PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS BANJARANGKAN II
PROTAP PELAYANAN DI LOKET PENDAFTARAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II

Pelayanan Prosedur

: Pendaftaran Pasien di Loket Pendaftaran. : Pelayanan KTPK dan Kartu Rawat Jalan.

1.

TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja Petugas Loket di Loket pendaftaran dalam pelayanan KTPK dan Kartu Rawat Jalan bagi pasien Umum / Askes / Masyarakat Miskin. SASARAN : Petugas Loket dalam mencatat pasien Umum, Askes dan Masyarakat Miskin, membuat KTPK dan Kartu Rawat Jalan bagi Keluarga baru serta mencarikan Kartu Rawat Jalan yang tersimpan dalam Famili Folder bagi Keluarga dengan kunjungan ulang. URAIAN UMUM : Pencatatan Register No. Index : Untuk pasien yang belum / tidak membawa KTPK dicatat nomor index ( dalam wilayah kerja : 00.--- dan diluar wilayah kerja : 90.--- ), Nama KK, Umur & Alamat KK ) pada Register nomor index. : Pembuatan KTPK Mencatat Identitas ( Nama, umur, jenis kelamin, pasien umum / Askes, alamat & nomor index sesuai dengan register nomor index ). Pembuatan Kartu Rawat Jalan : Mencatat nomor index, identitas pasien ( nama pasien, nama KK, pekerjaan, umur, alamat, jenis kelamin, hubungan dengan KK, agama ) dan tanggal kunjungan pertama. Pencatatan pasien : Pasien dicatat pada register rawat jalan. Mencari Kartu Rawat Jalan : Mencari Kartu Rawat Jalan di Rak Arsip sesuai dengan nomor index register yang tertera pada KTPK untuk pasien kunjungan ulang.

2.

3.

-

-

-

4.

LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. Pasien datang mendaftarkan diri di loket pendaftaran. b. Petugas mendaftarkan pasien :  Pasien baru : - Untuk pasien yang belum punya / tidak membawa KTPK dicatat nomor index ( dalam wilayah kerja : 00.--- dan luar wilayah kerja 90.--- ), nama KK, nama pasien, alamat pada register nomor index. - Petugas membuatkan KTPK. - Petugas membuatkan Kartu Rawat Jalan.

 Pasien yang sudah memiliki KTPK : - Petugas mencarikan Kartu Rawat Jalan sesuai nomor index KTPK untuk pasien yang sudah pernah berobat / berkunjung. - Petugas membuatkan Kartu Rawat Jalan sesuai dengan identitas pasien untuk pasien yang belum pernah berobat / berkunjung.  Pasien Askes / Masyarakat Miskin : - Petugas meminta pasien menunjukkan Kartu Askes / Askes-MM. - Petugas mencatat nomor Kartu Askes / Askes-MM. - Petugas meminta tanda tangan peserta Askes / Askes-MM yang dilayani. c. Petugas menarik retribusi dari pasien umum sesuai dengan Perda yang berlaku, dan menyerahkan Kartu rawat jalan kepada pasien untuk dibawa ke tempat tujuan pelayanan yang diinginkan. Pasien membawa Kartu rawan jalan ke tempat tujuan pelayanan yang diinginkan dan petugas di ruang pelayanan yang dituju menerima pasien dan melaksanakan pelayanan sesuai dengan protap / standar pelayanan yang berlaku. Petugas Loket mengambil Kartu rawat jalan ke ruang periksa / pelayanan masing-masing setelah selesai pelayanan dan administrasi di ruang periksa / pelayanan bersangkutan. Petugas Loket menyimpan kembali Kartu Rawat Jalan ke Rak Arsip sesuai dengan nomor index.

d.

e.

f.

Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung,

Takmung, 1 Nopember 2005. Kepala Puskesmas Banjarangkan II,

Dr. I Gst. Bagus Darnawa. NIP. 140121918.

Dr. I Nyoman Adiputra. NIP. 140216569.

ALUR PENDAFTARAN PASIEN
PASIEN DATANG

LOKET PENDAFTARAN

TIDAK BAWA KTPK

MEMBAWA KTPK

REGISTER NOMOR INDEX
Tanggal, No. Index, Nama KK, Umur, Jenis Kelamin, Alamat

MENUNJUKKAN KTPK

BUATKAN KTPK DIBUATKAN KARTU RAWAT JALAN. KARTU RAWAT JALAN DI CARI SESUAI NO.INDEX

» BAYAR RETRIBUSI SESUAI PERDA. » TANDA TANGAN PESERTA ASKES / ASKES-MM.

RUANG PELAYANAN

PASIEN KELUAR

RUANG TUNGGU

KARTU RAWAT JALAN DICATAT KE : » REGISTER RAWAT JALAN. » SENSUS HARIAN PENYAKIT

KARTU RAWAT JALAN DIMASUKKAN KE FAMILY FOLDER DALAM RAK ARSIP

KARTU RAWAT JALAN DIKEMBALIKAN KE LOKET

Kepala Puskesmas Banjarangkan II,

Dr. I Nyoman Adiputra. NIP. 140216569.

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS BANJARANGKAN II
PROTAP PELAYANAN PENINGKATAN GIZI DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II

Pelayanan Prosedur

: Program Gizi.. : Pelayanan Peningkatan Gizi.

1. TUJUAN

:
Puskesmas

Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan Gizi di Banjarangkan II.

2. SASARAN

:

Petugas Gizi dalam memberikan pelayanan Gizi. Kepada Bayi, Anak Balita, Bumil, Bufas, WUS dan Kelurga rumah tangga.

3. URAIAN UMUM
Ruang Pengobatan.

:

a. Penerimaan Kunjungan Pasien / sasaran yang datang ke Puskesmas dari loket pendaftaran /

b. Pemantauan lapangan terhadap sasaran Program Gizi. c. Wawancara terhadap pasien / sasaran ( Identitas pribadi dan anggota keluarga, masalah gizi yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan, riwayat penyakit yang sering diderita, keadaan pola konsumsi makanan termasuk pemberian ASI kepada bayi ). d. Konseling / penyuluhan. e. Pencatatan dan pelaporan.

4. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN :
A. Terhadap sasaran yang berkunjung ke Puskesmas. 1) Petugas menerima pasien / sasaran yang berkunjung dari loket pendaftaran / Ruang Pengobatan.
2) Petugas melakukan wawncara terhadap passien / sasaran meliputi : » » » » Identitas sasaran dan anggota keluarga. Masalah yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan. Riwayat penyakit yang sering diderita. Keadaan pola konsumsi makanan termasuk keadaan pemberian ASI bagi bayi / balita.

3) Petugas melakukan penimbangan berat badan pasien / sasaran ( Bayi, Anak Balita ) dan pengukuran lingkaran lengan ( Bumil, Bufas dan WUS ).

Anak Balita ) dan hasil pengukuran lingkaran lengan ( Bumil. petugas / dokter merujuk kasus Gizi buruk dengan komplikasi ke RSU. 8) Petugas membuat laporan hasil kegiatan sesuai kebutuhan. melaporkan / mengusulkan intervensi ke kabupaten ). dilaksanakan setiap bulan melalui penimbangan di Posyandu bersama kader. dan gizi buruk. Terhadap sasaran yang ada di lapangan. N/S. memberikan . 7) Petugas melaksanakan pencatatan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. 6) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi. 4) Petugas melaksanakan pendistribusian kapsul vitamin A yang diorder / diterima dari Gudang Obat setiap 6 bulan sekali ( bulan Pebruari dan Agustus ) terhadap bayi ( 6 ± 12 bulan ). konseling diet KEP berat. terhadap kasus Gizi buruk tanpa komplikasi dilakukan penyuluhan. Petugas melakukan pemantauan mingguan. petugas melakukan seleksi dengan penimbangan ulang serta melakukan penilaian BB/U median WHONCHS. WUS ) berdasarkan pedoman / standar yang berlaku. 3) Petugas melakukan pemantauan perubahan pola konsumsi setiap bulan per desa dengan mengambil sampel sebanyak 20 KK. balita penderita diare. bufas. campak. mencatat dan melaporkan perkembangan berat badan dan kemajuan asupan makanan. yang kegiatannya dipadukan dengan kegiatan survei PHBS tatanan rumah tangga. 2) Petugas melakukan pemantauan kasus Gizi buruk ( KEP berat ) yang ditemukan langsung atau yang dirujuk oleh kader Posyandu. 5) Petugas melaksanakan pemantauan Garam beryodium dan kadarzi. 5) Petugas melakukan konseling dan penyuluhan terhadap sasaran / keluarga sasaran sesuai masalah yang sedang dihadapi. dan penemuan dini terhadap kemungkinan adanya Balita bermasalah ( Gizi buruk ) untuk kemudian merencanakan intervensi yang diperlukan. jenis makanan pokok dan jumlah makanan yang dimasak. 6) Petugas melakukan upaya peningkatan penggunaan ASI Eksklusif dengan mengadakan pendataan bayi umur 0 ± 6 bulan per desa. pemeriksaan fisik dan pengobatan yang diperlukan serta intervensi gizi sesuai kebutuhan dan kemampuan ( merencanakan. 1) Petugas melakukan pemantauan pertumbuhan Balita / PSG. Bufas. petugas melakukan penilaian K/S. petugas melakukan konsultasi dokter terhadap kasus yang ditemukan. B. pneumonia. anak balita ( 13 ± 60 bulan ). meliputi : frekwensi makan keluarga.4) Petugas melakukan penilaian dan analisa hasil penimbangan berat badan ( Bayi. D/S.

penentuan prioritas masalah dan upaya pemecahan masalah yang dapat dilakukan. ALUR PELAYANAN PENINGKATAN GIZI DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II . 8) Petugas melakukan analisa / pengkajian terhadap hasil kegiatan program yang diperoleh dalam rangka perumusan masalah. 10) Petugas membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. 7) Petugas mencatat hasil kegiatan yang telah dilaksanakan. I Gst. I Nyoman Adiputra NIP. NIP. 9) Petugas merencanakan dan mengusulkan kegiatan serta melakukan intervensi sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi ( RUK dan RPK ). 01 Nopember 2005. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Takmung. Bagus Darnawa.140121918. 140216569.penyuluhan kepada ibu bayi agar memberikan hanya ASI saja kepada bayinya dari baru lahir sampai umur 6 bulan. Dr. Dr.

NIP. Pola konsumsi. PENENTUAN MASALAH DAN PRIORITAS MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PETUGAS MEMBUAT RUK DAN RPK PENCATANAN DAN PELAPORAN SESUAI KEBUTUHAN KEGIATAN LAPANGAN Kepala Puskesmas Banjarangkan II. PENYULUHAN. .140216569. Riwayat penyakit. PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN Dr. I Nyoman Adiputra..PASIEN / UMUM » » » » » RUANG PENGOBATAN PENGUKURAN BB PENGUKURAN LILA WAWANCARA Identitas pasien/keluarga Masalah gizi yang dihadapi. Pemberian ASI kpd bayi LOKET PENDAFTARAN RUANG GIZI PASIEN/UMUM PULANG KONSELING.

pencahayaan. 140216569. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Takmung. Petugas melakukan konseling dan penyuluhan atas masalah yang dihadapi pasien. Dr. 6. Pencatatan dan pelaporan. e. Petugas melakukan wawncara terhadap passien meliputi : » Identitas pribadi dan anggota keluarga. Penerimaan Pasien dari loket pendaftaran / Ruang Pengobatan. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. b. : Pelayanan Klinik Sanitasi. d. TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan Klinik Sanitasi di Puskesmas Banjarangkan II. c. Dr. b.140121918. 01 Nopember 2005. Jamban Keluarga. atap. 8. Petugas melakukan pencatatan hasil pelayanan klinik sanitasi yang telah dilakukannya. ALUR PELAYANAN KLINIK SANITASI DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II . Petugas bersedia melakukan kunjungan rumah bila diperlukan pasien / masyarakat. Petugas bersama pasien melakukan analisa masalah yang dihadapi pasien. Konseling / penyuluhan. luas ruangan. 5. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. » Masalah yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan. Tempat pembuangan / pengelolaan sampah. Petugas menerima pasien dari loket pendaftaran / Ruang Pengobatan. » Keadaan rumah tempat tinggal ( lantai. NIP. masalah yang sedang dihadapi / yang mau dikonsulkan. Petugas membuat laporan kegiatan sesuai dengan kebutuhan. f. I Gst. dll ). TTU. TPM. h. g. » Keadaan lingkungan tempat tinggal ( Sarana Air Bersih. dinding. Petugas memberikan alternatif pemecahan masalah dan mendiskusikannya dengan pasien alternatif mana yang bisa dikerjakan pasien yang diputuskan sendiri oleh pasien. d. keadaan lingkungan dan rumah tempat tinggal ). SASARAN : : Petugas Klinik Sanitasi dalam memberikan pelayanan Klinik Sanitasi. Wawancara terhadap pasien ( Identitas pribadi dan anggota keluarga. Bagus Darnawa. ventilasi ) c. 7. URAIAN UMUM a. I Nyoman Adiputra NIP.PUSKESMAS BANJARANGKAN II PROTAP PELAYANAN KLINIK SANITASI DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Kesehatan Lingkungan.

Jumlah anggt. PUSKESMAS BANJARANGKAN II . I Nyoman Adiputra. KONSELING. Keadaan rumah. PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN Dr.140216569.PASIEN / UMUM » » » » » RUANG PENGOBATAN PENGISIAN FORMULIR WAWANCARA Identitas pasien/keluarga Lingkungan sekitar tempat tinggal. Masalah yang dihadapi. PENYULUHAN. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PILIH ALTERNATIF OLEH PASIEN SENDIRI PENCATATAN HASIL PELAYANAN PETUGAS BERSEDIA KUNJUNGAN RUMAH BILA DIPERLUKAN PELAPORAN SESUAI KEBUTUHAN PASIEN/UMUM PULANG Kepala Puskesmas Banjarangkan II.. LOKET PENDAFTARAN KLINIK SANITASI ANALISA MASALAH.keluarga. NIP.

Perut : pembesaran uterus / benjolan ? . Riwayat penyakit ( tumor. f. Menstruasi terakhir. Petugas melakukan anti septik dengan kapas alkohol pada lokasi yang akan disuntik. » Mengukur Tekanan darah. TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan KB. Petugas menyiapkan alat dan Obat suntik KB. URAIAN UMUM a. Konseling / penyuluhan kepada akseptor tentang efek samping dan jadwal kunjungan kembali. Petugas melakukan aspirasi obat suntik KB ke dalam spuit disposible yang sesuai. d. Suntik di Klinik KB Puskesmas Banjarangkan II. jantung.Payudara : ada benjolan ? .Mata : warna sklera ? . f. SASARAN : : Petugas klinik KB dalam memberikan pelayanan KB. e. DM. Petugas melakukan pengisian status sesuai dengan hasil anmnesa. Suntik.PROTAP PELAYANAN KB SUNTIK DI KLINIK KB PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Keluarga Berencana ( KB ). 10. . : Pelayanan KB.Leher : kelainan tyroid ? .Ekstremitas : varices ? e. Petugas melakukan anmnesa kepada akseptor tentang : » » » » Identitas akseptor. Jumlah anak. Suntik. b. 9. Suntik. Persiapan alat dan pelaksanaan penyuntikan. » Melakukan pemeriksaan khusus : . 11. Pemeriksaan fisik akseptor KB. c. Petugas melakukan pemeriksaan : » Mengukur Berat Badan. g. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. dll ). h. c. Penerimaan Pasien dari loket pendaftaran. Pencatatan dan pelaporan. Pengkajian data pasien dan pengisian Kartu KB. 12. Petugas menerima akseptor dari loket pendaftaran. b. d. Petugas melakukan konseling / penyuluhan tentang efek samping dan jadwal kunjungan kembali.

Petugas melakukan pencatatan hasil pelayanan di K-1 dan Register KB. ALUR PELAYANAN KELUARGA BERENCANA ( KB ) DI KLINIK KB PUSKESMAS BANJARANGKAN II AKSEPTOR . Petugas membuang spuit bekas ke tempat sampah medis yang tersedia. 01 Nopember 2005. NIP. I Gst. lanjut menyemprotkan obat suntik KB sesuai dosis dan mencabut jarum spuit dari tempat suntikan.i. I Nyoman Adiputra NIP. Petugas melakukan penyuntikan secara intra muskuler. Petugas melakukan anti septik kembali pada luka bekas suntikan. kemudian aspirasi untuk memastikan ujung jarum spuit tidak masuk ke pempuluh darah. Dr.140121918. 140216569. j. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Takmung. Petugas menyerahkan Kartu KB yang telah diisi kepada akseptor. Dr. l. m. k. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. Bagus Darnawa.

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II .LOKET PENDAFTARAN RUANG/KLINIK KB » » » » ANAMNESA Identitas akseptor.Payudara.140216569. . PELAYANAN KB  IUD  SUNTIK  PIL  KONDOM : RUJUK RSU PASIEN PULANG Kepala Puskesmas Banjarangkan II.Ekstremitas.  PIL / KONDOM.Perut.Test ) » » » PEMERIKSAAN Berat Badan. Dr. . Jumlah anak. Tekanan darah Pemeriksaan khusus : . PENGISIAN STATUS LABORATORIUM ( Urine ± PP. KONSELING/PENYULUHAN RUANG PENGOBATAN PENYAKIT BERESIKO APOTIK :  OBAT EFEK SAMPING. NIP. Riwayat penyakit. Menstruasi terakhir. I Nyoman Adiputra.Mata. .

e. c. 13. Petugas melakukan pemeriksaan : » Mengukur Berat Badan. Petugas menerima akseptor dari loket pendaftaran. » Melakukan pemeriksaan khusus : . Petugas menyiapkan alat dan IUD yang steril. Riwayat penyakit ( tumor. f. Jumlah anak. Pemeriksaan fisik akseptor IUD. Pencatatan dan pelaporan. jantung. uterus. Petugas melakukan pengisian status sesuai dengan hasil anmnesa. DM. g. SASARAN : : Petugas klinik KB dalam memberikan pelayanan pemasangan IUD. Petugas memakai hand scoen dan melaksanakan pembersihan vulva. Konseling / penyuluhan kepada akseptor tentang efek samping dan jadwal kunjungan kembali. b.Payudara : ada benjolan ? .PROTAP PELAYANAN PEMASANGAN IUD DI KLINIK KB PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Keluarga Berencana ( KB ). c. Petugas melakukan konseling / penyuluhan tentang efek samping dan jadwal kunjungan kembali.Ekstremitas : varices ? e. Menstruasi terakhir. TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam memberikan pelayanan pemasangan IUD di Klinik KB Puskesmas Banjarangkan II.Mata : warna sklera ? . 16. Penerimaan Pasien dari loket pendaftaran. f. : Pemasangan IUD. . Petugas melakukan pemeriksaan dalam ( Porsio. d. » Mengukur Tekanan darah. Pengkajian data pasien dan pengisian Kartu KB. Persiapan alat dan pelaksanaan pemasangan IUD. Petugas melakukan anmnesa kepada akseptor tentang : » » » » Identitas akseptor. d. URAIAN UMUM a. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a.Leher : kelainan tyroid ? . dll ). terhadap kemungkinan adanya massa ).Perut : pembesaran uterus / benjolan ? . b. 14. 15. h.

Petugas melakukan pemasangan spekulum dan menentukan bentuk uterus ( antefleksi / retrifleksi. Petugas menyerahkan Kartu KB yang telah diisi kepada akseptor. 01 Nopember 2005. Dr. 3.i. panjang uterus. Petugas membersihkan alat-alat yang telah dipakai. j.140121918. 1. PROTAP PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI PUSKESMAS BANJANGKAN II Pelayanan Prosedur : Laboratorium. melaksanakan prosedur pemeriksaan. Petugas melakukan pencatatan hasil pelayanan di K-1 dan Register KB. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. pemberian nomor Persiapan penderita : Penjelasan tentang apa yang akan dilakukan oleh petugas laboratorium kepada penderita. NIP. m. k. : Menggunakan peralatan dan reagensia yang sudah dikalibrasi. serta peralatan dan reagensia. membuat pencatatan dan pelaporan. melakukan tindakan. 2. : Pemeriksaan Spesimen. selanjutnya melakukan insersi dan memotong tali IUD. Pencatatan data penderita. I Gst. melakukan persiapan penderita. URAIAN UMUM Registrasi : : spesimen. 140216569. Bagus Darnawa. Petugas memasukkan IUD ke dalam tabung insersi. SASARAN : Analis / petugas laboratorium terlatih dalam mencatat data penderita. l. : Tindakan pengambilan spesimen sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan yang diminta. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Takmung. Dr. TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi Analis / petugas laboratorium dalam pelayanan pemeriksaan Laboratorium. Persiapan alat dan reagen Tindakan . I Nyoman Adiputra NIP.

aspirasi hingga darah masuk ke dalam spuit sejumlah kebutuhan. Takmung. : Pencatatan hasil pemeriksaan di buku register laboratorium. 140121918. Petugas memberi nomor urut / kode pada specimen sesuai buku bantu /register laboratorium. Petugas melakukan pemeriksaan specimen sesuai dengan pedoman pemeriksaan yang berlaku untuk setiap jenis specimen. alamat. lanjut kembali ke unit pengirim. jenis pemeriksaan ). 01 Nopember 2005 Kepala Puskesmas Banjarangkan II. PUSKESMAS BANJARANGKAN II PROTAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II . d. Petugas menerima spesimen yang sudah tersedia / dibawa oleh pasien atau yang diantar oleh petugas ( spesimen tinja. Petugas melakukan rujukan ke sarana laboratorium yang lebih mampu terhadap specimen yang tidak mampu dikerjakan di tempat. j. sputum. Formulir hasil pemeriksaan yang telah diisi dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan menyerahkannya kepada pasien untuk diteruskan kepada pengirim. tusukkan jarum spuit steril ( disposible ) yang sesuai masuk ke dalam pembuluh darah vena. Petugas menerima formulir permohonan pemeriksaan laboratorium yang dibawa pasien dari Ruang Pengobatan/Dokter.Pemeriksaan : Pemeriksaan laboratorium sesuai dengan pedoman pemeriksaan yang berlaku.Spesimen darah : Petugas melakukan pengambilan darah dengan cara anti septik pada lokasi pengambilan darah vena. k. NIP. Bagus Darnawa. 140216569. Ruang KIA/KB. pelaporan hasil pemeriksaan dengan menggunakan formulir hasil pemeriksaan. Petugas melaksanakan pengambilan specimen yang belum tersedia : . f. jarum spuit dicabut dan luka bekas tusukan jarum dianti septik dengan kapas alkohol. Pasien menyelesaikan biaya pemeriksaan dan administrasi. umur. slide darah malaria ). i. Pencatatan dan pelaporan 4. b. Mengetahui : KepalaDinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. I Nyoman Adiputra. Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada buku register laboratorium dan formulir hasil pemeriksaan. c. PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN Dr. Petugas mencatat identitas pasien ( nama. I Gst. Bidan Praktek Swasta. . h. e. tanggal pemeriksaan. NIP. Petugas menerangkan kepada pasien mengenai kapan hasil pemeriksaan akan selesai dan bisa diambil. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a.Spesimen Urine : Petugas memberikan pot / wadah untuk menampung urine sewaktu dan menjelaskan kepada pasien tentang cara pengumpulan spesimen yang benar. g. Dr.

Pemeriksaan ekstra oral. . Persiapan Petugas : .Sterilisasi instrumen. kursi dan dental unit.Konseling. membersihkan meja. Melakukan Tindakan .Anamnesa.Register rawat jalan. kehamilan pada wanita. TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam melaksanakan pelayanan pemeriksaan dan perawatan kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. .Meja. . Pencatatan dan pelaporan . Persiapan Ruangan dan Alat : . 1.Bahan-bahan / obat-obatan untuk gigi . lokasinya dimana. d. tanyakan juga riwayat penyakit yang lain ( Jantung.Kompresor. apakah mengganggu tidur.Perlindungan diri. . berapa lama. : 4. alergi.Catat rencana tindakan. Petugas melakukan pemeriksaan pasien.Pelayanan Prosedur : Kesehatan Gigi dan Mulut. asthma.Konservatif. : Pemeriksaan dan Perawatan Gigi dan Mulut. Pemeliharaan Ruangan dan Alat.Kartu rawat jalan. Kencing manis. b. .Pemeriksaan Gigi ( oral ). Persiapan Tindakan : . bahan-bahan / obat-obatan untuk gigi. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. . masker dan sarung tangan. menyiapkan alat-alat gigi. . 3. c. Tekanan darah tinggi. . tbc ). . Pemeriksaan Pasien : . memeriksa apakah bor dapat berfungsi dengan baik. Petugas memakai alat perlindungan diri seperlunya.Pencabutan. Petugas menyiapkan Ruangan dan Alat. . 2.Bor gigi. b.misalnya : Lab Jas. SASARAN : Petugas ( Dokter Gigi / Perawat Gigi ) dalam melaksanakan pemeriksaan dan perawatan kesehatan Gigi dan Mulut penderita. e.Sensus harian penyakit.Anamnesa tentang keluhan utama. . meliputi : .Alat-alat Gigi. kursi dan dental unit. : f. keluhan tambahan. c. menghidupkan kompresor. URAIAN UMUM : a. g.

.Sterilisasi cavitas. bibir. . . konseling kepada pasien tentang rencana tindakan dan hal-hal yang penting diketahui oleh pasien ) serta melaksanakan sterilisasi instrumen. bentuk ). luxilut.Preparasi cavitas.Zinc phosphat cement. .Instruksi.Pemeriksaan Gigi ( oral ) : » Gigi ( karies. . Petugas melakukan Tindakan sesuai dengan diagnosa dan jenis tindakan yang diperlukan : 1) Konservatif : a) Penambalan Tetap : » Iritasi pulpa dan karies media : . celah langit-langit ). » Langit-langit keras ( apakah ada kista.Preparasi cavitas.Sterilisasi cavitas. Petugas menentukan Diagnosa dan melakukan persipan tindakan ( buat rencana tindakan.Zinc phosphat cement. kista. penyumbatan kelenjar ludah ). .Zinc phosphat cement. Pasien diinstruksikan untuk kembali 3 ± 7 hari lagi. Sesudah pasien kembali tambalan sementara dibongkar diganti dengan : .Instruksi. . .Pemberian obat gigi untuk menghilangkan rasa sakit dan obat untuk mematikan saraf gigi ( devitalisasi pulpa ). radang ). d. kelenjar limfe ). fuji. . posisi. ukuran ). » Mukosa pipi ( ulkus. » Dasar mulut ( apakah bengkak. Sesudah pasien kembali tambalan sementara dibongkar diganti dengan : . . dll ).Instruksi.Sterilisasi cavitas. kelainan yang ada.Tambalan tetap.Eugenol kapas. tumor.Sterilisasi cavitas. .Perlindungan pulpa dengan Dycal atau calxyl.. . Profunda : .Fletcer. Setelah pasien kembali dilakukan : .Pasien disuruh kembali 3 ( tiga ) hari lagi. b) Penambalan Sementara : » Pulpitis : .Pemeriksaan ekstra oral ( pipi. silikat.Pembuangan jaringan karies. Pasien diintruksikan kembali 1 ( satu ) minggu lagi. .Pembuangan jaringan karies. bentuk. . . . warna. art. . e. » Hiperaemi pulpa : .Tambalan tetap.Tambalan sementara dengan Fletcer atau cavit.Pembuangan jaringan karies.Pemberian analgetik peroral.Zinc phosphat cement.Preparasi cavitas. .Tambalan tetap ( amalgam. . lesi. » Lidah ( warna.Pembuangan jaringan karies. . . » Hp. . .

. . TKF. Pemberian obat untuk sterisasi pulpa ( salah satu. . chresophene atau rockle. Ketika pasien kembali obatnya diganti.Fletcer atau cavit.Sterilisasi cavitas. . . Kalau gigi masih sakit bila diperkusi penggantian obat dilakukan lagi berulang-ulang sampai pasien tidak merasa sakit lagi ketika gigi diperkusi maka gigi dianggap sudah steril. Sterilisasi cavitas. . Penggantian obat dilakukan minimal 2 kali.Pembukaan atap pulpa. Sesudah pasien kembali dan gigi tidak sakit ketika diperkusi. Pemberian obat mumifikasi ( putrex atau iodoform pasta ). Sterilisasi cavitas. Instruksi.Pembukaan atap pulpa. CHKM. Tambalan tetap ( amalgam atau silikat ) tergantung keperluan. perawatan selanjutnya sama dengan perawatan gangren pulpa. » Gangren pulpa : . 2) Pencabutan : a) Pencabutan gigi tetap : » Oleskan betadin pada gigi yang akan dicabut.Sterilisasi cavitas. Kalau masih ada bau ganggren atau rasa sakit kalau gigi diperkusi.Intruksikan pasien kembali 3 hari lagi. fungís dan estetik.Pasien disuruh kembali antara 4 ± 7 hari lagi.Pembuangan jaringan karies.- - - Bongkar tambalan sementara. ditaruh di kapas dan diletakkan di ruang pulpa ). .Pemberian obat untuk jaringan pulpa ( TKF. » GP dengan PD ( Gangren pulpa dengan Periodontitis ) : . Pembukaan atap pulpa. penggantian obat dilakukan lagi berulang-ulang sampai tidak ada rasa sakit lagi ketika gigi diperkusi. Pasien disuruh kembali antara 4 ± 7 hari lagi. Fletcer atau cavit. chresophene atau rockle ).Pemberian antibiotik dan analgesik per oral .Pembuangan jaringan karies. Catatan : Prosedur ini dilaksanakan kalau gigi masih memungkinkan untuk dilakukan penambalan tetap. Selanjut di lakukan : Bongkar tambalan sementara. Pasien diinstruksikan kembali 1 minggu lagi. Prosedur ini dilakukan minimal 2 kali sehari dengan mengganti obat dalam pulpa. . Sesudah pasien kembali dilakukan : Pembuangan sebagian sebagian dari Zinc phosphat cement. . » Penyuntikan dengan obat anestesi ( lidocain atau pehacain ). Zinc phosphat cement.Tutupdengan kapas (longgar). Sesudah pulpa steril proses selanjutnya sama dengan perawatan pulpitis di atas. . CHKM. Preparasi cavitas.

» Kumur-kumur.Pemberian topikal anestesi.Oleskan betadin. » Dibersihkan.Kalau ekstra oral dan tersedia rubberdam.Insisi abses. beri rubberdam untuk drainage. » Instruksi. » Pencabutan gigi. . » Abses sub cutan ( dengan gigi gangren ) : . b) Pencabutan gigi susu » Topikal anestesi.Berikan antibiotik. 3) Perawatan Jaringan Periodontal : a) Calculus : » Kumur-kumur. Kalau pasien sudah sembuh lakukan pencabutan gigi.» Setelah terasa parasthesi lakukan pemisahan gigi dari gusi dengan bein. . » Pemberian antibiotik. kalau masih bengkak tambah obat lagi untuk dilanjutkan. .Buka atap pulpa.Berikan antibiotik. .Instruksikan pasien kembali setelah obat habis. » Pemberian tampon.Berikan antibiotik. » Pencabutan. .Bersihkan cavitas.Tutup dengan kapas ( longgar ). b) Periodontitis : » Oleskan betadin pada gusi. kalau sudah sembuh dapat dilakukan pencabutan gigi. . : c) Abses : » Abses pada akar gigi ( lokal ) : . » Pengambilan karang gigi supra dan sub ginggival. . analgetik dan anti imflamasi per oral. » Instruksi.Bersihkan.Instruksikan kepada pasien agar kembali setelah obat habis. . » Lakukan Curetage. » Abses sub mukosa ( dengan gigi gangren ) : . . » Pemberian tampon.Oleskan betadin. analgetik dan anti imflamasi per oral. anti imflamasi ( kalau perlu ) per oral. » Bersihkan dengan menyemprotkan betadin. analgetik.Drainage. . . analgetik dan anti imflamasi per oral. . . .Bersihkan daerah sekitar gigi. » Oleskan betadin. Bila gigi dengan pulpa tertutup lakukan pembukaan atap pulpa bila memungkinkan.

Membuat laporan sesuai dengan kebutuhan. Membersihkan ruang pelayanan. g. Sterilisasi alat ( instrumen ). f. I Nyoman Adiputra NIP. NIP. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. Membersihkan alat-alat bekas dipakai. 01 Nopember 2005. Setelah selesai melakukan tindakan / penanganan pasien. Perawatan contra angle dan scaler motorik dengan minyak. Bagus Darnawa. R. Petugas melaksanakan pencatatan dan pelaporan : . » Instruksi. . I Gst. 2. 140216569.UANG PENGOBATAN  ANAMNESA  PEMERIKSAAN  DIAGNOSA . . petugas melaksanakan kegiatan : 1. Takmung.Mencatat dalam Register rawat jalan semua pasien yang dilayani. 3.Mengisi Kartu rawat jalan. analgetik dan anti imflamasi per oral.Membuat sensus harian penyakit.GILUT.» Berikan antibiotik. Dr. Dr. . 4. 140121918. ALUR PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II PASIEN GILUT LOKET PENDAFTARAN RUANG PELAYANAN KES.

: Pemeriksaan dan Perawatan Gigi dan Mulut. REGISTER RAWAT JALAN. Dr.RUANG KIA RUJUK RSU THERAPI / TINDAKAN PEMELIHARAAN RUANGAN DAN ALAT APOTIK PENCATATAN DAN PELAPORAN MENGISI KARTU RAWAT JALAN. LAPORAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN KARTU RAWAT JALAN DIKEMBALIKAN KE LOKET PASIEN PULANG Kepala Puskesmas Banjarangkan II. PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG DINAS KESEHATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II PROTAP PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Kesehatan Gigi dan Mulut. SENSUS HARIAN PENYAKIT. I Nyoman Adiputra NIP. . TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas dalam melaksanakan pelayanan pemeriksaan dan perawatan kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. 140216569. 5.

Kartu rawat jalan.Pemeriksaan ekstra oral. bahan-bahan / obat-obatan untuk gigi.Bahan-bahan / obat-obatan untuk gigi . . radang ). . URAIAN UMUM : a. b. » Mukosa pipi ( ulkus. tanyakan juga riwayat penyakit yang lain ( Jantung.Sterilisasi instrumen. Persiapan Tindakan : .Catat rencana tindakan. posisi. keluhan tambahan. . Persiapan Ruangan dan Alat : .Register rawat jalan. . . kelenjar limfe ). » Dasar mulut ( apakah bengkak. . c. alergi. Melakukan Tindakan . berapa lama. Persiapan Petugas : . Petugas menyiapkan Ruangan dan Alat. » Langit-langit keras ( apakah ada kista.Pemeriksaan Gigi ( oral ) : » Gigi ( karies.Alat-alat Gigi. Petugas melakukan pemeriksaan pasien.Pemeriksaan ekstra oral ( pipi. meliputi : .Perlindungan diri.Sensus harian penyakit. Pemeliharaan Ruangan dan Alat.Pencabutan. . asthma. ukuran ). membersihkan meja. Tekanan darah tinggi.Kompresor. kelainan yang ada. masker dan sarung tangan.Konservatif. g. . . . penyumbatan kelenjar ludah ).Konseling. bentuk ). lesi. Pencatatan dan pelaporan .Bor gigi. » Lidah ( warna. kehamilan pada wanita. e. d. bentuk. kista.6.Anamnesa tentang keluhan utama. Pemeriksaan Pasien : . 7. SASARAN : Petugas ( Dokter Gigi / Perawat Gigi ) dalam melaksanakan pemeriksaan dan perawatan kesehatan Gigi dan Mulut penderita.Anamnesa. kursi dan dental unit. . tumor. warna. b. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. memeriksa apakah bor dapat berfungsi dengan baik. lokasinya dimana. c. Kencing manis. Petugas memakai alat perlindungan diri seperlunya. : 8. .Pemeriksaan Gigi ( oral ). kursi dan dental unit. celah langit-langit ). menghidupkan kompresor. menyiapkan alat-alat gigi.Meja. apakah mengganggu tidur. tbc ). bibir. .misalnya : Lab Jas. : f.

Tambalan tetap ( amalgam.Zinc phosphat cement. Sesudah pasien kembali tambalan sementara dibongkar diganti dengan : . . TKF. .Eugenol kapas. luxilut. .Sterilisasi cavitas. dll ). Petugas melakukan Tindakan sesuai dengan diagnosa dan jenis tindakan yang diperlukan : 1) Konservatif : a) Penambalan Tetap : » Iritasi pulpa dan karies media : .Bongkar tambalan sementara. . . CHKM. . .Pembuangan jaringan karies. .Preparasi cavitas. .Sterilisasi cavitas.Instruksi. . silikat. Pasien diintruksikan kembali 1 ( satu ) minggu lagi.Pembukaan atap pulpa.Tambalan sementara dengan Fletcer atau cavit.Instruksi.Pembuangan jaringan karies. . .Fletcer atau cavit.Instruksi. » Hp. .Zinc phosphat cement. Profunda : . . Petugas menentukan Diagnosa dan melakukan persipan tindakan ( buat rencana tindakan.d.Pembuangan jaringan karies.Sterilisasi cavitas.Pemberian obat gigi untuk menghilangkan rasa sakit dan obat untuk mematikan saraf gigi ( devitalisasi pulpa ).Perlindungan pulpa dengan Dycal atau calxyl. Pasien diinstruksikan untuk kembali 3 ± 7 hari lagi. .Zinc phosphat cement. fuji. konseling kepada pasien tentang rencana tindakan dan hal-hal yang penting diketahui oleh pasien ) serta melaksanakan sterilisasi instrumen.Tambalan tetap.Sterilisasi cavitas. . .Pemberian analgetik peroral.Pembuangan jaringan karies. art.Preparasi cavitas. Sesudah pasien kembali tambalan sementara dibongkar diganti dengan : . . .Preparasi cavitas. ditaruh di kapas dan diletakkan di ruang pulpa ).Sterilisasi cavitas. . . . . b) Penambalan Sementara : » Pulpitis : .Zinc phosphat cement. . » Hiperaemi pulpa : .Fletcer.Pasien disuruh kembali 3 ( tiga ) hari lagi.Pemberian obat untuk sterisasi pulpa ( salah satu. chresophene atau rockle. . .Tambalan tetap. Setelah pasien kembali dilakukan : . . e.

» Gangren pulpa : .- Pasien disuruh kembali antara 4 ± 7 hari lagi. Ketika pasien kembali obatnya diganti. Prosedur ini dilakukan minimal 2 kali sehari dengan mengganti obat dalam pulpa. Pemberian obat mumifikasi ( putrex atau iodoform pasta ). : . . .Sterilisasi cavitas.Pemberian antibiotik dan analgesik per oral .Pembukaan atap pulpa.Pembukaan atap pulpa. Preparasi cavitas. Sesudah pasien kembali dilakukan : Pembuangan sebagian sebagian dari Zinc phosphat cement.Fletcer atau cavit. Sesudah pasien kembali dan gigi tidak sakit ketika diperkusi. . » Penyuntikan dengan obat anestesi ( lidocain atau pehacain ). b) Pencabutan gigi susu » Topikal anestesi.Pembuangan jaringan karies. » Pemberian tampon. » GP dengan PD ( Gangren pulpa dengan Periodontitis ) : . Tambalan tetap ( amalgam atau silikat ) tergantung keperluan. » Pencabutan gigi.Intruksikan pasien kembali 3 hari lagi. Penggantian obat dilakukan minimal 2 kali. Kalau gigi masih sakit bila diperkusi penggantian obat dilakukan lagi berulang-ulang sampai pasien tidak merasa sakit lagi ketika gigi diperkusi maka gigi dianggap sudah steril.Tutupdengan kapas (longgar). Catatan : Prosedur ini dilaksanakan kalau gigi masih memungkinkan untuk dilakukan penambalan tetap. . Instruksi. penggantian obat dilakukan lagi berulang-ulang sampai tidak ada rasa sakit lagi ketika gigi diperkusi. » Setelah terasa parasthesi lakukan pemisahan gigi dari gusi dengan bein. . Sesudah pulpa steril proses selanjutnya sama dengan perawatan pulpitis di atas. . Pasien diinstruksikan kembali 1 minggu lagi.Pemberian obat untuk jaringan pulpa ( TKF. CHKM. perawatan selanjutnya sama dengan perawatan gangren pulpa. . » Pemberian antibiotik.Pasien disuruh kembali antara 4 ± 7 hari lagi. Kalau masih ada bau ganggren atau rasa sakit kalau gigi diperkusi. anti imflamasi ( kalau perlu ) per oral. Sterilisasi cavitas. Selanjut di lakukan : Bongkar tambalan sementara. analgetik.Pembuangan jaringan karies. chresophene atau rockle ). Zinc phosphat cement. . .Sterilisasi cavitas. fungís dan estetik. 4) Pencabutan : a) Pencabutan gigi tetap : » Oleskan betadin pada gigi yang akan dicabut.

.Bersihkan cavitas. . » Abses sub mukosa ( dengan gigi gangren ) : . » Oleskan betadin. .Drainage. beri rubberdam untuk drainage. . » Kumur-kumur. » Instruksi.Tutup dengan kapas ( longgar ).Oleskan betadin.Instruksikan pasien kembali setelah obat habis. analgetik dan anti imflamasi per oral.» Pencabutan. » Bersihkan dengan menyemprotkan betadin.Oleskan betadin.Pemberian topikal anestesi. .Buka atap pulpa. analgetik dan anti imflamasi per oral. » Abses sub cutan ( dengan gigi gangren ) : . f. » Pengambilan karang gigi supra dan sub ginggival.Instruksikan kepada pasien agar kembali setelah obat habis. . petugas melaksanakan kegiatan : 5.Kalau ekstra oral dan tersedia rubberdam. . . analgetik dan anti imflamasi per oral. . 5) Perawatan Jaringan Periodontal : c) Calculus : » Kumur-kumur.Berikan antibiotik.Bersihkan. . d) Periodontitis : » Oleskan betadin pada gusi. . Setelah selesai melakukan tindakan / penanganan pasien. » Instruksi. Membersihkan alat-alat bekas dipakai. . .Bersihkan daerah sekitar gigi. . » Dibersihkan. » Lakukan Curetage. » Instruksi. kalau sudah sembuh dapat dilakukan pencabutan gigi.Insisi abses. Kalau pasien sudah sembuh lakukan pencabutan gigi. analgetik dan anti imflamasi per oral.Berikan antibiotik. Bila gigi dengan pulpa tertutup lakukan pembukaan atap pulpa bila memungkinkan. c) Abses : » Abses pada akar gigi ( lokal ) : . » Berikan antibiotik.Berikan antibiotik. kalau masih bengkak tambah obat lagi untuk dilanjutkan. » Pemberian tampon.

Sterilisasi alat ( instrumen ). R. g. I Nyoman Adiputra NIP. NIP. ALUR PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS BANJARANGKAN II PASIEN GILUT LOKET PENDAFTARAN RUANG PELAYANAN KES.UANG PENGOBATAN  ANAMNESA  PEMERIKSAAN  DIAGNOSA RUANG KIA . . Takmung. Petugas melaksanakan pencatatan dan pelaporan : . 8. Dr.Membuat laporan sesuai dengan kebutuhan. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung.GILUT. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. I Gst. 7.Mencatat dalam Register rawat jalan semua pasien yang dilayani. 140121918. 01 Nopember 2005. Dr.Mengisi Kartu rawat jalan. Membersihkan ruang pelayanan. Perawatan contra angle dan scaler motorik dengan minyak.Membuat sensus harian penyakit. 140216569. Bagus Darnawa. .6. .

Dr. REGISTER RAWAT JALAN. 3. IV.RUJUK RSU THERAPI / TINDAKAN PEMELIHARAAN RUANGAN DAN ALAT APOTIK PENCATATAN DAN PELAPORAN MENGISI KARTU RAWAT JALAN.. SENSUS HARIAN PENYAKIT. . LAPORAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN KARTU RAWAT JALAN DIKEMBALIKAN KE LOKET PASIEN PULANG Kepala Puskesmas Banjarangkan II. PROTAP PELAYANAN TINDAKAN INJEKSI ( PENYUNTIKAN ) DI RUANG PELAYANAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Pasien dengan indikasi injeksi di ruang pelayanan. . TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam melakukan pelayanan tindakan Injeksi di ruang Pelayanan. 2. IM. : Tindakan Injeksi ( Penyuntikan ). 1.Tindakan penyuntikan dimana ujung jarum suntik ditusukkan hanya sampai menembus di bawah kulit ( subcutan ) tanpa menembus jaringan otot di bawahnya. 140216569. URAIAN UMUM : » Injeksi SC : . ) dan Penatalaksanaan Syok Anafilaktik di Ruang Pelayanan. I Nyoman Adiputra NIP. SASARAN : Tenaga Medis / Paramedis dalam melakukan pelayanan / tindakan Injeksi ( SC.

Petugas membersihkan dan membuang alat suntik bekas tadi ke dalam tempat khusus sampah medis. 140216569. e.3 cc SC / IM sam bil mengevaluasi vital sign ( Tensi. NIP. 01 Nopember 2005. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. Adrenalin 0.Injeksi SC / IM tidak boleh ada darah masuk ke dalam spuit. Petugas melakukan aseptik / antiseptik pada lokasi penyuntikan. Petugas menyemprotkan obat suntik sesuai dosis yang ditentukan. Petugas melakukan aspirasi dengan ketentuan :: . Petugas menyiapkan alat dan obat suntik sesuai dengan resep. d. Bagus Darnawa. I Nyoman Adiputra.Injeksi IV harus ada darah masuk ke dalam spuit untuk memastikan bahwa jarum suntik sudah masuk ke dalam pembuluh darah vena. 4. h. Respirasi ) sampai syok teratasi.Tindakan penyuntikan dimana ujung jarum suntik ditusukkan ke dalam pembuluh darah vena ( intravena ). Petugas melakukan aspirasi obat suntik ke dalam spuit injeksi sesuai dosis dalam resep. . j. Petugas menyerahkan resep obat minum kepada pasien untuk diambil di apotik Puskesmas. Sebelum penyuntikan obat petugas melakukan skin test untuk obat suntik tertentu untuk memastikan obat tersebut tdak akan menimbulkan reaksi alergi setelah obat disuntikkan. bila tidak ada darah masuk ke dalam spuit maka ujung jarum diupaya agar menembus pembuluh darah vena atau lokasi penyuntikan dipindahkan sampai dapat menembus ke dalam pembuluh darah vena.» Injeksi IM : . bila ada darah maka suntikan agar diperdalam / dipindahkan sampai tidak ada darah masuk setelah diaspirasi kembali. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a.3 cc SC / IM bila pasien mengalami syok setelah penyuntikan ( dengan tanda-tanda : sesak. f. Petugas mencabut jarum suntik dari lokasi suntikan dan melakukan aseptik pada luka bekas suntikan. c. I Gst. Petugas membaca resep obat suntik / injeksi yang dintruksikan dokter. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. g. . Takmung. Petugas mengatasi bila terjadi syok anafilaktik dengan adrenalin 0. » Injeksi IV : .Tindakan penyuntikan dimana ujung jarum suntik disuntikkan sampai menembus dalam jaringan otot ( intramuskuler ). i. kelainan kulit ). l. » Penatalaksanaan Syok Anafilaktik : . pingsan.Penyuntikan. 140216569. Nadi. NIP. k. Dr. Dr. b. Petugas menusukkan jarum suntik dari spuit yang telah diisi obat sebelumnya pada lokasi yang telah diaseptik ( SC / IM / IV sesuai petunjuk ).

ALUR PELAYANAN TINDAKAN INJEKSI ( PENYUNTIKAN ) DI RUANG PELAYANAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II PASIEN DENGAN INDIKASI INJEKSI RUANG INJEKSI OBAT DAN ALAT SUNTIK SIAP PETUGAS BACA RESEP ASP[RASI OBAT SESUAI RESEP SKIN TEST OBAT TERTENTU PENUSUKAN JARUM ASEPTIK LOKASI INJEKSI ASPIRASI PENYUNTIKAN PENYEMPROTAN OBAT ASEPTIK BEKAS SUNTIKAN PENCABUTAN JARUM .

: Tindakan Hecting ( Jahit Luka ) 5. 7. URAIAN UMUM : » Sterilisasi alat : .ATASI BILA TERJADI SYOK ANAFILAKTIK PASIEN MENUJU APOTIK SERAHKAN RESEP KPD PASIEN BUANG ALAT SUNTIK BEKAS KE TEMPAT KHUSUS SAMPAH MEDIS PASIEN PULANG PROTAP PELAYANAN TINDAKAN HECTING ( JAHIT LUKA ) DI RUANG PENGOBATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Pengobatan. SASARAN : Tenaga Medis / Paramedis dalam melakukan pelayanan tindakan Hecting ( Jahit luka ) di ruang Pengobatan. 6. » Penjahitan luka ( hecting ) : .Tindakan mensterilisasi alat-alat hecting dengan alat sterilisator. . TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam melakukan pelayanan tindakan Hecting ( Jahit luka ) di ruang Pengobatan.

Takmung. Petugas merapikan jahitan dengan pinset cirurgis. NIP. d. cairan steril serta Betadin ). b.. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. 140216569. Petugas memberikan resep antibiotika dan analgetik untuk diambil di apotik Puskesmas. Petugas menutup luka dengan kasa steril dan drekatkan dengan plester. Petugas mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan steril.. cairan steril serta betadin pada luka yang kotor. . Petugas melakukan antiseptis pada daerah luka dan menutupnya dengan kain steril. m.Menutup luka dengan kasa steril dan menganjurkan untuk kontrol kembali 2 hari lagi. : 8. .Penyuntikan. Petugas membersihkan luka dengan betadin pada luka yang bersih dan dengan H2O2. Pengobatan ). 140216569. ATS disesuaikan dengan » Sifat luka » Kondisi luka » Status Imunisasi. 01 Nopember 2005. e. » Perawatan Luka : . Petugas memberikan ATS bila diperlukan tergantung dari sifat luka. Petugas menjahit luka dengan alat hecting yang telah disterilkan. I Nyoman Adiputra. Petugas melakukan anestesi dengan lidocain pada sekitar tepi luka.Pemberian Antibiotika dan Analgetik. k. j. i. Dr. h. Bagus Darnawa. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. kondisi luka dan status imunisasi sebelumnya. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. NIP. Petugas menyiapkan anestesi lokal dan alat hecting steril. Petugas menganjurkan kepada pasien agar kontrol kembali setelah 2 hari lagi. » Pemberian ATS : . f. Petugas membersihkan jahitan dengan betatin. g. I Gst. Pasien luka dibawa ke Ruang Tindakan ( R. c.Tindakan menjahit luka ( hecting ) dengan alat yang telah disterilkan dan membersihkan luka sesuai dengan keadaan luka ( luka bersih dengan Betadin dan luka kotor dengan H2O2. Dr. l.

BETADIN ANESTESI LOKAL BERSIHKAN LUKA HECTING LUKA BETADIN .ALUR PELAYANAN TINDAKAN HECTING ( JAHIT LUKA ) DI RUANG PENGOBATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II PASIEN LUKA ANESTESI DAN ALAT HECTING STERIL SIAP RUANG TINDAKAN PETUGAS CUCI TANGAN DAN PAKAI SARUNG TANGAN STERIL BERSIH : BETADIN ANTISEPTIK DAERAH LUKA KOTOR : H2O2.CAIRAN STERIL.

Riwayat penyakit keluarga. . 140216569. . : Pemeriksaan Pasien. 10.Lamanya sakit.Riwayat penyakit terdahulu.TUTUP DENGAN KASA STERIL + PLESTER PEMBERIAN ATS BILA PERLU ADVIS KONTROL SETELAH 2 HARI RESEP ANTIBIOTIKA + ANALGETIK UNTUK DIAMBIL DI APOTIK PUSKESMAS PASIEN PULANG Kepala Puskesmas Banjarangkan II. 9.Pengobatan yang sudah dilakukan. . TUJUAN : Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam melakukan pemeriksaan di ruang Pengobatan.Keluhan tambahan. . Dr.Riwayat alergi obat. : . NIP. . PROTAP PELAYANAN PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN PASIEN DI RUANG PENGOBATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II Pelayanan Prosedur : Pengobatan. . SASARAN : Tenaga Medis / Paramedis dalam melakukan pemeriksaan pasien di ruang Pengobatan. URAIAN UMUM : » Anamnesa : Wawancara terhadap pasien atau keluarganya mengenai .Keluhan Utama. I Nyoman Adiputra. 11.

sbb : . Petugas / dokter melakukan rujukan pasien ( bila ada indikasi ) ke . Petugas / dokter melakukan rujukan pasien dengan menggunakan blangko rujukan yang tersedian sesuai jenis pasien ( Umum.Perkusi : Untuk menentukan batas jantung.Keluhan tambahan. konsistensi hepar / lien. kemungkinan adanya ascites. ASKES. . . hepar. Petugas / dokter melakukan anamnesa terhadap pasien sbb : . paru dan peristaltik usus. ASKES. : n. Petugas / dokter melakukan penegakan diagonosa.Laboratorium .RSU. c.Lamanya sakit. . d.Auskultasi : : Keadaan umum pasien. JPK-MM ). . kemudian menunggu di ruang tunggu sesuai antrean. f.Riwayat penyakit terdahulu. o. paru dan peristaltik usus.Palpasi : Perabaan kemungkinan adanya benjolan. . Petugas / dokter mencatat hasil pemeriksaan pada kartu rawat jalan. Untuk menentukan batas jantung. Petugas di R. . Petugas mencocokkan identitas pasien dengan kartu rawat jalan. hepar. .Auskultasi : Untuk mengetahui keadaan jantung. Perabaan kemungkinan adanya benjolan. b. .Ruang Pelayanan Gilut . Pengobatan memanggil pasien untuk masuk ke Ruang periksa sesuai nomor urut. kemungkinan adanya ascites.Inspeksi . LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN : a. . e. keadaan paru.Palpasi Perkusi : : : .Riwayat alergi obat. . p.Keluhan Utama. Untuk mengetahui keadaan jantung.Pengobatan yang sudah dilakukan. Pasien dari loket pendaftaran menuju Ruang Pengobatan untuk menyerahkan kartu rawat jalan yang diterimanya di loket. keadaan paru.Riwayat penyakit keluarga. » Pelayanan Rujukan : Untuk pasien yang tidak mampu ditangani di Puskasmas diberikan surat rujukan ke RSU dengan menggunakan blangko surat rujukan yang tersedia sesuai jenis pasien ( pasien umum. menentukan tindakan therapi sesuai Buku Pedoman Pengobatan Dasar Puskesmas dan Buku Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis yang berlaku. konsistensi hepar / lien.KIA . Petugas / dokter melakukan pemeriksaan.» Pemeriksaan Fisik .KB . Berikut Pedoman Diagnosa dan Therapi Dasar 10 ( sepuluh ) Besar Penyakit di Puskesmas Banjarangkan II : 1) ISPA.Inspeksi : Keadaan umum pasien. JPK-MM ). 12.

Penatalaksanaan  Perawatan dan pengobatan tidak berbeda dengan influenza. dan kuman anaerob. Nyeri ini kadang sampai ke telinga (otalgia) karena adanya nyeri alih (referred pain) oleh N IX. Kliebsiella ozaena atau akibat sinusits kronis.  Penggunaan antiseptic local dan antibiotic isap tidak dianjurkan.  Infeksi sekunder jarang sekali terjadi. Gambaran Klinis  Keluhan yang menonjol adalah nyeri tenggorokan dan sakit menelan yang mungkin didahului oleh pilek atau gejala influenza lainnya. difisiensi vitamin A. tetapi dapat juga menyertai infeksi bakteri seperti pertusi. Rinitis akut biasanya disebabkan oleh virus yaitu pada selesma atau menyertai campak. diberikan antibiotik.  Untuk anak tidak ada anjuran obat khusus. Iritasi makanan yang merangsang sering merupakan factor pencetus atau yang memperberat. tetapi biasanya faringitis sembuh sendiri dalam 3-5 hari.  Pada rhinitis atropi ingus kental diserta krusta berwarna hijau. Rinitis alergi. .  Rinitis alergi maupun rhinitis vasomotor mudah dibedakan dari rhinitis infeksi karena ingus yang putih dan encer yang hanya keluar saat serangan saja. atau bagian dari influenza (rinofaringitis). rhinitis vasomotor. pada permukaannya mungkin terlihat alur-alur secret mukopurulen. Rinitis kronik dapat berlanjut menjadi sinusitis. sedangkan dekongestan dan antihistamin belum terbukti khasiatnya. haemophilus influenza. Infeksi sekunder dapat terjadi oleh sebagian kuman seperti golongan streptokokus. Pada penderita dewasa kasus ISPA yang kami cantumkan adalah faringitis akut dan rhinitis. Rinitis disebut kronik bila radang berlangsung lebih dari 1 bulan. tetapi bila ada.Untuk ISPA dan PNEUMONI pada bayi dan balita penatalaksanaannya harus sesuai dengan protap MTBS. Salah satu bentuk rhinitis kronis adalah rhinitis atropi yang diduga disebabkan oleh kuman. Gambaran Klinis  Ingus kental umumnya nenunjukkan telah ada infeksi sekunder oleh bakteri. amoksisillin 3x500mg atau penicillin V 3x500 mg b) RINITIS Rinitis tergolong infeksi saluran napas yang dapat muncul akut atau kronik. Perjalanan penyakit tergantung pada adanya infeksi sekunder dan virulensi kumannya serta daya tahan tubuh penderita. Penyebabnya biasanya virus yang menyerang jaringan limfoid faring. dan yang terpilih adalah eriromisin 4x250 mg. Pada pemeriksaan hidung tampak rongga hidung yang lapang karena konka mengalami atropi. a) FARINGITIS AKUT Faringitis akut biasanya merupakan bagian dari infeksi akut orofaring yaitu tonsilofaringitis akut.  Heperemia pada jaringan limfoid didingding belakang faring yang kadang disertai folikel bereksudat menandakan adanya infeksi sekunder . dan rhinitis medikamentosa digolongkan dalam rhinitis kronik.

Obat-obatan (Penissilin) b. 3) REMATIK/ARTRITIS Artritis dapat berupa osteoatritis (OA) atau arthritis rheumatoid (AR). Reaksinya dapat berlangsung akut dan kronis. Gigitan serangga d. kemudian cepat rujuk penderita kerumah sakit. Pada AO factor penyebab utama adalah trauma/ pengausan sendi sedangkan pada AR factor imunologi yang berperan. tetapi dapt memperberat keadaan. 5 mg yang dapat diulang sesuai dengan kebutuhan. kacang) c. saluran cerna atau diorgan kardiovaskular. Udema di laring dapat berakibat fatal. .  Pengobatan rhinitis alergi atau rhinitis vasomotor dapat ditambah dengan CTM 1-2mg/kali 2) PENYAKIT KULIT ALERGI (URTIKARIA) Urtikaria merupakan reaksi alergi terutama bermanifestasi dikulit berupa udema yang timbul cepat dan menghilang perlahan. Udema dapat terjadi dijaringan yang lebih dalam (angiodema)misalnya disubkutan. panas sampai nyeri. keganasan) Gambaran Klinis  Kelainan kulit berupa udema yang gatal(urtika).3 ml disusul dengan kortikosteroid : deksametason iv. Fotosensitizer(Fenothiasin) e. dijumpai adalah asteotritis. Penyakit sistemik (kolagen. Udemmya beragam dari yang kecil (bentuk milier sampai yang luas berbentuk plakat.polutan) f. Factor psikis k. Factor genetic l.ikan . Investasi parasit (cacing) j. Infeksi (gigitan) i. Sementara itu usahakan untuk membebaskan jalan napas.  Antipruritus topical misalnya bedan mengandung mentol atau kamfor hanya bersipat simtomatik. tetapi yang paling banyak .  Udem disaluran napas menyebabkan sumbatan jalan napas Penatalaksanaan  Faktor penyebab harus dihilangkan  Bentuk yang akut dengan sumbatan jalan napas memerlukan injeksi adrenalin o. Zat terisap (debu . saluran napas.  Pada rhinitis atropi hidung dicuci dengan air garam. Penyebab a.Penatalaksanaan  Rinitis akut yang menyertai influenza dapat diobati dengan dekongestan sistemik seperti influenza  Kebiasan menggunakan kongestan tetes hidung pada rhinitis kronis sering menyebabkan terjadinya rhinitis medikamentosa yang secara klinis menyerupai rhinitis vasomotor. Dekongestan akan memperburuk keadaan. Trauma fisik h. Makanan(telur. Zat pajan(cat rambut) g.

Penatalaksanaan  Penderita gastritis akut memerlukan tirah baring.  Gastritis erosive akibat obat sering disertai pendarahan. nyeri dan kaku seluruh badan. emosi.obat.Gejala arthritis bervariasi tergantung sendi mana yang terlibat. Penatalaksanaan  Keluhan pada sendi/jaringan lunak disekitarnya dapat diatasi dengan analgesik biasa atau dengan anti inflamasi non steroid yang sebaiknya diberikan sesudah makan aspirin 3x1 gr/hari indometasin 3x25mg/hari fenilbutason 3x200 mg/ hari ibuprofen 3x 400 mg/hari  Mengistirahatkan sendi diperlukan dalam keadaan akut. AO lebih sering menyerang sendi penyokong berat badan. atau oleh terlambat makan. Selanjutnya ia harus membiasakan diri makan teratur dan menghindarkan makan yang merangsang. dan nyeri  Serangan AR biasanya dimuali dengan gejala prodromal berupa badan lemah. infeksi kuman Helycobacter jejuni juga berperan dalam penyakit ini. perut kembung.  Pada pemeriksaan radiologi OA biasanya memperlihatkan pelebaran sendi pada tahap awal. bersipat simetris bilateral. Sementara itu . Gejala utamanya adalah nyeri sendi yang berhubungan dengan gerak. . Gambaran Klinis  Sendi yang terserang biasanya bengkak.  Nyeri epigastrium. mual. Yang dikenal awal sebagai encok sebagian besar adalah rheumatism.  Selanjutnya pada OA. mengurangi berat badan. Penderita juga merasakan kaku pada sendi yang terserang.  Serangan OA biasanya sesisi. mungkin penderita perlu diperbaiki sikap tubuh. Keluhan lain yang mirip dengan Artritis adalah rheumatism yang sebenarnya berasal dari jaringan lunak diluar sendi. kebiasaan merokok. nanas. Pada keadaan ini terjadi gangguan keseimbangan antara produksi asam lambung dan daya tahan mukosa. ada masa remisi. Gejala pada sendi biasanya timbul bertahap setelah beberapa minggu atau bulan. dan berhubungan dengan udara dingin.alcohol. Oleh karena itu obesitas harus dihindari. cuka. Penyakit sistemik. AR mulanya lebih sering menyerang sendisendi kecil misalnya sendi pergelangan tangan atau kaki. dan teh kental.stress. osteofit. Gambaran Klinis  Penderita biasanya mengeluh perih dan tidak enak uluhati. 4) TUKAK LAMBUNG / GASTRITIS Penyebab utama gastritis adalah iritasi lambung misalnya oleh sambal. tetapi dalam tingkat lanjut dapat menyerang juga sendi-sendi besar seperti sendi bahu dan pinggul. merah. muntah tidak selalu ada. dan penyempitan rongga antar sendi pada tahap lanjut. hilang napsu makan.  Deformitas dapat terjadi pada OA maupun AR setelah terjadi destruksi sendi.  Nyeri sendi pada AR bersipat hilang timbul. atau melakukan fisioterapi. sclerosis tulang.

Mg Hidroksida) yang diberikan menjelang tidur.kemudian anuria o Hypotensi o Tachi kardi o Menurunnya kesadaran  Bila kekurangan cairan mencapai 10 % atau lebih penderita jatuh ke dalam dehidrasi berat dan bila berlanjut dapat terjadi syok dan kematian. Pemberian cairan. berupa upaya rehidrasi oral ( URO ) untuk mencegah maupun mengobati dehidrasi. Gejala dehidrasi tidak akan terlihat sampai kehilangan cairan mencapai 4-5 % berat badan.  Kemudian lakukan upaya rehidrasi seperti yang dilakukan terhadap dehidrasi karena kolera. tanda-tanda untuk merujuk.   Keluhan akan segera hilang dengan antasida (Al Hdroksida. Melanjutkan Pemberian makanan seperti biasa. Oleh karena itu langkah pertama adalah menentukan derajat dehidrasi. Tidak menggunakan anti diarre. dan cara mencegah diarre di masa yang akan datang. makanan yang merangsang atau yang tercemar toksin. c. sementara anti biotik maupun anti mikroba hanya untuk tersangka kolera. pagi hari. disentri. WHO telah nenetapkan empat unsure utama dalam penanggulangan diarre akut yaitu : a. Gambaran klinis  Demam yang sering menyertai penyakit ini memperberat dehidrasi. selama diarre dalam masa penyembuhan. atau terbukti giardiasis atau amubiasis. satu jam sebelum makan (1-3 hari saja) Penderita dengan tanda pendarahan seperti hematemesis atau melena perlu segera dirujuk ke rumah sakit karena kemungkinan terjadi pendarahan pada tukak lambung yang dapat melanjut menjadi perforasi. Pemberian petunjuk yang efektive bagi ibu dan anak serta keluarga tentang upaya rehidrasi oral di rumah. 6) HYPERTENSI . d. gangguan pencernaan dsb. Penyebabnya adalah Virus. Penatalaksanaan  Dasar pengobatan Diarre akut adalah rehidrasi dan memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit. b.  Gejala dan tanda dehidrasi antara lain : o Rasa haus o Menurunnya turgor kulit o Mata cekung o Air mata tidak ada o Ubun ± ubun besar cekung pada bayi o Oligouria. terutama Asi. dan diantara waktu makan Bila muntah sampai mengganggu dapat diberikan tablet Proklorperazin 3 mg. 5) GASTRO ENTERITIS (DIARE NONSPESIFIK) Diare non spesifik adalah diarre yang bukan di sebabkan oleh kuman khusus maupun parasit.

gelisah. Nyeri pinggang bawah adalah suatu gejala yang berupa rasa nyeri didaerah lumbosakral dan sakroiliaka yang dapat ditimbulkan oleh berbagai sebab dan pernah dialami oleh sebagian besar ( 80 % ) penduduk pada suatu ketika dalam hidupnya.0.  Komplikasi yang menimbulkan gejala antara lain insufisiensi sirkulasi otak dan jantung.  Terapi nonfarmakologik meliputi pengendalian berat badan. rasa lelah. muka merah. atau paling sedikit satu kali dalam hidupnya. atau HCT + Kaptopril.  Diagnosis Hipertensi di tegakkan apabila kenaikan tekanan darah ini bersifat menetap pada pemeriksaan ulang dalam jarak waktu 1 ± 2 minggu.40 mg sehari o Kaptopril 2 x 12. mwngurangi makan lemak.  Terapi obat pada hipertensi ringan sedang dimulai dengan salah satu obat berikut ini : o Hidroklorotiazid (HCT) 12.1 . 7) NYERI PINGGANG BAWAH/LOW BACK PAIN Nyeri pinggang bawah atau Low Back Pain merupakan keluhan yang umum dan hampir semua orang pernah mengalami namun jarang berakibat berat atau fatal. Sekitar 80 % penderita hipertensi tergolong Hipertensi Essensial.5 . sakit kepala.25 mg sehari » Sebaiknya dosis dimulai dengan yang terndah dengan evaluasi berkala dinaikkan sampai tercapai respons yang diinginkan. dan ginjal). perdarahan pada retina. gagal jantung kiri.diet rendah garam (kecuali bila penderita mendapat HCT). » Pada hipertensi berat yang tidak sembuh dengan kombinasi diatas. Hipertensi ringan sedang dicoba dulu diatasi dengan terapi non obat selama 2-4 minggu. Orang yang tekanan darah sistoliknya mencapai 160 mmHg atau tekanan darah diastolic 95 mmHg tergolong dalam Hipertensi Borderline. dan sebagainya bukanlah gejala spesifik.  Epistaksis. pembuluh darah otak.0. menghentikan kebiasaan merokok dan minum alcohol. Gambaran Klinis  Umumnya hipertensi primer tidak memberikan keluhan dan tanda klinis khusus tetapi mungkin terdapat pusing. . ditambahkan metildopa 2 x 125 .25 mg/ hari » Penderita asma bronchial tidak boleh diberikan beta bloker.  Tujuan Pengobatan hipertensi adalah mengendalikan tekanan darah untuk mencegah komplikasi ( kardiovaskular.25 mg / hari dosis tunggal pada pagi hari o Reserpin 0. Penatalaksanaan  Pengobatan farmakologi langsung di mulai pada hipertensi sedang berat.5 .1 .250 mg atau reserpin 0. bila obat tunggal tidak efektif.25 sehari sebagai dosis tunggal o Propranolol 2 x 20 . Peningkatan tekanan sistolik erat hubungannya dengan berkurangnnya elastisitas pembuluh darah. Lebih tua usia penderita penggunaan obat harus lebih hati-hati » Hipertensi sedang berat dapat diobati dengan kombinasi HCT + propranolol.Tekanan darah yang di anggap Normal pada orang dewasa adalah Sistolik 140 mmHg dan diastolic 90 mmHg.

sentuhan. Nyeri pinggang bawah dapat berasal dari nyeri setempat. Faktor pencetus serangan. Prinsip pengobatan antikejang: a. Selama fase lena (absence) kegiatan motorik terhenti dan pasien dian tak beraksi. emosi. Kadang tampak seperti tak ada serangan tetapi ada kalanya timbul gerakan klonik pada mulut atau kelopak mata.ligamen. otot punggung. atau putusnya makan obat harus dihindarkan. dan otot leher yang berlangsung 2-3 menit. nyeri iskemik seperti misalnya pada klaudikasio intermittens akibat penyumbatan pada percabangan aorta atau pada arteri iliaka komunis. fokal sensorik. Prinsip umum Terapi epilepsi idiopatik adalah mengurangi atau mencegah serangan. misalnya tergigitnya lidah atau luka dan cedera lain 4. dan artikulasi . dan terjadinya kejang tonik atau klonik pada anggota badan. 2. . Kejang tampak bilateral. Sedapat mungkin gunakan obat tunggal. misalnya kelelahan. retroperitoneal. Kelainan organis di otak juga dapat menimbulkan epilepsy sehingga kemungkinan ini perlu dipikirkan. otot-otot paraspinal. sedangkan terapi epilepsy organic ditujukan terhadap penyebab. petit mall. nyeri rujukan (referred pain) misalnya karena gangguan alat-alat intraabdominal. hilangnya kendali terhadap gerak. peregangan. atau jepitan. tarikan.Kadang disertai juga dengan penjalaran nyeri kearah tungkai dan kaki. Kemudian terjadi kejang tonik seluruh tubuh selama 20-30 detik diikuti kejang klonik pada otot anggota. tidur berjalan atau berdiri yang salah atau karena kecemasan kronik/depresi (nyeri psikogenik) 8) EPILEPSI Epilepsi adalah kelainan fungsional otak yang serangannya bersipat kumatkumatan.  Serangan mioklonik merupakan kontraksi singkat suatu otot atau kelompok otot. Bila terjadi serangan kejang. Gambaran Klinis  Serangan grand mall sering diawali dengan aura berupa rasa terbenam atau melayang. dan mulai dengan dosis rendah . dan epilepsy parsial misalnya serangan fokal motorik. napas nmendengkur. yaitu berasal dari fasia.misalnya akibat sikap duduk. Setelah seangan sering pasien berada dalam keadaan bingung. kemudian kesadaran berangsur pulih. dan dapat terjadi inkontinensia. yaitu neri karena iritasi radiks. atau mioklonik. upayakan menghindarkan cedera akibat kejang. korpus vertebra.  Serangan parsial sederhana motorik dapat bersipat kejang yang dimulai disalah satu tangan dan menjalar sesisi sedangkan serangan parsial sensorik dapat berupa serangan rasa baal atau kesemutan unilateral Penatalaksanaan 1. baik yang bersipat penekanan. 3.atau alatalat di pelvis.  Serangan Petit mall disebut juga serangan lena diawali dengan hilangnya kesadaran selama 10-30 detik. Dari pola serangannya epilepsy dibedakan atas epilepsy umum misalnya epilepsy grand mall. nyeri radikuler. dan nyeri akibat spasmus otot-otot. Sering kali diagnosis yang pasti tisak dapat dibuat dengan mudah karena kurangnya pendekatan diagnostic dan penyebab nyeri pinggang bawah yang bermacammacam serta melibatkan banyak disiplin ilmu. mulut berbusa. Setelah kejang hilang penderita terbaring lemas atau tertidur 3-4 jam. Bentuk serangan yang paling sering adalah kejang yang dimulai dengan hilangnya kesadaran.

Klonazepam 3-8mg/hari d. debu.v perlahan bila penderita belum memperoleh teofillin oral Prednison 2x10-20 mg sehari untuk beberapa hari. Mioklonik Klonazepam atau diazepam Serangan lena Klonazepam atau diazepam 6.  Penderita status asmatikus memerlukan oksigen. insektisida. kerja fisik atau rangsang sesuatu yang bersipat allergen. Fenobarbital 1-5 mg/kgbb/ hari 1x/hari b. Tonik klonik Fenobarbital atau fenitoin d. misalnya dari asap rokok. Namun pemberiannya tidak boleh terlambat. Penatalaksanaan  Faktor pencetus serangan sedapat mungkin dihilangkan  Pada serangan ringan dapat diberikan suntikan adrenalin 1:1000 0. d.15 mg/kgbb/hari i. obat dapat dihentikan bertahap 5. Fokal/parsial Fenobarbital atau fenitoin b. terapi parenteral dan perawatan intensif sehingga harus dirujuk dengan tindakan awal sebagai berikut : y y y Penderita diinfus glukosa 5 % Aminofillin 5-6 mg/ kgbb disuntikkan i.05-0. Dosis anak 0.3 ml subkutan yang dapat diulangi beberapa kali dengan interval 10-15 menit.4-0. Untuk maintenance: a. Bila selama 2-3 tahun tidak timbul lagi serangan. pilihan dan dosis obat yang kurang tepat. Gambaran klinis  Sesak napas pada asma khas disertai suara mencici ( mengi) akibat kesulitan ekspirasi.b.  Prednison hanya dibutuhkan bila obat-obat diatas tidak menolong dan diberikan beberapa hari saja untuk mencegah status asmatikus.  Pada auskultasi terdengar wheezing dan ekspirasi memanjang.6 mg/kgbb /hari perrektal. Pilihan antiepilepsi a. dengan titrasi dosis sampai kejang hilang atau 0.v. 7.01 mg/kgbb yang dapat diulang  Bronkodilator terpilih adalah teofillin 3x100-150 mg pada orang dewasa dan 10-15 mg/kgbb/hari untuk anak  Pilihan lain : salbutamol 3x2-4 mg untuk dewasa  Efedrin 3x10-15 mg dapat dipakai untuk menambah khasiat teofillin. Bila obat tunggal dosis maksimal tidak efektif gunakan dua jenis obat dengan dosis terendah c. Bila serangan tak teratasi pikirkan kemungkinan ketidakpatuhan penderita. Dosis antiepilepsi untuk serangan kejang diberikan diazepam 0. tekanan emosi. Menjauhkan penderita dari sumber rangsang sangat penting. Umum Fenobarbital atau fenitoin c.  Keadaan sesak berat yang ditandai dengan giatnya otot-otot Bantu pernapasan dan sianosis dikenal sebagai status asmatikus yang dapat berakibat fatal. penyebab organik. Sodium valproat 600 mg/ hari 9) ASMA BRONKIALE Serangan asma bronkiale sering dicetuskan oleh ISPA.2-0. dan hewan piaraan. Fenitoin 4-20 mg/ kgbb/hari 2-3x/hari c. kemudian diturunkan dosisnya sehingga secepat mungkin dapat dihentikan .

hilangnya asosiasi pikiran (inkoherensi). bicara ngelantur. o Gejala berlangsung terus menerus selama paling sedikit 6 bulan yang mencakup fase aktif dengan atau tanpa fase prodromal maupun fase residual yaitu masa setelah fase aktif yang menunjukkan sedikitnya 2 gejala prodromal. Setiap pasien yang dicurigai menderita skizofrenia harus diperiksakan ke psikiater setelah disingkirkan adanya kelainan organic. Bila telah ada respon maka dosis dipertahankan selama 4 minggu sampai pasien tenang dan kembali dapat mengurus dirinya sendiri  Selanjutnya setiap minggu dosis diturunkan secara bertahap dan dosis rumat ( Biasanya 3x50-100 mg) dipertahankan selam 3 bulan  Obat pilihan lain adalah tioridazin 3x 100 mg. tingkah laku kacau (Disorganized).  Untuk menegagkkan diagnostic gangguan skizofrenia maka harus dipenuhi kriretia diagnostic dibawah ini : o Sedikitnya terdapat satu dari beberapa tanda ini selama suatu fase penyakit : waham yang aneh . maka dapat digunakan dulu adrenalin 10) SKIZOFRENIA Skizofrenia merupakan salah satu gangguan jiwa (psikosis) yang serangannya mungkin timbul akut. hubungan social. . triffluoperazin 3x5mg.  Gunakanlah dosis efektif terkecil untuk mengurangi efek samping  Penderita harus dijauhkan dari benda-benda yang dapat membahayakan dirinya atau orang disekitarnya dan kebersihan diri serta kebutuhan hidupnya sehari-hari harus tetap diperhatikan q. halusinasi. Petugas / dokter memberikan resep obat kepada pasien untuk pengambilan obat di apotik Puskesmas. mendatar atau tak serasi.y Bila belum dicoba diatasi adrenalin. gagasan mirip waham yang menyangkut diri sendiri. adanya ilusi dan lain sebagainya. Gambaran Klinis  Penderita psikosis akut mungkin dating dengan tingkah laku gaduh dan mengacau atau mungkin didahului oleh gejala awal (prodromal) berupa penarikan diri dari hubungan social. Diagnosis skizofrenia ini baru dapat ditegakkan bila gangguan timbul pada usia sebelum 45 tahun dan gejalanya sudah berlangsung paling sedikit 6 bulan. gangguan nyata dalam fungsi peran misalnya sebagai pencari nafkah . o Penurunan fungsi penyesuaian dalam bidang pekerjaan. haloperidol 3x1-5 mg  Untuk pasien yang sukar untuk ditemui. bertingkah laku aneh gangguan nyata dalam hygiene diri dan berpakaian. menunjukkan ide (gagasan) yang aneh atau pikiran magis seperti takhyu. dianjurkan pemberian injeksi flufenazin dekanoat sekali sebulan. afek yang tumpul. dan perawatan dirinya. Penatalaksanaan  Bila pasien sangat gaduh sehingga mengganggu lingkungan atau membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri maka penderita harus dirawat.  Berikan klorpromazin 3x 100 mg yang dapat dinaikkan ( setelah 1 minggu) menjadi 3x200 mg bila belum tampak perbaikan. o Tidak ada kelainan organic.

I Nyoman Adiputra. NIP. » Gilut » KIA/KB . NIP. » Riwayat penyakit keluarga » Lamanya sakit » Pengobatan yang telah dilakukan » Riwayat alergi obat. 01 Nopember 2005.r. Dr. Petugas mengisi Register rawat jalan berdasarkan catatan pada kartu rawat jalan dan membuat sensus harian penyakit. I Gst. Bagus Darnawa. 140216569. 140216569. Dr. RUJUK : » Lab. K/P. Takmung. Kepala Puskesmas Banjarangkan II. Mengetahui : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. ALUR PELAYANAN PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN PASIEN DI RUANG PENGOBATAN PUSKESMAS BANJARANGKAN II PASIEN LOKET PENDAFTARAN RUANG PERIKSA / PENGOBATAN RUANG TUNGGU KONFIRMASI IDENTITAS DIAGNOSA PEMERIKSAAN FISIK : » Inspeksi » Palpasi » Perkusi » Auskultasi ANAMNESA : » Keluhan Utama » Keluhan tambahan » Riwayat penyakit terdahulu.

NIP.RUJUK KE RSU TINDAKAN / THERAPI DAN NASEHAT YANG SESUAI RESEP KE APOTIK PASIEN PULANG REGISTER RAWAT JALAN DAN SENSUS HARIAN PENYAKIT KARTU RAWAT JALAN DIKEMBALIKAN KE LOKET Kepala Puskesmas Banjarangkan II. . I Nyoman Adiputra. 140216569. Dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful