P. 1
Pengertian Gizi

Pengertian Gizi

|Views: 2,369|Likes:

More info:

Published by: Fakhrurrazie Wali Al-Ghifari on May 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

STATUS GIZI DAN TUMBUH KEMBANG

A. Pengertian Gizi

Gizi adalahsuatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk

mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ -organ, serta menghasilkan energi.

Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat.

Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur -unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makananyaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari.

Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang.

Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

Gizi Seimbang Gizi Seimbang adalah makanan yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5 kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan (Dirjen BKM, 2002). Menu seimbang : menu yang terdiri dari beranekaragam makanan dengan jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan (Almatsier, 2001) Peranan berbagai kelompok bahan makanan tergambar dalam piramida gizi seimbang yang berbentuk kerucut. Populer dengan istilah ³TRI GUNA MAKANAN´. 1. Sumber zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepungtepungan yang digambarkan di dasar kerucut. 2. Sumber zat pengatur yaitu sayuran dan buah-buah digambarkan bagian tengah kerucut. 3. Sumber zat pembangun, yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan, digambarkan bagian atas kerucut. Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Gizi Seimbang 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ekonomi (terjangkau dengan keuangan keluarga) Sosial budaya (tidak bertentangan) Kondisi kesehatan Umur Berat badan Aktivitas Kebiasaan makan (like or dislike). Ketersediaan pangan setempat.

Pada tahun 1995 Direktorat Gizi Depkes mengeluarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari 4 sehat 5 sempurna

1. Makanlah aneka ragam makanan Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat untuk kesehatan. Makanan harus mengandung unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kuantitas maupun kualitas. Idealnya, ada zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi Energi dapat tercukupi dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak. Tanda kecukupan energi dapat dipantau dengan keadaan berat badan yang normal. Pemantauan berat badan dilakukan pada bayi, balita dan usia sekolah dengan menggunakan KMS; pada orang dewasa dengan penghitungan IMT (Indeks Massa Tubuh); dan pada lansia dengan KMS Usila.Kelebihan energi disimpan dalam bentuk lemak/ jaringan lain. Bila kelebihan tersebut berlanjut maka akan timbul penyakit (hipertensi, jantung, DM, dll). Sedangkan untuk menutupi kekurangan energi, diambilkan cadangan energi dari jaringan otak/ lemak. Bila keadaan ini berlanjut sebabkan penurunan daya kerja/ produktivitas kerja, prestasi belajar dan kreativitas, penurunan BB dan kekurangan gizi lain. 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energiDua kelompok karbohidrat adalah karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Golongan karbohidrat kompleks: padi-padian (beras, jagung, gandum); umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang) serta tepung, sagu dan pisang. Karbohidrat kompleks penyerapannya lebih lama sehingga tidak membuat mudah lapar. Golongan karbohidrat sederhana : gula (menyebabkan mudah lapar).Pembatasaan konsumsi gula dianjurkan sampai 5% dari jumlah kecukupan energi atau ± 3 ± 4 sendok makan setiap hari. Apabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat kompleks (selain gula) melebihi 60% atau 2/3 bagian dari energi yang dibutuhkan, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineral sulit dipenuhi. 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi Adapun guna lemak dan minyak adalah untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E, K dan menambah lezat hidangan. Tiga golongan lemak: lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda (paling mudah dicerna), lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal (mudah dicerna), dan lemak yang mengandung asam lemak jenuh (sulit dicerna).Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal: berasal dari nabati, kecuali minyak kelapa. Sedangkan makanan sumber asam lemak jenuh: berasal dari hewani.Konsumsi lemak dan minyak kurang sama dengan 10% dan tidak lebih dari 25 % dari kebutuhan energi. Komposisi konsumsi lemak nabati: hewani= 2 : 1Kebiasaan mengkonsumsi lemak hewani berlebihan menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. Sedang makan ikan mengurangi risiko penyakit jantung koroner,

oleh karena lemak ikan mengandung asam lemak omega 3. Asam lemak omega 3 berperan mencegah terjadinya penyumbatan lemak pada dinding pembuluh darah. 5. Gunakan garam beryodium Garam beryodium yang dianjurkan adalah garam dg KIO3 (Kalium iodat) sebanyak 30-80 ppm. Sesuai Keppres No. 69 tahun 1994 menyatakan bahwa kekurangan yodium dapat mengakibatkan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium); gondok; kretin dan penurunan IQ. Indonesia kehilangan 140 juta IQ point akibat GAKY. Dasar penghitungan klasifikasi pengurangan point IQ adalah : Kretin (GAKY berat) Gondok Bayi di daerah GAKY GAKY bentuk lain 50 poin 5 poin 10 poin 10 poin

Catatan : Rata-rata IQ manusia normal = 110 IQ dibawah 80 point tergolong bodoh IQ point merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam hal berpikir, memecahkan masalah dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Anjuran pemberian yodium : Anak SD (daerah endemik berat) Wanita usia subur (WUS) Ibu hamil Ibu menyusui 1 kapsul / tahun 2 kapsul / tahun @ 200 mg 1 kapsul / tahun 1 kapsul / tahun selama menyusui

Konsumsi garam beryodium ± 6 gram per hari/ 1 sendok teh. Mutu garam baik dengan Tes Kit Yodina. Hasil warna garam yang bermutu baik adalah biru keunguan. 6. Makanlah makanan sumber zat besi Fe merupakan unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan Fe dapat berakibat Anemia Gizi Besi (AGB). Adapun Tandatanda AGB : pucat, lemah lesu, pusing dan penglihatan berkunang-kunang; kadar Hb kurang dari normal. Resiko AGB bagi ibu hamil adalah BBLR, perdarahan dan kematian. Bagi anak-anak adalah kemampuan belajar turun. Sedangkan bagi orang dewasa adalah penurunan produktivitas kerja. Sumber utama zat besi adalah bahan pangan hewani dan kacang -kacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Zat besi Fe pangan asal hewani/haeme lebih mudah diserap (10-20%) daripada zat besi pangan asal nabati/non haeme (1-2%).Insidensi atau angka kejadian AGB di Indonesia : tidak lebih sama dengan 63% bumil dan 55% balita.Zat gizi yang membantu penyerapan Fe diantaranya protein hewani seperti daging, ikan dan telur, vitamin C, vitamin A, Zink (Zn) dan asam folat. Program pemberian

Tablet Tambah Darah (TTD) bagi ibu hamil adalah 1 TTD selama 90 hari. Untuk balita dapat diberikan preparat besi dalam bentuk sirup. Kandungan 1 TTD = 200 mg ferrosulfat = 60 mg besi elemental + 0,25 mg asam folat. 7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan ASI merupakan makanan terbaik bayi. Pemberian : 0-6 bulan (asi eksklusif = pemberian ASI saja tanpa makanan lain). Kegagalan asi eksklusif sebabkan jumlah sel otak berkurang 15-20%.MP-ASI: makanan/ minuman pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Biasakan makan pagi Manfaat makan pagi adalah untuk memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan tubuh, meningkatkan produktifitas kerja dan meningkatkan konsentrasi belajar. Kebiasaan makan pagi, membantu memenuhi kecukupan gizi sehari-hari. Sedangkan resiko tidak membiasakan makan pagi adalah gangguan kesehatan yang berupa menurunnya kadar gula darah.

8.

9. Minumlah air bersih, Aman yang cukup jumlahnyaAir yang kita minum harus bersih dan aman (bebas dri kuman). Fungsi air dalam tubuh adalah untuk melancarkan transportasi zat gizi dlm tubuh; mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh; mengatur suhu tubuh; melancarkan dlm buang air besar dan buang air kecil.Kebutuhan air minum ± 2 liter sehari/ 8 gelas sehari, dengan kecukupan air minum dapat mencegah dehidrasi dan menurunkan resiko batu ginjal. 10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur Manfaat dari melakukan aktifitas fisik adalah meningkatkan kebugaran; mencegah kelebihan berat badan; meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot; memperlambat proses penuaan. Olahraga teratur disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan kondisi kesehatan. Salah satunya dengan membiasakan jalan kaki dengan jarak tempuh ± 50-100 m. 11. Hindari minuman yang beralkohol Alkohol mengandung energi, tapi tidak terdapat unsur gizi lain. Akibat kebiasaan minum minuman beralkohol adalah terhambatnya proses penyerapan gizi; hilangnya zat-zat gizi yang penting, meski mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup; kurang gizi; penyakit gangguan hati; kerusakan saraf otak dan jaringan. Sedangkan efek samping minuman alkohol: sering buang air kecil, ketagihan dan hilang kendali diri. 12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan Selain bergizi lengkap dan seimbang, makanan juga harus layak konsumsi (aman untuk kesehatan). Syarat makanan aman adalah ³wholesome´ (zatzat gizi tidak banyak yang hilang dan bentuk fisiknya masih utuh. Kecuali, bila makanan sengaja akan diolah dan diubah bentuk fisiknya).

Ciri makanan yang tidak sehat adalah berlendir, berjamur, aroma dan rasa berubah; lewat tanggal kadaluwarsa dan rusak pada kemasan; terdapat zat/ bahan pengawet; cara pengolahan yang tidak benar. 13. Bacalah label pada makanan yang dikemas Label adalah keterangan tentang isi, jenis, ukuran bahan-bahan yang digunakan, susunan zat gizi, tanggal kadaluwarsa dan keterangan penting lain. Beberapa singkatan yang lazim digunakan dalam label antara lain: MD ML Exp Makanan yang dibuat di dalam negeri Makanan luar negeri (import) Tanggal kadaluarsa, artinya batas waktu makanan tersebut masih layak dikonsumsi. Sesudah tanggal tersebut, makanan tidak layak dikonsumsi Standart Nasional Indonesia (keterangan mutu makanan telah sesuai dengan persyaratan) Sertifikat penyuluhan

SNI SP

B. Penilaian Status Gizi

Status gizi adalahEkspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu, contoh gondok endemik merupakan keadaaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Macam-macam penilaian status gizi 1. Penilaian status gizi secara langsung Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia dan biofisik. a. Antropometri 1) Pengertian Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi

berhubungandenganberbagimacam

pengukurandimensitubuhdan

komposisitubuhdari berbagai tingkat umurdantingkat gizi.Penggunaan antropometri secara umum digunakan untuk melihat adanya

ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbanganini terlihat pada pola pertumbuhanfisik danproporsijaringantubuh

sepertilemak, ototdan jumlah air dalam tubuh. Dalamprogram gizi masyarakat, pemantauanstatusgizi anakbalita menggunakanmetode antropometri. Antropometrisebagaiindikatorstatusgizi dapat

dilakukandenganmengukurbeberapaparameter, antara lain: umur,berat badan,tinggi badan, lemakdibawah lingkarkepala, kulit.Beberapa

lingkarlengan,lingkarpingguldantebal

indeksantropometri yang seringdigunakan yaituberatbadanmenurun umur(BB/U), tinggibadan menurut umur (TT/U) dan berat badan

menurut tinggi badan(BB/TB).Berat badanadalah salah satuparameter yang memberikan gambaran masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitif terhadap Perubahan±perubahan yang

mendadakmisalnyakarenaterserangpenyakit infeksi, menurunnya nafsu makan atau menurunnya jumlah makanan badan (BB) juga merupakan yang dikonsumsi. Berat antropometriyang

parameter

sangatlabildalam

keadaannormal

dimanakeadaankesehatanbaikdan

keseimbangan antara konsumsi dan kebutuhangizi terjamin, maka BB berkembang mengikuti pertambahan umur(Supariasa, 2001).

