KEPRIBADIAN, NILAI, DAN SIKAP KEPEMIMPINAN

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mid Semester mata kuliah Psikologi Kepemimpinan

Disusun oleh: Chiput Nurul Kunthi Zahra P Mischele Anisa Rita Diah Ayuni Ulpian Norma Olim. J M2A607026 M2A 607057 M2A607065 M2A607090 M2A607108

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010

BAB I PENDAHULUAN

Pemimpin merupakan seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan (Kartini Kartono, 1994). Seorang pemimpin memiliki amanah besar untuk menggiring orang-orang dibawahnya serta organisasi yang dibawahinya secara keseluruhan menuju tujuan bersama yang diharapkan. Pengaruh yang begitu besar dari seorang pemimpin mendorong petinggi-petinggi organisasi untuk dengan tepat memilih dan menetapkan sosok pemimpin seperti apa yang akan membawa perusahaanya tersebut. Selain menetapkan tujuan, pemimpin juga memiliki peran dalam pembuatan strategi-strategi penetapan tujuan serta meningkatkan komitmen dan usaha bersama seluruh anggota organisasi. Dapat dikatakan bahwa bagaimana perusahaan akan berjalan tergantung pada bagaimana seorang pemimpin merencanakan, mengatur, mengarahkan atau membimbing serta mengawasi jalannya seluruh kegiatan organisasi. Efektifitas kepemimpinan dalam menjalankan fungsi-fungsi di tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa hal. Beberapa diantaranya adalah kepribadian, nilai, dan sikap yang dimiliki oleh pemimpin. Komponen internal tersebut akan mempengaruhi segala pemikiran serta keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin. Goldon Allport memberikan definisi kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam sisitem psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri secara unik terhadap lingkungannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kepribadian seseorang akan mempengaruhi bagaimana cara orang tersebut mengambil sebuah keputusan atau bagaimana cara dia melakukan dan

Demikian pula seorang pemimpin. Sikap merupakan organisasi keyakinan-keyakinan yang mengandung aspek kognitif. Tekanan atau harapan sosial merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya gap antara sikap dan perilaku yang muncul. Setiap individu tentu memiliki perangkat nilai yang relatif berbeda. Nilai akan mempengaruhi bagaimana individu bersikap dan bertindak. termasuk nilai-nilai yang dimiliki masing-masing anggota organisasi serta nilai yang dimilikinya sendiri. serta pengawasan. benar bahwa sikap individu terhadap sesuatu sedikit banyak akan menentukan bagaimana individu tersebut bertindak. bagaimana seseorang seharusnya atau tidak seharusnya bertindak. Termasuk didalamnya adalah seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki tipe jenis kepribadian tertentu tentu akan mengembangkan sikap dan perilaku yang berbeda dengan pemimpin tipe jenis kepribadian lain. merupakan keyakinan mengenai apa yang baik dan buruk. Setiap perekrutan karyawan maupun placement. namun tidak selalu. Itulah mengapa kepribadian menjadi aspek yang penting dalam penilaian kepemimpinan serta dalam perekrutan karyawan. seorang pemimpin diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan tetap menjaga nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. kepribadian menjadi suatu aspek penilaian tersendiri yang biasanya dituangkan dlam tes kepribadian. pendampingan. Pemimpin ekstrovert akan berbeda dengan pemimpin yang introvert.menjalankan fungsi-fungsinya. Seorang pemimpin juga diharapkan memiliki nilai-nilai luhur yang dapat ditularkan dan diuturunkan kepada karyawan-karyawanya. Kepribadian tersebut mau tidak mau akan mempengaruhi seluruh jalannya organisasi. Sedangkan nilai. Namun. Masingmasing individu membawa perangkat nilainya masing-masing. Sikap akan mempengaruhi tingkah laku individu. . Nilai tersebut diperoleh dari bentukan lingkungan terhadap setiap individu. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan determinasi ke arah perilaku. Perencanaan. Nilai ini akan dibawa kemanapun individu berada. konatif dan afektif yang merupakan kesiapan mental psikologis untuk mereaksi dan bertindak secara positif atau negatif terhadap objek tertentu. Dalam organisasi. termasuk dalam organisasi tempat ia melaksankan fungsi dan perannya.

membimbing. akan menentukan bagaimana ia mengatur.Bagaimana sikap pemimpin terhadap problem yang dihadapi dan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaanya maupun tidak. . dengan dua pemimpin yang memiliki perbedaan sikap terhadap objek tersebut. maka output yang dihasilkan pun akan berbeda. Bila dihadapkan pada suatu objek yang sama. Sikap positif ataupun negatif seorang pemimpin terhadap suatu objek tertentu akan mempengaruhi bagaimana caranya mengambil sebuah keputusan untuk organisasi yang dibawahinya. serta mengawasi seluruh proses dalam organisasi.

bentuk wajah. adan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. psikologis dan psikologis bawaan mereka. tingkat energy dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap. Kepribadian (personality) merupakan keseluruhan cara dimana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. gender. rasa takut. Penelitian terhadap anak-anak menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu. Kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama. ia mengatakan bahwa kepribadian adalah “organisasi dinamis dalam sisitem psikofisiologis individu yang menentukan caranya untuk menyesuaikan diri secara unik terhadap lingkungannya”. Penelitian mengenai anak kembar memeberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu mempengaruhi perkembangan kepribadian. yaitu komposisi biologis. entah sepenuhnya atau secara substansial. Faktor-faktor penentu kepribadian Faktor Keturunan. Definisi kepribadian yang paling sering digunakan dibuat oleh Gordon Allport hampir 70 tahun yang lalu. temperamen. dipengaruhi oleh siapa orang tua kita.BAB II TINJAUAN PUSTAKA KEPRIBADIAN Definisi Para psikolog cenderung mengartikan kepribadian sebagai suatu konsep dinamis yang mendeskripsikan pertumbuhan dan perkembangan seluruh system psikologis seseorang. Tinggi fisik. Dukungan tambahan terhadap pentingnya . Merujuk pada factor genetis seorang individu.

malas. ambisius. dimana kita tumbuh dan dibesarkan. Hasil ini konsisten dengan apa yang kita harapkan jika kepuasan ditentukan oleh sesuatu yang menjadi bawaan dalam diri seseorang bila dibandingkan dengan factor lingkungan luar. Kepribadian tidak bisa dilihat dari pola-pola perilaku yang terpisah. teman-teman. Factor keturunan membekali kita dengan sifat dan kemampuan bawaan. Karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seorang individu adalah malu. dapat berubah bergantung pada situasi yang dihadapinya. meskipun pekerjaan mereka sama sekali berbeda. Misalnya pada tempat ibadah dan taman umum. Faktanya. agresif. setia dan takut. Factor-faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian kita. menyesuaikan . norma dalam keluarga. dan kelompok social. Kepribadian seseorang. penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak kembar identik yang dibesarkan secara terpisah memiliki tingkat kepuasan kerja yang sama. Lingkungan tertentu akan membatasi perilaku dan lingkungan yang lain akan membatasi lebih sedikit dari perilaku yang ada. Faktor Lingkungan. Sifat kepribadian Sifat-sifat kepribadaian dinyatakan sebagai karakteristik yang sering muncul dan mendeskripsikan perilaku seorang individu. perilaku kita akan berbeda karena batasan untuk masing-masing tempat berbeda. Kepuasan kerja individual ternyata relative stabil dari waktu ke waktu. patuh. Mengapa sifat-sifat kepribadian menjadi suatu hal yang mendapat perhatian cukup besar? Jawabannya adalah : para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan.factor keturunan dapat ditemukan dalam berbagai penelitian mengenai kepuasan kerja individual. meskipun pada umumnya stabil dan konsisten. tetapi potensi penuh kita ditentukan oleh seberapa baik kita menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Sifatsifat tersebut coba diungkapkan oleh berbagai macam alat tes kepribadian yang ada. dan memahami atau menilai. Mereka berfokus pada detail. sedangkan individu dengan karakteristik introvert digambarkan sebagai individu yang pendiam dan pemalu Sensitif vs Intuitif – Individu dengan karakteristik sensitif digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dan urutan.com). dan memandu keputusan pengembangan karier. (id. Sebagai contoh. suka bergaul. Berdasarkan jawaban yang diberikan dalam tes tersebut. pemikir atau perasa. Dalam pembahasan kami kali ini kami akan mencoba menyinggung sedikit megenai Myers-Briggs Type Indicator dan Big five model. jika jenis karakteristik tertentu berpengaruh lebih baik terhadap pekerjaan tertentu. manajemen dapat menggunakan tes kepribadian untuk menyeleksi kandidat pekerja dan meningkatkan prestasi kerja karyawan.wikipedia. Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah tes kepribadian menggunakan empat karakteristik dan mengklasifikasikan individu ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian. Myers-Briggs Type Indicator. individu dengan karakteristik intuitif mengandalkan proses-proses tidak sadar dan melihat “gambaran umum” . Adapun istilah-istilah dalam Myers-Briggs Type Indicator : Ekstraver vs Introver – Individu dengan karakteristik ekstraver digambarkan sebagai individu yang ramah.org). Ada berbagaimacam sifat kepribadian dalam diri tiap orang. meskipun MBTI merupakan alat yang paling sering digunakan ia tak luput dari kelemahan MBTI dikembangkan dari teori Jung sedangkan teori ini tak dapat dikembangkan secara ilmiah dan validitas masih diragukan – pengisian secara asal-asalan ataupun berbohong tak mampu dideteksi (www. individu diklasifikasikan ke dalam karakteristik ekstraver atau introver.scribd. dan tegas. Instrumen ini adalah instrumen penilai kepribadian yang paling sering digunakan.bidang pekerjaan dengan individu. sensitif atau intuitif. Sebaliknya.

Terbuka terhadap hal-hal baru (openness to experience) Dimensi kepribadian yang menggolongkan seseorang berdasarkan lingkup minat dan ketertarikannya terhadap hal-hal baru. dan penuh kepercayaan Sifat berhati-hati (conscientiousness) Dimensi kepribadian yang mendeskripsikan seseorang yang bertanggung jawab. dan gigih. ingin tahu. Mudah akur atau mudah bersepakat (agreeableness). khawatir. sedangkan individu dengan karakteristik menilai cenderung lebih fleksibel dan spontan. Individu yang sangat terbuka. dapat dipercaya. percaya diri. teratur. Tes inilah yang dilakukan oleh John Bearden. hangat. memiliki pendirian yang teguh sedangkan stabilitas emosi yang negative menjadikan seseorang menjadi mudah gugup. dapat diandalkan. depresi. Big Five Model. Memahami vs Menilai – Individu yang cenderung memiliki karakteristik memahami menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur. sedangkan individu dengan karakteristik perasa mengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi mereka. MBTI mungkin kurang memiliki bukti pendukung yag valid. dan tidak memiliki pendirian yang teguh. Dimensi kepribadian yang mendeskripsikan seseorang yang senang bekerja sama. Sebaliknya individu yangtidak terbuka merasa nyaman dengan hal- . Adapun faktor-faktor lima besar mencakup : Ekstraversi (extraversion). kooperatif. dan sensitive terhadap hal-hal yang bersifat seni. Stabilitas Emosi (emotional stability) dimensi ini menilai kemampuan seseorang untuk menahan stress.Pemikir vs Perasa – individu yang termasuk dalam karakteristik pemikir menggunakan alasan dan logika untuk menangani berbagai masalah. dan tegas. suka berteman. tetapi hal ini tidak berlaku pada model lima besar atau Big Five Model. Dimensi kepribadian yang mendeskripsikan seseorang yang suka bergaul. cenderung kreatif. Stabilitas emosi yang positif menjadkan seseorang sebagai orang yang tenang.

Evaluasi inti diri seorang individu ditentukan oleh dua elemen utama : Harga diri (self-esteem) – tingkat menyukai atau tidak menyukai diri sendiri dan tingkat sampai mana individu menganggap diri mereka berharga atau tidak berharga sebagai seorang manusia.hal yang telah ada. Sifat kepribadian utama yang mempengaruhi perilaku organisasi Pada bagian kali ini kami akan menyinggung mengenai sifat kepribadian spesifik yang menjadi indicator kuat perilaku di tempat kerja. narsisme.1 Evaluasi Inti Diri. berani mengambil resiko. Perilaku pertama terkait dengan evauasi diri. Internal adalah individu yang yakin bhawa mereka merupakan pemegang kendali atas apapun yang terjadi pada diri mereka. pemantauan diri. Eksternal adalah individu yang yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan luar seperti keberuntungan atau kesempatan. menunjukkan bahwa individu jenis ini bergantung pada penerimaan evalusi positif dari individu lain. Sebagai hasilnya. apakah mereka menganggap diri mereka cakap dan efektif dan apakah mereka merasa memegang kendali atau tidak berdaya atas lingkungan mereka. Individu dengan tingkat harga diri yang rendah lebih rentan terhadap pengaruh eksternal. individu dengan tingkat harga diri rendah mencari persetujuan dari individu lain dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan keyakinan dan perilaku individu yang mereka percaya dibandingkan dengan individu yang yakin dengan diri mereka Lokus Kendali (locus of control) – tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. serta kepribadian proaktif dan Tipe A. Sifat lainnya adalah machiavellianisme. Tingkat dimana individu menyukai atau tidak menyukai diri mereka sendiri. Lokus kendali merupakan suatu indicator evaluasi inti diri karena individu yang berfikir bahwa mereka kurang memiliki kendali atas hidup . 4.

Pemantauan Diri (self-monitoring). Machiaveilianisme. dan kemungkinan besar hal inilah yang mencerminkan evaluasi inti diri yang negative. 4. Karena individu narsis acap kali ingin mendapatkan pengakuan dari individu lain dan penguatan atas keunggulan mereka. Machiaveilianisme adalah tingkat dimana seorang individu pragmatis. membutuhkan pengakuan yang berlebih dan mengutamakan diri sendiri. manfaatkanlah” adalah semboyan yang konsisten dengan perspektif tinggi Mach. 4. Sebuah penelitian mengungkap bahwa ketika individu narsis berfikir mereka adalah pemimpin yang lebih baik bila dibandingkan rekan-rekan mereka. atasan mereka sebenarnya menilai mereka sebagai pemimpin yang lebih buruk.3. “Jika hal ini berguna.2. mempertahankan jarak emosional. jika berfikir bahwa keberhasilan di sekolah ditentukan oleh guru atau factor keberuntungan semata. Individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menyesuaikan perilaku mereka dengan factor-faktor situasional eksternal. kita mungkin tidak akan percaya mampu memperoleh nilai A untuk semua mata pelajaran. Mereka sangat peka terhadap isyarat-isyarat eksternal dan mampu menyesuaikan perilaku . Kita mungkin memiliki lokus kendali eksternal. Penelitian menunjukkan bahwa individu narsis dinilai oleh atasan mereka sebagai individu yang kurang efektif. Narsisme. Kecenderungan menjadi arogan. terutama ketika harus membantu individu lain. dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses.mereka cenderung kurang memiliki kepercayaan diri. mereka cenderung “memandang rendah dengan berbicara kasar”. penulis pada abad ke-16 yang menulis tentang cara mendapatkan dan menggunakan kekuasaan. Karakteristik kepribadian Machiaveilianisme (Machiaveilianisme – Mach) berasal dari nama Niccolo Machiavelli. Sebagai contoh. mempunyai rasa kepentingan diri yang berlebihan. 4. Kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal.4.

5. Karakteristik Tipe A adalah : Selalu bergerak. Keterlibatan secara agresif dalam perjuangan terus-menerus untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yang lebih sedikit dan perlu melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal lain. Selain itu manajer dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung memiliki jenjang karier yang dinamis. berkemungkinan lebih besar menjadi pemimpin dan menunjukkan lebih sedikit komitmen untuk organisasi. 4. kecenderungan pengambilan resiko yang tinggi mungkin menghasilkan prestasi kerja yang lebih efektif untuk seorang pedagang saham di suatu perusahaan perdagangan perantara karena jenis pekerjaan tersebut menuntut pembuatan keputusan yang cepat. Pengambilan Resiko. Mereka juga menerima penilaian prestasi kerja yang lebih baik. Sebagai contoh. berjalan. Di sisi lain kesediaan untuk mengambil resiko mungkin terbukti sebagai halangan utama bagi seorang akuntan yang melakukan aktivitas audit.6. dan makan dengan cepat Merasa tidak sabaran Tidak dapat menikmati waktu luang . 4. Kepribadian Tipe A. Manajer dengan tingkat pengambilan keputusan tinggi membuat keputusan secara lebih cepat dan menggunakan lebih sedikit informasi dalam memutuskan pilihan-pilihan mereka bila dibandingkan manajer dengan tingkat pengambilan resiko rendah. menerima lebih banyak promosi(baik internal maupun lintas organisasional) dan berkemungkinan lebih besar menempati posisi inti dalam suatu organisasi. Bukti menunjukkan bahwa individu dengan tingkat pemantauan diri yang tinggi cenderung lebih memerhatikan perilaku individu lain dan pandai menyesuaikan diri bila dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat pemantauan diri yang rendah.dengan situasi yang berbeda-beda. Pekerjaan ini mungkin lebih baik dilakukan oleh seseorang yang memiliki kecenderungan pengambilan resiko yang rendah.

