P. 1
Bahasa Indonesia SMP Kls 8 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

Bahasa Indonesia SMP Kls 8 Penerbit CV Cahaya Dipersada Buana Padang

|Views: 11,488|Likes:
Published by CV Cahaya Dipersada

More info:

Published by: CV Cahaya Dipersada on May 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2015

pdf

text

original

Novel Remaja

C. MEMBACA (SASTRA)
I. Standar Kompetensi :
Memahami teks drama dan novel remaja
II. Kompetensi Dasar : 7.2. Membuat sinopsis novel remaja Indonesia
III. Indikator :

Setelah membaca teks drama :
1. Peserta didik dapat menganalisis kerangka novel yang dibaca
2. Peserta didik dapat menyusun sipnopsis cerita novel berdasarkan kerangka sipnopsis.

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas / Semester

: VIII/ I

Uraian Materi

Sekitar tahun 30-an, novel sampai menjadi bacaan primadona. Siti Nurbaya merupakan novel yang
paling populer saat itu. Bahkan sebagian orang yang membaca Siti Nurbaya ikut merasakan penderitaan
yang dialami Siti Nurbaya. Sampai sekarang, ternyata novel masih tetap digemari, terutama novel-novel
remaja. Hal ini dapat kita lihat oplah penjualan novel remaja di beberapa took buku mampu menempati per-
ingkat atas.

Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang den-
gan orang-orang di seklilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Oleh karena itu untuk
memahami isi novel secara keseluruhan, kalian harus membaca dengan seksama dari awal sampai akhir.
Karena novel sangat panjang dan untuk memahaminya memerlukan waktu dan pikiran yang lama, sebagian
orang memilih membaca sinopsisnya. Sinopsis Novel adalah ringkasan novel yang berisi garis besar cerita
dalam novel dari awal sampai akhir.

Langkah-langkah Membuat Sipnopsis

Sinopsis disebut juga ringkasan cerita. Sipnopsis hanya sesuai untuk cerita pendek, novel, flm atau-
pun drama. Sipnopsis novel biasanya dipetakan pada sampul belakang novel tersebut. Dari sipnopsis tersebut
akan diketahui kisah dasar cerita novel.
Sebelum kamu membuat sipnopsis novel, terlebih dahulu kamu harus menentukan kerangka cerita

dalam novel. Kerangka cerita itu terdiri atas judul, tokoh dan perwatakannya, permasalahan atau konfik

dalam novel, serta urut-urutan peristiwa cerita.

PELANGI

84

Berikut ini merupakan langkah-langkah membuat sipnopsis novel :

1. Bacalah dengan cermat novel tersebut !
2. Pahamilah isi novel !
3. Tentukan kerangka cerita novel !
4. Daftarkanlah peristiwa-peristiwa dalam novel!
5. Rangkailah peristiwa-peristiwa tersebut dengan kalimat yang padu dalam paragraf-paragraf!

Contoh Sinopsis

Judul buku : Sabai Nan Aluih

Bentuk

: Roman

Karangan : Tulis Sutan Sati

Tempat Kejadian : Di daerah Minangkabau

Ringkasan Cerita

Di negeri Padang Tarab rajanya bernama Raja Berbanding, dengan istrinya Sadun Saribai, memper-
oleh dua orang anak. Yang sulung bernama Sabai Nan Aluih, adiknya laki-laki bernama Mangkutak Alam dan
ia sangat dimanjakan, sehingga semakin merajalela di desanya. Tiada seorang pun yang berani menegur karena
takut akan kekuasaan ayahnya.

Di Situjuh Bandar Dalam dalam Luhak Limapuluh diperintah seorang raja bernama Raja Nan Panjang
dengan istrinya bernama Nawaratu. Ia sahabat karib dengan Raja Berbanding, tetapi sifatnya satu sama lain
sangat berbeda.

Raja Nan Panjang terkenal sebagai seorang jemputan, tempat seorang mencari menantu dan juga
terkenal sebagai orang yang haus akan perempuan. Suatu ketika dipinangnyalah Sabai Nan Aluih, tetapi oleh
Raja Berbanding pinangan tersebut ditolak. Oleh Raja Nan Panjang, penolakan tersebut dianggap penghinaan
terhadap dirinya. Maka Raja Berbanding diajak mengadu kekuatan di tempat tertentu.
Pada saat yang ditentukan, Raja Berbanding meninggalkan rumah tanpa seorang pengiring pun, se-
dangkan Raja Nan Panjang berpengiring dua orang ialah Raja Nan Kongkong dan Lompong Bertuah dengan
senjata bedil.

Saat Raja Berbanding menghunus keris dari sarungnya, Raja Nan Panjang memberi isyarat kepada
Raja Nan Kongkong untuk menembak musuhnya. Dengan sebutir peluru saja, robohlah Raja Berbanding dan
meninggallah ia.

Dari seorang gembala, Buyung, terdengarlah berita itu oleh Sabai Nan Aluih dan Sadun Saribai sedang
Mangkutak Alam tiada di rumah, ia sedang dimabuk permainannya mengadu layang-layang.
Dengan cepat Sabai Nan Aluih turun dari rumahnya dengan bedil di tangan untuk menuntut balas kematian
ayahnya.

Maksudnya terlaksana, Raja Nan Panjang mati karena tembakan peluru Sabai Nan Aluih yang me-

robek dadanya.

(Dikutip dari Ringkasan Roman Sastra Indonesia oleh A.S. Puspa)

Aktivitas.

A. Ringkaslah kutipan cerita berikut menjadi satu paragraf !

Judul asli : The Naughttiest Girl Is A Monitor

Karya : Enid Blyton

Alih bahasa : Djokoleleno

Rapat Yang Mengguncangkan

“Ada keluhan lain?”tanya Rita.

“Ada .....Rita, “kata Elizabeth, berdiri begitu cepat sehingga kursinya hampir roboh. “Ada keluhan

berat yang akan kusampaikan.

Terdengar suara bisik-bisik diantara hadirin. Semua berdebar-debar menunggu. Apa yang akan

dikatakan Elizabeth? Arabella jadi sedikit pucat. Apakah Elizabeth akan mengadukannya lagi? Julian dengan
tajam melirik Elizabeth. Apakah Elizabeth akan mengadukannya?

Bahasa Indonesia VIII Semester 1

85

Ternyata memang betul ! Elizabeth memulai pengaduannya. Kata-katanya meluncur seakan saling

bertubrukan, karena tegangnya perasaan.
“Rita, William, ini tentang Julian, “Katanya.
“Untuk beberapa lama aku telah menduga bahwa ia sering mengambil barang-barang yang bukan
miliknya. Dan kemarin malam aku telah menangkap basah olehku. Ia sedang mengambil suatu barang dari
lemari olah raga.

“Elizabeth, kau harus memberi keterangan yang ........... dengan nada serius. “kau sedang melakukan

suatu tuduhan yang ........ harus kita selidiki sampai tuntas. Kalau kau merasa bukti-buktimu tidak cukup
maka kuharap kau segera mencabut pengaduanmu ini, dan membicarakannya dengan kami secara tertutup,
tidak di depan umum.”

“Aku punya bukti!” kata Elizabeth. “Aku melihat sendiri Julian mengambil biskuit dari lemari Olah

raga. Aku tak tahu punya siapa. Mungkin punya Nona Ringer. Betapa pun, agaknya Julian tak mengambil-
nya. Aku mendengarnya. Aku melihatnya.
Sunyi senyap, Anak-anak kelas satu saling pandang, dada mereka berdebar keras. Kini pesta tengah
malam mereka akan terpaksa dibebankan di depan anak banyak Julian pasti akan terpaksa mengatakan raha-
sia mereka.

William memandang Julian. Julian berlagak tak peduli, duduk seenaknya dengan tangan di saku dan

tersenyum-senyum.

“Berdirilah, Julian, “dan ceritakan pada kami bagaimana kejadian itu bisa terjadi.”
Julian berdiri. Tangannya masih di saku. “Jangan dimasukkan saku tanganm.”tegur William. Julian
mengikuti perintah itu, penampilannya tampak berantakan sekali. Matanya yang hijau bersinar tajam.
“Maafkan aku , William, ‘Kata Julian. “Aku tak bisa memberikan keterangan, sebab rahasia itu juga
banyak sekali orang lain. Yang bisa kukatakan disini adalah – aku tidak mencuri biskuit itu. Aku memang
mengambilnya , tetapi tidak mencurinya.”
Julian duduk , Elizabeth langsung berdiri, berseru, “Kau lihat, William, dia tidak bisa memberi ala-

san yang tepat !”.

“Duduklah, Elizabeth, “Kata William tegas. Ia memandang pada anak-anak kelas satu yang jadi su-
nyi dan gelisah, tak berisik atau pun saling pandang. Julian baik sekali tidak membuka rahasia mereka. Tetapi
betapa tak menyenangkan keadaan ini!
“Anak-anak kelas satu, “Kata William, “Aku harap bila ada di antara kalian yang bisa membersih-
kan Julian dari tuduhan ini, segeralah melakukannya, tak peduli apakah dengan begitu kau membuka rahasia
seseorang atau tidak. Kalau Julian, karena rasa kesetiakawanannya pada seseorang atau pada beberapa orang
di anatara kalian, tak bisa membela dirinya, maka kalian sendiri harus mempunyai rasa setia kawan padanya
dan membela dia.”

Sunyi sekali. Rosemary gemetar, tapi tak berani bergerak. Belinda sudah separuh berdiru, tetapi
duduk lagi. Martin diam tegang, pucat pasi.
Ternyata Arabella yang kemudian membuat kejutan. Tiba-iba ia berdiri dan bicara dengan suara ren-

dah.

“William, kurasa lebih baik aku mengatakan sesuatu, “Kami memang mempunyai rahasia. Dan sung-
guh baik hati Julian tak membuka rahasia kami. Sebab..... sesungguhnya ...... kemarin ulang tahunku........
dan... kami berpikir kami akan.... mengadakan pesta tengah malam.....”
Ia berhenti. Begitu gugup sehingga tak tahu harus berkata apa lagi. Seisi ruangan mendengarkan
dengan tenang, menunggu penuh perhatian.
“Teruskan, “Kata Rita lembut.
“Kami ... kami harus menyrmbunyikan beberapa makanan dan minuman.... disana sini.... “Arabella
melanjutkan, “Semua itu menyenangkan bagi kami. Kami tidak memberi tahu Elizabeth, karena dia penga-
was, dan mungkin akan mencegah kami. Nah, Julian menyembunyikan biscuit kami di lemari olahraga.

PELANGI

86

Dan tengah malam, ia pergi untuk mengambilnya. Mungkin saat itulah, Elizabeth memergokinya. Tetapi

sesungguhnya yang diambil Julian adalah biscuitku. Dan akulah yang minta agar ia mengambilnya dan

membawanya keruang bermain , tempat kami berpesta. Aku kira sungguh jahat, Elizabeth menuduh Julian

mencuri. “Ini memang pernah dilakukan sebelumya. Kami semua telah tahu apa yang didesas-desuskannya.
Ia mengatakan bahwa Julian mengambil barang-barang milik orang lain...... uang dan permen.”
William dan Rita mendengarkannya dengan teliti. Begitu juga dengan Elizabeh. Waktu didengarkan-
nya alasan Julian malam itu, wajahnya jadi pucat. Kakinya gemetar. Ia tahu bahwa paling tidak dalam satu

hal ia telah berbuat kesalahan besar. Elizabeth duduk bagaikan patung. Tak bisa berkata sepatah kata pun.
“Baiklah, William, kata Elizabeth berbata-bata. “Aku..... akan sangat menyesal tentang apa saja yang

baru kukatakan tadi.... aku.... tidak tahu.....”
“Itu bukan alasan, “tukas William “Aku tak mengerti apa yang terjadi pada dirimu semester ini. Se-
mester yang lalu kau kami angkat sebagai Pengawas karena kami merasa yang kamu tepat untuk kedudukan
ini. Tetapi ternyata semester ini kau sangat mengecewakan. Aku kira banyak di antara kita yang berpendapat
bahwa kau sudah tidak pantas lagi menjadi Pengawas.”
Beberapa nak menyatakan perstujuannya dengan menghentakkan kaki.
“Dua kali kau telah dikeluarkan dari kelas. “Kata William lagi. “dan dengan alasan yang sama .....
mengganggu ketenangan kelas dengan cara berbuat ulah nakal. Itu sama sekali bukan perbuatan seorang

pengawas. Elizabeth , kukira kami sudah tidak bisa mengharapkan bantuanmu sebagai pengawas. Kau harus

turun dan membiarkan kami memilih pengurus baru sebagai penggantimu.”

Ini sudah keterlaluan bagi Elizabeth. Ia tersedu keras, melompat turun dari panggung, tempat para

pengawas duduk dan berlari keluar ruangan. Ia telah gagal. Ia tidak bisa menjadi pengawas yang baik. Oh,
padahal ia telah begitu bangga dengan kedudukannya itu!

William tidak mencegah Elizabeth lari keluar. Dengan tegas ia berkata kepada hadirin, “Sekarang

kita akan memilih pengawas baru, Harap kalian mulai memikirkan siapa yang harus menggantikan kedudu-

kan Elizabeth.”

Semua hening. Berpikir-pikir. Rapat besar itu kadang-kadang memang cukup mengerikan. Tetapi
bagi setiap anak selalu ada pelajaran yang bisa dipelajari. Di rapat besar ini mereka tak boleh menuduh ses-
eorang kalau mereka tak memiliki bukti yang sangat kuat.semua melihat betapa menyedihkan akibatnya. Dan

mereka tahu hukuman untuk Elizabeth memang sudah pada tempatnya.
Kasihan sekali Elizabeth. Selalu saja terjerumusnya dalam kesulitan karena kurang berpikir. Apa

yang akan dilakukannya kini?
...................................................................

Kebahasaan

Pada kalimat di bawah ini terdapat kata kerja berpartikel,“Mendengarkan dengan” :
Seisi ruangan mendengarkan dengan tenang, menunggu penuh perhatian.

Perhatikan contoh berikut!

1. Setiap teringat akan peristiwa yang menyedihkan itu air matanya jatuh terurai.
2. Ia tidak akan berbicara mengenai masalah itu
3. Pemuda itu bercerita tentang keindahan Pantai Pangandaran.
4. Saya tidak percaya akan keterangan orang yang belum kukenal itu.
5. Tali ini terbuat dari benang yang kuat.

Bahasa Indonesia VIII Semester 1

87

a. Gunakan partikel yang tepa untuk melengkapi kalimat-kalimat berikut!

1. Novel ini terdiri ............. lima bagian
2. Kota selalu dihubungkan .......... pengangguran, kejahatan, dan daerah kumuh.
3. Sebagian pemuda kita terbius ide-ide yang berasal ...... mancanegara.
4. Candi ini terdiri....... tiga bagian yang masing-masing bagian mempunyai makna khusus.
5. Kakeknya selalu bercerita .......... kehidupan pada zaman penjajahan
6. Berbicara ........... kemajuan teknologi kita akan semakin tercengang.
7. Listrik selalu dihubungkan .......... pemakaian alat elektronik.
8. Ia senang berkelakar ............ teman-temannya.
9. Rangga tersadar ...........lamunannya.
10. Memuat sebuah artikel tidak berarti redaksi setuju ..........isinya.

b. Buatlah kalimat dengan kata-kata berpartikel berikut!

No.

Kata

Kalimat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Terbuat atas
Terdiri atas
Berkhayal tentang
Rindu pada
Menyesal atas
Berakhir dengan
Cinta akan
Terbagi atas

....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................
....................................................................

PELANGI

88

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->