Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

453 1. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg .158 114.487.35% per tahun. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.522 ha tahun 2002.616 Persentase 1.51 1. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar. Dari 0.6 juta jiwa. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah. hanya 0.713 Dunia 108. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1.95 juta ton. Seiring dengan penyempitan lahan.61 persen.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai.320.4 juta ton dan menurun sebesar 3. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.79 persen atau 0. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai. 3 juta ton. Produksi rata-rata mencapai 1. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0.511 103. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1. Tabel . Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220.67 juta ton biji kering di tahun 2001.37 1. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.869.13 juta hektare.555. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton.935.42 juta ton per tahun. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil . yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor. juga produksi anjlok.4 %/Th. dan tahun 2010 sebesar 236 juta.464. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang.15 juta ton biji kering. Atau mengalami penurunan sebesar 0.460.433 1. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006.6 %/Th.

94 0.725 187.38 0.418.356. pemupukan.0 ton/ha.32 1. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.250 144.600 723.852 161.848 1. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 .1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1.932 673. Intensifikasi Pertanaman 4.176.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul.3 ton/ha dengan kisaran 0.63 0.010 1. gulma) yang tidak optimal.640 1.909.891 1.530 1. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.038 115.15 1.73.88 0.954 214.46 0.0 ton/ha di tingkat petani.35 0.382.36 0. Perbaikan Harga 2. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.812 206.563 181.37 0.500. penyakit.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1.847 1..180 1.517.305.400. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.018.471 126. ameliorasi lahan.564.858 157.000 826.938 1.6-2.708. namun secara umum benihnya belum berkualitas.680. sementara di tingkat penelitian mencapai 1.82 0. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%.796. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani. serta teknik budidaya (populasi tanaman.103.669 221.056 671.815.17 0.514.289. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe.48 1.185 160.Perbaikan Proses Produksi 5.626 177.483. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.997. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.223.353 749.710 136.923.483 808.618 130.

tempe dan kecap dan susu. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun.09 trilyun (2005-2009) dan 16. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. iklim yang cocok. 5.19 trilyun (2010-2025).berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. serta produk industri hasil olahan lainnya. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai.68 trilyun dan Rp. Dalam periode yang sama. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. teknologi yang telah dihasilkan. 2. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas.pangan. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri. tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. 0. Jenis industri yang tergolong skala kecil . kini naik menjadi 10 kg/th. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai.45 trilyun. Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai. uktur. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha.

masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c.23 ton per Ha hingga Tahun 2000. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2. kita semakin jauh tertinggal.  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar. b. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat.70 ton kedelai per Ha. hanya 0. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun . jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.Produksi kedelai pernah mencapai 1.56 ton per Ha. Argentina.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 .86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.6 juta ton. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika. Brazil. 4.

tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. berarti sudah mengandung bakteri tersebut.Teknik Penanaman 1.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). 3. atau 20 x 20 cm. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1. 2. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.Pembibitan 1. dengan dosis 2-3 ton/ha. Pengolahan 1. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2. Teknik Penyemaian Benih 4. bersih dari kotoran. tanah. 3. 2. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. tinggi 20 cm. atau dengan memperpendek jarak tanam. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman.Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 . Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. Apabila akan dibuat drainase. 2. 25 x 25 cm.5. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. 3.

yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” .Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Pada tanah yang kurang subur. Sistem tanaman tumpangsari. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. 3. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. pemupukan dapat menaikkan hasil. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. pemupukan tidak diperlukan. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. sehingga akan terlihat tidak seragam. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. 4.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda.Pemeliharaan Tanaman 1. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. 4. Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. 4. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. 6. 3. sekitar 6 minggu setelah tanam. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5. Saat menjelang panen. 2. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan).

Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Oleh karena itu. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. dan bermuara ke konsumen akhir. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. Pengendalian mutu sulit diterapkan. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. anyaman bambu. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. 2. sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. atau di lantai semen selama 3 hari. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. • Marketing : Dari segi pemasaran. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. bila tidak. mereka menjual kepada tengkulak di desanya. Dalam pemasaran kedelai. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen.Setelah pemungutan selesai. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. 3. Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini.

yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. Paling tidak. 7.500 ha. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi. 2004a). Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. 6. seperti lembaga penjamin dan bank khusus. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. ANALISIS SWOT A. supra insus. air. Menurut Departemen Pertanian. pembuatan saluran drainase.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu. antioksidan dan antikarsinogenik.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan. sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. pemberian air yang cukup. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . pengapuran. terutama memanfaatkan yang sudah ada. Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. tanaman. lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya.

pupuk.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta.32 juta/ha. PT Sang Hyang Sri (Persero).000/ha. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . dan PT Pertani (Persero).belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal.dan kebijakan impor. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada.235 juta ton.di Indonesia.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih. Kamis. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.646 juta ton. Dengan kata lain. Kelima komoditas tersebut adalah beras. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. • Adanya kebijakan pemerintah.kualitas dan lokasi. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . • • • • • C. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi.harga. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton. Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai. PT Pupuk Kujang.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai. • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2. gula dan daging sapi. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha. PT Petrokimia Gresik. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani. kedelai.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2. D. jagung. • B. 27 Maret 2008. Komoditas kedelai. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas.

932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. Bungkil itu dikukus. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih.. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. dicampur dengan garam dan gula. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai.136 juta ton. dan dapat dipanen setelah 5 hari.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). gula. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia. yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina. tauge. dan kaldu. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. dan benih.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. didinginkan. Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. susu kedelai.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. sari ikan. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. kedelai goreng (sebagai kudapan). dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia. dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. dan kecap. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. lemak. oncom. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. Pada tahun 2001. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai. pakan ternak. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun. tauco. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai.. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . dan bumbu. produksi kedelai mencapai 826.

bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap. • Price Harga kedelai local berfluktuasi.18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10.0 11. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.6 11. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 . • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 . BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”.Kampanye.3 11.4 8.0. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam).Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur. pelarut. tinta. tepung kedelai. krayon. resin.2 11.8 11.1 9. Pada gilirannya.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa). Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain.7 10. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya.8 -2. 8. kosmetik. atau dapat langsung kepada pedagang besar . plastik. yang disitir Ariani (2003). dan biodiesel. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu).0 6.1 12.5 11. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat. daging dan produk susu. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah.

Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini.717 NO 1 2 2004 74 651. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004. Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai.365. Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001.Australia. Sulawesi Utara (Gorontalo). ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI .252 1.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai.419 1.Di Indonesia. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010.188 235 169 1.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37. .685 1. dll sesuai dengan tuntutan pasar .tempe. • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu.singpura.tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling.192.tauco. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300. ecoefficiency). Lampung. Jawa Barat. Manajemen Agribisnis “Karet” 15 . • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue. 10. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi .kecap. 9. Jawa Tengah. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai.277.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995.136.Pemerintah. Implementasi program bangkit kedelai. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia. ekspor olahan kedelai mencapai 1.93 14.

dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. Rp 500 juta untuk koperasi. mutu II= 4. 11. Rp 15 juta untuk individu dan max. tebu. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam. dan kedelai. mutu III=3 dan mutu IV=5. bawang merah. atau bau asing lainnya. dan sorgum. kedelai. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. 2. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. mutu III=5 dan mutu IV=10. Bebas hama dan penyakit. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . mutu II=3. 4. mutu II=1. dan kentang. Bebas bau busuk. mutu II=1. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. 3. 1 tahun. jagung. kacang tanah. ubi kayu. Bebas dari bahan kimia. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. 3. jagung. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Limit kredit max. jagung. mutu II=14. seperti: insektisida dan fungisida. Kotoran maksimum (%): mutu I=0.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. ubi jalar. asam. Dinas Pertanian. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. 2. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. 5. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. mutu III=3 dan mutu IV=5. Departemen Pertanian. peternakan dan pengadaan pangan. Selain itu. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. mutu III=3 dan mutu IV=5. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Suku bunga yang ringan. mutu II=2. kedelai. mutu III=14 dan mutu IV=16. b) Syarat khusus 1.

Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero). Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun.• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok. khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun.

Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.2 ribu ton. 3.1. Perbaikan Proses Produksi 5. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. 4. 13. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 . 1980). Intensifikasi Pertanaman 4. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Perbaikan Harga 2. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. tahun 1988. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.BAB III PENUTUP 3. Liptan. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. ______. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. 1974). BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih.2. Kedelai. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. No. Pemanfaatan Potensi Lahan 3. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3. ______. 2.

Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. 12 April 1989. Rukmana Rahmat. Lembaga Biologi Nasional. 1996). 1989). Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Manfaat Kedelai. Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu._______.

Si Novita Sari. SE.2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR. Johanes. SE . M.

..DAFTAR ISI Latar belakang . Farming system........ Segmentasi Pasar ................................................................................................................................................................. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS ......... Strenght ……………………………………………………………............................ Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………....................................... DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ................................... KESIMPULAN ........................................................... Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ................................................ Government as Support Sub System ………………………………......................................................... Lembaga pembiayaan ………………………………………………………........ ANALISIS SWOT …………………………………………………………............................................. ....................... Processing ............... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .... Potensi Ekspor Komoditi ..................................................... Subsistem yang berperan penting .................................................. Produksi ……………………………………………………………….......................................... 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ............................................................................................................................ Atribut Kualitas Komoditi ........................................................................................................... Cooperative Enterpreneur …………………………………………............. Bauran Pemasaran ......................................................................................... R & D .................

000 hektar tambak yang dikelola. Selain peningkatan volume produksi. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 . Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.000 ton”. AS sekitar 14. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. disusul AS sebanyak 1.restoran-restoran terkenal. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang. menghasilkan udang sekitar 300.000 ton. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun.sampai di warung pinggir jalan sekalipun. 2. Saat ini. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah. Selebihnya diekspor. Dimana.000 ton dikonsumsi di AS. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun. produksi udang 300. dengan negara-negara tujuan eksport. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional. Dengan demikian. Tahun lalu. dan Uni Eropa 10. Namun. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. saat ini produksi udang hanya mencapai 300. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. Lalu.1. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. Konsumsi udang dunia terus meningkat.Amerika Serikat serta Uni eropa.000 hektar. Apalagi. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis.5 persen. dilihat dari sisi produksi. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. Sekitar 500. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A.000 hektar.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia.5 kg per orang per tahun.000 hektar.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Iwan mengatakan. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat. B.000 ton per tahun. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang. Konsumsi Dari 380. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar.5 persen. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen.

Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Bagi Indonesia. 3. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. Ini artinya. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. Masalah sosial . maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. Berdasarkan riset. Tujuannya. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. yang sebagian besar diekspor ke Jepang. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. Finansial . kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. dan kaus kaki bermutu tinggi. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. kaus oblong. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. obat pelangsing tubuh.3. Masalah residu antibiotik. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. Alasannya. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak. 5. Sebab. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. perban penghenti perdarahan. Hongkong. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. 2. 4. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4. akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional.terutama keamanan dan gejolak sosial. peluang bagi dunia perudangan nasional. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system.

udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. yaitu : perairan. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. lahan. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. pembersihan produk dengan air bersih. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”. teknik pasca panen. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. Pembenihan Pada umumnya. Processing. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. suplai air. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air.6 juta ton pada 2003. waktu dan periode pemberian. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. pencegahan kontaminasi selama panen. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an.. R & D. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. temperatur produk. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. Tidak seperti komoditas lainnya. dan produksi tumbuh dengan cepat. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. sortasi. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. Secara garis besarnya. penyakit dan pengontrolan penyakit. teknologi budidaya. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. pakan dan pemberian pakan. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. produksi dan panen.

Dari segi “market intelligence. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk).Dalam pengembangan udang lokal. Government as Support Sub System. pola birokrasi yang efisien. indicus). Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P.. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. dukungan makro seperti jaminan keamanan. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. 1. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. termasuk peningkatan produktivitas. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. 2. penyediaan saran dan prasarana budidaya. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . Dalam jangka pendek. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. Sementara itu. melalui berbagai saluran yang ada. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. Masalahnya adalah. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. Dari aspek “comparative advantage” pun. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. Tetapi. Disamping itu. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. Di Indonesia . guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. ancaman penyakit. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. Cooperative Enterpreneur. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor. dsb. • Lembaga Riset. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen.

Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. Untuk memenuhi akan benih. Disamping itu. Finansial . Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang. Karena itu. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan.peralatan. 7. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan.. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan. sterilisasi lapisan kolam.obat-obatan dan pemasaran.untuk dilaksanakan.terutama keamanan dan gejolak sosial. berwawasan lingkungan. penggunaan "absorptive" mineral.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. Masalah sosial . 6. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c. g. Isu antibiotik. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . ANALISIS SWOT. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. b. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional.

Kanada. seperti usia. 8. menurut Handito. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk. dan India. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu..namun pemerintah belum mengambil tindakan. Singapura. Batam. Inggris. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. Belanda. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. Amerika Serikat. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. issu lingkungan dan lain-lain. Jakarta. Selain itu Sedikitnya 300.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. jenis kelamin. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004.Cina. dan Surabaya. seperti perubahan kualitas atau harga. Untuk pasar lokal. Segmentasi Pasar.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. tingkat pendidikan. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. food safety. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar. • Berdasarkan perilaku konsumen.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. dan jumlah anggota keluarga. Korea. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. status perkawinan. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen.Sementara itu. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). Disamping itu.

baik Pemerintah. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. Namun demikian.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. Sebagai komoditas ekspor. 4) promosi (promotion). USA. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. khususnya Indonesia. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. 9. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. sehingga harga udang cenderung turun.” Achmad Poernomo. USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. Pembudidaya.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. 2) Harga (price). 3) Distribusi (place).udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi. dan uni eropa.

Tabel 1. Vietnam. Ekuador. produksi udang harus mencapai 6. khususnya yang tetgabung dalam SCI. Bahkan.216 3 Hongkong 7. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004.218 8 Taiwan 2. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah.menurut Iwan. Banglades.11 juta ton (18.komoditi ini juga diproduksi di India. Vietnam. Thailand. Pesaing Pasar Ekspor. Costa Rika.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Di Thailand.78 milyar.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan. China. Sayangnya. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 .223 10 Belgia & Luxemburg 2. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. Atribut Kualitas Komoditi. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. dan Ekuador. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut. seperti Thailand.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Filipina. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi.236 7 Inggris 4. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6. India. Brasil. Dari semua persyaratan yang diminta. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia.623 9 RRC 2.900 5 Singapura 6.164 4 Belanda 6.06 juta ton dimana 1. misalnya.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan.572 6 Malaysia 5. Taiwan. Dalam jumlah yang relative kecil. 10. Sejak tahun 2004 lalu.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. Mereka pesaing utama Indonesia. dan Meksiko. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat. Negara (Ton) 1 Jepang 54.064 2 Amerika Serikat 16. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. 11. Brazil. dan Malaysia. Selain bebas dari antibiotic. Untuk memenuhi target tersebut.

Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. dll). termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. proses yang rumit. Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. baik hulu maupun hilir. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. misalnya. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. terlebih lagi di pasar luar negeri. memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. suku bunga. saprodi.Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. agunan. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. rasa kebersamaan/nasionalisme. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. panen serta sarana penunjang lainnya). dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri.

3. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. kabupaten Tulang Bawang.pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) .000 lebih tambak udang. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. Kualifikasi dan persyaratan. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. 2.250 ha. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja. untuk melakukan pengawasan. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. Disisi lain. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . 5. antara lain : 1. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. 4.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. 6. produksi pakan udang.

tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. saize. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 .Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan.

1995. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. Revitalisasi Budidaya Udang. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Monitoring Sanitasi Kekerangan. 2000. 1999. Dr. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Jakarta. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Prof. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Koswara. Bachrulhajat. BPPMHP. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . Direktorat Jenderal Perikanan.

ac.PT.lib.kompas.sinarharapan.com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310. .html .1986.Jakarta.Sigit.. Ir. Webside : http/:www.25k www2. Mudjiman L. Budidaya Udang Windu.id/go..29k www. Pemeliharaan Udang di Air Tawar. Penebar Swadaya.htm .20060210-73738.tempointeraktif.html .com/hg/ekbis/2006/02/10/brk.adln.unair.doc ] www.korantempo.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .html . PK2P kepada Menteri Dep.co.22k www.. Waca Utama Pramesti. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.id/berita/0608/23/ipt02. Jakarta. 1987.47k – www.Wibowo.id.google. KP.com Laporan Dirjen.

Si Novita Sari... M..... PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ............. Afiq Susanto 3........... Villya Novariza 4......... M..... Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ......... Johanes............ SE Kelompok III 1........ Ahmad Taufik Ridho 2... SE.............. BAB I..........Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR..........

. 3. 1............. 2............................... BAB II...... 2....................................................................8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor .............. 1...........5 Subsistem Yang Paling Berperan ...................................................9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang .....................................................................................................1 Kesimpulan ................................................ 2.........2 Saran ...6 Pengembangan Agribisnis ........1.................................................... DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ................................................2 Tujuan Penulisan . 2................ BAB III........................................................... 2............. 2.........3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ........1 Latar Belakang ............................................3 Manfaat Penulisan ......I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .............. 2................................7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran............................................ KESIMPULAN DAN SARAN 3................................2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan .....................................4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang .. ISI 2........ 2....

Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). Buah pisang selain dalam bentuk segar. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“. termasuk Indonesia. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. tetapi telah dilakukan secara intensif. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 . dan lain-lain. 1.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia. Pada masyarakat Asia Tenggara. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika.2. keripik pisang. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu. seperti: sale pisang. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara.Di China. Selain buahnya. Selain itu. mulai dari bonggol sampai daun.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500. untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang.1. . Maka dari itu.500-600 SM. 1. Sesuai dengan kemajuan tekhnologi. Masyarakat di daerah itu.2. terutama pisang untuk keperluan eksport.

Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi .000 ton pada tahun 2025 nanti. keselamatan. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang . dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi. Pentingnya Pengamatan Konsumsi.rasio untung/rugi. bisa dilihat dari keamanan. yang meliputi : a. Tenaga kerja. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit. Penentuan keseragaman kultivar. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan.1. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Tetapi di Indonesia. Biaya produksi yang dikeluarkan.ISI 2.1. penjualan.2.226.1. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. Pentingnya Pengamatan Produksi. Kualitas produk yang dihasilkan. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . Perkiraan produksi. tenaga kerja.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. karena pisang selain rasanya enak. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia.1.Penentuan tingkat ketuaan. mudah didapat. teknologi budidaya. b. teknologi pascapanen dan pengolahan hasil.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. dan kesehatan bagi konsumen.dan biaya operasional lainnya.dan Penentuan kadar kotoran. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen. kandungan gizinya tinggi. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk.laba operasional. c. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. sampai pemasaran produk-produknya. d. 2. Kegiatan proses produksi atau operasi. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir.Penetuan keseragaman ukuran buah.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. dan harganya relatif murah. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. e. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat.

Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari). Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). Skala besar. Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi..6 kg pada tahun 2003-2004. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari.5-2 ton/bln). getuk dan sale. maupun kemampuan finansial. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. baik dari segi pengetahuan. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar. sale (1. perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. Selain sebagai buah yang dimakan segar. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun.3. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. maupun industri berskala besar seperti tepung. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian.secara nasional. 10. Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya.2.000. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir.per tandan). Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. 2. puree dan jam. 2. Pada khususnya. keterampilan. ledre (70-120 kg/hari). Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. Oleh karena itu. pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. Selain itu. Dari total produksi buah pisang dunia. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 .

e. Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang. materi. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil.maupun dengan pola tumpang sari. b. Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. bunga. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. l.dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. h. f. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. dan pemilihan tunas yang kurang baik. tidak ada pemangkasan sisir. k.yang seharusnya tidak terjadi. i. j. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan.Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal. pengurangan daun. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik.4. alat. m. Pemilihan bibit/benih . Kurangnya irigasi dan system drainase. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis.4. Akses terbatas terhadap input. tandan palsu tidak dipotong. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen.cucu. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya). Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan. 2.sebagaai berikut : A. produkasi tinggi. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak . d. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. n. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. Kerusakan buah yang parah karena karat.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang.1. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. panen. g. Farming System ( system perkebunan ). Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish.serta dilahan tegalan. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen. apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang.ambon kuning dan pisang mas.

Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya . Bibit anakan . 3. • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi . • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco.dan jarak tanam sekitar 3.Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm. Processing.Belahan bonggol ini disebut bit. Tekhnik Penanaman. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya.Ada 4 jenis anakan pisang .Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 .Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan. Bisa diolah menjadi selai kulit pisang. C.dengan curah hujan merata sepanjang tahun.3cm.Seperti : • Kulit pisang.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik.2.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ).sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . Bibit bit . • Jantung Pisang.anggur kulit pisang. 1. 2.Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak.Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana. • Daun Pisang. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah .Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang.tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.benih yang akan dibeli. • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai. Diantara bibit anakan.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja. • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm. Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat . Pada dasarnya.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung. Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang .Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan. 2.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic. Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya. Pengolahan Media Tanam.4.tingginya antara 151-175cm. B.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.keamanan dan social.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.

roti. Disamping itu. Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya. Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.Selain itu.lalapan.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris. misal keluar daerah. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.urap.Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ). pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya .aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu.Oleh karena itu. Pemasaran yang memerlukan waktu.serta untuk menghitamkan rambut. Buah.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah. Sebagai contoh. Marketing.Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun.Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).dan -penyimpanan.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic. Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton).5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ).4.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit.bubur.misalnya untuk kue. Untuk pemasaran lokal.banyak orang mencarinya. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh.langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius.3.Tepung pisang agar tahan lama.tetapi sudah mengarah untuk ekspor.kerupuk. Dalam skala industri.obat kumur. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 . yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu. Untuk membuat tepung pisang.5-2 ton/mg ). buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan.pendarahan usus. keluar pulau atau untuk ekspor.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.dan lain-lain.puree (600kg-1.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. 2. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . cost efficiency. Dan banyaknya pengusaha . Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. time delivery. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani.peluang lain antara lain : 1. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. product appearance. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. dan produksi buah pisang. Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). manajemen distribusi. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. 2. 3. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. dll sesuai dengan tuntutan pasar. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat. Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. Kelemahan . ecoefficiency).pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat.

bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). perlindungan hewan. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. Ketidakpastian perekonomian nasional. dan sebagainya. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang.hal inilah yang merupakan kendala . Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. 4. Ketidakpastian iklim politik. pisang lampung. 4. Hal . pisang barangan. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. pisang kapok. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. b. Seandainya kendala . pisang raja. 2. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor.kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata.3. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan. pemasaran hasil produksi. Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala.tanaman dan lingkungan hidup. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 . tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia. pisang bali. pisang raja sere. pisang jambe. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. Selain itu. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. pisang mas. Segmen Pasar. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. Ketidakmenentuan iklim global. swasta.6. Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara).2. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. c. standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi.2. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. sari buah pisang. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. dan lain-lain. tepung pisang. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. anggur pisang. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor.7. keripik pisang. Oleh karena itu. Product Didalam pasar dunia. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan. buah pisang dalam sirup. Dalam menghadapi persaingan global.Selain itu. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. promotion. tape pisang. 2. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya.2. jem pisang. dan place serta 1S yaitu costumer services. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan. Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. agar buah pisang dapat laku dipasaran.7. yang terdiri dari 4P yaitu product. 1. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi.1.bentuk dan ukuran buah. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media. 2. Dalam prinsip pemasaran. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar). Bagaimana 4P Digunakan.keranjang bambu. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. diantara sekian banyak jenis buah pisang. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m.7. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia.Pengemasan bisa berupa peti kayu. baik pasar nasional maupun pasar internasional. price. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 .

Sebagian besar buah adalah pisang. salak. Selain dari itu.000 ton pada tahun 1996.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35.Bali. Sumatera Barat. Pada tahun 2005. keragaman varietas yang cukup tinggi. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar. Di pasar dunia. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. setelah Filipina. Namun.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Mojokerto (Jawa Timur). negara ini menempati urutan keempat. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. total produksi buah Indonesia adalah 14. sumber daya manusia. iklim yang mendukung.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar.8.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. Sulawesi. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100.02%). Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan.perusahaan olahan asing. Di antara negara anggota ASEAN. mangga. Lampung.599 MT.786.420. Jawa Tengah. pisang . Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas.088 MT. dan nanas. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan. 2. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai. jeruk siam. dalam hal produktivitas. Selanjutnya. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Jambi.76%. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. dan beberapa tempat lainnya. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 .apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen. Lampung. Maluku.873 MT. Kalimantan. Jawa Timur.000-6. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis. Pada tahun yang sama.

Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).494 106. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.013.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.lokal.432 21. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.435 1.772 529.596 3.402 140.943 49.643 6. 82. 62.27 ton 2003 10.879.301.026 460.125.419 kg 1991 Perancis. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.341.512.329 (US $) 6.320 2.582 6.899 2..686 992. Kanada.871 85.000 ton 2025 11.784.787 kg 1989 Jerman..924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 .662 12.995 588..283 12.634 28.284.671.956. Australi.572.850 523.379 524.414 16.336 794.306.391 2004 Volume Nilai (Kg) 3.122 1.350 7.820 (US $) 9.473 ton 2002 512.730 7.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.074 517.140 1.287 512..736 979.634 366. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51.052 156.643 1.006 984.734.304. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.241 47. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.045.451.431..224 604.423 3.920 559.915 6. Integrated Pest Management (IPM)..855 1.710 102.615 2.315 65.899 722.772 1.615 kg 2004 992.371 722.. Belanda. 89. dan Analysis Critical Point (HACCP).390 117.274 632.495 ton 1999 77.044 14..266.972 10.291.511 187.664 134.674 958.729 2.591.. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.772 - 1987 Jepang.843 22.313 96.964 kg 1996 Arab Saudi.263 1.923 (US $) 3.479 32.554 2.505 kg 2005 470.315. 101.996 1.643 979.859 75.042 231.505 2.437 1.921 89.

379.00 55.00 985.76 2.441.055.00 Iran.071.islamic 501.212.00 6.68 241. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.68 241.00 States Total 761.676.00 Hong Kong 19.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.00 5.00 130.444.00 1.310.204.00 341.68 12.00 122.00 Singapore 142.040.971.360.835.00 12.00 24.340.00 0.00 1.00 483.19 542.442.00 22.00 167.986.544.180.324.81 253.00 Rep.00 43.310.00 Emirates United 50.481.00 40.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .00 0. 2002-2004 Frans Hero K.00 58.00 5.00 11.016.19 542.212.00 Arabia Kuwait 37.00 Malaysia 13.68 12.00 122.330.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.00 39.10 TOTAL 17.00 2.00 167.00 United Arab 37.270.00 18.545.00 840.930.883.00 718.81 253. Of Saudi 3.510.170.00 17.00 50.180.76 2.00 0.00 23.00 0.00 10.767.720.00 37.00 12.441.130.00 12.00 12.774.040.506.180.590.00 148.00 1.00 173.00 74.00 253.00 0.000.324.745.00 40. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.720.00 142.00 0.

diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.966 163.745 4.180 128.683 84.820.637 58.967 100.582 14.691 1.693 925.760 76.711 712.435 82.324 1.786.13 0 2007*) 212.037.339 55.608 675.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.144 1.310 110.131 628.814 741.509 110.904 1.073 694.id/index.793 818.781.035 96.557 180.427.513 59.599 1.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.155 815.795 709.621.432 70.370 392.848 196.373 88.077 861.874.234 625.831 239.440 366.441.532 13. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.426 62.117 146.708 16.117 710.774 78.563 59.654 677.892 75.298 157.767 73.PRODUKSI TANAMAN BUAH .270.210 1.015 56.852 85.664 410.479.171.648 2.997 72. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas. Buah pisang memiliki rasa yang enak.304.042 618. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .177.556 16.655 747.463 70.950 107.611 4.261 232.082 548.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .702 63.902 210.348.560 455.578 937.653 360.429 182.438 928.031 59.975 88.634 683.526.787 82. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.877 71.994 47.931 83.377.45 6 2006 239.474 79.680 88.308 Total Buah-Buahan http://www.439 709.320 117.127 632.437.177.860 14.go.464 31.920 2.43 5 2004 221.551.205 178.994.704 2.657 5.665 62.412.587 67.451 5.195 34.389 566.884 64.9.hortikultura. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.deptan.150.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.472 801.485 60.577 65.067 675. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.089 626.864 5.781 643.857 800.418 111.898 68.108 115.219 63.355 100.613 83.090 72.918 732.652 2.576 1.957 67.801 1.338 66.169 119.

termasuk buah pisang. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang.Secara finansial. 250. b. Walaupun demikian.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 . 5. Berbagai macam manfaat buah pisang.745. sale pisang.dan kredit dari bank Rp.dan kredit bank Rp. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.000. 6. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik.berat isi (kg).000. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang. Penetuan keseragaman ukuran buah. mempunyai prospek pasar yang baik.273.. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system.000. Oleh sebab itu.733. sale dan sebagainya. batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun.. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik..995. 4.000. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana.000. inisiasi kemitraan. dan Penentuan kadar kotoran. dan lain-lain. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja. Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. c. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp. c.000..500. peralatan dan mesin.yang terdiri dari dana sendiri Rp. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. baik sebagai tanaman sela. mempunyai potensi pengembangan yang luas. 1. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm). 4. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4. sangat subur untuk sebagian besar tanaman. yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra.743 kg BAB III PENUTUP 3. Indonesia merupakan negara tropis.yang terdiri dari modal sendiri Rp.b. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25. Penentuan tingkat ketuaan.dan diameter pisang (cm). Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a.603. 6.1.. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar.

agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Sinar Tani. Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. Pisang. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. harganya menjadi sangat murah. Maret 1989. 1982). Pisang (Jakarta : Bumi Restu. 1989). _______. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. Sumartono. Vol. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. Sinar Tani.. 8 februari 1989. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. 12 April 1989. Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. Anonim. 25 Januari 1989. No.. _______.Bertanam Pohon buah-buahan. A. Jakarta : PT. Liptan. Penyakit Pisang di Indonesia. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . Sinar Tani. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Sudarmo Widayati M. 6.2. Penebar Swadaya. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. Lembaga Biologi Nasional. 26 Agustus 1989. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. 1979). 2. 1980).3. 13. No.1998. Utami Dewi. ______. _______. Selain itu. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. ______. Sinar Tani.Sukarti. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. _______. Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. 1981). Rukmana Rahmat. Djamal-Har. 3 Oktober 1987. tahun 1988. Sinat Tani. Manfaat Buah Pisang. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. 1974). 1977).

S. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 .. JOHANNES. dari familia Theaceae]. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis.M.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M.S. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR. Camellia sinensis.Si NOPITA SARI. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan.E.

Selatan dan Tenggara. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. Srilanka. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu. Barat. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Untuk hasil yang baik. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak.737 SM. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. Seperti anggur di negara-negara Eropa. Rusia dan Indonesia. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia.000 tahun yang lalu. India. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Air minum itu pun berubah warnanya. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. pohon teh ini dipotong rendah.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. atau hampir 5. Afrika Timur. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. Jepang.

dan Indonesia . Pada beberapa tahun terakhir ini. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. Dari sisi permintaan. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9. Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat. seperti yang ada di Jepang.24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica.28 persen. Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan. terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. dan teh oolong . teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P. Selain itu. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. Eropa. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional .teh putih.028. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. vitamin C.Pada dasarnya. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit.81-11. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. vitamin B. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia. Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. teh hitam . yakni sebagai bahan baku industri katekin. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera.

 Kenaikan UMR. sedangkan daya serap pasar hanya 2.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk. yaitu masalah modal dan manajemen. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 .  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%.000 ton dari total produksi mencapai 3. Persaingan dari barang subtitusi.900-2.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan.000 kg teh kering per hektar per tahun. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi. gantungan topi.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1. kursi.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720).  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan.b.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.c. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia.4 juta ton. politik dan ekonomi.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin.130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia. pajak. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).000 kilogram teh kering per hektar per tahun.Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut.  Kendala lain yang menggelayuti para petani. bahan baku. SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.5% (atau kurang). penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan. kenaikan BBM dan tarif listrik.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam.

dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin. satu hektar tanaman teh membutuhkan 1. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0.Untuk mengolah satu kg teh.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar. dibutuhkan 0.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 . Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2.5 tenaga kerja. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.2 hingga 1. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh. hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi.

mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda. mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan.Jika.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja. untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Karena daun yang masih muda. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin. Selain biaya produksi dan harga jual.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan. pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM.

Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 . mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial. dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.4.

yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. Menekan harga pokok kebun. Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. Untuk itu. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh.Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. 5. 2. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. 4. 7. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. 6. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . Selain itu. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. 3. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas.

lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. Weaknesses. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 . perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. kesehatan. akuntansi. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. dan sebagainya. mencegah kanker. teknologi pengolahan. teknik. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. Opportunities. komputer. tanaman. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. 9. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan. 10. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. dalam bidangbidang : manajemen. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). kewiraan. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. mengontrol tekanan darah tinggi.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol.dan sebagainya. Manajemen pemetikan 8. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. mengobati penyakit parkinson. kelemahan.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. administrasi. 1. gantungan topi. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. Weaknesses. seperti meja cousin.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. untuk kesehatan kulit. 2. Opportunities. dan sebagainya. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua.

Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. Untuk positioning. 4.hari. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Cina dan India. tentunya. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. BAURAN PEMASARAN  Produk .5 dollar AS per kg.85 dolar AS. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu. India. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat.5 jenis. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti. Kenya. Jepang. 3. Maka. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. Pada saat ini.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan.  Pricing. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi. Srilanka.4 dolar AS per kg. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi. tetapi hanya 1 . Manajemen Agribisnis “Karet” 64 .  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri. Srilanka. dan Vietnam. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 .

3%).  Promotion. India. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . Srilanka.4%). Pertama.9 51. lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah.8 64. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk.1 -17. dan Belanda (5. untuk kebutuhan ekspor. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional. Teh 98. konsumen besar lainnya. Pakistan (8. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing.kebijakan ini perlu ditata ulang. lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung.8 47. Pakistan. Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia. Polandia (5.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1. No. Sebaliknya.4%). teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri. Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Malaysia (9%). Amerika Serikat (7%).  Place . sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya).4%). Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.8 28.1 % dari total ekspor teh Indonesia. menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta. Ketersediaan produk teh di pasar. Srilanka.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara. Jerman (7%). Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72. dan Cina. sedangkan untuk kebutuhan lokal. Sedangkan. Cina dan India.6%). POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya.76 49. Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY.0 91. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 .12 1. Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut. Inggris (14.

teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. kerapuhan.0% 3. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis. 2.0% 2. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.0% 15. tangkai. ukuran partikel dan lain-lain. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya.0% China 32. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil. rasa asing dan cemaran.0% 26. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya.0% 48.0% 70. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. Keberadaan partikel pucuk muda (tip). ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi.0% Srilangka 30. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan. Sebagai contoh misalnya.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi.0% 56. Akibatnya. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna.0% 17. kesegaran.5% 17. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol. ketajaman.5% Vietnam 50. Atribut tersebut misalnya kekeringan. air seduhan). bentuk. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering.0% 0.0% 10.0% 3. ATRIBUT KUALITAS TEH 1. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 . kimia maupun biologi.0% 20.0% 52.0% 0. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh. kilat atau ”hidup” –nya warna. warna (teh kering. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh. intensitas warna. kekuatan. density. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna).0% India 30. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density.

Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. lembaga perbankan. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. 5. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. Kandungan kimia dalam daun teh. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. Untuk saat ini. Theobromine. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank. 4. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. Misalnya adalah ketuaan daun. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. thearubigin. Sebagai contoh. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1.4 per kg. thearubigin. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. mineral. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. idioblast. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh.2 – 1. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . khususnya. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. ester-ester. residu pestisida. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. lembaga non – perbankan. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. 3. geraniol.

Saat ini. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia. yang merupakan salah satu produsen teh.go. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia.go. khususnya rakyat kecil.landize.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www.wordpress.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www.depperin. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya. Di sisi lain.com http://antara. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh. Khususnya Indonesia. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia.html http://anekailmu.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 .youngstatistician. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting.html http://abgnet. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh.id Website: www.unair. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri.blogspot.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.ac. http://disperindag-jabar.com/khasiat-teh. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya.com Sumber:http://www.com Milist: stis44@yahoogroups. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh.bandungpress. Pusat Penelitian Teh dan Kina.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu.com/ http://www.atmstravelnews. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut. Selain itu.blogspot. Maka dari itu. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.id//terms http://www.library@lib.co. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002). Indonesia.

Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Astrinova 4. Mia Mayesvi 2. Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1.

................ 10...................................................................................... 14 2.DAFTAR ISI 1............................................................................................................... 3 3.................................................................................... Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ........... 5 B................................................... Prospek Karet dari Sisi Permintaan .............. 3 2..................................................... Subsistem agribisnis yang paling berperan ............................ Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet ................ 4 4........................................................................ 12.................... Manajemen Agribisnis “Karet” 70 ........... Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia ................................................................................... 9 Potensi Ekspor Karet . 16 Subsistem Agribisnis ........................................ 6 5...... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir .. 3 1.............6 C.1..................................... 11.. Latar Belakang ................................. 8 7........ 13................... 10 Atribut Kualitas Karet ............................ 7 6........................................ Lokasi Perkebunan Karet ...............................13 Lampiran 1...................... Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis ...... Subsistem On Farm/Produksi Pertanian ................................................................................................................ 9.. 11 Kesimpulan ................................................................... Jalur Pemasaran Karet secara Umum ..................................... 15 3............................................................................................... 5 A..................................... 9 8............................................... TABEL ........12 Daftar Pustaka ................ Analisis SWOT . Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian ....................................................

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis. kecenderungan penggunaan green tyres. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. 1. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia.2 milyar (kompas. Guna mendukung hal ini. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. 2006). maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan.0 juta ton pada tahun 2005. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat. 2. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1.1. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. Pada tahun 2002.2 juta ton. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan.1. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1.

Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. e. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. dapat dilihat dari keaamanan. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). Skala Produksi. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035.dan sumberdaya hayati. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%). Kegiatan proses produksi b. Oleh karena itu. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. sehingga pada tahun 2004. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. Semakin banyak barang pengganti karet. Goodyar dan Michclin. karet sintetis.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya.2% per tahun. d.39 juta ton. yang meliputi : a. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. dan kesehatan bagi konsumen.15% per tahun. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. permintaan tergantung pada daya beli konsumen.0% per tahun. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. c. Kualitas produk yang dihasilkan. 3. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya. dalam hal ini disebut konsumsi. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. dan 15 juta ton untuk karet alam. Pentingnya IPTEK bagi para petani. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan. keselamatan. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing.

Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif.5 per kg. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. 4. Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang. harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. Jika harga output tinggi. Selain itu. Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. a. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis. c. Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. Indonesia. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998.81 juta ton per tahun. . berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. 06 sen per kg. dan Malaysia). Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. Dengan kondisi demikian. Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. Harga merangkak naik. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83.

Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. Oleh karena itu. promosi. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. Kurangnya IPTEK.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. papan artikel. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. Phloeridae. ini adalah bibit yang bagus. C. e. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan. dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. 7.Penyiapan lahan 75 . harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. f. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah. B. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari . petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. Subsistem Agribisnis a. Adanya penurunan areal hutan. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. dan papan serat. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. d.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. b.

pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan. memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%. Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS.  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi.Konversi. .Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi. Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7.Replanting (pembukaan ulang). yang disebut Revertex Standar. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli.33 m atau 8m x 2. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran.New Planting (bukaan baru).5m. b. Pengangkutan lateks. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. . Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. c. 76 . penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet. Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. Yaitu : . Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain.14m x 3.

Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. 77 . Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. e. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming.2 juta ha sampai dengan 2025. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional.sehingga produktivitas pertanian rendah. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi. pengolahan dan pemasaran bersama. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. dan meningkatkan pendapatan petani.d. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. (d) pengembangan infrastruktur. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. mempromosikan komoditi karet. 8. termasuk juga mutu karet alam. (b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani.

ban.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa. Analisis SWOT .  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 .  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun. dll.7.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain.  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8. produksi dan pengolahan pasca panen.  Kurs dollar yang turun naik. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah.

3% dan beberapa negara lain sebesar 11. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia.8%. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet. Jepang 3. 9. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing.920 hektar.1% yang milik negara.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84. Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara. Uni soviet 5%. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun.262. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia.Singapura 32. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia . Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3.negara eropa barat sebesar 7.Namun. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri.8. menurut J.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi.4%milik swasta dan hanya 7.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut.P.4%.291 hektar. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil. Dari data di atas terlihat jelas.5%. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet.

Indonesia. dll. Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet.ini. Mutu karet harus ditingkatkan. Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . Bahkan. Dengan demikian.Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik .Thailand.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 .Mempunyai daya aus yang tinggi . Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. Birma . 2. perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. Bidang pemasaran sebagai ujung tombak. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. Kualitas karet alam : .Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil . Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1. Dengan adanya pemasaran yang baik.Tidak mudah panas . Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . 10. 3. Oleh karena itu. Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. baik mutu produksi. maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : . Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan. mutu kemasan. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran.Sistem perencanaan. poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional. Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan.Mesin dan peralatan yang canggih . Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan. maupun mutu pelayanannya.

baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua. kesempatan kerja dan devisa. yaitu rendahnya produktivitas. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. rusak dan tidak produktif. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. 81 . produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi.15%/th. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. perkebunan negara dan perkebunan swasta. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. Di tingkat hilir. baik sebagai sumber pendapatan. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. Oleh karena itu. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. Namun luas areal kebun rakyat yang tua. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Tetapi lebih utama dari itu.58%/tahun. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan.

5. Makalah Cut Fatimah Zuhra. 2.google. www. “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka.com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). 2006. 2006. 2005. “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan . 2006.DAFTAR PUSTAKA 1. anggota Ikapi. Strategi PT Penebar Swadaya. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . Tim Penulis PS. Solo . 3. “Karet” . 4. 82 . Prospek Pemasaran”. Jakarta . Setiawan Heru Didit dkk.

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

2006 ) 85 .1991. ( Tim Penulis PS. “Budidaya dan Pengolahan. Strategi Pemasaran”.TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan.

86 .

87 .

Umi Fajariyah 3.Ayuliyetrisnalisa 2.Dewi Afrianti 4.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.

000 km. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae).Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 . Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81. terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria.. Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi.5. Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya.Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13.

000 ton atau setara dengan 30. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma. Hingga kini baru 20. selai anggur dan pakan binatang piaraan. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4.000 ton kering. atau kandung kemih. Ini berarti. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga.984 triliun. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. puding dan manisan nata rumput laut. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. syphilis. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. Sebagai contoh.seperti dodol. tukak lambung. minuman dan makanan ringan. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. cairan pembersih. permen jelly. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. industri kertas.400 ton per tahun. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan.774. sosis. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. 1980) . agar-agar powder.143 triliun. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. pelapis keramik.5 juta per ton. total produksi mencapai 17. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. atau saluran cerna. agar-agar batangan. scrofula. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. ginjal. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid.mikro alge. gangguan empedu. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru).

taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d.cenderung meningkat. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya.marketing. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara. Artinya. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries). Dari sejumlah suplai Eucheuma.000 ton per tahun.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga. terganggu atau habis. Indonesia hanya mensuplai 9 % . g. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat.untuk menjaga stabilitas mutu produksi.setelah itu harus diganti.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. domestik dan luar negeri. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut. Sedangkan. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%. b. c. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a.000 ton per tahun.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan). Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI). Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak.000 ton per tahun. f. sedangkan suplai hanya mencapai 44. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 .nya. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. h. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang.R&D dan supporing lain yang berkaian.Karena itu perlu promosi di pasar lokal.000 ton/tahun. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap.processing. Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat. karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini.

Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. Untuk efisiensi area. beberapa rakit dijadikan satu. makin tinggi efisiensi area. Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Kerugian dengan metoda ini ialah. sebaiknya digunakan metoda ini. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. dapat dwgunakan metoda ini. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Makin banyak jumlah rakit. digunakan jangkar. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. Dalam barisan. Modifikasi ketiga. Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. -processing 92 . sehingga pertumbuhannya kurang baik.

Samaringa. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. asal dikerjakan secara teratur setiap hari. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar.Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. bambu atau kayu yang patah. serta monitoring pertumbuhan tanaman. Di P. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. Contoh penanaman Eucheuma 93 .

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

629 690.308 5.Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).703 3. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.885 300. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.836.193 526. Ambon. Denmark dan Perancis. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3.016 61.639. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.114.938.415.000.700 ton. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang.132 143.973 Alginat 4.402.901 3.653.291 2. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.508 2.997 5.303 3. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.000 ton/tahun.947 350.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.111 162.968 4.000 ton.598 4.717. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Sebagai contoh.619 658. Surabaya.372 261.201 346. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya.161 5. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1. potensi eksport Ekspor rumput laut.954 5.375.142 5. 97 .076 596.349 43.307. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.473.122 NILAI (US $) 170.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5.061.764.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.848.139 3. Denpasar. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.710 542.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina. setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .747.302 166.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.957 273.110.

kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut.  Vitamin B12.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya. B1. B6. B2. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil.51 % : 17. I Protein Lemak Abu Mineral : 39 .5 % : K.27. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir. Ca.08 : 1. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.com 98 . garam. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto. P. C (caroten Daftar pustaka : www.Kadar air makas (%) . Na. A dan Sulistijo (1985). pasir. dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah. Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma .Benda asing maks (%) . Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.google.13 % : 0. : A. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik.2 .

Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511. Emy Hayati 4. Johanes. Turki dan Afrika utara.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. Ricky Harrahap 2. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . M. SE Kelompok 6: 1. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. Monica tri O 3.Si Novita Sari. Mesir. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. di dataran tinggi Ethiopia. karena efek rangsangan yang ditimbulkan.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. SE.

sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. Dari dunia Muslim.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Mesir. selama Perang Revolusi. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. 100 . menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. Selain pada kopi. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. Ph. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. cola. di mana akses impor teh terputus sementara. Kafein mencegah gigi berlubang. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. permen rasa buah atau sepotong roti manis. M. Menurut Seimur Diamond. kopi menyebar ke Eropa. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. coklat.D. Kafein mengurangi derita sakit kepala. maupun obat-obatan. cake coklat yang lezat. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. cokelat.D. 1. Di Kairo. Joe Vinson. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama.. minuman berenergi (energy drink). Jadi. membuat kita merasa lebih segar dan energik. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Akan tetapi. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi.

mood dan konsentrasi. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio. rangsangan. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia.000 ton serahun bisa diperhitungkan. di bidang pengembangan industri. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun. 101 . Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian. BAB II PEMBAHASAN 2.000-425. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik.000-500. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. Ekspor kopi sekitar 400.

tergeser Vietnam.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”. masing-masing 40. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari.6 juta ton per tahun. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. Di lain pihak. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun.23% per tahun. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1. 2.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. yaitu rata-rata 0.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata.6 juta ton per tahun. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4.5 juta ton. 102 . Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung.6 juta karung.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. yaitu lebih kurang 6 juta ton. Tahun 1997. Bahkan. untuk ekspor kopi robusta.

Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. kesuburan tanah maupun umr tanaman. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. India dan Ivory Coast masing-masing 8. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. 7. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. dengan cepat meningkat menjadi 2. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik.6 %.62 juta ton. permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%. pangsa pasar Ecuador. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi. Dalam hal ekspor kopi olahan. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik.64 juta ton pada tahun1996/97.Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya.2 % dan 6. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. 2. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi. tata air maupun tata udara tanahnya.3%. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman. sedangkan Indonesia baru 1. 103 • . Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia.

kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong). Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk.B.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya.Selain itu. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor.I.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam..1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 .iadi kopi beras. butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie.Jerman.dan Jepang. kulit tanduk dan kulit arinya. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak. BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3. Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul.B (Ost Indische Bereiding). Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya.4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering.I. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. 2. (West lndische Bereiding). Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W. maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men.

Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Kanada.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Negara Jepang. c. e. e. c. d. d. d. c. • 3. Kolumbia dan Vietnam.a. dan Inggris masih terbuka. b. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. b.. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. b. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. b. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. c. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a.2 • • 105 . Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. Perancis. Malaysia. Opportunities a. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS.

Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. aromanya wangi. Sumatra Utara dan Bengkulu. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. 3. dapat dirasakan dari aromanya. kopi yang kualitasnya baik. Jerman dan Jepang. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak.3 106 .• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. dan mempunyai cita rasa yang khas. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya. Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful