ffi

UNTYERSITAS INDONESIA DAMPAK PAPARAN BISING BAJAJ PADA PNNGEMUDIIYYA HASIL PENELITIAN HARI PURNAMA KERTADIKARA 3191091106

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIYERSTTAS INDONESIA PROGRAM PEI{I}IDIKAN DOKTER SPESIALIS BIDA}IG STUDI ILMU PEITYAKIT THT

FAKI]LTAS KEDOKTERAN UNTYERSITAS INDONESIA r997

HALAMAN PENGESAHAN

PENELITIAN INI DIKERJAKAIT DI BAGIAN ILMU PEIVYAKIT TELINGA HIDT]NG TENGGOROK FAKULTAS KEDOKTERAN UMYf,RSITAS INDOI\IESIA JAKARTA

Jakartan26 Nopember 1997

ProfesorDr. H. Hendarto Hendamin Pembimbing BagianTHT FKUI I

Dokter H. Entjep Hadjar, Spesialis THT Pembimbing BagianTHT FKUI II

DAX"TARISI UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR TABEL DA}I GAMBAR BAB I PENDAHULUAN Ll. Latar belakang masalah L2. Masalahpenelitian penelitian L3. Hipotesis I.4. Tujuanpenelitian L 4 .1 .U mu m..,.......... L 4 .2 . h u zu ............... K s I. 5. Manfaatpenelitian BAB tI. TINJAUAN PUSTAKA BAB M. METODOLOGI PENELITIAN l' KerangkaKonsep 2. Batasan Operasional 3, Disaindancarapenelitian 4. Pengumpulandata 5. Rancangan analisis .......... dan data laporanpenelitian 6. Penyusunan penyqiian dan 7. Etika penelitian penelitian 8. Organisasi BAB IV, HASIL PENELITIAN BAB V. PEMBAHASA}T BAB VI. KESIMPULAN DAN SARA}.{ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRA}.I l, Status Penelitian 2. TabelInduk percontoh

Halaman
I

vu I I 4 5 5 5 5 6 7 45 45 46 50 53 54 55 55 56 57 7l 79 82

UCAPAN TDRIMA KASIH Puji dan syukur sayapanjatkankehadiratAllah Subhanahu Taala atas segala Wa rahmat dan karunia-Nya ymg dilimpatrkan kepada sayq sehingga saya dapat penelitianyangtertuang dalam karya tulis ilmiah akhir ini. Penelitianini menyelesaikan persyaratan dilakukangunamemenuhi dalammenyelesaikan ProgramPendidikan Dokter Spesialis-IBidang Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok, Fakultas Kedokteran UniversitasIndonesia.Denganbantuandan bimbingandari berbagaipihak dan dengan keterbatasan sertakekuranganyangadapadadiri sayamakaakhirnyapenelitianini dapat diselesaikan. Pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Dr.H. Barnbang Hermani Sp.THT sebagai Kepala Bagian THT FKUI/RSUPNCM yang telah mendidilq memberikan birnbrngan, dukungan serta pengarahan pendidikan penelitiansayaini. sehubungan dengan dan Kepada Dr.H. Masrin Munir Sp.THT yang semasa menjabat KepalaBagran THT FKUI/RSUPNCM telahbanyakmemberikan bimbingarL yang dorongandannasihat amatberharg4 makapadakesemp atankn dengan tulus hati sayasampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada ProfesorDr. Hj. Nurbaiti IskandarSp.THT yang semasa menjabat Kepala Bagian TI{T FKIIIIRSUPNCM telah mengizinkan saya untuk mengilarti

pendidikan spesialisasidi Bagian TIIT FKUIIRSUPNCM dan banyak memberikan birnbingan,dorongan dan nasihatyang sangatbermanfaat,maka pada kesempatan ini dengan rendahhati sayasampaikan terimakasihyang sebesar-besarnya.

tl

Kepada Profesor Dr. H. Hendarto HendarminSp.THT, Ketua Program Studi Bagian THT FKIIIIRSUPNCM merangkap Koordinator PusatKesehatan Telinga dan pada penelitian ini yang sejak awal telah begitu GangguanKomunikasi, Pembimbrng banyak memberikanbimbingan,dorongan, dukungan,nasehatserta penguahm yang pendidikan maka iai, begitubesardansangat berharga sehingga sayadapatmenyelesaikan pada kesempatanini dengan rendah hati saya sampaikanterima kasih yang tidak terhingga. pada Dr. H. Fachri Hadjat saya sampaikan Rasa terima kasih yang setulusnya Sp.TTIT, Sekretaris Program Studi Bagian TI{T FKUVRSUPNCM atas semua yangbegituberharga. bimbingan, arahan dorongan dan pada Dr. H. Rasa terima kasih yang dalam dan tak terhingga saya sampaikan Syarifuddin Sp.THT, selaku mentor saya pada pendidikanspesialisasi yang selalu ini memberikan bimbingan,arahandan nasehatyang sangatberhargasehinggasaya dapat pendidikan menyelesaikan ini. sayasampaikan kepadaDr. H. Ucapanterima kasih yang dalamdan setulusnya Averdi Roezin Sp.THT, selakuKoordinator Pe,nelitian BagranTI{T FKUI/RSUPNCM atas segala bimbingan, nasehat dan dukungan yang sangat berharga selama masa pendidikandan dalam manyelesaikan tugas akhir ini. Bimbingan, atahandan nasehat Sr beliaupadasaatsayamenjadimahasiswa menimbulkan minat sayauntuk mempelajari bidang Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok lebih dalam.Rasaterinnakasih yang pula pada Dr. H. Helmi Sp.THT sebagaiSekretarisPenelitian dalam saya sampaikan BagranTI{T FKUV RSUPNCM, atas semuabimbingan,arahanserta dukunganuntuk mengembangkan diri

tii Ucapan terima kasih yang setulusnya saya sampaikankepada Dr. Aswapi Hadiwikarta Sp.THT yang semasa saya memulai pendidikandi Bagran THT FKUV RSUPNCM menjabatsebagai Koordinator PenelitianBagian THT FKUV RSUPNCM dan telah banyakmembimbing, memberipetunjuk, mengarahkan serta memberinasehat yang sangat bermanfaat masapendidikan selama saya. Demikian pula kepadaKoordinator Pelayanan MasyarakatBagranTI{T FKUV RSUPNCM Dr. H. Hartono AbdurrachmanPh.D. Koordinator Administrasi dan Dr. Hj Darnila Fachrudin Sp.THT,

Keuangan Bagran THT FKUV RSUPNCM

KoordiantorPendidikan Bagian THT FKUV RSIJPNCM Dr. H, Helmi Sp.THT saya Sr ucapkanterima kasih yang sebesar-besarnya bimbingan dan nasehatyang sangat atas pendidikan berharga sehingga sayadapatmenyelesaikan ini. Kepada KepalaSubbagian Neurootologr H. EntjepHadjar Sp.THT,terima Dr. kasihyangtulus dan luhur sayasampaikan kepadabeliauatasbimbingan, nasehat,arahan dan dukunganyang demikianbesar dan berhargasehinggasaya dapat menyelesaikan penelitiandanpendidikan. dankesediaanbeliauuntuk memperbolehkan Ijin penelitianini dilakukan di SubbagianNeurootologi sekaligus menjadi pembimbing saya dalam penelitian sungguh ini hanyaAllah yang dapatmembalasnya. Kepada Kepala Subbagian Plastik RekonstruksiDr. H. Masrin Munir, Kepala SubbagianOtologi Dr. H. Helmi Sp.TTIT, Kepala SubbagianLaring Faring Dr.H. Bambang Hermani Sp.THT, Kepala Subbagian Rhinologi Dr,Hj. DamayantiSoetjipto Sp.THT, Kepala SubbagianEndoskopi Dr. Hj. Mariana Yuniza{ Kepala Subbagian Alergi Imunologi Dr. Elise KasakeyanSp.THT saya sampaikanterima kasih yang sebesar-besamya segala atas bimbingan, nasehat arahannnya dan selama ini.

IV

Ucapat terima kasih yang sebesar-besamya sampaikan kepadaseluruhstaf saya pengajar Bagian THT FKUI/ RSUPNCM Dr. Aswapi Hadiwikarta Sp.THT, Dr.H. Indro SoetirtoSp.THT,Dr. H. ThamrinMahmudSp.THT,Dr. H. Rusmarjono Sp.THT, Dr. Hj. Efaty SoepardiSp.THT, Dr. H. Zanul A. Djaafar Sp.THT , Dr. Hj. Nikmah Roesmono Sp.THT,Dr.Hj. Anida SyafrilSp.TFIT, Hj. EndangCh. Mangunkusumo Dr. Sp.TTIT, Dr. Hj. Nuty W. Nizar Sp.THT, Dr.Anggreini Wijono Sp.THT, Dr. H. Sosialisman Sp.THT, Dr. Umar Said DharmabaktiSp.THT, Dr. Ronny Suwento Sp.THT, Dr. Alfian FH Sp.THT, Dr. Armiyanto Sp.THT, Dr. Hj. JennyBashiruddin Sp.THT,Dr. ZanlMusa Sp.THT,Dr. TrimartaniSp.THT,Dr. Nina lrawati Sp.THT,Dr. Dini Widiarni Sp.THT atas segalabimbingan,bantuarqserta kebaikanyang diberikan juga kepadasaya selamamengituti pendidikan.Ucapanterima kasih yang sedalamnya sayasampaikan Dr. kepadaalmarhum H. NusyirwanRifki Sp.THT dan almarhum H. Dr. KartosoediroSp.THT atasbimbingan nasehat Soeryadi dan yangtelah diberikan.Semoga Allah Subhanahu Taalamemberikan Wa tempatyanglayak disisiNya. Khusus dalam rangka penyelesaian karya ilmiah akhir ini, saya mengucapkan terimakasihsebesar-besarnya kepada Prof Dr. H. HendartoHendarmin Sp.THTdanDr. H. Entjep Hadjar Sp.THT atas bimbingan,dukunganserta jerih payahnyamembantu penettianini. Iuga kepada menyelesaikan Prof Dr. Hj. Nurbaiti IskandarSp.THTyang telah membantumengoreksipenelitianini pada tahap awal, Ucapanterima kasih yang padaDr. Ronny SuwentoSp.THT dan Dr. Jenny sebesar-besarnyajuga sampaikan saya BashiruddinSp.THT yang telah banyaksekalimembantu mengoreksi, membimbing dan penelitianini, sayasungguhberhutangbudi dan memberidukungandalampenyelesaian hanyaAllah Subhanahu Taalayangdapatmembalasnya. Wa

V

KepadaDR. Dr. H. Adang Bachtiar MPH dari FakultasKesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang telah banyak memberikanbimbingan dan arahan dalam penelitian sayasampaikan ini, terimakasihyang sebesar-besarnya. Pada kesempatan saya menyampaikan ini terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Heru HendartoSp.THT,Dr. AchmadRofii Sp.TtIT, Dr. Yasmina Dr. Alyq Dr. Dr. Susyana Jamal Muhammad Sp.THT,Dr. Hazrul Lufti Sp.TFIT, Tamin Sp.THT,Dr. Susilaningrum Sp.THT atas segaladukunganserta budi baik yang diberikan sehingga peneltianinr. KhuzuskepadaDr. Heru HendartoSp.THT yang sayadapatmenyelesaikan sedangmenuntutilmu di Amerika, bantuan,dukunganserta rujukan ilmiah yang anda kirimkan sungguh merupakan hutangbudi yangbesarbagi saya,semoga Allah Subhanahu rahmatdanberkahbagi andasekeluarga. Wa Taalaselalumemberi ProgramStudi BagianBagianTI{T FKUV KepadaseluruhternansejawatPeserta RSIIPNCM atas segalakerja sama,bantuan,pengertiaq rasa persaudaraan serta rasa yang selamaini kita bina bersamq sayaucapkanterima kasih senasib sepenanggungan yang sebesar-besarnya. Kepada seluruh Paramedis,Karyawan dan Karyawati Bagian THT FKUV RSIIPNCM, sayasampaikan terima kasih atassegala bantuandan kerja samayang baik masapendidikan saya. selama Kepada Almarhum Ayahanda dan Mendiang Ibunda yang selalu memberi semangat,menanamkan disiplin serta memberi dorongan untuk menimbailmu lebih datarn,sayapersembahkan hormatdanterimakasihyangtulus. Semoga Allah Subhanahu Wa Taalamemberikan tempatyanglayakdisisi-Nya.

vi KepadaIsteri dan ananda Putut, Bagusdan Ayu tersayang, yang denganrela dan penuhpengertian berbagisukadanduka sertaselalumemberisemangat kegembkmn, dan penuhrasasayang. sayaucapkanterimakasihdengan Jugakepadakakak dan adik yang selalumendoakan banyakmembantu dan demi pendidikan sayaucapkan berhasilnya ini, terimakasih. Akhir kata, perkenankan saya memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan saya, baik yang disadari maupun yang tidak disadari selama mengikuti pendidikanini. Semogasemuapihak yang telah memberikan amal danjasa baik ke'pada yang setimpal sayamendapat balasan dari Allah zubhanhu Taala.Amin. Wa

vtl

DAFTAR TABEL I'AI\[ GAMBAR

A. Tabel paparan Tabel 1. Perbandingan intensitas waktu dankesetaraan 2l

Tabel 2. Besarkapasitas silindersehubungan dengan NAB yangdiperkenankan 37 . percontoh penelitian Tabel 3. Proporsi percontoh penelitian Tabel 4. Distribusi berdasarkan .,....... suku penelitian Tabel 5. Distribusipercontoh ternpat tinggal penelitian Tabel 6. Distribusi tinituspadapercontoh ..............57 ........ 57 ..... 58 ......... 59

Tabel 7. Distribusipercontohpenelitian dengan tinitus berdasarkan lamapaparan p a p a ra n si n g bi ..........,......... 60

Tabel 8. Dstribusi percontohkasusdengan tinitus dannon tinitus berdasarkan paparanbising lama ............61

penelitian Tabel 9. DistribusiBajajpercontoh berdasarkan tahunpembuatan .,.... 63 jenis kelainanaudiogram.. 64 Tabel 10.Distribusipercontohpenelitian berdasarkan Tabel11.DistribusiTAB ADS tahapawaldanlanjutberdasarkan paparan...65 lama Tabel12.Rerata percontoh usia kasus kelola dan penelitian Tabel13.Rerata intensitas Bajajpercontoh bising ............ Tabel14.Rerata lamakerjapercontoh kasus kelola dan Tabel15.Rerata percontoh lamapaparan kasus kelola bisingharian dan ................ 66 .... 67 .......68 7A

viii
B. Gambar Gambar 1. Peningkatan padaberbagai ambang dengarsementara frekuensipasca paparan 70AHz bisingfrekuensi ......27

Gambar 2. AudiogramTAB dikaitkandengan lamapaparan dengan intensitas l e b i h a ri1 0 0d B d Gambar 3. Jangkauan audibilitasmanusia dihubungkan risiko dengan gangguan pendangaran 4. Gambar Audiogram TAB menunjukkan pada4k}lz takik percontoh penelitian Garnbar5. Distribusi berdasarkan ......... suku ........,..,........ 30 ................41 ...... 58 ......,.....29

percontoh penelitian Gambar6, Distribusi berdasarkan tempat tinggal................. 59 percontoh Garnbar Distribusi 7. tinituspada kasus kelola dan 59 ..............

percontoh penelitian Gambar8. Distribusi berdasarkan keluhan tinitus...............,. 60 Gambar 9. Distribusipercontohpenelitiandengan tinitus berdasarkan lama p a p a ra n b i si n g ....,...........6 1

Gambar10.Distribusipercontohkasusdengan tinitus dannon tinitus berdasarkan lamapaparan bising .......62

penelitian Gambar Distribusi 11. Bajajpercontoh berdasarkan tahunpembuatan 63 .. jenis kelainan Gambar12. Distribusipercontohpenelitian berdasarkan audiogram..64 (a) Gambar Rerata 13. ambang kanan dankiri (b) percontoh dengar kasus ............ 65 Gambar14.Distribusipercontohkazusdengan TAB ADS tahaplar{ut danawal berdasarkan paparan lama bising percontoh Garnbar Rerataumur 15. kasus kelola dan ..:. 66 .......... 6'l

ix
16. Gambar Rerata intensitas Bajajpercontoh kasus kelola.................. bising dan 68 kasus kelola Gambar17.Rerata lamapaparan kerjapercontoh dan operatorcurvelamapaparan Gambar18.Receiver kerja(taftun) percontoh 19. lamapapar Gambar Rerata harian kasus kelola dan ( Gambar Receiver ZCI. operator curvelamapapar harian jam ) ..... 69 69 .......... .........70 .............71

BAB I PENDAHULUA}I L1. Latar belakangmasalah pendengaran akibat paparanbising (noise inducedhearing loss) atau Gangguan jenis tuli sarafyangpaling sering disingkatTAB, merupakan tuli akibatbising selanjutnya dan ditemukanpada pekerjaindustri di negaraberkembang negaramaju dengansistem yang belum dilaksanakan denganbaikl. Kemajuandalambidang pendengaran konservasi kebisingan banyaksumberpenyebab bertambah industri dan transportasimengakibatkan di menyebutkan Manchester(Inggris) 25% dari penduduk di kota besar.Kepustakaan di dari kota terpaparbisingyangbersumber industrielektrik danmesin,sem€ntara daerah pinggirankota paparanbising berasaldari industri tenun tradisional mau pun modern, berasaldari paparan sehinggadi dapatkan8 Yo dari penderitatuli saraf penyebabnya kerjal. Di Amerika lebih dari 5,1 juta pekerjaterpaparoleh bising bising lingkungan lebih dari 85 dB dan masihbanyaklagi sumberbisingyang berasaldari intensitas dengan berbagaimacambidang '. Polandia negara denganprofil industri yang hampir sama berisiko Indonesia terdapat5 juta pekerjaindustri dengan600.000diantaranya dengan TAB kekerapan tahun1991s/d 1995diperkirakan sejakperiode bising,sehingga terpapar 25 sebesar % darrseluruhpenyakitakibatkerja3. laka*a diketahuisebagai kota dengantingkat produksi Di Indonesiakhususnya terdapatratusanpabrik, bisingyangcukup tinggr. Jakartadan kota satelitdi sekelilingnya yang ikut pusatkeramaian ribuanmesinindustri, ratusanribu alat angkutandan berbagai bisinglingkungan. atasterjadinyapeningkatan berperan

2 KekerapanTAB padaberapakota di Pulau Jawaberkisarantara0,2 - 6 Yo dari populasi penderitagangguanpendengaran yang berobat ke rumah sakit. Bagian THT periodeJanuari1995sampai RSIJPNDr. Cipto Mangunkusumo selama Desember 1996 dikunjungi 884 penderita dengan gangguanpendengaran, sebanyak325 orang dai' populasi di atas menderitatuli saraf berbagai derajat dan 56 (6,3 %) di antaranya menderitaTAB. Di Jawa Timur Wiyadi dkk, mendapatkan 5303 pederita gangguan periode1981-1984, pendengaran berobatke RSUD Dr. SoetomoSurabaya yang selama danganangka kekerapanpenderitatrauma akustik sebesar247 (4,7o/o).Peneliti lain Lukmantyamendapatkan traumaakustiksebesar (1,2%) dalam 50 tahun 1984 kekerapan yang berobat ke RS. Syaiful Anwar Malang. Di JemberHadipero melaporkanangka penderita TAB sebesw (A,2To) traumaakustikberobatke RS. Dr. Soebandi kekerapan 5 Jember datam tahun19844. Angka kekerapan TAB pada pekerja secara khusus pernah dilaporkan oleh 30 angka Hendarmin5 sebesar (50%) di Marrufacturing Plant Pertamina.Sedangkan kekerapan TAB pada pengemudi kendaraanbermotor belum pernah dilaporkan di Indonesia. Surveitingkat kebisinganyang dilakukanIndrasukhri6 di Thailandmendapatkan hasil sebanyak 3.242 (30%) sepedamotor dan three cycle (kwdanar angkutan penumpang sejenis bajaj) mempunyai tingkat produksi bising di atas nilai ambangbatas (NAB) yang diperkenanankan, intensitas bising tetapi tidak dilaporkan adakahpengaruh di atasNAB tersebutpadapengemudinya ,

3

TAB pada tenagakerjasebagai Iskandardkk Tmendefinisikan suatuketulianyang menetappada pekerja akibat terpapar bising lingkungan kerja yang melebihi NAB yangdiperkenankan, kebisingan dalmwaktu lamadanberjatan terusmenerus . (tuli saraf koklea) Tuli akibat bising ditandai dengangangguanpendengaran kelainan khas berupatakik nadatinggi, tinitus, pemeriksaan audiogrammenunjukkan jelas 4000 IIz dan pada anamnesis akustik (acousticnotch) atau C dip padafrekuensi terdapatriwayat papannbisingyangberlangsung cukuplama8'e'10. Penurunan dicurigai terdapatpada pengemudiBajaj akibat fungsi pendengaran paparan tersebut,dalamkurun waktu yang bising yang bersumber dari mesinkendaraan kelainanyang bersifatmenetap, cukup lama dapatmenimbulkan tidak dapatdiobati serta kerugianmateril, penurunankualitas sumber'dayamanusiaserta dapat mengakibatkan membahayakan bagi diri sendiri dan penggunajalan lainnya. Pada pemeriksaan awal, sebanyak5 Bajaj diperiksatingkat kebisingan pada putaran mesin biasa dan putaran mesin maksimal.Pada putaran mesin biasabesar intensitaskebisinganyang dihasilkan pada putaran maksimal ( persneling4) besar rata-rata 86 - 98 dB (A), sedangkan 105 intensitas bisingmencapai dB(A). Beberapa faktor yang berpengaruh atau bekerja secara sinergis sehingga mempercepat timbulnya TAB adalah,usia pada saat paparanterjadi, riwayat ketulian secaraherediter, penyakit sistemik seperti diabetesmelitus, radang telinga tengah, penggunaanobat-obatanyang bersifat ototoksik, ras, vibrasi, ttauma kepala, profil 2'8'e'rr, psikologis kelelahan dan Sesuai dengan GarisBesarHaluanNegara(GBIil{) tahun 1993yangmeyebutkan prioritas utamaPembangunan pangembangan SumberDaya Manusia(SDM) merupakan

4

bidang Jangka Panjang (PJP) II yang dikembangkansejalan dengan pembangunan ekonomi. Maka berdasarkanhal di atas kesehatanindera, khususnyapendengaran mutu dan sumberdaya manusiadalam merupakan yang pentingbagi pengembangan hal yang sehatsecara Indonesia rangkapembangunan manusia utuh. uraian masalahdi atas, maka penulis bermaksudunfuk Denganmemperhatikan melakukanpenelitianmengenaipengaruhpaparanbising yang ditimbulkan oleh mesin pengemudinya, yang penggerakBajaj pada pendengaran besar gangguanpendengaran ditimbulkanakibat paparanbising tersebut,setelahberapalama terpaparbising seorang pengernudi Bajaj akan mangalamiTAB dan berapabesar rerata intensitasbising yang pada dihasilkan oleh Bajaj. Dengan harapanhasil penelitian ini dapat disumbangkan pemerintah pertimbangan untuk tidak menggunakanBajaj sebagai sarana daerahsebagai segi produksi bising dalam angkutandi Jakartaatau di mana pun dan memperhatikan menyediakansaranatransportasiyang baru baik di Jakarta mau pun kota lain di Indonesia.

L2. Masalah penelitian Berdasarkanuraian dalam latar belakang masalah tersebut di atas, dapat pertanyaan penelitiansebagai berikut: dirumuskan l. Apakah terdapat dampak bising mesin Bajaj terhadap timbulnya gangguan pendengaran Bajaj ? berupaTAB padapengemudi pengemudi 2. Setelah dari Bajaj berapalama terpapar bisingyangberasal Bajaj, seorang perhariyang akan menimbulkan TAB TAB sertaberapajarnpaparan akanmenderita padapengemudi Bajaj?.

4

bidang Jangka Panjang (PJP) II yang dikembangkansejalan dengan pembangunan ekonomi. Maka berdasarkanhal di atas kesehatanindera, khususnyapendengaran mutu dan sumberdayamanusiadalam merupakan yang p€ntingbagi pengembangan hal yang sehatsecara Indonesia rangkapembangunan manusia utuh. uraian masalahdi atas, maka penulis bermaksudunfuk Denganmemperhatikan melakukanpenelitianmengenaipengaruhpaparanbising yang ditimbulkan oleh mesin pengemudiny4besar gangguanpendengaran yang penggerakBajaj pada pendengaran bising tersebut,setelahberapalama terpaparbising seorang ditimbrrlkanakibat paparan pengernudi Bajaj akan mengalamiTAB dan berapabesar rerata intensitasbising yang pada dihasilkan oleh Bajaj. Dengan harapanhasil penelitian ini dapat disumbangkan pemerintah pertimbangan untuk tidak menggunakanBajaj sebagai saf,ana daerahsebagai segi produksi bising dalam angkutandi Jakartaatau di mana pun dan memperhatikan menyediakansaranatransportasiyang baru baik di Jakarta mau pun kota lain di Indonesia.

L2. Masalah penelitian Berdasarkanuraian dalam latar belakang masalah tersebut di atas, dapat penelitiansebagai pertanyaan berikut: dirumuskan l. Apakah terdapat dampak bising mesin Bajaj terhadap timbulnya gangguan pendengaran Bajaj ? berupaTAB padapengemudi pengemudi 2. Setelah Bajaj berapalamaterpaparbisingyang berasaldari Bajaj, seorang perhariyang akan menimbulkan TAB TAB sertaberapajannpaparun akanmenderita padapengemudi Bajaj?.

3. Berapa rerataintensitas besar bisingBajaj?

L3. Hipotesispenelitian intensitas atasnilai arnbang Bising yang dihasilkan oleh mesinBajaj mempunyai di bising (NAB) yang diperkenankandalam kurun waktu 6 tahun dapat menimbulkan gangguanpendengaran pada pengemudinya berupa tuli saraf, terutama pada frekuensi 4000H*r,8.

I.4. Tujuan penelitian L4.1. Tujuan Umum Mendapatkan suatu data yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan kebijakandalamprosespenyediaan sarana transportasi baik di Jakartamau pun di kota lainnya

L4.2. Tujuan Khusus pada pengemudi 1. Mendapatkan bukti atau data terdapatnyagangguanpendengaran Bajaj berupapenunrnao fungsi pendengaran. 2. Mendapatkandata lama paparan kerja dan lama paparan perhari yang dapat padapengemudi gangguan pendengaran Bajaj {cat of point). menimbulkan 3. Mendapatkanrcrataintensitas bisins Bajaj

6

L5. Manfaat penelitian Manfaat penelitiandalambidangpelayanan kesehatan dan masyarakat. Penelitian ini nantinyaakandisumbangkankepadapenentukebijakanpenyediaan saranaangkutan umum dalam hal ini PemerintahDaerah, Dinas Lalu Li$as Angkutan Jalan Raya (DLLAJR), Sub Direktorat Kesehatan Indera Ditjen Binkesmas Kesehatan Departemen profesiterkait (PERHATD. danorganisasi Dalam bidang riset peningkatanzumber daya manusi4 penelitianini mungkin pendengaran. teknik konservasi memberisedikitmanfaat bag pengembangan Dalam bidang akademik pertelitian ini diharapkan akan menambahjumlah padapekerj4 sepertiyangtelah dilakukanoleh penelitian bidangbisingdan dampaknya di penelitipendahulu. beberapa

BAB II TINJAUAIT PUSTAKA Pendahuluan padatenagakerja akibatpapilan bising lingkungankerja Gangguanpendengaran mempunyaikekerapanyang cukup tinggt, terutana di negaraberkembang dan negara yang masih burukt. industri dengan sistem konservasiterhadap indera pendengaran pada tenagakeqa akibat paparanbising Kerusakanatau penuruoan fungsi pendengaran yangbersumber mesinproduksidan alat transportasi dari dalamkurun waktu yang cukup lama dapatmenimbulkan kelainanyang bersifatmenetapr'2'7't'e. Kelainanini tidak dapat kerugianmaterialsertapenurunan kualitassumberdaya diobati dan dapatmengakibatkan yang cukup besar,sehingga diperlukantindakankhususdalammendeteksi manusia dan 8'e'r0, mengatasi masalah bising sebagai upayapenanggulangannya Bising didefinisikansebagai bunyi yang tidak diinginkanrr4s.Bising mempunyai yang dinyatakandalamdesibel(dB) danjumlah getar perdetik intensitas satuanbesaran atau frekuensi yang dinyatakandalam Hertz / V,rlohertzQlzll<Ilz), serta memerlukan penurunan Bising waktu paparanyang cukup untuk menimbulkan fungsi pendengaran. nadatinggi dengan frekuensiantara2000 Hz - 4000 Hz daninte,nsitas dB atau lebih" 90 lebih dari 8 jam perhariataulebih dari 40 jam permingguselama 6 dengan waktu paparan padaorganpeadengaran pada kerusakan tahunataulebih,berpotensildapatmenimbulkan 8'e. r ata-r manusial'2'4 ata Beberapa faktor yang dapat mempercepat terjadinya penurunan fungsi pendengaran akibat paparanbising dapatberupa,usia, riwayat ketulian dalamkeluarg4 penyakitsistemiksepertidiabetes melitus,pengguftmnobat atau zat ototoksik, penyakit

8

dan ras. Faktor lain yang didugamernpengaruhi telinga tengah,kelainankardiovaskular 8'e'r0'11'1!13. penurunan ialah dan fungsipendengaran kelelahan qtres Kebisingan di tempat kerja didefinisikan sebagai semua bunyi yang tidak yangbersumber dari peralatandan aktifitas produksi di tempatkerja, satuan dikehendaki intensitas skalaA (dBA)tu. dinyatakan dalamdesibel

Fisika Bunyi Bunyi dihasilkanoleh sesuatu bentuk fisik yang bergetardan merambat melalui mediaperantara(misal. gas, cair atau padat) sehinggadapatdidargar atau deteksi oleh gelombang Media dimana bunyi itu berjalanharusmempunyai massa telingamanusia. dan padat lebih cepat menghantarkanbunyi mempunyai elastistisitas,media peradrtera dibanding dengan udarars. melaluiudaradengankecepatan sekitar 344 mldetrk (padasuhu Bunyi merarnbat perubahantekananstatik atmosfir I tekananstatik atmosfir sekitar 200C) menyebabkan laut pada O0C 1lz0 f;1. 105pascal: 105Neurtons/m2 atau 14.7 lbffiz di permukaan Perubahan tekananyang terjadi dapatmelalui pulsasialiran udara,pusaranaliran udara, 15'16. gelombang vibrasipermukaan renjatan atau Melalui media perantara bunyi disebarkanke berbagai arah secara radtal, membentuk bidang gelombang dengan sumber bunyi sebagai titik pusat, tekanan maksimum zurnber beradapadatitik yangtegaklurus dengan bunyi. Frekuensi dan intensitasmempunyaipengaruhterhadap sifat bunyi dan daya bunvi. destruksi

9

jurnlah getaranperdetik, dinyatakandalam Frekuensi( f ) didefunsikan sebagai hefiz atavkilohertz W I kllz). Frekuensi secara matematis mempunyai hubungan satuan panjang gelombang terbalik dengan bunyi 1s't6. Panjang gelombangbunyr merupakanjarak yang menghubungkan dua awal gelombangpada fase yang sama,dinyatakandalam simbol lanrbda ( '1,'). Hubungan panjang gelombang kecepatan frekuensi, dan dinyatakan dalamrumustt'tu. antara ?"f= c
c: kecepatanbunyidalam m/det

panjanggelombang padabunyi denganfrekuensi100 Hz akanmempunyai 3,4 Sehingga m. Cepatrarnbatbunyi di udaradihitungmelauirumustt'tu : c:20.05 { Tom/det
Te: suhurmrtlakdalam5< (ZZ:o+oC)

kecepatan Melalui rumus di ataskita dapatmenghitung buny di udara pada suhu 210C sebesar344m/detik Gelombangbunyi merupakangelombangsinus, secaramatematik dinyatakan A amplitudo,/freluensi dan t waktu dalamfungsi sinus:A sin 2 nf t, dengan adalah dalamdetik. Tekanan yang dihasilkan oleh gelombang bunyi ( p ) membentuk

periodik, dinyatakan gelombang dalamrumustt'tu :

p : po sn (2trfit
p mempunyainilai konstandisebuttekananamplitudo

total tekanandinyatakan Sehingga bunyi mempunyai dalam: suatu gelombang P+ p atau: P + posn{2nf)t

l0

molekul udara(V) dinyatakan Kaitan tekananbunyi @) dengankecepatan dalam
ruillrts tt :

P:R V impedansdari mediayang R merupakansuatubilangankonstan,dapat disebut sebagai dilewatigelombang bunyrtersebut12. energi bunyr disebut sebagaiintensitas, Kemampuanbunyi untuk meneruskan molekul bunyi dinyatakan kaitan anataraintensitasdangantekananb.tny, dan kecepatan dalamrumus: = x maksimal Intensitas Tekanan maksimal/2

Angka 2 merupakan pembagi berasal dari bentuk alamiah gelombang. Dengan menggunakan firngsi R sebagai rumusberikut 12: maksimal)'I 2R Intensitas: (Tekanan 2 : R x (Kecepatan maksimal) / 2 preswre denganarnbang bunyi seringdinyatakan tekanan bunyi (sound Intensitas , besar intensitas dapat dinyatakandalam

level) dinyatakandalam I". Intensitasbunyi didefinisikansebagairasio logaritma dari kuantitas bunyi yang dibag dengan kuantitas baku pada media yang sama, satuan intensitas tekanan bunyi atauLp dinyatakan dalamdesibel(dB). Hubunganantaraambang pressare)atau dengantekanan bunyi (sound
dalamrurnus tt'tu

p = kuantitasbunyi yang diberikan p= luantitas bunyi baku

11

Bising dan dimensi bising Definisi bising menurut Canter bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. menurutChanletbising adalahbunyi yang terjadi pada saatdan tempat atau Sedangkan (dikutip dari Mukono 17 yangtidak sesuai keadaan ). Hadjar dan Hendarmin r8 mendefinisikanbising sebagai bunyr yang tidak diinginkan, mengganggu,mempunyaisumber dan menjalar melalui media perantara. risiko yang Definisi bising ini mencakupaspekfisiologik, psikologik dan mencerminkan dapatditimbulkanakibatbising. frekuensiradio atau Saat ini bising juga mencakupganggpanpadapenggunaan alat elektronik. terdapatnyatransmisi elektrik yang tidak diinginkan pada penggunaan tinggi kecualipada intensitas Bisingtidak berbahaya 8'17.

dimensifisik, fisiologik dan psikologik, yang masing-masing Bising mempunyai gabungan berbagaimacambunyi dengan salingberbeda.Secarafisik bising merupakan periodisitas.Meskipun besarhampir tidak mempunyai berbagai&ekuensiserta sebagian khusus.Secara fisiologik, secara demikiankomponen bising dapatdiukur serta dianalisa arti akustik dan elektronikbising adalahsinyalyang tidak mempunyai atautidak berguna psikologik bising adalah yang berubahsecaraacak setiapsaat. Secara denganintensitas serta hampir terpisahdari bentuk gelombang buny yang tidak diinginkan,mengganggu
8,9,10

Bising seperti juga bunyi lain mempunyaisatuanfrekuensi atau jumlah getar perdetik dituliskan dalam Hefiz atau kilo Hertz W / H{z), satuan intensitasyang

t2 Bising pada lingkunganindustri tempat kerja dapat menetapterus menerusdan luas (steadywide band noise), dapatjugatidak begitu luas (steadyrrcnrowband noise). Bising oleh karena pukulan berlangsungkurang dari 0,1 detik (impact noise) atav repeatedimpct noise. Bising dapatberasaldari suatu ledakantunggal atau beruntun (eksplosifnoise) atavrepeatedexplosdnolse.Bising dapatterdengardatw (steadystate noise)atauberfluktuasixrE. bising dengan batasfluktuasi intensitaslk. 5 dB, Steadystate noise merupakan bising impulsif merupakansatu atau lebih energi bunyi singkat yang terjadi sedangkan kurangdari 0,5 detik tiba-tiba,berlangsung 2'8'e.

Anatomi dan fisiologi telinga Secaraumum telinga terbagratastelinga luar, telinga tengahdan telinga dalam. lateraldari membran Telingaluar sendiriterdiri atasdauntelinga,liang telinga danbagian timpanire. Daun telingadibentukolehtulangrawandanotot sertaditutup olehkulit. Ke arah liang telinga lapisantulang rawan berbentukcorong menutupihampir sepertigalateraT, dua pertiga lainnya fiang telinga dibentuk oleh tulang yang ditutupi oleh kulit yang timpani denganmembran melekaterat dan berhubungan te. Bentuk daun telinga dengan

berbagaitonjolan dan cekunganserta bentuk liang telinga yang lurus denganpanjang 3500IIz te : resonansi bunyisebesar terdapatnya sekitar2,5 a4 akanmenyebabkan

,Fo -- =

suara 350m / det kecepatan @ 4X2.5cm

13

pada TAB frekuensiyang terkena Dengandemikiandapat dimengertimengapa terutamapada4000 Hz. Padabayi sampaiberumurkurang dan 2 tahun besarresonansi 8000Hzre. telingaluar mendekati gain sebesar 10-15dB untuk Dauntelingadan liangtelingajuga meningkatkan re. rendahpadafrekuensi3-5 kllz intensitas mendeteksi bunyi dengan Berdasarkankeadaandi atas para ahli merancangbentuk alat bantu dengar amandanefektif bagi pemakainya. rupa sehingga sedemikian Telingatengahberbentuksepertikubahdenganenamsisi. Telingatengahterbagt terletak di atas dari batas atas atas tiga baglandari atas ke bawah,yaitu epitimpanum juga sebagai kawm timpaniterletakmedialdari disebut timpani,mesotimpanum membran terletak kaudal dari membrantimpani "'to. Organ membrantimpani dan hipotimpanum tulang pendengaran, timpani, rangkaian konduksidi dalamtelinga tengahialatrmembran rz're2o. penunjang, tingkap lonjongdantingkapbundar ligamentum timpani bataslateral telinga tengah,padamembran Membrantimpani merupakan melekat manubriummaleus.Pada bagian atas manubriummaleusterdapat insersi otot origo otot tensor timpani tensortimpani yang dipersarafioleh nervustrigeminus,sedang berasaldari dindingdepankavumtimpani berjalanke arahdindingmedialkavumtimpani kawm timpani untuk otot ini akanmenyeberangi di dalamsemikanaltulang, selanjutnya berinsersidenganos maleus.Kontraksi otot tensor timpani akan menarik manubrium mernbran timpani bergerakke arah dalam, mengakibatkan maleuske arah anteromedial, yangmasukdibatasi12'20. sehingga besarenergisuara

t4 Otot lain yang juga berfungsi melindungi koklea adalah otot stapediusyang dipersarafioleh cabangstapedialdari nervus fasialis.Otot ini berorigo pada eminensia piramidalis dan berinsersi pada leher tulang stapes. Kontraksi otot stapedius jumlah energi suara menyebabkan plate stapesmenjauhitingkap lonjong, sehingga foot yangditeruskan telingadalamdibatasir2're'20. ke Batas depantelinga tengahberturut-turut dari atas ke bawah adalahorigo otot 20. dan tensortimpani,tuba Eustachius arteri karotis internayangterdapatdi dalamtulang tulangyangberisi organsistem Batasmedialtelingatengahterdiri dari penonjolan vestibuler,tonjolan yang berisi saraf dan dua buah takik. Dari atas ke bawahberturutkanalisfasialispars horisontal,tingkap lonjong dan turut adalahkanatissemisirkularis, batasbelakangdari telinga tengah adalahkanalisfasialis pars tingkap bundar. Sebagai vertikat danaditusad antrum20. Batas atasadalahtegmentimpani yang merupakanatapdari kavum timpani dan jugularis20. batasbawahdari kavumtimpaniadalahbulbus antrummastoid.Sebagai energi akustik yang berasal dari Fungsi dari telinga tengah akan meneruskan memasukikoklea bunyi akan telinga luar ke dalamkoHea yang berisi cairan. Sebelum ukuran membrantimpani dan tingkap lonjong, daya diamplifikasi melalui perbedaan timpani. Besargain yang dan ungkit tu1angpendengaran bentuk spesifikdari membran di diterimaakibatmekanisme atassekitar253a dB le.

Meskipun bunyi yang diteruskanke dalam koklea mengalamiamplifikasi yang cukup besar, namun efisiensi energi dan kemurnian bunyi tidak mengalamidistorsi walaupunjntensitas buny yangditerimasampai130dB le.

l5

padamanusiabaru timbul Altifitas dari otot stapedius disebutrefleks stapedius, pada intensitasbunyi di atas 80 dB (SPf) dalam bentuk refleks bilateral dengansisi homolaterallebih kuat t. Refleks otot ini berfungsi melindungi koHea, efektif pada frekuensifturang dad.2 kIIz denganmasalatensi l0 mdet dengandaya redam 5-10 dB
12,19,20 .

kekuatandan Beberapa fimgsi lain dari keduaotot telinga tengahadalahmenjaga ikut menjaga suplai darah ke rantai tulang kekakuan rantai tulang pendengararq pendengaran, mengurangibising fisiologis yang dihasilkan pada saat berbicua atav yang lemahdengancara mengurangi bising latar menelaa, ikut memperbaiki sinyalsuaf,a belakang, berfungsi meningkatkangain secara otomatis, meningkatkanjangkauan transferenergibunyire. dinamiktelingadanmenghaluskan

Fisiologi mendengar mau pun Pendengaran merupakan salahsatuinderaterpenting,baik bagi manusia pada manusiaatas 3 bagian: LFungsi hewan. Soetirto 2r membagifungsi pendengaran ini Proteksi, pentingbaik pada manusiamau pun hewan,dengankeistimewaan manusia hewan dapat dan beberapa atau dirinya dari zuatu hal yang membahayakan

jiwa. 2. Fungsi Komunikasi,pendengaran merupakan yang pentinguntuk hal mengancam seorang ar:urk agar dapat belajar berbicara dengan baik. Gangguan pada fungsi pendengaran berbisaraserta kesulitan berkomunikasi. 3. menimbulkanketerlambatan &ekuensidi atas2000 I{z tidak Kenibnatan,padapenderita sarafnadatrnggl dengan tuli sempurna. akandapatmenikmatiorkestradengan

t6 Prosesmendengar diawali oleh ditangkapnya energibunyi oleh telinga luar yang membrantimpani. Di dalam akan diteruskanke telinga tengah setelahmenggetarkan telinga tengah terdapat rangkaian tulang pendengaran 'ossicle' yang akan getarantersebutmelalui daya ungkit tu1angpendengaran perkalian dan mengamplifikasi perbandinganluas membran timpani dan tingkap lonjong. Energi getar yang telah pada akan diproyeksikan diamplifikasiini akannemasukitelinga dalamyang selanjutnya gerakrelatif antaramembran basilarisdan mernbran akanmenimbulkan basilaris,sehingga rangsang mekanikyaag menyebabkan terjadinya membran tektoria. Prosesini merupakan listrik dari terjadi penglepasan bermuatan ion defleksistereosilia sel-selrambut,sehingga tersebutterjadi depolarisasi rambut dan sel endokoHeapadabadansel. Akibat keadaan potensialaksi penglepasan ke neurotransmitor dalam sinapsisyang akan meningkatkan neryus auditorius. Selanjutnya sinyal elektrik yang berisi informasi akustik akan transmisike nervus auditorius,nukleusauditorius dan akan diteruskanmelalui sinapsis untuk diterjemahkan2t. sampai kortekspendengaran di lebih dalarn,perlu diketahui lebih Agar lebih memahami fisiologi pendengaran dulu struktur dan fungsi koHea, membrantektoria, fisiologi stereosiliadan sensitifitas auditoris. Koklea. Koklea membentuktabung ulir dilapis lindungi oleh tulang dengan panjangsekitar 35 mm dan terbagi atas skalavestibuli, skala media dan skalatimpani. K*4 mEq/l dan konsentrasi Skalavestibulidan skalatimpaniberisi cairanperilimf dengan Na * 139 nrEq/l. Skala media beradadibagiantengah dibatasi oleh membranReisner,

membran basilaris,laminaspiralisdan dinding lateral,berisi endolimfdengankonsentrasi potensial positifpadasaat mediamempunyai aksi K. 144rnEq/ldanNa " l3 mEq/I.Skala

17

(+ istirahat sebesar 80 mv) yang dihasilkanoleh pembuluhdarahpada stria vaskularis rx22. danpompaNa-/ K. ATP asedi striavaskularis Organ Corti. Organ Corti terletak di atas membranbasilaris lamina spiralis

komponenpenting lain seperti sel rambut tulang. Pada organ Corti terdapat beberapa tektoria dan Deiters,Hensens,Claudius,membran dalam,sel rambutluar, sel penunjang lamina retikularis1e'22. jumlah Sel rambutdalamyangberjumlahsekitar3500 dan sel rambutluar dengan hanlaransuaradalarnbentuk energi akustik menjadi 12.000,berperandalammengubah dapat diteruskanmelalui s€rat aferenyang berjurnlah31.000, impuls listrik sehingga 22. dapatditerjemahkan ketingkatyanglebihtinggr, sehingga untuk diteruskan Serat saraf aferen tersusun membentukspiral di dalam nervus koklearis dan secarasistematikdengansel rambut di membranbasilaris,sehinggaserat berhubungan yang berasaldari yang berasaldari bagian basal koklea berada di perifer, sedangkan frekuensidan bagianapekskoHea terletak di tengah.Satu seratsarafaferenmempunyai 22. intensitas spesifik sel Seratsarafeferenberjumlah1700- 1800berfungsimenghambat rambut yang 22. dipersarafinya Potensiallistrik koklea disebutcochlear microphonlq beruparesponlistrik arus generatoramplifikasigelombang energi akustik dan bolak balik yang berfungsisebagai obat ototoksik seperti diproduksi oleh sel rambut luar. Pada penggunaan sepenuhnya cochlear microphonic golonganstreptomisindan aminogtikosidakan terjadi penurunan drastis1x22. secara

18

Proses hantaran bunyi di koklea dimulai dari adanya energi akustik yang gerakan tulang stapessepertipiston. Energi akustik ini diteruskanmelalui menimbulkan sakan perilimf pada skala vestibuli yang berhubungandenganperilimf skala timpani melalui helikotrema, sehingga menimbulkan pergeseran membran basilaris. Pola pergeseran membran basilaris mernbentuk gelornbang berjalan dangan amplitudo maksimumyang berbedasesuaidenganbesar frekuensi stimulusyang diterima. Gerak gelombangmembranbasilarisyang dihasilkanoleh bunyi denganfrekuensi tinggi (10 stimulus pergeseran maksimumpada bagianbasal koklea, sedangkan ktlz) mempunyai pergescran maksimum lebih ke wah apil<arl. bunyi frekuensirendah(125 Hz) mempunyai Gelombangyang dihasilkanoleh bunyi frekuensi sangat tinggi tidak dapat mencapai yang dihasilkanoleh frekuensibunyi yang sangat gelombang bagranapikal, sedangkan basilarisre. basalmaupun bagianapikalmembran rendahdapatmelewatibagran Membran tektoria Membran tektoria dibentuk oleh masa gelatin, aseluler sejumlahbesar karbohidrat dalam bentuk glikoprotein. Gottstein (dikutip mengandung tektoria menjadidaerahlimbal, medial dan marginal. dari Canlon 22)membagimembran dengansel interdentalterletak sebelahmedial dan inner Daerah limbal berhubungan sulcus, bagranmedial merupakantempat berakhirnyasel ranrbut luar dan sel.rambut dalam dan bagian marginalterletak sebelahlateral sel rambut luar. Membran tektoria dilingkupi cairan, permukaan atas berhubunganlangsung dengan endolimf yang mengandung banyak ion kalium. Bagian marginal membrantekloria diduga berfungsi tertutup rapat pemisah denganendolimf,padakeadaan antaracairansubtelctorial sebagai konsentrasiion yang terdapat pada cairan subtektorialakan samadengancairan yang

t9 terdapat pada inner sulcus. Secaraumum membrantektoria berperanpentrng dalam proses pendengaran. Streosilia. Beberapaorgan yang berperan penting dalam proses pendengaran Menurut Ter Kuile (1900) basilaris. dan membran tektoria, stereosilia membran adalah prosespenting pentingdi atasmerupakan interaksiketiga strukf,ur (dikutip dari Canlon22), yang apikal sel rambut sangatrigid dan terdapatpenahan dalammendengar.Padabagran stimulusakustik akan bila bundellain, sehingga mendapat kuat antarasatubundeldengan terdapatrantai terjadi gerakanyang kaku secarabersamaan.Bagian puncak stereosilia stereosiliayang tinggi dengan stereosiliayang lebih pengikat yang menghubungkan bundelyang akanmendorong padasaatterjadi defleksibundelstereosilia rendahsehingga lain yang akan mengakibatkan terjadinya regangan pada pada rantai yang

kanalion terbukanya di tersebut,keadaan atasmengakibatkan stereosilia menghubungkan Gerakanyang berlawananarah akan terjadi depolarisasi. pada membransel sehinggga reganganpada rantai tersebut menurundan kanal ion akan menutup( mengakibatkan HudspethdanPicHes) dikutrp dari Pickles 12.Sumberenergiyang menunjang terjadinya

seri olehbiological batteriesyangtersusunsecaf,a di dalamskala prosesdi atasdihasilkan (+ sebesar S0mv) danpotensialnegatifintra seluler( mediaberupapotensialendokoklea 22. teori Davis) di*utip dari Canlon energi mutlak telinga ditentukanoleh besarnya Sensitifitas auditoris. Sensitifitas pendengaran. Keadaan atassering di respons untuk menimbulkan akustikyang diperlukan ambangdengardan dinyatakandalamdB (SPL) padafrekuensitertentu disebutsebagai
22

20 Berbagai macamprosedur pengukurantelah dilakukan pada hewan percobaan di nilai sensitifitasauditoris. Termasukdalampengukuran untuk mendapatkaa besarnya potensialaksi serat saraf, atas adalahcochlear microphonic, refleks otot pendengaran, potensial aksi berkas serabut saraf dan brainstem attdiometry (BERA) re'm'2r. Pada

BERA parameter yang dianalisa adalah sensitifitas mutlak, latensi gelombang dan pengukuranelektrofisiologisdi amplitudogelombang Beberapaahli membandingkan ", atas dengan behavioral auditory threshold karena nilai ini merupakan indikator pengukuran yang mempunyai nilai sensitifitasauditoris yang dapat dipercaya.Beberapa ambang mendekati beluvioral auditory threshold adalah potensial aksi serat saral potensialaksi berkasserabutsarafdan BERA. Dari hasil penelitianyang dilakukanoleh n bahwarefleksotot Salvi.et al, Engstrom& Borg yang dikutip dari Canlon didapatkan dengarre'20'2r. telingatengahtimbul pada70-80 dB di atasarnbang

Pengaruhbising terhadap organ pendengaran Berbagaiusahatelah dilakukanuntuk mencarihubunganarrtarapaparanbising pendengaran. Padaakhirnyasaatini telah dimengertibahwaterdapatsuatu dan gangguan jeda bermaknayang menghubungkan: tara bising atau energibunyi yang anan (safe a sound) sebagai batasbawah denganbising atau urergi bunyi yang kuat (intensesound) yang dapat menimbulkan gangguan pendengaranmendadak sebagai batas atas. di Berdasarkanpenjelasan atas dapat dimengerti bahwa jurnlah paparan energi yang diterima akan sebandingdengan kerusakanyang didapat. Dengan kata lain paparan bising denganfrekuensi dan intensitastertentu yang berlangsungdalam 8 jam akan yang yang samadenganpaparratn dilakukandua kali 4 iarn mempunyai derajatkerusakan

2l

nilai kerusakanseparuh dari paparan bising yang didapatselama16jam ataumempunyai
8,9.

Perlu diketahui pula besaran intensitas bunyi (desibel) menggunakankaidah logaritmasepertidikemukakan oleh Burns danRobinson dikutip dari Alberti 8,dijelaskan peningkatan 3 intensitas bising sebesar dB akanmenggandakan kekuatanbising tersebtrt, dengandemikianbisiag denganintensitas93 dB kekuatansetaradengan2

kali bising denganintensitas90 dB, bising 103 dB mempunyaikekuatanyang setara intensitas dB 8'e. 100 dengan zkahbising dengan
Tabel 1. Perbandinganwaktu dan kesetaranintensitaspaprran (dikutip dari Albefti E) Lama Paparanyang di perbolehkan(iam) t6 8 4 2 1 LosraGB) Leq(dB)

85 90 95 100 105 110

87 90 93 96 99 142 105

u2 u4

11s

Standard 8 jam 90 dB A sesuaiLosru dan L€q

Konsep kesetaraan energl denganbasis 3 dB dipakai di negaraEropa dikenat Di energidenganbasis5 dengan'Leq', sedangkan Amerika memakaikonsepkesetaraan dB dikenaldengan'Losntr'n. Pada koklea yang normal hanya diperlukan sejunrlahkecil energi bunyr untuk reseptor pendengararq di merangsang agu dapat dipersepsikan korteks pendengaran. Pada keadaandimanatelah terjadi kerusakansel ranrbut, kehilangansel rarnbut atau

22 serat saraf pada wea tertentu, dibututrkanenergi yang lebih besar untuk degenerasi informasiakustik ke korteks pendengaran. Mekanismedi atasterjadi dapat meneruskan pada sel rambut yang cidera, sehinggabisa menimbulkanrespons melalui rangsangan padaseratsaraflain yang memicuseratsarafyang masih 'baik', ataumelaluirangsangan yang berdekatanlokasinya dengansel rambut yang cidera. Pada keadaandimana

junrlatr energi bunyi yang dibutuhkanuntuk mendengardibanding terdapat perbedaan yang terjadi akibat papararbising, disebuttuli akibat bising (noise induced sebelumnya hearingloss) biasa ditulisMHLs'e.

Patologidan loknsi kerusakanakibat bising Haberman (dikutip dari Alberti) 8'e melakukanpenelitian pada pekerja yang paparan 20 bising selama talun. Padapaneriksaanmayrt Qtort berumur75 tahundengan mortem) tampak kerusakanorgan Corti berupa destruksise1rarnbut dengankerusakan terberat berasaldari bagianbasal koklea. Selainitu ditemukanjuga atrofi dari nervus ganglionspiralis.Hal ini sesuaidenganpenelitianGuild seperti auditoriusdan degenerasi bahwabagrankoklea yang terdekat dengan dikutip oleh Hendarmint yung menyatakan tingkap lonjong menerima bunyi denganfrekuensi tinggi. Kenrsakankoklea akibat ini frekuensidan intensitas tinggi terpusatpadafrekuensi4000 Hz dimanakeadaan sesuai getaranterbesar padamembran basilarisdanorganCorti. dengan 10) menyatakan SesuaidenganpendapatGuild, Sellick et al (dikutip dari Ward bahwa di sekitar l0 mm dari tingkap lonjong terdapat sel ranrbut yang mernpunyai amplitudo pating besar dan menerimaenergl terbesarpada paparanbising, sehingga bising, yang disebutsebagai'4AA0Hz bagrantersebutakanmudahcidera padapaparan

23 Karenahubungannya denganserabutsarafseringjuga disebut '4000Hz nerve receptors.'. lokus minorispadaorganCorti. fibers ' . Tempatini merupakan bahwa terdapat mekanisme Beagley (dikutrp dari Alberti e) mengemukakan basilaris hidrodinamikapadakerusakansel rarnbutdalam,sel rambut luar dan membran bunyi yang datangakan tersebarsecara akibat paparanbising Menurutnyagelombang pada partisi regangan merataberbentukndial. Gelombang bunyi tersebutmenimbulkan fleksi membranbasilaris sepanjang tepi ligamentumspiralis. koklea dan menyebabkan basilarisyang tidak ditopang oleh Akibat dari keadaan atasbagrantengah membran di penunjang akanbergetarlebih kuat dibandingkan denganstruktur lain. Padabagian lain hubunganerat basal sel rambut luar yang mernpunyai tengah ini pula tedetak bagtran pada mudahdimengertimengapa penunjang sel dengan pilar sel rambutdalam,sehingga sel basilarisbersama rambut luar dan sel rarnbut dalam mudah bagrantengahmembran bising. rusakakibat paparan (dikutip dari Alberti dan Saunders Schneider 8'e), fase mengemukakan terdapatnya

terdapat dinamikdan fase statik padatraumaakibat bising. Fasedinamikdimulai selama stimulasi akustik, dimanaterjadi perubahanfungsi dan struktur sel. Pada fase ini sel mengalami kerusakanakibat paparan bisrng.Fasestatik terjadi setelahstimulasihilang, jaringanparut, pembentukan sebaglan, dapatmenyeluruh, dimanaterjadi prosesperbaikan bahkandestruksimenetap. pada struktur organ tertentu yang ditimbulkanbergantungpada Jeniskerusakan intensitas,lama waktu paparandan frekuensibising. Peaelitianmenggunakan besarnya intensitasbunyi 120 dB dan kualitas bunyi nada murni sampaibising denganwaktu

24

juga paparanl-4 jam menimbulkan tingkatankerusakan rambut.Kerusakan sel beberapa padaselpenyangga, pembuluhdarahdan serataferen8e. dapatdijumpai perubahan ringan pada Stimulasibising denganintensitassedangmengakibatkan yang lebih keras dengan stimulasidenganintensitas silia dan Hensen'sbody, sedangkan pada struttur sel rarnbut yang lebih lama akanmengakibatkan kerusakan waktu paparan e. lain sepertimitokondria, granulalisosom, lisis sel dan robekan di membranReisner terjadinya Paparanbunyi denganefek destruksiyang tidak begitu besar menyebabkan masihreversibel.Kerusakansilia menetapditandai dengan floppy cilia'yang sebagian e. retikularis fraktur 'rootlet'silia padalamina Penelitianyang dilakukan untuk mengetahuimekanismedestruksi sel rambut kesimpulan bahwa,denganintensitas bising tinggt dan waktu akibatbising menghasilkan paparansingkat menyebabkan kerusakanberupa gangguanmekanik sel rambut, tetapi bising dengan intensitas yang tidak terlampau tinggi dan berlangzungcukup lama kerusakansel akibat terjadinyainsufisiensizat nutrisi sel, sehinggasuplai menimbulkan e. proteinterganggu energidan sintesis Telah diketahuibahwabising denganintensitasyang cukup tinggt menyebabkan kerusakan perubahanpada pembuluh darah organ Corti yang akan merryebabkan 23 sekunderpadajaringan selulerkoklea. Penelitianterakhir yang dilakukanoleh Nakai paparan bising padamarmut denganintensitas125 dB SPL dengan dorgan memberikan 3 frekuensi1 kl{z modewarble atau musicrock 105-125dB selama jam mendapatkan spiralis,spiral hasil terdapataya stenosisdan dilatasidinding lateral koHea, prominensia Penelitian membuktikan ini vasokonstriksi. darahdilimbusmenunjukkan arteri. Pembuluh

25

pengaruh pembuluhdarahkoklea yang ikut berperan vasokonstriksi bising menimbulkan kerusakan organCorti. menimbulkan pengaruhpapuanbisingterhadap nenus auditoriussepertiyang diteliti Penelitian oleh Spoendlim(dikutip dari Alberti e'1,pada hewan percobaanpasca paparanbising dengan rambutluar dan selrambutdalam sel terdapatkerusakan dendritpadaakhir sinaps yang sifatnyamasih reversibel.Penelitianlain yang dilakukan oleh Morest dan Bohne (dikutip dari Alberti ) menemukan kerusakanpada nukleuspreauditorius, terdapatnya kompleks auditorius superior serta nukleus kontralateral dari kolikulus inferior pasca paparan bising Perubahan biokimia yang timbul pascapaparanbising, sepertiyang dikemukakan e 10,menemukan adanyapenurunan oleh Koide seperti dikutip dari Alberti dan Ward glukosaperilimf. kandungan kadaroksigenkoHea sertapeningkatan Konsep terbaru timbulnya TAB seperti dikemukakanoleh Fuel & Pujol 2a glutamat(neurotransmitor yangterdapatpadasinapsis antara berkaitandengan dilepasnya sel rambut dalam dan nervus auditorius)yang berlebih pascapaparanbising. Keadaan pada reseptor ion post sinapsis, berkepanjangan depolarisasi diatas akan menyebabkan mengakibatkan masuknya sejunlahbesarkation Cl- dan HzO kedalamstruktur sehingga patologisdiatasmenyebabkan post sinapsis. Hasil akhir dari mekanisme timbulnyaudema yaflg selanjutnya akan diikuti oleh kematiansel-sel dan disrupsiseratsarafpost sinapsis kintrrenat (agonis glutamat) kedalam neuron. Penelitianinvivo denganmemasukkan kerusakan koklea denganmeaggunakan teknik pompamikro osmotilgberhasilmencegah struktur post sinapsis. terminalnervusauditoriusdanmemperbaiki

*'n: menimbulkan dapat klinis paparan bisingpadaorganpendengaran Secara 1. Adaptasi (temporarythresholdshtft), dapat berupa: 2. Peningkatanambangdengar sementara a.reaksilelah Qtfusiologtcalfatigue) dan b. peningkatanambangdengarsementara berjalanlama(pathologtcalfati gue) (permanentthresholdshift) dengarmenetap 3. Peningkatan ambang Adaptasi atau respons kelelahan akibat rangsangan,ialah keadaan dimana bising,Paparan bising dengan akibat paparan dengarsegera arnbang terdapatpeningkatan frekuensitertentu, intensitasdi atas 90 dB SPL menimbulkanresponsadaptasipada frekuensiyangidentik. Perluasan dampak adaptasi menunjukkan gambaran yang asimetri, dengan pengaruh terjadi padafrekuensidi atasfotiguefrequency( gambar1). Pemulihan terbesar pada paparandenganintensitas70 dB SPL atau kurang timbul secila eksponensial, fenomena fisiologisyang ini pemulihan dapatterjadi dalam0,5 detik. Keadaan merupakan padasaraftelingayangterpapare. oleh disebabkan kelelahan

27

FREKUENSI {Ha) 700 '000
q

1500 2fi10

3000

6000

s
o
F

B

e
E

E:lt to a
>G

XA s o-

v
.J

{o /

\

\

P

/

Gambar L. Peningkatanambangdengar sementarapada berbagai

frekuensi t setelah -"ilf*il"ffi"Xffi

frelnrensi 700IIz pjsins

keadaandimanaambang Peningkatan ambang dengar sementara merupakan intensitas dengan cukuptinggi. Pemulihan terjadi dengarmeningkat akibat paparanbising menit atau jam, ixwrg terjadi pemulihandalam satuandetik atau hari. dalan beberapa Sepertiadaptasikelainanini pun bergantungpada intensitasbunyi, frekuensibunyi dan lama paparan.Beberapafaktor yang berhubungan denganpeningkatananrbangdengar telinga tengah, sementara adalahprofil psikologis,suhutubuh, latihanfisik dan keadaan seperti radang telinga tengah, impedans dan refleks akustik. Keadaan ini masih fenomena fisiologis8'e. merupakan Beberapa penulis membagi peningkatanambang dengar sementaraatas dua bagtatUyaitu: l.Reaksi lelah atau physiolostcal fatigue atau short lasting temporory threshold shift dan 2. Peningkatanambang dengar sementaraberjalan lama atau pathologicalfatigue atanlong lasting temporarythresholdshift.

28 8'e), Reaksi lelah atau kelelahanfisiologik menurut Larsen (dikutip dari Alberti adalah paparan bising dengan merupakanpenurunan aktivitas organ. Penyebabnya intensitasyang lebih kuat dari adaptasidan waktu paparanlebih lama. Kelainan ini ke ambang dengarsementara berjalanlama, rnerupakan transisi dart adaptasi peningkatan jelas, ke perubahan dengan bentuk dari prosesadaptasi arah reaksi lelah zulit dibedakan Responskelelahanyang terjadi akibat keduanyadapatjuga timbul secarabersamaan. perubahan maksimumsekitar 0,5-1 oldaf di atas frekuensi stimulasibising mempunyai mudahkelelahan fisiologik ialah terdapatnya stimulusnadamurni yang diberikan.Secara lebih darr2 menit denganmasapemulihan peningkatan ambang dengaryang berlangsung telah terjadi sebelum lengkapkuraag dari 16 jam. Padapekerjapemulihanpendengaran hari kerja berikut dimulai. berjalanlama atau kelelahanpatologik. Peningkatan arnbangdengar sementara lebih kuat dan waktu bising denganintensitas Kelainandi atasdisebabkan oleh paparan yang lebih lama dari kelelahanfisiologik Perbedaankelainan ini dengan kelelahan fisiologik adalah terdapatnya perpanjanganmasa pemulihan dan kadang kadang pemulihan yang terjadi tidak sempurna. Batas antara kelelahan fisiologik dengan patologik ialahpadaintensitas dB 8'e. 40 kelelahan Peningkatan ambang dengar menetap. Paparan bising denganintensitas cukup tinggr dan berlangsung singkat(explostfl atauintensitas sangat tinsgr berlangsung lama dapat menimbulkanpeningkatanambangdengar menetap.Peningkatanambang thresholdshift) disehabkan oleh kerusakanatau perubahan dengarmenetapQtermanent menetappadakoHea denganletak kelainandapatpadabanyakstruktur di koHea. Pada gambaran yang khas berupapenurunan tahap awal audiogramkelainanini menunjukkan

29

pada frekuensi3 kJJz,4 kHz dan 6 K\lz, sedangkan frekuensilain fungsi pendengaran masih normal sehiaggapada notasi audiogramakan terdapat suatu takik yang dikenal dengan takik akustik(acousticnotch) atav 'C dip'.
-10 0 10
@

LAMA PAPARAN IITIN}

g fo20

a
\
0 ,2 5 0 ,5 0

\ \ \ \ // /,

9 30 ul
z
4 50 80

\N
\ \

I 7
/
4

123 FREKUENSI(kHz)

Gambar 2. Audiogram TAB dikaitkan dengan lama paparan denganintensitas lebih dari f00 dB 2) (dikutip Aari ooUie

kerusakan Padakeadanlanjut atau bila paparanbising masihterus berlangsung, koklea makinmeluas mengenai rambutdan sarafyangberperan sel untuk menghantarkan impuls bunyr frekuensilebih rendah( frekuensikomunikasi) dan frekuensilebih tinggi, frekuensilain yang lebih rendah ambangdengarbeberapa maka akan terjadi penurunan 2'*'e. penderita mulai merasa adanya kendaladalammendengar ataulebihtinggi, sehingga PenampilanHinis penderita akan sesuaigambaranpatologis yang terjadi pada kesulitanberkomunikasi dalam koklea. Padatahap awal penderitamengeluhmengalami pertemuanatau suasana yang ramai, tetapi pada keadaanlanjut penderita sulit untuk (gambar 2). tenang2'8'e'a ataumendengar walaupundalamsuasana berkomunikasi

30

Stirnulasibising pada telinga menunjukkan tolerabilitasterhadapintensitasyang berbedapada frekuensiyang berbeda.Mills (dikutip dari Alberti 8'e),meneliti efek dari stimulasibising terhadapperubahan ambangdengar dan responspsikofisikal terteltu. Menurutnya selarnapaparanbising terjadi perubahanambangdengar yang bervariasi sestrai frekuensidanintensitas de+gan bising.Padafrekuensi4 kFIz makaintensitas dB 74 rnerupakaa awalperubahan titik ambang dengarpadakebanyakan manusia.
FRH(uENAT{rE}
1000 2m0 '||l00

0

125

2il

5|n

8000 16000

ReeikoTlnggl utk. TAB & cidera
GI

Reei o TAB
1.

cider menl{gltat t1

E5 z
os
C{

\
Flac

eraiat ising 2. xTtap taran 3. rmlahpapar ,,_ emnhhan inr
< ,la

/
tf_

H)
\

h. an nx

o OF t ? \o

9.

tA
f

/

/
lihan

=
o o6 EL II

Tidalradai eaihoaitiliif TAE & ek$rdd lLatr*aa dcngen Lrna.l'|rj lwnilihpap6rffi

tt

ID

5( a s 0
(9 rtr

lll t

t1 tt
,/ /

f;

lnaudlble

/

manusia Gbr. 3. Jangkanan audibilitas dihubungkan pendelg*rrn dengrnresikogxngguea (larl (dilcittlr Alb€ni8'e) Fadatitik ini peninskatan intensitas*fuesar 1 dB meny*abkan kenaikanambang 1,7 dengar sebesar dB E'e.

3l

Frelnrensidi bawah 2 k}lz titik kritis untuk perubahan ambangdengar didapat padainte-nsitas dB danpadafrekuensi 0,5-l kHz titik kitis tercapaipadaintensitas 78 82 3). dB &e(gambar

Faktor yaag berinteraksi dengan bising Beberapa faltor yang berinterasidenganbising adalahusia"vibrasi, obat atavzat ras, telingatengah2'8'e'22 . ototoksik, paparul bisingsebelumnya, gangguan Perananfaktor usia menurut beberapapenulis merupakanfaktor yang dapat yang mungkinikut berperanadalahaterosklerosis, keadaan at TAB, beberapa Menurut Ward (dikutip dari Dobie 21,dalarnmenilai hipertensidanprosespenu&rnz'EP'22. faktor aditif pada TAB perlu dipertimbangkan tiga hal yaitu : presbikusis(pengaruh faktor usia), nosoakusis(pengaruhpenyakit) dan sosioakusis(pengaruhgaya hidup sehari-hari). Mac Raesepertidikutip dari Dobie2& Alberti e,Novotny dan Corso (dikutip dari Alberti ) menyimpulkanbahwa pada keadaan TAB sedemikianburuk perlu pertimbangan pangaruh faktor usia. The Interrnsiornl Starfurd Organization

menganjurkan untuk melakukankoreksi usia pada penilaian,bila rerata nilai ambang dengar(NAD) lebih dari 40 dB 2. terjadinya perpindahan Vibrasi adalah energi bunyr yang akan menyebabkan molekul udara dari satu posisi statis pada posisi k"d"por, kenudian akan ke posisi Secara fisika gerak linear vibrasi berlawanansambil melewati posisi statis 15'16. kesamaan bunyi. Vibrasi akan menarnbah mempunyai besartekanan deagangelombang gelombang bunyr . Beberapapeneliti sepertiOkada, Osako & Yamamoto(dikutip dari Alberti e) membultikan bahwa vibrasi berperan dalam memperberat terjadinya TAB.

32 Shida -26 berhasilmembuktikanbahwa vibrasi dapat menurunkangeneratoramplifikasi koHea. Penggunaanzat atau obat ototoksik secara langsung dapat menyebabkan tedadinya kerusakan pada sel rambut luar, keadaan ini akan menurunkanpotensi amplifikasisel rambutluar secara drastis12. Riwayat papamnbising sebelumnya seperti diteliti oleh Humes ( dikutip dari yang cukup Alberti ) pada6 pekerjabaru padasuatuindustri dargantingkat kebisingan tinggr Sebelumbekerja di perusahaan tersebut, pekoja di atas mempunyairiwayat papara bising. Padapemeriksaan lanjutanterdapatperburukanambangdengardengan paparan penjumlahan lamadanbaru. audiogram sesuai dangan Pigrnenkulit ternyatamerupakan faktor proteksi untuk terjadinyaTAB. Pekerja kulit berwarnatunyata lebih tahanterhadappapamnbising dibandingpekerjakulit putih

refleksi trnfeksi tidak bekerjanya telingatengahpadafaseakut akanmeryebabkan o"tz. paparan koHea lebihproneterhadap akustikyangmenyebabkan bising

Bising lingkungan kerja Kemajuandalam bidang teknologi sqiak tiga dekadeterakhir ini menyebabkan peningkatanbahayabising baik dalamjumlah, intensitas,kecepatandan jwr,rlahorang yang terpapar bising terutama di negara industri dan negaramaju. Beberapasumber bising yang menjadi penyebabpolusi adalah gemuruh mesin produksi pada beberapa pabrik, desingmesinjet, gemuruhmesinturbin padabeberapa kapal laut, letusansenjata genggamdan seajatapanggul, bising dari alat bantu kerja seperti mesin pemotong

55

debuelektrik sampai beton atau aspal,bising alat penghisap rumput, lirug alat pemecah padabising dari kendaraan angkutanatau transportasidengansistemgasbuangdan alat yangburuk. suspensi umumditambah bisingjalan raya mungkin Paparan transportasi bisingpadasarana kewaspadaan dalam kurun dan cepat lelah, penurunan merupakansalahsatu penyebab pendengaran padapengemudinya. gangguan Keadaan waktu tertentu dapatmenimbulkan kerugian materil, membahayakan bagt diri dan ini bila dibiarkan, dapat menyebabkan jalan lainnya. pengguna pada awak Pinto dan Kryter melaporkanterdapatnyagangguanpendengaran gangguan pendengaran padapengemudi kendaraan pesawat terbangkomersil,sedangkan dan olehNerbonne Picardipadatahun1975(dikutip dariWilliams?7 umumdilaporkan ). Survai yang dilakukan oleh Indrasukhri et.al 6 pada sumberkebisingandi jalan motor dan kendaraat alat angkutan raya kota Bangkokmendapatkan I l 153 sepeda dari 7.911 sepeda motor dan Bajaj Bajaj ditemukansebanyak umum'three cycle' sejenis bisingyangtinggi sertaperlu diperiksalebih lanjut, derajatintensitas dicurigaimempunyai yang benar mempunyaitingkat dari jumlah di atas ternyata terdapat 3.242 kendaraan produksi bising di atas 85 dBA dan diharuskanmembayardenda sebesar100 Baht perkendaraan serta boleh digunakankembali bila intensitasproduksi bising dikurangi nilai ambang batasyangdiperkenankan, sesuai yangdilakukan hasil dan Penelitian olehHendarmin Hadjar,1971rEmendapatkan 95 bisingjalan raya(Jl. MH.Thamrin, Jakarta)sebesar dB lebihpadajam sibuk .

34

Kombinasiantarabising alat transportasidengansistemsuspensi gas buang dan yangburuk sepertiBajaj danbising jalanrayamenyebabkan pendengaraa risiko gangguan pengemudi kendaraan tersebutmenjadilebihtinggi. Weston dan Adam seperti dikutip oleh Hendarmiadan Waspodo ", mencatat terjadinya pcnurunanprestasi kerja sebesarlTVo pada karyawan yang bekerja pada lingkunganbising tanpa menggunakan pelindungtelinga. Atma life insuranceCo. alat penurunan 3A-5A%padajuru tik setelahdinding ruang mendapatkan kesalahan sebesar kerja dilapisilapisanpenycrap bunyi. Survai yang dilakukan oleh Hendarminr padaManufacturing Plant Pertamina pada hasil terdapat gangguanpendengaran dan dua pabrik es di Jakartamendapatkan 50% jumlah karyawandisertai peningkatan ambangdengarsementara 5-10 dB sebesar padakaryawanyangtelahbekerjaterusmenerus selama 5-10 tahun. Dampak paparun bising padalingkungankerja di industri mobil di Amerika telah diteliti oleh Lee dan Feldstein 2e, selamakurun waktu 5 tatrun pada pekerja yang mendapat paparan bising dengan intensitas 104-110 dbA didapatkan gangguan pendengaran pada frekuensi 2000-4000 Hz denganbesar penurunanambangde.ngar 3,4-6,2dB. sekitar Sumberbising bukan hanya dari lingkungankerja saja akan tetapi dapat juga pemukiman dapat pun berasal dari bidanghiburan,olah raga,rekreasi,bahkanlingkungan terkontaminasioleh bising. Adenan 30melakukanpenelitianpada 43 orang penduduk yang bertempattinggal disekitar lebih kurang 500 meter dari ujung landasanBandara PoloniaMedan, denganlamahuniansekitar 5 tahun dan rentangusia 20-42 tahun. Dari

35

50% menderita sarafakibatbising,pada tuli hasilpenelitiantersebutditemukansebanyak pendudukdengantatatata lamatinggal 17tahunwaktu paparrtturata?2 jam/ hali. Shida?6menelitipengaruh stimulus vibrasi terhadappeningkatan ambang dengar dengancara mengulq,r cochlear microphonic atau ernisi otoakustik pada kelompok marmut yang diberi paparanbising denganintensitasbunyi 115 dbA dan frekuensi 4O0Hz,dengankelompok lainnya mendapatpaparanbising yang sama dan frekuensi vibrasi sebesar2A Hz. Dari hasil penelitiannyadisimpulkan vibrasi meningkatkan pendengaran. afe*tifitas gangguan Hutchinsonet. al 3r meneliti pengaruhaktifitas kerja ringan terhadappenurunan fungsi pendengaran akibat paparan bising Pada penelitiannya disimpulkan bahwa timbulnya peningkatanambangdengar, aktifitas ketja ringan saja tidak mcmpercepat hasilnya bila pekerja dengan aktifitas kerja yang lebih berat juga tetapi bagaimana paparan mendapat bising.

Bising pada kendaraanumrm pengangkutpenumpang Jutaanpendudukncgaramaju dan negaraindustri tinggal di rumahatau di dalam apartemenyang didirikan 200 kaki dari tepi jalan yang sibuk atau tepi jalan bebas hambatan berisiko terpaparbising lebih dari 100 dB, terutamapadajam sibuk. Bising jalanraya yang dihasilkanoleh kendaraan lintas tersebutumunnya bergantung pada lalu yang melintas,2. interferensi kendaraan :1. jenis,junrlattdan kecepatan spesifikantara kendaraandan badanjalan dan 3. jenis lingkungan dimanajalan itu berad4 seperti kota ataupun desat'. metropolitan,perkotaan biasa,setengah

36

gabungan berbagaisumber. oleh kendaraan merupakan dari B:ritrg yangdihasilkan Bising tersebutberasaldari sistemgas buang (knalpot), mesin, sistemtransmisi,rem, rantai, sekrupyang kendor dan muatanyang dibawa. klakson"gesekan ban, ketegangan Pada umumnyamakin tua usia kendaraantersebut makin besar produksi bising yang yang dilakukan pada beberapamobil pribadi mendapatkan dihasilkan.Pemeriksaan intensitas 62-85dB padakecepatan wfiwa48-112krrr/jarnz'. bisingantara Penelitianyang dilakukanoleh Priede yang dikutip oleh Burns 32, pada 15 alat kendaraanangkutanpenumpangdalam kondisi baik yang dijalankandengan putaran dari di mesinmaksimum didapatka4sepertiga jumlah kendaraan ataspadaputaranmesin dua NAB dalambatasyang dapat ditoleransi,sedangkan pertiga maksimummernpunyai gangguanpendengaran. Variasi antara lain mempunyai NAB yang dapat menimbulkan kendaranyang paling tenangdengankendaranyang paling bising sekitar 15 dB, bising persneling ataulebih. tiga frekuensitinggi didapatpadapenggunaan Penelltianyang dilakukanoleh Nerbonnedan Accardi (dikutip dari Williams ??) melaporkan pada 113 pengemudi angkutan umum terdapat korelasi yang sangat bermakna $rtara lama mengemudi dengan makin beratnya gangguan pe.ndengaran dengartelinga kiri lebih buruk dibandingtelinga terutamapadafrekuensi4 kFIz, ambang kanan dan penekanan ambangdengar pada frekuensi 0,25-0,5 kHz. Keadaandi atas karenapengaruh bisingdanvibrasi. dimungkinkan B6erapa negaradi Eropa berupayauntuk mengurangidampakbising dengan jalan yang menggunakan peraturan laik operasidalamhal bisingbagi kendaman mernbuat jenis angkutan ataukendaraan lima kategori( tabel 2). atas umum.Merekamembagi

1V

Tabel L Besar kapasitassilinder sehubungan denganN A B yang diperk€n*nkf,n (dihtipdari Bun$31

1 2 3 4

5

Spdmotortidak lebih dari 50 cc Spdmotor> 50-125cc Spdmotorjads lain Kendaraan angkut> 3rl2tm,traktor, p€f,lumpang kurangdari danangkutaa 14 orang lain Angkutanpcnumpang atautruk ringan

77 8A 86dBA 82dBA s9 dBA

84=85 dBA

Semuabising yang ditimbulkanoleh alat atau mesin atau saranatransportasidi pekerja atau operator atau atas berpotensilmenimbulkandampak pada pendengaran pengemudi mau pun masyarakat sccaraumum. Kenaikanambangdengaryang menetap padapekerja seringterjadi bila bekerja dalam bising denganrentangwaktu

8'e. melaluipeningkatan ambang antua6-15 tahunsetelah dengarsementara Menurut Iskandar 7 cacatpendengaran akibat kerja ialah suatu ketulian yang padapekerjaakibatterpaparbisingyangmelebihinilai ambang menetap bataskebisingan, dalam waktu lama dan berjalan terus menerus.Bertagai tingkatan kecacatanyang mungkintimbul akibatpaparailbisingdapatmulai dari pandengaran 1. Gangguan ringan,ambang dengar20-40dB, pendengaran 2. Gangguan sedang, ambang dengar41-55 dB, pendengaran 3. Gangguan berat,anrbang dengar56-7AdB., pendengaran 4. Gangguan berat ambang $angat dengar7l-90 dB dan, pendengaran denganarnbang 5. Gangguan total deagarl€bihdari 90 dB.

38

Beberapa istilah lain yang digunakan:tuli akibat kerja, cacatpendengaran akibat kerja, tndustrial noise induced deafuessatau stimulation deafuessatau boilermakers deafuess ataunoiseinducedhearing loss (NIHL).

pendengaran Penampilanklinis ganEguan ekibat bising yang berjalan PenderitaTAB biasanyadatang dengangangguanpendengaran Keluhanyang seringdisampaikan cukup lamadan perlahanJahan. adalahkesulitandalam percakapan ramai, karenanya kelainanini sering menangkap terutama dalam suasana Oleh karenapcnuunan ambangdengarpada frekuensi disebut cocfuailparty deafuess. tinggi, penderitamandapat kesulitanuntuk menangkap bunyrkonsonaadan lebih mudah butyr vokal. Pada penderita TAB sering disertai tinitus nada tinggi yang mendengar Tinitus menjadilebih hilangtimbul, bila terjadi paparan bisingulangtinitus akanmenetap. pada saat $uasana mengganggg sunyi atau pada saat penderita akan tidur, sebagran penderita mengeluh sukar tidur atau sulit berkonsentrasi.Sering tinitus merupakan Penelitianyang dilakukanoleh keluhanyang paling menonjolpada pendrritu 2'8rr'e21. TAB disertaioleh gejalatinitus.Coles Penner(1990),mendapatkan sekitar 42Yskasus 1,7 padapekerjayang terpaparbising, faktor faktor risiko tinitus sebesar mendapatkan 2,0 berusia40 tahunlebih33. risiko akanmeningkatsebesar padapekerja

Diagnosis TAB merupakan suatu penyakit atau gangguan pendengaranyang spesifik papamnbising berulangdenganwaktu yang cukup lama, ditandai dengan disebabkan gejala dan penemuan obyektif tertentu. Beberapa penyakit atau kelainan yang

39

mefnberikangambaranmirip denganTAB adalahlabirintitis, ototoksik, infeksi virus, traumaakustik,ciderakepal4 tuli herediter,presbikusis, neuroma dan akustikz8'zr'22. Diagnosis TAB dibuat berdasarkan anamnesislengkap, pemeriksaanfisik, pemeriksaan audiologikdanlaboratorik. Anamnesis mungkin, riwayat paparanbising termasuk harus dilakukansecerrnat intensitas bising, lama paparandalamseharidan lama paparandalamsatu minggu serta lama kerja dalamlingkunganbising tersebut,harusdiperhatikan denganbaik. Perlu juga diperhatikanmengenai riwayat ketulian dalamkeluarg4 penggunaan atauobat yang zat bersifatototoksik sertatraumakepalaharusselaluditanyakan. Pemeriksaan fisik sering kali tidak menunjukkankelainanyang berarti, kecuali pada penderitagangguan pendengaran yang berkaitandenganpenyakit sistemikseperti mellitus. diabetes Pemeriksaan otoskopik telinga biasanyatidak menunjukkan kelainan.Pada uji Weber menunjukkanlateralisasike telinga yang lebih baik sedangkan Schwabah uji hasilmemendek. memberi Pemeriksaan audiometrinadamurni menunjukkan takik padafrelarensi4000 t{2. Bila penderitaTAB masih terus menerusterpapar oleh bising akan terjadi penurunan penurunan menunjukkan sensitifitas telingapadafrekuensi1-4 kFIz.Gambaran audiogram yangjelas dimulai padafrekuensiI kflz atau 2 kIIz dengantitik terendahpadafrekuensi 4 t&Iz, sering diikuti reaksi pemulihanpada frekuensiI kIIz. SecaraHasik TAB akan grafik 'V-shaped memberikan signature',atatJ'acoustic notch' atav 'C dip ' pada 4l<TIz 2'E'e kedua telinga dengangambaran lgambar 3). Kelainanini pada umumnyamengenai audiogramyang hampir serupa,tetapi padabeberapa keadaansepertiposisi kerja yang

40

menetap dengan satu telinga yarLgterus menerus menerima paparar' dapat ditemui perbedaan pendengaran yangcukupbesararfiLratelinga dankanan. derajatgangguan kiri Penelitian yang dilakukan oleh Marvel pada 49 operator traktor pertanian pendengaran padafrekuensitinggi dengantelinga kiri lebih mendapatkan hasil gangguan buruk dibandingtelinga kanan 34.Penelitianlain yang dilakukan Pidlia et al 35pada pekerja industri ditemukangambaran gangguanpendengaran beberapa frekuensitinsgr kasusmenunjukkan denganbeberapa audiogramyang asimetri arrtara telinga kanandan kiri. Komisi Konservasi Pendengaran dan Bising dan The Americsn College of pendengaran OccupationalMedicine (ACOM) membuatdefinisi TAB sebagaiganggoan yang timbul secaraperlahanakibat paparanbising yang berlangsung lama (beberapa gambaran tahun)secaf,a ataupun terpufus,dengan terusmenerus karakteristik36: l. Tuli sarafkoklea gambaran 2. Sebagian yanghampirserupa, besarkazusbilateraldengan audiogram gangguan pendengaran 3. Hampir sebagian yang berat ( pada besartidak menunjukkan frekuensirendahsekitar40 dB danpadafrekuensitinggi 75 dB). 4. Bila paparan kelainan bistnghilangmakaprogresifitas terhentipula. 5. Riwayat paparan sebelumnyatidak menyebabkan telinga menjadi lebih sensitif terhadappapar yangdidapatkernudian. an 6. Kerusakan 3000,4000 6000FIz dengan awalterjadipadafrekuensi dan takik terbesar padafrekuensi4000 tlz. pendengaran 7. Gangguan maksimaltimbul setelahpaparanberlangsung sekitar 10-15 itu relatif menetap. tahun,setelah gambaran audiogram

4I

8, Kerusakan akibatpaparan bisingyang terus menerus lebih berat dibandingkerusakan akibatpaparan bisingyangterputus.

Frekuenel '4000 fizl 5t,0 2000' 0 t0 20 30

Frekuensi lHzl 500 2000. '4000

I

409
80

0 10 2A 30

5 0s
'6

40E ar 8
606

8{' E 90 t00 110 Tellnga Hri Telinga kanan

70E

70E
809 90 fl}0 110

4. TAB menunjukkan pada4liillz,1'C dip'1 Gambar Audiogram takik (dikutip Albeftie) dari Pemeriksaan obyektifyangdapatdilakukanadalah audiometriimpedans danbrain evolced respons audiometry @era), untuk menilai keadaan telinga tengah dan membedakan dengan saraflain yangletaknyaretrokoHearT'36 tuli . Polish EPIEST system merupakanteknik pemeriksaan auditory brainstem responses yang kadang digunakan untuk mengetahuifrekuensi spesifik reseptor koHea yang terdepresi.Penelitian dan paraklinisi kemajuan bidangteknologi kedokteranmembawa dampakyang memudahkan untuk menegakkan TAB. Dalam beberapa diagnosis tahun terakhir telah dikembangkan DPOAE ( distortion pro&tct otoacousticemissions) yang dapat teknik pemeriksaan jelas mengetahui dengan informasikelainanfungsi sel rambut luar sertareseptorkoHea secara obyektif37.

42

?d*

keadaan khususuntuk menyingkirkan kecurigaantuli akibat tumor sudut

radiologik sepertifoto kepalaataumastoiddalam serebelopontin, diperlukanpemeriksaan posisitertentuseftact scankepala mastoid. atau gangguan pendengaran Menurut Iskandartt dalammenentukan akibatbisingpada pekerjaperlu diperiksa: l. Keadaan sebelumbekerja meliputi umur, riwayat penyakit telinga yang pernah THT danpemeriksaan audiometri, diderita,pemeriksaan 2. Ambang bising di tempat kerja tidak boleh melebihi 85 dB, adanyaprogrrlm penanggulangan sumber bisingdi tempatkerja. 3. Evaluasi secaraberkala minimal tiap 6 bulan pada pekerja denganrisiko paparan bising meliputi, lama kerja atau hari, penggunaan alat pelindung telinga dan pemeriksaan pendengaran. pendengaran 4. Pemeriksaan yang meliputi uji berbisik, audiogramnada murni serta pemeriksaan lain sesuai indikasi. Pemeriksaan dilakukan setelah penderita minimal I 6 jam. diistirahatkan Beberapapakw dalambidang neurotologi yang mendalamimasalahbising dan pada pekerjaberusaha membuatbaku derajat kelainanTAB. Barrenasdan dampaknya Hellstrom 3e menganjurkanpengguruuln Noisescan data base, dengan penderajatan sebagai berikut : Derajat I DerajatZ : NAD keduatelinga< 20 dB padaseluruhfrekuensi : NAD keduatelingapadafrekuensi bicara(0.5-l-Z H{z) < 20 dB, pada3 H{z < 40 dB dan4 kIIz < 65 dB. Derajat3 : Rerataambang dangarfrekuensibicara< 20 dB, frekuensilain lebihburuk dan derajat2.

43

Derajat4

: Rerataambang dengarfrekuensibicara> 20 dB.

Kriteria lain yang diusulkanoleh Suter (1978) adalahdipertimbangkan sebagai yangabnormal rerataNAD >20 dBze. suatukeadaan bila

Diagnosisdiferensial Berbagai kelainan yang menirnbulkantuli saraf jenis koklea dapat menjadi diagnosisdiferensialTAB seperti tuli ototoksik, presbikusis,tuli saraf herediter, tuli karenakelainanmetabolik,otosklerosiskokle4 tuli sarafmendadak, akibat kelainan tuli atau lesi di susunansaraf pusat, sindrom Meniere dan tuli anorganik('malingering), infeksivirus, labirintitis,traumaakustikdanneuroma akustik7'32'35'37.

Pengobatan atau pun tindakan pembedahan Tidak ada pengobatanmedikamentosa untuk memperbaiki atau mengobatiTAB. Padakelainantahap awal dapatdilal$kan tindakan untuk paparan bisingdengan memberikan pelindung alat an pekerjaterhadap

telinga yang baik dan tepat. Bila mungkin dapat dilakukan rotasi kerja yaitu dengan pekerja ketempat yang tidak terpapaxbising Dalam beberapapustaka memindalrkan karbogen pada tahap awal, menganjurkan terapi oksigen hiperbarik atau penggunaan 8'xro. yang sudahlanjut dibutuhkanalat Padakeadaan terutamapadakelainanmendadak bantudengar. Meskipun tidak dapat diobati TAB dapat dicegahdenganmengurangipapararr yang dapat dilalarkanuntuk tindakanpencegahan pendekatan terhadapbising Beberapa produksi bising dari sumbernya, memberikan alat pelindungtelinga sepertimengurangi

44

padapekerjaya$gmempunyai paparan risiko terhadap bisingdan membatasi terhadap diri paparanbising yang tidak perlu. Secaranyata tindakan tersebut berupa penggsnaan sumbattelinga yang baik secarabenar, meredamsumberbising denganmenggunakan ruangtersendiribaik bagi sumber bising sepertimesinataupun bagi pek€rja,mengurangi getaransumberbising denganmenggunakan peredambising, memasang suspensi filter yangsesuai padasistemgasbuangkendaraan bermotor,mengencangkan sekrupataubaut yang kendor dan melakukan pemeriksaandan perbaikan secara rutin pada mesin penggerak kendaraan bermotor.

45

BAB In METODOLOGI PENELITIAN
I.KERANGKA KONSEP Lamapapar>6tahun

TAB (+)
Lamapapar<6tahun

Intensitas Lama pnpar Usia I nfeksi telinga tengah. Diabaes melins Pemakaionobat/zat ototoksih Hipertensi Tuli hereditq

L a m a p l p rr)6 ta h u n

TAB G)
Lamapapar<6tahun

:"""""""""

-

-

' ---" ' i

i keterangan: fafuor perancu didalam kotak dengangaris terputus(italics)tidak di analisai

46

2. BATASAN OPERASIONAL Z.l.Tuli akibat bising(T A B). Delinisi jenis sensorineural pendengaran : Gangguan akibat kelainanpadakokleq

terjadi akibat paparan bising denganintensitasdi atas NAB yang diperkenankan dan berlangsunglama. Pada pemeriksaanditemukan penurunan ambang dengar pada kasusmenunjukkan takik akustikpada 40001422'7'8p. frekuensitinggi, kebanyakan AIat ukur fisik, otoskopik, garpu tala dan audiometer : Anamnesis,pemeriksaan

klinik merklnteraccousticAC 4L,bila diperlukandapatdilakukanpemeriksaan BEM. Cara uhur : Pada anamnesisjelas didapatkan riwayat paparan bising dengan

intensitasyang cukup tinggi dan berlangsunglama, pada tahap awal tidak terdapat gangguanpendengaran yangjelas. Pemeriksaan otoskopi denganmenggunakan otoskop merk Keeler tidak menunjukkan kelainan . Uji penalamenunjukkan terdapat tuli saraf bilateral, jarang yang unilateral. Pemeriksaanaudiometri nada murni menggunakan penurunan fungsi frekuensi - 8000Hz danintensitas s/d 110dB, akandidapatkan 250 -10 pendengaran terutama pada nada tinggi. Takik gambaran merupakan khasyang sering didapatkan Hasil ukur gambaran audiogram dengan berbagai .'Hasil pengukuran akandidapatkan akustik pada frekuensi 4000 Hz

macam konfigurasi, pada percontoh dengan TAB akan didapatkan garrbaran takik akustik padafrekuensi2000 - 6000 Hz dengantakik terbesarpada frekuensi 4000 Hz. ambangdengarpada Reratanilai ambangdengar(NAD) didapatdenganmenjumlalrkan 500,100 2000Hz kemudian dibagitiga frekuensi dan

47

pendengaran gangguan Kriteria penilaian
ISO: 0 -25 dB 26-40 dB 41- 60 dB 61- 90 dB >90 dB : Pendengarannorrnal : Gangguan pendengaran ringan : Ganguan pendengaran sedang : Gangguan pendengaranberat : Gangguanpendengaran sangatberat

lama paparandan Padapenelitianini denganmaksudmencarifaktor risiko berdasarkan yang sudahdikemukakan oleh para ahli, maka kriteria diagnosis denganmemperhatikan peneliti membagiTAB menjadi2 yaifra: l. TAB tahap awal bila rerata ambangdengar 4 frekuensi ktlz lebihdari 25 dB. 2. 25 0.25-0.5-l-2kJlz dibawah dB, dengan frekuensi atautanpa dengarfrekuensi4W{z lebih dari 40 dB dengan TAB tahaplanjut bila ambang perluasan takik padafrekuensilain. normal, 2 A= TAB tahap awal, dinyatakandalam : I : pendengaran Hasil pengukuran 28: TAB tahaplanjut, 3 : 5 tuli sarafringa4 4: tuli sarafsedang, : fiJi sarafberat, 6

: tulicampur,7:tuhkonduktifringandanS=tulikonduktif sedang,9:presbikusis

2.2. Intensitasbising Deftnisi rata- rata aliranenergibisingmelauiareatertentupadasuatu ..Kecepatan

bunyi yartg semua Bajaj didefinisikansebagai alat Kebisingan angkutan bidangbunyi ts'16. serta yang bersumber dari mesin,sistemgasbuang,kabin penumpang tidak dikehendaki dalamdesibelskala dinyatakan roda danbadanjalan. Satuanintensitas interferensi antaf,a A (dBA). Alot ukur : Soundlevel meter,tripod dan statuspenelitian.

48

Cara ukur

: Pengukuranintensitasdilakukan pada saat kendaraandijalankanpada

sound level meter pada skala A respon kecepatansehari-haridenganmenggunakan lambat. Kendaraan atau alat angkutanumum penghasilbising yang yang dicurigai gangguanpendengaran adalahBajaj dengankapasitassilinder 150 cc, 4 menimbulkan tingkat kecepatan. Hasil ukur dalam8 : 1 : 85 - 90 dBA 2 : 9l -95 bisingdinyatakan .' Besarintensitas

5 dBA 3 = 96 -100dBA 4 = l0l -105dBAb = 106-ll0 dBA dan 6 - > 110dBA

2,3. Lrma papar Definisi .' Satuan wakfu yang menunjukkkanjurnlah lama terpapar karena

jam lhafl ,jam / rninggu pengernudi dalam pekerjaannya Bajaj, seringdinyatakan sebagai ini ataudalamtahun.Padapenelitian lamapapardibagiatas: lama paparanbising dalam satu hari kerja dan 1. Lama papr harianyang menyatakan lama paparan dihitung dalam jam I hari dan 2, Lama paparankerja yang menyatakan jumlah tahunkerja. penegemudi Bajaj dihitungdalam sebagai bisingdalampekerjaanaya Alat uhur Cara ukur penelitian .'Anamnesis status dan .' lama papar harian : junrlah ja:n kerja perhari dikurangi denganlama

waktu istirahat, lama paparankerja = 1997- tahun mulai bekerja sebagaipengemudi Bajaj Hosil uknr dalam:I : < 6 iarn,2: 6 - 8 jam, 3 : > 8 dinyatakan .' lamawaktupapar

kerja dinyatakan dalam l:2-4 talun, 2= > 4'6 - 10jam dan4 = > 10 janq lama paparan {-;.8-10 tahundan5: > l0 tahun 3: tahun, > 6-8 tahun,

49

2.4.Usia. DeJinisi Alat ukur Cara akur kelahiran. Hasilukur dalam: 1: < 24 talwn,2: 24 -30 tahu4 3 : 3l - 37 .' Usia dinyatakan : Adalahumur biologis dari percontoh dan .' Anamnesis statuspenelitian .. Usia dihitung denganmengurangitahun saat diperiksa dengantahun

tahuq 4 = 38 - 44 tahun dan4: > 44 tahun

50

3. DISAIN I}AII CARA PEI\IELITIAN 3.1. Bentuk penelitian kelompok Penelitian ini berbentuk kasus kelola yaitu dengan membandingkan pengemudi Bajaj yang menderitatuli akibatbising (TAB), dengankelompok pengemudi tuli Bajaj yangtidak menderita akibatbisingCIVIAB)

3.2. Tempat dan waktu penelitian Bag. THT THT Sosial; dan di Penelitian dilakukan Sub.Bag.Neurotologr Sub.Bag FKUI - RSUPN Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta / Pusat KesehatanTelinga dan Komunikasi.Penelitiandilakukanmulai Juni 1997 s/d September1997 atau Gangguan jumlah percontohtercapu.

3.3. Populasidan percontoh percontoh pengemudi Bajaj di Jakarta,sedangkan Populasipenelitianadalahsemua acakdan bersedia penelitianyang dihubungioleh peneliti secara adalahanggotapopulasi (Informed Consent).. mengisillernbarpersetujuan ikut dalampenelitiandengan

3.4. Alat-alat penetitian - Statuspenelitian nada hak, otoskop,audiometer - Alat diagnostik:sepertilampukepala,serumen murni merklnteraccousticAC 40, sound level meter merkRealisticcat. No 33jangkauan dB s/d126 dB, sfigmomanometer merk Focal dan 50 2050dengan Glukostik.

5l

3.5. Jumlah percontoh percontohmengikutirumus: Jundah

'r

:'2 : (zr-on'{6:
( p t- pz) ' n : junrlatrpercontoh

rg ^[m)

ZralT:

normal) padanilai crtertentu-+ cr:0,05 nilaiZ (bakr distribusi rnaka rnlatZ: 1,96.

Zr 9 : nilai Z (bafudistribusi normal) padanilai P tertentu-+ F : 0,2 maka nrluz:0-842. pr : proporsipengemudi lamakerja > 6 TAB dengan Bajaj yangmenderita tahun(TAB) pz : proporsipengemudi lama TAB dengan Bajaj yangtidak menderita Hendarmina:0,5 kerja > 6 tahun(NTAB) Menurutpenelitian Qz :(1 -P z):1 -0 ,5
= 0r5

RasioOdd :5 Pr : ra si o Od dx Pz: 5 x0,5 (5) 0,5 + 0,5

(rasioOdd) P2+q,
: 0183

gr

:(1 -P r)=l -0 ,8 3
:0117

52
, : {(1 ,9 6 1 2 x0 ,5 x0,5

n

+ 0,842{ ( 0,83x0, 17) + ( 0,5x0,5) ) } 2

( 0,83 0,5) ' = 33 percontoh

3.6.Kriteria penerimaan Kriteria penerimaan baik padapercontohkasusdan kelola adalahsemuapengemudi tangani Bajaj di Jakartadan bersediamengikutipenelitiandenganmengisidan menanda formulir informedconsent. 33 Bajaj dengan Pada percontohkazus( sebanyak percontoh) adalahpengemudi TAB. Bajaj yang tidak menderita 33 Percontohkelola ( sebanyak percontoh) pengemudi TAB.

3.7.Kriteria penolakan Kriteria penolakan baik padapercontohkasusmaupunkelola adalah: l. Tidak termasukdalamkriteria penerimaan 2. Menderitakelainan telingatengah 3. Riwayat menggunakan obat-obatan atau zat yang bersifat ototoksik dalam waktu lamadanberurutan. padausiamudadalamkeluarga pendengaran 4. Riwayatgangguan 5. Menderitapenyakitdiabetes melitusdanhipertensi. 6. Pernahdirawatdi rumahsakitkarena ciderakepala.

53 3.8. Pengumpulandata 3.8.l.Persiapan 3.8.1.1 Tenaga Hinis THT, penaladan pemeriksaan audiometridilakukanoleh peneliti Perneriksaan perawatdi Sub.Bagian NeurootologtBag. TI{T RSUPN.Dr. Cipto dibantuoleh seorang Mangunkusumo, Jakarta, 3.8.1.2. Bahan Sebelum penelitian ini dilakukan dilakukan penelusurankepustakaan,persiapan administrasiberkaitan dengan surat menyurat dengan baglan atau organisasiterkait penelitian danpembuatan ini statuspenelitian, dengan

3.8.2.Prosespengumprlan data 3.8.2.1.I}ata Data diperolehdari : yang yang dicatat oleh peneliti dalamstatuspenelitiandenganpertanyaan l. Anamnesis baku. sudahdibuatsecara lanjut akandilakukanpadapercontohyangterpilih meliputi pemeriksaan 2. Pemeriksaan otoskop met*"Keeler yang dilakukanoleh fisik, pemeriksaan otoskopi menggunakan penelitisendiridanhasilnya dokter ahti THT. akandikonfirmasioleh seorang penaladengan 3. S€telahperneriksaan atas selesaidilanjutkandenganpemeriksaan di audiometrinada frekuensi 512, 1CI24 2048 Hz dilanjutkandenganpemeriksaan dan murni denganmenggunakan audiometerHinik merk InteraccousticAC 40 dengan jangkauan frekuensidali A)25 - 8 kt{z danintensitas -10 Vd 120dB, dari

54

4. Pengukuran tekanandarah dilakukandenganmenggunakan sfigmomanometer merk Facol danperneriksaan reduksiurin menggunakan reagenmerkGlalastik.

3.8.3, Prosespenjaga*n mutu data penjagaan Pros€s mutu daradilakukandengan: l Pemeriksaar audiometridilakukanpadapagi hari.

2. DaIa yangdiperolehdieafatdalamstatuskhususpenelitiansetelah diyakini benardan yangdimaksudtujuanpenelitian. interpretasi sesuai 3. Bila tedapat keraguan dalarn anarnnesis dan hasil pemeriksaan akan dilakukan reanamnesis serta pemeriksaan ulang daa bila tidak berhasil,maka data percontoh dari peneJitian. akandikeluarkan 4. Datayang didapatdan diyakinibenarakansegera dimasukkan dalamkomputer. ke

3.8.4. Hsmbatan Kendala yang mungkin terjadi adalah tidak bersedianyapercontoh ikut dalam jarn kerja percontoh.Hal ini peoelitiandisebabkan bersamaan waktu perneriksaan dengan pendekatan memberikan penjelasan melakukan akandic.oba atasidengan di dao mengenai penelitian dilalukan sertamemberikan ini uangpengganti kerugianwaktu.

pengolahan 3.9. RancEngen dan analisisdata Langkahyangakandilakukandalampengolahan yangdiperolehadalah: data l. Data mengenai kondisi pendengaranpercontoh akan langsung diperoleh dat', pemeriksaan yang dilalnrkan, melalui peralatan penunjangyang akan digunakan

55

sebagaimana yang telah diuraikan dan akan dicatat denganmetoda pemeriksaan Neurotologi. dalamstatuspenelitianmaupun statuskhususSub.Bag 2. Dari status penelitian,data dimasukkanke dalan komputer denganmenggunakan program Database, dilaktrkan pembersihan data sebelum dilakukan analisis. Pengolahan data akan dilalilkan secarastatistik. Analisis dimulai denganunivariat yaitu dengan statistikdeskriptifberupanilai rerata,simpang baku,jangkauandanlainlain. Selanjutnya untuk menjawabhipotesis dilakukan uji X2 ( Chi square test). Kemudiandilakukan analisismultivariat denganuji regresi logistik, sehinggadapat dihitungrasio Odd danintervalkepercayaan

3.10. Penyusunrndan penyajian'laporanpenelitian ke Laporanhasilpenelitianakandituangkan dalambentuktulisandan disajikanpada suatusidangifuniah.

4. Etika penelitian penelitian, lebih dulu akan dimintakan persetujuanPanitia Sebelumpelaksanaan Tetap Etik Penelitian Kedokteran I KesehatarqFalarltas Kedokteran Universitas Indonesia RSUPNDr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, /

5. Informcd conscnt Walaupun penelitian ini tidak menyebabkanakibat samping pada percontolg penjelasan persetujuan yangbaik dan detil sertapernyataan ikut dalampenelitian bersedia penelitian kelengkapan persyaratan kedokteran kesehatan. tetap dibuatsebagai dan /

56

57

BAB W HASIL PENtrLITIAN Penelitianini dilakukanmulai bulan Jwu 1997 s/d September1997 di Sub,Bag Neurotologi,BagianTHT FKUI - RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Bajaj yang telah dipilih secara Penelitian dilakukanpada 32 pengemudi acakdan memenuhikriteria sebagaipercontohkasus serta pada 32 pengemudiBajaj lain yang percontohkelola. kriteria sebagai dipilih dengan caradiatasdanmemenuhi

l. Jumlah percontoh
Tabel 3. Proporsi percontohpenelitian

Percontoh

Jumlah

Kasus Kelola
Total

32 32

(7o) Persentase 50 50 100

2. Suku
Tabel 4. Distribusi percontoh penelitian berdasarkansuku

Suku Jawa Sunda Betawi Makassar Total

Jumlah 43 13 7 1

(7o) Perscntase 67.2 20.3 10.9 1.6 100

58

Gbr. 5. Diagram distribusi percontohpenelitian berdasarkansuku

3. Tempat tinggal
Tabel 5. Distribusi percontohpenelitianberdasarkrntempattinggal No.
(kodewilayah)

Wilayah
dOmiSili

Jumlah

Persentase(7o)

z.
J,

l.

4. 5.

Jakarta pusat Jakwta selatan Jakarta barat Jakarta timur Jakartautara Total

t2 4 4 26 l8

18.8 6.3 6.3 40.6 28.1 100.00

59

Gbr. 6. Diagram distribusi percontohpenelitian berdasarkan tempat tinggal

4. Tinitus
Tabel 6. Ilistribusi tinitus padapercontohpenelitian

Tinitus
Jumlah o/o

Non tinitus
Jumlah Vo Total
o/"

Kasus Kelola
Total

27
I

28

42.2 1.5 43.7

5 31 36

7.8 48.5 56.3

32 32 64

50 50 100

distribusitinitus pada Gbr. 7. Diagr:am percontohkasus& kelola

60

56.30%
43-70o/o

Itrri'ft* I

lEll,tontinitus I

distribusi Gbr.8. Diagram tinitus penelitian padflpercontoh 27 Padapercontohkasussebanyak (42.2%) percontohdisertaitinitus danhanya5 pada (7,8yo) percontoh kelolahanya| (1.5%) tinitus,sedangkan percontoh tidak terdapat percontohterdapattinitus dan yang lainnyasebanyak (48.5%) tidak terdapattinitus 3l (tabel6). Dari data diatas terlihat jumlah percontoh yang terdapat tinitus dari seluruh populasi penelitiansebesar (43.7%), dari hasil diatas dapat disimpulkanbahwa 28 yangterpapar bisingsebesar 43.7o/o. kekerapan tinituspadapopulasi
Tabel 7. Distribusi percontoh penelitian dengantinitus berdasarkrn lama paparan bising

Tinitus
Lama Dapar Jumlah

Non tinitus 26,4 t7.3 43.7
Jumlah I o/o

> 10thn < l0thn Total

17 1l

28
36

12.5 43.8 56.3

25 39

38.9 61.1 100

61

43.80%

Leblh darl 10thn

Kurang I dd 10frn

penelitian Gbr.9. Distribusipercontoh dengnn tinitus lam* paparan berdasarkan bising Padapercontohpenelitiandenganlama paparanlebih dari 10 tahun sebanyak 17 (26,4%) mengeluhtinitus dan sebanyak (12.5%, tidak mengeluhtinitus, sedangkan 8 padapercontohdenganlamapaparkurang dari atau sampaidenganl0 tahun, sebanyak ll (17.3%)terdapat dari tinitus dan28(43.8%)bebas tinitus(tabel7). Dari datadiatasdisimpulkan bahwakekerapan tinitus padapopulasiyangterpapar bising, sebanyak 26.4% berasaldari percontohyang te{paparbising lebih dari.10 tahun dar,17.3Yaberasaldari percontohyang terpaparbising kurang dari atau sampaidengan l0 tahun.
Tabel 8. Distribusi percontoh kasusdengentinitue berdasarkan lama paparanbising

Tinitus
Lama papar Jumlah Vo

Non tinitus
Jumlah Vo Total Vo

>10 thn < l0 thn
Total

t7 t0
27

53.2 31.3
84.5

2 3

6.2 9.3
15.5

t9 13 32

59.4 44.6
100

62

5:t20%

1(F20tahur

< s/d 20 tahun

percontoh kasus Gbr. 10.Distribusi dengan tinifus lamapaparan dan nontinitusberdasarkan bising , Evaluasitinitus padapercontohkasusdibedakan atas : Percontohkasusdengan

lamapaparlebih dari 10 tahun dan percontohkazusdenganlamapaparlnrrangdari atau sampai kasusdengan denganl0 tahun. Padapercontoh lamapaparlebihdari 10 tahun sebanyak (53.2%)percontoh 17 mengeluh tinitus dan2 (6.2%)percontoh tidak mengeluh pada percontoh kasus denganlama papar kurang dari atau sampai tinitus, sedangkan dengan10 tahunterdapatl0 (31.3%)percontoh mengeluh tinitus dan sisanya (g.3%) 3 percontoh bebas tinitus(tabel8). dari rasio Odd sebesar Analisastatistikdidapatkan 2.55, dengandemikianberarti pada penderitaTAB denganlama paptr lebih dari l0 talun fal<torrisiko untuk

timbulnyatinitus sebesar kali dibandingkelompokpenderitaTAB denganlamapapar 2.5 kurang danxu sanrpai denganl0 tahun.

63

5. Tahun pembuatanBajrj Dibawah ini ditampilkantabel tahun pembuatan Bajaj dari percontohkasusdan kelola. penelitian Tabel 9. Ilistribusi Bajaj percontoh berdasarknn tahunpembuatan Tahun pembuatan

r975 1976 r977 t978
l98l Total

Jumlah 28 l6 l3 6 I 64

( Persentase 7o) 43,8 25.0 20.3 9.4 1.6 100

penelitian Gbr. 11.DistribusiBajaj percontoh pembuatan berdssarkan trhun 28 Sebanyak (43.8%) Bajaj dibuatpadatahun 1975,16 (25.U/o) Bajaj buatan tahun1976,13Q0.3%)Bajajdibuattahun1977,6 (9.4%)Bajajdibuattahun1978dan I sisanya Bajajbuatan tatrun1981(tabel9). 6. Pemcriksaan audiornetri nada murni Pada saat dilakukan evaluasiterhadaphasil audiogramdilakukan pula koreksi faktor usia terhadappercontohyang berusialebih dari 40 tahrn. Baik percontohkazus (250II2, maupun keloladiperiksa arnbang dengarpadatiaptelingaterhadap frekuensi 6

64

500 H2,.1000I{2, 2000H2,4000 dan 8000 I{z), Penentuan arrbangdengarpercontoh dinilai danganmenghitung rerata 3 frekuensinada murni 500-1000-2000 H4 evaluasi juga padafekuensi4000-8000 Hz. dilakukan penelitian Tabel 10.Distribusipercontoh berdasarharr lclainan audogram ienis No.
(KodeDA

Audiogram ADS normal (kelola) TAB ADS tahapawal TAB ADS tahaplanjut TAB AD tahapawalAS Normal TAB AD thp. lanjut,AS thp.awal TAB AS tahapawal,AD normal

Jumlah

(%) Persentase 50 21.9 18.8 3.1 4.7 1.6 100

I
z.
J

4 5 6

32 14 12 2
3 I

EADSnornal EITABADSawal @TABADSlarjut tlTABdlawalASmrmal ITABAD lanjut AS awal

ETABAS awalAI) nornal

penelitian Gbr. 12.Distribusi percontoh berdasarkan jeniskelainanaudiogram penelitian Padapercontoh sebanyak (40.7%)percontoh 26 didapatkan inenderita TAB simetrispadakeduatelinga ( TAB ADS talnp awal & tahap lanjut ), sebanyak 3 (4.7%) percontohmenderitaTAB padakeduatelinga dalam derajatberbedadan sisanya 3 sebanyak (4.7%) percontohmenderitaTAB pada satu sisi telinga dongantelinga sisi lain normal(tabell0).

65

0 610 !E. H30

0

g to
a20

3'o

Pso
3'$ E 5{r
c G

Ito &r o
70 0 0 .2 5 0 .6 | 2 Frrloed(ksz) 4 I

tso

60 70 0 0.250.5 I 2 FteberdGtlz) 4 I

Gbr. 13 a. Rerata ambangdongar telinga kanan percontohkasus

Gbr, 13 b. Rerata ambangdengar telinga kiri percontohkasus

Audiogramyang dibuat dari rerataambang dengartiap frekuensipercontohkasus terutama pada Aekuensi rendah mulai 0.25-l k}rz, menunjukkanterdapat penekanan frekuensi2 Wiz dalambatas normal, takik jelas terlihat pada frekuensi4 kllz dengan telingakananlebihtertekandibanding telingakiri (gambar13 a & b), Evaluasilanjut hasil audiogramterhadaplama paparanterhadapbising tampak berikut: sepertiterlihat padatabel dangambar

Tabel 1I. Distribusi TAB ADS tahap awol & lanjut berdasarkrn lsmaprperrn

TAB ADS laniut
Lama DADATAn Jumlah ll 1 o/o

TAB ADS awal
Jumlah o/o Totel
o/o

> 10thn < 10thn Total

12

42,4 3,8 46.2

7 7 l4

26.9 26.9 53,8

18 I

26

69.3 30.7 100

6

trTotal kasus TAE AD$ lanfd EITABAIIS awal

>10 tahun > 10 tahun

< sldl0 tahun

percontoh kazus TAB Gbr.14.Distribusi dengan ADStahaplanjut dan awolberdasarkfln lama paparan bising Kelompok dengan lama paparan lebih dari 10 tahun sebanyak l l (42 4%) percontohmenderitaTAB ADS tahaplanjut dan 7 (26.9%) percontohmendErita TAB lamapaparan ADS tahapawal,kelompoklain dengan kurangdari atau sampai dengan10 tahunterdapatI (3.8%) menderita TAB ADS tahaplanjut dan 7 (26.9%) percontoh menderitaTAB ADS tahap awal (tabel 1l). Dari tabel diatas dapat ditarik rasio Odd sebesar ll,

7. Usia
Tabel 12. Rerata usia percontoh kasusdan kelola

Umur
Kelola Kasus

Jumlah 32 32

Rerata 35.00 39.56

Simpanc baku 7.25 6.59

67

Usia ( tahnn )

kasus Gbr. 15.Rerataumur percontoh & kelola Dari tabel 12 tampak rcrat^ usia percontohkasuslebih tua dibandingkan dengan rerata usia antarakelompok kazus dan kelola rerata usia percontoh kelola. Pebedaan sebesar 4.56, setelah dilakukanuji t didapatnilai t = -2.63 dan nilai p: 0.01 ( CF perbedaan 8.02,-1.09). Dengan terdapat bermakna demikian antarreratausia,selanjutnya melakukan regresilogistik didapatdidapatrasio Odd sebesar uji 1.10. dengan

8. Intensitrs bising Bajaj
Tabel 13. Rerata intensitasbising Bajaj percontoh kasusdan kelola

Jumlah Kasus Kelola

Rerata (dB)

32
32

rct.42
98.50

Simpangb*ku 2.60 3.17

68

Intcnsitos (dB)

bisingBajaj Gbr.16.Rerataintensitas percontoh kasus& kelola Dari tabel 13 terlihat rcrata intensitasbising Bajaj percontoh kasuslebih besar dibandingkan dengan intensitas bisingBajaj percontohkelola, perbedaan rerataintensitas ( CI:s e b e sa2 .9 4 .H a si l u j i td i d a p atkan nilait:- 4.05 dengannilaip< 0.05 4.39,-r 1.49 ) Dari perhitungan diatas disimpulkan terdapat perbedaanbermakna afrara percontohkelola. intensitas bisingBajaj yangdikendarai olehpercontohkasusdertgan

9. Lama peparan kerja Lamapaparan kerja adalah lamakerja percontohsebagai pengemudi Bajaj

Tabel 14. Rerata lama kerja percontohkelola dan kasus

Kelola Kasus

Jumlah 32 32

Rerata (thn) 8.00

t2.37

Simpans baku 4.76 4.86

69

L*m kerla {t$n}

lamapaparan kerja Gbr.17.Rerata percontoh kasus kelola & Dari data diatasterlihat paparankerja percontohkasuslebih lama dibandingkan = percontohkelolq perbedaan dengan antarreratasebesar - 4.37. Hasil uji t didapatnilai : nilai p < 0.05 ( CI : -6.64,-2.11). t sebesar - 3.86 dengan Dengandemikian terdapat perbedaan lamapaparan kerja antarakasusdan percontohkelola. Hasil analisis bermakna multivariat menggunakan logistikdidapat dengan regresi rasioOdd: 1.40.

R
/
o t! E

: ,/

/

/

o o

o g

/
I (t -sp€slfisitasl

er Cfrr, lS. Recefu OperaorCune lamapaparankeria (thn)

7A

serta nilai ( 1- spesifisitas ) fengan membuatdaftar sensitifitasdan spesifisitas dimulai denganlama papar 7 - 14 tahun, maka dapatdibuat gais Receiver Operator menarikgarisantaradiagonaldengan Curve(ROC). Selanjutnya dengan titik terjauhpada rasiokennrngkinan tertinggi (19.05),makadapat a$ of $afrkROC sertamemperhatikan point padalamapaparan kerja 9 tahun ,

10.Lama papar harian Lama papar harian merupakan hasil pengurarganjurnlah jam kerja perhari jurnlahjam istirahat. dikurangidengan kasus kelola Tabel 15.Reratelamapaparanbisingharirn percontoh dan Jumlah Kasus Kelola

32 32

Rerata 8.12 6.34

Simpang baku t.79 0.63

l-flia prparan harl (lirnl

Gbr.19.Reratalamapaparharian percontoh kasus& kelola Dari data diatasterlihat paparanharianpercontohkazuslebih lama dibandingkan : percontohkelola, perbedaan dengan antarreratasebesar -1.78. Hasil uji t didapatnilai nilai p < 0.05 (CI: t sebesar:- 5.31dengan Dengan demikian terdapat -2.45,-1.11).

7l

perbedaan bermakna lamapaparan kerja antarakasusdan percontohkelola. Hasil analisis menggunakan multivariatdengan regresilogistik didapatrasio Odd : 4.47.

R
.D t!

I I
/ / / /

^

o tr o o

(r -speslf,dlssl er Gbr,2O.Receiv Operator Curve lama papar harian (iam)

Denganmembuatdaftar sensitifitasdan spesifisitas serta nilai ( l- spesifisitas ) dimulaipadalamapapar 6 jam perharis/d l0 jam perharidapatdibuatgrafikROC untuk mencarititik potong ( cut off point ) lama papar perhari yang menimbulkan TAB pada sebagian besarpopulasi,Denganmemperhatikan rasio kemungkinan tertinggi, didapat titik potongyangberterimapadalamapapar8 jam perhari.

#
72

BAB V PEMBAHASAN 1. Jumlah percontoh Pada penelitian ini didapatkankelompok kasus sebanyak32 percontoh dan kelompok kelola sebanyak 32 percontoh dari masing-masing33 percontoh yang direncanakan. Serelahdikonsultasikan dan dilakukan evaluasisecarastatistik ternyata jumlah percontohkasus dan kelola seperti diatas masih berterimauntuk dilalaftan uji hipotesisdanperhitungan statistik.

2. Suku Berdasarkan suku secaraumum pada kelompok kasus dan kelola terlihat suku Jawa sebesar {67.2%), suku zunda13 (20.3%), su*u Betawi 7 (10.9%) dan suku 43 Makasar hanya 1 (1.6%). Secarastatistik data ini hanya dapat ditampilkansecara deskriptif dan tidak dapat mengganrbarkan faktor risiko apapun atau pengaruh kerentananapaptJn, karenapenelitianini dilakukanpada ras yang samadenganderajat melanisasi kulit dan mata yang sama.Humes (1984) sep€rti dikufip dari.Alberti e menyimpulkan derajat melanisasi kulit dan mata menggambarkan faktor yang proteksi terhadap TAB. Pendapat diatassebelumnya telah diteliti oleh Karsai,Bergman

dan Choo padatahun 1972( dikutip dari Alberti n) y*g menyimpulkan kulit putih ras paparan lebihrentanterhadap ras bisingdibandingkan dengan kulit berwarna. Suatufenomena sosialyangmungkindapatditarik dari gambaran deskriptif diatas adalahkeberadaan sektor informal ini banyakdiminati oleh sulil yang banyaktinggal di Iakarta.

73 3.Tcmpat tinggal Sebanyak26 (40.6 %) percontoh kasus maupun kelola bertempat tinggal di wilayah Jakafiatimur, sejumlah18 (28.1 %) bertempattinggal di wilayah Jakartautara, 12 (18.8%)bertempat tinggal di wilayahJakartapusat,4 (6,3%) bertempat tinggal di yang sama wilayah Jakarta selatandan sisa yang lain denganjumlah dan persentase bertempat tinggal di Jakartabarat. bahwajenis pekerjaanini banyak Gambaran deskriptif diatashanyamenjelaskan diminati oleh pendatangyang berasaldari daerahpantai utara Jawa dan kota satelit sekitarJakarta.

4. Tinitus Kekerapantinitus pada seluruh populasi penelitian sekitar 43 %. Kekerapan tinitus yang didapat padapenelitianini lebih rendahbila dibandingkan denganpenelitian n yangdidapat (1935)danAlberti (19S6) y*g mendapatkan kekerapan olehSandh tinitus padapekerjayaflg terpaparbising sekitar 5A-6Aoh,kekerapan diataslurang lebih sama bila dibandingkan kekerapantinhrs denganpenelitianPenner(1990) yang mendapatkan pada pekerjaya gterpaparbising sekitar42% (n:96) t'. Perbedaan angkakekerapantinitus penelitianini denganangka kekerapanyang jenis bising.Alberti (1978) e pada didapatoleh Sandhdan Alberti disebabkanperbedaan penelitiansebelumnya gambaran 2 terhadap kelompokpercontohdangan audiometriyang 63-70% padakelompokpercontoh yang kekerapan serupamendapatkan tinitus sebesar mendapatpaparanbising impulsif ( impulse noise ), pada kelompok percontoh yang

74

bising kontinyu ( continousnoise ) kekerapan tinitus yang didapatkansebesar mendapat jenis bisingkontinyu. 47-57yo.Padapenelitian bisingyangdihasilkan ini olehBajaj adalah Kajian lanjut padapercontohkasus denganlama papar sampaidenganl0 tahun 313a , kekerapan pada kekerapan meningkatmenjadi 53.2o/o didapatkan tinitus sebesar percontoh kasus dengan lama papar lebih dari 10 tahun. Keadaan diatas hampir mendekatihasil penelitianMc Shane(1983) dikutip dari Ceranist' yang mendapatkan 34 lamapaparsampai kekerapan tinitus sebesar Yopadapekerjadengan dengan10 tahun, lamapaparl1- 30 tahun. danmenjadi50%padapekerja dengan Padapenelitianini didapatkan faktor risiko menderita tinitus sebesar kahbila 2.5 percontohkasusmasihtetap terpaparbising lebih dari l0 tahun.Peningkatan kekerapan tinitus sejalan dengan lama paparan kerja disebabkanoleh efek kumulasi dari total paparan, proses lain efek adisional danmungkinpengaruh usia.

5. Tahun pembuatanBajaj 28 Bajaj dibuatpadatahun 1975, 16 (25.V/o) Bajaj buatan Sebanyak (43.8o/o) tahun1976,13Q0.3%)Bajajdibuattahun1977,6 (9.4%)Bajajdibuattahun.1978 dan sisanya Bajajbuatan 1 tahun1981. Sampaisaatini belum ada penelitiankhususpada mobil atau kendaraan angkut terhadapproduksi bisrng berkaitan dengan masa pakainya.Pada umumnyabeberapa penulis menyatakanmakin tua usia kendaraan,makin tinggi intensitas bising yang dihasilkan,bising yang dihasilkanmerupakangabungandari sistemgas buang, mesin, rantai yang tidak sesuai,sekrup yang sistemtransmisi,rem, gesekanban, ketegangan 25. kendordanmuatanyang dibawa

75

G. ambarandeskriptif diatas hanya dapat disimpulkanusia pakai Bajaj berkisar penahan getar yang antara16 tahun sld 22 tahun. Dengankerangkayang sedemikian, minimal, sistemgas buang tanpa peredambunyi, sekrup yang kendor, rantai transmisi jumlah yangkendordanpenutupmesinyangtidak sempumamenyebabkan meningkatnya dan intensitasbising. Keadaandiatas secaralangsungmeningkatkan risiko TAB pada pengemudinya.

6. Hnsil pemeriksaan audiogram Dari percontohkasusterlihat sebanyak (21.9%) percontohmenderita 14 TAB percontohmenderita ADS tahap uwal, 12 (18.8olo) TAB ADS tahap lanjut, 2 (3.1o/o) percontohmenderitaTAB AD tahap awal AS normal, 3 (4 7%) percontoh menderita TAB AD tahaplanjut AS tahapawal dan sisanya (1.6%, percontohmenderita | TAB AS tahap awal AD normal. Dari gambnan diatas terdapat kelompok dengan kelainan asimetri,kelompok pertamaadalahkelainanhanyapada satu telinga telinga yang lain masihnormaldankelompokkeduaadalah kelompokdengan kelainan padakeduatelinga dengan derajatberbeda. Telaahkelainanasimetripadakelompokpertama(kelainanpada I telinga, telinga lain normal)mempunyai rcratalatwpapw terhadap bising sekitar9.6 tahun,nilai tersebut lebih tinggi dari rerata lama papar kelompok kelola tapi lebih rendahdibanding rerata lama papar kelompok kasus. Kelompok kelainan asimetri yang kedua (kelainanpada kedua telinga denganderajat berbeda)mempunyaircrata lann paparlebih tinggi dari reratakelompokkazus,Walaupunkeadaan diatastidak dapat dievaluasisecarastatistik, tetapi perlu diingat dan diperhatikandalarr penderitaTAB yang berkaitan

76

denganppek medikolegaldanjuga pentingdalammenentukan derajatkecacatan telinga padapekerja.Beberapa teori yang menerangkan terjadinyafenomena diatasadalaharah sumberbunyr,variasibiologis suseptibilitas terhadapbising antan telinga kanandan kiri pada seseorang dominasikinan atau kidal pada seseorang left or right honded) ( dan
8,9,10.

Garrbaran rtr.ata ambang dengar kedua telinga pada percontoh kasus pada frekuensirendatrdimulai pada frekuensi menunjukkan terdapat sedikit penekanan 250-500-1000IIz, sedangkan frekuensi 2 l<IIz terlihat kurang tefiekan. Takik jelas garrrbaran terdapatpadafrekuensi4 kllz yang merupakan karakteristikpadaTAB, takik padatelinga kanantampaklebih tertekandibandingtelinga kiri. Keadaandiatasberbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Manrel tn y*g melakukan penelitian pada

kelompok petani penggunatraktor di Amerika denganzumberbising ( mesin ) yang terletak lebih dekat ke telinga kiri pengemudi, hasil penelitiannya penekanan didapatkan padafrekuensirendahdimulai dari frekuensi2 kHz dan telinga kiri kelainantelinga kiri lebih berat dibandingkan dengan telinga kanan. Kernungkinan adanya perbedaan penelitian ini denganpenelitianMarvel disebabkan bising yang dihasilkan oleh Bajaj mempunyai spektrumfrekuensiyang lebar dengan beberapa fre*uensidominanbaik pada frekuensi tinggr maupun frekuensi rendah, Untuk membuktikan hal tersebut dapat yang intensitas dilakukanporelitianlanjut yangmenggunakan beberapa skalapengukuran berbeda,Beberapapenyebablain yang mungkin adalatrvariabilitas alat, ruang yang kutangkedapsehingga menyebabkan bisingluar dengan frekuensirendahdapatditangkap olehpercontoh.

77

Perbedaan telingaterburuk antuapenelitianini dan penelitian Marvel yang paling mungkin adalahtelinga kanan pengemudiBajaj lebih dekat terhadapbising tanrbahan yangberasaldari klaksonkendaraan yangakanmelewatinya, Analisa khususterhadap derajatkelainanberdasarkan lama papar mendapatkan nilai rasio Odd = ll, Dengandemikianpercontohkasusdengan lamapaparan kerja antara 10 - 20 tahun akan sangatberisikomordapatTAB tahaplanjut, Penelitiankohort yang * dilakukanoleh Rosenhall y*g membandingkan kelompokpekerjadengan 2 lamapapar l-15 talun dan 15 tahun lebih, analisastatistikyang dilakukanmendapatkan risiko relatif padakelompokdengan lama papar 15 tahun lebih sebesar 7.5. Perbedaan besarrisiko antarapenelitianini denganpenelitianyang dila*ukan oleh Roserrhall disebabkan oleh karenaprogresifitas TAB berjalanmaksimal antara10-15tahun papmafisEtelah relatif itu menetap.

7. Usia Reratausiapercontohkasus lebihtua dibandingkan reratausia percontoh dengan kelola dengansimpangbalcrrpercontohkasus6.59 dan simpangba}u percontohkelola 7.25.Perbedaan keloladanpercontoh antarreratapercontoh kazus sebesar 4.56, setelah p:0.01 (CI: dilakukan ujit (t -test) didapatnilait:-2.63 dannilai - 8.02, -L09).

yang bermaknarerata usia percontoh kelola dan Dengandemikianterdapatperbedaan percontohkasus.Selanjutnya dilahrkart analisisdengan uji regresilogistik

didapatrasio Odd sebesar l0, dengandemikianterbutsi bahwausia bukan merupakan L faktor risiko terjadinyaTAB padapenelitian ini.

78

Beberapahal yang dapatmenerangkan terjadinyakeadaandiatas adalah : Pada penelitian baik percontohkelolamaupunkasusmenggunakan ini cakupan usiayangrelatif homogen.Beberapa{bktor lain yang sering berperansebagaiperancudalam penilaian terhadappengaruhfrktor usia seperti diabetesmelitus, hipertensi,cidera kepala dan riwayattuli hereditertelahdieliminir dari percontohpenelitian.

E.Intensitas bising Hasil perhitunganstatistik didapatperbedaan antar rerata intensitasbising Bajaj percorrtoh kasusdan kelola sebesar 2.94, setelah dilakukanuji t didapatnilai t : - 4.05 dengan p < 0.05 ( CI : -4.39,- 1.49). Dari perhitungan nila diatasdisimpulkan terdapat perbedaan bermakna antaraintensitas bisingBajaj yang dikendaraioleh percontohkasus percontohkelola. dengan Pada penelitianini pengaruhintensitasbising Bajaj percontohkasusdan kelola tidak dapat dianalisakarena seringnyapaf,apengemudibertukar kendaraan, walaupun secara statistik perbedaanintensitasbising antara Bajaj percontoh kasus dan kelola bermakna.

9. Lama paptrrankerja paparan Padapenelitian reratalama ini kerja padapercontohkelolaadalah8 tahun dan rerata lama paparankerja pada percontohkasusadatah12 tahuq rasio Odd 1.4, intensitasbising 98-100 dB didapat cut of point pada lama papar 9 tahun. Penelitian yangdilakukanolehHendarmin5padakaryawanmanufacatring ptant Pertamina dengan lamapaparantara5-10tahundanintensitas bising75-110dB, didapatkan 50% karyawan

79

menderitaTAB, Meskipun disain kedua penelitiandiatasberbed4 beberapa seperti hal lann paparandan besar intensitasbising relatif hampir salna. Kedua penelitiandiatas bahwa, besar intensitasbising 100 dB(A) sesuaidengan Ward r0 yang menyatakan lamapapar 10 tahun akanmenimbulkan TAB denganrerataambang dengan dengarpada frekuensi3-4-6 kllz sampai 40 dengan dB danfrekuensirendahberkisarantara15 dB.

10.Lama paper harian jumlah jam kerja perhari Lana papar harian merupakan hasil pengurangan dikurangiju.lah jam istirahat.Padapenelitianini lama papaparhariankelompok kelola adalah6 jam dan lama papar kelompok kasus adalah8 janU secarastatistik terdapat perbedaan bermaknaantwakedualarnapaparpercontohdiatasdenganrasioOdd sebesar 4.4 dancut off point lamapaparharian8 jam. intensitas 98-100dB lama paparyangdiperbolehkan Secara teoritis bisingdengan pada penelitianini baik percontohkasusmaupun dalam t haxi hanya2 jam, sedangkan kelola keduanyaterpaparbising denganlama papar perhari lebih dari bataslama papar yang diperkenankan. hal ketidak sesuaian Beberapa yang dapatmenjelaskan ar$arabesar intensitasyang tercatat ,larna papar harian , lama paparankerja dan kelainan yang paparan yang dihasilkanoleh Bajaj relatif bervariasidan intensitas ditemukandisebabkan pengaruh relatiftidak menimbulkan reverberasi. kabinBajaj yangterbukasehingga

80

BAB \rI DAN SARAN KESIMPUI.,AN

VI.l. Kesimpulan 54 l. Junrlahpercontohkasusdan kelola padapenelitianini sebanyak percontohdari 66 percontohyang direncanakan. Hasil uji hipotesisdan analisastatistikjundahini masih penelitian padapopulasiluas. ini berterima untuk menggeneralisasi Kelompok pengemudisuku fawa merupakankelompok terbesaryang didapatkan padapenelitian selanjutnya Betawi danMakassar. ini, diikutu oleh suku Sunda, Bajaj yang menjadipercontohpada penelitianini tinggal 3 . Sebagian besarpengemudi Jakartautar4 Jakartapusat,Jakartaselatandan diwilayah lakana timur, selanjutnya Jakartabarat. 43%. Kekerapan 4 . Kekerapan tinitus pada tinitus padapopulasiterpaparbising sebesar populasiTAB denganlama paparkurang dari atau sampaidengan10 tahun sebesar paparan 53Yo. lebihdari 10tahunkekerapan 3lo/o,bllalama tinitusmeningkatmenjadr Risiko populasi penderitaTAB untuk mendapattinitus sebrsar2.5 kah . bila lama papaxan lebihdari l0 tahun. 16 5 . UsiapakaiBajajberkisax antaf,a s/d 22talrnlm.. gambaran 6. Sebagian besar (81.2%) penderitaTAB pada penelitianini mempunyai audiometriyang simetrisyang terbagi atas TAB tahap awal dan TAB tahap lanjut, kecrl(9.4Yo)kelainanbersifatasimetridenganderajatberbedaantan telinga sebagian kecil lain (9 4%) kelainanan hanyamengenaisatu kiri dan telinga kanan, sebagian telinga dengantelinga lain normal, PenderitaTAB tahap awal mempunyaifaktor

8l

risiko sebesar kali untuk menderita 11 TAB tahaplanjut bila lamapaparan kerja lebih dari 10tahun. 7. Padapenelitian usiabukanmerupakan ini faklor risiko terjadinyaTAB. 8. Terdapat perbedaan bermaknaintensitasbisrng Bajaj percontoh kasus dan kelola. Perbedaan rerataintensitas bisingperntohkelola dan percontoh kasusantar98-101 dB. 9. Padapenelitianini cat off point lama paparilnkerja yang dapat menimbulkan TAB padapaparan kerja tahunke sembilan. adalah 10.Padapenelitianint cut off point lamapaparharianyang berrisiko menimbulkan TAB lamapaparjarn ke delapan. adalah yangdihasilkan yangjelas antarabising 11.Terdapat hubungan olehBajaj danTAB pada pengernudinya.

V I . 2 . S& ra n t. Padapenelitianini terbukti bisingyangdihasilkan TAB olehBajaj dapatmenyebabkan pada pengemudinya, sehinggaperlu dipercepat upaya untuk tidak menggunakan ini umum. sarana sebagai angkutan 2. Dalam prosespenyediaan saranaangkutanunum penggantiBajaj perlu diperhatikan angkutan umumpengganti segiproduksibisingdari sarana tersebut. 3. Sebelum seluruh Bajaj dihentikan pengoperasiannya, saf,ana angtutan umum penggantitersebutbila mungkin pengoperasiannya lebih diutamakandiberikanpada pergemudiBajaj dengan lamakerja lebih dari 9 tahun.

82 4 . Bila belum dapat dilakukan penggantianBajaj dengan sarana angkutan umum Bajaj penggantiBajaj yang amandan sesuai,disarankanagar jamkerja pengemudi lamapaparhariankurangdari 8 jam. diatur sehingga bising padakendaraan angkutanumlrm 5 . Perlu dilakukanpemeriksaan besarintensitas secarareguler, baik di luar kendaraanmaupun didalam kabin kendaraan.Pada yang mempunyaiintensitaskebisingandiatas NAB yang diperkenankan kendaraan atau mengurangisampaitercapaipada tingkat NAB dianjurkanuntuk memperbaiki dianjurkandalan berbagaiskala Pengukurantingkat kebisingan yang diperkenankan. ( AB danC) masihdiperlukanpenelitianlain sehingga 6 . Penelitianini masihbanyakkekurangannya bahan kedap penutup mengenairekayasamesin dan konstruksi serta penggunaan panas. mesinyangmurahdanmenghambat

83 IIL Daftar Pustaka 1. PingCW.ForensicAudiology. LaryngolOtol, Suplement. 1986;11:1-5. J 2. Dobie RA. Noise InducedHearingLoss. In: Bailey BJ, ed. Head and Neck Sugery JB Otolaryngology, Vol.2, Philadelphia. LippincotCo. 1993:l782-9L 3. SulkowskiWJ, Kowalska S, KowalskaMS et al. Incidenceof Occupational Deafrress in Poland 1991-1995.Protection Against Noise. Procedingsof First European Conference1996;9l- 102. . 4, Wiyadi MS, Hernomo SS, Iskandar A. Kumpulan Naskah Seminar Ketulian. 1985: l-17. Surabaya 5. Hendarmin NoiseInducedHearimgLoss.KonasPERHATI IL Jakartal97l'.224 H. -9. 6. Indrazukhri T, flum KS, Leowsrisok K. EnforcementA NecessaryStep in The Abatement Air andNoiseNuisances Bangkok.BangkokConunity Development in of 1985. ProjectKingdomof Thailand. 7. IskandarN, Syarifuddin,Rifki N, Abdurrachman Diagnosisdan PenilaianCacat H. PenyakitAkibat Kerja Bidang Telinga,Hidung dan Tenggorok.Simposium'Nasional dan CacatKarenaKecelakaan PenyakitAkibat Kerja. Jakarta1989. HearingLoss.In: Balenger ed.Disease TheEar Nose 8. Alberti PW. Occupational JJ of 1991: 1053WB and Throat.Ilead Neck Surgery,14 th Ed. Philadelphia. Saunders. 66. 9. Alberti PW, Noise and The Ear. In: Kerr AG, ed. Adult Audiology, Scott-Browns 1991 5th :594-641. Otolaryngology ed.London.Butterworths.

84

DA eds. MM, Schumrick 10.Ward WD. Noise InducedHearingDamage. Paparella In: 3rd Diseases The Ear.Otolaryngology ed. Philadelphia. WB. Saunders 1991: Co, of 1639-52. 11.Irwin J. Causes HearingLossin Adults.In: Kerr AG, ed. Adult Audiology.Scottof 5th 1 BrownsOtolaryngology ed.London.Butterworths.99I : 12'l-56. 12.PicklesJO. Physiology The Ear. In: Kerr AG, ed, Basic Scienoes. of Scott-Browns 1991:47- 77. 5th Otolaryngology ed.London.Butterworths. 13.Still H. Freeway Frenzy.In: Still H ed. In Questand Quiet,Pennsylvania. Stackpole Books1970',58-64. 14,Surat Edaran Menteri Tenaga Keda, Transmigrasidan Koperasi. No: SE 01/I\{EN/1978. Tentang Nilai Ambang Batas Untuk Kebisingandi tempat Kerja. 1985:ll0- 2. Ketulian.Surabaya KumpulanNaskah Seminar 15.HarrisCM. Soundand SoundLevels.In: HarrisCM.HandBook of NoiseControl,2 Mc nd ed. New York, St. Louis, SanFransisco. Graw- Hill Book Co. 1979:2-l -214. Noise 16.Magrab EB. Basic Propertiesof Waves. In: Magrab EB. Environmental JohnWiley & Sons.1975:l-27. Control.New York, Sydney. Kumpulan l7.Ivfukono J. Lingkungan Hidup Dalam KaitannyaDengan Pendengaran. 1985:83-93. Ketulian.Surabaya NaskahSeminar H. 18.Hadjar E, Hendarmin Noise andNoise Polutionsdi Jakarta.KonasPERHATI II. lakwta 1971'.230-43.

85

19,Mlls JH, Adkins WY. Anatomyand Physiology Hearing,In:BaileyBJ ed. Head of and Neck Surgery - Otolaryngology, Vol II. Philadelphia. JB Lippincot Co. 1993:1441-61. 20. Liston SL, Duval AJ. Embryologi,Anatomy, and Physiologyof The Ear, In: Adams GL, Boies LR, Hilger PA. eds. Boies Fundamentals Otolaryngology.6 th ed. of Philadelphi4 1989:27-38. 21. Soetirto L AspekKlinik dan EvaluasiKecacatan PadaNoise InducedHearingLoss . Pendengaran. TrainingProgramKonservasi Seminar lakafta 1994. 22. CanlonB. Noise InducedPermanent Trauma.In: The Effect of Acoustic Traumaon The TectorialMembrane,Stereocilli,and HearingSensitivity.ScandAudiol. 1989:717. 23. Nakai Y. Sensoineural HearingImpairement: Mcrovasculatureand Vasoconstriction in the Cochlea. HearingInternational 1994;Vol.3 No.1: 8-9. 24.Puel JL, Pujol R, Noise InducedHering Loss: CurrentPhysiological Investigation. ProtectionAgainstNoise.Procedings First European 1996;l- 4. of Conference. In: 25. Melnick W. IndutrialHearingConservation. KatzI, Gabbay W. eds.HandBook William& Wilkins 19857214. of ClinicalAudiology3th ed.Baltimore. HearingInternational1993; Vol,Z No.4: 26. Shida S. Vibration and Noise Deafrress. t 7 1 7 -8 . In: ZT.WilliamsD. Noise in Transportation. TempestW. ed. The Noise Handbook. London,New Yorlg Toronto,Academic Press1985:216-24. Pendengaran 28. Hendarmin[I, Waspodo Dj. Ganggrran Akibat Pencernaran Bising. KonasPERHATI IV, Semarang 1977:l8l-8.

86

Five YearFollow-UpStudyof HearingLossat Several Locationsa 29.Lee d Feldstein. AmericanJournalof IndustrialMedicine.1993:24:41LargBAutomobileCompany, 54. 30. Adenan Ae Shah B. PengaruhKebisingan Lapangan Terbang Polonia Terhadap Pendengaran PendudukSekitarnya.KumpulanNaskah SeminarKetulian. Surabaya t985.29-39. M, 31. HutchinsonKIVI, Alessio HM, Spadafore Effects of Low Intensity Exerciseand Threshold Shift.Scand. Audiol 199l 20:121-7. NoiseExposure Temporary on 32. Burns W. Measure to Reduce InterferenceEffects. In: Burns. Noise and Man. London. Williams Clowes Sons1968:116-25. & 33. Ceranic Prasher BJ, DK, Luxon LM. TinitusFollowingNoiseExpozure: Review. A Protection Against Noise.Procedings First European 1996;45- 51. of Conference. HearingLoss in New York Dairy 34. Marvel IVI,Pratt DS, Marvel LH et al. Occupational Medicine,1991;20 517-31. Farmers. American Journal Industrial of 35. Pirila T, Sorri IvI, Ervasti KJ et al. Hearing Occupationally Noise-Exposed

Men andWomenUnder60 YearsOld. Scand Audiol 1991;20:217'32, 36. SataloffRT, SataloffJ.Diagnosing HearingLoss. In: SataloffRT, ed. Occupational OccupationalHearing Loss, 2nd ed, New York, Basel, Hongkong. Marcel Dekker I n c .1 9 9 4 :3 7 1 -8 8 . 37. Kowalska S, Sulkowski W. Measurement of Distortion Product Otoacoustic Emissionin IndustrialWorkerswith Noise InducedHearingLoss. ProtectionAgainst Conference. 1996;30-37. of Noise.Procedings First European

87

38. IskandarN. Pedoman Diagnosis DalamMenegakkan PenyakitTHT Akibat Kerja dan Penentuan Tingkar Cacat.LokakaryaNasionalCapatKarenaPenyakitAkibat Kerja. Iakarta1990. 39. BarrenasML, Hellstorm Pd Stark J. Hearing Conservation,Protection Against Noise.Procedings First European 1996;103- 105. of ConfErence. 40. RosenhallU, Presbyacusis Related to Exposureto OccupationalNoise and Other Ototrrumatic Factors. Protection Against Noise. Procedingsof Conference1996:52- 56. . First European

88

LAMPIRAN

RSUPN.Dr. CIPTO MANGIIIYKUSUMO JAKARTA Bagianllmu Penyakit TelingaHidungTenggorok

SURAT PERSETUJUAI\

Sayayangbertanda tangandi bawahini :
Nama :

Umur Pekerjaan Alamat

: ..............tahun Bajaj : Pengemudi

atas Dr. Bahwa sayatelah mengertisepenuhnya penjelasan Hari Purnamadan denganini sayamenyatakan bersediauntuk menjadipeserta/ percontohdalampenelitian 'Dampak Bajaj di Jakarta'. PaparanBistng PadaPengemudi Pernyataan dibuatdengansesungguhnya. ini

Iakarta" Peneliti, penelitian, Peserta

1997

Dr. Hari Purnama

BAIASIA
NO,STATASPENELITIAN:

STATUS PENELITIAN PENGARUH PAPARAN BISING PADA PENGEMUDI BAJAJ

I. IDENTITAS PENGEMUDI

NAMA

TEMPAT/TGL. LAHIR IJMUR

SUKU ATAMAT : Jl. Kelurahan : Kecamatan : Kab/ Kodya: PEKERIAAN

IL RIWAYAT PEKERJAAIY
l, Usiapercontoh: < 24

talun-I

3I-37 tahun -3 >44 thn -5 38-44 talntn -4 3I-37 tahun-3

24-3A ulmn -2
.L.

ffi
2

I

pengemudi: Mulai bekerjasejakberusiasebagai I8-< 24 nlrun-I 24-30 talwn-2

38-44 tahun-4 >44 talrun -5

ffi

IT pengemudi 2-4 talwn -I 2. L*3 bekeqia : sebagai >4-6talrun -2 >6-8 ntrrun -3 >8-IAbhun -4 > 10 talwn -5
3

ET
ffi
4

3. Lamakerjaperhari

: < 6

jam -I

>9-I0jarn -3 >10 jam *4

6-8 jam -2

4. Lamaistirahatkerjaperhari < I jam -I I-2jam -2 perhari: 5. Lamapaparanbising < 6 jam -I -2

>2-3 jam >3jam

-3 -4

>8-I0jam >10 jam

-3 -4

6-8 jam

7. Penghasilan rata*ataperhari: < Rp 25.000,-

-I

>Rp 5A.000,- -3

Rpz5.00-50.000-2 pekerjaan 8. Sebelum sebelumnya sebagai : aperatormesin Iain- Iain

ffi

-I -2

ffi

I

III. RIWAYAT PEI\TYAKTT pendengaran : ada l. Riwayatgangguan tidak -I -2

2. Riwayatkeluarcairandari telinga : ada tidak

-I -2

10

ffi
-I -2
II

3. Riwayatpenggunaan ototoksik yangberlangsunglana:ada obat tidak

ffi

III

4. Riwayatpenyakitlain yangdiderita

: ada -I

( kencingmanis,tekanandarahtinggt, multiple sklerosis). tidak -2 ada tidolc

ffi
l3

I

5. Riwayatciderakepala

:

-I -2

ffi
l4

6. Riwayattelingaberdenging :

ada

-I

tidsk -2

ffi
-I tituk -2

IV. RIWAYATKNLUARGA pendengaran l. Riwayatgangguan dalamkeluarga: ya

ffi
l6

15

2. Riwayatkencingmanisdalamkeluarga: y6 tidak

-I -2

ffi

V. SPESIFIKASI BAJAJ YANG DIKEMUDIKAI\ l . M e rk/ j e n i s 2. Tahunpembuatan 3. Kapasitas silinder 4. Jumlab kepala silinder :................. : : ...,..,..... cc buah : .............

padakecepatan 5. Intensitas lk. bisingyangdihasilkan sedang 40-60 km / jam : 85 -90 dBA 9I -95 dBA 96- Iq0dBA -I -2 -i ]U - 105 dBA r06-II0dBA >II0 dBA -4 -5 -6
17

Ef,

VI. CATATAN MEDIK
A. Pemeriksarnumum l. Pemeriksaanfisik :

Baik -I

sedang -2

ffi

IE

ItI darah 2. Tekanan < 140/ 90 mmHg .T

l9

140/ 90 - 160/ 95 mmHg -) > 160/ 95 mmHg -3

HT

B. Pemeriksaantelinga

l. Liangtelinga: paten

knnan

kiri paten .T
20

-t
-3

oklusi sebagian -2 oklusi total

oklusi sebagian -2 oklusi total -3 kiri utah, normal -I utuh, retralcsi -2 utuh, bulging -3 utuh, timpanosklerosis-4 utuh, airfluid level -5

ffi
2l

2. Kondisimembran timpani: ufith, normal -I utuh, retraksi
,'
-z

kanan

utah, bulging -3 utuh, timpanosklerosis -4 utuh, airfluid level -5

ffi

hidung C. Pemeriksaan

1. Kavumnasi: lapmg .I sempit -2 2. Konka:

Itsnal,

kiri Iapng ,T
-z
a

22

konan

ffi

sempit

ffi
kiri
23

eutrofi hipertrofi hiperemis

.T -2 -3

eutrofi hipe*ofi hiperemis

-I
,,

-3

HH

tf

3, Sekret: da tidak ada -I -2

Imnan
adfl -I

kiri
24

tidnk ads

-2

ffi
kiri

4. Septumhidung '. Iurus -I

lwrdn lurus -I

deviasi -2

deviasi -2

ffi
kiri

D. Pemerihsanntenggorok

1 . T o n si l (u ku ra n )'.

konan

Tr T3
2. Dinding faring granuler: ya

-I

T]

.I

26

12 -2
-s

ffiv
lwnan

12 -2
T3 -2

ffi
Hri
27

-I

ya

-1

tidnk -2 E. Pemeriksaanaudiologik

tidnk -2

ffi

Dl. Uji penala l. Uji Rinne: lmnan kiri

+-I -2 takdengar 2. Uji Weber:
Iateralisasi lcelmnan -I

+-I --2 takdengar -3

-3

29

trI
lateralisasi kekiri

-2

tidak ada lateralisasi -3

3. Uji Schwabach: memanjang memerdek sesuaipemeriksa -I
1

karnn memanjang memendek pemeriksa sesuai .I
t

kiri
30

-3

-3

ffi
kiri .T
t

4 . Audiogram: pendengarut normal - l TAB tahapawal TAB tahaplanjut -2 -2b

lmnan pendengaran normsl TAB tahapawal TAB tahq lanjut tuli saraf ringan tuli saraf sedang tuli saraf berat

ffi

3l

-2b -3
-4
-J

tuli saraf ringan -3 tuli soraf sedang -4 tuli saraf berat tuli campur tuli korr&tktifringan
-J

-6
.7

tuli campur -6 tuli lronduhif ringan tuli konfuhif sedang presbiktrsis
a

tuli kondahif sedang -8 presbihtsis 5 . Timpanogram: WeA 4pe As typeB We C konan -I -2 -3 -4
-9

.8 -9 kiri

typeA typeAs typeB

-I

32

-2 -.3 -4

ffi

Wec

F. Pemeriksaanlaboratorik Reduksiurin : Negatif -I
33

ffi

v'tr
Borderline Positif -2 -3

lain ( bila perlu) : G. Pemeriksaan

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful