PILIHAN-PILIHAN AKUNTANSI DALAM APLIKASI TEORI AKUNTANSI POSITIF

Tatang Ary Gumanti) Abstract
Empirical researches based on the positive accounting theory or the economic consequence theory have directed to seek for the answers about the reasons that motivate managers in selecting or determining certain accounting techniques in preference to other techniques. So far the existing studies have found an association between the firms’ specific characteristics and managers’ decision to select certain accounting techniques. That is, there is specific reason of why manager prefers to use one accounting method but not the others. Further study needs to be conducted to seek the answers whether managers have specific reasons or behave opportunistically by adopting accounting techniques that affect the firm accounting performance for which the selected techniques do not against the generally accepted accounting principles (accounting standards). Key words: Accounting techniques (methods), positive accounting theory, opportunistic behavior, accounting regulations.

PENDAHULUAN Menurut Holthausen (1990), ada tiga perspektif yang saling tumpang tindih dalam konteks pilihan akuntansi (accounting choices) dan yang sejauh ini mendapat perhatian para peneliti akuntansi. Ketiga perspektif dimaksud adalah perilaku oportunis (the opportunistic behavior), kontrak efisien (the efficient contracting), dan perspektif informasi (the information perspective). Khusus untuk kontrak efisien dan perilaku oportunis, keduanya berkembang berdasarkan pada fungsi dari kontrak yang mengacu pada angka-angka akuntansi. Artinya, kontrak-kontrak yang disepakati antar pihak yang terkait, dalam hal ini adalah manajer (agent) dan pemegang saham (owners atau shareholders), sangat ditentukan oleh keberadaan angka-angka akuntansi. Dalam konteks perilaku oportunis, manajer diasumsikan berusaha untuk memaksimalkan kemakmuran pribadinya, yang mana kemakmuran tersebut sangat tergantung pada seberapa besar kinerja yang dicapai terkait dengan bonus tunai (cash bonus), risiko ketenagakerjaan yang muncul dari adanya kemungkinan dilakukan pengambilalihan atau kegagalan atau kebangkrutan (default or bankruptcy)
)

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jember Jawa Timur

JAAI VOLUME 6 No. 1, JUNI 2002

83

manajer-manajer pada perusahaan yang bercirikan biaya politis tinggi (perusahaan-perusahaan besar) akan memilih metode-metode akuntansi yang menurunkan laba berjalan (current incom reducing accounting methods). Efek dari kemakmuran nilai saham merupakan cermin dari seberapa besar porsi saham yang dimiliki oleh manajer atau opsi saham yang ada (share option) serta merupakan cermin dari nilai modal manusia (human capital) yang dilibatkan. istilah earnings dan income dalam tulisan ini disamakan. Dalam kenyataannya. Dalam konteks kontrak efisien. Literatur yang berbasis perspektif informasi ini mengidentifikasi perataan laba (income smoothing) sebagai manajemen laba (earnings 1 Untuk keperluan analisis dan memudahkan pemahaman. insentif manajer juga dimungkinkan muncul dari suatu aktivitas dimana pilihan-pilihan akuntansi tidak memiliki efek aliran kas langsung. Mengacu pada hal-hal tersebut. dan nilai saham perusahaan di pasar (firm share value). adalah sangat sulit untuk membedakan antara aksi atau tindakan yang berbasis kontrak efisien dan yang berbasis perilaku oportunis. dan income smoothing diartikan sebagai perataan laba. Misalnya.1 Bagaimanapun juga. Sebagai konsekuensi langsung dari potensi adanya perilaku oportunis tersebut. atau biaya-biaya yang muncul sebagai akibat dari adanya kegagalan utang atau negosiasi ulang. kontrak-kontrak yang terjadi bisa efisien sebagai akibat dari upaya-upaya untuk memaksimalkan nilai perusahaan. diperkirakan bahwa. sedangkan manajer-manajer pada perusahaan dengan biaya keagenan tinggi (high agency costs) yang dicirikan oleh kepemilikan yang menyebar (diversified ownership) cenderung memilih metode-metode akuntansi yang menaikkan laba berjalan (current incom-increasing accounting methods).ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. yang merupakan fungsi dari keuntungan yang dilaporkan. Konteks perspektif informasi telah menjadi perhatian serius dan mengalami penelitian yang mendalam dalam beberapa tahun terakhir. JUNI 2002 . earnings management diartikan sebagai manajemen laba. kontrak-kontrak yang meminimisasi biaya keagenan mungkin mendorong terjadinya manajemen laba (earnings management). manajer memiliki insentif (minat atau dorongan) untuk mengambil pilihan-pilihan akuntansi tertentu yang dapat memaksimalkan efek dari aliran kas langsung (direct cash flow effect) serta efek terhadap nilai perusahaan. hal-hal lain dianggap sama (ceteris paribus). Hal ini memungkinkan terjadi dimana akibat dari pilihan-pilihan akuntansi terhadap harga saham melalui efeknya pada biaya politis harapan perusahaan (expected political costs). Selain efek dari aliran kas langsung. walaupun implikasi-implikasi yang dapat diuji belum sepenuhnya konklusif. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif perusahaan. 1. 84 JAAI VOLUME 6 No.

Christie (1990) menyimpulkan ada enam proxy yang telah diketahui memiliki kemampuan dalam menjelaskan praktek-praktek yang merupakan cerminan dari aplikasi teori akuntansi positif. Bagian empat menyajikan bukti-bukti empiris terkait dengan pilihan teknik-teknik akuntansi dan diikuti oleh bahasan atas beberapa poin penting untuk dikaji. kompensasi manajerial (managerial compensation). 1. Healy dan Wahlen (1999). Bagian akhir berisi kesimpulan dan rekomendasi. tingkat risiko (risk level).Tatang Ary Gumanti. khususnya pengujian yang berbasis penggunaan teknik atau metode akuntansi untuk mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan pada asumsi dasar ketimpangan informasi (information asymmetry) antara manajer dan pemegang klaim perusahaan yang ada dan potensial (existing and potential claimholders). Schipper (1989). Oleh sebab itu. Perspektif informasi beranggapan bahwa metodemetode akuntansi yang dipilih oleh manajer dimaksudkan untuk mengungkapkan harapan manajer tentang aliran kas perusahaan di masa mendatang. pendekatan berbasis perspektif informasi mengedepankan keberadaan dari kewenangan yang dimiliki oleh manajer untuk melakukan perataan demi kepentingan pemegang saham perusahaan. atau dengan mengurangi risiko tingkat kebangkrutan yang akhirnya juga menaikkan nilai perusahaan sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Trueman dan Titman (1988). Dechow dan Skinner (2000) mengupas secara lengkap literatur yang terkait dengan manajemen laba. JAAI VOLUME 6 No. JUNI 2002 85 . Bagian dua membahas tentang teori akuntansi positif. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji teori akuntansi positif dan penelitian-penelitian yang mencoba membuktikan keberadaan teori tersebut. TEORI AKUNTANSI POSITIF Teori akuntansi positif telah banyak diuji dengan menggunakan pilihan-pilihan metode akuntansi. Bagian ini diikuti oleh ulasan sekilas mengenai penelitian awal yang berbasis pilihan teknik-teknik akuntansi. Keenam proxy dimaksud adalah ukuran perusahaan (firm size). termasuk juga motivasi yang mendasari manajer untuk melakukan praktek manajemen laba. Manfaat-manfaat tersebut muncul. pembatas-pembatas dalam penyelesaian utang. Dalam suatu review yang menyeluruh. agar perataan dapat menjadi sarana yang efektif. misalnya. dan rasio pembayaran dividen (dividen payout ratio). porsi utang terhadap aktiva atau modal (financial leverage). Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 management). pilihan-pilihan akuntansi yang dilakukan oleh manajer harus dapat diketahui atau dapat diamati atau nampak (observable). Tulisan ini diatur sebagai berikut. dengan meningkatkan persepsi calon pemegang saham terhadap nilai perusahaan sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian Dye (1988).

1. dan mengevaluasi kepatuhan terhadap kontrak yang disepakati. 1972. Teori konsekuensi ekonomi sangat ditentukan oleh asumsi atau pendekatan yang digunakan dimana dalam hal ini ditentukan oleh biaya-biaya kontrak dan pengawasan (contract and monitoring costs) yang dikaitkan dengan persetujuan kontrak perusahaan yang disepakati. Hal ini terjadi karena teori-teori yang memasukkan berbagai aspek biaya yang berbeda akan menghasilkan implikasi normatif kepada pengguna angka-angka akuntansi (users of accounting numbers). Biaya-biaya kontrak dan pengawasan mencakup biaya-biaya mendisain. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif Keenam faktor tersebut merupakan faktor yang melekat pada suatu perusahaan dan sekaligus sebagai sifat atau karakteristik suatu perusahaan dimana besarnya masing-masing faktor bisa berbeda-beda antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain. Menurut Holthausen dan Leftwich. PENELITIAN AWAL BERBASIS PILIHAN AKUNTANSI Penelitian-penelitian awal yang mencoba mencermati efek dari perubahan metode akuntansi terhadap harga saham menghasilkan kesimpulan bahwa perubahan metode akuntansi tidak memiliki efek terhadap harga saham (Ball. teori ini disebut sebagai teori konsekuensi ekonomi (economic consequence theory). seperti kontrak kompensasi manajemen dan kesepakatan perjanjian atau yang dikaitkan dengan visibilitas politis perusahaan. Hal yang sulit untuk diambil kesepakatannya adalah adanya kenyataan bahwa kesulitan pasti akan ditemui manakala peneliti ingin membedakan biaya-biaya kontrak dan pengawasan yang mana yang dapat meningkatkan kemampuan memprediksi teori-teori akuntansi. menegosiasi. Teori ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari teori akuntansi positif yang dikedepankan oleh Watts dan Zimmerman (1986). Oleh sebab itu.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. Sunders. 1973). atau kemakmuran pihak-pihak yang menggunakan angka-angka tersebut untuk pengambilan keputusan atau kontrak. Holthausen dan Leftwich (1983) berpendapat bahwa pilihanpilihan akuntansi hanya akan memiliki konsekuensi ekonomi jika perubahan-perubahan dalam peraturan-peraturan yang digunakan untuk menghitung angka-angka akuntansi mempengaruhi besar kecilnya distribusi aliran kas perusahaan. JUNI 2002 . Bukti adanya efek terhadap harga saham hanya ditemukan pada perubahan metode pencatatan persediaan dari LIFO ke FIFO yang dalam 86 JAAI VOLUME 6 No. Kaplan dan Roll. sekali biaya kontrak dan pengawasan diajukan. 1972. pilihan terhadap aturanaturan pengukuran akuntansi mempengaruhi nilai perusahaan dan kemakmuran beberapa pihak yang terlibat serta efeknya bersifat khusus kepada jenis dari biaya kontrak dan pengawasan.

JUNI 2002 87 . Ini semua tidak terlepas dari adanya anggapan bahwa apa-apa yang dilakukan oleh manajer. Holthausen dan Leftwich (1983) menyadari kesulitan dalam mengambil keputusan tentang efek dari teknik-teknik akuntansi tertentu terhadap aliran kas karena pengujian yang dilakukan tidak didisain untuk menguji konsekuensi ekonomis secara langsung. disamping juga karena alasan keterbatasan metodologi yang digunakan. walaupun dalam konteks bahwa pilihan akuntansi tidak berefek terhadap harga saham. Pasti terdapat latar belakang atau alasan yang berbeda-beda antar manajer dalam memilih suatu teknik atau metode akuntansi tertentu dan kenapa tidak memilih suatu metode akuntansi yang lain. menurut teori konsekuensi ekonomi. Bahkan. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 hal ini dapat mempengaruhi besarnya pajak penghasilan perusahaan. Jadi. selama aktivitasnya tersebut tersirat di dalam laporan keuangan dan diketahui oleh pengguna laporan keuangan (users). teori konsekuensi ekonomi berasumsi bahwa terdapat persaingan dalam mendapatkan sumber-sumber informasi dan manfaat bersih dari kegiatan memproses informasi bervariasi (berbeda) antar pengguna informasi atas angka-angka akuntansi (users of accounting numbers). Penelitian yang ada masih cenderung diarahkan pada pandangan mekanik (mechanistic view) untuk menguji pilihan akuntansi versus pandangan konsekuensi ekonomi yang tidak mengandung implikasi atau efek (no effects). Dalam pandangan konsep pilihan akuntansi tidak berefek. ada kecenderungan suatu jenis industri memiliki kebiasaan untuk JAAI VOLUME 6 No. Artinya.Tatang Ary Gumanti. but its profitability is doubtful”. akuntansi merupakan suatu sumber informasi tunggal tentang perusahaan dan biaya yang dikeluarkan oleh investor untuk mendapatkan informasi yang diinginkan cenderung lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan. Berdasarkan pada pandangan mekanik dan dalam kaitannya dengan pilihan akuntansi. Kaplan dan Roll (hal. namun terdapat suatu anggapan yang bisa dilandasi oleh tradisi atau kebiasaan yang uniknya dapat dijumpai dalam skala industri. 245) agak pesimistis dengan menyatakan “Earnings manipulation may be fun. tidak dapat dikatakan bahwa baik manajer maupun pembuat aturan akan memilih metode akuntansi secara acak. Dalam hal ini. tidak akan mempengaruhi penilaian investor karena investor mengetahui aktivitas atau aksi manajemen tersebut. Konsekuensinya. Berbeda dengan pandangan mekanik. investor memerlukan suatu upaya serius (nyata) untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan agar dapat memperoleh manfaat nyata yang berbeda dibandingkan dengan investor lain. respon investor terhadap informasi akuntansi tidak mampu untuk membedakan angka-angka yang diperoleh yang merupakan ‘akibat’ dari metodemetode akuntansi yang dipilih oleh manajer. 1.

Dari sini. pembuat peraturan. Disadari atau tidak.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. sementara industri yang lain tidak atau justru menggunakan metode akuntansi yang lain. Biaya pengawasan merupakan biaya-biaya yang muncul untuk menjadi terinformasi (informed) tentang kinerja dari suatu kontrak dan biaya evaluasi atas kepatuhan kesepakatan dalam kontrak. Artinya. Biaya kontrak mencakup biaya-biaya evaluasi. penulisan. Jadi. nampak jelas adanya perbedaan antara teori mekanis. perusahaan atau manajer memiliki alasan khusus yang menurut pertimbangan ekonomi akan lebih memberikan manfaat untuk memilih suatu metode akuntansi “X” dibandingkan dengan metode akuntansi “Y”. akuntan. akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan. baik itu keputusan sukarela atau wajib untuk menggunakan suatu metode akuntansi tertentu. yang cenderung tidak mampu menjelaskan kenapa seorang manajer memilih untuk menggunakan suatu metode akuntansi tertentu. dapat ditemukan bahwa karakteristik suatu perusahaan memiliki hubungan dengan metode akuntansi yang dipilihnya. dan negosiasi ulang suatu kesepakatan kontrak. 1. Teori konsekuensi ekonomi didasarkan pada anggapan bahwa biaya kontrak dan pengawasan (contract and monitoring costs) harus dipertimbangkan dalam setiap proses pengambilan keputusan karena kedua jenis biaya tersebut akan muncul sebagai konsekuensi dari suatu aktivitas akuntansi. JUNI 2002 . 88 JAAI VOLUME 6 No. Menurut teori konsekuensi ekonomi. jelas kiranya bahwa teori konsekuensi ekonomi memiliki kelebihan untuk menjawab alasan penggunaan suatu metode akuntansi bilamana hubungan antara faktor khusus perusahaan (karakteristik) dan pilihan akuntansi dapat secara tepat diduga. Jadi. teori yang berdasarkan pada biaya kontrak dan pengawasan memprediksi bahwa perubahan-perubahan dalam peraturan yang digunakan untuk menghitung angka-angka akuntansi memiliki konsekuensi ekonomi karena perubahan-perubahan tersebut akan mempengaruhi penyebaran atau distribusi dari aliran kas atau klaim yang muncul dari pihak-pihak terkait atas aliran kas tersebut pada periode yang akan datang. Bilamana biaya kontrak dan pengawasan dimasukkan dalam suatu analisis. dan investor karena biaya-biaya tersebut akan mencegah beberapa pengguna angka-angka akuntansi dari upaya pengungkapan perubahan akuntansi secara gratis. dan sekaligus kemakmuran manajer. baik yang didorong oleh alasan ekonomi maupun non-ekonomi. dan teori konsekuensi ekonomi. yang di dalamnya ada alasan-alasan yang mendasari keputusan manajer untuk memilih suatu metode akuntansi. setiap pilihan suatu metode akuntansi pasti memiliki latar belakang atau alasan. negosiasi. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif menggunakan suatu metode akuntansi tertentu.

antar pihak-pihak yang berkepentingan harus ada kesepakatan dan juga konsekuensi yang harus dipertimbangkan tentang apa yang akan terjadi dan/atau dijalani. dan (4) aspek politis (political visibility). Keempat hal tersebut adalah (1) rencana kompensasi manajemen (management compensation plans). mereka adalah sekelompok orang yang mendasarkan setiap aksi yang dilakukan berdasarkan pada pertimbangan yang masuk akal (rasional) dan tidak semata didasari oleh emosi atau intuisi. Rencana Kompensasi Manajemen (Management Compensation Plans) Watts dan Zimmerman (1986) menyatakan bahwa mengapa rencana kompensasi manajemen (bonus plans) ada dalam suatu perusahaan (digunakan oleh perusahaan) tidak lain karena rencana tersebut merupakan sarana kontrak yang efisien (efficient contract) yang dapat memaksimalkan nilai perusahaan.Tatang Ary Gumanti. Berpijak dari analisis yang dilakukan oleh Watts (1977) dan Watts dan Zimmerman (1978). Target tersebut biasanya dinyatakan dalam satuan angka. agen (manajer) pasti menuntut adanya kompensasi. keuntungan bersih perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu. serta beberapa penelitian lain. baik itu perubahan sukarela atau wajib. Keempat aktivitas tersebut mencerminkan adanya hubungan antara aliran kas perusahaan dan angka-angka akunansi yang dilaporkan oleh perusahaan. misalnya. Konsekuensinya adalah bila metode-metode akuntansi dipercayai akan dapat mempengaruhi kemakmuran pihak-pihak yang berkepentingan. bilamana kontrak kompensasi yang ada tidak disesuaikan JAAI VOLUME 6 No. atau tingkat pengembalian terhadap nilai buku aset perusahaan. Berikut ini disajikan pembahasan singkat masing-masing aktivitas tersebut. Artinya. (2) peraturan-peraturan pemerintah (government regulations). Kemakmuran manajemen tentu saja dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang dilakukannya. JUNI 2002 89 . (3) kesepakatan peminjaman (lending agreements). atau pencapaian harga saham tertentu di pasar modal (bursa). Hal ini merupakan cerminan langsung dari anggapan bahwa setiap aksi yang dipilih oleh pelaku ekonomi pasti didasarkan pada pertimbangan biaya manfaat (costs-benefits). setidaknya terdapat empat aktivitas yang dapat mempengaruhi konsekuensi ekonomi sebagai akibat dari pilihan akuntansi. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 Teori konsekuensi ekonomi berasumsi bahwa pelaku-pelaku ekonomi berperilaku rasional. Jadi. 1. Rencana kompensasi manajemen seringkali dikaitkan dengan kesempatan bagi manajer untuk menikmati bagian keuntungan tertentu bilamana perusahaan mampu menghasilkan suatu tingkat keuntungan tertentu yang telah ditargetkan (disepakati).

Apa yang dilaporkan oleh Healy (1985) dan Holthausen. Sebaliknya. dan Sloan. kesepakatan kompensasi yang ada mungkin tidak begitu berarti. Larker. manajer memiliki insentif untuk ‘memanipulasi’ atau ‘mengatur’ laba yang dilaporkan dengan menggunakan kewenangannya melalui pemilihan metode akuntansi yang dapat mempengaruhi besar kecilnya laba. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif dengan perubahan peraturan yang ada.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. 1. dan Sloan (1995) merupakan cermin dari pentingnya pemahaman tentang perilaku manajer terhadap keberadaan rencana kompensasi yang dapat mempengaruhi kemakmurannya baik saat ini maupun waktu 90 JAAI VOLUME 6 No. Karena alasan-alasan tertentu. ada kemungkinan bahwa manajer akan menggunakan peraturan akuntansi yang ada untuk mendapatkan manfaat pribadi atau kebijakan (aksi) lain yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Healy. (1995). JUNI 2002 . Hipotesis rencana kompensasi manajemen (bonus plan hypothesis) menyatakan bahawa ‘manager perusahaan dengan rencana kompensasi lebih cenderung memilih prosedur akuntansi yang memindah laba untuk periode mendatang menjadi laba periode sekarang’ (Watts dan Zimmerman. Konsekuensi ekonomis atas pilihan akuntansi yang muncul dari rencana kompensasi tergantung pada kondisi perjanjian (kesepakatan) yang telah dibuat sebelumnya dan juga perubahan atas perjanjian pada periode mendatang. dan juga beberapa penelitian berikutnya seperti Holthausen. 1986: 208). Larcker. bila biaya negosiasi dan pengawasan cukup signifikan yang dapat mempengaruhi kemakmuran berbagai pihak yang terkait. Jadi. Penelitian empiris awal yang mencoba meneliti efek dari rencana kompensasi bonus manajemen (bonus plans) dilakukan oleh Healy (1985). seberapa sensitif kompensasi yang terikat dengan kinerja perusahaan (manajer) akan dapat mempengaruhi kebijakan atau strategi (aksi) manajer yang pada gilirannya akan dapat mempengaruhi nilai perusahaan (kemakmuran pemegang saham dan pihak-pihak lain). atau mengadopsi suatu peraturan akuntansi terkait erat dengan seberapa sensitif bonus yang ada dikaitkan dengan pencapaian target keuntungan. manajer mungkin akan menerima dan menerapkan atau menolak (melakukan negosiasi) terhadap suatu peraturan akuntansi yang pada gilirannya akan dapat mempengaruhi besarnya bonus yang akan diterimanya. Manajemen juga memiliki kepentingan atau kesempatan untuk menggunakan dana perusahaan dalam bentuk keputusan investasi atau keuangan lain yang dapat mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan secara keseluruhan. menemukan bukti yang kuat bahwa keputusan manajemen untuk memilih. Jadi. khususnya manajer. Dengan tidak adanya biaya negosiasi dan pengawasan.

pemerintah (regulator atau otoritas perbankan) mungkin akan melakukan perubahan yang tidak memberatkan manajemen. 1. khususnya investor. pemerintah pusat dan daerah membatasi aktivitas perusahaan dengan peraturan-peraturan yang didasarkan pada angka-angka akuntansi secara eksplisit. adalah sebuah tantangan bagi peneliti Indonesia untuk mencoba mengungkap fenomena tersebut. yang sekarang juga sudah menjadi kecenderungan di negara berkembang. Konsukensinya. Penelitian mengenai perilaku manajer terhadap adanya rencana kompensasi sangat mungkin untuk dilakukan di negara barat yang sistem keterbukaannya sudah baik. Terkait dengan biaya kontrak dan pengawasan dan masih dengan kasus tingkat kecukupan modal pada industri perbankan. Dalam kaitannya dengan rasio kecukupan modal. Contoh dari peraturan tersebut antara lain adalah adanya ketentuan atau persyaratan untuk menetapkan harga barang dan jasa pada level tertentu yang dimaksudkan untuk melindungi suatu jenis industri (usaha) atau dalam konteks perbankan adalah diberlakukannya rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) yang mengharuskan perusahaan perbankan mencermati struktur modalnya. karena dalam banyak hal akan dapat mempengaruhi kinerja operasional perusahaan dan juga persepsi banyak pihak. sebuah peraturan baru yang akan mempengaruhi angka-angka akuntansi suatu JAAI VOLUME 6 No. Bila manajer merasa bahwa kebijakan atau peraturan baru tersebut dapat memberatkan kinerja perusahaan. Dengan kata lain. Oleh karena itu. ada kemungkinan akan muncul upaya-upaya nyata yang dapat mempengaruhi kinerja angkaangka akuntansi yang dilaporkan. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 mendatang. manajemen perbankan harus memperhatikan agar jangan sampai modal yang dimiliki berada jauh di bawah tingkat yang disyaratkan. jika perusahaan menganggap bahwa melakukan penyesuaian terhadap tingkat kecukupan modal merupakan upaya yang mahal dan berat. adanya perubahan peraturan baru akan dapat mempengaruhi tindakan atau kebijakan yang akan diambil oleh manajer sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan. ada kemungkinan otoritas perbankan tidak harus memberikan persyaratan waktu minimum untuk penyesuaian yang diperlukan. Peraturan Pemerintah (Government Regulations) Di negara maju. JUNI 2002 91 . Sekalipun mungkin tidak terlalu memberatkan atau mahal bagi perusahaan untuk melakukan penyesuaian terhadap peraturan rasio kecukupan modal yang baru. tetapi mungkin agak susah dilakukan di Indonesia yang keterbukaan informasi (information transparency atau openness) masih menjadi masalah.Tatang Ary Gumanti.

perubahan-perubahan teknik akuntansi. adalah 92 JAAI VOLUME 6 No. Contoh lain yang mungkin akan banyak bermunculan. JUNI 2002 . Misalnya. 1. Bila efek dari peraturan tersebut akan terkait langsung dengan kinerja keuangan perusahaan. bukan tidak mungkin manajer akan termotivasi untuk memilih metode akuntansi tertentu yang dapat mempengaruhi besar kecilnya laba. Konsekuensi ekonomi yang mungkin timbul atas adanya perubahan akuntansi sebagai akibat dari kesepakatan pinjammeminjam antara lain adalah biaya untuk melakukan negosiasi ulang dan pengawasan atas perjanjian utang mungkin akan mahal atau kapan perjanjian tersebut akan menjadi mahal untuk melakukan rekapitalisasi tanggungan utang yang ada. negosiasi ulang. kesepakatan pinjam-meminjam berisi ketentuan untuk membatasi besarnya dividen tunai atau jumlah maksimal untuk mendapatkan tambahan pinjaman lagi. dapat mempengaruhi aliran kas perusahaan yang akhirnya juga akan mempengaruhi nilai dari berbagai klaim yang muncul. khususnya di Indonesia. Dalam hal ini. manajer memiliki kemungkinan untuk melakukan lobi yang mendukung atau menolak perubahan suatu teknik akuntansi. Perubahan-perubahan dalam aturan yang digunakan untuk menghitung angka-angka akuntansi dimaksud tentunya secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi berat ringannya batasan dalam kesepakatan pinjam-meminjam karena kesepakatan tersebut mau tidak mau juga akan mempengaruhi transfer kemakmuran antara pemegang utang dan pemegang saham. adalah efek dari kebijakan otonomi daerah dan kaitannya dengan munculnya berbagai peraturan daerah (Perda) yang dalam banyak hal belum mempertimbangkan efek bagi perusahaan yang ada di daerah tersebut. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif perusahaan dapat memiliki efek terhadap kinerja perusahaan bilamana perusahaan tersebut menerapkan sebelum atau pada saat tanggal paling akhir diberlakukannya peraturan tersebut. Apabila biaya untuk negosiasi dan monitoring. misalnya dalam hal pajak atau retribusi. kabupaten ‘X’ dengan Perda nya menetapkan bahwa barang atau jasa tertentu terkena pajak daerah atau ada pajak khusus yang terkait dengan kinerja keuangan perusahaan. Benturan muatan antara peraturan daerah dan pusat dalam satu aspek dapat mempengaruhi perusahaan dalam banyak hal. dan rekapitalisasi dirasa mahal.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. baik itu sukarela atau wajib. Misalnya. Akibatnya. Perjanjian Peminjaman (Lending Agreements) Konsekuensi langsung dari adanya kesepakatan pinjammeminjam suatu perusahaan adalah adanya batasan-batasan atas aktivitas si peminjam dan banyak di antara batasan-batasan tersebut berwujud atau berbentuk angka-angka akuntansi.

dan dalam banyak hal memberatkan pelanggan serta yang kenyataannya tanpa kenaikan tarif perusahaan sudah mampu mencatatkan angka keuntungan yang cukup besar. Telkom Tbk. atau PT. Pada beberapa waktu yang lalu. politisi. angkaangka akuntansi yang dilaporkan dapat memiliki konsekuensi ekonomi bilamana perubahan dalam angka-angka akuntansi tersebut mempengaruhi probabilitas besarnya pajak yang harus dibayar atau subsidi yang diterima. serikat buruh. atau industri akan memiliki pandangan yang berbeda dalam menyikapi kinerja keuangan suatu perusahaan.Tatang Ary Gumanti. birokrat. 1. kasus di Indonesia adalah industri perbankan atau perusahaan BUMN yang go public. Misalnya. Tetapi. Masalah sensitif yang terkait dengan PT. Semen Gresik Tbk. Tanggapan negatif langsung bermunculan karena kenaikan tersebut pasti akan menaikkan tingkat keuntungan yang diperoleh PT. Semen Gresik adalah rencana penjualan saham milik pemerintah melalui mekanisme put option yang berlarut-larut yang tidak dapat tidak telah mempengaruhi penilaian masyarakat (investor) terhadap harga saham di pasar modal. walaupun beban biaya tersebut akan dapat mengurangi atau menurunkan nilai perusahaan. JUNI 2002 93 . karyawan. bilamana biaya yang timbul sebagai akibat dari adanya perubahan kesepakatan utang tidak signifikan dan perubahan tersebut dalam banyak hal akan mempengaruhi kemakmuran pemegang saham bila diikuti dengan perubahan teknik akuntansi. besar kecilnya laba (angka-angka akuntansi) akan diterjemahkan berbeda oleh banyak pihak. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 percuma (tidak bermanfaat) bagi manajer untuk melakukan lobi serta melakukan perubahan teknik akuntansi secara sukarela. Aspek Politis (Political Visibility) Kinerja keuangan suatu perusahaan secara tidak langsung akan dapat mempengaruhi bagaimana pihak lain yang terkait akan menyikapinya. Manajer-manajer pada perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kepentingan (insentif) untuk menggunakan suatu teknik akuntansi tertentu dan juga memiliki kemungkinan untuk melakukan lobi yang mendukung atau menolak perubahan standard akuntansi yang wajib yang dapat mempengaruhi sensitifitas politis JAAI VOLUME 6 No. Misalnya. Telkom Tbk. seperti PT. dalam artian cenderung menjadi sorotan banyak orang yang merupakan ciri dari perusahaan besar atau perusahaanperusahaan dalam industri tertentu. Bagi perusahaan yang menjadi sorotan banyak pihak. pelanggan. pemerintah telah menyetujui adanya kenaikan tarif telepon. ada kemungkinan manajer akan mengambil langkah menerapkan perubahan teknik akuntansi. entah itu mendukung atau menolak atau mengkritik. Bagi perusahaan yang sensitif terhadap aspek politis.

pilihan antara mengkapitalisasi (capitalize) dan dianggap sebagai biaya (expense). rasio kecukupan utang (leverage). Masing-masing dari ketiga jenis bukti empiris ini diulas lebih lengkap pada bagian berikut. Dengan kata lain. maka angka-angka akuntansi yang dilaporkan oleh perusahaan tidak akan memiliki efek sama sekali. metode penyusutan. JUNI 2002 . peneliti mencoba melihat apakah keputusan untuk memilih suatu teknik atau metode akuntansi dapat dikaitkan dengan beberapa karakteristik perusahaan. Artinya. Biaya-biaya kontrak dan pengawasan dalam proses politis dapat berupa biaya-biaya dalam membentuk koalisi atau gabungan beberapa perusahaan yang memiliki kepentingan sama atau biaya yang harus dikeluarkan agar perusahaan menjadi ‘tahu’ tentang efek ekonomi dari pajak atau subsidi yang secara implisit atau eksplisit akan muncul. 2. apakah pilihan atas teknik atau metode akuntansi merupakan fungsi dari beberapa faktor yang melekat pada suatu perusahaan. perlakuan bunga. Ketujuh jenis pilihan akuntansi tersebut adalah sebagai berikut. Holthausen dan Leftwich (1983) membagi kelompok penelitian pertama ini ke dalam tujuh jenis pilihan akuntansi. 1. angka-angka akuntansi dapat mempengaruhi sensitifitas politis suatu perusahaan hanya jika proses politis dalam kontrak dan pengawasan berbiaya mahal. 1.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. seperti ukuran perusahaan. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif perusahaannya. Dalam hal ini. 94 JAAI VOLUME 6 No. Pilihan atas Teknik atau Metode Akuntansi Kelompok penelitian pertama mencoba melihat konsekeunsi ekonomi dari pilihan akuntansi. Singkat kata. dan keberadaan dari rencana kompensasi manajemen (bonus). Jika biaya kontrak dan pengawasan tidak berarti atau sangat kecil. pilihan antara percepatan (accelerated) dan garis lurus (straight-line). bukti-bukti empiris yang terkait dengan efek dari perubahan metode atau teknik akuntansi sejauh ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga macam. dan (3) akibat dari pilihan akuntansi terhadap harga saham. yaitu (1) pilihan atas tipe atau jenis teknik atau ketode akuntansi. angka-angka laba akuntansi yang dilaporkan oleh perusahaan akan memiliki konsekuensi ekonomi bilamana biayabiaya yang timbul dalam aktivitas kontrak dan pengawasan menjadi mahal. (2) posisi lobi dan pemilihan pada standard akuntansi yang diajukan. BUKTI EMPIRIS Secara ringkas.

6. seperti perushaan. 7. keberadaan rencana kompensasi manajemen. 1978). 4. Penelitian yang ada biasanya menggunakan pendekatan analisis probit (probit analysis). seperti efek dari standard akuntansi yang diajukan terhadap laba (pendapatan). dan perusahaan yang memiliki sensitifitas politis tinggi cenderung memilih metode (teknik) akuntansi yang menurunkan laba.Tatang Ary Gumanti. biaya-biaya ekplorasi gas dan minyak. panjang pendeknya periode amortisasi. JUNI 2002 95 . penilaian persediaan. rasio cakupan utang. persediaan. dan pihak-pihak yang menjadi obyek atau target dari produk akuntansi standard tersebut. dan risiko sistematis). 5. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 3. dan amortisasi pensiun. 1. di Amerika adalah Financial Accounting Standards Board [FASB]). Perilaku Lobi dan Pemilihan Setidaknya ada dua jenis penelitian yang berbasis perilaku lobi dan pemilihan (voting and lobying behavior). Jenis pertama memprediksi posisi lobi perusahaan sebagai fungsi dari karakteristik atau ciri-ciri khusus perusahaan. rasio-rasio konsentrasi. ada tidaknya rencana kompensasi yang dikaitkan dengan angka akuntansi [bonus scheme]. penyusutan. pilihan antara sistem aliran langsung (flow-through) dan penundaan (defferal). yaitu suatu analisis statistik yang berbasis regresi berganda dimana variabel terikat diukur dengan menggunakan variabel dummy (0/1). kredit pajak investasi. pilihan antara menggunakan metode pengakuan persediaan FIFO dan LIFO. Sementara untuk variabel bebasnya adalah proxy dari biaya-biaya kontrak dan pengawasan (yang biasanya terdiri dari leverage. intensitas modal. besar kecilnya penyimpangan dividen. 1981). auditor. perlakuan terhadap kredit pajak investasi. dan kombinasi (portfolio) dari keempat metode yang ada. tanggungan pensiun yang tidak terdanai. Sementara jenis kedua menguji hubungan antara posisi dari otoritas penetap standard (di Indonesia adalah Ikatan Akuntan Indonesia [IAI]. teknik akuntansi merupakan variabel terikat. pilihan antara biaya penuh (full cost) dan keberhasilan usaha (successful efforts). dan sensitifitas politis perusahaan (lihat Watts dan Zimmerman. JAAI VOLUME 6 No. Hipotesis yang biasanya diuji adalah perusahaan yang menghadapi biaya-biaya kontrak dan pengawasan cenderung tinggi akan cenderung memilih metode (teknik) akuntansi yang dapat meningkatkan kinerja laba. dan akademisi (lihat Brown. Dalam hal ini. dan apakah perusahaan lebih banyak dikendalikan oleh pemilik atau manajer) dan variabel sensitifitas politis (yang biasanya terdiri dari ukuran perusahaan.

Sayangnya. Perubahan-perubahan akuntansi yang diamati sejauh ini mencakup tiga hal. utamanya mengarah kepada sisi kelemahan. dan (3) 96 JAAI VOLUME 6 No. Disamping itu. berkaitan dengan pengujian terhadap teori konsekuensi ekonomi dari sisi metodologi. 1986: 222-243). Bukti empiris cenderung mendukung hipotesis bahwa perusahaan besar akan memilih metode akuntansi yang menurunkan laba (income decreasing) (lihat Watts dan Zimmerman. JUNI 2002 . hasil pengujian sejauh ini belum cukup konklusif untuk sampai pada kesepakatan bahwa pilhan akuntansi mampu mempengaruhi harga saham (nilai) perusahaan. (2) full cost versus successful efforts. perusahaan besar juga memiliki dorongan yang kuat untuk tidak terlalu menonjolkan keuntungan (reported income) karena kekuatiran munculnya tudingan mendapatkan fasilitas khusus atau monopoli. dan (3) accelerated versus staright line depreciation. (2) spesifikasi atau penetapan dari variabel bebas. Watts dan Zimmerman menemukan bukti yang signifikan bahwa ukuran perusahaan merupakan faktor utama yang menyebabkan munculnya upaya lobi terhadap otoritas akuntansi standard (standard setting bodies) oleh manajer perusahaan. Efek Pilihan Akuntansi terhadap Harga Saham Penelitian empiris yang mencoba menguji ada tidaknya efek pilihan akuntansi terhadap harga saham perusahaan menggunakan analisis regresi untuk menjelaskan variasi cross-sectional kinerja abnormal perusahaan di sekitar waktu penerapan teknik akuntansi. yaitu (1) purchase versus pooling. Variabel penjelas (bebas) yang sering digunakan dalam pengujian meliputi proxy biaya-biaya kontrak dan pengawasan serta faktor-faktor yang terkait dengan sensitifitas politis perusahaan. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif Watts dan Zimmerman (1978) mungkin adalah peneliti pertama yang mencoba mencari jawaban terhadap faktor-faktor yang menyebabkan adanya motivasi terjadinya lobi yang dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan besar (big company) yang dalam banyak hal mudah menjadi sorotan publik (politically sensitive corporation) memiliki dorongan yang kuat untuk melakukan lobi bilamana ada suatu peruaturan akuntansi baru yang dapat mempengaruhi kinerja keuangannya dalam jangka panjang. Ketiga hal dimaksud adalah (1) spesifikasi atau penetapan dari variabel terikat. BEBERAPA POIN PENTING Setidaknya terdapat tiga hal penting yang harus dicermati. Zmijewski dan Hagerman (1981) menunjukkan bukti empiris yang mendukung hipotesis politis. 1.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti.

Peneliti seringkali mengalami kerancuan atas efek suatu metode akuntansi terhadap periode waktu kapan metode tersebut dilakukan. Padahal dalam kenyataan seringkali didapati bahwa keputusan untuk menggunakan suatu metode akuntansi tertentu dibandingkan dengan metode akuntansi yang lain hanya masalah waktu (timing). masalah-masalah serius yang muncul adalah yang berkaitan dengan (1) pemilihan tanggal kejadian dan/atau (2) harapan investor. berhubungan dengan pertanyaan sejauh mana efek dari pilihan akuntansi terhadap kemakmuran manajer. untuk mencari jawaban bahwa aksi manajer lebih mengarah ke sisi positif atau negatif semata. adakah transfer kemakmuran sebagai akibat langsung dari praktek JAAI VOLUME 6 No. Seringkali. Teori yang ada belum banyak memberikan penjelasan yang kuat terhadap alasan bahwa keputusan manajer untuk memilih suatu metode akuntansi tertentu tidak dapat secara sederhana dikaitkan dengan sesuatu yang dapat diamati saja (observable factors).Tatang Ary Gumanti. Manajer mungkin memiliki motivasi atau alasan lain yang tidak dapat dengan mudah diukur atau dicari proxy yang tepat. pemilihan atas proxy akan sangat mempengaruhi hasil dan juga intepretasinya. Kelemahan ketiga. Dalam hal peneliti menguji efek metode akuntansi terhadap harga saham. Artinya. yaitu yang terkait dengan hubungan antara akibat dari pilihan akuntansi dan kekuatan uji yang digunakan. di satu sisi. JUNI 2002 97 . Investor. Kelemahan lain yang bisa dicermati adalah adanya upaya dari peneliti untuk mengisolasi efek dari keputusan penggunaan metode akuntansi terhadap keputusan atau kebijakan lain. 1. baik itu dummy dengan pendekatan dua kategori (dichotomous) ataupun tiga kategori (trichotomous). Atau dengan kata lain. Hagerman dan Zmijewski (1979) menggunakan variabel dummy baik itu metode akuntansi yang dapat ‘menaikkan laba’ atau ‘menurunkan laba’. memiliki tingkat ekspektasi (harapan) yang beragam dan dilandasi oleh berbagai motif sebelum mengambil keputusan beli atau jual. tengah tahun atau akhir tahun. Kelemahan yang terkait dengan spesifikasi variabel bebas lebih banyak diarahkan pada kesulitan dalam memilih dan menetapkan proxy untuk sensitifitas politis dan biaya-biaya kontrak dan pengawasan. Kelemahan yang terkait dengan spesifikasi variabel terikat lebih banyak difokuskan pada penggunaan variabel dummy. apakah awal tahun. peneliti juga menggunakan variabel dummy. Misalnya. Upaya untuk mengisolasi efek suatu metode akuntansi tentunya tidak dengan mudah dapat dilakukan tanpa harus mempertimbangkan keputusan lain yang dilakukan oleh manajer (perusahaan). Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 kemungkinan akibat dari pilihan akuntansi dalam hubungannya dengan kekuatan dari uji yang dilakukan.

Kedua. penggunaan suatu metode akuntansi merupakan cermin langsung dari sampai sejauh mana manajer menyikapi laba akuntansi sebagai sesuatu yang penting untuk dikendalikan. cukupkah kita percaya kepada besar kecilnya tingkat signifikansi semata?. fleksibilitas manajer menjadi terbatas dengan adanya aturan yang ketat terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan yang mana dalam banyak hal manajer lebih memiliki kewenangan dalam proses penyiapan dan penyusunan laporan keuangan. ada beberapa kesimpulan penting yang dapat ditarik. bukti empiris secara umum mendukung pendapat yang menyatakan bahwa pemilihan suatu metode akuntansi tertentu oleh manajer sangat erat kaitannya dengan insentif atau dorongan yang dimiliki oleh manajer baik yang menyebabkan laba berubah naik atau turun. Artinya. walaupun secara empiris dan statistik hubungan yang ditemukan sangat signifikan. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan Berdasarkan pada ulasan di muka. Jawabannya tentu akan sangat bervariasi tergantung kepada model yang digunakan dan juga kondisi serta karakteristik dari obyek yang diteliti.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. Disamping itu. Ada kemungkinan efek yang mucul tidak signifikan pada satu aspek. manajer memiliki kesempatan untuk menggunakan teknik-teknik atau metode-metode akuntansi (accounting techniques or methods) bilamana penggunaan tersebut akan dapat mempengaruhi kinerja keuangan (accounting performance) perusahaan. Biaya kontrak atau pengawasan yang mengikat akan dapat ‘membatasi’ gerak manajer. biaya-biaya kontrak dan pengawasan (contract and monitoring costs) merupakan salah satu sarana yang dapat dijadikan sebagai pengendali atas munculnya hasrat manajer untuk menggunakan teknik atau metode akuntansi yang dapat mempengaruhi kinerja (performance) keuangan perusahaan. 1. Pertama. Rekomendasi Menyikapi bahwa telah begitu banyak penelitian empiris yang mencoba mencari jawaban atas tindakan manajer memilih suatu metode 98 JAAI VOLUME 6 No. sangat tergantung kepada alasan atau motivasi para penanggung jawab pembuat laporan keuangan. JUNI 2002 . Pemilihan teknik-teknik akuntansi. apakah yang dapat menurunkan atau menaikkan laba (decreasing or increasing income). baik diukur dengan nilai t atau F statistik. Artinya. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif pemilihan metode akuntansi tertentu yang diterima oleh manajer atau pemegang saham. Ketiga. tetapi mungkin akan sangat signifikan pada aspek yang lain.

Dechow.J. Keputusan manajer untuk menerapkan lebih awal atau menunggu sampai saat berlakunya seringkali didasarkan pada alasan-alasan khusus yang ujung-ujungnya adalah efeknya terhadap kinerja keuangan. pp. Penelitian lain yang dapat dilakukan adalah pengamatan terhadap praktek penyusunan laporan keuangan antar perusahaan. Brown. and Regulators”. Dalam hal ini. [1972]. D. apakah jauh hari sebelum waktu efektif berlakunya atau pada saat waktu berlakunya. 235-250. Spring. 1-38. “A Descriptive Analysis of Select Input Bases of Financial Accounting Standards Board”. A. 232-246. R. pp. Penerapan Prinsip Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku per Januari 1995 dan yang sosialisasinya sudah dilakukan beberapa bulan sebelumnya merupakan kesempatan menarik untuk meneliti efek dari pemberlakuan PSAK tersebut terhadap kinerja keuangan perusahaan. Journal of Accounting Research. [1981]. Dye.Tatang Ary Gumanti. Pengamatan terhadap masingmasing kelompok industri juga sangat mungkin untuk dilakukan untuk mengetahui apakah teknik akuntansi tertentu lebih banyak digunakan oleh satu jenis industri tetapi tidak oleh industri yang lain. “Earnings Management: Reconciling the Views of Accounting Academics. Tidak dapat disangkal bahwa setiap peraturan akuntansi baru akan dapat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan bila perusahaan tersebut menerapkannya. Christie.A. JUNI 2002 99 . 195-235. 12. Accounting Horizons 14 (2). P. 1. DAFTAR PUSTAKA Ball. adalah merupakan kesempatan bagi peneliti akuntansi di Indonesia untuk mencoba juga mengungkap fenomena yang mampu menjelaskan alasan atau motivasi manajer untuk memilih suatu metode akuntansi dalam laporan keuangan. [2000].J. Practitioners.M. supplement volume 10 Journal of Accounting Research. “Earnings Management in an Overlapping Generations Model”. Journal of Accounting Research. “Changes in Accounting Techniques and Stock Prices”. P. “Aggregation of Test Statistics: An Evaluation of the Evidence on Contracting and Size Hypotheses”. R. JAAI VOLUME 6 No. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 akuntansi. Journal of Accounting and Economics. pp. pp. yang menjadi sorotan adalah apakah terdapat perbedaan terhadap teknik atau metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.A. Permasalahannya adalah kapan perusahaan akan menerapkannya. Empirical research in Accounting: Selected Studies 1972. 15-36. [1988]. and Skinner. [1990]. pp.R.

Larcker. 12. R. [1977].W. S. Journal of Business. 13 (4). Relationship Between Accounting Changes and Stock Prices: Problems of Measurement and Some Empirical Evidence”. dan Roll. dan Zmijewski. B. R. 1. 7. pp. R. [1990]. pp. 127-139. dan Leftwich. P. Journal of Accounting and Economics. pp. and Information Perspective”. “Corporate Financial Statements: A Product of the Market and Political Processes”. and Wahlen J. dan Titman. pp. pp. “Accounting Method Choice: Opportunistic Behavior. Holthausen. 91-102. Journal of Accounting and Economics. [1999].. [1979]. pp. 225-257. Watts. Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif Hagerman. S. “The Effects of Bonus Schemes on Accounting Decisions”. 5. and Sloan. Efficient Contracting. Schipper. “Some Economic Determinants of Accounting Policy Choices”. 52-75. 207-218.W. “Annual Bonus Schemes and Manipulation of Earnings”. Empirical research in Accounting: Selected Studies 1973. Healy. 305-315.M. 77-117. [1985]. Journal of Accounting and Economics. pp. R.G. April. 141-161. 19. pp. [1995]. 45. 1. Healy. Australian Journal of Management. Holthausen. [1988]. Sunder. suplemen volume 11 Journal of Accounting Research. [1983]. Trueman. “An Explanation for Accounting Income Smoothing”. Journal of Accounting Research. R. D.ISSN: 1410 – 2420 Tatang Ary Gumanti. 365-383. pp. K. 100 JAAI VOLUME 6 No. Journal of Accounting and Economics.F. P. 29-74. [1972].L. M. JUNI 2002 . 85107. R. R. Accounting Horizons. “A Review of the Earnings Management Literature and Its Implications for Standard Setting”.M.W. Accounting Horizons 3 (4). pp.M. Kaplan. “Investor evaluation of accounting information: Some empirical evidence”.W.S. Journal of Accounting and Economics. Holthausen. R. “The Economic Consequences of Accounting Choice: Implication of Costly Contracting and Monitoring”. [1989]. [1973]. “Commentary on Earnings Management”. pp.L. R.

dan Hagerman. [1981]. 1. 3. January. M. New Jersey: Prentice Hall. J.L. [1986]. dan Zimmerman. Journal of Accounting and Economics. J. 129-149. JUNI 2002 101 . [1978]. Pilihan-pilihan dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positi f ISSN: 1410-2420 Watts. dan Zimmerman. 112-134. Watts. Accounting Review.L.L. R. pp. R. R. “Towards a Positive Theory of the Determination of Accounting Standard”. Positive Accounting Theory. Zmijewski.Tatang Ary Gumanti. “An Income Strategy Approach to the Positive Theory of Accounting Standard Setting/Choice”. JAAI VOLUME 6 No. pp.