Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

Dari 0. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang.79 persen atau 0. Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai. Seiring dengan penyempitan lahan.869.51 1. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.555.6 %/Th.511 103.15 juta ton biji kering. dan tahun 2010 sebesar 236 juta. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000.460. Atau mengalami penurunan sebesar 0. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.433 1. juga produksi anjlok.67 juta ton biji kering di tahun 2001. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. hanya 0. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg . Tabel . Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0.35% per tahun. Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544.37 1.4 %/Th.13 juta hektare. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491.522 ha tahun 2002. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil .95 juta ton.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 .713 Dunia 108. 3 juta ton.935.6 juta jiwa.453 1.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor. Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006. yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar.487. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18.616 Persentase 1.158 114.320.464.4 juta ton dan menurun sebesar 3.42 juta ton per tahun.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai. Produksi rata-rata mencapai 1. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton.61 persen.

Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.710 136.250 144.848 1. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan.17 0. pemupukan.223.32 1.640 1.500.858 157.923.400.35 0.82 0.0 ton/ha.891 1. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe. namun secara umum benihnya belum berkualitas.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1.483 808.010 1.88 0. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 .46 0. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani.73.564.48 1.815.954 214.938 1.000 826.418.626 177.669 221.812 206.305.909.018.3 ton/ha dengan kisaran 0.038 115.37 0.185 160. penyakit. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.6-2.618 130.600 723..530 1. sementara di tingkat penelitian mencapai 1.356.563 181. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.056 671.483.103.0 ton/ha di tingkat petani.514.725 187.852 161. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.708. serta teknik budidaya (populasi tanaman.289.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1.353 749.63 0.36 0.517.176. Intensifikasi Pertanaman 4.796. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah.Perbaikan Proses Produksi 5.847 1.471 126.15 1.932 673. gulma) yang tidak optimal. Perbaikan Harga 2.38 0. ameliorasi lahan.680. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul.94 0.382. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.997.180 1.

2. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3. Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun. 5.pangan. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. iklim yang cocok. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. teknologi yang telah dihasilkan. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri.68 trilyun dan Rp. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai. uktur. tempe dan kecap dan susu. investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri.19 trilyun (2010-2025). Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. 0. Dalam periode yang sama.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi.09 trilyun (2005-2009) dan 16. dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. kini naik menjadi 10 kg/th. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai. serta produk industri hasil olahan lainnya. Jenis industri yang tergolong skala kecil .45 trilyun. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani.

6 juta ton. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun . Argentina.70 ton kedelai per Ha. hanya 0.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 .masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi.  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien. Brazil. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau. 4.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan. b.Produksi kedelai pernah mencapai 1. kita semakin jauh tertinggal. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika.56 ton per Ha. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.23 ton per Ha hingga Tahun 2000. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007.

berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Pengolahan 1. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. tinggi 20 cm. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. dengan dosis 2-3 ton/ha. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. atau 20 x 20 cm. 3. 25 x 25 cm. atau dengan memperpendek jarak tanam. 3. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Teknik Penyemaian Benih 4.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. tanah. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 . 2. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman.Pembibitan 1. bersih dari kotoran. 2.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain.Teknik Penanaman 1. Apabila akan dibuat drainase. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin.Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm.5. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. 3. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. 2. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5.

3. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. pemupukan tidak diperlukan. pemupukan dapat menaikkan hasil. sehingga akan terlihat tidak seragam. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Saat menjelang panen.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” . Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. 4. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Pada tanah yang kurang subur. Sistem tanaman tumpangsari.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. tanah sebaiknya dalam keadaan kering.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran.Pemeliharaan Tanaman 1. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5. 2. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. 6.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. 4.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. sekitar 6 minggu setelah tanam. 3. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. 4.

Setelah pemungutan selesai. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. atau di lantai semen selama 3 hari. anyaman bambu. petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. • Marketing : Dari segi pemasaran. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. 3. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. Pengendalian mutu sulit diterapkan. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. dan bermuara ke konsumen akhir. 2. Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. mereka menjual kepada tengkulak di desanya. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Dalam pemasaran kedelai. bila tidak. Oleh karena itu. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung.

Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan. terutama memanfaatkan yang sudah ada.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. 6. 2004a). ANALISIS SWOT A. tanaman. air. sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. 7. pengapuran. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan. Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat. 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai.yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas. Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. seperti lembaga penjamin dan bank khusus. lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. supra insus. pemberian air yang cukup. Paling tidak.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. pembuatan saluran drainase. Menurut Departemen Pertanian. antioksidan dan antikarsinogenik.500 ha. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14.

WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih.di Indonesia. D. 27 Maret 2008. • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi. hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang. • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai. dan PT Pertani (Persero).pupuk. Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.32 juta/ha.OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . Komoditas kedelai. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal. • • • • • C.000/ha. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577. • Adanya kebijakan pemerintah. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. jagung.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani.harga. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. Kelima komoditas tersebut adalah beras. gula dan daging sapi.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha. PT Pupuk Kujang. kedelai.235 juta ton.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. Kamis.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada. Dengan kata lain.dan kebijakan impor. PT Petrokimia Gresik.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain. • B.646 juta ton. PT Sang Hyang Sri (Persero).kualitas dan lokasi. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton.

Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. dan benih.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. dan kecap. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. tauge. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih.. Bungkil itu dikukus.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran. dan bumbu. dan kaldu. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen..Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai. dan dapat dipanen setelah 5 hari. tauco. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia. didinginkan. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. pakan ternak. sari ikan. dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari.136 juta ton. lemak. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai. susu kedelai. kedelai goreng (sebagai kudapan). Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam.Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. gula. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. produksi kedelai mencapai 826. dicampur dengan garam dan gula. yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun. oncom. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. Pada tahun 2001. kedelai rebus (juga sebagai kudapan).

6 11. tinta. BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur. minyak (dari sini dapat dibuat sabun. 8. tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa).5 11. Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak.7 10. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya. bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap. resin.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10.1 12. tepung kedelai. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”. Pada gilirannya.0 11.2 11.Kampanye. Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 . • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 . pelarut. Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. plastik. dan biodiesel.3 11. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu). diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah.0.8 11. yang disitir Ariani (2003).8 -2.0 6. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam).harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton. • Price Harga kedelai local berfluktuasi. atau dapat langsung kepada pedagang besar .18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun.4 8.1 9. kosmetik. krayon. daging dan produk susu.

tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai.singpura. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu.136. .kecap. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. Jawa Tengah. 10. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001. ekspor olahan kedelai mencapai 1. Jawa Barat.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995.Australia. dll sesuai dengan tuntutan pasar . Manajemen Agribisnis “Karet” 15 . sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002. ecoefficiency).717 NO 1 2 2004 74 651.365. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37. Sulawesi Utara (Gorontalo).anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri.277.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004.188 235 169 1. Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai.419 1. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi .252 1. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai.93 14. 9. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI . • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor.Di Indonesia.tempe.Pemerintah. Implementasi program bangkit kedelai.685 1.tauco. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai. Lampung.192.

Kotoran maksimum (%): mutu I=0. 2.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. 3. ubi jalar. kedelai. kedelai. mutu II=14. Rp 500 juta untuk koperasi. Bebas bau busuk. Bebas dari bahan kimia. tebu. 4. Selain itu. peternakan dan pengadaan pangan. Dinas Pertanian. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Rp 15 juta untuk individu dan max. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu II=3. asam. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu III=3 dan mutu IV=5. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . Departemen Pertanian. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. kacang tanah. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. Bebas hama dan penyakit. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. Limit kredit max. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. ubi kayu. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. dan kedelai. 3. bawang merah. 5. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. dan kentang. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. b) Syarat khusus 1. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. atau bau asing lainnya. 1 tahun. mutu II=2. mutu III=5 dan mutu IV=10. jagung. jagung. 11. 2. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. mutu III=3 dan mutu IV=5. Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. jagung. seperti: insektisida dan fungisida. mutu II=1. mutu II=1. dan sorgum. Suku bunga yang ringan. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. mutu II= 4.

Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero). dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun. Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun. Manajemen Agribisnis “Karet” 17 . khusus untuk tujuan usaha intensifikasi.• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok.

3. tahun 1988. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. 13. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Perbaikan Proses Produksi 5.2 ribu ton. DAFTAR PUSTAKA Anonim. No. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara.1. Intensifikasi Pertanaman 4. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil.BAB III PENUTUP 3. Liptan. ______. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. 1980). Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai.2. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. ______. 1974). Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. Kedelai. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 4. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 . Pemanfaatan Potensi Lahan 3. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. Perbaikan Harga 2. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. 2. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.

_______. Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Lembaga Biologi Nasional. Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. 1989). Manfaat Kedelai. 12 April 1989. Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Rukmana Rahmat. 1996).

2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR. SE . Johanes. SE. M.Si Novita Sari.

..................................................... Government as Support Sub System ………………………………....................................... SUB-SYSTEM AGRIBISNIS ................................ Subsistem yang berperan penting .................. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi ...................................................................................................................................................................................................................................................................... Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ………………………………………………………………........................................................... Cooperative Enterpreneur …………………………………………............................. Lembaga pembiayaan ………………………………………………………................................................... Produksi ………………………………………………………………............................. Processing ....................... KESIMPULAN .... Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ................................................... Farming system............................. Atribut Kualitas Komoditi ..................................................................................................... Segmentasi Pasar ................ R & D .. Potensi Ekspor Komoditi .............................................. Bauran Pemasaran ......DAFTAR ISI Latar belakang ............................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ................. 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ........................................................................ .................................... Strenght …………………………………………………………….. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ................ ANALISIS SWOT ………………………………………………………….......................................

000 ton dikonsumsi di AS.000 ton. Lalu. disusul AS sebanyak 1. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang. 2. Selebihnya diekspor.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1. Dimana. saat ini produksi udang hanya mencapai 300. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang. menghasilkan udang sekitar 300. B. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak.000 hektar. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik.sampai di warung pinggir jalan sekalipun. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. Namun. Konsumsi Dari 380. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya.000 ton per tahun.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun.restoran-restoran terkenal. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri. tetapi yang tergarap baru sekitar 380.5 persen. Selain peningkatan volume produksi.000 hektar. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang.Amerika Serikat serta Uni eropa. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A.000 ton”. Iwan mengatakan. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total.5 kg per orang per tahun.1.5 persen. Dengan demikian. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. Konsumsi udang dunia terus meningkat. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang. AS sekitar 14.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. dengan negara-negara tujuan eksport. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan. dan Uni Eropa 10. sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Apalagi. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang.000 hektar tambak yang dikelola. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional. Saat ini. Sekitar 500. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang.000 hektar. Tahun lalu. produksi udang 300. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun. dilihat dari sisi produksi. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 .

obat pelangsing tubuh. dan kaus kaki bermutu tinggi. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. 4. Finansial . udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. Masalah residu antibiotik. kaus oblong. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. 3. peluang bagi dunia perudangan nasional. Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. Tujuannya. akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. yang sebagian besar diekspor ke Jepang. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. Masalah sosial . Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. perban penghenti perdarahan. 5. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan.3. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. Berdasarkan riset. 2.terutama keamanan dan gejolak sosial. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. Sebab. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. Hongkong. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Bagi Indonesia. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1. Alasannya. Ini artinya. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence.

25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. teknik pasca panen.. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. Tidak seperti komoditas lainnya. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. yaitu : perairan. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. dan produksi tumbuh dengan cepat. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. suplai air.6 juta ton pada 2003. pembersihan produk dengan air bersih. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. waktu dan periode pemberian. pencegahan kontaminasi selama panen. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. Processing. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. teknologi budidaya. Pembenihan Pada umumnya. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. lahan. penyakit dan pengontrolan penyakit. pakan dan pemberian pakan. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. R & D. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. produksi dan panen. sortasi. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. Secara garis besarnya. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya. temperatur produk. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya.

• Lembaga Riset. Cooperative Enterpreneur. Sementara itu. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. Dari aspek “comparative advantage” pun. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. ancaman penyakit. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. Dari segi “market intelligence. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”. Masalahnya adalah.. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. pola birokrasi yang efisien. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. Government as Support Sub System. Disamping itu. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. 2. 1.Dalam pengembangan udang lokal. Dalam jangka pendek. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. dsb. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. Tetapi. dukungan makro seperti jaminan keamanan. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. indicus). karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen. termasuk peningkatan produktivitas. Di Indonesia . Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . penyediaan saran dan prasarana budidaya. melalui berbagai saluran yang ada. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor.

Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . 6. Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik. Masalah sosial . Finansial . Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan. b. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif.peralatan. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f. Untuk memenuhi akan benih.untuk dilaksanakan. 7. Disamping itu. peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait..terutama keamanan dan gejolak sosial. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. Isu antibiotik. g. Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. penggunaan "absorptive" mineral. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e.obat-obatan dan pemasaran. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan. sterilisasi lapisan kolam. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut. ANALISIS SWOT. berwawasan lingkungan. Karena itu.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c.

Segmentasi Pasar. • Berdasarkan perilaku konsumen. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir. Disamping itu. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu.Cina. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. Inggris.Sementara itu. Korea. 8.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. seperti usia. issu lingkungan dan lain-lain. dan jumlah anggota keluarga. status perkawinan. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar. food safety.. seperti perubahan kualitas atau harga. Amerika Serikat. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. dan India. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. Selain itu Sedikitnya 300. tingkat pendidikan. menurut Handito. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. Belanda. baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk.namun pemerintah belum mengambil tindakan.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Singapura. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. Batam. Kanada. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. dan Surabaya.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . jenis kelamin. Jakarta. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk pasar lokal.

sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional. Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan. baik Pemerintah. sehingga harga udang cenderung turun. USA. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. 3) Distribusi (place). USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. Pembudidaya. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. 4) promosi (promotion). ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor. khususnya Indonesia. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Sebagai komoditas ekspor.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. 2) Harga (price).” Achmad Poernomo. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. 9. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut. Namun demikian. dan uni eropa.

Tabel 1.236 7 Inggris 4. Sayangnya. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. Selain bebas dari antibiotic. Thailand. Atribut Kualitas Komoditi.623 9 RRC 2.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. China. Dalam jumlah yang relative kecil. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat. Pesaing Pasar Ekspor. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar. India.218 8 Taiwan 2.komoditi ini juga diproduksi di India.900 5 Singapura 6. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia. Sejak tahun 2004 lalu. Negara (Ton) 1 Jepang 54. seperti Thailand. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. misalnya. Vietnam. Taiwan. dan Meksiko.216 3 Hongkong 7.menurut Iwan. Bahkan.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. 11. Vietnam. Dari semua persyaratan yang diminta.572 6 Malaysia 5. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 . dan Malaysia. Brasil. produksi udang harus mencapai 6.3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol. Ekuador.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. dan Ekuador. Filipina. khususnya yang tetgabung dalam SCI. Brazil.064 2 Amerika Serikat 16. Costa Rika.223 10 Belgia & Luxemburg 2. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut. Mereka pesaing utama Indonesia. Untuk memenuhi target tersebut. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah.11 juta ton (18. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja.78 milyar. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China.06 juta ton dimana 1. Di Thailand. 10. Banglades. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut.164 4 Belanda 6.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan.

Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. saprodi. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. terlebih lagi di pasar luar negeri. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya. baik hulu maupun hilir. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. misalnya. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. agunan. Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. suku bunga. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. proses yang rumit. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. dll).Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. panen serta sarana penunjang lainnya). termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. rasa kebersamaan/nasionalisme. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. Artinya permasalahan di sektor agribisnis. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma.

sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. 3. 2. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi.pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. Disisi lain. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. Kualifikasi dan persyaratan. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja. kabupaten Tulang Bawang. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41.250 ha. 4. 5.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. antara lain : 1. 6.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. produksi pakan udang. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah.000 lebih tambak udang. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1. untuk melakukan pengawasan. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18.

Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. saize. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 . tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu.

Revitalisasi Budidaya Udang. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Koswara. Jakarta. Monitoring Sanitasi Kekerangan. Direktorat Jenderal Perikanan. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Dr. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . 2000. Jakarta. 1995. 2000. Jakarta. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. BPPMHP. Direktorat Jenderal Perikanan. 1999. Prof. Direktorat Jenderal Perikanan.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. Direktorat Jenderal Perikanan. Bachrulhajat. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Jakarta.

Mudjiman L.id/berita/0608/23/ipt02.tempointeraktif.google. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 .html .html .22k www. Budidaya Udang Windu.47k – www. Pemeliharaan Udang di Air Tawar. Waca Utama Pramesti.id/go. Penebar Swadaya.25k www2.kompas.doc ] www.Sigit.lib.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310.29k www..PT.adln.sinarharapan.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk. Webside : http/:www.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187..unair.com Laporan Dirjen.htm .1986.Wibowo.ac. PK2P kepada Menteri Dep.korantempo.. Jakarta. 1987.co.html .20060210-73738. KP.Jakarta. . Ir.id.

........ Afiq Susanto 3. SE Kelompok III 1........... BAB I.... Johanes..... M.......................... PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ........... Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ................. SE...........Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR..Si Novita Sari.... Ahmad Taufik Ridho 2.......... M. Villya Novariza 4.

.................................. 1.....9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang ....................................... 2.............6 Pengembangan Agribisnis ............ ISI 2............7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran...........5 Subsistem Yang Paling Berperan . KESIMPULAN DAN SARAN 3..........2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan .......................... 2........................ 2...........3 Manfaat Penulisan ...................... BAB III......3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ...................... 2......8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ......................................4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang .............................................2 Saran .................................................................................................................................. 1........I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .......................... 2...........1 Latar Belakang ....... 2...............2 Tujuan Penulisan ..............................................................................................................1....... BAB II................... 2.............................. DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 .........1 Kesimpulan .......................... 2......................................... 3..................

1. Selain buahnya. Buah pisang selain dalam bentuk segar. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan.1. terutama pisang untuk keperluan eksport. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. 1. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global. . untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. seperti: sale pisang. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. termasuk Indonesia. Maka dari itu. keripik pisang. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk.500-600 SM. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat.2. dapat juga diolah menjadi makanan olahan.2.BAB 1 PENDAHULUAN 1. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. Pada masyarakat Asia Tenggara. dan lain-lain. ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang. Selain itu. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 . Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara. mulai dari bonggol sampai daun.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. Sesuai dengan kemajuan tekhnologi.Di China. tetapi telah dilakukan secara intensif. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Masyarakat di daerah itu.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang.

teknologi pascapanen dan pengolahan hasil.Penentuan tingkat ketuaan. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat. dan harganya relatif murah. Kegiatan proses produksi atau operasi. dan kesehatan bagi konsumen.dan biaya operasional lainnya. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia. tenaga kerja. keselamatan.Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen.ISI 2. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. e.1.1. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. kandungan gizinya tinggi. Tenaga kerja. karena pisang selain rasanya enak. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih.1. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang . Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit. d.Penetuan keseragaman ukuran buah. mudah didapat. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada. bisa dilihat dari keamanan. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Kualitas produk yang dihasilkan. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 . Tetapi di Indonesia.2. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang. c. b. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.dan Penentuan kadar kotoran.rasio untung/rugi.226.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap. yang meliputi : a. penjualan. Penentuan keseragaman kultivar. Pentingnya Pengamatan Produksi.Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi . Biaya produksi yang dikeluarkan.000 ton pada tahun 2025 nanti.1. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan. sampai pemasaran produk-produknya. 2. Perkiraan produksi.laba operasional. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). teknologi budidaya. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi.

pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. 2. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. keterampilan. Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. puree dan jam. Oleh karena itu. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat.3. maupun kemampuan finansial.6 kg pada tahun 2003-2004. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari). getuk dan sale. sale (1.secara nasional. Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi.5-2 ton/bln). perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri. 10.per tandan). menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. ledre (70-120 kg/hari). maupun industri berskala besar seperti tepung. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). Selain sebagai buah yang dimakan segar.000. Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi.. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat. Pada khususnya. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 . baik dari segi pengetahuan. Selain itu. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. Skala besar. Dari total produksi buah pisang dunia. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. 2. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu). Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.2. yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir.

m. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. tandan palsu tidak dipotong. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. Kerusakan buah yang parah karena karat.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. panen.1. produkasi tinggi. d. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah.Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal. n. Pemilihan bibit/benih . h. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. Kurangnya irigasi dan system drainase.maupun dengan pola tumpang sari. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar.yang seharusnya tidak terjadi.ambon kuning dan pisang mas. j. dan pemilihan tunas yang kurang baik. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. materi. bunga.4. k.serta dilahan tegalan. Akses terbatas terhadap input. tidak ada pemangkasan sisir. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. i. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. pengurangan daun. 2.sebagaai berikut : A. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c. e. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya). g. b. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen. l.dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen. f. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan. alat. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak .Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam.4. Farming System ( system perkebunan ). Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang.cucu. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2.

1.dan jarak tanam sekitar 3. Processing.tingginya antara 151-175cm. Tekhnik Penanaman. 2.benih yang akan dibeli. Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya.sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah . • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya . Bibit bit . Pada dasarnya.Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur.Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan.Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco. Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang . • Jantung Pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 .Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat . Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik. Bibit anakan .Seperti : • Kulit pisang.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ). • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm.2.yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung. • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi .tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.Ada 4 jenis anakan pisang .Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm. 3. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan. C.dengan curah hujan merata sepanjang tahun.3cm.4. B. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim .Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan. Diantara bibit anakan.keamanan dan social. Pengolahan Media Tanam.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja.Belahan bonggol ini disebut bit. 2. Bisa diolah menjadi selai kulit pisang.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic. • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung.anggur kulit pisang. • Daun Pisang.

lalapan.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh. Untuk membuat tepung pisang.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.puree (600kg-1. Disamping itu.4. Marketing. Untuk pemasaran lokal.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).banyak orang mencarinya. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya .3.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu.langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius.kerupuk.Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun.bubur.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri. Dalam skala industri. Sebagai contoh.Selain itu. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris.dan -penyimpanan.aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja.obat kumur. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1. keluar pulau atau untuk ekspor. Buah. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran. misal keluar daerah. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua.5-2 ton/mg ).Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan.serta untuk menghitamkan rambut.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.pendarahan usus.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit.tetapi sudah mengarah untuk ekspor.Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.Oleh karena itu.urap.Tepung pisang agar tahan lama.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon. Pemasaran yang memerlukan waktu.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ).5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ). Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2. Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton). Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya.dan lain-lain.misalnya untuk kue.roti. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 .

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat. Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. dan produksi buah pisang. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. 2. Dan banyaknya pengusaha . Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . ecoefficiency). Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan.peluang lain antara lain : 1.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. product appearance. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 .yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. 3. Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. Kelemahan . 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. dll sesuai dengan tuntutan pasar. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”. manajemen distribusi. 2. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. cost efficiency. time delivery. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat.

4. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. pisang barangan. pisang raja sere. Selain itu. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. pisang mas. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. pisang raja. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan.3.kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. Hal . Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. 2. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara). Segmen Pasar.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. Ketidakmenentuan iklim global. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. c. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 . perlindungan hewan. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. Ketidakpastian iklim politik. misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. dan sebagainya.hal inilah yang merupakan kendala .6. 4. b. pisang lampung. pemasaran hasil produksi. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. pisang jambe. pisang kapok. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. swasta. Ketidakpastian perekonomian nasional. Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. pisang bali. Seandainya kendala . Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia.tanaman dan lingkungan hidup.2.

Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan.7.Selain itu. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih. Product Didalam pasar dunia. 1. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik. promotion. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar). Oleh karena itu. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. buah pisang dalam sirup. Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. tepung pisang. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi.7. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. baik pasar nasional maupun pasar internasional.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree.bentuk dan ukuran buah. Dalam menghadapi persaingan global. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. jem pisang. Dalam prinsip pemasaran. diantara sekian banyak jenis buah pisang. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. 2.1. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4.keranjang bambu. dan lain-lain. 2. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar.2. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus. tape pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 . Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. price. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan. agar buah pisang dapat laku dipasaran. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang.7. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. keripik pisang.2. sari buah pisang. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media.Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. Bagaimana 4P Digunakan. dan place serta 1S yaitu costumer services. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. anggur pisang. yang terdiri dari 4P yaitu product.Pengemasan bisa berupa peti kayu. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan.

Sulawesi.599 MT.873 MT. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35.000-6. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. Jawa Tengah. negara ini menempati urutan keempat. keragaman varietas yang cukup tinggi. Maluku. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis.76%. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. mangga. jeruk siam.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang.dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas.420.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar.02%). Di pasar dunia. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton.786.Bali. Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. total produksi buah Indonesia adalah 14. Sumatera Barat. Sebagian besar buah adalah pisang.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen. Pada tahun yang sama. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang. Jambi. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan . Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat.088 MT. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara). Lampung. setelah Filipina.8.000 ton pada tahun 1996. dalam hal produktivitas. Di antara negara anggota ASEAN. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 . Jawa Timur. dan nanas. dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. Lampung. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. dan beberapa tempat lainnya. salak. iklim yang mendukung. Selanjutnya. sumber daya manusia. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan.perusahaan olahan asing.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. Mojokerto (Jawa Timur). Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. 2. Namun. Kalimantan. Selain dari itu. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai. Pada tahun 2005. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang. pisang .

664 134.274 632.615 kg 2004 992.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.512.052 156. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.336 794.505 2.495 ton 1999 77.730 7.287 512. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51. 101.850 523.686 992. 82.511 187.313 96.350 7.320 2.301.736 979.283 12.044 14.972 10.995 588.291.006 984.915 6. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.013.435 1.710 102..820 (US $) 9. 89. Belanda. Integrated Pest Management (IPM).423 3.554 2.582 6.263 1..572.634 366.045.787 kg 1989 Jerman.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6.899 722.643 6.432 21.431. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.042 231.772 - 1987 Jepang.074 517.734.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 .943 49.437 1. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.473 ton 2002 512.304.379 524.591.451.414 16..391 2004 Volume Nilai (Kg) 3.596 3.921 89.341. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP). dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.241 47.772 1..871 85.996 1..315.494 106.27 ton 2003 10.662 12.224 604.479 32.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg.505 kg 2005 470.125. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.899 2.634 28...284..140 1.859 75.879.315 65.964 kg 1996 Arab Saudi.920 559.402 140. Australi.729 2.615 2.772 529. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9.lokal.643 1.855 1.419 kg 1991 Perancis.643 979.956.843 22.671. Kanada.122 1.000 ton 2025 11.674 958. 62.371 722.923 (US $) 3.390 117.026 460.784..329 (US $) 6. dan Analysis Critical Point (HACCP).266.306.

00 0.441.767.00 Malaysia 13.00 12.00 50.071.00 173.00 142.00 718.00 148.481.00 Rep.774.444.00 23. 2002-2004 Frans Hero K.00 40.055.68 241.212.00 0.00 840.170.76 2.324.00 6.00 55.68 241.00 341.00 11.000.00 0.204.360.676.00 Hong Kong 19.00 122.180.00 74.720.441.00 122.040.00 1.19 542.270.00 Iran.00 37.00 24.442.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.00 12.212.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.720.islamic 501.040. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.68 12.130.310.00 167.10 TOTAL 17.930.00 0.00 12.00 1.180.00 167.544.00 40.00 18.00 253.00 43.00 483.76 2.81 253.883.00 130.00 United Arab 37.00 39.00 Emirates United 50.00 1.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .986.00 Arabia Kuwait 37.00 10.00 17.00 22.00 0.00 2.00 Singapore 142.835. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.016.510.00 985.971.340.00 States Total 761.00 0.590.506.00 58.310.379.68 12.00 5.180.81 253.545.00 5.324. Of Saudi 3.19 542.00 12.745.330.

860 14.513 59.463 70.950 107.852 85.831 239.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.073 694.582 14.920 2.563 59.526.472 801.874.432 70.884 64.418 111.324 1.177. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak.439 709.067 675.613 83.441.155 815.793 818.654 677.339 55.310 110.9.997 72.195 34.664 410.774 78.578 937.298 157.975 88.077 861.760 76.957 67.820.377.781 643.474 79.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.035 96.864 5.587 67.848 196.451 5.348. Buah pisang memiliki rasa yang enak.560 455.127 632.089 626.745 4.234 625.042 618.693 925. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.801 1.117 146.338 66.657 5.655 747.150.131 628.435 82.370 392.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .13 0 2007*) 212.210 1.577 65.219 63.485 60.691 1.hortikultura.702 63.308 Total Buah-Buahan http://www.037.270.680 88.015 56.509 110.683 84.621.412.557 180. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.994.767 73.177.id/index.665 62.464 31.967 100.877 71.898 68.994 47.556 16.781.931 83.108 115.479.090 72.787 82.708 16. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.904 1.966 163. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas.169 119.429 182.deptan.652 2.918 732.648 2.438 928.144 1.532 13.637 58.117 710.320 117.704 2.711 712.43 5 2004 221.427.902 210.PRODUKSI TANAMAN BUAH .082 548.599 1.426 62.180 128.437.576 1.795 709.892 75.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.440 366.go.608 675.634 683.205 178.031 59.653 360.551.786.857 800.611 4.814 741.261 232.45 6 2006 239.373 88.171. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .304.389 566.355 100.

Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan.b. mempunyai prospek pasar yang baik.000. c.273. Walaupun demikian. sangat subur untuk sebagian besar tanaman.000. sale pisang. 6. sale dan sebagainya. Penentuan tingkat ketuaan. c.berat isi (kg).743 kg BAB III PENUTUP 3.745. Oleh sebab itu.000.. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 .. termasuk buah pisang. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang.. 5. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.dan kredit dari bank Rp. baik sebagai tanaman sela. inisiasi kemitraan. Berbagai macam manfaat buah pisang. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra. peralatan dan mesin.733. b. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm).603. 6.yang terdiri dari dana sendiri Rp.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp. yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian.1. Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana. Penetuan keseragaman ukuran buah. dan Penentuan kadar kotoran. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja.995.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp.Secara finansial.yang terdiri dari modal sendiri Rp.dan kredit bank Rp.000. 4.. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang.000. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik.500. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP. 250.. Indonesia merupakan negara tropis. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. mempunyai potensi pengembangan yang luas.000.dan diameter pisang (cm). batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. 4. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit. 1. dan lain-lain. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat.

13. Djamal-Har. No. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. Anonim. Sinat Tani. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. 1980). Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. harganya menjadi sangat murah. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Manfaat Buah Pisang.3. tahun 1988. ______. _______. Selain itu. Sinar Tani. _______. Penyakit Pisang di Indonesia. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. ______. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. 26 Agustus 1989. Jakarta : PT. 1977). Sumartono. 1982).2. agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Penebar Swadaya. 3 Oktober 1987. Pisang. 12 April 1989..Sukarti. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. Utami Dewi. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB. Sinar Tani. Sinar Tani. 1979).1998. No. 6. 25 Januari 1989. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. 1981). sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor. 1989). Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. 1974). A. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. _______. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang.Bertanam Pohon buah-buahan. Liptan. Lembaga Biologi Nasional. Rukmana Rahmat. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. 2. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. Vol. Sudarmo Widayati M. Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang.. Sinar Tani. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. 8 februari 1989. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. Maret 1989. _______. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 .

S. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan.M. JOHANNES. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 .E. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR..E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M.Si NOPITA SARI.S. Camellia sinensis. dari familia Theaceae].

Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Rusia dan Indonesia. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 .baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. Untuk hasil yang baik. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. India. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur.737 SM. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. pohon teh ini dipotong rendah.000 tahun yang lalu. Jepang. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. Srilanka. Selatan dan Tenggara. Air minum itu pun berubah warnanya. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia. Afrika Timur. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. Barat. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. Seperti anggur di negara-negara Eropa. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. atau hampir 5. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu. Berhubung ia juga adalah seorang tabib.

teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan.028. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan.teh putih. teh hitam . Manajemen Agribisnis “Karet” 57 . Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional .60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam.28 persen. vitamin B. Dari sisi permintaan. Selain itu. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera. Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. seperti yang ada di Jepang. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. Eropa. permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. dan teh oolong . terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. dan Indonesia .Pada dasarnya.81-11. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Pada beberapa tahun terakhir ini. yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. yakni sebagai bahan baku industri katekin. vitamin C. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia.24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica.

gantungan topi.000 ton dari total produksi mencapai 3.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 .Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2. SUBSISTEM AGRIBISNIS 1. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1. kursi.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan.4 juta ton. Persaingan dari barang subtitusi. politik dan ekonomi.160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia. bahan baku.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut.5% (atau kurang). sedangkan daya serap pasar hanya 2. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan.c. pajak.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720). menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).900-2.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah.130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia.  Kendala lain yang menggelayuti para petani.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.000 kilogram teh kering per hektar per tahun. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT.000 kg teh kering per hektar per tahun.  Kenaikan UMR. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT.b.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%. yaitu masalah modal dan manajemen.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi. kenaikan BBM dan tarif listrik.

dibutuhkan 0.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin.Untuk mengolah satu kg teh.Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.2 hingga 1. hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.5 tenaga kerja.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 . dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh. satu hektar tanaman teh membutuhkan 1. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit.

saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama.Jika. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan. Selain biaya produksi dan harga jual. mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda.Karena daun yang masih muda.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk. untuk mendapatkan hasil yang maksimal. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin.tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar.

dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial.4. mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi. Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 .

Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. Menekan harga pokok kebun. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. 5. Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. Dari sisi bahan bakar yang digunakan. 6. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. Untuk itu. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. 4. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. 2. 7. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. 3. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Selain itu. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar.

dalam bidangbidang : manajemen. 1. 10. gantungan topi. mengobati penyakit parkinson. seperti meja cousin. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 .  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol. tanaman. lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. Opportunities. Weaknesses. kewiraan. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). Opportunities. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. mencegah kanker. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. 9. 2. teknologi pengolahan. untuk kesehatan kulit. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. kelemahan. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. dan sebagainya.dan sebagainya. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. Weaknesses. mengontrol tekanan darah tinggi. teknik. dan sebagainya. administrasi. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. akuntansi. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. Manajemen pemetikan 8.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. kesehatan. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. komputer.

dan Vietnam. Pada saat ini. 3.5 dollar AS per kg. Cina dan India.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut.5 jenis. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. tetapi hanya 1 .85 dolar AS. Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional. India.4 dolar AS per kg. tentunya.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 . Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. Srilanka. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. 4. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen.  Pricing. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu. Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Untuk positioning. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi. Srilanka. Kenya. Maka. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut.hari.  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh.  Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat. Manajemen Agribisnis “Karet” 64 . Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. BAURAN PEMASARAN  Produk . Jepang.

menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta.4%). Sedangkan. Amerika Serikat (7%). dan Belanda (5. Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY. Polandia (5. dan Cina. untuk kebutuhan ekspor. sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya). Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.3%). Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15.8 47. sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. Inggris (14. teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri. No. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas.8 28. Pakistan (8.1 -17. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%.  Promotion.kebijakan ini perlu ditata ulang.4%). Pertama.12 1. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Malaysia (9%). Cina dan India.6%). Srilanka. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen. Teh 98. lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung. Sebaliknya. Ketersediaan produk teh di pasar.0 91. sedangkan untuk kebutuhan lokal.76 49. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional. Pakistan.  Place .4%). bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 . Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya. Jerman (7%). Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia. Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara.8 64. India. lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1. Srilanka.9 51.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september). bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam. Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72.1 % dari total ekspor teh Indonesia. konsumen besar lainnya. Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut.

Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan. Atribut tersebut misalnya kekeringan. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. rasa asing dan cemaran.0% Srilangka 30. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya.0% 15. kekuatan.0% 3. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). ketajaman. Sebagai contoh misalnya.0% India 30. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering.0% 0.0% 20. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin. ukuran partikel dan lain-lain. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5.0% 17. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol.0% 10. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna. ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya.0% 52. intensitas warna.0% 48.0% 3. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi.0% 26. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi.5% 17. kerapuhan. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density.0% 70.0% 2. kimia maupun biologi. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh. ATRIBUT KUALITAS TEH 1. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain.0% 0. 2. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah. Akibatnya. kilat atau ”hidup” –nya warna.0% China 32.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil.0% 56.5% Vietnam 50. density. air seduhan). bentuk. kesegaran. Keberadaan partikel pucuk muda (tip). tangkai. warna (teh kering. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 .

Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh.2 – 1. 4. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein. khususnya. 5. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh. geraniol. Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. Untuk saat ini. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin. 3. Theobromine. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. lembaga perbankan.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. lembaga non – perbankan. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. thearubigin. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. ester-ester. Misalnya adalah ketuaan daun. Kandungan kimia dalam daun teh. mineral. residu pestisida. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).vitamin • Cemaran : logam berbahaya. thearubigin. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . Sebagai contoh. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. idioblast. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter.4 per kg.

html http://abgnet. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting.landize.html http://anekailmu.id//terms http://www. http://disperindag-jabar. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia. Indonesia. Di sisi lain.unair.ac. Maka dari itu. Pusat Penelitian Teh dan Kina. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik. khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia.bandungpress.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu. Saat ini.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www.blogspot. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam.go. Khususnya Indonesia. khususnya rakyat kecil. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.com/ http://www.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.depperin. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia. yang merupakan salah satu produsen teh. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh.library@lib.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002). KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan.com Milist: stis44@yahoogroups. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica.wordpress.co.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin.blogspot. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri.com/khasiat-teh. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. Selain itu.youngstatistician. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh.com Sumber:http://www. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional.com http://antara.atmstravelnews.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan.go.id Website: www.

Mia Mayesvi 2. Astrinova 4.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1. Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3.

............................................... 11............................. Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet ................... Latar Belakang ......................................................................................... Manajemen Agribisnis “Karet” 70 .. 15 3........DAFTAR ISI 1................................ TABEL ............................ 7 6...... Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis .......................................... Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ........................................................... 3 1.................................................................................................................. Prospek Karet dari Sisi Permintaan .......................................................................................... Subsistem agribisnis yang paling berperan ............... 11 Kesimpulan ............................................................... Subsistem On Farm/Produksi Pertanian ............................. 4 4........... 5 A........ Jalur Pemasaran Karet secara Umum ................................................. 9...........6 C......................................................... 5 B........................... 3 3.........................12 Daftar Pustaka ...............1................ 16 Subsistem Agribisnis ............................... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir ......... Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian ......... 13.................. Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia .. 3 2......... Lokasi Perkebunan Karet .... 12.................................................................................................. 9 Potensi Ekspor Karet ...... 10 Atribut Kualitas Karet ............................................................. 8 7.......................................... 14 2............................. 10........................................................................................................................................... Analisis SWOT ... 9 8.............. 6 5..............13 Lampiran 1.........................................

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. 2.2 milyar (kompas. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat.1. Guna mendukung hal ini.0 juta ton pada tahun 2005.2 juta ton. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. 2006). Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet.1. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. kecenderungan penggunaan green tyres. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. Pada tahun 2002. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. 1.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing.2% per tahun. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga. Oleh karena itu.15% per tahun.0% per tahun. keselamatan. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%).15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. d. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. yang meliputi : a. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. c. sehingga pada tahun 2004. dan 15 juta ton untuk karet alam. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%). karet sintetis. dapat dilihat dari keaamanan.dan sumberdaya hayati. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6. dan kesehatan bagi konsumen. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. Kegiatan proses produksi b. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan. 3. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. Skala Produksi. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035. dalam hal ini disebut konsumsi. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. permintaan tergantung pada daya beli konsumen.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. Semakin banyak barang pengganti karet. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya. Pentingnya IPTEK bagi para petani. e. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. Goodyar dan Michclin. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri.39 juta ton. Kualitas produk yang dihasilkan. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7.

Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. Jika harga output tinggi. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). a. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen.5 per kg. Indonesia.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Dengan kondisi demikian. Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif. dan Malaysia). Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen.81 juta ton per tahun. 4. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th). Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. c. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. Selain itu. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. . 06 sen per kg. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. Harga merangkak naik.

tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek. 7. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. Adanya penurunan areal hutan. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. papan artikel. dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi. Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. d. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. promosi. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. ini adalah bibit yang bagus. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. Subsistem Agribisnis a. f.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. Kurangnya IPTEK. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari .Penyiapan lahan 75 . b. dan papan serat.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. C.perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. e. Phloeridae. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. Oleh karena itu. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. B.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae.

Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah. .New Planting (bukaan baru). Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi.14m x 3.Konversi. 76 . yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet. Pengangkutan lateks. pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%. b.5m. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain. Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. Yaitu : . Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap. yang disebut Revertex Standar. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS.33 m atau 8m x 2. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran.Replanting (pembukaan ulang). . c. penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet. Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli.Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan.  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak.

(b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. termasuk juga mutu karet alam. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran. dan meningkatkan pendapatan petani. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming. e. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten. 77 . Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi.sehingga produktivitas pertanian rendah. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah. 8.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. pengolahan dan pemasaran bersama.d. mempromosikan komoditi karet. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. (d) pengembangan infrastruktur.2 juta ha sampai dengan 2025. (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani.

 Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah.  Kurs dollar yang turun naik.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara. dll.7.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia. tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 .  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa. produksi dan pengolahan pasca panen.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu.hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia. ban.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri. Analisis SWOT .  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8.

Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671. Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi.4%milik swasta dan hanya 7. Dari data di atas terlihat jelas. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya.  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara.1% yang milik negara. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan. Uni soviet 5%. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya. Jepang 3. 9. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya.4%. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia.Namun.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan.8%.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri.8.Singapura 32.291 hektar.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia . perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil.920 hektar. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun.262.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia.P. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing.negara eropa barat sebesar 7.Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %.5%.3% dan beberapa negara lain sebesar 11. menurut J.

Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional. Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. 3. Birma .Mesin dan peralatan yang canggih . poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional.Mempunyai daya aus yang tinggi . dll. Indonesia.ini. fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan. Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1. Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu.Sistem perencanaan. mutu kemasan.Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : . 10.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan.Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil . Dengan adanya pemasaran yang baik. Bahkan. Dengan demikian. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet. Oleh karena itu.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 . Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. baik mutu produksi. Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu.Tidak mudah panas . 2. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. Kualitas karet alam : . Mutu karet harus ditingkatkan. maupun mutu pelayanannya.Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik . Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . Bidang pemasaran sebagai ujung tombak. Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut.Thailand.

58%/tahun. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. 81 . Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. baik sebagai sumber pendapatan. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. kesempatan kerja dan devisa. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. Di tingkat hilir. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. yaitu rendahnya produktivitas. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. Oleh karena itu. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. rusak dan tidak produktif. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil.15%/th. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. perkebunan negara dan perkebunan swasta. Tetapi lebih utama dari itu.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Namun luas areal kebun rakyat yang tua. ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri.

2. 4. Prospek Pemasaran”. 5. 2006. 2005. 2006. 2006. Strategi PT Penebar Swadaya. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . Tim Penulis PS. “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka. anggota Ikapi. 82 . “Karet” .google. 3. Solo . “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan .DAFTAR PUSTAKA 1. www.com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). Jakarta . Makalah Cut Fatimah Zuhra. Setiawan Heru Didit dkk.

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

( Tim Penulis PS. “Budidaya dan Pengolahan. 2006 ) 85 .1991. Strategi Pemasaran”.TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan.

86 .

87 .

Ayuliyetrisnalisa 2.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .Umi Fajariyah 3.MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.Dewi Afrianti 4.

Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 . Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae). Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut. terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria. Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya. Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia.000 km.5. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut.. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan.

industri kertas. atau kandung kemih. 1980) . pelapis keramik. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. tukak lambung. permen jelly. agar-agar powder. agar-agar batangan. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 .400 ton per tahun. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. sosis. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat. syphilis.mikro alge. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. total produksi mencapai 17.5 juta per ton. gangguan empedu. selai anggur dan pakan binatang piaraan. Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. Hingga kini baru 20. Sebagai contoh. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga.000 ton atau setara dengan 30.seperti dodol. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . minuman dan makanan ringan. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma. puding dan manisan nata rumput laut.984 triliun.000 ton kering. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid. ginjal. atau saluran cerna. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.143 triliun.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79. Ini berarti. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal. Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. scrofula. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. cairan pembersih.774.

g. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas. c. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan).nya.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara. Indonesia hanya mensuplai 9 % .processing. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat.000 ton per tahun. sedangkan suplai hanya mencapai 44.Karena itu perlu promosi di pasar lokal.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50.R&D dan supporing lain yang berkaian. untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6. h. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. b. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan. Sedangkan. f. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.cenderung meningkat.000 ton/tahun. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a. Dari sejumlah suplai Eucheuma. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut. Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI).000 ton per tahun. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries).untuk menjaga stabilitas mutu produksi.setelah itu harus diganti. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 . karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.marketing. terganggu atau habis.000 ton per tahun. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. Artinya. harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA. domestik dan luar negeri.

-processing 92 . Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. makin tinggi efisiensi area. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Untuk efisiensi area. dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. sehingga pertumbuhannya kurang baik. Dalam barisan. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. Modifikasi ketiga. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang. sebaiknya digunakan metoda ini. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Kerugian dengan metoda ini ialah. Makin banyak jumlah rakit. dapat dwgunakan metoda ini. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). beberapa rakit dijadikan satu. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. digunakan jangkar. Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut.

Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. Samaringa. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Di P. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Contoh penanaman Eucheuma 93 . asal dikerjakan secara teratur setiap hari. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. bambu atau kayu yang patah. serta monitoring pertumbuhan tanaman.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

629 690.717.415.947 350.938.703 3. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.000. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3.122 NILAI (US $) 170.653.142 5.747.973 Alginat 4.016 61.473. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.193 526.000 ton. Surabaya. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya.508 2.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.161 5. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.201 346.303 3.968 4. 97 .000 ton/tahun.402. Ambon.111 162. setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).076 596. Denmark dan Perancis. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.349 43.061. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang.619 658. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut.132 143. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.957 273.997 5.372 261.954 5.885 300.700 ton.115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina. potensi eksport Ekspor rumput laut.710 542.110. Sebagai contoh. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.139 3. Denpasar.291 2.848.639.901 3.836. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20.375.598 4.302 166.307.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami.764.114.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.308 5. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.

dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah. B1.  Vitamin B12.2 . : A. I Protein Lemak Abu Mineral : 39 .51 % : 17.Benda asing maks (%) . P.27.Kadar air makas (%) . C (caroten Daftar pustaka : www.google.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir. Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma . garam. pasir. Ca. Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe.13 % : 0. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik. B6. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.com 98 . Na.5 % : K. B2.08 : 1. A dan Sulistijo (1985).Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya.

Si Novita Sari. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Turki dan Afrika utara. Monica tri O 3. M. Johanes. SE Kelompok 6: 1. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . Pada tahun 1511. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. di dataran tinggi Ethiopia. Emy Hayati 4. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. Ricky Harrahap 2. karena efek rangsangan yang ditimbulkan.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. SE. Mesir.

sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. membuat kita merasa lebih segar dan energik. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin.D. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Ph. Dari dunia Muslim. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. Menurut Seimur Diamond. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690. bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. permen rasa buah atau sepotong roti manis. cola. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. Kafein mengurangi derita sakit kepala. Di Kairo. M. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru. Mesir. Joe Vinson. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. kopi menyebar ke Eropa. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.D. cokelat. coklat. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). Akan tetapi. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. cake coklat yang lezat. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. Jadi.. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. maupun obat-obatan. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. di mana akses impor teh terputus sementara. selama Perang Revolusi. minuman berenergi (energy drink). di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. Kafein mencegah gigi berlubang.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. 1.. Selain pada kopi. 100 .

Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali.000 ton serahun bisa diperhitungkan. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. di bidang pengembangan industri. BAB II PEMBAHASAN 2. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik.000-425. rangsangan.000-500.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga. Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun.1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia. Ekspor kopi sekitar 400. 101 . dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein.

Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1.23% per tahun. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia. Tahun 1997. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung. posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat. yaitu lebih kurang 6 juta ton.6 juta karung. 102 . Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. yaitu rata-rata 0. 2. Di lain pihak. untuk ekspor kopi robusta. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105. tergeser Vietnam.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton.6 juta ton per tahun.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi.6 juta ton per tahun. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4. Bahkan. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun.5 juta ton. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia. masing-masing 40. Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”.

Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya. 103 • . 2.2 % dan 6. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun.64 juta ton pada tahun1996/97. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi.62 juta ton. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif. India dan Ivory Coast masing-masing 8. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman.6 %. dengan cepat meningkat menjadi 2. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi. kesuburan tanah maupun umr tanaman. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi. tata air maupun tata udara tanahnya. pangsa pasar Ecuador. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. sedangkan Indonesia baru 1.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah.3%. Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. Dalam hal ekspor kopi olahan. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1. 7. permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia.

maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men. Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.dan Jepang.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur.I.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya. kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong).. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya.B. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah.iadi kopi beras. butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie.Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor. (West lndische Bereiding). 2. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah. walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan.B (Ost Indische Bereiding).I.Jerman.4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 . sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. kulit tanduk dan kulit arinya.Selain itu. BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering. Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W.

Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar. d. c. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam. c. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. d. Perancis. Malaysia. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. Kanada.a. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. b.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.. b. b. e. • 3. e. c. dan Inggris masih terbuka. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. Kolumbia dan Vietnam.2 • • 105 . Opportunities a. d. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Negara Jepang. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. c. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS. b.

Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. dapat dirasakan dari aromanya. Jerman dan Jepang. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak.3 106 . Sumatra Utara dan Bengkulu. 3.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. kopi yang kualitasnya baik. Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya. dan mempunyai cita rasa yang khas. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya. aromanya wangi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful