LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI PERTANIAN I

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Biotek I

Disusun oleh :

Anne Yuliana H 150110080121

AGROTEKNOLOGI – C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2009
PRAKTIKUM I

Mengamati

Morfologi

Bakteri

dengan

Pengecatan Tunggal dan Gram PENDAHULUAN
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopis yang mempunyai ciri-ciri : tubuh uniseluler, tidak berklorofil, bereproduksi dengan membelah diri, habitatnya dimana-mana (tanah, air, udara, dan makhluk hidup), dan aktif bergerak pada kondisi lembab. Beberapa bentuk bakteri yaitu basil, kokus, dan spirilum. Bentukbentuk tersebut dapat menunjukkan karakteristik spesies bakteri, tetapi bergantung pada kondisi pertumbuhannya. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan bakteri (Edukasi, 2008). Bakteri bersifat transparan dan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Salah satu cara untuk mengetahui struktur, morfologi, dan sifat kimia bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Zat warna yang biasa dijadikan untuk mengecat bakteri adalah methylene blue, basic fuchsin, dan crystal violet. Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewarna negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain-lain. Pewarnaan basa bisa terjadi pada senyawa pewarna bersifat positif, sehingga akan diikat oleh dinding sel

1990). Beberapa pengecatan yang kita kenal ialah pengecatan tunggal atau sederhana dan pengecatan majemuk. sedangkan pengecatan majemuk dapat membedakan karakteristik suatu morfologi tertentu.bakteri dan sel bakteri jadi terwarna dan terlihat. Pengecatan tunggal ialah pengecatan yang hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. safranin dan lain-lain. Sedangkan pengecatan majemuk ialah pengecatan yang menggunakan lebih dari satu macam zat warna. 1. dibuat dahulu film di atas gelas objek dari suspensi bakteri. Contoh dari pewarna basa misalnya methylene blue. Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif). PENGECATAN TUNGGAL . Tujuan pembuatan film adalah mematikan sel bakteri dengan cepat tanpa merusak morfologinya dan melekatkan sel bakteri ke permukaan gelas objek. kristal violet.1. Pengecatan tunggal hanya bertujuan untuk melihat bentuk sel. Sebelum melakukan pengecatan bakteri.

botol semprot Kertas saring Minyak imersi Mikroskop Prosedur kerja : A. lalu mengeringkannya di udara membakar ose di atas lampu spirtus sampai memijar. Pembuatan Film Pembuatan film berperan penting dalam pengamatan morfologi. Cara membuat film : 1) 2) Membersihkan gelas objek dengan kapas beralkohol untuk menghilangkan Mengambil satu ose suspensi bakteri secara aseptik. Zat warna carbol fuchsin/ safranin/ carbol gentian violet/ methylene blue Gelas objek.Tujuan: Untuk melihat morfologi (bentuk susunan) bakteri dengan menggunakan satu macam zat warna. Bakteri yang terlalu bertumpuk atau terlalu tipis di atas gelas objek akan menghasilkan gambaran yang kurang jelas di bawah mikroskop. kemudian mendinginkannya sebentar lalu menempelkan pada bagian dalam tabung biakan sebelum mengambil suspensi bakteri. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh sel bakteri secara cepat . yaitu dengan lemak dan mikroba yang menempel. lampu spirtus. Alat dan bahan : • • • • • • Biakan bakteri Azotobacter chroococcum dan Pseudomonas sp. ose. 3) 4) Membuat film setipis mungkin di atas gelas objek Melakukan fiksasi dengan menggerakkan film di atas api secara cepat dua sampai tiga kali.

2) Membuang zat warna tersebut lalu mencucinya dengan mengalirkan air menggunakan botol semprot untuk menghilangkan zat warna yang tidak terpakai 3) Mengeringkan dengan menggunakan kertas saring dengan menempelkan perlahan ke atas film yang telah diwarnai 4) Menambahkan satu tetes minyak imersi 5) Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran kuat (lensa objektif 100x) 6) Mencatat dan menggambar morfologi bakteri tersebut Hasil dan Kesimpulan : .sehingga tidak mengalami perubahan bentuk. B. Pengecatan 1) Menambahkan salah satu zat warna di atas film dengan waktu yang sesuai. yaitu untuk carbol fuchsin 15-20”. Selain itu fiksasi juga dapat melekatkan sel bakteri pada gelas objek. carbol gentian violet 30-45”. dan methylene blue 3-5’.

lipopolisakarida yang terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik). Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Dengan metode ini. ( Tryana . Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic.2008 ). Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. diantaranya : Perbedaan Lapisan petidoglikan Kadar lipid Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Kepekaan terhadap Yodium Toksin yang dibentuk Resistensi terhadap Gram Positif (+) Lebih tebal 1-4% Lebih pekat Lebih peka Eksotoksin Lebih tahan Gram Negatif (-) Lebih tipis 11-22% Larut Kurang peka Endotoksin Lebih peka . bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua. 2008). Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Berikut adalah beberapa perbedaan Bakteri gram positif dengan bakteri gram negatif. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp.2. PENGECATAN GRAM Teori: Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884.1. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar.S . sementara bakteri gram-negatif tidak.T . yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut.

tellurit Sifat tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Kepekaan terhadap streptomisin Ada yang tahan asam Lebih peka Tidak peka Tidak ada yang tahan asam Kurang peka Peka Tujuan: Untuk membedakan bakteri yang bersifat Gram positif dan Gram negatif. E. ose. alkohol 95%. Mencuci dengan air. air). fuchsin/ safranin Larutan lugol ( I. Membuat film seperti pada praktikum I Menambahkan carbol gentian violet selama 3 menit Mencuci dengan air yang dialirkan dari botol semprot Menambahkan larutan lugol selama 1 menit Menambahkan 2-3 tetes alkohol kemudian membiarkan selama 30 detik Mencuci dengan air. 3. dan mengeringkannya dengan kertas saring Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran lensa objek 100x Mencatat dan menggambar morfologi dan warna sel. subtilis Zat warna carbol gentian violet. minyak imersi Gelas objek. 4. lampu spirtus. menit 7. kertas saring Mikroskop Prosedur kerja : 1. coli. 9. dan B. 2. 6. lalu menambahkan fuchsin/ safranin selama 1-2 sampai tidak ada zat warna yang larut Hasil dan Kesimpulan : . 5. Alat dan bahan : • • • • • Biakan murni S. 8. KI. aureus.

Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentu seperti buah buah anggur. Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase. Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang. Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam). osmosa. catalase-oxidase-positif dan negatif. dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memiliki satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom. karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar.dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi.Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. Staphylococcus Aureus yang berwarna kuning. bersifat alkali. atau oxidative kondisi. PRAKTIKUM II Mengamati Morfologi Bakteri dengan Pengecatan Spora dan Kapsul .

maka endospora berbentuk sangat padat dan sangat refraktil bila dilihat di bawah mikroskop. Bakteri yang tidak berspora cenderung tidak tahan pengecatan karena hanya memiliki sel vegetatif. Struktur endospora mungkin bervariasi untuk setiap jenis spesies. Tipe utama diantara terminal. tetapi sekali diwarnai zat warna tersebut akan sulit hilang. tapi umumnya hampir sama. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi. Tipe terminal memiliki pengertian letak sel vegetatif diantara ujung dan pinggir dari sel vegetatif.PENDAHULUAN Endospora adalah struktur spesifik yang ditemukan pada beberapa jenis bakteri. Endosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya. Karena kandungan air endospora sangat rendah bila dibandingkan dengan sel vegetatifnya. 2. subterminal dan sentral. Letak endospora yang berbeda diantara spesies bakteri dapat digunakan untuk identifikasi. dimana sel tersebut akan nampak menggembang pada letak endosporanya (Ncbi. dan keadaan asam. Endospora bakteri merupakan struktur yang tahan terhadap keadaan lingkungan yang ekstrim misalnya kering. Beberapa endospora mempunyai diameter lebih besar daripada sel. pemanasan. 2008). sehingga harus digunakan pewarna spesifik. Tipe sentral atau tengah merupakan lokasi dari sel vegetatif yang letaknya tepat di tengah. Spora ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap pewarnaan. 2008). Endospora dapat berukuran lebih besar ataupun kecil dari sel vegetatif yang terdiri dari lapisan protein yang terbuat dari keratin. Endospora merupakan organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi. Hal inilah yang menjadi dasar dari metode pengecatan spora secara umum.1. Tipe subterminal berarti lokasi endosporanya diantara tengah dan pinggir dari sel vegetatif. PENGECATAN SPORA BAKTERI (METODE KLEIN DAN METODE WIRTZ) .

Metode Klein I Mencampurkan suspensi bakteri dengan carbol fuchsindalam tabung reaksi (1:1) Memanaskan dalam penangas air selama 10 menit pada temperatur 800 C Membuat film dari campuran suspensi di atas Mencelupkan ke dalam asam sulfat selama 1-2 detik Mencuci dengan air lalu menambahkan methylene blue selama 3 menit Mencuci dengan air dan mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan menggambar morfologi dan warna sel. Zat kimia/ warna carbol fuchsin.Alat dan bahan : • • • • • • Biakan murni Bacillus subtilis/ Pseudomonas sp. safranin Asam sulfat. malachite green. termometer Mikroskop Prosedur kerja : A. methylene blue. 1) 2) Metode Wirtz Membuat film dari suspensi bakteri Menambahkan malachite green kemudian memanaskan sampai menguap kurang lebih selama 2 menit Mencuci dengan air lalu menambahkan safranin selama 30 detik . B. ose Penangas air. alcohol Tabung reaksi. Metode Klein II 1) Membuat film dari suspensi bakteri Menambahkan carbol fuchsin kemudian memanaskan sampai keluar uap (800 C) 3) Langkah-langkah selanjutnya sama seperti metode Klein I C. gelas objek.

Mencuci dengan air dan mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat 6) Mencatat dan menggambar morfologi selnya Hasil dan Kesimpulan : Hasil Malachite green merupakan pewarna yang kuat yang dapat berpenetrasi ke dalam endospora. biakan sel dicuci dengan air lalu ditutup . Setelah perlakuan malachite green.

Letakkan ose pada tempatnya. Saat diwarnai oleh malachite. hanya memiliki sel vegetatif. sel vegetatif mudah mengikat warna kembali. Selain itu. Karena E. sel vegetatif dapat mengikat warna tetapi dapat luntur setelah dilunturkan karena ikatannya tidak kuat. Prinsip yang selalu Selalu harus diingat ose. Oleh karena itu. 2008). prosedur pewarnaan dengan malakit hijau adalah dengan pemanasan. Eschericia coli setelah pengecatan akan berwarna merah muda dari safranin. B. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. Subtilis akan berwarna hijau setelah pengecatan. Saat diwarnai denga malachite. sel vegetatif tidak dapat mengikat malachite sehingga saat dilunturkan. Kemudian saat diberi safranin. Sekali berhasil diwarnai. Endospora lebih tahan lama meski dalam keadaan linghkungan ekstrim seperti kering. subtrat.2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. sel vegetatif tidak tahan terhadap pewarnaan.dengan cat safranin. sel vegetatif dapat mengikat warna kembali sehingga warna sel menjadi merah muda. spora sangat sukar untuk melepaskan zat warna sehingga saat diberi warna dari safranin tetap berwarna hijau karena spora sudah mengikat malachite dan sulit mengikat warna yang diberikan kemudian. atau bahan kimia yang beracun. Hasil pengamatan pada endospora Bacillus subtilis berbeda dengan literatur karena terdapat kesalahan pengamatan dan pengidentifikasian. hasil pewarnaan akhir adalah merah muda dari safranin. peluntur warna. panas. tangan. Setelah pewarnaan selanjutnya dengan safranin. endospora juga lebih tahan terhadap pewarnaan. PENGECATAN KAPSUL BAKTERI (METODE BURRIGINS DAN METODE MANEVAL) . dan 2008) : mensterilkan setelah dengan dipakai. jangan diletakkan di sembarang tempat (misal di atas meja)Jangan memegang mata Usahakan tidak banyak bicara pada saat kerja 2. dan pada dipatuhi saat akan (ujung) adalah dipakai ose (Edukasi. Bacillus pada umumnya bersifat aerobic. Bacillus subtilis memiliki endospora yang terletk di subterminal (Ncbi. warna malachite dapat hilang.coli berarti tidak memiliki endospora. Subtilis memiliki endospora. E.coli hanya memiliki sel vegetatif. Hal ini berarti B. Teknik ini akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan warna merah muda pada sel vegetatifnya.

Metode Burri-Gins . Struktur kapsul sangat tipis atau tebal tergantung pada jenis bakteri dan jenis bahan makanan yang terkandung dalam media atau substrat. karena yang diwarnai adalah latar belakangnya. sedangkan cat Maneval gigunakan sebagai latar belakangnya. Pada metode Burri-Gins. Zat tersebut terdapat mengelilingi bakteri dan menyerupai kapsul. Kapsul merupakan ekskresi dinding sel bakteri yang berfungsi sebagai pelindung. Pada metode Maneval. terdapat suatu eksopolisakarida seperti lendir (gum).Teori : Pada bagian sebelah luar dari dinding sel beberapa jenis bakteri. minyak imersi Lampu spirtus Mikroskop Prosedur kerja : A. Congo red Gelas objek. Bakteri dengan kapsul yang tebal mempunyai virulensi lebih tinggi daripada bakteri dengan kapsul yang tipis atau dengan yang tidak memiliki kapsul sama sekali. sedangkan objek (kapsul) tidak diberi warna. tinta cina digunakan sebagai latar belakangnya. Pengecatan kapsul bakteri disebut juga pengecatan negatif. sehingga badan bakteri berwarna merah dan kapsul tidak berwarna (transparan) pada latar belakang yang hitam. Alat dan bahan : • • • • • • Biakan murni Azotobacter chroococcum Tinta cina. kertas saring. dan media cair Zat kimia/ warna larut fuchsin. Adanya kapsul pada bakteri patogen mempunyai hubungan erat dengan virulensi bakteri. ose. cat Maneval. sedangkan kapsul tidak berwarna pada latar belakang hijau. maka struktur demikian disebut kapsul yang melekat kuat di dinding sel. Badan bakteri akan berwarna merah. untuk mewarnai badan bakteri digunakan Congo red. sedangkan untuk mewarnai badan bakteri digunakan fuchsin.

Meneteskan satu ose suspensi bakteri pada bagian ujung gelas objek Meneteskan 1-2 ose tinta cina di dekatnya lalu dicampurkan 3) Mengeringkan di udara Menambahkan carbol fuchsin selama 1-2 menit Mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan mengamati apa yang terlihat B. 2) Mengeringkan di udara Menambahkan cat Maneval selama 1 menit Mencuci dengan air lalu mengeringkannya dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan mengamati apa yang terlihat Metode Klein II Mencampurkan satu ose suspensi bakteri dengan Congo Membuat preparat hapus dengan cara mendorong ke depan menggunakan gelas objek lain Meneteskan 5-6 ose Congo red pada gelas objek red. lalu buat film setipis mungkin Hasil dan Kesimpulan : PRAKTIKUM III PENGENALAN STRUKTUR MIKROSKOPIS JAMUR .

absortif dan sebagian besar tubuhnya terdiri dari bagian vegetatif berupa hifa dan generatif yaitu spora. berbentuk benang. Alat dan bahan : • • • • Beberapa spesies jamur yang ditumbuhkan di media Potato Dextrose Agar (PDA).PENDAHULUAN Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati atau eukariotik. dan jamur-jamur konsumsi Jamur preparat Objek glass dan cover glass Mikroskop Prosedur kerja : A. bercabang-cabang. ujung konidiofor dan pelekatan antara konidia dengan konidiofor Menentukan genus jamur berdasarkan karakteristik koloni mikroskopisnya Menutup biakan dengan gelas penutup agar bentuk sporangiofor/konidiofor dan pelekatannya pada sporangium/konidia dapat terlihat Metode Klein I Mengambil potongan kecil dari biakan murni dan meletakkan pada gelas objek yang telah diberi satu tetes lactophenol cotton blue . dinding selnya mengandung khitin atau selulosa atau keduanya. dengan menggunakan perbesaran 10x dan untuk memperjelas detail dari objek dapat digunakan lensa dengan perbesaran 40x 5) Mengamati secara mikroskopis karakteristik spora/konidia. 1) atau laptophenol Potongan biakan dapat langsung diamati di bawah streoscopic microscope 3) lebih detail 4) Mengatur jarak lensa objek agar memperoleh focus yang baik. heterotrof. tidak berklorofil.

Menjelaskan klasifikasi dari genus tersebut 8) Menjelaskan peranan-peranan yang dilakukan oleh jamur tersebut di bidang pertanian Hasil dan Kesimpulan : Pengamatan morfologi jamur PRAKTIKUM IV .

helai bunga. Setiap satu koloni dianggap berasal dari satu sel mikroba. rizosfir. Filosfir adalah daerah permukaan tanaman yang berhubungan langsung dengan udara atmosfer yang meliputi daun. Spermosfir adalah daerah yang melingkupi permukaan biji (benih) yang sedang bergeminasi.ISOLASI DAN PENENTUAN POPULASI BAKTERI DAN JAMUR DARI RIZOSFIR. dan kuntum bunga. FILOSFIR DAN SPERMOSFIR PENDAHULUAN Teori : Hubungan mikroorganisme dengan tanaman dapat menguntungkan maupun maupun merugikan tanaman. Isolasi mikroba dapat dilakukan dengan tiga metode. Penggoresan dilakukan beberapa kali dalam satu plat agar dengan tujuan mendapatkan koloni terpisah. pucuk daun. . Plat agar tersebut diinkubasikan satu sampai dua hari untuk memberikan kesempatan pada mikroba membentuk koloni. dan spermosfir. Zona ini mengandung mikroorganisme lebih banyak daripada zona di luarnya karena mengandung sejumlah eksudat akar sebagai sumber nutrisi mikroorganisme. Bagian tanaman yang berasosiasi spesifik dengan mikroorganisme adalah filosfir. Rizosfir adalah zona kontak antara akar dan tanah yang langsung mempengaruhi metabolisme akar. satu ose suspensi sumber isolat digoreskan ke atas permukaan plat agar. yaitu: a) Metode Gores (Streak plate method) Pada metode ini.

Koloni yang terpisah dapat dimurniakan untuk memperoleh biakan murni. b) Metode Tuang (Pour Method) atau metode pengenceran plat (Dilution Plate method) Pada metode ini media agar steril yang belum membeku (temperature tidak lebih dari 450C) ke dalam cawan Petri steril yang mengandung suspensi mikroba pada volume dan pengenceran tertentu.Setelah masa inkubasi satu atau dua hari. plat agar akan ditumbuhi berbagai jenis koloni dengan pola pertumbuhan koloni sesuai dengan alur goresan kultur. koloni terpisah pindahkan ke media agar miring untuk dimurnikan dan memperoleh biakan murni. Setelah inkubasi akan terlihat beberapa jenis koloni mikroba yang tumbuh menyebar. Pada suhu ini agar belum membeku dan mikroba tidak mati. Cawan Petri yang berisi suspensi mikroba dan media agar digerakkan ke kiri. ke kanan dan diputarkan beberapa kali agar suspensi bakteri tersebar merata dalam media biarkan membeku. Dengan metode ini. kemudian inkubasikan selama 1-2 hari dengan petridish diletakkan terbalik. Metode ini tidak dapat menghitung populasi mikroba dalam suatu substrat. Populasi mikroba dihitung berdasarkan jumlah koloni yang terbentuk. c) Metode Replika Bahan Tanaman . Pengenceran Pengenceran suatu sumber isolat dilakukan untuk menurunkan konsentrasi sel mikroorganisme di dalam substrat/sumber isolat sehingga dengan metode tuang akan didapatkan koloni terpisah di atas plat agar dengan jumlah antara 30-300 per plat agar.

Mikroba yang menempel di atas plat akan tumbuh setelah masa inkubasi 1-3 hari. atau benih ke atas plat agar selama 5 menit.Pada metode ini kita menempelkan bahan tanaman seperti daun. . batang.

vitamin dan air. karbon. dan pergerakan. keperluan energi dalam metabolisme. Kemudian dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000 x agar dapat .isolat bakteri Nutrisi yang berada di dalam media biakan digunakan untuk pertumbuhan. Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsur dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. Gram D mengandung safranin sehingga bewarna merah yang merupakan cat sekunder atau kontras berfungsi untuk memberikan warna bakteri non target. fosfor. sintesis sel. pewarnaan dilakukan 1 menit agar cat ini dapat melekat sempurna pada dinding bakteri. dilakukan selama 30 detik agar bakteri yang catnya telah luntur dapat terwarnai (Heritage. sulfur. 2000). nitrogen. Pencucian dengan air mengalir dimaksudkan agar cat dapat hilang secara sempurna dan tidak tersisa. Gram A mengandung kristal violet yang berwarna ungu merupakan cat primer yang akan mewarnai bakteri. dan pH. gas atmosfer. unsur-unsur logam. dikeringanginkan bertujuan agar warna melekat pada bakteri dan segera kering sehingga bila diwarnai lagi warna sebelumnya tidak tercampur dengan warna yang baru. HasiL dan Pembahasan PRAKTIKUM I Bag : 1. Macam kondisi fisik lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimum bakteri adalah suhu.2. Proses perwarnaan dilakukan dengan membersihkan gelas objek dan gelas penutup dengan alkohol 70% untuk sterilisasi agar tidak kontaminasi.

Staphylacoccus aereus adalah gram positif yang berbentuk kokus atau lingkaran seperti sterik dengan diameter sel mencapai 1 µm. Bakteri gram positif akan berwarna ungu. Perananya adalah dapat menghasilkan racun sebagai penyebab sindrom trauma yang diderita oleh pria. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. 2002). pingsan. pada saat diwarnai menunujukkan warna merah. Analisis Hasil Pewarnaan bakteri dilakukan pada isolat staphylococcus aereus adalah gram positif yang berbentuk kokus atau lingkaran sterik dengan diameter sel mencapai 1µm. Staphylococcus aereus pada pewarnaan gram diketahui berwarna ungu sehingga termasuk bakteri gram positif. 2008) Pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop nampak Bacillus subtilis berbentuk basil (batang) dan merupakan bakteri gram positif. Kemudian dicuci dengan air mengalir agar warna safranin luntur dan dikeringanginkan agar warna cepat kering. koloninya berbentuk seperti buah anggur (Textbook. 2008). sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna merah. wanita dan anak-anak. turunnnya tekanan darah (Textbook. 2008).mengamati bentuk dan warna sel bakteri. Jenis ini memiliki endospora yang terletak pada sentral. Sindrom racun trauma tersebut berupa kejang. dan koloninya seperti buah anggur. Koloninya tersususn berjajar seperti rantai memenjang. Pewarnaaan dengan safrani (1-2 menit) bertujuan sebagai counterstain yang digunakan untuk melumuri bagian warna dari sel yang lain daripada endospora (Prescot. Klasifikasi Staphylococcus aureus. Kingdom : Bakteri Filum : Firmicutes Kelas : Cocci Famili : Staphylococcaaceae Genus : Staphylacoccus Spesies : Staphylacoccus aereus (it is. koloninya tersusun rantai memanjang. Pada bacillus subtilis. Pada Eschericia coli. Jenis ini memiliki endospora yang . Bakteri ini berbentuk basil. koloninya bergerombol sedikit erpisah-pisah bahkan membentuk rantai panjang (hasil pengamatan).

Contohnya polymyxin. Mikroba tersebut dalam bentuk spora yang kekurangan nutrisi. yang merupakan polimer dari sugars dan asam amino. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia. Klasifikasi Bacillus subtilis. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. E. Sel membentuk tembok penghalang antara lingkungan dan bakteri sel yang berguna untuk mempertahankan bentuk sel dan withstanding sel yang tinggi internal tekanan turgor (Schaechter 2006). Akan tetapi apabila terkontaminasi. Peptidoglycan yang yang ditemukan di bakteri yang dikenal sebagai murein. pati. 2008) Berdasarkan hasil pengamatan bakteri Eschericia coli. Habitat endospora bakteri ini adalah tanah. dan pektin. Berdasarkan pewarnaan sel vegetatif didapatkan warna kemerahan dan warna endosporanya adalah hijau (Schaechter 2006). Akan tetapi pada strain baru dari E. Bakteri ini tersusun atas peptidoglycan.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta . dan mycobacillin.letaknya di tengah. Koloninya tersusun seperti rantai memanjang. Menurut Kenneath tahun (2008). dapat menyebabkan pembusukan. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. subtilin. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. Kingdom : Bakteri Filum : Firmicutes Kelas : Bacilli Order : Bacillales Famili : Bacillaceae Genus : Bacillus Spesies : Bacillus subtilis (itis. difficidin. sehingga bakteri ini merupakan penyumbang penting kepada siklus karbon dan nitrogen. Bacillus subtilis merupakan bakteri yang berbentuk batang yang Gram-positif (Perez 2000). Berbentuk basil (batang) yang pendek. Banyak dari mikroba Bacillus dapat menurunkan Polymers seperti protein. Bakteri tersebut pada saat diwarnai menunjukkan warna merah. Organisme ini dapat menghasilkan antibiotik selama sporulation.

kemudian difiksasi. Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. PRAKTIKUM II . gram B.hemolitik uremic (hus). 2008). Lama pewarnaan dan langkah-langkah urutan pewarnaan harus diperhatikan. (Mikrolibrary.. Kingdom : Bakteria Filum : Proteobacteria Kelas : Gamma Proteobacteria Order : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Escheriachia Spesies : E. dinding sel bakteri gram positif menjadi terdehidrasi selama perlakuan dengan etanol. Bentuk sel bakteri yang ditemukan adalah basil (Bacillus subtilis. Pewarnaan struktur sel bakteri dilakukan dengan cat gram A. Karena itu organisme gram negatif pewarnaan kehilangan warna tersebut. disebabkan kandungan lipidnya yang lebih rendah. Staphylococcus aereus). dan kokus (tidak ada). pewarnaan endospora dengan menggunakan malakit. Etanol terhindin adap bakteri dapat menyebabkan tereksistasinya lapisan lipid sehingga memperbesar daya serap atau permiabilitas dinding sel gram negatif. Bakteri yang termasuk gram positif adalah Bacillus subtillis. dan gram D.. dan gram negartif Eschericia coli dan Staphylococcus aereus. 2008) Kesimpulan Teknik pembuatan sediaan apusan (preparat) dapat dilakukan dengan mensuspesikan biakan bakteri dengan aquades. Klasifikasi Escherichia coli. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. gram C. Jadi kompleks ungu kristal iodium yang telah memasuki dinding sel selama langkah awal dalam proses pewarnaan dapat tereksistasi. Escherichia coli. coli (itis.

. tidak mengandung asam tekoat. 1989). tahan terhadap panas.Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%). Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya. .Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. . maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. sekitar 15-80 nm.Struktur dinding selnya tebal.Pewarnaan negatif. radiasi UV serta bahan-bahan kimia. Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien.Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora. berlapis tiga atau multilayer. Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. sekitar 10 – 15 mm. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). 1990) : . sukar untuk dihilangkan. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. . 1990). metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap.Struktur dinding selnya tipis. 1990) : . Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. kekeringan. .Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%).± . berlapis tunggal atau monolayer. sebelah dalam dengan jumlah sedikit 10% dari berat kering. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. peptidoglikan ada yang .

Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. . Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu Kristal violet sebagai cat utama. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. dan tata letak sel. C. BAB V PENUTUP V. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +).Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. B. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). . alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. Mengandung asam tekoat. pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Salmonella typii dan Eshericia coli. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri. . bentuk.sebagai lapisan tunggal.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop. Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. .Lebih resisten terhadap gangguan fisik..

spora dan nukleus. yang menggunakan senyawa pewarna yang lebih dari satu jenis. teknik ini disebut pewarna sederhana. pengecatan sederhana dan pengecatan negative.Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. Teknik pewarnaan yang lain adalah pewarnaan diferensial.. . baik bentukmaupun susunan sel.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. bakteri gram positif dan bakteri gram negatif atau bakteri tahan asam dan tidak tahan asam. kapsula. . . Juga diperlukan untuk mengamati struktur bakteri seperti flagela. V.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Pewarnaan sederhana ini diperlukan untuk mengamati morfologi. pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. Diperlukan untuk mengelompokkan bakteri misalnya. Teknik pewarnaan asam basa ini hanya menggunakan satu jenis senyawa pewarna.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful