P. 1
Sintesis asam asetat (SMAK bogor)

Sintesis asam asetat (SMAK bogor)

|Views: 1,561|Likes:
Published by yhohans

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: yhohans on May 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Kata Pengantar
Puji dan syukur selalu terucap pada Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya makalah ini. Makalah yang kami beri judul ³Sintesis Asam Asetat´ ini, membahas mengenai sintesis senyawa organik yaitu Asam Asetatdalam skala laboratorium ataupun dalam skala industri. Makalah ini disusun sebagai tugas mata pelajaran kimia organik. Selain itu, makalah ini disusun untuk lebih mengetahui bagaimana pembuatan Asam Asetat dengan rinci. Dengan adanya makalah ini, penulis berharap materi yang disampaikan dapat lebih diserap dengan mudah oleh siswa. Kami mengucapkan terimakasih kepada smua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Tak ada gading yang tak retak. Kami sadar sepenuhnya bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran akan kami terima untuk penyempurnaan makalah ini.

Bogor, April 2011

Penyusun

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

1

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

LEMBAR PENGESAHAN

Siswa

Siswa

Siswa

Andini NIS. 09.55.06374

Nur Agni Alvina NIS. 09.55.06525

Yhohan Adi Chandra NIS. 09.55.06601

Mengetahui, Orangtua Siswa Orangtua Siswa Orangtua Siswa

Adeng Heri

Muhammad Alfian

M. Yunanto

Mengtahui dan Menyetujui Guru Mata Pelajaran Kimia Organik

Rusman, M.Si NIP. 19781113 200502 1 001

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

2

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,7°C. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

3

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

B. Manfaat
Asam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan sebagai bahan untuk memproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Selain itu asam asetat juga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan juga ester. Juga sebagai pengatur keasaman pada industry makanan dan pelunak air. Penggunaan asam asetat lainnya, termasuk penggunaan dalam cuka relatif kecil. Pada industri tekstil, terutama industri pencelupan kain dimana asam asetat berfungsi sebagai pengatur pH. Dan pada industri benang karet, sebagai bahan penggumpal ( co-agulant ) ketika latex dikeluarkan dari extruder. Dalam industri farmasi asam asetat digunakan untuk untuk pembuatan obat-obatan (aspirin).

C. Tujuan 

Mengetahui senyawa asam asetat berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya.  Mengetahui cara pembuatan asam asetat dala skala laboratorium maupun dalam skala industry.  Mengetahui berbagai metoda dalam sintesis asam asetat.  Mengetahui bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam mensitesis asam asetat  Mengetahui manfaat serta aplikasi asam asetat dalam produk

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

4

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

D. Ringkasan Asam asetat telah diketahui manusia selama berabad-abad. Kemungkinan besar bahwa itu ditemukan tidak sengaja selama proses pembuatan anggur. Ketika proses fermentasi adalah jus buah dibiarkan terlalu lama, anggur spontan bentuk cuka, encer bentuk asam asetat. Akibatnya, asam asetat namanya berasal dari acetum kata Latin yang berarti cuka. Teknologi pembuatan asam asetat mungkin yang paling beragam dari pembuatan semua bahan kimia organik industri. Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan asam asetat, diantaranya ialah; karbonilasi methanol, sintesis gas metan, oksidasi asetaldehida, oksidasi etilena, oksidasi alkana, oksidatif fermentasi, dan anaerob fermentasi. Karbonilisasi methanol merupakan teknik yang umum digunakan dalam produksi industri asam asetat dan menjadi teknik penghasil asam asetat lebih dari 65% dari kapasitas global. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75% diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternatif. Dalam konsentrasi kecil, asam asetat cocok untuk konsumsi. Cuka adalah salah satu komponen rasa primer dari berbagai jenis saus salad di mana ia hadir di sekitar 5%. Ini menyediakan, asam atau rasa tajam menggigit. Dalam produk makanan lain, asam asetat digunakan sebagai pengawet. Cuka putih digunakan sebagai pembersih rumah tangga karena memiliki karakteristik antibakteri tertentu. Asam asetat digunakan dalam industri lain. Ini adalah prekursor kimia untuk bahan penting seperti Hal ini dapat digunakan sebagai pelarut untuk jenis lain dari proses-

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

5

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

proses seperti produksi plastik, karet, getah, damar, dan minyak atsiri, dan juga merupakan acidifier penting dalam produk farmasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

6

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

E. Daftar Isi

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

7

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

F. Tinjauan Pustaka Cuka telah dikenal manusia sejak dahulu kala. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteria penghasil asam asetat, dan asam asetat merupakan hasil samping dari pembuatan bir atau anggur. Penggunaan asam asetat sebagai pereaksi kimia juga sudah dimulai sejak lama. Pada abat ke-3 Sebelum Masehi, Filsuf Yunani kuno Theophrastos menjelaskan bahwa cuka bereaksi dengan logam-logam membentuk berbagai zat warna, misalnya timbal putih (timbal karbonat), dan verdigris, yaitu suatu zat hijau campuran dari garam-garam tembaga dan mengandung tembaga (II) asetat. Bangsa Romawi menghasilkan sapa, sebuah sirup yang amat manis, dengan mendidihkan anggur yang sudah asam. Sapa mengandung timbal asetat, suatu zat manis yang disebut juga gula timbal dan gula Saturnus. Akhirnya hal ini berlanjut kepada peracunan dengan timbal yang dilakukan oleh para pejabat Romawi. Pada abad ke-8, ilmuwan Persia Jabir ibn Hayyan menghasilkan asam asetat pekat dari cuka melalui distilasi. Pada masa renaisans, asam asetat glasial dihasilkan dari distilasi kering logam asetat. Pada abad ke-16 ahli alkimia Jerman Andreas Libavius menjelaskan prosedur tersebut, dan membandingkan asam asetat glasial yang dihasilkan terhadap cuka. Ternyata asam asetat glasial memiliki banyak perbedaan sifat dengan larutan asam asetat dalam air, sehingga banyak ahli kimia yang mempercayai bahwa keduanya sebenarnya adalah dua zat yang berbeda. Ahli kimia Prancis Pierre Adet akhirnya membuktikan bahwa kedua zat ini sebenarnya sama.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

8

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Pada 1847 kimiawan Jerman Hermann Kolbe mensintesis asam asetat dari zat anorganik untuk pertama kalinya. Reaksi kimia yang dilakukan adalah klorinasi karbon disulfida menjadi karbon tetraklorida, diikuti dengan pirolisis menjadi tetrakloroetilena dan klorinasi dalam air menjadi asam trikloroasetat, dan akhirnya reduksi melalui elektrolisis menjadi asam asetat. Sejak 1910 kebanyakan asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh dari distilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetat yang kemudian diasamkan dengan asam sulfat menghasilkan asam asetat. Menurut Food and Drugs Administration di Amerika Serikat, cuka, cuka sari buah apel, cuka apel, dibuat melalui fermentasi alkoholik sari buah apel diikuti fermentasi asetat (Pelczar and Chan, 1988). Menurut Frazier (1976), cuka didefinisikan sebagai bumbu yang dibuat dari bahan yang mengandung pati atau gula dengan fermentasi alkohol diikuti oksidasi asetat. Menurut Dwiari dkk (2008), metode pembuatan asam asetat dapat dibedakan menjadi metode lambat seperti yang dikerjakan di rumah, atau metode let alone, metode Perancis atau Orleans, dan metode cepat, seperti proses pembuatan dengan genera atau prosedur fogging. Pada metode lambat, cairan alkohol tidak bergerak selama asetifikasi, sedangkan pada metode cepat, cairan alkohol bergerak. Metode lambat menggunakan sari buah-buahan yang difermentasi atau cairan gandum untuk menghasilkan asam asetat. Sedangkan metode cepat kebanyakan untuk menghasilkan cuka dari minuman keras (alkohol). Cairan gandum atau buah disediakan untuk makanan bakteri cuka, tetapi untuk memelihara bakteri cuka aktif dalam metode cepat menggunakan alkohol, ditambah dengan vinegar food, yang merupakan kombinasi senyawa organik dan anorganik. Persentase cuka dinyatakan dalam grain, yaitu 10 kali jumlah gram asam asetat per 100 mL cuka. Jadi cuka 40 grain mengandung 4 gram asam asetat per 100 mL cuka pada suhu 2000C.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

9

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik 

Fermentasi Fermentasi merupakan proses mikrobiologi yang dikendalikan oleh manusia untuk memperoleh produk yang berguna, dimana terjadi pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerob. Peruraian dari kompleks menjadi sederhana dengan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan energi. (Perry, 1999) Berdasarkan Silcox dan Lee, proses fermentasi yang baik adalah: 1. Mikroorganisme dapat membentuk produk yang diinginkan 2. Organisme ini harus berpropagasi secara cepat dan dapat mempertahankan keseragaman biologis, sehingga memberikan yield yang dapat diprediksi. 3. Raw material sebagai substrat ekonomis 4. Yieldnya dapat diterima 5. Fermentasi cepat 6. Produk mudah diambil dan dimurnikan

Asam asetat memiliki beberapa nama antara lain asam etanoat, vinegar (mengandung minimal 4 gram asam asetat per 100 larutan), atau asam cuka. Asam asetat merupakan senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat. Rumus molekul dari asam asetat adalah C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat memiliki sifat antara lain (Perry, 1999):  Berat molekul 60,05  Berupa cairan jernih (tidak berwarna)  Berbau khas  Mudah larut dalam air, alkohol, dan eter  Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah (korosif)  Asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16,7°C, sedikit di bawah suhu ruang

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

10

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik 

Mempunyai titik didih 118,1 oC  Mempunyai titik beku 16,7 oC  Spesific grafity 1,049 Peran biologis asam asetat ditemukan oleh ahli biokimia Konrad Emil Bloch di pertengahan 1900-an. Ia menemukan bahwa asam asetat adalah prekursor utama dalam produksi kolesterol tubuh. Asam asetat diubah menjadi kolesterol dalam hati melalui serangkaian reaksi kimia 36. Bloch mampu menggunakan metode penandaan radioaktif untuk menentukan karbon dari asam asetat dimasukkan ke kolesterol. Penelitian ini penting untuk pemahaman kita tentang metabolisme kolesterol dan perannya dalam penyakit jantung. Asam asetat telah lama dikenal oleh bangsa Romawi dan Yunani dengan proses pembuatan yang masih sangat sederhana, yaitu melalui oksidasi alkohol yang terdapat dalam anggur yang ditempatkan dalam tong atau dibiarkan pada udara terbuka. Produksi secara komersial dimulai pada akhir abad ke-19 dengan proses oksidasi langsung hidrokarbon fase cair. Pada tahun 1911, produksi asam asetat melalui oksidasi asetaldehid mulai beroperasi di Jerman. Proses karbonilasi methanol pertama kali diaplikasikan pada tahun 1963 dengan proses BASF, kemudian proses Monsanto mulai diperkenalkan pada tahun 1968.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

11

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

G. Metode Sintesis 
Sintesis Asam Asetat Dalam Skala Industri Dalam pabrik pembuatan asam asetat lebih sering menggunakan metode karbonilasi methanol. Ada dua macam proses pembuatan asam asetat dalam pabrik yakni proses monsanto dan proses cativa. Proses monsanto menggunakan katalis kompleks Rhodium (cisí[Rh(CO)2I2]í), sedangkan proses cativa menggunakan katalis Iridium ([Ir(CO)2I2]í) yang didukung oleh Ruthenium. 1. Proses Monsanto Prinsip pembuatan: Methanol direaksikan dengan gas CO2 menghasilkan asam asetat yang difasilitasi katalis rhodium. Mekanisme kerja proses monsanto berjalan dengan beberapa tahap, yaitu: 1. Siklus katalitik konversi metanol menjadi metiliodida CH3OH + HI CH3I + H2O

2. Penambahan katalis Rh (I) kompleks (d8 segi empat planar) ke dalam metil iodida menghasilkan struktur baru koordinat 6 alkil rhodium (III) kompleks (d6). CH3I + [Rh-kompleks] Mekanisme Reaksi Katalis Katalis Carbonylation terdiri dari dua komponen utama yaitu rhodium kompleks yang larut dan iodida promotor. Hampir setiap sumber Rh dan I- akan bekerja dalam reaksi ini karena akan dikonversi menjadi katalis [Rh (CO)2I2]- di
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 12

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

bawah kondisi reaksi. Struktur katalis [Rh(CO)2I2]- dapat dilihat seperti gambar berikut.

Katalis ini sangat aktif sehingga akan memberikan reaksi dan distribusi produk yang baik.   Alat dan Bahan: Prosedur: Pertama methanol dimasukkan dalam tangki reaktor dan direaksikan dengan HI. Peran iodida adalah hanya untuk mempromosikan konversi methanol menjadi metil iodide:

Setelah metil iodida telah terbentuk maka diteruskan ke reaktor katalis. Siklus katalitik dimulai dengan penambahan oksidatif metil iodida ke dalam [Rh(CO)2I2]- sehingga terbentuk kompleks [MeRh(CO)I3]- (Gambar 2). Kemudian dengan cepat CO pindah berikatan dengan CH3 membentuk kompleks seperti pada gambar 3 pada diagram reaksi berikut. Setelah itu direaksikan dengan karbon monoksida, dimana gas CO berkoordinasi sebagai ligan dalam kompleks Rh, menjadi rhodium-alkil kemudian membentuk ikatan menjadi kompleks asil-rhodium (III) (Gambar 4).

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

13

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Dengan terbentuknya kompleks pada gambar 4 maka gugus CH3COI mudah lepas. Kompleks ini kemudian direduksi menghasilkan asetil iodide dan katalis rhodium yang terpisah. Ditangki ini bekerja suhu 1500C-2000C dan tekanan 30 atm- 60 atm. Asetil iodida yang terbentuk kemudian dihidrolisis dengan H2O menghasilkan CH3COOH dan HI.

Dimana HI yang terbentuk dapat digunakan lagi untuk mengkonversi methanol menjadi MeI yang akan masuk dalam proses reaksi.dan melanjutkan siklus. Asam asetat yang dihasilkan masuk dalam tangki pemurnian untuk dipisahkan dari pengotor yang mungkin ada seperti asam propionate. Pemurnian dilakukan dengan cara destilasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

14

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

2. Proses Cativa Proses Cativa adalah metode lain untuk produksi asam asetat oleh carbonylation dari metanol. Teknologi ini mirip dengan proses Monsanto hanya berbeda dalam penggunaan katalis. Proses ini didasarkan pada Iridium yang mengandung katalis seperti kompleks Ir[(CO)2I2]±. Struktur katalis kompleks Ir[(CO)2I2]± dapat dilihat seperti gambar beriktut: 

Alat dan Bahan:  Prosedur: Pertama methanol direaksikan dengan asam iodide menghasilkan Metil Iodida. Setelah itu, metal iodida masuk dalam tangki reaktor bereaksi sengan katalis kompleks iridium (gambar 1) membentuk [Ir(CO)2I3CH3]- (gambar 2). Setelah terbentuk struktur ini dengan cepat direaksikan dengan gas CO sehingga Iakan keluar dari kompleks digantikan CO sehingga terbentuk kompleks baru [Ir(CO)3I] (gambar 3). Struktur ini kurang stabil sehingga untuk menstabilkan CO di mutasi berikatan dengan CH3 (gambar 4). Gugus CH3CO pada kompleks mudah lepas, sehingga dengan adanya ion I- di sekitar kompleks menyebabkan gugus CH3CO lepas dari kompleks dan bereaksi dengan I- membentuk CH3COI. Senyawa CH3COI ini kemudian dihidrolisis menghasilkan asam asetat (CH3COOH) dan asam halida (HI). Dimana HI yang terbentuk ini ditarik lagi
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 15

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

masuk dalam siklus bereaksi dengan methanol membentuk Metil Iodida yang akan bereaksi lagi dengan katalis. Asam asetat yang terbentuk belum murni. Untuk memisahkan asam asetat dari pengotor maka dilakukan destilasi. Proses reaksi dalam tangki dapat digambarkan dalam diagram berikut ini:

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

16

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik 

Sintesis Asam Asetat Dalam Skala Laboratorium Asam asetat diproduksi melalui beberapa cara :   Fermentasi Aerob Fermentasi Anaerob

Fermentasi Aerob
Acetobacter aceti

C6H12O6

2 C2H5OH

2 CH3COOH + H2O + 116 kal

glukosa

etanol

cuka asam

Fermentasi Anaerob
C6H12O6 Clostridium thermoaceticum 3 CH3COOH

glukosa

asam asetat

  Pembuatan Asam Asetat dari Rebung  Alat dan Bahan:  Prosedur: a. Persiapan rebung Sebelum digunakan, rebung terlebih dahulu dibersihkan dari kelopak dan glugutnya. Setelah dicuci sampai bersih, rebung dipotong kecil-kecil dan siap untuk digunakan pada proses selanjutnya. Pada penelitian ini, rebung yang akan difermentasi diberi dua perlakuan yang berbeda, di mana salah satu rebung yang akan difermentasi diblender terlebih dahulu sedangkan yang lainnya direbus setengah matang sebelum difermentasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

17

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Rebung dibersihkan dari glugutnya selanjutnya dicuci dan dibersihkan dengan air. Rebung yang telah bersih selanjutnya dicacah kemudian diberi perlakuan antara blender (Bl) dengan rebus (Rb). Masing-masing perlakuan dibagi menjadi 3 wadah, dengan jumlah 1 kg/wadah. Masing-masing rebung ditambahkan ragi dan ditutup (anaerob) selama 3 hari. Setelah 3 hari rebung tersebut ditambahkan bakteri acetobacter aceti dan dibedakan waktu fermentasinya yaitu 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Saat penambahan bakteri kondisi perlakuan adalah aerob. Selama proses berlangsung, suhu dijaga sekitar 21-290C. Karena metode yang digunakan adalah fermentasi aerob, maka lingkungan disekitar media pertumbuhan harus dijaga tetap steril. b. Pemurnian asam asetat Asam asetat yang terbentuk melalui proses fermentasi dimurnikan dengan cara destilasi. c. Penentuan kadar asam asetat Penentuan kadar asam asetat dilakukan dengan cara titrasi menggunakan NaOH 0,1M. Indikator yang digunakan adalah fenolftalin (PP)

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

18

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

H. Pembahasan
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan asam asetat, diantaranya ialah; karbonilasi methanol, sintesis gas metan, oksidasi asetaldehida, oksidasi etilena, oksidasi alkana, oksidatif fermentasi, dan anaerob fermentasi. Karbonilisasi methanol merupakan teknik yang umum digunakan dalam produksi industry asam asetat dan menjadi teknik penghasil asam asetat lebih dari 65% dari kapasitas global. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75%

diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternatif.

1. Karbonilisasi methanol Kebanyakan asam asetat murni dihasilkan melalui karbonilasi. Dalam reaksi ini, metanol dan karbon monoksida bereaksi menghasilkan asam asetat CH3OH + CO CH3COOH

Proses ini melibatkan iodometana sebagai zat antara, dimana reaksi itu sendiri terjadi dalam tiga tahap dengan katalis logam kompleks pada tahap kedua. (1) CH3OH + HI (2) CH3I + CO (3) CH3COI + H2O CH3I + H2O CH3COI CH3COOH + HI

Karbonilasi metanol sejak lama merupakan metode paling menjanjikan dalam produksi asam asetat karena baik metanol maupun karbon monoksida merupakan bahan mentah komoditi. Proses karbonilisasi pertama yang melibatkan perubahan metanol menjadi asam asetat dikomersialisasikan pada tahun 1960 oleh BASF. Pada metode BASF ini digunakan katalis kobalt dengan promotor iodida dalam tekanan yang sangat tinggi (600 atm) dan suhu tinggi (230oC) menghasilkan asam asetat dengan tingkat selektivitas mencapai 90%. Pada tahun 1968, ditemukan katalis kompleks Rhodium, cisí[Rh(CO)2I2]í yang dapat beroperasi dengan optimal pada tekanan rendah tanpa produk sampingan. Pabrik pertama yang menggunakan katalis tersebut adalah perusahan kimia AS Monsanto pada tahun 1970, dan metode

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

19

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

karbonilasi metanol berkatalis Rhodium dinamakan proses Monsanto dan menjadi metode produksi asam asetat paling dominan. Proses Monsanto berjalan pada tekanan 30-60 atm dan temperatur 150-200ÛC. Proses ini memberikan selektivitas yakni lebih besar dari 99%. Pada era 1990'an, perusahan petrokimia British Petroleum mengkomersialisasi katalis Cativa ([Ir(CO)2I2]í) yang didukung oleh ruthenium. Proses Monsanto dapat digantikan dengan proses Cativa, yang merupakan proses serupa menggunakan katalis iridium. Proses Cativa sekarang lebih banyak digunakan karena lebih ekonomis dan ramah lingkungan, sehingga menggantikan proses Monsanto. 2. Sintesis gas metan Asam asetat disintesis dari metana melalui dua tahap. Tahap pertama, gas metan, bromina dalam bentuk hidrogen bromida (40 wt% HBr/H2O) dan oksigen direaksikan dengan menggunakan katalis Ru/SiO2 menghasilkan CH3Br dan CO. Tahap kedua CH3Br dan CO direaksikan lagi dengan H2O dengan bantuan katalis RhCl3 menghasilkan asam asetat dan asam bromide. Mekanisme reaksinya dapat ditunjukkan:

3. Oksidasi asetaldehida Sebelum komersialisasi proses Monsanto, kebanyakan asam asetat diproduksi melalui oksidasi asetaldehida. Namun, metode manufaktur ini masih yang paling penting, meskipun tidak sekompetitif dengan metode karbonilisasi metanol. Dalam produksi asetaldehida dapat dihasilkan melalui oksidasi dari butana atau nafta ringan, atau hidrasi dari etilena. Ketika butana atau cahaya nafta dipanaskan dengan udara di hadapan berbagai logam ion, termasuk mangan, kobalt dan kromium; peroksida bentuk dan kemudian membusuk untuk menghasilkan asam asetat sesuai dengan persamaan kimia:

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

20

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

2C4H10 + 5O2

4CH3COOH + 2H2O

Dalam reaksi ini dijalankan pada suhu dan tekanan yang tinggi namun tetap menjaga butana dalam keadaan cair. Tipikal kondisi reaksinya ialah pada temperature 150°C dan tekanan 55 atm. Produk sampingan mungkin juga terbentuk termasuk butanone, etil asetat, asam format, dan asam propionat. Produk sampingan ini juga bernilai komersial, dan kondisi-kondisi reaksi dapat diubah untuk menghasilkan lebih banyak dari mereka jika ini bermanfaat secara ekonomis. Namun, pemisahan asam asetat dari produk tersebut dapat menambah biaya proses. Di bawah kondisi yang sama dan menggunakan sejenis katalis sebagai digunakan untuk oksidasi butana, asetaldehida dapat dioksidasi oleh oksigen di udara untuk menghasilkan asam asetat 2CH3CHO + O2 2CH3COOH

Dengan menggunakan katalis modern, reaksi ini dapat menghasilkan asam asetat lebih besar dari 95%. Produk sampingan utama adalah etil asetat, asam format dan formaldehida, yang semuanya memilki titik didih yang lebih rendah dari asam asetat sehingga dapat dipisahkan dengan teknik destilasi. 4. Oksidasi alkana Dalam metode ini asam asetat dibuat dari etilena dengan melalui proses Wacker menghasilkan asetaldehida dan kemudian dioksidasi seperti dalam metode oksidasi asetaldehida menghasilkan asam asetat. Teknik ini dikembangkan oleh perusahaan kimia Showa Denko yang membuka pabrik etilen oksidasi di Oita, Jepang, pada tahun 1997. Proses ini dikatalisis oleh paladium didukung katalis logam pada heteropoly asam seperti asam tungstosilicic.

5. Oksidatif fermentasi Dalam sejarah manusia, asam asetat dalam bentuk cuka, telah dibuat melalui metode fermentasi dengan bantuan bakteri asam asetat dari genus Acetobacter. Dengan membutuhkan sedikit oksigen, bakteri ini dapat menghasilkan cuka dari berbagai bahan makanan beralkohol. Umumnya bahan yang digunakan adalah bahan

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

21

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

makanan termasuk apel, anggur, dan fermentasi biji-bijian, gandum, beras, atau kentang mashes. Reaksi kimia keseluruhan difasilitasi oleh bakteri ini adalah: C2H5OH + O2 CH3COOH + H2O dalam beberapa bulan kemudian akan

Sebuah larutan alkohol dimasukan dalam reaktor dehodrogenasi dan diinokulasi dengan Acetobacter sehingga

menjadi cuka. Dalam industry, proses pembuatan cuka akan berlangsung cepat dengan meningkatkan pasokan oksigen ke bakteri.

6. Anaerob fermentasi Metode ini menggunakan bakteri anaerob, termasuk anggota dari genus Clostridium, yang dapat mengubah gula menjadi asam asetat secara langsung, tanpa menghasilkan etanol sebagai produk perantara. Reaksi kimia secara keseluruhan dilakukan oleh bakteri ini bisa direpresentasikan sebagai: C6H12O6 3CH 3COOH

Hal yang menguntungkan dari penggunaan metode ini dalam sudut pandang kimia industry ialah bakteri acetogenic ini dapat menghasilkan asam asetat dari satusenyawa karbon, seperti metanol, karbon monoksida, atau campuran karbon dioksida dan hidrogen. Reaksinya dapat dituliskan: 2CO2 + 4H2 CH3COOH + 2H2O

Karena Clostridium dapat mengubah gula secara langsung menghasilkan asam asetat maka dapat menekan biaya produksi dalam artian penggunaan metode ini lebih efisien jika dibandingkan dengan metode oksidasi etanol dengan bantuan bakteri Acetobacter. Namun, yang menjadi kendala ialah bakteri Clostridium kurang toleran terhadap asam dibandingkan dengan Acetobacter sehingga ketika asam asetat terbentuk maka bakteri Clostridium akan mengalami gangguan pertumbuhan yang dapat menyebabkan kematian. Bahkan yang paling toleran asam-strain Clostridium cuka hanya dapat menghasilkan beberapa persen asam asetat, dibandingkan dengan strain Acetobacter cuka yang dapat menghasilkan hingga 20% asam asetat. Saat ini, penggunaan Acetobacter lebih efektif untuk memproduksi asam asetat dibandingkan memproduksi asam asetat dengan menggunakan Clostridium. Akibatnya meskipun
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 22

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

bakteri acetogenic telah dikenal sejak 1940, penggunaannya dalam industri tetap dibatasi.

7. Elektrolisis Etanol (Elektrosintesis) Elektro oksidasi etanol menjadi asam asetat menggunakan kawat elektroda platinum dan media asam. Platinum (Pt) dikenal sebagai logam inert dan katalis yang kuat untuk reaksi elektrokimia pada umumnya. Banyak komponen yang dapat teradsorpsi pada permukaan adsorpsi Pt dan hidrogen. Mekanisme reaksinya ialah:

Pembuatan asam asetat yang kami bahas sebelumnya adalah pembuatan asam asetat melalui metode karbonilisasi methanol. Proses ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses Monsanto dan proses Cativa. Adapun kelebihan atau kekurangan dari kedua proses tersebut sebagai berikut:

Kelebihan dan kekurangan dari proses Monsanto  Keuntungan dari Proses Monsanto:
y

Proses ini memiliki efisiensi yang tinggi hingga mencapai 100%, semua atom dalam reaktan akan menjadi produk.

y

Energy yang dibutuhkan dalam seluruh proses kurang, terutama untuk pemisahan dan pemurnian produk.

y

Memiliki hasil tinggi, sekitar 98% berdasarkan metanol (90% didasarkan pada karbon monoksida).
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 23

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Menggunakan metanol, sebuah bahan baku lebih murah daripada sebelumnya nafta / butana.

y

Meskipun metanol biasanya dibuat dari gas sintesis, yang dihasilkan dari minyak, juga dapat dihasilkan dari biomassa (kayu), limbah kota dan limbah. Ini akhirnya dapat menyebabkan proses yang tidak lagi tergantung pada minyak.

y Reaksi sangat cepat, dan katalis memiliki umur panjang. 

Kekurangan dari Proses Monsanto ialah:
y y

Rhodium logam sangat mahal - lebih mahal daripada emas Rhodium dan bentuk garam iodida larut seperti RHI3, sehingga air konten dalam tangki reaksi harus tetap relatif tinggi untuk mencegah hal ini. Langkah terakhir distilasi diperlukan untuk menghapus air, menambah biaya dan permintaan energi. Setiap terjadi hujan menghapus katalis, yang harus kembali dan kembali ke reaktor utama.

y

Rhodium juga mengkatalisis reaksi-reaksi samping seperti: CO + H2O CO2 + H2

Hal ini mengurangi tekanan parsial karbon monoksida, sehingga campuran harus dibuang dari tanki reaksi dan diganti dengan lebih banyak karbon monoksida.

Kelebihan proses Cativa: Seperti proses Monsanto, reaksi secara teoritis mencapai 100% efisien. Penggunaan iridium / iodida sebagai katalisator memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan rhodium / iodide diantaranya:
y

Lebih ekonomis, penggunaan Iridium biaya yang digunakan hanya sekitar seperlima dari rhodium

y

Proses ini lebih cepat dan lebih efektif, dan hanya membutuhkan katalis dalam jumlah sedikit.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

24

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Iridium bahkan lebih selektif terhadap metanol, yang meningkatkan hasil secara keseluruhan dan mengurangi produk samping, sehingga biaya pemurnian yang lebih rendah dan mengurangi limbah.

y

Iridium kompleks lebih larut dalam campuran reaksi daripada kompleks rhodium. Ini berarti bahwa katalis tidak hilang oleh hujan dan tidak harus sering diganti. Kadar air dalam tangki reaksi juga dapat dikurangi, sehingga mempercepat proses dan mengurangi energi yang dibutuhkan pada tahap penyulingan dan pemurnian.

Karbonilasi methanol merupakan teknik yang utama digunakan dalam industry pembuatan asam asetat. Teknik ini dikembangkan pada tahun 1913, BASF menemukan bahwa metanol dapat carbonylated untuk asam asetat. BASF memulai carbonylation pabrik metanol pertama pada tahun 1960 menggunakan iodida kobalt sebagai katalis. Sintesis berlangsung di sekitar 250oC dan pada tekanan sampai 10.000 psi. Pada tahun 1970-an, Monsanto mengembangkan system katalis rhodium / iodide dan disempurnakan pada tahun 1986 oleh BP Chemicals dengan

menggunakan katalis iridium dengan bantuan ruthenium yang dikembangkan lebih lanjut proses. rhodium-katalis metanol proses carbonylation sangat selektif dan beroperasi di bawah tekanan reaksi ringan (sekitar 500 psi). Sistem katalis iridium memiliki aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan proses rhodium, dimana produk hasil samping lebih sedikit dan mampu beroperasi kadar air yang rendah (kurang dari 5% untuk Cativa dibandingkan dengan 14-15% Proses Monsanto). Semua faktor ini menggabungkan untuk memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka dengan biaya modal yang relatif rendah.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

25

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Tahun 1980-an, Celanese mengembangkan teknologi AO eksklusif Plus (Asam Pengoptimalan Plus), yang dapat meningkatkan proses Monsanto. Teknologi AO Plus ini dapat meningkatkan stabilitas katalis rhodium dengan menambahkan iodida anorganik (terutama litium iodida) dalam konsentrasi tinggi, yang memungkinkan penurunan drastis konsentrasi air (kira-kira 4-5% air) dalam reactor. Proses penggunaan carbonylation metanol masih berlanjut. Chiyoda baru-baru

ini mengembangkan proses asam asetat, Acetica, yang menggunakan katalis heterogen didukung sistem dan reaktor kolom gelembung. Dilaporkan bahwa sistem katalis yang didukung ini menghasilkan produktivitas yang tinggi, peningkatan aktivitas rhodium, dan menghasilkan asam asetat lebih dari 99% dari metanol. Proses Acetica dapat dioperasikan pada kadar air yang rendah dalam kisaran 3-8 wt% dari cairan reaktor. Dalam reaktor kosentrasi hidrogen iodida diperkecil sehingga kurang korosif. Penggunaan reaktor kolom gelembung mengurangi kebutuhan tekanan tinggi yang diperlukan dengan mengaduk segel tangki reaktor. Fitur ini memungkinkan kemurnian karbon monoksida karena tekanan rendah operasi dapat ditingkatkan (sampai dengan 900 psi) untuk mempertahankan tekanan parsial karbon monoksida. Dalam kebutuhan konsumsi, asam asetat diproduksi melalui teknik fermentasi. Karena lebih aman dari segi kesehatan. Teknik ini sudah diketahui sejak dahulu kala dalam pembuatan bir dari buah anggur. Asam asetat yang jelas, cairan tak berwarna dengan rumus kimia C2H4O2. Memiliki titik leleh 62,06°F (16.7°C) dan mendidih pada 244,4°F (118°C), kerapatan 1,049g/mL pada 25oC dan flash point 390C. Dalam konsentrasi tinggi,asam asetat bersifat korosif, memiliki bau tajam dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit. Atom hidrogen (H) pada gugus karboksil (íCOOH) dalam asam karboksilat seperti asam asetat dapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asam asetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Basa

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

26

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

konjugasinya adalah asetat (CH3COOí). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2.4. Struktur kristal asam asetat menunjukkan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasangan membentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen. Dimer juga dapat dideteksi pada uap bersuhu 120°C. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen, dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni Dimer dirusak dengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65.0±66.0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154±157 J mol±1 K±1. Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat juga dapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa. Contohnya adalah soda kue (Natrium bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hampir semua garam asetat larut dengan baik dalam air. Contoh reaksi pembentukan garam asetat: Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g) CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)

Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetat bila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam, dan menghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonat atau bikarbonat. Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukan etanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atau anhidrida asetat melalui substitusi nukleofilik. Nama sistematis Nama alternatif Asetil hidroksida Hidrogen asetat Rumus molekul Massa molar Asam etanoat, Asam asetat Asam metanakarboksilat (AcOH) (HAc) Asam cuka CH3COOH 60.05 g/mol
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 27

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Densitas dan fase Titik lebur Titik didih Penampilan Keasaman (pKa)

1.049 g cmí3, cairan 1.266 g cmí3, padatan 16.5 °C (289.6 118.1 °C (391.2 0.5 K) (61.6 °F) 0.6 K) (244.5 °F)

Cairan tak berwarna atau kristal 4.76 pada 25°C 

Keamanan Asam asetat pekat bersifat korosif dan karena itu harus digunakan dengan penuh hati-hati. Asam asetat dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen, serta iritasi pada membran mukosa. Asam asetat pekat juga dapat terbakar di laboratorium, namun dengan sulit. Ia menjadi mudah terbakar jika suhu ruang melebihi 39°C (102°F), dan dapat membentuk campuran yang mudah meledak di udara (ambang ledakan: 5.4%-16%). Larutan asam asetat dengan konsentrasi lebih dari 25% harus ditangani di lemari asam karena uapnya yang korosif dan berbau. Asam asetat encer, seperti pada cuka, tidak berbahaya. Namun konsumsi asam asetat yang lebih pekat adalah berbahaya bagi manusia maupun hewan. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, dan perubahan yang mematikan pada keasaman darah.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

28

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

I. Simpulan dan Saran

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

29

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

DAFTAR PUSTAKA
Jones Jone H., The Cativa Process For The Manufacture Plant Of Acetic Acid Iridium Catalyst Improves Productivity In An Established Industrial Process. BP Chemicals Ltd., Hull Research &Technology Centre, Salt End, Hull HU12 8DS, U.K Li Xuebing and Enrique Iglesia. The Synthesis of Acetic Acid from Ethane, Ethene, or Ethanol on Mo-V-Nb Oxide. Department of Chemical Engineering, University of California, Berkeley, CA 94720, USA Roth J. F. The Production of Acetic Acid Rhodium Catalysed Carbonylation Of Methanol. Monsanto Co., St. Louis, Missouri Shakhashiri. 2008. Acetic Acid & Acetic Anhydride. General Chemistry. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Asam_asetat http://kimiadotcom.wordpress.com/2008/08/22/asam-asetat/
http://edwinnuklir.blog.com/pembuatan-asam-asetat-dari-rebung/

http://bagasvanirawan.wordpress/2010/07/20/pembuatan-asam-asetat/ http://chem-is-try.org/kata_kunci/asam-asetat/

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

30

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran-Lampiran Lampiran 1
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Asam asetat

Informasi Nama sistematis Asam Asam asetat Asam Nama alternatif Asetil Hidrogen Asam cuka Rumus molekul Massa molar CH3COOH 60.05 g/mol 1.049 g
í3

etanoat

metanakarboksilat hidroksida asetat (AcOH) (HAc)

Densitas dan fase

cmí3,

cairan

1.266 g cm , padatan 16.5 °C (289.6 0.5 K) (61.6 °F)[1]

Titik lebur

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

31

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Titik didih Penampilan

118.1 °C (391.2

0.6 K) (244.5 °F)[1]

Cairan tak berwarna atau kristal

Keasaman (pKa) 4.76 pada 25 °C

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka[2] adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun. 1.5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati. Daftar isi [sembunyikan]
y y y y

1 Penamaan 2 Sejarah 3 Sifat-sifat kimia 4 Biokimia

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

32

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

o y

4.1 Biosintesis asam asetat

5 Produksi
o o

5.1 Karbonilasi metanol 5.2 Oksidasi asetaldehida

y y y y y

6 Penggunaan 7 Keamanan 8 Lihat pula 9 Referensi 10 Pranala luar

[sunting] Penamaan Asam asetat merupakan nama trivial atau nama dagang dari senyawa ini, dan merupakan nama yang paling dianjurkan oleh IUPAC. Nama ini berasal dari kata Latin acetum, yang berarti cuka. Nama sistematis dari senyawa ini adalah asam etanoat. Asam asetat glasial merupakan nama trivial yang merujuk pada asam asetat yang tidak bercampur air. Disebut demikian karena asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16.7 °C, sedikit di bawah suhu ruang. Singkatan yang paling sering digunakan, dan merupakat singkatan resmi bagi asam asetat adalah AcOH atau HOAc dimana Ac berarti gugus asetil, CH3íC(=O)í. Pada konteks asam-basa, asam asetat juga sering disingkat HAc, meskipun banyak yang menganggap singkatan ini tidak benar. Ac juga tidak boleh disalahartikan dengan lambang unsur Aktinium (Ac). [sunting] Sejarah Cuka telah dikenal manusia sejak dahulu kala. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteria penghasil asam asetat, dan asam asetat merupakan hasil samping dari pembuatan bir atau anggur.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

33

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Penggunaan asam asetat sebagai pereaksi kimia juga sudah dimulai sejak lama. Pada abat ke-3 Sebelum Masehi, Filsuf Yunani kuno Theophrastos menjelaskan bahwa cuka bereaksi dengan logam-logam membentuk berbagai zat warna, misalnya timbal putih (timbal karbonat), dan verdigris, yaitu suatu zat hijau campuran dari garamgaram tembaga dan mengandung tembaga (II) asetat. Bangsa Romawi menghasilkan sapa, sebuah sirup yang amat manis, dengan mendidihkan anggur yang sudah asam. Sapa mengandung timbal asetat, suatu zat manis yang disebut juga gula timbal dan gula Saturnus. Akhirnya hal ini berlanjut kepada peracunan dengan timbal yang dilakukan oleh para pejabat Romawi. Pada abad ke-8, ilmuwan Persia Jabir ibn Hayyan menghasilkan asam asetat pekat dari cuka melalui distilasi. Pada masa renaisans, asam asetat glasial dihasilkan dari distilasi kering logam asetat. Pada abad ke-16 ahli alkimia Jerman Andreas Libavius menjelaskan prosedur tersebut, dan membandingkan asam asetat glasial yang dihasilkan terhadap cuka. Ternyata asam asetat glasial memiliki banyak perbedaan sifat dengan larutan asam asetat dalam air, sehingga banyak ahli kimia yang mempercayai bahwa keduanya sebenarnya adalah dua zat yang berbeda. Ahli kimia Prancis Pierre Adet akhirnya membuktikan bahwa kedua zat ini sebenarnya sama. Pada 1847 kimiawan Jerman Hermann Kolbe mensintesis asam asetat dari zat anorganik untuk pertama kalinya. Reaksi kimia yang dilakukan adalah klorinasi karbon disulfida menjadi karbon tetraklorida, diikuti dengan pirolisis menjadi tetrakloroetilena dan klorinasi dalam air menjadi asam trikloroasetat, dan akhirnya reduksi melalui elektrolisis menjadi asam asetat. Sejak 1910 kebanyakan asam asetat dihasilkan dari cairan piroligneous yang diperoleh dari distilasi kayu. Cairan ini direaksikan dengan kalsium hidroksida menghasilkan kalsium asetat yang kemudian diasamkan dengan asam sulfat menghasilkan asam asetat.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

34

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

[sunting] Sifat-sifat kimia Keasaman Atom hidrogen (H) pada gugus karboksil (íCOOH) dalam asam karboksilat seperti asam asetat dapat dilepaskan sebagai ion H+ (proton), sehingga memberikan sifat asam. Asam asetat adalah asam lemah monoprotik dengan nilai pKa=4.8. Basa konjugasinya adalah asetat (CH3COOí). Sebuah larutan 1.0 M asam asetat (kira-kira sama dengan konsentrasi pada cuka rumah) memiliki pH sekitar 2.4.

Dimer siklis

Dimer siklis dari asam asetat, garis putus-putus melambangkan ikatan hidrogen. Struktur kristal asam asetat menunjukkan bahwa molekul-molekul asam asetat berpasangan membentuk dimer yang dihubungkan oleh ikatan hidrogen.[3] Dimer juga dapat dideteksi pada uap bersuhu 120 °C. Dimer juga terjadi pada larutan encer di dalam pelarut tak-berikatan-hidrogen, dan kadang-kadang pada cairan asam asetat murni.[4] Dimer dirusak dengan adanya pelarut berikatan hidrogen (misalnya air). Entalpi disosiasi dimer tersebut diperkirakan 65.0±66.0 kJ/mol, entropi disosiasi sekitar 154±157 J mol±1 K±1.[5] Sifat dimerisasi ini juga dimiliki oleh asam karboksilat sederhana lainnya.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

35

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Sebagai Pelarut Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol. Asam asetat memiliki konstanta dielektrik yang sedang yaitu 6.2, sehingga ia bisa melarutkan baik senyawa polar seperi garam anorganik dan gula maupun senyawa non-polar seperti minyak dan unsur-unsur seperti sulfur dan iodin. Asam asetat bercambur dengan mudah dengan pelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air, kloroform dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia. Reaksi-reaksi kimia Asam asetat bersifat korosif terhadap banyak logam seperti besi, magnesium, dan seng, membentuk gas hidrogen dan garam-garam asetat (disebut logam asetat). Logam asetat juga dapat diperoleh dengan reaksi asam asetat dengan suatu basa yang cocok. Contoh yang terkenal adalah reaksi soda kue (Natrium bikarbonat) bereaksi dengan cuka. Hapir semua garam asetat larut dengan baik dalam air. Salah satu pengecualian adalah kromium (II) asetat. Contoh reaksi pembentukan garam asetat: Mg(s) + 2 CH3COOH(aq) NaHCO3(s) + CH3COOH(aq) (CH3COO)2Mg(aq) + H2(g) CH3COONa(aq) + CO2(g) + H2O(l)

Aluminium merupakan logam yang tahan terhadap korosi karena dapat membentuk lapisan aluminium oksida yang melindungi permukaannya. Karena itu, biasanya asam asetat diangkut dengan tangki-tangki aluminium.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

36

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Dua reaksi organik tipikal dari asam asetat Asam asetat mengalami reaksi-reaksi asam karboksilat, misalnya menghasilkan garam asetat bila bereaksi dengan alkali, menghasilkan logam etanoat bila bereaksi dengan logam, dan menghasilkan logam etanoat, air dan karbondioksida bila bereaksi dengan garam karbonat atau bikarbonat. Reaksi organik yang paling terkenal dari asam asetat adalah pembentukan etanol melalui reduksi, pembentukan turunan asam karboksilat seperti asetil klorida atau anhidrida asetat melalui substitusi nukleofilik. Anhidrida asetat dibentuk melalui kondensasi dua molekul asam asetat. Ester dari asam asetat dapat diperoleh melalui reaksi esterifikasi Fischer, dan juga pembentukan amida. Pada suhu 440 °C, asam asetat terurai menjadi metana dan karbon dioksida, atau ketena dan air. Deteksi Asam asetat dapat dikenali dengan baunya yang khas. Selain itu, garam-garam dari asam asetat bereaksi dengan larutan besi(III) klorida, yang menghasilkan warna merah pekat yang hilang bila larutan diasamkan. Garam-garam asetat bila dipanaskan dengan arsenik trioksida (AsO3) membentuk kakodil oksida ((CH3)2As-O-As(CH3)2), yang mudah dikenali dengan baunya yang tidak menyenangkan.

[sunting] Biokimia Gugus asetil yang terdapat pada asam asetat merupakan gugus yang penting bagi biokimia pada hampir seluruh makhluk hidup, seperti gugus asetil yang berikat pada koenzim A menjadi senyawa yang disebut Asetil-KoA, merupakan enzim utama bagi metabolisme karbohidrat dan lemak. Namun demikian, asam asetat bebas memiliki konsentrasi yang kecil dalam sel, karena asam asetat bebas dapat menyebabkan gangguan pada mekanisme pengaturan pH sel. Berbeda dengan asam karboksilat berantai panjang, asam asetat tidak ditemukan pada trigliserida dalam tubuh makhluk

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

37

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

hidup. Sekalipun demikian, trigliserida buatan yang memiliki gugus asetat, triasetin (trigliserin asetat), adalah zat aditif yang umum pada makanan, dan juga digunakan dalam kosmetika dan obat-obatan. Asam asetat diproduksi dan diekskresikan oleh bakteri-bakteri tertentu, misalnya dari genus Acetobacter dan spesies Clostridium acetobutylicum. Bakteri-bakteri ini terdapat pada makanan, air, dan juga tanah, sehingga asam asetat secara alami diproduksi pada buah-buahan/makanan yang telah basi. Asam asetat juga terdapat pelumas vagina manusia dan primata lainnya, berperan sebagai agen anti-bakteri.[6] [sunting] Biosintesis asam asetat Asam asetat merupakan produk katabolisme aerob dalam jalur glikolisis atau perombakan glukosa. Asam piruvat sebagai produk oksidasi glukosa dioksidasi oleh NAD+ terion lalu segera diikat oleh Koenzim-A. Pada prokariota proses ini terjadi di sitoplasma sementara pada eukariota berlangsung pada mitokondria. [sunting] Produksi

Pabrik pemurnian asam asetat di tahun 1884

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

38

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Asam asetat diproduksi secara sintetis maupun secara alami melalui fermentasi bakteri. Sekarang hanya 10% dari produksi asam asetat dihasilkan melalui jalur alami, namun kebanyakan hukum yang mengatur bahwa asam asetat yang terdapat dalam cuka haruslah berasal dari proses biologis. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75% diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode-metode alternatif.[7] Produksi total asam asetat dunia diperkirakan 5 Mt/a (juta ton per tahun), setengahnya diproduksi di Amerika Serikat. Eropa memproduksi sekitar 1 Mt/a dan terus menurun, sedangkan Jepang memproduksi sekitar 0.7 Mt/a. 1.51 Mt/a dihasilkan melalui daur ulang, sehingga total pasar asam asetat mencapai 6.51 Mt/a.[8][9] Perusahan produser asam asetat terbesar adalah Celanese dan BP Chemicals. Produsen lainnya adalah Millenium Chemicals, Sterling Chemicals, Samsung, Eastman, dan Svensk Etanolkemi. [sunting] Karbonilasi metanol Kebanyakan asam asetat murni dihasilkan melalui karbonilasi. Dalam reaksi ini, metanol dan karbon monoksida bereaksi menghasilkan asam asetat CH3OH + CO CH3COOH

Proses ini melibatkan iodometana sebagai zat antara, dimana reaksi itu sendiri terjadi dalam tiga tahap dengan katalis logam kompleks pada tahap kedua. (1) CH3OH + HI (2) CH3I + CO CH3I + H2O CH3COI CH3COOH + HI

(3) CH3COI + H2O

Jika kondisi reaksi diatas diatur sedemikian rupa, proses tersebut juga dapat menghasilkan anhidrida asetat sebagai hasil tambahan. Karbonilasi metanol sejak

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

39

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

lama merupakan metode paling menjanjikan dalam produksi asam asetat karena baik metanol maupun karbon monoksida merupakan bahan mentah komoditi. Henry Dreyfus mengembangkan cikal bakal pabrik karbonilasi metanol pada perusahaan Celanese di tahun 1925.[10] Namun, kurangnya bahan-bahan praktis yang dapat diisi bahan-bahan korosif dari reaksi ini pada tekanan yang dibutuhkan yaitu 200 atm menyebabkan metoda ini ditinggalkan untuk tujuan komersial. Baru pada 1963 pabrik komersial pertama yang menggunakan karbonilasi metanol didirikan oleh perusahaan kimia Jerman, BASF dengan katalis kobalt (Co). Pada 1968, ditemukan katalis kompleks Rhodium, cisí[Rh(CO)2I2]í yang dapat beroperasi dengan optimal pada tekanan rendah tanpa produk sampingan. Pabrik pertama yang menggunakan katalis tersebut adalah perusahan kimia AS Monsanto pada 1970, dan metode karbonilasi metanol berkatalis Rhodium dinamakan proses Monsanto dan menjadi metode produksi asam asetat paling dominan. Pada akhir 1990'an, perusahan petrokimia British Petroleum mengkomersialisasi katalis Cativa ([Ir(CO)2I2]í) yang didukung oleh ruthenium. Proses berbasis iridium ini lebih efisien dan lebih "hijau" dari metode sebelumnya[11], sehingga menggantikan proses Monsanto. [sunting] Oksidasi asetaldehida Sebelum komersialisasi proses Monsanto, kebanyakan asam asetat diproduksi melalui oksidasi asetaldehida. Sekarang oksidasi asetaldehida merupakan metoda produksi asam asetat kedua terpenting, sekalipun tidak kompetitif bila dibandingkan dengan metode karbonilasi metanol. Asetaldehida yang digunakan dihasilkan melalui oksidasi butana atau nafta ringan, atau hidrasi dari etilena. Saat butena atau nafta ringan dipanaskan bersama udara disertai dengan beberapa ion logam, termasuk ion mangan, kobalt dan kromium, terbentuk peroksida yang selanjutnya terurai menjadi asam asetat sesuai dengan persamaan reaksi dibawah ini. 2 C4H10 + 5 O2 4 CH3COOH + 2 H2O

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

40

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Umumnya reaksi ini dijalankan pada temperatur dan tekanan sedemikian rupa sehingga tercapai suhu setinggi mungkin namut butana masih berwujud cair. Kondisi reaksi pada umumnya sekitar 150 °C and 55 atm. Produk sampingan seperti butanon, etil asetat, asam format dan asam propionat juga mungkin terbentuk. Produk sampingan ini juga bernilai komersial dan jika diinginkan kondisi reaksi dapat diubah untuk menghasilkan lebih banyak produk samping, namun pemisahannya dari asam asetat menjadi kendala karena membutuhkan biaya lebih banyak lagi. Melalui kondisi dan katalis yang sama asetaldehida dapat dioksidasi oleh oksigen udara menghasilkan asam asetat. 2 CH3CHO + O2 2 CH3COOH

Dengan menggunakan katalis modern, reaksi ini dapat memiliki rasio hasil (yield) lebih besar dari 95%. Produk samping utamanya adalah etil asetat, asam format dan formaldehida, semuanya memiliki titik didih yang lebih rendah daripada asam asetat sehingga dapat dipisahkan dengan mudah melalui distilasi. [sunting] Penggunaan

Botol berisi 2,5 liter asam asetat di laboratorium Asam asetat digunakan sebagai pereaksi kimia untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia. Sebagian besar (40-45%) dari asam asetat dunia digunakan sebagai bahan
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 41

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

untuk memproduksi monomer vinil asetat (vinyl acetate monomer, VAM). Selain itu asam asetat juga digunakan dalam produksi anhidrida asetat dan juga ester. Penggunaan asam asetat lainnya, termasuk penggunaan dalam cuka relatif kecil. [sunting] Keamanan Asam asetat pekat bersifat korosif dan karena itu harus digunakan dengan penuh hatihati. Asam asetat dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan mata permanen, serta iritasi pada membran mukosa. Luka bakar atau lepuhan bisa jadi tidak terlihat hingga beberapa jam setelah kontak. Sarung tangan latex tidak melindungi dari asam asetat, sehingga dalam menangani senyawa ini perlu digunakan sarung tangan berbahan karet nitril. Asam asetat pekat juga dapat terbakar di laboratorium, namun dengan sulit. Ia menjadi mudah terbakar jika suhu ruang melebihi 39 °C (102 °F), dan dapat membentuk campuran yang mudah meledak di udara (ambang ledakan: 5.4%-16%).

Asam asetat adalah senyawa korosif Konsentrasi berdasar berat 10%±25% 25%±90% >90%

Molaritas

Klasifikasi Frase-R

1.67±4.16 mol/L Iritan (Xi) R36/38 4.16±14.99 mol/L Korosif (C) R34 >14.99 mol/L Korosif (C) R10, R35

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

42

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Larutan asam asetat dengan konsentrasi lebih dari 25% harus ditangani di sungkup asap (fume hood) karena uapnya yang korosif dan berbau. Asam asetat encer, seperti pada cuka, tidak berbahaya. Namun konsumsi asam asetat yang lebih pekat adalah berbahaya bagi manusia maupun hewan. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, dan perubahan yang mematikan pada keasaman darah.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

43

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran 2
Asam Asetat Posted by: kimiadotcom on: Agustus 22, 2008 1.1. Latar Belakang Asam Asetat ( Acetic Acid, Ethanoic Acid, Methyl Carboxylic Acid ) adalah senyawa kimia dengan rumus molekul CH3COOH, berupa cairan jernih tidak berwarna, berbau tajam, dan berasa asam. Bahan kimia ini memiliki titik didih sekitar 117,9r C pada tekanan 1 atm, dan pada konsentrasi tinggi akan menimbulkan korosi pada berbagai jenis logam. Industri asam asetat merupakan salah satu industri kimia yang berprospek di Indonesia. Kebutuhan asam asetat di dalam negeri terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan oleh industri penggunanya. Meningkatnya kebutuhan asam asetat ini belum dapat dipenuhi seluruhnya oleh satu-satunya produsen lokal, yaitu PT Indo Acidatama Chemical Industry, sehingga ketergantungan terhadap impor dari tahun ke tahun semakin naik. Secara ringkas,perkembangan suplai asam asetat Indonesia sampai Tahun 2000 disajikan pada tabel berikut : Tabel 1.1. Perkembangan Suplai Asam Asetat Indonesia 1996 ± 2000 ( dalam ton ) Tahun Produksi Ekspor Impor Suplai Perkembangan ( %) 51,68

1996 1997

28.840 23.540

2.106 0

21.265 49.264

47.999 72.804

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

44

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

1998 1999 2000

26.500 29.680 32.210

1.000 136 588

69.123 100.123 107.620

94.623 129.667 139.242

29,97 37,03 7,38

( Sumber : PT CIC, Indochemical 330, hal 12 ) Berdasarkan pada penggunaan asam asetat Indonesia sampai tahun 2000, industri PTA ( Purified Terepthalic Acid ) merupakan pengkonsumsi asam asetat terbesar yaitu sekitar 59,1 % dari 139.242 ton total asam asetat yang dikonsumsi ( PT CIC, Indochemical 330, hal 20 ). Konsumsi industri PTA pada tahun 2005 diproyeksikan mencapai kurang lebih 54,1 % dari 194.025 ton total konsumsi asam asetat di Indonesia. Pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan dalam bidang investasi melalui Keputusan Presiden RI N0. 96 tahun 1998, tentang bidang usaha yang tertutup bagi penanaman modal,atau lebih dikenal dengan Daftar Negatif Investasi. Asam asetat tidak termasuk di dalamnya sehingga investasi di bidang industri ini masih terbuka dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ). Kebijaksanaan tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara lain dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, yaitu dengan membangun industri-industri yang dapat menggantikan peranan bahan impor. Pemerintah mengharapkan, pendirian pabrik asam asetat dapat memacu dan mendukung pertumbuhan industri-industri lain seperti industri ethyl asetat, industri PTA, industri tekstil, industri benang karet, dan industri asam cuka. 1.2. Kapasitas Rancangan Penentuan kapasitas perancangan pabrik asam asetat mendasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

45

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

1. Proyeksi Kebutuhan Pasar Konsumsi asam asetat menurut sektor industri dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1.2. Total Konsumsi Asam Asetat di Indonesia 1996 ± 2000 Konsumsi Asam Asetat ( ton ) Konsumen 1996 Industri PTA Industri Ethyl Acetat Industri Benang Karet Industri Asam Cuka Industri Tekstil Industri ± industri lain Total 1997 1998 1999 2000 82.294 23.912 2.286 2.920 24.367 3.463 139.242

240721 45.538 4.950 2.276 2.445 9.780 3.827 47.999 4.172 1.558 2.931 11.274 7.331 72.804

58.915 76.065 4.402 1.457 2.868 5.125 2.133 2.796

18.925 23.988 8.056 19.560

94.623 129.667

( Sumber : PT CIC, Indochemical 330, hal 20 ) Kebutuhan asam asetat dalam negeri tidak dapat sepenuhnya dipenuhi dari industri lokal sehingga Indonesia mengimpor dari negara-negara lain. Berikut data impor asam asetat Indonesia. Tabel 1.3. Perkembangan Impor Asam Asetat Indonesia 1996 ± 2000 Tahun 1996 Volume ( ton ) 21.265 Perkembangan ( % ) -

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

46

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

1997 1998 1999 2000

49.264 69.123 100.123 107.620

131,67 40,31 44,85 7,49

( Sumber : BPS diolah oleh PT CIC, Indochemical 330, hal 11 ) Analisa secara grafis untuk memperkirakan kapasitas impor asam asetat pada tahun 2007 adalah sebagai berikut : Catatan : Data diambil mulai tahun 1996 ( tahun ke ± 1 ) Gambar 1.1. Grafik Perkembangan Impor Asam Asetat Indonesia 1996 ± 2000 Dari grafik tersebut didapatkan persamaan : y = 22,357 X + 2,4083 sehingga diperkirakan jumlah kebutuhan asam asetat pada tahun 2007 yang belum dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri adalah sebesar 270.692,3 ton / tahun. 1. Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku methanol dapat diperoleh dari PT Kaltim Methanol Industry, Bontang dengan kapasitas produksi 660.000 ton/tahun atau dari Pertamina di Pulau Bunyu yang mempunyai kapasitas produksi 300.000 ton/tahun. Sedangkan karbon monoksida diperoleh dari PT Pupuk Kaltim di Bontang. 1. Kapasitas Ekonomi Minimal Pabrik asam asetat yang sudah beroperasi di Indonesia yaitu PT Indo Acidatama Chemical Industry ( PT IACI ), mempunyai kapasitas produksi 36.000 ton/tahun ( PT CIC, Indochemical 330, hal 8 ). Sedangkan jumlah asam asetat yang masih

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

47

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

perlu diimpor pada tahun 2007 sesuai perkiraan diatas adalah 270.692,3 ton/tahun. Oleh karena itu, kapasitas produksi dari pabrik yang direncanakan agar dapat beroperasi dan memberikan keuntungan secara ekonomi diperkirakan dari data tersebut di atas. Berdasarkan ketiga hal tersebut di atas, maka dalam perancangan pabrik asam asetat ini dipilih kapasitas 90.000 ton/tahun. Disamping itu, beberapa alasan menyangkut keuntungan dan kelayakan pendirian pabrik adalah sebagai berikut : 1. Dapat memenuhi kebutuhan asam asetat dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor. 2. Dapat memacu dan mendukung perkembangan industri dengan bahan baku asam asetat di Indonesia. 3. Dapat memberikan keuntungan secara ekonomis karena kapasitas produksi masih berada dalam batas kapasitas yang menguntungkan. 4. Dapat memperluas lapangan kerja dan meratakan kesempatan kerja terutama di luar Pulau Jawa, menyangkut pemilihan lokasi pabrik yang akan didirikan. 5. Dapat menghemat devisa karena bahan baku diperoleh dengan mudah dari industri lokal. 1.3. Lokasi Pabrik Pemilihan lokasi pabrik secara geografis dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap lancarnya kegiatan industri. Oleh karena itu harus dipertimbangkan agar dapat memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya pada perusahaan. Pabrik asam asetat ini direncanakan akan didirikan di Bontang, Propinsi Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi di Bontang mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Letak Sumber Bahan Baku

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

48

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Bahan baku utama yaitu methanol dan karbon monoksida masing-masing diperoleh dari PT Kaltim Methanol Industry dan PT Pupuk Kaltim yang semuanya berlokasi di Bontang. Pengadaan bahan baku harus benar-benar diperhatikan karena merupakan kebutuhan utama bagi kelangsungan suatu produksi. 1. Utilitas 2. Sarana utilitas utama yaitu air dan listrik masing-masing dipenuhi dari pihak pengelola kawasan industri, baik dari sumber air tanah maupun sungai serta jaringan PLN setempat (untuk kebutuhan listrik). 1. Fasilitas Transportasi Sarana trasportasi sangat penting, berkaitan dengan kelancaran penyediaan bahan baku dan pemasaran produk. Pemasaran produk terutama dilakukan lewat jalur laut dan udara yang dominan. Sedangkan transport bahan baku tidak mengalami banyak permasalahan karena berdekatan dengan pabrik penghasil bahan baku. 1. Tenaga Kerja Penyediaan tenaga kerja mempertimbangkan beberapa hal, meliputi : jumlah, kualitas, besar upah minimum, keahlian, dan produktifitas tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja terlatih dan berpendidikan di Kaltim meningkat seiring

berkembangnya sekolah-sekolah kejuruan, akademi, dan perguruan tinggi. Disamping itu terbukanya lapangan kerja baru akan menarik minat tenaga kerja dari luar Kalimantan, khususnya Pulau Jawa juga. 1. Pemasaran Daerah pemasaran sebagian besar berada di luar Kalimantan sehingga harus ditempuh terutama lewat jalur laut. Hal ini tidak menjadi masalah karena asam

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

49

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

asetat adalah bahan baku yang sangat dibutuhkan bagi banyak industri terutama di Pulau Jawa yang selama ini penyediaannya sangat tergantung pada impor. 1. Kebijaksanaan Pemerintah Pendirian pabrik asam asetat ini mendukung kebijaksanaan pemerintah dalam pengembangan industri dalam kaitannya dengan pemerataan kesempatan kerja dan hasil pembangunan khususnya di luar Pulau Jawa. 1. Perluasan Lahan Faktor ini berkaitan dengan rencana pengembangan pabrik lebih lanjut. Bontang merupakan kawasan industri, sehingga lahan di daerah tersebut telah disiapkan untuk pendirian dan pengembangan suatu pabrik. 1. Sarana dan Prasarana Pemilihan lokasi di Bontang telah mempertimbangkan bahwa daerah tersebut telah memiliki sarana dan prasarana yang meliputi jalan, bank, jaringan telekomunikasi, sarana pendidikan dan hiburan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup. 1.4. Tinjauan Pustaka Asam asetat telah lama dikenal oleh bangsa Romawi dan Yunani dengan proses pembuatan yang masih sangat sederhana, yaitu melalui oksidasi alkohol yang terdapat dalam anggur yang ditempatkan dalam tong atau dibiarkan pada udara terbuka. Produksi secara komersial dimulai pada akhir abad ke-19 dengan proses oksidasi langsung hidrokarbon fase cair. Pada tahun 1911, produksi asam asetat melalui oksidasi asetaldehid mulai beroperasi di Jerman. Proses karbonilasi methanol pertama kali diaplikasikan pada tahun 1963 dengan proses BASF, kemudian proses Monsanto mulai diperkenalkan pada tahun 1968.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

50

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

1.4.1. Macam-macam Proses Proses-proses pembuatan asam asetat yang banyak digunakan dalam industri dewasa ini adalah sebagai berikut : 1. Karbonilasi Methanol Reaksi utama yang terjadi pada karbonlasi methanol secara langsung yaitu : CH3OH + CO CH3COOH Adapun reaksi samping yang terjadi adalah : CO + H2O CO2 + H2 Reaksi berlangsung dalam reaktor sparger ( reaktor gelembung ) dengan katalisator Rhodium Iodine atau Cobalt Iodine. Proses karbonilasi methanol dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu proses BASF dan proses Monsanto. Perbandingan kedua pross tersebut di atas di sajikan dalam tabel berikut : Tabel 1.4. Perbandingan Proses BASF dan Proses Monsanto No. 1 2 3 4 Pertimbangan Bahan baku Yield Kondisi operasi Katalis BASF Methanol dan CO 90 % 500 bar, 455-515 K Co / HI tidak efektif Monsanto Metanol dan CO 90 ± 99% 30-60 bar, 425-475 K Rh / HI efektif

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

51

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

5 6 7

Alat Pemurnian Biaya investasi Biaya operasi

3 kolom destilasi tinggi rendah

4 kolom destilasi tinggi rendah

1. Oksidasi Hidrokarbon ( n-Butana ) n-Butana (secara komersial terdiri dari 95% n-Butana, 2,5% isobutana, dan 2,5% Pentana) dioksidasikan dengan bantuan katalis Cobalt atau Mangan Asetat. Reaksi utama yang terjadi adalah : ½ C4H10 + ¾ O2 CH3COOH + H2O Proses berlangsung pada kondisi suhu 395 ± 475 K dan tekanan 45 ± 55 bar, dengan yield 70 ± 80 %. 1. Oksidasi Asetaldehid Fase Cair ( Proses Hoechst AG ) Proses oksidasi asetaldehid berlangsung dengan bantuan katalis Co / Mn pada kondisi operasi suhu 335 ± 355 K dan tekanan 3 -10 bar. Yield yang dapat diperoleh sebesar 93 ± 96%. Reaksi utama yang terjadi adalah : CH3CHO + ½ O2 CH3COOH Perbandingan Proses Hoechst AG dengan Proses Oksidasi n-Butana disajikan pada tabel berikut : Tabel 1.5. Perbandingan Proses Hoechst AG dengan Proses Oksidasi n-Butana No. 1 Pertimbangan Bahan baku Hoechst AG Asetaldehid Oksidasi n-Butana n-Butana

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

52

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

2 3

Yield Kondisi operasi

93- 96 % 3 ± 10 bar, 335 ± 355 K

70 ± 80 % 45 ± 55 bar, 395 ± 475 K

4 5 6 7

Katalis Alat Pemurnian Biaya investasi Biaya operasi

Co / Mn 3 kolom destilasi rendah rendah

Co / Mn 4 kolom destilasi Rendah Rendah

Dari beberapa proses pembuatan asan asetat tersebut di atas, maka dipilih pembuatan asam asetat Proses Monsanto dengan alasan-alasan sebagai berikut : 1. Yield reaksi yang tinggi ( 99% ) dan hasil samping yang rendah 2. Bahan baku yang mudah diperoleh dari dalam negeri dengan harga lebih murah. 3. Reaktor bekerja pada tekanan yang tidak terlalu tinggi ( 30 ± 60 bar ) sehingga mudah dicapai. 1.4.2. Kegunaan Produk Pruduk asam asetat telah banyak digunakan oleh berbagai industri antara lain : 1. Industri PTA merupakan pengkonsumsi asam asetat terbesar yang digunakan sebagai media pelarut katalis. Industri PTA cenderung memilih menggunakan asam asetat yang berbahan baku methanol dengan tingkat kemurnian lebih tinggi yang hingga kini belum diproduksi di dalam negeri. 2. Industri Ethyl Asetat sebagai bahan baku utama, dimana untuk memproduksi 1 ton ethyl asetat diperlukan 680 kg asam asetat.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

53

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

3. Industri tekstil, terutama industri pencelupan kain dimana asam asetat berfungsi sebagai pengatur pH. 4. Industri asam cuka, asam asetat sebagai bahan baku utama. 5. Industri benang karet, sebagai bahan penggumpal ( co-agulant ) ketika latex dikeluarkan dari extruder. Disamping itu, asam asetat juga digunakan sebagai bahan setengah jadi untuk membuat bahan-bahan kimia seperti vinyl asetat, selulosa asetat, asam asetat anhydrid, maupun chloro asetat. 1.4.3. Sifat-sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku dan Pruduk 1. Bahan Baku 1. Methanol 

Sifat-sifat Fisik Methanol

Tabel 1.6. Sifat Fisik Methanol Rumus molekul Berat molekul Titik didih pada 1 atm Titik beku pada 1 atm Temperatur kritis Tekanan kritis Densitas (cair, 25r C) Specific gravity CH3 ± OH 32,042 gr/gmol 64,7 rC -97,7r C 239,43r C 79,9 atm 0,7864 gr/cc 1,11 gr/cm3

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

54

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Tekanan uap(25r C) G(fr (cair, 25r C) H(fr (cair, 25r C) Viskositas Specific Heat

127,2 mmHg -39.869 kal/gmol -57.130 kal/gmol ( cair, 25r C = 0,541 cp ) ; ( uap, 25r C = 0,00968 cp ) ( cair, 25r C = 0,6054 kal/hC ) ; ( uap, 25r C = 0,3274 kal/hC )

Konduktivitas termal

( cair, 25r C = 163,5 kal/hmC ) ; ( uap, 25r C = 12,1 kal/hmC )

Tegangan muka Kelarutan dalam air

( dalam air, 20r C = 22,6 dyne/cm ) Larut sempurna

y y

Sifat-sifat Kimia Methanol Reaksi methanol dengan asam asetat menghasilkan ester CH3OH + CH3COOH CH3COOCH3 + H2O

y

Bereaksi dengan karbon monoksida membentuk asam asetat CH3OH + CO CH3COOH + H2O

y

Reaksi esterifikasi dengan katalis asam dari isobutylene dan methanol membentuk Methyl Tertier Butyl Ether ( MTBE ) CH3OH + H2C-C(CH2)2 (CH3)3-C-O-CH3

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

55

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Reaksi

dehidrogenasi

oksidatif

dari

methanol

dengan

katalis

Ag

Molybdenum-Fe2O3 akan menghasilkan formaldehyde Mo-Fe2O3 CH3OH CHO2 + H2
y

Reaksi dengan asam karboksilat katalisasi asam dapat membentuk metil ester, dengan penghilangan air secara azeotropik H+ CH3OH + C-C=COOH CH3-C-COOCH3 + H2O CH3 CH3 1. Karbon Monoksida

y

Sifat-sifat Fisik Karbon Monoksida

Tabel 1.7. Sifat Fisik Karbon Monoksida Berat molekul Densitas pada STP Temperatur kritis Tekanan kritis Volume kritis 28,01 gr/gmol 1,250 gr/cm3 -140,23r C 34,529 atm 93,06 cm3 (-100rC = 5,03 kal/molrC); (0rC = 4,97 Specific Heat ( volume konstan, 1 atm ) kal/molrC); (100rC = 5,01 kal/molrC)

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

56

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Specific Heat ( tekanan konstan, 1 atm )

(-100rC = 7,05 kal/molrC); (0rC = 6,97 kal/molrC); (100rC = 7,01 kal/molrC) (-100rC = 43,457 kal/molrC); (0rC =

Enthropy ( 1 atm )

46,656 kal/molrC); (100rC = 48,831 kal/molrC) (-100rC = 3130,6 kal/molrC); (0rC =

Enthalpy ( 1 atm )

3831,8 kal/molrC); (100rC = 4529,8 kal/molrC)

y y

Sifat-sifat Kimia Karbon Monoksida Bereaksi dengan methanol membentuk asam asetat CH3OH + CO CH3COOH + H2O

y

Bereaksi dengan hidrogen membentuk methanol CO + H2 CH3OH

y

Bereaksi dengan dimetil amine membentuk dimetil nonamide (CH3)2NH + CO (CH3)2NHCO

1. Produk Asam Asetat
y

Sifat-sifat Fisik Asam Asetat

Tabel 1.8. Sifat Fisik Asam Asetat Rumus molekul O

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

57

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

CH3 ± C ± OH Berat molekul Titik leleh pada 1 atm Titik didih pada 1 atm Specific Gravity Koefisien ekspansi ( 20r C ) Temperatur kritis ( cair ) Tekanan kritis ( cair ) Volume kritis ( cair ) 60,053 gr/gmol 16,6r C 117,9r C 1,051 gr/cm3 1,07 x 10-3 594,45r K 57,1 atm 2,85 cc/ gr (20rC, udara = 27,6 dyne/cm); (75rC, udara = 22,2 dyne/cm) (20rC, udara = 1,22 cp); (110rC = 0,42 cp) Specific Heat Panas pelarutan dalam air ( 18r C ) H(f ( 25r C ) G(f ( 25r C ) 0,487 kal/grrC 6,3 kal/gr -1.927,1 kal/gr -1.549,9 kal/gr

Surface Tension

Viskositas

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

58

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y y

Sifat-sifat Kimia Asam Asetat Reaksi dengan alkohol menghasilkan ester CH3OH + CH3COOH CH3COOCH3 + H2O

y

Pembentukan garam keasaman 2CH3COOH + Zn (CH3COO)2Zn2+ + ½ H2

y

Reaksi konversi menjadi ester CH3COOH ± ± CH2OH CH3COOCH2 Benzyl alcohol Benzyl asetat

y

Konversi ke klorida-klorida asam 50r C 3CH3COOH + PCl3 3CH3COCl + H3PO3

y

Substitusi dari alkyl/aryl group Cl2P Cl2P Cl2P CH3COOH ClCH2OH Cl2 CHCOOH Cl3CCOOH Chloroacetic Dichloroacetic Trichloroacetic

y

Pembentukan ester CH3COOH + CH3CH2OH CH3COOC2H5 + H2O

y

Reaksi dari halida dengan ammonia

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

59

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Cl2 NH3 CH3COOH ClCH2COOH NH2CH2COONH4 Chloroacetic acid H+ NH2CH2COOH Aminoacetic acid 1.4.4. Tinjauan Proses Karbonilasi Secara Umum Reaksi karbonilasi adalah reaksi antara karbon monoksida dengan gugus fungsional yang mengandung oksigen secara katalitik menjadi senyawa organik. Senyawa organik tersebut dapat berupa senyawa jenuh maupun senyawa tak jenuh dan harus mengandung suatu gugus fungsional seperti hidroksi, alkoksikarbonil, amino, atau halogen. Reaksi kimia selalu terjadi pada pusat logam selama katalisasi berlangsung dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1. Dengan senyawa jenuh, terjadi penambahan daya oksidasi pada logam yang secara teori akan meningkatkan tahap oksidasinya menjadi 2 tahap; dengan senyawa tak jenuh, karbonil hidrid ditambahkan ke dalam sistem elektron. Kedua reaksi menghasilkan pembentukan ikatan karbon. 2. Tahap selanjutnya pembentukan intermediate acyl-logam dengan

berpindahnya penempatan CO. 3. Tahap terakhir adalah eliminasi reduktif atau solvolisis dari organometalik kompleks untuk menghasilkan produk.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

60

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran 3
Asam Asetat Acetic acid atau asam asetat mempunyai rumus kimia CH3COOH dan kadang disebut juga dengan asam cuka. Produk ini merupakan turunan langsung dari metanol, tapi dapat diproduksi dari bahan lainnya seperti etanol, asetaldehid, dan nbutana. Asam asetat banyak digunakan sebagai bahan baku pada berbagai industri seperti industri selulosa asetat, Vinil Asetat Monomer (VAM), anhidrida asetat, industri tekstil, food additive dan industri plastik. Selain itu, bahan ini juga banyak diperlukan pada industri farmasi, insektisida, bahan kimia fotografi dan lain-lain.

Metoda untuk memproduksi asam asetat secara komersial pada dasarnya dapat dilakukan secara alami melalui fermentasi, maupun secara sintetik atau buatan. Produksi asam asetat dunia pada masa sekarang ini lebih banyak dipenuhi lewat metoda sintetik dibandingkan metoda fermentasi. Metoda Fermentasi Proses fermentasi melibatkan bakteri aerobik yang dapat mengoksidasi alkohol menjadi asam asetat encer. Bakteri ± bakteri asetat (Acetobacter aceti, termasuk Acetobacter curvum, Acetobacter orleanse dan Acetobacter schuezenbachii) akan mensekresi enzim yang bermanfaat dalam oksidasi etil alkohol menjadi asetaldehid. Asetaldehid selanjutnya akan dioksidasi lagi menghasilkan asam asetat. Metoda Sintetik 1. oksidasi etanol Pada proses oksidasi etanol dengan udara atau oksigen akan melibatkan dua tahap. Tahap pertama adalah oksidasi etanol menjadi dengan udara menjadi asetaldehid.. Tahap kedua adalah oksidasi asetaldehid dengan udara menjadi asam asetat pada fasa cair menggunakan katalis mangan asetat.
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 61

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Proses

oksidasi

etanol

dua

tahap

ini

memiliki

keunggulan

diantaranya

diselenggarakan pada tekanan rendah, yield asam asetat yang cukup tinggi yaitu sampai 95 %. 2. oksidasi hidrokarbon jenuh fasa cair Oksidasi berlanjut dari hidrokarbon alifatik rendah seperti propana dan n-butana C, dan tekanan 200 ± 2000rdiselenggarakan pada temperatur 125 ± 225 psia menggunakan udara, oksigen, atau oksigen dalam gas inert sebagai agen pengoksidasi. Yield yang dihasilkan hanya sekitar 15 ± 20%.

Proses sintesis asam asetat dari n-butana ini memiliki kelemahan diantaranya tekanan operasi yang sangat tinggi dan yield asam asetat yang sangat kecil karena banyak terjadi reaksi samping yang menghasilkan aseton dan metanol. 3. sintesis metanol ± karbonmonoksida Sintesis ini digunakan untuk produksi langsung asam asetat yang melibatkan asam fosfat, oksida logam pada karbon aktif, dan cobalt carbonyl sebagai katalis. Proses baru menggunakan metanol dan karbon monoksida, dimana karbon monoksida direaksikan dulu dengan hidrogen menghasilkan metanol. Metanol kemudian bereaksi dengan karbon monoksida menghasilkan asam F danrasetat. Kondisi operasi yang digunakan yaitu temperatur 410 tekanan 7500 psig. Perolehan dari hasil reaksi berada pada kisaran 72%. Kelemahan dari proses ini adalah yield asam asetat yang kecil serta tekanan operasi yang terlalu tinggi. Diposkan oleh Haris di 12/31/2010

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

62

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran 4
Pembuatan Asam Asetat Dari Rebung oleh : Edwin Rizki Safitra, Yulistia Anggraini, Ika Purnamasari (PKM-P 2008) I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Asam asetat cair adalah pelarut protik hidrofilik (polar), mirip seperti air dan etanol, dengan konstanta dielektrik 6,2. Asam ini bisa melarutkan senyawa polar, seperti garam anorganik dan gula, maupun senyawa nonpolar seperti minyak dan unsurunsur (seperti sulfur dan iodin). Asam asetat bercampur dengan mudah dalam pelarut polar atau nonpolar lainnya seperti air, kloroform, dan heksana. Sifat kelarutan dan kemudahan bercampur dari asam asetat ini membuatnya digunakan secara luas dalam industri kimia. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Di rumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air. Asam asetat juga dapat digunakan sebagai pengganti formalin untuk mengawetkan daging ayam. Larutan yang mengandung asam asetat 4% dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab pembusukan serta bakteri patogen. Bahkan penggunaan larutan asam asetat 4% belum menyebabkan perubahan cita rasa daging ayam. Beberapa peneliti menyatakan bahwa penggunaan asam asetat untuk makanan dalam jangka waktu lama tidak membahayakan kesehatan karena dapat dimetabolisir oleh tubuh kemudian dikeluarkan dari tubuh. Asam asetat diproduksi secara sintesis maupun secara alami melalui fermentasi bakteri. Namun saat ini hanya 10% dari produksi asam asetat yang dihasilkan

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

63

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

melalui jalur alami. Dari asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75% diantaranya diproduksi melalui karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode alternatif. Industri asam asetat merupakan salah satu industri kimia yang berprospek di Indonesia. Kebutuhan asam asetat di dalam negeri terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan oleh industri penggunanya. Meningkatnya kebutuhan asam asetat ini belum dapat dipenuhi seluruhnya oleh satu-satunya produsen lokal, yaitu PT Indo Acidatama Chemical Industry, sehingga ketergantungan terhadap impor dari tahun ke tahun semakin tinggi (Anonim, 2008). Produksi total asam asetat di dunia diperkirakan 5 Mt/a (juta ton per tahun), Setengahnya diproduksi di Amerika Serikat. Eropa memproduksi sekitar 1 Mt/a dan terus menurun, sedangkan Jepang memproduksi sekitar 0,7 Mt/a. 1,51 Mt/a dihasilkan melalui daur ulang, sehingga total pasar asam asetat mencapai 6,51 Mt/a (Anonim, 2008). Dalam setahun, kebutuhan dunia akan asam asetat mencapai 6,5 juta ton per tahun, 1,5 juta ton per tahun diperoleh dari hasil daur ulang, sisanya diperoleh dari industri petrokimia maupun dari sumber hayati (Anonim, 2008). Melihat besarnya kebutuhan akan konsumsi asam asetat di dunia, dalam kegiatan ini digagas bagaimana cara memperoleh asam asetat melalui proses biologis dengan menggunakan bahan baku yang kurang dimanfaatkan di Indonesia. Di samping kebutuhan asam asetat yang sangat penting, pengajuan penelitian ini juga didasarkan pada pemanfaatan rebung agar menghasilkan produk dengan nilai jual yang tinggi dan meningkatkan produksi asam asetat yang alami, khususnya di Indonesia. Saat ini pohon bambu di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung kurang diperhatikan dalam pemanfaatannya. Dengan adanya pemanfaatan pohon bambu (rebung) sebagai penghasil asam asetat diharapkan akan meningkatkan produksi bambu dan produksi asam asetat di Indonesia.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

64

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

1.2. Perumusan Masalah Seperti dipaparkan di atas, asam asetat yang baik digunakan ialah asam asetat yang dihasilkan melalui proses biologis. Atas dasar ini, masalah yang akan dipelajari dalam penelitian ini adalah bagaimana cara menghasilkan asam asetat dari rebung dengan metode fermentasi dan karakteristiknya. 1.3. Tujuan Program Penelitian ini diajukan dengan tiga tujuan utama, yakni pembuatan asam asetat dari rebung, meningkatkan produksi asam asetat dari hasil biosintetis, dan

membandingkan kualitas yang didapat dengan asam asetat yang dihasilkan dengan proses biologis lainnya. 1.4. Luaran yang Diharapkan Luaran utama dari kegiatan penelitian ini adalah sampel asam asetat dan data tentang kadar asam asetat yang dihasilkan. 1.5. Kegunaan Program Data yang diperoleh melalui serangkaian percobaan yang akan dilakukan merupakan informasi ilmiah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk pengembangan rebung selanjutnya, sebagai salah satu cara perolehan nilai tambah dari sektor perkebunan bambu. Manfaat lain yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa program ini merupakan wahana yang sangat penting dalam menumbuhkembangkan minat dan budaya meneliti di kalangan mahasiswa, sehingga potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dapat tergali secara optimal.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

65

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Rebung dan bambu Rebung adalah tunas muda dari pohon bambu yang tumbuh dari akar pohon bambu. Penduduk di Indonesia maupun di Asia biasanya memanfaatkan rebung untuk makanan. Selain untuk isi lumpia sering juga digunakan sebagai bahan sayur untuk masakan khas Jawa Tengah (Anonim, 2008). Jenis-jenis tertentu rebung dapat dimakan karena kadar HCN kecil atau sama sekali tidak ada, rasanya memenuhi selera, lunak dan warnanya menarik. Bambu adalah tanaman tahunan hijau lestari (evergreen) berkayu, umumnya terdiri atas batang beruas di atas tanah ( culms ) dan rhizoma di bawah tanah (Rubatzky dan Yamaguchi, 1999). Bambu tergolong keluarga Gramineae (rumput-rumputan) sehingga masih satu keluarga dengan padi, jagung, dan gandum. Di seluruh dunia diperkirakan ada sekitar 700 spesies bambu dan 300 spesies di antaranya terdapat di Asia, terutama di wilayah Indoburma yang dianggap sebagai daerah asal usulnya (Handoko, 2008). Bambu disebut juga Hiant Gras (rumput raksasa), berumpun dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh secara bertahap, dari mulai rebung, batang muda, dan sudah dewasa pada umur 4-5 tahun. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga kadang-kadang masif, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Akar bambu terdiri atas rimpang (rhizon) berbuku dan beruas, pada buku akan ditumbuhi oleh serabut dan tunas yang dapat menjadi batang (Widnyana, 2008). Rebung tumbuh di bagian pangkal rumpun bambu dan biasanya dipenuhi oleh glugut (rambut bambu) yang gatal. Morfologi rebung berbentuk kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya cokelat.

Senyawa utama di dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91 persen. Disamping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Bila

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

66

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

dibandingkan dengan sayuran lainnya, kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada rebung, tidak berbeda jauh. Saat ini rebung sudah dapat diolah untuk berbagai bahan makanan awetan, seperti : tepung rebung, dengan kandungan pati yang tinggi, tepung jenis ini baik untuk dibuat bahan kue; keripik rebung, rasa dan tekstur yag ada jauh lebih baik dibandingkan dengan potato chip; rebung beku, sebagai bahan untuk sayuran ; Asinan rebung, yang sangat enak dijadikan sebagai kudapan (Anonim, 2008). 2. Asam Asetat Asam asetat, asam etanoat, asam metanakarboksilat, asetil hidroksida (AcOH), hidrogen asetat (HAc), atau asam cuka, adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal pemberi rasa asam dan bau tajam pada vinegar (kadar 2-12%) (Setyawan dan Achmad, 2008). Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Bahan kimia ini memiliki titik C pada tekanan 1 atm, dan pada konsentrasi tinggirdidih sekitar 117,9 akan menimbulkan korosi pada berbagai jenis logam (Anonim, 2008). Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16,70C (Anonim, 2008). Asam asetat merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat, dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain. Dalam industri makanan, asam asetat digunakan sebagai pengatur keasaman. Dirumah tangga, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air (Setyawan dan Achmad , 2008 pembuatan asam asetat dengan cara fermentasi) 3. Pembuatan Asam Asetat Menurut Food and Drugs Administration di Amerika Serikat, cuka, cuka sari buah apel, cuka apel, dibuat melalui fermentasi alkoholik sari buah apel diikuti fermentasi
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 67

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

asetat (Pelczar and Chan, 1988). Menurut Frazier (1976), cuka didefinisikan sebagai bumbu yang dibuat dari bahan yang mengandung pati atau gula dengan fermentasi alkohol diikuti oksidasi asetat. Pada proses pembuatan cuka terjadi 2 1. Fermentasi gula menjadi etil alkohol, dan 2. Oksidasi alkohol menjadi asam asetat Tahap pertama adalah proses anaerobik yang dilakukan khamir dan menghasilkan alkohol. Reaksi yang terjadi adalah: C6H12O6 2 CO2 + 2 C2H5OH macam perubahan yaitu:

Pada proses ini sejumlah kecil produk lain dihasilkan, seperti gliserol dan asam asetat. Juga ada sejumlah kecil substansi lain, dihasilkan dari senyawa selain gula, termasuk asam suksinat dan amil alkohol. Alkohol yang dihasilkan pada proses pertama digunakan sebagai sumber energi bagi bakteri, yang kemudian

mengoksidasinya menjadi asam asetat. Bakteri ini menggunakan substansi lain dalam cairan yang difermentasi sebagai makanan. Reaksi yang kedua merupakan reaksi aerob ini dapat dituliskan sebagai berikut: C2H5OH + O2 CH3COOH + H2O

Asetaldehid adalah senyawa intermediet dalam reaksi ini. Di antara produk akhirnya adalah sejumlah kecil aldehid, ester, aseton, dan sebagainya. Bau cuka yang sedap berasal dari adanya bermacam-macam ester seperti etil asetat, dari alkohol, gula, gliserin dan minyak menguap yang dihasilkan dalam jumlah kecil oleh aksi mikroba. Bau ini dapat juga berasal dari sari buah-buahan yang difermentasi, gandum, atau cairan bersifat alkohol lainnya yaitu bahan dasar pembuatan asam cuka.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

68

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Menurut Dwiari dkk (2008), metode pembuatan asam asetat dapat dibedakan menjadi metode lambat seperti yang dikerjakan di rumah, atau metode let alone, metode Perancis atau Orleans, dan metode cepat, seperti proses pembuatan dengan genera atau prosedur fogging. Pada metode lambat, cairan alkohol tidak bergerak selama asetifikasi, sedangkan pada metode cepat, cairan alkohol bergerak. Metode lambat menggunakan sari buah-buahan yang difermentasi atau cairan gandum untuk menghasilkan asam asetat. Sedangkan metode cepat kebanyakan untuk

menghasilkan cuka dari minuman keras (alkohol). Cairan gandum atau buah disediakan untuk makanan bakteri cuka, tetapi untuk memelihara bakteri cuka aktif dalam metode cepat menggunakan alkohol, ditambah dengan vinegar food, yang merupakan kombinasi senyawa organik dan anorganik. Persentase cuka dinyatakan dalam grain, yaitu 10 kali jumlah gram asam asetat per 100 mL cuka. Jadi cuka 40 grain mengandung 4 gram asam asetat per 100 mL cuka pada suhu 2000C. Secara ringkas metode pembuatan asam asetat dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 1. Proses pembuatan vinegar/asam cuka (Tesfaye et al. 2004) III. METODE PENDEKATAN Berikut cara kerja pembuatan asam asetat dari rebung: a. Persiapan rebung Sebelum digunakan, rebung terlebih dahulu dibersihkan dari kelopak dan glugutnya. Setelah dicuci sampai bersih, rebung dipotong kecil-kecil dan siap untuk digunakan pada proses selanjutnya. Pada penelitian ini, rebung yang akan difermentasi diberi dua perlakuan yang berbeda, di mana salah satu rebung yang akan difermentasi diblender terlebih dahulu sedangkan yang lainnya direbus setengah matang sebelum difermentasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

69

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Rebung dibersihkan dari glugutnya selanjutnya dicuci dan dibersihkan dengan air. Rebung yang telah bersih selanjutnya dicacah kemudian diberi perlakuan antara blender (Bl) dengan rebus (Rb). Masing-masing perlakuan dibagi menjadi 3 wadah, dengan jumlah 1kg / wadah. Masing-masing rebung ditambahkan ragi dan ditutup (anaerob) selama 3 hari, setelah 3 hari rebung tersebut ditambahkan bakteri acetobacter aceti dan dibedakan waktu fermentasinya yaitu 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Saat penambahan bakteri kondisi perlakuan adalah aerob. Selama proses berlangsung, suhu dijaga sekitar 21-290C. Karena metode yang digunakan adalah fermentasi aerob, maka lingkungan disekitar media pertumbuhan harus dijaga tetap steril. b. Pemurnian asam asetat Asam asetat yang terbentuk melalui proses fermantasi dimurnikan dengan cara destilasi. c. Penentuan kadar asam asetat Penentuan kadar asam asetat dilakukan dengan cara titrasi menggunakan NaOH 0,1M. Indikator yang digunakan adalah fenolftalin. IV. PELAKSANAAN PROGRAM 4.1 Tempat dan waktu penelitian Pembuatan asam asetat akan dilakukan dengan cara fermentasi aerob yang dibantu oleh mikroba untuk mempercepat proses fermentasi. Pembuatan asam asetat dilakukan dalam waktu 3 bulan, meliputi proses fermentasi, penuaan/aging, dan pemurnian serta penentuan kadar asam asetat. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Polimer Jurusan Kimia FMIPA Unila dari bulan Maret sampai dengan Juni 2009.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

70

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

4.2 Instrumen pelaksanaan Alat-alat yang digunakan adalah golok, pisau, gayung, baskom, ember kecil, blender, kompor, kain lap, timbangan, alat-alat gelas, termometer, statif, buret, dan seperangkat alat destilasi. Bahan-bahan yang diperlukan untuk penelitian adalah rebung, ragi, bakteri, akuades, spiritus, NaOH, fenolftalin, etanol, alumunium foil, tisu, sabun cair, dan kertas label, GC-MS.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

71

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran 5
PEMBUATAN ASAM ASETAT Oleh Bagasvanirawan

A.TINJAUAN UMUM Istilah fermentasi diturunkan dari ³Fervere´ istilah latin yang berarti mendidih, dan ini digunakan untuk menyebut adanya aktivitas yeast pada ekstrak buah dan larutan malt serta biji-bijian. Peristiwa pendidihan tersebut terjadi akibat terbentuknya O2 oleh proses gula dalam ekstrak. Secara biokimia fermentasi diartikan sebagai pembentukan energi melalui senyawa organik, sedangkan aplikasinya dalam dunia industri fermentasi diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah bahan dasar menjadi suatu produk oleh massa sel mikroba. Di dalam pengertian ini termasuk juga proses anabolisme pembentukan komponen sel secara aerob. Fermentasi asam asetat adalah fermentasi aerobik atau respirasi oksidatif, yaitu respirasi dengan oksidasi berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan produkproduk akhir berupa senyawa organik seperti asam asetat. Proses ini dilakukan oleh bakteri dari genus Acetobacter dan Glucobacter. Kondisi respirasi oksidatif ini dapat dilakukan dengan kultur murni, tetapi kondisinya tidak selalu aseptis oleh karena pH yang rendah serta adanya alcohol dalam media merupakan faktor penghambat bagi mikroorganisme lain selain Acetobacter acetii. Mekanisme fermentasi asam asetat ada 2 yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam asetat. Pada fermentasi alkohol mula-mula gula yang terdapat pada bahan baku akan dibongkar oleh khamir menjadi alkohol dan gas O2 yang berlangsung secara anaerobik. Setelah alkohol dihasilkan maka dilakukan fermentasi asam asetat, dimana bakteri asam asetat akan mengubah alkohol menjadi asam asetat. Setelah terbentuk asam asetat fermentasi harus segera dihentikan supaya tidak terjadi fermentasi lebih lanjut oleh bakteri pembusuk yang dapat menimbullkan kerusakan.
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 72

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Asam asetat memiliki sifat antara lain:
y y y y y y y y y

Berat molekul mempunyai titik didih mempunyai titik beku Spesific grafity

: 60,05 : 118,1 oC : 16,7 oC : 1,049

berupa cairan jernih (tidak berwarna) berbau khas mudah larut dalam air, alkohol, dan eter larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah(korosif) asam asetat bebas-air membentuk kristal mirip es pada 16,7°C,sedikit di bawah suhu ruang

B. Bahan Baku dalam proses fermentasi pembuatan asam asetat : 1. Bahan Baku Berbagai produk hasil pertanian yang mengandung gula yang tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi cuka, misalnya, buah-buahan, kentang, bijibijian, bahan yang mengandung cukup banyak gula, atau alcohol 1. Bakteri Asam Asetat Golongan bakteri yang mengoksidasi etanol menjadi asam asetat diklasifikasikan menjadi 2 genera yaitu: 1.Gluconobacter Mengoksidasi etanol menjadi asam asetat. 2.Acetobacter Mengoksidasi asam asetat lebih lanjut menjadi O2 dan H2O.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

73

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Bakteri asam asetat mempunyai kemampuan membentuk asam dari alkohol secara oksidasi diekspresikan ke dalam medium.Bakteri ini termasuk bakteri gram negatif yang bergerak lambat dengan flagella peritrik,memiliki toleransi terhadap asam yang tinggi,dan aktivitas peptolitik yang rendah. Fermentasi asam asetat dilakukan oleh bakteri asam asetat terhadap larutan yamg mengandung alkohol.Bakteri asam asetat tersebut termasuk dalam famili Pseudomonadaceae yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Sel berbentuk batang pendek atau bola Bakteri gram negatif Sel bergerak dan tidak bergerak Tidak mempunyai endospora Tidak bersifat patogen Bersifat aerob Energi diperoleh dari oksidasi etanol menjadi asam asetat Mampu hidup dalam air, padatan, daun, buah, dan lain-lain.

Bakteri asam asetat digolongkan menjadi peroksidan jika mampu menumpuk asetat. Contoh peroksidan:Acetobacter acetii dan Acetobacter pasterinum Acetobacter acetii merupakan bakteri gram negatif yang bergerak menggunakan peritrich flagella,merupakan bakteri aerob obligat,tidak membentuk endospora dan dapat tumbuh dimana-mana.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

74

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

C. Proses fermentasi pembuatan asam asetat atau vinegar : A). Fermentasi secara Aerob Aceto Bacteri C6H12O6 + 2C2H5OH (Glukosa) (Etanol) 2CH3COOH + H2O +116 kal Asam cuka

a. Metoda lambat (Slow Methods) Biasanya untuk bahan baku berupa buah-buahan. Etanol tidak banyak bergerak atau mengalir karena proses dilakukan pada suatu

tangki batch. Memasukan jus buah, yeast, dan bakteri vinegar ke dalam tangki Sebagian jus buah terfermentasi menjadi etanol (11-13% alkohol) setelah

beberapa hari. Fermentasi etanol menjadi asam asetat terjadi pada permukaan tangki.

- Bakteri vinegar di permukaan larutan yang membentuk lapisan agar-agar tipis mengubah etanol menjadi asam asetat atau vinegar(asetifikasi). Proses ini memerlukan temperatur 21- 29 oC. Jatuhnya lapisan tipis agar-agar dari bakteri vinegar akan memperlambat

asetifikasi. Permasalahan ini bisa dicegahdengan memasang lapisan yang dapat mengapungkan lapisan tipis agar-agar dari bakteri vinegar.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

75

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Kelebihan Metoda lambat (Slow Methods) :

-Proses sangat sederhana
y

Kekurangan Metoda lambat (Slow Methods) :

1) Proses relative lama,berminggu-minggu atau berbulan-bulan. 2) Jatuhnya lapisan tipis agar-agar dari bakteri vinegar akan memperlambat asetifikasi. b. Metoda cepat (Quick Methods) atau German process - Biasanya untuk bahan baku berupa etanol cair. - Bahan baku untuk basis 1 ton asam asetat(100%) :
y y y

Alkohol(95 %) sebanyak 1.950 lb Sedikit nutrisi Udara sebanyak 11.000 lb

- Etanol mengalami perpindahan selama proses. - Proses fermentasi terjadi di dalam tangki pembentukan (Frings generator) yang terbuat dari kayu atau besi. - Bagian-bagian dari tangki pembentukan : a) Bagian atas, tempat alkohol dimasukkan b) Bagian tengah, terdapat bahan isian (berupa:kayu, tongkol jagung, rottan) di bagian ini untuk memperluas bidang kontak rektan (etanol dan oksigen). Bahan isian mulamula disiram dengan larutan vinegar yang mengandung bakteri asetat sehingga dipermukaan bahan isian akan tumbuh bakteri asetat.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

76

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

c) Bagian bawah,digunakan sebagai tempat mengumpulkan produk vinegar. Mendistribusikan campuran etanol cair (10,5 %), vinegar(1 %), dan nutrisi

melalui bagian atas tangki dengan alat sparger Campuran mengalir turun melalui bahan isian dengan sangat lambat Udara dialirkan secara countercurrent melalui bagian bawah tangki Panas yang timbul akibat reaksi oksidasi diambil dengan pendingin. Pendingin

dipasang pada aliran recycle cairan campuran(yang mengandung vinegar,etanol, dan air) dari bagian bawah tangki. Temperatur operasi dipertahankan pada rentang suhu 30-35 oC. Produk yang terkumpul di bagian bawah tangki mengandung asam asetat

optimum sebesar 10- 10,5 %. Sebagian produk direcycle dan sebagian yang lain di keluarkan dari tangki. - Bakteri asetat akan berhenti memproduksi asam asetat jika kadar asam asetat telah mencapai 12-14 %. Bahan baku 2.500 gal dengan produk 10,5 % asam asetat memerlukan waktu

proses 8-10 hari.
y

Kelebihan Metoda cepat (Quick Methods) atau German process :

1) Biaya proses rendah, relatif sederhana dan kemudahan dalam mengontrol. 2) Konsentrasi produk asam asetat besar. 3) Tangki proses membutuhkan sedikit tempat peletakannya. 4) Penguapan sedikit.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

77

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Kekurangan Metoda cepat (Quick Methods) atau German process : (Submerged

1) Waktu tinggal terlalu lama bila dibandingkan Metoda Perendaman Method). 2) Pembersihan tangki cukup sulit. c. Metoda Perendaman (Submerged Method) -

Umpan yang mengandung 8-12 % etanoldiinokulasi dengan Acetobacter

acetigenum. - Temperatur proses dipertahankan pada rentang suhu 24-29 oC. Bakteri tumbuh di dalam suspensi antara gelembung udara dan cairan yang

difermentasi. - Umpan dimasukkan melewati bagian atas tangki. Udara didistribusikan dalam cairan yang difermentasi sehingga membentuk

gelembung- gelembung gas.Udara keluar tangki melewati pipa pengeluaran di bagian atas tangki. - Temperatur proses dipertahankan dengan menggunakan koil pendingin stainless steel yang terpasang di dalam tangki. - Defoamer yang terpasang di bagian atas tangki membersihkan busa yang terbentuk dengan sistem mekanik.
y

Kelebihan Metoda Perendaman (Submerged Method):

a) Hampir disemua bagian tangki terjadi fermentasi. b) Kontak antar reaktan dan bakteri semakin besar.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

78

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Kekurangan Metoda Perendaman (Submerged Method): Biaya operasi relatif mahal.

a)

Gambar 3. Pengolahan secara Submerged B). Fermentasi secara Anaerob Clostridium thermoaceticum C6H12O6 glukosa CH3OOH + Q asam asetat

- Menggunakan bakteri Clostridium thermoaceticum. - Mampu mengubah gula menjadi asam asetat. - Temperatur proses sekitar 45- 65 oC; pH 2-5. - Memerlukan nutrisi yang mengandung karbon, nitrogen dan senyawa anorganik.
y

Kelebihan proses anaerob :

a) Mengubah gula menjadi sama asetat dengan satu langkah. b) Bakteri tumbuh dengan baik pada temperatur 60 oC.Perbedaan temperatur yang besar antara suhu media dengan suhu air pendingin memudahkan dalam pembuangan panas. c) Kontaminasi dengan organisme yang membutuhkan bisa diminimalisasi karena bekerja pada kondisi anaerob. d) Organisme yang hanya dapat hidup dalam kondisi mendekati pH netral akan mati karena operasi fermentasi dilakukan pada kondisi asam pH 4,5.
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 79

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Kekurangan proses anaerob :

a) Konsentrasi asam asetat lebih rendah dibandingkan dengan proses aerob. b) Biaya proses lebih mahal dibandingkan dengan proses aerob. D. Pemurnian Distilasi/penyulingan Dari distilasi bertingkat akan dihasilkan beberapa jenis asam asetat :
y y

Asam asetat glasial(99,5%) Asam asetat teknis(80%)

Secara komersial kadar asam asetat sebesar 6,28,30,36,60,70,dan 80 % E. Pengendalian Fermentasi Dalam proses pembuatan cuka, ada beberapa langkah pengendalian fermentasi yang perlu dilakukan sehingga hasil fermentasi yang berupa vinegar sesuai yang diinginkan. a. Pada saat fermentasi alkohol, nutrisi yang dibutuhkan oleh khamir untuk melakukan fermentasi harus dipenuhi. Selain gula dan sebagian merupakan padatan cider, substansi yang dinyatakan oleh keasaman dan abu sangat diperlukan oleh khamir. Demikian pula dengan kebutuhan mineral dalam abu yang penting untuk pertumbuhan mikroba. b. Suhu 75 ± 80oF merupakan suhu yang sesuai yang harus dipertahankan selama fermentasi alkohol. Pada suhu mendekati 100oF fermentasi menjadi terhambat dan berhenti pada suhu 105oF.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

80

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

c. Fermentasi alkohol harus dilakukan dalam kemasan, sehingga sari buah tidak terkena udara secara berlebihan. Suatu tong diletakkan secara horizontal dengan lubang tong ditutup kapas atau perangkap udara. Untuk sejumlah kecil dapat digunakan botol besar yang mulutnya disumbat dengan kapas.Kemasan jangan ditutup rapat,sebab dapat meledak. Peristiwa ini terjadi karena adanya tekanan dari gas yang dihasilkan. d. Untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak dikehendaki ialah dengan menambahkan cuka yang kuat yang belum dipasteurisasikan kedalam sari buah yang diperoleh sesudah fermentasi alkohol selesai. Penambahan cuka tersebut

dimaksudkan sebagai inokulasi yang penuh dengan bakteri asam cuka pada sari buah beralkohol tersebut. e. Sesudah fermentasi asetat berjalan sempurna, cuka tidak boleh kontak dengan udara, sebab cuka dapat teroksidasi lebih lanjut menjadi karbondioksida dan air, sehingga kadar asam menurun agak lebih cepat sampai pada suatu kondisi yang tidak diinginkan. Untuk mengatasi hal ini cuka harus ditempatkan dalam kemasan yang tertutup rapat dengan isi yang penuh. f. Fermentasi asam asetat terjadi sangat cepat, bila cider mengandung 6 ± 8 %

alkohol, tetapi 12 % alkohol masih dapat ditolerir. Kegiatan fermentasi berjalan lambat bila alkohol yang ada hanya 1 ± 2 %. Selama kegiatan fermentasi, dihasilkan panas yang cukup untuk menaikkan suhu generator (metode cepat). Aktivitas fermentasi akan terus berlangsung pada suhu antara 68 ± 96oF. F. Cara Pembuatan Asam Cuka yang Biasa Digunakan di Indonesia Proses pembuatan vinegar (asam asetat) dilakukan melalui proses asetifikasi dari alkohol menjadi asam asetat. Untuk memproduksi secara tradisional yang biasa dilakukan di Indonesia yaitu dengan menggunakan metode lambat. Pada pembuatan

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

81

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

vinegar dengan cara ini biasanya menggunakan bahan baku air kelapa yang mengalami peragian (fermentasi) secara spontan. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut, 1. Air kelapa dimasukkan ke dalam gentong tanah (guci) yang biasa dipakai dalam pembuatan cuka.
y

Gentong-gentong tersebut tidak pernah dicuci atau dibersihkan sejak pertama kali digunakan dalam pembuatan cuka. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan sisa biang cuka dari pembuatan asam cuka sebelumnya.

1. Setelah air kelapa dimasukkan dalam gentong lalu wadah tersebut diletakkan di tempat yang memiliki aerasi yang cukup baik selama 1 ± 2 bulan. 2. Selama penyimpanan tersebut, senyawa gula yang terdapat di dalam air kelapa mengalami proses fermentasi menjadi alkohol dan berlanjut menjadi asam cuka yang diperjual belikan. Diagram alir pembuatan vinegar dari air kelapa dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Keterangan 1. Penyaringan 2. Gentong yang mengandung biang cuka ( Inkubasi selama 1 ± 2 bulan) G. KEGUNAAN ASAM ASETAT Cuka banyak digunakan dalam industri pengolahan pangan, industri farmasi dan industri kimia.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

82

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

y

Pada industri makanan:

1. Sebagai bahan pembangkit flavor asam dan pengawet. 2. Sebagai bahan penyedap rasa (edible vinegar).
y

Cuka banyak digunakan dalam industry:

1. Memproduksi asam alifatis terpenting. 2. Bahan warna (indigo) dan parfum. 3. Bahan dasar pembuatan anhidrat yang sangat diperlukan untuk asetilasi, terutama dalam pembuatan selulosa asetat.
y

Dalam industri farmasi cuka /asam asetat digunakan untuk untuk pembuatan obat-obatan (aspirin).

Beberapa negara di benua Amerika dan Eropa menggunakan sari buah dari berbagai jenis buah-buahan sebagai bahan bakunya.Di Jepang,cuka diproduksi dengan menggunakan bahan baku beras yang telah mengalami sakarifikasi.Di Indonesia,nira aren sering digunakan oleh masyarakat pedesaan untuk membuat cuka lahang,yaitu sejenis cuka yang dibuat secara tradisional melalui proses fermentasi spontan.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

83

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Lampiran 6
Acetic Acid Acetic acid is a clear, colorless liquid with the chemical formula C 2 H 4 O 2 . Asam asetat adalah tidak berwarna, cairan bening dengan rumus kimia C 2 H 4 O 2. It has a melting point of 62.06°F (16.7°C) and boils at 244.4°F (118°C). Ia memiliki titik leleh 62,06 ° F (16,7 ° C) dan mendidih pada 244,4 ° F (118 ° C). In high concentrations, it is a corrosive organic acid that has a pungent odor and can cause severe burns on skin. Dalam konsentrasi tinggi, adalah asam organik korosif yang memiliki bau tajam dan dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit. Acetic acid has been known to humans for centuries. Asam asetat telah diketahui manusia selama berabad-abad. It is most likely that it was discovered accidently during the wine making process. Kemungkinan besar bahwa itu ditemukan tidak sengaja selama proses pembuatan anggur. When the process of fermenting fruit juices is allowed to go on too long, the wine spontaneously forms vinegar, a dilute form of acetic acid. Ketika proses fermentasi adalah jus buah dibiarkan terlalu lama, anggur spontan bentuk cuka, encer bentuk asam asetat. Consequently, the name acetic acid is derived from the Latin word acetum which means vinegar. Akibatnya, asam asetat namanya berasal dari acetum kata Latin yang berarti cuka. While vinegar was known for centuries the corrosive component was not isolated immediately. Sementara cuka dikenal selama berabad-abad komponen korosif tidak terisolasi segera. The first known attempt to isolate the acid was done during the 700s. Upaya pertama yang diketahui untuk mengisolasi asam dilakukan selama thn 700. At this time, the Arab alchemist Jabir ibn Hayyan Geber produced concentrated acetic acid by distilling vinegar. Pada saat ini, alkemis Arab Jabir bin Hayyan Geber menghasilkan asam asetat pekat dari penyulingan cuka. However, it was not until a millenium later in 1700 that the pure form of acetic acid was isolated by chemist Georg Ernst Stahl . Namun, itu tidak sampai milenium kemudian pada tahun 1700

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

84

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

bahwa bentuk murni asam asetat diisolasi oleh kimiawan Georg Ernst Stahl. As chemistry and chemical theories became more sophisticated, scientists were able to better identify and produce various materials. Sebagai kimia dan kimia teori menjadi lebih canggih, para ilmuwan mampu mengidentifikasi lebih baik dan menghasilkan berbagai bahan. In 1844, the German chemist Adolf Wilhelm Hermann Kolbe synthesized acetic acid from pure carbon and water using various catalysts. Pada tahun 1844, kimiawan Jerman Hermann Kolbe Wilhelm Adolf sintesis asam asetat dari karbon murni dan air dengan menggunakan berbagai katalis. Today, the production of acetic acid can be accomplished by various methods. Saat ini, produksi asam asetat dapat dicapai dengan berbagai metode. It can be obtained by the destructive distillation of wood , and can also be produced from acetylene and water using an oxidation process with air. Hal ini dapat diperoleh dari penyulingan destruktif kayu, dan juga dapat dihasilkan dari asetilena dan air menggunakan proses oksidasi dengan udara. One of the first manufacturing methods was a separation process. Salah satu metode produksi pertama adalah proses pemisahan. A dilute solution of acetic acid was cooled below its freezing point. Suatu larutan encer dari asam asetat didinginkan di bawah titik beku-nya. The acid would solidify and separate from the water. Asam tersebut akan memantapkan dan terpisah dari air. For this reason, pure acetic acid is known as glacial acetic acid. Untuk alasan ini, asam asetat murni dikenal sebagai asam asetat glasial. Vinegar is produced using a two-step fermentation process. Cuka dihasilkan dengan menggunakan langkah-dua proses fermentasi. Naturally occurring starches are first converted to sugars. Pati alami yang terjadi pertama-tama dikonversi menjadi gula. These sugars are then allowed to ferment with yeast producing alcohol . Gula ini kemudian dibiarkan fermentasi dengan ragi menghasilkan alkohol. The alcohol is then exposed to an acetobacterium which converts it to vinegar. alkohol tersebut kemudian terkena sebuah acetobacterium yang mengkonversi ke cuka. The biological role of acetic acid was discovered by biochemist Konrad Emil Bloch in the mid-1900s. Peran biologis asam asetat ditemukan oleh ahli biokimia Konrad
Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor | 85

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Emil Bloch di pertengahan 1900-an. He found that acetic acid is the primary precursor in the production of body cholesterol . Ia menemukan bahwa asam asetat adalah prekursor utama dalam produksi kolesterol tubuh. The acetic acid is converted to cholesterol in the liver through a series of 36 chemical reactions. Asam asetat diubah menjadi kolesterol dalam hati melalui serangkaian reaksi kimia 36. Bloch was able to use radioactive tagging methods to determine which carbons from acetic acid were incorporated into cholesterol. Bloch mampu menggunakan metode penandaan radioaktif untuk menentukan karbon dari asam asetat dimasukkan ke kolesterol. This research was important for our current understanding of cholesterol metabolism and its role in heart disease. Penelitian ini penting untuk pemahaman kita tentang metabolisme kolesterol dan perannya dalam penyakit jantung. In small concentrations, acetic acid is suitable for ingestion. Dalam konsentrasi kecil, asam asetat cocok untuk konsumsi. Vinegar is one of the primary flavor components of many types of salad dressings where it is present at about 5%. Cuka adalah salah satu komponen rasa primer dari berbagai jenis saus salad di mana ia hadir di sekitar 5%. It provides a biting, sour or tangy taste . Ini menyediakan, asam atau rasa tajam menggigit. In other food products, acetic acid is used as a preservative. Dalam produk makanan lain, asam asetat digunakan sebagai pengawet. White vinegar is used as a household cleaner because it has certain antibacterial characteristics. Cuka putih digunakan sebagai pembersih rumah tangga karena memiliki karakteristik antibakteri tertentu. Acetic acid is used in other industries. Asam asetat digunakan dalam industri lain. It is the chemical precursor for important materials like acetic annhydride, acetate esters, cellulose acetate, and acetate rayon. Ini adalah prekursor kimia untuk bahan penting seperti annhydride asetat, ester asetat, selulosa asetat, dan rayon asetat. It can be used as a solvent for many other types of processes such as the production of plastics , rubber, gums, resins, and volatile oils, and is also an important acidifier in pharmaceutical products. Hal ini dapat digunakan sebagai pelarut untuk jenis lain dari proses-proses seperti produksi plastik, karet, getah, damar, dan minyak atsiri, dan juga merupakan acidifier penting dalam produk farmasi.

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

86

Sintesis Asam Asetat Kimia Organik

Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor |

87

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->