Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

79 persen atau 0.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai.51 1. yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang. Produksi rata-rata mencapai 1.158 114. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1.616 Persentase 1. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1.869. Dari 0. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil .35% per tahun.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18.42 juta ton per tahun. juga produksi anjlok.511 103.6 juta jiwa.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.6 %/Th.320. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1.453 1. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.433 1. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg .37 1.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544. Atau mengalami penurunan sebesar 0.522 ha tahun 2002.13 juta hektare. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat.61 persen.95 juta ton. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006.555.464.4 %/Th. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.4 juta ton dan menurun sebesar 3. Seiring dengan penyempitan lahan.15 juta ton biji kering.487. dan tahun 2010 sebesar 236 juta.67 juta ton biji kering di tahun 2001. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton. hanya 0. 3 juta ton.460.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton. Tabel .713 Dunia 108.935.

penyakit. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.018.0 ton/ha di tingkat petani.289.514.517.858 157.640 1.15 1.418.848 1.710 136. namun secara umum benihnya belum berkualitas.46 0.909.891 1. gulma) yang tidak optimal. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani.353 749.708.94 0. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.471 126.056 671. ameliorasi lahan.0 ton/ha. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.725 187.954 214.997.6-2. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan.530 1. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. Intensifikasi Pertanaman 4.847 1.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.38 0. pemupukan.37 0.923.796.382.35 0. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe.17 0.223.938 1.185 160.103. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.626 177. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.483 808.176.180 1.000 826.32 1.73.36 0.815.932 673.564.680.82 0.400. serta teknik budidaya (populasi tanaman. Perbaikan Harga 2.618 130.500. sementara di tingkat penelitian mencapai 1.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1.483.563 181.812 206.3 ton/ha dengan kisaran 0.250 144.038 115.356.48 1.63 0.852 161.Perbaikan Proses Produksi 5.600 723.669 221.305.88 0.010 1.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 . penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%..

Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas. Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. kini naik menjadi 10 kg/th. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. tempe dan kecap dan susu. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri. teknologi yang telah dihasilkan. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Jenis industri yang tergolong skala kecil . Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 5. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. Dalam periode yang sama. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun.45 trilyun. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. uktur.pangan.19 trilyun (2010-2025). iklim yang cocok. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. serta produk industri hasil olahan lainnya.09 trilyun (2005-2009) dan 16. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai.68 trilyun dan Rp. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. 0. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. 2.

Argentina. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. Brazil.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 .masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c. kita semakin jauh tertinggal.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun . b.56 ton per Ha.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.70 ton kedelai per Ha. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat. hanya 0. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika.Produksi kedelai pernah mencapai 1. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi. 4.23 ton per Ha hingga Tahun 2000.6 juta ton.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik.

Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. tanah. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1.5. 3. 3. Teknik Penyemaian Benih 4. tinggi 20 cm.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. 25 x 25 cm. 2.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. dengan dosis 2-3 ton/ha. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. bersih dari kotoran. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. Apabila akan dibuat drainase. atau dengan memperpendek jarak tanam. 2. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam.Teknik Penanaman 1. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. 2. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. Pengolahan 1. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 . 3. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.Pembibitan 1. atau 20 x 20 cm.

bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. 2. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. 4. 4. 6. Sistem tanaman tumpangsari. sehingga akan terlihat tidak seragam.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Saat menjelang panen. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. pemupukan tidak diperlukan. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.Pemeliharaan Tanaman 1. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” . pemupukan dapat menaikkan hasil. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. 3. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5. 4. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. 3. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. Pada tanah yang kurang subur. Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. sekitar 6 minggu setelah tanam. Untuk menjaga agar produksi tetap baik.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah.

Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. Oleh karena itu. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. 3.Setelah pemungutan selesai. bila tidak. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Pengendalian mutu sulit diterapkan. Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Dalam pemasaran kedelai. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. atau di lantai semen selama 3 hari. • Marketing : Dari segi pemasaran. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. dan bermuara ke konsumen akhir. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. mereka menjual kepada tengkulak di desanya. anyaman bambu. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . 2.

SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas. air. pengapuran. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi. 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai.yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. ANALISIS SWOT A. Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan. pembuatan saluran drainase. supra insus.500 ha.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. 2004a). sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. Paling tidak. antioksidan dan antikarsinogenik.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. 6. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). 7. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu. terutama memanfaatkan yang sudah ada. seperti lembaga penjamin dan bank khusus. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia. Menurut Departemen Pertanian. pemberian air yang cukup. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . tanaman.

potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang.dan kebijakan impor.di Indonesia. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. 27 Maret 2008. D.235 juta ton.32 juta/ha. PT Pupuk Kujang.646 juta ton. dan PT Pertani (Persero).139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2. Dengan kata lain. jagung.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. PT Sang Hyang Sri (Persero).8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517. Kelima komoditas tersebut adalah beras. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. PT Petrokimia Gresik. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. kedelai. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. Kamis. Komoditas kedelai. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai. • • • • • C. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. • Adanya kebijakan pemerintah. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . pada tahun 2014 meningkat menjadi 2. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas. gula dan daging sapi. • B.000/ha.pupuk.kualitas dan lokasi. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577.harga. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai. • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai.

dan kecap.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia. Bungkil itu dikukus. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun.. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . didinginkan.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu.136 juta ton. kedelai goreng (sebagai kudapan). dan benih. tauco. dicampur dengan garam dan gula. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai. oncom. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia. sari ikan. tauge. dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. pakan ternak.. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. produksi kedelai mencapai 826. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai. dan dapat dipanen setelah 5 hari. susu kedelai. Pada tahun 2001. dan bumbu.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada. gula. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. lemak. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. dan kaldu.

bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap. resin.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton.2 11.6 11. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu).Kampanye.4 8.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10. daging dan produk susu. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat. krayon. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa).Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur. • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 .8 -2.0 11.0 6. plastik.1 9.3 11. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. dan biodiesel. yang disitir Ariani (2003). tepung kedelai.5 11. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 .kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. • Price Harga kedelai local berfluktuasi. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain. tinta. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya.18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun. Pada gilirannya. kosmetik. pelarut. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah. 8. atau dapat langsung kepada pedagang besar . Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak.8 11. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam).1 12.0. BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna.7 10.

10. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37.tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI . • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.tauco.685 1. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi .Australia. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor.365.717 NO 1 2 2004 74 651.419 1. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002. dll sesuai dengan tuntutan pasar . Manajemen Agribisnis “Karet” 15 . ecoefficiency). ekspor olahan kedelai mencapai 1.93 14.188 235 169 1. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995. Jawa Tengah.singpura. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi.Di Indonesia. Jawa Barat.192.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004.tempe.kecap. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai.252 1. Lampung. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai.277. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.136. Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010. 9. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai. Sulawesi Utara (Gorontalo). Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri. Implementasi program bangkit kedelai.Pemerintah. .POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada.

Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. mutu II=2. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). 2. mutu II=1. mutu III=5 dan mutu IV=10. Bebas dari bahan kimia. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. jagung. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. mutu III=3 dan mutu IV=5. 11. kedelai. dan sorgum. Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. mutu II= 4. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. mutu II=1. mutu II=3. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. jagung. dan kentang. 2. b) Syarat khusus 1. Selain itu. Rp 15 juta untuk individu dan max. mutu III=3 dan mutu IV=5. Bebas bau busuk.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. Limit kredit max. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. kacang tanah. asam. peternakan dan pengadaan pangan. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. 5. 3. Rp 500 juta untuk koperasi. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. Dinas Pertanian. Departemen Pertanian. 1 tahun. 3. tebu. Bebas hama dan penyakit. ubi jalar. mutu II=14. dan kedelai. 4. jagung. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. mutu III=14 dan mutu IV=16. Suku bunga yang ringan. kedelai. seperti: insektisida dan fungisida. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. mutu III=3 dan mutu IV=5. ubi kayu. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . bawang merah. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. atau bau asing lainnya. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam.

khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun. Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun. Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero).• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok.

Kedelai. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 . Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. No. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. Perbaikan Harga 2. Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. ______. Perbaikan Proses Produksi 5. ______. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. 13.2 ribu ton. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai.BAB III PENUTUP 3. Liptan. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.1. 1980). 3. Intensifikasi Pertanaman 4. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.2. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1974). Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. tahun 1988. 4. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. 2. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3.

1989). Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. 12 April 1989. Rukmana Rahmat. Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. Manfaat Kedelai. Lembaga Biologi Nasional. 1996)._______.

SE . Johanes.2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR. M.Si Novita Sari. SE.

......................................... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi ............................................................................. DAFTAR PUSTAKA ............ Processing ............................. .................................. KESIMPULAN ................ ANALISIS SWOT …………………………………………………………................................................................................................................ Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ................. Atribut Kualitas Komoditi .... Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ................................................................... Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………............................................................................................. 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ............................................................................................................................................... Cooperative Enterpreneur ………………………………………….............. Potensi Ekspor Komoditi ....................... SUB-SYSTEM AGRIBISNIS ..... Produksi ………………………………………………………………................ Lembaga pembiayaan ………………………………………………………............... Subsistem yang berperan penting ................................................................... Government as Support Sub System ……………………………….................................................................................................................................... Farming system.....................DAFTAR ISI Latar belakang ................................................................. R & D ............................. Strenght …………………………………………………………….................... Segmentasi Pasar ................................................................................ Bauran Pemasaran ...........

000 ton per tahun.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A. Selain peningkatan volume produksi. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Dengan demikian. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang. Lalu. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.1.5 persen. saat ini produksi udang hanya mencapai 300. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. 2. Iwan mengatakan. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional.5 kg per orang per tahun. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang. dan Uni Eropa 10.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1. AS sekitar 14. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450.5 persen. Namun. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 . Selebihnya diekspor. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang. menghasilkan udang sekitar 300. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat. Konsumsi udang dunia terus meningkat. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina. produksi udang 300. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500.000 ton”. Sekitar 500. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat.000 ton. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal.Amerika Serikat serta Uni eropa. dengan negara-negara tujuan eksport.000 hektar.000 ton dikonsumsi di AS.000 hektar. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan. Saat ini.restoran-restoran terkenal. Tahun lalu.000 hektar tambak yang dikelola. dilihat dari sisi produksi. disusul AS sebanyak 1. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun. Apalagi. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak.000 hektar. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia.sampai di warung pinggir jalan sekalipun. Konsumsi Dari 380. B. Dimana. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional.

Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. 2. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. dan kaus kaki bermutu tinggi. Sebab. 3. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. 4. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Masalah sosial . akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. Masalah residu antibiotik. Bagi Indonesia. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4.terutama keamanan dan gejolak sosial. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. Alasannya. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. Ini artinya. kaus oblong. perban penghenti perdarahan. 5. Finansial . yang sebagian besar diekspor ke Jepang. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Maraknya kampanye anti udang tambak 5. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak. Tujuannya. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. obat pelangsing tubuh. Hongkong. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol. Berdasarkan riset. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. peluang bagi dunia perudangan nasional.3. Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri.

lahan. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. produksi dan panen. sortasi. Secara garis besarnya. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. teknik pasca panen. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. pencegahan kontaminasi selama panen. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. waktu dan periode pemberian. dan produksi tumbuh dengan cepat. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”.. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. penyakit dan pengontrolan penyakit. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. yaitu : perairan. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. Pembenihan Pada umumnya. teknologi budidaya. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi.6 juta ton pada 2003. pakan dan pemberian pakan. temperatur produk. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. suplai air. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. Processing. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. pembersihan produk dengan air bersih. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. R & D. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. Tidak seperti komoditas lainnya.

pola birokrasi yang efisien. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. Disamping itu. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. • Lembaga Riset. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. penyediaan saran dan prasarana budidaya. 1.Dalam pengembangan udang lokal.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen.. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. indicus). Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. ancaman penyakit. Tetapi. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. Dari aspek “comparative advantage” pun. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. melalui berbagai saluran yang ada. termasuk peningkatan produktivitas. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. Dalam jangka pendek. dukungan makro seperti jaminan keamanan. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. 2. Masalahnya adalah. Government as Support Sub System. Sementara itu. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. Di Indonesia . Dari segi “market intelligence. Cooperative Enterpreneur. dsb.

peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait. 6. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . ANALISIS SWOT. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c.. Disamping itu. g. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. b. Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. Karena itu.obat-obatan dan pemasaran.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. Finansial . Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan.terutama keamanan dan gejolak sosial. Isu antibiotik. penggunaan "absorptive" mineral. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. 7.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. Masalah sosial .untuk dilaksanakan. sterilisasi lapisan kolam. Untuk memenuhi akan benih. Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang.peralatan. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan. berwawasan lingkungan. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang.

Korea. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. Selain itu Sedikitnya 300. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL.Sementara itu. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. seperti usia. issu lingkungan dan lain-lain.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri.Cina.namun pemerintah belum mengambil tindakan. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. menurut Handito. dan jumlah anggota keluarga. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar. dan India. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . tingkat pendidikan. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. jenis kelamin. Belanda.. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. Batam. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). dan Surabaya. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Segmentasi Pasar. Untuk pasar lokal. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. Jakarta. 8. Disamping itu.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. food safety. • Berdasarkan perilaku konsumen. status perkawinan. seperti perubahan kualitas atau harga. Amerika Serikat. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. Kanada. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu. Singapura. Inggris.

karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. 2) Harga (price). USA. khususnya Indonesia. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. 4) promosi (promotion). Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. 9.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. dan uni eropa. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. 3) Distribusi (place). dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. Namun demikian. USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . Pembudidaya. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. baik Pemerintah. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil.” Achmad Poernomo. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. sehingga harga udang cenderung turun. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. Sebagai komoditas ekspor.

78 milyar. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 .216 3 Hongkong 7. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak. India.623 9 RRC 2. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar.164 4 Belanda 6. misalnya. Negara (Ton) 1 Jepang 54. Mereka pesaing utama Indonesia. seperti Thailand.236 7 Inggris 4. Costa Rika.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. dan Ekuador. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6.223 10 Belgia & Luxemburg 2. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja. Dalam jumlah yang relative kecil. Thailand. Selain bebas dari antibiotic. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. Untuk memenuhi target tersebut.572 6 Malaysia 5.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat.menurut Iwan. Sejak tahun 2004 lalu. China. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan. Ekuador.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Vietnam. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. Di Thailand. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. Bahkan. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. Atribut Kualitas Komoditi. Sayangnya. dan Malaysia. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China.komoditi ini juga diproduksi di India. Pesaing Pasar Ekspor.900 5 Singapura 6. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. dan Meksiko.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia.06 juta ton dimana 1.064 2 Amerika Serikat 16.11 juta ton (18. 11. Filipina. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE.218 8 Taiwan 2. Vietnam. khususnya yang tetgabung dalam SCI.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. Banglades. Dari semua persyaratan yang diminta. 10. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol.Tabel 1. Brasil. Taiwan. Brazil. produksi udang harus mencapai 6.

Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . suku bunga. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. saprodi. rasa kebersamaan/nasionalisme. Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. terlebih lagi di pasar luar negeri. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. panen serta sarana penunjang lainnya). serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit.Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. dll). termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. baik hulu maupun hilir. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. agunan. Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. proses yang rumit. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. misalnya. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri. dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya.

000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. 3.000 lebih tambak udang. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah. 4. Disisi lain. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja. produksi pakan udang. 5.250 ha. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. antara lain : 1. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. untuk melakukan pengawasan. 2. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. Manajemen Agribisnis “Karet” 31 .pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. kabupaten Tulang Bawang. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. Kualifikasi dan persyaratan. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. 6.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18.

dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu.Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. saize. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 . tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan.

Monitoring Sanitasi Kekerangan. Prof. Direktorat Jenderal Perikanan. 1995. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Jakarta. Bachrulhajat. Revitalisasi Budidaya Udang. Koswara. 2000. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Jakarta. 1999. Direktorat Jenderal Perikanan.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Dr. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . BPPMHP.

22k www. Pemeliharaan Udang di Air Tawar.tempointeraktif.PT. Penebar Swadaya.20060210-73738.id/go.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.47k – www. Jakarta.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk.html .html . KP. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.doc ] www.Jakarta.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310.ac. Mudjiman L..kompas.Wibowo.co. 1987.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .id.29k www..com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187.com Laporan Dirjen. Webside : http/:www.htm . Ir. Waca Utama Pramesti. .lib.25k www2.html . Budidaya Udang Windu.1986..google. PK2P kepada Menteri Dep.unair.adln.sinarharapan.Sigit.korantempo.id/berita/0608/23/ipt02.

.... M............................ Johanes.... Afiq Susanto 3...Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR..... BAB I................. SE. PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ....... Ahmad Taufik Ridho 2..............Si Novita Sari... SE Kelompok III 1... M.. Villya Novariza 4.................. Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ...

.......................................................................1 Latar Belakang ...................5 Subsistem Yang Paling Berperan ............ 2................................................................ BAB II......................... 2................................. 3......... 2...................... 2........ KESIMPULAN DAN SARAN 3..........9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang ...........................4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang ................................. 2...........................................................6 Pengembangan Agribisnis ........3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis .............................................8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ......2 Tujuan Penulisan ...I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi ......................2 Saran ...... BAB III........ 1............ 2...........................................................................................2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan ......1 Kesimpulan ....... ISI 2....................... 1....... 2............ 2...............1.................................................................. DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ..7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran...3 Manfaat Penulisan ............................................................

Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga.1. 1. dan lain-lain. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Selain itu. terutama pisang untuk keperluan eksport. Masyarakat di daerah itu.Di China.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia.BAB 1 PENDAHULUAN 1.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang. keripik pisang. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global. ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara. 1. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. mulai dari bonggol sampai daun. Pada masyarakat Asia Tenggara. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 . Selain buahnya. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. seperti: sale pisang. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan. . diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. Maka dari itu. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). termasuk Indonesia. Buah pisang selain dalam bentuk segar.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. Sesuai dengan kemajuan tekhnologi. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu.2. tetapi telah dilakukan secara intensif.2.500-600 SM.

Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Biaya produksi yang dikeluarkan. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit. karena pisang selain rasanya enak.1. e.1. Tetapi di Indonesia.2. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. b.000 ton pada tahun 2025 nanti.dan biaya operasional lainnya. Kegiatan proses produksi atau operasi. Tenaga kerja. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. d. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. dan harganya relatif murah.laba operasional. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi.rasio untung/rugi. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang . Kualitas produk yang dihasilkan. c. Penentuan keseragaman kultivar. teknologi budidaya. mudah didapat.dan Penentuan kadar kotoran. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. dan kesehatan bagi konsumen. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.ISI 2. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat.1. kandungan gizinya tinggi. Perkiraan produksi. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. 2. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. Pentingnya Pengamatan Produksi.1. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang.Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi . keselamatan. bisa dilihat dari keamanan. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada.Penentuan tingkat ketuaan.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. yang meliputi : a. teknologi pascapanen dan pengolahan hasil. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan. sampai pemasaran produk-produknya. penjualan.Penetuan keseragaman ukuran buah. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. tenaga kerja. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha).Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi.226.

baik dari segi pengetahuan. getuk dan sale. ledre (70-120 kg/hari). Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun. 2.5-2 ton/bln). sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat.secara nasional. Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.2. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat. keterampilan. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia. pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri. Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari).per tandan). pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. 10. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp.3. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. Dari total produksi buah pisang dunia. Selain itu. puree dan jam. Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. maupun kemampuan finansial. Oleh karena itu. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. maupun industri berskala besar seperti tepung. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 . diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar.6 kg pada tahun 2003-2004. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. sale (1. 2. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). Selain sebagai buah yang dimakan segar. Pada khususnya.000. mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. Skala besar. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi.. perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan.

Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen. Farming System ( system perkebunan ). d. Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. tandan palsu tidak dipotong. bunga. produkasi tinggi. k. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. dan pemilihan tunas yang kurang baik.1. g. tidak ada pemangkasan sisir. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. m.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . l. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. panen.ambon kuning dan pisang mas. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis. f. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c.yang seharusnya tidak terjadi.Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi.cucu. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik.4. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. Kurangnya irigasi dan system drainase. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya).maupun dengan pola tumpang sari. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. materi. Pemilihan bibit/benih . n. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. 2. apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. alat.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. Akses terbatas terhadap input. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. Kerusakan buah yang parah karena karat. b. j. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak . i.dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan.sebagaai berikut : A. pengurangan daun.4.serta dilahan tegalan. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. e. h. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen.

Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic. 2.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung. 1. Bibit anakan . Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya. C.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco.dan jarak tanam sekitar 3.Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang.Belahan bonggol ini disebut bit.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana.Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi .tingginya antara 151-175cm. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat. Bibit bit .dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 . • Jantung Pisang.4.keamanan dan social. Pengolahan Media Tanam. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah . Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat . Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang .anggur kulit pisang.3cm. 2. B.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik. Tekhnik Penanaman.Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan. • Daun Pisang.Ada 4 jenis anakan pisang . Bisa diolah menjadi selai kulit pisang.Seperti : • Kulit pisang. • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm.Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur. 3.Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan.Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm. Processing. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya . • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ).sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung. Pada dasarnya. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah.2. Diantara bibit anakan. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya.benih yang akan dibeli.tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja.

pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan.3. Dalam skala industri. misal keluar daerah.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri. Marketing.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris.tetapi sudah mengarah untuk ekspor.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah.misalnya untuk kue.aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.roti.langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius.dan -penyimpanan.banyak orang mencarinya.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ). Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 .dan lain-lain.bubur.pendarahan usus.4.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan. Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ).5-2 ton/mg ). Untuk membuat tepung pisang. Untuk pemasaran lokal. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.lalapan.Oleh karena itu. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.puree (600kg-1.obat kumur.Selain itu.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1. Sebagai contoh. Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton).Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh.urap.Tepung pisang agar tahan lama.Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.serta untuk menghitamkan rambut.5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ). Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan.kerupuk. Pemasaran yang memerlukan waktu. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya .Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic. Disamping itu. keluar pulau atau untuk ekspor. Buah.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan. Kelemahan . Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. manajemen distribusi. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. product appearance.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. time delivery. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. 2. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. 2. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. 3.peluang lain antara lain : 1.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. dll sesuai dengan tuntutan pasar. ecoefficiency). Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. cost efficiency. sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. Dan banyaknya pengusaha . terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. dan produksi buah pisang. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang.

3. Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. pisang kapok.2. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. pisang raja. Hal . situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. swasta. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. 2. pisang raja sere. perlindungan hewan. pisang mas. Ketidakpastian perekonomian nasional. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik.hal inilah yang merupakan kendala . standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. pemasaran hasil produksi. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor. Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara). Segmen Pasar. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah.kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. pisang barangan. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. pisang bali. c. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan. dan sebagainya. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. 4. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 . Selain itu. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata.tanaman dan lingkungan hidup.6. bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. 4. Seandainya kendala . SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. pisang jambe. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. Ketidakmenentuan iklim global. Ketidakpastian iklim politik. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. b. pisang lampung. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala.

Bagaimana 4P Digunakan. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. buah pisang dalam sirup. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar. dan lain-lain.Pengemasan bisa berupa peti kayu. anggur pisang. agar buah pisang dapat laku dipasaran. 1. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan. tape pisang. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. tepung pisang. 2. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket.keranjang bambu. promotion.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media. price. diantara sekian banyak jenis buah pisang. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3.2. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus.7. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar. sari buah pisang. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan. Product Didalam pasar dunia. Dalam menghadapi persaingan global. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin.Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi. Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. keripik pisang.1.7.bentuk dan ukuran buah.7. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar). Manajemen Agribisnis “Karet” 48 . jem pisang. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. keempat pengairan menggunakan air yang bersih.Selain itu. yang terdiri dari 4P yaitu product. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. baik pasar nasional maupun pasar internasional. Dalam prinsip pemasaran. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. dan place serta 1S yaitu costumer services.2. Oleh karena itu. 2. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya.

Maluku.02%).088 MT. dan nanas. total produksi buah Indonesia adalah 14. Selain dari itu.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . Jawa Timur. Di antara negara anggota ASEAN. Jambi. negara ini menempati urutan keempat. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. sumber daya manusia. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). Lampung.599 MT. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. Sulawesi.873 MT. Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. Selanjutnya.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. pisang . Jawa Tengah. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat. mangga. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35. jeruk siam. Di pasar dunia. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. Mojokerto (Jawa Timur). 2. Namun.perusahaan olahan asing. Lampung. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan.420.000-6.786. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 . serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen.8.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang. dan beberapa tempat lainnya. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. Sebagian besar buah adalah pisang. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Sumatera Barat. Pada tahun yang sama.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar.Bali. iklim yang mendukung. salak. Kalimantan.000 ton pada tahun 1996. dalam hal produktivitas. Pada tahun 2005. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang.76%. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton. setelah Filipina. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. keragaman varietas yang cukup tinggi. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas.

140 1. 62.899 2.045. 101.643 1. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.437 1.772 529..241 47.283 12. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.662 12. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan..505 kg 2005 470.634 366.972 10.615 2.511 187.554 2.329 (US $) 6.284.921 89. 82.301.266.671.336 794.479 32.784.431.729 2.615 kg 2004 992.274 632.736 979.451.879.634 28..686 992. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9.730 7.643 979.315.350 7.664 134. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51.915 6. Australi.432 21.596 3. 89.473 ton 2002 512.899 722.006 984.643 6..871 85.390 117.734.224 604.313 96.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.956.820 (US $) 9.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6. Integrated Pest Management (IPM).000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.787 kg 1989 Jerman.772 - 1987 Jepang.287 512.710 102.582 6.304.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 . Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.995 588.772 1.923 (US $) 3.843 22..000 ton 2025 11..320 2.315 65.125.27 ton 2003 10.495 ton 1999 77.306. dan Analysis Critical Point (HACCP).859 75.943 49.920 559.044 14.964 kg 1996 Arab Saudi.414 16.026 460.371 722. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.074 517. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.122 1.435 1.855 1...423 3.494 106.379 524.291. Kanada.402 140.052 156.263 1.996 1.850 523. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).591.042 231.505 2.lokal.674 958.572.013. Belanda.391 2004 Volume Nilai (Kg) 3..419 kg 1991 Perancis.512.341.

442.00 55.040.00 Singapore 142.00 11.883.19 542.00 24.00 12.071.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .506.00 122.00 142.00 Malaysia 13.212.055.81 253.774.00 167.000. Of Saudi 3.68 241.00 483.68 241.00 341.00 5.590.444.81 253.00 States Total 761.180.767.340.180.745.00 10.00 5.00 Iran.330.76 2.545.324.360.00 0.310.270.00 253.00 22.986. 2002-2004 Frans Hero K.720.islamic 501.441.170.310.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.00 6.00 1.00 23.130.00 12.00 74.68 12.00 40.10 TOTAL 17.00 Arabia Kuwait 37.00 167.00 718.00 0.481.676.212.00 130.00 148.00 840.00 0.00 1.00 12.00 Emirates United 50.379.00 173.544.040.00 0.00 1.00 39.00 43.00 Rep.016.204.180.835.324.441.510.00 50.00 2.971.00 12.68 12.930.720.00 0.19 542.00 985.00 18.00 0.00 Hong Kong 19. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.00 40.00 58.00 17.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.00 United Arab 37.00 37.76 2.00 122.

234 625.898 68.042 618.576 1.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .931 83.997 72.563 59.892 75. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.418 111.144 1.348.108 115.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.472 801.270.578 937.169 119.441.127 632.831 239.526.479.745 4.355 100.884 64.904 1.deptan.657 5.171.304. Buah pisang memiliki rasa yang enak.680 88.031 59.860 14.957 67.324 1.556 16.704 2.432 70.599 1.210 1.439 709.131 628.177.655 747.082 548.621.634 683. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .43 5 2004 221.377.13 0 2007*) 212.857 800.PRODUKSI TANAMAN BUAH .994.975 88.310 110.373 88.664 410.308 Total Buah-Buahan http://www.786.950 107.848 196.691 1.485 60.463 70.474 79.509 110.653 360.814 741.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.440 366.177.45 6 2006 239.665 62.702 63.089 626.427.582 14.090 72.195 34. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.037.hortikultura.708 16.781 643.426 62.532 13.711 712.437.438 928.864 5.298 157.261 232.613 83. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas.918 732.429 182. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.557 180.781.155 815.073 694.652 2.693 925.389 566.150.577 65.go.451 5.435 82.560 455.793 818.205 178.967 100.683 84.801 1.551.787 82.370 392.874.852 85.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.902 210.767 73.464 31.id/index.774 78.035 96.338 66.966 163.015 56.180 128.587 67.877 71.067 675.637 58.611 4.9.760 76.412.795 709.820.994 47.648 2.077 861. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.513 59. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.117 146.339 55.654 677.320 117.117 710.608 675.219 63.920 2.

000. 1. Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp. Berbagai macam manfaat buah pisang. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm). Penetuan keseragaman ukuran buah. 4. 5.. dan lain-lain.995. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a. c.berat isi (kg).. Oleh sebab itu.733. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik. mempunyai prospek pasar yang baik.b.000.000. Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. peralatan dan mesin. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang. batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. Indonesia merupakan negara tropis. 4.dan diameter pisang (cm). Walaupun demikian. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP. inisiasi kemitraan. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya..000. sale dan sebagainya. dan Penentuan kadar kotoran.yang terdiri dari dana sendiri Rp.yang terdiri dari modal sendiri Rp. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra. baik sebagai tanaman sela. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 . Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang.Secara finansial. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian. sale pisang. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar.603. Penentuan tingkat ketuaan.dan kredit dari bank Rp. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. 6.500. 6..000. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system.743 kg BAB III PENUTUP 3.1.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4.745. yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan.. sangat subur untuk sebagian besar tanaman.273. c. termasuk buah pisang. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja.000. mempunyai potensi pengembangan yang luas. 250. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. b.dan kredit bank Rp. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik.

Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 8 februari 1989. 1979).3.. Sinar Tani. ______. 1981). hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. Vol. Sinar Tani. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. 1982). harganya menjadi sangat murah. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. Lembaga Biologi Nasional. agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. Liptan. 25 Januari 1989. Penebar Swadaya. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 26 Agustus 1989. 3 Oktober 1987. Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. _______. 13. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi.. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. 6. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Penyakit Pisang di Indonesia.Bertanam Pohon buah-buahan. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. _______. 2. Sumartono. sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. No. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sudarmo Widayati M. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. Jakarta : PT.2. _______. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Utami Dewi. _______.1998. Djamal-Har. Sinar Tani. Anonim. 12 April 1989. ______. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. Pisang. 1980). Maret 1989. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. Manfaat Buah Pisang. 1974). Sinat Tani. 1977). A. Rukmana Rahmat.Sukarti. 1989). Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Sinar Tani. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . No. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. tahun 1988. Selain itu.

M. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan. Camellia sinensis. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat.E. dari familia Theaceae]. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan. JOHANNES.S.. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis.Si NOPITA SARI. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 .S.

dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. Seperti anggur di negara-negara Eropa. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin.737 SM. Barat. Air minum itu pun berubah warnanya. Selatan dan Tenggara. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak. Jepang. Afrika Timur.000 tahun yang lalu. atau hampir 5.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. Untuk hasil yang baik. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu. Srilanka. pohon teh ini dipotong rendah. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. India. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. Rusia dan Indonesia.

Pada dasarnya. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. dan Indonesia . yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. yakni sebagai bahan baku industri katekin. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia.028. Dari sisi permintaan. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9.teh putih. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit. dan teh oolong . Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. vitamin C. permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat. seperti yang ada di Jepang.81-11. Selain itu. Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . Pada beberapa tahun terakhir ini. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan.28 persen. Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional . Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P. Eropa. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina.24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. teh hitam . Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. vitamin B.

pajak.b. yaitu masalah modal dan manajemen. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun). kenaikan BBM dan tarif listrik. gantungan topi.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%.4 juta ton.000 kilogram teh kering per hektar per tahun.000 ton dari total produksi mencapai 3. bahan baku.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 . Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3. politik dan ekonomi.c. kursi.Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1. sedangkan daya serap pasar hanya 2.  Kendala lain yang menggelayuti para petani. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia. Persaingan dari barang subtitusi. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.900-2.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia.5% (atau kurang). SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720). yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi.  Kenaikan UMR.000 kg teh kering per hektar per tahun.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan.130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun.

satu hektar tanaman teh membutuhkan 1. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 .2 hingga 1.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit.Untuk mengolah satu kg teh.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2.5 tenaga kerja. dibutuhkan 0. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh. hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi.

dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin.Jika. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan. Selain biaya produksi dan harga jual.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh.Karena daun yang masih muda.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan. untuk mendapatkan hasil yang maksimal. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun. pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM. saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama.

Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 . mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi. dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.4.

pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. 7. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 .Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. Untuk itu. Menekan harga pokok kebun. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. 2. 4. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. Selain itu. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. 6. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. 3. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. 5.

2. kesehatan. Weaknesses. lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. Opportunities. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. teknik. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. untuk kesehatan kulit. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. mencegah kanker. gantungan topi. komputer.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol. kelemahan.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. dan sebagainya. 10. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 . 1. mengontrol tekanan darah tinggi.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah.dan sebagainya. dan sebagainya. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. dalam bidangbidang : manajemen. akuntansi. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. 9. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. tanaman. seperti meja cousin. administrasi. teknologi pengolahan. Weaknesses. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). mengobati penyakit parkinson. kewiraan. Manajemen pemetikan 8.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. Opportunities.

Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu. Kenya. tentunya. tetapi hanya 1 . yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut.  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan. Srilanka. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. Untuk positioning. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti. India. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.5 dollar AS per kg. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh.  Pricing. 4. Manajemen Agribisnis “Karet” 64 . BAURAN PEMASARAN  Produk . Srilanka.hari. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. Pada saat ini. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi. 3.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. dan Vietnam. Jepang. Cina dan India. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut.5 jenis.4 dolar AS per kg. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 .85 dolar AS. Maka.

Inggris (14. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 . Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional. Polandia (5. Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72. Pertama.9 51. Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.1 -17.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam.8 47.  Promotion. lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung.0 91. dan Belanda (5. Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia. India.12 1.4%). lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah. Srilanka. konsumen besar lainnya. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). Pakistan (8. Malaysia (9%).76 49. Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara. Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Pakistan. Teh 98. Amerika Serikat (7%). erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah. Cina dan India. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional. sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya). menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta. Srilanka. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri. Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY. Ketersediaan produk teh di pasar. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Sedangkan. sedangkan untuk kebutuhan lokal. Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15.kebijakan ini perlu ditata ulang.8 28. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. No. Jerman (7%).  Place . POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya. dan Cina.4%). Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut.3%).4%). untuk kebutuhan ekspor.8 64. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas.6%).1 % dari total ekspor teh Indonesia. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. Sebaliknya.

yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh.0% 3. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya. Atribut tersebut misalnya kekeringan. ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi. Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. kimia maupun biologi. tangkai. Akibatnya.0% 2. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. kerapuhan.0% 48. Sebagai contoh misalnya. bentuk. air seduhan).masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi.0% India 30. kilat atau ”hidup” –nya warna. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering.0% 3. rasa asing dan cemaran. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.5% Vietnam 50.0% 10. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan.0% 0. kesegaran.0% 26.0% 70. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna.0% 20. intensitas warna. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 . Keberadaan partikel pucuk muda (tip).0% 52. ketajaman. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering.0% China 32. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna. density. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. ATRIBUT KUALITAS TEH 1.0% 0.5% 17. ukuran partikel dan lain-lain. warna (teh kering.0% 15. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya.0% 17.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil.0% Srilangka 30. kekuatan. 2. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain.0% 56. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh.

salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. idioblast. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. Sebagai contoh. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank. 5. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. Untuk saat ini. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh.4 per kg. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein. Theobromine. Kandungan kimia dalam daun teh. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. Misalnya adalah ketuaan daun. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. mineral.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. 3. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh. residu pestisida.2 – 1. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . geraniol. 4. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. khususnya. lembaga perbankan. thearubigin. lembaga non – perbankan. ester-ester. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. thearubigin.

com Sumber:http://www.com Milist: stis44@yahoogroups. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri.html http://abgnet.library@lib.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya.id//terms http://www. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional.depperin. Di sisi lain.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh. Indonesia. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica.blogspot. Selain itu. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh.go. Saat ini.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.unair.blogspot.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh.wordpress. Khususnya Indonesia. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www. yang merupakan salah satu produsen teh.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan.id Website: www.go. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik. http://disperindag-jabar. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah.html http://anekailmu.com http://antara.com/khasiat-teh.ac.bandungpress. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002).co. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam.landize. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia.atmstravelnews. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh. Maka dari itu.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www.youngstatistician. khususnya rakyat kecil. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya.com/ http://www.

Astrinova 4. Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Mia Mayesvi 2. Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1.

.... Subsistem agribisnis yang paling berperan .................. 3 1................................................................................................................................................................................ Subsistem On Farm/Produksi Pertanian ....................... 11............. 10 Atribut Kualitas Karet .... 14 2.............. 11 Kesimpulan ................ Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia ....... 9 Potensi Ekspor Karet ........ Prospek Karet dari Sisi Permintaan ................................................ Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis ................ 15 3............... Analisis SWOT ................................................................................................................. 4 4.......... 13.................................... 9 8........ 3 3.........12 Daftar Pustaka ....... TABEL ............................. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian .............................................................................. Lokasi Perkebunan Karet ........................................ 8 7.... 3 2............ Jalur Pemasaran Karet secara Umum ..................................... 12......................................................................... 5 B......6 C............................. 6 5........................................ Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ................................................. Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet ............................................................................. Latar Belakang ................. 7 6.....................................................1..................................................................................... 5 A..................... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir ......................... 10....13 Lampiran 1.............. 9........DAFTAR ISI 1............................................................................................... Manajemen Agribisnis “Karet” 70 .................... 16 Subsistem Agribisnis ...........................................................

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

Pada tahun 2002. Guna mendukung hal ini. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa.2 juta ton. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan.1. Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1. 1. 2. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. kecenderungan penggunaan green tyres.0 juta ton pada tahun 2005. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat.1. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia.2 milyar (kompas. 2006). Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam.

0% per tahun. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. dalam hal ini disebut konsumsi. 3.2% per tahun. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. dan kesehatan bagi konsumen. sehingga pada tahun 2004. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. c. Semakin banyak barang pengganti karet. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%). IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. keselamatan. karet sintetis. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. Oleh karena itu. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31.dan sumberdaya hayati. Pentingnya IPTEK bagi para petani. dapat dilihat dari keaamanan.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . Kegiatan proses produksi b. permintaan tergantung pada daya beli konsumen. d. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. dan 15 juta ton untuk karet alam. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Goodyar dan Michclin. Skala Produksi. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston.15% per tahun. Kualitas produk yang dihasilkan. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam.39 juta ton. yang meliputi : a. e. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan.

Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. Jika harga output tinggi. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. dan Malaysia). rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). a. 4. Indonesia. Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya.5 per kg. berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen. c. Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis. harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. Harga merangkak naik. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. . Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A. 06 sen per kg. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. Dengan kondisi demikian. Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. Selain itu. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan.81 juta ton per tahun.

spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. Phloeridae. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. Kurangnya IPTEK. Oleh karena itu. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. C. f. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. d. e. papan artikel.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. dan papan serat. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari .Penyiapan lahan 75 . Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah. b.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. ini adalah bibit yang bagus. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. 7. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Adanya penurunan areal hutan. promosi. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak. Subsistem Agribisnis a. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. B. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang.

Replanting (pembukaan ulang). Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS. pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. Pengangkutan lateks. c. . .Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan.14m x 3.Konversi. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi. Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. yang disebut Revertex Standar. b. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran.5m. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi.33 m atau 8m x 2. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap. Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah.New Planting (bukaan baru).  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. 76 . Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. Yaitu : . memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet. Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain.

mempromosikan komoditi karet. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. (b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. 8. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. 77 . pengolahan dan pemasaran bersama. dan meningkatkan pendapatan petani.d. (d) pengembangan infrastruktur. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional. e. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul.sehingga produktivitas pertanian rendah. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. termasuk juga mutu karet alam. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah.2 juta ha sampai dengan 2025. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten.

ban.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia. Analisis SWOT . dll.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.  Kurs dollar yang turun naik.  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun.  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi.7.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 .  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain. produksi dan pengolahan pasca panen.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.

Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .5%. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi.8.Singapura 32.  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara.P.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia .bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri. 9.Namun.262.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri.4%milik swasta dan hanya 7.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84.4%.920 hektar. menurut J. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil. Jepang 3. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya.3% dan beberapa negara lain sebesar 11. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet.1% yang milik negara.negara eropa barat sebesar 7. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini. Uni soviet 5%. Dari data di atas terlihat jelas.8%.291 hektar.

maupun mutu pelayanannya. mutu kemasan.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. baik mutu produksi. Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan.Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil . Oleh karena itu. Bahkan.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : .Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan.Tidak mudah panas . Mutu karet harus ditingkatkan.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. Dengan adanya pemasaran yang baik. maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan.ini.Sistem perencanaan. Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut. Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. Indonesia.Mempunyai daya aus yang tinggi . Birma . Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu. Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 . Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. 10. Bidang pemasaran sebagai ujung tombak. dll. Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet. poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional. 3. 2.Thailand.Mesin dan peralatan yang canggih . Dengan demikian. Kualitas karet alam : .Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik .

9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat.15%/th. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. yaitu rendahnya produktivitas. kesempatan kerja dan devisa. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit. rusak dan tidak produktif. perkebunan negara dan perkebunan swasta. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. Oleh karena itu. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). 81 . Di tingkat hilir. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. baik sebagai sumber pendapatan. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. Namun luas areal kebun rakyat yang tua. Tetapi lebih utama dari itu. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.58%/tahun. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia.

2006. 2006. 82 . “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka. Tim Penulis PS.DAFTAR PUSTAKA 1. Prospek Pemasaran”. Solo .google. Strategi PT Penebar Swadaya. “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan . anggota Ikapi. “Karet” . 2006.com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). 4. 3. 5. www. Jakarta . Setiawan Heru Didit dkk. 2. 2005. Makalah Cut Fatimah Zuhra. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” .

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan.1991. Strategi Pemasaran”. 2006 ) 85 . ( Tim Penulis PS. “Budidaya dan Pengolahan.

86 .

87 .

Umi Fajariyah 3.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .Dewi Afrianti 4.Ayuliyetrisnalisa 2.MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.

Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar.000 km. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 .Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya. Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae). Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi..5.

572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. pelapis keramik. Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. minuman dan makanan ringan. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. selai anggur dan pakan binatang piaraan. agar-agar powder. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. industri kertas. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. atau saluran cerna.774. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. puding dan manisan nata rumput laut. atau kandung kemih.000 ton kering. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). tukak lambung. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. 1980) .mikro alge. Ini berarti. Hingga kini baru 20. Sebagai contoh. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. sosis. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. scrofula. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. ginjal.143 triliun. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. gangguan empedu.984 triliun.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur.000 ton atau setara dengan 30.400 ton per tahun. cairan pembersih. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid. syphilis. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. permen jelly. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat. agar-agar batangan. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya.5 juta per ton. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. total produksi mencapai 17. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut.seperti dodol. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman.

marketing. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. domestik dan luar negeri. Indonesia hanya mensuplai 9 % . Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu.000 ton per tahun. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.000 ton per tahun. g. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat. c. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system.nya. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%.untuk menjaga stabilitas mutu produksi.processing. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 . baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan. b. terganggu atau habis. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a.000 ton per tahun. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan).000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang. sedangkan suplai hanya mencapai 44. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI).para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga. Artinya. Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat.000 ton/tahun. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya.cenderung meningkat. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. Sedangkan. f.R&D dan supporing lain yang berkaian. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries).Karena itu perlu promosi di pasar lokal. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal. karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas. h. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut. Dari sejumlah suplai Eucheuma. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara.setelah itu harus diganti.

Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. -processing 92 . Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Makin banyak jumlah rakit. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Modifikasi ketiga. Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. sebaiknya digunakan metoda ini. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. dapat dwgunakan metoda ini. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. Kerugian dengan metoda ini ialah. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. sehingga pertumbuhannya kurang baik. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. makin tinggi efisiensi area. Dalam barisan. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. Untuk efisiensi area. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. digunakan jangkar. beberapa rakit dijadikan satu.

Contoh penanaman Eucheuma 93 . asal dikerjakan secara teratur setiap hari. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Di P. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. serta monitoring pertumbuhan tanaman. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. Samaringa.Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. bambu atau kayu yang patah. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).703 3.938.973 Alginat 4.747.901 3.349 43.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.653.629 690.000.710 542.885 300.508 2. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3.997 5. Denpasar.111 162.954 5.139 3. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang.110. 97 . Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah. setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .291 2. Denmark dan Perancis.848. Sebagai contoh. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5.000 ton. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.415. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.402.114.307. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.947 350.473.375.193 526. Surabaya.700 ton.836.957 273.302 166. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.968 4. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang. potensi eksport Ekspor rumput laut.303 3.201 346. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.000 ton/tahun.142 5.372 261.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina.619 658.161 5.598 4. Ambon. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.016 61.308 5.717. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.639.132 143.076 596.061.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.764.122 NILAI (US $) 170.

Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma . I Protein Lemak Abu Mineral : 39 . pasir. A dan Sulistijo (1985). Ca.5 % : K. B6.  Vitamin B12. dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah.google. garam. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik.13 % : 0. P.08 : 1.51 % : 17. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya. B2. : A.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.com 98 . B1. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir.2 . C (caroten Daftar pustaka : www. Na.27.Benda asing maks (%) . karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto.Kadar air makas (%) . Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.

dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Monica tri O 3. M. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . di dataran tinggi Ethiopia. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. karena efek rangsangan yang ditimbulkan.Si Novita Sari.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. Pada tahun 1511.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. SE. SE Kelompok 6: 1. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. Mesir. Turki dan Afrika utara. Johanes. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Ricky Harrahap 2. Emy Hayati 4.

Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. Selain pada kopi. Di Kairo. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. Kafein mengurangi derita sakit kepala. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Menurut Seimur Diamond. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. coklat. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. di mana akses impor teh terputus sementara. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. Akan tetapi. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi..D. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. Ph. membuat kita merasa lebih segar dan energik. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Dari dunia Muslim. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi. Kafein mencegah gigi berlubang. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. 1. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. M. kopi menyebar ke Eropa. Jadi. Mesir. minuman berenergi (energy drink). menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. permen rasa buah atau sepotong roti manis.D. cake coklat yang lezat. selama Perang Revolusi. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. 100 . Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat.. maupun obat-obatan. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. Joe Vinson. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. cokelat. cola.

Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. di bidang pengembangan industri. 101 . Ekspor kopi sekitar 400. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga. rangsangan. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun. mood dan konsentrasi.000-500. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha.000-425. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. BAB II PEMBAHASAN 2. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik.000 ton serahun bisa diperhitungkan.

Tahun 1997. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. 102 . • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. Bahkan. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95. yaitu lebih kurang 6 juta ton. Di lain pihak.6 juta ton per tahun. masing-masing 40. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4.6 juta ton per tahun. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. yaitu rata-rata 0. 2.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari.6 juta karung. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta.5 juta ton.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik. untuk ekspor kopi robusta.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya.23% per tahun. tergeser Vietnam. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan.

permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. Dalam hal ekspor kopi olahan. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. 103 • .3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman.Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi.2 % dan 6.62 juta ton. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1.6 %. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. dengan cepat meningkat menjadi 2. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. 2. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi.3%. pangsa pasar Ecuador. 7. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. sedangkan Indonesia baru 1. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. India dan Ivory Coast masing-masing 8. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah.64 juta ton pada tahun1996/97.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia. kesuburan tanah maupun umr tanaman. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi. tata air maupun tata udara tanahnya. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah.

butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie. BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah. 2. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan.iadi kopi beras.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 .4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi.Jerman. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak.I. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W..Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi. Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.dan Jepang. kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong). (West lndische Bereiding). maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.Selain itu. kulit tanduk dan kulit arinya.B.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk.I.B (Ost Indische Bereiding). Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan.

Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk.. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. d. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a. e.a.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. c. b. Kolumbia dan Vietnam. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. d. Kanada. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. c. Opportunities a. c. c. Malaysia. Perancis. b.2 • • 105 . e. b. Negara Jepang. • 3. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. d. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. b. dan Inggris masih terbuka.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil.

Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak. dan mempunyai cita rasa yang khas. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. Sumatra Utara dan Bengkulu. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya. 3. aromanya wangi. dapat dirasakan dari aromanya. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS.3 106 . kopi yang kualitasnya baik. Jerman dan Jepang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful