P. 1
Bahasa Indonesia SMP Kls 8 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

Bahasa Indonesia SMP Kls 8 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

|Views: 11,499|Likes:
Published by CV Cahaya Dipersada

More info:

Published by: CV Cahaya Dipersada on May 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2015

pdf

text

original

Improvisasi

B. BERBICARA (SASTRA)
I. Standar Kompetensi :
Mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam bermain peran.
II. Kompetensi Dasar : 6.2. Bermain peran dengan cara improvisasi sesuai dengan kerangka
naskah yang ditulis siswa

III. Indikator :

1. Peserta didik dapat menentukan karakter tokoh
2. Peserta didik dapat berimprovisasi berdasarkan kerangka naskah

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester : VIII/ I

Uraian Materi

Bermain Peran Dengan Cara Improvisasi

Bermain peran itu mengasyikkan, bukan ? Memang, terlebih lagi bermain peran itu terpaku kepada
teks drama atau yang disebut dengan berimprovisasi. Nah, pada pelajaran kali ini, kamu akan berlatih berim-
provisasi untuk memerankan suatu cerita. Dengan demikian , kamu akan mampu bermain peran dengan cara
improvisasi sesuai dengan kerangkan naskah yang ditulis.
Pernahkah kamu menonton pertunjukkan drama/teater? Pementasan drama memerlukan latihan yang
luar biasa dan kamu pun bisa mencobanya dengan menyusun kerangka naskah yang sudah direncanakan
sebelumnya.

Perhaikan kerangka naskah drama berikut :

1. Terdengar alunan musik mengalun dari jauh
2. Masuk seorang laki-laki berpakaian seragam putih biru sambil bersiul-siul dengan tas digoyang-goyang
mengikuti alunan musik. Ia tampak kegirangan.
“Aku berhasil!Yees, aku berhaaasil!”
3. Datang temannya dengan nada keheranan
“Hai , Aldi!Ada apa denganmu? Kok girang banget sih?”
“Hai , sobat! Tahu tidak , aku ini manusia paling berunung di muka bumi ini.”
“Iya , apa yang mmebuat amu beruntung?”
4. Masuk seorang perempuan sambil menangis tersedu-sedu
“Aku takut, aku takut”

PELANGI

76

5. Keduanya menoleh kepada perempuan itu
“Kenapa dia?”
“Halo, Nona Manis. Kenapa kau bersedih?”(Goda Aldi)
“Aku, aku takut tidak bisa pulang.”
6. Kedua orang itu tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban anak perempuan itu.
“Anak segede ini, takut , enggak bisa pulang. Ha ha ha. “ (Kata Aldi dengan nada mengejek)
“Iya, dompetku hilang.”
7. Mendengar ucapan itu, Aldi jadi terdiam terbisu
8. Teman Aldi jadi heran melihat ekspresi temannya itu 180 derjat berubah
9. Aldi mengaku menemukan sebuah dompet di dekat kantin
10. Akhirnya dompet itu dikembalikan dan wanita itu menjadi teman baik mereka

Dalam mementaskan drama harus memperhatikan :

1. Naskah drama 4. Tata rias

7. Tata lampu

2. Pemain drama 5. Tata busana

8. Tata suara

3. Sutrdara

6. Tata Panggung 9. penonoton

Lakukanlah tugas di bawah ini !

1. Bentuklah kelompok dengan anggota lima orang
2. Berdiskusi lah untuk merencanakan suatu pemeranan dengan
berimprovisasi
3. Tentukanlah tema cerita
4. Diskusikanlah kerangka besaran dari cerita
5. Kembangkanlah kerangka menjadi lebih terperinci/detail
6. Tentukan peran-peran yang cocok dengan cerita
7. Berlatihlah beberapa kali untuk menjaga kekompakkan
8. Cobalah berimprovisasi dengan memainkan cerita tersebut secara
bergiliran di depan kelas
9. Amatilah ketika kelompok lain sedang bermain, menggunakan format
naskah drama yang ditulis.

FORMAT PENILAIAN

NO

Aspek Yang Diamati

Hasil Pengamatan

Baik

Sedang

Kurang

1.

Vokal
- Kejelasan
- Kekuatan
- Ketepatan intonasi
- Sesuai dengan perkembangan emosi

2.

Akting
- Kelenturan
- Kesesuaian dengan peran
- Kesesuaian dengan watak
- Sesuai dengan perkembangan emosi

3.

Kerja tim
- Sutradara
- Penata artistik
- Penata kostum
- Penata rias

Bahasa Indonesia VIII Semester 1

77

Aktivitas.

Baca dan tampilkanlah naskah drama berikut ini di depan kelas!

KEN AROK

Babak I

Suatu jalan di tengah belantara. Siang hari, menuju sore.

Adegan I

Tampak Ken Arok tidur di suatu tempat yang agak tinggi, sesuatu yang dapat dibayangkan penonton
sebagai batu besar atau cabang pohon dan sebagainya.
Tita, sahabat dan pembantu Ken Arok berdiri di suatu tempat sambil mengamati arah dari mana rombon-
gan pedagang akan dating. Beberapa orang, antara tiga sampai lima orang perampok, berada di dekat-
nya, juga tampak mengawasi dan gelisah.

Perampok I

: Tita, biasakah dia tidur seperti itu?

Tita

: (Tersenyum) Apa salahnya dia tidur?

Perampok I

: Ya tidak ada salahnya. Tapi rasanya tidak pantas orang lain gelisah dan tegang, ia enak

tidur.

Tita

: Kalau takut, kami tidak memaksamu ikut dalam pekerjaan ini.

Perampok I

: Kau tahu saya tidak takut.

Tita

: Barangkali kau tidak percaya kepadanya?

Perampok I

: (Ragu-ragu) Tidak juga. Dia begitu terkenal, masa bertindak sembrono.

Tita

: (Tersenyum) Kau tidak akan memahaminya. Dia bukan manusia. Sekarang, tenanglah.

Adegan II

Ken Arok bangun dan bangkit. Seperti seekor harimau ia menggeliat. Ia berjalan kearah anak buahnya.
Gerakannya memperlihatkan gerakan seekor binatang buas, lembut tetapi penuh tenaga. Ia memandang
ke arah matahari.

Ken Arok

: Dalam beberapa saat mereka akan tiba.

Tita

: Bagaimana kau tahu ?

Ken Arok

: Dari Kediri mereka berangkat shubuh. Mereka membawa beban dan gerakan mereka tidak
akan cepat. Jadi, dalam beberapa saat baru mereka tiba di sini.

Tita

: Kau yakin ?

Ken Arok

: Sudah kucium bau mereka. Sekarang cepat kalian bersembunyi. Aku akan membunuh
yang paling kuat di antara mereka. Begitu aku menyerang, kalian langsung menyerang.

(Para perampok bersembunyi, kecuali Ken Arok).

Tita

: Arok, sembunyilah kau.

Ken Arok

: Tidak. Sembunyilah kalian (Terdengar suara rombongan datang, Ken Arok berdiri di
tengah jalan).

Adegan III

Muncul rombongan, terdiri dari para pegawai, pembawa beban, dan pengusung tandu tertutup.

Ken Arok

: Maaf, dapatkah Saudara-saudara berhenti sebentar?

Pengawal

: Ada perlu apa?

Ken Arok

: Dapatkah saya bertemu dengan pemimpin pengawal?

Pemimpin

: Saya, ada apa?

Ken Arok

: Dapatkah saya berbicara dengan Tuan di tempat lain? Saya tidak mau membuat seluruh
rombongan cemas.

Pimpinan

: Baik, ada apa? Marilah di tempat lain. (Mereka berjalan ke tengah hutan menjauh dari
rombongan yang menunggu).
Katakanlah, ada apa?

PELANGI

78

Ken Arok

: Ada perampok, Tuan?

Pemimpin

: Perampok? Di mana?

Ken Arok

: Di sini, Tuan. (Sambil menusuknya)

Pemimpin

: Bajingan ! (Mati)

Adegan IV

Kawan-kawan Ken Arok menghambur dan membunuhi pengawal-pengawal lain. Pembawa beban
melarikan diri meninggalkan barang-barang bawaan. Ken Arok melangkah kea rah tandu, membukanya,
lalu menyeret gadis yang berada di dalamnya, membawanya ke luar pentas. Kawan-kawan Ken Arok
mengumpulkan barang-barang rampasan dengan gembira, dari luar pentas terdengar jeritan gadis yang
dibawa Ken Arok.
Back Out.

Sumber : KEN AROK, 1990, karya Saini K.M.
Balai Pustaka, Jakarta, hal. 15 – 16

Pengayaan

1. Bacalah dan perankan teks drama di bawah ini !

Aldi : Bagaimana arus lalu lintas pada musim liburan kea rah Puncak kali ini, Pak?

Pak Edi : Tidak seperti tahun lalu. Arus lalu lintas sekarang lebih lancar. Perjalanan Jakarta-Bandung rata-

rata bisa ditempuh empat jam, apalagi lewat tol Cipularang (Cikampek, Purwakarta, Padalarang)
bisa dua sampai dengan dua jam setengah. Kalau sebelumnya, Jakarta-Bandung rata-rata ditempuh
sampai enam jam.
Aldi : Mengapa bisa begitu, Pak?

Pak Edi: Pada tahun sekarang, kami dari petugas lalu lintas lebih siap. Berbagai kelemahan yang terjadi

pada tahun-tahun yang lalu telah kami perbaiki. Ruas-ruas jalan yang sering menjadi titik kemac-
etan, misalnya di Jalan Raya Cipanas telah diperbaiki. Bahkan, beberapa di antaranya sudah men-
galami pelebaran. Di samping itu, kesadaran pemakai jalan untuk tertib berlalu lintas sudah men-
ingkat. Ya, hasilnya seperti yang dapat kita saksikan sendiri, kemacetan dan kecelakaan semakin
jarang kita temukan.
Aldi : Tapi, saya dengar kemarin terjadi kemacetan hampir lima jam. Kejadian itu apa penyebabnya,
Pak?

Pak Edi: O, iya, kejadian kemarin di luar kemampuan kami. Kejadian tersebut disebabkan oleh tumbang

nya sebuah pohon besar dan memotong ruas jalan di daerah Cimacan. Tumbangnya pohon tersebut
bukan pula oleh kelalaian petugas taman kota. Akan tetapi, oleh hujan angin yang melanda daerah
sekitar sini. Memang pada waktu itu bukan hanya arus lalu lintas yang terganggu, jaringan listrik
pun terputus.
Aldi : Bagaimana upaya Bapak ketika itu menangani perjalanan tersebut supaya lancer?

Pak Edi: Sama halnya ketika kami menangani kemacetan pada umumnya.

Aldi : Kalau begitu, semoga sukses untuk semua kerja keras Bapak.

Pak Edi: Terima kasih. Kami memang membutuhkan dukungan semua pihak.

2.

Ceritakan kembali isi teks drama tersebut secara tertulis.

3.

Bacakan pekerjaanmu di depan kelas secara bergiliran.

Bahasa Indonesia VIII Semester 1

79

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->