P. 1
Peningkatan Membaca Pemahaman Menggunakan Teknik Skema

Peningkatan Membaca Pemahaman Menggunakan Teknik Skema

|Views: 10,307|Likes:
Published by mouniqamiya
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN FAKTA DAN OPINI PADA EDITORIAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SKEMA UNTUK SISWA KELAS XI IPS 1, SEMESTER II SMA KOLESE DE BRITTO YOGYAKARTA 2010/2011 SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh:

HERLINDA MIPUR MARINDANG 061224002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN FAKTA DAN OPINI PADA EDITORIAL DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SKEMA UNTUK SISWA KELAS XI IPS 1, SEMESTER II SMA KOLESE DE BRITTO YOGYAKARTA 2010/2011 SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

Oleh:

HERLINDA MIPUR MARINDANG 061224002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA, DAN DAERAH JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU

More info:

Categories:Types, Research
Published by: mouniqamiya on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2015

pdf

text

original

Hasil penelitian peningkatan membaca pemahaman, khususnya dalam

membedakan fakta dan opini pada editorial dapat dilihat dari rata-rata yang

diperoleh siswa mulai dari prates, siklus I, dan siklus II (lihat lampiran I). Secara

umum, hasil dari penelitian ini dapat dilihat pada grafik 4.1 di bawah ini.

Grafik 4.1

Nilai Rata-rata Keterampilan Membaca Pemahaman dan Ketuntasan Siswa

Secara Umum Melalui Teknik Skema dari Prates, Siklus I dan Siklus II

93

Berdasarkan grafik di atas, dapat dilihat secara umum bahwa keterampilan

membaca pemahaman siswa, khususnya dalam membedakan fakta dan opini pada

editorial selalu mengalami peningkatan dari prates, siklus I, dan siklus II. Hal ini

dapat dilihat dari data yang telah diperoleh, yaitu berupa nilai tes membaca

pemahaman oleh siswa. Hasil prates menunjukkan bahwa terdapat 13 siswa dari

30 siswa atau 43,3% yang mendapat nilai di atas atau sama dengan standar

keberhasilan yang telah ditetapkan, yakni 65, siswa yang nilainya berada di bawah

65 sebanyak 17 siswa atau 56,6%. Prosentasi ini berlaku untuk nilai tes membaca

pemahaman fakta. Sedangkan prosentase nilai untuk membaca pemahaman opini

pada prates, terdapat 14 siswa atau 46,6% yang mendapat nilai di atas atau sama

dengan standar keberhasilan yang telah ditetapkan, dan terdapat 16 siswa atau

53,3% yang nilainya berada di bawah nilai tuntas. Nilai rata-rata kelas yaitu

64,8%. Data pada siklus I dan siklus II bisa dilihat pada hasil pembahasan tiap

siklus di awal penjelasan.

94

Setelah mengetahui peningkatan nilai rata-rata di atas, ada beberapa

perbedaan tindakan dan hasil tindakan pada siklus I dan siklus II yang mendukung

bahwa penelitian tindakan ini cukup sampai pada siklus II. Perbedaan-perbedaan

itu dapat dilihat dari topik yang dipilih, waktu yang diperpanjang, dan aktivitas

siswa selama tindakan berlangsung. Agar lebih jelas, perbedaan-perbedaan itu

dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.3

Perbedaan Tindakan Pada Siklus I dan Siklus II

No Letak Perbedaan

Siklus I

Siklus II

1. Topik yang dipilih Topik yang dibahas pada
siklus I yaitu “Antisipasi
Pembatasan

BBM”.
Namun, siswa kurang
antusias untuk membahas
topik ini. Hal ini terjadi
karena banyak siswa yang
tidak

mengikuti

pemberitaan

seputar
subsidi BBM yang
dikeluarkan

oleh
pemerintah. Oleh karena
itu pula, banyak siswa
yang kurang maksimal
dalam mengerjakan soal
apalagi

ketika
menganalisis perbedaan
pernyataan fakta dan opini
pada editorial tersebut.

Topik yang dibahas pada
siklus

II

yaitu

“Kehilangan
Momentum”. Topik ini
berkaitan dengan tokoh
Gayus Tambunan. Pada
prakteknya, banyak siswa
yang antusias untuk
membahas topik ini.
Selain itu, meski siswa
tidak banyak yang
mengikuti perkembangan
berita, namun karena
terlilit kasus yang
fenomenal, maka Gayus
Tambunan menjadi topik
yang sangat menarik
untuk dibahas.

2. Waktu

yang

diperpanjang

Waktu yang dipergunakan
dalam siklus I hanya 1
jam pelajaran (1 x 45’)
saja. Hal ini membuat
siswa banyak yang
mengeluh karena waktu

Waktu yang diperguna-
kan pada siklus II
menjadi

dua

jam
pelajaran (2 x 45’). Hal
ini

menjadikan
pembelajaran menjadi

95

dirasa kurang.

lebih efektif. Kesempatan
siswa

untuk
menyelesaikan soal dan
membuat skema menjadi
lebih banyak.

3. Aktivitas siswa
selama tindakan
berlangsung

Aktivitas siswa dalam
kegiatan

pembelajaran

yaitu:
1) siswa

bermalas-
malasan dan masih
belum

siap

menerima
pembelajaran
2) siswa masih sibuk
dengan urusannya
sendiri
3) siswa

belum

terfokus

pada
penjelasan materi
yang

diberikan

materi
4) beberapa

siswa

bertanya

untuk
mendapat penjelasan
menyangkut materi

5) beberapa

siswa
melakukan interaksi
dengan

guru

(peneliti)

6) siswa

masih
kebingungan ketika
diminta membuat
skema berpikir

7) siswa

tidak

maksimal

dalam
mengerjakan latihan
soal

Aktivitas siswa dalam
kegiatan

kegiatan

pembelajaran yaitu:
1) siswa sudah siap
menerima pelajaran
2) siswa antusias dan
aktif

dalam

mengeluarkan
pendapat

seputar

tokoh

Gayus

Tambunan
3) siswa antusias ketika
membuat

skema
tentang tokoh Gayus
Tambunan

4) siswa

menyelesaikan LKS
dengan waktu tepat
waktu dan disiplin

96

Tabel di atas merupakan perbedaan tindakan yang dilakukan pada siklus I

dan siklus II. Perbedaan-perbedaan itu menunjukkan bahwa keterampilan

membaca pemahaman siswa dalam membedakan fakta dan opini pada tindakan

siklus I lebih baik dari tindakan siklus I. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas siswa

yang semakin proaktif selama kegiatan pembelajaran berlangsung pada tindakan

siklus II.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->