ADAPTASI BAYI BARU LAHIR TERHADAP KEHIDUPAN DI LUAR UTERUS Saat lahir, bayi baru lahir harus beraadaptasi

dari keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri. Banayak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna ke lingkungan eksterna . saat ini bayi tersebut harus dapat oksigen melalui sistem sirkulasi pernapasannya sendiri, mendapatkan nutrisi oral untuk mempertahankan kadar gula yang cukup, mengatur suhu tubuh dan melawan setiap penyakit. Periode adaptasi terdahadap kehidupan diluar rahim disebut ³ periode transisi ³ . periode ini berlangsung hingga 1 bulan atau lebih setelah kelahiran untuk beberapa sistem tubuh. Transisi yang paling nyata dan cepat terjadi adalah pada sistem pernafasan dan sirkulasi, sistem termoregulasi dan dalam kemampuan mengambil serta menggunakan glukosa. A. Perubahan Sistem Pernafasan Dua faktor yang berperan pada rangsangan nafas pertama bayi : 1. Hipoksia pada akhir pernafasan dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan diotak. 2. Tekanan terhadapa rongga dada yang terjadi karena kompresi paru ± paru selama persalinan yang merangsang masuknya udara kedalam paru ± paru secara mekanis ( varney 551 ± 552 ) Upaya pernafasan pertama seorang bayi berfungsi untuk : mengeluarkan cairan paru ± paru dan mengembangkan jaringan alveolus dalam paru ± paru untuk pertama kali. B. Perubahan Dalam Sistem Peredaran Darah Setelah lahir darah bayi harus melewati paru untuk mengambil O2 dan mengantarkannya kejaringan. Untuk membuat sirkulasi yang baik guna mendukung kehidupan luar rahim harus terjadi 2 perubahan besar. - Penutupan foramen ovale pada atrium jantung. - Penutupan duktus arteriosus antara arteri paru ± paru dan aorta. Perubahan sirkulasi ini terjadi akibat perubahan tekanan pada seluruh sistem pembuluh tubuh. Oksigen menyebabkan sistem pembuluh darah mengubahh tekanan dengan cara mengurangi dan meningkatkan resistensinya hingga mengubah aliran darah. Dua peristiwa yang mengubah tekanan dalam sistem pembuluh darah : 1. Pada saat tali pusat dipotong. Tekanan atrium kanan menurun karena berkuarangnya aliran darah keatrium kanan. Hal ini menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan. Kedua hal ini membantu darah dengan kandungan O2 sedikit mengalir ke paru ± paru untuk oksigenasi ulang. 2. Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembuluh darah paru ± paru dan meningkatkan tekanan atrium kanan. O2 pada pernafasan pertama menimbulkan relaksasi dan terbukanya sistem pembuluh darah paru ± paru. Peningkatan sirkulasi keparu ± paru mengakibatkan peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan. Dengan peningkatan tekanan atrium kanan dan penurunan

Konveksi. glukosa darah akan turun dalam waktu cepat ( 1 2 jam). Radiasi. yaitu ketika bayi ditempatkan didekat benda ± benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan secara langsung ). kurang dari 30 cc dan bertambah secara lambat sesuai pertumbuhan janin. atau pendingin ruangan ). Koreksi penurunan kadar gula darah dapat dilakukan dengan 3 cara: . Pembentukan suhu tanpa menggigil merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan panas kembali panas tubuhnya melalui penggunaan lemak coklat untuk produksi panas. kadar oksigen dalam darah akan meningkat. mengakib atkan duktus arteriosus berkontriksi dan menutup. C. yaitu pada saat bayi terpapar udara yang lebih dingin ( misalnya melalui kipas angin.tekanan atrium kiri. foramen ovale secara fungsional akan menutup.Melalui penggunaan cadangan glukosa . d.(JNPK-KR.Melalui penggunaan glukosa dan sumberlain terutama lemak. Sedangkan pada saat lahir bayi sudah mulai menghisap dan menelan. 4. Mekanisme Kehilangan Panas Bayi dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara ± cara berikut ini : a.hembusan udara. b. Pada bayi baru lahir.Melalui penggunaan ASI . Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. 2. Sistem Pengaturan Tubuh 1. 5.2007) 3. Bayi baru lahir yang tidak dapat mencerna makanan dalam jumlah yang cukup akan membuat glukosa dari glikogen dalam hal ini terjadi bila bayi mempunyai persediaan glikogen cukup yang disimpan dalam hati. Kemampuan menelan dan mencerna makanan (selain susu ) terbatas pada bayi. yaitu penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi sendiri karena setelah lahir tidak segera dikeringkan dan diselimuti. Perubahan Sistem Perubahan Tubuh . Ovaporasi. yaitu melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Hubungan antara esofagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang berakibat gumoh. duktus venosus dan arteri hipogastrika dari tali pusat menutup dalam beberapa menit setelah lahir dan setelah tali pusatdiklem. Lemak coklat tidak diproduksi ulang oleh bayi dan akan akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress dingin. c. Kapasitas lambung juga terbatas. Penutupan anatomi jaringan fibrosa berlangsung 2 ± 3 bulan. Perubahan Sistem Gastro Intestinal Refleks gumoh dan refleks batuk yang matang sudah terbentuk pada saat lahir. Vena umbilikus. Konduksi. Dengan pernafasan. Pengaturan Suhu Suhu dingin lingkungan luar menyebabkan air ketuban menguap melalui kilit sehingga mendinginkan darah bayi.

Fungsi jaringan saluran nafas 3. Dari Cairan Menuju Udara Bayi cukup bulan. Perlindungan oleh kulit membran mukosa 2. Awal adanya nafas karena adanya hipoksia pada akhir persalinan. Perubahan Sistem Pernafasan Perkembangan paru ± paru : paru ± paru berasal dari titik yang muncul dari pharynx kemudian bentuk bronkus sampai umur 8 tahun. Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembuluh darah paru ± paru dan meningkatkan tekanan atrium kanan.Sistem imunisasi bayi baru lahir belum matang sehingga rentan terhadap infeksi.dan rangsangan fisik lingkungan luar rahim yang merangsang pusat pernafasan di otak. 2. 4. paru ± paru akan berkembang terisi udara sesuai dengan perjalanan waktu. bayi harus mendapatkan oksigen dari bernafas sendiri. Dua Peristiwa Yang Mengubah Tekanan Dalam Sistem Pembuluh Darah Pada saat tali pusat dipotong. Pembentukan koloni mikroba oleh kulit dan usus 4. 1.tekanan atrium kanan menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan menyebabkan penurunan volume dan tekanan atrium kanan itu sendiri akan membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengalir ke paru ± paru untuk proses oksigenasi ulang.registrasi pembuluh sistemik meningkat dan tekanan rahim menurun. ADAPTASI FISIOLOGI BBL TERHADAP KEHIDUPAN DILUAR UTERUS Bayi baru lahir harus beradaptasi dari yang beergantung terhadap ibunya kemudian menyesuaikan dengan kehidupan luar. Perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung.mengatur suhu tubuh. Perubahan Sistem Peredaran Darah Setelah bayi lahir. tekanan rongga dada menimbulkan kompresi paru ± paru selama persalinan menyebabkan udara masuk paru ± paru secara mekanis.oksigen pada pernafasan pertama ini menimbulkan relaksasi dan terbukanya sistem pembuluh darah dan paru ± paru akan .mempunyai cairan didalam paru ± paru dimana selama lahir 1/3 cairan ini diperas`dari paru ± paru. Kekebalan alami yang dimiliki bayi diantaranya : 1. melawan setiap penyakit atau infeksi. Beberapa tarikan nafas pertama menyebabkan udara memenuhi ruangan trakhea untuk brinkus bayi baru lahir. darah bayi baru lahir harus melewati paru ± paru untuk mengambil oksigen dan mengadakan sirkulasi tubuh guna mengatur oksigen kejaringan sehingga harus terjadi dua hal yaitu penutupan voramen ovale dan penutupan duktus arteriosus antara arteri paru ± paru serta aorta. mendapatkan nutrisi peroral untuk mendapatkan kadar gula. sampai jumlah bronchiolus untuk alveolus berkembang. jika proses persalinan melalui section cesaria (SC) maka kehilangan keuntungan kompresi dada ini tidak terjadi maka mengakibatkan paru ± paru basah.kekebalan alami juga disediakan pada tingkat sel oleh sel darah yang membantu membunuh organisme asing. 3. dimana fungsi ini sebelumnya dilakukan oleh plasenta.

refleks gumoh dan refleks batuk yang matang sudah terbentuk dengan baik pada saat lahir. pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang bayi kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya. 9. pada saat bayi meninggalkan ruangan rahim ibu yang hangat menuju lungkungan luar rahim yang jauh lebih dingin ditambah air ketuban menguap lewat kulit mengakibatkan mendinginkan darah bayi. dan akan bertambah lambat sesuai pertumbuhannya. pembentukan koloni mikroba oleh kulit halus dan usus. Sistem Pengaturan Suhu. kemampuan ini masih cukup selain mencerna ASI. Metabolisme Glukosa Untuk memfungsikan otak. timbunan coklat akan meningkatkan panas sampai 100%.Radiasi (pelepasan panas akibat adanya benda yang lebih dingin didekat tubuh bayi) 10. 5.dengan tindakan penjepitan tali pusat sehingga bayi harus mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri pada saat bayi lahir.Metabolisme Glukosa Gastrointestinal Tubuh Pengaturan suhu : bayi baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuh sendiri sehingga menimbulkan stress dengan adanya perubahan ± perubahan lingkungan.perlindungan kimia oleh lingkungan asam lambung. Pada lingkungan yang dingin. 8. Koreksi penurunan glukosa dilakukan dengan dua cara: penggunaan Asi.untuk mendapatkan lemak coklat bayi harus .Evaporasi (penguapan cairan pada permukaan tubuh bayi) . Mekanisme Kehilangan Asam Tubuh Tubuh bayi baru lahir belum mampu untuk melakukan regulasi temperatur tubuh sehingga apabila penanganan pencegahan kehilangan panas tubuh dan lingkungan sekitar tidak disiapkan dengan baik. 6.glukosa darah akan menurun pada waktu cepat (1-2jam). Mekanisme Kehilangan Panas Tubuh .kurang dari 30 cc. kapasitas lambung sangat terbatas. 7.Konduksi (tubuh bayi bersentuhan dengan permukaan yang tempertaurnya lebih rendah) . Perubahan Sistem Kekebalan Tubuhnya Sistem immun bayi masih belum matang sehingga rentan terhadap berbagai infeksi dan alergi.menurunkan resistensi pembuluh darah paru ± paru sehingga terjadi peningkatan volume darah dan tekanan pada atrium kanan menimbulkan penurunan tekanan pada atrium kiri menyebabkan foramen ovale menutup.bayi tersebut dapat mengalami hipotermi yang dapat mengakibatkan bayi menjadisakit atau mengalami gangguan fatal.penggunaan cadangan glikogen. Jika sistem immun matang akan memberikan kekebalan alami atau didapat berikut contoh kekebalan alami : perlindungan oleh kulit membran mukosa.fungsi saringan ± saringan saluran nafas. hubungan antara esofhagus bawah dan lambung masih belum sempurna maka akan menyebabkan gumoh pada bayi baru lahir.hasil penggunaan lemak coklat untuk produksi panas.Konveksi (tubuh bayi terpapar udara atau lungkungan bertemperatur dingin) . Perubahan Sistem Gastrointestinal Sebelum janin cukup bulan untuk menghisap dan menelan.

Lakukan setelah stabilnya temperatur tubuh bayi (36. Pemberian Oksigen Pemberian oksigen 100% diberikan pada keadaan seperti sianosis. Pembenasan Jalan Nafas Posisi bayi baru lahir adalan terlentang atau miring pada satu sisi dan kepala pada posisi netral. hipoksia dan asidosis sehingga upaya pencegahan kehilangan panas merupakan prioritas utama bidan untuk meminimalkan kehilangan panas tubuh bayi.dilakukan pengusapan punggung. kering dan hangat. 2. mandikan dalam ruangan yang hangat dan tidak banyak hembusan angin. tempatkan bayi dilingkungan yang hangat. PERLINDUNGAN TERMAL (TERMOREGULASI) 1.jika bayi kedinginan dia akan mengalami hypoglikemia. PEMOTONGAN DAN PERAWATAN TALI PUSAT 1.tutup bagian kepala bayi.kepala bayi dimiringkan kesamping dan lendir dihisap dari jalan nafas. Pencegahan Kehilangan Panas Tubuh Keringkan tubuh bayi dengan handuk bersih. Bila lendir banyak. Rangsangan Taktil Apabila tidak terjadi pernafasan spontan. PEMELIHARAAN PERNAFASAN 1. Kemudian lendir debersihkan dengan mengusap mulut dan hiduung dengan menggunakan kasa atau kain. Lepaskan dengan cepat kain yang basah dan bungkus bayi dalam selimut yang hangat untuk mengurangi kehilangan panas. Atau dengan cara meletakan bayi yang kering dikulit dada atau perut ibu yang menggunakan suhu panas dari tubuh ibu. Rekomendasi Untuk Memandikan Bayi Tunggu minimal 6 jam sebelum memandikan bayi ( tunggu lebih lama untuk bayi asfiksia atau hypotermi).5 oC). jentikan pada telapak kaki mungkin bisa merangsang pernafasan spontan.menggunakan glukosa untuk mendapatkan energi yang akan merubah lemak menjadi panas.jangan segera menimbang ( tanpa penutup tubuh) dan memandikan bayi. Pemotongan Tali Pusat .segera keringkan tubuhnya (dengan handuk bersih. Menjaga Suhu Tubuh Bayi diletakan diatas radiant warmer dan secepat mungkin dikeringkan. 3.5 ± 37.selimuti.bradikardi dan tanda distress pernafasan yang lain pada bayi yang bernafas selama stabilisasi.minta ibu untuk mendekap tubuh bayi dan segera menyusukan bayinya.memandikan secara cepat dengan menggunakan air hangat.kering dan hangat ) dan segera kenakan pakaiannya.tempatkan ditempat ibunya dan beri ASI sedini mungkin. 4. 2.

setelah pemberian tetes mata profilak sis. selimut.ikat (dengan simpul kunci) tali pusat pada 1 cm dari pusat bayi (dengan tali atau penjepit). Warna kemerahan atau timbulnya nanah pada pusar atau puntung tali pusat adalah tanda abnormal ( bayi teersebut harus dirujuk untuk penanganan lebih lanjut). 4.5 %.bersihkan ruang perawatan secara rutin. pastikan handuk.melakukan urutan tali pusat kearah ibu dan memasang klem kedua 2 cm dari klem pertama memegang tali pusat diantara 2 klem menggunakan tangan kiri. kemudian letakan bayi diatas perut ibu dengan posisi kepala lebih rendah dari pada badan. dengan perlindungan jari ± jari tangan kiri. Segera mengeringkan bayi. Kemudian menjepit tali pusat menggunakan klem kira ± kira 3cm dari umbilikus bayi . Nilai bayi dengan cepat. kain dan sebagainya dalam keadaan bersih sebelum dipakaikan pada bayi. 5. salep tetrasiklin 1% atau salep eritromisin 0.Setelah seluruh badan bayi lahir. 2. Pencegahan Infeksi Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi. Mengikat Tali Pusat Mengikat tali pusat kurang lebih 1 cm dari umbilikus dengan simpul mati. stetoskop dan peralatan lainnya. 3. Tetes Mata Profilaksis Gunakan tetes mata perak nitrat 1 %. Merawat Tali Pusat Sementara menggunakan sarung tangan. Nasihat Bagi Ibu Dan Keluarganya untuk Merawat Tali Pusat Lipat popok dibawah puntung tali pusat.pegang bayi bertumpu pada lengan kanan sedemikian rupa hingga bayi menghadap kearah penolong. lepaskan klem penjepit tali pusat dan masukan dalam klorin 0. 6. (bila tali pusat terletak pendek.membungkus kembali bayi.5 %. pakai baju pelindung. cuci tangan / gunakan cairan dengan basis alkohol. termasuk penggunaan timbangan.letakan bayi yanag mungkin mengkontaminasi lingkungan.membungkus kepala dan badan bayi kecuali bagian tali pusat.bilas dengan air matang atau DTT kemudian keringkan dengan handuk.pakaian. Perawatan Penacaegahan Infeksi Anggaplah ssetiap orang berpotensi menularkan infeksi. gunakan sarung tangan bersih saat menangani bayi yang belum dimandikan. gunakan sarung tangan. kembalikan bayi pada ibunya untuk disusukan dan bergabung kembali. memotong tali pusat diantara kedua klem.letakan bayi ditempat yang memungkinkan).jika puntungnya kotor bersihkan dengan air matang atau DTT kemudian keringkan kembali secara seksama.mengikat balik tali pusat dengan simpul mati untuk kedua kalinya kemudian melepaskan klem pada tali pusat dan memasukannya dalam wadah berisi larutan klorin 0.semua peralatan sudah di DTT dan jangan menggunakan alat dari bayi yang satu dengan lainnya sebelum diproses dengan benar. bersihkan bila perlu lakukan DTT peralatan.5 % dan jangan kompres atau membungkus tali pusat (mengoleskan alkohol atau povidoniodine pada puntung tali pusat masih Dibolehkan selama tidak menyebabkan tali pusat basah / lembab).bersihkan cemaran atau darah dalam larutan klorin 0. . 7. pita ukur.5 %. berikan dalam 1 jam pertama kelahiran.

tetap lakukan pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya penyulit.6 %. gerakan .5 % tergantung dari masa gestasi dan berat lahir. tidak dapat menyusu atau keadaan umumnya jelek. Penatalaksanaan Awal BBL Penilaian awal. Insidensi asfiksia pada bayi matur berkisar 0. asfiksia dan tidak memberi respon yang baik terhadap tindakan infeksi.0 ± 1.5 %. mencegah kehilangan panas tubuh.warna kulit bayi (merah muda. 4.Evaluasi Nilai APGAR No 1 2 3 Nilai Apgar Appereance Pulse (nadi) Greemace 0 Seluruh tubuh biru atau putih Tidak ada Tidak ada 1 Badan merah Ekstremitas biru < 100 x/menit Perubahan mimic (menyeringai) Ekstremitas sedikit fleksi 2 Seluruh tubuh kemerahan >100 x/ menit Bersin / menangis 4 Activiti (tonus otot) Respiratory (pernafasan) Tidak ada 5 Tidak ada Gerakan aktif / akstremitas fleksi Lemah / tidak Menangis kuat / teratur keras Penilaian ini dilakuakn pada saat bayi lahir (menit ke 1 dan 5 ) sehingga dapat mengidentifikasi bayi baru lahir yang memerlukan pertolongan lebih cepat.megakolon.posisi ekstremitas atau tonus otot bayi. 2. memulai pemberian ASI.pucat atau kebiruan).rangsangan taktil. 3. Walaupun bayi tampak bugar.langit ± langit terbelah. Asfiksia dan Resusitasi Pada Bayi Baru Lahir 1. Aspiksia Asfiksia merupakan penyebab utama lahir mati dan kematian neonatus.merawat tali pusat. sedangkan bayi prematur adalah 0. 1. Penilaian Awal Menangis kuat atau bernafas tanpa kesulitan. mikrosefalus. Diindonesia. bibir sumbing). Kondisi yang Memerlukn Rujukan Bayi dengan kelainan bawaan (hidrosefalus. prevalensi . termasuk profilaksis gangguan pada mata. bayi dengan gejala dan tanda infeksi. Insidesi asfiksia perinatal dinegara maju berkisar antara 1. Selain itu asfiksia menyebabkan mortalitas yang tinggi dan sering menimbulkan gejala sisa berupa kelainan radiology. Mekonium Pada Cairan Ketuban Berkaitan dengan adanya gangguan intrauterin kesejahteraan bayi terutama bila konsistensinya kental atau jumlahnya berlebihan akan menimbulkan masalah apabila teerjadi aspirasi ke dalam saluran nafas bayi baru lahir. mencegah infeksi.

