C 45. 33.000 60.000 30.000 Rp36.000 liter B 30.15 Alokasi joint cost berdasarkan nilai jual relatiel3 Jenis Produk A B C Jumlah Jumlah Diproduksi 30.000 96.000 Biaya overhead pabrik 10.000 141.000 75.000 liter Harga jual per liter: Jenis Produk Produk Terjual A 20.000 Jurnlah liter produk yang diproduksi: Jenis Produk Produk Jumlah Produk Terjual dalam Persediaan Diproduksi A 20. 30 Jawab: c Data yang dapat digunakan untuk alokasijoint cost bedasar harga jual relatif pada saat plit-off: 32.000 liter 3 0.000 Harga Per Unit Rp 1.000 Ru 150.750 Harga Jual per Liter Rp 1.000 96. .

000 = Rp 252.000/750.000.000 Alokasi total joint cost ke produk F:a = 420.000 35.000t750.000/750.000 100.000 ** C 600.000 48.000 400.E Satuan produksi Biaya gabungan Biaya jual pada saat pemisahan G w Total 40.000.000 a b Rp 420.000 x 450.000 Biaya yang dialokasikan ke produk B: 40 kg x Rp 10.OOO *** Jurnlah RD 1.000 750.000 Perhitungan laba kotor produk W:Penjualan (10.000 .OOO dengan metode harga jual relatifi Jenis Nilai Jual Alokasian Biaya A Rp 300.000 10.000 Rp 78.500.000 = Rp 400.000 Alokasi total joint cost ke produk G: b = 270.000 RD 1.000. Jawab: b Alokasi biaya bersama Rpl.000 Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagaio berikut: Biaya rata-rata per kg: Rp 1.000 50.000 Biaya yang dialokasikan ke produk C: 20 kg x Rp 10.000 unit): Alokasian joint cost Rp 36.000 dengan metode berat relatif: Jenis Berat Alokasian Biaya A 40 kg Rp 400.000 = Rp 200.000 400.000/100 kg = Rp 10.000 * R 40 kg 400.000 Jumlah laba kotor 34.000 *** Jumlah 100 kg Rp 1.OOO.000 Rp 60.000.000 Rp 270.000 = Rp 400.000 RD30.000 Rp 200.000 c Rp 450.000 ** C 20 kg 200.000 x 450.000 x 450.000* B 600. Jawab:a Alokasi biaya bersama Rp 1.000 (+) Biaya pernrosesan lanjut 12.000 = Rp 36.000 Alokasi total joint cost ke produk W:b = 60.00d unit) Harga pokok penjualan (10.000 Biaya yang dialokasikan ke produk A: 40 kg x Rp 10.000 = Rp162.

Jumlah biaya bersama: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik (-) Biaya produk PS sebelum pemisahan: Penjualan produk PS (-) Biaya proses lanjutan: Bahan baku Rp 1.800 Rp 540. Pengerjaan untuk menjawab no.750 Rp 550.0 .000 Rp 24.36.950 20% x Rp24.500 Rp 10.196.200 Perhitungan alokasi biaya bersama sebesar Rp 540.000 Rp 120.000 PU-2 165.000.000 Rp 245.000 Ru 417.000 Laba kotor: 4. maka sebalknya diproses lanjut.000 Rp 430.500 Overhead pabrik 3.000 300. Jawab: c Pertimbangan untuk menentukan apakah akan diperoses lanjutltidak dengan membandingkan tarnbahan pendapatan dengan tarnbahan biaya: Tambahan pendapatan: Pendapatan bila diproses lanjut Pendapatan bila tidak diproses lanjut Tambahan biaya: Biaya memroses lebih lanjut Jumlah kenaikan laba pernrosesn lanjut Rp 420.500 Ru 540.950 14.4** Rp 1.000 Tenaga kerja 5.000 172.500 Rp 595. 37 37.012.000 150.1 dan PU-2: Biaya Pengolahan Harga Jual Alokasi Produk Harga Jual Lanjutan Hipotetis Biaya Rp 3 17.000 80.000 Rp 320.750 Jumlah biaya produk PS sebelum pemisahan ~umlah biaya bersama produk PU-1 dan PU-2 9.200.003.000 Karena apabila produk A diproses lanjut akan menghasilkan kenaikan laba sebesar Rp 20.200 ke produk PU.500 223.6* PU-1 Rp 675.

500 x Rp540.000 satuan = Rp124.800 Biaya pengolahan lanjutan 10.1: Jumlah biaya pengolahan Biaya pengolahan Rp 317.000 Rp 3.000. 38 Perhitungan biaya pabrikasi sebelum pernisahan: Produk PS 1 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 15% x Rp6.500 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 6.500 satuan = Rp258.4 Jumlah Biaya per unit:.Perhitungan: *Rp245.000 Rp 4.196.100 900 2.003.800 Biaya per unit: Rp19.80 Produk PS Jumlah biaya pengolahan Biaya produk PS sebelum pemisahan Rp 9. Rp388.4/1.616.00 Pengerjaan untuk menjawab soal no.6 Biaya per unit: Rp747.8001450 satuan = Rp44.000/Rp417.0 Jumlah Ru 747.6 Biaya alokasian 430.500 x Rp540.000 Rp 1.180 .003.4 Biaya pernrosesan lanjutan 165.200 **R172.320 RD 2.500/Rp417.50 Produk PU-2: Jurnlah biaya pengolahan Biaya alokasian Rp 223.200 Perhitungan biaya per unit: Produk PU.0 Ru 388.000.000 Jumlah Rv 19.000 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Produk PS2 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 12% x Rp3.003.196.500 Rp 9000 420 1.

320 (+) Biaya pengolahan lanjutan 11.820 Harga pokok penjualan produk sampingan: Rp 5.100) PS2: (Rp2.OOO+Rp1.000 Biaya sebelum pernisahan produk PS2 2.180 6.38.500 Rp 42.100 psl: (Rp4.180 Rp 3 1. Perhitungan rugi-laba: Penjualan produk PU Penjualan produk PSI & PS2 Harga pokok penjualan produk PU: Rp 37.080 Jurnlah harga pokok penjualan Laba kotor Biaya pemaran clan 'administrasi Laba bersih 8.180 + Rp900) -.5000 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan (-) Biaya sebelum pernisahan produk PS 1 Rp 4.3.180 .2.

b. tersedianya laporan biaya b. Penentuan harga pokok produk Administrasi barang yang lebih sederhana c. sedangkan penyimpangan yang penting yang menguntungkan tidak perlu Yang bukan merupakan manfaat sistem harga pokok standar adalah: a. Untuk menggantikan anggaran Sebagai basis kalkulasi biaya produk untuk pelaporan ekstemal c. 2.BAB XI I 1 METODE PENENTUAN HARGA POKOK STANDAR A. motivasi kepada karyawan Semua penyimpangan terhadap standar hams ditelaah lebih lanjut c. . Pengukuran efisiensi bagian produksi 3. Pengawasan biaya Menghindarkankeputusan-keputusanmanajemen yang bersifat subyektif c. biaya Standar dapat menegaskan tanggung jawab dan dapat memberikan b. sekaligusberartipengurangan a. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK STANDAR 1. 4. d. Mengalokasikan biaya secara lebih tepat d. d. pembebanan biaya overhead pabrik Mana dari yang berikut ini menggambarkan secara paling tepat karakteristik sistem biaya standar? Biaya standarmeliputipengendalianbiaya. Tujuan standarisasi biaya (cost standard) adalah: Menentukan break-even point tertinggi tingkat produksi a. Semuapenyimpanganpenting yang tidak menguntungkanharus ditelaah. Pengendalian biaya b. Mana dari berikut ini yang merupakan salah satu dari tujuan biaya standar? Untuk menyederhanakan prosedur kalkulasi biaya dan mempercepat a. Untuk meniadakan perlunya perhitungan kelebihan/kekurangan d.

Biaya rapat direksi d. didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang a. Selisih kuantitas . Tarip c. b. Semua alternatif jawaban benar Sebuah perusahaan yang menggunakan standar yang sangat kaku (teoritis)pada suatu sistem biaya standar akan mengalami: a. Kuantitas d. Jawaban a. di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal Standar teoritis. seluruh selisih (variance) dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utarna: selisih harga. Sistem harga pokok pesanan atau sistem harga p k o k proses d. dan c benar Untuk tujuan pengawasan.Sistem harga pokok standar dapat diterapkan pada: Sitem harga pokok pesanan saja a. Sitem harga pokok proses saja c. Varian yang terjadi pada umurnnya tidak menguntungkan c. b. Suatu perangsang besar yang bempa bonus akan dibayarkan b. Para pegawai akan didorong keras untuk mencapai standar d. Biaya &an lebih baik terawasi daripadajika standar yang lebih longgar (lunak) dipergunakan Metodeharga pokok standarmerupakan metode untuk menentukanjumlah biaya yang seharusnyauntuk membiayaiproses produksi tertentu. para pelaksana Standar rata-rata biaya waktu lalu didasarkan atas dukungan saat c. Berikut ini golongan standar mana yang banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan: Standar normal. didasarkan atas tingkat efisiensiyang dapat dicapai oleh b. Selisih pemakaian b. Volume Selisih efisiensi sering disebut dengan nama a. Biaya promosi penjualan c. b. dan selisih: Pengeluaran a. permulaan menentukan harga pokok standar d. selisih efisiensi. Biaya tenaga kerja langsung b. Tidak dapat diterapkan pada kedua sistem harga pokok di atas Biaya standar terutarna efektif untuk mengendalikan biaya yang mana: a.

