Makalah Aktiva Tetap Berwujud Pengertian aktiva tetap berwujud Aktiva tidak berwujud yaitu aktiva yang tidak

termasuk di dalam aktiva keuangan yang tidak memiliki bentuk fisik. Banyak aktiva tak berwujud diperoleh dari hak kontraktual atau dari pemerintah. Suatu contoh yang sangat terkenal dari aktiva tak berwujud adalah hak untuk mengoperasikan taksi di suatu kota metropolitan seperti New York, walaupun hak tersebut dapat dibuktikan dengan suatu obyek fisik, yaitu medali taksi, namun sebenarnya hak legal itulah yang justru berharga. Adapaun aktiva tidak berwujud yang lain antara lain Merek dagang (TRADE MARK), WARALABA (FRANCHISES), Pesanan yang belum dipenuhi (ORDER BACKLOG), dan Goodwill yaitu suatu hubungan-hubungan usaha, reputasi, sistem berjalan, persahabatan di antara staf, dll. Aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam ± macam bentuk seperti tanah, bangunan, mesin ± mesin dapat alat ± alat, kendaraan, mebel dan lain ± lain. Dari macam ± macam aktiva tetap berwujud di atas untuk tujuan akutansi dilakukan pengelompokan sebagai berikut : a. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk letak perusahaan, pertanian dan peternakan. b. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bias diganti dengan aktiva yang sejenis c. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis

Aktiva tak berwujud mempunyai karakteristik penting, yaitu : 1. Kurang memiliki eksistensi fisik, tidak seperti aktiva berwujud seperti property, pabrik, dan peralatan, aktiva tak berwujud memperoleh nilai dari hak dan keistimewaan atau privilege yang diberikan pada perusahaan yang menggunakannya. 2. Bukan merupakan instrument keuangan, aktiva seperti deposito bank, piutang usaha, dan investasi jangka panjang dalam obligasi serta saham tidak memiliki substansi fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai aktiva tak berwujud. Aktiva ini merupakan instrument keuangan dan menghasilkan nilainya dari hak untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa depan. 3. Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi, Aktiva tak berwujud menyediakan jasa selama periode bertahun tahun. Investasi dalam aktiva ini biasanya dibebankan pada periode masa mendatang melalui beban amortisasi periodic. Akuntansi untuk aktiva tak berwujud mempunyai masalah yang sama dengan akuntansi aktiva jangka panjang lainya, yaitu menentukan nilai terbawa awalnya, akuntansi untuk jumlah setelah akuisisi dalam kondisi bisnis normal ( amortisasi ), dan akuntansi untuk jumlah jika nilainya turun secara substansial serta terus-menerus.

Aktiva tak berwujud lainya tidak dapat dipisahkan tetapi nilainya dapat diturunkan dari nilai aktiva yang berhubungan denganya. Keuntungan atau kerugian yang diakui atas pelepasan sama dengan selisih antara pertimbangan yang diterima. Mencatat Biaya Pembelian Aktiva Tak Berwujud Sesuai dengan prinsip biaya. biaya transfer dan hukum. Contohnya dalah biaya organisasi. seperti properti. 3. Contohnya hak pataen. dan setiap pengeluaran lainya yang berkaitan dengan akuisisi. Sebagai contoh paten memeiliki umur hokum selama 17 tahun. Beberapa kativa tak berwujud dapat diidentifikasi secara terpisah dari perusahaan lainya. Cara lain untuk memperoleh aktiva tak berwujud adalah dengan cara membuatnya sendiri melalui operasi. 2. dan bukan dari kepemilikan khusus. Tidak ada pihak lain yang mau membeli biaya organisasi ini secara terpisah ( terlepas dari perusahaanya ). menerapkan prinsip penandingan. menerapkan prinsip pendapatan. 3. Dapat diidentifikasi ( identifiability ). Aktiv atak berwujud lainya. Biaya ini termasuk harga beli. 4. Prinsip Akuntansi Dasar untuk Aktiva tak berwujud Akuntansi untuk aktiva tak berwujud melibatkan prinsip dan prosedur akuntansi serupa yang diaplikasikan untuk aktiva tak berwujud lainya. Goodwill hanya hanya akan memepunyai nilai jika dikombinasikan atau dihubungkan denan aktiva lainya dan tidak dapat diperoleh kecuali dengan mengakuisisi aktiva lainya secara simultan. Pada akuisisi menerapkan prinsip biaya. 2. . Periode manfaat yang diharapkan ( period of expected benefit ). dan periode manfaat leasehold yang dicantumkan dalam kontrak lease. Goodwill adalah contoh aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi dan tidak dapat dipertukarkan. aktiva tak berwujud harus dicatat pada saat diakuisisi dengan biaya ekuivalen kas saat ini. Selama periode penggunaan. Aktiva tak berwujud dapat diperoleh dengan cara membelinya dari entitas lain. Cara akuisisi ( manner of acquisition ). contohnya adalah paten dan merek dagang. yang nilainya dibedakan atas beberapa factor seperti loyalitas konsumen atas kualitas produk. Pada disposisi. diharapkan dapat memeberikan manfaat kepada perusahaan dalam jangka waktu yang tidak terbatas. Biaya akuisisi merupakan biaya pasar saat ini dari semua penukar yang diserahkan atau dari aktiva yang diterima. merek dagang dan wiralaba. seperti biaya organisasi. yang dapat depertukarkan kecuali dengan menjual perusahaan itu juga . Seperti membeli wiralaba atau paten dari orang lain. Beberapa aktiva tak berwujud dapat diidentifikasi dapat dijual maupun dibeli. Contohnya termasuk paten. dan wiralaba. pabrik dan peralatan yaitu : 1. Dapat dipertukarkan ( exchangeability ). Beberapa aktiva tak berwujud. Contohnya adalah goodwill. mana yang lebih dapat ditentukan. atau dengan kata lain dapat dipertukarkan. merek dagang .Klasifikasi Aktiva Tak Berwujud 1.

Pengeluran modal adalah pengeluran ± pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akutansi pengeluaran ± pengeluaran. Jika dikapitalisasi. sehingga tidak akan ada amortisasi 2. Pengeluaran ± Pengeluaran Modal Dan Pendapatan Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran ± pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua. akan di amortisasi sebagai aktiva tak berwujud yang dibeli.Aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi secara terpisah ( goodwill ) Mencatat Biaya Aktiva Tak Berwujud yang Dibuat secara Internal. Tidak tersedia pilihan untuk pengkapitalisasian. Pengeluran pendapatan adalah pengeluran ± pengeluran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. Kadang kala perusahaan membuat sendiri aktiva tak berwujud. b.Perlakuan akuntansi untuk berbagai jenis aktiva tak berwujud Jenis 1. Dibebankan pada saat terjadinya.Di kapaitalisasikan pada biaya akuisisi. Jadi. seperti paten. Oleh karena itu pengeluaran ± pengeluran seperti ini dicatat dalam rekening biaya . Aktiva tak Berwujud yang dapat diidentifikasi secara terpisah ( hak paten. merek dagang. Diamortisasi selama umur hukum atau estimasi masa manfaat mana yang lebih singkat dengan umur maksimum 40 tahun Dibuat secara internal 1. walaupun perusahaan telah mengeluarkan biaya penelitian yang sangat besar untuk membentuk hal yang dipatenkan. biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak berwujud yang dibuat secara internal mungkin tidak mencerminkan nilainya. 2. 2. sedangkan biaya yang dikapitalisasi untuk aktiva tak berwujud yang dibeli melalui transaksi yang wajar diasumsikan mencermikan nilainya. namun hanya biaya untuk mendapatkan paten tersebut yang dikapitalisasi sebagai aktiva. Hanya biaya yang secara spesifik dapat diidentifikasi dari penciptaan aktiva tak berwujud tersebut hanya akan diidentifikasi. dan biaya organisasi ) Cara Akuisisi Pembelian 1. 2. Dibebankan atau dikapitalisasi tergantung pada aktiva tak berwujud tertentu. yaitu : a. 1. Karena kendala ini.

sewa gedung. .Penurunan Nilai Aktiva Tak Berwujud Jika jumlah yang tidak didiskontokan atas arus kas masuk yang diharapkan dari penggunaan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi lebih kecil dari nilai buku yang belum diamortisasikan. disahkan oleh pejabat pembuat akte (notaris). Keuntungan atau kerugian adalah sama dengan perbedaan anta hasil bersih dari ra pelepasan dan biaya yang belum diamortisasi. (-) Manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kepemilikan hak sewa. Niali buku aktiva yang telah direvisi akan diamortisasi selama sisa umur manfaat aktiva tersebut. biaya yang belum diamortisasi harus dihilangkan dari akun keuntungan atau kerugian pelepasan diakui dan dicatat. maka aktiva tak berwujud disesuaikan ke nilai wajarnya. Aktiva Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan Aktiva Tak Berwujud yang dapat dipertukarkan adalah adalah aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi sebagian dari aktiva lainya dan dapat dijual secara terpisah. dan waralaba ( tetapi bukan biaya organisasi ) Perinsip Penilaian Aktiva Tetap Berwujud Adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan. dipertukarkan. Hak Sewa (Lease Hold) Adalah hak yang diperoleh atas suatu sewa aktiva tertentu (sewa tempat usaha. atau dilepaskan. Contohnya : mencangkup hak paten. merek dagang. hak cipta. Hak sewa dinyatakan sebagai aktiva tetap (tak berwujud) karena dua alasan : (-) Hak sewa memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan. apakah dibukukan sebagai aktiva tetap tak berwujud atau sebagai biaya sewa. atau dengan kata lain. Kerugi n a penurunan ini langsung diakui sebesar perbedaan antara nilai buku dan nilai wajar. Melihat batasan (bisa dikatakan syarat) di atas. maka kita dapat memilah-milah atas kejadian sewa. Contoh Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intangible Asset) Berikut adalah contoh-contoh Aktiva Tetap Tak Berwujud yang lumrah kita temui dalam dunia usaha : a. akan dinikmati oleh perusahaan untuk periode waktu lebih dari satu tahun buku. atas sumber daya (dana) yang dikeluarkan diharapkan hak sewa akan memberikan manfaat kembali (berpotensi menghasilkan kas atau manfaat) di masa yang akan datang. Pelepasan Aktiva Tak Berwujud Ketika sebuah aktiva tak berwujud dijual. tetapi periode amortisasi tidak lebih dari 40 tahun. sewa mesin) yang biasanya menggunakan kurun waktu tertentu.

atau system. Merk Dagang (Trade Mark) Merk Dagang (Trade Mark) yang biasa disingkat TM. maupun lyric lagu. bentuk. dan jika masa berlakunya telah habis maka ijin tersebut harus diperpanjang atau diperbaharui. atau kombinasinya. Kelebihan/keisitimewaan tersebut bisa . script atau scenario film tertentu. adalah hak yang diperoleh atas suatu merk komersial tertentu. Penemuan tersebut bisa berupa suatu produk. yang mewakili suatu organisasi/perusahaan tertentu. yaitu selama perusahaan masih beroperasi. karena atas pengeluaran tersebut perusahaan akan memperoleh manfaat yang lebih dari satu tahun buku juga. novel. yang artinya lebih dari satu tahun buku. Perijinan (Permit & Licences) Periijinan adalah hak perusahaan yang diperoleh dari pihak pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan suatu aktivitas tertentu terkait dengan bidang usahanya. penemu akan memperoleh manfaat tertentu untuk kurun waktu tertentu dan dapat diperpanjang. Untuk itu Ijin diakui sebagai aktiva tetap tak berwujud. tulisan. symbol. Franchise Adalah hak yang diperoleh untuk melakukan suatu usaha tertentu. sekaligus mengikuti pola usaha. c. atau cara tertentu. Ijin-ijin perusahaan tentu ada jangka waktunya. puisi. Hak Penggandaan (Copyright) Copyright adalah hak yang berikan atas suatu penulisan.b. g. cara pengelolaan. baik itu berupa karya ilmiah. Adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang terjadi sehubungan dengan set-up perusahaan sebelum beroperasi. Namun demikian ijin usaha atau aktivitas tertentu atas terkait dengan usaha biasanya memiliki jangka waktu 3 sampai 30 tahun. Goodwill Adalah kelebihana-kelebihan. atau memasarkan produknya. f. atau formula. Organization Cost. Pengeluaran ini diakui sebagai perolehan aktiva tak berwujud. Hak ini bisa berupa logo. notasi lagu/irama tertentu. h. atau rekayasa. yang oleh karenanya menjadi dinilai lebih oleh pihak lain. penggunaan logo maupun penggunaan alat usaha tertentu yang aslinya dimiliki oleh perusahaan yang memberikan hak franchise. e. Copyright meliputi hak untuk memperbanyak dan mengedarkannya. Hak Patent Hak Patent adalah hak yang diperoleh atas suatu penemuan tertentu. contohnya : pembayaran kepada notaris. keistimewaan tertentu yang dimiliki oleh perusahaan. Dimana atas penemuan tersebut. d.

bahkan tidak ada hubungannya dengan output produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Transaksi yang dimaksudkan bisa berupa : penjualan perusaahaan. Akumulasi amortisasi tidak pernah dimnculkan di dalam neraca. menghasilkan suatu produk unggul yang sulit dicari pesaingnya. maka konsep kapitalisasi maupun pembebanannya sama saja dengan tangible asset (aktiva tetap berwujud). yang pada aktiva tetap dikenal dengan depresiasi (penyusutan). Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap Tak Berwujud Pada dasarnya permasalahan akuntansi atas aktiva tetap tak berwujud (intangible asset) sama saja dengan aktiva tetap berwujud. Khusus mengenai Perlakuan Goodwill. Perolehan atas Intangible Asset juga dicatat sebesar nilai faktur ditambah dengan pengeluaran-pengeluaran yang menyertainya. yang mana dalam transaksi tersebut perusahaan dinilai lebih oleh pihak lain. Catatan penting : Goodwill hanya diakui (dibuatkan perkiraan) jika terjadi suatu transaksi. Perolehan (Acquisition Cost) Sama halnya dengan Tangible Asset. Penghitungan maupun pencatatan atas amortisasi sama saja dengan cara penghitungan maupun pencatatan atas penyusutan aktiva tetap berwujud. 4. Pelaporan (disclosure) Intangible asset dilaporkan hanya nilai bersihnya (net value) setelah dikurangi akumulasi amortisasinya. bergabung/berhentinya sekutu (anggota persero) baru. Pengeluaran-Pengeluaran setelah perolehan (Expenditures) Jika terjadi pengeluaran-pengeluaran setelah perolehan. kecuali merk dagang yang memang digolongkan ke dalam kelompok harga pokok penjualan. merger atau akuisisi. letaknya strategis. Amortisasi kebanyakan merupakan biaya usaha dan jarang digolongkan ke dalam harga pokok produksi. karena pada dasarnya intangible asset tidak dipengaruhi. Amortisasi lebih baik jika dihitung menggunakan metode garis lurus saja. 3.karena perusahaan memiliki reputasi manajemen yang sangat bagus. . Hal penting yang perlu diketahui : (-). yaitu : 1. Amortisasi (Amortization) Amortisasi adalah pengalokasian harga perolehan ke beban usaha (biaya). dan lain-lain. 2. (-).