Afineprin Dosis yang direkomendasikan 0. Gejala dan Tanda : Tidak bernafas atau sulit bernafas (kurang dari 30 x/ menit). Asfiksia adalah kesulitan atau kegagalan untuk memulai dan melanjutkan pernafasan pada bayi baru lahir.3).V minimal lebih dari 2 menit bila ventilasi dapat berfungsi baik. Bikarbonat Dosis yang digunakan 1 ± 2 meq / kg. BB dalam larutan 1 : 10. tangisan lemah atau merintih. denyut jantung kurang dari 1000 x / menit.BB ) melalui intravena atau endotrakeal diulang setiap 3 ± 5 menit bila perlu. Resusitasi Ventilasi Indikasi pemberian ventilasi tekanan positif antara lain spnea atau gasping. Batasan asfiksia adalah suatu keadaan h ipoksia yang progresif.7). Tekhnik yang digunakan adalah dengan : a. b. 2.01 mg / kg. warna kulit pucat atau biru. Tyjuan mengenali dan mengatasi penyebab utama kematian pada bayi baru lahir. tonus otot lemas atau ekstremitasterkulai.disebut sebagai asfiksia sekunder bila terjadi kesulitan bernafas setelah sebelumnya dapat bernafas pada saat dilahirkan.akumulasi CO2 dan asidosis. asfiksia berat ( nilai APGAR 0 . tidak ada denyut jantung atau perlahan ( kurang dari 100 x / menit ). Klasifikasi: tanpa asfiksia ( nilai APGAR 8 ± 10) . terdapat dengkuran atau retraksi dinding dada. pernafasan tidak teratur. Dua jari diletakan disternum pada sudut kanan dada dan tangan yang lain menahan punggung.BB (0.asfiksia sekitar 3% kelahiran (1998) atau setiap tahunnya sekitar 144/900 bayi dilahirkan dengan keadaan asfiksia sedang dan berat. Penata laksanaan Langkah Awal Resusitasi . Dua ibu jari pada sternum harus bertumpu atau berdampingan tergantung besar bayi dan jari lain merlingkar dada dan menahan punggung. Diberikan secara lambat I.asfiksia ringan ± sedang (nilai APGAR 4 .3 ml / kg. Pemberian ventilasi berkisar 40 ± 60 x pernafasan / menit (30 x pernafasan bila disertai dengan pemijatan dada).000 ( 0.1 ± 0.5 meq /ml larutan). b. Pemijatan Dada Pemijatan dada diberikan pada daerah 1/3 dibawah sternum. disebut sebagai asfiksia primer bila bayi tidak bernafas sejak dilahirkan. Medikasi Obat ± obatan yang diberikan pada resusitasi bayi baru lahir : a.

Pneumotoraks. dan gerakan dada dengan 2 kali ventilasi. Gawat Nafas. Risiko : Trauma.kulit pucat atau kebiruan dan denyut jantung kurang dari 100 x / menit.mendilatasi sfinkter ania. bernafas teratur dan kulit kemerahan maka lakukan asuhan BBL normal . periksa pertautan sungkup dengan bayi . pastikan tali pusat telah dipotong agar pengaturan posisi menjadi leluasa. menguncang ± nguncang tubuh bayi. jangan menghisap terlalu dalam karena dapat terjadi reaksi vaso ± vagal. meniup oksigen atau udara dingin ketubuh bayi.tubuh. Hipotermia. tekan balon dengan dua jari atau seluruh jari (tergantung ukuran yang tersedia). menekankan kedua paha ke perut bayi.lakukan rangsangan taktil. meremas atau memompa rongga dada. bila tidak menangis . lakukan bantuan pernafasan dengan ventilasi positif. kematian. lakukan pembersihan jalan nafas ulangan. Bila ada pewarnaan mekonium lakukan penghisapan lendir dari mulut dan hidung saat kepala lahir dan bila setelah lahir bayi menangis dengan kuat. posisikan dengan benar dan bersihkan jalan nafas.bentuk rangsangan seperti : menepuk bokong. bila semuanya baik lakukan ventilasi dengan oksigen atau udara ruangan. Rangsangan taktil dan upaya beernafas: gosok dengan lembut punggung. Hipotermia. Pembersihan Jalan Nafas Bila air ketuban jernih. sfinkter Ani. Bentuk rangsangan taktil yang tidak dianjurkan . Hipertermia. Pengeringan tubuh. kompres atau merendam di air panas dan dingin. warna kulit BBL. Luka Bakar. Penilaian Segera : usahakan bernafas atau menangis. Kecepatan ventilasi sekitar 40 x / 30 detik dan perhatikan gerakan dinding dada. mengisap lendir dan rangsangan taktil sebaiknya tidak melebihi dari 30 ± 60 detik. Ruptur Hati atau Limfa. kaki atau tangan bayi atau tepuk /sentil telapak kaki bayi. .denyut jantung bayi.mulut dan hidung. Bila dada tidak bergerak naik turun. kemudian lendir dihidung. hisap lendir dimulut. lakukan tindakan resusitasi. pasang sungkup melingkupi dagu. Langkah resusitasi Pastikan balon dan sungkup berfungsi baik.Cegah kehilangan panas (keringkan dan selimuti tubuh bayi). posisikan tubuh dan kepala bayi dengan benar. Juka setelah waktu tersebut bayi masih sulit bernafas. Hisap lendir dimulut dan hidung yang mungkin dapat menyumbat jalan nafas. temuan dan tindakan : bila bayi menangis. robek. telah mencuci tangan dan memekai sarung tangan. periksa kembali pertautan sungkup bayi atau fungsi balon. kemudian lakukan upaya inisiasi atau perbaikan pernafasan. selimuti bayi dengan kain kering dan hangat ( kecuali muka dan dada ) letakan dilingkungan yang hangat. Perdarahan Dalam. Fraktur. lakukan asuhan BBL seperti biasa. Kerusakan Otak. Memposisikan bayi : baringkan terlentang atau sedikit miring dengan posisi kepala sedikit ekstensi.

dan tes diagnosa lain yang dirumuskan dalam data fokus yang mendukung assesment A : assesment. ulangi kembali ventilasi positif dengan oksigen murni. tidak terdapat penghisapan ASI. timbunan udara dilambung dapat menekan diafhragma dan menghalangi upaya bernafas atau mengembangkan paru. O : objektif. rujuk bila teerdapat tanda ± tanda gawatdarurat ( demam tinggi. Bila masih mengap ± mengap dan terdapat retraksi dinding dada. keluarga pasien dan tim kesehatan yang mencatat tentang hasil pemeriksaan prosedur. yang meerupakan salah satu pendokumentasian yang ada.pengobatan pada pasien dan pendidikan kesehatan pada pasien dan pendidikan kesehatan pada pasien. yaitu menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik. laboratorium. bila belum normal ulangi ventilasi positif selama 30 detik kedua dan nilai kembali.Setelah ventilasi 30 detik. lakukan penilaian pernafasan. Pantau kondisi kesehatan bayi secara berkala. respon pasien kepada semua kegiatan yang dilakukan . Bila bayi bernafas normal.dapat menyebabkan muntah dan terjadi aspirasi isi lambung kedalam paru ± paru. kejang ± kejang ). cegah infrksi ikutan atau paparan bahan tidak sehat. yaitu menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa.bila setelah 20 menit bayi masih kesulitan bernafas. Bila setelah 20 menit ventilasi positif ternyata bayi tetap tidak bernafas maka resusitasi dihentikan. Asuhan pascaresusitasi : jaga temperatur tubuh bayi baik dengan selimut ataupun didekap oleh ibunya. ikterus. 2. minta ibu untuk segera menyusukan bayinya. termasuk kemampuan menghisap ASI. warna kulit dan denyut jantung. Bayi dinyatakan meninggal dan beritahu pada keluarga upaya penyelamatan gaga dan beri dukungan emosional kepada mereka. lemah . SOAP merupakan singkatan dari : S : subjektif. . Pemasangan pipa lambung: untuk mengeluarkan udara yang masuk kedalam lambung saat dilakukan bantuan bernafas dengan ventilasi positif. pasang pipa nasogastrik untuk mengurangi atau mengosongkan udara dalam lambung. lakukan asuhan BBL seperti biasa. Langkah ± langkah Metode pendokumentasian yang dilakukan dalam asuhan kebidanan adalah SOAP. Definisi Catatan tentang terinteraksi antara pasien. Tujuan Tujuan dari pendokumentasian asuhan kebidanan adalah untuk kepentingan hukum apabila terdapat gugatan disuatu saat nanti dari klien dan juga untuk memudahkan kita untuk memberikan asuhan selanjutnya kepada klien. Kemudian rujuk ke fasilitas rujukan. 3. PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN 1. yaitu menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi atau masalah potensi.

. keadaan kandung kemih. buatlah ibu senyum kembali. yaitu menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan evaluasi berdasarkan assesment. tinggi fundus uteri. suhu. tekanan darah. kontraksi uterus. ibu mengatakan darah yang keluar banyak seperti hari pertama haid.kesadaran. lelah dan tidak nyaman.P : planning. Objektif : plasenta sudah lahir. volume darah yang keluar. keadaan umum ibu baik. periksa adanya luka pada jalan lahir atau tidak. Assesment : P1A0 partus kala IV Planning : observasi keadaan umum. bersihkan dan rapihkan ibu. nadi. tanda ± tanda vital dalam batas normal. Kala IV Subjektif : ibu mengatakan sedikit lemas.