(KSt .HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. Iawaban a dan b benar 12.andar d. manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih pemakaian bahan baku (materials quantity variance)? (HSt . Berikut ini adalah karakteristik metode partial plan.d. Persediaan bahan baku dicatat pada biaya sesungguhnyadan persediaan produk jadi dicatat pada harga pokok st. d. . Debit Kredit b. .c. Selisih hargapokok standardicatat (dihitung)atas dasar input biaya yaitu pada saat biaya terjadi selama periode akuntansi c. c. Selisih pemakaian dan selisih kuantitas Selisih kualitas 1 1.Metode pencatatan harga pokok standar ada dua bentuk pokok yaitu single plan dan partial plan. b. KECUALI: a.HS) x KSDip a. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai.HS) x KStDip (KSt . (HSt . (KSt -KS) x HSt 14. 13 s. (HSt . manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan baku yang dipakai (materials price usage variance)? (HSt . Rekening Barang Dalam Proses didebit dengan biaya sesungguhnyadan dikredit dengan biaya standar b.HS) x HS C.HS) x KSDip a. Data untuk menjawab soal no. 16 Jika diketahui: HS: Harga sesungguhnya per unit HSt: Harga standar per unit KSDib: Kuantitas sesungguhnya yang dibeli KSDip: Kuantitas sesungguhnya yang dipakai KStDip: Kuantitas standar yang dipakai 1: Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. b. Analisis terhadap selisih harga pokok memerlukan bantuan informasi yang tidak tersedia dalam rekening buku besar Rekening selisih biaya standar yang menguntungkan (laba) akan mempunyai saldo: a.HS) x KStDip C. d.

Rugi Rugi 16. 17.HS) x KStDip b. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai.manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga pembelian bahan baku (materials purchase price variance)? (HSt .HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. b. 18. Laba Rugi d. Rugi Rugi b.HS) x KSDip a. (HSt .HS) x KStDip C. Laba Laba Selisih apakah yang timbul jika jumlah berat bahan baku yang sesungguhnya digunakanmelebihijumlah bahan baku yang dipakai menurut standartetapi biaya bahan baku sesungguhnyalebih rendah dari biaya bahan baku menurut standar? Selisih Efisiensi Selisih Harga a. (KSt .000 kg Kuantitas sesungguhnya dipakai 1. Selisih biaya bahan baku yang terjadi adalah: Selisih kuantitas Selisih harga a.550 Biaya pembelian aktual per kg Kuantitas aktual yang dibeli 2. Rugi Laba c.600 Biaya standar per kg Rp1. PT Binsar Jaya menggunakan sistem biaya standar. Laba Laba c. 19. Laba Rugi d. Harga bahan baku yang sesungguhnya lebih kecil daripada harga bahan baku standar akan tetapi biaya bahan baku yang susungguhnya lebih besar daripada biaya bahan baku standar. Informasi mengenai bahan baku untuk produk BRI untuk bulan Oktober 1990 adalah sebagai berikut: Rp 1.900 kg Kuantitas standar yang diperkenankan atas produksi aktual 1.HS) x HS C.15.800 kg . (HSt . Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Rugi Laba b.KS) x HS a. (KSt -KS) x HSt d. manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan yang dipakai (materials pfice usage variance)? (KSt . (KSt .

Rp 5. Rp 100.500 kg Rp 0. b. Rp450 (rugi) Semua alternatif jawaban benar .000.000 (tidak menguntungkan) b. Pada bulan diproduksi 5. Dalam kenyataan (aktual) satuan produk yang memerlukan45. PT Trubus menganggarkan 50. 25 Untuk membuat produk x diperlukan bahan baku A dan B. Rp 450 (laba) C. Rp90.Berapakah penyimpangan (selisih) harga pembelian? Rp90.500. Selisih kuantitas bahan yang dipakai sama dengan: a. Semua altematif jawaban benar Selisih hasil (yield) sama dengan: Rp450 (laba) a.d. Rp540 (laba) 23.000 satuan bahan baku dengan harga Rp 2.000favorable Rp 4. Rp 500 (laba) d.000 (menguntungkan) a. C.000 (tidak menguntungkan) 20. d.500 kg Rp 0. Berikut ini data yang menyangkut biaya bahan: Bahan A Kuantitas bahan standar per unit x I kg Biaya bahan per kg RP 1 Kuantitas bahan yang dipakai Biaya bahan sesungguhnya per kg 2 1. Rp 275 (laba) 4. Rp 4. Selisih harga bahan sama dengan: a.100 per satuan.000 favorable Rp 10.000 satuan produk dengan menggunakan 50. Rp 200 (rugi) b.000favorable b.000 unit x.000unfavorable C.000.90 Juni 1987 Bahan B 0.000 satuan bahan baku dengan total biaya bahan Rp100.000.000. C. 21 s.75 b.500. Rp 5.000.500.70 3.000 unfavorable Rp 10.500.000 (menguntungkan) d. Rp 100.000 unfavorable Rp 10.000 favorable Data untuk menjawab soal no. Variance harga bahan langsung dan variance penggunaan adalah: Harrra (price) Penggunaan (usage) a. d.50 kg Rp 0.000.000 favorable d. Rp 10. Rp 175 (rugi) Semua altematif jawaban benar 22. Rp 700 (rugi) C.

Rp 2.200 190 . bagaimanakah ayat jumal untuk pemakaian bahan? a.lo0 (rugi) c. Rp 3.& 10 20 20 50 Harga Rp 10 20 20 Jumlah Rp 100 400 400 Rv 900 Selarna bulan Januari dibuat 100unit produk Y dengan biaya bahan sesungguhnyasebagai berikut: Jenis bahan A B C Total 26. Selisih komposisi sama dengan: a. 26 s.675 Persediaan Bahan b. Rp520 (laba) Semua alternatif jawaban benar 25.700 (rugi) .750 Selisih Hasil Bahan 450 Rp 275 Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan 250 6.24. Rp520 (rugi) b.d.0 5.100 2. d. Barang Dalam Proses Rp 6. Rp 1. Semua altematif jawaban benar Data untuk menjawab soal no.800 (rugi) Rp 2..200 Harga Rp 11 19 22 ' Selisih harga bahan baku bulan Januari adalah: a.200 (laba) b. Rp250 (laba) c.675 Rp 6.675 Selisih Harga Bahan 275 Barang Dalam Proses Rp 6. Kuantitas ( k ~ ) 1. 30 Biaya bahan baku standar untuk membuat produk Y sebagai berikut: Jenis bahan A B C Total Kuantitas (I . Barang Dalam Proses Rp 6. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (Single plan).675 Persediaan Bahan c. Persediaan Bahan Rp 6. d.750 200 Selisih Kuantitas Pemakaian Bahan d.

425.000. Rp 83.600 (rugi) Rp 3. Rp 1 18.600 (laba) Rp 93.500 (rugi) c.000 (laba) . Rp 95. Rp 125.600 (rugi) c. 31 s. bahan B 750 kg Rp1. dan bahan C 1.500 (laba) Rp 125. b. Rp 47.600 (laba) Rp 93. Rp 47. Rp 47.000 30. Selisih hasil bahan baku bulan Januari adalah: a.700 b. Rp 10. Rp 93. Penggunaan bahan sesungguhnya dan total biayanya dalam bulan Nopember 1989 adaiah: bahan A 1. a.27. 33 Biaya standar bahan baku untuk membuat 250 kaleng cat adalah sebagai berikut: bahan A 300 kg atau Rp90.750. Rp 83.000 (rugi) Selisih komposisi (mix) bahan adalah: a. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (single plan).000 d.600 (laba) 29. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalarn Proses adalah: . maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalam Proses adalah: a.550 kaleng.000.000 (laba) 32. d. Selisih komposisi bahan baku bulan Januari adalah: b. Rp 95.000.600 c.000 (laba) Rp 125. Rp 10. Rp 90. b.500 (rugi) c. Rp 3.600 (Iaba) c. Selisih harga bahan sebesar: a.600 c.000 (laba) 33.750 kg Ryl90.250 kg Rp1.700 b. Rp 125. Rp 118. d.000.d. 3 1. Data untuk menjawab soal no.000 d.000 (rugi) Selisih hasil (yield) bahan adalah: a. b. d.000.000 (rugi) b. Rp 90. dan bahan C 200 kg atau Rp250.600 (rugi) 28. Rp 125. d. bahan B 125 kg atau Rp250.600 (rugi) d. a. Rp 10. Cat yang sesungguhnya dihasilkan 1.000. Rp 10. Rp 47.000 (rugi) c.000 Apabila dipakai metode pembukuan parsial (partial plan).500 (laba) Rp 125. Rp 93.

00 (rugi) 36.00 (laba) c. 38 PT XYZ telah menyusun biaya biaya bahan standar untuk setiap unit produk sebagai berikut: -X 0. Rp 84.000. b.100 unit produk dengan biaya bahan: -X 2.3 kg @ Rp 100.5 kg @ Rp 140.000.d.000.500. 34 s. Selisih komposisi bahan baku X adalah: a. Laba Rugi Laba Laba d. c.00 50. 40 Jss : Jam kerja sesungguhnya Jst : Jam kerja standar . Dalarn bulan tersebut terjadi selisih hasil (yield variance) sebesar: b. d.4 kg @ Rp 125. Rp 45.2 kg @ Rp 125.OO (laba) c. Data untuk menjawab soal no.Data untuk menjawab soal no.00 (laba) adalah: b.00 (laba) Selisih komposisi bahan baku a.00 -Y 0.00 (rugi) Rp 50.OO Rp 150.OO (rugi) a.OO 34.000.OO (rugi) 38.00 (rugi) 35. Selisih komposisi bahan baku Y adalah: a. Rp 45.000.00 -Z 2.00 (laba) b.500.00 (laba) c. Rp 12. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih biaya bahan baku: Selisihkuantitas Selisih harga a.OO Untuk bulan Mei 1990perusahaan tersebut menghasilkan 6. Rp 90.OO (laba) d.00 1. Rp 12.000.000. Rp 12.OO 70.000.400 @ Rp 150.500 @ Rp 120.00 (rugi) Rp 12. Rugi Rugi b.d. d.000. Rp 15.OO (rugi) Rp 90. Rp 12.00 (laba) C.00 -Z 0.300 @ Rp 90.000. Rp 12.500.00 -Y 2. Rp 50.000.000. Rugi Laba c. 39 s. Rp 15.OO (rugi) 37 Rp 84.500.OO Rp 30.

(Jst x Tss) c. (Jss x Tst) .(Jss x Tst) Dibawah ini dicantumkan empat nama jenis standar berbeda yang dihubungkan dengan sistem biaya standar. (Jss x Tss) . Currently attainable standard Penyimpangan efisiensi upah langsung merupakan: a. 43. (Jss x Tss) . .(Jst x Tst) d.Tss : Tarip upah sesungguhnya Tst : Tarip upah standar 39. 41. Jam tenaga kerja langsung standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi lebih besar daripada jam tenaga kerja langsung sesungguhnya dipergunakan c. (Jss x Tst) . Mana dari keempat jenis standar tersebut yang menggambarkan biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya terjadi dalam tingkat operasi seperti yang selama ini dapat dicapai? a. (Jss x Tss) .(Jst x Tss) c. (Jss x Tss) . Rata-rata upah yang dibayarkan kurang dari tarip standar b. Ideal standard b. Jumlah unit yang diproduksi dalam periode yang bersangkutan kurang dari jurnlah unit yang dianggarkan 40. (Jss x Tst) . Perbedaan antara jumlah jam standar dan tarip aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Varians efisiensi upah yang menguntungkan menunjukkan: a. Basic standard c. jumlah jam aktual d. Maximum-efficiency standard d. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan tarip standar Pebedaan antara tarip standar dengan tarip aktual d~kalikan dengan . Total biaya upah sesungguhnya kurang dibanding biaya upah standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi d. (Jss x Tst) .(Jst x Tst) d. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam standar b.(Jst x Tst) b. Selisih biaya tenaga kerja adalah sama dengan: a.(Jss x Tst) Selisih efisiensi upah langsung adalah sama dengan: a. 42.(Jst x Tst) b. c.

pekerja dari bidang produksi lainnya c.44. ditugaskan membantu pekerjaan tertentu Bahan baku yang cacat menyebabkanlebih banyak tenagakerjadigunakan d. Rugi Laba b. Laba Laba d. 48 s. besar terdiri dari tenaga muda dengan pembayaran rendah Untuk memenuhi jadual produksi. Selisih efisiensi upah (laba) d. upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Tarip upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya d. 47. besar terdiri dari tenaga berpengalaman dengan pembayaran tinggi Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian b.d. Data untuk menjawab soal no. kerja langsung standar Tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar melebihi tarip c. Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya ternyata lebih besar daripada jam tenaga kerja standar dan biaya tenaga kerja sesungguhnya lebih kecildaripada biaya tenaga kerja standar. Saldo debit dalam rekening selisih efisiensi upah menunjukkan: Jam tenaga kerja langsung standar melebihi jam tenaga kerja langsung a. 50 F LIELANI yang menggunakan sistem harga pokok standar memeliki data akuntansi T sebagai berikut: 200 unit Unit yang diproduksi 5 jam Jam kerja standar per unit Tarip upah standar per jam Rp600 . melebihi tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar Jikajam tenagakerjalangsung sesungguhnyamelebihijam tenaga kerja langsung standar jenis selisih (variance) yang akan terjadi adalah: a. Selisih tarip upah (rugi) c. sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya melebihi jam tenaga b. Laba ~ l 45. 46. Selisih efisiensi upah (rugi) b. Rugi Rugi c. Selisih biaya tenaga kerja yang terjadi adalah: Selisih tarig Selisih efisiensi Rugi a. Selisih tarip upah (laba) Mana dari yang berikut ini merupakan alasan paling mungkin dari terjadinya penyimpangan tarip upah tak menguntungkan dan penyimpangan efisiensi menguntungkan? Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian a.

Rp50. d. Rp 55. 51 s.000 a. b.000 (laba) b.000 (laba) Selisih efisiensi upah: a.500 jam Rp45. Barang Dalam Proses Rp 600. Berikut ini data yang berkaitan dengan biaya tenaga kerja langsung untuk bulan Juni 1997: Jam tenaga kerja langsung standar per unit produkl Jam Tarip upah standar per jam kerja Rpl00 Jumlah produk X yang dihasilkan pada bulan Juni 500 unit Tarip upah sesungguhnya per jam kerja Rp90 Jam kerja sesungguhnya 5 1. Rp45.000 Selisih Tarip Upah Utang Gaji dan Upah b.000 (laba) Rp550 1. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah: Barang Dalam Proses Rp 600. Rp 60.000 Selisih Tarip Upah 55. Selisih tarip upah: a. Selisih Efisiensi Upah 60.000 Selisih Tarip Upah Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah Data untuk menjawab soal no. Barang Dalarn Proses Rp 600.000 (rugi) Rp 55.000 (laba) c.100 jam b.000 (rugi) 49.000 Semua alternaiif jawaban benar .d. Rp 60. Rp 55.Tarip upah sesungguhnya per jam Total jam kerja langsung sesungguhnya 48. c. Rp 60. 4. Barang Dalam Proses Rp 600.000 Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah c.000 Selisih Efisiensi Upah ' Utang Gaji dan Upah d.000 (rugi) d.000 (rugi) Rp 60.000 (laba) c. d.000 (rugi) Rp 55.000 Rp 60.000 Selisih Tarip Upah 55. 53 Perusahaan X menggunakan sistem biaya standar. Selisih tarip upah sama dengan: a. 50.

FT Seni Jaya menggunakan sistem biaya standar.000 (rugi) b.000 (rugi) a.000 Gaji dan Upah b.30 Tarip upah langsung standar per jam Upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dalam bulan Maret 19x2 adalah sebesar: a.000 Gaji dan Upah 405. 54.000 c. c. 1. 55. 1.500 jam Rp 600.000 d. Rp 260.000 Selisih tarip Upah Rp 45.52.000 a. Informasi mengenai tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut: 30. Informasi mengenai biaya tenaga kerja langsung bulan September 19x2 adalah sebagai berikut: Tarip upah standar Rp 6.000 jam Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21.400 53.400 Selisih tarip up. Rp50. Semua alternatif jawaban benar Biaya tenaga kerja langsung PT X bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: 42. Barang Dalam Proses Rp 500.ah (laba) Rp6.000 Selisih efisiensi upah (rugi) Jumlah jam kerja sesungguhnya dalam bulan September 19x2 adalah: a. Selisih efisiensi tenaga kerja sama dengan: Rp45. Rp 405. Rp 243.400jam b. Rp 260. PT X menggunakan sistem biaya standar.598 jam d. Rp 244.000 Rp 500.000 Jam tenaga kerja langsung standar 40. 1.000 (laba) d.600jam 56.402jam c. Rp50.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 8. Barang Dalam Proses Rp 500. Semua alternatif jawaban benar Jurnal distribusi gaji dan upah yang bisa dibuat dari data di atas apabila dipakai metode berat sebelah (partial plan) dalam penerapan sistem harga pokok standar adalah: Barang Dalam Proses Rp 405.000 Gaji dan Upah d. 1.600 b.000perjam 6.000 jam Jam tenaga kerja langsung menurut standar .000 c.100 per jam Tarip upah sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar untuk mengerjakan produksi sesungguhnya 1.000 Selisih Efisiensi 50.

biaya material dan upah buruh umurnnya dihitung berdasarkan kondisi normal dan kondisi sekarang yang memungkinkan adanya perubahan harga dan tarip. 170.218.80 Informasi mengenai biaya upah langsung PT Aroma untuk bulan Mei 19x1 adalah sebagai benkut: Tarip upah langsung standar Rp 600 Rp 580 Tarip upah langsung sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar 20.000 jam Jam kerja sesungguhnya 29.200 57. Rp1. Rp 3 3 4 c.000 c.000 Dalam standar costing. Kondisi Operasi dan Motivasi c.80 Tarip upah standar per jam tenaga kerja langsung adalah: b. 58 Data biaya tenaga kerja langsung PT Karanggayam selama bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: Jam kerja standar 30. Rp1.OO d.000 jam Selisih efisiensi biaya tenaga kerja langsung Rp 4.000 (laba) b. Rp 6. Rp 6. Kondisi Efisiensi d m Volume Normal d. 57 s.80 a. Rp 4. Rp 5. Rp 3.000 laba Rp 5. Rp 3.000 Berapaupah langsungtotal yang hams dibayarF T Aroma untukbelan Mei 19X1? a. 60. 59. Rp 4. Rpl.80 a.60 c. Rp 5. Kondisi Harga dan Tarip 58.450 (laba) Data untuk menjawab soal no.Selisih tarip upah (rugi) Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Selisih efisiensi upah F Seni Jaya adalah: T a.OO d.000 Rp 6. Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung adalah: b.160. Rp3.800 laba Selisih tarip upah tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 110.150 (laba) Rp 6.000 Variance tarip upah langsung (favorable) Rp 420.000 d. sedangkan biaya tidak langsung pabrik dihitung berdasarkan: a. c.300 (laba) d.000 b.d.200. Kondisi Ideal dan Maksimum b. Rp 3.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21. Rp1. .000 Rp126.

dan c benar d. b. Dalam mengadakan analisis selisih biaya overhead pabrik neto/keseluruhan (nevoverall factory overhead cost variance). 65. Menguntungkan c. Spending Variance c. Controllable (budget) variance a. Dalam metode dua variance untuk menganalisis factory overhead. penyimpangan volume akan: No1 a. overhead yang dianggarkan Di dalam metode harga pokok standar akan terjadi selisih kapasitas biaya overhead pabrik adalah: Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas standar a. d. Kapasitas normal berbeda dengan kapasitas standar c. b. diperlukan adanya: a. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fixed budget) b. Apabila jumlah jam standar atas produksi aktual sama dengan tingkat kegiatan "normal" ini selama satu periode tertentu. pabrik standar Menurut metode 2 variance untuk menganalisis overhead pabrik. . Ya Ya Tidak Tidak Volume J'ariance Ya Tidak Tidak Ya . Anggaran statik (static budget) Jawaban a. Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas normal b. budget allowance yang didasarkan atas jam standar digunakan dalam perhitungan: 62. b. 64. Controllable Variance b. selisih antara actual factory overhead dan factory applied pada produksi adalah: a. Tidak menguntungkan Bisa menguntungkan atau tidak menguntungkan. Efisiency Variance d. Biaya overhead pabrik sesungguhnyaberbeda dengan biaya overhead d. 63. Volume Variance Tarip pembebanan overhed tetap adalah fungsi dari tingkat kegiatan "normal" yang ditetapkan di muka. c.61. tergantung jumlah d. c.

66. Controllable variance c.475 jam 3. Rp 197.20 0.000 Jam aktual tenaga kerja langsung 39.400 jam Rp 7. Rp 480 (laba) Selisih volume (volume variance) yang terjadi dalarn tahun 19x1adalah sebesar: b. 68 s. 72 Biaya overhead pabrik y dalam tahun 19x1 pada kapasitas normal 4.500. Rp 480 (rugi) d.80 Data kegiatan dan biaya overhead pabrik dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Selisih terkendalikan (controllable variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.200 3.000 b.000 Tarip standar overhead tetap per jam upah langsung Rp 4.d.000 d.000. Data biaya overhead dan produksi bulan Agustus 19x1 seperti berikut ini: Rp 1. . Rp 14 (laba) a. Efficiency variance d. Spending variance 67. Rp 195.384 Tarip Rp 1. Rp 480 (rugi) d. selisih antara overhead pabrik sebenarnya (actual) dan overhead pabrik yang diterapkan (applied) pada produksi adalah: a. Rp 104 (rugi) b. I-! !& Rp 4. Net overhead variance b.000 Data untuk menjawab soal no.000 Tarip standar overhead variabel per jam upah langsung Jam tenaga kerja langsung bulanan dianggarkan 40 .000. Rp 199.000 Variance overhead menyeluruh-favorable "Applied factory overhead" untuk bulan Agustus 19 X 1 adalah: a. Rp 104 (rugi) 69.500 Jam standar tenaga kerja langsung yang disediakan untuk produksi aktual 39.000 Rp2.800 3.000 c.000 jam mesin adalah sebag 1' / Jenis biavp Biaya overhead pabrik variabel Biaya overhead pabrik tetap Jurnlah jam mesin sesungguhnya Jumlah jam mesin standar Biaya overhead pabrik sesungguhnya 68. Dalam metode 3 variance untuk menganalisis overhead pabrik. Rp 197.500. Rp 104 (laba) c.000. Rp 14 (rugi) c. PT Larekat menggunakan sistem akuntansi standar.

Rp 420 (rugi) Selisih efisiensi (efficiency variance) yang terjadi tahun 19x1 adalah sebesar: a. Rp 500 (laba) b.900 kg. b. Produk terjual sebanyak 1.000 unit dan produk dalarn proses akhir bulan 500 unit dengan tingkat penyelesaian 80% bahan baku dan konversi. 71. 73 s. Rp 540 (rugi) Rp 5OO(rugi) Rp 1. d. Selisih harga bahan baku yang dipakai adalah: a.000 kg @Rp1. Selisih kuantitas bahan baku adalah: a. Rp 420 (rugi) d. b. Jumlah produk yang diselesaikan periode tersebut 2. d. c. Selisih pengeluaran (spending variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a. Rp 480 (rugi) d. Rp 14 (laba) c.70.4 6 Ru 15 Jumlah Dalam bulan Januari 1987 dibeli bahan baku 5. Total upah Rpl 1. Rp 150 (rugi) b. Rp 200 (rugi) c.800 (laba) 74. Biaya standar untuk pengolahan satu unit produk adalah: Bahan baku 2 kg @Rp2 RP 4 5 Tenaga kerja langsung 4 jam @Rp1.d. Rp 730 (laba) c. Rp 14 (laba) c. Rp 4773 (laba) Rp 500 (laba) .500.000jam kerja langsung per bulan. Rp 490 (rugi) d.2 per jam. 73.800unit @Rp25.9 dan bahan baku yang dipakai 4.Perusahaan tersebut memiliki kapasitas normal 10. Data untuk menjawab soal no. Rp 420 (laba) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.460 dengan tarip upah sesungguhnyaRp1. Rp 104 (rugi) b. Rp 400 (rugi) Selisih tarip upah langsung adalah: a. Rp 104 (rugi) 72. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp14. Rp 480 (rugi) d. 80 PTNUSA JAYAmenggunakan sistemharga pokok standar. Rp 14 (rugi) b Rp 14 (laba) c. Rp 200 (laba) Rp 400 (laba) 75.25 Biaya overhead pabrik berdasar jam kerja langsung: Tetap 4 jam @ Rp05 RP 2 Variabel4 jam @ Rp 1' .

81 s. Rp 11. 3. Jika menggunakan rancangan tunggal (singgle plan).OO c.d 84 Perusahaan B menggunakan sistem biaya standar. d. 5.000 kg bahan baku dengan harga Rp 5 1. b.1 jam d. Data untuk menjawab soal no. Rp 14.248. d.000 b.000 C. Rp 0. Rp 75 (laba) b. Rp 200 (rugi) Rp 675 (laba) 79. Biayatenagakcrjalangsung sesungguhnyadalarnbulantersebutsebesarRp19. 4.8 jam b. Rp 10.500 b.76.5 (laba) C. Rp 225 (rugi) C. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung didebit sebesar: a.400 d.937. Jam tenaga kerja langsung standar per unit produk adalah: a. Rp 62.Selisih (penyimpangan)yang terjadi dalam bulan Mei 19x4 adalah sebagai berikut: Selisih efisiensi tenaga kerja langsungRp1. d.5 (rugi) Rp 3. 3. Rp 15. perusahaan membeli 6.000. Rp 562.Seluruhbahan baku tersebut digunakan untuk memproduksi 1. Rp 50 (laba) Rp 100 (laba) 78.000 80.000unit produk.460 c. Rp 12.O jam . Rp 1. Rp 12.050(rugi) Selisih bahan baku (total)Rp620 (laba) 8 1. Rp 14.500 (rugi) 77.000 Jika menggunakan metode rancangan berat sebelah (partial plan). Perusahaan telah menetapkan standar untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sebagai berikut: Bahan BakuKeria Tarip atau harga standar Kuantitas atau jam standar per unit Biaya standar per unit ? Tenaga Langsung RP 5 ? 53 ? Rp 19 Dalam bulan Mei 19x4. Rp 12. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik didebit sebesar: a. b.5 (laba) Selisih terkendalikan adalah: a. Selisih efisiensi upah langsung adalah: a.8 jam C.500 d. Rp 200 (rugi) Selisih volume adalah: a.

Rp 34.000 kg produk X: . c. 85 s.00 a. Rp 165.d. Rp 900 (rugi) b. 84.850 b.500 unit produk jadi. Rp 6 0 Selisih tarip upah yang terjadi dalarn t ~ l a n 19x4 adalah: Mei a.050 (rugi) d. perusahaan mencatat informasi berikut ini: 1 Membeli 8. 87 s. Rp 32.90 86. Rp 10.850. Rp 1.500 kg bahan baku. Rp 1.82. Total harga sesungguhnya bahan baku yang dibeli dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. Rp 1.000 c. Rp 36.050 (laba) 83. Tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya per jam dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp 5. 5 Biaya standar per unit produk adalah sebagai benkut: Kuantitas Standar 5 kg 0.8 d.000 Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung dalarn bulan Januari 19x1 adalah: b. c. Dalam bulan Januari 19x1. Data untuk menjawab soal no. Rp 4.O b.000 d. Rp 900 (laba) Selisih kuantitas bahan dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp1.O a.OO c.50 jam Harga Standar RP 4 RplO Bahan baku Tenaga kerja langsung Total selisih biaya bahan baku dalam bulan Januari 19x1 adalah Rp4. Rp 34. Data untuk menjawab soal no. 96 Berikut ini adalah biaya bahan baku standar untuk memproduksi 1.780 (rugi) . Rp 30. Rp 802 (laba) c. Rp 15. RP 4.20 d. Rp 802 (rugi) d.d.780 (laba) a. 86 PT Y menggunakan sistem biaya standar. 3 Menggunakan 825 jam tenaga kerja langsung untuk produksi. 4 Memproduksi 1. b. sedangkan total selisih biaya tenaga kerja langsung adalah Rp 9 15. 85. 2 Menggunakan 8.000 kg bahan baku untuk produksi.

produksi sesungguhnya dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Produksi sesungguhnya Bahan baku yang sesungguhnya dipakai: Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya 87. 200.25/kg 0. Rp 2.000.250 (laba) c.000 kg produk diperllkan 20 jam tenaga kerja langsung dengan tarip upah Rp3 per jam atau Rp0.40 0. Rp 2.552 Rp 22. . Rp 2. Harga ~ e k~ r Rp 0.25 0.000kg Rp 200 80 20 Ru 300 Rp Rp 300 Rp 0.000 (laba) Selisih hasil bahan baku (materials yield variance) yang terjadi dalarn tahun 19 X1 adalah sebesar: a.30/kg Biaya standar per kg produk X adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku (llhat perhitungan di atas) Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya standar * ** Untuk menghasilkan 1.000 kg 3. Data kegiatan dan biaya .000 kg 36. Rp2 tarip biaya overhead pabrik variabel).250 (rugi) d. Rp 300 (rugi) b.60 per kg produk jadi Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung dengan tarip Rp5 per jam (Rp3 tarip biaya overhead tetap.Ja w Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jurnlah bahan baku Jumlah produksi Kuantitas 800 kg 200 kg 200 kg 1. Rp 250 (rugi) 88.000 jam tenaga kerja langsung adalah Rp20.10 1.000 Selisih komposisi bahan baku (materialsmix variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Rp 2. Rp 300 (laba) c.000 kg 157.800 jam Rp 11.250 (rugi) d.000 kg 38. Rp 300 (rugi) b. Biaya overhead pabrik pada kapasitas normal 4.

Rp 2. Betul b. Diperlakukan sebagai beban atau pendapatan lain-lain Ditutup ke rckening Persediaan Barang Jadi dan Barang Dalam Proses b. Rp 2. Usang (tidak cocok lagi) c. bila selisih ini disebabkan karena perlggunaan standar yang: a. c. Rp 600 (rugi) b. Rp 250 (rugi) Selisih efisiensi tenaga kerja langsung (labor efficiency variance) yang terjadi dalam tahun 19X 1 adalah sebesar: a. Jawaban a dan b benar Jika seluruh selisih biaya standar dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan.250 (rugi) d. Jawaban a dan b benar Jika selisih biaya standar hams dialokasikan dalarli beberapa rekening. maka laba yang dilaporkan akan sama sebagaimana kalau menggunakan prosedur biaya historis: a. Rp 450 (laba) c. Rp 750 (rugi) d. Salah . Harga Pokok Penjualan. Rp 600 (laba) d. maka pengalokasiannya harus didasarkan pada: Biaya sesungguhnya yang ada dalam buku besar a. Rp 250 (rugi) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi tahun 19X 1adalah sebesar: a. Rp 600 (rugi) c. c.Selisih hasil tenaga kerja langsung (labor yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: b. Ideal b. Ditutup ke rekening Persediaan Barang Jadi dan HargaPokok Penjualan d. Rp 450 (laba) Selisih hasil overhead pabrik (overhead yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Rp 750 (laba) b. Rp 750 (rugi) d. Rp 150 (laba) Perlakuan atas selisih yang material antara biaya sesungguhnyadan biaya standar adalah: a. Rp 300 (rugi) c. Rp 300 (rugi) b. Biaya standar yang ada pada buku besar b. &an Persediaan Barang Dalam Proses Selisih biaya standar harus dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan. Ditutup ke rekening Persediaan Rarang Jadi.250 (laba) c. Rp 2.250 (laba) a.

Rp 2.000 unit Jumlah unit yang dijual 1. d.000 Standar harga pokok produksi (CGM) 20.200 c. maka laba bersih: b.d. 104 102.600 unit Persediaan barang jadi awal tidak ada Persediaan barang jadi akhir 400 unit Persediaan barang dalam proses tidak ada Pajak penjualan abaikan 97. Karena permintaan akan produk ini menurun. Rp 1. Rp 3.000 b. Jumlah laba bersih sebelum diperhitungkan adanya selisih: Rp1. pada bulan .360 Data untuk menjawab soal no. Rp 4. Rp 3.000 Rp 3.200 Jumlah unit yang diproduksi 2. Rp 9. Rp 3. Bila selisih net0 dialokasikan pada persediaan dan harga pokok penjualan. b. 102 s. Rp 4.d. Rp 3. Rp 1.000 101.200 d. b. c.200 Rp 400 100. d.000 c. Larutan ini dijual di dalam drum dan biasanya memiliki harga penjualan stabil.000 98. Rp 400 Bila selisih diperlakukan sebagai biaya. Rp 2. Rp 800 d. Rp 4.200 a. maka jumlah laba bersih setelah memperhitungkan adanya selislh: a.400 Hitung selisih standar net0 yang ada: a. 99. Rp 2.000 c. 97 s. 101 Berikut ini adalah data biaya PT Awan Biru yang menggunakan sistem harga pokok standar: Penjualan Rp 25.000 Selisih Tarip Upah-menguntungkan (laba) 400 Selisih Efisiensi Upah-merugikan (rugi) 1.610 c.000 Biaya administrasi dan penjualan 6. Rp 6. RP 000 Hitung persediaan akhir barang jadi: a. FT TITANIUM menghasilkan larutan kimia yang digunakan untuk perawatan barang-barang industri.Data untuk menjawab soal no.260 d.000 b.160 a.

Tenaga langsung: .Penyelia (supervisor) dan tenaga tidak langsung (semi variabel) .000 kg dengan harga .Desember 1985 perusahaan hanya menggunakan 50 persen kapasitas normal dengan memproduksi dan menjual60.000 drum dengan harga .Digunakan 700.000. Biaya standar untuk setiap drum larutan kimia (dalam ribuan) Bahan baku: Rp 20 1 10 kg bahan baku 1 drum kosong Rp 21 Tenaga langsung: 1jam RP 7 Biaya tidak langsung (tetap): RP 4 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya tidak langsung (variabel): RP 6 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya yang terjadi selarna Desember 1995: Bahan baku: .Digunakan 65.500. Biaya penyelia dan tenaga tidak langsung adalah Rp680. Semua fungsi biaya adalah linier. Drum kosong: .000jam kerja dengan biaya Biaya tidak langsung: .00 Anggaran biaya tidak langsung tetap untuk tingkat produksi bulan Desember 1985 adalah Rp275.000. 4.000 260.Digunakan 60.00 Rp 666.Depresiasi bangunan dan mesin (tetap) . Dalarnbulan Nopember 1985perusahaan beroperasi pada tingkatkapasitas normal yaitu dengan memproduksi 120.000 Rp 230.500.000 drum.000.Dibeli 600.000.Biaya tidak langsung lainnya (variabel) Total 3.000 drum.000 76. Diminta: Buatlah daftar perhitungan untuk menetapkan penyimpangan (variances) bulan . Rp 470.Dibeli 85.000 kg. Informasi tambahan tentang operasi perusahaan selarna Desember 1985: 1.000.000 drum.000.000.

