P. 1
tataniaga

tataniaga

|Views: 860|Likes:
Published by Bimz Nns

More info:

Published by: Bimz Nns on May 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

95 juta ton. Tabel .51 1.13 juta hektare. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat.616 Persentase 1.487.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai. yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil . dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1.4 %/Th.935. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg . maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . Seiring dengan penyempitan lahan. 3 juta ton. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah.555.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Dari 0. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000.15 juta ton biji kering.511 103. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1.79 persen atau 0. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar.460.35% per tahun.67 juta ton biji kering di tahun 2001.869.522 ha tahun 2002. dan tahun 2010 sebesar 236 juta. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1.42 juta ton per tahun. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton.464. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006.158 114.713 Dunia 108. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai. juga produksi anjlok.61 persen. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1.4 juta ton dan menurun sebesar 3. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544.6 %/Th. Produksi rata-rata mencapai 1. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1. Atau mengalami penurunan sebesar 0.37 1.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220.6 juta jiwa.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0.453 1.320. hanya 0.433 1.

725 187.923.471 126.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul. gulma) yang tidak optimal.17 0. ameliorasi lahan.483.356.938 1.056 671. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.626 177.46 0.000 826.48 1. Perbaikan Harga 2.Perbaikan Proses Produksi 5.32 1.018.180 1. Intensifikasi Pertanaman 4. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.848 1. namun secara umum benihnya belum berkualitas. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani. pemupukan.176.418.909.6-2.0 ton/ha. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1.710 136.600 723. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe. penyakit. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan.796.0 ton/ha di tingkat petani.954 214.94 0.517.669 221. serta teknik budidaya (populasi tanaman.812 206.73.708.223..36 0.038 115.997. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.289.353 749.88 0.37 0.815.514.483 808.564.82 0.891 1.618 130.103.680.35 0.932 673. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.185 160.15 1.852 161.640 1.858 157.63 0.847 1.010 1. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 . pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.305.400.382.250 144.563 181.3 ton/ha dengan kisaran 0. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.38 0.500. sementara di tingkat penelitian mencapai 1.530 1.

tempe dan kecap dan susu.68 trilyun dan Rp. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3. tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp.19 trilyun (2010-2025).menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. kini naik menjadi 10 kg/th. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. 0. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.09 trilyun (2005-2009) dan 16. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri. teknologi yang telah dihasilkan. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun. Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . serta produk industri hasil olahan lainnya. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. Dalam periode yang sama. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. Jenis industri yang tergolong skala kecil . 5. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai. uktur. Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas. iklim yang cocok. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.pangan. 2.45 trilyun.

Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika. kita semakin jauh tertinggal.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik.  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.Produksi kedelai pernah mencapai 1.masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c. 4. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 .  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun . Argentina. Brazil.6 juta ton. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar. hanya 0. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat.23 ton per Ha hingga Tahun 2000.70 ton kedelai per Ha. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007.56 ton per Ha.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. b.

artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. 3. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai.Teknik Penanaman 1. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan.Pembibitan 1. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Teknik Penyemaian Benih 4.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. 3. 25 x 25 cm. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Pengolahan 1. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. bersih dari kotoran. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. atau 20 x 20 cm. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. tinggi 20 cm. atau dengan memperpendek jarak tanam. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. 2.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain.5. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. 2. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 . kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2. Apabila akan dibuat drainase. 3.Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. 2. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. tanah. dengan dosis 2-3 ton/ha.

Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Saat menjelang panen. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. 4. pemupukan tidak diperlukan. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” . pemupukan dapat menaikkan hasil. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. 4.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. sekitar 6 minggu setelah tanam. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. sehingga akan terlihat tidak seragam. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. 3. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. 6.Pemeliharaan Tanaman 1.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. 3. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Sistem tanaman tumpangsari. 2.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Pada tanah yang kurang subur. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. 4. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.

Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. dan bermuara ke konsumen akhir. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Dalam pemasaran kedelai. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. 2. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%).Setelah pemungutan selesai. mereka menjual kepada tengkulak di desanya. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. Pengendalian mutu sulit diterapkan. anyaman bambu. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. 3. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. • Marketing : Dari segi pemasaran. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. atau di lantai semen selama 3 hari. petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. Oleh karena itu. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. bila tidak. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan.

3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. pembuatan saluran drainase. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. antioksidan dan antikarsinogenik.500 ha.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas. Menurut Departemen Pertanian. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan. 7. air. sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat. 2004a). dan organisme pengganggu tanaman (LATO). 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia.yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. seperti lembaga penjamin dan bank khusus. supra insus. opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai. pemberian air yang cukup. terutama memanfaatkan yang sudah ada.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. ANALISIS SWOT A. Paling tidak. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. 6.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. pengapuran. tanaman. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu.

• Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.harga. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.kualitas dan lokasi. • B.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai. jagung.646 juta ton.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih. Kamis. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani. • Adanya kebijakan pemerintah. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. dan PT Pertani (Persero). PT Sang Hyang Sri (Persero). Komoditas kedelai. kedelai. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai. Dengan kata lain.32 juta/ha.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.di Indonesia. gula dan daging sapi. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2. 27 Maret 2008.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha. PT Pupuk Kujang. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai.pupuk.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian.dan kebijakan impor. Kelima komoditas tersebut adalah beras.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2. • • • • • C.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai.235 juta ton. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain. D. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. PT Petrokimia Gresik. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain.000/ha.

yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam.. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. Pada tahun 2001. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. susu kedelai. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. tauco. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. pakan ternak.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan.. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. kedelai goreng (sebagai kudapan). dan kaldu. tauge.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. dan kecap. Bungkil itu dikukus. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih. dan bumbu. oncom. Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia.136 juta ton.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. didinginkan. gula. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. produksi kedelai mencapai 826. lemak. dicampur dengan garam dan gula. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). dan dapat dipanen setelah 5 hari. sari ikan. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. dan benih. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan.

BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain.Kampanye. 8.8 11.5 11.0 11. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak. atau dapat langsung kepada pedagang besar . resin.7 10. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam). bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap. plastik. Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak. krayon. Pada gilirannya.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10.0. kosmetik.4 8. yang disitir Ariani (2003). • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 . minyak (dari sini dapat dibuat sabun. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah. tinta.0 6. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya. dan biodiesel.8 -2. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu).18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun. pelarut.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton.6 11.Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur.2 11. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 . tepung kedelai. daging dan produk susu.3 11. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa). • Price Harga kedelai local berfluktuasi.1 12.1 9.

717 NO 1 2 2004 74 651.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37. Jawa Barat. dll sesuai dengan tuntutan pasar .136. ekspor olahan kedelai mencapai 1.singpura.277. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air.188 235 169 1. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi . • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai.Australia. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai.365. Sulawesi Utara (Gorontalo).192. 9.tempe.93 14. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia. 10.tauco.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002.252 1. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan.Pemerintah.Di Indonesia. • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi. Manajemen Agribisnis “Karet” 15 . ecoefficiency).kecap. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada. • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010.419 1.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.685 1. Jawa Tengah. . Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. Implementasi program bangkit kedelai. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. Lampung.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI .

Limit kredit max. mutu II= 4. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . bawang merah. dan kentang. Bebas dari bahan kimia. 3. Rp 15 juta untuk individu dan max. jagung. Departemen Pertanian. dan sorgum. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. dan kedelai.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. atau bau asing lainnya. jagung. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. 2. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. Suku bunga yang ringan. mutu III=3 dan mutu IV=5. ubi jalar. seperti: insektisida dan fungisida. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. mutu II=2. Selain itu. 2. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). tebu. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. Bebas bau busuk. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. 5. jagung. 1 tahun. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam. Dinas Pertanian. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. Rp 500 juta untuk koperasi. mutu II=1. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. mutu III=3 dan mutu IV=5. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. 4. ubi kayu. mutu II=1. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. asam. peternakan dan pengadaan pangan. 11. b) Syarat khusus 1. mutu III=3 dan mutu IV=5. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu II=3. kedelai. mutu II=14. kedelai. mutu III=5 dan mutu IV=10. kacang tanah. 3. Bebas hama dan penyakit.

Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero). Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun.• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok. dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun.

Pemanfaatan Potensi Lahan 3. No. Intensifikasi Pertanaman 4. 4. 13.1. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kedelai. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 1980).2 ribu ton. tahun 1988. Perbaikan Harga 2. Liptan.2. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. 3. 1974). 2. ______. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. ______. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. Perbaikan Proses Produksi 5.BAB III PENUTUP 3. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 .

Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Lembaga Biologi Nasional. 1996). 1989)._______. 12 April 1989. Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. Manfaat Kedelai. Rukmana Rahmat.

Si Novita Sari. SE .2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR. M. SE. Johanes.

....................... Produksi ……………………………………………………………….................. Strenght …………………………………………………………….......... Potensi Ekspor Komoditi .............................. Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………............... ............................................ KESIMPULAN ........................................... Cooperative Enterpreneur …………………………………………...... Bauran Pemasaran .................................................................................................................................................................. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ............................................................... Segmentasi Pasar ............. Lembaga pembiayaan ………………………………………………………......................................................................................................................................................................... Atribut Kualitas Komoditi ....................... R & D ......................................... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .................... Subsistem yang berperan penting ................................ DAFTAR PUSTAKA ............................................................ 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ..........................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Latar belakang ........ Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan .. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS ........................................ Processing ............................................................... ANALISIS SWOT …………………………………………………………...... Farming system............................................ Government as Support Sub System ………………………………......................................

B. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A. Saat ini. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang.000 ton”. 2. produksi udang 300. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. AS sekitar 14. Konsumsi udang dunia terus meningkat. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 . Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri. Apalagi.000 ton dikonsumsi di AS. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik.restoran-restoran terkenal. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional.000 hektar. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1.000 hektar. menghasilkan udang sekitar 300.000 hektar tambak yang dikelola. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina. dan Uni Eropa 10. Namun.5 persen. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun. dengan negara-negara tujuan eksport.000 ton per tahun. Selebihnya diekspor. Iwan mengatakan.sampai di warung pinggir jalan sekalipun.5 persen. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Konsumsi Dari 380. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen. Tahun lalu. dilihat dari sisi produksi. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. saat ini produksi udang hanya mencapai 300.000 ton. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia. Lalu. disusul AS sebanyak 1. Selain peningkatan volume produksi. Dimana.Amerika Serikat serta Uni eropa. Sekitar 500.5 kg per orang per tahun.1. Dengan demikian. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang.000 hektar. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang.

4. Tujuannya. Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. 2. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Alasannya. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. 3. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. Berdasarkan riset. Masalah sosial . dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. peluang bagi dunia perudangan nasional. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. Masalah residu antibiotik. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. kaus oblong. obat pelangsing tubuh. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. yang sebagian besar diekspor ke Jepang. Ini artinya. Finansial . Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. Hongkong.3.terutama keamanan dan gejolak sosial. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. dan kaus kaki bermutu tinggi.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol. Sebab. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. perban penghenti perdarahan. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Bagi Indonesia. 5. akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6.

Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. suplai air. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 .. Pembenihan Pada umumnya. Tidak seperti komoditas lainnya. lahan. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. penyakit dan pengontrolan penyakit. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. Processing. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. dan produksi tumbuh dengan cepat. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. Secara garis besarnya. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. pakan dan pemberian pakan. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. pembersihan produk dengan air bersih. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. teknologi budidaya. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. yaitu : perairan. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. sortasi. pencegahan kontaminasi selama panen. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. produksi dan panen. R & D. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. waktu dan periode pemberian. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. teknik pasca panen. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. temperatur produk. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.6 juta ton pada 2003. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan.

pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. indicus). apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Government as Support Sub System. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. pola birokrasi yang efisien. dukungan makro seperti jaminan keamanan. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. Disamping itu. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen. Dari segi “market intelligence. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. melalui berbagai saluran yang ada. 1. dsb. Masalahnya adalah. Sementara itu. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat.Dalam pengembangan udang lokal. Dalam jangka pendek. Cooperative Enterpreneur. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. penyediaan saran dan prasarana budidaya. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis. 2. Di Indonesia .” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. Tetapi. termasuk peningkatan produktivitas. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. • Lembaga Riset. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. ancaman penyakit.. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. Dari aspek “comparative advantage” pun. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor.

Disamping itu. Isu antibiotik.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang. sterilisasi lapisan kolam. Finansial . g. Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik.terutama keamanan dan gejolak sosial. penggunaan "absorptive" mineral. Untuk memenuhi akan benih. Karena itu. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d.untuk dilaksanakan. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut. Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang. 6. 7. ANALISIS SWOT. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. b.obat-obatan dan pemasaran. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal.peralatan..terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan. Masalah sosial . Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. berwawasan lingkungan.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya.

dan India. Singapura. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. Selain itu Sedikitnya 300. • Berdasarkan perilaku konsumen. Belanda. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . Amerika Serikat. status perkawinan.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. menurut Handito. food safety. Disamping itu.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. Untuk pasar lokal. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut.Cina. seperti perubahan kualitas atau harga. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. tingkat pendidikan. jenis kelamin. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. Inggris. 8. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. Korea. dan jumlah anggota keluarga. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. Batam. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar.namun pemerintah belum mengambil tindakan.Sementara itu. Segmentasi Pasar. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia.. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. Kanada. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. issu lingkungan dan lain-lain. Jakarta. seperti usia. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. dan Surabaya. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar.

dan uni eropa.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. sehingga harga udang cenderung turun. USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. khususnya Indonesia. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. 3) Distribusi (place). Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi. 4) promosi (promotion). 9. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. 2) Harga (price). tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. Namun demikian. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. Sebagai komoditas ekspor. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan.” Achmad Poernomo. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. baik Pemerintah. USA. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 .telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. Pembudidaya.

164 4 Belanda 6. India. Filipina. dan Ekuador. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan. seperti Thailand. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 . Dari semua persyaratan yang diminta. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. Brasil. Selain bebas dari antibiotic. Dalam jumlah yang relative kecil. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China. Banglades.572 6 Malaysia 5.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. Di Thailand.218 8 Taiwan 2.900 5 Singapura 6.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. Untuk memenuhi target tersebut. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat.06 juta ton dimana 1. Sayangnya.78 milyar. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. 11. 10. Taiwan. dan Malaysia.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6. Thailand. Brazil.064 2 Amerika Serikat 16.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. Negara (Ton) 1 Jepang 54. Costa Rika. khususnya yang tetgabung dalam SCI. Pesaing Pasar Ekspor. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. Sejak tahun 2004 lalu. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja. China.11 juta ton (18.menurut Iwan.236 7 Inggris 4.223 10 Belgia & Luxemburg 2. misalnya. Vietnam. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. Atribut Kualitas Komoditi.216 3 Hongkong 7. dan Meksiko. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. Ekuador. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi. Vietnam. Bahkan. Mereka pesaing utama Indonesia.623 9 RRC 2. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia.komoditi ini juga diproduksi di India. produksi udang harus mencapai 6. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak.Tabel 1.

dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. misalnya. suku bunga. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. agunan. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri.Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. panen serta sarana penunjang lainnya). dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. saprodi. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. terlebih lagi di pasar luar negeri. proses yang rumit. baik hulu maupun hilir. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. rasa kebersamaan/nasionalisme. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. dll). sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya.

Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. antara lain : 1. 3. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . Selain sistem perkreditan tersebut diatas. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja.000 lebih tambak udang. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. 5. Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. 2. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. kabupaten Tulang Bawang. Disisi lain.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. Kualifikasi dan persyaratan. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar.pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. 4. untuk melakukan pengawasan. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang.250 ha. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. produksi pakan udang. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. 6.

merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 . Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. saize. apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia.Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas.

Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . BPPMHP. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. 1999. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Revitalisasi Budidaya Udang. Bachrulhajat. Monitoring Sanitasi Kekerangan. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Prof. Dr. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. 1995. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Koswara. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. 2000.

com Laporan Dirjen.tempointeraktif. PK2P kepada Menteri Dep.20060210-73738.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.Jakarta.PT.html .47k – www.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310..korantempo.id/berita/0608/23/ipt02.google. Waca Utama Pramesti.html .co.com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187.htm .html .Sigit. Ir.lib.22k www. KP.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk. Budidaya Udang Windu. Webside : http/:www.sinarharapan. Penebar Swadaya. Pemeliharaan Udang di Air Tawar.25k www2.1986.. Jakarta. 1987.unair. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.ac. .. Mudjiman L.Wibowo.id.29k www.kompas.id/go.adln.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .doc ] www.

..... BAB I.. Afiq Susanto 3........... M......... PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ..... Villya Novariza 4................ M.Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR....... SE............ SE Kelompok III 1............. Johanes............Si Novita Sari...... Ahmad Taufik Ridho 2.... Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI .........

.................................................... KESIMPULAN DAN SARAN 3.6 Pengembangan Agribisnis ..................................2 Saran ...........4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang .............................. 2.... 2....... DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ...................................................................................5 Subsistem Yang Paling Berperan ..7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran...... BAB III.... 3........................................ 1.....1..................... 1...3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ........................ BAB II.............. 2.................................................................. 2............2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan ..................... 2....................... 2......................... 2....................9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang .....................................................3 Manfaat Penulisan .................................................................8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ....1 Kesimpulan ....... 2...........................1 Latar Belakang ...........................2 Tujuan Penulisan .............I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi ............................................................... ISI 2...........................

untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang.500-600 SM.2. 1. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500.1. Buah pisang selain dalam bentuk segar. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“.2. Sesuai dengan kemajuan tekhnologi.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga. Selain itu. termasuk Indonesia. ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. seperti: sale pisang. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). Maka dari itu.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia.Di China. Masyarakat di daerah itu. . keripik pisang. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 . telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. tetapi telah dilakukan secara intensif. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang. terutama pisang untuk keperluan eksport. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat. Selain buahnya. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. 1. dan lain-lain.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. mulai dari bonggol sampai daun. Pada masyarakat Asia Tenggara. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan.BAB 1 PENDAHULUAN 1.

d.1. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat. sampai pemasaran produk-produknya.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996.dan biaya operasional lainnya.226. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang.1. teknologi pascapanen dan pengolahan hasil. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. c. yang meliputi : a. keselamatan. dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi.2. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan.dan Penentuan kadar kotoran. Pentingnya Pengamatan Produksi.000 ton pada tahun 2025 nanti. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang . Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen. tenaga kerja. Tenaga kerja. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. Biaya produksi yang dikeluarkan.ISI 2. b. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. dan harganya relatif murah.Penentuan tingkat ketuaan. Penentuan keseragaman kultivar. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). Perkiraan produksi. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . 2. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia.Penetuan keseragaman ukuran buah.1. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih. e. bisa dilihat dari keamanan. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. mudah didapat. Tetapi di Indonesia. dan kesehatan bagi konsumen.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Kualitas produk yang dihasilkan. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada. penjualan. kandungan gizinya tinggi. karena pisang selain rasanya enak.laba operasional. Kegiatan proses produksi atau operasi.Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi . diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan. teknologi budidaya. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit.1.rasio untung/rugi.

Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari).3. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. sale (1. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. Oleh karena itu. Skala besar.5-2 ton/bln). puree dan jam.000. getuk dan sale. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat.secara nasional. mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. ledre (70-120 kg/hari). pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. Pada khususnya. maupun kemampuan finansial.per tandan). Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri.6 kg pada tahun 2003-2004. Dari total produksi buah pisang dunia. sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah.2. Selain itu. Selain sebagai buah yang dimakan segar. Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. 2. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat. Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi. 2. keterampilan. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun. Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. maka secara finansial/perhitungan ekonomi.. 10. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 . Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. maupun industri berskala besar seperti tepung. baik dari segi pengetahuan.

g. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c.yang seharusnya tidak terjadi. produkasi tinggi. bunga. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan.dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya.Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi. Pemilihan bibit/benih . Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang. Kurangnya irigasi dan system drainase.4. d. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal.maupun dengan pola tumpang sari. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. panen. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen.serta dilahan tegalan. alat.cucu. l. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. h. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. dan pemilihan tunas yang kurang baik. b. pengurangan daun. n. Kerusakan buah yang parah karena karat. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. m. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. materi. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik. Farming System ( system perkebunan ). dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya). tandan palsu tidak dipotong.ambon kuning dan pisang mas. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis. tidak ada pemangkasan sisir.1. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. Akses terbatas terhadap input. k.4. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak . Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. 2. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . e.sebagaai berikut : A. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. f. j. i.

Seperti : • Kulit pisang. Bibit anakan .anggur kulit pisang. 2.Belahan bonggol ini disebut bit. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.keamanan dan social. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah. 1.dan jarak tanam sekitar 3. C. • Daun Pisang. • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan.3cm. Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat .Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Pada dasarnya. 2.Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya . • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi .tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.Ada 4 jenis anakan pisang . Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang .Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana. Bibit bit .Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah .Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm. Processing.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik.benih yang akan dibeli.sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . 3.dengan curah hujan merata sepanjang tahun.4. • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung.Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur. Pengolahan Media Tanam.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. Tekhnik Penanaman. Bisa diolah menjadi selai kulit pisang. Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan. • Jantung Pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 . B.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ).pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja. • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai.tingginya antara 151-175cm. Diantara bibit anakan.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco.2. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.

Selain itu.5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ).Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ).Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya . Marketing.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit. misal keluar daerah.Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua. Buah. Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton). Pemasaran yang memerlukan waktu.langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu.Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan. keluar pulau atau untuk ekspor.misalnya untuk kue. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 . Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).3. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya. Untuk membuat tepung pisang. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak.dan -penyimpanan.aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.Tepung pisang agar tahan lama. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan.Oleh karena itu.bubur. Dalam skala industri.roti. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon.banyak orang mencarinya. Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.lalapan. Untuk pemasaran lokal.dan lain-lain.urap.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan.4.obat kumur.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1.puree (600kg-1. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran.pendarahan usus.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu. Disamping itu.tetapi sudah mengarah untuk ekspor.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh. Sebagai contoh.5-2 ton/mg ).serta untuk menghitamkan rambut.kerupuk.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat. ecoefficiency). 2. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. product appearance.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. dll sesuai dengan tuntutan pasar. dan produksi buah pisang. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat. sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. manajemen distribusi. Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan. Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. Kelemahan . 2. Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar.peluang lain antara lain : 1. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. time delivery. 3. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. cost efficiency. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. Dan banyaknya pengusaha . sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang.

pisang mas. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. pisang bali. Hal . Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah.2. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Ketidakpastian perekonomian nasional. pisang raja. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. Selain itu.6. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). pisang barangan. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien.tanaman dan lingkungan hidup. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. pisang jambe. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. c.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 .kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. pisang kapok.hal inilah yang merupakan kendala . Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara). Seandainya kendala . pisang raja sere. 4.3. standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor. b. pisang lampung. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. perlindungan hewan. 4. dan sebagainya. swasta. Ketidakmenentuan iklim global. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. 2. pemasaran hasil produksi. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. Segmen Pasar. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. Ketidakpastian iklim politik.

Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. tape pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 .Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi.2. promotion.7. jem pisang. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya. agar buah pisang dapat laku dipasaran. baik pasar nasional maupun pasar internasional. dan place serta 1S yaitu costumer services. yang terdiri dari 4P yaitu product. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar. anggur pisang. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus. tepung pisang. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4.2.7. Dalam prinsip pemasaran. keripik pisang. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar.keranjang bambu. diantara sekian banyak jenis buah pisang. price. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. 2. Oleh karena itu.1. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar. sari buah pisang. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan.7. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis.Selain itu. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2.Pengemasan bisa berupa peti kayu. Bagaimana 4P Digunakan.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. Product Didalam pasar dunia. 2. 1. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. buah pisang dalam sirup. Dalam menghadapi persaingan global. dan lain-lain.bentuk dan ukuran buah. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar).

negara ini menempati urutan keempat. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai. Kalimantan. jeruk siam. sumber daya manusia. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton. Di antara negara anggota ASEAN. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. dan nanas.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. keragaman varietas yang cukup tinggi. Jawa Timur. pisang . sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. total produksi buah Indonesia adalah 14. salak. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 . Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5. dalam hal produktivitas. Jawa Tengah.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar.420.02%). Mojokerto (Jawa Timur). Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Pada tahun 2005. dan beberapa tempat lainnya.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan.088 MT.8. Lampung. iklim yang mendukung. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan. Di pasar dunia.perusahaan olahan asing. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. Pada tahun yang sama. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). mangga. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis.000-6.Bali.873 MT. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang. setelah Filipina. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas.786.76%.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan.599 MT. Maluku. Jambi. Namun. Sulawesi. Selanjutnya. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang. Lampung. Selain dari itu.000 ton pada tahun 1996. Sumatera Barat. 2. Sebagian besar buah adalah pisang.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar.

.125..026 460. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9.451.390 117.494 106.350 7.772 529.787 kg 1989 Jerman.920 559.634 366.871 85.855 1.512.643 979.000 ton 2025 11.736 979.915 6.224 604.479 32.435 1.241 47.596 3. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.784.423 3.972 10.291..274 632.643 1.432 21.263 1.013. Kanada.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6.320 2.315.615 2. 101.473 ton 2002 512.042 231.505 2. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.729 2.634 28..052 156.336 794.643 6.379 524.772 - 1987 Jepang. dan Analysis Critical Point (HACCP).341. 89.956.772 1.859 75.419 kg 1991 Perancis.879..287 512.402 140.511 187.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 .313 96.671.431. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.266.850 523.306.921 89..lokal.391 2004 Volume Nilai (Kg) 3. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.437 1.734.995 588.554 2.674 958.505 kg 2005 470.615 kg 2004 992.006 984..283 12.044 14.329 (US $) 6.122 1.686 992.664 134. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).996 1. 62.284. Australi.899 722. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.572..710 102.045.371 722.315 65.843 22. Integrated Pest Management (IPM).923 (US $) 3.662 12.899 2.301.964 kg 1996 Arab Saudi.582 6.140 1. 82. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51..304. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.591. Belanda.495 ton 1999 77.730 7.074 517.27 ton 2003 10.943 49.414 16.820 (US $) 9.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.

00 0.00 122.930.774.00 122.00 74.379.00 10.310.00 1.islamic 501.00 Arabia Kuwait 37.00 173.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.00 6.68 12.506.68 241.767.00 58.00 0.00 Rep.00 55.016.442.204.040.00 43.835.441.745.212.00 18.481. Of Saudi 3.545.040.00 Iran. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.00 0.00 United Arab 37.170.00 130.00 Malaysia 13.00 2.68 12.68 241.720.00 142.00 11.360. 2002-2004 Frans Hero K.180.971.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .00 40.883.310.00 1.00 5.00 39.81 253.76 2.00 23.00 840.00 12.00 12.00 0.00 341.00 37.444.00 17.00 483.19 542.330.441.986.324.00 167.10 TOTAL 17.00 718.00 Hong Kong 19.055.19 542.00 1.340.00 148.510.324.00 50.180.270.000.00 985.00 States Total 761.212.00 Singapore 142.544.00 0.00 22.180.590.676.00 0.00 167.00 40.071.81 253.00 5. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.00 12.130.00 253.76 2.00 24.720.00 12.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.00 Emirates United 50.

634 683.994.820.691 1.432 70.563 59.440 366.155 815.042 618. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.967 100.831 239.767 73.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 . selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.205 178.576 1.deptan.950 107.884 64.464 31.657 5.526.760 76.621.898 68.180 128.437.795 709.708 16.814 741.348. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.210 1.9.874.613 83.PRODUKSI TANAMAN BUAH .389 566.532 13.015 56.219 63.261 232.426 62.go.id/index.997 72.560 455.774 78.45 6 2006 239.864 5.339 55.117 710.234 625.463 70.683 84.557 180.418 111.786.680 88.474 79.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.931 83.655 747.037.077 861.892 75.373 88.509 110.439 709.308 Total Buah-Buahan http://www.441.hortikultura.171.801 1.031 59.067 675.370 392.920 2.860 14.144 1.637 58.852 85.479.608 675.355 100.429 182.127 632.089 626.177.43 5 2004 221.611 4. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .787 82.320 117. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.648 2.652 2.578 937.13 0 2007*) 212.957 67.582 14.377.587 67.485 60.513 59.150.848 196.270.556 16.073 694.665 62.169 119.177.451 5.653 360.994 47.693 925.090 72.035 96.711 712.599 1.793 818.975 88.781.195 34.338 66. Buah pisang memiliki rasa yang enak.664 410.298 157.304.412.551.966 163.324 1.877 71.310 110.117 146.435 82.781 643.577 65.918 732.082 548.857 800. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.472 801.108 115.427.704 2.904 1.654 677.702 63. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.131 628.902 210.438 928.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.745 4.

Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana.000.yang terdiri dari modal sendiri Rp. 1.995. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang.b. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp. mempunyai prospek pasar yang baik.yang terdiri dari dana sendiri Rp.. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik. c.Secara finansial.000.733.1. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. dan Penentuan kadar kotoran. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a. Indonesia merupakan negara tropis... Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. Penetuan keseragaman ukuran buah.dan kredit bank Rp. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang. 4. c. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. dan lain-lain.dan kredit dari bank Rp. 6. sale pisang.603. Walaupun demikian. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system. peralatan dan mesin. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik. b.500. termasuk buah pisang.743 kg BAB III PENUTUP 3. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm).000.. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra. Oleh sebab itu.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4.. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. Penentuan tingkat ketuaan.745. baik sebagai tanaman sela. Berbagai macam manfaat buah pisang. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja. sangat subur untuk sebagian besar tanaman.000. sale dan sebagainya. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang.000. inisiasi kemitraan. 6. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp.273.dan diameter pisang (cm). yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan. mempunyai potensi pengembangan yang luas.000.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp.berat isi (kg). 4. 250. 5. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 .

Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Sinar Tani. Rukmana Rahmat. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. Sudarmo Widayati M. 25 Januari 1989. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 13. No. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI.. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. _______. _______. ______.. _______.Sukarti.2. Sumartono. Penebar Swadaya. 26 Agustus 1989. 6. Anonim. Sinar Tani. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. Sinat Tani. Sinar Tani. harganya menjadi sangat murah.Bertanam Pohon buah-buahan. 1982). Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. 2. 1979). No. 1977). agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Maret 1989. Lembaga Biologi Nasional.1998.3. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . Jakarta : PT. 1974). Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. Selain itu. ______. 3 Oktober 1987. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. Djamal-Har. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. tahun 1988. Vol. _______. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. 12 April 1989. 1980). gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. Utami Dewi. 1981). A. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. Pisang. Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. 1989). sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. Manfaat Buah Pisang. Liptan. 8 februari 1989. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. Sinar Tani. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. Penyakit Pisang di Indonesia. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara.

Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 .Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR.Si NOPITA SARI. JOHANNES.M.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M. dari familia Theaceae]. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan.. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis.E. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi.S. Camellia sinensis. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat.S.

India. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. Barat. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. pohon teh ini dipotong rendah. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Seperti anggur di negara-negara Eropa.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. Srilanka. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. Rusia dan Indonesia. Selatan dan Tenggara. Air minum itu pun berubah warnanya. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu.000 tahun yang lalu. atau hampir 5. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval.737 SM. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia. Afrika Timur. Untuk hasil yang baik. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. Jepang. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur.

Dari sisi permintaan. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. vitamin C. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia.028. terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional . Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. yakni sebagai bahan baku industri katekin. Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. teh hitam .Pada dasarnya. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. Pada beberapa tahun terakhir ini. Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . Selain itu. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . vitamin B.28 persen.24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan.teh putih. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. dan Indonesia . seperti yang ada di Jepang. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. Eropa.81-11. dan teh oolong . permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat.

b.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan. yaitu masalah modal dan manajemen. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut. kursi. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3. kenaikan BBM dan tarif listrik. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT.000 ton dari total produksi mencapai 3. Persaingan dari barang subtitusi. pajak.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720).  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.000 kilogram teh kering per hektar per tahun.4 juta ton. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan. politik dan ekonomi.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%.130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.  Kendala lain yang menggelayuti para petani. SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.900-2.5% (atau kurang). gantungan topi.  Kenaikan UMR. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun. bahan baku. sedangkan daya serap pasar hanya 2. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah.Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi.000 kg teh kering per hektar per tahun.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 .c.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1.

2 hingga 1. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh. dibutuhkan 0. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 .Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama.Untuk mengolah satu kg teh.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi.5 tenaga kerja.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim. satu hektar tanaman teh membutuhkan 1.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting.

mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin.Jika. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan. saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3.Karena daun yang masih muda. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. Selain biaya produksi dan harga jual.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja. untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan.

Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 . dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5. mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan. Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin.4.

Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. Menekan harga pokok kebun. 4. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh. 7. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. 6. Untuk itu.Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Selain itu. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. 2. 3. 5. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah.

dan sebagainya. komputer. kewiraan. Weaknesses. dan sebagainya. administrasi.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. teknik.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. 1. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. Opportunities. Weaknesses. tanaman. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 . mengobati penyakit parkinson.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. akuntansi. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. Opportunities. teknologi pengolahan. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. 2. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. 10. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan. mengontrol tekanan darah tinggi. mencegah kanker. Manajemen pemetikan 8. kesehatan. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. kelemahan. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga.dan sebagainya. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. seperti meja cousin. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. dalam bidangbidang : manajemen. untuk kesehatan kulit. gantungan topi. 9.

 Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. 4.  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan.5 jenis. BAURAN PEMASARAN  Produk . Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi. tentunya. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut. Jepang. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat. 3.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi. Srilanka. Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. India. Srilanka. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional. Kenya. tetapi hanya 1 . umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 . Manajemen Agribisnis “Karet” 64 .  Pricing. Maka.5 dollar AS per kg. Untuk positioning.hari. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional.4 dolar AS per kg.85 dolar AS. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Pada saat ini. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. dan Vietnam. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh. Cina dan India. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1.

1 -17.8 47. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . Srilanka. lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 .kebijakan ini perlu ditata ulang. dan Cina. Ketersediaan produk teh di pasar. Sebaliknya. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut. POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya.0 91.8 28. Amerika Serikat (7%). Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY.4%). Polandia (5. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya).89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam.8 64. dan Belanda (5.  Promotion. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas. lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah.76 49.6%). Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Pakistan (8. Sedangkan. Teh 98. India. Pakistan. Cina dan India. Srilanka. konsumen besar lainnya. untuk kebutuhan ekspor. Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara.  Place . Malaysia (9%). sedangkan untuk kebutuhan lokal. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah.4%).3%). Pertama. menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta.12 1. Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing.9 51. No. Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15. Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional.1 % dari total ekspor teh Indonesia. Jerman (7%). Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia.4%). Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional. Inggris (14.

kekuatan.0% 70. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil. kimia maupun biologi. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. Sebagai contoh misalnya. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh. kilat atau ”hidup” –nya warna.0% China 32. ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi.0% 48. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density.0% 15. 2. Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering.0% 0. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis.0% 10. kesegaran. intensitas warna. Atribut tersebut misalnya kekeringan. ATRIBUT KUALITAS TEH 1. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna. Akibatnya. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh. warna (teh kering. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi. Keberadaan partikel pucuk muda (tip).5% 17. kerapuhan. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya.0% 56. air seduhan).5% Vietnam 50.0% India 30. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain. density.0% 3. bentuk. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 . kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.0% 0.0% 26.0% 52. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. tangkai.0% 3.0% Srilangka 30.0% 20.0% 17. rasa asing dan cemaran. ketajaman. ukuran partikel dan lain-lain.0% 2.

4 per kg. lembaga non – perbankan. Sebagai contoh. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. lembaga perbankan. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. Untuk saat ini. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank. mineral. Misalnya adalah ketuaan daun. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . thearubigin. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. Theobromine.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. ester-ester. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. khususnya. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. thearubigin. 5. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. Kandungan kimia dalam daun teh. residu pestisida. idioblast.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. geraniol. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. 3. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. 4. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya.2 – 1.

com Sumber:http://www. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh.html http://abgnet. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal.id Website: www. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting. yang merupakan salah satu produsen teh. Indonesia. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya.unair.com http://antara.ac.atmstravelnews.com/ http://www.landize. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Di sisi lain. Maka dari itu.html http://anekailmu. Saat ini.depperin.id//terms http://www.go.library@lib. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional.com/khasiat-teh.blogspot.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh. Selain itu.com Milist: stis44@yahoogroups.bandungpress. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam.youngstatistician.wordpress. Khususnya Indonesia. khususnya rakyat kecil. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan. http://disperindag-jabar. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002). Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut.co. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.blogspot. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia.go.

Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3. Mia Mayesvi 2.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1. Astrinova 4.

.............. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian .................... 3 3...... Subsistem On Farm/Produksi Pertanian ......... 5 A..................................................... Prospek Karet dari Sisi Permintaan ............ Manajemen Agribisnis “Karet” 70 ................................................................. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir .............. 14 2. 5 B...................................................... 15 3................................. 13............................... 6 5.. TABEL ....... Analisis SWOT ...12 Daftar Pustaka ...... 8 7..................................... 11 Kesimpulan ........................................................ Lokasi Perkebunan Karet ... 3 1.......................................................................................... 4 4.............................................. 9 Potensi Ekspor Karet .....13 Lampiran 1............... Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ................................. 11....DAFTAR ISI 1....................................................... 9................................................................................................................................................................ 3 2..................... 12........................................................................................................................ Subsistem agribisnis yang paling berperan ..................... Latar Belakang ........................................................................... Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis ..........................................................6 C......... Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia .......................................... 10 Atribut Kualitas Karet .. Jalur Pemasaran Karet secara Umum ................... 10...1................... 7 6.......................................................................................... 16 Subsistem Agribisnis ......................................... Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet .............................................................. 9 8....

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting.1. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4. 2. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat. 1. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. Guna mendukung hal ini.2 juta ton.2 milyar (kompas. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Pada tahun 2002. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. kecenderungan penggunaan green tyres. 2006). Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2.1.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa.0 juta ton pada tahun 2005. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.

terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035. permintaan tergantung pada daya beli konsumen.0% per tahun. yang meliputi : a. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3. Pentingnya IPTEK bagi para petani. 3. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Kualitas produk yang dihasilkan.39 juta ton. Goodyar dan Michclin. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%). dan kesehatan bagi konsumen.dan sumberdaya hayati. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. karet sintetis. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston.15% per tahun. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. d.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan.2% per tahun. dalam hal ini disebut konsumsi. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. dapat dilihat dari keaamanan. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . e. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. dan 15 juta ton untuk karet alam. Kegiatan proses produksi b. keselamatan. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan. sehingga pada tahun 2004. c. Oleh karena itu. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. Semakin banyak barang pengganti karet. Skala Produksi.

industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. Selain itu. c. 4. Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif. selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). dan Malaysia). Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. Jika harga output tinggi. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang.81 juta ton per tahun. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Harga merangkak naik.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. . Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. 06 sen per kg. a. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. Dengan kondisi demikian. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. Indonesia. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen.5 per kg.

B. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. promosi. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. 7. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. Oleh karena itu. Subsistem Agribisnis a. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. b. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. C. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. dan papan serat. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari . Adanya penurunan areal hutan. d. papan artikel. Phloeridae. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak. Kurangnya IPTEK. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. f. ini adalah bibit yang bagus. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit.Penyiapan lahan 75 . dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. e. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan.

. penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet.  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet.14m x 3. Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. Pengangkutan lateks. Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap.Replanting (pembukaan ulang). 76 . kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. b. Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS.Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan. yang disebut Revertex Standar. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi.Konversi. memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%.33 m atau 8m x 2. Yaitu : . Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli.New Planting (bukaan baru). yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain. . c. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi. pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan.5m.

(b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. (d) pengembangan infrastruktur. termasuk juga mutu karet alam. mempromosikan komoditi karet. 8. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi.2 juta ha sampai dengan 2025. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. 77 .sehingga produktivitas pertanian rendah. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah. pengolahan dan pemasaran bersama.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan. e. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional. (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. dan meningkatkan pendapatan petani.d. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming.

 Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa. ban.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri.  Kurs dollar yang turun naik. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara. produksi dan pengolahan pasca panen.7. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain. dll.  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 . Analisis SWOT .  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi.

Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .3% dan beberapa negara lain sebesar 11. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671. Uni soviet 5%. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri.negara eropa barat sebesar 7.4%milik swasta dan hanya 7.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara.291 hektar.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara.8%.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya.Singapura 32.4%.5%. 9.8. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat.  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia. Dari data di atas terlihat jelas. menurut J. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia .P. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini.Namun. Jepang 3. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet.1% yang milik negara. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia.920 hektar.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun.262.

Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . mutu kemasan. maupun mutu pelayanannya. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. Dengan demikian. Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu.Mesin dan peralatan yang canggih .Tidak mudah panas . 10.Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil . Bahkan. 3. Indonesia. Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : .Mempunyai daya aus yang tinggi . Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1. Oleh karena itu. 2. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. Birma . Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan. fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : .ini.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 . Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk. Mutu karet harus ditingkatkan. perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional.Thailand. Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut. Dengan adanya pemasaran yang baik.Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik .Sistem perencanaan. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. dll. Kualitas karet alam : . Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. baik mutu produksi. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet. Bidang pemasaran sebagai ujung tombak.

perkebunan negara dan perkebunan swasta. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. Tetapi lebih utama dari itu. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. yaitu rendahnya produktivitas. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. baik sebagai sumber pendapatan. rusak dan tidak produktif. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. kesempatan kerja dan devisa. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan.15%/th. Di tingkat hilir. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Oleh karena itu.58%/tahun. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. 81 . Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. Namun luas areal kebun rakyat yang tua. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber).

com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). 82 . Jakarta . “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan . www. 2. “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka.DAFTAR PUSTAKA 1. Strategi PT Penebar Swadaya. anggota Ikapi. Prospek Pemasaran”. 3. 2006. “Karet” . 2006. 2005. Solo .google. Setiawan Heru Didit dkk. Tim Penulis PS. Makalah Cut Fatimah Zuhra. 2006. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . 5. 4.

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan.1991. 2006 ) 85 . Strategi Pemasaran”. “Budidaya dan Pengolahan. ( Tim Penulis PS.

86 .

87 .

Ayuliyetrisnalisa 2.Dewi Afrianti 4.MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.Umi Fajariyah 3.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .

dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya. terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 . Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi..Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae).5.000 km. Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut. Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia.

syphilis. puding dan manisan nata rumput laut. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. cairan pembersih. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. tukak lambung. scrofula. total produksi mencapai 17. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . Hingga kini baru 20.5 juta per ton. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. permen jelly. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid.seperti dodol. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut.mikro alge. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. selai anggur dan pakan binatang piaraan. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. sosis. atau kandung kemih.000 ton kering.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya.774. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. Sebagai contoh. 1980) . Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali.984 triliun. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . pelapis keramik. minuman dan makanan ringan.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma.400 ton per tahun. gangguan empedu. agar-agar powder. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. ginjal.143 triliun. agar-agar batangan.000 ton atau setara dengan 30. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Ini berarti. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. atau saluran cerna. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. industri kertas. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur.

c. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal.marketing. b. Indonesia hanya mensuplai 9 % . Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan).processing.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak. terganggu atau habis. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 .000 ton per tahun.000 ton/tahun. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya.R&D dan supporing lain yang berkaian.Karena itu perlu promosi di pasar lokal. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap.untuk menjaga stabilitas mutu produksi. g. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries). Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat. Dari sejumlah suplai Eucheuma. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang.cenderung meningkat. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. h. domestik dan luar negeri.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut.nya. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%. Artinya. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d.000 ton per tahun.setelah itu harus diganti. sedangkan suplai hanya mencapai 44. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. f.000 ton per tahun. Sedangkan.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI). karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6.

Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. Untuk efisiensi area. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. makin tinggi efisiensi area. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Modifikasi ketiga. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. beberapa rakit dijadikan satu. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. dapat dwgunakan metoda ini. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. sebaiknya digunakan metoda ini. Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang. Makin banyak jumlah rakit. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. digunakan jangkar. Kerugian dengan metoda ini ialah. -processing 92 . sehingga pertumbuhannya kurang baik. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Dalam barisan. Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek.

sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. bambu atau kayu yang patah. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Samaringa. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif.Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. Contoh penanaman Eucheuma 93 . Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Di P. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. asal dikerjakan secara teratur setiap hari. serta monitoring pertumbuhan tanaman. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

901 3. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.114.954 5. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.193 526.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5.061. setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .848.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.836.957 273.747.717.938.291 2. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Denpasar.973 Alginat 4. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3. Ambon.349 43.508 2. Denmark dan Perancis. 97 .653. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.307.016 61.122 NILAI (US $) 170.302 166.161 5. Sebagai contoh.110.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.947 350.710 542.402. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya. potensi eksport Ekspor rumput laut. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).415. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.000 ton/tahun.997 5. Surabaya.619 658. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.139 3.629 690.308 5.885 300.000 ton.598 4.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.142 5.764.375.700 ton.201 346.111 162.000. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina.132 143. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.076 596.639.303 3.473. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.968 4. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.703 3.372 261.

C (caroten Daftar pustaka : www.51 % : 17. B1. B2. pasir.com 98 . : A.13 % : 0.Kadar air makas (%) . Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.google. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto.2 .08 : 1.  Vitamin B12. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil. garam. dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah. Ca. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik.27. P. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir.5 % : K.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya. Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma . B6. Na.Benda asing maks (%) . A dan Sulistijo (1985). I Protein Lemak Abu Mineral : 39 .

Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Johanes. Ricky Harrahap 2. di dataran tinggi Ethiopia. Akan tetapi karena popularitas minuman ini.Si Novita Sari. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. SE. Emy Hayati 4. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. Turki dan Afrika utara. karena efek rangsangan yang ditimbulkan. M. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. Pada tahun 1511.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. Monica tri O 3. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. SE Kelompok 6: 1. Mesir.

cokelat. Kafein mencegah gigi berlubang. cake coklat yang lezat. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. coklat. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. permen rasa buah atau sepotong roti manis.D. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. 100 . bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Joe Vinson. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh.. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. kopi menyebar ke Eropa.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Dari dunia Muslim. maupun obat-obatan.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi..D. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. minuman berenergi (energy drink). sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. cola. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. 1. di mana akses impor teh terputus sementara. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). Selain pada kopi. M. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. Di Kairo. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Kafein mengurangi derita sakit kepala. selama Perang Revolusi. Akan tetapi. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Mesir. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Menurut Seimur Diamond. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. membuat kita merasa lebih segar dan energik. Ph. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi.

Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria.000-425. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Ekspor kopi sekitar 400. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik. rangsangan. mood dan konsentrasi. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. BAB II PEMBAHASAN 2. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat.000-500. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio.000 ton serahun bisa diperhitungkan. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga. di bidang pengembangan industri. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia. 101 . Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.

Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Di lain pihak. Tahun 1997.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung.23% per tahun. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111. 2. masing-masing 40. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4. untuk ekspor kopi robusta.6 juta ton per tahun. tergeser Vietnam. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari.6 juta ton per tahun.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. yaitu lebih kurang 6 juta ton.5 juta ton. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg.6 juta karung. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95. yaitu rata-rata 0. Bahkan. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1. 102 .

64 juta ton pada tahun1996/97.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia. kesuburan tanah maupun umr tanaman. pangsa pasar Ecuador.Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar.6 %. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. Dalam hal ekspor kopi olahan. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. dengan cepat meningkat menjadi 2. 2. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. India dan Ivory Coast masing-masing 8. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun.3%. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi. 103 • . • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah.2 % dan 6. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. tata air maupun tata udara tanahnya. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif.62 juta ton. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman. sedangkan Indonesia baru 1. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. 7. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1.

BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan.B. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 . Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah.dan Jepang. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya. kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong). kulit tanduk dan kulit arinya. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.B (Ost Indische Bereiding). Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W.4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul.I. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah. maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya.. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya. Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya. (West lndische Bereiding). butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie.Jerman.Selain itu.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS.I. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O.iadi kopi beras. 2.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak.

Kolumbia dan Vietnam.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. c. c. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. Malaysia.a. Kanada. b. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar. c. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. d. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. b. e. Negara Jepang. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. Opportunities a. e. • 3.. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. d.2 • • 105 . Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. b. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Perancis.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil. dan Inggris masih terbuka. b. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. d. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. c. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS.

3. Sumatra Utara dan Bengkulu. dan mempunyai cita rasa yang khas.3 106 . Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. aromanya wangi. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya. kopi yang kualitasnya baik.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS. dapat dirasakan dari aromanya. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. Jerman dan Jepang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->