P. 1
Akuntansi Biaya

Akuntansi Biaya

|Views: 7,563|Likes:
Published by margabus

More info:

Published by: margabus on May 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2013

pdf

text

original

BIAYA

AKUNTANSI BIAYA
Oleh Cover Design & Lay Out Ibnu Subiyanto Bambang Suripto : QX Graphic Design : QX Graphic Design
:

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma O Hak cipta dilindungi Undang-undang Jakarta, 1993

DAFTAR IS1

BAGIAN 1
BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS
A. B. C. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA TA!iAPAN PROSES PRODUKSI KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN D. E. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL
-

2
2

3

9
11

18

BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI
A. B. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
F.

23
23 25

C.
D. E.

28 32

37

MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN
-

42 45

G.

PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA

BAB m PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK, DAN PRODUK CACAD
A.
B. C.

47
47

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK RUSAK PERLAKUAN PRODUK CACAD

56 64

BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA

68

BAB V PENEN'rUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK PRODUK SAMPINGAN
A. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN -

77
78 83
-

B.
,
\

PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA PEMBEBANAN BIAYA PRODUKSI PRODUK BERSAMA --SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK

C.

87

BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR
A. B.
C.

89
89
--

JENIS-JENIS STANDAR PENENTUAN STANDAR ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN STANDAR

90
91

BAGIAN 2
BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK
A. B. SOAL-SOAL BIAYAOVERHEAD PABRIK -

100
100 -

PENYELESAIAN

117

BAB VIII METODE HARGA POKOK PESANAN
A. B. SOAL-SOAL, METODE HARGA POKOK PESANAN PENYELESAIAN
-

133
133
-

156

BAB 1X METODE HARGA POKOK PROSES
A. -

172
-

-

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES -

-

-

-- --

- -- - - . -

172

B.- PENYELESAIAN -

-

-

--

204

BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
A.
.
-- -

243
--

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA
- - --

DAN PRODUK SAMPINGAN - -PENYELESAIAN .
-

- --

-

-- - ---

- -

-

243 - -252

-

B.

-

-

BAB XI METODE HARGA POKOK STANDAR
A. B. SOAL-SOAL METODE HARGA p------.-pp POKOK--STANDAR . - - - - . ~ ~

261
26 1 285

PENYELESAIAN.-.----p-..-p- -.p -

BAB I
AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS

A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA
Manajemen puncak terdiri dari orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perenCanaan{ pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mengarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam watu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien. Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (nccountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalarn rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balk Cfeedback)sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telahdigunakan dengan sebaik-baknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapat memberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan &an berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Cara produksi semacam itu menjadi tidak ekonomis. sampai dengan penyelesaian meja tulis tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang saja. Kesemuanya harus merupakan satu rangkaian yang terkoordinasikan. Hal ini dilakukan dengan maksudmengadakan spesialisasipengerjaan produk yang dihasilkan. TAHAPAN PROSES PRODUKSI Produksi dimaksudkan sebagai aktivitas mengubah sesuatu produk (bahan). dan lain-lain. karena hasil kerja yang diperoleh sedikit. Hal ini agar tidak terjadi penyumbatan dalam salah satu tahapan proses produksi tersebut. Spesialisasipenanganan tugas semacam ini akan menjadi lebih ekonomis apabila produk yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. proses penggergajian kayu. Dengan adanya koordinasi tersebut alur produk dari departemen yang satu ke departemen lainnya hams sarna. menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.Spesialisasitersebut mengakibatkan adanyadepartemenisasi proses produksi. untuk membuat sebuah meja tulis. B. perangkaian komponen meja tulis. Setiap tahapan proses produksi tersebut pada dasamya tidak dapat berdiri sendirisendiri. Aktivitas mengubah bahan. Proses produksi pada umumnya melalui beberapa tahapan. proses produksi akan tetap lebih dinamis. Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan. Departemen pembantu adalah departemen yang memberikan layanan pada departemen produksi sesuai dengan fungsinya. . Sebagai akibatnya pengerjakan sebuah meja tulis tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Oleh karenanya untuk meningkatkan kuantitas meja tillis yangdihasilkan. berarti suatu proses kerja yang membutuhkan pengorbanan ekonomis guna memperoleh nilai ekonomis yang dipandang lebih tinggi. sejak pembuatan design. Sebagai contoh. Departemen semacam ini disebut departemen pembantu. departemen pemeliharaan peralatan. Oleh karenanya biaya-biaya yang terjadi di departemen pembantupun juga hams ikut dibebankan dalam penentuan kos produk. Peranan departemen pembantu dalam menghasilkan suatu produk harus diakui. Setiap tahapan proses produksi tersebut harus dibantu oleh departemen lain yang membantu berfungsinya suatu departemen. departemen air dan sanitasi. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Departemen pembantu biasanya berupa departemen listrik. pekerjaan dibagi menjadi beberapadepartemen sesuaidengan pentahapan pembuatan meja tulis tersebut.Apabila umpan balk tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan ballk dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. Biaya-biaya yang terjadi pada departemen pembantu pada dasarnya juga ikut memberi kontribusi pembuatan suatu produk. Meskipun antara meja tulis yang satu dengan yang lain terdapat variasi bentuk.

c. artinya setiap job hams inemperhatikan spesifikasi yang diminta oleh langganan (konsumen). wama. Cara produksi yang digunakan tergantung oleh: a.Namun demikian pembebanan biaya yang terjadi pada departemen pembantu ke produk yang dihasilkan tidak dapat dilakukan secara langsung ke produk. Proses produksi suatu barang selalu menggunakan cara-cara tertentu agar tujuan ekonomis perusahaan dapat dicapai. Pengolahan produk terdiri dari dua sifat yaitu merakit komponen menjadi suatu produk dan membentuk produk melalui proses reaksi hmiawi. antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat perbedaan yang berarti. Jadi. Dalam artian homogen ini. maka produk tersebut diproses secara khusus pula. maka dipilih teknologi maju agar produk yang dihasilkan mampu meraih pasar yang dikehendaki. Produk semacam ini diolah dengan metode job. Sifat pengolahan produk. Kadangkala teknologi yang digunakan menunjukkan satu-satunya cara dalam pembuatan produk tersebut. . dicampur dan dibentuk menjadi suatu produk baik bempa komponen maupun produk akhir. Sifat-sifat produk yang dihasilkan. Alasan ekonomis. ha1 ini akan kita temukan dalam industri kimia. bahkan ha1ini menunjukkan semua produk yang dihasilkan membutuhkan kesamaan bentuk. b. Pembahasan di atas menunjukkan metode produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan dua alasan. Teknologi yang digunakan. Apabila produk yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus sehingga masingmasing produk mempunyai spesifikasi tertentu. Sedangkan dalam proses reaksi kimiawi beberapa bahan digabung. Perbedaan teknologi pembuatan suatu barang yang berbeda mengakibatkan cara-cara berproduksi yang berbeda pula. maka pembuatan produk tersebut dapat dibuat secara massal dan produk bersifat standard. Produk yang diolah dengan metode proses menunjukkan bahwa barang yang dihasilkan tidak memerlukan spesifikasi tertentu sehingga produk bersifat homogen. Terlebih dahulu hams dilakukan alokasi biaya ke departemen produksi yang menikmati jasa yang diserahkan oleh departemen pembantu tersebut. namun setelah ditemukan teknologi robot dengan proses ban berjalan. Sebagai contoh. mengingat besarnya permintaan pasar serta skala produksi yang dikehendaki. ukuran. berbagai komponen yang ada (baik dibuat sendiri maupun diperoleh dari pihak lain) digabungkan menjadi suatu produk. produk yang dlhasilkan bersifat standard. yaitu: a. Dalam proses perakitan (assembling). dan kesamaan fungsi. industri mobil pada mulanya dibuat satu per satu dengan memperhatikan spesifikasi permintaan pelanggan. Pembebanan biaya dari departemen pembantu langsung ke produk akan mengakibatkan kos produk terlalu tinggi dan sebaliknya kos produk yang masih dalam proses menjadi lebih rendah (understated).

Proses produksi rnenghendaki adanya spesialisasi pelaksanaan pekerjaan diantara karyawan yang terlibat. Kelompok utama tersebut meninjau dari sudut peranan dalam penanganan produk. Teknologi yang digunakan merupakan satu-satunya cara untuk menghasilkan suatu produk. tetapi diselcsaikan oleh suatu team kerjn dengan pernbagian tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Hal ini akan ditemukan untuk industri kimia. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna.yakni departemen yang tidak langsung menangani pembuatan produk. 3. Di sarnping itu. Kesamaan operasi. 4. Hubungan operasi terhadap arus produk. Departemen tersebut meliputi aktivitas pengolahan bahan. dan lain-lain. Sebagai contoh: industri semen. 5. yakni departemen-departemen yang secara langsung ikut menangani pembuatan suatu produk. Pembagian kerja pada suatu industri baik secara horisontal maupun vertikal dikelompokkan menurut fungsi/tugas masing-masing. pernrosesan dan mesin-mesin. Lokasi operasi. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. Pengelompokan ini di samping sebagai alat pengawasan berperan pula sebagai pusat pertanggungjawabanbaik kuantitas maupun kualitasnya. Spesialisasi menyebabkan penibuatan suatu produk tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu orang saja. Jadi pelaporan biaya yang terjadi pada masing-masing departemen mempunyai peranan sangat penting.Pengukuran unjuk-kerjamasingmasing bagianJdepartemen tersebut dinilai seberapakah variasi biaya yang terjadi. Pengelompokan secara vertikal menunjukkan adanya departementalisasi pelaksanaan operasi. untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu pula disusun tarip overhead untuk tiap departemen secara cermat. Kelompok utama dalum 3 departementalisasi ini dibagi menjadi dua. mengingat industri senlacam ini membutuhkan proses produksi yang benifat tertutup. Departemen ~ e m b a n t u . Departemen Produksi. Alasan teknologi. 2. Hal ini dimaksudkan agar pengendalian tugas dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan dapat diselenggarakan dengan mudah. 2. penggabungan produk dalam proses dan penyempumaan produk. Pengelompokan selanjutnya didasarkan pada fungsilbidangtugas masing-masing. Faktor yang dipertimbangkan dalam departemenisasi antara lain: 1. yaitu: 1. proses dan mesin dalam suatu departemen. tetapi output yang dihasilkan membantu departemen produksi dalam pengolahan produk.b. Jurnlah departemen dan pusat-pusat biaya. industri gula. Sebagian besar industri kimia harm diolah dengan metode proses. .

Dengan pengolahan produk tersebut bahan yang masuk di departemen pertama akan menjadi out dari departemen pertama. penyelesaian produk dan pengantongan. pemasakan airniradalam tungkureaksi. Sebagai contoh. Tahap ketiga. Tahap keempat.Spesialisasi pekerjaan menyebabkan proses pengolahan barang dilakukan melalui beberapa departemen. Periksa bagan di halaman berikut ini. Berbagai tahapan proses produksi tersebut membentuk departemenisasi proses pengolahan tebu menjadi gula. Teknik pengolahan aliran paralel. Teknlk pengolahan aliran produk selektip. Dalam tahapan ini departemen penggilingan menghasilkan air nira dan ampas tebu. penggilingan tebu menjadi air nira. . Sehingga pentahapan proses produksi hams disesuaikan dengannya. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan bagi proses di departemen kedua dan seterusnya. Dengan demikian produk yang diolah mengalir secara tems menerus dari waktu ke waktu tanpa berhenti. Teknlk pengolahan aliran produk bertahap. 1. Selanjutnya departemenisasi organisasi pengolahan produk pada departemen produksi hams pula disesuaikan dengan pentahapan proses pengolahan produk tersebut.Dalarn departemen inidihasilkan kristal gula. Apabila diamati pentahapan proses produksi dapat dibagi menjadi tiga macam sekuen proses produksi. yaitu: 1. 3. Teknik Pengolahan Aliran Produk Bertahap Proses produksi dilakukan setahap demi setahap sejak departemen pertama sampai produk diselesaikan di bagian penyelesaian dan akhimya diserahkan kepada bagian gudang. Pentahapan proses ini sesuai dengan tehnologi dan rancangan pabrik yang disusun sebelum pabrik itu dibangun. tetes dan blotong. 2. Tahap kedua. pencalnpuran air niradengan bahan lainnya sekaligus dengan sekaligus dengan pencucian air nira dari kotoran. Spesialisasi dilakukan agar pengolahan produk menjadi lebih efisien atau teknologipengolahan produk memang menghendalu beberapa tahapan proses secara berumtan. dalam industri gula proses pengolahan tebu menjadi gula dilakukan rnelalui beberapa tahapan proses produksi sebagai berikut: Tahap pertama.

Rekening PDP-Departemen Penyelesaian. 4. Agar masing-masing departemen diatas dapat dideteksi biaya-biaya yang layak dibebankan kepadanya maka bagian akuntansi hams pula menyediakan rekening untuk masing-masing departemen tersebut. antara lain: 1. Rekening PDP-Departemen Pemasakan. 3. Blotong.3. .I penggilingan 1 1 tebu pemasakan nira ! limbah industri ampas blotong tetes I I tebu j I I kristal gula 1 pengantongan LISTRIK ALKOHOL. Kristal gula. GULA PASIK Gumbar. Bagan proses produksi digambarkan sebagai berikut: Proses pengolahan data biaya hams memperhatikan sekuen pengolahan produk tersebut. Tetes.Tetes sebagai produk sampingan selanjutnyadapat diolah menjadi alkohol atau langsung dijual ke konsumen. 2. yaitu: 1.Departemen Pencampuran. menghasilkan beberapa macam produk yang keluar dari proses ketiga. Rekening PDP. 3. Blotong sebagzi produk sampingan karena tidak mempunyai nilai ekonomis merupakan limbah industri. Proses ketiga ini merupakan proses yang mernbentuk joint cost (biaya bersama).1. Ktistal gula selanjutnya disempurnakan menjadi gula pasir dan dikantongkan pada departemen penyelesaian. Rekening PDP-Departemen Penggilingan. Proses pengolahan gula Dalam contoh pengolahan gula tersebut di atas. 2.

Teknik Pengolahan Aliran Seleksi produk Teknik yang ketiga adalah selective product tlow. Departemen berikutnya juga menghasilkan produk yang sama dengan mengolah lagi produk yang . Memperhatikan teknik produksi dan sifat-sifat bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pengolahan bahan dilakukan secara paralel untuk akhirnya digabungkan dalam satu unit pabrik rnenjadi satu produk. Dalam teknik ini terdapat beberapa departemen yang bertugas nienyempurnakan produk yang dihasilkan dari departemen sebelumnya. 3.ulel p1. Gambar 1. )Industri minuman dan makanan dalam kemasan kebanyakan . Bahan minuman minuman 7 Bahan penyiapan bvhnn pembuatan kemasan 1 I A kemawn dan penyelesaian 7 MINUMAN KEMASAN Dalam gambar tersebut ditunjukkan ada dua produk yang diolah secara bersamaan pada waktu. Teknik Pengolahan Aliran Produk Paralel Teknik pengolahan produk tidak selalu setahap demi setahap seperti halnya dalam industri gula. disebut teknik pengolahan aliran produk paralel (pu~.2 berikut ini menunjuk cara lain dalam pengolahan produk.t f l o ~ . Cara pengolahan yang kedua.2. sehingga pada akhir proses di pabrik tersebut keterkaitan antara produk yang satu dengan lainnya digabungkan menjadi satu. Dengan demikian departemen sebelumnyamenseleksi produk yang memenuhi standard mutu untuk diserahkan/diproses lanjut di departemen penyempurnaan. menggunakan teknik pengolahan aliran produk paralel. dan pabrik yang sama. kuantita\. Kedua produk tersebut sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain.odzrc. menjadi satu produk akhir.

Teknik pengolalzan produk selektip C. Proses semacam dilakukan terus berulang-ulang. Bagan proses produksi semacam ini adalah sebagai berikut: P Dept.diterima dari departemen sebelurnnya. yaitu job order costing (dikenal dengan penentuan kos pesanan) dan process costing (penentuan kos proses). Penggabungan dari kedua penentuan kos tersebut seMg terjadi tergantung dari kasus proses pengolahan di pabrik tersebut. dan penyajian laporan biaya yang timbul dari transaksi-transaksi biaya sebagai akibat proses produksi suatu barang. Dalam praktek seMg kali dijumpai masing-masing metode penentuan kos tersebut tidak diterapkan secara mumi. 3 Limbah Industri Output Gambar 3. Keduanya mengandung aspek yang berbeda. KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN Dalam pembahasanmetodepenentuankos. metode produksi berkaitan dengan cara-cara perusahaan melaksanakan pembuatan suatu barang (produk) sedangkan metode penentuan kos berkaitan dengan pencatatan dan penentuan kos pembuatan produk tersebut. 2 - Departemen Penyelesaian Dept. sedangkan produk yang belum sempuma diserahkan ke departemen berikutnya untuk diproses ulang. 1 - Dept. Produk yang baik diserahkan ke departemen penyelesaian.pengertian penentuankos seringdikacaukan dengan metode produksi suatu barang. Metode penentuan kos (baik metode proses maupun pesanan) berkaitan dengan pencatatan. . pengklasifkasian. Penentuan kos dibedakan secara ekstrim menjadi dua.

Dalarn metode penentuan kos pesanan penentuan kos tiap unit produk dapat ditetapkan dengan mudah setelah produk tersebut diselesaikan. Laporan kos produksi disusun/dihitung secara periodik. 5. Bahkan untuk industri semen suatu siklus proses produksi membutuhkan waktu lebih dari satu periode. Tiada jarak waktu tersebut disebabkan penghentian suatu proses produksi yang ditu-jukan hanya untuk menghitung kos produk menjadi tidak ekonomis. aircraft. Memperhatikan kelima karakter tersebut di atas. . Dengan demikian cukup beralasan apabila dalam metode penentuan kos proses. Produk diolah secara masal dalam jumlah yang cukup besar dan sesuai dengan kapasitas produksi mesin-mesin yang ada.h) serta memerlukan kecakapan dan perhatian khusus. perusahaan tidak mungkin melakukan penentuan kos. penentuan kos produknya dengan membagi dalarn periode tertentu (bulanan. antara lain: industri konstruksi. Produk diolah secara terus menerus (c~ontinuous). Tetapi dalarn metode penentuan kos proses. percetakan. Metode ini digunakan untuk perusaham yang memprodusir secara massal dengan proses produksi yang dilaksanakan secara contineuous. Mengingat proses produksi tidak boleh dihentikan pada setiap saat (setup costnya sangat mahal) maka manajemen harus menganggarkan jumlah yang harus diproduksi dalam kurun waktu tertentu. justru meninlbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan. mebel dan lain-lain. 2. tahunan dan lain-lain). Metode job order digunakan untuk perusahaan yang mernproduksi barang-barang yang tiap unitnya memerlukan spesifikasi khusus atau dalam kelompok produk (batc. mengingat berakhirnya suatu proses produksi tidak dibatasi oleh periode akuntansi. dapat dilihat perbedaan dengan karakter metode penentuan kos pesanan (job cost). Industri yang banyak menggunakan metode ini. Tingkat kesamaannya membutuhkan presisi yang tinggi sehingga sulit dibedakan antara produk yang satu dengan lainnya. Antara periode yang satu dengan yang lainnya hams ditetapkan batasan waktu tertentu (cut oj'f). 3. Metode proses dapat ditemukan untuk hampir semua industri kimia. Karakter metode ini adalah: I.Pengertian contineuoustersebut adalah suatu proses akm berjalan tanpa berhenti untuk satu kelompok produk yang dirancang (satu batch). permesinan. Sifat produk yang diolah menunjukkan keseragaman antara produk yang satu dengan yang lainnya. Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu.Metode penentuan kos proses. adalah penentuan penentuan kos produk yang penetapan penentuan kos produk (baik total maupun unit) ditetapkan atas dasar periode waktu. Produksi dilaksanakan untuk nlengisi gudang dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu. sehingga antara periode yang satu dengan periode yang lain tidak dibatasi oleh jarak waktu tertentu (time lug). 4.

Ketiga elemen biaya tersebut terlekat pada produk yang dihasilkanmengingat suatu produk terbentuk karena adanya bahan. Proses reaksi lumia semacam ini harus dikendalikan agar reaksi kimia dapat membentuk produk seperti yang diiehendaki. Produk yang dihasilkan lebih membutuhkan perhatian. Oleh karena itu. proses produksi barang-barang kimia harus dikerjakan dengan . Hal ini dimaksudkan agar produksi menjadi lebih ekonomis. Begitu pula apabila ditinjau dari periIaku masing-masing dalam membentuk kos produk. permasalahan dan perilaku tersebut sangat berpengaruh dalarn pengakuan dan pencatatan transaksi biaya yang terjadi dalarn suatu perjode akuntansi. ketelitian. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada umumnya mempunyai perilaku sebagai biaya variabel. Narnun realisasi pembelian baru akan terwujud pada saat barang-barang yang dibeli . bocor dan lain-lain. D. Kebanyakan industri kimia menggunakanproses produksi yang bersifat tertutup.Perbedaan di antara kedua metode ini. adanya manusia yang mengerjakannya disertai dukungan fasilitas lain yang membantu terwujudnya produk tersebut.Kenyataan tersebut mengakibatkanproses produksi barang-barang kimia dalam skala kecil menjadi sangat mahal. Sebaliknya ongkos produksi akan mahal sekali kalau konfigurasi proses produksi dalam skala besar. Di sarnping itu akibat sampingan yang tidak terkendali dapat muncul apabila sisa-sisa reaksi kimia tersebut tumpah. Transaksi ini bersifat intern. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS Elemen-demen biaya yang membentuk kos produk adalah biaya bahan. Produk yang dihasilkan tidak dapat dibuat secara standard. oleh karenanya transaksi ini hanya pernindahan asset dari bagian yang satu kepada bagian yang lain. disebabkan oleh cara-cara yang ditempuh dalam menghasilkan produk tersebut memang berbeda.telah tiba dan diterima di bagian gudang.konfigurasi yang sangat besar. Saat terjadinya pembelian bahan menunjukkan bahwa perusahaan telah mempunyai kesepakatan dengan pihak lain. Masing-masing elemen biaya tersebut mempunyai sifat dan permasalahan yang berbeda. a. sedangkan biaya overhead mempunyai perilaku baik sebagai biaya tetap maupun sebagai biaya variabel. Meskipun transaksi ini hanya sekedarmernindahkan barang dari gudang ke bagian produksi tetapi mempunyai makna yang cukup berarti sebagai pengakuan . Pencatatan dan pembebanan biaya bahan. Metode penentuan kos pesanan dirancang untuk digunakan bagi industri yang menghasilkan produk dalam skala kecillindividual. dengan maksud reaksikimia sebagai akibat pencampuran dan pemanasan beberapa bahan tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur kimia lain yang tidak dikehendaki. Transaksi biaya bahan terjadi pada saat bahan-bahan tersebut dibeli dari pemasok dan pada saat pemakaian bahan tersebut. Pemakaian bahan terjadi pada saat bahan baku ataupun bahan pembantu diserahkan dari bagian gudang kepada bagian produksi. sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Sifat.

4. Memberikan perlindungan terhadap resiko kecurian dan menjaga berfungsinya bahan sesuai dengan mutu yang diharapkan. Bahan untuk memproduksi suatu produk terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu. Agar barang-barang di gudang siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. 3. Agar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menangani persediaan dapat dihemat. 1. dan c. Bahan baku adalah bahan yang diubah dalam proses produksi untuk membentuk suatu produk. Agar dana yang digunakan untuk membiayai pembelian bahan dapat dihernat untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat. Pada umumnya bahan baku suatu produk terdiri dari satu macam bahan saja. 2. namun mempunyai peranan dalam membentuk suatu produk. 1. Agar bahan-bahan yang dibeli dalam jumlah yang tepat dan digunakan untuk kepentingan produksi sesuai dengan waktu yang direncanakan. . kos pembelian bahan. . Bahan ini merupakan bagian kecil dari suatu produk. Bahan pembantu adalah. biaya pengangkutan bahan sampai ke gudang. b. Tujuan pengendalian biaya bahan. Bahan tersebut secara langsung terlekat pada produk dan merupakan komponen yang terbesar. tetapi dapat pula terdiri dari beberapa macam bahan baku. adalah bahan utama yang secara langsung ikut membentuk produk. Bahan-bahan hams dilindungi terhadap kemungkinan-kemungkinan pencurian ataupun resiko kehilangan. biaya assuransi bahan-bahan. 2. 5. Bahan yang masuk kategori bahan baku. Pada umumnya bahan pembantu suatu produk terdiri dari beberapa macam. Menghindarkan resiko cacat/rusak. Agar resiko terhadap munculnya barang cacat maupun kadaluwarsa dapat dihindarkan. Tujuan pengendalian barang di gudang. Komponen kos bahan terdiri dari: a. 3. bahan-bahan yang digunakan untukmembantu terbentuknya suatu produk.berapa kos bahan-bahan dalarn ikut membentuk tenvujudnya sesuatu produk.

Kos bahan (sesuai faktur) Biaya angkut masuk Biaya assuransi Rp 10.200 Rp 10.700 Pengendalian pemakaian bahan. Masalah ini dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi.Contoh pencatatan transaksi yang terkait denganbiaya bahan. Harus memperhatikan kwalitas bahan-bahan yang ada sehingga apabila terdapat bahan-bahan yang tidak memenuhi standard dapat segera mengembalikannya kepada suplier.000 3. Dengan demikian bahan-bahan yang dipakai sesuai dengan mutu yang dikehendaki.BB Persediaan bahan baku Rp 8. Pengembalian ini akan dicatat dalam jurnal pengembalian bahan.000 2.Masalah ini dibahasdalam mata kuliah Akuntansi Keuangan. 2.200 8.200 Saat Pemakaian bahan (dicatat oleh bagian akuntansi biaya) Produk dalam proses . Masalah penting yang terkait dalarn pengadaan bahan adalah: 1.700 Jumal pencatatannya adalah sbb: Persediaan bahan baku Utang Dagang Kas Rp 13. saat Pembelian (dicatat oleh bagian akuntansi finansial).200 Total kos bahan Digunakan dalam proses produksi Rp Rp 13.000 I -1. Penentuankos danpenilaiannya. Prosedur Pembelian bahan dan pencatatan persediaan. .

adalah semua biaya yang dieluarkan untuk membayar upah pada karyawan perusahaan. 2.Termasukdalam kategori biaya komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetapftidaktetap) guna mempertahankan eksistensioperasional perusahaan.000 7. bonus Produksi. Biaya Komersial (terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor).500 Biuyn tennga kcljlr Rp 22. tantiem. dan tunjangan hari raya. Biaya tenaga kerja. antara lain sebagai berikut: 1.500 Riaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macatn.000 2. departemen dan lain-lain klasifikasi.b. Tahapan pengumpulan data gaji. perhitungan pendapatan. Komponen pembayaran jasa kepada karyawanhuruh yang tidak termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah:jasa produksi. Macam-macam pembayaran gaji dan upah yang masuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: gaji karyawan. Jumal transaksi tersebut adalah sebagai berikut: Biaya Tenaga Kerja Pajak penghasilan karyawan Hutang gnji h n ~rpah ka~:~trcc~crn Rp 22. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dala~n .500 . Jurnal transak\i kedua ini dicatat sebagai berikut: PDP-biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Rp 15. dan tunjangan kesehatan. upah buruh. Tahapan keduamerupakan prosesdistribusidan alokasi biaya tenaga kerja kepada masing-masing job. Pencatatan biaya tenaga kerja melalui dua tahapan penting yang terdiri dari: 1. Rp 25. perhitungan pajak yang hams dibayarkan oleh karyawan serta berapa besarnya penghasilan bersih yang diterima karyawan. Termasukdalam katego~i biaya produksi adalah semua upah buruhdan insentipdalam rangka memproduksi suatu produk. Pencatatan dan pembebanan biaya tenaga kerja. Biaya Produksi (terdiri dari biaya TK Langsung dan biaya TK tak langsung). insentip'lembur dan insentip prestasi kerja.500 2. Klasifiasi biaya tnaga kerja dalam proses produksi antara lain: (a) biaya tenaga kerja langsung.

Pajak menjadi beban perusahaan. karypwan (buruh) dan perusahaan. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka memproduksi produk yang secara tidak langsung ikut membentuk produk dalam suatu perusahaan. Contoh kasus. Berarti PPH 21 yang harm dikenakan kepada buruh tersebut sebesar 15% X Rp 80.000 2 orang anak @ Rp 60. Seorang buruh memperoleh penghasilan sebesar Rp 200. 3. 2.000 Apabila buruh tersebut belurn berkeluarga (bujangan) besarnya pendapatan tidak kena pajak sebesar Rp 120.000 120. berikut: 1. Masalah ini dipecahkan dengan 3 cara sebagai . Perlakuan akuntansi terhadap pajak berdasarkan kebijaksanaan mahagemen sebagairnana diutarakan dalam alinea di atas. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak.000 sebesar Rp 12. Pajak ditanggung bersarna.000 60.rangka memproduksi produk yang secara langsung membentuk produk dalam suatu perusahaan dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi cli departemen produksi.000 total penghasilan tidak kena pajak Pendapatan tidak kena Pajak Jadi buruh tersebut tidak dapat dikenai PPH 21. Penentuan PPH 2 1untuk buruh tersebut adalah sebagai berikut: Besarnya penghasilan per bulan Pendapatan tidak kena pajak buruh sebagai kepala keluarga 1 orang isteri 120. adalah kewajiban membayar PPH 21 dan asuransi sosial. . Biaya tenaga kerja talc langsung terjadi di departemen pewbantu (service departement).000. Biaya tenaga kerja talc langsung. Dengan dernikian pendapatan kena pajak buruh tersebut Rp 80.000.000. RD 300.000 per bulan. Pajak PPH 21 menjadi beban masing-masing karyawan. Masalah yang tirnbul dalam pembayaran biaya tenaga kerja.

000 188. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada k:+rpawan dan pcruxahaal~.000 Utang gajilupah 188. Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang 21 Ut~lr~g gajilupah RP 1 04 400 6.000 Rp 12.BTK Biaya terluga kerja Rp 200. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja. a.1. Saat Pembebanan kepada psoduk. a.000 2. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 b. Produk dalam proses . Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.000 3.000 Kp 200. Saat Pelnbebanan kepada produk. Biaya Tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang PPH 21 RP 188.000 12.000 b.000 KIT 194. Biaya tenaga kerja Utang PPH 2 1 Urcing gajilupcrh RP 200. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada perusahaan saja.000 Rp 12.000 Rp 12. Produk dalam Proses .BTK Biuya tenaga kelju Rp 1 94.000 .000 1811. a.

Rekening semacam ini digunakan untuk menampung pembebanan biaya overhead yang terjadi dalam satu periode kepada rekening Produk dalam proses .000 Rp 7.BTK Rp 188. adalah prosedur penggajian dan pengupahan yang meliputi.000 Rp 5. Di samping itu apabila ditinjau dari tingkah laku terjadinya biaya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu biaya variabel dan biaya tetap. Penghitungan upah dan insentip. Pencatatan dilakukan dengan talcsiran biaya overhead pabrik. c. Pengelompokan ini dilakukan mengingat jenis biaya overhead sangat banyak. -4. 5.b. Apabila ditinjau dari saat terjadinya maka biaya overhead dapat ditinjau dari biaya overhead tunai dan biaya overhead yang dibebankan untuk berbagai penode yang menikrnati. dengan dernikian pembebanan BOP tidak perlu menunggu perhitungan . Pencatatan waktu kerja. dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi.BOP. Pencatatan biaya overhead pabrik terdiri dari dua kelompok.000 Rp 3. 1. Pencatatan dan pengakuan biaya overhead. Pencatatan kehadiran karyawan. 2.500 Rp 4. 3. Pencatatan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut: Pengakuan terhadap biaya overhead.500 Macam-macam biaya yang lainnya Pembebananbiayaoverheadpabrikkeproduk harusmemperhatikanapakahperusahaan memakai rekening biaya overhead pabrik dibebankan. Pencatatan biaya tenaga kerja. Biaya overhead pabrik Biaya tenaga kerja tak langsung Akumulasi peralatan pabrik Biaya assuransi kebakaran Rp 20. Produk dalam Proses . Saat Pembebanan kepada produk.000 Rp Biaya tenaga kerja 188. Pernisahan biaya tersebutdimaksudkanuntuk memudahkan dalamanalisispengambilan keputusan.000 Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian biaya tenaga kerja. Hal-ha1 tersebut. Pembayaran upah dan insentip.

000 Dengan pencatatan tersebut di atas maka akan terlihat bahwa dalam rekening BOP sesungguhnya akan terdapat selisih sebesar Rp 1.Meskipun padadasamya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap.BOP yang sesungguhnya terjadi. harus dipertemukan dengan rekening BOP-sesungguhnyapada saldo debit.000 Rp 19. Biaya ini terdiri dari biaya bahan tak langsung.BOP BOP . sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya. dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel.Perbedaan ini disebut under-applied overhead pabrik.dibebankan BOP . Selisih tersebut di akhir periode akan disesuaikan dengan terlebih dahulu dianalisis apakah terjadi over1 under applied BOP. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL Biaya overhead pabrik adalah semua biaya-biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Selanjutnya selisih tersebut akan dibebankan kembali ke rekeningrekening Kos barang terjual/HPP.000 Selanjutnyarekening BOP-dibebankan pada saldokredit.000 Rp 19.dibebankan Rp 19.000.mengingat tidak ada metode yang dianggap tepat dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut. Item biaya overhead pabrik sangat banyak. Adapun jumalnya adalah sebagai berikut: BOP . maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel.sesurzgguhnya Rp 19. Pembebanan BOP ke rekening Produk dalam Proses: PDP . Pemisahan biaya ini sebenamya mengandung kelemahan. . Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan diperoleh selisih antara BOP yang ditaksirkan dengan BOP yang sesungguhnya. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job. rekening persediaan produk selesai dan persediaan produk dalam proses akhir. E.

Di antara berbagai titik tersebut ditarik garis lurus sampai memotong sumbu tegak. Teknik ini menggunakan dasar aktivitas tertinggi dan terendah sebagai dasar analisis semivariabel.jelaskan uraian tersebut di atas. Gambar di halaman 18 berikut ini me~~. (3) teknik analisis kuadrat terkecil (least square). Dari perpotongan sumbu tegak dengan garis tersebut ditarik garis lurus sejajar dengan sumbu datar. Garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Perhatikan contoh berikut ini: . Variabilitasbiayadiperlihatkan oleh garis miring yang sebetulnyamerupakan fungsi dari produk yang dihadkan. antara lain: (1) teknik grafis. Dari gatnbar tersebut dapat diketahui berapa besamya biaya tetapdan berapa besamya biayavariabel.Beberapa teknik pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap 0 unit 2. 1. Sedangkan biaya tetap digambarkan dengan garis mendatar sejajar dengan kuantitas produk. (2) matematical high low point. Besamya biaya variabel dihitung dengan membagi selisih biaya semi variabel tertinggi dan terendah dibagi dengan selisih aktivitas tertinggi dan terendah. dan (4) teknik analisis korelasiJregresi. Dalam teknik ini hubungan antar biaya dengan volume produksi digambarkan dalarn sebuah diagram. Mathematical high low point. Teknik grafis.

000 684.000 Rp 1. Selanjutnya setelah besarnya biaya variabel per unit dapat diketahui.dapat dihitung hesamya biaya tetap sebagai berikut: Aktivitas tertinggi Total biaya semi variabel Biaya variabel (Rp 250ljam) 6.750.000 3.026.736 jam X Rp 250 Biaya tetap Rp 1.000 Aktivitas terendah Rp 1.. Berdasarkan data tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: No 1 2 Aktivitas perusahaan Aktivitas tertinggi Aktivitas terendah Selisihlperbedaan Aktivitas 6.7 10.000 1.026.: 4.480 jam X Kp 250 2.066.000. Sedangkan aktivitas terendahnya terjadi di bulan Maret menunjukkan waktu kerja 2.776.840 jam 2.750. Teknik ini hubungan antara biaya dengan volume produksi sebagai hubungan persamaan linear.000 Rp 1.I 1 Dalam tahun anggaran 1986 aktivitas tertinggi perusahaan susu Mamiek menunjukkan waktu kerja sebanyak 6.104 jam = Rp 250.776.-/jam.066.000 Tarip variabel = Rp 1.736 jam dengan biaya sebesar Rp 1.000.840 jam dengan biaya Rp 2. Teknik kuadrat terkecil.000 I .750.104 jam Total Biaya Rp 2.776.000 Rp 2.000.736 jam 4. Persamaannya adalah: .

250 Rp 291. bahwa untuk mempermudah perhitungan digunakan tarip yang ditetapkan di muka. Tarip yang digunakan harus berdasar pada alasan yang rasional. ditentukan atas dasar: 1. terdiri dari biaya tetap Rp 125. Selisih tersebut dianalisis dengan analisis dua selisih sebagai berikut: Selisih pengeluaran: Biaya overhead sesungguhnya Anggaran s/d kapasitas yang digunakan: Biaya tetap dianggarkan Biaya overhead (190 X Rp 0.000 dan biaya variabel Rp 300. agar tarip tersebut dapat digunakan secara tepat baik untuk penentukan kos maupun untuk kepentingan pengendalian biaya.000 Selisih pengeluaran (rugi) .000 sehingga terdapat selisih sebesar Rp 7. 3.875) Rp 125.000 jam. jam tenaga kerja langsung. unit produksi.000 jam kerja. maka pada akhir periode &an terdapat selisih dalam rekening biayaoverhead pabrik sesungguhnya (actual) dengan tarip yang telah ditentukan di muka.SO. Telah disebutkan di muka. biaya tenaga kerja. Tarip biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja sebesar 200. Pada periode tersebut jam kerja sesungguhnya sebesar 190.000. Selisih tersebut (baik under ataupun over applied) harus dianalisis untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.625 dan untuk biaya overhead variabel sebesar Rp 0. Tarip biaya overhead pabrik.000 166. 3.000 (under applied). 2. biaya bahan yang digunakan. Tarip untuk biaya overhead tetap Rp 0.875. Jadi tarip per jam kerja adalah Rp 1. Sebagai akibat penggunaan tarip biaya overhead pabrik tersebut. dan menunjukkan arah garis (slope) sebagai komponen biaya variabel. 5.Y menunjukkan besamya biaya variabel pada volume X a b menunjukkan komponen biaya tetap.250 Rp 292. Sebagai contoh: Anggaran biaya overhead pabrik pada perusallaan Nickiesusu. jam mesin. Pada akhir periode diketahui besamya biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah Rp 292.

Dalarn artian tarip yang ditetapkan di masa lalu tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai alat pengukuran. ..000 Persediaan produksi jadi Biaya overhead pabrik sesungguhnya. Besarnya kapasitas menganggur ini sebesar 5%. dengan jurnal sebagai berikut: Rp 7. Dari data di atas dapat diketahui terdapat kapasitas jam kerja yang masih belum digunakan sebanyak 10.000jam kerja.000 Rp 7. Dengan demikian manager dapat mengetahui pada elemen apa saja dia harus melakukan tindakan koreksilperbaikan. Demikian halnya dalam selisih kapasitas.000 jam X 0.000 Terhadap tarip biaya overhead. pada setiap akhir periode hams dibebankan kembali ke rekening Kos Produksi atau langsung ke income summary. komponen biaya apa saja yang mengalami penyimpangan.000.= 5 % Pejabat yang bertanggungjawab terhadap adanyakapasitas yang menganggur tersebut adalah orang yang secara langsung menangani proses produksi. ha1 ini perlu diteliti lebih lanjut penyebab kesenjangan antara kapasitas produksi dengan kemampuan pasar menyerap produk yang dihasilkan perusahaan.625) :Rp 125. dihitung dengan cara sebagai berikut: (10.Selisih Kapasitas: Anggaran sld kapasitas yang digunakan Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk (rekening PDP-BOP) Selisih kapasitas (rugi) Terhadap selisih pengeluaran dapat dirinci lebih jauh. atau: Income summary Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 7.X 100 %. Terhadap selisih yang terjadi. manajemen dapat mengetahui sampai seberapa jauh tingkat efektivitas pekerjaan pada departemen produksi. Namun. Hal ini hams dikoreksi kembali. sangat dimungkinkan di kelak kemudian hari tarip biaya overhead pabrik menjadi tidak tepat.000 Rp 7. Dengandemikian tarip biaya overhead pabrik harus ditetapkan kembali dengan dasar pengalaman di masa yang lalu.

PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI Unit ekuivalen produksi (selanjutnya disebut unit ekuivalen) hams dihitung untuk menentukan berapa besa~nya produk yang layak diperhitungkan dalam rangka penentuan kos produk per unit. Sebagai contoh.000 unit produk X. Berapa besamya biaya yang terserap dalam produk yang masih dalarn proses baik di awal maupun di akhir periode tergantung pada taksiran tingkat penyelesaian komponenkomponen biaya yang membentuk terjadinya sesuatu produk atas produk dalam proses.400 unit Produk dalam proses akhir Produk yang diselesaikan periode ini 400 unit 2.BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI A. Tingkat penyelesaian produk mencerminkan berapa banyak biaya yang terserap di dalam produk dalam proses tersebut. dan biaya overhead pabrik 80%. Hal ini mengingat adanya produk yang masih dalanl proses baik di awal maupun di akhir periode telah ikut menyerap kos yang terjadi dalam periode tersebut.000 unit 2. Di akhir periode masih terdapat 400 unit produk yang masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan sebesar I OO%. biaya tenaga kerja 80% dan biaya overhead pabrik sebesar 90%. perusahaan XYZ dalam bulan Mei menghasilkan 2. Keadaan dalam satu periode tersebut apabila dirinci akan menunjukkan kuantitas produk yang diselesaikan sebagai berikut: proses awal Produk dala~n Produk yang masuk di dalam proses 200 unit 2.400 unit . Di awal bulan terdapat produk yang rnasih dalaln proses produksi 200 unit dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan baku 100%'.biaya tenaga kerja langsung 90%.200 unit 2.

Kos yang terserap dalam produk dalam proses awal maupun akhir proses menunjukkan jumlah yang relative sama.000 + 400 (100 %) Unit ekuiv. Begitu pula halnya produk dalam proses di akhir bulan Mei akan menjadi produk dalam proses di awal bulan Juni. biaya overhead pabrik. Apabila menggunakan metode tersebut besarnya unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Unit ekuiv.000 unit Peraga 2. 2. Metode rata-rata (average method).000).400 unit 2. Komposisi penyelesaian produk dalam proses di awal maupun di akhir proses sebagaimana digambarkan dalam gambar di atas akan mempengaruhi unit ekuivalen pada bulan Mei. 2.Dalam menghitung kuantitas produk yang diprodusir selama satu periode harus dapat ditunjukkan bahwa input (200 + 2. biaya tenaga kerja langsung. Metode ini menganggap bahwa tingkat penyelesaian produk dalam proses baik di awal maupun di akhir proses dari periode yang satu ke periode berikutnya tidak menunjukkan perbedaan yang siknifikan. Penghitungan unit ekuivalen dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut: 1 .200) sama dengan output (400 + 2. Bagan berikut ini memperjelas proses transformasi input dan output dalarn suatu proses produksi. awal bulan Mei ! awal bulan Juni ! 200 unit 400 unit Masuk dalam proses dalam bulan Mei 2. bahan baku.200 unit Produk selesai dalam bulan Mei 2.000 + 400 (80 % Unit ekuiv.000 + 400 (90 %) = - 2.320 unit 2.360 unit . 2. Sebagai akibatnya kos padaperiode yang satu dan periode yang lain tidak akan terjadi fluktuasi.1 Aliran input dan ouput produksi Dan gambar tersebut di atas ditunjukkan bahwa 200 unit produk dalam proses awal sebetulnya merupakan produk dalam proses di akhir bulan April.

mengenai filosofi produksi.biaya tenaga kerja langsung Rp 15. 200 (0 9 )+ (2. Konsep ini sangat berbeda dengan metode rata-rata yang menganggap komporlen kos semua produk sama. tidak boleh sembarangan mengingat karakter proses produksi hams diperhatikan Dengan mengambil contoh perhitungan subbab A di atas serta data biaya berlkut digambarkanperhitungan kosper unit tersebut. Perhitungan kos per unit produk berdasarkan salah satu dari keduametode penghitungan unit ekuivalen. Misalnya.300 unit. .200 biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 34. ' Periksa kembaii bab I.200) + 400 (100 %) 6 Unit ekuivalen biaya tenaga kerja.000 .200) +400 (90 '3) 6 = 2. = 2. B.200 unit.000 .200) + 400 (80 %) Unit ekuivalen biaya overhead pabrik. MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK Dalam menghitung kos per unit produk hams memperhatikan unit ekuivalen produksi untuk masing-masing komponen biaya. biaya bahan baku bulan tersebut sebesar Rp 44.000 .dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 11. produk pada bulan April adalah sebagai berikut: biaya bahan baku RD 19.420 dan biaya overhead pabrik Rp 26.560. Kos yang terserap dalam setiap produk di awal dan di akhir periode jumlahnya tidak sama.140 unit. 200 ( 10 %) + (2. sebagai akibatnya kos balk yang terjadi di awal maupun di akhir proses akan diidentifikasi secennat mungkin. Metode ini menganggap terdapat perbedaan yang siknifikan antara tingkat penyelesaian antara produk dalam proses di awal periode dengan produk dalam proses di akhir periode. Meskipun demikian keputusan untuk menggunakan salah satu dari kedua metode tersebut. Perbedaan tingkat penyelesaian dari waktu ke waktu tersebut akan sangat mernpengaruhi besarnya komposisi kos produk dari periode yang satu dengan periode lainnya. = 2. Kos per unit. Perhitungan unit ekuivalen dengan menggunakan metode FIFO adalah sebagai berikut: Unit ekuivalen biaya bahan.Metode masuk pertama keluar pertama (first in first out). 200 (20 9 )+ (2. Perhitungan unit ekuivalen tersebut di atas memperhatikan perhedaan penyerapan kos di awal dan di akhir proses produksi.

Dengan menggunakan metode rata-rata besamya kos per unit lebih kecil dibandingkan dengan metode FIFO. 200 x 80 % x 11 Total kost produk dalam proses awal = Rp = 3. perhitungannya adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku.760 - Rp 8.700 1. 200 x 100 % X 19 Biaya tenaga kerja langsung. Sebelummenghitung kos per unit produk terlebih dahulu dihitung berapa besarnya kos yang terlekat pada produk dalarn proses awal. Apabila menggunakan metode FIFO perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: . 200 x 90 % x 15 Biaya overhead pabrik.800 2.Dari informasi tersebut di atas dapat dihitung kos per unit produk.260 Apabila menggunakan metode rata-rata perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: Perhitungan kos per unit kedua metode tersebut akan menghasilkan kos per unit yang berbeda.

Berdasarkan perhitungan di atas selanjutnya dapat dihitung berapa besamya kos yang dibebankan terhadap produk selesai maupun produk yang masih dalam proses di akhir periode. Rincian perhitungan berikut ini sangat penting mengingat jumlah tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke dalam rekening-rekening produk dalam proses. Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya TKL, 400 x 80 % x 16 Biaya Overhead Pabrik, 4OOx90%x12 Total biaya yang dibebankan Rp 8.000 5.120 Rp 96.000

4.320

17.440 Rp 113.440

Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode FIFO adalah sebagai berikut:

Kos produk selesai:
Produk d b proses awal

Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Ppbrik: 200 x 20 5% x 12,07 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei: 1.800 @ Rp 48,25 Total kos produk selesai bulan Mei Rp 95.914,40
= Rp 321,60

=

482.80

804.40

Kos produk dalam proses akhir:
Biaya bahan baku, 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Overhead Pabnk, 400 x 90 %x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang dibebankan bulan ini Rp 8.040 4.345.20 Rp 17.530.80 Rp 1 13.445,20
% Biaya Tenaga Kerja Langsung, 400 x 80 5 x 16,08 Rp 5.145,60

Dalam perhitungan menurut metode FIFO, di atas terdapat selisih lebih sebesar Rp 5,20. Selisih tersebut sebagai akibat pembulatan pada waktu perhitungan kos per unit. Rincian pembulatan tiga angka di belakang koma adalah sebagai berikut: Biaya bahan 12.0909 menjadi 12.10 atau sebesar BTKL 16.0841 menjadi 16.08 atau sebesar BOP 12.0727 menjadi 12.07 atau sebesar (0.009 1) (0.0041) (0.0027) Rp 5,06

Total pembulatan = 0.0023
Perhitungan pembulatan adalah: 2.200 x Rp 023
=

C. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI
Laporan kos produksi untuk periode yang baru saja berakhir disusun pada hari-hari awal periode berikutnya. Jadi laporan kos produksi untuk bulan Mei dibuat pada awal bulan Juni, demlkian seterusnya. Laporan ini memuat tigamasalah pokok yang terdiri dari:

1. Laporan kuantitas produksi selama satu periode, berisi perhitungan kuantitas produk baik yang masuk dalam proses maupun produk yang dihasilkan serta segala bentuk keluaran lainnya. Laporan semacam ini menggarnbarkan berapa kuantitas yang layak diperhitungkan dalam penentuan kos produk.

2. Perhitungan kos per unit produk, berisi perhitungan kos per unit produk untuk semua komponen produk yang dihasilkan selama satu periode produksi.
3. Perhitungan pembebanan kos produk selesai dan produk yang masih dalam proses (akhir), berisi perhitungan berapa besarnya kos untuk produk selesai dan produk dalam proses yang dihasilkan dalam satu periode produksi.
Laporan Kos Produksi tersebut disajikan dengan maksud menyajukan informasi kepada manajemen sebagai alat pengendalian biaya produksi dan sebagai dasar membukukan kos produksi ke dalam rekening kontrol. Berikut ini disajikan contoh laporan kos produksi dengan menggunakan metode ratarata (periksa halaman 24).

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A.

Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang masuk dalam proses 200 unit

2.200

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalarn proses akhir hoduk selesai bulan Mei

400

2.000

B. Perhitungan Kos per unit produk,

C. Pernbebanan biaya kepada produk.

Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung. 400 x 80 O/r x 16 Biaya Overhead Pabrik, 400 x 90 %x 12

= =

Rp Rp
8.000 5.120 4.320

96.000

-

Total biaya yang dibebankarl

Percrgu 2.2 Lupor.urr Kos Prodrrksi detrLqut7 Rerorlc, Rota-r.nru

Laporan kos prroduksi yang disajikan dengan metode FIFO disajikan pada halaman berikutnya. Perhatikan, terdapat perbedaan yang khas penyajian metode ini yang sangat berbeda dengan metode Rata-rata. Dalam metode FIFO, perhitungannya jauh lebih rumit daripada metode rata-rata terutama laporan bagian C, pembebanan biaya kepada produk.

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A. Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang rnasuk dalarn proses

200

unit

2.200
400

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalam proses akhir Produk selesai bulan Mei

2.000

B. Perhitungan kos per h i t ,

C. Pembebanan biaya kepada produk: Produk dalam proses awal Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Pb., 200 x 20 % x 12,07
Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei, 1.800 @ Rp 48,25

Rp 8.260
= Rp 321,60 = 428.80

804.40

Total kos produk selesai bulan Mei Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Tenaga Kerja Langsung: 400x 80 % x 16,08

Rp 95.914,40
= Rp 8.040,00 = 5.145,60

Biaya Overhead Pabrik: 400 x 90 % x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang, dibebankan bulan ini

Peraga 2.4 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO

Apabila kita kita perhatikan, a1 antara kedua laporan kos produksi tersebut tefdapat perbedaan pokok, yaitu: 1. Dalam metode rata-rata biaya yang terjadi pada bulan sebelurnnya yang tercermin dalam PDP awal digabung menjadi satu dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei. Penentuan kos per unit dilakukan dengan membagi total bulan lalu dan bulan Mei dibagi dengan unit ekuivalennya. Berbeda dengan metode FIFO, maka biaya yang berasal dari bulan lalu tidak digabung dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei.

2. Penggunaan salah satu dari kedua metode tersebut harus mempertimbangkan ha1 -ha1 sebagai berikut:
a. Fluktuasi produksi dari periode ke periode. b. Apakah produk yang melekat masih dalam proses tidak tentu.

D. MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR
Akuntansi biaya mempunyai tugas untuk mencatat, melaksanakan klasifikasi biaya, membebankan perhitungan biaya pada produk, dan melaporkannya kepada manajemen. Bentuk pelaporan biaya telah dipelajari dalam subbab sebelurnnya, dan selanjutnya akan dibahas proses pencatatan transaksi biaya ke dalam jumal dan postingnya dalam buku besar. Skema proses pencatatan transaksi biaya adalah sebagai berikut:

-

Buku Jurnal

Buku besar

-

Neraca Lajur

r

-Buku Pembantu

Laporan Biaya

Biaya

I

Bagan 2.5 Proses pengolahan data akuntansz

a. langkah-langkah pencatatan transaksi adalah sebagai berikut: 1. Pencatatan jurnal penyesuaian kembali. biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain selain kedua klasifikasi tersebut. Dengan demikian saldo semuarekening Produk Dalam Proses sudah seimbang (0). Cara pencatatannya antara lain.260 Persediaan PDP awal Pencatatan transaksi keuangan. PDP biaya bahan PDP biaya tenaga kerja langsung PDP biaya overhead pabrik Rp 3. Pencatatan jumal penyesuaian kembali ini dibuat mengingat pada akhir bulan yang lalu telah dilakukan tutup buku.Berdasarkan bagan tersebut di atas. Transaksi keuangan yang terkait dengan transaksi biaya terdiri dari pencatatan pembelian bahan-bahan. guna mengakui adanya produk dalam proses awal yang sebetulnya merupakan persediaan akhir pada periode bulan yang lalu.xx Hutang &gang b. Pencatatan biaya lain-lain: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya tenaga kerja tak langsung Depresiasi Biaya asuransi xxxx xxxx xxxx xxxx XlCXX Biaya tunai lainnya .lx.. Pembelian bahan baku (dengan metode perpetual) dicatat sebagai berikut: Persediaan bahan xxxx . Pengakuan adanya upah tenaga kerja dicatat sebagai berikut: Biaya tenaga kerja xxxx XYXX Hutang guji c.Pada awal bulan Mei harus dibuat jurnal penyesuaian kembali.800 2.700 11760 Rp 8.

200 b.420 Biaya overhead .3. dan biaya over-head pabrik. Bila menggunakan metode rata-rata.120 4.560 Rp 34. Transaksiini meliputi pembebanan biay a bahan baku. Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai dengan jumal sebagai berikut: Persediaan produk selesai PDP .000 Rp 40. a. Pencatatan transaksi akuntansi biaya.biaya bahan baku Rp 96.000 5. 1. Terhadap produk yang masih melekat dalam proses produksijuga hams dihitung berapa biaya yang hams dibebankankepadanya.440 Rp 8.biaya bahan Rp 44. Pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk: Produk dalam proses .560 Setelah proses produksi selesai.200 Biaya tenaga kerja langsung c.biaya overhead pabrik Pembebanan biaya produks~ kepada PDP akhir dengan jumal sebagai berikut: Persedimn produk dalam proses PDP . Pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk: Produk dalam proses .biaya tenaga kerja langsung 32. Pembebanan biaya bahan baku kepada produk: Produk dalam Proses .BOP Rp 26.000 24.000 PDP . produk yang diselesaikan diserahkan ke gudang sebagai produk jadi.biaya averheadpabrik .000 PDP .200 Persediaan bahan baku Rp 44. Transfer produk jadi tersebut hams diikuti pencatatan pembebanan biaya atas produk yang telah diselesaikantersebut.dibebunkan Rp 26.biaya bahan baku Rp 17.320 PDP . biaya tenaga kerja langsung.b i q tenaga kerja langsung PDP .BTKL Rp 34.

000 48.960.700 BOP Dibebankan PDP . Bila menggunakan metode FIFO Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai: Persediaan produk selesai PDP .BOP :: :I : Persediaan PDP Akhir Peraga 2.4 Aliran Biaya Produksi dengan Metode Rara.80 (Catatan: terdapat pernbulatan angka sebesar Rp 520) .40 23.914.BTKL Raj.rat^ 2.Bagan proses pencatatan transaksi biaya dalam metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan PDP . 2.BB Persediaan produk selesai 48.974.biaya bahan baku PDP -biaya tenaga kerja langsung PDP .000 Biaya Tenaga Kerja PDP .974.biaya overhead pabrik Rp 95.40 Rp 38.OO 3 1.

530.BTKL BOP Dibebankan PDP .80 Rp 8.530.5.20 Bagan proses pencatatan transaksi biaya dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan 'PDP .00 5.biaya bahan baku PDP .60 4.320.biaya overhead pabrik Rp 17.BOP Persediaan PDP Akhir 28.34.6 Aliran Biaya Produksi dengan Metode FIFO .biaya tenaga kerja langsung PDP .040.80 Peraga 2.974.OO 17.BB Persediaan produk selesai 95.40 Biaya Tenaga Kerja PDP .Pembebanan biaya produksi kepada PDP akhir: Persediaan produk dalam proses PDP .145.

BK 80%) Depart. PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI Mengingat setiap proses produksi membutuhkan spesialisasipekerjaan. Total biaya Rp 198. biaya tenaga kerja sebesar Rp 10. Hampir tidak ada proses produksi yang tidak menggunakan departemenisasi tersebut. Untuk menggambarkan bagaimana penentuan kos produk yang diolah melalui beberapa departemen produksi. I 200 -- Depart. I1 -- 200 5 . maka produk diolah melalui beberapa departemen. Dalam bulan ini komposisi biaya adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik D e ~ tI. Penghitungan kos produk menggunakan metode FIFO.000 D e ~ tI1 .000 Rp 216.E. Agarpembahasan lebih mudah dipahami. I PDP akhir dept 1 (BB 100%. Di departemen I1 biaya tenaga kerja langsung Rp 25 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 16.OOO 4. Industri XYZ menghasilkan satu macam produk X dengan metode proses.450 . Komposisi produk yang dihasilkan dalam bulan Mei 1988 adalah sebagai berikut: Keterangan PDP awal dept I (BB loo%. BK 80%) PDP awal dept I1 (BB LOO%. berikut ini disajikan contoh kasus PT XYZ. Rp 100. Tentu saja banyaknya departemen tersebut sangat berpengaruh terhadap cara-cara penentuan kos per unit produk. biaya bahan Rp 19. diambil kasus teknik aliran produksi bertahap.800 400 -- ---- 150 Biaya produksi per unit produk dalam bulan yang lalu adalah sebagai berikut: di departemen I. Produk diolah melalui dua departemen produksi yang diolah secara bertahap. I Produk selesai di dept. dan biaya overhead pabrik Rp 11. BK 80%) Produk masuk dalam proses dept. BK 90%) PDP akhir dept I1 (BB 100%.

Keterangan D e ~ t1 . dalam kedudukan sebagai bahan di departemen 11.800 -200) + 400 (90%) = = 5. Biaya bahan.Dari informasi tersebut buatlah laporan kos produksi dan pembukuan transaksi tersebut dalam rekening yang terkait! Perhitungan kuantitas produksi dalam bulan ini adalah sebagai berikut: .810 unit Sering kali dalam kasus yang disajlkan. 2. Perhitungan unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Departemen I.850 unit.800 5. 1 Biaya Konversi = 200 (20%) + ( 4.200 5. Jumlah yang diselesaikan di departemen I1 sebesar 4.200) + 150 (80%) = 4.OOO Catatan: I.000 unit Departemen 1 . Jumlah produk yang diselesaikan di departemen I sebesar 4. Dalam kasus ini besarnya kos PDP awal adalah sebagai berikut: .000 PDP akhir Produk selesai Output 5.200) + 400 (100%) Biaya Konversi. PDP awal Masuk dalam proses Input ' 200 200 4. Jumlah tersebut hams dihitung lebih dahulu dengan cara mendeteksi berapa besarnya komponen biaya yang mendukung kos tersebut. Setiap produk yang telah diselesaikan tersebut langsung masuk dalam proses di departemen 11. Dalarn praktek ha1 tersebut dapat diketahuidengan melihat perhitungan kos dari bulan yang lalu. kos persediaan produk dalam proses awal belum diketahui.000 unit 5. Produk tersebut langsung masuk ke gudang. 200 (20%) + (4. 200 (0%) + (4.800 . D e ~ tI1 .850 .800 unit.

selanjutnyadapat dihitungpembebanan kos pada produk yang selesaikan di departemen I yang ditransfer ke departemen I1 dan kos produk dalam proses akhir di departemen I.160 KosIUnit Rp -- -- Rp 198.160 PDP awal di departemen 1 .60 Rp 205.000 4. bak untuk departemen I maupun untuk departemen 1 . Biaya tenaga kerja. 200 (80%) x 16 Kos PDP awal departemen I1 - Rp 8.760 Rp 7.000 Rp 39.800 1.600 1.560 Berdasar informasi yang telah diperoleh tersebut dapat dihitung kos per unit produk. 1 Biaya dari dept.160 Setelahkos per unit produkdihitung.PDP awal di departemen I: biaya bahan. 200 (80%) x 10 BOP. 1 Eavl.560 Rp 14. I. Perhitungannya adalah sebagai berikut: . 200 (100%) x Rp 19 BTKL. 200 (80%) x 25 BOP. 200 (80%) x 11 Kos PDP awal departemen I - Rp 3. Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan. 200 x Rp 40 BTKL.000 2. Biaya overhead pabrik Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I Total Kos Rp 7.

60 PDP awal bulan Kos dari departemen I Biaya yang ditambahkan di departemen 1 : 1 . Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.560 190.104 KosfUnit Rp -39.800 = Rp 39.104 Perhitungan kos per unit untuk departemen I1 adalah sebagai berikut: Keterangan Eqvl.605 dan besarnya kos produk selesai bulan ini sebesar Rp 190.600 x Rp 39.Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.80 BOP.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini = 1 - I - 1 Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui Kos per unit Rp 190.104 :4. 200 (20%) x Rp 10.80 BOP. 200 (20%) x 8. Total Kos Rp 14. 400 (90%) x 10. 400 (90%) x 8.60 = I Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku.80 = - Total biaya PDP awal 1 .. 400 (100%) x Rp 20 BTKL.

00 Rp 45.360.75 Rp42 1.114.340.OO 1.75 3.00 Rp 16.25 - Rp 409.25 BTKL.554 Rp 421. 150 (80%) x 30 BOP.940.114 30. 150 (100%) x Rp 39. Jadi perhitungan kos per unit = Rp 409. - RD 11.25 : 4850 = Rp 84.773.49 . Kos produk dalarn proses akhir: Dari dept.300 72.773.650 x Rp 84. 200 (20%) x Rp 15 = Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.60. 200 (20%) x Rp 30 = BOP.Biaya tenaga kerja langsung Biaya verhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan 4.00 Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.80. I.150 Rp 216. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.00 Rp 84.810 144.450 Rp 406.810 4.413.605 = Rp 5.OO 15.60 -- Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dihitung pembebanan kos produk yang diselesaikandi departemen I1 yang ditransfer ke gudang dan pembebanan pada persediaan produk dalam proses akhir di departemen 11.605 Kos produk selesai bulan ini.00 393. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos PDP awal Biaya Penyelesaian PDP awal: BTKL.

MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN Laporan kos produksi harus disajikan untuk tiap-tiap departemen produksi yang ada. Sehingga untuk departemen I dan I1 harus dibuat laporan sendiri-sendiri. Hubungan tersebut dapat dilihat pada bagian C laporan kos produksi departemen I yang memuat berapa perhitungan kos produk yang ditransferke departemen I1 dan perhitungan kos produk yang masih dalam proses akhir. langkah berikutnya adalah menyusun Laporan Kos Produksi dan membukukantransaksi biaya padarekening-rekeningyang terkait. Laporan kos produksi pada departemen I1 disajikan di halaman berikut. Sedangkan kos produk yang masih dalam proses mencerminkan berapa persediaan produk dalam proses yang h a s disajikan dalam neraca akhir.Untuk selanjutnyadigabungkandengan biayabiaya yang terjadi di departemen I1 &an merupakan kos produk yang diselesaikandalam bulan tersebut. . F. Sebagai kelanjutan penyajian laporan kos produksi di departemen I.6 di halaman berikut ini menyajikan laporan kos produksi di departemen I. Dalam kedua laporan tersebut dapat digambarkan hubungan transaksi biaya yang terjadi di departemen I dan departemen 11. Peraga 2. maka dalam departemen I1 juga hams disajikan berapa biaya-biaya yang terjadi di departemen I1 tersebut. Kos yang ditransfer ke departemen I1 mencerminkan berapa biaya-biaya yang terserap ke dalam produk di departemen 11.Setelah perhitungan di atas diselesaikan.

160 = Rp 432 - 352 784 Rp 7.000 54.80 Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4. 39.80 BOP.60 Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I RD 198. 400 (90%) x 10.000 44.600 x Rp 39. 400 (100%) x Rp 20 BTKL.80 BOP.PTX LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I A.160 15. Biaya overhead pabrik 1 -- Total Kos Rp7. Biaya tenaga kerja. Pembebanan biaya kepada produk.944 - 182.056 Peraga 2.000 5. 400 (90%) x 8.Q00 Kos/Unit Rp -20 10.80 5.160 100.000 Rp 205.000 8.7 Luporan Kos Produksi Departernen I . 200 (20%) x Rp 10.000 5.80 Rr. Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini Rp 7.160 C. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalam proses PDP akhir Produk selesai B. Perhitungan kos per unit: Keterangan Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan. 200 (20%) x 9.60 Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku.

Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan Total Kos Rp 14.00 1.300 72.BOP.BTKL.00 Peraga 2.940~75 = = 3.00 Rp 84. Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.Dari dept.605 Kos produk selesai bulan ini.OO 15.8 Laporan Kos Produksi di Departemen II .8 10 4.61 4.810 C.104 44.150 Rp 216.114 KosNnit Rp -39.25 = R~5. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalarn proses PDP akhir Produk selesai B.BOP. 150 (80%) x 30 .560 190. Pembebanan biaya kepada produk selesai: Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: .600. Kos produk dalam proses akhir: .605 . 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir. 150 (100%) x Rp 39. Rp 409. PDP awal bulan Kos dari departemen I .Biaya yang ditarnbahkan di departemen 11: .61 30. 200 (20%) x Rp 15 - Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalarn bulan ini: 4. Perhitungan kos per unit: Eqvl.800.773.594 Rp 421. I.BTKL.450 Rp 406.OO Rp 45. 200 (20%) x Rp 30 .650 x Rp 84.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 A.

000 Rp 8.biaya overheadpabrik Rp 190. I Persediaan PDP .dept.dept.000 4 . Jurnalnya adalah sebagai berikut: a.G. II Persediaan PDP r dept. I1 PDP . Mencatat pembebanan biaya yang terjadi di departemen I: PDP .760 Rp 7.000 Rp 54. Mencatat jurnal penyesuaian kembali rekening produk dalam proses di awal periode: PDP .560 Rp 13.BORp .biaya tenaga kerja langsung PDP . I PDP .OOO 1. I PDP .biaya bahan .Biaya bahan.dept.160 c.11 PDP .BTKL .800 1.biaya bahan baku Persediaan bahan baku PDP . Mencatat transfer produk yang diselesaikan di departemen I masuk ke departemen 11: PDP .000 Rp 100.104 .biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik dibebankan Rp 44.000 Rp 100.BTKL .000 Rp 44. 11 PDP .000 Rp 54. I1 b.600 I .dept. PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA Jurnal pencatatan transaksi biaya dalarn bulan ini dilakukan pada akhir periode baik menyangkut pengakuan biaya maupun pembebanan biaya yang terjadi di masing-masing departemen.dept.dept. dept.biaya bahan baku PDP .BOP .biaya bahan .560 Rp 3.dept.biaya tenaga kerja langsung Biaya renaga kerja PDP . I PDP .

11 BOP .Rincian perhitungan: PDP .BORp.BTKL .056 Rp 8.biaya tenaga kerja langsung PDP .300 e.800 + 20 (4.OO f.340.dept.dept.592 - + 352 Jurnlah.Biaya overhead pabrik Rp 11.25 144. Mencatat pembebanan produk selesai yang telah ditransfer ke Persediaan Produk Selesai PDP .biaya bahan baku PDP .BTKL.600) + 432 PDP .940.700.600+ 10. Mencatat pembebanan produk dalarn proses yang masih melekat dalam mesin-mesin di akhir periode: Persediaan PDP .168 .biaya overhead pabrik Rp 409.OO 72.biaya bahan.GOO 1. I1 Biaya tenaga kerja PDP . II PDP .dept.dibebankan Rp 144.s (4.biaya bahan baku PDP .000 3.600) - = Rp 95.888 3.600) PDP .biaya overhead pabrik Persediaan PDP .910.biaya tenaga kerja langsung PDP .depr. I PDP biaya bahan baku PDP .25 gudang: Rp 192.800 51.300 Rp 144.800 - Rp 15.760 + 8.773. 1. 3.712 42. Mencatat pembebanan biaya di departemen 11: PDP .biaya tenaga kerja langsung PDP .50 RIJ5.BORp .163.s (4.50 3 . 1. d.

Sehinggaterdapat produk yang hilang tidak secaranormal. Di samping adanya produk yang hilang secara normal. Dengan demikian produk yang hilang tersebut tidak dapat dihindarkan terjadinya. Contoh yang sederhanadan seringdijumpai.5 kg. terdapat partikel yang lepas selama reaksi pemanasan dan pengkristalan bahan cair menjadi gula kristal. Hilang dalam proses secara normal. tetapi karena secara alami reaksi kimia dalam teknik pengolahan tersebut menghendaki adanya partikel yang lepas dan hilang secara wajar. Setelah dirnasak (dengan melalui proses pemanasan) kedua bahan tersebut bereaksi dan menghasilkan nasi dengan berat 1. bahkan munglun adanya faktor kesengajaan. Sebagai contoh.BAB I11 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK. Hal ini disebut produk hilang dalam proses secara normal. Partikel yang hilang tersebut hilang bukan karena faktor kesengajaan. PRODUK HILANG DALAM PROSES Dalam suatu proses produksi selalu ditemukan adanya partikel yang hilang.5 kg. dalam industri gula. Dalam penentuan kos produk adanya produk yang hilang dalam proses menjadi perhatian. mengingat komponen biaya sebagai akibat hilangnya produk tersebut bisa terpengaruh.Tentunya sesuatu yang hilang secara normal dan tidak normal tersebut akan sangat berbeda perlakuannya dalam penentuan kos produk. Partikel yang lepas tersebut hilang menguap dan tentunya tidak dapat ditelusuri ke mana jejaknya. Apabila nilai yang hilang tidak material mungkin dapatdiabaikan. disebabkan alasan alami.Tetapi bila .kalaibu-ibusedangmenanaknasi. Carnpurkan beras dan air masing-masing dengan berat 1 liter. Produk yang hilang karena alasan yang tidak normal tentunya akan diperlakukan sebagai kerugian bagi perusahaan. Dengan demikian dalam suatu proses input suatu produk akan lebih besar dari outputnya. Dari contoh tersebut di atas dapat diketahui adanya input yang hilang secara wajar (normal). Ini berarti ada partikel yang hilang dalam proses berupa air (H20) yang menguap bersarnaan dengan 'proses produksi' tersebut seberat 0. ada pula produk yang hilang karena alasan yang tidak dapat terduga (unpredicted). DAN PRODUK CACAD A. artinya bahan-bahan yang masuk dalam proses seberat 2 kg.

Anggapan ini membawa konsekuensi. maka akan sulit diketahui di manakah dan kapankah sesuatu partikel lepas dalam suatu reaksi kimia. Perusahaan ini memproduksi produk X melalui tiga departemen produksi. Untuk menggarnbarkan adanya produk yang hilang dalam proses berikut ini disajikan kasus PT RADITY A. Informasi biaya dan produksi pada bulan Januari 1980 disajikan pada halaman berikut: Keterangan Produk yang ditransfer ke B Produk yang ditransfer ke C Produk yang ditransfer ke gudang Produk yang masih dalam proses: . terdapat produk yang hilang dan terjadi pada awal proses produksi di departemen tersebut. Mengingat kenyataan tersebut produk hilang dalam proses secara normal digunakan anggapan sebagai berikut: a. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Mengingat mesin-mesin baru saja direparasi besar (overhaul). sulit dideteksi. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di awal proses. Anggapan ini membawa konsekuensi bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap belum ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode.nilai yang hilang tersebut dipandang cukup materiil. Produk X diolah dari bahan departemen "X drops". tentunya ha1 tersebut tidak dapat diabaikan. Dengan kata lain kapan sesuatu produk hilang secaranormal dalam suatu proses produksi. Bahan baku yang dibutuhkan adalah X dan bahan pembantu Yd. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. dengan bahan pembantu "Y pallet". maka produksi di bulan Januari tersebut adalah periode produksi pertarna kali dalarn tahun 1980. Dalarn periode tersebut tidak ditemukan adanya produk dalam proses awal. PT RADITYA memproduksi produk melalui 3 departemen produksi. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di akhir proses. Jadi berapa nilai yang hilang dalarn suaku proses harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap penentuan kos produk. Dianggap tidak ada produk dalarn proses awal. terdapat produk yang hilang dan terjadi di akhir proses produksi di departemen tersebut. bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap telah ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Apabila proses produksi diteliti/ditelusuri jejaknya satu persatu. kesemuanya masuk dalarn departemen A. b.

3. C 400 kg 300 kg 75 kg 400 kg 9 0 5 550 kg 250kg 150 kg 950 kg . Jawaban: Komposisi produk yang dihasilkan dalam ketiga departemen tersebut adalah sebagai berikut: Deut. 2. diminta menghitung kos produksi dan menyusun laporan produksi bulan Januari 1980 untuk ketiga departemen produksi tersebut. B 550kg 400 kg 100kg 550 kg Deut. A Masuk dalam proses Produk selesai bulan ini PDP akhir periode Hilang dalam proses Total output Deut.i bahan baku & penolong biay a konversi unit hilang di awal proses unit hilang di akhir proses Komponen biaya produksi: Biaya bahan baku Biaya bahan pembantu Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya produksi Dari informasi di atas. Perlakuan terhadap unit yang hllang dalam proses di akhir periode dalam departemen C. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen A (initial departement). Kasus di atas menggarnbarkan hal-ha1 sebagai berikut: 1. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen B (departemen berikutnya).

A hams disesualkan (adjusment) sebesar 50 kg sebagai berikut: Kos per unit dari Dept.OO 15. x 60% x Rp 22.125. 250 kg x 100% x Rp 25.912.1.OO 19.OO 3.262. Biaya Overhead Pabrik. 250 kg x 60% x Rp 2750 BOP.75 Kos Produk Dalam Proses Dept.75 = 800 800 700 700 87. 250 kg. 550 + 250 Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja 550 + 250 (60%).000.00 3.OO 4. Total Biaya eku. Dengan demikian produk yang diserahkan dari Dept.925.75 Produk dalam proses di Departemen A adalah sebagai berikut: Bahan baku.50 Bahan pembantu.50 2. Perhitungan Kos Produk per unit di Departemen A: Unit Jenis Biava Biaya bahan.750 . A Kos per unit yang disesuaikan Rp 87.125.ha1 ini dianggap bahwa produk yang hilang tersebut belum rkut menyerap biaya yang terjadi di departemen tersebut.OO 10. Perhitungan kos yang ditransfer ke Departemen B.00 KostUnit -L @O 2500 12. 250 kg x 100% x Rp 1230 BTKL.41 2.50 = - Rp 6. 550 kg + Rp 87.50 Rp. Produk yang diserahkan dari departemen B adalah 400 kg produk jadi dan 100 kg produk dalam proses (output sebesar 500 kg).175.000. A - Rp 48. Perhitungan kos produksi di departemen B hams memperhatikan adanya produk yang hilang di awal proses di departemen B.00 65.75 Unit yang hilang di awal proses awal dari Departemen A tidak diperhitungkan dalam unit ekuivalen. 16.250.250.(kg) Total Kos(Ru) 20.50 2750 22.

kos produk yang ditransfer ke Departemen C: 400 kg x Rp 157.775 Perhitungan kos per unit yang ditambahkan di departemen B adalah sebagai berikut: Unit Jenis Biaya Biaya Tenaga Kerja: 400 + 100 (75%)= Biaya Overhead Pabrik: Total Biaya 475 475 16.OO 1.25 3. Berbeda dengan 1) perlakuan produk yang hilang di awal proses justru diperhitungkan dalam unit ekuivalennya secara penuh.26230 : 500 kg = Jumlah Kos yang disesuaikan 96.110.75 3500 26.h. departemen 1 1.775 Perhitungan Kos Produk dalam Proses (akhir).525 Rp 8.di Dept. 100 kg (75%) x 35 Biaya Overhead Pabrik.468.75 = Ru 14.625.968. 100 kg (75%) x 26.625. B: Rp 48.093.525 Jadi.25 ekuivalen Total Biava (RD) Kos/ Unit (RD) Kos per unit produk yang ditransfer ke Departemen C adalah: Rp 61.246.50 2. Dengan dernikian komponen unit ekuivalen terdiri dari: - produk yang telah diselesaikan produk yang masih dalam proses produk yang hilang dalam proses (30%2) (7%) (25 kg) - . Produk yang hilang dalam proses dianggap telah menyerap biaya yang terjadi pada suatu periode dalam departemen tertentu (d.525 Biaya Tenaga Kerja.OO 12.25 Total Kos Produk dalam Proses Departemen B = Rp = Rp 63. Dari Departemen A.75 29.775 9. 100 kg x Rp 96.25 61.25 + Rp 96.652.OO = Rp 157.

500 Rp 17.137.76 Kos Produk dalam proses di departemen C: Dari Departemen B: 75kg x Rp 157.50 4'7. 300 kg x (Rp 130 + Rp 157.87 Total biaya yang dibebankan pada produk Kos per unit produk yang diselesaikan.100 130.OO Jadi.50 Total Biaya 48.575 ekvlkg) Bia~a(Rp) Total unit@) 82.833.683.332.7 12.125 = 3.50 Total kos produk dalam proses di dept C. = Rp 11.775) = Rp 86.500 2.50 Kos Produk yang Hilang dalam proses . = 7.525 17.775) 25 kg x (Rp 130 + Rp 157. Kerja 300 + 75 (60%) + 25 = Biaya Overhead Pabrik 370 370 30.Perhitungan harga produk per unit adalah sebagai berikut: I Unit Kos Jenis B i a ~ a Biaya Tng.75625 dibulatkan ke atas = Rp 311.526.194.526.775 Biaya Tenaga Kerja: 75kg (60%) x Rp 82.37 Rp 93. Rp 93. biaya yang dibebankan untuk produk selesai adalah sebagai berikut: Kos Produk Selesai.125 .875 : 300 kg = Rp 31 1.50 Biaya Overhead Pabrik: 75kg (60%) x Rp 47.

250 kg (60%) x 12.125.50 Rp 48.250.00 3. Biaya produksi yang dibebankan di departemen A: Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya C. Unit yang diproduksi: Unit yang masuk dalam proses Unit yang diselesaikan di Dept.125.O.175. A Unit yang masih dalam proses Unit yang hilang dalam proses (awal) B. 250 kg (60%) x 22.912.P.00 15.50 Ru 65.B. 250 kg (60%) x 27.B.250.00 Total Biaya ~roduksi Departemen A di .B.00 3.75 Biaya produk yang ditransfer ke departemen B: 550 kg x Rp 87.00 Rp 65. 250 kg (100%) x Rp 25 = B.412.50 B. Perhitungan biaya di departemen A: - Total biaya Biaya/unit Rp 20.B.00 10.75 87.75 = = Total biaya produk dalam proses: Rv 16.K.50 - Biaya produk yang masih dalam proses: B.00 19.OO 1230 2730 22.000.175.925.50 = B.00 Rv Rp 25.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A A.T.262.75 Rp 6.000.00 4.

526. Perhitungan biaya di Departemen C: Biaya produk selesai yang ditransfer ke gudang: 300kgx Rp311.50 = Total biaya produk dalarn proses.: 75 kg x Rp 157. Selain unsur hardware adanya produk rusak dan cacad dapat pula disebabkan oleh faktor bahan bakunya yang di bawah standard atau dapat pula disebabkan ketelitian kerja para karyawan rendah.K. Pengertianprodukcacad adalah produk yang tidak sempurnadalam prosesproduksinya yang mash dapat diperbaiki dengan melalui proses penyempurnaan produk. Dengan adanya berbagai kemungkinan tersebut mengakibatkan adanya produk yang tidak sempurna dalam proses produksinya.833.500 2. Sehingga produk tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku. Sebagai contoh. Cetakan yang rusak atau cacad tersebut bisa dipengaruhi oleh bahan kertas terlalu lembab. dalam bidang percetakan akan ditemukan beberapa lembat hasil cetakan yang tidak sempuma.C. Di samping itu daya tahan dan unjuk kerja berbagai komponen mesin akan berbeda-beda. secara ekonomis masih dapat dipertanggungjawabkan. Adanya ketidaksempumaan dalam sdlah satu komponen tentunya akan mengganggu mekanisme kerja mesin lainnya. adanya human error tidak dapat dihindarkan.875 Biaya produk dalam proses di Departemen C: Kos dari dept. Pengertian produk rusak adalah produk yang tidak sempurnadalam proses produksinya d m secara ekonomis tidak akan dapat diperbaikikembali.125 Biaya T.137. Dengan adanya penyempumaan ini produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sama dengan produk yang tidak cacad.: 75 kg (60%) x Rp 8230 = Biaya overhead: 75 kg x 60% x Rp 47.712.76 - Rp93. .775 = Rp 11.L.500 Total Biaya Produksi di Departemen C B. 3. Jadi. Meskipun kesemuanya itu tanpa adanya unsur kesengajaan. dapat pula disebabkan oleh mesin-mesin yang tidak sempuma. PRODUK RUSAK Dalam setiap proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak ataupun cacad produksi akan selalu ada. A. Hal ini disebabkan dalam setiap penyetelan (fiting) mesin-mesin belum tentu dapat menciptakan kerjasama yang sempuma.

80) x Rp 25 = Rp 600. sebesar Rp 74 per unit.000 (0.000 (0.9) Kos yang diterima dari departemen A = 82.1.977. A Rp 25 30 20 Dept.000) +4. Produk rusak tidak laku dijual 1 i I Apabila produk rusak dalam suatu industri tidak laku dijual.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%.600. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut.8. B Dept. produk rusak tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.2) + (80. Perlakuan akuntansi terhadap produk rusak tersebut tidak ada bedanya dengan perlakuan terhadap produk yang hilang di akhir proses.000 unit. P. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya.000 + 4. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung I I I I Dept. 8.000+6.000 (0.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80% dan untuk BOP 90%. 8.000 . Langsung.T. Penyelesaiannya sebagai berikut: Unit ekuivalen dengan metode FIFO: BTKL = 8.400 unit BOP = 8.068.000 (0.000 (0. Kos di dept A.000 160. Biaya tenaga kerja langsung Rp 1.000 - .K. Produk yang masih dalam proses di &ir bulan sebesar 6.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908. 6 0 unit Rp 6.000 + 6. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menutut FIFO dan rata-rata.000 unit. SALINDRI memprodusir satu produk melalui tiga departemen produksi.8) = 82. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80.000 Kos produk dalam proses awal di departemen B.000 x 74 = = 8 2 . C -- -Rp 25 10 Rp 20 15 I Biaya overhead pabrik Komposisi biaya di departemen B dalam bulan ini adalah sebagai berikut: I Biaya yang diterima dari departemen A.15) + 72. Produk rusak dalam proses 4. Untuk menggambarkan kasus ini disajikan kasus berikut.000 x Rp 75 Biaya T.

200 : 80. 8.162.000 BOP = 82.000 (0.Biaya Overhead Pabrik. sebagai berikut: Rp 9. maka unit ekuivalen produksinya adalah sebagai berikut: BTKL = 82.000 + 6. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.8)+ 4.000 (0.800 unit = 89.000 unit = Rp 114.000 BBB = 80.000 Berdasarkan perhitungan di atas dapat disusun-laporankos produksi yang disajlkan pada halaman 59.000 unit = Rp 114. .000 Jumlah kos PDP awal Rp 828.85)+ 4.85) x 10 = 68.100unit = 90. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut. sebagai berikut: Rp 9.000 + 6. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.54 Apabila perhitungan unit ekuivalen menggunakan metode rata-rata.000 unit Berdasarkan perhitungan unit ekuivalen tersebut dapat disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 60.000 + 600 (0.000 (0.O) + 4.720 : 80.53.000 = 88.782.

600 Rp 2.886. -82. C Kos produk dalam proses akhir: Kos dari dept A 6.20) x Rp 24 = BOP: 8.000 (0.000 unit 80.000 436. Perhitungan kos yang dibebankan pada produk: Kos produk selesai yang ditransfer ke departemen C: Kos produk dalarn proses awal Tambahan biaya penyelesaian PDP awal: BTKL: 8.068.600 Peraga 4.000 unit 90.200 Kos/unit -& & I 24 11 Rp 35 Rp 9.15) x 1 l = Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan bulan ini.000 unit 4.782.000 x 0. Perhitungan kos per unit produk: Jenis biaya PDP awal Kos dari departemen A: Kos yang ditambahkan di departemen B: Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total Kos yang ditambahkan di departemen B.200 C.000 unit 90.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.600 7.9 x Rp 11 = Total kos PDP akhir Total kos produk yang dibebankan bulan ini Rp 828.000 unit B. Total kos bulan ini Total kos yang djbebankan pada produk Eqvl.400 82.400 13.000 unit 6.977. .000 x Rp 74 = BTKL: 6. C.000 x Rp 109 = Total Kos produk yang ditransfer ke dept.000 x 0.8 x Rp 24 = BOP: 6.200 Rp 5 1. 72.000 618.600 Total biaya Rp 828.000 82.000 1.600 908.000 x Rp log Kos produk rusak: 4.000 unit 8.848.000 6. Produk rusak PDP akhir 82.600 879. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diserahkan ke dept.000 Rp 38.000 (0.

000 unit 4.000 unit 6.668. 90.) x 24.600 - Total kos 6.9) x 10.000 828.137. -. 4.600 9.726.720 - Rp 444. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 80.000 unit 80. di atas produk rusak dijual dengan harga Rp 55 per unit (Rp 220.800 .92 109.000 160. unt ek.08 Total Kos yang ditransfer ke dept C.000 x Rp 74. 6.000 88. Pada umumnya .000 unit 90.09 BTKL.968 Rp 619.92 Total produk dalam proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8. PDP awal 600.000 Kos bln ini 6. 6.000 8.12 Kos produk rusak.782.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.000 x (O.977.000 unit 8..-.320 9.954.78 1.000 unit 90.P.5408 1 15.600 976. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.000).09 24. C.200 .044 Rp9. Maka nilai jual produk msak tersebut hams mengurangi komponen biaya produksi yang terjadi pada bulan Maret tersebut.162. 6.764 2.07 10.536 58.068.000 unit x Rp 109.000 x Rp 109.000 2. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalan~ proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 1.100 -- 908.08 BOP Jumlah 89.200 koalunit 74.000 unit B.07 BOP. Perhitungan kos per unit produk: r I Jenis btaya B taya dari A BTKL -.000 68.400 36. Nilai jual produk rusak mengurangi biaya produksi Seandainya dalam kasus PT SALINDRI.000 x (0.

Perhitungannya adalah sebagai berikut: Dari perhitungan di atas selanjutnya dapat disusun laporan kos produksi sebagai berikut: .penjualan produk rusak dilakukan secara borongan. Oleh karenanya hams dilakukan alokasi nilai jual produk rusak kepada masing-masing komponen biaya sebagai pengurang kos yang dibebankan bulan tersebut. sehingga tidak dapat diketahui berapa komponen masing-masing biaya. Alokasi dilakukan dengan harga relatip komponen biaya yang dikeluarkan pada bulan Maret tersebut.

270 1 23.094 5. C.000 unit 4.15 1 I 48.-Il 10.000 unit B.8) x 23.09 10.040 425.002 886. Biaya overhead p.929.000 unit 8.000 unit 90.000 (0.000 unit 6.600 908. Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A: 6.000 x 72.73 = Total kos PDP awal Kos produk yang diselesaikan di departctnen B: Bulan ini: 82.000 (0.600 1 I 22. Riaya untuk penyelesaian PDP awal: Biaya Te~iaga Kerja Langs. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biay a KDP awal Kos dari dept.598 22.068.000 (0.32 C.886.954.655.000 unit - 90. .8 5 1 8.24 100. 8.178 106.2) x Rp 23..73 I I I 2.200 8.9) x 10.080 1 12.942 603. total kos ditanibahkan Total Kos dibehanka~i Total 828.332 878.977.000 x Rp 106.390 - .200 32.280 Rp 8.32 Kos produk rusak Kos produk yang ditransfer ke dept. Perhitungan kos yang dibebankat~ kepada produk: Produk dalam proses awal. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 i0. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 828.41 Biaya overhead pabrik.000 8 kos . A Biaya Tenaga k.000 L koslunt 67.330 70.18 1 1 1.652 Rp433.000 R p 37.000 6.77 139. Total kos 828. 6.928 220.41 Biaya overhead Pb.18 Biaya TK Langsung. 8.332 - 7.- Alokasi .1.456 12.000 unit 80.002 1 1.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPA'RTEMEN B A.lS) x Rp10.9 8. 6.876 Rp 50.73-4.I 1 2.006 72.368 57.958.73 Total kos produk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Peraga 3.

477 Peraga 3. Perhitungan kos per unit produk: C.66 Kos produk rusak: 4.OCO (0.000 unit x Rp 106.520 112.000 x Rp 72. 6.71 Total kos produk dalarn proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.000 unit 4.66 Total kos yang ditransfer ke departernen C: Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.000 (0.000 unit 8.000 unit 6.562.896 55. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata .PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.8) x 2332 Biaya overhead Pb. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal 82..000 unit Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 80.621 Rp 603.440 - 434.000 unit 90.42 BTKL.959.85) x 10. 6. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.000 unit B. 6.000 unit 90.037 Rp 9.000 x Rp 106.

Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Dept B Dept C -- Jenis Biaya Biaya bahan baku Biaya. Mengingat adanya tarnbahan biaya dalam memproses produk cacad tersebut. karena proses yang normal. C. Di samping itu menggunakan peralatan khusus dan tenaga kerja yang produkdianggap secara khusus bettugas untukmemperbaiki produk cacad tersebut. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Produk cacad dalam proses 4. berikut ini disajikan kasus P. Demikian halnya bila hasil penjualan produk rusak tersebut akan diper-lakukan sebagai pendapatan lain-lain. PERLAKUAN PRODUK CACAD Produk cacad diperbaiki dengan menambah sedikit bahan dalam departemen yang bersangkutan.3. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. dan untuk BOP 90%.T. Untuk menggambarkan perlakuan akuntansi terhadap produk cacad tersebut. Suati~ cacad kalau biaya yang dikeluarkan untuk metnperbaikinya secara ekoiiornis masih dimungkinkan. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Nilai jual produk rusak mengurangi kos penjualan Apabila nilai jual diperlakukan sebagai pengurangan kos penjualan.000 unit. XYZ. maka total nilai jual produk rusak langsung dikurangkan dalarn laporan rugi-laba yang disajikan di akhir bulan Maret 1985 tersebut. Maka dalam laporan rugi-laba nilai jual produk rusak tersebut langsung disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan di luar usaha. disebabkan produk tersebut tidak disebabkan oleh faktor kesengajaan.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept A Rp 25 30 20 -25 10 Rp 20 15 . Produk tersebut cacad. Departernen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk clan ~nelakukan pengepakannya. Perusahaan ini mempunyai tiga departetnen produksi. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik. Alasan kerlapa titlak dibebankan itu kepada produk n~sak sendiri.000 unit. maka semuabiaya yang dikeluarkanuntukmemperbaiki produk cacad terscbut dibebankan pul. produk rusak tersebut lebih baik dianggap sebagai produk rusak dan diproses ulang atau dijual langsung sebagai produk rusak. Produk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. Apabila tidak.l pada produk yang tidak mengalami cacad produksi.000 unit.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80%. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80.

950.000 x Rp 10 Jumlah biaya perbaikan produk cacad = Rp 20.2 11.000 Rincian perhitungan kos per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Kos dari dept A Biaya T.600 948.038.200 un.954.000 1. 4.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.000 24.01 Dari perhitungan di atas dapat disusun laporan kos produk berdasarkan metode ratarata sebagai berikut: .000 unit x Rp 6 Biaya overhead pabrik.24 24. Pemecahan masalah: Perhitungan tambahan biaya terhadap produk cacad: Biaya bahan. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menurut metode FIFO dan rata-rata. Biaya tenaga kerja langsung Rp 6 per unit dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 10 per unit.068.Komposisi biaya dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya bahan tenaga kerja langsung Rp 1. 4.000 = Rp 40.48 35.000 unit x Rp 5 Biaya tenaga kerja langsung.886.000 84.088.K.001.000 40.600 --- Koslunt Rp 74.977.200 9.000 Total Kos Rp 6.200 8. Total Total Total Kos Rp 6.000 2.000. 4.000 82.000 64.200 Tambahan Rp 20.000 84. 82. langsung Biaya overhead Pb.600 2.000 24.600 2.977.600 908. Eql. Biaya untuk memperbaiki produk cacad tersebut adalah penambahan bahan Rp 5 per unit.77 110.400 82.

Pcrhitungan kos yang tlibebankan kepada produk: PDP awal.776 52. 1.8) x 24.068.000 unit 6.000 unit 4.400 : 80.29 BOP.592 6 1.24 BTKL.Ol Kos produk cacad. 8.001.000 unit 80.15) x Rp 1 1. Biaya untuk per~yelesaian PDP awal: B'l-Kt.000 (0.000 82.29 C. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produlc yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 unit B.600 Eql. 72.000 .920.640 880.48 Total penyelesaian PDP awal. 4. 20.424 Catatan: kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C: adalah. Kos produk yang tliselesaikan di departemen B: Bulan ini.29 BOP.865.24 24.000 = Rp Apabila laporan menggunakan metode rata-rata. 6.000 2.060 x 74. 6. 6. .000 6. Perhitnnqan kos per unit: Jcnis biaya Toial PI)P awal 828.48 proses akhir Total kos produk dalan~ Total biaya dibebankan di departemen B Rp 828.600 Tambah .000 24.864 13.9) x 1 1.000 unit --8.2) x Rp 24.440 116. 115.000 38..088. tlari dept A.000 unit 90.400 Rp 445.24 1.000 Total 828.000 x Rp 110..P.52 .T.720 440. -82.992 Rp 624.000 unit 90.000 (0. XYZ LAPORAN KOS PRODIJKSI DEPARTEMEN B A. 6.C24 Rp 9.040 Rp 9.Ol Kos produk yang ditransfer ke gudang Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A.977. 8.241. RTK:.400 Koslunt -74.P.000 f-1.000 (0. Rp 9.000 (0.000 x Rp 1 10.640 7.

Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8. Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A. 6..8) x 24. PT XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. 6.000 unit 90. 6.s Total kos yang ditransfer ke dept.000 unit B.tidak perlu memperhatikan berapa komponen biaya yang bzrasal dari proses produksi bulan lalu yang tercermin dalam produk dalarn proses di awal bulan. Hal ini mengingat komponen biaya yang membentuk kos produk relatif sama antara periode yang lalu dan periode sekarang. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 unit x Rp 110.Laporankos produksiyang disusundenganmetoderata-rata.000 x Rp 74.000 unit 90.000 unit 8.000 unit 80.000 (0.31 Biaya T. 4.40 Total kos yang dibebankan - - .000 unit 4.000 unit 6.000 (0. langsung.K.85) x 11.000 x Rp 110.s Kos produk rusak. Perhitungan biaya per unit: C.34 Biaya overhead Pb. C.

Adanya tambahan bahan menyebabkan tambahan produk yang diterima dari departemen sebelumnya (initial departement). serta bahan pembantu berupa tapioka. Penambahan bahan baku ini secara teknis akan menghasilkan dua kemungkinan. Departemen I bertugas membuat bubur kertas (pulp) yang semua hasilnya diserahkan ke departemen 11.BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA Tambahan bahan baku dapat dilakukan dalam departemen berikut apabila teknik proses produksi mengharuskan demikian. Proses produksi di departemen ke dua tersebut membutuhkan penarnbahan bahan yang berasal dari serat kayu (woodpulp). Apabila tambahan bahan tersebut menambahproduk yang dihasilkan. Produk dalam proses awal sebanyak .000 ton. Hal ini berarti dalam departemen ke dua atau departemen berikutnya terjadi penambahan komponen biaya bahan. Kedua kemungkinan di atas juga berpengaruh dalam penentuan kos produk dalam departemen tersebut. Bahan baku di departemen I adalah ampas tebu (bargas) dengan bahan pembantu caustic soda dan kaporit. CONTOH KASUS. 2. Informasi yang diperoleh mengenai departemen ke dua adalah sebagai berikut. Bahan yang diterima dari departemen I sebesar 6. yaitu: 1. maka membawa akibat kos per unit produk yang diterima dari departemen sebelumnya harus disesuaikan mengingat outputnya menjadi lebih banyak. Apabila tambahan bahan tersebut tidakmenambah produk yang masukdaridepartemen sebelumnyamaka tambahan bahan tersebut hanya akan menambah komponen biaya bahan di departemen yang bersangkutan. Adanya tambahan bahan tidak menambah produk yang masuk dari departemen sebelumnya. Tugas Departemen I1 membuat kertas koran dan departemen 1 1bertugas menyelesaikan produk dan membungkusnya dalam bentuk kertas 1 rool. Pabrik kertas PLAYEN memprodusir kertas koran melalui tiga departemen produksi. gondomkem dan zat pemutih bubur kertas (pulp).

biaya bahan pembantu Rp 25. Bila tambahan di departemen 11 menambah produk yang diterima dari departemen I. biaya tenaga kerja langsung 90%. -.600. Laporan kos produksi dapat dibuat dengan kemungkinan-kemungkinan sebagai krikut : a. dengan metode FIFO (masuk pertama keluar pertama). Dari informasi di atas. p-..500. 2. . Dalam kasus ini setiap 1 kg bahan akan menghasilkan 1 kg kertas koran. dan biaya overhead sebesar 80%. .000. Biaya tenaga kerja langsung selama bulan Maret 1986 sebesar Rp 217.--- 30 40 ~-~ B iaya overhead pabrik ---. 1. biaya tenaga kerja langsung 80% dan biaya overhead sebesar 85%. Komposisi campuran bahan adalah setiap 1 kg bubur serat kayu dicampur dengan 4 kg bubur serat bargas.200 ton dengan tingkat penyelesaian biaya bahan loo%. Produk yang masih dalam proses diakhir bulan Maret 1986 sebesar 400 ton. dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100%.000. Tambaharl bahan tersebut menambah jumlah produk yang diterima dari departemen sebelumnya. biaya tenaga kerja langsung Rp 45 dan biaya overhead pabrik Rp 70.. Total biaya bahan pembantu yang terjadi di departemen ke dua sebesar Rp 37.000dan biayaoverheadpabrik sebesar Rp 357. 75 Rp 360 Total biaya bulan Februari Rp 185 Rp 95 Berdasar informasi yang diperoleh pada bulan Maret 1986. biaya yang diterima dari departemen I untuk setiap 1 kg produk yang diserahkan pada departemen 11 adalah: biaya bahan Rp 220. Berdasarkan kasus di atas buatlah laporan kos produksi di departemen I1 untuk periode Maret 1986 tersebut. Harga bahan baku serat kertas (diimpor dari luar negeri dengan harga franko gudang pabrik) sebesar Rp 5 10per kg. Dengan demikian tambahan bahan di departemen I1 "dianggap" dengan komposisi tersebut. dapat dihitung komposisi biaya per kg kertas dalam bulan Februari 1986 adalah sebagai benkut: Jenis Biaya Biaya bahan baku Bahan pembantu Biaya tenaga kerja langsung Dept I Rp 225 20 D e ~ I1 t Rp 100 5 Dept 1 1 1 Rp -- 25 40 ~ 30 S O -~ . . dengan metode Rata-rata. dengan altematip.500.

b.000. 1. 200.000 kg 6. a.000 kg 7.000 kg x Rp 36 Tambahan bahan di dept.000 x Rp 5 Biaya Overhead Pabrik.300.000 kg Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept. dan 2.800. dengan alternatip. dengan metode Rata-rata.000 Rp106.000 4.000 (15%) + 7. Bahan pembantu.000 Biaya tenaga kerja langsung.000 kg 200.000 + 400.000 kg Jumlah Perhitungan kos produk dalam proses awal: Biaya yang diterima dari departernen I.000 + 400.000 (20%) + 7.'100.000 kg 2(j0. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode FIFO dengan anggapantambahan bahan menambah produk.000.500.000.700.000 (80%) = 7. dengan metode FIFO.000 = 1.700.000 (80%) x Rp30 = . 11.000 (85%) x Rp 50 Jurnlah kos PDP awal = 72.300. adalah sebagai berikut: Biaya bahan = BTKL BOP = = 70.000 kg 400. 200.000 (90%) = 7.450.000.500.000 kg Produk dalam proses akhir - 2.000 8.100. 200.500. Bila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang diterima dari departemen I. 1.000 kg 1.000.000 kg 7. 200. I11 7.

4OO x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan - . Jenis Biaya unit eqvl. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik.Perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di departemen 11: Kos produk dalarn proses akhir: dari departemen I. 400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.613. 7.900 Rincian perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. totai kos PDP awal bulan Diterima di departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan departemen I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan Rp 3. 400 x Rp 288 biaya bahan.400 x 9 0 % 29 ~ Biaya overhead pabrik. 200 x 15% x 48 = Kos produk yang diselesaikan di departemen 11.

Apabila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang dihasilkan dari departemen I dengan metode FIFO.000 kg - Lapolan kos produksi disajikan pada halaman 76.000 + 400. Apabila kasus tarnbahan bahan tidak menambah proauk ini disusun dengan metode rata-rata.000 kg 6.600. Dengan menggunakan metode FIFO maka perhitungan unit ekuivalen dan adalah sebagai berikut: Biaya bahan = 6. 1.2.000. b.000 (15%) + 5.000. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode rata-rata sebagai berikut: Biayabahan BTKL BOP = = 5.200.Berdasarkan rincian perhitungan di atas disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 73 berikut.000 kg BOP = 200.000 (80%) Laporan kos produksi disajlkan pada halaman 75.140.000 (20%) + 5. Periksa halaman 74.200. .800. 200.000 kg BTKL.000 (90%) = 6.000 kg 6. Bila tambahan bahan mengakibatkantambahan produk yang ditenma dari departemen I dengan metode rata-rata.160.000 . a.950.000 kg 6. b.000 + 400.2.

600 RD 3.400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.537. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung.600 Rp 1.500 7.450 total kos (000) Rp 106.000 37.900 C.7. I1 Bulan Maret 1986 A.400 x Rp 288 biaya bahan. I1 Kos produk dalam proses akhir: dari departemen 1. I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan unit eqvl.400 x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan Peraga 4.643.600 Rp 3.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di dept.1 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO .500 357. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.200 x 15% x 48 Kos produk yang diselesaikan di departemen II.500 7. 400 x 90% x 29 Biaya overhead pabrik.300 2. 7.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.500 7.160. Perhitungan kos per unit produk: Biaya PDP awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept.500 7.000 765.377.500 217. I11 Produk dalam proses akhir Jumlah B.

780.700. 400 x 101. 400 x 90% x 29. Perhitungan kos per unit produk: C. 7.447.000 kg B. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di depzrtemen I1 Produk selesai yang ditransfer ke departemen I11 Produk dalam proses akhir 200.000 kg 6.643.872 .dari departemen I.300 kg x Rp473. 400 x 80% x 48.700.548 Rp 3.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.000 kg 7.000.88 Rp 3.BTKL.biaya bahan pembantu.95 .459 324 Kos produk dalam proses akhir: .02 10.OO .BOP.80 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.biaya bahan.0000 7.000.20 .948.300.2 Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata RD 184.04 15.000 kg 400- 7.500. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke dept 111.OO .00 40.000 kg 1.87 Rp 115. 400 x Up 289. 400 x 5 2.372.

1 13. .537. 200 x 15% x 60.050.00 3.Biaya Overhead Pabrik.00 13.643.IO - Rp 109..560.395.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.60 RD Total Produk Dalam Proses ahhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.10 = Total biaya produk selesai di departemen 11 Kos produk dalam proses akhir: .000 6.000 2 17.10 = Rp 1.414. 400 x Rp 360 .377.304.000 6.900 C. -~ ~ -~.3. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biaya PDP awal buian Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept I1 ~- . Total biaya (000) (000) Rp 106. - - Total biaya yang dibebankan 3. 227. ~ -- Unit eqvl.3 Laporan Kos Produks.450 BOP. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Rp 106.600 .500.553.300 -6.25 = Rp 1.~ ~ Rp Rp 3.600 Rp 1.00 Rp 21.950 357.000 37.75 .00 3..25 .300 Biaya penyelesaian produk dalam proses (PDP) awal: BTKL.600 x Rp590.60 Rp 3.945.500 5.000 2.60 . 400 x 90% x 36. dengan Metode FIFO. 400 x 80% x 60.500 6.803 -.253 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan di departemen 11: 5.000.160.058.Biaya bahan. tambahan bahan tidak menambah produk (output).-~ .642.Biaya Tenaga kerja Langsung.00 49.Dari departemen I. 200 x 20% x Rp 36. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Produk selesai yang ditransfer ke departemen 111 Produk dalam proses akhir B.00 Rp Rp 144.000 765. 100 x 123.600 ~ Jumlah biaya di departemen I1 .

800 kg x Rp 588.000 kg 6.600 3.000 kg 6.09 19.BTKL: 400 x 90% x 36.biaya bahan:400 x 126.160 6.73 C.K. Langs.dari departemen I:400 x Rp360 50.454 .896.biaya bahan pembantu:400 x 6.643. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalarn proses awal Diterima dari departemen I 200.142.000 106. I1 Bulan Maret 1986 A. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke departemen 111.262.40 .800.100 1.73 Kos produk dalam proses akhir: Rp 144.80 .377. Jumlah Total 4.644 .000 .900 6.992.73 588.300 217.414.61 2. Perhitungan kos per unit produk (dalam 000): Biaya T.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.000 kg 1 400.BOP: 400 x 80% x 59.82 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan RD 29.80 b3.09 5932 228. Rp 3.800 8.000 kg B.634 5.200.600 1. Biaya Overhead Pb.600 222.200.000 kg Produk dalam proses akhir 6.41 1.120 36.40 .300 366.643.900 3.000.537.500 33.500 357.000 kg Produk selesai yang ditransfer ke departemen 1 1 5.21 12.

Apabila suatu proses produksi menghasilkan bekferapamacam produk. Persoalannya akan menjadi lain apabila ketiga produk yang dihasilkan dalam proses ketiga tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative sama. Produk sampingan sebetulnya tidak dikehendalu tetapi temyatamasih mempunyai nilai ekonomis bagi pihak lain. Ketiga macam produk tersebut dihasilkan secara simultan dalam suatu proses di departemen 111.Sehingga produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis dianggap sebagai limbah industri. Sehingga krislal gula menjadi produk utama. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan secara simultan dalam suatu proses yang nilai total masing-masing produk tersebut relatip sama. sedangkan terhadap tetes yang nilai ekonomisnya jauh lebih rendah daripada gula diperlakukan sebagai produk sampingan. Hal ini disebabkan input produksi akan menghasilkan secara langsung dan simultan dalam suatu reaksi kimia. Proses tersebut menghasilkan beberapa macam produk yang perlakuannya terhadap masing-masing produk tersebut berbeda-beda. Bahkan untuk blotong sama sekali tidak mempunyai nilai guna apapun sehingga dikategorikan sebagai limbah industri. produk sampingan adalah suatu proses yang nilai total produk atau produk-produk tersebut relatip kecil dibanding dengan produk utama. Secara kebetulan komposisi tonase ketiga macam produk yang dikeluarkan dari departemen 111tersebut hampir sama. Dalam bab dua. Tentunya ketiga produk tersebut akan dianggap sebagai produk bersama.BAB V PENENTUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN Perusahaan yang mengolah produk dengan proses kimia selalu menghasilkan lebih dari satu produk. maka akan timbul masalah dalam penentuan berapa kos untukmasing-masing produk yang dihasilkanoleh departemen tersebut. Meskipun sebenarnya berapa biaya yang diserap akan berbeda-beda tetapi produk yang dihasilkan akan menunjukkan kuantitas yang tidak akan jauh berbeda. Namun bila ditinjau dari nilai ekonomisnya (nilai jual) maka kristal gula mempunyai peran yang sangat dominan. . Jadi dapat disimpulkan. Hanya saja tujuan dan nilai produk yang dihasilkan tersebut mungkin secaraekonornis tidak bermanfaat bagi perusahaaqlmasyarakat. telah disajikan bagan proses produksi pabrik gula.

karena biaya bersarna yang terjadi sebetulnya sangat sulit dipecah untuk dialokasikan kepada beberapa produk yang dihasilkannya. sebagaipengurangan kos penjualan. Oleh karena komponen biayanya sama maka kos untuk kasus semacam ini disebut sebagai biaya bersama (join cost). Kebersamaan biaya dapat terbentuk bukan karena kesamaan proses sejak awal proses sampai saat split off. hanya saja bentuk output yang dihasilkan tidak berupa produk sampingan ataupun produk bersama. yaitu: 1. Dengan demikian komponen biaya untuk ketiga macam produk tersebut terdiri dari komponen biaya yang s m a pula.head cost). PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN Penentuan kos produk sampingan sebetulnya sangat sulit. tambahan terhadap pendapatan penjualan. Dalarn kasus lain dapat pula terjadi biaya bersama. kiranya perlu dipecahkan dengan rasional. Metode 2: Metode 3: . Biaya bersama semacam ini terjadi dalam industri yang menggunakan proses produksi dengan metode pesanan (job order) atau proses asembling. Menggunakan metode kos pengganti (replacement cost). Namun mengingat manajemen memerlukan inforniasi yang dapat menggambarkan berapa komposisi biaya produk sampingan dalatn seluruh kornpoilen kos produk. Biaya bersama tidak dialokasikan kepada produk sa~npingan Metode X 1: hasil penjualan produk sampingan langsung n~asuk laporan rugike laba sebagai: pendapatan lain-lain.Baik produk sampingan maupun produk bersarna diolah dalam satu proses produksi yang sama pula. namun kornponen biaya overheadtip sama. Metode alokasi yang dapat diterima dalam akuntansi produk sarnpingan dapat dibagi dalam dua kategori. Biaya bersama semacam ini mempunyai komponen biaya bahan dan biaya lcnaga kerja yang berbeda untuk masing-masing produk. Apabila dernikian halnya maka disebut biaya overhead bersama (joint ovei. Biaya bersama tidak selalu terjadi dalam industri yang menggunakan metode proses saja. A.&an sebagaipengurangan kos produksi. Hasil penjualan produk sampingan setelah dikurangi dengan biaya penjualan produk sampingandan tambahan biayadalampenyempurnaan produk sampingan langsung masuk ke laporan rugi-laba dengan cara i yang sama dengan metode 1. Biaya bersama timbul sejak dimulainya proses produksi sampai saat terjadinya pemisahan produk (split ofl menjadi beberapa produk. tetapi kebersamaan biaya dapat pula timbul karena penggunaan fasilitas produksi yang sarna.

000.000. Pada departemen 111dihasilkanbeberapaproduk AZ. dan CZ.OO 202.00 Hargajual produk utama AZ adalah = Rp 1. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos produk utama.00 26. Selanjutnya apabila telah diketahui berapa biaya bersama yang timbul dalarn produksi tersebut baru dapat ditentukan berapa pembebanan kos produksi pada produk utama. I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP Awal Rp 225.00 Rp 3.000.190. Produk sampingan CZ laku dijual dengah harga Rp 400. BX 50 ton dan CX 220 ton.200. BZ tidak laku dijual dan diperlakukan sebagai limbah industri.000. Komposisi biaya dalam bulan ini adalah: Jenis Biaya Biaya dari dept.500per ton. .000.690. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi 100%. Produk yang dihasilkanAX.2.000. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalarn bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2.500 ton.OO per ton. Sebagian biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan dengan memberhatikan berapa biaya yang dialokasikan dan tambahan biaya untuk penyempurnaan produk sampingan tersebut. Dalam kategori ini dikenal metode yang keempat . JAWABAN KASUS Pembebanan kos produk terlebih dahulu harus memperhatikan laporan kos produksi pada periode yang bersangkutan.180 ton.OO 238. biaya konversi 85%).biaya konversi 80%).00 Rp 275. Metode 4: Metode nilai pasar (reversal cost) CO'NTOH KASUS PT XYZ memprodusir produk melalui tiga departemen produksi. BZ.00 24. produk yang masih dalan proses awal 150ton (Biaya bahan 100%.OO Kos bulan ini Rp 2. Laporan kos produksi di departemen 111 disajikan dalam halaman berikut.000. 2.

Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk rnasuk dalam proses Produk dalam proses (awal) Produk selesai bulan ini: Produk AZ.450 ton x Rp 1.Nilai penjualan produksampingantersebutdianggap sebagaipenghasilan tambahan yang secara langsung dapat dilaporkan dalarn laporan rugi-laba.3 10.OO Total H. Produk CZ.000.1 80 ton 50 ton 220 ton 700 ton 2. C. Rp 3. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersarna.2. 200 x 85% x Rpl10. Perhitungan kos per unit produk (dalam ribuan rupiah): Biaya overhead Pb.209.700.P.100.500 ton 1 SO ton 2.200. Produk dalam proses (akhir) 2.OO Rp 3.465. 11.00 Rp 220.700.200 ton x Rp1.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.500.000. Pencatatan hasil penjualan produk sarnpingan dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut: . I11 Bulan Maret 1980 A.00 17.00 Total Kos PDP akhir 255.00 18. 200 x 85% x Rp100.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept.650 ton B. yang dibebankan bulan ini.OO Metode pertama Berapa besarnya kos produk sampingan yang terjadi selama satu periode tidak perlu dihitung.00 Biaya tenaga kerja. Produk BZ.Hal ini mengingat tujuan utama produksidalarnproses tersebutuntukmenghasilkan produkutamasaja.650 ton 2.00 Biaya overhead.

c. Sebagai unsur pengurang kos produksi periode tersebut. Sebagai salah satu unsur pendapatan lain-lain.KaslPiutang Dagang Penjualan produk sampingan Rekening penjualan produk sampingan tersebut di atas pada akhir periode dapat disajikan dengan salah satu cara berikut: a.800.OO Biaya-biaya yang timbul dalam penjualanproduk sampingan tersebut akan ditampung dalarnrekeningtersendiri. Dalam metode kedua ini berapa besarnya kos produk sampingan tidak perlu dihitung.400.00 Rp 8.00 3.penyimpanan produk sampingan dan pengiriman barang. apabila biaya-biaya yang timbul dari penjualan produk sampingan diketahui sebagai berikut: Biaya pembungkusan Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Rp 4. b. dalam metode kedua dihadapkan masalah bahwa penjualan produk sampingantersebut membutuhkansejurnlahbiayauntukmemasarkannya. d. Metode kedua Berbeda dengan metode pertama.200. namun biaya-biaya yang timbul dalam rangka menjual produk sampingan tersebut tidak boleh ikut dibebankan sebagai pengurangan terhadap hasil penjualan produk utama. Sebagai contoh kasus di atas. Sebagai pengurangan kos penjualan. Sebagaisalah satuunsurpendapatandan langsung disajikansebagaielemenpendapatan. Selanjutnyadalampenyajian laporanrugflabaakan diperlakukan sebagai pengurang kos produk utarna. Misalnyauntuk pembungkusan. . Hal ini mengingatbiaya-biaya yang timbul karenapenjualan produk sampingan tersebut dapat ditelusuri jejaknya.

500.600.00 8.209. Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Jumlah biaya 3.00 Rp 88.800. Untuk selanjutnya kos produk sampingan ditentukan dengan nilai jual (market value) produk sejenis yang berlaku saat itu. Metode keempat Metocle keempat ditemukan dalam suatu perusahaan yang menghasilkan produk sampingan yang masih memerlukan proses lanjutan agar produk sampingan tersebut dapat dijual kepada konsumen.000.000. namun bahan baku yang dibutuhkan dalam proses tersebut tidak memerlukan dari luar perusahaan.00 Rp 22. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menghitung berapa besarnya kos produk sampingan dan sampai sejauh mana keuntungan yang diperoleh dengan penjualan produk sarnpingan tersebut. Dengan demikian diperlukan nilai pengganti untuk jenis bahan yang sama dengan mernperbandingkannyadengan nilai jual yang berlaku di pasaran terhadap bahan yang sama.Metode ketiga Metode ketiga terjadi untuk perusahaan yang memproduksi produk.00 Berdasarkan kasus tersebut di atas maka biaya bersarna yang terjadi dapat dihitung dengan cara sebagai kxikut: Jenis biaya Kos produk bersama Nilai jual produk sampingan Taksiran laba kotor produk sampingan: Produk utama Rp 3.00 Produk sampingan . Dalam kasus di atas diperoleh informasi tambahan sebagai berikut: Perusahaan mengambil profit margin sebesar 20% dari harga jual masing-masing produk sampingan. Bahan-bahan tersebut telah tersedia dari dalam perusahaan sendiri sebagai sisa proses produk lainnya atau sebagai produk sampingan dari sesuatu proses prduksi.

PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA Seperti halnya dalam akuntansi produk sampingan. Alokasi biaya bersama kepada masing-masing produk bersama dapal dilakukan ~nelalui salah satu dari keernpat metode berikut: .I Laba 25% dari nilai jual Biaya pemasaran(Rp8.00 200 ton 278.180 ton 1.600 + Rp3.600. inaka dalam produk bersamapun ditemukan kesulitan dalam menentukan cara yang tepat untuk menentukan alokasi hiaya bersama tersebut.00 B. Namun demikian gambaran komposisi biaya produk sampingan yang disajikan dengan rasional kiranya akan membantu manajemen dalam mengendalikan operasi perusahaan.451.88 Rp Rp 53.800) Total taksiran laba kotor Taksiran biaya setelah pemisahan produk: Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Total taksiran biaya setelah pemisahan Jumlah penilaian produk utarna Kos produk utama (taksiran) Ditambah: Biaya sesungguhnya setelah pemisahan produk Total biaya dibebankan pada produk sampingan Tokl kuantitas produksi Kos per unit produk Rp 2. Disadari tidak ada cara yang tepat untuk melakukan alokasi biaya bersama kepada produk bersama.

000. Komposisi biaia dalam bulan ini adalah: Jenis biaya Biaya dari departemen I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP awal 225.000.OO 238.000. Pada departemen I11 dihasilkan beberapa produk AX.500 ton.OO 262.000.OO 24.1. CONTOH KASUS PT XYZ memproduksi produk melalui tiga departemen produksi. dan CX.000. metode nilai jual relatif. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos untuk masing-masing produk. BX 700 ton dan CX 750 ton.000.300. Produk yang dihasilkan AX. . BX. 1.00 26. BX = Rp 1.00 3. terlebih dahulu harus ditentukan berapa besarnya biaya bersama selama satu periode.500 per ton. biaya konversi 85%). metode satuan phisik.000 ton. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalam bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2.00 275.690. produk yang masih dalam proses awal150 ton (biaya bahan loo%.190. metode rata-rata biaya per satuan.OO Harga jual masing-masing produk di pasar adalah AX = Rp 1.200.00 per ton dan CX = Rp 1. 3.00 per ton. Jawaban kasus Sebelum alokasi biaya bersama dilakukan.00 Kos bulan ini 2.000.400. 4. 2. Kos biaya bersama dalarn perhitungan berikut ini berdasarkan metode metode rata-rata. Produk yang masih dalarn proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi loo%. biaya konversi 80%). metode rata-rata tertimbang.

650 2. Perhitungan kos per unit produk (rata-rata): Jenis biaya PDP awal Kos bln ini Total 2. 11: Biaya tenaga kerja 1s.000.000 C.00 Kos dept.500. sebelumnya 225.000 3.00 Biaya tenaga kerja.000 26.209.000 500.650 ton B.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept II.700.000 ton 700 ton 750 ton 200 ton 2.100. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk masuk dalam proses Produk dalam proses (awal) 2.00 200 ton x 85% x Rp110.00 100. I11 Bulan Maret 1980 A.310.200 3.3 10.00 - 18.620 Kos/ unit 1.100.2.000 24.000 Biaya di dept. = Rp 220.200 2.690.190.620 2.000 288.465.650 ton Produk selesai bulan ini: Produk AX Produk BX Produk CX Produk dalam proses (akhir) 1.200 Ekvl.00 1.00 .00 210.200 ton x Rp1.500 ton 150 ton 2.450 ton x Rp1.200 238. Biaya overhead pabrik Jurnlah 50.000 262. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersama.200 Total biaya dibebankan 275.915.000 262.000 250. 2.00 110.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.00 Rp 3.

78 750 1.500.050.39 1.Biaya overhead 200 x 85% x Rpl. Bobot tessebut ditentukan manajemen secara relative dengan memperhatikan nilai bakan yang .OO Rp Rp 982. jual alokasi H. 1.25 1.083.310.OO 43.000.000 1.3597 3.OO Produk CX.P.000.465.310.OO 100.300.OO Produk BX.700.00 1.000.500.205.OO Apabila alokasi biaya bersama dihitung berdasarkan kos per unit produk yang dihasilkan maka alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk adalah: Produk AX.310. maka untuk masingmasing produk diberikan suatu bobot sebagai angka pengimbang. Alokasi biaya bersama (metode relative): Jenis produk kuantitas Hg. 750 x 1.500.000.000 ton 700 ton 750 ton 2.460.00 1.00 Rp 3.200.50 4.25 Rp1.P per ton ProdukAX 1.OO Up 982.000.000.00 26. 700 x 1.298.500.310. jual Nilai jual% n.310.000. 100.32 Produk BX Produk CX total 700 1.00 total Kos PDP akhir total H.OO D.OO Total - Rp 1.OO 3.209.000 x Rp 1.OO Rp 255. yang dibebankan bulan ini = Rp 17.000.098.00 910.500.500.318.3084 4.391.OO 3.?09.i)O Rp 3.00 30.209.400.00 9 17.OO Apabila alokasi menggunakan metode rata-rata tertimbang.450 ton Kp 1.OO 9 17.00 Apabila alokasi biaya bersama disajikan berdasarkan kuantitas produk yans dihasilkan maka dalarn Laporan Kos Produksi disajikan ctengan rincian sebag~i berikut: Jenis produk Kuanl~tas Produk Alokasi R m Produk AX Produk BX Produk CX Total 1.500.351.86 1.000.

Produk yang dihasilkan dari departemen I1 untuk keempat produk masing-masing A sebesar 20. Pernilihan metode tersebut harus memperhatikan kondisi yang ada dalam proses produksi dan penjualan produk bersama.00. PT XYZ menghasilkan produk bersama A.100 1. Berdasarkaninformasitersebut hams dilakukanalokasibiayaapabilaalokasididasarkan pada nilai jual relatip perhitungannya adalah sebagai berikut: .500 Rp 1.51 8.000unit. Perusahaan mengeluarkan biaya produksi setelah departemen pemisahan (after separable cost) untuk masing-masing produk adalah.000.715. tingkat kesulitan proses produksi.865.00.000 2.000. B.000 unit. Biaya yang terjadi di departemen I sebesar Rp 80. produk C Rp 10. Proses lanjutan ini ditnaksudkan untuk tnenyempurnakan produk agar dapat menarik para konsumen. C.000.50. produk A Rp 0. produk A Rp 2.000 unit.37 783. produk B Rp $00 produk C Rp 4. BX 3 dan CX 2 maka alokasi biaya adalah sebagai berikut: Jenis produk jumlah produk bobot bobot x alokasi biaya jumlah produk bersama Produk AX Produk BX Produk CX Jumlah 1.000.500.00. C sebesar 10.796. Seandainya produk AX mempunyai total bobot 5. jumlah tenaga kerja yang digunakan dan lain-lain.00.50 dan produk D Rp 8.00 Dari keempat altematipmetodetersebut di atas dapat dipilihsalah satudiantaranya.12 J R 559. D. produk B 15. C. waktu yang digunakan. Nilai jual per unit produk setelah melalui proses lanjutan adalah. PEMBEBANAN BIAYA PROIIUKSI BERSAMA SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK Baik terhadap produk sampingan maupun produk bersama dapat diproses lebih lanjut sebelum produk tersebut dijual pada konsumen.00. Laba kotor diketahui rata-rata sebesar 60 %. Adanya proses lanjutan tersebut menyebabkan tarnbahan biaya yang harus dibebankan pada produk tersebut.00. Keempat produk tersebut dihasilkan secara simultan di departemen I1 dengan menyerap biaya sebesar Rp 40.988.digunakan.209.000 ton 700 ton 750 ton 5 3 2 5.000 unit dan produk D sebesar 15.000.000.600 Rp 3. produk B Rp 10. Sebagai contoh.00 dan produk D sebesar Rp 28.

00 92.00 70.000.000.000.00 Total 250.1 ProdukA ProdukB Produk C Produk D 0.000.O .000.50 8.00 68.000.Jenis hrg jual kuantitas produk per unit produksi .00 49.00 50.000 15.000.00 28.000.00 4.-- - (unit) 20.00 10.00 4.3 683 69.000.P.000 (Re) 10.000 45.000.000.000.OO 200.00 8.000.00 83.00 10.000 120.000.00 2.00 39.000.- total harga biaya setelah nilai jual jual pernisahan H.200.00 31.50 5.800.00 10.000.000.000.800.200..000.00 52.OO 120.000.OO 170.P 60% Total nilai jual % biaya - (Rp) .00 15.O 65.OO 21.00 6.OO 68.00 65.000.OO 35.

Membantu dalam pengendalian biaya. untuk memudahkan pencatatan kos produksi dan lain-lain. Dalarn upaya menyusun anggaran. manajemen dihadapkan pada persoalan estimasi terhadap kejadian-kejadian yang belum pasti. Adanya kos standard dapat memberikan garnbaran mengenai penyimpangan produksi dibandingkan dengan norma yang ditetapkan. Ini berarti mengupayakan efisiensi proses produksi dan meningkatkankeuntungan perusahaan. Dengan demikian manager produksi terbantu dalam upaya menekan kos produksi serendah mungkin. Standard kos ditetapkan dengan berbagai tujuan. Anggaran adalah perencanaan operasi perusahaan di masa yang akan datang dan diwujudkan dalam satuan mata uang. 3. 2. Perencanaan kegiatan tersebut akan mudah ditetapkan bila menggunakan norma atau ukuran yang lebih tepat.BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR Kata standard memberikan suatu pengertian norma yang digunakanuntuk melakukan pengukuran. Manfaat lainnya antara lain untuk Inventory pricing. Membantu dalam perumusan anggaran perusahaan. Sebagai dasar penentuan kos produksi. Dengan demikianinformasikos produksi dapat disajikan dengan lebih cepat. tanpa menunggu berakhirnya satu periode proses produksi untuk metode Proses Costing atau untuk satu job (batch production)untuk metode Job Order Costing. Informasi berapa besarnya penyimpangan (variance) tersebut sangat membantu bagian produksi untuk memperbaikinya. sehingga sangat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Dalam ha1 ini kos produksi dapat ditentukan dimuka (terlebih dahulu). . antara lain: 1. 4. Dalarn hubungannya dengan akuntansi biaya dikenal pengertian standard cost. artinya suatu standard yang dibentuk sebagai norma pengukuran kos produksi.

Melakukan test dengan kondisi tertentu.Meskipun dalam kenyataannya ideal standard tidak bisa pemah dicapai. Kuantitas standar ditetapkan berdasarkan penelitian di rnasa yang lalu mengenai kuantitas hasil produksi (unit produksi. Standar untuk bahan baku 1. kebutuhan bahan dan lain-lain). jam produksi. 4. b. . Berdasarkan rumusan kimia dengan memperhatikan kemampuan teknis produksi mesin yang terpasang. B. Standard kuantitas penggunaan bahan (material usage standard) ditetapkan berdasarkan hal-ha1 sebagai berikut: a. 2. standard yang digunskan d m berlaku pada pcriode produksi tertentu. Standard tersebut digunakan sesuai dengan rcncarla produksi dalam kunin waktu tertentu saja. Actual standard.A. jam mesin. Berdasarkan penelitian di bagian produksi mengenai hasil produksi dimasa yang lalu. Standard ideal (standard teoritis). Kos standard ditetapkan berdasarkan harga (normal) yang terjadi di masa yang lalu 1. c. Standard ini ditetapkan karena manajemen menghendaki pemanfaatan secara optimal terhadap suatu proses produksi dalam kumn waktu tertentu. Attainable standard. Yaitu. Yaitu. Basic standard disebut pula sebagai Fixed standard. Dapat pula berdasarkan rumus kimia dalam proses produksi suatu barang. standardyang dihitung atas dasarkondisi yang diharzpkanyang diharapkan dalarn suatu proses produksi. Basic standard. PENENTUAN STANDARD Kos standard terdiri dari dua kategori yaitu kuantitas standar dan t~arga standard (tarip standar). Komponen biaya yang ditetapkan sebagai standard menggunakankapasitasoptimal (kapasitas 100%). 3. JENIS-JENIS STANDAR 1. Yaitu standard yang ditetapkan sebagai basic tidak akan dirubah. standard yang didasarkan pada tingkat efisiensi tertinggi sesuai dengan kemampuan operasional peralatan dan aparat personel yang mendukungnya. Yaitu.

tetapi pernisahan biaya tersebut tetap harus diakukan.ditetapkanberdasarkanpenelitianmengenai gerakdanwaktu dengan memperhatikan ratio industri. Standar untuk biaya overhead pabrik 1.350 Rp 8. ditetapkan berdasarkan pengalaman di masa yang lalu dan memperhatikan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. standard n kos bahan baku per kg Rp 2. Tarip upah standar. 3. Jam (kuantitas) standar. Analisis Selisih kos bahan baku Inforrnasiyang diperolehdari bagian akuntansibiaya adalah sebagaiberikut.500 kg.600 .47. Bahan yang digunakan 3. Biaya bahan sesungguhnya Biaya bahan menurut standard Selisih biaya bahan Selisih harga pembelian bahan. Hal ii untuk mempermudah proses analisis terjadinya variasi biaya overhead pabrik dalam proses produksi. Harga (tarip) standard. 2. Perhitungan selisih.2. terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besarnya biaya tetap dan biaya variabel sebagai standar. Meskipun biaya semi variabel padadasarnyasulit dipisahkanmenjadi biaya n tetap dan biaya variabel.000 kg a Rp 2. Dalam rangka penentuan tarip biaya overheadpabrik harus diperhatikanadanya biaya semi variabel. Harga standar. Jam standar. ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan buruh (labor bargaining) atau peraturan perburuhan yang berlaku). C.1) 2. Standard kuantitas pemakaian bahan baku untuk produksi bulan ini 3.50. Bahan baku yang dibelidalambulan ii5. Standard untuk biaya overhead pabrik menggunakan flexible budget.tarip standard) = Rp 12. 2.750 Rp 3. ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN 1. (perhatikan 2.550 kg selama satu bulan. Kuantitas sesungguhnya x (tarip sesungguhnya . Standar untuk biaya tenaga kerja langsung (BTKL) 1.

2. Kepala bagian produksi 3. Bagian production control 2.kuantitas standard) x tarip standard = (3. Terdapat kesalahan di dalam perencanaan produksi.550 kg .Rp 2. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan: 1.50 = Rp 125 (selisih rugi) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih kuantitas bahan: 1. Seringkali ditemukan faktor-faktor di luar kekuasaan perusahaan (bagian pembelian).000 kg x (Rp 2.550 kg) x Rp 2. Material purchase price variance . Ada tendensi harga-hargaumum yang memang mengalamikenaikan atau penurunan. Bagian pembelian. Terdapat efisiensilinefisiensidalam penggunaan bahan. Pencatatan dengan metode single plan PDP biaya bahan Material quantity variance Persediaan bahan baku Persediaan bahan baku Utang dagang.5.50) = Rp 150 (selisih laba) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih harga pembelian bahan: 1. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan harga adalah bagian pembelian. terutama bila harga bahan baku sangat dipengaruhi oleh keadaan pasar.47 . 4. Terjadi kesalahan dalam kebijaksanaan pembelian bahan. Ditemukan bahan-bahan subtitusi yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien.3. Pelaksana (mandor) yang menyimpang dari rencana produksi yang telah ditetapkan. Selisih kuantitas (pemakaian) bahan. 2. bila bagian ini tidak mampu memperoleh bahan baku dengan kualitas yang ditetapkan. 3. (kuantitas sesungguhnya .

Rp 2.550 unit x (Rp 2. Rp 150 Utang dagang Rp 12.50 (selisih laba).tarip sesungguhnya) = 3. .Selisih hargl pmbelian - .50) = Rp 106.350 Persediaan Bahan Baku Pencatatan dengan metode partial plan Persediaan bahan baku Utang dagang PDP Persediaan bahan baku Material quantity variance Material price variance Persediaan bahan baku Selisih kuantitas Selisih harga pmbelian Rp 150 -T-PDP biaya bahan Utang dagang l Persediaan Bahan Baku Perhitungan material usage variance Bahan yang dipakai x (tarip standard .47 .

I Tarip sesungguhnya (actual paid) Rp 6.00 = Rp 1.OO (selisih rugi). (jam sesungguhnya -jam standard) x tarip standard = (1. Informasimengenaikos BTKL adalahsebagaiberikut.biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Biaya upah . Perhitungan total selisih: Biaya tenaga kerja langsung (actual) Biaya tenaga kerja yang dibebankan Total selisih Perhitungan selisih upah.880jam. Jumal yang hams dibuat.50 .Rp 6.880jam x (Rp 6.740. jam sesungguhnya x (tarip sesungguhnya .tarip standard) = 1.Jam kerja sesungguhnya 1.880 jam .00 (selisih rugi).2.500 jam dengan tarip standard sebesar Rp 6.500jam) x Rp 6.50 per jam. Standard waktu untuk produksi pada bulan ini 1. Selisih efisiensi. Analisis selisih biaya tenaga kerja langsung. sebagai berikut: Biaya gaji dan upah Hutang gaji PDP .1.OO) = Rp 940.00 per jam.

Untuk mengetahui selisih yang terjadi dalam kos standard. . dan tarip yang sesungguhnya. Selisih biaya overhead pabrik. yaitu: . yaitu tarip standardpada kapasitasnormal. terdapat tiga macam metode analisis selisih.540 Biaya gaji dan upah 3. produksi dengan kapasitas 80%.740 I PDP biaya. Sehingga apabila perusahaan dalam suatu periode merencanakan untuk memproduksi dengan kapasitas tertentu.tenaga kerja Biaya gaji dan upah Pencatatan dengan metode partial plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu R T PDP b i a r tenaga kerja Rp 9. Analisa selisih untuk biaya overhead pabrik menggunakan anggaran fleksibel. Di dalarn analisis selisih untuk biaya overhead pabrik terdiri dari tiga macam tarip.Pencatatan dengan metode single plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Rp 1. maka standard yang digunakan sesuai dengan anggaran untuk kapasitas yang direncanakan dalam anggaran fleksibel tersebut.tarip standard pada kapasitas yang dianggarkan. Di dalam anggaran fleksibel tersebut disusun rancangan produksi untuk berbagai kapasitas.maka standard yang digunakan adalah segala tarip yang berlaku dalam kapasitas tersebut. Misalnya.

Metode analisis tiga selisih mempertajam dengan melakukan analisis terhadap adanyakapasitasyang menganggur (idlecapacity variance).384. Metode analisis empat selisih. 2. Pertajaman analisis tersebut dengan melihat apakah kapasitasyang menganggur disebabkanoleh faktor biaya tetap ataukah biaya variabel. b. 1.20 Rp 0.00. Tarip kos standard per jam produksi. Waktu (jam) standard yang dianggarkan 3. Metode analisis dua selisih. Contoh ilustrasi perhitungan selisih biaya overhead pabrik. Waktu (jam) yang sesungguhnya 3.384 .400 jam. Metode analisis tiga selisih.1 Metode analisis dua selisih. Rp 1. .80. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam standard. Biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp 7.00.000 jam Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa total selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik standard adalah Rp 584. dan 3. Selisih terkendali. Metode analisis dua selisih melakukan analisis terhadap penyimpanganpenyimpangan yang terjadi dengan hanyamemperhatikan selisihvolume dan selisih yang dapat dikendalikan. dan analisis terhadap efisiensi. Biaya overhead pabrik tetap Kapasitas normal sebesar 4. Pembahasan metode ini disajikan di halaman 8 berikut ini. Penggunaan masing-masing metode tersebut.pada dasarnya mempunyaitujuan yang berbeda-beda. analisispengeluaran (spending variance).450 jam. Metode analisis empat selisih merupakan pengembangan dari analisis tiga selisih dengan mempertajam terhadap analisis kapasitas yang menganggur.OO (rugi). Total selisih biaya overhead pabrik Rp 584. Biaya overhead pabrik variabel Rp 1. a.

3.OO = Idle capacity variance (rugi) 420 3. BOP yg dibebankan pada produksi.anggaran biaya tetap - Biaya variabe1. Jam sesungguhnya x tarip standard.00 = Selisih volume (rugi) Metode analisis tiga selisih.20 Selisih terkendali Rp 104 2.3. Efficiency variance (selisih rugi).384 Rp 3.080 RD 7. BOP yang dianggarkan a/d jam standard.400 jam x Rp2. Selisih volume.400 x Rp1.3.200 Ru 4.BOP variabe1.280 .950 Rp Biaya yang dianggarkan a/d jamm sesungguhnya Jam s e s u n g w y a x tarip stand. Rp 7.475 jam x Rp1.370 RD 6. . .20 = 7.280 1.80 Rp 3. Rp 7.800 Rp 480 Rp 7. Spending variance.3.- BOP tetap.370 14 Rp .475 x Rp2. Idle capacity variance. Rp 6. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya.200 RD 4.170 Rp Selisih rugi 2.400 jam x Rp0.3.

BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya Variable efficiency Variance 4.80 = Fixed efficiency variance (rugi) . Spending variance. 3.475 jam x Rp0. 3.800 150 Rekapitulasi perhitungan selisih: Spending variance Idle capacity variance Efficiency variance Total selisih (rugi) Metode analisis empat selisih 1.700 jam x ~p 2. 3.280 Rp 90 Jam standard x tarip tetap. (lihat metode analisa tiga selisih) 3.00 Selisih efisiensi (rugi) - Rp Rp 6.80 = Rp 7.Biaya overhead yang dibebankan ke produk. Fixed efficiency variance. Idle capacity variance. Jam sesungguhnya x tarip tetap. (lihat metode analisa tiga selisih) 2.400 jam x Rp0. Variable efficiency variance.370 Rp 7.

Jawaban a. dan c benar Biaya produksi selain biaya bahan baku dan upah Iangsung akan: a. Langsung dibebankan ke dalam harga pokok penjualan c. 3. Jenis biaya overhead pabrik banyak b. KECUALI: a. Gaji pegawai produksi c. Biaya overhead pabrik tidak bisa dihubungkan dengan secara langsungdengan produk c. Penentuan harga jual 2. SOAL-SOAL BIAYA OVERHEAD PABRIK 1. Sebagian biaya overhead pabrik terjadi secara sporadis d. Penentuan harga pokok produk d.BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK A. Penyusutan gedung pabrik Akuntansi untuk biaya overhead pabrik relatif lebih kompleks daripada akuntansi untuk biaya produksi yang lain karena: a. Diakui sebagai biaya periode d. b. Pengendalian biaya produksi c. Biaya bahan penolong b. Berikut ini adalah elemen biaya overhead pabrik. 4. Ongkos angkut pembelian mesin pabrik d. Dibebankan dengan tarip. Analisa biaya untuk pengambilan keputusan b. . dan biaya sesungguhnya dimasukkan rekening overhead sesungguhnya b. Dibebankan langsung ke laporan rugi-laba Tujuan alokasi dan penggunaan tarip biaya overhead pabrik adalah: a.

8. Kapasitas teoritis Kapasitas praktis adalah: Kapasitas teoritis dikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak a. 7. Biaya tetap per unit akan meningkat c. Anggaran kapasitas yang didasarkan atas kapasitas teoritis dikurangi hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena faktor internal dan eksternal disebut: a. 9. Kapasitas normal b. akan sangat kecil bilarnana tarip biaya overhead yang dibebankan dibuat berdasarkan: a. tetapi tidak cocok untuk mengendalikan factory overhead Tidak cocok jika biaya dan beban dipengaruhi oleh fluktuasi dalam c. 6. dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam d. dapat dihindarikarena hambatan-hambatan intern perusahaan dan trend penjualan di masa yang akan datang Kapasitasteoritis pabrik atau departemenuntuk menghasikan kecepatan b. perbedaan antara biaya overhead yang dibebankan dengan biaya overhead yang sesungguhnya. . mengendalikan bahan langsung dan upah langsung Cocok digunakan untuk mengendalikan bahan langsung dan upah b. Jam kerja langsung d. batas-batas tertentu d. penuhtanpa berhenti selama jangka waktu tertentu Kapasitasteoritisdikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak c. Kapasitas yang direncanakan c. Cocok untuk setiap kegiatan Dalam menggunakan anggaran fleksibel. Kapasitas normal d. Biaya tetap per unit tidak terpengaruh b. Kapasitas praktis b. langsung. apa yang terjadi terhadap biaya tetap per unit apabila jumlah produksi meningkat dalam relevant range? Biaya tetap per unit akan turun a. Jam kerja mesin Suatu flexible budget adalah: Cocok untuk mengendalikan factory overhead tetapi tidak cocok untuk a.5. Kapasitas harapan c. tahun yang akan datang Dalamjangka waktu tertentu. Biaya tetap tidak diperhitungkan dalam anggaran fleksibel d.

tnaka unsur penentu adalah: Total aktivitas yang diperkirakan periode akuntansi ~nendatang a. Dasar yang digunakan b. . Kapasitas normal c. Analisa Pengertian istilah tarip distribusi. KECUALI: a. Meningkatkan total biaya hidup Meningkatkan biaya variabel per unit d. Biaya bahan baku tidak langsung b. Mengurangi biaya total c. Biaya upah langsung dan hasil produksi c. 12. ke departemen-departemen yang menikrnati manfaatnya Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik langsung departmen d. kepada departemen yang bersangkutan 11. b. 14. Jam kerja buruh langsung d. Semua jawaban tcrsebut dipcrlukan Pembagian elemen biaya overhead pabrik pada setiap dcpartctnen disebut: a. Jumlah biaya overhead total perperiode c. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tak langsung departemen c. 13. 15. kepada produk yang diolah melalui departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Pembebanan Alokasi b. suatu pengurangan (decrease) dalam tingkatan produksi di dalam relevant range akan: Mengurangi biaya variabel per unit a. Kapasitas sebenamya yang diharapkan d. Biaya bahan yang digunakan Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membebankan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut. adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. Jumlah biaya overhead pabrik variabel per unit b. Jika suatu flexible budget digunakan. d.10. disebutkan di bawah ini: a. c. Distribusi d. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam penetapan tarip biaya produksi tak langsung yang ditentukan di muka. Jam kerja mesin Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik.

Tarip pembebanan biaya overhead pabrik adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. KECUALI: a. yang sesungguhnya dicapai dalam periode anggaran Jika digunakankonsep direct costing. Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) Metode alokasi langsung (direct allocation method) b. Semua biaya overhead variabel Semua biaya overhead pabrik variabel dan tetap d. c. kepada departemen yang bersangkutan Tarip biaya overhead pabrik ditentukan di muka dihitung dengan cara: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan tingkat a. Berikut ini adalah metode alokasi bertahap (step method) biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi.16. Semua elemen biaya overhead langsung dan tidak langsung departemen b. (specified order to closing method) 17. departemen-departemenyang menikmati manfaatnya Tarip untuk membagikan biay a overhead pabrik langsung departemen d.maka anggaranbiaya overhead pabrik yang dimasukkan ke dalam perhitungan tarip meliputi: Semua biaya overhead langsung departemen saja a. tingkatkapasitas yang sesungguhnyadipakaiuntukmengerjakanpesanan tertentu Membagi total biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan c. kapasitas yang direncanakan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan b. 20. Metode urutan alokasi yang diatur (specified order of closing method) d. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung kepada c. 18. taksiran dasar pembebanan dalam periode anggaran Membagibiayaoverhead pabrik sesungguhnyadengantingkat kapasitas d. kepada produk yang diolah pada departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Metode aljabar (algebraic method) Manakah diantara metode alokasi biaya overhead pabrik berikut ini termasuk dalam metode alokasi bertahap yang memperhitungkantransferjasa timbal balk antar departemen pembantu? Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) dan metode a. 19. aljabar (algebraic method) Metode alokasi kontinyu dan metode urutan alokasi yang diatur b. c. .

Metode urutan alokasi yang diatur dan metode aljabar Metode aljabar dan metode alokasi langung (direct allocation method) Jika jasa departemen-departemen pembantu hanya dinikmati oleh semua departemen produksi saja. Di antara metode alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi yang mempertimbangkan transfer jasa timbal balik antar departemen pembantu adalah: Metode alokasi langsung (direct alocation method) a. Metode identifikasi khusus (spesific identification method) d. 24. c. Metode aljabar (algebraic method) Metode urutan alokasi yang diatur (spesified order of closing) c. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan jumlah sesungguhnya kapasitas yang dicapai Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalarn perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan: a. kapasitas yang dicapai d. maka metode alokasi biaya overhead departemenpembantu ke departemenproduksi yang sebaiknyadigunakanadalah: Metode aljabar a. b. Metode alokasi langsung Metode alokasi urutan alokasi yang diatur d. tanpa ada jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen pembantu lainnya. Biaya depresiasi c. Metode alokasi kontinyu b. .c. kemudian alokasi biaya dari departemen pembantu kepada departemen produksi dilakukan dengan cara: a. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan Distribusibiaya overhead pabrik sesungguhnyakepada departemen-departemen. 22. Biaya overhead pabrik sesungguhnya b. 25. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dihitung dengan cara: a. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan dasar pembebanan biaya overhead pabrik Mengalikan tarip biaya overhead pabrik dengan jumlah sesungguhnya c. d. Mengalikan tarip biayaoverhead pabrikdengan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan dalarn tahun anggaran b. setelah data-data rnengenai biaya overhead pabrik sebsungguhnya (aktual) dicatat dan dikumpulkan dalarn pembukuan 23. Distribusi biaya-biaya dilakukan pada akhirperiode pembukuan. Biaya Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik d.

Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo debit pada akhir periode akuntansi Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo kredit pada b. Pabrik beroperasi pada kapasitas di bawah kapasitas normal b. c. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fmed budget) b.b. d. maka terbukti bahwa overhead pabrik itu: a. b. 28. Anggaran statik (static budget) a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi lebih tinggi dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk Jika terjadi pembebanan kurang biaya overhead pabrik (underapplied factory overhead cost) dalam suatu periode akuntansi. Bersifat tetap d. diperlukan adanya: a. Dibebankan kurang c. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang diperkirakan c. Dibebankan berlebihan b. 29. c. Distribusibiaya-biaya dilakukanpada awal periode pembukuan dimana data-data mengenai biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam memproduksi barang sebelumnya telah diketahui yang dicatat dalam pembukuan Biaya overhead pabrik hanya akan dapat diperhitungkan setelah melihat perbandingan antara yang diperhitungkan dan ditaksir Biaya overhead pabrik tidak akan dilakukan distribusi apabila terdapat lebih diperhitungkan (over applied) yang menimbulkan laba biaya overhead pabrik 26. akhir periode 27. Bila perkiraan kontrol overhead pabrik mempunyai saldo akhir debit. Bersifat variabel Pembebanan lebih biaya overhead pabrik (Overapplied factory overhead) terjadi sebagai akibat: a. berarti: a. akhir periode Rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan bersaldo debit pada c. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk d. dan c benar d. akhir periode RekeningBiaya OverheadPabrik yang Dibebankanbersaldo kredit pada d. . Dalam mengadakan analisis selisihbiaya overhead pabrik neto/keseluruhan (net1 overall factory overhead cost variance).

Tarip pembebanan biaya overhead pabrik di Departemen A adalah: a. 32.dan Departemen C menggunakan jam kerja langsung. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik tetap c. Rp 27.5 per jam b. Apabila selisih terjadi disebabkan k m n a ketidak efisienan pabrik aku kegiatan perusahaan di atas atau di bawah normal. Apabila suatu perusahaan menggunakan tarip pembebanan overhead di muka. Dibagi rata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses d.000 15.000 Anggaran biaya tenaga kerja langsung Rp 605.000 Taksiran jam kerja langsung 20. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik variabel b. .200 14.100 mesin2 22. Manambah rekening harga pokok persediaan produk jadi Data untuk menjawab soal no.000 17. 36 Data untuk tahun 19 X 2: DEPARTEMEN A Anggaran biaya overhead pabrik Rp561. Rp 41 per jam 110% dari biaya tenaga kerja langsung d. 32 s. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Perlakuan selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya penyimpangan tersebut. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam aktual d.d. Menaikkan harga pokok persediaan produk jadi c. Diketahui data sesungguhnya tzhun 19x2 sebagai berikut: 33. maka selisih tersebut diperlakukan sebagai: Pehgurang atau penambahan rekening harga pokok penjualan a.000 Rp 450.000 14. DepartemenB menggunakanbiaya tenaga kerjalangsung.000 Rp 7 12. penyimpangan anggaran adalah: a.000 Taksiran jam B Rp495.700 Departemen A menggunakan jam mesin sebagai dasar untuk membebankan biaya overheadpabrik.30. Rp 25.5 per jam c.000 C Rp615. b.

800. Rp 73. Rp 612.000 16. Rp 693. Manajemenjuga merencanakan memproduksi 5. Rp 528.000.720 c.200 lebih dibebankan c.000 Diketahuibiayaoverhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkanoleh Departemen A.000 untuk memproduksi 100.200 lebih dibebankan c.000 b. Rp 693.000 12.000 kurang dibebankan Dengan data yang sama dengan soal no.720 c.500 kg plastik @ Rp 2. Rp 5. Rp 528. 8. 10.000 buah boneka untuk persediaan. Jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen A pada 19x2 adalah: a. Rp454.Biaya overhead pabrik tetap: .d.000 buah boneka plastik. Rp 37.000 lebih dibebankan b. dan Rp600. Departemen B.jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen B pada tahun 19 X 2 adalah: a.DEPARTEMEN A B C Biaya tenaga kerja langsung Rp 744. Rp 330.000 13.000 dan 2.000 satuan boneka.000 Rp 480.000 d.000 b.000 lebih dibebankan b. Rp 93. Rp 93.200 13.720 lebih dibebankan d.720 lebih dibebankan d. Dengan data yang sama dengan soal no. Rp 73.000. Survei pendahuluan dari panitia anggaran perusahaan menunjukkan suatu peramalan penjualan tahunan sebesar 95. Data untuk mengerjakan soal no. Rp 5. Rp 330. jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen C pada tahun 19x2 adalah: a. Bagian pembelian menentukan bahwa diperlukanpembelian 3. dan Departemen C pada tahun 19x2 secara berturut-turut adalah Rp575.000 d.000 34. Rp 612.000 Rp 876.920 24.000 Jam kerja langsung 15. 37 s.800 Jam mesin Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen B pada tahun 19x2 adalah: a. 36. Rp 37. Anggaran biaya overhead pabrik untuk skedul produksi ini adalah: .000 kurang dibebankan 35. 38 Perusahaan "MENEEN" memproduksi boneka mainan anak-anak.000 liter cat @ Rp 6.

Jam kerja dan taripnya untuk dua operasi adalah: Pencetak plastik 2.d. 47 PT SARI memiliki 3 departemenproduksi yaitu A.380. Rp 588.00 per jam @ Rp 6.200 b.000 b. Rp 6. Rp 1. 39 s.000 Tarip pembebanan biaya overhead pabrik yang didasarkan pada jam kerja langsung berjumlah: a.000. . Biaya departemenjasa X dialokasikan berdasar jam listrik dan Y berdasar luas lantai. Rp 33. Rp500.200jam 37.Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan peralatan Biaya pengawas Biaya asuransi . B. Data untuk menjawab soal no.000 c. Biaya overhead pabrik (BOP) sebelum alokasi dan dasar alokasi departemenjasa adalah sebagai berikut: Keterangan Jam Langsung Luas Lantai BOP (RP) 39.000 b.080. I @ Rp 6.200 d.900 c. Rp 3.200. serta memiliki 2 departemen jasa yaitu Xdan Y.000 .000 jam Pengwat 1. dan C.600. Perusahaanmengpakanmetode alokasialjabaruntuk mengalokasikan biaya departemenjasa.900 38. anggaranproduksi (manufacturingbudget)perusahaan MENEEN berjumlah: a. Rp 59. Rp 2.700. Rp 2. BOP Departemen X setelah menerima alokasi dari departemen Y adalah: a. Rp 19.00 per jam Dari datadiatas.Biaya overhead variabel: Biaya upah tidak langsung Rp 250 per jamkerja langsung Biaya perlengkapan tak langsung Rp 4 per satuan Biaya pabrik umum (gerleral factory) Rp 50 per jarnkerja langsung .000 d.

Rp 550. Rp 510. Rp 200. Rp 580. Z atas dasar jam .000 Departemen C menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a.000 Departemen A menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 380. dan Y sebesar: a. Rp 144.000 b.40. 47. 48 s. Rp 1. Rp 600.000 d. Rp 250. Rp 1.000 b.000 b. dengan urutan alokasi pertama Dep.600.760.000 d. Rp 590. 44. Rp 490. Rp 660. Rp 540. Rp 540. Rp 300. I 42 I 1 43.000 c.000 a.000 Total BOP seluruh pabrik setelah ada alokasi dari departemen jasa: b.000 c. 53 PT Adhi mempunyai 3 departemen produksi dan 3 departemen jasa di dalam pabrik.d. Rp 540. Alokasi biaya overhead pabrik (BOP) departemen jasa menggunakan metode alokasi bertahap yang tidak timbal balik.000 d. Rp 500.000 c.000 c. I 45.000 d.000 d. Data untuk menjawab soal no. BOP Departemen Y setelah menerima alokasi dari Dpartemen X adalah: a.000 c. Rp 1.000 d.000 Jumlah BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen X.000 b.000 c.000 b. Rp 500.000 Jumlah BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen X.000 b. Rp 450. Rp 280. Rp 440.000 Departemen B menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. I 46.000 Jumlah BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen X.000 c. Rp 600.000 c.000 41. Rp 440. Rp 480.000 d. Rp 530. dan Y sebesar: a.100. p p 110. Rp 120. Rp 100.000 d.000 b. Rp 125. Rp 520. dan Y sebesar: a.

Rp 500. 51.000 20.800. ketiga Dep.000.400.000 d.500.500.d.000 10.ooo 2.000 30.200.000 d. Rp 11.000 c.000 a.000 BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b. BOP sesungguhnya dan hasil penelitian pabrik pada akhir tahun 1988 adalah sebagai berikut: Departemen BOP Sesungguhnya Rp 7.000 a. Rp 9. Rp 8.000 c.000 20. X atas dasar jumlah karyawan.000 c.500.500 Jam Tenaga Uap 20. Rp 1.tenagauap. 53. Rp 750. Rp 10.000 c. Rp 400.750. Rp 11.000 BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: a. Rp 10.000 c. Rp 1.000 1.000 5.500. keduaDep.000. T . Rp 500. Up 750.000 b. 59 F KLM membebankan biaya overhead pabrik dengan tarip yang ditentukan di muka. Rp 9.000 Jumlah Karyawan 100 50 150 25 25 50 400 - Luas Lantai 2.000 Departemen B menerima alokasi BOP Sesungguhnya dari Departemen X sebesar: a.000 a.000 1.500 100 .000.000 1.500.000 3.950.000.000 Rp 32. l 52.500. Rp 500.000 b. Y atas dasar luas lantai. 54 s.000 d. Rp 10.000 d.000 48.250.000 a.000 d.000 110. Rp 9. Rp 250.750.000 d. Rp 10.0 12.200.000 7.300.000 3 . Rp 800.500. Departemen A menerima alokasiBOP sesungguhnya dari Departemen Z sebesar: b. Rp 1. Rp 9.000 c.300. Rp 400.000 9. 50.400.000 . Rp 11.000 I I 1 I 49. Data untuk menjawab soal no. BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b.000 10.000 Departemen C menerima alokasi BOP sesungguhnya dari Departemen Y sebesar: b.

Perusahaan tersebut mempunyai 2 departemen produksi dan 2 departerrlen pembantu. Dalarn mengalokasikananggarandepartemenpembantu perusahaan menggunakanmetode aljabar. Anggaran biaya overhead pabrik masing-masing departemen untuk tahun 1990 adalah:

Departemen Anggaran Departemen produksi Rp 12.000.000 -A -B 14.200.000 Departemen pembantu -X 10.000.000 -Y 8.800.000 Dari penelitianpabrikdiperoleh informasimengena pemakaianjasadepartemen pembantu: Departemen jasa Departemen X A 50% B 40% X Y 10% Kapasitas normal: Departemen A: 10.000jam tenaga kerja Departemen B: 12.000 jam tenaga kerja
54.

Departemen Y 40% 40% 20%

-

Departemen X akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 2.000.000 b. Rp 2.400.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen Y akan menerima alokasi dari deparetemen X sebesar: b. Rp 2.400.000 a. Rp 2.000.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen A menerima alokasi dari departemen X sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 5.000.000 c. Rp 4.OQ0.000 d. Rp 4.800.000 Departemen A akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 3.520.000 c. Rp 4.000.000 c. Rp 4.800.000 Departemen B akan menerima alokasi dari departemen X sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

55.

56.

57.

58.

59.

Departemen B akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

Data untuk menjawab soal no. 60 s.d. 64
Data untuk 2 departemenjasa sebagai berikut:

DepartemenJasa Budget Bulanan JamJasa Biaya sesungguhnya A Rp 10.000 4.000 Rp 9.300 B 15.000 5.000 13.400 Kedua departemen jasa itu melayani 3 departemen produksi. Data budget, biaya sesungguhnya, dan jam-jam jasa sebagai berikut:

Estimasi Jasa Jasa Sesungguhnya Departemen Produksi A B A B X 1.200 jam 1.800jam 800 jam 2.000 jam Y 1.500 jam 2.000 jam 1.600 jam 1700jam Z 1.300 jam 1.200 jam 900jam l.lp0 jam Budget biaya departemen jasa tersebut masing-masing 60% merupakan biaya tefap.
60.

Tarip jasa A per jam: Rp 2,00 a. C. Rp 1,00 Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Rp 8.520 a. Rp 8.000 b. c. Rp 7.950 d. Rp 8.250 Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: a. Rp 15.400 b. Rp 14.500 c. Rp '14.600 d. Rp 15.300 Jumlah jasa yang diterima oleh departemen Y dari departemenjasa adalah: a. Rp 9.000 b. Rp 9.500 C. Rp 9.100 d. Rp 5.100 Spending variance departemen B adalah: b. a. Rp 1.630 (mgi) c. Rp 1.360 (rugi) c.

61.

62

63.

64.

Rp 1.630 (laba) Rp 1.360 (laba)

Data untuk menjawab soal no. 65 s.d. 67
Biaya overhead pabrik dianggarkan Biaya overhead pabrik sesungguhnya \ Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 65. Rp 44.000.000 46.200.000 10.000.000 jam 11.000.000jam

Tarip biaya overhead pabrik adalah: Rp 4,40 per jam tenaga kerja langsung a. b. Rp 4,00 per jam tenaga kerja langsung c. Rp 4,62 per jam tenaga kerja langsung d. Rp 4,20 per jam tenaga kerja langsung Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk adalah: a. Rp 46.200.000 b. Rp 44.000.000 c. Rp 48.400.000 d. Rp 50.820.000 Dalarn periode tersebut telah terjadi: Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapplied) a. Rp 2.200.000 b. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 2.200.000 c. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 4.400.000 d. Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapllied) Rp 4.400.000

66.

67.

Data untuk mengerjakan soal no. 68 s/d 71
Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik, Perusahaan JELITA memberikan datadata sebagai berikut: Perusahaan Jelita menetapkan tarip biaya overhead pabrik Rp500 per jam mesin Budget biaya overhead pabrik untuk 6.000 jam mesin per bulan: Rp 1.600.000 dan untuk 14.000 jam misin: Rp 2.400.000 Biaya overheadpabrik yang sesungguhnyaterjadi bulan Mei 1989adalah sebesar Rp 1.800.000 pada kapasitas sesungguhnya 5.000 jam 68. Berdasarkan data-data tersebut di atas besarnya tarip biaya overhead pabrik variabel adalah; b. Rp 172ljam mesin a. Rp 400ljam mesin c. Rp 1Ooljarn mesin d. Rp 267/jam mesin Sedangkan besamya budget biaya overhead pabrik tetap adalah sebesar: a. Rp 1.000.000 b. Rp 1.032.000 c. Rp 2.400.000 d. Rp 1.602.000

69.

Perusahaan JELITA, dengantarip biaya overhead yang telah dihitung mempunyai kapasitas normal: a. 6.000 jam mesin b. 8.500 jam mesin c. 5.000 jam mesin d. 2.500 jam mesin Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a Rp 2.500.000 b. Rp 1.250.000 c. Rp 3.000.000 c. Rp 4.250.000

PT Indah menganggarkan overhead pabrik tahun 1990 sebesar Rp1.530.000 untuk Departemen I berdasarkan volume kegiatan sebesar 100.000 jam kerja langsung.Pada akhir I 990perkiraanOverhead Pabrik Departemen I mempunyai saldodebitRp1.620.000.Jumlahjamkerjaakhlal adalah 105.000jam. Kelebihan (kekurangan) pembebanan overhead pabrik tahun 1990 untuk Departemen I adalah: a. Rp 13.500 b. Rp (13.500) c. Rp 90.000 d. Rp (90.000 )
Biaya overhead yang dibebankan adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Spending variance sama dengan: a. Rp 150.000 (rugi) b. c. Rp 200.000 (laba) d. Idle Capacity Variance sama dengan: a. Rp 150.000 (laba) b. c. Rp 200.000 (rugi) d.

Rp 150.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Rp 200.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Jurnal untuk pembebanan biaya overhead adalah: Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Berbagai macarn pengkreditan Jawaban a, b, dan c benarl

Rp 5.500.000 Rp 5.500.000 Rp 5.150.00

Data untuk menjawab soal no. 78 s.d. 79 PT DIAN memiliki kapasitas normal 8.000 jam per bulan. Anggaran fleksibel BOP pada kapasitas 6.000 jam sebesar: Rp34.000 sedangkan pada kapasitas 7.500 jam: Rp 38.500. Pada bulan Januari 1987 besarnya kapasitas sesungguhnya 7.800 jam dan BOP sesungguhnya Rp 37.500.
78. Besarnya selisih anggaran bulan Januari adalah: b. a. Rp 1.000 (laba) c. Rp 3.500 (rugi) d. Besarnya selisih kapasitas bulan Januari adalah: a. Rp 2 0 (rugi) b. c. Rp 2.500 (laba) d.

Rp 1.500 (laba) Rp 2.500 (laba)

79.

Rp 2.000 (rugi) Rp 400 (rugi)

Data untuk menjawab soal no. 80 s.d. 84
Catatan dan analisis biaya overhead pabrik PT NATALIA dalam bulan Januari 1989 menunjukkan: BOP Sesungguhnya Rp2.160.000, Jam mesin sesungguhnya 8.000 jam; Selisihkapasitas RpO; Selisih anggaran Rp160.000 (rugi). Catatan dan analisisBOP bulan Pebruari menunjukkan: Jam mesin sesungguhnya 8.400 jam; Selisih anggaran RpO; Selisih kapasitas Rp60.000 (laba). 80. Dalam bulan Pebruari besarnya BOP Sesungguhnya adalah: a. Rp 2.160.000 b. Rp 2.100.000 c. Rp 2.040.000 d. Rp 2.060.000 Besarnya total tarip BOP per jam mesin adalah: b. a. Rp 150 c. Rp 200 d.

81.

Rp 400 Rp 100

82.

Besarnya tarip BOP variabel per jam mesin adalah: a. Rp 100 b. Rp 250 c. Rp 150 d. Rp 300 Jika BOP Sesungguhnya bulan Maret sebesar Rp1.960.000 dan jam mesin sesungguhnya 7.800 jam, maka total selisih BOP adalah: b. Rp 120.000 (laba) a. Rp 40.000 (laba) c. Rp 10.000 (rugi) d. Rp 30.000 (rugi) Besarnya selisih anggaran untuk bulan Maret adalah: a. Rp 20.000 (rugi) b. Rp 10.000 (laba) c. Rp 30.000 (rugi) d. Rp 20.000 (laba)

83.

84.

Data untuk menjawab soal no. s.d.
Dalam bulan Agustus 1989 selisih anggaran biaya overhead pabrik pada PT POWER sebesar RplOO.OOO (rugi), kapasitas sesungguhnya sebesar 8.000 jam mesin, biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp4.500.000. Dalam bulan September 1989 besamya selisih kapasitas RpO, kapasitas sesungguhnya 10.000jam mesin, biaya overhead pabrik dibebankan Rp5.000.000. Dalam bulan Oktober 1989 besamya kapasitas sesungguhnya 9.000 jam mesin dan BOP sesungguhnya Rp4.450.000. 85. Besarnya total biaya tetap adalah: a. Rp 3.000.000 c. Rp 2.500.000

b. d.

Rp 2.000.oOO Rp 2.600.OOO

86.

Besamya tarip biaya overhead pabrik variabel per jam adalah: a. Rp 200 b. Rp 300 c. Rp 250 d. Rp 240 Besamya tarip biaya overhead pabrik tetap per jam adalah: a. Rp 250 b. Rp 300 C. Rp 200 d. Rp 260 Besamya kapasitas normal dalam jam mesin adalah: a. 12.500 b. 8.000 c. 10.000 d. 5.OOO Besarnya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 100.000 (rugi) b. Rp 200.000 (laba) c. Rp 50.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi) Besamya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (laba) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 75.000 (laba) d. Rp 150.000 (rug2 Besamya selisih kapasitas biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (rugi) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 300.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi)

87.

88.

89.

90.

91.

360. atas dasar jam listrik.200.000 Rp 33.000 220.200 jam x Rp 50) 160.Taksiran jam kerja langsung: 3.Biaya asuransi Jumlah Anggaran Biaya Produksi 38.000 RD 59.000) Rp 21.B PENYELESAIAN .200jam) .000 Anggaran Biaya Overhead Pabrik: Variabel: .000 b Tarip pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan jam kerja langsung: .000 800.600.Perlengkapan tidak langsung (100.000 6.000.000 x Rp 4) 400.Penyusutan peralatan .200 jam x Rp 250)Rp 800.700.000 .200 jam = Rp 1.000 .0% 22.500 kg x Rp 2.080.080.400.000 Anggaran Biaya Tenaga Kerja: .000 jam x Rp 6. dengan dasar alokasi sebagai berikut Alokasi Departemen Jasa. d Anggaran Biaya Produksi: Anggaran Biaya Bahan: .380.000 .000 Rp 4.900per jam kerja langsung Pengertian untuk menjawab soal no. Rp 500.Umum pabrik (3.200.000 19.000/3.000 .000 jam dan pengecat 1.Tarip pembebanan: Rp 6.000 liter x Rp 6.Upah tidak langsung (3.Pengecat (1.0% 100.Cat (2.720. 39 s/d 47 Metode alokasi aljabar.Pencetak plastik (2. Jam Listrik Ke Departemen A 900 B 450 450 C Y 200 Jumlah 2.000 Proporsi 45.Biaya pengawas .200 jam (pencetak plastik 2.000 Tetap: .200 jam x Rp 6.000 Rp 1.000) 12.5% 22.000) 7.0% .000 3. Pengertian untuk menjawab soal no.700.Anggaran biaya overhead pabrik: Rp 6. 36 s/d 37 37.200) Rp 12.080.000 .Penyusutan bangunan .5% 10.Plastik (3.

setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen X dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa Y sebelum alokasi: Rp440.000) :Rp 500.98 X : Rp 588.000 + 0.000 + Rp88.000 X . setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen E dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa X sebelum alokasi: Rp 500. Y : Rp440.02 Y X : Rp 588.Alokasi Departemen Jasa Y. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 500.000 + 10% Y Dari kedua persamaan di atas.0.000 (biaya departemen X setelah mendapatkan alokasi dari departemen Y) Setelah nilai X diperoleh. Biaya Departemen Jasa Y.02 Y : Rp 588.000+ 20% Y X : Rp 500. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 440.000 Alokasian dari Departemen Jasa X: 10% Atau.02X 0.000 + 10% Y) X : Rp 500.000 Alokasian dari Departemen Jasa Y: 20% Atau.000 X 0.000 + 0.000 + 10% Y Y : Rp 440.000 (biaya departemenY setelah mendapatkan alokasi Z dari departemen Z) .98 X : Rp600. atas dasar luas lantai.000 Rp 588.000 + 20% (Rp440. Ke Departemen Luas Lantai A 100 B 500 C 200 200 X Jumlah 1.000 + 10% (Rp600. 0 00 Proporsi 10% 50% 20% 20% 100% ' Biaya Departemen Jasa X.

000.000 X Rp 500.5%: Rp135.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 10%: Rp50.000 Rp 160.000 Rp 560.000) Y Rp440.000 135.000 (600.000 450 25% B 25% 125.Biaya departemen X sebesar P.000 C 450 Jumlah 180 .000 55.000.0 100% Rp 500.000 100 l2.000 135.000) 100. ke departemen C 20%: RplOO.000 Rp 435.000 Biaya departemen Y sebesar Rp440.0 00 270.000 250.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000 Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp 300. ke departemen B 50%: Rp250.000 250.000 50. Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.000 125.5%: Rp135.5% 275. dan ke departemen Y 10%: Rp60.OOO.000 B Rp 160.0% 110.000 KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 500.000 110.000 900 50% A 125.p600.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 45%: Rp270. ke departemen B 22.000 RP 0 Y Rp440.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.000 500 B 25.000.000 125.000 dialokasikan sebagai benkut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Jam Listrik Rp 250. Biaya departemen Y sebesar Rp500. ke departemen C 22.000) RP 0 DENGAN METODE LANGSUNG Biaya departemen X sebesar Rp500.000 Rp 620.000 C 200 Jumlah 800 100. dan ke departemen X 20%: Rp100.000 (500.000 Rp 605.000 60.000) RP 0 RPO 1 .000 275.000 Rp 435.000 100.000 (440.000 dialokasikan sebagai berikut: Alokasi Luas Lantai Proporsi Ke Departemen Rp 55.000.000 Rp 545.5% A 62.000.000 (500.000.0% RD440.000.

i DENGAN METODE ALOKASI BERTAI-IAP (alokasi pertama departemenjqsa X) Biaya departemen X sebesar Rp500. c (lihat tabel) Pengerjaan untuk menjawab sod no.m (490. 48 s/d 53 Metode alokasi bertahap tidak timbal balik.5% Rp61.250 Rp 578.250 100 A 500 62.000 Y 200 10.000 B 450 22.000 Jumlah Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.000 (500.000 61.000) RP 0 Y Rp440.0% Rp500.0% Rv490. dengan urutan clan dasar alokasi sebagai berilcut: .500 306.000 L Biaya departemen Y sebesar Rp440.5% 112.000 225.250 B 25.250 Rp 586.500 112.000 1 12.250 B Rp 160.000 1 12.000 dialokasikan sebagai berikut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Luas Lantai 12.5% 306.000 5O.0% 122.000) RP 0 (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 47.000 X Rp 500.500 C 200 800 100.500 Rp 435.000 dialokasikan sebagai berikut: Ke Departemen Jam Liitrik Proporsi Alokasi A 90 0 45.500 22.0% Jurnlah 2000 100.5% 112.500 450 C 50.750 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.0% Rp225.

000 B 30. X.000 (2.000.000 500.000 500.000 1.950.000 500.000 Alokasi Rp1.500.000 Jurnlah 100.000 1.000 Ke Departemen Luas lantai A 2.000 Jumlah 10.500.000 - 0 0 0 .000 (5.000.000 B 3.000 1.000 Y 20.A 7.200.000.000 500.250.000.000 C 3. B.300.000 C 10. C.Y 1.000 500.000 750.000.Z 5.800.000 1.000.000 500.500.000. B.2.000 10.000 (3.000.000.000 750.000) 1.000.000 2. B.000.000 1.500.000 Rp .000 750.X 1.000.000 Alokasi biaya Departemen Z: Rp5.000 1.000 Rp 5.000 11.000 1.000.500.000.C 7.500.000 X 20.B 9.500.X A. C Proporsi 20% 30% 10% 20% Dasar Alokasi Tenaga uap Luas lantai Jumlah karyawan Alokasi Rp 1. C.000. Y A.500.000 1.500.000) DEP.500.000 500.000 Alokasi biaya Departemen X: Ke Departemen Jumlah karyawan A 100 B 50 C 150 Jurnlah 300 Tabel alokasi 20% 100% Proporsi 1001300 501300 1501300 3001300 - KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen Z Alokasi Departemen Y Alokasi Departemen X Biaya setelah alokasi DEP.000 750.Urutan Alokasi ke 1 ke 2 ke 3 Dari Departemen Z Y X Ke Departemen A.000 Alokasi biaya Departemen Y: Biaya departemen Y Biaya alokasian dari Z Jumlah 20% 100% Rp Q 1.000 1.000 DEP.om X 2.000 Proporsi 20% 30% 30% Alokasi Rp.000 Ke Departemen Tenaga uap A 20.000 DEP.500.000 Rp3.000 1.000) < ' 10.000 DEP.000 DEP. 500.

800.000 4.000.000 DEPARTEMEN PEMBANTU KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 10.000 Setelah nilai X diketahui.~.000.000 + 10% (12.500. b (lihat contoh) b (lihat contoh) Biaya departemen X Biaya alokasian dari Z Biaya alokasian dari Y Jumlah e (lihat tabel) b (lihat tabel) a (lihat tabel) d (lihat tabel) Rp 1.000 + 10% X Dari kedua persamaan di atas. Pengerjaan untuk menjawab soal no.000 1.000.000.000 Rp 0 Y Rp 8.000 (12.000.000.ooO) Rp 0 54.000.000 50.000.000.200.000 Rp 3.000. c . a e b (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 55.800.000.000.000 1.000.000 (lO. 56.000.200.000 Tabel alokasi: DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp12. 54 s/d 59 Dengan cara yang sama dengan soal.OOO 500.000 6. 49.48. 52.000 + 10%X) X : Rp 12.000.000 4. 53.000 Rp 23.800. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 10.000 Rp 14.800.000 Rp 22.000.000 + 20% (Rp8.800.000) Y : Rp 10. dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: X :Rp 10.000 + 20% Y Y : Rp 8.000) 2. 57.000 4. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 8. 5 1.

d c (lihat tabel) (lihat tabel) Pengertian untuk menjawab soal no.8 perjam =Rp1.000 Tarip total departemen jasa A : = Rp 2.300 jam Jumlah jasa dibebankan: 3.000) Tarip variabel 4. 60 s/d 64 60.Operjam =Rp 1.300 jam x Rp2.000 jam Tarip tersebut bisa d i i c i menjadi: (40% x Rp 15.000 jam Rp15.000 jam =Rp1. d Rp 10. d Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen A dinikrnati oleh: X = 800 jam Departemen produksi Y = 1.000) Tarip tetap 5.000) Tarip tetap 4.2perjam =Rp 3. 59.58.5 = Rp8.000 Tarip departemen jasa B : 5.250 .5 perjam = Rp1.600jarn z = 9oojam Jumlah = 3.000 jam (60% x Rp 10.5 per jam 4.O per jam 61.000 jam Tarip tersebut bisa dirinci menjadi: (40% x Rp 10.000 jam (60% x Rp 15.000) Tarip variabel 5.

000jam x Rp 4.100 64.100 Jumlah RD 9.40 per jam kerja langsung Tarip total : 10.800 jam x Rp1.600 jam x Rp 2. 65 s/d 67 65.2) 5. 63.000 = Rp 4.700jam z = 1.000jam c Jumlah BOP dibebankan: 11.000 BOP dibebankan: 11.760 Rv 1.000.200.800 jam x Rp 3.62.40 = Rp 48. a Tarip pembebanan BOP dihitung sebagai berikut: Rp44.800 jam Jumlah jasa dibebankan: 4.000jam x Rp 490 48. d Spending variance (selisih anggaran) departemen B: BOP sesungguhnya Rp 13.000 (lebih dibebankanbaba) 66. e Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen B dinikrnati oleh: Departemenproduksi X 2.200.760 14.400.8)Rp 9. 67.000 Dari departemen B: 1.400 BOP dianggarkan pada jam sesungguhnya: Tetap : (5.360 (laba) Selisih anggaran Pengertian untuk menjawab soal no.000 Variabel: (4.O = Rp 14.700 jam x Rp 3.O = 5.000 Selisih total RD2.400 c Jumlah jasa yang diterima departemen Y dari departemen jasa: - Dari departemen A: 1.000 jam x Rpl.400.000 jam Y = 1.100 jam Jumlah = 4. .000 b Selisih pembebanan BOP: BOP sesungguhnya Rp 46.000.5 = Rp 4.000.

000 berjumlah 1.000 d Jumlah kapasita's normal: Rp 1.400.000jam x Rp15. 68 s/d 72 68.500.000 (-) BOP variabel: (14.000 Kapasitas normal: RP 400 = 2.30 per jam mesin 100.000 BOP tetap RD 1.500 Selisih total Rp 13. a Jurnlah BOPdibebankanpada bulanmei 1989:Rp 500x 5.500 (rugil 72.000 jam Rp 500 -.Pengertian untuk menjawab soal no.000jam 6.000 berjumlah Rp 2.400.000 Rp 800. : : = Rpl00 perjam mesin 8.000jam x Rp100) 1. 71. Tarip total -g dibebankan) .000jam 8.000jam =Rp2.500 per jam mesin 70.606.000 jam BOP sesungguhnya (rek.000. I debit) Rp 1.000 jam Rp800.Rp100 = Rp 400 per jam mesin a Anggaran BOP tetap: BOP Dianggarkan pada kapasitas 14. c Tarip BOP variabel: Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas Selisih 14. BOP dep.000 = Rp15.000.620.000 b Tarip pernbebanan BOP: Rp1S30.600.400.000jam Rp 2.30) 1.000 Taripvariabel Tarip tetap 69.000 BOP dibebankan: (105.

200.100.000 jam x Rp 3) Variabel: (1.200.000. b Anggaran BOP pada kapasitas sesungguhnya: Tetap : (1.000 jam x Rp 2) Jumlah b Spending variance (selisih anggaran): BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Selisih anggaran b Idle capacity variance (selisih kapasitas): BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Selisih kapasitas e Barang Dalam Proses Biaya Overhead Dibebankan Rp 3. 73 s/d 77 73.I Pengertian untuk menjawab soal no.000 RD 50.000 74.500. tarip pembebanan dihitung sebagai berikut: .000jam Rp 2.500. hams diketahui dahulu tarip pembebanan baik tarip tetap maupun tarip variabel.000.000 5.000 2.000 Rp 5. Rp 5.000 5.000 Tarip Variabel: 1. c Rp 3. 78 s/d 79 Untuk dapat menganalisis selisih biaya overhead. Pengertian untuk menjawab soal no.000.000 75.000jam.000.000 77.200.000 Rp 5.150.000 (laba) 76. Tarip total: Rp3+Rp2=Rp5perjam = Rp 2 per jam = Rp 3 per jam Jumlah BOP dibebankan: 1.200. Rp 5.000 Rp 300. Dengan data yang ada pada soal tersebut.000 (laba) Rp 5.500.100.000 Tarip tetap: 1.500.000.000.000jam x Rp 5 = Rp 5.

Anggaran BOP total pada kapasitas 7.500 BOP sesungguhnya bulan Januari BOP dibebankan bulan Januari: (7.000 RD 1.500 Anggaram BOP variabel(7. Selisih total BOP merupakan perbedaan antara BOP sesungguhnya dengan BOP dibebankan: Rp 37.000 jam Tarip total: Rp 3 + Rp 2 = Rp 5 Setelah diperoleh tarip pembebanan baik tetap maupun variabel.900 (laba) .800 jam x Rp3) 23. sehingga tarip biaya variabel per jam dapat dihitung sebagai berikut: Rp4.000 Tarip Tetap: = Rp2 per jam 1 I 8.000 Anggaran BOP pada kapasitas 6.500 Tarip Variabel: = Rp 3 per jam 1. oleh karena itu tarip pembebanan BOP tetap dapat dihitung sebagai berikut: Rp 16.500jam Setelah tarip BOP variabel diketahui. baru kemudian bisa menganalisis selisih.500 (laba) Selisih total 78.000 berjumlah Selisih 150 .500 34.000 w Jumlah BOP tetap tersebut me~upakanhasil dari perkalian antara tarip tetap dengan kapasitas normal.000 Tetap: (8.500 jam Rp 38.500 Perbedaanjumlah anggaran BOPpada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya overhead variabel.800 x Rp5) 39.500 BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya: Rp16. e Selisih tersebut kemudian dianalisis menjadi selisih anggaran dan selisih kapasitas: Selisih anggaran: d p 37.500 22.500 x Rp3) Anggaran BOP tetap R 16.500 berjumlah Rp 38.Anggaran BOP pada kapasitas 7.0 R w 4.400 39. jumlah BOP tetap total dapat dihitung dengan mengambil salah satu BOP dianggarkan di atas.400 Selisih anggaran Ru 1.000 jam x Rp2) Variabel: (7.

000 8.800 jam x Rp 5) Selisih kapasitas Rp 39.000 jam RP 0 Rp 160. Jumlah BOP yang dapat dihitung jumlahnya dengan data yang ada adalah BOP dibebankan pada bulan Februari. 80 sld 84 Data bulan Januari 1989: BOP sesungguhnya Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Data bulan Februari 1989: Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Rp 2. harus dipahami urutan analisis selisih BOP sebagai berikut: BOP Sesungguhnya (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya (-) BOP Dibebankan Selisih Anggaran Selisih kapasitas Sehingga untuk menjawab pertanyaan soal ini.160.Selisih kapasitas: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (7. BOP dibebankan adalah merupakan perkalian antara tarip pembebanan dengan jam sesunggunya.000 Selisih anggaran (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya Selisih kapasitas (-) BOP Dibebankan Rp 2.000 Rv 400(rugi) Pengertian untuk menjawab soal no.400 39.000.400 jam RP 0 Rp 60.000 (rugi) 8.160. harus diketahui jumlah salah satu dari ketiga jenis BOP di atas. Oleh karena jumlah tarip belum diketahui.000 .000 (laba) Untuk dapat menjawab pertanyaan. dengan cara sebagai berikut: Analisis BOP bulan Januari: BOP Sesungguhnya Rp 2. maka harus dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan data bulan Januari.

e Lihat jawaban di atas.000 81.400 jam 8. Perbedaan jumlah BOP pada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya variabel.Tarip pembebanan BOP kemudian dihitung sebagai berikut: Rp 2.000 2.000. BOP sesungguhnyabulan Februari dihitung sebagai berikut: BOP Dibebankan: (8.000 jam c 80.000 Untuk lebih jelasnya disajikan sebagai berikut: BOP Sesungguhnya Selisih anggaran Rp 0 (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Selisih kapasitas Rp 60. c Selisih BOP bulan Maret: BOP Sesungguhnya . a Dari analisis yang dilakukan untuk menjawab sod no.100.000.100. diperoleh jumlah BOP dianggarakanpada dua tingkat kapasitas (Januari 8.000jam dan Februari 8. Anggaran BOP pada kap'asitas Rnggaran BOP pada kapasitas Selisih 8.000 (-) Selisih kapasitas (laba) 60. 89.000 berjumlah berjumlah Rp 2. Setelah tarip pembebanan diketahui.000 Tarip variabel : Tarip tetap : = RplOO per jam 400 jam Rp250 -Rp100 = Rp 150 per jam 83. sehingga tarip variabel dapat dihitung sebagai berikut: +r 82.000 jam 400 jam Rp 40.000 Tarip : = Rp 250 per jam 8.000 BOP Sesungguhnya Rp 2.040.000 (laba) (-) BOP Dibebankan Rp 2.000 RD 40.400 jam x Rp 250) Rp 2.400).040.

000 jam Rp150 Biaya Overhead sesungguhnya Rp 1.800 jam x Rp250) Selisih total KP 1. Hasil pada analisis BOP pada bulan Januari diketahui selisih kapasitas pada kapasitas sesungguhnya 8.000 Rp 1.TT) = (KN .000 . sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kapasitas nonnal adalah 8.200. 85 s/d 91 Data bulan Agustus: Selisih anggaran Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya Data bulan September: Rp 100.{ (KS x TT) + (KS x TV) ] = (KN x TT) .000 Kapasitas Normal: = 8.000 jam x Rp 100) BOP Cetap * Ru 1.000 (laha) 84.000 Variabel : (7.000 Biaya Overhead dianggarkan : Tetap : (8.006 jam 800.000.000 jam mesin Rp 4.KS) TT Keterangan: = Kapasitas Normal KN = Kapasitas Sesungguhnya KS TT = Tarip Tetap = Tarip Variabel TV Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagai berikut: Rp 2.000 (-) BOP variabel: (8.200.000 BOP Dianggarkan pada kapasitas 8.200.000 Rp 1.000 jam mesin berjumlah RpO. d Untuk dapat menghitung selisih anggaran.980.960.000 (laba) Pengertian untuk menjawab soal no.050.000 10.800 jam x Rp 100) 780.000 jam mesin.000 (rugi) 8. Logika tersebut diturunkan dari rumus perhitungan selisih kapasitas sebagai berilcut:' Selisih kapasitas = { (KN x TT) + (KS x TV) ) . Hal tersebut hanya nlungkin terjadi apabila kapasitas normal sarna dengan kapasitas sesungguhnya.(KS .000 jam x Rp 150) Rp 1. diperlukan data tentang jumlah kapasitas normal.BOP Dibebankan: (7.000 Selisih anggaran Rp 20.500.

b Jumlah BOP tetap dihitung sebagai berikut: BOP Dianggarkan pada kapasitas 10.000 Rp 2.000 Tarip total : Tarip tetap = Rp 500 per jam 10.000jam (-) BOP variabel: (10.400.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 8.000.000 jam x Rp300) BOP tetap b Lihat no.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 10.000.000 jam mesin Rp 4.000 BOP dibebankan (+/-) Selisih kapasitas 0 Rp 5.000 Rp 4. c Rp 5.000. 94.000 3. Tarip BOP tetap: Rp 5. dihitung sebagai berikut: Bulan Agustus: BOP sesungguhnya Rp 4.0 Selisih 2.000.000 Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas 8 0 0jam berjumlah 4.000.000jam Tarip BOP variabel: 10.000 Jumlah BOP dianggarkan pada dua tingkat kapasitas.000 jam 85.000.450.000.400.Selisih kapasitas Kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Data bulan Oktober: Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya RP 0 10.500.000 Rp 600.000 .000 jam mesin Rp 5.000jam berjumlah Rp 5.000 jam Bulan September: Rp 5.000 86. 87.000.000 9.000 Taripvariabel : = Rp 300 per jam 2.Rp300 = Rp200 .000 jam : Rp500 .000 (-) Selisih anggaran (rugi) 100.000 jam RD 600.

000 (laba) Selisih anggaran b Selisih kapasitas bulan Oktober: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000 Variabel: (9. maka kapasitas normal sama dengan kapasitas sesungguhnya bulan tersebut. = 10.88. Karena selisih kapasitas pada bulan September RpO. yaitu 10.500.000 Rv 50. c Besarnya kapasitas normal: Rp 2. Rp 4.000 jam x Rp500) Selisih total 91.000 (laba) 90.000 jam x Rp 300) 2.700.000.450.000 Rv 200.000 4.500.000 4.000.000 jam x Rp500) Selisih total Rp 4. c Selisih BOP bulan Oktober: BOP sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000 BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Tetap : (10.700.000 Rp 250.450.000 Kapasitas normal: Rp 200 Atau. a Selisih anggaran pada bulan Oktober: BOP sesungguhnya Rp 4.000jam.000 jam 89.700.000 4.000 (rugi) .000 jam x Rp 200)Rp 2.

d.BAB VIII METODE HARGA POK. dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasikan untuk memenuhi pesanan yang bersangkutan Metode harga pokok pesanan digunakan oleh perusahaan-perusahaan c. metode harga pokok pesanan menghendaki dipisahkannya biaya produksi ke dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk Metode harga pokok pesanan cocok digunakan di dalarn perusahaan d. Metode harga pokok proses menghitung harga pokok produk pada saat b. kapal terbang. Manakah diantara pemyataan berikut ini yang BENAR? Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok per satuan a. pupuk. dok kapal Metode harga pokok pesanan digunakan dalam perusahaan semen. produksi dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan yang diterima dari l u x atau bagian dalam perusahaan sendiri Metode harga pokok pesanan menghitung biaya produksi per satuan b. pesanan selesai diproduksi c. Apa prosedur akumuiasi biaya yang paling baik digunakanjika banyak pesanan yang masing-masing berbeda dalam spesifikasi produk hams diproduksi? .OK PESANAN A. yang berproduksi masa Manakah di antara pemyataan yang bersangkutan dengan metode harga pokok pesanan berikut ini yang SALAH? Metode harga pokok pesanan digunakan untuk mengumpulkan biaya a. bumbu masak 3. Untuk keperluan penentuan harga pokok produk. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PESANAN 1. percetakan. dengan cara membagi total biaya selama satu periode dengan jumlah produk yang dihasilkan di dalam periode yang bersangkutan.

Sheet permintaan bahan d. Kartu persediaan c. c. Biaya tenaga langsung d. Barang yang sedang diproses dan barang yang dipesan tapi belum diproses d. dan c benar . Jawaban a dan b benar Dalam metode harga pokok pesanan. meliputi: a. jumlah biaya suatu pesanan sama dengan: Bahan baku yang digunakan a. Barang yang aktif diproses dan barang jadi yang belum dipindah ke gudang barang jadi. Surat pemesanan (pembelian) c. Jawaban a. Jawaban a dan b benar Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet) digunakan untuk: a. Perusahaan penyulingan rninyak d. Kartu pembantu rekening Barang Dalam Proses c. Mengumpulkanbiaya bahan. b.dan biaya overhead pabrik untuk setiap pesanan b. upah langsung. karena masih memerlukan test kualitas b. dokumen dasar untuk mengakumulasi biaya untuk setiap order adalah: Faktur a. Kartu piutang Dalam sistem kalkulasibiaya pesanan. Perusahaan pupuk urea b. Biaya konversi yang untuk pesanan yang bersangkutan c. Hanya barang yang sedang diproses saja c. Kartu biaya a. yang termasuk persediaan dalam proses akhir periode. Perusahaan percetakan Dalam job order costing. d. b. Kartu harga pokok d. Job order Actual b. Job cost sheet Manakah diantara buku pembantu berikut ini yang merupakan rincian rekening kontrol Barang Dalam Proses (Work in Process)? b. b. Process Standard Manakah diantaraperusahaan berikut ini yang kemungkinan besar menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya? Perusahaan semen a. c.a.

10.

I

Direct labor ticket digunakan untuk memberi informasi tentang: Besarnya biaya upah tiap pesanan a. Besarnya biaya upah dalam rekening Barang Dalam Proses secara b. keseluruhan Biaya upah yang dimasukkan ke dalarn kartu harga pokok dan yang tidak c. dimasukkan ke dalam kartu harga pokok Jawaban a, b, dan c benar d.

1 1.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat upah tenaga kerja tak langsung dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. c. Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam metode harga pokok pesanan, untuk menjurnal distribusi gaji manajer pabrik didebit rekening: Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja a. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung b. c. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya d. Biaya Gaji dan Upah Dalam kalkulasi biaya pekerjaan pesanan, pajak penghasilan pegawai ditanggung dan dibayar oleh perusahaan atas karyawan pabrik sebaiknya diperhitungkan sebagai: a. Biaya tenaga kerja langsung b. Overhead Pabrik Biaya tenaga kerja tidak langsung c. d. Biaya administratif Pernakaian biaya tenaga kerja langsung untuk mengerjakan pesanan no. 456 di dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dicatat dengan mendebit rekening: a. Biaya Tenaga Kerja Langsung b. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Langsung c. Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan d.

12.
l I

13.

14.

I

15.

1

Pada metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik dibebankan pada pesanan atas dasar tarip ditentukan di muka karena: Pada metode harga pokok pesanan informasi biaya overhead pabrik a. sesungguhnya tidak penting

b.

c. d. 16.

Biaya overhead pabrik yang sesungguhnyabaru bisa diketahuibesarnya pada akhir periode, sedangkan harga pokok pesanan harus diketahui pada saat pesanan selesai, tanpa menunggu sampai pada akhir period Sudah diatur demikian oleh GAAP Jawaban a, b, dan c benar

Dalam perusahaan yang menggunakan harga pokok pesanan, pembebanan biaya overhead pabrik produk adalah atas dasar tarip yang ditentukan di muka. Alasan pembebanan tersebut adalah: a. Pembebananbiaya overheadpabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya seringkali mengakibatkan berubah harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain Manajemen memerlukan informasiharga pokok produk per satuan pada b. saat pesanan selesai dikerjakan Berubah-ubahnya tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan dan c. adanya perubahan tingkat efisiensi produksi Jawaban a, b, dan c benar d. Dalam perusahaan yang produksinyaberdasarkanpesanan, biaya overhead yang dibebankan kepada produk dihitung sebagai berikut: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka a. dengan tingkat kapasitas yang direncanakan dalam periode yang bersangku tan Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka b. dengan tingkat kapasitasyang sesungguhnyadipakai untuk mengerjakan pesanan tertentu Membagi total biaya overheadpabrik yang dianggarkandengan taksiran c. dasar pembebanan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka d. dengan tingkat kapasitas teoritis yang diperkirakan dalam periode yang bersangkutan

18.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankankepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik c. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam suatu Job order cost system yang menggunakan taripfactory overhead yang ditentukan lebih dahulu, bahan tidak langsung biasanya semula dicatat sebagai suatu kenaikan dalam:

19.

a. b. c. d.

Work in process control Factory overhead applied Factory overhead control Stores control

20.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya depresiasi mesin dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Biaya Depresiasi c. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Untuk mencatat biaya depresiasi mesin pada metode harga pokok pesanan ayat jurnalnya adalah: a. Barang Dalam Proses xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx b. Barang dalam proses-Overhead xx Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan xx c. Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx d. Jawaban a, b, dan c benar Dalam rangka akumulasibiayajob order,makajumlah rupiah yang terlibatdalam pengalihan persediaan barang dari rekening Barang Dalam Proses kepada rekening BarangJadi ialah hasil penjumlahan dari biaya yang dibebankankepada setiap job, Yang dimulai prosesnya selama masa yang bersangkutan a. Yang berada dalam proses selarna masa yang bersangkutan b. Yang diselesaikan dan yang terjual selama masa yang bersangkutan c. Yang diselesaikan dalam kurun masa yang bersangkutan d.

2 1.

23.

Jika suatu pesanan selesai dikerjakan, total biaya produksi yang dicatat dalam kartu harga pokok produk dicatat dengan jumal: a. Barang Dalam Proses xx Persediaan Produk Jadi xx b. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx c. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx d. Harga Pokok Penjualan xx Barang Dalam Proses xx

Jika pembebanan kurang biaya overhead pabrik dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan, maka ha1 itu akan: a. Menambah harga pokok produksi b. Menambah harga pokok produksi yang dijual c. Mengurangi harga pokok produksi Mengurangi harga pokok produk yang dijual d. Jika sisa bahan (scrap materials) diperlakukan sebagai pengurang biaya bahan baku dalam pesanan di mana sisa bahan tersebut terjadi, maka jurnal yang dibuat pada saat sisa bahan tersebut dijual adalah: a. Debit: Kas; Kredit: Hasil Penjualan Sisa bahan Debit: Kas; Kredit: Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Debit: Kas; Kredit: Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku c. Debit: Kas; Kredit: Persediaan Bahan Baku d. Produk hilang dalam proses yang biasa terjadi,pada metode harga pokok pesanan akan berakibat: Naiknya harga pokok produk pesanan yang bersangkutan a. Naiknya biaya produksi pesanan yang bersangkutan b. Diperhitungkan harga pokok produk yang hilang tersebut dalam tarip c. biaya overhead pabrik d. Turunnya harga jual produk Perbedaan antara produk cacat dan produk rusak adalah: Produk rusak dapat diperbaiki, produk cacat tidak bisa diperbaiki a. Produk rusak dapat dijual, produk cacat tidak dapat dijual b. Produk cacat dapat dijual, produk rusak tidak dapat dijual c. Terjadinyaprodukrusak normal, terjadinyaproduk cacat karenakesalahan d. Apabila terjadi produkrusak yang disebabkanoleh karena sulitnya suatu pesanan dan produk rusak tersebut laku dijual, maka hasil penjualan produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai: Penamball harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang a. bersangkutan b. Sebagai penghasilan diluar usaha Sebagai pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya c. Sebagaipengurang biayaoverhead pabrikdepartemen yang bersangkutan d. Sebuah perusahaan memakai metode harga pokok pesanan. Pada tahun 19A perusahaan tersebut mengerjakan pesanan yang sangat spesifik sehingga sebagian rusak. Harga pokok produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan: a. Sebagai kerugian Sebagai elemen overhead pabrik sesungguhnya b.

C.

d.,

Ditambahkan ke harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang bersangkutan Ditambahkan ke harga pokok produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan

30.

PT. X menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya. Biaya overhead pabrik untuk tahun 19x1 diperkirakan sebesar Rp50.000 pada tingkat kapasitas yang direncanakan sebanyak 20.000 jam tenaga kerja langsung. Dalam bulan Mei 19x1 pesanan no. 46 1 telah selesai dikerjakan. Biaya bahan baku untuk pesanan tersebut berjumlah Rp4.000 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp1.500 dengan tarip Rp5 per jam. Pada akhir tahun ternyata perusahaan telah beroperasi 24.000jam tenaga kerja langsung dan biay a overhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkan sebesarRp54.000. Jika pesanan no. 461 terdiri dari 100 unit produk, maka harga pokok per unit produk dalam pesanan tersebut adalah:

Data untuk menjawab soal no. 31 s.d. 33 Pembebanan Biaya Overhead Ke Pesanan, Selisih Pembebanan, dan Alokasi Selisih
Perusahaan A menggunakan metode harga pokok pesanan dalam menga~umulasikan biaya produksinya, Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk dengan tarip yang ditentukan di muka atas dasar jam tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan kapasitas produksi sesungguhnya yang diharapkan dalam menganggarkan biaya overhead pabrik. Dalam tahun 19x2 kapasitas sesungguhnya yang diharapkan diperkirakan 50.000 jam tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik pada kapasitas tersebut dianggarkan sebesar Rp300.000. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: Jam tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik sesungguhnya Harga pokok persediaan bahan baku Harga pokok persediaan produk dalam proses Harga pokok persediaan produk jadi Harga pokok produk yang terjual 3 1. 40.000 jam Rp 365.000 290.000 14.000 50.000 150.000 800.OOO

Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 240.000 b. Rp 290.000 C. RP - 6 d. Rp 20.000

32.

Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 270.000 b. Rp 290.000 c. RP 6 d. Rp 50.000 Jika pernbebanan kurang biaya overhead pabnk dialokasikan kepada persediaan dan harga pokok penjualan, maka harga pokok produk yang dijual sesungguhnya tahun 19x2 adalah: a. Rp 840.000 b. Rp 784.000 c. Rp 816.000 d. Rp 820.000

33.

Data untuk menjawab soal no. 34 s.d 35 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dan Selisih Pembebanan
Perusahaan A memproduksiproduknya berdasarkan pesanan, semua pesanan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan yang diterima. Dalam tahun 19x2 perusahaan menetapkan biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar 150% dari biaya tenaga kerja langsung. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: 1.475 jam Jam tenaga kerja langsung Rp 4.00Oljam Tarip biaya tenaga kerja langsung Rp 9.000.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya 34. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 8.850.000 b. Rp 13.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000 Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalarn tahun 19x2 adalah: a. Rp 3.100.000 b. Rp 4.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000

35.

Data untuk menjawab soal no. 36 s.d. 42 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik, Analisis Selisih, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor
Pada bulan Nopember 1984 PT Cinta Nusa menerima dua macam pesanan yaitu pesanan A dan B. Pesanan A sebanyak 1.000 buah dan B sebanyak 800 buah. Harga jual pesanan Pesanan A Rp 4.000 per buah dan Pesanan B Rp 2.500 per buah. Tarip biaya overhead pabrik (BOP) didasarkan pada jam kerja langsung (JKL) dengan kapasitas 2.000 jam, besarnya tarip per jam terdii dari tarip tetap Rp300 dan tarip variabel Rp500. Data untuk bulan Nopember 1984 adalah: Bahan dipakaiuntuk pesanan A Rp 800.000 dan Pesanan B Rpl.000.000. a).

744.200 b. Rp 2.000 37. 2. Rp 1.800 .000 Besarnya total narga pokok produk selesai adalah: a.000 d. Pengumpulan biaya produksi dilakukan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (joborder cost method).296. 43 s. Rp 1.b).944.000 c. I 39.875 Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a. Rp 1.296. 1.956. Rp 2.6.d. Pesanan B masih dalam proses pada akhir periode. Rp 1. Besarnya jam kerja langsung sesungguhnya adalah: 2. Rp 2. Rp 2. 45 Jurnal Pencatatan dan Selisih Pembebanan PT X berusaha dalam bisnis mebel. Rp 1.200.000 Besamya laba kotor atas penjualan setelah diperhitungkan selisih BOP adalah: a.800.000 d.000 d.236. Rp 1.875.000 c.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp60.120.000 c.000 b.000 a.000 c. Rp 1. 38.000 Besarnya harga pokok produk dalam proses adalah: a. Rp 1.000 per jam.056.000 d.000 b.576. Tarip upah langsung Rp 1.000 Besarnya laba kotor atas penjualan sebelum diperhitungkan selisih BOP adalah: b. Data untuk menjawab soal no.33. 41.000 Besamya anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya: a.000 b. d). Rp 1.880. Rp 2.664.000 b.720. Rp 1. 1. Rp 1. Biaya komersial Rp 200. 1 I 40.500.000 c.460. Rp 1. c).000 a. Rp 1.600. I Besarnya selisih anggaranRp40. 36.000 c.440.000.000. Rp 1.000 d. Rp 2.000 b. c. JKL sesungguhnya dinikrnati oleh Pesanan A 60% dan Pesanan B 40%.316.800 d. Pesanan A telah selesai dan langsung dijual.000 d.000 (rugi). 42. Rp 2.Data biaya dan data operasi selarna bulan Mei 19x1 adalah sebagai berikut: Harga pokok bahan baku yang dibeli Rp 228. Rp 1.140.256. Rp 2. Rp 2.

pesanan nomor 68.000 Perusahaan membebankanhiaya overhead pabrik kepada produk dengan tarip Rp 4.600 Jam mesin 43.800 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi Rp 212. Rp 42.800 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi (termasuk biaya depresiasi Rp17.000. Rp 27.d 48 Dalam bulan Maret 19X1.600) Rp 177.800 c.000. Rp 4.000.200 Persediaan produk jadi akhir Mei 19x1 adalah Rp 64.200 (b). . Rp 177.600 c.000 Biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesanan nomor 67. Kp 172. pesanan nomor 67. 69.600 (a).800 b. 46 s.000.200 b.08. Rp 609.400 Untuk mencatat harga pokok produk yang dijunl dabm bulan Mei 19X I . Persediaan yang ada pada awal bulan Mei 19x1 adalah: Persedian bahan baku Rp 25. dan 70.600 Harga pokok produksi Rp 609. 45. pesanan nomor 70.000.600 b.000.000. Rp 228. Rp 212. Rp 590. Pesanan nomor 66 mulai dikerjakan dalam bulan Pebruari 19x1.000. Biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesman nomor 66. pesanan nomor 69. Persediaan produk jadi 83. Rp 236. Rp 83. Rp 172. perusahaan mebel X mulai mengerjakanpesanan nomor 67. Persediaan produk dalam proses 43. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar: a.000.800 d.400 dalani Biayaoverhead pabrik dibebankan lebih rendah (iinderzrl~plic~ bulan Mei 19x1 sebesar: a. pesanan nomor 69. Rp 590. Rp 42. Rp 51. Rp 590. biaya tenaga kerja langsungRp12.I I .000 d. Biaya tenaga kerja langsung Rp 236. R p 7. Rp 20.200 jam Pendapatan penjualan Rp 672. Rp 10.00 per jam mesin. Data untuk menjawab soal no. Rp 28.400 I I 44. rekening Barang Dalam proses dikredit sebesar: a. dan pada tanggal 1 Maret 19x1 masih merupakan produk dalam proses yang telah menelan biaya bahan baku sebesar Rp 30. pesanan nomor 68. (c).800 d.800 c. pesanan nomor 70. Untuk mencatat harga pokok produk jadi yang telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1. dan biayaoverhead pabrik yang diperhitungkan atas dasar tarip Rp 9.000. Rp 19.000 43.OW.

5 per jam sebesar Rp 24.482 . Rp 124. Pesanan nomor 503 masih dalam proses awal bulan Juni dengan jumlah biaya Rp 8. Rp 76.500.350. Pesanan nomor 503 dan 504 telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke gudang.500.000 d. Rp 320. Rp 7. Harga pokok produk yang dijual dalam bulan Maret 19x1 adalah: a.900. yang d). Pesanan nomor 503 telah diserahkan kepada pemesan dengan harga jual sebesar biaya produksi ditambah 50%.35 per jam tenaga kerja langsung.000 Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam bulan Maret 19X 1 adalah: a. Total harga pokok produk yang telah selesai diproduksi dalam bulan Juni 19x1 adalah: . 46.67. pesanan nomor 504. Rp 6. R p 25.000. Rp 80. pesanan nomor 505. Rp 36.100. upah tidak langsung. Rp 2. Biaya overhead pabrik lain yang terjadi dalam bulan Juni 19x1 adalah sebesar e). c). Rp 77. 3 0 Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar f). didistribusikan sebagai berikut: pesanan nomor 503. Rp 77. dan 70 telah selesai dikerjakan dan telah diserahkan kepada pemesan dalam bulan maret 19x1. Data produksi dan biaya bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: a).Biaya overhead pabrik dibebankhn kepada produk atas dasar tarip 75% dari biaya tenaga kerja langsung. . Rp 63. Rp 8. Rp 9. a. Rp 301.250 c. g).500 Bahan baku yang dikeluarkan dari gudang dibebankan kepada pesanan berikut b). 49. Rp 7. Upah yang dibayarkan dengan tarip Rp 7. Rp 3. dan pesanan nomor 505. Rp 139. Bahan penolong yang digunakan sebesar Rp 3. 49 s. Rp 18. 48.025.250 b.000 c. ini: pesanan nomor 503.000 Harga pokok produk yang masih dalam proses pada akhir bulan Maret 19x1 adalah: a.375.250 b. I Data untuk menjawab soal no. Pesanan nomor 66.d 51 Perhitungan Harga Pokok dan Selisih Pembebanan Perusahaan Y mengolah biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. pesanan nomor 504. Rp 17.000 d.000 c.000 47.218 b. Rp 124.68. Rp 6.000 b.500.500 c. Rp 4 .

50.

Harga pokok produk yang rnasih dalam proses pada akhir bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 20.133 b. Rp 25.482 c. Rp 43.700 d. Rp 18.218 Dalam bulan Juni 19x1terjadi pembebanan lebih biaya overhead pabrik sebesar: a. Rp 9.825 b. Rp 9.983 c. Rp 265 d. Rp 158

5 1.

i
I

Data untuk menjawab soal no. 52 s.d. 56 Perhitungan Harga Pokok Produk Dalam Proses, Produk Selesai, Produk Terjual
Data biaya yang dieluarkan untuk pesanan nomor 1 sampai dengan 10 dalam bulan Mei dan Juni 19x1 adalah sebagai berikut.

Pesanan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Biaya yang dikeluarkan s/d tnl3 1 Mei 19x1 Rp 5.040.000 4.440.000 3.120.000 2.280.000 2.640.000

Biaya produksi bulan Juni 19 X 1

Rp 960.000 2.520.000 4.440.000 5.532.000 1.949.000 1.548.000 948.000

Pesanan No. 1 s.d. 3 telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1 Pesanan No. 4 s.d. 7 telah selesai diproduksi dalarn bulan Juni 19x1 Pesanan No. 8 s.d. 10 belum selesai diproduksi pada tanggal 30 Juni 19x1 Pesanan 1, 3,5,7 telah dijual kepada pembeli. 52. Harga pokok produk dalain proses pada tanggal 1 Juni 19X1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok produk dalam proses pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.796.000 b. Rp 4.344.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000

53.

54.

Harga pokok produk persediaan produk jadi tanggal 1 Juni 19x1 adalah: Rp 2 1.000.000 a. Rp 17.520.000 b. C. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 12.120.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok penjualan bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. c. Rp 12.600.000 d.

55.

56.

Rp 12.120.000 Rp 18.852.000

I
1

Data untuk menjawab soal no. 57 s.d. 62 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Dibebankan, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor

PT NUSA mengolah produk atas dasar pesanan. Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar tarip yang didasarkan atas anggaran biaya overhead pabrik (BOP) per bulan sebesar Rp 200.000 dan kapasitas normal 5.000 jam kerja langsung (JKL). Sesuai perjanjian dengan Serikat Pekerja Indonesia, biaya tenaga kerja langsung dibayar dengan tarip upah Rp 60 per JKL. Transaksi yang terjadi selarna bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Diterimapesananno. 101 sebanyak 1.000 unit dengan harga jual Rp 500 a). per unit; pesanan no. 102 sebanyak 2.000 unit dengan harga jual Rp 400 per unit, pesanan no. 103 sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 600 per unit. Pemakaian bahan baku untuk pesanan no. 101: RplOO.OOO; no. 102: b). Rp150.000; dan no. 103: Rp 50.000. JKL yang sesungguhnya dinikmati oleh pesanan no. 101 sebesar 30%; c). no. 102 sebesar 50%; dan no. 103 sebesar 20%. BOP yang sesungguhnya terjadi Rp150.000; besarnya selisih BOP d). RplO.OOO (laba).
57. Besarnya JKL sesungguhnya adalah: a. 5.000 Jam c. 6.000 Jam

b. d.

4.000 Jam 5.250 Jam

58.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya terjadi sebesar: a. Rp 200.000 b. Rp 240.000 c. Rp 300.000 d. Rp 150.000 Besarnya BOP Dibebankan kepada pesanan adalah: b. a. Rp 160.000 c. Rp 200.000 d.

59.

Rp 150.000 Rp 210.000

60.

Total harga pokok pesanan no. 101 adalah: a. Rp 500.000 c. Rp 220.000

b. d.

Rp 250.000 Rp 200.000

61.

Jika pesanan no. 102 dijual maka total laba brutonya: a. Rp 800.000 b. C. Rp 350.000 d.

Rp 450.000 Rp 250.000

62.

Jika pesanan no. 103 telah selesai, harga pokok per unitnya: a. Rp 260 b. Rp c. Rp 175 d. Rp

200 300

Data untuk menjawab soal no. 63 s.d. 68 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Pabrik, Harga Pokok Pesanan, dan Laba Bruto PT BUD1 mengolah produk atas dasar pesanan. Bcsarnya kapasitas norrnal 8.000 jam kerja langsung per bulan. Tarip BOP besxnya Rp 250 per jam kerja langsung terdiri aras tarip tetap Rp 100 dan tarip variabel Rp 150. Tarip upah langsung yang disetujui dengan serikat pekerja Rp 400 per jam kerja langsung. Transaksi bulan Oktober 1989 adalnh: (a). Diterima pesanan A sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 16.000 per unit dan pesanan B 200 unit dengan harga jual Rp 25.000 per unit. Bahan yang digunakan untuk pesanan A Rp 2.200.000 dan B Rp 1.800.000. (b). Analisis selisih biaya overhead pabrik bulan Ohtober r~~enunjukkan selisih (c). anggaran Rp 75.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp 50.000 irugi). JKL sesungguhnya dinikmati oleh pesanan A: 60% &an B: 40%. (d).
63.

-Jam kerja langsung sesungguhnya adalah: a. 8.000 c. 8.750

b. d.

8.500 7.500

64.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A adalah: a. Rp 800.000 b. Rp 750.000 C. Rp 850.000 d. Rp 875.000 Besarnya total biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah: b. Rp 5.050.000 a. Rp 1.975.000 c. Rp 1.875.000 d. Rp 1.800.000 Total harga pokok pesanan A adalah: a. Rp 4.250.000 C. Rp 5.125.000

65.

66.

b. d.

Rp 5.500.000 Rp 4.875.000

67.

Jika pesanan B telah selesai maka harga pokok per unitnya dalah: a. Rp 25.000 b. Rp 18.750 c. Rp 16.250 d. Rp 20.000 Jika pesanan A telah dijual, maka laba bruto per unitnya adalah: a. Rp 5.750 b. Rp c. Rp 5.000 d. Rp

68.

6.000 4.750

Data untuk menjawab soal no. 69 s.d. 84 Jurnal Pencatatan, Biaya Overhead Pabrik, dan Harga Pokok Pesanan PT Arnin memiliki persediaan pada tanggal 1 Mei sebagai berikut: Rp 15.009 Barang Jadi Barang Dalam Proses 19.070 Material (bahan-bahan) 14.000 Dalam rekening Barang Dalam Proses terdapat tiga pesanan: Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan263 Material Rp 2.800 Rp 3.400 Rp 1.800 Tenaga kerja 2.100 2.700 1.350 Overhead pabrik dibebankan 1.680 2.160 1.080 Rp 6.580 Rp 8.260 Rp 4.230 Jumlah
Berikut ini adalah transaksi selama bulan Mei: Dibeli material dengan syarat n/30 Rp 22.000 a). Permintaan bahan untuk produksi Rp 21.000. Dari jumlah ini Rp 2.400 b). untuk bahan tidak langsung, sedangkan selisihnya digunakan dengan rincian sebagai berikut: Pesanan 261 Rp 5.300 Pesanan 262 7.400 Pesanan 263 5.900 Pengembalianbahan dari pabrik ke gudang Rp 600, darijumlah ini yang c). Rp 200 berupa bahan tidak langsung, sedangkan yang sisanya berasal dari pesanan 262. Pengembalian bahan ke pemasok (supplier) Rp 800. d). Gaji pegawai setelah dikurangi Pajak Penghasilan 15 persen Rp 32.300. e). Jumlah ini dibayar dalam bulan Mei juga. f). Rincian gaji pegawai adal&: 55 % tenaga kerja langsung, dengan rincian 261: 35 %, 2 6 2 45 %, dan 263: 20 %. 20% gaji tenaga kerja langsung 15% gaji bagian penjualan, dan 10% gaji bagian adrninistrasi dan umum.

g).

h). i). j).

k). 69.

Biaya overhead pabrik, selain yang disebutkan di muka berjumlah Rp 5.500.Termasuk dalam jumlah ini adalah biaya depresiasi untuk bangunan clan mesin pabrik Rp 2.000, dan asuransi pabrik terpakai Rp 250. Sisa dari overhead pabrik ini belum dibayar sampai dengan akhir Mei. Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi: 80 persen dari biaya tenaga kerja langsung ke tiga pesanan selama bulan Mei. Pesanan 261 dan pesanan 262 selesai dan dikirim ke gudang. Kedua Pesanan 261 dan Pesanan 262 dikirim ke pemesan, untuk itu pemesan ditagih dengan harga 40% di atas harga pokok penjualan. Penagihan piutang selama bulan Mei Rp 69.500.

Salah satu ayatjumal yang hams dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 Rp 18.600 b. Debit - Barang Dalam proses c. Debit - Material Rp 21.000 Rp 18.600 d. Debit - Material Salah satu ayatjurnal yang harus dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 a. b. Kredit - Barang Dalam proses Rp 18.600 c. Kredit - Material Rp 21.000 d. Kredit - Material Rp 18.600 Jumlah Rp7.400 dalam transaksi (b) akan dipostingkan (dibukukan) ke: Buku besar Barang Dalam proses a. b. Buku besar Material Buku pembantu Barang Dalam Proses c. Buku besar Biaya Overhead Pabrik Kontrol (Sesungguhnya) d. Salah satu ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (c) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses RP a. b. Kredit - Barang Dalam Proses RP c. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp d. Jawaban b dan c benar

70.

7 1.

72.

600 400 200

73.

Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (e) adalah: a. Debit - Biaya Gaji dan Upah Rp 38.000 Kredit - Utang Gaji dan Upah Rp 32.300 b. c. Kredit - Utang Pajak Penghasilan Rp 5.700 d. Jawaban a, b, dan c benar

74.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (f) adalah: Rp 20.900 a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 17.765 b. Debit - Barang Dalam Proses c. Kredit- Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 7.600 d. Jawaban a dan c benar Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Debit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol b. Debit - Biaya Overhead Pabrik Applied c. Debit - Biaya Depresiasi d. Debit - Biaya Asuransi

75.

Rp 5.500 Rp 5.500 Rp 2.000 Rp 250

76.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 5.500 b. Kredit - Akumulasi Depresiasi Rp 2.000 c. Kredit - Utang Biaya Rp 3.250 d. Jawaban b dan c benar Berapakahjumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi selama bulan Mei? a. Rp 30.400 b. Rp 16.720 c. Rp 34.000 d. Rp17.620 Rekening yang didebit sehubungan dengan transaksi (h) adalah: a. Barang Dalarn proses b. Overhead Pabrik Yang Dibebankan (Applied) c. Overhead Pabrik Sesungguhnya (actual) Kartu harga Pokok Pesanan d. Berapakah harga jual pesanan no. 261 : a. Rp 29.948 c. Rp 32.180 Berapakah harga pokok pesanan no. 262: a. Rp 29.948 c . Rp 32.589

77.

78.

79.

b. d.

Rp 32.8 10,40 Rp 35.065,80

80.

b. d.

Rp 28.994 Rp 29.498

8 1.

Berapakah saldo rekening Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan Mei: a. Rp 15.000 b. Rp 38.160 c. Rp 20.160 d. Rp 26.5 10

Pada saat membebankan biaya overhead pabrik. Kredit.800 b.700 d. Data untuk menjawab soal no. 84.500 1.000 Rp18.000 6.Persediaan Barang Jadi c.500 belum 85.Harga Pokok Penjualan Rp 57.Harga Pokok Pesanan Rp 57. 89 Berikut ini adalah ikhtisar dari Job Order Cost Sheet per 31 Desember 1990 dari perusahaan ABC: Job Order No: 123 124 125 126 Pemakaian Bahan Baku Rp1..d. Rp 17.500 Bahan Tidak Langsung 500 Tenaga Kerja Langsung 3.82.000 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16. Kredit. 85 s. Rp 15.Barang Dalam Proses Rp 57. Rp 19. Rp 15.500 Overhead Pabrik-Kontrol Overhead Pabrik-Applied Rp 16.636 d.000 Ru 2. Rp 16.000 5 .000 10. Rp 36.720 c.000 .500 Overhead Applied Rp 21.500 selesai belum Rp 1.620 83.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. perusahaan akan membuat jumal: Barang Dalam Proses Rp 21.000 d.250 Rp 750 250 500 1.000 c. Rp 14.000 750 2.500 Rp 21.000 Overhead Pabrik Jumlah Rpll.OOO Status pesanan selesai sudah Status pergiriman Rp 2. Debit . Debit .600 Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya pada akhir bulan Mei sama dengan (saldo awal Mei dianggap sama dengan nol): a.636 Berapakah jumlah persediaan material pada akhir bulan Mei: a. Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (i) adalah: Rp 57.500 belum a - - Ru 8. Rp 17.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 21.500 Barang Dalam Proses Rp 16.636 b.636 a.900 b.

000.500 Overhead Pabrik-Applied Rp 2 1 . Rp 18.000.000) 90. 97 Jurnal Pencatatan dan Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir Perusahaan "ASIA JAYA" menggunakan sistem hargapokokpesanan.d. Rp 11. Biaya overhead pabnk . Pembelian bahan baku b.000) 63. 200 persen a.000 3) 4) Biaya overhead pabrik sesungguhnya 108. Berikut ini adalah data biaya bulan Juli 1989: Rp 63. Rp 40.86. 400 persen c.500 d.000 Biaya overhead pabrik dibebankan ke produksi sebesar 120% dari upah langsung 5) Pesanan dengan biaya 198.000 diselesaikan pada bulan Juli.33 persen d. Persediaan bahan baku c.000 Gaji dan upah (upah tidak langsung Rp 18. Data untuk menjawab soal no.000. 89. berarti besamya biaya overhead pabrik sama dengan: b. Rp 29.000.000.SO0 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16. 90 s.500 c. 88.000. Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 1) adalah: a.000.000. 18.000 dikirim ke pemesan dengan mark up 25% 7) di atas biaya 90. Barang dalam proses d.500 b.000 2) Bahan yang dipakai (bahan pembantu Rp9. 20 persen 87. Rp 29.000 d. 6) Pesanan dengan biaya Rp252. Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan jumlah sebesar: a.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16. Rp 18.500 C.500 Pada akhir tahun perlu dibuat jumal penutup dengan mendebit rekening: Overhead Pabrik-Kontrol Rp 2 1.500 b.000.000 Bila :arip biaya overhead pabrik didasarkan pada upah tenaga kerja langsung. Rp 40.000 Berapakah jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun? a. Rp 1 1.000 Barang dalam proses 1 Juli 1989 Transaksi bulan Juli 1) Bahan baku yang dibeli 8 1.

I Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 2) adalah: a. Rp 34. Persediaan barang jadi c. Harga pokok penjualan d. Harga pokok penjualan d. Persediaan barang jadi Rekening yang diiedit untuk mencatat transaksi 5) adalah: a. Kas Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 4) adalah: a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. .000 d. 94. Biaya overhead pabrik dibebankan d. Utang gaji dan upah d.000. 93. Biaya overhead pabrik dibebankan Harga pokok barang dalam proses pada akhir bulan Juli berjumlah: a. b.000. Rp 43. Persediaan barang jadi Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 6) adalah: Barang dalam proses a. Biaya gaji clan upah b. Biaya overhead pabrik dibebankan Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 7) adalah: a. Biaya overhead pabrik dibebankan d. Persediaan barang jadi c.0'00 92. Barang dalam proses b.000 b.9 1. Barang dalam proses b. Barang dalam proses c. Persediaan bahan baku b. Rp 63. Rp 97. 96. b dan c benar Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 3) adalah: a. Biaya upah langsung c. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c.000. Biaya overhead pabrik sesungguhnya d.000. 95. 97. Barang dalam proses b.000 c.

000 Biaya tenaga kerja langsung 20.000 Overhead Pabrik Dibebankan Rp 30.000 10.000 unit 55 Biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan Januari 1986: Nomor pesanan A.000 16.000 Rp 50.000 Jurnlah pesanan yang diserahkan kepada pemesan selalna bulan Januari 1986: Nomor pesanan Jumlah Produksi Harga Jual per Unit A.000 Persediaan Produk Selesai A-4 5.000 240.000 Data produksi dan biaya per 3 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-6 Nomor pesanan Jumiah produk 2.000 60.000 unit Biaya bahan baku Rp.000 unit 46 1.000 unit Rp 50 A-2 4.000 unit Rp. 30. adalah sebagai berikut: Persediaan Per 31 Desember 1986 Per 1 Januari 1986 Bahan baku Rp 40.000 60.000 unit 48 1.000 unit A-3 60 A-4 5.000 Biaya tenaga kerja langsung 30.000 60.000 Biaya overhead pabrik 30.000 32.000 120.500 unit A-5 56 A-8 2.000 .000 30. 50.d.000' 10.000 Produk dalam proses 80.000 Biaya overhead pabrik 50. 100 Jurnal Pencatatan dan Perhitungan Jam Kerja Langsung Data persediaan yang ada di PT DIASWATI.000 unit Rp 60.000 Data produksi dan biaya per 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-1 Nomor pesanan Jumlah produk 3.000 120.000 40.l 3.500 unit Biaya bahan langsung Rp 40.1 A-2 A-3 A-5 Bahan baku - Rp 30.000 Tenaga Kerja Rp 10.000 20.000 Produk Selesai 150.000 Persediaan Produk Selesai A-7 5.Data untuk menjawab soal no.000 12. 98 s.

000 satuan dengan harga Rp 275 per satuan. Rp 825.000 c. kepada pemesan selama bulan Januari adalah: a. 101 s.500 Jam Kerja Langsung b.000 120. Rp 1.000 18.000 60. 4.000 d.000 30.3 Jam Kerja Langsung d.000 b.375. 2. Rekening yang didebit untuk mencatat biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari adalah: a. . Harga Pokok Penjualan d.000 48.000 Perusahaan menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaan bahan baku.750 Jam Kerja Langsung c. jumlah jam kerja langsung yang dikonsumsi selama bulan Januari 1986 adalah: a. Barang Dalarn Proses b.583. Hasil penjualan atas sisa bahan yang dilaporkan dalam laporan rugi-laba tahun tersebut adalah: a.000 60. Persediaan Produk Jadi c. Harga Pokok Penjualan d.A-6 A-7 A-8 Jumlah 40. Tidak Risa Dihitung 100. Biaya Overhead Dibebankan Apabila tarip upah tenaga kerja langsung sebesar Rp72 per jam.000 RD 360. 102 Perlakuan Sisa Bahan F ABC memperlakukan hasil penjualan sisabahan (scrapmaterials) sebagaipenghasilan T lain-lain.000 Di dalarn neraca perusahaan per 31 Desember 19x1 akan disajikan persediaan sisa bahan sebesar: 102. Dalam kenyataanyaselamatahun tersebut perusahaan dapat berhasil menjual3.d.250.000 Rp 170. Biaya Overhead Dibebankan 99. S e l m a tahun 19x1 perusahaan tersebut menghasilkan 5.000 50.000 -24. Rp 750. Rekening yang didebit untuk mencatathargapokokpesanan yang telah diserahkan 98. 3. 101. Persediaan Produk Jadi c. Barang Dalam Proses b.0 00 Ru 180. Rp 1. Data untuk menjawab soal no.000 satuan sisa bahan yang ditaksir dapat dijual dengan harga Rp 250 per satuan.

Jurnlah biaya perbailcan produk cacat dan pencatatannya adalah: Didebit ke rekening Barang Dalam Proses sebesar Rp 200. RETEKI memakai metode harga pokok pesanan. PT.000 Didebit ke rekening Biaya OverheadPabrik SesungguhnyasebesarRp 20.000 Didebitke rekening Biaya Overhead Pabrik SesungguhnyasebesarRp 50. 1211 adalah: .000 .Biaya bahan baku Rp 500 .Biaya overhead pabrik Rp 600 (150% dari biaya tenaga kerja langsung) SelamabulanApril 19x1produk cacat adalah200 satuandandalam memperbaiki produk cacat tersebut diperlukan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 100per satuan.103. Di dalam menatung tarip biayaoverheadpabrikperusahaantersebutmemasukkantaksiraanbiayaperbaikan produk cacat.Biaya tenaga kerja langsung RP 400 .000 Didebit ke rekening Barang Dalarn Proses sebesar Rp 50. Biaya produksi per satuan untuk pesanan no.

000.000 .000 = Rp 840.500 40.000 Tarip pert$xbanan BOP: = Rp 2. . Jawab: b Rp 50.500/Rp 5 = Rp 300 jam Harga pokok pesanan no.000 240.B. 461: Biaya bahan baku Rp4.500 750 Biaya overhead dibebankan: (300jam x Rp2.50 3 1. 461: Rp 1.000 32.000 Rp 1.000 jam Jumlah BOP dibebankan: 40. Jawab: a Rp 300. PENYELESAIAN 30.250 Harga pokok per unit: Rp6.BOP sesungguhnya BOP dibebankan Selisih total Jawab: a Rp 290.000 RD 50.00 (kurang dibebankan) 33.000 Biaya tenaga kerja langsung 1.000 5% 15% 80% 100% Rp 2.000 Ru 50. Alokasi selisih BOP Rp 50.000 Tarip pembebanan BOP: = Rp 6 per jam kerja langsung 50.000 x Rp 6 = Rp 240.Jumlah RD 6.500 7.5) .000 Persediaan produk jadi 150.000 ke persediaan dan harga pokok penjualan: Elemen yang mendapat alokasi Jumlah Proporsi Alokasi Selisih Persediaan barang dalarn proses Rp 50. Jawab: d .5 per jam kerja langsung I \ 20.000 jam Jam kerja langsung yang konsumsi pesanan no.000 Harga pokok penjualan 800.000 Harga pokok penjualan setelah mendapat alokasian selisih: Rp 800.250/100 unit = Rp62.000 + Rp 40.

000 = Rp 8. Rp RD ~ 39.JKL sesungguhnya) 300 600.000 jam .60.000 Pesanan yang telah selesai adalah pesanan A.000 .800jamxRp1.000 Elemen Biaya Pesanan A Pesanan B Bahan baku Rp 800. sehingga harga pokok produk selesai berjumlah Rp2.744.800jamxRp800 ~ Jumlah harga pokok produksi Ru 2. Jawab: a Jumlah biaya tenaga kerja langsung: 1.300 JKL 60.000 .000 1.000 600.000 (kurang dibebankan) Jawab: c Jumlah jam kerja langsung: Selisih kapasitas =(Volume dianggarkan -Volume sesungguhnya) Tarip tetap 60.000 = Rp 5.000 .500.900.000 8.000 300 JKL 540.000 Tenaga kerja langsung: A:60%~1.000.800 jam kerja langsung 300 JKL 37. Jawab: a BOP dibebankan: 1.000 JKL sesungguhnya = = 1.000 B :4 0 % 1.34.744.475 jam x Rp 4.000 Overhead pabrik: A :60% x 1.000 Jawab: c BOP sesungguhnya BOP dibebankan Jumlah selisih I 35.850.000 900.OOO 1.850.000 RD 150. Rp 9.000 (2.800 jam x Rp500) Jumlah Jawab: d 38.000 B : 40% x 1. 600.900.800 jam x Rp800 864.440.080.000 Jumlah BOP dibebankan: 150% x Rp 5.800jam x Rp800 = Rp1.000 Jawab: e BOP dianggarkan pada JKL sesungguhnya: Tetap (2.000 jam x Rp300) Variabel(1.800 jam x Rp1.

40.000 43.000 2.000 (J Persediaan produk jadi a h r bulan Mei ki Rp 628.800 Selisih Rp 4. Jawab: c BOP sesungguhnya Rp177.000 Overhead pabrik 9. Rp 4.000 Tenaga kerja 12.800 (=) Barang tersedia untuk dijual 64.744.200 jam x Rp4 172. yaitu: Rp609. 45.296. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar Rp628.256.600 BOP dibebankan: 43.800 (kurang dibebankan) Jawab: b ki Perhitungan harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan a h r Maret 19x1: 44.000 2.QOO Jawab: d Hasil penjualan pesanan B: (1. 46) Pesanan yang belum selesai adalah pesanan B.744. sehingga harga pokok produk dalam proses berjumlah Rp2. Jawab: b Rekening Barang Dalam Proses dikredit sebesar harga pokok produksi pesanan yang diselesaikan pada bulan Mei. Elemen Biaya Pesanan 66 Pesanan 67 Pesanan 68 Pesanan 69 Pesanan 70 Bulan Februari: Bahan baku Rp30.600.200 (+) Persediaan produk jadi awal bulan Mei Rp 692.000 buah x Rp4.?jualan pesanan B Harga p ~ k o k penjualan B Jumlah laba kotor (-) Selisih BOP Jurnlah laba kotor setelah selisih Rp 1.800. Jawab: e Jumlah harga pokok penjualan bulan Mei 19X1: Rp 609.000) Harga pokok penjualan B Jumlah laba kotor Rp 1.000 Jawab: d Hasil pe.OOO.236.000.000 Rp 4.000 150.000 41. Jawab: d (lihat no. 42.600 Harga pokok produksi bulan Mei 83.800 Jumlah harga pokok penjualan Untuk mencatat harga pokok penjualan selama bulan Mei.000 Rp 1.000 . 46.256.

250 Pesanan 67 15.250 Jawab: d Pesanan yang sampai akhir bulan Maret belum selesai adalah no.000 Overhead pabrik Tarip: 75% BTK 5.000 3 1.68.Bulan Maret: Bahan baku Tenaga kerja 7.000 15.500 Pesanan 504 Pesanan 505 .5) x Rp3.509 RD36.000 10.500 7.67.100/7.500 Pesanan 70 36.250 Rp42.000 Rp51.5) x Rp3. Elemen Biaya Awal Juni Selama bulan Juni: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik.000 Rv124. dan 70.500 Rv77.250 Jurnlah Rp63.000 21. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir Juni 19x1: I 48. 49.000 Ru76.900/7.000 Pesanan 70 7. 79.500 I Pesanan yang telah selesai dan diserahkan ke pemesan selama bulan Maret adalah 66.000 28.sehingga jurnlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp76.500 47.500 Jumlah RD 301.000 Rp27.000.250 Pesanan 67 77. 503 : (6.35 Jumlah Pesanan 503 Rp 8.000 Pesanan 68 124. Jawab: a Jumlah BOP dibebankan selama bulan Maret 19x1: Pesanan 66 Rp5.35 505 : (7.000 42.000 Pesanan 68 3 1.500 Pesanan 69 21.5) x Rp3. sehingga jumlah harga pokok produk yang dijual adalah: Pesanan 66 Rp 63.500 Jumlah R~80.000 20.350/7.000 Rp19.35 504: (8.

9 1S48.Pesanan yang selesai dalam bulan Juni adalah no. Jawab: a Pesanan yang sampai akhii bulan Juni belum selesai adalah no. Jumlah harga pokok produk yang telah selesai: Pesanan 503 Rp 25.825 3.482 Pesanan 504 18.700 Jumlah 50.949. Hargapokokmasingmasing pesanan adalah: .640.000 Pesanan No.000 Jawab: c Persediaan produk jadi pada awal Juni.133.445. 505.280.218 Rp 43. sehingga jumlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp20. 4 Rp 2.000 Jumlah Rp 4.283 9.sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Juni adalah: Rp 1. 8 Pesanan No. 4 dan 5.300 Overhead lainnya Jumlah BOP dibebankan bulan Juni: Pesanan 503 Rp 3.920. sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Mei atau awal Juni adalah: Pesanan No. 5 2. 8.618 Pesanan 505 Jumlah Selisih pembebanan Rp 9.000 Rv 4.2dan 3.082 Pesanan 504 3.000 Pesanan No. 10 948.025 4. Jawab: d BOP sesungguhnya bulan Juni: Bahan penolong Rp 3. 503 dan 504. 1.yaitu pesananno.9 dan 10.983 Rp 158 (lebih dibebankan) Jawab: d Pesanan yang diolah dalam bulan Mei 19X1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Mei adalah no.500 Upah tidak langsung 2.000 Jumlah Jawab: e Pesanan yang diolah dalam bulan Juni 19x1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 30 Juni adalah no. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei tetapibelum dikirim.000 Pesanan No.

57.000 Jumlah BOP dibebankan pada bulan April 1989: BOP sesungguhnya Rp 150.00 960.00 3.55.440. dan 7 Pesanan No.280.000 Pesanan No.000 Jumlah Jawab: b Data mengenai jam kerja langsung sesungguhnya.440.000 ! Pesanan No. 2 Rp 4. 2 4.120.000 BOP dibebankan BOP dibebankan adalah hasil perkalian antara tarip pembebanan dengan jam kerjalangsung sesungguhnya. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei (1 s.000 Jumlah Rp 12. 3 3.852. yaitu pesanan no.120. 1 Rp 5. 1 Rp 5. Pesanan No.040.000 Juni Pesanan No.4 Mei Rp2.532.000 JKL Sesungguhnya : 56.600.000 Pesanan No.000 Pesanan No.000 10.240. 7 5. = 4.120.000 Jawab: a Persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni.000 Ru18. dapat dihitung berdasarkan analisis BOP: Rp 200. 6 Rp 12.000 = Rp 40 per jam kerja langsung Tarip pembebanan 5.000 Juni 4.000 (=) Selisih BOP (laba) RD 160.000 jam kerja langsung Rp 40 . 5 Rp 2. 2 dan 6.d 7) tetapi belum dikirim.5. yaitu pesanan no.000 Pesanan No.160.d 3) dan Juni (4 s.00 Mei 2.640.520.000 Pesanan No.040.440.3.000' Jumlah Jawab : d Harga pokok penjualan dalam bulan Juni adalah harga pokok produk yang telah selesai dan sudah diiirim pada bulan Juni. 3 3. Harga pokok masing-masing pesanan adalah : Pesanan No. 1.00 5. sehinggaJKL sesunggunyadapat dihitung sebagai berikut : Rp 160.

70) Jurnlah laba bruto Rp 800.000 .000 x Rp40) 102: (50% x 4.000 x Rp500) Harga pokok produksi no.000 350.000 jam x Rp60 = Rp240.000 = 50.500 .KS) 100 800. Jawab: b Laba bruto pesanan no.000.000 x Rp60) 101: (20% x 4. 102: Penjualan pesanan 102: (1. 102 (lihat no.000 x Rp60) Overhead pabrik: 101: (30% x 4. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Elemen Biaya Bahan baku Tenaga kerja: 101: (30% x 4.000.000 Jawab: a Harga pokok per unit pesanan 103: Rp 130. Jawab: a Lihat no.000 x Rp40) 101: (20% x 4.000 x Rp60) 102: (50% x 4.000/500 = Jawab: d Selisih kapasitas = 50.000 . 101 adalah Rp 220.100 KS 7. 101 Psn 102 Psn 103 Harga pokok produksi pesanan no.000 x Rp40) Jumlah Psn. 67.000 = KS = (KN -KS) Tarip Tetap (8.000 RIJ450.000 Total harga pokok produksi 500 unit Jumlah dipesan Rp 260 Harga pokok per unit : Rp130.Jawab: b Jumlah biaya tenaga kerja langsung yang terjadi dalarn bulan April 1989 adalah merupakan perkalian antara JKL sesungguhnya dengan tarip upah: 4.

000 25.000 750.125.000 R~5.000 1.750.875.875.000/200 = Jawab: a Laba kotor pesanan A.000 Rp 75.000 Jawab: c Harga pokok masing-masing pesanan sarnpai dengan akhir bulan Oktober 1989: Elemen Biaya Bahan baku Upah langsung: Pesanan A: (60%x 7.000.000 5.000 Rp 3.000 R~2.750.750 Rp8.800.0001500 unit) Jawab: b Jurnal pencatatan transaksi (b): Barang Dalam Proses Pesanan A Rp2.800.000 200 unit Rp 18.200.000) Harga pokok produksi pesanan A Jumlah laba kotor Jumlah dipesan Laba kotor per unit: (Rp2.500 jam x Rp400 = Rp1.500 jam x Rp250) Jumlah Jawab: b Harga pokok per unit pesanan B: Total harga pokok produksi pesanan B Jurnlah dipesan Harga pokok per unit: Rp3.000 50.000 1.000 Pesanan B Rp1.000 Jawab: e BOP dibebankan: (7.125.125.500 jam x Rp250) Selisih total: Selisih anggaran (laba) Selisih efisiensi (mgi) BOP sesungguhnya Rp1.000 Rp 1.875. Harga jual pesanan A: (500 unit x Rp16.500 jam x Rp400) Overhead pabrik: Pesanan A: (60% x 7.Jawab: e Biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A: 60% x 7.500 jam x Rp250) Pesanan B: (40% x 7.000 Rp3.750.000 500 unit Rp 5.500 jam x Rp400) Pesanan B: (40% x 7.750 Rp 18.000 1.850.600 .800.200.

500 Akumulasi Depresiasi Asuransi Dibayar Di Muka Utang Biaya Jawab: d Lihat no.700 Rp 2. 79 Jawab: a Lihat no.000 Rp 32.250 .Biaya Overhead Pabrik Kontrol Material Jawab: c Lihat no.900 Biaya tenaga kerja langsung Rp 600 Rp 400 200 Rp 38. 79 Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (c): Material Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (e): Biaya Gaji dan Upah Utang Gaji dan Upah Utang Pajak Penghasilan Jawab: a Jumal pencatatan transaksi ( f ) : Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Biaya Gaji dan Upah Jawab: a Jumal pencatatan transaksi (g): Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 5.000 250 3.300 5. 85 Jawab: b Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dengan tarip 80% dari biaya tenaga kerja langsung: Rp20.

047 Pesanan 262 32.230 5.400 9.589 Pesanan 293: 80.60 Belum Selesai 8 1. Rp 15.636 Rp 15.405 Rp 4.589 Rv35.000 Rp 57.654 79.900= Rp16.Tarip pembebanan 80% Biaya overhead pabrik dibebankan: 80% x Rp20.300 7.580 5. 89 Jawab: a Persediaan barang jadi pada akhir Mei: Persediaan barang jadi-awal (+) Harga pokok produk selesai selarna bulan Mei: Pesanan 261 Rp 25.180 3.900 4.636 57.047 Rp 8.260 7.akhir Jawab: e Jurnal pencatatan transaksi (i): Rp 6.589 (=) Barang tersedia untuk dijual (-) Harga pokok penjualan (pesanan 261 & 262) Persediaan barang jadi .80 R-p45.000 82.524 RD32. Jawab: a Jurnal pencatatan transaksi (h): Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 16.624.636 Rp 72.315 5.720 Jawab: e Perhitungan harga pokok dan harga masing-masing pesanan pada akhir bulan Mei: Perhitungan harga pokok.720 78.065. Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan 263 Biaya barang dalarn proses-awal Biaya selama bulan Mei: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan: 80% dari tenaga kerja langsung Jumlah Perhitungan harga jual: 40% dari harga pokok.344 RD17. .720 Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 16. Pesanan 261 : 140% x Rp25. Jawab: e Lihat no.852 RD25. I 7.047 Pesanan 262: 140% x Rp32.

a 86.600 Biaya overhead lainnya-transaksi (g) 5. Jawab: a Persediaan material pada akhir bulan Mei: Persediaan material-awal (+) Pembelian material-transaksi (a) (=) Material tersedia untuk dipakai (-) Pemakaian bahan-transaksi (b) (+) Pengenlbalian dari pabrik-transaksi (c) (-) Pengembalian ke pemasok-transaksi (d) Jumlah persediaan material-akhir Jawab: e Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Kontrol pada akhir bulan Mei: Pemakaian bahan tidak langsungtransaksi (b) Rp 2.500 Ro11.700 Jumlah Jawab: a Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Rp 6. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.000 4.500 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp 21. yaitu pesanan no. 85.400 (200) Pengembalian ke gudang-transaksi (c) Biaya tenaga kerja tidak langsungtransaksi (f) 7. 124 dengan harga pokok Rp 18. Jawab: a Jurnal penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke 88.500. yaitu: Rp8.000 Jumlah 84.500 RQ 15. 87.500 Pesanan 125 Pesanan 126 2.500 Jawab: d Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 3 1 Desember 1990. Jawab: b Jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun. .Persediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses 83.000 Pesanan 124 10.

500 Pada akhir tahun rekening Barang Dalarn Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Desember 1990.500 Pesanan 126 2.000 Jumlah Persediaan barang jadi pada akhir tahun.000 10.000 Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Pesanan 124 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp RD 6.rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 21. maka besarnya tarip adalah : Rp6000 Tarippembebanan : Rp3.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Tarip pembebanan Rp 3. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.500 Jumlah Ru 11.500 1. yaitu pesanan no.500 Jawab: b Bila tarip pembebanan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung.500 RP 21. 124 dengan harga pokok Rp 18. yaitu : Pesanan 125 Rp 8.500 BOP Sesungguhnya (applied) 89.500 BOP Sesungguhnya (applied) Bila tarip pembebasan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. maka besarnya tarip adalah: Rp 6.oOO 2 1. Jumlah penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 2 1.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Jurnal pencatatan .500.000 4. Rp 21.

000.000 92.000 Rp90.000 9. d Jurnal transaksi 2) Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Persediaan Bahan Baku Rp54. c Jurnal transaksi 3) Barang Dalarn Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Utang Gaji dan Upah Rp72. a Jurnal transaksi 6) Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses 96.000 Rp108.000. b Jurnal transaksi 1) Persediaan Bahan Baku Utang DagangIKas 91. b Jurnal transaksi 7) Mencatat hasii Penjualan .90.000 Biaya Overhead Pabrik Dibebarlkan Rp86.000. C Rp108.400.000.000 18.000.000 Jurnal transaksi 5) Barang Dalarn Proses Rp86.000 93.400.000 95. b Jurnal transaksi 4) Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Berbagai Rekening Dikredit 94.000.000.000.000 Rp63.

000 Harga pokok persediaan produk cialam proses 3 1 Juli RD97.400.400.000 86.Piutang Daganmas Pendapatan Penjualan Mencatat harga pokok penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi 97.000 Rp360.000 Rp 74.000 Rp 232. Rp3 15.000 Rp252.000. c Mencatat pemakaian bahan baku selama bulan Januari: Barang Dalarn Proses Persediaan Mencatat biaya tenaga kerja selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Utang Gaji dan Upah Mencatat biaya overhead pabrik dibebankan selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp360.000 e Perhitungan harga pokok barang dalam proses akhir: Persediaan produk dalam proses 1 Juli Biaya yang dikeluarkan selama bulan Juli: Bahan bku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan Rp 63.000.00.000 Rp315.000 Mencatat psanan yang diselesaikan selama bulan Januari: Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses .000 98-100 Jurnal pencatatan 98.400.000.000 ~~252~000.000.000 Rp 295.000.000.000 72.000 Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Juli 198.000.

000 Rp 670.000 unit x Rp60) Pesanan A-4 (5.000 230.000 7 10.000 192.1) Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari: Rp 170.000 99.000 120. 98) a Perhitunganjam kerja langsung: Jumlah biaya tenaga kerja langsung selama bulan Januari Rp180.500 unit x Rp56) Pesanan A-8 (2.000 60.000 unit x Rp46) Pesanan A-5 (1.000 680.000 . A-7) Harga pokok penjualan dalam bulan Januari Rp 150.000 Mencatat penyerahan pesanan kepada pemesan selama bulan Januari: Jumal hasil penjualan: Piutang DagangIKas Pendapatan Penjualan Perhitungan: Pesanan A-1 (3.000 84.000 240.000 unit x Rp48) Pesanan A-3 (1. A. a (Lihat no.000 Overhead pabrik dibebankan 360.000 unit x Rp50) Pesanan A-2 (4.Perhitunpan: Persediaan barang dalam proses 1 Januari (pesanan no.000 110.000 Rp 790. 100.000 Rp 826.000 unit x Rp55) Jumlah Jumal harga pokok penjualan: Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi Perhitungan: Persediaan barang jadi 1 Januari (pesanan no. A-6) Harga pokok pesman yang selesai dalam bulan Januari Rp 80. A-4) Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Januari Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual Persediaan barang jadi 3 1 Januari (pesanan no.000 Ru 590.000 Rp 150.000 Bahan baku Tenaga kerja 180.000 Rp 830.000 Persediaan barang dalam proses 31 Januari (pesanan no.

Tarip upah per jam Rp72 Jumlah jam kerja langsung: Rp180.000/Rp72 = 2.000 Karena hasilpenjualan diperlakukan sebagaipenghasilan lain-lain. Jawab:d Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudahdiperhitungkan.000. . 102.maka pada saatpengeluaranbiaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rpl00 = Rp20. maka persediaan tidak ada harga pokoknya.000 Jawab: d Karena hasil penjualan diperlakukan sebagai penghasilan lain-lain.000. 101. maka pada saat pengeluaran biaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rp 100 = Rp20. 103.000 satuan x Rp 275 = Rp 825.000 satuan x Rp275 = Rp825. Jawab:d Hasil penjualan sisa bahan: 3.5000 jam Hasil penjualan sisa bahan: 3.makapersediaan tidak ada harga pokoknya. Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudah diperhitungkan.

Percetakan Pabrik pupuk b. b. Berikut ini adalah karakteristik metode harga pokok proses KECUALI : Biaya satuan dihitung pada saat produk selesai agar jika dijual dapat a. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES 1. segera ditentukan harga pokok penjualannya Produk yang dihasilkan bersifat homogen b. Kontraktor bangunan a. 2. Lebih cocok untuk perusahaan yang besar d. KECUALI: a.. c. 3. Obyek pembebanan biaya produksi Pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarip c.BAB IX METODE HARGA POKOK PROSES A. 4. Tujuan produksi untuk persediaan yang kemudian dijual Karakteristik metode harga pokok proses sangat berbeda dengan karakteristik metode harga pokok pesanan. Lebih sederhana Lebih sesuai untuk pemsahaan kecil b. Kegiatan produksi berda~ar~anggaran produksi d. d. Jenis biay a produksi Metode harga pokok proses cocok digunakan pada perusahaan: a. . Saat perhitungan harga pokok b. Hams dipilih salah satu yang sesuai c. sehingga penerapannya dalam pemsahaan manufaktur: a. dan c benar d. Benkut ini adalah perbedaan antara metode harga pokok pesanan dengan metode harga pokok proses. c.

dalam satuan produksi setara (equivalentproduction units) Dapat juga digunakan dalam kalkulasi biaya pesanan b. KECUALI: a. Pengalokasian biaya overhead Laporan harga pokok produksi per departemenmerupakanlaporanyang d.biayabahanbaku tidalcharus dipisahkan dari biaya bahan penolong b. Sistem harga pokok standar Sistem harga pokok estimasi d. Sistem harga pokok pesanan c. Jumlah bahan baku yang ditarnbahkan d. Pada metode harga pokok proses. Standar b. Direct costing d. Jumlah produk yang selesai Jurnlah produk yang masih dalam proses awal b. Menganggap bahwa persediaan barang dalam proses tidak ada c.first out: Menyaratkan bahwa persediaan akhir barang dalam proses dinyatakan a. b. Jawaban a. Judul-judul informasi yang dapat digunakan dan tercantum dalam laporan biaya produksi (production cost report) pada perusahaan yang menerapkan process costing method adalah tersebut dibawah ini. .first out dalam kalkulasi biaya proses berbeda dengan metode rata-rata tertimbang.hasilkan pada perusahaan yang menerapkan: a. Perhitungan biaya menurut departemen c. Padametodehargapokokproses. Biaya yang dibayarkan Biaya dihitung sebagai berikut (Perhitungan biaya) d. kalkulasi hargapokokprodukdilakukan c.Manakah yang benar? a. dalam hal bahwa metodefirst in. Jumlah produk yang biasanya hilang dalam proses produksi c. Sistem harga pokok proses b. pada akhir periode d. Informasi berikut ini diperlukan untuk menentukan besamya unit ekuivalen yangdi~lahdalamde~artemen produksipadaperiodetertentu. dan c benar Berikut ini yang tidak akan digunakan dalam kalkulasi biaya proses adalah: a. Metodefirst in. Data produksi b. pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar tarip tidak merupakan keharusan Padametodeharga pokok proses.KECUALI: a. Biaya yang dibebankan c.

akan tetapi dengan menambah upah buruh dan mungkin bahanbahan baku masih dapat diperbaiki menjadi barang jadi yang sempurna.d. Biaya Overhead Pabrik C. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan kepada bagian ini Berkurangnyabiaya per unit dari bagian terdahulu. Asumsinya lebih realistis b. Mengurangi output di departemen tersebut d. ha1 ini mempengaruhi biaya per unit dalam suatu laporan biaya-biaya produksi. penyesuaian biaya per unit yang dialihkan Bertambahnya biaya per unit dari bagian pabrik terdal~ulu. 15. Tidak memperhatikan tingkatan penyelesaian persediaan barang dalam proses awal ketika menghitung satuan produksi setara 1 1. . Pada metode harga pokok proses.biaya tenaga kerja untuk departemen pembanlu di debit ke rekening: a. barangbarang demikian dlkenal dengan nama: a. sehingga diperlukan b. namun tidak d. Jika ada tambahan bahan-bahan bagian pabrik selain dari bagian pabnk awal (pertama) dan tambahan itu mengakibatkan bertambahnya jumlah unit. Biaya Tenaga Kerja Langsung d. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan 13. Defective material 14. akan: Menambah harga pokok produk selesai pada departemen tersebut a. terutama karena: a. Tambahanbahan yang terjadididepartemen lanjutandanmempengaruhitambahan output pada departemen tersebut. Manaikkan produktifitas Belum menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalarn periode d. Mengurangi harga pokok produk selesai pada departemen tersebut b. karena ha1 itu mengakibatkan: Bertambahnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Produk yang hilang pada awal proses produksi di departemen produksi berbeda dengan produk yang hilang pada akhir proses produksi. namun tidak C. Menambah output produksi di departemen tersebut c. terjadinya produk yang hilang tersebut Barang-barang yang dalarn proses produksi mengalami beberapa ketidak sempurnaan. Menaikkan biaya produksi C. Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja b. perlu disesuaikan biaya unit yang dialihkan Berkurangnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. sehingga a.

d 21 Metode RATA-RATA &n FIFO FT. d. X menggunakan metode harga pokok proses dalam pengumpulan biaya produksinya. Produknya diolah secara beruutan melalui dua departemen produksi. rekening yang di debit untuk mencatat biaya pengerjaan kembali adalah: Barang Dalam Proses (biaya bahan baku) a. Biaya produk (product cost) Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Data untuk menjawab soal no.b. Dibebankan pada produk dalam proses akhir b. Persediaan Bahan Baku Perlakuan produk rusak dalam suatu proses produksi yang normal adalah: Dibebankan kepada produk yang tidak rusak a. yaitu Departemen 1 dan Departemen 2. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya c. Biaya gabungan (jqint cost) d. c.000 unit Produk dalam proses awal Diterirna dari Departemen 150. Bagaimana memperlakukan hasil penjualan produk cacat tersebut Bagaimana memperlakukan persediaan produk cacat tersebut d. b. Jika jumlah kegagalankerusakan dalarn proses-proses manufaktur melebihi tingkat normal. Persediaan Produk Cacat d. Data produksi bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: 7. berikutnya Dibebankan ke produk rusak itu sendii d. 19. Dibebankan pada produk selesai yang diserahkan ke departemen c. kegagalan/kerusakan itu harm diklasifikasikan sebagai: Beban yang ditangguhkan (deferred charge) a. Biaya periode (period cost) c. 16. Jika biaya pengerjaan kembali produk cacat dibebankan kepada produk secara keseluruhan. Bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan kembali b. 17.000 unit Produk dalam proses akhir . b.000 unit 2. Bagaimana memperlakukan kerugian yang timbul akibat adanya produk cacat c. 18. Spoiled material Scrap material Waste material Masalah akuntansi yang timbul akibat adanya produk cacat adalah: a. 20 s.

000 satuan.200 satuan b.350 55.000 50. 60% biaya konversi . Dari produk tersebut 22. unit 20. biaya konversi: 30%.350 55. biaya konversi: 75%. 55.000 50.000 satuan c. 57.000 50.000 satuan diantaranya berasal dari produk dalam proses awal.600 satuan Metode RATA-RATA Bahan ditambahkan pada permulaan proses dalam bagian pencampuran PT. tahap pertama dari siklus proses produksi. Pada akhir tahun masih ada produk dalam proses sebanyak 12.350 Metode RATA-RATA Selama tahun 1984PT. Berikut ini informasi untuk bulan Juli 19X1: .000 50.350 50. first out).600 57.000 50. Tingkat penyelesaian produk dalam proses adalah: . 63. MEKAR JAYA. 23.Awal periode : 100% biaya bahan.Tingkat penyelesaian produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100%.000 satuan. 60. ekuivalensi (equivalentunit) biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19x1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi 65. 15. maka unit ekuivalen biaya konversi adalah: a.Akhir periode: 100% biaya bahan. XYZ menghasilkan 60.600 55. 80% biaya konversi Apabila perusahaan memakai metode harga pokok rata-rata tertimbang. Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100% .000 50.600 57.000 satuan d.unit ekuivalensi biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19X1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biaya konversi 50. Jika perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang.600 55.000 50.350 Jika perusahaan menggunakan metode masuk pertama-keluar pertama Vrst in.

000 buah.000 10.000 Data untuk menjawab soal no.000 Pekerjaan dalam pelaksanaan 3 1 Juli (50% selesai untuk biaya konversi) 70.000 Bahan ditarnbahkan pada awal proses. berapa satuan ekuivalen untuk perhitungan biaya satuan bahan? a.000 36.000 b. 180. dengan tingkat penyelesaian bahan 100% clan konversi 80%. 210.000 Menurut sistem akuntansibiaya FT.000 30. 25 s.000 c. Dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. 48.dengantingkatpenyelesaian .MERDEKA menghitung arus fisik barang yang selesai pada Departemen A untuk bulan September 1989 sebagai berikut: Unit yang diselesaikan: Dari barang dalam proses.000 Dimulai dalam bulan Juli 150.d. Berapakah unit produksi ekuivalen untuk bulan September 1989 berdasarkan metode FIFO? Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi a.000 c. 48.000 Metode FIFO 24.000 44.000 d. sedangkan barang dalam proses pada 30 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 60% untuk biaya konversi.000buah. 38.000 d. Barang dalam proses pada 1 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 80% untuk biaya konversi. FT.000 38. 120. Barang dalam proses pada 30 September 1989 adalah 8. 27 Metode FIFO dari RATA-RATA Dari sebuah laporan harga pokok produksi diketahui besarnya produk dalam proses awal periode jumlahnya 10. 38.000 unit.MEKAR JAYA biaya yang terjadi untuk satuan yang hilang diserap oleh satuan baik yang tersedia.Satuan Pekerjaan dalam pel&sanaan 1 Juli (60% selesai untuk biaya konversi) 60. 345. 1 September 1989 Dari produksi bulan September 1989 10.000 40.800 b.000 Dipindahkan (transfer) ke bagian berikutnyal Hilang dalam proses produksi 30.Produkdalamprosesakhirperiodesebanyak 15.800 48.

93.000 satuan. d.500 buah Besarnya produksi ekuivalen biaya konversi dengan metode rata-rata adalah: a. 88. 100.000 satuan Data untuk menjawab soal no.Biaya bahan baku 100% 60% . 100.500 buah b. 25.000 buah d. T ABC yang mengolah produk melalui satu departemen menggunakan 3 jenis bahan. 90.000 satuan 15. 100.000 buah 92.000 satuan c. Dan sebuah perusahaan diperoleh informasi mengenai produk dalarn proses sebagai berikut: Awal Periode Akhir Periode Jumlah produk dalam proses 10. 95. 90. 90. 100. Produksi ekuivalen bahan dengan metode rata-rata adalah 100. Dari data pada sod di atas berarti jumlah produk jadi adalah: a. 85.000 buah b. 90.000 satuan Tingkat penyelesaian . besamya produksi ekuivalen adalah: Biaya Bahan Biaya Konversi a.000 satuan d.d. 90. Jika dengan metode FIFO.000 satuan d.000 buah 85.000 buah.bahan 80% dan biaya konversi 50%. Metode FIFO dari RATA-RATA 28.000 buah c. 110.000 buah 95.000 buah 26. 88.000 satuan c.000 satuan b. 88.000 buah 87.000 satuan b.Biaya konversi 60% 50% Apabila unit ekuivalensi biaya bahan baku dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang (weighted average cost method) adalah 100.000 buah 87.000 buah 27.000 buah b. 30 s. maka unit ekuivalensi biaya bahan baku pada masuk pertama keluar pertama (FIFO method) adalah: a.500 buah c. 100. yaitu: .500 buah d. Besamya produk selesai adalah: a. 88.000 satuan 29.500 buah C. 32 Metode FIFO I. 100.

barang jadi adalah kg. dialokasikan hanya pada produk yang baik saja. 25. Sementara itu tidak terjadi kerusakan didepartemen . 27. 23.d. 34 Metode FIFO PT AYO MAJU. Proses ini berlangsung terus menerus. 23. 35.000 unit C. 27. Dalam beberapa detik pertama zat X hilang sebanyak 5 persen.000 unit d.000 unit b. Keterangan lainnya: 1). Data untuk menjawab soal no. 35.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. Produk jadi yang dipindahkan ke gudang 25. 27. 25. 35. 33 s. Kerusakan normal terjadi di Departemen A.000 unit b. 25. Produk selesai dipindahkan ke persediaan barang jadi. Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. setelah itu dipindahkan ke Departemen B.000 unit. karena kerusakan yang terjadi adalah normal.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 60%. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku B adalah: a.000 unit d.B Di departemen A biaya konversi mencakup seluruh kegiatan pengolahan dan 2).000 unit b.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. Departemen A dan B. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku C adalah: a. Disini zat Y ditarnbahkan ketika proses produksi sudah mencapai 50 persen. .000 unit 3 1.Bahan A: pada awal proses Bahan B: pada tingkat penyelesaian 50% Bahan C: pada tingkat penyelesaian 75% Informasi untuk kegiatan bulan Mei 1990 adalah: Produk dalam proses awal 10. 32. Fomula ramuannya terdiri dari satu bagian zat X dan satu bagian zat Y. jumlah unit ekuivalen biaya tenaga kerja adalah: a. menghasilkan produk kirnia yang untuk tujuan akuntansi prosesnya dibagi menjadi dua departemen. 23. Di departemen B biaya konversi dialokasikan merata ke setiap ekuivalen unit produksi.000 unit c. 24 jam sehari. 30.000 unit d.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 40%. Pertama-tama zat X diproses di departemen A. Satuan yang digunakan untuk mengukur/menghitung barang dalarn proses dan 3).000 unit c. Produk dalam proses akhir 10.

X rnenggunakan metode harga pokok proses.000 kg c. 38 Dua Departemen PT.000 kg .500 kg 511.500 kg c.500 kg Ekuivalen produksi bagi Depatemen A untuk bulan Oktober 1985 dengan metode FIFO adalah: Bahan X Konversi 478.d.000 kg 979.4). 522.000 kg Tingkat penyelesaian pada 314 persediaan awal Mulai diproses/diterima dari departemen sebelumnya 550. 40% biaya konversi 1/3 biaya konversi 46. 522. 869. Berikut ini data produksi dan biaya produksi pada bulan Juni 1987: Departemen A Data produksi: Ditransfer ke Departemen B Ditransfer ke Gudang Barang dalam proses akhir: 100% bahan baku.000 kg - Departemen B - 40. Departemen B 110. Perhitungan Harga Pokok Tidak Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no.000 kg Dipindahkan ke departemen berikut 511. Data untuk bulan .Oktober 1985: Departemen A Barang dalarn proses.000 kg 869. 869.500 kg Barang dalam proses.000 kg 3110 ? ? ? 115 489. 1 Oktober 88. 423. 979.500 kg a. 3 1 Oktober ? Tingkat penyelesaian persediaan akhir 113 Bahan yang ditambahkan di departemen B 33.000 kg 14. 35 s.500 kg b.500 kg 423.500 kg Ekuivalen produksi bagi departemen B untuk bulan Oktober 1985dengan metode FIFO adalah: Konversi Bahan X a.500 kg 478.000 kg 979.000 kg Tidak bisa dihitung d. 34.500 kg d.000 kg - 6. 511.000 kg b.

560 b. 65. dan c benar d. Biaya tenaga kerja: Rp42. dan overhead pabrik bulan Januari 19x1 di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead pabrik a.000 unit Jumlah produk dalam proses pada akhir bulan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan. b.000 d.50 d. Jumlah produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: 50. b. dan c benar Biaya yang ditambahkan di Departemen B per unit adalah: Rp1. Biaya bahan baku Departemen A b. Rp24. Produknya diproses melalui dua departemen produksi A dan B.Data biaya: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik 35. biayaoverhead pabrik: Rp39.000 b.675 c. Biaya bahan: Rp52. Jawaban a. Rp86.000 60. Biaya konversi Departemen B 42.120 34.61 a. dan c benar 36.89 b. Unit ekuivalen bahan. Rp14.650.000 c. Rp145.d 40 Dua Departemen.000 unit a.952 c.000 60.700 3 1. Rp3. 60.600. dan c benar Harga pokok persediaan barang dalam proses akhir di Departemen A adalah: a.940 d.920 Manakah yang benar dari hasil perhitungan jumlah ekuivalen produk yang diselesaikan pada bulan Juni 1987 berikut ini? Jurnlah vroduk ekuivalen 60. Berikut ini adalah biaya dan data produksi bulan Januari 19x1 Departemen A yang merupakan departemen pertarna dalam proses produksi. b.000 60.650 d.000 60.572 Rp 35. Rp1. Jawaban a.000 60. 39 s. 37.000 unit Jawaban a. 38. Jawaban a. Rp14.000 b. Rp 3 1. 55.000 unit 39. 60. 213 biaya tenaga kerja.000 60. dan 213 biaya overhead pabrik 15.000 65. Data untuk menjawab soal no.600 unit c.200 36.000.000 65. Biaya konversi Departemen A 51. AR menggunakan sistem harga pokok proses. Departemen Pertama PT. tenaga kerja. Harga pokok produk setengah jadi yang ditransfer ke Departemen B adalah: a. c.000 . Rp140. b.

a.000unit.8 1 Rp 0.400 b. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18.200 unit (biaya bahan baku 100%. Rp 0.66 b. Biaya produksi per unit produk yang diproduksi bulan Januari di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead uabrik a. adalah: a.66 d. Rp 0. Pada akhir bulan Maret 1990 diketahui biaya per unit produk adalah sebagai berikut: biaya bahan baku Rp22.600 Data untuk rnenjawab soal no.260 43. Total biaya bahan adalah: . X menghasilkan satu macam produk bemama Y yang diolah melalui dua departemen produksi dengan menggunakan metode proses.000kg. Rp 196.70 Rp 0. Rp259. . dan biayaoverheadpabrik sebesar90%.66 Rp 0. 44 s. Departemen Pertama PT. Harga pokok produk yang ditransfer ke departemen 2. 43 Dua Departemen. 41 s.760 b. 46 Dua Departemen. Departemen Pertama Sebuah perusahaan mengolah produk melalui dua departemen produksi.00.75 c.50.70 Data untuk rnenjawab soal no.40.81 Rp 0. Rp 846.200 c.81 Rp 0. biaya tenaga kerja langsung Rp12. Rp 0.98 Rp 0. d. Hargapokokproduksi per unit adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung 15 Biaya overhead pabrik 22 Total Rv 57 41. Produk yang masih dalarn proses akhir 1. Produkdalam proses akhir bulan adalah 1.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir adalah: a.000 Rp 137. Rp 60. biaya tenaga kerja langsung 80%.d.50. Rp 684. c. Rp 0. Rp 295.000 c. dan biaya overhead pabrik 90%).560 d.d.000 d. Rp 60. Rp 702.200 42. Rp 85. b.90 Rp 0.70 Rp 0.200 kg dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80%. Rp 752. Informasi yang diperoleh mengenai proses produksi di Departemen A pada bulan Maret 1990 adalah sebagai berikut: Produk yang diserahkan dari Departemen A ke Departemen B sebesar 15. biaya tenaga kerja langsung 85%.760 Rp 58. Produk yang dihasilkan departemen 1 dalam bulan Januari 1990adalah 12.

440 d. Rp 58. Rp 1. . Di dalam Departemen 2 ditambahkan 4 roda karet untuk setiap mobil pada akhir proses. Data untuk menjawab soal no.995 d. Rp 1. 213 biaya konversi. Rp 1.000. Rp 916.OOO Biaya produksi dari Departemen 1 Rp 13. Rp 1. Rp 57.'Departemen Lanjutan.440 c.160 Biaya produksi per unit yang ditambahkan dalam Departemen 2 dalam bulan maret adalah: a. Rp 1.480 45. Berikut ini adalah kegiatan Departemen 2 dalam bulan Maret: Unit yang diterima dari Departemen 1 15.090. Rp 1.095 b.000 Harga pokok per unit produk yang ditransfer ke gudang produk selesai adalah: a.750 d.780 b.600 b. Di dalam Departemen 1 body mobil dicetak dengan bahan plastik. Rp 858.000 unit dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan baku.d.000 a. Rp 884.000 Biaya yang ditambahkan Departemen 2: Bahan baku Rp20 untuk setiap roda karet Tenaga kerja langsung Rp 8. Rp 56. Rp 1. Rp 2. Rp 853. Rp 901. Rp 54. Total harga pokok produk selesai yang diserahkan ke gudang adalah: a. Rp 1. 50 Dua Departemen. 47.000 Harga pokok pmduk dalam proses akhir bulan Maret 1990 adalah: a.000 Biaya overhead pabrik Rp 6. Rp 1.160. 46.44. BULAKSUMUR memproduksi mobil mainan anak-anak.000 d.500.OOO c.995 c.120.440 c. 47 s.380 b. Biaya bahan baku yang ditambahkan Departemen 2 dalam bulan Maret adalah sebesar: b.160 48.000 c.280 d. Rp 938.500 b.000 Produk dalam proses akhir 3. 49. Rp 795. Rp 1.480 Total harga pokok produk dalam proses akhir dan produk selesai adalah: a.750 c. Ada Tambahan Bahan F'T.200. Rp 959. Rp 750.000 d.

RP 20 a.50. RP 45 Total harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen A ke Departemen B dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.000 kg Produk hilang dalam proses awal 1. dan Penjurnalan PT.000 Data untuk menjawab soal no.000 23. 34. Rp 2 4 .000 Biaya overhead pabrik Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 5 1.000 616.000 Departemen B 52.000 c.000 d. Rp 32. Rp 1.000 b.000 kg Diterima dari Departemen A Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir 4. Rp 9.418.000 kg Biaya yang dikeluarkan dalam bulan Januari 19x1: Biaya b a h baku ~ Rp 340. Rp 4.350. RP 15 d. Rp 616. c. 9 4 0 c.d.800 c. Rp 2.000 b.000 a. 23. Total harga pokok produk dalarn proses akhir bulan adalah: b.970. 51 s.000 Biaya tenaga kerja 462. PAMAN SAM memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya: Departemen A dan Departemen B. 30.800 34.400 d. Rp 1. Bagian akuntansi biaya perusahaan tersebut mengumpulkan data sebagai berikut ini untuk bulan Januari 19X1: Departemen A Dimasukkan ke dalam proses 35.000 c.940.000 53. . 57 Dua Departemen.637.000 30. Unit ekuivalensi biaya Departemen A adalah: Konversi Bahan Baku a.470. Ada Produk Hilang pada A wal Proses. 27.400 27. Harga pokok per kg produk ymg diproduksi Departemen A dalam bulan Januari 19x1 adalah: RP 10 b.

350.000 Tiga Deparfemen PT MATAHU rnmengolah produknya melalui tiga bagian produksi. 57.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.000 b. B 600.000 Barang Dalarn Proses-Departemen A Rp 1. c.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. B 16.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. c.Persediaan Produk Jadi Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Rp 1.000 d. B d.000 c. . Harga pokok per kg produk yang ditambahkan dalam Departemen B bulan Januari 19x1 adalah: RP 55 b. 58.000 bBarang Dalam Proses-Departemen B Rp 2. B 165.000 Barang Dalam Proses Departemen A Rp 2.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.Persediaan Produk Jadi Rp 68. RP 30 d. B 60. B 12.000 c.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 616. dan C dengan menggunakarn metode harga pokok proses. Data 55. B Rp 585.350.Persediaan Produk Jadi Rp 1.Persediaan Produk Jadi Rp 432.000 Barang Dalam Proses-TenBga Kerja Dept. RP 51kg d.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.54. yaitu bagian produksi A. B Rp 40.000 630. B.050. B 72.637.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. B Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Jurnal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen B yang ditransfer ke gudang dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. Rp 15kg Jumal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen A yang ditransfer ke Departemen B dalam bulan Juli 19x1 adalah: a.637.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 1. RP 25 a.418. RP 45 Penyesuaian (adjustment) terhadap harga pokok per kg produk yang diterima oleh Departemen B dari Departemen A karena adanya produk yang hilang pada awal proses di Departemen B adalah sebesar: RP 25kg b. 56.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. B 525.Barang Dalam proses-~e~akemen B Rp 1.418. B Rp 300.000 Rp 616.205.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. RP l o k g a.350.

Bagian Produksi A Produk yang dimasukkan dalam proses 10. Setiap liter produk yang diterima dari Departemen I pada awal proses di DepartemenI1 ditarnbahbahan sebanyak4 liter@ Rp 10.500 satuan.000.900.000 dengan rincian sebagai berikut: biaya bahan Rp 4. Bagian Produksi C Produk selesai dan siap dijual sebanyak 4.462.d. 2.000 dengan tingkat penyelesaian 80%. 61 Dua Departemen. Bagian Produksi B Biaya yang ditambahkan pada Bagian Produksi B adalah biaya tenaga kerja Rp 1.000 dan biaya overhead pabrik Rp 1. Jumlah biaya produksi adalah sebesar Rp 14. $00 satuan masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian 75% untuk biaya konvetsi. biaya tenaga kerja Rp 3.560. Departemen Lanjutan.000 satuan.Dari proses bagian produksi B ini dihasilkan 7. yaitu Departemen I dan 1 Departemen 1 .000 satuan masih merupakan produkdalam proses dengan tingkat penyelesaian60% biaya konversi.720. b.750.000 satuan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi.300 Rp 2.000 Rp 500 Rp 500 Rp 250 Bagian Produksi C Rp 4.000.000. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1988 adalah: a.000 satuan selesai dan diolah lebih lanjut pada Bagian Produksi B.900.500 Rp 1.500 untuk biaya overhead pabrik. Tambahan biaya pada Bagian Produksi C ini adalah sebesar Rp 9.100 Rp 700 Bagian Produksi B Rp 2.000 satuan diolah selanjutnya dalam Bagian Produksi C.000untuk biaya tenaga kerja dan Rp 1. Ada Tambahan Bahan yang Menambah Unit PT.000 satuan. di mana 8. .000. BAKTI NUSA mengolah produk melalui dua departemen. 59 s.4 berikut ini diperoleh dari Bagian Akuntansi Biaya.Pada periode tersebutDepartemen I1 menerima dari Departemen I sebanyak 5. Biaya konversi besarnya Rp 72. c. dan Biaya overhead pabrik Rp 6. d. Pi-oduk dalam proses akhir periode sebanyak 5.840.000.300 Rp 3.000 liter dengan harga pokok Rp 20 per liter. Bagian Produksi A Rp 1. Produk yang masih dalam proses pada akhir bulan sebesar 2.000. di mana 5.000 Rp 300 Data untuk menjawab soal no.000 satuan dipindahkan ke gudang dan 1. yaitu data yang berhubungan dengan produksi dan biaya selama bulan Oktober 1988.500 Rp 1.

1 RP 4 RP 8 RP 3 a. Rp 1. X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: Departemen A dan Departemen B. Rp 3. Rp 75. Data produksi: Jumlah produk yang diterima dari Departemen A 40. Rp 300.000 c.60 .5 1 c.000 kg Jumlah produk yang hilang dalam proses (dianggap terjadi pada awal proses) 1. sebab tidak tahu jumlah produk selesai 60.000 kg Jumlah produk jadi yang ditransfer ke gudang produk jadi 35. Rp 20 Rp 40 Rp 14.000 d. Rp 72. 62 s. 6 1. Rp 3. Data untuk menjawab soal no.800 62. Ada Produk Hilang pada Awol Plnsrs.5 1 a. Tidak bisa dihitung Besarnya total harga pokok produk selesai adalah: b. Ada Tambahan Bahan yang Tidak Menamhah Unit PT. Rp 375. Rp 52.4 c.020 Biaya tenaga kerja 32.d 65 Dua Departemen. Rp 222. Besarnya harga pokok untuk setiap liter produk selesai di Departemen I1 adalah: Bahan Konversi Dari Dep.91 d.000 a.400 Tarnbahan biaya bahan baku yang tidak menyebabkan tambahan produk yang dihasilkan oleh Departemen B 17. Berikut ini adalah data produksi dan biaya produksi Departemen B bulan Januari 19X1. Tidak dapat dihitung. Departemen Lanjutan.400 Biaya overhead pabrik 19.59.000 kg Jumlah produk yang masih dalam proses pada akhir Januari 19X 1 dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 50% dan biaya konversi 25% 4. b. sebab tidak tahu jumlah produk selesai Besarnya total harga pokok produk dalam proses akhir adalah: c.000 d.000 a.000 kg Data biaya produksi: Harga pokok yang diterima dari Departemen A 40.000 kg @ Rp 3. Tidak dapat dihitung. Rp 5. RP 5 Rp 10 RP 4 d.s 1 Rp 140.000 b. Biaya produksi per unit yang berasal dari Departemen A setelah adjustment dengan adanya produk yang hilang dalarn proses di Departemen B adalah: b.

Rp1.51 c. Data untuk menjawab soal no.050. Rp 5.620 d. Rp192.d. .200 unit d. TINDONESIA JAYA memproduksi kertas melalui tiga departmen produksi yakni Departemen Pulp.000 kg Harga pokok produk yang diterima dari Departemen Pulp sebelum disesuaikan 2) adanya produk yang hilang adalah sebesar Rp8. 70. Dari data di atas banyaknya ekuivalen unit untuk biaya konversi adalah: a. Departemen Kertas.63.000 kg Jumlah produk yang hilang pada awal proses10. Rp16.000 unit c. Rp910. RpL120. Rp192. Rp 1.000 66. 70. Rp69. Berikut ini adalah data yang diambil dari laporan biaya produksi Departemen Kertas untuk bulan Maret 1989: Jumlah produk yang diterima dari Departemen PulplOO.600 unit Harga pokok produksi selesai yang ditransfer ke departmen penyempurnaan adalah: a.000 unit b. Rp 0. 82. 65.51 b.770 c. Rp69.000 kg Jumlah produk dalam proses pada tanggal 3 1 Maret 1989 (60% biaya konversi)20.000 x 60% x Rp2 Rp24. Rp2 16. Rp770.850 b. dan Departemen Penyempurnaan. Rp209. 66 s.220 Total harga pokok produk dalam proses yang ada di Departemen B pada &hir bulan Januari 19x1 adalah: a.OOO kg 1) Jumlah produk yang ditransfer ke Departemen Penyempurnaan70. Rp 3.620 d.91 d. Ada Produk Hilang Pada A wal Proses I.000 b. 74.000 d.000 Biaya overhead pabrik: 20. 69 Dua Departemen.l Biaya konversi yang melekat pada produk dalam proses tanggal 31 Maret 1989 3) adalah: Biaya tenaga kerja: 20. Biaya produksi per unit yang ditarnbahkan oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 sebelum adjustment dengan adanya produk hilang dalam proses adalah: a.220 c.000 67.850 b.770 64. Rp209.000 x 60% x Rp4 Rp48. Departemen Lanjutun.46 Total harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 ke gudang produk jadi adalah: a.000 c.

000 b.500 BAGIAN Pengujian 10. Rp492.000 Tiga Departemen.800kg 6.52 Rp 697.52 Rp 743.644.563. C. . memproduksi suatu jenis obat dalarn tiga bagian produksi.000 a.35 Rp 697.05 Rp 743.25 Peneuiian Rp 433.800 kg Dalam proses (bahan 100%.52 Rp 1. biaya konversi 113) 4.000 837.674. 70. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1996 adalah: Pencamuuran Rp 198. Rp292.000 756. Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam produksi 16.000 a. c.05 Peram~ungan Rp 743.75 Rp 401.400 RD 4.400 kg Perampungan 6.500 Rp 1.52 a. b.000 b.000 Rp 2.68. Rp332.400 kg 3. biaya konversi 213) Biaya yang dibebankan pada bagian: Bahan upah Overhead pabrik Rp 5.800 kg Ditransfer ke gudang produk jadi 4.400 1.25 Rp 433. Rp423.000kg Ditransfer ke bagian berikutnya 10.200 kg Dalam proses (bahan loo%.29 1. Ada Produk Hilang A wal Proses PT "MEJAMPU suatu perusahaan farmasi.35 Rp 401.000 1.600 kg Rp 3. Rp252.728.000 d.52 Rp 1.000 d. Data produksi dan biaya selama bulan Agustus 1986 adalah sebagai berikut: 69.000 342.000 752.000 Unit yang hilang dianggap normal dan dibebankan untuk semua unit yang diproduksi. Rp445.600 Besamya harga pokok produk dalam proses akhir adalah sebesar: Rp392. d.563.197.160.61 1.000 Rp 2.100. c. Besamya biaya konversi untuk unit ekuivalen yang diperhitungkan adalah sebesar: Rp420.

biaya yang telah diserap dari bulan sebelurnnya terdiri atas: bahan Rp 40.000 Rp 235.000.000 Rp 594.000 unit dengan tingkat penyelesaian bahan 40% dan konversi 50%.000 unit 200 unit 1. Rp 60 Rp 188 b. konversi 50% .000 117.7 1. Biaya yang terjadi dalarn bulan Oktober 1989terdiri atas: bahan Rp 920. 72 s.000 unit - 300 unit 240.bahan baku 100%. Rp 80 Rp 180 c. Rp 48 Rp 98 Rp 338 d. tenaga kerja Rp 101.yaitu departemen A dan B. 80 Satu Departemen. overhead 50% Jumlah biaya yang dikeluarkan: . pada tanggal 1 Oktober 1989 perusahaan tersebut memiliki persediaan produk dalam proses sebanyak 8.000.500 Biaya per unit untuk masing-masing departemen pada bulan Februari 1989 adalah: De~artemen A Departemen B a.500 unit 500 unit Departeman B 2. produkselesai 38.000.Bahan baku .000. .000 Rp 210. Dalam bulan Februari 1989 bagian produksi mengemukakan data sebagai berikut: Produk yang diselesaikan di Produk yang hilang di awal proses Produk rusak (tidak laku dijual) Produk dalarn proses dengan tingkat penyelesaian: .Biaya overhead Jumlah biaya Departemen A 2. Metode RATA-RATA dun FIFO PT.000.000. dan overhead pabrikRp 81. Persediaan produk dalam proses 3 1 Desember 1989 sebanyak 4.Upah langsung . Produk yang baru masukproses 34.000unit. SABDA mengolah produk melalui satu tahap.upah langsung 50%. Dua Departemen. Rp 188 Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no. tenaga kerja Rp 555.000 144.000 unit. Ada Produk Rusak PerusahaanXYZmenghasilkanbarang Y melalui 2departemen. dan overhead pabrik Rp 370.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50% dan konversi 75%.d.500 Rp 352.

Rp 1.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode rata-rata adalah: a. 36. Rp 1.000 41.000 b.000 45. 77. Rp 400.72.800 41. Rp 167. Rp 331. 44.976. Rp RP 11 24 Rp 16 b.000 d. .000 c.000 Produksi ekuivalen dengan metode FIFO adalah: Bahan Konversi a.938.000 73. 75. 40. 40.000 b. Rp RP 10 25 Rp 15 d. Rp 425.000 b. 78. 74. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai dengan metode rata-rata adalah: b.900.000 c. Rp 22 Rp 15 Rp 10 c.000 c. Rp 442. Rp 1.800 37.000 b. 44. Rp 1. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai yang berasal dari produk dalam proses awal dengan metode FIFO adalah: a.710.000 a. 76. 40.000 c. Produksi ekuivalen dengan metode rata-rata adalah: Bahan Konversi a. Rp 25 Rp 15 Rp 10 d.000 d. RP 357 Harga pokok per unit dengan metode FIFO adalah: Tenaga Ker_ia OverheadPabrik Bahan a. Rp 129.000 Harga pokok per unit dengan metode rata-rata adalah: Bahan Tenana Keria Overhead Pabrik a.000 d.000 45.800 41.000 d.000 d.000 c.000 41. Rp 24 Rp 16 Rp 11 b. 36.800 37. 40. Rp RP 10 22 Rp 15 c.000. Rp 91.

Rp 110.900. Rp 1.000 kg biaya bahan 60%. overhead pabrik 50.000 kg -- 9.440.000 kg Rp 12. Rp 1.d. Rp 1.000 4.000 kg 42. xR . Total harga pokok selesai yang berasal dari produksi sekarang (current) dengan metode FIFO adalah: a. Data produksi dan biaya produksi bulan Januari 19x1 di kedua departemen produksi tersebut tercantum dalam tabel produksi berikut ini: Departemen 1 Data produksi: Produk dalam proses awal. Perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang dalam penghitungan harga pokok produknya.000.000 32. biaya konversi 40% biaya tenaga kerja 30%.000 .000 1. 81 s. overhead pabrik 8070Harga Pokok Produk Dalam ProsesAwal: Harga pokok dari Departemen 1 Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya-biaya Produksi: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik 49.000 c.000.500.INDAH KIAT memproduksiproduknyamelaluiduadepartemenproduksi: Departemen 1 dan Departemen 2.000.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode FIFO adalah: a. 5.000 3.000 d. Rp 145.000 Departemen 2 6. Rp 130. Rp 1.000 kg Dimasukkan ke dalam proses bulan in Unit yang ditransfer ke Departemen 2 45.79.p 125.942.560.000 c.000 kg Unit yang diterima dari Departemen 1 Produk yang ditransfer ke gudang -Produk dalam proses akhir biaya bahan 100 % .500.990. Metode RATA-RATA \\ FT.000 kg biaya tenaga kerja 40%.000 2.000 80.000 b. biaya konversi 70% 10.000 b.000 kg 45.500.000.000 Rp 2.000 d. 88 Dua Departemen. Data untuk menjawab soal no.

590 b. Rp 2.850.000 d.000 b.500. Rp 178. Rp 161.250.000 .250.000 d. Rp 101.000 52.250. Rp 1.720.200 15. Rp 1.000 52.720. 51. Rp 27.OOO c.000 b. Rp 118.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 1 ke Departemen 2 adalah: a.000 c. 55.250 d. Rp 161.250.590 b.000 45. 51. Rp 27.000 45.200 45. 55.550..500.000 d. Rp 1.000 d.500.000 Unit ekuivalensi biaya Departemen 2 adalah: Overhead Pabrik Bahan Baku Tenaga Ker!a a. Rp 2.350 c.500.350 c. Rp 31.000 b.000 b.250.000 d.000 c.550. 51.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhirbulan Januari 19X1di Departemen 2 adalah: a.000 42.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 2 ke Departemen gudang adalah: a.000 52.000 42. Rp 178.850.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhir bulan Januari 19X1 di Departemen 1 adalah: a.000 c.000 c.000 52. Rp 101.000 d.250. Rp 101. 55. Rp 1.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 1: a.000 45. 51. Rp 101.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 2: a.--\ Unit ekuivalensi biaya Departemen 1 adalah: Tenaga Keria Bahan Baku a.000 42. Rp 118.250 d.000 Overhead Pabrik 49.600 49. Rp 3. Rp 17. Rp 3.000 45 .000 b.000 42. 55.000 c. Rp 31.600 b. Rp 17.

O b.200 b. 97 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi Inforrnasi berikut ini adalah bagian ketiga dari laporan harga pokok produksi FT.8 c. Rp 9.000 c. Rp 14. Rp 4. NUSA pada bulan Nopember 1986 adalah: 1) Produk dalam proses awal1.O Rp 6. 3) Produk selesai 8. Produk Hilung Akhir Proses. tenaga kerja Rp55.0 Rp 2. 89 s. 92. . Rp 15. Jika digunakan metode FIFO.29 d. XY yang disajikan sebagai berikut: Perhitungan harga pokok yang dibebankan pada produk (FlFO).7 ' 90. Data untuk menjawab soal no.500 unit. Rp 130.000 unit dengan penyelesaian bahan 80% dan konversi 50%. Rp 113. biaya bahan per unit adalah: Overhead Pabrik Bahan Tenaga Ker_ia a. Rp 125. Jika digunakanmetode FIFO. Rp 11 Jika digunakan metode FIFO. RP 3. harga pokok produk selesaiper unit yang dipindahkan ke rekening produk selesai adalah: a.s Rp 6 7 Rp 2 2 Rp 1. overhead pabrik Rp18. Metode FIFO Data kegiatan produksi dan biaya produksi PT.200 c.l c.600.800 d. penyelesaian bahan 90% dan konversi 60%. Produk hilang dan rusak dianggap berasal dari produk yang baru masuk proses. 2) Produk yang baru dimasukkan proses 9. Rp 102.000.7 RP 5. Rp 12 b. telah menikrnati harga pokok Rp19.d. total harga pokok produk dalam proses pada akhir periode adalah: a.Data untuk menjawab soal no. Rp 28.d. hilang akhir proses 500 unit. 4) Produk dalam proses akhir 500 unit. 89. 93 s.800. Rp 4.2 Rp 6 3 Rp 2. rusak bersifat normal dan tidak laku dijual500 unit.600. total harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke rekening persediaan produk selesai adalah: a. 92 Satu Departemen.800 b.000 unit.000 9 1. Rp 4.000 Jika digunakanmetode FIFO.9 d. Rp 26. Rp 4.200 d. Biaya produksi yang terjadi periode ini terdiri dari: bahan Rp36.

000 Biaya tenaga kerja langsung (400 x 85% x Rp300) 102.374. 4.600 b. Rp 1.540 Overhead Pabrik 4.000 Rp 4.245.178.800 unit c. Rp 1. Rp 2. 4.260 4.520. 4.000 c. Rp 161:200 27. RP 390 a.240 4.580 4.400 unit d. Rp 1.000 d.000 Biaya overhead pabrik (400 x 80% x Rp250) 80. RP 405 Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini adalah: a. 97.000 Total biaya overhead pabrik pada bulan ini adalah: a. RP 410 d.000 c.600 unit b.000 Total harga pokok produk dalam proses awal Harga pokok produk yang diselesaikan dari bulan ini (4. Rp 1. Produk yang masuk dalam proses pada bulan ini adalah: a.580 4.095. Rp 2. 4.000 Total biaya produksi bulan ini 93.600 Tidak bisa dihitung d.200 3. 4. . 4.000 95. maka harga pokok per unit biaya bahan pada bulan yang lalu adalah: RP 400 b.000 Rp 188. c.550 unit Bila diketahui harga pokok per unit pada bulan yang lalu untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp290 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp240.314.3 14.000 b.Harga pokok produk selesai.200 342.200 c.000 Biaya overhead pabrik (200 x 30% x Rp250) 15.990.520 94. Biaya bahan (400 x 100% x Rp400) Rp 160.145.295. Rp 1.374. 4.000 Rp 4.000 d.200 x Rp950) Total harga pokok produk selesai Harga pokok produk dalam proses akhir. Unit ekuivalen produksi adalah: Bahan a. Produk dalarn proses awal Penyelesaian produk dalam proses awal Biaya tenaga kerja langsung (200 x 20% x Rp300) Rp12.200 Tenaga Keria 4. Rp 1. 96.000 b.

000 unit ? Unit hilang dalam proses (akhir proses) Biaya yang diperhitungkan: 90. 4. Harga Pdcok Pesanan d. 5.800 Rp 74. Dr departemen sebelumnya ai Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Total biaya yang diperhitungkan 98. 6.620 65.600 Ru 140. 107 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi 1 Berikut adalah laporan harga pokok produksi yang tidak lengkap dari PT. 3.220 RQ ? ? ? ? ? Perhitungan biaya: Ditransfer ke departemen berikutnya Persediaan barang dalam proses akhir. dapat diketahui bahwa perusahaan menggunakan metode: a. Pencatatan Persediaan Perpetual c. LEILA Departemen Pengujian Laporan Harga Pokok Produksi Bulan Nopember 1990 Data Kuantitas: Diterima dari departemen sebelurnnya 80. Pencatatan Persediaan Fisik b. 98 s.000 unit c.000 unit d. LEILA: PT. Harga Pokok Produksi 99. Rp RD ? ? ? Ru ? ? Dari laporan harga pokok produksi ini. Unit yang hilang dalarn proses produksi berjurnlah: a.d.Data untuk menjawab soal no.000 unit .000 unit b.000 unit Ditransfer ke departemen berikutnya Masih dalam proses (113 biaya konversi) 6.000 unit Biaya Total Biaya dari departemen sebelumnya: Transfer selama bulan h i Biaya yang ditambahkan departemen hi: Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Jurnlah penambahan biaya Jumlah biaya yang dihitung I Biayalunit Ru 154.

400 b. Rp 12. Rp13.31 a.000 unit 86.100 d. . C. Rp26.800 Berapakah harga pokok dari persediaan barang dalam proses pada akhir bulan Nopember? a.000 Berapakah biaya unit yang hilang dalam proses? Rp6.395 b. 86. Rp3. Rp5.Berapakah biaya per unit yang diterima dari departemen sebelun~nya: a. Rp3.78 d. Rp0.700 b.27 c. maka biaya unit yang hilang ini sebaiknya dibebankan sebagai: a. C.000 unit d.87 Berapakah biaya overhead pabrik per unit Departemen Pengujian selatna bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen)? Rp3. Rp0. Rp274.185 d.83 b.000 unit 86. Overhead pabrik b. Rp6.790 c. 90.25 Berapakah biaya unit yang ditransfer ke departemen berikutnya? Rp270.000 unit 82.400 a.580 Jika unit hilang pada kasus di atas merupakan kejadian yang tidak biasa (abnormal).400 a.000 unit b.35 d. Rp28 1. Rp0.70 Unit ekuivalen (setara) produksi untuk Departemen Pengujian selama bulan Nopember tersebut berjumiah: Tenalra Keria Overhead P a b r a.000 d. 82.20 d. Rp 1.000 unit 82.53 b. C. Rp218.72 b. Rp 1.000 unit Berapakah biaya tenaga kerja per unit Departemen Pengujian selama bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen) ? a. Rp3.000 unit c. Rp0.76 c. 86. Rp20. Rp 17. Rp 13. Dialokasikan proporsional pada persediaan Dibebankan sebagai rugi lain-lain d. Bagian dari produk selesai c. Rp10.

400 unit 140. biaya tenaga kerja langsung Rp12. Pada akhir bulan April 1990. Rp 3.400 unit d.000 b.132.050. 110.000 d. Rp 539.000 unit (bahan 100%. Rp 531. 112. 108.000 109. Komposisi biaya per unit produk: biaya bahan baku Rp 22.400 d.000 unit 179.908. 111.50. Rp 2.000 d. A Ada Produk Rusak. Metode FIFO Berikut ini disajikan informasi mengenai proses produksi I .200 b. dan biaya overhead pabrik 90%).000 Biaya produk yang masih dalam proses akhir dalam produksi bulan Mei sebesar: a. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak24. Rp 3. Rp 2.200 c. adalah: Tenaga Keria Bahan a. Rp 1. 140. Rp 578.d. .040. adalah sebagai berikut: Unit yang diselesaikan clan diserahkan ke departemen B adalah 150. Produk rusak dalam proses diketahui 20.000 unit. 164.Data untuk menjawab soal no. Rp 2. Pada akhirbulan Mei 1990diketahui biaya per unit produk adalah: biaya bahan baku Rp22. yang memproduksi T TS produk AQ dengan melalui dua departemen produksi.000unit. digunakan metodeFIFO.600 unit b. Dari informasi tersebutdi atas dapat diketahuibahwa unit ekuivalen di departemen A pada bulan Mei 1990.060.00.00. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18. Rp 1.869. biaya tenaga kerja langsung Rp 11.408.400 c.000 unit c.000 unit 159. 108 s. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 20.400 b.745.00. Rp 9.00. sebagai berikut: Produk yang diserahkan ke Departemen B sebesar 170.000 unit 164. Rp 1.000 b.600 unit Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei 1990 adalah: a. Produk rusak dalam proses sebanyak 500 unit. Rp 1.000 c. dan biaya konversi 80%). 162. Rp 9. 112 Dua Departemen.800 Biaya produk yang ditransfer ke Departemen B adalah: a.009 unit.000 unit (biaya bahan 90%. 182.010.50.738. Rp 584. Produk yang masih dalam proses akhir sebesar 12.D e w e m e n Pertama.000 c.diperoleh informasi dari Departemen A. Rincian informasiprosesproduksi di Departemen A pada akhir bulan Mei 1990.000 Biaya produk rusak yang dihasilkan oleh produksi pada bulan Mei 1990adalah: a.687.000 d. Rp 7. Baik di Departemen A maupun DepartemenB. biaya tenaga kerja langsung 80%.067.

Perusahaan menggunakan metode .464 1.80 c. A Rp149. Data bulan April adalah sebagai berikut : Persediaan% Penyeleawal saian Unit dimasukkan dalam Persediaan % Penyeleproses akhir saian 25 20 30 Dep.35 Rp 18. A 4.MetodeRATARATA Perusahaan PRIMA menggunakan metode harga pokok proses.W Rp 15. TKUTILANGmemproduksiproduknyamelalui 3 departemenproduksisecaraberurutan: Departemen 1.096 113. Rp 11.9.600unit produk ditransferke gudang.W Rp 13.600 Dep.65 d.680 Biaya produksi per unit produk yang dihasikan oleh masing-masing dperatemen dalarn bulan April 19x2 adalah: Departemen A De~artemen B Departemen C a.520 Dep. C Harga pokok persediaan produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: Dep.W Rp 13.120 Rp 22.8001 30 17.680 Total Rp 45.272 - 192 Ru 4.Perusahaanmenggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. IkILB - l.400 2. 114 s.35 Rp 16. Rp 13.d 119 Tiga Departemen. B.85 b. B Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 27. Rp 13. Rp 11.840 Rp 40. Produk diolah melalui 3 departemenproduksi: Departemen A.90 Rp 15. dan C.400 21.800 Biaya bahan baku Biaya konversi 4. A Dep.Data untuk menjawab soal no.35 Rp 18. Metode RATA-RATA I.264 Rp 29.520 Dep. Departemen 2. Bahan baku digunakandalam awal proses Departemen 1 dan ditarnbahkan pada akhir proses departemen 3.35 Rp 16.464 Biaya bulan April 19x2 adalah sebagai berikut: Dep.600 6. dan Departemen 3. C Rp 4. 13 TigaDepartemen. B 40 ? 30 ? 3.Ada TambahanBahan yang TidakMenambah Unit. Dalam bulan April 19X2.70 Data untuk menjawab soal no.400 ? 5.600 Biaya bahan baku Biaya konversi 50.h2& Rp 14.

900 Data produksi dalam bulan Nopember 19x1 adalah sebagai berikut: Persediaan awal Persediaan akhir Departemen 3 Rp 65.400 d. 111.880 16. 136.400 Rp 130.000 a.600 129.000 b.200 129.400 b. Pada awal bulan Nopember 19X1terdapat persediaan produk dalam proses dengan biaya sebagai berikut: Keterangan Harga pokok dari departemen sebelurnnya Biaya bahan baku Biaya konversi Total harga pokok Departemen 1 - Departemen 2 Rp 79.400 d.200 136.800 30 25 50 104.520 Biaya konversi 183. Unit ekuivalen biaya bahan baku di Departemen 1dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19X1 adalah: Departemen 1 Departemen 3 136. 129.200 136.600 112.200 Departemen 3 27.320 4.328 Departemen -- Produk selesaidan Jumlah (kg) % Pe~yelesaian Jumlah (kg) Penyelesaian ditransfer Departemen 1 32.000 14. 112. 1 11.000 129. 129.400 a.000 115.000 Departemen 2 19.680 - Departemen 3 Rp 146.harga pokok rata-rata tertimbang. Bahan baku dimasukkan dalam proses secara terus menerus sepanjang proses di Departemen 1. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: Deuartemen 1 Departemen 2 Departemen 3 112.200 Ru 26.352 Rp 167.560 9.280 99. dan ditarnbahkan pada awal proses di Departemen 3.000 Unit ekuivalensibiaya konversi di Departemen 1.600 111.600 Rp 89. .Departemen 2.600 c.200 20 40 20 24.360 11.600 1 12.200 112.400 12.400 129. 136.552 Rp 15.000 ? ? 1 14.600 c. 123.280 Biaya produksi bulan Nopember 19x1 adalah sebagai benkut: Biaya-biaya Departemen 1 Departemen 2 Biaya bahan baku Rp 251.

960 Biaya konversi yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19X1 adalah: a.000 Ru 18. Rp 4.15 Rp11.600 a.00 Rp 13.880 d. Rp 44.300 58.300 58.960 117.960 Biaya bahan baku yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19x1 adalah: b.300 .Departemen 1 ice Departemen 2 dalam bulan Nopembr 19X 1 adalah: a.280 b. Rp 2. Rp 12. Rp 29. Rp 11.116.40 Rp 8.15 b. TULUS adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Satudunit yang selesai Produk dalarn proses akhir Satuanlunit 5.500 RD25.60 d.480 b. Rp 29. Rp 44. Departemen 2. 121 Dua Departemen. Rp 17. Metode RATA-RATA Informasi mengenai bagian B PT. Rp 17.60 Rp 13. Rp 46 1.500 Biaya Rp 6. Rp 244.400 15. Data untuk menjawab soal no.000 35.50 Rp 11. 119. Rp 43 1.000 Rp 64.35 c.000 Bahan unit baku Rp 25.880 d. Total biaya produksi per unit komulatif di Departemen 1.400 Bahan konversi Rp 3.880 d. Departemen Lanjutan.280 c.400 Biaya ma! Rp 6.d.35 Rp 4.500 Rp 20.300 Ditransfer masuk Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Rp 2.600 c.900 17.40 Rp 10. Rp 29.600 c. Rp 12.000 40.60 Rp 13.000 37 .000 3. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: De~artemen 1 De~artemen 2 Departemen 3 a. 118.35 Harga pokok produk jadi yang ditransfer dari. 120 s. Rp 2.000 Ru 64.

Biaya konversi adalah 20% selesaiuntuk produk dalam proses awal dan 40% selesai untuk produk dalam proses akhir. Rp 0.200.350 d.000 .Unit ekuivalen dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang 100. Rp 0.000 Rp 8.800. Satu Departemen. FIFO 123. Biaya per satuan ekuivalen untuk biaya konversi (dibulatkan ke sen.000 Rp 6.Biaya per satuan Rp 480 Rp 400 Jumlah produk jadi periode tersebut 90. Harga pokok produk jadi dan produk dalam proses akhir adalah: Produk Dalam Proses Produk Jadi Rp 79.000 satuan dan produk dalam proses akhir adalah 10.000 50.000.650 121. Harga pokok produksi barang tersebut: Biaya bahan baku Rp 80.Biaya produksi Rp40.000.000 Biaya overhead pabrik Jumlah RD 190. Bahan digunakan pada akhir proses. Rp 1.000 satuan.500 a. 1 Desember 1984 sebanyak 1. 120.000 Biaya tenaga kerja 60. Metode RATA-RATA Dari sebuah perusahaan yang memakai metode harga pokok proses diperoleh informasi sebagai berikut: Biava Bahan BakuBiava Konversi . Rp 1.000.000 unit dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 80% dan biaya konversi 50%.000 Rp 32.000.000 Satu Departemen.800.000 . Ada Produk Hilang Pada Akhir Proses.000 Rp 6.50 Porsibagian dari biaya total dalam sisa pekerjaan dalam pelaksanaan akhir yang menyangkut biaya transfer masuk adalah: RP 0 b.000 . c.Produk dalam proses awal Rp 8.200.000 Rp 88.000 Rp 79. PT. terdekat) adalah: Rp ()A-4 b.000 RP 0 Rp 86.48 d.46 a. c. Rp 0.000. Data kegiatan produksi dan biaya produksi pada perusahaan " M E C pada bulan Desember 1984 adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal. Rp 1. Tulus menggunakan metode rata-rata tertimbang.800.000 satuan .000satuan 95.000.000 Rp 6.

Biaya yang dikeluarkan pada periode ini ( Desember 1984 ) adalah: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah harga pokok produk selesai yang dikirirnkan ke gudang. 60% biaya konversi).Produk yang masuk dalarn produksi periode ini sebanyak 9. dan biaya overhead pabrik Rp 420. Rp 1. 20 kg produk dinyatakan hilang pada awal proses.biaya tenaga kerja Rp 480. Biaya per unit untuk masing-masing elemen biaya adalah: Dari De~artemen Sebelumnva Rp 964 Rp 960 Rp 460 Rp 980 Tenaga Keria Rp 964 Rp 540 Rp 540 Rp 964 OverheadPabrik Rp 980 Rp 460 Rp 960 Rp 964 . Metode RA TA -RATA Persediaan barang dalarn proses awal bulan 200 kg (100% biaya bahan. 124 Dua Departemen. Rp 238. Departemen Lanjutan. 80 kg masih dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi.000.800. biaya tenaga kerja Rp480. 3 1 Desember 1984 sebanyak 500 unit.000.000 unit Produk yang hilang pada akhir proses sebanyak 500 unit.300.000. Sedangkan biaya yang ditambahkan di departemen yang bersangkutan adalah: dari departemen sebelumnya Rp 800. Produk rusak ini tidak laku dijual. jika perusahaan menggunakan metode harga pokok FWO adalah: a. Produk dalarn proses akhir.198.000 d. Rp 1. Perusahaan menggunakan metode rata-rata dalarn menentukan harga pokok produksinya.000 Data untuk menjawab soal no. Rp 960. dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 90% dan biaya konversi 60%.000 b.000. Produk selesai yang baik sebanyak 9. Ada Produk Hilung Pada Awal Proses.440. terdiri dari biaya dari departemen sebelumnya Rp 140.000 unit.000 c. 124. Produk selesaidan ditransferke departemen selanjutnya 900 kg. dan biaya overhead pabrik Rp 23.

000 x 30%) Jumlah 2 1.000 60.000 (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: Biaya bahan baku (7. Jawab: c Data produksi: Unit produk dalam proses awal Unit diterima dari Departemen 1 Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: I 7.000 Biaya bahan baku (2.000 69.600 . PENYELESAIAN 20.000 Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 48.000 7.000 50.000 22.000 x 25%) (+) Unit produk dalam proses akhir: 2.000 x 30%) Jumlah 50.000 2.000 (-) Unit produk dalarn proses awal Unit masuk proses dan selesai 48.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: 12.I B.600 Biaya konversi (12.000 Biaya bahan (12.000 x 100%) 9. Jawab: e rn Biaya Konversi 55. Biaya Bahan 55.000 x 80%) Jurnlah 72. I Biaya Bahan Unit produk selesai 55.000 x 0%) Biaya konversi (7.000 Unit produk selesai Unit ptoduk dalam proses akhir: Biaya bahan baku(2.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 Ekuivalen produksi biaya bahan dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Biaya Konversi Unit produk selesai 60.000 57.000 Biaya Konversi 55.000 2.000 55.

Jawab: c Perhitungan unit ekuivalen: Unit selesai dan ditransfer Unit hilang dalam proses produksi: Biaya bahan (30.000 (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 78.000 x 60%) Jumlah 38. Biaya Bahan 88.000 x 50%) Jumlah Biaya Bahan 110. (-1 Unit produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai (+) Penyelesian unit produk dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 x 100%) 8.000 180.000 Biaya Konversi 88.000 x 0%) Biaya konversi (10.000 Unit masuk proses dan selesai 30.23.000 Biaya konversi (8.000 .000 0 Biaya Konversi 110.000 30.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (70.000 0 2.000 x 100%) Biaya konversi (70.000 24.000 10.000 x 20%) Biaya Konversi 40.000 26.000 x 0%) Biaya konversi (30.000 10.000 70. Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit selesai 40.000 10.000 78.000 x 20%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (8. Jawab: a Unit produk selesai: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata Unit produk dalam proses akhir (15. ~ n i produk selesai .000 x 0%) 0 Biaya konversi (10.000 25.000 x 80%) Jumlah unit produk selesai Jawab: a Unit ekuivalen FIFO.

000 atau: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata (-) Unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.500 92.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 91.000 9.000 90.(+) Unit produk dalarn proses akhir: Biaya bahan (15.000 x 60%) (=) Unit produk selesai 100.000 4.500 95.000 Unit produk dalam proses akhir: 12.000 Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: 0 Biaya bahan (10.000 Biaya Konversi 88.000 x 0%) Biaya konversi (10.500 98.000 7.000 x 60%) 9.000 x 40%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (15.000 x 50%) Jumlah 100.000 x 50%) Jumlah 12.000 Biaya bahan (15.000 x 80%) Biaya konversi (15.500 .000 x 80%) Biaya konversi (15.000 Biaya Konversi 91.500 87.000 92.000 Biaya konversi (15.500 Jawab: c Untuk dapat menghitung ekuivalen produksi dengan metode FIFO.000 x 100%) Biaya konversi (10.000 7.000 Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit produk selesai 91.000 81.000 8 1.000 7.500 Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Unit produk selesai 88.000 x 60%) Jurnlah 100.000 x 50%) Jumlah 90.000 10. memerlukan data tentang unit produk selesai yang dihitung sebagai berikut: Ekuivalen bahan dengan metode rata-rata (-) Unit dalarn proses akhir (15.000 90.500 6.000 10.

000 (-)Unit produk dalam proses awal 10. BDP akhir Pemakaian bahan B Tingkat penyelesaian BDP awal BDP = Barang Dalam Proses .000 (+)Penyelesaian produk dalam proses awal: 0 Bahan A (10.000 Konversi (10. 38. Biaya Koversi 25.000 Bahan C (10. Produk dalam proses akhir telah menyerap bahan B 100% karena telah mencapai tingkat penyelesaian 60% (lihat gambar) I I 31.000 15.000 Catatan: Persediaan awal pada periode sebelurnnya belum menggunakan bahan B karena baru mencapai tingkat penyelesaian 40%.000 25.000 15.000 x 0%) 10.000 10. 28 ' Tingkat penyel.000 x 60%) Jumlah 25.000 27. Jawab: e Lihat no.000 x 0%) 0 Konversi (10. Jawab: b Lihat no.000 x 100%) 10.000 35.000 30.29.000 6.000 6.000 Bahan B (10. Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode FIFO. sedangkan bahan B digunakan apabila produk telah mencapai tingkat penyelesaian 50%.000 15. Biaya Biaya Biaya Bahan A Bahan B Bahan C Unit produk selesai 25.000 x 100%) 10.000 x 100%) 10.000 10.000 25.000 10.000 x 100%) Bahan C (10.000 Unit masuk proses dan selesai 15.000 x 60%) (+)Unit produk dalam dalam proses akhir: Bahan A (10.000 25.000 Bahan B (10.

111.000 kg.000 x 114) i Produk dalam proses M : Bahan (99. berarti jumlah produk yang selesai sejumlah 979. Jawab: c Lihat no.500 423.500 kg + 489.32.500 kg.000 kg 1. Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Departemen A Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (88. Produk dari departemen A 5 11300 kg yang ditambah zat Z 489.000 423.500 511. 638.000 kg (dari A 489.000 kg 550.500 kg.000 kg 1. 638.000 kg. Produk dalam proses akhir 110.000 x 100%) Konversi (99..000 x O%).000 522.500 kg 979.500 kg 126.500 kg 89. sedangkan dalam data diketahui bahwa produk yang masih dalam proses akhir departemen B baru mencapai tingkat penyelesaian 10%(1/5). Jawab: a Departemen A Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk masuk proses (95%) Produk ditransfer keluar Produk dalam proses akhir 88.111.000 x 113) Jumlah ekuivalen produksi Bahan Konversi 511.000 kg * Zat Z &an ditambahkan departemen B setelah produk mencapai tingkat penyelesaian 50%. Konversi (88.500 kg tambahan zat Z).000 kg 511.500 1 "Bahan X digunakan pada awal proses .000 kg 511.500 88. Departemen B Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk ditransfer masuk Tambahan bahan Produk selesai yang ditransfer. 28 33.000 88.500 0 99.000 kg 132. sehinggadapatdisimpulkan bahwa produk yang diselesaikan departemen B adalah meliputi semua produk yang ditambah zat Z.

000 869.000 42.892 Ekuivalen Produksi 60.000 x 0%) Konversi (132.600 51.000 Konversi 979.000 110.000 x 115) Jumlah ekuivalen produksi 1 "* Bahan Z digunakan pada proses tingkat 50% 35.600 5 1.000 x 7/10) Produk dalam proses akhir: Bahan (132.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Biaya Konversi 46.000 36. Jawab: b Departemen B Bahan 979.120 34.000 akhir: Unit dalam proses Biaya bahan (14.200 36..52 0.89 .000 2.. Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan Unit selesai dan ditransfer 46.000 x 113) Jumlah ekuivalensi produksi 40.600 Biaya Konversi Unit selesai dan ditransfer Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.70 0.600 Biaya per Unit Rp 0.000 5.572 Ru 101.67 Ru 1.000 869.000 x 100%).000 51.000 Biaya konversi (14. Konversi (110.000 x 100%) 14.000 110. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya Jumlah Biaya Rp 31.000 Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1 10.34.000 x 40%) Jurnlah ekuivalensi produksi 60.

Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: (46.85 0.700 31.8 1 .000 Tenaga kerja (15.61 Ru 3-50 Biaya Bahan Unit produk selesai 50.940 Ekuivalen Produksi 46.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: Bahan (15.920 Biaya tenaga kerja (14.76 1.280 Biaya bahan (14. Jumlah Biaya Rp 86.000 Biaya per unit Rp 0.000 x 100% x Rp0. Jawab: c Unit ekuivalen. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: Biaya Tng Kerja 50.70) 3.940 Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 7.52) 3.000 Biaya per Unit RD 1.000 0.000 x 100%) 15.952 Jumlah harga pokok produk dalarn proses Rp 101.000 10.67) 14.000 x 213) Overhead (15.000 10. 58 Jawab: b Perhitungan biaya per unit Departemen B: Elemen Biaya Biaya dari Departemen A Biaya ditambahkan oleh Departemen B: Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 39.000 42.892 Total biaya yang diperhitungkan 37.000 Biaya Overhead 50.752 Biaya overhead pabrik (14.000 x Rp1.560 42.000 60.89) Rp 86.89 35.000 Elemen Biaya Bahan baku Total Biaya Rp 52. Jawab: b Lihat no.920 Rv 67.620 Rv 154.000 60.000x 40% x Rp0.000 x 40% x Rp0.000 x 213) Jumlah 65. 38.650 Ekuivalen 65.000 40.

440 .Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jawab: b Harga pokok produk yang ditransfer ke Departemen 2 (12.200 x 85% x Rp15) Biaya overhead pabrik (1. 126 Jawab: b Biaya bahan baku yang ditambahkan di Departemen 2: Unit yang diterima dari Departemen 1 Kebutuhan roda setiap unit Jurnlah roda yang ditambahkan Biaya setiap roda Jumlah biaya bahan yang ditarnbahkan Rp 27.200 x 80% x Rp20) Jumlah Jawab: d Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (15. 124 Jawab: b Lihat no.200 x 80% x Rp20) Biaya tenaga kerja (1.000 19.000 x Rp20) Biaya bahan untuk produk dalam proses (1.50) Tenaga kerja (1.200 x 100% x Rp22.000 x Rp53.00) Harga pokok produk dalam proses akhk Bahan baku (1.000 x Rp57) Jawab: d Harga pokok produk dalam proses akhk Biaya bahan baku (1.50) Overhead pabrik (1.200 x 90% x Rp18.200 x 90% x Rp22) Jumlah Jawab: a Total biaya bahan: Biaya bahan untuk produk selesai (12.000 12.200 x 80% x Rp12.00) Total biaya yang diperhitungkan Jawab: c Lihat no.

000 x Rp900) Biaya ditambahkan Departemen 2: 240.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit hilang dalam proses awal(3.000 x 213 x Rp435) 4.OOO x 0%) Unit dalam proses akhir: 4.000 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi 34.000 Biaya tenaga kerja (3.160.000 x 213 x Rp580) 870.000 Harga pokok produk selesai (12.000 0 Biaya Konversi 21. B 0 Unit hilang dalam proses awal(l.000 Biaya dari departemen 1 (3. 48 Jumlah Biaya RD 13.500.000 x 100%) Biaya konversi (4.970.000 x 40%) Jumlah ekuivalensi produksi Biaya Konversi 30.000 Biaya bahan (4.000 0 .000 Biaya overhead pabrik (3. Jawab: b Harga pokok per unit: Elemen Biaya Biaya produksi dari Dep.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Rp 28. 2: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 49. Jawab: a Lihat no.000 x Rp1.000 x 100% x Rp80) 1.000 Unit selesai dan ditransfer ke Dep.48.995) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 2. 1 Biaya ditambahkan Dep.000 Ekuivalen Produksi 15.000 Biaya bahan (3.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.000 Total biaya Jawab: a Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan 30. Jawab: d Perhitungan harga pokok: Rp 23.910.700.000 Biaya per unit Ru 900 50.940.

000 Tenaga kerja (4. B (30.000 x 100% x RplO) Rp 40. .000 616. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dep.000 30.000 23.000 .600 Jumlah harga pokok produk dalam proses 68.418.000 462.000 Biaya Per Unit Rp 45 5 Rp 50 55.000 27.000 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen B : Elemen Biaya Jumlah Biaya 54.52.418.400 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditambahkan RD 1.000 x Rp45) Rp 1.287.800 Biaya Per Unit Rp 10 15 20 RD 45 53.000 x Rp 105) Harga pokok produk dalam proses akhir: 56 57.000 Biaya ditarnbahkan Departemen B: Tenaga kerja 585.RD1.000 Total biaya yang diperhitungkan Rv 1.350.000 Overhead pabrik (4.800 30.000 Ekuivalen Produksi 34.000 x 20% x Rp20) 1. Jawab: c Lihat no.000 23.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (4.000 Penyesuaian adanya produk hilang 3.000 Jurnlah biaya yang dihitung Rv 2.400 702. 54 Jawab: c Jawab: e Perhitungan harga pokok Departemen B: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (21. Ekuivalen Produksi Biaya dari Departemen A RD 1.637.000 x 20% x Rp15) 12. Jawab: d Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya yang dihitung Rp 340.000 30.350.

000 Ovehead pabrik (2.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (2.720.000 x Rp50) Rp 300.840.637.560.560.000 Rv 14.000 2.000 640.000 432.600 9.120.000 x 40% x Rp30) 72.000 Tenaga kerja (2.000 10.000 8.000.600 Perhitunnan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Rp 4.000 6.000 Tambahan biaya di Departemen B: Tenaga kerja (6.000 x 100%) Konversi (2.000 10.000 - 1.000 .000 10.000 Overhead pabrik (6.000 Ru 2.000 x 8Wo x Rp700) 1.000 x 80% x Rp400) 2.000 9.000 x Rp1.600 Biaya Per Unit Rp 400 400 700 Rv 1. Jawab: a Bagian A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 8.000 x 100% x Rp400) Rp 800.500) Rp 12.000 Jumlah & 14.000 x 80%) Biaya Konversi 8.000 x 40% x Rp25) 60.500 Perhitunnan Harna Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (8.Biaya dari Departemen A (6.000.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Total biaya yang diperhitungkan 58.000 2.000 Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (2.560.000 3.

000 8.900.000 4.000 7.800.600 7.000.000 Tenaga kerja (1.ooo .600 Elemen Biaya Harga pokok ditransfer rnasuk Biaya tambahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 12.000 10.000 x 60%) Perhitunaan Biaya Per Unit.000 x Rp2.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke C (5.000 150.000) Rp Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.000 15.000 2.000 x 100%) Konversi (1.500 500 5.600 250 250 Rp 2.000 1.000 Produk selesai ditransfer ke C Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses: Bah'm (1.800.500.000 2.000.000 5.000 Overhead pabrik (1.000 4.500 1.900.000 Rp 15.000 x 60% x Rp250) 150.000 - 600 7.000 x 60% x Rp250) Jumlah Rp Bagian C Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir 10. Biaya Konversi 5.000 1.000 x Rp2.000) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (1.800.Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian A Ditransfer ke C Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 5.000 Rp 1.000.000 1.000 x Rp1.500)Rp 1.

875 Rp 2.000 Ekuivalen Total Biaya Produksi Rp 100.000 Perhitun~a~i Biaya Per Unit: Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Biaya tanibahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jurnlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 10.000 20.000 Rp 20.i~-i (500 x Rp2.750. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 11: Harga pokok produk selesai (20.500 Rp 21.000 25.000 24.300) Harga pokok PI-odukdalam proses akhir: Ilarga pol<oh d.000 'I'c~iaga kerja (500 x 75%)x Rp2.500 Rp 21.r per unit Departemen 11: I'iemen Riaya Biaya dari Depatlcmen I Pcnyesuaian akihat tanlbahan bahan (4 x 5.462.000 9.000) 750.000 25.000 .000) Jumlah setelah penyesuaian Biaya ditarnbahkan oleh Departemen 11: Biaya bahan baku 200.000 Ovcrhead p a h i k (500 x 75% x Rp300) 1 12.500 4.212.000) R Rp 1.875 4.500 500 375 5.500~ Rp4.000.000 Rp 2.000 Biaya per Unit Rp 20 Rp 4 16 8 3 RD 15 60.Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (500 x 100%) Konversi (500 x 75%) Biaya Bahan 4.000 Biay a konversi 72.000.500 59.000 1.000 Jumlah biaya dihitung Rv 372.000 5.000 x Rp4) Rp 300.000 x Rp15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I (5. Jawab: a I'erhitungan biay.212.000 5.350.000 1.300 4.500 Jumlah Rp 19.500 Perhitungan 14ar~a Pokok Produksi: ~argapokok produk yangdiiransferkc gudang (4.000 300 4.875 Biaya Konversi 4.862.

60 Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi: Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 35.OW x 0%) Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.OOO Perhitungan biaya per unit: 40.400 19.000 Rp 375.Biaya ditambahkan Departemen 11: Biaya bahan baku (5.000 x Rp 8) Biaya konversi (5.60 Ditarnbahkan oleh Departemen B: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Rp Jurnlah Rp 63.020 32.000 x 50%) 2.000 x Rp5.000 Rv 75.000 15.51 0. 62 17.49 Rp 3.om 39. Jawab: a Lihat no. Jawab: a Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (35.000 x 0%) 0 Biaya konversi (1.000 x 25%) Jumlah 37 .51) Rp 192. Jawab: c Lihat no.620 64.000 Elemen Biaya Dari Departemen A Penyesuaian produk hilang Jumlah Biaya @ 140. Biaya Konversi 35.220 209.800 69.000 Biaya'konversi (4.850 .400 Ekuivalen Produksi 40.000 1 .000 Unit produk hilang awal proses: Biaya bahan (1.000 x Rp3) Jumlah harga pokok produk dalam proses Jumlah biaya yang diperhitungkan 6 1.000 Biaya Per Unit Rp 3.000 62.

000 Biaya ditambahkan: 24.050.000 82.Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen A (4.000 x 25% x Rp0.l) Penyesuaian produk hilang Total Biaya Q Ekuivalen Produksi 100.000 0 12.000 x 60%) Jurnlah 67.000 x Rp3.302. Jawab:d Lihat no. 66. 64 Jawab: b Unit ekuivalen: Unit produk selesai Unit hilang awal proses (10.000 Tenaga kerja (20.60) Rp 14. Jawab: a Biaya per unit: 16.000 Biaya per Unit 810.000 Harga pokok produk selesai (70.000 x 25% x Rp0.55) 550 Jurnlah 65.O) Rp 180.000 328. Jawab: c Lihat no.000 Overhead pabrik (20.000 90.000 x 0%) Unit produk dalam proses akhir (20.000 x 60% x Rp2) 48.302. 156 .46) 900 Tenaga kerja (4.770 RR 209.000 Perhitungan harga pokok produksi: Rp 1.90) Overhead pabrik (4.000 Biaya ditambahkan: Tenaga kerja 164.000 10.000 x Rp9.000 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditarnbahkan Ru 492.000 x 60% x Rp4) & 1.000 Elemen Biaya Biaya dari departemen Pulp: (100.000 x 50% x Rp0.000 82.400 Biaya ditarnbahkan: 920 Bahan baku (4.000 82.620 Biaya Konversi 70.000 x Rp150) Harga pokok produk dalam proses: Biaya dari departemen Pulp (20.000 x Rp8.000 252.000 Jumlah 68.000 Jurnlah Rv 1.

800 kg x 113 x Rp67.600 kg 800 kg .800 kg 15.5) 108.800kg Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabri Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Perhitunvan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (10.400 kg 3.800 kg 4.000 2 16. 70.800 kg x 113) Biaya Bahan 10.000 Jumlah Bagian Pengujian Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Hilang awal proses (normal) 6.800 kg 4. 156 Jawab: b Bagian Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: 10.75) Rp 954.800 kg x 113 x Rp135.69.800 kg x Rp401.800 kg 400kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (4.25) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (4.00) Overhead pabrik (4.600 kg Biaya Konversi 10.000 Tenaga kerja (4.800 kg x 100% x Rp198.800 kg x 100%) Konversi (4. Jaivab: d Lihat no.

400 kg 4.920 Tenaga kerja (3.560.333.624.900 6.25 Rp 433.200 kg 1.600 kg x 113 x Rp45.400 kg x Rp697.600 kg x 113) Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Penyesuaian produk hilang Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 4.900 Biaya Per Unit Rv40 1.500 10.400 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (3.00 Rp 697.000 7 600 kg Rp 6.Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 6.400 7.35 119.197.600 kg x 100% x Rpl19.120 2.70) 430.OO 45.600 kg 342.OO) 118.060 (3.600 kg Biaya Konversi 6.000 kg 752.600 kg x 100%) Konversi (3.00) 54.400 kg 3.600 kg x Rp433.200 kg .163.800 kg 800 kg 10.000 kg 1.000 Jumlah Bagian Perampungan Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelumnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 4.600 kg x 113 x Rp99.000 kg Perhitunaan Biaya Per Unit: 1.70 99.200 kg 7.461.3 Bahan (3.600 kg 10.400 kg Produk selesai ditransfer Biaya Konversi 4.624.800 Overhead pabrik (3.780 Rp 6.200 kg Rp 4.05 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (6.800 kg 400 kg 6.000 10.05) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.

Produk dalam proses: Bahan (1.538.105.05 Penyesuaian produk hilang 400 kg 6.563.336 (1.00) 168.338.800 kg x Rp743.500 Biaya Konversi 2.00 Jumlah Rp 9.566.OO) 384.52 Bahan 2.000 kg 1.00 Overhead pabrik 756.120 71.120 Rp 1.400 kg 140.800 kg x 213 x Rp320.400 kg Perhitungan Biava Per Unit: 1 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit H q a pokok ditransfer masuk Rp 4.800 kg 6.000 unit 4.800 kg x 213) 1.400 kg Ru 697.000 2.500 unit 500 unit 1.800 kg x 100% x Rp360.400 kg 320.728.105.461.784 Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1. Jawab: b Departemen A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Produk hilang proses awal Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (1.000 x 100%) Konversi (1.000 kg 360.563.500 .00) 648.000 x 50%) 4.000 Tenaga kerja (1.000 Overhead pabrik (1300 kg x 213 x Rp140.336 Jurnlah & 9.200 kg 5.52) Rp 6.00 Tenaga kerja 1.52 Perhitunpan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (4.000 6.000 unit 2.160.000 kg Rp 743.000 5.200 kg x Rp1.52) Bahan (1.I20 6.800 kg x 100%) Konversi (1.000 5.000 unit Biaya Bahan 2.

000 Biaya Per Unit RP 60 80 48 Ru 188 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (2.350 Overhead pabrik 117.000 200 200 Produk rusak Produk dalam proses: Upah langsung (300 x 50%) 150 150 Overhead (300 x 50%) 2.500 x Rp188) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 60.000 x 50% x Rp48) Jurnlah I Rp 470.000 2.000 3.500 240.000 2.500 2.500 unit 2.000 124.000 Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian departemen A Ditransfer ke gudang Produk rusak Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: 2.000 x 50% x Rp80) 24.500 Biaya Per Unit Rp 188 100 50 Rp 338 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.000 Tenaga kerja (1.000 .000 unit 200 unit 300 unit 2.500 Biaya tambahan: Tenaga kerja 235.000 x 100% x Rp60) 40.000 144.000 Rp 594.000 RD 594.350 Jumlah 822.350 2.000 3.000 Overhead pabrik (1.350 Perhitunpan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Rp 470.000 Bahan (1.000 3.1 Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 210.000 2.500 unit Upah Langsung Overhead Pabrik Produk selesai ditransfer ke gudang 2.000 x Rp338) Rp 676.

000 2.000 Biaya Konversi 38.000 36.000 40.000 7.000 8.000 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Tenaga kerja: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Biaya Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000 37.600 78.000 x 50%) Biaya konversi (4. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: 38.Harga pokok produk rusak (200 x Rp338) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (300 x Rp188) Rp 56.000 30.800 3.000 x 75%) Ekuivalen produksi 73.400 Tenaga kerja (300 x 50% x Rp100) 15.000 x 50%) Tenaga kerja (4.000 x 60%) Biaya konversi (8.000 Biaya Bahan Unit produk selesai C ) Unit dalarn proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (8.000 30.000 2.000 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 74.000 x 50%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (4.500 Biaya Bahan Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Bahan baku (4.500 Overhead pabrik (300 x 50% x Rp50) Jumlah 72.900 RD 822.000 4.000 41. Jawab: c Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: 38. Jawab: a Ekuivalensi produksi dengan metode rata-rata: 67.000 3 3.000 4.800 Biaya Konversi 38.000 8.

000 x Rp 5 1) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp48.000 Bahan baku (8.000 x 50% x Rp15) 40.000 x 75% x Rp16) 33.000 370.000 Rv 2.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jumlah liiaya yang diperhitungkan 76.000 Tenaga kerja (8.000 78. 89 Jawab: c Perhitungan biaya per unit dengan metode FIFO: Elemen Biaya Jumlah Biaya Harga pokok produk dalarn proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya Rp 1.000 Rp442.000 x 60% x Rp25) 60.Overhead pabrik: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah dihitung 8 1. Jawab: b Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai: Dr unit dalam proses awal ai Biaya periode sebelumnya Biaya penyelesaian: Rp 120.000 555.000 x 75% x Rpl 1) Overhead pabrik (4.067.000 220. O OO Rv 2. Jawab: a Lihat no.000 920.000 Rp130.000 x 50% x Rp24) 48.000 370.938.000 Rv 451.000 x 50% x RplO) Jurnlah harga pokok produk selesai dari persediaan awal Rp 222.067.000 Tenaga kerja (4.000 Bahan baku (4.000 Rp 41.0000 129.000 11 Ru 51 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (38. 77.000 .000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit Rp 222.000 Overhead pabrik (8.

Departemen 1: 80.942.000.000 Jurnlah harga pokok produk dalam proses akhir 125.000 55. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen 1: Biaya Overhead 42.000 x 75% x Rp15) Biaya overhead pabrik (4.000 x 50% x Rp25) Rp 50. 2 Unit dalam proses akhir: Bahan baku (10.Dari unit mulai diperoses dan selesai (30.000 Biaya tenaga kerja (4.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000 45.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 7.000 Unit dalam proses akhir: 3.000 52.000 x Rp50) Total harga pokok produk selesai 1. 94 Jawab: d Lihat no.000 Ekuivalen produksi 45.000 x 75% x RplO) 30.000 Biaya ditarnbahkan periode ini 25. 81.067. 94 Jawab: d Ekuivalen produksi dengan metode rata-rata tertimbang.OOO Total biaya yang diperhitungkan Rv 2.000 x 70%) Ekuivalen produksi Departemen 2: Biaya Bahan 45.000 10.000 x 40%) x 80%) Overhead pabrik (9.200 Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku: Biaya persediaan-awal Rp 2.000 Biaya Konversi 45.000 79.500. Unit yang ditransfer ke Dep.600 Tenaga kerja (9.600 82.000 Biaya Tenaga Kerja Unit yang ditransfer ke gudang 42. Jawab: d Lihat no.500.000 x 100%) Tenaga kerja (10.200 49.000 7.000 Rp 1.

Rv 27.250. I: Biaya persediaan-awal Rp 12.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10..000 Rp500 52.990.000 Ru 114. B iay a per Produksi - Vnit 5 1.118.000 Rp 39.000. 86.500.250. 75 Jawab: a Lihat no.000.250.500.000 Rp 84.000 Rp 2.000.000.500.000 Biaya ditambahkan periode hi 25.600 600 .250.360.000 x RpRp2. 81 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen 2: Ekuivalen Elemen Biava Jumlah Biaya Harga Pokok dari Dep.000 Rp 27.500.000 49.000 Rp 3.000.000 x 70% x Rp1.240.240 45.500.000 1.000 55.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir l7.000 5.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Rp 1.000 Tenaga kerja (10.250) Rp 101.860.500.000 x 100% x Rp500) Rp 5.000.000 85.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Overhead pabrk Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Jumlah dihitung 83. Rp 2.000 x 70% x Rp750) Overhead pabrik (10.000 36.000 Rp 118.000 Rv 52.000 Rp 2.000 Biaya ditransfer periode ini 101.000) 7.000 750 52.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan .250 Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 1: Harga pokok produk yang dih-ansfer ke Departemen 2: (45. Jawab: a Lihat no.

720.000 Rp 178.000 Jawab: d Lihat no.500.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Rp 27.000 Tenaga kerja (9. Rp 4.000 x Rp 224) Rp 20.500 100 .000 49.000 x 50%) (+) Unit hilang akhir proses (+) Unit rusak normal (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90%) Biaya konversi (500 x 60%) (=) Jumlah produksi ekuivalen Harga pokok produksi per unit: 88.78.Overhead Pabrik: Biaya persediaan-awal Biaya ditarnbahkan periode ini Jumlah dihitung 87.000 x 20%) Biaya konversi (1.160. Biaya Bahan 8.000 7.000 Ru 36.000 Overhead Pabrik (9.000 kg x Rp 3.900.500 1.900.000 36.000 x 80% x Rp 750) 5.200 750 Ru 3590 Jawab: e Perhitungan harga Pokok Departemen 2: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (42.500.0 7.150 RP 4 .400.500 Biaya Konversi 8.500 Elemen Biaya Harga pokok produk dalam proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Jumlah Biaya Rp 19.000 x 40% x Rp 600) 2. 87 Jawab: a Ekuivalen produksi dengan metode FIFO: Unit produk selesai (-) Unit dalam proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (1.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan Rp 178. 89.600 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit 9.160.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir : Dari departemen 1 (9.000.000 32.590) Rp 150.

800 dari persediaan awal Dari unit mulai diperoses dan selesai 90. Rp113.000 x 50% x Rp6) Overhead pabrik (1.000 Tenaga kerja (1.500 unit Rp 13.000 x 20% x Rp4) 3. 200 unit 200 unit 4.000 (7.000 Biaya periode sebelurnnya Biaya penyelesaian: Rp 800 Bahan (1.800 8.400 unit 400 unit Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: Biaya Bahan Biaya Tenaga Biaya Overhead Baku Kerja Pabrik Unit produk selesai 4.800 600 Rv 4.500 x Rp12) Harga pokok produk selesai Rp113.800 1.200 93.200 unit 4.800 Jumlah harga pakok produk selesai Rp 23.500) Jawab: b Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90% x Rp4) Biaya tenaga kerja (500 x 60% x Rp6) Biaya overhead pabrik (500 x 60% x Rp2) Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jawab: a Unit produk dalam proses awal Unit produk selesai: dari persediaan awal dari periode ini Unit produk dalarn proses akhir 9 1.800 Jawab: e Harga pokok produk selesai per unit: Total harga pokok produk selesai Unit produk selesai Harga pokok per unit (Rpl13. Rp 1.39 92.Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya 90. Jawab: a Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai: Dari unit dalam proses awal Rp 19.400 .400 4.000 x 50% x Rp2) 1.000 4.400 4.80018.

000 Rp8 1.2001200 unit) Rp406 Jawab: b Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai (4.200 80.000 Ru 1.600 unit 95.200 x Rp300) Untuk persediaan produk dalarn proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini Jawab: b Total biaya overhead pabrik pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai Rp161. Rp15.200 96 Rp 12.400 unit 400 unit 4.600 Jumlah biaya bahan baku yang melekat Unit ekuivalen bahan baku produk dalam proses awal: 200 unit (200 x 100%) Biaya bahan baku per unit bulan sebelumnya: (Rp8 1.000 1. Jawab:e Biaya bahan baku per unit bulan sebelurnnya: Jurnlah harga pokok produk dalam proses awal (-) Biaya tenaga kerja (200 x 80% x Rp290) Rp46.600 94. Jawab: a Jumlah unit produk rnasuk proses: Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Jumlah unit diproses Unit dalarn proses awal Unit masul proses bulan ini 4.260.200 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 0 Biaya bahan baku (200 x 0%) Biaya tenaga kerja (200 x 20%) 40 Biaya overhead pabrik (200 x 30%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (400 x 100%) 400 Biaya tenaga kerja (400 x 85%) Biaya konversi (400 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 4.(-) Unit dalam proses awal 200 (=) Unit masuk proses dan selesai 4.000 102.000 .400 Biaya overhead pabrik (200 x 70% xRp240) 33.374.800 unit 200 unit 4.000 97.

87 0.620 86.76 Rp 1.800 90.000 Biaya yang ditambahkan departemen ini: 74.200 x Rp250) Untuk persediaan produk dalam proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini 98. 1 I 100.800190.000 x 1/3) Biaya overhead pabrik (6.72 101.000 80.35 .ooo 86.220 Total biaya yang diperhitungkan Rp295.72 0.000 - 86.000 Ekuivalen Elemen Biaya Jumlah Biaya Produksi Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 154.145.000 99. Unit produk selesai dan ditransfer Unit hilang dalam akhir proses Unit dalam proses akhir: Biaya bahan tenaga kerja (6.050.000 2.000 x 113) Ekuivalen produksi 102.000 2.000 4.63 R~3.020 Biaya per Per Unit Rp 1.600 86.000 Tenaga kerja Overhead pabrik 65.(4.000 4.000) : Rp1.000 Rp 1.000 80. Jawab: d Perhitungan biaya per unit: Riaya Biaya Tenaga Kerja Overhead Pabrik 80. Jawab: b Pencatatan persediaan perpetual Jawab: b Jumlah unit yang hilang dalam proses produksi: Unit diterima dari departemen sebelumnya Unit selesai ditransfer ke departemen berikutnya ( ) Unit masih dalam proses akhir Unit yang hilang dalam proses Jawab: a Biaya per unit yang diterima dari departemen sebelurnnya (Rp 154. Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi: 1.000 Jumlah biaya yang ditambahkan RD140.

000 Harga pokok produk hilang dalam proses (3.35) Rp268.580 104.76) Jumlah harga pokok produk dalam proses 13.000 24.35) 13.000 x Rp1.520 Overhead pabrik (6.000 20.72) R~ 10. Jawab: e Lihat no. 104 Jawab: d Hilang abnormal diakibatkan oleh kesalahan. 108.000 x 113 x RpO. 104 Jawab: d Lihat no.87) 1.000 x 20%) 4.800 4.103.000 20.320 Biaya ditambahkan: 1.OOO x Rp3.800 (+) Unit rusak dalarn proses 20.Laba Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi bulan Mei 1990: Biaya Tenaga Biaya Overh Biaya Bahan Kerja Pabrik Unit selesai d m ditransfer ke Dep. Selisih akibat pembulatan Total biaya yang diperhitungkan 105.000 x Rp3. 107. B 150.000 126.000 126.000 x 10%) Biaya konversi (24.740 Tenaga kerja langsung (6. sehingga hams dibebankan ke Rugi .400 Biaya bahan baku (24.000 150.000 150.400 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari departemen sebelumnya (6. 102 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya (8O.000 (=) Unit masuk proses dan selesai 126.000 (-) Unit dalam proses awal (akhir April) 24.000 x 113 x R?0.000 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 2.000 24. . Jawab: b Lihat no.000 106.

000 x 100% x Rp22.000 Bahan baku (12.50) 1.600 160.200 Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak dalam proses (20.000 Overhead pabrik (24.000 x 90% x Rp18) ~umlah produk dalam proses akhir 9.000 x 90%) Jumlah ekuivalensi produksi 160.400 Jawab: a Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei: Untuk penyelesaian unit produk dalam proses awal (24.600 Total biaya yang diperhitungkan Jawab: a Lihat no.615.000 Biaya tenaga kerja (12.000 x 90% x Rp 18.000 x 10% x Rp22.50) 7.OO) Rp 52.000 x 80% x Rpl1.OO) Biaya penyelesaian Bahan baku (24.00) RD9.800 161.OO) Tenaga kerja (24.000 Tenaga kerja (24.894.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp264.400 78.522.279.000 x Rp52.000 194.200 Bahan baku (24.200 Overhead pabrik (24.400 199. 110 .50)120.000 x 20% x Rp18) Untuk produk selesai dari periode ini (126.800 60.080.50) 220.000 x 80%) Biaya overhead pabrik (12.000 x Rp 18) Unit produk dalam proses akhir (12.000 x 100%) 12.000 x 80% x Rp12.000 Rp 1.000 x 20% x Rp12.000 x Rp18) Untuk produk rusak dalam proses (20.800 384.00) Tenaga kerja (12.000 x Rp52.400 Overhead pabrik (12.OO) Jumlah harga pokok produk selesai dari 1.000 x 80% x Rp20.(+) Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (12.000 (126.000 x 90% x Rp22.200 persediaan awal Dari produk masuk proses periode sekarang dan selesai 6.600 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai Dari persediaan awal Biaya periode sebelumnya Rp 475.50) 86.400 10.000 x 20% x Rp 18.050.

400 Biaya bahan (6.000 6.112.400 x 100% x Rp8.360 244.600 & I 59.400 Biaya Konversi 16.60) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 54.400 x 100%) Biaya konversi (6. 4. Jawab: a Lihat no.400 Biaya Bahan 16. B Unit dalarn proses akhir Ekuivalen produksi Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (6.400 x 25% x Rp3.960 Total biaya yang diperhitungkan Rp 185.50) Biaya konversi (6.000 6.600 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya.000 22.000 x Rp11.960 . persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B (16.400 1.800 7.lO) 4.400 22.400 x 25%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 113.600 17.400 22. 110 Jawab:a Departemen A Data produksi Unit dalam proses awal Unit dimasukkan dalam proses Unit selesai ditransfer ke Dep.600 16.

2 13. A: Biava persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Ekuivalen Total Biaya Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen C (12.400 16.Departemen B Data produksi Unit dalam proses Unit ditransfer dari Departemen A Unit selesai ditransfer ke Dep.800 5.35) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Biaya dari Departemen A (5.600 Unit produk selesai ditransfer ke Dep.600 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit Biaya Konversi 12.600 x Rp11. C Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 2.000 12.800 x Rp13.75) Total biaya yang diperhitungkan Departemen C Data produksi .600 x 20%xRp.960 Biaya konversi (5.800 110 .920 Elemen Biaya Biaya dari Dep. 1.60) Rp 64. C Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (5.960 Biaya ditambahkan: 1.

50) 0 Biaya konversi (3.600 x Rp16. B: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang dilransfer ke gudang (9.35) Rp46.120 13.600 Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (3.520 x 0% x Rp1.Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen B Unit selesai ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 320 12 800 9.520 x 30% x Rp2.056 10.OO) 2 112 Total biaya yang diperhitungkan Rp 161.104 RV 210.520 x 0%) Biaya konversi (3.760 - 49.656 9.600 3 520 I 0 13.120 Biaya Bahan Unit produk selesai Biaya Konversi 9.600 Elemen Biaya Biaya dari Dep.520 x 30%) Jurnlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 9.864 .85) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen B (3.992 Biaya ditambahkan: Biaya bahan (3.600 1.520 x Rp 13.

800 14.000 Unit produk dalam proses akhir: 7.000 1 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 104.400 Unit dalam proses akhir 123.200 123.200 111. Jawab: b Departemen I Data produksi: Unit dalam proses awal Unit masuk dalam proses Unit selesai dan ditransfer ke Departemen I1 Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: 32.114.200 Departemen I1 Data produksi: 19.000 x 30%) Jumlah 7.200 .800 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer ke gudang 123.000 x 30%) Biaya konversi (24.000 Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke Departemen 111108.200 Biaya bahan (24.000 104.000 24.000 96.200 Unit dalam proses awal 104.200 Biaya Konversi 123.400 x 25%) Jumlah Departemen I11 Data produksi: Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: Biaya Konversi 108.200 Unit produk selesai dan ditransfer Unit produk dalam proses akhir: Biaya konversi (14.

800 136 000 6.40) Rp 17.280 123.15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (24.800 x 50%) Jurnlah 115.200 Rp 4.15 .000 x Rp4.000 x 30% x Rp1.800 x 100%) Biaya konversi (12.400 129.Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (12.600 Jumlah Departemen I1 Perhitungan biaya per unit: Rp 431.880 Ru 46 1.680 43 1.75) 12.600 29.000 x 30% x Rp2.280 Biaya konversi (24. 114 12.480 Ekuivalen Elemen Biaya Dari Departemen I: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya Per Unit Total Biaya Produksi Rp & 79.600 511. Jawab:e Perhitungan biaya per unit dan harga pokok produksi: Departemen I Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode h i ' Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (104.600 116. Jawab: a Lihat no.

25) Jumlah Departemen 111 Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Dari Departemen 11: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Ditarnbahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (123.60) 7.40) Rp 69.200 x Rp6.500 651.Ditarnbahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Rp Rv Rv 9.400 x 25% x Rp1.80) Jumlah .680 5.760 4.400 Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (108.500 Biaya konversi (14.400 x Rp4.800 x Rp5.600 130.800 x 100% x Rp0.80) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen 2 (12.120 Biaya bahan (12.900 140.780 112.40) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I1 (14.800 x 50% x Rp0.15) Rp59.120 Biaya konversi (12.800 x Rp5.

500 Konversi: Biaya persediaan awal Rp 3.000 Perhitungan harga pokok: BiayaKoversi 37.000 Rp 0.500 Ru 25.69 38. 120 Biaya Bahan Baku Unit produk selesai 37. Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (37.200 RD 0.68 121.000 0.300 Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit 40.400 Ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode h i Rv 25.117.500 Biaya periode ini Rp 20.000 x 0%) 0 Biaya konversi (3.900 17.51 37.000 x Rp1.200 Elemen Biaya Total Biaya Dari departemen sebelurnnya: Biaya persediaan awal Rp 2.400 Jurnlah RD 64.200 38.400 Biaya periode h i 15.68) Harga pokok produk dalam proses akhir: . 132 Jawab: b Lihat no. 132 Jawab: a Lihat no.000 RD 18.000 Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (3. Jawab:b Lihat no. 132 Jawab: c Perhitungan ekuivalensi produksi: 118 119.48 1.000 1.000 x 40%) Jurnlah 37. .

800.000 x Rp880) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 unit .800.000. Unit ekuivalen biaya konversi 95.000 8.000 Jumlah Rp 79.000 unit 9.300 Jawab: a Data produksi: 90. 0 0 0 ~ ~Rp) 1.000 10.800.000 8. berarti tingkat penyelesaian biaya konversi unit produk dalam proses akhir 50%.000 satuan Unit produk selesai 10.000 unit Dimasukkan dalarn proses Ditransfer ke gudang 9. 2.000 F 85.Produk dalam proses awal 1. Jawab : b Data Produksi: Persediaan produk dalam proses awal 1.000 x 50% x Rp400) 2.48) Selisih akibat pembulatan Jumlah 122.000 1.000 satuan.000 x 0% x Rp0.61) 576 Konversi (3.000 Produk selesai ditransfer ( .000 Q 123.000 satuan.000 x 20%) 200 Biaya Konversi 9.000 unit 10.000 Konversi (10.000 6.000 x 40% x Rp0.000 x Rp480) Rp 4.530 1 Biaya ditambahkan: 0 Bahan baku (3.106 Rp 64. Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai (90.B ~ d a r i ~ s e b e h m m y a ( 3 .OW Produk masuk proses yang selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1.000 unit I 500 unit Produk rusak 500 unit Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 9.000 satuan Unit dalam proses akhir Unit ekuivalen biaya bahan 100.266 3 Rp 64.200. berarti tingkat penyelesaian biaya bahan unit produk dalarn proses akhir 100%.

000 x 20% x Rp40) 8.000 Dari produk yang masuk dalarn bulan Desember: (8.000 Biaya penyelesaian: Bahan (1.000 Overhead pabrik (500 x 60% x Rp20) 6. Jawab: b Data Produksi: Persediaan dalam poses awal Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Hilang pada awal proses Dalam proses akhir Biaya Per Unit 200 kg 980 kg 900 kg 20 kg .000 Tenaga kerja (1.300.000 30.000 x Rp120) Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak (500 x Rp120) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (500 x 90% x Rp40) Rp18.000 9.000 Jurnlah 124.000 9.000 x 50% x Rp60) Overhead pabrik (1.000 x 50%) Produk rusak Produk dalarn proses akhk Bahan (500 x 90%) Konversi (500 x 60%) Jumlah Perhitungan Biava Per Unit: 500 500 - 910 .300 Overhead pabrik Jumlah Rv 1.5 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok persediaan awa 1Rp 190.Konversi (1.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk selesai: Dari persediaan awal: Harga pokok awal Rp 190.000 9.300 186.000 x 50% x Rp20) 10.000 Biaya bulan Desember: Bahan 366.000 Tenaga kerja (500 x 60% x Rp60) 18.150 Tenaga kerja 558.

560 480.904.000 Biaya Per Unit .Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 900 kg 80 kg Biaya Konversi 900 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (80 kg x 100%) Konversi (80 kg x 80%) Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Persediaan awal Rp 140.443 964 Jumlah Rp 1.000 .440 Periode sekarang .420.---Biaya tenaga kerja: Persediaan awal Rp 40.000 RD 443.000 Periode sekarang 9130 R 940.000 Periode sekwang RP 520.560 964 Biaya overhead pabrik: Persediaan awal Rp 23.800 800.

b. clan c benar d.BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN A. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN 1. yang dihasilkan dengan serentak dikenal sebagai: a. yang masing-masing mempunyai nilai penjualan yang berarti. . b. Dua buah produk atau lebih yang dikombinasikan untuk membuat satu jenis produk yang baru Sebuah produk yang dibuat bersama-sama antara dua atau lebih b. nilai jualnya tidak menutup biaya produksi d. 3. Suatu produk yang dihasilkan secara serentak dengan produk utarna dari proses produksi yang sama dan jumlah nilai penjualannya lebih rendah dari produk utarna Joint product adalah: a. 2. Suatu produk yang mempunyai harga jual lebih rendah dari produk utama Suatu produk yang dihasilkanbersama-samadengan prod& utama yang c. Produk utarna c. Produk bersarna Jawab a. Produk-produk. Produk sampingan b. Dua buah produk atau lebih yang dibuat secara serentak bersamaan d. Mana dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat menggambarkan produk gabungan? Suatu produk yang dihasilkan dari bahan-bahan sisa a. perusahaan atau devisi dari sebuah perusahaan Sebuah produk yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan c.

Volume c. Produk bersama c. Proses biaya campuran h. Total nilai jual relatifnya Perbandingan jumlah tiap jenis produk yang diproduksi b. Produk sampingan d. Proses produksi biasa C. maka produk tersebut dinamakan: a. Hal tersebut timbul dalam proses cost method dikenal a denpan: a. Produk ko b. 7. pembedaan apakah suatu produk merupakan produk utama ataukah sampingan didasarkan pada: a. Harga jual hipotetis 5. Produk common Di dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk dari satu proses produksi dan dari bahan baku yang sama. 6. 9.suatu pnlx. akan tetapi tidak menggunakan M n haku yang sama.4 Jika suatu perusahaan memperoleh dua produk yang dapat dijual dari. proses penyulingan tersebut harus d~perlakulian sebagai: . Separable products Perusahaan yang menghasilkan beberapa janis produk dengan menggunakan fasilitas yang sama tetapi dalam waktu yang tidak sama dan bahan baku serta tenaga kerja dapat diidentifikasikan untuk setiap jenis produk. bila k l a s i f h i biaya didasarkan pada hubungannya dengan: Produk a. Departemen produksi d. Proses ekstratip d. Istilah biaya bersama (common cost) dan biaya bergabung (joint cost) akan timbul. By-products h. Joint-products d. d.i. Periode akuntansi Tujuan pokok alokasi biaya bersarna kepada produk bersama ialah: Untuk menghitung selisih biaya (cost variance) a. Proses operasi Dua atau beberapa macam barang-barang yang dihasilkan dari suatu proses pnduksi yang sama pada waktu yang sama pula. 8. b. . Co-products c.5 penyulingan bahan tambang tertentu. Harga jual per unit tiap jenis produk c.

c. Tujuan penentuan nilai persediaan Ketiga jawaban di atas betul semua d. 12. rata-rata tertimbang Berdasarkan nilai jual masing-masing produk pada titik terpisah (splitd.b. Penentuan harga pokok persediaan dan perhitungan rugi-laba yang sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia c. b. Profitabilitas relatif d. . Benar b. b. Pengendalian biaya bersarna Jawaban a. 5. b.. Metode volume relatif d. Biaya tarnbahan setelah split-off c. Jawaban a. rata-rata biaya per satuan. Salah Untuk pengambilan keputusan memproses lebih lanjut atau tidak satu atau lebih produk bersama. dan c benar d. metode-metode alokasi biaya bersama yang paling tepat adalah: a. Tujuan penentuan harga pokok produk b. Untuk mengendalikan biaya Untuk penentuan harga pokok produk Untuk keperluan pajak 10. titik terpisah (split-off point) Berdasarkan nilai jualrelatif. satuan fisik. 14. Jam kerja tenaga langsung 11. atau c. Metode berat relatif c. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan biaya adalah perlu untuk melakukan identifkasi biaya pengolahan sesudah saat pemisahan (split-off) a. 13. Tujuan alokasi biaya bersama adalah: a. Kepada produk sampingan (by-product) Berdasarkan perbandingan biaya tambahan (separable costs) setelah b. Alokasi joint cost ke setiap produk tidak bermanfaat untuk: Tujuan perencanaan dan pengendalian biaya a. d. dan c benar Biaya bersarna (joint cost) dialokasikan: a. off point) Biaya-biaya joint product pada umurnnya dialokasi dengan menggunakan: Nilai penjualan relatif pada split-off a. Penentuan harga pokok produk untuk pengambilan keputusan b. Metode harga jual relatif b. c.

c. Laba bersih d. Besarbiayabersama (joint costs) adalah sebesarRp1. 18. metode harga jual hipotetis cocok untuk: Produk utama yang laku dijual saat dapat dipisah a. lanjut Produk utama dapat dijual setelah diolah lebih lanjut c.000 10. Profitability b. b. Metode satuan fisik Metode rata-rata biaya per bulan d. c benar 17.000 50. Y dan 1jenis produk sampingan Z.dan Ratarata Biaya Persatuan PT Merdeka menghasilkan 3 jenis produk utama (main products) yaitu W. X.000 Berat produk per unit (kg) 3 2 4 2.50 Harga jual per unit Rp 20 16 40 5 .d. Perbedaan kemarnpuan produk bersama (joint product) untuk menghasilkan pendapatan diakui bila alokasi biaya bersama didasarkan: a. Data untuk ~lenjawab no. Jika perusahaan menghasilkan joint product. Jumlah pisik Harga jual relatif b. b. Joint cost paling sering dialokasikan berdasarkan relative: a.16. Produk utama dapat laku dijual saat dipisah atau setelah diproses lebih b.200. Jawaban a. 19. 21 s. Sales value Metode alokasi biaya bersama (joint cost) kepada produkbersama (joint product) yang akan menghasilkan laba bruto yang sama besamya ialah: Metode nilai jual relatif a. Hasil penjualan produk sampingan diperlakukansebagai penghasilan di luar usaha (otherincome). Data mengenai produk yang dihasilkanperusahaan dengan biayabersama tersebut adalah: Jenis Produk W X Y Z Jumlah produksi unit 20. Metode rata-rata tertimbang c. Perusahaan yang menghasilkan produk utama dan sampingan d. Conversion cost c.000 10. Pnme cost d. 23 soal Alohasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual RelatiJ Rata-rata Tertimbang.000.

Produk C d. Produk D Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terkecil adalah: Produk A b. 25. Produk C d.3 ? Nilai pasar (Rp) ? 110. B. Rp 143.000 Produk dijual (kg) 30 45 23. C dan D. 26.000 d. Data untuk menjawab soal no.d.000 Jika alokasi biaya bersama didasarkan metode ratalrata tertimbang. Rp 150. Rp 133. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a. Produk B a.000 Jika biaya bersama dialokasikan dengan metode rata-rata blaya per satuan. Produk B a. c. Informasi untuk kegiatan bulan April 1990 adalah: Keterangan A B Produk yang dihasilakan (kg) ? 60 Harga pokok produk bersama (Rp) 60. Rp 127. Produk B a.0CM. c. Rp266. Produk C d. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terbesar adalah: Produk A b. Jika :~lokasi biaya bersama didasarkan pada metode ~ ~ i ljual relatif produk ai alokasi biaya bersama ke proodk Y adalah sebesar: bersarna.333 b. Rp 213. Produk B a. . Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terkecil adalah: Produk A b. Produk D 24. dengan berat produk sebagai angka penimbang. c. 28 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif I "MDJ" menghasikaq 4 jenis produk bersama.000 190 Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terbesar adalah: Produk A b. maka biaya yang dialokasikan ke produk Y adalah sebesar: a. c. Produk C d. yaitu A.000 40 D 90 ? ? Total 240 7 75 400.750 c. 22. ~naka a. Rp290.500 b.20.667 c. Rp 300.777 d. Rp287. Rp 240. C 50 67. Selarna ini T perusahaan mengalokasikan harga pokok bersama dengan nilai jual relatif. 24 s.909 d. Rp300.000 c.500 90. Rp 230.333 b.000 21.

29 s. Inforrnasi tarnbahan adalah sebagai berikut: .000 Umpama biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah split-off. Rp 60. B.000 Rp20.000 Rp 15.80per liter. 14 217% dari harga pokok d.000 untuk R b.000 untuk R d. Rp 12.000 untuk Q dan Rp 8. 25% dari harga pokok a.OOO Rp 60.Biaya gabungan ('joint cost) .000 untuk R Umparna biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah spit-off.000 Rp100.000 Rp 3.500 d. Data untuk menjawab soal no. dan C.oOO ? ToTAL 7 .000 Rp 5. Rp 15.333 b.000 ? Rp15. Rp 14. dan R melalui proses tergabung (joint process). Rp 16.000 Rp120. Q. Rp 59.d. 25% dari penjualan c. 33 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif Sebuahperusahaan membeli bahan baku bernarna Z dengan harga Rp 0. 31 s. Bahan ini diproses di Departemen I dan pada akhir pernrosesan diperoleh tiga macarn produk yaitu A.400 untuk Q dan Rp .Nilai penjualan pada titik pisah/split-off .Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut .000 Rp 30. berapa nilai jual pada split-off untuk produk P ? a.d.000 Rp 36.27.000 Rp 7.berapa joint cost yang akan dialokasi pada barang produk Q dan R? a.Nilai penjualan jika telah diproses lanjut 28.000 29.000 untuk Q dan Rp 12.Satuadunit diproduksi . 9. Produk A dijual pada titik terpisah (split-off point) tanpa memerlukan . Rp 58.600 untuk R c.000 Rp 70.000 untuk Q dan Rp 9. 30 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif FT Badai Timur memproduksi barang P. 16 213 dari harga pokok Data untuk menjawab soal no. P 4.000 ? Q 2.000 ? E 1. Rp 63. Dengannilaipasar relatif tersebutmasing-masingjenis produk akan menghasilkan laba kotor: b.000 c.

000 c.500 Alokasi biaya bersama untuk produk B ialah: a. Untuk mengalokasikan biaya sebelum titik terpisah (split-off point) digunakan metode harga relatif (relative market value).000 33. produk B diproses di Departemen I1 dan produk C diproses di Departemen 111.750 Tidak terdapat persediaan pada awal tahun. Rp 40. Informasi tarnbahan untuk kegiatan produksi bulan Juli 19x1 adalah sebagai berikut: .000 liter 10. c.000 3 1.000 B 30. Rp 27.000 14.000 liter Rp 30.200 Rp 34. Rp 35.pernrosesan tambahan.64 a. sedangkanproduk B dan C memerlukan proses tambahan sebelum dapat dijual.73 b. dan W dari suatu proses gabungan T (joint process) Biaya gabungan (joint Costs ) di alokasi berdasarkan harga jual relatif pada pernisahaan (split-off). d.09 32. Rp 60. d.000 c. Berikut ini ialah data untuk tahun 19B: Harga beli Z Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik I Rp96. 30.000 Penjualan Persediaan akhir Penjualan A 20.000 Rp 36.000 liter - Rp 96. G. d.000 liter 15. Rp 27. b.000 21.500 Alokasi biaya bersama untuk produk C ialah: a.000 C 4 5.363. Alokasi biaya bersama untuk produk A ialah: Rp16.909. sedangkan pada akhir tahun tidak ada persediaan bahan baku Z maupun persediaan produk dalam proses. Rp 24.272.000 10.000 liter Rp 141. Rp 24.000 Rp 20. b.000 Departemen I1 Rp45. F Cemara membuat produk F. Rp17.

Jawaban a.00 88.000 ? Produk W 10.000 Rp 270. Rp 400. Semuajawaban di atas benar 35.000 ? G 40.000 d.000 538. 35 s.000 c.000 d.000 b. dan c benar Apakah sebaiknya A diproses lebih lanjut? a.000.500 a.000 Rp 750. berapa laba kotor (bruto) PT Cemara atas penjualan ini? b.000 c.000 d.000 130. Rp 300.000 Rp 450. Rp 400. Rp 28.000 satuan W diproses lebih lanjut dan dijual seharga Rp 78. Rp 200. 37 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilui Jual Relutif Biaya bersarna Rpl.000 12. Rp 66.000 Total 100. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode harga jual relatif adalah: a. Rp 21.OOO. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode berat relatif adalah: a. Rp 200.000 Data untuk menjawab soal no. b. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. .000 30.000 320.000 936.000 Rp 420. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut. Apabila alokasi biaya bersarnanya memakai metode berat relatif.000 c. produk A sebaiknya tidakdiproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan rugi Rp 80.Satuan produksi Biaya gabungan (Joint Costs) Harga jual pada pemisahan (Split-off) Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Harga jual apabila diproses lebih lanjut F 50.000 Dengan asumsi bahwa 10.000 b.d.000 Rp60. Rp 30.000 36.OOO Jenis Berat Nilai jual (kg) setelah terpisah Biaya memproses Iebih lanjut Nilai jual setelah diproses Lebih lanjut 34. Rp 300.000 78.

produk A sebaiknya diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan untung Rp 120.00 Biaya produksi bulan Desember 1985 adalah sebagai berikut: Biaya bersama Rp 320.000 5.1 PU-2 PS Kuantitas Harga Jual 6.000 150. Perusahaan industri ATAKANA memproduksi produk utama PU dan dua produk sampingan yaitu PSI dan PS2. Produk sampingan yang dihasilkan memerlukan proses lebih lanjut agar laku dijual.500 Biaya pemasaran dan Adrninistrasi 6. Selama bulan Desember 1985.000 3.50 1.1.000 80. &ketahui data produksi sebagai berikut: Produk PU.000 30. b.500 Besarnya laba untuk PS 1 dan PS 2 masing-masing adalah 15% dan 12%.000 Jenis biaya Bahan baku Upah tenaga kerja Overhead pabrik Biaya setelah pemisahan PU-1 PU-2 Ps Rp130.500 satuan @Rp 225.000 Rp 45. PU Rp 75. 38.500 75.500 .000 Sebaiknya A tidak diproses lebih lanjut karena incremental cost apabila diproses lebih lanjut lebih besar dari incremental revenuenya Jawaban a.000 750 550 7.000 PS2 Rp 3.500 Diminta: Menghitung hargapokok satuanproduk PU.000 PSI Rp 6.PU-2 danPS dengan menggunakan metode harga jual relatif dalam mengalokasikan biaya bersarna. d. dan c benar PT KARUGO suatu perusahaan industri yang menghasilkan tiga macam produk berupa dua macam produk utama yaitu PU-1 dan PU-2 serta satu macam produk sampingan yaitu PS. c.500 1. 37.b.500 Jumlah Rp 84.000 satuan @Rp 112.000 Rp 1.00 450 satuan @Rp 55. Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode harga jual relatif. Data untuk bulan Agustus 1988 yang tersedia adalah sebagai berikut (angka dalam ribuan rupiah): Penjualan Biaya pabrikasi setelah pemisahan 11.000 225. Terhadap penjualan produk PS diperhitungkan laba sebesar 20% dari harga jualnya.000 90.300 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan 37.100 90 0 13.

000 800. = Jawab: b Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 * ** *** * Joint cost yang dialokasikan ke W: 60.000/Rp 1.000/Rp 1.600.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: Rp800.000 .600.000 x Rp 1.000/200.000 50.000 240.000/200.000 Rpl .000 Jumlah 200.200.000 600. PS 1 dan PS 2.200.000 4 40.000 x Rp1.000 2 1.Diminta: Hitung biaya pabrikasi sebelum pemisahan untuk PS 1 dan PS2 dengan 1 menggunakan market value method Buat perhitungan labdrugi untuk PU.000 x Rp 1.200.000 400.000 Rp600.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp400.000 ** 300.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode nilai jual relatif: Jenis Produk W X Z Jumlah Jumlah Unit Diproduksi 20.000 10.000 W 20.200.200.000 X 50.200.000 *** Rp 1.600.000 kg/200.000 ke produk-produk utarna berdasarkan metode rata-rata tertimbang: Jumlah Unit Berat per Berat Biaya Jenis Produk Diproduksi Unit (kg) Total (kg) Alokasian 3 60.000 x Rp 1.000 * Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp400.000 kg x Rp 1.000 = = = Rp 360.200.000 * 600.000 2 100.000 Rp 240.000 Rp 360.200.000/Rp 1.000 x Rp 1.000 Y 10. PENYELESAIAN 20. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: 40.200.000 = = Biaya Alokasian Rp300.600.000 Harga Jual per Unit Rp20 16 40 Harga Jual Total Rp400.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: 100.200.000 Ru 1. 2 B.

000 x Rp 1.000180.000 x d = c. Nilai jual produk D.22.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 10.000 b 67. Jumlahjoint cost yang dialokasikan ke produk B (menjadiharga pokok B).000 150. yang dihitung dengan cara: 110.000180.000 Rp 1.000 90. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 f 400.000 20.000 23.000 x Rp1.200. Nilai jual produk A.(60 + 50 + 90) = 40.500 c d Nilai pasar (Rp) e 110.000180.000 ** X 50.000= Rp 300.200.0001400.000 I * Joint cost yang dialokasikan ke W: ** Joint cost yang dialokasikan ke X: *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Atau dapat juga dihitung sebagai berikut: Biaya rata-rata per unit: Rp1. yang dihitung dengan cara: fl400. Total joint cost yang dialokasikan ke masing-masing produk. yang secara mudah dapat dihitung dengan cara: 240 .000 Rp 300.000 x Rp1.000 unit = Rp300.000 10. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk C (menjadi harga pokok C).000 * 750. .000 unit = Rp15 Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp15 x 20.200.000180. Jawab: c Untuk memudahkan pemahaman.000 50.000 unit = Rp150. berikut ini disajikan kembali data soal yang telah dimodifikasi dengan mengganti data yang tidak diketahui dengan huruf: Keterangan A B D n ! h ! Produk dihasikan (kg) a 60 50 90 240 Harga pokok (Rp) 60.000 Produk dijual (kg) 30 45 40 75 190 Keterangan:' = a b c d e f = = = - Jumlah kg produk A yang diproduksi.200.200.200.000 Jumlah 80..000 = Rp150.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata biaya per satuan: Jumlah Unit Biaya Jenis Produk Diproduksi Alokasian W 20.000 unit = Rp750.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 50.000x d = b.000 = Rp750.000 *** Y 10.

350 *** I2 90.800 x 300.000 x 300.000 36.000 82.500) = 90.000 e 300.000 24.225 d 300.000 **** .Dari data tersebut.0001400. Data produk C dapat digunakan untuk mencari jumlah d dengan cara sebagai berikut: 90.000 Setelah data-data biaya yang dialokasikan ke masing-masing produk. nilai pasar yang tidak diketahui dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah e: e /400. 23 Jawab: a Perhitungan harga pokok per kg: Keterangan A Harga pokok (Rp) 60.000 (nilai pasar produk A) f 1400. B C 82.000/400. yang terlengkap adalah data mengenai prodlik C.000 e e Jumlah f: = - - 60.000 300.000 d Setelah nilai d diketahui. nilai c dapat dihitung sebagai berikut: 300.000 x 400. Jawab: a Lihat no.500 + 67.000 f f = - 90.000 80.000 x 300.500 60 50 1.000 f 300. nilai b dapat dihitung sebagai berikut: b 110.000 90 1.000. sehingga dari data produk tersebut dapat digunakan untuk inenghitung data-data yang tidak diketahui.000 x d = 67.000 .000 (nilai pasar produk D) 24.000 x 400.000 60.000 120.000 Produk dihasikan (kg) 40 Harga pokok per unit (Rp) 1.375 ** 1.500 b Setelah nilai d dan b diketahui.500 * 25.500 67.000 300.(60.500 67.000 90.000.500 0.000 + 82.

000 2.000 Jumlah d: d/100. 28 .000 25.000 x 60.000 = b b 9.000x60. 60.000 1.000 15.000 Rp 100.Jawab: d Lihat no.000 ~ i a i gabungan (joint cost) Rp36.000 Jumlah b: 15.600. 25 Jawab: a Keteran~an Harga pokok (RP) Harga jual (Rp) Laba Kotor (Rp) Persentase laba kotor dari penjualan *) *) Laba Kotor X 100% Harga Jual Jawab: c Dengan logika yang sarna dengan sod sebelurnnya.000/100.000 1.000 60.500.000 Nilai jual pada titik split-off c d Rp15.000 x 60.000 3.000 c C = = - 36.000 7. nilai yang didak diketahui dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Data yang diperlukan: P Q R TOTAL Satuanlunit dip~oduksi 4.000 a a b Rp.000 60.000 d d - Jawab: c Lihat no.000 Jumlah a: Jumlah c: c/100.000 60.

000 60.000 liter C 45.50 3.000 liter 3 0.000 Biaya overhead pabrik 10.15 Total Penjualan Rp 45.000 Ru 150.000 96.000 liter C 45.000 Harga Per Unit Rp 1.000 189. 30 Jawab: b Lihat no.000 Ru120.000"" 114. 30 Jawab: c Data yang dapat digunakan untuk alokasijoint cost bedasar harga jual relatif pada saat plit-off: 32.000 120.000 Blaya tenaga kerja 14.000 Rp36. Jurnlah joint cost adalah biaya-biaya yang diieluarkan oleh Departemen I: Biaya bahan (Z) Rp 96.000 Jumlah Rp 120.750 Harga Jual per Liter Rp 1.000 31. Jawab: a Lihat no.000 Jurnlah liter produk yang diproduksi: Jenis Produk Produk Jumlah Produk Terjual dalam Persediaan Diproduksi A 20.000 liter 15.000 Ru 330.000 60.50 3. 33.000" 66.000 liter 10.000 30.000 liter Harga jual per liter: Jenis Produk Produk Terjual A 20.000 141.15 Alokasi joint cost berdasarkan nilai jual relatiel3 Jenis Produk A B C Jumlah Jumlah Diproduksi 30.000 liter B 30.000 75.000 liter 6 0.000 96.000 Biaya Penjualan Biaya Tambahan Relatif Alokasian Rp 0 Rp 45.000 liter Jumlah Nilai Penjualan Rp 30.000*** Ru 180.20 5.000 liter B 30. .30.20 5.000 liter 0 liter 30.000 24.000 30.

000 10.000 48.000 unit): Alokasian joint cost Rp 36.000 Biaya yang dialokasikan ke produk C: 20 kg x Rp 10.E Satuan produksi Biaya gabungan Biaya jual pada saat pemisahan G w Total 40. Jawab:a Alokasi biaya bersama Rp 1.000 dengan metode berat relatif: Jenis Berat Alokasian Biaya A 40 kg Rp 400.000 400.000 ** C 600.000 35.000 c Rp 450.000 = Rp 200.000 Biaya yang dialokasikan ke produk B: 40 kg x Rp 10.000 750.000 ** C 20 kg 200.000.000 Rp 78.000 Biaya yang dialokasikan ke produk A: 40 kg x Rp 10.000 .000 x 450.OOO dengan metode harga jual relatifi Jenis Nilai Jual Alokasian Biaya A Rp 300.000/750.000 Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagaio berikut: Biaya rata-rata per kg: Rp 1.000 = Rp 400.000 50.000 RD 1.000* B 600.OOO *** Jurnlah RD 1.000 RD30.000 Alokasi total joint cost ke produk F:a = 420.000 Jumlah laba kotor 34.000 100.000 = Rp 36.000 = Rp 252.500.00d unit) Harga pokok penjualan (10.000 = Rp162.000 Alokasi total joint cost ke produk G: b = 270.000 = Rp 400.000 Rp 60.000t750.000/100 kg = Rp 10.000 Rp 200.000 a b Rp 420.000. Jawab: b Alokasi biaya bersama Rpl.000 *** Jumlah 100 kg Rp 1.000 x 450.000/750.000 * R 40 kg 400.000 Rp 270.000 x 450.000.000 (+) Biaya pernrosesan lanjut 12.OOO.000 Perhitungan laba kotor produk W:Penjualan (10.000 Alokasi total joint cost ke produk W:b = 60.000 400.000.

500 Ru 540.36.200 ke produk PU.500 Overhead pabrik 3.800 Rp 540.000 Rp 430. Jumlah biaya bersama: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik (-) Biaya produk PS sebelum pemisahan: Penjualan produk PS (-) Biaya proses lanjutan: Bahan baku Rp 1.500 Rp 10.000 Ru 417.200.4** Rp 1.500 Rp 595.200 Perhitungan alokasi biaya bersama sebesar Rp 540.500 223.000 300.000 Rp 120. 37 37.000 150.6* PU-1 Rp 675.950 20% x Rp24.1 dan PU-2: Biaya Pengolahan Harga Jual Alokasi Produk Harga Jual Lanjutan Hipotetis Biaya Rp 3 17.000.000 Rp 320.000 Tenaga kerja 5.000 80.000 PU-2 165.000 Rp 24.000 Rp 245. Pengerjaan untuk menjawab no.950 14. maka sebalknya diproses lanjut.750 Rp 550.003.000 Laba kotor: 4.0 .000 172.750 Jumlah biaya produk PS sebelum pemisahan ~umlah biaya bersama produk PU-1 dan PU-2 9.000 Karena apabila produk A diproses lanjut akan menghasilkan kenaikan laba sebesar Rp 20. Jawab: c Pertimbangan untuk menentukan apakah akan diperoses lanjutltidak dengan membandingkan tarnbahan pendapatan dengan tarnbahan biaya: Tambahan pendapatan: Pendapatan bila diproses lanjut Pendapatan bila tidak diproses lanjut Tambahan biaya: Biaya memroses lebih lanjut Jumlah kenaikan laba pernrosesn lanjut Rp 420.012.196.

000 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Produk PS2 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 12% x Rp3.4/1.1: Jumlah biaya pengolahan Biaya pengolahan Rp 317.000 satuan = Rp124.500 Rp 9000 420 1.6 Biaya alokasian 430.500/Rp417.800 Biaya pengolahan lanjutan 10.000.000.800 Biaya per unit: Rp19.003.50 Produk PU-2: Jurnlah biaya pengolahan Biaya alokasian Rp 223.180 .196.4 Biaya pernrosesan lanjutan 165.000 Rp 3. Rp388.500 satuan = Rp258.003.100 900 2.003.8001450 satuan = Rp44.0 Ru 388.500 x Rp540.200 **R172.6 Biaya per unit: Rp747.320 RD 2.500 x Rp540.000 Jumlah Rv 19.000 Rp 1.80 Produk PS Jumlah biaya pengolahan Biaya produk PS sebelum pemisahan Rp 9.000 Rp 4.200 Perhitungan biaya per unit: Produk PU. 38 Perhitungan biaya pabrikasi sebelum pernisahan: Produk PS 1 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 15% x Rp6.0 Jumlah Ru 747.500 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 6.00 Pengerjaan untuk menjawab soal no.000/Rp417.4 Jumlah Biaya per unit:.616.Perhitungan: *Rp245.196.

500 Rp 42.320 (+) Biaya pengolahan lanjutan 11. Perhitungan rugi-laba: Penjualan produk PU Penjualan produk PSI & PS2 Harga pokok penjualan produk PU: Rp 37.080 Jurnlah harga pokok penjualan Laba kotor Biaya pemaran clan 'administrasi Laba bersih 8.38.180 Rp 3 1.3.100 psl: (Rp4.820 Harga pokok penjualan produk sampingan: Rp 5.180 6.2.000 Biaya sebelum pernisahan produk PS2 2.OOO+Rp1.100) PS2: (Rp2.180 .5000 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan (-) Biaya sebelum pernisahan produk PS 1 Rp 4.180 + Rp900) -.

tersedianya laporan biaya b. d. Pengukuran efisiensi bagian produksi 3. Untuk meniadakan perlunya perhitungan kelebihan/kekurangan d. d. Pengendalian biaya b.BAB XI I 1 METODE PENENTUAN HARGA POKOK STANDAR A. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK STANDAR 1. 4. Pengawasan biaya Menghindarkankeputusan-keputusanmanajemen yang bersifat subyektif c. b. sedangkan penyimpangan yang penting yang menguntungkan tidak perlu Yang bukan merupakan manfaat sistem harga pokok standar adalah: a. Tujuan standarisasi biaya (cost standard) adalah: Menentukan break-even point tertinggi tingkat produksi a. Mana dari berikut ini yang merupakan salah satu dari tujuan biaya standar? Untuk menyederhanakan prosedur kalkulasi biaya dan mempercepat a. pembebanan biaya overhead pabrik Mana dari yang berikut ini menggambarkan secara paling tepat karakteristik sistem biaya standar? Biaya standarmeliputipengendalianbiaya. . Semuapenyimpanganpenting yang tidak menguntungkanharus ditelaah. biaya Standar dapat menegaskan tanggung jawab dan dapat memberikan b. motivasi kepada karyawan Semua penyimpangan terhadap standar hams ditelaah lebih lanjut c. sekaligusberartipengurangan a. Penentuan harga pokok produk Administrasi barang yang lebih sederhana c. Mengalokasikan biaya secara lebih tepat d. Untuk menggantikan anggaran Sebagai basis kalkulasi biaya produk untuk pelaporan ekstemal c. 2.

didasarkan atas tingkat efisiensiyang dapat dicapai oleh b. permulaan menentukan harga pokok standar d. b. seluruh selisih (variance) dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utarna: selisih harga. Varian yang terjadi pada umurnnya tidak menguntungkan c. Tidak dapat diterapkan pada kedua sistem harga pokok di atas Biaya standar terutarna efektif untuk mengendalikan biaya yang mana: a. Berikut ini golongan standar mana yang banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan: Standar normal. para pelaksana Standar rata-rata biaya waktu lalu didasarkan atas dukungan saat c. dan selisih: Pengeluaran a. b. dan c benar Untuk tujuan pengawasan. Jawaban a. Sitem harga pokok proses saja c. Selisih kuantitas . Biaya tenaga kerja langsung b. b. Biaya &an lebih baik terawasi daripadajika standar yang lebih longgar (lunak) dipergunakan Metodeharga pokok standarmerupakan metode untuk menentukanjumlah biaya yang seharusnyauntuk membiayaiproses produksi tertentu. di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal Standar teoritis. Biaya rapat direksi d. didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang a. Para pegawai akan didorong keras untuk mencapai standar d. Semua alternatif jawaban benar Sebuah perusahaan yang menggunakan standar yang sangat kaku (teoritis)pada suatu sistem biaya standar akan mengalami: a. selisih efisiensi. Sistem harga pokok pesanan atau sistem harga p k o k proses d.Sistem harga pokok standar dapat diterapkan pada: Sitem harga pokok pesanan saja a. Selisih pemakaian b. Volume Selisih efisiensi sering disebut dengan nama a. Tarip c. Kuantitas d. Suatu perangsang besar yang bempa bonus akan dibayarkan b. Biaya promosi penjualan c.

Selisih pemakaian dan selisih kuantitas Selisih kualitas 1 1. Data untuk menjawab soal no. 16 Jika diketahui: HS: Harga sesungguhnya per unit HSt: Harga standar per unit KSDib: Kuantitas sesungguhnya yang dibeli KSDip: Kuantitas sesungguhnya yang dipakai KStDip: Kuantitas standar yang dipakai 1: Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. Selisih hargapokok standardicatat (dihitung)atas dasar input biaya yaitu pada saat biaya terjadi selama periode akuntansi c. . (KSt . Rekening Barang Dalam Proses didebit dengan biaya sesungguhnyadan dikredit dengan biaya standar b.HS) x KStDip C. Analisis terhadap selisih harga pokok memerlukan bantuan informasi yang tidak tersedia dalam rekening buku besar Rekening selisih biaya standar yang menguntungkan (laba) akan mempunyai saldo: a. d. 13 s.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. c. (HSt . b.Metode pencatatan harga pokok standar ada dua bentuk pokok yaitu single plan dan partial plan. Iawaban a dan b benar 12. b.HS) x KStDip (KSt . manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan baku yang dipakai (materials price usage variance)? (HSt . (HSt . manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih pemakaian bahan baku (materials quantity variance)? (HSt . .HS) x HS C.c.HS) x KSDip a. d. Debit Kredit b. KECUALI: a.d. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai.andar d. Persediaan bahan baku dicatat pada biaya sesungguhnyadan persediaan produk jadi dicatat pada harga pokok st.HS) x KSDip a. Berikut ini adalah karakteristik metode partial plan. (KSt -KS) x HSt 14.

Rugi Laba c.HS) x HS C. Laba Laba Selisih apakah yang timbul jika jumlah berat bahan baku yang sesungguhnya digunakanmelebihijumlah bahan baku yang dipakai menurut standartetapi biaya bahan baku sesungguhnyalebih rendah dari biaya bahan baku menurut standar? Selisih Efisiensi Selisih Harga a.900 kg Kuantitas standar yang diperkenankan atas produksi aktual 1.600 Biaya standar per kg Rp1. b. Harga bahan baku yang sesungguhnya lebih kecil daripada harga bahan baku standar akan tetapi biaya bahan baku yang susungguhnya lebih besar daripada biaya bahan baku standar.HS) x KStDip b. (HSt .550 Biaya pembelian aktual per kg Kuantitas aktual yang dibeli 2. PT Binsar Jaya menggunakan sistem biaya standar.manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga pembelian bahan baku (materials purchase price variance)? (HSt .HS) x KStDip C. Selisih biaya bahan baku yang terjadi adalah: Selisih kuantitas Selisih harga a.800 kg . Laba Laba c. manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan yang dipakai (materials pfice usage variance)? (KSt . (KSt -KS) x HSt d. (HSt . Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Informasi mengenai bahan baku untuk produk BRI untuk bulan Oktober 1990 adalah sebagai berikut: Rp 1.KS) x HS a. Laba Rugi d. Rugi Laba b. (KSt .000 kg Kuantitas sesungguhnya dipakai 1. Rugi Rugi b. Laba Rugi d. 19.15. 17.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. 18. (KSt .HS) x KSDip a. Rugi Rugi 16. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai.

000 (tidak menguntungkan) b. d.000 satuan bahan baku dengan harga Rp 2. 25 Untuk membuat produk x diperlukan bahan baku A dan B.000 satuan bahan baku dengan total biaya bahan Rp100.000 satuan produk dengan menggunakan 50. Rp 100.70 3. Pada bulan diproduksi 5.000 unit x. Rp 4. PT Trubus menganggarkan 50. Rp450 (rugi) Semua alternatif jawaban benar .000 unfavorable Rp 10. Rp 275 (laba) 4.000favorable Rp 4.500. C.500. Rp 700 (rugi) C. 21 s.000 favorable Rp 10.000. Rp 5. Rp 10.000.d. d.000unfavorable C. Berikut ini data yang menyangkut biaya bahan: Bahan A Kuantitas bahan standar per unit x I kg Biaya bahan per kg RP 1 Kuantitas bahan yang dipakai Biaya bahan sesungguhnya per kg 2 1. Rp 175 (rugi) Semua altematif jawaban benar 22.90 Juni 1987 Bahan B 0.000 (menguntungkan) d.100 per satuan.500.000 (menguntungkan) a.000favorable b.500 kg Rp 0. Rp540 (laba) 23.500.000 (tidak menguntungkan) 20.000. Rp 450 (laba) C.75 b.50 kg Rp 0.000 unfavorable Rp 10. Rp 100. Rp 500 (laba) d. Selisih harga bahan sama dengan: a.Berapakah penyimpangan (selisih) harga pembelian? Rp90. Selisih kuantitas bahan yang dipakai sama dengan: a. C. Rp90. Rp 5. Semua altematif jawaban benar Selisih hasil (yield) sama dengan: Rp450 (laba) a.000.500 kg Rp 0.000 favorable d. b.000 favorable Data untuk menjawab soal no. Dalam kenyataan (aktual) satuan produk yang memerlukan45.000.000. Rp 200 (rugi) b. Variance harga bahan langsung dan variance penggunaan adalah: Harrra (price) Penggunaan (usage) a.

Rp 3.d. Persediaan Bahan Rp 6. Rp 2. Rp520 (rugi) b. bagaimanakah ayat jumal untuk pemakaian bahan? a. 26 s. Semua altematif jawaban benar Data untuk menjawab soal no. Rp 1.100 2.750 Selisih Hasil Bahan 450 Rp 275 Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan 250 6.200 Harga Rp 11 19 22 ' Selisih harga bahan baku bulan Januari adalah: a.200 190 .& 10 20 20 50 Harga Rp 10 20 20 Jumlah Rp 100 400 400 Rv 900 Selarna bulan Januari dibuat 100unit produk Y dengan biaya bahan sesungguhnyasebagai berikut: Jenis bahan A B C Total 26.0 5.675 Persediaan Bahan c.750 200 Selisih Kuantitas Pemakaian Bahan d.24.675 Selisih Harga Bahan 275 Barang Dalam Proses Rp 6. Rp250 (laba) c.675 Rp 6. d.675 Persediaan Bahan b. 30 Biaya bahan baku standar untuk membuat produk Y sebagai berikut: Jenis bahan A B C Total Kuantitas (I . Rp520 (laba) Semua alternatif jawaban benar 25. d. Selisih komposisi sama dengan: a. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (Single plan).800 (rugi) Rp 2. Kuantitas ( k ~ ) 1.. Barang Dalam Proses Rp 6.700 (rugi) . Barang Dalam Proses Rp 6.lo0 (rugi) c.200 (laba) b.

600 (rugi) d.600 c. Rp 1 18.600 (Iaba) c. Rp 95. a. b.600 (rugi) Rp 3. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalam Proses adalah: a.000. bahan B 125 kg atau Rp250. Rp 90. Penggunaan bahan sesungguhnya dan total biayanya dalam bulan Nopember 1989 adaiah: bahan A 1. dan bahan C 1.000. Rp 125.000. Rp 95. Rp 47.000 Apabila dipakai metode pembukuan parsial (partial plan). b.600 (laba) Rp 93. Rp 10.000.000 (rugi) c.250 kg Rp1. Rp 10.750. Data untuk menjawab soal no.000 (laba) . d.d.000 (rugi) Selisih komposisi (mix) bahan adalah: a.600 (laba) 29. Rp 10. Rp 93. Rp 3.000 (rugi) b. 31 s.750 kg Ryl90. a.000 (rugi) Selisih hasil (yield) bahan adalah: a. Rp 125. Selisih hasil bahan baku bulan Januari adalah: a. Selisih harga bahan sebesar: a.000 d.000.500 (laba) Rp 125.550 kaleng. Rp 93. Rp 47.000 d. Rp 10.000 (laba) 32.000 30.600 (rugi) 28.27.000 (laba) 33. Rp 83. Selisih komposisi bahan baku bulan Januari adalah: b. b.600 c. Rp 83.000.500 (rugi) c.700 b. Rp 90. d. 3 1.600 (rugi) c.000 (laba) Rp 125. Rp 47.700 b.500 (rugi) c.600 (laba) Rp 93. Rp 118. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (single plan). Rp 125. d.500 (laba) Rp 125. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalarn Proses adalah: . 33 Biaya standar bahan baku untuk membuat 250 kaleng cat adalah sebagai berikut: bahan A 300 kg atau Rp90.425. Rp 47. Cat yang sesungguhnya dihasilkan 1. bahan B 750 kg Rp1. dan bahan C 200 kg atau Rp250. d.

39 s.000.300 @ Rp 90. Rp 45. Rugi Rugi b. Rp 84.OO (rugi) 37 Rp 84.OO Rp 150.00 (laba) Selisih komposisi bahan baku a.00 (laba) C.Data untuk menjawab soal no.00 (rugi) 35.OO Rp 30.00 (rugi) Rp 50.000. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih biaya bahan baku: Selisihkuantitas Selisih harga a. 38 PT XYZ telah menyusun biaya biaya bahan standar untuk setiap unit produk sebagai berikut: -X 0.00 (laba) c. Selisih komposisi bahan baku Y adalah: a.000.00 (laba) b. Rp 12.500.000.OO 70. b.OO 34. Rp 45. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih hasil (yield variance) sebesar: b.500. d. 34 s.OO (laba) c. Rp 12. 40 Jss : Jam kerja sesungguhnya Jst : Jam kerja standar .500.00 (laba) adalah: b.3 kg @ Rp 100.4 kg @ Rp 125. Rp 12. Laba Rugi Laba Laba d. Selisih komposisi bahan baku X adalah: a. Rp 15.00 50. Rp 15.000.d.000.500.100 unit produk dengan biaya bahan: -X 2.000. Rp 90.000.00 -Z 0.5 kg @ Rp 140.00 (rugi) Rp 12.500 @ Rp 120. Rp 50. c. Rugi Laba c.00 1. d.00 -Y 0.OO (rugi) 38.000.000.OO (rugi) Rp 90.d.OO (laba) d. Rp 12.00 -Z 2.00 -Y 2.000.00 (rugi) 36.OO Untuk bulan Mei 1990perusahaan tersebut menghasilkan 6.000. Rp 12.00 (laba) c.2 kg @ Rp 125.OO (rugi) a.400 @ Rp 150. Data untuk menjawab soal no.

Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam standar b.(Jst x Tst) b.(Jss x Tst) Dibawah ini dicantumkan empat nama jenis standar berbeda yang dihubungkan dengan sistem biaya standar. Mana dari keempat jenis standar tersebut yang menggambarkan biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya terjadi dalam tingkat operasi seperti yang selama ini dapat dicapai? a. 43. .(Jst x Tss) c. Maximum-efficiency standard d.(Jss x Tst) Selisih efisiensi upah langsung adalah sama dengan: a.(Jst x Tst) b.(Jst x Tss) c. Jumlah unit yang diproduksi dalam periode yang bersangkutan kurang dari jurnlah unit yang dianggarkan 40. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan tarip standar Pebedaan antara tarip standar dengan tarip aktual d~kalikan dengan . (Jss x Tst) . 41. Perbedaan antara jumlah jam standar dan tarip aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Varians efisiensi upah yang menguntungkan menunjukkan: a. c. (Jss x Tst) . Basic standard c.Tss : Tarip upah sesungguhnya Tst : Tarip upah standar 39. Jam tenaga kerja langsung standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi lebih besar daripada jam tenaga kerja langsung sesungguhnya dipergunakan c. Rata-rata upah yang dibayarkan kurang dari tarip standar b. (Jss x Tst) . (Jss x Tss) . (Jss x Tss) . 42. (Jss x Tss) . Ideal standard b. (Jss x Tss) .(Jst x Tst) d. (Jss x Tst) . Total biaya upah sesungguhnya kurang dibanding biaya upah standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi d. Selisih biaya tenaga kerja adalah sama dengan: a. jumlah jam aktual d.(Jst x Tst) d. Currently attainable standard Penyimpangan efisiensi upah langsung merupakan: a.

besar terdiri dari tenaga muda dengan pembayaran rendah Untuk memenuhi jadual produksi. Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya ternyata lebih besar daripada jam tenaga kerja standar dan biaya tenaga kerja sesungguhnya lebih kecildaripada biaya tenaga kerja standar. Data untuk menjawab soal no.44. upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Tarip upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya d. Rugi Laba b. kerja langsung standar Tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar melebihi tarip c. pekerja dari bidang produksi lainnya c. Laba ~ l 45. Selisih tarip upah (rugi) c. Laba Laba d. Saldo debit dalam rekening selisih efisiensi upah menunjukkan: Jam tenaga kerja langsung standar melebihi jam tenaga kerja langsung a. melebihi tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar Jikajam tenagakerjalangsung sesungguhnyamelebihijam tenaga kerja langsung standar jenis selisih (variance) yang akan terjadi adalah: a. ditugaskan membantu pekerjaan tertentu Bahan baku yang cacat menyebabkanlebih banyak tenagakerjadigunakan d. 47. Rugi Rugi c.d. 50 F LIELANI yang menggunakan sistem harga pokok standar memeliki data akuntansi T sebagai berikut: 200 unit Unit yang diproduksi 5 jam Jam kerja standar per unit Tarip upah standar per jam Rp600 . Selisih efisiensi upah (rugi) b. 48 s. Selisih biaya tenaga kerja yang terjadi adalah: Selisih tarig Selisih efisiensi Rugi a. Selisih tarip upah (laba) Mana dari yang berikut ini merupakan alasan paling mungkin dari terjadinya penyimpangan tarip upah tak menguntungkan dan penyimpangan efisiensi menguntungkan? Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian a. Selisih efisiensi upah (laba) d. besar terdiri dari tenaga berpengalaman dengan pembayaran tinggi Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian b. sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya melebihi jam tenaga b. 46.

Selisih tarip upah: a. Rp50. Rp 55.000 (laba) Selisih efisiensi upah: a. Rp 55.d.000 (laba) c.000 Semua alternaiif jawaban benar . Rp 60. Rp 60.000 (rugi) 49. 53 Perusahaan X menggunakan sistem biaya standar.000 Selisih Efisiensi Upah ' Utang Gaji dan Upah d.000 Rp 60. Barang Dalam Proses Rp 600. d. Rp 60.500 jam Rp45.000 Selisih Tarip Upah 55. Selisih tarip upah sama dengan: a.000 (rugi) d.000 (laba) Rp550 1. b.000 a.000 (rugi) Rp 55.000 Selisih Tarip Upah Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah Data untuk menjawab soal no. Rp45. 51 s. Selisih Efisiensi Upah 60.000 Selisih Tarip Upah 55.000 (rugi) Rp 55. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah: Barang Dalam Proses Rp 600. Barang Dalarn Proses Rp 600. Barang Dalam Proses Rp 600. 50.000 (laba) b.000 (rugi) Rp 60. Berikut ini data yang berkaitan dengan biaya tenaga kerja langsung untuk bulan Juni 1997: Jam tenaga kerja langsung standar per unit produkl Jam Tarip upah standar per jam kerja Rpl00 Jumlah produk X yang dihasilkan pada bulan Juni 500 unit Tarip upah sesungguhnya per jam kerja Rp90 Jam kerja sesungguhnya 5 1.000 Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah c.100 jam b.000 (laba) c. 4.000 Selisih Tarip Upah Utang Gaji dan Upah b. d.Tarip upah sesungguhnya per jam Total jam kerja langsung sesungguhnya 48. c.

Informasi mengenai tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut: 30. Semua alternatif jawaban benar Biaya tenaga kerja langsung PT X bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: 42.000 (laba) d. Rp 243. c.100 per jam Tarip upah sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar untuk mengerjakan produksi sesungguhnya 1.000perjam 6. Rp 260.000 Selisih Efisiensi 50. Rp 405.000 Jam tenaga kerja langsung standar 40.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 8. 1.000 Gaji dan Upah d. PT X menggunakan sistem biaya standar.000 d.52.000 jam Jam tenaga kerja langsung menurut standar .000 jam Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21.402jam c. Semua alternatif jawaban benar Jurnal distribusi gaji dan upah yang bisa dibuat dari data di atas apabila dipakai metode berat sebelah (partial plan) dalam penerapan sistem harga pokok standar adalah: Barang Dalam Proses Rp 405.000 c.400 Selisih tarip up.000 Selisih tarip Upah Rp 45. Rp 260. 55. 1.500 jam Rp 600.000 c.000 Rp 500. Informasi mengenai biaya tenaga kerja langsung bulan September 19x2 adalah sebagai berikut: Tarip upah standar Rp 6.000 a. 54.000 Gaji dan Upah 405. 1.598 jam d.600 b. Barang Dalam Proses Rp 500.400 53.400jam b.30 Tarip upah langsung standar per jam Upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dalam bulan Maret 19x2 adalah sebesar: a. FT Seni Jaya menggunakan sistem biaya standar. Selisih efisiensi tenaga kerja sama dengan: Rp45.ah (laba) Rp6. Barang Dalam Proses Rp 500.000 Gaji dan Upah b.000 (rugi) b. Rp 244.600jam 56.000 (rugi) a. Rp50. 1. Rp50.000 Selisih efisiensi upah (rugi) Jumlah jam kerja sesungguhnya dalam bulan September 19x2 adalah: a.

Rp 4. Rp1. Rp 4. Kondisi Ideal dan Maksimum b.000 (laba) b. 60.800 laba Selisih tarip upah tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 110. biaya material dan upah buruh umurnnya dihitung berdasarkan kondisi normal dan kondisi sekarang yang memungkinkan adanya perubahan harga dan tarip.000 Berapaupah langsungtotal yang hams dibayarF T Aroma untukbelan Mei 19X1? a. Rp1.Selisih tarip upah (rugi) Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Selisih efisiensi upah F Seni Jaya adalah: T a.000 Variance tarip upah langsung (favorable) Rp 420. Rp 3.160. Rp 3.60 c.80 a.000 c. Kondisi Harga dan Tarip 58. Rp 6.218.000 d.000 laba Rp 5. 57 s.200 57. Rp1.OO d. c.000 Rp126. Rp 6. Rp 5. 170.000 Dalam standar costing.300 (laba) d. Kondisi Operasi dan Motivasi c.150 (laba) Rp 6.000 jam Selisih efisiensi biaya tenaga kerja langsung Rp 4.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21. sedangkan biaya tidak langsung pabrik dihitung berdasarkan: a. 58 Data biaya tenaga kerja langsung PT Karanggayam selama bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: Jam kerja standar 30. Rp 3.OO d.000 b.80 Informasi mengenai biaya upah langsung PT Aroma untuk bulan Mei 19x1 adalah sebagai benkut: Tarip upah langsung standar Rp 600 Rp 580 Tarip upah langsung sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar 20. Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung adalah: b.000 Rp 6.80 a. Rpl.d. Rp 5.000 jam Jam kerja sesungguhnya 29. .450 (laba) Data untuk menjawab soal no. Kondisi Efisiensi d m Volume Normal d. 59. Rp3.200.80 Tarip upah standar per jam tenaga kerja langsung adalah: b. Rp 3 3 4 c.

tergantung jumlah d. Ya Ya Tidak Tidak Volume J'ariance Ya Tidak Tidak Ya . Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas normal b. b. Apabila jumlah jam standar atas produksi aktual sama dengan tingkat kegiatan "normal" ini selama satu periode tertentu. b. Spending Variance c.61. Tidak menguntungkan Bisa menguntungkan atau tidak menguntungkan. dan c benar d. c. overhead yang dianggarkan Di dalam metode harga pokok standar akan terjadi selisih kapasitas biaya overhead pabrik adalah: Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas standar a. Biaya overhead pabrik sesungguhnyaberbeda dengan biaya overhead d. d. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fixed budget) b. 64. penyimpangan volume akan: No1 a. Anggaran statik (static budget) Jawaban a. Dalam mengadakan analisis selisih biaya overhead pabrik neto/keseluruhan (nevoverall factory overhead cost variance). Volume Variance Tarip pembebanan overhed tetap adalah fungsi dari tingkat kegiatan "normal" yang ditetapkan di muka. pabrik standar Menurut metode 2 variance untuk menganalisis overhead pabrik. c. Controllable (budget) variance a. Kapasitas normal berbeda dengan kapasitas standar c. Dalam metode dua variance untuk menganalisis factory overhead. budget allowance yang didasarkan atas jam standar digunakan dalam perhitungan: 62. . Menguntungkan c. 63. 65. diperlukan adanya: a. Efisiency Variance d. selisih antara actual factory overhead dan factory applied pada produksi adalah: a. b. Controllable Variance b.

Rp 104 (rugi) b. Data biaya overhead dan produksi bulan Agustus 19x1 seperti berikut ini: Rp 1. 68 s.200 3.66.500.000 jam mesin adalah sebag 1' / Jenis biavp Biaya overhead pabrik variabel Biaya overhead pabrik tetap Jurnlah jam mesin sesungguhnya Jumlah jam mesin standar Biaya overhead pabrik sesungguhnya 68.500 Jam standar tenaga kerja langsung yang disediakan untuk produksi aktual 39. Net overhead variance b.000 b. PT Larekat menggunakan sistem akuntansi standar.000 Tarip standar overhead tetap per jam upah langsung Rp 4. Dalam metode 3 variance untuk menganalisis overhead pabrik. Rp 480 (rugi) d.000. Rp 197.80 Data kegiatan dan biaya overhead pabrik dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Selisih terkendalikan (controllable variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.000 Tarip standar overhead variabel per jam upah langsung Jam tenaga kerja langsung bulanan dianggarkan 40 .20 0. . Rp 14 (laba) a.400 jam Rp 7. Rp 480 (laba) Selisih volume (volume variance) yang terjadi dalarn tahun 19x1adalah sebesar: b.000 Rp2. Rp 195. Rp 480 (rugi) d.000 Jam aktual tenaga kerja langsung 39.000 Variance overhead menyeluruh-favorable "Applied factory overhead" untuk bulan Agustus 19 X 1 adalah: a. Controllable variance c.000 Data untuk menjawab soal no.384 Tarip Rp 1. Rp 14 (rugi) c. selisih antara overhead pabrik sebenarnya (actual) dan overhead pabrik yang diterapkan (applied) pada produksi adalah: a. Efficiency variance d. Rp 197.000. I-! !& Rp 4. Rp 104 (laba) c.500. Rp 104 (rugi) 69.000.800 3.475 jam 3. Spending variance 67.000 c. Rp 199. 72 Biaya overhead pabrik y dalam tahun 19x1 pada kapasitas normal 4.000 d.d.

000 unit dan produk dalarn proses akhir bulan 500 unit dengan tingkat penyelesaian 80% bahan baku dan konversi. Data untuk menjawab soal no. 71.4 6 Ru 15 Jumlah Dalam bulan Januari 1987 dibeli bahan baku 5. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp14. Rp 730 (laba) c.9 dan bahan baku yang dipakai 4. 73. Rp 14 (rugi) b Rp 14 (laba) c. Rp 540 (rugi) Rp 5OO(rugi) Rp 1. Jumlah produk yang diselesaikan periode tersebut 2.800unit @Rp25.460 dengan tarip upah sesungguhnyaRp1. Rp 420 (rugi) Selisih efisiensi (efficiency variance) yang terjadi tahun 19x1 adalah sebesar: a. 73 s.800 (laba) 74. Produk terjual sebanyak 1. Rp 400 (rugi) Selisih tarip upah langsung adalah: a.000 kg @Rp1.000jam kerja langsung per bulan.Perusahaan tersebut memiliki kapasitas normal 10. Rp 150 (rugi) b. b.500. Rp 14 (laba) c. Rp 500 (laba) b. d. 80 PTNUSA JAYAmenggunakan sistemharga pokok standar. Rp 480 (rugi) d. Selisih kuantitas bahan baku adalah: a. Total upah Rpl 1. c.900 kg. Rp 200 (rugi) c. Biaya standar untuk pengolahan satu unit produk adalah: Bahan baku 2 kg @Rp2 RP 4 5 Tenaga kerja langsung 4 jam @Rp1. Rp 14 (laba) c. Rp 480 (rugi) d. Rp 420 (laba) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.70. d. Rp 104 (rugi) b.25 Biaya overhead pabrik berdasar jam kerja langsung: Tetap 4 jam @ Rp05 RP 2 Variabel4 jam @ Rp 1' . Rp 490 (rugi) d. Selisih pengeluaran (spending variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a. Rp 4773 (laba) Rp 500 (laba) . b.d. Rp 104 (rugi) 72.2 per jam. Rp 200 (laba) Rp 400 (laba) 75. Rp 420 (rugi) d. Selisih harga bahan baku yang dipakai adalah: a.

perusahaan membeli 6.000.8 jam C.460 c. Perusahaan telah menetapkan standar untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sebagai berikut: Bahan BakuKeria Tarip atau harga standar Kuantitas atau jam standar per unit Biaya standar per unit ? Tenaga Langsung RP 5 ? 53 ? Rp 19 Dalam bulan Mei 19x4. b. Selisih efisiensi upah langsung adalah: a.1 jam d.937. Rp 75 (laba) b. Rp 562. Rp 200 (rugi) Rp 675 (laba) 79. Jika menggunakan rancangan tunggal (singgle plan). Rp 62.O jam . Rp 15.Seluruhbahan baku tersebut digunakan untuk memproduksi 1. Rp 14.5 (laba) Selisih terkendalikan adalah: a. Rp 14.248.000 Jika menggunakan metode rancangan berat sebelah (partial plan). Rp 12.000 kg bahan baku dengan harga Rp 5 1. b. 81 s. 3.Selisih (penyimpangan)yang terjadi dalam bulan Mei 19x4 adalah sebagai berikut: Selisih efisiensi tenaga kerja langsungRp1. Rp 0.000 80.050(rugi) Selisih bahan baku (total)Rp620 (laba) 8 1.d 84 Perusahaan B menggunakan sistem biaya standar. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik didebit sebesar: a. d. d. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung didebit sebesar: a.500 (rugi) 77.8 jam b. Jam tenaga kerja langsung standar per unit produk adalah: a.500 b. 5.000unit produk. Rp 225 (rugi) C.OO c. Rp 10. 4. Biayatenagakcrjalangsung sesungguhnyadalarnbulantersebutsebesarRp19. Rp 11.400 d.5 (rugi) Rp 3. 3. Data untuk menjawab soal no. Rp 200 (rugi) Selisih volume adalah: a.500 d.5 (laba) C.000 C. Rp 1.000 b. Rp 50 (laba) Rp 100 (laba) 78. d.76. Rp 12. Rp 12.

5 Biaya standar per unit produk adalah sebagai benkut: Kuantitas Standar 5 kg 0.850 b. Rp 1. Rp 802 (laba) c. 85 s.050 (laba) 83. Rp 1. 85.90 86.000 d.000 Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung dalarn bulan Januari 19x1 adalah: b. Rp 900 (laba) Selisih kuantitas bahan dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp1. 84. Data untuk menjawab soal no. Rp 36.500 kg bahan baku. RP 4.82.8 d. Rp 6 0 Selisih tarip upah yang terjadi dalarn t ~ l a n 19x4 adalah: Mei a. 87 s.50 jam Harga Standar RP 4 RplO Bahan baku Tenaga kerja langsung Total selisih biaya bahan baku dalam bulan Januari 19x1 adalah Rp4. c.000 kg bahan baku untuk produksi. 96 Berikut ini adalah biaya bahan baku standar untuk memproduksi 1. Rp 10. Tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya per jam dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp 5.OO c.500 unit produk jadi. c. Rp 15.d.d. Data untuk menjawab soal no. Rp 4.850. Rp 34. Rp 165.000 kg produk X: . sedangkan total selisih biaya tenaga kerja langsung adalah Rp 9 15. Rp 900 (rugi) b. Rp 30.780 (rugi) .780 (laba) a. Rp 32. 4 Memproduksi 1. 2 Menggunakan 8. Total harga sesungguhnya bahan baku yang dibeli dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. Rp 1.O b. Rp 802 (rugi) d.O a.050 (rugi) d.20 d. Rp 34.00 a.000 c. 86 PT Y menggunakan sistem biaya standar. 3 Menggunakan 825 jam tenaga kerja langsung untuk produksi. perusahaan mencatat informasi berikut ini: 1 Membeli 8. Dalam bulan Januari 19x1. b.

000.250 (rugi) d. Biaya overhead pabrik pada kapasitas normal 4.40 0. Rp 2.250 (rugi) d. Rp 2.25/kg 0.produksi sesungguhnya dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Produksi sesungguhnya Bahan baku yang sesungguhnya dipakai: Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya 87. .25 0.000 kg 157.000 jam tenaga kerja langsung adalah Rp20.000 kg produk diperllkan 20 jam tenaga kerja langsung dengan tarip upah Rp3 per jam atau Rp0.250 (laba) c.000kg Rp 200 80 20 Ru 300 Rp Rp 300 Rp 0.552 Rp 22. Rp 2.000 kg 3. Harga ~ e k~ r Rp 0.30/kg Biaya standar per kg produk X adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku (llhat perhitungan di atas) Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya standar * ** Untuk menghasilkan 1. Rp 300 (rugi) b.000 kg 38. Rp 250 (rugi) 88. Rp 300 (rugi) b.000 (laba) Selisih hasil bahan baku (materials yield variance) yang terjadi dalarn tahun 19 X1 adalah sebesar: a.Ja w Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jurnlah bahan baku Jumlah produksi Kuantitas 800 kg 200 kg 200 kg 1.000 Selisih komposisi bahan baku (materialsmix variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Data kegiatan dan biaya .60 per kg produk jadi Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung dengan tarip Rp5 per jam (Rp3 tarip biaya overhead tetap. 200. Rp 300 (laba) c. Rp 2.800 jam Rp 11.000 kg 36. Rp2 tarip biaya overhead pabrik variabel).10 1.

Rp 300 (rugi) b. Rp 2. Diperlakukan sebagai beban atau pendapatan lain-lain Ditutup ke rckening Persediaan Barang Jadi dan Barang Dalam Proses b. Biaya standar yang ada pada buku besar b. Rp 750 (rugi) d. c. Salah . Harga Pokok Penjualan. Jawaban a dan b benar Jika seluruh selisih biaya standar dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan. Ditutup ke rekening Persediaan Barang Jadi dan HargaPokok Penjualan d. Ditutup ke rekening Persediaan Rarang Jadi. Rp 250 (rugi) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi tahun 19X 1adalah sebesar: a.Selisih hasil tenaga kerja langsung (labor yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: b. Rp 600 (rugi) b. c. Betul b.250 (rugi) d. Rp 300 (rugi) c. Rp 2. maka pengalokasiannya harus didasarkan pada: Biaya sesungguhnya yang ada dalam buku besar a. Rp 450 (laba) c. Rp 2. Rp 450 (laba) Selisih hasil overhead pabrik (overhead yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Rp 750 (rugi) d. Rp 250 (rugi) Selisih efisiensi tenaga kerja langsung (labor efficiency variance) yang terjadi dalam tahun 19X 1 adalah sebesar: a. Rp 600 (rugi) c. Rp 150 (laba) Perlakuan atas selisih yang material antara biaya sesungguhnyadan biaya standar adalah: a. Usang (tidak cocok lagi) c. Ideal b.250 (laba) a. Rp 600 (laba) d. bila selisih ini disebabkan karena perlggunaan standar yang: a. &an Persediaan Barang Dalam Proses Selisih biaya standar harus dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan.250 (laba) c. maka laba yang dilaporkan akan sama sebagaimana kalau menggunakan prosedur biaya historis: a. Rp 750 (laba) b. Jawaban a dan b benar Jika selisih biaya standar hams dialokasikan dalarli beberapa rekening.

000 Selisih Tarip Upah-menguntungkan (laba) 400 Selisih Efisiensi Upah-merugikan (rugi) 1. FT TITANIUM menghasilkan larutan kimia yang digunakan untuk perawatan barang-barang industri.000 b.200 Rp 400 100.200 Jumlah unit yang diproduksi 2.000 98.200 c.000 c. maka jumlah laba bersih setelah memperhitungkan adanya selislh: a. Larutan ini dijual di dalam drum dan biasanya memiliki harga penjualan stabil.d.000 c. d.d. b.360 Data untuk menjawab soal no. maka laba bersih: b.600 unit Persediaan barang jadi awal tidak ada Persediaan barang jadi akhir 400 unit Persediaan barang dalam proses tidak ada Pajak penjualan abaikan 97.000 b. 102 s.000 unit Jumlah unit yang dijual 1. Jumlah laba bersih sebelum diperhitungkan adanya selisih: Rp1. Rp 2. Rp 1. Rp 800 d. Rp 9. d.400 Hitung selisih standar net0 yang ada: a. 99. Rp 3. Rp 2.260 d.Data untuk menjawab soal no. Bila selisih net0 dialokasikan pada persediaan dan harga pokok penjualan. Rp 4. Rp 400 Bila selisih diperlakukan sebagai biaya. RP 000 Hitung persediaan akhir barang jadi: a. pada bulan . 101 Berikut ini adalah data biaya PT Awan Biru yang menggunakan sistem harga pokok standar: Penjualan Rp 25.200 d.000 Biaya administrasi dan penjualan 6.000 Standar harga pokok produksi (CGM) 20. c. Rp 3. Rp 1. Rp 3.200 a. Karena permintaan akan produk ini menurun. 97 s. Rp 4. Rp 6. b. Rp 3.160 a. Rp 4. 104 102.610 c. Rp 2.000 101.000 Rp 3.

000 76. Diminta: Buatlah daftar perhitungan untuk menetapkan penyimpangan (variances) bulan .000. Semua fungsi biaya adalah linier.500.000.Penyelia (supervisor) dan tenaga tidak langsung (semi variabel) .Digunakan 700.Digunakan 60.000 260.000.000 kg dengan harga .Digunakan 65.000.Dibeli 600. Drum kosong: .000 drum. Informasi tambahan tentang operasi perusahaan selarna Desember 1985: 1.00 Rp 666.000. Tenaga langsung: . Biaya penyelia dan tenaga tidak langsung adalah Rp680.000 drum dengan harga . Biaya standar untuk setiap drum larutan kimia (dalam ribuan) Bahan baku: Rp 20 1 10 kg bahan baku 1 drum kosong Rp 21 Tenaga langsung: 1jam RP 7 Biaya tidak langsung (tetap): RP 4 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya tidak langsung (variabel): RP 6 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya yang terjadi selarna Desember 1995: Bahan baku: .Desember 1985 perusahaan hanya menggunakan 50 persen kapasitas normal dengan memproduksi dan menjual60.00 Anggaran biaya tidak langsung tetap untuk tingkat produksi bulan Desember 1985 adalah Rp275.000. Rp 470.000.000 drum.000 kg.000 drum.000jam kerja dengan biaya Biaya tidak langsung: .Biaya tidak langsung lainnya (variabel) Total 3.Dibeli 85.000 Rp 230. 4.500.Depresiasi bangunan dan mesin (tetap) . Dalarnbulan Nopember 1985perusahaan beroperasi pada tingkatkapasitas normal yaitu dengan memproduksi 120.

diperoleh data pembukuan berupa jurnal-jurnal per periode tertentu.505. Hitunglah: 1.000 -Selisih harga bahan Rp 100.000. Kapasitas normal :24. Jumlah pemakaian bahan standar per unit dan harga bahan stnadar per unit.096.Rp 750.000 unit. Produk dalam proses-upah Utang gajilupah (19. Produk dalam proses-bahan Rp 5. b.000 -.000 -. . 2. -Rp 4.Rp 4. Tarip biaya overhead pabrik tetap maupun variable per jam.000.000 -.1 10. 103. Labor rate variance d. 8. Perusahaan menggunakan standar costing.000 jam kerja. Produksi sebenamya c.000 Persediaan bahan (10.000.Rp11. d.Rp -.000 Data lainnya: a. 3.000 300. Pembebanan biaya overhead pabrik menurut jam kerja.Desember 1985: Material price variance (dihitung pada saat pembelian) a. sebagai berikut: Debet Kredit 1.600 Rp 735.000 -.Rp 195. Tunjukkan pula apakah masing-masing penyimpangan di atas menguntungkan (favorable) atau tidak menguntungkan (unfavorable).000 -Rp 125. b.Rp 196. e.000 --. Labor usage (efficiency) variance Factory overhead variance dengan menggunakan four-variancemethod. Jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarif upah standar per unit. Material usage variance c. 4. Lakukan pembuktian dalarn perthitungan atas kebenaran selisih biaya overhead di atas dalarn jurnal ke 3.500 jam) Selisih tarif upah Selisih jam kerja Produk dalarn proses-biaya overhead Selisih controllable overhead Selisih volume overhead Biaya overhead pabrik tetap actual Biaya overhead pabrik variable actual Rp12.Rp 5.000 3.000 kg) 2. Dari perusahaan MEDIAN.000 -Selisih kuantum bahan -.

dan overhead) ke dalam proses produksi dan jurnal hasil produksi .755. Buatlah jurnal pembebanan biaya-biaya standar (bahan.000 --Rp 240. f.104.oduksi standar pada jam kerja normal 4. d. b.000 ---- Biaya bahan baku sesungguhnya Upah langsung sesungguhnya Overhead pabrik tetap sesungguhnya Hasil produksi billan Jani~ari1989 9. Tarip overhead pabr~k variabel Rp400 per jam kerja langsung. Selisih harga bahan baku Selisih kuar~titas bahan Selisih jam kerja langsung Selisih tarip langsung Selisih terkendali overhead Selisih volume overhead -- Di Kredit Rp 145.6 kg @ Rp500 per. Kuantitas pemakaian bahan scsungguhnya 3.000 Rp 120.kg. Dalam bulan Januari 1989 telah diperoleh informasi sebagai berikut: Di Debet a. e. PT.000 Rp 80. menghasilkan sejenis produk dengan menggunakan sistem harga pokok standar. tenaga kerja. Budget overhead tetap pada jam kerja normal 7. Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesunggullnya 5.638. 2. c. I . Pembuktian atas selisih terkendali dan volume dari giaya overhead B. Tarip overhead pabrik tetap Rp200 per jam kerja langsung. AUDI.000 Rp 1.000 -- Rp200. Harga bahan sesungguhnya 6.000 Hitunglah: Harga pokok stanilar seluruh hasil procluksi bulan Januari 1989 A. Jarn kerja normal dan jurnlah pr.000 unit Rp2.000 Rp 800.000 u p 78.4 jam @ Rp400 per jam kerja. Biaya overhead pabrik dibebankan pada produk atas dasar jam kerja langsung normal. Upah langsung 0. Biaya standar per unit produk adalah: Bahan baku 0.

000 Selisih penggunaan = ( 45.000) = Rp 2.800 kg Selisih harga pembelian = ( Rp 1. Jawab: d Data harga: Harga standar per kg: Harga sesungguhnya per kg: Data kuantitas: Kuantitas dibeli: Kuantitas dipakai sesungguhnya: Kuantitas dipakai standax Rp 1.000 kg 1. Jawab: c Data harga: Harga standar per kg Harga sesungguhnya per kg Bahan A: Bahan B: Bahan A: Bahan B: RP 1. PENYELESAIAN 19.550 2.000 unit x 0.000 ) Rp 2.000 menguntungkan 21.Rp 1.000 .550) 2.000) 1 satuan Kuanitas standar untuk sejumlah yang diproduksi (50.600 Rp 1.000 Harga sesungguhnya per satuan bahan = R p 2.000.000 x 1) 50.100 Data kuantitas: Kuantitas standar per satuan bahan ( 50.000 Kuantits sesungguhnya dipakai 45.000/50.000.000 Selisih harga = ( Rp 2.50 kg): 2.000 = Rp 4.90 Rp 0.600 .000 merugikan = Rp 10.000J50.70 Rp 0.500 kg Bahan B: Kuantitas dipakai sesungguhnya 4.100 ) 45.500 kg Bahan A: Bahan B: 3.000 .B.900 kg 1.500.000 unit x 1 kg:5.Rp 2. Jawab: a Data harga: Harga standar per satuan bahan (Rp100.50.000 kg = RplOO.75 Data kuantitas: Kuantitas dipakai standar (5.m Rp 0.OOO (menguntungkan) 20.500 kg .000 kg Bahan A: (5.

500 kg x Rp0.70 : Jumlah Rp 1.200 Rp250 menguntungkan 24.75) Biaya bahan menurut standar: Bahan A: (5.50/1.00 Bahan B: 3. Jawab: a Perhitungan selisih kuantitas: Bahan A: (4.35) Hasil sesungguhnya (5.000 6.50 kg) Perhitungan selisih komposisi: Komposisi menurut sesungguhnya: Bahan A: 4.750 Rp450merugikan .500) Rp0.Rp0.35) Jumlah Rp 7.70) 3.000 x 0.500 .333 1.675 1.90) Bahan B: (3.450 Komposisi menurut standar: Bahan A: 8.750 menguntungkan Perhitungan selisih harga: (Rp0.70 Jumlah 1.OO) 4.500:R~ 1 5 merugikan 7 Jumlah selisih RD 275menguntungkan 22.5 Ru 1.500:Rp450menguntungkan Bahan A: Bahan B: (Rp0.50 x Rp0.500 x Rp 1.00 03 .625 Rp Rp5.I Perhitungan total selisih biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A: (4.000 kg x Rp1.OO) Bahan B: (2.50 kg Harga rata-rata menurut standar (Rp1.35 Rp0.500 x Rp0.70 2.5.000 x Rp1.70) Jumlah Rp4.750 Q6.867 7.90 .50 x 1 :Rp Bahan B: 8.000/1.75 .000) Rp1.35/1.950 5.70: Ru700 merugikan Jumlah selisih Ru 200 merugikan Jawab: a Komposisi standar satu unit produk: Bahan A: 1 kg @Rpl Bahan B: 0.000 x 1/1. Jawab: b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut*standar(8.500 kg x Rp0.500 .OO: Rp500 menguntungkan Bahan B: (3.500 Rp 6.200 6.Rp 1.90 Rp4.500 kg x Rp0.5 x Rp 1.050 2.2.50 kg @Kp0.

200 kg x Rp19) Bahan C (1.RplO) 1.000 kg Bahan C (100 x 20 kg) Data sesungguhnya untuk bulan Januari: Harga sesunggubnya: Bahan A per kg Bahan B per kg Bahan C per kg Kuantitas sesungguhnya: Bahan A Bahan B Bahan C ' Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A(1. Rpl 1 19 22 Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A (Rpll .25.000 kg x RplO) Bahan B (2. Jawab: b Jurnal pencatatan dengan single plan: Barang Dalarn Proses Selisih Hasil Bahan Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan Jawab: d Data standar untuk produk Y yang dibuat (100 unit): Harga s t a n k Bahan A per kg RplO Bahan B per kg 20 Bahan C per kg 20 Kuantitas standar: 1 .000 kg Bahan A (100 x 10 kg) 2.000 kg x Rp20) Jumlah 26.000 kg x Rp20) Bahan C (2.100 kg Rp 1.900 kg x Rp22) Biaya bahan menurut s t a n k Bahan A (1.000 kg Bahan B (100 x 20 kg) 2.100merugikan .100kgxRpll) Bahan B (2.

Jawab: e Data menurut standar untuk membuat 250 kaleng cat: Kuantitas Harga Total Harga per kg Bahan A 300 kg Rp90.000 2.200 kg x 20150 x Rp20) Bahan C (5. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (5.700 31.900 kg Jurnlah Jawab: e Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada Komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.~1 90.600 41. Jawab: d Jumal pencatatan biaya bahan dengan metode single plan: Barang Dalam Proses Rp 90.000 3.600 merugikan 29. Jawab: a Jurnal pencatatan biaya bahan dengan partial plan: Barang Dalam Proses Rp Persediaan Bahan 95.600 Ru93.400 41.800 merugikan Rv2.700 Rp95.Bahan B (Rp19 .200 kg x Rp20) Bahan C (1.000 Rp300 Bahan B 125 kg 250.200 kg x 10150 x Rp 10) Bahan B (5.000 .700 Selisih Hasil Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan 30.600 Rp600 menguntungkan 28.100 kg x RplO) Bahan B (2.000 Selisih Harga Bahan 2.200 kg Bahan C (Rp22 .900 kg x Rp20) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (5.200menguntungkan 3.200 kg x 20150 x Rp20) Jumlah 2.Rp20) 1.Rp20) 2.700merugikan Rp 10.200150 x Rp900) Hasil sesungguhnya (100 x Rp900) Jumlah RP & 93.

000 1.000 Rp Rp 35.900 Bahan C 1.5501250 x 125 kg) 775 kg Bahan C (1.000) B@an C (1.200 kg 250.000 Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A (1.250 kg 1.665.000 menguntungkan 187.550 kaleng: Bahan A (1.750.750 kg Bahan B: (Rp1.750 x 1251625 x Rp2.000 menguntungkan Rp 75.000) 750 kg Bahan C: (Rp1.000Rp Bahan B 750 kg 1.550 Harga rata-rata per kg menurut standar: (Rp590.0001625) : Rp944 Data kuantitas menurut m d a r untuk menghasilkan 1.500.750 kg x Rp300) Bahan B (750 kg x Rp2.750 kg x Rp280) Bahan B (750 kg x Rp1.860 kg Bahan B (1.000 1S50.750 x 2001625 x Rp1.750 kgRp 490.900) Bahan C (1.658.500 merugikan Rp540.000 Ru7.000 1.000 Rp47.500.0001.550.240 kg Data biaya bahan sesungguhnya untuk bulan Nopember: Kuantitas Harga Total Bahan A 1.000) Bahan C (3.000 Rv3.750 x 3001625 x Rp300) Bahan B (3.240 kg x Rp1.000 Rp 3.250 Jumlah Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A: (Rp280 .000) Bahan C (1.500 merugikan Rt177.5501250 x 300 kg) 1.250 kg Jumlah 32.Rp1.000 3.900 .250) Jurnlah Harga per kg 280 1.000 1.5.000 1.540.000 558.425.500 merugikan . Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.000 1.Rp2.42.Rp300) 1.400 .250 kg x Rp1.5501250 x 200 kg) 1.000 Rp 3.250 kg x Rp1.250) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (3.250) 1.750.400 Rp 490.250 Bahan C Jurnlah 625 kg Rv590.400) Biaya bahan menurut standar: Bahan A (1360 kg x Rp300) Bahan B (775 kg x Rp2.000 1.

2 x Rp150) Rp 900.050 kg Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (7.540. Jawab:b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut standar (3.000) Jumlah Rp3.300 kg 1.500 kg 2.000 3.830 kg Bahan Y: (6. 35 Jawab: a Lihat no. r Jawab: c Data harga standar per kg bahan: Jenis Bahan Harga per kg X Rpl00 Y 125 Z 140 Data kuantitas standar untuk 6.33.100 x 0.000 Rp 118.500 Sifat Selisih rugi rugi laba laba 37.750/625 x Rp590. 35 Jawab: d Lihat no. Jawab: d Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Komposisi Komposisi Harga Jenis Sesungguhnya Standar Standar X 2.000 menguntungkan 35.000 kg Rp 140 Jumlah 7. 35 Selisih Komposisi 50.000menguntungkan 34.200 kg 7.440 kg Bahan Z: (6.000 Hasil sesungguhnya (6.500 84.658.5501250 x RpS90.100 x Rpl5O) Jurnlah Rv 15.100 x 0. .400 kg 3. Jawab: d Lihat no.000 12.100 unit produk: Bahan X: (6.000) Hasil sesungguhnya (1. 38.5 kg) 3.000 915.4 kg) 2.800 kg Rpl00 Y 2.100 x 0.400 kg Rp 125 Z 2.3 kg) 1.000 Rp2 1.200 kg 36.200/1.

000 40.100 jam (1.000. harus diketahui terlebih dahulujam sesungguhnyadan tarip sesungguhnya.000 .500) 6.000 Rp 55.8. Jawab: Selisih efisiensi = (JS .30) 40.6.09 tarip sesungguhnya sebesar Rp6.4.000 jam x Rp6.09 = Rp243.600 = 6.000 = 40.400 = 243.000 (laba) Jawab: b Selisih efisiensi = Jawab: a Barang Dalam Proses Selisih Efisiensi upah Selisih tarif upah Utang gaji & upah Jawab: a Selisih tarip = Rp60.Jawab: c Selisih tarip = (Rp600 .Dari kedua data tersebut yang telah tersedia hanya jam sesungguhnya.000 (laba) Jawab: c Selisih efisiensi = (5.09.000 (laba) Jawab: a Dengan metode partial plan.000 60.000 (rugi) Rp 600.Rp550) 1.400 = .000 = (Rp100 -Rp90) 4.500 jam = Rp45. rekening Barang Dalarn Proses didebit sebesarbiaya sesungguhnya: 4.000 605. Jawab: a Untuk mengetahui jumlah biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya. Karena kedua data yang diperlukan telah temdia rnaka biiya tenaga kerja langsung sesungguhnyadapat dihitung sebagai berikut: Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya = 40.252.8. sedang tarip sesungguhnya dihitung sebagai berikut: = (TS .500 jam x Rp90 =Rp405.500) Rpl00 = Rp50.000 . Selisih tarip = .000 .1.100) Rp600 = Rp55.600.000 TS TS TS = Tarip upah sesungguhnya.000 TS .1.

29.500.000 Jawab: c Jumlah biayaoverhead pabrik dibebankan (39.000 jam) Rp4.21.384 Tarip variabel: Rpl.000. = -5.80 .10 Tarip standar = Rp4.000 = 1.000 TSt = 3. yaitu sebesar Rp580 x 2 1.80 x 4.200 .000 JS JS JS = Jam kerja langsung sesungguhnya.000 126.SO per jam 3.OO 57.200/29.500x Rp5.000 jam . Jawab: Upah yang dibayar adalah upah sesungguhnya.400 Jawab: e Tarip sesungguhnya (Rp126.000 jam) Jawab: Selisih tarip: (3.000 .000 Jawab: a Data-data: Jam normal: jam Jam standar: Jam sesungguhnya: sesungguhnya: 67.800 = -5. 56.000 jam) .000130.10 Selisih efisiensi: (30.400.900 (merugikan) Jawab: Tarip sesungguhnya (Rpll0.30.20 .lO = Rp36.000) = Rp197.000 110.80 per jam 58.20per Tarip tetap: Biaya overhead Perhitungan selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp7.20 per jam Selisih tarip: (4.6.TSt) 30.475 jam Rp7.400 jam Rp0.180.000 = 8.000jam) = Rp4.000 6. = 600.000 JS .000 TSt = 4.000 jam 3.384 Biaya overhead pabrih dianggarkan pada jam standar: Rp3. = Rp3.000 TSt TSt Tarip standar = Rp4.000= Rp12. 68.800 =4 59.000 = 3.200 Tetap (Rp0. 4.9.TSt) 29.

400 jam) Jumlah 69.475 jam .400 jam x Rp2) 6. Selisih volume: (4.800 Jurnlah R-480 (merugikm) Atau.370 (merugikan) 71.200 Tetap (Rp0.3.80 = Rp420 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih efisiensi: Rp6.280 RplM (merugikan) Jawab: c Perhitungan selisih vol~~tne: Rp7.000 jain . .170 Jurnlah 70.3.400 jam x Rp2.00) 6.400 jam) Rp2.950 Biaya overhead pabrik dibebankan Biaya overhead pabrik standar (3.90 per kg 4.900 kg Kuantitas bahan sesungguhnya dipKuantitas bahan dipakai menurut stands: 72.800 Jumlah 150 (merugikan) Atau.20 x 3. 4.3.80 x 4. Rp7.280 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam standar Biaya overhead pabrik standar (3.Variabel (Rp1.00 = Rp150 (merugrkan) Jawab: e Data-data: Harga standar: Rp2.080 7.20 x 3.80 = Rp480 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih pengeluaran: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp3.000 jam) Variabel (Rp1.475 jam x Rp2.370 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya 6. 73.470 jam) Rp0.950 Biaya overhead pabrik dibebankan (3.00 per kg Harga sesungguhnya: Rp1.400 jam) Rp0.475 jam) 4.OO) Jumlah R0420 (merugikan) Atau.000 jam . Selisih efisiensi: (3. Jawab: c Perhitungan selisih kapasitas: Rp 7. Selisih kapasitas: (4.384 7.

600 14600 Jumlah RD100 (menguntungkan) -- .550 jam .800 kg 2.600 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Jam sesungguhnya: 9.Rp1.000 F'roduk dalam proses (500 x 80%) 400 Jumlah 2.20 per jam Jam sesungguhnya dipakai (Rp11.550 jam Jam dipakai menurut standar: Unit ekuivalen biaya tenaga kerja: F'roduk selesai 2.000 jam x Rp0.25 per jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1. * 75.000jam Jam standar: 9.600 jam Selisih tarip: (Rp1.50 (menguntungkan) Jawab: d Data-data: Tarip variabel: Rpl per jam Tarip tetap: Rp0.W = F Q 2 0 @&ru@an) +.600jam x Rpl) 9.400 Jam standar: (2.800 kg) Rp2.500 Selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 14.25 = Rp62.4.400 x 2 kg) = 4.9.000 400 2.900 kg = Rp490 (menguntungkan) 74.550 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Biaya overhead pabrik sesungguhnya: Rp14.90 .460/Rp1. 77.50) Rp5.Rp2.900 kg .500 Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Tetap (10.550 jam = Rp477. Jawab: a Selisih kuantitas: (4.600 jam) Rp1.50 (menguntungkan) 76.25) 9.20): 9.20 .400 Selisih harga bahan dipakai: (Rp1.OO)4.000 Variabel(9.Unit ekuivalen biaya bahan: F'roduk selesai Produk dalam proses (500 x 80%) Jumlah Kuantitas standar: (2.50 per jam Jam normal: 10. Jawab: b Data-data: Tarip upah standar: Rp1.400 x 4 jam) = 9. Jawab: a Selisih efisiensi: (9.

00) 4.010 jam) = Rp4.010 jam. 80.800) 5 5 JS .000 Biaya bahan sesungguhnya 620 (+) Selisih total biaya bahan (laba) Jdah R D1.600 jam) Rp0.000~ jam) = 3.050 Selisih efisiensi: (JS .19.000 x 5.400 (9.000 = 1.Rp5. Jawab: b Selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp14.050 JS = 4.800 kg Biaya bahan baku menurut standar: Rp5 1.620 ~ 84.80 82.248J4.. Jawab: b Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Upah dan Gaji Rp11.400 200 Rpl 00 14.78. Jawab: b Jam tenaga kerja langsung standar per unit (Rp19IRp5) = 3.460 81.000unit: (1.460 Rp 11.800jam 3. .8) = 5.500 79.000 jam . 83.3.600 Biaya overhead pabrik menurut standar: 14. Selisih volume: (10.600 x Rp1.80 .010 JS = Jam sesungguhnya = 4. sehingga tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dahitung sebagai berikut: (Rp19.9.000 unit: = 1.50 = R p 2 0 (merugikan) Jawab: c Jurnal pencatatan biaya overhead pabrik apabila digunakan partial plan: Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Selisih Volume Selisih Terkendalikan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp14.010 jam = Rp802 (menguntungkan) Jawab: a Kuantitas bahan baku dipakai menurut standar: (1.8 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya untuk 1. Jawab: b Selisih tarip upah: (Rp4.8 jam Jawab: c Jam tenagakerjalangsung standaruntuk 1.50) Jumlah R ~ 2 0 0 (menlgikan) Atau.

62015.500 Selisih biaya tenaga kerja 9 15 Biaya tenaga kerja sesungguhnya Ru 8.25) Rp39.250 15.10) 3.lO) 3.000 kg11.500 Bahan B (231.000 Rv600 (menguntungkan) .06) Jumlah Rp 11.5.90 Selisih kuantatitas bahan baku: (6. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya tenaga kerja: Hasil menurut standar (3.850 Selisih biaya bahan (rugi) Biaya bahan sesungguhnya dipakai RD34.000 kg x 20011200 x Rp0.000 4.200 Rahan B (38. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan baku: Hasil bahan menurut standar (23 1.415 Tarip upah sesungguhnya : Rp 8.000 kg x Rp0.850 Jumlah 86.90 = Rp1.600 Biaya bahan baku pada komposisi menurut standar: Bahan A (231.000 x Rp0.151825 jam Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan baku pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1 57.400 Bahan C (231.25)Rp 38.780 (merugikan) 85.125 Jawab: c Biaya tenaga kerja standar (0.000 kg x Rp0.050 57.40) Bahan C (36.800 kg) = Rp8. Jawab: e Biaya bahan standar (5kg x 1500 x Rp4) Rp 30.000 kg x 800/1200 x Rp0.850 = Rp 37.000 RD 2.Harga bahan baku standar per kg: (Rp5 1.750 60.000 kg .000 x Rp0.40) 15.5jam x 1500 x RplO) Rp 7.200 x Rp300) Hasil sesungguhnya (200.000 kg x 200/1200 x Rp0. Rp 10.800 kg) Rp8.2 87.30) Jumlah Rp 57.800120 x Rp60) Hasil sesungguhnya (200.250 (menguntungkan) 89.400 12.028.000 kg x Rp0. Kp58.750 Rp300 (merugikan) 88.850 Total biaya bahan dibeli : 850018000 x Rp 34.

89 Jawab: a Harga pokok produksi per unit: (Rp20.000 x 2011.600 19.800 jam) Rp3 = Rp600 (merugikan) Jawab: c Sama dengan no.800120 x Rp100) Hasil sesungguhnya (200.000 jam Perhitungan selisih kapasitas: Biaya overhead dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp12.000 jam .000 Selisih biaya: Selisih tarip upah Selisih efisiensi upah Laba bersih sebelum selisih 92.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualanRp6. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya overhead pabrk Hasil menurut standar (3. . Jawab: b Jam kerja menurut standar: (200.000 (menguntungkan) 91.90. Selisih kapasitas: (4.000 R~3.000 16.800 jam x Rp5) Jumlah RD 600 (merugikan) Atau.000 9.3.600 Rp 19.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualan Laba bersih sebelum selisih Jawab: c Perhitungan rugflaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.000 Biaya overhead dibebankan (3.000 20 000 RD1.000 6.800jam x Rp2) 7.000 x Rp0.000) = 4.000/2.lO) Jumlah A Rp19.000 98.000 unit) = Rp 10 Perhitungan rugiilaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1. Rp25.000 jam x Rp3) Variabel(3. 97.000 Tetap (4.

25 Jadi tanp BOP temp: Rp.000 TT -= 11.500jam Tarip standar per jam : (590-TSt)19.000.500 jam . Jumlah jam kerja standar per unit: 20.000 jam x Rp200) 4. '.000 TSt = 600 Jadi tarip upah standar per jam = Rp600 -----.SO0 Perhitungan tarip hiaya overhead patfrik tetap (Ian variable per jam: Tarip biaya overhead pabrtk total: Rp4.000 19.000 jain x Rp3 1.000 .000 4.25) 3.000-2O.000 unit = 2.000 jam x Rp168.006 (laba) Selisih efisiensi upah: (19.505.000/20.000 Jumlah (~ugi) Selisih volume Biaya overhead dianggarkan pada volume standar Rp 4.75) Rp 735.000 (laba) Biaya overhead pabrik: Selisih controllable Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp4.125.500 TSt = 11.000 kg = RplOO.000 Tetap (24.KSl) ' I T (24.000 Jumlah (rugi) RD 125.000 Biaya overhead dianggarkan pada volume standar: Rp 750.Kp3 I .400 kg) Rp.000/Rp600 = 20.7'5 Perhitungan pemb\~ktian: Biilya bahan baku Selisih harga bahan: (Rp500 .000 4.500 = -195.Rp600) 10.375.000 Biaya overhead pabrik standar (20.25 Tarip BOP variable: Rp200 .000 jam/S.3 1.Rp490) 10. .000 (laba) Biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah: (Rp.OOO)TT' = 125.000 lam = Rp300 Selisih volume . Kp 196.500 jam = Rp590 Jam sesungguhnya: 19.125.20. Jumlah jam kerja standar: Rp 12.000 jam) Rp600 = Rp300.860.000 jam .000 aT = 125.10. (KN .000.25 -= Kp 168.Perhitungan jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarip upah standar per unit: Selisih tarip upah: (TS .s jam x Rp600 = Rp 1 .000.7.TSt) JS Tarip sesungguhnya: Rpl1.000 kg .590 .OOO (rugi) Selisih kuantitas bahan: (10.000 Viariabel(20.000/19.5 jam Jumlah tarip upah per unit: 2.190 -.00.500jam = Rp195.

3.000 jam Jumlah produksi standar pada jam normal adalah 4.160.JSt) TT (JN .5.000 KS = 5.000 Biaya overhead (9.000 JN = 4.00015.560.600 jam x R e ) Jumlah selisih (laba) Pembuktian selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp2.4 jam x Rp400) 1.4 = 10.000/3.000 lumlah Ru 6.300.600) 200 = 80.800 kg = Rp475 Jam kerja normal dan jumlah produksi standar pada jam normal: Selisih volume: (JN .6 kg x Rp500 Biaya tenaga kerja (9.000 unit x 0.000 unit x 0.000 Biaya bahan (9.000 Tetap 1.104.900.4 jam x Rp600) 2.000 RD 240.900 jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1.000.000 Jadi jumlah jam normal adalah 4.3.000 jam/0.000 jam x Rp200 = Rp800.000 500KS = 2.638.440.240.000 400 JS = 1.900 jam = Rp420 Jumlah anggaran biaya overhead pabrik tetap pada jam kerja normal: 4.440.000 unit Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesungguhnya: Selisih jam: (JS .900 Jadi jam sesungguhnya: 3.800 Jadi pemakaian bahan sesungguhnya adalah 5.JSt) TSt (JS .240.000 200JN = 800.800 kg Harga bahan baku sesungguhnya: Rp2.600 jam x Rp600) Jumlah selisih (rugi) 2.000 .000 Variabel(3.KSt) (KS .000 JS = 3. Harga pokok standar seluruh hasil produksi: Rp2.755.600) 400 = 120.700.000 Kuantitas pemakaian bahan sesungguhnya: Selisih kuantitas bahan : (KS .000 unit x 0.400) 500 = 200.000 Biaya overhead standar (3.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Rp 800.000 Pembuktian selisih terkendali: Rp2.

Pemakaian bahan: Barang Dalarn Proses Selisih Kuantitas Bahan Selisih Harga bahan Persediaan bahan Pembebanan biaya tenaga kerja: Barang Dalam Proses Selisih Jam Kerja Langsung Selisih Tarip Langsung Utang Gaji dan Upah Pembebanan biaya overhead pabrik: Barang Dalam Proses Selisih Volume Overhead Selisih Overhead Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Mencatat hasil produksi Persediaan Barang Jadi Barang Dalaln Proses .

multiply.Buku ini dipublikasikan melalui Grup Jurusan Manajemen S1 http://s1manajemen.com .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->