Tipe A juga jarang sekali bersikap kreatif. Individu proaktif cenderung mencari informasi pekerjaan mengenai organisasi. menciptakan dan memengaruhi situasi kerja sesuai kehendak hati mereka. terlibat dalam . Tipe A menunjukkan daya saing mereka dengan bekerja lebih lama dan acap kali membuat keputusan buruk karena mereka melakukannya dengan terlalu cepat.7. Individu proaktif berkemungkinan besar mencapai keberhasilan karier. mengukur keberhasilan dalam bentuk jumlah hal yang bisa mereka peroleh Karakteristik Tipe B adalah : Bisa santai tanpa merasa bersalah Bersenang-senang dan bersantai daripada berusaha menunjukkan keunggulan mereka Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu ataupun ketidaksabaran Merasa tidak perlu memperlihatkan atau mendiskusikan pencapaian maupun prestasi mereka kecuali atas tuntutan situasi Sebagai contoh. mengembangkan kontak posisi yang tinggi. Hal ini karena mereka memilih. Sikap yang cenderung oportunis. Dalam posisi manajerial. dan tekun hingga berhasil mencapai perubahan yang berarti. 4. individu proaktif cenderung menantang status quo atau menyuarakan ketidak senangan mereka dalam situasi yang tidak mereka sukai. mereka mengandalkan pengalaman di masa lalu ketika menghadapi berbagai masalah. berinisiatif. Tipe A adalah pekerja yang cepat. Kepribadian Proaktif. Jika suatu organisasi membutuhkan individu yang memiliki inisiatif wirausaha. individu proaktif merupakan kandidat terbaik. berani bertindak. Perilaku mereka lebih mudah diprediksi bila dibandingkan perilaku Tipe B. namun mereka adalah individu yang kemungkinan besar meninggalkan organisasi untuk memulai bisnis mereka sendiri. Sebagai contoh. Karena berfokus pada kuantitas dan kecepatan. karena mereka menekankan kuantitas dibandingkan kualitas.Berusaha keras untuk memikirkan atau melakukan dua hal atau lebih pada saat bersamaan Terobsesi dengan angka-angka.

NILAI Definisi Nilai atau value didefinisikan sebagai hal yang dianggap penting. nilai menutupi objektivitas dan rasionalitas. individu. Individu memasuki suatu organisasi dengan pendapat yang telah terbentuk sebelumnya tentang apa yang “seharusnya” dan apa yang “tidak seharusnya” terjadi. Akibatnya. Tentu saja. timbul implikasi bahwa perilaku atau hasil – hasil tertentu lebih disukai dari yang lain. Nilai (value) menunjukan alasan dasar bahwa cara pelaksanaan atau keadaan akhir tertentu lebih disukai secara pribadi atau social dibandingkan cara pelaksanaan atau keadaan akhir yang berlawanan. pendapat – pendapat ini tidak bebas dari nilai. 2000 h. hal tersebut memuat interpretasi – interpretasi mengenai apa yang benar dan apa yang salah. baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap objek. Nilai atau value bernilai penting terhadap penelitian perilaku organisasional karena menjadi dasar pemahaman sikap dan motivasi individu. atau peristiwa. Semacam keyakinan mengenai bagaimana seseorang seharusnya atau tidak seharusnya bertindak (Kartono & Gulo. Sebaliknya.perencanaan karier dan tekun ketika menghadapi rintangan-rintangan karier. Hal ini mencerminkan bagaimana perasaan seseorang tentang sesuatu. Selanjutnya. . bernialai atau baik. 533). dan karena hal tersebut berpengaruh terhadap persepsi kita. SIKAP Definisi Sikap Sikap (attitude) didefinisikan oleh Robbins (2007) sebagai pernyataan evaluatif.

Cattell menyatakan bahwa sikap bukanlah suatu tindakan. Thursone menyatakan sikap dapat diukur dari pendapatpendapat seseorang. serta Kerlinger yaitu : Sikap bukan pembawaan sejak lahir Dapat berubah melalui pengalaman Merupakan organisasi keyakinan-keyakinan Merupakan kesiapan untuk bereaksi Relatif bersifat tetap . Newcomb menyatakan bahwa dari sudut pandang motivasi sikap merupakan suatu keadaan kesediaan untuk bangkitnya motif. Setyobroto (2004) dalam buku psikologi dasar mengutip beberapa definisi sikap dari berbagai ahli. Raymont B. yang antara lain dinyatakan oleh : Harvey dan Smith menegaskan bahwa sikap adalah cara bertindak tersebut cenderung positif dan negatif. Selanjutnya.Sementara Kreitner dan Kinicki (2005) mendefinisikan sikap sebagai kecenderungan merespon sesuatu secara konsisten untuk mendukung atau tidak mendukung dengan memperhatikan objek tertentu. tetapi merupakan cara bertindak. Adiseshiah dan John Farry. Sikap tidak tampak dari dan tidak dapat diamati. Guilford. Lebih lanjut.W. Setyobroto (2004) merangkum batasan sikap dari berbagai ahli psikologi sosial diantaranya pendapat G. Newcomb mengatakan bahwa sikap bukan sebagai pelaksana motif tertentu. tetapi merupakan kesediaan untuk bangkitnya motif tertentu. Alport. yang tampak adalah perilaku atau tindakan. atau aksi.

konatif dan afektif yang merupakan kesiapan mental psikologis untuk mereaksi dan bertindak secara positif atau negatif terhadap objek tertentu. pandangan.Hanya cocok untuk situasi tertentu Selalu berhubungan dengan subjek dan objek tertentu Merupakan penilaian dari penafsiran terhadap sesuatu Bervariasi dalam kualitas dan intensitas Meliputi sejumlah kecil atau banyak item Mengandung komponen kognitif. Dari definisi di atas dapat juga disimpulkan bahwa sikap bukanlah pembawaan sejak lahir. hanya cocok untuk situasi tertentu. Komponen sikap dan pekerjaan Sikap mengandung tiga komponen yang membentuk struktur sikap. dengan penekanan pada rasionalitas dan logika. merupakan kesiapan untuk memberikan reaksi. Elemen penting dari kognisi adalah kepercayaan yang bersifat penilaian yang dilakukan seseorang. afektif dan konatif dengan uraian sebagai berikut (Robbins. keyakinan. Komponen ini mengacu kepada proses berpikir. relatif tetap. 2007) : Komponen kognitif (komponen perseptual). Kepercayaan evaluatif yang dimanifestasikan sebagai kesan yang baik atau tidak baik yang . Ketiga komponen itu adalah komponen kognitif. kepercayaan. afektif dan konatif Berdasarkan pendapat serta sifat-sifat yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan bahwa pengertian sikap sebagai organisasi keyakinan-keyakinan yang mengandung aspek kognitif. yaitu komponen yang berkaitan dengan pengetahuan. sikap dapat berubah melalui pengalaman. atau persepsi pendapat. serta merupakan penilaian dan penafsiran terhadap sesuatu. merupakan organisasi keyakinan.

Sedangkan Kreitner dan Kinicki menyatakan bahwa kepuasan kerja sebagai efektivitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan. Sikap kerja berisi evaluasi positif atau negatif yang dimiliki seseorang tentang aspek-aspek lingkungan kerja mereka. hangat. sebaliknya seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek lainnya. sebagian besar penelitian difokuskan pada tiga sikap yaitu kepuasan kerja. tidak ramah atau apatis.dilakukan seseorang terhadap objek atau orang. sedangkan rasa tidak senang adalah hal negatif. Komponen konatif (komponen perilaku. Sikap utama Seseorang bisa memiliki ribuan sikap. yaitu komponen yang berhubungan dengan rasa senang atau tidak senang terhadap obyek sikap. agresif. keterlibatan pekerjaan dan komitmen organisasional. Beberapa tindakan dapat diukur atau dinilai untuk memeriksa komponen perilaku sikap. Dalam ilmu manajemen sumber daya manusia. Berikut ini dijelaskan mengenai kepuasan dan komitmen. Herzberg di dalam teorinya Two Factors Theory mengatakan bahwa kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang . tetapi dalam kehidupan organisasi difokuskan pada beberapa jenis sikap yang berkaitan dengan kerja. Misalnya ramah. yaitu komponen yang berhubungan dengan kecenderungan bertindak atau berperilaku terhadap obyek sikap. atau action component). Kepuasan Kerja Istilah kepuasan kerja (job satisfaction) dapat diefinisikan sebagai suatu perasaan positif yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi karakteristiknya. Rasa senang merupakan hal yang positif. Definisi ini mengandung pengertian bahwa kepuasan kerja bukanlah suatu konsep tunggal. Komponen afektif (komponen emosional).

tetapi tidak hadirnya faktor ini tidaklah selalu mengakibatkan ketidakpuasan. working conditions. recognition. Steers berpendapat bahwa komitmen organisasi merupakan kondisi dimana pegawai sangat tertarik terhadap tujuan. Richard M. dan sasaran organisasinya. nilai-nilai. Komitmen terhadap organisasi artinya lebih dari sekedar . Sedangkan kelompok dissatisfiers ialah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber ketidakpuasan yang terdiri dari company policy and administration. tetapi tidak akan menimbulkan kepuasan karena ia bukan sumber kepuasan kerja. responsibility and advancement. Kelompok satisfiers atau motivator adalah faktor-faktor atau situasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari achievement. work it self. supervision technical. salary. job security dan status. Komitmen Organisasional Sikap kerja kedua ini didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keangotaannya dalam organisasi. Herzberg mengatakan bahwa hadirnya faktor ini dapat menimbulkan kepuasan. interpersonal relations. Herzberg membagi situasi yang mempengaruhi sikap seseorang terhadap pekerjaannya menjadi dua kelompok yaitu kelompok satisfiers dan kelompok dissatisfiers. Perbaikan terhadap kondisi atau situasi ini akan mengurangi atau menghilangkan ketidakpuasan. keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) yang dinyatakan oleh seorang pegawai terhadap organisasinya. Berdasarkan penelitian yang ia lakukan.berbeda serta kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan itu tidak merupakan suatu variabel yang kontinyu. Steers mendefinisikan komitmen organisasi sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi).

keanggotaan formal. . Berdasarkan definisi ini. karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan. dalam komitmen organisasi tercakup unsur loyalitas terhadap organisasi. keterlibatan dalam pekerjaan. dan identifikasi terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi.

mudah akur. berhati-hati. Perlu adanya self esteem yang positif mengenai domain khusus dari dirinya.BAB III IMPLIKASI Keprbadian dan kepemimpinan Kepribadian dinyatakan sebagai keseluruhan cara individu untuk berinteraksi dengan lingkungan yang dipengaruhi oleh faktor keturunan dan lingkungan akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan individu termasuk didalamnya adalah gaya kepemimpinanyang diambil. Sensifitas Vs Intuitif. Pemimpin harus merasa yakin pada kemampuan yang ia miliki di idang-bidang tertentu. Selain harus memiliki sifat kepribadian yang baik seorang pemimpin harus mencintai dirinya terlebih dahulu sebelum orang lain – ia merasa merasa yakin pada dirinya. Locus of control (LOC) yang berimbang juga perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Memahami Vs menilai serta Big Five Theory (ekstraversi. LOC yang sangat eksternal dengan meyakini bahwa apa yang terjadi pada diri mereka adalah kendali kekuatan diluar dirinya akan menjadikan ia tetap rendah hati saat sukses dan mudah bangkit saai ia jatuh. stabiltas emosi. dan terbuka terhadap hal-hal baru) cukup menggambarkan pada kita bahwa ada berbagai macam sifat kepribadian individu dan sifat-sifat mana saja yang seharusnya dimliki dan dikembangkan oleh seorang pemimpin. Dengan LOC yang . Pemikir Vs Perasa. bagaimana bawahan bisa yakin pada pemimpin apabila pemimpin tak yakin akan kemampuan yang dimilikinya sendiri. LOC yang sangat internal dengan meyakini bahwa semua hal terjadi atas kendalinya menjadikan seorang pemimpin lupa diri saat ia berhasil dan akan menjadi sangat jatuh saat ia gagal. MBTI dengan empat dikotominya Ekstraver Vs Introver. Bagaimana bawahan bisa mencintai pemimpinya apabila si pemimpin tak cinta pada dirinya pribadi.

Pemimpin yang baik perlu mengindahkan nilai-nilai di lingkungan dimana ia berada mana. mudah bergaul dan bekerjasama. Nilai-nilai yang Anda (pemimpin) yakini sedikit bayak akan tersampaikan pada bawahan anda tanpa anda harus mengatakannya. yang seharusnya dan tidak seharusnya. Nilai yang ada pada diri seseorang akan menuntunnya untuk berperilaku dan hal ini akan muncul secara alamiah pada perilaku anda. menghargai waktu. Mana mungkin satu orang terlahir dengan sifat yang begitu sempurna. Nampaknya berat bila harus menjadi pemimpin yang baik. Dengan pengalaman dan kemauan untuk berubah kitaisa menjadi individu yang lebih baik. Meskipun kepribadian diturunkan oleh orangtuakita kepribadian masih dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan yang ada. bertenggangrasa. Menjadi pemimpin yang baik tak berarti selalu sukses dan mau menempuh cara apapun demi hasil yang dituju. menghargai wanita dll. Nilai dan kepemimpinan Nilai yaitu keyakinan mengenai bagaimana seseorang seharusnya atau tidak seharusnya bertindak terhadap objek tertentu memberikan panduan manusia untuk berperilaku. Seorang pemimpin diharapkan memiliki nilai-nilai positif dan . tapi jangan khawatir kepribadian adalah sesuatu yang dinamis. mampu memahami keadaan. bertanggung jawab dan gigih.berimbang seorang pemimpin akan menjadi sosok yang rendah hati dan tak mudah berputus asa. misalnya nilai kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai pribadi maupun yang ada dimasyarakat memberikan panduan bagaimana seharusnya manusia mersikap dan berperilaku – mana yang baik dan tidak. Ada berbagaimacam nilai pada masyarakat kita. serta memiliki stabilitas emosi yang baik. Kita harus menjadi individu yang terbuka.

Ketidak sesuaian antara sikap dan perilaku kemungkinan besar muncul ketika tekanan sosial untuk berperilaku dalam cara-cara tertentu memiliki kekuatan yang luar biasa. atau identifikasi diri dengan individu atau kelompok yang diahargai seseorang. Dengan nilai yang ada peimpin mampu mengevaluasi haruskah ia merespon secara positif atau negatif mengenai objek tersebut. Rasa senang-tidak senang. Sikap-sikap yang dianggap penting untuk individu cenderung menunjukkan hubungan yang kuat dengan perilaku. Misal seorang pimpinan perusahaan akan dengan mudah memberikan bantuan (sponsor) untuk kegiatan pelestarian lingkungan ketimbang pentas seni sekolah karena ia berkeyakinan bahwa kelestarian alam perlu dijaga dan perlu kesadaran dari generasi muda untuk turut serta melestarikannya. Sikap dan kepemimpinan Sikap adalah pernyataan evaluatif berupa prasaan menyenangkan – tidak menyenangk terhadap objek tertentu dan besifta konsisten. Misal ketika kita menjadi pemimpin dan diharuskan mengambil keputusan program manakah yang layak diberikan sponsorship pentas seni sekolah atau acara pelestarian lingkungan? nilai yang kita anut mengatakan pentas seni sekolah kecil manfaatnya bagi generasi muda dan lingkungan dan kita lebih meyakini . penilaian positif-negatif dari objek tertentu ini akan mempengaruhi perilaku individu.mampu menularkannya pada para bawahan. minat diri. Namun tak selamanya sikap yang dimiliki akan sealas dengan perilaku yang ditapilkan. Pemimpin yang memegang teguh nilai kejujuran tak akan menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya. Ia meyakini apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sikap seseorang terhadap objek tertentu bergantung pada keyakinan yang dimilikinya apakah baik atau tidak mengenai objek itu (nilai yang dimilikinya). contoh sikap yang mencerminkan nilai-nilai fundamental.

Namun.bahwa kegiatan pelestarian lingkungan akan lebih bermanfaat. Dengan adanya acara tersebut brand perusahaan yang kita pimpin akan semakin dikenal dan dengan begitu kita mampu meningkatkan pendapatan perusahaan. hal ini nampaknya tak dapat kita lakukuan. Nilai yang kita yakini memotivasi kita untuk mmberikan sponsorship pada kegiatan pelestarian lingkungan. Dilema yang dialami karena perbedaan antara sikap dan perilaku ini bisa dikompromikan dan dirasionalisasikan sehingga tercapai kesepakatan yang terbaik. . Ada benturan dengan pihak managerial yang menyatakan bahwasanya dalam hal ini pentas seni sekolah akan memberikan efek promosi yang lebih baik pada perusahaan kita.

Nilai-nilai yang dianut seorang pemimpin akan tercetus dari perilakunya sehari-hari. keputusan-keputusan yang ia ambil dan sikapnya terhadap objek tertentu. Ingat! Kepribadian dan sikap bukanlah sesuatu yang paten. Begitu juga halnya dengan sikap melaui pengalaman kita mampu menjadi indvidu dengan sudut pandang yang lebih luas dan menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi permasalahan. DAFTAR PUSTAKA . proaktif dan bernai mengambil resiko. tapi hal ini tak lantas menjadikan ia menjadi pemimpin yang tak baik dan hanya berjalan ditempat. terbuka. nilai serta sikap yang baik akan membuat seorang pemimpin makin dicintai oleh bawahannya dan mampu mencapai tujuannya dengan baik pula. Kepribadian merupakan sistem yang dinamis. Mungkin tak semua orang terlahir dengan kepribadain yang gigih . ia terus berkembang. mudah bekerjasama.BAB IV KESIMPULAN Gabungan antara kepribadian.

Kamus Psikologi. Stephen.en.Kartini.22 www.about. Gulo.humanresources.com/doc/33840279/Myers-Briggs-Type-Indicator diunduh 3 November 2010 pukul 13. 2000.scribd.org/wiki/Big_Five_personality_traits diunduh 2 November 2010 pukul 6.Robbin.id.com/od/leadership/a/leader_values. Bandung: Pionir Jaya www.wikipedia. Jakarta: Salemba Empat Kartono.13 .30 www.P.htm diunduh 2 November 2010 pukul 6.30 www...Dali.org/wiki/Kepribadian#Cara_identifikasi_kepribad ian diunduh 3 November 2010 pukul 13. Perilaku Organisasi Buku 1 Ed.wikipedia.12.