P. 1
PEMBELAAN TERHADAP NKRI

PEMBELAAN TERHADAP NKRI

|Views: 122|Likes:
Published by Rizkia Dara Febrina
MAKALAH KEWARGANEGARAAN
´PEMBELAAN TERHADAP NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIAµ

Oleh

Rizkia Dara Febrina
1B P2 31 31010093

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II JURUSAN GIZI

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis m
MAKALAH KEWARGANEGARAAN
´PEMBELAAN TERHADAP NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIAµ

Oleh

Rizkia Dara Febrina
1B P2 31 31010093

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II JURUSAN GIZI

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis m

More info:

Published by: Rizkia Dara Febrina on May 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

´PEMBELAAN TERHADAP NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIAµ

Oleh

Rizkia Dara Febrina
1B P2 31 31010093

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II JURUSAN GIZI

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis angat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga sengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin...

Jakarta,Mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI
2

Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan BAB II A. Pengertian Bela Negara B. Prinsip-prinsip Bela Negara C. Arti Penting Bela Negara D. Nilai-nilai Bela Negara E. Peraturan tentang Bela Negara F. Upaya Pembelaan Negara G. Fungsi Negara dalam Pembelaan Negara H. Sejarah Perjuangan terkait dengan Pembelaan Negara I. Organisasi Bela Negara J. Sebab Hilangnya Rasa Bela Negara BAB III Kesimpuulan Penutup Daftar Pustaka

1 2 3 5 6 6 7 9 10 12 12 14 18 21 21 21 22

BAB I
3

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap bangsa dan Negara di seluruh dunia akan senantiasa berusaha untuk mewujudkan cita-cita dan kepentingan nasionalnya. Demikian juga halnya dengan bangsa dan Negara Indonesia. Cita-cita nasional kita terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Untuk menjamin tetap tegaknya Negara Indonesia dan kelangsungan hidup bangsa, SDM merupakan factor utama yang harus dibina dan dikembangkan. Potensi tersebut merupakan satu-satunya potensi yang mampu melaksanakan pembangunan maupunmengatasi segala bentuk ancaman yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Ancaman tersebut dapat berupa anaman militer maupun nonmiliter. Bangsa Indonesia hendaknya mempunyai ketahanan dan mampu

mengahadapi tantangan dan resiko untuk menjaga keutuhan Negara dan bangsa. Salah satu upayanya yaitu melalui bela Negara. Setiap warga Negara Indonesia yang berada di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara.

1.2 Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

1.3 Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai: Prinsip, nilai, peraturan, dan upaya bagaimana memuncullkan sifat bela Negara.

1.4 Metode Penulisan
 

Penulis Cara-cara

mempergunakan yang

metode pada

observasi penelitian

dan ini

kepustakaan. adalah :

digunakan

Studi Pustaka Dalam metode ini penulis membaca buku-buku dan browsing melalui internet yang berkaitan denga penulisan makalah ini.

BAB II PEMBAHASAN

5

A. Pengertian Bela Negara
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Menurut Hadi Wiyono Pembelaan Negara atau bela Negara adalah suatu tekad dari sikap dan tindakan warga Negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, and berkelanjutan yang dilandasi oleh jiwa dan semangat cinta tanah air, serta memiliki kesadaran hidup berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini mendasari hidup bangsa Indonesia untuk mengembangkan sikap serta perilaku menjaga keluhuran harkat dan mertabat bangsa Indonesia. Sebagai wujud dari upaya pembelaan Negara adalah adanya kesiapan dan kerelaan setiap warga Negara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta keutuhan wilayah nusantara. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

B. Prinsip-prinsip Bela Negara
6

Setiap warga Negara hendaknya menyadari bahwa pembelaan Negara merupakan hak dan kewajiban yang harus dilakukan. Agar upaya tersebut berhasil dengan baik maka dalam pelaksanaannya harus disertai dan didasari pula dengan prinsip-prinsip yang kuat. Prinsip-prinsip pembelaan Negara tersebut antara lain sebagai berikut. a. Mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) b. Mencintai pardamaian, tetapi lebih mencintai kemerdekaan.

Kemerdekaan akan menjadi sumber untuk mencapai tujuan. Namun kemerdekaan tidak akan berarti tanpa perdamaian c. Menentang segala bentuk penjajahan, baik secara fisik maupun mental. d. Mewujudkan peradaban yang dinamis dan sportif dalam pergaulan dan persaingan

C. Arti Penting Bela Negara
Mengapa Negara perlu dibela melalui upaya pembelaan Negara? Ada beberapa alas an untuk melakukan upaya pembelaan Negara, yaitu sebagai berikut. a. Negara merupakan milik seluruh bangsa Indonesia dan karenanya Negara harus melindungi seluruh bangsa Indonesia. Salah satu tujun Negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dengan demikian, pemerintah harus

melindungi bangsa dan Negara dari segala ancaman, abik dari dalam negeri maupun luar negeri

7

b. Negara mewajibkan warga negaranya unuuk melakukan bela Negara dengan alas an bahwa bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan menganut politik luar negeri yang bebas dan aktif. Bentuk perlawanan Indonesia dalam rangka membela kemerdekaan dan kedaulatannya bersifat kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan. Bela Negara merupakan wujud kecintaan warga Negara kepada NKRI. Upaya bela Negara selain sebagai kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bagi setiap warga Negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, rela berkorban dalam mengabdi kepada Negara dan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mencintai perdamaian, kemerdekaan, dan

kedaulatan

D. Nilai-nilai Bela Negara
Arti dari bela negara itu sendiri adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki tekad, sikap dan perilaku yang dijiwai cinta NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi

kelangsungan hidup bangsa dan negara. Adapun kriteria warga negara yg memiliki kesadaran bela negara adalah mereka yg bersikap dan

bertindak senantiasa berorientasi pada nilai-nilai bela negara. a. Nilai-nilai bela negara yang dikembangkan adalah Cinta Tanah air, yaitu mengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia,

melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap
8

membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun dan siapapun. b. Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, yaitu dengan membina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari lingkungan terkecil atau keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi dalam negeri, mengakui, menghargai dan menghormati bendera merah putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia raya, menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga dan golongan. c. Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara. d. Nilai keempat rela adalah berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman, berpastisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama warga negara yg mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan negara tidak sia-sia. e. Untuk nilai yang terakhir memiliki kemampuan awal bela negara secara psikis dan fisik. Secara psikis, yaitu memiliki kecerdasan emosional,
9

spiritual serta intelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya serta memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji. Sedangkan secara fisik yaitu memiliki kondisi kesehatan, ketrampilan jasmani untuk mendukung kemampuan awal bina secara psikis dengan cara gemar berolahraga dan senantiasa menjaga kesehatan.

E. Peraturan tentang Bela Negara
Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 30 tertulis bahwa "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara." dan " Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undangundang." Jadi sudah pasti mau tidak mau kita wajib ikut serta dalam membela negara dari segala macam ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Seperti yang telah di terangkan upaya pembelaan Negara merupakan hak dan kewajiban dari warga Negara. Di samping itu, Negara pun memiliki hak dan kewajiban terhadap warga negaranya dalam upaya pembelaan Negara tersebut. Oleh karena itu, pelaksanaan hak dan kewajiban ini harus diatur dan ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara : 1. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. 2. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa setiap warga Negara

berhak dan wajib ikut serta dalam usaha peertahanan dan keamanan Negara.

10

3. Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. 4. Undang-Undang No.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat. 5. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. 6. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. 7. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. 8. Amandemen UUD '45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3. 9. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

F. Upaya Pembelaan Negara
Usaha pembelaan negara sangat penting untuk menjamin kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan berbagai ancaman terhadap bangsa. Oleh karena itu setiap warga negara perlu memahami berbagai bentuk usaha pembelaan negara dalam rangka melaksanakan peran serta dalam usaha pembelaan negara. Menurut Pasal 9 ayat (2) UURI Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dalam usaha pembelaan negara diselenggarakan melalui: a. Pendidikan kewarganegaraan; b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib c. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara suka rela atau secara wajib d. Pengabdian sesuai dengan profesi
11

Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : a) Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) b) Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri c) Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan

Kewarganegaraan atau PKn d) Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra, PMR dan Pramuka. e) Mencegah bahaya narkoba, f) Mencegah perkelahian antar perorangan sampai dengan antar kelompok, g) Meningkatkan hasil pertanian sehingga dapat mencukupi ketersediaan pangan daerah dan nasional, h) Cinta produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan hasil eksport, i) Melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik nasional maupun internasional.

.

G. Fungsi Negara dalam Pembelaan Negara
Para ahli merumuskan fungsi negara secara berbeda- beda. Perbedaan itu tergantung pada titik berat perhatian latar belakang perumusan tujuan
12

negara serta dipengaruhi oleh pandangan atau ideologi yang dianut suatu negara atau ahli tersebut. Seorang ahli bernama Miriam Budiardjo menyatakan, bahwa setiap negara, apapun ideologinya, menyelenggarakan beberapa fungsi minimum yaitu: a) Fungsi penertiban (law and order). Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat, maka negara harus melaksanakan penertiban atau bertindak sebagai stabilisator. b) Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di- perlukan campur tangan dan peran aktif dari negara. c) Fungsi Pertahanan, yaitu untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar, sehingga negara harus diperlengkapi dengan alat-alat pertahanan. d) Fungsi keadilan, yang dilaksanakan melalui badan- badan pengadilan.

H. Sejarah Perjuangan terkait dengan Pembelaan Negara
Dilihat dari aspek sejarah perjuangan bangsa, masyarakat Indonesia telah membuktikan dirinya yang selalu berpartisipasi dan manunggal dengan aparat per- tahanan dan keamanan dalam membela dan memperta- hankan kemerdekaan Indonesia. Pembinaan rasa kebang- saan itu telah dirintis sejak kebangkitan nasional tahun 1908 yang kemudian dipertegas pada tahun 1928 dengan lahirnya Sumpah Pemuda, dan akhirnya diproklamasikan

kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Partisipasi warganegara da-lam pembelaan negara dapat dilihat dengan dibentuknya berbagai organisasi rakyat untuk pembelaan negara seperti

13

kelaskaran, barisan cadangan, pasukan gerilya desa (pager desa), mobilisasi pelajar (mobpel), organisasi keamanan desa (OKD), organisasi perlawanan rakyat (OPR), dan pem- bentukan Hansip, Wanra, dan Kamra. Hal ini menunjukkan, bahwa keikutsertaan segenap warga nega- ra dalam pembelaan negara merupakan panggilan sejarah yang wajib dilakukan oleh kita semua sebagai generasi penerus bangsa, sebagai pemilik negara, dan sebagai bagian dari negara. Camkan ucapan almarhum Presiden John F. Kennedy yang masih terdengar di mu- seum²museum Amerika disamping. µJANGAN TANYA APA YANG TANAH AIRMU DAPAT MEMBERI

KEPADAMU, TETAPI TANYAKANLAH APA YANG KAMU DAPAT BERIKAN KE-PADA TANAH AIRMUµ Sudah semestinya agar setiap warga negara dapat memberikan pengabdiannya kepada negara dalam mewu- judkan ketahanan nasional, perlu diwujudkan kesejahteraan atau kemakmuran yang relatif merata. Relatif merata artinya warga yang kaya dapat mempertahankan atau meningkatkan kemakmuran yang telah dicapai. Sedangkan yang miskin dapat menaikan taraf kehidupannya menjadi lebih sejahtera. Dengan demikian tidak terjadi kesenjan- gan yang tajam yaitu si kaya semakin kaya dan si miskin semakin miskin. Pada sisi lain, keamanan dan stabilitas juga sangat penting. Oleh karena itu, baik warga negara maupun pemerintah harus bersama ² sama dan saling menunjang dalam upaya mewujudkan kesejahteraan, ke- amanan dan stabilitas sehingga ketahanan nasional dapat diwujudkan. Dalam hal ini tokoh nasional Ruslan Abdul Gani (1979) menyatakan ´ Tidak akan terjadi stabilitas tanpa ada kemakmuran, dan tidak akan terjadi kemakmuran tanpa keamananµ.

14

Oleh karena itu menurut Kusnanto Anggoro (2003) ketahanan nasional tidak hanya terbatas pada keamanan dalam arti militer, tetapi juga keamanan lingkungan, keamanan pangan, keamanan energi, dan keamanan ekonomi. Para petani dan nelayan meru- pakan pahlawan karena kerja keras mereka memberikan sumbangan yang besar bagi keamanan pangan nasional. Meskipun kita ketahui bersama kesejahteraan mereka masih memprihatinkan, tetapi semangat pengabdiannya untuk kemakmuran bangsa sangat besar. Pelaksanaan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam Pancasila merupakan jaminan terwujudnya peningkatkan sejahteraan umum yang merupakan faktor penting bagi ketahan nasional.

I. Organisasi Bela Negara
Salah satu organisasi yang berkaitan mengenai pembelaan Negara adalah PPPKRI organisasi ini di buat oleh para sesepuh yang peduli akan pentingnya pembelaan Negara. Tujuan utama para sesepuh dan pengurus Perintis Kemerdekaan pada saat didirikan PPPKRI BELA NEGARA adalah sebagai organisasi mata Rantai Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia yang di bentuk untuk turut mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tetap tegak dan utuhnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga turut peran serta membantu dan mendampingi pemerintah sebagai penyelenggara Negara dalam setiap kebijakan Pemerintahan baik tingkat Pusat maupun daerah demi tercapainya Pembangunan di segala bidang secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.

15

Mengingat usia para pelaku sejarah Bangsa ini sudah semakin tua dan bahkan sudah berkurang jumlahnya karena sudah banyak yang meninggal dunia akan tetapi semangat nilai perjuangannya harus tetap kita gelorakan kepada anak bangsa mendatang agar tidak terjadi kepada generasi muda yang melupakan sejarah dan melupakan para pahlawan dan para pendiri Bangsa terdahulu, PPPKRI BELA NEGARA berkewajiban juga di tuntut pada anggotanya untuk menegakkan kebenaran dalam berbangsa dan bernegara bahwa di kemudian hari jangan ada lagi bangsa yang tidak menghormati pemimpinya dan Jangan ada lagi bangsa yang melecehkan lembaga lembaga tinggi negara dan Institusi Negara yang Sah lainya. Para Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia menginginkan rakyat ini tetap bersatu tidak ada yang makar namun sebaliknya tidak ada lagi di negara ini kesewenang wenangan pemimpin dan para penyelenggara negara menindas Rakyatnya, Pejuang Perintis Kemerdekaan ingin bangsa ini tetap hidup rukun bersatu bersinergi antara Lembaga Tinggi negara pemerintah dan TNI/POLRI bersama rakyat membangun dan menjaga keutuhan negara dalam satu tujuan Bela negara seperti yang tercantum dalam amanat UUD 45 sebagaimana tersebut di atas. Dengan demikian sesuai dengan namanya Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Bela Negara yang mendapat amanah dari para Pejuang Perintis Kemerdekaan lewat surat keputusan sah dari Ketua Umum Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Masa Bhakti 2004-2009, kita mengajak seluruh komponen bangsa khususnya para generasi muda yang lahir dan menghirup udara dan makan minum di bumi pertiwi ini untuk tetap bergandeng tangan bersatu dalam satu kesatuan dan mari kita teruskan
16

perjuangan para pendiri bangsa yang sudah berkorban nyawa harta darah nanah dan segalanya demi untuk bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, serta mengisi kemerdekaan dengan segala upaya dan kemampuan kita demi kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan juga ketentraman seluruh anak bangsa tanpa memandang suku, agama, ras atau golongan, serta mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk ikut peran serta di barisan terdepan membela negara sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat (3) yang tercantum di atas dengan segala kemampuan dan ketrampilan yang kita miliki. Oleh karena itu Bela Negara adalah spektrum yang sangat luas, dari yang terhalus sampai yang terkeras sekalipun, yang dimulai dari berbuat baik sesama warga Negara sampai berupaya menangkal ancaman serangan musuh bersenjata yang datangnya dari dalam negeri maupun dari luar demi untuk melindungi kedaulatan bangsa dan negara. Oleh karena itu kita sadar bahwa Bela Negara bukanlah hanya tanggung jawab pemerintah atau TNI/POLRI saja melainkan juga tanggung jawab seluruh elemen Masyarakat Indonesia, maka dari itu PPPKRI-BELA NEGARA akan memobilisasi relawan-relawan Kesadaran Bela Negara yang akan digalang di seluruh wilayah Indonesia untuk mensukseskan gerakan Bela Negara menjadi gerakan Nasional yang sesuai KEPPRES RI No. 28 tanggal 19 Desember 2006. Dalam pelaksanaannya Gerakan Bela Negara juga menyesuaikan dengan peraturan pemerintah dan peraturan adat istiadat yang berlaku di daerah masing-masing tanpa bersebrangan satu sama lain. Pada intinya PPPKRI BELA NEGARA akan membantu dan mendukung dengan sepenuhnya sesuai kemampuan untuk Program program Pemerintah
17

dan Lembaga Tinggi Negara yang Sah yang Berpijak pada Rakyat dan juga siap mendukung PERTAHANAN dan KEAMANAN negara TNI/POLRI sesusai dengan UUD 45 pasal 30 ayat (2), dan turut peran serta mendukung terciptanya Stabilitas Nasional secara global serta mengangkat dan menjunjung tinggi harkat martabat bangsa. PPPKRI lahir dan didirikan tanggal 1 Juni 2008, bertepatan dengan hari lahirnya PANCASILA dan juga hampir bertepatan 100 tahun Hari Kebangkitan

Nasional 1908-2008, organisasi inin didirikan oleh pemikiran anak anak pejuang yang Bergabung di Organisasi Kepahlawanan Perintis kemerdekaan Republik Indonesia dari para anak pejuang 45 sampai dengan pejuang Trikora yang masih sangat peduli pada nusa bangsa dan negara dengan dasar pendirian : 1) Surat Keputusan Ketua Umum Perintis Kemerdekaan Republik

Indonesia

periode

2004-2009

Nomor:

SKEP/0602-01/PP-

PKRI/VI/2007, tentang Pengukuhan dan Penetapan Dewan Pendiri Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Bela Negara Tahun 2007. 2) Dengan Akta Notaris Nyonya HIZMELINA SH Notaris di Jakarta No: 01 tanggal 2 September 2008, 3) Dasar dan Landasan Hukum PANCASILA dan UUD 1945

Pasal 27 ayat ( 3 ) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya Pembelaan Negara,

18

4) Pasal 28 Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang Undang. 5) Pasal 28C Ayat ( 2 ), Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat , bangsa, dan negaranya. 6) Pasal 28E ayat ( 3 ) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. 7) Pasal 30 ayat ( 1 ) Tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara. 8) Pasal 30 ayat(2) Usaha Pertahanan dan Keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung, 9) KEPRES RI No 28 tanggal 19 Desember 2006 Tentang Hari Bela Negara menjadi Hari Besar Nasional

J. Sebab Hilangnya Rasa Bela Negara
Secara obyektif, Budi Harsono menilai faktor penyebab dari profil ironis anak bangsa dewasa ini adalah kesalahan pada sistem pembangunan nasional masa silam. Pembangunan aspek sumber daya manusia (SDM) yang seharusnya mendapat tempat teratas justru tidak menjadi prioritas utama pembangunan jangka panjangalias kurang diperhatikan. Selama ini, konsep pembangunan SDM dilaksanakan secara beriringan dengan derap pembangunan fisik-material atau pembangunan ekonomi. Namun,

19

dalampraktiknya, pembangunan SDM tertinggal dari pembangunan ekonomi. Akibatnya,hasil pembangunan SDM dari proses pendidikan kurang maksimal. Sebagai ekses dari hasil pembangunan di bidang ekonomi, SDM bangsa ini yang terbentuk cenderung memiliki sikap, mental, dan perilaku yang materialistis,individualistis, dan pragmatis.
¡

Setiap orang hanya cenderung memikirkan kepentingannya sendiri.

Setiap individu berpikir dan bertindak berdasarkan imbalan apa yang bakal dia peroleh saja. Cara pandang seperti itulah yang dominan merasuki benak SDM kita dewasa ini. Indikasinya, bisa dilihat dari gambaran umum kualitas produk akhir yang dihasil kansistem pendidikan nasional sebagai media pembangunan SDM. Pembangunan SDM-lah yang semestinya diprogramkan lebih awal. Memang, membangun SDM bukanlah suatu yang instan. Segala jerihpayah dari apa yang dikerjakan sekarang baru bisa dipetik hasilnya oleh bangsa ini pada 15 tahun sampai 20 tahun yang akan datang. Sedangkan, yang namanya, membangun SDM haruslah dari awal dan sistematis karena hasilnya baru bisa dirasakan manfaatnya oleh bangsa ini dalam jangka panjang. Berbeda sekali dengan pembangunan fisik, seperti jembatan, jalan, atau gedung perkantoran, yang hasilnya sudah bisa langsung dilihat dan diperoleh hasilnya dalam jangka pendek. Karena itu, dalam membangun SDM antara lain tentang aspek-aspek kesadaran bernegara dan kesadaran bela negara inilah yang sejatinya perlu dibangun dan ditumbuhkan secara terus-menerus oleh bangsa ini. Dengan kata lain, bukan hanya aspek intelektualitas dan keterampilan yang dibangun tapi juga aspek budi pekerti dan cinta pada negara. Sekarang

20

hamper tidak ada pendidikan yang memberikan secara maksimal budi pekerti serta kesadaran bernegara dan membela negara.

BAB III
KESIMPULAN

21

Setiap warga negara dituntut memiliki kemauan, kemampuan, dan komitmen untuk berpartisipasi dalam usaha pembelaan negara. Usaha pembelaan negara berkaitan dengan upaya mempertahankan negara dari ancaman dan ganguan. Oleh karena itu usaha pembelaan negara sangat penting dilakukan oleh setiap warga negara.

PENUTUP
Demikian makalah tentang wawasan Nusantara yang saya buat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

22

y

Wiyono, Hadi dan Isworo. 2007. Kewarganegaraan untuk SMP/MTs. Jakarta: Ganeca Exact.

y y y

http://belanegarari.wordpress.com/2009/03/02/nilai-nilai-bela-negara/ http://id.wikipedia.org/wiki/Bela_Negara http://organisasi.org/kewajiban-bela-negara-bagi-semua-warga-negaraindonesia-pertahanan-dan-pembelaan-negara

y y y

http://www.belanegara.com/?p=222 http://www.scribd.com/doc/50610461/Materi-Bela-negara http://www.scribd.com/doc/36583783/02-PKN-KLS-9-BAB-1

23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->