Penyuluh Agama Islam Minim JAKARTA - Penyuluh agama Islam di Indonesia sangat minim dan tak sebanding dengan

jumlah penduduk Muslim
yang kurang lebih mencapai 200 juta jiwa. Fakta ini cukup merisaukan karena peran dan fungsi penyuluh agama di masyarakat sangat penting. Direktur Penerangan Agama Islam (Penais), Ahmad Djauhari, menyampaikan hal itu kepada Republika, Kamis (10/2). Menurut dia, peran penyuluh agama sangat penting guna memberi pencerahan, penyadaran, dan pembinaan umat. Para penyuluh agama juga bisa berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah-daerah guna memberdayakan potensi umat yang belum digarap secara maksimal. Data menunjukkan, saat ini penyuluh agama fungsional di Kementerian Agama (Kemenag) berjumlah 4.000 orang dan nonfungsional 9.000 orang. Jumlah ini sangat tidak memadai. Karena itu, kata Djauhari, pemerintah akan berupaya menambah jumlah penyuluh agama fungsional. Namun, jika penambahan penyuluh fungsional terlalu berat, pemerintah akan memperbanyak jumlah penyuluh agama nonfungsional. Diakui, insentif yang diberikan kepada penyuluh agama nonfungsional masih sangat rendah. Pada 2010, honor untuk mereka hanya Rp 100 ribu per bulan dan tahun ini ditingkatkan menjadi Rp 150 ribu tiap bulannya. "Memang diakui tidak cukup karena sekadar uang kehormatan." Djauhari berpendapat, hal utama yang perlu ditingkatkan dari para penyuluh agama adalah peningkatan kualitas mereka, baik dalam kemampuan berdakwah maupun penguasaan materi. Perhatikan kesejahteraan : Ketua Umum Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI), KH Nuril Huda, mengemukakan, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan para penyuluh agama. Rendahnya kesejahteraan, menurutdia, dapat berakibat fatal terhadap kesuksesan penyampaian misi penyuluhan. Meski demikian, tegas Nuril, faktor materi tidak boleh dijadikan orientasi utama bagi para penyuluh. Untuk meningkatkan taraf perekonomian penyuluh, menurutnya, penting membekali penyuluh dengan kemampuan berdikari dan berwirausaha. Dengan kemandirian finansial, diharapkan fokus dan konsentrasi penyuluh bisa tertuju kepada pembinaan umat. Lebih lanjut Nuril mengatakan, secara umum kualitas para penyuluh masih kurang menggembirakan, terutama para penyuluh di daerah terpencil. Untuk itu, langkah pembinaan penyuluh harus digalakkan, baik oleh FKPAI maupun pemerintah. Pembinaan meliputi penguasaan terhadap ilmu dan pola dakwah yang ideal menurut Islam. Ilmu yang dimaksud adalah ajaran Islam yang sesuai dengan ahlusunah waljamaah dan mengedepankan wajah Islam sebagai agama kasih sayang bagi seluruh alam. Sedangkan dakwah yang harus disampaikan adalah dakwah yang menggambarkan keluhuran ajaran Islam.

Berdakwah Perlu Keramahan dan Keteladanan “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali ‘Imran, 3:159) Dalam berdakwah perlu dilakukan dengan keramahan, agar pesan-pesan yang disampaikan diterima dengan baik.“Jangan sampai, dalam menjalankan dakwah berubah menjadi sebaliknya, awalnya ingin pembenahan tapi malah menjadi pengrusakan,” kata KH Nuril Huda, Ketua Umum Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) di Depok, Rabu lalu. Agama Islam dikenal dengan cinta dan kasih sayang, namun ada sebagian masyarakat masih memandang Islam sebagai agama yang pemberontak, teroris dan anarkis. “Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta) harus menunjukkan sikap yang ramah dan penuh kelembutan,” jelasnya.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiyaa’, 21:107) Ia menilai, ada upaya saat berdakwah cenderung berbalik menjadi perbuatan perusakan atau kemungkaran. Untuk itu ia mengharapkan jangan sampai, dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar (menganjurkan pada kebaikan melarang pada perbuatan yang buruk), namun yang terjadi justru kemungkaran. Karena membuat kerusakan adalah hal yang dilarang Allah Swt. “… dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Qashash, 28:77) Penasihat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pusat itu lebih lanjut mengatakan, menyebarkan agama Islam perlu adanya kebijakan secara menyeluruh, baik dari pribadi pendakwah ataupun bedasarkan kebijakan kearifan lokal. “Bagi pendakwah harus memiliki jiwa keikhlasan yang tinggi, dan dalam menyebarkan agama Islam dengan kesejukan, sehingga bisa mencapai sasaran dan mengena pada semua lapisan masyarakat tanpa lintas maupun batas,” katanya Saat ini ada 9.000 penyuluh agama Islam yang tersebar di seluruh Indonesia, dan diharapkan mereka akan terus melakukan pembenahan diri. Salah satunya, dengan menyiapkan penyuluh agama Islam yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan tuntuan masyarakat. “Jadilah pendakwah yang benar-benar disukai masyarakat dengan memberi contoh yang baik,” katanya. “Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada RasulNya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS At-Taghaabun, 64:12) “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab, 33:21) – [republika]

yang salah satu karakteristiknya adalah mampu mengendalikan diri (self control) dari pemuasan hawa nafsu yang tidak sesuai dengan ajaran agama. naluriah. dan daya perasa yang berpusat di dada disebut qalbu. di antaranya mendiaminya. maka potensi takwa itu harus dikembangkan. Jiwanya berisikan nilai-nilai iman. yaitu keluarga. Manusia demikian adalah sumber daya manusia berkualitas.”[7] Manusia akan dapat melaksanakan kewajiban dan peranan idealnya apabila unsur jasmani dan rohani mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejalan dengan ajaran Islam. mencuri.[5] Dalam Surat Adz-Dzaariyaat ayat 56 dan Al-Baqarah ayat 30 Allah Swt berfirman: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.[3] Unsur rohani yang membedakan manusia dengan binatang dan menjadi hakikat manusia. potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink. Apabila nilai-nilai agama telah terinternalisasi dalam diri seseorang maka dia akan mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia yang bertakwa. dan akhlak mulia. karena tidak terkembangkan. Unsur biologis ini membuat manusia sama dengan binatang. maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berzina. . “Ibadah dalam pengertian luas adalah menyembah Allah dalam segala tingkah laku manusia dengan niat mencari keridhaan-Nya semata. Apabila potentsi takwa seseorang lemah.”. berkuasa dan rasa aman. yaitu melalui pendidikan dan kegiatan keagamaan. kuat dan terampil. atau menggunakan narkoba dan main judi). “Untuk mengembangkan atau menumbuhkan kemampuan dasar jasmani dan rohani tersebut. pendidikan merupakan sarana (alat) yang menentukan….[1] Jasmani yang bersifat materil adalah berasal dari unsur tanah dan akan kembali ke tanah setelah manusia meninggal dunia. yaitu daya berfikir yang berpusat di kepala yang disebut akal. sekolah dan masyarakat.Manusia diciptakan Allah dalam struktur yang paling baik di antara makhluk Allah yang lain.”[6] “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.[2] Sedangkan unsur rohani terdapat dua daya. ketaqwaan.[9] Melalui lembaga tersebut maka jasmani manusia akan menjadi sehat. baik secara aqli maupun naqly. minum-minuman keras. Hal ini berarti bahwa manusia harus menundukkan dan merendahkan diri kepada Allah dengan beribadah serta memakmurkan bumi. atau hawa nafsu.[8] Dalam literatur Islam dikenal tiga lembaga pendidikan. membunuh. Struktur manusia terdiri dari unsur jasmani dan rohani. Akalnya menghasilkan ilmu pengetahuan. Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berakhlak baik (takwa) atau buruk (fujur). memeliharanya serta mengembangkannya demi kemaslahatan. Agar hawa nafsu itu terkendalikan (dalam arti pemenuhannya sesuai dengan ajaran agama).[4] Manusia diciptakan Allah adalah untuk beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah di muka bumi. seks. seperti naluri makan/minum.

maka perlu adanya suatu tindakan atau upaya pembenahan dan penerapan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan manusia.”[11] Dalam konteks seperti di atas. dan petunjuk itu tidak akan datang dengan sendirinya tanpa usaha untuk mendapatkannya.”[13] Dalam usaha mengimplementasikan fungsi di atas. penyuluh agama Islam memiliki peranan penting dalam mengkomunikasikan ajaran agama dan program pembangunan melalui bahasa agama kepada masyarakat. Masuknya iman ke dalam hati manusia adalah atas petunjuk atau hidayah yang datang dari Allah. ”Setiap penyuluh agama merupakan komponen utama yang mempengaruhi kinerja tugas operasional penerangan agama Islam yang . Keempat. sehingga berdampak pada lingkungan sekitarnya yang jauh dari nilai-nilai agama sehingga seringkali sikap dan tingkah lakunya kurang sesuai dengan ajaran agama Islam yang berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Norma dan aturan yang sudah ada sulit diterapkan karena kurangnya pemahaman dan pembiasaan. memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. melaksanakan pengawasan fungsional. ulama dan tokoh agama. sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran Islam. karena nilai dan ajaran Islam mampu menjadi kendali dan pedoman dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu. Dan ini menjadi tanggung jawab serta kewajiban bersama bagi setiap muslim. selain itu orang tua itu sendiri kurang bahkan tidak mengerti dengan ajaran-ajaran agama yang ia anut. maka perlu adanya upaya agar pemahaman masyarakat terhadap nilainilai ajaran Islam semakin meningkat. yaitu : “Pertama. sehingga terciptanya pola pikir.Seiring dengan kemajuan zaman. “Nilai dan ajaran Islam tidak hanya dikenal dan dimengerti tetapi harus dilembagakan dan dibudayakan agar berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Kedua. dalam hal ini Kementerian Agama memiliki posisi dan tugas dalam menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama di Indonesia.”[10] Lemahnya iman dan kurangnya pengetahuan agama akan berpengaruh terhadap kesadaran manusia dalam mejalankan ajaran agama. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”[12] Pemerintah. Ketiga. banyak hal dapat kita nikmati dari perkembangan di berbagai bidang yang melaju begitu cepat yang dapat membawa pengaruh besar terhadap masyarakat. maka penyuluhan agama Islam merupakan salah satu bentuk satuan kegiatan yang memiliki nilai strategis. hal ini mengacu kepada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1 Tahun 2001 bahwa fungsi Departemen Agama meliputi empat masalah pokok. membina dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas serta administrasi departemen. serta pemerintah. orang tua kurang memperhatikan pendidikan agama terhadap anak. “Kondisi tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan semangat juang dan rasa optimisme. Allah Swt berfirman dalam al-Qur`an : ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. melaksanakan penelitian dan pengembangan terapan pendidikan dan pelatihan tertentu dalam rangka mendukung kebijakan di bidang keagamaan. khususnya dalam menjalankan fungsi memperlancar pelaksanaan pembangunan di bidang keagamaan. Manusia tidak boleh lari dari padanya karena takut menghadapi dampak negatif yang dibawanya itu. Dalam kondisi demikian. Dengan kata lain.

dan juga perlu memahami visi penyuluh agama serta menguasai secara optimal terhadap materi penyuluhan agama itu sendiri maupun teknik menyampaikannya. Menghadapi kondisi ini seorang penyuluh harus menyusun strategi yang tepat dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhannya demi tercapainya tujuan tugas itu. bermasyarakat dan bernegara. Karena kemajemukan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku. yaitu ” masalah keimanan (aqidah). masyarakat teknologis. hambatan dan tantangan yang merugikan aqidah. baik secara pribadi.[14] Dalam kaitan ini. penyuluh agama Islam mempunyai peranan penting dalam kehidupan beragama. keluarga maupun sebagai anggota masyarakat umum. ialah Penyuluh Agama Islam menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. wawasan dan pengembangan diri. Sehingga ada korelasi faktual terhadap kebutuhan masyarakat pada setiap gerak dan langkah mereka. ras. ”Penyuluh Agama Islam mempunyai tugas pokok dan fungsi yang berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 516 tahun 2003 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Fungsional. masyarakat saintifik dan masyarakat terbuka.[16] Oleh karena itu. Disamping itu materi penyuluhan tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. serta status sosial ekonomi yang berbeda-beda. gangguan. Dengan demikian. ialah Penyuluh Agama Islam memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap umat / masyarakat dari berbagai ancaman. Fungsi Konsultatif. setiap penyuluh agama secara terus menerus perlu meningkatkan pengetahuan. sebagai panutan dan sebagai penyambung tugas pemerintah”[17] Selanjutnya. tradisi. Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 79 tahun 1985 bahwa : ”Penyuluh Agama mempunyai peranan sebagai pembimbing masyarakat. menyampaikan penerangan agama dan mendidik masyarakat dengan sebai-baiknya sesuai ajaran agama. penyuluh agama Islam mempunyai fungsi yang sangat dominan dalam melaksanakan kegiatannya. Fungsi Advokatif.[15] Tugas penyuluh agama Islam sekarang ini berhadapan dengan suatu kondisi masyarakat yang berubah dengan cepat yang mengarah pada masyarakat fungsional. namun secara global dapatlah dikatakan bahwa materi penyuluhan dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal pokok. mengganggu ibadah dan merusak akhlak”[18] . yaitu : “Fungsi Informatif dan Edukatif. memiliki tanggung jawab untuk membawa masyarakat binaannya kearah kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.belakangan direstrukturisasi menjadi Pendidikan Agama Islam pada masyarakat dan Pemberdayaan Masjid”. ialah Penyuluh Agama Islam memposisikan sebagai da’i yang berkewajiban menda’wahkan Islam. para penyuluh agama karena fungsinya yang strategis itu. yaitu dengan melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama kepada masyarakat”. sesuai dengan ajaran Islam. Keberhasilan seorang Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugasnya di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa komponen diantaranya komponen strategi dakwah yang dipilih dan dirumuskan. lahiriyah maupun batiniyah. bahasa. masalah keislaman (syari`ah) dan masalah budi pekerti (akhlakul karimah)”.

Jakarta: Pustaka Al Husnah. Al-Ikhlas. hlm. Edisi 08/Thn. Filsafat Pendidikan Islam. 1994. 77 [5] Masjfuk Zuhdi. Hartono. Jakarta. Ilmu Pendidikan Islam. 60 [17]Depertemen Agama RI. Kankemenag Prov. al-Baqarah. Rajawali. Sumatera Selatan. 1995. an-Nahl. Sumsel. Jakarta. Majalah Rukun Umat. 147 [10] Said Agil Husein al Munawar. 1994. Sumatera Selatan. hlm. 2000. 1995. Struktur Organisasi Departemen Agama RI. Buku Pedoman Penyuluh Agama Islam. 16:125 [13] A. 2007. Himpunan Peraturan Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya. 2002. Jakarta. Jakarta: Cipta Press. 3 . 4 [6] Qs. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. hlm. hlm. Ilmu Pendidikan Islam. Chunaini Saleh. 20 [15]Kementerian Agama Prov. Bumi Aksara.M. Studi Islam : Ibadah. 88 [9] Ramayulis. hlm. 1 [14]Kementerian Agama Prov. Islam dan Perubahan Sosial Budaya: Kajian Islam Tentang Perubahan Masyarakat. PT Logos Wacana Ilmu. Sumsel). hlm. dkk. 2003. Jakarta Kalam Mulia. hlm. hlm. hlm. Himpunan Peraturan Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agam…. hlm. Arifin. H. Kalam Mulia. 1983. Jakarta : Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. Jakarta. adz-Dzaariyaat.[1] H. Ilmu Pendidikan…. Agama RI. Palembang. Surabaya. hlm. 2009. Ilmu Pendidkkan Islam. 2 [18]Depertemen Agama RI. hlm. Arifin. hlm. Bumi Aksara. Palembang.. 1983. Jakarta. 1994.2009.M. 68 [4] Zuhairni. Direktorat Jendaral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji. hlm. hlm. Filsafat Pendidikan Islam. 2:30 [8] H. 171 [12] Qs. Bidang Penamas dan Pemberdayaan Masjid (Kankemenag Prov. 67 [3] Hery Noer Ali. 88 [2] Hery Noer Aly. Jakarta. 1999. Al Qur’an Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki.II/Jan. 288 [11] Sidi Gazalba. 51:56 [7] Qs. 1 [16]Asmuni Syukir.

Pengertian Penyuluh Agama Islam Secara bahasa “penyuluh” merupakan arti dari kata bahasa Inggris “counseling”. apalagi diangkat tangan suatu keputusan. kemasjidan dan lain sebagainya”. moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu.[1] Dilingkungan Kementerian Agama. keluarga sakinah. 54/KP/MK. dan teknik penyuluhan.WASPAN/9/1999). . pada hakekatnya ialah terwujudnya kehidupan masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai agamanya secara memadai yang ditunjukkan melalui pengamalannya yang penuh komitmen dan konsisten seraya disertai wawasan multi kultural untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dan saling menghargai satu sama lain. maksudnya. kemampuan dan kecakapan serta menguasai berbagai strategi. B. syarat dan rukun dari suatu pelaksanaan ritual tertentu. hukum halal haram.A. pendekatan. akan tetapi dengan sendirinya menjadi pemimpin masyarakat karena kewibawaannya.[2] Adapun yang dimaksud dengan penyuluh agama sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 791 tahun 1985. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melaksanakan bimbingan atau penyuluh agama dan pembangunan kepada masyarakat melalui bahasa agama”. “penyuluh agama memiliki tugas dan kewajiban menerangkan segala sesuatu yang berkaitan dengan agama. sehingga mampu dan siap melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan profesional. dan Penyuluh Agama Islam. ada namanya Penyuluh Agama pada Kantor Urusan Agama Kecamatan. pernikahan. yaitu pembimbing umat Islam dalam rangka pembinaan mental.[3] Sedangkan penyuluh agama yang berasal dari PNS (sebagaimana yang diatur dalam keputusan MENKOWASBANGPAN NO. moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. mengandung arti “penerangan”. adalah : “Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas dan tanggung jawab. yang sering diterjemahkan dengan “menganjurkan atau menasehatkan”. serta menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama”. PERAN DAN FUNGSI PENYULUH AGAMA ISLAM Sejak semula penyuluh agama Islam berperan sebagai pembimbing umat dengan rasa tanggung jawab. Dan hasil akhir yang ingin dicapai. zakat. membawa masyarakat kepada kehidupan yang aman dan sejahtera. cara. adalah : “Pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental. penyuluh agama Islam perlu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Allah SWT. Penyuluh Agama Islam ditokohkan oleh masyarakat bukan karena penunjukan atau pemilihan. penyuluh agama Islam adalah para juru penerang penyampai pesan bagi masyarakat mengenai prinsip-prinsip dan etika nilai keberagamaan yang baik. Disamping itu penyuluh agama Islam merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama dalam pelaksanaan tugas membimbing umat Islam dalam mencapai kehidupan yang bermutu dan sejahtera lahir bathin. Kata penyuluh disini.[4] Dengan demikian.

Kondisi dan situasi kehidupan beragama yang dialami bangsa kita inilah yang menempatkan masyarakat bangsa sebagai masyarakat religius. C. sehingga dapat berjalan sistematis. . Ia juga sebagai pemimpin masyarakat bertindak sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan begitu pula dalam masalah kenegaraan dengan usaha menyukseskan program pemerintah. maka tantangan tugas para penyuluh agama Islam semakin berat. Posisi penyuluh agama ini sangat strategis baik untuk menyampaikan misi keagamaan maupun misi pembangunan”. maka perlu sekali bagi penyuluh agama Islam memiliki kemampuan. Peranan ini nampak lebih penting karena pembangunan di Indonesia tidak semata membangun manusia dari segi lahiriah dan jasmaniahnya saja. penyuluh agama Islam tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan dan kata-kata saja. akan tetapi bersama-sama mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkannya. untuk menuju keberhasilan kegiatan penyuluhan tersebut. kecakapan yang memadai sehingga mampu memutuskan dan menentukan sebuah proses kegiatan bimbingan dan penyuluhan. karena dalam kenyataan kehidupan di tataran masyarakat mengalami perubahan pola hidup yang menonjol. yaitu menyampaikan penyuluhan agama kepada masyarakat dengan melalui bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka. POLA PEMBINAAN KEAGAMAAN Sebagai negara yang berdasarkan pancasila. [5] Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. berhasil guna. moral dan nilai ketakwaan umat serta turut mendorong peningkaan kualitas kehidupan umat dalam berbagai bidang. penyuluh agama Islam berperan pula sebagai motivator pembangunan. melainkan membangun segi rohaniah. Dengan kepemimpinannya.Penyuluh agama Islam menjadi tempat bertanya dan tempat mengadu bagi masyarakatnya untuk memecahkan dan menyelesaikan dengan nasihatnya. Oleh karena itu. Penyuluh agama Islam selain berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. berdaya guna dalam upaya pencapaian tujuan yang diinginkan. khususnya mengatasi dampak negatif. Agama merupakan bagian penting dari kehidupan bangsa. berperan juga untuk ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan. modal rohaniah. Oleh karena itu. mental spiritualnya dilaksanakan sejalan secara bersama-sama. beban tugas penyuluh agama Islam lebih ditingkatkan lagi dengan usaha menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengikuti petunjuk dan ajakan pimpinannya. Keteladanan ini ditanamkan dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. baik di bidang keagamaan maupun pembangunan”. yang untuk itu maka senantiasa diusahakan agar agama dapat mendorong seluruh gerak kehidupan bangsa. Dengan demikian “peranan penyuluh agama Islam sangat strategis dalam rangka membangun mental. “Tugas penyuluh agama tidak semata-mata melaksanakan penyuluhan agama dalam arti sempit berupa pengajian. akan tetapi seluruh kegiatan penerangan baik berupa bimbingan dan penerangan tentang berbagai program pembangunan. kita menghargai fungsi agama.[6] Dalam masa pembangunan dewasa ini.

Disamping itu pula dengan aktifnya masyarakat terhadap kegiatan keagamaan akan mempertebal keimanan serta keyakinan akan nilai-nilai kesosilaan dan keagamaan didalam masyarakat. sesuatu yang mutlak pula. agama Islam di bawa Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu agama Islam merupakan agama yang telah diakui kebenarannya. beramal sholeh dan berbudi pekerti luhur. bimbingan dan didikan atau perhatian dari semua pihak khususnya para penyuluh agama Islam. . Tuhan yang menyeru sekalian alam. menghargai akal pikiran. Sasaran yang dikehendaki adalah terciptanya masyarakat berkepribadian muslim dan mampu melestarikan nilai-nilai agama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat bangsa dan Negara yang dilandasi oleh suasana kehidupan yang Islami dan penuh ketaqwaan. hal ini sesuai dengan Firman Allah Swt : Artinya : “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam……”[7] Beragama merupakan Fitrah insaniah yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama. adalah agama yang dapat diyakini. dari konteks tersebut nyatalah bahwa manusia benar-benar mengamalkan ajaran agamanya. yaitu Allah SWT. dengan pembinaan dan pendidikan agama yang baik.[9] Disamping itu. menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. mengutamakan persaudaraan berakhlak mulia dan sikap-sikap positif lainnya. maka akan mampu memotivasi masyarakat agar dapat mengembangkan potensinya untuk dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan keagamaan secara langsung. Dengan demikian bagi manusia wajiblah beragama sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah dan senantiasa harus berpegang pada agama tersebut yakni agama Islam. akhlak dan nilainilai negatif yang melanda masyarakat dapat diantisipasi. maksudnya ”aktifitas yang berkaitan dengan bidang keagamaan yang ada dalam kehidupan masyarakat dalam melaksanakan dan menjalankan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari”. Alamsyah Ratu Perawira Negara dalam bukunya “Bimbingan Masyarakat Beragama” mengemukakan: “Manusia membutuhkan kepada bimbingan dan petunjuk yang benar-benar bernilai mutlak untuk kebahagiaan di dunia dan di alam sesudah mati.Ajaran agama Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif. dengan demikian masyarakat dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia muslim yang beriman. senantiasa mengembangkan kepedulian sosial. namun yang terpenting adalah bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di segala sendi kehidupan bermasyarakat yang senantiasa mengalami berbagai problema hidup yang berubah-ubah bagi siapa yang berpegang teguh pada ajaran agama tersebut dan mengamalkannya maka ia akan dibimbing dalam menjalani kehidupan ini. dan juga menjadi satu sarana untuk menanamkan nilai-nilai agama agar kemerosotan moral.” [8] Dari sinilah perlunya pembinaan. Kegiatan keagamaan. karena didalamnya terdapat berbagai petunjuk tentang bagaimana seharusnya manusia menyikapi hidup dan kehidupan ini secara lebih bermakna dalam arti seluas-luasnya Petunjuk-petunjuk agama tersebut terdapat didalam al-Qur’an dan al-Hadits yang nampak ideal dan agung. Untuk itulah Tuhan yang bersifat pengasih dan penyayang memberikan suatu anugerah kepada manusia. H.

”[10] Dengan demikian dapat diketahui bahwa agama mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam memberikan bimbingan dalam kehidupan. bukan saja yang bersifat agamawi melainkan juga yang duniawi. menolong dalam menghadapi kesukaran. maksudnya agama adalah faktor yang bersifat mendorong. 3. Strategi dakwah maksudnya “metode. Asas psycologis. yaitu masalah yang erat hubungannya dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai dalam proses atau aktifitas dakwah. selama usaha tersebut tidak bertenangan dengan norma dan kaidah agama. Asas kemampuan dan keahlian. maksudnya agama mengintegrasikan segala kerja manusia.Oleh karena itu dalam melaksanakan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. maka seorang penyuluh agama Islam harus mempuunyai strategi yang tepat dan sistematis. mendasari dan melandasi cita-cita dan amal usaha manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. dibandingkan dengan sasaran penyuluhan. Asas sosiologis. waktu maupun tenaga yang dikeluarkan dengan pencapaian hasilnya. seorang penyuluh agama Islam diharuskan terlebih dahulu memerangi hawa nafsunya dan taat kepada Allah dan Rasul. yaitu agama sangat mendorong pemeluknya untuk bekerja produktif bukan saja untuk kepentingan dirinya melainkan juga untuk orang lain. harus menetapkan titik tolak yang jelas. Dengan menghayati agama. padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”[14] . artinya agama mengkuduskan segala usaha manusia. 2. maka seorang penyuluh agama Islam dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. taktik atau maniuvers yang dipergunakan dalam aktifitas (kegiatan) dakwah. yaitu membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi sasaran dakwah. Fungsi sublimatif. maksudnya di dalam aktifitas dakwah harus berusaha menseimbangkan antara biaya.”[12] Dari asas-asas tersebut. Di dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan kegamaan. Memiliki Kepribadian Yang Baik Di dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan. sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri.”[11] Strategi yang dipergunakan di dalam kegiatan pembinaan keagamaan tersebut harus memperhatikan asas-asas berikut ini : “Asas filosofis. Sebab kata Prof. bagaikan lampu yang menerangi kepada seluruh manusia. Asas efektifitas dan efisiensi. orang bisa mempunyai kekuatan batin hingga terhindar dari melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan sehingga ia mampu menjaga integritas dirinya. Kalau tidak.”[13] Oleh karena itu. Fungsi integratif. yaitu membahas masalah yang erat hubungannya dengan kejiwaan manusia. Karena pada dasarnya agama mempunyai fungsi sebagai berikut : “1. padahal ia sendiri terbakar oleh api. Fungsi motivatif. 4. siasat. Fungsi produktif. dan menenteramkan batin. Sifat ini diterangkan di dalam al-Qur`an yang berbunyi : Artinya : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian. Hamka “Jayanya atau suksesnya suatu dakwah memang sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri. Dr. hendaklah memiliki kepribadian yang baik.

3. Materi Syari`ah Syari`ah dalam Islam adalah berhubungan erat dengan amal lahir (nyata) dalam rangka mentaati semua peraturan/hukum Allah guna mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan mengatur pergaulan hidup antara sesama manusia. Secara global. metode. yaitu : a.2. Di bidang aqidah ini bukan saja pembahasannya tertuju pada masalah-masalah yang wajib diimani. b. memperbaiki akhlak umat. Namun secara global materi dakwah dapat diklasifikasikan menjadi empat hal pokok. akan tetapi meliputi juga masalah-masalah yang dilarang sebagai lawannya. seperti subjek dan objek penyuluhan. Materi Akhlak . mendidik dan membina serta mengajarkan ajaran agama Islam kepada jema`ah. Dengan demikian. Bahkan lebih dari itu. Sebab tanpa tujuan yang jelas seluruh aktifitas penyuluhan akan sia-sia. seperti syirik.”[15] Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa tujuan dari penyuluhan adalah mengajak manusia kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar. membina mental keagamaan umat Islam sebagai jema`ah majelis. Materi Penyuluhan Pada dasarnya materi penyuluhan tergantung pada tujuan yang hendak dicapai. materi dan sebagainya. melalui siraman rohani ceramah agama dalam setiap pengajian. dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. bahwa tujuan dari penyuluhan sangat menentukan dan berpengaruh terhadap penggunaan metode dan media penyuluhan. ingkar dengan adanya Tuhan dan sebagainya. mengajak umat manusia yang belum beriman agar beriman kepada Allah SWT. dan strategi. Tujuan Penyuluhan Penyuluhan merupakan rangkaian kegiatan atau proses. sasaran. c. Materi Aqidah Aqidah dalam Islam adalah bersifat i`tikad bathiniyah yang mencakup masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rukun iman. dan menanamkan akhlak yang luhur dan mulia serta meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan keterampilan jema`ah. memberantas kebodohan umat Islam agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan sejahtera yang diridhoi oleh Allah Swt. mengajak umat manusia yang sudah memeluk agama Islam untuk meningkatkan taqwanya kepada Allah SWT. Hidup yang dibimbing syari`ah akan melahirkan kesadaran untuk berperilaku yang sesuai dengan tuntunan Allah Swt dan Rasulnya yang tergambar dalam hukum Allah yang normatif dan deskriptif. bahwa tujuan dari dari penyuluhan adalah : “Melaksanakan kegiatan menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar melalui pelaksanaan pengajian. Tujuan ini dimaksudkan untuk memberi arah atau pedoman bagi gerak langkah kegiatan penyuluhan. tujuan penyuluhan sebagai bagian dari seluruh rangkaian aktifitas penyuluhan sama pentingnya dari pada unsur-unsur lainnya.

lalu menjadi kata majemuk “methodologi” artinya ilmu cara kerja. hal ini disebabkan : “ materi ini sebagai wahana untuk mengetahui bagaimana prisnsif-prinsif beliau di dalam menegakkan kebenaran dan kemantapan hati di dalam menghadapi goncangan dunia. maka metodologi mempunyai peranan dan kedudukan sejajar dengan unsur-unsur lainnya. metodologi penyuluhan agama Islam dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari cara memberikan penyuluhan. psikologi. Jadi. Metodologi Penyuluhan Seorang penyuluh dalam menentukan strategi penyuluhan sangat memerlukan pengetahuan dan kecakapan dibidang metodologi.”[17] . Misalnya sosiologi. pedoman bagi hidup dan kehidupan manusia. Materi Baca Tulis al-Qur`an Penyuluh agama Islam harus mengetahui bahwa al-Qur`an adalah wahyu Allah SWT. d. Oleh karena itu beliau menjadi sumber sejarah dalam kehidupan manusia. Maka dari itu sebagai bekal penyuluhan bagi seorang penyuluh hendaknya memperlengkapi dirinya dengan beberapa pengetahuan dan pengalaman yang erat hubungannya dengan masalah masyarakat ini. sebab akhlak sebagai penyempurna keimanan dan keislaman seseorang.”[16] 4. sehingga dunia ditunjukinya tatanan pemikiran dan tingkah laku yang benar. e. Logi juga dari bahasa latin “logos” artinya ilmu. dimana penyuluhan merupakan suatu sistem. Oleh karena itu di dalam kegiatan keagamaan harus diberikan materi tentang sirah nabawiyah ini. Untuk itu para penyuluh agama Islam perlu memahami dan sekaligus dapat mengajarkan al-Qur`an dengan baik dan benar. dan metodologi merupakan salah satu unsurnya . Masyarakat sebagai objek penyuluhan Masyarakat sebagai objek atau sasaran penyuluhan adalah salah satu unsur yang penting di dalam sistem penyuluhan yang tidak kalah peranannya dibanding dengan unsur-unsur yang lain. Materi Sirah Nabawiyah Sirah Rasulullah Saw tidak pernah lekang dan lapuk untuk menjadi bahan baku sejarah yang diambil para generasi pewaris nubuwwah sebagai bekal perjalanan dan penopang eksistensinya. dan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan kemasyarakatan. Untuk itu seorang penyuluh harus mengerti dan menguasai materi yang akan disajikan. yaitu methode dan logos. Methode berasal dari bahasa latin “methodus” artinya cara atau cara kerja. 5.Penyuluh agama Islam harus memahami bahwa akhlak atau sistem perilaku ini terjadi melalui suatu konsep atau seperangkat pengertian tentang apa dan bagaimana sebaiknya akhlak itu harus terwujud. terutama umat Islam yang ingin bahagia di dunia dan akhirat. Memahami seperangkat pengertian tentang apa dan bagaimana sebaiknya akhlak itu seharusnya disusun oleh manusia di dalam sistem idenya. Oleh karena itu masalah masyarakat ini seharusnyalah dipelajari dengan sebaik-baiknya sebelum melangkah ke aktifitas penyuluhan yang sebenarnya. lalu di-Indonesiakan sering dibaca methoda. “Metodologi berasal dari dua kata.

Metode Ceramah Yang dimaksud dengan metode ceramah adalah “Suatu cara menyampaikan bahan secara lisan oleh tenaga penyuluh.”[20] Di dalam penggunaan metode ceramah ini. tidaklah selalu sesuai untuk guru agama (penyuluh) yang lain. karena keberhasilannya. jika wajah-wajah peserta penyuluhan berubah menjadi wajah-wajah jenuh atau juga terdengar celetukan yang seharusnya tidak dilontarkan peserta. “……. diperlukan penyampaian contoh-contoh konkrit. Dalam penggunaan metode perlu sekali diperhatikan bagaimana hakekat metode itu. Suatu metode yang sesuai bagi seorang guru agama (penyuluh). secara efektif dan efisien. suatu jalan atau alat saja. Metode yang paling sesuaipun belum menjamin hasil yang baik dan otomatis. Sedangkan peran audien sebagai penerima pesan. sehingga tidak terkesan hanya wacana. Seorang penyuluh juga harus mampu mengatur waktu dalam menyampaikan materi agar tepat dan tidak terkesan searah dan otoriter. Hal ini bertujuan agar penyuluh dalam memilih dan menggunakan metode tidak mudah terfokus terhadap satu atau dua metode yang disukai. Tetapi sebaliknya. Hal ini juga memberikan kesempatan kepada para pendengar untuk bertanya guna mengetahui materi yang disampaikan lebih mendalam dan puas. Dalam kondisi ini.. seorang penyuluh dituntut agar mampu berinovasi dan berdialog dengan peserta. Tidak ada metode yang seratus persen baik. agar tercapainya suatu tujuan yang sesuai dengan harapan. Dengan harapan. gara-gara kegagalannya. Macam-Macam Metode Penyuluhan a. memperhatikan dan mencatat informasi yang disampaikan penyuluh agama Islam bila diperlukan.Sedangkan Toto Asmara sering menggunakan kata-kata approach dari pada kata metodologi yang artinya adalah “cara-cara yang dilakukan oleh seorang penyuluh untuk mencapai suatu tujuan. Berkenaan dengan lamanya waktu penyampaian materi yang disampaikan maka dapat dilanjutkan hingga selesai. contoh-contoh yang disampaikan dapat memberikan motivasi tersendiri bagi para peserta. sehingga berniat untuk mewujudkan dan menerapkanya dilingkungan masing-masing. mendengar.”[19] Dari hakekat metode di atas.1. Selain itu peserta penyuluhan diberikan kesempatan tanya jawab atau dialog langsung. . Penerapan metode tidaklah dapat berlaku untuk selamanya. pengguna metode tidak mudah secepatnya memuji terhadap suatu metode tertentu. karena hakekat metode merupakan pedoman pedoman pokok yang mula-mula harus dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaannya.”[18] Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa metodologi penyuluhan agama Islam adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana cara atau teknis pendekatan penyuluhan agama yang dilakukan oleh seorang penyuluh kepada masyarakat binaannya. Dan sebaliknya tidak akan tergesa-gesa menyisihkan suatu metode. diharuskan bagi seorang penyuluh selalu memperhatikan dalam pemilihan dan penggunaan suatu metode. Selain itu dengan memahami hakekatnya. 5.perlu disadari bahwa : metode hanyalah satu pelayan. maka sebaiknya penyuluhan yang akan disampaikan dihentikan sementara.

c. Di sini seorang penyuluh dituntut untuk memahami kondisi audiens. lagi pula jawaban selalu sesuai dengan maksud pertanyaannya. hal ini dapat dilakukan dengan cara diskusi. Metode Latihan Metode ini dimaksudkan untuk melatih dan meningkatkan ketrampiian atau kecakapan motoris para amaah. perbuatan dan sebagainya dapat dinamakan bahwa seorang penyuluh tersebut menggunakan metode demonstrasi. siapa yang harus menanggapi. seperti melafalkan ayat atau hadits. baik berupa benda. sebuah diskusi akan hidup dan semarak jika dipimpin oleh seorang pengarah atau moderator yang menguasai audiens.Penggunaan metode ceramah dalam penyuluhan harus dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti tanya jawab atau dialog interaktif. dimana seorang penyuluh memperlihatkan sesuatu atau mementaskan sesuatu terhadap sasarannya (objek penyuluhan) dalam rangka mencapai tujuan penyuluhan yang diinginkan. Karena penggunaan metode ceramah secara monoton akan dapat membosankan dan membuat jenuh. diperlukan seseorang yang memenej diskusi tersebut. Intinya. Artinya suatu metode penyuluhan. Artinya sebuah diskusi dapat dilaksanakan setelah adanya materi penyuluhan yang disampaikan sebelumnya dengan metode ceramah ataupun yang lainnya. maka materi yang disampaikan tidak akan diterima dengan baik. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab “adalah penyampaian penyuluhan dengan cara mendorong sasarannya (objek penyuluhan) untuk menyatakan sesuatu masalah yang dirasa belum dimengerti dan penyuluh sebagai penjawabnya. Metode Demonstrasi Memberikan penyuluhan dengan memperlihattkan suatu contoh. . siapa yang harus bicara. memiliki keterampilan bertanya dan sebagainya. mengatur waktu pembicara utama dan menanggapi dan sebagainya. b. seperti menulis dan menyambung-nyambungkan huruf. Harapan semacam ini tak mungkin dicapai tanpa adanya usaha dari penyuluh untuk melatih drinya memahami maksud pertanyaan orang lain. peristiwa. d.”[21] Metode ini dimaksudkan untuk melayani peserta penyuluhan sesuai dengan kebutuhannya. Sebab dengan bertanya berarti orang ingin mengerti dan dapat mengamalkannya. Metode Diskusi Metode diskusi ini merupakan lanjutan dari metode ceramah. Selain si penyampai materi. Agar materi yang disampaikan lebih kaya dan guna mendapat masukan ataupun kritikan membangun dari para peserta. e. Dalam suatu diskusi agar terarah dan hidup serta tidak menyalahi etika. Oleh karena itu jawaban pertanyaan sangat diperlukan kejelasan dan pembahasan yang sedalam-dalamnya. juga harus ada seorang pemandu diskusi yang bertugas mengarahkan. serta kecakapan asosiasi.

Dalam menerapkan metode ini. ada beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam membuat sebuah perencanaan yaitu: 1. Analisa. Media penyuluhan ini dapat berupa barang (material). Tanpa rumusan tujuan yang jelas. Menjaga suasana agar selalu hidup dan gembira. tetapi fokus pada proses dan kemauan keras jema`ah untuk kesalahan atau kekeliruan yang ada. namun bila ditinjau dari penyuluhan sebagai suatu sistem. Walaupun sulit dilakukan. Pemahaman akan posisi organisasi sekarang dari tujuan yang hendak dicapai atau sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi diwaktu mendatang adalah bagian esensi dari proses . adanya “Planning. Segala kekuatan. bantu membantu dalam mencapai tujuan. organisasi akan menggunakan dayanya secara tidak efektif. Tahap kedua ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data staistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi. Disamping itu. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya. kondisi tertentu dan sebagainya. kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. orang.Metode ini biasanya sangat tepat digunakan untuk bidang pengajaran al-Quran. Actuiting dan Controlling”. seperti metode penyuluhan. atau yang mungkin menimbulkan masalah. 2. dapat dilakukan berdasarkan prinip-prinsip manajemen dakwah yakni. Sebenarnya media penyuluhan ini bukan saja berperan sebagai alat Bantu penyuluhan. Maka dalam hal ini media penyuluhan mempunyai peranan atau kedudukan yang sama dibanding dengan komponen yang lain. yang mana sistem ini terdiri dari beberapa komponen (unsur) yang komponen satu dengan lainnya saling kait mengkait. Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Tidak berorientasi pada hasil. Merumuskan keadaan saat ini. yang perlu diperhatikan oleh seorang penyuluh dalam melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan. sehingga latihan tidak membosankan jema`ah. maka peranan media penyuluhan menjadi tampak jelas dan penting. antisipasi keadaan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok. oleh karena itu media penyuluhan harus ada dalam keseluruhan aktifitas penyuluhan. pengajaran ilmu tajwid yang menuntut jema`ah bisa membaca dan memahami dengan baik dan benar. 3. maksud dan kegunaan adanya latihan sebagai cara yang menunjang proses kegiatan pengajian. objek penyuluhan dan sebagainya. walaupun itu bersifat sederhana dan sementara.”[22] 6.Seorang penyuluh harus bisa menjelaskan tentang arti. Apalagi dalam penentuan strategi penyuluhan yang memiliki asas efektifitas dan efisien. tempat. penyuluh hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : “Latihan harus memiliki arti dalam kerangka yang luas. Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. Organizing. Media Penyuluhan Media penyuluhan merupakan segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan penyuluhan yang telah ditentukan. rencana dapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut.[23] yaitu : Perencanaan : merencanakan setiap kegiatan pembinaan yang akan dilaksanakan dengan sebaikbaiknya.

metode yang digunakan relevan demikian juga materi yang diberikan. dan pengamalan jema`ah terhadap ajaran Islam akan tercapai dengan baik. dan sejenisnya) merupakan kegiatan pengajaran atau pendidikan agama Islam yang paling fleksibel dan tidak terikat oleh waktu. Aksi (Actuiting ): semua pelaksanaan kegiatan keagamaan dilakukan dengan baik berorientasi kepada pencapaian tujuan yang dicita-citakan. dan didukung oleh beberapa faktor seperti. siang. D. dan jenis kelamin_ Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat. hal-hal yang berkaitan dengan kelancaran pembinaan juga dikontrol demi kesuksesan dan tercapainya tujuan dari pembinaan keagamaan dimaksud. majelis taklim. lapisan atau strata sosial. 4. penghayatan. Pengawasan (controlling) : mengawasi semua tahapan kegiatan dan memonitor semua bentuk pengeluaran dana dan fasilitas yang digunakan dalam mencapai tujuan. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yang akan dapat membawa hal–hal tersebut ke arah tujuan. Tempat pengajarannya pun bisa dilakukan di rumah. yang mencakup kesatuan pendapat dan pemikiran. bisa pagi. 4. aula. Pengorganisasian dalam sebuah organisasi kegiatan keagamaan dapat dilakukan dengan membuat garis komando kegiatan. maka kemungkinan pencapaian tujuan dari kegiatan tersebut. kesatuan dalam komando dan juga harus selalu menjaga hubungan antar anggota organisasi. Langkah terakhir dalam kontrol kegiatan pembinaan dapat dilakukan dengan selalu meminotoring perkembangan permahaman materi yang telah disampaikan dalam setiap pengajian terhadap jema`ah. Dari beberapa konsep yang telah dikemukakan di atas. Ia terbuka terhadap segala usia. mushalla. untuk meningkatkan pemahaman. Penugasan tanggung jawab tertentu. Analisa kebutuhan materi dan menganalisa metode pembinaan merupakan satu langkah awal dari pengontrolan sebuah kegiatan pembinaan keagamaan. Pengorganisasian: mengatur dan mengorganisasikan semua tenaga dan fasilitas yang dimiliki. Selain itu. ataupun malam hari. kegiatan keagamaan (baik pengajian. Pendelegasian wewenang yang diperlukan kepada individu–individu untuk melaksanakan tugas–tugasnya. yaitu sebagai lembaga . pada umumnya menjelaskan bahwa di dalam melaksanakan pembinaan kegamaan diperlukan adanya sistem pelaksanaan yang efektif dan efisien dengan menggunakan berbagai langkah dan model pembinaan. Penentuan sumber daya dan kegiatan–kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara : 1. Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan. halaman (lapangan) dan sebagainya. penilaian alternatif tersebut adalah pemilihan alternatif terbaik. serta didukung oleh keikut sertaan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Actuiting (aksti/tindakan) dalam sebuah kegiatan organisasi keagamaan setidaknya memperhatikan unsur kesatuan (unity) dan faktor hubungan (koheren). 3. artinya dalam sebuah organisasi kegiatan keagamaan sebaiknya ditentukan pimpinan dan semua unsur pimpinan yang membidangi unit kerja masing-masing. mantap. ustadz yang handal dan sesuai dengan bidangnya. frekwensi keaktifan jema`ah yang baik. 2. sistematis kontinu. Apabila sistem pelaksanaan dilaksanakan dengan cara yang baik. masjid. Selain itu. MACAM-MACAM KEGIATAN PEMBINAAN KEAGAMAAN Dalam prakteknya. sore. sarana dan prasarana yang memadai. kegiatan keagamaan ini memiliki dua fungsi sekaligus. gedung. Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.perencanaan.

metode. dan sebagai wadah informasi serta kajian keagamaan dan kerjasama di kalangan umat. keberadaan kegiatan keagamaan telah menjadi lembaga pendidikan seumur hidup (long life education) bagi umat Islam. wadah yang memberi peluang kepada jema‟ah untuk tukar menukar pikiran. Sebagai institusi pendidikan Islam non formal. serta sirah nabawiyah. kegiatan keagamaan ini menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternatif bagi mereka yang tidak memiliki cukup tenaga. aqidah. Inilah yang menjadikan kegiatan keagamaan memiliki nilai dan karakteristik tersendiri dibanding lembaga-lembaga pendidikan keagamaan Iainnya. Kegiatan yang bersifat insidentil. dalam masalah keagamaan. pelatihan mengurus jenazah. seperti masalah syari`ah. pelatihan muballigh/muballighah.”[24] Sementara itu dalam ensiklopedi Islam yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI. berbagi pengalaman. materi yang di ajarkan. Mengingat pelaksanaannya yang fleksibel dan terbuka untuk segala waktu dan kondisi. 3. Adapun macam-macam pembinaan yang dapat dilakukan di antaranya : 1. memiliki kurikulum. jema‟ah. isra` mi`raj. pengajian) adalah “ lembaga pengajian Islam yang memiliki ciri-ciri tersendiri dilihat dari sudut metode dan buku pegangan yang digunakan. Dengan demikian. baca tulis al-Qur`an dan hadits.”[25] Kegiatan keagamaan (pengajian). ustaz/guru. akhlak.dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. pekan Muharam.”[26] Dalam pembinaan kegiatan keagamaan perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat menunjang keberhasilan pembinaan tersebut. wadah yang dapat membina keakraban di antara sesama jema‟ahnya. al-barzanji. ditemukan karakteristik kegiatan keagamaan (majaelis taklim. materi dan tujuan pembelajaran. tahlil. waktu dan kesempatan menimba ilmu agama di jalur pendidikan formal. dan tahun bari Islam). kegiatan keagamaan dilihat dari karakteristiknya secara umum adalah “lembaga (institusi) yang melaksanakan pendidikan. Kegiatan pengajian gabungan antar majelis ta’lim yang biasanya dilakukan satu bulan sekali. jema‟ah. belajar irama al-Qur`an. dengan mendengarkan ceramah agama dari muballigh yang di datangkan dari luar. pengajar (ustadz). dan antara sesama anggota jema`ah tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. nuzul al-Qur`an. Kegiatan pengajian rutin dengan materi ke-islaman secara menyeluruh yang dibagi ke dalam subsub tema kajian. Ia juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi serta silaturrahmi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mu`alim. do`a-do`a yang relevan dengan . selain sebagai wadah pembinaan umat juga mempunyai fungsi : “sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada jema`ahnya. atau pengajian agama Islam. seperti Peringatan Hari-Hari Besar Islam (maulid nabi. 2. sarana dan tujuan. Fleksibilitas inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan Islam yang paling dekat dengan umat (masyarakat).

seperti mengunjungi orang sakit. 4. Memperoleh Keberuntungan. 1. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. E. yaitu : “melaksanakan tugas dan tanggung jawab dan wewenang secara penuh sebagaimana yang telah diberikan oleh pejabat berwenang untuk melakukan kegiatan bimbingan keagamaan dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama. Faktor Pendukung 1. penyuluh agama Islam mengetahui akan keistimewaan bagi pelaku dakwah (penyuluh) sebagaimana yang diinformasikan oleh al-Qur`an dan hadits. menyuruh kepada yang ma’ruf. tentunya mereka merasa punya kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil untuk melaksanakan pembinaan keagamaan. ta`ziyah ke keluarga dan anggota pengajian yang meninggal dunia. dan mencegah dari yang munkar. mabith/i`tikaf (sepertiga akhir bulan Ramadhan) dan melaksanakn pesantren kilat/Ramadhan. baik yang bersifat kelompok maupun indifidu. pelaksanaan shalat tasbih. Memperoleh Derajat Yang Tinggi (Khairu Ummah) Firman Allah Swt : Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. Mengadakan kegiatan arisan.” [27] Disamping itu. shalat dhuha. FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN Sebagaimana dimaklumi bahwa setiap adanya upaya yang dilakukan oleh setiap orang. Begitu juga dalam kegiatan pembinaan keagamaan pasti ada faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam maupun dari luar.1. . Kegiatan-kegiatan sosial. Faktor Dari Penyuluh Sebagai seorang penyuluh agama Islam.”[28] b. akan terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambatnya.situasi dan kondisi. Keistimewaan-keistimewaan tersebut adalah : a. karena sesuai dengan tugas dan fungsi mereka. merekalah orang-orang yang beruntung. sekiranya ahli Kitab beriman. kunjungan ke panti-panti asuhan muslim. dan beriman kepada Allah. 5. Firman Allah Swt : Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. sebagai rasa keadilan dan solidaritas yang tinggi serta terjalinnya silaturrahmi yang kuat antar sesama anggota pengajian.

Faktor Dari Jema`ah (Objek Penyuluhan) . di antara mereka ada yang beriman.tentulah itu lebih baik bagi mereka. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. mencegah dari yang munkar.”[31] e. mendirikan shalat. kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”[32] f. Mendapat Pahala Yang Besar Sabda Nabi Muhammad Saw : ‫ﻭﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻤﺴﻌﻭﺩ ﺮﻀﻰ ﺍﷲ ﻋﻨﮫ ﻘﺎﻝ ﻘﺎﻝ ﺮﺴﻭﻝ ﺍﷲ ﺼﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﮫ ﻭﺴﻠﻢ׃ﻤﻥ ﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺨﻴﺭ ﻔﻟﮫ ﻤﺜﻝ ﺃﺠﺮ ﻔﺎﻋﻠﮫ‬ ‫׃‬ Artinya : “Dari Ibnu Mas`ud ra. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.” (HR. disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Muslim)[33] Oleh karena itu bagi penyuluh agama Islam hendaklah merasa termotivasi untuk melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan dalam rangka mengajak manusia berubah dari kondisi biasa ke arah kondisi yang lebih baik (kondisi yang seharusnya) sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.”[30] d. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.2. lelaki dan perempuan. yang demikian itu. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mendapat Rahmat Allah Swt Firman Allah Swt : Artinya : “Dan orang-orang yang beriman. dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa menunjukkan kebaikan. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. 1. Menjadi Motivasi Untuk Melakukan Apa Yang Dibicarakan/Disampaikan Firman Allah Swt : Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman.”[29] c. ia mendapatkan pahala serupa dengan orang yang mengerjakannya. Terhindar Dari Laknat Firman Allah Swt : Artinya : “Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam.

Disamping itu. untuk sementara masih dihadapkan dengan budaya paternalis dan struktural. Faktor Penghambat 2. 2. teknik-teknik. gotong royong dan sebagainya. yang secara konkrit perubahan dan pergeseran itu membawa pada perilaku hidup umat yang mengejar kehidupan dunia sampai tidak menghiraukan halal dan haram. dan teori-teori penyuluhan. Namun pada kenyataannya.Permasalahan keagamaan yang berkembang di masyarakat semakin komplek dan rumit. Arus globalisasi memberikan pengaruh yang besar dalam menciptakan permasalahan kehidupan. Oleh karena itu. Kemudian problem dan faktor penghambat bagi penyuluh adalah kultur atau budaya. sehingga melupakan hubungannya dengan Allah dan hubungannya dengan manusia. masih terdapat kurangnya pemahaman terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyuluhan. Kemampuan penyuluh dalam hal penguasaan teknologi pendukung masih lemah. Pergeseran tata nilai dalam kehidupan manusia ini sebagai salah satu akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. belum efektifnya pelaksanaan pelaporan dan evaluasi program yang dapat menjadi dasar pengembangan program secara berkelanjutan. Kesemuanya ini telah membawa kepada pergeseran tata nilai yang bertentangan dengan kepribadian bangsa itu sendiri yang bersifat ramah tamah. para jema`ah menyadari betul bahwa kegiatan keagamaan (seperti pengajian/majelis taklim) merupakan pendidikan yang berlangsung seumur hidup (Life Long Education) dan manusia diperintahkan untuk menuntut ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahad. Disamping itu. Dalam hal masalah budaya ini. pendekatan. bukan loyalitas pada profesi atau pekerjaan. Para penyuluh diposisikan sebagai pelaksana teknis yang wajib menjalankan apa saja kebijakan atasan dengan dibingkai loyalitas pada atasan. dan sejauh ini belum memahami secara komprehensif mengenai konsep dasar. karena dapat menjadi salah sarana untuk mengantisipasi dalam menangkal berbagai hal yang negatif yang diakibatkan oleh pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin maju. termasuk dalam bidang sosial keagamaan. Sebagaimana ungkapan berikut ini : ‫ﺇﻠﻰﺍﻟﻠﺤﺪ ﻤﻦﺍﻟﻤﻬﺪ ﺃﻁﻠﺒﻮﺍﺍﻟﻌﻠﻢ‬ Artinya : “Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga ke liang lahad”[34] Konsep pendidikan seumur hidup tersebut menjadi motivasi bagi para jema`ah untuk mengikuti kegiatan keagamaan. Komunikasi antara penyuluh dan atasan dibangun berdasarkan pola hubungan yang ketat antara atasan dan bawahan. belum adanya biaya operasional pelaksanaan penyuluhan di . Faktor Dari Penyuluh Penyuluh agama Islam dalam proses penyuluhan adalah sebagai subyek yang menentukan keberhasilan tujuan dan target penyuluhan.1. para jema`ah merasa terarik dan terpanggil untuk mengikuti dan melaksanakan kegiatan keagamaan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi dekadensi moral tersebut.

5 [3] Depertemen Agama RI. Panduan Tugas Penyuluh Agama Masyarakat. sekarang ini sedang menghadapi dis-lokasi dan dis-orientasi hidup. hlm. seperti. mereka merasa belajar agama sudah selesai. hlm. khususnya masyarakat Islam sebagai sasaran penyuluhan. Pedoman Penyuluhan Wakaf…. 10 . cenderung berkembang anggapan bahwa kalau sudah bisa membaca Alquran. Disamping itu sarana dan prasarana yang ada sangat minim. hlm. Faktor Dari Jema`ah (Objek Penyuluhan) Masyarakat kita. Belum dimanfaatkannya perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang memadai untuk mendukung proses penyuluhan dan lemahnya data base seputar kelompok sasaran penyuluhan. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. program-program itu lebih bersifat simbolik sebagai agenda ritual yang bersifat pribadi atau massal.lapangan. demikian juga perangkat-perangkat lainnya misalnya pengeras suara (microfon) dan lain sebagainya. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.2. hlm. Di kalangan anak-anak ataupun remaja. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Pedoman Penyuluhan Wakaf bagi Penyuluh Agama. Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Tetapi. 2004. seperti terbatasnya buku pegangan dan buku rujukan. pengamalan dan penghayatan keagamaan yang lebih baik. Demikian juga di kalangan masyarakat. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Penyuluh Agama Islam. Direktorat Penerangan Agama Islam. Panduan Tugas Penyuluh Agama…. 2. Selain itu. komunikasi dan informasi. Mereka gagap menghadapi perkembangan zaman yang ditandai dengan perubahan budaya sebagai akibat dari penemuan dan penerapan berbagai teknologi canggih. mudzakarah. bulanan atau selapanan. aktifitas merek dalam mengikuti kegiatan keagamaan tersebut relatif tidak stabil. Beberapa kegiatan itu belum mampu menggerakkan kesadaran untuk meningkatkan pemahaman. kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembinaan keagamaan. Kesadaran untuk memperdalam agama secara intens dan reguler di kalangan masyarakat masih kurang. Proyek Bimbingan dan Dakwah Agama Islam Pusat. 8-9 [4] Depertemen Agama RI. khususnya di bidang transportasi. realitas semacam ini sebenaranya dapat menjadi peluang. [1] Depertemen Agama RI. yasinan. 2010. Jakarta. Jakarta. pengajian rutin mingguan. hlm. 5 [2] Depertemen Agama RI. atau istighasah dapat sebenarnya berjalan. 9 [5] Depertemen Agama RI. Di satu sisi. 2007. Dengan demikian. Jakarta. tetapi sementara ini masih menjadi tantangan bagi penyuluhan agama. dikarenakan sebagian besar jema`ah yang ada berasal dari keluarga yang kondisi sosial ekonominya menengah ke bawah.

Ummindo. Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji. Peranan Majelis Taklim. Pedoman Identifikasi Kebutuhan Sasaran Penyuluh Agama. Pedoman Penyusunan Laporan Penyuluh Agama Islam (Panduan Tugas Penyuluh Agama Islam). 2009.blogspot. hlm. Al-Ikhlas. 43 [19] Asmuni Syukir. 123-124 [22] http://Penamas Dramaga. 3:19 [8]H. Prinsif dan Kebijaksanaan Dakwah Islam.um.php/PPKN/article/view/9709. 1982. hlm. 1997. 4 [24]Dewan Redaksi. Kalam Mulia. 4 [7] Qs. 43-44 [11] Asmuni Syukir. hlm. Alamsyah Ratu Perawira Negara.12 Januari 2011. Jakarta. 100-101 [20] Depertemen Agama RI. 1983. hlm. 2001. Jakarta. Jakarta.id/index. hlm. Pengantar Ilmu Jiwa Agama.ac. Dasar-Dasar Strategi Dakwah…. 210 [9] Jalaluddin. Indralaya. 3 [23] http://karya-ilmiah. 675. Proyek Bimbingan dan Dakwah Agama Islam Pusat. Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam.[6] Depertemen Agama RI. ix [17] Mukti. Pusaka Al-Kautsar. hlm.com. Surabaya. hlm.. Strategi Penyuluh Agama Islam. Dasar-Dasar Strategi Dakwah…. . Jakarta : GMP. Jakarta.T. Ichtiar Baru Van Hoeven. 1982. 1993. hlm. Jakarta. Pembinaan Keagamaan di Sekolah. Departemen Agama RI. hlm. 2 [16] Kathur Suhardi. hlm. tt. hlm. Ensiklopedi Islam. Pedoman Penyuluhan Wakaf bagi…. Ali Imran. P. Dasar-Dasar Strategi Dakwah…. 108 [21] Asmuni Syukir. 15 September 2010 [18]Toto Tasmara.id/index php/PPKN/article/view/9790l. hlm. Jakarta. Bimbingan Masyarakat Beragama.120-121 [25]Departemen Agama RI. Al-Baqarah.ac. hlm. Jakarta. hlm. 56 [10] Depertemen Agama RI. 12 Januari 2011. hlm. Direktorat Penerangan Agama Islam. Jakarta. Komunikasi Dakwah. 2001. 32-33 [13]Hamka. 18 [14] Qs. Metodologi Penyuluhan Agama Islam Sebagai Sarana Menyampaikan Pesan-Pesan Dakwah. 2:44 [15] http://karya-ilmiah um. Ensiklopedi Islam. 12 Januari 2011. hlm. 32 [12] Asmuni Syukir. Terjemah Sirah Nabawiyah. Departemen Agama RI. Makalah. disampaikan pada Workshop PAH dan Fungsional. 2000. hlm.

[27]Kementerian Agama Prov. Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. 1995. Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur Keagamaan Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Depag RI. ali-Imran. 645 [34] Zakiah Daradjat. Jakarta. hlm. Mutiara Ilmu. 121 . hlm. Bidang Penamas dan Pemberdayaan Masjid (Kankemenag Prov. dkk. 1982. 2007. ali-Imran. 2002. Surabaya. 110 [30] Qs. al-Maidah. 2-3 [31] Qs. Jakarta. hlm. Buku Pedoman Penyuluh Agama Islam. 104 [29] Qs. Bulan Bintang. v. as-Shaaf. Palembang. Majelis Taklim dan Pembinaan Ummat.[26]Rosehan Anwar. Sumsel). hlm. 71 [32] Qs. Terjemah Bulughul Maram. at-Taubah. 78-79 [33] H. 4 [28] Qs. Sumatera Selatan. Mahrus Ali.

keluarga maupun masyarakat secara umum Fungsi advokatif Penyuluh agama Islam memiliki tanggung jawab moral dan social untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap masyarakat dari segala bentuk kegiatan/pemikiran yang akan merusak aqidah dan tatanan kehidupan beragama. Sebagai pelaksanaan dari ketentuan tersebut di atas.WASPAN/9/1999 ditetapkan jabatan fungsional penyuluh agama dan angka kreditnya. Istilah Penyuluh Agama dipergunakan untuk mengganti istilah Guru Agama Honorer (GAH) yang dipakai sebelumnya di lingkungan kedinasan Departemen Agama. kenaikan pangkat. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karir pegawai negeri sipil perlu ditetapkan jabatan fungsional. penetapan angka kredit. penilaian.Istilah Penyuluh Agama mulai disosialisasikan sejak tahun 1985 yaitu dengan adanya Keputusan Menteri Agama nomor 791 Tahun 1985 tentang honorarium bagi Penyuluh Agama. pembebasan sementara. baik persoalan pribadi. dikeluarkan keputusan Presiden nomor 87 Tahun 1999 tentang rumpun jabatan fungsional pegawai negeri sipil yang antara lain menetapkan bahwa penyuluh agama adalah jabatan fungsional pegawai negeri yang termasuk dalam rumpun jabatan keagamaan. pengangkatan kembali dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan fungsional penyuluh agama. tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan bimbingan keagamaan dan penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama. maka dalam pelaksanaan tugas tersebut melekat fungsi-fungsi sebagai berikut : Fungsi informatif dan edukatif Penyuluh agama Islam memposisikan dirinya sebagai orang yang berkewajiban menyampaikan pesanpesan ajaran agama dan membina masyarakat dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntunan AlQurân dan Sunnah Nabi Fungsi konsultatif Penyuluh agama Islam menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Berdasarkan keputusan Menkowasbangpan nomor 54/KEP/MK. Berpijak pada tugas pokok tersebut. PENGERTIAN DAN TUPOKSI Mengacu pada peraturan di atas. Tugas pokok Penyuluh Agama Islam adalah melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan dan pembangunan melalui bahasa agama. Untuk pengaturan lebih lanjut dikelurkanlah keputusan bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 574 Tahun 1999 dan nomor 178 Tahun 1999. . pengertian Penyuluh Agama adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Dalam keputusan ini diatur hal-hal yang berkenaan dengan pengangkatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful