Mekanisme Diare Karena Patogen Enterik

oleh: anin • • • • More About : mekanisme terjadinya diare
Mekanisme Diare

Pengarang : Elvira Syamsir

Summary rating: 3 stars (19 Tinjauan) Kunjungan : 3814 kata:600

Berbagai mikroba seperti bakteri, parasit, virus dan kapang bisa menyebabkan diare dan muntah. Keracunan pangan yang menyebabkan diare dan muntah, disebabkan oleh pangan dan atau air yang terkontaminasi oleh mikroba. Pada tulisan ini akan dijelaskan mekanisme diare dan muntah yang disebabkan oleh mikroba melalui pangan terkontaminasi. Secara klinis, istilah diare digunakan untuk menjelaskan terjadinya peningkatan likuiditas tinja yang dihubungkan dengan peningkatan berat atau volume tinja dan frekuensinya. Seseorang dikatakan diare jika secara kuantitatif berat tinja per-24 jam lebih dari 200 gram atau lebih dari 200 ml dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari. Diare yang disebabkan oleh patogen enterik terjadi dengan beberapa mekanisme. Beberapa patogen menstimulasi sekresi dari fluida dan elektrolit, seringkali dengan melibatkan enterotoksin yang akan menurunkan absorpsi garam dan air dan/atau meningkatkan sekresi anion aktif. Pada kondisi diare ini tidak terjadi gap osmotic dan diarenya tidak berhubungan dengan isi usus sehingga tidak bisa dihentikan dengan puasa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare sekretory. Contoh dari diare sekretori adalah kolera dan diare yang disebabkan oleh enterotoxigenic E coli. Beberapa patogen menyebabkan diare dengan meningkatkan daya dorong pada kontraksi otot, sehingga menurunkan waktu kontak antara permukaan absorpsi usus dan cairan luminal. Peningkatan daya dorong ini mungkin secara langsung distimu-lasi oleh proses patofisiologis yang diaktivasi oleh patogen, atau oleh peningkatan tekanan luminal karena adanya akumulasi fluida. Pada umumnya, peningkatan daya dorong tidak dianggap sebagai penyebab utama diare tetapi lebih kepada faktor tambahan yang kadang-kadang menyertai akibat-akibat patofisiologis dari diare yang diinduksi oleh patogen.Pada beberapa diare karena

. Sedangkan. 2008 Mohon dinilai :12345 Nilai : 1 2 3 4 5 Terima kasih atas penilaian anda Share Sumber: http://id. sukrase-isomaltase) atau kerusakan membran microvillus dari enterosit. Padahal kebutuhan sari makanan meningkat akibat dari adanya infeksi. ini disebabkan karena adanya anoreksia pada penderita diare sehingga ia makan lebih sedikit dari biasanya dan kemampuan menyerap sari makananpun juga berkurang. Kegagalan pencernaan dan penyerapan karbohidrat (CHO) akan meningkat dengan hilangnya hidrolase pada permukaan membrane mikrovillus (misalnya lactase. Definisi diare menurut WHO. Peningkatan solut didalam luminal karena malabsorbsi CHO menyebabkan osmolalitas luminal meningkat dan terjadi difusi air ke luminal. Diare yang berlangsung kurang dari 14 hari. WHO membagi diare menjadi diare akut dan diare kronik. Diterbitkan di: 19 Maret. Salmonella). tetapi juga mengganggu kemampuan mukosa usus untuk melakukan proses absorbsi yang efisien karena terjadinya difusi balik dari fluida dan elektrolit yang diserap. Diare juga merupakan penyebab penting kekurangan gizi. Kerusakan mukosa yang terjadi bisa berupa difusi nanah oleh pseudomembran sampai dengan luka halus yang hanya bisa dideteksi secara mikroskopik. Malabsorpsi komponen nutrisi di usus halus seringkali menyertai kerusakan mucosal yang diinduksi oleh patogen. karakteristik dan daerah yang terinfeksi akan bervariasi antar organisme.infeksi. Diare jenis ini dikenal sebagai diare eksudatif. diare yang berlangsung lebih dari 14 hari disebut diare kronik. dikatakan diare bila keluarnya tinja yang lunak atau cair dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah atau lender dalam tinja.com/medicine-and-health/1787161-mekanisme-diare-karena-patogenenterik/#ixzz1MD1S5ORq http://id. Sebaran. disebut diare akut.com/medicine-and-health/1787161-mekanisme-diare-karenapatogen-enterik/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pendahuluan Diare merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbilitas pada anak di negaranegara berkembang.shvoong. Atau ibu merasakan adanya perubahan konsistensi dan frekuensi BAB pada anaknya.shvoong. Kerusakan mukosa atau peningkatan permeabilitas tidak hanya menyebabkan pengeluaran cairan seperti plasma. Berdasarkan waktu. Penyebabnya adalah bakteri patogen penyebab infeksi yang bersifat invasive (Shigella. WHO telah berhasil menurunkan angka kematian hingga 95% tapi hanya sedikit menurunkan angka kesakitan. patogen menginduksi kerusakan mukosa dan menyebabkan peningkatan permeabilitas mukosa. Diare jenis ini dikenal sebagai diare osmotik dan bisa dihambat dengan berpuasa.

Tapi jika ada kerusakan enterosit. Adanya bahan-bahan makanan yang sudah didecomposisi ini menyebabkan tekanan osmotik intraluminal kolon akan lebih meningkat lagi. Mekanisme sekretorik atau disebut juga dengan diare sekretorik disebabkan oleh sekresi air dan elektrolit ke dalam usus halus. Kalau pada diare infeksi prinsip dasarnya adalah kemampuan bakteri mengeluarkan toksin-toksin yang bertindak sebagai reseptor untuk melekat pada enterosit. Cyclospora sp. Patofisiologi Patofisiologi dasar terjadinya diare adalah absorpsi yang berkurang dan atau sekresi yang meningkat. dan sisanya akan menimbulkan beban osmotik intraluminal bagian distal. virus Norwalk. Sedangkan. Aeromonas hydrophilia. Staphilococcus aureus dan Clostridium botulinum. sehingga terjadi okumulasi cairan dan sisa makanan. Definisi Secara epidemiologi. antara lain Candidiasis. Shigella. Vibrio cholera. sehingga terjadi diare sekresi. keracunan makanan. Hal ini terjadi. Plesiomonas shigelloides. Cryptosporidium parvum. Berdasarkan waktu. Calcivirus. Di kolon sisa makanan tersebut akan didecomposisi oleh bakteri-bakteri kolon menjadi asam lemak rantai pendek. malabsorpsi makanan dan lain-lain. Diare osmotik terjadi karena tidak dicernanya bahan makanan secara maksimal. maka disamping diare sekresi juga dapat terjadi diare osmotik tergantung dari derajat kerusakannya. Adapun mekanisme yang mendasarinya adalah mekanisme sekretorik. Golongan cacing penyebab diare. Hal ini memicu pergerakan cairan intravascular ke intraluminal. gas hydrogen dan lain-lain. bila absorpsi natrium oleh villi gagal sedangkan sekresi klorida di sel epitel berlangsung terus atau meningkat. Golongan parasit penyebab diare. sehingga sejumlah cairan akan tertarik lagi ke intraluminal kolon sehingga terjadi diare osmotik. diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik. diare akut dibagi menjadi disentri. terdiri dari Rotavirus. kolera dan diare akut (bukan disentri maupun kolera). Giardia lamblia. Blastocyctis hominis dan Enterobius vermicularis. mekanisme osmotik dan campuran. Golongan jamur penyebab diare.Empat unsur utama. Klasifikasi Klasifikasi diare ada beberapa macam. diare didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak atau cair dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dengan atau tanpa darah atau lender dalam tinja. antara lain Entamoeba histolytica. Astrovius. Campilobacter jejuni. Norwalk like virus. pengelolaan diare yang dianjurkan WHO. Zygomycosis dan Coccidioidomycosis. akibat dari insufisiensi enzim. obat-obatan dan edukasi terhadap keluarga dan penderita. jamur. Golongan bakteri penyebab diare. parasit. Clostridium difficile. Golongan virus penyebab diare. dan Adenovirus. Isospora belli. merusak membran enterosit dan kemudian menghancurkan membran enterosit. Berdasarkan manifestasi klinis. antara lain Escherichia coli (EPEC. EHEC. yaitu: pemberian cairan. diet. Makanan dicerna sebagian. mengaktifkan enzim-enzim intraseluler sehingga terjadi peningkatan sekresi. antara lain Strongiloides stercoralis. Atau ibu merasakan adanya perubahan konsistensi dan frekuensi BAB pada anaknya. Salmonella. Capillaria philippinensis dan Trichinella spiralis. Etiologi Sebagian besar (85%) diare disebabkan oleh virus dan sisanya (15%) disebabkan oleh bakteri. Dientamoeba fragilis. diare kronik dibagi menjadi diare persisten dan . alergi makanan. EIEC). Yersinia enterocolitis. ETEC.

obat-obatan. Sedangkan. karena pada saat diare terjadi kekurangan kalori. Setiap diare akut yang disertai darah dan atau lender dianggap disentri yang disebabkan oleh shigelosis sampai terbukti lain. diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik. diare dengan meningitis. pada diare dengan dehidrasi berat pemberian cairan dilakukan secara parenteral. terapi lanjutan. berikan dulu loading cairan 20 ml/kgbb secepatnya. Sedangkan penilaian lengkap status dehidrasi dilakukan setelah syok teratasi. ditujukan untuk mengganti defisit air dan elektrolit dengan kecepatan pemberian cairan yang lebih rendah. Untuk kepentingan terapi. Pemberian cairan pada dehidrasi berat merupakan tindakan kedaruratan medis. yaitu keadaan umum. Pemberian cairan peroral diberikan pada diare tanpa dehidrasi dan dehidrasi ringan sedang. kelopak mata. Pemberian rehidrasi cepat (3-6 jam) parenteral ditujukan untuk memperbaiki sirkulasi dinamik dan mengganti defisit cairan yang terjadi. karena itu ada istilah diare prolong dimana diare yang melanjut lebih dari 7 hari. Diet. WHO merekomendasikan pemakaian zinc. diare dengan BP. umumnya disebabkan oleh agen infeksi. berbau khas seperti “bayklin/sperma”. Dan dikatakan diare kronik bila diare berlang sung lebih dari 14 hari. umur anak lebih dari 3 tahun dan ada KLB dimana penyebaran pertama pada orang dewasa kemudian baru pada anak. Diare persisten lebih ditujukan untuk diare akut yang melanjut lebih dari 14 hari. seperti diare dengan penyakit jantung. 1. Berdasarkan derajat dehidrasi.Pemberian Cairan Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral dan parenteral. diare dengan dehidrasi ringan-sedang dan diare dengan dehidrasi berat. Atau pada diare dehidrasi ringan sedang yang gagal URO terapi cairan dapat kita berikan secara parenteral. rasa haus dan turgor. Tapi setelah rehidrasi tercapai secepat mungkin beralih ke pemberian oral. Rata-rata 95% diare akut terjadi dalam 3-5 hari. untuk mengobati dan mencegah dehidrasi. diare dapat pula dikelompokkan menjadi diare murni dan diare dengan penyulit atau komplikasi. diare dengan penyakit ginjal dan diare dengan hipernatremia. memiliki manifestasi klinis antara lain diare profus seperti cucian air beras. apalagi jika terjadi syok. sering berulang atau diare akut dengan gejala yang ringan yang melanjut lebih dari 14 hari. Berdasarkan waktu. Sedangkan. Derajat dehidrasi ditentukan berdasarkan gambaran klinis. ditujukan untuk memperbaiki sirkulasi dinamik dan fungsi ginjal dengan cara reekspansi cepat volume CES. memakai antibiotik untuk kasus kolera dan disentri. Sedangkan kolera. ada 4 yaitu pemberian cairan. diare dibagi menjadi diare tanpa dehidrasi. pada diare dengan penyulit . Tahapan-tahapan terapi rehidrasi cairan parenteral pada diare dengan dehidrasi berat. dan jika gagal dapat diberikan personde NGT dengan kecepatan maksimal 20 ml/KgBB/jam. edukasi atau penyuluhan. Penatalaksanaan Pengelolaan diare yang dianjurkan menurut WHO. Sedangkan. antara lain terapi awal. umumnya disebabkan oleh agen non infeksi.diare kronik. Pada diare akut murni tanpa penyulit rehidrasi ditujukan untuk mengganti previous water loss (PWL). diare dengan ensefalitis. diare dengan bronkiolitis. Diare akut adalah kumpulan gejala diare berupa defikasi dengan tinja cair atau lunak dengan atau tanpa darah atau lendir dengan frekuensi 3x atau lebih per hari dan berlangsung kurang dari 14 hari dan frekuensi kurang dari 4x per bulan. diare kronik lebih ditujukan untuk diare yang memiliki manifestasi klinis hilang-timbul. perhatikan status glikosa. meneruskan ASI dan makanan lainnya. Sedangkan kasus yang bukan disentri dan kolera dikelompokkan kedalam diare akut.

Penggunaan antibiotik yang tepat adalah berdasarkan hasil kultur. Pada diare dengan penyulit atau komplikasi. WHO juga menganjurkan pemakaian zinc. makanan diberikan setelah keadaan umum membaik. Cl 61.pemberian cairan selama 24 jam.Diet Prinsipnya. pada diare dengan dehidrasi berat. Tujuannya. Pokok penyuluhan meliputi usaha pencegahan diare dan KKP. Zinc merupakan micronutrien esensial bagi tubuh. pemberian diet secara dini dapat mempercepat penyembuhan dan mencegah penurunan berat badan lebih lanjut. antara lain bila diare dehidrasi dengan ringan sedang. dengan ketentuan 4 jam pertama cairan diberikan 1/3 sampai dengan 1/4 dan sisanya 20 jam kemudian. Atau antibiotik juga dapat dipertimbangkan penggunaannya pada diare akut yang melanjut lebih dari 7 hari sambil menunggu hasil kultur dan resistensi feses. rehidrasi dilakukan selama 24 jam (berbeda dengan diare murni yang hanya 3-6 jam). ditujukan untuk mengganti kehilangan cairan yang terjadi atau PWL. K 10. imunisasi dan keluarga berencana.3 mEq/L. diberikan selama 14 hari. 2. mencukupi kehilangan abnormal dari cairan yang sedang berlangsung atau concomitant water loss (CWL).6 mEq/L dan 200 kalori. http://secondking. menjaga stabilitas dinding sel dan ikut serta dalam proses ekspresi dari gen dan pengaturan ion intraseluler. Pada kasus diare. Pada diare dengan dehidrasi berat. Cairan yang diberikan adalah cairan modifikasi Sutejo. pemberian antibiotik tidak diperlukan. pada diare kebutuhan diet meningkat 50% untuk itu dianjurkan untuk tetap memberikan ASI. Yang terdiri dari NaCl 15% 10 ml. Ingat. usaha pertolongan untuk mencegah dehidrasi pada diare dengan menggunakan oralit. Zinc berperan dalam proses pertumbuhan dan diferensiasi sel. Disamping itu. Sedangkan. maka 4 jam pertama 60 ml/kgbb dan sisanya 20 jam berikutnya 190 ml/kgbb. hal inilah yang menyebabkan anak rentan terhadap infeksi terutama infeksi di GIT karena GIT memiliki kandungan limfosit terbanyak setelah timus. Menurut WHO dan Depkes.4 mEq/L.Edukasi atau Penyuluhan Penyuluhan kesehatan dilakukan pada saat visite dan di ruangan khusus di mana orang tua penderita dikumpulkan. Dosis zinc untuk bayi kurang dari 6 bulan adalah 10 mg dan 20 mg untuk yang lebih dari 6 bulan. mengandung Na 63.wordpress.4 mEq/L. HCO3 12. dan mengganti cairan yang hilang melalui keringat dan pernapasan atau inssible water loss (IWL). antibiotik hanya digunakan pada kasus kolera dan disentri. 4. Cara pemberiannya. makanan dan minuman seperti biasanya dengan penambahan porsi. agar keadaan dehidrasi terutama yang berat cepat teratasi. maka 4 jam pertama 50 ml/kgbb dan 20 jam berikutnya 150 ml/kgbb. KCl 10% 4 ml dan NaHCO3 2.Obat-obatan Sebagian besar diare disebabkan oleh virus untuk itu. 3.5% 7 ml dalam 500 ml D5% atau menggunakan KAEN 3A atau KAEN 3B. defisiensi zinc menyebabkan atropi timus akibatnya kandungan limfosit berkurang dan prekursor limfosit di sum-sum tulangpun berkurang akibatnya limfosit dalam darah menurun dan respons imun antibodi juga menurun.com/2008/11/15/diare-2/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .

E dan F. Rotavirus merupakan 50% penyebab diare pada anak balita di Negara maju. Pembagian serotipe ini didasarkan pada perbedaan antigen pada protein virus 7 (VP7). meskipun protein lain juga terlibat dalam mempengaruhi virulensi dari rotavirus. Infeksi rotavirus khas mulai sesudah masa inkubasi kurang dari 48 jam dengan demam ringan sampai sedang dan muntah yang disertai dengan mulainya tinja cair yang sering. NSP3.40% (tahun 1970an). grup A sering menyerang bayi dan grup B jarang menyerang bayi. tapi diare sering berlanjut selama 5-7 hari. Virus ini terdiri dari grup A. Virus ini terdiri dari tiga lapisan yaitu kapsid luar. VP7 ) dan lima protein nonstruktur (NSP1. dan sangat mudah ditemukan dalam pemeriksaan antigen. Virus ini menyebabkan perubahan pada struktur dari mukosa usus kecil. VP6. yang mana langsung menimbulkan respon imun dari penderita dalam bentuk perubahan morfologi dan fungsi sel epitel. Kelainan morfologis ini dapat minimal. ketika terjadi . Walaupun kebanyakan neonatus yang terinfeksi dengan rotavirus tidak bergejala (3). Dalam pandangan klinis infeksi rotavirus terus berkembang dari diare ringan sampai diare berat yang mengakibatkan dehidrasi. VP4. Rotavirus menempel dan masuk dalam sel epitel tanpa kematian sel yang dapat menimbulkan diare. Tinja tanpa sel darah merah atau darah putih yang nyata. NSP 5). VP2. Terdapat empat serotipe major dan paling sedikit 10 serotipe minor dari rotavirus grup A pada manusia. C. Rota virus terdiri dari 11 segmen. Pada anak berumur diatas tiga bulan akan menimbulkan gastroenteritis. berupa pemendekan villi dan terdapatnya infiltrat sel-sel radang mononuklear pada lamina propria. Dua struktur protein yaitu VP7 yang terdiri dari protein G dan glikoprotein dan VP4 yang terdiri dari protein P dan protease pembelahan protein. Sel epitel yang dimasuki oleh virus mensintesis dan mensekresi sitokin dan kemokin. kekurangan elektrolit. sedangkan protein nonstruktur kapsid bagian dalam adalah NSP4 yang merupakan sebagai faktor virulensi dari rotavirus. yang mana setiap kode untuk enam protein struktur ( VP1. VP3. NSP2. tetapi angka morbiditas masih cukup tinggi.(1) Rotavirus adalah virus dengan ukuran 100 nanometer yang berbentuk roda yang termasuk dalam family Reoviridae. Peneletian baru juga mengatakan diare terjadi pada infeksi rotavirus karena adanya protein nonstruktural dari virus yang mirip dengan enterotoksin yang menyebabkan sekresi aktif dari klorida melalui peningkatan kosentrasi kalsium intra sel(2). Protein pembuat kapsid bagian dalam paling banyak adalah VP6. Muntah dan demam khas mereda selama hari kedua sakit. B. merupakan protein yang melapisi bagian luar dari virus dan merupakan pertimbangan yang penting untuk membuat vaksin dari rotavirus. Di negara berkembang seperti Brazil dan Indonesia angkanya berkisar 30% . NSP4.(2) Rotavirus menyerang dan memasuki sel enterosit yang matang pada ujung vili usus kecil. setiap segmen mengandung RNA rantai ganda. kapsid dalam dan inti. dan hasil penelitian baru menunjukan bahwa infeksi rotavirus tanpa kerusakan sel epitel dari usus halus. shock dan kematian pada bayi dan anakanak.Rotavirus Diarheae (Mekanisme Terjadinya Diare yang Disebabkan Rotavirus) REP | 21 February 2011 | 22:20 276 2 Nihil Diare masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. D. Dehidrasi mungkin terjadi dan memburuk dengan cepat. terutama pada bayi. Walaupun angka mortalitasnya telah menurun tajam.

kehilangan berat badan. Intake sangat perlu ditanyakan. volume.reinfeksi akan gejalanya tidak muncul (asimptomatik). mengkoreksi kekurangan cairan elektrolit secara cepat dan mencegah gangguan nutrisi (6). terapi oral sulit dilakukan dan ini memberikan indikasi untuk dilakukan pemberian cairan intravena serta perawatan di rumah sakit Tujuan utama terapi adalah mencegah dehidrasi (rumatan). jumlah buang air kecil. muntah dan diare berair (watery diarrhoea). Eubacterium.(5) Untuk menegakkan diagnosis dari diare akut karena infeksi rotavirus diperlukan pemeriksaan feses dengan metode rapid antigen tests. Masa inkubasi dari rotavirus adalah 1-3 hari. Dalam hal ini faktor imunitas seseorang menjadi salah satu penentu terjadinya infeksi ini. Pada kasus-kasus berat yang diikuti oleh adanya muntah. Dengan serangan tiba-tiba dan memberikan gejala demam. Oleh karena itu pemeriksaan tes antibodi dapat digunakan untuk mendiagnosa rotavirus. diare berdarah atau berlemak. terjadinya dehidrasi yang merupakan komplikasi paling potensial dari infeksi rotavirus. Gejala gastrointestinal akan hilang setelah 3-7 hari. Tes antibodi masih positif sampai 10 hari setelah infeksi pertama dan dapat lebih lama lagi jika terjadi infeksi berulang. Sampai sekarang pun belum ditemukan obat yang mampu untuk membunuh Rotavirus.(5) Anak yang terinfeksi rotavirus biasanya mendapatkan terapi suportif untuk menghilangkan gejala dan komplikasi. Berdasarkan penelitian dari Virdayanti 2002.(1) Anamnesis sangat penting untuk menegakkan diagnosis dari diare oleh karena infeksi virus khususnya rotavirus. dimana sistem imun tubuh yang berperan utama didalam proses penyembuhan. Dari anamnesis dapat diketahui onset. durasi. Antibodi anti rotavirus yaitu imunoglobulin A dan M diekresikan difeses setelah hari pertama terinfeksi rotavirus. Dengan mencermati fenomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai sebagai cara untuk pencegahan dan pengobatan diare baik yang disebabkan oleh Rotavirus maupun mikroorganisme lain. pseudomembran colitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional rasional (antibiotic associated diarrhea) (7. Mikroekologi yang rusak oleh karena pemakaian antibotika dapat dinormalisir kembali dengan pemberian bakteri probiotik. frekuensi dari diare. sehingga tidak terdapat tempat lagi untuk bakteri patogen untuk melekatkan diri pada sel epitel usus sehingga kolonisasi bakteri patogen tidak terjadi. dan Lactobacillus. Salah satu dari pengobatan suportif yang saat ini mulai banyak digunakan adalah penggunaan probiotik (Lactic acid bacteria) yaitu bakteri hidup yang mempunyai efek yang menguntungkan pada host dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik di dalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus. Mekanisme kerja bakteri probiotik dalam meregulasi kekacauan atau gangguan keseimbangan mikrobiota komensal melalui 2 model kerja rekolonisasi bakteri . sehingga metode pengobatan yang digunakan adalah pengobatan suportif. Bakteri baik yang termasuk ke dalam kelompok ini seperti Bifidobacterium. didapatkan bahwa angka kejadian diare akibat Rotavirus adalah merata sepanjang tahun sedangkan diare yang non Rotavirus angka kejadiannya tergantung dari adanya perubahan musim. Contoh. Dimana seseorang dengan imunitas yang rendah memiliki kemungkinan terbesar untuk mendafat infeksi Rotavirus. apakah diare berair (watery diarrhea).8). tetapi penyembuhan infeksi rotavirus mungkin bisa sampai 2-3 minggu (4). riwayat makanan. Dalam melakukan anamnesis pada pasien diare harus lebih fokus pada beratnya diare dan dehidrasi. Hal ini membuktikan bahwa faktor dalam tubuh individu sangat berpengaruh didalam terjadinya infeksi Rotavirus. salah satunya dengan enzyme immunoassay (EIA) dengan sensitivitas dan spesifik lebih dari 98 % atau latex agglutination test yang kurang sensitif dibanding EIA. keadaan ini sering ditangani dengan terapi redidrasi oral.

pada air terkontaminasi dan di tangan.1 tahun. tetapi vaksin rotavirus keluaran MERK dan GSK sedang menunggu proses izin dari Badan POM. Darryl Virgiawan Tanod . Imunisasi ini di Amerika Serikat dan Filipina telah diwajibkan. atau diberikan yogurt yang telah dipasteurisasi sebagai plasebo. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada usia 6 minggu .probiotik dan peningkatan respon imun dari sistem imun mukosa untuk menjamin terutama sistem imun humoral lokal mukosa yang adekuat yang dapat menetralisasi bakteri patogen yang berada dalam lumen usus yang fungsi ini dilakukan oleh secretory IgA (SIgA) (9). Mencegah adhesi patogen pada enterosit 5. Komposisi nutrien 4. Perubahan lingkungan mikro lumen usus (Ph. Terdapat banyak laporan tentang penggunaan tatalaksana diare akut pada anak.12). ternyata reduksi lamanya diare lebih nyata bila yang dianalisis hanya kasus diare yang disebabkan oleh rotavirus (10). Mencegah terjadinya pemajanan dari bayi dan anak kecil dengan orang yang menderita diare akut di dalam lingkungan keluarga dan intitusi (11). Imunomodulasi Saat ini pencegahan terhadap infeksi Rotavirus sudah banyak digunakan terutama di Negara Negara maju.4 pada kelompok plasebo menjadi 1. Infeksi rotavirus bersifat self-limited disease yang terjadi setelah 3-9 hari gejala muncul. Dr. Mekanisme efek probiotik pada diare 1. Pasien secara acak diberikan probiotik (Lactobacillus GG). Perilaku hidup bersih dan sehat mencegah penularan penyakit melalui fekal-oral tidak efektif dalam mencegah penularan virus ini. atau lactobacillus GG diberikan sebagai bubuk kering. Pemberian imunisasi rutin dengan vaksin tersebut akan menurunkan jumlah pasien diare yang dirawat akibat rotavirus secara bermakna. Efek tropik terhadap mukosa usus melalui penyediaan nutrient 7. Rotavirus relatif kebal terhadap disinfektan yang umum digunakan tetapi dapat diinaktivasi dengan klorin. Tetravalent-Rhesus based rotavirus vaccine (RRV-TV) yang telah diizinkan digunakan untuk bayi di Amerika Serikat. Modifikasi toksin atau reseptor toksin 6. Isolauri dan kawan-kawan meneliti 71 anak yang dirawat dengan diare akut. diketahui dapat menurunkan angka penularan infeksi. Oksigen) 2. Lama diare berkurang dari 2. Jadwal yang disarankan adalah 3 dosis berurutan pada usia 2. sementara itu di Indonesia vaksinasi rotavirus belum ada. oleh karena virus dapat hidup untuk jangka lama pada permukaan yang keras. Produksi bahan antimikroba terhadap beberapa patogen 3.4 hari pada kelompok yang disuplementasi.4 dan 6 bulan. Di tempat-tempat penitipan anak. Pada penelitian ini ditemukan juga bahwa 82% diare disebabkan oleh rotavirus. bisa diberikan vaksin rotavirus peroral yaitu. Namun pada kasus ini dapat terjadi dehidrasi berat yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Harganya memang masih mahal. mengenakan baju yang dapat menutup seluruh bagian tubuh bayi termasuk menutup popok bayi. Dengan rehidrasi yang tepat akan dapat mencegah komplikasi yang serius (8. Vaksin diberikan 2-3 kali pada bayi usia 6-8 minggu. Untuk mencegah diare akibat rotavirus.

kompasiana.http://kesehatan.com/ibu-dan-anak/2011/02/21/rotavirus-diarheaemekanisme-terjadinya-diare-yang-disebabkan-rotavirus/ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful