Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

555.42 juta ton per tahun.453 1. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil . Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.4 juta ton dan menurun sebesar 3.35% per tahun. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton.869.487. Dari 0.713 Dunia 108.51 1.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1.616 Persentase 1.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.6 juta jiwa. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg . hanya 0.6 %/Th.511 103.37 1. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1.935. yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant.67 juta ton biji kering di tahun 2001.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai. Produksi rata-rata mencapai 1.4 %/Th. Atau mengalami penurunan sebesar 0.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0.95 juta ton. dan tahun 2010 sebesar 236 juta.13 juta hektare.61 persen. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai. juga produksi anjlok. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar.79 persen atau 0. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. 3 juta ton.460. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006. Tabel . Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton.522 ha tahun 2002.433 1. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang.464.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor.158 114.320.15 juta ton biji kering. Seiring dengan penyempitan lahan.

Pemanfaatan Potensi Lahan 3. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.418.471 126.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul.909.356. namun secara umum benihnya belum berkualitas.010 1.530 1.640 1.500.400.018.923.82 0.46 0.626 177.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1.483 808.812 206.852 161.997.563 181. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.618 130.0 ton/ha.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1. sementara di tingkat penelitian mencapai 1. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.353 749.517.056 671.94 0.847 1.6-2. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 . Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.37 0. Perbaikan Harga 2.180 1. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.858 157.000 826.038 115. penyakit. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe.15 1.815.382.725 187.708.932 673.710 136.305.564.73.938 1. pemupukan.514.103.680. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani.223.483.954 214.36 0.Perbaikan Proses Produksi 5.796. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.17 0.891 1.250 144.600 723.185 160. Intensifikasi Pertanaman 4.289.848 1.3 ton/ha dengan kisaran 0.32 1.63 0.35 0. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan. ameliorasi lahan.38 0.48 1.0 ton/ha di tingkat petani.669 221. gulma) yang tidak optimal. serta teknik budidaya (populasi tanaman. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%.176.88 0..

serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. teknologi yang telah dihasilkan. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. 5.09 trilyun (2005-2009) dan 16. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. tempe dan kecap dan susu. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. uktur. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging.68 trilyun dan Rp. iklim yang cocok.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3. 2. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. 0.19 trilyun (2010-2025). investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. kini naik menjadi 10 kg/th.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai. Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. Jenis industri yang tergolong skala kecil . serta produk industri hasil olahan lainnya. Dalam periode yang sama. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun. Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik.pangan.45 trilyun.

4. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun .  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien.56 ton per Ha.6 juta ton. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri.70 ton kedelai per Ha.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a.Produksi kedelai pernah mencapai 1.masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1. hanya 0. Argentina. Brazil. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 . b.23 ton per Ha hingga Tahun 2000. kita semakin jauh tertinggal. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.

Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 .5. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek.Pembibitan 1. 3. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.Teknik Penanaman 1. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. 3. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Apabila akan dibuat drainase.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. Pengolahan 1. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. 2. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. 25 x 25 cm. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1.Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. atau dengan memperpendek jarak tanam. 2. tinggi 20 cm. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. Teknik Penyemaian Benih 4. 3. bersih dari kotoran. atau 20 x 20 cm. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. dengan dosis 2-3 ton/ha. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. tanah. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. 2.

Sistem tanaman tumpangsari. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. pemupukan dapat menaikkan hasil. Pada tanah yang kurang subur.Pemeliharaan Tanaman 1. 2. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. 4. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). 3. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” .Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 6. 3. sekitar 6 minggu setelah tanam. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. sehingga akan terlihat tidak seragam. Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. 4. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. 4. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. pemupukan tidak diperlukan. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil.

pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. bila tidak. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. 3. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Oleh karena itu. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. dan bermuara ke konsumen akhir. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan.Setelah pemungutan selesai. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . mereka menjual kepada tengkulak di desanya. anyaman bambu. Dalam pemasaran kedelai. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. • Marketing : Dari segi pemasaran. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. Pengendalian mutu sulit diterapkan. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. atau di lantai semen selama 3 hari. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. 2. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar.

2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai. pemberian air yang cukup. 2004a). • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi.yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan. supra insus.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. 7. pembuatan saluran drainase. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. 6. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. tanaman. 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . ANALISIS SWOT A. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat. pengapuran. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. antioksidan dan antikarsinogenik. seperti lembaga penjamin dan bank khusus. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. Paling tidak.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah. air.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya.500 ha. terutama memanfaatkan yang sudah ada. opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. Menurut Departemen Pertanian. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu.

235 juta ton. dan PT Pertani (Persero). • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai.pupuk. kedelai. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas. Dengan kata lain.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.harga.646 juta ton. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2.000/ha. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.32 juta/ha. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. gula dan daging sapi. PT Petrokimia Gresik. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. PT Sang Hyang Sri (Persero).• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. D. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada.dan kebijakan impor. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih.di Indonesia. Kelima komoditas tersebut adalah beras. • • • • • C. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang. PT Pupuk Kujang. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai.kualitas dan lokasi. • B.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . 27 Maret 2008. jagung. Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. • Adanya kebijakan pemerintah. Kamis. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. Komoditas kedelai.

produksi kedelai mencapai 826. dan bumbu. dan kecap. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). kedelai goreng (sebagai kudapan). dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. tauco. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. pakan ternak.136 juta ton. lemak. susu kedelai.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih. tauge. oncom. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. Bungkil itu dikukus. Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. dicampur dengan garam dan gula. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia. Pada tahun 2001. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. gula. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. dan benih.. dan dapat dipanen setelah 5 hari. yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina.. sari ikan. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. dan kaldu. didinginkan. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1.

bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap.8 -2. plastik. 8. kosmetik. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah.0. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa). daging dan produk susu. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu).1 12. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.4 8. atau dapat langsung kepada pedagang besar .1 9. krayon. Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak.8 11. tinta.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10.5 11. Pada gilirannya. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat. dan biodiesel.3 11.2 11. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton. yang disitir Ariani (2003).6 11. pelarut. tepung kedelai. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”.0 11. resin. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain. BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya.0 6. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 .Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam). • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 . ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak.7 10. • Price Harga kedelai local berfluktuasi.18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun.Kampanye.

. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002.tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004.kecap.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010.188 235 169 1.singpura. Sulawesi Utara (Gorontalo). Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI . Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001. • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi. ekspor olahan kedelai mencapai 1. Lampung. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan. Implementasi program bangkit kedelai.252 1.365. 9.93 14.tauco.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna.Di Indonesia. ecoefficiency). akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. dll sesuai dengan tuntutan pasar . Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai.136.419 1. Manajemen Agribisnis “Karet” 15 . saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Jawa Barat.Pemerintah.277. Jawa Tengah.192.685 1. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.Australia. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai.717 NO 1 2 2004 74 651. • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai. 10.tempe.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi . karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.

tebu. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). mutu II=1. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. mutu III=5 dan mutu IV=10. jagung. asam. dan sorgum. mutu III=3 dan mutu IV=5. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. Departemen Pertanian. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. kedelai. mutu III=3 dan mutu IV=5. 4. 1 tahun. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. Bebas hama dan penyakit. Rp 15 juta untuk individu dan max. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. 5. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. Bebas dari bahan kimia. mutu II=3. mutu II= 4. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. 3. b) Syarat khusus 1. atau bau asing lainnya.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. ubi jalar. Selain itu. dan kedelai. dan kentang. peternakan dan pengadaan pangan. Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. seperti: insektisida dan fungisida. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. Limit kredit max. 2. Suku bunga yang ringan. Rp 500 juta untuk koperasi. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu II=14. kedelai. ubi kayu. Bebas bau busuk. jagung. bawang merah. 11. 3. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. mutu II=1. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam. Dinas Pertanian. 2. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. mutu III=3 dan mutu IV=5. kacang tanah. jagung. mutu II=2. Butir belah maksimum (%): mutu I=1.

Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun. khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun. Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero).• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok.

Perbaikan Harga 2. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 . Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Pemanfaatan Potensi Lahan 3. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. 1974). Liptan. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. ______. No. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 2. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Intensifikasi Pertanaman 4.2. tahun 1988.BAB III PENUTUP 3.2 ribu ton.1. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3. 1980). DAFTAR PUSTAKA Anonim. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. 3. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. 4. 13. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. Perbaikan Proses Produksi 5. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. Kedelai. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. ______. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.

Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . 12 April 1989. Lembaga Biologi Nasional. 1989). Rukmana Rahmat. 1996). Manfaat Kedelai. Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu._______. Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius.

SE.Si Novita Sari. SE . Johanes.2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR. M.

.......................... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .............................................. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ............................. Bauran Pemasaran ........................................................... Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ..................................... Cooperative Enterpreneur …………………………………………........................................................ Government as Support Sub System ……………………………….................................. Potensi Ekspor Komoditi ............................................ Lembaga pembiayaan ………………………………………………………......... SUB-SYSTEM AGRIBISNIS .............. DAFTAR PUSTAKA ............................... Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………...............................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Latar belakang ................................................................................ ANALISIS SWOT …………………………………………………………............................ Subsistem yang berperan penting ............................................................................ Processing ................................... R & D ................................. .............................................................................................. Produksi ………………………………………………………………. Farming system........................ KESIMPULAN ............................................. Segmentasi Pasar .................................................................... Atribut Kualitas Komoditi ...... Strenght ……………………………………………………………..................... 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ........

Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina.000 hektar.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah. 2. Konsumsi udang dunia terus meningkat. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1. Namun. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 . Lalu. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang. saat ini produksi udang hanya mencapai 300.000 hektar. Apalagi. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Selebihnya diekspor. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan.000 ton per tahun. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak. dengan negara-negara tujuan eksport. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. dan Uni Eropa 10. Saat ini.1. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. Dengan demikian. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional. B. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.000 hektar. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total.000 ton dikonsumsi di AS.Amerika Serikat serta Uni eropa.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.000 ton.5 persen.sampai di warung pinggir jalan sekalipun. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri.000 ton”.5 kg per orang per tahun. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. Iwan mengatakan. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. AS sekitar 14. Selain peningkatan volume produksi. Tahun lalu.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. menghasilkan udang sekitar 300. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang.restoran-restoran terkenal. dilihat dari sisi produksi.5 persen. produksi udang 300. Dimana. disusul AS sebanyak 1. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. Sekitar 500. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A.000 hektar tambak yang dikelola. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. Konsumsi Dari 380.

terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. 2. peluang bagi dunia perudangan nasional. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. Ini artinya. Alasannya. yang sebagian besar diekspor ke Jepang.3.terutama keamanan dan gejolak sosial. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Masalah residu antibiotik. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. dan kaus kaki bermutu tinggi. perban penghenti perdarahan. kaus oblong. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4. obat pelangsing tubuh. Masalah sosial . udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. Berdasarkan riset. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. Hongkong. 3. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. 5. Bagi Indonesia. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. 4. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. Tujuannya. Finansial . akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. Sebab. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet.

pencegahan kontaminasi selama panen. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. Processing. R & D. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. suplai air. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. teknik pasca panen. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. Secara garis besarnya. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut.6 juta ton pada 2003. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. temperatur produk. waktu dan periode pemberian. produksi dan panen. teknologi budidaya. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. dan produksi tumbuh dengan cepat. pembersihan produk dengan air bersih. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. sortasi. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. pakan dan pemberian pakan.. Pembenihan Pada umumnya. yaitu : perairan. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. lahan. penyakit dan pengontrolan penyakit. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . Tidak seperti komoditas lainnya. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Sementara itu. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. Dari aspek “comparative advantage” pun. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). Di Indonesia . tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. Government as Support Sub System. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. Dalam jangka pendek. 1. penyediaan saran dan prasarana budidaya. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat. ancaman penyakit. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . melalui berbagai saluran yang ada. dukungan makro seperti jaminan keamanan. indicus). Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. termasuk peningkatan produktivitas. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen. dsb. Cooperative Enterpreneur. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. Disamping itu. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain.Dalam pengembangan udang lokal.. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. 2. Dari segi “market intelligence. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. Masalahnya adalah. Tetapi. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. pola birokrasi yang efisien. • Lembaga Riset. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis.

peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. Disamping itu.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan. sterilisasi lapisan kolam. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju.peralatan.. Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery.untuk dilaksanakan. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang.terutama keamanan dan gejolak sosial. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. berwawasan lingkungan. Masalah sosial . Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik.obat-obatan dan pemasaran. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. 7. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut. 6. b. Untuk memenuhi akan benih. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. g. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. Isu antibiotik. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya. penggunaan "absorptive" mineral. Finansial . Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. Karena itu. ANALISIS SWOT.

tingkat pendidikan. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. Kanada. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. Singapura.namun pemerintah belum mengambil tindakan. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu. • Berdasarkan perilaku konsumen. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia. dan Surabaya.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir.Sementara itu. Selain itu Sedikitnya 300. Jakarta. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. issu lingkungan dan lain-lain. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. Amerika Serikat. dan jumlah anggota keluarga. Disamping itu. seperti usia. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Untuk pasar lokal. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. food safety. dan India. status perkawinan. Korea. menurut Handito.Cina. Segmentasi Pasar. Inggris.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. jenis kelamin. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). Batam. Belanda.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar. seperti perubahan kualitas atau harga.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa.. 8. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan.

sehingga harga udang cenderung turun. Sebagai komoditas ekspor. 9. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. khususnya Indonesia.” Achmad Poernomo. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. 3) Distribusi (place).Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. Namun demikian. 4) promosi (promotion). USA. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. Pembudidaya.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. 2) Harga (price). dan uni eropa. USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. baik Pemerintah.

Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China. Mereka pesaing utama Indonesia.218 8 Taiwan 2.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Dari semua persyaratan yang diminta.06 juta ton dimana 1. dan Meksiko.78 milyar. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. Vietnam. India. produksi udang harus mencapai 6.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. Ekuador. Pesaing Pasar Ekspor. Atribut Kualitas Komoditi. Sejak tahun 2004 lalu. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja. 10. Taiwan. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. Selain bebas dari antibiotic. 11.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. Costa Rika. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut.572 6 Malaysia 5. Brazil.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan. China. Negara (Ton) 1 Jepang 54. dan Ekuador.Tabel 1. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia.11 juta ton (18. Filipina.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat. misalnya. khususnya yang tetgabung dalam SCI. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. dan Malaysia.064 2 Amerika Serikat 16.komoditi ini juga diproduksi di India. Dalam jumlah yang relative kecil. Thailand. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol.236 7 Inggris 4.223 10 Belgia & Luxemburg 2.623 9 RRC 2. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 . Brasil. Banglades. Di Thailand. Sayangnya. Vietnam. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. Bahkan. seperti Thailand. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak.216 3 Hongkong 7. Untuk memenuhi target tersebut. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi.164 4 Belanda 6.menurut Iwan.900 5 Singapura 6.

panen serta sarana penunjang lainnya). Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur.Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. proses yang rumit. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. dll). Pembiayaan diperlukan di semua sektor. terlebih lagi di pasar luar negeri. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. baik hulu maupun hilir. rasa kebersamaan/nasionalisme. memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . misalnya. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. saprodi. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya. suku bunga. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. agunan. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri.

dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang.pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. antara lain : 1. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. 3. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur.000 lebih tambak udang. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar.250 ha. 2. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. 5. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah. Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. 6. Disisi lain. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. produksi pakan udang. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. kabupaten Tulang Bawang. Kualifikasi dan persyaratan. 4. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. untuk melakukan pengawasan.

apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. saize.Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 .

Koswara. Direktorat Jenderal Perikanan. 1995. Jakarta. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Dr. Jakarta. BPPMHP. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. Monitoring Sanitasi Kekerangan. Direktorat Jenderal Perikanan. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. Prof. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Direktorat Jenderal Perikanan. Revitalisasi Budidaya Udang. Direktorat Jenderal Perikanan. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. 1999. Jakarta. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Bachrulhajat. Jakarta. 2000.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan.

php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310..korantempo. PK2P kepada Menteri Dep. Ir.com Laporan Dirjen. .29k www.Sigit.lib. Budidaya Udang Windu.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .id.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk. 1987. Waca Utama Pramesti.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.47k – www.adln.25k www2. Pemeliharaan Udang di Air Tawar. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.google.html ..com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187.unair.Jakarta. Mudjiman L.id/berita/0608/23/ipt02.sinarharapan. Penebar Swadaya.kompas.id/go.PT. Jakarta.html .20060210-73738.html .doc ] www..htm . Webside : http/:www.ac.22k www.tempointeraktif.1986.co.Wibowo. KP.

.Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR... Afiq Susanto 3.................. PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ..... BAB I..... Johanes...............Si Novita Sari. M... SE....... Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI .... M. Villya Novariza 4..... Ahmad Taufik Ridho 2... SE Kelompok III 1.........................................

....................................................................... ISI 2............................ BAB II... 2......... 1..................................... 2....I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .............................................................. KESIMPULAN DAN SARAN 3........................................ 2.......................................................................... DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ........... 2..............4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang ............................8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ....2 Tujuan Penulisan ................9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang ................3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ...............................................................5 Subsistem Yang Paling Berperan ....... 2..1 Latar Belakang ........1...................................... 3........ BAB III..............2 Saran .......................... 1......................... 2..............................................................7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran..........3 Manfaat Penulisan ...... 2..... 2..............................................................1 Kesimpulan ....................2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan ...............6 Pengembangan Agribisnis ......

India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu. 1.BAB 1 PENDAHULUAN 1. tetapi telah dilakukan secara intensif. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Selain buahnya. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. terutama pisang untuk keperluan eksport. dan lain-lain.2. Maka dari itu. Pada masyarakat Asia Tenggara. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. . ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat. Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan. untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang. Buah pisang selain dalam bentuk segar. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2.1. 1. mulai dari bonggol sampai daun. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang. seperti: sale pisang. Sesuai dengan kemajuan tekhnologi.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. Selain itu. termasuk Indonesia.500-600 SM. keripik pisang. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering).2. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 .Di China.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. Masyarakat di daerah itu.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist.

Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2.dan Penentuan kadar kotoran. Kualitas produk yang dihasilkan.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. dan kesehatan bagi konsumen. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang.ISI 2. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang .laba operasional. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. e. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. sampai pemasaran produk-produknya. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan.Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi .Penetuan keseragaman ukuran buah. dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi. Penentuan keseragaman kultivar. mudah didapat.Penentuan tingkat ketuaan. c.1. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan.226. Perkiraan produksi. yang meliputi : a.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. tenaga kerja. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada.2. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. keselamatan. penjualan.1. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. bisa dilihat dari keamanan.rasio untung/rugi.dan biaya operasional lainnya. 2. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih. kandungan gizinya tinggi. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . teknologi budidaya. Biaya produksi yang dikeluarkan. b.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.1. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). Kegiatan proses produksi atau operasi.1. d. karena pisang selain rasanya enak. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. dan harganya relatif murah. Pentingnya Pengamatan Produksi. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit.000 ton pada tahun 2025 nanti. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Tetapi di Indonesia. Tenaga kerja. teknologi pascapanen dan pengolahan hasil.

per tandan). Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya.2.. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. Pada khususnya. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. Selain itu. sale (1. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat. Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri.secara nasional. pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari). 2. puree dan jam. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat. mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. maupun industri berskala besar seperti tepung. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish.3. baik dari segi pengetahuan. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian. Oleh karena itu. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. keterampilan. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 . 10. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).000. maupun kemampuan finansial. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Dari total produksi buah pisang dunia. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun.5-2 ton/bln). Skala besar. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. ledre (70-120 kg/hari).6 kg pada tahun 2003-2004. perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. Selain sebagai buah yang dimakan segar. Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. 2. getuk dan sale.

panen. Pemilihan bibit/benih . h. b.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. Farming System ( system perkebunan ). dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. tandan palsu tidak dipotong. bunga. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen. j. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat.Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi. produkasi tinggi. k.cucu. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. alat. f. dan pemilihan tunas yang kurang baik. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak . Akses terbatas terhadap input.yang seharusnya tidak terjadi. 2. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. m. Kurangnya irigasi dan system drainase. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. g.ambon kuning dan pisang mas. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya). l.4. n. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah.dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. tidak ada pemangkasan sisir.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk.maupun dengan pola tumpang sari.sebagaai berikut : A.4. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen.1. i. materi. Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang. pengurangan daun.serta dilahan tegalan. Kerusakan buah yang parah karena karat. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. e. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. d. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal.

Tekhnik Penanaman. Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya. C.Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Pada dasarnya.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik. Bibit anakan . B. 2.Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic. Bibit bit .dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ). Pengolahan Media Tanam.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah.Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. • Daun Pisang. Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya.dan jarak tanam sekitar 3.tingginya antara 151-175cm. • Jantung Pisang.anggur kulit pisang. Processing. Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat . Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . Diantara bibit anakan.Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya .Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur.3cm. 1.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik.4. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah .benih yang akan dibeli. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja.Belahan bonggol ini disebut bit. Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang .dengan curah hujan merata sepanjang tahun. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.Seperti : • Kulit pisang. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan. • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai. • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung.Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung. Bisa diolah menjadi selai kulit pisang. • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm. • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi .Ada 4 jenis anakan pisang . Manajemen Agribisnis “Karet” 41 .sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru .keamanan dan social.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan. 2.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana.2. 3.

kerupuk. Dalam skala industri.Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan.misalnya untuk kue. Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius. Pemasaran yang memerlukan waktu.5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ).3.Tepung pisang agar tahan lama.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua. Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.lalapan.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris. keluar pulau atau untuk ekspor. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun. Marketing.pendarahan usus. Disamping itu. Sebagai contoh. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya. Untuk pemasaran lokal.4.bubur.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit.dan -penyimpanan. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak.tetapi sudah mengarah untuk ekspor.Selain itu.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh.serta untuk menghitamkan rambut. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.obat kumur.Oleh karena itu. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran.puree (600kg-1. Buah.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya .aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 .• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ). Untuk membuat tepung pisang.roti.urap.banyak orang mencarinya.5-2 ton/mg ). Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton). misal keluar daerah.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1.dan lain-lain. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

2. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. Dan banyaknya pengusaha . Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun.peluang lain antara lain : 1. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. 3. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. dll sesuai dengan tuntutan pasar. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. product appearance. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. ecoefficiency). time delivery. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . manajemen distribusi. Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. dan produksi buah pisang. cost efficiency. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. 2. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. Kelemahan . Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik.

2. 4. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. dan sebagainya. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. 4. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. perlindungan hewan. pisang jambe. pisang mas. pisang bali. Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara).kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. c. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan. Ketidakpastian iklim politik. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. pisang barangan. Seandainya kendala . Manajemen Agribisnis “Karet” 47 . hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. Ketidakmenentuan iklim global. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya.tanaman dan lingkungan hidup. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. Ketidakpastian perekonomian nasional. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang.hal inilah yang merupakan kendala . Selain itu. Segmen Pasar. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. pisang raja. Hal . pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. pisang kapok. 2. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar.6. pemasaran hasil produksi. standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata. pisang lampung. b. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). pisang raja sere. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. swasta.3.

kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. promotion. jem pisang.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. 2.keranjang bambu. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan.2. tepung pisang. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media. dan place serta 1S yaitu costumer services. keripik pisang. Dalam menghadapi persaingan global.7. 2. Dalam prinsip pemasaran. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. dan lain-lain. anggur pisang. buah pisang dalam sirup. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. price. agar buah pisang dapat laku dipasaran. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus.Pengemasan bisa berupa peti kayu. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar.7.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. Product Didalam pasar dunia. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. 1.7. yang terdiri dari 4P yaitu product.2.bentuk dan ukuran buah. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan. Oleh karena itu. sari buah pisang.Selain itu. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar). Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 . Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. diantara sekian banyak jenis buah pisang. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan.1. Bagaimana 4P Digunakan.Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi. baik pasar nasional maupun pasar internasional. tape pisang. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar.

Namun. Maluku. 2. Di antara negara anggota ASEAN. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. dan beberapa tempat lainnya.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. negara ini menempati urutan keempat. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. jeruk siam. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Mojokerto (Jawa Timur).000-6. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 .Bali.873 MT. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35. pisang . Lampung. dan nanas. iklim yang mendukung. keragaman varietas yang cukup tinggi.599 MT. Pada tahun 2005. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. salak. setelah Filipina. Selain dari itu. mangga. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. sumber daya manusia. Pada tahun yang sama. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . Sulawesi. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat. Jawa Timur.000 ton pada tahun 1996. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas.786.76%.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang.420. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar. Jawa Tengah. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan.088 MT. Lampung.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar. Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. total produksi buah Indonesia adalah 14. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan. Selanjutnya.perusahaan olahan asing.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen. Jambi.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). Sumatera Barat. Kalimantan. dalam hal produktivitas.8.02%). Sebagian besar buah adalah pisang. Di pasar dunia.

615 kg 2004 992.505 2.511 187.315.140 1.437 1.859 75. 82.266.855 1.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 ..391 2004 Volume Nilai (Kg) 3.432 21.850 523. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).301.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.772 - 1987 Jepang.671.423 3. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.122 1.435 1.596 3.329 (US $) 6.996 1.494 106.044 14.341.451.419 kg 1991 Perancis.664 134.943 49.000 ton 2025 11.512.479 32.125. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain. 62.263 1.784.241 47.643 6. Belanda.899 722..899 2. Australi.390 117.729 2.473 ton 2002 512.772 529.. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.006 984.995 588.379 524.026 460.582 6.505 kg 2005 470.224 604.284.956.315 65..283 12.371 722.921 89.052 156.772 1.843 22.634 28.820 (US $) 9.643 1. dan Analysis Critical Point (HACCP).495 ton 1999 77.287 512.350 7.336 794.972 10. Integrated Pest Management (IPM).572.879.920 559. 89.591.042 231.615 2.306...700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6.27 ton 2003 10.013.320 2.643 979.964 kg 1996 Arab Saudi.554 2.074 517.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.274 632.lokal. Kanada.923 (US $) 3.787 kg 1989 Jerman. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.736 979.734.730 7.686 992.304.045.313 96..915 6. 101.674 958.710 102.871 85..634 366.414 16.662 12.431.291. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.402 140.

986.676. 2002-2004 Frans Hero K.68 12.00 1.00 5.016.310.00 States Total 761.00 Hong Kong 19.81 253.00 718.310.510.00 24.00 6.00 11.68 241.883.180.00 142.00 0.835.720.00 253.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .00 39. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.68 12.00 0.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.00 Rep.071.481.00 Singapore 142.00 12.767.19 542. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.745.00 173.00 167.212.00 22.442.00 55.00 0.76 2.00 122.544.00 Emirates United 50.19 542.506.971.00 0.00 74.81 253.00 122.00 18.00 483. Of Saudi 3.00 50.360.68 241.00 130.441.00 12.00 10.330.00 40.00 1.180.00 12.930.00 12.324.180.00 167.00 148.00 5.10 TOTAL 17.324.00 40.130.055.00 23.00 985.720.00 43.00 37.204.76 2.00 17.444.00 2.379.00 341.00 0.774.00 840.340.00 Iran.00 58.000.040.170.590.441.00 1.00 0.040.00 Arabia Kuwait 37.270.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.212.islamic 501.00 Malaysia 13.545.00 United Arab 37.

067 675.464 31.348.904 1. Buah pisang memiliki rasa yang enak.967 100.437.234 625.513 59.563 59.479.320 117.664 410.hortikultura.339 55.150.582 14.611 4.877 71.373 88.435 82.090 72.310 110.270.219 63.472 801.441.117 710.608 675. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .298 157.781.261 232.144 1.857 800.950 107.308 Total Buah-Buahan http://www.560 455.708 16.551.655 747.587 67. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.918 732.031 59.180 128.665 62.613 83.693 925.082 548.324 1.691 1.654 677.155 815.898 68.429 182.801 1.338 66.177.966 163.13 0 2007*) 212. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.787 82.634 683.526.509 110.108 115.975 88.117 146.814 741.760 76.657 5.920 2.377.418 111.389 566.997 72.463 70.653 360.438 928.745 4.767 73. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.831 239.370 392. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.576 1.621.683 84.169 119.131 628.PRODUKSI TANAMAN BUAH .432 70.793 818.599 1.015 56.931 83.035 96.451 5.781 643.786.578 937.848 196.45 6 2006 239.412.deptan.9.957 67.577 65.089 626.205 178.439 709.884 64.874.427.037.994.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.774 78.652 2.680 88.702 63.304.210 1.637 58.852 85.go.43 5 2004 221.127 632.994 47.id/index.648 2.556 16.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .426 62.474 79.795 709.042 618.532 13.860 14.177.864 5.485 60.902 210.820.892 75.711 712.557 180.171.077 861.704 2.440 366.195 34.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.073 694.355 100.

Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp.. dan lain-lain. 6. yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang. 250. termasuk buah pisang.000. peralatan dan mesin.000.273.995.1. 5. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang. dan Penentuan kadar kotoran. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik.berat isi (kg). telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP.yang terdiri dari modal sendiri Rp. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang. Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana.743 kg BAB III PENUTUP 3. baik sebagai tanaman sela.b. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit. inisiasi kemitraan. 6. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. sale dan sebagainya.000. Penentuan tingkat ketuaan.500. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp.. 4. Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. sangat subur untuk sebagian besar tanaman. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system. batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp. Indonesia merupakan negara tropis. Berbagai macam manfaat buah pisang. 1. Oleh sebab itu. c. c.733. Walaupun demikian. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja.dan kredit bank Rp. 4.dan diameter pisang (cm).Secara finansial. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm). memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 . inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. Penetuan keseragaman ukuran buah. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. sale pisang.000.yang terdiri dari dana sendiri Rp..000. b. mempunyai prospek pasar yang baik..603.. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.745. mempunyai potensi pengembangan yang luas. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra.dan kredit dari bank Rp.000.

_______. 2. Maret 1989. 1980). Liptan. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. Sinar Tani. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Sinar Tani. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan.. Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. Penyakit Pisang di Indonesia. 1982). 1974). 12 April 1989. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. 8 februari 1989. sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. 6. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. Rukmana Rahmat. No. Pisang. 1979).Sukarti. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. A. Sinat Tani. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. 25 Januari 1989. Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. Sinar Tani. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. Sudarmo Widayati M. No. 3 Oktober 1987. 1981). Vol. Sinar Tani. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul.2. Penebar Swadaya. 1977). Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Lembaga Biologi Nasional.3. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. harganya menjadi sangat murah. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. _______. ______. Anonim. 1989). _______. Jakarta : PT. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Sumartono.Bertanam Pohon buah-buahan. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . Manfaat Buah Pisang. tahun 1988. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. _______. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Selain itu. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Djamal-Har. ______. 13..1998. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Utami Dewi. 26 Agustus 1989. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan.

JOHANNES.Si NOPITA SARI. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan.S.M. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 . dari familia Theaceae]. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi.S.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR..E. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat. Camellia sinensis.

Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. Seperti anggur di negara-negara Eropa. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris.737 SM. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak. Air minum itu pun berubah warnanya. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur. pohon teh ini dipotong rendah. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. Rusia dan Indonesia. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. Jepang. Afrika Timur. Untuk hasil yang baik. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. atau hampir 5. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih.000 tahun yang lalu. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. Srilanka. Barat. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Selatan dan Tenggara. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia. India.

Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin .81-11. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. seperti yang ada di Jepang. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika.Pada dasarnya. Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam.28 persen. Pada beberapa tahun terakhir ini. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. Dari sisi permintaan. terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. yakni sebagai bahan baku industri katekin. Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. vitamin B. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Eropa.teh putih. dan Indonesia . Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau .24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica. Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional . Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. vitamin C. dan teh oolong . yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. teh hitam . Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Selain itu. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya.028. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera.

gantungan topi. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia.5% (atau kurang).  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia. kursi. pajak.  Kenaikan UMR.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia. yaitu masalah modal dan manajemen. politik dan ekonomi.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT.900-2. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan. bahan baku.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%. Persaingan dari barang subtitusi. sedangkan daya serap pasar hanya 2.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 . SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.  Kendala lain yang menggelayuti para petani.000 ton dari total produksi mencapai 3.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.4 juta ton.000 kg teh kering per hektar per tahun.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia.000 kilogram teh kering per hektar per tahun.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720).b.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam. kenaikan BBM dan tarif listrik.c.

hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh. satu hektar tanaman teh membutuhkan 1.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit. dibutuhkan 0. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2.2 hingga 1.5 tenaga kerja.Untuk mengolah satu kg teh.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 . dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.

Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk.Karena daun yang masih muda.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda. saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama. mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja. pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. Selain biaya produksi dan harga jual. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan. untuk mendapatkan hasil yang maksimal.Jika.

sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 . Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan. mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi. dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial.4.

setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. 5. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh.Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. Untuk itu. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. 4. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. 7. Selain itu. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. 3. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. Menekan harga pokok kebun. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . 2. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. 6. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas. Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar.

teknik. Opportunities. dan sebagainya.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. dalam bidangbidang : manajemen.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. kesehatan. gantungan topi. Opportunities. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. 9. Weaknesses. mengobati penyakit parkinson. komputer. dan sebagainya. kewiraan. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. 2. 1. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. seperti meja cousin. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). Manajemen Agribisnis “Karet” 63 .  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. untuk kesehatan kulit.dan sebagainya.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. tanaman. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. Weaknesses. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. mencegah kanker. kelemahan. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan. 10. akuntansi. lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. teknologi pengolahan. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. Manajemen pemetikan 8. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. mengontrol tekanan darah tinggi. administrasi.

Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti.5 jenis.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi.4 dolar AS per kg. Jepang. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional.5 dollar AS per kg. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen. India. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Kenya. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut. Cina dan India. Srilanka. Untuk positioning. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. Pada saat ini. Maka. tentunya. dan Vietnam. BAURAN PEMASARAN  Produk .  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan. Manajemen Agribisnis “Karet” 64 . 4.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut. Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. Srilanka. 3. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan.85 dolar AS. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat.hari.  Pricing. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 . tetapi hanya 1 .

12 1.1 -17. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. dan Cina. Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15. Pakistan. Amerika Serikat (7%). Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam.kebijakan ini perlu ditata ulang. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72. Ketersediaan produk teh di pasar. untuk kebutuhan ekspor.  Place . sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya). sedangkan untuk kebutuhan lokal. Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY. Srilanka. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional. Cina dan India. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. konsumen besar lainnya. lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung. dan Belanda (5.1 % dari total ekspor teh Indonesia. lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah.8 64. menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah. Polandia (5.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). Malaysia (9%).3%).0 91. POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 . Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional.4%). Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia.76 49. Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara. Pakistan (8. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . Pertama. Sedangkan. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut. teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri. Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.4%).  Promotion. No. Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Sebaliknya.4%). India.8 28. Teh 98. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. Srilanka. Inggris (14. Jerman (7%).9 51.8 47.6%).

serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.0% India 30.0% 0. Sebagai contoh misalnya. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi.0% 3.0% 15. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering. Keberadaan partikel pucuk muda (tip).0% 56. Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. kerapuhan. kekuatan.5% 17. density. bentuk.0% 17. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna.0% 20. warna (teh kering.0% 2. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. tangkai. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density. Akibatnya.0% China 32.0% 26. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. kimia maupun biologi.0% 0. kesegaran. 2. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi. ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil. Atribut tersebut misalnya kekeringan.5% Vietnam 50. ukuran partikel dan lain-lain. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis. rasa asing dan cemaran. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan.0% 48. air seduhan).0% 70. ATRIBUT KUALITAS TEH 1. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya.0% Srilangka 30.0% 52. intensitas warna. kilat atau ”hidup” –nya warna. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 .0% 10.0% 3. ketajaman.

sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. 3. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh. Untuk saat ini. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. residu pestisida. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. Misalnya adalah ketuaan daun. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. thearubigin. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. khususnya. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. mineral. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal.2 – 1. Kandungan kimia dalam daun teh. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. 4. thearubigin. lembaga perbankan.4 per kg. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. 5. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh. Theobromine. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. lembaga non – perbankan. ester-ester. idioblast. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. Sebagai contoh. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. geraniol. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

com http://antara.ac. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia. khususnya rakyat kecil. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri.wordpress.library@lib.id//terms http://www. Selain itu. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia.go. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.html http://abgnet.depperin. Saat ini. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh. Khususnya Indonesia.com Milist: stis44@yahoogroups.bandungpress.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan.com Sumber:http://www.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu.com/khasiat-teh. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin.co.atmstravelnews. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut. Maka dari itu. http://disperindag-jabar.com/ http://www.youngstatistician. Pusat Penelitian Teh dan Kina.go.landize.unair.id Website: www. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat.html http://anekailmu. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah. Indonesia.blogspot. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional. Di sisi lain. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002).blogspot. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. yang merupakan salah satu produsen teh.

Astrinova 4. Mia Mayesvi 2.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1. Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3.

... 3 3................................ Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia ....................6 C......................................................... Subsistem agribisnis yang paling berperan .............. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian ........................ 14 2....................... Latar Belakang . 11 Kesimpulan ..................................................................... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir ...................... Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis .................................................. Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ....... Jalur Pemasaran Karet secara Umum ................................................................................................................ Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian ........ Analisis SWOT ......13 Lampiran 1.............................................................................. 13................... Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet .............................................. 6 5............................... 5 B.......... 5 A...............DAFTAR ISI 1.................................. 9 8..............12 Daftar Pustaka .................................. 10 Atribut Kualitas Karet ................................................................. 11.......................................................................................... 4 4......... 3 2.............. 7 6.............................................. 16 Subsistem Agribisnis ...... 15 3............... 8 7.......................................................................... 9 Potensi Ekspor Karet .................................................................................... 10.................................................................. 12............................1................. Prospek Karet dari Sisi Permintaan ......................... Lokasi Perkebunan Karet ........................................... 9............................................. Manajemen Agribisnis “Karet” 70 ............. 3 1......... TABEL ..........................................

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. 1. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia.2 juta ton.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik.1. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa.1. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. 2006). Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4. Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. 2.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet.2 milyar (kompas. Guna mendukung hal ini.0 juta ton pada tahun 2005. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. kecenderungan penggunaan green tyres. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Pada tahun 2002. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat.

Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet.2% per tahun. d. karet sintetis. Skala Produksi. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. Oleh karena itu. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Kegiatan proses produksi b.15% per tahun. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%). Goodyar dan Michclin. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi.dan sumberdaya hayati. dapat dilihat dari keaamanan. keselamatan. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). 3. Semakin banyak barang pengganti karet. sehingga pada tahun 2004. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. e.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. dan 15 juta ton untuk karet alam. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing. Pentingnya IPTEK bagi para petani. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri.39 juta ton. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2.0% per tahun. Kualitas produk yang dihasilkan. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035. yang meliputi : a. dan kesehatan bagi konsumen. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. c. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. permintaan tergantung pada daya beli konsumen. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. dalam hal ini disebut konsumsi. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah.

Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang. . nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. Jika harga output tinggi. selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A.81 juta ton per tahun. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif. Harga merangkak naik. Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. dan Malaysia). Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. a. c. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri. Indonesia. Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. 4. berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis.5 per kg. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. Selain itu. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. 06 sen per kg. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). Dengan kondisi demikian.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet.

semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari . Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. e. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. 7. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. Subsistem Agribisnis a. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. Phloeridae. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. Kurangnya IPTEK. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak. dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. Oleh karena itu. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan. d. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. Adanya penurunan areal hutan. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. promosi. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. dan papan serat. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. f. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. papan artikel. C. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. ini adalah bibit yang bagus.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. B.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan.Penyiapan lahan 75 .  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. b.

meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran. .Replanting (pembukaan ulang). pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan. Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. 76 . memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%.New Planting (bukaan baru). yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi. .14m x 3.Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan. Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah. Yaitu : . Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap.Konversi. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan.  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet. Pengangkutan lateks. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. yang disebut Revertex Standar. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi.33 m atau 8m x 2. Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak.5m. Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. c. b.

77 . Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten. (d) pengembangan infrastruktur.d.2 juta ha sampai dengan 2025. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional. e. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran. pengolahan dan pemasaran bersama. dan meningkatkan pendapatan petani. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. (b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. 8. termasuk juga mutu karet alam. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. mempromosikan komoditi karet. (d) peningkatan efisiensi usaha tani.sehingga produktivitas pertanian rendah.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan.

7.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain.  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS. dll.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain. produksi dan pengolahan pasca panen. ban.  Kurs dollar yang turun naik.  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah.  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 .Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia. Analisis SWOT .  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah.

Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet.Singapura 32. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing.4%milik swasta dan hanya 7.8%. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia.291 hektar.P.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. 9.5%. Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .negara eropa barat sebesar 7. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun.  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.8. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan. menurut J.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe.Namun. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil. Dari data di atas terlihat jelas. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia .920 hektar.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi.4%. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya. Uni soviet 5%.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3.262.3% dan beberapa negara lain sebesar 11.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84. Jepang 3.1% yang milik negara.

Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan. Bidang pemasaran sebagai ujung tombak. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah.Tidak mudah panas . Birma . Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. Kualitas karet alam : . Dengan adanya pemasaran yang baik. Dengan demikian. 3. Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu. Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1. mutu kemasan. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. Indonesia. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan. baik mutu produksi. Mutu karet harus ditingkatkan.Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik . Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 . poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu. maupun mutu pelayanannya.ini.Thailand. Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. dll. fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . Oleh karena itu.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : . 10. Bahkan. Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk.Mesin dan peralatan yang canggih . 2. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet.Mempunyai daya aus yang tinggi .Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil .Sistem perencanaan.

Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. Oleh karena itu.58%/tahun. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit.15%/th. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. baik sebagai sumber pendapatan. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. Tetapi lebih utama dari itu. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. perkebunan negara dan perkebunan swasta. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. Di tingkat hilir. yaitu rendahnya produktivitas. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. 81 . kesempatan kerja dan devisa. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber).- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. rusak dan tidak produktif. Namun luas areal kebun rakyat yang tua. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia.

82 . www. Prospek Pemasaran”. 2006. Makalah Cut Fatimah Zuhra.google. “Karet” . Solo . 5. 3. “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan . 2006. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . 4. Strategi PT Penebar Swadaya. 2. “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka. Setiawan Heru Didit dkk. 2006. 2005.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta . Tim Penulis PS.com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). anggota Ikapi.

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

2006 ) 85 .1991. ( Tim Penulis PS. Strategi Pemasaran”.TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan. “Budidaya dan Pengolahan.

86 .

87 .

Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .Dewi Afrianti 4.Ayuliyetrisnalisa 2.MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.Umi Fajariyah 3.

terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan.Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 .000 km. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81. Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi.5..Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae). Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia. Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar.

rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. tukak lambung. atau saluran cerna. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. agar-agar batangan. Ini berarti.000 ton atau setara dengan 30. agar-agar powder. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. permen jelly.774. puding dan manisan nata rumput laut. minuman dan makanan ringan. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat. syphilis. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. sosis.400 ton per tahun.000 ton kering. ginjal. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. pelapis keramik. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. Hingga kini baru 20. Sebagai contoh. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan.mikro alge. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. 1980) . atau kandung kemih. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. total produksi mencapai 17.984 triliun. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. gangguan empedu.5 juta per ton. scrofula. Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur.143 triliun.seperti dodol.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. industri kertas. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid. cairan pembersih. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. selai anggur dan pakan binatang piaraan. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut.

Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap. terganggu atau habis. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak. b. c.R&D dan supporing lain yang berkaian. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%. g.cenderung meningkat. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 . Dari sejumlah suplai Eucheuma.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. Sedangkan. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries).000 ton per tahun. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan). Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI). karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. f. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal. domestik dan luar negeri. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. h. Indonesia hanya mensuplai 9 % . Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas.000 ton per tahun. sedangkan suplai hanya mencapai 44.setelah itu harus diganti.000 ton/tahun. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.untuk menjaga stabilitas mutu produksi.marketing.nya. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.processing.000 ton per tahun. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu.Karena itu perlu promosi di pasar lokal. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang. Artinya.

Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. digunakan jangkar. Untuk efisiensi area. Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Kerugian dengan metoda ini ialah. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. -processing 92 . Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. sebaiknya digunakan metoda ini. Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. makin tinggi efisiensi area. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. Modifikasi ketiga. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. Makin banyak jumlah rakit. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). dapat dwgunakan metoda ini. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. beberapa rakit dijadikan satu. Dalam barisan. Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang. sehingga pertumbuhannya kurang baik.

tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. Contoh penanaman Eucheuma 93 . menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. bambu atau kayu yang patah. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Samaringa. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen.Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. asal dikerjakan secara teratur setiap hari. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. serta monitoring pertumbuhan tanaman. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. Di P.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.076 596. setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .291 2.201 346. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya. 97 .629 690.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.016 61. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.142 5.710 542.901 3.000. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.619 658. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.639. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.836. potensi eksport Ekspor rumput laut. Sebagai contoh.Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).193 526.122 NILAI (US $) 170.957 273.703 3.000 ton/tahun.000 ton.598 4.700 ton.132 143.139 3.061.968 4.508 2.885 300.110. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.997 5.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.307. Surabaya. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah.938.848.308 5.302 166.303 3.473.114. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang. Denmark dan Perancis.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. Denpasar. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.349 43.111 162. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.747. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.375.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina. Ambon.653.947 350.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.415. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.973 Alginat 4.954 5.161 5.717.764.402.372 261.

pasir.08 : 1. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil. Na. A dan Sulistijo (1985).51 % : 17.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. B6.13 % : 0. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik.27. Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma .com 98 . I Protein Lemak Abu Mineral : 39 .Benda asing maks (%) . garam.2 .Kadar air makas (%) . dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah. C (caroten Daftar pustaka : www. B2. Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.google. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto.  Vitamin B12. : A. Ca. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.5 % : K. B1. P. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir.

Johanes. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511. SE.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. SE Kelompok 6: 1. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. Mesir. Monica tri O 3. Emy Hayati 4. Ricky Harrahap 2. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. karena efek rangsangan yang ditimbulkan.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. Turki dan Afrika utara. M. di dataran tinggi Ethiopia. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 .Si Novita Sari.

sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. cake coklat yang lezat. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. Menurut Seimur Diamond. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. Dari dunia Muslim.. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. Ph. Kafein mencegah gigi berlubang. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). pada awalnya tidak sesukses di Eropa. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. 1. Selain pada kopi. cola. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman.. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. membuat kita merasa lebih segar dan energik. Akan tetapi. menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. M. cokelat.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi.D. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. Joe Vinson. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. permen rasa buah atau sepotong roti manis. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. di mana akses impor teh terputus sementara. Mesir. 100 . selama Perang Revolusi. minuman berenergi (energy drink). Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. maupun obat-obatan.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. coklat. bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. kopi menyebar ke Eropa.D. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. Jadi. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan.

mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. Ekspor kopi sekitar 400. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA.000-500. rangsangan. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia. 101 . di bidang pengembangan industri. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat. BAB II PEMBAHASAN 2. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam.000-425. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik. mood dan konsentrasi.000 ton serahun bisa diperhitungkan. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria.

yaitu lebih kurang 6 juta ton. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. untuk ekspor kopi robusta. yaitu rata-rata 0. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. 102 .• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya.23% per tahun.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. Tahun 1997.6 juta karung. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. masing-masing 40. Di lain pihak. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95. 2. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata. tergeser Vietnam.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003.6 juta ton per tahun. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1. Bahkan. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia.5 juta ton.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik.6 juta ton per tahun. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan.

permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. 7. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. pangsa pasar Ecuador. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%.2 % dan 6.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia. 2. kesuburan tanah maupun umr tanaman. India dan Ivory Coast masing-masing 8. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1. dengan cepat meningkat menjadi 2. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman.6 %. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. 103 • .Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi. Dalam hal ekspor kopi olahan.3%. tata air maupun tata udara tanahnya. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun. sedangkan Indonesia baru 1.62 juta ton. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan.64 juta ton pada tahun1996/97.

BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya.. kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong).4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.B.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak. 2. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W.Jerman. Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul. kulit tanduk dan kulit arinya. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan.B (Ost Indische Bereiding).Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS. (West lndische Bereiding).iadi kopi beras. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama. maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik.I. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi.I. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya.Selain itu. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering.dan Jepang. butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 . Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.

b.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kolumbia dan Vietnam. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Malaysia. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. • 3. e. Negara Jepang. Kanada. d. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar.a. c. c. c. b. Opportunities a. d. Perancis. c. b.2 • • 105 . Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. e. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a.. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a. b. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. d. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. dan Inggris masih terbuka.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil.

Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya.3 106 . kopi yang kualitasnya baik. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi. dapat dirasakan dari aromanya. dan mempunyai cita rasa yang khas. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. aromanya wangi. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. Sumatra Utara dan Bengkulu. Jerman dan Jepang. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya. 3. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful