P. 1
Makalah Koloid

Makalah Koloid

|Views: 852|Likes:
Published by Kevin Wijaya

More info:

Published by: Kevin Wijaya on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

Pengertian Koloid serta Sifat-Sifatnya

Disusun oleh:
Gregorius Gary Jonathan Erik Kevin Wijaya Yudian Susanto

2.Daftar Isi 1. Sifat Koloid Emulsi 3. Sifat Koloid Sol 3. Sifat Koloid Buih 2 3 3 5 7 7 10 13 2 . Pendahuluan 2. Pengertian Koloid 2. Jenis-Jenis Koloid 3. Pengertian Koloid 2.2.1. Sifat-Sifat Koloid 3.3.1.

es krim tersebut haruslah disimpan dalam lemari es agar tidak meleleh. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. yaitu asap dan debu. tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh.BAB I PENDAHULUAN Sistem koloid berhubungan dengan proses – prose di alam yang mencakup berbagai bidang. Dalam kehidupan sehari-hari ini. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat. misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara. 3 . Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik. es krim yang biasa dikonsumsi oleh orang mempunyai rasa yang beragam. Kemudian. Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup. Kesemuanya merupakan contoh koloid. Udara mengandung juga sistem koloid. yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah.

contohnya larutan gula dan hujan.BAB II PENGERTIAN KOLOID 2. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solut. suspensi Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. 4 .1 Pengertian koloid. Misalnya. Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut. larutan. maupun tebal dari suatu partikel. hairspray. panjang. campuran tersebut akan mengendap ke bawah. Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat. kemudian pasir dan semen. tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid. Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Selain tinta. seperti mayones. lebar. Contohnya larutan gula atau larutan garam. contohnya air dan minyak. dll. masih terdapat banyak sistem koloid yang lain. yang terdiri dari serbukserbuk warna (padat) dengan cairan (air). atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran. Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. jelly.

1 fase . melainkan dengan penyaring ultra .heterogen .tidak memisah jika didiamkan 2.2 fase .antara homogen dengan heterogen . molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Partikel dapat terdiri atas atom.Koloid (Dispersi Koloid) . yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih.dapat disaring dengan kertas saring biasa . Larutan (Dispersi Molekuler) . Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga 5 .tidak dapat disaring . Besaran partikel yang terdispersi.keruh . Suspensi(Dispersi Kasar) .tidak dapat disaring dengan penyaring biasa.diameter partikel: <1 nm .Ciri – cirinya: 1. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8.2 fase .tidak memisahkan jika didiamkan 3.memisah jika didiamkan Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran.keruh .homogen .jernih .diameter partikel: >100 nm . tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut.diameter partikel: 1 nm<d<100 nm .

Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat Contoh: Batu apung. tinta.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7.molekul makro) ialah haemoglobin. keju. nasi b. intan hitam b. sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3.2 Jenis – jenis koloid Koloid merupakan suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. 2. Styrofoam b. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. larutan bersifat stabil. mentega.Zat terdispersi. gelas warna. Sol (fase terdispersi padat) a. ada 2 zat sebagai berikut : . mayones. Emulsi (fase terdispersi cair) a. yakni zat pelarut di dalam larutan koloid Berdasarkan fase terdispersinya. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m. marshmallow. tanah liat c. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. busa sabun 6 . Koloid berbeda dengan larutan. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. Di dalam larutan koloid secara umum. tapi akan memisah setelah waktu tertentu). yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid . krim tangan c. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. tepung dalam air. asap pembakaran 2.Zat pendispersi. Buih (fase terdispersi gas) a. yaitu: 1. karet busa.

7 .Untuk pengelompokan buih. jika fase terdispersi dan medium pendispersi sama-sama berupa gas. campurannya tergolong larutan.

sedangkan pada zat padat hanya beroszillasi di tempat ( tidak termasuk gerak brown ). Jika kita amati koloid dibawah mikroskop ultra. Demikian pula sebaliknya. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak Brown. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin kecil ukuran partikel koloid. Partikel-partikel suatu zat senantiasa bergerak. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. Akibatnya. maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. semakin rendah suhu sistem koloid. maka tumbukan yang terjadi cenderung tidak seimbang. semakin cepat gerak Brown yang terjadi. semakin lambat gerak Brown yang terjadi. Gerakan tersebut dapat bersifat acak seperti pada zat cair dan gas( dinamakan gerak brown).1 Sifat – sifat koloid sol: 1. 8 . Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam campuran heterogen zat cair dengan zat padat (suspensi). Semakin tinggi suhu sistem koloid. Demikian pula. maka gerak Brown semakin lambat. Untuk koloid dengan medium pendispersi zat cair atau gas. Pergerakan zigzag ini dinamakan gerak Brown. pergerakan partikel-partikel akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid itu sendiri. Oleh karena ukuran partikel cukup kecil. maka kita akan melihat bahwa partikel-partikel tersebut akan bergerak membentuk zigzag. semakin besar ukuran partikel koloid. Gerak Brown Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat.BAB III SIFAT-SIFAT KOLOID 3.

cahaya akan dihamburkan. Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893). Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. Berikut penjelasan tentang sumber muatan koloid. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya. Dimana partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. 4. Oleh karena itu sifat itu disebut efek tyndall. seorang ahli fisika Inggris. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel-partikel pada permukaannya. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Pada saat larutan sejati disinari dengan cahaya. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. kestabilan. Efek tyndall adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar. hal itu terjadi karena partikel-partikel koloid mempunyai partikel-partikel yang relatif besar untuk dapat menghamburkan sinar tersebut. Contoh : (i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. sedangkan pada sistem koloid. (ii) Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2. partikel-partikelnya relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi hanya sedikit dan sangat sulit diamati. pada larutan sejati. baik partikel netral atau bermuatan (kation atau anion) karena mempunyai permukaan yang sangat luas. 3. Sebaliknya. Adsorpsi koloid Adsorpsi ialah peristiwa penyerapan partikel atau ion atau senyawa lain pada permukaan partikel koloid yang disebabkan oleh luasnya permukaan partikel. maka larutan tersebut tidak akan menghamburkan cahaya. Efek Tyndall Efek Tyndall ialah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikelpartikel koloid.2. 9 . Beda halnya dengan absorpsi. melainkan di dalam sol padat tersebut.

sehingga bermuatan positif. gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. yaitu : Proses adsorpsi Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya.saling meniadakan. Contohnya adalah koloid protein dan koloid sabun/ deterjen.berlebih. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Pada ph rendah . Proses ionisasi gugus permukaan partikel Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugusgugus yang ada pada permukaan partikel koloid. elektroforesis koloid sol.lapisan bermuatan ganda. Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat. Zat yang molejulnya bergabung 10 . Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. Berikut penjelasannya: Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (-COOH) dan biasa (-NH2). Jika anion CI. molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel. maka sol AgCI akan mengadsorpsi ion CI. Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif. gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus –NH3. Ph tinggi. Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. dan proses – proses lainnya pada koloid sol : A.

Emulsi cair itu sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis. seperti. Anion R-COOterdiri dari gugus R. Contoh: dalam hutan yang lebat.2 Sifat Koloid Emulsi Seperti yang telah dijelaskan. Biasanya salah satu zat cair ini adalah air (zat cair polar) dan zat lainnya. Gugus R. cahaya matahari akan disebarkan oleh partikel-partikel koloid dari sistem koloid kabut à merupakan contoh efek Tyndall pada aerosol cair. hairspray dan obat nyamuk dalam kemasan kaleng. atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi dalam minyak.atau ekor non-polar tidak larut dalam air sehingga akan terorientasi ke pusat.secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi.jadi butiran minyak di dalam air).yang bersifat non pola. * Emulsi Cair Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur. emulsi dapat dibagi menjadi: * Emulsi Gas Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium pendispersi gas. emulsi minyak dalam air (cth: susu yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air. Aerosol cair juga memiliki sifat-sifat seperti sol liofob. jadi butiran air dalam minyak). gerak Brown. yaitu. dapt juga disebut zat cair polar &zat cair non-polar. anatar lain. minyak (zat cair non-polar). 11 . efek Tyndall. Kemudian. emulsi merupakan jenis koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat cair. dibutuhkan bantuan bahan pendorong/ propelan aerosol. untuk dapat membentuk system koloid atau menghasilkan semprot aerosol yang diperlukan. Pada aerosol cair. 3. tetapi tidak dapat saling melarutkan. dan kestabilan denganmuatan partikel. berdasarkan medium pendispersinya. Sabun adalah garam karboksilat dengan rumus R-COO-Na+. CFC (klorofuorokarbon atau Freon).

Rantai tersebut akan saling bertaut sehingga membentuk suatu struktur padatan di mana medium pendispersi cair terperangkap dalam lubang-lubang struktur tersebut.maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak. dapat juga dianggap sebagai hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Sehingga. fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah.Beberapa sifat emulsi yang penting: Demulsifikasi Kestabilan sentrifugasi. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Partikel-partikel sol akan bergabung untuk membentuk suatu rantai panjang pada proses penggumpalan ini. terbentuklah suatu massa berpori yang semi-padat dengan struktur gel. Maksudnya adalah gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat kembali ke bentuk awal bila 12 . maka partikelpartikel air akan turun ke bawah. Ada dua jenis gel. penambahan elektrolit. Pengenceran Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya. proses zat pendinginan. sehingga gel ini bersifat elastis. emulsi dapat diencerkan. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air. emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan. Sebaliknya. Gel elastis Karena ikatan partikel pada rantai adalah adalah gaya tarik-menarik yang relatif tidak kuat. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH). apabila kestabilan emulsi ini rusak. yaitu: i. apabila kestabilan emulsi ini rusak. dan perusakan pengemulsi. Emulsi Padat atau Gel Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat.

maka gel ini dapat bersifat non-elastis. perak oksida. Salah satu contoh gel ini adalah gel silica yang dapat dibuat dengan reaksi kia.gaya tersebut ditiadakan. tetapi sebaliknya. Sifat ini disebut tiksotropi. sehingga molekul-molekul asam silikat yang terbentuk akan terpolimerisasi dan membentuk gel silika. Menggembung (swelling) Gel elastis yang terdehidrasi sebagian akan menyerap air apabila dicelupkan ke dalam zat cair. gel elastis yang terdehidrasi dapat diubah kembali menjadi gel elastis dengan menambahkan zat cair. 13 . Tiksotropi Beberapa gel dapat diubah kembali menjadi sol cair apabila diberi agitasi atau diaduk. Gel elastis dapat dibuat dengan mendinginkan sol iofil yang cukup pekat. Contoh gel elastis adalah gelatin dan sabun. dsb. Beberapa sifat gel yang penting adalah: Hidrasi Gel non-elastis yang terdehidrasi tidak dapat diubah kembali ke bentuk awalanya. Sineresis Gel anorganik akan mengerut bila dibiarkan dan diikuti penetesan pelarut. menambahkan HCl pekat ke dalam larutan natrium silikat. Maksudnya adalah gel ini tidak memiliki sifat elastis. Contohnya adalah gel besi oksida.Gel non-elastis Karena ikatan pada rantai berupa ikatan kovalen yang cukup kuat. ii. gel ini tidak akan berubah jika diberi suatu gaya. dan proses ini disebut sineresis. Sehingga volum gel akan bertambah dan menggembung.

3 Sifat Koloid Buih Buih adalah koolid dengan fase terdisperasi gas dan medium pendisperasi zat cair atau zat padat. . maka akan terjadi deformasi. Bila gaya yang diberikan kecil.3.terjadinya difusi gelembung gas yang kecil ke gelembung gas yang besar akibat tegangan permukaan. sehingga ukuran gelembung gas menjadi lebih besar. buih dikelompokkan menjadi dua. Buih cair memiliki struktur yang tidak beraturan. Ukuran kolid buih bukanlah ukuran gelembung gas seperti pada sistem kolid umumnya. Kestabilan buih dapat diperoleh dari adanya zat pembuih (surfaktan). 14 .rusaknya film antara dua gelembung gas. ukuran kolid berkisar 0. Beberapa sifat buih cair yang penting: Struktur buih cair dapat berubah dengan waktu.0000010 cm. Fase terdisperasi gas pada umumnya berupa udara atao karbondioksida yang terbetuk dari fermentasi. Jika fraksi zat cair lebih dari 5%. Struktur buih cair dapat berubah jika diberi gaya dari luar. bukan oleh komposisi kimia atau ukuran buih ratarata. maka bentuk gelembung gas adalah polihedral. Strukturnya ditentukan oleh kandungan zat cairnya. karena kerapatan gas dan zat cair yang jauh berbeda. Baerdasarkan medium pendisperasinya. Buih Cair (Buih) Buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair.pemisahan medium pendispersi (zat cair) atau drainase. Jika gaya yang diberikan cukup besar. tetapi adalah ketebalan film (lapisan tipis) pada daerah antar-fase dimana zat pembuih teradsorbsi. Jika kurang dari 5%. karena: . yaitu: 1. gelembung gas akan mempunyai bentuk hamper seperti bola. maka struktur buih akan kembali ke bentuk awal setelah gaya tersebut ditiadakan. Zat ini teradsorbsi ke daerah antar-fase dan mengikat gelembung-gelembung gas sehingga diperoleh suatu kestabilan. .

Roti Proses peragian yang melepas gas karbondioksida terlibat dalam proses pembuatan roti. Buih Padat Buih padat adalah sistem kolid dengan fase terdisperasi gas dan denganmedium pendisperasi zat padat.Batu apung Dari proses solidifikasi gelas vulkanik. yaitu protein dan glikoprotein yang berasal dari putih telur itu sendiri untukmembentuk buih yang relative stabil. Karbondioksida yang dilepas akan membentuk buih dengan bamtuam zat pembuih tersebut. 15 . Zat pembuih protein gluten dari tepung kemudian akan membentuk lapisan tipis mengelilimgi gelembung-gelembung karbondioksida untuk membentuk buih padat. maka terbentuklah batu apung. Kestabilan buih ini dapat diperoleh dari zat pembuih juga (surfaktan).Contoh buih cair: . 2.Buih hasil kocokan putih telur Karen audara di sekitar putih telur akan teraduk dan menggunakan zat pembuih.Buih hasil akibat pemadam kebakaran Alat pemadam kebakaran mengandung campuran air. aluminium sulfat. natrium bikarbonat. . .Styrofoam Styrofoam memiliki fase terdisperasi karbondioksida dan udara. . serta suatu zat pembuih. Sehingga putih telur yang dikocok akan mengembang. Contoh-contoh buih padatyang mungkin kita ketahui: . serta medium pendisperasi polistirena.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->