PENYUSUNAN KARYA ILMIAH POPULER

24 10 2008

14 Votes Oleh: Urip Santoso[1] Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Ilutrasi John seorang mahasiswa tingkat satu di suatu universitas. Ia sangat gemar membaca baik bahan kuliah, iptek, pengetahuan umum, novel, cerita bersambung, cerpen dan sebagainya. Ia tidak habis mengerti, mengapa para penulis atau pengarang begitu pandai bercerita lewat tulisan atau karangan yang runtut, menarik dan mengesankan. Ia juga banyak mendengar dari teman-temannya yang pandai menulis atau mengarang bahwa honorariumnya cukup lumayan sebagai tambahan biaya hidup. Yah, sebagai seorang mahasiswa dari keluarga yang kurang berada, maka “imbalan” yang didengarnya cukup menggiurkan. “Ah, kalau seandainya aku bisa menulis, pasti aku tak usah minta kiriman uang. Kasihan ortu. Mereka sangat lelah,” angannya. John ternyata tidak hanya berangan-angan. Ia wujudkan angan-anganya dengan perbuatan. Ia pergi ke perpustakaan, diskusi dan wawancara dengan para pakar. Ia juga melahap buku-buku yang membahas cara menulis dan mengarang. ”Ah, rasanya sih mudah menulis,” pikirnya. Aku tinggal membuat ide – yang sebetulnya sudah bertimbun dalam otakku –, menulis tema, pokok pikiran, judul, kerangka tulisan, mencari bahan dan menulis.” ”Ah, gampang,” batinnya. Iapun mulai mencari bahan-bahan tulisan yang ia harapkan dapat mendukung tulisan yang hendak ia buat. Setelah bahan tulisan tersedia, iapun mulai menulis. Namun, begitu pena menyentuh kertas, setumpuk ide yang ada dalam otaknya tidak mau keluar. Macet! ”Ah, kenapa seret amat,” keluhnya. Ia coba dan coba sampai akhirnya ia putus asa dan berhenti menulis. ”Ah, barangkali aku tidak bakat,” pikirnya. —–000—– Bakat barangkali sangat mendukung seseorang untuk menjadi penulis atau pengarang yang baik. Namun tanpa latihan, mustahil seseorang akan bisa menjadi seorang penulis atau pengarang. Pada hemat saya, kemampuan menulis lebih banyak ditentukan oleh latihan yang intensif. Banyak diantara kita yang berhenti menulis pada tahap awal seperti John. Ketika penanya seret, mereka berhenti menulis serta menganggap bahwa mereka tidak berbakat. Sebenarnya, langkah-langkah yang ditempuh oleh John sudah benar. Ia belajar terlebih dahulu teori atau tuntunan menulis, baru setelah memahaminya ia mencari bahan untuk ditulis. Ia juga telah mencoba menulis berulang kali. Namun ia merasa gagal. Padahal ia belum cukup banyak berlatih. Einstein bilang: “Jika anda telah gagal sepuluh ribu kali maka cobalah lagi barangkali pada yang ke sepuluh ribu satu kali anda berhasil.”

Simpan tulisan itu dan kemudian baca ulang tulisan itu pada kesempatan yang lain. Agar terhindar dari kesulitan memperoleh tema. pengamatan. dan hangat. Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berbobot. Tema harus ditentukan sebelum mulai mengarang. kreasi imajinatif dll. Karangan-karangan narasi. Sebab seringkali kita sudah menilai bahwa tulisan kita sangat sempurna. beberapa hal harus diperhatikan. Tanpa tema. Tema dapat diperoleh dari berbagai sumber. 4. 3. banyak melihat. anda bisa mengoreksi draft kasar sampai tulisan itu anda nilai sudah baik. Jika anda sudah tahu kekurangan tulisan itu. sering mengadakan diskusi dan tukar-menukar pendapat untuk melatih mengemukakan pendapat dan mempertahankannya dengan argumentasi dan contoh yang baik dan tepat serta memperluas cakrawala berpikir. Baru setelah selesai. saya yakin anda akan mengetahui cara untuk memperbaikinya. 2. Jika anda merasa pena sudah mulai seret. 2. berhentilah menulis. 4. Draft terakhir sebaiknya dibaca oleh teman anda. . berdiskusi. mendengarkan. membaca. survei. Anda akan melihat berbagai kelemahan dan kekurangan tulisan anda. memungkinkan untuk digarap. tidak akan dihasilkan tulisan yang baik. dan agar berbagai ide dalam otak anda bisa dituangkan ke dalam tulisan. Curah hujan di Indonesia vs Curah hujan di pulau Jawa Sejarah seni lukis di Indonesia vs Seni lukis di zaman kemerdekaan Perkembangan Islam vs Sebabnya Islam cepat tersiar Pembangunan di Indonesia vs Pembangunan ekonomi pada Pelita III Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap masyarakat vs Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap usaha kerajinan rotan di Amuntai 6. untuk menjaga agar pena anda tidak seret kembali. Akan tetapi tulisan argumentatif atau persuasi umumnya bersumber dari pendapat dan sikap penulis. Ada langkah yang barangkali cukup praktis. seperti pengalaman. 3.Ya. asal sesuai dengan tema yang telah ditentukan. majalah. 5. jurnal. Coba anda bandingkan tema-tema di bawah ini: 1. deskripsi biasanya bersumber dari sumber-sumber tersebut. antara lain: 1. kita harus mempunyai motivasi yang kuat untuk berlatih terus sampai sukses menjemput kita. anda bisa menulis apa saja. selalu menambah pengalaman. mengalami sendiri berbagai peristiwa. ruang lingkup yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. setelah dibaca oleh orang lain ternyata masih banyak bolong-bolongnya. Pemilihan Tema Tema merupakan pokok masalah yang akan diuraikan dalam sebuah tulisan. selalu mengembangkan imajinasi dan kreativitas. selalu rajinmengamati sesuatu yang terjadi di sekitar kita atau membaca buku. hasil penelitian. Perkembangan pers di Indonesia vs Perkembangan pers di Indonesia ditinjau dari segi kebebasannya. Sebagai langkah awal. koran yang merupakan hasil pengamatan/penelitian orang lain. wawancara. Hal ini sangat penting. penulis harus memilih tema yang menarik.

Kita tinggal memilih ide atau tema mana yang kita nilai sangat menarik bagi pembaca. 8. 3. 7. . Berdasar urutan apresiatif. Susunan kerangka diatur menurut diterimatidaknya prinsip yang dikemukakan. ide atau gagasan secara tiba-tiba. Bisa ketika kita membaca. Ada beberapa macam tipe susunan kerangka tulisan antara lain: 1. Kilasan-kilasan ide atau gagasan atau tema sering mudah kita lupakan. Mencatat di atas kertas segala gagasan yang timbul dari perkiraan. ide-ide tersebut harus segera dicatat. 5. bisa ketika kita melihat sesuatu. juga berguna untuk menghindari kemungkinan terlupa dan bermanfaat untuk mengkaji sekali lagi point-point yang penting itu secara kritis. dst. 2. Berdasar urutan logis. Kerangka Tulisan Setelah menentukan tema. Susunan kerangka diatur menurut aspek umum dan aspek khusus. Susunan kerangka diatur menurut susunan waktu kejadian peristiwa yang hendak diuraikan. dan mulailah kita menulis. diorganisasi dan disitematisasikan. 4. Berdasar urutan akseptabilitas. Kerangka tulisan ini selain sangat berguna bagi penulis pemula. Jika hal itu tidak segera kita tangkap. 6. Berdasar urutan lokal. Sewaktu-waktu kita dapat mengingat kembali ide-ide kita yang dituangkan ke dalam sebuah buku. Untuk bisa membuat kerangka tulisan yang baik. Kemudian. Susunan kerangka diatur menurut jenjang kepentingannya. Berdasarkan urutan kronologis. Mengkaji sekali lagi gagasan-gagasan yang telah dikelompokkan dalam bab-bab dan pasal-pasal. berguna-tidak berguna. Susuanan kerangka diatur menurut hubungan sebabakibat. Berdasar urutan kausal. 2. atau yang dikumpulkan dari sumber-sumber yang ada hubungan dengan tema yang telah dirumuskan. Susunan kerangka diatur menurut dikenal-tidaknya bahan yang akan diuraikan. Berdasar urutan klimaks. untung-rugi. Berdasar urutan familiaritas.Sering kita mendapatkan tema. Susunan kerangka diatur menurut susunan lokal (ruang/tempat) dari obyek yang hendak diuraikan. mulailah gagasan-gagasan tadi diatur. Kerangka tulisan ini sangat penting untuk memandu tahapan menulis agar tidak menyimpang dari tema. Adalah hal yang menarik jika ide-ide itu kita dokumentasikan dalam sebuah buku ide. Oleh sebab itu. 3. atau bisa seketika atau bahkan dalam mimpi. sebagai wahana latihan tanpa mengenal lelah dan putus asa. diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. benar-salah. langkah berikutnya adalah membuat kerangka tulisan. Menulis dan menulis. maka mereka akan segera menghilang dari pikiran kita. Susunan kerangka diatur menurut pemilikan burukbaik.

Kerangka yang baik. Judul. melainkan untuk belajar lebih banyak dan lebih intens sebagai bekal menghadapi masa depan bangsa. Untuk menghindari menjadi penganggur C.4. Untuk mengembangkan kemampuan diri II. Pembaca akan kecewa jika isi yang ditulis ternyata tidak sesuai atau semenarik sebagaimana judulnya. 2. Dalam tahap ini dicantumkan tema. Pokok pikiran: Menjadi mahsiswa bukan untuk menaikkan status sosial atau untuk tujuan-tujuan lain. Pemilihan Judul Setelah menentukan tema. Hal ini sangat penting artinya bagi pembaca. Selalu melatih diri dalam keterampilan memimpin Beberapa persyaratan membuat kerangka tulisan antara lain: 1. langkah selanjutnya adalah membuat judul. Membuat kerangka tulisan yang lengkap dan terperinci yang sudah bebas dari coretan-coretan. Contoh: Tema: Bermahasiswa yang benar. Menarik bukan berarti bombastis. Judul-judul yang bombastis sekilas memang menarik perhatian pembaca. Membaca judul dan sinopsis buku yang biasanya ditulis di kover belakang kita sering tertarik untuk membelinya. 3. Betapa sering kita dikecewakan oleh judul-judul buku yang seperti ini. Perguruan tinggi sebagai simbol peradaban bangsa III. Untuk memperoleh status sosial yang tinggi B. judul dan pokok pikiran yang mendasari kerangka tulisan tersebut. ketika setelah sampai di rumah dan membacanya . Kerangka harus mengandung pokok-pokok yang cukup mendalam. pokok-pokok yang sejajar harus diberi nomor atau huruf yang sejenis. Antara perguruan tinggi dengan sekolah lanjutan B. Setelah pembaca tertarik terhadap judul yang terpampang di majalah atau koran. Karakteristik perguruan tinggi A. Sebab judul yang bombastis itu biasanya tidak mencerminkan isi tulisan yang dibahas. Akan tetapi. Selalu melipatgandakan usaha studi B. selain harus menarik perhatian pembaca. Motivasi masuk perguruan tinggi A. Dalam membuat kerangka tulisan tidak boleh ada pembagian yang pincang. pokok pikiran dan kerangka tulisan. Kerangka harus disusun secara cermat dan logis. Kerangka tulisan Pendahuluan (Masih banyak diantara mahasiswa belum menyadari dengan baik untuk apa sebenarnya dia menjadi mahasiswa) I. Mahasiswa yang ideal A. Akan tetapi pembaca akan segera kecewa ketika membaca isi tulisan tersebut. maka ia ingin segera tahu apa isinya. juga harus mencerminkan tema tulisan.

Daun Katuk Sebagai obat pelangsing tubuh yang manjur 3. dengan catatan menambah sebjudul di bawahnya. Tiap empat jam ada orang ditabrak trem 2. Perhatikan juduljudul di bawah ini. Mungkin judul-judul pendek hanya sesuai pada karangan seperti novel. Razzia penduduk sungai Ternyata bercerita tentang orang cari ikan 3. puisi dll. maka judul pendek itu bisa dibuat. Judul-judul tersebut di atas dapat diperbaiki sebagai berikut: 1. Varietas-varietas atau strain-strain ikan mas dan masalahnya dalam pemuliaan. Setiap empat jam ada orang ditabrak trem di Betawi 2. 2. namun bisa jadi pembaca sangat kecewa karena isinya tidak seperti yang dibayangkan oleh pembaca sewaktu membaca judul. Klinik bersalin masyarakat ikan Ternyata berisi sarang ikan dan cara menetaskan telur. Jika anda ingin tetap menggunakan judul pendek karena hal tersebut dapat mencerminkan sesuatu bahasan yang hendak anda tonjolkan. Sapi Bali Riwayat penciptaan dan cara peternakannya 2. Perlu perhatian terhadap serangan penyakit pada kacang tanah Judul sebaiknya juga tidak terlalu pendek. terutama becak dan belang daun. sering dikecewakan oleh judul yang bombastis tetapi isinya tidak relevan. Contoh: 1. 1. Aerodynamika msyarakat serangga Ternyata hanya membahas cara terbang serangga. Masalah strain ikan mas dalam pemuliaan 3. 1. cerpen. Perlu kita perhatikan adanya serangan penyakit pada tanaman kacang tanah. Judul-judul tersebut memang sangat menarik. Hotel internasional di Teluk Banten Ternyata berceritera tentang suaka burung 4.kita menjadi sangat kecewa. Demikian pula ketika kita membaca koran atau majalah atau tulisan apapun. Kijing Taiwan Benar-benar menyelundup ke Indonesia . 3. Contoh-contoh berikut ini merupakan contoh-contoh judul yang kurang baik dan berkesan membosankan dan melelahkan. Bulu entok Sebagai bahan pembuatan bola bulu tangkis 4.

4. Hal terakhir ini sering kali lebih sulit daripada . dalamdan daerah penyebarannya 2. Cara penangkapan ikanpenangkapannya yang benar sumber ikan demersaldemersal dengan jaring trawl dengan jaring trawl yang hidup di dekat dasar 3. Proses pembuatan judul No. Pupuk majemuk * Pengaruh dan pemakaiannya bagi peningkatan hasil tanaman 2. Ringkasan. kejadian atau hal. kemudian membuat paling sedikit 3 judul. Cara pemakaiannya pemakaian pupuk majemuk 3. Pernyataan yang menonjol. Biasanya diikuti dengan kalimat kekaguman. sebelumnya kita membuat synopsis. Minat membaca akan menurun atau meningkat tergantung dari sajian dalam pendahuluan. Arti. 5. anda tidak perlu menulis ”Pendahuluan” untuk menunjukkan sub-bagian pendahuluan sebagaimana dalam tulisan ilmiah.Untuk membuat judul. yaitu sebagai pemancing minat dan mengatur pembaca ke arah pembahasan. Penggunaan jaring trawla. Pendahuluan berbentuk amanat (pesan) langsung kepada pembaca sehingga terasa akrab. Mereka mengharapkan membaca sesuatu yang menarik sesuai dengan persepsi pembaca ketika membaca judul. Di bawah ini merupakan ringkasan proses pembuatan judul. Anda langsung saja menulis apa yang akan anda kemukakan dalam sub-bagian pendahuluan itu. pengaruh dan cara pembangunan c. 3. Anekdot. Dalam tulisan populer dan ilmiah populer. Penangkapan ikan dasar laut dengan jaring trawl Pendahuluan Setelah pembaca tertarik dengan judul yang anda tampilkan. Ikan demersal dan cara peningkatan pemanfaatanb. Pendahuluan berupa kutipan ucapan seseorang (tentunya orang terkenal) dapat langsung menyentuh rasa pembaca. yang dapat kita pilih yaitu: 1. Ada tujuh macam bentuk pendahuluan. Pendahuluan berbentuk pertanyaan yang merangsang keingintahuan merupakan pendahuluan yang bagus. Tabel 1. Ktipan orang lain. Oleh karena itu. Pengaruhnya terhadappembangunan partisipasi dalamtanaman pangan 2. Amanat langsung. Dengan pupuk majemuka. Kadang-kadang disebut juga pendahuluan kejutan. Pendahuluan berbentuk ringkasan ini nyata-nyata mengemukakan topik dan poko isi tulisan secara garis besar. maka pembaca akan segera melirik ke pendahuluan. Gunakan pupuk majemuk kita melipatgandakanmajemuk demi suksesnya hasil bumi dalam rangkab. Pengertian ikan demersal1. Bagian pendahuluan mempunyai dua fungsi. Pelukisan. 6. Arti dan jenis pupuk1. Jaring trwal yang benar. Pertanyaan. 7. 2. agar diperoleh gambaran keseluruhan isi artikel. subpendahuluan perlu mendapat perhatian yang serius. Tema Sinopsis Judul 1. Pendahuluan yang melukiskan suatu fakta.

maka ada baiknya anda minta tolong kepada teman anda untuk membacanya. nanti menjelang tahun 2000. Misalnya contoh sebagai berikut: Judul MENUJU TENAGA SURYA Novelty lead Kali ini seorang presiden pun naik ke atap rumah dalam rangka Usaha melawan krisis energi. Cina memasak dengan tenaga matahari. maka langkah yang sebaiknya dilakukan adalah menunda dulu bagian pendahuluan iniu dan menulis bagian lain. Seringkali kita mengalami kesulitan sehingga kita menjadi kesal dan putus asa. Seringkali pendahuluan mengalami perubahan berulangkali untuk memperoleh alinea pendahuluan yang dapat memancing minat. Misalnya contoh proses pembuatan judul dan alinea pendahuluan di bawah ini. Tingkah lakunya yang aneh dalam perkawinan. Revisi ini mungkin bukan tulisan akhir. (Dan seterusnya). Diharapkan makin murah.menulis judul atau isi. dan kalau tua berganti kelamin menjadi jantan semua. Cara lain untuk memancing minat baca ialah mengingatkan seseorang (pembaca) kepada kejadian serupa. lindung atau belut menarik perhatian. Bila anda merasa revisi itu sudah baik dan tidak tahu lagi bagian mana yang perlu direvisi. misalnya isi tulisan. karena barangkali perlu dicekulang lagi. dan cara beternak mereka di kolam air tawar. alinea pembuka itu menjadi: SKANDAL SEKS KAUM BELUT Sebagai ikan buas yang suka berlindung dalam sarang penyamunnya. Konsep awal: PERGANTIAN KELAMIN DAN CARA BETERNAK BELUT Ikan belut yang kita kenal enak dagingnya itu ternyata mempunyai cara hidup yang aneh. Setelah konsep ditulis ulang. terutama jika sinopsis artikel yang bersangkutan tidak menarik. Misalnya contoh sebagai berikut. atau juga berupa dongeng. Ini terjadi ketika Jimmy Carter meresmikan pemakaian alat pemasak air yang menggunakan tenaga matahari tanggal 20 Juni 1979 yang lalu. . Kalau muda berupa betina semua. karena skaldal seksnya. Biasanya teman anda akan lebih jeli dalam melihat kelemahan tulisan anda. antara lain membentuk sarang busa. pendahuluannya sebaiknya kita susun berupa sari yang disarikan dari sinopsis yang paling menonjol dan menarik perhatian. Dalam tulisan di bawah ini akan dikemukakan tingkah laku mereka dalam perkawinan. Dalam hal ini. kita pakai untuk mengambil tindakan teknis dan cara beternak mereka di kolam air tawar. Kalau masih muda mereka menikmati hidup sebagai juwita belut betina. Tubuh utama Mungkin bsru ksli ini seorang Presiden Amerika Serikat naik ke Atap Gedung Putih. maka setelah tua mereka berganti kelamin menikmati Sorga Dunia untuk kedua kalinya sebagai Don Juan belut jantan. Tidak selamanya usaha membuat pendahuluan demikian dapat berhasil. Tapi listrik tenaga surya masih mahal harganya. Baru setelah dirasa bisa melanjutkan. Jika anda mengalami hal ini. kisah atau cerita yang familiar dari orang lain. anda dapat menulis pendahuluan kembali.

kelapa yang dipetiknya di atas pohon diringi oleh suara gaib yang mengiang di telinganya: ”Pengumuman! Barang siapa yang bisa minum air kelapa ’yang ini’ sekaligus dalam satu tarikan. para kakap jelas tidak cocok untuk dipelihara dalam tambak bersama ikan bandeng dan udang. suatu gagasan pokok dimulai dan diakhiri. Hal ini perlu diperhatikan agar pembaca tidak merasa ada sesuatu yang hilang sewaktu membaca isi utama tulisan anda. Contoh: Pikiran masih jernih. meskipun dengan pemberian makanan tambahan berupa udang kerdil setengah mati. Untuk menghindari pembaca cepat bosan. maka isi utama tulisan sebaiknya dibagi ke dalam sub-sub. pembaca akan tahu. kita mulai menulis pikiran. Sedangkan di Muangthai. Baru setelah sub-sub tersusun. pembaca dapat dengan mudah menelusuri anak-anak tangga tanpa kesulitan. . Dengan adanya alinea-alinea. gagasan. 1000 liter sehari terbuang . maka harus dibuat alinea-alinea yang menarik. Jika tidak ada kalimat penghubung. fakta dll. Memang cukup sulit. Cara ini adalah untuk memandu jalannya tulisan yang sedang disusun. seolah-olah pembaca diajak melompat sehingga terasa mengganjal. bilamana ingin diterima di kalangan para pembesar dan para raja-raja. serta kemudian berpindah ke gagasan berikutnya. Harus pula diusahakan agar tiap kalimat dalam alinea itu merupakan irama yang teratur. berkesinambungan dan dinamis serta cepat berpindah tepat pada waktunya. Sub-sub ini juga perlu dipilih kata-kata yang menarik tanpa meninggalkan maknanya. ikan kakap justru sengaja dipelihara dalam tambak juga. Etelah judul sub dibuat. yang sangat berharga.Judul AIR KELAPA . kita dapat memeriksanya kembali. Untuk mengtasi hal ini. Kata sahibulhikayat. Namun alinea yang beruntun saja masih belum tentu enak dibaca. maka pertamatama tulis dahulu sub yang sesuai walaupun belum terasa menarik. ikan kakap dipelihara dengan pemberian makanan berupa ikan rucah sebangsa teri. Dari contoh di atas. jelas bahwa sebuah alinea yang menarik harus beruntut atau berkesinambungan. Agar sub-sub menarik. karena terang mereka akan menghabiskan benih bandeng dan udang. Dengan demikian. Tetapi di India. dan badan masih segar Berikut contoh alinea yang kalimatnya tidak berirama: Praktis semua orang tua mengetahui bahwa kebiasaan caranya memakan sirih adalah suatu etiket pergaulan resmi yang pada jaman dahulu kala tidak semua orang menguasainya. ia akan menurunkan raja-raja Mataram!” Isi Tulisan Pada alinea atau kalimat terakhir dari pendahuluan sangat dianjurkan merupakan alinea atau kalimat penghubung antara pendahuluan dan isi tulisan. sesuai dengan judul sub tersebut. Contoh alinea yang baik: Sebagai ikan buas. Siapa yang mau ikut memanfaatkannya? Pendahuluan Air kelapa yang pertama kali kita dengar ialah air kelapa Ki Ageng Giring dalam Babad Tanah Jawi dulu.

Pada jaman dahulu. Penutup ini dapat berupa alinea terakhir dari sebuah tulisan. G. Contoh ? Format Tulisan Agar tulisan kita bisa dimuat di suatu majalah. setiap media masa biasanya mempunyai format tulisan dan gaya bahasa yang berbeda. Akademika Pressindo. Alinea yang tidak dinamis akan membuat sebuah alinea terasa lamban. Betapapun bagusnya tulisan kita. Kalau anda perhatikan. Brotowidjoyo. jurnal atau yang sejenisnya. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Dalam: Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah (Haryanto. Persiapan Naskah Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam mempersiapkan naskah.). G. Jakarta. 2000. Ruslijanto dan D. Mengapa? Alasannya sederhana! Naskah kotor! Daftar Pustaka Banjarnahor. Penelusuran pustaka. Mulyono ed.Alinea itu dapat disusun kembali dan terasa lebih berirama sebagai berikut: Praktis semua orang tua tahu. Susur. bila ingin diterima di kalangan mereka. maka anda dapat memilih media masa yang belum mempunyai bentuk dan gaya bahasa. Jakarta. D. anda harus menyesuaikan dengan gaya bahasa media masa tersebut. 1995. Haryanto. maka kata penutup sebagai isyarat penutup sebuah tulisan tidak dicantumkan pada tulisan populer. Edisi Kedua. Ghalia Indonesia. kadangkala kualitas bahasa dari suatu media masa akan menunjukkan bobot media masa tersebut. Jika anda merasa belum mampu. kita harus memperhatikan format dan bahasa media masa tersebut. Wartawan Freelance: Panduan menulis artikel untuk media cetak dan elektronik. kemudian menyumbat mulut dengan segumpal tembakau. koran. M. Bahkan. namanya. Contoh dan perbaikannya (?) Penutup Sebagaimana pendahuluan. jadi. 1994. kebiasaan ini merupakan etiket yang harus dikuasai oleh semua orang. kapur dan pinang. . Penulisan Karangan Ilmiah. H. maka.. Yaitu menggoyanggoyangkan rahang menguyah daun sirih. A. mungkin sekali setelah sampai di meja redaksi langsung dibuang ke tong sampah. Untuk itu. bagaimana cara makan sirih. akhirnya atau kalimat pertanyaan. G. Penutup biasanya bergaya pamit. A. Gaya pamit itu biasanya cukup dihasilkan dengan menyelipkan kata demikian. semua orang yang akan menghadiri rapat para pembesar sipil dan militer harus memakan sirih. Waktu itu.

(Penerjemah S. Makalah Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi. The Complete Writing Guide to Preparing Reports. M. Pegangan Gaya Penulisan. Lindsay. A. Etc. Penerbit ITB. 1980. Purbo-Hadiwidjojo. Ruslijanto. Penyuntingan dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. C. Penyusunan penulisan ilmiah populer. S. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. 1993. Englewood Cliffs. 1998. DIKTI. Bengkulu. Penebit Buku Kedokteran. Universitas Bengkulu. A. NJ. M. A. W. 1999. Santoso.Haryanto. Mulyono. 2000. Penulisan artikel ilmiah pada jurnal ilmiah internasional. 1981. 1988. A. G. Purwoko. UI-Press. Fakultas Pertanian. Pelatihan penulisan ilmiah populer bagi mahasiswa. H. U. Anda Ingin Jadi Pengarang? Usaha Nasional. H. Prentice-Hall. Surabaya. A Guide to Scientific Writing. Jakarta. Inc. UGM Press. Yogyakarta. D. Proposals. D. Mullins.. Bengkulu. Manalu. M. Menyusun Laporan Teknik. Memos. . Jakarta. Disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah. J. 1995. Achmadi). Nafiah. Rifai. Jakarta. Mencari dan merumuskan topik penelitian. Bandung. Jurusan Sosial Ekonomi. 2006.