P. 1
granulasi

granulasi

|Views: 2,819|Likes:
Published by deena_choeties9019

More info:

Published by: deena_choeties9019 on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

2.9 Granulasi Granulasi adalah pembentukan partikel -partikel besar dengan mekanisme pengikatan tertentu.

Dapat juga diartikan, granulasi adalah proses pembuatan ikatan partikel -partikel kecil membentuk padatan yang lebih besar atau agregat permanen melalui penggumpalan massa, sehingga dapat dibuat granul yang lebih homogen dari segi kadar, massa jenis, ukuran serta bentuk partikel. Adapun fungsi granulasi adalah untuk memperbaiki sifat aliran dan kompressibilitas dari massa cetak tablet, memadatkan b ahan-bahan, menyediakan campuran seragam yang tidak memisah, mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif, mengurangi debu, dan memperbaiki penampakan tablet. Untuk beberapa zat aktif tertentu, proses granulasi dapat dilewati jika zat aktif memenuhi syarat untuk langsung dikempa. Metode ini disebut kempa langsung. Metode ini mengurangi lamanya proses pembuatan tablet melalui proses granulasi, tapi sering timbul beberapa kendala yang disebabkan sifat aktif itu sendiri atau eksipien. Macam-macam granulasi : 2.9.1 Granulasi Basah Granulasi basah adalah metode yang dilakukan dengan cara membasahi massa tablet menggunakan larutan pengikat sampai terdapat tingkat kebasahan tertentu, lalu digranulasi. Metode ini dapat digunakan untuk zat aktif yang sukar larut dalam air atau pelarut yang digunakan tahan terhadap pemanasan dan kelembaban. Umumnya digunakan untuk zat aktif yang sulit dicetak karena mempunyai sifat aliran dan kompressibilitas yang jelek. Oleh karena itu, pada metode ini diper lukan zat, pengikat, penghancur, pengisi, lubrikan dan eksipien lain. Keuntungan dan kerugian granulasi basah: Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi basah adalah :

1. Dapat meningkatkan kohesifitas dan kempressibilitas serbuk dengan penambahan bahan pengikat. 2. Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang sulit mengalir dan sulit dikompresi.

3. Distribusi dan keseragaman kandungan baik bagi zat aktif yang mudah larut dan dosis kecil. 4. Zat warna dapat lebih homogen karena terlebih dahulu dilarutkan pengikat. 5. Serbuk dapat ditangani tanpa menghasilkan kontaminasi udara (debu dari serbuk). 6. Mampu mencegah pemisahan komponen campuran selama proses. 7. Dapat memperbaiki kecepatan disolusi zat aktif yang sukar larut serta dapat menghasilkan kecepa tan pelepasan yang termodifikasi dengan pemilihan bahan pengikat dan bahan pembawa yang cocok. dalam cairan

Kerugian pembuatan tablet dengan metode granulasi basah adalah :

1. Membutuhkan tempat yang luas, biaya yang tinggi, alat dan waktu yang banyak. 2. Memungkinkan terjadinya kehilangan bahan selama pemindahan ke unit proses lainnya. 3. Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih besar. 4. Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab.

Mekanisme pembentukan ikatan yang terjadi pada partikel -partikel pembentuk granul adalah :

1. Timbulnya Gaya Antar Permukaan atau Gaya Kapiler Selama Pemisahan

Menurut a.

Conway,

ada

empat

keadaan

dalam

pembentukan

granul,

yaitu

:

Pendular

Pada keadaan ini, ruangan antar partikel diisi sebagian oleh zat peng ikat dan membentuk jembatan cair antara partikel.

b.

Funikular

Pada keadaan ini, terjadi kenaikan tegangan permukaan kurang lebih tiga kali tahap pendular.

c.

Kapiler

Pada keadaan ini semua ruangan antar partikel diisi oleh zat pengikat. Karena adan ya gaya kapiler pada permukaan konkaf antara cairan -cairan di permukaan granul, maka akan terjadi pembentukan granul.

d.

Droplet

Pada tahap ini terjadi penutupan partikel oleh tetesan cairan. Kekuatan ikatan dipengaruhi oleh gaya permukaan cairan yang d igunakan.

2. Pembentukan Jembatan Padat Selama pengeringan terbentuk jembatan padat antara partikel -partikel. Jembatan padat terjadi karena salah satu dari dua mekanisme yaitu jembatan padat merupakan zat pengikat yang mengeras atau terdiri dari hablur yang terlarut dalam larutan pengikat. 3. Adanya Gaya Adhesi dan Kohesi Antar Partikel

Proses terbentuknya granular adalah : a) Penghalusan Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran p artikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder. b) Pencampuran Tujuan pencampuran in i adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin shell, dan blender.

c)

Penambahan dan Pencampuran Larutan Pengikat Penambahan larutan pengikat akan memben tuk massa basah sehingga membutuhkan

alat yang dapat meremas dengan kuat seperti sigma blade mixer dan planetary mixer. d) Pengayakan Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan yang disebut oscilating granulator/fitzmill. e) Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan pembasah yang digunakan. Granul kemudian dikeringkan dalam oven atau fluid bed dryer. f) Pengayakan Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang lebih kecil dari yang sebelumnya.

2.9.2 Granulasi Kering Granulasi kering adalah metode yang dilakukan dengan cara membuat granul secara mekanis tanpa bantuan pengikat basah atau pelarut pengikat. Metode ini digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab , serta tidak tahan air atau pelarut yang digunakan. Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan : a. Mesin Slug Massa serbuk ditekan pada tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar yang tidak berbentuk, kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. b. Mesin Rol Massa serbuk diletakkan diantara mesin rol yang dijalankan secara hidrolik untuk menghasilkan massa rata yang tipis, lalu diayak atau digiling hingga diperoleh granul dengan ukuran yang diinginkan.

Prinsip Granulasi Kering adalah sebagai berikut : Prinsip granulasi kering adalah menciptakan ikatan antara partikel -partikel dengan pemberatan secara mekanik. Ikatan yang mungkin timbul antar partikel -partikel tergantung dari sifat serbuk serta campuran. Sifat ikatan bermacam -macam, yaitu :

1. Ikatan yang timbul karena jeratan, karena dalam campuran ada serat -serat, misalnya selulosa. 2. Ikatan yang terjadi karena gaya molekular. 3. Gaya pengikat dari pengikat kering. 4. Melalui pancairan yang kemudian me mbeku kembali.

Keuntungan dan kerugian granulasi kering adalah : Keuntungan pembuatan tablet dengan metode granulasi kering adalah :

1. Memerlukan tahap proses yang lebih sedikit sehingga mengurangi kebutuhan akan proses validasi. 2. Waktu hancur lebih cepat kar ena tidak diperlukannya larutan pengikat. 3. Tidak memerlukan pengeringan sehingga tidak terlalu lama pengerjaannya. 4. Dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang peka terhadap panas dan lembab.

Kerugian pembuatan tablet dengan metode granulasi kering adal ah :

1. Perlu mesin khusus untuk pembuat slug. 2. Tidak dapat mendistribusikan warna dengan homogen. 3. Tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak larut. 4. Kemungkinan terjadinya kontaminasi silang lebih cepat. 5. Keseragaman kandungan lebih sulit dicapai.

Proses terbentuknya granular kering adalah :

a)

Penghalusan

Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran partikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat me nyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer, hammer mill, dan grinder.

b)

Pencampuran Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata

dan homogen. Tahap ini da pat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer, twin shell, dan blender. c) Slugging Campuran serbuk ditekan ke dalam cetakan yang besar dan dikompakkan dengan punch berpermukaan datar, massa yang diperoleh disebut slug. d) Pengayakan Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan mesh yang disebut oscilating granulator/fitzmill. e) Pengayakan Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang lebih kecil dari yang sebelumnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->