Surat [1

]

:: Al-Fatihah ( )

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. ( ) 2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. ( ) 3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. ( ) 4. Yang menguasai di Hari Pembalasan. ( ) 5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. ( ) 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Perbuatan Allah senantiasa mengandung hikmah yang sempurna. mengatur dan memberi rizqi. Perintah untuk menempuh jalan orang-orang yang shalih. ‡ Tauhid Uluhiyyah. Penjelasan Kandungan Surat Makna Ayat Pertama Artinya: ³Segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam. hendaklah kita berilmu sebelum berkata dan beramal. Diambil dari penggalan ayat: ³Hanya kepada-Mu kami menyembah dan memohon pertolongan´. sebagaimana potongan ayat: ³Penguasa hari pembalasan´. Diantaranya Ar Rahman dan Ar Rahim. ‡ Tauhid Asma¶ wa Shifat. sebagaimana yang terkandung di dalam penggalan ayat: ³Rabbul µalamin ³.´ Makna Alhamdu adalah pujian kepada Allah karena sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Adapun sesembahan selain Allah suhanahu wata¶ala adalah batil. Kandungan surat Al Fatihah 1. 4. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. yaitu beriman bahwa hanya Allah suhanahu wata¶ala yang menciptakan. Penetapan adanya hari kiamat dan hari pembalasan. Karena hal ini mendatangkan murka Allah suhanahu wata¶ala. yaitu beriman bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah suhanahu wata¶ala semata. bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 2. Pujian . karena kebodohan akan mengantarkan pada jalan kesesatan. Peringatan dan ancaman dari enggan untuk mengamalkan ilmu yang telah diketahui. 3.( ) 7. Demikian pula. yaitu beriman bahwa Allah suhanahu wata¶ala mempunyai namanama serta sifat-sifat yang mulia dan sesuai dengan keagungan-Nya. Dan juga karena perbuatan-perbuatanNya yang tidak pernah lepas dari sifat memberikan karunia atau menegakkan keadilan.Surat ini terkandung di dalamnya tiga macam tauhid: ‡ Tauhid Rububiyyah.

Di samping tarbiyah yang umum itu Allah juga memberikan kepada mereka tarbiyah yang khusus yaitu dengan membimbing keimanan mereka dan menyempurnakannya. Mereka terlalu mengedepankan sisi penafian sehingga terjerumus dalam ta¶thil (penolakan).´ Ar-Rahman dan Ar-Rahiim adalah nama Allah. ³Milik Allah nama-nama yang terindah. Allahlah yang menciptakan mereka. Allah juga menolong mereka dengan menyingkirkan segala macam penghalang dan rintangan yang akan menjauhkan mereka dari kebaikan dan kebahagiaan mereka yang abadi. Selain itu. Dalam mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah ini kaum muslimin terbagi menjadi 3 golongan yaitu: (1) Musyabbihah. Mereka mengimani dalil-dalil yang menetapkan nama dan sifat sekaligus mengimani dalil-dalil . Oleh sebab itu semua makhluk yang ada di langit dan di bumi ini meminta kepada-Nya. 20). Musyabbihah adalah orang-orang yang menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat makhluk. Mereka semua meminta kepada-Nya. Sebagaimana diyakini oleh Ahlusunnah wal Jama¶ah bahwa Allah memiliki nama-nama yang terindah. Makna Ayat Kedua Artinya: ³Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah memberikan kepada mereka berbagai kemudahan dan menjaga mereka dari hal-hal yang dibenci oleh syariat. Al A¶raaf: 180) Setiap nama Allah mengandung sifat. Kepada-Nya lah mereka mengadu dan meminta tolong di saatsaat genting yang mereka alami (lihat Taisir Lathiifil Mannaan.yang diberikan oleh seorang hamba akan semakin bertambah sempurna apabila diiringi dengan rasa cinta dan ketundukkan dalam dirinya kepada Allah. Adapun Mu¶aththilah adalah orang-orang yang menolak nama atau sifat-sifat Allah. baik nikmat lahir maupun batin. memberikan nikmat kepada mereka. maka berdo¶alah kepada Allah dengan menyebutnya. Dari sini kita mengetahui betapa besar kebutuhan alam semesta ini kepada Rabbul µalamiin karena hanya Dialah yang menguasai itu semua. Allah ta¶ala berfirman. (2) Mu¶aththilah dan (3) Ahlusunnah wal Jama¶ah. Allah satu-satunya pengatur. Oleh sebab itu beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keimanan kepada Allah. memberikan rezeki kepada mereka. Inilah bentuk tarbiyah umum yang meliputi seluruh makhluk.´ (QS. baik dengan ucapan lisannya maupun dengan ekspresi dirinya. Allahlah Zat yang memelihara seluruh alam dengan berbagai macam bentuk tarbiyah. Ahlusunnah berada di tengah-tengah. Mereka terlalu mengedepankan sisi penetapan nama dan sifat dan mengabaikan sisi penafian keserupaan sehingga terjerumus dalam tasybih (peyerupaan). Karena pujian semata yang tidak disertai dengan rasa cinta dan ketundukkan bukanlah pujian yang sempurna. pemberi hidayah dan Allah lah Yang Maha kaya. pembimbing dan pemelihara). hal. Adapun tarbiyah yang khusus hanya diberikan Allah kepada para Nabi dan pengikut-pengikut mereka. Makna dari kata Rabb adalah Murabbi (yang mentarbiyah. yang baik maupun yang jahat.

Dialah yang berkuasa untuk mengatur segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya menurut kehendaknya sendiri. Inilah akidah yang dipegang oleh Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam dan para sahabatnya serta para imam dan pengikut mereka yang setia hingga hari ini. Yaumid diin adalah hari kiamat. ³Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Pada hari itulah tampak dengan sangat jelas bagi manusia kemahakuasaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya. Pada saat itu seluruh raja dan penguasa yang dahulunya berkuasa di alam dunia sudah turun dari jabatannya. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebagaimana semestinya. Mereka menetapkan nama dan sifat tapi tanpa menyerupakannya dengan makhluk. Bagian awal ayat ini boleh dibaca Maalik (dengan memanjangkan mim) atau Malik (dengan memendekkan mim). Meskipun namanya sama akan tetapi hakikatnya berbeda. Sedangkan Malik maknanya raja.´ Maalik adalah zat yang memiliki kekuasaan atau penguasa. Maka demikian pula sifat Allah itu sempurna karena disandarkan kepada sosok yang sempurna. Sehingga mereka selamat dari tindakan tasybih maupun ta¶thil. Asy Syuura: 11) (silakan baca Al µAqidah Al Wasithiyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan juga µAqidah Ahlis Sunnah wal Jama¶ah karya Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumallahu ta¶ala). Di dalamnya terkandung sifat Rahmah (kasih sayang). . Penguasa itu berhak untuk memerintah dan melarang orang-orang yang berada di bawah kekuasaannya. Sehingga orang yang tidak mau mengimani kandungan hakiki nama-nama dan sifat-sifat Allah sebenarnya telah berani melecehkan dan berbuat lancang kepada Allah. Pada saat itu akan tampak sekali kesempurnaan dari sifat adil dan hikmah yang dimiliki Allah.´ (QS.yang menafikan keserupaan. Allah Maha Mendengar dan juga Maha Melihat. Inilah aqidah yang tersimpan dalam ayat yang mulia yang artinya. Lalu adakah tindakan jahat yang lebih tercela daripada tindakan menolak kandungan nama dan sifat Allah ataupun menyerupakannya dengan makhluk? Di dalam ayat ini Allah menamai diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Karena Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna sedangkan makhluk adalah sosok yang penuh dengan kekurangan. Makna Ayat Ketiga Artinya: ³Yang Menguasai pada hari pembalasan. Disebut sebagai hari pembalasan karena pada saat itu seluruh umat manusia akan menerima balasan amal baik maupun buruk yang mereka kerjakan sewaktu di dunia. Maalik maknanya penguasa atau pemilik. Hanya tinggal Allah sajalah yang berkuasa. Dia juga yang berhak untuk mengganjar pahala dan menjatuhkan hukuman kepada mereka. Akan tetapi kasih sayang Allah tidak serupa persis dengan kasih sayang makhluk. Oleh sebab itu mereka menyucikan Allah tanpa menolak nama maupun sifat. Sebagaimana sifat makhluk itu terbatas dan penuh kekurangan karena disandarkan kepada diri makhluk yang diliputi sifat kekurangan. Akan tetapi pendengaran dan penglihatan Allah tidak sama dengan pendengaran dan penglihatan makhluk.

Dengan demikian ibadah itu luas cakupannya.Pada saat itu semuanya setara. Di antara bentuk ibadah adalah do¶a. Meskipun sebenarnya Allah jugalah penguasa atas seluruh hari yang ada. budak maupun orang merdeka. Ibadah bisa berupa perkataan maupun perbuatan. Mereka semua tunduk di bawah kemuliaan dan kebesaran-Nya. Kami meminta tolong kepada-Mu dan kami tidak meminta tolong kepada selain-Mu. Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah. baik rakyat maupun rajanya. Ibadah itu ada yang tampak dan ada juga yang tersembunyi. Dengan mendahulukan objek kalimat yang seharusnya di belakang menunjukkan adanya pembatasan dan pengkhususan. meminta pertolongan atau perlindungan. Allah tidak hanya berkuasa atas hari kiamat atau hari pembalasan saja (lihat Taisir Karimir Rahman. Dan sebaliknya. Apabila Allah memerintahkan sesuatu maka sesuatu itu dicintai dan diridai-Nya.´ Beliau pun berkata.´ Maknanya: ³Kami hanya menujukan ibadah dan isti¶anah (permintaan tolong) kepada-Mu. Makna Ayat Keempat Artinya: ³Hanya kepada-Mu lah Kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah Kami meminta pertolongan. Sehingga tidak ada jalan menuju keselamatan kecuali dengan perantara kedua hal ini. Sedangkan penyebutan kata isti¶anah setelah kata ibadah padahal isti¶anah itu juga bagian dari ibadah maka sebabnya adalah . Dan juga dalam rangka lebih mengutamakan hak Allah ta¶ala di atas hak hamba-Nya«. Padahal asalnya adalah na¶buduka yang artinya Kami menyembah-Mu. Mereka semua menantikan pembalasan yang akan diberikan oleh-Nya. dan lain sebagainya. Dan ibadah hanya dianggap benar apabila bersumber dari Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam dan ditujukan hanya untuk mengharapkan wajah Allah (ikhlas). Mereka sangat mengharapkan pahala kebaikan dariNya. Artinya ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah. bersedekah. berkurban. apabila Allah melarang sesuatu maka itu berarti Allah tidak cinta dan tidak ridha kepadanya. Dengan dua perkara inilah sesuatu bisa dinamakan ibadah. Sehingga makna dari ayat ini adalah. µKami menyembah-Mu dan kami tidak menyembah selainMu. Dan mereka sungguh sangat khawatir terhadap siksa dan hukuman yang akan dijatuhkan oleh-Nya. Lalu apakah alasan atau hikmah di balik penyebutan kata isti¶anah sesudah disebutkannya kata ibadah di dalam ayat ini? Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa¶di rahimahulah berkata. ³Mewujudkan ibadah dan isti¶anah kepada Allah dengan benar itu merupakan sarana yang akan mengantarkan menuju kebahagiaan yang abadi. Allah adalah penguasa hari pembalasan. Kecintaan dan ridha Allah terhadap sesuatu bisa dilihat dari perintah dan larangan-Nya. Dia adalah sarana menuju keselamatan dari segala bentuk kejelekan. Tidak boleh menujukan ibadah kepada selain-Nya.´ Di dalam ayat ini objek kalimat yaitu Iyyaaka diletakkan di depan. Dari pengertian ini maka isti¶anah atau meminta pertolongan juga termasuk cakupan dari istilah ibadah. ³Didahulukannya ibadah sebelum isti¶anah ini termasuk metode penyebutan sesuatu yang lebih umum sebelum sesuatu yang lebih khusus. Oleh karena itu di dalam ayat ini hari pembalasan itu disebutkan secara khusus. hal. 39).

12). bimbinglah dan berikanlah taufik kepada kami untuk meniti shirathal mustaqiim yaitu jalan yang lurus.´ Siapakah orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah? Di dalam ayat yang lain disebutkan bahwa mereka ini adalah para Nabi. ilmu. 39). Makna Ayat Kelima Artinya: ³Tunjukilah Kami jalan yang lurus. Sehingga dengan ayat ini kita kembali tersadar bahwa Islam yang kita peluk selama ini merupakan anugerah nikmat dari Allah ta¶ala. Inilah jalan Islam. mengerti apa saja yang dimurkai-Nya.´ Maknanya: ³Tunjukilah. hal.karena hamba begitu membutuhkan pertolongan dari Allah ta¶ala di dalam melaksanakan seluruh ibadahnya. Makna Ayat Ketujuh . Yang dimaksud dengan hidayah menuju jalan lurus yaitu hidayah supaya bisa memeluk erat-erat agama Islam dan meninggalkan seluruh agama yang lainnya. hal. Termasuk di dalam cakupan ungkapan µorang yang diberi nikmat¶ ialah setiap orang yang diberi anugerah keimanan kepada Allah ta¶ala. 39). Islam yang ditegakkan di atas landasan iman.´ (Taisir Karimir Rahman. Hakikat jalan lurus (shirathal mustaqiim) adalah memahami kebenaran dan mengamalkannya. Tidak lain dan tidak bukan karena memang hamba begitu membutuhkan do¶a ini (lihat Taisir Karimir Rahman. selain itu dia juga mendapatkan taufik untuk melakukan hal-hal yang dicintai tersebut dan meninggalkan hal-hal yang membuat Allah murka. amal dan disertai dengan menjauhi perbuatan-perbuatan syirik dan kemaksiatan. tunjukilah kami menuju jalan tersebut dan ketika kami berjalan di atasnya. Seandainya dia tidak mendapatkan pertolongan dari Allah maka keinginannya untuk melakukan perkara-perkara yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang itu tentu tidak akan bisa tercapai. para pejuang Islam yang mati syahid dan orang-orang salih. Oleh karena itu ya Allah. Makna Ayat Keenam Artinya: ³Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka. mengetahui apa saja yang dicintai-Nya. Dan untuk bisa menjalani Islam dengan baik maka kita pun sangat membutuhkan sosok teladan yang bisa dijadikan panutan (lihat Aisarut Tafaasir. Dengan begitu do¶a ini merupakan salah satu do¶a yang paling lengkap dan merangkum berbagai macam kebaikan dan manfaat bagi diri seorang hamba. Adapun hidayah di atas jalan lurus ialah hidayah untuk bisa memahami dan mengamalkan rincian-rincian ajaran Islam.´ Jalan lurus itu adalah jalan yang terang dan jelas serta mengantarkan orang yang berjalan di atasnya untuk sampai kepada Allah dan berhasil menggapai surga-Nya. Oleh sebab itulah setiap insan wajib memanjatkan do¶a ini di dalam setiap rakaat shalat yang dilakukannya. hal. mengenal-Nya dengan baik. orang-orang yang shiddiq/jujur dan benar. Jalan inilah yang akan mengantarkan hamba menggapai keridhaan Allah ta¶ala.

maka Allah suhanahu wata¶ala mengkhususkan rahmat-Nya bagi kaum mukminin saja. Sehingga hanya Allah suhanahu wata¶ala yang paling berhak mendapatkan segala pujian yang sempurna. yang mengatur segala apa yang di alam ini hingga nampak teratur. Sehingga di dalam ayat ini tersimpan motivasi dan dorongan kepada kita supaya menempuh jalan kaum yang shalih. 39). ia pun tidak akan sanggup membalasnya. 13 dan Taisir Karimir Rahman hal. berikut ini merupakan ringkasan tafsir dari surat Al Fatihah: ³Segala puji bagi Allah Rabbul µalamin. Amalan dan syukurnya belum sebanding dengan nikmat yang Allah suhanahu wata¶ala curahkan kepadanya. Bila ada yang mengatur selain Allah suhanahu wata¶ala.´ Orang yang dimurkai adalah orang yang sudah mengetahui kebenaran akan tetapi tidak mau mengamalkannya. Tiada seorang pun yang sanggup menghitung nitmat yang diperolehnya. tiada sesuatu apa pun yang berserikat dengan kuasa-Nya dan tiada sesuatu apa pun yang luput dari kuasa-Nya pula.Artinya: ³Bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat. yang mengaruniakan nikmat yang tiada tara dan rahmat yang melimpah ruah. (Al Ahzab: 43) . langit dan seluruh alam ini akan hancur berantakan. Sedangkan Ar Rahim. niscaya bumi.´ Ar Rahman dan Ar Rahim adalah Dua nama dan sekaligus sifat bagi Allah suhanahu wata¶ala. baik yang beriman atau pun yang kafir. Dia-lah Sang Pengatur Tunggal. Tafsir Surat Al Fatihah Pembaca yang dirahmati Allah suhanahu wata¶ala. Contohnya adalah kaum Yahudi dan semacamnya. Sebagaimana firman Allah suhanahu wata¶ala: ³Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman´. Dia-lah Sang Penguasa Tunggal. Tiada siapa pun yang berhak mendapat pujian yang sempurna kecuali Allah suhanahu wata¶ala. yang berasal dari kata Ar Rahmah. Contohnya adalah orang-orang Nasrani dan semacamnya. Disisi lain. ³Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang. hal. Dia pula adalah Sang Pemberi rezeki. Makna Ar Rahman lebih luas daripada Ar Rahim. Sedangkan orang yang tersesat adalah orang yang tidak mengamalkan kebenaran gara-gara kebodohan dan kesesatan mereka.´ Segala pujian beserta sifat-sifat yang tinggi dan sempurna hanyalah milik Allah suhanahu wata¶ala semata. Ayat ini juga memperingatkan kepada kita untuk menjauhi jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang sesat dan menyimpang (lihat Aisarut Tafaasir. rapi dan serasi. Ar Rahman mengandung makna bahwa Allah suhanahu wata¶ala mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya. Karena Dia-lah Penguasa dan Pengatur segala sesuatu yang ada di alam ini.

Umur. (Hud: 123) ³Tunjukkanlah kami ke jalanmu yang lurus. Tidak pantas bertawakkal dan bersandar kepada selain Allah suhanahu wata¶ala. Maka mohonlah pertolongan itu hanya kepada Allah suhanahu wata¶ala. Yaitu bahwa tiada yang berhak diibadahi dan dimintai pertolongan kecuali hanya Allah suhanahu wata¶ala semata. pintupintu yang terbuka adalah larangan-larangan Allah. dari mana dan untuk apa dibelanjakan? Tiada seorang pun yang lepas dan lari dari perhitungan amal perbuatan yang ia lakukan di dunia. bila ada seseorang ingin membuka salah satu dari pintu-pintu tersebut maka penyeru itu berkata: ³Celaka engkau. engkau akan terjungkal kedalamnya.´ Para µulama ahli tafsir telah menafsirkan makna Ad Din dari ayat diatas adalah hari perhitungan dan pembalasan pada hari kiamat nanti. karena segala perkara berada di tangan-Nya. Dan ada seorang penyeru yang menyeru dari dalam ash shirath. jangan engkau membukanya. bahwa Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Allah memberikan permisalan ash shirathul mustaqim (jembatan yang lurus). . untuk apa dihabiskan? Harta. Maka ash shirath adalah Al Islam. Sementara itu. bahwa tiada daya dan upaya melainkan dari Allah suhanahu wata¶ala.´ Secara kaidah etimologi (bahasa) Arab. disebutkan permohonan tolong kepada Allah setelah perkara ibadah. dan di atas pintu-pintu tersebut terdapat tirai-tirai tipis dan di atas pintu shirath terdapat seorang penyeru yang berkata: ³Wahai sekalian manusia masuklah kalian seluruhnya ke dalam as shirath dan janganlah kalian menyimpang. menunjukkan bahwa hamba itu sangat butuh kepada pertolongan Allah suhanahu wata¶ala untuk mewujudkan ibadah-ibadah yang murni kepada-Nya. Al Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan dari shahabat An Nawas bin Sam¶an radhiallahu µanhu. ayat ini terdapat uslub (kaidah) yang berfungsi memberikan penekanan dan penegasan.´ Yaitu jalan yang terang yang mengantarkan kepada-Mu dan jannah (surga)-Mu berupa pengetahuan (ilmu) tentang jalan kebenaran dan kemudahan untuk beramal dengannya. dua tembok adalah aturan-aturan Allah. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah´. Penyeru yang berada di atas ash shirath adalah Kitabullah (Al Qur¶an).³Yang menguasai hari kiamat. Maka sembahlah Allah suhanahu wata¶ala semata. diantara dua sisinya terdapat dua tembok. Selain itu pula. Sesembahan-sesembahan selain Allah itu adalah batil. Hal ini sebagaimana firman Allah suhanahu wata¶ala (artinya): ³Maka sembahlah Dia dan bertawakkallah kepada-Nya´. tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Masing-masing memiliki pintu-pintu yang terbuka. (Al Infithar: 17-19) ³Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolonga. untuk apa digunakan? Masa muda. karena jika engkau membukanya. dan penyeru yang berada didalam ash shirath adalah peringatan Allah bagi hati-hati kaum muslimin´. Allah suhanahu wata¶ala berfirman (artinya): ³Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi.

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah dan Allah cukup mengetahui´. mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu: Nabi-nabi. Allah suhanahu wata¶ala berfirman berkenaan dengan keadaan mereka (artinya): ³Katakanlah Wahai Muhammad: Maukah Aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah. niscaya ia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu´.´ Orang-orang yang dimurkai Allah suhanahu wata¶ala adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran akan tetapi enggan mengamalkannya. Mereka itu adalah kaum Yahudi. (HR. Dan mereka itulah sebaik-baik teman. tapi bukan dengan ilmu. para shiddiqin. karena barang siapa yang ta¶minnya bersamaan dengan ta¶min malaikat. dan orang-orang shalih. Seperti halnya kaum Nashara.´ Siapakah mereka itu? Meraka adalah sebagaimana yang dalam firman Allah suhanahu wata¶ala: ³Dan barang siapa yang menta¶ati Allah dan Rasul-Nya. dan mereka tersesat dari jalan yang lurus´. Akhirnya mereka sesat disebabkan kebodohan mereka. yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai oleh Allah´. Abu Dawud dan Ibnu Majah) Barang siapa yang ta¶minnya bersamaan dengan ta¶min malaikat. Allah suhanahu wata¶ala memberitakan tentang keadaan mereka: ³Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia). orang-orang yang mati syahid. maka Allah suhanahu wata¶ala menjanjikan ampunan bagi dia. At Ta¶min adalah kalimat ³Amin´ yang diucapkan setelah selesai membaca Al Fatihah dalam shalat dan bukan merupakan bagian dari surat tersebut. yang mempunyai arti ³Ya Allah kabulkanlah do¶a kami´.³Yaitu jalannya orang-orang yang engkau beri kenikmatan. bahwasanya Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam ketika membaca: maka Beliau shalallahu µalaihi wasallam mengucapkan Amin sampai orang-orang yang di belakangnya dari shaf pertama mendengar suaranya. (Al Ma¶idah: 77) At Ta¶min Pembaca yang dirahmati Allah suhanahu wata¶ala. bahwasanya Rasulullah shalallahu µalaihi wasallam bersabda: ³Jika imam mengucapkan amin maka ikutilah. (Muttafaqun alaih) . (An Nisaa¶: 69-70 ³Dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Diriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu µanhu. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu µanhu. (Al Ma¶idah: 60) Adapun jalan orang-orang yang sesat adalah bersemangat untuk beramal dan beribadah.