000 -Selisih harga bahan Rp 100.Rp 196. Kapasitas normal :24.000 -.000 kg) 2. sebagai berikut: Debet Kredit 1.000 3. Labor usage (efficiency) variance Factory overhead variance dengan menggunakan four-variancemethod. Material usage variance c.Rp 5. Produk dalam proses-upah Utang gajilupah (19. 2. Labor rate variance d.000 Persediaan bahan (10.000 -.Rp 195.000. Jumlah pemakaian bahan standar per unit dan harga bahan stnadar per unit. b. Lakukan pembuktian dalarn perthitungan atas kebenaran selisih biaya overhead di atas dalarn jurnal ke 3.Rp 4.Rp 750. b.000 -Rp 125.000 -.000. Tunjukkan pula apakah masing-masing penyimpangan di atas menguntungkan (favorable) atau tidak menguntungkan (unfavorable).000 300. 4. 103.Rp -.500 jam) Selisih tarif upah Selisih jam kerja Produk dalarn proses-biaya overhead Selisih controllable overhead Selisih volume overhead Biaya overhead pabrik tetap actual Biaya overhead pabrik variable actual Rp12. Jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarif upah standar per unit.000. Perusahaan menggunakan standar costing. Dari perusahaan MEDIAN.000 --. d.Desember 1985: Material price variance (dihitung pada saat pembelian) a. 3.000 -.096. Produksi sebenamya c. Produk dalam proses-bahan Rp 5. .000 jam kerja. e.000 -Selisih kuantum bahan -.1 10.Rp11. Tarip biaya overhead pabrik tetap maupun variable per jam. Pembebanan biaya overhead pabrik menurut jam kerja.000 unit. 8. -Rp 4.505. diperoleh data pembukuan berupa jurnal-jurnal per periode tertentu. Hitunglah: 1.600 Rp 735.000 Data lainnya: a.

000 Rp 80.kg.000 -- Rp200. Dalam bulan Januari 1989 telah diperoleh informasi sebagai berikut: Di Debet a.000 Rp 800.000 Rp 120.000 Rp 1.104. Upah langsung 0.000 Hitunglah: Harga pokok stanilar seluruh hasil procluksi bulan Januari 1989 A.638.6 kg @ Rp500 per. AUDI. I . Tarip overhead pabrik tetap Rp200 per jam kerja langsung. c.755. e. Pembuktian atas selisih terkendali dan volume dari giaya overhead B. f. menghasilkan sejenis produk dengan menggunakan sistem harga pokok standar. Harga bahan sesungguhnya 6.oduksi standar pada jam kerja normal 4. Buatlah jurnal pembebanan biaya-biaya standar (bahan. Selisih harga bahan baku Selisih kuar~titas bahan Selisih jam kerja langsung Selisih tarip langsung Selisih terkendali overhead Selisih volume overhead -- Di Kredit Rp 145.4 jam @ Rp400 per jam kerja.000 ---- Biaya bahan baku sesungguhnya Upah langsung sesungguhnya Overhead pabrik tetap sesungguhnya Hasil produksi billan Jani~ari1989 9. Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesunggullnya 5. Tarip overhead pabr~k variabel Rp400 per jam kerja langsung. Biaya standar per unit produk adalah: Bahan baku 0. Budget overhead tetap pada jam kerja normal 7.000 --Rp 240. tenaga kerja. PT. d. Biaya overhead pabrik dibebankan pada produk atas dasar jam kerja langsung normal. dan overhead) ke dalam proses produksi dan jurnal hasil produksi . Kuantitas pemakaian bahan scsungguhnya 3.000 u p 78. Jarn kerja normal dan jurnlah pr. 2. b.000 unit Rp2.

000 kg 1.000 Selisih harga = ( Rp 2.100 ) 45.OOO (menguntungkan) 20.75 Data kuantitas: Kuantitas dipakai standar (5.600 Rp 1.000 Selisih penggunaan = ( 45.000 = Rp 4.000) 1 satuan Kuanitas standar untuk sejumlah yang diproduksi (50.000 .000) = Rp 2.500 kg Bahan B: Kuantitas dipakai sesungguhnya 4. PENYELESAIAN 19. Jawab: a Data harga: Harga standar per satuan bahan (Rp100.100 Data kuantitas: Kuantitas standar per satuan bahan ( 50.500.Rp 1.800 kg Selisih harga pembelian = ( Rp 1.000 unit x 0.550 2.600 .90 Rp 0.000.000/50.550) 2.B.000 Kuantits sesungguhnya dipakai 45.500 kg .m Rp 0.000.Rp 2.500 kg Bahan A: Bahan B: 3.70 Rp 0. Jawab: c Data harga: Harga standar per kg Harga sesungguhnya per kg Bahan A: Bahan B: Bahan A: Bahan B: RP 1.000J50.900 kg 1.000 ) Rp 2. Jawab: d Data harga: Harga standar per kg: Harga sesungguhnya per kg: Data kuantitas: Kuantitas dibeli: Kuantitas dipakai sesungguhnya: Kuantitas dipakai standax Rp 1.000 kg = RplOO.50 kg): 2.000 merugikan = Rp 10.000 menguntungkan 21.000 unit x 1 kg:5.000 .000 x 1) 50.000 Harga sesungguhnya per satuan bahan = R p 2.50.000 kg Bahan A: (5.

70: Ru700 merugikan Jumlah selisih Ru 200 merugikan Jawab: a Komposisi standar satu unit produk: Bahan A: 1 kg @Rpl Bahan B: 0.625 Rp Rp5.500 kg x Rp0.450 Komposisi menurut standar: Bahan A: 8.50 kg @Kp0.750 menguntungkan Perhitungan selisih harga: (Rp0.500 Rp 6.50 kg Harga rata-rata menurut standar (Rp1.35/1.70) 3.70 Jumlah 1.500 kg x Rp0.750 Rp450merugikan . Jawab: b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut*standar(8.500 x Rp 1.50 x 1 :Rp Bahan B: 8.000 x 1/1.90 Rp4.867 7.000 x 0.Rp0.500 .75 .000 x Rp1.500 .00 Bahan B: 3.90) Bahan B: (3.000/1.70 2.000 6.50 kg) Perhitungan selisih komposisi: Komposisi menurut sesungguhnya: Bahan A: 4.500 x Rp0.90 .I Perhitungan total selisih biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A: (4.50/1.OO) 4.500:Rp450menguntungkan Bahan A: Bahan B: (Rp0.000) Rp1.200 6.675 1.2.750 Q6.500 kg x Rp0.35) Jumlah Rp 7.70 : Jumlah Rp 1.050 2.950 5.5.000 kg x Rp1.35 Rp0.OO) Bahan B: (2.200 Rp250 menguntungkan 24.333 1.50 x Rp0.500) Rp0.Rp 1.5 Ru 1.70) Jumlah Rp4. Jawab: a Perhitungan selisih kuantitas: Bahan A: (4.75) Biaya bahan menurut standar: Bahan A: (5.OO: Rp500 menguntungkan Bahan B: (3.5 x Rp 1.500:R~ 1 5 merugikan 7 Jumlah selisih RD 275menguntungkan 22.35) Hasil sesungguhnya (5.00 03 .

000 kg x RplO) Bahan B (2.25.000 kg Bahan C (100 x 20 kg) Data sesungguhnya untuk bulan Januari: Harga sesunggubnya: Bahan A per kg Bahan B per kg Bahan C per kg Kuantitas sesungguhnya: Bahan A Bahan B Bahan C ' Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A(1.100merugikan .000 kg x Rp20) Jumlah 26.000 kg x Rp20) Bahan C (2.RplO) 1.200 kg x Rp19) Bahan C (1.000 kg Bahan B (100 x 20 kg) 2.900 kg x Rp22) Biaya bahan menurut s t a n k Bahan A (1.000 kg Bahan A (100 x 10 kg) 2. Jawab: b Jurnal pencatatan dengan single plan: Barang Dalarn Proses Selisih Hasil Bahan Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan Jawab: d Data standar untuk produk Y yang dibuat (100 unit): Harga s t a n k Bahan A per kg RplO Bahan B per kg 20 Bahan C per kg 20 Kuantitas standar: 1 .100kgxRpll) Bahan B (2.100 kg Rp 1. Rpl 1 19 22 Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A (Rpll .

000 .900 kg Jurnlah Jawab: e Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada Komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.600 Rp600 menguntungkan 28.700merugikan Rp 10.200menguntungkan 3.200 kg x Rp20) Bahan C (1.000 Rp300 Bahan B 125 kg 250.Bahan B (Rp19 .100 kg x RplO) Bahan B (2.Rp20) 1.000 3.400 41.~1 90.200 kg x 20150 x Rp20) Jumlah 2.800 merugikan Rv2.700 Selisih Hasil Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan 30.700 31.200150 x Rp900) Hasil sesungguhnya (100 x Rp900) Jumlah RP & 93.900 kg x Rp20) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (5.000 Selisih Harga Bahan 2. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (5.000 2.200 kg x 10150 x Rp 10) Bahan B (5.600 Ru93.600 merugikan 29.600 41.Rp20) 2.200 kg x 20150 x Rp20) Bahan C (5. Jawab: d Jumal pencatatan biaya bahan dengan metode single plan: Barang Dalam Proses Rp 90. Jawab: a Jurnal pencatatan biaya bahan dengan partial plan: Barang Dalam Proses Rp Persediaan Bahan 95.700 Rp95. Jawab: e Data menurut standar untuk membuat 250 kaleng cat: Kuantitas Harga Total Harga per kg Bahan A 300 kg Rp90.200 kg Bahan C (Rp22 .

750 x 3001625 x Rp300) Bahan B (3.000 1.Rp2.000 558.750 kgRp 490.900 .0001625) : Rp944 Data kuantitas menurut m d a r untuk menghasilkan 1.500.250 kg Jumlah 32.250) 1.42.000 Rv3.000 Rp 3.000) B@an C (1.240 kg x Rp1.900 Bahan C 1.5.750 kg x Rp280) Bahan B (750 kg x Rp1.250 kg x Rp1.750 x 1251625 x Rp2.400 Rp 490.550.240 kg Data biaya bahan sesungguhnya untuk bulan Nopember: Kuantitas Harga Total Bahan A 1.500.550 kaleng: Bahan A (1.000 1.665.000 menguntungkan 187.000 1.000 1.250 kg 1.000Rp Bahan B 750 kg 1.000) Bahan C (3.500 merugikan .750 x 2001625 x Rp1.Rp300) 1.000 Rp Rp 35.250 Jumlah Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A: (Rp280 .000 Rp47.658.000 menguntungkan Rp 75.000 3.250 Bahan C Jurnlah 625 kg Rv590.5501250 x 125 kg) 775 kg Bahan C (1.0001.000 1.400) Biaya bahan menurut standar: Bahan A (1360 kg x Rp300) Bahan B (775 kg x Rp2.000) Bahan C (1.540.900) Bahan C (1.500 merugikan Rt177.000 1S50.5501250 x 200 kg) 1.000 Rp 3.250) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (3.250 kg x Rp1.200 kg 250.750 kg Bahan B: (Rp1.000) 750 kg Bahan C: (Rp1.750 kg x Rp300) Bahan B (750 kg x Rp2.250) Jurnlah Harga per kg 280 1.860 kg Bahan B (1.425.Rp1.000 Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A (1.550 Harga rata-rata per kg menurut standar: (Rp590.750.000 Ru7.000 1.750.500 merugikan Rp540. Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.5501250 x 300 kg) 1.400 .

000 kg Rp 140 Jumlah 7.000 Hasil sesungguhnya (6. Jawab: d Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Komposisi Komposisi Harga Jenis Sesungguhnya Standar Standar X 2.200 kg 36.440 kg Bahan Z: (6. 35 Jawab: a Lihat no.500 84.400 kg 3.200/1. 38.050 kg Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (7.100 x 0.540.000 menguntungkan 35.100 unit produk: Bahan X: (6.4 kg) 2.400 kg Rp 125 Z 2.000 12.3 kg) 1. r Jawab: c Data harga standar per kg bahan: Jenis Bahan Harga per kg X Rpl00 Y 125 Z 140 Data kuantitas standar untuk 6.750/625 x Rp590.000 Rp2 1. .100 x 0. 35 Jawab: d Lihat no.300 kg 1.500 Sifat Selisih rugi rugi laba laba 37. Jawab: d Lihat no.5 kg) 3.830 kg Bahan Y: (6.100 x 0.200 kg 7.000) Jumlah Rp3.2 x Rp150) Rp 900.000menguntungkan 34.500 kg 2.33.658.000 3.000) Hasil sesungguhnya (1.000 Rp 118. Jawab:b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut standar (3.100 x Rpl5O) Jurnlah Rv 15. 35 Selisih Komposisi 50.000 915.5501250 x RpS90.800 kg Rpl00 Y 2.

000 (laba) Jawab: b Selisih efisiensi = Jawab: a Barang Dalam Proses Selisih Efisiensi upah Selisih tarif upah Utang gaji & upah Jawab: a Selisih tarip = Rp60.000 40.30) 40.8.600 = 6.252.000 60.000 = (Rp100 -Rp90) 4.000 .500 jam = Rp45.000 TS .000 (laba) Jawab: c Selisih efisiensi = (5.8.000 605.09 = Rp243. rekening Barang Dalarn Proses didebit sebesarbiaya sesungguhnya: 4.100) Rp600 = Rp55. sedang tarip sesungguhnya dihitung sebagai berikut: = (TS . harus diketahui terlebih dahulujam sesungguhnyadan tarip sesungguhnya. Selisih tarip = .500 jam x Rp90 =Rp405.000 (rugi) Rp 600.6.600.000.09. Karena kedua data yang diperlukan telah temdia rnaka biiya tenaga kerja langsung sesungguhnyadapat dihitung sebagai berikut: Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya = 40.400 = 243.Rp550) 1.000 (laba) Jawab: a Dengan metode partial plan.1.000 = 40. Jawab: Selisih efisiensi = (JS .09 tarip sesungguhnya sebesar Rp6. Jawab: a Untuk mengetahui jumlah biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya.1.Dari kedua data tersebut yang telah tersedia hanya jam sesungguhnya.400 = .000 jam x Rp6.100 jam (1.000 .000 TS TS TS = Tarip upah sesungguhnya.000 .4.Jawab: c Selisih tarip = (Rp600 .500) 6.000 Rp 55.500) Rpl00 = Rp50.

TSt) 30.000 TSt = 4. = -5.200 Tetap (Rp0.lO = Rp36.000 jam . Jawab: Upah yang dibayar adalah upah sesungguhnya.000= Rp12.200/29.80 .500x Rp5.000 6. yaitu sebesar Rp580 x 2 1.400 Jawab: e Tarip sesungguhnya (Rp126.400. 68.30.384 Biaya overhead pabrih dianggarkan pada jam standar: Rp3.000 Jawab: c Jumlah biayaoverhead pabrik dibebankan (39.000 Jawab: a Data-data: Jam normal: jam Jam standar: Jam sesungguhnya: sesungguhnya: 67.21.10 Tarip standar = Rp4.000 126.000 JS JS JS = Jam kerja langsung sesungguhnya.000.20 .000 jam 3.TSt) 29.180.800 =4 59.20per Tarip tetap: Biaya overhead Perhitungan selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp7.6.900 (merugikan) Jawab: Tarip sesungguhnya (Rpll0.OO 57.000130. 56.10 Selisih efisiensi: (30.000 jam) Jawab: Selisih tarip: (3.000 = 1.000) = Rp197.80 x 4.20 per jam Selisih tarip: (4.000 = 3.000jam) = Rp4.000 110.000 JS .000 TSt = 3.9.400 jam Rp0.000 = 8.SO per jam 3. = 600.80 per jam 58.000 jam) .384 Tarip variabel: Rpl. 4.000 jam) Rp4.29.500.000 .000 TSt TSt Tarip standar = Rp4. = Rp3.800 = -5.475 jam Rp7.200 .

800 Jurnlah R-480 (merugikm) Atau.950 Biaya overhead pabrik dibebankan Biaya overhead pabrik standar (3.80 x 4.00 = Rp150 (merugrkan) Jawab: e Data-data: Harga standar: Rp2.200 Tetap (Rp0.000 jam) Variabel (Rp1.OO) Jumlah R0420 (merugikan) Atau.00) 6.80 = Rp480 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih pengeluaran: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp3.470 jam) Rp0. Selisih efisiensi: (3. 4.800 Jumlah 150 (merugikan) Atau.90 per kg 4.370 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya 6.000 jam .280 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam standar Biaya overhead pabrik standar (3.475 jam .170 Jurnlah 70.400 jam x Rp2) 6.900 kg Kuantitas bahan sesungguhnya dipKuantitas bahan dipakai menurut stands: 72.400 jam) Rp0.475 jam) 4.400 jam) Jumlah 69.950 Biaya overhead pabrik dibebankan (3. Jawab: c Perhitungan selisih kapasitas: Rp 7.20 x 3.400 jam) Rp2. Selisih volume: (4. Selisih kapasitas: (4.400 jam x Rp2.370 (merugikan) 71. 73.3.3.20 x 3. Rp7.80 = Rp420 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih efisiensi: Rp6.Variabel (Rp1.280 RplM (merugikan) Jawab: c Perhitungan selisih vol~~tne: Rp7.080 7. .384 7.00 per kg Harga sesungguhnya: Rp1.3.475 jam x Rp2.000 jain .

600 14600 Jumlah RD100 (menguntungkan) -- .550 jam .4.Rp1.500 Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Tetap (10.000 jam x Rp0.400 Jam standar: (2.90 .50 (menguntungkan) Jawab: d Data-data: Tarip variabel: Rpl per jam Tarip tetap: Rp0.000 F'roduk dalam proses (500 x 80%) 400 Jumlah 2.900 kg .50 per jam Jam normal: 10.25 per jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1. Jawab: a Selisih efisiensi: (9.600 jam Selisih tarip: (Rp1. * 75.800 kg 2.000jam Jam standar: 9.Rp2. 77.550 jam = Rp477.900 kg = Rp490 (menguntungkan) 74.50 (menguntungkan) 76.000 400 2.600 jam) Rp1.20): 9.50) Rp5.W = F Q 2 0 @&ru@an) +. Jawab: a Selisih kuantitas: (4.460/Rp1.20 .600 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Jam sesungguhnya: 9.550 jam Jam dipakai menurut standar: Unit ekuivalen biaya tenaga kerja: F'roduk selesai 2.400 x 2 kg) = 4.400 x 4 jam) = 9.400 Selisih harga bahan dipakai: (Rp1.25) 9.500 Selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 14.OO)4.000 Variabel(9.9.800 kg) Rp2.Unit ekuivalen biaya bahan: F'roduk selesai Produk dalam proses (500 x 80%) Jumlah Kuantitas standar: (2.600jam x Rpl) 9.20 per jam Jam sesungguhnya dipakai (Rp11.550 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Biaya overhead pabrik sesungguhnya: Rp14.25 = Rp62. Jawab: b Data-data: Tarip upah standar: Rp1.

000unit: (1.620 ~ 84.010 jam) = Rp4.800 kg Biaya bahan baku menurut standar: Rp5 1. Jawab: b Jam tenaga kerja langsung standar per unit (Rp19IRp5) = 3.50 = R p 2 0 (merugikan) Jawab: c Jurnal pencatatan biaya overhead pabrik apabila digunakan partial plan: Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Selisih Volume Selisih Terkendalikan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp14.9.010 JS = Jam sesungguhnya = 4.248J4.8 jam Jawab: c Jam tenagakerjalangsung standaruntuk 1.010 jam = Rp802 (menguntungkan) Jawab: a Kuantitas bahan baku dipakai menurut standar: (1. Jawab: b Selisih tarip upah: (Rp4.8) = 5.78. 80.8 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya untuk 1..000 = 1. Jawab: b Selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp14. Selisih volume: (10.050 JS = 4.460 81.000~ jam) = 3.800jam 3.19.050 Selisih efisiensi: (JS .000 x 5.00) 4.600 jam) Rp0.500 79. .80 82.000 unit: = 1.Rp5.460 Rp 11.000 jam . sehingga tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dahitung sebagai berikut: (Rp19.3.400 (9.600 Biaya overhead pabrik menurut standar: 14.80 .010 jam. Jawab: b Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Upah dan Gaji Rp11.400 200 Rpl 00 14.600 x Rp1. 83.800) 5 5 JS .50) Jumlah R ~ 2 0 0 (menlgikan) Atau.000 Biaya bahan sesungguhnya 620 (+) Selisih total biaya bahan (laba) Jdah R D1.

000 kg x 800/1200 x Rp0.000 kg x 200/1200 x Rp0.400 12.10) 3.780 (merugikan) 85.800 kg) = Rp8.125 Jawab: c Biaya tenaga kerja standar (0.800120 x Rp60) Hasil sesungguhnya (200.750 60.000 Rv600 (menguntungkan) .000 kg x Rp0.000 4.25)Rp 38.Harga bahan baku standar per kg: (Rp5 1.000 x Rp0.250 (menguntungkan) 89.400 Bahan C (231.30) Jumlah Rp 57.000 kg x 20011200 x Rp0.850 Selisih biaya bahan (rugi) Biaya bahan sesungguhnya dipakai RD34.000 kg x Rp0.600 Biaya bahan baku pada komposisi menurut standar: Bahan A (231.5jam x 1500 x RplO) Rp 7.850 Jumlah 86.200 Rahan B (38.850 Total biaya bahan dibeli : 850018000 x Rp 34.750 Rp300 (merugikan) 88. Rp 10. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan baku: Hasil bahan menurut standar (23 1.050 57.250 15. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya tenaga kerja: Hasil menurut standar (3.850 = Rp 37.000 kg x Rp0.lO) 3.40) Bahan C (36.800 kg) Rp8.90 Selisih kuantatitas bahan baku: (6.2 87.62015.06) Jumlah Rp 11.25) Rp39.90 = Rp1.40) 15.151825 jam Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan baku pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1 57.500 Selisih biaya tenaga kerja 9 15 Biaya tenaga kerja sesungguhnya Ru 8. Kp58. Jawab: e Biaya bahan standar (5kg x 1500 x Rp4) Rp 30.000 kg .000 kg11.000 RD 2.200 x Rp300) Hasil sesungguhnya (200.500 Bahan B (231.000 x Rp0.5.028.415 Tarip upah sesungguhnya : Rp 8.

000 jam .000/2.3.000 98. 97.000 Tetap (4.000) = 4.000 6.000 jam Perhitungan selisih kapasitas: Biaya overhead dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp12.lO) Jumlah A Rp19. Selisih kapasitas: (4.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualan Laba bersih sebelum selisih Jawab: c Perhitungan rugflaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.000 (menguntungkan) 91.600 19.000 20 000 RD1.800 jam) Rp3 = Rp600 (merugikan) Jawab: c Sama dengan no.000 x Rp0.000 jam x Rp3) Variabel(3.000 9. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya overhead pabrk Hasil menurut standar (3. Rp25.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualanRp6.000 Selisih biaya: Selisih tarip upah Selisih efisiensi upah Laba bersih sebelum selisih 92.800jam x Rp2) 7. .600 Rp 19.800120 x Rp100) Hasil sesungguhnya (200. 89 Jawab: a Harga pokok produksi per unit: (Rp20.800 jam x Rp5) Jumlah RD 600 (merugikan) Atau.000 Biaya overhead dibebankan (3.000 x 2011. Jawab: b Jam kerja menurut standar: (200.90.000 16.000 R~3.000 unit) = Rp 10 Perhitungan rugiilaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.

000 (laba) Biaya overhead pabrik: Selisih controllable Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp4.000 Viariabel(20.375.000 unit = 2.000-2O.OOO (rugi) Selisih kuantitas bahan: (10.20.500jam Tarip standar per jam : (590-TSt)19.000 .7. '.190 -.000 aT = 125.500 TSt = 11. Jumlah jam kerja standar per unit: 20.000 (laba) Biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah: (Rp.000 kg = RplOO.25 Tarip BOP variable: Rp200 .000 4.KSl) ' I T (24.400 kg) Rp.Kp3 I . (KN . Jumlah jam kerja standar: Rp 12.000 jam .125. Kp 196.TSt) JS Tarip sesungguhnya: Rpl1.500 jam .000/19.000 Jumlah (rugi) RD 125.006 (laba) Selisih efisiensi upah: (19.000 TT -= 11.000/Rp600 = 20.500jam = Rp195.590 .000 jam) Rp600 = Rp300.000 jam/S.000 kg .000 4.000 Jumlah (~ugi) Selisih volume Biaya overhead dianggarkan pada volume standar Rp 4.505.000 Tetap (24.Rp600) 10. .00.000 TSt = 600 Jadi tarip upah standar per jam = Rp600 -----.Rp490) 10.Perhitungan jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarip upah standar per unit: Selisih tarip upah: (TS .10.25 Jadi tanp BOP temp: Rp.125.s jam x Rp600 = Rp 1 .000.000 Biaya overhead dianggarkan pada volume standar: Rp 750.000/20.75) Rp 735.000 jam x Rp200) 4.000 jam x Rp168.7'5 Perhitungan pemb\~ktian: Biilya bahan baku Selisih harga bahan: (Rp500 .25) 3.5 jam Jumlah tarip upah per unit: 2.860.000.000 lam = Rp300 Selisih volume .3 1.000 Biaya overhead pabrik standar (20.000 jain x Rp3 1.SO0 Perhitungan tarip hiaya overhead patfrik tetap (Ian variable per jam: Tarip biaya overhead pabrtk total: Rp4.500 = -195.500 jam = Rp590 Jam sesungguhnya: 19.25 -= Kp 168.000.000 19.OOO)TT' = 125.

000 Kuantitas pemakaian bahan sesungguhnya: Selisih kuantitas bahan : (KS .400) 500 = 200.000 RD 240.000 jam x Rp200 = Rp800.700.6 kg x Rp500 Biaya tenaga kerja (9.560.3.000 JN = 4.000 400 JS = 1.5.755.000 unit x 0.000 500KS = 2.000/3.300.600) 400 = 120.00015.4 = 10.000 jam/0.000 JS = 3.JSt) TT (JN .800 kg = Rp475 Jam kerja normal dan jumlah produksi standar pada jam normal: Selisih volume: (JN .000 Biaya bahan (9.000 unit Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesungguhnya: Selisih jam: (JS .900 jam = Rp420 Jumlah anggaran biaya overhead pabrik tetap pada jam kerja normal: 4.000.160.600 jam x R e ) Jumlah selisih (laba) Pembuktian selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp2.KSt) (KS .600 jam x Rp600) Jumlah selisih (rugi) 2.900.638.3.240.000 200JN = 800.4 jam x Rp600) 2.600) 200 = 80.800 Jadi pemakaian bahan sesungguhnya adalah 5.900 Jadi jam sesungguhnya: 3.800 kg Harga bahan baku sesungguhnya: Rp2.000 Biaya overhead (9.000 Jadi jumlah jam normal adalah 4.4 jam x Rp400) 1.000 .104.000 KS = 5.000 jam Jumlah produksi standar pada jam normal adalah 4.000 unit x 0.000 Pembuktian selisih terkendali: Rp2.000 lumlah Ru 6. Harga pokok standar seluruh hasil produksi: Rp2.000 unit x 0.240.JSt) TSt (JS .000 Biaya overhead standar (3.440.440.000 Tetap 1.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Rp 800.900 jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1.000 Variabel(3.

Pemakaian bahan: Barang Dalarn Proses Selisih Kuantitas Bahan Selisih Harga bahan Persediaan bahan Pembebanan biaya tenaga kerja: Barang Dalam Proses Selisih Jam Kerja Langsung Selisih Tarip Langsung Utang Gaji dan Upah Pembebanan biaya overhead pabrik: Barang Dalam Proses Selisih Volume Overhead Selisih Overhead Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Mencatat hasil produksi Persediaan Barang Jadi Barang Dalaln Proses .

multiply.Buku ini dipublikasikan melalui Grup Jurusan Manajemen S1 http://s1manajemen.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful