Mekanisme Diare Karena Patogen Enterik

oleh: anin • • • • More About : mekanisme terjadinya diare
Mekanisme Diare

Pengarang : Elvira Syamsir

Summary rating: 3 stars (19 Tinjauan) Kunjungan : 3814 kata:600

Berbagai mikroba seperti bakteri, parasit, virus dan kapang bisa menyebabkan diare dan muntah. Keracunan pangan yang menyebabkan diare dan muntah, disebabkan oleh pangan dan atau air yang terkontaminasi oleh mikroba. Pada tulisan ini akan dijelaskan mekanisme diare dan muntah yang disebabkan oleh mikroba melalui pangan terkontaminasi. Secara klinis, istilah diare digunakan untuk menjelaskan terjadinya peningkatan likuiditas tinja yang dihubungkan dengan peningkatan berat atau volume tinja dan frekuensinya. Seseorang dikatakan diare jika secara kuantitatif berat tinja per-24 jam lebih dari 200 gram atau lebih dari 200 ml dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari. Diare yang disebabkan oleh patogen enterik terjadi dengan beberapa mekanisme. Beberapa patogen menstimulasi sekresi dari fluida dan elektrolit, seringkali dengan melibatkan enterotoksin yang akan menurunkan absorpsi garam dan air dan/atau meningkatkan sekresi anion aktif. Pada kondisi diare ini tidak terjadi gap osmotic dan diarenya tidak berhubungan dengan isi usus sehingga tidak bisa dihentikan dengan puasa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare sekretory. Contoh dari diare sekretori adalah kolera dan diare yang disebabkan oleh enterotoxigenic E coli. Beberapa patogen menyebabkan diare dengan meningkatkan daya dorong pada kontraksi otot, sehingga menurunkan waktu kontak antara permukaan absorpsi usus dan cairan luminal. Peningkatan daya dorong ini mungkin secara langsung distimu-lasi oleh proses patofisiologis yang diaktivasi oleh patogen, atau oleh peningkatan tekanan luminal karena adanya akumulasi fluida. Pada umumnya, peningkatan daya dorong tidak dianggap sebagai penyebab utama diare tetapi lebih kepada faktor tambahan yang kadang-kadang menyertai akibat-akibat patofisiologis dari diare yang diinduksi oleh patogen.Pada beberapa diare karena

Diterbitkan di: 19 Maret. karakteristik dan daerah yang terinfeksi akan bervariasi antar organisme. Malabsorpsi komponen nutrisi di usus halus seringkali menyertai kerusakan mucosal yang diinduksi oleh patogen. Kerusakan mukosa atau peningkatan permeabilitas tidak hanya menyebabkan pengeluaran cairan seperti plasma. Definisi diare menurut WHO. disebut diare akut.com/medicine-and-health/1787161-mekanisme-diare-karena-patogenenterik/#ixzz1MD1S5ORq http://id. ini disebabkan karena adanya anoreksia pada penderita diare sehingga ia makan lebih sedikit dari biasanya dan kemampuan menyerap sari makananpun juga berkurang. diare yang berlangsung lebih dari 14 hari disebut diare kronik.shvoong. dikatakan diare bila keluarnya tinja yang lunak atau cair dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah atau lender dalam tinja. tetapi juga mengganggu kemampuan mukosa usus untuk melakukan proses absorbsi yang efisien karena terjadinya difusi balik dari fluida dan elektrolit yang diserap. Kegagalan pencernaan dan penyerapan karbohidrat (CHO) akan meningkat dengan hilangnya hidrolase pada permukaan membrane mikrovillus (misalnya lactase. WHO membagi diare menjadi diare akut dan diare kronik. Sebaran. patogen menginduksi kerusakan mukosa dan menyebabkan peningkatan permeabilitas mukosa.com/medicine-and-health/1787161-mekanisme-diare-karenapatogen-enterik/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pendahuluan Diare merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbilitas pada anak di negaranegara berkembang. Diare jenis ini dikenal sebagai diare osmotik dan bisa dihambat dengan berpuasa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare eksudatif. Kerusakan mukosa yang terjadi bisa berupa difusi nanah oleh pseudomembran sampai dengan luka halus yang hanya bisa dideteksi secara mikroskopik. Penyebabnya adalah bakteri patogen penyebab infeksi yang bersifat invasive (Shigella. Peningkatan solut didalam luminal karena malabsorbsi CHO menyebabkan osmolalitas luminal meningkat dan terjadi difusi air ke luminal. Atau ibu merasakan adanya perubahan konsistensi dan frekuensi BAB pada anaknya.infeksi. WHO telah berhasil menurunkan angka kematian hingga 95% tapi hanya sedikit menurunkan angka kesakitan. Sedangkan. Diare juga merupakan penyebab penting kekurangan gizi. Berdasarkan waktu. Diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. . Salmonella). 2008 Mohon dinilai :12345 Nilai : 1 2 3 4 5 Terima kasih atas penilaian anda Share Sumber: http://id. Padahal kebutuhan sari makanan meningkat akibat dari adanya infeksi. sukrase-isomaltase) atau kerusakan membran microvillus dari enterosit.shvoong.

sehingga terjadi okumulasi cairan dan sisa makanan. Kalau pada diare infeksi prinsip dasarnya adalah kemampuan bakteri mengeluarkan toksin-toksin yang bertindak sebagai reseptor untuk melekat pada enterosit. Salmonella. Aeromonas hydrophilia. Hal ini memicu pergerakan cairan intravascular ke intraluminal. EHEC. Vibrio cholera. Dientamoeba fragilis. Giardia lamblia. mengaktifkan enzim-enzim intraseluler sehingga terjadi peningkatan sekresi. virus Norwalk. Berdasarkan manifestasi klinis. Plesiomonas shigelloides. Patofisiologi Patofisiologi dasar terjadinya diare adalah absorpsi yang berkurang dan atau sekresi yang meningkat. Astrovius. diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik. EIEC). Calcivirus. Diare osmotik terjadi karena tidak dicernanya bahan makanan secara maksimal. diare akut dibagi menjadi disentri. sehingga terjadi diare sekresi. Makanan dicerna sebagian.Empat unsur utama. Golongan bakteri penyebab diare. Adanya bahan-bahan makanan yang sudah didecomposisi ini menyebabkan tekanan osmotik intraluminal kolon akan lebih meningkat lagi. sehingga sejumlah cairan akan tertarik lagi ke intraluminal kolon sehingga terjadi diare osmotik. Klasifikasi Klasifikasi diare ada beberapa macam. Cryptosporidium parvum. Berdasarkan waktu. alergi makanan. Cyclospora sp. kolera dan diare akut (bukan disentri maupun kolera). Atau ibu merasakan adanya perubahan konsistensi dan frekuensi BAB pada anaknya. ETEC. diet. Golongan parasit penyebab diare. Hal ini terjadi. Capillaria philippinensis dan Trichinella spiralis. Tapi jika ada kerusakan enterosit. Isospora belli. antara lain Candidiasis. Golongan virus penyebab diare. akibat dari insufisiensi enzim. yaitu: pemberian cairan. Etiologi Sebagian besar (85%) diare disebabkan oleh virus dan sisanya (15%) disebabkan oleh bakteri. Clostridium difficile. Zygomycosis dan Coccidioidomycosis. Di kolon sisa makanan tersebut akan didecomposisi oleh bakteri-bakteri kolon menjadi asam lemak rantai pendek. keracunan makanan. antara lain Entamoeba histolytica. Staphilococcus aureus dan Clostridium botulinum. bila absorpsi natrium oleh villi gagal sedangkan sekresi klorida di sel epitel berlangsung terus atau meningkat. Definisi Secara epidemiologi. merusak membran enterosit dan kemudian menghancurkan membran enterosit. Norwalk like virus. Mekanisme sekretorik atau disebut juga dengan diare sekretorik disebabkan oleh sekresi air dan elektrolit ke dalam usus halus. obat-obatan dan edukasi terhadap keluarga dan penderita. diare kronik dibagi menjadi diare persisten dan . mekanisme osmotik dan campuran. dan sisanya akan menimbulkan beban osmotik intraluminal bagian distal. Shigella. Campilobacter jejuni. terdiri dari Rotavirus. pengelolaan diare yang dianjurkan WHO. antara lain Escherichia coli (EPEC. parasit. antara lain Strongiloides stercoralis. Golongan jamur penyebab diare. maka disamping diare sekresi juga dapat terjadi diare osmotik tergantung dari derajat kerusakannya. Blastocyctis hominis dan Enterobius vermicularis. jamur. diare didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak atau cair dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah atau lender dalam tinja. malabsorpsi makanan dan lain-lain. gas hydrogen dan lain-lain. dan Adenovirus. Golongan cacing penyebab diare. Sedangkan. Adapun mekanisme yang mendasarinya adalah mekanisme sekretorik. Yersinia enterocolitis.

Diet. WHO merekomendasikan pemakaian zinc. berbau khas seperti “bayklin/sperma”. ada 4 yaitu pemberian cairan. apalagi jika terjadi syok. diare dengan dehidrasi ringan-sedang dan diare dengan dehidrasi berat. Diare persisten lebih ditujukan untuk diare akut yang melanjut lebih dari 14 hari. perhatikan status glikosa. Sedangkan kolera. berikan dulu loading cairan 20 ml/kgbb secepatnya. diare dengan bronkiolitis. Berdasarkan waktu. terapi lanjutan. Derajat dehidrasi ditentukan berdasarkan gambaran klinis. pada diare dengan penyulit .Pemberian Cairan Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral dan parenteral. Pemberian cairan peroral diberikan pada diare tanpa dehidrasi dan dehidrasi ringan sedang. Setiap diare akut yang disertai darah dan atau lender dianggap disentri yang disebabkan oleh shigelosis sampai terbukti lain. umur anak lebih dari 3 tahun dan ada KLB dimana penyebaran pertama pada orang dewasa kemudian baru pada anak. yaitu keadaan umum.diare kronik. diare dengan BP. edukasi atau penyuluhan. memiliki manifestasi klinis antara lain diare profus seperti cucian air beras. Penatalaksanaan Pengelolaan diare yang dianjurkan menurut WHO. diare dengan penyakit ginjal dan diare dengan hipernatremia. Pemberian cairan pada dehidrasi berat merupakan tindakan kedaruratan medis. Berdasarkan derajat dehidrasi. ditujukan untuk memperbaiki sirkulasi dinamik dan fungsi ginjal dengan cara reekspansi cepat volume CES. diare dibagi menjadi diare tanpa dehidrasi. dan jika gagal dapat diberikan personde NGT dengan kecepatan maksimal 20 ml/KgBB/jam. Tapi setelah rehidrasi tercapai secepat mungkin beralih ke pemberian oral. umumnya disebabkan oleh agen non infeksi. pada diare dengan dehidrasi berat pemberian cairan dilakukan secara parenteral. diare dengan ensefalitis. obat-obatan. karena itu ada istilah diare prolong dimana diare yang melanjut lebih dari 7 hari. sering berulang atau diare akut dengan gejala yang ringan yang melanjut lebih dari 14 hari. Sedangkan. antara lain terapi awal. umumnya disebabkan oleh agen infeksi. Rata-rata 95% diare akut terjadi dalam 3-5 hari. Diare akut adalah kumpulan gejala diare berupa defikasi dengan tinja cair atau lunak dengan atau tanpa darah atau lendir dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dan berlangsung kurang dari 14 hari dan frekuensi kurang dari 4x per bulan. diare dengan meningitis. 1. Sedangkan. diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik. diare dapat pula dikelompokkan menjadi diare murni dan diare dengan penyulit atau komplikasi. rasa haus dan turgor. Pada diare akut murni tanpa penyulit rehidrasi ditujukan untuk mengganti previous water loss (PWL). memakai antibiotik untuk kasus kolera dan disentri. seperti diare dengan penyakit jantung. Dan dikatakan diare kronik bila diare berlang sung lebih dari 14 hari. diare kronik lebih ditujukan untuk diare yang memiliki manifestasi klinis hilang-timbul. Untuk kepentingan terapi. Sedangkan kasus yang bukan disentri dan kolera dikelompokkan kedalam diare akut. untuk mengobati dan mencegah dehidrasi. Tahapan-tahapan terapi rehidrasi cairan parenteral pada diare dengan dehidrasi berat. Sedangkan. ditujukan untuk mengganti defisit air dan elektrolit dengan kecepatan pemberian cairan yang lebih rendah. meneruskan ASI dan makanan lainnya. kelopak mata. Pemberian rehidrasi cepat (3-6 jam) parenteral ditujukan untuk memperbaiki sirkulasi dinamik dan mengganti defisit cairan yang terjadi. karena pada saat diare terjadi kekurangan kalori. Atau pada diare dehidrasi ringan sedang yang gagal URO terapi cairan dapat kita berikan secara parenteral. Sedangkan penilaian lengkap status dehidrasi dilakukan setelah syok teratasi.

imunisasi dan keluarga berencana.pemberian cairan selama 24 jam. K 10. Sedangkan. antibiotik hanya digunakan pada kasus kolera dan disentri. maka 4 jam pertama 60 ml/kgbb dan sisanya 20 jam berikutnya 190 ml/kgbb. Menurut WHO dan Depkes. maka 4 jam pertama 50 ml/kgbb dan 20 jam berikutnya 150 ml/kgbb. menjaga stabilitas dinding sel dan ikut serta dalam proses ekspresi dari gen dan pengaturan ion intraseluler. ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan yang terjadi atau PWL. pada diare dengan dehidrasi berat. rehidrasi dilakukan selama 24 jam (berbeda dengan diare murni yang hanya 3-6 jam). Penggunaan antibiotik yang tepat adalah berdasarkan hasil kultur. Ingat. mencukupi kehilangan abnormal dari cairan yang sedang berlangsung atau concomitant water loss (CWL). Atau antibiotik juga dapat dipertimbangkan penggunaannya pada diare akut yang melanjut lebih dari 7 hari sambil menunggu hasil kultur dan resistensi feses. defisiensi zinc menyebabkan atropi timus akibatnya kandungan limfosit berkurang dan prekursor limfosit di sum-sum tulangpun berkurang akibatnya limfosit dalam darah menurun dan respons imun antibodi juga menurun. HCO3 12. WHO juga menganjurkan pemakaian zinc. 2. Dosis zinc untuk bayi kurang dari 6 bulan adalah 10 mg dan 20 mg untuk yang lebih dari 6 bulan. dan mengganti cairan yang hilang melalui keringat dan pernapasan atau inssible water loss (IWL).Obat-obatan Sebagian besar diare disebabkan oleh virus untuk itu. agar keadaan dehidrasi terutama yang berat cepat teratasi. 4.Diet Prinsipnya. Pada kasus diare.3 mEq/L.6 mEq/L dan 200 kalori. pemberian diet secara dini dapat mempercepat penyembuhan dan mencegah penurunan berat badan lebih lanjut.4 mEq/L. Cara pemberiannya. pada diare kebutuhan diet meningkat 50% untuk itu dianjurkan untuk tetap memberikan ASI. Zinc berperan dalam proses pertumbuhan dan diferensiasi sel. Zinc merupakan micronutrien esensial bagi tubuh. 3. antara lain bila diare dehidrasi dengan ringan sedang. hal inilah yang menyebabkan anak rentan terhadap infeksi terutama infeksi di GIT karena GIT memiliki kandungan limfosit terbanyak setelah timus.5% 7 ml dalam 500 ml D5% atau menggunakan KAEN 3A atau KAEN 3B. makanan diberikan setelah keadaan umum membaik. KCl 10% 4 ml dan NaHCO3 2. mengandung Na 63. http://secondking. usaha pertolongan untuk mencegah dehidrasi pada diare dengan menggunakan oralit. diberikan selama 14 hari. Cairan yang diberikan adalah cairan modifikasi Sutejo. pemberian antibiotik tidak diperlukan. Pada diare dengan penyulit atau komplikasi. Disamping itu. Pada diare dengan dehidrasi berat. Pokok penyuluhan meliputi usaha pencegahan diare dan KKP.com/2008/11/15/diare-2/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .wordpress. Yang terdiri dari NaCl 15% 10 ml.Edukasi atau Penyuluhan Penyuluhan kesehatan dilakukan pada saat visite dan di ruangan khusus di mana orang tua penderita dikumpulkan. makanan dan minuman seperti biasanya dengan penambahan porsi. Cl 61.4 mEq/L. dengan ketentuan 4 jam pertama cairan diberikan 1/3 sampai dengan 1/4 dan sisanya 20 jam kemudian. Tujuannya.

merupakan protein yang melapisi bagian luar dari virus dan merupakan pertimbangan yang penting untuk membuat vaksin dari rotavirus. yang mana setiap kode untuk enam protein struktur ( VP1. meskipun protein lain juga terlibat dalam mempengaruhi virulensi dari rotavirus. Rotavirus merupakan 50% penyebab diare pada anak balita di Negara maju. Rotavirus menempel dan masuk dalam sel epitel tanpa kematian sel yang dapat menimbulkan diare. ketika terjadi . Tinja tanpa sel darah merah atau darah putih yang nyata. Dehidrasi mungkin terjadi dan memburuk dengan cepat. setiap segmen mengandung RNA rantai ganda.(1) Rotavirus adalah virus dengan ukuran 100 nanometer yang berbentuk roda yang termasuk dalam family Reoviridae. C. dan sangat mudah ditemukan dalam pemeriksaan antigen. B. grup A sering menyerang bayi dan grup B jarang menyerang bayi.(2) Rotavirus menyerang dan memasuki sel enterosit yang matang pada ujung vili usus kecil. Protein pembuat kapsid bagian dalam paling banyak adalah VP6. dan hasil penelitian baru menunjukan bahwa infeksi rotavirus tanpa kerusakan sel epitel dari usus halus. berupa pemendekan villi dan terdapatnya infiltrat sel-sel radang mononuklear pada lamina propria. Sel epitel yang dimasuki oleh virus mensintesis dan mensekresi sitokin dan kemokin. VP3. NSP3. Terdapat empat serotipe major dan paling sedikit 10 serotipe minor dari rotavirus grup A pada manusia. VP2. kapsid dalam dan inti. VP6. Kelainan morfologis ini dapat minimal. Virus ini menyebabkan perubahan pada struktur dari mukosa usus kecil. NSP4. Virus ini terdiri dari grup A. tetapi angka morbiditas masih cukup tinggi. Rota virus terdiri dari 11 segmen. Dua struktur protein yaitu VP7 yang terdiri dari protein G dan glikoprotein dan VP4 yang terdiri dari protein P dan protease pembelahan protein. sedangkan protein nonstruktur kapsid bagian dalam adalah NSP4 yang merupakan sebagai faktor virulensi dari rotavirus. kekurangan elektrolit. Muntah dan demam khas mereda selama hari kedua sakit. Walaupun kebanyakan neonatus yang terinfeksi dengan rotavirus tidak bergejala (3). Pembagian serotipe ini didasarkan pada perbedaan antigen pada protein virus 7 (VP7).Rotavirus Diarheae (Mekanisme Terjadinya Diare yang Disebabkan Rotavirus) REP | 21 February 2011 | 22:20 276 2 Nihil Diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. NSP2. E dan F. yang mana langsung menimbulkan respon imun dari penderita dalam bentuk perubahan morfologi dan fungsi sel epitel. Di negara berkembang seperti Brazil dan Indonesia angkanya berkisar 30% . Peneletian baru juga mengatakan diare terjadi pada infeksi rotavirus karena adanya protein nonstruktural dari virus yang mirip dengan enterotoksin yang menyebabkan sekresi aktif dari klorida melalui peningkatan kosentrasi kalsium intra sel(2). NSP 5). Walaupun angka mortalitasnya telah menurun tajam. Infeksi rotavirus khas mulai sesudah masa inkubasi kurang dari 48 jam dengan demam ringan sampai sedang dan muntah yang disertai dengan mulainya tinja cair yang sering. tapi diare sering berlanjut selama 5-7 hari. Virus ini terdiri dari tiga lapisan yaitu kapsid luar. Pada anak berumur diatas tiga bulan akan menimbulkan gastroenteritis.40% (tahun 1970an). VP4. shock dan kematian pada bayi dan anakanak. terutama pada bayi. VP7 ) dan lima protein nonstruktur (NSP1. Dalam pandangan klinis infeksi rotavirus terus berkembang dari diare ringan sampai diare berat yang mengakibatkan dehidrasi. D.

Eubacterium. sehingga metode pengobatan yang digunakan adalah pengobatan suportif. Masa inkubasi dari rotavirus adalah 1-3 hari. Salah satu dari pengobatan suportif yang saat ini mulai banyak digunakan adalah penggunaan probiotik (Lactic acid bacteria) yaitu bakteri hidup yang mempunyai efek yang menguntungkan pada host dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik di dalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus. frekuensi dari diare. terjadinya dehidrasi yang merupakan komplikasi paling potensial dari infeksi rotavirus. sehingga tidak terdapat tempat lagi untuk bakteri patogen untuk melekatkan diri pada sel epitel usus sehingga kolonisasi bakteri patogen tidak terjadi. Mekanisme kerja bakteri probiotik dalam meregulasi kekacauan atau gangguan keseimbangan mikrobiota komensal melalui 2 model kerja rekolonisasi bakteri . Dalam hal ini faktor imunitas seseorang menjadi salah satu penentu terjadinya infeksi ini.8). dimana sistem imun tubuh yang berperan utama didalam proses penyembuhan. salah satunya dengan enzyme immunoassay (EIA) dengan sensitivitas dan spesifik lebih dari 98 % atau latex agglutination test yang kurang sensitif dibanding EIA. tetapi penyembuhan infeksi rotavirus mungkin bisa sampai 2-3 minggu (4). Dengan mencermati fenomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai sebagai cara untuk pencegahan dan pengobatan diare baik yang disebabkan oleh Rotavirus maupun mikroorganisme lain. durasi. volume. Contoh. diare berdarah atau berlemak. Sampai sekarang pun belum ditemukan obat yang mampu untuk membunuh Rotavirus. Dengan serangan tiba-tiba dan memberikan gejala demam. dan Lactobacillus. pseudomembran colitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional rasional (antibiotic associated diarrhea) (7. Dari anamnesis dapat diketahui onset. mengkoreksi kekurangan cairan elektrolit secara cepat dan mencegah gangguan nutrisi (6). Hal ini membuktikan bahwa faktor dalam tubuh individu sangat berpengaruh didalam terjadinya infeksi Rotavirus.(5) Anak yang terinfeksi rotavirus biasanya mendapatkan terapi suportif untuk menghilangkan gejala dan komplikasi.(1) Anamnesis sangat penting untuk menegakkan diagnosis dari diare oleh karena infeksi virus khususnya rotavirus. Pada kasus-kasus berat yang diikuti oleh adanya muntah. Dimana seseorang dengan imunitas yang rendah memiliki kemungkinan terbesar untuk mendafat infeksi Rotavirus. Oleh karena itu pemeriksaan tes antibodi dapat digunakan untuk mendiagnosa rotavirus. kehilangan berat badan. Dalam melakukan anamnesis pada pasien diare harus lebih fokus pada beratnya diare dan dehidrasi. Mikroekologi yang rusak oleh karena pemakaian antibotika dapat dinormalisir kembali dengan pemberian bakteri probiotik. apakah diare berair (watery diarrhea). Gejala gastrointestinal akan hilang setelah 3-7 hari. muntah dan diare berair (watery diarrhoea). Bakteri baik yang termasuk ke dalam kelompok ini seperti Bifidobacterium. Intake sangat perlu ditanyakan. Tes antibodi masih positif sampai 10 hari setelah infeksi pertama dan dapat lebih lama lagi jika terjadi infeksi berulang.(5) Untuk menegakkan diagnosis dari diare akut karena infeksi rotavirus diperlukan pemeriksaan feses dengan metode rapid antigen tests. didapatkan bahwa angka kejadian diare akibat Rotavirus adalah merata sepanjang tahun sedangkan diare yang non Rotavirus angka kejadiannya tergantung dari adanya perubahan musim. jumlah buang air kecil. Berdasarkan penelitian dari Virdayanti 2002. riwayat makanan. Antibodi anti rotavirus yaitu imunoglobulin A dan M diekresikan difeses setelah hari pertama terinfeksi rotavirus. keadaan ini sering ditangani dengan terapi redidrasi oral.reinfeksi akan gejalanya tidak muncul (asimptomatik). terapi oral sulit dilakukan dan ini memberikan indikasi untuk dilakukan pemberian cairan intravena serta perawatan di rumah sakit Tujuan utama terapi adalah mencegah dehidrasi (rumatan).

Perilaku hidup bersih dan sehat mencegah penularan penyakit melalui fekal-oral tidak efektif dalam mencegah penularan virus ini. Infeksi rotavirus bersifat self-limited disease yang terjadi setelah 3-9 hari gejala muncul.12).probiotik dan peningkatan respon imun dari sistem imun mukosa untuk menjamin terutama sistem imun humoral lokal mukosa yang adekuat yang dapat menetralisasi bakteri patogen yang berada dalam lumen usus yang fungsi ini dilakukan oleh secretory IgA (SIgA) (9). ternyata reduksi lamanya diare lebih nyata bila yang dianalisis hanya kasus diare yang disebabkan oleh rotavirus (10).1 tahun. atau lactobacillus GG diberikan sebagai bubuk kering. Imunomodulasi Saat ini pencegahan terhadap infeksi Rotavirus sudah banyak digunakan terutama di Negara Negara maju. atau diberikan yogurt yang telah dipasteurisasi sebagai plasebo. Mencegah terjadinya pemajanan dari bayi dan anak kecil dengan orang yang menderita diare akut di dalam lingkungan keluarga dan intitusi (11). Mekanisme efek probiotik pada diare 1. diketahui dapat menurunkan angka penularan infeksi. Vaksin diberikan 2-3 kali pada bayi usia 6-8 minggu. Perubahan lingkungan mikro lumen usus (Ph. Untuk mencegah diare akibat rotavirus. Pada penelitian ini ditemukan juga bahwa 82% diare disebabkan oleh rotavirus. Modifikasi toksin atau reseptor toksin 6. pada air terkontaminasi dan di tangan. Lama diare berkurang dari 2. Dengan rehidrasi yang tepat akan dapat mencegah komplikasi yang serius (8. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada usia 6 minggu . Tetravalent-Rhesus based rotavirus vaccine (RRV-TV) yang telah diizinkan digunakan untuk bayi di Amerika Serikat. Komposisi nutrien 4. Jadwal yang disarankan adalah 3 dosis berurutan pada usia 2. tetapi vaksin rotavirus keluaran MERK dan GSK sedang menunggu proses izin dari Badan POM. sementara itu di Indonesia vaksinasi rotavirus belum ada. Harganya memang masih mahal.4 hari pada kelompok yang disuplementasi.4 dan 6 bulan. Mencegah adhesi patogen pada enterosit 5. Produksi bahan antimikroba terhadap beberapa patogen 3. mengenakan baju yang dapat menutup seluruh bagian tubuh bayi termasuk menutup popok bayi. Pasien secara acak diberikan probiotik (Lactobacillus GG). Rotavirus relatif kebal terhadap disinfektan yang umum digunakan tetapi dapat diinaktivasi dengan klorin. Darryl Virgiawan Tanod . Pemberian imunisasi rutin dengan vaksin tersebut akan menurunkan jumlah pasien diare yang dirawat akibat rotavirus secara bermakna.4 pada kelompok plasebo menjadi 1. Imunisasi ini di Amerika Serikat dan Filipina telah diwajibkan. bisa diberikan vaksin rotavirus peroral yaitu. Di tempat-tempat penitipan anak. Terdapat banyak laporan tentang penggunaan tatalaksana diare akut pada anak. Isolauri dan kawan-kawan meneliti 71 anak yang dirawat dengan diare akut. oleh karena virus dapat hidup untuk jangka lama pada permukaan yang keras. Dr. Namun pada kasus ini dapat terjadi dehidrasi berat yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Efek tropik terhadap mukosa usus melalui penyediaan nutrient 7. Oksigen) 2.

com/ibu-dan-anak/2011/02/21/rotavirus-diarheaemekanisme-terjadinya-diare-yang-disebabkan-rotavirus/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .http://kesehatan.kompasiana.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful