P. 1
Makalah an Asuransi Syariah

Makalah an Asuransi Syariah

|Views: 2,824|Likes:
Published by Dania Juga Ayoee'

More info:

Published by: Dania Juga Ayoee' on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2013

pdf

text

original

PERKEMBANGAN ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Bisnis Dosen Pengampu : ibu Endang Surtasmawati

Disusun oleh : Nurlaela Diyah Saptaningrum 7312309004 7312309014 Dania Wahyu Destiana 7312309010

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2009

BAB I

Jika ditengok ulang perkembangan bisnis asuransi di Indonesia sebenarnya sedikit menunjukkan hal yang cukup menggembirakan dimulai sekitar tahun 2000. LATAR BELAKANG Masih segar dalam ingatan kita tentang peristiwa yang menimpa dunia asuransi Indonesia dimana banyak perusahaan asuransi yang digugat pailit oleh nasabah. Hal ini menyebabkan terjadinya persaingan yang semakin ketat dan munculnya praktik-praktik tidak terpuji di pasar asuransi. Hal tersebut ditandai dengan makin kompleksnya perkembangan industri asuransi umum di Indonesia. yang berafiliasi pada kelompok-kelompok usaha yang besar. Prudential Life merupakan contoh paling baru dimana industri yang berlandaskan kepercayaan ini masih bersifat rentan goncangan. Semakin aktif serta besarnya peranan pialang asuransi yang kadang-kadang juga berperan sebagai pialang reasuransi. menyebabkan terjadinya persaingan suku premi yang makin tajam dalam berbagai jenis asuransi. kedua. perusahaan asuransi banyak yang berperan sebagai fronting company. peranan pialang (broker) asuransi semakin aktif. dan kemungkinan masih akan bertambah lagi dengan adanya permohonan pendirian perusahaan asuransi umum kepada Departemen Keuangan. ketiga. semakin banyak pendirian perusahaan asuransi baru. Banyaknya peristiwa tersebut seakan menyadarkan kita untuk kembali mengkaji ulang apakah master plan asuransi Indonesia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Terdapat kecenderungan semakin banyaknya perusahaan asuransi umum yang bertindak sebagai fronting company untuk bisnis . telah mencapai 109 perusahaan asuransi umum. Disamping itu ada tendensi semakin banyaknya perusahaan. Banyak indikator yang mendukung fenomena tersebut antara lain : pertama. sehingga tingkat profesionalisme menjadi rendah. Sampai dengan akhir Desember 1999.PENDAHULUAN I. Jumlah perusahaan asuransi yang semakin banyak ini tidak diimbangi jumlah tenaga profesional asuransi yang memadai. Dari tahun ke tahun. baik secara terbuka maupun terselubung. jumlah perusahaan asuransi semakin banyak. baik yang baru maupun yang sudah beroperasi. baik swasta nasional maupun perusahaan patungan. setelah sebelumnya peristiwa yang hampir sama menimpa Manulife Indonesia.

Namun akhir-akhir ini mulai muncul kesadaran dari pemerintah untuk mulai membuka kran yang selama ini hanya dikuasai oleh segelintir kelompok tertentu. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam pasar reasuransi internasional telah memberikan pengaruh pada suku premi berbagai jenis pertanggungan. industri asuransi Indonesia harus segera meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitifnya. Menghadapi kondisi mendatang yang begitu berat. perubahan pasar reasuransi internasional. Dan hebatnya lagi pangsa pasar milik kelompok tertentu mencapai hampir 50-60% dari keseluruhan pasar dan hanya menyisakan kurang lebih 40% pasar bebas. juga berpeluang untuk beroperasi mengembangkan bisnis asuransi dan reasuransi di negara-negara lain. jika pasarnya tidak ingin . Jika dikembalikan pada kaidah ekonomi murni pemusatan industri pada segelintir orang ini memang berbahaya karena akan membuat pasar menjadi terkonsentrasi dan makin mengarah pada bentuk oligopoli pasar yang nantinya akan menghasilkan produk yang tidak efisien dan kurang berdaya saing. baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang banyak memberikan pengaruh adalah pasar reasuransi utama seperti di Eropa dan Singapura.Di era mendatang atau dikenal sebagai era globalisasi. Tendensi semakin banyaknya perusahaan asuransi maupun perusahaan reasuransi luar negeri untuk beroperasi dalam bisnis perasuransian di Indonesia. Hal ini terutama dilakukan oleh pialang asuransi patungan atau perusahaan asuransi patungan. Tantangan yang dihadapi oleh dunia asuransi Indonesia makin menguat dengan banyaknya serbuan asuransi asing sebagai dampak langsung globalisasi. Pasar asuransi Indonesia memiliki sifat unik karena bersifat captive atau pasar eksklusif dimana pasar hanya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan milik kelompok tertentu. perusahaan-perusahaan asuransi/reasuransi Indonesia selain menghadapi "serbuan" dari perusahaanperusahaan asuransi/reasuransi asing yang memiliki permodalan yang kuat. "pasar asuransi bebas" (free market) yang terbatas. menyebabkan pasar asuransi semakin kompetitif.asuransi yang berorientasi pada perusahaan multinasional. Kelima. serta teknologi dan sumber daya manusia yang handal. keempat. Namun satu hal yang mungkin agak dilupakan terkait dengan industri asuransi umum di Indonesiadalah keunikan pasar asuransi Indonesia.

c. PERMASALAHAN a. Namun melihat realitas yang marak terjadi akhir-akhir ini mungkin hal tersebut masih tetap menjadi impian semata mengingat kondisi asuransi Indonesia masih belum banyak berubah. d. Bagaimana konsep dasar asuransi syariah di Indonesia ? Apa prinsip dasar asuransi syariah ? Apa tujuan yang ingin dicapai dalam asuransi syariah ? Apa saja pro kontra dalam asuransi modern ? Apa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensionsal ? . e. II. khususnya di Asia Pasifik. Peningkatan keunggulan ini juga harus dilakukan bila perusahaan-perusahaan asuransi/reasuransi nasional juga ingin ikut merebut peluang dalam menggarap lahan bisnis asuransi di manca negara. b.diambil oleh pihak lain.

yang menghabiskan apa yang disimpan untuk menghadapi masa sulit tersebut kecuali sedikit apa yang disimpan. Hal ini tidak dapat ditolak hanya saja kita sebagai manusia juga diperintahkan untuk membuat perencanaan untuk menghadapi masa depan. II. Ayat diatas sangat jelas bahwa berasuransi tidak bertentangan dengan takdir bahkan Allah menganjurkan adanya upaya perencanaan masa depan dengan system proteksi yang dikenal dalam mekanisme asuransi. Nabi yusuf sebagaimana diceritakan dalam surat yusuf. Prinsip Dasar Asuransi Syariah Industri asuransi.BAB II PEMABAHASAN I. Dalam al quran suart yusuf: 43-49. Kemudian sesudah itu akan datang 7 tahun yang amat sulit. dan kematiaan merupakan takdir Allah. baik asuransi kerugian maupun asuransi jiwa. Pada dasarnya islam mengakui bahwa kecelakaan. Secara ringkas ayat ini bercerita tentang pertanyaan raja mesir tentang mimpinya kepada nabi yusuf. Dimana raja mesir bermimpi melihat 7 ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi yang kurus dan dia juga melihat 7 tangkai gandum yang hijau berbuah serta 7 tangkai yang merah mengerin tidak berbuah. dalam hal ini menjawab supaya raja dan rakyatnya bertanam 7 tahun dan dari hasilnya hendaklah disimpan sebagian. Konsep dasar asuransi syariah Sebagian kalangan islam beranggapan bahwa asuransi sama dengan menentang Qodo dan Qodar atau berentangan dengan takdir. memiliki prinsip-prinsip yang menjadi pedoman bagi seluruh penyelenggaraan kegiatan perasuransian dimanapun berada Insurable Interest (Kepentingan Yang Dipertanggungkan) . Allah menggambarkan tentang usaha manusia membentuk system proteksi menghadapi kemungkinan yang buruk dimasa depan. Sangat jelas dalam ayat ini kita dianjurkan untuk berusaha menjaga kelangsungan kehidupan dengan memproteksi kemungkinan kondisi yang buruk. kemalangan.

Dengan demikian Anda tidak berhak memperoleh ganti rugi lebih besar daripada kerugian yang Anda derita. Contoh: Harga pasar kendaraan sebesar 100 juta rupiah. • Pada saat perpanjangan kontrak asuransi. Kepentingan keuangan ini memungkinkan Anda mengasuransikan harta benda atau kepentingan anda. maka anda menerima ganti rugi sebesar 100 juta rupiah. • Pada saat terjadi perubahan pada kontrak asuransi dan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan perubahan-perubahan itu. maka Anda menerima ganti rugi sebesar nilai yang diasuransikan. o 125 juta rupiah. Kewajiban untuk memberikan fakta-fakta penting tersebut berlaku: • Sejak perjanjian mengenai perjanjian asuransi dibicarakan sampai kontrak asuransi selesai dibuat. Hilang. yaitu 100 juta rupiah. yaitu pada saat kami menyetujui kontrak tersebut. dan harga pasar kendaraan saat itu : o 100 juta rupiah. maka Anda tidak berhak menerima ganti rugi. segala persyaratan dan kondisi pertanggungan secara jelas serta teliti. Indemnity(Indemnitas) Apabila obyek yang diasuransikan terkena musibah sehingga menimbulkan kerugian maka kami akan memberi ganti rugi untuk mengembalikan posisi keuangan Anda setelah terjadi kerugian menjadi sama dengan sesaat sebelum terjadi kerugian. Bila terjadi musibah sehingga kendaraan tersebut: 1. . Apabila terjadi musibah atas obyek yang diasuransikan dan terbukti bahwa Anda tidak memiliki kepentingan keuangan atas obyek tersebut. Utmost Good Faith (Kejujuran Sempurna) Yang dimaksudkan adalah bahwa Anda berkewajiban memberitahukan sejelasjelasnya dan teliti mengenai segala fakta-fakta penting yang berkaitan dengan obyek yang diasuransikan. diasuransikan sebesar 100 juta rupiah.Anda dikatakan memiliki kepentingan atas obyek yang diasuransikan apabila Anda menderita kerugian keuangan seandainya terjadi musibah yang menimbulkan kerugian atau kerusakan atas obyek tersebut. Prinsip inipun menjelaskan risiko-risiko yang dijamin maupun yang dikecualikan.

o 75 juta rupiah. penggantian suku cadang. Beberapa cara pembayaran ganti rugi yang berlaku: • Pembayaran dengan uang tunai. setelah memberikan ganti rugi kepada Anda. akan menggantikan kedudukan Anda dalam mengajukan tuntutan kepada pihak ketiga tersebut. atau • Pemulihan kembali. Dengan kata lain. maka penanggung akan menggantikan kedudukan tertanggung dalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menimbulkan kerugian pada tertanggung". yaitu 75 juta rupiah. maka biaya perbaikan. Prinsip kontribusi berarti bahwa apabila kami telah membayar penuh ganti rugi yang menjadi hak Anda. Subrogation (Subrogasi) Prinsip subrogasi diatur dalam pasal 284 kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Contribution (Kontribusi) Anda dapat saja mengasuransikan harta benda yanga sama pada beberapa perusahaan asuransi. Namun bila terjadi kerugian atas obyek yang diasuransikan maka secara otomatis berlaku prinsip kontribusi. 2. ongkos kerja bengkel seluruhnya akan menjadi tanggung jawab kami sehingga maksimum sebesar 100 juta rupiah. Contoh: Anda mengasuransikan satu unit bangunan rumah tinggal seharga 100 juta rupiah kepada tiga perusahaan asuransi: . Rusak akibat kecelakaan. atau • Perbaikan. atau • Penggantian. maka kami berhak menuntut perusahaan-perusahaan lain yang terlibat suatu pertanggungan (secara bersama-sama menutup asuransi harta benda milik Anda) untuk membayar bagian kerugian masing-masing yang besarnya sebanding dengan jumlah pertanggungan yang ditutupnya. maka Anda menerima ganti rugi sebesar harga pasar. yang berbunyi: "Apabila seorang penanggung telah membayar ganti rugi sepenuhnya kepada tertanggung. apabila Anda mengalami kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pihak ketiga maka kami.

00 0.00 = Rp 50.000.00 0.00 .P T A s u r a n s i A P T A s u r a n s i B P = T RP 50.0 00.00 = Rp 100.000.000.

000. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak. waktu dan biaya. Meningkatkan efisiensi.00 III. 2.A s u r a n s i C T o t a l = Rp 200.0 00. . Tujuan Asuransi Syariah 1. 3. yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti. Pemerataan biaya. Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang. 4. karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga.

Asuransi jiwa adalah alat dengan mana suatu usaha dilakukan untuk mengganti kehendak Tuhan 5. Jadi karena berbagai alasan itulah para ulama dengan tegas menyatakan perang terhadap prkatek asuransi modern. Muhammad). Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha pada saat ia tidak dapat berfungsi (bekerja) IV.5. karena peserta asuransi tidak tahu berapa kali cicilan yang akan dibayarkan sampai ia meninggal 6. Asuransi modern merupakan kontrak perjudian 2. Para tokoh yang termasuk kontra asuransi modern antara lain : Sayyid Sabiq. Abdullah al-Qalqii. Para ulama yang pro tehadap asuransi modern tersebut berpendapat : . Sebagai tabungan. Pro Kontra Asuransi Modern Karena dirasa sudah melenceng jauh dari prinsip awal tentang asuransi mutual. karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Asuransi hanyalah pertaruhan 3. Dalam asuransi jiwa jumlah premi tidak tentu. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa. Asuransi bersifat tidak pasti 4. banyak pihak dari kalangan Muslim yang merasa keberatan dengn praktek asuransi modern. Kontrak asuransi ditolak oleh ulama atau kalangan terpelajar Islam dengan berbagai alasan antara lain : 1. Seluruh bisnis asuransi didasarkan pada riba yang hukumnya haram. Perusahaan asuransi menginvestasikan uang yang dibayarkan oleh peserta asuransi dalam surat berharga berbunga. Dalam hal asuransi jiwa si peserta asuransi atas kematiannya berhak mendapatkan jauh lebih banyak dari jumlah yang telah dibayarkannya yang merupakan riba 7. 6. Yusuf Qardhawi dan Muhammad Bakhii al-Muth’i (Muslehuddin. Ditengah derasnya hujatan terhadap praktek asuransi modern ternyata ada beberapa ulama yang justru mendukung pelaksanaan asuransi modern.

karena asuransi ini tidak menjamin suatu peristiwa yang tidak terjadi tapi sebaliknya mengganti kerugian kepada peserta asuransi terhadap akibat-akibat dari suatu peristiwa atau resiko yang sudah ditentukan. Asuransi bukan perjudian juga bukan pertaruhan karena didasarkan pada mutualitas (kebersamaan) dan kerja sama. Asuransi adalah suatu anugerah bagi umat manusia. Kontrak asuransi adalah salah satu ganti rugi yang sesuai dengan hukum Islam. Jelas dari ucapan Nabi saw bahwa kontrak penjualan dilarang bila penjual tidak sanggup menyerahkan barang yang dijanjikan kepada pembeli karena sifatnya yang tidak tentu. 2. karena telah diketahui jumlah hartanya. 3. Begitulah seiring dengan perjalanan waktu perdebatan antara kaum pro dan kontra asuransi terus berlangsung. Ditengah perdebatan sengit tersebut kemudian muncul kaum yang moderat dalam arti mereka tidak langsung menolak asuransi modern namun juga tidak langsung membenarkan. Keberatan mengenai tidak tentunya asuransi jiwa dalam arti bahwa peserta suransi tidak mengetahui berapa banyak jumlah cicilan yang dibayarnya sampai kematiannya adalah tidak beralasan. Gerakan kooperatiflah yang mengurangi kerugian akibat peristiwa tertentu dan itu didukung oleh ayat Al Quran :”Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan)kebajikan dan taqwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. karena ia melindungi mereka dari bahaya yang mengancam jiwa dan harta mereka dan memberikan keuntungan bagi perdagangan dan industri. Perjudian adalah suatu permainan keberuntungan dan karenanya merusak masyarakat. 4. Wahab Khalaf. Mustafa Akhmad Zarqa. Keberatan mengenai riba dalam asuransi tak berguna sebab asuransi membolehkan peserta asuransi untuk tidak menerima lebih dari yang telah dibayarnya. Mereka juga menambahkan bahwasanya secara tidak langsung kontrak bantuan(‘aqd al-muwalat) dalam Islam serupa dengan asuransi kewajiban. Kaum ini berpendapat bahwa : . Asuransi jiwa bukan alat untuk menolak kekuasaan Tuhan atau menggantikan kehendak-Nya. Itulah secara ringkas pendapat dari pihak ulama yang pro terhadap praktek asuransi modern. Muhammad Yusuf Musa.1. 5. Abd Rakhman Isa. Para tokoh yang setuju dengan asuransi modern antara lain : Abd. Ketidakpastian dalam transaksi dilarang dalam Islam karena menyebabkan perselisihan.

Jelas ada unsur ketidak pastiandan kekacau-balauan dalam asuransi yang seringkali mengakibatkan kerugian bagi individu dan keuntungan yang banyak bagi perusahaan. Asuransi kendaraan untuk perbaikannya tidak dilarang namun asuransi jiwa adalah semacam perjudian karena tidak ada pembenaran bagi seseorang yang memberikan hanya sebagian dari suatu jumlah untuk berhak mendapat seluruhnya jika ia meninggal(riba).1. V. Pendapat ketiga ini di anut antara lain oleh :Muhammda Abdu Zahrah. Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong menolong). o Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. Asuransi dalam segalan jenisnya adalah contoh kerja sama dan berguna bagi masyarakat. Dimana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. o Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil diinvestasikan (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional.Sedangkan pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga. 2. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli(jual beli antara nasabah dengan perusahaan). o Bila ada peserta yang terkena musibah untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru’(dana sosial) seluruh peserta yang sudah . Sistem asuransi adalah haram jika dilandasarkan pada riba. Berdasar pandangan dari golongan ketiga inilah kemudian muncul pendapat bahwa asuransi sosial diperbolehkan akan tetapi asuransi komersial adalah haram hukumnya. 3.

Adapun dalam asuransi konvensional maka hal itu tidak mendapat perhatian. Sedangkan dalam asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Sedangkan dalam asuransi konvensional dan apembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. Jika tidak ada klaim nasabah tak memperoleh apa-apa.diikhlaskan untuk keperluan tolong menolong. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. o Keuntungan investasi di bagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dengan prinsip bagi hasil. o Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan. .

Jika terjadi kecelakaan ia berhak mendapatkan semua yarat yang dijanjikan. namun bisa saja dia tidak mendapatkannya. Hal ini akan lebih jelas dalam asuransi jiwa. Pada transaksi asuransi tersebut terdapat ketidaktahuan dan ketidak pastian. karena tidak termasuk transaksi yang dikenal oleh fikih islam. 1. Dimana masing – masing pihak berusaha melimpahkan kerugian kepada pihak lain. 4. Meliaht keempat hal diatas. Perselisihan tersebut bisa berujung ke pengadialn. Asuransi ini termasuk jenis perjudian. Jadi pada hakikatnya transaksi ini adalah tukar menukar uang. Transaksi ini bisa mengantarkan kedua belah pihak pada permusuhan dan perselisihan ketikas terjadinya musibah. Kesimpulan Asuransi yang selama ini digunakan oleh mayoritas masyarakat ( non syariah ) bukan merupakan asuransi yang dikenal oleh para pendahulu dari kalangan ahli fiqih. Di dalamnya terdapat riba.untungan atau tanpa pekerjaan. karena salah satu pihak membayar sedikit harta untuk mendapatkan harta yang lebih banyak dengan cara untung. Asuransi . dan tidak pula dari kalangan para sahabat yang membahas hukumnya. dimana seseorang yang memberi polis asuransi membayar sejumlah kecil dana atau premi dengan harapan menedapatkan uang yang lebih banyak dimasa yang akan dating. tapi jika tidak maka ia tidak akan mendapatkan apapun. baik riba fadl dan riba nasiah. 3. 2. dapat diaktakan bahwa transaksi dalam asuransi yang selama ini kita kenal. dimana tidal diketahui siapa yang akan mendapatkan keuntungan atau kerugian pada saat berakhirnya periode asuransi. maka ini jelas mengandung unsur riba. belum sesuai transaksi yang dikenal dalam fiqih islam. dan dengan adanya tambahan dari uang yang dibayarkan.BAB III PENUTUP A.

Melalui transaksi yang sesuai denganfiqih islam. asuransi syariah. dapat ditrima oleh masyarakat dan berkembang cukup pesat pada beberapa tahun akhir ini. Dan pada akhinya semua dana yang dikelola tersebut ( dana Tabarru’ ) nantinya akan dipergunakan untuk mengahdapidan mengantisipasi terjadinya musibah / bencana / klaim yang terjadi diantaar peserta asuransi. kita mempersiapkan diri secara financial dengan tetap mempertahankan prinsip – prinsip . Asuransi syariah dengan perjanjian diawal yang jelas dan transparan dengan akad yang sesuai syariah. dimana dana – dana dan premi asuransi yang terkumpul ( dana tabarru’ ) akan dikelola secara professional oleh perusahaan asuransi syariah melalui investasi syarr’I dengan berlandaskan prinsip syariah.syariah dengan prinsip taawunnya.

DAFTAR PUSTAKA www.com www.co.sinarharapan.id .detik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->