P. 1
Bauran Pemasaran

Bauran Pemasaran

|Views: 130|Likes:
Published by Mås AlfĨåñd

More info:

Published by: Mås AlfĨåñd on May 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2015

pdf

text

original

Bauran Pemasaran Bauran pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P yakni • • • • Product (produk

) Price (harga) Place (tempat, termasuk juga distribusi) Promotion (promosi)

Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.[1] Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu. Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran). Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet.

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (ProductLife Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya. Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction, growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaituintroduction, growth, maturity dan

laba produsen maupun laba pengecer mulai turun. maka manajernya harus dapat menentukan dimana posisi Siklus Hidup Produk (ProductLife Cycle) produknya. Meninggalkan sama sekali barang tersebut. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada. yaitu : 1. c. Identifikasi tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle ) ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukan ciri status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. maka perusahaan hanya dapat beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas' Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun antara lain: a. Harga tinggi untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran. Tahap kemunduran (decline) Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. usaha periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan. Perusahaan berusaha menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran. penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Dalam tahap ini. Meninjau kembali dan memperbaiki progrcm pemasaran serta program produksiny a agar lebih efisien. barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan menitikberatkan pada merek penjual. biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi terutama biaya periklanan. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru) Karena masih berada pada tahap permulaan. Menurut Basu Swastha (1984:127-132). Tahap kedewasaan (maturity) Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan pada tahap berikutnya tetap. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya. . Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling besar. c. Di samping itu distribusi barang tersebut masih terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah. Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat penting karena permintaan sudah jauh menurun. Tahap pertumbuhan (growth). warna. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Tahap Siklus Hidup Produk (ProductLife Cycle) suatu produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya dalam market volume. maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap sebelumnya. 3. e. Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu : 1. Menghilangkan ukuran. daur hidup produk itu di bagi menjadi empat tahap. b. Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) Bila Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) dianggap sebagai nilai strategik bagi suatu perusahaan.decline. Pada tahap kedewasaan ini. pada tahap ini. Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang bersangkutan. Persainganharga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu memperkenalkan produknya dengan model yang baru. b. Tahap perkenalan (introduction). 4. d. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya). Dalam tahap pertumbuhan ini. 2. dan model yang kurang baik.Apabila barang yang lama tidak segera ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy) Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar. Tahap Perkenalan (Introduction) a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy) Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi. rate of change of market volume. barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Dalam tahap ini.

Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran. b. d. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising) f. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk c. Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan. e. kecepetan. b. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru. rasa. strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan. Perusahaan memasuki segmen pasar baru. h. d. misalnya daya tahan. dan kinerja produk. produk dengan berbagai ukuran. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri dapat diatasi e. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya. 3. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru. b. e. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu. . Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik. Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi yang rendah. Mencari pasar baru d. f. kemasan dan lain – lain. 4. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat g.d. keamanan atau kenyaman produk. dan sebagainya yang melindungi produk utama) c. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk. Tahap Penurunan (Decline) a. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan. g. f. warna. 2. Tahap Pertumbuhan (Growth) Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengancara: a. Tahap Kedewasaan (Maturity) a. c. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy) Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->