P. 1
PENDEKATAN TERBUKA

PENDEKATAN TERBUKA

|Views: 248|Likes:
Published by Luthfi Chan

More info:

Published by: Luthfi Chan on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2014

pdf

text

original

Pendekatan adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran dilihat bagaimana materi itu disajikan. € Pendekatan open-ended adalah pendekatan pembelajaran yang menyajikan suatu permasalahan yang memiliki metode atau penyelesaian yang benar lebih dari satu.
€

Pada pendekatan open-ended masalah yang diberikan adalah masalah yang bersifat terbuka (open-ended problem) atau masalah tidak lengkap (incomplete problem) masalah sebelumnya (asli).

maksudnya masalah itu memiliki banyak cara penyelesaian yang benar. maksudnya masalah itu memiliki banyak jawaban yang benar. mereka dapat mengembangkan masalah baru yaitu dengan cara mengubah kondisi masalah sebelumnya (asli). (2) Hasil akhirnya terbuka. yakni: (1) Prosesnya terbuka. dan (3) Cara pengembangan lanjutannya terbuka.Dasar keterbukaan masalah diklasifikasikan dalam tiga tipe. . maksudnya ketika siswa telah menyelesaikan masalahnya.

yaitu (a) pemberian masalah tertutup dengan solusi tunggal. (b) pemberian masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal. dan (c) pemberian masalah dengan berbagai cara penyelesaian. karena pendekatan problem open ended memberikan masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal atau dapat diselesaikan dengan berbagai cara oleh peserta didik. Pendekatan problem open ended sesuai dengan hal tersebut. .Pendekatan pemecahan masalah yang merupakan fokus dalam pembelajaran matematika ada beberapa tipe.

. Karena itu pendekatan open ended lebih tepat digunakan dalam pembelajaran matematika. 2004) pendekatan openended adalah salah suatu pendekatan pembelajaran yang memberi keleluasaan berpikir peserta didik secara aktif dan kreatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan.€ Menurut Heddens dan Speer (dalam Wasi·ah.

.€ Berdasarkan pengertian dan tujuan pembelajaran dengan pendekatan openended di atas. perlu digaris bawahi bahwa pendekatan open-ended memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir bebas sesuai dengan minat dan kemampuannya. Dengan demikian kemampuan berpikir matematis siswa dapat berkembang secara maksimal dan kegiatan-kegiatan kreatif siswa dapat terkomunikasikan melalui proses pembelajaran.

digunakan soalsoal open-ended sebagai instrumen dalam pembelajaran Soal open-ended adalah soal yang memiliki lebih dari satu penyelesaian dan cara penyelesaian yang benar.€ € Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Dengan demikian ciri terpenting dari soal openended adalah tersedianya keleluasaan bagi siswa untuk memakai sejumlah metode yang dianggapnya paling sesuai dalam menyelesaikan soal itu. .

Siswa akan memahami bahwa proses penyelesaian suatu masalah sama pentingnya dengan hasil akhir yang diperoleh.€ € € siswa diharapkan dapat mengembangkan ide-ide kreatif dan pola pikir matematis. . Siswa terlatih untuk melakukan investigasi berbagai strategi dalam menyelesaikan masalah.

mengidentifikasi topik b. Teknik ini terdiri dari tiga langkah. memikirkan pertanyaan dan menuliskan jawaban lebih dulu c. . 1.Ada dua teknik yang dapat dilakukan. Teknik bekerja secara terbalik (working backward). membuat pertanyaan open-ended didasarkan pada jawaban yang telah dibuat. yaitu: a.

2. . membuat pertanyaan open-ended yang baik berdasarkan pertanyaan standar yang telah dibuat. Teknik penggunaan pertanyaan standar (adapting a standard question). mengidentifikasi topik b. Teknik ini juga terdiri dari tiga langkah yaitu: a. memikirkan pertanyaan standar c.

€ Taksonomi Bloom mengklasifikasikan tingkat berpikir kedalam enam tingkat. Synthesis and Evaluation. Analysis. Comprehension. yaitu: Memory. . Sedangkan menurut Sanders level Comprehension dibagi kedalam dua katagori yaitu: Translation dan Interpretation. sehingga tingkatan berpikir yang digunakan dalam matematika menjadi tujuh level. Application.

Hal-hal yang termasuk ke dalam jenjang kognitif ini adalah berupa pengetahuan tentang fakta dasar. atau manipulasi yang sifatnya sudah rutin (algoritma rutin). terminologi (peristilahan). .€ Pada jenjang ini siswa dituntut untuk mampu menggali atau mengingat kembali (memory) pengetahuan yang telah disimpan di dalam skemata struktur kognitifnya.

3. dan generalisasi . prinsip. aturan. Interpretation € Kemampuan siswa untuk mencari hubungan antara fakta. konsep.€ Kemampuan siswa untuk merubah informasi kedalam simbul atau bahasa yang berbeda.

. Respon tersebut ditransfer kedalam situasi baru yang berarti konteksnya berlainan. Tahap aplikasi ini melibatkan sejumlah respon. yaitu: Kemampuan untuk menyelesaikan masalah rutin. isomorfisma dan simetri. menggunakan. dan kemampuan untuk mengenal pola. Kemampuan untuk membandingkan. dan menerapkan dengan tepat suatu teori atau cara pada situasi baru.€ Kemampuan untuk memilih. Bloom dan kawan-kawan membagi kedalam empat bagian. Kemampuan untuk menganalisis data.

€ Kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu masalah (soal) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (komponen) serta mampu untuk memahami hubungan diantara bagianbagian tersebut. serta menyusun kembali bagian-bagian tersebut menjadi suatu kesatuan sehingga merupakan penyelesaian akhir. . Pemecahan masalah bisa berupa menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian atau kesatuan Kemudian mengkaji.

€ Kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari suatu proses analisis. kemampuan menyususn pembuktian. dan kemampuan berpikir kreatif termasuk kemampuan synthesis . Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsurunsur secara logik sehingga menjadi sutu pola terstruktur atau bentuk baru. Kemampuan untuk menemukan hubungan.

metode berdasarkan suatu patokan atau kriteria. ide. . Kemudian setelah memberikan pertimbangan dengan matang dilanjutkan dengan memberikan suatu kesimpulan.€ Kemampuan seseorang untuk dapat memberikan pertimbangan (judgement) terhadap suatu situasi.

a.Nilai x dan y x B A .besar ADO Penyelesaian : «««««««««««««««««««««««« «««««««««««««««««««««««« «««««««««««««««««««««««« . Perhatikan gambar D C persegi panjang 6yo berikut ini! o O 3y Tentukan : 2xo o . Temukanlah sifat-sifat dari persegi panjang berdasarkan sisi dan sudutnya! b.KERJAKANLAH SOAL-SOAL BERIKUT INI ! 1.

i. CD. D(3. BC.8). Tentukan panjang AB.2). Diketahui titik A(3. Gambarlah persegi panjang ABCD yang diagonal-diagonalnya berpotongan di O dan tentukan koordinat titik B dan C! ii.5). dan O(7. Temukanlah sifat-sifat dari persegi panjang berdasarkan sisi dan sudutnya! b. AC dan BD! Penyelesaian : ««««««««««««««««««««« ««««««««««««««««««««« ««««««««««««««««««««« .2. a.

dan (7) diakhir pembelajaran guru memberikan refleksi atau evaluasi. (3) siswa mengeksplorasi masalah tersebut. (6) guru meringkas apa yang telah dipelajari. (2) guru memberikan masalah. (5) guru membahas respon siswa bersama sama dengan siswa lain.Pembelajaran dengan pendekatan Open Ended dilaksanakan melalui tahapan-tahapan antara Lain sebagai berikut : (1) pendahuluan. (4) guru merekam semua respon siswa. .

maka konteks permasalahan yang disampaikan harus dikenal baik oleh siswa dan harus menarik perhatian serta membangkitkan semangat intelektual.€ Mengingat pemecahan masalah open-ended memerlukan waktu untuk berpikir. .

€ Masalah yang disajikan harus memuat informasi yang lengkap sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah dan dapat menemukan pemecahannya. . Hal ini bisa terjadi karena guru bermaksud memberi kebebasan kepada siswa untuk memilih cara dan pendekatan pemecahan masalah. Siswa dapat mengalami kesulitan memahami masalah dan memecahkannya apabila penjelasan masalah terlalu ringkas.

. mendiskusikan kemungkinan pemecahannya.€ Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk mengeksplorasi masalah Guru harus memperhitungkan waktu yang dibutuhkan siswa untuk memahami masalah. dan merangkum apa yang telah dipelajari.

digunakan untuk diskusi kelas mengenai strategi dan pemecahan serta penyimpulan dari guru.€ Guru dapat membagi waktu dalam dua periode. siswa bekerja secara individual atau kelompok dalam memecahkan masalah dan membuat rangkuman dari hasil pemecahan masalah. Periode pertama. . Peride kedua.

€ Siswa lebih berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran dan mengekspresikan ide mereka lebih sering. . € Siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk membuat komprehensif menggunakan matematika mereka pengetahuan dan keterampilan.

€ Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti.Bahkan siswa berprestasi rendah dapat menanggapi masalah dalam beberapa cara penting mereka sendiri. € . € Siswa memiliki pengalaman yang kaya dalam kenikmatan penemuan dan menerima persetujuan dari sesama siswa.

€ Sebuah pelajaran menggunakan solusi masalah dengan beberapa cara. € Sebuah pelajaran menggunakan suatu kegiatan yang disebut 'masalah masalah' € .Sebuah pelajaran menggunakan masalah dengan beberapa solusi.

siswa dilatih untuk menyelesaikan tugas masalah kontekstual terbuka yang dibuat oleh guru .€ Siswa untuk tahu lebih banyak tentang situasi kehidupan nyata difasilitasi melalui pemecahan masalah terbuka untuk tugas. € Dalam pengalaman tugas ini.

1 permasalahan openended yang memiliki banyak cara penyelesaian yang benar dan sertakan cara-cara tersebut serta termasuk tingkat berpikir apa ! € Buatlah 1 permasalahan openended yang memiliki banyak jawaban yang benar dan sertakan jawaban-jawaban tersebut serta termasuk tingkat berpikir apa ! € Buatlah .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->