PENYUSUNAN KARYA ILMIAH POPULER

24 10 2008

14 Votes Oleh: Urip Santoso[1] Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Ilutrasi John seorang mahasiswa tingkat satu di suatu universitas. Ia sangat gemar membaca baik bahan kuliah, iptek, pengetahuan umum, novel, cerita bersambung, cerpen dan sebagainya. Ia tidak habis mengerti, mengapa para penulis atau pengarang begitu pandai bercerita lewat tulisan atau karangan yang runtut, menarik dan mengesankan. Ia juga banyak mendengar dari teman-temannya yang pandai menulis atau mengarang bahwa honorariumnya cukup lumayan sebagai tambahan biaya hidup. Yah, sebagai seorang mahasiswa dari keluarga yang kurang berada, maka “imbalan” yang didengarnya cukup menggiurkan. “Ah, kalau seandainya aku bisa menulis, pasti aku tak usah minta kiriman uang. Kasihan ortu. Mereka sangat lelah,” angannya. John ternyata tidak hanya berangan-angan. Ia wujudkan angan-anganya dengan perbuatan. Ia pergi ke perpustakaan, diskusi dan wawancara dengan para pakar. Ia juga melahap buku-buku yang membahas cara menulis dan mengarang. ”Ah, rasanya sih mudah menulis,” pikirnya. Aku tinggal membuat ide – yang sebetulnya sudah bertimbun dalam otakku –, menulis tema, pokok pikiran, judul, kerangka tulisan, mencari bahan dan menulis.” ”Ah, gampang,” batinnya. Iapun mulai mencari bahan-bahan tulisan yang ia harapkan dapat mendukung tulisan yang hendak ia buat. Setelah bahan tulisan tersedia, iapun mulai menulis. Namun, begitu pena menyentuh kertas, setumpuk ide yang ada dalam otaknya tidak mau keluar. Macet! ”Ah, kenapa seret amat,” keluhnya. Ia coba dan coba sampai akhirnya ia putus asa dan berhenti menulis. ”Ah, barangkali aku tidak bakat,” pikirnya. —–000—– Bakat barangkali sangat mendukung seseorang untuk menjadi penulis atau pengarang yang baik. Namun tanpa latihan, mustahil seseorang akan bisa menjadi seorang penulis atau pengarang. Pada hemat saya, kemampuan menulis lebih banyak ditentukan oleh latihan yang intensif. Banyak diantara kita yang berhenti menulis pada tahap awal seperti John. Ketika penanya seret, mereka berhenti menulis serta menganggap bahwa mereka tidak berbakat. Sebenarnya, langkah-langkah yang ditempuh oleh John sudah benar. Ia belajar terlebih dahulu teori atau tuntunan menulis, baru setelah memahaminya ia mencari bahan untuk ditulis. Ia juga telah mencoba menulis berulang kali. Namun ia merasa gagal. Padahal ia belum cukup banyak berlatih. Einstein bilang: “Jika anda telah gagal sepuluh ribu kali maka cobalah lagi barangkali pada yang ke sepuluh ribu satu kali anda berhasil.”

Karangan-karangan narasi. seperti pengalaman. Sebab seringkali kita sudah menilai bahwa tulisan kita sangat sempurna. hasil penelitian. Tema dapat diperoleh dari berbagai sumber. mendengarkan. 4. 3. memungkinkan untuk digarap. deskripsi biasanya bersumber dari sumber-sumber tersebut. dan agar berbagai ide dalam otak anda bisa dituangkan ke dalam tulisan. saya yakin anda akan mengetahui cara untuk memperbaikinya. Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berbobot. 4. asal sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Curah hujan di Indonesia vs Curah hujan di pulau Jawa Sejarah seni lukis di Indonesia vs Seni lukis di zaman kemerdekaan Perkembangan Islam vs Sebabnya Islam cepat tersiar Pembangunan di Indonesia vs Pembangunan ekonomi pada Pelita III Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap masyarakat vs Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap usaha kerajinan rotan di Amuntai 6. Akan tetapi tulisan argumentatif atau persuasi umumnya bersumber dari pendapat dan sikap penulis. membaca. 3. kita harus mempunyai motivasi yang kuat untuk berlatih terus sampai sukses menjemput kita. beberapa hal harus diperhatikan. 2. Jika anda merasa pena sudah mulai seret. banyak melihat. Anda akan melihat berbagai kelemahan dan kekurangan tulisan anda. Tanpa tema. jurnal. selalu rajinmengamati sesuatu yang terjadi di sekitar kita atau membaca buku. untuk menjaga agar pena anda tidak seret kembali. Hal ini sangat penting. wawancara. penulis harus memilih tema yang menarik. Jika anda sudah tahu kekurangan tulisan itu. antara lain: 1. setelah dibaca oleh orang lain ternyata masih banyak bolong-bolongnya. Draft terakhir sebaiknya dibaca oleh teman anda. dan hangat. majalah. sering mengadakan diskusi dan tukar-menukar pendapat untuk melatih mengemukakan pendapat dan mempertahankannya dengan argumentasi dan contoh yang baik dan tepat serta memperluas cakrawala berpikir. mengalami sendiri berbagai peristiwa. Ada langkah yang barangkali cukup praktis. anda bisa mengoreksi draft kasar sampai tulisan itu anda nilai sudah baik. Simpan tulisan itu dan kemudian baca ulang tulisan itu pada kesempatan yang lain. 5. pengamatan. Coba anda bandingkan tema-tema di bawah ini: 1. 2. berdiskusi. Pemilihan Tema Tema merupakan pokok masalah yang akan diuraikan dalam sebuah tulisan. Baru setelah selesai. survei. anda bisa menulis apa saja. Tema harus ditentukan sebelum mulai mengarang. koran yang merupakan hasil pengamatan/penelitian orang lain. tidak akan dihasilkan tulisan yang baik. Sebagai langkah awal. Agar terhindar dari kesulitan memperoleh tema. selalu mengembangkan imajinasi dan kreativitas. berhentilah menulis. kreasi imajinatif dll. . Perkembangan pers di Indonesia vs Perkembangan pers di Indonesia ditinjau dari segi kebebasannya. selalu menambah pengalaman.Ya. ruang lingkup yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit.

Berdasar urutan apresiatif. Kita tinggal memilih ide atau tema mana yang kita nilai sangat menarik bagi pembaca. Susunan kerangka diatur menurut jenjang kepentingannya. ide atau gagasan secara tiba-tiba. 2. Ada beberapa macam tipe susunan kerangka tulisan antara lain: 1. Susunan kerangka diatur menurut diterimatidaknya prinsip yang dikemukakan. atau yang dikumpulkan dari sumber-sumber yang ada hubungan dengan tema yang telah dirumuskan. 4. 6. mulailah gagasan-gagasan tadi diatur. berguna-tidak berguna. ide-ide tersebut harus segera dicatat. 8. Jika hal itu tidak segera kita tangkap. langkah berikutnya adalah membuat kerangka tulisan. Berdasarkan urutan kronologis. Oleh sebab itu. sebagai wahana latihan tanpa mengenal lelah dan putus asa. Berdasar urutan akseptabilitas. dan mulailah kita menulis.Sering kita mendapatkan tema. . Susunan kerangka diatur menurut susunan waktu kejadian peristiwa yang hendak diuraikan. bisa ketika kita melihat sesuatu. Kilasan-kilasan ide atau gagasan atau tema sering mudah kita lupakan. Sewaktu-waktu kita dapat mengingat kembali ide-ide kita yang dituangkan ke dalam sebuah buku. Berdasar urutan klimaks. benar-salah. diorganisasi dan disitematisasikan. Berdasar urutan logis. Kerangka tulisan ini sangat penting untuk memandu tahapan menulis agar tidak menyimpang dari tema. Bisa ketika kita membaca. diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Kerangka tulisan ini selain sangat berguna bagi penulis pemula. 3. 2. atau bisa seketika atau bahkan dalam mimpi. Adalah hal yang menarik jika ide-ide itu kita dokumentasikan dalam sebuah buku ide. Susunan kerangka diatur menurut dikenal-tidaknya bahan yang akan diuraikan. Berdasar urutan kausal. Kemudian. Susunan kerangka diatur menurut susunan lokal (ruang/tempat) dari obyek yang hendak diuraikan. dst. Kerangka Tulisan Setelah menentukan tema. Mencatat di atas kertas segala gagasan yang timbul dari perkiraan. 7. juga berguna untuk menghindari kemungkinan terlupa dan bermanfaat untuk mengkaji sekali lagi point-point yang penting itu secara kritis. maka mereka akan segera menghilang dari pikiran kita. Berdasar urutan lokal. untung-rugi. Susuanan kerangka diatur menurut hubungan sebabakibat. Menulis dan menulis. Susunan kerangka diatur menurut pemilikan burukbaik. Untuk bisa membuat kerangka tulisan yang baik. Berdasar urutan familiaritas. 3. 5. Mengkaji sekali lagi gagasan-gagasan yang telah dikelompokkan dalam bab-bab dan pasal-pasal. Susunan kerangka diatur menurut aspek umum dan aspek khusus.

Setelah pembaca tertarik terhadap judul yang terpampang di majalah atau koran. Kerangka harus mengandung pokok-pokok yang cukup mendalam. Antara perguruan tinggi dengan sekolah lanjutan B. Untuk mengembangkan kemampuan diri II. Selalu melipatgandakan usaha studi B. Sebab judul yang bombastis itu biasanya tidak mencerminkan isi tulisan yang dibahas. Karakteristik perguruan tinggi A. Dalam membuat kerangka tulisan tidak boleh ada pembagian yang pincang. Menarik bukan berarti bombastis. Mahasiswa yang ideal A. Akan tetapi. juga harus mencerminkan tema tulisan. pokok pikiran dan kerangka tulisan.4. Hal ini sangat penting artinya bagi pembaca. judul dan pokok pikiran yang mendasari kerangka tulisan tersebut. Kerangka yang baik. 3. Untuk menghindari menjadi penganggur C. Pemilihan Judul Setelah menentukan tema. Betapa sering kita dikecewakan oleh judul-judul buku yang seperti ini. langkah selanjutnya adalah membuat judul. 2. Selalu melatih diri dalam keterampilan memimpin Beberapa persyaratan membuat kerangka tulisan antara lain: 1. Dalam tahap ini dicantumkan tema. Untuk memperoleh status sosial yang tinggi B. ketika setelah sampai di rumah dan membacanya . Perguruan tinggi sebagai simbol peradaban bangsa III. Kerangka tulisan Pendahuluan (Masih banyak diantara mahasiswa belum menyadari dengan baik untuk apa sebenarnya dia menjadi mahasiswa) I. Pokok pikiran: Menjadi mahsiswa bukan untuk menaikkan status sosial atau untuk tujuan-tujuan lain. Contoh: Tema: Bermahasiswa yang benar. Judul. Pembaca akan kecewa jika isi yang ditulis ternyata tidak sesuai atau semenarik sebagaimana judulnya. Akan tetapi pembaca akan segera kecewa ketika membaca isi tulisan tersebut. maka ia ingin segera tahu apa isinya. Kerangka harus disusun secara cermat dan logis. pokok-pokok yang sejajar harus diberi nomor atau huruf yang sejenis. Motivasi masuk perguruan tinggi A. selain harus menarik perhatian pembaca. Membuat kerangka tulisan yang lengkap dan terperinci yang sudah bebas dari coretan-coretan. Judul-judul yang bombastis sekilas memang menarik perhatian pembaca. melainkan untuk belajar lebih banyak dan lebih intens sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa. Membaca judul dan sinopsis buku yang biasanya ditulis di kover belakang kita sering tertarik untuk membelinya.

2. Hotel internasional di Teluk Banten Ternyata berceritera tentang suaka burung 4. Klinik bersalin masyarakat ikan Ternyata berisi sarang ikan dan cara menetaskan telur. Perlu perhatian terhadap serangan penyakit pada kacang tanah Judul sebaiknya juga tidak terlalu pendek. Aerodynamika msyarakat serangga Ternyata hanya membahas cara terbang serangga. 1. Judul-judul tersebut di atas dapat diperbaiki sebagai berikut: 1. dengan catatan menambah sebjudul di bawahnya. Contoh: 1. Tiap empat jam ada orang ditabrak trem 2. cerpen. maka judul pendek itu bisa dibuat. Razzia penduduk sungai Ternyata bercerita tentang orang cari ikan 3. Perhatikan juduljudul di bawah ini. Sapi Bali Riwayat penciptaan dan cara peternakannya 2. Judul-judul tersebut memang sangat menarik. puisi dll. namun bisa jadi pembaca sangat kecewa karena isinya tidak seperti yang dibayangkan oleh pembaca sewaktu membaca judul. 1. sering dikecewakan oleh judul yang bombastis tetapi isinya tidak relevan. Daun Katuk Sebagai obat pelangsing tubuh yang manjur 3. terutama becak dan belang daun. Perlu kita perhatikan adanya serangan penyakit pada tanaman kacang tanah. Jika anda ingin tetap menggunakan judul pendek karena hal tersebut dapat mencerminkan sesuatu bahasan yang hendak anda tonjolkan.kita menjadi sangat kecewa. Mungkin judul-judul pendek hanya sesuai pada karangan seperti novel. Contoh-contoh berikut ini merupakan contoh-contoh judul yang kurang baik dan berkesan membosankan dan melelahkan. Setiap empat jam ada orang ditabrak trem di Betawi 2. Kijing Taiwan Benar-benar menyelundup ke Indonesia . Varietas-varietas atau strain-strain ikan mas dan masalahnya dalam pemuliaan. Bulu entok Sebagai bahan pembuatan bola bulu tangkis 4. Masalah strain ikan mas dalam pemuliaan 3. 3. Demikian pula ketika kita membaca koran atau majalah atau tulisan apapun.

Arti. Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan pendahuluan yang bagus. Penggunaan jaring trawla. 6. Pendahuluan berbentuk ringkasan ini nyata-nyata mengemukakan topik dan poko isi tulisan secara garis besar. Penangkapan ikan dasar laut dengan jaring trawl Pendahuluan Setelah pembaca tertarik dengan judul yang anda tampilkan. 2. Gunakan pupuk majemuk kita melipatgandakanmajemuk demi suksesnya hasil bumi dalam rangkab. Pendahuluan berbentuk amanat (pesan) langsung kepada pembaca sehingga terasa akrab. yang dapat kita pilih yaitu: 1. Di bawah ini merupakan ringkasan proses pembuatan judul. Jaring trwal yang benar. 7. Ringkasan. 3. Kadang-kadang disebut juga pendahuluan kejutan. Cara penangkapan ikanpenangkapannya yang benar sumber ikan demersaldemersal dengan jaring trawl dengan jaring trawl yang hidup di dekat dasar 3. Hal terakhir ini sering kali lebih sulit daripada . anda tidak perlu menulis ”Pendahuluan” untuk menunjukkan sub-bagian pendahuluan sebagaimana dalam tulisan ilmiah. Arti dan jenis pupuk1. Anda langsung saja menulis apa yang akan anda kemukakan dalam sub-bagian pendahuluan itu. Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta. subpendahuluan perlu mendapat perhatian yang serius. Pelukisan. Pertanyaan. kemudian membuat paling sedikit 3 judul. Pengaruhnya terhadappembangunan partisipasi dalamtanaman pangan 2. Proses pembuatan judul No. Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya orang terkenal) dapat langsung menyentuh rasa pembaca. maka pembaca akan segera melirik ke pendahuluan. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. Dalam tulisan populer dan ilmiah populer. kejadian atau hal. Amanat langsung. Mereka mengharapkan membaca sesuatu yang menarik sesuai dengan persepsi pembaca ketika membaca judul. Oleh karena itu. pengaruh dan cara pembangunan c. 5. 4. Ikan demersal dan cara peningkatan pemanfaatanb. Pupuk majemuk * Pengaruh dan pemakaiannya bagi peningkatan hasil tanaman 2. agar diperoleh gambaran keseluruhan isi artikel. Tabel 1. sebelumnya kita membuat synopsis. Anekdot. Pernyataan yang menonjol.Untuk membuat judul. Pengertian ikan demersal1. Minat membaca akan menurun atau meningkat tergantung dari sajian dalam pendahuluan. dalamdan daerah penyebarannya 2. yaitu sebagai pemancing minat dan mengatur pembaca ke arah pembahasan. Bagian pendahuluan mempunyai dua fungsi. Tema Sinopsis Judul 1. Ada tujuh macam bentuk pendahuluan. Cara pemakaiannya pemakaian pupuk majemuk 3. Ktipan orang lain. Dengan pupuk majemuka.

karena barangkali perlu dicekulang lagi. Ini terjadi ketika Jimmy Carter meresmikan pemakaian alat pemasak air yang menggunakan tenaga matahari tanggal 20 Juni 1979 yang lalu. Cina memasak dengan tenaga matahari. maka setelah tua mereka berganti kelamin menikmati Sorga Dunia untuk kedua kalinya sebagai Don Juan belut jantan. karena skaldal seksnya. Baru setelah dirasa bisa melanjutkan. Bila anda merasa revisi itu sudah baik dan tidak tahu lagi bagian mana yang perlu direvisi. misalnya isi tulisan. lindung atau belut menarik perhatian. atau juga berupa dongeng. maka langkah yang sebaiknya dilakukan adalah menunda dulu bagian pendahuluan iniu dan menulis bagian lain. (Dan seterusnya). Tingkah lakunya yang aneh dalam perkawinan. terutama jika sinopsis artikel yang bersangkutan tidak menarik. dan cara beternak mereka di kolam air tawar. alinea pembuka itu menjadi: SKANDAL SEKS KAUM BELUT Sebagai ikan buas yang suka berlindung dalam sarang penyamunnya. Konsep awal: PERGANTIAN KELAMIN DAN CARA BETERNAK BELUT Ikan belut yang kita kenal enak dagingnya itu ternyata mempunyai cara hidup yang aneh. kisah atau cerita yang familiar dari orang lain. Biasanya teman anda akan lebih jeli dalam melihat kelemahan tulisan anda. Seringkali pendahuluan mengalami perubahan berulangkali untuk memperoleh alinea pendahuluan yang dapat memancing minat. Kalau masih muda mereka menikmati hidup sebagai juwita belut betina. Revisi ini mungkin bukan tulisan akhir. dan kalau tua berganti kelamin menjadi jantan semua. Seringkali kita mengalami kesulitan sehingga kita menjadi kesal dan putus asa. Dalam hal ini. pendahuluannya sebaiknya kita susun berupa sari yang disarikan dari sinopsis yang paling menonjol dan menarik perhatian. Misalnya contoh sebagai berikut.menulis judul atau isi. Tidak selamanya usaha membuat pendahuluan demikian dapat berhasil. Kalau muda berupa betina semua. kita pakai untuk mengambil tindakan teknis dan cara beternak mereka di kolam air tawar. Cara lain untuk memancing minat baca ialah mengingatkan seseorang (pembaca) kepada kejadian serupa. Misalnya contoh proses pembuatan judul dan alinea pendahuluan di bawah ini. Dalam tulisan di bawah ini akan dikemukakan tingkah laku mereka dalam perkawinan. nanti menjelang tahun 2000. Tapi listrik tenaga surya masih mahal harganya. Tubuh utama Mungkin bsru ksli ini seorang Presiden Amerika Serikat naik ke Atap Gedung Putih. Misalnya contoh sebagai berikut: Judul MENUJU TENAGA SURYA Novelty lead Kali ini seorang presiden pun naik ke atap rumah dalam rangka Usaha melawan krisis energi. . maka ada baiknya anda minta tolong kepada teman anda untuk membacanya. Diharapkan makin murah. anda dapat menulis pendahuluan kembali. Setelah konsep ditulis ulang. antara lain membentuk sarang busa. Jika anda mengalami hal ini.

Memang cukup sulit. Tetapi di India. bilamana ingin diterima di kalangan para pembesar dan para raja-raja. meskipun dengan pemberian makanan tambahan berupa udang kerdil setengah mati. Dari contoh di atas. karena terang mereka akan menghabiskan benih bandeng dan udang. gagasan. serta kemudian berpindah ke gagasan berikutnya. Kata sahibulhikayat. Cara ini adalah untuk memandu jalannya tulisan yang sedang disusun. Agar sub-sub menarik. maka pertamatama tulis dahulu sub yang sesuai walaupun belum terasa menarik. kelapa yang dipetiknya di atas pohon diringi oleh suara gaib yang mengiang di telinganya: ”Pengumuman! Barang siapa yang bisa minum air kelapa ’yang ini’ sekaligus dalam satu tarikan. pembaca dapat dengan mudah menelusuri anak-anak tangga tanpa kesulitan. ia akan menurunkan raja-raja Mataram!” Isi Tulisan Pada alinea atau kalimat terakhir dari pendahuluan sangat dianjurkan merupakan alinea atau kalimat penghubung antara pendahuluan dan isi tulisan. ikan kakap dipelihara dengan pemberian makanan berupa ikan rucah sebangsa teri. Harus pula diusahakan agar tiap kalimat dalam alinea itu merupakan irama yang teratur. yang sangat berharga. Jika tidak ada kalimat penghubung. . Sedangkan di Muangthai. 1000 liter sehari terbuang . Hal ini perlu diperhatikan agar pembaca tidak merasa ada sesuatu yang hilang sewaktu membaca isi utama tulisan anda. Untuk mengtasi hal ini. Dengan demikian. Namun alinea yang beruntun saja masih belum tentu enak dibaca. ikan kakap justru sengaja dipelihara dalam tambak juga. fakta dll. jelas bahwa sebuah alinea yang menarik harus beruntut atau berkesinambungan. kita dapat memeriksanya kembali.Judul AIR KELAPA . Sub-sub ini juga perlu dipilih kata-kata yang menarik tanpa meninggalkan maknanya. maka harus dibuat alinea-alinea yang menarik. kita mulai menulis pikiran. Contoh alinea yang baik: Sebagai ikan buas. Dengan adanya alinea-alinea. Etelah judul sub dibuat. dan badan masih segar Berikut contoh alinea yang kalimatnya tidak berirama: Praktis semua orang tua mengetahui bahwa kebiasaan caranya memakan sirih adalah suatu etiket pergaulan resmi yang pada jaman dahulu kala tidak semua orang menguasainya. berkesinambungan dan dinamis serta cepat berpindah tepat pada waktunya. Contoh: Pikiran masih jernih. suatu gagasan pokok dimulai dan diakhiri. Untuk menghindari pembaca cepat bosan. para kakap jelas tidak cocok untuk dipelihara dalam tambak bersama ikan bandeng dan udang. Baru setelah sub-sub tersusun. pembaca akan tahu. sesuai dengan judul sub tersebut. Siapa yang mau ikut memanfaatkannya? Pendahuluan Air kelapa yang pertama kali kita dengar ialah air kelapa Ki Ageng Giring dalam Babad Tanah Jawi dulu. maka isi utama tulisan sebaiknya dibagi ke dalam sub-sub. seolah-olah pembaca diajak melompat sehingga terasa mengganjal.

). Wartawan Freelance: Panduan menulis artikel untuk media cetak dan elektronik. kadangkala kualitas bahasa dari suatu media masa akan menunjukkan bobot media masa tersebut. Penutup ini dapat berupa alinea terakhir dari sebuah tulisan. Ruslijanto dan D. koran.. namanya. A. maka anda dapat memilih media masa yang belum mempunyai bentuk dan gaya bahasa. Akademika Pressindo. Alinea yang tidak dinamis akan membuat sebuah alinea terasa lamban. Kalau anda perhatikan. M. jadi. G. Contoh dan perbaikannya (?) Penutup Sebagaimana pendahuluan. Jakarta. setiap media masa biasanya mempunyai format tulisan dan gaya bahasa yang berbeda. A. 1995. Ghalia Indonesia. Penutup biasanya bergaya pamit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. G. Mengapa? Alasannya sederhana! Naskah kotor! Daftar Pustaka Banjarnahor. Mulyono ed. kita harus memperhatikan format dan bahasa media masa tersebut. akhirnya atau kalimat pertanyaan. kebiasaan ini merupakan etiket yang harus dikuasai oleh semua orang. anda harus menyesuaikan dengan gaya bahasa media masa tersebut. Bahkan. Jika anda merasa belum mampu. 1994. H. kemudian menyumbat mulut dengan segumpal tembakau. Contoh ? Format Tulisan Agar tulisan kita bisa dimuat di suatu majalah. semua orang yang akan menghadiri rapat para pembesar sipil dan militer harus memakan sirih. Penelusuran pustaka. . Gaya pamit itu biasanya cukup dihasilkan dengan menyelipkan kata demikian. Waktu itu. Haryanto. Betapapun bagusnya tulisan kita. Pada jaman dahulu. G.Alinea itu dapat disusun kembali dan terasa lebih berirama sebagai berikut: Praktis semua orang tua tahu. mungkin sekali setelah sampai di meja redaksi langsung dibuang ke tong sampah. 2000. kapur dan pinang. jurnal atau yang sejenisnya. Untuk itu. bagaimana cara makan sirih. Susur. maka kata penutup sebagai isyarat penutup sebuah tulisan tidak dicantumkan pada tulisan populer. Jakarta. bila ingin diterima di kalangan mereka. Yaitu menggoyanggoyangkan rahang menguyah daun sirih. Brotowidjoyo. Jakarta. Penulisan Karangan Ilmiah. maka. Dalam: Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah (Haryanto. D. Edisi Kedua. Persiapan Naskah Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam mempersiapkan naskah.

H. Purwoko. Penerbit ITB.Haryanto. W. Prentice-Hall. 1998. Achmadi). C. 1993. A Guide to Scientific Writing. 2000. U. 1988. D. . Memos. Anda Ingin Jadi Pengarang? Usaha Nasional. 1999. Ruslijanto. 2006. Mulyono. J. Disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah. Surabaya. M. Yogyakarta. Manalu. Pelatihan penulisan ilmiah populer bagi mahasiswa. Menyusun Laporan Teknik. Santoso. M. D. Fakultas Pertanian. UGM Press. 1980. NJ. Purbo-Hadiwidjojo. A. DIKTI. Mullins. Penulisan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah internasional. Etc. A. Mencari dan merumuskan topik penelitian. A. The Complete Writing Guide to Preparing Reports. Jakarta. Lindsay. Nafiah. Proposals. Bengkulu. Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia.. Englewood Cliffs. Jakarta. Makalah Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi. 1981. A. Pegangan Gaya Penulisan. UI-Press. S. 1995. Bengkulu. M. Jakarta. Inc. Penebit Buku Kedokteran. H. Penyusunan penulisan ilmiah populer. Jurusan Sosial Ekonomi. Bandung. G. Universitas Bengkulu. (Penerjemah S. Rifai. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful