Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

3 juta ton. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai.6 %/Th. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat.158 114. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.4 %/Th.35% per tahun. Atau mengalami penurunan sebesar 0.511 103. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.433 1. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006.460.935. Produksi rata-rata mencapai 1.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil .522 ha tahun 2002.464. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000. Tabel . yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant.487. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0.15 juta ton biji kering.869. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1.4 juta ton dan menurun sebesar 3. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18.95 juta ton.13 juta hektare.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton.713 Dunia 108.616 Persentase 1.37 1.79 persen atau 0. dan tahun 2010 sebesar 236 juta. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.320.42 juta ton per tahun.6 juta jiwa. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah.61 persen. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1.51 1. Seiring dengan penyempitan lahan. hanya 0.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor.453 1.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg .67 juta ton biji kering di tahun 2001. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220. juga produksi anjlok. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar. Dari 0.555.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.

223.056 671.891 1.640 1.848 1.3 ton/ha dengan kisaran 0. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan.88 0.38 0.669 221.15 1.353 749. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja. gulma) yang tidak optimal.564.0 ton/ha di tingkat petani.938 1.32 1. pemupukan.185 160.514.038 115. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.710 136.63 0.176.483.82 0.858 157.471 126.46 0.517.815.909.356.680.0 ton/ha.997. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 .932 673. penyakit. Intensifikasi Pertanaman 4.483 808.37 0.018. ameliorasi lahan. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.010 1.418. serta teknik budidaya (populasi tanaman. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.000 826.626 177.954 214.289.94 0.618 130..35 0.923.103.847 1.36 0.382.725 187. Perbaikan Harga 2. namun secara umum benihnya belum berkualitas.6-2.400.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1.563 181.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.180 1.600 723. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.708.812 206.852 161.48 1. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1.Perbaikan Proses Produksi 5. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.305. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe.73. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%.17 0.250 144.796.500. sementara di tingkat penelitian mencapai 1.530 1.

Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun. 5. kini naik menjadi 10 kg/th. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. iklim yang cocok. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai. investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. 2. 0. Jenis industri yang tergolong skala kecil . serta produk industri hasil olahan lainnya. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. uktur. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. Dalam periode yang sama. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu.45 trilyun. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun.pangan. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. tempe dan kecap dan susu.09 trilyun (2005-2009) dan 16. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. teknologi yang telah dihasilkan. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun.19 trilyun (2010-2025). sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3.68 trilyun dan Rp.

56 ton per Ha.Produksi kedelai pernah mencapai 1.  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. Brazil.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun . kita semakin jauh tertinggal.23 ton per Ha hingga Tahun 2000. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar. b. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri.70 ton kedelai per Ha.6 juta ton. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika. 4. Argentina.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a.masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c. hanya 0.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 .

Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. tanah.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin.Pembibitan 1. 2. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2. Apabila akan dibuat drainase. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. 2. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. atau dengan memperpendek jarak tanam. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. 3.Teknik Penanaman 1.Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. 2. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. atau 20 x 20 cm. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. 25 x 25 cm. dengan dosis 2-3 ton/ha. bersih dari kotoran. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Pengolahan 1. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). tinggi 20 cm. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Teknik Penyemaian Benih 4. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 . Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. 3. 3. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.5.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm.

3. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” . Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. pemupukan dapat menaikkan hasil. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. 6. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. sehingga akan terlihat tidak seragam. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). sekitar 6 minggu setelah tanam. 4. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Sistem tanaman tumpangsari.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. 3.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. Saat menjelang panen. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. 4.Pemeliharaan Tanaman 1. Pada tanah yang kurang subur. 2.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. pemupukan tidak diperlukan. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. 4.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman.

Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Oleh karena itu. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . anyaman bambu. bila tidak. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. dan bermuara ke konsumen akhir. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. Dalam pemasaran kedelai. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain.Setelah pemungutan selesai. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). 3. • Marketing : Dari segi pemasaran. atau di lantai semen selama 3 hari. petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Pengendalian mutu sulit diterapkan. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). mereka menjual kepada tengkulak di desanya. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. 2.

Paling tidak. pembuatan saluran drainase. Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan. 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai. pengapuran. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. antioksidan dan antikarsinogenik. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. Manajemen Agribisnis “Karet” 11 .MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. 2004a).yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing. 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. air. pemberian air yang cukup. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan. 6. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. seperti lembaga penjamin dan bank khusus.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. supra insus. tanaman. 7. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan.500 ha. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. Menurut Departemen Pertanian.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah. ANALISIS SWOT A. terutama memanfaatkan yang sudah ada. opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia. lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya.

Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi. • • • • • C. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. PT Sang Hyang Sri (Persero).646 juta ton.pupuk. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. kedelai. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai. PT Pupuk Kujang. Kamis. jagung.235 juta ton. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. Kelima komoditas tersebut adalah beras. dan PT Pertani (Persero). Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 .000/ha. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan.harga. • B.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha.32 juta/ha.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain. D. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani.di Indonesia.dan kebijakan impor.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas. gula dan daging sapi. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai. • Adanya kebijakan pemerintah. Komoditas kedelai.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih.kualitas dan lokasi. PT Petrokimia Gresik. Dengan kata lain.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. 27 Maret 2008.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.

gula. dan benih. tauge.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari. dan bumbu.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil).136 juta ton. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. dan kaldu.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe.. dicampur dengan garam dan gula. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. Bungkil itu dikukus. pakan ternak.. kedelai goreng (sebagai kudapan). Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai. produksi kedelai mencapai 826.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. sari ikan. susu kedelai. dan kecap. didinginkan. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai. dan dapat dipanen setelah 5 hari. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. tauco. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia. Pada tahun 2001. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . lemak.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. oncom. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia.

7 10.Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain.8 -2. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 . kosmetik. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya.8 11. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu). Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak.2 11.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak.5 11.3 11. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa).1 9. yang disitir Ariani (2003).6 11. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.0.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 .0 6.18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun.0 11.4 8. daging dan produk susu. Pada gilirannya.1 12. resin. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam). dan biodiesel. • Price Harga kedelai local berfluktuasi. atau dapat langsung kepada pedagang besar . BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton. 8. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. tinta. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. pelarut. tepung kedelai. krayon.Kampanye. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”. plastik.

singpura. Sulawesi Utara (Gorontalo). Jawa Tengah. Manajemen Agribisnis “Karet” 15 .tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. dll sesuai dengan tuntutan pasar . • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.419 1. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.192. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri. 9. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan.Australia. • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu. Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010. .685 1. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai. 10. ekspor olahan kedelai mencapai 1. ecoefficiency). Implementasi program bangkit kedelai.93 14.tauco.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna.136.717 NO 1 2 2004 74 651. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002.252 1. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor. Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai.188 235 169 1.277. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai.365.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI .Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995.tempe. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Lampung.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37.Pemerintah.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi . Jawa Barat. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan.Di Indonesia.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004.kecap. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.

2.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. tebu. Bebas dari bahan kimia. dan kedelai. Selain itu. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. mutu II=2. ubi kayu. Rp 15 juta untuk individu dan max. kedelai. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. atau bau asing lainnya. mutu II= 4. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. mutu III=3 dan mutu IV=5. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. Departemen Pertanian. b) Syarat khusus 1. Limit kredit max. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. Dinas Pertanian. mutu II=14. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. 1 tahun. Rp 500 juta untuk koperasi. jagung. Bebas bau busuk. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. seperti: insektisida dan fungisida. jagung. 3. Suku bunga yang ringan. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu II=1. 4. 11. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. dan sorgum. kedelai. 3. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam. mutu II=1. mutu III=14 dan mutu IV=16. asam. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. dan kentang. bawang merah. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. peternakan dan pengadaan pangan. 2. 5. mutu II=3. mutu III=3 dan mutu IV=5. Bebas hama dan penyakit. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. kacang tanah. ubi jalar. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. jagung. mutu III=5 dan mutu IV=10.

• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok. Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero). Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun. khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun.

unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. 13. Pemanfaatan Potensi Lahan 3. Kedelai. 1980). Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. No. Perbaikan Proses Produksi 5. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. tahun 1988. 4. ______. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.BAB III PENUTUP 3. 2. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini.2 ribu ton.2. Perbaikan Harga 2. Liptan.1. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 . Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3. 1974). BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. ______. Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. 3. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Intensifikasi Pertanaman 4.

1996). 1989). Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. 12 April 1989. Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Manfaat Kedelai._______. Lembaga Biologi Nasional. Rukmana Rahmat.

2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR.Si Novita Sari. M. Johanes. SE. SE .

............................................. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ................................................... Subsistem yang berperan penting ......................................... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .. Potensi Ekspor Komoditi .................................................................................................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ..................... Bauran Pemasaran ........ SUB-SYSTEM AGRIBISNIS ................................................................................................................................................................................ Government as Support Sub System ………………………………............ Lembaga pembiayaan ………………………………………………………................................. KESIMPULAN ........................................................................................................................................................................... Processing .......................................................................................... Atribut Kualitas Komoditi .............................. Strenght ……………………………………………………………....................................... Cooperative Enterpreneur …………………………………………................ Produksi ……………………………………………………………….............................................................. ANALISIS SWOT …………………………………………………………........................................ Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………. ............DAFTAR ISI Latar belakang ............... Segmentasi Pasar ........................ Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ..................... 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 .............................. R & D ............ Farming system.............

000 ton dikonsumsi di AS. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun.000 hektar. Sekitar 500. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri.000 ton per tahun. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 .000 hektar. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas.5 kg per orang per tahun. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun.000 hektar. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina. Selebihnya diekspor. B. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia.000 hektar tambak yang dikelola. Konsumsi udang dunia terus meningkat. Iwan mengatakan. Saat ini. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A.restoran-restoran terkenal. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang.1.000 ton”. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500. Lalu. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. menghasilkan udang sekitar 300.000 ton. Tahun lalu. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. dilihat dari sisi produksi. AS sekitar 14. dan Uni Eropa 10.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang.5 persen. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. Selain peningkatan volume produksi. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. produksi udang 300. Namun. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. saat ini produksi udang hanya mencapai 300.Amerika Serikat serta Uni eropa.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1. Konsumsi Dari 380. Dengan demikian. Dimana. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen.5 persen. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. disusul AS sebanyak 1. 2. dengan negara-negara tujuan eksport. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang. Apalagi. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi.sampai di warung pinggir jalan sekalipun.

2. kaus oblong. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. Hongkong. Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. Masalah sosial . agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. Amerika Serikat (AS) dan Eropa.terutama keamanan dan gejolak sosial. peluang bagi dunia perudangan nasional. Berdasarkan riset. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. Tujuannya. yang sebagian besar diekspor ke Jepang. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. 3. Alasannya. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. Finansial . Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. 5. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. Masalah residu antibiotik. Sebab. dan kaus kaki bermutu tinggi. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Bagi Indonesia. perban penghenti perdarahan. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. obat pelangsing tubuh. 4.3. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. Ini artinya. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4. akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak.

pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. Pembenihan Pada umumnya. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. temperatur produk. waktu dan periode pemberian. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. pakan dan pemberian pakan. sortasi.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. produksi dan panen. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. R & D. teknologi budidaya. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. lahan. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. dan produksi tumbuh dengan cepat. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum.. pencegahan kontaminasi selama panen. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. Secara garis besarnya. Tidak seperti komoditas lainnya. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. penyakit dan pengontrolan penyakit. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. suplai air.6 juta ton pada 2003. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. yaitu : perairan. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. pembersihan produk dengan air bersih. teknik pasca panen. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”. Processing.

diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi.Dalam pengembangan udang lokal. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. Dari segi “market intelligence. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. Masalahnya adalah. pola birokrasi yang efisien. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. 1. Di Indonesia . • Lembaga Riset. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. ancaman penyakit. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. Dalam jangka pendek. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. dukungan makro seperti jaminan keamanan. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . dsb. Tetapi.. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat. Cooperative Enterpreneur. penyediaan saran dan prasarana budidaya. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. Disamping itu. melalui berbagai saluran yang ada. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. Dari aspek “comparative advantage” pun. Sementara itu. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. 2. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. Government as Support Sub System. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. termasuk peningkatan produktivitas. indicus).

misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. berwawasan lingkungan. Masalah sosial . Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. Disamping itu.. Karena itu. 7.obat-obatan dan pemasaran. 6.untuk dilaksanakan. peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait. Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang. Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. Untuk memenuhi akan benih. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. penggunaan "absorptive" mineral. ANALISIS SWOT. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya. b. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan. g.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut.terutama keamanan dan gejolak sosial. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. sterilisasi lapisan kolam. Isu antibiotik. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 .peralatan. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan. Finansial .

Disamping itu. menurut Handito. seperti perubahan kualitas atau harga. issu lingkungan dan lain-lain. Selain itu Sedikitnya 300.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. Inggris. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. Untuk pasar lokal.namun pemerintah belum mengambil tindakan. dan Surabaya. seperti usia. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. jenis kelamin. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . dan India. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. Singapura. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product).Sementara itu. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Segmentasi Pasar. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia. Jakarta.. Batam. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar.Cina. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. food safety. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu. • Berdasarkan perilaku konsumen. dan jumlah anggota keluarga. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. Amerika Serikat. 8. Kanada. Belanda. tingkat pendidikan. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. Korea. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. status perkawinan.

4) promosi (promotion). karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. khususnya Indonesia. USA. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. Pembudidaya. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. Namun demikian.” Achmad Poernomo. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. sehingga harga udang cenderung turun. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. 2) Harga (price). Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. 3) Distribusi (place). baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. dan uni eropa. USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . Sebagai komoditas ekspor. Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. baik Pemerintah. 9.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut.

Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Atribut Kualitas Komoditi. Banglades. Sayangnya. Dalam jumlah yang relative kecil.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 .216 3 Hongkong 7. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi. Di Thailand. Sejak tahun 2004 lalu. Thailand.komoditi ini juga diproduksi di India.064 2 Amerika Serikat 16. Dari semua persyaratan yang diminta. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat. khususnya yang tetgabung dalam SCI. dan Ekuador.menurut Iwan. China. Mereka pesaing utama Indonesia. Vietnam. produksi udang harus mencapai 6. India. 10. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja.223 10 Belgia & Luxemburg 2. Ekuador. misalnya. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. seperti Thailand. Negara (Ton) 1 Jepang 54. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. dan Malaysia. Untuk memenuhi target tersebut. 11.Tabel 1. Costa Rika. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar.78 milyar. Bahkan. Pesaing Pasar Ekspor.164 4 Belanda 6.900 5 Singapura 6. Selain bebas dari antibiotic.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. Brazil. dan Meksiko. Brasil. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. Filipina.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor.623 9 RRC 2.06 juta ton dimana 1. Vietnam.218 8 Taiwan 2. Taiwan.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan.572 6 Malaysia 5.11 juta ton (18. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6.236 7 Inggris 4. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan.

Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. terlebih lagi di pasar luar negeri. baik hulu maupun hilir. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya.Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya. Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. proses yang rumit. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. agunan. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. suku bunga. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. misalnya. rasa kebersamaan/nasionalisme. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. panen serta sarana penunjang lainnya). Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. saprodi. dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. dll). Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR).

Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. Kualifikasi dan persyaratan. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. Disisi lain. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. 4. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. 2.250 ha. Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. antara lain : 1. 6. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. produksi pakan udang. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . yang direalisasikan pada bulan Desember 2007.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1.pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. 5. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. untuk melakukan pengawasan. kabupaten Tulang Bawang. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang.000 lebih tambak udang. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar. 3.

apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu.Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. saize. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 . KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia.

DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Jakarta. Dr. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. Jakarta. Jakarta. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Jakarta. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Direktorat Jenderal Perikanan. Monitoring Sanitasi Kekerangan. Revitalisasi Budidaya Udang. Prof. 1995.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. 2000. Bachrulhajat. BPPMHP. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. 1999. Koswara.

Ir.google. Waca Utama Pramesti.Jakarta.25k www2.Sigit.com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187.29k www.html .adln. Mudjiman L.22k www.doc ] www.korantempo..com Laporan Dirjen.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310. Jakarta.47k – www.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .co.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk.Wibowo. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.htm ..20060210-73738. Penebar Swadaya.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.lib. Webside : http/:www.id/berita/0608/23/ipt02.kompas.tempointeraktif.id/go. ..html .html .sinarharapan.id. PK2P kepada Menteri Dep.unair. KP. 1987.1986. Pemeliharaan Udang di Air Tawar.ac.PT. Budidaya Udang Windu.

.... M.. SE Kelompok III 1...Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR..... Afiq Susanto 3..Si Novita Sari........ M. Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI . Villya Novariza 4.......................... BAB I. Ahmad Taufik Ridho 2.................... PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ......... Johanes.......... SE....................

2 Saran .........5 Subsistem Yang Paling Berperan .................................... 3........3 Manfaat Penulisan ............................................................1................ DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ...... 2..... 2......................................6 Pengembangan Agribisnis ..... BAB III............................................................2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan ................................3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ............ 2. 2........................................I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .......................... 2.......... KESIMPULAN DAN SARAN 3..........1 Latar Belakang .....................4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang .......... 1..........7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran.................................................................................................1 Kesimpulan .......................................................................9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang .................... 2.................................. 2.... 2.. 1....................... ISI 2......................8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ....... BAB II...................................................................2 Tujuan Penulisan ................................

Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“. tetapi telah dilakukan secara intensif.2. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Maka dari itu. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat.1.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 .2. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan. Pada masyarakat Asia Tenggara. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang. untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang. ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara. 1. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Masyarakat di daerah itu. Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500.Di China. 1. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. keripik pisang. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. termasuk Indonesia. . Sesuai dengan kemajuan tekhnologi.500-600 SM. seperti: sale pisang.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga. Selain buahnya. dan lain-lain. mulai dari bonggol sampai daun. terutama pisang untuk keperluan eksport. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. Selain itu. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. Buah pisang selain dalam bentuk segar. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang.

Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi . b. mudah didapat. Kualitas produk yang dihasilkan. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. Tetapi di Indonesia.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi.1.1. dan harganya relatif murah. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada. karena pisang selain rasanya enak. 2. Pentingnya Pengamatan Produksi. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. dan kesehatan bagi konsumen.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. Perkiraan produksi.1. tenaga kerja.dan biaya operasional lainnya. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang .226. bisa dilihat dari keamanan. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan. Kegiatan proses produksi atau operasi. teknologi budidaya. c. Tenaga kerja. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. d.dan Penentuan kadar kotoran. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen.ISI 2. sampai pemasaran produk-produknya. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi.Penetuan keseragaman ukuran buah. keselamatan.1. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . yang meliputi : a.000 ton pada tahun 2025 nanti. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. Biaya produksi yang dikeluarkan. penjualan. e.laba operasional.2. dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi. kandungan gizinya tinggi.Penentuan tingkat ketuaan. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. teknologi pascapanen dan pengolahan hasil. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. Penentuan keseragaman kultivar.rasio untung/rugi. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang.

Oleh karena itu. Pada khususnya. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 . diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. 2. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. 2. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). Dari total produksi buah pisang dunia. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun. Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian.per tandan). Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini.000. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. maupun kemampuan finansial.. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. ledre (70-120 kg/hari). Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat.5-2 ton/bln). Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. sale (1. 10. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. baik dari segi pengetahuan. Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer.secara nasional.3.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. Selain sebagai buah yang dimakan segar. sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah. Skala besar.6 kg pada tahun 2003-2004. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). maupun industri berskala besar seperti tepung. mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. keterampilan. Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari). getuk dan sale.2. Selain itu. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. puree dan jam. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia.

Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan.1. Pemilihan bibit/benih . apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. tidak ada pemangkasan sisir.cucu. 2.maupun dengan pola tumpang sari. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. dan pemilihan tunas yang kurang baik. j. panen. d. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik. Kurangnya irigasi dan system drainase. pengurangan daun. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. Akses terbatas terhadap input. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen.sebagaai berikut : A. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . k. h. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar. tandan palsu tidak dipotong. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis.4. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. i. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c. b. g. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak .Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya).dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. e.serta dilahan tegalan. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. alat. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. Farming System ( system perkebunan ). produkasi tinggi.yang seharusnya tidak terjadi. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal. bunga. f.ambon kuning dan pisang mas.4. Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang. m. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan. l. Kerusakan buah yang parah karena karat. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. materi. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. n. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh.

Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang.anggur kulit pisang.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar. Bisa diolah menjadi selai kulit pisang. Processing. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . • Daun Pisang. 1. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya .Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. B. • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm. Pengolahan Media Tanam.benih yang akan dibeli.keamanan dan social.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja. Diantara bibit anakan.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ). Bibit bit .sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . Bibit anakan . Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat .Ada 4 jenis anakan pisang .Belahan bonggol ini disebut bit.dan jarak tanam sekitar 3.tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Tekhnik Penanaman.Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.3cm. 3.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana. • Jantung Pisang.2. C. 2.dengan curah hujan merata sepanjang tahun.Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah. Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang . • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.tingginya antara 151-175cm.Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic.Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur. Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik. • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah . • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi . Pada dasarnya. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 .4. 2.Seperti : • Kulit pisang. • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai.

Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang. Disamping itu.kerupuk. Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya.obat kumur. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 .pendarahan usus. Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan.roti.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri.tetapi sudah mengarah untuk ekspor. Sebagai contoh.dan -penyimpanan.banyak orang mencarinya. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua.dan lain-lain. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran.Selain itu. misal keluar daerah. Marketing. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak. Untuk membuat tepung pisang. Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton).misalnya untuk kue. Untuk pemasaran lokal. Pemasaran yang memerlukan waktu.Oleh karena itu.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit.Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan.4.puree (600kg-1.aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu.3. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ). keluar pulau atau untuk ekspor. Buah. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya .langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.5-2 ton/mg ).Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan.lalapan.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh.Tepung pisang agar tahan lama. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1.Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris.serta untuk menghitamkan rambut.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ).urap. Dalam skala industri.bubur.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. cost efficiency. Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. 3. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. Kelemahan . Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. ecoefficiency). Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. time delivery.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang.peluang lain antara lain : 1. Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . manajemen distribusi. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. Dan banyaknya pengusaha . Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. product appearance. 2.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). dll sesuai dengan tuntutan pasar. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. dan produksi buah pisang. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan.

pisang kapok.3. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. dan sebagainya. Selain itu. pisang jambe. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a.2. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. perlindungan hewan. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 . 2. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. Ketidakpastian perekonomian nasional. Ketidakmenentuan iklim global. pemasaran hasil produksi. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. swasta. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. Segmen Pasar. Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata. pisang raja sere.kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat.6.tanaman dan lingkungan hidup. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan.hal inilah yang merupakan kendala . pisang lampung. pisang mas. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. pisang raja. c. b. Hal . bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara). standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. Seandainya kendala . 4. 4. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. Ketidakpastian iklim politik. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. pisang barangan. pisang bali. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya.

Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya. yang terdiri dari 4P yaitu product. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. sari buah pisang. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan.1. 2. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar.7.Selain itu. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar). ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. baik pasar nasional maupun pasar internasional. agar buah pisang dapat laku dipasaran. Bagaimana 4P Digunakan. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. 2.bentuk dan ukuran buah. keripik pisang. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media.7. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. dan place serta 1S yaitu costumer services. promotion. 1. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya. Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. dan lain-lain. price.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik.2. anggur pisang. Product Didalam pasar dunia. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. jem pisang.7.2. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. Dalam prinsip pemasaran. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar.keranjang bambu.Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi. Oleh karena itu. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 . Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. buah pisang dalam sirup. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan. tepung pisang. tape pisang. Dalam menghadapi persaingan global. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. diantara sekian banyak jenis buah pisang. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus.Pengemasan bisa berupa peti kayu.

Bali. Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai.000-6. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang. dan beberapa tempat lainnya. Kalimantan. Pada tahun yang sama.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. Lampung.000 ton pada tahun 1996. Jawa Tengah. Pada tahun 2005. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas. total produksi buah Indonesia adalah 14. 2. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton. salak. dan nanas.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . Lampung. sumber daya manusia. Maluku.8. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen.perusahaan olahan asing. jeruk siam.02%). dalam hal produktivitas. setelah Filipina. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Sulawesi. Jambi. iklim yang mendukung. Selanjutnya.420. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis. Di antara negara anggota ASEAN.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. Mojokerto (Jawa Timur).088 MT. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 . Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. Selain dari itu. pisang .786. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. negara ini menempati urutan keempat. Jawa Timur. Di pasar dunia. mangga. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5. Sumatera Barat. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4.599 MT.873 MT. Sebagian besar buah adalah pisang.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar. Namun. keragaman varietas yang cukup tinggi. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang.76%. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan.

921 89.995 588..859 75.284.772 1.643 6. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.224 604.390 117.734.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6. dan Analysis Critical Point (HACCP).615 2.634 366.843 22.772 - 1987 Jepang.431.879.27 ton 2003 10.287 512.437 1..013. Integrated Pest Management (IPM).495 ton 1999 77.784.899 722.964 kg 1996 Arab Saudi. 82.511 187. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9. 89. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).044 14.871 85.451.899 2.435 1.730 7.615 kg 2004 992.956.473 ton 2002 512.074 517.505 2.. Belanda.000 ton 2025 11.432 21.266.582 6.591.423 3. Kanada.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6.052 156.291.125..006 984.313 96..736 979.042 231.306.920 559. Australi.479 32.729 2.710 102. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.643 1.304.371 722.820 (US $) 9. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.350 7.391 2004 Volume Nilai (Kg) 3. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.686 992.855 1.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.643 979.301.241 47.674 958.554 2..662 12.320 2. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.026 460.283 12.596 3.923 (US $) 3.045.lokal.972 10.943 49.505 kg 2005 470.915 6.379 524.494 106.341.329 (US $) 6.850 523.996 1... Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51.140 1.315 65.402 140.263 1.634 28.122 1.772 529.274 632.572.664 134..512.671.787 kg 1989 Jerman. 62.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 .336 794.315. 101.419 kg 1991 Perancis.414 16.

00 12.986.270.000.00 122. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .676.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.360.00 United Arab 37.379.00 6.00 22.590.330.00 148.00 Hong Kong 19.00 1.68 12.00 74.68 241.00 40.00 167.071.68 241.00 Emirates United 50.00 2.930.00 States Total 761.545.00 483.170.81 253.00 43.00 Arabia Kuwait 37.00 985.00 0.883.310.00 0.00 0.00 173.510.00 0.00 253. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.00 10.00 0.00 23.00 167.00 11.00 142.19 542.00 718.204.720.00 Malaysia 13.774.76 2.00 12.00 12.180.212.00 130.441.506.040.00 50.00 1. Of Saudi 3.971.islamic 501.00 5.00 58.00 Singapore 142.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.00 55.00 122.10 TOTAL 17.180.444.180.310.81 253.00 Iran.00 5.00 0.016.835. 2002-2004 Frans Hero K.441.68 12.19 542.055.00 840.76 2.00 39.340.00 341.00 1.00 12.745.442.324.00 18.767.130.212.00 17.544.00 40.040.00 Rep.00 37.481.00 24.324.720.

412.760 76.967 100.219 63.950 107.320 117. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.234 625.613 83.324 1.377.931 83.338 66.532 13.090 72.781.848 196.820.587 67.127 632.031 59.637 58.711 712.997 72.210 1.418 111.578 937.611 4.177.035 96.877 71.582 14. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .479.793 818.180 128.298 157.hortikultura. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.427.451 5.037.653 360.608 675.786.171.774 78.440 366.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .957 67.089 626.144 1.975 88.169 119.deptan.664 410.go.389 566.177.966 163.463 70.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.787 82.429 182.355 100.437.994.131 628.864 5.708 16.852 85.432 70.655 747.348.648 2.077 861.814 741.464 31.474 79.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.310 110.155 815.860 14.108 115.472 801.902 210.43 5 2004 221.073 694.621.599 1.918 732. Buah pisang memiliki rasa yang enak.576 1.556 16.9.513 59.745 4.117 146. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.439 709.831 239.652 2.767 73.485 60.441.438 928.691 1.370 392.904 1.693 925.195 34.339 55.702 63.45 6 2006 239.117 710.560 455.634 683.150.874.683 84.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.884 64.067 675.042 618.654 677.082 548.526.665 62.205 178.426 62.892 75.PRODUKSI TANAMAN BUAH .509 110.304. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.13 0 2007*) 212.308 Total Buah-Buahan http://www.557 180.704 2.015 56.657 5.680 88.261 232.795 709.551.898 68.563 59.270. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas.435 82.801 1. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.857 800.577 65.994 47.id/index.373 88.920 2.781 643.

.1. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm). tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp. 4. peralatan dan mesin.yang terdiri dari modal sendiri Rp.. termasuk buah pisang. 5. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 . Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana. sale pisang.yang terdiri dari dana sendiri Rp. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit.b. yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan. 4. Walaupun demikian. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik.000. Indonesia merupakan negara tropis. 1. 250.000.dan kredit dari bank Rp. dan lain-lain. Oleh sebab itu. sale dan sebagainya.743 kg BAB III PENUTUP 3.. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar.000. c. inisiasi kemitraan. baik sebagai tanaman sela. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang. 6. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra.273. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp.745. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a. dan Penentuan kadar kotoran.dan kredit bank Rp.Secara finansial. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian.000. Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. Penetuan keseragaman ukuran buah. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang.berat isi (kg). Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.995. mempunyai prospek pasar yang baik. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang.000.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. sangat subur untuk sebagian besar tanaman. Penentuan tingkat ketuaan... maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik. 6.603. mempunyai potensi pengembangan yang luas.500. c.000.dan diameter pisang (cm). batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja.733. b. Berbagai macam manfaat buah pisang.

Maret 1989. Djamal-Har. _______. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. 13. 1974). No. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. 1977). Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. 1982). Pisang. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. Sumartono. 8 februari 1989. No. harganya menjadi sangat murah. 26 Agustus 1989.1998. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global.. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Utami Dewi. Manfaat Buah Pisang. 1989). 1979). Sinar Tani. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . Sudarmo Widayati M. ______.Sukarti. 1981).Bertanam Pohon buah-buahan. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. ______. Anonim. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. _______. Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. _______. 12 April 1989.. Jakarta : PT. Sinar Tani. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Rukmana Rahmat. Penebar Swadaya. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. Sinar Tani. 25 Januari 1989. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Liptan. 3 Oktober 1987. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. 1980). Selain itu. Vol.2. Lembaga Biologi Nasional. A.3. 2. tahun 1988. Penyakit Pisang di Indonesia. Sinar Tani. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. Sinat Tani. sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. _______. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. 6.

M.S. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi.Si NOPITA SARI.S. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat.. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR. JOHANNES. dari familia Theaceae].E. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 . Camellia sinensis.

dan menarik perhatian Kaisar Shennong. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. Barat. Seperti anggur di negara-negara Eropa. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. India. pohon teh ini dipotong rendah. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur. Afrika Timur. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia.737 SM. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . atau hampir 5. Srilanka.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu.000 tahun yang lalu. Rusia dan Indonesia. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. Jepang. Untuk hasil yang baik. Air minum itu pun berubah warnanya. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. Selatan dan Tenggara. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak.

orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera.24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis.028. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. teh hitam . Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional . terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . seperti yang ada di Jepang. vitamin B. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9.teh putih. Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7.81-11. Pada beberapa tahun terakhir ini. Selain itu. yakni sebagai bahan baku industri katekin. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . dan teh oolong . TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. vitamin C. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”.Pada dasarnya. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. Dari sisi permintaan.28 persen. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia. dan Indonesia . Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit. permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. Eropa.

Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2. SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.900-2.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah. kursi. sedangkan daya serap pasar hanya 2.b.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.000 kilogram teh kering per hektar per tahun. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi. bahan baku.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam. gantungan topi.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia.c.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan. Persaingan dari barang subtitusi. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.000 ton dari total produksi mencapai 3.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin. politik dan ekonomi.  Kendala lain yang menggelayuti para petani. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720). dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 .  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia. kenaikan BBM dan tarif listrik. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).000 kg teh kering per hektar per tahun. yaitu masalah modal dan manajemen. pajak.5% (atau kurang).4 juta ton.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk.  Kenaikan UMR.130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1.

Untuk mengolah satu kg teh.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama. dibutuhkan 0. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 . hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM.2 hingga 1.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin.5 tenaga kerja. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim. satu hektar tanaman teh membutuhkan 1. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit.

 Selain biaya produksi dan harga jual.Karena daun yang masih muda. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja.Jika.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh. untuk mendapatkan hasil yang maksimal.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin. pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM. saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama. mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 .

Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin.4. mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial. dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 .

Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. Menekan harga pokok kebun. Untuk itu. 3. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. 5. 6. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. 7. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. 4. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas.Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. Selain itu. 2. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan.

Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). mencegah kanker.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. dan sebagainya. komputer. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. dalam bidangbidang : manajemen. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. 2. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. Opportunities.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 . Manajemen pemetikan 8. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50.dan sebagainya. lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. administrasi. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. mengontrol tekanan darah tinggi. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. untuk kesehatan kulit. kewiraan. kesehatan. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. teknologi pengolahan. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. 10. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. seperti meja cousin. dan sebagainya. Opportunities. 9. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. tanaman. akuntansi. mengobati penyakit parkinson. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. Weaknesses. Weaknesses. teknik. gantungan topi. 1. kelemahan.

Srilanka. Srilanka. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.5 jenis. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat. BAURAN PEMASARAN  Produk . Jepang.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi.85 dolar AS. Cina dan India. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu.5 dollar AS per kg.4 dolar AS per kg.  Pricing.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut.  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti. dan Vietnam.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. tentunya. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen. 3. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Pada saat ini. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut. India. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. tetapi hanya 1 . sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. 4. Manajemen Agribisnis “Karet” 64 . Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. Kenya. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari.hari. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. Untuk positioning. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. Maka. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 .

Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia.  Promotion. Inggris (14. Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara.6%).  Place . Sebaliknya. sedangkan untuk kebutuhan lokal. menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta. sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya). Cina dan India. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. India. Teh 98. Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY. teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri.0 91.3%). lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut.4%). lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah. Amerika Serikat (7%).8 64. Pertama. Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional. Pakistan. No. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional.12 1. Polandia (5.4%). Ketersediaan produk teh di pasar.9 51. dan Cina. Pakistan (8.1 % dari total ekspor teh Indonesia. POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 . Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. konsumen besar lainnya. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . untuk kebutuhan ekspor. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Jerman (7%). dan Belanda (5.1 -17.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Srilanka. Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72.8 47. Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15. Malaysia (9%). Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.4%).8 28. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam. Sedangkan. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah. Srilanka.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1.76 49.kebijakan ini perlu ditata ulang.

Sebagai contoh misalnya. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol. kilat atau ”hidup” –nya warna. kerapuhan.5% 17. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh. ukuran partikel dan lain-lain. Akibatnya. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 .0% 2.0% 52. ketajaman.0% 3. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. tangkai. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). kekuatan. intensitas warna. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.0% India 30.0% Srilangka 30.0% 70. Atribut tersebut misalnya kekeringan. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh.0% 26. bentuk. kimia maupun biologi.5% Vietnam 50. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya. ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi.0% 3.0% 0. ATRIBUT KUALITAS TEH 1.0% 17.0% 10. Keberadaan partikel pucuk muda (tip). Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil.0% 48. density.0% China 32. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering.0% 20. rasa asing dan cemaran.0% 15. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya.0% 0. kesegaran.0% 56. warna (teh kering. 2. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. air seduhan).

12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi.4 per kg. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. 3. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. lembaga non – perbankan. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. Untuk saat ini. mineral. ester-ester. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein.2 – 1. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. Theobromine. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. 4. lembaga perbankan. thearubigin. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. residu pestisida. Sebagai contoh. khususnya. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. idioblast. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. Misalnya adalah ketuaan daun.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. 5. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. thearubigin. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank. Kandungan kimia dalam daun teh. geraniol.

com http://antara. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal.com Milist: stis44@yahoogroups.landize. Saat ini. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya.blogspot.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.co. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. Maka dari itu. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia.wordpress. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www. khususnya rakyat kecil. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah. Di sisi lain. Indonesia. http://disperindag-jabar. yang merupakan salah satu produsen teh.blogspot. Khususnya Indonesia.id//terms http://www.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting.html http://abgnet. Selain itu.atmstravelnews.com/khasiat-teh.unair. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh.go. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia. Pusat Penelitian Teh dan Kina.bandungpress.depperin. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan.ac.go. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri.youngstatistician. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut.id Website: www.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan.html http://anekailmu. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002). Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh.com Sumber:http://www. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam.library@lib.com/ http://www. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh.

Mia Mayesvi 2. Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3. Astrinova 4. Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 .MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1.

..................................................... Subsistem On Farm/Produksi Pertanian .......................................... 16 Subsistem Agribisnis ...... 15 3...1............. 9.................... 3 3......... Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet ...................................... 3 1...............................................DAFTAR ISI 1.......................... 9 8.........6 C............ 12..................... 13............................................................................................................................................................................................. 3 2......... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir ..... 7 6.................................................................................. Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia ............................................................. 11................................ 5 B............................................................................. Prospek Karet dari Sisi Permintaan ............... TABEL ................................ Subsistem agribisnis yang paling berperan .............................. 6 5............ 4 4............................... 10 Atribut Kualitas Karet . 14 2........................................12 Daftar Pustaka .......................................................................... 10............................................... Lokasi Perkebunan Karet ....... Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis ....................... Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi .......................................................................................... Latar Belakang ..... 5 A....................... 11 Kesimpulan ................................13 Lampiran 1. Analisis SWOT ............ Jalur Pemasaran Karet secara Umum ............................................................... Manajemen Agribisnis “Karet” 70 ...... 9 Potensi Ekspor Karet ..................................... Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian ................................................................................. 8 7....

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat.1.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet. Pada tahun 2002. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. 1. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting.0 juta ton pada tahun 2005.2 milyar (kompas. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet.2 juta ton. 2006). Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Guna mendukung hal ini. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat. 2. kecenderungan penggunaan green tyres.1. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis.

Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. 3. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. sehingga pada tahun 2004. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. c. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. Kegiatan proses produksi b. Pentingnya IPTEK bagi para petani. yang meliputi : a. Skala Produksi.dan sumberdaya hayati.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. permintaan tergantung pada daya beli konsumen. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%).2% per tahun. karet sintetis. dalam hal ini disebut konsumsi. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. Semakin banyak barang pengganti karet. d. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan.39 juta ton. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. dan kesehatan bagi konsumen. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. dapat dilihat dari keaamanan. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta.0% per tahun. e. IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035.15% per tahun. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing. Goodyar dan Michclin. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri. Oleh karena itu. keselamatan. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . dan 15 juta ton untuk karet alam. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Kualitas produk yang dihasilkan. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya.

Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. Jika harga output tinggi. Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis. Selain itu. Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. Harga merangkak naik. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Indonesia. c. . Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga.5 per kg. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri. 4. 06 sen per kg. Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A. Dengan kondisi demikian. a. Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme).88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. dan Malaysia).81 juta ton per tahun. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif.

dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. e. B. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. d. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia.Penyiapan lahan 75 . hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. f. dan papan serat. C. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. ini adalah bibit yang bagus. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari . Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. Adanya penurunan areal hutan. papan artikel. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. Oleh karena itu. 7. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. b. Phloeridae. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. promosi. Subsistem Agribisnis a. Kurangnya IPTEK. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak.

Replanting (pembukaan ulang). c. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet. Pengangkutan lateks. b.14m x 3. Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan.New Planting (bukaan baru).Konversi. memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%. yang disebut Revertex Standar. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih.Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran.5m. Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah. Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap. 76 . Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. .  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. Yaitu : . Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet. . yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain.33 m atau 8m x 2. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi.

(e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran. 77 . (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. (d) pengembangan infrastruktur. 8. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan.2 juta ha sampai dengan 2025. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. (b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten.d. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. termasuk juga mutu karet alam. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. mempromosikan komoditi karet. e. dan meningkatkan pendapatan petani.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming.sehingga produktivitas pertanian rendah. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. pengolahan dan pemasaran bersama. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah.

ban.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi.  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara.7.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia.  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan. produksi dan pengolahan pasca panen.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain.  Kurs dollar yang turun naik. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah. Analisis SWOT .  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 . dll.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri.

pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671.4%milik swasta dan hanya 7.8. Dari data di atas terlihat jelas.1% yang milik negara. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya. Jepang 3. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia .  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe. Uni soviet 5%.920 hektar. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia.4%. Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 . 9. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan.5%. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.Singapura 32.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet.Namun.262.P. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri.291 hektar.3% dan beberapa negara lain sebesar 11.8%. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara.negara eropa barat sebesar 7.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing. menurut J.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.

Mesin dan peralatan yang canggih . mutu kemasan. baik mutu produksi. Dengan demikian. Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut. Bidang pemasaran sebagai ujung tombak.Sistem perencanaan. Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1. Dengan adanya pemasaran yang baik.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : . Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. Birma . Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. Oleh karena itu. fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional. dll.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah .Tidak mudah panas . maupun mutu pelayanannya. Kualitas karet alam : .Mempunyai daya aus yang tinggi . 2.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. 10. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. Mutu karet harus ditingkatkan.Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik . maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan. Bahkan. Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk.Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil . suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. 3. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan. Indonesia.Thailand. Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu.ini. Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu. Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 .

81 . dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. Namun luas areal kebun rakyat yang tua. Di tingkat hilir. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. rusak dan tidak produktif. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. yaitu rendahnya produktivitas. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. baik sebagai sumber pendapatan. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. Tetapi lebih utama dari itu. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Oleh karena itu. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting.58%/tahun. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. perkebunan negara dan perkebunan swasta.15%/th. kesempatan kerja dan devisa. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.

2006. “Karet” . Setiawan Heru Didit dkk. 5. www. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . 82 .google. Tim Penulis PS. Strategi PT Penebar Swadaya. Jakarta . 2006.DAFTAR PUSTAKA 1. 3. 2. “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan . Prospek Pemasaran”. 4.com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). Solo . anggota Ikapi. 2005. “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka. 2006. Makalah Cut Fatimah Zuhra.

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

2006 ) 85 . Strategi Pemasaran”.TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan. “Budidaya dan Pengolahan. ( Tim Penulis PS.1991.

86 .

87 .

MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .Ayuliyetrisnalisa 2.Umi Fajariyah 3.Dewi Afrianti 4.

. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya. terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria.Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae). Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia.Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 . Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut.5. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi.000 km. Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan.

pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika .774. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. industri kertas. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam.mikro alge. Ini berarti.5 juta per ton. permen jelly. ginjal. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. agar-agar powder. atau saluran cerna. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. tukak lambung. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya. pelapis keramik.seperti dodol. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut. cairan pembersih. selai anggur dan pakan binatang piaraan. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. Hingga kini baru 20.000 ton atau setara dengan 30. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. gangguan empedu. agar-agar batangan. Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan. puding dan manisan nata rumput laut. sosis. scrofula. atau kandung kemih. syphilis. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). minuman dan makanan ringan. total produksi mencapai 17. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. 1980) . Sebagai contoh.000 ton kering. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223.984 triliun. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan.400 ton per tahun.143 triliun. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan.

Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 .Karena itu perlu promosi di pasar lokal. g. sedangkan suplai hanya mencapai 44. Artinya.000 ton per tahun. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI).processing. domestik dan luar negeri. karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak.R&D dan supporing lain yang berkaian.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. terganggu atau habis. h. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries). Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.nya. Indonesia hanya mensuplai 9 % . Dari sejumlah suplai Eucheuma. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat.untuk menjaga stabilitas mutu produksi. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%. f. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a. c.setelah itu harus diganti. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas.000 ton per tahun. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. b. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. Sedangkan. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut. Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu.000 ton per tahun. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap.000 ton/tahun.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan).taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.marketing. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan.cenderung meningkat. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara.

Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. dapat dwgunakan metoda ini. makin tinggi efisiensi area. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. sehingga pertumbuhannya kurang baik. Untuk efisiensi area. Modifikasi ketiga. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. beberapa rakit dijadikan satu. digunakan jangkar. Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. sebaiknya digunakan metoda ini. Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Makin banyak jumlah rakit. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. -processing 92 . Kerugian dengan metoda ini ialah. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Dalam barisan. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang.

Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Contoh penanaman Eucheuma 93 . Samaringa. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. asal dikerjakan secara teratur setiap hari. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. Di P. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. serta monitoring pertumbuhan tanaman. bambu atau kayu yang patah. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

000 ton.836.954 5. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.947 350.000. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.193 526.375. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah.291 2.142 5. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya.415.598 4.764. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.700 ton.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5.076 596. Denpasar.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. Surabaya.473.629 690. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut.973 Alginat 4.110.508 2.Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .132 143.000 ton/tahun. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.885 300. Denmark dan Perancis. Ambon.016 61.901 3. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3.639.139 3.201 346. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.710 542.653.997 5.349 43.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.968 4. potensi eksport Ekspor rumput laut. Sebagai contoh.747.061. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang.703 3.114.122 NILAI (US $) 170.303 3. 97 . Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.717.372 261.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.307.619 658.957 273.938.302 166.308 5. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.161 5.402.848.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.111 162.

27. Na. Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.51 % : 17.google. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran. Ca.5 % : K. : A. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir. B2.Benda asing maks (%) . A dan Sulistijo (1985). Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma . B1. pasir. B6.08 : 1.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto.  Vitamin B12.2 . P. C (caroten Daftar pustaka : www. I Protein Lemak Abu Mineral : 39 . dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya. garam.com 98 .13 % : 0.Kadar air makas (%) .

M. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. Monica tri O 3. SE. Mesir.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. di dataran tinggi Ethiopia. Pada tahun 1511. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Turki dan Afrika utara. Johanes. Ricky Harrahap 2.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9.Si Novita Sari. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. SE Kelompok 6: 1. karena efek rangsangan yang ditimbulkan. Emy Hayati 4.

Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. menyusul terjadinya perang pada tahun 1812.. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. cola. 1. 100 . cokelat. di mana akses impor teh terputus sementara. permen rasa buah atau sepotong roti manis.. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. Menurut Seimur Diamond. Akan tetapi. Di Kairo. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. minuman berenergi (energy drink). kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. kopi menyebar ke Eropa. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Ph. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Joe Vinson. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Dari dunia Muslim. Kafein mencegah gigi berlubang.D. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi. coklat. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies.D. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. membuat kita merasa lebih segar dan energik. maupun obat-obatan. Jadi. Selain pada kopi. cake coklat yang lezat. Kafein mengurangi derita sakit kepala. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. M.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. selama Perang Revolusi. sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. Mesir.

rangsangan. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun. BAB II PEMBAHASAN 2. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio.000 ton serahun bisa diperhitungkan. mood dan konsentrasi.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450.000-425. di bidang pengembangan industri. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. Ekspor kopi sekitar 400. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. 101 . • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini.000-500.

yaitu lebih kurang 6 juta ton. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan. tergeser Vietnam. masing-masing 40. untuk ekspor kopi robusta.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia.23% per tahun. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111.6 juta ton per tahun. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. Tahun 1997. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. Bahkan. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”. Di lain pihak. yaitu rata-rata 0.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. 102 . Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95. 2.6 juta karung. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik.6 juta ton per tahun.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5.5 juta ton.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton.

Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun. tata air maupun tata udara tanahnya. sedangkan Indonesia baru 1.Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya.64 juta ton pada tahun1996/97. 7.3%. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dalam hal ekspor kopi olahan. kesuburan tanah maupun umr tanaman.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia. 2. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. pangsa pasar Ecuador. 103 • . untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. dengan cepat meningkat menjadi 2.6 %. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1. India dan Ivory Coast masing-masing 8.62 juta ton. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman.2 % dan 6.

Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W. maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk.I. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama. BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3.Jerman.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS. 2.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah.. (West lndische Bereiding). Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya.4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi. Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.iadi kopi beras. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering.Selain itu. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan.B (Ost Indische Bereiding).I. butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam. kulit tanduk dan kulit arinya.B.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 . kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong). Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul.dan Jepang.

dan Inggris masih terbuka. Malaysia. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar. c. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. • 3. e. d.a. b. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional.2 • • 105 . Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS. Kolumbia dan Vietnam.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil. e. Negara Jepang. Opportunities a.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. d. c. b. c. Kanada. c.. b. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. d. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. b. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. Perancis. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan.

Jerman dan Jepang.3 106 . tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi. dan mempunyai cita rasa yang khas. dapat dirasakan dari aromanya.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. sehingga penetrasi pasar lebih mudah.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS. 3. aromanya wangi. kopi yang kualitasnya baik. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak. Sumatra Utara dan Bengkulu. Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful