P. 1
29417478 Laporan Praktikum Bioteknologi Pertanian i

29417478 Laporan Praktikum Bioteknologi Pertanian i

|Views: 421|Likes:

More info:

Published by: Ahmad Sofuan Dwi Saputra on May 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM BIOTEKNOLOGI PERTANIAN I

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktikum Biotek I

Disusun oleh :

Anne Yuliana H 150110080121

AGROTEKNOLOGI – C FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2009
PRAKTIKUM I

Mengamati

Morfologi

Bakteri

dengan

Pengecatan Tunggal dan Gram PENDAHULUAN
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri merupakan organisme mikroskopis yang mempunyai ciri-ciri : tubuh uniseluler, tidak berklorofil, bereproduksi dengan membelah diri, habitatnya dimana-mana (tanah, air, udara, dan makhluk hidup), dan aktif bergerak pada kondisi lembab. Beberapa bentuk bakteri yaitu basil, kokus, dan spirilum. Bentukbentuk tersebut dapat menunjukkan karakteristik spesies bakteri, tetapi bergantung pada kondisi pertumbuhannya. Hal ini dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan bakteri (Edukasi, 2008). Bakteri bersifat transparan dan berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Salah satu cara untuk mengetahui struktur, morfologi, dan sifat kimia bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Zat warna yang biasa dijadikan untuk mengecat bakteri adalah methylene blue, basic fuchsin, dan crystal violet. Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat dibedakan pewarna asam dan pewarna basa Dalam kondisi pH mendekati netral dinding sel bakteri cenderung bermuatan negatif, sehingga pewarna asam yang bermuatan negatif akan ditolak oleh dinding sel, maka sel tidak berwarna. Pewarna asam ini disebut pewarna negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain-lain. Pewarnaan basa bisa terjadi pada senyawa pewarna bersifat positif, sehingga akan diikat oleh dinding sel

PENGECATAN TUNGGAL . Beberapa pengecatan yang kita kenal ialah pengecatan tunggal atau sederhana dan pengecatan majemuk. dibuat dahulu film di atas gelas objek dari suspensi bakteri. kristal violet. Sebelum melakukan pengecatan bakteri. safranin dan lain-lain.bakteri dan sel bakteri jadi terwarna dan terlihat.1. Sedangkan pengecatan majemuk ialah pengecatan yang menggunakan lebih dari satu macam zat warna. Pengecatan tunggal hanya bertujuan untuk melihat bentuk sel. Tujuan pembuatan film adalah mematikan sel bakteri dengan cepat tanpa merusak morfologinya dan melekatkan sel bakteri ke permukaan gelas objek. Contoh dari pewarna basa misalnya methylene blue. sedangkan pengecatan majemuk dapat membedakan karakteristik suatu morfologi tertentu. 1. Pengecatan tunggal ialah pengecatan yang hanya digunakan satu macam zat warna saja (Gupte. 1990). Kebanyakan bakteri mudah bereaksi dengan pewarna-pewarna sederhana karena sitoplasmanya bersifat basofilik (suka akan basa) sedangkan zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkalin (komponen kromoforiknya bermuatan positif).

Tujuan: Untuk melihat morfologi (bentuk susunan) bakteri dengan menggunakan satu macam zat warna. yaitu dengan lemak dan mikroba yang menempel. botol semprot Kertas saring Minyak imersi Mikroskop Prosedur kerja : A. Zat warna carbol fuchsin/ safranin/ carbol gentian violet/ methylene blue Gelas objek. Cara membuat film : 1) 2) Membersihkan gelas objek dengan kapas beralkohol untuk menghilangkan Mengambil satu ose suspensi bakteri secara aseptik. Alat dan bahan : • • • • • • Biakan bakteri Azotobacter chroococcum dan Pseudomonas sp. ose. lampu spirtus. Pembuatan Film Pembuatan film berperan penting dalam pengamatan morfologi. lalu mengeringkannya di udara membakar ose di atas lampu spirtus sampai memijar. kemudian mendinginkannya sebentar lalu menempelkan pada bagian dalam tabung biakan sebelum mengambil suspensi bakteri. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh sel bakteri secara cepat . Bakteri yang terlalu bertumpuk atau terlalu tipis di atas gelas objek akan menghasilkan gambaran yang kurang jelas di bawah mikroskop. 3) 4) Membuat film setipis mungkin di atas gelas objek Melakukan fiksasi dengan menggerakkan film di atas api secara cepat dua sampai tiga kali.

carbol gentian violet 30-45”. yaitu untuk carbol fuchsin 15-20”. dan methylene blue 3-5’. B. Pengecatan 1) Menambahkan salah satu zat warna di atas film dengan waktu yang sesuai. Selain itu fiksasi juga dapat melekatkan sel bakteri pada gelas objek.sehingga tidak mengalami perubahan bentuk. 2) Membuang zat warna tersebut lalu mencucinya dengan mengalirkan air menggunakan botol semprot untuk menghilangkan zat warna yang tidak terpakai 3) Mengeringkan dengan menggunakan kertas saring dengan menempelkan perlahan ke atas film yang telah diwarnai 4) Menambahkan satu tetes minyak imersi 5) Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran kuat (lensa objektif 100x) 6) Mencatat dan menggambar morfologi bakteri tersebut Hasil dan Kesimpulan : .

1. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar. lipopolisakarida yang terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik). Berikut adalah beberapa perbedaan Bakteri gram positif dengan bakteri gram negatif. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram.2008 ).2. Bakteri gram-positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan ungu sedangkan yang positif berwarna merah (Textbook. diantaranya : Perbedaan Lapisan petidoglikan Kadar lipid Resistensi terhadap alkali (1% KOH) Kepekaan terhadap Yodium Toksin yang dibentuk Resistensi terhadap Gram Positif (+) Lebih tebal 1-4% Lebih pekat Lebih peka Eksotoksin Lebih tahan Gram Negatif (-) Lebih tipis 11-22% Larut Kurang peka Endotoksin Lebih peka .T . PENGECATAN GRAM Teori: Metode pengecatan pertama kali ditemukan oleh Christian gram pada tahun 1884. ( Tryana . Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. yaitu bakteri gram positif dan gram negatif yang didasarkan dari reaksi atau sifat bakteri terhadap cat tersebut. bakteri dapat dikelompokkan menjadi dua.S . 2008). Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pengecatan gram tidak bisa dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp. sementara bakteri gram-negatif tidak. Dengan metode ini.

2. menit 7. coli. 3. dan B. KI. 5. Alat dan bahan : • • • • • Biakan murni S.tellurit Sifat tahan asam Kepekaan terhadap penisilin Kepekaan terhadap streptomisin Ada yang tahan asam Lebih peka Tidak peka Tidak ada yang tahan asam Kurang peka Peka Tujuan: Untuk membedakan bakteri yang bersifat Gram positif dan Gram negatif. air). minyak imersi Gelas objek. 4. fuchsin/ safranin Larutan lugol ( I. 6. dan mengeringkannya dengan kertas saring Mengamati di bawah mikroskop dengan perbesaran lensa objek 100x Mencatat dan menggambar morfologi dan warna sel. E. subtilis Zat warna carbol gentian violet. aureus. kertas saring Mikroskop Prosedur kerja : 1. alkohol 95%. Membuat film seperti pada praktikum I Menambahkan carbol gentian violet selama 3 menit Mencuci dengan air yang dialirkan dari botol semprot Menambahkan larutan lugol selama 1 menit Menambahkan 2-3 tetes alkohol kemudian membiarkan selama 30 detik Mencuci dengan air. lalu menambahkan fuchsin/ safranin selama 1-2 sampai tidak ada zat warna yang larut Hasil dan Kesimpulan : . lampu spirtus. 8. 9. ose. Mencuci dengan air.

Bacillus subtilis tumbuh di berbagai mesophilic suhu berkisar 25-35 derajat Celsius. Staphylococcus Aureus yang berwarna kuning. atau oxidative kondisi. bersifat alkali. Bacillus subtilis juga telah berevolusi sehingga dapat hidup walaupun di bawah kondisi keras dan lebih cepat mendapatkan perlindungan terhadap stres situasi seperti kondisi pH rendah (asam).Staphylococcus adalah bakteri Gram-positif yang berbentuk bola. Bacillus subtilis merupakan bakteri gram-positif yang berbentuk batang. dan panas atau etanol Bakteri ini hanya memiliki satu molekul DNA yang berisi seperangkat set kromosom.dan secara alami sering ditemukan di tanah dan vegetasi. catalase-oxidase-positif dan negatif. osmosa. karakterististik yang dimiliki Staphylococcus Aureus diantaranya hemolytic pada darah agar. PRAKTIKUM II Mengamati Morfologi Bakteri dengan Pengecatan Spora dan Kapsul . Bakteri ini ada yang berkoloni dan berbentu seperti buah buah anggur. dapat tumbuh pada suhu berkisar 15 sampai 45 derajat dan lingkungan NaCl pada konsentrasi tinggi hingga 15 persen dan menghasilkan enzim coagulase.

tetapi sekali diwarnai zat warna tersebut akan sulit hilang. 2. Struktur endospora mungkin bervariasi untuk setiap jenis spesies. PENGECATAN SPORA BAKTERI (METODE KLEIN DAN METODE WIRTZ) . sehingga harus digunakan pewarna spesifik. dan keadaan asam. Letak endospora yang berbeda diantara spesies bakteri dapat digunakan untuk identifikasi. 2008). dimana sel tersebut akan nampak menggembang pada letak endosporanya (Ncbi. Karena kandungan air endospora sangat rendah bila dibandingkan dengan sel vegetatifnya. subterminal dan sentral. maka endospora berbentuk sangat padat dan sangat refraktil bila dilihat di bawah mikroskop. Bakteri yang tidak berspora cenderung tidak tahan pengecatan karena hanya memiliki sel vegetatif. Endospora bakteri merupakan struktur yang tahan terhadap keadaan lingkungan yang ekstrim misalnya kering. Endospora dapat berukuran lebih besar ataupun kecil dari sel vegetatif yang terdiri dari lapisan protein yang terbuat dari keratin. tapi umumnya hampir sama. Spora ini memiliki resistensi yang tinggi terhadap pewarnaan. Tipe sentral atau tengah merupakan lokasi dari sel vegetatif yang letaknya tepat di tengah. 2008). pemanasan. Beberapa endospora mempunyai diameter lebih besar daripada sel. yang memiliki kemungkinan untuk tetap berlanjut di lingkungan sampai kondisi menjadi baik (Ncbi. Tipe utama diantara terminal.1. Endospora merupakan organisme yang dibentuk dalam kondisi yang stres karena kurang nutrisi. Tipe subterminal berarti lokasi endosporanya diantara tengah dan pinggir dari sel vegetatif. Endosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya. Tipe terminal memiliki pengertian letak sel vegetatif diantara ujung dan pinggir dari sel vegetatif. Hal inilah yang menjadi dasar dari metode pengecatan spora secara umum.PENDAHULUAN Endospora adalah struktur spesifik yang ditemukan pada beberapa jenis bakteri.

safranin Asam sulfat. malachite green. termometer Mikroskop Prosedur kerja : A. Metode Klein I Mencampurkan suspensi bakteri dengan carbol fuchsindalam tabung reaksi (1:1) Memanaskan dalam penangas air selama 10 menit pada temperatur 800 C Membuat film dari campuran suspensi di atas Mencelupkan ke dalam asam sulfat selama 1-2 detik Mencuci dengan air lalu menambahkan methylene blue selama 3 menit Mencuci dengan air dan mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan menggambar morfologi dan warna sel. alcohol Tabung reaksi. B. Metode Klein II 1) Membuat film dari suspensi bakteri Menambahkan carbol fuchsin kemudian memanaskan sampai keluar uap (800 C) 3) Langkah-langkah selanjutnya sama seperti metode Klein I C. gelas objek. Zat kimia/ warna carbol fuchsin. 1) 2) Metode Wirtz Membuat film dari suspensi bakteri Menambahkan malachite green kemudian memanaskan sampai menguap kurang lebih selama 2 menit Mencuci dengan air lalu menambahkan safranin selama 30 detik . ose Penangas air.Alat dan bahan : • • • • • • Biakan murni Bacillus subtilis/ Pseudomonas sp. methylene blue.

biakan sel dicuci dengan air lalu ditutup .Mencuci dengan air dan mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat 6) Mencatat dan menggambar morfologi selnya Hasil dan Kesimpulan : Hasil Malachite green merupakan pewarna yang kuat yang dapat berpenetrasi ke dalam endospora. Setelah perlakuan malachite green.

Subtilis memiliki endospora. E. spora sangat sukar untuk melepaskan zat warna sehingga saat diberi warna dari safranin tetap berwarna hijau karena spora sudah mengikat malachite dan sulit mengikat warna yang diberikan kemudian. Saat diwarnai oleh malachite. jangan diletakkan di sembarang tempat (misal di atas meja)Jangan memegang mata Usahakan tidak banyak bicara pada saat kerja 2. intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat warna penutup. sel vegetatif tidak dapat mengikat malachite sehingga saat dilunturkan. panas. sel vegetatif mudah mengikat warna kembali. Bacillus pada umumnya bersifat aerobic. 2008). Teknik ini akan menghasilkan warna hijau pada endospora dan warna merah muda pada sel vegetatifnya. Hal ini berarti B. dan pada dipatuhi saat akan (ujung) adalah dipakai ose (Edukasi. Endospora lebih tahan lama meski dalam keadaan linghkungan ekstrim seperti kering. sel vegetatif dapat mengikat warna kembali sehingga warna sel menjadi merah muda. B. Letakkan ose pada tempatnya. peluntur warna. Karena E.coli hanya memiliki sel vegetatif. subtrat. prosedur pewarnaan dengan malakit hijau adalah dengan pemanasan. warna malachite dapat hilang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi. dan 2008) : mensterilkan setelah dengan dipakai.dengan cat safranin. Hasil pengamatan pada endospora Bacillus subtilis berbeda dengan literatur karena terdapat kesalahan pengamatan dan pengidentifikasian. Subtilis akan berwarna hijau setelah pengecatan. Prinsip yang selalu Selalu harus diingat ose. Bacillus subtilis memiliki endospora yang terletk di subterminal (Ncbi. sel vegetatif tidak tahan terhadap pewarnaan. hasil pewarnaan akhir adalah merah muda dari safranin. hanya memiliki sel vegetatif. tangan. Setelah pewarnaan selanjutnya dengan safranin. sel vegetatif dapat mengikat warna tetapi dapat luntur setelah dilunturkan karena ikatannya tidak kuat. PENGECATAN KAPSUL BAKTERI (METODE BURRIGINS DAN METODE MANEVAL) . Oleh karena itu. Kemudian saat diberi safranin.2. Selain itu. Eschericia coli setelah pengecatan akan berwarna merah muda dari safranin. endospora juga lebih tahan terhadap pewarnaan. atau bahan kimia yang beracun. Saat diwarnai denga malachite. Sekali berhasil diwarnai.coli berarti tidak memiliki endospora.

Struktur kapsul sangat tipis atau tebal tergantung pada jenis bakteri dan jenis bahan makanan yang terkandung dalam media atau substrat. Adanya kapsul pada bakteri patogen mempunyai hubungan erat dengan virulensi bakteri. untuk mewarnai badan bakteri digunakan Congo red. Metode Burri-Gins . Badan bakteri akan berwarna merah. cat Maneval. Congo red Gelas objek.Teori : Pada bagian sebelah luar dari dinding sel beberapa jenis bakteri. Kapsul merupakan ekskresi dinding sel bakteri yang berfungsi sebagai pelindung. Zat tersebut terdapat mengelilingi bakteri dan menyerupai kapsul. Bakteri dengan kapsul yang tebal mempunyai virulensi lebih tinggi daripada bakteri dengan kapsul yang tipis atau dengan yang tidak memiliki kapsul sama sekali. karena yang diwarnai adalah latar belakangnya. maka struktur demikian disebut kapsul yang melekat kuat di dinding sel. kertas saring. Pada metode Burri-Gins. tinta cina digunakan sebagai latar belakangnya. Pada metode Maneval. sedangkan cat Maneval gigunakan sebagai latar belakangnya. Alat dan bahan : • • • • • • Biakan murni Azotobacter chroococcum Tinta cina. Pengecatan kapsul bakteri disebut juga pengecatan negatif. sedangkan untuk mewarnai badan bakteri digunakan fuchsin. dan media cair Zat kimia/ warna larut fuchsin. minyak imersi Lampu spirtus Mikroskop Prosedur kerja : A. terdapat suatu eksopolisakarida seperti lendir (gum). ose. sedangkan kapsul tidak berwarna pada latar belakang hijau. sehingga badan bakteri berwarna merah dan kapsul tidak berwarna (transparan) pada latar belakang yang hitam. sedangkan objek (kapsul) tidak diberi warna.

Meneteskan satu ose suspensi bakteri pada bagian ujung gelas objek Meneteskan 1-2 ose tinta cina di dekatnya lalu dicampurkan 3) Mengeringkan di udara Menambahkan carbol fuchsin selama 1-2 menit Mengeringkan dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan mengamati apa yang terlihat B. lalu buat film setipis mungkin Hasil dan Kesimpulan : PRAKTIKUM III PENGENALAN STRUKTUR MIKROSKOPIS JAMUR . 2) Mengeringkan di udara Menambahkan cat Maneval selama 1 menit Mencuci dengan air lalu mengeringkannya dengan kertas saring Mengamati dengan perbesaran kuat Mencatat dan mengamati apa yang terlihat Metode Klein II Mencampurkan satu ose suspensi bakteri dengan Congo Membuat preparat hapus dengan cara mendorong ke depan menggunakan gelas objek lain Meneteskan 5-6 ose Congo red pada gelas objek red.

dinding selnya mengandung khitin atau selulosa atau keduanya. dan jamur-jamur konsumsi Jamur preparat Objek glass dan cover glass Mikroskop Prosedur kerja : A. bercabang-cabang. ujung konidiofor dan pelekatan antara konidia dengan konidiofor Menentukan genus jamur berdasarkan karakteristik koloni mikroskopisnya Menutup biakan dengan gelas penutup agar bentuk sporangiofor/konidiofor dan pelekatannya pada sporangium/konidia dapat terlihat Metode Klein I Mengambil potongan kecil dari biakan murni dan meletakkan pada gelas objek yang telah diberi satu tetes lactophenol cotton blue .PENDAHULUAN Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati atau eukariotik. berbentuk benang. tidak berklorofil. absortif dan sebagian besar tubuhnya terdiri dari bagian vegetatif berupa hifa dan generatif yaitu spora. Alat dan bahan : • • • • Beberapa spesies jamur yang ditumbuhkan di media Potato Dextrose Agar (PDA). dengan menggunakan perbesaran 10x dan untuk memperjelas detail dari objek dapat digunakan lensa dengan perbesaran 40x 5) Mengamati secara mikroskopis karakteristik spora/konidia. heterotrof. 1) atau laptophenol Potongan biakan dapat langsung diamati di bawah streoscopic microscope 3) lebih detail 4) Mengatur jarak lensa objek agar memperoleh focus yang baik.

Menjelaskan klasifikasi dari genus tersebut 8) Menjelaskan peranan-peranan yang dilakukan oleh jamur tersebut di bidang pertanian Hasil dan Kesimpulan : Pengamatan morfologi jamur PRAKTIKUM IV .

. dan kuntum bunga. Spermosfir adalah daerah yang melingkupi permukaan biji (benih) yang sedang bergeminasi. satu ose suspensi sumber isolat digoreskan ke atas permukaan plat agar.ISOLASI DAN PENENTUAN POPULASI BAKTERI DAN JAMUR DARI RIZOSFIR. Rizosfir adalah zona kontak antara akar dan tanah yang langsung mempengaruhi metabolisme akar. helai bunga. Penggoresan dilakukan beberapa kali dalam satu plat agar dengan tujuan mendapatkan koloni terpisah. Setiap satu koloni dianggap berasal dari satu sel mikroba. pucuk daun. FILOSFIR DAN SPERMOSFIR PENDAHULUAN Teori : Hubungan mikroorganisme dengan tanaman dapat menguntungkan maupun maupun merugikan tanaman. dan spermosfir. yaitu: a) Metode Gores (Streak plate method) Pada metode ini. Isolasi mikroba dapat dilakukan dengan tiga metode. Zona ini mengandung mikroorganisme lebih banyak daripada zona di luarnya karena mengandung sejumlah eksudat akar sebagai sumber nutrisi mikroorganisme. Bagian tanaman yang berasosiasi spesifik dengan mikroorganisme adalah filosfir. Plat agar tersebut diinkubasikan satu sampai dua hari untuk memberikan kesempatan pada mikroba membentuk koloni. rizosfir. Filosfir adalah daerah permukaan tanaman yang berhubungan langsung dengan udara atmosfer yang meliputi daun.

Cawan Petri yang berisi suspensi mikroba dan media agar digerakkan ke kiri.Setelah masa inkubasi satu atau dua hari. Metode ini tidak dapat menghitung populasi mikroba dalam suatu substrat. Setelah inkubasi akan terlihat beberapa jenis koloni mikroba yang tumbuh menyebar. c) Metode Replika Bahan Tanaman . Pengenceran Pengenceran suatu sumber isolat dilakukan untuk menurunkan konsentrasi sel mikroorganisme di dalam substrat/sumber isolat sehingga dengan metode tuang akan didapatkan koloni terpisah di atas plat agar dengan jumlah antara 30-300 per plat agar. Dengan metode ini. b) Metode Tuang (Pour Method) atau metode pengenceran plat (Dilution Plate method) Pada metode ini media agar steril yang belum membeku (temperature tidak lebih dari 450C) ke dalam cawan Petri steril yang mengandung suspensi mikroba pada volume dan pengenceran tertentu. ke kanan dan diputarkan beberapa kali agar suspensi bakteri tersebar merata dalam media biarkan membeku. koloni terpisah pindahkan ke media agar miring untuk dimurnikan dan memperoleh biakan murni. plat agar akan ditumbuhi berbagai jenis koloni dengan pola pertumbuhan koloni sesuai dengan alur goresan kultur. Koloni yang terpisah dapat dimurniakan untuk memperoleh biakan murni. kemudian inkubasikan selama 1-2 hari dengan petridish diletakkan terbalik. Pada suhu ini agar belum membeku dan mikroba tidak mati. Populasi mikroba dihitung berdasarkan jumlah koloni yang terbentuk.

Mikroba yang menempel di atas plat akan tumbuh setelah masa inkubasi 1-3 hari. . batang.Pada metode ini kita menempelkan bahan tanaman seperti daun. atau benih ke atas plat agar selama 5 menit.

pewarnaan dilakukan 1 menit agar cat ini dapat melekat sempurna pada dinding bakteri. gas atmosfer. unsur-unsur logam. HasiL dan Pembahasan PRAKTIKUM I Bag : 1. dan pergerakan. karbon. Pencucian dengan air mengalir dimaksudkan agar cat dapat hilang secara sempurna dan tidak tersisa. sintesis sel. vitamin dan air. Macam kondisi fisik lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimum bakteri adalah suhu. Gram D mengandung safranin sehingga bewarna merah yang merupakan cat sekunder atau kontras berfungsi untuk memberikan warna bakteri non target. Gram A mengandung kristal violet yang berwarna ungu merupakan cat primer yang akan mewarnai bakteri. sulfur. dilakukan selama 30 detik agar bakteri yang catnya telah luntur dapat terwarnai (Heritage. dan pH.isolat bakteri Nutrisi yang berada di dalam media biakan digunakan untuk pertumbuhan. dikeringanginkan bertujuan agar warna melekat pada bakteri dan segera kering sehingga bila diwarnai lagi warna sebelumnya tidak tercampur dengan warna yang baru.2. Kemudian dilihat di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000 x agar dapat . Pada umumnya nutrisi atau kandungan unsur dalam media biakan yang dibutuhkan oleh bakteri adalah sumber energi. 2000). fosfor. nitrogen. keperluan energi dalam metabolisme. Proses perwarnaan dilakukan dengan membersihkan gelas objek dan gelas penutup dengan alkohol 70% untuk sterilisasi agar tidak kontaminasi.

2002). pingsan. koloninya bergerombol sedikit erpisah-pisah bahkan membentuk rantai panjang (hasil pengamatan).mengamati bentuk dan warna sel bakteri. Kingdom : Bakteri Filum : Firmicutes Kelas : Cocci Famili : Staphylococcaaceae Genus : Staphylacoccus Spesies : Staphylacoccus aereus (it is. Analisis Hasil Pewarnaan bakteri dilakukan pada isolat staphylococcus aereus adalah gram positif yang berbentuk kokus atau lingkaran sterik dengan diameter sel mencapai 1µm. pada saat diwarnai menunujukkan warna merah. koloninya berbentuk seperti buah anggur (Textbook. Klasifikasi Staphylococcus aureus. Jenis ini memiliki endospora yang terletak pada sentral. Bakteri gram positif akan berwarna ungu. sedangkan bakteri gram negatif akan berwarna merah. Jenis ini memiliki endospora yang . Koloninya tersususn berjajar seperti rantai memenjang. Kemudian dicuci dengan air mengalir agar warna safranin luntur dan dikeringanginkan agar warna cepat kering. Sindrom racun trauma tersebut berupa kejang. Pewarnaaan dengan safrani (1-2 menit) bertujuan sebagai counterstain yang digunakan untuk melumuri bagian warna dari sel yang lain daripada endospora (Prescot. Bakteri ini berbentuk basil. 2008) Pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop nampak Bacillus subtilis berbentuk basil (batang) dan merupakan bakteri gram positif. wanita dan anak-anak. Staphylacoccus aereus adalah gram positif yang berbentuk kokus atau lingkaran seperti sterik dengan diameter sel mencapai 1 µm. turunnnya tekanan darah (Textbook. Perananya adalah dapat menghasilkan racun sebagai penyebab sindrom trauma yang diderita oleh pria. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. Pada Eschericia coli. Staphylococcus aereus pada pewarnaan gram diketahui berwarna ungu sehingga termasuk bakteri gram positif. dan koloninya seperti buah anggur. 2008). koloninya tersusun rantai memanjang. Pada bacillus subtilis. 2008).

E. Bacillus subtilis merupakan bakteri yang berbentuk batang yang Gram-positif (Perez 2000). 2008) Berdasarkan hasil pengamatan bakteri Eschericia coli. dan mycobacillin. yang merupakan polimer dari sugars dan asam amino. yaitu membantu sistem pencernaan manusia dan melindunginya dari bakteri patogen. Bakteri ini tersusun atas peptidoglycan. Habitat endospora bakteri ini adalah tanah. Contohnya polymyxin. subtilin. Kingdom : Bakteri Filum : Firmicutes Kelas : Bacilli Order : Bacillales Famili : Bacillaceae Genus : Bacillus Spesies : Bacillus subtilis (itis. Akan tetapi apabila terkontaminasi. pati. Bakteri tersebut pada saat diwarnai menunjukkan warna merah. Menurut Kenneath tahun (2008). sehingga bakteri ini merupakan penyumbang penting kepada siklus karbon dan nitrogen. Klasifikasi Bacillus subtilis. dapat menyebabkan pembusukan. Organisme ini dapat menghasilkan antibiotik selama sporulation. Escherichia coli termasuk dalam famili Enterobacteraceae yang termasuk gram negatif dan berbentuk batang yang fermentatif. Berbentuk basil (batang) yang pendek. Berdasarkan pewarnaan sel vegetatif didapatkan warna kemerahan dan warna endosporanya adalah hijau (Schaechter 2006).letaknya di tengah. Sel membentuk tembok penghalang antara lingkungan dan bakteri sel yang berguna untuk mempertahankan bentuk sel dan withstanding sel yang tinggi internal tekanan turgor (Schaechter 2006). Peptidoglycan yang yang ditemukan di bakteri yang dikenal sebagai murein.coli merupakan patogen berbahaya yang menyebabkan penyakit diare dan sindrom diare lanjutan serta . Akan tetapi pada strain baru dari E. Banyak dari mikroba Bacillus dapat menurunkan Polymers seperti protein. difficidin. Pada bakteri ini tidak ditemukan endospora. dan pektin. Mikroba tersebut dalam bentuk spora yang kekurangan nutrisi. Koloninya tersusun seperti rantai memanjang. coli hidup dalam jumlah besar di dalam usus manusia.

Etanol terhindin adap bakteri dapat menyebabkan tereksistasinya lapisan lipid sehingga memperbesar daya serap atau permiabilitas dinding sel gram negatif. Peranan yang mengguntungkan adalah dapat dijadikan percobaan limbah di air. dan gram D. Staphylococcus aereus). PRAKTIKUM II . gram B. dan gram negartif Eschericia coli dan Staphylococcus aereus. Pewarnaan struktur sel bakteri dilakukan dengan cat gram A. gram C.hemolitik uremic (hus). Bentuk sel bakteri yang ditemukan adalah basil (Bacillus subtilis. pewarnaan endospora dengan menggunakan malakit. dan kokus (tidak ada).. Lama pewarnaan dan langkah-langkah urutan pewarnaan harus diperhatikan. 2008).. (Mikrolibrary. Karena itu organisme gram negatif pewarnaan kehilangan warna tersebut. Jadi kompleks ungu kristal iodium yang telah memasuki dinding sel selama langkah awal dalam proses pewarnaan dapat tereksistasi. disebabkan kandungan lipidnya yang lebih rendah. coli (itis. indikator pada level pencemaran air serta mendeteksi patogen pada feses manusia yang disebabkan oleh Salmonella typhi. kemudian difiksasi. Bakteri yang termasuk gram positif adalah Bacillus subtillis. dinding sel bakteri gram positif menjadi terdehidrasi selama perlakuan dengan etanol. 2008) Kesimpulan Teknik pembuatan sediaan apusan (preparat) dapat dilakukan dengan mensuspesikan biakan bakteri dengan aquades. Escherichia coli. Kingdom : Bakteria Filum : Proteobacteria Kelas : Gamma Proteobacteria Order : Enterobacteriales Famili : Enterobacteriaceae Genus : Escheriachia Spesies : E. Klasifikasi Escherichia coli.

Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet. tidak mengandung asam tekoat. Ketahanan tersebut disebabkan oleh adanya selubung spora yang tebal dan keras. berlapis tiga atau multilayer. metode ini bukan untuk mewarnai bakteri tetapi mewarnai latar belakangnya menjadi hitam gelap. sukar untuk dihilangkan. sekitar 10 – 15 mm. sekitar 15-80 nm. Pada pewarnaan ini mikroorganisme kelihatan transparan (tembus pandang). . Endospora dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan nutrien. kekeringan. . . 1990) : . Ukuran dan letak endospora di dalam sel merupakan ciri-ciri yang digunakan untuk membedakan spesies-spesies bakteri yang Membentuknya (Dwidjoseputro. 1990) : . tahan terhadap panas. pewarna yang sesuai dapat menembus endospora. . radiasi UV serta bahan-bahan kimia. Sifat-sifat ini menyebabkan dibutuhkannya perlakuan yang keras untuk mewarnainya.Struktur dinding selnya tebal.Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%).Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana. Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu (Hadiotomo. 1990). berlapis tunggal atau monolayer. Teknik ini berguna untuk menentukan morfologi dan ukuran sel. peptidoglikan ada yang .Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%). Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu (Hadiotomo. peptidoglikan terdapat didalam lapisan kaku.Struktur dinding selnya tipis. Tetapi sekali pewarna memasuki endospora. Hanya bila diperlukan panas yang cukup. 1989).Pewarnaan negatif.Tidak resisten terhadap gangguan fisik. Pada pewarnaan ini olesan tidak mengalami pemanasan atau perlakuan yang keras dengan bahan-bahan kimia.Kurang rentan terhadap senyawa penisilin. sebelah dalam dengan jumlah sedikit 10% dari berat kering. Metode ini menggunakan cat nigrosin atau tinta cina (Hadiotomo.± . maka terjadinya penyusutan dan salah satu bentuk agar kurang sehingga penentuan sel dapat diperoleh dengan lebih tepat. . Struktur di dalam sel pada tempat-tempat yang khas dibentuk oleh spesies ini disebut endospora.

. Berdasarkan percobaan diperoleh Bacillus cereus dan Salmonella typii bersifat gram positif yang berarti bakteri dapat mengikat dengan kuat cat utama cristal violet berwarna ungu. alcohol asam untuk pencucian dan safranin sebagai cat penutup. Pengecatan ini menggunakan 4 jenis larutan yaitu Kristal violet sebagai cat utama. Mengandung asam tekoat. dan tata letak sel.Bersifat lebih rentan terhadap penisilin. Setelah pengamatan dibawah mikroskop diperoleh preparat mikroba berwarna hitam sedangkan bakteri sendiri tidak berwarna (berwarna putih) dan berbentuk basil (batang). pada saat bakteri Gram positif ditambahkan dengan kristal violet maka gram positif akan mengabsorbsi larutan tersebut hanya pada dinding sel. BAB V PENUTUP V. Zat warna yang umunya digunakan yakni yang bersifat alkalin (kromatofornya bermuatan +). Sedangkan bakteri Eschericia coli bersifat gram negative karena tidak dapat mengikat kuat cat utama dan dapat diwarnai oleh cat lawan yakni merah dari pewarna safranin. Salmonella typii dan Eshericia coli. .Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal. Pengecatan Sederhana Pengecatan sederhana digunakan untuk memperlihatkan atau memperjelas kontras antara sel dan latar belakangnya sehingga dapat mempertajam bentuk dari sel-sel mikroba itu sendiri.Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit. Pada pengecatn ini digunakan 3 jenis bakteri yaitu Bacillus cereus. dengan cara mewarnai sel-sel mikroba dengan zat warna khususnya warna Kristal violet. B. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. bentuk. . Pada pengecatan sederhana digunakan bakteri Bacillus cereus dan Salmonella typii. pemberian alkohol menyebabkan pori-pori dinding sel mengecil sehingga warna ungu tertahan di dalam sel disebabkan oleh rendahnya kandungan lipid. . Pengecatan Negatif Pada pengecatan ini digunakan cat asam nirosin (tinta cina). Pengecatan Gram Pengecatan gram termasuk pengecatan diferensial yang digunakan untuk membedakan bakteri gram negative dan bakteri gram positif. dengan pemberian larutan lugol maka kristal violet akan masuk sampai ke inti sel. larutan iodine sebagai pengintensifan cat utama. C. yang berarti bakteri tersebut menyerap zat warna cat tersebut sehingga Nampak pada mikroskop.Lebih resisten terhadap gangguan fisik.sebagai lapisan tunggal. Pengecatan ini dilakukan untuk mewarnai latar belakang preparat sedangkan bakteri sendiri tidak terwarnai serta untuk mengamati ukuran.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : . Setelah pengecatan diperoleh bakteri tersebut berwarna ungu. .

Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan dengan cara yaitu dengan pengecatan gram. yang menggunakan senyawa pewarna yang lebih dari satu jenis.Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet. Juga diperlukan untuk mengamati struktur bakteri seperti flagela. teknik ini disebut pewarna sederhana. pengecatan sederhana dan pengecatan negative. baik bentukmaupun susunan sel. . pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna sedangkan pewarnaan negative berguna untuk mewarnai latar belakang preparat dan bakteri sendiri tidak terwarnai.. Teknik pewarnaan yang lain adalah pewarnaan diferensial. spora dan nukleus.Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu. Teknik pewarnaan asam basa ini hanya menggunakan satu jenis senyawa pewarna. bakteri gram positif dan bakteri gram negatif atau bakteri tahan asam dan tidak tahan asam.2 Saran Saran untuk laboratorium agar percobaan berikutnya keanekaragaman bakteri yang digunakan dapat bertambah lagi sehingga hasil yang diperoleh dapat bervariasi. V. . kapsula. Pewarnaan sederhana ini diperlukan untuk mengamati morfologi. Diperlukan untuk mengelompokkan bakteri misalnya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->