2) Penggunaan Antropometri secara umum digunakan untuk melihat

ketidakseimbangan asupan protein dan energi. Ketidakseimbangan ini terlihat pada pola pertumbuhan fisik dan proporsi jaringan tubuh seperti lemak, otot dan jumlah air dalam tubuh.

3) Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) Salah satu contoh penilaian ststus gizi dengan antropometri adalah Indeks Massa Tubuh. Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan alat atau cara yang sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Berat badan kurang dapat meningkatkan

resiko terhadap penyakit infeksi, sedangkan berat badan lebih akan meningkatkan resiko terhadap penyakit degeneratif. Oleh karena itu, mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup yang lebih panjang.

Pedoman ini bertujuan memberikan penjelasan tentang cara-cara yang dianjurkan untuk mencapai berat badan normal berdasarkan IMT dengan penerapan hidangan sehari-hari yang lebih seimbang dan cara lain yang sehat.Untuk memantau indeks masa tubuh orang dewasa digunakan timbangan berat badan dan pengukur tinggi badan. Penggunaan IMT hanya untuk orang dewasa berumur > 18 tahun dan tidak dapat diterapkan pada bayi, anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan.

Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:

Berat Badan (Kg) IMT = ------------------------------------------------------Tinggi Badan (m) X Tinggi Badan (m)

Pada akhirnya diambil kesimpulan, batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut: Kategori Kurus Kekurangan berat badan tingkat berat IMT <> 17,0 ± 18,4 18,5 ± 25,0 25,1 ± 27,0 > 27,0

Kurus sekali Kekurangan berat badn tingkatringan Normal Gemuk Obes Normal Kelebihan berat badan tingkat ringan Kelebihan berat badan tingkat berat

Untuk mengukur status gizi anak baru lahir adalah dengan menimbang berat badannya yaitu : jika ” 2500 gram maka dikategorikan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) jika 2500 ± 3900 gram Normal dan jika •

4000 gram dianggap gizi lebih.Untuk Wanita hamil jika LILA (LLA) atau Lingkar lengan atas <>

b. Klinis 1) Pengertian Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervicial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral atau pada organorgan yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid. Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau riwayat penyakit 2) Penggunaan Penggunaan metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical surveys). Survei ini dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Di samping itu digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan melakukan pemeriksaan fifik yaitu tanda (sign) dan gejala (Symptom) atau riwayat penyakit.

c. Biokimia 1) Pengertian Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.

2) Penggunaan Metode ini digunakan untuk suata peringatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapat lebih banyak menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik.

d. Biofisik 1) Pengertian Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain darah, urine, tinja, dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot. Penggunaan metode ini digunakan untuk suatuperingatan bahwa kemungkinan akan terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis yang kurang spesifik, maka penentuan kimia faali dapatlebih banyak menolong dibandingkan untuk

menentukan kekurangan gizi yang spesifik.. 2) Penggunaan Umumnya dapat digunaakan dalam situasi tertentu seperti kejadian buta senja epidemik (epidemic of night blindnes). Cara yang digunakan adalah tes adaptasi gelap. 2. Penilaian gizi secara tidak langsung Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi tiga yaitu : Survei Konsumsimakanan, statistik vital dan faktor ekologi.

a.

Survei Konsumsi Makanan 1) Pengertian Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi.

2) Penggunaan

Pengumpulan data konsumsi makanan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu. Survei ini dapat mengidentifikasikan kelebihan dan kekurangan zat gizi.

b.

Statistik Vital 1) Pengertian Pengukuran status gizi dengan statistik vital adalah dengan

menganalisis dan beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan.

2) Penggunaan Penggunaannya dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat.

c.

Faktor Ekologi 1) Pengertian Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dll.

2) Penggunaan Pengukuran faktor ekologi dipandang sangat penting untuk

mengetahui penyebab malnutrisi di suatu masyarakat sebagai dasar untuk melakukan program intervensi gizi.

C. KlasifikasiStatusGizi

Dalambukupetunjuk

TeknikPemantauanStasusGizi

(PSG)anakbalitatahun1999,klasifikasi statusgizi dapat diklasifikasikan menjadi5

yaitu:gizilebih,gizibaik,

gizisedang, World

gizi Health

kurangdangiziburuk.Bakurujukanyangdigunakanadalah Organization - National indeks berat

Center For Health Statistic (WHO-NCHS), dengan Direktorat BinaGizi Masyarakat, (PSG)anakbalita dengan klasifikasi

badan menurut umur.

DepkesdanPemantauan tahun1999menggunakanrujukan sepertiterlihatpadatabel.

StatusGizi WHO-NCHS

Tabel2.1 Klasifikasistatusgizi menurutWHO-NCHS Kategori Gizi lebih Gizibaik Gizisedang Gizikurang Giziburuk Cutof poin *) >120 % MedianBB/UbakuWHO-NCHS 80 % -120% Median BB/UbakuWHO-NCHS 70 %-79,9% Median BB/UbakuWHO-NCHS 60 %-69,9% Median BB/UbakuWHO-NCHS <60 % MedianbakuWHO- NCHS WHO±NCHS,pemantauan statusgizi

Selainmenggunakanstandartdari

balitajugadapat mengunakan³percentil ³yaitudengan memilih angka yang sama dengan median atau nilai setengahberadadibawahnya. NationalCenterForHealthStatistics(NCHS)menentukanpersentilke5sebagaibatasgi zibaikdankurang,sertapersentil95sebagai batasgizilebihdan baik (Supariasa, 2002). tengah dari jumlahpopulasi beradadiatasnyadan

4. FaktoryangMempengaruh StatusGizi

Banyakfaktoryangmempengaruhi

statusgizi

seseorang,

faktor-

faktoryangmempengaruhi statusgizi dibagi menjadidua yaitu secaralangsung dan tidak langsung.

a. Faktor yang mempengaruhi secaralangsung : Menurut(Soekirman, 2000), penyebab langsung timbulnyagizi kurangpada anakadalahkonsumsi makanan danpenyakit infeksi,kedua penyebabtersebut

saling

berpengaruh.Dengandemikian

timbulnyagizikurang

tidak

hanyakarenakurangmakanantetapijuga penyakitinfeksi,terutamadiare daninfeksisaluran

karenaadanya pernafasanakut.

Anakyangmendapatkanmakananyang cukupbaiktetapi seringterserangdemam ataudiare, akhirnyaakandapat menderita gizi kurang, sebaliknya anak yangtidakmemperolehmakanancukupdan seimbangdaya tahantubuhnyadapat melemah.Dalam nafsumakan keadaanini anak akanmudahterserangpenyakitdankurang Akhirnyaberatbadan anak akan

sehinggaanakkekuranganmakanan. terusberlangsung

anakmenurun,apabilakeadaanini

menjadikurusdantimbullahmasalahkurang gizi.

b. Faktor yangmempengaruhisecara tidaklangsung: 1) DayabelidanKetahananPangan diKeluarga Ketahanan pangan adalah kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan panganseluruhanggota jumlahyangcukupdanbaikmutunya panganditentukanolehadanyapangan keluarga Tingkat dalam konsumsi

yangcukupyangdipengaruhi yang

olehkemampuankeluarga untukp emperolehbahanmakanan

diperlukan (Happer,1996). Dayabelikeluargabiasanyadipengaruhi oleh faktor harga dan pendapatan keluarga. Dayabeli keluarga dipengaruhi olehketersediaanpangankeluarga berkurang sehingga konsumsi makanan juga berkurang yangdampaknyadapat gangguangizi(Soekirman, 1990). menyebabkan

2) Polaasuhgizi Polaasuh gizi merupakan faktor yang secara tidaklangsung mempengaruhi konsumsi makananpada bayi.Dengan demikian pola asuhgizi dan faktorfaktor yang mempengaruhinyamerupakanfaktor tidak

langsungdaristatusgizi. Adapunfaktor-faktoryang mempengaruhi polaasuh gizisudah dijelaskan diatas diantaranya:tingkat pendapatan keluarga,tingkat pendidikan ibu,tingkatpengetahun ibu, aktivitasibu, jumlahanggotakeluarga danbudaya pantangmakanan.

3) JarakKelahiranYang Terlalu Rapat Jarak kelahiran akan mempengaruhi jarakkelahiran statusgizi yang anakdalam maka

keluarga.Denganadanya

dekat

kebutuhanmakananyangseharusnya hanya diberikan pada satu anak akan terbagi dengan anakyang lainyangsama-samamemerlukangiziyang

optimal(Moehji, 2002).Anak yangberusiadibawahlimatahun masih sangat memerlukan perawatan ibunya,baikperawatan makananmaupun

perawatankasih sayang. Jika dalam masa tahun ini ibu hamil lagi maka bukan saja perhatian ibu terhadap anak menjadi berkurang akan tetapi AS1yangmasihaktifsangatdibutuhkananak Anakyangbelumdipersiapkan akanberhentikeluar.

secarabaikmenerimamakananpengganti

AS1yang kadang-kadang mutu gizi anakmakanan tersebut juga rendah. Haliniakanmenyebabkanstatus gizianak kurang.

4) SanitasiLingkungan Sanitasi lingkungan memiliki peran yang cukup

dominandalampenyediaanlingkunganyang mendukung kesehatan anak dan tumbuhkembangnya. Kebersihanbaikkebersihanperoranganmaupunlingkunganmemegang perananpentingdalam timbulnyapenyakit. Akibat kurangmakaanak tifus,hepatitis, akansering malaria, sakit darikebersihanyang kecacingan,

misalnyadiare, dan

demamberdarah

sebagainya.Demikian

puladengan polusi udara baikyangberasaldaripabrik, asapkendaraanatau asap rokok,dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian ISPA (Infeksi Saluran Pemapasan Akut). Kalauanak sering menderita sakit

makatumbuh kembangnya terganggu(Soetjiningsih,1998).

5) PelayananKesehatan Upayapelayanan kepadapeningkatankesehatandan darikematiandinidanmutufisik statusgizi yang kesehatandasardiarahkan anak sehinggaterhindar

rendah(Aritonang,2003).Peran

pelayanantelah lamadiadakanuntukmemperbaiki gizi.Pelayanankesehatanberpengaruh

status kesehatan

terhadapmasalah

terutama masalah gizi. Pelayanan yang selalu siap dan dekat dengan masyarakat akan sangat membantu dalam meningkatkan derajad kesehatan. Denganpelayanan kesehatanmasyarakat yang optimal Salah

kebutuhankesehatanmasyarakatakanterpenuhi. satubentukpelayanankesehatan yaitukegiatanposyanduyang dapatmemantaupertumbuhan dan perkembangan anakbalita

dengan

penimbanganberat badan (BB) secararutinsetiapbulan.

6) Stabilitas RumahTangga Stabilitasdankeharmonisanrumahtangga mempengaruhitumbuhkembanganak.Tumbuh kembang anak

akanberbedapadakeluargayang harmonisdibandingkan dengan mereka yang kurang harmonis (Soetjiningsih,1998).

D. Gizi Daur Kehidupan

United Nations (Januari, 2000) memfokuskan usaha perbaikan gizi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan SDM pada seluruh kelompok umur, dengan mengikuti siklus kehidupan. Pada bagan 1 dapat dilihat kelompok penduduk yang perlu mendapat perhatian pada upaya perbaikan gizi. Pada bagan 1 ini diperlihatkan juga faktor yang mempengaruhi memburuknya keadaan gizi, yaitu pelayanan kesehatan yang tidak memadai, penyakit infeksi, pola asuh, konsumsi makanan yang kurang, dan lain-lain yang pada akhirnya berdampak pada kematian. Bagan 1. Gizi menurut daur kehidupan

Keterangan : WUS = Wanita Usia Subur BUMIL = Ibu Hamil MP- ASI = Makanan Pendamping ASI BB = Berat Badan KEK = Kurang energi kronis KEP = Kurang Energi dan Protein BBLR = Berat Bayi Lahir Rendah MMR = Maternal Mortality Rate = Angka Kematian Ibu Melahirkan IMR = Infant Mortality Rate = Angka Kematian Bayi (anak usia <> ASI Eksklusif = Pemberian kepada bayi hanya ASI saja (sampai 6 bulan)

E. Permasalahan Gizi Masyarakat

Permasalahan Gizi Masyarakat dapat dilihat pada bagan berikut : a. Penyebab langsung Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita gizi kurang. Demikian pula pada anak yang tidak memperoleh cukup makan, maka daya tahan tubuhnya akan melemah dan akan mudah terserang penyakit. b. Penyebab tidak langsung Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu :

1. Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik jumlah maupun mutu gizinya.

2. Pola pengasuhan anak kurang memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang dengan baik baik fisik, mental dan sosial. 3. Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistim pelayanan kesehatan yang ada diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan. Ketiga faktor tersebut berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan keluarga. Makin tinggi tingkat pendidikan, pengetahuan dan ketrampilan, makin baik tingkat ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan maka akan makin banyak keluarga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan.

F. Masalah Gizi Utama di Indonesia

Indonesia saat ini menghadapi setidak-tidaknya 5 masalah gizi yang dipicu berbagai factor dalam kehidupan masyarakat. Ke lima masalah gzi tersebut adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang vitamin A (KVA), Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB), gizi berlebih (OBESITAS).Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung di pengaruhi oleh tidak cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara tidak langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga, kemiskinan, pengangguran, serta dampak social Budaya dan politik,Terdapat beberapa fakta yang terkait dengan masalah gizi di Indonesia yang memerlukan penanganan segera dimulai dari tingkat individu, keluarga, dan secara nasional, karena masalah gizi di tiap wilayah berbeda baik jenis masalah, besaran maupun factor penyebabnya.³pola

asuh juga merupakan salah satu factor penting yang mempengaruhi status gizi´. Data makro kesehatan menunjukan bahwa Selama 10 tahun terakhir tercatat tingkat asupan energy rata-rata perkapita di Indonesia tidak mengalami peningkatan berarti, dan terjadi perubahan gaya hidup berupa pergeseran pola makan yang tinggi lemak dan rendahnya indeks aktivitas.

a.

Kekurangan Energi Protein (KEP)
y

Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energy dalam jangka waktu yang cukup lama.

y

Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis (marginal malnutrition)

y

Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tipe marasmik-kwashiokor

y

Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang khas.

Penyebab KEP a. b. c. d. Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah Gangguan system pencernaan atau penyerepan makanan Pengetahuan yang kurang tentang gizi Konsep klasik diet cukup energy tetapi kurang protein menyebab kwashiorkor e. Diet kurang energy walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan maraasmus f. Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk, yang terjadi pada penduduk desa yang mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup mendapatkan ASI g. Terjadi karena kemiskinan sehingga timbul malnutrisi dan infeksi

Gejala klinis KEP ringan
y y

Pertumbuhan mengurang atau berhenti BB berkurang, terhenti bahkan turun

y y y y y y

Ukuran lingkar lengan menurun Maturasi tulang terlambat Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun Tebal lipat kulit normal atau menurun Aktivitas dan perhatian kurang Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan

Ada 2 bentuk KEP yaitu marasmus dan kwashiorkor. Baik marasmus maupun kwashiorkor keduanya disebabkan oleh kekurangan protein. akan tetapi pada marasmus di samping kekurangan protein terjadi juga kekurangan energy. Sedangkan pada kwashiorkor yang kurang hanya protein, sementara kalori cukup. Maraasmus terjadi pada anak usia yang sangat muda yaitu pada bulan pertama setelah lahir, sedangkan kwashiorkor umunya ditemukan pada usia 6 bulan sampai 4 tahun. a. Marasmus Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein tubuh terpakai sehingga anak menjadi ³kurus´ dan ³emosional´.

Penyebab Marasmus ‡ Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan ‡ Kebiasaan makanan yang tidak layak ‡ Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan

Tanda dan gejala
y Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus y Mata besar dan dalam, sinar mata sayu y Mental cengeng y Faces lunak atau diare y Rambut hitam, tidak mudah dicabut y Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan menghilang

hingga turgor kulit menghilang

y Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur y Torax atau sela iga cekung y Atrofi otot, tulang terlihat jelas y Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya y Frekuensi nafas berkurang y Kadar Hb berkurang y Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin

b. Kwashiorkor Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi.Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein, tetapi karena bahan makanan yang dikonsumsi kurang menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang berlainan, akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

Penyebab Kwashiokor ‡ Kekurangan protein dalam makanan ‡ Gangguan penyerapan protein ‡ Kehilangan protein secara tidak normal ‡ Infeksi kronis ‡ Perdarahan lebat

Tanda dan Gejala
y Wajah seperti bulan ³moon face´ y Pertumbuhan terganggu y Sinar mata sayu y Lemaas-lethargi y Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi apatis) y Rambut merah, jarang, mudah dicabut y Jaringan lemak masih ada

y Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak

keriput)
y Iga normal-tertutup oedema y Atrofi otot y Anoreksia y Diare y Pembasaran hati y Anemia y Sering terjadi acites y Oedema

Kwashiorkor-marasmik memperlihatkan gejala campuran antara marasmus dan kwashiorkor

Penatalaksanaan a. Secara umum ‡ ‡ ‡ ‡ Ruangan cukup hangat dan bersih Posisi tubuh diubah-ubah (karena mudah terjadi dekubitus) Pencegahan infeksi nosokomial Penimbangan BB tiap hari

a. Secara khusus ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Resusitasi dan terapi komplikasi Koreksi dehidrasi dan asidosis (pemberian cairan oralit atau infus) Mencegah atau mengobati defisiensi vitamin A Terapi Ab bila ada tanda infeksi bera Prinsip TKTP dan suplemen vitamin mineral Bentuk makanan disesuaikan secara individual (cair, lunak, biasa, makanan dengan porsi sedikit-sedikit tapi sering) ‡ Pemantauan masukan makanan tiap hari (perubahan diet biasanya dila kukan setiap saat)

Persiapan pulang

‡ ‡ ‡

Gejala klinik tidak ada Nafsu makan baik Pembekalan terhadap orang tua tentang gizi, perilaku hidup dan lingkungan yang sehat

Komplikasi ‡ ‡ ‡ Infeksi saluran pencernaan Defisiensi vitamin Depresi mental

Program pemerintah ±penanggulangan KEP Diprioritaskan pada daerah-daerah miskin dengan sasaran utama ‡ ‡ ‡ ‡ Ibu hamil Bayi Balita Anak-anak sekolah dasar

Keterpaduan kegiatan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Penyuluhan gizi Peningkatan pendapatan Peningkatan pelayanan kesehatan Keluarga berencana Peningkatan peran serta masyarakat

Kegiatan ‡ Peningkatan upaya pemantauan tumbuh kembang anak melalui keluarga, dasawisma dan posyandu.

Penanganan secara khusus KEP berat ‡ Rujukan pelayanan gizi di posyandu ‡ Peningkatan gerakan sadar pangan dan gizi ‡ ASI eksklusif

Pencegahan Makin makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap hari dan makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, kacang-kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari kelapa atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasokan kalori, terutama pada anak-anak atau remaja yang tidak terlalu suka makan. Hanya memberi ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan mengurangi resiko mereka terkena muntah dan mencret (muntaber) dan menyediakan cukup gizi berimbang. Jika ibu tidak biasa atau tidak mau memberikan ASI, sangat penting bagi bayi untuk mendapatkan susu formula untuk bayi yang dibuat dengan air bersih yang aman ± susu sapi normal tidaklah cukup sejak 6 bulan, sebaiknya tetap diberikan ASI tapi juga berikan 3-6 sendok makan variasi makanan termasuk yang mengandung protein.Remaja dan anak -anak yang sedang sakit sebaiknya tetap diberikan makanan dan minuman yang cukup.Kurang gizi juga dapat dicegah secara bertahap dengan mencegah cacingan, infeksi, muntaber melalui sanitasi yang baik dan perawatan kesehatan, terutama mencegah cacingan.

Angka statistic di Indonesia

Tahun 2004 37% balita (bawah lima tahun/bayi) kekurangan berat badan (28% kekurangan berat badan sedang dan 9% kekurangan berat badan akut (a little beat confused about it) (sumber susenas 2004). Pemerintah mempunyai program makanan tambahan sehingga perempuan dan anak -anak yang terdeteksi memiliki berat badan kurang akan diberi makanan tambahan dan saran ketika mereka dating ke puskesmas untuk memantau pertumbuhan.

b. Kekurangan Vitamin A (KVA) Vitamin A diperlukan untuk penglihatan. Vitamin tersebut merupakan bagian penting dari penerima cahaya dalam mata. Selain itu vitamin A juga diperlukan untuk mempertahankan jaringan ari dalam keadaan sehat. Kulit, pinggiran dan

penutup berbagai bagian tubuh, seperti kelopak mata, mata, hidung, mulut, paruparu dan tempat pencernaan, kesemuanya dikenal sebagai jaringan ari. Vitamin A juga mempunyai beberapa fungsi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan vitamin A pertumbuhan menjadi terhambat dan rangka tubuh berhenti tumbuh.

Tanda awal dari kekurangan vitamin A adalah tureunnya kemapuan melihat dalam cahaya samar. Penderita sama ssekali tidak dapat melihat apabila memasuki ruangan yang agak gelap secara tiba-tiba. Penyakit ini umumnya diderita oleh anakanak.

Prevalensi kurang vitamin A Prevalensi dari defisiensi klinis diperkirakan dari rabun senja, bintik bitot, dan xeropthalmia. Prevalensi klinis KVA di asia cukup rendah, berkisar antara 0,5% di srilanka sampai 4,6% di Bangladesh pada anak-anak (allen and Gillespie, 2001). Prevalensi lebih dari 1% dianggap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Indonesia prevalensi kekurangan vitamin A pada tahun 1970 adalah berkisar antara 2-7%. Turun menjadi 0,33 % pada tahun 1992, dan dinyatakan bebas masalah xeropthalmia, namun tetap perlu waspada karena 50% balita masih menunjukkan kadar vitamin dalam serum <20 mcg/dl. (direktorat gizi masyarakat, 2003)

Penyebab KVA ‡ ‡ Intake makanan yang mengandung vitamin a kurang atau rendah Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI ‡ ‡ MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhsn vitamin A Gangguan absorbs vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pancreas, diare kronik, KEP dll) ‡ Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar tiroid ‡ Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik) Sifat Mudah teroksidasi Mudah rusak oleh sinar ultraviolet Larut dalam lemak

Tanda dan Gejala
y y

Rabun senja-kelainan mata, xerosis konjungtiva, bercak bitot, xerosis kornea Kadar vitamin A dalam plasma < 20 ug/dl

Pencegahan
y

Makan makanan yang mengandung vitamin A ± misalnya daun-daun hijau, tomat, wortel, mangga, ikan, telur, jeruk, papaya, labu, kentang dan red oil. Angka static di Indonesia .

y

promosi kesehatan pemerintah menyatakan bahwa kapsul vitamin A harus diterima oleh seorang perempuan paada 40 hari setelah melahirkan dan setiap 6 bulan untuk setaip anak antara 6 bulan sampai 5 tahun, dan program ini berhasil dan tahun 1999 WHO melaporkan bahwa 64% balita telah menerima kapsul vitamin A dan tahun 1995 hanya 0,3% anak yang menderita kekurangan vitamin A.

c.

Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)

Adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan yodium secara terus menerus dalam waktu yang lama. š Merupakan masalah dunia š Terjadi pada kaawasan pegunungan dan perbukitan yang tanahnya tidak cukup mengandung yodium š Defisiensi yang berlangsung lama akan menggangu fungsi kelenjar tiroid yang secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok.

Prevalensi Gangguan Akibat Kekurangan Iodium WHO, UNICEF dan International Coordinating Committee on Iodine Defeciency Disorders (ICCIDD)

mengklasifikasikan dari 191 negara, 68,1% dengan masalah GAKI, 10,5% sudah dapat mengatasi masalah GAKI dan sisanya tidak diketahui masalah besarnya masalah GAKI (Allen and Gillespie,2001). Prevalensi secara nasional pada tahun 1980 sekitar 30% menurun menjadi 9,8% pada tahun 1998. Namun prevalensi pada propinsi-propinsi tertentu masih cukup tinggi, misalnya di NTT 38,1%, Maluku

33,3%, SulTeng 24,9%, dan Sumbar 20,5%. Propinsi NTT dan Maluku dikategorikan mempunyai masalah GAKI yang berat, SulTeng dan SumBar dikategorikan mempunyai masalh GAKI sedang, sedangkan propinsi-propinsi yang lain mempunyai masalah GAKI rinngan atau tidak mempunyai masalah GAKI (Direktorat Gizi Masyarakat,2003)

Dampak ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Pembesaran kelenjar gondok Hipotiroid Kretinisme Kegagalan dan Kematian Defisiensi pada Janin Dampak dari kekurangan yodium pada ibu Meningkatkan insiden lahir mati, aborsi, cacat lahir Terjadi kretinisme endemis Jenis syaraf (kemunduran metal, bisu-tuli, diplegia spatik) Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme) Defisiensi pada BBL ‡ ‡ Penting untuk perkembangan otak yang normal Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium.

Defisiensi pada anak
y y y

Puncak kejadia pada masa remaja Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan

Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990)
y y

Tingkat 0: tidak ada pembesaran kelenjar Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal, hanya dapat diketahui dengan palpasi, pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal

y

Tingkat IB : hsnys terlihat pada posisi tengadah maksimal

y

Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak ± 5 meter

y

Tingakt III : terlihat nyata dari jarak jauh.

Sasaran ‡ Ibu hamilWUS Dosis dan kelompok sasaran pemberian kapsul yodium ‡ Bayi < 1 tahun : 100 mg ‡ Balita 1-5 tahun : 200 mg ‡ Wanita 6-35 tahun : 400 mg ‡ Ibu hamil (bumil) : 200 mg ‡ Ibu meneteki (buteki) : 200 mg ‡ Pria 6-20 tahun : 400 mg

GAKY tidak berhubungan dengan tingkat sosek melainkam dengan geografis Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium

‡ Fetus : abortus, lahir mati, kematian perinatal, kematian bayi, kretinisme nervosa (bisu tuli, defisiensi mental, mata juling), cacti bawaan, kretinisme miksedema, kerusakan psikomotor
‡ Neonates : gangguan psikomotor, hipotiroid neonatal, gondok neonates ‡ Anak dan remaja : gondok, hipotiroid juvenile, gangguan fungsi mental (IQ

rendah), gangguan perkembangan ‡ Dewasa : gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, hipertiroid diimbas oleh yodium Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan, rumput laut dan sea food, sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol, sawi, ubi kayu, ubi jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah.

.Pencegahan / penanggulangan
y y

Fortifikasi : garam Suplementasi : tablet, njeksi lipiodol, kapsul minyak beryodium Pencegahan Makan makanana yang kaya akan kandungan yodium alami seperti ikan,

makanan laut dan ganggang laut dan tanaman yang tumbuh didaerah dengan tanah yang mengandung yodium, garam beryodium dan suplemen yang mengandung yodium.

Angka statistic di Indonesia Kekurangan yodium merupakan masalah di wilayah pedalaman di bagian wilayah yang miskin di inonesia, dimana makanan laut mahal atau tidak teersedia, dan tanah miskin kandungan iodium karena hujan melepaskannya. Garam beriodium tersedia tapi banyak orang lebih memilih garam tidak beriodium karena harganya lebih murah. WHO melaporkan bahwa masih ada 46% rumah tangga di Indonesia yang tidak menggunakan garam beeriodium dan 10% anak sekolah yang mengalami kekurangan iodium. Pemerintah Indonesia merekomendasikan agar semua wanita usia subur (WUS) di daerah yang kekurangan iodium harus menerima suplemen iodium setiap 6 bulan dari puskesmas

d. Anemia Gizi Besi (AGB) Anemia

Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit. Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dari eritrosit lebih rendah dari nilai normal, akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsure makanan yang ensensial yang dapat mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut. Macam-macam anemia Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin. Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang, bisadiakibatkan defisiensi vitamin B12. Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leucopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau aplastik.

Anemia Defisiensi Besi ‡ Prevalensi tertinggi terjadi di daerah miskin, gizi buruk dan penderita infeksi ‡ Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya disfungsi otak permanen

‡ Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan, otot kerangka, menurunya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku.

Ciri
‡ Akan memperlihatkan respon yang baik dengan pemberian preparat besi

‡ Kadar Hb meningkat 29% setiap minggu Prevalensi Anemia gizi besi

Prevelansi Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan sekitar 40% dari penduduk di dunia (lebih dari 2 milyar jiwa0 terkena anemia. Kelompok yang paling tinggi prevalensinya adalah wanita hamil dan orang tua yaitu sekitar 50%, bayi dan anak umur 2 tahun 48%, anak sekolah 40%, wanita tidak hamil 35%, adolescent 30%± 55% dan anak prasekolah 25%. Prevalensi anemia di Negara berkembang sekitar empat kali lebih besar di bandingkan dengan Negara-negara maju. Diperkirakan prevalensi anemia untuk anak sekolah di Negara berkembangdan maju adalah 53% dan 9% anak prasekolah 42% dan 17% . prevalensi AGB di Indonesia pada satu tahun pertama kehidupan masih di atas 60% walaupun angkanya menurun sejalan dengan bertambahnyausia anak, namun prevalensinya masih tinggi yaitu 32,1% pada anak usia 48-59 bulan. Menurut WHoanemia dikatakan menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensi di suatu Negara yaitu < 15-40% adalah sedang dan >40% adalah tinggi (dikorat gizi masyarakat,2003)

Tanda dan Gejala
y Pucat (konjungtiva, telapak tangan, palpebra) y Lemah y Lesu y Hb rendah y Sering berdebar y Papil lidah atrofi y Takikardi y Sakit kepala y Jantung membesar

Dampak
y Produktivias rendah y SDM untuk generasi berikutnya rendah

Penyebab Sebab langsung ‡ Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi ‡ Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi ‡ Infeksi penyakit

Sebab tidak langsung ‡ Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah

Sebab mendasar ‡ Pendidikan wanita rendah ‡ Ekonomi rendah ‡ Lokasi geografis (daerah endemis malaria)

Kelompok sasaran prioritas ‡ Ibu hamil dan menyusui ‡ Balita ‡ Anak usia sekolah ‡ Tenaga kerja wanita ‡ Wanita usia subur

Penanganan ‡ Pemberian komunikasi informasi dan edukasi (KIE) serta suplemen tambahan pada ibu hamil maupun menyusui ‡ Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta pemberian suplemen dalam bentuk multivitamin kepada balita

‡ Pembekalan KIE kepada guru dan kepala sekolah agar lebih memperhatikan keadaan anak usia sekolah serta pemberian suplemen tambahan kepada anak sekolah Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja serta pemberian suplemen kepada tenaga kerja wanita ‡ Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk pil KB kepada wanita usia subur (WUS)

Pencegahan Makan makanan yang mengandung zat besi ± makanan yang kaya (zat besi) misalnya daging, ikan, telur, sayuran hijau, kacang -kacangan, kacang tanah, tahu dan tempe. Makanan-makanan ini juga sangat penting untuk ibu hamil dan anak sejak usia 6 bulan.

Strategi penting lainnya untuk memerangi kekurangan zat besi adalah dengan mencegah dan mengobati malaria ± terutama paada saat hamil, pendidikan mengenai KB, menganjurkan untuk menjaga jarak dan mengurangi kehamilan dan pencegahan terhadap cacing di usus dan keteraturan pengobatan untuk cacingan.

Angka static di Indonesia WHO melaporkan bahwa 6,4% perempuan hamil di Indonesia mengalami kekurangan zat besi pada tahun 2000. Makan yang kaya akan zat besi biasanya sulit didapat oleh keluarga yang miskin, dan malaria serta cacing juga merupakan masalah di banyak tempat di Indonesia. Di wilayah yang miskin adalah sesuatu yang biasa jika sebuah keluarga memiliki 10 orang anak walaupun program KB suddah dijalankan. Pemerintah merekomendasikan agar perempuan hamil dan balita harus mendapatkan suplemen yang mengandung zat besi harian dari puskesmas.

e. Obesitas ‡ Adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.

‡

Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh

‡

Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan ratarata, namun tidak selalu identik engan obesitas. Tapi BB naik itu tidak selalu obesitas

Penyebab
y y y y y y

Perilaku makan yang berhubungan dengan factor keluarga dan lingkungan Aktivitas fisik yang rendah Gangguan psikologis (bias sebagai sebab atau akibat) Laju pertumbuhan yang sangt cepat Genetic atau factor keturunan Gangguan hormone

Gejala
y y y y y y

Terlihat sangat gemuk Lebih tinggi dari anak normal seumur Dagu ganda Buah dada seolah-olah berkembang Perut menggantung Penis terlihat kecil

Terdapat 2 golongan obesitas
y

Regulatory obesity, yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan

y

Obesitas metabolic, yaitu kelinan metabolism lemak dan karbohidrat

Resiko / dampak obesitas
y Gangguan respon imunitas seluler y Penurunan aktivitas bakterisida y Kadar besi dan seng rendah

Penatalaksanaan
y

Menurunkan BB sangat drastic dapat menghentikan pertumbuhannya, pada obesitas sedang, adakalanya penderita tidak memakan terlalu banyak, namun aktifitasnya kurang, sehingga latihan fisik yang intensif menjadi pilihan utama

y

Pada obesitas berat selain fisik juga memerlukan terapi diet. Jumlah energy dikurangi, dan tubuh mengambil kekurangan dari jaringan lemak tanpa mengurangi pertumbuhan, dimana diet harus tetap mengandung zat gizi esensial

y

Kurangi asupan energy, akan tetapi vitamin dan nutrisi lain harus cukup, yaitu dengan mengubah perilaku makan

y y y y

Mengatasi gangguan psikologis Meningkatkan aktivitas fisik Membatasi pemakaian obat-obatan yang untuk mengurangi nafsu makan Bila terdapat komplikasi, yaitu sesak nafas atau sampai tidak dapat berjalan, rujuk ke rumah sakit

y

Konsultasi (psikologi anak atau bagian endokrin).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->