Kelompok I

DOSEN PENGASUH : DR. Johanes, SE, M.Si Novita Sari, SE

1) 2) 3) 4)

AZHAR MUNANDAR DIAS MARLIANDA RINI NOPRIYANTI THIRTA CEMPAKAPURI

Kelompok 3:

C1B006004 C1B006024 C1B006022 C1B006014

JURUSAN Manajemen

UNIVERSITAS JAMBI
2008
DAFTAR ISI
Halaman

FAKULTAS EKONOMI

DAFTAR ISI .................................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......................................................................................

1

2

1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................... 1.3 Manfaat Penulisan ................................................................................. BAB II. ISI dan Pembahas 1. Komoditi Kedelai ..................................................................................... 2. Prospek Kedelai dari Sisi Produksi ......................................................... 3. Prospek Kedelai dari Sisi Konsumsi ........................................................ 4. Prospek Kedelai dari Sisi Permintaan ...................................................... 5 Permasalahan dalam Komoditi Kedelai .................................................... 6. Subsistem Yang Berkaitan Dengan Agribisnis ........................................ 7. Subsistem Yang Berperan ........................................................................ 8. Misi Pengembangan Komoditi Kedelai ................................................... 9. Potensi Ekspor ......................................................................................... 10. Atribut Kualitas ....................................................................................... BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 3.2 Saran ..................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

2 2

3 3 5 6 7 8 12 12 15 16

18 19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kedelai atau kacang kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan Timur Jauh seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti Tiongkok dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli Asia tropis di Asia Tenggara.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.Di Indonesia,

Manajemen Agribisnis “Karet”

2

kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia 1.2. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Kedelai merupakan tanaman serba guna,dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Kedelai. Selain itu, Kedelai yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor kedelai dipasar global. 1.2.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak berkepentingan. BAB II PEMBAHASAN 1. KOMODITI “KEDELAI” Orang Cina merupakan pengguna kacang kedelai sebagai makanan yang pertama. pada sekitar tahun 1100 BC kacang kedelai telah ditanam di bagian selatan Cina dan dalam waktu singkat menjadi makanan pokok diet Cina.Kacang kedelai telah diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 100 AD dan meluas ke seluruh negara-negara Asia secara pesat. Kacang kedelai dikenal di Eropa sekitar tahun 1500 AD. Pada awal abad ke 18, kacang Kedelai telah ditanam secara komersial di Amerika Serikat Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910. Di Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor sebagian besar kebutuhn kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Tiongkok. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia. 2. PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI: • DARI SISI PRODUKSI: Produksi Menurun Kedelai, menunjukkan penyusutan lahan dan produksi. Pada 2000 luas lahan 824.484 ha kemudian turun menjadi 678.848 ha pada 2001 dan

Manajemen Agribisnis “Karet”

3

4 %/Th. Atau mengalami penurunan sebesar 0.67 juta ton biji kering di tahun 2001.433 1. 3 juta ton.522 ha tahun 2002.460. Perkembangan Produksi Kedelai Nasional dan Dunia Tahun 1990 – 2006 Tahun Produksi Kedelai (Ton) Indonesia 1990 1991 1992 1.6 juta jiwa.616 Persentase 1. yaitu pertumbuhan yang menurun dan stagnant. Dari 0. Pertumbuhan produksi pun demikian rendah. Tercatat produksi kedelai pada 2000 mencapai kisaran 1 juta ton dan tahun 2001 sebanyak 827 ribu ton dan pada 2002 hanya bisa sebesar 573 ribu ton.51 1. Penurunan ini karena turunnya luas panen kedelai sekitar 19.35% per tahun. juga produksi anjlok. Pada tahun 2005 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 220.61 persen.4 juta ton dan menurun sebesar 3. Kebutuhan kedelai pada tahun 2003 masing-masing berjumlah 1. Persentase produksi terhadap kedelai dunia mengecil . Produksi stagnant terjadi pada 2001-2006. dan tahun 2010 sebesar 236 juta. India menempati posisi kedua dengan rata – rata share sebesar 19% (sekitar 491.3 juta ton Defisit kedelai ini diatasi dengan cara mengimpor. dan Melihat data produksi akan kebutuhan kedelai pada tahun 2003 terlihat bahwa terjadi defisit untuk komoditas kedelai 1. Harga kedelai saat ini mencapai kisaran Rp3500/kg . Di sisi lain kebutuhan pangan cenderung meningkat 2.6 %/Th. Seiring dengan penyempitan lahan.63 Manajemen Agribisnis “Karet” 4 . Pertumbuhan produksi tidak sejalan dengan gencarnya program bangkit kedelai. perkembangan produksinya dapat dibagi dalam dua periode besar.869.42 juta ton per tahun.511 103.453 1. dengan rata – rata share impor dari tahun 1999 – 2004 sebesar 54% dari seluruh impor kedelai Indonesia atau 1.95 juta ton.464.menyusut lagi pada 2002 menjadi 544. Tabel .713 Dunia 108. produksi menurun drastis dari periode sebelumnya dan bergerak lambat pada angka 742 ton.487. Produksi rata-rata mencapai 1.37 1. Negara importir utama untuk komoditi kedelai ke Indonesia adalah Amerika Serikat. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional.555.320. maka kebutuhan kedelai akan semakinbesar di masa mendatang. hanya 0. Pertumbuhan menurun terjadi selama 19902000. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi kedelai tahun 2002 mengalami penurunan sebesar 18.5-4% sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.935. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.158 114.15 juta ton biji kering.83 juta ton biji kering pada 2001 menjadi 0. Dengan jumlah penduduk yang besar sekitar 216 juta jiwa pada tahun 2003 dan laju pertumbuhan 1.79 persen atau 0.245 kg per tahun) Market share Negara importir OTHERS 3% MALAYSI A 2% ARGENTI NA 10% 12% BRAZIL UNITED STATES 54% INDIA 19% Kedelai.13 juta hektare.

710 136. pengelolaan air) dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (hama.848 1.48 1.000 826.34 Sumber: BPS diolah Kendala: Kini rata-rata produktivitas kedelai nasional baru mencapai 1. Perbaikan Harga 2.858 157.483 808.15 1.852 161.36 0. pemupukan.018.305.954 214.038 115.35 0.180 1.73.Walaupun telah banyak yang menanam varietas unggul. Pemanfaatan Potensi Lahan 3.88 0.250 144.530 1.626 177.932 673. Penyebab atas rendahnya produktivitas kedelai petani adalah tingkat penerapan teknologi yang masih rendah..17 0.725 187.563 181. sementara di tingkat penelitian mencapai 1. dan yang bersertifikat hanya sekitar 3 persen saja.514.418. di antaranya penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah.708.176.382.46 0. Senjang produktivitas yang besar tersebut menunjukkan peluang peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas di tingkat petani.289.923.3 ton/ha dengan kisaran 0.618 130. gulma) yang tidak optimal.223.82 0.185 160.600 723. penggunaan benih bermutu baru sekitar 10%. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat DARI SISI KOMSUMSI: Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia.056 671.63 0. Intensifikasi Pertanaman 4.564.010 1.6-2.847 1. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe.356.891 1.103.500.37 0.38 0.796.909.483.640 1.Perbaikan Proses Produksi 5.32 1.1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 1.0 ton/ha di tingkat petani. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri Manajemen Agribisnis “Karet” 5 .815. namun secara umum benihnya belum berkualitas. Solusi Strategi Peningkatan Produksi Beberapa strategi penting untuk menjamin keberhasilan peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1.938 1.997.669 221.400.680. beragam tergantung pada kondisi Iahan/lingkungan.0 ton/ha.94 0.812 206.353 749. serta teknik budidaya (populasi tanaman. penyakit.471 126.517. ameliorasi lahan.

dan swasembada baru tercapai pada tahun 2015.19 trilyun (2010-2025). Dengan konsumsi perkapita ratarata 10 kg/tahun maka dengan jumlah penduduk 220 juta dibutuhkan 2 juta ton lebih per tahun. Adapun manfaat dari kedelai : • Sumber protein nabati yang terbaik • Meningkatkan metabolisme tubuh • Menguatkan sistem imun tubuh • Menstabilkan kadar gula dalam tubuh • Melindungi jantung dan menurunkan resiko sakit jantung • Menambah daya ingat • Membentuk tulang yang kuat • Menurunkan tekanan darah dan kolestrol • Mencegah menopause pada wanita • Menurunkan kanker payudarah dan menurunkan resiko kanker prostate • Menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan 3.berbeda dengan komoditi kedelai walau pun harga kedelai naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jenis industri yang tergolong skala kecil . Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun. uktur.pangan. Dalam periode yang sama. serta pengaturan tata niaga dan insentif usaha. Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produkproduk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut.45 trilyun. Pengaruh teori permintaan dalam komsumsi komoditi kedelai Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik. Untuk itu diperlukan program khusus peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Prospek pengembangan kedelai di dalam negeri untuk menekan impor cukup baik. sasaran produksi 60% dicapai pada tahun 2009. teknologi yang telah dihasilkan. kini naik menjadi 10 kg/th. Manajemen Agribisnis “Karet” 6 . tahu dan tempe yang sekarang menjadi makanan rakyat yang sangat populer. 5. serta sumberdaya manusia yang cukup terampil dalam usahatani. PROSPEK KEDELAI DARI SISI PERMINTAAN Kedelai memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan secara komersial. namun tidak mampu diimbangi oleh produksi dalam negeri.Kacang kedelai bagi industri pengolahan pangan di Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tahu. tempe yang jenis makanan ini semakin banyak atau populer digunakan sebagai pengganti daging. mengingat ketersediaan sumberdaya lahan yang cukup luas.menengah ini tetapi dalam jumlah sangat banyak menyebabkan tingginya tingkat kebutuhan konsumsi kedelai.09 trilyun (2005-2009) dan 16. Itu didukung oleh kegiatan produksi kedelai yang berbanding terbalik oleh konsumsi kedelai.68 trilyun dan Rp. serta produk industri hasil olahan lainnya. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri nonpangan. tempe dan kecap dan susu. Untuk mendukung upaya khusus peningkatan produksi kedelai tersebut diperlukan investasi sebesar Rp. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. sehingga harus dilakukan impor dalam jumlah yang cukup besar. Sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan akan kedelai semakin meningkat. 2. 0. iklim yang cocok. dengan sasaran peningkatan produksi 15% per tahun. Lonjakan importasi kedelai disebabkan peningkatan konsumsi produk industri rumahan seperti tahu. Kedelai merupakan komoditas bahan baku industri pengolahan susu kedelai. Pertumbuhan permintaan kedelai selama 15 tahun terakhir cukup tinggi. investasi swasta diperkirakan masing-masing sebesar Rp. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Argentina. Subsistem/ Pengolahan/Agroindustri/hilir  Impor kedelai murah meningkat. Hal tersebut antara lain disebabkan karena petani luar negeri (Amerika.Kebijakan impor kedelai merupakan suatu hal yang sangat menentukan gairah petani dalam melakukan budidaya kedelai. dan jika dibandingkan dengan produktivitas kedelai Amerika yang mencapai 2.  Kemitraan dibidang agribisnis kedelai belum berkembang baik. seperti pemberian pupuk N yang tinggi bagi kedelai akan menghambat proses fiksasi N oleh bintir akar. kita semakin jauh tertinggal. b.  Gairah petani dalam melaksanakan pembudidayaan kedelai menurun .  Lemahnya modal petani untuk melakukan betanam kedelai  Pemberian pupuk pada kedelai yang diradsa belum efisien. jauh dibawah produktivitas kedelai China yang telah mencapai 1.70 ton kedelai per Ha. Subsistem Up Stream Agribussiness (Hulu)/Input pertanian  Industri penghasil sarana/prasarana produksi pertanian belum mampu memberikan teknologi yang bisa dengan mudah diadopsi oleh petani dengan harga yang terjangkau.6 juta ton.fluktuasi harga kedelai local dan impor sebagai berikut :  Rendahnya mutu kedelai yang dihasilkan petani local Manajemen Agribisnis “Karet” 7 . Brazil.23 ton per Ha hingga Tahun 2000. Rendahnya produktivitas tersebut menyebabkan biaya per-satuan produk menjadi tinggi. hanya 0.masih sangat terbatas yang berminat untuk mengembangkan usahanya dibidang agribisnis kedelai c. 4. Cina dan lain-lain) bisa memproduksi kedelai dengan biaya rendah.86 juta pada tahun 1992 (tertinggi) kemudian turun terus hingga kini 2007.Produksi kedelai pernah mencapai 1.PERMASALAHAN DALAM KOMODITI KEDELAI a.hal ini disebabkan karena bercocok kedelai dianggap tidak menguntungkan.56 ton per Ha. Penyebabnya adalah karena harga kedelai impor lebih murah dari pada harga kedelai dalam negeri. Subsistem On Farm/ produksi pertanian  Salah satu penyebab tidak bersaingnya harga pokok produksi produk Agribisnis di Indonesia adalah rendahnya produktivitas Produktivitas kedelai di Indonesia baru mencapai 1.

berarti sudah mengandung bakteri tersebut.Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. 25 x 25 cm. dengan dosis 2-3 ton/ha. 3. 3. Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu 2. tanah. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. bersih dari kotoran. Apabila akan dibuat drainase. Penentuan Pola Tanam Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 2040 cm. tinggi 20 cm. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Pemindahan Bibit Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Pengolahan 1. Manajemen Agribisnis “Karet” 8 .Pembibitan 1. Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. 2.5 harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. atau dengan memperpendek jarak tanam. 3. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. 2. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif).Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. atau 20 x 20 cm. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Teknik Penyemaian Benih 4. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang.Teknik Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik.Teknik Penanaman 1. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. SUBSISTEM YANG BERKAITAN DENGAN AGRIBISNIS • farming system : 1. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. 2.5. Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5.

benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari.Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. 3. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:Sistem tanaman tunggal Sistem tanaman campuran. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: 5.Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 2. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. pemupukan dapat menaikkan hasil. Saat menjelang panen.Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. • Processing : Pengumpulan dan Pengeringan 9 Manajemen Agribisnis “Karet” . Waktu Tanam Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75120 hari. Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Pada tanah yang kurang subur. 4. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %.Pemeliharaan Tanaman 1.Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. sehingga akan terlihat tidak seragam. 4. 6. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. sekitar 6 minggu setelah tanam. 3. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Sistem tanaman tumpangsari.Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. pemupukan tidak diperlukan. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. 4.Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil.

sehingga harga kedelai di tingkat petani lebih banyak ditentukan oleh pedagang. bila tidak. Promosi terhadap produk unggulan Agribisnis yang dihasilkan Indonesia kurang dilakukan. Karungkarung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. kedelai pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk produk olahan. Selanjutnya dipasarkan ke pengerajin tahu dan tempe. • Marketing : Dari segi pemasaran. Oleh karena itu. 2. dan bermuara ke konsumen akhir.Setelah pemungutan selesai. petani umumnya berada dalam posisi tawar yang lemah. pemasarannya mulai dari daerah sentra produksi ke industri pengolahan melalui pedagang. Sistem distribusi produk Agribisnis yang cenderung menggunakan rantai pemasaran yang panjang menyebabkan margin pemasaran relatif tinggi dan kemungkinan kerusakan produk lebih besar. mereka menjual kepada tengkulak di desanya. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. anyaman bambu. atau di lantai semen selama 3 hari. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Pengendalian mutu sulit diterapkan. Dalam pemasaran kedelai. ada beberapa kesimpulan tentang kendala pemasaran: 1. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Kebanyakan perdagangan dilakukan di pasar (50%) dan di desa (25-30%). Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Musim dan kombinasi usaha menyulitkan penilaian ekonomi. Kira-kira 4-7% petani menjual ke toko di ibu kota kabupaten jika kedelainya banyak. Indonesia belum mampu menerapkan prinsip bauran pemasaran dengan baik untuk produk Agribisnis kedelai. Biasanya kedelai mereka jual kepada pedagang yang dapat memberi harga yang baik. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. Belum lagi harga yang tinggi tersebut tidak diimnagani dengan kualitas produk yang memadai sesuai dengan nilai kompenasi yang dibayarkan oleh konsumen. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Manajemen Agribisnis “Karet” 10 . Hal ini terkait dengan produktivitas dan efisiensi produksi Sektor Agribisnis kedelai. Solusi : Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Produksi kedelai terpusat dalam kantong-kantong kecil yang letaknya saling berjauhan. Harga produk Agribisnis kedelai Indonesia relatif lebih mahal dibandingkan dengan produk competitor dari negara lain. Kendala : Berdasarkan survei ini (1983). 3.

Teknologi produksi kedelai meliputi varietas unggul dan teknik pengelolaan lahan. Oleh karena itu dukungan penelitian terhadap inovasi teknologi peningkatan produksi kedelai sangat diperlukan. Departemen Pertanian melaksanakan Program Bangkit Kedelai 2004 melalui pengembangan pusat pertumbuhan dengan dukungan dana dekonsentrasi di 20 provinsi pada lahan seluas 14. • Meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan penduduk untuk mengkonsumsi kedelai sebagai kebutuhan sehingga kebutuhan akan kedelai meningkat.SUBSYSTEM YANG PALING BERPERAN • penelitian dan pengembangan Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan produktivitas.• Penelitian dan pengembangan (R&D) Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin. 5) Meningkatkan pangsa ekspor 6) Mengarahkan untuk terciptanya pola petani yang efisiensi.MISI PENGEMBANGAN KOMODITI KEDELAI : Misi pengembangan. antioksidan dan antikarsinogenik. pemberian air yang cukup. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. air. pengapuran. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen. 2004a). seperti lembaga penjamin dan bank khusus. Paling tidak. tanaman. pemerintah seyogianya mengalokasikan dana yang cukup untuk membantu melakukan promosi yang luas. memanfaatkan infrastruktur perbankan yang ada sebagai wadah untuk membangun sistem pendanaan yang dapat bermanfaat atau dimanfaatkan.sehingga komoditi kedelai dalam negeri dapat bersaing dengan kedelai luar negeri. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan. 2) Menumbuhkan keikutsertaan masyarakat khususnya dunia usaha dalam proses pengembangan komoditi kedelai. pengendalian hama dan penyakit dengan sistem PHT. • Pendukung Dukungan bagi Sektor Agribinis Indonesia perlu diberikan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam bentuk kelembagaan. Untuk lebih menduniakan Agribinis kedelai Indonesia. supra insus. Menurut Departemen Pertanian. 6.yaitu : 1) Membina dan mengembangkan kernarnpuan sumberdaya manusia (SDM) untuk meningkatkan daya saing. sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat.STRENGTH (Kekuatan) • Adanya program bangkit kedelai.Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. 7.500 ha. Inovasi teknologi dengan penggunaan benih bermutu. dan organisme pengganggu tanaman (LATO). Pengembangan lembaga dan program promosi Agribisnis perlu terus dilakukan. ANALISIS SWOT A. namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. terutama memanfaatkan yang sudah ada. pembuatan saluran drainase. opsus kedelai dan program gerakan mandiri kedelai yang diupayakan pemerintah untuk meningkatkan hasil produksi. panen dan pasca panen dengan alsintan mampu meningkatkan produksi kedelai sesuai dengan potensi genetiknya (Anonimous. 3) Meningkatkan pendapatan petani kedelai . Manajemen Agribisnis “Karet” 11 . lembaga pembiayaan yang berbasis pada karakteristik Agribinis perlu dioptimalkan dan terus dikembangkan fungsinya.4) Pengembangan atau adanya pelatihan untuk petani kedelai yang lemah.

hanya sekitar 5% yang menggunakan teknologi baru benih. Kamis. PT Petrokimia Gresik. PT Sang Hyang Sri (Persero). • B. D. Ketrampilan dan pengawalan dalam melaksanakan belum optimal alam penerapan teknologi panen dan banyaknya organisme penganggu tanaman kedelai. Dicontohkan pada tahun 2002 biaya produksi yang harus dikeluarkan petani untuk menanam kedelai Rp 2. Lima BUMN yang melakukan sinergi tersebut adalah Perum Perhutani.dan kebijakan impor. sedangkan pendapatan yang diperoleh hanya Rp 2. Dengan kata lain.kualitas dan lokasi.WEAKNEES (Kelemahan) • Sarana produksi belum tersedia (benih. yaitu Departemen Pertanian melalui Program Revitasisai Pertanian. lembaga perbenihan yang terkait dalam sistem perbenihan formal belum berperan secara optimal. Pertumbuhan kredit ke sektor pertanian relatif rendah dibandingkan dengan sektor ekonomi lain. Kelima komoditas tersebut adalah beras. • • • • • C. gula dan daging sapi.pupuk. • Gairah petani untuk melakukan budidaya kedelai menurun disebabkan tanaman kedelai tidak menguntunggkan. jagung.pestisida) sesuai dengan prinsip 4 tepat yaitu tepat mutu. Manajemen Agribisnis “Karet” 12 . • Dengan langkanya kedelai impor mulai akhir-akhir ini akibat lonjakan harga kedelai dunia jelas saja mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang sangat tinggi. dan PT Pertani (Persero).OPPURTUNITIES (Peluang) • Kemajuan teknologi yang tersedia saat ini . • Adanya peluang dalam perbaikan mutu kedelai. PT Pupuk Kujang. pada tahun 2014 meningkat menjadi 2. Komoditas kedelai.harga. Perikanan dan Kehutanan (RPPK) telah menetapkan lima komoditas pangan utama mendesak untuk diusahakan swa sembada.32 juta/ha. dan pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi sekitar 3 juta ton. program intensifikasi maupun ektensifikasi untuk tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian sekitar 80% belum menggunakan benih sumber varietas unggul baru yang berkualitas.139 ha serta pengembangan kemitraan pada 12 provinsi dengan 10 mitra usaha BUMN dan swasta pada areal seluas 250 ribu ha.235 juta ton.• total konsumsi kedelai pada tahun 2007 mencapai 2.8 juta/ha sehingga keuntungannya hanya Rp 517.dengan pendekatan genetika yang dilakukan oleh Negara cina. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan produksi kedelai nasional di Jakarta. ada program pengembangan usaha kedelai di 30 provinsi dengan luas tanam 577.di Indonesia. 27 Maret 2008. • Terjadinya kekeringan pada lahan pertanian kedelai.dengan diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan. THREATS ( Ancaman ) • Ketersediaan sumber gen. kedelai. Belum banyaknya keterkaitan swasta untuk mengembangkan usaha agribisnis kedelai antara lain. potensi pasar bagi komoditas kedelai di dalam negeri cukup besar untuk masa mendatang. • Adanya kebijakan pemerintah.apabila dimanfaatkan di Indonesia membuka peluang meningkatkan produktivitas kedelai. • Pemanfaatan lahan yang tidak terpakai sebagai lahan pengembangan kedelai.belum tersedianya metode seleksi yang efisiensi dan biaya untuk seleksi ( bahan kimia ) mahal.000/ha.646 juta ton. • Lima BUMN berkomitmen menggenjot peningkatan produksi komoditas kedelai.

pakan ternak. Segmen pasar kedelai sendiri dapat terlihat dari pemanfaatan atau penggunaan kedelai. Pati akan meningkatkan kegiatan jamur Neurospora. kedelai rebus (juga sebagai kudapan). dan kemudian diinokulasi dengan laru oncom (Neurospora sitophila) dan dibiarkan selama satu hari. Pada tahun 2001. yang telah dikonsumsi selama ribuan tahun di Asia. dan kecap. susu kedelai.• • • Banyak nya impor yang dilakukan pemerintah atau swasta sehingga kedelai local tidak laku dipasaran.932 ton dan jumlah permintaan mencapai 1. oncom. Kadang-kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain seperti bumbu-bumbu. produksi kedelai mencapai 826. di Yogyakarta) yang membuat susu kedelai. dan kaldu.. disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai. Kedelai mulai berkecambah dalam 24 jam. Bungkil itu dikukus. Kecap dipakai sebagai penyedap masakan dan sangat populer di Indonesia. Awal pembuatannya adalah penambahan pati pada bungkil kedelai. Produk-produk bukan ragian Tahu adalah produk kedelai tradisional yang tidak diragikan. lemak. sehingga menjadi salah satu penyebab turunnya produksi kedelai. Kecap kedelai dibuat dari cairan kedelai yang diragikan.Biasanya tahu dibuat dari kedelai kuning atau hijau. Di Jawa Barat oncom populer sebagai pengganti daging atau sebagai kudapan. tauge.Tahu merupakan endapan protein yang diperoleh dari air sari kedelai gilingan. dicampur dengan garam dan gula. seperti: Makanan Indonesia dari kedelai Kedelai telah menjadi sumber penting protein.. Adanya kebijakan pembangunan pertanian yang keliru dari Pemerintah yang lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit. Kecap adalah saus yang dibuat dari cairan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan dicampur dengan garam. Produk lainya yang buka ragi adalah Tauge yang dibuat dengan merendam kedelai dalam air dan membiarkan kedelai yang lembab itu dalam ruang gelap pada suhu 22°-23°C. dan dapat dipanen setelah 5 hari.Produk ini diperkaya dengan susu skim kering (yang kepala susunya diambil). Peragian makanan melibatkan mikrobiologi yang cukup canggih. sari ikan. gula.96 juta ton sehingga volume impor mencapai1. dan bumbu. Produk utama kedelai ragian di Indonesia adalah tempe. kedelai goreng (sebagai kudapan).Hanya satu pabrik di Indonesia (Sari Husada. didinginkan. infrastruktur irigasi pertanian kedelai tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. Produk-produk ragian Oncom juga merupakan hasil peragian yang dibuat dari bungkil kedelai atau kacang tanah. dan benih. Manajemen Agribisnis “Karet” 13 . yang merupakan prestasi mengagumkan pada permulaan sejarah Cina. dan kedelai yang dimasak sebagai sayur atau bahan sop. Pada tahun 2002 diperkirakan terjadi peningkatan sekitar 12 persen. Segmen Pasar kedelai Kedelai mempunyai banyak kegunaan di Indonesia: konsumsi manusia.136 juta ton. Produk-produk yang bukan ragian meliputi tahu. tauco. Berbagai macam pangan dari kedelai dapat digolongkan dalam dua kelompok: yang diragikan dan yang tidak diragikan. dan penyedap bagi masyarakat Asia selama ribuan tahun.

Indonesia terpaksa mengimpor dalam jumlah besar Perkembangan Penggunaan Kedelai antara Tahun 1990-2001 Tahun 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 Perkembangan (%/thn) Untuk Bahan Pakan (000 ton) 161 182 231 230 210 191 169 145 225 284 154 133 .8 -2. tepung kedelai. krayon. kosmetik.1 12.5 11.8 Untuk Konsumsi (kg/kapita/tahun) 10. Bungkil kedelai merupakan unsur penting dalam pakan ternak. dan biodiesel.8 11. bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap.Kampanye.0 6. • Place Manajemen Agribisnis “Karet” 14 . • Price Harga kedelai local berfluktuasi. plastik. ini mendorong perkembanganindustri pakan ternak.0 11. Pada gilirannya. tinta. diakibatkan oleh orientasi pembangunan yang salah.Industri pakan ternak Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah lebih meningkat permintaan akan hasil-hasil peternakan seperti telur.0.7 10. dan karena produksi kedelai dalam negeri terbatas jumlahnya. pelarut. yang disitir Ariani (2003). tempe kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa). Pemanfaatan utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain.harga kedelai local yang tertinggi sebelum terjadi kenaikan yaitu mencapai 4000/kg sedangkan harga kedelai dunia rata-rata US$ 199/MT Dan pada saat ini harga kedelai di pasar dunia yang mencapai US$ 600 per ton. Olahan biji dapat dibuat menjadi tahu (tofu). daging dan produk susu. 8. atau dapat langsung kepada pedagang besar . misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.kerjasama berbagai event penjualan produk olahan kepada anak sekolah dan kelompok sasaran lainnya. BAURAN PEMASARAN (4 P) • Product Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna.2 11. minyak (dari sini dapat dibuat sabun.18 Sumber : Neraca Bahan Makanan berbagai tahun. yang aslinya dibuat dari kedelai hitam).3 11. resin. • Promotion Pemasaran hasil panen Kedelai dapat melalui Cooperative atau ”Coop”.6 11.1 9.4 8. Isu biofuel yang digembar-gemborkan selama ini telah menyebabkan harga bahan baku seperti kedelai dan CPO meningkat karena permintaan industri pengolahan biofuel terhadap bahan-bahan pangan meningkat.

tauco.singpura. akan ditempuh melalui 2 sub program yaitu pertama sub program peningkatan mutu intensifikasi melalui 3 rancang bangun yaitu pengembangan pusat pertumbuhan. sama sekali bukan lagi tujuan ekspor sejak tahun 2002.93 14. 9. Bedasarkan data-data tersebut jelaslah bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi Eksportir kedelai ataupun bahan makanan dari kedelai. dalam kegiatan koordinasi pengembangan kedelai IP-300.anggaran) yang memadai dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) dalam rangka menghasilkan tepat guna.POTENSI EKSPOR Potensi ekspor untuk komoditi kedelai ada. tampak Indonesia mampu memelihara ekspor secara continue.979 Pertumbuhan 2000-2003 (%) -37. Sekarang tergantung dari berbagai pihak untuk lebih meningkatkan produktivitas kedelai.685 1. karn unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air.419 1. yang dicanangkan mulai tahun 2006 sampai tahun 2010. Lampung.365. Implementasi program bangkit kedelai. Sumatera Selatan dan Bali sedangkan untuk ekspor kedelai dengan negara tujuan yaitu malasyia.717 NO 1 2 2004 74 651. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini.tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. ATRIBUT KUALITAS KOMODITI KEDELAI . untuk mengantisipasi adanya kenyataan tersebut telah mencanangkan program Bangkit Kedelai. ekspor olahan kedelai mencapai 1.Australia.kecap. • Kebijakan makro untuk mendorong pengembangan kedelai didalam negeri dengan memberlakukan impor yang cukup tinggi. ecoefficiency). • Pembinaan/pelatihan produsen/penangkaran benih dalam aspek teknis • Mendorong /membina pengembangan usaha kecil dalam subsistem (pengolahan tahu.Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995.jika pemerintah mengambil kebijakan yang mencakup : • Kemudahan prosedur untuk mengaskes modal kerja bagi petani dan swsta yang bergerak dalam bidang agribisnis kedelai.susu) untuk menghasilkan produk olahan yang bermutu tinggi . Sulawesi Utara (Gorontalo). Manajemen Agribisnis “Karet” 15 .136. saat ini kedelai banyak dipasarkan seperti di pesisir Utara Jawa Timur. pengembangan usaha dan pengembangan kemitraan. dll sesuai dengan tuntutan pasar .252 1. 10. • Pengembangan prasarana pertanian secara umum yang mendorong pengembangan kedelai dalam negeri.tempe.2 ribu ton menurun secara drastic hingga tahun 2004. • Kebijakan alokasi sumberdaya (SDM. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. • Percepatan alih teknologi /diseminasi hasil penelitian dan percepatan penerapan teknologi di tiap melalui revitalisasi tenaga penyuluhan pertanian kedelai.03 Ditinjau dari sisi kontinuitas di negara tujuan ekspor.188 235 169 1. Perkembangan Neraca Perdagangan Komoditas Kedelai Tahun 2000 – 2004 Uraian Volume (ton) 2000 2001 2002 2003 Ekspor Impor 521 1.Di Indonesia.277. Jawa Tengah. Jawa Barat.Pemerintah. .192. Vietnam yang tadinya sebagai Negara utama tujuan Ekspor pada tahun 2000 – 2001.

Kotoran maksimum (%): mutu I=0. ii) Pengembangan tanaman holtikultura antara lain berupa: cabe. kedelai. seperti: insektisida dan fungisida. mutu II= 4. Bebas dari bahan kimia. ubi jalar. mutu III=3 dan mutu IV=5. antara lain meliputi: i) Pengembangan padi. 4. 1 tahun. Program pembiayaan kedelai ini termasuk kedalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E). Dinas Pertanian. Limit kredit max. ubi kayu dan ubi jalar o Ekstensifikasi budidaya tebu. dan kentang. jagung. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Bebas bau busuk. kedelai. dan kedelai. 16 Manajemen Agribisnis “Karet” . Tujuan penggunaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja sbb : o Intensifikasi padi. dan sorgum. atau bau asing lainnya. Bebas hama dan penyakit. ubi kayu. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu II=1. bawang merah. mutu II=1. Selain itu. Fitur Kredit • • • • Jangka waktu max. Departemen Pertanian. 5. mutu II=14. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. 3. 11. mutu III=3 dan mutu IV=5. kacang tanah. mutu III=5 dan mutu IV=10. pendanaan KKP-E yang berasal dari Bank Pelaksana dapat diberikan kepada Peserta KKP-E melalui kelompok Tani dan/atau Koperasi. Kegiatan usaha yang dapat didanai melalui KKP-E bisa dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha. 2. mutu II=2. mutu III=14 dan mutu IV=16. 2. jagung. Rp 15 juta untuk individu dan max. Penarikan dilakukan sekaligus pada saat awal musim tanam.Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. tebu. asam. jagung. Pembiayaan Pembiayaan di sector kedelai sebenarnya telah menjadi program permerintah yang dikoordinasi oleh Departemen Pertanian dan Departemen keuangan. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Manfaat : • • Mendapat bimbingan teknis dan manajemen dari Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan. dan iii) Pengadaan pangan berupa: gabah. Rp 500 juta untuk koperasi. peternakan dan pengadaan pangan. b) Syarat khusus 1. mutu II=3. Suku bunga yang ringan. 3.

khusus untuk tujuan usaha intensifikasi. Dijamin dengan asuransi kredit dari PT Askrindo (Persero). Jangka waktu KKP-E ditetapkan paling lama 5 tahun.• • Pembiayaan dapat diberikan secara kelompok. dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 7-8 persen per tahun. Manajemen Agribisnis “Karet” 17 .

2 ribu ton. 1974). Anjuran Pemupukan Tanaman Kedelai. Pemanfaatan Potensi Lahan 3. Intensifikasi Pertanaman 4. 3. Pembahasan dalam makalah ini hanyalah sebagian kecil saja. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 13. Kemampuan ekspor kedelai nasional menurun drastis sejak tahun 2001 hingga 2004 ini mencapai 1. Konsistensi Program dan Kesungguhan Aparat keberhasilan 3.2. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada BAB II adalah sebagai berikut : 1. Semakin meningkatknya produksi kedelai maka akan mengakibatkan lonjakan harga kedelai yang lebih stabil. Manajemen Agribisnis “Karet” 18 .1. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Peningkatan system produksi yang baik dan lancar dapat memperbaiki system pemasaran yang ada saat ini. Pemerintah yang mulai menggalakkan Swasembada kedelai harus lebih jeli melihat peluang ini. maka Indonesia akan semakin tergantung pada impor yang berdampak membahayakan ketahanan nasional. No. Kedelai. ______. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 2. Liptan. Hal inilah yang memberikan peluang usaha yang lebih baik akan komoditas kedelai. Salah satu peningkatan produksi dapat dilakukan dengan Swasembada Kedelai. unsur utama keterlambatan perkembangan ekspor kedelai adalah minimnya produksi kedelai di tanah air. Perbaikan Proses Produksi 5. Masalah yang dibahas di dalamnya harus terus dibahas secara lebih luas lagi agar didapatkan kebenaran yang hakiki. 4. Beberapa strategi penting untuk menjamin peningkatan produksi kedelai nasional ialah: 1. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman kedelai agar dapat tumbuh dan berkembang lebih. tahun 1988.BAB III PENUTUP 3. 1980). ______. Perbaikan Harga 2. Apabila kemampuan produksi kedelai nasional tidak dapat mengikuti peningkatan kebutuhannya.

Manajemen Agribisnis “Karet” 19 . Lembaga Biologi Nasional. Kedelai Budidaya dan Pasca Panen (Jakarta : kannisius. Kedelai (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu._______. 12 April 1989. Rukmana Rahmat. Manfaat Kedelai. 1996). 1989).

2008 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI OLEH KELOMPOK 1: Hikcher Pasma Franata (C1B 006016) Khairul Ardani (C1B 006032) Naarah Natalia Lature (C1B 006031) Peki Sasmar Putra (C1B 006015) [MAKALAH KELOMPOK II Manajemen Agribisnis “Karet” AGRIBISNIS UDANG ] 20 DOSEN PEMBIMBING : DR.Si Novita Sari. SE . SE. Johanes. M.

........................................ ....................... SUB-SYSTEM AGRIBISNIS . Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis ........................DAFTAR ISI Latar belakang . Potensi Ekspor Komoditi ................................................................... DAFTAR PUSTAKA ......................................................... Atribut Kualitas Komoditi ......................................................................................................................... Bauran Pemasaran ..................... ANALISIS SWOT …………………………………………………………............................................................ Weakness ……………………………………………………………… Opportunities ………………………………………………………… Threath ……………………………………………………………….. Subsistem yang berperan penting .................................. Segmentasi Pasar .................................. 2 2 2 2 3 3 4 4 4 5 5 6 6 6 6 7 7 8 8 8 9 10 10 14 15 UDANG Manajemen Agribisnis “Karet” 21 ................... Farming system............................................................................................................................................. Produksi ………………………………………………………………..................... Konsumsi ……………………………………………………………… Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan ................................ Strenght ……………………………………………………………............................................................................................... KESIMPULAN ...................................... Government as Support Sub System ………………………………............. Lembaga pembiayaan ………………………………………………………............................................................................................................................................................................................................................ Processing ......................... Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi .... Cooperative Enterpreneur …………………………………………................................................ R & D ..

Apalagi. lalu areal tambak yang dikelola mencapai sekitar 500.000 ton. dengan negara-negara tujuan eksport.sampai di warung pinggir jalan sekalipun. Negara tujuan ekspor antara lain ke Jepang mencapai 60 persen. tetapi yang tergarap baru sekitar 380. Maka dari itu permintaan akan udang dunia sangat tinggi. Namun. produksi udang 300. Selain peningkatan volume produksi. dan ini mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu negara produsen udang. Rasanya yang gurih dan bentuk serta warnanya yang khas. Sekitar 500. Produksi udang untuk tahun 2009 ditargetkan sebanyak 450. Lalu. Saat ini. dimana dalam beberapa tahun terakhir ini udang indonesia telah menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat fantastis. akan meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi udang pun akan meningkat.5 persen. dan Uni Eropa 10. Konsumsi udang dunia pun mencapai tiga juta ton per tahun.000 ton”. berarti volume produksi setiap tahun minimal dua ton per hektar atau satu juta ton per tahun. Sebagai salah satu sajian khas yang berselera. udang memiliki peluang untuk memenuhi permintaan pasar domestik. prospek industri udang Indonesia adalah sangat cerah. tetapi konsumsi udang untuk setiap orang di Indonesia umumnya masih jauh di bawah satu kilogram per tahun Perhitungan konsumsi nasional udang dilakukan dengan metoda produksi nasional ditambah impor dikurangi ekspor Dengan tingkat konsumsi yang terjadi di indonesia.000 hektar.5 persen. Salah satu komoditas ekspor Indonesia yang diharapkan dapat menyumbangkan devisa negara dari sektor non migas adalah udang.restoran-restoran terkenal. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. seiring dengan perkembangan perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik pada tahun-tahun yang akan datang.000 ton dikonsumsi di AS. “udang di Indonesia merupakan salah satu komoditas budidaya perikanan unggulan. Areal yang cocok untuk usaha ini mencapai ±960. Indonesia tercatat sebagai negara produsen udang kedua terbesar di Asia setelah Cina.menyebabkan udang menjadi makanan yang digemari oleh segala usia. disusul AS sebanyak 1. 2. AS sekitar 14. Sekitar 15 persen dari total produksi itu dikonsumsi dalam negeri. Jika kekurangan tersebut dibenahi secara serius dan total. Selebihnya diekspor. Konsumsi Dari 380. menunjukkan bahwa selain sebagai komoditas pasar internasional. Konsumsi udang terbesar terjadi di Jepang. Iwan mengatakan. Manajemen Agribisnis “Karet” 22 . sementara itu sumber daya pantai Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi A.000 ton per tahun. industri udang dunia juga diwarnai oleh pergeseran sistem produksi dari usaha penangkapan ke usaha budidaya khususnya di tambak. dilihat dari sisi produksi. Ekspor udang Indonesia selama 25 tahun terakhir ini dengan laju pertumbuhan yang terus meningkat.udang tentunya layak disajikan di hotel-hotel mewah. saat ini produksi udang hanya mencapai 300. Konsumsi udang dunia terus meningkat.8 kg per orang per tahun dan Uni Eropa sekitar 1.5 kg per orang per tahun.Amerika Serikat serta Uni eropa.000 ton/tahun Sementara itu Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional.000 hektar tambak yang dikelola.000 hektar.000 hektar. Keunikan postur tubuhnya yang khas dan kerenyahannya membuat udang berbeda dari jenis makanan seafood lainnya. Dengan demikian.1. Tahun lalu. Dimana. Di sana setiap orang mengonsumsi tiga kilogram udang per tahun. pasar udang terbesar di dunia saat ini adalah Jepang. Latar belakang Sektor perikanan Indonesia dalam era perdagangan bebas mempunyai peluang yang cukup besar. Produksi Indonesia merupakan daerah terluas untuk pengelolaan tambak udang. menghasilkan udang sekitar 300. B.

obat pelangsing tubuh. akibat tingginya ketergantungan pada pasar tradisional. Maraknya kampanye anti udang tambak 5. dan kaus kaki bermutu tinggi. SUB-SYSTEM AGRIBISNIS Farming system. Di sisi lain persaingan pasar global akan semakin ketat. Hongkong. Ini artinya. Finansial . 5. Ini menandakan bahwa perkembangan potensi udang sebagai usaha agribisnis sangatlah baik untuk digeluti di Indonesia. antara lain: • Penentuan tambak Manajemen Agribisnis “Karet” 23 . Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat. Produk khitosan dalam bentuk pil kapsul bisa dipakai untuk mengurangi kadar kolesterol.terutama keamanan dan gejolak sosial. agar dapat mewaspadai pesaing-pesaing baru dan mencari pasarpasar baru / alternatif. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan di bidang market intelligence. Devisa yang diraup dari ekspor perikanan per tahun di Indonesia mencapai sekitar US$ 2 miliar. Bahkan dewasa ini jika agrbisnis udang dikelola secara serius maka udang tidak hanya sebatas konsumsi makanan tetapi dapat juga dimanfaatakan sebagai produk inovasi seperti limbah kulit udang yang dapat diolah menjadi khitin dan khitosan sebagai obat antikolesterol. sedangkan pola pemasaran ekspor Indonesia masih tergolong single market. yang sebagian besar diekspor ke Jepang. Artinya produk tersebut bisa dipakai sebagai obat pelangsing tubuh tanpa efek samping • khitosan dipakai untuk bahan pakaian dalam seperti kaus singlet. kaus oblong. Alasannya. peluang bagi dunia perudangan nasional. Produksi udang di Indonesia dihasilkan dari penangkapan di laut dan budidaya tambak.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri. Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan 6. Dan untuk mendorong kinerja ekspor hasil perikanan. 4. Tujuannya. 3. Maka sudah waktunya dirumuskan pola pengembangan pemasaran yang lebih agresif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam wadah Indonesian Fisheries Incorporated. Masalah residu antibiotik. Berdasarkan riset. Bagi Indonesia. Amerika Serikat (AS) dan Eropa. kaus dari serat bahan khitosan ini mampu menyerap keringat dan menyerap bau badan secara maksimal Di samping itu. 2. Permasalahan Komoditi Udang dari Sisi Agribisnis Diperkirakan komoditi udang akan tetap menjadi primadona ekspor hasil perikanan dalam dasawarsa ke depan. serat khitosan mampu mempertahankan warna dari kain tekstil agar tetap cerah 4.3. dan bahan kaus yang mampu menyerap keringat • Bahan serat penyeimbang makanan dalam tubuh. udang merupakan komoditi ekspor andalan dengan sumber perolehan devisa meningkat lebih dari 50 % dari total ekspor hasil perikanan bersumber pada komoditas ini. Prospek Komoditi Udang dari Sisi Permintaan Udang merupakan komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekspor terbesar (sekitar 21 %) dari nilai perdagangan dunia hasil perikanan. Masalah sosial . Tahapan farming system pada agribisnis udang meliputi beberapa tahapan. komoditas ini termasuk jenis yang paling banyak diminati para konsumen di berbagai penjuru dunia. daya serap serat khitosan tadi amat cocok sebagai materi tambahan untuk pembuatan kain tekstil. Sebab. perban penghenti perdarahan. maka separuh di antaranya berasal dari ekspor udang. Sedangkan masalah utama dalam pengembangan industri udang di Indonesia yaitu: 1.

Pembenihan Pada umumnya. 25% sisanya diproduksi di Amerika Latin. dan sumberdaya manusia yang masing-masing merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. waktu rehat / istirahat (break cycle) dan kinerja pemulihan peralatan yang akan dipakai. Pertambakan udang telah berubah dari bisnis tradisional. yaitu : perairan. obat-obatan dan bahan kimia dengan petunjuk penggunaan. maka pendekatan yang dilakukan terhadap ke empat faktor tersebut haruslah dikondisikan pada pendekatan yang mengarah pada ‘safety and comfortable financial” bagi para pelaku yang terlibat di dalam kegiatan budidaya tersebut. pakan dan pemberian pakan. pembersihan produk dengan air bersih. teknik pasca panen. sortasi. pembenihan udang mengambil waktu ± 35 hari. pembesaran dan penanganan tambak atau kolam pembudidayaan udang. Secara garis besarnya. Tekhnik pembudidayaan Langkah-langkah penerapan budidaya udang yaitu didahului dengan memenuhi kelayakan dasar (pre-requisite) budidaya. Kemajuan teknologi telah mendorong pertumbuhan udang dengan kepadatan yang lebih tinggi. Kebersihan umum meliputi kebersihan area. Kelayakan dasar ini berisi GCP (Good Culture Practices) yang mengatur kebersihan umum. Konsep pengembangan budidaya udang dipengaruhi oleh 4 faktor utama. Mengingat budidaya udang merupakan suatu kegiatan yang ‘profit oriented”. mewakili hampir 9 milyar dolar AS. sehingga semakin besar size udang maka ukurannya akan semakin kecil. Mengacu pada konsep size dan mutu udang maka harga jual udang keseluruhan diperoleh melalui penghitungan presentase size dan mutu udang dari berat total hasil panen dikalikan harga berdasarkan size dan mutunya.6 juta ton pada 2003. R & D. Sehingga dalam setahun dapat dilakukan 5 kali proses pembenihan. karena degradasi mutu udang berpengaruh nyata terhadap harga jualnya.. pencegahan kontaminasi selama panen. skala-kecil di Asia Tenggara menjadi sebuah bisnis global. Pemasaran udang merupakan tahapan terakhir untuk dapat memulai budidaya pada periode selanjutnya. Sedangkan pembesaran dan penanganan meliputi catatat dalam menjaga dan menyediakan : air dan penggunaan air. terutama untuk memenuhi pertumbuhan permintaan Produksi global total dari udang tambak mencapai lebih dari 1. Processing. Manajemen Agribisnis “Karet” 24 . dan produksi tumbuh dengan cepat. lahan. udang merupakan komoditas yang ‘high perishable’ sehingga penanganan saat sebelum dipasarkan memerlukan konsep ‘fast and simple handling’ agar tidak terjadi penurunan kualitas udang. teknologi budidaya. Size merupakan ukuran besar kecilnya udang atau secara definisi yaitu jumlah udang yang terdapat dalam 1 kilogram. pembenihan itu sendiri dapat dilakukan setelah memperkirakan masa untuk membersihkan kelengkapan. Pertambakan udang komersial dimulai pada 1970-an. penyakit dan pengontrolan penyakit. pembersihan peralatan sebelum dan sesudah digunakan dan kebersihan gudang penyimpanan. waktu dan periode pemberian. temperatur produk.• • Tambak udang dirancang untuk meningkatkan dan memproduksi udang laut atau tawar untuk konsumsi manusia. Sekitar 75% udang tambak diproduksi di Asia. pengelolaan lingkungan ikan/udang yang dipelihara. Tidak seperti komoditas lainnya. transpotasi serta kelambatan penanganan seminim mungkin. Setelah melalui proses pemanenan maka udang ditangani oleh bagian cold storage untuk dilakukan penyortiran udang berdasarkan size dan kualitasnya untuk menentukan standar harga udang tersebut. produksi dan panen. alur proses budidaya terdiri dari pemilihan lokasi/tempat budidaya. suplai air.

Masalahnya adalah. Government as Support Sub System. Di Indonesia . pola birokrasi yang efisien. 2. Sedangkan peran langsung dari pemerintah yang efisien meliputi. Pemerintah melalui Departemen Kelautan dan Perikanan juga menyediakan bantuan modal yang disalurkan melalui dinas di tingkat kabupaten. karena fungsinya sebagai fasilitator yang menghubungkan antara deficit units (konsumen pengguna yang membutuhkan produk) dan surplus units (produsen vang menghasilkan produk). penembangan laboratorium lingkungan dan penyakit. dsb. dukungan makro seperti jaminan keamanan. diperlukan reorientasi program budidaya udang nasional yang lebih mengedepankan kepada pengembangan budidaya udang lokal (indigenous) yang mempunyai nilai ekonomi tinggi khususnya udang windu (Penaeus monodon) dan udang putih (P. lembaga ini merupakan salah satu faktor penentu daya saing karma adanya keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. • Lembaga Riset. Apabila terjadi konflik politik antara Indonesia dengan negara pemasok induk udang maka industri udang nasional dapat “collapse”.. seperti: • Membentuk lembaga pembiayaan. indicus). pembebtukan lembagalembaga yang mampu meringankan para petani udang dalam pengelolaan agribisnis udang mereka. penerapan sertifikasi perbenihan dan pembudidayaan udang. Sementara itu. Tetapi.” pengembangan budidaya udang “exotic” ini mempunyai beberapa kerawanan. pengembangan udang secara komparatif tentunya lebih menguntungkan dibanding dengan pengembangan udangudang “exotic”. karena produktivitasnya dapat mencapai 50 ton/ha/panen. guna membantu peningkatan komoditi udang di berbagai daerah di Indonesia. Disamping itu. bagaimana mengubah berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan udang menjadi peluang. Harga udang di pasar dunia saat ini terus merosot karena melimpahnya pasokan udang dari berbagai negara. Pola tindak antara para pihak yang bersinergi dalam konteks Indonesia incorporated tidak hanya akan mempercepat perkembangan bisnis udang di tanah air tetapi akan mampu menggerakan roda perekonomian nasional agar dapat segera keluar dari krisis.Dalam pengembangan udang lokal. apalagi mengingat bahwa tingkat konsumsi ikan ratarata per kapita masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain. Hal ini mengingat bahwa akhir-akhir ini. dalam jangka panjang – langkah ini mempunyai risiko yang sangat tinggi. Pinjaman ini juga tidak spesifik untuk udang saja. Upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah meliputi. pengembangan budidaya udang “exotic” ini mungkin sangat menguntungkan. dan membantu pengutan permodalan bagi pembudi dayaan udang. termasuk peningkatan produktivitas. budidaya udang nasional mulai di dominasi oleh udang “exotic” yang induknya sangat tergantung dari impor. Keikutsertaan pada pameran internasional dan promosi secara aktif ke negara-negara baru yang potensial untuk meningkatkan akses pasar merupakan langkah konkrit yang perlu Manajemen Agribisnis “Karet” 25 . 1. Cooperative Enterpreneur. Dalam jangka pendek. penyediaan saran dan prasarana budidaya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa. Dari aspek “comparative advantage” pun. Indonesia merupakan potensi pasar domestik yang sangat besar. tidak adanya rent seeking dan red tape practices akan meningkatkan minat investasi pada industri udang. melalui berbagai saluran yang ada. ancaman penyakit. • Membentuk Lembaga Pemasaran dan Distribusi dimana lembaga ini menjadi ujung tombak keberhasilan pengembangan agribisnis. dalam hal ini meliputi pembiayaan input-input produksi. Dari segi “market intelligence. promosi dan lobi pemasaran harus ditingkatkan mengingat persaingan di pasar global terhadap produk sejenis semakin ketat.

Karena itu. Isu antibiotik. penggunaan bio-filters dan adaptasi dalam "waste water treatment" serta water blending dan sterilisasi. penggunaan "absorptive" mineral. peningkatan citra mutu produk Indonesia perlu secara terus menerus digaungkan dan dilaksanakan oleh semua pihak terkait. Weakness Kelemahan dalam peningkatan agribisnis udang secara spesifik di Indonesia didominasi oleh munculnya isu-isu dan masalah secara musiman yang dapat melemahkan kegiatan bisnis udang. Kemungkinan mengembangkan pemasaran melalui sistem future market dan pembentukan National Shrimp Board nampaknya perlu dikaji untuk kemungkinan penerapannya di lapangan. 7. berbasis pada prinsip ekonomi kerakyatan dan berkelanjutan Usaha tambak udang memberika dampak positf terutama bagi masyarakat di sekitar tempat pembudidayaan. khususnya di indonesia sangat di pengaruhi oleh peran langsung dari pemerintah guna membantu kelangsungan peningkatan mutu serta kualitas udang di indonesia agar udang di indonesia dapat diakui oleh inernasional. Untuk memenuhi akan benih. Indonesia memiliki kendala dalam agribisnis udang diantaranya: a. Akibat dari perlunya penyediaan kebutuhan untuk usaha antara lain penyediaan pakan.terutama keamanan dan gejolak sosial. Rencana pemberlakuan anti-dumping oleh Amerika Serikat f.obat-obatan dan pemasaran.di desa pertambakan telah berdiri pula suatu hatchery. Dilihat dari sisi ekonomi usaha ini memberikan keuntungan yang berlipat apabila dibandingkan dengan bercocok tanam padi dan bagi pemilik lahan memberikan penghasilan dari usaha persewaan lahan non produktif. Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang telah di jelaskan di atas peranan yang sangat penting pada agribisnis yang terjadi saat ini di indonesia yaitu “ Government as Support Sub System ” dimana pada tahapan ini peran aktif dari pemerintah dalam pengembangan agribisnis udang.. Disamping itu.terbatasnya modal usaha khususnya bagi para petambak kecil dan investasi dari luar negeri c. 6. Finansial . Inovasi yang dilakukan dalam produksi meliputi penggunaan probiotik sebagai pengganti antibiotik. Masalah sosial . Harga udang di pasar internasional yang sulit diramalkan Manajemen Agribisnis “Karet” 26 . g. b. ANALISIS SWOT. cooperative enterpreneur antar sektor menjadi salah satu prasyarat yang perlu ditingkatkan. sterilisasi lapisan kolam.untuk dilaksanakan.misalnya toko atau kios pakan dan saprokan serta pedagang pengepul khusus untuk udang.muncul usaha lain yang mendukung usaha budidaya udang tersebut.peralatan. perlakuan di kolam/tambak atau di tempat pengolahan d. Hal ini mengingat bahwa persyaratan mutu dan sanitasi akan banyak dipakai sebagai hambatan non-tarif oleh negara-negara maju. Sehingga ini berdampak langsung pada perolehan kas negara secara tidak langsungnya karna mampu mendongkrak devisa negara khususnya disektor non migas yaitu pada agribisnis udang. Meskipun mengalami peningkatan dalam produksinya. berwawasan lingkungan. Strenght Besarnya potensi perekonomian khususnya di sektor perikanan dan kelautan ini mempunyai nilai yang cukup strategis bagi peningkatan devisa negara melaui kebijakankebijakan pembangunan yang mengarah pada pemanfaatan sumberdaya yang ada secara optimal. Survival rate yang belum konsisten karena wabah white spot e. Belum diketahuinya sumber antibiotik secara pasti dalam pakan.

baik disebabkan karena laju pertumbuhan penduduk.Cina. Hal ini lah yang menjadi ancaman tersendiri pada agribisnis udang yang terjadi di indonesia. permintaan datang terutama dari wilayah yang banyak dikunjungi turis seperti Bali. Korea. issu lingkungan dan lain-lain. menurut Handito. Disamping itu. Selain itu Sedikitnya 300.Sementara itu.000 ton udang ekspor asal Indonesia terancam ditolak Negara tujuan yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa. • Berdasarkan perilaku konsumen. Proses melayani pasar secara lebih terarah diawali dengan melakukan segmentasi pasar. Kanada. Bauran Pemasaran Bauran pemasaran udang yang terjadi di indonesia terdiri atas: 1) Produk (product). Segmentasi Pasar. Belanda. sehingga nilai produk agribisnis yang kini menjadi andalan kurang maksimal Opportunities Peluang pengembangan udang diperkirakan akan terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan udang dipasaran internasional. • Berdasarkan faktor geografi atau tempat tinggal konsumen. Kelemahan produsen produk pertanian khususnya petani adalah kurang sadarnya terhadap mutu.karena tidak memenuhi standar kualitas internasional. dan Surabaya. tingkat pendidikan. Inggris. Australia dengan pasokan utama datang dari Thailand. Amerika Serikat. seperti usia. Disamping itu setiap pembuat tambak udang selalu mengikuti kaidah-kaidah AMDAL. Sementara pasar udang di luar negeri telah terbentuk diJepang. Jakarta.Ketua Umum Shrimp Club Indonesia Iwan Sutanto mengakui meski ekspor udang dari Indonesia telah ditolak beberapa kali oleh Negara Eropa dan Jepang akibat mengandung antibiotic melebihi ambang batas. Untuk itu produksi perikanan budidaya perlu menerapkan system jaminan mutu/food safety (HACCP) yang diwajibkan oleh CAC/FAO/WHO (Codex Alimentarius Commission) dan negara-negara importir. peningkatan pendapatan maupun pergeseran pola konsumsi. Singapura. Untuk pasar lokal. untuk itu akan sangat memungkinkan bagi Indonesia untuk terjun kedalam pasar udang yang telah terbentuk di Negara-negara konsumsi udang tersebut. • Berdasarkan faktor psikografi atau reaksi konsumen terhadap perubahan pasar.kebutuhan manusia akan makanan sehat (healthy food) serta rasa ketidak amanan manusia untuk mengkonsumsi daging ternak Disisi lain peluang pasar udang masih terbuka luas baik di dalam maupun di luar negeri. Manajemen Agribisnis “Karet” 27 . 8. dan India. seperti perubahan kualitas atau harga. dan jumlah anggota keluarga. ekspor komoditi perikanan juga dihadapkan pada berbagai hambatan tarif. faktor-faktor tersebut meliputi: • Berdasarkan faktor demografi atau kependudukan.namun pemerintah belum mengambil tindakan. Batam. Sedangkan hambatan lainnya berkaitan dengan persyaratan mutu dan sanitasi dan gencarnya kampanye anti udang tambak oleh GAA (Global Aquaculture Alliance) dengan anggapan merusak hutan bakau dan kelestarian lingkungan.. Threath Perdagangan ekspor komoditi perikanan cenderung semakin kompetitif. Sampai kini pemerintah belum melakukan pembinaan dan mentoring kepada petani udang agar tidak menggunakan antibiotic dan beberapa hal lainnya sesuai standarisasi yang diterapkan Eropa sejak 2004. jenis kelamin. status perkawinan. food safety. ada beberapa cara dalam menentukan segmentasi pasar dalam pemasaran udang di Indonesia.

2) Harga (price). Namun akhir-akhir ini volume ekspor udang Indonesia mengalami penurunan. walaupun dalam beberapa tahun ini masih marak kasus anti dumping serta pemakaian antibiotic yang berlebihan pada udang. dimana tingkat konsumsi udang Indonesia untuk Negara-negara seperti Jepang. baik itu di pasar dalam negeri maupun untuk dipasar kan ke luar negeri. Sebagai komoditas ekspor. tetapi udang Indonesia masih mampu bersaing di pentas ekspor dunia. 9. Walaupun volume udang yang dipasok di indonesia terus meningkat. dengan negara-negara tujuan ekspor Jepang. ”Negara ASEAN sepakat untuk bersama-sama memperluas pasar udang sehingga mendorong nilai ekspor.udang masih memperlihatkan penampilan yang mengembirakan. Turunnya volume ekspor udang domestik ini dimungkinkan akibat pengaruh eksternal seperti turunnya harga udang dunia ataupun pengaruh internal di Indonesia akibat dari kebijakan makro ekonomi Indonesia yang kurang mendukung. khususnya Indonesia. tetapi secara nyata dapat dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk meningkatkan konstribusinya dalam pembangunan nasional. agar potensi ekspor udang yang sangat besar tersebut tidak hanya menjadi peluang. Hal ini menuntut upaya berbagai pihak. karena Pendistribusian udang ke pasar dunia tidak lagi melalui saluran yang cukup panjang dan komplek dan menyulitkan. Ditetapkannya udang salah satu komoditas yang harus ditingkatkan produksinya cukup beralasan. namun Indonesia tidak terkana dampak dampak yang signifikan. Maka dari itu perlunya bauran pemasaran khususnya untuk promosi.Udang di indonesia memiliki banyak potensi untuk dipasarkan.karena udang merupakan primadona ekspor hasil perikanan Indonesia yang budi dayanya telah terbukti memiliki backward dan forward lingkage yang cukup luas bagi aktivitas ekonomi masyarakat. seperti tingkat bunga yang selalu meningkat. Manajemen Agribisnis “Karet” 28 . USA dan lain-lain masih memiliki daya tampung yang besar dan Konsumsi udang rata-rata di negara maju masih sangat rendah sehingga perlu langkah-langkah untuk menggalakkan promosi. Indonesia bersama dengan negara-negara produsen udang di ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Shrimp Alliance (ASA) bersepakat untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan diri sebagai produsen mayoritas udang dunia. Turunnya ekspor udang Indonesia tersebut dapat diakibatkan oleh turunnya penawaran udang domestik dan juga turunnya ekspor udang Indonesia ke Negara-negara tujuan ekspor utama.telah membawa dampak yang cukup signifikan bagi menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat di beberap kawasan budidaya tersebut. 4) promosi (promotion). Produksi udang Indonesia sampai saat ini masih tetap diorientasikan ke pasar internasional. Swasta maupun Stakeholder lainnya untuk bersama-sama menanggulangi tantangan tersebut. Potensi Ekspor Komoditi Potensi ekspor yang sangat besar menjadikan peluang yang besar dalam pengembangan budidaya udang di Indonesia. Walupun pada saat ini sedang marak kasus antibiotic pada udang. Pembudidaya. tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya udang ini juga tidak kalah besarnya. Menurutnya aktivitas usaha budi daya udang di beberapa sentra produksi beberapa tahun terakhir ini. 3) Distribusi (place). sehingga harga udang cenderung turun. dan uni eropa. sementara penambahan konsumsi udang dunia cenderung tetap. maka dari itu perlu dilakukan promosi besar-besaran untuk udang Indonesia yang tidak memakai antibiotic serta mempunyai size dan kualitas udang yang dapat diunggulkan dipasaran dunia bahkan domestic sekalipun. Namun demikian. baik Pemerintah.” Achmad Poernomo. Maka perlunya dilakukan penentuan harga yang tetap menurut standarisasi internasional agar harga udang di dunia cendrung stabil. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Negara-negara produsen udang. USA.

dan Meksiko. 10. harganya cukup tinggi dan permintaannya dari tahun ke tahun diperkirakan semakin meningkat.78 milyar. Brazil.900 5 Singapura 6. China.623 9 RRC 2. Dalam program ekspor hasil perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan menetapkan target ekspor udang sebesar USD 6. dan Malaysia. Pesaing Pasar Ekspor. Banyak negara yang menggiatkan usaha tersebut.164 4 Belanda 6. Maka dari itu saat ini telah ada 50 negara penghasil udang di dunia antara lain Negara produsen terbesar adalah China. Taiwan. Sepuluh Besar Negara Tujuan Ekspor Udang Indonesia sejak Tahun 2000 Volume Ekspor No. Sebetulnya kalangan petambak udang sangat sadar bahwa Indonesia bukan satusatunya negara pembudidaya udang di dunia. Di Thailand.komoditi ini juga diproduksi di India. Negara (Ton) 1 Jepang 54. Manajemen Agribisnis “Karet” 29 .3%) dari perikanan budidaya yaitu hasil perikanan yang tidak diperoleh dari penangkapan. Diantaranya harus bebas dari antibiotic atau zat chlorampenicol. Butuh dukungan dan kerja sama dari semua pihak. dan Ekuador. Sejak tahun 2004 lalu. Filipina. yang paling berat untuk dilakukan adalah mengenai lingkungan dan HAM pekerja.218 8 Taiwan 2. Selain bebas dari antibiotic.236 7 Inggris 4.223 10 Belgia & Luxemburg 2. Dari semua persyaratan yang diminta.06 juta ton dimana 1.064 2 Amerika Serikat 16. Bahkan. 11.216 3 Hongkong 7. Thailand. Sedangkan untuk kandungan antibiotic dapat diatasi dengan tidak menggunakan bahan antibiotic dalam pembudidayaan. Mereka pesaing utama Indonesia. Sayangnya. Vietnam. khususnya yang tetgabung dalam SCI.sehingga udang yang diketahui mengandung antibiotic akan ditolak Negara tujuan ekspor. Brasil. Lembaga pembiayaan yang mendukung Agribisnis Udang di Indonesia. produksi udang tiap tahun rata-rata enam ton per hektar.namun hingga saat ini aturan tersebut kurang disosialisasikan ke para pengusaha udang Indonesia. Ekuador. Vietnam. Untuk mencapai target nilai ekspor tersebut. Costa Rika.Tabel 1. misalnya.menurut Iwan. produksi udang harus mencapai 6.11 juta ton (18. India. Dalam jumlah yang relative kecil. Termasuk mengenai tempat tinggal pekerja dan pembuangan limbahnya. Untuk menerapkan pembudidayaan udang seperti yang dipersyaratkan UE tidaklah mudah.masalah dampak kerusakan lingkungan dan kesinambungan produksi juga harus memenuhi standar yang ditetapkan UE. udang mempunyai potensi untuk dijadikan komoditi ekspor karena perdagangan udang telah meluas di dunia.011 Sumber : Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan & Perikanan. meski peraturan UE itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2004. negara-negara itu mengembangkan sistem teknologi canggih sehingga volume produksi pun tinggi.572 6 Malaysia 5. Atribut Kualitas Komoditi. Banglades. seperti Thailand.Uni Eropa mulai menerapkan standarisasi kualitas udang yang ketat. Untuk memenuhi target tersebut.

terlebih lagi di pasar luar negeri. Salah satu komponen penunjang ekonomi ini dari segi investasi agribisnis yang mulai brkembang di Indonesia adalah Lembaga Pembiayaan Pembiayaan merupakan urat nadi usaha. sedangkan sistem pengembalian kredit tersebut dilakukan melalui bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh plasma dari kegiatan budidayanya. Pola kerja sama tersebut lebih dikenal dengan istilah Perusahaan Inti Rakyat (PIR). Tanpa adanya terobosan sektor pembiayaan sulit bagi pelaku agribisnis terutama petani kecil dan bisnis informal sulit berkembang. saprodi. baik hulu maupun hilir. termasuk di dalamnya budaya (etos kerja. dan berbagai persyaratan formal lain yang menyertainya. Sistem perkreditan yang dilakukan tersebut dijalankan melalui kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak inti dan plasma yang dituangkan dalam surat perjanjian. Penerapan pola kemitraan didalam pengembangan tambak udang merupakan salah satu wujud kebijakan pemerintah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumberdaya manusia dan alam (pesisir) serta financial yang ada dan selaras dengan program ekonomi kerakyatan. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah transparansi dalam melaksanakan sistem perkreditan. Pemberian informasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga keharmonisan dan tidak menimbulkan krisis kepercayaan antara kedua belah Manajemen Agribisnis “Karet” 30 . proses yang rumit. dimana secara garis kemitraan pemilik/perusahaan modal disebut dengan inti dan individu/kelompok penerima bantuan modal disebut dengan plasma. Komponen yang bertindak sebagai inti adalah perusahaan atau pengusaha yang kuat dalam permodalan. sedangkan plasma terdiri dari kelompok petambak yang mempunyai kemampuan teknis budidaya tetapi lemah/kurang dalam permodalan. Salah satu bantuan pembiayaan untuk pengembangan agribisnis udang di Indonesia adalah melalui Pola kemitraan. pemecahannya haruslah mendapatkan dukungan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. Konsep Indonesia Incorporated merujuk pada keberpihakan berbagai pihak pada pihak-pihak yang mendapatkan kesulitan atau ancaman serta tantangan persaingan bisnis dari luar negeri. Kredit yang diberikan dari pihak inti meliputi kredit modal usaha yang mencakup kepemilikan lahan tambak dan pemukiman beserta dengan fasilitas penunjangnya. Pola kemitraan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan wilayah melalui pembangunan ekonomi lokal yang berbasis pada ekonomi kerakyatan yang pelaksanaannya lebih ditekankan pada pembangunan yang berpihak pada rakyat. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada penyaluran kredit usaha dan kredit modal kerja yang dari pemerintah kepada individu/kelompok melalui perusahaan dan cara pengembalianya melalui sistem bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan usaha yang dijalankan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama. mulai dari produsen primer yang menyediakan input-input produksi seperti benih udang yang baik. Pembiayaan diperlukan di semua sektor. Misalnya adanya kuota atau pelarangan masuk komoditas tertentu di suatu negara mungkin dapat diatasi dengan mempertimbangkan impor komoditas lain dari negara tersebut. dll).Keberhasilan maupun keterpurukan agribisnis Indonesia bukan merupakan karya satu atau dua pihak/instansi saja. misalnya. Bantuan yang diberikan oleh pihak inti berupa pemberian kredit yang didapat dari pemerintah dengan pihak plasma sebagai agunan. Kebangkitan agribisnis terutama dalam menghadapi persaingan global baik di pasar dalam negeri. agunan. panen serta sarana penunjang lainnya). memerlukan kerjasama yang erat bahumembahu berbagai pihak yang menyatu dalam “Indonesia incorporated”. Pola kemitraan pada dasarnya merupakan bentuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara pemilik modal/perusahaan dengan beberapa individu/kelompok dalam menjalankan suatu kegiatan tertentu yang bersifat ?profit oriented?. melainkan keseluruhan komponen penunjang ekonomi bangsa. terutama akuntabilitas perkembangan nilai kredit dari pihak plasma berdasarkan periode budidaya. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kaitan dengan lembaga pembiayaan ini adalah pagu kredit. rasa kebersamaan/nasionalisme. suku bunga. serta kredit modal kerja yang berupa permodalan yang diperlukan untuk melaksanakan proses kegiatan budidaya (benur. antibiotik hingga agroindustri di hilir beserta lembaga-lembaga distribusi. Artinya permasalahan di sektor agribisnis.

pihak yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik dalam kegiatan pengembangan tambak udang. Sistem kerja yang dimaksud biasanya meliputi. Pembiayaan tersebut menggunakan pola channeling yakni petani tambak udang bertindak sebagai debitor. 2. Hak dan kewajiban Hirarki struktural dan fungsional Penghargaan dan sanksi Pemutusan hubungan kemitraan dsb Sistem kerja diatas juga harus melalui kesepakatan bersama antara inti dan plasma agar dalam kegiatan pengembangan tambak udang dengan pola kemitraan dapat berjalan selaras/harmonis pada suasana yang kondusif yang sangat dibutuhkan dalam kelancaran proses kegiatan budidaya. Adapun luas areal tanah yang dimiliki PT CPB dan PT AWS adalah sekitar 41. kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang. menggunakan akad syariah yaitu akad wakalah.000 petani tambak udang binaan PT Central Pertiwi Bahari (CPB) di desa Adiwarna. Disisi lain. Lampung BNS sebelumnya telah menyalurkan pembiayaan kepada 1.  Bank Niaga Syariah (BNS) Bank Niaga Syariah (BNS) bekerjasama dengan PT Central Proteinaprima Tbk kembali menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 30 miliar kepada 210 petani tambak udang binaan PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) di desa Bumi Dipasena Kecamatan Rawa Jitu Timur. untuk melakukan pengawasan. Kualifikasi dan persyaratan. 5.000 lebih tambak udang. kabupaten Tulang Bawang. keberadaan BRI sebagai pihak ketiga juga akan mampu memberikan kontrol secara obyektif dalam penggunaan dana tersebut guna menjamin produktifitas yang transparan bagi petambak udang. Dalam hal ini pihak Bank bertindak sebagai mitra perusahaan untuk menjembatani dalam proses pendanaan. Pembiayaan ini digunakan untuk kebutuhan produksi bagi para petani tambak udang. 6. dan akad syariah yang digunakan adalah Akad Murabahah (jual beli) . pembinaan dan mengkoordinir seluruh petani tambak udang dalam membudidayakan udang secara teknis maupun non teknis. dimana BRI bersama-sama dengan Inti mempunyai tujuan yang sama. Contoh kasus pembiayaan agribisnis udang di Indonesia :  BRI Kucurkan Pembiayaan Kredit Kepada Petambak Udang Fasilitas pinjaman yang akan diberikan kepada petambak udang secara signifikan adalah sebagai modal untuk melakukan proses budidaya.250 ha. yang direalisasikan pada bulan Desember 2007. Sementara kedua inti tersebut di atas memiliki hampir 18. tambak udang dan pengelolaan hasil budidaya udang. sehingga memerlukan garis pembatas yang jelas dalam mengatur hubungan kerja agar tidak terjadi ?overlapping? mengenai hak dan kewajibannya masing-masing. Lampung dengan plafon kredit sebesar Rp 160 miliar. Selain sistem perkreditan tersebut diatas. konsep kerja sama pola kemitraan juga membutuhkan suatu kesepakatan kerja antara pihak inti dengan plasma sebagai upaya membentuk sistem kerja dalam menjalankan kegiatan budidaya di wilayah pengembangan tambak udang. 4. antara lain : 1. Manajemen Agribisnis “Karet” 31 . produksi pakan udang. untuk dapat mempercepat pertumbuhan kesejahteraan petambak. 3. Secara garis besar dilihat dari struktural dan fungsional antara inti dan plasma merupakan mitra (partner) kerja. PT Central Proteinprima Tbk memiliki fokus usaha pada bidang pembibitan udang. Sedangkan dengan perusahaan inti (PT CPB dan PT AWS) yang bertindak sebagai wakil dari BNS.

dimana peran aktif dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini guna pencapaian mutu. KESIMPULAN Udang indonesia merupakan penghasil devisa negara yang cukup besar dari sektor non migas. maka dari itu pengembangan produktivitas udang seharusnya mengalami peningkatan yang signifikan. merupakan potensi yang besar bagi BNS untuk membantu pengembangan bisnis ini dari sisi pembiayaan. apalagi ditinjau dari segi konsumsi dunia. Hal ini seharusnya menjadi motivator untuk pemerintah agar mampu mensuport kegiatan-kegiatan dalam produktivitas udang di indonesia. saize. Dilihat dari segi pembiayaan pemerintah dan pihak-pihak swasta telah memberikan solusi bagi petambak udang yang terkendala dalam finansial untuk Manajemen Agribisnis “Karet” 32 .Dengan luas tanah dan jumlah tambak yang besar tersebut. kualitas serta kuantitas udang agar udang indonesia mampu bersaing dengan udang dari negara-negara produsen lainnya. tingkat konsumsi udang selalu meningkat setiap tahunnya.

Bachrulhajat. DAFTAR PUSTAKA ANONIM 2005 . Direktorat Jenderal Perikanan. Promosi Peluang Usaha Di Bidang Perikanan. Dr. Revitalisasi Budidaya Udang. Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Jakarta. Monitoring Sanitasi Kekerangan. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta. Jakarta. Direktorat Jenderal Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan. Prof. Manajemen Agribisnis “Karet” 33 . Jakarta.pengembangan budidaya udang dengan memberi bantuan-bantuan berupa bantuan keuangan dan pengadaan alat-alat pembudidayaan. Statistik Ekspor Perikanan Indonesia tahun 1998. Direktorat Jenderal Perikanan. Koswara. 2000. Direktorat Jenderal Perikanan. BPPMHP. 1999. 2000. Statistik Produksi Perikanan Indonesia tahun 1998. Jakarta. 1995. Direktorat Jenderal Perikanan.

Webside : http/:www.lib.20060210-73738.com/hg/ekbis/2006/02/10/brk.doc ] www.22k www.47k – www. Jakarta.PT..html . Penebar Swadaya. Budidaya Udang Windu.. Pemeliharaan Udang di Air Tawar. . Waca Utama Pramesti. Mudjiman L.google.Wibowo.id.htm .24k Manajemen Agribisnis “Karet” 34 . KP.sinarharapan.php?id=jiptunair-gdl-res-1999-irawan2c-324cytisine&PHPSESSID=dd2cc1da310..tempointeraktif. tgl 24 Des 2003 [ LAPORAN SIDANG GLOBAL SHRIMP-2003.id/go.25k www2.com/kompas-cetak/0406/07/ekonomi/1062187. PK2P kepada Menteri Dep.id/berita/0608/23/ipt02.Sigit.html .kompas.1986.html . 1987.com Laporan Dirjen.29k www.co.Jakarta.ac.adln.com/news/2004/9/9/Ekonomi%20dan%20Bisnis/19.unair.korantempo. Ir.

..... Ahmad Taufik Ridho 2.......Komoditi Pisang DOSEN PENGASUH : DR...... BAB I... PENDAHULUAN 1 Manajemen Agribisnis “Karet” 35 ....... Vutty Cindrageni (C1B006017) (C1B006019) (C1B006027) (C1B006011) FAKULTAS EKONOMI JURUSAN Manajemen UNIVERSITAS JAMBI 2008 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ....... Villya Novariza 4... Afiq Susanto 3............ M...... SE......Si Novita Sari............... M.............. Johanes.. SE Kelompok III 1...................

............. 1............................ 2.............. 2..........................................7 Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran............................6 Pengembangan Agribisnis ....................................................................1 Latar Belakang .........................3 Manfaat Penulisan .........................3 Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis ....................I Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi ....................................................................... 2..................................... 2....... DAFTAR PUSTAKA 2 2 2 3 4 5 6 11 11 15 17 18 19 19 Manajemen Agribisnis “Karet” 36 ......2 Tujuan Penulisan ....2 Saran ............ BAB III............... ISI 2.............1 Kesimpulan .......................5 Subsistem Yang Paling Berperan ........ 2...........................2 Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan .............................. 1.................................................................. KESIMPULAN DAN SARAN 3.. 3......8 Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor ........................................................................ 2............................................... 2... 2...4 Subsistem Agribisnis Buah Pisang ......1............... BAB II............9 Atribut Kualitas Komoditi Pisang ..............................................

BAB 1 PENDAHULUAN 1. Selain itu. untuk mengajarkan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat jika ingin menanam pisang. Pada saat kebudayaan pertanian menetap dimulai.disebutkan bahwa pemeliharaan itu dilakukan di Epics: Pali Boeddhist. Selain buahnya. . Sesuai dengan kemajuan tekhnologi. Pada masyarakat Asia Tenggara. tetapi telah dilakukan secara intensif. telah menggunakan tunas dan pelepah buah pisang sebagai bagian dari sayur. Nama musa diambil dari nama seorang dokter kaisar Romawi Octavianus Augustus yang bernama “Antonius Musa”. buah pisang termasuk tanaman pertama yang dipelihara.yang menyebutkan bahwa “buah sebesar taring”itu memeng disukai oleh binatang-binatang bertaring dan bertanduk. Masyarakat di daerah itu. 1. yang akhirnya menyebar ke seluruh daratan Amerika. Tanaman pisang juga berkembang Amerika Selatan dan Tengah berasal dari Afrika Barat sekitar tahun 1500. budidaya pisang pun mengalami kemajuan pesat. Latar Belakang Pisang mempunyai nama latin “Musa Paradisiaca“. Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak yang berkepentingan. mulai dari bonggol sampai daun.India merupakan negara yang memiliki tulisan pertama tentang budidaya pisang. pisang yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan buah-buahan lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor buah pisang dipasar global.awal kebudayaan pisang dimulai dan terpusat di Yangtze dan sungai kuning. terutama pisang untuk keperluan eksport.Buah pisang juga banyak memberikan manfaat untuk berbagai keperluan hidup manusia. dan lain-lain. mulai dari bagian bawah (bonggol) sampai bagian atas (bunga pisang) dapat dimanfaatkan serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari buah pisang. Buah pisang selain dalam bentuk segar. Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman pisang merupakan tanaman serba guna. 1.2. Dan tujuan lain dari makalah ini adalah untuk mengajak dan menghimbau masyarakat untuk memulai mananam pisang agar bisa membantu perekonomian keluarga. dapat juga diolah menjadi makanan olahan. keripik pisang.500-600 SM. saat berkebudayaan pengumpul (food gathering). ahli sejarah dan botani mengambil kesimpulan bahwa asal mula tanaman pisang adalah Asia Tenggara.2. diduga buah pisang telah lama dimanfaatkan. Budidaya buah pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu. bagian tanaman lainpun bisa dimanfaatkan.1. termasuk Indonesia. Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis (MAG173) 2.Di China. Bagian-bagian lain dari tanaman pisang pun telah dimanfaatkan seperti saat ini. BAB II Manajemen Agribisnis “Karet” 37 . Maka dari itu.2 Manfaat Adapun Manfaat makalah ini adalah : 1. seperti: sale pisang.

keselamatan.000 ton pada tahun 2025 nanti. dan sebagian besar tidak memerlukan investasi tambahan dan menggunakan material yang ada.laba operasional. Biaya produksi yang dikeluarkan. Pentingnya Pengamatan Konsumsi. Pentingnya Pengamatan Produksi. Meningkatnya jumlah penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah-buahan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 38 .Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996. Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah buah pisang yang diolah dan diproses menjadi berbagai macam produk yang dihasilkan seperti makanan memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima dan disukai oleh konsumen untuk dikonsumsi menjadi makanan yang enak disantap.Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi .226. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. c. Dengan berkembangnya buah pisang di Indonesia. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. Apakah telah sesuai dengan standar mutu dunia yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. tenaga kerja. Teknologi yang diperagakan sebaiknya mencakup hal yang mudah diterapkan dalam budaya setempat. Tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi haruslah diberikan pengetahuan yang luas tentang wawasan pembudidayaan yang semakin canggih. Belum ada standar produksi buah pisang di Indonesia. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.1.2. sehingga produksi buah pisang ditargetkan sekitar 11. Hasil analisis tentang hubungan antara faktor produksi lahan. d. 2. b.Maka dari itu pelaksanaan pelatihan-pelatihan kepada para petani lebih ditingkatkan lagi. yang meliputi : a. Kegiatan produksi perlu diamati guna untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan memenuhi standar yang diinginkan oleh perusahaan sebagaimana yang diminati konsumen.ISI 2. disentra buah pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Tetapi di Indonesia. Penentuan keseragaman kultivar. sampai pemasaran produk-produknya. Perkiraan produksi. Tenaga kerja. dan harganya relatif murah. kandungan gizinya tinggi. Pengamatan kegiatan-kegiatan produksi komoditi pisang mulai dari pengadaan bibit. teknologi budidaya. penjualan.rasio untung/rugi.Penetuan keseragaman ukuran buah. Pengamatan ini mencakup antara lain : harga pisang per sisir. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan eksport buah pisang baik untuk segar maupun olahan.1. bisa dilihat dari keamanan. hampir semua masyarakat baik dari golongan bawah sampai atas mengkonsumsi buah pisang.dan Penentuan kadar kotoran.Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis.1. e. Pentingnya Pengamatan Mulai Dari Produksi dan Konsumsi 2. Kegiatan proses produksi atau operasi. dan kesehatan bagi konsumen. mudah didapat.Penentuan tingkat ketuaan. Petani dan teknisi yang berpartisipasi dalam pelatihan memiliki peluang untuk praktek teknologi baru dengan pengarahan dari konsultan. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengem bangan komoditi pisang . teknologi pascapanen dan pengolahan hasil. Kualitas produk yang dihasilkan.1. karena pisang selain rasanya enak. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (>30 ha). dan pupuk organik usahatani pisang berpengaruh positip terhadap hasil produksi.dan biaya operasional lainnya.

yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. menjadikan perkebunan pisang intensif menarik bagi petani setempat. membutuhkan kapasitas + 10-12 ton pisang segar/hari. Apabila kita asumsikan bahwa tanaman yang terserang tersebut akan rusak dan mengakibatkan gagal panen. maupun kemampuan finansial. Peningkatan konsumsi ini diduga karena harga pisang menurun. Kemampuan untuk mengendalikan layu pisang masih terbatas. Permintaan terhadap pisang telah meningkat secara signifikan pada beberapa tahun terakhir di daerah perkotaan di negara ini. diharapkan akan meningkatkan konsumsi dan ekspor buah pisang baik untuk segar maupun olahan. baik dari segi pengetahuan. yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Prospek Buah Pisang Dari Sisi Permintaan Permintaan akan komoditi buah pisang dunia memang sangat besar.secara nasional. pisang yang langka dan hanya terdapat di daerah Medan. Dengan berkembangnya pisang di Indonesia. Hal semua diatas dapat memperbesar peluang agribisnis buah pisang sehingga prospek buah pisang untuk pasar dunia dapat terus meningkat. Apabila kita tinjau tentunya untuk konsumsi buah pisang itu sendiri cukup besar peluang dan daya belinya.. seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian. Selain sebagai buah yang dimakan segar. Hal ini dilihat dalam konsumsi domestik pasar buah pisang cukup besar didalam negeri. getuk dan sale. Hal ini menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. diantara jenis buah pisang yang paling banyak dikonsumsi adalah dari jenis cavendish. maupun industri berskala besar seperti tepung. Selain itu manfaat dan kandungan gizinya dapat memacu permintaan buah pisang yang terus meningkat.3. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri). Skala besar. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu.2.4 kg pada tahun 1993-1994 menjadi 5. kebutuhan terhadap buah-buahan terutama buah pisang segar menjadi kebutuhan primer. sehingga kebutuhan buah pisang akan terus meningkat. puree dan jam. Konsumsi pisang per orang telah mengalami peningkatan yang mencolok dibanding apel dan satsuma mandarin (jeruk) atau Citrus reticulate yang telah menurun. Pada khususnya. 10. terutama jenis pisang cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Relatif besarnya volume produksi nasional dan luas panen dibandingkan dengan komoditas buah lainnya. ledre (70-120 kg/hari). Permintaan pisang untuk industri pengolahan skala rumah tangga (10-50 kg/hari). Oleh karena itu. petani akan menderita kerugian sebesar ± 18 milyar rupiah (estimasi harga pisang Rp. Hasil kajian ekonomi di Jepang menunjukan bahwa permintaan apel melemah disebabkan permintaan pisang meningkat dari 4. menjadikan buah pisang merupakan tanaman unggulan di Indonesia. maka secara finansial/perhitungan ekonomi. 2. Selain itu. perusahan ini memiliki kebutuhan untuk menkonsolidasikan pasokan pisang mas dan pisang Barangan. Dari total produksi buah pisang dunia. sale (1. keterampilan. puree (300-500 kg/h) dan tepung (700-1000 kg/minggu).000. Dimana hasil olahan pisang tersebut dapat dijual ke konsumen baik dipasar tradisional supermarket dan pedagang besar yang membutuhkan buah ini untuk peluang bisnis. 2. pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik.5-2 ton/bln). Permasalahan Buah Pisang Dari Segi Agribisnis Kendala utama yang kini dihadapi dibeberapa sentra produksi buah pisang dalam 10 tahun terakhir ini adalah serangan layu Fusarium dan bakteri yang mengakibatkan kerusakan cukup luas dan sulit ditanggulangi. skala UKM kripik (100-120 kg/hari). mutu serta penampilan luar buah pisang yang kurang menarik. sebagai bagian dari produk yang ditawarkan ke pasar setempat dan rantai supermarket di seluruh daerah.per tandan).6 kg pada tahun 2003-2004. Pembeli/distributor utama aktif mencari cara untuk meningkatkan pasokan dari berbagai daerah produksi. pisang yang bermutu rendah akan mengakibatkan kelesuan pada eksport buah pisang Manajemen Agribisnis “Karet” 39 .

Pertanaman pisang rakyat tersebut tidak pernah tersentuh tekhnologi.serta dilahan tegalan. Selama ini buah pisang hanya ditanam di pekarangan sebagai tanaman campuran dengan tanaman pangan atau perkebunan. j. Kurangnya alat lapangan untuk pemangkasan. biasanya tumbuh seragam tetapi cukup mahal. m. Panen menggunakan tanda visual seperti padatnya buah.sebagaai berikut : A. apabila segala syarat pembudidayaan buah pisang dilakukan secara intensif dengan tekhnologi yang maju. g.cucu. l. Subsistem Agribisnis Buah Pisang 2. tidak ada pemangkasan sisir. Tandan dipindahkan dari lapangan dengan tangan dan dikirimkan ke pusat pengumpulan dan distribusi melalui berbagai jenis kendaraan tanpa danya perlindungan. k. Tingginya penyakit Sigatoka Hitam yang menyebabkan daun yang rendah pada saat panen (kurang dari 6 per pohon) dan mengakibatkan kurangnya potensi produksi sebesar 30% karena berat tandan yang berkurang. Kendala dalam penyediaan bibit dengan skala komersial seperti ketersediaan bibit unggul klonal yang seragam dalam jumlah banyak dan dapat tersedia dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada meningkatnya harga jual buah pisang dipasar. Ukuran tandan yang kecil (jumlah sisir sedikit dengan berat rendah) sebagai akibat rendahnya jumlah pupuk yang digunakan.4. Beberapa lahan produksi terletak di bukit yang curam. Akses terbatas terhadap input. Insiden gesekan dan luka yang tinggi karenya kurangnya penanganan yang berorientasi pada perlindungan buah setelah panen. Pemilihan bibit/benih . 2.Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang farming system yang baik untuk penanaman buah pisang. dan daun dan pembersihan tandan untuk melindungi buah dari kerusakan akibat gesekan dengan daun dan agen mekanik lainnya). Kerusakan buah yang parah karena karat. Kurangnya irigasi dan system drainase. h. b. Keunggulan tersebut menyangkut rasa manis. e. pengurangan daun. panen. Penyakit ini juga mengakibatkan matangnya pisang terlalu dini sehingga buah beresiko saat dikirimkan ke pasar yang jaraknya jauh. Insiden doble dan triple yang tinggi – pemangkasan tidak diterapkan untuk urutan produksi induk – anak .yang seharusnya tidak terjadi. materi. f. Tingkat tunas yang rendah – hanya sedikit anak tunas akar dari pohon induk. Tidak ada sistem pengendalian umur/mutu untuk panen. produkasi tinggi.1. bunga. Kualitas benih berperan besar dalam keberhasilan budidaya pisang.maupun dengan pola tumpang sari. Praktek pertanian yang baik dan standar sanitasi dan fito sanitasi kurang memadai. Farming System ( system perkebunan ).dibiarkan tumbuh dan berkembang sesuai alam sekitarnya. Adapun kendala-kendala lainnya yang pernah terjadi adalah sbb : a. Memilih varietas seyogyanya berdasarkan pada varietas yang mempunyai nilai pasar dan berpeluang dimasa depan yang baik. peralatan yang diperlukan untuk produksi dan pasca panen.Sentra produksinya tersebar dengan kepemilikan lahan yang kecil. Varietas pisang yang banyak diminati antara lain adalah Cavendish. Perlindungan buah tidak diterapkan (bakal buah tidak dipindahkan.ambon kuning dan pisang mas. dsb merupakan hal yang kronis dan hambatan utama. i. Untuk memperoleh benih yang baik dalam jumlah banyak dapat dilakukan secara mandiri oleh petani atau memesan benih bersertifikat dan bila perlu mengetahui sejarah Manajemen Agribisnis “Karet” 40 . Benih yang baik berasal dari perbanyakan vegetatif : kultur jaringan. Sifat unggul benih pisang akan terekpresi pada penampilan buahnya. n. alat. dan pemilihan tunas yang kurang baik. Kepadatan populasi yang rendah dan manajemen populasi pohon yang kurang c. d. tandan palsu tidak dipotong.4.

Seperti : • Kulit pisang. Bibit bit . 2.Kulit pisang dari jenis pisang raja dan ambon dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur. • Daun Pisang.Aspek-aspek lain yang harus diperhatikan yaitu prasarana ekonomi dan letak pasar.Tanaman ysng diberi pupuk kandang/kompos akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.Tumpang sari dengan tanaman lain dapat dilakukan dengan baik.Pembibitan ini mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut : • Dalam waktu singkat bisa didapatkan bibit yang seragam dalam jumlah banyak. • Dapat memanfaatkan bonggol sisa tebangan.Ada 4 jenis anakan pisang . Processing.benih yang akan dibeli.pengolahan komoditi pisang tidak hanya mengolah daging buahnya saja.Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim penghujan. Bibit pisang hendaklah dipilih dari rumpun yang baik dan sehat .2. Tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan ( sucker ) yang tumbuh dari bonggolnya . Pengolahan Media Tanam.Lebih dari itu kulit pisang juga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan nata de banana.keamanan dan social.Bibit anakan tunas jarang jarang dipergunakan sebagai bibit sebab pertumbuhannya lambat serta peka terhadap kekeringan dan ulat penggerek batang pisang. 1.Kemudian dibuat sengkedan dengan lebar target kemiringan lahan. Hal ini dapat dipenuhi tentunya melalui penangkar yang terpercaya. Pemilihan lahan harus memperhatikan aspek iklim . Bisa diolah menjadi selai kulit pisang.dengan curah hujan merata sepanjang tahun. 2. Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1-3 bulan sebelumnya. • Bibit anakan yaitu tunas yang daunnya telah keluar tetapi masih menggulung.Belahan bonggol ini disebut bit.Hal ini dikarenakan pisang merupakan tanaman dataran rendah didaerah tropic.yaitu produk makanan yang terbentuk dari kumpulan biomassa yang terdiri dari selulosa dan memiliki penampilan seperti agar-agar warna putih seperti nata de coco. Tekhnik Penanaman.dapat diperoleh dari membeli/disediakan sendiri dengan sanitasi bibiy yang baik. Bibit anakan .yaitu : • Bibit tunas anakan yaitu berupa tunas yang belum berdaun sehingga menyerupai rebung.dan jarak tanam sekitar 3. • Mudah pengiriman dan biayanya lebih murah . • Jantung Pisang.3cm. C. Diantara bibit anakan.dimana aspek iklim yang cocok untuk komoditi pisang yaitu iklim basah ( lembab ). Pada dasarnya. 3. • Umur panennya lebih pendek dibandingkan cara pembibitan lainnya • Produksinya lebih tinggi .tetapi segala unsure yang terdapat pada tanaman pisang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Manajemen Agribisnis “Karet” 41 . • Bibit anakan dewasa yaitu berupa tunas yang berdaun mekar lebih dari 2 helai. B. Melalui technology kultur jaringan Yaitu merupakan suatu tekhnik perbanyakan klonal dalam kondisi aseptic secara cepat.sehingga cocok untuk gerakan penghijauan dan perluasan areal baru . • Bibit anakan sedang yaitu dengan tinggi antara 101-150cm. Daun yang tua yang sudah robek bisa untuk pakan ternak karena banyak mengandung unsure yang diperlukan oleh tubuh hewan.Dengan ukuran lubang disesuaikan dengan tanah berat atau tanah gembur biasanya dengan ukuran 60cmx60cmx60cm.bibit anakan dewasa biasanya paling cepat menghasilkan buah.anggur kulit pisang. Bibit juga bisa diperoleh dari bonggol tanaman pisang .tingginya antara 151-175cm.4.

misalnya untuk kue. Pedagang pengumpul pada umumnya merangkap sebagai tengkulak. misal keluar daerah.petani lebih suka memetik pada stadia matang penuh.obat kumur. Disamping itu. Buah.disimpan dalam tempat yang tertutup rapat seperti tutup plastic. Dalam skala industri.karena buah pisang memiliki keistimewaan tertentu. Buah pisang dikumpulkan dari petani dengan cara sistem ijon. keluar pulau atau untuk ekspor.urap.Air bonggol pisang kapok dan klutuk dapat dijadikan obat disentri. yaitu dengan membayar buah pisang yang masih muda dengan harga murah dan memanennya setelah agak tua. Sebagai contoh.diperlukan beberapa langkah diantaranya : -pengupasan -pengirisan -pengeringan -penepungan.5 ton/hari ) dan jam ( 1-2 ton/hari ).Buah pisang yang telah kering dengan kadar air kira-kira 10%.Tebal pengirisan kira-kira 1 cm setelah diiris lalu rendam dalam larutan bisulfit. Untuk pemasaran lokal. Marketing. Caranya : Buah Pisang mentah dikupas kulitnya . Bagan pengolahan buah pisang Buah Buah pisang pisang Mentah Mentah Gaplek Gaplek Tepung Tepung Keripik Keripik Anggur Anggur Sale Sale Jam Jam Matang Matang Dodol Dodol Nectar Nectar Pure Pure Saos Saos 2.Oleh karena itu.roti.dibuatkan tepung dengan menggunakan alat penepungan.Buah menjadi matang setelah 7-19 hari penyimpanan.Selain itu.dan -penyimpanan.Buah yang dipetik pada stadia ini dalam 3-4 hari akan menjadi matang penuh.5-2 ton/mg ).Tepung pisang agar tahan lama.• • Untuk makanan lauk pauk ( dendeng jantung pisang ).tetapi sudah mengarah untuk ekspor.lalapan.dan lain-lain.pendarahan usus. Bonggol Pisang (Batang pisang bagian bawah ).Kenyataan demikian ini dapat dilihat dari terus meningkatnya permintaan buah pisang dari tahun ke tahun.pengubahan bentuk buah pisang menjadi tepung pisang akan mempermudah dan memperluas pemanfaatan pisang sebagai bahan makanan. Hal ini dimaksudkan agar daya simpan pisang menjadi lebih lama.harga buah pisang juga tergolong murah sehingga buah pisang dapat dikonsumsi oleh masyarakat berbagai golongan. Pemasaran yang memerlukan waktu.4. Industri pengolahan buah pisang skala besar lebih diarahkan pada industri tepung (1.kemudian diiris dengan pisau atau mesin pengiris.aspek pemasaran tidak hanya dijuruskan dalam negeri saja. Bisa diolah menjadi keripik bonggol pisang.serta untuk menghitamkan rambut.bubur.Pemasaran buah pisang sebenarnya cukup mudah.kerupuk.bisa juga dijadikan pupuk dengan cara batang tersebut diiris-iris lalu dibakar jadi abu. Untuk membuat tepung pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 42 . Setelah buah pisang yang terkumpul mencapai kapasitas 1 truk (4-5 ton).langsung dikeringkan dalam alat pengeringan pada suhu kira-kira 80 derajat celcius. Kegiatan pengumpulan dan pengangkutan dari sentra produksi ketempat pemasarannya sebagian besar dilakukan oleh pedagang pengumpul yang sudah mempunyai jaringan pemasarannya.banyak orang mencarinya.3. buah pisang diangkut ke tujuan pemasaran.maka buah dipanen pada tingkat ketuaan ¾ penuh.puree (600kg-1. pengumpul juga membeli pisang dari petani yang menjual langsung kepadanya.

Untuk konsumsi pasar swalayan,dipilih pisang yang tingkat ketuaanya optimum,penampakannya menarik,tanpa cacat,dan dari varietas tertentu.Jenis0jenis pisang yang dipasarkan di pasar swalayan adalah jenis pisang ambon dalam bentuk tangkaian dua-dua yang dikemas dalam kantong plastik berlubang,pisang barangan,pisang raja bulu,dan jenis-jenis lainnya dipasarkan dalam bentuk sisiran. Selain pemasaran dalam bentuk buah segar,pemasaran dalam bentuk olahan juga mempunyai peluang yang baik.Bentuk olahan yang umum diperdagangkan seperti sale segar,sale goreng,dsb. Namun dalam memasarkan buah pisang terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani,antara lain sebagai berikut : 1. Pola pemasaran sekarang tidak menghargai produk bermutu dan selalu menerapakan harga borongan. 2. Penetapan harga cenderung dilakukan oleh pedagang pengumpul. 3. Sistem pemasaran yang ada saat ini belum berpihak kepada petani. 4. Fungsi kelompok tani untuk saat ini belum optimal. 5. Sebagian besar sentra produksi belum memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA). Maka dari itu untuk Pemerintah harus bisa mengatasinya,adapun diantaranya sebagai berikut : 1. Menciptakan Kelompok Usaha Bersama Agribisnis ( KUBA ) yang dijiwai oleh semangat kemitraan dan koperatif. 2. Mendorong berkembangnya Koperasi pedesaan dengan kegiatan produktifnya agribisnis komoditi pisang dan mampu bermitra usaha dengan pihak luar. 2.4.4. Research and Development. Pengembangan yang dilakukan selama ini masih tradisional dan belum menerapkan tekhnologi budidaya yang sesuai dengan standar tekhnik budidaya (SOP). Maka dari itu diperlukan riset dan pengembangan produk yang dilakukan guna melakukan perbaikan atau perubahan pada produk yang dihasilkan dalam proses produksi karena adanya dinamika lingkungan atau perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar. Dalam pengembangan komoditi buah-buahan pisang ini adalah masih lemahnya keterkaitan antara sektor pertanian dan sektor industri, terutama di pedesaan. Sehingga sebagian terbesar komoditi pisang dipasarkan sebagai produk primer. Untuk lebih memperkuat keter kaitan antar sektor tersebut diperlukan kerjasama inter-sektoral yang lebih aktif dalam mengembangkan komoditi pisang, penyediaan IPTEK budidaya dan agroindustri pisang yang mampu menyediakan alternatif produk sekunder dan tersier dari komoditi pisang di pedesaan, dan kebijakan pemerintah yang lebih terarah. Selain itu, buah pisang memberikan kontribusinya lebih dari 30% terhadap total konsumsi buah-buahan. Untuk menghadapi persaingan dunia usaha, diperlukan melakukan inovasi pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju yaitu strategi pengembangan pisang. Program pengembangan buah-buahan akan diprioritaskan pada daerah yang secara agroklimat cocok dan memiliki potensi sumber daya manusia serta didukung dengan pola pengelolaan tanaman terpadu, artinya sistem usaha agribisnis yang terkait dari tahap perencanaan, persiapan lahan, pola, dan tekhnologi budidaya, prapanen, panen dan pascapanen serta pemberdayaan kelembagaan yang kuat terhadap produk yang dihasilkan agar dapat diterima atau disukai konsumen. Pengembangan pisang berskala kebun rakyat dan besar akan membuka peluang agribisnis hulu, seperti industri perbenihan dan industri peralatan mekanisasi pertanian, yang tentunya akan membuka kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Selain sebagai buah yang dimakan segar, pisang juga dapat diolah baik untuk skala rumah tangga seperti keripik, getuk dan sale, maupun industri berskala besar seperti tepung, puree dan jam, yang dapat merangsang tumbuhnya agribisnis hilir. Agribisnis hilir akan berkembang dengan cara memberdayakan industri pengolahan skala keluarga (home industry) dan menengah maupun skala besar (investor dalam dan luar negeri).

Manajemen Agribisnis “Karet”

43

Upaya pengembangan pisang jenis unggul yang berkualitas buah baik terbentur kepada kesulitan penyediaan bibit yang baik pada tingkat petani; sedangkan upaya perluasan jangkauan pemasaran buah terbentur kepada kualitas buah yang sangat beragam, daya tahan buah matang segar yang sangat rendah dan terbatasnya upaya-upaya pengawetan dan pengolahan buah di tingkat petani.Maka dari itu diperlukan beberapa strategi,yaitu : Strategi yang akan ditempuh dalam pengembangan buah pisang adalah pengembangan varietas unggul, penyiapan benih, pewilayahan komoditas, penerapan teknologi maju, pengembangan perlindungan komoditi pisang, peningkatan mutu, pengembangan kawasan sentra produksi, pengembangan kelembagaan petani, pengembangan sarana dan prasarana kebun, pengembangan agroindustri pedesaan, menumbuhkembangkan Kegiatan Usaha Bersama (KUB), UPJA teknologi pengolahan hasil, peningkatan kerjasama dengan peneliti dan perguruan tinggi serta mengadakan pengkajian yang disesuaikan dengan kebutuhan secara local spesifik, pengembangan pola kemitraan dan kewirausahaan masyarakat pertanian yang maju dan mandiri, pengkajian dan perkiraan tentang dinamika produksi, produktivitas dan penuntun pasar regional, optimalisasi sumberdaya aparatur seiring dengan pengembangan komoditas yang mampu mendukung peran usaha tani. Usaha budidaya pisang kedepan akan dilakukan melalui 3 pola pengembangan yaitu: (a) pola pengembangan kebun besar oleh investor, (b) pola pengembangan kebun buah rakyat berskala komersial (5-10 Ha per petani) dan (c) pola pengembangan kebun buah rakyat dengan penerapan tekhnologi maju. Kebutuhan biaya keseluruhan untuk mendukung pengembangan pisang sampai dengan 2025 adalah Rp 23,2 triliun, dengan rincian untuk tahun 2006-2009 sebesar Rp 1,97 triliun dan tahun 2010-2025 sebesar Rp 21,24 triliun. Sumber pembiayaan yang diharapkan untuk mendukung pengembangan pisang berasal dari pemerintah tahun 20052009 sebesar + 15 – 20 %, sedangkan sisanya merupakan partisipasi masyarakat serta swasta. Periode 2010 – 2025 kontribusi pembiayaan dari pemerintah sebesar 7,5 –10 %. Dengan demikian untuk waktu-waktu mendatang upaya pengembangan agribisnis ini masih tetap merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan komoditi pisang . 2.4.5. Supporting Lainnya. Pengembangan buah pisang di Indonesia tidak akan tercapai optimal tanpa adanya investor, baik dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, gambaran tentang investasi dan disertai informasi daerah pengembangan ke depan perlu diberikan dan tentunya haruslah didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan kemudahan dan jaminan keamanan berinvestasi serta perbaikan sarana pendukung seperti sistem pengairan, transportasi, komunikasi, dan sarana pasar.Selain itu, buah pisang juga mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dibandingkan dengan buahbuahan lainnya.

Berikut ini disajikan nilai gizi buah pisang dalam 100 gram: Pisang (acuminata) Nutrisi Pisang Kering Pisang Basah Air (%) 75.7 Karbohidrat (g) 22.2 91.4 Protein (g) 1.1 4.5 Lemak (g) 0.2 0.8 Abu (g) 0.8 3.3 Vitamin Gros Michel Cavendish

Manajemen Agribisnis “Karet”

44

Vitamin A (SI) As. Ascorbic (mg) Vitmin B (mg) Thimin (mg) Riboflavin (mg) Niacin (mg)

3.8 13.3 25.0 3.3 3.8 4.7

5.1 20.0 2.6 5.3 4.8

Penelitian seorang epidemiolog dari University of California, Marilyn Kwan, membuktikan bahwa mengonsumsi pisang secara rutin dapat menurunkan risiko terkena leukemia. Efek ini terlihat nyata kalau pisang dimakan secara teratur 4 - 6 kali seminggu sampai bayi berumur dua tahun. Pisang mampu menjadi benteng pertahanan serangan leukemia sejak dini karena kaya vitamin C. Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menurunkan risiko kerusakan DNA. Dengan demikian otomatis proses munculnya kanker dapat dihentikan. Menurut Kwan, potasium dalam pisang juga terbukti menstabilkan DNA. 2.5. Subsistem Yang Paling Berperan Subsistem yang paling berperan sesuai dengan permasalahan komoditi pisang ini adalah farming system. Agar hasil tanaman pisang dapat tumbuh dengan baik, hendaklah kita memilih rumpun bibit buah pisang yang baik dan sehat serta bebas dari penyakit maupun bakteri. Pembibitan dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Dengan adanya farming system yang baik, hasil yang didapat dari tanaman buah pisang akan meningkat. Selain itu farming system yang didukung dengan research and development yang baik dapat meningkatkan produktivitas komoditi buah pisang sehingga eksport pisang dapat bersaing dipasar global. 2.6. Pengembangan Agribisnis 2.6.1. Analisis SWOT. 1. Kekuatan ( Strengths ) Kekuatan yang terdapat pada komoditi pisang dibandingkan dengan buah-buahan lainnya adalah buah pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat popular di dunia. Hal ini dikarenakan rasanya lezat, gizinya tinggi, dan harganya relatif murah. Pisang merupakan salah satu tanaman yang mempunyai prospek cerah di masa datang karena di seluruh dunia hampir setiap orang gemar mengkonsumsi buah pisang. Selain itu juga pisang mengandung kalium dalam dosis besar dan sedikit kromium, yang diperlukan untuk pembentukan enzim. Baik untuk divertikulitis, ulkus, kolitis, heartburn, dan kelelahan. Secara tradisional, air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar. Pisang merupakan salah satu bahan pangan penting di daerah tropika basah. Buah yang masih berwarna hijau mengandung 40% karbohidrat dan 6% protein, vitamin dan mineral. Satu ton buah pisang masak hijau mengandung sekitar 545 kg daging buah segaratau 218 kg daging buah kering, setara dengan 364 800 kalori. Hasil pengujian oleh Direktorat Gizi (1979) menunjukkan bahwa daging buah pisang mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B, C, dan air. Setiap 100 g daging buah pisang masak menghasilkan kalori sebesar 68-127 kcal. Ditinjau dari segi enerji dan gizi, tanaman pisang dapat menggantikan kedudukan ubikayu. Ditinjau dari nilai gizinya, daging buah (pulp) pisang mengandung air sebesar 70 %, karbohidrat 27 %, serat kasar 0,5 %, protein 1,2 %, lemak 0,3 %, abu 0,9 % dan vitamin serta mineral sebesar 0,1 %. Pada pisang yang masih hijau tetapi sudah cukup tua mempunyai kandungan karbohidrat sebesar 21 - 25 persen. Selain itu tanaman pisang sangat mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan sehingga lebih disukai petani untuk dibudidayakan, contohnya saja di Indonesia tepatnya di Kabupaten Cianjur banyak ditanami pohon pisang, daerah ini sendiri mempunyai luas wilayah 350.148 Ha dengan jumlah penduduk 1.931.840 jiwa dan laju pertumbuhan penduduk 1,57 % merupakan potensi yang cukup besar. Kondisi alam kabupaten Cianjur

Manajemen Agribisnis “Karet”

45

2. Dan banyaknya pengusaha . Sebenaranya industri pengolahan pisang di Indonesia sudah mampu memasok pasar domestik dan juga sudah mulai mengekspor. Lokasi kota Cianjur juga berada pada jalur utama ekonomi regional Jawa Barat memberikan kemudahan dalam memasarkan hasil produksi buah pisang tersebut. 3. Kelemahan ( Weaknesses ) Ada kekuatan pasti ada kelemahan. ecoefficiency). manajemen distribusi. Namun terbatasnya daya serap pasar domestik dan persaingan pasar yang semakin ketat. misalkan saja Usaha tani pisang yang sekarang dilakukan oleh penduduk umumnya masih tergolong "low input”.kelemahan ini terjadi tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan pisang.pengusaha menjadikan pisang sebagai lahan bisnis baru yang juga akan memperbesar peluang produksi pisang. dan masih banyak lagi kelemahan lainnya. Otonomi Daerah Paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan dengan lahirnya UU No. Kelemahan . Alhasil Kualitas SDM relatif masih rendah dan banyak pula buah pisang yang terserang hama yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun. sehingga secara ekonomis memberikan keuntungan petani. Peluang ( Opportunities ) Sebenarnya buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar. Lahan-lahan pertanian dan perkebunan sangat memungkinkan untuk ditingkatkan pengelolaan dan pengolahannya sehingga menjadi sumber kehidupan masyarakat. Tabel 1 dan 2 menyajikan analisis finansial usahatani pisang rakyat. Sebagaimana dikemukakan di atas bahwa pisang adalah tanaman yang telah lazim di jawa Timur. Selain itu di Kabupaten Cianjur mempunyai peluang . Pasar Terbuka Hasil produksi Kabupaten Cianjur. Oleh karean itu pisang dapat dipelihara oleh setiap anggota masyarakat.yang subur mengandung kekayaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang sangat potensial dan merupakan modal dasar pembangunan. Dengan demikian untuk meningkatkan populasi. terutama Kultivar Ambon dan Sobo (Tabel 3). Analisis kelayakan ekonomis usahatani pisang secara monokultur menunjukkan prospek yang sangat menguntungkan. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hambatan ekspor yang menurut tatacara aturan perdagangan global WTO dimasukkan dalam kategori SPS (Sanitary dan Phytosanitary) dan TBT (Technical Barrier to Trade). 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. merubah pola sentralistik menjadi desentralistik. product appearance. Hal ini karena buah pisang mudah didapat sehingga besarnya angka konsumsi buah pisang yang tak berhenti akan membuat peluang ekspor menjadi lebih besar dimasa mendatang. Keuntungan yang di peroleh dari produksi pisang juga sangat besar. tuntutan atribut produk misalnya kesesuaian dengan ISO series (ecolabeling. 2. time delivery. Dalam hal ini Indonesia tidak mengajukan protes ke Komisi SPS WTO karena kenyataannya memang terjadi di Indonesia dan Indonesia sejauh ini belum mampu mengatasinya. dan produksi buah pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 46 . sehingga kesinambungan industri pengolahan masih kurang lancar. tidak memerlukan teknologi tinggi dan dengan cara sederhana dapat berkembang biak dengan baik. Misalnya saja Negra Jepang yang menolak masuknya beberapa buah-buahan Indonesia seperti pisang dan beberapa jenis buah-buahan lainnya dengan alasan lalat buah. cost efficiency. akan dilaksanakan Sentra Pengembangan Agibisnis Komoditas Unggulan (SPAKU) Pisang. dll sesuai dengan tuntutan pasar. khususnya dari sektor pertanian mudah untuk dipasarkan. Kelemahan pada komoditi pisang khususnya di Indonesia adalah kurangnya kepedulian pemerintah terhadap perkebunan maupun petani pisang karena pemerintah hanya sibuk mengurusi urusan politik saja urusan perkebunan khususnya pisang terlupakan. Hal ini dikarenakan rendahnya daya saing produk pada aspek jaminan mutu / penerapan HACCP (Hazard Analytical Critical Control Point) dan jaminan suplai.peluang lain antara lain : 1.

4. situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih. pisang lampung. Selain itu. pisang mas.2.kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. bentuk fisik buah pisang (ketahanan buah pisang terhadap hama penyakit). secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. pisang raja sere. Diminati Investor Potensi sumber daya alam di Kabupaten Cianjur banyak diminati kalangan masyarakat/dunia usaha untuk me-nanamkan modalnya. 4. Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang. pisang raja. Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain : a. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Disamping itu mereka memperketat sortasi buah pisang yang diterima dari petani/kelompok tani sehingga tidak semua produk yang dihasilkan petani/kelompok tani dapat diterima oleh segmen pasar. pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. Kendala (Threats ) Setiap kegiatan pasti mempunyai kendala. b.3. perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. Seandainya kendala . misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata. perlindungan hewan. pisang bali. hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik.hal inilah yang merupakan kendala . Ketidakpastian perekonomian nasional. Hal .kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan.tanaman dan lingkungan hidup. standar mutu lain yang harus dipenuhi adalah pengelompokkan buah pisang. Segmen pasar yang ditawarkan oleh buah pisang adalah dengan keanekaragaman jenis buah pisang seperti: pisang cavendish (merupakan buah pisang yang sangat digemari oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara). Globalisasi Ditandai dengan makin ketatnya standar persaingan / kompetisi untuk bekerja di berbagai sektor. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah “Agreement on Agriculture” yang bertujuan meningkatkan akses pasar. tak terkecuali dalam pengembangan produksi pisang. SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional. Manajemen Agribisnis “Karet” 47 .6. perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah. Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia. 2. Segmen Pasar. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. dan sebagainya. c. pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. swasta. pemasaran hasil produksi. Ketidakpastian iklim politik. Ketidakmenentuan iklim global. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. pisang jambe. pisang kapok. pisang barangan. maupun kebersihannya untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Dalam menghadapi persaingan global. Harga pisang disesuaikan oleh mutu dan varietasnya. price. keempat pengairan menggunakan air yang bersih. 2. baik pasar nasional maupun pasar internasional. Sedangkan pisang Cavendish yang baru di impor plastiknya sudah terdapat tulisan nama perusahaannya. Sedangkan label kertas nama pisang cavendish ditempel diatas plastik pembungkus. dan lain-lain. Product Didalam pasar dunia.karena dapat menampilkan kualitas pisang sehingga konsumen akan tertarik.1.dikemas dalam daun kering maupun dengan plastik.7.keranjang bambu. cara pengemasan dan rasa yang lebih enak mendorong konsumen untuk lebih banyak membeli baik berupa buah pisang segar maupun pisang olahan. tape pisang. yang terdiri dari 4P yaitu product. Beberapa macam hasil olahan buah pisang seperti:sale pisang. Dalam prinsip pemasaran. mineral dan juga karbohidrat menyebabkan meningkatnya permintaan buah pisang untuk kebutuhan lokal maupun untuk ekspor. Bagaimana 4P Digunakan. keripik pisang. agar buah pisang dapat laku dipasaran. Pisang Cavendish juga banyak dijadikan sebagai konsumsi pabrik puree. ketiga berasal dari pulau yang banyak terdapat guano sehingga tidak menggunakan pupuk kimia. 1. buah pisang cavendishlah yang merupakan produk unggulannya. perusahaan harus mengetahui selera konsumen agar produksi yang dihasilkan dapat menguntungkan bagi perusahaan.Hal ini sangat mempengaruhi kegiatan promosi. jem pisang. Manajemen Agribisnis “Karet” 48 . Place Tempat penjualan yang dipilih adalah tempat yang berada dekat dengan pasar. Oleh karena itu. buah pisang dalam sirup. Varietas yang dikembangkan di SEAMEO BIOTROP adalah jenis Pisang Cavendish Grand Naim yang banyak dijual di supermarket sebagai pisang meja yaitu pisang yang dihidangkan langsung untuk dikonsumsi. Biasanya buah pisang dijual dipasar buah atau disupermarket. tepung pisang sebagai bahan makanan bayi. 2. maka pemasar yang baik adalah orang yang dapat menentukan dengan tepat 3. Hal ini dikarenakan buah pisang cavendish telah sesuai dengan permintaan segmen pasar. tepung pisang. Pisang Cavendish di Indonesia lebih dikenal dengan Pisang Ambon Putih.Pengemasan bisa berupa peti kayu. Karena buah pisang sangat bergizi dan merupakan sumber vitamin. Pengembangan Komoditi Agribisnis Berdasarkan Bauran Pemasaran (4P) 2. Misalnya pada pisang Monkey ditemple 2 buah lebel kertas nama perusahaan pada kulit pisang. Selain label tersebut produk yang baru masuk juga diberikan label keterangan mengenai 5 macam kelebihan pisang tersebut yaitu pertama ditanam di daerah pegunungan yang ternama. anggur pisang.7. diantara sekian banyak jenis buah pisang. kedua ditanam di daerah dengan ketinggian 500 m. promotion. bentuk pengemasan yang bagus merupakan faktor penarik produk apalagi saat dipromosikan melalui media. Pertimbangan Yang Diterapkan Pengusaha Agribisnis. dan place serta 1S yaitu costumer services. kelima warna kulit bagus tanpa treatment bahan kimia. Price Pemasaran buah pisang dilakukan dengan menentukan harga yang sesuai dengan produk dilihat dari standar mutu buah pisang. Suatu perusahaan bisa sukses apabila dapat melaksanakan strategi bauran pemasaran atau yang biasa disebut marketing mix. Buah yang dikemas penampilannya lebih menarik 4. perusahaan meyakini bahwa suatu produk tidak akan pernah sesuai dengan keseluruhan pasar. Promotion Salah satu kegiatan promosi dilakukan adalah dengan pemberian nama merk/label pada buah pisang terutama pada buah pisang olahan.Selain itu.bentuk dan ukuran buah.2. sari buah pisang.2. Buah pisang dapat dipasarkan secara langsung dari tangan produsen maupun secara tidak langsung melalui perantara (pasar).7.

iklim yang mendukung. keragaman varietas yang cukup tinggi. Kalimantan. dan beberapa tempat lainnya. Jawa Timur. negara ini menempati urutan keempat.8. Pada tahun 2005. Potensi Ekspor Komoditi Pisang dan Saingannya Dipasar Ekspor Potensi ekspor buah pisang mempunyai peluang yang cukup besar baik dipasar domestik maupun diluar negeri. mineral dan juga karbohidrat yang sudah ada di dalam pisang tersebut. Pisang merupakan kontributor terbesar dari output total (35. Untuk memenuhi kebutuhan buah dan produk olahan pisang untuk ekspor pada tahun 2010 diperkirakan memerlukan areal pertanaman sekitar 5. dan NTB dengan berbagai jenis buah pisang yang dihasilkan.420. Di pasar dunia. Jawa Timur merupakan terbesar kedua dengan 856. Jawa Tengah. Sebagian besar buah adalah pisang. tetapi pada tahun-tahun berikutnya volume ekspor tersebut terus menurun dan mencapai titik terendah pada tahun 2004 yaitu hanya 27 ton.sehingga terciptalah keselarasan dan keseimbangan dengan lingkungan. Mojokerto (Jawa Timur). dengan rata rata pertumbuhan tahunan sebesar 4. Penting untuk dicatat bahwa rantai supermarket di Indonesia hanya membeli 20% dari total produksi buah Manajemen Agribisnis “Karet” 49 .599 MT. tetapi buah pisang juga mempunyai nilai ekonomis. Selain dari itu.Bali. Lampung. pisang .perusahaan olahan asing. mangga.dalam artian tidak merusak lingkungan sekitar dengan membuang limbah produksi sembarangan dan sebisa mungkin limbah tersebut bisa didaur ulang. Kenyataan ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun-tahun mendatang.perusahaan dalam melaksanakan kegiatan produksi haruslah ramah lingkungan. dalam hal produktivitas. Sentra produksi buah pisang di Indonesia seperti: propinsi Jawa Barat.pisang olahan lokal juga menawarkan harga yang relatif murah dibandingkan dengan perusahaan .dan juga untuk memproduksi buah pisang sebaiknya menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan kimia sehingga menghasilkan jenis pisang organik yang sehat dan bergizi.000 ha atau dibutuhkan sekitar 5-7 perusahaan skala besar. Indonesia menempati urutan kedua dalam produksi pisang. Jawa Barat merupakan penghasil pisang terbesar dengan produksi sebesar 1. total produksi buah Indonesia adalah 14. Jambi.76%. Negara ini menempati urutan keenam dari semua produsen. Selanjutnya. Pada tahun yang sama. serta inovasi tekhnologi untuk pengelolaan tanaman pisang. Sumatera Barat.000 ton pada tahun 1996. sumber daya manusia. jeruk siam. Pisang mempunyai potensi eksport yang cukup tinggi karena buah pisang bukan saja sebagai buah yang segar. dan nanas. setelah Filipina. 2. sehingga Indonesia pernah pengekspor pisang dengan volume mencapai lebih dari 100. Lampung. Namun.02%).786.088 MT. Penanaman pisang berskala besar telah dilakukan di beberapa tempat antara lain di pulau Halmahera (Maluku Utara).873 MT. salak. Maluku. bagaimana perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada segmen yang sesuai. Hal ini ditunjang dengan ketersediaan lahan yang cukup luas. tujuannya adalah agar dapat menerobos pasar dunia dan memperkenalkan kepada dunia bahwa produk olahan pisang lokal sangat berkualitas dan bergizi tanpa mengurangi sumber vitamin. Informasi statistik yang diberikan oleh AMARTA menyebutkan bahwa Indonesia merupakan produsen buah-buahan tropis yang signifikan. Produsen pisang olahan lokal ini menawarkan produknya dengan harga yang relatif murah bukan tanpa tujuan. Di antara negara anggota ASEAN. Sulawesi.apa yang harus dijual secara tepat kepada konsumen.000-6.

27 ton 2003 10.336 794.643 979. Tabel dibawah ini menunjukkan bahwa sebetulnya Indonesia mempunyai peluang yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor buah pisang pada tahun mendatang.643 1.615 kg 2004 992. 89.371 722.000 ton 2025 11. 62.432 21. dan Analysis Critical Point (HACCP).042 231.996 1.263 1.634 366. Integrated Pest Management (IPM)..871 85.052 156.736 979.287 512.772 529.451.710 102.494 106. US $) Tahun 2003 Volume Nilai (Kg) 9. Peluang eksport pisang Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk buah pisang dari negara lain.730 7.419 kg 1991 Perancis.734.572.505 kg 2005 470.224 604.995 588.850 523.591.125.554 2.435 1.423 3.512..304.964 kg 1996 Arab Saudi.006 984..615 2.772 1.772 - 1987 Jepang.674 958.899 2. Tahun Negara Tujuan Jumlah Ekspor Harga (US$) 51.306.923 (US $) 3.140 1.402 140.505 2.329 (US $) 6. 101.031 Komoditas 2002 Volume Nilai (Kg) 6.000 ton - Perkembangan Ekspor Buah-Buahan Tropis Indonesia Tahun 2002-2004 (Kg. Belanda.437 1.729 2.390 117. Kanada.859 75..582 6.045.855 1.283 12.899 722.. dan kedepannya untuk mengembangkan produk pisang dipasar domestik dengan mencoba mengembangkan peluang investasi yang merupakan prospek bisnis dan pengembangan agrobisnis buah pisang.350 7.664 134.266.511 187.301.820 (US $) 9.495 ton 1999 77.924 Manggis Pepaya Pisang Nenas Duku Durian Jambu Jeruk Mangga Rambutan Buah tropis Manajemen Agribisnis “Karet” 50 .291..391 2004 Volume Nilai (Kg) 3.473 ton 2002 512.784.320 2.671.044 14..414 16.315 65.241 47.915 6..921 89. Australi.920 559.315.lokal.479 32.943 49.843 22.662 12.274 632.013. 82.122 1.879.. menjadikan segmen pasar ini sebagai sasaran untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa mendatang.956.379 524. Komoditi Pisang segar dan pisang olahan.686 992.700 ton Target produksi buah pisang baik dalam maupun luar negeri 2009 6.341.313 96.074 517.596 3.643 6.634 28.787 kg 1989 Jerman.284. Hal ini dilihat dari sisi untuk pemasaran internasional.972 10.431. Ekspor buah pisang tidak kalah saingannya dengan ekspor buah-buahan yang lain karena budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur tekhnis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standar internasional baik seperti Good Agriculture Practices (GAP).026 460.

00 40.055.324.00 18.971.00 341.130.00 United Arab 37.040.745.180.040.10 Komoditi 51 Manajemen Agribisnis “Karet” .00 148.76 2.767.19 542.545.590.00 55.720.00 122.360.00 122.00 718.00 23.00 Iran.180.00 0.00 Hong Kong 19.00 2.00 5.204.00 0.506.510.00 0.00 Singapore 142.441.76 2.310.00 11.00 50.00 241 Negara Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian NERACA PERDAGANGAN KOMODITI PERTANIAN SUBSEKTOR HORTIKULTURA Periode : Januari s/d Mei 2007 (US$ 000) No.212.19 542.310.441.180.340.00 173.544.00 74.00 0.00 1.00 253.00 130.212.324.986.071.00 142.000.00 40.00 39.774.81 253.00 167.10 TOTAL 17.00 43.68 241.00 167.481. Purba Subdit Promosi dan Pengembangan Pasar Direktorat Pemasaran Intenasional Ditjen PPHP Departemen Pertanian Pusat Data dan Informasi Pertanian EKSPOR PISANG PERNEGARA TUJUAN Periode : April s/d Mei 2007 April Mei Jumlah Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Japan 148.442.00 985.81 253.00 1.00 0.00 58. Of Saudi 3.00 0.00 17.islamic 501.00 1.379. 2002-2004 Frans Hero K.720.00 24.170.00 5.00 Rep.930.00 840.883.68 241.68 12.00 12.00 Malaysia 13.00 States Total 761.00 Emirates United 50.00 12.00 Arabia Kuwait 37.016.68 12.00 22.00 6.00 12.835.444.00 12. Bulan Pertumbuhan (%) Januari Pebruari Maret April Mei 1 Pisang (segar) 17.330.00 10.270.00 37.lainnya Sumber : Badan Pusat Statistik.676.00 483.

852 85.deptan.563 59.994 47.hortikultura.155 815.560 455.PRODUKSI TANAMAN BUAH .599 1.704 2.904 1.355 100.474 79.131 628.653 360.557 180.654 677.324 1.BUAHAN DI INDONESIA PERIODE 2003 .608 675.389 566.708 16.089 626.117 710.php? option=com_content&task=view&id=124&Itemid=160 2.902 210.578 937.831 239.45 6 2006 239.412.576 1. selain itu mengandung nilai gizi yang cukup banyak. Atribut Kualitas Komoditi Pisang Agar kualitas buah pisang yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.234 625.2007*) Produksi ( Ton ) 2005 227.920 2. Manajemen Agribisnis “Karet” 52 .472 801.219 63.id/index.320 117.848 196.621.997 72.031 59.437.035 96. Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik.551.180 128.429 182.820.774 78.426 62.348.801 1.261 232.857 800.090 72.950 107.377.781 643.655 747.067 675.373 88.786.532 13.966 163.994.877 71.073 694.171.144 1.787 82.418 111.9.117 146.513 59.975 88.884 64.967 100.169 119.441.611 4.082 548.793 818.464 31. diperlukannya atribut kualitas yang baik dalam mengolah atau memproses yang menjadi berbagai macam produk.637 58.918 732.339 55.711 712.760 76.338 66.310 110.177. Buah pisang memiliki rasa yang enak.898 68.680 88.438 928.432 70.691 1.767 73.304.370 392.015 56.664 410.864 5.657 5.435 82.683 84.440 366.270.634 683.931 83.652 2.795 709.451 5.860 14.210 1.702 63.485 60.814 741.509 110.037.648 2.479.577 65. karena bahan baku buah pisang merupakan faktor utama yang harus terjamin baik kuantitas maupun kontinuitas.781.127 632.745 4.go.556 16.582 14.042 618.526.427.077 861.59 9 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 KOMODITAS 2003 Alpukat Belimbing Duku Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk siam Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa Sirsak Sukun Melon Semangka Blewah 255.108 115.43 5 2004 221.439 709.587 67.892 75.874. Atribut kualitas yang digunakan antara lain: a.957 67.13 0 2007*) 212.205 178.298 157.463 70.195 34.177.693 925.613 83.665 62.308 Total Buah-Buahan http://www.150.

c.berat isi (kg). yaitu koperasi dan anggotanya (petani plasma) mitra usaha besar dan perbankan.000. Oleh sebab itu.500.. akan dapat saling menguntungkan antara pihak-pihak yang bermitra. mempunyai prospek pasar yang baik. c. Berbagai macam manfaat buah pisang.745. salah satunya adalah dapat diolah untuk menjadi makanan olahan pisang yaitu keripik. dan lain-lain. Untuk mengetahui dan mencapai syarat mutu pisang harus melakukan pengujian yang meliputi Penentuan keseragaman kultivar. inisiasi kemitraan. Penetuan keseragaman ukuran buah. Untuk menyederhanakan penguasaan dan penggunaan faktor-faktor produksi dalam budidaya dan pemasaran hasil pisang abaca serta menjamin keamanan kredit perbankan. inisiasi pembentukan asosiasi petani Pisang Kecamatan Cugenang. 6. 5. Penentuan tingkat kerusakan fisik/mekanis. Disamping itu juga di perlukan modal kerja untuk pengadaan sarana produksi dan pembiayaan dan tenaga kerja.733. Sedangkan modal kerja yang diperlukan sebesar Rp. Penentuan tingkat ketuaan. fasilitasi percontohan pembrongsongan pisang.01% jauh lebih besar dari tingkat suku bunga KLBI (KKPA sebesar 16% per tahun) NPV sebesar Rp.yang terdiri dari modal sendiri Rp. Walaupun demikian. 6. 1.1. Untuk sementara jumlah biaya investasi yang diperlukan sebesar Rp. tanaman pisang mempunyai banyak manfaat. peralatan dan mesin.743 kg BAB III PENUTUP 3...dan kredit dari bank Rp. mempunyai potensi pengembangan yang luas. salah satunya adalah dapat diolah menjadi macam-macam bentuk makanan olahan seperti keripik pisang.Secara finansial. 250. Untuk mengembangkan perkebunan pisang abaca dengan pola kemitraan di perlukan biaya investasi untuk pengadaan bibit.dan diameter pisang (cm). batas/pagar disekitar rumah dan dipekarangan-pekarangan termasuk kebun. Buah pisang mempunyai peluang eksport menggairahkan yang tidak kalah saing dengan buah-buah lainnya. maka pola kemitraan yang dikembangkan dengan mekanisme closed system. Adapun klasifikasi pisang berdasarkan: panjang jari (cm).273.b.000. sangat subur untuk sebagian besar tanaman. Buah pisang dapat tumbuh dimana-mana. 4. tanaman pisang dalam pembangunan negara dapat merupakan suatu sumber devisa negara yang sangat baik. Indonesia merupakan negara tropis. sale dan sebagainya.000. telah difasilitasi penyusunan dan sosialisasi SOP..000.dan kredit bank Rp.yang terdiri dari dana sendiri Rp. baik sebagai tanaman sela. b. termasuk buah pisang. Standar buah pisang mengacu pada SNI-01-4229-1996 yaitu berdasarkan persyaratan klasifikasi dan standar mutu pisang. 4. Kesimpulan Tanaman pisang merupakan tanaman yang sangat sederhana. budidaya pisang abaca layak untuk diusahakan yang ditunjukkan oleh parameter-parameter finansial antara lain : o o o o IRR sebesar 25.. memiliki nilai ekonomis/jual yang tinggi dan menguntungkan Manajemen Agribisnis “Karet” 53 . m Pembiayaan Komoditi Pisang Dalam mendorong pengembangan pisang di Kabupaten Cianjur khsusunya Kecamatan Cugenang. sale pisang. sosialisasi pemanfaatan KKP-E untuk pembiayaan pisang dan bersama Dinas Pertanian.000.493 Payback period sebesar 31 bulan BEP volume sebesar 4. Pisang mempunyai keunggulan antara lain: a.000. dan Penentuan kadar kotoran.995.603.

______. Jakarta : PT. ______. Saran Saran yang dapat disampaikan dari hasil penulisan ini adalah sebaiknya pemerintah dan aparat desa lebih memperhatikan masyarakat dan sering memberikan pelatihan untuk menambah keahlian dan ketrampilan masyarakat sehingga masyarakat memiliki modal dalam bentuk pengetahuan dan keahlian dalam penanaman pisang agar dapat tumbuh dan berkembang lebih baik dan perkebunan pisang berpotensi sebagai unit usaha yang mampu menciptakan kesempatan kerja bagi penduduk yang tingkat pendidikan pada umumnya relatif rendah sehingga diharapkan pemerintah selalu memperhatikan produk hasil olahan pisang. Manfaat Buah Pisang. Seri Pembangunan Desa (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. 6. hal ini dapat ditempuh dengan mengalokasikan kemudahan kredit dengan bunga yang ringan untuk industri rumah tangga. 1980). Bertanam buah-buahan di Pekerangan (Bogor : Bagian hortikultura Departemen Agronomi IPB.Sukarti.. 1982). 1979). Sinar Tani. Peraturan Menteri Kesehatan RI Tentang Bahan-bahan Tambahan Makanan (Jakarta : Proyek Peningkatan Keamanan Makanan Departemen Kesehatan RI. Penyakit Pisang di Indonesia. Sudarmo Widayati M. 1974). Rahasia di Balik Bonggol dan Bunga Pisang. gunakanlah budidaya standar internasional yang telah ditetapkan dengan sistem tekhnologi yang canggih supaya buah pisang dapat bersaing dengan buah-buah lainnya dipasar global. Utami Dewi. No. Manfaat Batang Pisang untuk Pupuk Kompos. 1989). agar dapat memproduksi buah pisang dengan baik. Maret 1989. Hama dan Penyakit Tanaman (Jakarta : Bhratara Karya Aksara. Pengaruh Lama Penyimpanan Bahan Baku Terhadap Mutu Keripik Pisang. Evaluasi Hasil-hasil Penelitian Pasca Panen Holtikultura selama Pelita III (Jakarta : SBPHP. Lembaga Biologi Nasional. Banpres Pisang dan Kambing Gunung Kidul. Sinat Tani.3. 3 Oktober 1987.2. Satuhu Suyanti BSc dan Ahmad Supriyadi. Sinar Tani. tahun 1988. Djamal-Har. 1981).1998. Sinar Tani. BIP Departemen Pertanian Jawa Timur. Buah pisang itu dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan mengolahnya menjadi makanan buah pisang olahan. 12 April 1989. 2. Sinar Tani. Pisang (Jakarta : Bumi Restu. harganya menjadi sangat murah. Pisang (Jakarta : Pusat Penelitian Hortikultura Pasar Minggu.. A. memberikan kemudahan-kemudahan dalam perizinan. Liptan. 8 februari 1989.Bertanam Pohon buah-buahan. Anonim. selain itu pemerintah juga harus memperhatikan pemasaran produk-produk hasil olahan pisang tersebut. _______. Vol. Rukmana Rahmat. 1977). 25 Januari 1989. _______. Citra Pisang Sebagai Komoditi Perdagangan. 26 Agustus 1989. Pisang. Selain itu. DAFTAR PUSTAKA Abidin A. Anjuran Pemupukan Tanaman Jeruk dan Pisang. Buah pisang yang penampilannya kurang menarik. Sumartono. No. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 13. Penebar Swadaya. _______. Manajemen Agribisnis “Karet” 54 . _______. sekaligus meningkatkan pendapatan devisa negara melalui ekspor.

JOHANNES.S. TOMI (C1B006034) RUFTI BIMA SUTESNA (C1B006033) FITRI HIDAYATI (C1B006003) DESI WULANDARI (C1B006008) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI (UNJA) 2008 SEJARAH TEH Kata “teh” atau “Tee” atau “Tea” berasal dari bahasa Cina Selatan tē dari bentukan tschhā [lat.E Di Susun oleh : MANAJEMEN A’06 GIVEN RIDO HUTABARAT (C1B006007) M.Dosen Pembimbing : Kelompok IV DR.M.E.Si NOPITA SARI. Tumbuhan ini berasal dari Provinsi Assam India dan Provinsi Yunnan di Cina Selatan. Bukti tertulis tentang teh pertama kali ditemukan di Cina pada abad ke 3 sebelum masehi. Daunnya mengandung Alkaloid Koffein yang membawa pengaruh menyegarkan dan menenangkan. dari familia Theaceae].S. Camellia sinensis. Pohonnya berbentuk semak yang hanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis.. Teh dibawa ke Eropa Manajemen Agribisnis “Karet” 55 .

Untuk hasil yang baik. selalu berwarna hijau dan agak berkulit serta memiliki panjang antara 4 sampai 10 cm. Produksi teh meliputi beberapa tahap :         Pelayuan Penggulungan Fermentasi Pengeringan Sortasi Pengepakan Pengawasan Mutu Pengiriman Teh Jadi Meskipun prosesnya relatif mudah. diperlukan pengontrolan yang seksama pada setiap tahap untuk memperoleh hasil dengan aroma dan rasa yang tepat. Berhubung ia juga adalah seorang tabib. Seperti anggur di negara-negara Eropa. Tanaman ini dikembangbiakkan dengan cara penyetekan batang setinggi sekitar 1 m. Teh pun kemudian menjadi minuman nasional di Inggris dan Irlandia. dan mendarat tepat dalam cangkir berisi air minum yang masih panas milik sang Kaisar. pohon teh ini dipotong rendah. Srilanka. Tanaman ini memerlukan iklim sedang dengan temperatur antara 18 sampai 28 derajat celcius dengan curah hujan yang teratur sekitar 2000 mm.737 SM. KONSUMSI TEH Manajemen Agribisnis “Karet” 56 . Air minum itu pun berubah warnanya. tanpa ragu Kaisar Shennong meminum air di cangkirnya yang telah berubah menjadi cairan berwarna kemerahan. periode musim kering yang cukup panjang serta kelembaban udara yang rendah. Rusia dan Indonesia. Bunganya berwarna putih sebesar 3 cm berasal dari pucuk daunnya dan berbentuk lonjong seperti kapsul dan di dalamnya berisi sampai 3 bijih benih. Daun-daun teh ini berbentuk sedikit oval. Selatan dan Tenggara. Jenis-jenis teh yang dikenal saat ini merupakan hasil penyilangan dari kedua jenis teh ini. atau hampir 5. Seketika ia jatuh hati pada minuman asing yang memberikan kenikmatan dan kesegaran tersendiri itu. Barat.baru pada tahun 1610 oleh perusahaan dagang Asia Timur milik Belanda dan Inggris.000 tahun yang lalu. Teh menjadi kultur tersendiri bagi negara-negara di Asia seperti Cina. India. atau bisa jadi karena tertarik dengan aromanya. teh menjadi tradisi di negara-negara Asia Timur. Afrika Timur. Tumbuhan ini tidak bisa tumbuh di daerah bertemperatur rendah dan memerlukan kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan yang banyak. sebaiknya tanaman ini tumbuh di tanah berketinggian antara 500 sampai 2000 m di atas permukaan laut. Berlainan dengan teh Cina yang tinggi semaknya hanya mencapai 4 meter dan memerlukan suhu udara yang cukup dingin. Ada yang menyebut nama Kaisar Shennong (Shen Nung) sebagai orang yang pertama kali merasakan kenikmatan teh di tahun 2. Jepang. Tumbuhan teh Assam berbentuk bulat dengan tinggi pohonnya yang bisa mencapai tinggi 15 meter. PRODUKSI TEH Untuk memudahkan proses produksi yang dimulai dengan proses pemetikan pucuk daunnya. dan menarik perhatian Kaisar Shennong. Kisahnya berawal dari selembar daun teh yang diterbangkan angin.

teh hitam .81-11. Pada beberapa tahun terakhir ini. yakni sebagai bahan baku industri katekin.28 persen. yaitu suatu kerabat tanin terkondensasi yang juga akrab disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Ini dikarenakan telah banyak dilakukannya penelitian tentang manfaat teh bagi kesehatan. salah satu jenis yang paling digemari di Amerika. teh diproses menjadi empat jenis yaitu teh hijau . di mana minum teh sudah menjadi tradisi turun-menurun hingga saat ini. Manfaat teh bagi kesehatan telah banyak membantu dunia kesehatan dalam mengatasi berbagai macam penyakit.60 persen) dan lebih tinggi dari pada teh Jepang dan teh Cina. Prospek penggunaan katekin teh sebagai sarana penjaga ke-sehatan sangat bagus dengan makin maraknya kebutuhan akan minuman penyegar penjaga stamina “functional food” maupun “dietary food”. Teh wangi Indonesia memiliki kadar katekin cukup tinggi yaitu 9. Sehingga ini mendorong negara-negara produsen meningkatkan kapasitas produksinya tanpa mengabaikan mutu dan kualitas teh yang dihasilkan. Beberapa vitamin yang dikandung teh di antaranya adalah vitamin P.Pada dasarnya. teh juga mengandung alkaloid kafein yang bersama-sama dengan polifenol teh akan membentuk rasa yang menyegarkan. PERMASALAHAN TEH Pengembangan agribisnis teh masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan. PROSPEK TEH INDONESIA SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL MINUMAN/MAKANAN FUNGSIONAL Pada umumnya. dan teh oolong . Makanan yang dapat memenuhi fungsi tersebut disebut sebagai makanan/minuman fungsional .24 persen) karena sama-sama dibuat dari tanaman teh varietas assamica. dan Indonesia . Katekin dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah kanker. Dan ini tentunya akan meningkatkan komsumsi teh dunia dan pentingnya akan manfaat dengan meminum teh serta akan menjadi tradisi minum teh. Lebih dari tiga perempat teh dunia diolah menjadi teh hitam.teh putih. Teh hitam Sri Lanka berkadar katekin hampir sama dengan teh hitam Indonesia (7. Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa teh hijau Indonesia ber-kadar katekin (10. Beberapa jenis mineral juga terkandung dalam teh. vitamin B. terutama fluoride yang dapat memperkuat struktur gigi. TEH SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Senyawa utama yang dikandung teh adalah katekin . permintaan akan komoditi teh saat ini cenderung meningkat. Semakin tinggi kadar katekin pada teh semakin besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia. dan vitamin A yang walaupun diduga keras menurun aktivitasnya akibat pengolahan masih dapat dimanfaatkan oleh peminumnya. vitamin C. orang menilai makanan/minuman dari kandungan nutrisi dan kemampuannya memuaskan selera. penilaian tersebut berkembang ke arah fungsi makanan/minuman dalam mengatur metabolisme tubuh secara biologis. Dari sisi permintaan. yaitu :  Lambatnya Instansi terkait dalam menerbitkan perizinan khususnya perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) menyebabkan adanya ketidakpastian hukum dan konflik sosial yang berdampak pada tingginya resiko investasi pada industri teh. POTENSI TEH HIJAU INDONESIA UNTUK KESEHATAN Potensi teh untuk kesehatan terutama terletak pada kandungan katekinnya. Eropa.028. Di samping itu hasil penelitian kandungan katekin beberapa teh Indonesia ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi teh Indonesia. Hasil penelitian ini memberikan indikasi bahwa berdasarkan kadar katekinnya teh Indonesia terutama teh hijau dan teh wangi memiliki potensi menyehatkan yang lebih besar dari pada teh Cina maupun teh Jepang. Selain itu. seperti yang ada di Jepang. Manajemen Agribisnis “Karet” 57 .

130/7/06 tentang Pembentukan Kelompok Kerja Persiapan Pembentukan Dewan Teh Indonesia.  Saat ini produksi teh dunia mengalami over suplai sekitar 8.  Berkurangnya kepercayaan pembeli asing terhadap produsen teh Indonesia akibat rawannya kondisi keamanan. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 587/Kpts/OT. Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: 55/Kpts/OT. kenaikan BBM dan tarif listrik. dan hal ini tentu memicu berlebihnya stok dan penurunan harga.  Persaingan yang semakin ketat dengan datangnya negara produsen teh baru seperti Vietnam.c.000 kilogram teh kering per hektar per tahun. Persaingan dari barang subtitusi. Angka itu masih rendah dibanding negara penghasil teh utama yang mencapai 3. dan sebagainya  Ampas teh dari sisa pemakaian teh dapat dijadikan pupuk alami yang ramah lingkungan dan mudah larut dalam tanah Kendala dalam input teh : Manajemen Agribisnis “Karet” 58 .4 juta ton. penjarahan dan menurunnya tingkat keamanan di perkebunan. yang memicu naiknya biaya produksi dan komponen produksi.  Maraknya permasalah non teknis seperti masalah otonomi daerah. pajak. politik dan ekonomi. Hal ini juga memicu terjadinya kelebihan produksi teh dunia. kursi.  Kurangnya inovasi dan daya juang untuk melakukan ekspansi penjualan yang agresif ke negara konsumen lain seperti yang dilakukan oleh negara-negara produsen teh lainnya.900-2.  Negara konsumen seperti Inggris dan Amerika Serikat memberlakukan standar produk. sedangkan daya serap pasar hanya 2.  Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai dipandang mendesak untuk menggairahkan industri hilir teh di Indonesia. Produktifitas kebun teh saat ini sekitar 1.000 ton dari total produksi mencapai 3.  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720).b.  Kenaikan UMR.Dasar Hukuma Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan Pasal 19 Ayat 2.  Kendala lain yang menggelayuti para petani.  Tingkat produksi dunia yang meningkat 4%-5%.Farming System (Input) : Fungsi Input : Fungsi input dari teh yaitu :  Daun teh yang masih muda digunakan untuk komoditi utama dalam proses produksi teh  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture dalam bentuk meja cousin. bahan baku. SUBSISTEM AGRIBISNIS 1.5% (atau kurang).160/9/2006 tentang Pembentukan Komisi Teh Indonesia. gantungan topi.  Produktivitas teh dalam negeri yang cenderung menurun akibat iklim yang tidak menentu dan sulit diperkirakan.  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut.  Menurunnya minat bekerja para pekerja produktif di sektor perkebunan.000 kg teh kering per hektar per tahun. yaitu masalah modal dan manajemen.  Produktivitas kebun teh yang relatif rendah dan cenderung menurun. menyebabkan harga teh di pasar global kini menjadi tertekan (turun).

Di mana solar yang harganya mahal akan mengakibatkan biaya produksi menjadi lebih tinggi  Musim.Kendala dalam input teh yaitu :  Jika diadakan replanting (penanaman kembali) bibit harus diadakan dari Bandung. keadaan topografi atau tata letak sangat mempengaruhi kesesuaian pertumbuhan dimana perkebunan teh sangat membutuhkan curah hujan yang sangat tinggi  Tingginya biaya produksi teh dipengaruhi oleh biaya buruh dan penggunaan bahan bakar solar  Pada perkebunan teh.Jika daun tua yang dipetik maka mutu dan aromanya tidak bagus  Hama.bibit teh harus dibungkus karena bibit membutuhkan oksigen dan menghindari bibit teh dari hama penyakit  Bibit harus ditanam diatas permukaan laut dengan ketinggian yang harus disesuaikan dengan kondisi tanaman  Bibit tidak dapat ditanam langsung karena bibit teh dalam pengadaannya harus melalui proses stek yaitu penyambungan Solusi dalam Input teh : Solusi dalam input teh yaitu :  Proses pengadaan bibit harus disesuaikan dengan volume permintaan dan pengadaannya harus tepat waktu  Dalam hal pengangkutan bibit harus dibungkus sesuai dengan prosedur untuk menghindari kekurangan oksigen dan dari hama yang akan menimbulkan penyakit pada bibit teh  Penanaman bibit juga harus disesuaikan dengan standar hidup tanaman  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya 2. tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu tenaga kerja yang terampil.  Dalam hal pengangkutan bibit dari Bandung menuju ketempat replanting. dalam hal ini daun muda  Keterampilan Tenaga Kerja.2 hingga 1. hama yang dihadapi yaitu hama ulat api yang memakan pucuk daun teh terutama daun muda  Topografi.dimana tujuan dari suatu melakukan proses produksi yaitu mendapatkan profit semaksimal mungkin. dimana dalam proses produksi bahan bakar yang dipakai yaitu solar. Processing (Produksi) : Fungsi Produksi : Fungsi produksi dari teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar dalam hal ini pemenuhan komsumsi masyarakat  Untuk menghasilkan profit. Kendala dalam proses produksi : Kendala dalam proses produksi yaitu :  BBM. Bandingkan dengan kebun sawit yang hanya membutuhkan 0. dibutuhkan 0.35 tenaga kerja per hektar  Komponen biaya buruh mencapai 60 persen dari harga pokok produksi  Penggunaan bahan bakar solar juga memberatkan produsen teh.Dalam hal pemetikan daun teh haruslah diplih daun yang masih muda.34 liter solar Manajemen Agribisnis “Karet” 59 . satu hektar tanaman teh membutuhkan 1.5 tenaga kerja.Untuk mengolah satu kg teh. apabila mengalami musim kemarau yang panjang maka akan mengakibatkan berkurangnya produksi daun teh.

tenaga kerja diberikan perhatian dan pengarahan tentang pemetikan yang baik dan benar.Dalam hal ini pengolahan teh dimulai dari bahan baku hingga menghasilkan teh yang berkualitas baik akan menambah nilai guna suatu produk.Karena daun yang masih muda.Jika dilakukan pemetikan yang salah maka hasil yang didapat tidak akan maksimal bahkan jauh dari mutu yang diharapkan  Optimalisasi produktifitas kebun yang telah lama tidak mendapatkan perlakuan yang seharusnya atau pengelolaannya di bawah standar yang seharusnya  Produsen teh harus memenuhi standar internasional (ISO 3720) yang merupakan kewajibannya  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi 3.Jika. maka mesin-mesin tersebut harus diperbaiki guna menghindari tertanggunya proses produksi  Memberikan pengarahan kepada tenaga kerja khususnya dibagian pemetikan daun teh untuk memetik daun yang masih muda.Riset and Development (Pengolahan) : Fungsi Pengolahan : Fungsi pengolahan teh yaitu :  Untuk menambah nilai guna suatu produk terutama teh. mesin yang digunakan mengalami kerusakan maka akan berpengaruh terhadap produktivitas pengolahan dan tertanggunya proses produksi teh  Mutu daun. Selain biaya produksi dan harga jual. Kendala Pengolahan : Kendala pengolahan teh yaitu :  Mesin-mesin. pencegahan dilakukan secara dini dengan melakukan pengasapan. mutunya lebih baik jika dibandingkan dengan daun yang sudah tua Manajemen Agribisnis “Karet” 60 . saat ini dalam proses produksi telah digunakan bahan bakar alternativ yaitu cangkang dari buah kelapa sawit dan batubara  Hama. untuk mendapatkan hasil yang maksimal.membasmi dengan pestisida yang ramah terhadap lingkungan dan tidak mengakibatkan efek samping terhadap teh  Keterampilan Tenaga Kerja. dalam proses pengolahan teh kendala yang dihadapi yaitu mesinmesin yang digunakan. jika mutu daun yang diolah kurang baik maka proses pengeringannya akan memakan waktu yang lama Solusi Pengolahan : Solusi pengolahan teh yaitu :  Jika terjadi kerusakan. pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir  Banyak mutu teh yang belum memenuhi standar internasional (ISO 3720)  Peremajaan tanaman teh yang lambat dan mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat  Penurunan produksi teh akibat banyak lahan perkebunan teh yang tidak produktif dan telah beralih fungsi Solusi dalam proses produksi : Solusi dalam proses produksi yaitu :  BBM.

Marketing (Pemasaran) : Fungsi Pemasaran : Fungsi pemasaran teh yaitu :  Untuk memenuhi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan. Supporting (Pendukung) : Fungsi Pendukung : Fungsi pendukung teh yaitu :  Untuk meningkatkan mutu produk teh yang diproduksi  Untuk meningkatkan efisien proses produksi teh dengan mendapat dukungan dari mesin-mesin dan material pendukung lainnya Kendala Pendukung : Kendala pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin. sehingga membatasi kelancaran perdagangan komoditi tersebut  Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga disebutkan para produsen teh sebagai disinsentif bagi pengembangan industri hilir Manajemen Agribisnis “Karet” 61 . dalam hal ini yaitu produk dari teh dan turunannya  Untuk mendapatkan maximum profit atau laba atau pendapatan maksimal Kendala Pemasaran : Kendala pemasaran teh yaitu :  Komsumsi teh yang masih rendah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat luas mengenai manfaat teh  Biaya produksi yang lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh  Negara komsumsi teh seperti Inggris dan Amerika Serikat melakukan standar produk  Tidak transparannya akibat pembatasan-pembatasan tarif dan non-tarif dalam melakukan ekspor  Harga teh yang rendah didunia diakibatkan over produksi sehingga menekan harga teh dunia  Pengeloalaan akan permintaan teh yang tidak efisien Solusi pemasaran teh yaitu :  Memberikan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya manfaat dari teh  Menekan biaya produksi dengan cara mencari energi alternativ seperti cangkang kelapa sawit dan batubara yang lebih murah  Melakukan perbaikan dari segi tarif ekspor guna membantu produsen teh meringankan biaya tarif ekspor  Meningkatkan kerja sama dengan negara pengkomsumsi teh untuk dapat membantu negara produsen memasuki pasar mereka dan memberikan dispensasi mengenai pemberlakuan standar produk khususnya negara Inggris dan Amerika Serikat  Membatasi produksi teh negara produsen guna meminimalisir over produksi yang mengakibatkan harga teh tertekan  Melakukan pembenahan akan permintaan teh 5.Jika terjadi kerusakan maka akan mengganggu produktivitas produksi  Belum terbangunnya infrastruktur yang efisien dan kenaikan biaya produksi komoditi tersebut  Industri teh dunia kini tengah menghadapi tantangan akses pasar yang potensial. mesin merupakan pendukung utama dalam proses produksi.4.

Selain itu. Bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi komoditi teh yaitu solar. setelah itu Penghapusan pembenahan lain untuk revitalisasi industri ini bisa dilakukan Dari kelima subsistem diatas yang menjadi perhatian dan paling berperan dengan permasalahan komoditi teh yaitu Supporting atau pendukung. Efisiensi komoditi teh dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. 7. Dalam penggunaan pupuk untuk membantu proses pertumbuhan tanaman teh saat ini digunakan pupuk kimia. Saat ini harga bahan bakar solar sangat tinggi seiring naiknya harga minyak dunia. 2. 4. yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar solar. pupuk organik mampu larut habis didalam tanah. 6. Bahan bakar yang digunakan untuk saat ini yaitu batu bara dan cangkang inti sawit. 5. perusahaan harus menggunakan pupuk organik yang ramah terhadap lingkungan. Untuk itu. Sedangkan Indonesia sebagai negara produsen teh mendapat tuntutan dari negara-negara konsumen teh secara serius. Kurang memadainya infrastruktur ini mengakibatkan pemenuhan kebutuhan dan permintaan akan teh tidak dapat terpenuhi dan peningkatan kualitas mutu jauh dari harapan. Menerapkan prinsip back to basic dalam pengelolaan tanaman sesuai dengan pedoman kultur teknis dan berorientasi tidak hanya jangka pendek tapi juga jangka panjang. Menekan harga pokok kebun. 3.Solusi Pendukung : Solusi pendukung teh yaitu :  Mesin-mesin pengolahan yang kurang mengarah kebutuhan dan permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat harus digunakan guna meningkatkan produktivitas produksi  Membangun infrastruktur yang memadai atau sesuai dengan standar internasional sehingga akan membantu mempermudah produksi teh  Memperlancar perdagangan komoditi teh dengan membuat peraturan yang baru dimana isi dari peraturan tersebut lebih memihak kepada produsen teh  PPN sudah akan berarti banyak bagi industri teh. Untuk itu digunakan energi alternatif untuk menggantikan fungsi solar. Menghasilkan produk jadi yang berkualitas dan mempunyai daya saing tinggi. Mengelola tanaman sesuai kultur teknis dan dapat berproduksi secara berkelanjutan. Untuk dapat bersaing secara global maka Indonesia harus meningkatkan mutu dan kualitas yang semula berstandar medium ke bawah menjadi medium ke atas. Karena pada umumnya kendala yang dihadapi oleh produsen teh yaitu kendala infrastruktur yang kurang memadai berupa teknologi untuk melakukan penelitian yang akan meningkatkan mutu dan kualitas teh tersebut. EFISIENSI KOMODITI TEH Efisiensi komoditi teh dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir proses produksi teh. Untuk pengadaan bibit teh pada saat replanting atau penanaman teh kembali haruslah diadakan sesuai dengan kebutuhan agar bibit yang diadakan tidak mengalami over order yang akan meningkatkan biaya proses replanting. antara lain dalam bidang:  Manajemen pemupukan  Manajemen pangkasan  Manajemen pengolahan tanah  Manajemen proteksi tanaman  Manajemen pohon pelindung. dan Manajemen Agribisnis “Karet” 62 . Pupuk kimia saat ini harganya melambung dan memiliki dampak yang negatif terhadap lingkungan karena kita tahu bahwa pupuk kimia tidak seluruhnya larut didalam tanah. Dari sisi bahan bakar yang digunakan.

untuk kesehatan kulit.  Teh memiliki manfaat terhadap kesehatan yang diantaranya mengurangi kolesterol. Weaknesses. akuntansi. seperti meja cousin. and Threats) adalah alat perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan. kurangnya pemerajaan tanaman teh yang tua. yang memimpin proyek riset pada universitas Stanford pada tahun 1960 dan 1970 menggunakan data dari Fortune 500 companies. 10. Opportunities.000 pohon  Penanaman / kompacting tanaman teh ANALISIS WOT Sejarah singkat analisis SWOT (Strengths. gantungan topi. mencegah kanker. perusahaan diharuskan mempunyai program investasi dalam bidang tanaman. adanya perbedaan selera konsumen internasional akan jenis teh yang di konsumsi. dan sebagainya. teknik. Kelemahan (Weaknesses) : Kelemahan dari komoditi teh yaitu :  Keterbatasan pengadaan input faktor termasuk tenaga kerja khususnya tenaga pemetik. Weaknesses. kewiraan. mengontrol tekanan darah tinggi. Untuk menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang serta mempertahankan kemampuan perusahaan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perkebunan. administrasi.000 pohon  Pemnuatan pesemaian teh tahun 2008 sebanyak 100. 9. Untuk itu perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti program-program pendidikan dan pelatihan baik yang diadakan di lingkungan kebun (in-house training). di lingkungan perusahaan maupun yang diadakan oleh pihak ketiga. kelemahan. komputer. Teknik tersebut dibuat oleh Albert Humphrey. 1.  Akar dari teh dapat digunakan untuk furniture yang menghiasi rumah. Manajemen pemetikan 8. Dalam bidang pengolahan diterapkan prinsip fleksibilitas pengolahan yang berorientasi pasar dengan produk yang sesuai dengan standar baku mutu serta selalu berupaya menerapkan inovasi-inovasi baru dalam bidang proses pengolahan baik hasil pengkajian intern maupun benchmarking dari pihak lain. Manajemen Agribisnis “Karet” 63 . Sumberdaya manusia sebagai aset perusahaan yang paling berharga dipacu untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya sehingga dapat mengikuti perkembangan dalam situasi global saat ini. tanaman. dan sebagainya. 2. teknologi pengolahan. antara lain:  Pembuatan pesemaian teh tahun 2007 sebanyak 50. Ini melibatkan obyek yang spesifik pada spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor didalam dan faktor di luar yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dalam mencapai obyek tersebut. lawan dan ancaman meliputi dalam proyek atau dalam spekulasi bisnis. Opportunities. kesehatan. mengobati penyakit parkinson. Kekuatan atau keunggulan (Sthrengths) komoditi teh : Kekuatan atau keunggulan komoditi teh yaitu sebagai berikut :  Mulai meningkatnya ekspor dari tahun ke tahun walaupun sempat mengalami penurunan.dan sebagainya. dan Threats) : Analisis SWOT(Strengths. dalam bidangbidang : manajemen.

 Komoditi teh mampu memiliki peluang di pasar internasional dan bersaing dengan negara produsen teh asalkan pajak ekspor teh dihapuskan.  Teh yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia dari segi mutu belum cukup memuaskan. Ini menjadi tanda bahwa teh Indonesia telah memiliki harga yang pantas dan tentunya ini akan menjadi “cambuk” untuk meningkatkan mutu teh Indonesia serta akan memperoleh harga yang lebih tinggi lagi. Ini dikarenakan kebijakan tarif yang diterapkan negara pesaing produsen teh sangat tinggi terhadap komoditi the Indonesia jika memasuki pangsa pasar negara pesaing tersebut sebaliknya Indonesia menerapkan kebijakan tari yang rendah terhadap komoditi teh negara pesaing yang akan memasuki pasar Indonesia sehingga ini sangat merugikan negara kita sendiri.4 dolar AS per kg.  Ancaman dapat berasal dari dalam negeri kita sendiri yaitu dapat berupa pengenaan tarif ekspor yang tinggi dimana akan meningkatkan cost atau biaya produksi. Permintaan pasar yang berubah secara dinamis dan cepat. Rata-rata harga teh Indonesia saat ini sekitar 1. Manajemen Agribisnis “Karet” 64 . Ancaman (Threats) : Ancaman dari komoditi teh yaitu :  Banyak saingan dari Negara-negara pengekspor teh lainnya karena mutu teh mereka jauh lebih baik. Maka. sehingga minat untuk teh cukup tinggi untuk pasar domestik. yang berdampak terhadap permintaan terhadap komoditi teh tersebut. Segmen pasar yang dituju pasar domestik atau lokal untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. 4. dan Vietnam. Kenya. Indonesia sebagai negara produsen teh masih berada di posisi ke lima. India.  Kondisi iklim Indonesia yang mendukung pertumbuhan teh. Ini dikarenakan mutu dan kualitas teh kita masih berada dibawah negara-negara pesaing produsen teh seperti. Untuk positioning.5 dollar AS per kg.  Pricing. Jepang.  Ancaman komoditi teh kita berasal dari negara-negara produsen teh yang harganya mampu diatas harga standar yang digunakan dan mutu yang lebih baik dari negara-negara produsen tersebut. 3. di mana untuk memenuhi kebutuhan negara-negara konsumen terutama negara-negara barat.5 jenis. teh Indonesia telah mampu memasuki pasar di negara India dan Russia dengan harga mencapai 1. sehingga membuka peluang Indonesia cukup besar untuk menjadi produsen teh yang akan disegani di perdagangan dunia internasional. tentunya. BAURAN PEMASARAN  Produk . Namun masih rendah dibanding rata-rata harga teh Kenya yang mencapai 2 dolar AS per kg atau di Srilanka sekitar 1. Segmen pasar selanjutnya yang dituju yaitu pasar internasional. Cina dan India.hari. pengetahuan konsumen tentang keberadaan produk teh terbatas pada merek-merek tertentu. Srilanka. umumnya konsumen hanya dapat mengingat 3 .85 dolar AS. Peluang (Opportunities) : Peluang dari komoditi teh yaitu :  Adanya tradisi turun menurun untuk mengkonsumsi teh.2 merek diantaranya yang biasa dikonsumsi sehari. Komoditi teh saat ini yang dihasilkan oleh negara kita Indonesia belum mampu bersaing dengan negara produsen teh lainnya seperti China. Pada saat ini. Keterbatasan pengetahuan tersebut berkaitan dengan keterbatasan informasi pasar yang dilakukan oleh produsen. tetapi hanya 1 . Srilanka.

Polandia (5. Pakistan.  Promotion.Sep Perubahan 07/06 Pangsa 07 1.1 -17. Kedelapan negara tersebut telah menyerap pangsa pasar 72. erat kaitannya dengan strategi saluran distribusi yang digunakan oleh produsen.4%). Hal itu disebabkan naiknya ekspor teh hitam CTC dari Kenya ke pasar Rusia sebesar 105%. Hal yang paling disayangkan adalah penurunan volume ekspor ke Rusia.4%). Teh 98. Amerika Serikat (7%).  Place . POTENSI EKSPOR TEH Langkah peningkatan produktivitas kebun diperlukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor teh curah urutan ke lima di dunia setelah Kenya. Srilanka. Inggris (14.89 Tabel diatas merupakan ekspor teh Indonesia yang terjadi antara tahun 2002 – 2006 dan 2007 (antara bulan januari – september).6%).3%). Padahal "negeri beruang" ini justru merupakan negara tujuan ekspor teh tertinggi bagi perkebunan besar negara. Sedangkan.8 28. lebih memilih teh asal Kenya dan India ketimbang Indonesia karena biaya transport dan pengurusan biaya masuk yang lebih murah. No. konsumen besar lainnya. Itupun pada kenyataannya sangat jarang konsumen yang mengkonsumsi teh yang diiklankan tersebut. Jerman (7%). Pertama. Malaysia (9%). lelang dilaksanakan di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Kota Bandung. Iklan atau promosi teh tidak signifikan dalam mengontrol angka penjualan apabila tidak didukung oleh distribusi yang luas. Sebaliknya. Iklan atau promosi teh hanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala distribusi tingkat nasional.kebijakan ini perlu ditata ulang. Cina dan India.76 49. Srilanka. Jika dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Sumber : BPS SAINGAN DI PASAR EKSPOR Saingan Indonesia yaitu Kenya. Di Indonesia dikenal dua jenis saluran distribusi khususnya komoditi teh.1 % dari total ekspor teh Indonesia. dan Belanda (5. menggunakan saluran distribusi langsung (lelang) yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) yang berkedudukan di Jakarta. Ketersediaan produk teh di pasar.4%). Beberapa negara tujuan ekspor teh Indonesia antara lain Rusia (15. teh curah yang dikemas dalam bal untuk konsumen antara/industri. Pakistan (8.8 64. bea masuk yang dikenakan terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar Indonesia cukup rendah.0 91.9 51. Pada tahun 2005 volume ekspor sempat merosot tajam. sedangkan untuk kebutuhan lokal. India. sehingga kita mampu bersaing dengan negara-negara produsen lainnya selain perbaikan performance produk teh kita terutama mutu dan kualitas ke arah yang lebih baik lagi (baik mutu air seduhan maupun kemasannya).12 1. Saat ini sangat sedikit produsen teh yang mengiklankan produknya di televisi secara nasional. Indonesia memiliki potensi ekspor yang cukup besar mengingat teh tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Sektor 2002 2003 2004 2005 2006 Trend 02 – 06 2007 Jan . Ada lebih dari 100 merk teh yang beredar di Jateng dan DIY.8 47. dan Cina. bea Manajemen Agribisnis “Karet” 65 . sedang secara keseluruhan merk teh yang terdaftar secara nasional ada sekitar 500-an merk. untuk kebutuhan ekspor.

0% China 32. Berikut ini ditampilkan tabel mengenai tarif bea masuk komoditi teh : Tabel : Bea Masuk Teh Komponen Negara lain ke Indonesia Bea masuk Indonesia ke : Bea Masuk PPn PPh Total Sumber :Aspatindo 5. ketajaman.0% 56. ATRIBUT KUALITAS TEH 1.5% 17. 2. warna dan cita rasa air seduhan serta penampilan ampas seduhan.5% Vietnam 50. kesegaran. kilat atau ”hidup” –nya warna. Atribut mutu inderawi tersebut dinyatakan dengan istilah baku dalam bahasa Inggris sehingga merupakan cara komunikasi mutu yang universal dalam industri dan perdagangan teh. Akibatnya. density. Penampilan ampas seduhan menggambarkan kualitas pengolahan diantaranya warna (kilat dan kecerahan warna). ukuran partikel dan lain-lain. kekuatan. sehingga ini semakin menurunkan daya saing teh Indonesia terhadap teh negara-negara pesaingnya.0% 15. serat dan benda lain bukan teh juga merupakan parameter penampilan fisik teh kering.0% 20. Mutu inderawi teh meliputi penampilan (fisik) teh kering. ATRIBUT MUTU INDERAWI Kompleksnya komposisi kimia dan sifat fisik teh.0% Dari tabel di atas terlihat telah terjadinya “UNFAIR TRADE” dengan adanya pengenaan tarif impor yang sangat berbeda jauh dan tidak adil. rasa asam ditentukan melalui uji cemaran mikroba dan lain-lain. Selanjutnya cita rasa air seduhan dinyatakan sebagai jenis. Keberadaan partikel pucuk muda (tip). Beberapa atribut mutu inderawi telah dapat dijabarkan dalam besaran fisik. yang mencerminkan tingkat oksidasi ensimatik polifenol. Sebagai contoh misalnya. bentuk. kerapuhan.0% 0. intensitas warna. yang menyulitkan cara pengujiannya menyebabkan atribut mutu inderawi teh menjadi hal yang amat penting dalam penetuan posisi mutu teh. ukuran dan bentuk partikel serta keseragamannya. Atribut tersebut misalnya kekeringan.masuk yang dikenakan negara-negara pesaing terhadap komoditi teh yang akan memasuki pangsa pasar mereka dikenakan tarif yang sangat tinggi.0% 3.0% 10. kenampakan tergulung dinyatakan dalam density. air seduhan). ukuran dan keseragaman ukuran menunjukkan hasil kerja sortasi.0% 26.0% 48. Pada saat ini beberapa atribut Manajemen Agribisnis “Karet” 66 . rasa asing dan cemaran. kimia maupun biologi. warna (teh kering.0% 52. Penampilan fisik teh kering ditentukan oleh warna. teh asal Indonesia tidak mampu bersaing di luar negeri sementara pasar dalam negeri rentan sekali diserbu produk teh asing karena tarif bea masuk yang terlalu rendah.0% India 30.0% 3. ATRIBUT MUTU FISIK Pada saat belum ditemukan cara pengujian mutu fisik maka atribut mutu fisik teh diukur secara inderawi.0% 2.0% 70. kekuatan rasa dinyatakan sebagai kadar theaflavin.0% Srilangka 30.0% 0. Warna seduhan teh digambarkan sebagai jenis warna. tangkai.0% 17.

Karena kompleksnya susunan kimia teh atribut kimia ini sangat banyak ragamnya. dan warna seduhan teh dinyatakan dalam besaran total warna yang merupakan persen absorbansi sinar tampak pada panjang gelombang tertentu atau secara kimia dinyatakan sebagai rasio theaflavin.mutu fisik telah dapat ditentukan dengan prosedur dan instrumen analisis sifat fisik tertentu sehingga cara mengkomunikasikannya lebih kuantitatif. serta berasal dari perusahaan yang bersangkutan. Manajemen Agribisnis “Karet” 67 . Theobromine. salah satu atribut mutu kimia yang penting pada teh. Warna teh kering dapat diukur memakai Chromameter. suatu perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan teh. geraniol. 3. thearubigin. radio aktif Kemajuan yang pesat dalam analisis kimia flavor (cita rasa) menyebabkan telah teridentifikasinya lebih dari 300 macam senyawa penentu flavor teh. yang kurang tertarik untuk mendanai perkebunan teh tersebut. Atribut mutu biologi yang saat ini sering dipermasalahkan adalah Sanitary dan Phyto Sanitary yang dinyatakan sebagai angka lempeng total yang merupakan cermin jumlah koloni mikroba pencemar (jamur) dalam satuan berat cuplikan teh. lembaga perbankan. Untuk saat ini. Atribut mutu kimia dapat diklasifikasikan sebagai berikut : • Penentu rasa : polifenol dan hasil oksidasinya • Penentu kesegaran : alkaloid (Cafein. BIAYA MODAL Biaya modal atau sumber pendanaan perkebunan teh berasal dari pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kekeringan atau kerapuhan dinyatakan sebagai kandungan air. Ukuran partikel dapat dinyatakan sebagai diameter hancuran berdasar Fineness Modulus dan Density terukur sebagai density curah yang dinyatakan dalam volume per satuan berat. minyak essensial dan lainlain • Penentu warna : theaflavin. Misalnya adalah ketuaan daun. Cemaran dengan jaringan tanaman dapat dideteksi secara mikroskopik melalui pengecatan untuk melihat bulu. khususnya. 12 juta per hektar untuk melakukan peremajaan dengan jumlah tanaman yang harus ditanam mencapai 13 ribu pohon per hektar. lembaga non – perbankan.vitamin • Cemaran : logam berbahaya. Theophylin) • Penentu aroma : linalool. 4. idioblast. perubahannya selama pengolahan dan pasca pengolahan sangat menentukan kualitas kimia teh. khlorofil • Penentu daya manfaat : polifenol dan hasil oksidasinya. Sebagai contoh. mineral. ester-ester. residu pestisida. Ini dikarenakan harga komoditi teh yang masih berkisar diantara US$ 1. membutuhkan sekurang-kurangnya modal Rp. dimana makin tua daun makin besar kadar serat kasarnya. Atribut mutu biologi ketuaan daun dapat didekati dengan analisis kimia serat kasar. Kandungan kimia dalam daun teh. sangant sulit mendapatkan bantuan modal dari lembaga bank maupun lembaga non bank.2 – 1. 5. ATRIBUT MUTU BIOLOGI Sebagai bahan pangan asal tanaman maka teh juga memiliki beberapa atribut mutu biologi.4 per kg. cemaran dengan jaringan daun tanaman selain teh dan cemaran mikroba. stomata dan kalsium oksalat yang sangat khas pada jaringan daun teh. thearubigin. perorangan atau investor yang mempunyai hubungan dalam hal ini pemenuhan kebutuhan modal. ATRIBUT MUTU KIMIA Atribut mutu kimia merupakan atribut tersembunyi. Analisis petik dan analisis pucuk juga merupakan salah satu metoda evaluasi mutu biologi pada teh.

Pusat Penelitian Teh dan Kina.ac.html Manajemen Agribisnis “Karet” 68 . khususnya pemerintah agar memperhatikan potensi teh Indonesia.com/ http://www.com http://antara. perlu dukungan dari setiap lapisan masyarakat.youngstatistician.com/2008/03/22/teh-hitam-kurangi-risiko-jantung/feed http://www.id//terms http://www. di mana tanaman teh Indonesia pada saat ini sedang memasuki masa re-planting. Di mana Indonesia sangat potensial untuk menjadi produsen teh di dunia.html http://abgnet. pemerintah juga perlu memberikan bantuan modal guna melakukan peremajaan tanaman teh.com Sumber:http://www. Indonesia berpeluang menghasilkan bahan minuman fungsional teh kaya katekin. Sebagai penghasil produk teh berbahan baku pucuk teh varietas assamica.html http://anekailmu. Keberhasilan rekayasa produksi minuman fungsional teh kaya katekin diharapkan dapat memacu perkembangan industri teh Indonesia pada umumnya dan industri teh rakyat pada khususnya. Pelatihan Pengolahan Teh Hitam. untuk meningkatkan harga yang masih bisa digenjot naik.library@lib.depperin. khususnya rakyat kecil.com/khasiat-teh.com/2007/04/27-manfaat-teh-hijau-bagi-kesehatan. Maka tanaman teh tersebut perlu dikembangkan lebih lanjut. KESIMPULAN Teh merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk kesehatan.id/IND/Publikasi/Atase http://titosuharto.blogspot. perlu meningkatkan produksi dengan tidak mengesampingkan mutu teh itu sendiri. Hilangkanlah paradigma “kurang tertari” untuk mendukung kemajuan perkebunan teh Indonesia dan membantu perekonomian masyarakat. Saat ini.go. DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002).unair.blogspot. Di sisi lain. Rekayasa proses produksi teh kaya katekin telah dan akan terus dilakukan untuk dapat merebut peluang pasar minuman fungsional.bandungpress. Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia.com/2008/04/unfair-trade-pada-komoditas-teh.go.id//?pilih=lihat&id=1319 http://www. Selain itu. http://disperindag-jabar. Ini didasarkan atas penelitian dan berdasarkan peninggalan sejarah.landize.co.atmstravelnews. kami dari kelompok komoditi teh menyarankan agar pemerintah memperhatikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di perkebunan teh. SARAN Untuk mampu bersaing dengan produsen teh lainnya. yang merupakan salah satu produsen teh. lembaga bank dan non-bank perlu juga memberikan bantuan modal.id Website: www.Ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan perkebunan teh untuk meningkatkan daya saing dalam hal ini mutu. Indonesia. lembaga bank dan nonbank kurang tertarik dengan pemberian modal pada perkebunan teh. Maka dari itu.com Milist: stis44@yahoogroups. Khususnya Indonesia. di mana teh telah dikenal sekitar 5000 tahun silam.wordpress.

Astrinova 4. Mia Mayesvi 2.MAKALAH ANALISIS AGRIBISNIS KOMODITI KARET DI INDONESIA KELAS A Kelompok V Oleh : 1. Ely Hary Yansen (C1B006028) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 Manajemen Agribisnis “Karet” 69 . Nana Paskanita (C1B006001) (C1B006009) (C1B006030) 3.

................................................ Prospek Karet dari Sisi Permintaan ............................................................................ Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet .................... 9 Potensi Ekspor Karet ................................ 9........................................................... 15 3................ 5 B.........................................................................................................................................12 Daftar Pustaka .................................... 14 2.......6 C............................... 4 4.................................... 6 5................................................. Permasalahan Komoditi Karet dilihat dari Sisi Agribisnis ............................................. 11......................................................................................................... 16 Subsistem Agribisnis .... Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir ................... 12................. 10........................................................................................... 5 A....... Subsistem agribisnis yang paling berperan .1........... 9 8... Manajemen Agribisnis “Karet” 70 ............................. 3 3.. 7 6......................... 11 Kesimpulan ...... 3 2................................................................................. TABEL ........................... Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian .................... 3 1........... Latar Belakang .. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian .... Analisis SWOT .............................. Jalur Pemasaran Karet secara Umum ................................... Jalur Pemasaran ekspor Karet Indonesia ......................................13 Lampiran 1.................................................DAFTAR ISI 1..... 10 Atribut Kualitas Karet .............................................................................................................................................. 8 7........................................ Pentingnya pengamatan Mulai dari Produksi dan Konsumsi ......... Lokasi Perkebunan Karet ........ 13.......

Manajemen Agribisnis “Karet” 71 .

1. pendorong pertumbuhan ekonomi sentra–sentra baru diwilayah sekitar perkebunan karet. Ekspor karet di Indonesia selama 20 tahun terakhir terus menunjukan adanya peningkatan dari 1.2 juta ton. Lokasi perkebunan karet di Indonesia Sejumlah lokasi di Indonesia memiliki keadaan lahan yang cocok untuk pertanaman karet.0 juta ton pada tahun 1985 menjadi 1.0 juta ton pada tahun 2005.1. Produksi karet nasional pada tahun 2005 mencapai 2. Kayu karet juga akan mempunyai prospek yang baik sebagai sumber kayu menggantikan sumber kayu asal hutan. Agribisnis karet alam di masa datang akan mempunyai prospek yang makin cerah karena adanya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Ini dilakukan dengan cara melukai kulit pohon sehingga pohon akan memberikan respons yang memberikan banyak latex lagi. 1. maka upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui perluasan tanaman karet dan peremajaan kebun bisa merupakan langkah yang efektif untuk dilaksanakan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan tersebut secara langsung kebutuhan karet juga meningkat dengan sendirinya sesuai kebutuhan manusia. perlu diadakan bantuan yang bisa memberikan modal bagi petani atau pekebun swasta untuk membiayai pembangunan karet dan pemeliharaan tanaman secara intensif. sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. meningkatnya industri polimer pengguna karet serta makin langka sumber-sumber minyak bumi dan makin mahalnya harga minyak bumi sebagai bahan pembuatan karet sintetis. baik sebagai sumber pendapatan kesempatan kerja dan devisa. Pendapatan devisa dari komoditi ini pada semester pertama tahun 2006 mencapai US $ 4.2 juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Guna mendukung hal ini. Pada tahun 2002. maupun pelestarian lingkungan Manajemen Agribisnis “Karet” 72 . Sumber utama barang dagang dari latex yang digunakan untuk menciptakan karet adalah pohon karet Havea Brasiliensis. 2. Diantaranya 85% merupakan perkebunan karet rakyat. Indonesia akan mempunyai peluang untuk menjadi produsen terbesar dunia karena negara pesaing utama seperti Thailand dan Malaysia makin kekurangan lahan dan makin sulit mendapatkan tenaga kerja yang murah sehingga keunggulan komparatif dan kompetitif Indonesia akan makin baik. jumlah konsumsi karet dunia lebih tinggi dari produksi. Jumlah ini masih akan bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan peremajaan dan memberdayakan lahan-lahan pertanian milik petani serta lahan kosong/tidak produktif yang sesuai untuk perkebunan karet.3 juta ton pada tahun 1995 dan 2. Dengan memperhatikan adanya peningkatan permintaan dunia terhadap komoditi karet ini dimasa yang akan datang. Pentingnya Pengamatan Mulai dari produksi dan Konsumsi Karena karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. kecenderungan penggunaan green tyres. 2006). Karet merupakan komoditi ekspor yang mampu memberikan kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Arah pengembangan karet ke depan lebih diwarnai oleh kandungan IPTEK dan kapital yang makin tinggi agar lebih kompetitif. Karet adalah polimer hidrokarbon yang terbentuk dari emulsi kesusuan (dikenal sebagai latex) yang diperoleh dari getah beberapa jenis tumbuhan pohon karet tetapi dapat juga diproduksi secara sintetis. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia modern saat ini banyak peralatan-peralatan yang menggunakan bahan yang sifatnya elastis tidak mudah pecah bila terjadi jatuh dari suatu tempat.2 milyar (kompas. dan hanya 7% perkebunan besar negara serta 8% perkebunan besar milik swasta. Luas area perkebunan karet tahun 2005 tercatat mencapai lebih dari 3.

apakah telah sesuai dengan standarisasi (SIR) yaitu merupakan faktor yang menentukan dalam tercapainya jaminan mutu untuk setiap produk. sedangkan negara-negara berkembang hanya (30%). Goodyar dan Michclin. permintaan tergantung pada daya beli konsumen. Skala Produksi. agar proses produksi dapat berjalan dengan baik yang akan berimbas pada peningkatan hasil produksi. Besarnya konsumsi karet sintetis disebabkan akan naiknya permintaan akan mobil. dan 15 juta ton untuk karet alam. e. terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia sebab nilai kurs mempengaruhi pendapatan nilai devisa negara. sehingga produksi karet pada tahun 2035 diperkirakan naik sebesar 31. Pentingnya IPTEK bagi para petani. sehingga pada tahun 2004. Semakin banyak barang pengganti karet. Dalam 6 tahun terkahir (1996-2002) konsumsi agregat karet alam dunia tumbuh sekitar 3. Pentingnya pengamatan konsumsi : Pengamatan konsumsi dilakukan guna mengetahui apakah karet yang diolah dan diproses memiliki nilai ekonomis dan kualitas produknya memiliki standar yang dapat diterima oleh konsumen. yang berarti lebih besar daripada tingkat produksi pada tahun yang sama. Bila ditinjau untuk skala konsumsi karet itu sendiri sangat besar peluang dan daya belinya. c. Lebih tingginya konsumsi dibanding produksi pada tahun 2002 mencerminkan pertumbuhan konsumsi yang lebih cepat sebagai dampak dari perubahan factor produksi dan persaingan. Pengamatan produksi dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi. dapat dilihat dari keaamanan. d. Sebaliknya konsumen tidak akan membeli kalau harga diluar jangkauannya.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. dan 15 juta ton diantaranya ada karet alam. Barang pengganti ini pengaruhnya sangat dominan terhadap perkembangan usaha perkembangan karet alam. Dengan makin majunya karet di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan ekspor karet. yang meliputi : a. Faktor yang mempengaruhi perubahan tingkat permintaan karet adalah konsumen dan harga.15% per tahun. Kegiatan proses produksi b. Oleh karena itu. Konsumen akan membeli jika harga karet dianggap murah atau bisa dijangkau.39 juta ton.0% per tahun. Prospek karet dari sisi permintaan Harga karet alam dipengaruhi permintaan (konsumen) dan penawaran (produksi) serta stok dan cadangan. IRSG membentuk Task Force Rubber Economi Project (REP) untuk melakukan studi tentang permintaan dan penawaran karet sampai dengan tahun 2035. Konsumsi karet alam disaingi oleh barang pengganti karet.dan sumberdaya hayati. Permintaan merupakan banyaknya barang yang diminta. Menurut Internasional Rubber Study Group (IRSG) tentang permintaan diperkirakan akan terjadi kekurangan pasokan karet alam pada periode dua dekade kedepan.15 juta ton pada tahun 1996 dengan laju pertumbuhan 3.2% per tahun. 3.3 juta ton untuk industri ban dan non ban. dalam hal ini disebut konsumsi. Semua kegiatan memacu industri karet alam 73 . karet sintetis. keselamatan. dan kesehatan bagi konsumen. terutama pabrik–pabrik ban seperti Bridgeston. produksi karet alam dunia meningkat dari 2 juta ton lebih pada tahun 1960 mencapai 6. Pada tahun 2002 konsumsi karet alam dunia tercatat sekitar 7. Hasil studi REP menyatakan bahwa permintaan karet alam dan sintetik dunia pada tahun 2035 ada sebesar 31. Namur selama 6 tahun terakhir (1996-2002) produksi karet alam dunia tidak memperlihatkan pertumbuhan yang mencolok yaitu hanya sekitar 2. Biaya produksi yang dikeluarkan harus disesuaikan dengan harga karet dunia agar petani tidak mengalami kerugian dan didukung dengan kualitas karet itu sendiri. Daya beli konsumen selalu dipengaruhi oleh naik turunnya kurs valuta asing. Kualitas produk yang dihasilkan. akan semakin besar pengaruhnya apalagi diikuti oleh harga yang lebih rendah. Dinegara industri mobil permintaan karet sintetis sangat besar (70%).

nilai tukar dan perkembangan ekonomi negara konsumen. Hal ini diharapkan akan merupakan daya tarik bagi pelaku bisnis di bidang agribisnis karet di Indonesia. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan . Dengan kondisi demikian. Hal ini berbeda dengan harga karet alam yang berfluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi alam (cuaca/iklim). Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan juga oleh banyaknya areal tua rusak dan tidak produktif. Sumber Dana Adanya keterbatasan modal yang dihadapi oleh petani dalam membeli bibit unggul maupun sarana produksi lain seperti herbisida dan pupuk. Berdasarkan proyeksi jangka panjang (2010-2020) harga karet alam diperkirakan akan dapat mencapai sekitar US $ 2. Konsumsi karet alam dunia dalam dua dekade terakhir meningkat secara drastis.81 juta ton per tahun. dan tingginya proporsi areal tanaman karet yang telah tua.dalam merebut pasar tidak lepas dari harga. karet sintetik harganya cenderung naik sejalan dengan harga bahan baku. Penawaran karet alam dunia pun meningkat lebih dari 3 % per tahun dalam dua dekade terakhir dimana mencapai 8. . Kurangnya dukungan dan penyuluhan pemerintah Dalam hal ini pemerintah kurang memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan karet dengan benar sehingga bagi petani biasa yang memiliki areal perkebunan yang hanya beberapa hektar kurang menghasilkan karet yang berkualitas jika dibandingkan 74 b. Subsistem Upstream Agribussiness (Hulu)/input pertanian Rendahnya Produktivitas Rendahnya produktivitas terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas yang di dominasi karet remah atau crumb rubber. Pada saat tingkat kejenuhan itu tercapai. walaupun terjadi resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980an dan krisis ekonomi asia pada tahun 1997-1998. selain itu bahan tanam karet unggul hanya tersedia di Balai penelitian melalui sistem Waralaba si sentra-sentra pembibitan yang juga madih sasngat terbatas jumlahnya. Harga karet alam sendiri tidak lepas dari harga barang lain yang diikutsertakan dalam proses produksi. berarti biaya akan tinggi dan harga barang akan tinggi pula. kenaikan biaya produksi dan tingkat inflasi dari negara produsen. Dengan demikian angka konsumsi karet menjadi berimbang. dan Malaysia). Tingkat konsumsi karet alam Indonesia belum sampai pada tingkat kejenuhan. Sekarang yang harus dipertahankan adalah harga karet alamnya. rusak atau tidak produktif (+ 13% dari total areal). Indonesia. antara lain karena sebagian besar tanaman masih menggunakan bahan tanam asal biji (seedling) tanpa pemeliharaan yang baik. Jika harga output tinggi. Harga merangkak naik. 06 sen per kg. 4. industri karet alam sangat diharapkan tetap menggunakan karet alam untuk sebagian besar industri.88 sen per kg dan pada bulan Agustus 2003 mencapai US $ 83. Pada akhir tahun 2001 harga karet alam berkisar antara US $ 46 sen per kg – US $ 52 sen per kg. Untuk perkembangan harga karet sintetik sebagai produk hasil industri harganya relatif stabil dibanding dengan karet alam. Pada bulan Januari 2002 mencapai US $ 53. sebagian besar kebun karet rakyat menyerupai hutan karet. Selain itu. a. Permasalahan utama yang dihadapi perkebunan karet nasional adalah rendahnya produktivitas karet rakyat (+ 600 kg/ha/th).5 per kg. c. Setelah masing-masing negara anggota melaksanakan AETS (Agreed Export Tonnage Scheme) dan SMS (Supply Management Scheme). harga karet alam di pasaran dunia memperlihatkan kecenderungan yang membaik. Pada saat ini sekitar 400 ribu ha areal karet berada dalam kondisi tua dan rusak dan sekitar 2-3% dari areal tanaman menghasilkan (TM) yang ada setiap tahun akan memerlukan peremajaan. paling tidak sampai pada beberapa dasawarsa mendatang. Seiring dengan terbentuknya kerja sama tripartite antara tiga negara produsen karet alam dunia (Thailand. Permasalahan Komoditi Karet Dilihat Dari Sisi Agribisnis A.

Kurangnya IPTEK.  Asal Bibit Bibit yang bagus untuk karet unggul adalah bibit yang berasal dari penyerbukan sendiri maupun silang yang dibantu serangga jenis (Nitudulidae. Phloeridae. Kurangnya pemanfaatan kayu karet Masalah lain yang dihadapi dalam komoditas karet adalah pemanfaatan kayu karet baru sebatas kayu olahan. hal ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pemantulan dan perendaman. Kurangnya IPTEK para petani karet yang ada di pedesaan. dan peremajaan) ekspor komoditi karet sejak tahun 1970. f.  Penyemaian Penyemaian ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini terjadi karena lokasi pengolah kayu jauh dari sumber bahan baku sehingga biaya transportasi menjadi tinggi. Rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia bila dibandingkan dengan produsen lain terutama Malaysia. Farming Untuk menanam dan menghasilkan karet yang unggul dan berkualitas serta mempunyai produktivitas yang tinggi tidaklah mudah. B. apabila bijinya dipantulkan biji tersebut melenting maka biji tersebut berkualitas bagus dan memiliki daya kecambah + 807. d. eksploitasi kayu hutan yang berlebihan. harga kayu karet di tingkat petani masih rendah dan tidak menarik bagi petani. promosi. Masalah utama yang dihadapi oleh petani dalam sistem ini ketersediaan bahan baku yang tidak kontinue. Eurculionidae) setelah sebulan terjadinya pembuahan sekitar 30-607 akan gugur secara berangsur-angsur dan sisanya berkembang hingga masak.Penyiapan lahan 75 . Subsistem/pengolahan/Agroindustri/hilir a. semuanya harus diperhatikan secara seksama dimulai dari .perkebunan besar milik pemerintah dan swasta dan pemerintah juga telah menghentikan pengutan CESS (dana untuk pengembangan. tidak langsung dapat disemai tetapi terlebih dahulu diseleksi untuk memisahkan antara bibit yang bagus dengan bibit yang kualitasnya jelek.  Seleksi Bibit Setelah mendapatkan bibit. membuat produktivitas dan kualitas karet yang di hasilkan rendah dan kurang bersaing di pasaran dunia. tidak adanya program reboisasi yang berkesinambungan sehingga membuat permintaan akan karet tidak dapat terpenuhi karena bahan baku yang kurang. 7. ini adalah bibit yang bagus. petani diwajibkan memiliki surat izin penebangan. Diman proses mendapatkan surat izin tersebut sangat rumit apalagi pada petani rakyat. e. Adanya hukum dan perundang-undangan penebangan Pemerintah mengeluarkan peraturan dimana dalam membuka lahan baru. Sedangkan untuk perendaman apabila biji tersebut direndam dan tidak mengapung/tenggelam maka biji tersebut bagus dan mempunyai daya kecambah + 80-92%. Subsistem Agribisnis a. spesialisasi subsistem on-farm terletak pada produktivitas hasil lateks dan kayu. Oleh karena itu. C. b. papan artikel. sebelum penyemaian harus disediakan media seperti pasir sungai yang bersih dan halus barulah disemai bibit yang telah disediakan dengan cara menekan biji kedalam media pasir. Adanya penurunan areal hutan. dan papan serat. Subsistem On Farm/Produksi Pertanian Arah kebijakan pada sisten on-farm adalah terwujudnya suatu kondisi dimana ketersediaan sarana produksi.

b. Procesing Setelah umur karet yang ditanam sudah mencapai 5-6 tahun maka karet tersebut sudah bisa untuk disadap. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya ditanami jenis tanaman keras/perkebunan lain. Yaitu : . Pengangkutan lateks.Replanting (pembukaan ulang). pengumpulan gumpalan karet mutu rendah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas lateks serta bahanbahan kimia dan air sebagain bahan pengolahan. . penanaman karet yang dilaksanakanpada lahan yang sebelumnya tidak ada penanaman karet.14m x 3. Yang dipasarkan adalah lateks pekat hasil penguapan. pengumpulan lateks hasil penyadapan dikebun harus bersih. penyadpan adalah mata rantai pertama dalam proses produksi. yaitu penanaman karet pada lahan yang sebelumnya telah ditanami tanaman karet.33 m atau 8m x 2.Dewasa ini budidaya karet dikenal beberapa istilah teknis yang berhubungan dengan penyiapan lahan.New Planting (bukaan baru). Tetapi dewasa ini jarak yang digunakan 7m x 3m atau 7. Marketing Setelah semua rangkaian dari proses telah dilaksanakan. 76 . Jarak yang biasanya dipakai umum sempit yakni 3m x 3m atau 4m x 4m yaitu dengan hubungan segitiga sama sisi sehingga jumlah tanaman tiap hektar cukup banyak. meskipun demikian dalam transaksi acapkali spesifikasi mutu lateks pekat ditentukan atas persetujuan antara penjual dan pembeli. . memiliki kadar zat padat sekitar 73% dan kadar karet kering 68%. Untuk memperoleh karet yang bermutu tinggi. Karet penyadapan dilaksanakan dikebun produksi dengan menyayat atau mengiris (dewasa ini juga dengan cara menusuk) batang dengan cara tertentu dengan maksud untuk memperoleh lateks atau getah.  Jarak Tanam Agar pertumbuhan dari karet yang ditanam bagus maka harus ditentu oleh jarak. proses pengolahan ini dimulai dari mengumpulkan lateks dikebun penerimaan lateks.Konversi. yang disebut Revertex Standar. kemudian sampai pada proses/tahap pemasaran.5m. Untuk melakukan pemasaran harus memenuhi standar yaitu standar ISO dan dapat juga menggunakan mutu standar menurut ASTN atau BS. c.

Dengan tingkat IPTEK yang rendah ini sistem pertanian Indonesia dapat tertingal dengan negara lain. maka momen tersebut perlu dimanfaatkan dengan melakukan peremajaan karet rakyat dengan menggunakan klon klon unggul. (f) peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem pemasaran.Dengan produktivitas yang rendah ini tidak dapat menutupi akan kebutuhan  Belum ada sumber dana yang tersedia Dana atau modal adalah faktor yang sangat penting dalam menjalankan suatu usaha.d. dengan tingkat teknologi dan skill inikah menyebabkan pertanian indonesia tidak berkembang dengan pesat. termasuk juga mutu karet alam. (d) peningkatan efisiensi usaha tani. Solusinya adalah dengan melakukan sistem perkreditan pada badan atau lembaga yang dapat meminjamkan modal  Kurangnya IPTEK Rendahnya tingkat pendidikan di kalangan masyarakat pedesaan tidak dapat menciptakan petani yang handal. 8. (b) peningkatan efisiensi pemasaran untuk meninkatkan margin harga petani. Subsistem agribisnis yang paling berperan Subsistem yang paling berperan adalah farming. e. Strategi di tingkat off farm adalah : (a) peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar) berdasarkan SNI yang diisyaratkan oleh industri pengolahan. (e) peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir yang ramah lingkungan. (c) penyediaan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peremajaan. dan menghasilkan produktivitas kayu karet lebih dari 300 m3/ha/siklus (b) percepatan peremajaan karet tua seluas 4000 ha sampai dengan tahun 2009 dan 1. hal ini dikaitkan dengan permasalahan dari komoditi tersebut yaitu:  Rendahnya produktivitas Pertanian indonesia umumnya bersifat tradisional. Strategi di tingkat on farm yang diperlukan adalah : (a) penggunaan klon unggul penghasil lateks dan kayu yang mempunyai prosuktivitas lateks potensial lebih dari 3000 kg/ha/th. mempromosikan komoditi karet.Apabila dana tidak ada atau belum tersedia perusahaan tidak dapat berjalan. Berkembangnya teknologi otomatisasi dan komputerisasi juga sangat menuntut pasokan bahan baku yang bermutu konsisten. (d) pengembangan infrastruktur. 77 . (c) Diversifikasi usaha tani karet dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela dan ternak untuk meningkatkan pendapatan petani. Penelitian dan Pengembangan (R & D) Dengan kondisi harga karet sekarang ini yang cukup tinggi. dan meningkatkan pendapatan petani. pengolahan dan pemasaran bersama. Pendukung Dalam melakukan pengeksporan karet biasanya dilakukan dengan menggunakan peti kemas untuk lebih memacu. mengembangkan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah.sehingga produktivitas pertanian rendah.2 juta ha sampai dengan 2025.

tidak seperti Thailand yang dikelola skala kebunbesar oleh pemerintah.  Adanya pengurangan terhadap pupuk yang bersubsidi sehingga membuat petani sedikit kesulitan dalam mencari pupuk yang murah. Hasil karet tersebut dijual untuk pasar domestik dan khususnya untuk diekspor ke luar negeri. dll.  Kurs dollar yang turun naik. KELEMAHAN (weaknees) dari komoditas karet :  Karet yang dihasilkan oleh petani desa pada umumnya berkualitas rendah. KEKUATAN (strength) dari komoditas karet :  Karet merupakan salah satu komoditi ekspor yang mempunyai harga jual tinggi juga salah satu penghasil devisa bagi Negara.Bauran Pemasaran (4P) Komoditi Karet  Produk(Product) Indonesia merupakan penghasil karet terbesar didunia.  Belum pulihnya kepercayaan Internasional terhadap Indonesia 8. Analisis SWOT .hal ini dikarenakan indonesia menghasilkan jumlah karet yang cukup banyak dibandingkan negara pesaing yaitu Thailand dan malaysia.  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku mempunyai mutu yang lebih rendah daripada Negara lain.  Adanya dukungan pemerintah dengan cara memberikan bibit unggul dengan harga yang lebih murah.  Karet membutuhkan kondisi alam yang subur dan ini sangat sesuai dengan kondisi alam di Indonesia  Pembukaan lahan karet dapat dilakukan dengan replanting (bukaan Ulangan) dan konversi.  Kurangnya penguasaan teknologi baik dalam pembibitan.  Karet dapat digunakan sebagai bahan industri mobil.  Karet yang dihasilkan oleh perkebunan yang ada di Indonesia sudah lulus standar ISO dan standar ASTN dan BS.  Apabila datang musim penghujan maka kualitas karet sedikit menurun.7.  Adanya penjarahan terhadap karet yang siap panen oleh oknum tertemtu. PELUANG (opportunity) dari komoditas karet :  Adanya lokakarya budidaya karet yang dilaksanakan oleh lembaga perkebunan Indonesia. ban.  Kurangnya perhatian pemerintah terhadap perkebunan karet sehingga yang mengelola karet hanya petani biasa.Untuk pasar ekspor indonesia bekerja sama dengan mitra usaha yang bergerak dibidang 78 . produksi dan pengolahan pasca panen.  Diperkirakan Indonesia akan menempati urutan pertama produsen karet alam dunia ANCAMAN (Threat) dari komoditas karet :  Nilai ekspor karet alam Indonesia dalam bentuk bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan Negara lain.

Holomoan (1991) destinasi ekspor komoditi karet alam indonesia adalah Amerika serikat sebesar 40 %. Sehingga produksi karet ini tidak memakan banyak biaya.negara eropa barat sebesar 7.selanjutnya lateks tersebut diencerkan dengan air sampai kadarnya 20% setelah lateks diencerkan jadilah crepe. Media internet dipilih karena saat ini internet merupakan sarana periklanan yang sangat efektif mengingat target pasar dari karet adalah kalangan menengah atas serta perusahaan negara asing.pengeksporan untuk mengekspor karet ke pasar luar negeri.bila mana dolar mengalami kenaikan maka harga karet juga akan naik begitu juga sebaliknya yang terjadi. menurut J. Hasil panen dari karet tersebut berupa lateks segar yang dijual ke tengkulak atau pabrik pengolahan.bila ke dua negar ini menurunkan permintaannya.perusahaan karet menggunakan promosi dalam bentuk : o Internet. Jepang 3.3% dan beberapa negara lain sebesar 11.karet merupakan penyumbang terbesar devisa bagi negara.  Penetapan Harga (pricing) Dalam memproduksi karet ini para petani atau pengusaha berusaha untuk meminimalkan biaya-biaya dengan cara melakukan perawatan tanaman secara intensif untuk mengurangi resiko gagal panen.8.4%milik swasta dan hanya 7. Promosi dilakukan secara teratur bertujuan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas yang dihasilkan.5%. Peningkatan jumlah permintaan dari ke dua negara ini tentu akan menyenangkan pihak produsen karet di Indonesia .920 hektar. Potensi Ekspor Karet Adanya potensi ekspor komoditi karet di Indonesia.4%.  Lokasi (place) Luas areal perkebunan karet di indonesia telah mencapai 3. maka produsen karet Indonesia sedikit banyak akan tertanggu kestabilannya.Namun. setelah kering crepe di pak atau dibuat bandela-bandela dengn berat 50 kg bandela untuk selanjutnya dipasarkan ke konsumen dalam dan luar negeri.Singapura 32.  Promosi (promotion) Untuk memperkenalkan karet hal ini dirasa tidak perlu akan tetapi kegiatan promosi disini dilakukan untuk memberitahu kepada konsumen tentang kualitas dari produk karet tersebut. Selain itu penetapan harga karet juga berfluktuasi atau berpengaruh terhadap harga dolar saat ini. perusahaan akan membuat web-site tentang produk karetnya dan hal-hal lain mengenai perusahaan penghasil.8%. Dari data di atas terlihat jelas.dari total areal perkebunan karet di indonesia tersebut 84. 9. Hal ini bisa cukup di mengerti mengingat situasi dalam negri Amerika Serikat sekarang 79 .P.areal perkebunan karet di indonesia menyebar cukup merata karena terdapat 22 propinsi dari 30 propinsi. Kegiatan promosi dan publikasi karet dilakukan melalui media cetak elektronik yaitu internet.291 hektar. Budidaya karet dapat mendukung program pemerintah dibidang sektor pertanian dan perkebunan dan juga menambah devisa negara. Beberapa tahun terakhir ini permintaan dari Amerika serikat cenderung menurun. Pada akhirnya karet tersebut dapat dijual dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen. Uni soviet 5%.262. Propinsi yang memiliki areal perkebunan karet yang terluas pada tahun 2004 adalah sumatera selatan yakni mencapai 671.1% yang milik negara.5% diantaranya merupakan kebun milik rakyat. bahwa Amerika serikat dan Singapura merupakan pembeli terbesar hasil karet Indonesia.

poroduk karet itu mampu bersaing pada setiap tingkat harga jual yang terjadi di pasaran internasional. akan menaikan modal usaha dengan perolehan peruntungan yang tidak jauh berbeda dengan yang direncanakan. Oleh karena itu.Tahan terhadap berbagi zat kimia 80 . Dengan adanya pemasaran yang baik.Memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna . Indonesia.Memiliki plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah . Bidang pemasaran sebagai ujung tombak. Perlengkapan yang digunakan antara lain adalah : . mutu kemasan. dll.Tidak mudah panas . Bidang kultur teknis dan teknologi Peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam bidang ini meliputi peningkatan produktivitas tanaman dan peningkatan mutu. suatu hal yang harus dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan yang sudah dibuat untuk mencapai efektifitas dan efisiensi biaya dan mutu adalah pemasaran. perlu diambil langkah-langkah sebagai tindak lanjut yang konkret. 10.Mempunyai daya aus yang tinggi . Mutu karet harus ditingkatkan. Birma . Belum lagi saingan industri mobil dari Jepang yang memiliki industri mobil negara paman sam tersebut. Dengan demikian.ini.Keahlian karyawan atau tenaga kerja yang terampil .Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakkan Kualitas karet sintetis : . maupun mutu pelayanannya. baik mutu produksi. Bidang pembiayaan dan keuangan Peningkatan efektivitas dan efisiensi dibidang pembiayaan dan keuangan merupakan upaya penggunaan dana seefektif dan seefisien mungkin agar harga pokmok kaet yang dihasilkan cukup rendah. fungsi dan partisipasi balai penelitian karet hendaknya semakin di tingkatkan.Sistem perencanaan. Untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia di pasaran internasional.Thailand.Maka persaingan terjadi antara sesama negara yang sedang berkembang tersebut. Kualitas karet alam : .Bahan baku yang dipakai memiliki kualitas yang baik . Atribut Kualitas Karet Agar kualitas karet yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional maka diperlukan perlengkapan atau sarana yang berkualitas baik dalam memproses karet menjadi berbagai macam produk. Tujuan akhir setiap produk adalah penjualan. Produktivitas tanaman karet di Indonesia masih relatif rendah. Kurang stabilnya perekonomian di negara itu mengakibatkan industri dalam negerinya mengalami hambatan perkembangan. Bahkan. maka semua aktivitas yang menyebabakan tersedotnya dana dan daya perusahaan akan dikembalikan. Dalam hal ini perlu digalakan peneliitan terutama dala hal budidaya karet. Cara lain untuk memperkuat daya saing karet alam Indonesia dipasaran internasional adalah dengan peningkatan mutu. 2. Untuk memperbaiki teknologi dan manajemen pengusahaan tanaman karet.Mesin dan peralatan yang canggih . Produsen atau eksportir karet alam umumnya adalah negara-negara yang sedang berkembang seperti Malaysia. 3. Langkah-langkah ini diantaranya adalah meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengusahaan karet yang meliputi berbagai bidang: 1.

ditambah lagi apabila didukung pengurangan volume impor karet dengan tercukupinya kebutuhan karet dalam negeri. penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. baik sebagai sumber pendapatan.9 juta dimana nilai ekspor lebih besar dibanding nilai impor. terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas. Pertumbuhan karet rakyat masih positif walaupun lambat yaitu 1. Kondisi agribisnis karet saat ini menunjukkan bahwa karet dikelola oleh rakyat. rusak dan tidak produktif mencapai sekitar 400 ribu hektar yang memerlukan peremajaan. Melihat perkembangan baik dari segi konsumsi maupun produksi karet dunia. dengan demikian output (latex) yang dihasilkan dari input (getah) bisa lebih banyak dan menghasilkan material sisa yang semakin sedikit. yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Oleh karena itu. 81 . dalam tahun-tahun mendatang dipastikan masih akan terus meningkat. yaitu rendahnya produktivitas. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia. Potensi surplus ini masih bisa naik lagi mengingat kebutuhan karet dunia yang terus meningkat. rusak dan tidak produktif. KESIMPULAN Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan penting. baik untuk menghasilkan crumb rubber maupun produk-produk karet lainnya karena produksi bahan baku karet akan meningkat dan ini dapat dilihat pada tahun 2005 perdagangan karet di Indonesia mengalami surplus sebesar US $ 2. Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua.58%/tahun.15%/th. produksi karet alam bisa ditingkatkan dengan meningkatkan teknologi pengolhan karet untuk meningkatkan efisiensi. Indonesia masih menghadapi beberapa kendala. jumlah pabrik pengolahan karet sudah cukup. namun selama lima tahun mendatang diperkirakan akan diperlukan investasi baru dalam industri pengolahan. kesempatan kerja dan devisa. sedangkan areal perkebunan negara dan swasta sama-sama menurun 0. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir. Tetapi lebih utama dari itu. tumpuan pengembangan karet akan lebih banyak pada perkebunan rakyat. Di tingkat hilir. perkebunan negara dan perkebunan swasta. Tersedianya lahan yang luas memberikan peluang untuk menghasilkan karet alami yang lebih besar lagi dengan menambah areal perkebunan karet.- Harganya yang cenderung bisa dipertahankan supaya tetap stabil. Persoalannya adalah bahwa belum ada sumber dana yang tersedia untuk peremajaan. Indonesia merupakan penghasil karet sekaligus sebagai salah satu basis manufaktur karet dunia. pendorong pertumbuhan ekonomi sentrasentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun luas areal kebun rakyat yang tua.

Makalah Cut Fatimah Zuhra. Solo .com Makalah Chairil Anwar (pusat penelitian karet). Jakarta . 4. www. 2006. 2.google. Tim Penulis PS.DAFTAR PUSTAKA 1. 2006. 2005. Strategi PT Penebar Swadaya. 82 . “Petunjuk Lengkap Budidaya Karet” agromedia Pustaka. Setiawan Heru Didit dkk. “Perkembangan Pasar dan Agribisnis Karet di Indonesia” . 2006. Prospek Pemasaran”. 5. anggota Ikapi. 3. “Karet” . “KARET : Budi Daya Dan Pengolahan .

Jalur pemasaran karet rakyat secara umum Petani Karet Rakyat Hasil Karet Rakyat Pedagang Perantara/Tengkulak Tempat Lelang KUD Rumah-rumah asap Atau pabrik yang mengolah bokar JALUR PEMASARAN EKSPOR KARET INDONESIA 83 .

Bahan olah karet rakyat (BOKAR) Lateks kebun Perkebunan besar Pabrik pengolahan PTP Swasta Kantor pemasaran bersama Medan Jakarta Surabaya Lelang Industri yang menggunakan bahan baku karet di dalam negeri Pembelian langsung oleh pihak luar negeri/ perwakilannya eksportir dealer Perusahaan pengangkutan importir Konsumen luar negeri 84 .

1991. ( Tim Penulis PS.TABEL VOLUME DAN NILAI EKSPOR IMPOR KARET ALAM INDONESIA TAHUN 1969 – 1990 Ekspor Tahun 1 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 Volume ( ton) 2 657314 581190 580232 755960 866638 7947541 788292 789892 781967 865960 865321 976131 812800 797608 938032 1009558 987771 958692 1092525 1132132 1151409 1077331 Nilai ( 000 US$ ) 3 171750 185164 166476 161601 391372 476076 358240 535693 575555 718045 940603 1165321 835849 602148 843465 948391 708498 711612 958047 1243422 1007198 846876 Volume ( ton ) 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1031 1209 1980 2324 1847 365 24 44 151 0 0 823 792 Impor Nilai ( 000 US$ ) 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 197 245 458 1155 570 124 37 49 106 0 0 1089 708 Sumber : Direktorat Jenderal Perkebunan. Strategi Pemasaran”. 2006 ) 85 . “Budidaya dan Pengolahan.

86 .

87 .

Umi Fajariyah 3.Dewi Afrianti 4.Ayuliyetrisnalisa 2.Dion Kurniadi : C1B005004 C1B005003 C1B005036 C1B005032 88 .MANAJEMEN AGRIBISNIS RUMPUT LAUT Disusun oleh : Manajemen “A” 2005 Nama kelompok 1.

Salah satu komoditi sumberdaya laut yang ekonomis adalah rumput laut.Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan 89 .. dan marga Hypnea serta Eucheuma sebagai penghasil carrageenan. Nama agar-agar juga diberikan kepada jenis-jenis algae ini berdasarkan kandungan kimianya.5. Sebenamya penamaan rumput laut tidak tepat karena algae secara botanis tidak termasuk dalam golongan rumput-rumputan (Graminae). terdapat 4 jenis bernilai ekonomis yaitu marga Gracilaria. Dari ratusan jenis rumput laut yang tersebar di perairan pantai Indonesia. Kondisi perairan Indonesia yang luas dan subur mencerminkan potensi hasil laut yang cukup tinggi.000 km.Bayu trisna Putra C1B005016 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI RUMPUT LAUT Pendahuluan Indonesia merupakan negera kepulauan yang terdiri dari lebih 13. Istilah “rumput laut” adalah terjemahan dari “seaweed” yang merupakan nama dalam dunia perdagangan internasional untuk jenis-jenis alga (e) yang dipanen dari laut.600 pulau dengan garis pantai sepanjang 81. Gelidium dan Gelidiella sebagai penghasil agar.

total produksi mencapai 17.mikro alge. Hingga kini baru 20. gangguan empedu. nilai pendapatan yang diperoleh Rp 79.5 juta per ton. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. tukak lambung. puding dan manisan nata rumput laut. atau saluran cerna. Hal ini disebabkan karena produksi rumput laut Indonesia selama ini masih tergantung dari hasil panen dari alam. agar-agar batangan. scrofula.774. Usaha budidaya rumput laut di Indonesia baru dilakukan di beberapa daerah seperti Bali. Sedangkan pada pada industri non pangan seperti industri suspensi. tetapi masih kalah jauh dengan produksi rumput laut dari Filipina. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. sedangkan dari jenis Sargassum antara lain adalah minuman Alginat.984 triliun. Setiap 8 ton rumput laut basah bisa menghasilkan 1 ton rumput laut kering. 1980) . Walaupun perairan pantai Indonesia mempunyai potensi sebagai penghasil rumput laut. Dari jenis Gracilaria adalah agar-agar kertas. Jika luas areal itu dimanfaatkan secara optimal.400 ton per tahun. minuman dan makanan ringan. Ini berarti. agar-agar powder. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan.seperti dodol.143 triliun. prospek Rumput laut dari sisi permintaan Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun 90 . permen jelly. atau kandung kemih. Manfaat Manfaat penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional. Sulawesi Tenggara dan itupun masih terbatas pada jenis Eucheuma. cairan pembersih. pelapis keramik. reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman. Hanya sebagian kecil yang telah diproses seraca modern dan dikemas dengan menarik dan telah dijajakan di pasar swalayan. Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly.572 perusahaan skala menengah yang berinvestasi di budidaya rumput laut dengan total investasi Rp 5. diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru). Harga di pasar dunia saat ini sekitar Rp 4. penampilan produknya kurang menarik dan daya simpan kurang lama. pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika . industri kertas. syphilis. Biasanya produk olahan tersebut diproses secara skala rumah tangga. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge. Sebagai contoh. selai anggur dan pakan binatang piaraan. rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya. Pentingnya pengamatan mulai dari produksi dan konsumsi -produksi Dari total produksi rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur.000 ton kering.jenis ini dikonsumsi masyarakat dalam bentuk makanan. -Konsumsi Olahan sederhana dari rumput laut yang telah berkembang di Indonesia berasal dari jenis Eucheuma. sedangkan di Filipina sudah dibudayakan secara intensif. Total produksi rumput laut basah rata-rata 223. sosis. Potensi produksi rumput laut kering rata-rata 16 ton per hektar per tahun. yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid. ginjal.000 ton atau setara dengan 30.

h. dari sisi persediaan (supply) hanya 5%. f. Dari sejumlah suplai Eucheuma. Artinya.cenderung meningkat. Bahkan menurut Doty permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di. c.untuk menjaga stabilitas mutu produksi. dengan permintaan komoditas rumput laut yang lebih besar ketimbang produksinya. Sulit mencari lokasi budidaya laut dipantai utara dan selatan Jawa Tengah yang memenuhi syarat. Kurang penyediaan bibit rumput laut yang berkualitas padahal bibit hanya boleh dipakai paling banyak 4x musim tanamsecara berturut-turut.marketing. Belum ada tata ruang yang membagi lokasi untuk usaha pembudidayaan e.para petani selalu berhadapan dengan tengklak yang cenderung menekan harga.setelah itu harus diganti. Indonesia hanya mensuplai 9 % . untuk memenuhi permintaan dunia masih diperlukan 6. Permasalahan komoditi dari sisi agribisnis a. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. Berdasarkan hasil kajian Divisi Research and Development Departemen Studi Makro dan Mikro Bank Ekspor Indonesia (BEI).processing. baik ditinjau dari segi kondisi oceanografis maupun segi kondisi daratan. g.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.000 ton/tahun.000 ton per tahun. Usaha budidaya tidak didukung dengan pemasaran yang terpadu. Analisa ekonomi budidaya laut belum ada di Sumatera Utara. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.Karena itu perlu promosi di pasar lokal. karena belum ada uji-coba yang telah memberi data mantap. Tidak ada tenaga penyuluh yang khusus yang menangani rumput laut d. b. karena itu masih perlu meneruskan dan mengembangkan uji-coba kultur laut ini. terganggu atau habis. Vegetasi daerah pantai dan estuaria dibanyak tempat telah rusak. sedangkan suplai hanya mencapai 44. -Farming system Pada prinsipnya ada tiga metoda budidaya menurut posisi tanaman yaitu: • • • Metoda didasar (bottom method) Metoda lepas dasar (off-bottom method) Metoda terapung (floating method) 91 . Permintaan (demand) akan rumput laut belakangan ini makin meningkat.000 ton per tahun. domestik dan luar negeri.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. subsistem agribisnis yang terkait dengan komoditi tersebut tersebut mulai dari farming system. karena itu telah banyak daerah pengembangbiakan alami hewan laut dibawah kondisi minimal. Karena itu sumber benih alami untuk budidaya laut masa depan diharapkan dari pembenih-pembenihan (Hatcheries). harga rumput laut diperkirakan meningkat pada masa mendatang. Sedangkan.R&D dan supporing lain yang berkaian. Pasar lokal masih lemah dan daya beli masyarakat masih rendah dan pasar luar negeri masih terbatas.000 ton per tahun.Kemudian Porse menunjukkan bahwa dewasa ini permintaan dunia untuk Eucheuma adalah 50. perdagangan internasional rumput laut selama 2004 meningkat rata-rata 6% (dari sisi permintaan).nya.

Jaring ini direntangkan dengan kayu-kayu pancang. Penanaman dapat dilakukan di area dengan dasar perairan terdiri dari pasir sehingga mudah menancapkan pancang. Mulamula bibit tertanam diikat tali plastic (rafia) masing-masing dengan berat kirakira 20 cm dan direntangkan kira-kira 20–30 cm diatas dasar perairan dengan menggunakan kayukayu pancang. sehingga pertumbuhannya kurang baik. Metoda penanaman dipilih berdasarkan keadaan perairan. -processing 92 . Metoda ini memberikan nilai pertumbuhan yang baik bila di areanya terdapat arus yang baik. Keuntungan dengan cara ini adalah murahnya biaya budidaya dan tidak diperlukan banyak pekerjaan pemeliharaan. sering diserang ikan-ikan herbivour pada waktu pasang dalam. Karena bila pergerakan air di area penanaman didominasi oleh ombak. makin tinggi efisiensi area. Nilon monofilamen direntangkan dengan mengikatkannya pada nilon multifilamen dengan jarak 20 cm. digunakan jangkar. Bebarapa diikatkan langsung pada kayu-kayu yang berjarak 5 m. Jumlah yang sebaiknya ialah 10 rakit (2 × 5) rakit dijadikan satu. Ada dua modifikasi dangan metoda ini yaitu monoline den net seperti halnya dengan metoda lepas daser. Metoda ini mempunyai keuntungan yaitu terhindar dari bulu-babi. Metoda di dasar (bottom method) Pada penanaman dengan metoda ini bibit tanaman diikatkan pada batu-batu karang dan disusun berbaris di dasar perairan. Mungkin di suatu area sulit diperoleh batubatu karang lepas dengan ukuran cukup. Ditempat-tempat yang pergerakan airnya terutama terdiri dari ombak. dapat dwgunakan metoda ini. sulit di lakukan diperairan dengan dasar perairang karang. Masingmasing monoline jaraknya kira-kira ½ meter. Dalam barisan. Bibit tanaman diikatkan pada simpul-simpulnya. tujuan budidaya dan jenis rumput laut yang dibudidayakan. Metoda terapung (floating method) Dibuat rakit-rakit dari bambu dan kayu dengan ukuran 2 sampai 4 meter. sebaiknya digunakan metoda ini. Untuk mempertahankan agar rakit-rakit tidak hanyut. Makin banyak jumlah rakit. Untuk efisiensi area.Masing-masing metoda ini mempunyai keuntungan-keuntungan dan kerugiankerugian. Kerugian yaitu mudah diserang bulu babi (sea-urchin). dibuat jaring dari nilon monofilamen dengan lebar mata 20 cm. Metoda ini baik digunakan untuk jenis Gelidium yang tumbuhnya diperairan terbuka dan menerima pukulan ombak besar terus menerus. Kerugian dengan metoda ini ialah. Cara ini berguna untuk memperluas daerah penyebaran dan mempertahankan kelestarian stok. Demikian juga bila dasar periran terdiri dari karang yang keras dimana sulit menancapkan pancang. Pengaruh penyatuan sejumlah rakit terhadap pertumbuhan adalah negatip di mana makin banyak jumlah rakit yang disatukan makin banyak pula jumlah rakit yang berada di tengah dengan pertumbuhan tanaman jelek. Metoda lepas dasar (off-bottom method) Jenis-jenis Eucheuma dan Gracilaria dapat ditanam dengan metoda ini. Metoda lain sulit dilakukan untuk jenis Gelidium ini karena bangunan budidaya tidak dapat bertahan. Kedua pada kayu-kayu pancang direntangkan 2 m nilon multifilamen (Æ 6 – 7 mm). maka tanamen tidak atau sedikit manerima pergarakan air selama perioda pasong dalam. Bila metoda ini digunakan untuk jenis Gelidium maka tujuannya bukan untuk suatu usaha karena pertumbuhannya yang lambat. beberapa rakit dijadikan satu. Modifikasi ketiga. jarak nilon multifilamen kira-kira 2-½ m.

Dalam kegiatan-kegiatan rumput laut. asal dikerjakan secara teratur setiap hari. Sulawesi Tengah pada bulan-bulan tertentu tanaman diserang lumut. Samaringa. Apabila kegiatan ini dilakukan setiap hari maka kerusakan kerusakan berat dapat dihindari sehigga kerugian yang lebih besarpun tidak akan terjadi. Monitoring pertumbuhan dilakukan dengan penimbangan tanaman contoh yang diberi label setiap minggu sekali. Karena itu beberapa tanaman sudah dapat dipanen. Kadang-kadang dilakukan juga pengangkatan seluruh tanaman kalau pengikatnya sudah tidak kuat lagi. Bila tanaman telah merata mencapai ukuran kira-kira 600 grams sudah waktunya untuk dipanen. Contoh penanaman Eucheuma 93 . Selanjutnya kegiatan pemeliharaan mudah sekali dilakukan. Penanaman rumput laut dilakukan dengan memanfaatkan sifat pertumbuhan vegetatif. Sesudah sebulan masa penanaman biasanya akan terlihat tanaman yang sudah mencapai ukuran besar. tiang-tiang pancang yang tercabut dan lain-lain. Pertumbuhan tanaman pada umumnya tidak seragam. Di P. menggantikan tanaman yang rusak atau hilang dengan yang baru dan memperbaiki bagian-bagian bangunan budidaya yang rusak seperti monoline yang putus. instalasi bangunan budidaya dan pananaman memerlukan banyak tenaga kerja. Panen dilakukan dengan memotong dan meninggalkan sebagian tanaman untuk dapat tumbuh besar lagi. serta monitoring pertumbuhan tanaman. Pekerjaan pemeliharaan terdiri dari membersiihkan tanaman dari tumbuhan penempel atau benda-benda lainnya. Pembersihan tanaman dari lumut ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak sampai merusak thallus. sementara ada tanaman yang masih tetap kecil. Pertumbuhan tanaman diukur dengan pertambahan beratnya tiap hari dan dapat dihitung dengan rumus : Untuk dapat memberikan kebijahsanaan-kebijaksanaan yang diperlukan masyarakat nelayan/petani rumput laut sehubungan dengan keadaan tanaman sebagai akibat dari lingkungan perairan maka diperlukan monitoring lingkungan perairan yang meliputi sifat-sifat hidrologis dan biologis. bambu atau kayu yang patah.

Dari gambar diatas menunjukkan bahwa tanaman yang ada di lapisan atas tumbuh lebih baik dari tanaman yang ada dibawahnya ( Tabel 1 ). Hal yang sama dijumpai pada tanaman rakit apung bersusun rupanya perbedaan intensitas sinar yang diterima dilapisan bawah sama dengan tanaman kontrol (kedudukan yang sama tetapi tidak bersusun). Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa pada areal budidaya yang memungkinkan kedalamannya dapat dilakukan penanaman dengan cara berlapis, sehingga pada luas areal tertentu jumlah tanaman dan panenan akan dapat ditingkatkan. Efisiensi lahan dengan cara penanaman berlapis dapat dilaksanakan.

Tabel 1. Laju pertumbuhan berat Eucheuma spinosum dan E. striatum Waktu percobaan 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 .

rata-rata

percobaan

penanaman

Lokasi Jenis Propinsi Bali

Laju pertumbuhan berat rata-rata (% /hari) 0 1 2 3 2,38 2,20 2,39 3,00 3,00 2,39 4,12 2.39 2,70 -

23-8-84 s/d 20-9-84 Nusa Dua E. spinosum (28 hari) 19-8-84 s/d 15-10-84 Nusa E. spinosum 3,68 (57 hari) Lembongan 10-12-84 s/d 14-1-85 E. spinosum 3,28 Nusa Dua (35 hari) E. striatum 2.21 13-12-84 s/d 25-2-85 Serangan E. spriatum 5,00 (43 hari) 17-12-84 s/d 13-1-85 Nusa Lem E. spinosum 4,51 (27 hari) bongan 17-12-84 s/d 28-1-85 Nusa E. spinosum (42 hari) Lembongan E.striatum

4,60 5,04 3,40 3,10 -

Keterangan: 0 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar sebagai kontrol 1 = metoda lepas dasar, 30 cm dari dasar (susun ke 1) 2 = metoda lepas dasar, 50 cm dari dasar (susun ke 2) 3 = metoda lepas dasar, 90 cm dari dasar (susun ke 3)

Penanganan lepas panen Rumput laut di ekspor dalam bentuk raw-material. Sesudah dipanen baik dari alam maupun dari budidaya, rumput laut dikeringkan dengan penjemuran sinar matahari yang dilakukan masyarakat nelayan satu atau dua hari penjemuran sesudah panen dari laut kemudian dijemur lagi sampai kering. Dengan care denikian dihasilkan rumput laut yang bersih dangan warna kekuningan. Akan tetapi cara demikian dimana dilakukan pencucian sesudah penjemuran setengah kering menyebabkan berkurangnya kadan karaginan. Penjemuran langsung diatas pasir tanpa alas menyebabkan tercam-purnya butirbutir pasir pada rumput laut. Halini dapat mengurangi mutu perdagangan rumput laut. Sebagai alas yang murah untuk penjemuran ini dapat digunakan daun kelapa. Dalam standar perdagangan rumput laut antara lain diyatakan bahwa benda-benda asing yang terdiri dari pasir, batu karang dan lain-lain tidak lebih dari 5 persen. Kandungan air (moisture content) tidak lebih dari 30 persen. Pengepakan biasanya cukup dengan menggunakan karung yang dapat diisi sampai beratnya 90 kg. Dalam penyimpanan di gudang harus dijaga agar tidak sampai kena air hujan. Demikian pula dalam pengangkutannya. 94

- marketing Rantai pemasaran rumput laut mulai dari pemetik sampai eksportir di beberapa daerah pada umumnya sama. Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan). Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kotakota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang, Ambon, Surabaya, Denpasar, Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya Permitaan pasaran dunia terhadap rumput laut saat ini sedang dalam keadaan krisis sehingga terjadi kegoncangan-kegoncangan harga yang meresahkan masyarakat nelayan. Tampak juga spekulasi-spekulasi dari para pedagang yang ternyata tidak menguntungkan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah di tingkat pusat. -riset and development

Subsistem yang berperan penting Dari subsistem yang berperan penting dalam komoditi rumput laut adalah riset and development.karena pengembangan rumput laut masih terdapat kendala.Selama Indonesia masih tergantung pada hasil panen dari alam sehingga Indonesia belum dapat bersaing dipasar internasional. Analisis SWOT Strengths Penggunaan rumput laut di bidang kesehatan telah lama diterapkan oleh masyarakat tradisional, diantaranya adalah: rebusan rumput laut atau serbuk yang dibuat pil digunakan untuk mengatasi sakit gondok karena rumput laut mengandung iodium. Larutan berwarna coklat dari rumput laut juga berguna bagi penyakit rheumatik dan menurunkan berat badan. Serbuk rumput laut juga lazim dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi segala jenis penyakit. Penggunaan phycocolloid dari alginat dapat menyembuhkan penyakit kanker terbukti kemanjurannya menghasilkan pemulihan 68 % dari 162 pasein kanker. Senyawa ini juga dapat mengatasi penyakit bronchitis kronis atau emphysema (penyakit paru-paru), scrofula, gangguan empedu, atau kandung kemih, ginjal, syphilis, tukak lambung, atau saluran cerna, reduksi kolesterol darah dan anti hipertensi (Chapman & Chapman, 1980) . Weaknesses Salah satu jenis rumput laut yang telah dibudidayakan secara intensif “eucheuma cottonii” yang menghasilkan dodol, diolah dengan menggunakan bahan dasar rumput laut.produk ini sangat spesifik dan telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, tapi karena keterbatasan teknologi dan budidaya dodol yang belum memasyarakat sehingga mutu dari dodol tesebut kurang baik,antara lain dari segi plastisitas,kepadatan, daya awet dan pengemasan. Opportunities Potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. 95

Sehingga bagaimana usaha untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Indonesia harus yakin bahwa mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. threats Pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia masih akan mengahdapi tantangan yang tidak kecil. Misalnya lemahnya manajemen dan keputusan ekonomi dalam system produksi rumput laut, terutama tentang kualitas yang akan berpengaruh terhadap ekspor. Dimasa yang akan dating isu lingkungan pasti akan menjadi salah satu factor krusial yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan komoditi rumput laut di Indonesia. Dimasa yang akan datang persaingan rumput laut dunia semakin ketat sehingga apabila tidak diantisifasi dengan baik maka Indonesia akan kalah bersaing dengan Filipina yang pemerintahannya sangat serius dalam membantuproduksi rumput laut. Segmen pasar Segmen pasar yang dituju Indonesia yaitu pasar domestic dan internasional Positioning Perdagangan rumput laut di Indonesia menempati posisi ke-5 dengan volume produksi sebanyak 223.080 ton atau 8,66% setelah philipina(34,34%),china(26,05%),jepang(16,94%),korea(8,69%). Analisa bauran pemasaran (4P) -produk Produk rumput laut digunakan juga dalam industri pangan seperti pembuatan jelly, minuman dan makanan ringan, sosis, selai anggur dan pakan binatang piaraan. Sedangkan pada industri non pangan seperti industri suspensi,digunakan untuk : cairan pembersih, pelapis keramik, industri kertas, pencetakan tekstil dan karpet serta farmasi dan kosmetika -pricing Harga rumput laut masih ditentukan oleh eksportir karena rumput laut yang dibeli eksportir belum memenuhi standar ekspor. Demikian juga harga rumput laut masih dipengaruhi dan ditentukan para importir, karena sampai saat ini ada tiga importir besar di dunia yang menguasai pasaran yaitu Marine Colloids INc. dari USA Pierrefitte Auby dari Perancis dan The Copenhagen Pectin Factory dan Denmark. Ekspor rumput laut pada umumnya lewat agen-agen mereka di Singapura, sehingga memperpanjang lagi rantai pemasaran yang telah ada di Indonesia. Harga ekspor rumput laut dari Indonesia berkisar US $ 425 - US $ 500/ton FOB atau sekitar Rp. 5000 - Rp. 10000, - per kg. -place Rumput laut di Indonesia sebagian besar dihasilkan di perairan Maluku dan Nusa Tenggara Timur -promotion 96

508 2.848.938. Ekspor rumput laut dari Indonesia pada tahun 1999 – 2004rata-rata 1950 ton per tahun dengan nilai US $ 258.842 Impor agar-agar dan alginat 2000 – 2004 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Agar-agar 159.653.836. akan tetapi pada tahun berikutnya meningkat lagi dan pada tahun 2003 mencapai 3.349 43.598 4.997 5.302 166. Pemasaran rumput laut ke luar negeri melalui Surabaya yang selanjutnya dikirim ke Jepang.901 3.076 596.402.639. Pada tahun 1997 dan 1998 ekspor rumput laut dari Indonesia mencapai 3. Denmark dan Perancis.000 ton sedangkan yang tersedia di pasaran dunia hanya 18.161 5.947 350.000.291 2.114.303 3. Pedagang antar pulau tersebut membawa rumput laut kering kepada eksportir di kota-kota pelabuhan seperti eksportir-eksportir di Ujung Pandang.885 300. Surabaya. Ambon.111 162. Kemudian oleh pedagang lokal dijual kepada pedagang antar pulau yang kadang-kadang merupakan perwakilan eksportir yang ditempatkan di sentra-sentra produksi rumput laut. Denmark dan Prancis) setiap tahunnya membutuhkan rumput laut sebanyak 20. Sebagai contoh. Bahkan permintaan dunia untuk jenis Eucheuma di.110.717.764.132 143.957 273.122 NILAI (US $) 170. permintaan dunia terhadap Eucheuma dari tahun ke tahun cenderung meningkat.000 ton/tahun.710 542. Ekspor rumput laut 1999–2004 TAHUN VOLUME 1999 2000 2001 2002 2003 2004 1.193 526. potensi eksport Ekspor rumput laut. Jakarta dan di kota pelabuhan lainnya.016 61.747.061.308 5. 97 . setelah itu menurun dan pada tahun 2000 hanya 596 ton .307.139 3.Nelayan atau petani rumput laut menjual rumput laut hasil panen dari alam atau budidaya kepada pedagang lokal (pedagang di kecamatan).115 Volume (kg) Nilai (US$) Volume (kg) Saingan dipasar ekspor Salah satu saingan rumput laut dipasar eksort adalah filipina. Prospek usaha rumput laut di masa mendatang cukup baik dan memberikan harapan.954 5.973 Alginat 4.142 5.taksir dapat mencapai 10 kali produksi alami. Denpasar.415. Volume ekspor tersebut dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah.968 4. Tiga perusahaan industri carrageenan terbesar didunia (USA.473. Disamping itu ada pula yang langsung pemasarannya dari Bali ke Jepang.201 346.629 690.619 658.703 3.375.365 Total Nilai (US$) Nilai (US$) 5.372 261.produksi rumput laut di filipina sudah dibudidayakan secara intensif sedangkan di Indonesia masih tergantung dari hasil panen dari alam.700 ton.000 ton.

dan juga pemberian pinjaman modal oleh pemerintah kepada para petani rumput laut dengan bunga modal yang rendah. Kualitas dapat ditingkatakan dengan melakukan usaha budidaya atau kultivasi dan penanganan lepas panen yang baik. B2. I Protein Lemak Abu Mineral : 39 .27.2 .Kadar air makas (%) . : A.com 98 .google.Benda asing maks (%) . C (caroten Daftar pustaka : www. B6.51 % : 17.13 % : 0.08 : 1. Ca. Syarat mutu komoditi rumput laut Karakteristik Eucheuma . A dan Sulistijo (1985).5 % : K. pasir. garam. Harga rumput laut di sentra produksi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas dan atau memperpendek rantai pemasaran.kualitas dari rumput laut kualitas rumput laut dan rantai pemasaran mempengaruhi harga yang diterima pemetik rumput laut. Rantai pemasaran dapat diperpendek dengan mengikutsertakan atau melibatkan KUD yang berperan sebagai pengumpul sekaligus penyalur ke eksportir.  Vitamin B12. P. Kandungan gizi pada rumput laut : Karbohidrat     Fe. Dan untuk mendorong usaha budidaya perlu adanya penyuluhan cara-cara budidaya rumput laut dan penanganan lepas panennya oleh tenaga penyuluh yang terampil. karang dan kayu (ranting) Sumber : Soegiarto. B1.Bau 32 5 spesifik Gelidium 15 5 spesifik Gracilaria 25 5 spesifik Hypnea 20 5 spesifik rumput laut rumput laut rumput laut rumput laut Keterangan : Benda asing: rumput laut lainnya. Na.

Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman. maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas 99 . di dataran tinggi Ethiopia. karena efek rangsangan yang ditimbulkan.Si Novita Sari. Meryantina (C1B006035) (C1B006021) (C1B006005) (C1B006010) JURUSAN Manajemen FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JAMBI 2008 BAB I PENDAHULUAN 1. M. SE Kelompok 6: 1. Johanes. Pada tahun 1511. Emy Hayati 4. SE. Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Ricky Harrahap 2. dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah.1 Sejarah Perkembangan Kopi Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9. Mesir. Monica tri O 3. Akan tetapi karena popularitas minuman ini. dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia. Turki dan Afrika utara.Komoditi Kopi DOSEN PENGASUH : DR.

Menurut Seimur Diamond. Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama. dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. di mana akses impor teh terputus sementara. dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690.perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki.2 Pentingnya Pengamatan mulai dari Produksi-Konsumsi. cokelat. karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. coklat. di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. pada awalnya tidak sesukses di Eropa. Dari dunia Muslim. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda. Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika. yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber : • • • • • • • • Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Ph. Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. kopi menyebar ke Eropa. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat atau teh hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies. kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh. dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman. selama Perang Revolusi. Di Kairo.. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan. karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. minuman berenergi (energy drink). cola. 1. larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532. di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup. maupun obat-obatan. Penderita migrain dalam kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis. permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi. karena kafein yang terdapat pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak. permen rasa buah atau sepotong roti manis. sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman berkafein. cake coklat yang lezat. Akan tetapi. Kafein mencegah gigi berlubang.D. di perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. Berikut beberapa point dan manfaat dari secangkir minuman yang bernama kopi. sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. 100 . Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi berlubang. Jadi. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa. Selain pada kopi. Mesir. menyusul terjadinya perang pada tahun 1812. Kafein bisa meningkatkan rasa riang. maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat. Cobalah mengkonsumsi kopi atau teh 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah. Joe Vinson. Kafein mengurangi derita sakit kepala.D. membuat kita merasa lebih segar dan energik. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. M.. Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.

1 Permasalahan Komoditi dari Sisi Agribisnis Dengan luas tanaman sekitar 1. mood dan konsentrasi. • Belum meningkatnya kemampuan untuk lebih besar menyediakan kopi arabika untuk ekspor maupun kepentingan untuk pabrik-pabrik kopi di dalam negri • Tidak jelasnya kebijaksanaan nasional di bidang perkopian. Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi. rangsangan.000 ton serahun bisa diperhitungkan. Produk kopi dapat mencapai sekitar 450. Minum kopi membuat sperma “berenang” lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan pria. 101 . Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Kafein juga melindungi jantung dan kanker. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. BAB II PEMBAHASAN 2.000 ton serahun sampai akhir dasawarsa 1990-2000 ini. di bidang pengembangan industri. Masalah yang di perkirakan akan di hadapi oleh perkopian Indonesia untuk tahun mendatang di antaranya : • Produksi kopi biji rakyat yang belum terlepas dari praktik yang kurang pemeliharaan kebun. dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap kesuburankaum adam. Cara budidaya dengan multi stem prunning perlu disaran kan pada masyarakat petani kopi guna meningkatkan hasil per ha. Ekspor kopi sekitar 400. Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA. kebiasaan manipulasi mutu kopi biji yang merusak mutu kopi Indonesia.000-425. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio. Solusi Permasalahan Kopi • Melakukan peremajaan klonal tanaman kopi di banyak daerah terutama tanaman kopi rakyat untuk menghasilakan biji-biji kopi yang seragam ukuran dan tidak lagi terdiri lagi biji-biji yang berukuran kecil serta biji kopi yang mengandung aroma khas kopi yang bermutu baik. Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. mengenai pengolahan hasil dan penerapan standar mutu di tingkat desa penghasil kopi biji • Ketrampilan profesional dan disiplin usaha yang masih belum dimiliki oleh pelaku-pelaku di sepanjang mata rantai tataniaga kopi.000-500.2 juta ha dengan kemungkinan perluasan tanaman kopi rakyat yang masih bisa terjadi di tahun mendatang. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. terutama menampung hasil kopi kebun rakyat.• • • • • • Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga.

Penjemuran di tanah akan menybabkan rasa bau tanah yang akan merusak mutu. Defisit itu dipicu oleh tingginya konsumsi kopi dunia sebesar 111. • Supplay Suplai kopi dunia akan mengalami defisit 5. Indonesia menduduki peringkat pertama dunia.23% per tahun. Trend produksi kopi dunia cenderung mengalami kenaikan.6 juta ton per tahun. Rata-rata ekspor selama periode tersebut adalah lebih kurang 4. “Pergeseran ini terjadi karena persaingan ketat antar produsen kopi dan kelengahan Indonesia dalam mengamati posisinya di pasar kopi internasional”.2 • Prospek Komoditi Demand Dari jenis kopi yang diproduksi. Itulah hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap analis kopi dunia yang dilaporkan baru-baru ini. International Coffee Organization (ICO) bahkan memperkirakan suplai kopi dunia akan mengalami defisit pada 2004 sebesar 11 juta karung. dengan produksi rata-rata 500 ribu ton per tahun. yaitu lebih kurang 6 juta ton. 2. yaitu rata-rata 0. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 1991/92. kopi Arabika merupakan bagian terbesar ( sekitar 70%) dari total produksi dan 30% sisanya adalah kopi Robusta. Kenaikan inipun hanya terjadi pada masa 2 tahun terakhir setelah pulihnya panen diberbagai negara produsen yang sebelumnya mengalami kegagalan panen akibat kekeringan pada tahun 1994/95.6 juta karung. masing-masing 40. Perlu di lakukan sortasi untuk membuang kotoran biji-biji cacat dan biji pecah perlu di masyarakatkan untuk produksi biji kopi yang bermutu baik. Di lain pihak. mencapai kering sampai kandungan air tidak lebih dari 12% dalam waktu kurang 15 hari. tergeser Vietnam.9 juta ton sedangkan terendah terjadi pada tahun 1994/95 yaitu sebesar 4 juta ton. Penjemuran biji kopi di laksanakan dengan cermat agar biji-biji kopi kering merata.5 juta karung robusta dan 65 juta karung arabika. Rata-rata produksi kopi dunia adalah 5. Bahkan. untuk ekspor kopi robusta. Ekspor tertinggi tercatat pada tahun 1996/97 sebesar 4. Seorang analis dari CoffeeNetwork memprediksikan total produksi kopi dunia pada 2004 akan mengalami penurunan menjadi 105.6 juta ton per tahun. Colombia dengan produksi rata-rata 800 ribu ton per tahun dan Indonesia pada urutan ketiga produsen kopi dunia. 102 . posisi Indonesia bergeser menjadi peringkat empat.9 juta karung – satu karung ekuivalen 60 kg. Ekspor kopi yang dilakukan oleh negara-negara anggota pengekspor ICO selama periode 1991/92 – 1996/97 hanya sedikit mengalami kenaikan. • Potensi Ekspor Sejak tahun 1984 ekspor kopi Indonesia menduduki nomor tiga tertinggi setelah Brasilia dan Kolombia.5 juta ton. Tahun 1997.9 juta karung sedangkan produksi dunia rata-rata 106 juta karung pada 2003. Negara produsen kopi terbesar adalah Brasil dengan produksi rata-rata 1.• • Di utamakan petik merah selektif untuk memperoleh tambahan hasil yang terdiri dari biji-biji kopi yang bermutu baik serta dapat memperbaiki mutu seduh atau cita rasa minuman kopi nya.

64 juta ton pada tahun1996/97. untuk kepentingan pertumbuhan vegetatif tanaman kopi maupun untuk prmbentukan buah. Di anjurkan pula menggunakan pupuk majemuk dan di lakukan secara cermat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Di anjurkan untuk memberikan tanaman serasah di sekitar tanaman dan untuk tanah yang keadaan nya miring di perlukan penanaman tunbuhan penutup tanah untuk mencegah erosi. Pada tahun 1991/92 total volume ekspor kopi olahan baru mencapai 1. Perakaran tanaman kopin relatif dangkal dan memerlukan struktur tanah yang terjaga baik dengan bahan-bahan organik. tata air maupun tata udara tanahnya. Pemangkasan tanaman untuk membuang cabang buah yang kurang produktif dan cabang yang terserang penyakit agar tidak terus menjadi sumber gangguan kebun. 7. India dan Ivory Coast masing-masing 8.Peningkatan ekspor kopi olahan relatif lebih tinggi dari pada bentuk kopi lainnya.62 juta ton. 2. Pemupukan dianjurkan setelah pohon kopi di pangkas dan di lakukkan pada lingkar piringan pohon kopi agar pupuk dapat di serap secara maksimal oleh akar serabut tanaman kopi.7 % jauh lebih besar dari pada pangsa Indonesia. Diawal musim hujan misalnya tanaman lebih memerlukan unsur N untuk pertunbuhan vegetatif dan unsur P untuk pembentukan akar. dengan cepat meningkat menjadi 2. atau hampir dua kali lipat dalan kurun waktu 5 tahun. Ini dapat dilakukan dengan bebarapa cara yaitu : • Memelihara beberapa wiwilan pada pangkal batang pohon. sedangkan Indonesia baru 1. Dalam hal ekspor kopi olahan. • Pemupukan Pemupukan tanaman perlu dilakukan agar persediaan hara dalan tanah tetap terjamin.2 % dan 6. Untuk pemupukan secara tepat dan menghindarkan pemborosan penggunaan pupuk di perlukan analisa tanah dan analisa daun dengan percobaan di lapangan. Pemangkasan juga di tujukan untuk memperoleh cahaya matahari ke batang dan cabang tanaman guna merangsang pembentukan bunga serta memperlancar peredaran udara yang akan membantu penyerbukan bunga-bunga tanaman kopi. Pada tanaman berbatang ganda pemangkasan pohon ditujukan untuk pembentukan tanggul penyanggah yang kuat untuk menumbuhkan beberapa batang. Dosis pupuk harus di sesuaikan dengan keadaan kebun. 2) Pemeliharaan Guna memperoleh hasil yang baik perlu di lakukan pemeliharaan tanaman secara intensif.3%. kesuburan tanah maupun umr tanaman. permukaan tanah tenpat penanaman kopi harus di bikin cenbung. 103 • . Pemupukan yang intensif akan berpengaruh pada ukuran biji kopi yang lebih besar Dan mendasari hasil kebun yang baik. Pasar kopi olahan ini lebih banyak dikuasai Brasil dan Colombia masing-masing dengan pangsa pasar 58% dan 12%.6 %.3 Subsistem Agribisnis • Farming System 1) Penanaman Penanamam bibit di lubang-lubang tanaman yang telah di siapkan perlu di lakukan dengan hati-hati agar perakaran bibit tanaman tidak rusakm untuk mencegah agar tidak terjadi genangan air di lubang tanaman. Pemangkasan Pemangkasan tanaman di perlukan agar tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi dan supaya merangsang prtumbuhan cabang-cabang yang di perlukan untuk pembentukan buah. Pemangkasan ini dilakukkan setelah 2-3 kali berbuah. pangsa pasar Ecuador. Pada akhir musim hujan tanaman memerlukan banyak unsur K untuk memasakkan buah kopi.

Petani dapat nenasarkan kopi secara bebas dalam bentuk kopi beras atau bentuk basah ke asosiasi petani kopi atau langsung ke pedagang pengumpul.syaratnya kopi harus bermutu baik dan sudah disortasi sehingga memenuhi syarat mutu yang di tentukan. Biji-biji keriput dan biji-biji hitam trgolong biji-biji cacat dan sangat merusak cita rasa kopi seduhannya.B (Ost Indische Bereiding). walaupun berasal dari dongkolan buah ataupun dari cabang yang sama.iadi kopi beras. Perbedaan pokok dari kedua cara tersebut diatas adalah pada cara kering pengupasan daging buah. • Processing • Biji kopi yang sudah siap diperdagangkan adalah berupa biji kopi kering yang sudah terlepas dari daging buah.Jerman.Buah kopi yang matang dipohon berwarna merah pada kulit buahnya dan matang tidak dalam waktu yang serentak. sedangkan pengolahan cara kering biasa disebut O. butiran biji kopi yang emikian ini disebut kopi beras (coffca beans) atau market koffie.Indonesia belum bisa memanfaatkan jenis produk dan negara pengimpor yang sedang tumbuh permintaannya.• • Mencondongkan batang pohon atau menanam batang pokok dengan arah miring Merundukkan batang pokok atau dengan jalan menanggul batang Panen Buah kopi arabika umumnya akan matang setelah 8 bulan dari saat pembuahaan dan kopi robusta matang stelah 10 bulan dari saat pembuahaan.I. Dari subsystem agribisnis yang paling berperan yaitu marketing atau pemasarannya. Indonesia juga kalah bersaing dengan negara pengekspor kopi lainnya.B. (West lndische Bereiding). 2. Pengolahan buah kopi sccara basah biasa disebut W. BAB III PENGEMBANGAN KOMODITI 3.Rantai pemasaan kopi dari petani atau perkebunan bisa melalui bermacammacam jalur. Secara garis besar dan berdasarkan cara kerjanya.selanjutnya pedagang pengumpul akan memasarkan kopi beras ke pedagang besar atau langsung ke eksportir dan perusahaan kopi bubuk. yaitu yang disebut pengolahan buah kopi cara basah dan cara kering. Maka sangat diperlukan cara pmetikan secara racutan karena buah-buah yang blum matang dan masih berwarna hijau akan turut terpetik. maka terdapat dua cara pengolahan buah kopi basah men.4 Sub system yang paling berperan dari permasalahan komoditi.Biji-biji kopi dari buah yang terptik mudah dan belum matang akan menghasilkan biji-biji kopi yang kriput selagi dikeringkan dan menjadi bijibiji hitam.I.Selain itu.1 Konsep Perencanaan Pasar Strategi • Analisis SWOT Strengths Lima faktor yang menjadi KEKUATAN bagi pengembangan agribisnis Kopi adalah: 104 . kulit tanduk dan kulit arinya.dan Jepang. Kopi beras berasal dari buah kopi basah yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan. • Marketing Biasanya kopi diperdagangkan dalam bentuk kopi beras dengan kadar air 13 % sebagian kopi ini akan dipasarkan dalam negeri dan sebagian besar lainnya diekspor. kulit tanduk dan kulit ari dilakukan setelah kering (kopi gelondong).Tujuan dari kopi Indonesia sendiri adalah negara AS. sedangkan cara basah pengupasan daging buah dilakukan sewaktu masih basah.. Buah kopi yang dipetik matang akan menghasilkan biji kopi yang lezat dan beraroma khas minuman kopi.

. b. Ancaman yang dianggap serius adalah: Hambatan-hambatan sistem distribusi /perdagangan buah Kopi Persaingan dengan produk impor buah Kopi Persaingan dengan komoditi lain dalam penggunaan lahan Hambatan-hambatan sistem industri pengolahan Kopi • Segmen Pasar Segmen pasar yang dituju dari kopi Indonesia antara lain Jepang. b. b. e. Bauran Pemasaran Produk Produk utama yang dihasilkan kopi yaitu kopi bubuk. dari kopi bubuk ini dapat dibuat macam-macam kopi olahan. c. seperti kopi instan yang telah banyak dibuat oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. regional dan nasional) sangat terbuka Diversifikasi produk-produk olahan Kopi sangat potensial Kebutuhan pengembangan keterkaitan antara cluster produksi dan cluster distribusi dalam kelembagaan KIMBUN Kopi terpadu Kebutuhan Pemberdayaan sistem kelembagaan produksi Threats a. Negara Jepang.a. Indonesia memenuhi kebutuhan kopi baik untuk dalam negeri maupun internasional. Kanada. Malaysia dan Rusia merupakan pasar yang potensial untuk meningkatkan volume ekspor kopi terlarut dari Indonesia. b. Positionong Postioning yag terjadi saat ini. c. Beberapa PELUANG yang dapat diidentifikasi adalah: Pasar domestik (lokal. d. Price Harga kopi diIndonesia sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kopi internasional dan nilai tukar rupiah terhadap AS. c.Indonesia menempati penegexport kopi nomor 4 setelah Brazil. Kolumbia dan Vietnam. d. c. e. d. Produk yang dipasarkan masih terbatas pada buah segar.Saat Indonesia dilanda krisis ekonmi dimana melalui tukar rupiah melemah terhadap dolar AS.2 • • 105 . Perancis. Ketersediaan lahan yang didukung oleh keunggulan komparatif kondisi agroekologi Sifat unggul buah Kopi untuk pasar regional dan nasional Ketersediaan SDM dan masyarakat untuk mendukung hutan-rakyat Kopi yang unggul Sarana /prasarana dan kelembagaan penunjang yang komitmennya tinggi terhadap perhutanan Kopi dan industri pengolahannya Potensi pasar yang sangat besar. • 3. Opportunities a. dan Inggris masih terbuka. Weaknesses Beberapa KELEMAHAN yang menonjol adalah: Kesenjangan hasil-hasil penelitian dengan aplikasi secara komersial Posisi “lembaga pemasaran” sangat dominan Belum terbentuknya keterkaitan-kemitraan yang adil antar pelaku (cluster) kebunrakyat Kopi & sistem distribusi Kopi d. Malaysia. Tingginya komponen biaya transportasi dalam struktur biaya produksi a. menyebabkan harga kopi domestik melambung tinggi walaupun harga kopi Internasional merosot tajam.

dan mempunyai cita rasa yang khas. Promotion Saat ini kopi produksi Indonesia menguasai 20% pasar Eropa. Atribut Kualitas Atribut kualitas kopi adalah cita rasa dan aromanya. Sumatra Utara dan Bengkulu. sehingga penetrasi pasar lebih mudah. Para konsumen dapat menilai apakah produk dari kopi itu bagus atau tidak. Mestinya pemerintah dan swasta lebih giat melakukan promosi. aromanya wangi. kopi yang kualitasnya baik. seperti yang dilakukan pemerintah dan kalangan swasta produsen kopi dunia lainnya.• • Place Tempat yang menjadi tujuan ekspor kopi Indonesia adalah AS. 3. tetapi masyarakat di Eropa selama ini belum banyak yang mengetahui kopi yang dikonsumsi adalah produksi Indonesia karena kurangnya promosi.Daerah penghasil kopi terbear di Indonesia adalah Lampung. dapat dirasakan dari aromanya.3 106 . Jerman dan Jepang.