BIAYA

AKUNTANSI BIAYA
Oleh Cover Design & Lay Out Ibnu Subiyanto Bambang Suripto : QX Graphic Design : QX Graphic Design
:

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma O Hak cipta dilindungi Undang-undang Jakarta, 1993

DAFTAR IS1

BAGIAN 1
BAB I AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS
A. B. C. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA TA!iAPAN PROSES PRODUKSI KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN D. E. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL
-

2
2

3

9
11

18

BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI
A. B. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI
F.

23
23 25

C.
D. E.

28 32

37

MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN
-

42 45

G.

PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA

BAB m PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK, DAN PRODUK CACAD
A.
B. C.

47
47

PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUK RUSAK PERLAKUAN PRODUK CACAD

56 64

BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA

68

BAB V PENEN'rUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK PRODUK SAMPINGAN
A. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN -

77
78 83
-

B.
,
\

PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA PEMBEBANAN BIAYA PRODUKSI PRODUK BERSAMA --SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK

C.

87

BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR
A. B.
C.

89
89
--

JENIS-JENIS STANDAR PENENTUAN STANDAR ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN STANDAR

90
91

BAGIAN 2
BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK
A. B. SOAL-SOAL BIAYAOVERHEAD PABRIK -

100
100 -

PENYELESAIAN

117

BAB VIII METODE HARGA POKOK PESANAN
A. B. SOAL-SOAL, METODE HARGA POKOK PESANAN PENYELESAIAN
-

133
133
-

156

BAB 1X METODE HARGA POKOK PROSES
A. -

172
-

-

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES -

-

-

-- --

- -- - - . -

172

B.- PENYELESAIAN -

-

-

--

204

BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
A.
.
-- -

243
--

SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA
- - --

DAN PRODUK SAMPINGAN - -PENYELESAIAN .
-

- --

-

-- - ---

- -

-

243 - -252

-

B.

-

-

BAB XI METODE HARGA POKOK STANDAR
A. B. SOAL-SOAL METODE HARGA p------.-pp POKOK--STANDAR . - - - - . ~ ~

261
26 1 285

PENYELESAIAN.-.----p-..-p- -.p -

BAB I
AKUNTANSI BIAYA DAN PENENTUAN KOS

A. KONSEPSI MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA
Manajemen puncak terdiri dari orang-orang yang bertugas mengambil keputusan, memberikan perintah, membentuk kebijaksanaan, dan mengarahkan agar semua orang mendukung kebijaksanaan perusahaan. Secara keseluruhan fungsi manajemen meliputi fungsi perenCanaan{ pengorganisasian dan pengendalian. Ketiga fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi-fungsi tersebut dibentuk mengingat dalam suatu perusahaan akan terlibat orang-orang yang mendukung berjalannya suatu organisasi. Masing-masing orang mempunyai peranan yang berbeda dan kesemuanya terlibat aktivitas kerja dalam mencapai satu tujuan bersama (yang disepakati). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukannya adanya satu komando agar pelaksanaan tugas dapat terkoordinir. Satu komando ini diperlukan untuk mengarahkan berbagai pihak yang terlibat dalam watu jalinan kerjasama sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan efisien. Mengingat masing-masing pihak mempunyai peranan yang berbeda dan sekaligus menciptakan kerjasama, maka perlu ditetapkan batas-batas yang jelas agar aktivitas kerjamasing-masing pihak tidak saling tumpang tindih. Oleh karena itu masing-masing fungsi dalam 'organisasi harus ditetapkan sampai sejauh mana wewenang seseorang dalam fungsi dan jabatan yang terlekat pada dirinya (authority). Di samping itu harus ditetapkan pula tanggung jawab (responbility) dan tingkat pertanggungjawaban (nccountability) dalam tugas dan jabatannya tersebut.

Dalarn rangka pengendalian operasi perusahaan manajemen ingin memperoleh umpan balk Cfeedback)sampai sejauh mana wewenang yang telah didelegasikan kepada bawahan telahdigunakan dengan sebaik-baknya. Umpan balik ini berupa informasi yang dapat memberikan gambaran pelaksanaan tugas para bawahan yang meliputi seberapakah target operasi telah terpenuhi dan sejauh mana operasi tersebut telah menyerap dana perusahaan. Hal ini berarti umpan balik yang diharapkan &an berupa berapa biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam satu periode dan berapa kuantitas yang dihasilkannya.

Sehingga umpan balik tersebut bermanfaat untuk menilai apakah target telah tercapai dan seberapa jauh prestasi yang dicapai oleh aparat produksi yang dimiliki perusahaan. Peranan departemen pembantu dalam menghasilkan suatu produk harus diakui. Hal ini mengingat aktivitas produksi merupakan aktivitas utama dalam perusahaan tersebut. Dengan adanya koordinasi tersebut alur produk dari departemen yang satu ke departemen lainnya hams sarna. berarti suatu proses kerja yang membutuhkan pengorbanan ekonomis guna memperoleh nilai ekonomis yang dipandang lebih tinggi. . sampai dengan penyelesaian meja tulis tersebut dapat dikerjakan oleh satu orang saja. Setiap tahapan proses produksi tersebut pada dasamya tidak dapat berdiri sendirisendiri. Sebagai contoh. departemen air dan sanitasi. Aktivitas mengubah bahan. Departemen semacam ini disebut departemen pembantu. Sebagai akibatnya pengerjakan sebuah meja tulis tidak mungkin dikerjakan oleh satu orang saja. Hal ini dilakukan dengan maksudmengadakan spesialisasipengerjaan produk yang dihasilkan. Proses produksi pada umumnya melalui beberapa tahapan. menjadi produk lain yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Departemen pembantu adalah departemen yang memberikan layanan pada departemen produksi sesuai dengan fungsinya. karena hasil kerja yang diperoleh sedikit. Biaya-biaya yang terjadi pada departemen pembantu pada dasarnya juga ikut memberi kontribusi pembuatan suatu produk. Cara produksi semacam itu menjadi tidak ekonomis. Oleh karenanya biaya-biaya yang terjadi di departemen pembantupun juga hams ikut dibebankan dalam penentuan kos produk. Departemen pembantu biasanya berupa departemen listrik. pekerjaan dibagi menjadi beberapadepartemen sesuaidengan pentahapan pembuatan meja tulis tersebut. B. TAHAPAN PROSES PRODUKSI Produksi dimaksudkan sebagai aktivitas mengubah sesuatu produk (bahan). perangkaian komponen meja tulis. Setiap tahapan proses produksi tersebut harus dibantu oleh departemen lain yang membantu berfungsinya suatu departemen.Spesialisasitersebut mengakibatkan adanyadepartemenisasi proses produksi. proses penggergajian kayu. departemen pemeliharaan peralatan. Spesialisasipenanganan tugas semacam ini akan menjadi lebih ekonomis apabila produk yang dihasilkan dalam jumlah yang cukup banyak. Meskipun antara meja tulis yang satu dengan yang lain terdapat variasi bentuk. Oleh karenanya untuk meningkatkan kuantitas meja tillis yangdihasilkan. Hal ini agar tidak terjadi penyumbatan dalam salah satu tahapan proses produksi tersebut. proses produksi akan tetap lebih dinamis. Kesemuanya harus merupakan satu rangkaian yang terkoordinasikan. untuk membuat sebuah meja tulis.Apabila umpan balk tersebut diterapkan dalam suatu industri maka akan terlihat komposisi umpan ballk dalam proses produksi akan memegang peranan yang dominan. sejak pembuatan design. dan lain-lain.

bahkan ha1ini menunjukkan semua produk yang dihasilkan membutuhkan kesamaan bentuk. c. Sedangkan dalam proses reaksi kimiawi beberapa bahan digabung. dicampur dan dibentuk menjadi suatu produk baik bempa komponen maupun produk akhir. ukuran. maka produk tersebut diproses secara khusus pula. berbagai komponen yang ada (baik dibuat sendiri maupun diperoleh dari pihak lain) digabungkan menjadi suatu produk. Teknologi yang digunakan. Pembahasan di atas menunjukkan metode produksi yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan dua alasan. Cara produksi yang digunakan tergantung oleh: a.Namun demikian pembebanan biaya yang terjadi pada departemen pembantu ke produk yang dihasilkan tidak dapat dilakukan secara langsung ke produk. namun setelah ditemukan teknologi robot dengan proses ban berjalan. antara produk yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat perbedaan yang berarti. artinya setiap job hams inemperhatikan spesifikasi yang diminta oleh langganan (konsumen). Dalam proses perakitan (assembling). ha1 ini akan kita temukan dalam industri kimia. maka dipilih teknologi maju agar produk yang dihasilkan mampu meraih pasar yang dikehendaki. mengingat besarnya permintaan pasar serta skala produksi yang dikehendaki. Alasan ekonomis. dan kesamaan fungsi. Sifat-sifat produk yang dihasilkan. industri mobil pada mulanya dibuat satu per satu dengan memperhatikan spesifikasi permintaan pelanggan. Apabila produk yang dihasilkan memerlukan penanganan khusus sehingga masingmasing produk mempunyai spesifikasi tertentu. Pengolahan produk terdiri dari dua sifat yaitu merakit komponen menjadi suatu produk dan membentuk produk melalui proses reaksi hmiawi. Produk yang diolah dengan metode proses menunjukkan bahwa barang yang dihasilkan tidak memerlukan spesifikasi tertentu sehingga produk bersifat homogen. . yaitu: a. produk yang dlhasilkan bersifat standard. Pembebanan biaya dari departemen pembantu langsung ke produk akan mengakibatkan kos produk terlalu tinggi dan sebaliknya kos produk yang masih dalam proses menjadi lebih rendah (understated). Dalam artian homogen ini. Produk semacam ini diolah dengan metode job. Proses produksi suatu barang selalu menggunakan cara-cara tertentu agar tujuan ekonomis perusahaan dapat dicapai. Terlebih dahulu hams dilakukan alokasi biaya ke departemen produksi yang menikmati jasa yang diserahkan oleh departemen pembantu tersebut. wama. Perbedaan teknologi pembuatan suatu barang yang berbeda mengakibatkan cara-cara berproduksi yang berbeda pula. maka pembuatan produk tersebut dapat dibuat secara massal dan produk bersifat standard. Jadi. Sifat pengolahan produk. Sebagai contoh. Kadangkala teknologi yang digunakan menunjukkan satu-satunya cara dalam pembuatan produk tersebut. b.

Jurnlah departemen dan pusat-pusat biaya. 2.b. Alasan teknologi. mengingat industri senlacam ini membutuhkan proses produksi yang benifat tertutup. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. tetapi output yang dihasilkan membantu departemen produksi dalam pengolahan produk. Lokasi operasi. Kesamaan operasi. penggabungan produk dalam proses dan penyempumaan produk. pernrosesan dan mesin-mesin. Kelompok utama tersebut meninjau dari sudut peranan dalam penanganan produk.Pengukuran unjuk-kerjamasingmasing bagianJdepartemen tersebut dinilai seberapakah variasi biaya yang terjadi. Departemen ~ e m b a n t u . Pengelompokan selanjutnya didasarkan pada fungsilbidangtugas masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar proses produksi menjadi lebih berdaya guna dan berhasil guna. . Di sarnping itu. Pengelompokan secara vertikal menunjukkan adanya departementalisasi pelaksanaan operasi. 4. tetapi diselcsaikan oleh suatu team kerjn dengan pernbagian tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. Sebagai contoh: industri semen. Departemen Produksi. Spesialisasi menyebabkan penibuatan suatu produk tidak mungkin diselesaikan oleh hanya satu orang saja. Sebagian besar industri kimia harm diolah dengan metode proses. Hubungan operasi terhadap arus produk. dan lain-lain. 5. Hal ini dimaksudkan agar pengendalian tugas dan pengawasan mutu produk yang dihasilkan dapat diselenggarakan dengan mudah. Proses produksi rnenghendaki adanya spesialisasi pelaksanaan pekerjaan diantara karyawan yang terlibat. untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu pula disusun tarip overhead untuk tiap departemen secara cermat. industri gula. proses dan mesin dalam suatu departemen. Teknologi yang digunakan merupakan satu-satunya cara untuk menghasilkan suatu produk. Pembagian kerja pada suatu industri baik secara horisontal maupun vertikal dikelompokkan menurut fungsi/tugas masing-masing. yaitu: 1. Pengelompokan ini di samping sebagai alat pengawasan berperan pula sebagai pusat pertanggungjawabanbaik kuantitas maupun kualitasnya.yakni departemen yang tidak langsung menangani pembuatan produk. Faktor yang dipertimbangkan dalam departemenisasi antara lain: 1. Departemen tersebut meliputi aktivitas pengolahan bahan. yakni departemen-departemen yang secara langsung ikut menangani pembuatan suatu produk. Hal ini akan ditemukan untuk industri kimia. 2. Jadi pelaporan biaya yang terjadi pada masing-masing departemen mempunyai peranan sangat penting. Kelompok utama dalum 3 departementalisasi ini dibagi menjadi dua. 3.

Tahap kedua.Spesialisasi pekerjaan menyebabkan proses pengolahan barang dilakukan melalui beberapa departemen. Spesialisasi dilakukan agar pengolahan produk menjadi lebih efisien atau teknologipengolahan produk memang menghendalu beberapa tahapan proses secara berumtan. Dalam tahapan ini departemen penggilingan menghasilkan air nira dan ampas tebu. tetes dan blotong. 2. Apabila diamati pentahapan proses produksi dapat dibagi menjadi tiga macam sekuen proses produksi. 1. yaitu: 1. Sebagai contoh. Dengan pengolahan produk tersebut bahan yang masuk di departemen pertama akan menjadi out dari departemen pertama. Selanjutnya departemenisasi organisasi pengolahan produk pada departemen produksi hams pula disesuaikan dengan pentahapan proses pengolahan produk tersebut. Untuk selanjutnya akan menjadi bahan bagi proses di departemen kedua dan seterusnya. . pemasakan airniradalam tungkureaksi. Periksa bagan di halaman berikut ini. Sehingga pentahapan proses produksi hams disesuaikan dengannya. Tahap ketiga. penyelesaian produk dan pengantongan. Teknlk pengolahan aliran produk bertahap. Dengan demikian produk yang diolah mengalir secara tems menerus dari waktu ke waktu tanpa berhenti. Teknik pengolahan aliran paralel. Berbagai tahapan proses produksi tersebut membentuk departemenisasi proses pengolahan tebu menjadi gula. dalam industri gula proses pengolahan tebu menjadi gula dilakukan rnelalui beberapa tahapan proses produksi sebagai berikut: Tahap pertama. Pentahapan proses ini sesuai dengan tehnologi dan rancangan pabrik yang disusun sebelum pabrik itu dibangun. penggilingan tebu menjadi air nira. Teknlk pengolahan aliran produk selektip. Teknik Pengolahan Aliran Produk Bertahap Proses produksi dilakukan setahap demi setahap sejak departemen pertama sampai produk diselesaikan di bagian penyelesaian dan akhimya diserahkan kepada bagian gudang. Tahap keempat. 3.Dalarn departemen inidihasilkan kristal gula. pencalnpuran air niradengan bahan lainnya sekaligus dengan sekaligus dengan pencucian air nira dari kotoran.

Blotong. yaitu: 1.3. Tetes. Rekening PDP-Departemen Penggilingan. 4. Ktistal gula selanjutnya disempurnakan menjadi gula pasir dan dikantongkan pada departemen penyelesaian. 3. . Agar masing-masing departemen diatas dapat dideteksi biaya-biaya yang layak dibebankan kepadanya maka bagian akuntansi hams pula menyediakan rekening untuk masing-masing departemen tersebut. Proses ketiga ini merupakan proses yang mernbentuk joint cost (biaya bersama).I penggilingan 1 1 tebu pemasakan nira ! limbah industri ampas blotong tetes I I tebu j I I kristal gula 1 pengantongan LISTRIK ALKOHOL. Bagan proses produksi digambarkan sebagai berikut: Proses pengolahan data biaya hams memperhatikan sekuen pengolahan produk tersebut. Rekening PDP-Departemen Pemasakan. Rekening PDP-Departemen Penyelesaian.1.Tetes sebagai produk sampingan selanjutnyadapat diolah menjadi alkohol atau langsung dijual ke konsumen. Blotong sebagzi produk sampingan karena tidak mempunyai nilai ekonomis merupakan limbah industri. Proses pengolahan gula Dalam contoh pengolahan gula tersebut di atas. 3. Rekening PDP. GULA PASIK Gumbar. antara lain: 1.Departemen Pencampuran. 2. 2. Kristal gula. menghasilkan beberapa macam produk yang keluar dari proses ketiga.

Teknik Pengolahan Aliran Produk Paralel Teknik pengolahan produk tidak selalu setahap demi setahap seperti halnya dalam industri gula. Kedua produk tersebut sebetulnya saling membutuhkan satu sama lain. Cara pengolahan yang kedua.ulel p1. Dalam teknik ini terdapat beberapa departemen yang bertugas nienyempurnakan produk yang dihasilkan dari departemen sebelumnya. sehingga pada akhir proses di pabrik tersebut keterkaitan antara produk yang satu dengan lainnya digabungkan menjadi satu. kuantita\. Memperhatikan teknik produksi dan sifat-sifat bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk pengolahan bahan dilakukan secara paralel untuk akhirnya digabungkan dalam satu unit pabrik rnenjadi satu produk. dan pabrik yang sama. Gambar 1. disebut teknik pengolahan aliran produk paralel (pu~. Bahan minuman minuman 7 Bahan penyiapan bvhnn pembuatan kemasan 1 I A kemawn dan penyelesaian 7 MINUMAN KEMASAN Dalam gambar tersebut ditunjukkan ada dua produk yang diolah secara bersamaan pada waktu. Teknik Pengolahan Aliran Seleksi produk Teknik yang ketiga adalah selective product tlow. menjadi satu produk akhir. )Industri minuman dan makanan dalam kemasan kebanyakan . menggunakan teknik pengolahan aliran produk paralel.2.odzrc. Dengan demikian departemen sebelumnyamenseleksi produk yang memenuhi standard mutu untuk diserahkan/diproses lanjut di departemen penyempurnaan. 3.2 berikut ini menunjuk cara lain dalam pengolahan produk.t f l o ~ . Departemen berikutnya juga menghasilkan produk yang sama dengan mengolah lagi produk yang .

diterima dari departemen sebelurnnya. Metode penentuan kos (baik metode proses maupun pesanan) berkaitan dengan pencatatan. Proses semacam dilakukan terus berulang-ulang. Bagan proses produksi semacam ini adalah sebagai berikut: P Dept. yaitu job order costing (dikenal dengan penentuan kos pesanan) dan process costing (penentuan kos proses). Dalam praktek seMg kali dijumpai masing-masing metode penentuan kos tersebut tidak diterapkan secara mumi. dan penyajian laporan biaya yang timbul dari transaksi-transaksi biaya sebagai akibat proses produksi suatu barang. Keduanya mengandung aspek yang berbeda. 2 - Departemen Penyelesaian Dept. pengklasifkasian. 1 - Dept. Teknik pengolalzan produk selektip C. Penggabungan dari kedua penentuan kos tersebut seMg terjadi tergantung dari kasus proses pengolahan di pabrik tersebut. Produk yang baik diserahkan ke departemen penyelesaian. 3 Limbah Industri Output Gambar 3. metode produksi berkaitan dengan cara-cara perusahaan melaksanakan pembuatan suatu barang (produk) sedangkan metode penentuan kos berkaitan dengan pencatatan dan penentuan kos pembuatan produk tersebut. KARAKTER METODE PENENTUAN KOS PROSES DAN PERBEDAANNYA DENGAN METODE PENENTUAN KOS PESANAN Dalam pembahasanmetodepenentuankos.pengertian penentuankos seringdikacaukan dengan metode produksi suatu barang. sedangkan produk yang belum sempuma diserahkan ke departemen berikutnya untuk diproses ulang. Penentuan kos dibedakan secara ekstrim menjadi dua. .

penentuan kos produknya dengan membagi dalarn periode tertentu (bulanan. Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu. Bahkan untuk industri semen suatu siklus proses produksi membutuhkan waktu lebih dari satu periode. . Memperhatikan kelima karakter tersebut di atas. tahunan dan lain-lain). justru meninlbulkan kerugian yang cukup berarti bagi perusahaan.Pengertian contineuoustersebut adalah suatu proses akm berjalan tanpa berhenti untuk satu kelompok produk yang dirancang (satu batch). Antara periode yang satu dengan yang lainnya hams ditetapkan batasan waktu tertentu (cut oj'f). perusahaan tidak mungkin melakukan penentuan kos. aircraft. adalah penentuan penentuan kos produk yang penetapan penentuan kos produk (baik total maupun unit) ditetapkan atas dasar periode waktu. percetakan. Sifat produk yang diolah menunjukkan keseragaman antara produk yang satu dengan yang lainnya. Produk diolah secara terus menerus (c~ontinuous). Metode proses dapat ditemukan untuk hampir semua industri kimia. 2.h) serta memerlukan kecakapan dan perhatian khusus. Laporan kos produksi disusun/dihitung secara periodik. antara lain: industri konstruksi. Industri yang banyak menggunakan metode ini. mengingat berakhirnya suatu proses produksi tidak dibatasi oleh periode akuntansi. Dengan demikian cukup beralasan apabila dalam metode penentuan kos proses. 5. 4. Dalarn metode penentuan kos pesanan penentuan kos tiap unit produk dapat ditetapkan dengan mudah setelah produk tersebut diselesaikan. Produksi dilaksanakan untuk nlengisi gudang dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu. Metode ini digunakan untuk perusaham yang memprodusir secara massal dengan proses produksi yang dilaksanakan secara contineuous. 3. Produk diolah secara masal dalam jumlah yang cukup besar dan sesuai dengan kapasitas produksi mesin-mesin yang ada. Tingkat kesamaannya membutuhkan presisi yang tinggi sehingga sulit dibedakan antara produk yang satu dengan lainnya. Karakter metode ini adalah: I. Mengingat proses produksi tidak boleh dihentikan pada setiap saat (setup costnya sangat mahal) maka manajemen harus menganggarkan jumlah yang harus diproduksi dalam kurun waktu tertentu. mebel dan lain-lain. permesinan. dapat dilihat perbedaan dengan karakter metode penentuan kos pesanan (job cost). Metode job order digunakan untuk perusahaan yang mernproduksi barang-barang yang tiap unitnya memerlukan spesifikasi khusus atau dalam kelompok produk (batc. Tetapi dalarn metode penentuan kos proses. sehingga antara periode yang satu dengan periode yang lain tidak dibatasi oleh jarak waktu tertentu (time lug). Tiada jarak waktu tersebut disebabkan penghentian suatu proses produksi yang ditu-jukan hanya untuk menghitung kos produk menjadi tidak ekonomis.Metode penentuan kos proses.

Produk yang dihasilkan tidak dapat dibuat secara standard. a. permasalahan dan perilaku tersebut sangat berpengaruh dalarn pengakuan dan pencatatan transaksi biaya yang terjadi dalarn suatu perjode akuntansi. Oleh karena itu.konfigurasi yang sangat besar. adanya manusia yang mengerjakannya disertai dukungan fasilitas lain yang membantu terwujudnya produk tersebut. Metode penentuan kos pesanan dirancang untuk digunakan bagi industri yang menghasilkan produk dalam skala kecillindividual. TRANSAKSI BIAYA YANG MENDUKUNG PENENTUAN KOS Elemen-demen biaya yang membentuk kos produk adalah biaya bahan. Proses reaksi lumia semacam ini harus dikendalikan agar reaksi kimia dapat membentuk produk seperti yang diiehendaki. disebabkan oleh cara-cara yang ditempuh dalam menghasilkan produk tersebut memang berbeda. Meskipun transaksi ini hanya sekedarmernindahkan barang dari gudang ke bagian produksi tetapi mempunyai makna yang cukup berarti sebagai pengakuan .telah tiba dan diterima di bagian gudang. Biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada umumnya mempunyai perilaku sebagai biaya variabel.Kenyataan tersebut mengakibatkanproses produksi barang-barang kimia dalam skala kecil menjadi sangat mahal. ketelitian. Hal ini dimaksudkan agar produksi menjadi lebih ekonomis. Kebanyakan industri kimia menggunakanproses produksi yang bersifat tertutup. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. D. Transaksi ini bersifat intern. sedangkan biaya overhead mempunyai perilaku baik sebagai biaya tetap maupun sebagai biaya variabel.Perbedaan di antara kedua metode ini. Di sarnping itu akibat sampingan yang tidak terkendali dapat muncul apabila sisa-sisa reaksi kimia tersebut tumpah. Sebaliknya ongkos produksi akan mahal sekali kalau konfigurasi proses produksi dalam skala besar. bocor dan lain-lain. Masing-masing elemen biaya tersebut mempunyai sifat dan permasalahan yang berbeda. Transaksi biaya bahan terjadi pada saat bahan-bahan tersebut dibeli dari pemasok dan pada saat pemakaian bahan tersebut. Ketiga elemen biaya tersebut terlekat pada produk yang dihasilkanmengingat suatu produk terbentuk karena adanya bahan. Begitu pula apabila ditinjau dari periIaku masing-masing dalam membentuk kos produk. proses produksi barang-barang kimia harus dikerjakan dengan . dengan maksud reaksikimia sebagai akibat pencampuran dan pemanasan beberapa bahan tidak dipengaruhi oleh unsur-unsur kimia lain yang tidak dikehendaki. Sifat. Pemakaian bahan terjadi pada saat bahan baku ataupun bahan pembantu diserahkan dari bagian gudang kepada bagian produksi. Saat terjadinya pembelian bahan menunjukkan bahwa perusahaan telah mempunyai kesepakatan dengan pihak lain. Produk yang dihasilkan lebih membutuhkan perhatian. Narnun realisasi pembelian baru akan terwujud pada saat barang-barang yang dibeli . oleh karenanya transaksi ini hanya pernindahan asset dari bagian yang satu kepada bagian yang lain. sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pencatatan dan pembebanan biaya bahan.

1. biaya assuransi bahan-bahan. Tujuan pengendalian biaya bahan. namun mempunyai peranan dalam membentuk suatu produk. biaya pengangkutan bahan sampai ke gudang. Agar bahan-bahan yang dibeli dalam jumlah yang tepat dan digunakan untuk kepentingan produksi sesuai dengan waktu yang direncanakan. Tujuan pengendalian barang di gudang. Agar dana yang digunakan untuk membiayai pembelian bahan dapat dihernat untuk tujuan lain yang lebih bermanfaat. 3. 2. 1. Agar resiko terhadap munculnya barang cacat maupun kadaluwarsa dapat dihindarkan. . bahan-bahan yang digunakan untukmembantu terbentuknya suatu produk. 4. 3. 5. Bahan untuk memproduksi suatu produk terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu. Pada umumnya bahan baku suatu produk terdiri dari satu macam bahan saja. Pada umumnya bahan pembantu suatu produk terdiri dari beberapa macam. b. Bahan pembantu adalah. Bahan tersebut secara langsung terlekat pada produk dan merupakan komponen yang terbesar. Bahan yang masuk kategori bahan baku. adalah bahan utama yang secara langsung ikut membentuk produk. Komponen kos bahan terdiri dari: a. Bahan ini merupakan bagian kecil dari suatu produk. 2. Bahan-bahan hams dilindungi terhadap kemungkinan-kemungkinan pencurian ataupun resiko kehilangan. .berapa kos bahan-bahan dalarn ikut membentuk tenvujudnya sesuatu produk. Agar biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menangani persediaan dapat dihemat. tetapi dapat pula terdiri dari beberapa macam bahan baku. dan c. Bahan baku adalah bahan yang diubah dalam proses produksi untuk membentuk suatu produk. Menghindarkan resiko cacat/rusak. kos pembelian bahan. Agar barang-barang di gudang siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Memberikan perlindungan terhadap resiko kecurian dan menjaga berfungsinya bahan sesuai dengan mutu yang diharapkan.

.Masalah ini dibahasdalam mata kuliah Akuntansi Keuangan.200 Rp 10. Harus memperhatikan kwalitas bahan-bahan yang ada sehingga apabila terdapat bahan-bahan yang tidak memenuhi standard dapat segera mengembalikannya kepada suplier. 2. Penentuankos danpenilaiannya.BB Persediaan bahan baku Rp 8. Kos bahan (sesuai faktur) Biaya angkut masuk Biaya assuransi Rp 10.200 Saat Pemakaian bahan (dicatat oleh bagian akuntansi biaya) Produk dalam proses . Pengembalian ini akan dicatat dalam jurnal pengembalian bahan. Dengan demikian bahan-bahan yang dipakai sesuai dengan mutu yang dikehendaki. Masalah ini dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi.000 3.Contoh pencatatan transaksi yang terkait denganbiaya bahan. saat Pembelian (dicatat oleh bagian akuntansi finansial). Prosedur Pembelian bahan dan pencatatan persediaan.700 Jumal pencatatannya adalah sbb: Persediaan bahan baku Utang Dagang Kas Rp 13.700 Pengendalian pemakaian bahan.000 I -1. Masalah penting yang terkait dalarn pengadaan bahan adalah: 1.200 8.000 2.200 Total kos bahan Digunakan dalam proses produksi Rp Rp 13.

Tahapan keduamerupakan prosesdistribusidan alokasi biaya tenaga kerja kepada masing-masing job.000 7. Komponen pembayaran jasa kepada karyawanhuruh yang tidak termasuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah:jasa produksi. Pencatatan dan pembebanan biaya tenaga kerja. upah buruh. adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dala~n . Rp 25. Biaya Produksi (terdiri dari biaya TK Langsung dan biaya TK tak langsung). Klasifiasi biaya tnaga kerja dalam proses produksi antara lain: (a) biaya tenaga kerja langsung.500 Riaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macatn. 2. antara lain sebagai berikut: 1.b. Macam-macam pembayaran gaji dan upah yang masuk dalam kategori biaya tenaga kerja adalah: gaji karyawan.000 2. dan tunjangan hari raya. Termasukdalam katego~i biaya produksi adalah semua upah buruhdan insentipdalam rangka memproduksi suatu produk. dan tunjangan kesehatan.500 . Pencatatan biaya tenaga kerja melalui dua tahapan penting yang terdiri dari: 1. Biaya tenaga kerja. insentip'lembur dan insentip prestasi kerja. Biaya Komersial (terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor). adalah semua biaya yang dieluarkan untuk membayar upah pada karyawan perusahaan. Jumal transaksi tersebut adalah sebagai berikut: Biaya Tenaga Kerja Pajak penghasilan karyawan Hutang gnji h n ~rpah ka~:~trcc~crn Rp 22. Jurnal transak\i kedua ini dicatat sebagai berikut: PDP-biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Rp 15. bonus Produksi. perhitungan pendapatan.500 Biuyn tennga kcljlr Rp 22. Tahapan pengumpulan data gaji.Termasukdalam kategori biaya komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai (tetapftidaktetap) guna mempertahankan eksistensioperasional perusahaan. perhitungan pajak yang hams dibayarkan oleh karyawan serta berapa besarnya penghasilan bersih yang diterima karyawan. departemen dan lain-lain klasifikasi.500 2. tantiem.

000 2 orang anak @ Rp 60.000 Apabila buruh tersebut belurn berkeluarga (bujangan) besarnya pendapatan tidak kena pajak sebesar Rp 120. Masalah yang tirnbul dalam pembayaran biaya tenaga kerja.rangka memproduksi produk yang secara langsung membentuk produk dalam suatu perusahaan dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi cli departemen produksi. Pajak ditanggung bersarna. Seorang buruh memperoleh penghasilan sebesar Rp 200. Biaya tenaga kerja talc langsung.000 total penghasilan tidak kena pajak Pendapatan tidak kena Pajak Jadi buruh tersebut tidak dapat dikenai PPH 21. Biaya tenaga kerja talc langsung terjadi di departemen pewbantu (service departement). adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja dalam rangka memproduksi produk yang secara tidak langsung ikut membentuk produk dalam suatu perusahaan. Contoh kasus. Pajak PPH 21 menjadi beban masing-masing karyawan. Pajak menjadi beban perusahaan.000 sebesar Rp 12. . Perlakuan akuntansi terhadap pajak berdasarkan kebijaksanaan mahagemen sebagairnana diutarakan dalam alinea di atas.000. Masalah ini dipecahkan dengan 3 cara sebagai .000. Berarti PPH 21 yang harm dikenakan kepada buruh tersebut sebesar 15% X Rp 80.000 per bulan. RD 300.000 120. Penentuan PPH 2 1untuk buruh tersebut adalah sebagai berikut: Besarnya penghasilan per bulan Pendapatan tidak kena pajak buruh sebagai kepala keluarga 1 orang isteri 120.000. Dengan dernikian pendapatan kena pajak buruh tersebut Rp 80. adalah kewajiban membayar PPH 21 dan asuransi sosial. 3. karypwan (buruh) dan perusahaan.000 60. berikut: 1. Mempunyai seorang isteri dan dua orang anak. 2.

Biaya Tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang PPH 21 RP 188. a.BTK Biaya terluga kerja Rp 200.000 3.000 KIT 194. Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Utang 21 Ut~lr~g gajilupah RP 1 04 400 6.000 Rp 12.000 b. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja.1.000 Kp 200.000 b.000 .000 2.000 1811.000 Rp 12. Saat Pelnbebanan kepada produk. Produk dalam Proses . Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada perusahaan saja.000 12.000 Utang gajilupah 188. a.BTK Biuya tenaga kelju Rp 1 94. Saat Pembebanan kepada psoduk. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada k:+rpawan dan pcruxahaal~.000 188. Produk dalam proses . Saat Pengakuan biaya tenaga kerja. Saat Pengakuan biaya tenaga kerja. Biaya tenaga kerja Utang PPH 2 1 Urcing gajilupcrh RP 200. a.000 Rp 12. Pencatatan PPH 21 bila dikenakan kepada karyawan.

Apabila ditinjau dari saat terjadinya maka biaya overhead dapat ditinjau dari biaya overhead tunai dan biaya overhead yang dibebankan untuk berbagai penode yang menikrnati. Pencatatan waktu kerja. 5. Penghitungan upah dan insentip. Pembayaran upah dan insentip. Di samping itu apabila ditinjau dari tingkah laku terjadinya biaya dapat ditinjau dari dua aspek yaitu biaya variabel dan biaya tetap.500 Macam-macam biaya yang lainnya Pembebananbiayaoverheadpabrikkeproduk harusmemperhatikanapakahperusahaan memakai rekening biaya overhead pabrik dibebankan.500 Rp 4. dibahas dalarn mata kuliah Sistem Akuntansi. dengan dernikian pembebanan BOP tidak perlu menunggu perhitungan .BTK Rp 188.000 Rp Biaya tenaga kerja 188. 2. Pencatatan kehadiran karyawan. adalah prosedur penggajian dan pengupahan yang meliputi. Pengelompokan ini dilakukan mengingat jenis biaya overhead sangat banyak. Pencatatan biaya tenaga kerja. Pencatatan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut: Pengakuan terhadap biaya overhead. Saat Pembebanan kepada produk. Pencatatan biaya overhead pabrik terdiri dari dua kelompok.000 Rp 3. Produk dalam Proses . Pencatatan dilakukan dengan talcsiran biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik Biaya tenaga kerja tak langsung Akumulasi peralatan pabrik Biaya assuransi kebakaran Rp 20. Rekening semacam ini digunakan untuk menampung pembebanan biaya overhead yang terjadi dalam satu periode kepada rekening Produk dalam proses .000 Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam pengendalian biaya tenaga kerja. Pencatatan dan pengakuan biaya overhead. 3.000 Rp 5. -4.b. Pernisahan biaya tersebutdimaksudkanuntuk memudahkan dalamanalisispengambilan keputusan.BOP.000 Rp 7. Hal-ha1 tersebut. c. 1.

Dengan cara tersebut dapat dipastikan akan diperoleh selisih antara BOP yang ditaksirkan dengan BOP yang sesungguhnya. Pemisahan biaya ini sebenamya mengandung kelemahan.Meskipun padadasamya terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun tetap. rekening persediaan produk selesai dan persediaan produk dalam proses akhir. Biaya ini terdiri dari biaya bahan tak langsung.000 Selanjutnyarekening BOP-dibebankan pada saldokredit. E. sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya. maka klasifikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel.000 Dengan pencatatan tersebut di atas maka akan terlihat bahwa dalam rekening BOP sesungguhnya akan terdapat selisih sebesar Rp 1. Item biaya overhead pabrik sangat banyak.mengingat tidak ada metode yang dianggap tepat dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut. TARIP BIAYA OVERHEAD DAN PEMISAHAN BIAYA SEMI VARIABEL Biaya overhead pabrik adalah semua biaya-biaya produksi selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung.BOP BOP .dibebankan Rp 19. biaya tenaga kerja tak langsung dan semua biaya-biaya yang tidak dapat secara langsung dibebankan kepada produk ataupun job. Adapun jumalnya adalah sebagai berikut: BOP . .dibebankan BOP .sesurzgguhnya Rp 19.000.000 Rp 19. harus dipertemukan dengan rekening BOP-sesungguhnyapada saldo debit.Perbedaan ini disebut under-applied overhead pabrik. Pembebanan BOP ke rekening Produk dalam Proses: PDP . Selisih tersebut di akhir periode akan disesuaikan dengan terlebih dahulu dianalisis apakah terjadi over1 under applied BOP. dapat disusun klasifikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel.BOP yang sesungguhnya terjadi. Selanjutnya selisih tersebut akan dibebankan kembali ke rekeningrekening Kos barang terjual/HPP. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya.000 Rp 19.

antara lain: (1) teknik grafis.jelaskan uraian tersebut di atas. Variabilitasbiayadiperlihatkan oleh garis miring yang sebetulnyamerupakan fungsi dari produk yang dihadkan. Di antara berbagai titik tersebut ditarik garis lurus sampai memotong sumbu tegak. Dari perpotongan sumbu tegak dengan garis tersebut ditarik garis lurus sejajar dengan sumbu datar. Dari gatnbar tersebut dapat diketahui berapa besamya biaya tetapdan berapa besamya biayavariabel. Dalam teknik ini hubungan antar biaya dengan volume produksi digambarkan dalarn sebuah diagram. Besamya biaya variabel dihitung dengan membagi selisih biaya semi variabel tertinggi dan terendah dibagi dengan selisih aktivitas tertinggi dan terendah. Sedangkan biaya tetap digambarkan dengan garis mendatar sejajar dengan kuantitas produk. Teknik grafis. Gambar di halaman 18 berikut ini me~~.Beberapa teknik pemisahan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Teknik ini menggunakan dasar aktivitas tertinggi dan terendah sebagai dasar analisis semivariabel. Perhatikan contoh berikut ini: . 1. (3) teknik analisis kuadrat terkecil (least square). (2) matematical high low point. Mathematical high low point. Garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. garis ini menunjukkan komponen biaya variabel. Biaya Tetap 0 unit 2. dan (4) teknik analisis korelasiJregresi.

776.: 4.000 3.000. Selanjutnya setelah besarnya biaya variabel per unit dapat diketahui.750. Teknik ini hubungan antara biaya dengan volume produksi sebagai hubungan persamaan linear.026.736 jam 4.000 1.104 jam Total Biaya Rp 2.736 jam dengan biaya sebesar Rp 1.776.776.840 jam 2.066.104 jam = Rp 250. Berdasarkan data tersebut dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: No 1 2 Aktivitas perusahaan Aktivitas tertinggi Aktivitas terendah Selisihlperbedaan Aktivitas 6.000 Tarip variabel = Rp 1.dapat dihitung hesamya biaya tetap sebagai berikut: Aktivitas tertinggi Total biaya semi variabel Biaya variabel (Rp 250ljam) 6.I 1 Dalam tahun anggaran 1986 aktivitas tertinggi perusahaan susu Mamiek menunjukkan waktu kerja sebanyak 6.750. Sedangkan aktivitas terendahnya terjadi di bulan Maret menunjukkan waktu kerja 2.7 10.000 I .-/jam.000 684.000 Rp 1.736 jam X Rp 250 Biaya tetap Rp 1.000 Aktivitas terendah Rp 1..000 Rp 1.000. Teknik kuadrat terkecil.026.840 jam dengan biaya Rp 2.066.000 Rp 2.750. Persamaannya adalah: .000.480 jam X Kp 250 2.

000 jam. ditentukan atas dasar: 1.000 dan biaya variabel Rp 300.000 166. bahwa untuk mempermudah perhitungan digunakan tarip yang ditetapkan di muka.625 dan untuk biaya overhead variabel sebesar Rp 0. Tarip untuk biaya overhead tetap Rp 0. Tarip biaya overhead pabrik. 2. terdiri dari biaya tetap Rp 125. dan menunjukkan arah garis (slope) sebagai komponen biaya variabel. Tarip yang digunakan harus berdasar pada alasan yang rasional. jam tenaga kerja langsung.250 Rp 291. Telah disebutkan di muka.875. agar tarip tersebut dapat digunakan secara tepat baik untuk penentukan kos maupun untuk kepentingan pengendalian biaya. 3. Jadi tarip per jam kerja adalah Rp 1.SO.000 (under applied).000. 3. Selisih tersebut dianalisis dengan analisis dua selisih sebagai berikut: Selisih pengeluaran: Biaya overhead sesungguhnya Anggaran s/d kapasitas yang digunakan: Biaya tetap dianggarkan Biaya overhead (190 X Rp 0.000 jam kerja. jam mesin. 5. unit produksi. maka pada akhir periode &an terdapat selisih dalam rekening biayaoverhead pabrik sesungguhnya (actual) dengan tarip yang telah ditentukan di muka. biaya tenaga kerja.875) Rp 125. Sebagai contoh: Anggaran biaya overhead pabrik pada perusallaan Nickiesusu.000 sehingga terdapat selisih sebesar Rp 7. Sebagai akibat penggunaan tarip biaya overhead pabrik tersebut. biaya bahan yang digunakan. Pada periode tersebut jam kerja sesungguhnya sebesar 190. Tarip biaya overhead pabrik atas dasar jam kerja sebesar 200.Y menunjukkan besamya biaya variabel pada volume X a b menunjukkan komponen biaya tetap.000 Selisih pengeluaran (rugi) . Pada akhir periode diketahui besamya biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah Rp 292. Selisih tersebut (baik under ataupun over applied) harus dianalisis untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya.250 Rp 292.

Besarnya kapasitas menganggur ini sebesar 5%. pada setiap akhir periode hams dibebankan kembali ke rekening Kos Produksi atau langsung ke income summary. Demikian halnya dalam selisih kapasitas. Dalarn artian tarip yang ditetapkan di masa lalu tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai alat pengukuran. . dengan jurnal sebagai berikut: Rp 7.= 5 % Pejabat yang bertanggungjawab terhadap adanyakapasitas yang menganggur tersebut adalah orang yang secara langsung menangani proses produksi.000jam kerja. Terhadap selisih yang terjadi.000 Rp 7. ha1 ini perlu diteliti lebih lanjut penyebab kesenjangan antara kapasitas produksi dengan kemampuan pasar menyerap produk yang dihasilkan perusahaan. manajemen dapat mengetahui sampai seberapa jauh tingkat efektivitas pekerjaan pada departemen produksi..000 jam X 0.000 Persediaan produksi jadi Biaya overhead pabrik sesungguhnya. komponen biaya apa saja yang mengalami penyimpangan. atau: Income summary Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 7. Namun.000 Terhadap tarip biaya overhead.000. Dari data di atas dapat diketahui terdapat kapasitas jam kerja yang masih belum digunakan sebanyak 10. Dengan demikian manager dapat mengetahui pada elemen apa saja dia harus melakukan tindakan koreksilperbaikan.000 Rp 7. Hal ini hams dikoreksi kembali. sangat dimungkinkan di kelak kemudian hari tarip biaya overhead pabrik menjadi tidak tepat. dihitung dengan cara sebagai berikut: (10.X 100 %.625) :Rp 125.Selisih Kapasitas: Anggaran sld kapasitas yang digunakan Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk (rekening PDP-BOP) Selisih kapasitas (rugi) Terhadap selisih pengeluaran dapat dirinci lebih jauh. Dengandemikian tarip biaya overhead pabrik harus ditetapkan kembali dengan dasar pengalaman di masa yang lalu.

200 unit 2. Berapa besamya biaya yang terserap dalam produk yang masih dalarn proses baik di awal maupun di akhir periode tergantung pada taksiran tingkat penyelesaian komponenkomponen biaya yang membentuk terjadinya sesuatu produk atas produk dalam proses. Tingkat penyelesaian produk mencerminkan berapa banyak biaya yang terserap di dalam produk dalam proses tersebut.000 unit produk X. Keadaan dalam satu periode tersebut apabila dirinci akan menunjukkan kuantitas produk yang diselesaikan sebagai berikut: proses awal Produk dala~n Produk yang masuk di dalam proses 200 unit 2.BAB I1 LAPORAN KOS PRODUKSI A.400 unit Produk dalam proses akhir Produk yang diselesaikan periode ini 400 unit 2.biaya tenaga kerja langsung 90%.000 unit 2. PENENTUAN UNIT EKUIVALEN PRODUKSI Unit ekuivalen produksi (selanjutnya disebut unit ekuivalen) hams dihitung untuk menentukan berapa besa~nya produk yang layak diperhitungkan dalam rangka penentuan kos produk per unit. Sebagai contoh.400 unit . Di awal bulan terdapat produk yang rnasih dalaln proses produksi 200 unit dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan baku 100%'. dan biaya overhead pabrik 80%. Di akhir periode masih terdapat 400 unit produk yang masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian untuk biaya bahan sebesar I OO%. perusahaan XYZ dalam bulan Mei menghasilkan 2. Hal ini mengingat adanya produk yang masih dalanl proses baik di awal maupun di akhir periode telah ikut menyerap kos yang terjadi dalam periode tersebut. biaya tenaga kerja 80% dan biaya overhead pabrik sebesar 90%.

360 unit .200 unit Produk selesai dalam bulan Mei 2. awal bulan Mei ! awal bulan Juni ! 200 unit 400 unit Masuk dalam proses dalam bulan Mei 2. Metode ini menganggap bahwa tingkat penyelesaian produk dalam proses baik di awal maupun di akhir proses dari periode yang satu ke periode berikutnya tidak menunjukkan perbedaan yang siknifikan. 2. biaya tenaga kerja langsung.400 unit 2.000 + 400 (90 %) = - 2. bahan baku.000 + 400 (100 %) Unit ekuiv. Apabila menggunakan metode tersebut besarnya unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Unit ekuiv. Komposisi penyelesaian produk dalam proses di awal maupun di akhir proses sebagaimana digambarkan dalam gambar di atas akan mempengaruhi unit ekuivalen pada bulan Mei.000 + 400 (80 % Unit ekuiv. Begitu pula halnya produk dalam proses di akhir bulan Mei akan menjadi produk dalam proses di awal bulan Juni. Sebagai akibatnya kos padaperiode yang satu dan periode yang lain tidak akan terjadi fluktuasi.000). Metode rata-rata (average method).1 Aliran input dan ouput produksi Dan gambar tersebut di atas ditunjukkan bahwa 200 unit produk dalam proses awal sebetulnya merupakan produk dalam proses di akhir bulan April.Dalam menghitung kuantitas produk yang diprodusir selama satu periode harus dapat ditunjukkan bahwa input (200 + 2.320 unit 2. 2.000 unit Peraga 2. Kos yang terserap dalam produk dalam proses awal maupun akhir proses menunjukkan jumlah yang relative sama. Bagan berikut ini memperjelas proses transformasi input dan output dalarn suatu proses produksi. biaya overhead pabrik. Penghitungan unit ekuivalen dapat dilakukan dengan salah satu dari dua metode berikut: 1 . 2.200) sama dengan output (400 + 2.

200 (20 9 )+ (2. = 2. 200 (0 9 )+ (2. Perbedaan tingkat penyelesaian dari waktu ke waktu tersebut akan sangat mernpengaruhi besarnya komposisi kos produk dari periode yang satu dengan periode lainnya.dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 11. Kos per unit. Meskipun demikian keputusan untuk menggunakan salah satu dari kedua metode tersebut. tidak boleh sembarangan mengingat karakter proses produksi hams diperhatikan Dengan mengambil contoh perhitungan subbab A di atas serta data biaya berlkut digambarkanperhitungan kosper unit tersebut.Metode masuk pertama keluar pertama (first in first out).200 biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 34. Metode ini menganggap terdapat perbedaan yang siknifikan antara tingkat penyelesaian antara produk dalam proses di awal periode dengan produk dalam proses di akhir periode. Perhitungan unit ekuivalen tersebut di atas memperhatikan perhedaan penyerapan kos di awal dan di akhir proses produksi.200) +400 (90 '3) 6 = 2. Perhitungan unit ekuivalen dengan menggunakan metode FIFO adalah sebagai berikut: Unit ekuivalen biaya bahan. ' Periksa kembaii bab I.420 dan biaya overhead pabrik Rp 26.biaya tenaga kerja langsung Rp 15.000 . produk pada bulan April adalah sebagai berikut: biaya bahan baku RD 19. = 2. 200 ( 10 %) + (2.200) + 400 (80 %) Unit ekuivalen biaya overhead pabrik.300 unit. Konsep ini sangat berbeda dengan metode rata-rata yang menganggap komporlen kos semua produk sama.560. biaya bahan baku bulan tersebut sebesar Rp 44. Kos yang terserap dalam setiap produk di awal dan di akhir periode jumlahnya tidak sama. B.200 unit. sebagai akibatnya kos balk yang terjadi di awal maupun di akhir proses akan diidentifikasi secennat mungkin. Perhitungan kos per unit produk berdasarkan salah satu dari keduametode penghitungan unit ekuivalen.000 . mengenai filosofi produksi. .000 . MENGHITUNG KOS PER UNIT PRODUK Dalam menghitung kos per unit produk hams memperhatikan unit ekuivalen produksi untuk masing-masing komponen biaya.140 unit. Misalnya.200) + 400 (100 %) 6 Unit ekuivalen biaya tenaga kerja.

800 2. perhitungannya adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku. Apabila menggunakan metode FIFO perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: .Dari informasi tersebut di atas dapat dihitung kos per unit produk.700 1. 200 x 90 % x 15 Biaya overhead pabrik. Dengan menggunakan metode rata-rata besamya kos per unit lebih kecil dibandingkan dengan metode FIFO. Sebelummenghitung kos per unit produk terlebih dahulu dihitung berapa besarnya kos yang terlekat pada produk dalarn proses awal. 200 x 100 % X 19 Biaya tenaga kerja langsung.260 Apabila menggunakan metode rata-rata perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut: Perhitungan kos per unit kedua metode tersebut akan menghasilkan kos per unit yang berbeda.760 - Rp 8. 200 x 80 % x 11 Total kost produk dalam proses awal = Rp = 3.

Berdasarkan perhitungan di atas selanjutnya dapat dihitung berapa besamya kos yang dibebankan terhadap produk selesai maupun produk yang masih dalam proses di akhir periode. Rincian perhitungan berikut ini sangat penting mengingat jumlah tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan posting ke dalam rekening-rekening produk dalam proses. Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya TKL, 400 x 80 % x 16 Biaya Overhead Pabrik, 4OOx90%x12 Total biaya yang dibebankan Rp 8.000 5.120 Rp 96.000

4.320

17.440 Rp 113.440

Perhitungan pembebanan kos produk apabila dengan metode FIFO adalah sebagai berikut:

Kos produk selesai:
Produk d b proses awal

Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Ppbrik: 200 x 20 5% x 12,07 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei: 1.800 @ Rp 48,25 Total kos produk selesai bulan Mei Rp 95.914,40
= Rp 321,60

=

482.80

804.40

Kos produk dalam proses akhir:
Biaya bahan baku, 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Overhead Pabnk, 400 x 90 %x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang dibebankan bulan ini Rp 8.040 4.345.20 Rp 17.530.80 Rp 1 13.445,20
% Biaya Tenaga Kerja Langsung, 400 x 80 5 x 16,08 Rp 5.145,60

Dalam perhitungan menurut metode FIFO, di atas terdapat selisih lebih sebesar Rp 5,20. Selisih tersebut sebagai akibat pembulatan pada waktu perhitungan kos per unit. Rincian pembulatan tiga angka di belakang koma adalah sebagai berikut: Biaya bahan 12.0909 menjadi 12.10 atau sebesar BTKL 16.0841 menjadi 16.08 atau sebesar BOP 12.0727 menjadi 12.07 atau sebesar (0.009 1) (0.0041) (0.0027) Rp 5,06

Total pembulatan = 0.0023
Perhitungan pembulatan adalah: 2.200 x Rp 023
=

C. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI
Laporan kos produksi untuk periode yang baru saja berakhir disusun pada hari-hari awal periode berikutnya. Jadi laporan kos produksi untuk bulan Mei dibuat pada awal bulan Juni, demlkian seterusnya. Laporan ini memuat tigamasalah pokok yang terdiri dari:

1. Laporan kuantitas produksi selama satu periode, berisi perhitungan kuantitas produk baik yang masuk dalam proses maupun produk yang dihasilkan serta segala bentuk keluaran lainnya. Laporan semacam ini menggarnbarkan berapa kuantitas yang layak diperhitungkan dalam penentuan kos produk.

2. Perhitungan kos per unit produk, berisi perhitungan kos per unit produk untuk semua komponen produk yang dihasilkan selama satu periode produksi.
3. Perhitungan pembebanan kos produk selesai dan produk yang masih dalam proses (akhir), berisi perhitungan berapa besarnya kos untuk produk selesai dan produk dalam proses yang dihasilkan dalam satu periode produksi.
Laporan Kos Produksi tersebut disajikan dengan maksud menyajukan informasi kepada manajemen sebagai alat pengendalian biaya produksi dan sebagai dasar membukukan kos produksi ke dalam rekening kontrol. Berikut ini disajikan contoh laporan kos produksi dengan menggunakan metode ratarata (periksa halaman 24).

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A.

Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang masuk dalam proses 200 unit

2.200

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalarn proses akhir hoduk selesai bulan Mei

400

2.000

B. Perhitungan Kos per unit produk,

C. Pernbebanan biaya kepada produk.

Kos produk selesai: 2.000 @ Rp 48 Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan, 400 x 100 % x Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung. 400 x 80 O/r x 16 Biaya Overhead Pabrik, 400 x 90 %x 12

= =

Rp Rp
8.000 5.120 4.320

96.000

-

Total biaya yang dibebankarl

Percrgu 2.2 Lupor.urr Kos Prodrrksi detrLqut7 Rerorlc, Rota-r.nru

Laporan kos prroduksi yang disajikan dengan metode FIFO disajikan pada halaman berikutnya. Perhatikan, terdapat perbedaan yang khas penyajian metode ini yang sangat berbeda dengan metode Rata-rata. Dalam metode FIFO, perhitungannya jauh lebih rumit daripada metode rata-rata terutama laporan bagian C, pembebanan biaya kepada produk.

PERUSAHAAN XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI Bulan Mei 19x1

A. Kuantitas produksi bulan ini. Produk dalam proses awal Produk yang rnasuk dalarn proses

200

unit

2.200
400

unit
2.400 unit unit unit 2.400 unit

Produk dalam proses akhir Produk selesai bulan Mei

2.000

B. Perhitungan kos per h i t ,

C. Pembebanan biaya kepada produk: Produk dalam proses awal Penyelesaian PDP awal: Biaya TKL: 200 x 10 % x Rp 16,08 Biaya Overhead Pb., 200 x 20 % x 12,07
Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan dalam bulan Mei, 1.800 @ Rp 48,25

Rp 8.260
= Rp 321,60 = 428.80

804.40

Total kos produk selesai bulan Mei Kos produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 400 x 100 % x Rp 20,lO Biaya Tenaga Kerja Langsung: 400x 80 % x 16,08

Rp 95.914,40
= Rp 8.040,00 = 5.145,60

Biaya Overhead Pabrik: 400 x 90 % x 12,07 Total kos dalam proses akhir Total biaya produksi yang, dibebankan bulan ini

Peraga 2.4 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO

Apabila kita kita perhatikan, a1 antara kedua laporan kos produksi tersebut tefdapat perbedaan pokok, yaitu: 1. Dalam metode rata-rata biaya yang terjadi pada bulan sebelurnnya yang tercermin dalam PDP awal digabung menjadi satu dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei. Penentuan kos per unit dilakukan dengan membagi total bulan lalu dan bulan Mei dibagi dengan unit ekuivalennya. Berbeda dengan metode FIFO, maka biaya yang berasal dari bulan lalu tidak digabung dengan biaya yang terjadi pada bulan Mei.

2. Penggunaan salah satu dari kedua metode tersebut harus mempertimbangkan ha1 -ha1 sebagai berikut:
a. Fluktuasi produksi dari periode ke periode. b. Apakah produk yang melekat masih dalam proses tidak tentu.

D. MENCATAT KOS PRODUK DALAM BUKU BESAR
Akuntansi biaya mempunyai tugas untuk mencatat, melaksanakan klasifikasi biaya, membebankan perhitungan biaya pada produk, dan melaporkannya kepada manajemen. Bentuk pelaporan biaya telah dipelajari dalam subbab sebelurnnya, dan selanjutnya akan dibahas proses pencatatan transaksi biaya ke dalam jumal dan postingnya dalam buku besar. Skema proses pencatatan transaksi biaya adalah sebagai berikut:

-

Buku Jurnal

Buku besar

-

Neraca Lajur

r

-Buku Pembantu

Laporan Biaya

Biaya

I

Bagan 2.5 Proses pengolahan data akuntansz

Pada awal bulan Mei harus dibuat jurnal penyesuaian kembali. guna mengakui adanya produk dalam proses awal yang sebetulnya merupakan persediaan akhir pada periode bulan yang lalu. Pencatatan jumal penyesuaian kembali ini dibuat mengingat pada akhir bulan yang lalu telah dilakukan tutup buku.800 2. PDP biaya bahan PDP biaya tenaga kerja langsung PDP biaya overhead pabrik Rp 3.700 11760 Rp 8. Dengan demikian saldo semuarekening Produk Dalam Proses sudah seimbang (0).260 Persediaan PDP awal Pencatatan transaksi keuangan. a..xx Hutang &gang b.Berdasarkan bagan tersebut di atas. Pembelian bahan baku (dengan metode perpetual) dicatat sebagai berikut: Persediaan bahan xxxx . Transaksi keuangan yang terkait dengan transaksi biaya terdiri dari pencatatan pembelian bahan-bahan. biaya tenaga kerja dan biaya lain-lain selain kedua klasifikasi tersebut. Cara pencatatannya antara lain. Pengakuan adanya upah tenaga kerja dicatat sebagai berikut: Biaya tenaga kerja xxxx XYXX Hutang guji c. Pencatatan jurnal penyesuaian kembali.lx. Pencatatan biaya lain-lain: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya tenaga kerja tak langsung Depresiasi Biaya asuransi xxxx xxxx xxxx xxxx XlCXX Biaya tunai lainnya . langkah-langkah pencatatan transaksi adalah sebagai berikut: 1.

000 Rp 40.120 4.420 Biaya overhead . biaya tenaga kerja langsung.000 PDP . Pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk: Produk dalam proses . a.dibebunkan Rp 26. Bila menggunakan metode rata-rata. Transaksiini meliputi pembebanan biay a bahan baku.biaya tenaga kerja langsung 32.000 5.3. Terhadap produk yang masih melekat dalam proses produksijuga hams dihitung berapa biaya yang hams dibebankankepadanya.biaya bahan baku Rp 17.biaya overhead pabrik Pembebanan biaya produks~ kepada PDP akhir dengan jumal sebagai berikut: Persedimn produk dalam proses PDP . Pencatatan transaksi akuntansi biaya.440 Rp 8. Pembebanan biaya bahan baku kepada produk: Produk dalam Proses .320 PDP . produk yang diselesaikan diserahkan ke gudang sebagai produk jadi.biaya averheadpabrik .b i q tenaga kerja langsung PDP .BTKL Rp 34. dan biaya over-head pabrik. Pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk: Produk dalam proses . 1. Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai dengan jumal sebagai berikut: Persediaan produk selesai PDP .200 Persediaan bahan baku Rp 44.200 b.000 24. Transfer produk jadi tersebut hams diikuti pencatatan pembebanan biaya atas produk yang telah diselesaikantersebut.000 PDP .560 Setelah proses produksi selesai.biaya bahan Rp 44.biaya bahan baku Rp 96.200 Biaya tenaga kerja langsung c.BOP Rp 26.560 Rp 34.

BTKL Raj.40 Rp 38.80 (Catatan: terdapat pernbulatan angka sebesar Rp 520) .974.biaya overhead pabrik Rp 95.BB Persediaan produk selesai 48.OO 3 1.Bagan proses pencatatan transaksi biaya dalam metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan PDP .960.4 Aliran Biaya Produksi dengan Metode Rara.rat^ 2.000 48.BOP :: :I : Persediaan PDP Akhir Peraga 2.40 23.biaya bahan baku PDP -biaya tenaga kerja langsung PDP . 2.974. Bila menggunakan metode FIFO Pembebanan biaya produksi kepada produk selesai: Persediaan produk selesai PDP .000 Biaya Tenaga Kerja PDP .700 BOP Dibebankan PDP .914.

530.20 Bagan proses pencatatan transaksi biaya dengan metode rata-rata adalah sebagai berikut: Persediaan bahan 'PDP .530.6 Aliran Biaya Produksi dengan Metode FIFO .OO 17.biaya bahan baku PDP .60 4.5.BOP Persediaan PDP Akhir 28.040.BTKL BOP Dibebankan PDP .80 Peraga 2.974.Pembebanan biaya produksi kepada PDP akhir: Persediaan produk dalam proses PDP .145.BB Persediaan produk selesai 95.80 Rp 8.34.00 5.biaya tenaga kerja langsung PDP .320.biaya overhead pabrik Rp 17.40 Biaya Tenaga Kerja PDP .

Produk diolah melalui dua departemen produksi yang diolah secara bertahap. BK 80%) Produk masuk dalam proses dept. berikut ini disajikan contoh kasus PT XYZ. Rp 100.000 Rp 216. Hampir tidak ada proses produksi yang tidak menggunakan departemenisasi tersebut. Untuk menggambarkan bagaimana penentuan kos produk yang diolah melalui beberapa departemen produksi. diambil kasus teknik aliran produksi bertahap. Di departemen I1 biaya tenaga kerja langsung Rp 25 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 16. biaya tenaga kerja sebesar Rp 10.OOO 4. BK 90%) PDP akhir dept I1 (BB 100%. Industri XYZ menghasilkan satu macam produk X dengan metode proses. dan biaya overhead pabrik Rp 11.E. Tentu saja banyaknya departemen tersebut sangat berpengaruh terhadap cara-cara penentuan kos per unit produk. I1 -- 200 5 . Total biaya Rp 198. I 200 -- Depart. I Produk selesai di dept. I PDP akhir dept 1 (BB 100%. maka produk diolah melalui beberapa departemen. Dalam bulan ini komposisi biaya adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik D e ~ tI. biaya bahan Rp 19. BK 80%) Depart.000 D e ~ tI1 . Penghitungan kos produk menggunakan metode FIFO. BK 80%) PDP awal dept I1 (BB LOO%. Agarpembahasan lebih mudah dipahami.450 . PROSES PRODUKSI MELALUI LEBIH DARI SATU DEPARTEMEN PRODUKSI Mengingat setiap proses produksi membutuhkan spesialisasipekerjaan. Komposisi produk yang dihasilkan dalam bulan Mei 1988 adalah sebagai berikut: Keterangan PDP awal dept I (BB loo%.800 400 -- ---- 150 Biaya produksi per unit produk dalam bulan yang lalu adalah sebagai berikut: di departemen I.

dalam kedudukan sebagai bahan di departemen 11.200) + 400 (100%) Biaya Konversi. Biaya bahan. Dalam kasus ini besarnya kos PDP awal adalah sebagai berikut: . 2.850 . Jumlah tersebut hams dihitung lebih dahulu dengan cara mendeteksi berapa besarnya komponen biaya yang mendukung kos tersebut.800 unit.Dari informasi tersebut buatlah laporan kos produksi dan pembukuan transaksi tersebut dalam rekening yang terkait! Perhitungan kuantitas produksi dalam bulan ini adalah sebagai berikut: . Jumlah yang diselesaikan di departemen I1 sebesar 4.850 unit. Keterangan D e ~ t1 . 200 (20%) + (4. Jumlah produk yang diselesaikan di departemen I sebesar 4. PDP awal Masuk dalam proses Input ' 200 200 4.200 5.000 unit 5. 200 (0%) + (4. Produk tersebut langsung masuk ke gudang. 1 Biaya Konversi = 200 (20%) + ( 4. Setiap produk yang telah diselesaikan tersebut langsung masuk dalam proses di departemen 11. Perhitungan unit ekuivalen adalah sebagai berikut: Departemen I.000 unit Departemen 1 . D e ~ tI1 .800 5.200) + 150 (80%) = 4.000 PDP akhir Produk selesai Output 5. Dalarn praktek ha1 tersebut dapat diketahuidengan melihat perhitungan kos dari bulan yang lalu.810 unit Sering kali dalam kasus yang disajlkan.800 .OOO Catatan: I. kos persediaan produk dalam proses awal belum diketahui.800 -200) + 400 (90%) = = 5.

160 Setelahkos per unit produkdihitung. Perhitungannya adalah sebagai berikut: . bak untuk departemen I maupun untuk departemen 1 . Biaya tenaga kerja. 200 (80%) x 25 BOP. Biaya overhead pabrik Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I Total Kos Rp 7. 200 x Rp 40 BTKL.000 4.PDP awal di departemen I: biaya bahan.000 2. I. 200 (80%) x 10 BOP. Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan.560 Berdasar informasi yang telah diperoleh tersebut dapat dihitung kos per unit produk. 200 (80%) x 16 Kos PDP awal departemen I1 - Rp 8.800 1.000 Rp 39. 200 (100%) x Rp 19 BTKL. selanjutnyadapat dihitungpembebanan kos pada produk yang selesaikan di departemen I yang ditransfer ke departemen I1 dan kos produk dalam proses akhir di departemen I.760 Rp 7.60 Rp 205.160 PDP awal di departemen 1 . 1 Eavl.560 Rp 14. 1 Biaya dari dept.160 KosIUnit Rp -- -- Rp 198. 200 (80%) x 11 Kos PDP awal departemen I - Rp 3.600 1.

.104 :4.80 BOP. 400 (100%) x Rp 20 BTKL. 200 (20%) x 8.104 KosfUnit Rp -39.605 dan besarnya kos produk selesai bulan ini sebesar Rp 190.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini = 1 - I - 1 Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui Kos per unit Rp 190.560 190.800 = Rp 39.80 BOP.80 = - Total biaya PDP awal 1 .60 PDP awal bulan Kos dari departemen I Biaya yang ditambahkan di departemen 1 : 1 . Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.600 x Rp 39. 400 (90%) x 8.60 = I Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku. 400 (90%) x 10. 200 (20%) x Rp 10.104 Perhitungan kos per unit untuk departemen I1 adalah sebagai berikut: Keterangan Eqvl.Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL. Total Kos Rp 14.

Perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos PDP awal Biaya Penyelesaian PDP awal: BTKL.114. 200 (20%) x Rp 30 = BOP.300 72.49 . 150 (80%) x 30 BOP.450 Rp 406.810 144.605 = Rp 5.605 Kos produk selesai bulan ini.413.340.773.80. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.650 x Rp 84.773.360.60. I.25 : 4850 = Rp 84.150 Rp 216.00 393. - RD 11.114 30.OO 15.60 -- Berdasarkan perhitungan tersebut dapat dihitung pembebanan kos produk yang diselesaikandi departemen I1 yang ditransfer ke gudang dan pembebanan pada persediaan produk dalam proses akhir di departemen 11.25 - Rp 409.OO 1.00 Rp 16. Kos produk dalarn proses akhir: Dari dept.Biaya tenaga kerja langsung Biaya verhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan 4.940. Jadi perhitungan kos per unit = Rp 409.00 Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.00 Rp 45.554 Rp 421.00 Rp 84.25 BTKL. 200 (20%) x Rp 15 = Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.75 Rp42 1.810 4. 150 (100%) x Rp 39.75 3.

Kos yang ditransfer ke departemen I1 mencerminkan berapa biaya-biaya yang terserap ke dalam produk di departemen 11. Dalam kedua laporan tersebut dapat digambarkan hubungan transaksi biaya yang terjadi di departemen I dan departemen 11. Sedangkan kos produk yang masih dalam proses mencerminkan berapa persediaan produk dalam proses yang h a s disajikan dalam neraca akhir. langkah berikutnya adalah menyusun Laporan Kos Produksi dan membukukantransaksi biaya padarekening-rekeningyang terkait. Sehingga untuk departemen I dan I1 harus dibuat laporan sendiri-sendiri. Sebagai kelanjutan penyajian laporan kos produksi di departemen I. Laporan kos produksi pada departemen I1 disajikan di halaman berikut.6 di halaman berikut ini menyajikan laporan kos produksi di departemen I. . maka dalam departemen I1 juga hams disajikan berapa biaya-biaya yang terjadi di departemen I1 tersebut. Peraga 2.Untuk selanjutnyadigabungkandengan biayabiaya yang terjadi di departemen I1 &an merupakan kos produk yang diselesaikandalam bulan tersebut. MENYUSUN LAPORAN KOS PRODUKSI UNTUK TIAP DEPARTEMEN Laporan kos produksi harus disajikan untuk tiap-tiap departemen produksi yang ada. Hubungan tersebut dapat dilihat pada bagian C laporan kos produksi departemen I yang memuat berapa perhitungan kos produk yang ditransferke departemen I1 dan perhitungan kos produk yang masih dalam proses akhir.Setelah perhitungan di atas diselesaikan. F.

000 5.160 15.056 Peraga 2.000 5.60 Total biaya bulan ini Total biaya dibebankan di departemen I RD 198. 200 (20%) x 9.80 Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalam bulan ini: 4.7 Luporan Kos Produksi Departernen I . Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: BTKL.80 BOP. 400 (90%) x 8. Biaya overhead pabrik 1 -- Total Kos Rp7.600 x Rp 39. Biaya tenaga kerja.944 - 182.160 = Rp 432 - 352 784 Rp 7. 400 (90%) x 10.PTX LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I A.000 44. 400 (100%) x Rp 20 BTKL. 200 (20%) x Rp 10.160 C.000 54.80 Total kos PDP akhir Total kos dibebankan dalam bulan ini Rp 7. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalam proses PDP akhir Produk selesai B. 39.80 BOP.60 Kos produk selesai bulan ini Kos produk dalam proses akhir: Bahan baku.Q00 Kos/Unit Rp -20 10.160 100. Pembebanan biaya kepada produk. Perhitungan kos per unit: Keterangan Persediaan PDP awal Biaya untuk periode ini: Biaya bahan.80 Rr.000 8.000 Rp 205.80 5.

Perhitungan kos per unit: Eqvl. 150 (80%) x 30 . 200 (20%) x Rp 15 - Total biaya PDP awal Biaya produk yang diselesaikan dalarn bulan ini: 4.61 30. Perhitungan kuantitas produksi: PDP awal Masuk dalarn proses PDP akhir Produk selesai B.600.800.450 Rp 406. 150 (80%) x 15 Total kos PDP akhir.8 10 4.Biaya yang ditarnbahkan di departemen 11: .594 Rp 421.8 Laporan Kos Produksi di Departemen II .150 Rp 216.810 C.940~75 = = 3.BOP.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 A.00 Rp 84. 150 (100%) x Rp 39.300 72.BTKL. Pembebanan biaya kepada produk selesai: Kos PDP awal Biaya penyelesaian PDP awal: .605 .25 = R~5. Total biaya yang dibebankan pada bulan ini.Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya yang ditambahkan Total biaya bulan ini Total biaya yang dibebankan Total Kos Rp 14.61 4.114 KosNnit Rp -39. PDP awal bulan Kos dari departemen I .OO 15.605 Kos produk selesai bulan ini.BTKL.00 1.00 Peraga 2. I. Rp 409.560 190. 200 (20%) x Rp 30 .650 x Rp 84.BOP.104 44.Dari dept. Kos produk dalam proses akhir: .OO Rp 45.773.

160 c. I PDP .biaya bahan .biaya tenaga kerja langsung PDP .dept.000 4 .G. PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI BIAYA Jurnal pencatatan transaksi biaya dalarn bulan ini dilakukan pada akhir periode baik menyangkut pengakuan biaya maupun pembebanan biaya yang terjadi di masing-masing departemen.dept.OOO 1. I1 b. Mencatat pembebanan biaya yang terjadi di departemen I: PDP .dept.biaya overheadpabrik Rp 190.104 .biaya overhead pabrik Biaya overhead pabrik dibebankan Rp 44. dept.biaya bahan baku PDP . I PDP . Mencatat transfer produk yang diselesaikan di departemen I masuk ke departemen 11: PDP .dept.dept.760 Rp 7.biaya bahan baku Persediaan bahan baku PDP . Jurnalnya adalah sebagai berikut: a.biaya bahan .BORp . 11 PDP . Mencatat jurnal penyesuaian kembali rekening produk dalam proses di awal periode: PDP . I Persediaan PDP .BTKL . I PDP .800 1.000 Rp 54.000 Rp 100.000 Rp 8.Biaya bahan.BOP .000 Rp 54.560 Rp 3.000 Rp 100.dept. II Persediaan PDP r dept.000 Rp 44.560 Rp 13.11 PDP .600 I .dept. I1 PDP .BTKL .biaya tenaga kerja langsung Biaya renaga kerja PDP .

168 .biaya overhead pabrik Persediaan PDP .50 RIJ5. 1.GOO 1.depr.800 + 20 (4. I PDP biaya bahan baku PDP .biaya bahan baku PDP .25 144.910.600) PDP . 1.dept.biaya tenaga kerja langsung PDP . Mencatat pembebanan produk selesai yang telah ditransfer ke Persediaan Produk Selesai PDP .340. Mencatat pembebanan biaya di departemen 11: PDP .BORp .Biaya overhead pabrik Rp 11.25 gudang: Rp 192.11 BOP .s (4.dept.600) - = Rp 95.s (4.biaya bahan.biaya tenaga kerja langsung PDP .888 3. d.800 - Rp 15.163. 3.940.biaya tenaga kerja langsung PDP .773.biaya bahan baku PDP .000 3.300 e.800 51.300 Rp 144.BTKL .600+ 10.BTKL. Mencatat pembebanan produk dalarn proses yang masih melekat dalam mesin-mesin di akhir periode: Persediaan PDP .dibebankan Rp 144.OO 72.50 3 .OO f.BORp.760 + 8. II PDP .biaya overhead pabrik Rp 409.dept.Rincian perhitungan: PDP .712 42.592 - + 352 Jurnlah.700.600) + 432 PDP . I1 Biaya tenaga kerja PDP .056 Rp 8.

Setelah dirnasak (dengan melalui proses pemanasan) kedua bahan tersebut bereaksi dan menghasilkan nasi dengan berat 1. disebabkan alasan alami. Hilang dalam proses secara normal. Dengan demikian produk yang hilang tersebut tidak dapat dihindarkan terjadinya. artinya bahan-bahan yang masuk dalam proses seberat 2 kg. Carnpurkan beras dan air masing-masing dengan berat 1 liter. Dalam penentuan kos produk adanya produk yang hilang dalam proses menjadi perhatian. ada pula produk yang hilang karena alasan yang tidak dapat terduga (unpredicted). Di samping adanya produk yang hilang secara normal. Contoh yang sederhanadan seringdijumpai. Partikel yang lepas tersebut hilang menguap dan tentunya tidak dapat ditelusuri ke mana jejaknya. Produk yang hilang karena alasan yang tidak normal tentunya akan diperlakukan sebagai kerugian bagi perusahaan. Apabila nilai yang hilang tidak material mungkin dapatdiabaikan. tetapi karena secara alami reaksi kimia dalam teknik pengolahan tersebut menghendaki adanya partikel yang lepas dan hilang secara wajar. Dengan demikian dalam suatu proses input suatu produk akan lebih besar dari outputnya. bahkan munglun adanya faktor kesengajaan. Sehinggaterdapat produk yang hilang tidak secaranormal. Sebagai contoh. PRODUK HILANG DALAM PROSES Dalam suatu proses produksi selalu ditemukan adanya partikel yang hilang.BAB I11 PRODUK HILANG DALAM PROSES PRODUKSI PRODUK RUSAK. DAN PRODUK CACAD A.Tentunya sesuatu yang hilang secara normal dan tidak normal tersebut akan sangat berbeda perlakuannya dalam penentuan kos produk.5 kg.5 kg.Tetapi bila . mengingat komponen biaya sebagai akibat hilangnya produk tersebut bisa terpengaruh. Ini berarti ada partikel yang hilang dalam proses berupa air (H20) yang menguap bersarnaan dengan 'proses produksi' tersebut seberat 0.kalaibu-ibusedangmenanaknasi. Dari contoh tersebut di atas dapat diketahui adanya input yang hilang secara wajar (normal). Partikel yang hilang tersebut hilang bukan karena faktor kesengajaan. terdapat partikel yang lepas selama reaksi pemanasan dan pengkristalan bahan cair menjadi gula kristal. dalam industri gula. Hal ini disebut produk hilang dalam proses secara normal.

sulit dideteksi. Dalarn periode tersebut tidak ditemukan adanya produk dalam proses awal. tentunya ha1 tersebut tidak dapat diabaikan. maka produksi di bulan Januari tersebut adalah periode produksi pertarna kali dalarn tahun 1980. b. Bahan baku yang dibutuhkan adalah X dan bahan pembantu Yd. terdapat produk yang hilang dan terjadi pada awal proses produksi di departemen tersebut. Apabila proses produksi diteliti/ditelusuri jejaknya satu persatu. kesemuanya masuk dalarn departemen A. terdapat produk yang hilang dan terjadi di akhir proses produksi di departemen tersebut. Dianggap tidak ada produk dalarn proses awal. Produk X diolah dari bahan departemen "X drops". Anggapan ini membawa konsekuensi bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap belum ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. maka akan sulit diketahui di manakah dan kapankah sesuatu partikel lepas dalam suatu reaksi kimia. Informasi biaya dan produksi pada bulan Januari 1980 disajikan pada halaman berikut: Keterangan Produk yang ditransfer ke B Produk yang ditransfer ke C Produk yang ditransfer ke gudang Produk yang masih dalam proses: . Perusahaan ini memproduksi produk X melalui tiga departemen produksi. Mengingat kenyataan tersebut produk hilang dalam proses secara normal digunakan anggapan sebagai berikut: a. Dengan kata lain kapan sesuatu produk hilang secaranormal dalam suatu proses produksi. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di awal proses. PT RADITYA memproduksi produk melalui 3 departemen produksi. Mengingat mesin-mesin baru saja direparasi besar (overhaul). Untuk menggarnbarkan adanya produk yang hilang dalam proses berikut ini disajikan kasus PT RADITY A. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. bahwa semua produk yang hilang dalam proses secara normal tersebut dianggap telah ikut menyerap biaya-biaya yang terjadi dalam satu periode. Anggapan ini membawa konsekuensi. Produk hilang dalam proses dianggap terjadi di akhir proses. Anggapan ini digunakan apabila dalam suatu departemen produksi. Jadi berapa nilai yang hilang dalarn suaku proses harus diperhitungkan pengaruhnya terhadap penentuan kos produk. dengan bahan pembantu "Y pallet".nilai yang hilang tersebut dipandang cukup materiil.

diminta menghitung kos produksi dan menyusun laporan produksi bulan Januari 1980 untuk ketiga departemen produksi tersebut. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen B (departemen berikutnya). A Masuk dalam proses Produk selesai bulan ini PDP akhir periode Hilang dalam proses Total output Deut. C 400 kg 300 kg 75 kg 400 kg 9 0 5 550 kg 250kg 150 kg 950 kg .i bahan baku & penolong biay a konversi unit hilang di awal proses unit hilang di akhir proses Komponen biaya produksi: Biaya bahan baku Biaya bahan pembantu Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya produksi Dari informasi di atas. Jawaban: Komposisi produk yang dihasilkan dalam ketiga departemen tersebut adalah sebagai berikut: Deut. Kasus di atas menggarnbarkan hal-ha1 sebagai berikut: 1. Perlakuan unit yang hilang dalam proses di awal periode dalam departemen A (initial departement). 2. B 550kg 400 kg 100kg 550 kg Deut. Perlakuan terhadap unit yang hllang dalam proses di akhir periode dalam departemen C. 3.

550 + 250 Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja 550 + 250 (60%). Biaya Overhead Pabrik.262.75 = 800 800 700 700 87.00 KostUnit -L @O 2500 12.OO 15.912.OO 19.1.125.75 Unit yang hilang di awal proses awal dari Departemen A tidak diperhitungkan dalam unit ekuivalen. Perhitungan kos produksi di departemen B hams memperhatikan adanya produk yang hilang di awal proses di departemen B.50 2750 22. A - Rp 48. A Kos per unit yang disesuaikan Rp 87.ha1 ini dianggap bahwa produk yang hilang tersebut belum rkut menyerap biaya yang terjadi di departemen tersebut.50 Bahan pembantu.175.000. 250 kg x 100% x Rp 25. Total Biaya eku.OO 3.250. 250 kg x 60% x Rp 2750 BOP. Perhitungan Kos Produk per unit di Departemen A: Unit Jenis Biava Biaya bahan.75 Kos Produk Dalam Proses Dept. 250 kg.925.50 = - Rp 6. 16.00 65. A hams disesualkan (adjusment) sebesar 50 kg sebagai berikut: Kos per unit dari Dept.41 2. Produk yang diserahkan dari departemen B adalah 400 kg produk jadi dan 100 kg produk dalam proses (output sebesar 500 kg). 250 kg x 100% x Rp 1230 BTKL. x 60% x Rp 22.00 3.125.750 .75 Produk dalam proses di Departemen A adalah sebagai berikut: Bahan baku.250.OO 4. 550 kg + Rp 87.OO 10. Dengan demikian produk yang diserahkan dari Dept.50 2.(kg) Total Kos(Ru) 20. Perhitungan kos yang ditransfer ke Departemen B.50 Rp.000.

775 Perhitungan Kos Produk dalam Proses (akhir).75 3500 26. Dengan dernikian komponen unit ekuivalen terdiri dari: - produk yang telah diselesaikan produk yang masih dalam proses produk yang hilang dalam proses (30%2) (7%) (25 kg) - .110.75 29. Produk yang hilang dalam proses dianggap telah menyerap biaya yang terjadi pada suatu periode dalam departemen tertentu (d.652.75 = Ru 14. Berbeda dengan 1) perlakuan produk yang hilang di awal proses justru diperhitungkan dalam unit ekuivalennya secara penuh.25 Total Kos Produk dalam Proses Departemen B = Rp = Rp 63.25 + Rp 96.093.25 61. 100 kg (75%) x 35 Biaya Overhead Pabrik.h.26230 : 500 kg = Jumlah Kos yang disesuaikan 96.OO = Rp 157. departemen 1 1.468.246. B: Rp 48.25 ekuivalen Total Biava (RD) Kos/ Unit (RD) Kos per unit produk yang ditransfer ke Departemen C adalah: Rp 61.OO 1. Dari Departemen A.525 Biaya Tenaga Kerja. kos produk yang ditransfer ke Departemen C: 400 kg x Rp 157. 100 kg x Rp 96.525 Rp 8.625.968.50 2.625.OO 12.di Dept.25 3.525 Jadi. 100 kg (75%) x 26.775 Perhitungan kos per unit yang ditambahkan di departemen B adalah sebagai berikut: Unit Jenis Biaya Biaya Tenaga Kerja: 400 + 100 (75%)= Biaya Overhead Pabrik: Total Biaya 475 475 16.775 9.

50 Biaya Overhead Pabrik: 75kg (60%) x Rp 47.Perhitungan harga produk per unit adalah sebagai berikut: I Unit Kos Jenis B i a ~ a Biaya Tng.76 Kos Produk dalam proses di departemen C: Dari Departemen B: 75kg x Rp 157.75625 dibulatkan ke atas = Rp 311.575 ekvlkg) Bia~a(Rp) Total unit@) 82.100 130. biaya yang dibebankan untuk produk selesai adalah sebagai berikut: Kos Produk Selesai.332. Rp 93.125 = 3.50 Kos Produk yang Hilang dalam proses .775) = Rp 86.683.500 2.37 Rp 93.526.50 Total Biaya 48.137.87 Total biaya yang dibebankan pada produk Kos per unit produk yang diselesaikan.833.125 .50 4'7.7 12.500 Rp 17.50 Total kos produk dalam proses di dept C.775) 25 kg x (Rp 130 + Rp 157.775 Biaya Tenaga Kerja: 75kg (60%) x Rp 82.OO Jadi.526. Kerja 300 + 75 (60%) + 25 = Biaya Overhead Pabrik 370 370 30.525 17. = Rp 11. = 7.875 : 300 kg = Rp 31 1. 300 kg x (Rp 130 + Rp 157.194.

Unit yang diproduksi: Unit yang masuk dalam proses Unit yang diselesaikan di Dept.175.412.125.912.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN A A.B.75 Rp 6. Biaya produksi yang dibebankan di departemen A: Jenis Biaya Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Pembantu Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya C. 250 kg (60%) x 27. 250 kg (60%) x 22.75 Biaya produk yang ditransfer ke departemen B: 550 kg x Rp 87.00 19.00 Rp 65.00 Rv Rp 25. 250 kg (60%) x 12.00 3.00 15.925.K.00 4.175.00 3. 250 kg (100%) x Rp 25 = B.00 10.00 Total Biaya ~roduksi Departemen A di .000. Perhitungan biaya di departemen A: - Total biaya Biaya/unit Rp 20.50 - Biaya produk yang masih dalam proses: B.50 Ru 65.B.T.50 Rp 48.50 B.O.250.262.75 = = Total biaya produk dalam proses: Rv 16.125.75 87.B.50 = B.P. A Unit yang masih dalam proses Unit yang hilang dalam proses (awal) B.250.B.000.OO 1230 2730 22.

C.833. secara ekonomis masih dapat dipertanggungjawabkan. adanya human error tidak dapat dihindarkan.125 Biaya T.775 = Rp 11. Meskipun kesemuanya itu tanpa adanya unsur kesengajaan. Jadi. 3. Sehingga produk tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.L. Selain unsur hardware adanya produk rusak dan cacad dapat pula disebabkan oleh faktor bahan bakunya yang di bawah standard atau dapat pula disebabkan ketelitian kerja para karyawan rendah. dalam bidang percetakan akan ditemukan beberapa lembat hasil cetakan yang tidak sempuma.: 75 kg x Rp 157. Pengertian produk rusak adalah produk yang tidak sempurnadalam proses produksinya d m secara ekonomis tidak akan dapat diperbaikikembali.137.526.76 - Rp93.500 2. dapat pula disebabkan oleh mesin-mesin yang tidak sempuma. PRODUK RUSAK Dalam setiap proses produksi kemungkinan timbulnya produk rusak ataupun cacad produksi akan selalu ada. Perhitungan biaya di Departemen C: Biaya produk selesai yang ditransfer ke gudang: 300kgx Rp311.875 Biaya produk dalam proses di Departemen C: Kos dari dept. Dengan adanya berbagai kemungkinan tersebut mengakibatkan adanya produk yang tidak sempurna dalam proses produksinya. Cetakan yang rusak atau cacad tersebut bisa dipengaruhi oleh bahan kertas terlalu lembab. Dengan adanya penyempumaan ini produk yang dihasilkan mempunyai kualitas sama dengan produk yang tidak cacad. Di samping itu daya tahan dan unjuk kerja berbagai komponen mesin akan berbeda-beda.: 75 kg (60%) x Rp 8230 = Biaya overhead: 75 kg x 60% x Rp 47.50 = Total biaya produk dalarn proses. . Adanya ketidaksempumaan dalam sdlah satu komponen tentunya akan mengganggu mekanisme kerja mesin lainnya. Hal ini disebabkan dalam setiap penyetelan (fiting) mesin-mesin belum tentu dapat menciptakan kerjasama yang sempuma. Sebagai contoh.K.712. A.500 Total Biaya Produksi di Departemen C B. Pengertianprodukcacad adalah produk yang tidak sempurnadalam prosesproduksinya yang mash dapat diperbaiki dengan melalui proses penyempurnaan produk.

80) x Rp 25 = Rp 600.000 . 6 0 unit Rp 6. Biaya tenaga kerja langsung Rp 1. A Rp 25 30 20 Dept.000 x Rp 75 Biaya T.000 (0. B Dept.000) +4.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908. P. Langsung.000 - .1. Perlakuan akuntansi terhadap produk rusak tersebut tidak ada bedanya dengan perlakuan terhadap produk yang hilang di akhir proses. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik.8) = 82.000+6.000 x 74 = = 8 2 . C -- -Rp 25 10 Rp 20 15 I Biaya overhead pabrik Komposisi biaya di departemen B dalam bulan ini adalah sebagai berikut: I Biaya yang diterima dari departemen A.000 (0. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai benkut: Jenis biaya Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung I I I I Dept.000 160. Departemen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk dan melakukan pengepakannya.T. 8. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut.600. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80.000 (0. 8. Untuk menggambarkan kasus ini disajikan kasus berikut.K.000 (0. Penyelesaiannya sebagai berikut: Unit ekuivalen dengan metode FIFO: BTKL = 8. produk rusak tersebut hams dibuang atau dilebur kembali sebagai bahan baku.068.400 unit BOP = 8.9) Kos yang diterima dari departemen A = 82.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80% dan untuk BOP 90%. Produk rusak dalam proses 4.000 Kos produk dalam proses awal di departemen B. Produk yang masih dalam proses di &ir bulan sebesar 6. Kos di dept A.8. sebesar Rp 74 per unit.977. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8.000 (0. Produk rusak tidak laku dijual 1 i I Apabila produk rusak dalam suatu industri tidak laku dijual.000 unit. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menutut FIFO dan rata-rata.15) + 72.000 + 4.000 + 6.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%.000 unit.2) + (80. SALINDRI memprodusir satu produk melalui tiga departemen produksi.

000 + 600 (0.000 = 88.000 (0. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C. .54 Apabila perhitungan unit ekuivalen menggunakan metode rata-rata.200 : 80.000 BBB = 80.720 : 80.85)+ 4.85) x 10 = 68.000 unit Berdasarkan perhitungan unit ekuivalen tersebut dapat disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 60.000 BOP = 82.8)+ 4.000 + 6. sebagai berikut: Rp 9.Biaya Overhead Pabrik. maka unit ekuivalen produksinya adalah sebagai berikut: BTKL = 82. dapat diketahui kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C.000 (0. 8.782. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.000 unit = Rp 114. Berdasarkan laporan kos produksi tersebut.O) + 4. sebagai berikut: Rp 9.000 unit = Rp 114.000 + 6.53.162.100unit = 90.000 Berdasarkan perhitungan di atas dapat disusun-laporankos produksi yang disajlkan pada halaman 59.000 Jumlah kos PDP awal Rp 828.800 unit = 89.000 (0.

000 618.400 82. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diserahkan ke dept.000 Rp 38.15) x 1 l = Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan bulan ini.000 82.000 unit 8.600 Peraga 4.000 1. Perhitungan kos yang dibebankan pada produk: Kos produk selesai yang ditransfer ke departemen C: Kos produk dalarn proses awal Tambahan biaya penyelesaian PDP awal: BTKL: 8.600 Total biaya Rp 828.000 unit 4.000 (0.000 unit 90. .000 unit 80.000 x Rp log Kos produk rusak: 4.000 x 0.600 Rp 2.000 unit 6.977.400 13.000 436. -82. Produk rusak PDP akhir 82.000 x Rp 74 = BTKL: 6.886.000 x Rp 109 = Total Kos produk yang ditransfer ke dept.000 x 0. Total kos bulan ini Total kos yang djbebankan pada produk Eqvl.068.782.000 unit B.000 unit 90.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.848.200 Rp 5 1. C.600 879. C Kos produk dalam proses akhir: Kos dari dept A 6.600 7. Perhitungan kos per unit produk: Jenis biaya PDP awal Kos dari departemen A: Kos yang ditambahkan di departemen B: Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total Kos yang ditambahkan di departemen B. 72.600 908.000 (0.000 6.200 Kos/unit -& & I 24 11 Rp 35 Rp 9.9 x Rp 11 = Total kos PDP akhir Total kos produk yang dibebankan bulan ini Rp 828.200 C.20) x Rp 24 = BOP: 8.8 x Rp 24 = BOP: 6.

92 Total produk dalam proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.08 Total Kos yang ditransfer ke dept C.000 2.000 unit 80.600 - Total kos 6.400 36. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departemen C: 80.954.320 9.P.200 . unt ek..100 -- 908.000 unit 4.137.162.200 koalunit 74.000 x Rp 109.92 109.09 24. 6.000 unit 90.764 2.000 Kos bln ini 6. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalan~ proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 1.600 9.000 68.9) x 10.000 unit B.08 BOP Jumlah 89.000 x (O.78 1.720 - Rp 444.000 88.07 10. Pada umumnya . Perhitungan kos per unit produk: r I Jenis btaya B taya dari A BTKL -. Nilai jual produk rusak mengurangi biaya produksi Seandainya dalam kasus PT SALINDRI.000).800 . PDP awal 600.668.044 Rp9. 6.) x 24.068. di atas produk rusak dijual dengan harga Rp 55 per unit (Rp 220.07 BOP.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.000 unit 8.5408 1 15. -. 90.-. 6.000 8.09 BTKL.000 unit x Rp 109.000 x (0.000 unit 6.536 58. C.12 Kos produk rusak.977.600 976.968 Rp 619.000 unit 90.726.000 828.000 x Rp 74. 4.000 160. Maka nilai jual produk msak tersebut hams mengurangi komponen biaya produksi yang terjadi pada bulan Maret tersebut. Kos produk yang masih dalam proses: Dari dept A.782.

sehingga tidak dapat diketahui berapa komponen masing-masing biaya. Alokasi dilakukan dengan harga relatip komponen biaya yang dikeluarkan pada bulan Maret tersebut.penjualan produk rusak dilakukan secara borongan. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Dari perhitungan di atas selanjutnya dapat disusun laporan kos produksi sebagai berikut: . Oleh karenanya hams dilakukan alokasi nilai jual produk rusak kepada masing-masing komponen biaya sebagai pengurang kos yang dibebankan bulan tersebut.

655. Riaya untuk penyelesaian PDP awal: Biaya Te~iaga Kerja Langs.068. 8.000 8 kos . Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A: 6.598 22.09 10.000 unit 90.41 Biaya overhead Pb.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPA'RTEMEN B A.270 1 23.000 unit 4.929. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata Rp 828.200 32.32 Kos produk rusak Kos produk yang ditransfer ke dept. C.332 - 7.-Il 10. total kos ditanibahkan Total Kos dibehanka~i Total 828. Perhitungan kos yang dibebankat~ kepada produk: Produk dalam proses awal.000 (0.600 908.390 - .1.977.2) x Rp 23. A Biaya Tenaga k.040 425.456 12.15 1 I 48.18 1 1 1.41 Biaya overhead pabrik. 8. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.330 70.18 Biaya TK Langsung.280 Rp 8.I 1 2.lS) x Rp10.178 106.600 1 I 22.73-4. Biaya overhead p..000 x 72.32 C.000 R p 37. Total kos 828.9) x 10.000 (0.- Alokasi .332 878.006 72.000 i0.8) x 23.200 8.000 x Rp 106.73 I I I 2.002 886.368 57.958.000 L koslunt 67.954.9 8.000 unit 80.000 6.876 Rp 50.77 139.000 (0. 6. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biay a KDP awal Kos dari dept.002 1 1.000 unit 8. . 6.000 unit 6.8 5 1 8.000 unit B.942 603.652 Rp433.928 220.094 5.080 1 12.000 unit - 90.886.24 100.73 Total kos produk dalam proses akhir Total biaya dibebankan di departemen B Peraga 3.73 = Total kos PDP awal Kos produk yang diselesaikan di departctnen B: Bulan ini: 82.

477 Peraga 3.037 Rp 9.000 unit 4.85) x 10.66 Total kos yang ditransfer ke departernen C: Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A.71 Total kos produk dalarn proses akhir Total Kos yang dibebankan - Rp 8.000 unit 6. Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata .000 unit B. Perhitungan kos per unit produk: C.8) x 2332 Biaya overhead Pb.OCO (0. 6.PT SALINDRI LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A.562.66 Kos produk rusak: 4.000 x Rp 106.440 - 434.000 unit 90.000 unit 8.621 Rp 603. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.000 (0. 6.000 x Rp 72.000 unit Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 80. 6.42 BTKL.896 55.959.000 unit 90.520 112. Kuantitas yang diproduksi bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal 82.000 unit x Rp 106..

3. Informasi yang diperoleh dari departemen B adalah sebagai berikut. Nilai jual produk rusak mengurangi kos penjualan Apabila nilai jual diperlakukan sebagai pengurangan kos penjualan. disebabkan produk tersebut tidak disebabkan oleh faktor kesengajaan. Departernen B bertugas mencetak produk dan departemen C bertugas menyempurnakan produk clan ~nelakukan pengepakannya. XYZ. Pada bulan Februari 1986 komponen biaya produksi per unit adalah sebagai berikut: Dept B Dept C -- Jenis Biaya Biaya bahan baku Biaya. Alasan kerlapa titlak dibebankan itu kepada produk n~sak sendiri. dan untuk BOP 90%.000 unit. Maka dalam laporan rugi-laba nilai jual produk rusak tersebut langsung disajikan dalam laporan rugi-laba sebagai pendapatan di luar usaha. Perusahaan ini mempunyai tiga departetnen produksi. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Suati~ cacad kalau biaya yang dikeluarkan untuk metnperbaikinya secara ekoiiornis masih dimungkinkan. produk rusak tersebut lebih baik dianggap sebagai produk rusak dan diproses ulang atau dijual langsung sebagai produk rusak. berikut ini disajikan kasus P. Produk yang masih dalam proses di awal bulan sebesar 8. Untuk menggambarkan perlakuan akuntansi terhadap produk cacad tersebut. Produk yang masih dalam proses di akhir bulan sebesar 6. Departemen A bertugas mencampur adonan plastik.000 unit. Demikian halnya bila hasil penjualan produk rusak tersebut akan diper-lakukan sebagai pendapatan lain-lain. C.000 unit. Produk tersebut cacad. tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Dept A Rp 25 30 20 -25 10 Rp 20 15 .l pada produk yang tidak mengalami cacad produksi.000 unit dengan tingkat penyelesaian BTKL 80% dan BOP 85%. PERLAKUAN PRODUK CACAD Produk cacad diperbaiki dengan menambah sedikit bahan dalam departemen yang bersangkutan. karena proses yang normal. Dalam bulan Maret 1986 mengirim ke departemen C sebesar 80. Mengingat adanya tarnbahan biaya dalam memproses produk cacad tersebut. Apabila tidak. maka semuabiaya yang dikeluarkanuntukmemperbaiki produk cacad terscbut dibebankan pul. maka total nilai jual produk rusak langsung dikurangkan dalarn laporan rugi-laba yang disajikan di akhir bulan Maret 1985 tersebut.T.000 unit dengan tingkat penyelesaian untuk BTKL 80%. Produk cacad dalam proses 4. Di samping itu menggunakan peralatan khusus dan tenaga kerja yang produkdianggap secara khusus bettugas untukmemperbaiki produk cacad tersebut.

068.400 82. Total Total Total Kos Rp 6.000 40.000 1.77 110. 4. langsung Biaya overhead Pb.000 x Rp 10 Jumlah biaya perbaikan produk cacad = Rp 20. 82.088.600 2.200 9.Komposisi biaya dalam bulan ini adalah sebagai berikut: Biaya bahan tenaga kerja langsung Rp 1.2 11.001.000 unit x Rp 5 Biaya tenaga kerja langsung.000 Total Kos Rp 6.K.200 8.000 84.600 2.000.954.038. Eql.000 = Rp 40.000 unit x Rp 6 Biaya overhead pabrik. 4. Biaya tenaga kerja langsung Rp 6 per unit dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 10 per unit.200 Tambahan Rp 20.600 908.000 2. Biaya untuk memperbaiki produk cacad tersebut adalah penambahan bahan Rp 5 per unit.977.886. Pemecahan masalah: Perhitungan tambahan biaya terhadap produk cacad: Biaya bahan.01 Dari perhitungan di atas dapat disusun laporan kos produk berdasarkan metode ratarata sebagai berikut: .600 948.000 64.000 Rincian perhitungan kos per unit adalah sebagai berikut: Jenis biaya Kos dari dept A Biaya T.600 --- Koslunt Rp 74.000 82.977.950.000 24.600 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 908.000 24.24 24.200 un.000 84. Berdasarkan informasi tersebut buatlah laporan kos produksi menurut metode FIFO dan rata-rata.48 35. 4.

600 Tambah . 6.48 proses akhir Total kos produk dalan~ Total biaya dibebankan di departemen B Rp 828.24 BTKL.52 .040 Rp 9.000 24.776 52.000 (0.000 unit 4.640 880. tlari dept A.000 6.000 (0.P. 72. Pcrhitungan kos yang tlibebankan kepada produk: PDP awal.000 f-1.400 : 80.2) x Rp 24.400 Rp 445.P.600 Eql.000 unit 80. XYZ LAPORAN KOS PRODIJKSI DEPARTEMEN B A. 8.48 Total penyelesaian PDP awal.592 6 1.720 440.000 unit B.29 BOP. 115.9) x 1 1. 1.Ol Kos produk yang ditransfer ke gudang Kos produk yang masih dalam proses akhir: Kos dari dept A.001.865. Perhitnnqan kos per unit: Jcnis biaya Toial PI)P awal 828.24 1.000 x Rp 1 10.241.992 Rp 624.15) x Rp 1 1. RTK:.000 82.8) x 24.000 x Rp 110. Rp 9.088.000 . . 8.060 x 74.T.Ol Kos produk cacad.640 7. -82.920.000 Total 828. 6.000 unit --8. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produlc yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82.000 = Rp Apabila laporan menggunakan metode rata-rata.29 C. 4. 20.C24 Rp 9.000 (0.000 38.068.000 (0.24 24.000 unit 90.440 116.. 6.000 unit 6. Kos produk yang tliselesaikan di departemen B: Bulan ini.424 Catatan: kos per unit produk yang ditransfer ke departemen C: adalah.000 2. Biaya untuk per~yelesaian PDP awal: B'l-Kt.400 Koslunt -74.29 BOP..864 13.000 unit 90. 6.977.

000 unit x Rp 110.85) x 11. langsung.40 Total kos yang dibebankan - - . Hal ini mengingat komponen biaya yang membentuk kos produk relatif sama antara periode yang lalu dan periode sekarang.000 unit 90. 6.8) x 24. C.000 x Rp 74.s Total kos yang ditransfer ke dept. Perhitungan biaya per unit: C.31 Biaya T.000 unit 6.000 unit 90. Kuantitas yang diprodusir bulan Maret: Masuk dalam proses PDP awal Produk yang diselesaikan Produk rusak PDP akhir 82. 6.000 unit 80.000 x Rp 110.000 (0.34 Biaya overhead Pb. 6. Perhitungan kos per unit produk: Kos produk yang ditransfer ke departernen C: 8.tidak perlu memperhatikan berapa komponen biaya yang bzrasal dari proses produksi bulan lalu yang tercermin dalam produk dalarn proses di awal bulan. Kos produk yang rnasih dalam proses: Dari dept A..K.Laporankos produksiyang disusundenganmetoderata-rata.000 unit 8.000 unit 4.s Kos produk rusak.000 unit B. PT XYZ LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN B A. 4.000 (0.

Apabila tambahan bahan tersebut menambahproduk yang dihasilkan. Tugas Departemen I1 membuat kertas koran dan departemen 1 1bertugas menyelesaikan produk dan membungkusnya dalam bentuk kertas 1 rool. gondomkem dan zat pemutih bubur kertas (pulp). Penambahan bahan baku ini secara teknis akan menghasilkan dua kemungkinan. Apabila tambahan bahan tersebut tidakmenambah produk yang masukdaridepartemen sebelumnyamaka tambahan bahan tersebut hanya akan menambah komponen biaya bahan di departemen yang bersangkutan. Pabrik kertas PLAYEN memprodusir kertas koran melalui tiga departemen produksi.000 ton. Departemen I bertugas membuat bubur kertas (pulp) yang semua hasilnya diserahkan ke departemen 11. Informasi yang diperoleh mengenai departemen ke dua adalah sebagai berikut.BAB IV TAMBAHAN BAHAN BAKU PADA DEPARTEMEN DUA ATAU DEPARTEMEN BERIKUTNYA Tambahan bahan baku dapat dilakukan dalam departemen berikut apabila teknik proses produksi mengharuskan demikian. maka membawa akibat kos per unit produk yang diterima dari departemen sebelumnya harus disesuaikan mengingat outputnya menjadi lebih banyak. 2. Adanya tambahan bahan tidak menambah produk yang masuk dari departemen sebelumnya. CONTOH KASUS. Proses produksi di departemen ke dua tersebut membutuhkan penarnbahan bahan yang berasal dari serat kayu (woodpulp). Bahan yang diterima dari departemen I sebesar 6. yaitu: 1. Hal ini berarti dalam departemen ke dua atau departemen berikutnya terjadi penambahan komponen biaya bahan. Produk dalam proses awal sebanyak . Bahan baku di departemen I adalah ampas tebu (bargas) dengan bahan pembantu caustic soda dan kaporit. Kedua kemungkinan di atas juga berpengaruh dalam penentuan kos produk dalam departemen tersebut. Adanya tambahan bahan menyebabkan tambahan produk yang diterima dari departemen sebelumnya (initial departement). serta bahan pembantu berupa tapioka.

Laporan kos produksi dapat dibuat dengan kemungkinan-kemungkinan sebagai krikut : a. Dalam kasus ini setiap 1 kg bahan akan menghasilkan 1 kg kertas koran. biaya yang diterima dari departemen I untuk setiap 1 kg produk yang diserahkan pada departemen 11 adalah: biaya bahan Rp 220. Dari informasi di atas. Produk yang masih dalam proses diakhir bulan Maret 1986 sebesar 400 ton. . 1. biaya bahan pembantu Rp 25.500. biaya tenaga kerja langsung 90%. Dengan demikian tambahan bahan di departemen I1 "dianggap" dengan komposisi tersebut.500.000dan biayaoverheadpabrik sebesar Rp 357.. p-. Komposisi campuran bahan adalah setiap 1 kg bubur serat kayu dicampur dengan 4 kg bubur serat bargas. Harga bahan baku serat kertas (diimpor dari luar negeri dengan harga franko gudang pabrik) sebesar Rp 5 10per kg. Total biaya bahan pembantu yang terjadi di departemen ke dua sebesar Rp 37. -. Bila tambahan di departemen 11 menambah produk yang diterima dari departemen I. .200 ton dengan tingkat penyelesaian biaya bahan loo%. biaya tenaga kerja langsung 80% dan biaya overhead sebesar 85%. Tambaharl bahan tersebut menambah jumlah produk yang diterima dari departemen sebelumnya.000. dengan metode FIFO (masuk pertama keluar pertama). .000.. 2. dapat dihitung komposisi biaya per kg kertas dalam bulan Februari 1986 adalah sebagai benkut: Jenis Biaya Biaya bahan baku Bahan pembantu Biaya tenaga kerja langsung Dept I Rp 225 20 D e ~ I1 t Rp 100 5 Dept 1 1 1 Rp -- 25 40 ~ 30 S O -~ .600. Biaya tenaga kerja langsung selama bulan Maret 1986 sebesar Rp 217.--- 30 40 ~-~ B iaya overhead pabrik ---. dengan metode Rata-rata. dengan altematip. 75 Rp 360 Total biaya bulan Februari Rp 185 Rp 95 Berdasar informasi yang diperoleh pada bulan Maret 1986. dan biaya overhead sebesar 80%. biaya tenaga kerja langsung Rp 45 dan biaya overhead pabrik Rp 70. dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 100%. Berdasarkan kasus di atas buatlah laporan kos produksi di departemen I1 untuk periode Maret 1986 tersebut.

000. dengan alternatip.000.000 kg Produk dalam proses akhir - 2.500.000 kg Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.000.300. 200.500.000.'100.000 + 400. I11 7.000 kg 200.b. Bila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang diterima dari departemen I.450.000 kg 7. 1.000 (20%) + 7.000 = 1. Bahan pembantu.000 kg 1. dan 2.000 kg Jumlah Perhitungan kos produk dalam proses awal: Biaya yang diterima dari departernen I.800. 200.000 kg x Rp 36 Tambahan bahan di dept. 200.000 (90%) = 7.000 Rp106. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode FIFO dengan anggapantambahan bahan menambah produk.000. dengan metode Rata-rata.000 kg 400.000 + 400.000 4.000 kg 2(j0.000 8.500.000 (80%) x Rp30 = .700. a.000 (15%) + 7.300.700. 11. adalah sebagai berikut: Biaya bahan = BTKL BOP = = 70. 200.000 kg 6. 1.000 kg 7.000 Biaya tenaga kerja langsung.000 x Rp 5 Biaya Overhead Pabrik.100.000 (80%) = 7.000 (85%) x Rp 50 Jurnlah kos PDP awal = 72. dengan metode FIFO.

400 x Rp 288 biaya bahan.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di departemen 11: Kos produk dalarn proses akhir: dari departemen I.613. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik. 7.Perhitungan kos per unit produk adalah sebagai berikut. 200 x 15% x 48 = Kos produk yang diselesaikan di departemen 11. Jenis Biaya unit eqvl.400 x 9 0 % 29 ~ Biaya overhead pabrik. 400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.4OO x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan - .900 Rincian perhitungannya adalah sebagai berikut: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. totai kos PDP awal bulan Diterima di departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan departemen I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan Rp 3.

Apabila tambahan bahan di departemen I1 tidak menambah produk yang dihasilkan dari departemen I dengan metode FIFO.000.000 kg BOP = 200.600.200.000 + 400. Apabila kasus tarnbahan bahan tidak menambah proauk ini disusun dengan metode rata-rata.000 (20%) + 5.000 .160.000 (90%) = 6.000 kg - Lapolan kos produksi disajikan pada halaman 76. b.000 kg 6. b.000.950.000 kg 6.800.000 kg 6. Bila tambahan bahan mengakibatkantambahan produk yang ditenma dari departemen I dengan metode rata-rata.000 kg BTKL.000 (80%) Laporan kos produksi disajlkan pada halaman 75.2. a. 1.000 + 400. Perhitungan unit ekuivalen dengan metode rata-rata sebagai berikut: Biayabahan BTKL BOP = = 5. Dengan menggunakan metode FIFO maka perhitungan unit ekuivalen dan adalah sebagai berikut: Biaya bahan = 6. .2.Berdasarkan rincian perhitungan di atas disusun laporan kos produksi yang disajikan pada halaman 73 berikut.140. Periksa halaman 74.200.000 (15%) + 5. 200.

400 x 90% x 29 Biaya overhead pabrik.600 Rp 1.300 2. I1 Jumlah biaya di departemen I1 Total biaya yang dibebankan unit eqvl. I1 Bulan Maret 1986 A.377. Perhitungan kos per unit produk: Biaya PDP awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept. 7.537.7.600 Rp 3.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.500 217. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan Jumlah Produk selesai yang ditransfer ke dept.000 765. I11 Produk dalam proses akhir Jumlah B.500 7.500 357.1 Laporan Kos Produksi dengan Metode FIFO .643.400 x Rp 288 biaya bahan.400 x 107 Biaya tenaga kerja langsung.500 7.160.000 37.500 7.600 RD 3.400 x 80% x 48 Total PDP akhir bulan Total biaya yang dibebankan Peraga 4.900 C. I1 Kos produk dalam proses akhir: dari departemen 1. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Biaya penyelesaian PDP awal: Biaya Tenaga Kerja Langsung. 200 x 20% x Rp 29 Biaya Overhead Pabrik.450 total kos (000) Rp 106.200 x 15% x 48 Kos produk yang diselesaikan di departemen II.500 7.100 x Rp 472 Total biaya produk selesai di dept.

dari departemen I.BTKL.000 kg 7.000.700.0000 7.88 Rp 3.000 kg 400- 7.000.447. 400 x 90% x 29.700.OO . 400 x 5 2.372. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Tambahan bahan di depzrtemen I1 Produk selesai yang ditransfer ke departemen I11 Produk dalam proses akhir 200.500.20 .OO .02 10.300 kg x Rp473.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A. Perhitungan kos per unit produk: C.87 Rp 115.780. 400 x 80% x 48.300.2 Laporan Kos Produksi dengan Metode Rata-rata RD 184.80 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.872 .548 Rp 3.BOP.biaya bahan. 400 x 101.643.000 kg 6.00 40.95 . 400 x Up 289.biaya bahan pembantu.000 kg 1. 7.000 kg B. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke dept 111.948.04 15.459 324 Kos produk dalam proses akhir: .

600 .60 Rp 3.253 Kos produk dalam proses awal Kos produk yang diselesaikan di departemen 11: 5. 227.00 Rp Rp 144.000 6.050.60 RD Total Produk Dalam Proses ahhir bulan: Total biaya yang dibebankan Peraga 4.500 6.00 Rp 21.395.3 Laporan Kos Produks.414.000.642.450 BOP.10 = Rp 1.-~ .~ ~ Rp Rp 3.000 2 17.058. tambahan bahan tidak menambah produk (output).900 C.000 765. 200 x 20% x Rp 36. Perhitungan kos per unit produk: Jenis Biaya PDP awal buian Diterima dari departemen I Tambahan bahan di departemen I1 Bahan pembantu di departemen I1 Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan dept I1 ~- .537. dengan Metode FIFO.3.500 5. 400 x Rp 360 .PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPARTEMEN I1 Bulan Maret 1986 A.643.000 6. Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalam proses awal Diterima dari departemen I Produk selesai yang ditransfer ke departemen 111 Produk dalam proses akhir B. - - Total biaya yang dibebankan 3.600 ~ Jumlah biaya di departemen I1 .00 13. ~ -- Unit eqvl.500.10 = Total biaya produk selesai di departemen 11 Kos produk dalam proses akhir: .25 = Rp 1.553.000 37.160.300 Biaya penyelesaian produk dalam proses (PDP) awal: BTKL. 400 x 80% x 60.Biaya bahan.00 3.304.000 2.600 x Rp590..25 .75 . 400 x 90% x 36.945.950 357.Biaya Overhead Pabrik.00 49. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk selesai di departemen I1 (dalam ribuan): Produk dalam proses awal Rp 106.60 .600 Rp 1.IO - Rp 109.300 -6.Dari departemen I. Total biaya (000) (000) Rp 106.377.1 13. . 100 x 123.Biaya Tenaga kerja Langsung..803 -.560.00 3. -~ ~ -~. 200 x 15% x 60.

I1 Bulan Maret 1986 A.000 kg Produk dalam proses akhir 6.40 .414.200.600 222.500 33. Langs.200.500 357.100 1.000 kg 6.BOP: 400 x 80% x 59.377.000 kg 1 400.000 106.80 b3.09 5932 228.biaya bahan pembantu:400 x 6.643.41 1.120 36. Perhitungan kos per unit produk (dalam 000): Biaya T.000.800 kg x Rp 588. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk (dalam ribuan rupiah): Kos produk yang ditransfer ke departemen 111.000 kg Produk selesai yang ditransfer ke departemen 1 1 5.900 6.800 8.09 19.262. Biaya Overhead Pb.992.300 217.900 3.61 2.300 366.K.40 .73 Kos produk dalam proses akhir: Rp 144.73 588.PABRIK KERTAS PLAYEN LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.142.800.160 6.537.73 C.600 3. Jumlah Total 4.644 .biaya bahan:400 x 126.21 12.634 5.BTKL: 400 x 90% x 36.454 .000 .80 . Perhitungan kuantitas produksi: Produk dalarn proses awal Diterima dari departemen I 200.896.000 kg 6.dari departemen I:400 x Rp360 50. Rp 3.000 kg B.643.82 Total PDP akhir bulan: Total biaya yang dibebankan RD 29.600 1.

. maka akan timbul masalah dalam penentuan berapa kos untukmasing-masing produk yang dihasilkanoleh departemen tersebut. Jadi dapat disimpulkan. telah disajikan bagan proses produksi pabrik gula. Hal ini disebabkan input produksi akan menghasilkan secara langsung dan simultan dalam suatu reaksi kimia. Ketiga macam produk tersebut dihasilkan secara simultan dalam suatu proses di departemen 111. Dalam bab dua. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa produk bersama adalah beberapa macam produk yang dihasilkan secara simultan dalam suatu proses yang nilai total masing-masing produk tersebut relatip sama. sedangkan terhadap tetes yang nilai ekonomisnya jauh lebih rendah daripada gula diperlakukan sebagai produk sampingan.BAB V PENENTUAN KOS PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN Perusahaan yang mengolah produk dengan proses kimia selalu menghasilkan lebih dari satu produk. Tentunya ketiga produk tersebut akan dianggap sebagai produk bersama. Produk sampingan sebetulnya tidak dikehendalu tetapi temyatamasih mempunyai nilai ekonomis bagi pihak lain. Secara kebetulan komposisi tonase ketiga macam produk yang dikeluarkan dari departemen 111tersebut hampir sama. Meskipun sebenarnya berapa biaya yang diserap akan berbeda-beda tetapi produk yang dihasilkan akan menunjukkan kuantitas yang tidak akan jauh berbeda. Hanya saja tujuan dan nilai produk yang dihasilkan tersebut mungkin secaraekonornis tidak bermanfaat bagi perusahaaqlmasyarakat. Namun bila ditinjau dari nilai ekonomisnya (nilai jual) maka kristal gula mempunyai peran yang sangat dominan. Sehingga krislal gula menjadi produk utama. Proses tersebut menghasilkan beberapa macam produk yang perlakuannya terhadap masing-masing produk tersebut berbeda-beda. Apabila suatu proses produksi menghasilkan bekferapamacam produk.Sehingga produk yang tidak mempunyai nilai ekonomis dianggap sebagai limbah industri. Bahkan untuk blotong sama sekali tidak mempunyai nilai guna apapun sehingga dikategorikan sebagai limbah industri. Persoalannya akan menjadi lain apabila ketiga produk yang dihasilkan dalam proses ketiga tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative sama. produk sampingan adalah suatu proses yang nilai total produk atau produk-produk tersebut relatip kecil dibanding dengan produk utama.

Kebersamaan biaya dapat terbentuk bukan karena kesamaan proses sejak awal proses sampai saat split off. hanya saja bentuk output yang dihasilkan tidak berupa produk sampingan ataupun produk bersama. A. tetapi kebersamaan biaya dapat pula timbul karena penggunaan fasilitas produksi yang sarna. Biaya bersama timbul sejak dimulainya proses produksi sampai saat terjadinya pemisahan produk (split ofl menjadi beberapa produk. Metode 2: Metode 3: . tambahan terhadap pendapatan penjualan. namun kornponen biaya overheadtip sama. Dengan demikian komponen biaya untuk ketiga macam produk tersebut terdiri dari komponen biaya yang s m a pula. Dalarn kasus lain dapat pula terjadi biaya bersama. Biaya bersama semacam ini terjadi dalam industri yang menggunakan proses produksi dengan metode pesanan (job order) atau proses asembling. karena biaya bersarna yang terjadi sebetulnya sangat sulit dipecah untuk dialokasikan kepada beberapa produk yang dihasilkannya.&an sebagaipengurangan kos produksi. PENENTUAN KOS PRODUK SAMPINGAN Penentuan kos produk sampingan sebetulnya sangat sulit. Biaya bersama semacam ini mempunyai komponen biaya bahan dan biaya lcnaga kerja yang berbeda untuk masing-masing produk. Biaya bersama tidak selalu terjadi dalam industri yang menggunakan metode proses saja. kiranya perlu dipecahkan dengan rasional. Apabila dernikian halnya maka disebut biaya overhead bersama (joint ovei.Baik produk sampingan maupun produk bersarna diolah dalam satu proses produksi yang sama pula. Biaya bersama tidak dialokasikan kepada produk sa~npingan Metode X 1: hasil penjualan produk sampingan langsung n~asuk laporan rugike laba sebagai: pendapatan lain-lain. Metode alokasi yang dapat diterima dalam akuntansi produk sarnpingan dapat dibagi dalam dua kategori. Oleh karena komponen biayanya sama maka kos untuk kasus semacam ini disebut sebagai biaya bersama (join cost). Hasil penjualan produk sampingan setelah dikurangi dengan biaya penjualan produk sampingandan tambahan biayadalampenyempurnaan produk sampingan langsung masuk ke laporan rugi-laba dengan cara i yang sama dengan metode 1. Namun mengingat manajemen memerlukan inforniasi yang dapat menggambarkan berapa komposisi biaya produk sampingan dalatn seluruh kornpoilen kos produk.head cost). Menggunakan metode kos pengganti (replacement cost). yaitu: 1. sebagaipengurangan kos penjualan.

200.00 Rp 3. Laporan kos produksi di departemen 111 disajikan dalam halaman berikut.000.OO per ton. 2. Komposisi biaya dalam bulan ini adalah: Jenis Biaya Biaya dari dept. BX 50 ton dan CX 220 ton. Produk sampingan CZ laku dijual dengah harga Rp 400.00 26. BZ tidak laku dijual dan diperlakukan sebagai limbah industri. I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP Awal Rp 225. Selanjutnya apabila telah diketahui berapa biaya bersama yang timbul dalarn produksi tersebut baru dapat ditentukan berapa pembebanan kos produksi pada produk utama. produk yang masih dalan proses awal 150ton (Biaya bahan 100%.OO Kos bulan ini Rp 2. Pada departemen 111dihasilkanbeberapaproduk AZ.00 24.000.00 Rp 275. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi 100%.690. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos produk utama. dan CZ. Produk yang dihasilkanAX.000.180 ton.000. Dalam kategori ini dikenal metode yang keempat .500per ton.OO 238. BZ. biaya konversi 85%). Sebagian biaya bersama dialokasikan kepada produk sampingan dengan memberhatikan berapa biaya yang dialokasikan dan tambahan biaya untuk penyempurnaan produk sampingan tersebut.000. . Metode 4: Metode nilai pasar (reversal cost) CO'NTOH KASUS PT XYZ memprodusir produk melalui tiga departemen produksi.2.190.000. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalarn bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2. JAWABAN KASUS Pembebanan kos produk terlebih dahulu harus memperhatikan laporan kos produksi pada periode yang bersangkutan.000.OO 202.biaya konversi 80%).500 ton.00 Hargajual produk utama AZ adalah = Rp 1.

Rp 3.450 ton x Rp 1.700.465. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersarna.3 10.Hal ini mengingat tujuan utama produksidalarnproses tersebutuntukmenghasilkan produkutamasaja.OO Metode pertama Berapa besarnya kos produk sampingan yang terjadi selama satu periode tidak perlu dihitung.00 18.2.200.500 ton 1 SO ton 2. C.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept.100. Produk dalam proses (akhir) 2. yang dibebankan bulan ini.700. 11.650 ton 2.OO Total H. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk rnasuk dalam proses Produk dalam proses (awal) Produk selesai bulan ini: Produk AZ.00 17. 200 x 85% x Rp100. Produk CZ.Nilai penjualan produksampingantersebutdianggap sebagaipenghasilan tambahan yang secara langsung dapat dilaporkan dalarn laporan rugi-laba.OO Rp 3.500. I11 Bulan Maret 1980 A.P.000. Produk BZ.000.00 Biaya tenaga kerja.00 Rp 220.650 ton B.200 ton x Rp1. Perhitungan kos per unit produk (dalam ribuan rupiah): Biaya overhead Pb.209.00 Biaya overhead. Pencatatan hasil penjualan produk sarnpingan dalam jurnal penjualan adalah sebagai berikut: .LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.1 80 ton 50 ton 220 ton 700 ton 2. 200 x 85% x Rpl10.00 Total Kos PDP akhir 255.

dalam metode kedua dihadapkan masalah bahwa penjualan produk sampingantersebut membutuhkansejurnlahbiayauntukmemasarkannya. Selanjutnyadalampenyajian laporanrugflabaakan diperlakukan sebagai pengurang kos produk utarna. namun biaya-biaya yang timbul dalam rangka menjual produk sampingan tersebut tidak boleh ikut dibebankan sebagai pengurangan terhadap hasil penjualan produk utama. Sebagai pengurangan kos penjualan. Sebagai unsur pengurang kos produksi periode tersebut.400. d.penyimpanan produk sampingan dan pengiriman barang. apabila biaya-biaya yang timbul dari penjualan produk sampingan diketahui sebagai berikut: Biaya pembungkusan Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Rp 4. Metode kedua Berbeda dengan metode pertama.OO Biaya-biaya yang timbul dalam penjualanproduk sampingan tersebut akan ditampung dalarnrekeningtersendiri.00 Rp 8.200. Sebagaisalah satuunsurpendapatandan langsung disajikansebagaielemenpendapatan. c. Sebagai contoh kasus di atas. Sebagai salah satu unsur pendapatan lain-lain. Misalnyauntuk pembungkusan.00 3. b.KaslPiutang Dagang Penjualan produk sampingan Rekening penjualan produk sampingan tersebut di atas pada akhir periode dapat disajikan dengan salah satu cara berikut: a. . Dalam metode kedua ini berapa besarnya kos produk sampingan tidak perlu dihitung. Hal ini mengingatbiaya-biaya yang timbul karenapenjualan produk sampingan tersebut dapat ditelusuri jejaknya.800.

000.600.00 Berdasarkan kasus tersebut di atas maka biaya bersarna yang terjadi dapat dihitung dengan cara sebagai kxikut: Jenis biaya Kos produk bersama Nilai jual produk sampingan Taksiran laba kotor produk sampingan: Produk utama Rp 3.800. Dalam kasus di atas diperoleh informasi tambahan sebagai berikut: Perusahaan mengambil profit margin sebesar 20% dari harga jual masing-masing produk sampingan.00 8. Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Biaya pengiriman produk sampingan Biaya administrasilpemasaran Jumlah biaya 3. Untuk selanjutnya kos produk sampingan ditentukan dengan nilai jual (market value) produk sejenis yang berlaku saat itu.00 Rp 22.500.000. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menghitung berapa besarnya kos produk sampingan dan sampai sejauh mana keuntungan yang diperoleh dengan penjualan produk sarnpingan tersebut. namun bahan baku yang dibutuhkan dalam proses tersebut tidak memerlukan dari luar perusahaan.00 Rp 88.00 Produk sampingan .209. Metode keempat Metocle keempat ditemukan dalam suatu perusahaan yang menghasilkan produk sampingan yang masih memerlukan proses lanjutan agar produk sampingan tersebut dapat dijual kepada konsumen. Bahan-bahan tersebut telah tersedia dari dalam perusahaan sendiri sebagai sisa proses produk lainnya atau sebagai produk sampingan dari sesuatu proses prduksi.Metode ketiga Metode ketiga terjadi untuk perusahaan yang memproduksi produk. Dengan demikian diperlukan nilai pengganti untuk jenis bahan yang sama dengan mernperbandingkannyadengan nilai jual yang berlaku di pasaran terhadap bahan yang sama.

00 200 ton 278.88 Rp Rp 53.600 + Rp3. Disadari tidak ada cara yang tepat untuk melakukan alokasi biaya bersama kepada produk bersama.800) Total taksiran laba kotor Taksiran biaya setelah pemisahan produk: Biaya pembungkusan Biaya tenaga kerja Total taksiran biaya setelah pemisahan Jumlah penilaian produk utarna Kos produk utama (taksiran) Ditambah: Biaya sesungguhnya setelah pemisahan produk Total biaya dibebankan pada produk sampingan Tokl kuantitas produksi Kos per unit produk Rp 2.180 ton 1. inaka dalam produk bersamapun ditemukan kesulitan dalam menentukan cara yang tepat untuk menentukan alokasi hiaya bersama tersebut. Alokasi biaya bersama kepada masing-masing produk bersama dapal dilakukan ~nelalui salah satu dari keernpat metode berikut: .600.I Laba 25% dari nilai jual Biaya pemasaran(Rp8. PENENTUAN KOS UNTUK PRODUK BERSAMA Seperti halnya dalam akuntansi produk sampingan. Namun demikian gambaran komposisi biaya produk sampingan yang disajikan dengan rasional kiranya akan membantu manajemen dalam mengendalikan operasi perusahaan.451.00 B.

400.000.000 ton.000. Komposisi biaia dalam bulan ini adalah: Jenis biaya Biaya dari departemen I1 Biaya tenaga kerja Biaya overhead Total biaya PDP awal 225.00 3.000. Berdasarkan data di atas tentukan berapa kos untuk masing-masing produk. Pada departemen I11 dihasilkan beberapa produk AX. CONTOH KASUS PT XYZ memproduksi produk melalui tiga departemen produksi.00 26.000.000. metode satuan phisik. Produk yang dihasilkan AX.OO 238.1. Produk yang masih dalarn proses akhir sebanyak 200 ton (biaya konversi loo%. 1. biaya konversi 80%). biaya konversi 85%).190. Jawaban kasus Sebelum alokasi biaya bersama dilakukan. 3.500 per ton.OO Harga jual masing-masing produk di pasar adalah AX = Rp 1.300. . metode rata-rata tertimbang. dan CX. BX. metode rata-rata biaya per satuan.OO 262. produk yang masih dalam proses awal150 ton (biaya bahan loo%. BX 700 ton dan CX 750 ton. 4.00 275.00 Kos bulan ini 2. 2. metode nilai jual relatif.000. BX = Rp 1.690.500 ton. Laporan kuantitas produk yang disajikan dalam bulan Juni 1980 adalah sebagai berikut: Diterima dari departemen I1 sebanyak 2. Kos biaya bersama dalarn perhitungan berikut ini berdasarkan metode metode rata-rata. terlebih dahulu harus ditentukan berapa besarnya biaya bersama selama satu periode.OO 24.200.000.00 per ton.00 per ton dan CX = Rp 1.

Perhitungan kos per unit produk (rata-rata): Jenis biaya PDP awal Kos bln ini Total 2.500 ton 150 ton 2.00 Biaya tenaga kerja.000 262.650 2.915. = Rp 220.00 100.650 ton Produk selesai bulan ini: Produk AX Produk BX Produk CX Produk dalam proses (akhir) 1.000 288. Biaya overhead pabrik Jurnlah 50.00 = Kos produk dalam proses akhir: Biaya dari dept II.200 Total biaya dibebankan 275.200 2.000 ton 700 ton 750 ton 200 ton 2.000 26.00 110.3 10.650 ton B. Perhitungan kos yang dibebankan kepada produk: Kos produk bersama. 2.2.00 210.690.000 24.000 262.310.000.620 2.000 250.190.200 ton x Rp1. I11 Bulan Maret 1980 A.200 238. Kuantitas produk yang dihasilkan: Produk masuk dalam proses Produk dalam proses (awal) 2.00 1.465.00 Rp 3.209.450 ton x Rp1. 11: Biaya tenaga kerja 1s.00 Kos dept.000 3.100.000 500.000 C.00 .100.500.620 Kos/ unit 1.200 Ekvl.200 3.00 200 ton x 85% x Rp110. sebelumnya 225.00 - 18.000 Biaya di dept.700.LAPORAN KOS PRODUKSI DEPT.

1.000.OO 9 17.460.083.500.318. jual Nilai jual% n.OO 100. jual alokasi H. 700 x 1.OO Rp 255.OO Produk CX.000.00 9 17. yang dibebankan bulan ini = Rp 17.465.00 910.50 4.00 Rp 3.000.000 ton 700 ton 750 ton 2.400.OO Rp Rp 982.3084 4.00 1.298. Alokasi biaya bersama (metode relative): Jenis produk kuantitas Hg.00 30.391.000.Biaya overhead 200 x 85% x Rpl.000.00 Apabila alokasi biaya bersama disajikan berdasarkan kuantitas produk yans dihasilkan maka dalarn Laporan Kos Produksi disajikan ctengan rincian sebag~i berikut: Jenis produk Kuanl~tas Produk Alokasi R m Produk AX Produk BX Produk CX Total 1.OO Total - Rp 1.OO 3.300.310.310.000.000.500.200.351.310.00 1.500.OO Apabila alokasi biaya bersama dihitung berdasarkan kos per unit produk yang dihasilkan maka alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk adalah: Produk AX.OO 3.500.00 26. Bobot tessebut ditentukan manajemen secara relative dengan memperhatikan nilai bakan yang .3597 3.000.205.25 Rp1.32 Produk BX Produk CX total 700 1.700.i)O Rp 3.OO D.78 750 1.310.86 1.25 1.000 x Rp 1.500.OO Apabila alokasi menggunakan metode rata-rata tertimbang.050.450 ton Kp 1.310.000 1.00 total Kos PDP akhir total H.000.P.OO 43.OO Produk BX. 100.P per ton ProdukAX 1.?09.OO Up 982. 750 x 1.500. maka untuk masingmasing produk diberikan suatu bobot sebagai angka pengimbang.209.39 1.098.500.209.

Keempat produk tersebut dihasilkan secara simultan di departemen I1 dengan menyerap biaya sebesar Rp 40. produk C Rp 10.12 J R 559. Perusahaan mengeluarkan biaya produksi setelah departemen pemisahan (after separable cost) untuk masing-masing produk adalah. produk A Rp 2. Nilai jual per unit produk setelah melalui proses lanjutan adalah.00. jumlah tenaga kerja yang digunakan dan lain-lain. Sebagai contoh.00. Produk yang dihasilkan dari departemen I1 untuk keempat produk masing-masing A sebesar 20. BX 3 dan CX 2 maka alokasi biaya adalah sebagai berikut: Jenis produk jumlah produk bobot bobot x alokasi biaya jumlah produk bersama Produk AX Produk BX Produk CX Jumlah 1.00 Dari keempat altematipmetodetersebut di atas dapat dipilihsalah satudiantaranya. Seandainya produk AX mempunyai total bobot 5. waktu yang digunakan.000. produk B Rp $00 produk C Rp 4. Biaya yang terjadi di departemen I sebesar Rp 80.000 unit.500 Rp 1.000unit.00. C. Proses lanjutan ini ditnaksudkan untuk tnenyempurnakan produk agar dapat menarik para konsumen. produk B Rp 10. C.865.796.100 1. PEMBEBANAN BIAYA PROIIUKSI BERSAMA SETELAH DEPARTEMEN PEMISAH PRODUK Baik terhadap produk sampingan maupun produk bersama dapat diproses lebih lanjut sebelum produk tersebut dijual pada konsumen.000.00. B.00 dan produk D sebesar Rp 28.50.000 unit dan produk D sebesar 15.988. PT XYZ menghasilkan produk bersama A.50 dan produk D Rp 8.00. Berdasarkaninformasitersebut hams dilakukanalokasibiayaapabilaalokasididasarkan pada nilai jual relatip perhitungannya adalah sebagai berikut: . C sebesar 10.00.51 8.000 unit.600 Rp 3.000 ton 700 ton 750 ton 5 3 2 5. produk A Rp 0.000.000. D.000 2.000. Pernilihan metode tersebut harus memperhatikan kondisi yang ada dalam proses produksi dan penjualan produk bersama. produk B 15. Laba kotor diketahui rata-rata sebesar 60 %.715. Adanya proses lanjutan tersebut menyebabkan tarnbahan biaya yang harus dibebankan pada produk tersebut.digunakan.37 783.000. tingkat kesulitan proses produksi.500.209.

00 65.000.000 45.-- - (unit) 20.000.00 31.00 15.000.000.800.P 60% Total nilai jual % biaya - (Rp) .000.200.000.000.00 4.00 4.00 92.000.000.OO 35.OO 21.00 70.000.00 2.OO 120.800.000.00 68.00 83.3 683 69.00 10.O .00 39.00 Total 250.000.000.P.00 50.000.000.000.000 120.000.1 ProdukA ProdukB Produk C Produk D 0.00 10.OO 200.OO 68.000 15.O 65.000.000.Jenis hrg jual kuantitas produk per unit produksi .000 (Re) 10.200.OO 170.00 8.00 52.00 49.00 6.- total harga biaya setelah nilai jual jual pernisahan H.00 28..50 8.50 5.000.000.00 10.

4. Perencanaan kegiatan tersebut akan mudah ditetapkan bila menggunakan norma atau ukuran yang lebih tepat. Sebagai dasar penentuan kos produksi. Membantu dalam perumusan anggaran perusahaan. manajemen dihadapkan pada persoalan estimasi terhadap kejadian-kejadian yang belum pasti.BAB VI PENENTUAN KOS STANDAR Kata standard memberikan suatu pengertian norma yang digunakanuntuk melakukan pengukuran. Dalam ha1 ini kos produksi dapat ditentukan dimuka (terlebih dahulu). . Manfaat lainnya antara lain untuk Inventory pricing. untuk memudahkan pencatatan kos produksi dan lain-lain. Membantu dalam pengendalian biaya. Dengan demikianinformasikos produksi dapat disajikan dengan lebih cepat. Dalarn hubungannya dengan akuntansi biaya dikenal pengertian standard cost. Dengan demikian manager produksi terbantu dalam upaya menekan kos produksi serendah mungkin. sehingga sangat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Adanya kos standard dapat memberikan garnbaran mengenai penyimpangan produksi dibandingkan dengan norma yang ditetapkan. 2. Informasi berapa besarnya penyimpangan (variance) tersebut sangat membantu bagian produksi untuk memperbaikinya. antara lain: 1. tanpa menunggu berakhirnya satu periode proses produksi untuk metode Proses Costing atau untuk satu job (batch production)untuk metode Job Order Costing. 3. artinya suatu standard yang dibentuk sebagai norma pengukuran kos produksi. Anggaran adalah perencanaan operasi perusahaan di masa yang akan datang dan diwujudkan dalam satuan mata uang. Dalarn upaya menyusun anggaran. Ini berarti mengupayakan efisiensi proses produksi dan meningkatkankeuntungan perusahaan. Standard kos ditetapkan dengan berbagai tujuan.

Komponen biaya yang ditetapkan sebagai standard menggunakankapasitasoptimal (kapasitas 100%). Actual standard. Attainable standard. Standard kuantitas penggunaan bahan (material usage standard) ditetapkan berdasarkan hal-ha1 sebagai berikut: a. Yaitu. Basic standard disebut pula sebagai Fixed standard. b. Standard ini ditetapkan karena manajemen menghendaki pemanfaatan secara optimal terhadap suatu proses produksi dalam kumn waktu tertentu. kebutuhan bahan dan lain-lain). standard yang didasarkan pada tingkat efisiensi tertinggi sesuai dengan kemampuan operasional peralatan dan aparat personel yang mendukungnya. jam mesin. Basic standard. Berdasarkan rumusan kimia dengan memperhatikan kemampuan teknis produksi mesin yang terpasang. Standard tersebut digunakan sesuai dengan rcncarla produksi dalam kunin waktu tertentu saja. PENENTUAN STANDARD Kos standard terdiri dari dua kategori yaitu kuantitas standar dan t~arga standard (tarip standar). 2.Meskipun dalam kenyataannya ideal standard tidak bisa pemah dicapai. Yaitu. Yaitu. Standard ideal (standard teoritis). jam produksi. Berdasarkan penelitian di bagian produksi mengenai hasil produksi dimasa yang lalu. Kos standard ditetapkan berdasarkan harga (normal) yang terjadi di masa yang lalu 1. standard yang digunskan d m berlaku pada pcriode produksi tertentu. c. 3. Standar untuk bahan baku 1.A. Yaitu standard yang ditetapkan sebagai basic tidak akan dirubah. standardyang dihitung atas dasarkondisi yang diharzpkanyang diharapkan dalarn suatu proses produksi. . B. JENIS-JENIS STANDAR 1. Dapat pula berdasarkan rumus kimia dalam proses produksi suatu barang. Melakukan test dengan kondisi tertentu. Kuantitas standar ditetapkan berdasarkan penelitian di rnasa yang lalu mengenai kuantitas hasil produksi (unit produksi. 4.

Bahan yang digunakan 3. 2. Meskipun biaya semi variabel padadasarnyasulit dipisahkanmenjadi biaya n tetap dan biaya variabel. Standard kuantitas pemakaian bahan baku untuk produksi bulan ini 3.50.2. Standar untuk biaya tenaga kerja langsung (BTKL) 1. Jam (kuantitas) standar. ILUSTRASI TERHADAP PENENTUAN 1.ditetapkanberdasarkanpenelitianmengenai gerakdanwaktu dengan memperhatikan ratio industri.500 kg. Harga standar. Jam standar. Kuantitas sesungguhnya x (tarip sesungguhnya .1) 2.000 kg a Rp 2. 2. Analisis Selisih kos bahan baku Inforrnasiyang diperolehdari bagian akuntansibiaya adalah sebagaiberikut. ditetapkan berdasarkan pengalaman di masa yang lalu dan memperhatikan perubahan-perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Perhitungan selisih. Dalam rangka penentuan tarip biaya overheadpabrik harus diperhatikanadanya biaya semi variabel. C. (perhatikan 2.550 kg selama satu bulan.350 Rp 8. tetapi pernisahan biaya tersebut tetap harus diakukan. 3. Standard untuk biaya overhead pabrik menggunakan flexible budget.47. Bahan baku yang dibelidalambulan ii5. ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan buruh (labor bargaining) atau peraturan perburuhan yang berlaku).750 Rp 3. terlebih dahulu harus ditetapkan berapa besarnya biaya tetap dan biaya variabel sebagai standar.600 . Biaya bahan sesungguhnya Biaya bahan menurut standard Selisih biaya bahan Selisih harga pembelian bahan. standard n kos bahan baku per kg Rp 2. Hal ii untuk mempermudah proses analisis terjadinya variasi biaya overhead pabrik dalam proses produksi. Harga (tarip) standard.tarip standard) = Rp 12. Tarip upah standar. Standar untuk biaya overhead pabrik 1.

000 kg x (Rp 2.Rp 2.47 .50 = Rp 125 (selisih rugi) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih kuantitas bahan: 1. (kuantitas sesungguhnya .550 kg . Selisih kuantitas (pemakaian) bahan. Ditemukan bahan-bahan subtitusi yang memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien.kuantitas standard) x tarip standard = (3. Terdapat kesalahan di dalam perencanaan produksi. Seringkali ditemukan faktor-faktor di luar kekuasaan perusahaan (bagian pembelian). 4. 2. Terjadi kesalahan dalam kebijaksanaan pembelian bahan. Material purchase price variance . 2. Ada tendensi harga-hargaumum yang memang mengalamikenaikan atau penurunan. Bagian production control 2.5. Pencatatan dengan metode single plan PDP biaya bahan Material quantity variance Persediaan bahan baku Persediaan bahan baku Utang dagang. Bagian pembelian. bila bagian ini tidak mampu memperoleh bahan baku dengan kualitas yang ditetapkan. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan harga adalah bagian pembelian. terutama bila harga bahan baku sangat dipengaruhi oleh keadaan pasar. Pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya penyimpangan: 1.550 kg) x Rp 2. Terdapat efisiensilinefisiensidalam penggunaan bahan. Pelaksana (mandor) yang menyimpang dari rencana produksi yang telah ditetapkan. 3.50) = Rp 150 (selisih laba) Kemungkinan penyebab terjadinya selisih harga pembelian bahan: 1. Kepala bagian produksi 3.3.

Selisih hargl pmbelian - .50 (selisih laba).550 unit x (Rp 2.50) = Rp 106.tarip sesungguhnya) = 3.350 Persediaan Bahan Baku Pencatatan dengan metode partial plan Persediaan bahan baku Utang dagang PDP Persediaan bahan baku Material quantity variance Material price variance Persediaan bahan baku Selisih kuantitas Selisih harga pmbelian Rp 150 -T-PDP biaya bahan Utang dagang l Persediaan Bahan Baku Perhitungan material usage variance Bahan yang dipakai x (tarip standard .Rp 2. .47 . Rp 150 Utang dagang Rp 12.

50 . sebagai berikut: Biaya gaji dan upah Hutang gaji PDP .OO (selisih rugi).500jam) x Rp 6. Informasimengenaikos BTKL adalahsebagaiberikut.880jam x (Rp 6. jam sesungguhnya x (tarip sesungguhnya .Rp 6.tarip standard) = 1.OO) = Rp 940.00 (selisih rugi).740.biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Biaya upah .00 per jam.880 jam .2.Jam kerja sesungguhnya 1. Selisih efisiensi.00 = Rp 1. Analisis selisih biaya tenaga kerja langsung. Perhitungan total selisih: Biaya tenaga kerja langsung (actual) Biaya tenaga kerja yang dibebankan Total selisih Perhitungan selisih upah.500 jam dengan tarip standard sebesar Rp 6. Jumal yang hams dibuat.880jam. I Tarip sesungguhnya (actual paid) Rp 6. Standard waktu untuk produksi pada bulan ini 1.50 per jam.1. (jam sesungguhnya -jam standard) x tarip standard = (1.

tarip standard pada kapasitas yang dianggarkan. Selisih biaya overhead pabrik.740 I PDP biaya. Misalnya. Di dalarn analisis selisih untuk biaya overhead pabrik terdiri dari tiga macam tarip. maka standard yang digunakan sesuai dengan anggaran untuk kapasitas yang direncanakan dalam anggaran fleksibel tersebut.maka standard yang digunakan adalah segala tarip yang berlaku dalam kapasitas tersebut. yaitu: . Untuk mengetahui selisih yang terjadi dalam kos standard. produksi dengan kapasitas 80%. terdapat tiga macam metode analisis selisih. dan tarip yang sesungguhnya. .540 Biaya gaji dan upah 3. Sehingga apabila perusahaan dalam suatu periode merencanakan untuk memproduksi dengan kapasitas tertentu. yaitu tarip standardpada kapasitasnormal.tenaga kerja Biaya gaji dan upah Pencatatan dengan metode partial plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu R T PDP b i a r tenaga kerja Rp 9. Analisa selisih untuk biaya overhead pabrik menggunakan anggaran fleksibel.Pencatatan dengan metode single plan Selisih tarip upah Selisih efisiensi waktu Rp 1. Di dalam anggaran fleksibel tersebut disusun rancangan produksi untuk berbagai kapasitas.

Tarip kos standard per jam produksi.00. 2. 1. dan analisis terhadap efisiensi. dan 3. Metode analisis empat selisih merupakan pengembangan dari analisis tiga selisih dengan mempertajam terhadap analisis kapasitas yang menganggur.000 jam Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa total selisih antara biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan biaya overhead pabrik standard adalah Rp 584. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam standard. Waktu (jam) standard yang dianggarkan 3. Pembahasan metode ini disajikan di halaman 8 berikut ini. Metode analisis empat selisih.80.400 jam. b.384. Waktu (jam) yang sesungguhnya 3. Total selisih biaya overhead pabrik Rp 584.450 jam. Contoh ilustrasi perhitungan selisih biaya overhead pabrik. a. Rp 1. Metode analisis dua selisih melakukan analisis terhadap penyimpanganpenyimpangan yang terjadi dengan hanyamemperhatikan selisihvolume dan selisih yang dapat dikendalikan. Biaya overhead pabrik tetap Kapasitas normal sebesar 4. Penggunaan masing-masing metode tersebut.OO (rugi). Biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp 7. Pertajaman analisis tersebut dengan melihat apakah kapasitasyang menganggur disebabkanoleh faktor biaya tetap ataukah biaya variabel. Biaya overhead pabrik variabel Rp 1.pada dasarnya mempunyaitujuan yang berbeda-beda. Metode analisis dua selisih. analisispengeluaran (spending variance).1 Metode analisis dua selisih. Metode analisis tiga selisih. Selisih terkendali. Metode analisis tiga selisih mempertajam dengan melakukan analisis terhadap adanyakapasitasyang menganggur (idlecapacity variance).00.20 Rp 0. .384 .

Efficiency variance (selisih rugi).- BOP tetap. Rp 7.800 Rp 480 Rp 7.200 Ru 4. .400 jam x Rp2.200 RD 4.400 x Rp1. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya.080 RD 7.400 jam x Rp0.3.370 RD 6.384 Rp 3.475 jam x Rp1. Idle capacity variance. BOP yang dianggarkan a/d jam standard. Selisih volume. Jam sesungguhnya x tarip standard. 3.anggaran biaya tetap - Biaya variabe1. Rp 7. BOP yg dibebankan pada produksi.BOP variabe1.950 Rp Biaya yang dianggarkan a/d jamm sesungguhnya Jam s e s u n g w y a x tarip stand. .370 14 Rp .80 Rp 3.00 = Selisih volume (rugi) Metode analisis tiga selisih.280 . Rp 6.170 Rp Selisih rugi 2. Spending variance.3.475 x Rp2.3.OO = Idle capacity variance (rugi) 420 3.3.280 1.20 Selisih terkendali Rp 104 2.20 = 7.

Variable efficiency variance.00 Selisih efisiensi (rugi) - Rp Rp 6.800 150 Rekapitulasi perhitungan selisih: Spending variance Idle capacity variance Efficiency variance Total selisih (rugi) Metode analisis empat selisih 1. Fixed efficiency variance. 3.700 jam x ~p 2.80 = Rp 7.475 jam x Rp0.370 Rp 7. Jam sesungguhnya x tarip tetap.Biaya overhead yang dibebankan ke produk. BOP sesungguhnya BOP yang dianggarkan a/d jam sesungguhnya Variable efficiency Variance 4. Idle capacity variance. 3. (lihat metode analisa tiga selisih) 2. Spending variance.280 Rp 90 Jam standard x tarip tetap.80 = Fixed efficiency variance (rugi) . 3. (lihat metode analisa tiga selisih) 3.400 jam x Rp0.

Berikut ini adalah elemen biaya overhead pabrik. Dibebankan langsung ke laporan rugi-laba Tujuan alokasi dan penggunaan tarip biaya overhead pabrik adalah: a. dan c benar Biaya produksi selain biaya bahan baku dan upah Iangsung akan: a. Penentuan harga jual 2. Sebagian biaya overhead pabrik terjadi secara sporadis d. Penyusutan gedung pabrik Akuntansi untuk biaya overhead pabrik relatif lebih kompleks daripada akuntansi untuk biaya produksi yang lain karena: a. Pengendalian biaya produksi c. Analisa biaya untuk pengambilan keputusan b. Gaji pegawai produksi c. . b. dan biaya sesungguhnya dimasukkan rekening overhead sesungguhnya b. Biaya bahan penolong b. 4. 3.BAB VII BIAYA OVERHEAD PABRIK A. Penentuan harga pokok produk d. Jenis biaya overhead pabrik banyak b. Biaya overhead pabrik tidak bisa dihubungkan dengan secara langsungdengan produk c. Jawaban a. Langsung dibebankan ke dalam harga pokok penjualan c. Ongkos angkut pembelian mesin pabrik d. Dibebankan dengan tarip. SOAL-SOAL BIAYA OVERHEAD PABRIK 1. KECUALI: a. Diakui sebagai biaya periode d.

7. . Kapasitas teoritis Kapasitas praktis adalah: Kapasitas teoritis dikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak a. Kapasitas normal b.5. Biaya tetap per unit akan meningkat c. 9. apa yang terjadi terhadap biaya tetap per unit apabila jumlah produksi meningkat dalam relevant range? Biaya tetap per unit akan turun a. Cocok untuk setiap kegiatan Dalam menggunakan anggaran fleksibel. dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai dalam d. 6. Kapasitas normal d. Kapasitas yang direncanakan c. Jam kerja langsung d. Jam kerja mesin Suatu flexible budget adalah: Cocok untuk mengendalikan factory overhead tetapi tidak cocok untuk a. Kapasitas harapan c. Kapasitas praktis b. tetapi tidak cocok untuk mengendalikan factory overhead Tidak cocok jika biaya dan beban dipengaruhi oleh fluktuasi dalam c. mengendalikan bahan langsung dan upah langsung Cocok digunakan untuk mengendalikan bahan langsung dan upah b. Biaya tetap per unit tidak terpengaruh b. 8. Biaya tetap tidak diperhitungkan dalam anggaran fleksibel d. dapat dihindarikarena hambatan-hambatan intern perusahaan dan trend penjualan di masa yang akan datang Kapasitasteoritis pabrik atau departemenuntuk menghasikan kecepatan b. Anggaran kapasitas yang didasarkan atas kapasitas teoritis dikurangi hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena faktor internal dan eksternal disebut: a. langsung. perbedaan antara biaya overhead yang dibebankan dengan biaya overhead yang sesungguhnya. tahun yang akan datang Dalamjangka waktu tertentu. penuhtanpa berhenti selama jangka waktu tertentu Kapasitasteoritisdikurangidengan kerugian-kerugian waktu yang tidak c. batas-batas tertentu d. akan sangat kecil bilarnana tarip biaya overhead yang dibebankan dibuat berdasarkan: a.

tnaka unsur penentu adalah: Total aktivitas yang diperkirakan periode akuntansi ~nendatang a. Kapasitas sebenamya yang diharapkan d. Meningkatkan total biaya hidup Meningkatkan biaya variabel per unit d. Jam kerja mesin Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik. 12. b. . kepada produk yang diolah melalui departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. Analisa Pengertian istilah tarip distribusi. 15. Jumlah biaya overhead total perperiode c. Jumlah biaya overhead pabrik variabel per unit b. Kapasitas normal c. ke departemen-departemen yang menikrnati manfaatnya Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik langsung departmen d. kepada departemen yang bersangkutan 11. Mengurangi biaya total c. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam penetapan tarip biaya produksi tak langsung yang ditentukan di muka. disebutkan di bawah ini: a. 13. Distribusi d. 14. KECUALI: a. Jam kerja buruh langsung d. c. Dasar yang digunakan b. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tak langsung departemen c. Jika suatu flexible budget digunakan. Biaya upah langsung dan hasil produksi c. Semua jawaban tcrsebut dipcrlukan Pembagian elemen biaya overhead pabrik pada setiap dcpartctnen disebut: a. adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. suatu pengurangan (decrease) dalam tingkatan produksi di dalam relevant range akan: Mengurangi biaya variabel per unit a. d. Pembebanan Alokasi b.10. Biaya bahan yang digunakan Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam membebankan biaya overhead pabrik adalah sebagai berikut. Biaya bahan baku tidak langsung b.

Semua biaya overhead variabel Semua biaya overhead pabrik variabel dan tetap d.16. taksiran dasar pembebanan dalam periode anggaran Membagibiayaoverhead pabrik sesungguhnyadengantingkat kapasitas d. ke departemen pembantu yang lain dan departemen produksi Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik tidak langsung kepada c. Metode aljabar (algebraic method) Manakah diantara metode alokasi biaya overhead pabrik berikut ini termasuk dalam metode alokasi bertahap yang memperhitungkantransferjasa timbal balk antar departemen pembantu? Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) dan metode a. kapasitas yang direncanakan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan b.maka anggaranbiaya overhead pabrik yang dimasukkan ke dalam perhitungan tarip meliputi: Semua biaya overhead langsung departemen saja a. Berikut ini adalah metode alokasi bertahap (step method) biaya overhead departemen pembantu ke departemen produksi. Metode urutan alokasi yang diatur (specified order of closing method) d. c. departemen-departemenyang menikmati manfaatnya Tarip untuk membagikan biay a overhead pabrik langsung departemen d. 19. 18. c. aljabar (algebraic method) Metode alokasi kontinyu dan metode urutan alokasi yang diatur b. 20. (specified order to closing method) 17. KECUALI: a. kepada departemen yang bersangkutan Tarip biaya overhead pabrik ditentukan di muka dihitung dengan cara: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik sesungguhnya dengan tingkat a. kepada produk yang diolah pada departemen tersebut Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen pembantu b. yang sesungguhnya dicapai dalam periode anggaran Jika digunakankonsep direct costing. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik adalah: Tarip untuk membagikan biaya overhead pabrik departemen produksi a. Semua elemen biaya overhead langsung dan tidak langsung departemen b. tingkatkapasitas yang sesungguhnyadipakaiuntukmengerjakanpesanan tertentu Membagi total biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dengan c. . Metode alokasi kontinyu (continuous allocation method) Metode alokasi langsung (direct allocation method) b.

Metode identifikasi khusus (spesific identification method) d. tanpa ada jasa departemen pembantu yang dipakai oleh departemen pembantu lainnya. Biaya Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik d. 25. Mengalikan tarip biayaoverhead pabrikdengan kapasitas sesungguhnya yang diharapkan dalarn tahun anggaran b. Di antara metode alokasi biaya overhead pabrik departemen pembantu ke departemen produksi yang mempertimbangkan transfer jasa timbal balik antar departemen pembantu adalah: Metode alokasi langsung (direct alocation method) a. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dihitung dengan cara: a. Distribusi biaya-biaya dilakukan pada akhirperiode pembukuan. maka metode alokasi biaya overhead departemenpembantu ke departemenproduksi yang sebaiknyadigunakanadalah: Metode aljabar a. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan Distribusibiaya overhead pabrik sesungguhnyakepada departemen-departemen. d. b. kemudian alokasi biaya dari departemen pembantu kepada departemen produksi dilakukan dengan cara: a. Biaya overhead pabrik sesungguhnya b. Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan dasar pembebanan biaya overhead pabrik Mengalikan tarip biaya overhead pabrik dengan jumlah sesungguhnya c. 24. 22. . Membagi total biaya overhead pabrik yang dianggarkan dengan jumlah sesungguhnya kapasitas yang dicapai Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankan kepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalarn perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan: a. Metode alokasi langsung Metode alokasi urutan alokasi yang diatur d.c. Metode alokasi kontinyu b. Metode aljabar (algebraic method) Metode urutan alokasi yang diatur (spesified order of closing) c. setelah data-data rnengenai biaya overhead pabrik sebsungguhnya (aktual) dicatat dan dikumpulkan dalarn pembukuan 23. c. kapasitas yang dicapai d. Metode urutan alokasi yang diatur dan metode aljabar Metode aljabar dan metode alokasi langung (direct allocation method) Jika jasa departemen-departemen pembantu hanya dinikmati oleh semua departemen produksi saja. Biaya depresiasi c.

berarti: a.b. d. 29. Bersifat tetap d. akhir periode Rekening Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan bersaldo debit pada c. akhir periode 27. c. Dalam mengadakan analisis selisihbiaya overhead pabrik neto/keseluruhan (net1 overall factory overhead cost variance). Pabrik beroperasi pada kapasitas di bawah kapasitas normal b. Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo debit pada akhir periode akuntansi Rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya bersaldo kredit pada b. Bersifat variabel Pembebanan lebih biaya overhead pabrik (Overapplied factory overhead) terjadi sebagai akibat: a. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk d. maka terbukti bahwa overhead pabrik itu: a. diperlukan adanya: a. . Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi lebih rendah dari biaya overhead pabrik yang diperkirakan c. Dibebankan berlebihan b. 28. b. akhir periode RekeningBiaya OverheadPabrik yang Dibebankanbersaldo kredit pada d. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fmed budget) b. Bila perkiraan kontrol overhead pabrik mempunyai saldo akhir debit. Anggaran statik (static budget) a. Dibebankan kurang c. Distribusibiaya-biaya dilakukanpada awal periode pembukuan dimana data-data mengenai biaya overhead pabrik sesungguhnya dalam memproduksi barang sebelumnya telah diketahui yang dicatat dalam pembukuan Biaya overhead pabrik hanya akan dapat diperhitungkan setelah melihat perbandingan antara yang diperhitungkan dan ditaksir Biaya overhead pabrik tidak akan dilakukan distribusi apabila terdapat lebih diperhitungkan (over applied) yang menimbulkan laba biaya overhead pabrik 26. dan c benar d. c. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi lebih tinggi dari biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk Jika terjadi pembebanan kurang biaya overhead pabrik (underapplied factory overhead cost) dalam suatu periode akuntansi.

Rp 41 per jam 110% dari biaya tenaga kerja langsung d.dan Departemen C menggunakan jam kerja langsung. Menaikkan harga pokok persediaan produk jadi c.d.000 C Rp615. Dibagi rata ke dalam rekening persediaan produk dalam proses d. Rp 27. penyimpangan anggaran adalah: a.000 Anggaran biaya tenaga kerja langsung Rp 605. Diketahui data sesungguhnya tzhun 19x2 sebagai berikut: 33.000 17. . Manambah rekening harga pokok persediaan produk jadi Data untuk menjawab soal no. 32. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik tetap c. Kelebihan atau kekurangan pembebanan biaya overhead pabrik variabel b. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Perlakuan selisih biaya overhead pabrik pada akhir tahun tergantung pada penyebab terjadinya penyimpangan tersebut.100 mesin2 22. Apabila selisih terjadi disebabkan k m n a ketidak efisienan pabrik aku kegiatan perusahaan di atas atau di bawah normal.200 14. 36 Data untuk tahun 19 X 2: DEPARTEMEN A Anggaran biaya overhead pabrik Rp561.000 Rp 7 12. maka selisih tersebut diperlakukan sebagai: Pehgurang atau penambahan rekening harga pokok penjualan a.5 per jam b. Apabila suatu perusahaan menggunakan tarip pembebanan overhead di muka. DepartemenB menggunakanbiaya tenaga kerjalangsung.5 per jam c.30.000 Taksiran jam B Rp495.000 Rp 450.000 Taksiran jam kerja langsung 20. Rp 25.700 Departemen A menggunakan jam mesin sebagai dasar untuk membebankan biaya overheadpabrik. Tarip pembebanan biaya overhead pabrik di Departemen A adalah: a.000 14. 32 s. b.000 15. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam aktual d.

000 lebih dibebankan b.000 Diketahuibiayaoverhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkanoleh Departemen A. Jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen A pada 19x2 adalah: a.000 kurang dibebankan 35. Dengan data yang sama dengan soal no.000 kurang dibebankan Dengan data yang sama dengan soal no.800 Jam mesin Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen B pada tahun 19x2 adalah: a. 36. Rp 5.720 c.000 13. Rp 612. Rp 73. Rp 73. Rp 93.000 34. dan Rp600. 10.200 13. 38 Perusahaan "MENEEN" memproduksi boneka mainan anak-anak. Bagian pembelian menentukan bahwa diperlukanpembelian 3. Anggaran biaya overhead pabrik untuk skedul produksi ini adalah: .000 12. 8. Rp 693. Manajemenjuga merencanakan memproduksi 5. 37 s.000. Rp 693.200 lebih dibebankan c. Rp 612. Rp454. dan Departemen C pada tahun 19x2 secara berturut-turut adalah Rp575.Biaya overhead pabrik tetap: .000 Rp 480. Rp 37.000 buah boneka untuk persediaan.000 b.000 d. Rp 5.000 lebih dibebankan b. Survei pendahuluan dari panitia anggaran perusahaan menunjukkan suatu peramalan penjualan tahunan sebesar 95.800. Rp 37.000 b. Rp 330. Rp 528.000. Departemen B.000 16.000 untuk memproduksi 100.000 Jam kerja langsung 15.720 lebih dibebankan d.000 Rp 876. Data untuk mengerjakan soal no. jumlah biaya overhead pabrik dibebankan di Departemen C pada tahun 19x2 adalah: a.000 d.720 c. Rp 528. Rp 330.jumlah selisih biaya overhead pabrik di Departemen B pada tahun 19 X 2 adalah: a.200 lebih dibebankan c.000 buah boneka plastik.000 satuan boneka. Rp 93.920 24.500 kg plastik @ Rp 2.000 liter cat @ Rp 6.000 dan 2.d.720 lebih dibebankan d.DEPARTEMEN A B C Biaya tenaga kerja langsung Rp 744.

Rp 2.900 38. Data untuk menjawab soal no.000 . Rp 588.200 d.700. Rp 3.000 c. Rp 1. Perusahaanmengpakanmetode alokasialjabaruntuk mengalokasikan biaya departemenjasa. Biaya overhead pabrik (BOP) sebelum alokasi dan dasar alokasi departemenjasa adalah sebagai berikut: Keterangan Jam Langsung Luas Lantai BOP (RP) 39. anggaranproduksi (manufacturingbudget)perusahaan MENEEN berjumlah: a. Biaya departemenjasa X dialokasikan berdasar jam listrik dan Y berdasar luas lantai.000 b. Rp 6. Rp 59. Rp500. dan C.000 Tarip pembebanan biaya overhead pabrik yang didasarkan pada jam kerja langsung berjumlah: a.900 c.Biaya overhead variabel: Biaya upah tidak langsung Rp 250 per jamkerja langsung Biaya perlengkapan tak langsung Rp 4 per satuan Biaya pabrik umum (gerleral factory) Rp 50 per jarnkerja langsung .380.00 per jam @ Rp 6.200jam 37.000 jam Pengwat 1. BOP Departemen X setelah menerima alokasi dari departemen Y adalah: a. serta memiliki 2 departemen jasa yaitu Xdan Y.200 b.Biaya penyusutan bangunan Biaya penyusutan peralatan Biaya pengawas Biaya asuransi . Rp 19.000. .Jam kerja dan taripnya untuk dua operasi adalah: Pencetak plastik 2. I @ Rp 6.200.080. Rp 33.000 b.00 per jam Dari datadiatas. 47 PT SARI memiliki 3 departemenproduksi yaitu A.000 d.600. 39 s. Rp 2.d. B.

p p 110.000 b.000 Jumlah BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen X. I 45.40. Rp 600. dan Y sebesar: a.000 Departemen C menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. I 42 I 1 43. 44.100.000 Jumlah BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen X.000 Departemen A menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a.000 b. Rp 1.760.000 c.000 c.000 c.000 a. Rp 125.000 d. Rp 540.000 d. Rp 280. Rp 500. 47.000 b. 48 s. dengan urutan alokasi pertama Dep. Rp 540.000 41.000 b. dan Y sebesar: a.000 b.000 d. Rp 520.000 b. Rp 660.000 d. dan Y sebesar: a.000 Departemen B menerima alokasi dari Departemen X sebesar: a. Rp 250. Rp 500.000 Jumlah BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen X. 53 PT Adhi mempunyai 3 departemen produksi dan 3 departemen jasa di dalam pabrik.000 c.000 d. I 46. Alokasi biaya overhead pabrik (BOP) departemen jasa menggunakan metode alokasi bertahap yang tidak timbal balik. Rp 480. Rp 1. Rp 450.000 c. Rp 510.000 c. Rp 200.000 Total BOP seluruh pabrik setelah ada alokasi dari departemen jasa: b.000 c. Rp 440. Z atas dasar jam .d. Rp 440. Rp 1. Rp 530.000 d. Rp 580. BOP Departemen Y setelah menerima alokasi dari Dpartemen X adalah: a. Rp 120. Rp 600. Data untuk menjawab soal no. Rp 540.000 d. Rp 144. Rp 490.000 d. Rp 300.000 b. Rp 380. Rp 100. Rp 550.600.000 c. Rp 590.

000 a. 54 s. Rp 500.400. Rp 11.000 10.tenagauap.000.000 d.000 20. Rp 10. keduaDep.250.500.000 BOP Departemen C setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: a.000 1. Rp 9. Rp 250. Rp 800.400.500. Data untuk menjawab soal no.000 c.500.000 c. BOP Departemen B setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b. Rp 1.ooo 2.d.000 c.000 Jumlah Karyawan 100 50 150 25 25 50 400 - Luas Lantai 2.000 d. Departemen A menerima alokasiBOP sesungguhnya dari Departemen Z sebesar: b.000 b.300. Rp 11.500.000 Departemen B menerima alokasi BOP Sesungguhnya dari Departemen X sebesar: a.000 a.000 d. Rp 8.000 48.000 Rp 32.500 Jam Tenaga Uap 20.000 30. Rp 500.000 1.000 20.300.750.000 c.000 .750. 53. BOP sesungguhnya dan hasil penelitian pabrik pada akhir tahun 1988 adalah sebagai berikut: Departemen BOP Sesungguhnya Rp 7.000 c.200. Rp 9. X atas dasar jumlah karyawan.500 100 . 59 F KLM membebankan biaya overhead pabrik dengan tarip yang ditentukan di muka.000 5.000 7. ketiga Dep.000 Departemen C menerima alokasi BOP sesungguhnya dari Departemen Y sebesar: b. Rp 11. Rp 400. Rp 10.000 d.800.000 3 . Rp 10. 51. Rp 1.000 I I 1 I 49. Rp 10. Rp 400. l 52.000 9.000 3.000 1.000 a. Rp 750.500.000 BOP Departemen A setelah menerima alokasi dari departemen jasa adalah: b.000 c. Up 750. Rp 9.000 110.000. Rp 500.000 d. 50. Rp 1.500.000 10.950.200.000. Rp 9. T .500. Y atas dasar luas lantai.000 a.0 12.000.000 d.000 b.

Perusahaan tersebut mempunyai 2 departemen produksi dan 2 departerrlen pembantu. Dalarn mengalokasikananggarandepartemenpembantu perusahaan menggunakanmetode aljabar. Anggaran biaya overhead pabrik masing-masing departemen untuk tahun 1990 adalah:

Departemen Anggaran Departemen produksi Rp 12.000.000 -A -B 14.200.000 Departemen pembantu -X 10.000.000 -Y 8.800.000 Dari penelitianpabrikdiperoleh informasimengena pemakaianjasadepartemen pembantu: Departemen jasa Departemen X A 50% B 40% X Y 10% Kapasitas normal: Departemen A: 10.000jam tenaga kerja Departemen B: 12.000 jam tenaga kerja
54.

Departemen Y 40% 40% 20%

-

Departemen X akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 2.000.000 b. Rp 2.400.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen Y akan menerima alokasi dari deparetemen X sebesar: b. Rp 2.400.000 a. Rp 2.000.000 c. Rp 1.760.000 d. Rp 880.000 Departemen A menerima alokasi dari departemen X sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 5.000.000 c. Rp 4.OQ0.000 d. Rp 4.800.000 Departemen A akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: b. Rp 6.000.000 a. Rp 3.520.000 c. Rp 4.000.000 c. Rp 4.800.000 Departemen B akan menerima alokasi dari departemen X sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

55.

56.

57.

58.

59.

Departemen B akan menerima alokasi dari departemen Y sebesar: a. Rp 5.000.000 b. Rp 6.000.000 c. Rp 4.000.000 d. Rp 4.800.000

Data untuk menjawab soal no. 60 s.d. 64
Data untuk 2 departemenjasa sebagai berikut:

DepartemenJasa Budget Bulanan JamJasa Biaya sesungguhnya A Rp 10.000 4.000 Rp 9.300 B 15.000 5.000 13.400 Kedua departemen jasa itu melayani 3 departemen produksi. Data budget, biaya sesungguhnya, dan jam-jam jasa sebagai berikut:

Estimasi Jasa Jasa Sesungguhnya Departemen Produksi A B A B X 1.200 jam 1.800jam 800 jam 2.000 jam Y 1.500 jam 2.000 jam 1.600 jam 1700jam Z 1.300 jam 1.200 jam 900jam l.lp0 jam Budget biaya departemen jasa tersebut masing-masing 60% merupakan biaya tefap.
60.

Tarip jasa A per jam: Rp 2,00 a. C. Rp 1,00 Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Rp 8.520 a. Rp 8.000 b. c. Rp 7.950 d. Rp 8.250 Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: a. Rp 15.400 b. Rp 14.500 c. Rp '14.600 d. Rp 15.300 Jumlah jasa yang diterima oleh departemen Y dari departemenjasa adalah: a. Rp 9.000 b. Rp 9.500 C. Rp 9.100 d. Rp 5.100 Spending variance departemen B adalah: b. a. Rp 1.630 (mgi) c. Rp 1.360 (rugi) c.

61.

62

63.

64.

Rp 1.630 (laba) Rp 1.360 (laba)

Data untuk menjawab soal no. 65 s.d. 67
Biaya overhead pabrik dianggarkan Biaya overhead pabrik sesungguhnya \ Jam tenaga kerja langsung yang dianggarkan Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 65. Rp 44.000.000 46.200.000 10.000.000 jam 11.000.000jam

Tarip biaya overhead pabrik adalah: Rp 4,40 per jam tenaga kerja langsung a. b. Rp 4,00 per jam tenaga kerja langsung c. Rp 4,62 per jam tenaga kerja langsung d. Rp 4,20 per jam tenaga kerja langsung Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produk adalah: a. Rp 46.200.000 b. Rp 44.000.000 c. Rp 48.400.000 d. Rp 50.820.000 Dalarn periode tersebut telah terjadi: Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapplied) a. Rp 2.200.000 b. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 2.200.000 c. Biaya overhead pabrik terlalu besar dibebankan (overapplied) Rp 4.400.000 d. Biaya overhead pabrik terlalu rendah dibebankan (underapllied) Rp 4.400.000

66.

67.

Data untuk mengerjakan soal no. 68 s/d 71
Untuk menentukan tarip biaya overhead pabrik, Perusahaan JELITA memberikan datadata sebagai berikut: Perusahaan Jelita menetapkan tarip biaya overhead pabrik Rp500 per jam mesin Budget biaya overhead pabrik untuk 6.000 jam mesin per bulan: Rp 1.600.000 dan untuk 14.000 jam misin: Rp 2.400.000 Biaya overheadpabrik yang sesungguhnyaterjadi bulan Mei 1989adalah sebesar Rp 1.800.000 pada kapasitas sesungguhnya 5.000 jam 68. Berdasarkan data-data tersebut di atas besarnya tarip biaya overhead pabrik variabel adalah; b. Rp 172ljam mesin a. Rp 400ljam mesin c. Rp 1Ooljarn mesin d. Rp 267/jam mesin Sedangkan besamya budget biaya overhead pabrik tetap adalah sebesar: a. Rp 1.000.000 b. Rp 1.032.000 c. Rp 2.400.000 d. Rp 1.602.000

69.

Perusahaan JELITA, dengantarip biaya overhead yang telah dihitung mempunyai kapasitas normal: a. 6.000 jam mesin b. 8.500 jam mesin c. 5.000 jam mesin d. 2.500 jam mesin Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a Rp 2.500.000 b. Rp 1.250.000 c. Rp 3.000.000 c. Rp 4.250.000

PT Indah menganggarkan overhead pabrik tahun 1990 sebesar Rp1.530.000 untuk Departemen I berdasarkan volume kegiatan sebesar 100.000 jam kerja langsung.Pada akhir I 990perkiraanOverhead Pabrik Departemen I mempunyai saldodebitRp1.620.000.Jumlahjamkerjaakhlal adalah 105.000jam. Kelebihan (kekurangan) pembebanan overhead pabrik tahun 1990 untuk Departemen I adalah: a. Rp 13.500 b. Rp (13.500) c. Rp 90.000 d. Rp (90.000 )
Biaya overhead yang dibebankan adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya adalah: a. Rp 5.150.000 b. Rp 5.300.000 c. Rp 5.500.000 d. Jawaban a, b, dan c benar Spending variance sama dengan: a. Rp 150.000 (rugi) b. c. Rp 200.000 (laba) d. Idle Capacity Variance sama dengan: a. Rp 150.000 (laba) b. c. Rp 200.000 (rugi) d.

Rp 150.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Rp 200.000 (laba) Jawaban a, b, dan c benar

Jurnal untuk pembebanan biaya overhead adalah: Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan Rp 5.500.000 Berbagai macarn pengkreditan Jawaban a, b, dan c benarl

Rp 5.500.000 Rp 5.500.000 Rp 5.150.00

Data untuk menjawab soal no. 78 s.d. 79 PT DIAN memiliki kapasitas normal 8.000 jam per bulan. Anggaran fleksibel BOP pada kapasitas 6.000 jam sebesar: Rp34.000 sedangkan pada kapasitas 7.500 jam: Rp 38.500. Pada bulan Januari 1987 besarnya kapasitas sesungguhnya 7.800 jam dan BOP sesungguhnya Rp 37.500.
78. Besarnya selisih anggaran bulan Januari adalah: b. a. Rp 1.000 (laba) c. Rp 3.500 (rugi) d. Besarnya selisih kapasitas bulan Januari adalah: a. Rp 2 0 (rugi) b. c. Rp 2.500 (laba) d.

Rp 1.500 (laba) Rp 2.500 (laba)

79.

Rp 2.000 (rugi) Rp 400 (rugi)

Data untuk menjawab soal no. 80 s.d. 84
Catatan dan analisis biaya overhead pabrik PT NATALIA dalam bulan Januari 1989 menunjukkan: BOP Sesungguhnya Rp2.160.000, Jam mesin sesungguhnya 8.000 jam; Selisihkapasitas RpO; Selisih anggaran Rp160.000 (rugi). Catatan dan analisisBOP bulan Pebruari menunjukkan: Jam mesin sesungguhnya 8.400 jam; Selisih anggaran RpO; Selisih kapasitas Rp60.000 (laba). 80. Dalam bulan Pebruari besarnya BOP Sesungguhnya adalah: a. Rp 2.160.000 b. Rp 2.100.000 c. Rp 2.040.000 d. Rp 2.060.000 Besarnya total tarip BOP per jam mesin adalah: b. a. Rp 150 c. Rp 200 d.

81.

Rp 400 Rp 100

82.

Besarnya tarip BOP variabel per jam mesin adalah: a. Rp 100 b. Rp 250 c. Rp 150 d. Rp 300 Jika BOP Sesungguhnya bulan Maret sebesar Rp1.960.000 dan jam mesin sesungguhnya 7.800 jam, maka total selisih BOP adalah: b. Rp 120.000 (laba) a. Rp 40.000 (laba) c. Rp 10.000 (rugi) d. Rp 30.000 (rugi) Besarnya selisih anggaran untuk bulan Maret adalah: a. Rp 20.000 (rugi) b. Rp 10.000 (laba) c. Rp 30.000 (rugi) d. Rp 20.000 (laba)

83.

84.

Data untuk menjawab soal no. s.d.
Dalam bulan Agustus 1989 selisih anggaran biaya overhead pabrik pada PT POWER sebesar RplOO.OOO (rugi), kapasitas sesungguhnya sebesar 8.000 jam mesin, biaya overhead pabrik sesungguhnya sebesar Rp4.500.000. Dalam bulan September 1989 besamya selisih kapasitas RpO, kapasitas sesungguhnya 10.000jam mesin, biaya overhead pabrik dibebankan Rp5.000.000. Dalam bulan Oktober 1989 besamya kapasitas sesungguhnya 9.000 jam mesin dan BOP sesungguhnya Rp4.450.000. 85. Besarnya total biaya tetap adalah: a. Rp 3.000.000 c. Rp 2.500.000

b. d.

Rp 2.000.oOO Rp 2.600.OOO

86.

Besamya tarip biaya overhead pabrik variabel per jam adalah: a. Rp 200 b. Rp 300 c. Rp 250 d. Rp 240 Besamya tarip biaya overhead pabrik tetap per jam adalah: a. Rp 250 b. Rp 300 C. Rp 200 d. Rp 260 Besamya kapasitas normal dalam jam mesin adalah: a. 12.500 b. 8.000 c. 10.000 d. 5.OOO Besarnya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 100.000 (rugi) b. Rp 200.000 (laba) c. Rp 50.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi) Besamya selisih biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (laba) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 75.000 (laba) d. Rp 150.000 (rug2 Besamya selisih kapasitas biaya overhead pabrik bulan Oktober 1989 adalah: a. Rp 250.000 (rugi) b. Rp 200.000 (rugi) c. Rp 300.000 (laba) d. Rp 150.000 (rugi)

87.

88.

89.

90.

91.

0% .5% 22.000 x Rp 4) 400.000 Tetap: .200.380.000 b Tarip pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan jam kerja langsung: .Pencetak plastik (2.080.Biaya pengawas .000 RD 59.Plastik (3.5% 10.000 800.000 Rp 33. 36 s/d 37 37. Pengertian untuk menjawab soal no.900per jam kerja langsung Pengertian untuk menjawab soal no.Umum pabrik (3.600.080.200) Rp 12.Tarip pembebanan: Rp 6.700.000 .000.Biaya asuransi Jumlah Anggaran Biaya Produksi 38.080. d Anggaran Biaya Produksi: Anggaran Biaya Bahan: .Cat (2. dengan dasar alokasi sebagai berikut Alokasi Departemen Jasa.000 .000 220.Penyusutan bangunan .B PENYELESAIAN .000 jam dan pengecat 1.0% 22.000) 7.000) Rp 21.Upah tidak langsung (3.200 jam x Rp 6.000 .000 3.700.200 jam x Rp 250)Rp 800.0% 100.000 Anggaran Biaya Tenaga Kerja: . 39 s/d 47 Metode alokasi aljabar.200 jam (pencetak plastik 2.720. atas dasar jam listrik.000 Anggaran Biaya Overhead Pabrik: Variabel: .Perlengkapan tidak langsung (100.400.000/3.000 liter x Rp 6. Jam Listrik Ke Departemen A 900 B 450 450 C Y 200 Jumlah 2.200 jam = Rp 1.Anggaran biaya overhead pabrik: Rp 6.000 Proporsi 45.200 jam x Rp 50) 160.Taksiran jam kerja langsung: 3.000 19.000 .Penyusutan peralatan .000 jam x Rp 6.500 kg x Rp 2.360.000 6.Pengecat (1.000 .000) 12.200jam) . Rp 500.200.000 Rp 1.000 Rp 4.

000 X 0.000) :Rp 500.000 + 0. Ke Departemen Luas Lantai A 100 B 500 C 200 200 X Jumlah 1. atas dasar luas lantai.000 (biaya departemen X setelah mendapatkan alokasi dari departemen Y) Setelah nilai X diperoleh.02 Y X : Rp 588.000 (biaya departemenY setelah mendapatkan alokasi Z dari departemen Z) . 0 00 Proporsi 10% 50% 20% 20% 100% ' Biaya Departemen Jasa X.98 X : Rp600.000 + 10% (Rp600.98 X : Rp 588.000+ 20% Y X : Rp 500.000 + Rp88.000 X .000 Alokasian dari Departemen Jasa Y: 20% Atau.Alokasi Departemen Jasa Y. Y : Rp440.000 + 20% (Rp440.000 Alokasian dari Departemen Jasa X: 10% Atau. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 500.000 + 10% Y Dari kedua persamaan di atas. Biaya Departemen Jasa Y.02 Y : Rp 588.000 + 10% Y) X : Rp 500.0.000 + 10% Y Y : Rp 440. setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen X dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa Y sebelum alokasi: Rp440. setelah mendapatkan alokasi biaya dari departemen E dapat dirumuskan sebagai berikut: Biaya Departemen Jasa X sebelum alokasi: Rp 500.02X 0.000 + 0. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 440.000 Rp 588.

000 KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 500. dan ke departemen X 20%: Rp100.000 (500.000) RP 0 DENGAN METODE LANGSUNG Biaya departemen X sebesar Rp500.000 55.000 Rp 605.000 dialokasikan sebagai berikut: Alokasi Luas Lantai Proporsi Ke Departemen Rp 55.000 Rp 560. ke departemen C 22.5% 275.000.000.000 Rp 160.000) RP 0 RPO 1 .000 Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp 300.000.000 (500. dan ke departemen Y 10%: Rp60.000) 100. ke departemen B 50%: Rp250.000 135.000 Rp 545.000 900 50% A 125. ke departemen B 22.000 Rp 620.0 00 270.000.000 C 200 Jumlah 800 100.000.000 125.0 100% Rp 500.000 100 l2. Biaya departemen Y sebesar Rp500.000 135.OOO. ke departemen C 20%: RplOO.000 250.000 C 450 Jumlah 180 .000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.Biaya departemen X sebesar P.0% 110.000 110.000 B Rp 160.000 X Rp 500.000 RP 0 Y Rp440.000.000 dialokasikan sebagai benkut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Jam Listrik Rp 250.000 50.000 125.000 Rp 435.000 Biaya departemen Y sebesar Rp440.5%: Rp135.000 250.000 (600. Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.p600.000 (440.000 500 B 25.000 Rp 435.000 275.5%: Rp135.000 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.0% RD440.5% A 62.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 45%: Rp270.000) Y Rp440.000 450 25% B 25% 125.000 kemudian dialokasikan ke departemen A 10%: Rp50.000 60.000.000 100.

500 450 C 50.000 dialokasikan sebagai berikut: Ke Departemen Jam Liitrik Proporsi Alokasi A 90 0 45.500 Rp 435.000 1 12.5% 112.i DENGAN METODE ALOKASI BERTAI-IAP (alokasi pertama departemenjqsa X) Biaya departemen X sebesar Rp500.250 Rp 586.0% Rp500.000 B 450 22.500 306.0% Rp225.5% Rp61.m (490.5% 306.000 L Biaya departemen Y sebesar Rp440. dengan urutan clan dasar alokasi sebagai berilcut: .000 5O.5% 112.000) RP 0 Y Rp440.750 DEPARTEMEN JASA C Rp 200.500 C 200 800 100.000 (500. c (lihat tabel) Pengerjaan untuk menjawab sod no.0% Jurnlah 2000 100. 48 s/d 53 Metode alokasi bertahap tidak timbal balik.000 Jumlah Tabel alokasi DEPARTEMEN PRODUKSI KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi A Rp 300.500 22.000 X Rp 500.250 100 A 500 62.250 B 25.000 225.0% 122.000 1 12.000 61.000 Y 200 10.250 Rp 578.000) RP 0 (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 47.250 B Rp 160.0% Rv490.500 112.000 dialokasikan sebagai berikut: Proporsi Alokasi Ke Departemen Luas Lantai 12.

000.000.000.X 1.200.000 Jumlah 10.000.000 Alokasi Rp1.000.000 1.000 (2.000 10.000 1.000 1.500.Y 1.000.X A.B 9.000 Alokasi biaya Departemen X: Ke Departemen Jumlah karyawan A 100 B 50 C 150 Jurnlah 300 Tabel alokasi 20% 100% Proporsi 1001300 501300 1501300 3001300 - KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen Z Alokasi Departemen Y Alokasi Departemen X Biaya setelah alokasi DEP.000.000 Rp3.000 DEP.C 7.500.000 1.000 DEP.000 500.000 1.000 Proporsi 20% 30% 30% Alokasi Rp. B.000 1.000 Rp 5.000.000 Ke Departemen Tenaga uap A 20.000 (5.000 DEP.000.950.000.300. X.Urutan Alokasi ke 1 ke 2 ke 3 Dari Departemen Z Y X Ke Departemen A.000. C. C Proporsi 20% 30% 10% 20% Dasar Alokasi Tenaga uap Luas lantai Jumlah karyawan Alokasi Rp 1.000 Alokasi biaya Departemen Z: Rp5.250.000) < ' 10.000 1.000 750.000.000 11. Y A.Z 5.A 7.500. B.000 C 10.000 500.om X 2.500.000 Rp .500.000.000 C 3. B.000.500.500.000 Jurnlah 100.500.2.000 DEP.000 - 0 0 0 .000 X 20.000) DEP.000 1.000 1.000) 1.000 500. 500.000 500.000 750.000 750.000 2.000 500. C.000.500.000 Ke Departemen Luas lantai A 2.000 1.500.000 750.000 B 30.800.500.000 Alokasi biaya Departemen Y: Biaya departemen Y Biaya alokasian dari Z Jumlah 20% 100% Rp Q 1.000 500.000 (3.000 500.000 Y 20.000 B 3.

Pengerjaan untuk menjawab soal no.000 1. c .000 Rp 23.800.000 Tabel alokasi: DEPARTEMEN PRODUKSI B A Rp12.48. nilai Y dapat dihitung sebagai berikut: Y : Rp 8.000 4.000.000.000.000 (12.000 + 10% (12.000. 56. b (lihat contoh) b (lihat contoh) Biaya departemen X Biaya alokasian dari Z Biaya alokasian dari Y Jumlah e (lihat tabel) b (lihat tabel) a (lihat tabel) d (lihat tabel) Rp 1. 57.800.500.000.000 + 10%X) X : Rp 12.000 1.OOO 500.000 4.800.000 Rp 14.000 (lO.200.000.000.000 + 20% Y Y : Rp 8. 53.800.000. 5 1.000 Setelah nilai X diketahui.000) Y : Rp 10.200.000 + 20% (Rp8.000 50.800.000. 49.000.000.000. a e b (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) (lihat tabel) 55. 52.000.000 Rp 0 Y Rp 8.000 6. dapat diperoleh persamaan sebagai berikut: X :Rp 10. nilai X dapat dihitung sebagai berikut: X : Rp 10.000 + 10% X Dari kedua persamaan di atas.ooO) Rp 0 54.000 Rp 22.000 4.000 Rp 3.000. 54 s/d 59 Dengan cara yang sama dengan soal.~.000.000 DEPARTEMEN PEMBANTU KETERANGAN Biaya sebelum alokasi Alokasi Departemen X Alokasi Departemen Y Biaya setelah alokasi X Rp 10.000.000) 2.

300 jam x Rp2.000 jam Rp15.000) Tarip variabel 5.250 .000 jam (60% x Rp 15.000) Tarip tetap 5.Operjam =Rp 1.5 per jam 4. 60 s/d 64 60. d c (lihat tabel) (lihat tabel) Pengertian untuk menjawab soal no.000) Tarip tetap 4.000 jam (60% x Rp 10.2perjam =Rp 3.000 Tarip total departemen jasa A : = Rp 2.000) Tarip variabel 4.000 jam Tarip tersebut bisa d i i c i menjadi: (40% x Rp 15.O per jam 61.8 perjam =Rp1.5 = Rp8.000 Tarip departemen jasa B : 5.000 jam Tarip tersebut bisa dirinci menjadi: (40% x Rp 10. 59. d Rp 10.58.000 jam =Rp1.300 jam Jumlah jasa dibebankan: 3.600jarn z = 9oojam Jumlah = 3. d Jasa departemen A yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen A dinikrnati oleh: X = 800 jam Departemen produksi Y = 1.5 perjam = Rp1.

200.40 = Rp 48.O = Rp 14.000jam x Rp 4.40 per jam kerja langsung Tarip total : 10.000. a Tarip pembebanan BOP dihitung sebagai berikut: Rp44.000 Selisih total RD2.200.000.800 jam x Rp 3.000jam c Jumlah BOP dibebankan: 11. .000 (lebih dibebankanbaba) 66.700 jam x Rp 3. 63.000 = Rp 4.000 Dari departemen B: 1. d Spending variance (selisih anggaran) departemen B: BOP sesungguhnya Rp 13.100 64. e Jasa departemen B yang dibebankan ke departemen produksi: Jam sesungguhnya departemen B dinikrnati oleh: Departemenproduksi X 2.760 14.000 Variabel: (4.5 = Rp 4.700jam z = 1. 65 s/d 67 65.000 b Selisih pembebanan BOP: BOP sesungguhnya Rp 46. 67.360 (laba) Selisih anggaran Pengertian untuk menjawab soal no.400.400 BOP dianggarkan pada jam sesungguhnya: Tetap : (5.400 c Jumlah jasa yang diterima departemen Y dari departemen jasa: - Dari departemen A: 1.000jam x Rp 490 48.800 jam Jumlah jasa dibebankan: 4.000 BOP dibebankan: 11.000 jam x Rpl.000 jam Y = 1.600 jam x Rp 2.400.2) 5.8)Rp 9.O = 5.100 jam Jumlah = 4.100 Jumlah RD 9.800 jam x Rp1.760 Rv 1.62.000.

71.000 b Tarip pernbebanan BOP: Rp1S30.000jam 6. c Tarip BOP variabel: Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas Selisih 14.500 Selisih total Rp 13.Pengertian untuk menjawab soal no.500 per jam mesin 70. Tarip total -g dibebankan) .400.000 jam BOP sesungguhnya (rek.Rp100 = Rp 400 per jam mesin a Anggaran BOP tetap: BOP Dianggarkan pada kapasitas 14.000jam x Rp100) 1.000 Kapasitas normal: RP 400 = 2.500.000jam x Rp15.000.000jam =Rp2.000 (-) BOP variabel: (14. I debit) Rp 1.620.000jam Rp 2.000 Rp 800.30 per jam mesin 100.606. 68 s/d 72 68. a Jurnlah BOPdibebankanpada bulanmei 1989:Rp 500x 5.000 berjumlah 1.000 = Rp15.000 BOP dibebankan: (105.000 jam Rp800.000 jam Rp 500 -.600.000 d Jumlah kapasita's normal: Rp 1. BOP dep.400.000 berjumlah Rp 2.30) 1.000 BOP tetap RD 1. : : = Rpl00 perjam mesin 8.000 Taripvariabel Tarip tetap 69.000.500 (rugil 72.400.000jam 8.

200. Tarip total: Rp3+Rp2=Rp5perjam = Rp 2 per jam = Rp 3 per jam Jumlah BOP dibebankan: 1.000 (laba) Rp 5. b Anggaran BOP pada kapasitas sesungguhnya: Tetap : (1.000 Tarip tetap: 1.100.000 74.150.000 5.000 Tarip Variabel: 1.500. tarip pembebanan dihitung sebagai berikut: .500.200.200.000 RD 50.000 2.500.000jam Rp 2.000.000 Rp 5.000 Rp 300.I Pengertian untuk menjawab soal no. Pengertian untuk menjawab soal no.000.000 77.000 75.000 jam x Rp 3) Variabel: (1.000. hams diketahui dahulu tarip pembebanan baik tarip tetap maupun tarip variabel.500.000 5.100.000jam.000. Dengan data yang ada pada soal tersebut. 78 s/d 79 Untuk dapat menganalisis selisih biaya overhead.000 jam x Rp 2) Jumlah b Spending variance (selisih anggaran): BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Selisih anggaran b Idle capacity variance (selisih kapasitas): BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Selisih kapasitas e Barang Dalam Proses Biaya Overhead Dibebankan Rp 3. Rp 5.000jam x Rp 5 = Rp 5. Rp 5.000.000 (laba) 76.200. c Rp 3.000.000 Rp 5. 73 s/d 77 73.

000 berjumlah Selisih 150 .000 jam x Rp2) Variabel: (7.500jam Setelah tarip BOP variabel diketahui. baru kemudian bisa menganalisis selisih. Anggaran BOP total pada kapasitas 7.500 22. Selisih total BOP merupakan perbedaan antara BOP sesungguhnya dengan BOP dibebankan: Rp 37.500 x Rp3) Anggaran BOP tetap R 16.000 jam Tarip total: Rp 3 + Rp 2 = Rp 5 Setelah diperoleh tarip pembebanan baik tetap maupun variabel.500 (laba) Selisih total 78. oleh karena itu tarip pembebanan BOP tetap dapat dihitung sebagai berikut: Rp 16.500 Anggaram BOP variabel(7.800 jam x Rp3) 23.000 Anggaran BOP pada kapasitas 6.500 jam Rp 38.400 39.0 R w 4.500 Tarip Variabel: = Rp 3 per jam 1.800 x Rp5) 39.000 Tarip Tetap: = Rp2 per jam 1 I 8.500 34. sehingga tarip biaya variabel per jam dapat dihitung sebagai berikut: Rp4.500 berjumlah Rp 38.400 Selisih anggaran Ru 1. e Selisih tersebut kemudian dianalisis menjadi selisih anggaran dan selisih kapasitas: Selisih anggaran: d p 37.900 (laba) .000 Tetap: (8. jumlah BOP tetap total dapat dihitung dengan mengambil salah satu BOP dianggarkan di atas.000 RD 1.500 BOP sesungguhnya BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya: Rp16.Anggaran BOP pada kapasitas 7.500 BOP sesungguhnya bulan Januari BOP dibebankan bulan Januari: (7.000 w Jumlah BOP tetap tersebut me~upakanhasil dari perkalian antara tarip tetap dengan kapasitas normal.500 Perbedaanjumlah anggaran BOPpada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya overhead variabel.

000.400 39. BOP dibebankan adalah merupakan perkalian antara tarip pembebanan dengan jam sesunggunya.000 Selisih anggaran (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya Selisih kapasitas (-) BOP Dibebankan Rp 2.000 8.800 jam x Rp 5) Selisih kapasitas Rp 39.400 jam RP 0 Rp 60. harus dipahami urutan analisis selisih BOP sebagai berikut: BOP Sesungguhnya (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Sesungguhnya (-) BOP Dibebankan Selisih Anggaran Selisih kapasitas Sehingga untuk menjawab pertanyaan soal ini. maka harus dihitung terlebih dahulu dengan menggunakan data bulan Januari.000 (rugi) 8. harus diketahui jumlah salah satu dari ketiga jenis BOP di atas.160.000 jam RP 0 Rp 160.Selisih kapasitas: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (7. dengan cara sebagai berikut: Analisis BOP bulan Januari: BOP Sesungguhnya Rp 2.000 Rv 400(rugi) Pengertian untuk menjawab soal no. 80 sld 84 Data bulan Januari 1989: BOP sesungguhnya Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Data bulan Februari 1989: Jam mesin sesungguhnya Selisih kapasitas Selisih anggaran Rp 2.000 .160.000 (laba) Untuk dapat menjawab pertanyaan. Oleh karena jumlah tarip belum diketahui. Jumlah BOP yang dapat dihitung jumlahnya dengan data yang ada adalah BOP dibebankan pada bulan Februari.

c Selisih BOP bulan Maret: BOP Sesungguhnya . sehingga tarip variabel dapat dihitung sebagai berikut: +r 82.000 RD 40.000 (-) Selisih kapasitas (laba) 60.000 jam 400 jam Rp 40.040.000 2.000.Tarip pembebanan BOP kemudian dihitung sebagai berikut: Rp 2.000 (laba) (-) BOP Dibebankan Rp 2.000.000 berjumlah berjumlah Rp 2. Anggaran BOP pada kap'asitas Rnggaran BOP pada kapasitas Selisih 8. BOP sesungguhnyabulan Februari dihitung sebagai berikut: BOP Dibebankan: (8.040.400 jam 8.100. a Dari analisis yang dilakukan untuk menjawab sod no.000 Tarip : = Rp 250 per jam 8. Perbedaan jumlah BOP pada kedua tingkat kapasitas tersebut diakibatkan oleh elemen biaya variabel.000jam dan Februari 8.000 81.000 BOP Sesungguhnya Rp 2.000 Untuk lebih jelasnya disajikan sebagai berikut: BOP Sesungguhnya Selisih anggaran Rp 0 (-) BOP Dianggarkan pada Kapasitas Selisih kapasitas Rp 60.400 jam x Rp 250) Rp 2.000 jam c 80.400). Setelah tarip pembebanan diketahui. 89. diperoleh jumlah BOP dianggarakanpada dua tingkat kapasitas (Januari 8. e Lihat jawaban di atas.100.000 Tarip variabel : Tarip tetap : = RplOO per jam 400 jam Rp250 -Rp100 = Rp 150 per jam 83.

BOP Dibebankan: (7.000 jam x Rp 150) Rp 1.000 Rp 1. Hal tersebut hanya nlungkin terjadi apabila kapasitas normal sarna dengan kapasitas sesungguhnya.000 jam x Rp 100) BOP Cetap * Ru 1.{ (KS x TT) + (KS x TV) ] = (KN x TT) .000 jam mesin berjumlah RpO.006 jam 800.200.800 jam x Rp250) Selisih total KP 1.000. Logika tersebut diturunkan dari rumus perhitungan selisih kapasitas sebagai berilcut:' Selisih kapasitas = { (KN x TT) + (KS x TV) ) .000 .TT) = (KN .000 Selisih anggaran Rp 20.200.000 Rp 1. diperlukan data tentang jumlah kapasitas normal. d Untuk dapat menghitung selisih anggaran.000 (-) BOP variabel: (8. Hasil pada analisis BOP pada bulan Januari diketahui selisih kapasitas pada kapasitas sesungguhnya 8. 85 s/d 91 Data bulan Agustus: Selisih anggaran Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya Data bulan September: Rp 100.000 (laba) Pengertian untuk menjawab soal no.000 jam Rp150 Biaya Overhead sesungguhnya Rp 1.980.000 (laha) 84.000 Biaya Overhead dianggarkan : Tetap : (8.800 jam x Rp 100) 780.500.000 jam mesin.000 BOP Dianggarkan pada kapasitas 8.050.KS) TT Keterangan: = Kapasitas Normal KN = Kapasitas Sesungguhnya KS TT = Tarip Tetap = Tarip Variabel TV Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagai berikut: Rp 2.000 Kapasitas Normal: = 8.(KS .000 10.200.000 Variabel : (7.000 (rugi) 8.960. sehingga dapat disimpulkan bahwa jumlah kapasitas nonnal adalah 8.000 jam mesin Rp 4.

000.000 Rp 4. dihitung sebagai berikut: Bulan Agustus: BOP sesungguhnya Rp 4.000 (-) Selisih anggaran (rugi) 100.000 Jumlah BOP dianggarkan pada dua tingkat kapasitas.000.000 Rp 600.000 jam mesin Rp 4.000 jam RD 600.000 3.000 jam 85.000 jam mesin Rp 5.000.000.400.Selisih kapasitas Kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan Data bulan Oktober: Kapasitas sesungguhnya BOP sesungguhnya RP 0 10.450.000 Anggaran BOP pada kapasitas Anggaran BOP pada kapasitas 8 0 0jam berjumlah 4.Rp300 = Rp200 .000 jam x Rp300) BOP tetap b Lihat no.000.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 8. 87.000 Rp 2.000jam berjumlah Rp 5.000.000 jam Bulan September: Rp 5.000.000 jam : Rp500 .000 9.000 86.400.0 Selisih 2. b Jumlah BOP tetap dihitung sebagai berikut: BOP Dianggarkan pada kapasitas 10. Tarip BOP tetap: Rp 5.500.000 Taripvariabel : = Rp 300 per jam 2.000jam (-) BOP variabel: (10.000 BOP dianggarkan pada kapasitas 10.000 BOP dibebankan (+/-) Selisih kapasitas 0 Rp 5.000 .000 Tarip total : Tarip tetap = Rp 500 per jam 10.000jam Tarip BOP variabel: 10.000. 94. c Rp 5.

000 4.000 BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya Tetap : (10.700.000 Rv 200.000 Rv 50.500.000 (rugi) .000.000.000 Rp 250.000 4.000 (laba) 90. c Selisih BOP bulan Oktober: BOP sesungguhnya BOP dibebankan: (9.000 jam x Rp500) Selisih total Rp 4.000 jam x Rp500) Selisih total 91. Karena selisih kapasitas pada bulan September RpO.450. maka kapasitas normal sama dengan kapasitas sesungguhnya bulan tersebut. = 10.88.000 Variabel: (9.450.000 jam 89. yaitu 10.700.000jam.000 Kapasitas normal: Rp 200 Atau.000 4.000 jam x Rp 300) 2.700. a Selisih anggaran pada bulan Oktober: BOP sesungguhnya Rp 4. c Besarnya kapasitas normal: Rp 2.000 jam x Rp 200)Rp 2.500.000 (laba) Selisih anggaran b Selisih kapasitas bulan Oktober: BOP dianggarkan pada kapasitas sesungguhnya BOP dibebankan: (9. Rp 4.

Untuk keperluan penentuan harga pokok produk. Manakah diantara pemyataan berikut ini yang BENAR? Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok per satuan a. pesanan selesai diproduksi c. produksi dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan yang diterima dari l u x atau bagian dalam perusahaan sendiri Metode harga pokok pesanan menghitung biaya produksi per satuan b.BAB VIII METODE HARGA POK. dok kapal Metode harga pokok pesanan digunakan dalam perusahaan semen. yang berproduksi masa Manakah di antara pemyataan yang bersangkutan dengan metode harga pokok pesanan berikut ini yang SALAH? Metode harga pokok pesanan digunakan untuk mengumpulkan biaya a. Apa prosedur akumuiasi biaya yang paling baik digunakanjika banyak pesanan yang masing-masing berbeda dalam spesifikasi produk hams diproduksi? . metode harga pokok pesanan menghendaki dipisahkannya biaya produksi ke dalam biaya langsung dan biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk Metode harga pokok pesanan cocok digunakan di dalarn perusahaan d. dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasikan untuk memenuhi pesanan yang bersangkutan Metode harga pokok pesanan digunakan oleh perusahaan-perusahaan c. dengan cara membagi total biaya selama satu periode dengan jumlah produk yang dihasilkan di dalam periode yang bersangkutan. bumbu masak 3. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PESANAN 1. kapal terbang. d. Metode harga pokok proses menghitung harga pokok produk pada saat b. percetakan.OK PESANAN A. pupuk.

Mengumpulkanbiaya bahan. Barang yang sedang diproses dan barang yang dipesan tapi belum diproses d. karena masih memerlukan test kualitas b. yang termasuk persediaan dalam proses akhir periode. upah langsung. Job cost sheet Manakah diantara buku pembantu berikut ini yang merupakan rincian rekening kontrol Barang Dalam Proses (Work in Process)? b. Perusahaan percetakan Dalam job order costing. Kartu pembantu rekening Barang Dalam Proses c. b. Jawaban a dan b benar Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet) digunakan untuk: a. Kartu biaya a. Kartu harga pokok d. meliputi: a. dan c benar . Kartu persediaan c.a. b. Biaya konversi yang untuk pesanan yang bersangkutan c. Sheet permintaan bahan d. b. jumlah biaya suatu pesanan sama dengan: Bahan baku yang digunakan a. Perusahaan pupuk urea b. c. Hanya barang yang sedang diproses saja c. Kartu piutang Dalam sistem kalkulasibiaya pesanan. Barang yang aktif diproses dan barang jadi yang belum dipindah ke gudang barang jadi. Biaya tenaga langsung d. dokumen dasar untuk mengakumulasi biaya untuk setiap order adalah: Faktur a. d. Job order Actual b. Jawaban a dan b benar Dalam metode harga pokok pesanan. c. Jawaban a.dan biaya overhead pabrik untuk setiap pesanan b. Process Standard Manakah diantaraperusahaan berikut ini yang kemungkinan besar menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya? Perusahaan semen a. Perusahaan penyulingan rninyak d. Surat pemesanan (pembelian) c.

10.

I

Direct labor ticket digunakan untuk memberi informasi tentang: Besarnya biaya upah tiap pesanan a. Besarnya biaya upah dalam rekening Barang Dalam Proses secara b. keseluruhan Biaya upah yang dimasukkan ke dalarn kartu harga pokok dan yang tidak c. dimasukkan ke dalam kartu harga pokok Jawaban a, b, dan c benar d.

1 1.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat upah tenaga kerja tak langsung dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. c. Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam metode harga pokok pesanan, untuk menjurnal distribusi gaji manajer pabrik didebit rekening: Barang Dalam Proses Biaya Tenaga Kerja a. Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung b. c. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya d. Biaya Gaji dan Upah Dalam kalkulasi biaya pekerjaan pesanan, pajak penghasilan pegawai ditanggung dan dibayar oleh perusahaan atas karyawan pabrik sebaiknya diperhitungkan sebagai: a. Biaya tenaga kerja langsung b. Overhead Pabrik Biaya tenaga kerja tidak langsung c. d. Biaya administratif Pernakaian biaya tenaga kerja langsung untuk mengerjakan pesanan no. 456 di dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dicatat dengan mendebit rekening: a. Biaya Tenaga Kerja Langsung b. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Langsung c. Biaya Overhead Pabrik Yang Dibebankan d.

12.
l I

13.

14.

I

15.

1

Pada metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik dibebankan pada pesanan atas dasar tarip ditentukan di muka karena: Pada metode harga pokok pesanan informasi biaya overhead pabrik a. sesungguhnya tidak penting

b.

c. d. 16.

Biaya overhead pabrik yang sesungguhnyabaru bisa diketahuibesarnya pada akhir periode, sedangkan harga pokok pesanan harus diketahui pada saat pesanan selesai, tanpa menunggu sampai pada akhir period Sudah diatur demikian oleh GAAP Jawaban a, b, dan c benar

Dalam perusahaan yang menggunakan harga pokok pesanan, pembebanan biaya overhead pabrik produk adalah atas dasar tarip yang ditentukan di muka. Alasan pembebanan tersebut adalah: a. Pembebananbiaya overheadpabrik atas dasar biaya yang sesungguhnya seringkali mengakibatkan berubah harga pokok persatuan produk yang dihasilkan dari bulan yang satu ke bulan yang lain Manajemen memerlukan informasiharga pokok produk per satuan pada b. saat pesanan selesai dikerjakan Berubah-ubahnya tingkat kegiatan produksi dari bulan ke bulan dan c. adanya perubahan tingkat efisiensi produksi Jawaban a, b, dan c benar d. Dalam perusahaan yang produksinyaberdasarkanpesanan, biaya overhead yang dibebankan kepada produk dihitung sebagai berikut: Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka a. dengan tingkat kapasitas yang direncanakan dalam periode yang bersangku tan Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka b. dengan tingkat kapasitasyang sesungguhnyadipakai untuk mengerjakan pesanan tertentu Membagi total biaya overheadpabrik yang dianggarkandengan taksiran c. dasar pembebanan dalam periode anggaran Mengalikan tarip biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka d. dengan tingkat kapasitas teoritis yang diperkirakan dalam periode yang bersangkutan

18.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya overheadpabrik yang dibebankankepada produk atas dasar tarip yang ditentukan di muka dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Upah Tenaga Kerja Tak Langsung b. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik c. Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Dalam suatu Job order cost system yang menggunakan taripfactory overhead yang ditentukan lebih dahulu, bahan tidak langsung biasanya semula dicatat sebagai suatu kenaikan dalam:

19.

a. b. c. d.

Work in process control Factory overhead applied Factory overhead control Stores control

20.

Manakah diantara rekening berikut ini yang didebit untuk mencatat biaya depresiasi mesin dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan? a. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Biaya Depresiasi c. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan d. Untuk mencatat biaya depresiasi mesin pada metode harga pokok pesanan ayat jurnalnya adalah: a. Barang Dalam Proses xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx b. Barang dalam proses-Overhead xx Biaya Overhead Pabrik-Dibebankan xx c. Biaya Overhead Pabrik-Sesungguhnya xx Akumulasi Depresiasi Mesin xx d. Jawaban a, b, dan c benar Dalam rangka akumulasibiayajob order,makajumlah rupiah yang terlibatdalam pengalihan persediaan barang dari rekening Barang Dalam Proses kepada rekening BarangJadi ialah hasil penjumlahan dari biaya yang dibebankankepada setiap job, Yang dimulai prosesnya selama masa yang bersangkutan a. Yang berada dalam proses selarna masa yang bersangkutan b. Yang diselesaikan dan yang terjual selama masa yang bersangkutan c. Yang diselesaikan dalam kurun masa yang bersangkutan d.

2 1.

23.

Jika suatu pesanan selesai dikerjakan, total biaya produksi yang dicatat dalam kartu harga pokok produk dicatat dengan jumal: a. Barang Dalam Proses xx Persediaan Produk Jadi xx b. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx c. Persediaan Produk Jadi xx Barang Dalam Proses xx d. Harga Pokok Penjualan xx Barang Dalam Proses xx

Jika pembebanan kurang biaya overhead pabrik dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan, maka ha1 itu akan: a. Menambah harga pokok produksi b. Menambah harga pokok produksi yang dijual c. Mengurangi harga pokok produksi Mengurangi harga pokok produk yang dijual d. Jika sisa bahan (scrap materials) diperlakukan sebagai pengurang biaya bahan baku dalam pesanan di mana sisa bahan tersebut terjadi, maka jurnal yang dibuat pada saat sisa bahan tersebut dijual adalah: a. Debit: Kas; Kredit: Hasil Penjualan Sisa bahan Debit: Kas; Kredit: Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya b. Debit: Kas; Kredit: Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku c. Debit: Kas; Kredit: Persediaan Bahan Baku d. Produk hilang dalam proses yang biasa terjadi,pada metode harga pokok pesanan akan berakibat: Naiknya harga pokok produk pesanan yang bersangkutan a. Naiknya biaya produksi pesanan yang bersangkutan b. Diperhitungkan harga pokok produk yang hilang tersebut dalam tarip c. biaya overhead pabrik d. Turunnya harga jual produk Perbedaan antara produk cacat dan produk rusak adalah: Produk rusak dapat diperbaiki, produk cacat tidak bisa diperbaiki a. Produk rusak dapat dijual, produk cacat tidak dapat dijual b. Produk cacat dapat dijual, produk rusak tidak dapat dijual c. Terjadinyaprodukrusak normal, terjadinyaproduk cacat karenakesalahan d. Apabila terjadi produkrusak yang disebabkanoleh karena sulitnya suatu pesanan dan produk rusak tersebut laku dijual, maka hasil penjualan produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai: Penamball harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang a. bersangkutan b. Sebagai penghasilan diluar usaha Sebagai pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya c. Sebagaipengurang biayaoverhead pabrikdepartemen yang bersangkutan d. Sebuah perusahaan memakai metode harga pokok pesanan. Pada tahun 19A perusahaan tersebut mengerjakan pesanan yang sangat spesifik sehingga sebagian rusak. Harga pokok produk rusak tersebut sebaiknya diperlakukan: a. Sebagai kerugian Sebagai elemen overhead pabrik sesungguhnya b.

C.

d.,

Ditambahkan ke harga pokok produk yang baik untuk pesanan yang bersangkutan Ditambahkan ke harga pokok produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan

30.

PT. X menggunakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya produksinya. Biaya overhead pabrik untuk tahun 19x1 diperkirakan sebesar Rp50.000 pada tingkat kapasitas yang direncanakan sebanyak 20.000 jam tenaga kerja langsung. Dalam bulan Mei 19x1 pesanan no. 46 1 telah selesai dikerjakan. Biaya bahan baku untuk pesanan tersebut berjumlah Rp4.000 dan biaya tenaga kerja langsung berjumlah Rp1.500 dengan tarip Rp5 per jam. Pada akhir tahun ternyata perusahaan telah beroperasi 24.000jam tenaga kerja langsung dan biay a overhead pabrik yang sesungguhnyadikeluarkan sebesarRp54.000. Jika pesanan no. 461 terdiri dari 100 unit produk, maka harga pokok per unit produk dalam pesanan tersebut adalah:

Data untuk menjawab soal no. 31 s.d. 33 Pembebanan Biaya Overhead Ke Pesanan, Selisih Pembebanan, dan Alokasi Selisih
Perusahaan A menggunakan metode harga pokok pesanan dalam menga~umulasikan biaya produksinya, Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk dengan tarip yang ditentukan di muka atas dasar jam tenaga kerja langsung. Perusahaan menggunakan kapasitas produksi sesungguhnya yang diharapkan dalam menganggarkan biaya overhead pabrik. Dalam tahun 19x2 kapasitas sesungguhnya yang diharapkan diperkirakan 50.000 jam tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik pada kapasitas tersebut dianggarkan sebesar Rp300.000. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: Jam tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik sesungguhnya Harga pokok persediaan bahan baku Harga pokok persediaan produk dalam proses Harga pokok persediaan produk jadi Harga pokok produk yang terjual 3 1. 40.000 jam Rp 365.000 290.000 14.000 50.000 150.000 800.OOO

Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 240.000 b. Rp 290.000 C. RP - 6 d. Rp 20.000

32.

Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 270.000 b. Rp 290.000 c. RP 6 d. Rp 50.000 Jika pernbebanan kurang biaya overhead pabnk dialokasikan kepada persediaan dan harga pokok penjualan, maka harga pokok produk yang dijual sesungguhnya tahun 19x2 adalah: a. Rp 840.000 b. Rp 784.000 c. Rp 816.000 d. Rp 820.000

33.

Data untuk menjawab soal no. 34 s.d 35 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dan Selisih Pembebanan
Perusahaan A memproduksiproduknya berdasarkan pesanan, semua pesanan diproduksi berdasarkan spesifikasi dari pemesan, dan biaya produksi dikumpulkan menurut pesanan yang diterima. Dalam tahun 19x2 perusahaan menetapkan biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar 150% dari biaya tenaga kerja langsung. Catatan akuntansi perusahaan pada akhir tahun memperlihatkan data biaya dan data operasi berikut ini: 1.475 jam Jam tenaga kerja langsung Rp 4.00Oljam Tarip biaya tenaga kerja langsung Rp 9.000.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya 34. Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan dalam tahun 19x2 adalah: a. Rp 8.850.000 b. Rp 13.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000 Pembebanan kurang biaya overhead pabrik dalarn tahun 19x2 adalah: a. Rp 3.100.000 b. Rp 4.500.000 c. Rp 150.000 d. Rp 6.000

35.

Data untuk menjawab soal no. 36 s.d. 42 Pembebanan Biaya Overhead Pabrik, Analisis Selisih, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor
Pada bulan Nopember 1984 PT Cinta Nusa menerima dua macam pesanan yaitu pesanan A dan B. Pesanan A sebanyak 1.000 buah dan B sebanyak 800 buah. Harga jual pesanan Pesanan A Rp 4.000 per buah dan Pesanan B Rp 2.500 per buah. Tarip biaya overhead pabrik (BOP) didasarkan pada jam kerja langsung (JKL) dengan kapasitas 2.000 jam, besarnya tarip per jam terdii dari tarip tetap Rp300 dan tarip variabel Rp500. Data untuk bulan Nopember 1984 adalah: Bahan dipakaiuntuk pesanan A Rp 800.000 dan Pesanan B Rpl.000.000. a).

I Besarnya selisih anggaranRp40. Pesanan B masih dalam proses pada akhir periode.d. Besarnya jam kerja langsung sesungguhnya adalah: 2.200 b. 2.000 Besamya anggaran fleksibel pada kapasitas sesungguhnya: a. 1.000 Besarnya laba kotor atas penjualan sebelum diperhitungkan selisih BOP adalah: b.000 37.000 b. Rp 1.000.Data biaya dan data operasi selarna bulan Mei 19x1 adalah sebagai berikut: Harga pokok bahan baku yang dibeli Rp 228.6. 1.956. Rp 1. Rp 1. Rp 2. Rp 1.000 c. 36. Rp 1. Pesanan A telah selesai dan langsung dijual.576. Rp 1.000 a.000 b.000 d.316.460.000 a. 42. Rp 1.800 .33.000 b. Rp 1.000 per jam.236. 43 s.800 d. Rp 2. 41. Rp 2. JKL sesungguhnya dinikrnati oleh Pesanan A 60% dan Pesanan B 40%. d).296.000 c.000 d.000 (rugi).440. 1 I 40. 38.120.600.000 b. Rp 2.880. Rp 2. Rp 1. Rp 1. Rp 1. 45 Jurnal Pencatatan dan Selisih Pembebanan PT X berusaha dalam bisnis mebel. Rp 2.296.056.000 c.000 Besarnya total narga pokok produk selesai adalah: a. Tarip upah langsung Rp 1.944.000 c.000 d. I 39.b). Rp 2. Rp 1. Rp 1. c. Rp 1. Rp 2.256. Rp 2.000 c.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp60.140. Data untuk menjawab soal no.720.000 Besamya laba kotor atas penjualan setelah diperhitungkan selisih BOP adalah: a.000. Rp 1.744.000 Besarnya harga pokok produk dalam proses adalah: a.000 c.000 d.500. Biaya komersial Rp 200.875 Besarnya biaya overhead pabrik dibebankan adalah: a.875.664.200.000 d. Pengumpulan biaya produksi dilakukan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan (joborder cost method).800. c).000 d.000 b.

45.400 I I 44. pesanan nomor 68.800 d. Rp 19. pesanan nomor 68. R p 7.000.800 c. Rp 42. .200 Persediaan produk jadi akhir Mei 19x1 adalah Rp 64.800 c. Persediaan produk jadi 83. Rp 28. biaya tenaga kerja langsungRp12.000. Rp 10. perusahaan mebel X mulai mengerjakanpesanan nomor 67. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar: a.200 (b). pesanan nomor 67. Rp 172.200 jam Pendapatan penjualan Rp 672.800 Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi (termasuk biaya depresiasi Rp17. Persediaan produk dalam proses 43.800 Harga pokok bahan baku yang dipakai dalam produksi Rp 212.600 c.08.00 per jam mesin. Rp 27.600 (a). Untuk mencatat harga pokok produk jadi yang telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1.000 d. pesanan nomor 70. Rp 83. pesanan nomor 70. Rp 590.000. Rp 236.I I . Rp 177.200 b.600 b. dan 70. dan biayaoverhead pabrik yang diperhitungkan atas dasar tarip Rp 9.000. Rp 212.000.000 Biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesanan nomor 67. Biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan dalam bulan Maret 19x1 adalah: pesman nomor 66.600 Harga pokok produksi Rp 609. (c).800 d.000 43.800 b.000.600 Jam mesin 43. Data untuk menjawab soal no.000. Rp 590.OW. Rp 609. pesanan nomor 69. Biaya tenaga kerja langsung Rp 236.600) Rp 177. Rp 4.000. pesanan nomor 69. Rp 51. Rp 590. Persediaan yang ada pada awal bulan Mei 19x1 adalah: Persedian bahan baku Rp 25. Kp 172. dan pada tanggal 1 Maret 19x1 masih merupakan produk dalam proses yang telah menelan biaya bahan baku sebesar Rp 30.000.000. 46 s. Rp 42.d 48 Dalam bulan Maret 19X1. rekening Barang Dalam proses dikredit sebesar: a. 69.000 Perusahaan membebankanhiaya overhead pabrik kepada produk dengan tarip Rp 4. Rp 228. Pesanan nomor 66 mulai dikerjakan dalam bulan Pebruari 19x1. Rp 20.400 Untuk mencatat harga pokok produk yang dijunl dabm bulan Mei 19X I .400 dalani Biayaoverhead pabrik dibebankan lebih rendah (iinderzrl~plic~ bulan Mei 19x1 sebesar: a.

d 51 Perhitungan Harga Pokok dan Selisih Pembebanan Perusahaan Y mengolah biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Rp 7. Rp 18.500 c.000 d.000 47. 3 0 Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarip sebesar f). Harga pokok produk yang dijual dalam bulan Maret 19x1 adalah: a. didistribusikan sebagai berikut: pesanan nomor 503.500 Bahan baku yang dikeluarkan dari gudang dibebankan kepada pesanan berikut b). c). Rp 124. Biaya overhead pabrik lain yang terjadi dalam bulan Juni 19x1 adalah sebesar e). R p 25. Rp 77. Rp 36. Data produksi dan biaya bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: a). 49. dan pesanan nomor 505. 49 s.000 d. pesanan nomor 504. g). . Rp 9. Total harga pokok produk yang telah selesai diproduksi dalam bulan Juni 19x1 adalah: . ini: pesanan nomor 503.67.35 per jam tenaga kerja langsung. Rp 320. dan 70 telah selesai dikerjakan dan telah diserahkan kepada pemesan dalam bulan maret 19x1.500. Upah yang dibayarkan dengan tarip Rp 7. I Data untuk menjawab soal no.218 b. pesanan nomor 504.250 b.000 c.375. Pesanan nomor 66. Rp 80.000. Pesanan nomor 503 masih dalam proses awal bulan Juni dengan jumlah biaya Rp 8. 46. yang d). Bahan penolong yang digunakan sebesar Rp 3. Rp 139.000 Biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk dalam bulan Maret 19X 1 adalah: a.250 b. Rp 301.250 c.000 b.500. Rp 63. Rp 2. pesanan nomor 505. Pesanan nomor 503 dan 504 telah selesai dikerjakan dan ditransfer ke gudang.68. Rp 8. Rp 17. Rp 7. 48.000 c. a.Biaya overhead pabrik dibebankhn kepada produk atas dasar tarip 75% dari biaya tenaga kerja langsung.350.500. Pesanan nomor 503 telah diserahkan kepada pemesan dengan harga jual sebesar biaya produksi ditambah 50%. upah tidak langsung.100. Rp 124.900. Rp 6. Rp 76.482 .5 per jam sebesar Rp 24. Rp 3. Rp 4 .025. Rp 77.000 Harga pokok produk yang masih dalam proses pada akhir bulan Maret 19x1 adalah: a. Rp 6.

50.

Harga pokok produk yang rnasih dalam proses pada akhir bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 20.133 b. Rp 25.482 c. Rp 43.700 d. Rp 18.218 Dalam bulan Juni 19x1terjadi pembebanan lebih biaya overhead pabrik sebesar: a. Rp 9.825 b. Rp 9.983 c. Rp 265 d. Rp 158

5 1.

i
I

Data untuk menjawab soal no. 52 s.d. 56 Perhitungan Harga Pokok Produk Dalam Proses, Produk Selesai, Produk Terjual
Data biaya yang dieluarkan untuk pesanan nomor 1 sampai dengan 10 dalam bulan Mei dan Juni 19x1 adalah sebagai berikut.

Pesanan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Biaya yang dikeluarkan s/d tnl3 1 Mei 19x1 Rp 5.040.000 4.440.000 3.120.000 2.280.000 2.640.000

Biaya produksi bulan Juni 19 X 1

Rp 960.000 2.520.000 4.440.000 5.532.000 1.949.000 1.548.000 948.000

Pesanan No. 1 s.d. 3 telah selesai diproduksi dalam bulan Mei 19x1 Pesanan No. 4 s.d. 7 telah selesai diproduksi dalarn bulan Juni 19x1 Pesanan No. 8 s.d. 10 belum selesai diproduksi pada tanggal 30 Juni 19x1 Pesanan 1, 3,5,7 telah dijual kepada pembeli. 52. Harga pokok produk dalain proses pada tanggal 1 Juni 19X1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok produk dalam proses pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.796.000 b. Rp 4.344.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000

53.

54.

Harga pokok produk persediaan produk jadi tanggal 1 Juni 19x1 adalah: Rp 2 1.000.000 a. Rp 17.520.000 b. C. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni 19x1 adalah: a. Rp 12.120.000 b. Rp 2 1.000.000 c. Rp 12.600.000 d. Rp 4.920.000 Harga pokok penjualan bulan Juni 19x1 adalah: a. Rp 17.520.000 b. c. Rp 12.600.000 d.

55.

56.

Rp 12.120.000 Rp 18.852.000

I
1

Data untuk menjawab soal no. 57 s.d. 62 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Dibebankan, Perhitungan Harga Pokok, dan Laba Kotor

PT NUSA mengolah produk atas dasar pesanan. Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar tarip yang didasarkan atas anggaran biaya overhead pabrik (BOP) per bulan sebesar Rp 200.000 dan kapasitas normal 5.000 jam kerja langsung (JKL). Sesuai perjanjian dengan Serikat Pekerja Indonesia, biaya tenaga kerja langsung dibayar dengan tarip upah Rp 60 per JKL. Transaksi yang terjadi selarna bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Diterimapesananno. 101 sebanyak 1.000 unit dengan harga jual Rp 500 a). per unit; pesanan no. 102 sebanyak 2.000 unit dengan harga jual Rp 400 per unit, pesanan no. 103 sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 600 per unit. Pemakaian bahan baku untuk pesanan no. 101: RplOO.OOO; no. 102: b). Rp150.000; dan no. 103: Rp 50.000. JKL yang sesungguhnya dinikmati oleh pesanan no. 101 sebesar 30%; c). no. 102 sebesar 50%; dan no. 103 sebesar 20%. BOP yang sesungguhnya terjadi Rp150.000; besarnya selisih BOP d). RplO.OOO (laba).
57. Besarnya JKL sesungguhnya adalah: a. 5.000 Jam c. 6.000 Jam

b. d.

4.000 Jam 5.250 Jam

58.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya terjadi sebesar: a. Rp 200.000 b. Rp 240.000 c. Rp 300.000 d. Rp 150.000 Besarnya BOP Dibebankan kepada pesanan adalah: b. a. Rp 160.000 c. Rp 200.000 d.

59.

Rp 150.000 Rp 210.000

60.

Total harga pokok pesanan no. 101 adalah: a. Rp 500.000 c. Rp 220.000

b. d.

Rp 250.000 Rp 200.000

61.

Jika pesanan no. 102 dijual maka total laba brutonya: a. Rp 800.000 b. C. Rp 350.000 d.

Rp 450.000 Rp 250.000

62.

Jika pesanan no. 103 telah selesai, harga pokok per unitnya: a. Rp 260 b. Rp c. Rp 175 d. Rp

200 300

Data untuk menjawab soal no. 63 s.d. 68 Perhitungan Jam Kerja Langsung, Biaya Tenaga Kerja Langsung, Biaya Overhead Pabrik, Harga Pokok Pesanan, dan Laba Bruto PT BUD1 mengolah produk atas dasar pesanan. Bcsarnya kapasitas norrnal 8.000 jam kerja langsung per bulan. Tarip BOP besxnya Rp 250 per jam kerja langsung terdiri aras tarip tetap Rp 100 dan tarip variabel Rp 150. Tarip upah langsung yang disetujui dengan serikat pekerja Rp 400 per jam kerja langsung. Transaksi bulan Oktober 1989 adalnh: (a). Diterima pesanan A sebanyak 500 unit dengan harga jual Rp 16.000 per unit dan pesanan B 200 unit dengan harga jual Rp 25.000 per unit. Bahan yang digunakan untuk pesanan A Rp 2.200.000 dan B Rp 1.800.000. (b). Analisis selisih biaya overhead pabrik bulan Ohtober r~~enunjukkan selisih (c). anggaran Rp 75.000 (laba) dan selisih kapasitas Rp 50.000 irugi). JKL sesungguhnya dinikmati oleh pesanan A: 60% &an B: 40%. (d).
63.

-Jam kerja langsung sesungguhnya adalah: a. 8.000 c. 8.750

b. d.

8.500 7.500

64.

Besarnya biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A adalah: a. Rp 800.000 b. Rp 750.000 C. Rp 850.000 d. Rp 875.000 Besarnya total biaya overhead pabrik sesungguhnya adalah: b. Rp 5.050.000 a. Rp 1.975.000 c. Rp 1.875.000 d. Rp 1.800.000 Total harga pokok pesanan A adalah: a. Rp 4.250.000 C. Rp 5.125.000

65.

66.

b. d.

Rp 5.500.000 Rp 4.875.000

67.

Jika pesanan B telah selesai maka harga pokok per unitnya dalah: a. Rp 25.000 b. Rp 18.750 c. Rp 16.250 d. Rp 20.000 Jika pesanan A telah dijual, maka laba bruto per unitnya adalah: a. Rp 5.750 b. Rp c. Rp 5.000 d. Rp

68.

6.000 4.750

Data untuk menjawab soal no. 69 s.d. 84 Jurnal Pencatatan, Biaya Overhead Pabrik, dan Harga Pokok Pesanan PT Arnin memiliki persediaan pada tanggal 1 Mei sebagai berikut: Rp 15.009 Barang Jadi Barang Dalam Proses 19.070 Material (bahan-bahan) 14.000 Dalam rekening Barang Dalam Proses terdapat tiga pesanan: Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan263 Material Rp 2.800 Rp 3.400 Rp 1.800 Tenaga kerja 2.100 2.700 1.350 Overhead pabrik dibebankan 1.680 2.160 1.080 Rp 6.580 Rp 8.260 Rp 4.230 Jumlah
Berikut ini adalah transaksi selama bulan Mei: Dibeli material dengan syarat n/30 Rp 22.000 a). Permintaan bahan untuk produksi Rp 21.000. Dari jumlah ini Rp 2.400 b). untuk bahan tidak langsung, sedangkan selisihnya digunakan dengan rincian sebagai berikut: Pesanan 261 Rp 5.300 Pesanan 262 7.400 Pesanan 263 5.900 Pengembalianbahan dari pabrik ke gudang Rp 600, darijumlah ini yang c). Rp 200 berupa bahan tidak langsung, sedangkan yang sisanya berasal dari pesanan 262. Pengembalian bahan ke pemasok (supplier) Rp 800. d). Gaji pegawai setelah dikurangi Pajak Penghasilan 15 persen Rp 32.300. e). Jumlah ini dibayar dalam bulan Mei juga. f). Rincian gaji pegawai adal&: 55 % tenaga kerja langsung, dengan rincian 261: 35 %, 2 6 2 45 %, dan 263: 20 %. 20% gaji tenaga kerja langsung 15% gaji bagian penjualan, dan 10% gaji bagian adrninistrasi dan umum.

g).

h). i). j).

k). 69.

Biaya overhead pabrik, selain yang disebutkan di muka berjumlah Rp 5.500.Termasuk dalam jumlah ini adalah biaya depresiasi untuk bangunan clan mesin pabrik Rp 2.000, dan asuransi pabrik terpakai Rp 250. Sisa dari overhead pabrik ini belum dibayar sampai dengan akhir Mei. Biaya overhead pabrik yang dibebankan ke produksi: 80 persen dari biaya tenaga kerja langsung ke tiga pesanan selama bulan Mei. Pesanan 261 dan pesanan 262 selesai dan dikirim ke gudang. Kedua Pesanan 261 dan Pesanan 262 dikirim ke pemesan, untuk itu pemesan ditagih dengan harga 40% di atas harga pokok penjualan. Penagihan piutang selama bulan Mei Rp 69.500.

Salah satu ayatjumal yang hams dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 Rp 18.600 b. Debit - Barang Dalam proses c. Debit - Material Rp 21.000 Rp 18.600 d. Debit - Material Salah satu ayatjurnal yang harus dibuat sehubungan dengan transaksi (b) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses Rp 21.000 a. b. Kredit - Barang Dalam proses Rp 18.600 c. Kredit - Material Rp 21.000 d. Kredit - Material Rp 18.600 Jumlah Rp7.400 dalam transaksi (b) akan dipostingkan (dibukukan) ke: Buku besar Barang Dalam proses a. b. Buku besar Material Buku pembantu Barang Dalam Proses c. Buku besar Biaya Overhead Pabrik Kontrol (Sesungguhnya) d. Salah satu ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (c) adalah: Kredit - Barang Dalam Proses RP a. b. Kredit - Barang Dalam Proses RP c. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp d. Jawaban b dan c benar

70.

7 1.

72.

600 400 200

73.

Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (e) adalah: a. Debit - Biaya Gaji dan Upah Rp 38.000 Kredit - Utang Gaji dan Upah Rp 32.300 b. c. Kredit - Utang Pajak Penghasilan Rp 5.700 d. Jawaban a, b, dan c benar

74.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (f) adalah: Rp 20.900 a. Debit - Barang Dalam Proses Rp 17.765 b. Debit - Barang Dalam Proses c. Kredit- Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 7.600 d. Jawaban a dan c benar Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Debit - Biaya Overhead Pabrik Kontrol b. Debit - Biaya Overhead Pabrik Applied c. Debit - Biaya Depresiasi d. Debit - Biaya Asuransi

75.

Rp 5.500 Rp 5.500 Rp 2.000 Rp 250

76.

Ayat-ayat jumal sehubungan dengan transaksi (g) adalah: a. Kredit - Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 5.500 b. Kredit - Akumulasi Depresiasi Rp 2.000 c. Kredit - Utang Biaya Rp 3.250 d. Jawaban b dan c benar Berapakahjumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan pada produksi selama bulan Mei? a. Rp 30.400 b. Rp 16.720 c. Rp 34.000 d. Rp17.620 Rekening yang didebit sehubungan dengan transaksi (h) adalah: a. Barang Dalarn proses b. Overhead Pabrik Yang Dibebankan (Applied) c. Overhead Pabrik Sesungguhnya (actual) Kartu harga Pokok Pesanan d. Berapakah harga jual pesanan no. 261 : a. Rp 29.948 c. Rp 32.180 Berapakah harga pokok pesanan no. 262: a. Rp 29.948 c . Rp 32.589

77.

78.

79.

b. d.

Rp 32.8 10,40 Rp 35.065,80

80.

b. d.

Rp 28.994 Rp 29.498

8 1.

Berapakah saldo rekening Persediaan Barang Jadi pada akhir bulan Mei: a. Rp 15.000 b. Rp 38.160 c. Rp 20.160 d. Rp 26.5 10

Debit . 89 Berikut ini adalah ikhtisar dari Job Order Cost Sheet per 31 Desember 1990 dari perusahaan ABC: Job Order No: 123 124 125 126 Pemakaian Bahan Baku Rp1.Harga Pokok Penjualan Rp 57.82. Rp 36.OOO Status pesanan selesai sudah Status pergiriman Rp 2.000 . Rp 19. Debit .620 83. Data untuk menjawab soal no.500 1.000 Rp18.250 Rp 750 250 500 1. Kredit.000 5 . Rp 14. Rp 17. Kredit. Ayat-ayat jurnal sehubungan dengan transaksi (i) adalah: Rp 57.000 d.500 Barang Dalam Proses Rp 16. 85 s. 84. Rp 16.700 d. Rp 15. Rp 15.500 belum a - - Ru 8.500 Overhead Applied Rp 21.800 b. Pada saat membebankan biaya overhead pabrik.000 c. Rp 17.Harga Pokok Pesanan Rp 57.000 Overhead Pabrik Jumlah Rpll.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 21.000 750 2.500 Overhead Pabrik-Kontrol Overhead Pabrik-Applied Rp 16.636 Berapakah jumlah persediaan material pada akhir bulan Mei: a.000 10.500 belum 85.636 a.636 d.Persediaan Barang Jadi c.500 Bahan Tidak Langsung 500 Tenaga Kerja Langsung 3.600 Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya pada akhir bulan Mei sama dengan (saldo awal Mei dianggap sama dengan nol): a..Barang Dalam Proses Rp 57.000 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16.000 Ru 2.d. perusahaan akan membuat jumal: Barang Dalam Proses Rp 21.636 b.720 c.000 6.500 Rp 21.500 selesai belum Rp 1.900 b.

500 d. Biaya overhead pabnk .000 Overhead Pabrik-Applied Rp 16.500 Overhead Pabrik-Applied Rp 2 1 .000) 63. Barang dalam proses d.86.000 Gaji dan upah (upah tidak langsung Rp 18. Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan jumlah sebesar: a.000 2) Bahan yang dipakai (bahan pembantu Rp9. 20 persen 87. Rp 11.000. Pembelian bahan baku b. 89.000 Berapakah jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun? a. berarti besamya biaya overhead pabrik sama dengan: b. Rp 40. Data untuk menjawab soal no. Rp 18. Persediaan bahan baku c.000. Rp 29.000.000 3) 4) Biaya overhead pabrik sesungguhnya 108.500 C. 400 persen c. Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 1) adalah: a. 90 s. Rp 18.500 b.d.500 b. 6) Pesanan dengan biaya Rp252.000. 18.000.000.SO0 Overhead Pabrik-Kontrol Rp 16.000.000.000 dikirim ke pemesan dengan mark up 25% 7) di atas biaya 90.000 Barang dalam proses 1 Juli 1989 Transaksi bulan Juli 1) Bahan baku yang dibeli 8 1. 97 Jurnal Pencatatan dan Harga Pokok Produk Dalam Proses Akhir Perusahaan "ASIA JAYA" menggunakan sistem hargapokokpesanan.33 persen d.000 d.000 Bila :arip biaya overhead pabrik didasarkan pada upah tenaga kerja langsung. 200 persen a. Rp 1 1.000 Biaya overhead pabrik dibebankan ke produksi sebesar 120% dari upah langsung 5) Pesanan dengan biaya 198. Rp 29. Rp 40. 88. Berikut ini adalah data biaya bulan Juli 1989: Rp 63.000 diselesaikan pada bulan Juli.500 Pada akhir tahun perlu dibuat jumal penutup dengan mendebit rekening: Overhead Pabrik-Kontrol Rp 2 1.000.500 c.000) 90.

000 d. Persediaan barang jadi c. 96.000. Biaya overhead pabrik dibebankan d. 93.000. Rp 97. Persediaan barang jadi c. . Persediaan barang jadi Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 6) adalah: Barang dalam proses a. Harga pokok penjualan d. Biaya overhead pabrik sesungguhnya d. b. Rp 43. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. Persediaan barang jadi Rekening yang diiedit untuk mencatat transaksi 5) adalah: a. b dan c benar Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 3) adalah: a. 94. Barang dalam proses b. Biaya gaji clan upah b. 97. Rp 63.000.000. I Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 2) adalah: a.9 1. Rp 34. Biaya upah langsung c. 95.000 c. Harga pokok penjualan d. Biaya overhead pabrik sesungguhnya c. Kas Rekening yang didebit untuk mencatat transaksi 4) adalah: a. Utang gaji dan upah d. Persediaan bahan baku b. Biaya overhead pabrik dibebankan d. Barang dalam proses b. Barang dalam proses b.000 b. Biaya overhead pabrik dibebankan Harga pokok barang dalam proses pada akhir bulan Juli berjumlah: a. Barang dalam proses c. Biaya overhead pabrik dibebankan Rekening yang dikredit untuk mencatat transaksi 7) adalah: a.0'00 92.

000 Biaya tenaga kerja langsung 20.000 unit A-3 60 A-4 5.1 A-2 A-3 A-5 Bahan baku - Rp 30.000 unit Rp 60.000 240.000 Persediaan Produk Selesai A-7 5. 30.000 Rp 50.000 Overhead Pabrik Dibebankan Rp 30.l 3.000 60.000 16.000 120.000 60.000 32.000 10. adalah sebagai berikut: Persediaan Per 31 Desember 1986 Per 1 Januari 1986 Bahan baku Rp 40.000 unit 46 1.000 40.000 20.000 .000 Tenaga Kerja Rp 10.000 12.000 30.000 unit Rp 50 A-2 4.000 Persediaan Produk Selesai A-4 5.500 unit A-5 56 A-8 2. 100 Jurnal Pencatatan dan Perhitungan Jam Kerja Langsung Data persediaan yang ada di PT DIASWATI.000 Data produksi dan biaya per 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-1 Nomor pesanan Jumlah produk 3.000 Data produksi dan biaya per 3 1 Januari 1986: Persediaan Produk Dalam Proses A-6 Nomor pesanan Jumiah produk 2.500 unit Biaya bahan langsung Rp 40.000 Biaya overhead pabrik 30.000 Produk dalam proses 80.000' 10. 98 s.000 60.000 Biaya overhead pabrik 50.000 unit Biaya bahan baku Rp.Data untuk menjawab soal no.d.000 unit Rp.000 Jurnlah pesanan yang diserahkan kepada pemesan selalna bulan Januari 1986: Nomor pesanan Jumlah Produksi Harga Jual per Unit A.000 120.000 unit 48 1.000 Biaya tenaga kerja langsung 30.000 Produk Selesai 150.000 unit 55 Biaya produksi yang dikeluarkan selama bulan Januari 1986: Nomor pesanan A. 50.

Barang Dalarn Proses b.3 Jam Kerja Langsung d.000 60. Rp 750. Dalam kenyataanyaselamatahun tersebut perusahaan dapat berhasil menjual3. Persediaan Produk Jadi c. Biaya Overhead Dibebankan Apabila tarip upah tenaga kerja langsung sebesar Rp72 per jam.0 00 Ru 180.A-6 A-7 A-8 Jumlah 40. Rekening yang didebit untuk mencatathargapokokpesanan yang telah diserahkan 98. S e l m a tahun 19x1 perusahaan tersebut menghasilkan 5. 101 s.000 30.d.750 Jam Kerja Langsung c.000 Perusahaan menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaan bahan baku. Persediaan Produk Jadi c. 102 Perlakuan Sisa Bahan F ABC memperlakukan hasil penjualan sisabahan (scrapmaterials) sebagaipenghasilan T lain-lain. kepada pemesan selama bulan Januari adalah: a.000 satuan dengan harga Rp 275 per satuan.000 d.000 18. Rp 825.000 60. 3.583. Rekening yang didebit untuk mencatat biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari adalah: a. Harga Pokok Penjualan d. Data untuk menjawab soal no. 2. Hasil penjualan atas sisa bahan yang dilaporkan dalam laporan rugi-laba tahun tersebut adalah: a.000 120.000 satuan sisa bahan yang ditaksir dapat dijual dengan harga Rp 250 per satuan.500 Jam Kerja Langsung b. Tidak Risa Dihitung 100.000 Rp 170. Biaya Overhead Dibebankan 99.250. jumlah jam kerja langsung yang dikonsumsi selama bulan Januari 1986 adalah: a. Rp 1.000 Di dalarn neraca perusahaan per 31 Desember 19x1 akan disajikan persediaan sisa bahan sebesar: 102.000 RD 360.000 c.000 b. Barang Dalam Proses b. Harga Pokok Penjualan d.000 48. 101. Rp 1.000 -24.375. 4. .000 50.

Biaya tenaga kerja langsung RP 400 .103. Biaya produksi per satuan untuk pesanan no.000 Didebit ke rekening Biaya OverheadPabrik SesungguhnyasebesarRp 20.000 .Biaya bahan baku Rp 500 . Jurnlah biaya perbailcan produk cacat dan pencatatannya adalah: Didebit ke rekening Barang Dalam Proses sebesar Rp 200. 1211 adalah: . RETEKI memakai metode harga pokok pesanan. Di dalam menatung tarip biayaoverheadpabrikperusahaantersebutmemasukkantaksiraanbiayaperbaikan produk cacat. PT.Biaya overhead pabrik Rp 600 (150% dari biaya tenaga kerja langsung) SelamabulanApril 19x1produk cacat adalah200 satuandandalam memperbaiki produk cacat tersebut diperlukan biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 100per satuan.000 Didebit ke rekening Barang Dalarn Proses sebesar Rp 50.000 Didebitke rekening Biaya Overhead Pabrik SesungguhnyasebesarRp 50.

Jumlah RD 6.000 240.000 Tarip pembebanan BOP: = Rp 6 per jam kerja langsung 50.250 Harga pokok per unit: Rp6.000 5% 15% 80% 100% Rp 2. Jawab: b Rp 50.000 + Rp 40. PENYELESAIAN 30. Alokasi selisih BOP Rp 50.000 x Rp 6 = Rp 240.50 3 1.000 Persediaan produk jadi 150. Jawab: d .000.000 Tarip pert$xbanan BOP: = Rp 2.000 .500 7.000 = Rp 840.500/Rp 5 = Rp 300 jam Harga pokok pesanan no.250/100 unit = Rp62.000 32.00 (kurang dibebankan) 33.000 Ru 50. 461: Rp 1.000 RD 50.B.000 Harga pokok penjualan setelah mendapat alokasian selisih: Rp 800.BOP sesungguhnya BOP dibebankan Selisih total Jawab: a Rp 290.000 ke persediaan dan harga pokok penjualan: Elemen yang mendapat alokasi Jumlah Proporsi Alokasi Selisih Persediaan barang dalarn proses Rp 50.500 750 Biaya overhead dibebankan: (300jam x Rp2.5 per jam kerja langsung I \ 20.000 Harga pokok penjualan 800.000 jam Jumlah BOP dibebankan: 40.000 jam Jam kerja langsung yang konsumsi pesanan no. .000 Biaya tenaga kerja langsung 1.5) .000 Rp 1. 461: Biaya bahan baku Rp4. Jawab: a Rp 300.500 40.

000 Jawab: c BOP sesungguhnya BOP dibebankan Jumlah selisih I 35.000 JKL sesungguhnya = = 1.744.000 900.900.000 Tenaga kerja langsung: A:60%~1.000. Jawab: a Jumlah biaya tenaga kerja langsung: 1.300 JKL 60.440.850.60.800jamxRp800 ~ Jumlah harga pokok produksi Ru 2.OOO 1.000 Overhead pabrik: A :60% x 1.500.000 Jawab: e BOP dianggarkan pada JKL sesungguhnya: Tetap (2.000 B : 40% x 1. Rp 9.000 .800jamxRp1.800 jam x Rp1.000 RD 150.000 Pesanan yang telah selesai adalah pesanan A. sehingga harga pokok produk selesai berjumlah Rp2.34.800jam x Rp800 = Rp1.000 .744.800 jam x Rp800 864.JKL sesungguhnya) 300 600.000 1.000 Elemen Biaya Pesanan A Pesanan B Bahan baku Rp 800. Jawab: a BOP dibebankan: 1.000 .900.000 (kurang dibebankan) Jawab: c Jumlah jam kerja langsung: Selisih kapasitas =(Volume dianggarkan -Volume sesungguhnya) Tarip tetap 60.000 = Rp 8.800 jam kerja langsung 300 JKL 37.080.000 jam .000 Jumlah BOP dibebankan: 150% x Rp 5. 600.000 B :4 0 % 1.000 300 JKL 540.800 jam x Rp500) Jumlah Jawab: d 38. Rp RD ~ 39.475 jam x Rp 4.000 600.850.000 jam x Rp300) Variabel(1.000 (2.000 = Rp 5.000 8.

000.000 41. 46) Pesanan yang belum selesai adalah pesanan B.000 .800 Jumlah harga pokok penjualan Untuk mencatat harga pokok penjualan selama bulan Mei.000 Rp 1.40. 46. sehingga harga pokok produk dalam proses berjumlah Rp2.000 Overhead pabrik 9.800. Jawab: e Jumlah harga pokok penjualan bulan Mei 19X1: Rp 609.000 2. Jawab: d (lihat no. Jawab: c BOP sesungguhnya Rp177. 42.?jualan pesanan B Harga p ~ k o k penjualan B Jumlah laba kotor (-) Selisih BOP Jurnlah laba kotor setelah selisih Rp 1.OOO.000 2. Rp 4.800 Selisih Rp 4. yaitu: Rp609.000 Rp 4. Elemen Biaya Pesanan 66 Pesanan 67 Pesanan 68 Pesanan 69 Pesanan 70 Bulan Februari: Bahan baku Rp30.236.600 BOP dibebankan: 43.200 jam x Rp4 172.000) Harga pokok penjualan B Jumlah laba kotor Rp 1.296.000 Tenaga kerja 12.256.000 150.000 buah x Rp4.744. rekening Harga Pokok Penjualan didebit sebesar Rp628.200 (+) Persediaan produk jadi awal bulan Mei Rp 692.744.000 43.000 Jawab: d Hasil pe.600.600 Harga pokok produksi bulan Mei 83.000 (J Persediaan produk jadi a h r bulan Mei ki Rp 628. 45.800 (=) Barang tersedia untuk dijual 64.256. Jawab: b Rekening Barang Dalam Proses dikredit sebesar harga pokok produksi pesanan yang diselesaikan pada bulan Mei.QOO Jawab: d Hasil penjualan pesanan B: (1.800 (kurang dibebankan) Jawab: b ki Perhitungan harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan a h r Maret 19x1: 44.

35 504: (8.000 Rp27. 79.35 505 : (7.000 Rp51.000 3 1.500 Rv77.250 Rp42.000 Pesanan 70 7.35 Jumlah Pesanan 503 Rp 8.000 21.250 Pesanan 67 15.509 RD36.000 42.250 Jawab: d Pesanan yang sampai akhir bulan Maret belum selesai adalah no. Elemen Biaya Awal Juni Selama bulan Juni: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik.500 7.900/7.000 28. Jawab: a Jumlah BOP dibebankan selama bulan Maret 19x1: Pesanan 66 Rp5. sehingga jumlah harga pokok produk yang dijual adalah: Pesanan 66 Rp 63. 49. 503 : (6.000 Overhead pabrik Tarip: 75% BTK 5.sehingga jurnlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp76. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir Juni 19x1: I 48.000 10.500 Pesanan 69 21.250 Jurnlah Rp63.000. dan 70.000 Pesanan 68 3 1.000 Ru76.000 Rp19.350/7.100/7.500 Jumlah RD 301.5) x Rp3.5) x Rp3.67.500 Pesanan 70 36.250 Pesanan 67 77.000 Rv124.5) x Rp3.000 20.000 Pesanan 68 124.500 47.500 Pesanan 504 Pesanan 505 .68.500 Jumlah R~80.Bulan Maret: Bahan baku Tenaga kerja 7.000 15.500 I Pesanan yang telah selesai dan diserahkan ke pemesan selama bulan Maret adalah 66.

9 dan 10.700 Jumlah 50. Jumlah harga pokok produk yang telah selesai: Pesanan 503 Rp 25. 4 dan 5. sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Mei atau awal Juni adalah: Pesanan No.Pesanan yang selesai dalam bulan Juni adalah no. 505.640.283 9.2dan 3.825 3. 10 948. 8. 9 1S48.482 Pesanan 504 18.000 Pesanan No. sehingga jumlah harga pokok produk yang masih dalam proses berjumlah Rp20.000 Jumlah Jawab: e Pesanan yang diolah dalam bulan Juni 19x1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 30 Juni adalah no.000 Rv 4. Jawab: d BOP sesungguhnya bulan Juni: Bahan penolong Rp 3.133.025 4. 1. 4 Rp 2.218 Rp 43.sehingga harga pokok produk dalam proses pada akhir Juni adalah: Rp 1.500 Upah tidak langsung 2. adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei tetapibelum dikirim. 5 2.000 Jumlah Rp 4.949.983 Rp 158 (lebih dibebankan) Jawab: d Pesanan yang diolah dalam bulan Mei 19X1 yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Mei adalah no. 503 dan 504. Hargapokokmasingmasing pesanan adalah: . 8 Pesanan No.618 Pesanan 505 Jumlah Selisih pembebanan Rp 9.yaitu pesananno. Jawab: a Pesanan yang sampai akhii bulan Juni belum selesai adalah no.280.000 Pesanan No.000 Jawab: c Persediaan produk jadi pada awal Juni.920.082 Pesanan 504 3.445.000 Pesanan No.300 Overhead lainnya Jumlah BOP dibebankan bulan Juni: Pesanan 503 Rp 3.

adalah pesanan yang telah selesai pada bulan Mei (1 s.000 (=) Selisih BOP (laba) RD 160.160.440. 6 Rp 12.000' Jumlah Jawab : d Harga pokok penjualan dalam bulan Juni adalah harga pokok produk yang telah selesai dan sudah diiirim pada bulan Juni. 57. 2 dan 6.120. dapat dihitung berdasarkan analisis BOP: Rp 200.000 Jumlah Rp 12. 1 Rp 5. Pesanan No.000 BOP dibebankan BOP dibebankan adalah hasil perkalian antara tarip pembebanan dengan jam kerjalangsung sesungguhnya.5.000 Jumlah Jawab: b Data mengenai jam kerja langsung sesungguhnya.000 Pesanan No.040.000 JKL Sesungguhnya : 56.000 Pesanan No.4 Mei Rp2.440.852.55.532. 3 3.000 Jawab: a Persediaan produk jadi pada tanggal 30 Juni.000 Jumlah BOP dibebankan pada bulan April 1989: BOP sesungguhnya Rp 150. sehinggaJKL sesunggunyadapat dihitung sebagai berikut : Rp 160. Harga pokok masing-masing pesanan adalah : Pesanan No.520.000 Juni 4.000 10. 2 4.000 Juni Pesanan No. = 4. yaitu pesanan no.3.d 3) dan Juni (4 s. 5 Rp 2.000 Ru18.000 = Rp 40 per jam kerja langsung Tarip pembebanan 5.040.640.000 Pesanan No.00 3.00 960. yaitu pesanan no. 2 Rp 4.440.00 5. 7 5. 1 Rp 5.280.000 jam kerja langsung Rp 40 . dan 7 Pesanan No.000 ! Pesanan No.600.120.000 Pesanan No.d 7) tetapi belum dikirim. 1. 3 3.240.000 Pesanan No.00 Mei 2.120.

000 x Rp40) 101: (20% x 4.000 x Rp60) 102: (50% x 4.000/500 = Jawab: d Selisih kapasitas = 50.000 x Rp500) Harga pokok produksi no.Jawab: b Jumlah biaya tenaga kerja langsung yang terjadi dalarn bulan April 1989 adalah merupakan perkalian antara JKL sesungguhnya dengan tarip upah: 4.500 . 102 (lihat no.000 .000 Total harga pokok produksi 500 unit Jumlah dipesan Rp 260 Harga pokok per unit : Rp130.000 x Rp40) Jumlah Psn.000 RIJ450. Jawab: a Lihat no. 101 adalah Rp 220.000 = 50.000 Jawab: a Harga pokok per unit pesanan 103: Rp 130. Jawab: c Jumlah harga pokok masing-masing pesanan sampai dengan akhir bulan April 1989 adalah sebagai berikut: Elemen Biaya Bahan baku Tenaga kerja: 101: (30% x 4.000 = KS = (KN -KS) Tarip Tetap (8.000. 102: Penjualan pesanan 102: (1. 67. 70) Jurnlah laba bruto Rp 800. Jawab: b Laba bruto pesanan no.000 x Rp40) 102: (50% x 4.000 x Rp60) Overhead pabrik: 101: (30% x 4. 101 Psn 102 Psn 103 Harga pokok produksi pesanan no.000.000 .000 350.100 KS 7.KS) 100 800.000 x Rp60) 101: (20% x 4.000 jam x Rp60 = Rp240.

000) Harga pokok produksi pesanan A Jumlah laba kotor Jumlah dipesan Laba kotor per unit: (Rp2.000 5.875.200.000 Rp 3.000 R~2.125.000 50.000 Jawab: e BOP dibebankan: (7.000 Rp3.875. Harga jual pesanan A: (500 unit x Rp16.000 750.800.000 Pesanan B Rp1.500 jam x Rp400) Overhead pabrik: Pesanan A: (60% x 7.Jawab: e Biaya tenaga kerja langsung untuk pesanan A: 60% x 7.500 jam x Rp400) Pesanan B: (40% x 7.750 Rp 18.500 jam x Rp250) Pesanan B: (40% x 7.0001500 unit) Jawab: b Jurnal pencatatan transaksi (b): Barang Dalam Proses Pesanan A Rp2.750.000 25.500 jam x Rp250) Selisih total: Selisih anggaran (laba) Selisih efisiensi (mgi) BOP sesungguhnya Rp1.000 Jawab: c Harga pokok masing-masing pesanan sarnpai dengan akhir bulan Oktober 1989: Elemen Biaya Bahan baku Upah langsung: Pesanan A: (60%x 7.000 1.000 Rp 75.125.000 Rp 1.750.500 jam x Rp250) Jumlah Jawab: b Harga pokok per unit pesanan B: Total harga pokok produksi pesanan B Jurnlah dipesan Harga pokok per unit: Rp3.000 1.850.000 500 unit Rp 5.200.000 1.800.000 200 unit Rp 18.000/200 = Jawab: a Laba kotor pesanan A.000 R~5.500 jam x Rp400 = Rp1.000.600 .750 Rp8.875.800.125.750.

85 Jawab: b Jumlah biaya overhead pabrik dibebankan dengan tarip 80% dari biaya tenaga kerja langsung: Rp20. 79 Jawab: a Lihat no.300 5.700 Rp 2.000 Rp 32.250 .Biaya Overhead Pabrik Kontrol Material Jawab: c Lihat no.500 Akumulasi Depresiasi Asuransi Dibayar Di Muka Utang Biaya Jawab: d Lihat no.000 250 3.900 Biaya tenaga kerja langsung Rp 600 Rp 400 200 Rp 38. 79 Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (c): Material Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Jawab: d Jumal pencatatan transaksi (e): Biaya Gaji dan Upah Utang Gaji dan Upah Utang Pajak Penghasilan Jawab: a Jumal pencatatan transaksi ( f ) : Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Kontrol Biaya Penjualan Biaya Administrasi dan Umum Biaya Gaji dan Upah Jawab: a Jumal pencatatan transaksi (g): Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 5.

300 7.636 Rp 15.akhir Jawab: e Jurnal pencatatan transaksi (i): Rp 6.900= Rp16.Tarip pembebanan 80% Biaya overhead pabrik dibebankan: 80% x Rp20.047 Pesanan 262: 140% x Rp32.80 R-p45.720 78. I 7.000 82.852 RD25. Jawab: a Jurnal pencatatan transaksi (h): Biaya Overhead Pabrik Applied Rp 16. Rp 15. Jawab: e Lihat no.720 Jawab: e Perhitungan harga pokok dan harga masing-masing pesanan pada akhir bulan Mei: Perhitungan harga pokok.624. 89 Jawab: a Persediaan barang jadi pada akhir Mei: Persediaan barang jadi-awal (+) Harga pokok produk selesai selarna bulan Mei: Pesanan 261 Rp 25.000 Rp 57.900 4. Pesanan 261 : 140% x Rp25.580 5.260 7.524 RD32.065.636 Rp 72. Pesanan 261 Pesanan 262 Pesanan 263 Biaya barang dalarn proses-awal Biaya selama bulan Mei: Bahan baku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan: 80% dari tenaga kerja langsung Jumlah Perhitungan harga jual: 40% dari harga pokok.230 5.720 Biaya Overhead Pabrik Kontrol Rp 16.047 Rp 8.589 (=) Barang tersedia untuk dijual (-) Harga pokok penjualan (pesanan 261 & 262) Persediaan barang jadi .589 Rv35.589 Pesanan 293: 80.654 79. .344 RD17.400 9.405 Rp 4.315 5.180 3.60 Belum Selesai 8 1.636 57.047 Pesanan 262 32.

400 (200) Pengembalian ke gudang-transaksi (c) Biaya tenaga kerja tidak langsungtransaksi (f) 7. 85. Jawab: b Jumlah persediaan barang jadi pada akhir tahun.500.000 Pesanan 124 10. 124 dengan harga pokok Rp 18. . Jawab: a Jurnal penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke 88.700 Jumlah Jawab: a Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Rp 6. yaitu: Rp8. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.500 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp 21.000 4.500 Pesanan 125 Pesanan 126 2.500 RQ 15. Jawab: a Persediaan material pada akhir bulan Mei: Persediaan material-awal (+) Pembelian material-transaksi (a) (=) Material tersedia untuk dipakai (-) Pemakaian bahan-transaksi (b) (+) Pengenlbalian dari pabrik-transaksi (c) (-) Pengembalian ke pemasok-transaksi (d) Jumlah persediaan material-akhir Jawab: e Saldo rekening Biaya Overhead Pabrik Kontrol pada akhir bulan Mei: Pemakaian bahan tidak langsungtransaksi (b) Rp 2.500 Ro11. a 86.Persediaan Barang Jadi Barang Dalam Proses 83. 87.000 Jumlah 84.500 Jawab: d Pada akhir tahun rekening Barang Dalam Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 3 1 Desember 1990.600 Biaya overhead lainnya-transaksi (g) 5. yaitu pesanan no.

rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 21.000 4. maka besarnya tarip adalah : Rp6000 Tarippembebanan : Rp3.500.500 RP 21.oOO 2 1.500 Jawab: b Bila tarip pembebanan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. yaitu pesanan no. maka besarnya tarip adalah: Rp 6.500 Pada akhir tahun rekening Barang Dalarn Proses akan menunjukkan saldo sebesar harga pokok pesanan yang belum selesai sampai dengan tanggal 31 Desember 1990. Jumlah penutup diperlukan pada akhir periode terhadap BOP dibebankan ke rekening BOP sesungguhnya: BOP Dibebankan (applied) Rp 2 1.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Jurnal pencatatan .000 Jumlah Persediaan barang jadi pada akhir tahun.000 10.000 Jumlah BOP dibebankan ke: Pesanan 123 Pesanan 124 Pesanan 125 Pesanan 126 Jumlah dibebankan Rp RD 6. adalah sebesar harga pokok pesanan yang telah selesai tetapi belum dikirim ke pemesan.500 BOP Sesungguhnya (applied) Bila tarip pembebasan BOP didasarkan pada biaya tenaga kerja langsung. 124 dengan harga pokok Rp 18.500 Jumlah Ru 11.500 1.500 BOP Sesungguhnya (applied) 89. Rp 21.000 x 100% = 200% dari biaya kerja langsung Tarip pembebanan Rp 3.500 Pesanan 126 2. yaitu : Pesanan 125 Rp 8.

b Jurnal transaksi 7) Mencatat hasii Penjualan .000 Rp63. a Jurnal transaksi 6) Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses 96.000.000 92.000 Biaya Overhead Pabrik Dibebarlkan Rp86.000.90.000.000 9. b Jurnal transaksi 4) Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Berbagai Rekening Dikredit 94.400.000. b Jurnal transaksi 1) Persediaan Bahan Baku Utang DagangIKas 91.000 95. d Jurnal transaksi 2) Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Persediaan Bahan Baku Rp54.000.000 Rp108.000 93.000.000.400.000 Rp90. C Rp108.000 Jurnal transaksi 5) Barang Dalarn Proses Rp86.000.000 18. c Jurnal transaksi 3) Barang Dalarn Proses Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Utang Gaji dan Upah Rp72.

000.000 Rp 295.400.400.000 86.000 Rp252.000 Mencatat psanan yang diselesaikan selama bulan Januari: Persediaan Barang Jadi Barang Dalarn Proses .000 Rp315. c Mencatat pemakaian bahan baku selama bulan Januari: Barang Dalarn Proses Persediaan Mencatat biaya tenaga kerja selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Utang Gaji dan Upah Mencatat biaya overhead pabrik dibebankan selama bulan Januari: Barang Dalam Proses Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Rp360.00. Rp3 15.000.000 e Perhitungan harga pokok barang dalam proses akhir: Persediaan produk dalam proses 1 Juli Biaya yang dikeluarkan selama bulan Juli: Bahan bku Tenaga kerja langsung Overhead pabrik dibebankan Rp 63.000 72.400.000 Harga pokok persediaan produk cialam proses 3 1 Juli RD97.000 Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Juli 198.000.000.000 Rp 74.000.000.000.000 98-100 Jurnal pencatatan 98.000 ~~252~000.000 Rp360.000 Rp 232.Piutang Daganmas Pendapatan Penjualan Mencatat harga pokok penjualan Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi 97.

000 Rp 150.000 99.000 Rp 826.000 110.000 Persediaan barang dalam proses 31 Januari (pesanan no.000 unit x Rp46) Pesanan A-5 (1.000 unit x Rp48) Pesanan A-3 (1.000 240. A-6) Harga pokok pesman yang selesai dalam bulan Januari Rp 80.000 680. A. A-7) Harga pokok penjualan dalam bulan Januari Rp 150.000 60.000 Overhead pabrik dibebankan 360.000 unit x Rp55) Jumlah Jumal harga pokok penjualan: Harga Pokok Penjualan Persediaan Barang Jadi Perhitungan: Persediaan barang jadi 1 Januari (pesanan no.000 7 10.000 120. 100.000 Rp 830.000 Rp 790.000 Ru 590. 98) a Perhitunganjam kerja langsung: Jumlah biaya tenaga kerja langsung selama bulan Januari Rp180.000 unit x Rp60) Pesanan A-4 (5.000 Mencatat penyerahan pesanan kepada pemesan selama bulan Januari: Jumal hasil penjualan: Piutang DagangIKas Pendapatan Penjualan Perhitungan: Pesanan A-1 (3.Perhitunpan: Persediaan barang dalam proses 1 Januari (pesanan no. A-4) Harga pokok pesanan yang diselesaikan dalarn bulan Januari Harga pokok barang yang tersedia untuk dijual Persediaan barang jadi 3 1 Januari (pesanan no.1) Biaya yang dikeluarkan selama bulan Januari: Rp 170.000 Bahan baku Tenaga kerja 180.000 unit x Rp50) Pesanan A-2 (4.000 84.000 192.500 unit x Rp56) Pesanan A-8 (2.000 Rp 670. a (Lihat no.000 .000 230.

maka pada saat pengeluaran biaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rp 100 = Rp20. 101. Jawab:d Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudahdiperhitungkan. .000 satuan x Rp 275 = Rp 825. maka persediaan tidak ada harga pokoknya.makapersediaan tidak ada harga pokoknya.000/Rp72 = 2.000.maka pada saatpengeluaranbiaya produk cacat didebitkan ke rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya sebesar: 200 x Rpl00 = Rp20. Jawab:d Hasil penjualan sisa bahan: 3.000. 103. 102.000 Jawab: d Karena hasil penjualan diperlakukan sebagai penghasilan lain-lain. Karena pada saat penetapan tarip BOP taksiran biaya perbaikan produk cacat sudah diperhitungkan.5000 jam Hasil penjualan sisa bahan: 3.000 satuan x Rp275 = Rp825.000 Karena hasilpenjualan diperlakukan sebagaipenghasilan lain-lain.Tarip upah per jam Rp72 Jumlah jam kerja langsung: Rp180.

Kontraktor bangunan a. sehingga penerapannya dalam pemsahaan manufaktur: a. Benkut ini adalah perbedaan antara metode harga pokok pesanan dengan metode harga pokok proses. b. 2. c. dan c benar d.BAB IX METODE HARGA POKOK PROSES A. c. . Lebih sederhana Lebih sesuai untuk pemsahaan kecil b. Kegiatan produksi berda~ar~anggaran produksi d. Lebih cocok untuk perusahaan yang besar d. segera ditentukan harga pokok penjualannya Produk yang dihasilkan bersifat homogen b. 3. KECUALI: a. Jenis biay a produksi Metode harga pokok proses cocok digunakan pada perusahaan: a. Hams dipilih salah satu yang sesuai c. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PROSES 1. Berikut ini adalah karakteristik metode harga pokok proses KECUALI : Biaya satuan dihitung pada saat produk selesai agar jika dijual dapat a.. 4. Saat perhitungan harga pokok b. d. Obyek pembebanan biaya produksi Pembebanan biaya overhead pabrik berdasarkan tarip c. Percetakan Pabrik pupuk b. Tujuan produksi untuk persediaan yang kemudian dijual Karakteristik metode harga pokok proses sangat berbeda dengan karakteristik metode harga pokok pesanan.

Jumlah bahan baku yang ditarnbahkan d. KECUALI: a.KECUALI: a. Pengalokasian biaya overhead Laporan harga pokok produksi per departemenmerupakanlaporanyang d. b. Jawaban a. Jumlah produk yang selesai Jurnlah produk yang masih dalam proses awal b. Informasi berikut ini diperlukan untuk menentukan besamya unit ekuivalen yangdi~lahdalamde~artemen produksipadaperiodetertentu. Standar b. Data produksi b. Biaya yang dibayarkan Biaya dihitung sebagai berikut (Perhitungan biaya) d. Jumlah produk yang biasanya hilang dalam proses produksi c. Sistem harga pokok proses b. Judul-judul informasi yang dapat digunakan dan tercantum dalam laporan biaya produksi (production cost report) pada perusahaan yang menerapkan process costing method adalah tersebut dibawah ini. Biaya yang dibebankan c. .first out: Menyaratkan bahwa persediaan akhir barang dalam proses dinyatakan a. Padametodehargapokokproses. Pada metode harga pokok proses. Menganggap bahwa persediaan barang dalam proses tidak ada c. Perhitungan biaya menurut departemen c. dan c benar Berikut ini yang tidak akan digunakan dalam kalkulasi biaya proses adalah: a. dalam satuan produksi setara (equivalentproduction units) Dapat juga digunakan dalam kalkulasi biaya pesanan b.hasilkan pada perusahaan yang menerapkan: a. dalam hal bahwa metodefirst in. kalkulasi hargapokokprodukdilakukan c.first out dalam kalkulasi biaya proses berbeda dengan metode rata-rata tertimbang. Sistem harga pokok standar Sistem harga pokok estimasi d. pembebanan biaya overhead pabrik atas dasar tarip tidak merupakan keharusan Padametodeharga pokok proses. pada akhir periode d.Manakah yang benar? a. Sistem harga pokok pesanan c. Metodefirst in. Direct costing d.biayabahanbaku tidalcharus dipisahkan dari biaya bahan penolong b.

akan: Menambah harga pokok produk selesai pada departemen tersebut a. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung Produk yang hilang pada awal proses produksi di departemen produksi berbeda dengan produk yang hilang pada akhir proses produksi. ha1 ini mempengaruhi biaya per unit dalam suatu laporan biaya-biaya produksi. namun tidak C. Defective material 14. sehingga a. 15. Biaya Overhead Pabrik C. penyesuaian biaya per unit yang dialihkan Bertambahnya biaya per unit dari bagian pabrik terdal~ulu. Tambahanbahan yang terjadididepartemen lanjutandanmempengaruhitambahan output pada departemen tersebut. Menaikkan biaya produksi C. namun tidak d. Pada metode harga pokok proses. Mengurangi harga pokok produk selesai pada departemen tersebut b. Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja b. sehingga diperlukan b.biaya tenaga kerja untuk departemen pembanlu di debit ke rekening: a. . terjadinya produk yang hilang tersebut Barang-barang yang dalarn proses produksi mengalami beberapa ketidak sempurnaan. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan 13. karena ha1 itu mengakibatkan: Bertambahnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. Menambah output produksi di departemen tersebut c. perlu disesuaikan biaya unit yang dialihkan Berkurangnya biaya unit dari bagian pabrik terdahulu. barangbarang demikian dlkenal dengan nama: a. akan tetapi dengan menambah upah buruh dan mungkin bahanbahan baku masih dapat diperbaiki menjadi barang jadi yang sempurna. Biaya Tenaga Kerja Langsung d. Tidak memperhatikan tingkatan penyelesaian persediaan barang dalam proses awal ketika menghitung satuan produksi setara 1 1. Manaikkan produktifitas Belum menyerap biaya produksi yang dikeluarkan dalarn periode d. Asumsinya lebih realistis b.d. Jika ada tambahan bahan-bahan bagian pabrik selain dari bagian pabnk awal (pertama) dan tambahan itu mengakibatkan bertambahnya jumlah unit. terutama karena: a. diperlukan penyesuaian biaya unit yang dialihkan kepada bagian ini Berkurangnyabiaya per unit dari bagian terdahulu. Mengurangi output di departemen tersebut d.

Biaya periode (period cost) c. c. Dibebankan pada produk selesai yang diserahkan ke departemen c. rekening yang di debit untuk mencatat biaya pengerjaan kembali adalah: Barang Dalam Proses (biaya bahan baku) a. Bagaimana memperlakukan kerugian yang timbul akibat adanya produk cacat c. Persediaan Bahan Baku Perlakuan produk rusak dalam suatu proses produksi yang normal adalah: Dibebankan kepada produk yang tidak rusak a. 17.d 21 Metode RATA-RATA &n FIFO FT. Jika biaya pengerjaan kembali produk cacat dibebankan kepada produk secara keseluruhan.b.000 unit Produk dalam proses awal Diterirna dari Departemen 150. 18. X menggunakan metode harga pokok proses dalam pengumpulan biaya produksinya. berikutnya Dibebankan ke produk rusak itu sendii d. 20 s. Biaya gabungan (jqint cost) d. Dibebankan pada produk dalam proses akhir b. Bagaimana memperlakukan hasil penjualan produk cacat tersebut Bagaimana memperlakukan persediaan produk cacat tersebut d. Data produksi bulan Juni 19x1 adalah sebagai berikut: 7. 19. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya c. Bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan kembali b. Produknya diolah secara beruutan melalui dua departemen produksi.000 unit 2. kegagalan/kerusakan itu harm diklasifikasikan sebagai: Beban yang ditangguhkan (deferred charge) a. Biaya produk (product cost) Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Data untuk menjawab soal no. b. d. Spoiled material Scrap material Waste material Masalah akuntansi yang timbul akibat adanya produk cacat adalah: a. Persediaan Produk Cacat d.000 unit Produk dalam proses akhir . 16. b. Jika jumlah kegagalankerusakan dalarn proses-proses manufaktur melebihi tingkat normal. yaitu Departemen 1 dan Departemen 2.

000 satuan diantaranya berasal dari produk dalam proses awal. 60% biaya konversi . tahap pertama dari siklus proses produksi.000 50.600 57.000 50.200 satuan b.000 satuan d.350 Jika perusahaan menggunakan metode masuk pertama-keluar pertama Vrst in. Jika perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang. 60.Tingkat penyelesaian produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100%. 80% biaya konversi Apabila perusahaan memakai metode harga pokok rata-rata tertimbang. 15.600 satuan Metode RATA-RATA Bahan ditambahkan pada permulaan proses dalam bagian pencampuran PT. Pada akhir tahun masih ada produk dalam proses sebanyak 12. 57. maka unit ekuivalen biaya konversi adalah: a. 55. Berikut ini informasi untuk bulan Juli 19X1: .600 55. first out).350 55.600 57. XYZ menghasilkan 60.000 satuan.000 satuan.350 Metode RATA-RATA Selama tahun 1984PT. Tingkat penyelesaian produk dalam proses adalah: .unit ekuivalensi biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19X1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biaya konversi 50.Akhir periode: 100% biaya bahan.Awal periode : 100% biaya bahan. 63. 23.000 50.000 satuan c.000 50.000 50. biaya konversi: 75%. Dari produk tersebut 22.000 50. ekuivalensi (equivalentunit) biaya bahan baku dan biaya konversi bulan Juni 19x1 adalah: Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi 65. MEKAR JAYA. unit 20. Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir adalah sebagai berikut: biaya bahan baku: 100% .000 50.350 50.600 55.350 55. biaya konversi: 30%.

Barang dalam proses pada 30 September 1989 adalah 8.000 unit.800 b.000 c.000 Bahan ditarnbahkan pada awal proses. berapa satuan ekuivalen untuk perhitungan biaya satuan bahan? a. dengan tingkat penyelesaian bahan 100% clan konversi 80%. 48. 120. Berapakah unit produksi ekuivalen untuk bulan September 1989 berdasarkan metode FIFO? Unit ekuivalensi Unit ekuivalensi Biava bahan baku Biava konversi a.000 c.MERDEKA menghitung arus fisik barang yang selesai pada Departemen A untuk bulan September 1989 sebagai berikut: Unit yang diselesaikan: Dari barang dalam proses.d.000 44.800 48.000 Data untuk menjawab soal no.000 d.Produkdalamprosesakhirperiodesebanyak 15. 345.000 d.000 40.000 Dipindahkan (transfer) ke bagian berikutnyal Hilang dalam proses produksi 30.000 36. 38. Dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.000 Menurut sistem akuntansibiaya FT. 1 September 1989 Dari produksi bulan September 1989 10.000buah.000 Metode FIFO 24.000 38. FT. 210.000 Dimulai dalam bulan Juli 150.000 10. 38.Satuan Pekerjaan dalam pel&sanaan 1 Juli (60% selesai untuk biaya konversi) 60. 48.000 b. 180. Barang dalam proses pada 1 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 80% untuk biaya konversi.MEKAR JAYA biaya yang terjadi untuk satuan yang hilang diserap oleh satuan baik yang tersedia. sedangkan barang dalam proses pada 30 September 1989 mempunyai tingkat penyelesaian 60% untuk biaya konversi.000 30. 27 Metode FIFO dari RATA-RATA Dari sebuah laporan harga pokok produksi diketahui besarnya produk dalam proses awal periode jumlahnya 10.000 buah.dengantingkatpenyelesaian .000 Pekerjaan dalam pelaksanaan 3 1 Juli (50% selesai untuk biaya konversi) 70. 25 s.

Produksi ekuivalen bahan dengan metode rata-rata adalah 100. Metode FIFO dari RATA-RATA 28.000 satuan c.000 satuan c. Jika dengan metode FIFO.000 satuan d.500 buah b.500 buah Besarnya produksi ekuivalen biaya konversi dengan metode rata-rata adalah: a. Dan sebuah perusahaan diperoleh informasi mengenai produk dalarn proses sebagai berikut: Awal Periode Akhir Periode Jumlah produk dalam proses 10. 90. 90. 93.000 buah 95.000 buah b. yaitu: . Dari data pada sod di atas berarti jumlah produk jadi adalah: a. 90. 88. d.000 satuan Tingkat penyelesaian .000 satuan Data untuk menjawab soal no.500 buah c.000 satuan b.Biaya bahan baku 100% 60% .000 buah. 100. 88.000 buah d. 90.000 buah 92.000 buah c.000 satuan 29. 25.500 buah C.000 buah 26. 32 Metode FIFO I.000 buah 27. 88. maka unit ekuivalensi biaya bahan baku pada masuk pertama keluar pertama (FIFO method) adalah: a.000 buah 87. Besamya produk selesai adalah: a.000 satuan b. 100.000 buah 85. 88. 100. 100.000 buah 87.500 buah d. 100.000 satuan 15. besamya produksi ekuivalen adalah: Biaya Bahan Biaya Konversi a. 85.000 buah b. 95.d.000 satuan.000 satuan d. 90. 100.Biaya konversi 60% 50% Apabila unit ekuivalensi biaya bahan baku dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang (weighted average cost method) adalah 100.bahan 80% dan biaya konversi 50%. T ABC yang mengolah produk melalui satu departemen menggunakan 3 jenis bahan. 110. 30 s.

000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 40%. menghasilkan produk kirnia yang untuk tujuan akuntansi prosesnya dibagi menjadi dua departemen. 25. 27.000 unit b.000 unit c.000 unit d. barang jadi adalah kg. 35. Data untuk menjawab soal no. Produk dalam proses akhir 10. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku B adalah: a. 25.000 unit. dialokasikan hanya pada produk yang baik saja. 33 s. Satuan yang digunakan untuk mengukur/menghitung barang dalarn proses dan 3).000 unit d. Kerusakan normal terjadi di Departemen A. Produk selesai dipindahkan ke persediaan barang jadi.000 unit d. Fomula ramuannya terdiri dari satu bagian zat X dan satu bagian zat Y.000 unit b. Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 34 Metode FIFO PT AYO MAJU. 23. Pertama-tama zat X diproses di departemen A. jumlah unit ekuivalen biaya bahan baku C adalah: a. karena kerusakan yang terjadi adalah normal. Sementara itu tidak terjadi kerusakan didepartemen . 23. setelah itu dipindahkan ke Departemen B. 30. Departemen A dan B. Di departemen B biaya konversi dialokasikan merata ke setiap ekuivalen unit produksi. 27. jumlah unit ekuivalen biaya tenaga kerja adalah: a.000 unit C.000 unit 3 1.000 unit c. Disini zat Y ditarnbahkan ketika proses produksi sudah mencapai 50 persen. 24 jam sehari.Bahan A: pada awal proses Bahan B: pada tingkat penyelesaian 50% Bahan C: pada tingkat penyelesaian 75% Informasi untuk kegiatan bulan Mei 1990 adalah: Produk dalam proses awal 10.000 unit b.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 35. 32. Produk jadi yang dipindahkan ke gudang 25.000 unit Apabila menggunakan metode masuk pertama keluar pertama. 27. Dalam beberapa detik pertama zat X hilang sebanyak 5 persen. 23. 25. .d.000 unit dengan tingkat penyelesaian biaya konversi 60%. 35. Keterangan lainnya: 1).B Di departemen A biaya konversi mencakup seluruh kegiatan pengolahan dan 2). Proses ini berlangsung terus menerus.

000 kg Dipindahkan ke departemen berikut 511.000 kg Tingkat penyelesaian pada 314 persediaan awal Mulai diproses/diterima dari departemen sebelumnya 550.000 kg c. 3 1 Oktober ? Tingkat penyelesaian persediaan akhir 113 Bahan yang ditambahkan di departemen B 33.000 kg 979.500 kg d.500 kg c. 869. 40% biaya konversi 1/3 biaya konversi 46.500 kg b.500 kg 511. Data untuk bulan .500 kg Barang dalam proses. 1 Oktober 88.000 kg 3110 ? ? ? 115 489. 522. 979.500 kg 423.d. 34.000 kg - 6.000 kg b. Perhitungan Harga Pokok Tidak Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no.000 kg 869.000 kg - Departemen B - 40. 522. 38 Dua Departemen PT.000 kg 14. 869.500 kg 478.Oktober 1985: Departemen A Barang dalarn proses. Departemen B 110.500 kg a.000 kg 979. 511. X rnenggunakan metode harga pokok proses. 423.000 kg Tidak bisa dihitung d.500 kg Ekuivalen produksi bagi departemen B untuk bulan Oktober 1985dengan metode FIFO adalah: Konversi Bahan X a. Berikut ini data produksi dan biaya produksi pada bulan Juni 1987: Departemen A Data produksi: Ditransfer ke Departemen B Ditransfer ke Gudang Barang dalam proses akhir: 100% bahan baku. 35 s.500 kg Ekuivalen produksi bagi Depatemen A untuk bulan Oktober 1985 dengan metode FIFO adalah: Bahan X Konversi 478.000 kg .4).

Rp3. Produknya diproses melalui dua departemen produksi A dan B. c. dan c benar d.920 Manakah yang benar dari hasil perhitungan jumlah ekuivalen produk yang diselesaikan pada bulan Juni 1987 berikut ini? Jurnlah vroduk ekuivalen 60. Unit ekuivalen bahan. Rp14. 37. Biaya konversi Departemen A 51. dan c benar Harga pokok persediaan barang dalam proses akhir di Departemen A adalah: a. b. dan c benar 36. Berikut ini adalah biaya dan data produksi bulan Januari 19x1 Departemen A yang merupakan departemen pertarna dalam proses produksi. Jawaban a. Rp24.600 unit c. Rp14. b. Jawaban a. Jumlah produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: 50. b. Harga pokok produk setengah jadi yang ditransfer ke Departemen B adalah: a. dan c benar Biaya yang ditambahkan di Departemen B per unit adalah: Rp1.000 unit a.000.200 36. tenaga kerja.000 65. Rp 3 1.940 d. Biaya bahan: Rp52. Biaya tenaga kerja: Rp42. 39 s.700 3 1. dan overhead pabrik bulan Januari 19x1 di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead pabrik a. Biaya bahan baku Departemen A b.650 d.000 60.50 d.000 d.560 b.952 c.000 60. Rp140.89 b. biayaoverhead pabrik: Rp39.572 Rp 35.000 b.000 60. Jawaban a. 38. Biaya konversi Departemen B 42. 55. 60.675 c.120 34. Departemen Pertama PT.650.d 40 Dua Departemen.000 65. 213 biaya tenaga kerja.000 60.61 a.000 b.Data biaya: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik 35.000 60.000 . Rp145. Data untuk menjawab soal no. 65.000 c. b.000 unit Jawaban a.600. AR menggunakan sistem harga pokok proses. Rp86.000 unit Jumlah produk dalam proses pada akhir bulan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan. dan 213 biaya overhead pabrik 15. Rp1.000 unit 39.000 60. 60.

000unit.000 Rp 137. Biaya produksi per unit produk yang diproduksi bulan Januari di Departemen A adalah: Bahan Tenaga keria Overhead uabrik a.560 d. Rp 0.760 Rp 58.260 43. 41 s. a.000kg. Hargapokokproduksi per unit adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku Rp 20 Biaya tenaga kerja langsung 15 Biaya overhead pabrik 22 Total Rv 57 41.81 Rp 0. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18. Rp 0. Departemen Pertama PT.d. Pada akhir bulan Maret 1990 diketahui biaya per unit produk adalah sebagai berikut: biaya bahan baku Rp22. 46 Dua Departemen. Rp 196.760 b. Rp 684. biaya tenaga kerja langsung 85%. Produk yang masih dalarn proses akhir 1. Rp 85.81 Rp 0.50. Harga pokok produk yang ditransfer ke departemen 2. Rp 752. biaya tenaga kerja langsung 80%. 43 Dua Departemen. dan biaya overhead pabrik 90%). dan biayaoverheadpabrik sebesar90%. Rp259.d.90 Rp 0. Produk yang dihasilkan departemen 1 dalam bulan Januari 1990adalah 12. Rp 0.00.40. biaya tenaga kerja langsung Rp12.66 d.75 c.66 b. b. Rp 60.200 c. Total biaya bahan adalah: .70 Rp 0. Departemen Pertama Sebuah perusahaan mengolah produk melalui dua departemen produksi. 44 s.600 Data untuk rnenjawab soal no.8 1 Rp 0.200 42.70 Data untuk rnenjawab soal no.000 d. Rp 60. Informasi yang diperoleh mengenai proses produksi di Departemen A pada bulan Maret 1990 adalah sebagai berikut: Produk yang diserahkan dari Departemen A ke Departemen B sebesar 15.70 Rp 0. Rp 846. d. X menghasilkan satu macam produk bemama Y yang diolah melalui dua departemen produksi dengan menggunakan metode proses. Rp 295. .000 Harga pokok produk dalarn proses akhir adalah: a. Rp 0. Rp 702.200 kg dengan tingkat penyelesaian biaya bahan 80%.98 Rp 0. c.200 unit (biaya bahan baku 100%. adalah: a.400 b.50.000 c.66 Rp 0. Produkdalam proses akhir bulan adalah 1.

095 b. 46. Rp 1. . Rp 56. Rp 58.995 c. Rp 1.200. Rp 54.500 b. Rp 1.d. BULAKSUMUR memproduksi mobil mainan anak-anak.600 b.000 unit dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan baku.090.160 48. Rp 1. Di dalam Departemen 1 body mobil dicetak dengan bahan plastik. Rp 1. 49. Berikut ini adalah kegiatan Departemen 2 dalam bulan Maret: Unit yang diterima dari Departemen 1 15.440 c. Rp 2. Rp 1.440 c.750 d. 47.000 a.160 Biaya produksi per unit yang ditambahkan dalam Departemen 2 dalam bulan maret adalah: a.000. 213 biaya konversi. Rp 1. Rp 916. Rp 938.000 Produk dalam proses akhir 3. Rp 1.OOO c. Ada Tambahan Bahan F'T.480 Total harga pokok produk dalam proses akhir dan produk selesai adalah: a.380 b. Biaya bahan baku yang ditambahkan Departemen 2 dalam bulan Maret adalah sebesar: b. Rp 1. Rp 750. Rp 1.780 b.995 d. Di dalam Departemen 2 ditambahkan 4 roda karet untuk setiap mobil pada akhir proses.000 d.'Departemen Lanjutan. 47 s. Total harga pokok produk selesai yang diserahkan ke gudang adalah: a.OOO Biaya produksi dari Departemen 1 Rp 13.000 c.160.120.000 d.750 c. Rp 795. Data untuk menjawab soal no.000 Harga pokok per unit produk yang ditransfer ke gudang produk selesai adalah: a.000 Harga pokok pmduk dalam proses akhir bulan Maret 1990 adalah: a. Rp 57.000 Biaya overhead pabrik Rp 6. Rp 901.440 d. Rp 959. Rp 853. Rp 884.44.480 45.000 Biaya yang ditambahkan Departemen 2: Bahan baku Rp20 untuk setiap roda karet Tenaga kerja langsung Rp 8. Rp 858.500. 50 Dua Departemen.280 d.

RP 45 Total harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen A ke Departemen B dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.000 Departemen B 52.000 c. RP 15 d.400 27. Rp 9. .470. RP 20 a.000 kg Diterima dari Departemen A Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir 4.000 Data untuk menjawab soal no.000 616.50. Rp 32.000 d.000 b.000 a.637.800 c. Rp 1. Rp 1. 34. Bagian akuntansi biaya perusahaan tersebut mengumpulkan data sebagai berikut ini untuk bulan Januari 19X1: Departemen A Dimasukkan ke dalam proses 35. PAMAN SAM memiliki dua departemen produksi untuk menghasilkan produknya: Departemen A dan Departemen B. Total harga pokok produk dalarn proses akhir bulan adalah: b.970.400 d.000 kg Produk hilang dalam proses awal 1. 23.d.800 34.000 Biaya overhead pabrik Tingkat penyelesaian produk dalam proses akhir: Biaya bahan baku 100% Biaya konversi 20% 5 1.000 kg Biaya yang dikeluarkan dalam bulan Januari 19x1: Biaya b a h baku ~ Rp 340. 57 Dua Departemen.000 c.940. 51 s.350. Rp 2.000 23.000 53. Rp 616.418. dan Penjurnalan PT. 9 4 0 c. Rp 4. Harga pokok per kg produk ymg diproduksi Departemen A dalam bulan Januari 19x1 adalah: RP 10 b. Ada Produk Hilang pada A wal Proses.000 Biaya tenaga kerja 462. c. 27. Unit ekuivalensi biaya Departemen A adalah: Konversi Bahan Baku a. Rp 2 4 .000 30. 30.000 b.

dan C dengan menggunakarn metode harga pokok proses. B Rp 1. B. B Rp 40.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. B d.Persediaan Produk Jadi Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. c. B 525. RP l o k g a.Persediaan Produk Jadi Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.637.Barang Dalam proses-~e~akemen B Rp 1.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 616.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept. Harga pokok per kg produk yang ditambahkan dalam Departemen B bulan Januari 19x1 adalah: RP 55 b.418.350. B Rp 585.000 Rp 616. RP 51kg d.350.000 d. Rp 15kg Jumal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen A yang ditransfer ke Departemen B dalam bulan Juli 19x1 adalah: a. yaitu bagian produksi A. 56. B 600.Barang Dalam Proses-Departemen B Rp 1.Persediaan Produk Jadi Rp 68. RP 25 a.000 c. B 16. B 165.000 Barang Dalam Proses-Bahan Baku Dept.000 bBarang Dalam Proses-Departemen B Rp 2.000 b.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.637. 57.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept.418.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept. B 60.000 Tiga Deparfemen PT MATAHU rnmengolah produknya melalui tiga bagian produksi.000 630.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Rp 1.000 Barang Dalam Proses-Departemen A Jurnal untuk mencatat harga pokok produk selesai Departemen B yang ditransfer ke gudang dalam bulan Januari 19x1 adalah: a.205. Data 55. c.000 c.54.000 Barang Dalam Proses-TenBga Kerja Dept.350.Persediaan Produk Jadi Rp 432.000 Barang Dalam Proses-Tenaga Kerja Dept. 58. .050.000 Barang Dalam Proses-Overhead Pabrik Dept. RP 45 Penyesuaian (adjustment) terhadap harga pokok per kg produk yang diterima oleh Departemen B dari Departemen A karena adanya produk yang hilang pada awal proses di Departemen B adalah sebesar: RP 25kg b. B 72. B Rp 300.000 Barang Dalam Proses Departemen A Rp 2. B 12.000 Barang Dalarn Proses-Departemen A Rp 1. RP 30 d.

Setiap liter produk yang diterima dari Departemen I pada awal proses di DepartemenI1 ditarnbahbahan sebanyak4 liter@ Rp 10. BAKTI NUSA mengolah produk melalui dua departemen.560. yaitu Departemen I dan 1 Departemen 1 . Bagian Produksi A Produk yang dimasukkan dalam proses 10. di mana 5.000 dengan rincian sebagai berikut: biaya bahan Rp 4.000 satuan.840. Bagian Produksi C Produk selesai dan siap dijual sebanyak 4. Biaya konversi besarnya Rp 72.000 dengan tingkat penyelesaian 80%. Pi-oduk dalam proses akhir periode sebanyak 5. Tambahan biaya pada Bagian Produksi C ini adalah sebesar Rp 9.720. Bagian Produksi A Rp 1. dan Biaya overhead pabrik Rp 6.Pada periode tersebutDepartemen I1 menerima dari Departemen I sebanyak 5. d.Dari proses bagian produksi B ini dihasilkan 7.000 satuan dengan tingkat penyelesaian 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi. Produk yang masih dalam proses pada akhir bulan sebesar 2.000. 61 Dua Departemen. Jumlah biaya produksi adalah sebesar Rp 14. Departemen Lanjutan.000 Rp 300 Data untuk menjawab soal no.000 satuan masih merupakan produkdalam proses dengan tingkat penyelesaian60% biaya konversi. .500 satuan.500 Rp 1.750.4 berikut ini diperoleh dari Bagian Akuntansi Biaya.000untuk biaya tenaga kerja dan Rp 1.462.000 satuan dipindahkan ke gudang dan 1. Ada Tambahan Bahan yang Menambah Unit PT.100 Rp 700 Bagian Produksi B Rp 2.000. 59 s.900.300 Rp 2.000 dan biaya overhead pabrik Rp 1.000.000. di mana 8.000. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1988 adalah: a.500 untuk biaya overhead pabrik.300 Rp 3.000.d. yaitu data yang berhubungan dengan produksi dan biaya selama bulan Oktober 1988. b. Bagian Produksi B Biaya yang ditambahkan pada Bagian Produksi B adalah biaya tenaga kerja Rp 1.000 satuan diolah selanjutnya dalam Bagian Produksi C. c.000 satuan. biaya tenaga kerja Rp 3.000 satuan selesai dan diolah lebih lanjut pada Bagian Produksi B. $00 satuan masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian 75% untuk biaya konvetsi.000 Rp 500 Rp 500 Rp 250 Bagian Produksi C Rp 4. 2.500 Rp 1.900.000 liter dengan harga pokok Rp 20 per liter.

020 Biaya tenaga kerja 32. Biaya produksi per unit yang berasal dari Departemen A setelah adjustment dengan adanya produk yang hilang dalarn proses di Departemen B adalah: b. Rp 375.5 1 c.000 b.60 .000 kg Jumlah produk yang hilang dalam proses (dianggap terjadi pada awal proses) 1. Tidak bisa dihitung Besarnya total harga pokok produk selesai adalah: b.59. b. Rp 300.4 c.s 1 Rp 140. Rp 222. sebab tidak tahu jumlah produk selesai 60. Rp 1.d 65 Dua Departemen. 6 1. Rp 3.000 d.000 kg Jumlah produk jadi yang ditransfer ke gudang produk jadi 35.000 d. 62 s. Rp 20 Rp 40 Rp 14. Berikut ini adalah data produksi dan biaya produksi Departemen B bulan Januari 19X1.000 kg Data biaya produksi: Harga pokok yang diterima dari Departemen A 40. 1 RP 4 RP 8 RP 3 a. Rp 5.91 d. Data untuk menjawab soal no. Departemen Lanjutan.000 kg Jumlah produk yang masih dalam proses pada akhir Januari 19X 1 dengan tingkat penyelesaian biaya bahan baku 50% dan biaya konversi 25% 4. Rp 3.000 a. Data produksi: Jumlah produk yang diterima dari Departemen A 40.5 1 a.000 a. Rp 75.000 kg @ Rp 3.400 Tarnbahan biaya bahan baku yang tidak menyebabkan tambahan produk yang dihasilkan oleh Departemen B 17. Ada Tambahan Bahan yang Tidak Menamhah Unit PT. Tidak dapat dihitung.000 c. RP 5 Rp 10 RP 4 d. Besarnya harga pokok untuk setiap liter produk selesai di Departemen I1 adalah: Bahan Konversi Dari Dep. X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: Departemen A dan Departemen B. Rp 72. sebab tidak tahu jumlah produk selesai Besarnya total harga pokok produk dalam proses akhir adalah: c. Rp 52.800 62. Ada Produk Hilang pada Awol Plnsrs. Tidak dapat dihitung.400 Biaya overhead pabrik 19.

74.l Biaya konversi yang melekat pada produk dalam proses tanggal 31 Maret 1989 3) adalah: Biaya tenaga kerja: 20. Rp 5.OOO kg 1) Jumlah produk yang ditransfer ke Departemen Penyempurnaan70.000 Biaya overhead pabrik: 20. Biaya produksi per unit yang ditarnbahkan oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 sebelum adjustment dengan adanya produk hilang dalam proses adalah: a.000 unit b.050.000 d. Ada Produk Hilang Pada A wal Proses I. Rp192.620 d. Rp192. Rp16.620 d.000 kg Jumlah produk yang hilang pada awal proses10. Departemen Lanjutun. Rp1.770 c. Rp 3. RpL120. .000 b. 69 Dua Departemen.850 b.850 b.51 c. 70.000 x 60% x Rp2 Rp24.91 d.220 c.000 kg Jumlah produk dalam proses pada tanggal 3 1 Maret 1989 (60% biaya konversi)20.d. 66 s.000 unit c.000 kg Harga pokok produk yang diterima dari Departemen Pulp sebelum disesuaikan 2) adanya produk yang hilang adalah sebesar Rp8. Rp69.63. Rp 1.200 unit d. Berikut ini adalah data yang diambil dari laporan biaya produksi Departemen Kertas untuk bulan Maret 1989: Jumlah produk yang diterima dari Departemen PulplOO. dan Departemen Penyempurnaan. 70.000 x 60% x Rp4 Rp48. Data untuk menjawab soal no.220 Total harga pokok produk dalam proses yang ada di Departemen B pada &hir bulan Januari 19x1 adalah: a.770 64. 65.600 unit Harga pokok produksi selesai yang ditransfer ke departmen penyempurnaan adalah: a. Dari data di atas banyaknya ekuivalen unit untuk biaya konversi adalah: a. Rp910.000 c.46 Total harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Departemen B dalam bulan Januari 19x1 ke gudang produk jadi adalah: a. Rp2 16.51 b. Rp 0. Rp209. Rp770. Rp209. 82. Rp69.000 67.000 66. Departemen Kertas. TINDONESIA JAYA memproduksi kertas melalui tiga departmen produksi yakni Departemen Pulp.

25 Peneuiian Rp 433. Rp445. Rp423. biaya konversi 113) 4.000 a.800 kg Ditransfer ke gudang produk jadi 4.52 Rp 1.600 Besamya harga pokok produk dalam proses akhir adalah sebesar: Rp392.563. biaya konversi 213) Biaya yang dibebankan pada bagian: Bahan upah Overhead pabrik Rp 5. Data produksi dan biaya selama bulan Agustus 1986 adalah sebagai berikut: 69.160.000 752. Ada Produk Hilang A wal Proses PT "MEJAMPU suatu perusahaan farmasi.05 Rp 743.400 kg 3.35 Rp 697.644.52 a. . memproduksi suatu jenis obat dalarn tiga bagian produksi. C. Biaya per unit untuk masing-masing bagian pada bulan Agustus 1996 adalah: Pencamuuran Rp 198.000 d.600 kg Rp 3.29 1. Besamya biaya konversi untuk unit ekuivalen yang diperhitungkan adalah sebesar: Rp420. c. Rp252. Rp332. Rp492.35 Rp 401.75 Rp 401.400 kg Perampungan 6.000 837.25 Rp 433.000 Rp 2.52 Rp 697.68.500 Rp 1.400 1. d. c.52 Rp 743.000 b.197. Rp292.000 Tiga Departemen.000 342.500 BAGIAN Pengujian 10.800 kg Dalam proses (bahan 100%. b.000 Rp 2.000 1.400 RD 4.52 Rp 1.800kg 6.674.000 d.000 a.000kg Ditransfer ke bagian berikutnya 10.100. 70.728.000 756. Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam produksi 16.000 Unit yang hilang dianggap normal dan dibebankan untuk semua unit yang diproduksi.200 kg Dalam proses (bahan loo%.61 1.05 Peram~ungan Rp 743.000 b.563.

000 unit.Bahan baku . dan overhead pabrikRp 81. Dua Departemen. Rp 80 Rp 180 c.000 Rp 594. Rp 48 Rp 98 Rp 338 d. Metode RATA-RATA dun FIFO PT.500 Biaya per unit untuk masing-masing departemen pada bulan Februari 1989 adalah: De~artemen A Departemen B a.000.000. 72 s.yaitu departemen A dan B.000.7 1.000 unit - 300 unit 240. Rp 188 Ada Persediaan Produk Dalam Proses pada Awal Periode Data untuk menjawab soal no.000 unit 200 unit 1. biaya yang telah diserap dari bulan sebelurnnya terdiri atas: bahan Rp 40.000 Rp 235. konversi 50% .Upah langsung . Ada Produk Rusak PerusahaanXYZmenghasilkanbarang Y melalui 2departemen. Produk yang baru masukproses 34. Rp 60 Rp 188 b. overhead 50% Jumlah biaya yang dikeluarkan: . produkselesai 38. Dalam bulan Februari 1989 bagian produksi mengemukakan data sebagai berikut: Produk yang diselesaikan di Produk yang hilang di awal proses Produk rusak (tidak laku dijual) Produk dalarn proses dengan tingkat penyelesaian: . SABDA mengolah produk melalui satu tahap.000. . dan overhead pabrik Rp 370.500 unit 500 unit Departeman B 2.000 unit dengan tingkat penyelesaian 50% dan konversi 75%.000 117.000. 80 Satu Departemen.000 unit dengan tingkat penyelesaian bahan 40% dan konversi 50%.d.000unit.500 Rp 352.000. tenaga kerja Rp 555.000 Rp 210. tenaga kerja Rp 101. pada tanggal 1 Oktober 1989 perusahaan tersebut memiliki persediaan produk dalam proses sebanyak 8.000 144. Biaya yang terjadi dalarn bulan Oktober 1989terdiri atas: bahan Rp 920. Persediaan produk dalam proses 3 1 Desember 1989 sebanyak 4.bahan baku 100%.Biaya overhead Jumlah biaya Departemen A 2.upah langsung 50%.

938. Rp 91.000 45. 40.000 b. 40. Rp RP 10 25 Rp 15 d. 44. Rp 400. 44.800 37. Produksi ekuivalen dengan metode rata-rata adalah: Bahan Konversi a.72.900.000 41. Rp RP 11 24 Rp 16 b. Rp 425.000 b. RP 357 Harga pokok per unit dengan metode FIFO adalah: Tenaga Ker_ia OverheadPabrik Bahan a.000 b.000 c. Rp 442.000 c.000 c. Rp RP 10 22 Rp 15 c.000 d.000 c. Rp 24 Rp 16 Rp 11 b. 36.000 d.000 41.000 d. 40. Rp 22 Rp 15 Rp 10 c. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai yang berasal dari produk dalam proses awal dengan metode FIFO adalah: a. Rp 1.000 c.976. 74.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode rata-rata adalah: a. 78.000.000 45. Rp 23 Rp 14 RP 9 Total harga pokok selesai dengan metode rata-rata adalah: b. Rp 129. Rp 1. Rp 25 Rp 15 Rp 10 d.000 b.000 73.000 d.800 41. Rp 1. 75. 76. Rp 167. .000 Harga pokok per unit dengan metode rata-rata adalah: Bahan Tenana Keria Overhead Pabrik a.710. 40. Rp 331.800 37.000 a. 77.000 Produksi ekuivalen dengan metode FIFO adalah: Bahan Konversi a.800 41.000 d. 36. Rp 1.

440.000 3.500. Perusahaan menggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang dalam penghitungan harga pokok produknya. biaya konversi 70% 10.000 kg 45. Rp 1.000 b.000 kg biaya tenaga kerja 40%.p 125.000 d. Total harga pokok selesai yang berasal dari produksi sekarang (current) dengan metode FIFO adalah: a. Rp 110.000 Total harga pokok produk dalam proses akhir dengan metode FIFO adalah: a.000.000 b. overhead pabrik 50. Metode RATA-RATA \\ FT. biaya konversi 40% biaya tenaga kerja 30%.INDAH KIAT memproduksiproduknyamelaluiduadepartemenproduksi: Departemen 1 dan Departemen 2. 81 s.000 kg -- 9.000 1.000 c.000 .79. Rp 130. Rp 1.942.000.000 kg Rp 12.000 kg 42. Rp 1.900.000 Rp 2.000 Departemen 2 6.d.000.000 c.000 2.000. xR . Rp 1.500.000 kg Unit yang diterima dari Departemen 1 Produk yang ditransfer ke gudang -Produk dalam proses akhir biaya bahan 100 % .000 4. 5.500. Data produksi dan biaya produksi bulan Januari 19x1 di kedua departemen produksi tersebut tercantum dalam tabel produksi berikut ini: Departemen 1 Data produksi: Produk dalam proses awal. 88 Dua Departemen.000 d. Data untuk menjawab soal no.990. overhead pabrik 8070Harga Pokok Produk Dalam ProsesAwal: Harga pokok dari Departemen 1 Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya-biaya Produksi: Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik 49.000 80.000 kg Dimasukkan ke dalam proses bulan in Unit yang ditransfer ke Departemen 2 45. Rp 145.000 32.000 kg biaya bahan 60%.560.

250. Rp 17. Rp 101.000 45 . Rp 1.590 b. Rp 3. Rp 161.000 45.000 b.000 c.600 49. 51.200 15. Rp 178. 55. Rp 178.OOO c.600 b.000 45.000 Unit ekuivalensi biaya Departemen 2 adalah: Overhead Pabrik Bahan Baku Tenaga Ker!a a. Rp 27.000 b. 55.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhirbulan Januari 19X1di Departemen 2 adalah: a.000 Overhead Pabrik 49. Rp 118.000 52. 55.350 c. Rp 2. Rp 161.250.200 45.000 b. Rp 101.250. Rp 1.000 52.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 1 ke Departemen 2 adalah: a.000 c.550.000 d.500. Rp 31.550.000 b.590 b.000 c. Rp 1.--\ Unit ekuivalensi biaya Departemen 1 adalah: Tenaga Keria Bahan Baku a.000 42.000 d. 51.000 Harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen 2 ke Departemen gudang adalah: a.350 c.000 c.000 b.000 42.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 2: a.000 c.000 52. Rp 101.000 Harga pokok rata-rata tertimbang per kg produk Departemen 1: a. Rp 118.500.720. Rp 31. 51.250.000 Harga pokok produk dalam proses pada akhir bulan Januari 19X1 di Departemen 1 adalah: a.850.000 .000 42.250. Rp 3. 51.000 d. Rp 27.000 42.000 d.000 45.250 d.500.250 d.500. 55. Rp 2.000 52.000 d.720. Rp 101. Rp 1.250.. Rp 17.850.000 d.

92. Rp 9. total harga pokok produk dalam proses pada akhir periode adalah: a.800 b.000 c. 92 Satu Departemen. Rp 4. Rp 113. Data untuk menjawab soal no. 2) Produk yang baru dimasukkan proses 9.000 Jika digunakanmetode FIFO. Rp 12 b. telah menikrnati harga pokok Rp19.800. Rp 4. Biaya produksi yang terjadi periode ini terdiri dari: bahan Rp36. Rp 4.2 Rp 6 3 Rp 2. 97 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi Inforrnasi berikut ini adalah bagian ketiga dari laporan harga pokok produksi FT.0 Rp 2. Rp 4. Rp 11 Jika digunakan metode FIFO. Rp 15. penyelesaian bahan 90% dan konversi 60%. .800 d.200 d.s Rp 6 7 Rp 2 2 Rp 1.200 c. harga pokok produk selesaiper unit yang dipindahkan ke rekening produk selesai adalah: a. XY yang disajikan sebagai berikut: Perhitungan harga pokok yang dibebankan pada produk (FlFO). Rp 102.7 ' 90. Jika digunakan metode FIFO. Rp 26. Rp 14. Rp 130.d. RP 3. 3) Produk selesai 8. Produk Hilung Akhir Proses. 89 s. Produk hilang dan rusak dianggap berasal dari produk yang baru masuk proses. overhead pabrik Rp18.500 unit. rusak bersifat normal dan tidak laku dijual500 unit. Metode FIFO Data kegiatan produksi dan biaya produksi PT. hilang akhir proses 500 unit.7 RP 5.000 9 1.000. Rp 28.d.Data untuk menjawab soal no.000 unit. Jika digunakanmetode FIFO. tenaga kerja Rp55. Rp 125.600.l c.200 b. 89. 93 s.000 unit dengan penyelesaian bahan 80% dan konversi 50%. 4) Produk dalam proses akhir 500 unit. biaya bahan per unit adalah: Overhead Pabrik Bahan Tenaga Ker_ia a.600.O b.O Rp 6.8 c.29 d. total harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke rekening persediaan produk selesai adalah: a. NUSA pada bulan Nopember 1986 adalah: 1) Produk dalam proses awal1.9 d.

Biaya bahan (400 x 100% x Rp400) Rp 160.000 Total biaya overhead pabrik pada bulan ini adalah: a.3 14.200 x Rp950) Total harga pokok produk selesai Harga pokok produk dalam proses akhir.000 95. c.295.000 d. 96. RP 410 d.000 Total harga pokok produk dalam proses awal Harga pokok produk yang diselesaikan dari bulan ini (4. 4.000 Biaya overhead pabrik (200 x 30% x Rp250) 15.200 342.260 4.000 Rp 4.000 Rp 188.580 4.000 Total biaya produksi bulan ini 93. Rp 1. 4.000 b. Rp 1. maka harga pokok per unit biaya bahan pada bulan yang lalu adalah: RP 400 b. Unit ekuivalen produksi adalah: Bahan a. 4. RP 405 Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini adalah: a.000 c.200 c. Produk yang masuk dalam proses pada bulan ini adalah: a.600 unit b.600 Tidak bisa dihitung d.000 b. 4.600 b. . Rp 2. RP 390 a.314. Rp 1. 4.Harga pokok produk selesai.240 4.520.178.374. Rp 2.000 Biaya overhead pabrik (400 x 80% x Rp250) 80.800 unit c.990.000 d.374.200 3. Rp 1.550 unit Bila diketahui harga pokok per unit pada bulan yang lalu untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp290 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp240.145.095. Rp 1. Produk dalarn proses awal Penyelesaian produk dalam proses awal Biaya tenaga kerja langsung (200 x 20% x Rp300) Rp12.520 94. Rp 1. 4. Rp 161:200 27.400 unit d.000 Rp 4.200 Tenaga Keria 4.580 4.540 Overhead Pabrik 4. 97. 4.000 c.245.000 Biaya tenaga kerja langsung (400 x 85% x Rp300) 102.

dapat diketahui bahwa perusahaan menggunakan metode: a.000 unit c. Pencatatan Persediaan Fisik b.d. Pencatatan Persediaan Perpetual c. Dr departemen sebelumnya ai Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Total biaya yang diperhitungkan 98. Harga Pokok Produksi 99.000 unit Ditransfer ke departemen berikutnya Masih dalam proses (113 biaya konversi) 6. LEILA: PT.000 unit Biaya Total Biaya dari departemen sebelumnya: Transfer selama bulan h i Biaya yang ditambahkan departemen hi: Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Jurnlah penambahan biaya Jumlah biaya yang dihitung I Biayalunit Ru 154. 107 Analisis Laporan Harga Pokok Produksi 1 Berikut adalah laporan harga pokok produksi yang tidak lengkap dari PT. 6.000 unit . LEILA Departemen Pengujian Laporan Harga Pokok Produksi Bulan Nopember 1990 Data Kuantitas: Diterima dari departemen sebelurnnya 80. Harga Pdcok Pesanan d.000 unit ? Unit hilang dalam proses (akhir proses) Biaya yang diperhitungkan: 90.Data untuk menjawab soal no.620 65. 98 s. Unit yang hilang dalarn proses produksi berjurnlah: a. 4. Rp RD ? ? ? Ru ? ? Dari laporan harga pokok produksi ini.000 unit b. 5. 3.220 RQ ? ? ? ? ? Perhitungan biaya: Ditransfer ke departemen berikutnya Persediaan barang dalam proses akhir.800 Rp 74.600 Ru 140.000 unit d.

Rp0.000 unit 86.31 a.000 unit 86.27 c. Rp3.78 d. Rp26. 86. Rp 13.Berapakah biaya per unit yang diterima dari departemen sebelun~nya: a. C. Rp274. maka biaya unit yang hilang ini sebaiknya dibebankan sebagai: a. C.400 a. Rp5.000 unit 82.000 d.580 Jika unit hilang pada kasus di atas merupakan kejadian yang tidak biasa (abnormal). 82. .000 unit 82.000 unit b. Dialokasikan proporsional pada persediaan Dibebankan sebagai rugi lain-lain d. Rp13. Rp0. Rp218. Rp6. 86.185 d. Rp 17. Rp0.000 unit c.700 b.000 unit Berapakah biaya tenaga kerja per unit Departemen Pengujian selama bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen) ? a. Rp0. Rp20. Rp 1.000 Berapakah biaya unit yang hilang dalam proses? Rp6.87 Berapakah biaya overhead pabrik per unit Departemen Pengujian selatna bulan Nopember 1990 (dibulatkan dalam sen)? Rp3. 90.20 d.395 b.35 d. Rp3.53 b. Rp3. Bagian dari produk selesai c.76 c.25 Berapakah biaya unit yang ditransfer ke departemen berikutnya? Rp270.000 unit d. Overhead pabrik b. C.790 c. Rp10.83 b.100 d.400 a.400 b. Rp 1.70 Unit ekuivalen (setara) produksi untuk Departemen Pengujian selama bulan Nopember tersebut berjumiah: Tenalra Keria Overhead P a b r a.72 b. Rp 12.800 Berapakah harga pokok dari persediaan barang dalam proses pada akhir bulan Nopember? a. Rp28 1.

adalah sebagai berikut: Unit yang diselesaikan clan diserahkan ke departemen B adalah 150.908. Rp 2. Rp 1. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp18. Metode FIFO Berikut ini disajikan informasi mengenai proses produksi I . Rp 2. digunakan metodeFIFO. Pada akhir bulan April 1990. Rp 3. A Ada Produk Rusak. Produk yang masih dalam proses akhir sebesar 12. Rincian informasiprosesproduksi di Departemen A pada akhir bulan Mei 1990. Rp 584.738.000 b. 140.400 unit d.000 c. Rp 1.00.200 c.000 d.000 b.200 b. 162. adalah: Tenaga Keria Bahan a. 108 s.132.Data untuk menjawab soal no.745.D e w e m e n Pertama. yang memproduksi T TS produk AQ dengan melalui dua departemen produksi.400 c. Pada akhirbulan Mei 1990diketahui biaya per unit produk adalah: biaya bahan baku Rp22. Rp 3. 108.00. Baik di Departemen A maupun DepartemenB.400 b. Dari informasi tersebutdi atas dapat diketahuibahwa unit ekuivalen di departemen A pada bulan Mei 1990.000 unit 159. Produk rusak dalam proses diketahui 20. 164. dan biaya overhead pabrik 90%). Rp 531.800 Biaya produk yang ditransfer ke Departemen B adalah: a. 112. Rp 1. biaya tenaga kerja langsung Rp12.50. Produk yang masih dalam proses akhir sebanyak24. 112 Dua Departemen.000 unit 179.067. Rp 1.50.600 unit b. biaya tenaga kerja langsung Rp 11.869. 111. Rp 9. Rp 539.000 unit (bahan 100%.000 unit 164.diperoleh informasi dari Departemen A.010. .400 d.000unit. dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 20.000 d. Rp 9.000 d. Komposisi biaya per unit produk: biaya bahan baku Rp 22.040.00. Rp 578. 110. Rp 2. dan biaya konversi 80%).000 unit c.600 unit Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei 1990 adalah: a.000 Biaya produk rusak yang dihasilkan oleh produksi pada bulan Mei 1990adalah: a.050.000 109.687. Rp 7.400 unit 140.00.000 c. 182.000 Biaya produk yang masih dalam proses akhir dalam produksi bulan Mei sebesar: a.060.d.408.000 unit. biaya tenaga kerja langsung 80%. Produk rusak dalam proses sebanyak 500 unit.000 unit (biaya bahan 90%.009 unit. sebagai berikut: Produk yang diserahkan ke Departemen B sebesar 170.

C Rp 4. B Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 27. Data bulan April adalah sebagai berikut : Persediaan% Penyeleawal saian Unit dimasukkan dalam Persediaan % Penyeleproses akhir saian 25 20 30 Dep.520 Dep.120 Rp 22.9.464 Biaya bulan April 19x2 adalah sebagai berikut: Dep. Produk diolah melalui 3 departemenproduksi: Departemen A.80 c.600 Biaya bahan baku Biaya konversi 50.35 Rp 18.W Rp 13.272 - 192 Ru 4.600 6. TKUTILANGmemproduksiproduknyamelalui 3 departemenproduksisecaraberurutan: Departemen 1.65 d. A Rp149. Rp 11.680 Biaya produksi per unit produk yang dihasikan oleh masing-masing dperatemen dalarn bulan April 19x2 adalah: Departemen A De~artemen B Departemen C a. Rp 11. Perusahaan menggunakan metode .096 113. B 40 ? 30 ? 3.400 2.Perusahaanmenggunakan metode harga pokok rata-rata tertimbang.600 Dep. IkILB - l. A 4.400 21. Metode RATA-RATA I. Departemen 2.d 119 Tiga Departemen.85 b.W Rp 15.35 Rp 16.h2& Rp 14.Data untuk menjawab soal no. dan Departemen 3.90 Rp 15. 13 TigaDepartemen. Rp 13.MetodeRATARATA Perusahaan PRIMA menggunakan metode harga pokok proses. Bahan baku digunakandalam awal proses Departemen 1 dan ditarnbahkan pada akhir proses departemen 3.400 ? 5.35 Rp 16.35 Rp 18. A Dep.600unit produk ditransferke gudang. Dalam bulan April 19X2.840 Rp 40. C Harga pokok persediaan produk dalam proses awal adalah sebagai berikut: Dep.520 Dep. Rp 13.680 Total Rp 45. 114 s. dan C.464 1. B.264 Rp 29.70 Data untuk menjawab soal no.800 Biaya bahan baku Biaya konversi 4.W Rp 13.Ada TambahanBahan yang TidakMenambah Unit.8001 30 17.

123. 129.400 Rp 130.328 Departemen -- Produk selesaidan Jumlah (kg) % Pe~yelesaian Jumlah (kg) Penyelesaian ditransfer Departemen 1 32.200 20 40 20 24. 129.400 b. 136.400 d.280 99. Pada awal bulan Nopember 19X1terdapat persediaan produk dalam proses dengan biaya sebagai berikut: Keterangan Harga pokok dari departemen sebelurnnya Biaya bahan baku Biaya konversi Total harga pokok Departemen 1 - Departemen 2 Rp 79.200 136. 112.000 129.400 d.000 115.600 c.000 Departemen 2 19.600 111.Departemen 2.400 a.400 12.000 Unit ekuivalensibiaya konversi di Departemen 1.600 Rp 89.200 129.000 ? ? 1 14.280 Biaya produksi bulan Nopember 19x1 adalah sebagai benkut: Biaya-biaya Departemen 1 Departemen 2 Biaya bahan baku Rp 251.200 136.000 b. 1 11. 136. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: Deuartemen 1 Departemen 2 Departemen 3 112.552 Rp 15.000 14.680 - Departemen 3 Rp 146.200 112.880 16.600 c. Unit ekuivalen biaya bahan baku di Departemen 1dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19X1 adalah: Departemen 1 Departemen 3 136.600 1 12.360 11.320 4.900 Data produksi dalam bulan Nopember 19x1 adalah sebagai berikut: Persediaan awal Persediaan akhir Departemen 3 Rp 65.600 129.200 Ru 26.000 a.520 Biaya konversi 183.200 Departemen 3 27.harga pokok rata-rata tertimbang. Bahan baku dimasukkan dalam proses secara terus menerus sepanjang proses di Departemen 1. dan ditarnbahkan pada awal proses di Departemen 3.800 30 25 50 104.400 129. 111.352 Rp 167.600 112. .560 9.

60 Rp 13. Data untuk menjawab soal no. Rp 29. 119.15 Rp11. Metode RATA-RATA Informasi mengenai bagian B PT.500 Biaya Rp 6.960 Biaya bahan baku yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19x1 adalah: b. Rp 29. Rp 11.60 d.900 17. Departemen 2. Rp 12.400 Bahan konversi Rp 3.300 Ditransfer masuk Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Rp 2.400 Biaya ma! Rp 6. Rp 46 1.35 c.40 Rp 10. Rp 44. 118.880 d.280 b.000 3.500 Rp 20.400 15.60 Rp 13.600 a. Rp 17.880 d.00 Rp 13.Departemen 1 ice Departemen 2 dalam bulan Nopembr 19X 1 adalah: a.35 Harga pokok produk jadi yang ditransfer dari.960 Biaya konversi yang telah diserap oleh produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Nopember 19X1 adalah: a.000 Ru 18.000 Ru 64.000 Rp 64.300 58. Rp 44.000 Bahan unit baku Rp 25.000 35.35 Rp 4. Departemen Lanjutan.000 40.300 58.116.15 b.880 d.600 c.50 Rp 11.480 b.960 117. TULUS adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal Satudunit yang ditransfer masuk Satudunit yang selesai Produk dalarn proses akhir Satuanlunit 5. Rp 17.40 Rp 8.d.300 . 121 Dua Departemen. Rp 43 1.000 37 . Rp 2. dan Departemen 3 dalam bulan Nopember 19x1 adalah: De~artemen 1 De~artemen 2 Departemen 3 a. Rp 12. Total biaya produksi per unit komulatif di Departemen 1.500 RD25. Rp 29. Rp 2. 120 s. Rp 244. Rp 4.600 c.280 c.

46 a.000 .000 satuan dan produk dalam proses akhir adalah 10.Biaya per satuan Rp 480 Rp 400 Jumlah produk jadi periode tersebut 90.000 Rp 6.000 .000 satuan . FIFO 123.000 Rp 6.000 50.200.Biaya produksi Rp40. Rp 1.000 Biaya overhead pabrik Jumlah RD 190. Rp 1.000 RP 0 Rp 86.200. 120.000 Rp 6.800. Satu Departemen.000.000 unit dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 80% dan biaya konversi 50%.Biaya konversi adalah 20% selesaiuntuk produk dalam proses awal dan 40% selesai untuk produk dalam proses akhir. Bahan digunakan pada akhir proses. c. 1 Desember 1984 sebanyak 1. Tulus menggunakan metode rata-rata tertimbang.000 Rp 79. Harga pokok produksi barang tersebut: Biaya bahan baku Rp 80. Biaya per satuan ekuivalen untuk biaya konversi (dibulatkan ke sen.Produk dalam proses awal Rp 8.000.000 .000. Rp 0.000satuan 95. terdekat) adalah: Rp ()A-4 b.800. Rp 1.000.350 d.000.000 Rp 88.800. Ada Produk Hilang Pada Akhir Proses. Metode RATA-RATA Dari sebuah perusahaan yang memakai metode harga pokok proses diperoleh informasi sebagai berikut: Biava Bahan BakuBiava Konversi . Rp 0. Rp 0.000 Satu Departemen.500 a.000 Biaya tenaga kerja 60. Harga pokok produk jadi dan produk dalam proses akhir adalah: Produk Dalam Proses Produk Jadi Rp 79.000 Rp 32.000 Rp 8.48 d. c.50 Porsibagian dari biaya total dalam sisa pekerjaan dalam pelaksanaan akhir yang menyangkut biaya transfer masuk adalah: RP 0 b. Data kegiatan produksi dan biaya produksi pada perusahaan " M E C pada bulan Desember 1984 adalah sebagai berikut: Produk dalam proses awal.000. PT.000 satuan.Unit ekuivalen dalam metode harga pokok rata-rata tertimbang 100.650 121.

terdiri dari biaya dari departemen sebelumnya Rp 140. Perusahaan menggunakan metode rata-rata dalarn menentukan harga pokok produksinya. 124.000.000.198. Produk rusak ini tidak laku dijual. Biaya yang dikeluarkan pada periode ini ( Desember 1984 ) adalah: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah harga pokok produk selesai yang dikirirnkan ke gudang. 80 kg masih dalam proses akhir bulan dengan tingkat penyelesaian: 100% biaya bahan dan 80% biaya konversi. dan biaya overhead pabrik Rp 23. dan biaya overhead pabrik Rp 420. Biaya per unit untuk masing-masing elemen biaya adalah: Dari De~artemen Sebelumnva Rp 964 Rp 960 Rp 460 Rp 980 Tenaga Keria Rp 964 Rp 540 Rp 540 Rp 964 OverheadPabrik Rp 980 Rp 460 Rp 960 Rp 964 . 124 Dua Departemen.000 unit Produk yang hilang pada akhir proses sebanyak 500 unit. Metode RA TA -RATA Persediaan barang dalarn proses awal bulan 200 kg (100% biaya bahan. 60% biaya konversi).000.000 unit. Rp 1. biaya tenaga kerja Rp480. Produk selesaidan ditransferke departemen selanjutnya 900 kg.Produk yang masuk dalarn produksi periode ini sebanyak 9. Sedangkan biaya yang ditambahkan di departemen yang bersangkutan adalah: dari departemen sebelumnya Rp 800. Rp 238.440.000 Data untuk menjawab soal no. Produk dalarn proses akhir. 3 1 Desember 1984 sebanyak 500 unit. dengan tingkat penyelesaian: bahan baku 90% dan biaya konversi 60%.000 d. Produk selesai yang baik sebanyak 9.800.000 b. Rp 1.000 c. jika perusahaan menggunakan metode harga pokok FWO adalah: a.000. Ada Produk Hilung Pada Awal Proses. 20 kg produk dinyatakan hilang pada awal proses.biaya tenaga kerja Rp 480. Rp 960. Departemen Lanjutan.300.

000 2.000 x 100%) 9. I Biaya Bahan Unit produk selesai 55.000 x 0%) Biaya konversi (7.000 x 25%) (+) Unit produk dalam proses akhir: 2.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 50.000 Biaya Konversi 55.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: 12.000 (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: Biaya bahan baku (7.000 Unit produk selesai Unit ptoduk dalam proses akhir: Biaya bahan baku(2.000 x 30%) Jumlah 2 1.600 .000 57.000 7.000 69. Biaya Bahan 55.000 48.000 2. Jawab: c Data produksi: Unit produk dalam proses awal Unit diterima dari Departemen 1 Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: I 7.000 x 30%) Jumlah 50.600 Biaya konversi (12.000 Biaya bahan (12.000 22.000 Ekuivalen produksi biaya bahan dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Biaya Konversi Unit produk selesai 60.000 Biaya bahan baku (2.000 60.I B.000 x 80%) Jurnlah 72. PENYELESAIAN 20.000 x 100%) Biaya konversi (2.000 55.000 Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 (-) Unit produk dalarn proses awal Unit masuk proses dan selesai 48. Jawab: e rn Biaya Konversi 55.

000 (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 x 80%) Jumlah unit produk selesai Jawab: a Unit ekuivalen FIFO.000 x 20%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (8.000 24.000 x 0%) 0 Biaya konversi (10. Jawab: a Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit selesai 40.000 Biaya konversi (8. Jawab: c Perhitungan unit ekuivalen: Unit selesai dan ditransfer Unit hilang dalam proses produksi: Biaya bahan (30.000 78. Jawab: a Unit produk selesai: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata Unit produk dalam proses akhir (15.000 26.23.000 180.000 x 0%) Biaya konversi (30.000 x 20%) Biaya Konversi 40.000 70.000 10.000 0 2.000 78.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (70. Biaya Bahan 88.000 x 100%) Biaya konversi (70.000 10.000 Biaya Konversi 88.000 x 0%) Biaya konversi (10.000 x 50%) Jumlah Biaya Bahan 110.000 x 60%) Jumlah 38.000 x 100%) 8. (-1 Unit produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai (+) Penyelesian unit produk dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 30. ~ n i produk selesai .000 0 Biaya Konversi 110.000 .000 10.000 Unit masuk proses dan selesai 30.000 25.

000 x 50%) Jumlah 12.000 81.000 90.000 x 60%) 9.000 x 80%) Biaya konversi (15.000 Biaya Konversi 88.500 Jawab: c Untuk dapat menghitung ekuivalen produksi dengan metode FIFO.000 10.000 92.000 9.000 90.000 8 1.000 Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian produk dalarn proses awal: 0 Biaya bahan (10.000 7.000 x 40%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (15.500 6.500 87.500 92.000 91.500 98.000 x 0%) Biaya konversi (10.000 x 60%) Jurnlah 100. memerlukan data tentang unit produk selesai yang dihitung sebagai berikut: Ekuivalen bahan dengan metode rata-rata (-) Unit dalarn proses akhir (15.(+) Unit produk dalarn proses akhir: Biaya bahan (15.000 x 50%) Jumlah 90.500 95.500 Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode RATA-RATA: Biaya Bahan Unit produk selesai 88.000 x 100%) Biaya konversi (10.000 Biaya bahan (15.000 x 60%) (=) Unit produk selesai 100.000 4.000 7.000 Biaya Konversi 91.000 Biaya konversi (15.500 .000 Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Biaya Bahan Unit produk selesai 91.000 x 80%) Biaya konversi (15.000 7.000 atau: Unit ekuivalen dengan metode rata-rata (-) Unit dalam proses awal: Biaya bahan (10.000 10.000 Unit produk dalam proses akhir: 12.000 (-) Unit dalam proses awal 10.000 x 50%) Jumlah 100.

000 Unit masuk proses dan selesai 15.000 Bahan B (10.000 x 60%) (+)Unit produk dalam dalam proses akhir: Bahan A (10.000 27. Biaya Biaya Biaya Bahan A Bahan B Bahan C Unit produk selesai 25. Jawab: b Lihat no. Produk dalam proses akhir telah menyerap bahan B 100% karena telah mencapai tingkat penyelesaian 60% (lihat gambar) I I 31.000 x 0%) 0 Konversi (10.000 25.000 15. Jawab: e Lihat no.000 10.000 15.000 x 100%) 10.000 x 100%) 10.000 25.000 15.000 x 100%) Bahan C (10. 38.000 10.000 Konversi (10. 28 ' Tingkat penyel.000 25.000 (+)Penyelesaian produk dalam proses awal: 0 Bahan A (10.000 x 0%) 10.000 (-)Unit produk dalam proses awal 10.000 Bahan C (10.000 Catatan: Persediaan awal pada periode sebelurnnya belum menggunakan bahan B karena baru mencapai tingkat penyelesaian 40%.000 30. Biaya Koversi 25.000 x 60%) Jumlah 25. Jawab: b Unit ekuivalen dengan metode FIFO.000 6.000 10.29.000 35.000 Bahan B (10.000 6. sedangkan bahan B digunakan apabila produk telah mencapai tingkat penyelesaian 50%. BDP akhir Pemakaian bahan B Tingkat penyelesaian BDP awal BDP = Barang Dalam Proses .000 x 100%) 10.

500 kg. Produk dari departemen A 5 11300 kg yang ditambah zat Z 489.500 kg 979.500 kg + 489.000 kg 132. 638.. berarti jumlah produk yang selesai sejumlah 979.000 522.000 kg * Zat Z &an ditambahkan departemen B setelah produk mencapai tingkat penyelesaian 50%.500 511.500 0 99.32.000 x 114) i Produk dalam proses M : Bahan (99.000 kg 511.000 kg.000 423.111. Unit ekuivalen dengan metode FIFO: Departemen A Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (88. Konversi (88. Jawab: c Lihat no.000 kg (dari A 489. sehinggadapatdisimpulkan bahwa produk yang diselesaikan departemen B adalah meliputi semua produk yang ditambah zat Z.500 kg tambahan zat Z).500 423.500 kg 89. sedangkan dalam data diketahui bahwa produk yang masih dalam proses akhir departemen B baru mencapai tingkat penyelesaian 10%(1/5).000 kg 1. 28 33.000 kg 1.000 x O%).000 x 100%) Konversi (99. Jawab: a Departemen A Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk masuk proses (95%) Produk ditransfer keluar Produk dalam proses akhir 88.500 88.000 88.500 1 "Bahan X digunakan pada awal proses .000 kg. Departemen B Data Produksi: Produk dalam proses awal Produk ditransfer masuk Tambahan bahan Produk selesai yang ditransfer.000 kg 550.000 kg 511. 638.500 kg. Produk dalam proses akhir 110.000 x 113) Jumlah ekuivalen produksi Bahan Konversi 511.500 kg 126.111.

000 x 115) Jumlah ekuivalen produksi 1 "* Bahan Z digunakan pada proses tingkat 50% 35.600 Biaya per Unit Rp 0. Konversi (110. Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan Unit selesai dan ditransfer 46.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Biaya Konversi 46.67 Ru 1.000 51.000 x 100%) 14.600 51.892 Ekuivalen Produksi 60.000 Produk selesai ditransfer ke departemen B Produk dalam proses awal Produk masuk proses dan selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1 10.000 110.600 5 1.000 x 113) Jumlah ekuivalensi produksi 40..000 42.000 x 100%).200 36.000 akhir: Unit dalam proses Biaya bahan (14.34.000 110.000 5. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Total biaya Jumlah Biaya Rp 31.89 .000 Biaya konversi (14. Jawab: b Departemen B Bahan 979..70 0.000 869.600 Biaya Konversi Unit selesai dan ditransfer Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.000 x 40%) Jurnlah ekuivalensi produksi 60.000 Konversi 979.572 Ru 101.000 x 0%) Konversi (132.000 2.000 36.120 34.000 x 7/10) Produk dalam proses akhir: Bahan (132.000 869.52 0.

Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B: (46.752 Biaya overhead pabrik (14.000 42. 58 Jawab: b Perhitungan biaya per unit Departemen B: Elemen Biaya Biaya dari Departemen A Biaya ditambahkan oleh Departemen B: Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 39.000 x 40% x Rp0.940 Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 7.000 0. 38.940 Ekuivalen Produksi 46.70) 3.000 x 213) Jumlah 65.76 1.52) 3. Jumlah Biaya Rp 86.700 31.000x 40% x Rp0.000 (+) Unit produk dalam proses akhir: Bahan (15.920 Biaya tenaga kerja (14.000 60.000 60.000 Biaya Overhead 50.000 Tenaga kerja (15. Jawab: b Lihat no.920 Rv 67.000 Elemen Biaya Bahan baku Total Biaya Rp 52.892 Total biaya yang diperhitungkan 37.89) Rp 86.67) 14.000 x 100% x Rp0.650 Ekuivalen 65.000 x Rp1.61 Ru 3-50 Biaya Bahan Unit produk selesai 50.000 10.000 40.280 Biaya bahan (14.000 x 213) Overhead (15.8 1 .89 35. Jawab: c Unit ekuivalen.000 x 100%) 15.85 0.620 Rv 154.000 10.000 Biaya per Unit RD 1.560 42.952 Jumlah harga pokok produk dalarn proses Rp 101. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: Biaya Tng Kerja 50.000 Biaya per unit Rp 0.

440 .000 12.000 x Rp20) Biaya bahan untuk produk dalam proses (1.Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jawab: b Harga pokok produk yang ditransfer ke Departemen 2 (12.200 x 90% x Rp18.200 x 80% x Rp20) Biaya tenaga kerja (1. 126 Jawab: b Biaya bahan baku yang ditambahkan di Departemen 2: Unit yang diterima dari Departemen 1 Kebutuhan roda setiap unit Jurnlah roda yang ditambahkan Biaya setiap roda Jumlah biaya bahan yang ditarnbahkan Rp 27.200 x 80% x Rp12.000 19.000 x Rp53. 124 Jawab: b Lihat no.200 x 90% x Rp22) Jumlah Jawab: a Total biaya bahan: Biaya bahan untuk produk selesai (12.200 x 85% x Rp15) Biaya overhead pabrik (1.50) Overhead pabrik (1.200 x 80% x Rp20) Jumlah Jawab: d Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (15.000 x Rp57) Jawab: d Harga pokok produk dalam proses akhk Biaya bahan baku (1.00) Harga pokok produk dalam proses akhk Bahan baku (1.50) Tenaga kerja (1.200 x 100% x Rp22.00) Total biaya yang diperhitungkan Jawab: c Lihat no.

000 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi 34.000 Perhitungan ekuivalen produksi Departemen B: Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit hilang dalam proses awal(3.000 Biaya bahan (4.940.000 Biaya per unit Ru 900 50. 1 Biaya ditambahkan Dep.910.160. 2: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Total biaya 49. Jawab: a Lihat no.000 x 100%) Biaya konversi (4.000 x Rp1.500. 48 Jumlah Biaya RD 13.000 0 .OOO x 0%) Unit dalam proses akhir: 4.000 x 40%) Jumlah ekuivalensi produksi Biaya Konversi 30.000 x Rp900) Biaya ditambahkan Departemen 2: 240.000 Biaya dari departemen 1 (3.000 0 Biaya Konversi 21.970.995) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 2.000 x 213 x Rp580) 870.000 x 213 x Rp435) 4. B 0 Unit hilang dalam proses awal(l.48.000 Total biaya Jawab: a Perhitungan ekuivalen produksi Departemen A: Biaya Bahan 30.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Rp 28. Jawab: b Harga pokok per unit: Elemen Biaya Biaya produksi dari Dep.000 Unit selesai dan ditransfer ke Dep.700.000 Ekuivalen Produksi 15.000 x 0%) Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (6.000 Biaya overhead pabrik (3.000 Biaya bahan (3.000 x 100% x Rp80) 1. Jawab: d Perhitungan harga pokok: Rp 23.000 Biaya tenaga kerja (3.000 Harga pokok produk selesai (12.

350. Jawab: c Lihat no.287.000 27.000 Biaya ditarnbahkan Departemen B: Tenaga kerja 585.637. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen A: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Dep.000 23.52. Ekuivalen Produksi Biaya dari Departemen A RD 1.000 462. 54 Jawab: c Jawab: e Perhitungan harga pokok Departemen B: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (21.800 Biaya Per Unit Rp 10 15 20 RD 45 53.000 Biaya Per Unit Rp 45 5 Rp 50 55. B (30.000 23.000 x 20% x Rp20) 1.000 30. Jawab: d Perhitungan biaya per unit Departemen A: Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya yang dihitung Rp 340.000 x Rp45) Rp 1.000 616.600 Jumlah harga pokok produk dalam proses 68.400 702. .000 Ekuivalen Produksi 34.000 .000 x 20% x Rp15) 12.800 30.000 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen B : Elemen Biaya Jumlah Biaya 54.000 Penyesuaian adanya produk hilang 3.418.000 Tenaga kerja (4.000 30.000 Jurnlah biaya yang dihitung Rv 2.418.350.RD1.000 x 100% x RplO) Rp 40.400 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditambahkan RD 1.000 Total biaya yang diperhitungkan Rv 1.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (4.000 Overhead pabrik (4.000 x Rp 105) Harga pokok produk dalam proses akhir: 56 57.

560.000 x Rp1. Jawab: a Bagian A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 8.000 x 40% x Rp30) 72.600 9.720.120.000 Ru 2.000 x 100% x Rp400) Rp 800.000 x 80% x Rp400) 2.000 Tambahan biaya di Departemen B: Tenaga kerja (6.840.637.000 x 40% x Rp25) 60.000 9.000 Overhead pabrik (6.500 Perhitunnan Harna Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (8.000 Rv 14.000 .000 10.600 Perhitunnan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Rp 4.000 x Rp50) Rp 300.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Total biaya yang diperhitungkan 58.500) Rp 12.000 x 80%) Biaya Konversi 8.000 - 1.000.000 10.600 Biaya Per Unit Rp 400 400 700 Rv 1.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (2.560.000.000 Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (2.000 3.000 Jumlah & 14.000 2.Biaya dari Departemen A (6.000 640.000 8.000 6.000 Ovehead pabrik (2.000 x 8Wo x Rp700) 1.560.000 2.000 Tenaga kerja (2.000 432.000 10.000 x 100%) Konversi (2.

800.500.000 x 60% x Rp250) 150.000 2.000 x Rp1.000 Tenaga kerja (1.000 4.000 Rp 1.000 15.000 x Rp2.000 Produk selesai ditransfer ke C Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses: Bah'm (1.000 5.Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian A Ditransfer ke C Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 5.000 4.000 8.000 1.000 150. Biaya Konversi 5.600 250 250 Rp 2.000 - 600 7.000 10.000 2.000.600 7.000 Overhead pabrik (1.000.000 x Rp2.000 1.000 1.500)Rp 1.800.000) Rp Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.ooo .000 7.800.600 Elemen Biaya Harga pokok ditransfer rnasuk Biaya tambahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 12.900.000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke C (5.000 Rp 15.000 x 60%) Perhitunaan Biaya Per Unit.000) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (1.900.000 x 60% x Rp250) Jumlah Rp Bagian C Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke gudang Dalam proses akhir 10.500 1.000 x 100%) Konversi (1.500 500 5.000.

750.000 24.875 4.500 Jumlah Rp 19.300) Harga pokok PI-odukdalam proses akhir: Ilarga pol<oh d.000 20.000 Ovcrhead p a h i k (500 x 75% x Rp300) 1 12.000.212.000 Jumlah biaya dihitung Rv 372.Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (500 x 100%) Konversi (500 x 75%) Biaya Bahan 4.000.000 Biaya per Unit Rp 20 Rp 4 16 8 3 RD 15 60.000 5.462.000 5.000 Rp 2.000 Ekuivalen Total Biaya Produksi Rp 100.000 25.000 9.500 500 375 5.000 Perhitun~a~i Biaya Per Unit: Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Biaya tanibahan: Tenaga kerja Overhead pabrik Jurnlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Rp 10.862.000) Jumlah setelah penyesuaian Biaya ditarnbahkan oleh Departemen 11: Biaya bahan baku 200.000 25.000 300 4.000 1.212.000) 750.350.500 Rp 21.300 4.500~ Rp4.000) R Rp 1.500 Perhitungan 14ar~a Pokok Produksi: ~argapokok produk yangdiiransferkc gudang (4.000 .875 Rp 2.000 x Rp15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I (5.r per unit Departemen 11: I'iemen Riaya Biaya dari Depatlcmen I Pcnyesuaian akihat tanlbahan bahan (4 x 5.500 4.500 Rp 21.000 1.000 Biay a konversi 72.875 Biaya Konversi 4.000 Rp 20.500 59. Jawab: a I'erhitungan biay.000 'I'c~iaga kerja (500 x 75%)x Rp2.000 x Rp4) Rp 300.i~-i (500 x Rp2. Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 11: Harga pokok produk selesai (20.

51 0.000 Rp 375.400 Ekuivalen Produksi 40.000 62.400 19.620 64.000 Elemen Biaya Dari Departemen A Penyesuaian produk hilang Jumlah Biaya @ 140.000 x 0%) 0 Biaya konversi (1.000 1 .800 69. Jawab: a Lihat no.60 Ditarnbahkan oleh Departemen B: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah biaya ditambahkan Rp Jurnlah Rp 63.000 x Rp3) Jumlah harga pokok produk dalam proses Jumlah biaya yang diperhitungkan 6 1. Jawab: a Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang (35.000 x Rp5. 62 17.om 39. Jawab: c Lihat no.000 Biaya Per Unit Rp 3.51) Rp 192.Biaya ditambahkan Departemen 11: Biaya bahan baku (5.000 15.020 32.850 .000 Unit produk hilang awal proses: Biaya bahan (1.OOO Perhitungan biaya per unit: 40. 60 Jawab: d Perhitungan ekuivalen produksi: Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 35.000 x 25%) Jumlah 37 .49 Rp 3.000 x Rp 8) Biaya konversi (5.000 Biaya'konversi (4.000 Rv 75.000 x 50%) 2. Biaya Konversi 35.OW x 0%) Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.220 209.

90) Overhead pabrik (4.000 x Rp3.000 Overhead pabrik Jurnlah biaya ditarnbahkan Ru 492. 156 .000 x Rp8.l) Penyesuaian produk hilang Total Biaya Q Ekuivalen Produksi 100.000 0 12.000 Jumlah 68.000 82.000 x Rp9.000 x 50% x Rp0.000 252.000 x 0%) Unit produk dalam proses akhir (20. 66.302.000 Biaya ditambahkan: Tenaga kerja 164.46) 900 Tenaga kerja (4.000 82.O) Rp 180. 64 Jawab: b Unit ekuivalen: Unit produk selesai Unit hilang awal proses (10.770 RR 209.000 Elemen Biaya Biaya dari departemen Pulp: (100.000 82.000 x 25% x Rp0.55) 550 Jurnlah 65.000 x 25% x Rp0.000 Biaya ditambahkan: 24.000 328. Jawab: c Lihat no.000 10.000 x 60% x Rp2) 48.050.000 x Rp150) Harga pokok produk dalam proses: Biaya dari departemen Pulp (20.000 x 60% x Rp4) & 1.000 Tenaga kerja (20.302.400 Biaya ditarnbahkan: 920 Bahan baku (4.60) Rp 14. Jawab:d Lihat no.000 x 60%) Jurnlah 67.000 Biaya per Unit 810.000 Overhead pabrik (20.000 Perhitungan harga pokok produksi: Rp 1.000 90.000 Harga pokok produk selesai (70.Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen A (4.620 Biaya Konversi 70.000 Jurnlah Rv 1. Jawab: a Biaya per unit: 16.

800 kg x 100% x Rp198.800 kg x 113 x Rp67.800 kg x 113 x Rp135. Jaivab: d Lihat no.000 2 16.800 kg 4.600 kg 800 kg .800 kg x 100%) Konversi (4.000 Tenaga kerja (4.5) 108.25) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (4.00) Overhead pabrik (4.400 kg 3.800 kg x 113) Biaya Bahan 10.69.600 kg Biaya Konversi 10.800 kg 400kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (4.800 kg x Rp401. 156 Jawab: b Bagian Pencampuran Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: 10.800 kg 4. 70.800kg Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabri Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit Perhitunvan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (10.000 Jumlah Bagian Pengujian Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalarn proses akhir Hilang awal proses (normal) 6.800 kg 15.75) Rp 954.

600 kg 342.800 kg 400 kg 6.120 2.70 99.600 kg x 100% x Rpl19.163.400 kg 3.400 kg Produk selesai ditransfer Biaya Konversi 4.OO 45.461.197.600 kg 10.780 Rp 6.900 Biaya Per Unit Rv40 1.920 Tenaga kerja (3.05 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (6.3 Bahan (3.000 kg 1.624.060 (3.200 kg 7.600 kg x 113 x Rp99.000 7 600 kg Rp 6.333.400 kg x Rp697.000 kg 752.25 Rp 433.800 kg 800 kg 10.000 kg Perhitunaan Biaya Per Unit: 1.600 kg x Rp433.400 kg 4.560.70) 430.500 10.OO) 118.900 6.Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 6.800 Overhead pabrik (3.600 kg x 113 x Rp45.400 7.000 10.00 Rp 697.000 Jumlah Bagian Perampungan Data Produksi: Ditransfer dari bagian sebelumnya Ditransfer ke bagian berikutnya Dalam proses akhir Hilang awal proses (normal) Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 4.200 kg 1.600 kg x 100%) Konversi (3.600 kg x 113) Elemen Biaya Harga pokok ditransfer masuk Penyesuaian produk hilang Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 4.200 kg Rp 4.624.00) 54.05) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.200 kg .600 kg Biaya Konversi 6.35 119.400 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (3.

00) 168.000 kg 360.728.160.336 Jurnlah & 9.000 unit 2.800 kg x Rp743.05 Penyesuaian produk hilang 400 kg 6.000 5.566.500 unit 500 unit 1.000 Tenaga kerja (1.400 kg Perhitungan Biava Per Unit: 1 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Biaya Per Unit H q a pokok ditransfer masuk Rp 4.336 (1.500 .I20 6.00 Overhead pabrik 756.000 x 100%) Konversi (1.800 kg x 100%) Konversi (1.000 unit 4.120 Rp 1.400 kg Ru 697.52) Rp 6.400 kg 320.000 5.000 2.461.800 kg 6.800 kg x 213) 1.Produk dalam proses: Bahan (1.000 6.200 kg 5.00 Jumlah Rp 9.105.784 Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari pencampuran Rp 1.000 Overhead pabrik (1300 kg x 213 x Rp140.338.000 kg 1.52) Bahan (1.563. Jawab: b Departemen A Data Produksi: Dimasukkan dalam proses Ditransfer ke bagian berikutnya Produk hilang proses awal Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (1.52 Bahan 2.120 71.538.00 Tenaga kerja 1.OO) 384.000 x 50%) 4.000 unit Biaya Bahan 2.800 kg x 213 x Rp320.500 Biaya Konversi 2.563.400 kg 140.800 kg x 100% x Rp360.105.200 kg x Rp1.00) 648.000 kg Rp 743.52 Perhitunpan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer (4.

000 unit 200 unit 300 unit 2.000 x 50% x Rp80) 24.500 unit 2.000 3.500 240.000 2.500 Biaya Per Unit Rp 188 100 50 Rp 338 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (2.500 Biaya tambahan: Tenaga kerja 235.500 unit Upah Langsung Overhead Pabrik Produk selesai ditransfer ke gudang 2.000 3.350 Perhitunpan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Rp 470.000 Bagian B Data Produksi: Ditransfer dari bagian departemen A Ditransfer ke gudang Produk rusak Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: 2.350 2.000 200 200 Produk rusak Produk dalam proses: Upah langsung (300 x 50%) 150 150 Overhead (300 x 50%) 2.000 Rp 594.500 x Rp188) Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp 60.000 x 100% x Rp60) 40.000 Overhead pabrik (1.000 2.000 Biaya Per Unit RP 60 80 48 Ru 188 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk yang ditransfer ke B (2.1 Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Bahan Tenaga kerja Overhead pabrik Jumlah Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Rp 210.350 Jumlah 822.000 Bahan (1.000 144.500 2.000 .000 3.000 x Rp338) Rp 676.000 Tenaga kerja (1.000 2.000 124.000 RD 594.350 Overhead pabrik 117.000 x 50% x Rp48) Jurnlah I Rp 470.

000 30.600 78.000 36.000 4.500 Biaya Bahan Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Bahan baku (4.Harga pokok produk rusak (200 x Rp338) Harga pokok produk dalam proses akhir: Harga pokok dari A (300 x Rp188) Rp 56. Jawab: a Perhitungan biaya per unit: 38.800 Biaya Konversi 38.400 Tenaga kerja (300 x 50% x Rp100) 15. Jawab: c Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: 38.900 RD 822.000 x 60%) Biaya konversi (8.000 41.000 x 50%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 37.000 Biaya Konversi 38.000 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 74.000 2.500 Overhead pabrik (300 x 50% x Rp50) Jumlah 72.000 7.000 x 75%) Ekuivalen produksi 73.000 8.000 2. Jawab: a Ekuivalensi produksi dengan metode rata-rata: 67.000 40.000 x 50%) Biaya konversi (4.800 3.000 30.000 x 50%) Tenaga kerja (4.000 4.000 3 3.000 8.000 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Tenaga kerja: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Biaya Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000 Biaya Bahan Unit produk selesai C ) Unit dalarn proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (8.

000 x 50% x Rp15) 40.000 x 75% x Rpl 1) Overhead pabrik (4.Overhead pabrik: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah dihitung 8 1.000 Rv 451.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jumlah liiaya yang diperhitungkan 76.938.000 x 50% x RplO) Jurnlah harga pokok produk selesai dari persediaan awal Rp 222. O OO Rv 2.000 370.000 .000 x Rp 5 1) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp48.000 78.000 920.0000 129.000 11 Ru 51 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (38.067.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit Rp 222. Jawab: b Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai: Dr unit dalam proses awal ai Biaya periode sebelumnya Biaya penyelesaian: Rp 120.000 Rp130.000 x 60% x Rp25) 60.067.000 Rp 41.000 555. Jawab: a Lihat no. 89 Jawab: c Perhitungan biaya per unit dengan metode FIFO: Elemen Biaya Jumlah Biaya Harga pokok produk dalarn proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya Rp 1.000 Bahan baku (4.000 Tenaga kerja (4.000 Bahan baku (8.000 220.000 Overhead pabrik (8.000 Tenaga kerja (8.000 x 50% x Rp24) 48.000 x 75% x Rp16) 33.000 Rv 2.000 370.000 Rp442. 77.

942.000 52.000 x 70%) Ekuivalen produksi Departemen 2: Biaya Bahan 45. Departemen 1: 80.000 45.Dari unit mulai diperoses dan selesai (30. 81. Jawab: c Perhitungan biaya per unit Departemen 1: Biaya Overhead 42.200 49.000 Ekuivalen produksi 45.000 7. 94 Jawab: d Ekuivalen produksi dengan metode rata-rata tertimbang.000 Jurnlah harga pokok produk dalam proses akhir 125.000 Unit dalam proses akhir: 3.000 7. 94 Jawab: d Lihat no. Jawab: d Lihat no.000 x 40%) x 80%) Overhead pabrik (9.200 Elemen Biaya Jumlah Biaya Bahan baku: Biaya persediaan-awal Rp 2.000 Biaya ditarnbahkan periode ini 25.OOO Total biaya yang diperhitungkan Rv 2.000 x Rp50) Total harga pokok produk selesai 1.600 82.000 Biaya Konversi 45.000 Rp 1.000 79.500.000 55.000 Biaya tenaga kerja (4.000 10.000 x 50% x Rp25) Rp 50. 2 Unit dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 x 75% x RplO) 30.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (4.000 x 100%) Tenaga kerja (10.500.000 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit .000. Unit yang ditransfer ke Dep.067.000 x 75% x Rp15) Biaya overhead pabrik (4.000 Biaya Tenaga Kerja Unit yang ditransfer ke gudang 42.600 Tenaga kerja (9.

500.000 Rp 118.000 Rp 3.000.240.000 85.000 Rp 27.000 Rp 39.000.360.Rv 27.250 Jawab: b Perhitungan harga pokok Departemen 1: Harga pokok produk yang dih-ansfer ke Departemen 2: (45.000) 7.000 x RpRp2.000. 81 Jawab: a Perhitungan biaya per unit Departemen 2: Ekuivalen Elemen Biava Jumlah Biaya Harga Pokok dari Dep.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Overhead pabrk Biaya persediaan-awal Biaya ditambahkan periode ini Jumlah dihitung 83.000 Rp 2.250.000 x 70% x Rp750) Overhead pabrik (10.000 x 100% x Rp500) Rp 5.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan .000 55.000.000 Rv 52.000. Rp 2.500.250.000 750 52.500.250) Rp 101. 86.000 Rp 2.500..000 5.250. Jawab: a Lihat no. B iay a per Produksi - Vnit 5 1.000 36.000 Rp500 52.000 Ru 114.000 1.000 x 70% x Rp1.860.000 Rp 84.000 Tenaga kerja: Biaya persediaan-awal Rp 1.000 Biaya ditransfer periode ini 101.000 Tenaga kerja (10. 75 Jawab: a Lihat no.118.000 Biaya ditambahkan periode hi 25.500.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir l7.250.000 49. I: Biaya persediaan-awal Rp 12.000.600 600 .990.240 45.500.

000 49.900.000 36.500 1.160.590) Rp 150. Rp 4.000 Jumlah harga pokok produk dalam proses Rp 27.400.000 x 20%) Biaya konversi (1.0 7.000 Harga pokok produk dalarn proses akhir : Dari departemen 1 (9.500 Biaya Konversi 8.000 x Rp 224) Rp 20.000 x 40% x Rp 600) 2.500.160.000 Rp 178.600 Ekuivalen Produksi Biaya per Unit 9.000. Biaya Bahan 8.000 Ru 36.000 Jumlah biaya yang diperhitungkan Rp 178.000 Overhead Pabrik (9. 87 Jawab: a Ekuivalen produksi dengan metode FIFO: Unit produk selesai (-) Unit dalam proses awal (=) Unit masuk proses dan selesai (+) Penyelesaian unit dalam proses awal: Biaya bahan (1.500 100 .500.150 RP 4 .000 kg x Rp 3.Overhead Pabrik: Biaya persediaan-awal Biaya ditarnbahkan periode ini Jumlah dihitung 87.000 32.000 Tenaga kerja (9.78.900. 89.000 x 80% x Rp 750) 5.500 Elemen Biaya Harga pokok produk dalam proses awal Biaya Periode ini: Bahan baku Jumlah Biaya Rp 19.720.000 7.000 Jawab: d Lihat no.000 x 50%) (+) Unit hilang akhir proses (+) Unit rusak normal (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90%) Biaya konversi (500 x 60%) (=) Jumlah produksi ekuivalen Harga pokok produksi per unit: 88.200 750 Ru 3590 Jawab: e Perhitungan harga Pokok Departemen 2: Harga pokok produk yang ditransfer ke gudang (42.

800 600 Rv 4.500 unit Rp 13. 200 unit 200 unit 4.500) Jawab: b Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (500 x 90% x Rp4) Biaya tenaga kerja (500 x 60% x Rp6) Biaya overhead pabrik (500 x 60% x Rp2) Jumlah harga pokok produk dalam proses akhir Jawab: a Unit produk dalam proses awal Unit produk selesai: dari persediaan awal dari periode ini Unit produk dalarn proses akhir 9 1.000 x 50% x Rp2) 1.400 .800 8.200 93.800 1.000 (7.000 Biaya periode sebelurnnya Biaya penyelesaian: Rp 800 Bahan (1.500 x Rp12) Harga pokok produk selesai Rp113. Jawab: a Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai: Dari unit dalam proses awal Rp 19.800 dari persediaan awal Dari unit mulai diperoses dan selesai 90.000 Tenaga kerja (1.80018.800 Jumlah harga pakok produk selesai Rp 23.400 4.400 unit 400 unit Ekuivalensi produksi dengan metode FIFO: Biaya Bahan Biaya Tenaga Biaya Overhead Baku Kerja Pabrik Unit produk selesai 4.000 x 20% x Rp4) 3.400 4. Rp 1.200 unit 4.Tenaga kerja Overhead pabrik Total biaya 90.000 x 50% x Rp6) Overhead pabrik (1.39 92.800 Jawab: e Harga pokok produk selesai per unit: Total harga pokok produk selesai Unit produk selesai Harga pokok per unit (Rpl13. Rp113.000 4.

200 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 0 Biaya bahan baku (200 x 0%) Biaya tenaga kerja (200 x 20%) 40 Biaya overhead pabrik (200 x 30%) (+) Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (400 x 100%) 400 Biaya tenaga kerja (400 x 85%) Biaya konversi (400 x 75%) (=) Jumlah produksi ekuivalen 4. Jawab: a Jumlah unit produk rnasuk proses: Unit produk selesai Unit produk dalam proses akhir Jumlah unit diproses Unit dalarn proses awal Unit masul proses bulan ini 4.000 Rp8 1. Jawab:e Biaya bahan baku per unit bulan sebelurnnya: Jurnlah harga pokok produk dalam proses awal (-) Biaya tenaga kerja (200 x 80% x Rp290) Rp46.000 97.600 94.260.200 x Rp300) Untuk persediaan produk dalarn proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini Jawab: b Total biaya overhead pabrik pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai Rp161.000 .000 102.400 unit 400 unit 4.000 1. Rp15.600 Jumlah biaya bahan baku yang melekat Unit ekuivalen bahan baku produk dalam proses awal: 200 unit (200 x 100%) Biaya bahan baku per unit bulan sebelumnya: (Rp8 1.400 Biaya overhead pabrik (200 x 70% xRp240) 33.200 80.200 96 Rp 12.374.800 unit 200 unit 4.600 unit 95.(-) Unit dalam proses awal 200 (=) Unit masuk proses dan selesai 4.2001200 unit) Rp406 Jawab: b Total biaya tenaga kerja langsung pada bulan ini: Untuk penyelesaian persediaan produk dalam proses awal Untuk produk masuk proses bulan ini yang telah selesai (4.000 Ru 1.

600 86.35 .000) : Rp1.000 80. Jawab: b Pencatatan persediaan perpetual Jawab: b Jumlah unit yang hilang dalam proses produksi: Unit diterima dari departemen sebelumnya Unit selesai ditransfer ke departemen berikutnya ( ) Unit masih dalam proses akhir Unit yang hilang dalam proses Jawab: a Biaya per unit yang diterima dari departemen sebelurnnya (Rp 154.200 x Rp250) Untuk persediaan produk dalam proses akhir Total biaya tenaga kerja langsung bulan ini 98.72 0.020 Biaya per Per Unit Rp 1.000 4.000 80.000 x 113) Ekuivalen produksi 102.000 Jumlah biaya yang ditambahkan RD140.000 Rp 1.000 Tenaga kerja Overhead pabrik 65. Jawab: d Perhitungan biaya per unit: Riaya Biaya Tenaga Kerja Overhead Pabrik 80. 1 I 100.800190.000 2.ooo 86.000 x 1/3) Biaya overhead pabrik (6.000 2.800 90.000 4.620 86.050.000 Biaya yang ditambahkan departemen ini: 74.76 Rp 1. Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi: 1.72 101.(4.000 99.220 Total biaya yang diperhitungkan Rp295.000 - 86.87 0.000 Ekuivalen Elemen Biaya Jumlah Biaya Produksi Biaya dari departemen sebelurnnya Rp 154.145. Unit produk selesai dan ditransfer Unit hilang dalam akhir proses Unit dalam proses akhir: Biaya bahan tenaga kerja (6.63 R~3.

580 104.000 (+) Penyelesaian unit dalarn proses awal: 2.000 24. 104 Jawab: d Lihat no.76) Jumlah harga pokok produk dalam proses 13.000 106.35) 13.520 Overhead pabrik (6.000 126.000 20.72) R~ 10.000 150.000 (=) Unit masuk proses dan selesai 126.OOO x Rp3.000 126.000 x 10%) Biaya konversi (24. Selisih akibat pembulatan Total biaya yang diperhitungkan 105.000 150.400 Biaya bahan baku (24. 108.87) 1.740 Tenaga kerja langsung (6.000 Harga pokok produk hilang dalam proses (3. 102 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya (8O.35) Rp268.000 x Rp1. B 150.103.400 Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari departemen sebelumnya (6.000 x Rp3.320 Biaya ditambahkan: 1.000 x 113 x RpO. Jawab: e Lihat no. 107. Jawab: b Lihat no. .000 x 20%) 4.Laba Jawab: a Perhitungan ekuivalensi produksi bulan Mei 1990: Biaya Tenaga Biaya Overh Biaya Bahan Kerja Pabrik Unit selesai d m ditransfer ke Dep.000 24. 104 Jawab: d Hilang abnormal diakibatkan oleh kesalahan. sehingga hams dibebankan ke Rugi .000 (-) Unit dalam proses awal (akhir April) 24.800 4.800 (+) Unit rusak dalarn proses 20.000 20.000 x 113 x R?0.

00) Tenaga kerja (12.000 x 90% x Rp 18.000 Overhead pabrik (24.600 Total biaya yang diperhitungkan Jawab: a Lihat no.615.080.800 384.000 x 90% x Rp18) ~umlah produk dalam proses akhir 9.50) 220.000 x Rp 18) Unit produk dalam proses akhir (12.50) 1.50) 86.000 x 80% x Rp12.OO) Rp 52.800 161.800 60.000 Tenaga kerja (24.000 x 80% x Rp20.000 (126.50)120.600 160.000 x Rp18) Untuk produk rusak dalam proses (20.000 x 20% x Rp 18.000 x Rp52.OO) Biaya penyelesaian Bahan baku (24.000 Bahan baku (12.(+) Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (12.OO) Tenaga kerja (24.400 10.000 x 80% x Rpl1.000 Harga pokok produk dalam proses akhir: Rp264.200 Bahan baku (24.400 78.000 x 20% x Rp12.OO) Jumlah harga pokok produk selesai dari 1.894.000 x 100%) 12.00) RD9. 110 .050.200 Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak dalam proses (20.400 Jawab: a Total biaya overhead pabrik pada bulan Mei: Untuk penyelesaian unit produk dalam proses awal (24.000 x 90% x Rp22.400 199.50) 7.000 x 100% x Rp22.400 Overhead pabrik (12.000 x 10% x Rp22.522.000 194.000 x 90%) Jumlah ekuivalensi produksi 160.000 Rp 1.200 Overhead pabrik (24.000 x 20% x Rp18) Untuk produk selesai dari periode ini (126.600 Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai Dari persediaan awal Biaya periode sebelumnya Rp 475.279.200 persediaan awal Dari produk masuk proses periode sekarang dan selesai 6.000 Biaya tenaga kerja (12.000 x 80%) Biaya overhead pabrik (12.000 x Rp52.

400 22.600 Elemen Biaya Bahan baku: Biaya.112.lO) 4.50) Biaya konversi (6.600 & I 59.960 . persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen B (16. 4.400 Biaya Bahan 16.400 x 25%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 113.000 6.960 Total biaya yang diperhitungkan Rp 185.400 x 100% x Rp8. 110 Jawab:a Departemen A Data produksi Unit dalam proses awal Unit dimasukkan dalam proses Unit selesai ditransfer ke Dep.400 x 25% x Rp3.400 x 100%) Biaya konversi (6.000 6.400 1.000 x Rp11.400 22. B Unit dalarn proses akhir Ekuivalen produksi Unit produk selesai Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (6.400 Biaya bahan (6.000 22.600 17.60) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Rp 54.360 244. Jawab: a Lihat no.600 16.800 7.400 Biaya Konversi 16.

Departemen B Data produksi Unit dalam proses Unit ditransfer dari Departemen A Unit selesai ditransfer ke Dep.800 x Rp13. A: Biava persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Ekuivalen Total Biaya Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen C (12.600 Unit produk selesai ditransfer ke Dep.60) Rp 64.75) Total biaya yang diperhitungkan Departemen C Data produksi . C Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 2.000 12.400 16. C Unit dalam proses akhir: Biaya konversi (5.600 x Rp11.960 Biaya konversi (5. 1.35) Harga pokok produk dalarn proses akhir: Biaya dari Departemen A (5.600 x 20%) Jumlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit Biaya Konversi 12.960 Biaya ditambahkan: 1.920 Elemen Biaya Biaya dari Dep.800 110 .800 5.600 x 20%xRp.2 13.

520 x Rp 13.520 x 0% x Rp1.520 x 30% x Rp2.600 1.35) Rp46.992 Biaya ditambahkan: Biaya bahan (3.600 x Rp16.056 10.520 x 0%) Biaya konversi (3.120 Biaya Bahan Unit produk selesai Biaya Konversi 9.120 13.Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen B Unit selesai ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalen produksi 320 12 800 9.104 RV 210.600 3 520 I 0 13.656 9.600 Unit dalam proses akhir: Biaya bahan (3.50) 0 Biaya konversi (3.85) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen B (3.864 .520 x 30%) Jurnlah ekuivalensi produksi Perhitungan biaya per unit 9. B: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang dilransfer ke gudang (9.600 Elemen Biaya Biaya dari Dep.OO) 2 112 Total biaya yang diperhitungkan Rp 161.760 - 49.

400 x 25%) Jumlah Departemen I11 Data produksi: Unit dalam proses awal Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke gudang Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: Biaya Konversi 108.200 Departemen I1 Data produksi: 19.200 123.800 14.400 Unit dalam proses akhir 123.000 Unit produk dalam proses akhir: 7.200 Unit produk selesai dan ditransfer Unit produk dalam proses akhir: Biaya konversi (14.200 Unit dalam proses awal 104.200 111.200 .200 Biaya Konversi 123.000 96.000 x 30%) Biaya konversi (24.000 Unit ditransfer dari Departemen I1 Unit selesai dan ditransfer ke Departemen 111108.000 1 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer 104.114. Jawab: b Departemen I Data produksi: Unit dalam proses awal Unit masuk dalam proses Unit selesai dan ditransfer ke Departemen I1 Unit dalam proses akhir Ekuivalensi produksi: 32.800 Biaya Bahan Unit produk selesai dan ditransfer ke gudang 123.200 Biaya bahan (24.000 x 30%) Jumlah 7.000 104.000 24.

75) 12.000 x Rp4.40) Rp 17.680 43 1.Unit produk dalam proses akhir: Biaya bahan (12.15 .400 129.000 x 30% x Rp1.000 x 30% x Rp2. Jawab:e Perhitungan biaya per unit dan harga pokok produksi: Departemen I Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode h i ' Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (104.800 x 100%) Biaya konversi (12. 114 12.600 116.200 Rp 4.600 29.280 123.480 Ekuivalen Elemen Biaya Dari Departemen I: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Biaya Per Unit Total Biaya Produksi Rp & 79.15) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya bahan (24.600 511.800 136 000 6. Jawab: a Lihat no.880 Ru 46 1.800 x 50%) Jurnlah 115.280 Biaya konversi (24.600 Jumlah Departemen I1 Perhitungan biaya per unit: Rp 431.

600 130.15) Rp59.120 Biaya bahan (12.200 x Rp6.80) Jumlah .680 5.400 Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (108.800 x Rp5.60) 7.760 4.40) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen I1 (14.400 x Rp4.800 x Rp5.800 x 100% x Rp0.120 Biaya konversi (12.25) Jumlah Departemen 111 Perhitungan biaya per unit: Elemen Biaya Dari Departemen 11: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Ditarnbahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Total Biaya Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Departemen I1 (123.80) Harga pokok produk dalam proses akhir: Biaya dari Departemen 2 (12.500 Biaya konversi (14.Ditarnbahkan: Konversi: Biaya persediaan awal Biaya periode ini Jumlah Rp Rv Rv 9.780 112.900 140.800 x 50% x Rp0.400 x 25% x Rp1.500 651.40) Rp 69.

132 Jawab: c Perhitungan ekuivalensi produksi: 118 119.500 Konversi: Biaya persediaan awal Rp 3.000 RD 18. .48 1.400 Jurnlah RD 64. Jawab:b Lihat no.000 0.300 Ekuivalen Produksi Biaya Per Unit 40.200 RD 0.000 x 40%) Jurnlah 37.000 x Rp1.400 Biaya periode h i 15.500 Biaya periode ini Rp 20.500 Ru 25.000 Rp 0.117. 132 Jawab: a Lihat no.000 1.69 38.51 37.000 x 0%) 0 Biaya konversi (3.68 121.200 Elemen Biaya Total Biaya Dari departemen sebelurnnya: Biaya persediaan awal Rp 2. 120 Biaya Bahan Baku Unit produk selesai 37.200 38.900 17.400 Ditambahkan: Bahan baku: Biaya persediaan awal Biaya periode h i Rv 25.000 Perhitungan harga pokok: BiayaKoversi 37. 132 Jawab: b Lihat no.000 Unit dalarn proses akhir: Biaya bahan baku (3. Jawab: e Perhitungan harga pokok produksi: Harga pokok produk selesai (37.68) Harga pokok produk dalam proses akhir: .

266 3 Rp 64.000 satuan Unit produk selesai 10.000 Produk selesai ditransfer ( .000 x 0% x Rp0.000 x 50% x Rp400) 2.000 unit Dimasukkan dalarn proses Ditransfer ke gudang 9.000 6.000 unit 9. Jawab : b Data Produksi: Persediaan produk dalam proses awal 1.000 x 20%) 200 Biaya Konversi 9.000 satuan.OW Produk masuk proses yang selesai Penyelesaian produk dalam proses awal: Bahan (1.800. 2.000 satuan.000 8. berarti tingkat penyelesaian biaya bahan unit produk dalarn proses akhir 100%.800.000 Q 123.000 satuan Unit dalam proses akhir Unit ekuivalen biaya bahan 100. Perhitungan harga pokok: Harga pokok produk selesai (90.000 x Rp880) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan baku (10.106 Rp 64.000 8.000.000 x Rp480) Rp 4.000 x 40% x Rp0.B ~ d a r i ~ s e b e h m m y a ( 3 .48) Selisih akibat pembulatan Jumlah 122.000 10.000 unit .Produk dalam proses awal 1.000 F 85.200. 0 0 0 ~ ~Rp) 1.300 Jawab: a Data produksi: 90.000 Konversi (10.000 unit 10.000 unit I 500 unit Produk rusak 500 unit Dalam proses akhir Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 9.000 Jumlah Rp 79.800.530 1 Biaya ditambahkan: 0 Bahan baku (3.000 1. Unit ekuivalen biaya konversi 95.61) 576 Konversi (3. berarti tingkat penyelesaian biaya konversi unit produk dalam proses akhir 50%.

Konversi (1.5 Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok persediaan awa 1Rp 190.000 x 50% x Rp20) 10.000 x Rp120) Jumlah harga pokok produk selesai Harga pokok produk rusak (500 x Rp120) Harga pokok produk dalam proses akhir: Bahan (500 x 90% x Rp40) Rp18.000 9.000 Overhead pabrik (500 x 60% x Rp20) 6.300.000 9.300 Overhead pabrik Jumlah Rv 1.000 30. Jawab: b Data Produksi: Persediaan dalam poses awal Ditransfer dari bagian sebelurnnya Ditransfer ke bagian berikutnya Hilang pada awal proses Dalam proses akhir Biaya Per Unit 200 kg 980 kg 900 kg 20 kg .000 Perhitungan Harga Pokok Produksi: Harga pokok produk selesai: Dari persediaan awal: Harga pokok awal Rp 190.000 x 50%) Produk rusak Produk dalarn proses akhk Bahan (500 x 90%) Konversi (500 x 60%) Jumlah Perhitungan Biava Per Unit: 500 500 - 910 .000 Tenaga kerja (1.150 Tenaga kerja 558.000 Dari produk yang masuk dalarn bulan Desember: (8.000 Biaya bulan Desember: Bahan 366.000 x 50% x Rp60) Overhead pabrik (1.000 x 20% x Rp40) 8.000 9.000 Jurnlah 124.000 Biaya penyelesaian: Bahan (1.300 186.000 Tenaga kerja (500 x 60% x Rp60) 18.

000 .000 Biaya Per Unit .000 RD 443.443 964 Jumlah Rp 1.000 Periode sekwang RP 520.420.560 480.800 800.904.000 Periode sekarang 9130 R 940.560 964 Biaya overhead pabrik: Persediaan awal Rp 23.Unit Ekuivalen: Biaya Bahan 900 kg 80 kg Biaya Konversi 900 kg Produk selesai ditransfer Produk dalam proses: Bahan (80 kg x 100%) Konversi (80 kg x 80%) Perhitungan Biava Per Unit: Elemen Biaya Jumlah Biaya Unit Ekuivalen Harga pokok ditransfer masuk Persediaan awal Rp 140.440 Periode sekarang .---Biaya tenaga kerja: Persediaan awal Rp 40.

b. perusahaan atau devisi dari sebuah perusahaan Sebuah produk yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan c. b. Dua buah produk atau lebih yang dikombinasikan untuk membuat satu jenis produk yang baru Sebuah produk yang dibuat bersama-sama antara dua atau lebih b. Produk bersarna Jawab a. clan c benar d. 3. Mana dari pernyataan di bawah ini yang secara tepat menggambarkan produk gabungan? Suatu produk yang dihasilkan dari bahan-bahan sisa a. Produk-produk. Produk sampingan b. yang dihasilkan dengan serentak dikenal sebagai: a. yang masing-masing mempunyai nilai penjualan yang berarti. Suatu produk yang dihasilkan secara serentak dengan produk utarna dari proses produksi yang sama dan jumlah nilai penjualannya lebih rendah dari produk utarna Joint product adalah: a. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN 1. nilai jualnya tidak menutup biaya produksi d. 2.BAB X METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN A. . Suatu produk yang mempunyai harga jual lebih rendah dari produk utama Suatu produk yang dihasilkanbersama-samadengan prod& utama yang c. Dua buah produk atau lebih yang dibuat secara serentak bersamaan d. Produk utarna c.

Volume c. d. bila k l a s i f h i biaya didasarkan pada hubungannya dengan: Produk a.suatu pnlx. b. akan tetapi tidak menggunakan M n haku yang sama. Istilah biaya bersama (common cost) dan biaya bergabung (joint cost) akan timbul. Produk bersama c. Harga jual hipotetis 5. Joint-products d. proses penyulingan tersebut harus d~perlakulian sebagai: . 7. Proses produksi biasa C. Periode akuntansi Tujuan pokok alokasi biaya bersarna kepada produk bersama ialah: Untuk menghitung selisih biaya (cost variance) a. 9. 6.i. Proses biaya campuran h. Produk sampingan d. Co-products c. Hal tersebut timbul dalam proses cost method dikenal a denpan: a. Total nilai jual relatifnya Perbandingan jumlah tiap jenis produk yang diproduksi b. . Harga jual per unit tiap jenis produk c. Produk common Di dalam perusahaan yang menghasilkan lebih dari satu macam produk dari satu proses produksi dan dari bahan baku yang sama.4 Jika suatu perusahaan memperoleh dua produk yang dapat dijual dari. Proses ekstratip d. Produk ko b.5 penyulingan bahan tambang tertentu. maka produk tersebut dinamakan: a. By-products h. pembedaan apakah suatu produk merupakan produk utama ataukah sampingan didasarkan pada: a. Proses operasi Dua atau beberapa macam barang-barang yang dihasilkan dari suatu proses pnduksi yang sama pada waktu yang sama pula. Separable products Perusahaan yang menghasilkan beberapa janis produk dengan menggunakan fasilitas yang sama tetapi dalam waktu yang tidak sama dan bahan baku serta tenaga kerja dapat diidentifikasikan untuk setiap jenis produk. 8. Departemen produksi d.

satuan fisik. Profitabilitas relatif d. dan c benar d. dan c benar Biaya bersarna (joint cost) dialokasikan: a. 5. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan biaya adalah perlu untuk melakukan identifkasi biaya pengolahan sesudah saat pemisahan (split-off) a. Metode berat relatif c. 12. rata-rata tertimbang Berdasarkan nilai jual masing-masing produk pada titik terpisah (splitd. Salah Untuk pengambilan keputusan memproses lebih lanjut atau tidak satu atau lebih produk bersama. Metode volume relatif d. b. Penentuan harga pokok produk untuk pengambilan keputusan b. atau c. Tujuan alokasi biaya bersama adalah: a. 13. Metode harga jual relatif b. Alokasi joint cost ke setiap produk tidak bermanfaat untuk: Tujuan perencanaan dan pengendalian biaya a. c. Jam kerja tenaga langsung 11. Biaya tarnbahan setelah split-off c. Tujuan penentuan nilai persediaan Ketiga jawaban di atas betul semua d. titik terpisah (split-off point) Berdasarkan nilai jualrelatif. . 14. Untuk mengendalikan biaya Untuk penentuan harga pokok produk Untuk keperluan pajak 10. rata-rata biaya per satuan. metode-metode alokasi biaya bersama yang paling tepat adalah: a. d. Jawaban a. Kepada produk sampingan (by-product) Berdasarkan perbandingan biaya tambahan (separable costs) setelah b. Penentuan harga pokok persediaan dan perhitungan rugi-laba yang sesuai dengan Prinsip Akuntansi Indonesia c. b.b. off point) Biaya-biaya joint product pada umurnnya dialokasi dengan menggunakan: Nilai penjualan relatif pada split-off a. Pengendalian biaya bersarna Jawaban a.. b. Benar b. Tujuan penentuan harga pokok produk b. c.

000 10. Pnme cost d. lanjut Produk utama dapat dijual setelah diolah lebih lanjut c. Jika perusahaan menghasilkan joint product.000 10. Jumlah pisik Harga jual relatif b. Metode rata-rata tertimbang c. b. b. c.200. Perbedaan kemarnpuan produk bersama (joint product) untuk menghasilkan pendapatan diakui bila alokasi biaya bersama didasarkan: a. Data untuk ~lenjawab no. Joint cost paling sering dialokasikan berdasarkan relative: a. Y dan 1jenis produk sampingan Z. Produk utama dapat laku dijual saat dipisah atau setelah diproses lebih b. Perusahaan yang menghasilkan produk utama dan sampingan d. Jawaban a.000. Laba bersih d.000 50. Besarbiayabersama (joint costs) adalah sebesarRp1. Data mengenai produk yang dihasilkanperusahaan dengan biayabersama tersebut adalah: Jenis Produk W X Y Z Jumlah produksi unit 20. c benar 17. Profitability b. metode harga jual hipotetis cocok untuk: Produk utama yang laku dijual saat dapat dipisah a.d. 21 s. Conversion cost c. 18. X.16.000 Berat produk per unit (kg) 3 2 4 2. Sales value Metode alokasi biaya bersama (joint cost) kepada produkbersama (joint product) yang akan menghasilkan laba bruto yang sama besamya ialah: Metode nilai jual relatif a. 19.dan Ratarata Biaya Persatuan PT Merdeka menghasilkan 3 jenis produk utama (main products) yaitu W. 23 soal Alohasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual RelatiJ Rata-rata Tertimbang. Metode satuan fisik Metode rata-rata biaya per bulan d.50 Harga jual per unit Rp 20 16 40 5 . Hasil penjualan produk sampingan diperlakukansebagai penghasilan di luar usaha (otherincome).

000 40 D 90 ? ? Total 240 7 75 400. Rp 300. C dan D. Produk B a. c. Selarna ini T perusahaan mengalokasikan harga pokok bersama dengan nilai jual relatif. c.20. ~naka a. Produk B a. 26. c. maka biaya yang dialokasikan ke produk Y adalah sebesar: a. Rp 240.d. Rp 143.500 90. dengan berat produk sebagai angka penimbang. c.909 d.333 b. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terkecil adalah: Produk A b.000 Produk dijual (kg) 30 45 23. Produk C d. Rp266.0CM. Produk B a.000 21.000 d. yaitu A. Produk D Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terkecil adalah: Produk A b. 24 s.750 c. 25. Rp300. Produk D Jenis produk dengan harga pokok per kg terbesar adalah: Produk A b. Rp 150. Rp 213.000 c.333 b.777 d. Rp 133. Produk C d. Rp287. . 22. Rp 230. B. Rp290. Produk D 24. Data untuk menjawab soal no. Produk C d.000 Jika alokasi biaya bersama didasarkan metode ratalrata tertimbang.000 190 Jenis produk yang memperoleh alokasi harga pokok bersama terbesar adalah: Produk A b. maka alokasi biaya bersama ke produk Y adalah sebesar: a.667 c. Jika :~lokasi biaya bersama didasarkan pada metode ~ ~ i ljual relatif produk ai alokasi biaya bersama ke proodk Y adalah sebesar: bersarna. Rp 127.500 b. 28 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif I "MDJ" menghasikaq 4 jenis produk bersama.3 ? Nilai pasar (Rp) ? 110.000 Jika biaya bersama dialokasikan dengan metode rata-rata blaya per satuan. C 50 67. Produk C d. Informasi untuk kegiatan bulan April 1990 adalah: Keterangan A B Produk yang dihasilakan (kg) ? 60 Harga pokok produk bersama (Rp) 60. Produk B a.

000 Rp 7.500 d.d. Produk A dijual pada titik terpisah (split-off point) tanpa memerlukan . 16 213 dari harga pokok Data untuk menjawab soal no.400 untuk Q dan Rp .000 ? Q 2. Data untuk menjawab soal no.000 Rp 30. 9.000 Rp 36. Rp 12. Rp 14.000 c. dan C.000 Rp 3. 31 s.000 Rp 5. P 4.Biaya gabungan ('joint cost) . Bahan ini diproses di Departemen I dan pada akhir pernrosesan diperoleh tiga macarn produk yaitu A.oOO ? ToTAL 7 . 25% dari harga pokok a.Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut . Dengannilaipasar relatif tersebutmasing-masingjenis produk akan menghasilkan laba kotor: b. 29 s.000 Rp 15.Satuadunit diproduksi . Rp 63.000 untuk R Umparna biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah spit-off. B.80per liter.000 untuk Q dan Rp 12.d. Rp 59.000 untuk Q dan Rp 9.000 29.000 untuk Q dan Rp 8. 14 217% dari harga pokok d. 33 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif Sebuahperusahaan membeli bahan baku bernarna Z dengan harga Rp 0.000 Rp20.berapa joint cost yang akan dialokasi pada barang produk Q dan R? a.000 Umpama biaya gabungdjoint cost dialokasikan dengan menggunakan metode nilai jual relatif pada titik pisah split-off. 25% dari penjualan c.333 b. berapa nilai jual pada split-off untuk produk P ? a.Nilai penjualan jika telah diproses lanjut 28. 30 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilai Jual Relatif FT Badai Timur memproduksi barang P.000 untuk R d.Nilai penjualan pada titik pisah/split-off .27.000 ? Rp15.000 Rp100.OOO Rp 60.000 ? E 1.000 untuk R b. Rp 58. Rp 60.600 untuk R c. Rp 16. Rp 15.000 Rp120.000 Rp 70. dan R melalui proses tergabung (joint process). Q. Inforrnasi tarnbahan adalah sebagai berikut: .

000 liter Rp 30.000 Departemen I1 Rp45.909.363.64 a.000 33. c. sedangkanproduk B dan C memerlukan proses tambahan sebelum dapat dijual. Rp 40.000 21. Rp 24.000 C 4 5.000 14.000 c. d.73 b. Rp 60. F Cemara membuat produk F.200 Rp 34.000 c.000 Rp 20.000 3 1. Rp 27. d.750 Tidak terdapat persediaan pada awal tahun.000 liter 10. dan W dari suatu proses gabungan T (joint process) Biaya gabungan (joint Costs ) di alokasi berdasarkan harga jual relatif pada pernisahaan (split-off). b. sedangkan pada akhir tahun tidak ada persediaan bahan baku Z maupun persediaan produk dalam proses.09 32.000 Penjualan Persediaan akhir Penjualan A 20. Berikut ini ialah data untuk tahun 19B: Harga beli Z Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik I Rp96. Rp 24.000 Rp 36. Alokasi biaya bersama untuk produk A ialah: Rp16. 30. d.000 liter Rp 141.000 liter 15.000 10. Rp17. produk B diproses di Departemen I1 dan produk C diproses di Departemen 111.500 Alokasi biaya bersama untuk produk B ialah: a.000 liter - Rp 96. Informasi tarnbahan untuk kegiatan produksi bulan Juli 19x1 adalah sebagai berikut: .pernrosesan tambahan. Untuk mengalokasikan biaya sebelum titik terpisah (split-off point) digunakan metode harga relatif (relative market value). Rp 27. Rp 35.000 B 30. b. G.272.500 Alokasi biaya bersama untuk produk C ialah: a.

000 936. Rp 21. Jawaban a. Rp 28. Rp 400.000 c.000 Total 100.500 a.000 538. b.000 12.000 d.000 d. Semuajawaban di atas benar 35.000 130.000 ? Produk W 10. 37 Alokasi Joint Cost dengan Metode Nilui Jual Relutif Biaya bersarna Rpl. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode harga jual relatif adalah: a. Rp 400.000 78.000 Rp 750.000 Rp 420. Rp 200.000 Rp 450.000 c.000 Rp60.000 Dengan asumsi bahwa 10. Rp 66. berapa laba kotor (bruto) PT Cemara atas penjualan ini? b. Rp 300. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut.OOO. Rp 200.000 320.000 b.00 88. 35 s.000 30.000 b.000 ? G 40.000 Rp 270. produk A sebaiknya tidakdiproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan rugi Rp 80.000 d. dan c benar Apakah sebaiknya A diproses lebih lanjut? a. Apabila alokasi biaya bersarnanya memakai metode berat relatif. Harga pokok produk A apabila tidak diproses lebih lanjut.000 satuan W diproses lebih lanjut dan dijual seharga Rp 78. . Rp 30.Satuan produksi Biaya gabungan (Joint Costs) Harga jual pada pemisahan (Split-off) Biaya tambahan jika diproses lebih lanjut Harga jual apabila diproses lebih lanjut F 50.000 36. Rp 300.000.OOO Jenis Berat Nilai jual (kg) setelah terpisah Biaya memproses Iebih lanjut Nilai jual setelah diproses Lebih lanjut 34.d.000 Data untuk menjawab soal no.000 c. dan biaya bersama dialokasikan dengan metode berat relatif adalah: a.

Perusahaan industri ATAKANA memproduksi produk utama PU dan dua produk sampingan yaitu PSI dan PS2.000 150. Produk sampingan yang dihasilkan memerlukan proses lebih lanjut agar laku dijual. 38.000 750 550 7.300 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan 37.500 Jumlah Rp 84.000 Jenis biaya Bahan baku Upah tenaga kerja Overhead pabrik Biaya setelah pemisahan PU-1 PU-2 Ps Rp130. produk A sebaiknya diproses lebih lanjut karena kalau diproses lebih lanjut perusahaan untung Rp 120. c.000 90.500 satuan @Rp 225. &ketahui data produksi sebagai berikut: Produk PU.50 1.00 450 satuan @Rp 55.000 Sebaiknya A tidak diproses lebih lanjut karena incremental cost apabila diproses lebih lanjut lebih besar dari incremental revenuenya Jawaban a.000 225.1.500 Biaya pemasaran dan Adrninistrasi 6. b.000 5.000 satuan @Rp 112.000 Rp 1.000 Rp 45. d.000 30.b. Terhadap penjualan produk PS diperhitungkan laba sebesar 20% dari harga jualnya.500 Besarnya laba untuk PS 1 dan PS 2 masing-masing adalah 15% dan 12%.500 .000 3.00 Biaya produksi bulan Desember 1985 adalah sebagai berikut: Biaya bersama Rp 320.500 75.500 1.500 Diminta: Menghitung hargapokok satuanproduk PU. Apabila alokasi biaya bersamanya memakai metode harga jual relatif.000 PSI Rp 6. PU Rp 75. Selama bulan Desember 1985. 37.000 80. Data untuk bulan Agustus 1988 yang tersedia adalah sebagai berikut (angka dalam ribuan rupiah): Penjualan Biaya pabrikasi setelah pemisahan 11.PU-2 danPS dengan menggunakan metode harga jual relatif dalam mengalokasikan biaya bersarna.100 90 0 13.000 PS2 Rp 3. dan c benar PT KARUGO suatu perusahaan industri yang menghasilkan tiga macam produk berupa dua macam produk utama yaitu PU-1 dan PU-2 serta satu macam produk sampingan yaitu PS.1 PU-2 PS Kuantitas Harga Jual 6.

000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: Rp800.200. = Jawab: b Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 W 20.200.000 kg/200.000 2 100.000 .000 Y 10.000 = = = Rp 360.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: 40.000 X 50.000/Rp 1.000 *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Rp400.000 4 40.000 Rp 240.000 ** Joint cost yang dialokasikan ke X: 100.000 x Rp 1.000 x Rp 1.200.000 800.200.000 kg x Rp 1.200.000 600.000 * 600.200.000 x Rp 1.000 Rpl .000 x Rp1.000 Harga Jual per Unit Rp20 16 40 Harga Jual Total Rp400.600. PENYELESAIAN 20.200.000 * Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp400.600.000/200.000 ke produk-produk utarna berdasarkan metode rata-rata tertimbang: Jumlah Unit Berat per Berat Biaya Jenis Produk Diproduksi Unit (kg) Total (kg) Alokasian 3 60.000/200.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode nilai jual relatif: Jenis Produk W X Z Jumlah Jumlah Unit Diproduksi 20.000 Jumlah 200.000 Rp 360.200.200.000 2 1.000 * ** *** * Joint cost yang dialokasikan ke W: 60. 2 B.000 ** 300.600.000 *** Rp 1.000/Rp 1.000 10.000 Ru 1.000 400.000 50.200. PS 1 dan PS 2. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1.000 = = Biaya Alokasian Rp300.Diminta: Hitung biaya pabrikasi sebelum pemisahan untuk PS 1 dan PS2 dengan 1 menggunakan market value method Buat perhitungan labdrugi untuk PU.000 Rp600.000/Rp 1.000 240.600.000 x Rp 1.

000 unit = Rp15 Joint cost yang dialokasikan ke W: Rp15 x 20.000 x Rp1. yang dihitung dengan cara: 110..22.200.000 50.000 150.200.000 f 400.200. yang secara mudah dapat dihitung dengan cara: 240 . . yang dihitung dengan cara: fl400.000 ke produk-produk utama berdasarkan metode rata-rata biaya per satuan: Jumlah Unit Biaya Jenis Produk Diproduksi Alokasian W 20. Jumlah joint cost yang dialokasikan ke produk C (menjadi harga pokok C).000 x Rp1. Nilai jual produk A.000 unit = Rp150.000 10.000180.000 = Rp750. Jawab: d Alokasi biaya bersama (joint cost) Rp1. Total joint cost yang dialokasikan ke masing-masing produk.000 *** Y 10.000180.200.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 50.000 = Rp150.000 Joint cost yang dialokasikan ke Y : Rp15 x 10.000 unit = Rp750.000= Rp 300.000180.200.000 unit = Rp300.000180. Jumlahjoint cost yang dialokasikan ke produk B (menjadiharga pokok B).0001400.000 23.000 I * Joint cost yang dialokasikan ke W: ** Joint cost yang dialokasikan ke X: *** Joint cost yang dialokasikan ke Y: Atau dapat juga dihitung sebagai berikut: Biaya rata-rata per unit: Rp1. berikut ini disajikan kembali data soal yang telah dimodifikasi dengan mengganti data yang tidak diketahui dengan huruf: Keterangan A B D n ! h ! Produk dihasikan (kg) a 60 50 90 240 Harga pokok (Rp) 60. Jawab: c Untuk memudahkan pemahaman.000 Jumlah 80.000 x d = c.000x d = b.000 Rp 300.000 b 67.000 Rp 1.500 c d Nilai pasar (Rp) e 110.200.000 ** X 50.000 90.000 Produk dijual (kg) 30 45 40 75 190 Keterangan:' = a b c d e f = = = - Jumlah kg produk A yang diproduksi.000 20. Nilai jual produk D.000 x Rp 1.000 * 750.(60 + 50 + 90) = 40.

sehingga dari data produk tersebut dapat digunakan untuk inenghitung data-data yang tidak diketahui.000 60.225 d 300.500 67.Dari data tersebut. yang terlengkap adalah data mengenai prodlik C.000 f 300.500 + 67.000 80.350 *** I2 90.000 x 300.500) = 90. nilai b dapat dihitung sebagai berikut: b 110.500 67.000 e e Jumlah f: = - - 60.500 b Setelah nilai d dan b diketahui. Jawab: a Lihat no.000 90 1.000.000 **** .000 (nilai pasar produk D) 24.000 36.375 ** 1.000 120.0001400.000 Setelah data-data biaya yang dialokasikan ke masing-masing produk.500 * 25. nilai pasar yang tidak diketahui dapat dihitung sebagai berikut: Jumlah e: e /400.000 24. 23 Jawab: a Perhitungan harga pokok per kg: Keterangan A Harga pokok (Rp) 60.800 x 300.000 x d = 67.000/400.000 f f = - 90.500 0.000 90. Data produk C dapat digunakan untuk mencari jumlah d dengan cara sebagai berikut: 90.000 x 300.000 300. nilai c dapat dihitung sebagai berikut: 300.000 .000 d Setelah nilai d diketahui. B C 82.500 60 50 1.000 300.000 Produk dihasikan (kg) 40 Harga pokok per unit (Rp) 1.000 + 82.(60.000 x 400.000 82.000 x 400.000 (nilai pasar produk A) f 1400.000 e 300.000.

000 x 60.000 Jumlah b: 15.000 Jumlah d: d/100.000 60. 25 Jawab: a Keteran~an Harga pokok (RP) Harga jual (Rp) Laba Kotor (Rp) Persentase laba kotor dari penjualan *) *) Laba Kotor X 100% Harga Jual Jawab: c Dengan logika yang sarna dengan sod sebelurnnya.000 60.000 Nilai jual pada titik split-off c d Rp15.000 c C = = - 36.000 2.000 a a b Rp.000 25. nilai yang didak diketahui dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Data yang diperlukan: P Q R TOTAL Satuanlunit dip~oduksi 4.000 7.000 Jumlah a: Jumlah c: c/100.000/100. 28 .000 3.000 60.500.000 x 60.Jawab: d Lihat no. 60.000 d d - Jawab: c Lihat no.000 ~ i a i gabungan (joint cost) Rp36.000 1.000x60.000 Rp 100.000 15.000 = b b 9.600.000 1.

15 Total Penjualan Rp 45.000 Blaya tenaga kerja 14.000 liter C 45.000 96.000 Jumlah Rp 120.000 liter 6 0.000 24.50 3. 30 Jawab: c Data yang dapat digunakan untuk alokasijoint cost bedasar harga jual relatif pada saat plit-off: 32.000 Ru120.000 30.20 5.000 liter Jumlah Nilai Penjualan Rp 30.15 Alokasi joint cost berdasarkan nilai jual relatiel3 Jenis Produk A B C Jumlah Jumlah Diproduksi 30.000 Biaya Penjualan Biaya Tambahan Relatif Alokasian Rp 0 Rp 45.000 141.000 120.000 60.750 Harga Jual per Liter Rp 1.30.000 liter 0 liter 30.000 liter 15.000 75.000 60.000 Biaya overhead pabrik 10.000 96.000 Rp36.000"" 114.000 Jurnlah liter produk yang diproduksi: Jenis Produk Produk Jumlah Produk Terjual dalam Persediaan Diproduksi A 20.000 liter Harga jual per liter: Jenis Produk Produk Terjual A 20. 33.000 liter B 30. 30 Jawab: b Lihat no.000 31. Jurnlah joint cost adalah biaya-biaya yang diieluarkan oleh Departemen I: Biaya bahan (Z) Rp 96.000*** Ru 180.000 189.000 liter B 30.20 5.000 liter 10.000" 66.000 liter 3 0.000 Ru 330.000 Harga Per Unit Rp 1. Jawab: a Lihat no.000 Ru 150. .000 30.000 liter C 45.50 3.

000.000/750.000.000 *** Jumlah 100 kg Rp 1.000t750.000 RD 1.000 c Rp 450.000 Rp 200.000 Alokasi total joint cost ke produk W:b = 60.000 unit): Alokasian joint cost Rp 36.000.000 10.OOO dengan metode harga jual relatifi Jenis Nilai Jual Alokasian Biaya A Rp 300.000 x 450.000 = Rp 36.OOO *** Jurnlah RD 1.000 Alokasi total joint cost ke produk F:a = 420.000 Jumlah laba kotor 34.000 35.000 * R 40 kg 400.000 Rp 78.000 100.000 750.000 = Rp 400.OOO.000 = Rp 400.000 a b Rp 420.000 x 450.000 = Rp 200.00d unit) Harga pokok penjualan (10.000 (+) Biaya pernrosesan lanjut 12.000 Rp 60.000 .000 ** C 20 kg 200.000/100 kg = Rp 10.000 dengan metode berat relatif: Jenis Berat Alokasian Biaya A 40 kg Rp 400.E Satuan produksi Biaya gabungan Biaya jual pada saat pemisahan G w Total 40.000 Biaya yang dialokasikan ke produk A: 40 kg x Rp 10. Jawab: b Alokasi biaya bersama Rpl.000 = Rp 252.000 50.000 Atau dapat juga dihitung dengan cara sebagaio berikut: Biaya rata-rata per kg: Rp 1.500.000 RD30.000 = Rp162.000 400.000* B 600.000 Rp 270.000 ** C 600.000 400.000.000 Biaya yang dialokasikan ke produk B: 40 kg x Rp 10.000 x 450.000/750.000 48.000 Alokasi total joint cost ke produk G: b = 270.000 Perhitungan laba kotor produk W:Penjualan (10.000 Biaya yang dialokasikan ke produk C: 20 kg x Rp 10. Jawab:a Alokasi biaya bersama Rp 1.

000 Rp 24.1 dan PU-2: Biaya Pengolahan Harga Jual Alokasi Produk Harga Jual Lanjutan Hipotetis Biaya Rp 3 17.000 Karena apabila produk A diproses lanjut akan menghasilkan kenaikan laba sebesar Rp 20. Pengerjaan untuk menjawab no.000 Ru 417.000 150.500 223.000 80.950 14.000 300. 37 37. maka sebalknya diproses lanjut.200 ke produk PU.800 Rp 540.36.0 .200 Perhitungan alokasi biaya bersama sebesar Rp 540.750 Jumlah biaya produk PS sebelum pemisahan ~umlah biaya bersama produk PU-1 dan PU-2 9.000 Rp 430.000 Rp 320.200.500 Rp 10. Jawab: c Pertimbangan untuk menentukan apakah akan diperoses lanjutltidak dengan membandingkan tarnbahan pendapatan dengan tarnbahan biaya: Tambahan pendapatan: Pendapatan bila diproses lanjut Pendapatan bila tidak diproses lanjut Tambahan biaya: Biaya memroses lebih lanjut Jumlah kenaikan laba pernrosesn lanjut Rp 420.750 Rp 550.000 Rp 120.012.003.4** Rp 1.000.000 172.196.6* PU-1 Rp 675.950 20% x Rp24.500 Rp 595.000 Rp 245.000 Laba kotor: 4.000 Tenaga kerja 5.500 Ru 540.000 PU-2 165.500 Overhead pabrik 3. Jumlah biaya bersama: Bahan baku Tenaga kerja Overhead pabrik (-) Biaya produk PS sebelum pemisahan: Penjualan produk PS (-) Biaya proses lanjutan: Bahan baku Rp 1.

000 Rp 1.Perhitungan: *Rp245.003.6 Biaya per unit: Rp747.616.500 x Rp540.4/1.196.500 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Rp 6.000 Jumlah Rv 19.500 x Rp540.4 Jumlah Biaya per unit:.50 Produk PU-2: Jurnlah biaya pengolahan Biaya alokasian Rp 223.000.180 .4 Biaya pernrosesan lanjutan 165.0 Jumlah Ru 747.196. Rp388.80 Produk PS Jumlah biaya pengolahan Biaya produk PS sebelum pemisahan Rp 9. 38 Perhitungan biaya pabrikasi sebelum pernisahan: Produk PS 1 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 15% x Rp6.200 Perhitungan biaya per unit: Produk PU.003.000/Rp417.003.500/Rp417.500 satuan = Rp258.200 **R172.320 RD 2.8001450 satuan = Rp44.000 satuan = Rp124.1: Jumlah biaya pengolahan Biaya pengolahan Rp 317.800 Biaya per unit: Rp19.000 Jumlah biaya pabrikasi sebelum pemisahan Produk PS2 Penjualan (-) Biaya pengolahan lanjutan Laba kotor: 12% x Rp3.000 Rp 3.800 Biaya pengolahan lanjutan 10.500 Rp 9000 420 1.6 Biaya alokasian 430.0 Ru 388.000 Rp 4.100 900 2.00 Pengerjaan untuk menjawab soal no.000.

000 Biaya sebelum pernisahan produk PS2 2.100 psl: (Rp4.180 Rp 3 1.500 Rp 42.3.5000 Biaya pabrikasi sebelum pemisahan (-) Biaya sebelum pernisahan produk PS 1 Rp 4.080 Jurnlah harga pokok penjualan Laba kotor Biaya pemaran clan 'administrasi Laba bersih 8.180 6.100) PS2: (Rp2.180 + Rp900) -.820 Harga pokok penjualan produk sampingan: Rp 5.38.180 . Perhitungan rugi-laba: Penjualan produk PU Penjualan produk PSI & PS2 Harga pokok penjualan produk PU: Rp 37.320 (+) Biaya pengolahan lanjutan 11.2.OOO+Rp1.

Tujuan standarisasi biaya (cost standard) adalah: Menentukan break-even point tertinggi tingkat produksi a. Mengalokasikan biaya secara lebih tepat d. sekaligusberartipengurangan a. Untuk menggantikan anggaran Sebagai basis kalkulasi biaya produk untuk pelaporan ekstemal c. tersedianya laporan biaya b. pembebanan biaya overhead pabrik Mana dari yang berikut ini menggambarkan secara paling tepat karakteristik sistem biaya standar? Biaya standarmeliputipengendalianbiaya. Mana dari berikut ini yang merupakan salah satu dari tujuan biaya standar? Untuk menyederhanakan prosedur kalkulasi biaya dan mempercepat a. b. Semuapenyimpanganpenting yang tidak menguntungkanharus ditelaah. 2. Pengawasan biaya Menghindarkankeputusan-keputusanmanajemen yang bersifat subyektif c. biaya Standar dapat menegaskan tanggung jawab dan dapat memberikan b.BAB XI I 1 METODE PENENTUAN HARGA POKOK STANDAR A. 4. . d. motivasi kepada karyawan Semua penyimpangan terhadap standar hams ditelaah lebih lanjut c. Pengukuran efisiensi bagian produksi 3. Penentuan harga pokok produk Administrasi barang yang lebih sederhana c. d. Untuk meniadakan perlunya perhitungan kelebihan/kekurangan d. Pengendalian biaya b. SOAL-SOAL METODE HARGA POKOK STANDAR 1. sedangkan penyimpangan yang penting yang menguntungkan tidak perlu Yang bukan merupakan manfaat sistem harga pokok standar adalah: a.

Sitem harga pokok proses saja c. dan selisih: Pengeluaran a. Biaya tenaga kerja langsung b. didasarkan atas tingkat efisiensiyang dapat dicapai oleh b. Suatu perangsang besar yang bempa bonus akan dibayarkan b. selisih efisiensi. seluruh selisih (variance) dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori utarna: selisih harga. Sistem harga pokok pesanan atau sistem harga p k o k proses d. Berikut ini golongan standar mana yang banyak digunakan dan merupakan kriteria yang paling baik untuk menilai pelaksanaan: Standar normal. Varian yang terjadi pada umurnnya tidak menguntungkan c. Selisih kuantitas . Kuantitas d. dan c benar Untuk tujuan pengawasan. Biaya promosi penjualan c. Para pegawai akan didorong keras untuk mencapai standar d. Selisih pemakaian b. di bawah asumsi keadaan ekonomi dan kegiatan yang normal Standar teoritis. Tarip c.Sistem harga pokok standar dapat diterapkan pada: Sitem harga pokok pesanan saja a. para pelaksana Standar rata-rata biaya waktu lalu didasarkan atas dukungan saat c. Semua alternatif jawaban benar Sebuah perusahaan yang menggunakan standar yang sangat kaku (teoritis)pada suatu sistem biaya standar akan mengalami: a. b. Biaya rapat direksi d. b. Volume Selisih efisiensi sering disebut dengan nama a. Tidak dapat diterapkan pada kedua sistem harga pokok di atas Biaya standar terutarna efektif untuk mengendalikan biaya yang mana: a. Jawaban a. didasarkan atas taksiran biaya di masa yang akan datang a. Biaya &an lebih baik terawasi daripadajika standar yang lebih longgar (lunak) dipergunakan Metodeharga pokok standarmerupakan metode untuk menentukanjumlah biaya yang seharusnyauntuk membiayaiproses produksi tertentu. permulaan menentukan harga pokok standar d. b.

Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. 13 s.Metode pencatatan harga pokok standar ada dua bentuk pokok yaitu single plan dan partial plan. (KSt -KS) x HSt 14. (HSt .HS) x HS C.d.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. KECUALI: a. b. Debit Kredit b. Berikut ini adalah karakteristik metode partial plan. b.HS) x KStDip C. . Analisis terhadap selisih harga pokok memerlukan bantuan informasi yang tidak tersedia dalam rekening buku besar Rekening selisih biaya standar yang menguntungkan (laba) akan mempunyai saldo: a. Data untuk menjawab soal no. 16 Jika diketahui: HS: Harga sesungguhnya per unit HSt: Harga standar per unit KSDib: Kuantitas sesungguhnya yang dibeli KSDip: Kuantitas sesungguhnya yang dipakai KStDip: Kuantitas standar yang dipakai 1: Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dipakai. Rekening Barang Dalam Proses didebit dengan biaya sesungguhnyadan dikredit dengan biaya standar b.HS) x KStDip (KSt . (KSt . .andar d.c. Selisih pemakaian dan selisih kuantitas Selisih kualitas 1 1. manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih pemakaian bahan baku (materials quantity variance)? (HSt . Selisih hargapokok standardicatat (dihitung)atas dasar input biaya yaitu pada saat biaya terjadi selama periode akuntansi c. Iawaban a dan b benar 12.HS) x KSDip a. c. manakah diantara formula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan baku yang dipakai (materials price usage variance)? (HSt . d.HS) x KSDip a. Persediaan bahan baku dicatat pada biaya sesungguhnyadan persediaan produk jadi dicatat pada harga pokok st. (HSt . d.

PT Binsar Jaya menggunakan sistem biaya standar. Rugi Laba c.800 kg . Selisih biaya bahan baku yang terjadi adalah: Selisih kuantitas Selisih harga a.manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga pembelian bahan baku (materials purchase price variance)? (HSt .HS) x KStDip b. (KSt . Laba Laba Selisih apakah yang timbul jika jumlah berat bahan baku yang sesungguhnya digunakanmelebihijumlah bahan baku yang dipakai menurut standartetapi biaya bahan baku sesungguhnyalebih rendah dari biaya bahan baku menurut standar? Selisih Efisiensi Selisih Harga a.550 Biaya pembelian aktual per kg Kuantitas aktual yang dibeli 2. b. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Rugi Rugi 16. 18. Laba Laba c. (HSt . (KSt -KS) x HSt d. (KSt .900 kg Kuantitas standar yang diperkenankan atas produksi aktual 1. 17.000 kg Kuantitas sesungguhnya dipakai 1. manakah diantaraformula berikut ini yang menunjukkan selisih harga bahan yang dipakai (materials pfice usage variance)? (KSt .600 Biaya standar per kg Rp1. Harga bahan baku yang sesungguhnya lebih kecil daripada harga bahan baku standar akan tetapi biaya bahan baku yang susungguhnya lebih besar daripada biaya bahan baku standar.HS) x HS C. Jika selisih harga bahan baku (materials price variance) dicatat pada saat bahan baku dibeli dan dipakai. Laba Rugi d.KS) x HS a. Laba Rugi d. Rugi Laba b.15.HS) x HS (KSt -KS) x HSt d. Informasi mengenai bahan baku untuk produk BRI untuk bulan Oktober 1990 adalah sebagai berikut: Rp 1. Rugi Rugi b. (HSt .HS) x KSDip a. 19.HS) x KStDip C.

Rp 200 (rugi) b. Rp540 (laba) 23.100 per satuan. Selisih kuantitas bahan yang dipakai sama dengan: a.90 Juni 1987 Bahan B 0.000favorable b.500. b.000 unit x.500.000 (menguntungkan) d.000 favorable Data untuk menjawab soal no.000. Rp450 (rugi) Semua alternatif jawaban benar . Rp90.000favorable Rp 4. Rp 5. Pada bulan diproduksi 5. Berikut ini data yang menyangkut biaya bahan: Bahan A Kuantitas bahan standar per unit x I kg Biaya bahan per kg RP 1 Kuantitas bahan yang dipakai Biaya bahan sesungguhnya per kg 2 1.500. Rp 500 (laba) d.500.000 satuan bahan baku dengan harga Rp 2. Rp 100.70 3.000unfavorable C. PT Trubus menganggarkan 50.500 kg Rp 0.000. Rp 450 (laba) C. Rp 175 (rugi) Semua altematif jawaban benar 22. Rp 5.000 (menguntungkan) a.000.d.000 satuan bahan baku dengan total biaya bahan Rp100. Selisih harga bahan sama dengan: a.000. Rp 4. d.000 satuan produk dengan menggunakan 50. d.500 kg Rp 0.000 (tidak menguntungkan) b. C. Rp 10. 21 s. Dalam kenyataan (aktual) satuan produk yang memerlukan45.000.75 b. C.000 unfavorable Rp 10.000 favorable d. 25 Untuk membuat produk x diperlukan bahan baku A dan B.000 favorable Rp 10.000 unfavorable Rp 10. Rp 275 (laba) 4.000 (tidak menguntungkan) 20. Rp 100.000. Semua altematif jawaban benar Selisih hasil (yield) sama dengan: Rp450 (laba) a.Berapakah penyimpangan (selisih) harga pembelian? Rp90.50 kg Rp 0. Rp 700 (rugi) C. Variance harga bahan langsung dan variance penggunaan adalah: Harrra (price) Penggunaan (usage) a.

Rp250 (laba) c. Semua altematif jawaban benar Data untuk menjawab soal no. d.200 Harga Rp 11 19 22 ' Selisih harga bahan baku bulan Januari adalah: a.& 10 20 20 50 Harga Rp 10 20 20 Jumlah Rp 100 400 400 Rv 900 Selarna bulan Januari dibuat 100unit produk Y dengan biaya bahan sesungguhnyasebagai berikut: Jenis bahan A B C Total 26.675 Persediaan Bahan b..0 5. 26 s.24. Rp520 (laba) Semua alternatif jawaban benar 25.750 Selisih Hasil Bahan 450 Rp 275 Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan 250 6. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (Single plan).200 190 .lo0 (rugi) c.675 Selisih Harga Bahan 275 Barang Dalam Proses Rp 6. Persediaan Bahan Rp 6. d. Rp520 (rugi) b.100 2. Rp 1.200 (laba) b.800 (rugi) Rp 2. Rp 3. Barang Dalam Proses Rp 6. bagaimanakah ayat jumal untuk pemakaian bahan? a.675 Rp 6.750 200 Selisih Kuantitas Pemakaian Bahan d.d. Barang Dalam Proses Rp 6. Selisih komposisi sama dengan: a.700 (rugi) . Kuantitas ( k ~ ) 1.675 Persediaan Bahan c. 30 Biaya bahan baku standar untuk membuat produk Y sebagai berikut: Jenis bahan A B C Total Kuantitas (I . Rp 2.

dan bahan C 200 kg atau Rp250.000 (rugi) Selisih komposisi (mix) bahan adalah: a.600 (Iaba) c. d. Rp 83. a. b.600 (rugi) c.000 (rugi) c.500 (rugi) c.27. Rp 10.d.500 (laba) Rp 125. dan bahan C 1. Penggunaan bahan sesungguhnya dan total biayanya dalam bulan Nopember 1989 adaiah: bahan A 1. Rp 125.000.600 c.600 (laba) 29. Selisih harga bahan sebesar: a.000 30. a.600 (rugi) Rp 3.000.425.000. 33 Biaya standar bahan baku untuk membuat 250 kaleng cat adalah sebagai berikut: bahan A 300 kg atau Rp90. Selisih komposisi bahan baku bulan Januari adalah: b. Rp 10. Rp 95. Rp 125.700 b.600 (laba) Rp 93. maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalam Proses adalah: a.750.700 b.250 kg Rp1. Rp 10.600 c. 31 s. Data untuk menjawab soal no.000 (laba) 33.000 (laba) . maka biaya bahan baku yang dibebankan ke rekening Barang Dalarn Proses adalah: . Rp 47. Rp 1 18. bahan B 125 kg atau Rp250.000 (rugi) Selisih hasil (yield) bahan adalah: a. Rp 125. Rp 10. b.000 (rugi) b.550 kaleng.000 d. Rp 90. Rp 47. Rp 93.000.600 (rugi) 28.500 (rugi) c. Apabila dipakai metode pembukuan tunggal (single plan). Rp 95. d. Selisih hasil bahan baku bulan Januari adalah: a.000. Rp 47. Rp 47. Rp 93.000. d. Rp 118. bahan B 750 kg Rp1. d.750 kg Ryl90. Rp 83.600 (rugi) d.500 (laba) Rp 125. b.000 (laba) Rp 125.000 d. Rp 90. 3 1.000 (laba) 32. Cat yang sesungguhnya dihasilkan 1.600 (laba) Rp 93.000 Apabila dipakai metode pembukuan parsial (partial plan). Rp 3.

Rp 45.00 (laba) c.00 (laba) adalah: b.d.00 (rugi) Rp 50. c.00 (laba) C.4 kg @ Rp 125.OO (laba) d.00 (laba) b.000. Rp 12. Selisih komposisi bahan baku X adalah: a.00 -Z 0.000. Rp 90.100 unit produk dengan biaya bahan: -X 2.500.000.00 -Y 2.Data untuk menjawab soal no.00 (laba) Selisih komposisi bahan baku a. b. Rugi Rugi b.500.OO 34.OO (rugi) 38.000. Rp 12.500.OO (rugi) a. Laba Rugi Laba Laba d.00 (rugi) Rp 12. Rp 12. Rp 12.OO Rp 30.000. Rp 50.3 kg @ Rp 100.OO Untuk bulan Mei 1990perusahaan tersebut menghasilkan 6. Rugi Laba c. 40 Jss : Jam kerja sesungguhnya Jst : Jam kerja standar .00 1.000. d.000.OO (laba) c. Rp 12.OO 70. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih hasil (yield variance) sebesar: b.00 (laba) c. 39 s. Rp 45. Rp 84. Rp 15.00 50.000.OO (rugi) Rp 90. 38 PT XYZ telah menyusun biaya biaya bahan standar untuk setiap unit produk sebagai berikut: -X 0. Rp 15. Data untuk menjawab soal no.000. 34 s.400 @ Rp 150.00 -Y 0. Dalarn bulan tersebut terjadi selisih biaya bahan baku: Selisihkuantitas Selisih harga a.000.00 (rugi) 35.2 kg @ Rp 125.500 @ Rp 120.5 kg @ Rp 140.OO (rugi) 37 Rp 84.000. d.d.300 @ Rp 90.500.OO Rp 150.00 -Z 2.000.00 (rugi) 36. Selisih komposisi bahan baku Y adalah: a.

42. (Jss x Tst) .(Jst x Tst) b. Perbedaan antara jumlah jam standar dan tarip aktual dikalikan dengan perbedaan antara tarip standar dengan tarip aktual Varians efisiensi upah yang menguntungkan menunjukkan: a. (Jss x Tss) . (Jss x Tss) . Basic standard c. Maximum-efficiency standard d. Jam tenaga kerja langsung standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi lebih besar daripada jam tenaga kerja langsung sesungguhnya dipergunakan c. Selisih biaya tenaga kerja adalah sama dengan: a.(Jst x Tst) b. Total biaya upah sesungguhnya kurang dibanding biaya upah standar yang ditentukan bagi unit yang diproduksi d. (Jss x Tss) .(Jst x Tss) c. 43. Rata-rata upah yang dibayarkan kurang dari tarip standar b. (Jss x Tst) . (Jss x Tst) . Ideal standard b. (Jss x Tst) . 41.(Jss x Tst) Selisih efisiensi upah langsung adalah sama dengan: a.(Jst x Tss) c. (Jss x Tss) .(Jst x Tst) d. Currently attainable standard Penyimpangan efisiensi upah langsung merupakan: a.(Jst x Tst) d. jumlah jam aktual d. Jumlah unit yang diproduksi dalam periode yang bersangkutan kurang dari jurnlah unit yang dianggarkan 40.(Jss x Tst) Dibawah ini dicantumkan empat nama jenis standar berbeda yang dihubungkan dengan sistem biaya standar.Tss : Tarip upah sesungguhnya Tst : Tarip upah standar 39. Perbedaan antara jumlah jam standar dan jumlah jam aktual dikalikan dengan tarip standar Pebedaan antara tarip standar dengan tarip aktual d~kalikan dengan . Mana dari keempat jenis standar tersebut yang menggambarkan biaya tenaga kerja langsung yang seharusnya terjadi dalam tingkat operasi seperti yang selama ini dapat dicapai? a. Perbedaan antara tarip standar dan tarip aktual dikalikan dengan jumlah jam standar b. . c.

Selisih efisiensi upah (laba) d. Saldo debit dalam rekening selisih efisiensi upah menunjukkan: Jam tenaga kerja langsung standar melebihi jam tenaga kerja langsung a. Selisih tarip upah (laba) Mana dari yang berikut ini merupakan alasan paling mungkin dari terjadinya penyimpangan tarip upah tak menguntungkan dan penyimpangan efisiensi menguntungkan? Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian a. 46. Laba ~ l 45. Selisih tarip upah (rugi) c.44. Rugi Laba b. pekerja dari bidang produksi lainnya c.d. Selisih efisiensi upah (rugi) b. Data untuk menjawab soal no. 50 F LIELANI yang menggunakan sistem harga pokok standar memeliki data akuntansi T sebagai berikut: 200 unit Unit yang diproduksi 5 jam Jam kerja standar per unit Tarip upah standar per jam Rp600 . 47. besar terdiri dari tenaga muda dengan pembayaran rendah Untuk memenuhi jadual produksi. kerja langsung standar Tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar melebihi tarip c. melebihi tarip upah standar dan jam tenaga kerja langsung standar Jikajam tenagakerjalangsung sesungguhnyamelebihijam tenaga kerja langsung standar jenis selisih (variance) yang akan terjadi adalah: a. ditugaskan membantu pekerjaan tertentu Bahan baku yang cacat menyebabkanlebih banyak tenagakerjadigunakan d. Rugi Rugi c. Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya ternyata lebih besar daripada jam tenaga kerja standar dan biaya tenaga kerja sesungguhnya lebih kecildaripada biaya tenaga kerja standar. Laba Laba d. Selisih biaya tenaga kerja yang terjadi adalah: Selisih tarig Selisih efisiensi Rugi a. 48 s. sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya melebihi jam tenaga b. upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Tarip upah sesungguhnya dan jam tenaga kerja langsung sesungguhnya d. besar terdiri dari tenaga berpengalaman dengan pembayaran tinggi Komposisi pekerja yang ditugaskan pada pekerjaan tertentu sebagian b.

100 jam b.d.000 Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah c.000 (laba) c.000 a.000 (rugi) d. 53 Perusahaan X menggunakan sistem biaya standar. Rp 60. d.000 (laba) b.Tarip upah sesungguhnya per jam Total jam kerja langsung sesungguhnya 48.000 (laba) Rp550 1.000 Selisih Tarip Upah Utang Gaji dan Upah b. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah: Barang Dalam Proses Rp 600.000 Selisih Tarip Upah Selisih Efisiensi Upah Utang Gaji dan Upah Data untuk menjawab soal no.000 Semua alternaiif jawaban benar . Berikut ini data yang berkaitan dengan biaya tenaga kerja langsung untuk bulan Juni 1997: Jam tenaga kerja langsung standar per unit produkl Jam Tarip upah standar per jam kerja Rpl00 Jumlah produk X yang dihasilkan pada bulan Juni 500 unit Tarip upah sesungguhnya per jam kerja Rp90 Jam kerja sesungguhnya 5 1.000 (rugi) 49.000 Selisih Efisiensi Upah ' Utang Gaji dan Upah d.500 jam Rp45.000 Rp 60. Barang Dalam Proses Rp 600. d. Rp50.000 Selisih Tarip Upah 55.000 (rugi) Rp 60.000 (rugi) Rp 55. Selisih Efisiensi Upah 60. c. Selisih tarip upah: a.000 Selisih Tarip Upah 55. 4. Rp 55. Barang Dalarn Proses Rp 600. b. Selisih tarip upah sama dengan: a.000 (laba) c.000 (rugi) Rp 55. Barang Dalam Proses Rp 600. 50. Rp45. Rp 60.000 (laba) Selisih efisiensi upah: a. 51 s. Rp 55. Rp 60.

000 a.600 b.598 jam d.000 (laba) d. Informasi mengenai tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut: 30. 54.100 per jam Tarip upah sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar untuk mengerjakan produksi sesungguhnya 1.500 jam Rp 600. 1.000 c. Rp50. Rp 260.000 (rugi) a. Selisih efisiensi tenaga kerja sama dengan: Rp45.30 Tarip upah langsung standar per jam Upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dalam bulan Maret 19x2 adalah sebesar: a. Rp 405.000 Selisih Efisiensi 50.000 Jam tenaga kerja langsung standar 40.000 Gaji dan Upah b. Semua alternatif jawaban benar Biaya tenaga kerja langsung PT X bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: 42. Informasi mengenai biaya tenaga kerja langsung bulan September 19x2 adalah sebagai berikut: Tarip upah standar Rp 6.ah (laba) Rp6. Rp50. Barang Dalam Proses Rp 500. Rp 260.000 jam Jam tenaga kerja langsung menurut standar . c. PT X menggunakan sistem biaya standar.000 (rugi) b. 1. Barang Dalam Proses Rp 500.000 d.000 jam Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21. 1.000 Selisih efisiensi upah (rugi) Jumlah jam kerja sesungguhnya dalam bulan September 19x2 adalah: a.600jam 56. Rp 244.400 Selisih tarip up.000 Selisih tarip Upah Rp 45.000 Gaji dan Upah 405. 1. FT Seni Jaya menggunakan sistem biaya standar.400jam b.402jam c. 55. Semua alternatif jawaban benar Jurnal distribusi gaji dan upah yang bisa dibuat dari data di atas apabila dipakai metode berat sebelah (partial plan) dalam penerapan sistem harga pokok standar adalah: Barang Dalam Proses Rp 405.52.400 53.000perjam 6.000 Gaji dan Upah d.000 Rp 500.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 8. Rp 243.000 c.

80 Informasi mengenai biaya upah langsung PT Aroma untuk bulan Mei 19x1 adalah sebagai benkut: Tarip upah langsung standar Rp 600 Rp 580 Tarip upah langsung sesungguhnya Jam tenaga kerja langsung standar 20. biaya material dan upah buruh umurnnya dihitung berdasarkan kondisi normal dan kondisi sekarang yang memungkinkan adanya perubahan harga dan tarip.d.000 Variance tarip upah langsung (favorable) Rp 420.200 57. Rp 3.OO d. Kondisi Operasi dan Motivasi c.80 a. Rpl. 59.000 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya 21. Rp1. Rp 5. 58 Data biaya tenaga kerja langsung PT Karanggayam selama bulan Maret 19x2 adalah sebagai berikut: Jam kerja standar 30. Rp3. Rp 5.000 d.000 Berapaupah langsungtotal yang hams dibayarF T Aroma untukbelan Mei 19X1? a.000 (laba) b. Rp1.000 c. .800 laba Selisih tarip upah tenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Rp 110. Kondisi Ideal dan Maksimum b.000 laba Rp 5.000 Rp126.60 c. Rp 4. Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung adalah: b. c. Rp 3 3 4 c.000 jam Jam kerja sesungguhnya 29. Rp1.000 jam Selisih efisiensi biaya tenaga kerja langsung Rp 4.160. Rp 6.450 (laba) Data untuk menjawab soal no.80 Tarip upah standar per jam tenaga kerja langsung adalah: b. 60.300 (laba) d.Selisih tarip upah (rugi) Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Selisih efisiensi upah F Seni Jaya adalah: T a. Kondisi Harga dan Tarip 58. Rp 3.200. Kondisi Efisiensi d m Volume Normal d.80 a. Rp 3. 57 s. Rp 6.218.000 Rp 6. sedangkan biaya tidak langsung pabrik dihitung berdasarkan: a. Rp 4.150 (laba) Rp 6. 170.000 Dalam standar costing.OO d.000 b.

penyimpangan volume akan: No1 a. b. diperlukan adanya: a. budget allowance yang didasarkan atas jam standar digunakan dalam perhitungan: 62. Anggaran statik (static budget) Jawaban a. Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas normal b. tergantung jumlah d. Menguntungkan c. Tidak menguntungkan Bisa menguntungkan atau tidak menguntungkan. 63. Controllable (budget) variance a. dan c benar d. Controllable Variance b. 64. Ya Ya Tidak Tidak Volume J'ariance Ya Tidak Tidak Ya . 65. Spending Variance c. Dalam mengadakan analisis selisih biaya overhead pabrik neto/keseluruhan (nevoverall factory overhead cost variance). Dalam metode dua variance untuk menganalisis factory overhead. . Volume Variance Tarip pembebanan overhed tetap adalah fungsi dari tingkat kegiatan "normal" yang ditetapkan di muka. Efisiency Variance d. b. b. Apabila jumlah jam standar atas produksi aktual sama dengan tingkat kegiatan "normal" ini selama satu periode tertentu. Biaya overhead pabrik sesungguhnyaberbeda dengan biaya overhead d. pabrik standar Menurut metode 2 variance untuk menganalisis overhead pabrik. overhead yang dianggarkan Di dalam metode harga pokok standar akan terjadi selisih kapasitas biaya overhead pabrik adalah: Kapasitas sesungguhnya berbeda dengan kapasitas standar a. Anggaran fleksibel (flexible budget) Anggaran tetap (fixed budget) b. d. selisih antara actual factory overhead dan factory applied pada produksi adalah: a.61. c. c. Kapasitas normal berbeda dengan kapasitas standar c.

000 Jam aktual tenaga kerja langsung 39. selisih antara overhead pabrik sebenarnya (actual) dan overhead pabrik yang diterapkan (applied) pada produksi adalah: a.80 Data kegiatan dan biaya overhead pabrik dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Selisih terkendalikan (controllable variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.000 jam mesin adalah sebag 1' / Jenis biavp Biaya overhead pabrik variabel Biaya overhead pabrik tetap Jurnlah jam mesin sesungguhnya Jumlah jam mesin standar Biaya overhead pabrik sesungguhnya 68. I-! !& Rp 4.475 jam 3.000.800 3.66. Rp 104 (rugi) 69. Rp 199.200 3. Rp 104 (laba) c. Rp 480 (rugi) d. Rp 480 (rugi) d.000 d. Data biaya overhead dan produksi bulan Agustus 19x1 seperti berikut ini: Rp 1. Efficiency variance d.500 Jam standar tenaga kerja langsung yang disediakan untuk produksi aktual 39.20 0. Rp 197. Rp 14 (rugi) c.000 c.000 Variance overhead menyeluruh-favorable "Applied factory overhead" untuk bulan Agustus 19 X 1 adalah: a. Spending variance 67.384 Tarip Rp 1. . Dalam metode 3 variance untuk menganalisis overhead pabrik.000. Rp 480 (laba) Selisih volume (volume variance) yang terjadi dalarn tahun 19x1adalah sebesar: b.000 b. Rp 104 (rugi) b.000 Rp2. Rp 195.500. 68 s.d. Net overhead variance b. PT Larekat menggunakan sistem akuntansi standar.000 Tarip standar overhead variabel per jam upah langsung Jam tenaga kerja langsung bulanan dianggarkan 40 . Rp 197.500. Controllable variance c.400 jam Rp 7.000 Tarip standar overhead tetap per jam upah langsung Rp 4. Rp 14 (laba) a. 72 Biaya overhead pabrik y dalam tahun 19x1 pada kapasitas normal 4.000 Data untuk menjawab soal no.000.

Rp 420 (rugi) Selisih efisiensi (efficiency variance) yang terjadi tahun 19x1 adalah sebesar: a.2 per jam. Biaya standar untuk pengolahan satu unit produk adalah: Bahan baku 2 kg @Rp2 RP 4 5 Tenaga kerja langsung 4 jam @Rp1. d. Rp 150 (rugi) b. Rp 420 (laba) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a. Rp 104 (rugi) 72.800unit @Rp25. Rp 500 (laba) b.800 (laba) 74.9 dan bahan baku yang dipakai 4. Rp 490 (rugi) d.000 kg @Rp1. Rp 420 (rugi) d.70. 71. Rp 480 (rugi) d. Rp 14 (laba) c.000 unit dan produk dalarn proses akhir bulan 500 unit dengan tingkat penyelesaian 80% bahan baku dan konversi. 73 s. Rp 540 (rugi) Rp 5OO(rugi) Rp 1. Data untuk menjawab soal no.25 Biaya overhead pabrik berdasar jam kerja langsung: Tetap 4 jam @ Rp05 RP 2 Variabel4 jam @ Rp 1' . Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp14.500. Rp 200 (rugi) c. Rp 400 (rugi) Selisih tarip upah langsung adalah: a. Rp 730 (laba) c. 73. b. c. Rp 480 (rugi) d. Rp 14 (rugi) b Rp 14 (laba) c. d. Rp 14 (laba) c. Rp 4773 (laba) Rp 500 (laba) . Jumlah produk yang diselesaikan periode tersebut 2. Rp 200 (laba) Rp 400 (laba) 75.460 dengan tarip upah sesungguhnyaRp1.d.000jam kerja langsung per bulan. Selisih kuantitas bahan baku adalah: a. Total upah Rpl 1. Selisih harga bahan baku yang dipakai adalah: a. Produk terjual sebanyak 1.4 6 Ru 15 Jumlah Dalam bulan Januari 1987 dibeli bahan baku 5. Rp 104 (rugi) b. 80 PTNUSA JAYAmenggunakan sistemharga pokok standar.900 kg. b.Perusahaan tersebut memiliki kapasitas normal 10. Selisih pengeluaran (spending variance) yang terjadi dalam tahun 19x1 adalah sebesar: a.

Rp 10. d. Rp 200 (rugi) Selisih volume adalah: a. Rp 75 (laba) b.1 jam d. Rp 12.8 jam C. Rp 200 (rugi) Rp 675 (laba) 79. Rp 62.8 jam b. 3. Rp 225 (rugi) C.Selisih (penyimpangan)yang terjadi dalam bulan Mei 19x4 adalah sebagai berikut: Selisih efisiensi tenaga kerja langsungRp1. d. Rp 15.5 (laba) C. b. Rp 12.000 80.5 (rugi) Rp 3. d.050(rugi) Selisih bahan baku (total)Rp620 (laba) 8 1.OO c. Rp 0.000 kg bahan baku dengan harga Rp 5 1. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik didebit sebesar: a. Rp 562.000. b. 81 s. perusahaan membeli 6. Rp 14.500 b.000 C.500 (rugi) 77.d 84 Perusahaan B menggunakan sistem biaya standar. 5.76. Rp 12. Selisih efisiensi upah langsung adalah: a.500 d. Data untuk menjawab soal no.000 Jika menggunakan metode rancangan berat sebelah (partial plan).5 (laba) Selisih terkendalikan adalah: a. rekening Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung didebit sebesar: a. Rp 50 (laba) Rp 100 (laba) 78.937. Rp 11.O jam . Jika menggunakan rancangan tunggal (singgle plan).Seluruhbahan baku tersebut digunakan untuk memproduksi 1. Perusahaan telah menetapkan standar untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung sebagai berikut: Bahan BakuKeria Tarip atau harga standar Kuantitas atau jam standar per unit Biaya standar per unit ? Tenaga Langsung RP 5 ? 53 ? Rp 19 Dalam bulan Mei 19x4. Biayatenagakcrjalangsung sesungguhnyadalarnbulantersebutsebesarRp19. Jam tenaga kerja langsung standar per unit produk adalah: a.000 b. Rp 1.460 c. 3. Rp 14.248. 4.400 d.000unit produk.

Rp 15. 85.00 a. Rp 10. Rp 802 (laba) c.d. Rp 1.50 jam Harga Standar RP 4 RplO Bahan baku Tenaga kerja langsung Total selisih biaya bahan baku dalam bulan Januari 19x1 adalah Rp4. 87 s.050 (rugi) d.780 (rugi) . Data untuk menjawab soal no.500 unit produk jadi.500 kg bahan baku. 96 Berikut ini adalah biaya bahan baku standar untuk memproduksi 1. Rp 4.000 Tarip upah sesungguhnya per jam tenaga kerja langsung dalarn bulan Januari 19x1 adalah: b.780 (laba) a.20 d.90 86. Rp 900 (rugi) b. Rp 32.050 (laba) 83. Rp 900 (laba) Selisih kuantitas bahan dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp1. Rp 36. 3 Menggunakan 825 jam tenaga kerja langsung untuk produksi. Data untuk menjawab soal no. 5 Biaya standar per unit produk adalah sebagai benkut: Kuantitas Standar 5 kg 0.8 d. 85 s. Rp 34. Tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya per jam dalam bulan Mei 19x4 adalah: Rp 5. 4 Memproduksi 1.82. Rp 34. Rp 165.000 d.O b. Rp 802 (rugi) d.OO c. Rp 6 0 Selisih tarip upah yang terjadi dalarn t ~ l a n 19x4 adalah: Mei a. c. sedangkan total selisih biaya tenaga kerja langsung adalah Rp 9 15.850 b. Dalam bulan Januari 19x1.000 kg produk X: . RP 4.O a. c. Rp 30.000 kg bahan baku untuk produksi. Total harga sesungguhnya bahan baku yang dibeli dalam bulan Januari 19x1 adalah: a. 84. perusahaan mencatat informasi berikut ini: 1 Membeli 8. b.850. 86 PT Y menggunakan sistem biaya standar. Rp 1.d.000 c. Rp 1. 2 Menggunakan 8.

30/kg Biaya standar per kg produk X adalah sebagai berikut: Biaya bahan baku (llhat perhitungan di atas) Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik Total biaya standar * ** Untuk menghasilkan 1.000 kg 3.552 Rp 22.Ja w Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jurnlah bahan baku Jumlah produksi Kuantitas 800 kg 200 kg 200 kg 1. Harga ~ e k~ r Rp 0.250 (rugi) d.000 kg 157. Biaya overhead pabrik pada kapasitas normal 4. Rp 300 (rugi) b. Rp 2. Rp 250 (rugi) 88.000 jam tenaga kerja langsung adalah Rp20. Data kegiatan dan biaya .000 kg 36. Rp 300 (laba) c.000kg Rp 200 80 20 Ru 300 Rp Rp 300 Rp 0.000 kg produk diperllkan 20 jam tenaga kerja langsung dengan tarip upah Rp3 per jam atau Rp0. Rp 2.250 (rugi) d. 200.800 jam Rp 11.000 (laba) Selisih hasil bahan baku (materials yield variance) yang terjadi dalarn tahun 19 X1 adalah sebesar: a.40 0. Rp 300 (rugi) b. . Rp 2.produksi sesungguhnya dalam tahun 19x1 adalah sebagai berikut: Produksi sesungguhnya Bahan baku yang sesungguhnya dipakai: Bahan baku A Bahan baku B Bahan baku C Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya Biaya overhead pabrik sesungguhnya 87.250 (laba) c.000 Selisih komposisi bahan baku (materialsmix variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Rp2 tarip biaya overhead pabrik variabel).25/kg 0.25 0. Rp 2.000.000 kg 38.10 1.60 per kg produk jadi Biaya overhead pabrik dibebankan atas dasar jam tenaga kerja langsung dengan tarip Rp5 per jam (Rp3 tarip biaya overhead tetap.

Rp 300 (rugi) c. Salah . Rp 600 (rugi) b. Ideal b. Rp 150 (laba) Perlakuan atas selisih yang material antara biaya sesungguhnyadan biaya standar adalah: a. Rp 600 (rugi) c. Ditutup ke rekening Persediaan Rarang Jadi. Rp 750 (rugi) d. Diperlakukan sebagai beban atau pendapatan lain-lain Ditutup ke rckening Persediaan Barang Jadi dan Barang Dalam Proses b. maka laba yang dilaporkan akan sama sebagaimana kalau menggunakan prosedur biaya historis: a.250 (rugi) d. bila selisih ini disebabkan karena perlggunaan standar yang: a. Rp 2. Rp 250 (rugi) Selisih efisiensi tenaga kerja langsung (labor efficiency variance) yang terjadi dalam tahun 19X 1 adalah sebesar: a. Rp 450 (laba) c. Ditutup ke rekening Persediaan Barang Jadi dan HargaPokok Penjualan d.250 (laba) c. Rp 600 (laba) d. Rp 750 (rugi) d. Rp 750 (laba) b. Betul b. c. c. Rp 450 (laba) Selisih hasil overhead pabrik (overhead yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: a. Rp 2. Rp 250 (rugi) Selisih kapasitas (idle capacity variance) yang terjadi tahun 19X 1adalah sebesar: a. Biaya standar yang ada pada buku besar b. maka pengalokasiannya harus didasarkan pada: Biaya sesungguhnya yang ada dalam buku besar a. Rp 2. Rp 300 (rugi) b. Usang (tidak cocok lagi) c. Harga Pokok Penjualan.Selisih hasil tenaga kerja langsung (labor yield variance) yang terjadi dalam tahun 19 X 1 adalah sebesar: b. Jawaban a dan b benar Jika selisih biaya standar hams dialokasikan dalarli beberapa rekening.250 (laba) a. &an Persediaan Barang Dalam Proses Selisih biaya standar harus dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan. Jawaban a dan b benar Jika seluruh selisih biaya standar dialokasikan pada harga pokok penjualan dan persediaan.

104 102.000 b. d.000 Standar harga pokok produksi (CGM) 20. Rp 6.000 Biaya administrasi dan penjualan 6. Rp 4.200 c. Jumlah laba bersih sebelum diperhitungkan adanya selisih: Rp1. 101 Berikut ini adalah data biaya PT Awan Biru yang menggunakan sistem harga pokok standar: Penjualan Rp 25.600 unit Persediaan barang jadi awal tidak ada Persediaan barang jadi akhir 400 unit Persediaan barang dalam proses tidak ada Pajak penjualan abaikan 97.000 unit Jumlah unit yang dijual 1. Rp 3.200 a.000 c. RP 000 Hitung persediaan akhir barang jadi: a. 97 s. Rp 9.d.000 101.000 c. Rp 2. Rp 1. FT TITANIUM menghasilkan larutan kimia yang digunakan untuk perawatan barang-barang industri. Rp 800 d. b. c.260 d.360 Data untuk menjawab soal no.000 b. pada bulan . Rp 3. Rp 1.Data untuk menjawab soal no. maka jumlah laba bersih setelah memperhitungkan adanya selislh: a. b. Rp 2.000 Selisih Tarip Upah-menguntungkan (laba) 400 Selisih Efisiensi Upah-merugikan (rugi) 1. Rp 400 Bila selisih diperlakukan sebagai biaya. 102 s. Rp 4.400 Hitung selisih standar net0 yang ada: a. Rp 3.160 a.200 Jumlah unit yang diproduksi 2. Rp 3. Rp 4.200 Rp 400 100. Larutan ini dijual di dalam drum dan biasanya memiliki harga penjualan stabil.200 d. d.000 Rp 3. maka laba bersih: b. Karena permintaan akan produk ini menurun. Bila selisih net0 dialokasikan pada persediaan dan harga pokok penjualan. Rp 2.610 c. 99.d.000 98.

000.Penyelia (supervisor) dan tenaga tidak langsung (semi variabel) .Biaya tidak langsung lainnya (variabel) Total 3.Digunakan 60. Diminta: Buatlah daftar perhitungan untuk menetapkan penyimpangan (variances) bulan .000.000 kg dengan harga .Depresiasi bangunan dan mesin (tetap) .000 kg.000 drum. Tenaga langsung: .000.000 drum. Informasi tambahan tentang operasi perusahaan selarna Desember 1985: 1.Desember 1985 perusahaan hanya menggunakan 50 persen kapasitas normal dengan memproduksi dan menjual60.000.000.Dibeli 85.500.Dibeli 600.Digunakan 700. Dalarnbulan Nopember 1985perusahaan beroperasi pada tingkatkapasitas normal yaitu dengan memproduksi 120.500.000 260.00 Anggaran biaya tidak langsung tetap untuk tingkat produksi bulan Desember 1985 adalah Rp275.000. Drum kosong: .00 Rp 666. Rp 470. Biaya penyelia dan tenaga tidak langsung adalah Rp680. 4. Biaya standar untuk setiap drum larutan kimia (dalam ribuan) Bahan baku: Rp 20 1 10 kg bahan baku 1 drum kosong Rp 21 Tenaga langsung: 1jam RP 7 Biaya tidak langsung (tetap): RP 4 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya tidak langsung (variabel): RP 6 Per jam kerja tenaga kerja langsung Biaya yang terjadi selarna Desember 1995: Bahan baku: .000 Rp 230. Semua fungsi biaya adalah linier.000 drum.000 76.000.000jam kerja dengan biaya Biaya tidak langsung: .Digunakan 65.000 drum dengan harga .

000 jam kerja. sebagai berikut: Debet Kredit 1.000. Produk dalam proses-bahan Rp 5.000.Rp 196.1 10.Desember 1985: Material price variance (dihitung pada saat pembelian) a.000 kg) 2. Jumlah pemakaian bahan standar per unit dan harga bahan stnadar per unit. Produksi sebenamya c.Rp 750. Lakukan pembuktian dalarn perthitungan atas kebenaran selisih biaya overhead di atas dalarn jurnal ke 3. e.000 -Rp 125.000 Persediaan bahan (10.000 -Selisih kuantum bahan -. 4.600 Rp 735.000 -.000 Data lainnya: a. Kapasitas normal :24. Labor usage (efficiency) variance Factory overhead variance dengan menggunakan four-variancemethod. b.Rp -. Material usage variance c.Rp 195. Dari perusahaan MEDIAN.000 300.Rp 5.000 3.Rp 4. 2. Hitunglah: 1. 8. d. Produk dalam proses-upah Utang gajilupah (19.000 unit.096. Jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarif upah standar per unit.000. . b. Tarip biaya overhead pabrik tetap maupun variable per jam.000 -.000 -Selisih harga bahan Rp 100. diperoleh data pembukuan berupa jurnal-jurnal per periode tertentu. Labor rate variance d.500 jam) Selisih tarif upah Selisih jam kerja Produk dalarn proses-biaya overhead Selisih controllable overhead Selisih volume overhead Biaya overhead pabrik tetap actual Biaya overhead pabrik variable actual Rp12. 103.505. Pembebanan biaya overhead pabrik menurut jam kerja. 3. -Rp 4.000 --. Tunjukkan pula apakah masing-masing penyimpangan di atas menguntungkan (favorable) atau tidak menguntungkan (unfavorable).000 -.000 -.Rp11. Perusahaan menggunakan standar costing.

tenaga kerja. b.000 Rp 80. Jarn kerja normal dan jurnlah pr. Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesunggullnya 5.638. Biaya standar per unit produk adalah: Bahan baku 0.104. Tarip overhead pabrik tetap Rp200 per jam kerja langsung. Tarip overhead pabr~k variabel Rp400 per jam kerja langsung.kg. c. Kuantitas pemakaian bahan scsungguhnya 3.000 ---- Biaya bahan baku sesungguhnya Upah langsung sesungguhnya Overhead pabrik tetap sesungguhnya Hasil produksi billan Jani~ari1989 9. Pembuktian atas selisih terkendali dan volume dari giaya overhead B. I .6 kg @ Rp500 per. f. Harga bahan sesungguhnya 6. 2.000 --Rp 240.oduksi standar pada jam kerja normal 4. Budget overhead tetap pada jam kerja normal 7.000 -- Rp200. dan overhead) ke dalam proses produksi dan jurnal hasil produksi .000 Rp 800.000 Rp 120.4 jam @ Rp400 per jam kerja.000 unit Rp2. Upah langsung 0.755. Dalam bulan Januari 1989 telah diperoleh informasi sebagai berikut: Di Debet a. PT.000 Hitunglah: Harga pokok stanilar seluruh hasil procluksi bulan Januari 1989 A. menghasilkan sejenis produk dengan menggunakan sistem harga pokok standar. AUDI. Biaya overhead pabrik dibebankan pada produk atas dasar jam kerja langsung normal. Selisih harga bahan baku Selisih kuar~titas bahan Selisih jam kerja langsung Selisih tarip langsung Selisih terkendali overhead Selisih volume overhead -- Di Kredit Rp 145. Buatlah jurnal pembebanan biaya-biaya standar (bahan.000 Rp 1. e. d.000 u p 78.

000 Harga sesungguhnya per satuan bahan = R p 2.000 .500.900 kg 1.B.600 Rp 1.000 kg 1.50.000 unit x 0. Jawab: c Data harga: Harga standar per kg Harga sesungguhnya per kg Bahan A: Bahan B: Bahan A: Bahan B: RP 1.000 Selisih harga = ( Rp 2.OOO (menguntungkan) 20.550) 2.000 Selisih penggunaan = ( 45.000 ) Rp 2.000J50.000 Kuantits sesungguhnya dipakai 45.550 2.000 merugikan = Rp 10.Rp 1.000 unit x 1 kg:5.000.70 Rp 0.500 kg Bahan B: Kuantitas dipakai sesungguhnya 4.100 ) 45.000 menguntungkan 21.m Rp 0.500 kg Bahan A: Bahan B: 3.000) = Rp 2.000/50. Jawab: a Data harga: Harga standar per satuan bahan (Rp100.50 kg): 2.000 kg = RplOO.75 Data kuantitas: Kuantitas dipakai standar (5.90 Rp 0. PENYELESAIAN 19.500 kg . Jawab: d Data harga: Harga standar per kg: Harga sesungguhnya per kg: Data kuantitas: Kuantitas dibeli: Kuantitas dipakai sesungguhnya: Kuantitas dipakai standax Rp 1.Rp 2.000 = Rp 4.000 kg Bahan A: (5.000.800 kg Selisih harga pembelian = ( Rp 1.100 Data kuantitas: Kuantitas standar per satuan bahan ( 50.000 .600 .000 x 1) 50.000) 1 satuan Kuanitas standar untuk sejumlah yang diproduksi (50.

000 x 0. Jawab: a Perhitungan selisih kuantitas: Bahan A: (4.50 kg @Kp0.500:Rp450menguntungkan Bahan A: Bahan B: (Rp0.750 Rp450merugikan .000 kg x Rp1.Rp 1.OO) Bahan B: (2.50 x 1 :Rp Bahan B: 8.500 x Rp0.50 kg Harga rata-rata menurut standar (Rp1.450 Komposisi menurut standar: Bahan A: 8.750 menguntungkan Perhitungan selisih harga: (Rp0.500 .70) Jumlah Rp4.675 1.70 2.35) Hasil sesungguhnya (5.I Perhitungan total selisih biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A: (4.90 Rp4.2.333 1.500 kg x Rp0.500 .5 x Rp 1.5 Ru 1.5.35) Jumlah Rp 7.70) 3.70 : Jumlah Rp 1.000 x Rp1.OO) 4.750 Q6.500 Rp 6.950 5.75) Biaya bahan menurut standar: Bahan A: (5.500 x Rp 1.70 Jumlah 1. Jawab: b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut*standar(8.500:R~ 1 5 merugikan 7 Jumlah selisih RD 275menguntungkan 22.OO: Rp500 menguntungkan Bahan B: (3.Rp0.500 kg x Rp0.90 .00 03 .867 7.000 x 1/1.000 6.35/1.200 Rp250 menguntungkan 24.75 .000/1.50/1.625 Rp Rp5.500) Rp0.50 kg) Perhitungan selisih komposisi: Komposisi menurut sesungguhnya: Bahan A: 4.35 Rp0.70: Ru700 merugikan Jumlah selisih Ru 200 merugikan Jawab: a Komposisi standar satu unit produk: Bahan A: 1 kg @Rpl Bahan B: 0.500 kg x Rp0.50 x Rp0.000) Rp1.050 2.200 6.00 Bahan B: 3.90) Bahan B: (3.

25.000 kg x RplO) Bahan B (2.000 kg Bahan C (100 x 20 kg) Data sesungguhnya untuk bulan Januari: Harga sesunggubnya: Bahan A per kg Bahan B per kg Bahan C per kg Kuantitas sesungguhnya: Bahan A Bahan B Bahan C ' Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A(1. Rpl 1 19 22 Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A (Rpll .900 kg x Rp22) Biaya bahan menurut s t a n k Bahan A (1.000 kg Bahan B (100 x 20 kg) 2.000 kg x Rp20) Bahan C (2.100 kg Rp 1.100merugikan .000 kg Bahan A (100 x 10 kg) 2. Jawab: b Jurnal pencatatan dengan single plan: Barang Dalarn Proses Selisih Hasil Bahan Selisih Harga Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan Jawab: d Data standar untuk produk Y yang dibuat (100 unit): Harga s t a n k Bahan A per kg RplO Bahan B per kg 20 Bahan C per kg 20 Kuantitas standar: 1 .RplO) 1.200 kg x Rp19) Bahan C (1.000 kg x Rp20) Jumlah 26.100kgxRpll) Bahan B (2.

600 Rp600 menguntungkan 28.200 kg x 20150 x Rp20) Jumlah 2.200 kg x Rp20) Bahan C (1.200 kg Bahan C (Rp22 .000 2.700 Rp95.~1 90.700 Selisih Hasil Bahan Selisih Komposisi Bahan Persediaan Bahan 30.200 kg x 10150 x Rp 10) Bahan B (5. Jawab: a Jurnal pencatatan biaya bahan dengan partial plan: Barang Dalam Proses Rp Persediaan Bahan 95.700 31.600 41.Rp20) 2.000 3.000 .000 Selisih Harga Bahan 2.700merugikan Rp 10.600 Ru93.400 41.200 kg x 20150 x Rp20) Bahan C (5.600 merugikan 29.100 kg x RplO) Bahan B (2.000 Rp300 Bahan B 125 kg 250.900 kg x Rp20) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (5.900 kg Jurnlah Jawab: e Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada Komposisi sesungguhnya: Bahan A (1. Jawab: d Jumal pencatatan biaya bahan dengan metode single plan: Barang Dalam Proses Rp 90.800 merugikan Rv2. Jawab: e Data menurut standar untuk membuat 250 kaleng cat: Kuantitas Harga Total Harga per kg Bahan A 300 kg Rp90.200150 x Rp900) Hasil sesungguhnya (100 x Rp900) Jumlah RP & 93.200menguntungkan 3.Bahan B (Rp19 .Rp20) 1. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (5.

250) Biaya bahan pada komposisi standar: Bahan A (3.000 3.000Rp Bahan B 750 kg 1.500.250 kg x Rp1.000 Ru7.000 menguntungkan 187.000 Rp 3.Rp300) 1.5.42.000 1.500 merugikan Rt177.240 kg Data biaya bahan sesungguhnya untuk bulan Nopember: Kuantitas Harga Total Bahan A 1.500 merugikan Rp540.400 .750 kg Bahan B: (Rp1.000 Rv3.425.900) Bahan C (1.750 x 3001625 x Rp300) Bahan B (3.250) Jurnlah Harga per kg 280 1.540.000 Rp 3.400 Rp 490.000 menguntungkan Rp 75.550.900 .000 1.750 kg x Rp300) Bahan B (750 kg x Rp2.000 Perhitungan selisih total biaya bahan: Biaya bahan sesungguhnya: Bahan A (1.750 kgRp 490.750.500 merugikan .000 1S50.000 1.Rp2.900 Bahan C 1.0001625) : Rp944 Data kuantitas menurut m d a r untuk menghasilkan 1.250 kg 1.000 558. Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1.000 1.250) 1.000 1.5501250 x 300 kg) 1.000 Rp Rp 35.750.000) B@an C (1.Rp1.200 kg 250.000) Bahan C (1.860 kg Bahan B (1.250 kg x Rp1.000 1.240 kg x Rp1.665.750 kg x Rp280) Bahan B (750 kg x Rp1.250 Jumlah Perhitungan selisih harga bahan: Bahan A: (Rp280 .000) Bahan C (3.750 x 1251625 x Rp2.5501250 x 125 kg) 775 kg Bahan C (1.550 Harga rata-rata per kg menurut standar: (Rp590.000 Rp47.250 kg Jumlah 32.750 x 2001625 x Rp1.0001.5501250 x 200 kg) 1.250 Bahan C Jurnlah 625 kg Rv590.000) 750 kg Bahan C: (Rp1.658.400) Biaya bahan menurut standar: Bahan A (1360 kg x Rp300) Bahan B (775 kg x Rp2.500.550 kaleng: Bahan A (1.

800 kg Rpl00 Y 2. .200 kg 36.400 kg 3.500 kg 2.100 unit produk: Bahan X: (6.000 kg Rp 140 Jumlah 7.000 12.050 kg Perhitungan selisih hasil bahan: Hasil menurut standar (7. Jawab:b Perhitungan selisih hasil: Hasil menurut standar (3.000 Rp2 1.750/625 x Rp590.000 Hasil sesungguhnya (6.400 kg Rp 125 Z 2.100 x Rpl5O) Jurnlah Rv 15.000 915.2 x Rp150) Rp 900. 35 Selisih Komposisi 50.200/1.440 kg Bahan Z: (6. Jawab: d Lihat no.300 kg 1.5501250 x RpS90.5 kg) 3.000) Jumlah Rp3.33.000 menguntungkan 35.000) Hasil sesungguhnya (1.500 Sifat Selisih rugi rugi laba laba 37. 35 Jawab: d Lihat no.000 Rp 118.3 kg) 1. 38. 35 Jawab: a Lihat no.200 kg 7.100 x 0.658.4 kg) 2.100 x 0. r Jawab: c Data harga standar per kg bahan: Jenis Bahan Harga per kg X Rpl00 Y 125 Z 140 Data kuantitas standar untuk 6.830 kg Bahan Y: (6.000 3. Jawab: d Perhitungan selisih komposisi bahan: Biaya bahan pada komposisi sesungguhnya: Komposisi Komposisi Harga Jenis Sesungguhnya Standar Standar X 2.000menguntungkan 34.500 84.540.100 x 0.

8.500) Rpl00 = Rp50.1. Karena kedua data yang diperlukan telah temdia rnaka biiya tenaga kerja langsung sesungguhnyadapat dihitung sebagai berikut: Biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya = 40.000 (rugi) Rp 600.09 tarip sesungguhnya sebesar Rp6.09 = Rp243.000 60.400 = .000 = 40.000 TS TS TS = Tarip upah sesungguhnya.8.000 jam x Rp6.500 jam x Rp90 =Rp405.6.000 .500) 6.000 . harus diketahui terlebih dahulujam sesungguhnyadan tarip sesungguhnya.000 Rp 55.Dari kedua data tersebut yang telah tersedia hanya jam sesungguhnya.400 = 243.000 605.30) 40.000 40. rekening Barang Dalarn Proses didebit sebesarbiaya sesungguhnya: 4.Jawab: c Selisih tarip = (Rp600 .4. Jawab: a Untuk mengetahui jumlah biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya. sedang tarip sesungguhnya dihitung sebagai berikut: = (TS .1.100) Rp600 = Rp55.100 jam (1. Jawab: Selisih efisiensi = (JS .000 (laba) Jawab: c Selisih efisiensi = (5.500 jam = Rp45.000 (laba) Jawab: b Selisih efisiensi = Jawab: a Barang Dalam Proses Selisih Efisiensi upah Selisih tarif upah Utang gaji & upah Jawab: a Selisih tarip = Rp60.000 .Rp550) 1.000 (laba) Jawab: a Dengan metode partial plan.000. Selisih tarip = .000 TS .000 = (Rp100 -Rp90) 4.09.600 = 6.600.252.

= Rp3.384 Tarip variabel: Rpl.000 .400 Jawab: e Tarip sesungguhnya (Rp126.80 x 4. Jawab: Upah yang dibayar adalah upah sesungguhnya.OO 57.20per Tarip tetap: Biaya overhead Perhitungan selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp7.000 JS JS JS = Jam kerja langsung sesungguhnya.000 jam) Rp4.000jam) = Rp4.000 TSt = 3.000.000130. = 600.80 .200/29.000 Jawab: c Jumlah biayaoverhead pabrik dibebankan (39.000 Jawab: a Data-data: Jam normal: jam Jam standar: Jam sesungguhnya: sesungguhnya: 67.384 Biaya overhead pabrih dianggarkan pada jam standar: Rp3.000 126.TSt) 30.000 jam .000 TSt TSt Tarip standar = Rp4.80 per jam 58.000 = 8.TSt) 29.400.9.21.10 Tarip standar = Rp4.180. yaitu sebesar Rp580 x 2 1.000 jam) Jawab: Selisih tarip: (3.000 JS .000= Rp12.10 Selisih efisiensi: (30.30.000 TSt = 4. 56. = -5.475 jam Rp7. 4.800 =4 59.000 110.000 6.20 .200 .29.900 (merugikan) Jawab: Tarip sesungguhnya (Rpll0.000 jam 3.000 = 1.400 jam Rp0.800 = -5.lO = Rp36.500.000 jam) .000) = Rp197.6.000 = 3.SO per jam 3. 68.200 Tetap (Rp0.500x Rp5.20 per jam Selisih tarip: (4.

900 kg Kuantitas bahan sesungguhnya dipKuantitas bahan dipakai menurut stands: 72.475 jam .950 Biaya overhead pabrik dibebankan (3.OO) Jumlah R0420 (merugikan) Atau.3.20 x 3.800 Jurnlah R-480 (merugikm) Atau.80 x 4.080 7.000 jam) Variabel (Rp1.00 = Rp150 (merugrkan) Jawab: e Data-data: Harga standar: Rp2.000 jain .90 per kg 4. Selisih efisiensi: (3.950 Biaya overhead pabrik dibebankan Biaya overhead pabrik standar (3.280 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam standar Biaya overhead pabrik standar (3.200 Tetap (Rp0. Selisih volume: (4.3.475 jam) 4.384 7.470 jam) Rp0.280 RplM (merugikan) Jawab: c Perhitungan selisih vol~~tne: Rp7.800 Jumlah 150 (merugikan) Atau.000 jam .80 = Rp480 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih pengeluaran: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp3.3.370 Biaya overhead pabrik dianggarkan pada jam sesungguhnya 6. Rp7.00 per kg Harga sesungguhnya: Rp1.400 jam x Rp2. Jawab: c Perhitungan selisih kapasitas: Rp 7.80 = Rp420 (merugikan) Jawab: a Perhitungan selisih efisiensi: Rp6.400 jam) Jumlah 69.400 jam) Rp0.Variabel (Rp1.20 x 3. 73.400 jam) Rp2.00) 6.400 jam x Rp2) 6. 4.170 Jurnlah 70. Selisih kapasitas: (4. .370 (merugikan) 71.475 jam x Rp2.

600 jam Selisih tarip: (Rp1.25 = Rp62.000 Variabel(9.Unit ekuivalen biaya bahan: F'roduk selesai Produk dalam proses (500 x 80%) Jumlah Kuantitas standar: (2.Rp2.90 .900 kg .20): 9.600jam x Rpl) 9.25 per jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1.800 kg) Rp2. 77.400 Jam standar: (2.20 per jam Jam sesungguhnya dipakai (Rp11. * 75.600 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Jam sesungguhnya: 9.50 (menguntungkan) 76.50 per jam Jam normal: 10.900 kg = Rp490 (menguntungkan) 74.600 jam) Rp1.OO)4.550 jam .800 kg 2.500 Selisih terkendalikan: Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 14.400 Selisih harga bahan dipakai: (Rp1.4.500 Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Tetap (10.25) 9.400 x 2 kg) = 4.000jam Jam standar: 9.Rp1.000 400 2.550 jam = Rp477.460/Rp1. Jawab: b Data-data: Tarip upah standar: Rp1.9. Jawab: a Selisih efisiensi: (9.000 jam x Rp0.50) Rp5.550 jam Jam dipakai menurut standar: Unit ekuivalen biaya tenaga kerja: F'roduk selesai 2. Jawab: a Selisih kuantitas: (4.400 x 4 jam) = 9.600 14600 Jumlah RD100 (menguntungkan) -- .50 (menguntungkan) Jawab: d Data-data: Tarip variabel: Rpl per jam Tarip tetap: Rp0.550 jam (lihat pada analisis biaya tenaga kerja) Biaya overhead pabrik sesungguhnya: Rp14.000 F'roduk dalam proses (500 x 80%) 400 Jumlah 2.20 .W = F Q 2 0 @&ru@an) +.

500 79.19. Jawab: b Selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp14.620 ~ 84. .000 = 1.800jam 3.000~ jam) = 3.50 = R p 2 0 (merugikan) Jawab: c Jurnal pencatatan biaya overhead pabrik apabila digunakan partial plan: Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik Selisih Volume Selisih Terkendalikan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp14.010 JS = Jam sesungguhnya = 4. Jawab: b Selisih tarip upah: (Rp4..80 .600 jam) Rp0.248J4.8) = 5.400 200 Rpl 00 14.80 82.600 x Rp1. 80.000 unit: = 1.010 jam) = Rp4.000 x 5.050 Selisih efisiensi: (JS .00) 4.000unit: (1.050 JS = 4. Jawab: b Jam tenaga kerja langsung standar per unit (Rp19IRp5) = 3.78.400 (9.600 Biaya overhead pabrik menurut standar: 14.9.000 Biaya bahan sesungguhnya 620 (+) Selisih total biaya bahan (laba) Jdah R D1.3.800 kg Biaya bahan baku menurut standar: Rp5 1.000 jam .010 jam. Jawab: b Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Upah dan Gaji Rp11.800) 5 5 JS . Selisih volume: (10.50) Jumlah R ~ 2 0 0 (menlgikan) Atau. 83.Rp5.460 Rp 11.8 jam Jawab: c Jam tenagakerjalangsung standaruntuk 1.010 jam = Rp802 (menguntungkan) Jawab: a Kuantitas bahan baku dipakai menurut standar: (1.460 81.8 Jam tenaga kerja langsung sesungguhnya untuk 1. sehingga tarip upah tenaga kerja langsung sesungguhnya dahitung sebagai berikut: (Rp19.

028.5.800 kg) = Rp8.500 Selisih biaya tenaga kerja 9 15 Biaya tenaga kerja sesungguhnya Ru 8.050 57.000 kg x Rp0.10) 3.62015.000 4.90 = Rp1. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya tenaga kerja: Hasil menurut standar (3. Jawab: b Perhitungan selisih hasil bahan baku: Hasil bahan menurut standar (23 1.500 Bahan B (231. Jawab: e Biaya bahan standar (5kg x 1500 x Rp4) Rp 30.415 Tarip upah sesungguhnya : Rp 8.151825 jam Jawab: a Perhitungan selisih komposisi: Biaya bahan baku pada komposisi sesungguhnya: Bahan A (1 57.40) Bahan C (36.25) Rp39.000 kg11.850 Jumlah 86. Rp 10.200 Rahan B (38.600 Biaya bahan baku pada komposisi menurut standar: Bahan A (231.000 RD 2.125 Jawab: c Biaya tenaga kerja standar (0.250 (menguntungkan) 89.lO) 3.200 x Rp300) Hasil sesungguhnya (200.25)Rp 38.850 Total biaya bahan dibeli : 850018000 x Rp 34.850 Selisih biaya bahan (rugi) Biaya bahan sesungguhnya dipakai RD34.000 Rv600 (menguntungkan) .400 12.250 15.30) Jumlah Rp 57.850 = Rp 37.800 kg) Rp8.750 Rp300 (merugikan) 88.400 Bahan C (231.000 x Rp0. Kp58.5jam x 1500 x RplO) Rp 7.40) 15.000 kg x 20011200 x Rp0.780 (merugikan) 85.800120 x Rp60) Hasil sesungguhnya (200.000 x Rp0.000 kg x Rp0.000 kg x 800/1200 x Rp0.06) Jumlah Rp 11.000 kg .000 kg x Rp0.90 Selisih kuantatitas bahan baku: (6.750 60.Harga bahan baku standar per kg: (Rp5 1.000 kg x 200/1200 x Rp0.2 87.

.600 Rp 19.000/2.800 jam) Rp3 = Rp600 (merugikan) Jawab: c Sama dengan no.000 9. 89 Jawab: a Harga pokok produksi per unit: (Rp20.000 20 000 RD1.800jam x Rp2) 7. Jawab: b Jam kerja menurut standar: (200. Rp25.000 x 2011.000 16.000 (menguntungkan) 91. 97.000 98. Jawab: Perhitungan selisih hasil biaya overhead pabrk Hasil menurut standar (3.3.000 Tetap (4.000 jam Perhitungan selisih kapasitas: Biaya overhead dianggarkan pada jam sesungguhnya: Rp12.000 R~3.000 x Rp0.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualan Laba bersih sebelum selisih Jawab: c Perhitungan rugflaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.000) = 4.000 Biaya overhead dibebankan (3.000 jam x Rp3) Variabel(3.000 unit) = Rp 10 Perhitungan rugiilaba: Penjualan Harga pokok penjualan: (1.800 jam x Rp5) Jumlah RD 600 (merugikan) Atau.800120 x Rp100) Hasil sesungguhnya (200.000 jam .lO) Jumlah A Rp19.600 19. Selisih kapasitas: (4.000 6.000 Selisih biaya: Selisih tarip upah Selisih efisiensi upah Laba bersih sebelum selisih 92.600 unit x RplO) Laba kotor Biaya adrninistrasi dan penjualanRp6.90.

000 jam x Rp200) 4.7'5 Perhitungan pemb\~ktian: Biilya bahan baku Selisih harga bahan: (Rp500 .000 Biaya overhead pabrik standar (20.375.000 Biaya overhead dianggarkan pada volume standar: Rp 750. (KN .125.000/Rp600 = 20.500 jam = Rp590 Jam sesungguhnya: 19.000 (laba) Biaya overhead pabrik: Selisih controllable Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp4.500 jam .500 = -195.000 jam x Rp168.125.190 -.000.000/20.000.25 -= Kp 168.500jam Tarip standar per jam : (590-TSt)19.7.000 aT = 125.000 jain x Rp3 1.000 .25 Tarip BOP variable: Rp200 .000 Tetap (24.10.Kp3 I .75) Rp 735.OOO)TT' = 125.000 kg . Kp 196.KSl) ' I T (24.000 4.000 lam = Rp300 Selisih volume .500jam = Rp195.000 Jumlah (rugi) RD 125.500 TSt = 11.000 TSt = 600 Jadi tarip upah standar per jam = Rp600 -----.s jam x Rp600 = Rp 1 .505.Perhitungan jumlah penggunaan jam kerja standar per unit dan tarip upah standar per unit: Selisih tarip upah: (TS .OOO (rugi) Selisih kuantitas bahan: (10.000.000 jam/S.000 kg = RplOO.000 TT -= 11.20.400 kg) Rp.Rp490) 10. '.000 19.00.000 Jumlah (~ugi) Selisih volume Biaya overhead dianggarkan pada volume standar Rp 4.006 (laba) Selisih efisiensi upah: (19.860.000 (laba) Biaya tenaga kerja langsung Selisih tarip upah: (Rp.000 jam) Rp600 = Rp300.TSt) JS Tarip sesungguhnya: Rpl1.000/19. Jumlah jam kerja standar per unit: 20.25) 3.000-2O. .000 unit = 2.25 Jadi tanp BOP temp: Rp.5 jam Jumlah tarip upah per unit: 2.Rp600) 10.000 jam .SO0 Perhitungan tarip hiaya overhead patfrik tetap (Ian variable per jam: Tarip biaya overhead pabrtk total: Rp4.000 4.590 . Jumlah jam kerja standar: Rp 12.3 1.000 Viariabel(20.

000 Biaya overhead standar (3.6 kg x Rp500 Biaya tenaga kerja (9.700.000 Pembuktian selisih terkendali: Rp2.000 Biaya overhead pabrik sesungguhnya Biaya overhead dianggarkan pada jam standar: Rp 800.000 jam x Rp200 = Rp800.900.000 jam Jumlah produksi standar pada jam normal adalah 4.800 kg = Rp475 Jam kerja normal dan jumlah produksi standar pada jam normal: Selisih volume: (JN .000 Biaya overhead (9.KSt) (KS .600 jam x Rp600) Jumlah selisih (rugi) 2.000 jam/0.000 400 JS = 1.000 unit Jam kerja langsung sesungguhnya dan tarip upah sesungguhnya: Selisih jam: (JS .600) 400 = 120.600 jam x R e ) Jumlah selisih (laba) Pembuktian selisih volume: Biaya overhead dianggarkan pada jam standar Rp2.240.000 unit x 0.300.000 Jadi jumlah jam normal adalah 4.00015.900 jam = Rp420 Jumlah anggaran biaya overhead pabrik tetap pada jam kerja normal: 4.560.4 jam x Rp400) 1.600) 200 = 80.000 RD 240.638.900 jam Tarip upah sesungguhnya: Rp 1.3.4 = 10.000 .240.000 500KS = 2.900 Jadi jam sesungguhnya: 3. Harga pokok standar seluruh hasil produksi: Rp2.JSt) TT (JN .000 unit x 0.000/3.000 Biaya bahan (9.000 KS = 5.000 JS = 3.104.JSt) TSt (JS .160.000 JN = 4.000 Variabel(3.000.000 unit x 0.4 jam x Rp600) 2.000 Kuantitas pemakaian bahan sesungguhnya: Selisih kuantitas bahan : (KS .440.000 lumlah Ru 6.800 Jadi pemakaian bahan sesungguhnya adalah 5.400) 500 = 200.755.3.000 200JN = 800.5.440.000 Tetap 1.800 kg Harga bahan baku sesungguhnya: Rp2.

Pemakaian bahan: Barang Dalarn Proses Selisih Kuantitas Bahan Selisih Harga bahan Persediaan bahan Pembebanan biaya tenaga kerja: Barang Dalam Proses Selisih Jam Kerja Langsung Selisih Tarip Langsung Utang Gaji dan Upah Pembebanan biaya overhead pabrik: Barang Dalam Proses Selisih Volume Overhead Selisih Overhead Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya Mencatat hasil produksi Persediaan Barang Jadi Barang Dalaln Proses .

multiply.com .Buku ini dipublikasikan melalui Grup Jurusan Manajemen S1 http://s1manajemen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful