P. 1
Sejarah an Hukum Agraria Di Indonesia

Sejarah an Hukum Agraria Di Indonesia

|Views: 1,078|Likes:
Published by dumapanjaitan

More info:

Published by: dumapanjaitan on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2012

pdf

text

original

Sejarah Perkembangan Hukum Agraria di Indonesia

1.Sebelum Kemerdekaan Indonesia
Masa Pra-Kolonial

Pola pembagian wilayah yang menonjol pada masa awal kerajaan-kerajaan di Jawa adalah berupa pembagian tanah ke dalam beragam penguasaan atau pengawasan,yang diberikan ke tangan pejabat-pejabat yang ditunjuk oleh raja atau yang berwenang di istana.Agaknya,pada masa itu konsep ³pemilikan´menurut konsep Barat(³property´,´eigendom´)memang tidak dikenal,bahkan juga bagi penguasa.Karena itu tanah-tanah tersebut bukannya ³dimiliki´ oleh pejabat-pejabat atau penguasa,melainkan bahwa para penguasa itu dalam artian politik mempunyai hak jurisdiksi atas tanah-tanah dalam wilayahnya yang dengan kekuasaan dan pengaruhnya dapat mereka pertahankan, dan secara teoritis juga mempunyai hak untuk menguasai ,menggunakan ataupun menjual hasil-hasil buminya sesuai dengan adat yang berlaku. Pada awal abad ke-19 VOC bangkrut dan penguasaannya digantikan oleh pemerintah Kerajaan Belanda.Gubernur Jendral Daendels memprakarsai perubahan ±perubahan administrasi untuk meniptakan kekuasaan politik yang lebih sistematis .Tetai sejauh itu masalah penguasaan tanah secara formal belum memperoleh perhatian sepenuhnya.Barulah ketika pemerintahan Inggris menggantikannya (1811-1816) saat Raffles memperkenalkan teorinya yang terkenal itu ,yaitu teori domein, masalah keagrariaan memperoleh perhatian yang sebenarnya.Zaman Raffles inilah yang dapat dianggap sebagai ³tonggak sejarah´ yang pertama dalam soal keagrariaan ,di Indonesia.

Masa Pemerintah Inggris (1811-1816)

Sebagai Gubernur Jendral di Indonesia,Raffles menginginkan agar langkah politiknya memperoleh pembenaaran,yaitu ³teori domein´nya.Maka pada tahun 1811,dibentuklah sebuah Panitia Penyelidikan yang diketuai oleh Mackenzie dengan tugas ³melakukan penyelidikan statistik mengenai keadaan agraria´.Berdasarkan hasil peenyelidikan inilah Raffles menarik kesimpulan bahwa ³semua tanah adalah milik raja atau pemerintah´.Inilah yang dikenal sebagai teori domein dari Raffles.Sehingga dibuatlah system penarikan pajak bumi (landrente),yaitu setiap petani diwajibkan membayar pajak sebesar 2/5 dari hasil tanah garapannya.Teori Raffles ini ternyata mempengaruhi kebijakan agraria selama sebagian besar abad ke -19.

Pada tahun 1870.yaitu dengan keluarnya Regerings Regelment (RR) 1854. yang diundangkan dalam Lembaran Negara (Staatsblad) BO. Pada tahun 1865 Menteri Jajahan Frans Van de Putte. Perubahan undang-undang dasar belanda (1848) Terjadi pertentangan antar kaum liberal yang menentang Cultuurstelsel dengan kaum konservatif.yang kemudian dijadikan pasal 51 dari Indische Staatsreggeling (IS).Hasil politik ³Tanam Paksa´ ini ternyata melimpah bagi Pemerintah Belanda.Maka isi pokok Cultuurstelsel bahwa 1/5 daari tanah si pemilik tanah harus ditanami dengan tanaman tertentu yang dikehendaki oleh pemerintah.yaitu bahwa tanah adalah milik pemerintah.pemerintah Belanda tidak sabar menunggu hasil penelitian tersebut.yang dilakukan di 808 desa di seluruh Jawa.tembakau.Dasarnya adalah teori Raffles (domein).Para Kepala Desa dianggap menyewa kepada Pemerintah. hak milik pribumi diakui sebagai hak milik mutlak(eigendom) .Kemenangan pertama dipetik oleh golongan liberal ketika pada tahun 1848 akhirnya Undang-Undang Dasar Belanda dirubah yaitu dengan adanya ketentuan di dalamnya yang menyebutkan bahwa pemerintahan di tanah jajahan harus di atur dengan undang ±undang. dan tanah komunal dijadikan hak milik perorangan eigendom.seorang liberal.seperti nila.55. 1870.Inilah yang disebut dengan Agrarische Wet 1870.yang isi nya antara lain adalah bahwa Gubernur Jenderal akan memberikan hak erfpacht selam 99 tahun .belum tercapai.kopi.kemudian harus diserahkan kepada Pemerintah(untuk di ekspor ke Eropa).Zaman ³cultuurstelsel´ (1830) Gubernur Jenderal Van den Bosch melaksanakan apa yang disebut cultuurstelsel atau tanam paksa. Zaman liberal (1870) Menteri Van de Putte jatuh karena dianggap terlalu tergesa-gesa memberikan hak eigendom kepada pribumi.Isinya terdiri dari 5 ayat.Menteri Jajahan de wall mengajukan RUU yang akhirnya diterima oleh parlemen.pemerintah jajahan lalu mengadakan suatu penelitian tentang hak-hak penduduk Jawa atas tnah.enam tahun sebelum laporan itu terbit.Namun ternyata. .dan selanjutnya Kepala Desa meminjamkan kepada petani.demikianlah sampai saat itu tujuan golongan swasta Belanda untuk menanam modalnya di bidang pertanian di Indonesia.sehingga menimbulkan iri hati bagi kaum pemilik modal swasta.dan sebgainya.mengajukan Rancangan Undang-Undang .Pada tahun 1867/1868.Kelima ayat ini kemudian ditambahkan kepada 3 ayat dari pasal 62 RR.Ternyata RUU ini ditolak oleh parlemen.UndangUndang yang dimaksud ternyata baru selesai pada tahun 1954.

yaitu melindungi dan memperkuat hak tanah bagi bangsa Indonesia asli ternyata jauh dari harapan.transmigrasi.Th. Menanggapi hal tersebut.Korea.Tapi tujuan lainnya.dengan kata lain mengabaikan kepentingan rakyat nya. .India. Lahirnya UUPA-1960. Rancangan Soenarjo(1958).yang kemudian terkenal dengan istilah UUPA.Karena setelah Indonesia merdeka.Dengan demikian tahun 1870 merupakan tonggak yang sangat penting dalam sejarah agraria di Indonesia.dan lainlain). Panitya Suwahjo(1956).Iran.Namun dalam kurun waktu kurang lebih 22 tahun setelah Indonesia merdeka. lahirlah ³Undang-Undang No. maka pada tanggal 24 September 1960.dianggap tidak bersifat memacu perubahan dan perkembangan ekonomi .Pencerminan rasa bersalah pemerintah Belanda ditunjukkan dengan di bentuknya kebijakan baru yang terkenal dengan istilah ³Politik Etis´ dengan tokoh utamanya C.Hal ini terjadi karena banyak para sultan sultan yang memberikan konsesi atas tanah nya kepada pihak asing.Namun laporan lengkap penelitian itu (Mindere Welvaart Onderzoek)) ternyata baru selesai tahun 1920.irigasi. 2.Walaupun disana sini usah tersebut memang dirasakan hasilnya.Mulai Panitya Agraria Yogya (1948).Demikian pula program Landreform mengalami hambatan besar. Tujuan Undang-Undang Agraria 1870 untuk memberikan kesempatan luas bagi modal swasta asing memang berhasil. van Deventer.namun kebijaksanaan ini secara fundamental tidak berhasil mentransformasikan masyarakat pedesaan. sejak awal sebenarnya pemerintah telah mulai memperhatikan masalah agraria.Pemerintah Kolonial membentuk Panitia Penyelidik Kemiskinan (Mindere WelvaartCommissie) pada tahun 1902.Lahirnya UUPA bukan proses yang pendek.56 tahun 1960 (yang dikenal sebagai Undang-Undang ³Landreform´) sebenarnya merupakan hasil dari usaha untuk meletakkan dasar strategi pembangunan seperti yang dianut juga oleh berbagai Negara Asia pada masa awal sesudah Perang Dunia kedua (Jepang.yang diikuti dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.Muncullah perkebunan swasta besar di Sumatera dan juga Jawa.SESUDAH KEMERDEKAAN Indonesia Masa orde lama Setelah 15 tahun Indonesia merdeka.Tiwan.Kebijaksanaan perkreditan misalnya.Karena sejak itu maka berduyun-duyunlah modal swasta Eropa masuk ke Indonesia. dan akhirnya Rancangan Sadjarwo(1960).reboisasi. No. Panitya Jakarta (1951).Mulai awal abad ke-20 itu pemerintah berusaha memperbaiki keadaan melalui enam bidang yaitu.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria´ .kondisi social politik serta kurangnya dana memang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembangunan ekonomi secara teratur.pendidikan dan kesehatan masyarakat.melainkan sekedar mempertahankan ³statusquo´.system perkreditan.Hal ini menyebabkan kemiskinan masyarakat Indonesia asli.

baik yang mengenai batas luas maupun lokasinya.Kebetulan lahirnya Orde Baru bersamaan waktunya dengan Revolusi Hijau di Asia.Namun. hutang. atau pendekatan jalan pintas. Indonesia mengambil jalan apa yang sekarang dikenal sebagai ³ By-pass Approach´.yang melahirkan Orde Baru.yang pada gilirannya berpotensi bagi terjadinya konflik agraria.Pertama : Secara umum. tidak berbasis pada potensi rakyat. orang harus memahami dulu apa maknanya.dengan segala akibatnya dalam penguasaan tanah-tanah pertanian.dsadari oleh tidak oleh para perumus kebijakan pada masa awal Orde Baru itu.diperlukan penjabaran lebh lanjut.mengusahakan tercapainya swasembada pangan melalui Revolusi Hijau tanpa Reforma Agraria.populistik (dalam arti komunistik. buat apa susah suah melakukan reforma agraria?Kita tangani saja secara langsung masalah pangan. Ciri kebijakan pemerintah Orde Baru ditandai oleh dua hal pokok.Dalam praktek pelaksanaan nya Undang ± Undang tersebut juga menimbulkan kenyataan perlakuan yang tidak adil pada masyarakat hokum adat dan warganya. strategi pembanguannya mengandalkan kepada bantuan.sebagian besar hal itu belum sempat tergarapkeburu terjadi pergantian pemerintah dari yang lama ke pemerintahan Orde Baru yang mengambil dasar keebijakan yang sama sekali berbeda.biarpun formal tidak dicabut selama Era Orde Baru tidak tampak dilaksanakan.terjaditragedi nasional dalam tahun 1965. MASA ORDE BARU Belum sampai terlaksana sepenuhnya apa yang diprogramkan dalam Reformasi Agraria pada masa Orde Lama.Penguasa Orde Baru mewarisi situasi nasional dalam keadaan perekonomiaan Negara yang menyedihkan dan konstelasi politik yang dinilai sebagai penyimpangan dasar dari sila-sila Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Maka diambillah jalan pintas. dan bertumpu kepada ³yang besar´(betting on the strong).Sebagai sebuah Undang-Undang yang berisi peraturan-peraturan dasar . Salah satu produk hokum pertama Penguasa Orde Baru adalah Undang-Undang Nomor 5 Thun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan. Untuk menangani konflik agraria .(bertentangan dengan UUPA).Biarpun kebijakan pembangunan dan pelaksanaannya berbeda .Penganut pendekatan jalan pintas berpandangan bahwa(sebagai asumsi dasar) makna konflik agraria adalah masalah pangan.sekaligus bukan kapitalistik).Sesungguhnya .Swasembada pangan memang pernah dicapai.Kerangka UUPA itu disusun dalam kondisi yang ada saat itu. dan investasi dari luar negeri..yang tanah ulayatnya diberikan dengan Hak Pengusahaan Hutan kepada pengusaha.Karena itu.Kedua : Khusus dalam hal kebijakan masalah Agraria.Alur pemikiran pendekatan ini adalah sebagai berikut : reforma agraria umumnya lahir sebagai respon terhadap suatu stuktur agraria yang terasa tidak adil. Ketentuan-ketentuan landreform.namun ternyata konflik agraria bukannya lenyap melainkan justru terjadi dimana-mana.semangat dan jiwa UUPA pada hakekatnya bersifat kerakyatan.

menengah dan koperasi.Tanah sebagai basis usaha pertanian harus diutamakan penggunaannya bagi pertumbuhan pertanian rakyat.serta masyarakat luas.serta terbentuk keterkaitan dan kemitraan yang saling menguntungkan antar pelaku ekonomi yang meliputi usaha kecil.sebagai yang ditetapkan dalam kebijakan pembangunan nasional di bidang ekonomi.harus dilaksanakan secara adil dengan menghlangkan segala bentuk penguasaan dan kepemilikan dalam rangka pengembangan kemampuan ekonomi usaha kecil. yang saling memperkuat untuk mewujudkan Demokrasi Ekonomi dan efisiensi nasional yang berdaya saing tinggi.sebagaimana dimaksud dalma pasal 33 UUD 1945.bukan merupakan kegiatan perombakan. yang berbeda benar dengan kebijakan pembangunan ekonomi Orde Baru. dam koperasi.bahwa pelaksanaan Demokrasi Ekonomi.Dinyatakan dalam TAP MPR tersebut.Tanpa mengabaikan peranan usaha besar dan Badan Usaha Milik Negara.memengah. Pengelolaan dan pemanfaatan tanah dan sumber daya alam lainnya. strategi dan pelaksanaan pembangunan ekonomi nasional sebagai perwujudan dari prinsip-prinsip dasar Demokrasi Ekonomi.asas-asas dan ketentuanketentuan pokoknya dituangkan dalam UUPA.sebagai yang dikemukakan di atas.tetapi undang-undang tersebut dan peraturan-peraturan pelaksanaannya selama Orde Baru masih dapat memberikan dukungan legal yang diperlukan tanpa mengalami perubahan formal substansinya. kopersi. yang berbeda benar dengan kebijakan Penguasa Orde Baru.khususnya usaha kecilmenengah dan koperasi.Politik Ekonomi nasional diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi nasional .Maka reformasi di bidang Hukum Tanah yang perlu diadakan .yang mampu melibatkan serta memberi sebesar besarnya kemakmuaran bagi usaha kecil. MASA ORDE REFORMASI Orde Reformasi tampak membawa perombakan yang asasi dalam kebijakan pembangunan nasional di bidang ekonomi. tetapi sejalan dengan semngat yang terkandung dalam UUPA. sebagai yang ditetapkan dalam TAAP MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rngka Demokrasi Ekonomi.Kebijakan Orde Reformasi tentang keberpihakan pada rakyat banyak. menengah. sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 UUD 1945 belum terwujud. usaha besar swasta san Badan Usaha Milik Negara. untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Kebijakan di bidang ekonomi sebagaimana yang dikemukakan di atas kiranya sesuai dengan semngat yang melandasi Hukum Tanah yang ada sekarang.agar teerwujud pengusaha menengah yang kuat dan besar jumlahnya.dengan semangat yang mealndasi UUPA . melainkan penyempurnaan lembaga dan ketentuanketentuanya.yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak. hingga bias memberikan dukungan legal dan substansial yang lebih mantap bagi . Demikian garis besar kebijakan pembangunan bidang ekonomi Orde Reformasi.yang konsepsi. bahwa politik ekonomi mencakup kebijaksanaan . TAP MPR tersebut ditetapkan atas dasar pertimbangan.

yang kembali kepada pengutamaan kepentingan rakyat banyak.H.M. Dalam rangka mewujudkan tujuan kebijakan Orde Reformasi di atas. penegasan dan pemasyarakatan asas-asas dan tata cara perolehan tanahuntuk berbagai keperluan pembangunan.H.Eng.H. Sumber : Reformasi Pertanahan (Pemberdayaan Hak-hak Atas Tanah ditinjau dari aspwk Hukum. Kelas : C .antara lain berupa penyelesaian pembentukan undang-undang yang mengatur Hak Milik atas tanah..Teknis.Sosial.Hankam.Agama dan Budaya) Penyunting : Brahmana Adhie.S. S.penyesuaian ketentuan-ketentuan landeform dengan perkembangan keadaan dan kebutuhan pembangunan serta pengaturan kembali pembagian kewenangan di bidang pertanahan dalam rangka dekonsentrasi dan medebewind.ekonomi.Politik. .S.penyempurnaan yang dimaksud yaitu. Penerbit :cv Mandar Maju Nama :Melvia Body Panjaitan Nomor Mahasiswa :090510118 Mata Kuliah : Hukum Agraria Dosen Pengajar : Maria Hutapea. pembatasan pemilikan tanah non pertanian.terwujudnya tujuan yang hendak dicapai dengan kebijakan ekonomi baru .penyempurnaan ketentuan mengenai pembardayaan tanah-tanah terlantar.pengaturan penanganan tanah.Hum.Sc dan Hasan Basri Nata Menggala.M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->